KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. Akhirnya setiap pendidik. di dalam maupun di luar sekolah. on the playground. agama. apakah dalam ruangan kelas. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. or out of school. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran.menentukan karirnya sendiri. 2. Galen Saylor dan William M. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. keamanan lalu lintas. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. J. keterampilan vokasional. pendidikan. whether in the clasroom. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. Albertycs. . yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. di dalam dan luar kelas. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. 1. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. pendidikan seks. " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. pencegahan minum alkohol atau ganja. Harold B. kepramukaan.

Jadi hubungan sosial antara guru dan murid. dan J. Othanel Smith. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. William B." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. 4.3. Ragan. W. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya. program. B. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. most whole some influences that exist in the culture. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. . to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. J. Lloyd Trump dan Delmas F. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah.O. and the nation to bring to the children the finest. bimbingan dan penyuluhan. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. perubahan tenaga mengajar.. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. The term is used . Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. Ketiga aspek pokok.. 5. metode mengajar. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Stanley.

suasana sekolah. cita-cita serta norma-norma. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. menganjurkan. kebiasaan-kebiasaan. melainkan juga pribadi guru. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. memuji. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. sikap. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. yakni anak didik. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah.6. seperti menjelaskan. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. keyakinan. . kecakapan. keinginan. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. apresiasi. masyarakat. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. melarang atau menghukum. keramahan pendidik. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern.

yaitu pengajaran di dalam kelas. masyarakat. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. 7. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. kegiatan pengabdian masyarakat. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. . bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. lembaga agama. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. dan perkemahan sekolah. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu.Hilda Taba mengemukakan. Edward A. 2. bagaimanapun polanya. dan lain-lain. organized classroom instruction. selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. seperti bimbingan dan penyuluhan. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. Tiap kurikulum. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran.

bahkan sering yang bertentangan. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. yakni pengetahuan. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. jadi dapat disebut potential curriculum. Ada kemungkinan. pada hal kurikulum itu pun mengandung .Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. warung sekolah dan lain-lain. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. 4. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. biasanya dalam suatu panitia. pramuka. 3. bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. disebut actual curriculum. keterampilan tertentu. Kurikulum sebagi pengalaman siswa. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. 2. sikap. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. pertandingan.

karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik.kebaikan. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya.

yakni : 1. b. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. 4. perkembangan dan perubahannya. atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. bagaimana proses belajar anak. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . psikologi belajar. Asas sosiologis. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. yaitu keadaan masyarakat. tapi juga guru. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. perkembangan anak. orang tua. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. 1. kebudayaan manusia. 3.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. masyarakat bahkan dunia. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. 2. dan lain-lain. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. psikologi anak. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik".

atau Kristen. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. Asas Psikologis a. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. dapat dipengaruhi kelakuannya. 2. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. Anak-anak dapat belajar. Timbullah aliran yang disebut progresif. Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. dapat mengubah sikapnya. dapat menerima norma-norma. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. khususnya para pengembang kurikulum. dapat menguasai sejumlah keterampilan. yaitu "Child centered curriculum". Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. bagaimana proses belajar itu berlangsung. untuk kepentingan anak. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. b. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. .

dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . maka masyarakat dijadikan salah satu asas. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Dalam hal ini pun harus kita jaga. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. 3. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. maupun sebagai orang dewasa kelak. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Pada umumnya dapat dikatakan.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. baik sebagai anak. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. jadi yang mencakup segala gejala belajar.

Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. IPS. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. kurikulurri adalah soal pilihan. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. 4. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. dan lain-lain. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. Bahasa. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice".timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. yakni yang tradisional dan yang progresif. Kembali perlu di ingatkan. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF . misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Selain itu. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah. atau yang berpusat pada mata pelajaran.

dan terutama menonjolkan hafalan. berbagai kekurangan. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif. apakah itu nilai-nilai. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. Sebaliknya kurikulum modern . terampil dalam hitungan di luar kepala. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. benda. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. dan lain-lain. Dianggap . barang seni. oleh sebab apa yang diawetkan. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. sanggup berpikir sendiri. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. dan sebagainya. selalu yang baik.

pengawasan.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Dapat kita katakan. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. kontrol dan disiplin yang ketat. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat. metode belajar-mengajar. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. maupun evaluasi. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. Di lain pihak. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak.

yakni : 1. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. sehingga setelah peluncuran Sputnik. (2) bahan pelajaran. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). bagaimana proses belajarnya. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak.kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. aliran progresif mengalami pukulan hebat. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. dan apa yang harus dinilai. Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. Pada saat dipentingkan- . salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. (4) evaluasi atau penilaian. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. akan tetapi akibatnya ialah. (3) proses belajar-mengajar. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni. kurikulum ini tetap bertahan. (1) tujuan. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. mengajukan 4 pertanyaan pokok.

Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. jujur. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. PBM. as a program. actual curriculum atau potential learning experiences. atau cara penilaian. maupun evaluasi pun lebih jelas. curriculum as a product. 2. dan sebagainya. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. Bila salah satu komponen berubah.nya evaluasi dalam bentuk ujian. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. misalnya Ebtanas. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. maka bahan pelajaran. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. pribadi guru. atau proses belajar-mengajar. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. as the experiences of the learner. 3. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. dan lain-lain. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. ideal. UMPTN. real. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. yakni. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. misalnya metode baru. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. Kalau tujuannya jelas. RANGKUMAN 1. kerja keras. termasuk kebersihan kelas. sikap petugas sekolah. . sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. as intended learnings. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru.

Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.4. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". potential. 4. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. Jelaskan. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. 5. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. program. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. antara lain mengenai luas cakupannya. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. 7. Jelaskan arti kurikulum sebagai product. 2. the experiences of the learner. tiap guru harus sendiri. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. Sebutkan asas-asas kurikulum. 6. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. 6. intended learnings. real. bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . 7. Juga pengertian kurikulum formal. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. Dikatakan. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. actual. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. ideal. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. Di antara asas-asas kurikulum. 3.

13. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi.11. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya.

karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. dan lain-lain. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya.BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. Pendirian itu terlampau picik. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. apakah hidup yang baik. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. tentang apakah yang baik. Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. diyakininya sebagai benar dan baik. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung".

2. kimia. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. 3. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. biologi yang diajarkan. dari dunia supranatural dari Tuhan. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. kemudian praktik dan aplikasinya. Biasanya disiplin termasuk ketat. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. Kebenaran ini. Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. fisika. . Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak.seperti IPA atau IPS. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah.

namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Yang baik. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. . Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Tidak ada kebenaran mutlak. Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. 4. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial.

Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. pedoman. Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. dan lainlain dari pihak luar. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. Sekolah ini menolak segala kurikulum. buku wajib. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. yakni . maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. instruksi. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Filsafat ialah "induk segala ilmu". Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. 5. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. merealisasikan diri. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Dari segala mata pelajaran. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Dalam arti ini. Anak harus mencari identitasnya sendiri.

akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. tak konsisten. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. kurikulum apakah yang akan digunakan. . ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. Pandangan hidup kabur. untuk apakah tenaga itu digunakan. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. setiap pendidik. alat pendidikan. Tujuan. akan tetapi bila ditanya. manusia apakah yang harus dibentuk. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. metode. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. pandangan tentang anak. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. suatu pandangan hidup. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. sejak Adam dan Hawa. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan.

bila ditelusuri secara lebih mendalam. Demikian pula di dalam kelas. mempunyai dasar filosofis. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. pendidikan dasar 9 tahun. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. 3. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. sehingga tidak lepaslepas. bila guru menghukum atau memuji anak. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. 4. membolehkan anak-anak bekerja sama. 2. Keputusan tentang PPSI. menjalankan disiplin keras atau lunak. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. menyuruh anak mencari data dari lapangan. muatan lokal. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. 6. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. tentu ada dasar falsafahnya. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. 5. CBSA. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing.

merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. memperlambat. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. yaitu Pancasila. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara. Undang-Undang Dasar 1945. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . Kalau pemerintahan bertukar. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. dan Garis-garis Besar Haluan Negara.Tujuan pendidikan. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. antara lain Soekarno. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. atau penguasa dalam suatu negara.

4. II/MPR/1968. adat istiadat. tetapi sebe narnya. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. maka Pancasila itu bukanlah lahir. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. Di samping itu. Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Ketuhanan yang Maha Esa. dan kebiasaan bangsa kita. Pancasila itu bangkit kembali " ( M.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. 5. . Nasroen. dan kebahagiaan rohaniah. dalam hubungan dengan alam. baik dalam hidup manusia secara pribadi. dalam Pantjasila Pusaka Lama . Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. Pancasila terdiri atas : 1. atau baru dijelmakan. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. 2. maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. Persatuan Indonesia. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. 3. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Seperti kita ketahui. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. . Ketetapan MPR No. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah. namun senantiasa hidup damai berdampingan. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. bab III. II/MPR/1978. dari SD sampai Perguruan Tinggi. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. pasal 4.

Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. Soal dunia adalah soal tiap negara. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. menipisnya lapisan ozon. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. percobaan bom atom. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Masalah ledakan penduduk. . (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa. termasuk kita di Indonesia. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. persamaan hak. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. menjadi masalah bagi semua negara. (2) Saling mencintai sesama manusia. populasi udara dan lautan.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. ilmu pengetahuan alam. 2. 3. baik lokal. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. maupun internasional. kuat lahir dan batin. nasional. program umum yang sama bagi semua siswa. 2. 5. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. d. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. b. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. Di bidang pengetahuan : 1. 6. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. regional. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi .Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi. ilmu pengetahuan sosial. c. 4. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual.

serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. dan kesehatan. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. 8. kesejahteraan keluarga. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. 3. 5.nasional. bebas dan jujur. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya. 6. 2. 9. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. 6. Di bidang keterampilan : 1. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. 4. Mencintai sesama manusia. c. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. dan lingkungan sekitarnya. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan. 7. bangsa. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. 7. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. 5. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. . Menguasai cara belajar yang baik. Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 9. 7. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. 2. 4. b. Di bidang nilai dan sikap : 1. 8. 3. Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. lisan maupun tertulis.

rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat.10. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. sikap kritis. Memiliki kesadaran menghargai waktu. 12. yang masih dapat bersifat umum. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. 11. daya kreatif. 14. Memiliki sikap hemat dan produktif. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . Tujuan pendidikan nasional. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. Contoh 1. 13. Memiliki inisiatif. dan tujuan instruksional.

3.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. Jakarta. h. A. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. 1. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. 1976. teori-teori tentang asal-usukl . 1. 1. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. uku : III. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional.6.2. Tujuan Instruksional Khusus 1. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan.5. 1. 156). Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. 2. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum.1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1. Contoh 2.4. Model Satuan Pelajaran. PN Balai Pustaka. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. 2.

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

teori. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. Tujuan hendaknya realistis. Memahami. Tujuan yang sangat indah kedengaran. yang sangat membosankannya. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. atau selama belajar di sekolah itu. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. A. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. metodologi. istilah. aturan. dan sebagainya. yakni mempelajari dan mengingat fakta.belajar di sekolah. yakni menafsirkan sesuatu. akan tetapi sering pula terlampau rendah. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. 7. peristiwa. menterjemahkannya dalam bentuk lain.. prinsip. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. yakni : 1. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. mengambil kesimpulan . Mengetahui. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. kata-kata. 6. konsep. atau selama jam pelajaran. kategori. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. 2. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. cs.

Menghargai. Mensintesis. mentransfer. perasaan. atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. 3. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. Menerapkan. 1. C. 2. 5. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. 6. affective domain. sadar akan adanya suatu gejala. Memperhatikan. 5. situasi. 4. kondisi. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. B. menginternalisasinya. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . misalnya keindahan dalam musik gamelan. atau arsitektur gedung lama. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. situasi. Menganalisis. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. dan penilaian tentang sesuatu. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. Mengevaluasi. 3. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. mengutamakannya.berdasarkan apa yang diketahui. 4. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Mengkarakterisasi nilai-nilai. menerima suatu nilai. menunjukkan minat. atau masalah tertentu. dan sebagainya. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain.

mendorong. 3. Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik. lebih tinggi dari pada pemahaman. kinestetik. menarik. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . taktial. gerakan tangan. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. dan seterusnya. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. Mengadakan komunikasi non-verbal. 2. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. penampilan. 5. dan memanipulasi. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . serta mengkordinasi seluruhnya.1. kelenturan. dan kesenian. kelincahan dan kecepatan bereaksi. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. melompat. berpikir. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. dan ekspresi kreatif seperti tarian. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. auditif. Misalnya dalam ranah koqnitif. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. berlari. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. 4. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. olah raga.

Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. menulis. . mengajukan pertanyaan yang sangat penting. 4. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). mencegah penyakit. Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. 3. 2. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. hidup teratur. 6. Securing the necessities of life. Health (kesehatan). mengurus dan memelihara rumah tangga. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. dan lain-lain. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. sebagai berikut : 1. berhitung). 2. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. dari manusia lainnya. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan.teratur jadi lebih merupakan otodidak. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. 4. Rearing a family. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. seperti hidup sehat. Self-preservation. 3. dari berbagai situasi hidup. Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga.

Human relationship. 2. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. 7. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa. 4. jadi suatu kegiatan intelektual. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja.5. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. menghargai nilai sosial pekerjaan. Self-realization. 2. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. efisiensi ekonomi. 6. Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. Civic responsibility. 3. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). tanggung jawab warga negara. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. yaitu : 1. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. Citizenshop (kewarganegaraan). Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. RANGKUMAN 1. hubungan antar-manusia 3. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. Economic efficciency. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. perwujudan pribadi. Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. jadi . Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938).akarnya. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. memilih jabatan yang tepat. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri.

tujuan instruksional umum dan khusus. 11. Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. 7. 5. dan GBHN. 9. 4. UUD 1945. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. 12. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. afektif. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. 6. kurikuler. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba .konsisten dan saling berhubungan. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. dan psikomotor dalam segala ting katannya. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. 8. 10. Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu.

5. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. falsafah negara. 8. agar anak mengenal gambar wali kota. dan lain-lain.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. adat -istiadat. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. seperti agama. agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan. 10. 6. 11. the Seven Cardinal Principles. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. agar anak dapat menyebut nama wall kota. dan SMA. 4. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. pengalaman pribadi. Diskusikan dengan teman. SMP. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . Hingga manakah TIK harus dikhususkan. Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber.

15. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. Minta teman lain juga melakukannya. 16. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. Beri pendapat Saudara. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. 14. lalu rumuskan TIK-nya. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. Pilih satu TIU. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. 17. Diskusikan. .12.

akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. lain pula mempelajari nilai-nilai. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. yang sering dilakukan terhadap binatang. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. antara lain dalam 1. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. namun masih banyak yang belum diketahui.BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. Guru . masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. teori S-R yang behavioristik. 3. teori Gestalt atau teori lapangan. 2. Belajar itu ternyata sangat kompleks. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. lain belajar memecahkan masalah. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. Apa yang dipelajari bermacammacam. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. sangat diperlukan.

conditioning. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. keterampilan. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. kebanyakan dengan menghafalnya. teori asosiasi (S-R). Hilgard. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. dan Bruner. teori Gestalt. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. Bandura. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). belum diketahui sepenuhnya. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. teori lapangan. norma-norma. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. Tiap orang tua mendidik anaknya. dan sebagainya. sama dengan proses psikis lainnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. mengajarnya berbagai pengetahuan. suatu "change of behavior". sebagai berikut : . Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang.

daya tanggap. 3. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. kognitif. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. Ia menghadapi situasi dengan cara lain. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. keterampilan. pengenalan. daya-fantasi. sikap. penghargaan. Seperti yang telah dikemukakan di atas. bagaimana guru mengajarkannya. efektif. minat. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. bukan hasil belajar. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. sejarah. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. biologi. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. dan lain-lain.day a. Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. akan tetapi seluruh pribadi anak. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. seperti membuat sarang. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. maka ada daya-ingat. Bila‡ guru mengajar matematika. daya-pikir. dan .Learning is the process. dan lain-lain. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. perbuatan. maupun psikomotor. 2. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan.

Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. juga teori berdasarkan "faculty psychology". tahun-tahun sejarah. pendidik. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. kata-kata asing. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa.lain-lain. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. Itu semua boleh dilupakan. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. nama pahlawan. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. akuntan. Penelitian eksperimental membuktikan. insinyur. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. makin sulit makin baik. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. daya-pikir. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. karena nilai latihnya makin tinggi. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. ahli manajemen. namun di sekolah teori ini masih dianut. . matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. Seperti pada daya-ingat. Ada pula sejumlah ilmuwan. apa saja.

Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. Dianggap makin keras latihannya. makin berkembang "mind" itu. lebar. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. rohaniah-jasmaniah.Teori ini didasarkan atas anggapan. . body). berat. Yang utama ialah daya pengenalan. Makin keras latihan. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. masih banyak dianut. gunung. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. Kemauan adalah kunci keberhasilan. matter. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. ingatan. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi. Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. imajinasi. Seperti halnya dengan latihan otot. dan berpikir atau penalaran. perasaan dan kemauan. jiwa. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. makin kuat otot itu. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. Tanpa kemauan yang baik. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. Bahannya dapat dilupakan. sulit dan membosankan. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. mempunyai ukuran panjang. tanaman. Untuk mendidik anak. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. binatang. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu.raga. karena sulitnya.

tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. hukuman. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. Namun masih ada lagi ilmuwan. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. dan lain. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . celaan. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. kimia. Akan tetapi anak yang tidak pintar. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai.lain. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. fisika. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. misalnya pakaian.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak. misalnya. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain.

Robert Glasser. soal. F. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon.an yang dihadapi. Tokoh. Watson (1878. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia.bidang lain. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. berupa pertanyaan. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). namun demikian air liur anjing keluar juga. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. Setelah beberapa kali ini dilakukan. Skinner. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. tapi kebanyakan dari luar. aliran Connectionisme. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. Gagne. Teori ini mulai bangkit setelah karya J.B. situasi atau keada. Robert M. Transfer memang ada. Pavlov (18491936). Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike.tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. ILMU JIWA ASOSIASI. B.

tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««.yang lapar. yang menganut aliran connectionisme. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. atau conditioned stimulus. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar.mobil berhenti. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««. The Law of Effect. Lampu lalu lintas merah .anak kecil tidur. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". 2. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. antara lain 1. sesuatu yang wajar. Thorndike. atau conditioning. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. merasa sukses. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas.hari. The Law of Exercise or Repetition. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan.. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. Mendapat pujian. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. memberi . jam menunjuk pukul delapan . Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari.

Skinner. karena diberi reinforcement. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru. termasuk manusia. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable". Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". prosedur pengembangan sistem instruksional. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. atau bertepuk tangan atau batuk. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. harus melakukan sesuatu. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Makin banyak S-R dimilikinya. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam.dorongan belajar.F. . Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Dalam "operant conditioning" organisme. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. Seorang berbuat sesuatu. Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna.

Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. dalam hal ini mendapat upah. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. Mula-mula organisme. Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". menurut pendapatnya adalah mesin. akan tetapi sesudahnya. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat.kecuali dengan cara biologis. . dalam hal ini anjing. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". Tiap bagian. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. "Reward" ini "mereinforce" Respon. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. sekalipun sangat kompleks. lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". maka dimantapkan dengan "reinforcement". Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. Manusia. membuat Respon yang diinginkan.

Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. dan akuntabilitas pendidikan. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. karena. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. menurut Kohler.Mengenai pelajaran disekolah. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah.tiba. juga disebut teori organismik. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya. ia mendapat "insight". Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. dan teori psikologi lapangan (field psychology). Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif. dan reinforcement terlampau langka. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. belajar kompetensi. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. ia menerima stimulus dan memberi . organisasi. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. Demikianlah lahir teori Gestalt. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. individu itu pasif.

Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. mengadakan eksplorasi. Kebenarannya masih perlu diuji. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. ialah "insight". menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. yang mungkin benar atau tidak. karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. walaupun dapat membantu. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. Kunci dalam psikologi Gestalt. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. dinyatakan dengan kata-kata. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. akan tetapi hingga batas tertentu. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. Guru tak dapat memberi " insight".respons secara sereotip dan otomatis. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Belajar bukan sesuatu yang pasif. dan sering dapat diverbalisasikan. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. . Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. misalnya fisika. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan.

Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. lalu merumuskannya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama. yang meliputi tujuan seseorang. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. hal-hal yang ingin dielakkannya. Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada.atau ia tak mau. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. makin dikenalnya life-space siswa. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. Kurt Lewin (1890-1947). buah pikirannya. siswa disuruh menemukan generalisasinya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. halangan antara dirinya dengan tujuan. Ternyata. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. belajar adalah proses interaksional. ia disuruh mengaplikasikannya. prinsip-prinsipnya. Bagi guru. Pertama: Guru merumuskannya. Menurut teori lapangan. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. atau tak sanggup menerapkannya. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. Untuk memahami seseorang. Belajar ialah modifikasi life-space. . juga penganut teori keseluruhan. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara.

menganalisis. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. dan proses deduktif. yakni menerima hipotesis. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . pengumpulan data. semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. Mengenal dan merumuskan masalah. 4. atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. antara data. 2. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Mengambil kesimpulan. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. menolaknya. Menyelidiki pengetahuan. organismik atau teori lapangan kognitif. mencari. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Merumuskan hipotesis itu. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. 3. dan menguji hipotesis. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. Pada dasarnya. 5. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. yang harus diuji kebenarannya. 1. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. dan sebagainya.

ia seorang pribadi. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. akan tetapi apa saja yang dipelajari. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. Bila Icita . Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual. kesenian dan sebagainya. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. 2. ilmu hayat. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran.oleh setiap pemain satu per satu.keseluruhan karangan atau cerita. melainkan juga secara emosional. sosial.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. dan jasmaniah. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis.

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Ia memahami tujuan pelajaran itu. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. Di sekolah yang menginsafi hal ini. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. usaha itu mengandung arti baginya. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. anak -anak dipaksa . kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya. takut tinggal kelas.

dan konsis belajar Gagne. Kalau di atas dikatakan. belajar sosial Bandura. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. konseptualisme Bruner. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. TEORI APERSEPSI HERBART J.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. antara lain apersepsi Herbart. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. bahwa anak-anak diajak turut berunding. Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja.F. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. Setiap ada masuk persepsi baru . Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. walaupun tidak di bawah namanya.

Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. Jadi "mind" itu adalah isinya. masih kosong seperti papan tulis bersih. ada afinitas menarik atau menolak. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. Tanpa pengalaman yang ada. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. Akan tetapi perangsang. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. dinamis. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas). atau kemajuan teknologi. pengalaman dari luar. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. mempunyai kekuatan untuk bergabung. maka mungkin akan timbul ide burung.maka ia disambut oleh yang lama. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. yang datang berurutan (suksesi). berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. Herbart sebaliknya. mengisi mind itu. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. . Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). Menurut Locke ide-ide itu pasif. Sebelumnya.

sekarang diberi nama "entry behavior". Berbandingan dan abstraksi. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. yakni : 1. sudah cukup terkenal. Apa yang disebut apersepsi. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. 3. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik. Penyajian. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. Tujuan pendidikan. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa.Herbart percaya.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. . Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik. Minat sangat dipentingkan. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. 2. Persiapan. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. Guru menyajikan fakta baru. antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama.

Model itu memungkinkannya meramalkan. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. Aplikasi. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. atau masalah lain. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. ia memilih dan mentransformasi informasi. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula. 5. menginterpolasi. fakta. 2.4. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Walaupun metode ini telah kolot. mengekstrapolasi. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. Generalisasi. yakni 1. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. setelah Sputnik. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. atau dengan istilah sekarang. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. mengadakan pre-test. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. Dalam proses belajar. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. anak itu partisipan aktif.

sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. Belajar ialah memperoleh informasi. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. Kemudian pada fase "iconic". iconic. akan tetapi jauh melebihinya. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi.pengetahuan baru. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. 2. juga tidak reaktif. dan symbolic". Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. . 1. model itu semula diadopsi. mentransformasinya. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. diterima dari kebudayaannya. ini fase "enactive". kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. melainkan aktif. Menurut Bruner. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. yakni fase "enactive. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. Ini fase "symbolic". kemudian mengadopsi. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. yakni . Karena itu manusia tidak pasif.

akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. dalam bentuk yang benar dan jujur. cara ilmu itu memecahkan masalah. dan akhirnya symbolic. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu. 3. Menstruktur pengetahuan. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. yang disebut strukturnya. 2. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. SMP. statistik.Menurut Bruner. Kurikulum yang membicarakan . SMA. kemudian iconic. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. 3. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. misalnya dengan taraf enactive. bagaimana cara memecahkan masalah. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Walaupun isinya berguna. 5. prinsip. 4. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. Suatu konsep. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Memupuk kejujuran intelektual. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. 2. Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD.

menurut Hilgard. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala. menaruh minat. merasa diri kompeten.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. merasa turut terlibat. . Itu sebabnya. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. sering berupa pujian. disebut kurikulum spiral. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. 5. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. hadiah. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. Pancasila misalnya. angka baik. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. Motivasi belajar. 4. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. sanggup memecahkan masalah yang sulit. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget.

3. 11. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. dan kegagalan.dan mengurangi efektivitas belajar. 7. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. 10. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. Pada umumnya hadiah. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. 6. Tujuan ini sangat sempit. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". 13. Tujuan hendaknya realistis. 8. 5. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. pujian. 12. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. 2. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak.1. 4. 14. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. Motivasi mempertinggi hasil belajar. membantu murid belajar. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . 9. misalnya memainkan lagu pada piano. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. celaan.

hafalan. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. Dalam penentuan bahan. emosional. Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. dan ulangan. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. faktor anak tak berapa dihiraukan. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. seperti belajar ketrampilan motoris. dan sikap terhadap dunia. Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. ketrampilan intelektual seperti . Kurikulum meliputi perkembangan sosial. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. Berbeda dengan teori asosiasi. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu. mengingat fakta-fakta dan informasi. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. dan intelektual. pengembangan pribadi.pakai secara campur-aduk dalam praktek. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu.yang penting. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. bukan ide-ide yang prinsipiil. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas.

"reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. emosi. hubungan sosial. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. dan sebagainya. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. atau emosi. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. minat. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. Akan tetapi kelemahannya ialah.membentuk konsep. nilai-nilai. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". yang mengandung masalah. dan belajar sikap. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. dan sebagainya. . bukan mengenai hal-hal jangka panjang. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat.

teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. pengalaman. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. minat. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). 5. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. 8. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. RANGKUMAN 1. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. 6. . 3. teori asosiasi (termasuk conditioning). Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines". "insight" masalah. 4. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. tujuan. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. 9.Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. 2. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. 7. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. Walaupun teori belajar berbeda-beda.

2. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. dan ekonomi ? 14. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . dan sebagainya ? 17. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori.mecahkan masalahmasalah politik. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. 7. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir. 16. Bagaimanakah pendapat J. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. sosial. Benarkah pendapat ini ? 11. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. test masuk. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. 15. 12. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5.

khususnya fungsi ketiga. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Rousseau (1712-1778). perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. dari kecil sampai dewasa.dengan orang dewasa dalam miniatur. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. ialah J. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. namun manusia penuh sebagai individu. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. Ada masanya dahulu anak disamakan .J. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. .

dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. masa kanak-kanak lanjutan. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. .intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. masa kanakkanak permulaan. Maria Montessori ( ).1826). juga John Dewey. ada yang mengadakan studi cross. minat. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. masa transesensi menjelang adolesensi. yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu. ada pula studi longitudinal. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. sosial. Ada mengatakan. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak .  Kecepatan perkembangan itu tidak merata.Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. Froebel (1776 1841). kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan.H.sectional. bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. F. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. seperti J. dan mental. seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. dan taraf perkembangan anak. Berdasarkan berbagai penelitian itu. ada masa bayi. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran.fisik. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. bahkan sampai dewasa. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. emosional. Pestalozzi (1746 .

digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Hal ini bertalian dengan soal kematangan. Karena cepat perkembangannya. atau tak dapat mengikuti pelajaran.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. maka ia cepat dan mudah menguasainya.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. karena belum siap. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. Selain itu dapat timbul minat. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi. sikap dan masalah-masalah baru. belum matang. misalnya membaca permulaan. akan tetapi setelah tercapai kematangan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. Apakah . Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. atau faktor lingkungan. Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal.

akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. Anak yang terganggu kesehatannya. emosi. dan lain-lain. baik mengenai segi jasmani. aspek inteligensi. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. TV.Q. seperti kepandaiannya bergaul. dan lain-lain. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. lapar atau lelah. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. misalnya aspek jasmani. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. anak yang terisolasi dalam kelas . Pengetahuan tentang perkembangan anak. sosial maupun intelektual. Salah satu sebabnya ialah. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. sakit. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin. anak konstan. Karena aspek intelektual diutamakan. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. gambar-gambar. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. majalah. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan.

anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . tekanan darah. kesukuan. Guru harus pandai. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya".tanpa teman. Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . agama. cita-cita dan dalam banyak hal lain. sehingga tak mungkin dua orang sama. pendidikan di ramah. sosial-ekonomi. anak yang merasa dibenci oleh guru. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. kecepatan membaca. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. jasmaniah. akan tetapi juga dengan "hatinya" . Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. itu benar dan sangat diinginkan. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. kecepatan bereaksi. emosional. keterampilan motoris. atau mengamati sekelompok anak bermain. minat stabilitas emosional. harus banyak tahu. rohaniah. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. kesehatan. dengan atau tanpa alasan. keterampilan berhitung. harus menguasai disiplin ilmu. tinggi dan berat badan. dan sosial. latar belakang. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas. Anak-anak saling berbeda.

sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. Untuk lebih menjamin kesamaan. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. pelajaran sama bagi semua. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama.intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. malah sering tidak diacuhkan. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. dalam pendidikan masal umumnya. Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. Dengan sistem kredit. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. Kurikulum uniform. menulis kalimat yang sama. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. menggambar barang yang sama.

Tiap anak berbeda dengan anak lain. bangsa mem punyai badan yang sehat. Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. sejarah. dan sebagainya. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. c. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. semua anak mempunyai inteligensi. yang lain daripada yang lain. misalnya. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. d. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. kemampuan dan pikiran yang orisinal. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. ada yang tinggi. b. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. Kelemahan di bidang . la harus mengenal falsafah negara. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. tantangan. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. harus menguasai bahasa nasional. Walaupun tiap anak unik. Perbedaan individual sangat besar nilainya. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. bahkan celaan. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. ada yang rendah. bukan kualitatif. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan.disediakannya dalam satu jurusan.

serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. akan tetapi juga dalam bidang emosional. pengertian. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. fisik. sosial. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Pelajaran didasarkan atas minat anak. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. sikap. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. f. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. . antara lain: a. c. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. e. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. d. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. kreativitas. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. b. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya. yang disehut child-cebtered curriculum.tertentu. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya.

pekerjaan. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. rumah tangga. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. atau gerak. kebutuhan pribadi. akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. Anak-anak ingin ingin aktif. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . dan sosial. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. . Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. lukisan.harkat sebagai manusia. suara. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. dan dunia sekitarnya. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. seni.

Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. bekerja. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. . Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Bila ini kita akui. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. asal saja jangan menganggu orang lain. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu.

akan menjadi apa ia. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh.lain. kebutuhan fisiologis. atau rasa aman 3. 2. survival. dapat membantu. yakni kebutuhan akan: 1. Lingkungan. siapa dia.Seperti dikatakan di atas. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. dan lain. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. membantu anak ke arah self-actualization. security. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. yakni menemukan identitasnya. love and belonging. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak. untuk hidup. termasuk guru dan orangtua. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. Tak dapat anak merasa aman.realization. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. kebutuhan akan cinta-kasih 4. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. termasuk pelajaran sekolah. self-esteem. bila ia merasa kelaparan. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. pakaian. Agar dapat merealisasikan diri. kebutuhan akan harga-diri 5. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. Rasa berhasil. survival. apa yang diinginkannya. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. yakni: . self-actualization.

The need for love and affection (cinta kasih) 2. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. . The need for self-respect (harga-diri) 5. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. The need for achievement (Keberhasilan) 3. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah. demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need for understanding of self (pengenalan diri). The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi.1. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. "a fully functioning self". dan lain-lain) 8. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri.

dari anak sekolah. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. bahkan dituntut oleh lingkungannya. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. Makin tambah usianya. ia akan merasa senang. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. Bila ia dapat memenuhinya. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat. yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. dan seterusnya.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. Ia tahu. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. J. . Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. Ini diharapkan. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. pemuda. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. sesuai dengan taraf perkembangannya. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai.

ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. orang dewasa. motivasi. Penelitian serupa ini perlu diadakan. . Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. masa pensiun. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia.dihadapi oleh anak. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. kebutuhan anak. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. berbeda dengan neg ara lain. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak.J. emosi. pemuda. sampai akhir hayat. masa tua. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Seperti telah dikatakan. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. dan lain-lain secara terpadu. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. sosial.

dan berhitung. sikap orang tua. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. 4. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. itu sebagaimana adanya dan . 6. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. 2. 3. 8. 9.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. 5. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. 4. dan faktor-faktor lain. Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. dan skala norma-norma. menulis. 2. kesusilaan. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. 3. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. Mencapai kemerdekaan pribadi. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. 7. Membentuk kata-hati.

yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. 10. dan lain-lain. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. lembaga-lembaga sosial. 9. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . 6. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. dari bayi sampai masa pemuda. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan.5. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. ekonomi. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. 7. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. politik. 8.

la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. Fase pra-operasional (2 .menurut apa yang dilihatnya. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit.mulut. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa.mata.dria (sensory) dan gerakan (motoris). mengetahui tangan kanannya. tinggi dan lebar gelas. koordinasi pengamatan alat . koordinasi tangan . Pada fase berikut. misalnya matahari tidur. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. yang diperhatikannya hanya tingginya. Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya. memandang benda mati seperti makhluk hidup. misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. hanya dari pandangannya sendiri.2 tahun)  gerak refleks. Fuse senso-motoris (bayi . pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. koordinasi tangan . . Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. mengacaukan khayal dan kenyataan. pandangan animistis. mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. subjektif.4 tahun). 2. juga dapat melihat analogi. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. walaupun sebenarnya isinya sarna.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel.

Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. b. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. misalnya volume air tetap. namun dapat dipengaruhi. berpikir sambil memanipulasi benda. d. namun perlu diolah secara mental. 4. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan.15 tahun)  semua jenis masalah logis. kematangan. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. keseimbangan. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a.11 tahun)  memahami reversibilitas. Fase operasional konkrit (7 . pengaruh lingkungan. transmisi sosial. walaupun bentuk bejana berbeda. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. terutama pertumbuhan. Fase operasi formal (11 . pengalaman. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. c. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya.3. . atau pendek kata berpikir. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya.

apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain. khususnya ibunya. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. menjelang dan selama masa pubertas. intelektual. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. dengan bertambahnya pengalamannya. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. serba tak tahu. "Siapa saya?" Siapa dia. Dalam perkembangan sosialnya. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. Ia mulai bertanya. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. yang makin merosot. Anak itu. Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. Dan akhirnya. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. oleh sebab ia masih serba-lemah. . menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. Lambat laun. Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain.

Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. la memilih 50 orang. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Kepatuhan baik. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. berusia antara 10-28 tahun. Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. tanpa mementingkan konsekuensinya. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. menurut urutan tertentu. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. negara. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. keluarga. konvensional. Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu. menurut apa yang diharapkan. masyarakat. 2. 1.

Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . 3. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. tingkat berprinsip. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. 4. dengan itikad baik. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu.yang berharga. kesamaan hak manusia. Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. 5. sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial. Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. 6. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. . Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. dan harkat manusia sebagai individu.

h. (Shaver.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. J.P dan Strong. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. W. 3. e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu. 4. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. bersandiwara dan lain-lain. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. berkaryawisata. melainkan juga di luar sekolah. g) menyuruh anak membuat huku harian. 6. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. . Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. c) menggunakan test dan angket. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. 2. bukan di sekolah saja. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. b) mengadakan percakapan dengan anak. 5. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa.

mempunyai ciri-ciri tersendiri. lain daripada yang lain. atau perkembangan intelektual. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. emosional. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. afektif dan psikomotor. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. fase pra-operasional. Ia membedakan fase sensomotoris. RANGKUMAN 1. Tiap anak unik. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Louis Raths. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. 6. 2. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. 12. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. fase operasional kongkret. banyak pula persamaan antara mereka. 9. 4. dan fase operasional formal. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. 8. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". social dan fisik. 7. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). 3. 5.. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. . 10. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. Abraham Maslow. 11.

Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. 8. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. 6. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. . Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. dan Kelly. 3. 4. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10. Ratsh dan Kelly. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. 2. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. dan apa sebabnya? 12. Adakah bukti Saudara. 5.

murid. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan. sebab menyangkut banyak variabel. mengubah pedoman kurikulum.bukan sekadar buku pedoman. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. Kurikulum yang formal. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. Keduanya saling berkaitan. penilik sekolah. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. dan banyak kegiatan lainnya. warung sekolah. karyawisata. relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. yaitu guru sendiri. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. tempat bermain. Kurikulum yang riil. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. ruang olah raga. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita. bahwa . Dalam hal ini dikatakan. kepala sekolah.

Apa yang mula-mula diharapkan. akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. Namun demikian. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. dalam sejarah pendidikan. maupun pengetahuan secara berimbang. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. Perubahan adalah pergeseran posisi. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. Misalnya. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. masyarakat. Perubahan. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang. pada taraf yang lebih tinggi. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain.perubahan kurikulum adalah perubahan social. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. akan tetapi semua aspek : anak. curriculum change is social change. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan.

yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. akrab. sebab . Untuk mencapai kesamaan pendapat. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. dapat juga. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. namun dalam jangka panjang tidak efektif. berbagai cara yang dapat digunakan. dan luas perubahan yang ingin dicapai. maka sering dijalankan cara otoriter. Perubahan akan lebih berhasil. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. perubahan terjadi dalam tiga fase. tujuan. menguji alternatif. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. saat orang mengadopsinya. Menjadikan perubahan sebagai masalah. pengumpulan data. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. penuh kesabaran dan pengertian. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. Cara ini efisien. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. fase legitimasi. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. paksaan keras atau halus. biasanya tidak dapat bertahan lama. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan.Menurut para ahli sosiologi. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. indoktrinatif. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. memperoleh kredit. dengan menjelaskan sifatnya. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. yakni fase inisiasi. guru juga sering tidak mudah berubah. mengajak turut berpatisipasi. Seperti manusia lainnya. Guru cenderung bersifat konservatif.

sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. uang. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka. tidak akan diterima guru . hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. mencari hipotesis atau alternatif. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. mengumpulkan data. mengambil keputusan. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk.

Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. menentukan perubahan yang perlu diadakan. mengadakan perubahan itu. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. mengikuti prosedur yang tetap. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. 3. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. memantapkan perubahan itu. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. ada pula yang acuh-tak-acuh. Akan tetapi ia harus seorang profesional. dan pikiran akan menemui pertentangan. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. 2. Ada yang bersedia menerimanya. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. . Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. menganalisis situasi. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. yaitu dua pihak yang bertentangan. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. Untuk mengadakan perubahan. dan 4. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam.dengan senang hati. waktu. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. yakni 1.

Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. mempunyai sejumlah kelemahan. Kelima. pendidikan. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. betapapun banyak kebaikannya. Setiap metode. Tentu saja diharapkan agar guru- . Keempat. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Kedua. demikian pula tiap kurikulum. termasuk kurikulum. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. Ketiga. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. pendidikan. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. tidak mempunyai petugas tertentu. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. Pertama.

Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. alterasi. dengan meniadakan yang lama. 4. Alterasi juga berarti perubahan. padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. misalnya peralihan dari kurikulum . Perubahan itu dapat berupa : I . sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya.. misalnya menjalankan team teaching. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. variasi. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. dan 5. substitusi. 2. restrukturiSasi. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. 3. dapat pula luas dan mendasar. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. Dan akhirnya. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. orientasi baru. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. yakni . dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum.

jadi telah membudaya. karena mengurangi . Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Selain itu. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. selain dengan kebudayaan masyarakat. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Environmental education. Elective System.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. pikiran. seperti halnya dengan Sex education. Creative education atau Core curriculum. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Community school. bila kurang dukungan dari masyarakat. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. atau mengubah peranannya. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Community school. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. Thirty school experiment.atau menghilangkan kekuasaan guru. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. Misalnya Driver education. atau mendapat tantangan dari pihak guru. Atau. Juga Activitiy Curriculum. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. Sebaliknya Driver education. Nilai 2 artinya. Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. Environmental education. seperti Activity curriculum. tenaga. Creative education. yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. bila terlampau banyak tuntutan.

Tentukan kegiatan yang sesuai. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama. Ada kalanya untuk suatu program. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. 3. dapat pula mengadakan wawancara. konperensi. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. jangan terlampau cepat. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. TV. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. workshop. kelompok studi. seminar. melanjutkan. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. dan memantapkan perubahan. jangan pula terlampau lambat. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. Berikan waktu yang cukup. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. 2. demonstrasi. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1.efektif dalam perubahan kurikulum. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. observasi. Saran-saran mereka harus diperhatikan. dan lain-lain. diperlukan waktu 3-4 tahun. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia.

Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. Demikian pula. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. TIU. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. kementerian Depdikbud. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. dan kalaupun dirincikan. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. Dalam arti terakhir ini. sepenuhnya dalam tangan guru. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. Kurikulum sekolah kita. Ia tidak terikat pada test tertulis. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. masih banyak yang harus dilengkapi guru. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru.4. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. strategi. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. Pada satu pihak. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. akan tetapi dapat men- . atau model mengajar yang tersedia. Di pihak lain.

sikap dan aspek afektif lainnya. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. fisik. Pertama. Sebaliknya . sosial. yang memerlukan pemikiran. estetis. moral. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. dan lain-lain. mental. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. etis.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. dan kegiatan guru. masih terdapat jarak yang cukup luas. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. walaupun berada di kota yang sama. Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan. sosilal. berkompetensi tinggi. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. kreativitas.

sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. bagaimana cara mencapainya. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. Mengetahui Tujuan Perbaikan. Mengenal Keadaan Sekolah. misalnya kurang mengenal potensi guru. bagaimana mengorganisasi bahan itu. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. agar usaha itu berhasil baik. dan sebagainya. bagaimana melaksanakannya. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. cenderung mematikan kreativitas guru. bagaimana memanfaatkan balikannya. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. tujuannya harus diperjelas atau diubah. Ada kemungkinan.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. sumber belajar apa yang diperlukan. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan. bagaimana menilainya. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat.

termasuk IKIP. lulusan dan putus sekolah. memilih bahan pelajaran . dan lain-lain. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. relevansi kurikulum. Data tentang siswa. macammacam golongan etnis. bahan pelajaran. atau bantuan yang dapat diperoleh. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. Suatu masalah ialah. kebudayaan masyarakat anak. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. wawancara.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain. keadaan siswa secara keseluruhan. dan sebagainya. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. hasil belajar. analisis pekerjaan murid. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. intelektual. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. misalnya dari staf perguruan tinggi. keadaan rumah tangga. jumlah penerimaan. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. konsep-diri anak. sosial. memperhatikan perbedaan individual. cara murid belajar. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. angket. proses belajar-mengajar. nilai-nilai dan harapan masa depan. perkembangan fisik. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka. moral. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. sosiometri. observasi.

menilai untuk mcmperoleh balikan. mengambil kesimpulan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. serta memupuk suasana yang menyenangkan. psikologi anak.yang lebih serasi. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. seperti kemampuan membuat perencanaan. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. Masalah juga dapat berasal dari murid. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. orangtua. sosiologi. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. menentukan hipotesis. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar. serta menggunakan alat. kepala sekolah. Mengenal Kompetensi Guru. mungkin tidak dirasa relevan. dapat juga dari . masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. Mengenal Gejala Sosial. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. selain kompetensi umum. mengadakan perubahan. mengimplementasikannya. bahan pelajaran. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. maupun dari luarnya. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. masyarakat atau pemerintah. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. organisasi kelas. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. murid. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. proses mengajar-belajar. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. dan lain-lain. mengumpulkan data. seperti komputer. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. dan sebagainya. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. yakni merumuskan masalahnya.

Misalnya. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Kurikulum harus dibangun terus menerus. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. dapat lebih meningkatkannya lagi.penilik sekolah atau dari kementerian. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. pada umumnya para pendidik. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. yang belum tentu memberi perbaikan. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Hingga kini. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu.

Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. . Biasanya ia bersifat eklektik. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku."excellence". memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan. adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. dan lain-lain. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian.

Sering kurikulum yang dijalankan . bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. percobaan. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. metode penyampaiannya. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya.  Memilih anggota panitia. Selidiki berbagai kebutuhan. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas.  Memantapkan perbaikan. perbaikan.  Menerapkan cara-cara evaluasi. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. Apa yang indah di atas kertas. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. dan seterusnya.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan.  Mengajukan saran perbaikan. belum tentu dapat diwujudkan. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. pelaksanaan. biasanya oleh kepala sekolah. yang dapat didiskusikan bersama. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. sebaiknya dalam bentuk tertulis. penilaian.   Mengawasi pekerjaan panitia. cara mengevaluasi. antara lain kebutuhan siswa. balikan. kebutuhan guru. menentukan bahan pelajaran.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya.

Dalam kelas. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. khususnya IKIP. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. Dalam arti yang luas. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. perguruan tinggi. industri. Agar kurikulum berubah demi perbaikan.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. guru sendiri harus berubah atau diizinkan. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. Yang memegang peranan dalam . para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. bahkan didorong untuk berubah. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. politik. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. seperti Pemerintah. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. dan lain-lain. orangtua. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. murid. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. seperti golongan agama.

Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Ia hanya dapat berkembang. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Guru menghadapi kesulitan tersendiri. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. terbuka bagi pendapat mereka. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. dari buku dan dari orang lain. bila direnungkan apa yang . bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya.

atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar.. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. pelajaran. konse ptual. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. seperti guru SD. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. dan teoritis. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. dan lain-lain. Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. Namun pada tingkat kegiatan kelas. bila guru bertanya. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. SMP. atau mengalami sendiri kegunaannya. apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. SMA. Partisipasi murid sama sekali tidak . atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru. bagaimana pendapatnya tentang .

Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. sekalipun keputusan selalu di tangan guru. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. mempertimbangkan. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

menurut pengalaman dan pendapat seseorang. bersemangat. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi.tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. . Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Sebagai pembantu. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. verbal maupun akademis. berminat untuk memimpin. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. kesediaan memberi bantuan. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. inteligensi tinggi : sosial. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. pengendalian emosi. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin.

yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. dan prioritas tujuan. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. adanya saling percaya. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. bersedia mendengarkan buah pikiran orang.Ketiga teori itu ada kebenarannya. timbul dalam situasi tertentu. berusaha agar ia disenangi. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. bangkit dalam struktur suatu kelompok. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. Di lain pihak. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. memelihara hubungan antar manusia yang baik. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. yaitu yang berorientasi pada tugas. percaya-mempercayai. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. memupuk rasa hormat-menghormati. sifat tugas. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. distribusi kekuasaan. Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. kekompakan. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. . saling menghormati. semangat atau moral tinggi. pemanfatan buah pikiran anggota. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama.

. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. diorientasi kearah perbaikan. egoistis dan kerena itu perlu dididik. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. menggunakan ancaman atau rasa takut. demokratis semu. Dapat pula manusia dipandang netral. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan.

guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. Kurikulum yang nyata. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. Dalam menghadapi anak. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian. atau setiap tingkatan atau bidang studi. 2. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. yakni di sekolah dan dalam kelas. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. yang riil. atau interaksinya dengan . Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. bukan hanya secarik kertas. Mengubah kurikulum tingkat lokal.

Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. Kini pengertian supervisi sudah berubah. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. 4. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. 3. Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Supervisi. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. sedangkan isinya secara detail tidak esensial.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. In-service training dianggap lebih formal. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Seorang pemilik sekolah harus . dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru.

Eksperimentasi dan penelitian. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. administrasi. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. metode unit. penjadwalan. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak. 5. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. kegiatan siswa. Reorganisasi sekolah. seperti bentuk ruangan. sayang tidak berbekas selanjutnya. misalnya pengajaran modul. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. open school. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. tugas guru. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. fasilitas. dan sebagainya. non-grading. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. 6. . Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini.

Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Biasanya guru jarang melakukannya. atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. . Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. dengan hipotesis. guru menempatkannya di bangku paling depan. Masalah akan timbul. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi.

Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. tradisional. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. Makin maju masyarakat.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. dan . Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. memancing ikan atau berburu. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. terpencil dan sederhana. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. sehingga mereka pandai mengolah tanah. tanpa sekolah. Perubahan dalam masyarakat. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. menanam padi. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin.

karena cepatnya segala sesuatu berubah. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. perkembangan. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. Sekolah yang tradisional. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. dan aspirasi masyarakat. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. Pekerjaan kasar semakin lama semakin .sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. kegiatan. kejahatan. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. keamanan. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. Segala sesuatu mudah menjadi usang. kecelakaan. ekonomi. mobilitas. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. politik. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot.

Pemogokan buruh lapangan terbang. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. bangsa-bangsa. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. rekreasi. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. pengangkut sampah. pegawai pos. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. pakaian. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. . Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Makanan. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali.berkurang. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. Kurikulum yang baik pada suatu saat. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. minuman. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. pembuangan sampah. ia mengikuti suatu kursus.

Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. transport. air bersih. perumahan. Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. . makan siang. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. rumah sakit. pendeknya semua aspek kehidupan.5 detik. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. dan sebagainya. termasuk pendidikan. pemeriksaan gigi. Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. bimbingan penyuluhan. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. keamanan. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. . maka dalam perjuangan hidup. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan.

Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. dari desa ke kota. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. pendidik. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Apakah kebudayaan daerah. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. dan pembina kurikulum. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Masih banyak lagi masalah lain. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. adat istiadat. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum.

Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. Kalau kita tidak rnengendalikannya. Ia menganjurkan. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. dan mengatur perubahan sosial. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. Para ahli sosiologi . namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan. and of educators as statesmen. G. Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial.S. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri. kemelaratan. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal.semua anak di daerah itu. Juga B.

Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. . bila kita berpendirian. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. KONSERVATISME SEKOLAH. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya.

Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum. sikap. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. Ini tidak berarti. Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya.itas muridmurid. nilai nilai pada semua warga negara. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. Inilah peranan kreatif dari sekolah. hasil pengalaman manusia yang lampau. atau segala yang baru itu baik. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu.Kebudayaan. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. memelihara. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. suatu kekosongan. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang. Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu.

Ia lamban dan enggan berubah. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru.untuk mempertahankan yang ada. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. Demikian pula halnya di sekolah. sehingga merupakan suatu revolusi. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. Karena sifat ini. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat.lain. Itulah salah satu sebab. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Montessori. Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. terbukti dari kenyataan. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. kalau yang lama itu memuaskannya. Herbert Spencer. malahan sering menentang perubahan. Tanpa perubahan pada diri guru. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. dan lain. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. Decroly. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan.

dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis. eksplosi penduduk. Bila diterima sebagai prinsip. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. Dunia ini rasanya bertambah kecil. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. kapal terbang. Ketegangan di suatu negara. . Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. radio. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan.hidupnya. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. telepon. apakah itu Zaire. TV. segera diketahui di semua pelosok di dunia. Laos atau Timur Tengah. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Di samping membawa kebahagiaan. kolot. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. makanan kaleng. an Berdasarkan kenyataan ini. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan. dan sebagainya.

prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. 2. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. Walaupun disebut tradisional. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. 1. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. mendengarkan atau melamun. minat dan kebutuhan anak-anak.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. .

Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. Hubungan antar-suku bertambah erat. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. minat. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. Kalau kita ingin memupuk pengertian. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. emosional.3. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. jasmaniah. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. sosial. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. 2. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan . kejahatan pemuda. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. material. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. akan tetapi tidak memadai. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. Sekolah masyarakat atau community school. Sekolah ini bersifat life-centered.

memperbaiki kehidupan kekeluargaan. menjaga kesehatan. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. Pemberantasan buta huruf. Sekolah bukan hanya urusan guru. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. perumahan. Di samping bukubuku. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. bukan hanya dalam bidang material. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. 6. seperti soal mencari nafkah. kursus-kursus untuk wanita. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. . 3. kewajiban warganegara. dan sebagainya. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. Orang tua.timbal balik dengan masyarakat. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. perindustrian. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. 5. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. 4. sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. bergaul dengan orang-orang lain. dan sebagainya.

maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya.dan bila mungkin . bioskop. memberantas prasangka dan takhayul.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu. Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. dan lain-lain. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel. perbedaan agama. penyelenggaraan rekreasi. terhadap adat. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. maka sekolah-sekolah setempat . 7. kalau kurikulum itu uniform dan statis. yang mengikuti .turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup. propaganda. bacaan cabul. yang dinamis.

SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . dan sebagainya. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. b) Mata pencarian. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. b) Luas daerah. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. 2. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. Berapa banyakkah yang buta huruf. Penduduk. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. danau-danau. hujan dan angin. demikian pula suasana kekeluargaannya. Tanah kering atau banyak air. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. e) Kekayaan alam. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. c) Susunan penduduk. tamatan SD. adat istiadat dan lain-lain. diselidiki: 1. barang tambang. Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. Selain dan kekayaan geografis daerah. Topografi turut menentukan matapencarian. Keadaan fisis lingkungan. yaitu: a) Iklim suatu daerah. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. d) Keadaan tanah. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. c) Topografi daerah.

Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. kepolisian. organisasi wanita. badan-badan rekreasi. melainkan membentuk kelompok. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . politik. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. Organisasi-organisasi masyarakat. Lembaga-lembaga seperti keluarga. melainkan seluruh masyarakat. pemuda. seperti dari badan-badan pemerintahan. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. dan lain-lain. dan sebagainya.3. jawatan pertanian. pemimpin-pemimpin perusahaan. buruh. pemerintah. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. organisasi keagamaan. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. kepanduan. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. walaupun anak itu telah bersekolah. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. perkumpulan-perkumpulan pemuda. olah raga. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. sekolah.

Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. Seperti telah kita bicarakan di atas. kesenian. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. industri. lapangan terbang. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. norma-norma. takhyul. transport. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. gedung-gedung perumahan. gedung arca. binatang. dan lain-lain. kepolisian. kehidupan keluarga. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas.mempunyai tujuan belajar. Kalau guru itu betulbetul melakukannya. kebun. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. peraturan-peraturan. saja sekeliling sekolahnya. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. lembaga-lembaga pendidikan. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. ia akan terperanjat.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. Karyawisata atau field trip. andaikan ada uang untuk itu. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. Karyawisata selalu . kantor pos. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. pabrik. dan sebagainya. taman bunga. malahan juga beberapa bulan. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. wanita. adat istiadat. tumbuhtumbuhan. jalan raya. sejarah. pemerintahan. perniagaan. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. kesehatan. lalu lintas. rekreasi. kegiatan pemuda. . Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. kebaikan dan kekurangan-kekurangan.

Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. pembesar dalam pemerintahan. polisi. Dari murid diharapkan. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. Pengabdian masyarakat. sumber ini sangat luas dan kaya. pendeta. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. wartawan. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. bidan. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Akan tetapi sayang ssekali. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. saudagar. tentara. inspektur polisi. Yang empunya pabrik. b. c. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. Demikian pula dokter. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. kecakapan. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. tukang becak. direktur rumah sakit. haji. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Menggunakan orang sebagai sumber. akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. pemain bola.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya.

Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. penduduk. Di samping buku-buku pelajaran. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali. Pengalaman kerja dalam masyarakat. d. Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. rekreasi. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. pabrikpabrik. Besar faedahnya. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan.dalam usaha-usaha masyarakat. transpor dan perhubungan. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. sejarah. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. menanam buah-buahan. agama. membuat kakus. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. pendidikan. dan kantor-kantor. kesehatan. industri dan jabatan-jabatan. memberantas tikus dan nyamuk. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. dan se ba- . bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. di bawah pimpinan orang yang kompeten. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. pemerintahan. kehidupan kekeluargaan. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat.

Guru maupun masyarakat harus menyadari. c. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. atau apabila ia dapat menerima murid. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. b. . sehingga mengganggu pekerjaan mereka. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. misalnya setelah mengadakan field. Juga harus diadakan administrasi yang cermat. berapa jumlah murid yang dapat datang. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. pada hari-hari apa dan pukul berapa. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana.gainya. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. dan sebagainya. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. Bahan ini senantiasa dapat diperluas.

Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. untuk pertunjukan-pertunjukan. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. 2. Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah.atau badan sejenis. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. sehingga banyak hal segera menjadi usang. mengubah masyarakat. antara lain dalam pembinaan kurikulum. 4. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. ataukah mengembangkan individu. sebagai anggota panitia. sebagai manusia sumber. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. 5. kursus-kursus. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. 7. RANGKUMAN 1. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. Masyarakat modern cepat berubah. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. 3. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. dibebankan kepada sekolah. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. akan tetapi dapat dipertemukan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Sekolah itu konservatif. 6. pameran. 2.

dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. Apa sebabnya? . apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Menurut pendapat saudara. 11. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. 15. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km. satu-dua generasi yang lalu. Menurut penilaian saudara. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali.4. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10.

17. Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid.16. .

Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. Subject berarti mata pelajaran.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. mengadakan interview. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Setiap kurikulum. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. maka disebut juga separate subject-curriculum. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. . mengadakan karyawisata. yang berarti bahan pelajaran. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. menggunakan berbagai-bagai sumber. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak.

atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Ada kalanya kecaman itu obyektif. . Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu. ditinjau dari segi tertentu. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. namun juga banyak mempunyai kelemahan. yakni core curriculum. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Mereka ini menganjurkan life curriculum. atomistis. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. yang mereka sebut activity curriculum. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar.

dan logika) dan quadrivium (arithmetika. dan musik). I. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. kedokteran. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. yang satu lepas dari yang lain. Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. dan hukum. diperkaya. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. retorika. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. bahasa asing. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . yakni teologi. astronomi. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional.Selanjutnya perlu kita perhatikan. dan sebagainya. biologi. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. geometri. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk. fisika. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. matematika.

pendidikan kesejahteraan keluarga. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2. pekerjaan tangan. Dengan suatu kurikulum. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam .nonakademis seperti tata buku. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. pendidikan jasmani. pertanian. dan sebagainya. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. juga di Indonesia. seakan-akan terbagi atas petak-petak. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Sebelum anak bersekolah. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan.

sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Keseragaman . Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah. Hal ini mungkin. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. setiap jam. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu.kehidupannya sehari-hari.

dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. yang pandai. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. misalnya dengan mempelajari matematik. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. anak dapat berpikir secara matematis. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. Demikian dapat kita lihat. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. maupun yang kurang pandai. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. dan sebagainya. . Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. kesanggupan. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. dan sebagainya.

Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. malahan untuk seluruh negara. sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. pengertian. mudah direncanakan dan dilaksanakan. Organisasi kurikulum ini sederhana. Dari segala macam kurikulum. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. atau dikurangi. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. 3. ditambah. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu.Diharapkan pula agar pengetahuan. demikian pula SD. . Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. yang diajarkannya bab demi bab. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. Kurikulum ini mudah dinilai. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. 2. Boleh dikatakan. direorganisasi. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. 4. pengertian. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi.

5. dan lain-lain. 7. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. Lagi pula. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. dapat ditiadakan. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. Kurikulum ini mudah diubah. Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. kewargaan negara. pendidikan kependudukan. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. . mengetik. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. 6. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas.

Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan.8. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. . Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas.

makanan. matematika. cosmea. c. kulit.Kesehatan: Dari hal rangka. teh. padi. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. cengkeh. urat saraf. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. nyatalah. mangga. kupu-kupu. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. ubi jalar. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. a. turi. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. babi. bunga matahari. b. mata. petai. lidah. telinga. daging. IPS. rusa. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. keong. bernafas. Tubuh Manusia . pengeluaran kotoran. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. ikan. lipan (kelabang). Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. kumbang. vinka. badak. tebu. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. puspaindra (bunga tasbih). Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. labahlabah. ketela pohon (singkong). maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan. kelelawar. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. .Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. kodok. dan sebagainya. jagung. Ilmu Hewan: Cecak. bahwa Ilmu Hewan. peredaran darah. beberapa penyakit. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. Jelaslah. dan sebagainya. dan sebagainya. burung hantu. hidung. buaya. ular.

dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. Tentu saja. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. dan sebagainya. tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. Anggapan. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya.2. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Dalam praktik. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. tentang kehidupan keluarga. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. 3. maka kurikulum ini banyak .

Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. . Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. perkembangan sosial dan emosional. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. 4. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Atau mereka meninggalkan sekolah. Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis.

Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. maupun secara kelompok. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. . Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. berbuat. baik secara perorangan.centered. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain. bekerja sendiri. akan tetapi memikirkannya secara kritis. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. berpikir. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. Guru yang baik mengetahui.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. emosional. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. 5. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject.

Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. melainkan salah metode mengajarnya. Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to.date. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya. pelajaran. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. . Fragmentasi. 6. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi.

Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Hal ini tak perlu mengherankan. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. II. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. karena kebaikannya. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. sedangkan alternatif yang diberikan. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu .namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . yang ingin saling menghancurkan. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya.

ejaan. aljabar. dan berhitung. tata bahasa. seni tari. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. ilmu tumbuh-tumbuhan. b. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". Hubungan yang Iebih erat terdapat. kesusasteraan. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi.hubungannya. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. Kesenian melingkapi seni suara. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. c. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. ekonomi. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. kimia. jadi berdiri sendiri. dan sebagainya. biologi. misalnya sejarah. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. bernyanyi. mengarang. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. Demikian pula ilmu alam. bercakapcakap dan lain-lain. seni pahat. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. ilmu hewan. geografi. dan sebagainya. seni lukis. sosiologi. pekerjaan tangan. kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. antropologi. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. . dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. menggambar. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi.

Tata Pemerintahan Daerah . Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. berisi 1. Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A. Part III. Part II.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties.Solving Part I. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2. Part IV. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K. Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem .a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations.

bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. 2. Herman 4. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. geografi. dan lainlain. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. akan tetapi dalam satu pelajaran. melainkan bertautan. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. berpadu.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. . ekonomi. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. 3. Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. 4. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1.

INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. III. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. 6. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta.5. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. 1. kebulatan keseluruhan. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. harmoni. Jika spesialisasinya geografi.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan. . 2. 3. koordinasi. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. Dengan integrasi dimaksud perpaduan. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis.

Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. . Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. akan tetapi juga tujuannya. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya.

atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. Kalau kita menjalankan integrated curriculum. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Ciri-ciri unit: 1. Unit dan ciri-cirinya. Maka masalah itu terpecahkan. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. Maka harus dicari di mana kekurangannya. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. bergantung pada sifat masalahnya. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Maka kita bertindak secara rasional. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya.

majalah. dari bacaan: buku. arca. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. geografi. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. surat kabar. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. radio. saudagar. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. kepala kantor. kantor pos. Dalam merancang unit. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. dan sebagainya. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. d. bahasa. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. dari lingkungan sekitar: toko. lapangan terbang. c. b. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. dari alat-alat peraga: globe. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. sejarah. dan sebagainya. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. jika mungkin film. dan sebagainya. ensiklopedi. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. 2. dan sebagainya. menggambar. stasion. peta. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. gambar. ilmu alam.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. daftar-daftar. 3. musik. Bila murid melihat faedah dan tujuan . kebun binatang. tukang becak. dan sebagainya. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. taman-taman. sawah.

Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. mengadakan penyelidikan dan percobaan. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. merumuskan dan menganalisis problema-problems. kematangan. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Unit memerlukan waktu yang panjang. faedah. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. membuat gambar atau konstruksi. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. minat. dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. dan sebagainya. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. dan tujuan pelajaran bagi di inya. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. . pujian. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. Mengenai kebutuhan. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. bekerja sama dalam kelompok.pekerjaan dan pelajaran. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. kalau perlu malahan sepanjang hari. angkaangka atau ancaman. mengadakan percobaan-percobaan. 5. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. 4. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber.

Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. dengan pengalaman-pengalaman anak. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. yakni merumuskan masalah. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. bekerja dalam kelompok. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. Kelas yang diselenggarakan secara ini. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran. bergerak. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. menganalisisnya. dan bila perlu beberapa bulan. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. Unit itu life-centered. 6. membentuk. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. Pendirian ialah. musik.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. 7. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. tanpa kegairahan. 8. lukisan. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.

melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. Guru yang tradisional berpendapat. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu.hasil yang diperolehnya. t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. 9. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. membuat rencana. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. misalnya dalam diskusi. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. mengumpulkan bahan. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. dan sebagainya. memikul tanggung jawab. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya. . 10. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. berdramatisasi.

Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. 2. maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. . Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. 3. 4. IPA. jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. Bahasa Indonesia). sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun. Matematika. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. maupun mengenai isinya. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah.

JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Oleh sebab itu pihak atasan. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. pada diri sang pendidik. akan tetapi menggunakan segala macam sumber.5. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. ad. ad. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran.2. Orang beranggapan. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. 6. Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. I. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus.

yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. ad. Guru yang dinamis.guru lain. anak-anaklah yang menentukannya.centered". Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu. . maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian.sama sekali tidak ada. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Dalam kurikulum yang "child. justru akan berikhtiar. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. Untuk memenuhi tuntutan ujian. dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan.3. yaitu yang berpusat pada anak. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan.5. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Ada tidaknya ujian. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. ad.4. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. ad.

dan sebagainya. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat.6. Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya. Kalau kurikulum ini dijalankan. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif.ad. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. televisi. dan mata pelajaran lain. 2. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. peta timbul. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. radio. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. tape recorder. alat-alat pengukur dan botol. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. 3. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . ilmu hayat. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka.

Dalam menentukan. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. 4. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Menentukan pokok untuk un it. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. 2. kesanggupan dan kematangan murid. kebutuhan dan. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. bekerja sendiri. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. Untuk menentukan. pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. bekerja sama dalam kelompok. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. 5. memikul tanggung jawab. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. sebagai kelompok maupun sebagai individu.

Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a. dan alat-alat pelajaran b. buku-buku. Yang pertama ialah . bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4.b. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. menganalisnya. majalah. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. merumuskan masalah. gambar. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. Dua pendapat. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. berdiskusi. kesempatan berkaryawisata c. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama.

Self-preservation. Maintenance of proper social and political relations. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. . UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. Untuk mengetahui. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". Securing necessaries of life. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan. 5. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. 3. 4. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya. A. Rearing and disciplining of offspring. 2. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak.

4. Extension of freedom. 2. 1. Responsibility for moral choices 1. 5. Protection and conservation of life. Recreation. a. 8. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Satisfying physiological needs. Communication and transportation of goods and people. Health. 3. Situations calling for growth in individual capacities. Avoiding and caring for illness and injury. 7. Understanding the ideas others. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. Education. Satisfying emotional and social needs. Determining the nature and extent of individual freedom. 11. 2. Expression of religious impulses. Making ideas clear.L. c. 10. . Comsumption of goods and services. 6. Expression of aesthetic impulses. Kim. and natural resources. Determining responsibility to self and others. Exploration. Mereka menyebutnya "persistent life situations". property. 3. 2. 1. 3. b. Forkner dan Mc.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. 9. Using effective methods of work. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Integration of the individual. Dealing with quantitive relationships. 2. Intellectual power. Caswell. 4.

1. Securing goods and services. Situations calling for growth in social participation. c. Taking leadership responsibilities. 1. Participating in local and national government. Participating as a group member. Establishing effective social relations with others. Providing for social welfare. Deciding when to join a group.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. a. Earning a living. Natural phenomena. 2. Molding public opinion. Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself. Aesthetic expression and appreciation. Working with racial and religious groups. Using technological resources. 5. 1. 2. c. Working with socio-economic groups. 2. b. 3. Dealing with physical phenomena. a. 2. 1. 3. 3. Intergroup relationships. Using physical and chemical forces. Economic-social-political structures and forces. Dealing with groups organized for specific action III. Contributing to technological advance. Person to person relationships. 1. 2. b. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. Dealing with plant. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. Group membership. . 2. and insect life. 4. 1. 2. II. 1. animal.d. Establishing effective working relations with others. 3. Technological resources.

Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. 3. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara. akan tetapi perlu juga disebut. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. 4. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. 2. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. 2. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Ada bahayanya. tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Kurikulum ini sulit dijalankan. 1.1. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. .

sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. d.3. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. b. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. Kebutuhan akan harga-diri. e. B. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Kebutuhan akan kepuasan estetis. . a. 2. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. yang tersusun logis sistematis. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. a. Kebutuhan akan kesehatan pribadi. c. Kehidupan pribadi. Hubungan sosial yang dekat. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1.

b. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. Hubungan sosial-kewarganegaraan.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. c. d. Anak-anak tahu akan tujuan. melainkan seluruh pribadi anak. norma.b. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Hubungan ekonomi. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. a. . Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. a. 3. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. 2. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. makna dan manfaat pelajaran itu. 4. penghargaan. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. kurikulum ini juga memupuk sikap. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. 3. yang tidak saling berhubungan. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. Selain pengetahuan. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. 4. b. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. dan sebagainya.

Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. 5. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. sosial. yakni jasmaniah. 3. 2. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan.5. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. dan juga intelektual. Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. 4. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. bahwa . sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. 6. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. dengan melupakan. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. mengabaikan tugas sosialnya. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang. emosional.

Mereka menentukan tujuan- . Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. Memilih suatu pokok. Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. Merencanakannya. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Sukar untuk menentukan.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. b. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. 6. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu.

dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. sandiwara. laporan tertulis. d. Menuju unit-unit baru.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. pameran. f. majalah. dann lain-lain. Fase ini juga disebut fase kulminasi. Mengerjakan unit. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. Menilai unit. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu. surat kabar. apakah mereka betul-betul belajar. . yakni puncak unit. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. c. panel disscussion. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. Setelah diperoleh sejumlah topik. penyelidikan atau percobaan-percohaan. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. e. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. misalnya dengan memberi laporan lisan. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. Mengakhiri unit. maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara.

tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. Yang satu dapat membantu yang lain. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. dan Kesenian. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. sejarah. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. Mereka lebih fasih berbicara. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. IPA. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Untuk permulaan.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. lebih lancar mengarang laporan. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema. ilmu hayat secara fungsional. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan. Hal ini malahan akan merugikan. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. Dengan menerima pengajaran unit. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. Matematika. Bahasa. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Jadi pengajaran unit tidak merugikan.

Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. dan pakaian serta norma-norma hidup. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. atau proyek. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. menulis. Pelajaran dasar seperti membaca. 1918. perlindungan. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. .H. Di sekolah percobaan J. menjahit dan bertukang kayu. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. 1896. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum". tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran.kurikulum itu. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method".

Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. Collings pada tahun 1917. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. kayu.Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. air. binatang. 1918. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi.bernyanyi. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. listrik. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. langit. gambar. dan kumpulan social. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman.H Kilpatrick. dramatisasi. jadi sebelum buku itu diterbitkan. bumi. dan sebagainya. manusia. atau memecahkan suatu kesulitan. menanam buah-buahan. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. tali. tarian rakyat. Dalam memecahkan masalah itu . " The Project Method". dramatisasi. dan sebagainya. logam dan sebagainya. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. dengan kebutuhan atau minatnya. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. permainan. piringan hitam. benang. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. tekstil. Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. mesin. udara dan sebagainya. nyanyian. Bercerita antara lain meliputi membaca. dan pekerjaan tangan. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. rafia. pabrik dan berbagai pekerjaan. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. bercerita. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E.

dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. produksi. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. Juga diperlukan gedung. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. dan sebagainya. bersandiwara. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. pengalaman atau penelitian. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. membangun.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. dan menguasai metode pengajaran proyek. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan.

core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran.O. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. Smith dkk. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. dikorelasikan. Jadi setiap program pendidikan umum. 3. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. Core Curriculum. Menurut B. berguna. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. serta efektif. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya.1. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. Atas dasar itu maka H. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. 4. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. 2. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya.

Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum. . Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Ciri-ciri Core Curriculum. atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living".

Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Metode yang diutamakan ialah problem solving. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Metode mengajar lebih fleksibel. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain .

Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. urutannya. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. Untuk itu diperlukan orientasi barn. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. RANGKUMAN 1. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. . misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. dan cara menyajikannya. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. biasanya yang paling dikuasai oleh guru.

4. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. astronomi. termasuk yang dianggap non-akademis. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi. 9. antara lain. 6. terutama di Perguruan Tinggi. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. . dan musik). 10. 5. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. 7. namun tidak mendapat popularitas yang luas. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya.2. 3. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. project curriculum atau experience curriculum. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. atau core curriculum. 8. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. life curriculum. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. geometri. kedokteran. Bentuk kurikulum yang lebih baru. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts".

Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Bagaimana pendapat saudara? 6. 13. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. 12. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. sekalipun banyak dikecam? 7. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. 4. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. 10. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. 11. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Budaya. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. 12. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya.11. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. Sebutkan. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. 3. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit.

curriculum atau experience curriculum. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. 20. Apa sebab pendapat H. Apakah dimaksud dengan core curriculum.13. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. 16. Meriam's Laboratory School. 17. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . 14. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. Collings). Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18. Sebutkan ciri-cirinya. dan proyek (E.

3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. memahami lingkungan sosial. dan ketrampilan. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. nilai-nilai. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu. Di samping itu waktu belajar terbatas. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu.

kecelakaan lalu-lintas. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. data. Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. dan sebagainya. logis. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. sejarah dan sebagainya. konsep. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. geografi. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. biologi. dan sebagainya. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Perlu dikemukakan. matematika. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. kimia. . Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. dan prinsip. fisika. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran.

dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". proses pemecahan masalah. Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. yaitu . misalnya yang mengenai pemerintahan. melainkan juga prosesnya. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. dan sebagainya.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. Ada bahan pelajaran yang umum. proses penemuan. menulis dan berhitung. sejarah nasional. dan sebagainya. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. norma-norma dalam kelakuan yang baik. pendidikan kewarganegaraan. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. dan lain-lain.

2. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. norma-norma. yaitu bertalian dengan norma-norma. secara ilmiah. Subject matter atau bahan mata pelajaran. . Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. misalnya bersipat vokasional.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Kriteria itu ialah : 1. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan. estetika. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. dan yang normatif. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. peraturan. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. dan nilai-nilai. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. moral. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. yang umum sampai yang khusus.

4. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Lagi pula. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis.3. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. . berarti mempertahankan keadaan sekarang. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin. maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio.

Di lain pihak. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. membaca. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. dan sebagainya. bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. sejarah. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar.5. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. . Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis. apa yang benar-benar dirasakan perlu. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. orang dewasa.

Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Prosedur menerima otoritas para ahli. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. Prosedur penentuan bahan pelajaran. 1. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. atau pembangunan masyarakat barn. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang. Jika mereka menganggap. Seperti telah pernah kami utarakan. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. masyarakat. . Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. yaitu faktor anak. Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya.

sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. kemampuan. Kalau percobaan ini . Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. Untuk menjamin mutu buku itu. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. karena banyak keuntungannya. yang dianggap mempunyai otoritas. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. sejarah dan sebagainya. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. politik. Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. dan sebagainya. Prosedur ini banyak diikuti. psikologi belajar. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. hasil-hasil lokakarya atau konferensi. perbendaharaan kata anak. prasangka atau keinginan pribadi. dan keahlian. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. metode mengajar. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Prosedur eksperimental. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. 2.

Dengan mengetahui kegiatan. 3. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . misalnya jabatan jururawat. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu.dilakukan pada sejumlah besar anak. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. sekretaresse. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. karena sulitnya menguasai semua faktor. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. sehingga identitas keseluruhan lenyap. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. guru penerbang. Juga perlu dipikirkan. sikap. termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. metode ini kurang sesuai. Prosedur ilmiah atau analitis. Prosedur konsensus. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. ketrampilan. melakukan pekerjaan itu sendiri. 4. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang.

Metode ini mudah dilaksanakan. Prosedur-prosedur lainnya. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. konsumsi. perusahaan. Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. . tradisi. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. produksi.tertentu. komonikasi dan transpor. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. dan sebagainya. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. milik. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. sekalipun tidak mengabaikannya. agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. dan suber alam. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. tokoh-tokoh masyarakat. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. 5. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu.

sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini.(b) Prosedur "persisten life situations". Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat. dulu. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Percobaan ini merupakan suatu sukses. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. . Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. Waktu itu ide ini sangat progresif. masalah. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin.

daftar buku. dan sebagainya. kondisi hidup dan pekerjaan. observasi dan sebagainya. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. masalah-masalah. (11) Kurikulum dan pengajaran. (4) Berpacaran. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. dan menilai suatu unit. pokok-pokok. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. mengembangkan. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan. (8) Rumah tangga dan keluarga. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. juga dengan orang tua. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. (7) Moral dan agama. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. seks dan perkawinan.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. checklist. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. . Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. diadakan questionnaires. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. (2) Keuangan. sering dengan murid. resource unit. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya.

Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. J. Piaget anak umur . oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Menurut J. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan.100 di kelas II. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak. 1.20 di kelas SD. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. Juga J. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Ilmu alam atau fisika. Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan.

Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. . Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Dua pendekatan. Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan.

2. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Taraf kesulitan bahan pelajaran. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Apersepsi atau pengalaman lampau. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan.

Minat anak dapat berubah-ubah. Matematika. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. 5. Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. 4. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. ilmu ukur ruang.untuk aljabar. filsafaat. Minat anak. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. Usia mental anak. Kematangan anak. 3. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Ada minat yang . Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan. psikologi. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. fisika. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran.

Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau.timbul karena perkembangan anak. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. misalnya minat untuk alam sekitar. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya . Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. naik gunung dan sebagainya. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. untuk keadaan sosial. sikap dan kesanggupan berpikir. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. motor. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. seperti minat untuk radio.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. masih dapat diragukan. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. Tentu saja. Kalau kita menilai kurikulum. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia.selidiki sepenuhnya. tanpa pendidikan formal. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. hubungannya dengan pengalaman lain. (3) organisasi pengalaman belajar itu. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. agar tujuan itu spesifik. urutan pengalaman itu. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang . Hasil angka-angka ujian akhir. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. Ada yang menginginkan. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. dan ketrampilan murid. sikap. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati.

pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. . Havighurst menemukan. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Tidak selalu jelas. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. Maka sering suatu kurikulum diubah. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. perdamaian dunia. khususnya dari ibunya. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi.

oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. yang tidak selalu dapat dipenuhi. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Akan tetapi ada pula kalanya. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif.

Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. Ada juga negara. yang diikuti biasanya pendekatan administratif.sebelum terbukti kelebihannya. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. atas inisiatif para administrator. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . dan sebagainya. jadi 'from the top down". termasuk Indonesia. Lokakarya. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama. Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. menyusun buku pelajaran. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. Yang kedua ialah "grass roots approach". Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. dari atas ke bawah. menyebarluaskannya. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.

Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam .memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. melahirkan ide-ide baru.

usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. dinilai untuk diperbaiki. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. bimbingan dan mungkin juga biaya. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. to koh-tokoh di sekitar. konsultan. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Di Inggris. Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. kemudian dicobakan sendiri. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif.permulaan dan perencanaannya. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran. staf pengajar perguruan tinggi.

Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan.lainnya seperti peraturan yang berlaku. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. keinginan pemerintah dan sebagainya. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. syarat masuk perguruan tinggi. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya.

3. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu. penyelenggaraan. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. 2. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. . Karena percobaan ini terbatas. Beberapa cara praktis. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. pengawasan. Pilot project. Membina kader. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. 1. dan penilaiannya relatif mudah diatur. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. Memanfaatkan guru. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru. Andaikan pilot project ini berhasil. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. Berbagai jalan kurikulum.

Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". . Memperbarui buku pelajaran. 6. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. 5. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. 7. Pembaruan kurikulum pendidikan guru. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Kerjasama antara sekolah dan universitas. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. 4. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. dan sekolah.SM. Menyediakan alat pengajaran. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya.

Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. 8. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. 9. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. Namun. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Suatu kelompok kecil. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. cara belajar murid. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. . Pada permulaan ini merupakan percobaan. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan. dasar-dasar teoretis. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. Namun penataran akan tetap diperlukan. sikap orang tua. Memulai dari satuan pelajaran. sering bertahun-tahun. berdasarkan prinsip-prinsip. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. cara menentukan bahan. Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil. dan sebagainya memakan waktu yang lama. mengevaluasi. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. administrasi sekolah. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. dengan persetujuan kepala sekolah. dan sebagainya. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran.

Yang dinilai bukan hanya tujuan. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. atau pada tujuan itu sendiri. . Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. proses belajar. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. seperti tampak pada diagram itu. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. (3) pengetahuan. Jika tujuan tidak tcrcapai. bukan sebaliknya. Tujuan juga menentukan penilaian. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. Keempat komponen itu saling berhubungan.

dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. yang diuraikan lebih lanjut). atau subject-centered. yakni child-centered atau pupil-centered. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. bahwa bagan 2. 4. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum. 3. afektif. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. society-centered. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut .

. Informasi atau fakta-fakta yang . dengan korelasi. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. tidak lekas out-dated. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. pengajaran unit. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. broad field.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin.lepas-lepas mudah dilupakan. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. diusahakan adanya integrasi. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. Agar bahan itu jangan lepas-lepas. dan sebagainya. sekali dipahami.lebih mantap. the structure of knowledge.

Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. kesulitan isi pelajaran. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Jika tujuan tidak tercapai. dan sebagainya. perbedaan individual. kesanggupan dan perkembangan anak. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar . yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. hubungan antara guru dan murid. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah.gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. taraf kematangan. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat.

menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas. masyarakat.SM sampai Perguruan Tinggi. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama. maupun yang berbakat tinggi dan rendah.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan. dan disiplin. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. yang normal. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD .   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar. Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. .

(4) menyelialcan alat pengajaran. (4) organisasi kurikulum. biaya yang cukup. yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". 3. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. dan sebagainya. perencana. 8. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. (2) bahan pelajaran. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. 6. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. karena bersifat tersendiri tersendiri. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. 2. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. (7) pembaharuan kuri- . 9. (5) memperbarui buku pelajaran. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. 4. (3) pengalaman dan kegiatan belajar. dan pengembang kurikulum. (1) pilot project. 7. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. peneliti. RANGKUMAN 1. 5. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan.

Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. Apakah perbedaan antara perubahan. pembaruan. SD.kulum pendidikan guru. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. 12. (2) pengetahuan. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. Keempat komponen itu saling berhubungan. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. dan perbaikan kurikulum? 6. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. 11. inovasi. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. 2. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa sebab demikian halnya? 11. 12. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . SMP maupun SMA. (4) penilaian. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. 10. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada.

18. Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 19. 14.13. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Menurut pendapat saudara. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. . apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. 20. menurut pendapat saudara? 16.

BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti. akan tetapi yang berangsur-angsur. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. Inilah beherapa saran: 1. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. atau tentang buaya. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. . Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. Kalau kita mengajar di SD misalnya. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan.

harus ada persamaan dalam kurikulum. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. 4. bila keadaan memerlukan. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. 3. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. artinya dapat diubah. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. ini berarti. 2. Ini tidak berarti. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. Kurikulum itu harus "fleksibel". menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. agar kita jangan ketinggalan zaman. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya.

Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. 5. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . perkumpulan sekolah. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. sandiwara. hobby. dan sebagainya. 6. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. olahraga. Menurut pendapat modern. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. minat dan kesanggupan anak. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Sekolah berkewajiban membantu anak. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi. 7. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. serta antara murid dengan murid. macam-macam bentuk rekreasi.

Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. karyawisata. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. merupakan kerugian bagi . penyelidikan. dalam membentuk manusia Indonesia. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. mengarang. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. 10. bertukang dan sebagainya. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. 9. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. 8. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. membentuk. golongan atau daerah. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. mengadakan percobaan-percobaan.

f. e.negara. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. c. Oleh sebab zaman cepat berubah. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. b. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . 2.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. pendidikan guru. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. nasib guru. peranan orang tua. d. gedung sekolah. hubungan gum dengan murid 3. KURIKUI. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. metode mengajar. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern.

Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. .5. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6.

New York. .. Conflicting Conceptions of Curriculum.. Curriculum Principles and Social Trends. The University of Chicago Press. Bruner.1947. Unit Teaching in the Elementary School. New York. 1950.. The Macmillan Co.. Appelton-Century Company. James B. World Book Company. 1976. and Leslie J. Curriculum Improvement. Harold B. Holt. New York. Cagne. Minor. New York. Hanna... Caswell. The Conditions of Learning. 1974.. Chicago. Issues in Curriculum Development. 1970.School Curriculum. 1959. Heinemann Educational Book Ltd. Readings in Curriculum.. Open Books. Eisner. The Child and the Curriculum and The School and Society. and Elizabeth Vallance. Wellesley Foshay. John. Principles of Instructional Design. Beswick. Allyn and Bacon Inc. Reorganizing the High. London. Potter and Neva Hagaman. Boston. Alberty. and James M. Ronald C. The Macmillan Company. Hamilton. Inc. Curriculum Evaluation. Inc. Norman. Linley. and A. Allyn and Bacon. Alcorn. 1963. Education in the Elementary School. Eggleston.DAFTAR BUKU Alberty. Harding and Leland Jacobs. Rinehart and Winston. The Sociology of the School Curriculum. Hass. Gladys L. New York. Hollis L. 1965. Boston. Student Teaching in the Elementary School. 1974 . Kimball Wiles and Joseph Bondi. London.. Elliot W. Phoenix Books. American Book Company. 1960. New York.. Doll. New York. Harvard University Press. Lowry W. 1960. Glen. 1950. John. Marvin D. Inc.. Holt. 1977. Dewey. Burr. Routledge and Kegan Paul.. Briggs. 1977. David. Resource-based Learning. Lavone A. Appleton-Century-Crofts. J. Rinehart and Winston. McCutchen Publishing Corporation. London. 1974. Gwynn. Robert M. 1970. Jerome The Process of Education. dan Elsie J. The University of Chicago Press.

. London.. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. New York. Penerbit Endang. MacDonald. Developing a Curriculum. Krug. Ernest R.. Michaelis. Changing the Curriculum. Nasroen M. 1938. National Education Association. E. Olson. London. Lewy.. 1976. Unesco. George Allen and Unwin Ltd. Prentice Hall. . PN Balai Pustaka. New York. New York. Barry and Rob Walker. Washington. 1946. Handbook of Curriculum Evaluation. Morrish. The Curriculum. The Purposes of Education in American Democracy.. George Allen and Unwin Ltd. NV Harian Masa. 1977. Changing the Curriculum: a Sosial Process. 1976... Leonard. Inc. a Practical Guide. Social Studies for Children in a Democracy. 1975. Audrey and S. Harper and Row Ltd.E. Curriculum Planning.C.. Child Growth Through Education. D. Kelly.. The Roland press Company.. 1957. Inc. Educational Policies Commission. Jakarta. Alice. 1956.A. Edward A. 1954. Pancasila Pusaka Lama. New York. Inc. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Gertrude. AppletonCentury Company. Arieh (ed). Nicholls. 1960. .G School and Community. The Secondary School Curriculum.. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Aspects of Curriculum Change. 1948. New York. J. 1972. Theories of Learning. Howard Nichols. Miel. Appleton-Century Company. Harper and Brothers. Jakarta 1945. Harper and Row. 1947. New York. Ivor.Hilderth. 1953. Paul. Longman. Jakarta 1954. Open Books.. Appelton-Century-Crofts. 1977. D. Hilgard. D. Rinehart and Company. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. New York. Albert V. New York. N. Developing the Secondary School Curriculum. John U. New York. London.

New York. Science in General Education. Appelton-Century. Commission on Secondary School Curriculum. Jean. 1970. Henry J. Rinehart and Company. Principles of Elementary Education. B. Middlesex. Ragan William. New York.. Modern Elementary Curriculum. Crofts. Towards a Theory of Knowledge. Progressive Education Association. Psychology and Epistemology. 1938... The Dryden . 1955.Otto. Piaget. Inc. Penguin University Books.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful