Ciptakan Generasi Kreatif dan Mandiri

Aminudin

1

Kata Pengantar
Orang dulu berpikir ruang angkasa adalah sesuatu yang tidak mungkin bisa diarungi. Akan tetapi, para ahli Rusia membuktikan dengan mengirimkan Yuri Gagarin ke luar angkasa menggunakan Sputnik. Sejarah lain juga ditorehkan oleh George Leigh Mallory dan Andrew Irvine yang disebut-sebut sebagai orang pertama menapakkan kakinya di puncak tertinggi dunia, Mount Everest pada 1924. Kini ribuan pendaki sudah membuktikan bahwa puncak tertinggi itu bisa ditapaki. Itulah salah satu wujud bagaimana kreativitas bisa dimulai dan dimiliki oleh setiap orang. Kreativitas suatu individu pada akhirnya bisa memberikan ciri karakter pada sebuah bangsa. Lihatlah bagaimana bangsa Jepang yang terkenal karena keuletannya. Mereka kini menjadi salah satu negara yang maju. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia bisa memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa ini? Kita bisa menjadikan diri kita sebagai manusia yang kreatif dengan hidup mandiri dan juga selalu siap akan perubahan. Manusia yang kretif dituntut untuk mewujudkan karakter bangsa yang tangguh dan siap bersaing dengan perubahan zaman. Dalam buku ini, kita akan belajar bagaimana mengenal dan meningkatkan kreativitas dalam mewudujkan karakter bangsa yang mandiri. Semoga kehadiran buku ini memberikan pencerahan dan semangat baru bagi pembaca. Selain itu, semoga pula ke depannya kita menjadi bangsa yang mandiri dan mampu menjadi negara yang maju.

Salam

Penulis

2

Daftar Isi

PENDAHULUAN

BAB I Lebih Dekat dengan Kreativitas A. Apakah Kreativitas itu? B. Syarat Kreativitas C. Manfaat Kreativitas untuk Mandiri

BAB 2 Lebih Dekat dengan Kemandirian A. Apakah Mandiri itu? B. Syarat Kemandirian C. Manfaat Kemandirian untuk Bersaing

BAB 3 Generasi Kreatif dan Mandiri A. Penasaran dengan Hal Baru B. Tidak Ada Rotan, Akar pun Jadi C. Kerja Keras untuk Mandiri

BAB 4 Indahnya Saling Berbagi A. Kreativitas dan Kemandiran dalam Berbagi B. Kreatif dalam Penyampaian Pesan C. Kreatif dalam Kebersamaan

Bab 5 Menyejajarkan Diri dengan Bangsa Lain A. Melejitkan Kehormatan Bangsa dan Negara dengan Kreativitas B. Kreativitas dan Kemandirian Melahirkan Generasi Tangguh C. Inovasi Anak Bangsa untuk Kemandirian

3

BAB 6 PENUTUP A. Anak Indonesia di Mata Dunia B. Refleksi

Daftar Pustaka Daftar Istilah Indeks

4

PENDAHULUAN
Dalam menghadapi era globalisasi dan perubahan zaman yang pesat ini, diperlukan mempersiapkan generasi yang kreatif, mandiri, serta mempunyai konsep diri bangsa yang positif agar dapat mempunyai pondasi yang kuat dalam pengembangan pribadi bangsa pada tahap berikutnya. Untuk mendapatkan itu, dituntut peran semua bagian, terutama generasi muda, untuk mewujudkan bangsa yang mempunyai karakter kreatif dan mandiri. Oleh sebab itu, perlu kiranya untuk mempersiapkan generasi baik segi ilmu pengetahuan, keterampilan, serta adanya bimbingan para ahli sehingga mampu menjadi suri tauladan bagi perilaku generasi sekarang serta menimbulkan semangat berkembang dan maju bagi generasi mendatang Perubahan mutlak diperlukan bagi generasi muda agar berani bertindak, bereksplorasi, timbul rasa ingin tahu, serta yakin akan kemampuannya. Generasi muda ke depan adalah pengurus negeri ini yang sebaiknya disiapkan mental dan fisiknya demi memangku amanah mengembangkan negeri ini. Hal ini dapat dikembangkan dengan adanya proses kreatif yang menjadi ciri khas generasi ke depan. Dengan demikian, kretivitas yang muncul akan memberikan wahana baru bagi generasi muda dalam mengeksplorasi kemampuan dirinya. Tentunya pula generasi yang kreatif jauh dari perbuatan-perbuatan negatif serta mampu mengolah sumber daya yang ada di sekelilingnya. Generasi kreatif merupakan pengejawatahan sebuah budaya bermutu bagi mewujudkan bangsa yang mandiri. Adapun bangsa yang mandiri berasal dari individu-individu yang bisa mengolah potensi dirinya demi kemajuan. Kemandirian tersebut terdiri dari kemampuan mengembangkan inisiatif, kebebasan, ulet, serta kemantapan diri. Dalam faktor inisiatif, kemandirian mengandung kemampuan dan kemauan untuk berpikir dan bertindak secara original dan kreatif. Arti bebas dalam kemandirian yaitu prilaku atau tindakan yang dilakukan atas kehendak sendiri bukan karena pihak lain dan tidak tergantung pada pihak lain. Progresif dan ulet ditunjukan dengan adanya usaha untuk meraih prestasi dan mengelola potensi dengan kemampuan sendiri tanpa campur tangan pihak asing. Itulah kemandirian yang di harapkan, kemandirian sama dengan kemapanan, mencakup kemampuan pridadi bangsa, kemampuan mengendalikan bangsa sendiri,

5

mengelola alam sendiri, membiayai bangsa dengan hasil alam sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Kita adalah sumber daya yang produktif bagi bangsa dan negara. Selain itu, kita mempunyai peran penting dalam pembangunan. Kita di masa depan akan menggerakan arah pembangunan bangsa dan menentukan masa depan bangsa. Kita harus kembali mengambil peran peran monumental sehingga menjadi pijakan kokoh untuk langkah pembangunan selanjutnya. Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan limpahan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya. Selain itu, Indonesia juga kaya budaya dan memiliki jati diri yang kuat sebagai negara timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma yang sangat luhur. Indonesia juga merupakan negara yang subur dan memiliki potensi alam luar biasa. Semua wilayah memiliki keunikan masing-masing yang sangat indah untuk dinikmati sebagai sarana rekreasi. Dalam satu wilayah di Indonesia, sangat jarang ditemukan tidak adanya bahasa lokal. Semua wilayah memiliki bahasa daerah yang sangat unik. Bahkan, ada pula wilayah yang sangat kaya budaya yang bahkan hanya dengan ratusan meter orang dapat menemukan bahasa daerah yang berbeda. Setiap budaya sangat kental dengan nilai historis dan kepribadian bangsa yang menarik. Setiap daerah memiliki kain, makanan, pakaian, bentuk rumah, dan tata cara hidup yang khas. Keindahan alam tropis yang diwarnai dengan kesegaran alami suasana alam yang cantik ada di setiap daerah di Indonesia. Potensi wisata yang tidak terbatas ada di Indonesia. Namun demikian, apa yang membuat bangsa ini kian terpuruk? Dengan kekayaan yang sedemikian besar, bagaimana negara Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang maju di usianya yang sudah cukup matang? Apa yang salah dengan negeri ini sehingga terjadi banyak hambatan menuju bangsa yang besar dan maju? Indonesia sebenarnya telah memiliki bekal untuk terus maju. Semangat Indonesia untuk maju sudah terbukti dengan perjuangan tanpa lelah melawan penjajah. Namun demikian, mental juara negara Indonesia sangat kecil kadarnya sehingga ketika Republik ini mulai menghela nafas merdeka, banyak hal penting yang justru terlupa untuk dipupuk sehingga yang tersisa adalah pesimisme untuk terus bangkit menjadi negara yang kaya dalam arti yang sesungguhnya.

6

Selain itu, Indonesia mempunyai penduduk yang sangat cukup untuk memajukan bangsa ini. Namun demikian, sumber daya manusia ini berhenti sampai pada kuantitas saja, belum sampai pada kualitas. Lalu apa yang harus dilakukan negara yang konon memiliki sejuta pesona ini untuk maju? Ada multi aspek yang harus dilihat untuk mengurai benang kusut ini. Sebenarnya kritik-kritik untuk memajukan negara Indonesia bisa menjadi pengurai yang sangat efektif. Ada banyak hal yang harus dilakukan Indonesia mulai dari yang paling sederhana saat ini juga. Namun demikian, tidak ada kesadaran pada setiap individu untuk menyembuhkan negara ini melalui cara-cara tersebut. Hal itu sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat. Ada dua hal yang mencegah suatu bangsa untuk maju karena faktor masyarakat; kurangnya nasionalisme dan kurangnya pendidikan. Indonesia dibangun oleh rakyat yang sangat mencintai negara ini. Jadi alasan pertama tidak berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin mengubah nasib dengan cepat, negeri ini harus mengutamakan pembangunan pada sektor pendidikan dan anak bangsanya mau belajar. Bagi setiap individu, disiplin wajib diterapkan dalam segala bidang. Profesionalisme dalam segala bidang juga sangat penting untuk memajukan bangsa ini. Jika solusi-solusi dasar ini bisa dicapai, kemajuan akan segera bisa dimulai. Kita harus berani melakukan kreativitas, membenahi diri, meningkatkan kualitas sumber daya, dan siap berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Hal itu untuk mewarnai berbagai kehidupan bangsa. Bangsa ini membutuhkan peran dan sumbangsih kita secara nyata, dan sesungguhnya tugas dan peran kita tidaklah ringan. Kita diharapkan mampu mengambil setiap peluang yang ada dan memanfaatkanya secara baik, demi kemajuan bangsa. Masa depan bangsa ini terletak di tangan kita. Sebagai anak bangsa, kita pun harus berusaha mewujudkan kemandirian. Negara yang berhasil membangun kemandiriannya akan menumbuhkan kebanggaan pada warganya dan mendorong mereka berprestasi maksimal bagi kemajuan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negaranya. Dengan kemandirian itulah eksistensi suatu bangsa dan standar kesejahteraan yang tinggi bagi setiap warganya akan terjamin. Membangun kemandirian bangsa di era sekarang juga berarti meningkatkan integritas dan kapabilitas bangsa untuk dapat secara cerdas menentukan pilihan dan mewujudkan cita-cita membangun negara 7

modern yang bertumpu pada kemampuannya sendiri, dengan memanfaatkan dinamika dunia yang semakin didorong maju oleh proses globalisasi. Sudah saatnya bangsa Indonesia bisa menunjukkan prestasi dirinya dan mampu menyejajarkan diri dengan bangsa lain dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh sebab itu, perlu kiranya generasi muda memahami dan bisa memaknai apa arti kreativitas dan kemandirian yang sesungguhnya. Hal ini tiada lain merupakan upaya generasi muda sebagai warga negara yang mau dan mampu mengolah kemampuan diri demi mewujudkan karakter bangsa yang kuat dan maju.

8

BAB I Lebih Dekat dengan Kreativitas
Sebelum mengenal lebih jauh tentang pengertian kreatif dan kreativitas, pahamilah penjelasan proses kreatif berikut. Hasil penelitian terhadap otak manusia, menunjukkan bahwa fungsi otak manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu fungsi otak sebelah kiri dan fungsi otak sebelah kanan. Setiap bagian otak memiliki fungsi spesifik dan menangkap informasi yang berbeda, fungsi bagian otak yang satu lebih dominan dari pada bagian lainnya. Fungsi bagian otak sebelah kiri dikendalikan secara berpikir vertikal, berperan menangkap logika dan simbol-simbol. Sedangkan fungsi otak bagian kanan lebih mengandalkan pada berpikir lateral, lebih menangkap hal yang intuitif (gerakan hati), kreatif, dan emosional (kejiwaan).

Sumber: www.triewolz.files.wordpress.com Gambar 1.1 Setiap bagian otak memiliki fungsi spesifik dan menangkap informasi yang berbeda

9

Otak merupakan bentuk fisik dari pikiran kita. Otak seperti raksasa yang sedang tidur –begitu besar, penuh jaringan rumit, dan potensinya sangat mengagumkan. Potensi ini seringkali terbengkalai di dalam diri anda, tidak aktif dan tidak bergerak, menunggu untuk digunakan. Padahal sebenarnya kita dapat memperoleh dan mengembangkan keterampilan, bakat, kekuatan dan kemampuan melebihi apa yang kita harapkan saat ini. Hanya akhir-akhir ini saja penelitian ilmiah di bidang fisika, biokimia dan psikologi telah memusatkan perhatian pada kedalaman kemampuan pikiran yang misterius – dalam proses pemahaman yang lebih mendalam tentang otak manusia, pikiran dalam wujud fisik. Studi dalam bidang ini mulai mengungkap kenyataan bahwa potensi tersembunyi dari otak manusia jauh lebih besar daripada yang pernah dibayangkan. Penemuan yang menarik menunjukkan seluk-beluk perbatasan otak. Dalam hal ini, fungsi mentalnya yang berbeda dan karakteristik unik antara otak kiri dan kanan. Otak kita berfungsi seperti super komputer, dia mempunyai kemampuan dan kapasitas visual, audio, matematis, analitis dan psikis yang mengagumkan; dan ini ditunjang oleh berjuta-juta sel otak yang bereaksi satu sama lain dengan cara yang sampai sekarang belum diketahui oleh para ilmuwan. Adapun yang diketahui adalah tidak adanya batas kemampuan dan daya cipta otak. Seseorang dapat menjadi kreatif dan imajinatif atau menjadi deduktif, analitis dan instingtif sesuai keinginannya. Otak tidak membatasi diri, dia bekerja sesuai keinginan anda dan berfungsi sesuai perintah kita. Otak merupakan perangkat keras yang digunakan oleh pikiran anda untuk membentuk sikap, perasaan, persepsi, harapan dan hasil akhir yang kita inginkan dan idamkan. Otak merupakan abdi yang setia dan sangat penurut. Pahami ini semua, maka kita akan mulai membebaskan diri dari batasanbatasan yang menghalangi pencapaian diri dan kemampuan. Jelajahilah batas-batas pikiran kita dan mulailah mempelajari kenyataan tentang otak kita. Hal ini akan memberikan kepada kita rasa percaya diri dan keyakinan untuk melangkah lebih jauh dalam pencarian diri. Barulah kita mulai dapat menyadari bahwa kecemerlangan dan keberhasilan dapat diraih oleh setiap individu. Sekolah formal mengajarkan sejumlah hal, tetapi pendidik hanya memberikan perhatian selintas terhadap otak dan fungsinya. Sangat sedikit sekolah di dunia yang mengajarkan kepada muridnya tentang bagaimana cara otak menyerap 10

informasi, menyimpan informasi dan mengeluarkan informasi tersebut. Anak didik tidak belajar apapun (sangat sedikit) tentang sel otak dan jaringan penghubungnya. Mereka jarang diajarkan tentang cara kerja memori, bagaimana mata bergerak pada waktu menyerap informasi, bagaimana proses belajar terjadi, bagaimana gambar bisa tercipta didalam kepala, dari mana datangnya imajinasi, bagaimana kreativitas dipupuk. Anak-anak tidak pernah tahu secara persis bagian otak mana yang sedang mereka gunakan dan yang lebih penting lagi, bagaimana mereka dapat menggunakan otak secara lebih baik. Hal ini disebabkan sedikit sekali yang kita ketahui tentang otak. Baru akhir-akhir ini saja (generasi sekarang) kita menyadari bagaimana masalah yang berhubungan dengan hal yang sepertinya disebabkan oleh kemampuan mental yang tidak memadai, ternyata sangat sedikit hubungannya dengan kapasitas otak yang mendasar. Kitapun menyadari bahwa selama ini kita memang tidak peduli terhadap potensi otak yang hebat dan mengagumkan ini. Mungkin hal yang paling mencengangkan dari laboratorium penelitian para ahli otak adalah suatu kenyataan, bahwa rata-rata orang menggunakan otaknya kurang dari 1%. Jadi, potensi luar biasa yang belum tersentuh masih ada dalam diri kita masing-masing. Salah satu pengembangan dalam diri yang sebaiknya kita kembangkan adalah munculnya kreativitas dan kemandirian.

A. Apakah Kreativitas itu?
Mungkin kita telah mendengar apa itu kreatif dan kreativitas. Ini biasanya kita jumpai dalam bidang seni sampai bidang usaha. Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan, yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/menjawab masalah, dan cerminan

kemampuan operasional manusia yang kreatif. Bentuk kreativitas ini bisa diwujudkan dalam beragam hal, misalnya dalam dunia belajar, seni, keterampilan, berbahasa, serta ilmu pengetahuan lainnnya. Sebagai negara berkembang, Indonesia sangat membutuhkan tenaga-tenaga kreatif yang mampu memberikan sumbangan bermakna kepada ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian, serta kepada kesejahteraan bangsa pada umumnya. Kreativitas pada dasarnya adalah proses pendidikan diri ke arah yang lebih baik. Untuk menjadi orang kreatif dibutuhkan pendidikan, latihan, hingga pola pikir yang

11

terus dikembangkan. Orang kreatif akan memandang kehidupan ini segalanya berguna. Ia bisa memosisikan diri sebagai manusia yang bisa berdaya guna dan berhasil guna.

Sumber: www.karinapriliani.blogspot.com Gambar 1.2 Untuk menjadi orang kreatif dibutuhkan pendidikan

Berikut ini beberapa pengertian yang berhubungan dengan kreatif dan kreativitas. 1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “kreatif “ bermakna: - memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; - bersifat (mengandung) daya cipta: Adapun kreativitas memiliki makna: - kemampuan untuk mencipta; daya cipta; - perihal berkreasi; kekreatifan 2. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan menunjukkan identitas

individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. 3. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. 4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan diri. 5. Kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya: 12

- Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan. Kita contohkan dengan adanya barang-barang teknologi baru. Kita sekarang ini mungkin merasa takjub dengan adanya barang-barang teknologi baru yang inovatif sekaligus kaya akan fasilitas terbaru. Semua itu dibuat oleh orang-orang kreatif yang mampu membuat sesuatu sehingga membuat orang lain kagum.

Sumber: www.ari80.files.wordpress.com Gambar 1.3 Salah satu karya kreatif adanya barang-barang teknologi baru

- Berguna (useful): lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, serta mendatangkan hasil lebih baik/banyak. Contoh ini sama halnya dengan komputer. Komputer menjadi benda yang mempermudah kehidupan manusia. Sekarang ini segalanya hampir berhubungan dengan komputer. Apakah kita pernah berpikir bagaimana komputer diciptakan dengan segala programnya yang kemudian bisa membantu banyak orang? Ada ahli-ahli pemrograman yang sanggup menciptakan hal-hal baru sehingga orang semakin mudah menggunakan komputer. Mereka adalah orang-orang yang kreatif. - Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. Pada dasarnya, karya kreatif yang muncul adalah berbagi dengan orang lain. Misalnya, kita membuat sebuah resep makanan hasil kreasi,

13

orang lain dapat mengikuti bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat jenis makanan tersebut. Tentunya pula, orang lain (umum) dapat membuat makanan tersebut di lain waktu dengan produksi yang banyak. Tidak menutup kemungkinan, makanan tersebut dapat dibuat oleh beberapa generasi. Misalnya, pernahkah kita memikirkan siapa yang dulu pertama kali membuat sayur lodeh? Sayur lodeh tersebut dibuat oleh orang kreatif yang sampai sekarang bisa dibuat oleh beberapa generasi, dari mulai eyang buyut, nenek, ibu, hingga mungkin kita sendiri.

Sumber: www.farm3.static.flickr.com Gambar 1.4 Hasil masakan termasuk karya kreatif manusia

Dari beberapa uraian pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir, seseorang menggunakan otak sebelah kiri. Sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan, ciri-cirinya adalah sebagai berikut: a. b. c. Selalu bertanya, “Apa ada cara yang lebih baik?” Selalu menantang kebiasaan, tradisi, dan kebiasaan rutin. Bereaksi/merenungkan, berpikir dalam.

14

d.

Berani bermain mental, mencoba untuk melihat permasalahan dari sudut

pandang yang berbeda.

Sumber: www. 3.bp.blogspot.com Gambar 1.5 Ide dan imajinasi sangat diperlukan dalam kreativitas

e. f. g.

Menyadari kemungkinan banyak jawaban dari pada satu jawaban yang benar. Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai sukses. Menghubungkan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk

menghasilkan pemecahan yang inovatif. h. Memiliki keterampilan helikopter (helicopters skill), yaitu kemampuan untuk

bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas kemudiaan memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah. Bisa kita bayangkan bagaimana kalau bangsa ini dipenuhi oleh orang-orang kreatif yang mampu membuat sesuatu (benda atau jasa) yang bisa dipergunakan secara bersama dan memiliki manfaat. Mungkin kita akan menjadi bangsa yang besar dan tidak bergantung pada barang-barang asing. Sudah bukan rahasia lagi jika bangsa ini lebih banyak menjadi pengguna daripada menjadi pembuat. Akan tetapi, tidak sedikit bangsa ini yang mampu menjadi pembuat sehingga kita dikenal di negara lain. Misalnya, sepatu dari Cibaduyut yang dikenal hingga mancanegara. Belum lagi dengan tidak sedikit siswa di negara kita yang sudah meraih prestasi di dunia internasional, misalnya juara Olimpiade Sains. Sebagai pemacu kita dalam meningkatkan kreativitas, berikut ini contoh beberapa prestasi anak Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa di tingkat Internasional. Ternyata anak -anak Indonesia mempunyai banyak sekali prestasi 15

gemilang di tingkat dunia yang berhasil membuka mata dunia akan kemampuan dan kecerdasan bangsa ini, Tak tanggung-tanggung prestasi mereka ini sungguh mengagumkan dan sangat membanggakan Indonesia. Mengangkat dan

mengharumkan nama bangsa di mata dunia . Berikut beberapa profil dan prestasi dari mereka, anak bangsa kita: 1. Fahma Waluya Indonesia berhasil meraih Juara (Winner) pada ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Awards 2010 yang berlangsung tanggal 12 – 16 Oktober 2010 di Kuala Lumpur Malaysia. Prestasi ini diperoleh pada kategori Secondary Student Project melalui karya siswa SD Cendikia Bandung/SMP Salman AL-Farisi Bandung, Fahma Waluya Rosmansyah dan adiknya, Hania Pracika Rosmansyah.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.6 Fahma Waluya dan adiknya

Melalui karya berupa kumpulan program game edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk ponsel Nokia E71 dengan judul “My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor” (Ponsel Ibuku Untuk Belajar Adikku), Fahma Waluya & Hania Pracika berhasil mendapat apresiasi tinggi dari tim juri APICTA Internasional 2010 dan memperoleh skor tertinggi sekaligus memboyong piala Juara (Winner) APICTA 2010 pada kategori Secondary Student Project sebelumnya Fahma dan Hania juga meraih Juara (Winner) di INAICTA 2010 pada kategori Student Project SD.

16

2. Peter Tirtowidjoyo Young Peter Tirtowidjoyo Young, 14, anak SMP Petra 1 Surabaya, dan Andrew Tirtowidjoyo, 12, anak SD Santa Maria Surabaya, kakak beradik itu telah berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Matematika tingkat Internasional. Ia berhasil mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi matematika tingkat Internasional di Incheon, Korea Selatan. Peter si anak SMP menyabet medali emas sedangkan adiknya, Andrew si anak SD menggondol medali perunggu.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.7 Peter Tirtowidjoyo Young

Saat mewakili Indonesia dalam International World Youth Matematic Intercity Competition (IWYIC), 25 – 29 Juli 2010, mereka berhasil menyisihkan utusan dari 26 negara lainnya dalam adu pintar dan adu cepat mengerjakan soal-soal matematika. Peter menyabet penghargaan tertinggi dengan meraih emas tingkat anak SMP. Baik di nomor perorangan maupun tim, anak SMP kelas tiga Petra 1 ini berhasil mengumpulkan 115 poin. Sedangkan adiknya yang masih duduk di kelas enam SD, anak SD Santa Maria menyabet medali perunggu untuk tingkat anak SD. Peter harus menyelesaikan 15 soal dalam waktu satu jam. Sebanyak 12 soal berupa isian sedangkan tiga soal lainnya adalah esai matematika. Peter nyaris meraih nilai sempurna karena nilai maksimal untuk soal-soal ini adalah 120.

3 . Agasha Kareef Ratam Agasha memang mengharumkan nama bangsa. Bersama Henry Jayakusuma, Kevin Pratama, Stanley Orlando, Agasha meraih empat medali emas Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Internasional Tingkat Sekolah Dasar

17

(IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009. Di kompetisi ini, Indonesia menjadi juara umum dengan memboyong 6 emas (4 emas dari tim matematika dan 2 emas dari tim IPA), 5 perak, serta 17 perunggu, mengungguli 9 negara peserta lain, seperti Singapura dan Taiwan.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.8 Agasha Kareef Ratam

Prestasi Agasha dan kawan-kawan menambah daftar kesuksesan Indonesia di ajang olimpiade internasional tingkat SD, khususnya matematika. Sebelumnya Indonesia juga keluar sebagai juara umum di 3th Wizards at Mathematics International Contest (Wizmic) di Lucknow, India, pada 27-30 Oktober 2009 dengan memboyong 10 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu mengalahkan 8 negara lainnya.Kompetisi Wizmic adalah kompetisi bagi siswa SD di bawah 13 tahun yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Adapun IMSO merupakan ajang tahunan. Pada IMSO 2009, tim Indonesia diwakili 32 siswa (16 tim matematika dan 16 tim IPA) dari total 146 peserta.

4. Stanley Orlando Pelajar sekolah dasar (SD) dari Indonesia pun menunjukkan prestasinya dengan meraih emas pada Kompetisi Matematika Internasional atau International Mathematics Competition (IMC) 2010 di Incheon, Korea Selatan yang diselenggarakan pada 25-29 Juli. 18

Stanley Orlando, siswa SD St.Ursula Jakarta Pusat, DKI Jakarta meraih medali emas pada kategori individu. Medali emas kedua diraih oleh Tim 1 SD Indonesia, untuk kategori kelompok.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.9 Stanley Orlando

Stanley, selain meraih medali emas pada kategori individu, juga meraih dua medali perak masing-masing pada kategori tim, serta gabungan dari jumlah nilai tim dengan individu. Soal yang diujikan tentang bilangan dan geometri. Saingan terberat dari China, Taiwan, dan Hongkong. IMC tingkat SD diikuti lebih dari 1.000 siswa dari 26 negara di antaranya negara-negara di kawasan Eropa, Afrika, Asia, Amerika, Kanada, dan Meksiko.

5. Eric Losardi dan Edgar Xavier Marvelo Wushu Indonesia mengumpulkan 2 medali emas, 5 perak dan 2 perunggu, pada hari ketiga kejuaraan dunia wushu junior di Singapura, 7 Desember 2010. Medali emas yang dipetik tim Merah-Putih disumbangkan Eric Losardi di nomor nanguan di kategori A usia 18 tahun ke bawah. Satu medali emas lagi disumbangkan Edgar Xavier Marvelo di nomor toya pada kelompok C (14-13).

19

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.10 Eric Losardi dan Edgar Xavier Marvelo

Wushu Indonesia juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan wushu yang berlangsung di Singapura awal desember 2010 lalu melalui Eric Losardi yang berhasil menyubangkan emas di nomor nanguan di kategori A usia 18 tahun ke bawah. Satu medali emas lagi disumbangkan Edgar Xavier Marvelo di nomor toya pada kelompok C (14 - 13)

6. Bryan Jenvoncia Bryan Jenvoncia, anak berusia 6,5 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat berhasil memenangkan lomba desain perangko yang diadakan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dia berhasil mengalahkan 12 ribu pesaingnya yang datang dari 124 negara. Hasil karya Bryan akan menjadi perangko resmi Perserikatan Bangsa Bangsa. Dilihat sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Bryan, bocah yang masih duduk dibangku kelas 2 Sekolah Dasar ini. Setiap hari sepulang sekolah, Bryan langsung bermain layaknya anak seusianya atau bermain dengan kakaknya. Prestasi Bryan memang patut dibanggakan yang menjadi pemenang dalam lomba desain perangko Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bertajuk We Can End Poverty, sehingga Bryan mendapat penghargaan dari Sekjen PBB Ban Ki Moon di New York, Amerika Serikat pada 17 Oktober tahun lalu. Brayn berhasil mengalahkan 12 ribu peserta dari 124 negara. Lukisan Bryan berlatar belakang anak-anak yang bermain dengan memanfaatkan potongan kain bekas jahitan ibunya.

20

7. Dominic Brain Dominic Brain, yang masih berusia 12 tahun asal Kuta, Kabupaten Badung, Bali, berhasil mencatatkan namanya dalam buku rekor dunia “Guinness World Records” setelah berhasil menunjukkan kemampuannya mengingat 76 deret angka hanya dalam 60 menit. Anak dari Gidion Hindartho itu masuk dalam buku catatan rekor dunia yang diterbitkan perusahaan bir hitam Guinness, setelah menunjukkan kemampuannya pada acara pemecahan recor yang dilaksanakan di taman satwa “Bali Zoo Park” di Gianyar, Bali.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.11 Dominic Brain

Perwakilan Guinness World Records Asia, Alex Iskandar Liew, selain memuji kemampuan yang ditunjukkan Dominic Brain, juga menilai hal itu sebagai rekor unik, mengingat umur yang bersangkutan masih tergolong anak-anak menuju remaja. Brain sebelumnya berhasil memecahkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu mengingat 52 kartu selama 100 detik dan mengingat 100 angka dalam waktu 12 menit.

8. Tim Junior Sepakbola Indonesia Juara I Intesa San Paulo Tournament AC Milan Camp International Tim Junior Sepakbola Indonesia berhasil menjadi Juara 1 Intesa San Paulo Tournament AC Milan Camp International, salah satu turnamen yang diikuti oleh 30 21

negara di dunia. Dalam Milan Junior Camp Day Tournament yang bersifat setengah kompetisi ini, anak-anak Indonesia memenangkan tiga pertandingan dalam babak penyisihan, yaitu melawan wakil Eropa Step Stone dengan skor 1-0, tim Brazil dan Venezuela (UISP) 3-1, dan tim gabungan Eropa Non Italia (USUNTP) dengan skor 3-0. Di babak final, mereka mengalahkan Italia (ASTI) dengan skor 1-0. Kemenangan ini otomatis membuat bendera merah-putih berkibar di bumi Italia dan menyandang gelar Prima Classifico yang berarti peringkat pertama di klasemen.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.12 Tim Junior Sepakbola Indonesia

Tim junior ini adalah tim yang didapatkan dari salah satu program klub sepakbola Italia, AC Milan, yang dinamai The All Star Team Challenge AC Milan Junior Camp. Program yang telah berjalan lebih dari 10 tahun dan telah dilaksanakan di 36 negara ini bertujuan memberikan pelatihan pemain muda yang tengah merintis jalan menuju pemain kelas dunia. Untuk Indonesia, program ini melibatkan 17 anak dari usia 9 sampai 15 tahun yang terjaring melalui AC Milan Junior Camp di Jakarta dan Bali.

9. Juara Dunia Robotik di Korea Setelah melalui babak penyaringan di Indonesia melalui kompetisi Indonesia Robotic Olympiad (IRO) bulan Agustus 2010 lalu, kini peserta dari Indonesia berhasil mencetak prestasi yang membanggakan dalam kompetisi World Robotic Olympiad yang dilangsungkan di SMX Convention Centre Hall, Philipines, Manila.

22

Pada kompetisi robotik ini, satu tim perwakilan dari Indonesia berhasil meraih medali emas dalam category Robot Soccer. Category ini diikuti oleh 21 tim dari berbagai negara. Sebelumnya pada World Robotic Olympiad 2009, Indonesia juga telah berhasil meraih prestasi juara 2, 3 dan 5.

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.13 Tim Robotik Indonesia di Korea

Event International robotik yang dilaksanakan awal November kemarin ini diramaikan oleh 700 peserta yang berasal dari 22 negara. Untuk lomba yang sudah berlangsung selama tujuh kali ini, Indonesia mengirimkan 38 peserta, yang terbagi menjadi 11 tim untuk mengkuti Regular Category dan Robot Soccer Category.

10. Juara Pertama Kejuaraan Internasional Tari dan Budaya Anak-anak III Tari Kipah asal Aceh yang dibawakan para pelajar SMP Islam Al Ikhlas, Jakarta Selatan, mengantarkan Indonesia menjadi juara pertama tingkat dunia yang digelar di Kota Fethiye, Turki, dalam Kejuaraan Internasional Tari dan Budaya Anak-anak III di Turki pada 21 -29 April 2010.

23

Sumber: www.rhiconan.blogspot.com Gambar 1.14 Indonesia juara tari dan budaya anak-anak internasional

Sedangkan juara kedua diraih Anal dan diikuti Azerbaijan. Selain Tari Kipah, sebanyak 24 pelajar SMP Al Ikhlas itu juga menampilkan Tari Pendet (Bali), Tari Piring (Sumbar). Tari Satrio Watang (Jateng), Tari Pukat (Aceh), serta musik angklung. Sebenarnya, ini merupakan kali pertama Indonesia mengirimkan tim pada ajang kompetisi anak-anak 2010 itu, namun mampu meraih prestasi yang luar biasa. Diatas merupakan hanya beberapa dari segudang prestasi anak-anak bangsa di dunia internasional, dan merupakan bukti bahwa Indonesia mampu dan bisa menjadi yang terbaik. Bukti bahwa Indonesia bukan negara yang malas dan dan tidak kreatif. Indonesia adalah negara yang memiliki generasi yang cerdas dan mampu bersaing di dunia Internasional

B. Syarat Kreativitas
Beberapa prestasi anak bangsa yang dikemukakan sebelumnya semua berhubungan dengan upaya kerja kreatif. Kerja kreatif akan berhasil jika menggunakan dan menyeimbangkan tiga kemampuan: sintetis, analisis dan praktikal. Ketiga hal ini bisa ditumbuh-kembangkan secara sadar dan terlatih. Kemampuan sintetik adalah kemampuan membangkitkan ide baru dan menarik. Seringkali seorang yang kreatif memiliki unsur berpikir sintetis yang bagus, mampu menghubungkan antara sesuatu hal dengan lainnya secara spontan. Sementara itu, kemampuan analisis adalah cara berpikir kritis, memiliki keterampilan analisis dan evaluasi ide. Orang kreatif memiliki kemampuan menganalisis pada peristiwa baik atau peristiwa buruk. Dengan mengembangkan kemampuan analisis ini,

24

memungkinkan mereka mengubah ide jelek menjadi baik. Sedangkan kemampuan praktikal ialah kemampuan menerjemahkan teori ke dalam praktek, dan merubah ide-ide abstrak ke arah kecakapan praktikal. Adapun hasil penanaman teori kreatif yaitu adanya kemampuan meyakinkan orang lain bahwa ide-idenya bisa diterapkan. Namun kendalanya, seringkali kita temukan, seseorang memiliki ide sangat bagus, tetapi tidak bisa menunjukkannya kepada orang lain. Kebanyakan dari kita merasa apa yang sekarang ada tidak perlu diperbaiki karena akan membuang-buang waktu dan tenaga saja. Pendapat ini tentunya merupakan sebuah kekeliruan, karena jika kita hanya berdiam diri, maka kita akan dikalahkan oleh keadaan. Berdasarkan hal tersebut, maka kita harus berbuat sesuatu, yaitu sebagai berikut: 1. Agar memiliki keunggulan dibanding dengan orang lain dan mempertahankan keberadaan, maka harus terus berupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kreativitas sangat diperlukan oleh setiap orang. 2. Seorang yang kreatif harus memastikan bahwa kreativitas yang telah usang, harus ada solusi/pemecahan yang lebih kreatif lagi. 3. Para peneliti telah mengatakan bahwa kreativitas menyangkut keputusankeputusan tentang apa yang kita inginkan dan bagaimana melakukannya dengan lebih baik. 4. Jadi, urutan tersebut melibatkan sebuah proses, bukan hanya melihat hasil akhir yang diharapkan. Sehingga kita tidak perlu merasa sangat terbebani untuk menjadi kreatif. 5. Dalam kehidupan sehari-hari, para peneliti telah membedakan tipe kreativitas: - Membuat atau menciptakan, dimana penciptaan merupakan proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada. - Mengkombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berkaitan, menjadi lebih bermanfaat. - Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada, proses ini berupaya mencari caracara untuk membentuk fungsi-fungsi baru, atau menjadikan sesuatu menjadi lebih banyak kegunaannya bagi orang lain.

25

Sumber: www.blog.alfisatria.com Gambar 1.15 Melukis salah satu bentuk kreativitas

Untuk mewujudkan karakter manusia yang kreatif tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kreativitas dari seorang individu terlahir dengan adanya daya kreasi dan usaha keras. Manusia kreatif bukanlah manusia bermental cengeng dan manja terhadap keadaan. Lantas, apa sajakah syarat-syarat yang harus dilakukan untuk menjadi manusia kreatif itu? Kreativitas dalam perkembangannya sangat sangat terkait dengan empat aspek berikut, yaitu:

1. Aspek Pribadi Ditinjau dari aspek pribadi, kreativitas muncul dari interaksi pribadi yang unik dengan lingkungannya. Orang kreatif akan memandang kehidupan di sekelilingnya sebagai sumber yang tidak akan pernah habis. Ia akan melakukan hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitarnya. Apa saja yang ada di sekelilingnya akan menjadi sumber ide. Ia menganggap semua yang ada di sekitar berguna dan bisa diberdayakan secara baik. Kreativitas yang muncul merupakan bentuk memahami dan menghayati di sekeliling (lingkungan). Jika ia bergaul dengan orang lain, ia akan menggunakan pergaulan tersebut sebagai salah satu bagian untuk mewujudkan aspek

kreativitasnya. Misalnya, jika ada temannya yang mempunyai barang-barang bekas, idenya akan muncul untuk memberdayakan barang-barang bekas tersebut menjadi barang yang berdaya guna.

26

Contoh lain adalah di dunia sekolah (pendidikan), ia akan menggunakan pergaulan dengan temannya sebagai ajang untuk ekspresi diri dalam berkreatif. Siswa yang kreatif mungkin akan memberdayakan teman-temannya membentuk group ekstrakurikuler yang mempelajari bidang tertentu. Misalnya, ia dan temantemannya membuat majalah dinding yang tulisa-tulisannya bersumber dari temantemannya. Hal ini dilakukan dengan adanya sinergi positif sehingga orang lain mampu bekerja sama dengan dia.

Sumber: www.sayasandey.blogspot.com Gambar 1.16 Pergaulan dengan teman sebagai ajang untuk ekspresi diri dalam berkreatif

2. Aspek Pendorong Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya

memerlukan dorongan internal maupun eksternal dari lingkungan. Dorongan yang muncul dari diri sendiri adalah faktor internal. Tidak jarang orang yang kurang memahami hal ini. Misalkan seseorang mempunyai alat-alat musik, jika dorongan kreatif bermusik dari dirinya kurang, ia akan membiarkan alat musik tersebut terbengkalai. Namun, ada juga orang yang dorongan kreatif bermusiknya kuat, tetapi tidak punya alat/fasilitas. Kedua hal ini harus saling sinergis, misalnya bisa saja dia meminjam alat kepada temannya yang punya.

27

Sumber: www.reporterkedu.wordpress.com Gambar 1.17 Bermusik salah satu bentuk ekspresi kreatif

Adapun dorongan eksternal adalah bersumber dari luar. Misalkan tadi adanya alat-alat musik yang akhirnya mendorong seseorang untuk bermain musik dengan baik. Dorongan luar (eksternal) lainnya misalnya dari keluarga atau teman. Misalkan kita punya potensi kreatif dalam menulis dan orang lain mendorong kita untuk menulis sebuah karya. Karya tulisan tersebut dibaca oleh teman-teman dan kita pun akan merasa puas serta belajar terus untuk berlatih menulis.

3. Aspek Proses Ditinjau sebagai proses, kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai, dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubah dan mengujinya lagi hingga akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya. Kadang manusia ingin segalanya instan. Hal inilah yang menjadikan kreativitas menjadi terhalang. Bentuk kreativitas yang baik sebenarnya perwujudan dari buah usaha kita dalam memahami proses. Proses menuntun kita pada arah pembelajaran dan mengenali diri serta lingkungan. Kesabaran sangat diperlukan untuk bisa mewujudkan proses kreatif. Begitu pula perlu upaya yang terus menerus serta pantang menyerah dalam mewujudkannya.

28

Sumber: www.bbc.co.uk Gambar 1.18 Untuk menjadi kreatif diperlukan upaya belajar dan berlatih

Misalnya, saat kita belajar memperbaiki sepeda. Mungkin sebelumnya kita hanya tahu beres dari tukang reparasi sepeda. Ketika mencoba belajar memperbaiki sepeda, kita akan belajar bagaimana melepaskan komponen-komponen sepeda hingga memasangnya kembali. Wajar jika selama pembelajaran tersebut ada kesalahan-kesalahan. Bukankah kita bisa belajar untuk menjadi ahli setelah mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut?

4. Aspek Produk Pengertian produk kreativitas menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu yang baru, orisinil, dan bermakna. Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses. Proses kreatif mengalir melalui lima tahap. Adapun tahap-tahap tersebut sebagai berikut: 1. Persiapan: Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan. 2. Inkubasi: Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran. 3. Iluminasi: Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan. 4. Verifikasi: Memastikam apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. 5. Aplikasi: Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut Adapun proses kreatif urutannya sebagai berikut. 1. Persiapan (preparation): meletakan dasar, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya. Meskipun tidak semua ahli kreatif, namun kebanyakan pencipta adalah ahli. Terobosan gemilang dalam suatu bidang hampir

29

selalu dihasilkan oleh orang-orang yang sudah lama berkecimpung dan lama berpikir dalam bidang itu. Persiapan untuk kreativitas itu kebanyakan dilakukan atas dasar minat. Kesuksesan orang-orang besar tercapai dan bertahan, bukan oleh loncatan yang tiba-tiba, tetapi dengan usaha keras.

Sumber: www.suaramerdeka.com Gambar 1.19 Dalam kreativitas diperlukan persiapan fisik dan mental

2. Konsentrasi (concentration): sepenuhnya memikirkan, masuk luluh, terserap dalam perkara yang dihadapi. Orang-orang kreatif biasanya serius, perhatiannya tercurah dan pikirannya terpusat pada hal yang mereka kerjakan. Tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu menimbang-nimbang, waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal uji coba.

3. Inkubasi (incubation): mengambil waktu untuk meninggalkan perkara, istirahat, waktu santai. Sebuah busur tak dapat direntang terus-menerus untuk jangka panjang tanpa bahaya patah. Maka kita perlu melarikan diri dari perkara yang sedang kita selesaikan, masalah yang hendak kita pecahkan. Inkubasi merupakan saat di mana sedikit demi sedikit kita bebaskan dari kerutinan berpikir, kebiasaan bekerja, kelaziman pemakai cara.

4. Iluminasi: mendapatkan ide gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru. Ketika segalanya jelas, hubungan kaitan perkara keberuntungan dan

30

penerangan untuk pemecahan masalah, jawaban baru tiba-tiba tampak laksana kilat. Reaksi keberhasilan itu biasanya tidak hanya teras di batin, tetapi juga diungkapkan keluar secara fisik.

Sumber: www.m.kompas.com Gambar 1.20 Contoh wujud kreativitas membuat barang kerajinan

5. Verifikasi/Produksi: memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah. Betapa pun hal ini belum memuaskan, barulah merupakan akhir dari suatu awal. Masih ada pekerjaan berat yang harus dikerjakan. Kalau sudah menemukan ide, gagasan, pemecahan, penyelesaian, cara kerja baru, kita harus turun tangan mewujudkannya. Kecakapan kerja merupakan bagian penting dalam karya kreatif. Betapapun banyak ide, gagasan, ilham, impian bagus-bagus yang ditemukan, jika tidak dapat diwujudkan, semuanya akan lenyap bagai embun diterjang sinar matahari. Maka orang kreatif harus memiliki kecakapan kerja baik secara pribadi maupun kelompok.

Selain syarat-syarat tersebut, tentunya pula kita harus mengetahui hambatanhambatan dalam berkreativitas. Seorang pakar mengartikan hambatan kreativitas sebagai dinding atau bangunan mental yang menghambat kita untuk memahami atau menemukan pemecahan atas suatu masalah. Bangunan mental yang bersifat menghambat ini terdapat pada setiap orang dalam kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda. Hambatan tersebut antara lain sebagai berikut.

31

– Hambatan psikologis (jiwa), hal ini dikarenakan kebanyakan kita telah mengikuti proses pendidikan formal maupun informal yang sangat menekankan pentingnya satu jawaban yang benar. Sehingga kurang mampu mengekspresikan kemampuan konseptual, dan kurang mampu berkomunikasi dengan baik.

– Hambatan budaya, hal ini dikarenakan adanya keseragaman berpikir atau pemujaan terhadap berpikir logis dan rasional (akal). Pemecahan masalah haruslah selalu bersifat serius dan tanpa humor maupun canda, sehingga menghambat penyelesaian yang bersifat intuitif atau menggunakan perasaan dan kreativitas.

Sumber: www.antarafoto.com Gambar 1.21 Dalam berkreativitas diperlukan keseriusan

– Hambatan lingkungan sosial maupun fisik, hal ini dikarenakan lingkungan sosial yang selalu teratur, dan lingkungan fisik atau layout yang tetap, permanen dan mapan, sehingga dapat mengurangi produktivitas dan kreativitas.

Hambatan bahasa berpikir, hal ini dikarenakan kita memiliki beragam

bahasa yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah, misalnya bahasa lisan, matematik, visual dan bahasa pengindraan lainnya. Sehingga kita tidak selalu dapat menggunakan satu bahasa berpikir untuk menyelesaikan segala persoalan.

32

– Hambatan keterpakuan fungsional, hal ini dikarenakan pada kebiasaan kita untuk memfungsikan peralatan, orang, ataupun teknologi hanya dengan satu cara. Sebagai contoh sabuk/gesper yang kita pakai dapat untuk memperpanjang seutas tali yang kurang panjang dll.

E. Ciri-ciri Kreativitas
Setelah kita mengetahui tahap-tahap bagaimana kreativitas tercipta, berikutnya kita akan mengenali bagaimana ciri-ciri kreativitas. Ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori: 1. Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan. 2. Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemukan tetap hidup. 3. Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau

menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.

Sumber: www.vibizportal.com Gambar 1.22 Contoh kreativitas membuat roket air

Adapun ciri-ciri kreativitas berdasarkan arahan berpikir dan bertindak adalah sebagai berikut. 1. Berpikir dari segala arah (convergent thingking). Orang kreatif akan memandang dirinya dengan memosisikan diri dari segala arah. Ia mencocokan dirinya jika ia berdiri di suatu tempat. Dengan demikian, akan ada pandangan dan ide yang

33

berbeda. Ciri utama dalam hal ini adalah tidak adanya kekakuan dalam menjalani kehidupan. Ia bisa menikmati proses interaksi dengan orang lain. 2. Berpikir ke segala arah (divergent thingking). Orang yang kreatif akan berpikir menyebar mengenai segala arah. Misalkan kita yang berada di sekolah akan memikirkan beragam pelajaran yang diserap sebagai sumber ide. Ia akan memandang segala sisi apa yang dia dapatkan. Dalam hal ini, ada sebuah upaya lebih untuk memahami sesuatu. Bahkan, ia mau belajar dari segala sesuatu tersebut sebagai hal yang bermanfaat. 3. Fleksibilitas konseptual, yaitu secara spontan mengganti cara memandang,

pendekatan, kerja yang tidak jalan. Ia tidak terpaku pada satu jalan. Istilahnya “banyak jalan menuju Roma”. Ia menjadi pribadi yang fleksibel dan mampu mengubah pandangan dalam waktu cepat demi mendapatkan sisi kreatif. 4. Orisinalitas, yaitu kemampuan mengeluarkan ide yang asli bahkan mengejutkan. Dalam hal ini, orang kreatif akan berbeda dengan yang lain. Ia akan tertantang membuat sesuatu yang lain daripada yang lain, walaupun mungkin dianggap aneh atau tidak umum. Namun, orang kreatif selalu yakin dengan apa yang akan dihasilkannya. Lihatlah penemuan-penemuan baru, ia pada awalnya menjadi sesuatu yang aneh dan lama-kelamaan akan bisa diterima oleh orang lain. 5. Lebih menyukai kompleksitas daripada simplisitas. Artinya, orang kreatif lebih tertantang untuk berpikir kompleks (rumit). Kalau berpikir sederhana, ia akan stagnan atau tidak akan mengalami kemajuan. Kompleksitas pemikirannya mungkin saja diilhami oleh mimpi atau cita-citanya demi mewujudkan sesuatu. 6. Latar belakang hidup yang merangsang, yaitu hidup dalam lingkungan yang dapat menjadi contoh. Orang kreatif biasanya muncul dalam lingkungan yang mengarahkan dia untuk berkreatif. Dalam artian, bisa saja ia datang dari kehidupan yang kurang ideal, namun bisa mewujudkan sebuah lingkungan baru yang bisa dijadikan contoh orang lain. Misalkan, sang ilmuwan Albert Einstein lahir dari keluarga yang jauh dari harapan untuk pendidikan dia. Begitu pula tempat dia menuntut ilmu (sekolah) tidak ada sesuatu yang istimewa, namun dia mau berusaha dan menemukan hal baru. Pada akhirnya, ia menjadi ilmuwan termasyhur di dunia ini. Proses dia berpikir kreatiflah yang menjadikan dia tidak biasa. 7. Kecakapan dalam banyak hal (multiple skills). Dalam proses kreatif, seseorang hendaknya mampu dan siap ketika diberikan dalam banyak tantangan. Contoh kecilnya, selain menjadi siswa yang pandai dalam pelajaran, mungkin saja ia 34

terampil dalam bidang lainnya. Orang seperti ini akan siap menghadapi tantangan dengan keahlian dan kreativitas yang dia miliki. Selanjutnya, ciri-ciri/karakter pokok orang yang kreatif adalah sebagai berikut. 1. Kemampuan untuk bekerja keras. Thomas Alfa Edison sang raja penemu pernah mengungkapkan bahwa untuk meraih sukses dibutuhkan 1% bakat dan 99% kerja keras. Siapakah yang tidak mengenal Edison yang pernah menemukan lampu bohlam? Beliau menemukan penemuan besar ini dengan perjuangan yang keras. Bahkan ada yang bilang bahwa beliau harus mengalami kegagalan sampai 99 kali dan akhirnya sukses di percobaan yang ke-100. Apakah bohlam lampu ditemukan oleh Beliau karena kejeniusannya? Mungkin iya. Tetapi yang jelas tanpa kerja kerasnya sehingga harus mencoba sampai ratusan, niscaya bohlam lampu tidak akan bersinar.

Sumber: www.bobybola.blogspot.com Gambar 1.23 Sosok Thomas Alva Edison, penemu pantang menyerah

2. Berpikir mandiri Landasan untuk berpikir secara mandiri adalah dengan mengambil keputusan sendiri. Mulailah dengan pilihan kecil, seperti; buku apa yang mau dibaca hari ini, mau makan apa hari ini, dan sebagainya. Tentunya, penting bagi kita untuk memberikan pilihan yang tidak menyusahkan dan bisa kita tolerir.

3. Pantang menyerah

35

Pantang menyerah menyiratkan semangat yang tidak mengenal putus asa. Pantang menyerah dapat dimaknai dengan arti suatu bentuk keberanian sikap dalam menghentikan sebuah penjelajahan tanpa batasan jelas untuk berani memulai sebuah pergerakan diri memasuki babak baru di depan yang bersifat dinamis dan diejawantahkan dalam bentuk aktualisasi real tindakan dengan semangat yang tidak mengenal putus asa.

4. Mampu berkomunikasi dengan baik Komunikasi yang baik akan menentukan langkah atau proses kerja kreatif berikutnya. Sebaliknya, komunikasi yang tak jalan bisa berdampak pada hasil kerja kreatif atau hubungan kerja kreatif.

5. Lebih tertarik pada konsep daripada detail (segi-segi kecil) Dalam berkonsep ini ada sebuah mimpi-mimpi yang bisa diwujudkan dalam bentuk krativitas. Orang kreatif mampu membangun konsep yang akan menopang dirinya ke arah kemajuan.

6. Keingintahuan intelektual Dalam hal ini, orang kreatif selalu terdepan dalam mendapatkan pengetahuan atau informasi terbaru. Ia akan mencari sumber pengetahuan untuk menunjang kreativitasnya. Segala indra tubuhnya akan digunakan secara terbuka dalam menggapai hal-hal baru. Begitu pula dengan tingkat pemikirannya yang selalu dijejali dengan hal-hal baru demi mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Salah satu ciri orang kreatif adalah tidak akan ketinggalan dalam hal apapun.

36

Sumber: www.sman3wng.sch.id Gambar 1.24 Menguasai alat teknologi untuk menunjang kreativitas

7. Kaya humor dan fantasi Dengan humor, orang kreatif menjalani kehidupan ini dengan sikap santai dan terbuka. Humor sebagai media untuk sosialisasi sekaligus menghibur diri. Begitu pula dengan fantasi pemikirannya yang terus berkeliaran hingga mampu membawa suasana kehidupan lebih menyegarkan dan mampu memandang kehidupan dengan sisi positif.

8. Tidak segera menolak ide atau gagasan baru Dalam artian, ia akan menyerap dan kemudian memilah apa saja yang sesuai dengan dirinya dalam mengembangkan kreativitas. Orang kreatif mampu menelaah dan menganalisis hal-hal baru tanpa melakukan penghakiman bahwa hal itu kurang baik. Hal-hal yang ia terima bisa menjadi pembanding sekaligus tolok ukur saat dia mengambil keputusan berpikir atau bertindak.

9. Arah hidup yang mantap Orang kreatif bak seorang nakhoda kapal yang tahu arah tujuan yang akan ia capai. Kemantapan dalam mengarungi kehidupan untuk arah yang lebih baik merupakan pertalian semua hasil olah pikir dan tindakan dia dalam memahami makna sebuah tujuan. Tidak jarang orang yang kreatif selalu memegang prinsip-prinsip hidup yang ia yakini mampu membawanya ke arah perubahan.

37

Selain ciri–ciri tersebut, ada pula ciri-ciri sampingan yang biasanya menjadi karakter seorang dikategorikan sebagai orang yang kretif. 1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam 2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot 3. Memberikan banyak gagasan, usul-usul terhadap suatu masalah 4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu 5. Mempunyai/ menghargai rasa keindahan 6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi 7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi 8. Mempunyai rasa humor 9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa) 10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dengan orang lain (orisinil) 11. Kelancaran dalam menghasilkan bermacam-macam gagasan 12. mampu menghadapi masalah dari berbagai sudut pandangan Semua komponen masyarakat memiliki peranan masing-masing dalam proses pembangunan. Termasuk para generasi muda, sebagai aset sumber daya manusia, kreativitas dan partisipasi aktif mereka sangat diperlukan. Generasi muda sejati adalah mereka yang bangga dengan usahanya sendiri, bukan bangga karena status orang tua atau keluarga lainnya. Kreativitas dan partisipasi generasi muda sangat dinantikan dalam pembangunan. Banyak yang dapat dilakukan para generasi muda mengisi pembangunan. Saran maupun kritikan bagi pembangunan memang sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap proses pembangunan. Hanya saja, dalam menyajikan dan menyampaikan kreativitas maupun partisipasi tersebut tetap harus memperhatikan norma dan etika yang seharusnya. Cara kita selaku yang muda menyampaikan sesuatu kepada yang lebih tua tentunya ada norma dan etika, hal tersebut tetap dikedepankan. Adapun dengan menekuni pendidikan dan mau menimba ilmu sudah menjadi satu bentuk partisipasi. Jika seseorang dapat berpikir dengan cerdas dan kreatif, orang tersebut akan mendapat hasil-hasil tertentu. Jika pikiran-pikirannya tidak menentu dan tidak diarahkan kepada suatu tujuan tertentu, maka hasilnya pun akan mengecewakan.

38

Bandingkanlah kalau ada dua orang pelajar yang disuruh mengerjakan tugas. Yang satu sibuk dan gelisah, namun tidak menghasilkan sesuatu yang penting. Hal ini karena pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya tidak dipersiapkan dan tidak dipikirkan dengan serius. Yang lain melaksanakan pekerjaannya dengan tenang dan tertib, memperhatikan cara mengerjakan tugas dengan penuh kreativitas dan tanpa kenal lelah. Dengan demikian, ia akhirnya akan dapat hasil belajar yang baik. Kekuatan lain yang dimiliki oleh setiap manusia yang sering disebut dengan daya khayal, melalui daya khayal inilah manusia dapat mencapai kemauan yang tinggi dan kesanggupannya dalam menemukan segala hal. Daya khayal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu daya khayal sintesis dan daya khayal kreatif. Daya khayal sintesis adalah untuk tidak menciptakan hal yang baru, tetapi membentuk dan menyusun yang lama dalam bentuk kombinasi baru. Sedangkan daya khayal kreatif adalah menciptakan hal-hal baru terutama apabila daya khayal sintesis tidak bisa bekerja dalam memecahkan suatu masalah. Melalui daya khayal kreatif ini alam pikiran manusia yang terbatas dapat berhubungan langsung dengan alam pikiran halusnya. Barangkali alam pikiran inilah yang menyalurkan inspirasi atau ilham dan menyampaikan gagasan baru sebagai hasilnya menjadi alat bagi manusia untuk menyesuaikan getaran dalam dirinya dengan getaran dalam diri orang lain. Daya khayal biasanya bekerja secara otomatis dan hanya bekerja jika alam pikiran yang sadar bergerak dengan kecepatan yang luar biasa seperti mendapatkan dorongan dari suatu emosi yang ditimbulkan oleh keinginan yang kuat. Dalam hubungan ini, berpikir kreatifnya seorang yang kreatif dapat merombak dan kemudian mendorongnya dalam pengembangan lingkungan menjadi berhasil.

C. Manfaat Kreativitas untuk Mandiri
Selalu banyak pertanyaan di benak kita, mengapa ada banyak bangsa yang maju dan tidak maju di dunia ini? Banyak negara yang berlimpah prestasi dan berhasil membawa setiap bangsanya masuk ke dalam peradaban yang jauh lebih modern dan maju. Lantas kita, bangsa Indonesia, berada di posisi mana? Negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, Korea, memang tidak banyak penduduknya. Mereka adalah negara yang kecil dari sisi geografis dan jumlah penduduk, tapi mereka tampil sebagai negara-negara yang kuat dan maju.

39

Sebaliknya, banyak negara yang besar dengan jumlah penduduk yang membludak, tapi minim prestasi. Singapura, negara yang hanya berpenduduk 5,08 juta jiwa pada akhir Juni 2010, sangat maju. Namun, teori negara padat penduduk tapi tidak maju dipatahkan oleh China, yang jumlah penduduknya saat ini 1,4 miliar, tapi sekarang menjadi salah satu pesaing kuat negara-negara adidaya.

Sumber: www.sman3wng.sch.id Gambar 1.25 Salah satu contoh perkembangan industri di Cina yang maju pesat

Sulit memang mengukur apakah sebuah negara akan maju atau tidak. Ada yang mengatakan, sebuah negara bisa maju jika kaya sumber daya alamnya. Tapi kita juga dibenturkan pada kenyataan bahwa ada negara yang minim sumber daya alamnya, tapi tetap bisa maju, seperti Jepang dan Korea. Sebaliknya, kita lihat pula ada negara yang kekayaan alamnya berlimpah, tapi tidak bisa maju, seperti negaranegara di Benua Afrika yang sebagian masih terbelakang. Ada juga yang mengatakan bahwa sebuah negara bisa maju karena pengalaman panjang sejarahnya, seperti Mesir, Tunisia, dan India. Namun ternyata negara-negara itu tidak terlalu maju dibandingkan dengan yang lebih muda, seperti Singapura, Australia, atau New Zealand. Bahkan, sekarang Mesir dan Tunisia tengah disibukkan dengan polemik politik yang bergejolak dan menyita perhatian dunia. Jadi sebenarnya, apa yang mendorong suatu bangsa dan negara maju dan tidak maju? Suatu negara dapat dikatakan maju jika standar hidup penduduknya relatif tinggi dengan teknologi dan ekonomi yang merata. Dengan demikian, faktor alam dan penduduk tidak menjanjikan suatu negara bisa maju. Cina sekarang bisa 40

maju dan dihormati bukan karena jumlah penduduknya yang banyak, tapi karena China kuat ekonominya. Indonesia yang memiliki penduduk lebih dari 250 juta jiwa, teritorial yang luas, dan kekayaan alam yang melimpah ruah seharusnya bisa lebih maju. Indonesia adalah negara yang besar. Indonesia sangat berpotensi menjadi bangsa yang maju. Tapi mental lemah bangsa kita harus diubah. Bangsa kita selalu merasa kecil bila berhadapan dengan bangsa-bangsa lain. Indonesia memang sedang berada di tengah-tengah, antara maju dan tidak terlalu maju. Kita memang bukan negara tertinggal. Kita banyak mengalami kemajuan. Namun kita masih banyak kekurangan. Semangat untuk mau belajar dan meningkatkan kemauan menjadi bangsa yang mandiri adalah kunci agar bangsa ini maju dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Karena tidak ada bangsa yang dihormati kalau ekonominya tidak kuat. Mau sehebat dan sekuat apa pun, jika ekonominya lemah, sebuah negara tidak akan dihormati.

Sumber: www.primaironline.com Gambar 1.26 Kreativitas bisa menunjang perekonomian

Bangsa Indonesia ini butuh insan-insan yang mau berusaha, mau bekerja keras, dan mau mandiri. Kemauan yang kuat untuk mandiri adalah kunci utama kemajuan sebuah bangsa. Itu berarti, untuk maju kita tidak perlu terlalu bergantung pada uluran tangan orang lain. Berpikir kreatif dimulai dengan mempergunakan bahasa mental otak yaitu verbal, matematik, visual dan berpikir sensory. a. Bahasa verbal adalah membayangkan skenario suatu peristiwa atau merunut hal yang terjadi dalam suatu peristiwa atau kejadian. Misalnya anak kesiangan dan takut untuk masuk kelas, bayangkan hal yang mungkin menyebabkan anak kesiangan,

41

kecemasan yang ada pada pikiran anak, dan reaksi guru dan teman-teman pada saat anak mengetuk pintu.

b. Bahasa matematika adalah perkiraan yang berhubungan dengan ukuran, antara lain : besaran, jumlah, bobot, isi, waktu, dan jarak. Contoh : kelas ukuran 8 x 9 m dapat terisi dengan berapa bangku dan kursi agar tetap ada jarak antar bangku sehingga mampu menampung berapa jumlah siswa agar dapat belajar dengan nyaman.

c. Bahasa visual adalah menampilkan beragam informasi dalam satu bagan atau gambar. Contoh foto kegiatan sekolah memberikan informasi kondisi sekolah berhubungan dengan tata letak, bentuk bangunan, keterkaitan dengan lingkungan, dan aktivitas yang terjadi di sekolah. Berpikir sensory adalah memberikan perhatian terhadap berbagai hal yang menstimulasi alat indra. Tingkat perhatian menghasilkan informasi, data dan fakta yang akan di manipulasi oleh otak sebagai proses berpikir. Contoh jika melewati WC sekolah tercium bau tidak nyaman coba recek kondisi bak air dan air di wc tersebut. Jika bak air kecil dan air tidak mengalir pada waktu keran di buka artinya bukan hanya siswa yang mungkin tidak tahu aturan kebersihan tapi sarana yang ada tidak mendukung. Penggunaan bahasa mental lebih dari satu memicu kapasitas otak untuk menggali berbagai informasi, data dan fakta lama yang tersimpan dalam memori maupun informasi, data dan fakta baru yang dihasilkan dari proses atensi dan sensasi. Pesan yang diterima otak menjadi lengkap dan komprehensif sehingga kemungkinan alternatif solusi menjadi lebih banyak dan lebih mendasar. Paling tidak minimal ada 4 kemungkinan berdasarkan analisa bahasa mental yang digunakan, ada 16 kemungkinan yang realistik dan secara optimal ada 256 kemungkinan yang dapat dipilih untuk diseleksi dan dianalisa ketepatan penggunaan berdasarkan kebutuhan yang ditetapkan oleh individu. Pada saat dihadapkan pada suatu persoalan, seorang yang berpikir kreatif paling tidak harus mencari tahu dan mempertimbangkan urutan peristiwa dan hubungan antar peristiwa. Melengkapi informasi dengan data-data baik secara kuantitas dan kualitas. Memberikan perhatian terhadap berbagai hal yang secara nyata terjadi. Akhirnya semua informasi yang diterima/ditampilkan dalam suatu peta 42

masalah atau pikiran sehingga nampak jelas koneksitas, kebutuhan, dan kemungkinan solusi. Dengan demikian, kita akan biasa menghadapi sesuatu dengan penuh kemandirian karena kita mempunyai langkah-langkah yang kreatif.

43

BAB 2 Lebih Dekat dengan Kemandirian
Indonesia merupakan bangsa yang sebenarnya patut dibanggakan, bangsa yang kaya akan sumber daya alamnya, bangsa yang menyimpan potensi budaya yang maha dahsyat dan bangsa yang besar nilai perjuangannya. Sejarah telah banyak membuktikan bagaimana semangat dan jiwa nasionalisme para pahlawan pendahulu kita dalam memperjuangkan bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka, bermartabat dan bangsa mandiri yang mampu menentukan arah hidupnya. Salah satu upaya untuk mengembangkan hal tersebut adalah dengan adanya kemandirian pada generasi penerusnya.

A. Apakah Mandiri itu?
Kemandirian, meliputi perilaku mampu berinisiatif, mampu mengatasi masalah/hambatan, mempunyai rasa percaya diri dan dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. Kemandirian adalah hasrat untuk mengerjakan segala sesuatu bagi diri sendiri. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa kemandirian mengandung pengertian suatu keadaan dimana seseorang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya. Dengan demikian akan berperilaku yang: 1. mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, 2. memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya, 3. bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya.

Sumber: www.antaranews.com

44

Gambar 2.1 Jiwa mandiri dan berusaha pantang menyerah dibutuhkan oleh penerus bangsa

Pengertian mandiri adalah suasana dimana

seseorang mau dan mampu perbuatan nyata guna

mewujudkan kehendak dirinya yang terlihat dalam

menghasilkan sesuatu (barang/jasa) demi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanya. Hidup mandiri diartikan sebagai kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain. Anak yang mandiri mengandalkan dirinya sendiri dalam merencanakan dan membuat keputusan penting. Kendati demikian, mereka bisa saja meminta dan mempertimbangkan pendapat orang lain sebelum akhirnya membuat keputusan yang tepat bagi mereka sendiri. Mereka bisa meminta pendapat orang tua, kakak, guru, ataupun teman. Tetapi yang mengambil keputusan dalam menentukan sesuatu adalah anak itu sendiri. Ingat, meminta pendapat orang lain jangan selalu dianggap pertanda keetergantungan. Kemandirian merupakan salah satu sifat dalam diri orang yang memiliki identitas diri (jati diri). Kemandirian ialah sifat yang tidak tergantung pada diri orang lain. Ia akan berusaha menyelesaikan masalah dalam hidupnya sendiri. Ia akan berusaha menggunakan segenap kemampuan, inisiatif, daya kreasi, kecerdasannya dengan sebaik-baiknya. Dengan kemandirian inilah justru merupakan tantangan untuk membuktikan kreativitasnya. Dengan demikian akan mendorong diri dapat mengaktualisasikan dirinya dengan sebaik-baiknya.

Sumber: www.hai-online.com Gambar 2.2 Kemandirian dapat dipupuk sejak dini

45

dengan kegiatan positif

Kita mungkin kita ingin berhasil dalam mengerjakan sesuatu. Untuk dapat memiliki rasa mampu atau mandiri dia harus berhasil menyelesaikan sesuatu. Yang akhirnya kita memperoleh sesuatu dari keberhasilannya yang tak jarang berupa uang. Contohnya, keinginan untuk mandiri secara ekonomi ini semakin kuat jika kita menyadari keinginan untuk menjadi dewasa. Menerima tanggung jawab atas hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan ekonomi sekarang. Pemilihan dan persiapan untuk suatu pekerjaan adalah tugas perkembangan yang makin penting bilamana kita bertambah matang. Keputusan yang diambil menentukan hidup dan kebahagiaan kita di masa depan. Dalam konteks kebangsaan, bangsa yang mandiri itu artinya bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan segala sumberdaya yang dimiliki, mampu memecahkan persoalan yang dihadapi dan mampu mengembangkan inovasi dan riset di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya memiliki keunggulan dan daya saing. Kemandirian itu terdiri dari beberapa aspek, yaitu : 1. Emosi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengontrol emosi dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi dari orang lain, 2. Ekonomi, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatur ekonomi dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang lain, 3. Intelektual, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan kemampuan mengembangkan daya kreasi dan inovasi. 4. Sosial, aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak menunggu aksi dari orang lain.

46

Sumber: www.demofat-news.blogspot.com Gambar 2.3 Dalam kemandirian diperlukan interaksi sosial

Memperhatikan beberapa aspek di atas, berarti kemandirian merupakan suatu sikap yang diperoleh selama perkembangan hidupnya dimana suatu bangsa akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi yang dihadapinya. Dengan kemandiriannya, suatu bangsa dapat memilih jalan hidupnya untuk dapat berkembang lebih baik dan lebih mantap. Salah satu upaya yang perlu kita lakukan sebagai aset bangsa adalah dengan melakukakan pembinaan pada diri sendiri untuk siap hidup penuh kemandiria. Secara khusus beberapa hal yang harus kita camkan dalam menggapai usaha untuk mandiria adalah sebagai berikut.

1. Menggali potensi diri bahwa kita sebagai aset bangsa Kita adalah generasi yang produktif saat ini. Perlu kiranya kita memanfaatkan masa produktif untuk berbuat yang bermanfaat karena ditangan kitalah tersimpan masa depan dan aset yang sangat prospektif. Hal ini dipertegas menyatakan bahwa kita sebagai generasi muda adalah aset bangsa yang harus dilestarikan. Cara melestarikannya tidak lain adalah membina diri agar menemukan potensi diri yang sebenarnya. Maksudnya, agar kita mencurahkan pikiran, tenaga, keahlian, ilmu, dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negara.

2. Membentuk diri yang bermoral dan berakhlak mulia Moral dan akhlak yang mulia selalu menjadi ukuran baik tidaknya seorang individu atau remaja di mata masyarakat. Sikap ini selalu menjadi harapan orang tua, masyarakat, dan bangsa terhadap generasi penerus bangsa. Bahkan banyak pendapat menyatakan bahwa tampa moral dan akhlak yang mulia, manusia tidak berarti apa-apa. Dimilikinya hal tersebut menjadi kekuatan besar yang menjadi pondasi dalam membangun dan menjawab tantangan zaman yang kompleks. Sopan santun, bertanggung jawab, disiplin, pekerja keras, dan rendah hati adalah tujuan yang hendaknya kita capai dalam pembinaan diri pada aspek moral dan akhlak mulia.

47

3. Menjadimanusia cerdas dan terampil Cerdas dan terampil disini tidak diartikan sacara sempit tetapi mencakup beragam jenis ilmu pengetahuan dan keterampilan. Seperti cerdas dalam arti berwawasan luas berbagai kehidupan, tampil mengurus diri, memimpin, memahami orang lain, atau cerdas dan terampil memandang dan menjalani kehidupan. Banyak kita temukan model-model pembinaan diri kita secara tidak lansung mengajarkan berbagai hal, termasuk di dalamnya keahlian berkomunikasi dengan orang. Hal ini merupakan dasar penting dalam kehidupan manusia yang jarang diperoleh dalam pendidikan formal. Melalui organisasi-organisasi pembinaan diri dapat menemukan berbagai pengalaman yang mengarah pada peningkatan kualitas pribadinya. Pada akhirnya diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.

B. Syarat Kemandirian
Di zaman yang serba canggih dan maju ini, globalisasi sangat cepat berkembang. Kita pun sebagai generasi muda terkena dampak dari globalisasi ini. Peniruan gaya hidup yang kebarat-baratan merupakan salah satu dampak negatif yang kini menyerang. Banyak dari saudara-saudara kita yang mabuk-mabukan, terlibat dunia malam bahkan kasus narkoba. Gaya hidup seperti inilah yang dapat merusak generasi bangsa. Kadang kita juga prihatin melihat anak muda yang masih suka nongkrong di pinggir jalan tanpa ada kerjaan atau tawuran antar desa yang kebanyakan disebabkan oleh pemuda. Kultur hidup seperti ini sangat berbeda sekali dengan kultur yang ada di luar negeri terutama negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Jerman. Di sana golongan muda sangat terwadahi dan aktif sekali dengan kehidupan profesinya. Di Jepang, mereka banyak yang membuat game, komik yang bisa diekspor sampai ke Negara lain. Di Amerika mereka rajin melakukan penelitian sampai akhirnya mendapat paten bertaraf Internasional. Itulah salah satu contoh bagaimana kreativitas bisa mendorong kemandirian. Berikut pandangan seberapa penting mengenai syarat menciptakan sikap mandiri: 1. Perlu latihan agar supaya tidak bergantung dalam segala sesuatu terhadap orang lain.setidaknya bisa berusaha sendiri dengan batas-batas kemampuan diri sendiri,bila

48

sampai titik tertentu menemukan kesulitan bisa bertanya pada yang lebih tahu atau yang lebih mengerti.

2. Sikap mandiri dalam kehidupan pribadi seseorang akan dengan sendirinya menimbulkan rasa percaya diri. Alangkah rendah dirinya seseorang bila tidak percaya diri, sehingga tidak bisa meyakinkan orang lain bahkan dirinya sendiri atas segala kemampuan yang dimiliki. Hal ini sangat berbahaya,kecuali menyebabkan perasaan seseorang lebih rendah dari orang lain yang akibatnya menutup dirinya sendiri dari pengembangan diri, juga menyulitkan diri sendiri untuk maju ke arah lebih baik.

3. Sikap mental meminta sedini mungkin dihindari, tanamkan pada diri sendiri bahwa semua orang diberi kaemapuan lebih. Semua orang diberi cirikhas masingmasing,jadi bersyukurlah dengan ciri khas kita, tentunya yang baik. Mentalitas meminta kecualimerendahkan diri sendiri juga mengakibatkan diri sulit berkembang. Sedikit-sedikit minta,sedikit-sedikit tolong,maka kemungkinan besar kita akan biasa bergantung pada orang lain sehingga saat orang lain tidak ada maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Berusahalah dengan kemampuan maksimal yang kita miliki, percayalah setiap kesulitan ada jalan dan setiap lorong gelap pasti ada ujung dan cahaya terang. Jadi jangan biarkan diri kita terendam dalam kefanaan hati tanpa usaha,tanpa tujuan,tanpa motivasi.

4. Sikap malu dan rendah diri menghambat kemandirian seseorang. Bila kita mempunyai sikap pemalu kita bisa mengatasinya dengan banyak bergaul dengan orang di sekitar kita, Percayalah pada diri kita, Bahwa kita itu sangat istimewa dan kita sangat bisa untuk berkembang. Ingat bahwa dengan orang lain pun punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, mengapa harus minder dengan diri sendiri?

49

Sumber: www.ikaisa2.files.wordpress.com Gambar 2.4

Percaya diri merupakan salah satu syarat kemandirian

5. Jika kita punya keinginan, kemudian kita berusaha untuk mewujudkan keinginan Anda bagaimanapun caranya dan sesuai ciri khas kita. Maka dalam diri kita sebetulnya sudah tertanam sikap mandiri. Tinggal melangkah sesuai hati nurani kita, tanpa perlu malu dan ragu-ragu. Setiap orang akan mempunyai penilaian sendirisendiri sesuai sudut pandang orang tersebut. Jadi, jangan samakan orang lain dengan diri kita. Kita istimewa, kita mampu, kita percaya diri dan berani mengambil keputusan tentunya konsekuen dengan resiko sendiri itu berarti kita sudah mandiri.

6. Mandiri sejak kecil akan sangat-sangat bermanfaat takala sudah usia dewasa. Disaat kita harus membawa diri kita sendiri tanpa unsur pengaruh dan bujukan orang lain, tanpa meninggalkan hati nurani dan prinsip hidup yang sudah tertanam pada diri kita sejak kecil, maka tidak perlu lagi sikap ragu-ragu dalam berfikir,bertindak dan mewujudkan keinginan dan cita-cita hidup kita.

7. Sikap mandiri berarti kita berusaha menggali kemampuan diri sendiri. Kemana arah dan tujuanya akan dengan sendirinya mengikuti alur hati nurani kita. Bila kita bisa mandiri maka kita tidak perlu menunduk saat berhadapan dengan orang lain. Namun sebaliknya bila kita tidak ada sedikitpun prinsip hidup mandiri dan sikap mandiri dalam diri kita maka orang lain pun tidak akan menghargai kita.

50

Sumber: www.indonesiaberprestasi.web.id Gambar 2.5 Sikap mandiri berarti kita berusaha menggali kemampuan diri sendiri.

Seseorang yang mandiri artinya mampu bekerja sendiri. Kemandirian juga dimaknakan sebagai kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan mau bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Kemampuan untuk mandiri sangat ditentukan oleh: 1. Tingkat kepercayaan diri 2. Kekuatan batin/motivasi dalam diri 3. Keinginan untuk memenuhi harapan 4. Keinginan untuk memenuhi tanggung jawab Sebagai pelajar, salah satu pengaplikasian untuk mandiri adalah dengan belajar secara mandiri. Adapun pengertian belajar mandiri adalah sebagai berikut: 1. Kita berusaha meningkatkan tanggung jawab untuk mengambil berbagai keputusan dalam usaha belajar. 2. Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada diri kita.

51

Sumber: www.tempe.penyet.net Gambar 2.6 Kegiatan belajar kelompok

3. Belajar mandiri bukan berarti memisahkan diri dengan orang lain. 4. Dengan belajar mandiri, kita dapat mentransfer hasil belajar yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang lain. 5. Kita yang melakukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok, latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi. 6. Kita belajar dialog dengan guru dalam pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi gagasan-gagasan kreatif. Dengan demikian, belajar mandiri dapat diartikan sebagai usaha kita untuk melakukan kegiatan belajar secara sendirian maupun dengan bantuan orang lain berdasarkan motivasi sendiri untuk menguasai suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dijumpai di dunia nyata.

C. Manfaat Kemandirian untuk Bersaing
Apa maksud kemandirian untuk bersaing itu? Sebagai gambaran, bacalah kisah anak Indonesia berikut yang berprestasi di tingkat internasional. Christa Lorenzia Soesanto yang lahir di Jakarta pada 21 Oktober 1996 adalah seorang pelajar Indonesia yang mempunyai banyak prestasi dalam bidang matematika dan komputer. Anak pertama dari pasangan Edy Soesanto

Prawirohardjo dan Betsy Eliane Rahardjo ini mengharumkan nama Indonesia

52

dengan menjuarai berbagai kompetisi matematika dan komputer, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejak kecil, Christa selalu pasang target, baik di sekolah maupun saat mengikuti kejuaraan. Ia selalu ingin menjadi yang terbaik. Terbukti, dia selalu menjadi juara umum dari TK hingga lulus SD. Bahkan, di berbagai ajang kompetisi, ia juga meraih predikat juara, terutama lomba matematika.

Sumber: www.christalorenzia.com Gambar 2.7 Christa Lorenzia Soesanto

Christa berharap dapat mengharumkan nama bangsa dan negara sehingga orang-orang Indonesia tidak selalu dicap bodoh. Menurutnya, seringkali bangsa Indonesia dicap rendah oleh bangsa lain bahkan oleh bangsa sendiri. Hal ini tentu saja mengganggu pikirannya sebagai warga negara Indonesia yang mampu menunjukkan prestasinya. Sejak Oktober 2008, Christa telah membuat rekor baru di dunia Mathematics Olympiad, dimana Christa telah berhasil mendapatkan 4 Medali Emas untuk Perorangan dan 2 Medali Emas untuk Beregu secara berurutan. Rekor ini adalah yang pertama kali dibuat oleh seorang anak Bangsa Indonesia.

Apakah prestasi yang dihasilkan Christa tersebut bisa dilakukan tanpa kemandirian? Ia bisa meraih semua prestasi itu bukan dengan mudah. Ia belajar dan tekun berlatih tanpa selalu harus di sekolah. Di rumah pun, ia terus belajar dan berlatih dengan mencari beragam sumber. Hasilnya? Ia bisa menunjukkan diri sebagai anak Indonesia yang mampu bersaing dalam lomba tingkat internasional. Bukan hanya mengharumkan namanya, nama Indonesia pun ikut terangkat dengan 53

prestasinya. Bukan hal yang mudah untuk mengalahka peserta-peserta yang berasal dari berbagai negara. Itulah makna bahwa kemandirian bisa mempersiapkan seseorang untuk bersaing. Walaupun untuk membentuk kemandirian itu, Christa bergantung dari bimbingan guru di sekolah, orangtua di rumah, atau para ahli yang melatihnya mempersiapkan dia untuk siap mengikuti lomba tingkat internasional. Memang, dalam perkembangannya manusia sangat tergantung pada orang lain. Coba kita lihat pada seorang ibu yang habis melahirkan, seratus persen anaknya sangat bergantung pada orang tuanya. Ketergantungan sedikit berkurang pada masa kanak-kanak. Lambat laun ketergantungan itupun semakin berkurang dengan mulai masuknya masa anak-anak. Pada masa ini anak sudah mulai menghabiskan banyak waktunya untuk bermain dan berkumpul dengan teman-temannya. Banyak hal yang sudah bisa bisa dilakukannya sendiri. Semakin bertambah usia seseorang, ia akan mengalami persaingan dalam mewujudkan kemandirian. Contoh kecil adalah di kelas. Jika terbiasa belajar dan berlatih sendiri, kita akan siap bersaing dengan teman-teman. Kita mungkin tidak perlu mencontek dari teman ketika ulangan. Begitu pula saat kita berusaha mandiri, kita selalu siap bersaing dalam menghadapi apapun. Tentunya kemandirian yang kita miliki bersumber dari upaya keras yang kita lakukan. Kita harus berupaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya unggul dalam masalah keterampilan dan pendidikan saja, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki etika dan perilaku moral yang baik. Dengan sumber daya manusia yang demikian, maka akan dapat meningkatkan derajat dan martabat bangsa kita di mata dunia, dan bangsa kita akan patut untuk bersaing dengan negaranegara lain di dunia.Begitu pula dalam skala yang lebih luas, misalnya negara kita. Jika bangsa ini menunjukkan bangsa yang mandiri, kita akan bisa mengurus diri sendiri tanpa harus terbebani dengan bantuan dari negara lain.

54

Sumber: www.suararembang.com Gambar 2.8 Salah satu kemandirian bangsa adalah ketahanan pangan

Coba kita bayangkan jika kita sudah bisa menghasilkan produk sendiri tanpa perlu mengimpor. Kita akan bangga jika beras yang kita makan adalah hasil produksi petani kita sendiri. Kita pun mungkin akan merasa senang jika kendaraan (seperti motor atau mobil) adalah karya anak bangsa sendiri. Kemandirian setidaknya akan menimbulkan rasa bangga dan membawa kita mampu bersaing dengan bangsa lain. Sudah saatnya kita tidak hanya berdecak kagum dengan karya dari luar negeri. Sudah saatnya kita bangga dengan produksi dalam negeri dimana putra-putra terbaik bangsa yang melahirkannya. Bangsa yang maju selalu memiliki karakter yang berbeda dengan bangsa lainnya. Itulah yang membuat negara-negara adidaya selalu unggul di segala bidang. Kalau Indonesia masih saja disemati negara berkembang (bukan negara maju) dengan hutang segunung, lantaran bangsa ini kehilangan karakternya. Karakter itu dibentuk oleh keluarga dan lingkungan. Dalam keluarga, anakanak bersikap bagaimana harus bersikap jujur dan toleransi dengan perbedaan. Pembangunan karakter bangsa adalah proyek yang belum selesai dari bangsa ini. Indonesia yang terdiri dari 17.500 pulau dengan rupa-rupa bahasa dan budaya, ingin membentuk Indonesia modern yang dibangun lepas dari kekerabatan, asal-usul, bahasa, dan kebudayaan. Karakter akan memancarkan tekad, daya tahan, dan ketetapan hati untuk meraih cita-cita. Bangsa-bangsa besar yang menguasai ekonomi dan politik dunia, memulai semuanya dengan membangun karakter atau jati diri masing-masing.

55

Dari mana memulai membangun karakter bangsa? Pendidikan merupakan langkah paling sistematik dan berjangka panjang untuk menjadi media utama membangun karakter bangsa, yang dilakukan secara simultan. Pendidikan merupakan media internalisasi nilai-nilai kebangsaan yang paling strategis. Dimulai dari pendidikan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga-lembaga pendidikan formal dengan langkah-langkah yang sistematik yang muatan utamanya nilai-nilai luhur kebangsaan. Kita harus menanamkan kembali kebanggaan sebagai anak bangsa yang bermartabat, berdaulat, dan berkepribadian mulia. Pendidikan agama, akhlak atau budi pekerti, dan pendidikan kewargaan dirancang-bangun secara lebih sistematik dan komprehensif. Langkah lain ialah penanaman nilai-nilai kepribadian bangsa melalui pranata-pranata sosial di masyarakat dengan berbagai pendekatan yang bersifat kultural. Melalui kegiatan pengajian, karang taruna, remaja masjid, dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya ditanamkan nilai-nilai akhlak atau kepribadian bangsa yang utama.

Sumber: www.masjidqiblatain.blogspot.com Gambar 2.9 Kemandirian perlu disokong dengan baiknya rohani kita

Hal itu bisa kita mulai, misalnya, menjauhkan diri dari sikap-sikap lembek, lemah pendirian, sikap plin-plan, dan mentalitas rendah diri. Kita juga bisa melejitkan kemampuan diri dengan mengisi ilmu pengetahuan dan keterampilan pada diri kita. Jangan lupa, kita pun harus bisa bergaul dan tidak ketinggalan zaman.

56

Cobalah untuk mengenal dan mencoba hal-hal baru yang positif. Selain itu, buatlah benteng dalam diri kita untuk tidak terjebak pada hal-hal yang dapat menjerumuskan diri, misalnya menjauhi Narkoba. Pada akhirnya, yang terpenting dengan mengarahkan diri kita untuk menjadi anak-anak bangsa yang berdiri tegak berhadapan dengan anak-anak bangsa yang lain, cerdas, dan memiliki kepribadian yang kokoh.

57

BAB 3 Generasi Kreatif dan Mandiri
Apa peran kita dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia? Kita seharusnya mampu berpikir di luar batas kewajaran sehingga menciptakan terobosan-terobosan yang mampu menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang maju, mandiri, kreatif, disegani, dihormati, dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa hal dasar bagi kita untuk bisa kreatif dan mandiri: 1. Menjadi orang yang beriman dan bertakwa secara baik dan benar kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Malu untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat, misalnya mengonsumi Narkoba. 3. Belajar bagaimana negara maju bisa maju dengan cepat namun tidak merusak sumber daya alam dan manusianya. 4. Menguasai teknologi tapi tidak melupakan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan 5. Dapat menguasai media massa dan perkembangan budaya untuk menangkal budaya luar yang berpotensi menghancurkan bangsa 6. Mengembangkan diri (fisik dan mental) untuk siap bersaing 7. Menciptakan persatuan untuk kemajuan. 8. Menjadi individu-individu yang kritis, cerdas, kreatif, inovatif, jujur, mandiri, beriman dan bertakwa.

Sumber: www.gurukreatif.wordpress.com

Gambar 3.1 Individu yang kritis, cerdas, kreatif, inovatif,

58

jujur, mandiri, beriman dan bertakwa adalah ciri generasi unggul

Zaman yang memutar kehidupan memang selalu membawa perubahan dalam kehidupan manusia, namun perubahan itu juga membutuhkan respon dan daya tangkap dari kita semua, dan itu semua harus disikapi dengan bijaksana dan jiwa yang lurus. Salah satu yang saat ini perlu dilakukan adalah bagaimana agar perilaku menyimpang yang banyak dilakukan generasi muda saat ini dapat ditekan atau dapat diminimalisasi. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah dengan memahami pendidikan karakter untuk diri kita. Ini sangat penting dalam rangka terbentuknya karakter dalam diri kita yang kuat demi menciptakan generasi yang berilmu dan menjadi

warga negara yang bertanggung jawab. Apabila pembangunan karakter ini dibangun dengan baik, maka kita sebagai generasi penerus dapat memiliki berbagai kecerdasan, baik kecerdasan spritual, emosional, mapun sosial. Pengembangan karakter yang diperoleh melalui pendidikan dapat mendorong kita menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kepribadian unggul seperti yang diharapkan. Begitu pun, kalau karakter dalam diri kita tersebut dibangun berdasarkan konsep budaya Indonesia, maka kekhawatiran akan masuknya budayabudaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia dengan sendirinya akan tersaring oleh karakter bangsa yang sudah terbangun Pendidikan karakter sangat penting dalam rangka terbentuknya karakter kita yang kuat dan kokoh, untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa serta berahklak mulia. Dengan memahami dan mendalami pendidikan karakter, kita diharapkan dapat menjadi generasi yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

A. Penasaran dengan Hal Baru Hal yang sangat wajar manakala kita akan mengenal atau mencoba sesuatu yang baru berbagai kecemasan ataupun kekhawatiran melanda. Itu tidak lain karena kita belum pernah mencoba sama sekali. Sama halnya ketika kita dulu belajar naik sepeda. Awalnya merasa kaku dan penuh pertanyaan. Di sisi lain, kita terus penasaran untuk berusaha mencobanya demi kita merasakan enaknya naik sepeda. Kita berpikir yang bukan-bukan. Namun, ketika dicoba dan akhirnya bisa, makan malah akan biasa. Tidak hanya itu, mungkin malah bisa mengemudikan sepeda

59

dengan hanya menggunakan satu tangan saja. Inti dari mencoba hal yang baru adalah selalu penasaran untuk menciptakan hal yang baru dan selalu pantang menyerah! Dalam hidup memiliki suatu rasa atau perasaan untuk mencoba hal-hal yang baru bukanlah suatu kesalahan, kecuali hal dicoba adalah hal-hal yang sifatnya negatif atau tindakan-tindakan yang membahayakan jiwa dan orang lain. Memiliki keinginan untuk hal-hal yang baru itu sangat manusiawi, paling tidak dengan memiliki keingintahuan kita bisa menambah wawasan kita, mengenal lebih jauh akan suatu benda atau peristiwa. Harus kita akui, tanpa ada keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, manusia di Abad ke-21 ini masih akan tinggal di gua dan berburu binatang liar. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa kecenderungan ini sudah terprogram di otak kita sebagai suatu kenikmatan tersendiri. Untuk lebih memahami pentingnya kita mengenal hal baru dan hubungannya dengan pantang menyerah, bacalah kisah berikut. Thomas Alva Edison yang lahir 11 Februari 1847 dan meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Beliau juga seorang ilmuan pertama yang menerapkan produksi secara massal pada penemuannya. Tomas Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir hayatnya. Selama kariernya, Thomas Alfa Edison telah mempatenkan sekitar dari 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film. Ketiga penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri listrik, rekaman dan film yang akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Yang menarik dari kisah Edison adalah pada masa kecilnya, edison kecil dianggap sebagai seorang bocah yang bodoh oleh gurunya, bahkan gurunya pernah memberikan surat kepada ibu Edison yang isinya menyatakan bahwa Edison adalah anak yang bodoh dan meminta ibu Edison untuk mengeluarkan atau menariknya dari sekolah. Karena hal tersebutlah Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga bulan, selanjutnya semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajar Edison di rumah, Ibu Edison yakin bahwa edison kecil tidak bodoh, kemudian ibu Edison bertekad untuk mengajari Edison berbagai hal. Ibu Edison mengajarkan Edison cara 60

membaca, menulis, dan matematika. Dia juga sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison, antara lain buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens. Edison di usia dua belas tahun, memperoleh penghasilan dengan cara bekerja menjual surat kabar, buah apel, serta gula-gula di sebuah jalur kereta api. Di usia itu pula, Edison hampir mengalami kehilangan seluruh pendengaran karena penyakit yang dideritanya, penyakit itu membuatnya menjadi setengah tuli. Edison pernah menulis dalam catatan hariannya: “Saya tidak pernah mendengar burung bernyanyi sejak saya berusia dua belas tahun.” Pada usia lima belas tahun, Edison, sambil tetap berjualan, membeli sebuah mesin cetak kecil bekas yang selanjutnya dipasang pada sebuah bagasi mobil. Kemudian dia mencetak korannya sendiri, Weekly Herald yang di cetak, diedit dan dijualnya di tempat dia berjualan. Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir ditabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya berjualan. Sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara menggunakan telegraf. Edison sangat senang belajar mengenai alat komunikasi yang baru dikenalnya tersebut. Setelah lima bulan mempelajari telegraf, Edison bekerja sebagai ahli telegraf selama empat tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik. Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur empat jam sehari. Ia makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Ia yakin dapat menemukan sesuatu yang di masa depan bisa berguna bagi seluruh umat mansuia. Ada sebuah kisa perjuangan yang unik darinya. Sebelum Edison bisa menyalakan lampu temuannya, dia terlebih dahulu harus gagal ribuan kali hingga sampai pada lampu pertamanya yang dapat hidup. Ini artinya, bahwa Edison merupakan seorang yang pantang menyerah, bahkan jika dia ditanya berapa kali dia gagal sebelum memperoleh keberhasilannya dalam menghidupakan lampu, mungkin dia akan menjawab: “Saya tidak pernah gagal, tetapi saya belajar tentang benda yang 61

dapat digunakan untuk membuat lampu dan benda yang tidak dapat digunakan untuk membuat lampu”. Thomas Alva Edison mempunyai prinsip bahwa selalu ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang yang berhasil adalah orang yang tidak memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak menyerah dan menemukan hal-hal baru.

Dari kisah Thomas Alva Edison tersebut, kita memetik sebuah nilai, yaitu bernai mencoba hal-hal baru serta pantang menyerah. Memang, pada hakikatnya manusia inovatif adalah juga manusia kreatif, karena inovatif hanya merupakan langkah lanjut dari kreativitas. Hal ini ditandai oleh keberanian untuk selalu

mencoba walau beberapa kali mengalami kegagalan. Generasi ini biasanya memiliki inisiatif tinggi untuk mendorong kemajuan berkat kreativitasnya. Selain itu, ia selalu bertanya dan berusaha menemukan jawabannya. Orang kreatif dan mandiri pun Lebih senang memusatkan perhatiannya pada jenis pekerjaan yang menuntut adanya tantangan. Bukan hanya para ilmuwan seperti Thoma Alva Edison yang punya kewajiban menemukan hal-hal baru untuk diperkenalkan para dunia. Sedini mungkin (bisa mulai dari pelajar di sekolah) kita sudah belajar menanamkan prinsip untuk selalu penasaran akan hal-hal baru yang positif termasuk memperkenalkan hal-hal dasar tentang teknologi terbaru. Salah satu untuk mengetahui seberapa besar potensi kreatif dan mandiri dalam diri kita adalah dengan mengenal bakat kreatif apa yang ada dalam diri. Namun, jika kita belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Kita hanya butuh empat kunci berikut untuk mengeluarkan potensi kreatif kita yang sesungguhnya. 1. Keahlian Pernahkah kita mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata kita dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari rekan lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu kita melepaskan dan mengembangkannya. Jika kita dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat kita sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa kita.

62

Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi kita tetapi tidak bagi teman-teman. Kemudian, perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri kita.

Sumber: www.blogerpelajar.blogspot.com Gambar 3.2 Keahlian dapat terus diasah sesuai minat kita

2. Ketertarikan Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu kita inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. lni merupakan suatu pola konsisten dalam hidup dan bukan sekadar cara menghabiskan waktu alias hobi semata. Nah, coba pikirkan apa yang paling kita ingin lakukan seharian? Menonton film? Melatih hewan? Menata barang? Memainkan alat musik? Atau membaca buku? Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi kita, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja. Jika kita seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis, bisa jadi bakat tersembunyi kita adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa Anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.

63

Sumber: www.static.inilah.com Gambar 3.3 Setiap orang mempunyai bakat kreatifnya masing-masing

3. Kepuasan Apa yang membuat kita merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam bekerja? Pekerjaan apa yang membuat kita begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakannya? Bagi para atlet, perasaan hanyut sering terjadi ketika mereka berolahraga. Sementara bagi para ahli komputer, perasaan hanyut terjadi ketika mereka menghadapi piranti lunak. Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika kita tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat kita terhanyut? Jika kita belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat kita terlibat sepenuhnya. Mungkin bakat kita ada di sana.

4. Kebiasaan Pernahkah kita dipuji karena kemampuan atau sikap kita? Misalnya, orang menilai kita sebagai pelajar yang sangat teratur atau karya ilmiah kita hebat, atau kita pendengar yang baik, dan lain sebagainya. Lewat komentar orang-orang di sekitar, kita juga bisa mengetahui kemampuan alami kita. Keterampilan alami memang bisa muncul dalam berbagai cara. Namun, kadang kita menganggapnya biasa saja karena keterampilan itu sudah sangat melekat sehingga hampir tidak disadari kehadirannya. Lalu, bagaimana mengenali

64

bakat itu? Coba cermati apa yang membuat orang tertarik pada kita, mengenali kita atau terfokus pada kita? Apakah kita menjadi tempat curahan hati teman-teman? Atau mereka selalu meminta pendapat kita soal pakaian? Nah, di sanalah bakat kita tersimpan. Kita hanya perlu mencari kesempatan untuk mengembangkannya.

Sumber: www.wartakota.co.id Gambar 3.4 Minat kita harus diiringi dengan bakat kita

Kita pun harus bisa memahami hal apa saja yang perlu dimili untuk menjadi orang kreatif dan mandiri? Ada beberapa hal yang harus kita ketahui, yaitu: - Dorongan ingin tahu yang besar dari diri kita; - Sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah; - Bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni; - Mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya - Tiak mudah terpengaruh orang lain; - Rasa humor tinggi; - Daya imajinasi kuat - Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. - Dapat bekerja sendiri dan senang mencoba hal-hal baru; - Kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi). Selain itu, perlu juga dikembangkan sikap motivasi dalam diri dengan mengetahui ciri-ciri individu yang memiliki motivasi, yaitu:

65

- Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai); - Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa); - Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi; - Ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan; - Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya), - Menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya); - Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin; - Dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu); - Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian); - Senang mencari dan memecahkan soal-soal. Dengan memahami bakat kreatif dan pentingnya motivasi dalam diri, kita bisa semakin menyadari bahwa ada potensi ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni yang bersemayam dalam diri kita. Apa bukti bahwa kesadaran tentang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bisa meningkatkan kreasi dan prestasi kita? Apakah semua itu bisa juga meningkatkan kreasi dan prestasi bangsa? Kita ambil contoh, pelajar di negara Amerika Serikat dan Jepang, misalnya, sejak playgrup sudah ditanamkan untuk belajar luar angkasa, teknologi dasar membuat robot hingga les berbagai alat musik. Walau setengah dipaksa namun hal itu merupakan simbol ketekunan yang diterapkan agar generasi di negara tersebut punya kemampuan yang tentunya diharapkan bisa menjadi model hidup untuk membanggakan diri, keluarga, bangsa, dan negaranya. B. Tidak Ada Rotan, Akar pun Jadi Untuk memahami bagian penjelasan ini, bacalah kisah berikut (disarikan dari Jurnal Galeri UKM, 31 Maret 2010) yang menunjukkan bahwa orang kreatif bisa membuat sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi berguna. Menjadikan botol bekas minuman dan kulit telur menjadi produk yang bernilai jual itu sudah dilakukan Irina Cananu. Sejak sekitar lima tahun lalu. Kini hasil usahanya “mengubah” botol bekas dan kerajinan kulit telur telah menghasilkan

66

pendapatan sampai jutaan rupiah. Jangan buru-buru membuang botol bekas, apalagi yang modelnya terasa unik. Sebab, barang yang tampaknya tak berguna itu dengan sedikit “sentuhan” bisa diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Sumber: www.sugengbanjarwaru02.blogspot.com Gambar 3.5 Contoh kerajinan dari botol bekas

Botol bekas minumann terutama yang modelnya unik dan kulit telur itu dijadikan perempuan asal Romania yang bersuamikan pria Indonesia ini, sebagai “kanvas” untuk melukis. Hasilnya? Dia bisa mengikutkan “barang bekas” itu pada berbagai pameran dan orang pun mau membelinya. Melukis pada botol bekas minuman dan kulit telur sebenarnya merupakan usaha lanjutan bagi Irina. Sebelumnya, dia senang membuat boneka yang berbahan baku utama tepung terigu. Campuran tepung terigu yang diberi pewarna dan gula itu dibuatnya menjadi berbagai bentuk boneka. Produknya ini lalu dijadikan penghias kue tar untuk acara ulang tahun dan pernikahan. Kebetulan dia memang gemar melukis dan membuat berbagai pekerjaan tangan. dia juga senang merajut dan menyulam. Namun, dari berbagai pekerjaan tangan yang dibuatnya itu, ternyata pesanan yang terus mengalir adalah boneka. Kendati demikian, Irina masih bisa memanfaatkan sisa waktunya untuk melukis botol bekas dan kulit telur. Awalnya, melukis pada botol bekas itu dia lakukan sekadar untuk menyalurkan hobi. Botol bekas yang sudah dilukisnya lalu dijadikan pajangan untuk memperindah ruangan. Ternyata banyak juga orang yang tertarik membeli botol lukis. Jadi, pesanan botol lukis juga mengalir. Sementara lukisan pada kulit telur biasanya ramai dipesan 67

orang pada hari-hari dekat Paskah. Pengerjaan lukisan pada botol memerlukan waktu sekitar empat jam sampai empat hari, tergantung dari ukuran botol dan kerumitan lukisan. Di sini, kata Irina, yang diperlukan adalah kreativitas dan konsentrasi. Melukis pada botol dan kulit telur berawal dari hobi dan kecintaan Irina pada keragaman warna dan budaya. Dia lalu memadukan kedua hal itu menjadi lukisan pada botol dan kulit telur. Mungkin hal itulah yang membuat lukisan botol dan kulit telur Irina dirasakan orang memiliki ciri khas. Dia tidak bisa diam. Entah mengapa selalu saja ada keinginan untuk mengerjakan sesuatu. Irina pun mengaku senang mengerjakan kerajinan tangan sejak masih duduk di sekolah dasar. Karena kesibukan itulah, Irina tak merasa kesepian. Bahkan waktu baginya terasa berlalu cepat dan kini sudah sekitar 10 tahun dia tinggal di Surabaya bersama keluarga. Suaminya memilih kota itu untuk mengembangkan produksi mebel untuk ekspor di kota tersebut. Setelah mengikutsertakan produknya ke berbagai pameran, pesanan pun mengalir. Namun, Irina merasa tak cukup puas hanya dengan membuat berbagai produk kerajinan tangan. Dia lalu membuka kursus untuk mereka yang ingin belajar berbagai kerajinan tangan yang dikuasainya. Lewat kursus itu, Irina membagi kepandaiannya melukis pada media kulit telur, botol bekas minuman, gelas, cangkir, vas bunga, dan piring. Awalnya, peserta kursus kebanyakan ibu-ibu rumah tangga, tetapi kini murid-murid sekolah pun menekuni kerajinan tangan tersebut.

Kisah

tersebut

menunjukkan

bahwa

orang

yang

kreatif

dan

memberdayagunakan apa saja yang ada di sekelilingnya. Istilah “tak ada rotan, akar pun jadi” memang cocok disematkan kepada orang yang punya potensi kreatif. Sikapnya dalam memahami sekeliling membawanya dalam kreativitas yang unggul dan lain daripada yang lain. Adapun sikap-sikap yang sebenarnya perlu kita miliki agar kreatif adalah sebagai berikut. - Suatu saat jika kita memiliki ide, kemudian kita lakukan atau kita coba ide tersebut, ternyata gagal. Perbaiki ide tersebut sampai berhasil, jadilah ide baru. Inilah kiat yang yaitu berhubungan dengan belajar dari kesalahan. Kesalahan bisa menghasilkan ide baru yang lebih baik. Tanyakanlah terhadap ide lama kita yang 68

gagal, apa pelajaran dari ide tersebut, bisakah dilakukan lagi dengan cara baru, apakah waktunya kurang tepat? - Jangan berpikir bahwa kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Justru salah, karena manusia tidak pernah membuat hal yang baru. Hanya Tuhan yang bisa. Manusia hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, manusia hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada, sekali lagi bukan menciptakan hal yang baru. Jadi, jika kita ingin kreatif kita bisa mulai dengan barang yang ada di depan kita, perbaikan apa yang bisa kita lakukan terhadap barang tersebut. - Jangan terpaku dengan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide kita pada waktu yang lalu, belum tentu akan berhasil lagi pada saat ini. Evaluasi lagi, tidak masalah mengeliminasi ide kita sendiri yang sukses untuk mendapatkan ide baru yang lebih baik. Termasuk juga disini saat ide kita disisihkan oleh ide orang lain, jangan sedih karena meskipun tidak disisihkan oleh orang lain, pada kahirnya kita harus menggantinya sendiri jika ide kita tersebut sudah tidak relevan. Patut diingat pula bahwa manusia adalah makhluk tiga dimensi dengan tiga kemampuan. Pertama kesadaran akan dirinya sendiri dan dunia. Kedua, kemampuan untuk memilih. Ketiga, kemampuan untuk berkarya. Manusia modern tentunya mempunyai banyak keinginan. Kita tau bahwa hidup memang memerlukan, life skill. Life skill tidak mungkin datang dengan sendirinya. Akan tetapi, memerlukan usaha yang maksimal, perlu digali potensi diri, dan dikembangkan dengan cara banyak belajar, kuncinya adalah jangan pernah merasa cukup dengan hasil yang ada teruslah berusaha.

Sumber: www.antarafoto.com

69

Gambar 3.6 Kecakapan hidup (lifeskill) diperlukan oleh generasi kreatif

Berbuatlah sebanyak mungkin, lakukan yang bisa dilakukan, carilah sesuatu hal yang baru, yang bisa membawa banyak manfaat. Tanpa kemampuan yang dimiliki oleh diri, tentunya kita akan tertinggal, dan jalan ditempat yang akhirnya menyesali diri sendiri. Salah besar kalau kita sampai memvonis diri gagal dan bodoh. Kita tidak mengharapkan seperti itu menimpa kita, yang kita harapkan hidup ini dinamis penuh warna, dan banyak perubahan pada diri. Manusia yang kreatif, tentu akan selalu mencoba hal-hal yang baru ,beinovasi. Menyukai tantangan, tidak ada khahawatiran pada diri. Melakukan tentu lebih baik daripada menonton dan mengomentari. Socrates (seorang pilosof) berkata, ”Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap”. Indah sekali kata bijak ini, tidak menutup kemungkinan orang bisa terinspirasi dan berbuat lebih semangat lagi. Walau sesulit dan sepahit apapun harus tetap punya harapan dan selalu berpikiran positif. Jangan mengalah dan menyerah, lawan dan berusaha untuk menang, Kita perlu ”memotivasi diri sendiri ” agar berdaya dan tegar dalam menghadapi hari esok. Kalau perlu bikin dan tulis suatu catatan diri yang menekankan ketangguhan mental, semisal: “Saya harus bisa, melakukan itu yang menjadi target dan prioritas, tidak ada yang tidak bisa jika Tuhan menghendaki, Pasti saya bisa”. Baca berulangkali kalimat demi kalimat, pahami dan hayati maknanya, katakan pada diri bahwa kita mampu, untuk melakukannya.Itulah optimisme. Dengan begitu kita akan merasakan bahwah alam sadar kita merespons dalam tindakan yang nyata. Berpikiran kreatif hanya berkembang pada masyarakat yang terbuka, toleran terhadap ide-ide “gila” dan memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengembangkan kemampuan dirinya.

70

Sumber: www.bpkpenabur.or.id Gambar 3.7 Proses kreatif harus diiringi dengan semangat kuat

Orang yang kreatif dan dinamis biasanya mereka selalu berpikiran bagaimana dirinya maju terdepan, visioner dan bermanfaat buat orang banyak. Sungguh mulia orang yang selalu berpikiran kedepan untuk kemaslahatan atau kebaikan umat manusia, selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Tentunya ini perlu diapresiasi. Dan setiap agama apapun memandangnya sebagai tindakan yang terpuji, berakhlak dan karakter manusia yang santun dan bersahabat. Dalam buku Psikologi Komunikasi (Jalaluddin Rahmat 2009: 77) disebutkan, secara umum orang-orang kreatif ditandai: 1. Kemampuan kognitif. Termasuk disini kemampuan diatas rata-rata, kemampuan melahirkan gagasan-gagasan baru, gagasan yang berlainan, dan pleksibelitas kognitif. 2. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulasi internal dan eksternal, ia memiliki minat yang beragam, dan luas. 3. Sikap bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri. Orang kreatif tidak senang “digiring” , ia ingin menampilkan dirinya semampu dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvesi-konvensi sosial, mungkin inilah sebabnya orang-orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila. Jika kita berpikir, bahwa di dunia ini tidak ada yang mustahil. Semuanya serba mungkin Rumus berpikirnya: “Tuhan ada dan Dia berkehendak”. Jadi, siapa manusianya yang bisa mencegahnya jika Tuhan menghendaki, pasti semua terjadi. Sekarang kembali kita berpikir tentang manusia, jika manusia punya kemauan, dan

71

berpikran positif terhadap Tuhan, menyayangi sesama manusia tanpa membedakan ras, golongan dan agama, selalu berusaha dengan sekuat tenaga, berdo’a dan ikhlas dalam beramal, apakah Tuhan tega untuk menzaliminya? Tuhan sangat Penyayang, dan mencintai umat manusia, saya kira kalau manusia berkeinginan untuk merubah dirinya menjadi manusia yang berguna, dengan cara mengembangkan potensi diri yang dimiliki, saya yakin bahawa: Tuhan akan menolong hambanya, selagi hambanya mau menolong dan berbuat kebaikan untuk diri dan juga umat manusia. Percaya dengan hal ini, berarti kita positif dalam memandang kehidupan, dan dipandang sebagai manusia yang pandai bersyukur

C. Kerja Keras untuk Mandiri
Secara normatif, dan sebagaimana telah hampir dapat diterima oleh umumnya kita sekalian, pembentukan karakter bangsa merupakan hal yang amat penting bagi generasi muda dan bahkan menentukan nasib bangsa di masa depan. Selanjutnya, kita juga telah sering mendengar bahwasanya generasi muda perlu memiliki mental kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif dan bekerja keras, untuk dapat menjadikan bangsanya menjadi bangsa yang memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat berada sejajar dengan bangsa bangsa lain.

Sumber: www.sman10malang.com Gambar 3.8 Generasi muda perlu memiliki

72

mental kepribadian unggul

Namun pada kenyataannya, pernyataan di atas sering hanya sebatas pada retorika. Kondisi yang kita hadapi sekarang menunjukkan bahwa era globalisasi telah menempatkan generasi muda Indonesia pada posisi yang berada di tengahtengah derasnya arus informasi yang sedemikian bebas, sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. Sebagai akibatnya, maka nilai-nilai asing secara disadari ataupun tidak disadari telah memberi pengaruh langsung maupun tidak langsung kepada generasi muda. Walaupun masih belum ada bukti empiris secara langsung bahwa nilai nilai asing tersebut seluruhnya memberikan dampak negatif bagi generasi muda, akan tetapi jika tidak dilakukan upaya antisipasi apapun, bukan tidak mungkin, di masa depan nanti, bangsa ini akan menjadi bangsa yang berpendirian lemah serta sangat mudah hanyut oleh hiruk-pikuknya dinamika globalisasi; dan pada akhirnya akan mudah dikendalikan oleh bangsa lain. Gambaran umum, keadaan di atas akan memberikan pengaruh pada rasa kebangsaan (nasionalisme) di kalangan generasi muda. Meskipun belum nampak secara jelas, akan tetapi harus diakui bahwa saat ini telah mulai ada gejala dari menurunnya semangat dan rasa kebangsaan atau nasionalisme di kalangan generasi muda yang ditunjukkan dari semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan nilai nilai budaya bangsanya sendiri. Upaya strategis yang harus dilakukan oleh generasi muda dalam menghadapi hal tersebut adalah sebuah koordinasi gerakan revitalisasi kebangsaan yang diarahkan terutama pada penguatan ketahanan masyarakat dan bangsa terhadap segenap upaya nihilisasi dari pihak luar terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Adapun generasi muda dalam melaksanakan koordinasi gerakan tersebut memiliki tiga peran penting yakni sebagai berikut.

1.Sebagai pembangun-kembali karakter bangsa (character builder) Di tengah tengah derasnya arus globalisasi, kemudian ditambah dengan sejumlah erosi karakter positif bangsa sementara adanya gejala amplifikasi atau penguatan mentalitas negatif, seperti malas, koruptif dan sebagainya, maka peran generasi muda adalah membangun kembali karakter positif bangsa. Peran ini tentunya sangat berat, namun esensinya adalah adanya kemauan keras dan komitmen dari generasi

73

muda untuk menjunjung nilai-nilai moral di atas kepentingan kepentingan sesaat sekaligus upaya kolektif untuk mewujudkannya pada kegiatan dan aktivitasnya sehari-hari.

Sumber: www.farm4.static.flickr.com Gambar 3.9 Contoh kegiatan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari

2. Sebagai pemberdaya karakter (character enabler) Pembangunan kembali karakter bangsa tentunya tidak akan cukup, jika tidak dilakukan pemberdayaan secara terus menerus. Sehingga generasi muda juga dituntut untuk mengambil peran sebagai pemberdaya karakter atau character enabler. Bentuk praktisnya adalah kemauan dan hasrat yang kuat dari generasi muda untuk menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif. Peran ini pun juga tidak kalah beratnya dengan peran yang pertama, karena selain kemauan kuat dan kesadaran kolektif dengan kohesivitas tinggi, masih dibutuhkan adanya kekuatan untuk terlibat dalam suatu ajang konflik etika dengan entitas lain di masyarakat maupun entitas asing.

3. Sebagai perekayasa karakter (character engineer) Sejalan dengan perlunya adaptifitas daya saing untuk memperkuat ketahanan bangsa. Peran yang terakhir ini menuntut generasi muda untuk terus melakukan pembelajaran. Harus diakui bahwa pengembangan karakter positif bangsa, bagaimanapun juga, menuntut adanya modifikasi dan rekayasa yang tepat disesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebagai contoh karakter pejuang dan

74

patriotisme tentunya tidak harus dilaksanakan dalam wujud fisik, akan tetapi dapat dalam konteks lainnya yang bersifat nonfisik. Peran generasi muda dalam hal ini sangat diharapkan oleh bangsa, karena di tangan merekalah proses pembelajaran adaptif dapat berlangsung dalam kondisi yang paling produktif.

Sumber: www.smamarsudiluhur.files.wordpress.com Gambar 3.10 Proses pembelajaran adaptif diperlukan untuk mandiri

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, untuk kreatif dan mandiri itu tidak akan lepas dari hambatan dan tantangan. Melalui penjelasan tentang macam-macam penghambat kreativitas untuk mandiri, sebenarnya dapat diatasi walaupun sulit. Cara umum yang dipakai adalah dengan mengubah cara berpikir dan proses bertindak. Walaupun demikian, berbagai riset telah dilakukan untuk mencari cara-cara meningkatkan kreativitas untuk mandiri dalam proses pemecahan masalah, yaitu : – Perumusan masalah secara kreatif Sikap ini adalah usaha yang dilakukan untuk menghindar dari perumusan masalah yang sudah jelas. Tapi coba berpikir secara banyak arah dan bukan satu arah dengan melontarkan pertanyaan baru maupun mencoba melihat dari sudut pandang yang berbeda agar memperoleh kemungkinan baru. – Bartanya dan bertanya Intinya adalah dengan terus-menerus melontarkan pertanyaan untuk memperbesar terciptanya solusi yang kreatif. Untuk membangkitkan sikap bertanya adalah dengan melontarkan pertanyaan, tanpa perlu khawatir apakah pertanyaan yang kita ajukan salah atau karena pertanyaan tersebut orang lain menganggap kita bodoh.

75

Sumber: www.bogor.linux.or.id Gambar 3.11 Ciri orang kreatif adalah selalu penasaran dan mau bertanya

– Curah gagasan, untuk dapat melakukan curah gagasan yang efektif, perlu diperhatikan tiga kondisi berikut ini: 1. 2. 3. Selama proses mencurahkan gagasan jangan melakukan penilaian. Proses pencurahan gagasan harus benar-benar bebas. Usahakan sebanyak mungkin gagasan dapat dilontarkan, karena kemungkinan

untuk memperoleh jawaban yang kreatif. – Orang aneh, maksudnya adalah memasukkan orang lain yang tidak begitu tahu tentang bidang pekerjaan atau bidang pengetahuan yang sedang dipecahkan. Teknik ini dimunculkan karena penelitian menemukan bahwa banyak orang mengalami kesulitan untuk kreatif dalam hal-hal yang sudah sangat dikenal. – Iklim kreatif, hal ini dilakukan antara lain dengan saling mendukungnya setiap

anggota kelompok untuk dapat berkomunikasi secara terbuka, melontarkan opini yang berisiko, bertanya dan menggali, diskusi, membandingkan, mengembangkan, dan bukan mengkritik ide yang dilontarkan, melibatkan diri dalam proses berpikir yang divergen (imajinatif) dan bukan konvergen (praktis atau teknis), serta menghindari menang kalah.

76

BAB 4 Indahnya Saling Berbagi
Tidak dapat disangkal bahwa menurut hakikatnya manusia adalah pribadi, makhluk individu. Akan tetapi, juga tidak dapat disangkal bahwa manusia berhubungan dengan makhluk-makhluk lainnya, termasuk manusia lainnya. Ia tidak tinggal dan hidup sendirian saja. Sebaliknya selalu berada bersama dan berhubungan dengan makhluk-makhluk serta orang-orang lainnya. Kecenderungan manusia untuk hidup berkelompok sebenarnya bukanlah sekadar suatu naluri atau keperluan yang diwariskan secara biologis semata-mata. Akan tetapi, dalam kenyataannya manusia berkumpul sampai batas-batas tertentu juga menunjukkan adanya suatu ikatan sosial tertentu. Mereka berkumpul dan saling berinteraksi satu sama lain. Interaksi antar manusia merupakan suatu kebutuhan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Individu yang satu pasti akan membutuhkan individu yang lain, karena seorang individu tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan individu lain. Jadi kehidupan berkelompok merupakan kebutuhan mutlak. Maka timbullah kelompok-kelompok sosial (social group) di dalam kehidupan manusia. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama.

Sumber: www.2.bp.blogspot.com Gambar 4.1 Kecenderungan manusia adalah berkelompok

Di dalam kehidupan manusia, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga negara masyarakat, dan warga. Hidup dalam hubungan antaraksi dan

77

interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilainilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri. Manusia dan masyarakatnya bukan merupakan dua realitas yang asing satu sama lain, yang saling mempengaruhi dari luar, melainkan membentuk horison dinamis dalam hubungan yang dialektis. Keduanya merupakan lapangan kerjasama dengan dorongan dialektis, saling memajukan dan saling memperkembangkan. Untuk itu, kemajuan manusia merupakan hasil kerjasama antarmanusia bukan hasil seseorang. Sebagai konsekuensinya, manusia dan masyarakatnya merupakan dua momen itu saling melengkapi atau komplementer.

Sumber: www.2.bp.blogspot.com Gambar 4.2 Kemajuan manusia merupakan hasil kerjasama antarmanusia

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, karena Manusia tunduk pada aturan, norma sosial, Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain, Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

78

Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.

A. Kreativitas dan Kemandiran dalam Berbagi
Jiwa kreatif merupakan bawaan lahir manusia. Jiwa kreatif bisa muncul dan berkembang karena tuntutan lingkungan. Selain itu, kreativitas bisa diusahakan dengan sengaja, terdorong oleh keinginan mau maju. Untuk memacu kreativitas, kita dapat belajar dari orang-orang yang telah mewujudkan hal mengesankan berkat kreativitas mereka. Dengan melakukan hal-hal yang disenangi maka dapat menumbuhkan daya pikir yang kreatif untuk melakukannya. Dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup dan menghargai kemampuan dan bakatbakat sendiri yang sedang berkembang.

Sumber: www.epochtimes.co.id Gambar 4.3 kreativitas bisa diusahakan dengan sengaja, terdorong oleh keinginan mau maju

Dalam kreativitas dan kemandiran sebenarnya ada sebuah pola hubungan dengan lingkungan dan orang lain. Ini artinya, kita bisa berbagi demi memacu kreativitas dan kemandirian tersebut. Jadi, mau tidak mau kreativitas dan

79

kemandirian bersumber dari sekitar yang kita olah dan kembangkan. Pengembangan tersebut dibentuk dengan beragam hasil kreasi yang pada akhirnya dibagi kembali untuk lingkungan sekitar. Saat berbagai berdasar pada kreativitas dan kemandirian, sebenarnya kita sedang membuat sebuah perubahan. Perubahan akan selalu terjadi dimana-mana, mulai dari hal yang paling kecil hingga pada perubahan yang sangat besar. Perubahan bisa saja terjadi oleh apa yang dilihat, dirasa dan didengar, karena unsur itulah yang berkaitan erat dengan perubahan. Mungkin itulah yang menjadi eksistensi sebuah perubahan, selalu berkaitan dan menghasilkan perbedaan. Perubahan terjadi apabila benar-benar memiliki keyakinan bahwa hal itu tidak merugikan bahkan sebaliknya yaitu memberikan manfaat kepada siapa saja, maka perubahan itu akan menjadi tuntutan bagi yang melaksanakan. Perubahan dapat saja terjadi karena faktor eksternal (orang lain) atau juga faktor internal (diri sendiri), sangat naib jika perubahan tersebut karena faktor eksternal dan bersifat mengikuti kebutuhan orang lain serta dipaksakan. Dapat diindikasikan perubahan yang dilakukan orang lain dan bersifat dipaksakan adalah bentuk tidak berdayanya dalam meyakini kekuatan perubahan dari diri sendiri. Apapun yang bersifat perubahan akan lebih mulia jika melalui filter diri sendiri, tanpa harus mutlak ditelan mentah-mentah karena menurut orang lain belum tentu benar dan begitu juga sebaliknya. Namun yang perlu diperhatikan dalam lingkungan sosial bahwa tempat kita bercermin adalah orang lain dan bukan diri kita, sehingga budaya komunikasi untuk sebuah introspeksi adalah hal positif yang menjadi sebuah kebutuhan. Perubahan, diri sendiri dan orang lain tidak akan terlepas serta memiliki pengaruh yang dominan dalam menata pribadi siapapun. Berikut beberapa kegiatan yang dapat melatih kita dalam berbagi kreativitas dan kemandirian.

1. Melakukan belajar kelompok Contoh hal kecil berbagi yang dapat dilakukan kita sebagai pelajar adalah dengan melakukan belajar kelompok. Mungkin, kita seringkali diberi pekerjaan rumah atau tugas lian oleh bapak atau ibu guru yang terkadang kita sendiri merasa kesulitan untuk menyelesaikannya. Selain bertanya pada orangtua ataupun guru les, satu cara ini bisa juga dilakukan yaitu dengan belajar kelompok bersama-sama dengan teman. Caranya, bentuklah sebuah kelompok belajar di salah satu rumah 80

teman dengan anggota maksimal lima orang. Jangan terlalu banyak, nanti bukannya bisa belajar bersama malah kebanyakan bercanda. Jangan lupa, ajak satu atau dua orang teman yang selalu mendapat nilai baik dan berprestasi disekolah dalam kelompok belajar kita.

Sumber: www.nessyoctavia.files.wordpress.com Gambar 4.4 Berbagi yang dapat dilakukan kita sebagai pelajar adalah dengan melakukan belajar kelompok

Lalu, apa saja manfaat dari belajar kelompok? Berikut ini beberapa manfaat belajar kelompok: - Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasi semangat belajar antara teman satu dengan lainnya. - Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada teman lainnya. - Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi. - Bekerjasama menyelesaikan PR sekaligus bersosialisasi di luar sekolah.

2. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Akhir-akhir ini mungkin bisa dibilang hampir setiap sekolah di kota-kota besar di Indonesia mengadakan kegiatan ekstrakulrikuler, tidak hanya di kota-kota besar saja, di kota-kota kecil di Indonesia pun sudah diselenggarakan kegiatan ekstrakurikuler.kegiatan ekstrakurikuler/ekskul bisa berupa kegiatan seni, olahraga,

81

pengembangan kepribadian, dan akademik. Ekstrakurikuler biasanya diadakan oleh pihak sekolah itu sendiri. Sebenarnya apa kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri dan apa tujuan serta manfaat diadakannya kegiatan ekstrakurikuler tersebut?

Sumber: www.smakkosayu.sch.id Gambar 4.5 Salah satu contoh esktrakurikuler adalah basket

Ekstrakurikuler atau lebih dikenal dengan ekskul adalah kegiatan yang dilakukan siswa atau mahasiswa di luar jam belajar standar/kurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler ada mulai tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga universitas. Asal kata ekstrakurikuler berasal dari dua kata yaitu ekstra yang berarti lebih, dan kurikuler yang artinya sama dengan kurikulum yang artinya pembelajaran. dari dua kata tersebut juga dapat diartikan bahwa ekstrakurikuler adalah pembelajaran ekstra/lebih, lebih di sana dapat diartikan tambahan. Lalu apa tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler tersebut? kegiatan

ekstrakurikuler atau ekskul diadakan/disediakan oleh pihak sekolah atau universitas untuk mengembangkan potensi, minat, kepribadian, dan bakat yang ada pada siswa/mahasiswa dan untuk menggali lebih jauh potensi, minat, kepribadian, dan bakat tersebut. Misalnya siswa yang memiliki minat dan bakat pada ekstrakurikuler sepak bola untuk mengembangkan bakatnya dan bertemu pemain lainnya. Atau misalkan yang memiliki potensi di bidang bahasa, bisa mengikuti ekstrakurikuler yang menunjang bahasa, misalnnya Bahasa Jepang, Bahasa Jerman dan lain-lain.

82

Memilih ekskul yang menunjang pembelajaran atau membantu pembelajaran sebenarnya lebih baik, karena dilihat dari beberapa aspek memang lebih banyak manfaatnya, diantaranya, membantu siswa dalam belajar yang merupakan kebutuhan utama siswa atau mahasiswa di sekolah atau universitas. Tetapi tidak ada salahnya juga jika memilih ekskul yang menyangkut olahraga, seni dan ekskul yang tidak menunjang ataupun tidak ada kaitannya dengan pembelajaran sama sekali, karena itu berguna untuk refreshing(menghilangkan stres karena belajar). Akan lebih baik lagi jika mengikuti ekstrakurikuler yang berguna untuk pembentukan diri, karena itu akan sangat berguna di masa depan dan di kehidupan sebenarnya. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler memiliki banyak manfaat, diantaranya: - Belajar mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman lain di luar kelas. - Belajar organisasi dan juga belajar bekerja sama dengan orang lain. - Menyalurkan minat dan bakat kita pada kegiatan ekstrakurikuler - Bisa mengembangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler - Jika ekskul akademis, bisa mendapat pelajaran tambahan dari ekskul tersebut Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka. Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan mandiri dan atau kelompok. Jenis-jenis kegiatan Ekstrakurikuler ada banyak sekali diantaranya: a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA). b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian. diri secara bebas melalui kegiatan

83

Sumber: www.anginbiru.weebly.com Gambar 4.6 Contoh kegiatan ekstrakurikuler bidang ilmiah

c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan. d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir,

pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni budaya.

Bila kegiatan Ekstrakurikuler berada dibawah bimbingan guru yang tepat, kegiatan ekstra kurikuler bisa menjadi wadah yang tepat bagi para siswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya, sebagai contoh membentuk band sekolah, dengan demikian bakat mereka tidak terpendam. Melalui ekskul para siswa bisa memupuk jiwa sportif dalam aneka perlombaan (misal: bola basket atau futsal)baik yang digelar secara internal disekolah maupun eksternal dengan sekolah lain. Ekstra kurikuler juga bisa mengajarkan kita akan arti organisasi, walaupun dalam skala yang kecil. Disana kita bisa belajar menjadi pemimpin, pengurus, atau bahkan belajar mengemas suatu acara yang menarik dalam sebuah pameran ekskul. Masih banyak lagi hal positif yang dapat diperoleh siswa dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Agar kita dapat mengembangkan minat dan bakat kita dalam ekstrakurikuler, kita dapat memilihnya sesuai dengan kemampuan kita agar dapat mengasah kemampuan kita. lalu setelah memilih tentukan target atau titik acuan yang membuat kita termotivasi dan antusias untuk mengikuti Ekstrakurikuler tersebut. Jalani ekstrakurikuler tersebut dan terima konsekuensinya dengan hati ikhlas karena ini

84

pilihan kita sehingga kita dapat belajar bertanggung jawab. Jangan lupa pintar-pintar mengatur waktu antara kegiatan akademis dan kegiatan Ekstrakurikuler yang kita jalani.

B. Kreatif dalam Penyampaian Pesan
Manusia tercipta memang penuh dengan daya kreativitas. Sejak zaman dahulu bahkan sejak jaman purba pun manusia telah berusaha untuk mengambarkan kondisi ataupun sekadar mengabadikan pesan melalui berbagai media dan teknologi yang dikenal sesuai dengan tingkat pengetahuan sang manusia dijamannya. Dalam bahasan ini, kita bisa mengibaratkan hasil karya kreatif seperti penyampaian iklan. Iklan adalah produk kreatif yang bisa disampaikan kepada orang lain dalam wujud pesan. Pesan yang disampaikan bisa dimaknai dan dimengerti oleh orang lain. Ini mudah dipahami bahwa sehebat apapun karya kita, hal tersebut belum tentu bisa diketahui oleh orang lain. Maka, akan sia-sialah apa yang kita buat tersebut.

Sumber: www.smarihexabpp.files.wordpress.com Gambar 4.7 Penyampaian pesan yang baik diperlukan dalam Kreativitas

Dalam Teori Ilmu Komunikasi, kepenerimaan orang lain akan pesan yang disampaikan oleh penyampai pesan menjadi dasar penilaian akan keberhasilan suatu proses komunikasi. Jadi penetapan strategi pesan karya kreatif merupakan suatu keputusan strategis yang mampu menjamin sukses atau gagalnya suatu karya kreatif.

85

Hal pertama yang harus dilihat dalam karya kreatif adalah keuntungan kunci orang lain sebagai jantung strategi pesan karya kreatif. Seperti iklan, kampanye karya kreatif yang efektif sangat berperan besar dalam sasaran dan pemberitahuan apa yang kita buat. Kampanye karya kreatif yang efektif merupakan kampanye periklanan yang didasarkan pada satu tema besar saja. Tema besar ini dikenal sebagai what to say sebuah inti dari pesan yang ingin dikomunikasikan kepada orang lain. Penyampaian karya kreatif didasarkan hanya pada satu tema besar saja karena keterbatasan daya ingat manusia. Hal-hal yang biasanya terdapat dalam sebuah mengembangkan sisi kreatif yaitu: 1. Tujuan Aspek pertama yang paling penting sebelum merumuskan strategi penyampaian karya kreatif adalah sebuah sasaran atau tujuan. Tujuan itu tergantung pada apa yang ingin dicapai dalam penyampaian karya kreatif. Misalnya, membangun kesadaran pada suatu karya yang kita buat agar bisa diterima orang lain. Salah satu cara untuk merumuskan tujuan adalah dengan menggunakan indikator SMART: S = Specific (spesifik – tidak umum) M = Measureable (terukur) A = Attainable (dapat dicapai) R = Realistic (realistis) T = Timely (memiliki jangka waktu)

Sumber: www. underdesign.co.uk Gambar 4.8

2. Nyatakan masalah penyampaiannya

86

Masalah biasanya ditemukan setelah dilakukan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.

Sumber: www.luckyconqueror.wordpress.com Gambar 4.9

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu: - Strengths (kekuatan) merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam diri dan luar kitaekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. - Weakness (kelemahan) merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam diri dan luar kita. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam diri kita sendiri. - Opportunities (peluang)

87

merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari dalam diri dan luar kita. - Threats (ancaman) merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu dalam diri dan luar kita. Setelah itu dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah tabel matriks dan ditentukan sebagai tabel informasi SWOT. Kemudian dilakukan pembandingan antara faktor internal yang meliputi Strength dan Weakness dengan faktor luar Opportunity dan threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternatif untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih merupakan strategi yang paling menguntungkan dengan resiko dan ancaman yang paling kecil. Selain pemilihan alternatif analisis SWOT juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan improvisasi. dengan mengetahui kelebihan (strength dan opportunity) dan kelemahan kita (weakness dan threat), maka kita melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri. Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strength dan opportunity atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat. 3. Target orang lain Pengenalan sasaran dengan segmen yang sempit berdasarkan faktor demografi, geografis, psikologis, perilaku dan pola berpikir dan bertindak. 4. Keuntungan kunci atau ide pesan utama Satu ide tunggal yang akan selalu diingat target setelah melihat karya kreatif. 5. Alasan orang lain untuk percaya 6. Gaya/tone Daya tarik yang digunakan untuk mewakili kepribadian karya kreatif. Ciri khas komunikasi yang disampaikan harus bisa membawa atau mewakili pesan. 7. Dampak yang diharapkan Pengaruh yang diharapkan melalui penyampaian karya kreatif dari khalayak sasaran dan bagaimana karya ini dapat meyakinkan orang lain.

88

Sumber: www.affanul.net Gambar 4.10

Strategi penyampaian karya kreatif harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah sebuah penyampaian yang dirumuskan dalam 5W + 1H yaitu: - What : apa tujuan penyampaian karya kreatif? - Who : siapa khalayak yang akan dijangkau? - When : kapan penyampaian karya kreatif dibuat? - Where : di mana penyampaian karya kreatif tersebut? - Why : mengapa harus demikian? - How : bagaimana bentuk karyanya? Misalkan jika kita membuat karya kreatif seperti barang kerajinan. Hal-hal yang harus disampaikan kepada orang lain agar karya kreatif kita diketahui dan bisa diterima adalah dengan menggunakan pola di atas. Kita bisa membuat perencanaan penyampaian pesan sebagai berikut: 1. Barang ini dibuat dari bahan-bahan bekas (daur ulang). 2. Barang ini bisa dipakai oleh semua kalangan. 3. Bentuknya menarik dan kalau dijual harganya murah dibandingkan dengan barang sejenis lainnya. 4. Menggunakan kemasan yang berbeda dengan yang biasa ada. Saat teknologi mulai jauh berkembang, maka daya kreativitas manusia semakin memperoleh media penyaluran. Batu, kulit, kayu, kertas, kain, tinta, mesin ketik, peralatan elektronik, komputer,internet dll dst dsb merupakan media-media

89

umum penyampai pesan sesuai dengan jamannya masing-masing. Tak luput sebuah kepentingan menyampaikan pesan pun diolah sedemikan rupa memanfaatkan berbagai media dan tekhnologi, memacu ide-ide baru nan kreatif dan tak lazim. Kita tidak harus memanfaatkan teknologi kelas tinggi, benda-benda keseharian disekitar kita pun tak luput dari sentuhan kreativitas untuk menyampaikan pesan maupun sepenggal cerita dan kenangan ataupun bahkan sebuah gerakan ideologi.

Sumber: www.publicvspublic.blogspot.com Gambar 4.11 Contoh pesan kreatif dalam desain kaus

Seperti pesan pada kaus tersebut teradapat cara menyampaikan pesan yang unik meskipun tetap berbasiskan pada bahan material yang umum digunakan pada media penyampai pesan. Akan tetapi, cara pengemasan yang membentuknya menjadi penyampai pesan nan unik. Namun bagaimana jika benda yang sehariharinya mestinya menjadi rahasia nan tabu semacam pakaian dalam pun mendapat sentuhan kreatif untuk sekedar menyampaikan aneka ragam pesan? Bahkan tubuh manusia pun sejak lama telah menjadi salah satu media penyampai pesan. Dibutuhkan keterbukaan budaya untuk menerimanya, seandainya tidak maka pesan itu pun hanya untuk diri pemakai dan publik yang dia percaya yang tidak akan menggugat. Norma, budaya dan segala jenis peraturan terkadang memang jadi pembatas sebuah kreativitas. Dibutuhkan kajian mendalam yang diiringi dengan pengetahuan,

90

kebijakan dan keyakinan dari manusia untuk mengambil keputusan bahwa kratifitas manusia yang berbenturan itu layak atau tidak menjadi konsumsi umum. Sejarah tentang munculnya teori tentang bumi bundar pernah menjadi bukti pembunuhan kreativitas akan pengetahuan manusia, namun juga pada kasus munculnya ilmu pengetahuan tentang kloning manusia bisa dijadikan contoh sebagai upaya pengendalian kreativitas munculnya tekhnologi baru untuk menjaga kelanggengan keberadaan ras manusia. Kembali pada kreativitas tentang pesan, ke tak laziman media penyampai pesan memang merupakan sebuah keunikan dan akan mencuri perhatian dikalangan manusia. Meskipun juga sesuai dengan berjalannya waktu, maka keunikan tersebut tidak akan bisa selamanya menjadi hal yang tak lazim dan akan tergantikan oleh ideide baru dikedepannya. Adalah sifat dasar manusia yang bisa mengalami kejenuhan dan kebosanan yang akan mendorong untuk memunculkan cara-cara dan kreativitas baru dalam penyampaian pesan. Siapa tahu mungkin 100 tahun lagi rambut manusia pun bisa menjadi salah satu media penyampai pesan? kita tidak pernah menduga kelaziman apa yang akan terjadi di jauh kemudian hari. Hanya imajinasi dan daya kreativitas manusia yang menjadi modal manusia dalam berevolusi memunculkan teknologi dan peradabanperadaban baru. C. Kreatif dalam Kebersamaan Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa

91

berkomunikasi kemanusiaannya.

atau

bicara,

dan

bisa

mengembangkan

seluruh

potensi

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu: - Manusia tunduk pada aturan, norma sosial. - Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain. - Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain - Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia Seperti telah diungkap sebelumnya, kreativitas berhubungan dengan penciptaan hal-hal baru (inovasi). Inovasi merupakan suatu keadaan yang menunjukkan adanya produk baru atau proses baru dari aktivitas pelaku kreativitas. Aktivitas ini dianggap sebagai penunjang keberadaan karya kreatif dalam jangka panjang.

Sumber: www.metamorfosiscommunity.blogspot.com Gambar 4.12 Karya kreatif merupakan suatu kebanggaan yang dirasakan oleh bersama.

Faktor kebersamaan merupakan suatu modal sosial yang ada dalam sebuah kegiatan karya kreatif dan diciptakan melalui suatu sistem yang mendukung. Faktor kebersamaan ini merupakan suatu sinergi dari semua kalangan individu yang ada dalam pembuatan karya kreatif yang bersama-sama berusaha untuk menciptakan suatu produk. Produk ini dimunculkan dari adanya berbagai ide dari semua individu dalam kelompok, misalnya. Jadi, penciptaan produk tidak berasal dari satu individu, tetapi berdasarkan kebersamaan antar individu dalam organisasi.

92

Meskipun demikian, proses inovasi tidak pernah berhenti. Inovasi ini bisa menjadi suatu terobosan dalam menggali ide kreatif dari para pelaku kreativitas. Dalam kebersamaan ini harus dilandasi rasa saling percaya antar individu yang tergabung dalam satu komunitas. Keinginan untuk berbagi harus dilandasi adanya suatu komitmen dan rasa saling percaya antar individu. Dengan berbagi pengalaman atau ide, menumbuhkan rasa bahwa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, produk inovatif berasal dari semua. Media sosial secara online juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk berbagi cerita dengan rekan kita yang ada dalam satu media. Dengan demikian, informasi baru atau ide-ide kreatif dapat dikumpulkan dari media online. Kebersamaan dalam menciptakan ide bisa menimbulkan sinergi yang hasilnya bisa menjadi suatu prestasi bersama. Dengan demikian keberhasilan akan suatu prestasi inovasi akan menumbuhkan rasa self-efficacy diri untuk terus berbagi ide. Modal uang tidak cukup untuk memunculkan inovasi, tetapi modal sosial yang berupa kebersamaan bisa menjadi jauh lebih penting dan dikuatkan dengan tekad bersama yang memberikan suatu pencerahan ke depan. Salah satu contoh membentuk kerja sama dalam kegiatan kreatif adalah saat kita akan mengadakan acara di sekolah. Misalnya, dalam kegiatan pentas seni atau perpisahan sekolah. Di sini dibutuhkan sebuah tim (terutama panitia) dan juga bagian-bagian lain, seperti guru, pegawai sekolah, dan juga perwakilan ekstrakurikuler. Suksesnya sebuah pertunjukan atau acara tidak lepas dari kerja keras beberapa orang kreatif yang tergabung pada sebuah tim. Mereka lebih dikenal dengan sebutan EO “Event Organizer”. Gampang-gampang susah, kata yang pantas kalo kita berbicara tentang aktivitas EO. Bisa mengemas acara yang menarik, sehingga semua pengunjung ke acara kita atau orang yang datang untuk menyaksikan acara tersebut dapat terpuaskan, bukan hal yang gampang. Kita membutuhkan ide-ide kreatif sehingga acara yang dibuat tidak membosankan. Tapi, EO juga tidak bisa dikendalikan satu orang saja, dibutuhkan banyak orang yang satu tujuan dan mau saling bekerjasama. Apabila ketemu sama tim yang solid, semuanya jadi terasa lebih gampang.

93

Sumber: www.mrfreddy.us Gambar 4.13 Contoh kegiatan yang dilaksanakan di sekolah

Dalam satu tim tidak hanya mengandalkan orang yang otaknya jago saja, tapi lebih kepada kebersamaannya. Dalam EO kita butuh sama orang yang mau bekerja keras, tidak kenal waktu, pintar berkomunikasi, cekatan dan peka. Bekerja keras, karena dalam membuat sebuah acara sifatnya hanya sesaat dengan kata lain, untuk membuat sebuah acara satu hari penuh, kita butuh waktu persiapan tiga bulan, sebulan, dua minggu atau seminggu. Dalam waktu itu, kita dituntut untuk bekerja keras melakukan persiapan sehingga ketika hari “H” semua berjalan lancar. Melakukan lobby adalah kunci utama, karena dalam membuat acara kita butuh dana, dan untuk mendapatkan dana tersebut, kita harus mencari sponsor, diskusi dengan guru, atau teman-teman. Membuat acara yang bagus, menarik dan berkualitas, dalam waktu yang relatif pendek, pasti dong kita nggak bisa main-main dan lambat. Semua harus cekatan mengurus banyak hal, mulai dari pembuatan proposal, mencari sponsor, menghubungi pengisi acara, promosi, membuat rundown (skenario) acara, konsumsi, peralatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan kata lain, untuk membuat semua itu berjalan dengan baik, selain dibutuhkan kerja sama tim yang solid juga di butuhkan ide-ide yang kreatif dan inovasi–inovasi yang menarik dan dapat diterima oleh masyarakat.

94

Bab 5 Menyejajarkan Diri dengan Bangsa Lain
Dalam buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul Why Asians Are Less Creative Than Westerners (Mengapa Bangsa Asia Kalah Kreatif dari Negara-Negara Barat) bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri berikut. 1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreativitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan. 2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

Sumber: www.ini-indonesia-ku.blogspot.com Gambar 5.1

95

3. Bagi orang Indonesia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban”, bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT, dll, semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut. 4. Karena berbasis hafalan, murid-murid di sekolah di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit-sedikit tentang banyak hal tapi tidak menguasai apapun). 5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Indonesia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Indonesia yang memenangkan Nobel atau hadiah internasional lainnya yang berbasis inovasi dan kreativitas.

Sumber: www.stockholmtourist.blogspot.com Gambar 5.2 Suasana penyerahan hadiah Nobel

6. Orang Indonesia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai. 7. Bagi kebanyakan bangsa Indonesia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah. 8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi setelah sesi berakhir, peserta akan mengerumuni guru/narasumber untuk meminta penjelasan tambahan. Padahal, dahulu di masa Kerajaan Majapahit Indonesia adalah bangsa besar dengan pengaruh ekonomi-politik yang luas dan kuat. Begitu digdaya Majapahit 96

kala itu, kekuasaannya konon tak hanya mencakup kepulauan Nusantara, tapi juga menjangkau kawasan Filipina, Thailand, Myanmar, Singapura, dan Malaysia. Demi mengembalikan kejayaannya, Indonesia harus becermin dan belajar dari bangsa lain. Mengapa bangsa tertentu dapat meraih kesuksesan dan mengapa bangsa lain mengalami keterpurukan? Ternyata, kunci sukses suatu bangsa terletak terutama pada aspek kualitas dan mentalitas manusia-nya (SDM), dan bukan semata pada kekayaan alamnya (SDA). Bangsa bermentalitas unggul-lah yang sukses meraih kejayaan. Bangsa seperti ini perlu ditiru dan dijadikan teladan bagi Indonesia. Kita sebaiknya tahu bahwa bangsa-bangsa di dunia terbagi ke dalam empat jenis. Pertama, bangsa terbelakang, yaitu bangsa yang hidup di negeri miskin sumber daya alam (SDA) sementara mereka juga tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul: etos kerja rendah, lemah semangat juang, minim penguasaan IPTEK, tidak terampil dan kreatif. Karena rendah kualitas SDM sementara SDA negerinya terbatas, bangsa jenis ini selalu menggantungkan hidupnya pada bangsa lain. Tidak hanya dibelit masalah ekonomi, bangsa seperti ini sering pula didera kekacauan sosial: konflik antarsuku, agama, dan rasial. Kriminalitas yang tinggi juga menghiasi wajah negerinya yang sudah muram oleh kemiskinan. Kedua, bangsa bodoh. Negerinya kaya SDA tetapi SDM bangsanya tak unggul. Kekayaan alam yang berlimpah ruah tidak menjadikan bangsa jenis ini dapat menuai kemakmuran dan kesejahteraan. Sebaliknya, minimnya penguasaan IPTEK, rendahnya etos kerja dan semangat juang, serta tipisnya kemandirian dan kepercayaan diri sebagai bangsa unggul menempatkan bangsa bodoh menjadi sasaran “jajahan” bangsa lain. Ketiga, bangsa pejuang. Termasuk bangsa jenis ini antara lain Jepang, Singapura, dan Swiss. Jepang adalah negeri dengan SDA terbatas. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan dan hanya sedikit lahan yang bisa ditanami tetumbuhan produktif. Selain itu, 64 tahun silam, bersamaan dengan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, negeri ini juga sempat terpuruk akibat dibom atom oleh tentara Sekutu. Namun, dengan semangat juang yang kuat, keterbatasan SDA dan kekalahan dalam Perang Dunia justru menjadi titik balik bagi bangsa Samurai untuk meraih 97

kejayaannya. Dan kini, Jepang tampil sebagai raksasa ekonomi dunia di bidang otomotif dan elektronik. Adakah penentu lain kesuksesan itu di luar faktor kualitas dan mentalitas bangsanya? Keempat, bangsa superstar, tak lain adalah bangsa yang bermentalitas (SDM) unggul sekaligus kaya SDA. Kekayaan alam dipadu penguasaan IPTEK yang sempurna serta etos kerja dan kepercayaan diri yang kuat menjadikan bangsa superstar tampil dominan di jagat internasional. Inilah bangsa avant garde yang memegang pengaruh besar di segala ranah kehidupan antar-bangsa. Negara-negara maju di belahan Amerika dan Eropa—seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, atau Inggris, juga China di Asia—termasuk bangsa superstar. Kekayaan alam bumi Nusantara sangat potensial menjadikan Indonesia sebagai bangsa superstar. SDA yang berlimpah ini harus diimbangi dengan kualitas dan mentalitas SDM yang mumpuni: penguasaan IPTEK, pendidikan unggul, semangat juang dan etos kerja yang kuat, kreativitas dan inovasi yang tak pernah mati, serta kemandirian dan kepercayaan sebagai bangsa besar yang sanggup mengelola hidupnya sendiri.

A. Melejitkan Kehormatan Bangsa dan Negara dengan Kreativitas Mengapa bangsa Indonesia bisa dijajah oleh bangsa yang lebih kecil seperti negeri Belanda? Malah, kesengsaraan bangsa Indonesia yang sejak sebelum kemerdekaan seolah-olah menjadi warisan turun temurun hingga saat ini. Dengan kata lain, meski Negara kita sudah merdeka, tapi kenyataannya kita masih saja terjajah tanpa disadari. Tidak hanya itu, warisan negatif dari penjajah juga terwariskan pada pribumi, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sudah mafhum kalau bangsa Indonesia kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA). Kekayaan alam Indoneia melimpah ruah. Luas wilayahnya yang mencapai hampir 2 juta km dari Sabang sampai Merauke itu sebagian besar tanahnya subur dan cocok untuk semua tanaman pangan.

98

Sumber: www.perikanan-diy.info Gambar 5.3 Kepulauan dan lautan Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke

Lautnya yang kaya dengan ikan terbentang seluas 2/3 luas wilayah Negara ini. Cadangan minyaknya diperkirakan mencapai lebih dari 45 miliar barel. Kekayaan batubaranya terbesar keempat di dunia. Timah nomor dua dunia. Dan masih banyak lainnya lagi. Tapi, mengapa Indonesia masih saja terpuruk dan berjalan di tempat? Bahkan nyaris tertinggal jauh dari negara-negara yang berada di sekitarnya. Persoalannya adalah persoalan mentalitas. Mentalitas menjadi kata kunci yang membedakan antara bangsa-bangsa yang mampu meraih kejayaannya dan bangsabangsa yang tetap bertahan dalam keterpurukan, dalam hal ini adalah Indonesia. Mentalitas bangsa Indonesia harus dibangun, di antaranya mentalitas pejuang, mentalitas pemenang, bangsa yang berbudi luhur, bangsa yang mampu bersaing, bangsa yang produktif. Mentalitas dari semua sisi itu mengkristal pada satu hal, yaitu menjadi bangsa pintar. Menjadi bangsa pintar inilah satu-satunya pilihan yang harus ditempuh untuk keluar dari keterpurukan dan meraih kejayaan Indonesia.

99

Sumber: www.primesgm.blogspot.com Gambar 5.4 Bangsa yang pintar bisa dilihat dari mentalitasnya

Kejayaan sebuah negara tidak ditentukan oleh seberapa berlimpah sumber daya alam yang dimiliki. Tidak juga ditentukan oleh seberapa luas wilayah yang dimiliki, tapi ditentukan oleh mentalitas bangsanya; apakah bangsa itu memiliki mentalitas pemenang atau pecundang, apakah memiliki mentalitas kaya ataukah mentalitas miskin, apakah memiliki mentalitas membangun atau mentalitas merusak, apakah memiliki mentalitas sebagai pekerja keras atau pemalas. Coba kita lihat negara-negara lain. Jepang, misalnya. Pada Agustus 1945 Jepang mengalami kehancuran total setelah dua kota besarnya, Hiroshima dan Nagasaki, dibom oleh tentara sekutu. Banyak pihak meyakini bahwa peristiwa itu sebagai akhir kejayaan Jepang. Namun kenyataan yang terjadi justru di luar perkiraan. Beberapa tahun kemudian, ternyata Jepang bangkit dari keterpurukan dan berubah menjadi Negara kuat dengan kemajuan industri melebihi kekuatan militernya pada perang dunia kedua. Sejak saat itu Jepang bangkit sampai sekarang.

100

Sumber: www.nippon-united.com Gambar 5.5 Kemajuan teknologi industri di Jepang

Begitu juga dengan Swiss. Negeri ini dikenal sebagai Negara penghasil coklat terbaik di dunia. Padahal hanya 11 persen daratannya yang bisa ditanami. Uniknya lagi mereka tidak memiliki lahan yang tidak dapat ditanami coklat. Selain itu, Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. Malaysia adalah Negara paling dekat dengan Indonesia. Mentalitasnya sungguh luar biasa. Negara yang merdeka belakangan dari Indonesia ini sudah melesat sebagai Negara jaya. Nilai ekspor Malaysia saat ini mencapai 1,5 kali lebih besar dari Indonesia. Di sektor perkebunan, Malaysia telah mengubah sebagian besar lahan tidur yang tidak produktif menjadi area perkebunan kelapa sawit. Kawasan di sekitar bandara internasional Kuala Lumpur saja dikelilingi oleh perkebunan sawit. Proses globalisasi –bersama gagasan-gagasannya- yang tidak seimbang saat ini telah menyebabkan bangsa-bangsa dunia ketiga dalam posisi sulit, terutama dalam rangka mempertahankan jati dirinya. Karena globalisasi adalah sebuah proses penaklukan budaya, upaya mempertahankan jati diri ini adalah mekanisme melestarikan diri sebagai sebuah bangsa. Bangsa yang takluk secara budaya, disukai atau tidak, akan mengambil budaya penakluk tersebut tanpa melalui sebuah proses kreatif. Dalam kaitan inilah, pendidikan merupakan sebuah upaya sadar untuk membangun kapasitas kreatif bangsa ini. Kreativitas sebuah bangsa barangkali merupakan satu-satunya aspek yang terpenting dari bangsa tersebut karena, pertama,

101

bangsa adalah sebuah komunitas yang diimajinasikan (an imagined society). Perlu segera dikatakan, bahwa jati diri bangsa hanyalah atribut (sifatan) yang dilekatkan secara konsensual oleh bangsa tersebut. Kedua, pendidikan adalah upaya mengantar peserta didik ke masa depan yang penuh gejolak, ketidakpastian, dan ketidakjelasan. Hanya bangsa kreatif yang akan mampu bertahan, dalam arti menemukan jati dirinya, dalam lingkungan tidak pasti, dan tidak jelas tersebut.

Sumber: www.antarafoto.com Gambar 5.6 Contoh industri kreatif di masayarakat

Peran kreatif manusia harus dipandang sebagai peran utamanya sebagai makhluk sejarah. Sejarah (history) adalah kisah upaya kreatif manusia dalam menjawab tantangan hidup. Pertanggungjawaban yang kita tagih pada setiap manusia mensyaratkan bahwa manusia kita beri kewenangan kreatif. Menjadi kreatif berarti mengambil keputusan untuk bertanggungjawab. Kewenangan kreatif ini dipijakkan pada kapasitas kreatifnya, yaitu : 1) Kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk “pasar” yang dilayaninya; 2) Kesanggupan untuk melayani orang lain secara tidak diskriminatif; 3) Kejujuran untuk melakukan evaluasi diri secara terus menerus; 4) Kekayaan imajinasi untuk menyediakan alternatif pemecahan masalah; 5) Kecerdasan untuk menilai kelayakan rumusan pemecahan masalah tersebut; 6) Keberanian untuk memilih pemecahan masalah dengan penuh tanggungjawab; 7) Ketrampilan untuk melaksanakan pemecahan masalah tersebut secara etis, terutama dalam sebuah lingkungan yang majemuk.

102

Segera perlu dicermati, bahwa di samping kapasitas kreatif adalah pondasi kepemimpinan (leadership), kapasitas kreatif manusia lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional, moral, spiritualnya. Memimpin pada dasarnya adalah memilih pilihan-pilihan moral, dan memilih jati (citra) diri. Dalam hal ini, kompetensi berbahasa dan berkomunikasi (terutama mengarang, bercakap-cakap, mendengarkan dengan penuh perhatian) merupakan kompetensi yang instrumental.

Sumber: www.yphk.wordpress.com Gambar 5.7 kapasitas kreatif manusia lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional, moral, spiritualnya.

Kecerdasan akal (IQ) hanya menyusun kurang dari 20 persen kapasitas kreatif manusia. Pemujaan berlebihan pada kompetensi kognitif, sains, dan matematika selama ini, telah memberi gambaran yang keliru mengenai kompetensi yang perlu ditumbuhkembangkan bagi warga negara. Ditambah dengan proses pembelajaran yang tidak berpusat pada siswa, kapasitas kreatif siswa menjadi tidak berkembang secara optimal, bahkan –dalam banyak kasus- justru dimatikan.

B. Kreativitas dan Kemandirian Melahirkan Generasi Tangguh Karakter bangsa menjadi faktor utama untuk meningkatkan daya saing bangsa selain dalam sisi pendidikan dan teknologi. Bila bangsa Indonesia memiliki karakter bangsa yang kuat, maka bangsa Indonesia akan dapat mengalami kemjun seperi negara Cina dan India. Meskipun kedua negara tersebut belum dapat di

103

setarakan dengan Amerika dan Eropa, akan tetapi jika dihitung dari keadaan pada tahun 70an, apa yang dicapai saat ini merupakan prestasi yang luar biasa. Cina misalnya, bangkit dari keterpurukan dan berhasil menjadi raksasa ekonomi baru Asia. Sedangkan India menjadi negara yang satu-satunya di Asia yang mampu mencukupi nyaris seluruh kebutuhan warga negaranya dengan produk dalam negeri. Harus diakui bahwa kedua negara itu bisa mandiri karena memiliki jatidiri atau karekter kebangsaan yang sangat kuat. Cina sangat menonjol dalam hal disiplin, semangat kerja, diambah dengan penerapan law enforcement yang digunakan unuk membasmi penyelewengan dan penyimpangan di lingkup pemerintahan, diantara yang dapat membuat negara ini mampu mencapai efisiensi besar-besaran. Hal ini terbukti dengan telah masuknya produk-produk Cina hampir ke semua negara yng membuatnya menjadi negara Industri seperti sekarang. Sedangkan India dengan semangat swadesi nya (membuat sendiri) mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dengan prinsip “memenuhi kebutuhan sendiri”. Produknya yang sudah berkembang diantaranya adalah perangkat mandi, hingga mesin dan industri dan ketergantungan akan produk impor sangatlah rendah, bahkan ada yang mengatakan hutang luar negeri India hampir tidak ada. Berkaca dari kedua negara tersebut, peluang Indonesia untuk mencapai kemajuan sebenarnya sangatlah besar. Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia sangatlah jauh lebih banyak dibandingkan kedua negara tersebut, masalah utama yang dihadapi adalah karakter dan visi besar bangsa untuk menghadapi tantangan kapitalisme global. Karakter dan kemandirian bangsa terutama terletak pada generasi pemuda, seperti sosok pendiri bangsa. Selain dari tokoh yang mewarnai perjuangan bangsa, organisasi yang dibentuk sebagai wadah perjuangan pun tidak kalah turut serta mengisi dan mempertahankan kesucian gerakan perjuangan Bangsa yang tangguh sangat berpeluang untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat antarnegara. karakter bangsa yang tangguh akan menjadi modal yang besar dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan. Jika seluruh elemen masyarakat dan bangsa memiliki dan mengamalkan nilai-nilai kesetiakawanan sosial, kearifan lokal dan nilai luhur pejuang kemerdekaan, niscaya akan mampu menghadapi semua tantangan untuk kemudian mengaktualisasikannya sesuai tuntutan zaman.

104

Selain itu, masyarakat dan seluruh komponen mampu memperkokoh rasa persatuan sebagai modal mengatasi berbahagai hambatan. Demikian pula generasi muda, pewaris nilai-nilai luhur budaya bangsa, mampu memikul tanggung jawab kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin berat. Hal itu, sangat penting untuk dihayati, mengingat pejuang kemerdekaan RI telah mengorbankan dan pengabdikan segala yang dimiliki untuk diwariskan kepada putra-putri bangsa Indonesia. Generasi muda hendaknya dapat melakukan

instrospeksi diri terhadap aktivitas dan kegiatan yang bisa disumbangkan untuk mengisi pembangunan sesuai cita-cita para pejuang.

Sumber: www.gideonidea.wordpress.com Gambar 5.8 Prestasi remaja merupakan salah satu sumbangan pada bangsa ini

Karya-karya nyata apa yang sudah dapat diperbuat untuk menyempurnakan pembangunan. Oleh sebab itu, generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat hendaknya lebih memacu diri dalam mengisi kekurangan di berbagai aspek pembangunan di masa kini dan di masa mendatang. Tantangan bangsa ini ke depan akan semakin berat. Ciri terpenting masa depan adalah ketidakpastian dan ketidakjelasannya. Jika pendidikan adalah pengantar ke masa depan, maka sekolah seharusnya merupakan sebuah training ground penyikapan secara sehat ketidakpastian dan ketidakjelasan tersebut. Pembelajaran kontekstual, memberi tantangan intelektual, emosional, moral cukup, merupakan lingkungan kondusif bagi penumbuhan kapasitas kreatif (dan dengan demikian juga kepemimpinan) siswa. 105

Kapasitas kreatif juga ditunjukkan oleh kemampuan berpikir secara kreatif dan dilandasi kemandirian. Kapasitas kreatif yang rendah bangsa Indonesia sebagian ditunjukkan oleh statusnya sebagai konsumen sains dan teknologi. Perlu dicermati juga, bahwa kapasitas kreatif ini merupakan penyusun modal buatan bangsa ini. Ketergantungan pada modal alamiah merupakan bukti langsung betapa kapasitas kreatif bangsa ini tidak berkembang, sehingga kemakmurannya diperoleh dengan cara melakukan eksploitasi kekayaan alamnya, bukan melalui proses nilai tambah yang berbasis pengetahuan, teknologi, dan seni. Seluruh ekspor tambang, kayu, hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, habis oleh impor produk-produk teknologi dan budaya bangsa dunia pertama (telekomunikasi, mobil, pesawat terbang, film, musik, fashion, perangkat lunak). Pada saat lingkungan kita semakin rusak, dan kita semakin miskin, negaranegara kreatif semakin kaya, lingkungan mereka semakin terpelihara, dan menjajah kita secara budaya.

C. Inovasi Anak Bangsa untuk Kemandirian
Sebagai penyemangat dalam memahami bagian ini, ada kisah menarik yang terjadi sekitar awal tahun 2011. Hal yang mengejutkan sekaligus membanggakan yakni mengenai pembuat Antivirus ARTAV yang ternyata adalah anak SMP bernama Arrival Dwi Sentosa dan dibantu oleh kakaknya Taufik Aditya Utama. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa dari seorang bocah bernama Arrival Dwi Sentosa yang baru berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku SMP kelas dua. Dia berhasil membuat sebuah Anti Virus yang diberi nama “ARrival Taufik Anti Virus Internet Security” (ARTAV Internet Security atau disingkat ARTAV). Berkat prestasi itu, dia berhasil menyabet berbagai penghargaan dari berbagai pelombaan.

106

Sumber: www.riaupos.co.id Gambar 5.9 Arrival Dwi Sentosa dan kakaknya Taufik Aditya Utama.

Arrival Dwi Sentosa yang biasa dipanggil Riva adalah salah satu siswa kelas dua SMP Negeri 48 Bandung. Semua bermula dari hobinya bermain game di komputer sejak kecil, Arrival Dwi Sentosa atau yang akrab disapa Riva berhasil membuat sebuah antivirus komputer. Keberhasilan tersebut diraih Riva dengan susah payah. Hampir kurang lebih satu tahun Riva membuat dan menyempurnakan antivirus tersebut dengan dibantu oleh kakaknya. Dari hasil penemuannya itu, lanjut dia, anti virus tersebut diberi nama ARTAV yang diambil dari nama Arrival dan kakaknya Taufik. Berbagai penghargaan pun berhasil disabetnya, seperti juara 1 lomba pembuatan antivirus lokal se-Indonesia dan juara tiga antivirus se-Indonesia. Tidak hanya itu, menurutnya, di sekolahnya pun Riva cukup berprestasi dan selalu masuk ranking sepuluh besar.

107

Sumber: www.artav-antivirus.com Gambar 5.10 Tampilan antivirus Artav

Sementara, Riva mengaku, dirinya bisa membuat antivirus tersebut berawal dari hobinya bermain game. Awalnya, komputer untuk bermain game sering terkena virus. Dia mencoba untuk mencari penangkalnya dengan membuat antivirus sendiri. Pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB), Ono Surono, mengaku bangga atas prestasi Riva. Seorang bocah berusia dua belas tahun sudah bisa membuat antivirus sendiri. Bahkan sudah mendapatkan dua penghargaan. Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh. Lain lagi satu lagi inovasi anak bangsa yang dilakukan dua pelajar kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Khoirul Huda dan Hamdi Mustofa berhasil menciptakan alarm antimaling kendaraan bermotor. Alarm antimaling yang mereka ciptakan tergolong kreatif dan unik, yaitu alarm kendaraan bermotor yang akan memberitahu pemiliknya melalui SMS bahwa kendaraan mereka telah dicuri, sekaligus memberitahukan dimana lokasi kendaraan tersebut! Meskipun peralatan yang digunakan untuk merakit alarm ini terbilang sederhana yakni modem dan mikrokontroler, tapi jangan anggap remeh karena alat ini bisa terkoneksi dengan telepon seluler pemilik kendaraan. Kedua piranti ini dimodifikasi dan “ditanam” di bodi sepeda motor atau mobil secara tersembunyi.

108

Cara kerjanya bila kendaraan tersebut dicuri, hanya dalam sepuluh kali putaran roda mesin otomatis mati. ponsel pemilik kendaraan. Bersamaan dengan bunyi alarm yang meraung, si empunya kendaraan akan menerima kiriman pesan di ponselnya. Isinya, ya itu tadi pemberitahuan pencurian. Ini semua lantaran modem yang ditanam di kendaraan itu telah terhubung dengan jaringan GPS. Sehingga posisi kendaraan dapat diketahui. Penciptaan inovasi itu, terinspirasi oleh maraknya pencurian kendaraan bermotor. Kemudian muncul ide Khoirul untuk menciptakan alarm sederhana tapi efektif. Prinsipnya, ia membuat inovasi teknologi yang bermanfaat. Dalam sebuah ujicoba, saat sepeda motor itu dinyalakan dengan kunci T dan dibawa lari, tiba-tiba mesinnya mati. Tak lama kemudian muncul pesan pendek di ponsel berisi pemberitahuan bahwa sepeda motor telah dibawa lari pencuri. Memang, peluang Indonesia untuk mencapai kemajuan sebenarnya sangat besar. Sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia jauh lebih banyak dibanding India dan Cina. Demikian pula sumber daya manusia tak ada masalah. Masalah utama yang dihadapi adalah belum adanya karakter yang kuat, yang dapat dipergunakan bangsa ini sebagai wahana untuk melaju menghadapi tantangan global. Kedisiplinan, kemandirian, etos kerja, ketaatan terhadap hukum, produktivitas dan kemandirian bangsa ini masih terbilang rendah. Oleh karena itu, langkah pertama untuk mengatasi ketertinggalan adalah dengan memperkuat karakter bangsa. Inovasi berasal dari kata innovare istilah dalam bahasa Latin yang berarti penggunaan cara atau sarana yang baru untuk menghasilkan nilai yang baru. Indonesia dengan populasi yang mencapai 220 juta lebih dengan keragaman potensi sumber daya alam dan budaya, selain merupakan lahan subur untuk tumbuhnya inovasi, juga merupakan potensi yang sangat besar untuk berbagai produk inovatif. Mesin tidak bisa dihidupkan selain melalui

109

Sumber: www.stephanielalala.blogspot.com Gambar 5.11 Beragam karya inovasi teknologi tepat guna

Kita sering mendengar mitos bahwa inovasi harus datang dari luar. Kita bukanlah bangsa yang mampu melahirkan inovasi. Dengan kata lain, inovasi kita tidak akan mampu bersaing dengan produk asing. Kalau dicermati berbagai inovasi yang dihasilkan anak-anak bangsa, kita dapat mengatakan bahwa mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Coba simak dari buku 100 Inovasi Indonesia yang diterbitkan Business Innovation Center (BIC) bersama Kementerian Negara Riset dan Teknologi pertengahan Agustus 2008. Banyak inovasi yang siap untuk diaplikasikan di sektor produksi, seperti KWH meter yang mampu mencatat pemakaian listrik secara digital, blok rem komposit kereta api dengan komponen lokal mencapai 90%; proses membuat batik fraktal yang memadukan seni tradisional, ilmu matematika, dan komputer; konstruksi sarang laba-laba (fondasi untuk daerah rawan gempa); dan teknologi manufaktur rubber hose (pipa apung) untuk transportasi fluida. Di samping itu, kalau kita lihat pameran Teknologi Tepat Guna (TTG), banyak inovasi yang telah dikembangkan dan ada di masyarakat. Seiring dengan upaya antisipasi pelemahan industri nasional sebagai dampak krisis global dengan memperkuat pasar dalam negeri, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI No 2/2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang dan Jasa dalam Pemerintah. Inpres ini mewajibkan 468 produk lokal yang wajib digunakan di dalam negeri. Di sinilah letak pentingnya hubungan antara

110

aktivitas riset dan sektor produksi agar dapat menghasilkan produk-produk inovatif. Kini sudah saatnya kita mengembangkan teknologi untuk kemandirian bangsa agar bangsa kita tidak hanya sebagai penonton dalam kemajuan peradaban. “Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut.” Kata bijak ini disampaikan Steve Jobs, pendiri perusahaan Apple. Ia menyadari betapa pentingnya sebuah inovasi dilakukan untuk mempertahankan produk yang berkualitas dan bersaing di pasar internasional. Terbukti lewat berbagai inovasi yang dilakukannya, baik melalui produk, perusahaan Apple mampu meningkatkan keuntungannya hingga 50 persen. Inovasi memegang peranan penting bagi perusahaan Apple. Kita juga tidak asing lagi dengan Jepang, Korea Selatan, China, dan India yang dijuluki sebagai “Macan Asia”. Mereka berhasil melakukan ekspansi besarbesaran terhadap produk maupun usaha yang mereka geluti, hingga mampu bersaing di pasar global. Hal ini tidak terlepas dari adanya inovasi yang mereka lakukan. Di Indonesia sendiri, produk China sudah merambah ke seluruh lapisan masyarakat. Jepang dan Korea Selatan tidak pernah lelah menghadirkan teknologi dan penemuan baru yang memudahkan aktivitas manusia. Sebut saja, robot, nano teknologi, games, dan lain sebagainya. Padahal secara geografis, kondisi alam kedua negara ini jauh di bawah Indonesia. Namun kondisi inilah yang menjadi dorongan bagi mereka untuk maju dan berkembang, hingga akhirnya mengalahkan Amerika Selatan sebagai negara dengan perekonomian terbaik dunia. Dalam ilmu sejarah, dijelaskan teori Challenge and Respond. Teori ini menyebutkan kondisi masyarakat yang ada di sebuah wilayah ditentukan dari kondisi alam dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Masyarakat yang tinggal di wilayah sub tropis yang memiliki empat musim yang berbeda umumnya memiliki daya juang yang tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di wilayah tropis. Indonesia berada di wilayah tropis dan musim yang terdapat di negara kita hanya 2, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Berkaca dari teori ini, dapat disimpulkan bahwa negara maju umumnya dibentuk dari suatu kondisi lingkungan yang serba terbatas dan kekurangan. Hal ini membuat mereka berpikir bagaimana cara untuk bertahan hidup dan

mengembangkan diri menjadi lebih baik. Akhirnya karena dipaksa oleh kondisi alam, mereka berani untuk berkreasi, berinovasi, dan menampilkan pemikiranpemikiran canggih yang tidak kita duga.

111

Berbeda dengan negara kita yang terletak di wilayah beriklim tropis, kita cenderung dimanjakan oleh kondisi alam yang ada di sekitar kita. Tidak heran grup musik “Koesplus” mengibaratkan kondisi geografis Indonesia sebagai “Kolam Susu”. Bahan pangan melimpah, ikan-ikan siap ditangkap, dan cuaca yang nyaman akhirnya membuat mental bangsa kita menjadi malas. Kecilnya tantangan yang ditimbulkan kondisi alam membuat bangsa kita malas berinovasi karena menganggap semua yang kita perlukan sudah ada.

Sumber: www.indonesiahijau.blogspot.com Gambar 5.12 Kita cenderung dimanjakan oleh kondisi alam yang ada di sekitar kita

Padahal di era globalisasi ini, persaingan di berbagai sektor kehidupan semakin ketat. Banyak pihak berusaha menampilkan produk “terbaik dari yang terbaik” dan belum pernah ada di pasaran. Hal tersebut dilakukan untuk memenangkan persaingan dan menarik minat sejumlah konsumen. Tentu mengandalkan kondisi alam saja tidak cukup untuk membuat bangsa kita mampu bertahan dari persaingan internasional ini. Sayangnya, negara kita saat ini masih mengadopsi hasil inovasi teknologi negara maju lainnya. Kondisi ini membuat inovasi yang ada di Indonesia menjadi tidak berkembang dan berhenti. Pemerintah selama ini hanya mendayagunakan sejumlah pihak untuk mengadakan inovasi terhadap suatu produk. Ketergantungan pada satu pihak inilah yang membuat kita terus menerus tertinggal dari bangsa lain.

112

Inovasi yang dihasilkan juga cenderung monoton dan tidak menjawab tuntutan zaman. Krisis inovasi yang sedang kita hadapi saat ini membuat kita harus mencari solusi dalam mengupayakan revitalisasi sistem inovasi nasional. Revitalisasi yang berarti menghidupkan kembali, bukan hanya menjalankan inovasi yang sudah ada di Indonesia, melainkan juga turut menyempurnakan bahkan mengembangkan inovasi yang ada menjadi lebih baik. Pemerintah sebagai pihak utama dalam mengatur perekonomian bangsa harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada publik untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam hal berinovasi.

113

BAB 6 PENUTUP
A. Anak Indonesia di Mata Dunia Anak Indonesia memang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia internasional. Anak Indonesia layak bersaing di kancah dunia bahkan meraih prestasi yang mengagumkan. Namun tentunya hal ini tidak terlepas dari upayanya dalam meningkatkan prestasi dan kemandirian. Sungguh sangat disayangkan jika anak-anak bangsa sekarang belum memiliki pola pikir yang dengan kreatif memperhitungkan masa depannya. Sayang jika belum memikirkan hal-hal yang lebih prospektif, dan masih bergelut dengan kebanggan sebuah seragam, gelar di nama belakang, atau melakukan tindakan yang kurag bemnafaat. Kita harus berpikir tentang potensi tantangan bangsa ke depan yang akan mendatangi Indonesia. Keberhasilan Indonesia terletak di pundak generasi penerusna. Anak-anak Indonesia adalah batu-batu mulia yang bisa diasah dari sekarang untuk bisa menunjukkan keberadaan sumbangsihnya bagi pembangunan bangsa. Jika bangsanya kuat, posisi Indonesia di mata dunia akan diperhitungkan. Adapun kekuatan bangsa terletak pada upaya kita dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Semangat kemandirian merupakan salah satu pilar kekuatan untuk membangun dan memajukan bangsa. Dengan meningkatkan kemandirian, daya saing dan peradaban bangsa, maka kita akan dapat melangkah maju menuju Indonesia yang aman, damai, adil, demokratis dan sejahtera. Kemandirian adalah kata kunci yang harus terus didengungkan dalam menjalankan roda kehidupan Bangsa. Bukan berarti tidak memerlukan kehadiran bangsa lain, namun inisiatif dalam membangun dan membesarkan bangsa harus datang dan berada di tangan kita sendiri. Menyongsong masa depan, kita harus selalu bersikap optimis terhadap peluang dan tantangan yang terjadi di Abad ini.

B. Refleksi Anak yang berkualitas adalah yang mempunyai jiwa kedisiplinan, ketekunan, dan yang paling penting adalah ketaatannya kepada agama. Juga, anak yang baik

114

adalah anak yang mempunyai kecerdasan, baik dari segi kecerdasan emosional maupun kecerdasan intelektual. Kita sebagai pelajar pun jangan selalu berpikir bahwa pelajar yang baik adalah pelajar yang mempunyai nilai yang bagus. Akan tetapi, pelajar seperti itu belum bisa dinamakan pelajar yang mempunyai daya saing yang tinggi. Hal ini karena, belum mampu untuk bersahabat dengan lingkungan. Berbeda dengan pelajar yang mampu melakukan hal-hal di atas mereka akan bisa lebih berpikir secara kreatif, aplikatif, terbuka, dan mandiri. Mengapa dituntut harus seperti itu? - Kreatif : Jangan berpikir bahwa kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Justru salah, karena manusia tidak pernah membuat hal yang baru. Manusia hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, manusia hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada, sekali lagi bukan menciptakan hal yang baru. Jadi jika ingin kreatif, kita bisa mulai dengan barang yang ada di depan kita, perbaikan apa yang bisa kita lakukan terhadap barang tersebut.

- Aplikatif: dengan pikiran yang fokus, kita bisa mengaplikasikan pikiran dan ide ke dalam kehidupan sehingga terjadi penerapan antara ide dan kehidupan yang kita jalani. Ini akan memberikan suatu pengalaman yang bisa membangkitkan semangat untuk membenahi ide-ide yang kurang begitu pas dari ide yang sebelumnya kita pikirkan

- Terbuka: bisa menerima kritikan dari luar maupun dalam untuk menuju kesempurnaan dalam berbuat sesuatu, sehingga dapat menghasilkan produk yang optimal yang bisa di terima oleh khalayak umum dan dapat berguna dalam kehidupan.

- Mandiri : kemandirian adalah salah satu ciri bibit bangsa yang unggul. Generasi yang unggul akan siap menghadapi tantangan apapun. Inilah suatu proses yang dimana dapat menjadikan suatu generasi yang berkualitas. Dengen demikian, kita tidak sia-sia dalam menjalani kehidupan . Anak-anak Indonesia diharapkan dapat menjadi generasi yang kreatif, cerdas dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Oleh karena itu, diharapkan anak Indonesia dapat melaksanakan tugasnya sebagai generasi yang kreatif dan mandiri. 115

Anak Indonesia diharapkan dapat menjaga kesehatan, stamina, dan menjadi generasi yang cerdas melalui penguasaan atas ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Sudah siapkah kita mengisi pembangunan ini dengan menjadikan diri kita sebagai generasi yang kreatif dan mandiri?

116

Daftar Pustaka
Agustian, Ary Ginanjar. 2004. Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power. Jakarta: Arga. Buzan, Tony. 2003.Head First. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Campbell, David.1986. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta: Kanisius. Craft, Anna. 2000. Membangun Kreativitas Anak. Depok: Inisiasi Press. Dryden, Gordon dan Jeannette Vos. 2000. Revolusi Cara Belajar. Bandung Kaifa. Hawadi, Reni Akbar, R. Sihadi Darmo Wihandjo, dan Mardi Wiyono. 2001. Keberbakatan Intelektual. Jakarta: Grasindo --------. 2001. Kreativitas. Jakarta: Grasindo. Munandar, Utami. 2002. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta. Porter, Bobbi De dan Mike Hernacki. 2001. Quantum Learning. Bandung: Kaifa. Rose, Colin dan Malcolm J. Nicholl. 2002. Accelerated Learning. Bandung: Nuansa. Tim Redaksi.2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Sumber internet: www.ekonomirakyat.org www.gemari.or.id www.inovasi.lipi.go.id www.politik.kompasiana.com www.ristek.go.id www.sistem-inovasi.blogspot.com www.squidoo.com

117

Daftar Istilah
aspek: pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dan

sebagainya sebagai pertimbangan yang dilihat dari sudut pandang tertentu definisi: rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau studi; divergen: dalam keadaan menjadi bercabang-cabang; dalam keadaan menyebar dominan: bersifat sangat menentukan krn kekuasaan, pengaruh, dsb edukasi: (perihal) pendidikan eksternal: menyangkut bagian luar (tubuh, diri, mobil, dsb) emosi: uapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; 2 keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan); keberanian yang bersifat subjektif); faktor: hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan (mempengaruhi) terjadinya sesuatu globalisasi: roses masuknya ke ruang lingkup dunia: identik: sama benar; tidak berbeda sedikit pun imajinasi: daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang individu: orang seorang; pribadi orang (terpisah dari yang lain inisiatif: prakarsa; intelektual: cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan interaksi: saling melakukan aksi, berhubungan, mempengaruhi; antarhubungan internal: berhubungan dengan di dalam intuitif: bersifat (secara) intuisi, berdasar bisikan (gerak) hati kategori: bagian dr sistem klasifikasi (golongan, jenis pangkat, dsb) kombinasi: abungan beberapa hal (pengertian, perkara, warna, pasukan, dsb) kompleksitas: kerumitan; keruwetan komponen: agian dari keseluruhan; unsur konteks: situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian konvergen: bersifat menuju satu titik pertemuan; bersifat memusat

118

metode: cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan produktif: bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar)

119

Indeks
aspek definisi divergen dominan edukasi eksternal emosi faktor globalisasi ide identik imajinasi individu inisiatif inkubasi intelektual interaksi internal intuitif karakter kategori klasemen kombinasi kompleksitas komponen komunikasi konseptual konteks konvergen koordinasi korespondensi kreatif

120

kreativitas lateral logis mandiri metode motivasi nasionalisme orisinil perspektif polemik politik potensi prestasi prinsip produktif profil psikologis rasional relatif revitalisasi sains simplisitas sinergis sistematik spesifik strategis vertikal visioner

121

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful