KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

keamanan lalu lintas. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. pencegahan minum alkohol atau ganja. keterampilan vokasional. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. Galen Saylor dan William M. on the playground. 2. Albertycs. agama. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. pendidikan seks. di dalam maupun di luar sekolah. Akhirnya setiap pendidik. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. 1. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. whether in the clasroom. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. pendidikan. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. apakah dalam ruangan kelas. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". . di dalam dan luar kelas. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. kepramukaan. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. or out of school. Harold B.menentukan karirnya sendiri. J. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional.

Ketiga aspek pokok. William B. Stanley. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. W. 4. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. most whole some influences that exist in the culture. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas.3. and the nation to bring to the children the finest. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. B. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. bimbingan dan penyuluhan. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. 5. . Ragan. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. perubahan tenaga mengajar. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid.O. The term is used . cara mengevaluasi termasuk kurikulum. Othanel Smith. Lloyd Trump dan Delmas F. J.. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. program. dan J. metode mengajar. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting".. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda.

. memuji. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. cita-cita serta norma-norma. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. melainkan juga pribadi guru. menganjurkan. sikap. seperti menjelaskan. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. apresiasi. melarang atau menghukum. masyarakat. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. yakni anak didik. keramahan pendidik. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. keyakinan. kecakapan. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. keinginan. suasana sekolah. kebiasaan-kebiasaan.6. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ).

masyarakat. bagaimanapun polanya. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan.Hilda Taba mengemukakan. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. 7. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. organized classroom instruction. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. 2. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. lembaga agama. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. . Edward A. dan perkemahan sekolah. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. yaitu pengajaran di dalam kelas. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Tiap kurikulum. seperti bimbingan dan penyuluhan. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. dan lain-lain. kegiatan pengabdian masyarakat. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum.

bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. pada hal kurikulum itu pun mengandung . Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. pramuka. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. disebut actual curriculum. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. warung sekolah dan lain-lain. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. Ada kemungkinan. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. jadi dapat disebut potential curriculum. 3. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. 4. bahkan sering yang bertentangan. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. sikap. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. pertandingan. 2. biasanya dalam suatu panitia. yakni pengetahuan. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. keterampilan tertentu.

Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama.kebaikan. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya.

Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". masyarakat bahkan dunia. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. yaitu keadaan masyarakat. bagaimana proses belajar anak. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. perkembangan dan perubahannya. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. Asas sosiologis. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. orang tua. b. kebudayaan manusia. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. tapi juga guru. 4.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. psikologi anak. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. psikologi belajar. yakni : 1. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. dan lain-lain. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . 3. perkembangan anak. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. 1. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. 2.

dapat mengubah sikapnya. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. bagaimana proses belajar itu berlangsung. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. b. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan.atau Kristen. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. dapat menguasai sejumlah keterampilan. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. untuk kepentingan anak. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. dapat dipengaruhi kelakuannya. 2. khususnya para pengembang kurikulum. Anak-anak dapat belajar. dapat menerima norma-norma. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. . Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. yaitu "Child centered curriculum". Asas Psikologis a. Timbullah aliran yang disebut progresif. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak.

Dalam hal ini pun harus kita jaga. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Pada umumnya dapat dikatakan. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . baik sebagai anak. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. 3. maka masyarakat dijadikan salah satu asas. maupun sebagai orang dewasa kelak. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. jadi yang mencakup segala gejala belajar. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum.

timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . atau yang berpusat pada mata pelajaran. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. dan lain-lain. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. 4. Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. Bahasa. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Kembali perlu di ingatkan. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. IPS. yakni yang tradisional dan yang progresif. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. kurikulurri adalah soal pilihan. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. Selain itu.

selalu yang baik. berbagai kekurangan. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. barang seni. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. dan lain-lain. Dianggap . Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. oleh sebab apa yang diawetkan. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. sanggup berpikir sendiri. dan sebagainya. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. apakah itu nilai-nilai.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. dan terutama menonjolkan hafalan. Sebaliknya kurikulum modern . bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. terampil dalam hitungan di luar kepala. benda. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis.

sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. Di lain pihak. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. pengawasan. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Dapat kita katakan. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. kontrol dan disiplin yang ketat. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. metode belajar-mengajar. maupun evaluasi. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan.

Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Pada saat dipentingkan- . Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. dan apa yang harus dinilai.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. (1) tujuan. yakni : 1. akan tetapi akibatnya ialah. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. aliran progresif mengalami pukulan hebat. sehingga setelah peluncuran Sputnik. kurikulum ini tetap bertahan. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. bagaimana proses belajarnya. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. (4) evaluasi atau penilaian. (3) proses belajar-mengajar. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. (2) bahan pelajaran.

misalnya Ebtanas. yakni. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. curriculum as a product. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh.nya evaluasi dalam bentuk ujian. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. atau proses belajar-mengajar. ideal. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. PBM. Bila salah satu komponen berubah. as intended learnings. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. . dan sebagainya. actual curriculum atau potential learning experiences. pribadi guru. dan lain-lain. real. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. jujur. RANGKUMAN 1. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. as the experiences of the learner. UMPTN. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru. Kalau tujuannya jelas. as a program. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. maupun evaluasi pun lebih jelas. sikap petugas sekolah. kerja keras. misalnya metode baru. 3. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. termasuk kebersihan kelas. 2. atau cara penilaian. maka bahan pelajaran.

Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. actual. Juga pengertian kurikulum formal. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. the experiences of the learner. 6. 2. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. 5. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . tiap guru harus sendiri. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. intended learnings. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. 3. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. 7. program. Dikatakan. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Di antara asas-asas kurikulum. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. 7. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. real. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". potential. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. antara lain mengenai luas cakupannya. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. ideal. Jelaskan.4. 4. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. 6. Sebutkan asas-asas kurikulum.

Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. 13.11. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Ada kurikulum yang tidak direncanakan. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya.

Kini terdapat berbagai aliran filsafat. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. diyakininya sebagai benar dan baik. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. apakah hidup yang baik. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung". apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. Pendirian itu terlampau picik. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. dan lain-lain. tentang apakah yang baik. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya.

Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. fisika. kimia. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Biasanya disiplin termasuk ketat. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. 2. kemudian praktik dan aplikasinya. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Kebenaran ini. 3. dari dunia supranatural dari Tuhan. . Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. biologi yang diajarkan.seperti IPA atau IPS. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental.

Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Tidak ada kebenaran mutlak. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. 4. . Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. Yang baik. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya".

Anak harus mencari identitasnya sendiri.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. buku wajib. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. Dalam arti ini. dan lainlain dari pihak luar. Sekolah ini menolak segala kurikulum. yakni . Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. Dari segala mata pelajaran. merealisasikan diri. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. instruksi. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. pedoman. 5. Filsafat ialah "induk segala ilmu". juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa.

tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. alat pendidikan. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. tak konsisten. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. sejak Adam dan Hawa. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". . Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. untuk apakah tenaga itu digunakan. yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. Tujuan. Pandangan hidup kabur. suatu pandangan hidup. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. kurikulum apakah yang akan digunakan. akan tetapi bila ditanya. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. manusia apakah yang harus dibentuk. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. metode. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. setiap pendidik. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. pandangan tentang anak.

Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. sehingga tidak lepaslepas. muatan lokal. bila ditelusuri secara lebih mendalam. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. 5. 3. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. pendidikan dasar 9 tahun. Demikian pula di dalam kelas.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. menyuruh anak mencari data dari lapangan. 6. 2. bila guru menghukum atau memuji anak. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. mempunyai dasar filosofis. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Keputusan tentang PPSI. tentu ada dasar falsafahnya. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. membolehkan anak-anak bekerja sama. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. 4. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. CBSA. menjalankan disiplin keras atau lunak.

memperlambat. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. Undang-Undang Dasar 1945. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . Kalau pemerintahan bertukar. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. yaitu Pancasila. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. atau penguasa dalam suatu negara. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita.Tujuan pendidikan. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. antara lain Soekarno. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah.

3. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Kemanusiaan yang adil dan beradab. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. dalam Pantjasila Pusaka Lama . Pancasila terdiri atas : 1. dalam hubungan dengan alam. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. II/MPR/1968. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nasroen. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. 4. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. atau baru dijelmakan.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. adat istiadat. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. dan kebiasaan bangsa kita. 5. maka Pancasila itu bukanlah lahir. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. baik dalam hidup manusia secara pribadi. 2. Di samping itu. dan kebahagiaan rohaniah. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Seperti kita ketahui. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. tetapi sebe narnya. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. Persatuan Indonesia. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. Ketuhanan yang Maha Esa. .

bab III. . Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Ketetapan MPR No. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. pasal 4. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. II/MPR/1978. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. namun senantiasa hidup damai berdampingan.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. dari SD sampai Perguruan Tinggi. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain.

Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. persamaan hak. Soal dunia adalah soal tiap negara. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. populasi udara dan lautan. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Masalah ledakan penduduk. termasuk kita di Indonesia. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. menjadi masalah bagi semua negara. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. . (2) Saling mencintai sesama manusia. menipisnya lapisan ozon. percobaan bom atom. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

6. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. 5. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. baik lokal. regional. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. 4. ilmu pengetahuan alam. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. 3. ilmu pengetahuan sosial. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. kuat lahir dan batin. program umum yang sama bagi semua siswa. c. b. maupun internasional. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . Di bidang pengetahuan : 1. nasional. 2. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. d. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual.

kesejahteraan keluarga. 4. c. Menguasai cara belajar yang baik. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. 5. 3. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. 9. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. 2. dan kesehatan. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. Mencintai sesama manusia. bangsa. lisan maupun tertulis. dan lingkungan sekitarnya. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. 3. 7. . Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. 8. 6. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 4. 7. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. b. 6. 2. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. Di bidang keterampilan : 1. bebas dan jujur. 5. 8. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya.nasional. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. 7. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. Di bidang nilai dan sikap : 1. 9.

Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. Memiliki sikap hemat dan produktif. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK.10. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. Memiliki kesadaran menghargai waktu. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). Memiliki inisiatif. Tujuan pendidikan nasional. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. 11. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. daya kreatif. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. 13. rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. 12. dan tujuan instruksional. yang masih dapat bersifat umum. Contoh 1. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. 14. sikap kritis. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) .

Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. h. Model Satuan Pelajaran. 1. Contoh 2.1. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. teori-teori tentang asal-usukl .6. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. 1. uku : III. 1. 1. Jakarta. Tujuan Instruksional Khusus 1. 2.5. A. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.4. 1. 2. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum.3. PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. 1976. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. 156). Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.2.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

aturan. Tujuan hendaknya realistis. istilah. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). Tujuan yang sangat indah kedengaran. metodologi. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. dan sebagainya. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. kata-kata. yakni : 1. menterjemahkannya dalam bentuk lain. 6. yakni menafsirkan sesuatu. peristiwa. atau selama belajar di sekolah itu.belajar di sekolah. Memahami. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. mengambil kesimpulan . yakni mempelajari dan mengingat fakta. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. prinsip. teori. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. 7. Mengetahui. yang sangat membosankannya. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. kategori. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. akan tetapi sering pula terlampau rendah.. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. atau selama jam pelajaran. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. A. konsep. 2. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. cs.

Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. dan penilaian tentang sesuatu. B. misalnya keindahan dalam musik gamelan. Menerapkan. situasi. mentransfer. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. C. affective domain. 1. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. 5.berdasarkan apa yang diketahui. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. Memperhatikan. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . 3. 4. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Mengevaluasi. atau masalah tertentu. menginternalisasinya. Menganalisis. Mengkarakterisasi nilai-nilai. 2. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. 6. Mensintesis. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. 3. atau arsitektur gedung lama. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. sadar akan adanya suatu gejala. situasi. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. menunjukkan minat. dan sebagainya. 4. perasaan. Menghargai. mengutamakannya. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. 5. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. menerima suatu nilai. kondisi.

Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. gerakan tangan. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. dan memanipulasi. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. taktial. dan seterusnya. dan ekspresi kreatif seperti tarian. 3. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. 5. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. berpikir. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . penampilan. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. Mengadakan komunikasi non-verbal. olah raga. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. dan kesenian. kelenturan. mendorong. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . lebih tinggi dari pada pemahaman. berlari. kinestetik.1. 2. kelincahan dan kecepatan bereaksi. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. melompat. auditif. Misalnya dalam ranah koqnitif. serta mengkordinasi seluruhnya. 4. menarik.

. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. berhitung). 3. mencegah penyakit. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. seperti hidup sehat. sebagai berikut : 1. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. menulis. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. Rearing a family. Health (kesehatan). 2. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. dari berbagai situasi hidup. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. Self-preservation. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. 4. hidup teratur. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". Securing the necessities of life. 2. 4. 3. 6. dari manusia lainnya. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. dan lain-lain. Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu.teratur jadi lebih merupakan otodidak. mengurus dan memelihara rumah tangga.

tanggung jawab warga negara. 7. efisiensi ekonomi. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. yaitu : 1. Economic efficciency. hubungan antar-manusia 3. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. menghargai nilai sosial pekerjaan. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). RANGKUMAN 1.akarnya. Citizenshop (kewarganegaraan). memilih jabatan yang tepat. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. Civic responsibility. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. Self-realization. jadi suatu kegiatan intelektual. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. 3. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. 6. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. 2. 4. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut.5. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). jadi . Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. Human relationship. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. perwujudan pribadi. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. 2. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik.

dan psikomotor dalam segala ting katannya. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 6. 7. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. UUD 1945. 9. 10. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. 11. kurikuler. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. 8. afektif. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. 5. 4. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. 12.konsisten dan saling berhubungan. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. tujuan instruksional umum dan khusus. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. dan GBHN.

Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. 4. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. 8. 11. seperti agama. falsafah negara. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. Diskusikan dengan teman. SMP.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . dan SMA. pengalaman pribadi. the Seven Cardinal Principles. agar anak mengenal gambar wali kota. 6. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. 5. dan lain-lain. 10. adat -istiadat. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. agar anak dapat menyebut nama wall kota.

Diskusikan. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. 17.12. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. 16. 15. 14. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. Minta teman lain juga melakukannya. lalu rumuskan TIK-nya. Beri pendapat Saudara. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. . Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. Pilih satu TIU.

sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. Belajar itu ternyata sangat kompleks. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. Apa yang dipelajari bermacammacam. antara lain dalam 1. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. teori S-R yang behavioristik. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. 3. yang sering dilakukan terhadap binatang. teori Gestalt atau teori lapangan. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. lain belajar memecahkan masalah. 2. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. namun masih banyak yang belum diketahui. lain pula mempelajari nilai-nilai. Guru . sangat diperlukan.

Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. teori lapangan. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. teori asosiasi (S-R). dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. sama dengan proses psikis lainnya. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. Tiap orang tua mendidik anaknya. norma-norma. dan sebagainya. dan Bruner. mengajarnya berbagai pengetahuan. Bandura. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. teori Gestalt. belum diketahui sepenuhnya. suatu "change of behavior". dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. sebagai berikut : . kebanyakan dengan menghafalnya. Hilgard. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. keterampilan. conditioning.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya.

Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. minat. daya-pikir. sejarah. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu.Learning is the process. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. dan lain-lain. biologi. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. pengenalan. sikap. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. bukan hasil belajar. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. kognitif. bagaimana guru mengajarkannya. dan . bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. Seperti yang telah dikemukakan di atas. efektif. daya tanggap. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. dan lain-lain. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. 3.day a. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. penghargaan. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. 2. seperti membuat sarang. daya-fantasi. perbuatan. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. maka ada daya-ingat. keterampilan. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. maupun psikomotor. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. akan tetapi seluruh pribadi anak. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Bila‡ guru mengajar matematika. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. Ia menghadapi situasi dengan cara lain.

matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. nama pahlawan. akuntan. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. . Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. apa saja. kata-kata asing. ahli manajemen. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. tahun-tahun sejarah. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. daya-pikir. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Penelitian eksperimental membuktikan. Itu semua boleh dilupakan. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. Seperti pada daya-ingat. pendidik. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Ada pula sejumlah ilmuwan. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. insinyur. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. makin sulit makin baik. karena nilai latihnya makin tinggi. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. namun di sekolah teori ini masih dianut. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. juga teori berdasarkan "faculty psychology".lain-lain.

Kemauan adalah kunci keberhasilan. rohaniah-jasmaniah. dan berpikir atau penalaran. . Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. binatang. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik.raga. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. tanaman. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". berat. Seperti halnya dengan latihan otot. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. Untuk mendidik anak. Yang utama ialah daya pengenalan. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. sulit dan membosankan. Makin keras latihan. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. karena sulitnya. ingatan.Teori ini didasarkan atas anggapan. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. Tanpa kemauan yang baik. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. Dianggap makin keras latihannya. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. jiwa. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. makin berkembang "mind" itu. imajinasi. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. body). akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. makin kuat otot itu. lebar. Bahannya dapat dilupakan. gunung. mempunyai ukuran panjang. matter. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. perasaan dan kemauan. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. masih banyak dianut. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu.

orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. misalnya. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Namun masih ada lagi ilmuwan. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. hukuman. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. dan lain. misalnya pakaian.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. fisika. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. kimia. celaan.lain. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. Akan tetapi anak yang tidak pintar. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain.

Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . Gagne. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Setelah beberapa kali ini dilakukan. Robert M. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Robert Glasser. B. F.B. tapi kebanyakan dari luar. ILMU JIWA ASOSIASI. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). Pavlov (18491936). TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. berupa pertanyaan. Tokoh.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme.bidang lain. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. namun demikian air liur anjing keluar juga. situasi atau keada. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan.tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. aliran Connectionisme.an yang dihadapi. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. soal. Transfer memang ada. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. Skinner. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Watson (1878.

Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. Thorndike. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. atau conditioned stimulus. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. memberi .. The Law of Effect. antara lain 1. The Law of Exercise or Repetition. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi.anak kecil tidur. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. Lampu lalu lintas merah . Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. 2. jam menunjuk pukul delapan . sesuatu yang wajar. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi.hari. merasa sukses. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. yang menganut aliran connectionisme. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond.yang lapar.mobil berhenti. Mendapat pujian. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. atau conditioning.

Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. harus melakukan sesuatu. atau bertepuk tangan atau batuk. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. termasuk manusia. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. karena diberi reinforcement. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Skinner. Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak.F. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. prosedur pengembangan sistem instruksional. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. . Seorang berbuat sesuatu. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Dalam "operant conditioning" organisme. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R.dorongan belajar. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. Makin banyak S-R dimilikinya.

misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. Manusia. dalam hal ini mendapat upah. yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu.kecuali dengan cara biologis. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. sekalipun sangat kompleks. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. akan tetapi sesudahnya. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. Mula-mula organisme. . Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. "Reward" ini "mereinforce" Respon.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. Tiap bagian. dalam hal ini anjing. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". menurut pendapatnya adalah mesin. maka dimantapkan dengan "reinforcement". Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. membuat Respon yang diinginkan. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin.

tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. dan teori psikologi lapangan (field psychology). belajar kompetensi. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. karena. menurut Kohler. organisasi. ia mendapat "insight". Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. ia menerima stimulus dan memberi .tiba. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. juga disebut teori organismik. Demikianlah lahir teori Gestalt. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. individu itu pasif. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi.Mengenai pelajaran disekolah." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". dan reinforcement terlampau langka. dan akuntabilitas pendidikan.

walaupun dapat membantu. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Guru tak dapat memberi " insight". Kunci dalam psikologi Gestalt. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. . menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. akan tetapi hingga batas tertentu. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. yang mungkin benar atau tidak. dan sering dapat diverbalisasikan. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. misalnya fisika. mengadakan eksplorasi. Belajar bukan sesuatu yang pasif.respons secara sereotip dan otomatis. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. ialah "insight". Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. Kebenarannya masih perlu diuji. dinyatakan dengan kata-kata. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi.

siswa disuruh menemukan generalisasinya. prinsip-prinsipnya. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. Untuk memahami seseorang. makin dikenalnya life-space siswa. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. Bagi guru. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. halangan antara dirinya dengan tujuan. yang meliputi tujuan seseorang. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. atau tak sanggup menerapkannya. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. lalu merumuskannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. Belajar ialah modifikasi life-space. Pertama: Guru merumuskannya. belajar adalah proses interaksional. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. ia disuruh mengaplikasikannya. Kurt Lewin (1890-1947). juga penganut teori keseluruhan. . Ternyata. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology.atau ia tak mau. buah pikirannya. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. Menurut teori lapangan. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. hal-hal yang ingin dielakkannya. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya.

Mengenal dan merumuskan masalah. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. 5. 4. menganalisis. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. dan menguji hipotesis.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. 1. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. Mengambil kesimpulan. yang harus diuji kebenarannya. organismik atau teori lapangan kognitif. mencari. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. yakni menerima hipotesis. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. 3. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. pengumpulan data. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. 2. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. menolaknya. Merumuskan hipotesis itu. Pada dasarnya. Menyelidiki pengetahuan. dan proses deduktif. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . dan sebagainya. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. antara data.

akan tetapi apa saja yang dipelajari. kesenian dan sebagainya. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. melainkan juga secara emosional. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. ilmu hayat. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. sosial. dan jasmaniah. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. 2. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas.oleh setiap pemain satu per satu.keseluruhan karangan atau cerita. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . Bila Icita . Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. ia seorang pribadi. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. usaha itu mengandung arti baginya. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. takut tinggal kelas. Ia memahami tujuan pelajaran itu. Di sekolah yang menginsafi hal ini. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. anak -anak dipaksa . Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak.

belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. antara lain apersepsi Herbart. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. bahwa anak-anak diajak turut berunding. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. Setiap ada masuk persepsi baru . walaupun tidak di bawah namanya. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja. TEORI APERSEPSI HERBART J. konseptualisme Bruner. dan konsis belajar Gagne. belajar sosial Bandura. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat.F. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. Kalau di atas dikatakan.

berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. Tanpa pengalaman yang ada. Akan tetapi perangsang. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. . Jadi "mind" itu adalah isinya. ada afinitas menarik atau menolak. mengisi mind itu. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Menurut Locke ide-ide itu pasif. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. Herbart sebaliknya. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). atau kemajuan teknologi. mempunyai kekuatan untuk bergabung. Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. maka mungkin akan timbul ide burung. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. pengalaman dari luar. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. yang datang berurutan (suksesi). Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. masih kosong seperti papan tulis bersih. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. dinamis. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. Sebelumnya.maka ia disambut oleh yang lama.

Apa yang disebut apersepsi. Berbandingan dan abstraksi. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. Penyajian. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. sekarang diberi nama "entry behavior". 3. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. 2. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. Persiapan.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. Guru menyajikan fakta baru. . Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. yakni : 1. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. sudah cukup terkenal.Herbart percaya. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Minat sangat dipentingkan. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Tujuan pendidikan. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu.

mengadakan pre-test. anak itu partisipan aktif. atau dengan istilah sekarang. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. atau masalah lain. maka metode Herbart masih dapat membantu guru.4. ia memilih dan mentransformasi informasi. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Aplikasi. Walaupun metode ini telah kolot. menginterpolasi. 2. Model itu memungkinkannya meramalkan. 5. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . setelah Sputnik. fakta. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. mengekstrapolasi. yakni 1. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Dalam proses belajar. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. Generalisasi. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya.

menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. yakni fase "enactive. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. dan symbolic". Menurut Bruner. akan tetapi jauh melebihinya. . melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. kemudian mengadopsi. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. model itu semula diadopsi. Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. 2. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan.pengetahuan baru. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. Ini fase "symbolic". Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. yakni . iconic. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. ini fase "enactive". Belajar ialah memperoleh informasi. melainkan aktif. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. diterima dari kebudayaannya. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. juga tidak reaktif. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. mentransformasinya. Karena itu manusia tidak pasif. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. 1. Kemudian pada fase "iconic".

dalam bentuk yang benar dan jujur. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. bagaimana cara memecahkan masalah. misalnya dengan taraf enactive. SMA. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. 3. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. 5. cara ilmu itu memecahkan masalah. 3. Walaupun isinya berguna. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. 2. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. dan akhirnya symbolic. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. SMP. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. yang disebut strukturnya.Menurut Bruner. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 4. Kurikulum yang membicarakan . bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. Suatu konsep. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. kemudian iconic. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. Memupuk kejujuran intelektual. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Menstruktur pengetahuan. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. prinsip. 2. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. statistik.

5. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. Motivasi belajar. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. . merasa turut terlibat. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. disebut kurikulum spiral. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. sering berupa pujian. menaruh minat. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. 4. menurut Hilgard. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. Itu sebabnya. merasa diri kompeten. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. sanggup memecahkan masalah yang sulit. hadiah. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Pancasila misalnya. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. angka baik.

PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. 5. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. celaan. 6. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. Pada umumnya hadiah. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. 3. pujian. dan kegagalan. 10. 14. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. 13. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. 11.1. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. Tujuan hendaknya realistis. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. Motivasi mempertinggi hasil belajar. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. membantu murid belajar. 8. 7. Tujuan ini sangat sempit. 9.dan mengurangi efektivitas belajar. 4. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. 12. 2. misalnya memainkan lagu pada piano.

pengembangan pribadi. bukan ide-ide yang prinsipiil. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. dan intelektual. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. ketrampilan intelektual seperti . Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. Dalam penentuan bahan. faktor anak tak berapa dihiraukan. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. seperti belajar ketrampilan motoris. dan ulangan. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. hafalan. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. emosional. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. dan sikap terhadap dunia. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. mengingat fakta-fakta dan informasi. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Berbeda dengan teori asosiasi. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu.yang penting.pakai secara campur-aduk dalam praktek.

dan belajar sikap. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. nilai-nilai. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. hubungan sosial. minat. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. dan sebagainya. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. dan sebagainya. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. .membentuk konsep. Akan tetapi kelemahannya ialah. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. atau emosi. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. yang mengandung masalah. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". emosi. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu.

9. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. pengalaman. 5. RANGKUMAN 1. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. 7. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. minat. Walaupun teori belajar berbeda-beda. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. 4. 6. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". tujuan. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. 3. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. teori asosiasi (termasuk conditioning). Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. "insight" masalah. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. .Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 8. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. 2. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya.

Benarkah pendapat ini ? 11.2. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. 15.mecahkan masalahmasalah politik. dan sebagainya ? 17. Bagaimanakah pendapat J. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. sosial. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. dan ekonomi ? 14. 7. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. 12. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. 16. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. test masuk.

. namun manusia penuh sebagai individu. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa.dengan orang dewasa dalam miniatur. Untuk melakukan tugas itu dengan baik.J. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. dari kecil sampai dewasa. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. Ada masanya dahulu anak disamakan . khususnya fungsi ketiga. Rousseau (1712-1778). ialah J.

dan taraf perkembangan anak. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. emosional. Maria Montessori ( ). . yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya.sectional. minat. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. Berdasarkan berbagai penelitian itu.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh.fisik. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan. masa kanak-kanak lanjutan. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. masa transesensi menjelang adolesensi. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. Ada mengatakan. seperti J. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak . ada pula studi longitudinal. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. masa kanakkanak permulaan. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. bahkan sampai dewasa. sosial. Froebel (1776 1841).1826).  Kecepatan perkembangan itu tidak merata. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. Pestalozzi (1746 . Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. dan mental. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. ada yang mengadakan studi cross. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur.H. ada masa bayi. F. juga John Dewey.

Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Selain itu dapat timbul minat. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. atau faktor lingkungan. akan tetapi setelah tercapai kematangan. karena belum siap. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Apakah . apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. Karena cepat perkembangannya. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. sikap dan masalah-masalah baru. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. misalnya membaca permulaan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. atau tak dapat mengikuti pelajaran.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. belum matang. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa.

anak konstan. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. sakit. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Anak yang terganggu kesehatannya. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. gambar-gambar. dan lain-lain. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. emosi. misalnya aspek jasmani. Salah satu sebabnya ialah. seperti kepandaiannya bergaul. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. aspek inteligensi. Pengetahuan tentang perkembangan anak. Karena aspek intelektual diutamakan. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. dan lain-lain. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. majalah. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. lapar atau lelah. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. anak yang terisolasi dalam kelas . TV. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya.Q. sosial maupun intelektual. baik mengenai segi jasmani. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin.

Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. latar belakang. jasmaniah. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". harus banyak tahu. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. akan tetapi juga dengan "hatinya" . itu benar dan sangat diinginkan. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. dan sosial. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. kesukuan. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. rohaniah. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. tekanan darah. sehingga tak mungkin dua orang sama. keterampilan motoris. pendidikan di ramah. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. Guru harus pandai. harus menguasai disiplin ilmu. atau mengamati sekelompok anak bermain. kecepatan membaca. tinggi dan berat badan. Anak-anak saling berbeda. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. kesehatan. kecepatan bereaksi. dengan atau tanpa alasan. emosional. cita-cita dan dalam banyak hal lain. agama.tanpa teman. minat stabilitas emosional. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. anak yang merasa dibenci oleh guru. sosial-ekonomi. keterampilan berhitung. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka.

pelajaran sama bagi semua. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. malah sering tidak diacuhkan. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Dengan sistem kredit. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Untuk lebih menjamin kesamaan. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. menulis kalimat yang sama. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. Kurikulum uniform. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. menggambar barang yang sama.

Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. harus menguasai bahasa nasional. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. misalnya. Kelemahan di bidang . akan tetapi tarafnya berbeda-beda. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. tantangan. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. c. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. sejarah. b. Tiap anak berbeda dengan anak lain. ada yang rendah. la harus mengenal falsafah negara. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. bahkan celaan. dan sebagainya. bangsa mem punyai badan yang sehat. semua anak mempunyai inteligensi. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. kemampuan dan pikiran yang orisinal. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. d. ada yang tinggi. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu.disediakannya dalam satu jurusan. Walaupun tiap anak unik. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. bukan kualitatif. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. yang lain daripada yang lain. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. Perbedaan individual sangat besar nilainya.

KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak.tertentu. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. fisik. d. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. sikap. sosial. . kreativitas. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. akan tetapi juga dalam bidang emosional. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. c. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. yang disehut child-cebtered curriculum. e. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. f. Pelajaran didasarkan atas minat anak. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. pengertian. b. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. antara lain: a. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan.

Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. kebutuhan pribadi. dan dunia sekitarnya. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. . KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. atau gerak. rumah tangga. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. pekerjaan. lukisan. suara. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak.harkat sebagai manusia. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. seni. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. dan sosial. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. Anak-anak ingin ingin aktif. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat.

. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Bila ini kita akui.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. asal saja jangan menganggu orang lain. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. bekerja. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya.

termasuk pelajaran sekolah. security. membantu anak ke arah self-actualization. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. kebutuhan akan cinta-kasih 4. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam.realization. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. akan menjadi apa ia. Tak dapat anak merasa aman. untuk hidup. love and belonging. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. survival. Agar dapat merealisasikan diri. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. Rasa berhasil.lain. yakni kebutuhan akan: 1. 2. kebutuhan akan harga-diri 5. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. survival. Lingkungan. kebutuhan fisiologis. dan lain.Seperti dikatakan di atas. self-actualization. yakni: . dapat membantu. atau rasa aman 3. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. termasuk guru dan orangtua. siapa dia. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. pakaian. bila ia merasa kelaparan. apa yang diinginkannya. yakni menemukan identitasnya. self-esteem.

Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. . Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. dan lain-lain) 8. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. The need for achievement (Keberhasilan) 3. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. The need for understanding of self (pengenalan diri). Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. The need for self-respect (harga-diri) 5. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. The need for love and affection (cinta kasih) 2. "a fully functioning self". mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah.1. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya.

Makin tambah usianya. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Ia tahu. sesuai dengan taraf perkembangannya. dan seterusnya. Bila ia dapat memenuhinya. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. ia akan merasa senang. dari anak sekolah. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. .  Ia melihat pentingnya manusia baginya. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. pemuda. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. J.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. bahkan dituntut oleh lingkungannya. Ini diharapkan. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu.

. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak. motivasi.dihadapi oleh anak. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R.J. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. emosi. orang dewasa. berbeda dengan neg ara lain. dan lain-lain secara terpadu. kebutuhan anak. pemuda. masa pensiun. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. Penelitian serupa ini perlu diadakan. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. Seperti telah dikatakan. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. sampai akhir hayat. masa tua. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. sosial. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya.

Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. 4. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. itu sebagaimana adanya dan . 7. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. dan faktor-faktor lain. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. 5. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. dan berhitung. dan skala norma-norma. 6. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 2. 9. Membentuk kata-hati. kesusilaan. 3. Mencapai kemerdekaan pribadi. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. sikap orang tua. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. menulis. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. 8. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. 3. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. 4. 2. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu.

tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. dan lain-lain. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. politik. 9. 8. dari bayi sampai masa pemuda. 7. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. 10. 6. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak.5. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. ekonomi. lembaga-lembaga sosial.

yang diperhatikannya hanya tingginya. walaupun sebenarnya isinya sarna. mengetahui tangan kanannya.mulut. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. Fase pra-operasional (2 . sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. Fuse senso-motoris (bayi .4 tahun). Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. . mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. koordinasi pengamatan alat . pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. pandangan animistis. 2. Pada fase berikut. koordinasi tangan . subjektif. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. memandang benda mati seperti makhluk hidup. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. mengacaukan khayal dan kenyataan. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak.menurut apa yang dilihatnya. koordinasi tangan . misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 .mata. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. tinggi dan lebar gelas. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. hanya dari pandangannya sendiri. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa.dria (sensory) dan gerakan (motoris).2 tahun)  gerak refleks. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. juga dapat melihat analogi. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. misalnya matahari tidur.

terutama pertumbuhan. keseimbangan. .11 tahun)  memahami reversibilitas. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. pengalaman. namun perlu diolah secara mental. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. c. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. namun dapat dipengaruhi. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. b. pengaruh lingkungan. Fase operasional konkrit (7 . masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. Fase operasi formal (11 . telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. misalnya volume air tetap. d. walaupun bentuk bejana berbeda. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. atau pendek kata berpikir. berpikir sambil memanipulasi benda. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. transmisi sosial. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya.15 tahun)  semua jenis masalah logis. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. 4. kematangan.3.

Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. khususnya ibunya. Dan akhirnya. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. dengan bertambahnya pengalamannya. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. "Siapa saya?" Siapa dia. Anak itu. yang makin merosot. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. oleh sebab ia masih serba-lemah. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. . Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. serba tak tahu. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. Dalam perkembangan sosialnya. Ia mulai bertanya. intelektual. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. menjelang dan selama masa pubertas. Lambat laun. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya.

karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. konvensional. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. tanpa mementingkan konsekuensinya. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. menurut apa yang diharapkan. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. la memilih 50 orang. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. menurut urutan tertentu. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . 2. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. berusia antara 10-28 tahun.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. masyarakat. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. 1. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. Kepatuhan baik. keluarga. negara.

. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat.yang berharga. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. kesamaan hak manusia. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. dan harkat manusia sebagai individu. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. tingkat berprinsip. 4. dengan itikad baik. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. 6. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. 5. 3. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom.

yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. c) menggunakan test dan angket. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. bersandiwara dan lain-lain. 6. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa. J. h. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. g) menyuruh anak membuat huku harian.P dan Strong. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. . melainkan juga di luar sekolah. b) mengadakan percakapan dengan anak. (Shaver. berkaryawisata. 2. 4. 5. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. W. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. bukan di sekolah saja. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. 3. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri.

Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. Abraham Maslow. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. 2. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. 6. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. 7. lain daripada yang lain.. 10. social dan fisik. 11. 9. Ia membedakan fase sensomotoris. dan fase operasional formal. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. atau perkembangan intelektual. Louis Raths. RANGKUMAN 1. 12. fase pra-operasional. afektif dan psikomotor. fase operasional kongkret. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). Tiap anak unik. banyak pula persamaan antara mereka. . Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. 3. 4. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. mempunyai ciri-ciri tersendiri. 5. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. 8. emosional.

4. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. dan Kelly. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. dan apa sebabnya? 12.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Ratsh dan Kelly. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. 3. . Adakah bukti Saudara. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. 5. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. 2. 6. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. 8.

Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. mengubah pedoman kurikulum. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. Kurikulum yang formal. Dalam hal ini dikatakan. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. dan banyak kegiatan lainnya. yaitu guru sendiri. ruang olah raga. warung sekolah. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. sebab menyangkut banyak variabel. kepala sekolah. Kurikulum yang riil. tempat bermain. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Keduanya saling berkaitan. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. karyawisata. bahwa .bukan sekadar buku pedoman. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. murid.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. penilik sekolah.

masyarakat. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Namun demikian. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. Perubahan adalah pergeseran posisi. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. curriculum change is social change. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. dalam sejarah pendidikan. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. pada taraf yang lebih tinggi. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. Apa yang mula-mula diharapkan. Perubahan. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. akan tetapi semua aspek : anak.perubahan kurikulum adalah perubahan social. Misalnya. maupun pengetahuan secara berimbang.

PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. memperoleh kredit. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. akrab. mengajak turut berpatisipasi. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. saat orang mengadopsinya.Menurut para ahli sosiologi. namun dalam jangka panjang tidak efektif. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. tujuan. menguji alternatif. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. maka sering dijalankan cara otoriter. fase legitimasi. yakni fase inisiasi. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. Untuk mencapai kesamaan pendapat. dan luas perubahan yang ingin dicapai. dapat juga. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. Perubahan akan lebih berhasil. penuh kesabaran dan pengertian. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. Menjadikan perubahan sebagai masalah. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. Cara ini efisien. paksaan keras atau halus. Seperti manusia lainnya. biasanya tidak dapat bertahan lama. dengan menjelaskan sifatnya. sebab . Guru cenderung bersifat konservatif. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. indoktrinatif. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. berbagai cara yang dapat digunakan. pengumpulan data. guru juga sering tidak mudah berubah. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. perubahan terjadi dalam tiga fase. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja.

mencari hipotesis atau alternatif. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. mengumpulkan data. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. tidak akan diterima guru . Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. mengambil keputusan. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. uang. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya.

dan pikiran akan menemui pertentangan. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. dan 4. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. mengikuti prosedur yang tetap. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Akan tetapi ia harus seorang profesional. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. . ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain.dengan senang hati. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. yakni 1. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. waktu. yaitu dua pihak yang bertentangan. Untuk mengadakan perubahan. memantapkan perubahan itu. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. 2. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. menganalisis situasi. mengadakan perubahan itu. ada pula yang acuh-tak-acuh. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. Ada yang bersedia menerimanya. menentukan perubahan yang perlu diadakan. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. 3. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan.

pendidikan. Kedua. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. demikian pula tiap kurikulum. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. pendidikan. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. Keempat. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. mempunyai sejumlah kelemahan. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. tidak mempunyai petugas tertentu. Pertama. betapapun banyak kebaikannya.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Ketiga. termasuk kurikulum. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Setiap metode. Kelima. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Tentu saja diharapkan agar guru- . Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu.

STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. substitusi. 4. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. dengan meniadakan yang lama. restrukturiSasi. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. misalnya menjalankan team teaching. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. 2. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. dan 5. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. Dan akhirnya. variasi. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. misalnya peralihan dari kurikulum . Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya.. alterasi. 3. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. Perubahan itu dapat berupa : I . Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. Alterasi juga berarti perubahan. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. orientasi baru. yakni . yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. dapat pula luas dan mendasar. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri.

Thirty school experiment. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. atau mendapat tantangan dari pihak guru. Creative education atau Core curriculum. Creative education. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah.atau menghilangkan kekuasaan guru. Atau. Elective System. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. karena mengurangi . jadi telah membudaya. Selain itu. Environmental education. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". seperti halnya dengan Sex education. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. Community school. atau mengubah peranannya. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. Misalnya Driver education. Juga Activitiy Curriculum. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. selain dengan kebudayaan masyarakat. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. pikiran.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. Nilai 2 artinya. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. Community school. Sebaliknya Driver education. Environmental education. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. bila terlampau banyak tuntutan. seperti Activity curriculum. tenaga. bila kurang dukungan dari masyarakat. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat.

Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. jangan pula terlampau lambat. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. jangan terlampau cepat. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. dan lain-lain. observasi. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas.efektif dalam perubahan kurikulum. Tentukan kegiatan yang sesuai. workshop. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. Ada kalanya untuk suatu program. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. kelompok studi. 3. melanjutkan. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. TV. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. konperensi. 2. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. demonstrasi. dapat pula mengadakan wawancara. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. dan memantapkan perubahan. diperlukan waktu 3-4 tahun. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . Saran-saran mereka harus diperhatikan. seminar. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. Berikan waktu yang cukup. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta.

Di pihak lain. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. akan tetapi dapat men- . karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. Ia tidak terikat pada test tertulis. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. TIU. Demikian pula. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu.4. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. dan kalaupun dirincikan. strategi. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. Dalam arti terakhir ini. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. atau model mengajar yang tersedia. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Pada satu pihak. Kurikulum sekolah kita. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. sepenuhnya dalam tangan guru. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. masih banyak yang harus dilengkapi guru. kementerian Depdikbud.

Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. sosial. dan lain-lain. etis. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. mental. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. estetis. yang memerlukan pemikiran. dan kegiatan guru. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. kreativitas. masih terdapat jarak yang cukup luas.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Sebaliknya . sosilal. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. fisik. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Pertama. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. walaupun berada di kota yang sama. moral. sikap dan aspek afektif lainnya. berkompetensi tinggi.

demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. bagaimana memanfaatkan balikannya. tujuannya harus diperjelas atau diubah. Mengenal Keadaan Sekolah. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. sumber belajar apa yang diperlukan. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. bagaimana menilainya. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. cenderung mematikan kreativitas guru. misalnya kurang mengenal potensi guru. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. bagaimana melaksanakannya. bagaimana mengorganisasi bahan itu. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. Mengetahui Tujuan Perbaikan. bagaimana cara mencapainya. dan sebagainya. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. agar usaha itu berhasil baik. Ada kemungkinan. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . Bahan segera usang karena kemajuan zaman.

perkembangan fisik. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. sosiometri. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. angket. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. keadaan rumah tangga. lulusan dan putus sekolah. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. dan sebagainya. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. Suatu masalah ialah. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. atau bantuan yang dapat diperoleh. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. keadaan siswa secara keseluruhan. moral. wawancara. memperhatikan perbedaan individual. misalnya dari staf perguruan tinggi. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. proses belajar-mengajar. jumlah penerimaan. bahan pelajaran. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. konsep-diri anak. observasi. analisis pekerjaan murid. dan lain-lain. memilih bahan pelajaran . relevansi kurikulum. macammacam golongan etnis. sosial. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. Data tentang siswa. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. kebudayaan masyarakat anak. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. intelektual. cara murid belajar. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. hasil belajar. termasuk IKIP.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. nilai-nilai dan harapan masa depan.

sosiologi. selain kompetensi umum. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. dan sebagainya. bahan pelajaran. seperti komputer. seperti kemampuan membuat perencanaan. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. mengambil kesimpulan. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. serta menggunakan alat. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. mengadakan perubahan. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. maupun dari luarnya. masyarakat atau pemerintah. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. serta memupuk suasana yang menyenangkan. murid. mengimplementasikannya. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. psikologi anak. proses mengajar-belajar. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. menentukan hipotesis. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. mungkin tidak dirasa relevan. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. yakni merumuskan masalahnya. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. Masalah juga dapat berasal dari murid. mengumpulkan data. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. menilai untuk mcmperoleh balikan. dan lain-lain. kepala sekolah.yang lebih serasi. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. orangtua. organisasi kelas. dapat juga dari . masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. Mengenal Kompetensi Guru. Mengenal Gejala Sosial. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif.

Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. dapat lebih meningkatkannya lagi. yang belum tentu memberi perbaikan. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah.penilik sekolah atau dari kementerian. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Misalnya. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Kurikulum harus dibangun terus menerus. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Hingga kini. pada umumnya para pendidik. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri.

Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. . Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu."excellence". Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Biasanya ia bersifat eklektik. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. dan lain-lain.

menentukan bahan pelajaran. dan seterusnya.  Memilih anggota panitia. metode penyampaiannya. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. penilaian. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. Sering kurikulum yang dijalankan . kebutuhan guru. cara mengevaluasi. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. Apa yang indah di atas kertas. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini.  Memantapkan perbaikan. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. percobaan. pelaksanaan. perbaikan. biasanya oleh kepala sekolah.  Mengajukan saran perbaikan. Selidiki berbagai kebutuhan. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya.   Mengawasi pekerjaan panitia. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. belum tentu dapat diwujudkan. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana.  Menerapkan cara-cara evaluasi. yang dapat didiskusikan bersama. balikan. sebaiknya dalam bentuk tertulis. antara lain kebutuhan siswa.

Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. Dalam arti yang luas.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. murid. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. orangtua. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. perguruan tinggi. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. politik. khususnya IKIP. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. bahkan didorong untuk berubah. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. dan lain-lain. seperti Pemerintah. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. industri. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Dalam kelas. Yang memegang peranan dalam . Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. seperti golongan agama. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan.

bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. dari buku dan dari orang lain. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. Ia hanya dapat berkembang. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. bila direnungkan apa yang . Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. terbuka bagi pendapat mereka. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah.

seperti guru SD. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. dan lain-lain. bagaimana pendapatnya tentang . bila guru bertanya. SMP. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. atau mengalami sendiri kegunaannya. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya.. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. Partisipasi murid sama sekali tidak . pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. konse ptual. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. Namun pada tingkat kegiatan kelas. pelajaran. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. dan teoritis. SMA.

dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. mempertimbangkan.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum.

Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. pengendalian emosi. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. inteligensi tinggi : sosial. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. Sebagai pembantu. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. kesediaan memberi bantuan. bersemangat. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. berminat untuk memimpin. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. verbal maupun akademis. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. .

namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. percaya-mempercayai. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. saling menghormati. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. . dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. kekompakan. memelihara hubungan antar manusia yang baik. bangkit dalam struktur suatu kelompok. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. adanya saling percaya. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. Di lain pihak. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. dan prioritas tujuan. yaitu yang berorientasi pada tugas. memupuk rasa hormat-menghormati. semangat atau moral tinggi. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. timbul dalam situasi tertentu. pemanfatan buah pikiran anggota. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. distribusi kekuasaan. berusaha agar ia disenangi. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. sifat tugas. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak.Ketiga teori itu ada kebenarannya. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama.

Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Dapat pula manusia dipandang netral. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. diorientasi kearah perbaikan. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. . Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. menggunakan ancaman atau rasa takut. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. egoistis dan kerena itu perlu dididik. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. demokratis semu. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah.

Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. bukan hanya secarik kertas. yang riil. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. 2. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Kurikulum yang nyata. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. atau setiap tingkatan atau bidang studi. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. atau interaksinya dengan . yakni di sekolah dan dalam kelas. Mengubah kurikulum tingkat lokal. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. Dalam menghadapi anak. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda.

Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. 4. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. 3. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. In-service training dianggap lebih formal. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Supervisi. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Seorang pemilik sekolah harus . Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah.

open school. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. misalnya pengajaran modul. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. non-grading. tugas guru. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. kegiatan siswa. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. Eksperimentasi dan penelitian. penjadwalan. fasilitas. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. 5. administrasi. 6. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. Reorganisasi sekolah. . Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. yakni mencobak an metode atau bahan baru. metode unit. dan sebagainya. sayang tidak berbekas selanjutnya. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. seperti bentuk ruangan. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi.

Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. guru menempatkannya di bangku paling depan. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. dengan hipotesis. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. . atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Biasanya guru jarang melakukannya. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Masalah akan timbul. Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas.

Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. terpencil dan sederhana. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Perubahan dalam masyarakat. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. Makin maju masyarakat. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. dan . Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. memancing ikan atau berburu. tradisional. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. menanam padi. tanpa sekolah. sehingga mereka pandai mengolah tanah.

Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. kegiatan. Segala sesuatu mudah menjadi usang. kecelakaan.sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. mobilitas. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. kejahatan. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. keamanan. karena cepatnya segala sesuatu berubah. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. Sekolah yang tradisional. perkembangan. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. politik. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. ekonomi. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. dan aspirasi masyarakat. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Pekerjaan kasar semakin lama semakin . Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial.

rekreasi. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. pegawai pos. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. Kurikulum yang baik pada suatu saat. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Makanan.berkurang. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Pemogokan buruh lapangan terbang. bangsa-bangsa. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. minuman. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. pengangkut sampah. pembuangan sampah. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. ia mengikuti suatu kursus. . pakaian. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama.

Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. rumah sakit. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. transport. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. dan sebagainya.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. perumahan. termasuk pendidikan. . pendeknya semua aspek kehidupan. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. maka dalam perjuangan hidup.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. bimbingan penyuluhan. . Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. makan siang. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. air bersih.5 detik. keamanan. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. pemeriksaan gigi. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana.

Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. adat istiadat. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Masih banyak lagi masalah lain. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. pendidik. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Apakah kebudayaan daerah. dan pembina kurikulum. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. dari desa ke kota. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa.

and of educators as statesmen.semua anak di daerah itu. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. Kalau kita tidak rnengendalikannya. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. kemelaratan. Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. G. Para ahli sosiologi . John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". dan mengatur perubahan sosial. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. Juga B. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. Ia menganjurkan. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini.S.

sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. bila kita berpendirian. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. . KONSERVATISME SEKOLAH. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal.

sikap. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. memelihara. atau segala yang baru itu baik. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang.itas muridmurid. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan.Kebudayaan. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. suatu kekosongan. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. nilai nilai pada semua warga negara. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. Inilah peranan kreatif dari sekolah. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . hasil pengalaman manusia yang lampau. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Ini tidak berarti. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang.

Montessori. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. malahan sering menentang perubahan. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. terbukti dari kenyataan. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa.untuk mempertahankan yang ada. Karena sifat ini. Demikian pula halnya di sekolah. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. Ia lamban dan enggan berubah.lain. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. kalau yang lama itu memuaskannya. Itulah salah satu sebab. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Herbert Spencer. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. dan lain. sehingga merupakan suatu revolusi. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. Decroly. Tanpa perubahan pada diri guru. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid.

sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. Laos atau Timur Tengah. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. makanan kaleng. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. eksplosi penduduk. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. apakah itu Zaire. an Berdasarkan kenyataan ini. segera diketahui di semua pelosok di dunia. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. kolot. Bila diterima sebagai prinsip. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. Di samping membawa kebahagiaan. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. telepon. Dunia ini rasanya bertambah kecil. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. kapal terbang. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. Ketegangan di suatu negara. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. radio.hidupnya. dan sebagainya. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. . TV. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis.

Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. . Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. 1. Walaupun disebut tradisional. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. mendengarkan atau melamun. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. 2. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. minat dan kebutuhan anak-anak. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis.

Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. jasmaniah. Kalau kita ingin memupuk pengertian. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. kejahatan pemuda. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. Sekolah ini bersifat life-centered. Hubungan antar-suku bertambah erat. akan tetapi tidak memadai. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1.3. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . 2. emosional. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. sosial. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. material. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. minat. Sekolah masyarakat atau community school.

Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. memperbaiki kehidupan kekeluargaan. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. 4. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. Sekolah bukan hanya urusan guru. perindustrian. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. dan sebagainya. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. bergaul dengan orang-orang lain.timbal balik dengan masyarakat. Orang tua. 6. kursus-kursus untuk wanita. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. kewajiban warganegara. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. Di samping bukubuku. bukan hanya dalam bidang material. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. 5. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. seperti soal mencari nafkah. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. . untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. Pemberantasan buta huruf. menjaga kesehatan. 3. perumahan. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. dan sebagainya. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat.

yang dinamis. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. memberantas prasangka dan takhayul. maka sekolah-sekolah setempat . Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. terhadap adat. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. bacaan cabul. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. dan lain-lain.dan bila mungkin . Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. kalau kurikulum itu uniform dan statis.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. penyelenggaraan rekreasi. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. 7. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. propaganda. perbedaan agama. bioskop. yang mengikuti . maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya.

Penduduk. b) Luas daerah.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. Keadaan fisis lingkungan. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. 2. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. hujan dan angin. d) Keadaan tanah. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. adat istiadat dan lain-lain. b) Mata pencarian. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. dan sebagainya. danau-danau. diselidiki: 1. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. Tanah kering atau banyak air. tamatan SD. e) Kekayaan alam. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. yaitu: a) Iklim suatu daerah. demikian pula suasana kekeluargaannya. c) Susunan penduduk. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. c) Topografi daerah. Selain dan kekayaan geografis daerah. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. Berapa banyakkah yang buta huruf. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. Topografi turut menentukan matapencarian. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. barang tambang. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? .

dan sebagainya. kepolisian. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. pemuda. pemerintah. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. buruh. organisasi keagamaan. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. sekolah. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . walaupun anak itu telah bersekolah. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. dan lain-lain.3. melainkan seluruh masyarakat. Lembaga-lembaga seperti keluarga. organisasi wanita. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. perkumpulan-perkumpulan pemuda. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. badan-badan rekreasi. jawatan pertanian. olah raga. pemimpin-pemimpin perusahaan. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. politik. Organisasi-organisasi masyarakat. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. seperti dari badan-badan pemerintahan. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. melainkan membentuk kelompok. kepanduan.

sejarah. kehidupan keluarga. kesehatan. dan sebagainya. rekreasi. takhyul. lalu lintas. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. Karyawisata atau field trip. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. gedung-gedung perumahan. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. kesenian. andaikan ada uang untuk itu. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. perniagaan. Karyawisata selalu .mempunyai tujuan belajar. gedung arca. transport. kegiatan pemuda. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. malahan juga beberapa bulan. lembaga-lembaga pendidikan. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. binatang. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. ia akan terperanjat. saja sekeliling sekolahnya. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. jalan raya. Seperti telah kita bicarakan di atas. tumbuhtumbuhan. kepolisian. . lapangan terbang. industri. kebun. taman bunga. dan lain-lain. adat istiadat. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. wanita. kantor pos. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. pabrik. peraturan-peraturan. norma-norma.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. pemerintahan. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. haji. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. tukang becak. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. Yang empunya pabrik. pemain bola.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. Pengabdian masyarakat. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. saudagar. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. wartawan. inspektur polisi. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Menggunakan orang sebagai sumber. c. pendeta. kecakapan. Akan tetapi sayang ssekali. polisi. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . Demikian pula dokter. b. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. tentara. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. direktur rumah sakit. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. sumber ini sangat luas dan kaya. pembesar dalam pemerintahan. bidan. Dari murid diharapkan. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan.

industri dan jabatan-jabatan. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya.dalam usaha-usaha masyarakat. kesehatan. menanam buah-buahan. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. di bawah pimpinan orang yang kompeten. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. sejarah. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. memberantas tikus dan nyamuk. pabrikpabrik. transpor dan perhubungan. pemerintahan. dan kantor-kantor. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. d. agama. kehidupan kekeluargaan. rekreasi. pendidikan. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. membuat kakus. Pengalaman kerja dalam masyarakat. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. penduduk. Besar faedahnya. dan se ba- . sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. Di samping buku-buku pelajaran. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a.

berapa jumlah murid yang dapat datang. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. b. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. dan sebagainya. Guru maupun masyarakat harus menyadari. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. misalnya setelah mengadakan field. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. c. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. . atau apabila ia dapat menerima murid. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Bahan ini senantiasa dapat diperluas.gainya.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu.

mengubah masyarakat. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat.atau badan sejenis. RANGKUMAN 1. 2. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. dibebankan kepada sekolah. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. 4. 2. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . antara lain dalam pembinaan kurikulum. ataukah mengembangkan individu. kursus-kursus. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. untuk pertunjukan-pertunjukan. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. sehingga banyak hal segera menjadi usang. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Masyarakat modern cepat berubah. 3. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. akan tetapi dapat dipertemukan. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. 6. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. pameran. sebagai anggota panitia. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. Sekolah itu konservatif. sebagai manusia sumber. 7. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. 5.

11. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Menurut penilaian saudara. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5.4. Menurut pendapat saudara. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. satu-dua generasi yang lalu. 15. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Apa sebabnya? .

Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. 17. .16.

karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. maka disebut juga separate subject-curriculum. mengadakan karyawisata. Subject berarti mata pelajaran. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. menggunakan berbagai-bagai sumber. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. mengadakan interview. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. Setiap kurikulum. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. . Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. yang berarti bahan pelajaran. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu.

Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. Ada kalanya kecaman itu obyektif. yakni core curriculum. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. namun juga banyak mempunyai kelemahan. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. atomistis. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. yang mereka sebut activity curriculum. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. . Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. ditinjau dari segi tertentu. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran.

filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. fisika. yang satu lepas dari yang lain. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. matematika. bahasa asing. dan sebagainya. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. biologi. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. diperkaya. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. astronomi. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. I.Selanjutnya perlu kita perhatikan. geometri. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. dan musik). Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. kedokteran. yakni teologi. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. dan hukum. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. dan logika) dan quadrivium (arithmetika. retorika. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika.

pendidikan jasmani. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. pertanian. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. juga di Indonesia.nonakademis seperti tata buku. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Dengan suatu kurikulum. pekerjaan tangan. dan sebagainya. seakan-akan terbagi atas petak-petak. Sebelum anak bersekolah. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. pendidikan kesejahteraan keluarga. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak.

dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Hal ini mungkin. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. setiap jam. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula.kehidupannya sehari-hari. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. Keseragaman .

Demikian dapat kita lihat. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. misalnya dengan mempelajari matematik.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. dan sebagainya. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. dan sebagainya. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. anak dapat berpikir secara matematis. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. . Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. kesanggupan. yang pandai. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. maupun yang kurang pandai. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini.

2. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. 3. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. yang diajarkannya bab demi bab. mudah direncanakan dan dilaksanakan. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. Kurikulum ini mudah dinilai.Diharapkan pula agar pengetahuan. pengertian. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. Organisasi kurikulum ini sederhana. 4. ditambah. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. direorganisasi. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. atau dikurangi. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. demikian pula SD. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Boleh dikatakan. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. malahan untuk seluruh negara. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. . pengertian. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. Dari segala macam kurikulum. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari.

Lagi pula. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. 7. . Kurikulum ini lebih memudahkan guru. dan lain-lain. 6. pendidikan kependudukan. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. kewargaan negara. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. mengetik. dapat ditiadakan. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. 5. Kurikulum ini mudah diubah.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman.

Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas.8. Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. . Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan.

Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. mata. kelelawar. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. hidung. ular. buaya. ketela pohon (singkong). dan sebagainya. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. dan sebagainya. lidah. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. burung hantu. puspaindra (bunga tasbih). cengkeh. kodok. kumbang. b. bernafas. mangga. pengeluaran kotoran. tebu. kupu-kupu. beberapa penyakit. daging. ubi jalar. telinga.Kesehatan: Dari hal rangka. dan sebagainya. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. urat saraf. Ilmu Hewan: Cecak. makanan. vinka. Tubuh Manusia . Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. jagung. petai. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . ikan.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. rusa. matematika. lipan (kelabang). bunga matahari. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. bahwa Ilmu Hewan. IPS. keong. peredaran darah. c. badak. kulit. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. Jelaslah. teh. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. cosmea. a. babi. nyatalah. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. padi. labahlabah. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. . turi.

tentang kehidupan keluarga. maka kurikulum ini banyak . Anggapan. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. Tentu saja. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. 3. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. dan sebagainya. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Dalam praktik. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu.2.

Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Atau mereka meninggalkan sekolah. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. 4. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. perkembangan sosial dan emosional. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. . Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya.

dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. bekerja sendiri. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. maupun secara kelompok. 5. emosional. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. baik secara perorangan. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir.centered. akan tetapi memikirkannya secara kritis. estetis dan sebagainya kepada anak-anak.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. berpikir. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. Guru yang baik mengetahui. berbuat. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. . Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja.

Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan.date. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. pelajaran. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Fragmentasi. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. melainkan salah metode mengajarnya. 6. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. . pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku.

Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. yang ingin saling menghancurkan. karena kebaikannya. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. II. sedangkan alternatif yang diberikan. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Hal ini tak perlu mengherankan. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu .namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia.

ekonomi. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. c. tata bahasa. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. Demikian pula ilmu alam. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. dan sebagainya. jadi berdiri sendiri. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. dan berhitung. pekerjaan tangan. mengarang. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. ilmu tumbuh-tumbuhan. kesusasteraan. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. bernyanyi. kimia. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. biologi. Hubungan yang Iebih erat terdapat. seni tari. misalnya sejarah. aljabar. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. seni lukis. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. sosiologi. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. ilmu hewan. menggambar. geografi. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian.hubungannya. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. b. bercakapcakap dan lain-lain. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. Kesenian melingkapi seni suara. . seni pahat. ejaan. dan sebagainya. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. antropologi. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam.

Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. berisi 1. Part III.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K. Tata Pemerintahan Daerah . Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . Part IV.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. Part II. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming .Solving Part I. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A.

geografi. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. akan tetapi dalam satu pelajaran. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. 3. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. Herman 4. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1. . 2. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. berpadu. dan lainlain. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. 4. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. melainkan bertautan. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. ekonomi. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid.

tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. 3. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. 2. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. . KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. Jika spesialisasinya geografi. III. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. 6. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit.5. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. harmoni. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. 1. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. kebulatan keseluruhan. koordinasi. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi.

yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. akan tetapi juga tujuannya." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. . Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah.

dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. Maka kita bertindak secara rasional. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Maka masalah itu terpecahkan.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Ciri-ciri unit: 1. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Unit dan ciri-cirinya. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. Maka harus dicari di mana kekurangannya. bergantung pada sifat masalahnya. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu.

gambar. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. sejarah. kepala kantor. peta. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. dan sebagainya. dan sebagainya. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. sawah. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. Bila murid melihat faedah dan tujuan . Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. dan sebagainya. tukang becak. taman-taman. kantor pos. daftar-daftar. dari lingkungan sekitar: toko. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. musik. kebun binatang. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. saudagar. geografi. ilmu alam.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. radio. c. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. majalah. arca. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. dari bacaan: buku. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. stasion. menggambar. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. jika mungkin film. lapangan terbang. d. bahasa. b. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. 2. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. dari alat-alat peraga: globe. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. Dalam merancang unit. dan sebagainya. surat kabar. dan sebagainya. ensiklopedi. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. 3.

Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. faedah. pujian. membuat gambar atau konstruksi. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. angkaangka atau ancaman. mengadakan penyelidikan dan percobaan. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. bekerja sama dalam kelompok. minat. merumuskan dan menganalisis problema-problems. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. 5. 4. . dan tujuan pelajaran bagi di inya. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Mengenai kebutuhan. dan sebagainya. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Unit memerlukan waktu yang panjang. mengadakan percobaan-percobaan. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. kematangan. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. kalau perlu malahan sepanjang hari.pekerjaan dan pelajaran.

mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. membentuk. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. lukisan. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. 7. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. bergerak. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. Unit itu life-centered. Kelas yang diselenggarakan secara ini. musik.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. tanpa kegairahan. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. 6. dan bila perlu beberapa bulan. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. menganalisisnya. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. yakni merumuskan masalah. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. dengan pengalaman-pengalaman anak. Pendirian ialah. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. bekerja dalam kelompok. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. 8. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa.

dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. berdramatisasi. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. memikul tanggung jawab. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. membuat rencana. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu.hasil yang diperolehnya. 10. mengumpulkan bahan. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. . Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. Guru yang tradisional berpendapat. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. dan sebagainya. 9. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. misalnya dalam diskusi. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu.

maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. IPA. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. . Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. Matematika. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. 4. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. 3. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. maupun mengenai isinya. 2. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. Bahasa Indonesia).

Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan.5. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. Orang beranggapan. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. pada diri sang pendidik. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. 6. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. Oleh sebab itu pihak atasan.2. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. ad. ad. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. I. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran.

yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. Untuk memenuhi tuntutan ujian. . Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. ad. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian.centered". Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. ad. justru akan berikhtiar. yaitu yang berpusat pada anak. ad. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu.5. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui.sama sekali tidak ada.guru lain.4.3. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. Dalam kurikulum yang "child. Guru yang dinamis. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan. anak-anaklah yang menentukannya. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. Ada tidaknya ujian. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid.

alat-alat pengukur dan botol. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. tape recorder. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. televisi. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. radio. 3. ilmu hayat. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. dan mata pelajaran lain. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. peta timbul. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. Murid-murid dihadapkan kepada masalah.ad. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. dan sebagainya. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita.6. 2. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. Kalau kurikulum ini dijalankan. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat.

memikul tanggung jawab. kebutuhan dan. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Menentukan pokok untuk un it. Dalam menentukan. bekerja sendiri. bekerja sama dalam kelompok. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. 5. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. sebagai kelompok maupun sebagai individu. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. 2. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. 4.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. Untuk menentukan. kesanggupan dan kematangan murid. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu.

Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. Yang pertama ialah . Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. buku-buku. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. menganalisnya. gambar. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. majalah. dan alat-alat pelajaran b. merumuskan masalah. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. kesempatan berkaryawisata c. berdiskusi. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3.b. Dua pendapat. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber.

5. Self-preservation. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. . A. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. Maintenance of proper social and political relations. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. Untuk mengetahui. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Rearing and disciplining of offspring.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. 3. Securing necessaries of life. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. 4. 2. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan.

Recreation. Mereka menyebutnya "persistent life situations". 1. 9. Communication and transportation of goods and people. Caswell.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Health. a. 2. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. 2. Making ideas clear. Exploration. 3. 8. Extension of freedom. Dealing with quantitive relationships. 5. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. b. Intellectual power. Comsumption of goods and services. 10. Using effective methods of work. and natural resources. 3. Integration of the individual. 7. . Responsibility for moral choices 1. Determining the nature and extent of individual freedom. Forkner dan Mc. Expression of religious impulses. Avoiding and caring for illness and injury. Education. 6. 4. Satisfying physiological needs. 4. 3. la mengemukakan social functions yang berikut: 1.L. 1. Kim. Protection and conservation of life. 11. 2. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Satisfying emotional and social needs. 2. c. property. Expression of aesthetic impulses. Determining responsibility to self and others. Understanding the ideas others. Situations calling for growth in individual capacities.

Person to person relationships. 1. a. Working with racial and religious groups. Contributing to technological advance. Participating as a group member. . Technological resources. 3. Earning a living. 3. Participating in local and national government. Dealing with physical phenomena.d. Working with socio-economic groups.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. 5. Establishing effective working relations with others. 2. Providing for social welfare. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. 1. Deciding when to join a group. 1. 4. 1. c. b. 1. 3. animal. b. Situations calling for growth in social participation. Establishing effective social relations with others. Dealing with groups organized for specific action III. Taking leadership responsibilities. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. a. Group membership. and insect life. Natural phenomena. Dealing with plant. Using technological resources. c. Aesthetic expression and appreciation. 2. 2. Economic-social-political structures and forces. Securing goods and services. Using physical and chemical forces. Molding public opinion. II. Intergroup relationships. 2. 2. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. 3. 1. 2. 1. 2.

Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. 4. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. Ada bahayanya. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah.1. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Kurikulum ini sulit dijalankan. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. 3. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. 2. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. 2. akan tetapi perlu juga disebut. 1. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. . Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain.

Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. Hubungan sosial yang dekat. b. a. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. yang tersusun logis sistematis. c. .3. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Kehidupan pribadi. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. 2. Kebutuhan akan kepuasan estetis. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. B. Kebutuhan akan harga-diri. e. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. d. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. a. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah.

karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini.b. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. a. . Kurikulum ini membentuk pribadi anak. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. 4. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. melainkan seluruh pribadi anak. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. a. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. Anak-anak tahu akan tujuan. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. b.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. c. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. d. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Hubungan sosial-kewarganegaraan. 3. Selain pengetahuan. 3. Hubungan ekonomi. 2. dan sebagainya. kurikulum ini juga memupuk sikap. penghargaan. norma. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. 4. yang tidak saling berhubungan. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. b. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. makna dan manfaat pelajaran itu.

Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. 2. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. sosial. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. 4. dengan melupakan. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. bahwa . Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak.5. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. 6. mengabaikan tugas sosialnya. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. emosional. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. 5. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. 3. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. dan juga intelektual. yakni jasmaniah.

Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Memilih suatu pokok. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Merencanakannya. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. 6. Mereka menentukan tujuan- . Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Sukar untuk menentukan. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. b. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu.

Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. apakah mereka betul-betul belajar. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. yakni puncak unit. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. majalah. f. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. laporan tertulis. e. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. surat kabar. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. Fase ini juga disebut fase kulminasi. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. c. pameran. Menuju unit-unit baru. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. misalnya dengan memberi laporan lisan. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. Mengerjakan unit. Menilai unit. d. dann lain-lain. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. . bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. panel disscussion.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. sandiwara. Mengakhiri unit. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. Setelah diperoleh sejumlah topik. penyelidikan atau percobaan-percohaan.

Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. IPA. lebih lancar mengarang laporan. sejarah. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. Mereka lebih fasih berbicara. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Untuk permulaan. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. ilmu hayat secara fungsional. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. dan Kesenian. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. Yang satu dapat membantu yang lain. Hal ini malahan akan merugikan. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Dengan menerima pengajaran unit. Matematika. Bahasa. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain.

Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional.kurikulum itu. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran.H. menjahit dan bertukang kayu. 1896. menulis. Pelajaran dasar seperti membaca. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. atau proyek. perlindungan. dan pakaian serta norma-norma hidup. Di sekolah percobaan J. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Meriam's Laboratory School di University of Missouri. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. 1918. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. . Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan.

logam dan sebagainya. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. dramatisasi. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. jadi sebelum buku itu diterbitkan. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. manusia. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. mesin. tekstil. bumi.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. air. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. pabrik dan berbagai pekerjaan.H Kilpatrick. dramatisasi. nyanyian. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. tali. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. menanam buah-buahan. langit. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Dalam memecahkan masalah itu . atau memecahkan suatu kesulitan. Bercerita antara lain meliputi membaca. permainan. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. dan sebagainya. binatang. kayu. gambar. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. dan pekerjaan tangan. " The Project Method".bernyanyi. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. 1918. listrik. udara dan sebagainya. rafia. dengan kebutuhan atau minatnya. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. piringan hitam. benang. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. tarian rakyat. Collings pada tahun 1917. bercerita. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. dan kumpulan social. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. dan sebagainya.

bersandiwara. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Juga diperlukan gedung. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. dan menguasai metode pengajaran proyek. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. dan sebagainya. membangun. pengalaman atau penelitian. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. produksi.

Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. dikorelasikan. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. berguna. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Atas dasar itu maka H. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. Smith dkk. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Core Curriculum.1. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. Menurut B.O. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. 4. 3. Jadi setiap program pendidikan umum. serta efektif. 2. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan.

Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. Ciri-ciri Core Curriculum. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. .antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Metode mengajar lebih fleksibel.

jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. urutannya. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. . Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. RANGKUMAN 1. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. dan cara menyajikannya. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Untuk itu diperlukan orientasi barn. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol.

atau core curriculum. 4. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. Bentuk kurikulum yang lebih baru. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. 6. termasuk yang dianggap non-akademis. 3. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. terutama di Perguruan Tinggi. kedokteran. project curriculum atau experience curriculum. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. 9. 10.2. 8. geometri. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. 7. namun tidak mendapat popularitas yang luas. astronomi. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. 5. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". dan musik). . karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. antara lain. life curriculum.

melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". 3. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. 4. 11. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? .11. 13. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. 12. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. Budaya. 12. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. 10. Sebutkan. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. sekalipun banyak dikecam? 7. Bagaimana pendapat saudara? 6.

Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Apa sebab pendapat H. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19.13. 20. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Meriam's Laboratory School. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Collings). Apakah dimaksud dengan core curriculum. dan proyek (E. Sebutkan ciri-cirinya. curriculum atau experience curriculum. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. 16. 14. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. 17.

Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. Di samping itu waktu belajar terbatas. dan ketrampilan.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. memahami lingkungan sosial. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. nilai-nilai.

sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. data. dan prinsip. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. matematika. kimia. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. biologi. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. geografi. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. konsep. dan sebagainya. kecelakaan lalu-lintas. . Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. Perlu dikemukakan. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. sejarah dan sebagainya.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. dan sebagainya. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. fisika. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. logis. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis.

yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. pendidikan kewarganegaraan. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. proses penemuan. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. sejarah nasional. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. Ada bahan pelajaran yang umum. dan lain-lain. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. dan sebagainya. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. yaitu . melainkan juga prosesnya. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. dan sebagainya. misalnya yang mengenai pemerintahan. menulis dan berhitung. proses pemecahan masalah. norma-norma dalam kelakuan yang baik. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional.

estetika. 2. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. moral. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. norma-norma. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. dan nilai-nilai. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. . secara ilmiah. misalnya bersipat vokasional. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. dan yang normatif. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. Kriteria itu ialah : 1. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. yang umum sampai yang khusus.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. peraturan. yaitu bertalian dengan norma-norma. Subject matter atau bahan mata pelajaran. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas.

3. 4. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. Lagi pula. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . . Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya.

orang dewasa. dan sebagainya. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. Di lain pihak. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak.5. . demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. sejarah. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. membaca. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental.

Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. 1. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. Prosedur menerima otoritas para ahli. masyarakat. Jika mereka menganggap. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. Prosedur penentuan bahan pelajaran. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. yaitu faktor anak. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. atau pembangunan masyarakat barn. . sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. Seperti telah pernah kami utarakan.

yang dianggap mempunyai otoritas. karena banyak keuntungannya. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. Untuk menjamin mutu buku itu. Prosedur ini banyak diikuti. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. sejarah dan sebagainya. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. kemampuan. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. prasangka atau keinginan pribadi. psikologi belajar. perbendaharaan kata anak. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. politik. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. dan sebagainya. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. 2. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. Kalau percobaan ini . dan keahlian. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. metode mengajar. agar keilmiahannya dapat dipertahankan.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Prosedur eksperimental. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi.

Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. 4. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. sikap. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. Prosedur ilmiah atau analitis. karena sulitnya menguasai semua faktor.dilakukan pada sejumlah besar anak. 3. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. sekretaresse. ketrampilan. Juga perlu dipikirkan. guru penerbang. misalnya jabatan jururawat. Dengan mengetahui kegiatan. sehingga identitas keseluruhan lenyap. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. Prosedur konsensus. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. melakukan pekerjaan itu sendiri. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. metode ini kurang sesuai.

tertentu. milik. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. dan sebagainya. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. sekalipun tidak mengabaikannya. komonikasi dan transpor. Metode ini mudah dilaksanakan. dan suber alam. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. konsumsi. 5. perusahaan. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. produksi. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. Prosedur-prosedur lainnya. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. tradisi. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. . tokoh-tokoh masyarakat.

Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. masalah. Waktu itu ide ini sangat progresif. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Percobaan ini merupakan suatu sukses. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini.(b) Prosedur "persisten life situations". akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. . Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. dulu. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial.

Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. (11) Kurikulum dan pengajaran. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. kondisi hidup dan pekerjaan. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. (8) Rumah tangga dan keluarga. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. juga dengan orang tua. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. seks dan perkawinan. pokok-pokok. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. (7) Moral dan agama. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. . MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. mengembangkan. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. diadakan questionnaires. checklist. sering dengan murid. (4) Berpacaran. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. dan sebagainya. masalah-masalah. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. (2) Keuangan. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. daftar buku.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. dan menilai suatu unit. observasi dan sebagainya. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. resource unit. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya.

Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. Ilmu alam atau fisika.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. 1. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum.100 di kelas II. Menurut J. J. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. Juga J. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya.20 di kelas SD. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. Piaget anak umur . Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan.

Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Dua pendekatan. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. .

Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Apersepsi atau pengalaman lampau. 2. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Taraf kesulitan bahan pelajaran. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah.

Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini.untuk aljabar. 3. Ada minat yang . filsafaat. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Kematangan anak. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Usia mental anak. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. fisika. psikologi. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. 5. Matematika. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Minat anak dapat berubah-ubah. Minat anak. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. 4. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. ilmu ukur ruang. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan.

Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. seperti minat untuk radio. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. naik gunung dan sebagainya. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. motor. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. sikap dan kesanggupan berpikir. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. untuk keadaan sosial. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya.timbul karena perkembangan anak. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. misalnya minat untuk alam sekitar.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. dan ketrampilan murid. Tentu saja. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Kalau kita menilai kurikulum. masih dapat diragukan. Hasil angka-angka ujian akhir. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. urutan pengalaman itu. sikap. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. (3) organisasi pengalaman belajar itu. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur.selidiki sepenuhnya. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. agar tujuan itu spesifik. hubungannya dengan pengalaman lain. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Ada yang menginginkan. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. tanpa pendidikan formal. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat.

Maka sering suatu kurikulum diubah. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. khususnya dari ibunya. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. perdamaian dunia. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. Havighurst menemukan. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. . Tidak selalu jelas. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia.

Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Akan tetapi ada pula kalanya. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. yang tidak selalu dapat dipenuhi.

Ada juga negara. atas inisiatif para administrator. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. termasuk Indonesia. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. dan sebagainya. menyusun buku pelajaran. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Yang kedua ialah "grass roots approach". karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. menyebarluaskannya. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.sebelum terbukti kelebihannya. Lokakarya. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. jadi 'from the top down". dari atas ke bawah. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan.

Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. melahirkan ide-ide baru.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum.

Di Inggris. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. bimbingan dan mungkin juga biaya. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. staf pengajar perguruan tinggi. konsultan. kemudian dicobakan sendiri. dinilai untuk diperbaiki.permulaan dan perencanaannya. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. to koh-tokoh di sekitar. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri.

Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. syarat masuk perguruan tinggi. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. keinginan pemerintah dan sebagainya. Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri.

dan penilaiannya relatif mudah diatur. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. 1.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. Karena percobaan ini terbatas. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Memanfaatkan guru. Membina kader. penyelenggaraan. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. 3. 2. Berbagai jalan kurikulum. Beberapa cara praktis. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Andaikan pilot project ini berhasil. . Pilot project. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. pengawasan. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh.

Kerjasama antara sekolah dan universitas. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. 4. Memperbarui buku pelajaran. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. 7. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. dan sekolah. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu.SM. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . 5. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. Menyediakan alat pengajaran.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. . Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. 6. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya.

dan sebagainya memakan waktu yang lama. sikap orang tua. dan sebagainya. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. . Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. Namun. 9. berdasarkan prinsip-prinsip. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Namun penataran akan tetap diperlukan. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. Suatu kelompok kecil. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. administrasi sekolah.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. Pada permulaan ini merupakan percobaan. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. dasar-dasar teoretis. cara menentukan bahan. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Memulai dari satuan pelajaran. sering bertahun-tahun. dengan persetujuan kepala sekolah. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. 8. cara belajar murid. mengevaluasi. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru.

Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. seperti tampak pada diagram itu. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. Jika tujuan tidak tcrcapai. atau pada tujuan itu sendiri. Tujuan juga menentukan penilaian. Yang dinilai bukan hanya tujuan. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. (3) pengetahuan. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. . bukan sebaliknya. Keempat komponen itu saling berhubungan. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. proses belajar. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu.

agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. yang diuraikan lebih lanjut). atau subject-centered. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. 4. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. yakni child-centered atau pupil-centered. 3. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . afektif. society-centered. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. bahwa bagan 2.

the structure of knowledge. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. tidak lekas out-dated. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings".gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. . pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. dengan korelasi. sekali dipahami.lebih mantap. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. Informasi atau fakta-fakta yang . broad field. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. diusahakan adanya integrasi.lepas-lepas mudah dilupakan. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. dan sebagainya. pengajaran unit. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik.

agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesanggupan dan perkembangan anak. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . Penilaian kurikulum harus berjalan terus. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. Jika tujuan tidak tercapai.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. hubungan antara guru dan murid. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. dan sebagainya. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. perbedaan individual. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. kesulitan isi pelajaran. taraf kematangan.

tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. masyarakat.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD . Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. maupun yang berbakat tinggi dan rendah.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.SM sampai Perguruan Tinggi.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. yang normal. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. dan disiplin. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. .

4. (2) bahan pelajaran. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. 3. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. (7) pembaharuan kuri- . Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. RANGKUMAN 1. dan pengembang kurikulum. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. (4) organisasi kurikulum. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. 9. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. (5) memperbarui buku pelajaran. biaya yang cukup. (3) pengalaman dan kegiatan belajar. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. (4) menyelialcan alat pengajaran. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. karena bersifat tersendiri tersendiri. perencana. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. 8. 5. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". peneliti. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. dan sebagainya. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. (1) pilot project. 2. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. 6. 7.

kulum pendidikan guru. Keempat komponen itu saling berhubungan. (4) penilaian. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . 2. dan perbaikan kurikulum? 6. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. 12. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. (2) pengetahuan. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. SD. SMP maupun SMA. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apakah perbedaan antara perubahan. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. inovasi. 11. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. 10. 12. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. pembaruan. Apa sebab demikian halnya? 11.

13. Menurut pendapat saudara. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. 20. 14. 19. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. menurut pendapat saudara? 16. 18. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. .

Inilah beherapa saran: 1. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. atau tentang buaya. . Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. akan tetapi yang berangsur-angsur. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. Kalau kita mengajar di SD misalnya. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran.

Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. bila keadaan memerlukan. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. artinya dapat diubah. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. ini berarti. Kurikulum itu harus "fleksibel". 3. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. 4. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. agar kita jangan ketinggalan zaman. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Ini tidak berarti. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . harus ada persamaan dalam kurikulum. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. 2. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan.

agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. minat dan kesanggupan anak. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. 5. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. hobby. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. 6. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. Sekolah berkewajiban membantu anak. serta antara murid dengan murid. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. sandiwara.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Menurut pendapat modern. dan sebagainya. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. perkumpulan sekolah. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. olahraga. macam-macam bentuk rekreasi. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. 7.

Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. mengadakan percobaan-percobaan. 9. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. 10. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. dalam membentuk manusia Indonesia. membentuk. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. merupakan kerugian bagi . Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. 8. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. karyawisata. bertukang dan sebagainya. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. mengarang. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. golongan atau daerah. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. penyelidikan.

negara. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. hubungan gum dengan murid 3. pendidikan guru. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. gedung sekolah. b. c. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. KURIKUI. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. peranan orang tua. metode mengajar. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. e. 2. f. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . nasib guru. d.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab zaman cepat berubah. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4.

Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. .5.

New York. Alberty. Issues in Curriculum Development. Curriculum Principles and Social Trends.DAFTAR BUKU Alberty. Gladys L. James B. 1960. 1960. Minor. Briggs. Resource-based Learning. Harvard University Press. David. Marvin D.. Conflicting Conceptions of Curriculum.. The Conditions of Learning. New York.. J. Heinemann Educational Book Ltd... London. Chicago. Rinehart and Winston. Rinehart and Winston. Inc. Kimball Wiles and Joseph Bondi. 1950. The Macmillan Company. Holt. Appleton-Century-Crofts. Inc. Principles of Instructional Design.. and James M. Dewey. Unit Teaching in the Elementary School. The University of Chicago Press. New York. 1974 . and A. New York. and Elizabeth Vallance. Cagne. dan Elsie J. Holt.1947. Eisner. Allyn and Bacon. Alcorn. Ronald C. Doll. Education in the Elementary School. 1963. Appelton-Century Company. Harold B. Caswell. Glen. Potter and Neva Hagaman. Readings in Curriculum. McCutchen Publishing Corporation. . Curriculum Evaluation. 1959. John. 1970. The Child and the Curriculum and The School and Society.. Elliot W. American Book Company. London. Lowry W. Gwynn. World Book Company. Student Teaching in the Elementary School. Eggleston. Curriculum Improvement.. Open Books. Hollis L. Jerome The Process of Education. Reorganizing the High. Hamilton. Bruner. 1977.. New York. Hass. Harding and Leland Jacobs. New York. Routledge and Kegan Paul. Inc. 1974. The Sociology of the School Curriculum. 1974. 1977. Robert M. The University of Chicago Press.. Hanna. Beswick. Wellesley Foshay. Boston. Burr.. Lavone A. The Macmillan Co. and Leslie J. Boston. 1950. John. Norman. London. New York. Linley. 1970. Allyn and Bacon Inc. 1976.. 1965. Phoenix Books.School Curriculum.

Curriculum Planning. Child Growth Through Education. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. George Allen and Unwin Ltd. AppletonCentury Company.. New York. New York. PN Balai Pustaka. Harper and Row. N. Arieh (ed)..Hilderth. Morrish. 1972.C. The Curriculum. 1960. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Olson.. D. Edward A.. Inc.. Miel. New York. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. London. . Developing the Secondary School Curriculum. D. Jakarta 1945. London.. 1946. National Education Association. Jakarta..G School and Community. . The Purposes of Education in American Democracy. Changing the Curriculum: a Sosial Process. Pancasila Pusaka Lama. Howard Nichols. Theories of Learning. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan.. 1956. a Practical Guide. Unesco. Gertrude. Aspects of Curriculum Change. Audrey and S. Jakarta 1954. Kelly. Lewy. New York.A. Social Studies for Children in a Democracy. Washington. Longman. 1938. Nasroen M. 1948.. Inc. 1976. Prentice Hall. New York. Appleton-Century Company. Harper and Row Ltd. Ivor. 1977. Open Books. 1953. 1957. 1977. Leonard.. Rinehart and Company. New York. Appelton-Century-Crofts. 1975. John U. Ernest R. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. New York. D. Hilgard. 1947. 1954. Albert V. Barry and Rob Walker. Krug. Harper and Brothers. George Allen and Unwin Ltd. Paul. The Roland press Company. Nicholls. E. Educational Policies Commission. Changing the Curriculum. Alice... Developing a Curriculum. 1976. New York. London.E. The Secondary School Curriculum. NV Harian Masa. Handbook of Curriculum Evaluation. Michaelis. New York. MacDonald. Inc. Penerbit Endang. J.

1970. Inc. B. 1938.. The Dryden .. Commission on Secondary School Curriculum. New York. Science in General Education. Towards a Theory of Knowledge. Ragan William. Rinehart and Company. Appelton-Century. Modern Elementary Curriculum.Otto. Progressive Education Association. Principles of Elementary Education. Piaget. Henry J. Psychology and Epistemology. 1955. New York.. Crofts. Middlesex. Jean. Penguin University Books.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful