ANTIBODI MONOKLONAL

(Makalah ini disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Imunologi dan Virologi)

Disusun oleh: KELOMPOK : 9 Lydia Trisna Wibowo (0906517496) Mutiara Jeany Rahayu Pertiwi (0906517514) Novita Damayanti (0906517552) Nur Marsetyo Putro Noto Negoro (0906517571) Oktaviani Tika Wulandria (0906517590) Tika Nurhasanah (0906488565) Yuri Nurdiantami (0906488590)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DEPARTEMEN FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T. atas barokah dan rahmat-Nya makalah yang berjudul µAntibodi Monoklonal¶ dapat selesai tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas Imunologi dan Virologi sebagai salah satu penilaian pada mata kuliah ini. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Atiek selaku dosen mata kuliah Imunologi dan Virologi, yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini hingga akhirnya makalah ini dapat selesai dengan baik. Tidak lupa terim kasih juga ingin a kami sampaikan kepada banyak pihak yang telah memberikan ide dan saran selama pembuatan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat menjadi suatu motivasi serta pengetahuan bagi para pembaca sekalian. Kritik dan saran merupakan suatu hal positif yang sangat kami harapkan untuk menjadi suatu pelajaran menuju ke arah yang lebih baik.

Depok, Maret 2011

Penyusun

...........................4 Antibodi Monoklonal Generasi Baru ........ ................. ii Abstrak .. ...............4 Sistematika Penulisan ....... 12 Gambar 7 Vectibix IV ......................................................................................1 Kesimpulan .................................2 Sejarah Antibodi Monoklonal ...........................................2 Saran ........ ..................... 15 ....... .............. ........................................................................ 1 1...3 Metode Penulisan .........3 Pembuatan Antibodi Monoklonal ....................................................................................................... 8 2.................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ...................................................................... ............. 5 Gambar 2 Proses seleksi pada medium HAT.................................... 16 Daftar Pustaka .... ........ ...................................... 1 1........................................................... ... 1 1.................. 16 3.................................................................................. 1 1 Gambar 6 Cara Memproduksi Antibodi Monoklonal............... 8 Gambar 4 Produksi antibodi monoklonal............................................. 3 2.................................................. ............... ............ 7 Gambar 3 Proses fusi sel myeloma dan sel B serta seleksi hibridoma terpilih..........................................2 Hubungan HGPRT dengan Antibodi Monoklonal ............. 11 Gambar 5 In Vivo.................. .................................................................... .. .......................................... 17 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Siklus pembentukan nukleotida............... 4 2......................... ........... .............................................................................. ............ ............................... ...........................................1 Latar Belakang ........................................ ............... .....................................2 Tujuan Penulisan ......... ..... 13 Bab III Penutup 3.......... 2 Bab II Pembahasan 2.. ..... ............. .............................. ............. iii Bab I Pendahuluan 1. i Daftar Isi dan Daftar Gambar ................................................... ..

hibridoma. terutama kanker.ABSTRAK Antibodi monoklonal adalah antibodi monospesifik. kloning. dan digunakan sebagai alat diagnostik. dan fully human monoclonal antibodies. sangat spesifik. Kata Kunci : Antibodi monoklonal. humanized monoclonal antibodies. dapat diproduksi dalam jumlah yang besar. fusi. dan kloning. imunisasi. Antibodi monoklonal telah banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. chimaric monoclonal antibodies. humanized monoclonal antibodies. dihasilkan dengan teknik hibridoma. baik diagnostik maupun pengobatan. Para peneliti telah mengembangkan pembuatan antibodi monoklonal generasi baru. antara lain:chimaric monoclonal antibodies. fully human monoclon al antibodies . fusi. Pembuatan sel hibridoma terdiri dari tiga tahap utama yaitu imunisasi. merupakan senyawa yang homogen.

Antibodi monoklonal ini dapat dihasilkan dengan teknik hibridoma.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Imunologi dan Virologi tahun ajaran 2011 serta mengkaji dan membahas lebih dalam mengenai topik.1 Latar Belakang Antibodi monoklonal adalah antibodi monospesifik yang dapat mengikat satu epitop saja. mengidentifikasi tumor. . Hasil penggabungan sel ini adalah hibridoma. Metode pustaka mencakup pencarian data-data dari berbagai sumber. mengidentifikasi sel spesifik yang terlibat dalam respon kekebalan dan mengidentifikasi serta mengkuantifikasi hormon. yang akan terus memproduksi antibodi. Selain sangat spesifik.BAB I PENDAHULUAN 1. Ini adalah komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. mereka memberikan landasan untuk perlindungan melawan patogen. mengukur protein dan level drug pada serum. yaitu antibodi monoklonal. Mereka menyerang molekul targetnya dan mereka bisa memilah antara epitope yang sama. 1. mengenali darah dan jaringan. Antibodi monoklonal mengenali setiap determinan yang antigen (bagian dari makromolekul yang dikenali oleh sistem kekepalan tubuh / epitope). 1. Dengan kata lain. Sumber yang kami ambil berupa buku yang berkaitan dengan masalah yang kami bahas dalam makalah ini. antibodi monoklonal adalah zat yang diproduksi oleh sel gabungan tipe tunggal yang memiliki kekhususan tambahan.3 Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah metode pustaka. antigen dan antibodi auto. Antibodi monoklonal sekarang telah digunakan untuk banyak masalah diagnostik seperti:mengidentifikasi agen infeksi. Mereka dapat mengenali dan mengikat ke antigen yang spesifik.

1 3.4 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan makalah ini adalah: Bab I Pendahuluan 1.1 1.4 Latar Belakang Tujuan Penulisan Makalah Metode Penulisan Sistematika Penulisan Bab II Pembahasan Bab III Penutup 3.1.2 1.2 Kesimpulan Saran .3 1.

Sebelum ditemukannya teknologi antibodi monoklonal. César Milstein. sehingga sel hibrid dapat dibiakkan terus menerus. Metchnikoff dan Erlich mengemukakan mengenai teori imunologi yang membawa perubahan besar pada pemanfaatan antibodi untuk mendeteksi adanya antigen (zat asing) di dalam tubuh. mengambil darahnya dan mengisolasi antibodi dalam serum sehingga menghasilkan antibodi poliklonal. Sejarah Antibodi Monoklonal Pada tahun 1908. Antibodi yang homogen dan spesifik ini disebut antibodi monoklonal. Berkat temuan antibodi monoklonal Georges Köhler. Tahun 1975. sangat heterogen dan sangat sulit menghilangkan antibodi lain yang tidak diinginkan (Radji M. Selain itu bila diproduksi dalam jumlah besar antibodi poliklonal jumlah antibodi spesifik yang diproduksi juga sangat sedikit.1. and Niels Kaj Jerne mendapatkan hadiah nobel di bidang fisiologi dan kedokteran pada tahun 1985. Apabila dibutuhkan antibodi dalam jumlah besar maka binatang percobaan yang dibutuhkan juga sangat besar jumlahnya.BAB 2 PEMBAHASAN 2. Sel mieloma adalah sel limfosit B yang abnormal yang mampu bereplikasi terus-menerus dan menghasilkan sebuah antibodi spesifik berupa paraprotein. Antibodi monoklonal dibuat dengan cara penggabungan atau fusi dua jenis sel yaitu limfosit B yang memproduksi antibodi dengan sel kanker (sel mieloma) yang dapat hidup dan . dan tidak terkontaminasi dengan antibodi lainnya. 2010). 1992). Definisi epitop sendiri adalah daerah spesifik pada antigen yang dapat dikenali oleh antibodi (Riechmann. antibodi dahulunya diperoleh dengan cara konvensional yakni mengimunisasi hewan percobaan. César Milstein. kemudian sel limfositnya difusikan dengan sel mieloma. and Niels Kaj Jerne menemukan cara baru dalam membuat antibodi dengan mengimunisasi hewan percobaan. Mereka juga mampu membuat antibodi yang homogen yang diproduksi oleh satu klon sel hibrid. sehingga dapat diproduksi antibodi spesifik dalam jumlah besar. Georges Köhler. sel mieloma disebut juga dengan sel B kanker. Maka dari itu dilakukan serangkaian penelitian untuk membuat antibodi spesifik secara in vitro. Antibodi tersebut lebih spesifik dibandingkan dengan antibodi poliklonal karena dapat mengikat 1 epitop antigen dan dapat dibuat dalam jumlah yang tak terbatas.

yaitu jalur de novo dan jalur salvage. HGPRT merupakan substansi yang penting dalam jalur salvage. sehingga mampu memproduksi antibodi homogen yang spesifik (monoklonal) dalam jumlah yang hampir tak terbatas. Enzim yang umumnya menjad target adalah anzim i hipoxantin-guanin fosforibosil transferase (HGPRT). dimana hal ini merupakan suatu substitusi yang beracun. Sel hibridoma mempunyai kemampuan untuk tumbuh secara tidak terbatas dalam kultur sel. Akan tetapi. Karena antibodi yang diproduksi berasal dari sel hibridoma tunggal (mono-klon). Sehingga. Apabila sel hibridoma dibiakkan dalam kultur sel. sel yang secara genetik mempunyai sifat identik akan memproduksi antibodi sesuai dengan antibodi yang diproduksi oleh sel aslinya yaitu sel limfosit B. maka antibodi yang diproduksi disebut dengan antibodi monoklonal. .2. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah proses pemilihan sel klon yang identik yang dapat mensekresi antibodi yang spesifik. 8-AG yang mengandung nukleotida ini kemudian diproses lebih lanjut dan berikatan dengan DNA dan RNA. Hasil fusi antara sel limfosit B dengan sel kanker secara in vitro ini disebut dengan hibridoma. Sel di kultur jaringan dapat bertahan hidup dengan menggunakan kedua jalur tersebut.membelah terus menerus. serta untuk uji kehamilan. sel memiliki dua jalur dalam sintesis nukleotida. Hubungan HGPRT dengan Antibodi Monoklonal Pada dasarnya. Mutasi gen pada HGPRT bisa diseleksi dengan cara menumbuhkan sel di media yang mengandung analog purin seperti 8-azoguanin. mutasi pada enzim untuk sintesis nukleotida mungkin terjadi dan sekarang menjadi suatu hal yang biasa terjadi dan bahkan ssering dimanipulasi untuk menjadi target mutagenesis pada sel mamalia. Beberapa jenis kit antibodi monoklonal telah tersedia di pasaran untuk mendeteksi bakteri patogen dan virus. sel yang memiliki enzim HGPRT yang tumbuh pada media yang mengandung 8-AG akan mati. 2. HGPRT akan menganggap 8azoguanin tersebut sebagai suatu substrat dan mengubahnya menjadi nukleotida monofosfat. Antibodi monoklonal merupakan senyawa yang homogen. sangat spesifik dan dapat diperoleh dalam jumlah yang besar sehingga sangat menguntungkan jika digunakan sebagai alat diagnostik. Enzim ini mengkatalisis pembentukan nukleotida purin (precursor untuk sintesis DNA) dari ribosa dan hipoxantin serta guanine.

Gambar 1 Si l pembent an nukleoti a .

medium HAT ini bisa membantu kita untuk mengisolasi hibridoma yang sesuai yang bisa menghasilkan antibodi monoklonal. sel myeloma yang nantinya akan difusikan dengan sel penghasil antibodi. Jadi. kita bisa menggunakan medium HAT. Untuk menseleksi hibridoma yang cocok. dengan kata lain. . Dalam hal ini. kita bisa memakai metode ELISA. sel yang memiliki gen mutan HGPRT dapat tetap tumbuh. Hibridoma yang terbentuk ini akan tumbuh terus secara in vitro dan mensekresikan antibodi monoklonal. Hal ini menyebabkan adanya pemblokan pada jalur de novo karena adanya kompetisi untuk ikatan enzim dengan f-THFA. sel akan dipaksa untuk menggunakan jalur salvage untuk mensintesis nukleotida purin. Dalam hubungannya dengan antibodi monoklonal. Laju normal dari mutagenesis penting untuk menghilangkan sel dengan 8-AG dan sel yang tetap hidup adalah sel yang memiliki defisiensi HGPRT. Dalam jangka waktu 7-10 hari. pada medium akan terdapat banyak sel-sel mati tetapi juga terdapat beberapa koloni sel hidup yakni koloni dari sel-sel hibridoma hasil fusi sel myeloma dengan sel B. Namun. Sehingga. seleksi dengan menggunakan 8-AG akan membunuh sel yang memiliki HGPRT tetapi tidak akan berefek pada sel mutan HGPRT. tidak mensintesis atau mensekresikan rantai immunoglobulin serta HGPRT. karena enzim HGPRT adalah bagian dari jalur pembentukan nukleotida yang nonessensial (jalur de novo masih ada). hanya hibridoma yang merupakan fusi sel dari sel myeloma dengan splenosit lah yang bisa bertahan hidup pada medium HAT ini karena induk splenosit akan menyumbangkan enzim HGPRTnya dan sel myeloma memberikan kemampuan untuk bisa hidup dan berkembang terus. sel myeloma yang digunakan untuk pembentukan antibodi monoklonal ini sendiri memiliki defisiensi enzim HGPRT dan akan mati pada media yang mengandung aminopterin.Bagaimana pun juga. Splenosit (kebanyakan limfosit) tidak bisa tumbuh pada medium HAT karena jangka hidupnya yang pendek yakni sekitar 1 minggu. Untuk skrining ini. Oleh karena itu. penting bagi kita untuk melakukan skrining karena hybrid yang tidak menghasilkan antibodi akan tumbuh melebihi hybrid yang bisa menghasilkan antibodi. Obat-obatan seperti aminopterin akan memblok sintesis nukleotida jalur de novo karena aminopterin analog dengan koenzim (f-THFA) yang penting untuk sintesis purin lewat jalur de novo. Sehingga.

Gambar 2 Proses seleksi pada medium HAT .

3. Pada cara imunisasi konvensional . 12 hari setelah suntikan terakhir. a tibodi yang n terbentuk pada mencit diperiksa dan diukur titer antibodinya. Setelah 23 minggu disusul suntikan antigen sekali atau beberapa kali suntikan. Pembuatan Antibodi Monoklonal Cara Pembuatan antibodi monoklonal untuk mendapatkan antibodi yang homogen: 1. Imunisasi mencit Antigen berupa protein atau polisakarida yang berasal dari bakteri atau virus. mencit dimatikan dan limpanya diambil secara aseptis. Cara imunisasi lain yang juga sering dilakukan adalah imunisasi sekali suntik intralimpa (si gl -shot i t spl i i £ §  ¦¥¥ ¤  ¡ £¢   ¡   i tion). walaupun kadangkala dipengaruhi oleh sifat antigen atau respon imun binatang yang berbeda-beda.Gambar 3 Proses fusi sel myeloma dan sel B serta seleksi hibridoma terpilih 2. Cara ini dianggap cukup baik dan banyak dipakai. Mencit dengan kekebalan terbaik dipilih. disuntikkan secara subkutan pada beberapa tempat atau secara intra peritoneal. kemudian dibuat suspensi sel atau limpa untuk memisahkan sel B yang mengandung antibodi.

2. sedangkana melalui kulit akan tersaring oleh kelenjar limfe. sehingga sel hibrid dapat memproduksi antibodi secara terus-menerus dalam jumlah yang tidak terbatas secara in vitro. jenis sel mieloma yang digunakan. . Bila disuntikkan ke dalam darah sebagian besar akan dieliminasi secara alami. mengumpulkan antibodi dari serum darah hewan tersebut (antibodi yang mengandung serum darah disebut antiserum). Fusi sel diawali dengan fusi membran plasma sehingga menghasilkan sel besar dengan dua atau lebih inti sel. Menyuntik hewan laboratorium (mencit) dengan antigen dan kemudian. Frekuensi fusi dipengaruhi beberapa factor antara lainjenis medium. dan sel retikuler. dan bahan yang mendorong timbulnya fusi (fusogen). makrofag. Mentransfer campuran fusi sel (sel limfosit B dan sel mieloma ke medium kultur yang disebut medium HAT (karena mengandung Hipoxantin Aminopterin Timidin). untuk mencegah eliminasi antigen oleh tubuh dilakukan suntikan imunisasi langsung pada limpa dan ternyata hasilnya lebih baik dari cara konvensional. y Sel mieloma (sel-sel tumor sum-sum tulang yang akan tumbuh tanpa batas di laboratorium dan menghasilkan imunoglobulin) yang tidak mengalami fusi tidak dapat tumbuh karena kekurangan HGPRT y Sel limfosit B (limpa mencit yang telah terkena antigen sehingga memproduksi antibodi X) yang tidak mengalami fusi tidak dapat tumbuh terus karena punya batas waktu hidup. yang berasal dari kedua induk sel yang berbeda jenis yang dibut heterokarion.antigen dipengaruhi bermacam-macam factor. Penambahan polietilen glikol (PEG) dan dimetilsulfoksida (DMSO) dapat menaikkan efisiensi fusi sel. sel limpa yang membuat antibodi akan cepat mati. Hanya sebagian kecil antigen yang terlibat dalam proses imun. Fusi sel limpa kebal dan sel mieloma Pada kondisi biakan jaringan biasa. Fusi sel dapat menciptakan sel hibrid yang terdiri-dari gabungan sel limpa yang dapat membuat antibodi dan sel mieloma yang dapat dibiakan terus-menerus. sedangkan sel mieloma yang dapat dibiakan terus menerus. Oleh sebab itu. Pada waktu tumbuh dan membelah diri terbentuk satu inti yang nengandung kromosom kedua induk yang disebut sel hibrid. perbandingan jumlah sel limpa dengan sel mieloma. setelah antibodi telah terbentuk.

Tiap koloni kemudian dipelihara terpisah satu sama lain. ¨ ¨ . Seperti kita ketahui bahwa sel mieloma mempunyai kelainan untuk mensintesis nukleotida yaitu sel mieloma yang tidak mempunyai enzim timidin kinase atau hypoxanthine phosphoribosyl transferase. Isolasi dan Pemilihan Klon Hibridoma Sel hibrid dikembangbiakkan sedemikian rupa. Umumnya penentuan antibodi yang diinginkan dilakukan dengan cara enzyme linked immunosorbent assay (EL1SA) atau radioimmunoassay (RIA). sehingga tiap sel hibrid akan membentuk koloni homogen yang disebut hibridoma. 3. 4. sehingga tetap hidup dan berkembang. karena itu penting untuk mematikan sel yang tidak fusi yang jumlahnya lebih banyak agar sel hibrid mempunyai kesempatan untuk tumbuh dengan cara membiakkan sel hibrid dalam media selektif yang mengandung hypoxanthine. y Fusi ini mengabungkan kemampuan untuk tumbuh terus menerus dari sel mieloma dan kemampuan untuk menghasilkan sejumlah besar antibodi dari sel limfosit B murni. sehingga antibodi yang terbentuk bisa diisolasi.y Sel hibridoma (dihasilkan oleh fusi yang berhasil) dapat tumbuh tanpa batas karena sel limpa dapat memproduksi HGPRT dan sel mieloma dapat membantu sel limpa. sehingga sel mieloma yang tidak berfusi. Hibridoma yang tumbuh diharapkan mensekresi antibodi ke dalam medium. dan yang kedua adalah memilih sel hibridoma penghasil antibodi monoklonal yang potensial menghasilkan antibodi monoklonal yang tinggi dan stabil. aminopterin. Pemilihan klon hibridoma dilakukan dua kali. dan thymidine (HAT). pertama adalah dilakukan untuk memperoleh hibridoma yang dapat menghasilkan antibodi. karena tidak mempunyai enzim timidin kinase atau hypoxanthine phosphonibosyltransferase akan mati. sedangkan sel hibrid karena mendapatkan enzim tersebut dan sel mamalia yang difusikan dapat menggunakan salva e pathway. Aminopterin menghambat jalur biosintesis purin dan pirimidin sehingga memaksa sel menggunakan salva e pathway. Eliminasi Sel Induk yang Tidak Berfusi Frekuensi terjadinya hibrid sel limpa-sel mieloma biasanya rendah.

Gambar 4 Produksi antibodi monoklonal Gambar 5 In Vivo .

Rituxan atau Rituximab adalah jenis tertentu obat yang dikenal sebagai antibodi monoklonal chimeric. maka para peneliti melakukan pengembangan antibody monoclonal yang memiliki sedikit efek penolakan dari system imun pasien. antara lain : 2. Antibodi Monoklonal Generasi Baru Beberapa antibodi monoklonal yang digunakan untuk pen gobatan berasal dari sel mencit/tikus sehingga sering menimbulkan reaksi alergi pada pasien yang menerima terpai antibody monoclonal tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut.4. tubuh seekor kambing dan ekor naga. Pengembangan tersebut menciptakan antibodimonoklonal generasi baru. yaitu manusia dan tikus. Antigen C 20 disuntikkan ke .4. Rituxan merupakan hibrida dari antibodi dari dua sumber.1. Chimeric Monoclonal Antibodies Antibodi chimeric mengambil nama mereka dari Chimera.Gambar 6 Cara Memproduksi Antibodi Monoklonal 2. sebuah binatang mistis dengan kepala singa.

Urutan protein antibodi yang diproduksi dengan cara ini adalah sedikit berbeda dari homolog antibodi yang terjadi secara alami pada manusia. Humanized Mono lonal Antibodies Humanized antibodies adalah antibodi dari spesies non-manusia yang sekuens proteinnya telah dimodifikasi untuk meningkatkan kesamaan mereka pada varian antibodi yang dihasilkan secara alami pada manusia. Proses ini mempunyai keuntungan yang dapat dibuktikan dari fakta bahwa produksi antibodi monoklonal dapat dicapai dengan menggunakan DNA rekombinan untuk membuat konstruksi yang mampu berekspresi pada kultur sel mamalia. yang disebut HAMA (human anti mouse antibody) yang membatasi kegunaan dan mencegah digunakan lebih dari sekali. antibodi yang dikembangkan sebagai obat antikanker). Artinya.tikus. 2.4.2. seperti pada tikus. terdapat reaksi alergi dari bagian asing antibodi eksperimental dari tikus. Tidak semua antibodi monoklonal dirancang untuk administrasi manusia perlu dilakuakn proses humanized karena banyak yang merupakan terapi intervensi jangka pendek. Rekayasa genetika lebih lanjut menghilangkan unsur-unsur sel tikus yang biasanya akan menghasilkan reaksi (alergi) kekebalan jika disuntikkan ke manusia. Para pengembang Rituxan mengatasi masalah ini dengan menghapus bagian antigen dari bagian tikus tersebut dengan antibodi chimeric. Pada eksperimen awal. mendorong produksi antibodi. Humanisasi ini diperlukan pada saat proses pengembangan antibodi spesifik yang melibatkan makhluk hidup lain dalam sistem kekebalan tubuh manusia . Antibodi sel kemudian diisolasi dari limpa hewan kemudian digabungkan dengan sel myeloma. Proses "humanisasi" biasanya diterapkan untuk antibodi monoklonal yang dikembangkan untuk manusia (misalnya. seperti di omalizumab. Terapi antibodi monoklonal basis awal untuk kanker terganggu dengan sejumlah masalah. Hal ini menghasilkan baris sel yang akan terus memproduksi antibodi tanpa batas. Menurut The International Nonproprietary nama akhir antibodi yang telah dimanusiawikan berakhiran -mab. oleh karenanya berpotensi imunogenik jika diberikan kepada pasien manusia. segmen gen yang © .

Panitumumab ini dikembangkan dengan cara imunisasi mencit transgenik yang disebut dengan XenoMouse yang mampu menghasilkan immunoglobulin manusia rantai berat dan ringan. Salah satu contoh fully human monoclonal antibodies adalah Panitumumab. 2. EGFR. sehingga mampu memproduksi antibodi yang diinginkan. . merupakan fully human monoclonal antibodies pertama yang spesifik untuk reseptor faktor pertumbuhan epidermal (juga dikenal sebagai reseptor EGF. ErbB-1 dan HER1 pada manusia). Sel ini kemudian digunakan pada produksi skala besar. Pendekatan lainnya adalah merekayasa suatu binatang transgenik yang dapat mensekresikan antibodi manusia dalam air susu yang dikeluarkan oleh binatang tersebut. Setelah dilakukan imunisasi. Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk merancang pembentukan antibodi monoklonal yang seluruhnya mengandung protein manusia tersebut adalah dengan teknik rekayasa genetika untuk menciptakan mencit transgenik yang membawa gen yang berasal dari manusia.3.mampu memproduksi antibodi diisolasi dan dikloning ke dalam sel yang dapat tumbuh dalam sebuah tangki sehingga protein antibodi yang dihasilkan dari DNA dari gen kloning dapat dipanen secara massal. Panitumumab ini diproduksi oleh Amgen dan diperjualbelikan dengan nama dagang Vectibix. Panitumumab ini disetujui oleh lembaga obat dan makanan di Amerika pada September 2006 untuk terapi untuk metastasis kanker usus besar yang diekspresikan oleh EGFR. Panitumumab ini sebelumnya memiliki nama ABX-EGF.4. klon spesifik sel B yang memproduksi antibodi untuk melawan EGFR dipilih dan diawetkan pada sel CHO (Chinese hamster ovary). EGFR ini merupakan protein transmembran. Sehingga sinyal intraseluler yang terkait dengan reseptor ini akan terputus atau terhambat. Panitumumab bekerja dengan cara mengikat pada bagian ekstraseluler membran EGFR untuk mencegah aktivasinya. Fully Human Mono lonal Antibodies Antibodi ini merupakan antibodi yang paling ideal untuk menghindari terjadinya respon imun karena protein antibodi yang disuntikkan ke dalam tubuh seluruhnya merupakan protein yang berasal dari manusia. Tidak semua metode untuk menurunkan antibodi dimaksudkan untuk terapi manusia memerlukan langkah humanisasi (misalnya tampilan fag ) tetapi pada dasarnya semua tergantung pada teknik yang sama memungkinkan "sisipan" bagian dari molekul antibodi.

Gambar 7 Vectibix (IV) .

3. sehingga antibodi monoklonal dapat dijadikan salah satu alternarif pengobatan untuk berbagai macam penyakit. antara lain : imunisasi mencit. dan isolasi dan pemilihan klon hibridoma. yaitu suatu monoklonal antibodi yang sebagian atau seluruhnya terdiri dari protein yang berasal dari manusia. fusi sel limpa kebal dan sel mieloma. dan dapat diproduksi dalam jumlah yang besar sehingga sangat menguntungkan jika digunakan sebagai alat diagnostik. terutama kanker. Antibodi monoklonal telah banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Beberapa jenis antibodi monoklonal generasi baru adalah chimaric monoclonal antibodies.BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN 3. penulis berharap agar terdapat semakin banyak lagi peneliti yang mengembangkan antibodi monoklonal generasi baru yang lebih efisien dan efektif.1 Kesimpulan Antibodi monoklonal adalah zat yang diproduksi oleh sel gabungan tipe tunggal yang memiliki kekhususan tambahan. eliminasi sel induk yang tidak berfusi. baik diagnostik maupun pengobatan. dan fully human monoklonal antibodies. merupakan senyawa yang homogen. Para peneliti telah mengembangkan pembuatan antibodi monoklonal generasi baru. humanized monoclonal antibodies. Adapun cara pembuatannya terdiri dari beberapa tahap. .2 Saran Dengan dibuatnya makalah ini. sangat spesifik.

Winter G.com/Vectibix. Jakarta.00). http://www. 1988.00). Reshapin human antibodies for therapy. 20.asp?articlekey=4425 (5 Maret 2011.wikipedia. http://users. 09.blogspot. vivalapharmacy. 22.ma.30). Nature. Hal 84-89.    . Imunolo i &Virolo i. Riechmann L.accessexcellence. http://www.org/AB/IE/Monoclonal_Antibody.targetedcancerdrugs.30). 20. Waldmann H. http://en.com/script/main/art. 22.rcn.2010.Daftar Pustaka http://www.37). Radji. Hal 332.com (8 Maret 2011.com/jkimball.org/wiki/Panitumumab (9 Maret 2011.medterms.html (7 Maret 2011.html (7 Maret 2011.ultranet/BiologyPages/M/Monoclonals.15). Maksum. Clark M. Penerbitan PT ISFI.jpg (9 Maret 2011. 21.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful