P. 1
asas- asas kurikulum

asas- asas kurikulum

4.0

|Views: 30,610|Likes:
Published by d-fbuser-36724247

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: d-fbuser-36724247 on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM
  • BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM
  • ASAS-ASAS KURIKULUM
  • 1. Asas Filosofis
  • 2. Asas Psikologis
  • a. Psikologi anak
  • b. Psikologi belajar
  • KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF
  • KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM
  • RANGKUMAN
  • PERTANYAAN DAN TUGAS
  • 1. Aliran Perennialisme
  • 2. Aliran Idealisme
  • APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN?
  • FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA
  • PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN
  • TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA
  • Tujuan Instruksional
  • Tujuan Instruksional Khusus
  • MENGKHUSUSKAN TUJUAN
  • PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA
  • PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM
  • A. Tujuan-tujuan Kognitif
  • B. Tujuan-tujuan Afektif
  • C. Tujuan-tujuan Psikomotor
  • BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA
  • PENDAHULUAN
  • APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR
  • TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN
  • ILMU JIWA ASOSIASI, TEORI S-R
  • TEORI GESTALT
  • Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt
  • TEORI APERSEPSI HERBART
  • PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER
  • PRINSIP-PRINSIP UMUM
  • PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM
  • TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR
  • PERKEMBANGAN ANAK
  • ANAK SEBAGAI KESELURUHAN
  • ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI
  • KEBUTUHAN ANAK
  • KEBUTUHAN JASMANIAH
  • KEBUTUHAN PRIBADI
  • KEBUTUHAN SOSIAL
  • KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH
  • PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY
  • DEVELOPMENTAL TASKS
  • PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
  • PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL
  • Perkembangan moral
  • Tingkatan pra-konvensional
  • Tingkatan konvensional
  • MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM
  • PERUBAHAN DAN PERBAIKAN
  • BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN
  • PERUBAHAN GURU
  • MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI
  • KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN
  • TINGKAT PERUBAHAN
  • STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM
  • BEBERAPA PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN
  • PROSES PERBAIKAN KURIKULUM
  • Mengetahui Tujuan Perbaikan
  • Mengenal Keadaan Sekolah
  • Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru
  • Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah
  • Mengenal Kompetensi Guru
  • Mengenal Gejala Sosial
  • Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum
  • LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI
  • SEKOLAH
  • PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • PARTISIPASI GURU
  • PARTISIPASI MURID
  • PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH
  • KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
  • STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM
  • PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN
  • MASYARAKAT KITA DEWASA INI
  • FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM
  • KONSERVATISME SEKOLAH
  • KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS
  • SEKOLAII MASYARAKAT
  • CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *)
  • MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN
  • CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN
  • JENIS-JENIS KURIKULUM
  • I. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM
  • MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM
  • BERATAN-KEBERATAN TERHADAP SEPARATE-SUBJECT
  • IRRICULUM
  • II. CORRELATED CURRICULUM
  • Problem - Solving
  • BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM
  • KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI
  • III. INTEGRATED CURRICULUM
  • Unit dan ciri-cirinya
  • Ciri-ciri unit:
  • KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM
  • JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN-
  • KEBERATAN YANG DIAJUKAN
  • MANFAAT KURIKULUM UNIT
  • Menentukan pokok untuk unit
  • Dua pendapat
  • A. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS"
  • I. Situations calling for growth in individual capacities
  • II. Situations calling for growth in social participation
  • III. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal
  • factors and forces
  • Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini
  • B. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID
  • Apakah kebaikan kurikulum ini?
  • KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI
  • LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT
  • HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM
  • ACTIVITY CURRICULUM
  • Core Curriculum
  • Ciri-ciri Core Curriculum
  • Keberatan-keberatan terhadap core curriculum
  • PELAJARAN
  • BAHAN PELAJARAN
  • KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN
  • PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN
  • Prosedur penentuan bahan pelajaran
  • MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM
  • Dua pendekatan
  • SEQUENCE PROSES BELAJAR
  • SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH
  • PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM
  • PENILAIAN KURIKULUM
  • KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM
  • PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM
  • Beberapa cara praktis
  • POLA KURIKULUM
  • Bagan 1
  • Bagan 2
  • Bagan 3
  • Bagan 4
  • Bagan 5
  • ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM
  • KURIKUI,UM YANG KOLOT DAN MODERN
  • DAFTAR BUKU

KATA PENGANTAR Kurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan.

Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali diadakan perubahan dan perbaikan kurikulum yang tujuannya sudah tentu untuk menyesuaikannya dengan perkembangan dan kemajuan zaman, guna mencapai hasil yang maksimal. Mengembangkan kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana karena banyak sekali pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk dipertimbangkan. Misalnya: Apakah yang ingin dicapai? Manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah yang diutamakan kebutuhan sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan atau diperlukan sebagai orang dewasa? Dan segudang pertanyaan lagi yang kesemuanya menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum, yaitu asas filosotis, asas psikologis, asas sosiologis dan asas organisatoris. Dengan kurikulum yang sesuai dan tepat, maka dapat diharapkan sasaran dan tujuan pendidikan akan dapat tercapai secara maksimal. Buku ini penting bagi para mahasiswa, para guru dan siapa saja yang berminat dan berkecimpung di bidang pendidikan.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Bab 1 : Pengertian Dan Asas-Asas Kurikulum Bab 2 : Asas-Asas Fisiologi Bab 3 : Asas Psikologis Anak Bab 4 : Asas Psikologis Anak Bab 5 : Proses Perubahan Dan Perbaikan Kurikulum Bab 6 : Kurikulum Dan Masyarakat Bab 7 : Organisasi Kurikulum Bab 8 : Menentukan Scope Dan Sequence Dalam Pembinaan Kurikulum Bab 9 : Mengubah Kurikulum Bab 10 : Penutup Daftar Buku

BAB 1 PENGERTIAN DAN ASAS-ASAS
KURIKULUM Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh kurikulum sekolah itu. Jadi barang siapa yang menguasai kurikulum memegang nasib bangsa dan negara. Maka dapat dipahami bahwa kurikulum sebagai alat yang begitu vital bagi perkembangan bangsa dipegang oleh pemerintah suatu negara. Dapat pula dipahami betapa pentingnya usaha mengembangkan kurikulum itu. Oleh sebab setiap guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan kurikulum, maka ia harus pula memahami seluk-beluk kurikulum. Hingga batas tertentu, dalam skala mikro, guru juga seorang pengembang kurikulum bagi kelasnya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KURIKULUM Perkataan kurikulum dikenal sebagai suatu istilah dalam dunia pendidikan sejak kurang lebih satu abad yang lampau. Perkataan ini belum terdapat dalam kamus Webster tahun 1812 dan baru timbul untuk pertama kalinya dalam kamus tahun 1856. Artinya pada waktu itu ialah: "1. a race course; a place for running; a chariot. 2. a course in general; applied particulary to the course of study in a university". Jadi dengan "kurikulum" dimaksud suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal sampai akhir. "Kurikulum" juga berarti "chariot," semacam kereta pacu pada zaman dulu, yakni suatu alat yang membawa seorang dari "start" sampai "finish". Di samping penggunaan "kurikulum" semula dalam bidang olah raga, kemudian dipakai dalam bidang pendidikan, yakni sejumlah mata kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kasus Webster tahun 1955 "kurikulum diberi arti "'a. A course esp. a specified fixed course of study, as in a school or college, as one leading to a degree. b. The whole body of courses offered in an educational institution, or departme.nt thereof, -. the usual sense." Di sini "kurikulum" khusus digunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yakni sejumlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus ditempuh untuk mencapai suatu ijazah atau tingkat. "Kurikulum" juga berarti keseluruhan pelajaran yang disajikan oleh suatu lembaga pendidikan. Di Indonesia istilah "kurikulum" boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang ,memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Sebelumnya yang lazim digunakan ialah "rencana pelajaran". Pada hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Hilda Taba dalam bukunya Curriculum Development, Theory and Practice mengartikan sebagai "a plan for learning", yakni sesuatu yang direncanakan untuk pelajaran anak. Dalam buku ini kami gunakan istilah "kurikulum," karena pengertian kurikulum banyak mengalami perkembangan, berkat pemikiran yang banyak oleh tokoh-tokoh pendidikan mengenai kurikulum, sehingga dapat meliputi hal-hal yang tidak direncanakan, namun turut mengubah kelakuan anak didik. Kurikulum juga bukan lagi sekedar sejumlah mata pelajaran , akan tetapi mendapat liputan yang jauh lebih luas. Maka karena itu istilah "rencana pelajaran" rasanya terlampau sempit dan terikat oleh pengertian tradisional, yang sangat terbatas pada bahan pelajaran dalam buku pelajaran. Dalam teori, tetapi juga dalam praktik, pengertian kurikulum yang lama sudah banyak ditinggalkan. Para ahli pendidikan kebanyakan memberi arti dan isi yang lebih luas daripada semula. Selain itu pengertiannya pun senantiasa dapat berkembang dan mengalami perubahan. Perubahan itu antara lain terjadi karena orang tak kunjung puas dengan hasil pendidikan sekolah dan selalu ingin memperbaikinya. Memang tak mungkin disusun suatu kurikulum yang baik serta mantap sepanjang zaman. Suatu kurikulum hanya mungkin baik untuk suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi yang mengubah masyarakat dan dengan sendirinya kurikulum pun tak dapat tiada harus disesuaikan dengan tuntutan zaman. Di samping itu banyak timbul pendapat-pendapat baru tentang hakikat dan perkembangan anak, caranya belajar, tentang masyarakat dan ilmu pengetahuan, dan lain-lain, yang memaksa diadakannya perubahan dalam kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah proses yang tak henti-hentinya, yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum menjadi usang atau ketinggalan zaman. Makin cepat perubahan dalam masyarakat, makin sering diperlukan penyesuaian kurikulum. Namun, mengubah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Praktek pendidikan di sekolah senantiasa jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan teori kurikulum. Bukan sesuatu yang aneh, bila suatu teori kurikulum baru menjadi kenyataan setelah 50 sampai 75 tahun kemudian. Kelambanan ini terjadi antara lain karena guru-guru banyak yang lebih ingin berpegang pada yang telah ada, merasa lebih aman dengan praktik-praktik rutin dan tradisional daripada mencobakan hal-hal baru, yang memerlukan pemikiran dan usaha yang lebih banyak dan ada kalanya menuntut perubahan pada diri guru itu sendiri. Itu sebabnya maka kurikulum masih banyak diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak. BEBERAPA DEFINISI KURIKULUM Seperti telah dikemukakan di atas, perubahan zaman menuntut kurikulum baru dan sering juga pengertian baru mengenai makna kurikulum itu sendiri. Perubahan zaman memberi tugas-tugas baru kepada sekolah, di antaranya tugastugas yang sediakala dipikul oleh lembaga-lembaga lain seperti rumah tangga, pemerintah, petugas agama, dan lain-lain. Misalnya, anak-anak gadis biasanya belajar memasak, menjahit, mengurus rumah, dan pekerjaan lain dari ibunya. Dunia modern sering mengharuskan ibu-ibu bekerja, dan tidak sempat lagi mendidik anaknya dalam keterampilan rumah tangga. Maka tugas ibu itu dipercayakan kepada sekolah dengan memberi pelajaran PKK. Ada pula ibu-ibu yang tak puas dan merasa bosan hanya terikat oleh rutin rumah tangga dan ingin

apakah dalam ruangan kelas. Demikian pula soal kesehatan jasmani anak. yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. whether in the clasroom. keamanan lalu lintas. J. pendidikan seks. . Albertycs. Pengertian yang dianut oleh seseorang akan mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar dalam kelas maupun di luar kelas. pencegahan minum alkohol atau ganja. Dengan demikian kurikulum sekolah tidak hanya meliputi mata pelajaran tradisional. on the playground. di dalam dan luar kelas. melainkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukatif. Galen Saylor dan William M. 2. dalam Reorganizing the High-School Curriculum (1965) memandang kurikulum sebagai "all of the activities that are provided for students by the school". " The Curriculum is the sum total of school's efforts to influence learning. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa di luar mata pelajaran tradisional. kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran. or out of school. Akhirnya setiap pendidik." Jadi segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar. setiap guru harus menentukan sendiri apakah kurikulum itu bagi dirinya. di dalam maupun di luar sekolah. akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain. kepramukaan. dan hal-hal lain lambat laun digeser tanggung-jawab pendidikannya kepada sekolah. keterampilan vokasional. Alexander dalam buku Curriculum Planning for Better Teaching and Learning (1956) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut. Harold B.menentukan karirnya sendiri. Seperti halnya dengan definisi Saylor dan Alexander. pendidikan. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler. di halaman sekolah atau di luar sekolah termasuk kurikulum. Di bawah ini kami berikan sejumlah definisi kurikulum menurut beberapa ahli kurikulum. Dengan bertambahnya tanggung jawab sekolah timbulah berbagai macam definisi kurikulum. 1. sehingga semakin sukar memastikan apakah sebenarnya kurikulum itu. agama.

William B. yang meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. It denotes the results of efferorts on the part of the adults of the community. W. B. dalam buku Modern Elementary Curriculum (1966) menjelaskan arti kurikulum sebagai berikut: "The tendency in recent decades has ben to use the term in a broader sense to refer to the whole life and program of the school. supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu. cara mengevaluasi termasuk kurikulum. Ragan. Stanley. program. jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Kurikulum tidak hanya meliputi bahan pelajaran tetapi meliputi seluruh kehidupan dalam kelas. 5. dan J." Ragan mengunakan kurikulum dalam arti yang luas. sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketigatiganya.. to include all the experiences of children for which the school accepts responsibility. 4. cara mengevaluasi murid dan seluruh program. Harlan Shores memandang kurikulum sebagai "a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining children and youth in group ways of thinking and acting". . The term is used . and the nation to bring to the children the finest. yakni segala pengalaman anak di bawah tanggung-jawab sekolah. manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya.O. bimbingan dan penyuluhan. most whole some influences that exist in the culture. agar mereka dapat berpikir dan berbuat sesuai dengan masyarakatnya. Miller dalam buku Secondary School lmprovemant (1973) juga menganut definisi kurikulum yang luas. Lloyd Trump dan Delmas F. Mereka melihat kurikulum sebagai sejumlah pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak dan pemuda. Menurut mereka dalam kurikulum juga termasuk metode mengajar dan belajar. Othanel Smith. J. Ketiga aspek pokok. perubahan tenaga mengajar. Jadi hubungan sosial antara guru dan murid.3. metode mengajar..

karena definisi yang sempit tidak lagi diterima oleh sekolah modern. Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. Maka Hilda Taba memilih posisi yang tidak terlampau luas dan tidak pula terlampau sempit. keinginan. jadi tidak merupakan tindakan yang disengaja. sikap. pegawai administrasi dan orang lainnya yang ada hubungannya dengan murid-murid ). Dalam bukunya Changing the Curriculum : a Social Process (1946) is mengemukakan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung. seperti menjelaskan. Tak semua ahli kurikulum menganut pendirian yang begitu luas. memuji. Hilda Taba berpendapat bahwa definisi yang terlampau luas mengaburkan pengertian kurikulum sehingga menghalangi pemikiran dan pengolahan yang tajam tentang kurikulum. Istilah kedua berarti faktorfaktor pendidikan. meliputi keadaan lingkungan pendidikan seperti kebersihan ruangan. kebiasaan-kebiasaan. melainkan juga pribadi guru. yaitu segala sesuatu yang dengan sengaja dilakukan oleh sipendidik terhadap anak-didik guna mempengaruhi kelakuannya. cita-cita serta norma-norma. melarang atau menghukum. . keramahan pendidik.6. suasana sekolah. Definisi Miel tentang kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan. kepala sekolah serta seluruh pegawai sekolah. keyakinan. Kita lihat bahwa Alice Miel mencakup kedua hal itu dalam pengertian kurikulumnya yakni alat pendidikan dan faktor pendidikan. apresiasi. Jika kurikulum dirumuskan sebagai "segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi di dalam maupun di luar sekolah" atau sebagai" sejumlah pengalaman yang potensial dapat diberikan oleh sekolah dengan tujuan agar anak dan pemuda dibiasakan berpikir dan berbuat menurut kelompok atau masyarakat tempat ia hidup". maka definisi yang luas itu membuatnya tidak fungsional. kecakapan. yakni anak didik. menganjurkan. Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Langeveld seorang ahli pendidikan Belanda dalam bukunya Leerboek der Pedagogische Psychologie membedakan apa yang disebutnya opvoedingsmiddelen dan opvoedingsfaktoren Istilah pertama berarti alat-alat pendidikan. masyarakat. para pendidik dan personalia (termasuk penjaga sekolah. pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah.

Maka karena itu Krug membatasi kurikulum pada : 1. Kurikulum dilihatnya sebagai cara -cara dan usaha untuk mencapai tujuan persekolahan. lembaga agama. organized classroom instruction. Apa yang direncanakan biasanya bersifat idea. seperti bimbingan dan penyuluhan. dan lain-lain. kegiatan pengabdian masyarakat. . selalu mempunyai komponen-komponen tertentu. Apa yang dapat diwujudkan dalam kenyataan disebut kurikulum yang real. Edward A. seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran. bagaimanapun polanya. kegiatan-kegiatan tertentu di luar pengajaran itu. Tiap kurikulum.Hilda Taba mengemukakan. Kurikulum ini lazim mengandung harapan-harapan yang sering berbunyi muluk-muluk. dan perkemahan sekolah. pengalaman kerja yang bertalian dengan pelajaran. 7. Memborong segala tanggung jawab atas pendidikan anak akan merupakan beban yang terlampau berat. suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk. bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berparsitipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyrakatnya. yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran. yaitu pengajaran di dalam kelas. Ia membedakan tugas sekolah mengenai perkembangan anak dan tanggung jawab lembaga pendidikan lainnya seperti rumah tangga. 2. dan akhirnya evaluasi hasil belajar. maka terdapatlah kesenjangan antara idea dan real curriculum. bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar. Akan tetapi kegiatan-kegiatan akhir masih bersifat kontroversial. Ia dengan sengaja menggunakan istilah "schooling" untuk menjelaskan apa sebenarnya tugas sekolah. Definisinya ialah "A Curriculum Consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling". Perbedaan kurikulum terletak pada penekanan pada unsur-unsur tertentu. masyarakat. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. sehingga tidak mungkin dilakukan dengan baik. Krug dalam The Secondary School Curriculum (1960) menunjukkan pendirian yang terbatas tapi realistis tentang kurikulum. Karena tak segala sesuatu yang direncanakan dapat direalisasikan.

bahwa apa yang diwujudkan pada diri anak berbeda dengan apa yang diharapkan menurut rencana. Kurikulum dapat dilihat sabagai produk. biasanya dalam suatu panitia. Kurikulum sebagi pengalaman siswa.Smith dan kawan-kawan memandang kurikulum sebagai rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari. keterampilan tertentu. yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya. yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual. yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum. Ini dapat berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran tetapi dapat juga meliputi segala kegiatan yang dianggap dapat mempengaruhi perkembangan siswa misalnya perkumpulan sekolah. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai program. bahkan sering yang bertentangan. Berbagai tafsiran tentang kurikulum dapat kita tinjau dari segi lain. disebut actual curriculum. 2. Hasilnya dituangkan dalam bentuk buku atau pedoman kurikulum. Mengenai masalah kurikulum senantiasa terdapat pendirian yang berbedabeda. Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa. Ada kemungkinan. yakni pengetahuan. pada hal kurikulum itu pun mengandung . warung sekolah dan lain-lain. Ketidakpuasan dengan kurikulum yang berlaku adalah sesuatu yang biasa dan memberi dorongan mencari kurikulum baru. sehingga kita peroleh penggolongan sebagai sebagai berikut : 1. sikap. pramuka. 4. 3. misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya. Akan tetapi mengajukan kurikulum yang ekstrim sering dilakukan dengan mendiskreditkan kurikulum yang lama. Ketiga pandangan diatas berkenaan dengan perencanaan kurikulum sedangkan pandangan ini mengenai apa yang secara aktual menjadi kenyataan pada tiap siswa. pertandingan. jadi dapat disebut potential curriculum.

ataukah ia diperlakukan sebagai orang dewasa? Apakah kebutuhan anak itu? Apakah harus dipentingkan anak sebagai individu atau sebagai anggota kelompok? Apakah yang harus dipentingkan. Ia tidak mudah melepaskan yang lama yang sudah terbukti kebaikannya. Misalnya : Apakah yang ingin dicapai.kebaikan. Juga ada kemungkinan untuk mengawinkan yang baru dengan yang lama. karena justru dapat memberi dorongan untuk mengadakan inovasi mencari bentuk bentuk kurikulum baru. sebelum ia yakin bahwa yang baru itu ternyata lebih baik lagi. Pada umumnya guru itu konservatif dan cenderung berpegang pada cara-cara yang lama yang telah dikuasainya dan menurut pengalamannya memberi hasil yang baik. Maka karena itu jarang akan terdapat bahwa suatu teori tentang kurikulam dilaksanakan secara murni. sedangkan kurikulum pasti tidak akan sempurna dan akan tampil kekurangannya setelah berjalan dalam beberapa waktu. perlu kita ketahui bahwa dalam praktik pendidikan sering terjadi campuran atau adanya berbagai bentuk kurikulum yang hidup bersama secara damai. jadi menonjolkannya dalam bentuk yang ekstrim. ASAS-ASAS KURIKULUM Mengembangkan kurikulum bukan sesuatu yang mudah dan sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dan banyak pertanyaan yang dapat diajukan untuk diperhitungkan. manusia yang bagaimana yang diharapkan akan dibentuk? Apakah akan diutamakan kebutuhan anak pada saat sekarang atau masa mendatang? Apakah hakikat anak harus dipertimbangkan. Dalam praktiknya biasanya tidak dapat pertentangan yang begitu tajam seperti yang digambarkan dalam teorinya. Bila dalam buku ini kami uraikan kurikulum dalam bentuk murninya menurut teori yang mendasarinya. mengajarkan kejujuran atau memberi pendidikan umum? Apakah pelajaran akan didasarkan . Selain itu berbagai jenis kurikulum dapat hidup bersama tanpa menimbulkan konflik. Adanya berbagai tafsiran tentang kurikulum tak perlu merisaukan. Pandangan yang berbeda-beda itu memberi dinamika dalam pemikiran tentang kurikulum secara kontinu tanpa henti-hentinya.

Asas psikologis yang memperhitungkan faktor anak dalam kurikulum yakni a. masyarakat bahkan dunia. perkembangan anak.atas disiplin ilmu ataukah dipusatkan pada masalah sosial dan pribadi? Apakah semua anak harus mengikuti pelajaran yang sama taukah is diizinkan memilih pelajaran sesuai dengan minatnya? Apakah seluruh kurikulum sama bagi semua sekolah secara uniform. cita-cita atau filsafat yang dianut negara. orang tua. perkembangan dan perubahannya. Perbedaan filsafat dengan sendirinya akan menimbulkan perbedaan dalam tujuan pendidikan. psikologi belajar. Pendidikan di negara otokratis akan berbeda dengan negara yang demokratis. 1. yaitu keadaan masyarakat. 4. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang "baik". Asas sosiologis. mungkin juga cara mengajar dan menilainya. 3. Asas organisatoris yang mempertimbangkan bentuk dan organisasi bahan pelajaran yang disajikan. b. Asas filosofis yang berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. hasil kerja manusia herupa pengetahuan. pendidikan di negara yang menganut agama Budha akan berlainan denagan pendidikan di negara yang memeluk agama Islam . atau diberi kelonggaran untuk menyesuaikannya dengan keadaan daerah? Apakah hasil belajar anak akan diuji secara uniform ataukah diserahkan pada penilaian guru yang dapat mempelajari anak itu dalam segala aspek selama waktu yang panjang ? Semua pertanyaan itu menyangkut asas-asas yang mendasari setiap kurikulum. jadi juga bahan pelajaran yang disajikan. Walaupun dalam buku ini keempat asas itu akan dipaparkan lebih lanjut. psikologi anak. dirasa perlu memberikannya lebih dahulu secara singkat. 2. bagaimana proses belajar anak. tapi juga guru. Apakah yang dimaksud dengan "balk" pada hakikatnya ditentukan oleh nilai nilai. kebudayaan manusia. dan lain-lain. yakni : 1.

Kurikulum tak dapat tiada mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat bangsa dan negara terutama dalam menentukan manusia yang dicitacitakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. untuk kepentingan anak. Psikologi belajar Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. Tentu saja kurikulum yang begitu ekstrim mengutamakan salah satu dasar akan mempunyai kekurangan-kekurangan. yakni menciptakan situasi-situasi di mana anak dapat belajar untuk mengembangkan bakatnya. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberi hasil yang sebaik-baiknya. dapat dipengaruhi kelakuannya. Asas Psikologis a. Baru setelah Rousseau anak itu dikenal sebagai anak. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. Anak-anak dapat belajar. Psikologi anak Sekolah didirikan untuk anak. . bahkan kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak. untuk selalu menjadikan anak sebagai salah satu pokok pemikiran. 2. Soal yang penting ialah : bagaimanakah anak itu belajar? Kalau kita tahu betul. dan dilakukan penelitian ilmiah untuk lebih mengenalnya. dapat menerima norma-norma. b. dapat menguasai sejumlah keterampilan.atau Kristen. yaitu "Child centered curriculum". bagaimana proses belajar itu berlangsung. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang seefektif-efektifnya. Kurikulum ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan dan minat anak. Namun gerakan ini tak dapat tiada menarik perhatian para pendidik. Selama berabad-abad anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa dan karena itu mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. Timbullah aliran yang disebut progresif. dan sejak permulaan abad ke-20 anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. dapat mengubah sikapnya. khususnya para pengembang kurikulum.

Tuntutan masyarakat tak dapat diabaikannya. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lainnya. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. 3. Dalam hal ini pun harus kita jaga. maka masyarakat dijadikan salah satu asas.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. maupun sebagai orang dewasa kelak. Juga perubahan masyarakat akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor pertimbangan dalam kurikulum. bahwa tiap teori itu mengandung kebenaran. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. Perbedaan ini harus di pertimbangkan dalam kurikulum. adat kebiasaan yang tak dapat tiada harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya lalu dinyatakannya dalam kelakuannya. akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan proses belajar itu. Karena hubungan yang sangat erat itu maka psikologi menjadi salah satu dasar kurikulum. ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. banyak di antaranya dengan melakukan eksperimen. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. jadi yang mencakup segala gejala belajar. agar asas ini jangan terlampau mendominasi sehingga . maka timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. Teori belajar dijadikan dasar bagi proses belajar-mengajar. Pada umumnya dapat dikatakan. Dengan demikian ada hubungan yang erat antara kurikulum dan psikologi belajar dan psikologi anak. dari yang sederhana sampai yang paling pelik. Oleh sebab masyarakat suatu faktor yang begitu penting dalam pengembangan kurikulum. baik sebagai anak. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaannya. Penelitian dilakukan untuk lebih mendalam memahami proses belajar ini. Di situ ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung-jawab.

Ilmu jiwa asosiasi yang berpendirian bahwa keseluruhan sama dengan jumlah bagianbagiannya cenderung memilih kurikulum yang subjectcentered. yang dengan sendirinya akan terpisah-pisah. Pada umumnya dapat dibedakan dua pendirian utama. jadi selalu hasil semacam kompromi antara anggota panitia kurikulum. Kurikulum yang bagaimana yang harus dipilih? Pertanyaan itu diajukan karena macamnya kemungkinan. dalam bentuk yang bagaimana bahan pelajaran akan disajikan? Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah pisah. 4. kurikulurri adalah soal pilihan. karena keseluruhan itu bermakna dan lebih relevan dengan kebutuhan anak dan masyarakat. Kembali perlu di ingatkan. yakni yang tradisional dan yang progresif. KURIKULUM TRDISIONAL ATAU PROGRESIF .timbul kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau "society-centered curriculum". bahkan yang satu dapat membantu atau melengkapi yang satu lagi. Sering dikatakan bahwa "curriculum is a matter of choice". jadi dalam bentuk kurikulum yang terpadu. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. Selain itu. atau yang berpusat pada mata pelajaran. Dalam mengembangkan kurikulum harus diadakan pilihan. Asas Organisatoris Asas ini herkenaan dengan masalah. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran. Setiap organisasi kurikulum mempunyai kebaikan akan tetapi tidak lepas dari kektirangan ditinjau dari segi-segi tertentu. Dalam hal ini pilihan banyak bergantung pada pendirian atau sikap seseorang tentang pendidikan. bahwa tidak ada kurikulum yang baik dan tidak baik. Aliran psikologi ini lebih cenderung memilih kurikulum terpadu atau integrated kurikulum. misalnya dalam bentuk broad-field atau bidang studi seperti IPA. Bahasa. Sebaliknya ilmu jiwa Gestalt lebih mengutamakan keseluruhan. IPS. dan lain-lain. bermacam-macam organisasi kurikulum dapat dijalankan secara bersama di satu sekolah.

benda. Di bawah ini kami cantumkan beberapa perbedaan antara pendirian tradisional dan progresif. Penganut kurikulum tradisional berpegang pada kurikulum yang didasarkan atas subjek atau mata pelajaran. dan terutama menonjolkan hafalan. Tidak diharapkan siswa mempunyai pengetahuan yang uniform. namun kita mengadakan ujian nasional yang uniform yang tidak menghiraukan perbedaan individual. Kurikulum tradisional ini telah bertahan selama beberapa abad dan diduga akan bertahan terus sepanjang masa. tahun-tahun dan tokoh-tokoh sejarah. dan lain-lain. barang seni. berbagai kekurangan. walaupun kesimpulannya lain dari yang lain. Namun orang tua masih mengharapkan agar murid murid hafal akan nama-nama geografis. oleh sebab apa yang diawetkan. dan sebagainya. Namun dalam masa perubahan yang serba dinamis ini. Menjalankan kurikulum progresif akan banyak mendapat tentangan. Sekolah progresif misalnya mementingkan kemampuan memecahkan masalah dan menggunakan pengetahuan secara fungsional untuk memecahkan masalah itu. antara lain dari pihak guru yang terkenal karena sikap konservatifnya. Kesulitan yang dihadapi kurikulum progresif ialah. Kita inginkan agar anak-anak kreatif. juga orangitua yang telah mengecap pendidikan tradisional dan merasakan manfaatnya. tidak mengizinkan perbedaan pendapat. bahwa orang mengharapkan hasil-hasil tradisional dari sekolah yang progresif. terampil dalam hitungan di luar kepala.Kurikulum tradisional yang ingin mengawetkan yang lama tidak dengan sendirinya buruk dan merugikan. Sekolah progresif harus dinilai berdasarkan prinsip-prinsip sekolah itu. selalu yang baik. Sebaliknya kurikulum modern . menentukan lebih dahulu mana yang benar yang dicoba anak mencari atau menerkanya bila menghadapi ujian bercorak objektif.progresif juga tidak dengan sendirinya baik dan luput dari. yang biasanya diberikan secara terpisah-pisah. sanggup berpikir sendiri. menutup mata bagi perubahan akan merugikan diri sendiri. Bahan mata pelajaran diambil dari berbagai disiplin ilmu yang dibina dan senantiasa dikembangkan para ilmuwan dan karena itu mendapat penghargaan tinggi dari masyarakat. apakah itu nilai-nilai. Dianggap . kita ingin agar anak sanggup mengadakan penelitian dan penemun.

Kalau diteliti lebih lanjut dapat lagi kita temui perbedaan lain antara kedua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. metode belajar-mengajar. sesuai dengan minat dan kesanggupannya dalam suasana yang mengizinkan kebebasan. Sebaliknya kurikulum yang progresif lebih banyak memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukan apa yang akan dipelajarinya. kurikulum progresif memilih masalahmasalah yang nyata dalam kehidupan anak dan masyarakat. Penganut kurikulum progresif atau modern tidak menolak ilmu. Sambil memecahkan masalah siswa mengumpulkan ilmu yang diperlukan. Di lain pihak. akan tetapi untuk digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Apa yang dipelajari dalam kurikulum tradisional dianggap akan berguna kelak di kemudian hari anak. akan tetapi tidak dipelajari demi ilmu sendiri. Dapat kita katakan. Mengumpulkan ilmu demi ilmu yang tidak fungsional hanya membebani otak dengan hal-hal yang mubazir. pengawasan. sedangkan kurikulum progresif berusaha untuk mengubah lingkungan untuk membentuk dunia yang lebih baik. Dalam kurikulum tradisional diperlukan pengarahan. Selain itu mempelajari ilmu akan mengembangkan kemampuan intelektual anak. Tujuan pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek intelektual saja melainkan keseluruhan pribadi anak dalam segala aspek. bahwa kurikulum progresif merupakan reaksi dalam berbagai bentuk terhadap . maupun evaluasi. Kurikulum tradisional menerima kenyataan dalam masyarakat sebagaimana adanya. Kurikulum progresif memperhatikan bahkan membantu perkembangan keunikan individu. Kurikulum tradisional menyamaratakan semua siswa baik mengenai bahan. kontrol dan disiplin yang ketat. karena banyak pelajaran yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan kehidupan anak dalam masyarakat.bahwa ilmu mempunyai nilai tersendiri dan karena itu dapat dipelajari demi ilmu itu sendiri. agar siswa mempelajari bahan yang sama dan mencapai tingkat penguasaan yang sama.

kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam kurikulum tradisional. Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu? 3. kurikulum ini tetap bertahan. bahwa faktor anak kembali dianaktirikan. Juga kurikulum progresif tidak bebas dari kritik yang tajam dari berbagai pihak. Pada saat dipentingkan- . dan apa yang harus dinilai. KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM Ralph W. mengajukan 4 pertanyaan pokok. Tujuan menentukan bahan apa yang akan dipelajari. (1) tujuan. yakni : 1. Yang paling berpengaruh ialah kritik bahwa kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan intelektual anak. (3) proses belajar-mengajar. aliran progresif mengalami pukulan hebat. (2) bahan pelajaran. bagaimana proses belajarnya. Namun betapapun kritik terhadap kurikulum tradisional. (4) evaluasi atau penilaian. Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan? 4. Setiap komponen bertalian erat dengan ketiga komponen lainnya. Keempat komponen itu dapat kita gambarkan dalam bagan sebagai berikut: TUJUAN EVALUASI PBM BAHAN Keempat komponen itu saling berhubungan. salah satu buku yang paling berpengaruh dalam pengembangan kurikulum. dengan ditonjolkannya kembali kurikulum yang berdasarkan disiplin ilmu. akan tetapi akibatnya ialah. sehingga setelah peluncuran Sputnik. Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? Berdasarkan pertanyaan itu. Demikian pula penilaian dapat mempengaruhi komponen lainnya.Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction (1949). Tujuan apa yang harus dicapai sekolah? 2. maka diperoleh keempat komponen kurikulum yakni.

as the experiences of the learner. namun dalam kenyataannya lebih kompleks daripada yang diduga. misalnya ditonjolkannya tujuan yang baru.nya evaluasi dalam bentuk ujian. misalnya metode baru. kemudian menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dilalui untuk mendapat ijazah. maka bahan pelajaran. namun masih dipertimbangkan hingga sekarang. 3. UMPTN. termasuk kebersihan kelas. Kurikulum yang semula berarti jarak yang harus ditempuh. PBM. dan sebagainya. maka semua komponen lainnya turut mengalami perubahan. Pola kurikulum yang dikemukakan oleh Tyler ini tampaknya sangat sederhana. atau proses belajar-mengajar. actual curriculum atau potential learning experiences. Kurikulum dapat dipandang dari berbagai segi. real. Dapat pula kita memandangnya sebagai formal curriculum. bahkan juga mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi kelakuan siswa. Konsep tayle tentang komposisi kurikulum tentu mendapat kritik. ideal. as a program. 2. pribadi guru. sikap petugas sekolah. kerja keras. yakni. jujur. Tak mudah menentukan tujuan pendidikan atau pelajaran. atau cara penilaian. sehingga meliputi kegiatan di luar kelas. misalnya bahan untuk mend idik anak agar menjadi manusia pembangun. maupun evaluasi pun lebih jelas. Kalau tujuannya jelas. dan lain-lain. Para ahli kurikulum "modern" cenderung memberikan pengertian yang lebih luas. Menentukan PBM yang efektif tak kurang sulitnya. curriculum as a product. maka timbul kecenderungan untuk menjadikan bahan ujian sebagai tujuan kurikulum. karena keberhaslannya baru diketahui setelah dinilai. proses belajar-mengajar cenderung mengutamakan latihan dan hafalan. RANGKUMAN 1. misalnya Ebtanas. tak mudah pula menentukan bahan yang tepat guna mencapai tujuan itu. as intended learnings. Bila salah satu komponen berubah. .

tiap guru harus sendiri. Jelaskan perkembangan pengertian kurikulum. Jelaskan. PERTANYAAN DAN TUGAS 1.4. potential. 3. Juga pengertian kurikulum formal. 7. Kurikulum senantiasa harus diubah karena perubahan masyarakat akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. karena banyak tugas yang sedianya oleh rumah tangga dan lembaga informal lainnya dibebankan kepada sekolah. Sebutkan asas-asas kurikulum. Bagaimanakah pengertian kurikulum di sekolah kita? 5. 6. Menurut Saudara siapakah yang mengembangkan kurikulum? Apakah orangtua. actual. Selidiki azas-azas itu pada kurikulum yang berlaku di sekolah kita. Dikatakan. the experiences of the learner. Bagaimana pendapat Saudara tentang guru sebagai pengembang kurikulum? 9. Hilda Taba memandang kurikulum sebagai "a plan for learning". Ia dapat menganut pendirian yaang tradisional atau progresif. Bandingkan berbagai definisi yang tercantum dalam pelajaran. Karena adanya menentukan macam-macam definisi kurikulum. Di antara asas-asas kurikulum. real. intended learnings. Ada kecenderungan pengertian kurikulum meluas. 4. Pilihannya itu akan mempengaruhi tafsirannya konsepsinya tentang tugasnya sebagai pendidik. 5. 2. begitu juga murid harus turut dalam pengembangan kurikulum? 8. Ada kebaikan dan kelemahan pengertian kurikulum yang terlampau luas atau terlampau sempit. 6. program. Perbedaan apakah yang mungkin timbul di antara anggota panitia pengembangan kurikulum? jauh ketinggalan bila dibandingkan . bahwa praktik kurikulum dengan teorinya. ideal. 7. asas manakah yang paling banyak mengalami perubahan? Mana yang paling sedikit atau tidak berubah? 10. antara lain mengenai luas cakupannya. Perubahan kurikulum berjalan kontinu kalau tidak mau ketinggalan zaman. Jelaskan arti kurikulum sebagai product.

11. Jelaskan adanya hubungan yang erat di antara komponenkomponen kurikulum. Tahukah Saudara apa maksudnya dan memberi beberapa contoh? . Ada kurikulum yang tidak direncanakan. Bila dibandingkan kurikulum sebelum dan sesudah kita merdeka perbedaan apakah kiranya yang kita dapati? 12. Jelaskan bahwa perubahan dalam satu komponen mempengaruhi komponen lainnya. 13. yakni "hidden curriculum" atau kurikulum yang tersembunyi.

Di sini akan kami bicarakan dengan singkat beberapa buah yakni : 1. universal dan absolut" atau "perennial" yang ditemukan dan diciptakan para pemikir unggul sepanjang masa. Aliran Perennialisme Aliran ini bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual anak melalui pengetahuan yang "abadi. Para pengembang kurikulum harus mempunyai filsafat yang jelas tentang apa yang mereka junjung tinggi. yang dihimpun dalam "the Great Books" atau "Buku Agung".BAB 2 ASAS-ASAS FILOSOFIS Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. tentang apakah yang baik. Kurikulum yang diinginkan oleh aliran ini terdiri atas subject atau mata pelajaran yang terpisah sebagai disiplin ilmu dengan menolak penggabungan . dan lain-lain. Filsafat itu antara lain menentukan kepercayaan kita tentang : apakah hakikat manusia. Filsafat yang kabur akan menimbulkan kurikulum yang tidak menentu arahnya. apakah hidup yang baik. apakah sumber kebenaran dan nilai-nilai yang hendaknya menjadi pegangan hidup kita. khususnya hakikat anak dan sifat-sifatnya. karena sangat abstrak dan karena itu tak praktis dan tidak ada manfaatnya bagi pekerjaannya. Ada orang yang berpendapat bahwa guru tak perlu mempelajari filsafat. apakah peranan sekolah dalam masyarakat. masing-masing dengan dasar pemikiran tersendiri. diyakininya sebagai benar dan baik. Pendirian itu terlampau picik. karena apa yang dilakukan guru harus didasarkan pada apa yang dipercayai. Kebenaran dalam buku itu bertahan teguh terhadap segala perubahan zaman. apakah yang sebaiknya diajarkan kepada anak didik. yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya. Kini terdapat berbagai aliran filsafat. apakah peranan gu dalam ru proses belajar mengajar.

Namun pendidikan intelektual juga sangat diutamakan dengan menentukan standar mutu yang tinggi. Aliran Realisme Filsafat realisme mencari kebenaran di dunia ini sendiri. Filsafat ini umumnya diterapkan di sekolah yang berorientasi religius. Di sekolah akan dimulai dengan teoriteori dan prinsip-prinsip yang fundamental. Pelajaran yang diberikan termasuk pelajaran yang sulit karena memerlukan inteligensi tinggi. Tujuan hidup ialah memperbaiki kehidupan melalui penelitian ilmiah. Apa yang datang dari Tuhan baik dan benar. biologi yang diajarkan. pelanggaran diberi hukuman yang setimpal bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah. olah raga sebaiknya dikesampingkan. Hanya mata pelajaran yang sungguh mereka anggap dapat mengembangkan kemampuan intelektual seperti matematika. Semua siswa diharuskan mengikuti pelajaran agama. dari dunia supranatural dari Tuhan. sedangkan yang berkenaan emosi dan jasmani seperti seni rupa. Sekolah yang beraliran realisme mengutamakan pengetahuan yang sudah mantap sebagai hasil penelitian ilmiah yang dituangkan secara sistemetis dalam berbagai disiplin ilmu atau mata pelajaran. kimia. Kurikulum ini memberi persiapan yang sungguhsungguh bagi studi di perguruan tinggi. Aliran Idealisme Filsafat ini berpendapat bahwa kebenaran itu berasal dari "atas". kemudian praktik dan aplikasinya. Melalui pengamatan dan penelitian ilmiah dapat ditemukan hukumhukum alam. menghadiri khotbah dan membaca Kitab Suci. fisika.seperti IPA atau IPS. Kebenaran ini. termasuk dogma dan norma-normanya bersifat mutlak. 2. 3. Mutu kehidupan senatiasa dapat ditingkatkan melalui kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebenaran dipercayai datangnya dari Tuhan yang diterima melalui wahyu. Biasanya disiplin termasuk ketat. Boleh dikatakan hampir semua agama menganut filsafat idialisme. Tujuan hidup ialah memenuhi kehendak Tuhan. .

Aliran pragmatisme sering sejalan dengan aliran rekonstruksionisme yang berpendirian bahwa sekolah harus berada pada garis depan pembangunan dan perubahan masyarakat. Ia harus sungguh-sungguh mempelajari buku-buku berbagai disiplin ilmu. Dapat dibayangkan banyaknya murid yang tidak mampu mengikuti studi akademis serupa ini. melainkan memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan berbagai kegiatan guna memecahkan masalah. 4. kebenaran adalah tentatif dan dapat berubah. Tidak ada kebenaran mutlak. maka pelajaran "embel-embel" seperti keterampilan dan kesenian dianggap tidak perlu. Penguasaan ilmu yang banyak berkat studi yang intensif adalah persiapan yang sebaik-baiknya bagi lanjutan studi dan kehidupan dalam masyarakat. Yang penting ialah bukan "what to think" melainkan "how to think" yakni melalui pemecahan masalah. Yang baik. Dalam perencanaan kurikulum orangtua dan masyarakat sering dilibatkan agar dapat memadukan sumber-sumber pendidikan formal dengan sumber sosial. Pengetahuan diperoleh bukan dengan mempelajari mata pelajaran.Karena mengutamakan pengetahuan yang esensial. Sekolah ini menjauhi indoktrinasi dan mengajak siswa secara kritis menganalisis isu-isu sosial. Kurikulum ini tidak memperhatikan minat anak. . atas dasar kepercayaan bahwa belajar itu hanya dapat di lakukan oleh anak sendiri. melainkan karena digunakan secara fungsional dalam memecahkan masalah. bukan karena "dipompakan ke dalam otaknya". Tugas guru bukan mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan. Tujuan hidup ialah mengabdi kepada masyarakat dengan peningkatan kesejahteraan manusia. namun diharapkan agar menaruh minat terhadap pelajaran akademis. ialah yang berakibat baik bagi masyarakat. Aliran Pragmatisme" Aliran ini juga disebut aliran instrumentalisme atau utilitarianisme dan berpendapat bahwa kebenaran adalah buatan manusia berdasarkan pengalamannya.

merealisasikan diri. yakni . Dalam arti ini. Pekerjaan ini sangat sulit dan tak mungkin dilakukan oleh setiap orang biasa. tak mungkin setiap orang mempunyai filsafat. Bimbingan yang diberikan sering bersifat non-directive. instruksi. mungkin ilmu-ilmu sosial yang paling menarik mereka Pendidikan moral tidak diajarkan kepada mereka. bahkan satu cabang disiplin ilmu sekalipun sulit dikuasai sepenuhnya.politik dan ekonomi guna memperbaiki ekonomi kondisi hidup manusia. Ia hrus bebas berpikir dan mengambil keputusan sendiri secara bertanggungjawab. menentukan standardnya sendiri dan kurikulumnya sendiri. Sekolah ini menolak segala kurikulum. Cicero memandang filsafat sebagai ilmu tentang hal-hal yang semulukmuluknya. Tujuan filsafat ialah membentuk suatu pandangan yang sistematis tantang keseluruhan ilmu. pedoman. Sekolah yang berdasarkan eksistensialisme mendidik anak agar is menentukan pilihan dan keputusan sendiri dengan menolak otoritas orang lain. Aliran Eksistensialisme Filsafat ini mengutamakan individu sebagai faktor dalam menentukan apa yang baik dan benar. Dan bila dikatakan bahwa tiap guru harus mempunyai filsafat. di mana guru banyak mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tanpa mengingatkan apa yang harus dilakukan anak. dan lainlain dari pihak luar. Filsafat ialah "induk segala ilmu". Dengan sendirinya mereka tidak dipersiapkan untuk menempuh ujian nasional. Dari segala mata pelajaran. 5. buku wajib. juga tidak ditetapkan aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Anak harus mencari identitasnya sendiri. Ilmu pengetahuan dewasa ini sangat luas dan pelik dan tak mungkin lagi bagi seorang untuk menguasainya. Tujuan hidup adalah menyempurnakan diri. namun dengan pertimbangan jangan menyinggung perasaan orang lain. maka kata itu digunakan dalam arti yang berlainan. Banyak di antara penganut aliran ini memandang sekolah sebagai masyarakat kecil. Ini berarti bahwa seorang ahli filsafat harus dapat mencernakannya dan mengasimilasikannya berkat proses yang disebut berpikir. Norma-norma hidup berbeda secara individual dan ditentukan masing-masing secara bebas.

untuk apakah tenaga itu digunakan. untuk perang yang dapat menghancurkan umat manusia atau untuk peningkatan kehidupan manusia. melainkan sesuatu yang biasa yang dapat dimiliki setiap orang yang berpikir dan mencoba menafsirkan makna dan nilai hidup bagi dirinya. . tak berakar prinsip-prinsip yang jelas. Kelakuannya tidak menunjukkan corak tertentu. dan mencari suatu sistem nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya dan dengan demikian memberi corak tertentu kepada kelakuannya. setiap pendidik. manusia apakah yang harus dibentuk. suatu pandangan hidup. agar dapat membantu anak membentuk pandangan hid up yang sehat. Kalau filsafat di tafsirkan sebagai sistem nila-nilai. kurikulum apakah yang akan digunakan. pandangan tentang anak. Filsafat ialah sesuatu yang menunjukan suatu sistem. Ilmu menemukan pengetahuan dan teknologi. Tujuan. Filsafat ialah pendapat yang sejujur-jujurnya tentang makna hidup baginya. Pendidikan yang diberikan berdasarkan filsafat tidak merupakan rangkaian perbuatan mekanis yang lepas-lepas akan tetapi merupakan suatu kebulatan mengarah kepada tujuan tertentu. belum tentulis dikatakan mempunyai suatu filsafat hidup. apakah setiap orang dapat mempunyai suatu filsafat sendiri? Filsafat dengan pengertian ini telah ada sejak ada manusia di bumi ini. Sering seorang kurang sadar dan kurang jelas mengetahui nilai-nilai apa yang dianutnya. Filsafat serupa inilah yang harus dimiliki setiap guru. akan tetapi penggunaannya ditentukan oleh filsafat atau nilai-nilai. Dalam filsafat gurulah terkandung gambaran tentang masyarakat yang akan dibangun. Walaupun tiap orang pernah berpikir tentang apa arti hidup ini baginya. maka kita memasuki lapangan nilai-nilai atau filsafat. tak konsisten.sebagai "suatu sistem nilai-nilai". yang dapat menentukan arah hidup dan serta menggambarkan nilai-nilai apa yang paling dihargai dalam hidup seseorang. sejak Adam dan Hawa. ditentukan oleh filsafat yang dianutnya. Manusia telah menemukan tenaga atom berkat kemajuan ilmu pengetahuan. metode. Dalam arti ini filsafat bukanlah sesuatu yang maha-sulit dan pelik. akan tetapi bila ditanya. alat pendidikan. Pandangan hidup kabur.

menyuruh anak mencari data dari lapangan. Dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. sehingga tidak lepaslepas. 4. Filsafat memberi kebulatan kepada usaha pendidikan. pendidikan dasar 9 tahun. membolehkan anak-anak bekerja sama. Tentu diharapkan agar tindakan itu mempunyai dasar filosofis yang konsisten. bila guru menghukum atau memuji anak. Jadi filsafat menentukan tujuan pendidikan. Filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. CBSA. Tujuan pendidikan memberi petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. FILSAFAT PENDIDIKAN DI INDONESIA . menjalankan disiplin keras atau lunak. Sering filsafat yang mendasarinya tidak dinyatakan secara eksplisit. Filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. mempunyai dasar filosofis. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai.Sekolah tanpa filsafat laksana kapal tanpa kemudi. muatan lokal. Filsafat yang berbeda atau bertentangan di kalangan pendidik tak akan membawa bahtera pendidikan ke arah tujuan tertentu. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. tentu ada dasar falsafahnya. bila ditelusuri secara lebih mendalam. 3. 5. APAKAH GUNA FILSAFAT PENDIDIKAN? Pentingnya filsafat bagi pendidikan nyata bila kita ketahui besar manfaatnya bagi kurikulum yakni : 1. Keputusan tentang PPSI. 6. Segala keputusan yang diambil mengenai pendidikan atau kurikulum. di belakang tindakan itu ada falsafahnya. 2. Tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar mengajar. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. mendorong atau melarang anak menjadi penyanyi. Demikian pula di dalam kelas.

Bahasa Jepang di ajarkan sebagai pengganti bahasa Belanda dan mujurnya bahasa Indonesia menjadi bahasa pengantar di semua tingkatan sekolah. Segelintir anak dibolehkan memasuki sekolah yang berbahasa Belanda akan tetapi jalan ke sekolah lanjutan sangat dipersempit. Hormat terhadap kaisar Jepang di tanamkan dalam upacara-upacara.Tujuan pendidikan. atau sangat membatasi pendidikan bagi orang Indonesia. Jepang yang kemudian menduduki negara kita. Adanya sekolah lanjutan hanya karena keperluan mereka akan pegawai di kantor pemerintah atau swasta. Bahasa Belanda digunakan untuk menahan orang lolos ke sekolah yang lebih tinggi. Kurikulum di sekolah yang berbahasa Belanda sama dengan yang apa yang berlaku di negeri Belanda sendiri. PANCASILA SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN . dan Garis-garis Besar Haluan Negara. yang ingin dicapai dengan pendidikan ditentukan oleh filsafat yang dianut oleh pemerintah. Hatta dan lain-lain yang berhasil menghentikan penjajahan dari bumi Indonesia ini. antara lain Soekarno. yaitu Pancasila. merombak sistem pendidikan secara radikal dengan mendasarkannya atas filsafat bangsa kita. memperlambat. segera menghapus segala sisa-sisa pendidikan yang berbau Belanda. dengan sendirinya tujuan pendidikan pun berubah sama sekali. Kebanyakan anak yang bersekolah hanya di sekolah desa yang boleh dikatakan tak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pelajaran. Kalau pemerintahan bertukar. Pemerintah Belanda yang menguasai Indonesia selama tiga setengah abad menganut paham imperialisme dan kolonialisme yang bertujuan untuk mempertahankan agar lebih lama dapat memperoleh keuntungan dari tanah jajahannya antara lain dengan menghalangi. Untung masih bisa lolos beberapa anak Indonesia untuk mengecap pendidikan tinggi. atau penguasa dalam suatu negara. Kemerdekaan Indonesia yang kita rebut dari tangan penjajah. Undang-Undang Dasar 1945. Latihan militer diberikan untuk membantu mereka dalam mempertahankan jajahannya.

Kesadaran dan citacita moral Pancasila sudah berurat berakar dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Pancasila itu bangkit kembali " ( M. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 1954 ) Oleh sebab Pancasila diakui sebagai pandangan hidup bangsa. Walaupun Pancasila dirumuskan menjelang kemerdekaan kita. dengan adanya kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Ketuhanan yang Maha Esa. maka Pancasila itu bukanlah lahir. yang dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. adat istiadat. Seperti dinyatakan dalam ketetapan MPR No. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan. 2. yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan. maka sudah seharusnya prinsip-prinsip itu di sampaikan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pengajaran. pada hakikatnya ia telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala dalam moral. 3. tetapi sebe narnya. baik dalam hidup manusia secara pribadi. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia dan negara kita. dalam hubungan dengan alam. " Dengan adanya kemerdekaan Indonesia. II/MPR/1968. dalam hubungan manusia dengan Tuhannya. dalam Pantjasila Pusaka Lama . maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah. bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. 4. Seperti kita ketahui. dan kebahagiaan rohaniah. Nasroen. atau baru dijelmakan.Pancasila yang kita akui dan terima sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa kita. dijadikan pula filsafat pendidikan kita. Di samping itu. 5. dan kebiasaan bangsa kita. Pancasila terdiri atas : 1. . Persatuan Indonesia.

Sila Ke-Tuhanan Yang Maha Esa Agama sering merupakan pokok persengketaan antara manusia dengan sesamanya. Pancasila menjamin hak setiap warga Indonesia memuja Tuhan dan memeluk agamanya masing-masing. namun senantiasa hidup damai berdampingan. dari SD sampai Perguruan Tinggi. pengertian dan rasa hormat terhadap penganut agama lain. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia" . Perbedaan agama juga terdapat di Indonesia. bahkan sejak berabad-abad hingga sekarang bangsa-bangsa bersengketa karena perbedaan agama dan menimbulkan banyak penderitaan. Agama tidak menimbulkan keretakan dalam agama dan adat-istiadat. . II/MPR/1978. tercantum : " Pendidikan dan pengajaran berdasarkan asas-asas yang termaktub dalam Pancasila. Bahkan saling membantu mendirikan mesjid atau gereja oleh orang sekampung yang berbeda agama bisa terjadi. bab III. memberi petunjuk nyata dan jelas tentang wujud kelima sila dalam Pancasila. walaupun tiap agama pada prinsipnya tidak menganjurkan penganutnya untuk menyakiti orang lain. Asas-asas yang masih bersifat umum itu masih perlu diuraikan agar lebih jelas untuk dijadikan pedoman dalam pendidikan. Sekolah berkewajiban membantu anak-anak hidup menurut agamanya sambil memupuk rasa toleransi. Bahwa agama dipentingkan oleh pemerintah nyata dengan diwajibkannya pelajaran agama di sekolah.Dalam undang-undang tentang dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Perang agama seperti terdapat di benua lain tidak pernah kita kenal di Tanah air kita. Ketetapan MPR No. Asas-asas itu seyogianya diwujudkan dalam pendidikan di sekolah maupun di luar rumah. yang juga dinamakan "Ekaprasetia Pancakarsa". pasal 4.

menipisnya lapisan ozon. Kerja sama antar bangsa menjadi syarat mutlak bila kita ingin mencegah pemusnahan umat manusia dari permukaan bumi ini. (3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab diuraikan sebagai berikut : (1) Mengakui persamaan derajat. (4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. (2) Saling mencintai sesama manusia. menjadi masalah bagi semua negara. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menciutkan segala jarak dan membuat dunia ini relatif kecil. Sila Kemanusiaan dalam Pancasila menghargai manusia dan menghormati setiap bangsa. termasuk kita di Indonesia. persamaan hak. dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Soal dunia adalah soal tiap negara. karena mendewakan negara sendiri sambil memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain. . Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Nasionalisme yang melewati batas. yakni " chauvinisme" dapat mengandung bahaya. percobaan bom atom. populasi udara dan lautan. sehingga apa yang terjadi di suatu negara mempengaruhi bagian-bagian lain di dunia. Atas dasar Kemanusiaan kita turut berusaha memelihara perdamaian dunia. Nasionalisme yang berlebihan sering menimbulkan peperangan dan karena itu harus dibatasi. Masalah ledakan penduduk. (2) Hormat-menghormati dan bekerja-sama antara pemeluk agama dan penganutpenganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Mengenai sila ke-Tuhanan Yang Maha Esa diberi uraian sebagai berikut : (1) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. (4) (Tak) semena-mena terhadap orang lain. (3) Mengembangkan sikap tenggang rasa.

(5) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. (6) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. (7) Berani membela kebenaran dan keadilan. (8) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Sila Persatuan Indonesia Sila ini merupakan dorongan yang kuat dalam membebaskan Tanah Air kita dari belenggu penjajahan dan kolonialisme. Sila ini dianggap sangat penting dalam menciptakan pendidikan nasional. Kesatuan Bangsa dan Negara merupakan syarat mutlak dalam pembangunan negara kita. Telah sering kesatuan negara kita diancam oleh perpecahan, namun tetap tegak teguh dengan perkasa. Sekolah berkewajiban untuk memupuk rasa kebangsaan, rasa kesatuan dan persatuan dalam hati sanubari tiap anak. Mereka harus dengan rasa bangga dapat mengatakan ''Saya anak Indonesia" dari daerah mana pun mereka berasal. Memupuk rasa persatuan sangat mutlak diperlukan, karena keadaan geografis Indonesia, yang terdiri atas ribuan pulau, tersebar dalam jarak seperdelapan khatulistiwa, dihuni oleh penduduk yang mempunyai ratusan macam bahasa dan adat istiadat yang terbentuk selama berabad-abad dalam keadaan isolasi alamiah. Terbentuknya kesatuan dan persatuan sungguh merupakan suatu prestasi nasional yang luar biasa, bila kita pikirkan bahwa negara lain yang kecil namun dilanda oleh perpecahan yang menjerumuskan penduduk ke dalam jurang kesengsaraan. Kesatuan Indonesia dibantu oleh alat komunikasi yang kian canggih dan mendekatkan apa yang semula jauh. Kesatuan bukanlah tujuan akan tetapi suatu jalan atau alat untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap bangsa Indonesia. Sila Persatuan Indonesia selanjutnya diuraikan sebagai berikut :

(1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. (2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. (3) Cinta Tanah Air dan Bangsa. (4) Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. (5) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/ Perwakilan. Kerakyatan atau demokrasi sering ditafsirkan sebagai hak setiap warga negara untuk memilih pemerintahan sendiri. Dasar ini mengakui, bahwa manusia mempunyai hak yang sama untuk menentukan politik negara. Negara itu bukan untuk dinikmati oleh hanya segelintir manusia yang berkuasa politis atau ekonomis, melainkan untuk kepentingan seluruh rakyat. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah, dengan jalan perundingan oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat dan tidak didiktekan oleh pihak atasan. Agar rakyat dapat mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab, perlulah pendidikan. Demokrasi dikatakan mempunyai tiga prinsip utama, yakni: (1) Rasa hormat terhadap pribadi dan harkat manusia. (2) Kepercayaan, bahwa setiap manusia biasa mempunyai pikiran yang sehat dan dapat berpikir inteligen. (3) Kerelaan berbakti kepada kesejahteraan bersama. Demokrasi menjamin hak setiap warga negara, tanpa menghiraukan kesukuan, agama, jenis kelamin, atau kedudukan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar yang menyatakan, bahwa "Tidak seorang pun boleh diperbudak, diperulur, atau diperhamba" Asas ini mempunyai pengaruh penting dalam pendidikan, antara lain dalam huhungan orang tua atau guru terhadap anak. Anak pun manusia penuh dan harus dihormati pendapatnya, harus diberi kesempatan mengeluarkan pendapatnya secara bebas, diturutsertakan dalam diskusi dalam hal-hal yang menyangkut

dirinya. Sikap demokrasi menghapuskan sisa-sisa sikap feodalisme dan kolonialisme yang bertindak otokratis dan otoriter. Dalam metode mengajar pun lebih banyak diadakan diskusi dalam suasana bebas namun berdisiplin. Anak wanita diberi kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan apa pun sampai tingkat yang setinggi-tingginya. Sila ini selanjutnya diuraikan sebagai berikut : (1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. (2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. (3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. (4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. (5) Dengan itikad baik dan tanggung-jawab menerima dan melaksanakan. (6) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. (7) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Mempunyai hak yang sama dalam memilih wakil rakyat belum cukup. Setiap orang ingin agar kebutuhannya sehari-hari dipenuhi, seperti makan yang cukup, pakaian, kesempatan berekreasi, memiliki rumah sendiri, menyekolahkan anak sampai tingkat yang setinggi-tingginya, mendapatkan pekerjaan, dan menikmati hari tua yang tenang. Rakyat.kita masih banyak tergolong miskin, walaupun negara kita terkenal sebagai negara yang kaya raya. Kekayaan melimpah, ekspor kita meningkat secara drastis, namun pembagiannya belum merata, sehingga jurang kaya-miskin kian melebar. Sila keadilan sosial menuntut agar kekayaan dan kemakmuran itu

merata bagi segenap rakyat kita. Akan tetapi di samping itu kita tidak boleh enggan menyingsing lengan dan bekerja keras. Anak-anak dididik agar menghormati setiap pekerjaan yang jujur dan tidak memandang rendah terhadap pekerjaan dengan tangan. Anak juga harus diajar hidup hemat dengan menabung untuk hari depan. Akhirnya sila diuraikan lagi sebagai berikut : (1) Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhkan sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

(10) Suka bekerja keras. (11) Menghargai hasil karya orang lain. (12) Bersama-sama berkeadilan sosial. Agar Pancasila daya yang dinamis yang mewarnai seluruh tindakan kita, kita masing-masing harus merenungkan, memahami, menghayatinya dengan berpegang pada "Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila" atau " Eka Prasetia Pancakarsa ". berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan

TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Dalam Tap. MPR No.II / MPR / 1988 tentang GBHN tercantum : Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional harus juga mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu dikembangkan iklim belajar dan mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri serta sikap serta perilaku yang inovatif. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. Dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 4), tertera : Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan yang berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan rohani dan jasmani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Sesuai dengan Garis-garis Besar Haluan Negara, dasar pendidikan Nasional adalah Falsafah Negara Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945. Pasal 3 mengatakan: (1) Tujuan pendidikan Nasional adalah membentuk manusia pembangunan yang berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterthripilan, dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa dapat mengembangkan kecerdasän yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya, dan sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang -Undang Dasar 1945. (2) Seluruh program pendidikan terutama Pendidikan Umum dan bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial, harus berisikan Pendidikan Moral Pancasila dan unsur-unsur yang cukup untuk meneruskan jiwa nilai nilai 1945 kepada Generasi Muda.

2. Memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur kebudayaan dan tradisi . c. Memiliki bekal untuk melanjutkan studinya ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi dengan menempuh : 1. Menjamin warga negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat. memiliki bekál untuk terjun ke masyarakat dengan mengambil keterampilan untuk bekerja yang dapat dipilih oleh siswa sesuai dengan minatnya dan kebutuhan masyarakat. baik lokal. dan bahasa (khususnya bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) serta menguasai pengetahuan yang cukup lanjut dalam satu atau beberapa dari bidang pengetahuan tersebut di atas. 3. nasional. ilmu pengetahuan alam. Tujuan khusus pendidikan SMA adalah agar lulusan : a. Memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar kenegaraan dan Pemerintahan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki pengetahuan yang fungsional tentang fakta dan kejadian penting yang aktual. 4. Di bidang pengetahuan : 1. program umum yang sama bagi semua siswa. 2. Bagi SMA misalnya tujuan institusional umum ialah agar lulusannya: a. 6. Memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis dan jenjang pekerjaan yang ada di masyrakat serta syarat-syaratnya. kuat lahir dan batin. b. regional. Memiliki pengetahuan tentang agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menguasai pengetahuan dasar dalam bidang matematika. 5. Menguasai hasil-hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum tingkat Pertama. ilmu pengetahuan sosial. maupun internasional. d.Tujuan Pendidikan Nasional yang sangat umum itu diuraikan lebih lanjut dalam tujuan institusional yakni tujuan yang harus dicapai oleh suatu jenis sekolah tertentu. program pilihan bagi mereka yang mempersiapkan dirinya untuk studi di lembaga pendidikan yang lebih tinggi.

Memiliki keterampilan dalam bidang administrasi dan kepemimpinan. 3. Memiliki rasa tanggung jawab dalam pekerjaan dan masyarakat. 7. Di bidang keterampilan : 1. Menerima dan melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Memiliki keterampilan mengadakan komunikasi sosial dengan orang lain. 5. 9. 8. Menguasai cara belajar yang baik. b. kesejahteraan keluarga. c. Memiliki pengetahuan dasar tentang kependudukan. Mencintai sesama manusia. dan kesehatan. bangsa. 6. 7. dan lingkungan sekitarnya. 2. Memiliki keterampilan sekurang-kurangnya dalam satu cabang kesenian. lisan maupun tertulis. 9. Memilki sikap demokratis dan tenggang rasa. menguasai sekurang-kurangnya satu jenis keterampilan untuk bekerja sesuai dengan minat dan kebutuhan lingkungan. 3. Mampu membawa/memahami isi bacaan yang agak lanjut dalam bahasa Indonesia dan bacaan sederhana dalam bahasa Inggris yang berguna baginya. Memiliki keterampilan olah raga dan kebiasaan olah raga. 6. Dapat mengapresiasi kebudayaan dan tradisi nasional. . Memiliki keterampilan memecahkan masalah dengan sistematis. Memiliki keterampilan dalam segi kesejahteraan keluarga dan segi kesehatan. Memiliki minat dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan.nasional. 7. bebas dan jujur. Percaya pada diri sendiri dan bersikap makarya. lisan maupun tulisan dan keterampilan mengekspresi diri sendiri. 4. 2. Memiliki kesadaran akan disiplin dan patuh pada peraturan yang berlaku. 8. serta menghormati dan kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa yang dianut orang lain. 5. Di bidang nilai dan sikap : 1. 4. Menerima dan melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dianutnya.

11. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik Kelas : Ilmu pengetahuan sosial : Ekonomi dan koperasi : Produksi nasional dan pendapatan Nasional : I (satu) . diuraikan selanjutnya dalam tujuan-tujuan yang lebih kongkrit berupa tujuan-tujuan institusional. Karena itu tiap tujuan institusional masih perlu diuraikan dalam tujuan tiap bidang studi yang mempunyai tujuan yang lebih spesifik. yang masih dapat bersifat umum.10. yang disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). rasional dan obyektif dalam memecahkan persoalan. yang kemudian diuraikan dalam sejumlah butir-butir sebagai penjelasan makna tiap sila. antara lain yang harus dicapai oleh tiap tingkatan dan jenis sekolah. Memiliki kesadaran menghargai waktu. Tujuan-tujuan ini pun masih terlampau umum untuk dapat diwujudkan dalam situasi kelas. 12. sikap kritis. 14. dan tujuan instruksional. 13. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh TIU dan TIK. Memiliki sikap hemat dan produktif. Memiliki inisiatif. Contoh 1. namun masih perlu lagi diperinci dalam tujuan-tujuan yang dapat direalisasikan dalam kelas. yaitu membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Memiliki minat dan sikap yang positif dalam konstruktif terhadap olah raga dan hidup sehat. Tujuan itu pun masih bersifat umum dan perlu diuraikan lagi menjadi tujuan yang terperinci yakni : Tujuan kurikuler yaitu tujuan yang harus dicapai oleh suatu program bidang studi. Tujuan pendidikan nasional. daya kreatif. yang harus dicapai oleh suatu pelajaran. Demikianlah secara lengkap tujuan institusional yang harus diwujudkan kepada murid-murid SMA. Menghargai setiap jenis pekerjaan dan prestasi kerja di masyarakat tanpa memandang tinggi rendahnya nilai sosial/ekonomi masing-masing jenis pekerjaan tersebut dan berjiwa pengabdian kepada masyarakat.

1. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Bidang Studi Mata Pelajaran Topik kehidupan. Agar siswa dapat menyebutkan akibat dari Pendapatan Nasional yang konstan dari tahun ke tahun. Agar siswa dapat mengukur tingkat kemakmuran suatu negara. 2. 1. Contoh 2. Agar siswa dapat menyebutkan kegunaan pengetahuan besarnya Pendapatan Nasional. Tujuan Instruksional Khusus 1. (Dikutip dari: Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975. Model Satuan Pelajaran. 1. PN Balai Pustaka. Agar siswa dapat menyebutkan unsur dari Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional. 1976. 1. Pedoman Pelaksanaan Kurikulum. A.3. 1. Agar siswa dapat menghitung Pendapatan Nasional. Agar siswa dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan antara Produksi Nasional dan Pendapat Nasional.4. Jakarta. Tujuan Instruksional Umum Agar siswa mengetahui serta memahami Produksi Nasional dan Pendapatan Nasional.6. uku : III.Semester Waktu : 1 (pertama) : 3 x45 menit Tujuan Instruksional 1. 156). 1. 2. Kelas : I (satu) : IPA : Biologi : Konsep tentang hidup. h.5.2. teori-teori tentang asal-usukl .

Semester Waktu

: 1 (pertama) : 6 jam Pelajaran

Jumlah jam pelajaran yang 6 jam itu dialokasikan sebagai berikut : 3 jam untuk pendahuluan dan 2 jam untuk sub pokok bahasan : 1. Asal kehidupan 2. Ciri-ciri mahluk hidup 3. Pembedaan antara biotik dan abiotik; sedang I jam pelajaran untuk mengadakan evaluasi pokok bahasan tersebut di atas. Tujuan Instruksional Khusus 1. Dihadapkan pada sejumlah perubahan situasi, siswa dapat menyebutkan sifatsifat tertentu yang merupakan sifat khas dari mahluk hidup. 2. Dihadapkan kepada sejumlah pernyataan, siswa memilih pernyataan tertentu yang dikemukakan oleh Teori Generatio Spontanea. 3. Dihadapkan kepada sejumlah usaha untuk perkembangan teori tentang asalusul kehidupan, siswa dapat memilih usaha tertentu yang dicapai oleh percobaan Pasteur. 4. Dihadapkan kepada sifat-sifat zat, siswa dapat memilih zat tertentu menjadi alasan mengapa Stenley Miller menggunakan campuran air, amoniakÄ dan metan dalam eksperimennya. 5. Dihadapkan kepada sejumlah perubahan teori-teori asal-usul kehidupan, siswa dapat menyebutkan perubahan tertentu yang diakibatkan oleh percobaan Stenley Miller. 6. Dihadapkan kepada sejumlah nama orang yang berjasa dalam asal-usul kehidupan, siswa dapat menunjukkan dengan tepat hasil penemuan tertentu dari orang tersebut. 7. Dihadapkan kepada sejumlah kegiatan hidup, siswa dapat menunjukan dengan tepat proses proses yang terganggu akibat kegiatan hidup tertentu. (Kurikulum SMA, pedoman Pelaksanaan, hlm. 184). Dalam contoh-contoh di atas kita lihat usaha untuk menguraikan tujuan instruksional umum menjadi sejumlah tujuan instruksional khusus yang

diharapkan dapat mencapai apa yang terkandung dalam tujuan instruksional umum, atau dalam topik bahasan. Selanjutnya diharapkan, bahwa tujuan instruksional umum ini merupakan bagian dari tujuan bidang studi yang memberi sumbangan kepada tujuan yang lebih tinggi yaitu pembentukan manusia pembangunan yang ber-Pancasila. Walupun jauh jarak antara tujuan instruksional khusus dengan tujuan pendidikan nasional, namun diharapkan bahwa setiap tujuan, betapapun spesifiknya selalu merupakan bagian dan sumbangan kepada tercapainya tujuan pendidikan nasional itu. Tiap tujuan kegiatan mengajar-belajar di sekolah memperoleh maknanya dalam rangka tujuan pendidikan nasional itu. Kita lihat di sini dari suatu usaha untuk memperoleh tujuan yang spesifik, yang dirumuskan sebagai tujuan instruksional khusus. Dasar pikiran ialah bahwa makin spesifik tujuan itu makin jelas diketahui metode untuk mencapainya dan makin mudah pula hasil belajar dinilai sebagai umpan-balik atau feedback untuk membantu anak memperbaiki kekurangannya. Dengan sendirinya semua tujuan yang lebih khusus bertalian erat dengan tujuan yang lebih umum, bahkan merupakan analisis yang makin terinci dari tujuan yang lebih umum. Semua tujuan-tujuan yang khusus merupakan usaha kearah tercapainya tujuan umum yang akhirnya menuju kepada wujudnya tujuan pendidikan nasional. MENGKHUSUSKAN TUJUAN Sejak semula para ahli kurikulum menyadari perlunya merinci tujuan yang bersifat umum menjadi tujuan yang lebih khusus. Tujuan pendidikan nasional dikhususkan menjadi tujuan institusional, yaitu tujuan tiap lembaga pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan institusional yang masih sangat umum ini masih perlu diuraikan menjadi tujuan kurikuler dan selanjutnya dalam tujuan instruksional umum lazim dikenal sebagai TIU dan tujuan instruksional khusus atau TIK. Buku pedoman kurikulum yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menguraikan tujuan sampai tingkat TIU, sehingga guru mendapat kesempatan untuk merumuskan TIK. Di sini kita harus hati-hati dan jangan

memandang TIK sebagai tujuan yang terpenting yang harus dicapai. Kita keliru bila menganggap bahwa tujuan yang harus dikejar guru adalah TIK. Tujuan pendidikan apa yang ditentukan sebagai tujuan pendidikan nasional. Jadi TIK harus dipandang sebagai langkah untuk mencapai TIU, dan TIU suatu langkah pula guna mencapai tujuan kurikuler dan seterusnya sehingga segala usaha sekolah akhirnya bermuara pada tujuan pendidikan nasional. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Untuk merumuskan TIK kita dapat memperhatikan beberapa petunjuk yang diberikan Robert F. Mager dalam buku Preparing Instructional Objectives Pertama : Rumuskan TIK dalam bentuk kelakuan siswa. Ia harus dapat memperlihatkan penguasaannya dalam kelakuan atau perbuatan yang dapat kita amati, yang "observable" tapi juga yang "measurable" atau dapat diukur keberhasilanya. Untuk itu kita harus menggunakan kata kerja tertentu yang memungkinkan kita mengamati keberhasilannya belajar. Misalnya kata kerja seperti dapat mengatakan, menggambarkan, menguraikan, memperdengarkan, menunjukkan, dan sebagainya. Kata kerja seperti memahami, memikirkan, mengerti, merasakan, dan lain-lain tak dapat dilihat sebab terjadi dalam diri siswa. Kedua : Rumuskan pula kondisi-kondisi di mana kelakuan itu akan nyata, misalnya dengan menggunakan kalkulator, mesin tulis, atlas, kamus, dan sebagainya.

Ketiga : Rumuskan pula secara spesifik kriteria tentang tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan itu. Misalnya dapat menyebut 9 dari sepuluh butir, mengetik satu halaman dalam waktu tertentu dengan sebanyakbanyaknya 2 salah. Merumuskan tujuan secara spesifik sangat banyak faedahnya. Guru tahu dengan jelas tujuan apa yang harus dicapainya, ia dapat menentukan bahan apa yang harus diberikannya, ia juga dapat memilih metode mengajar yang lebih tepat, dan ia dapat mengetahui hasil belajar siswa. Di lain pihak siswa pun tahu apa yang harus dikuasainya. Karena penilain dapat dilakukan dengan segera, guru dapat memberi balikan guna membantu siswa mengadakan perbaikan. Namun demikian banyak pula kelemahanya. TIK sering berupa fakta, informasi, pengetahuan, yakni tujuan kognitif yang paling rendah menurut taksonomi Bloom. Hasil belajar banyak merupakan hafalan, sehingga kemampuan berpikir kurang dikembangkan. Selain itu apa yang dipelajari berupa pengetahuan yang lepas. Uraian TIU menjadi TIK dapat memecah kebulatan bahan pelajaran, sehingga terjadi atomosasi pengetahuan. Selain itu hal-hal yang bersifat kognitif seperti sikap tidak observable dan measitreable, dan karena itu akan diabaikan. TIK berupa fakta dan informasi tidak mempunyai nilai transfer artinya tidak dapat digunakan menghadapi situasi-situasi yang belum pernah dipelajari. Sistem ujian kita sangat menyuburkan TIK dan oleh sebab hasil belajar berdasarkan TIK dapat diamati dan diukur maka TIK digunakan untuk mengetahui prestasi sekolah, kegiatan guru. Dengan ini guru dan kepala sekolah dapat di minta pertanggungjawaban (accountability).

PERUMUSAN TUJUAN MENURUT HILDA TABA Hilda Taba dalam Curriculum Development memberikan petunjukpetunjuk yang berikut dalam merumuskan tujuan, sebagai berikut: Rumusan tujuan harus meliputi : 1. proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu

2. produk, bahan yang bertalian dengan itu. Contoh : `"Memperoleh keterampilan menggunakan peta (proses) untuk mencari ibukota negara-negara di Amerika Selatan (produk)". Memiliki kesanggupan untuk membedakan (proses) fakta dan opini" (produk). Sering rumusan tujuan itu kurang lengkap dan hanya mengemukakan satu aspek, misalnya " keterampilan mengguna-kan peta", atau " kesanggupan berpikir kritis". Jadi dalam merumuskan tujuan hendaknya sekaligus kita cakup "mental process" dan "product of learning". Sering dipersoalkan, yang manakah lebih penting, proses atau produk belajar. Tujuan yang hanya berisi produk, akan mengutamakan penguasaan fakta, informasi, atau pengetahuan. Proses mental seperti kesanggupan menganalisis, menafsirkan, membandingkan, memecahkan masalah, atau berpikir logis diabaikan. Ujian termasuk Ebtanas, sebagian besar mengenai produk dan sangat minimal mengenai proses. Membuat butir-butir ujian dalam bentuk test objektif lebih sukar dan penilaiannya juga lebih sulit. 3. Tujuan yang kompleks harus lebih dispesifikkan, sehingga lebih jelas bentuk kelakuan yang diharapkan. Misalnya, "mengapresiasi kesenian" yang terlampau umum dapat lebih dikhususkan menjadi " mengapresiasi tari Bali". 4. Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar itu. Mempelajari agama-agama lain tidak dengan sendirinya memupuk sikap toleransi sebagai basil belajar sampingan atau apa disebut "concomitant learning". Kita harus secara khusus menyebutkan toleransi sebagai tujuan yang ingin kita capai dan memberikan kegiatan-kegiatan belajar yang serasi untuk menimbulkan sikap itu. 5. Tujuan sering bersifat " development", yaitu tidak dapat dicapai sekaligus, akan tetapi harus dikembangkan secara kontinu. Misalnya, " berpikir kritis" atau " kesanggupan memecahkan masalah" memerlukan waktu yang lama agar tercapai. Ada tujuan yang sangat spesifik yang dapat tercapai dalam waktu singkat. Akan tetapi kita keliru bila kita anggap bahwa semua tujuan bersifat terminal dan segera terpenuhi. Ada tujuan yang mungkin tidak tercapai selama

7. kata-kata. Adakalanya anak-anak telah pandai membaca sebelum masuk sekolah. nilai dan sikap serta keterampilan psikomotoris. dan tiap ranah dirinci lagi dalam tujuan-tujuan yang lebih spesifik yang hierarkis.belajar di sekolah. menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. 6. akan tetapi tidak mungkin terwujudkan. Tujuan hendaknya realistis. yakni menafsirkan sesuatu. Mengetahui. sebaiknya jangan dijadikan tujuan pelajaran. 2. akan tetapi sering pula terlampau rendah. bahkan ada pula yang tak dapat tercapai sepenuhnya selama hidup. Tujuan yang sangat indah kedengaran. para penyusun kurikulum banyak memperoleh bantuan dari buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) oleh Benjamin Bloom. demikian pula prinsip-prinsip ideal lainnya. atau selama belajar di sekolah itu. yang sangat membosankannya. kategori. konsep. istilah. Tujuan-tujuan Kognitif Ranah kognitif atau cognitive domain meliputi segi intelektual dan proses kognitif. yakni : 1. akan tetapi ia masih harus mengikuti pclajaran membaca permulaan. dan sebagainya. Pada umumnya tujuan itu meliputi aspek kognitif. PENGKHUSUSAN TUJUAN MENURUT BENYAMIN BLOOM Dalam perumusan tujuan. A. menyatakannya dengan kata-kata sendiri. atau selama jam pelajaran. Adakalanya terlampau tinggi kita perk irakan kesanggupan anak. prinsip. dalam arti bahwa tujuan itu benar-benar dapat dicapai anak pada tingkat dan usia tertentu. Mereka membagi tujuan-tujuan pendidikan dalam tiga ranah (domain). teori. metodologi.. peristiwa. seperti kerelaan berkorban untuk sesama manusia. aturan. mengambil kesimpulan . Tujuan harus meliputi segala aspek perkembangan anak yang menjadi tanggung jawab sekolah. menterjemahkannya dalam bentuk lain. yakni mempelajari dan mengingat fakta. Karena itu kita harus tahu batas-batas kemampuan anak berdasarkan studi tentang anak dan pengalaman. Memahami. cs.

menginternalisasinya. bahkan menaruh komitmen terhadap nilai itu. mentransfer. mengutamakannya. Tujuan-tujuan Afektif Ranah afektif atau. yaitu menggunakan apa yang dipelajari dalam situasi baru. Mengorganisasi nilai dengan mengkonsepsualisasi dan mensistematisasinya dalam pikirannya. sadar akan adanya suatu gejala.berdasarkan apa yang diketahui. Menganalisis. dan penilaian tentang sesuatu. yakn menggunakan kriteria untuk menilai sesuatu. 3. 1. perasaan. yaitu menguraikan suatu keseluruhan dalam bagian-bagian untuk melihat hakikat bagian-bagiannya serta hubungan antara bagian-bagian itu. 2. menjadikannya bagian dari pribadinya dan menerimanya sebagai falsafah hidupnya. Menghargai. menduga akibat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Mensintesis. misalnya keindahan dalam musik gamelan. Tujuan-tujuan Psikomotor Ranah psikomotor atau psycho-motor domain. 5. berkenaan dengan kesadaran akan sesuatu. Mengkarakterisasi nilai-nilai. 5. atau arsitektur gedung lama. 6. kondisi. situasi. Menerapkan. atau masalah tertentu. Merespons atau memberi reaksi terhadap gejala. Memperhatikan. situasi. meliputi tingkat kegiatan yang berikut: . atau kegiatan itu sambil merasa kepuasan. menerima suatu nilai. Ia percaya akan kebaikan nilai itu dan rela untuk mempertahankannya. C. 4. menunjukkan minat. affective domain. Ia menunjukkan kesediaannya untuk mendengarnya atau melihatnya dan tidak mengelakkannya. Mengevaluasi. 4. 3. yaitu menggabungkan bagian-bagian dan secara kreatif membentuk sesuatu yang baru. dan sebagainya. B.

dan seterusnya. dan ekspresi kreatif seperti tarian. Sering ketiga ranah itu dipisah-pisahkan dalam merumuskan tujuan instruksional khusus. gerakan tangan. 5. melompat.1. BEBERAPA TUJUAN PENDIDIKAN LAINNYA Pada tahun 1859 seorang yang bernamaa Herbert Spencer yang pada dasarnya bukan pendidik dan juga tidak mengecap pendidikan formal secara . dan memanipulasi. menarik. Dalam pengajaran ketiga aspek itu perlu mendapat perhatian. Melakukan gerakan fisik seperti berjalan. kelenturan. pemahaman lebih "tinggi" daripada pengetahuan penerapan. dan kesenian. serta mengkordinasi seluruhnya. taktial. berpikir. lebih tinggi dari pada pemahaman. Pengetahuan selalu memerlukan keterampilan misalnya keterampilan membaca. mendorong. Buah pikiran Bloom cs menjadi populer setelah timbul aliran dalam pendidikan ke arah pengkhususan tujuan. 3. 2. berlari. Melakukan gerakan yang terampil serta terkordinasi dalam permainan. penampilan. Rincian tiap ranah mempunyai hierarki. kinestetik. Mengadakan komunikasi non-verbal. Ketiga ranah itu saling berhubungan sebagai aspek kelakuan manusia. auditif. Selain memberi pengetahuan tentang suatu bidang studi sebaiknya juga dipupuk sikap positif terhadap bidang studi itu serta keterampilan yang terkait. 4. olah raga. yakni dapat menyampaikan pesan melalui gerak muka. sehingga hasil belajar dapat diamati dan diukur. kelincahan dan kecepatan bereaksi. Memperlihatkan kemampuan fisik yang mengandung ketahanan kekutan. Misalnya dalam ranah koqnitif. Menunjukan kemampuan perseptual secara visual. dan lain-lain dan disamping itu juga minat dan penghargaan (afektif) tentang apa yang dipelajari. Demikian pula halnya dengan rincian ranah-ranah lainnya . Demikian pula apresiasi musik tak lepas dari pengetahuan dan keterampilan berkenaan dengan musik.

Rearing a family. Worthy home membership (menjadi anggota keluarga yang berharga). mengurus dan memelihara rumah tangga. Self-preservation. .teratur jadi lebih merupakan otodidak. yang hingga sekarang masih harus dipertimbangkan oleh setiap pengembangan kurikulum: " What knowledge is of most worth?". hidup teratur. masih berlaku sampai sekarang dan sering dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Alasan memberinya ialah bahwa pelajaran itu berguna kelak bila melanjutkan pelajaran. berhitung). Enjoying leisure time yaitu memanfaatkan waktu senggang untuk menikmatinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Tujuan pendidikan yang juga cukup terkenal ialah The Seven Cardinal Principles yaitu tujuh prinsip yang pokok. dari berbagai situasi hidup. mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan pekerjaan. 2. dan lain-lain. Vocational efficiency (efisiensi dalam pekerjaan). Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Ia menganjurkan hal-hal yang berikut: 1. dari manusia lainnya. Health (kesehatan). sebagai berikut : 1. bertanggung jawab atas pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga. 3. Command of fundamental processes (penguasaan keterampilan fundamental seperti membaca. Hal-hal yang dikemukakan Herbert Spencer ini kira-kira satu setengah abad yang lalu. mencegah penyakit. 2. 4. hal-hal yang bertalian dengan usaha melangsungkan hidup. 4. mengajukan pertanyaan yang sangat penting. 3. Di sini Herbert Spencer sangat mengutamakan relevansi pendidikan. menulis. Banyak yang diajarkan di sekolah yang tidak jelas apa kaitannya dengan kehidupan anak sehari-hari. seperti hidup sehat. 6. melindungi diri terhadap gangguan yang datang dari alam. Maintaining proper social and political relationship yaitu memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan memenuhi kewajibannya terhadap negara. Securing the necessities of life.

agar dapat dikatakan is mempunyai filsafat nilai-nilainya itu harus merupakan suatu sistem. Dalam pengem bangan kurikulum biasanya dipandang sebagai sistem nilai -nilai. jadi . Tujuan-tujuan yang dikemukakan di atas hanya sekadar bahan perbandingan dengan kurikulum kita. RANGKUMAN 1. membentuk norma-norma guna mengatur pengeluarannya. tanggung jawab warga negara. Tujuan pendidikan ditentukan oleh filsafat suatu bangsa.akarnya. mengetahui syarat-syarat dan kesempatan kerja. 4. perwujudan pribadi. merupakan pembeli yang tahu dan cakap. Sebagai konsumen yang terdidik is merencanakan ekonomi hidupnya sendiri. Selanjutnya akan kami berikan tujuan-tujuan pendidikan menurut Educational Policies Commission (1938). Worthy use of leisure (penggunaan waktu senggang secara bermanfaat). Human relationship. memelihara dan mempertinggi tingkat efisiensi kerja. Filsafat ialah ilmu yang mencari kebenaran sampai akar. 2. mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kepentingannya. Self-realization.5. Produsen yang terdidik merasakann kepuasan atas pekerjaan yang baik. Civic responsibility. memilih jabatan yang tepat. 7. Satisfaction of relegious needs (pemuasan kebutuhan keagamaan) (1918). 3. 2. Walapun setiap orang mengenal nilai-nilai. hubungan antar-manusia 3. Economic efficciency. Misalnya ³economic efficiency" dirinci sebagai berikut. Citizenshop (kewarganegaraan). 6. Setiap tujuan masih diuraikan lebih lanjut. jadi suatu kegiatan intelektual. mencapai kemajuan dalam jabatan yang dipilih. Kita lihat banyak persamaannya dengan apa yang dianjurkan oleh Herbert Spencer sebelumnya. menghargai nilai sosial pekerjaan. yaitu : 1. efisiensi ekonomi.

Tujuan pendidikan nasional sangat umum dan masih perlu diuraikan menjadi tujuan institusional. 6. agar semua pelajaran diarahkan guna membentuk manusia yang dicita-citakan. afektif. Hilda Taba mempersyaratkan agar dalam rumusan tujuan tercakup proses dan produk. dan GBHN. dan psikomotor dalam segala ting katannya. Filsafat pendidikan harus menjadi "way of life" yang di terapkan dalam lingkungan sekolah. kurikuler. Herbert Spencer menganjurkan tujuan-tujuan yang relevan dengan kehidupan manusia sehari-hari. 10.konsisten dan saling berhubungan. Tujuan pendidikan kita didasarkan atas Pancasila. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 7. 12. 11. 5. Jadi keadaan sekolah tidak memberi gambaran tentang keadaan yang sebenarnya. Benjamin Bloom membantu dalam merumuskan tujuan yang lebih spesifik dalam ketiga ranah. Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek kognitif. Setiap guru harus mempunyai gambaran yang jelas tentang dasar-dasar pendidikan nasional itu. 9. Dalam kurikulum sering tercantum tujuan-tujuan yang muluk-muluk tetapi belum tentu dapat direalisasikan. Filsafat bangsa dan negara dengan sendirinya menjadi tujuan pendidikan nasional serta harus pula menjadi filsafat para pengembang kurikulum dan juga guru dalam pelaksanaan nya. Buah pikirannya itu masih berpengaruh sampai sekarang. tujuan instruksional umum dan khusus. UUD 1945. 4. 8. Apakah menurut Saudara setiap orang mempunyai filsafat? Coba . Apakah pengertian Saudara tentang filsafat? 2.

Norma-norma biasanya diperoleh dari berbagai sumber. Bagaimana pendapat Saudara tentang tujuan -tujuan yang dikemukakan Herbert Spencer. agar anak dapat men gatakan usia wali kota. Apakah guna filsafat bagi pendidikan. the Seven Cardinal Principles. 5. pengalaman pribadi. Coba tuliskan nor ma-nor ma yang Saudara junjung tinggi. 6. 4. agar anak mengenal gambar wali kota. Hingga manakah TIK harus dikhususkan. 10. Perhatikan persamaan dan perbedaannya. falsafah negara. dan Educational Policies Commission? Adakah yang dapat atau tidak dapat Saudara terima? Apa alasan Saudara. Apakah pengkhu susan TIK tidak dapat berlebihan? . agar anak dapat mengatakan alamat wall kota. Bagai mana ga mbaran Saudara t entang manus ia yang demokratis? Apakah sifat-sifat itu telah nyata di sekolah? Masih adakah pengaruh feodalisme dalam masyarakat kita? 7. dan lain-lain. Diskusikan dengan teman.selidiki pada orang-orang di sekitar Saudara apakah mereka dapat dikatakan mempunyai suatu filsafat? 3. Diskusikan tujuan pendidikan nasional dalam Kurikulum SMA. seperti agama. dan SMA. Bandingkan tujuan institusional bagi SD. adat -istiadat. SMP. Se lidiki hingga mana tujuan-tujuan itu telah di liputi oleh bidang studi yang diberikan di berbagai tingkatan sekolah. agar anak dapat menyebut nama wall kota. 11. 8. Bagaimanakah pandangan Saudara tentang manusia Pan casila? Apakah telah melihatnya dalam kenyataan? 9. Tunjukkan bagaima na filsafat itu diterapkan dalam kurikulum kita. misalnya " agar anak dapat mengatakan beberapa tugas wall kota. Tunjukkan perbedaan kurikulum berhubungan dengan per edaan filsafat pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan.

17. 15. Diskusikan bila ada persamaan dan perbedaannya. lalu rumuskan TIK-nya. Beri pendapat Saudara. .12. lalu tinjau dari segi taksonomi Bloom. Selidiki tujuan-tujuan pelajaran. Minta teman lain juga melakukannya. Bagaimanakah dapat Saudara ketahui ada tidaknya kesamaan antara tujuan guru dan tujuan siswa. Diskusikan. Pilih satu TIU. 14. Bagaimana syarat yang diajukan Hilda Taba dalam merumuskan tujuan pelajaran. baik mengenai ranahnya maupun tentang tingkatannya. TIK atau - TIU? Bagaimana hubungan timbal balik antara TIK dan TIU? 13. 16. Berikan sejumlah petunjuk tentang perumusan TIK. Apakah kebaikan dan kelemahan TIK? Manakah lebih pen ting.

BAB 3 ASAS PSIKOLOGIS KURIKULUM DAN PSIKOLOGIS BELAJAR PENDAHULUAN Dalam mengambil keputusan tentang kurikulum pengetahuan tentang psikologi anak dan bagaimana anak belajar. seleksi dan organisasi bahan pelajaran. Tak ada satu teori belajar yang dapat mencakup segala macam jenis belajar. teori S-R yang behavioristik. namun masih banyak yang belum diketahui. Ada bedanya belajar fakta atau informasi. 3. sedangkan belajar pada tingkatan mental tinggi masih memerlukan penelitian yang lebih banyak. sangat diperlukan. lain belajar memecahkan masalah. menentukan kegiatan belajar yang paling serasi. masih belum jelas betul secara terinci apa yang harus dilakukan agar anak belajar. yang sering dilakukan terhadap binatang. teori Gestalt atau teori lapangan. Belajar itu ternyata sangat kompleks. jadi jauh berbeda dengan situasi belajar di dalam kelas. Banyak macam teori belajar seperti teori ilmu jiwa atau daya atau mental disiplin. akan tetapi bagaimana anak belajar membutuhkan pengetahuan tentang berbagai teori belajar. Guru . merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. PPSI menggunakan teori belajar yang berbeda dengan pendekatan proses. dan lain-lain dan belum ada teori belajar yang dapat mempertemukannya. Walaupun telah banyak diketahui tentang belajar. antara lain dalam 1. 2. Hal ini antara lain disebabkan penelitian dan eksperimen tentang belajar yang dilakukan dalam laboratorium yang terbatas jumlah variabelnya. Apa yang dipelajari bermacammacam. lain pula mempelajari nilai-nilai. Selain itu yang diselidiki kebanyakan ialah belajar pada tingkatan mental rendah. Guru-guru sering tidak menyadari asas teori belajar yang digunakannya. Apa yang akan dipelajari memerlukan pengenalan perkembangan anak.

dan pendapat berbagai tokoh psikologi seperti Gagne. dan ternyata sangat kompleks dan pelik. teori asosiasi (S-R). Hilgard. Namun orang mendirikan sekolah belajar itu dijadikan masalah. keterampilan. Secara tradisional belajar dianggap sebagai menambah pengetahuan. Suatu teori belajar ialah suatu pandangan terpadu yang sistematis tentang cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sehingga terjadi suatu perubahan kelakuan. dengan dasar filosofis yang berbeda tentang hakikat manusia. dan sebagainya. teori Gestalt. Definisi belajar berbeda menurut teori yang dianut. Bandura. Pendapat lain yang lebih populer ialah memandang belajar sebagai perubahan kelakuan. Tiap guru mengajar dapat diketahui teori yang mendasarinya. Anak-anak disuruh mempelajari berbagai macam mata pelajaran yang memberinya berbagai pengetahuan yang menjadi miliknya. Apa yang dipelajari di sekolah berbeda sekali di rumah atau di ladang. Tiap orang tua mendidik anaknya. Yang diutamakan ialah aspek intelektual. sebagai berikut : . APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR Apakah sebenarnya belajar itu. norma-norma. dan Bruner. Mengenal teori kiranya dapat membantu guru memahami atas dasar apa ia melakukannya. Sejak ada manusia di dunia ini ia belajar dan ada yang mengajarnya. Dalam bab ini akan kita bicarakan teori belajar menurut ilmu jiwa daya (mental disipline). kebanyakan dengan menghafalnya. suatu "change of behavior". teori lapangan. walaupun guru itu sendiri kurang atau tidak menyadarinya. Suatu definisi yang sering dikutip ialah yang diberikan oleh Ernest R. mengajarnya berbagai pengetahuan. belum diketahui sepenuhnya.mengajar menurut apa yang diperkirakannya akan memberi hasil yang baik dan ini sering dilakukan dengan menggunakan berbagai teori belajar. sama dengan proses psikis lainnya. Bermacam-macam teori mencoba menjelaskannya ditinjau dari segi tertentu. Rasanya semua lancar walaupun tak seorang pun memikirkan atau menghiraukan ada tidaknya dasar teorinya belajar dan mengajar dan semua belajar secara wajar. conditioning.

Ia harus mengetahui kelakuan apa yang diharapkan dari anak. Seorang belajar bila ia ingin melakukan suatu kegiatan sehingga kelakuannya berubah. Bila kita terima belajar sebagai perubahan kelakuan. bagaimana guru mengajarkannya. akan tetapi juga agar anak mempunyai sikap anak yang positif dan menyukai mata pelajaran itu. dan lain-lain. kondisi apa yang harus dipenuhi agar terjacti proses belajar yang berlfasil. maka ada daya-ingat. Hal ini berkenaan dengan tujuan yang akhirnya ditentukan oleh falsafah pendidikan. efektif. 3. Ia menghadapi situasi dengan cara lain.day a. biologi. seperti membuat sarang. sikap. keterampilan. dan . TEORI ILMU JIWA DAYA ATAU MENTAL DISIPLIN Teori pelajar yang paling tua ini beranggapan. Bila‡ guru mengajar matematika. Perubahan karena mabuk atau keletihan bukan hasil belajar karena tidak diperoleh melalui kegiatan belajar. Ia hendaknya jangan merasa puas bila pengetahuan anak bertambah. maupun psikomotor. penghargaan. Ia dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukannya. daya-pikir. dan lain-lain. agar bahan pelajaran dapat dikuasai anak. daya tanggap. Ia mengetahui hingga manakah taraf perkembangan anak. Tiap daya mempunyai fungsi tertentu. Ia harus tahu bagaimana anak belajar. bukan hasil belajar.Learning is the process. bahwa "otak" atau mental manusia terdiri atas sejumlah "faculties" atau daya. kita akan lebih lanjut membicarakan beberapa teori belajar yang banyak diterapkan dalam proses belajar-mengajar. sejarah. 2. Demikian pula kemampuan binatang karena pertumbuhan instink. by which an activity originates or is changed through training procedures (Whether in the laboratory on in the natural environment) as distinguishe from changes by factors not atributable to training. maka pendidik menghadapi tiga soal : 1. pengenalan. kognitif. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual saja. akan tetapi seluruh pribadi anak. Seperti yang telah dikemukakan di atas. minat. perbuatan. Kelakuan harus kita pandang dalam arti yang luas yang meliputi pengamatan. daya-fantasi.

juga pada daya-pikir ini tak dihiraukan apa yang dipelajari. Kesanggupan berpikir yang terlatih dianggap dengan sendirinya dapat dipakai. bukan penguasaan bahan yang dipentingkan. Otot terlatih dapat mengerjakan apa saja. Demikian pula "otak" yang sudah diasah sampai tajam dapat "menyayat" segala masalah. juga teori berdasarkan "faculty psychology". dapat dipindahkan atau ditransfer dalam bidang-bidang lain dalam kehidupan. ahli manajemen. Daya-ingat misalnya dapat dilatih dengan menghafal nama-nama kota. apa saja. Penelitian eksperimental membuktikan. Teori "mental disipline" ini sekarang tidak dapat diterima oleh kebanyakan ahli psikologi dan pendidik profesional. karena nilai latihnya makin tinggi. peningkatan kemampuan berbagai daya mental itu. daya-pikir. pendidik. Akan tetapi yang tinggal ialah daya-ingat. nama pahlawan. Jadi melatih daya-daya mental itu banyak persamaannya dengan melatih otot. Siswa yang telah terlatih daya-pikirnya melalui matematika akan mudah melanjutkan pelajarannya untuk menjadi ahli hukum. insinyur. Ini berarti bahwa transfer menurut teori ini bersifat mutlak.lain-lain. . dahulu juga bahasa Latin yang cukup pelik. bahwa daya ingatan tidak bertambah meningkat kemampuannya dengan menghafal sajak-sajak. Daya-pikir dilatih dengan menghadapkan anak dengan berbagai soal. bahkan juga kata atau suku-kata yang tidak mengandung arti. Daya yang terlatih dapat digunakan untuk apa saja. Di sini yang diutamakan bukan penguasaan bahan. makin sulit makin baik. namun di sekolah teori ini masih dianut. kata-kata asing. Demikian pula latihan mental dengan matematika tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan belajar politik atau bahasa. tahun-tahun sejarah. Tujuan pendidikan ialah memperkuat daya-daya itu dan ini dilakukan dengan latihan untuk mendisiplinnya. Teori ini lazim juga disebut teori mental disiplin. akuntan. Mata pelajaran yang dianggap paling ampuh untuk mendisplin daya-pikir ialah matematika. Ada pula sejumlah ilmuwan. Seperti pada daya-ingat. Daya-pikir yang telah terlatih akan dapat digunakan untuk memikirkan apa saja. Walaupun telah dianggap tak berlaku lagi. matematika untuk meningkatkan kemampuan anak berpikir. Itu semua boleh dilupakan. dan orang tua merasa yakin akan nilai fisika.

masih banyak dianut. karena sulitnya. makin berkembang "mind" itu. Seperti halnya dengan latihan otot. imajinasi. Kalau manusia dianggap tidak intrinsik jahat sejak lahir. . Daya-pikir memberi kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusan. Yang paling berharga ialah latihan yang diberikan pelajaran itu. yang dapat dilatih menjadi kuat dan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan. Lokasi "mind" tak dapat ditentukan dengan pasti. Tujuan latihan ini yang utama bukan untuk menguasai bahan matematika.Teori ini didasarkan atas anggapan. Tanpa kemauan yang baik. Daya-kemauan juga dianggap sangat penting. ingatan. sulit dan membosankan. manusia tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya dalam tnasyarakat. yang masing-masing mempunyai fungsi atau daya tertentu. rohaniah-jasmaniah. mempunyai ukuran panjang. Bahannya dapat dilupakan.raga. berat. yakni bagian rohaniah (dalam istilah psikologi ini "mind") dan bagian jasmaniah (substance. maka perlulah dilatih kemauan anak kearah yang baik. akan tetapi kemampuan berpikir itu sebagai akibat latihan itulah yang penting. Substansi fisik ada persamaannya dengan benda lain seperti batu. makin kuat otot itu. Akan tetapi "mind" tidak mempunyai ukuran namun sesuatu yang nyata ada. bahwa manusia terdiri atas dua bagian. Dianggap makin keras latihannya. Kepercayaan akan dualisme pada manusia. jiwa. body). lebar. binatang. yang menganggap bahwa "mind" itu terdiri atas sejumlah bagian atau "faculty". Untuk mendidik anak. Kemauan adalah kunci keberhasilan. perasaan dan kemauan. "Mind substance" dianggap sama dengan otot. Salah satu pendirian dalam aliran ini ialah faculty psychology. perlu "mind"nya dikembangkan dan ini dilakukan dengan latihan. Kemauan yang baik dapat menaklukkan hawa nafsu jahat dan memberi kekuatan untuk memilih dan melakukan yang baik. Makin keras latihan. kemauan juga harus diheri latihan keras dengan memberi pekerjaan yang herat. Salah satu fungsi mental ialah berpikir yang dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran seperti matematika. karena kemampuan ini akan memungkinkan anak memikirkan segala hal lain. dan berpikir atau penalaran. namun dianggap dalam "otak" yang dianggap alat untuk berbagai kegiatan mental. matter. Yang utama ialah daya pengenalan. gunung. tanaman. Daya pengenalan terbagi dalam daya persepsi.

Pendirian "mental disipline" ini banyak mendapat kritik dan dibantah kebenarannya secara ilmiah. akan tetapi dapat disangsikan kebenarannya. Sekolah yang menjalankan teori mental disipline ini cenderung disebut sebagai sekolah yang baik. Peneliti lain membuktikan bahwa dalam peningkatan kemampuan mental tidak ada kelebihan satu mata pelajaran dibanding dengan pelajaran lain. misalnya. kimia. Latihan daya ment l dalam a suatu bidang tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuan dalam bidang lain. Melatih kebersihan dalam bidang tertentu. karena mengutamakan pelajaran yang sulit seperti matematika dan fisika. Kini teori mental disipline ini sudah tidak diterima lagi di kalangan kebanyakan ahli psikologi. melainkan karena keunggulan siswa yang masih bertahan. misalnya pakaian. bahwa teori ini tak dapat dipertahankan secara ilmiah. hukuman. karena banyak anak yang tak tahan akan keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Jadi sekolah itu baik bukan karena keunggulan pengajaran dalam matematika. celaan. Thorndike dan Woodworth melakukan berbagai eksperimen untuk menguji kebenaran teori ini dan memperoleh kesimpulan. dan lain. sehingga yang tinggal hanya anak yang pandai. bahkan menggunakan camhuk untuk memaksa anak menyelesaikan pekerjaannya. fisika. Namun masih ada lagi ilmuwan. Demikian pula dibuktikannya bahwa peningkatan kemampuan mental umum hanya sedikit akibat pelajaran di sekolah. orangtua dan guru yang yakin akan kebaikan latihan mental ini dan mempraktikkannya di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. Akan tetapi anak yang tidak pintar.Kalau perlu guru tak perlu segan memberi kecaman. Pendidikan serupa ini tidak menghiraukan keinginan atau minat anak. tidak dengan sendirinya mempengaruhi kebersihan tulisan anak. Dari segi penelitian ilmiah telah dibuktikan bahwa latihan daya-daya mental tidak otomatis dapat ditransferkan dalam bidang - . tidak akan bany ak mendapat keuntungan dari pelajaran itu.lain. Anak yang pintar sering mengambil matematika di mana ia dapat menunjukkan kepintarannya dan ia akan banyak memperoleh manfaat dari pelajaran itu. matematika tidak lebih unggul dalam melatih anak berpikir dibanding dengan sejarah atau ilmu bumi. juga tidak memperhitungkan tingkat perkembangan anak.

juga yang menghadapi kuis "Cepat Tepat" menggunakan teori S-R ini. namun demikian air liur anjing keluar juga. Robert M. lonceng dibunyikan tanpa diberi makanan.tokoh lain dalan aliran behaviorisme ini antara lain Albert Bandura. Setelah beberapa kali ini dilakukan. tetapi bukan dengan cara mendisiplin daya mental. Bila sekolah dipandang sebagai tempat memperoleh pengetahuan. yang mementingkan behavior atau kelakuan yang dapat diamati. TEORI S-R Dari semua teori belajar lainnya. B. tapi kebanyakan dari luar.bidang lain. yang pada dasarnya termasuk behaviorisme. Demikianlah banyak pengetahuan yang dapat dikuasai anak melalui S-R. barangkali teori inilah yang paling banyak diterapkan di sekolah. Transfer memang ada. Dengan mengadakan hubungan antara S-R siswa memberi jawaban yang cepat dan tepat bila menghadapi tes. Robert Glasser. yang tidak dapat dilihat dan diabaikan. Bahwa air liur keluar bila disodorkan makanan pada anjing . soal. Gagne. Mereka yang menghadapi ujian Ebtanas atau UMPTN dan lainlain. ILMU JIWA ASOSIASI. Dalam eksperimennya i6 memberi makanan kapada anjing dan pada saat yang sama ia membunyikan lonceng. Demikian pula "ibu kota Kolumbia" (Stimulus) ialah "Bogota" (Respons). Pavlov (18491936). Watson (1878. maka metode yang paling ampuh ialah metode S-R yaitu menghubungkan stimulus dan respon. Dengan stimulus dimaksud rangsangan dari dalam. Bila guru mengajarkan hitungan 2 + 3 = (Stimulus) maka diharapkan jawaban 5 (Respons). berupa pertanyaan. Teori ini mulai bangkit setelah karya J. Hal-hal yang terjadi dalam din i manusia.1958) bapak aliran Behaviorisme dan Throndike.B. Itu sebabnya maka aliran ini dapat mengadakan eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya. aliran Connectionisme. Dengan pembedahan ia dapat mengukur air liur yang dikeluarkan anjing itu sewaktu melihat makanan. Tokoh yang sangat mempengaruhi aliran ini ialah Ivan P. Ide asosiasi telah terdapat pada John Locke dan Herbart akan tetapi baru kemudian teori ini didukung oleh penelitian ilmiah. Skinner. Tokoh. situasi atau keada.an yang dihadapi. F.

sesuatu yang wajar. Cara belajar ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari. The Law of Exercise or Repetition. jadi latihan memperkmat hubungan S-R. yang menganut aliran connectionisme.mobil berhenti. yakni membunyikan lonceng bersamaan dengan makanan. atau conditioned stimulus. Hal itu tidak akan terjadi bila lonceng dibunyikan. Thorndike.anak kecil tidur. tidak terjadi apa-apa makanan (S) ««. Akan tetapi dalam kondisi seperti di atas. sifat bunyi lonceng itu berubah menjadi stimulus yang telah dikondisi. ia menemukan sejumlah "hukum belajar". atau conditioning. air liur (R) bunyi lonceng bunyi lonceng (CS) «««««.. Lampu lalu lintas merah . yaitu hubungan antara dua hal yang dikenal sebagai S-R bond. Dalam proses belajar itu kita lihat pentingnya ulangan. Anjing dapat diajar mengeluarkan air liur dengan cara mengkondisi. disertai pujian untuk membangkitkan semangat anak belajar. merasa sukses. Apa yang terjadi dapat kita gambarkan sebagai berikut makanan (S) ««««««««««« air liur keluar (R) lonceng berbunyi (S) «««. The Law of Effect. 2. Mendapat pujian. lonceng sekolah berbunyi anak berkumpul. antara lain 1. dan berkat penelitian yang banyak itu yang jauh melebihi jumlah percobaan oleh Pavlov. kita pulang dari sekolah ingin segera makan. dan respon yang diberikan menjadi conditioned response. jam menunjuk pukul delapan . Ia melakukan penelitian dan percobaan dengan binatang. Masih ada lagi sejumlah hukum belajar lainnya. Makin sering S-R dilatih makin lama hubungan itu bertahan.hari. air liur (CR) Di sini terjadi suatu proses belajar-mengajar. Hubungan S-R dipererat bila disertai rasa senang.yang lapar. Tokoh yang banyak pengaruhnya terhadap pengajaran di sekolah ialah Edward L. akan tetapi yang tersebut di atas kiranya yang paling berguna bagi prose belajar. memberi .

makin mampu ia menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya. Memberikan respons yang tepat merupakan instrumental untuk memperoleh pujian. karena diberi reinforcement. Akan tetapi sewaktu kita bersiul. dan pada salah satu stimulus itu anjing itu mengangkat kaki depannya seakan-akan memberi salam. Belajar ialah perubahan kelakuan atau kemungkinan kelakuan dan ini tercapai melalui "operant conditioning" "Operant conditioning" adalah proses belajar yang mengusahakan mempertinggi kemungkinan timbulnya kelakuan tertentu. harus melakukan sesuatu. atau bertepuk tangan atau batuk. prosedur pengembangan sistem instruksional. Misalkan seekor anjing mengangkat kaki depannya dan sesaat kemudian diberi makanan (menjadi reinforcement) maka timbul kemungkinan ia akan melakukannya kelak. Ialah yang pertama membuat belajar berprograma dan mesin belajar. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan teknologi pendidikan dan di Indonesia PPSI. termasuk manusia. Makin banyak S-R dimilikinya. Dari pihak penganut behaviorisme lainnya ia mendapat kritik karena rasa puas. Seorang behavioris lain yang juga sangat berpengaruh ialah B. Conditioning oleh Thorndike disebut "instrumental conditioning" karena S-R yang berhasil disertai oleh pujian sebagai upah atau reinforcement. rasa senang bukan kelakuan yang "observable" dan "measurable".F. . Baginya psikologi adalah ilmu atau science kelakuan yang dapat diamati dan banyak kelakuan yang terlihat. Seorang berbuat sesuatu. mungkin inilah bentuk conditioning yang paling tua. Skinner. Manusia dipandang sebagai kumpulan S-R. Semua kelakuan manusia adalah hasil "operant conditioning" atau "operant reinforcement". Dalam "operant conditioning" organisme. Apa yang dilakukan Pavlov disebut "classical conditioning ". Tak ada tempat untuk "insight" atau tujuan yang bermakna. Apa sebab anjing itu mengangkat kaki tak dapat dipastikan sebelumnya.dorongan belajar. Alirannnya dikenal sebagai "operant conditioning" yang sangat efektif melatih binatang dan juga bagi anakanak. Ia memandang guru sebagai arsitek dan pembangun kelakuan siswa. Proses belajar rasanya mekanistis yang diatur oleh guru.

dalam hal ini mendapat upah. akan tetapi bila timbul kelakuan yang cocok. juga dapat disebut "reinforcement conditioning" atau mengkondisi "reinforcement". Akhirakhir ini mesin makin merupakan manusia dan dibentuk sesuai dengan manusia. Tujuan dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil. menurut pendapatnya adalah mesin.kecuali dengan cara biologis. "Reward" ini "mereinforce" Respon. Demikian pula kelakuan manusia dapat dikendalikan sehingga melakukan apa yang telah dicondition. Maka karena itu aliran Skinner ini disebut aliran "operant conditioning" yaitu mengkondisi operant. Jadi "reinforcement" tidak serentak dengan Respon. misalnya otak dibandingkan komputer yang berisi modul. akan tetapi di lain pihak manusia ternyata lebih merupakan mesin. membuat Respon yang diinginkan.maka kesempatan itu digunakan untuk memantapkannya dengan memberi "reinforcement". Bila dalam langkah-langkah itu timbul yang tidak sesuai maka diabaikan saja. Tiap bagian. sekalipun sangat kompleks. Melalui langkah-langkah ia dapat melatih binatang sampai tercapai kelakuan yang diinginkan. Skinner sangat berhasil dalam melatih binatang. Katanya "operant conditioning shapes behavior as the sculptor shapes a lump of clay". yang menyebabkan akan besar kemungkinan timbulnya Respon ini. . lalu diberi "reinforcement" berupa "upah atau "reward". Dengan "operant conditioning" ini Skinner dapat membentuk kelakuan. maka dimantapkan dengan "reinforcement". dalam hal ini anjing. dan tak mungkin dapat diciptakan manusia . Mula-mula organisme. Respons itu menjadi alat atau instrumental guna memperoleh Reinforcement itu. Apa yang dilakukan anjing itu disebut operan karena beroperasi terhadap lingkungan dan menimbulkan konsekuensi tertentu. Manusia. tiap langkah dapat dicapai melalui "operant conditioning". akan tetapi sesudahnya. "operant conditioning" membentuk kelakuan seperti pematung membentuk segumpal tanah liat.

Bahan pelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang dilatih langkah demi langkah dengan memberikan reinforcement langsung setelah setelah tiap respons. organisasi. juga disebut teori organismik.Mengenai pelajaran disekolah. yaitu bahwa dalam memecahkan suatu masalah. Maka ia menciptakan belajar berprogamma. jarak antara kelakuan dan reinforcement terlampau jauh. Anak dapat melakukannya menurut kecepatan masingmasing. bahwa binatang itu memecahkan masalah secara tiba. pemecahan dalam hubungan unsur-unsur situasi itu. individu itu pasif. dan reinforcement terlampau langka. tidak ada langkah-langkah yang sistematis menuju tujuan. Demikianlah lahir teori Gestalt. ia mendapat "insight". dan akuntabilitas pendidikan. " keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagiannya. ia menerima stimulus dan memberi . karena. belajar kompetensi. Konfigurasi yang membentuk kebulatan keseluruhan itu disebut dalam bahasa Jerman Gestalt. TEORI GESTALT Dasar pokok aliran psikologi ini pertama kalinya dirumuskan Max Wertheimer pada tahun 1912 yang berbunyi. integrasi atau konfigurasi dalam apa yang dilihatnya.tiba. Teori Skinner ini sesuai dengan teknologi pendidikan. Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka dalam buku " The Mentality of Apes" (1925) dalam eksperimen menguji hipotesis Thorndike tentang "Trial-and-error". suatu istilah yang sukar diterjemahkan dan karena itu dipertahankan dalam semua bahasa. Bila binatang dapat dilatih dengan cara ilmiah apa sebab cara itu tak dapat dimanfaatkan bagi pengajaran di sekolah. individu atau binatang akan melakukan perbuatan-perbuatan secara acakan dan akhirnya secara kebetulan akan dapat memecahkannya. Kritik Skinner tentang pengajaran di sekolah antara lain bahwa pelajaran tidak disukai. dan teori psikologi lapangan (field psychology). Dalam percobaan dengan simpanse ternyata. Salah satu anggapan psikologi behaviorisma yang paling merusak ialah bahwa dalam belajar. menurut Kohler. Skinner melihat bahwa guru mengajar sangat tidak efisien dan efektif." Kelebihan itu terjadi karena manusia cenderung melihat suatu pola.

karena terjadinya dalam lompatan pikiran dan intuisi. bahkan percaya akan mistik dan superstisi. akan tetapi dalam bidang sosial yang tidak bertindak ilmiah. Bagaimana timbulnya " insight tak selalu. walaupun prinsip itu telah dipahami sepenuhnya. Seorang sarjana dapat bersifat ilmiah dalam bidangnya. Belajar bukan sesuatu yang pasif. "Insight" belum berarti memahami suatu masalah sepenuhnya. Belajar ialah mengembangkan insight pada anak dengan melihat hubungan antara unsur-unsur situasi problematis dan dengan demikian melihat makna baru dalam situasi itu. "Insight" ialah mula-mula adanya perasaan. "Insight" adalah jawaban atau hipotesis sementara. Simpanse memperoleh "insight" dan tentu tak dapat membahasakannya. Kunci dalam psikologi Gestalt. Siswa dapat dikendalikan oleh guru dengan bahan yang dipilih pengembang kurikulum. jadi jauh berbeda dengan psikologi behavioristik yang memandang belajar sebagai mekanistik dan deterministik. Namun transfer tidak dengan sendirinya akan terjadi. murid sendirilah yang harus menemukannya sendiri menurut pikirannya sendiri. dan sering dapat diverbalisasikan. Atau ia tidak mengenal situasi dalam hubungannya dengan prinsip itu. menurut makna yang dilihatnya dalam situasi itu. ialah "insight". Guru tak dapat memberi " insight". Manusia seperti mesin yang sangat baik desainnya yang dapat dikendalikan. walaupun dapat membantu. Stimulus dianggap sebab dan respons dianggap sebagai akibat. yang mungkin benar atau tidak. Manusia dapat dikondisi menurut kemauan penguasa atau masyarakat. Kebenarannya masih perlu diuji. Untuk itu jumlahnya harus cukup banyak dengan pengalaman yang kaya. dinyatakan dengan kata-kata. ³Insight" juga belum dapat digeneralisasi. dalam belajar siswa mempunyai tujuan. pada suatu saat tiba-tiba menjadi terang. Generalisasi yang diperoleh sering dirumuskan dalam bentuk " Jika maka Bila tercapai generalisasi maka dapat digunakan atau ditransfer dalam situasi lain yang pada prinsipnya menunjukkan persamaan. hubungan antara unsur-unsur suatu masalah. menggunakan imajinasi dan bersifat kreatif.respons secara sereotip dan otomatis. akan tetapi hingga batas tertentu. mengadakan eksplorasi. misalnya fisika. "hunches" petunjuk yang samarsamar tentang adanya pola. .

Dengan lapangan psikologis dimaksud situasi psikologis di mana ia berada. Membantu siswa memperoleh generalisasi dapat dilakukan dengan tiga cara. menjelaskannya dan kemudian menyuruh siswa menerapkannya. bahwa metode kedua lebih efektif dalam transfer. jalan yang mungkin ditempuhnya dan sebagainya. Ternyata. halangan antara dirinya dengan tujuan. makin dapat ia meramalkan kelakuan siswa itu dan dengan demikian makin dapat ia memberi bantuan. belajar adalah proses interaksional. lalu merumuskannya. Kurt Lewin (1890-1947). Kedua : Guru memberi latar belakang secukupnya. siswa disuruh menemukan generalisasinya. prinsip-prinsipnya. Transfer dapat terjadi bila terbuka kesempatan untuk menerapkannya dalam situasi yang dilihatnya sebagai kesempatan dan ada hasrat untuk menggunakannya. makin dikenalnya life-space siswa. Bagi guru. kita harus mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. namun ia lebih memperhatikan kepentingannya sendiri. yang meliputi tujuan seseorang. Kognitif berasal dari " cognoscere" (Latin) artinya mengenal tentang bagaimana cara orang memahami dirinya dan lingkungannya. Menurut teori lapangan. konsep diri dan apa saja yang dapat mengidentifikasi dirinya. hal-hal yang ingin dielakkannya. dan bagaimana ia menggunakan kognisinya dalam tindakannnya terhadap lingkungan atau "life-space"nya dengan segala faktor yang terdapat didalamnya. Psikologi ini disebut juga psikologi lapangan kognitif. misalnya ia tahu harus berkorban untuk sesama manusia. Untuk memahami seseorang. dan segera bila siswa merasakan ia memahaminya. Ketiga : Guru memberi latar belakangnya. atau tak sanggup menerapkannya.atau ia tak mau. adalah pionir psikologi lapangan atau field psychology. . Pertama: Guru merumuskannya. ia disuruh mengaplikasikannya. juga penganut teori keseluruhan. buah pikirannya. Belajar ialah modifikasi life-space. dalam mana individu memperoleh "insight" baru atau modifikasi yang lama.

semua generalisasi merupakan hipotesis yang senantiasa perlu diuji kebenarannya. yang harus diuji kebenarannya. Sebuah kalimat lebih berarti daripada jumlah kata-kata atau hurufnya. pengumpulan data. Prinsip-prinsip belajar menurut teori Gestalt. bahwa dalam pemikiran reflektif tidak digunakan laboratorium sehingga dapat digunakan dalam pemecahan segala macam masalah termasuk masalah sosial. Mengubah bagian akan mengubah juga keseluruhannya. memandang berpikir sebagai proses reflektif yang pada dasarnya tak berbeda dengan berpikir ilmiah. Mengambil kesimpulan. Masalah timbul bila terdapat perbedaan atau pertentangan antara tujuan-tujuan. 2. yakni menerima hipotesis. menganalisis. 1. mencari.John Dewey yang juga termasuk penganut teori Gestalt. dan sebagainya. implikasi hipotesis dengan mengumpulkan data atau memodifikasinya. Mentes hipotesis dengan menguji implikasi atau konsekuensi hipotesis berdasarkan data atau pengalaman. Pada dasarnya. Kata-kata dalam kalimat dapat dipahami dalam hubungannya dalam kalimat itu. Belajar itu berdasarkan keseluruhan Keseluruhan lebih dari jumlah-jumlah bagian. organismik atau teori lapangan kognitif. Kalimat itu sendiri baru diketahui artinya dalam hubungannya dengan . atau menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada belum dapat diambil kesimpulan. antara data. Menyelidiki pengetahuan. dan proses deduktif. Langkah-langkah dalam pemecahan masalah menurut Dewey telah cukup terkenal : 1. Mengenal dan merumuskan masalah. Merumuskan hipotesis itu. Bagian-bagian hanya mengandung arti dalam hubungannya dengan keseluruhan. menolaknya. Bedanya dengan proses ilmiah ialah. dan menguji hipotesis. Dalam cara berpikir ini digabungkan proses induktif. yaitu kemungkinan jawaban dalam bentuk generalisasi yang ditemukan sendiri. 5. 3. Hipotesis itu berkisar antara dugaan berdasarkan informasi minimal sampai prinsip atau hukum dengan verifikasi yang tinggi tarafaya. Mengubah atau menghilangkan suatu kata akan mengubah arti seluruh kalimat itu. 4.

sebab dititik-beratkan pada pendidikan intelek atau dalam kebanyakan hal sebenarnya pada pendidikan ingatan saja. Yang diberikan ialah masalah atau pokok yang luas yang harus dpecahkan oleh anak-anak. sosial. Menghapal peristiwa-peristiwa atau tahun-tahun dalam sejarah atau nama-nama dan hasil bumi dalam mata pelajaran IPS tak berapa faedahnya. melainkan juga secara emosional. ilmu hayat.mata pelajaran dengan meng-integrasi-kannya. baik mengenai isinya maupun mengenai organisasinya. Prinsip keseluruhan ini ternyata mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kurikulum. ia seorang pribadi. Tetapi anak itu tidak hanya mempunyai intelek saja. kesenian dan sebagainya. Itu sebabnya maka orang berusaha untuk mengadakan hubungan antara berbagai mata pelajaran yang disebut korelasi antara mata pelajaran. melainkan senantiasa sebagai bagian dalam hubungan yang lebih luas.keseluruhan karangan atau cerita. Anak yang belajar merapakan keseluruhan Sekolah yang tradisional bertujuan : menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada murid-murid dengan jalan menumpukan sejumlah pengetahuan ke dalam ingatan anak dengan harapan. bahwa ia akan menggunakannya kelak bila ia telah dewasa Pengajaran serupa ini sering disebut intelektualistis. Dalam menyelesaikannya mungkin sekali anak-anak mempelajari hal-hal berkenaan dengan sejarah. dan jasmaniah. 2. Pengajaran serupa ini lazim disebut pengajaran "unit" atau pengajaran proyek. tidak merupakan fakta-fakta terlepas. akan tetapi apa saja yang dipelajari. Bagian-bagian hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan. malahan dapat juga meniadakan segala batas-batas antara mata pelajaran. bila kita tidak memahami hubungannya dengan keseluruhan yang lebih luas. Musik yang dimainkan oleh suatu orkes berbeda sekali dengan jumlah lagu-lagu yang dimainkan . suatu keseluruhan yang menghadapi situasi-situasi bukan hanya secara intelektual.oleh setiap pemain satu per satu. Demikian pula pendidik-pendidik modern berpendapat bahwa mata pelajaran-mata pelajaran yang lepas-lepas kurang manfaatnya sebab tidak berdasarkan atas keseluruhan ini. Fakta-fakta yang lepas tidak mengandung arti dan karena itu mudah dilupakan. Bila Icita .

mengajarkan IPS misalnya, kita dapat berusaha, sehingga anak itu mengerti akan bahan pelajaran itu. Akan tetapi di samping.itu murid itu mungkin juga belajar benci akan gurunya atail kepada pelajaran itu atau kepada segala sesuatu yang berbau pelajaran sekolah. Mengenai pendidikan intelektual mungkin kita mencapai hasil yang baik, akan tetapi dalam pendidikan emosinya kita gagal. Sebab itu, dalam pengajaran modern, orang bukan hanya mengajarkan berbagai mata pelajaran, akan tetapi mengutamakan tujuan mendidik si anak, membentuk seluruh pribadinya anak seutuhnya. Dalam pada itu, anak itu tidak hanya dipandang sebagai murid sekolah saja; pribadi anak tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya di luar sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya. Suasana sekolah sedapat-dapatnya diselaraskan dengan suasana rumah. Sekolah hendaknya dijadikan bukan hanya tempat anak mempelajari berbagai-bagai ilmu, akan tetapi juga tempat mereka hidup dan belajar hidup. Kurikulum di sekolah disesuaikan dengan apa yang diperlukan anak bagi kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian dicegah adanya jurang yang sering terdapat antara sekolah dengan kehidupan di luar sekolah untuk mencapai integrasi pribadi murid. 3. Belajar berkat "insight" Teori asosiasi mementingkan ulangan dan pembiasaan dalam proses belajar. Belajar serupa ini bersifat mekanis. Teori organisme. memandang "insight", pemahaman atau tilikan sebagai syarat mutlak dalam hal belajar. Dengan "insight" dimaksud suatu saat dalam proses belajar, sewaktu seseorang melihat atau mendapat pengertian tentang seluk-beluk sesuatu, atau melihat hubungan tertentu antara unsur-unsur dalam suatu situasi yang mengandung suatu problema atau kepelikan. Dalam percobaan oleh Kohler dengan simpansi, binatang itu berhasil menyambungkan dua kerat bambu untuk meraih pisang yang diletakkan di luar kandangnya. Pada saat kera itu melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi yang problematis itu, (yakni antara unsur-unsur bambu, dirinya, jeruji, pisang) ia memperoleh "insight" atau suatu "Aha Erlebnis".

Hal yang demikian terjadi juga pada manusia yang menghadapi situasi yang mengandung kesulitan dan sering secara tiba-tiba memahami seluk-beluk situasi itu, setelah ia mendapat "insight". Pemahaman tidak diperoleh semata-mata dengan jalan mengulangulangi dan latihan-latihan seperti pada teori asosiasi. Apa sebenarnya "insight" ini belum dapat dijelaskan sepenuhnya. Bagi pembinaan kurikulum, prinsip "insight" ini berarti bahwa anak-anak harus dihadapkan kepada masalah-masalah, dalam bentuk proyek atau unit yang mengandung problema-problema yang harus dipecahkan. 4. Belajar berdasarkan pengalaman Belajar memberi hasil yang sebaiknya-baiknya bila didasarkan pada pengalaman. Pengalaman ialah suatu interaksi, yakni aksi dan reaksi, antara individu dengan lingkungan. Individu menjalani pengaruh lingkungan, jadi ada aksi dari lingkungan terhadap individu, akan tetapi sebaliknya individu juga bereaksi terhadap pengaruh lingkungan itu. la berbuat sesuatu, yakni mempertimbangkan, mengolah, memikirkan pengaruh lingkungan itu. Bila seorang anak kena api, maka hal itu suatu kejadian atau peristiwa dan belum merupakan suatu pengalaman. Kejadian itu akan menjadi pengalaman, apabila anak itu mengolahnya, menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah,

mentafsirkannya, dan mengambil kesimpulan, bahwa api itu sesuatu yang berbahaya yang dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga ia dapat menentukan sikapnya dan dapat menjaga diri terhadap api kelak. Berkat pengalaman itu ia belajar, kelakuannya berubah, artinyä bahwa ia bertindak lebih efektif dan serasi dalam menghadapi situasi-situasi hidupnya. Anak itu mula-mula akan memandang api sebagai sesuatu yang berbahaya, akan tetapi berdasarkan pengalaman-pengalaman lain ternyata bahwa api itu tidak selalu berbahaya, akan tetapi banyak sekali manfaatnya dan memberi kesenangan kepada manusia. Pengalaman pertama rupanya tidak benar seluruhnya dan .karena itu harus dirombak, direorganisasi atau disusun kembali. Belajar ialah reorganisasi pengalaman-pengalaman yang lampau yang ternyata tidak Iengkap, tidak sempurna. Oleh sebab tidak ada pengetahuan dan pengalaman kita yang

sempurna, kita harus senantiasa mereorganisasi pengalaman kita selama kita hidup. Pendapat lama dan teori-teori yang lampau sering harus disempurnakan atau diganti dengan yang baru ternyata lebih balk daripada yang sudah-sudah. Manusia senantiasa membuat penemuan baru dan mereorganisasi pengetahuan yang lama dan dengan demikian memperluas kebudayaan dunia. Manusia terus belajar dan tak akan kunjung selesai meningkatkan pengetahuannya. Belajar itu baru timbul bila seseorang menemui suatu situasi baru, suatu soal, kesulitan atau problema. Dalam menghadapinya ia akan menggunakan segala pengalamannya yang sudah-sudah. Jika dengan pengalaman-pengalaman itu ia sanggup mengatasinya, tidak akan timbul proses belajar. Ia sekedar menggunakan pengalaman yang lampau itu. Tetapi bila ternyata bahwa penga lamannya yang ada tidak cukup untuk mengatasinya, ia akar, mengalami semacam frustrasi. keseimbangannya terganggu, lalu ia mencoba mencari jalan untuk memecahkan soal itu. Di antara percobaaan itu ada yang tak berhasil, itu dikesampingkannya. Percobaan itu dilanjutkannya jadi proses belajar berlangsung tertr sarapai kesulitan itu diatasinya. Di sini pun kita lihat, seperti dianjurkan oleh penganut-penganut prinsipprinsip belajar yang telah tersebut di atas betapa perlunya diusahakan, agar kurikulum itu berupa problema-problema yang dihadapkan kepada anak-anak untuk dipecahkannya agar ia belajar. 5. Belajar ialah suatu proses perkembangan Manusia ialah suatu organisme yang tumbuh dan berkembang menurut caracara tertentu. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu yang kita kehendaki. Anak-anak baru dapat mempelajarinya dan mencernakannya, bila ia telah matang untuk bahan pelajaran itu. Kita ketahui, bahwa kepada anak-anak kelas satu SD belum dapat diberikan teori-teori tentang listrik atau tata negara, karena mereka belum matang untuk itu. Kesiapan anak untuk mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan atau taraf pertumbuhan batiniah, tetapi juga dipengaruhi oleh

lingkungan, yakni oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak itu. Misalnya kesiapan untuk membaca akan lebih cepat terdapat pada anak-anak yang telah berkenalan dengan buku-buku bergambar di rumah atau yang sering dibacakan cerita-cerita dari buku oleh ibu bapaknya, sebelum ia menginjak sekolah, daripada anak-anak yang tidak pernah memperoleh pengalamanpengalaman dengan buku. Jadi tak perlu kita hanya menunggu-nunggu saja. Kita dapat menciptakan situasi- situasi dan lingkungan bagi anak yang dapat mempercepat atau membangkitkan kesiapannya untuk mempelajari sesuatu. Dalam hal ini tak semua anak sama. Anak-anak berbeda pengalaman dan kematangannya, sekalipun umurnya sama. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang harus dipikirkan dalam pembinaan kurikulum. Memaksakan semua anak mempelajari bahan yang sama tidak dapat dipertahankan. Karena itu kurikulum harus disusun sedemikian, sehingga sedapat mungkin dapat disesuaikan dengan perbedaan individual, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Anak yang pandai harus diberi kemungkinan menyelesaikan lebih banyak pelajaran daripada anak yang kurang pandai dan anak -anak harus dapat mengembangkan bakatnya dalam berbagai lapangan. 6. Belajar ialah proses yang kontinu Anak-anak tidak hanya belajar di sekolah, akan tetapi juga di luar sekolah. Mereka memperoleh juga pengalaman-pengalaman berkat radio, surat kabar, majalah, pergaulan di rumah, perkumpulan pemuda, kepanduan, bioskop, permainan, dan sebagainya. Malahan kerapkali hal-hal yang dipelajari dengan tak sengaja di luar sekolah dan sebelum bersekolah lebih mendalam lagi, oleh sebab tujuan- tujuan yang mereka kejar di situ lebih menarik, lebih memuaskan, lebih menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya daripada tujuan-tujuan yang ditentukan dan sering dipaksakan oleh sekolah. Lagi pula di luar mereka banyak memperoleh pengalaman- pengalaman langsung atau first-hand experiences. Mereka tidak bicara tentang padi, ikan, layang-layang dan sebagainya, akan tetapi mereka turut memotong padi, mereka menangkap ikan di sungai, mereka membuat dan bermain layang- layang dan sebagainya. Di sekolah mereka kebanyakan membaca dan mendengarkan saja. Kurikulum yang modern

menyesuaikan pelajaran sekolah dengan kehidupan, permainan, kesukaan, dan minat anak di luar sekolah. Apa yang dahulu dianggap sebagai aktivitas extrakurikuler, yakni aktivitas anak di luar pelajaran seperti perkumpulan sekolah, hobby anak-anak, kepanduan dan lain-lain, dimasukkan oleh sekolah ke dalam kurikulum, jadi menjadi tanggung jawab sekolah. Kontinuitas juga diusahakan dengan meniadakan tinggal kelas. Anak yang tinggal kelas tidak kontinu pelajarannya oleh sebab ia harus mengulangi bahan yang sama selama satu tahun. Kurikulum hendaknya disusun sedemikian, sehingga tiap anak terus maju sesuai dengan kecepatannya masing-masing. Kontinuitas harus pula ada dalam pelajaran sekolah rendah, menengah, dan tinggi. Seperti anak main dari kelas yang satu ke kelas berikutnya, demikian pula anak itu harus pula maju dari sekolah rendah ke sekolah menengah dan seterusnya. Pertanyaan timbul, apakah Sekolah Dasar harus terpisah benar-benar dari SMP dan sekolah ini harus terpisah pula dari SMA ? Apakah tidak dapat disatukan sekolah-sekolah itu seluruhnya menjadi sekolah dari kelas 1 sarnpai kelas 12 ? Kontinuitas akan terganggu pula apabila pelajaran di sekolah berlainan atau bertentangan dengan norma-norma yang diajarkan di rumah. Maka timbullah konflik dalam diri si murid. Ia harus berpegang pada dua macam norma. Apa yang dipelajarinya di sekolah tidak dapat dilangsungkan dan dipraktikkan di rumah. ltu sebabnya sekolah harus mengenal keadaan, kebiasaan, adat-istiadat di rumah anak. Sekolah harus bekerja sama dengan rumah dan badan-badan lain dalam masyarakat sehingga sêmuanya turut serta membantu perkembangan anak yang harmonis. Sekolah modern mengajak orang tua agar turut serta dalam menentukan kurikulum. Dari orang tua sungguh dapat diterima saran-saran yang baik sekali untuk dipertimbangkan oleh staf guru-guru agar dimasukkan ke dalam kurikulum. Sering pula orang tua diminta bantuannya untuk turut melaksanakan kurikulum. 7. Belajar lebih berhasil bila dihuhungkan dengan minat keinginan dan tujuan anak.

Di sini anak-anak turut serta menentukan kurikulum. Kurikulum di sekolah yang tradisional sepenuhnya ditetapkan oleh pihak atasan. atau ingin menyenangkan hati orang tuanya. anak -anak dipaksa . Di sekolah yang menginsafi hal ini. ia yakin akan ada faedahnya bagi kehidupannya dan karena itu ia giat belajar. Pelajaran diberikan dalam bentuk unit atau proyek yang berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh anak-anak. oleh sebab sesuai dengan tujuannya. lalu anak-anak belajar betul-betul untuk mengetahui seluk-beluk penyakit itu agar dapat menjaga diri terhadap penyakit itu. Lain halnya kalau di suatu daerah berjangkit penyakit. sebab ia ingin mencapai tujuan yang terkandung dalam pelajaran itu sendiri. Murid-murid tidak diajak berunding dan mereka harus menerimanya. usaha itu mengandung arti baginya. Kita dapat mengajarkan kepada anak-anak hal-hal tentang bermacammacam penyakit yang kemudian ditanyakan pada ulangan. takut tinggal kelas. kurikulum sedapat mungkin disesuaikan dengan minat kebutuhan dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh anak-anak. Seorang murid yang berbakat dan ingin menjadi penyanyi akan giat mempelajari teori musik. Di sini kebanyakan digunakan motivasi ekstrinsik. Motivasi yang intrinsik ini tentu lebih baik hasilnya. Atau barangkali ia belajar karena takut kepada guru. sekalipun teori musik itu sendiri kurang menarik. Ia memahami tujuan pelajaran itu. yang sebenarnya letak di luar pelajaran itu.Hal ini tercapai apabila pelajaran itu langsung berhubungan dengan apa yang diperlukan murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari atau apabila mereka tahu dan menerima tujuannya. Tujuan anak ialah mencapai angka yang baik. Proyek itu dibicarakan dan dirundingkan bersama oleh guru dan murid-murid agar mereka lebih jelas memahami tujuan dan faedahnya. Anak seperti ini didorong oleh motivasi yang ekstrinsik sebab ia mengejar tujuan. Akan tetapi dalam hubungannya dengan cita-cita anak itu. Dikatakan bahwa anak itu didorong oleh motivasi yang intrinsik. kerap kali tanpa melihat faedah yang langsung bertalian dengan tujuan dan minatnya.

Buah pikirannya mendominasi pendidikan guru dan pendidikan umumnya di Amerika Serikat dan bagian lain dunia ini dan hingga sekarang idenya masih banyak digunakan. Pengaruh Herbart dalam abad dua puluh sangat besar. Secara teoretis namanya telah lenyap dari dunia psikologi dewasa ini. Setiap ada masuk persepsi baru . namun dalam praktik apa yang dikemukakannya masih berlaku. yang turut mempengaruhi kurikulum dan proses belajar mengajar. Herbart terkenal karena konsep appersepsi yang dikemukakannya.belajar dengan macam-macam hukuman dan pujian dengan angka-angka dan ujian-ujian. ini sekali-kali tidak berarti bahwa seluruh kurikulum semata-mata ditentukan oleh keinginan anak saja.F. Apersepsi ialah proses asosiasi antara ide atau Vorstellung yang baru dengan yang lama yang tersimpan dalam bawah sadar individu. atau berpusat pada keinginan anak melulu dan mengalami kesulitan-kesulitan. TEORI APERSEPSI HERBART J. Kalau di atas dikatakan. Memperturut keinginan anak saja tidak menjamin usaha yang efektif ke arah tujuan pendidikan. Herbart (1776-1841) pengganti filsuf Jerman terkenal Immanuel Kant tahun 1841. bahwa kurikulum disesuaikan dengan minat dan tujuan anak. dan konsis belajar Gagne. Di sini akan kami berikan lagi beberapa teori belajar yang terkenal. dapat dipandang sebagai tokoh pertama psikologi belajar modern yang menyimpang dari teori ilmu jiwa daya. murid-murid orang tua serta badan-badan lain dalam masyarakat. Membina kurikulum yang baik ialah suatu hasil usaha bersama antara pihak atasan dengan guru -guru. Akan tetapi ini tidak berarti pula bahwa keinginan dan kebutuhan anak harus diabaikan begitu saja. Cara ini memang pernah diadakan pada sekolah progresif yang child -centered. Anak-anak tidak mengenal tujuan pendidikan dan karena itu tidak mungk in mengetahui apakah yang juga perlu bagi mereka. bahwa anak-anak diajak turut berunding. Ada halhal yang mungk in kurang disukai oleh anak-anak namun hams mereka pelajari karena tuntutan masyarakat. walaupun tidak di bawah namanya. belajar sosial Bandura. antara lain apersepsi Herbart. konseptualisme Bruner.

yang menjadi lebih kompleks melalui asosiasi selanjutnya. entah yang mana bergantung pada kekuatan ide yang disimpan atau bahan persepsi yang tersedia. Persepsi atau pengamatan diperoleh dari lingkungan melalui alat-dria. pengalaman dari luar. Apa saja yang diketahui manusia datangnya dari luar diri orang itu. berpendapat bahwa ide-ide itu aktif. Herbart sebaliknya. Ide mempunyai kekuatan bergabung atau menolak bergabung. Tanpa pengalaman yang ada. dan hanya merupakan wadah tempat asosiasi itu berlangsung. Sebelumnya. akan tetapi tak mempunyai kesempatan bergabung lambat laun akan lenyap dengan sendirinya. mempunyai kekuatan untuk bergabung. . ada afinitas menarik atau menolak.maka ia disambut oleh yang lama. dinamis. yang mempunyai persamaan anti (similaritas) dan yang berlawanan (kontras). Penggabungan ide-ide dapat dibandingkan dengan proses kimiawi atau "mental chemistry". atau perjalanan yang pernah diIakukan ke luar negeri. Akan tetapi manusia itu sendiri pasif. Sebaliknya ide yang telah tersimpan. suatu pengamatan atau ide tak ada artinya dan tak akan diperdulikan. maka mungkin akan timbul ide burung. jadi berlomba untuk bergabung dengan ide baru yang masuk. Akan tetapi perangsang. yang datang berurutan (suksesi). Masalah asosiasi telah dikemukakan Aristoteles pada abad ke-4 SM. akan tetapi "murid" dan "ramalan cuaca" mungkin tidak. Melalui asosiasi diperoleh ide yang sederhana. Menurut Locke ide-ide itu pasif. Ide yang lama berlomba kekuatan untuk memasuki alam sadar untuk menyambut ide baru. Bila seorang melihat kapal terbang misalnya. John Locke (1632-1704) telah mengemukakan teori "tabula rasa" yang mengatakan bahwa "otak" (mind) manusia semulanya waktu lahir. atau kemajuan teknologi. misalnya "murid" dan "guru" akan saling menarik. Dalam "otak" itu terjadi hubungan atau asosiasi antara ide-ide. oleh setiap persepsi cenderung akan bergabung dengan bahan yang telah ada. masih kosong seperti papan tulis bersih. Bagi Herbart semua persepsi pada hakikatnya apersepsi. Jadi "mind" itu adalah isinya. mengisi mind itu. Dikatakannya bahwa asosiasi cenderung terjadi antara hal-hal yang tampil bersamaan (kontiguitas).

antara lain :   Ia telah mengecam teori ilmu-jiwa daya. Ia mengemukakan pentingnya minat siswa dalam proses belajar. mungkin melalui demontrasi tentang pokok yang dibicarakan. menurut Herbart ialah mendidik anak menjadi manusia yang bermoral baik. maka terjadi asosiasi antara yang baru dengan yang lama. Dengan abstraksi dimaksud melihat unsur-unsur persamaan. Walaupun teori Herbart ini menunjukkan kelemahan karena terlampau menonjolkan peranan guru. bahwa ide yang baik akan menghasilkan kemauan yang baik dan perbuatan yang baik. yakni : 1. Guru dapat dipandang sebagai "arsitek" dan pembangunan "mind" dan demikian pula watak siswa. Tugas guru ialah memberikan buah pikiran yang baik agar anak berbuat yang baik.Herbart percaya. Ia juga membuka jalan untuk mengadakan penelitian dan eksperimen ilmiah mengenai proses belajar-mengajar. Persiapan. Seni mengajar ialah menyajikan buah pikiran yang dapat digunakan siswa sepanjang hidupnya. banyak pula sumbangannya kepada pendidikan. Tujuan pendidikan. sekarang diberi nama "entry behavior". Berbandingan dan abstraksi. sudah cukup terkenal. Minat sangat dipentingkan. Jika guru melakukan kedua langkah di atas dengan baik. 3. Guru menyajikan fakta baru. Metode mengajar yang dikemukakan oleh Herbart dan kawan -kawan yaitu kelima langkah itu. didukung oleh bahan apersepsi yang banyak. . Apa yang disebut apersepsi. Ia menekankan pendekatan psikologis dalam belajar-mengajar dan mengemukakan metode mengajar yang dapat dipertanggungjawabkan. siswa akan melihat kesamaan ide yang baru dengan yang telah diketahui. Penyajian.    Pendidikan guru menjadi usaha yang penting. 2. Jadi kemauan bergantung pada pikiran. Guru mengingatkan siswa tentang pengalaman atau pelajaran yang lampau agar ide-ide yang relevan timbul dalam kesadaran siswa. pelajaran harus dibuat menarik dan ini tercapai dengan metode mengajar yang baik.

Sering guru hanya menjelaskan sesuatu. belum banyak guru yang menerapkannya sepenuhnya. mengadakan pre-test. Pada langkah ini siswa mencoba memberi nama kepada kedua pasangan fakta atau ide sebagai suatu prinsip. Dengan intrapolasi dimaksud mengubah pandangan dengan mengaplikasi . mengekstrapolasi. Ia melihat untuk dunia dengan caranya sendiri. atau dengan istilah sekarang. PSIKOLOGI KOGNITIF JEROME BRUNER Jerome Bruner (1915) menjadi sangat terkenal dalam dunia pendidikan. Jika pendidikan kita masih berpusat pada guru. perolehan pengetahuan adalah proses aktif. Walaupun metode ini telah kolot. Ada dua prinsip penting yang dikemukakan dalam tulisannya. Model itu memungkinkannya meramalkan. kadang-kadang ada yang membangkitkan pengetahuan yang relevan yang telah dimiliki siswa. setelah Sputnik. Generalisasi. ia memilih dan mentransformasi informasi. anak itu partisipan aktif. maka metode Herbart masih dapat membantu guru. 2. Guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan gejala. fakta. Tak banyak pula guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan generalisasi dalam bentuk suatu prinsip dan seterusnya menyuruh siswa untuk menerapkannya dalam situasi lain. Prinsip yang baru ditemukan itu diterapkan untuk menjelaskan fakta lain untuk memecahkan soal lain. Tiap orang membentuk suatu model berstruktur tentang dunia. 5. Aplikasi. atau masalah lain. individu secara aktif merekonstruksi pengalamannya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan "internal modal" atau struktur kognitif yang telah dimilikinya. menginterpolasi. yakni 1. Dalam proses belajar.4. sewaktu Amerika Serikat mencari kurikulum baru untuk mengejar ketinggalan dalam pendidikan dibanding dengan Uni Sovyet. Bruner mengumpulkan ilmuwan yang paling terkemuka yang bersama dengan ahli pendidikan menyusun buku pelajaran baru dengan proses belajar-mengajar yang baru pula.

Kemudian pada fase "iconic". iconic. Adanya model itu timbul karena adanya kemampuan manusia untuk mendiskriminasi. Pendekatan Bruner disebutnya "konseptualisme instrumental" berdasarkan dua segi proses kognitif. juga tidak reaktif. Model itu bukan sekadar kumpulan informasi. manusia mengkonstruksi model pada dirinya tentang dunia realitas. Ini fase "symbolic". diterima dari kebudayaannya. yaitu memanipulasinya dengan intrapolasi dan ekstrapolasi. Untuk ini diperlukan pertimbangan dan penilaian. yakni . dan symbolic". Perkembangan menurut Bruner melalui tiga fase. 1. ia menjelaskan keseimbangan pada gambar atau bagan. agar sesuai dengan tugas yang dihadapi. sehingga dapat digunakan untuk berbagai tujuan. menyesuaikannya bagi keperluan dirinya. kita melihat dunia ini bukan seperti melihatnya pada cermin. akan tetapi sebagai konstruk atau model dengan mengorganisasi informasi dalam bentuk yang lebih umum. kemudian mengadopsi. yakni fase "enactive. dan mengecek keserasiannya dengan tugas. 2. melainkan aktif.pengetahuan baru. yang bersamaan atau yang bertentangan dengan yang ada. akan tetapi jauh melebihinya. Belajar ialah memperoleh informasi. . Karena itu manusia tidak pasif. melihat persamaan dan membentuk konsep atau kategori. ini fase "enactive". Persepsi pada hakikatnya proses konstruktif. Ekstrapolasi ialah mengangkat informasi pada taraf yang melebihi taraf sekadar informasi. Anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau ke belakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain). mengkategorisasi informasi atau mengangkat informasi pada taraf kategori. mentransformasinya. dan akhirnya ia m enggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan. Menurut Bruner. model itu semula diadopsi. dan ia mengenal dunia berdasarkan model itu.

5. Memahami berarti dapat menghubungkannya dengan berbagai hal lain. yang disebut strukturnya. dalam bentuk yang benar dan jujur. bahkan ada yang tidak kunjung dipahami sepenuhnya. Kita tak dapat mengajarkan segala sesuatu.Menurut Bruner. SMA. 2. Memberi pengalaman agar siswa belajar bagaimana cara belajar. Urutan penyajian bahan dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang lebih abstrak. 2. Menerjemahkan teori menjadi struktur yang dapat dipahami anak melalui dialog antara guru dan anak. namun kita dapat mengajarkan prinsip-prinsipnya yang pokok. statistik. atau masalah pokok tidak dapat dipahami segera. namun yang lebih penting ialah mempelajari cara berpikir dalam disiplin ilmu itu. 3. cara ilmu itu memecahkan masalah. Tiap pengetahuan dapat disajikan dalam bentuk yang sederhana yang dapat dipahami anak pada tingkat usianya. Suatu konsep. Kepada anak dapat diajarkan tentang komputer. SMP. prinsip. kemudian iconic. misalnya dengan taraf enactive. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan ialah mempelajari disiplin ilmu. dan akhirnya symbolic. Walaupun isinya berguna. Mengembangkan rasa kepercayaan pada siswa akan kemampuannya memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan mentalnya. bagaimana cara memecahkan masalah. Menstruktur pengetahuan. 4. bahkan selanjutnya di Perguruan Tinggi. Membimbing siswa agar ia sendiri dapat mempelajari berbagai macam bahan pelajaran atau memecahkan masalah yang dirumuskannya sendiri. Kurikulum yang membicarakan . Bahan serupa itu dapat diajarkan di SD. sekolah didirikan masyarakat sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual anak. Menggunakan kemampuan mentalnya secara ekonomis dengan mencari relevansi dan memahami struktur bahan yang dipelajarinya. Mengenai proses belajar-mengajar Bruner memberikan beberapa petunjuk : 1. akan tetapi berangsurangsur makin dipahami. mengusahakan agar siswa memahami struktur pelajaran. Memupuk kejujuran intelektual. Bagaimanakah pendidikan melakukan tugas itu ? 1. 3.

Bruner tidak merasa terikat oleh perkembangan menurut fase perkembangan seperti dikemukakan oleh Piaget. Pemecahan masalah dapat juga tercapai dengan menggunakan intuisi. Bruner menganjurkan untuk mengurangi motivasi ekstrinsik. Pemecahan masalah dilakukan dengan merumuskan hipotesis yang dicek kebenarannya berdasarkan data yang relevan. merasa diri kompeten. Keberhasilan dan kegagalan bertalian dengan tugas dapat menjadi motivasi intrinsik. 5. menaruh minat. Keuntungan kurikulum spiral ialah bahwa bahan dapat diajarkan lebih awal dan dengan demikian mempercepat kesiapan atau "readiness" tanpa menunggunya secara pasif. menurut Hilgard. Akan tetapi kegagalan yang disertai hukuman akan merusak. Diharapkan siswa dididik agar dapat menemukan jawaban atas masalah dengan usaha sendiri. disebut kurikulum spiral. Itu sebabnya.pokok yang sama pada tingkatan yang senantiasa bertambah tinggi. hadiah. Keberhasilan tak perlu lagi diberi hadiah atau pujian. Hadiah yang paling berharga terdapat dalam keberhasilan melakukan tugas. . Pancasila misalnya. dapat dibicarakan pada berbagai tingkat pendidikan. 4. sanggup memecahkan masalah yang sulit. Apa yang ditemukan sendiri lebih mantap dan mempunyai nilai transfer tinggi. ada kemungkinan siswa belajar untuk memperolehnya. yaitu proses berpikir yang tidak dapat diverbalisasi. PRINSIP-PRINSIP UMUM Walaupun belum ada satu teori belajar yang berlaku bagi semua jenis belajar. merasa turut terlibat. dan lain-lain dan mengutamakan motivasi intrinsik. Motivasi belajar. Kegagalan dapat menjadi motivasi intrinsik bila menjadi cambuk untuk mengeluarkan usaha yang lebih banyak. Motivasi intrinsik ialah bila siswa menguasai pelajaran. telah ada sejumlah prinsip yang umum dapat diakui kebenarannya. angka baik. sering berupa pujian. Pengaruhnya sangat besar bagi pengembangan kurikulum dengan memberikan sejumlah mata pelajaran jauh lebih awal daripada sediakala.

6. 5. PENGARUH TEORI BELAJAR TERHADAP KURIKULUM Teori ilmu jiwa daya bertujuan mencapai mental disiplin. Bahan pelajaran yang melatih daya pikir menduduki tempat . Motivasi mempertinggi hasil belajar. Transfer hal yang dipelajari kepada situasi atau problema baru. Bahan dan tugas yang bermakna bagi murid lebih diterima dan dipelajari murid daripada bahan dan tugas yang tak dipahami maksudnya. Tujuan ini sangat sempit. Kegagalan dalam belajar sebaiknya diatasi dengan adanya keberhasilan pada masa yang lampau. celaan. Untuk menguasai sesuatu sepenuhnya. belum dapat dipahami oleh anak yang kurang pandai. Motivasi yang berlebih-lebihan dapat menimbulkan gangguan emosional. Ulangan sebaiknya dilakukan secara berkala agar lebih lama dapat diingat. yakni melatih daya mental terutama daya pikir. Apa yang dapat dipahami oleh anak pandai. akan lebih terjamin bila murid itu sendiri menemukan hubungan antara kedua hal itu dan selama belajar mendapat kesempatan menerapkannya dalam berbagai macam situasi. 14. jangan terlampau tinggi atau rendah agar menimbulkan kegiatan belajar yang tinggi. dan kegagalan. dan sukses lebih menggiatkan orang belajar daripada hukuman. pujian. diperlukan latihan yang banyak sehingga tercapai "overlearning". 13.1. Keterangan tentang hasil yang baik atau kesalahan yang dibuat. Tujuan hendaknya realistis. 7. 12. 4. 9. Motivasi intrinsik memberi hasil yang lebih baik daripada tnotivasi ekstrinsik. Hubungan tidak baik dengan guru dapat menghalangi prestasi belajar yang tinggi. Ada perbedaan individual mengenai kesanggupan belajar. 8.dan mengurangi efektivitas belajar. Pada umumnya hadiah. Bahan pelajaran dapat uniform bagi anak. 10. 3. Hasil belajar yang sebaik-baiknya dicapai bila murid turut akttf mengolah dan mencernakan bahan pelajaran dan tidak sekedar mendengarkan saja. 2. membantu murid belajar. misalnya memainkan lagu pada piano. 11.

yang penting. dengan bimbingan serta bantuan guru sejauh diperlukan. ketrampilan intelektual seperti . Banyak macam-macam teori tentang belajar yang di. Teori asosiasi mengutamakan bahan pelajaran yang spesifik. Lagi pula banyak jenis-jenis belajar. pengembangan pribadi. teori Gestalt ini memandang belajar sebagai proses yang memerlukan aktivitas anak. Teori belajar menurut "mental discipline" atau ilmu jiwa daya digunakan bersama dengan teori belajar menurut teori stimulus dan response serta teori conditioning. yakni bukan hanya memberikan pengetahuan tapi juga proses menghadapi dan memecahkan masalah. Karena itu digunakan metode problem-solving dan inquiryapproach. yang banyak memberi peranan "pasif" kepada anak. seperti belajar ketrampilan motoris. Berbeda dengan teori asosiasi. TEORI BELAJAR DAN ILMU MENGAJAR Mengenai proses belajar itu seridiri kita hadapi berbagai-bagai kesulitan. Fakta-fakta atau informasi spesifik diperlukan untuk memperoleh pemahaman itu. yang terdi i r atas sejumlah S-R dan dikuasai melalui penyajian yang cermat. Anak sendiri harus menemukan jawaban masalah. Dalam penentuan bahan. dan intelektual. Penyajian hal-hal yang spesifik dengan cara yang sangat teliti itu tampak dalam pengajaran berprograma (programmed instruction) dan "teaching machines". Yang disajikan adalah unsur-unsur yang atomistis. Teori Gestalt atau field theory mempunyai tujuan yang luas. dan ulangan. Organisasi bahan pelajaran dan metode mengajar mengutamakan hubungan dan integrasi serta pemahaman. jadi biasanya dimulai dengan definisi atau klasifikasi ilmiah baru kemudian obyek-obyek atau contoh-contoh yang konkrit. hafalan. bukan ide-ide yang prinsipiil. dan sikap terhadap dunia. faktor anak tak berapa dihiraukan. lingkungan masyarakat anak dan bahan dari berbagai matapelajaran. Dalam menentukan bahan pelajaran dipertimbangkan minat dan perkembangan anak. mengingat fakta-fakta dan informasi.pakai secara campur-aduk dalam praktek. Kurikulum meliputi perkembangan sosial. emosional. Juga "job analysis" seperti dilakukan untuk pertama kalinya oleh Charters didasarkan atas teori itu. Bahan itu disusun menurut urutan yang logis sesuai dengan sistematik mata pelajaran itu.

. misalnya "insight" dalam teori Gestalt. Pada umumnya dapat kita katakan bahwa teori asosiasi lebih serasi u ntuk mempelajari hal-hal yang sederhana. "reinforcement" "trial-and-error" dan pengaruh pujian dan hukuman dalam belajar menurut teori asosiasi. dan sebagainya. Penelitian hanya dilakukan mengenai bentuk belajar yang sederhana dengan binatang. hasilnya segera dapat diketahui dan dinilai. emosi. Akan tetapi cara belajar menurut teori ini lebih mudah dikuasai. terlampau kompleks dan tidak dapat dituangkan dalam bentuk prinsip-prinsip dan hukum-hukum yang cepat dan cermat. Di lain pihak teori Gestalt atau field theory lebih sesuai untuk mempelajari hal-hal yang kompleks. Lingkungan tempat anak belajar perlu pula diperhatikan. Hanya petunjuk-petunjuk umum yang dapat diberikan. karena anak itu senantiasa merupakan organisme dalam lingkungan yang turut mempengaruhinya dalam belajar. akan tetapi kurang sesuai untuk soal soal yang memerlukan proses mental yang kompleks seperti berpikir atau memecahkan suatu masalah dan untuk mempelajari sikap. bahwa teori ini terlampau banyak variabelnya. Akan tetapi kelemahannya ialah. Penelitian mengenai belajar dalam situasi belajar dalam kelas bersifat penelitian jangka pendek. hubungan sosial. atau emosi. dan sebagainya. bukan mengenai hal-hal jangka panjang. Bahkan untuk belajar serupa ini Thorndike telah merumuskan sejumlah "laws of learning". Karena itu tidak ada satu teori umum sebagai pegangan untuk segala jenis belajar itu. belajar menurut "inquiry approach" memecahkan masalah. nilai-nilai. misalnya bahwa hubungan S-R bertambah erat bila sering diulangi. Variabel dalam situasi belajar dalam kelas tidak dapat dikuasai sepenuhnya karena banyaknya variabel itu.membentuk konsep. minat. Kebanyakan teori itu tidak didukung oleh eksperimen-eksperimen. bila hubungan itu disertai rasa senang atau puas. yang mengandung masalah. Kita dapat menyaksikan apakah hasil penelitian itu berlaku pula bagi manusia dalam belajar halhal yang jauh lebih kompleks. dan belajar sikap. Lagi pula arti istilah-istilah dan pengertian pokok dalam berbagai teori belajar sebenarnya masih kabur.

Namun mengajar belum didukung oleh psikologi belajar yang diperkuat oleh eksperimentasi. pengalaman. dan teori organismic (Gestalt atau Field theory). RANGKUMAN 1. tujuan. Teori belajar juga mempengaruhi proses dan kegiatan mengajar-belajar. Karena belajar dalam kelas banyak variabel yang tidak dapat dikuasai. maka sebenarnya belum dapat disusun suatu ilmu mengajar atau "science of teaching" yang dapat meramalkan dengan pasti hasil suatu kegiatan mengajar. Teori asosiasi dike mbangkann oleh Skinner dalam "belajar berprograma" dan "teaching machines".Oleh sebab belum ditemukan teori belajar yang pasti. Ada berbagai-bagai teori belajar yang masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangan. 6. Teori Gestalt mengutamakan prinsip keseluruhan. Tiap teori belajar mempunyai anggapan tertentu mengenai transfer belajar. minat. 3. 9. teori asosiasi (termasuk conditioning). 7. "insight" masalah. 8. Walaupun teori belajar berbeda-beda. Beberapa teori belajar yang terkenal ialah teori belajar menurut ilmu jiwa daya. 5. maka percobaan kebanyakan dapat dilakukan tentang belajar menurut asosiasi. Apakah yang dimaksud dengan belajar ? Berikan beberapa definisi. Belajar pada umumnya diartikan sebagai perubahan dalam kelakuan seseorang sebagai akibat pengaruh usaha pendidikan. namun ada prinsip-prinsip yang pada umumnya dapat diterima. Teori ilmu jiwa daya mengutamakan latihan mental yang diperoleh melalui bahan pelajaran. 4. teori asosiasi mengutamakan penguasaan bahan pelajaran sendiri. Adanya kekurangan suatu teori belajar tidak berarti kita harus mengabaikan seluruhnya. Teori belajar yang dianut berpengaruh terhadap kurikulum yang dibina. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. sedangkan teori Gestalt mementingkan perkembangan pribadi anak dalam usahan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya. 2. .

dan sebagainya ? 17. Bagaimana pendirian teori Gestalt atau "organismic" tentang belajar. Apakah pengaruh teori belajar terakhir ini terhadap kurikulum ? 8. 12. Apakah ahli matematika dengan sendirinya sanggup me. Sebutkan beberapa prinsip yang secara umum dapat diterima oleh semua teori. Bagaimanakah teori belajar menurut ilmu jiwa daya ? 3. 16. Apakah orang yang mempelajari matematika akan lebih sanggup berpikir logis-sistematis daripada orang yang tidak mempelajarinya ? 13. Apa sebab belajar menurut teori asosiasi masih sangat banyak diterapkan ? Apakah pengaruh ujian. Dan i ketiga teori yang dibicarakan teori manakah menurut pendapat saudara paling besar pengaruhnya terhadap kurikulum kita sekarang ? Berikan alasan alasan saudara ? 10. Benarkah pendapat ini ? 11. Bagaimanakah pendapat J. Apakah pengaruh teori belajar itu terhadap kurikulum ? 4. test masuk. Selidiki soal belajar di luar sekolah ? Apakah belajar di luar sekolah itu kurang pentingnya ? . 7. dan ekonomi ? 14. Apakah pengaruhnya terhadap kurikulum ? 6.mecahkan masalahmasalah politik. Piaget tentang perkembangan kesanggupan berpikir pada anak? 18. Dalam praktek pengajaran suatu teori dapat melengkapi yang satu lagi. Bagaimana belajar itu menurut teori asosiasi ? 5. Cari bukti-bukti bahwa anak-anak pra-sekolah juga dapat berpikir.2. Coba cari alasan-alasan untuk mengatakan bahwa dalam matapelajaran sosial anak-anak juga dapat dididik berpikir. sosial. Bagaimanakah pendapat teori-teori belajar itu tentang transfer? 9. 15.

J. namun manusia penuh sebagai individu. harus diperhitungkan anak sebagai faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Salah satu sebabnya ialah bahwa bahan pelajaran terlampau diutarnakan. bahkan dalam pakaian pun ia mengikuti orang dewasa. Anak dituntut berkelakuan seperti orang dewasa. bahwa anak itu lain daripada orang dewasa. dan (3) mengembangkan pribadi anak seutuhnya. perubahan-perubahan yang terjadi pada anak yang menuntut perlakuan sesuai dengan sifat perkembangannya. Pada umumnya faktor anak masih belum mcndapat perhatian yang selayaknya. . dari kecil sampai dewasa. dengan mengharuskan anak menyesuaikan diri dengan bahan itu dengan segala kesulitannya. (2) memberi sumbangan kepada perhaikan dan pembangunan masyarakat. Rousseau (1712-1778). Rousseau antara lain mengatakan bahwa segala sesuatu y ang datang dari Tuhan adalah baik. Ia menganjurkan agar anak diberi kesempatan untuk berkembang menurut kodrat alam masing-masing. khususnya fungsi ketiga. ialah J. Dalam bukunya yang terkenal Etnile ia menguraikan fase-fase perkembangan anak. Ada masanya dahulu anak disamakan . akan tetapi dapat menjadi rusak dalam tangan manusia yang telah dipengaruhi kebudayaan. untuk lebih mengetahui "bagaimana" mengajarkannya.BAB 4 ASAS PSIKOLOGIS ANAK PENDAHULUAN Fungsi sekolah ialah (1) menyampaikan kebudayaan kepada generasi muda demi kelanjutan bangsa dan negara. Untuk melakukan tugas itu dengan baik. Namun "apa" yang diajarkan erat kaitannya dengan pertanyaan kepada "siapa" diajarkan. Tokoh pertama yang membuka mata dunia untuk melihat dan memperlakukan anak sebagai anak. Ki Hajar Dewantara menyatakan sebagai Tut wuri handayani. ia dinilai menurut ukuran orang dewasa.dengan orang dewasa dalam miniatur.

yakni mempelajari sejumlah besar anak pada usia tertentu.  Kecepatan perkembangan itu tidak merata.sectional. juga John Dewey. bahkan sampai dewasa. sosial. Penelitian perkembangan anak Indonesia masih menunggu ilmuwan yang berminat. PERKEMBANGAN ANAK Perkembangan anak .Banyak tokoh-tokoh pendidikan yang membaca buku karangan Rousseau sangat terpengaruh. Maria Montessori ( ). Banyak peneliti yang telah mempelajari anak secara ilmiah. yang mengikuti perkembangan anak selama bertahun-tahun. Antara tahap-tahap itu sehenarnya tidak ada batas tertentu yang tegas. . bahwa perubahan yang paling besar dalam pendidikan dalam abad ke-20 ini ialah menonjolnya kedudukan peranan anak dalam kurikulum. Pestalozzi (1746 . seperti perubahan yang dicetuskan Cpernicus yang menjadi matahari dan bukan bumi sebagai pusat jagat raya. Pada tiap taraf anak menunjukkan sifat-sifat dan kebutuhan tertentu. masa kanak-kanak lanjutan. ada masa bayi. ada pula studi longitudinal. masa kanakkanak permulaan. Ada mengatakan. maka diperoleh sejumlah antara lain :  Anak berkembang melalui tahap-tahap tertentu. masa transesensi menjelang adolesensi.H. ada masa tenang seakan-akan tidak ada perubahan yang disebut "plateau" atau dataran. F. Bila selama ini anak harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditentukan oleh orang dewasa. John Dewey memandangnya sebagai "suatu revolusi" yang menjadikan anak sebagai pusat pendidikan.intelektual faktor yang sangat penting untuk diperhitungkan dalam pengembangan kurikulum. ada pula saat yang lambat perkembangannya atau retardasi.1826). seperti J. Ada saat-saat cepat atau akselerasi. Berdasarkan berbagai penelitian itu. minat. Sekarang tak mungkin lagi kurikulum dikembangkan tanpa memperhitungkan anak dan perkembangannya. dan banyak tokoh lain seperti Ki Hajar Dewantara. emosional. dan taraf perkembangan anak. kini kurikulumlah yang harus disesuaikan dengan kebutuhan.fisik. karena perkembangan itu berjalan secara berangsur-angsur. Froebel (1776 1841). ada yang mengadakan studi cross. dan mental.

Karena ada perbedaan pola perkembangan anak. misalnya membaca permulaan. Maka ditentukan bahan pelajaran yang sama. Ada saatnya anak belum dapat mempelajari sesuatu. maka ia cepat dan mudah menguasainya. Ada anak yang pada awalnya lamban belajar. atau faktor lingkungan. ia lebih besar dan tinggi daripada teman sekelasnya dan ini dapat mengganggu hubungannya dengan murid-murid lain. Selain itu dapat timbul minat. apakah perbedaan pada anak disebabkan oleh faktor genetis atau pembawaan. Juga dapat timbul rasa ketegangan dan kegelisahan. atau tak dapat mengikuti pelajaran.  Adanya pola umum dalam perkembangan anak memungkinkan pengembangan kurikulum untuk memperkirakan bahan apa yang akan sesuai kepada kelompok umur tertentu. Pelajarannya pun mungkin terpengaruh. Karena cepat perkembangannya. Perkembangan fisik yang cepat mempengaruhi aspek sosial dan emosional. Kurikulum kebanyakan didasarkan atas asumsi bahwa perkembangan anak semuanya sama. maka kurikulum harus memperhatikan perbedaan individual itu. akan tetapi setelah tercapai kematangan. belum matang. digunakan metode yang sama dalam proses belajarmengajar. Apakah . Hal ini bertalian dengan soal kematangan. Akan tetapi pelaksanaannya memerlukan guru yang lebih kompeten daripada mengajar bahan yang uniform dalam segala aspeknya. karena belum siap.  Ada perbedaan pola perkembangan antara anak-anak. Banyak macam usaha untuk memperhatikan perbedaan individual pada anak. Memaksa anak mempelajari sesuatu sebelum saat kematangan hanya menimbulkan frustrasi yang menyulitkan hidup anak serta menimbulkan rasa benci terhadap sekolah selain memberi konsep-diri rendah pada anak. Mengenai perkembangan anak dipersoalkan. Banyak kesulitan yang dihadapi anak karena perkembangan fisik yang tidak normal. Mengizinkan variasi dalam pelajaraan berhubung dengan perbedaan individual akan sangat menguntungkan bagi anak. sikap dan masalah-masalah baru. akan tetapi pada usia yang lebih lanjut seakan-akan mekar dan menunjukkan prestasi yang luar biasa.Terdapat hubungan antara perkembangan aspek satu dengan satu lagi.

Pengetahuan tentang perkembangan anak. maka segi pendidikan lainnya cenderung diabaikan. ANAK SEBAGAI KESELURUHAN Sekolah tradisional terutama bertugas menyampaikan sejumlah pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. misalnya aspek jasmani. masih kurang jelas penerapannya dalam kurikulum. bahwa penelitian sering hanya meliputi salah satu aspek. Anak dinilai bukan hanya berdasarkan prestasi intelektualnya. majalah. Sebenarnya pribadi anak selalu merupakan suatu kebulatan dan tak dapat dipisah-pisah dalam bagian-bagian yang lepaslepas. akan tetapi dalam segala segi kepribadiannya secara komprehensif. Juga anak giat belajar demi ilmu yang akan diperolehnya. sosial maupun intelektual. aspek inteligensi. anak yang mengalami kesulitan emosional karena frustrasi. Lambat laun konsep tentang pendidikan mengalami perubahan dan sekolah modern menaruh perhatian kepada perkembangan seluruh pribadi anak. ataukah kita harus menunggu secara pasif sampai saat kematangan itu tiba dengan sendirinya'? Apakah I. anak yang terisolasi dalam kelas . dan lain-lain. seperti kepandaiannya bergaul. walaupun selalu menjadi pokok pertimbangan. Pendidikan serupa ini mengutamakan aspek intelektual Orangtua mengirimkan anaknya ke sekolah agar menjadi pandai dalam arti mengumpulkan pengetahuan yang banyak. baik mengenai segi jasmani. sakit.misalnya kematangan membaca dapat dipengaruhi oleh keluarga yang menyediakan bacaan. minatnya terhadap kesenian atau olahraga. Karena aspek intelektual diutamakan. anak konstan.Q. Dengan ilmu yang banyak lebih terjamin masa depannya untuk melanjutkan pelajarannya yang hanya dimungkinkan bila lulus dalam ujian yang justru menguji pengetahuannya. emosi. lapar atau lelah. TV. Salah satu sebabnya ialah. ataukah dapat ditekan atau ditingkatkan melalui mutu lingkungan? Ternyata lingkungan dapat mempengaruhinya. Aspek kepribadian lainnya tidak mendapat pertimbangan. Anak yang terganggu kesehatannya. gambar-gambar. Kesulitan bagi pengembang kurikulum ialah melihat perkembangan anak sebagai keseluruhan yang bulat. dan lain-lain. Anak-anak dari lingkungan sosial-ekonomi yang haik lebih mengikuti pelajaran daripada anakanak dari rumah tangga miskin.

tanpa teman. cita-cita dan dalam banyak hal lain. Mereka juga berbeda dalam segi inteligensi. tinggi dan berat badan. atau mengamati sekelompok anak bermain. Guru sebagai pelaksana kurikulum hendaknya jangan melihat dirinya hanya sebagai pengajar yang menyampaikan bahan pelajaran. akan tetapi bila mereka ditempatkan dalam lingkungan yang jauh berbeda. Guru harus pandai. emosional. Dari segi pembawaan hanya anak kembar identik yang sama. sehingga tak mungkin dua orang sama. anak-anak serupa itu akan terganggu dalam pelajarannya . Anak-anak saling berbeda. dengan atau tanpa alasan. ANAK SEBAGAI PRIBADI TERSENDIRI Tak ada dua orang yang sama dalam segala hal di dunia ini. Juga pada diri anak sendiri terdapat perbedaan dalam perkembangannya dalam berbagai bidang. dalam waktu lima menit Saudara akan melihat berbagai perbedaan antara anak-anak. dan sosial. kesukuan. harus banyak tahu. anak yang merasa dirinya rendah karena konsep-diri yang rendah. jasmaniah. tekanan darah. keterampilan berhitung. kecepatan membaca. ia juga pendidik yang berusaha mengembangkan segala potensi anak agar menjadi manusia seutuhnya. Anak berbakat mungkin cepat perkembangan . Selalu terdapat perbedaan antara dua individu karena pengaruh pembawaan dan lingkungan. maka akan tampak berbagai perbedaan di antara mereka. itu benar dan sangat diinginkan. Usia anak-anakpun ada perbedaannya walaupun duduk di kelas yang sama. harus menguasai disiplin ilmu. akan tetapi ia juga pendidik dan tugas ini memerlukan kompetensi dan pribadi yang jauh lebih luas daripada sekadar pengetahuan. minat stabilitas emosional. anak yang merasa dibenci oleh guru. pendidikan di ramah. kesehatan. latar belakang. sosial-ekonomi. Anak menerima pelajaran bukan hanya dengan "kepalanya". Ada pula perbedaan jenis kelamin yang perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tuntutan masyarakat. keterampilan motoris. akan tetapi juga dengan "hatinya" . kecepatan bereaksi. rohaniah. agama. Bila Saudara memperhatikan suatu kelas.

intelektualnya akan tetapi ketinggalan dalam aspek sosial emosionalnya. Anak yang cepat berkembang secara fisik. Pelajaran diresapi oleh keserbasamaan. Kurikulum uniform. menggambar barang yang sama. Ada sistem semester pada hakikatnya bertujuan memberi pilihan itu. menulis kalimat yang sama. metode belajarmengajar juga sama demikian juga penilaiannya. mungkin sulit mengikuti pelajaran akademis Kepandaian anak dalam suatu bidang studi mungkin berbeda dengan penguasaan bidang lain. dan walaupun pelajaran yang diikuti berbeda-beda. Dengan sistem kredit. Pada jam yang sama semua anak melakukan pekerjaan yang sama membuat hitungan yang sama. memaksa pelajar mengikuti pelajaran yang sama akan merugikannya. maka tujuan diuraikan sampai taraf spesifik termasuk bahan pelajaran yang terkait dan juga proses belajar -mengajar dan buku pelajarannya. Dari segi hakikat individu yang berbeda-beda. Dengan sendirinya guru sebagai pelaksana kurikulum akan patuh berpegang pada ketentuan itu. Apakah sekolah harus berusaha melenyapkan perbedaan individual itu atau setidaknya memperkecilnya? Di sekolah tradisional. mahasiswa tidak terbatas lagi perkuliahannya pada apa yang . Tampaknya pendidikan demikian berusaha menempa anak-anak yang pada hakikatnya serba-ragam menjadi manusia yang serba-sama. malah sering tidak diacuhkan. sering tanpa kesempatan untuk mengadakan pilihan. Ada kurikulum yang fleksibel yang memungkinkan siswa mengadakan pilihan. jumlah kredit akan menentukan apakah telah dipenuhi syarat untuk lulus. Apakah masih ada kemungkinan bagi guru memandang dirinya sebagai pengembang kurikulum dalam arti mikro untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbcdaan anak dan keadaan lingkungan sekolah? juga di tingkat Perguruan Tinggi terdapat gejala yang sama dengan menentukan mata kuliah untuk tiap jurusan. perbedaan individual kurang dapat diperhatikan. Kurikulum yang ditentukan oleh pihak atasan uniform bagi jenis pendidikan yang sama. Untuk lebih menjamin kesamaan. Pada saat tertentu semua akan dihadapkan kepada ujian akhir yang sama pula yang dapat dinilai dengan menggunakan komputer untuk memberi cara penilaian yang sama. dalam pendidikan masal umumnya. pelajaran sama bagi semua.

Kemajuan-kemajuan dalam banyak lapangan hidup justru diperoleh berkat orang-orang yang mempunyai pendirian. walaupun mereka pada awalnya mendapat kecaman. Inisiatif orang-orang yang mencari jalan-jalan baru sering membawa kemakmuran dan kemudahan bagi umat manusia. Namun demikian perbedaan itu lebih besar daripada uang diduga si pendidik. la harus mengenal falsafah negara. Akan di samping itu ia hendaknya dapat menikmati pendidikan sesuai dengan bakat dan minatnya. yang lain daripada yang lain. Ada hal-hal yang termasuk pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang diharapkan dari setiap warga negara. yakni ditimbulkan oleh kekurangan di bidang lain. c. ada yang rendah. Dengan demikian universitas akan sungguh-sungguh menjadi universitas dan bukan kumpulan fakultas atau jurusan. Memperhatikan perbedaan individual tidak berarti bahwa semua pelajaran harus berbeda. Pendapat modern menginginkan program sekolah yang memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi perkembangan bakat anak. Ini berarti kerugian besar bagi bangsa dan negara. perlu kita perhatikan hal-hal berikut: a. Walaupun tiap anak unik. d. misalnya. Kelemahan di bidang .disediakannya dalam satu jurusan. sejarah. persamaan antara manusia lebih besar daripada perbedaannya. Kurikulum yang uniform pasti tidak akan memenuhi keinginan itu. harus menguasai bahasa nasional. bukan kualitatif. dan sebagainya. Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan itu dalam pengajaran. Kesanggupan yang luar biasa pada umumnya bukanlah akibat kompensasi. semua anak mempunyai inteligensi. ada yang tinggi. bangsa mem punyai badan yang sehat. akan tetapi semua mata kuliah di universitas terbuka baginya. Kreativitas dan inisiatif ini sering dibunuh atau tidak dipupuk di sekolah tradisional. karena dengan demikian banyak bakat disia-siakan. Perbedaan itu sebagian besar bersifat kuantitatif. akan tetapi tarafnya berbeda-beda. Perbedaan individual sangat besar nilainya. Tiap anak berbeda dengan anak lain. b. tantangan. bahkan celaan. kemampuan dan pikiran yang orisinal.

sosial. fisik. c. Memperturutkan anak belum menjamin kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan. Menyesuaikan kurikulum dan pengajaran dengan perbedaan individual adalah usaha yang memerlukan pemikiran. sebab selalu berlangsung dalam konteks sosial. karena baru lahir dalam rundingan dengan anak. f. akan tetapi juga dalam bidang emosional. Ada kurikulum yang secara ekstrem mendasarkan kurikulum semata-mata pada kebutuhan anak. Pelajaran didasarkan atas minat anak. Anak-anak sering tidak mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkannya. KEBUTUHAN ANAK Kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan anak. yang disehut child-cebtered curriculum. tidak dengan sendirinya membangkitkan kesanggupan istimewa di bidang lain. Tidak ada pula kontinuitas dalam pelajaran dari tahun ke tahun. serta hasrat untuk memberikan yang sebaik-baiknya kepada tiap anak. Jadi tidak ada pegangan bagi guru dan murid tentang pelajaran yang akan datang. antara lain: a. anak turut serta merencanakan apa yang ingin dipelajarinya. e. pengertian. b. . Sebenarnya tak ada pelajaran yang sepenuhnya individual. Perbedaan individual tidak hanya dalam bidang inteligensi. Namun demikian eksperimen itu besar pengaruhnya terhadap kurikulum selanjutnya.tertentu. Bermacam-macam cara yang dijalankan untuk memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar-mengajar. Tiap tahun pelajaran berlainan karena anaknya berganti. Karena keberatan-keberatan itu kurikulum serupa itu hanya dilakukan pada sekolah-sekolah eksperimen. kreativitas. d. Pelajaran tidak dapat lebih dahulu direncanakan guru. dan lain-lain yang harus dipertimbangkan dalam pendidikan. sikap. Akan tetapi banyak pula kelemahannya. Anak berada dalam masyarakat dan apa yang dipelajari harus juga memenuhi tuntutan masyarakat. Ditinjau dari segi pshikologis-didaktis banyak kebaikannya. Selain itu perlu usaha untuk mengenal anak secara individual. Sifat-sifat seseorang harus ditinjau dalam rangka keseluruhan pribadinya.

akan tetapi tujuan khusus yaitu membentuk manusia yang sehat dan kuat merupakan aspek yang penting pula. . Di samping pendidikan jasmani harus diusahakan adanya keseimbangan antara bekerja dengan istirahat. Bangsa kita pada umumnya belum cukup sehat dan kuat menurut normanorma tertentu. Kesehatan dan pertumbuhan jasmani hendaknya senantiasa di bawah asuhan dokter dan juru rawat sekolah. Anak-anak ingin mempunyai harga diri dan . kebutuhan pribadi. Di sekolah dorongan ini sering dikekang dan ditekan agar muridmurid tidak melanggar disiplin yang tegang yang menginginkan. atau gerak. memanjat-manjat dan melakukan aktivitas-aktivitas jasmaniah. KEBUTUHAN PRIBADI Anak-anak mempunyai dorongan untuk memuaskan keinginan untuk mengetahui sesuatu. Setiap anak ingin diakui dan dihormati sebagai individu yang mempunyai tempat dan hak dalam masyarakat sekolah. harus diperhatikan agar anak -anak cukup tidur. dan dunia sekitarnya. untuk menyatakan pikiran dan perasaannya dengan jalan bahasa. agar anak diam duduk diam di bangku sambil mendengarkan ucapan-ucapan guru dan ia dituduh anak nakal bila ditunjukkannya keaktifannya.harkat sebagai manusia. ingin merasai kepuasan atas hasil atau sukses yang mereka capai. Kebutuhan ini dipenuhi dengan memberikan pendidikan jasmani. sekalipun hasil mereka itu jauh di bawah norma-norma orang dewasa. suara. yakni mewujudkan tujuan pendidikan dengan menggunakan kejasmanian sebagai titik bertolak. Anak-anak ingin ingin aktif. seni. Salah satu cara ialah membaginya atas : kebutuhan jasmani. KEBUTUHAN JASMANIAH Setiap anak ingin bergerak dan menggunakan badannya. cukup bermain serta mendapat makanan yang sehat. Dorongan ini mudah kita lihat pada setiap anak.Kebutuhan anak dapat digolongkan dengan berbagai cara. rumah tangga. dan sosial. Mereka ingin menguasai suatu keterampilan. Mereka ingin dipuji atas usaha mereka. Dalam arti modern pendidikan jasmani bertujuan mendidik manusia. pekerjaan. lukisan. Anak -anak suka berlari-lari melompat-lompat.

asal saja jangan menganggu orang lain. Mencari hubungan dengan orang lain ialah dorongan yang wajar pada tiap anak. Kurikulum modern memberi murid-murid lebih banyak kebebasan bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan tugas-tugas. Kebebasannya dibatasi oleh hak-hak orang lain yang juga merupakan haknya sendiri. mengadakan percobaanpercobaan dan melakukan tugas-tugas lain. Membimbing anak agar ia menjadi mahluk sosial ialah suatu fungsi sekolah yang amat penting. Di sekolah lebih diutamakan persaingan daripada gotong-royong. Dalam hal ini pendapat setiap anak dihargai dan dipertimbangkan. . Bila ini kita akui. maka kita menyangsikan manfaat cara yang dipakai sekolah yang memaksa murid-murid duduk diam. melainkan terutama o leh kesanggupannya untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Setiap manusia harus hidup dalam hubungan yang erat dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaannya. Dengan demikian sekolah dijadikan suatu masyarakat tempat murid-murid mempraktikkan hak dan kewajihan anggota-anggota masyarakat yang demokratis.Sekolah zaman sekarang berusaha memenuhi kebutuhankebutuhan itu dengan memberi anak-anak kebebasan bergerak. melarang mereka membicarakan pelajaran serta bantu-membantu dalam memecahkan suatu soal. KEBUTUHAN SOSIAL Tak mungkin manusia itu hidup lepas dari masyarakat. kelas itu dijadikan semacam laboratorium atau ruang kerja di tempat anak-anak belajar dalam suasana yang lebih leluasa. Human relationship atau hubungan antar-manusia hendaknya lebih dipentingkan di sekolah. Murid-murid diajak berunding untuk menentukan apa yang akan dipelajari dan bagaimana langkah langkah untuk mencapai tujuan itu. Dari penyelidikan-penyelidikan ternyata bahwa kebahagiaan seseorang dalam kehidupan dan jabatannya bu kanlah ditentukan oleh pengetahuan intelektualnya. bekerja. Seorang bayi tidak akan mungkin hidup serta mengembangkan pembawaannya tanpa bantuan orang tuanya dan banyak orang lain yang tak terhitung jumlahnya.

dapat membantu. Dalam kurikulum perlu diusahakan keseimbangan antara kebutuhan institusional dan kebutuhan pribadi anak. membantu anak ke arah self-actualization. Agar dapat merealisasikan diri. Ia membedakan delapan macam kebutuhan. Rasa berhasil. kebutuhan untuk merealisasikan kepribadian yang penuh. kebutuhan akan cinta-kasih 4. self-actualization. Kebutuhan yang tertinggi yang harus dicapai ialah self. oleh sebab kebutuhan itu bersifat hierarkis. yakni kebutuhan akan: 1. self-esteem. tidak merasa aman dan mendapat kecukupan dalam keperluan makanan. survival. kebutuhan fisiologis. untuk hidup. survival. Tak dapat anak merasa aman. dapat pula menghalangi anak mentiju self-realization. security. siapa dia.Seperti dikatakan di atas. dan lain. atau rasa aman 3. KEBUTUHAN MENURUT BEBERAPA TOKOH Salah satu daftar kebutuhan manusia yang pokok yang cukup terkenal ialah yang dihasilkan oleh Abraham Maslow atas dasar penelitian yang luas dan mendalam. termasuk pelajaran sekolah. Louis Raths mengembangkan teorinya tentang kebutuhan pokok yang menunjukkan sejumlah persamaan dengan Maslow. agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sepenuhnya. love and belonging. harus dipenuhi segala kebutuhan yang dibawanya. 2. apa yang diinginkannya. sukses dalam pekerjaan dan pelajaran. pakaian. bila ia merasa kelaparan. Agar ini tercapai ia harus dibantu untuk mengetahui apa yang dapat dilakukannya dan diberi kesempatan untuk agar ia berhasil melakukannya dengan baik. yakni: .lain. akan menjadi apa ia. kebutuhan akan harga-diri 5. ada bermacam-macam cara untuk membagi kebutuhan anak. Saudara dapat mempelajarinya lebih lanjut dalam buku-buku tentang psikologi anak.realization. tak mungkin mempunyai harga-diri bila tidak dicintai. termasuk guru dan orangtua. Lingkungan. yakni menemukan identitasnya.

bahwa bila kebutuhan ini dipenuhi. The need for understanding of self (pengenalan diri). PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT EARL KELLEY Earl Kelley mengemukakan pendirian bahwa kepribadian seluruhnya atau hampir seluruhnya dibina dalam hubungan atau interaksi dengan manusia lainnya. The need for achievement (Keberhasilan) 3. walaupun ia bukan ahli psikologi atau psikiatri. The need for economic security (rasa aman dalam keuangan. The need for belonging (diterima dalam kelompok) 4. akan tetapi ia tidak akan dapat mengembangkan dirinya bila tidak dalam kehadiran orang lain: Anak-anak perlu senantiasa meng adakan interaksi positif dengan anak-anak maupun orang dewasa. Menurut Raths guru dapat mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan itu dalam rangka pelajaran di sekolah. Ia meminta perhatian guru yang lebih banyak terhadap kebutuhan emosional anak dengan keyakinan. jadi dalam hubungan sosial seorang bayi telah memiliki perlengkapan untuk berkembang. Menurut Earl Kelley pribadi yang berfungsi penuh. sehingga memiliki kepribadian yang dapat berfungsi sepenuhnya. The need for self-respect (harga-diri) 5. dan lain-lain) 8. maka anak akan lebih berhasil melakukan tugas-tugas sekolah lainnya. Guru dapat mengidentifikasi kelakuan ana k yang tak-sosial. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut  Ia berpikir baik tentang dirinya. Tujuan Raths ialah agar guru herusaha menciptakan lingkungan belajar yang memberi rasaaman kepada anak-anak. "a fully functioning self". demikian pula tentang orang lain serta mengetahui bahwa orang lain penting baginya. The need to be free from deep feelings of guilt (bebas dari rasa berdosa yang mendalam) 6. . The need for love and affection (cinta kasih) 2. The need to be free from deep feelings of fear (bebas dari rasa takut yang mendalam) 7. Int dapat dilakukan dalam kegiatan belajar dan kegiatan lainnya di sekolah.1.

yang diharapkan masyarakat dapat dan harus dilaksanakannya. dari anak sekolah. Akan tetapi bila ia tidak dapat memenuhinya ia akan mendapat celaan dan kecaman.  Ia melihat pentingnya manusia baginya. Ia tahu. ia akan merasa senang. ia akan senantiasa kreatif dalam peranannya. J. kebutuhan anak ditinjau dari segi psiko-biologis. Guru-guru dapat menggunakan prinsip-prinsip di atas sebagai pegangan untuk mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Berbarengan dengan pertumbuhan anak. Developmental tasks ini meningkat dengan bertambah usianya. tak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari segi masyarakat.  Oleh sebab hidup ini senantiasa berubah dan berkembang. tak ada jalan dalam hidupnya selain berpegang pada nilai-nilai. Havighurst dalam konsep developmental tasks yakni tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh seseorang. dan dalam penycmpurnaan diri melihat nilai membuat kesalahan. Developmental tasks ini tak ada akhirnya. masyarakat mempunyai tuntutan tentang kelakuannya. makin banyak hal-hal yang diharapkan orang tua dan masyarakat umum daripadanya. . Mengembangkan kepribadian anak juga akan membantunya mencapai tujuan-tujuan lain. Ia melihat dirinya sebagai pribadi yang senantiasa dalam proses perkembangan secara dinamis. Makin tambah usianya. dan ia akan berhasil melakukan tugas-tugas selanjutnya. akan pada usia tertentu ibu mengharapkan ia dapat melakukannya sendiri. Tiap individu mempunyai tugas-tugas tertentu. DEVELOPMENTAL TASKS Seperti kami katakan. bahkan dituntut oleh lingkungannya. Bila ia dapat memenuhinya. Sewaktu masih bayi ibu mengganti bajunya. Gejala ini dituangkan Erikson dan yang lebih terkenal R. dan seterusnya. mengembangkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. maka ia tidak merasa bahagia dan tidak akan sanggup melakukan tugas berikutnya dengan berhasil baik. Ini diharapkan. pemuda. sesuai dengan taraf perkembangannya.

Sukses dalam "developmental tasks" memberi pengaruh positif terhadap prestasi sekolah. Penelitian serupa ini perlu diadakan. sedangkan dari segi "developmental tasks" mengandung aspek sosial. Selanjutnya dapat memperjelas tujuan pendidikan dan saat yang lebih tepat untuk mengajarkannya. Dalam arti psikologis kebutuhan itu bersifat individual. Selanjutnya kami berikan "developmental tasks" bagi anak sekolah dan pemuda. masa tua. . ditinjau dari psikobiologis tidak perlu bertentangan dengan kebutuhannya ditinjau dari sudut masyarakat. Implikasi "developmental tasks" bagi kurikulum ialah. pemuda. berbeda dengan neg ara lain. Salah satu usaha untuk mempertemukan kedua aspek itu dilakukan oleh R. kalau kita ingin membantu murid-murid memecahkan kesukaran pribadinya dengan membicarakannya di sekolah. kebutuhan anak. kita memberikan bimbingan kepada anak untuk menyesuaikan diri dengan dunia dan dengan dirinya sendiri yang sedang mengalami persoalan itu. motivasi. dan lain-lain secara terpadu. Ditinjau dari segi ini kurikulum yang "child-centered" yang ekstrim tak dapat dipertahankan. sosial. emosi. Kita harus menyelidiki hingga manakah pokok-pokok yang di atas merupakan masalah-masalah bagi anak-anak Indonesia. Havighurst yang menggunakan pengertian "developmental tasks" yakni tugas-tugas yang tak dapat tiada harus dipenuhi oleh setiap anak sesuai dengan setiap taraf perkembangannya yang dituntut oleh lingkungan atau masyarakat. masa pensiun. Adanya developmental tasks ini memberi gambaran lain tentang kebutuhan anak.J. orang dewasa. Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum. Memenuhi tugas itu berarti kebahagiaan dan sukses dalam melakukan tugas-tugas berikutnya. Seperti telah dikatakan. sampai akhir hayat. bahwa kurikulum yang didasarkan atas konsep itu akan mempertemukan kebutuhan perkembangan fisik. Developmental tasks berbeda menurut kebudayaan tempat anak itu hidup. misalnya berbeda di berbagai daerah di Tanah Air kita.dihadapi oleh anak.

2. 2. Mempelajari peranan sosial sebagai anak laki-laki atau perempuan. 8. 3. Belajar bergaul dengan teman-temannya sebaya. Tugasnya ialah menerima bentuk badannya menggunakan sebaik-baiknya. Memupuk sikap terhadap golongan dan lembaga-lembaga sosial. itu sebagaimana adanya dan . Anak gadis menerima dan mempelajari tugasnya wanita dan anak laki-laki sebagai bakal bapak yang akan bertanggung jawab atas rumah tangganya. dan skala norma-norma.Kegagalan memenuhinya berarti kesusahan bagi individu. Mencapai kemerdekaan pribadi. Developmental tasks" untuk anak-anak ialah : 1. Mempelajari kecekatan jasmani yang perlu untuk permainan-permainan biasa. Memperoleh kemerdekaan emosional lepas dari kebergantungannya dari orang tua dan orang dewasa lain. Tugas ini sering dipersulit oleh adat istiadat. Mencapai hubungan sosial yang lebih memuaskan dan lebih matang dengan anggota jenis kelamin lain. Tugas ini harus telah dimulai sejak kecil. dan berhitung. Menerima dan mempelajari tugas atau peranan menurut jenis kelamin masingmasing sesuai dengan norma-norma masyarakat. Menerima baik keadaan badannya dan menggunakannya dengan efektif. menulis. Membentuk pengertian-pengertian yang perlu untuk kehidupan sehari-hari. 4. Memperoleh kecakapan-kecakapan fundamental dalam membaca. 9. 6. membebaskan dirinya dari sifat-sifat yang kekanak-kanakan. sikap orang tua. 3. Pemuda-pemuda ada yang bercita-cita mempunyai tampan seperti bintang film akan tetapi keadaan jasmaninya mungkin kurang sesuai dengan idamannya itu. Membentuk kata-hati. 5. 7. dan faktor-faktor lain. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sebagai organisme yang hidup. celaan oleh masyarakat dan kesulitan untuk tugas-tugas selanjutnya. 4. "Developmental tasks" bagi pemuda menurut Havighurst sebagai berikut : 1. kesusilaan.

7. Memperoleh kemerdekaan ekonomi. tugas ini terutama berlaku bagi anak pria akan tetapi berangsur-angsur bertambah penting bagi anak-anak wanita. Tujuannya ialah memperoleh sikap yang positif terhadap kehidupan keluarga dan pendidikan anak-anak. 9.5. Memupuk kelakuan yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Jean Piaget selama 40 tahun mengadakan penelitian tentang perkembangan intelektual atau proses berpikir anak. politik. Ia antara lain menemukan bahwa anak-anak pada mulanya masih berpikir . dan lain-lain. 6. Mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan rumah tangga. 8. 10. yakni dengan turut serta dalam kehidupan masyarakat dan negara sebagai orang dewasa dan memperhitungkan norma-norma masyarakat dan kelakuannya. lembaga-lembaga sosial. PERKEMBANGAN INTELEKTUAL Seorang ahli psikologi Swiss. "Developmental tasks" yang dikemukakan oleh Havighurst harus pula kita selidiki kebenarannya bagi anak-anak Indonesia dan menyesuaikannya dengan keadaan yang dihadapi oleh pemuda-pemuda dalam masyarakat kita. ekonomi. dari bayi sampai masa pemuda. Memperoleh sejumlah norma sebagai pegangan untuk kelakuannya yang digunakannya sebagai pandangan hidup untuk memahami kedudukannya di dunia ini serta hubungannya dengan manusia lain. Jabatan itu penting dalam masyarakat dan menjamin kemerdekaan ekonomi serta memberi kedudukan sosial. Tugas-tugas yang dihadapi mereka ditentukan oleh pertumbuhan psikobiologis yang mungkin mempunyai dasar persamaan bagi seluruh pemuda di seluruh dunia. Memperoleh kecakapan dan pengertian yang diperlukan untuk menjadi warga negara yang baik. yakni pengertian tentang undang-undang pemerintah. tetapi juga menunjukkan perbedaan karena tuntutan masyarakat yang berlainan di berbagai tempat.

2. mencari benda yang diambil dari penglihatannya. Fase pra-operasional (2 . karena isi gelas tinggi dipindahkan ke dalam gelas pendek. Anak-anak haru dapat memusatkan perhatiannya kepada satu variabel. koordinasi tangan . Ia telah dapat melihat hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Perkembangan intelektual menurut Piaget dalam garis besarnya adalah sebagai berikut : 1. subjektif.7 tahun)  masalah dipecahkan dengan memikirkannya. walaupun sebenarnya isinya sarna.mulut. misalnya matahari tidur. la juga belum dapat memahami bahwa satu objek dapat mempunyai lebih dari satu ciri yang dapat dimasukkan dalam klasifikasi yang berbeda-beda. akan tetapi bukan tangan kanan orang yang menghadapinya. sekitar usia 12 tahun ia mulai herpikir secara abstrak dengan menggunakan generalisasi dan konsep-konsep. Akan tetapi proses berpikir anak berkembang terus berkat bertambahnya pengalaman daan pengetahuannya. orientasi menurut bagaimana ia melihat sesuatu. koordinasi pengamatan alat . yang diperhatikannya hanya tingginya. hanya dari pandangannya sendiri. tinggi dan lebar gelas. Akan tetapi pada fase pertama pemikirannya terutama mengenai data yang konkrit. mengetahui tangan kanannya.2 tahun)  gerak refleks.menurut apa yang dilihatnya. Pada usia sekitar 7 tahun telah tampak pemikiran logis pada anak. perkembangan bahasa dan persepsi yang cepat (2 . pandangan animistis. misalnya bahwa seorang dapat tinggal sekaligus di Bandung dan di Jawa. mengacaukan khayal dan kenyataan.mata. pikiran dan bahasa bersifat ego-sentris. . Pada fase berikut.4 tahun). Kegiatan mentalnya ditujukannya kepada objek dan kejadian yang kongkret yang langsung di hadapannya.dria (sensory) dan gerakan (motoris). mengadakan berbagai usaha untuk mencapai tujuan. misalnya bahwa gelas yang lebih tinggi lebih banyak isinya daripada gelas yang pendek. Ia belum dapat melihat hubungan antara dua variabel. memandang benda mati seperti makhluk hidup. juga dapat melihat analogi. koordinasi tangan . Fuse senso-motoris (bayi .

15 tahun)  semua jenis masalah logis. namun perlu diolah secara mental. misalnya volume air tetap. dan dari perhatian untuk diri-sendiri ke orientasi kepada orang lain. masih belum dapat memecahkan masalah verbal yang agak kompleks. Fase operasi formal (11 . walaupun bentuk bejana berbeda. Adanya pembagian dalam fase-fase tidak berarti bahwa ada batas yang tegas antara fase-fase itu. telah dapat menganalisis validitas cara-cara berpikir. mulai dapat berpikir mengenai masalah konkrit. namun dapat dipengaruhi. pemikiran formal masih egosentris dalam arti masih ada kesukaran untuk menyesuaikan yang ideal dengan kenyataan. 4. kematangan.3. . Faktor-faktor yang dapat membantu perkembangan intelektual antara lain : a. Jika ia menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan struktur mentalnya. PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL Dalam garis besarnya perkembangan emosional bergerak dari kedudukaan kebergantungan ke taraf ketidak-bergantungan atau kemandirian. b. pengaruh lingkungan. artinya bahwa bila dihadapkan dengan masalah akan mengalami gangguan keseimbangan dan tidak akan puas sebelum masalah dipecahkan untuk mengembalikan keseimbangannya pada taraf yang lebih tinggi. Proses adaptasi dan asimilasi berjalan terus demikian mengembangkan kemampuan intelektualnya. pengalaman. transmisi sosial. Setelah itu dapat mengasimilasi hal-hal yang tercakup oleh struktur mentalnya. ia harus mengadaptasikannya dengan memben struktur mental tuk yang lebih tinggi. Fase operasional konkrit (7 . Dengan operasi mental dimaksud mengoperasionalkan pikiran. termasuk mengemukakan dan menguji hipotesis dapat dipecahkan. berpikir sambil memanipulasi benda. d. atau pendek kata berpikir. c.11 tahun)  memahami reversibilitas. Perkembangan intelektual berjalan secara kontinu. apa yang diperolehnya dari lingkungan kebudayaannya. terutama pertumbuhan. keseimbangan.

Kurikulum sekolah hendaknya membantu anak dalam transisi sosial untuk melepaskan diri dari ikatan keluarga dan pengaruh temah sebaya. untuk mencari identitasnya sendiri serta kemandirian yang diperlukan bagi setiap orang yang dewasa. seperti anggota masyarakat negara dan dunia. Perhatiannya masih banyak terhadap orang-orang yang dekat padanya dalam keluarga. Pada usia sekolah dan sepanjang di SD. Lambat laun. Anak itu. Ia selanjutnya berkembang sebagai anggota masyarakat yang lebih luas. apalagi bila orangtua ingin memperlakukannya seperti sediakala. yang mencari identitasnya sendiri serta kemandirian mulai berkonflik dengan orangtua. Dalam perkembangan sosialnya. ia berangsur-angsur menaruh perhatian kepada orang lain. intelektual. menjelang kedewasaan dalam banyak hal ia telah mandiri dan tak lagi banyak bergantung kepada orang tua sampai ia dewasa dengan kemandirian penuh. Dan akhirnya. yang makin merosot. dengan bertambahnya pengalamannya. . Ia dapat mengikat tali persahabatan dengan teman lain. serba tak tahu. Ia mulai bertanya. ikatannya dengan teman sebaya bertambah erat.Pada mulanya anak sangat bergantung terutama kepada orang tuanya. lambat laun ia lebih mampu mengurus diri sendiri. mengembangkan kemampuan untuk mengadakan hubungan intim dan akrab dengan seseorang sebagai persiapan untuk membentuk rumah tangga sendiri. ia mulai dapat mempengaruhi kelakuan orang lain dan senantiasa memperluas lingkaran pesahabatannya. Dengan berkembangnya dalam bidang fisik. khususnya ibunya. "Siapa saya?" Siapa dia. Pada scat inilah terjadi krisis identitas. bahkan pengaruh teman melebihi pengaruh orangtua. Untuk segala kebutuhannya ia memerlukan bantuan lingkungannya. ia mula-mula hanya menaruh perhatian kepada kepentingan dan perasaannya saja. bagaimana konsep dirinya banyak diperolehnya dari feedback atau reaksi orang lain terhadap kelakuannya. oleh sebab ia masih serba-lemah. menjelang dan selama masa pubertas. Ia juga harus mengembangkan diri dalam hubungannya dengan anggota jenis kelamin lain.

Apa yang diharapkan oleh orang yang dianggap sebagai sesuatu . Peneliti ingin mengetahui apa alasan atau sebab anak memilih jawaban tertentu.Perkembangan moral Tokoh yang paling terkenal yang telah ineneliti perkembangan moral anak ialah Lawrence Kohlberg. Orientasi instrumental Tindakan baik bila memberi kepuasan bagi diri atau juga bagi orang lain. berusia antara 10-28 tahun. masyarakat. Tingkatan konvensional Pada tahap ini anak ingin memelihara hubungan baik dengan orang lain. keluarga. Berhuat baik merupakan instrumen atau alat untuk menerima kebaikan dari orang lain. la memilih 50 orang. Kita menolong orang lain agar ia kelak akan menolong kita. Berdasarkan penelitian ternyata bahwa perkembangan moral anak melalui tahap-tahap tertentu. Kohlberg menemukan enam tingkatan dalam perkembangan moral yakni tingkatan pra-konvensional. Tingkatan pra-konvensional Pada tingkatan ini anak telah dapat merenspons terhadap aturan dan akan tetapi baik dan buruk diukur dari konsekuensi fisiknya berupa hukuman atau ganjaran dan pujian yang ditentukan oleh orang yang memegang otoritas. Tak mungkin seorang melompati salah satu tahap. Kepatuhan baik. konvensional. tanpa mementingkan konsekuensinya. 2. Orientasi hukuman dan kepatuhan Sesuatu dianggap baik bergantung pada hukuman atau akibat fisik baginya yang menyakitkan atau menyenangkan. 1. Hukuman harus dihindari dengan menunjukkan kepatuhan. menurut apa yang diharapkan. negara. pascakonvensional dan masing-masing tingkatan terbagi dalam dua bagian. Bahkan kita berbuat baik agar orang lain baik pula kepada kita. lalu mewawancarai mereka tiap tiga tahun selama 18 tahun. Dalam wawancara itu anak itu dihadapkan kepada situasi yang mengandung dilemma moral yang metnberi kemungkinan macam-macam jawaban. karena tidak menimbulkan konsekuensi fisik yang merugikan. menurut urutan tertentu.

Karena itu ia ingin menyesuaikan diri dengan harapanharapan itu dengan menunjukkan kesetiaannya kepada ketentuan-ketentuan demi ketertiban masyarakat. 5. Kebanyakan orang hanya dapat mencapai tingkat keempat. Orientasi kontrak-sosial legalistik Suatu tindakan dianggap baik sesuai dengan hak individu atas pemikiran yang luas serta mendalam serta diterima baik oleh seluruh masyara kat. 6. . Orientasi prinsip etis yang universal Tindakan dianggap benar bila dilakukan berdasarkan keputusan hati-nurani atau kata-hati. dengan itikad baik. dan harkat manusia sebagai individu. 3. Orientasi hukum dan aturan Kelakuan yang baik ialah mematuhi dan menghormati aturan.yang berharga. Tidak semua orang akan dapat mencapai tingkat moral tertinggi ini. Mematuhi peraturan adalah kewajiban baginya. maka secara legal undang undang dapat diubah berdasarkan pertimbangan rasional demi kepentingan masyarakat. Bila ada kesepakatan masyarakat mengenai prinsip tertentu. Ia berkelakuan baik bukan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya akan tetapi karena kebaikan itu diharapkan oleh masyarakat daripadanya. Tingkatan pasca-konvensional atau tingkat otonom. tingkat berprinsip. undangundang dan hukum yang telah ditentukan oleh yang yang berkuasa demi ketertiban masyarakat. 4. kesamaan hak manusia. Pada tingkatan ini individu merumuskan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moralnya atas pemikiran kritis serta mendalam. Orientasi kerukunan antar individu Kelakuan yang baik ialah yang menyenangkan orang lain yang dilakukan . sesuai dengan prinsip-prinsip etis yang universal seperti keadilan sosial.

g) menyuruh anak membuat huku harian. J. (Shaver. Seuaikan diri agar mendapat penghargaan dari orang yang memandangnya dari segi kepentingan umum. bukan saja dalam situasi kelas melainkan juga sewaktu bermain-main. f) menyelidiki hasil-hasil pekerjaan anak. 3.P dan Strong. antara lain : a) mengamati dalam berbagai situasi dan lingkungan. h) mengumpulkan segala keterangan mengenai anak itu dalam bentuk "cumulative record" yakni pengumpulan segala keterangan mengenai anak itu. Sesuaikan diri agar memperoleh pujian atau ganjaran dan agar kebaikan itu mendapat balasan. Sesuaikan diri agar jangan mengutuk diri sendiri. Pada masa yang akan datang diharapkan akan ada bermacam-macam test untuk mengenal inteligensi anak Indonesia dan segi-segi kepribadian lainnya. bukan di sekolah saja. 5. d) mempelajari anak dalam hubunganya dengan anak-anak lain dengan metode sosiometri. dengan orang tuanya dan dengan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan anak itu. h. bersandiwara dan lain-lain. 4. 6. berkaryawisata. melainkan juga di luar sekolah. 2. Sesuaikan diri untuk mencegah tindakan dari orang yang berkuasa.149) Ada berbagai cara untuk mempelajari anak. W. Sesuaikan diri agar mengelakkan kecaman atau kebencian orang.Secara sederhana tingkat perkembangan moral (Kohlberg) dapat digambarkan sebagai berikut : 1. b) mengadakan percakapan dengan anak. Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. c) menggunakan test dan angket. yang dimulai pada saat ia masuk ke Taman Kanak-kanak dan terus-menerus ditambah dari tahun ke tahun dan "menyertai" anak ke sekolah mana saja pun ia pindah. . e) mengadakan catatan berkala atau anecdotal record mengenai kelakuan anak itu dalam situasi-situasi tertentu.

5. Kurikulum hendaknya memperhitungkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin dapat berkembang sesuai dengan bakatnya. Robert Havighurst mempertemukan perkembangan individu dengan tuntutan atau harapan masyarakat dalam konsep " developmental tasks". banyak pula persamaan antara mereka. Louis Raths. Walaupun tiap anak berbeda dengan anak lain. Pendidikan harmonis mencakup perkembangan kognitif. Jean Piaget mengadakan studi yang mendalam tentang perkembangan intelektual anak. Anak merupakan keseluruhan dan bereaksi sebagai keseluruhan terhadap lingkungannya. fase operasional kongkret. Kurikulum yang semata-mata didasarkan atas kebutuhan dan minat anak yakni child-centered curriculum dikatakan ekstrem karena anak selalu berada dalam masyarakatnya dan tak dapatmelepaskan diri dari tuntutan masyarakat. mempunyai ciri-ciri tersendiri. RANGKUMAN 1.. Sejak itu anak menjadi faktor yang harus dipertimbangkan dalam kurikulum. Ia membedakan fase sensomotoris. atau perkembangan intelektual. Kebutuhan anak dapat ditinjau dari segi anak dan dari segi masyarakat. fase pra-operasional. 8. afektif dan psikomotor. Tiap anak unik. Abraham Maslow. Banyak tokoh pendidikan yang dipengaruhi olehnya. 7. Kedua segi ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Ada berbagai cara bagi guru untuk mempelajari anak. . 11. Lawrence Kohlberg menggunakan pola Piaget untuk mempelajari perkembangan moral pada anak. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Pandangan tentang anak berubah secara radikal oleh Jean Jacques Rousseau. 10.i) mengadakan penyelidikan yang mendalam mengenai riwayat hidup dan kelakuan anak (case study). dan fase operasional formal. 9. 3. social dan fisik. lain daripada yang lain. emosional. biasanya mengenai anak yang sukar dididik. 4. Earl Kelly mempunyai pandangan tertentu tentang kebutuhan anak. j) mempelajari buku-buku tentang anak-anak. 6. 2. 12.

yang manakah yang Saudara rasa perlu diberi perhatian dalam pendidikan kita? 9. Pilih salah satu anak yang tinggal dekat Saudara. . Adakah persamaan antara ketiga pendapat itu? yang manakah yang paling menarik bagi Saudara? Alasannya ?. Adakah Saudara lihat perbedaan "developmental tasks" dahulu dan sekarang? Apa sebab terjadi perubahan itu? 13. Kesulitan apakah Saudara hadapi? 7. Coba terapkan beberapa cara guru untuk mengenal anak. dan Kelly. dan apa sebabnya? 12. Apakah jasa Rousseau bagi pendidikan. Adakah perbedaannya? Dalam hal apa. 3. 6. Bila diperhatikan kebutuhan anak yang disebut oleh Maslow. Adakah bukti Saudara. 5. Catat perbedaan- perbedaan yang Saudara observasi. Bandingkan kebutuhan anak menurut Abraham Maslow dengan apa yang dikemukakan Raths. Selidiki hingga mana perbedaan individual diperhatikan di sekolah kita. Bandingkan "developmental tasks" di desa dan di kota. Andaikata Saudara ingin memperhatikan perbedaan individual bagaimanakah dapat melakukannya dalam pelajaran yang Saudara berikan. 2.PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa tafsiran Saudara bahwa anak itu suatu keseluruhan. Bandingkan pendapat Rousseau dengan semboyan pendidikan kita "Tut Wuri Handayani". 8. Sesuaikah kebutuhan pemuda seperti dikemukakan Donald Doane dengan kebutuhan pemuda kita? 11. Cuba pikirkan apa sebab demikian halnya. Perhatikan sekelompok anak bermain atau berkumpul. 4. Ratsh dan Kelly. Yang manakah di antara "The Ten Imperative Needs" yang menarik bagi Saudara yang menurut pendapat Saudara perlu dipertimbangkan dalam kurikulum kita? 10.

relatif lebih terbatas daripada kurikulum yang riil. nilai-nilai yang tertinggi dalam kelakuan anak-didiknya. kita dapat hertanya dalam arti apa kurikulum digunakan. kepala sekolah. Kurikulum yang riil. dan banyak kegiatan lainnya. ruang olah raga. Keduanya saling berkaitan. karyawisata. Perubahan kurikulum di sini berarti mengubah semua yang terlibat di dalamnya. tempat bermain. juga orang tua dan masyarakat umumnya yang berkepentingan dalam pendidikan sekolah. bahwa . Kurikulum ini sangat erat hubungariya dengan kepribadian guru. Kurikulum yang formal. Dalam hal ini guru lebih besar kesempatannya merjadi pengembang kurikulum dalam kelasnya. murid. yaitu guru sendiri. mengubah pedoman kurikulum. Kurikulum dapat juga dilihat sebagai produk yaitu apa yang diharapkan dapat dicapai siswa dan sebagai proses untuk mencapainya. Kurikulum dalam arti ini tak mungkin direncanakan sepenuhnya betapapun rincinya direncanakan.BAB 5 PROSES PERUBAHAN DAN PERBAIKAN KURIKULUM MAKNA PERUBAHAN KURIKULUM Bila kita bicara tentang perubahan kurikulum. warung sekolah. Selanjutnya kurikulum dapat ditafsirkan sebagai apa yang dalam kenyataan terjadi dengan murid dalam kelas. Mengubah kurikulum dalam arti yang luas ini jauh lebih luas dan dengan demikian lebih pelik. Dalam hal ini dikatakan. melainkan segala sesuatu yang dialami ailak dalam kelas. pendek kata mengenai seluruh kehidupan anak sepanjang bersekolah. sebab menyangkut banyak variabel. Kurikulum dapat dipandang sebagai buku atau dokumen yang dijadikan guru sebagai pegangan dalam proses belajar-mengajar. karena dala:n interaksi dalam kelas selalu timbul hal-hal yang spontan dan kreatif yang tak dapat diramalkan sebelumnya. Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu direvisi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Akhirnya kurikulum dapat dipandang sebagai cetusan jiwa pendidik yang berusaha untuk mewujudkan citacita.bukan sekadar buku pedoman. penilik sekolah.

akan tetapi dapat juga memperburuk keadaan. maupun pengetahuan secara berimbang. Perbaikan berarti meningkatkan nilai atau mutu. kemudian tampil anak sebagai pusat kurikulum. Perubahan. Ada masanya pelajaran akademis yang diutamakan. masyarakat. Perbaikan diadakan untuk meningkatkan nilai. dan untuk mengetahuinya digunakan kriteria tertentu. pada taraf yang lebih tinggi. Perbedaan kriteria akan memberi perbedaan pendapat tentang baik-buruknya perubahan itu. sekalipun memberi perbaikan dalam segala hal bagi semua orang.perubahan kurikulum adalah perubahan social. kemudian disadari bahwa tak dapat anak hidup di luar masyarakat. PERUBAHAN DAN PERBAIKAN Perubahan tak selalu sama dengan perbaikan. Disadari bahwa dalam kurikulum tak dapat diutamakan hanya satu aspek saja. Namun demikian. sehingga kurikulum itu ditinggalkan atau diubah. Apa yang mula-mula diharapkan. akan tetapi perbaikan selalu mengandung perubahan. sesudah itu yang dipentingkan ialah masyarakat. Perbaikan selalu dikaitkan dengan penilaian. Macam-macam kurikulum telah diciptakan dan banyak di antaranya telah dijalankan. akan tetapi timbul pula perhatian baru terhadap pengetahuan akademis. BAGAIMANA TERJADINYA PERUBAHAN . dalam sejarah pendidikan. curriculum change is social change. Perubahan adalah pergeseran posisi. akan tetapi semua aspek : anak. kedudukan atau keadaan yang mungkin membawa perbaikan. Dalam bidang kurikulum kita lihat betapa banyaknya ide dan usaha perbaikan kurikulum yang dicetuskan oleh berbagai tokoh pendidikan yang terkenal. akhirnya ternyata menimbulkan masalah lain. Misalnya. dapat berubah menjadi anak yang mengenalnya lalu terlibat dalam kejahatan. bila dalam pelajaran akademis diutamakan hafalan fakta dan informasi. tak pernah sesuatu kembali dalam bentuk aslinya. Anak yang mula-mula tak mengenal ganja. Bila pada ketika kurikulum sepenuhnya dipusatkan pada anak. Perubahan di sini tidak membawa perbaikan. Biasanya yang lama itu timbul dalam bentuk yang agak lain. Namun demikian sering diadakan perubahan dengan maksud terjadinya perbaikan. kemudian diutamakan prinsip-prinsip utama.

Seperti manusia lainnya. misalnya motivasi intrinsik dengan janji kenaikan gaji atau pangkat. mengajak turut berpatisipasi. sebab . menyamakan pendapat sehingga selaras dengan pikiran para pencetus. karena telah biasa dengan cara-cara yang lama. akrab. mengemukakan perubahan sebagai masalah yang dipecahkan bersama. sehingga tidak terdapat perbedaan nilai lagi antara penerima dan pencetus perubahan. dengan menggunakan otoritas atau indoktrinasi. memperoleh kredit. yang lama ditinggalkan saja tanpa membekas. perubahan terjadi dalam tiga fase. dapat juga. fase legitimasi. menguji alternatif. pengumpulan data. tujuan. yaitu taraf permulaan ide perubahan itu dilancarkan. saatnya orang menerima ide itu dan fase kongruensi. bila dari pihak guru dirasakan kekurangan dalam keadaan. dan selanjutnya mengambil kesimpulan berdasarkan percobaan. namun dalam jangka panjang tidak efektif. dan selain itu diinginkan perubahan yang uniform di semua sekolah. PERUBAHAN GURU Perubahan kurikulum tak akan dapat dilaksanakan tanpa perubahan pada guru sendiri. sehingga timbul hasrat untuk memperbaikinya demi kepentingan bersama. guru juga sering tidak mudah berubah. Guru cenderung bersifat konservatif. Cara ini efisien. dianggap akan lebih mantap dan meresap dalam hati guru. Perubahan akan lebih berhasil. Dan bila ada perubahan atau perbaikan baru. paksaan keras atau halus. Akan tetapi karena prosedur ini makan waktu dan tenaga yang banyak. dan luas perubahan yang ingin dicapai. maka sering dijalankan cara otoriter. indoktrinatif. Setiap perubahan akan dapat mengganggu ketenteramannya. dengan menjelaskan sifatnya. segera luntur dan hanya diikuti secara formal dan lahiriah. Menjadikan perubahan sebagai masalah. melibatkan semua yang terlibat dalam perumusan masalah. biasanya tidak dapat bertahan lama. tanpa mengakui kemampuan guru untuk berpikir sendiri dan hanya diharuskan menerima saja. yakni fase inisiasi. Perubahan yang terjadi atas paksaan dari pihak atasan. Untuk mencapai kesamaan pendapat. Dapat juga dengan membangkitkan motivasi intrinsik dengan menjalankan sikap ramah. penuh kesabaran dan pengertian. saat orang mengadopsinya.Menurut para ahli sosiologi. berbagai cara yang dapat digunakan.

harus berusaha menimbulkan kebutuhan itu pada guru-guru. Namun apabila ia merasa ketidakpuasan dengan keadaan. sehingga guru-guru bebas mengemukakan pendapatnya. Pada saat itu ia terbuka bagi perubahan. Hendaknya ia sebanyak mungkin melibatkan guru dalam proses perubahan itu. maka ia dapat memperoleh pandangan baru tentang pendidikan. atau sebagai makhluk ekonomis yang harus diberi insentif. ataukah sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab atas mutu profesinya. atau sebagai makhluk rasional yang dapat diajak berpikir dalam memecahkan masalah bersama. mencari hipotesis atau alternatif. atau sebagai pegawai yang dapat dipaksa agar patuh. Seorang yang ingin melancarkan perubahan. mengumpulkan data. tidak akan diterima guru . Metode yang meniadakan peranan guru dan terutama didasarkan atas bahan yang telah tersusun. Sikap petugas pembaharu banyak berpengaruh atas kemantapan perubahan yang diinginkan. Ia akan menentang perubahan yang akan mengurangi kedudukannya. Ia juga menentukan bagaimana memandang guru. atau makhluk psikologis yang dapat dibujuk. Guru adalah tokoh utama dalam kelasnya. Perubahan hendaknya disertai pengalaman yang kongkret.tugasnya terutama untuk melestarikan kebudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Timbul padanya kebutuhan dan motivasi untuk menerima perubahan yang dapat memberi perbaikan. mengambil keputusan. maka ia mencari cara baru untuk mengatasi kekurangan yang dirasakannya pada dirinya dan dalam situasi pendidikan. apakah sebagai orang yang kurang terdidik yang memerlukan latihan. Ia melihat situasi dengan mata lain. Ia dapat bersama guru merumuskan masalah yang dihadapi yang akan dipecahkan bersama. menguji-cobakannya dan mengevaluasinya. Selain itu ia jangan bertindak sebagai orang yang serba tahu yang akan mengubah kelakuan guru. hendaknya ia hati-hati menggunakan kekuasaan dan kewibawaannya. Walaupun petugas itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Bila ia memperoleh informasi melalui ceramah atau bacaan. uang. Dalam proses itu hendaknya selalu diusahakan komunikasi terbuka.

Tiap organisasi mempunyai struktur sosial tertentu. memantapkan perubahan itu. terbuka bagi pikiran orang lain dan terbuka bagi perubahan. Ada yang ikut-ikutan tanpa komitmen. Menurut para ahli dalam "social engineering" dalam usaha mengadakan perubahan dapat dilalui empat Iangkah. MENGUBAH LEMBAGA ATAU ORGANISASI Mengubah lembaga atau organisasi menghadapi kesulitan lain. Orang yang berperan sebagai pengubah kurikulum harus dapat bekerjasama. Perubahan hanya dapat berhasil bila semua bekerja-sama. Tiap orang mempunyai status tertentu dan menjalanakan peranan tertentu yang memberinya harga diri atau kekuasaan. dan pikiran akan menemui pertentangan. Diusahakan mengenal daya-daya yang membantu dan menghalangi perubahan itu dan diadakan usaha untuk memperkuat daya-daya yang menyokong sambil melemahkan. ada yang menentangnya terang-terangan atau diam-diam. Hendaknya dicegah timbulnya popularisasi. waktu. Sikap orang terhadap perubahan berbeda-beda. harus dapat mempengaruhi orang dan memberi inspirasi. mengadakan perubahan itu. Untuk mengadakan perubahan. Akan tetapi ia harus seorang profesional. Sering pula organisasi itu mempunyai hierarki yang ketat. Ia hendaknya diakui sebagai manusia. dan 4. Ia harus mempunyai sensitivitas sosial. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dan kepekaan sosial. . 2. melumpuhkan bahkan meniadakan daya-daya yang menghambat. menganalisis situasi. namun rendah hati dan tidak memamerkan pengetahuannya.dengan senang hati. ada yang ikut sekadar mengamankan diri karena takut bila ia mendapat tindakan. 3. Juga perubahan yang meminta pengorbanan tenaga. mengikuti prosedur yang tetap. ada pula yang acuh-tak-acuh. Mengadakan dalam struktur itu dapat mengancam ke dudukan seseorang. Ada yang bersedia menerimanya. harus diketahui dan dipertimbangkan keadaan yang ada. yaitu dua pihak yang bertentangan. menentukan perubahan yang perlu diadakan. yakni 1.

Kedua. seakan akan tiap penyimpangan dari apa yang telah ditentukan dalam pedoman kurikulum akan dianggap sebagai pelanggaran. betapapun rincinya kurikulum ditentukan oleh pusat. tidak mendapat insentif dan hanya menerima penghargaan finansial berupa gaji seperti guru lain yang hanya mengikuti tradisi. selalu cukup banyak kesempatan bagi guru untuk berperan sebagai pengembang kurikulum. Akan tetapi seperti telah dikemukakan di atas. demikian pula tiap kurikulum. kebanyakan guru mempertahankan cara-cara lama yang telah teruji dan telah dikenalnya dengan baik dan dijalankan secara rutin. guru atau siapa saja yang mengadakan perbaikan. Bila timbul keyakinan akan kebaikan perubahan itu. pendidikan. Dapat disebut beberapa sebab kelambanan itu. pendidikan. Juga Kanwil tidak menyediakan petugas yang bersedia dipanggil kapan saja guru atau sekolah memerlukan bantuannya guna mengatasi kesulitan yang dihadapi berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. mempunyai sejumlah kelemahan.Semua harus menyadari adanya masalah yang dihadapi serta kemungkinan untuk mengadakan perubahan. perubahan dalam pendidikan berjalan dengan lamban sekali. Praktik-praktik yang telah dijalankan ratusan tahun yang lalu masih berlaku. Tentu saja diharapkan agar guru- . maka besar harapan akan diterima dan digunakan untuk masa selanjutnya. termasuk kurikulum belum cukup mempunyai dasar ilmiah. Diusahakan agar semua menaruh minat terhadap usaha itu. Keempat. Belum dapat diramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi bila dijalankan metode tertentu. sedangkan cara-cara yang baru sangat sukar diterima dan membudaya. KELAMBANAN PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN Dibandingkan dengan bidang pertanian. Setiap metode. seperti halnya dalam bidang pertanian yang menyediakan petugas lapangan. betapapun banyak kebaikannya. Kelima. kurikulum yang uniform menghambat ruang gerak guru untuk mengadakan perubahan dan menimbulkan kesan. Ketiga. Terlampau banyak variabel yang mempengaruhi hasil suatu tindakan pendidikan. yang bersedia memberi bantuan kapan saja diperlukan. Pertama. tidak mempunyai petugas tertentu. Diberi waktu untuk membicarakan dan memikirkan makna perub ahan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan itu bagi lembaga atau organisasi dan dengan percobaan mempraktikkannya memperIihatkan manfaat perubahan itu. termasuk kurikulum.

padahal mengajar itu selalu merupakan "adventure" penuh rahasia yang menarik untuk dipikirkan. Lebih banyak risikonya ialah restrukturisasi. 2. misalnya peralihan dari kurikulum . yang memberi peranan baru kepada guru dan memerlukan tenaga dan fasilitas baru. Alterasi juga berarti perubahan. TINGKAT PERUBAHAN Peruhahan kurikulum dapat kecil dan sangat terbatas. perubahan yang paling besar risikonya ialah bila dituntut orientasi nilai-nilai baru. Dan akhirnya. substitusi. STUDI TENTANG KEBERHASILAN PERUBAHAN KURIKULUM Othanel Smith dan D. Perubahan ini lebih sulit lagi dibandingkan dengan perubahan sebelumnya. yang dapat mempengaruhi jam pelajaran bidang studi lain. yakni . orientasi baru. dan 5. restrukturiSasi. dengan meniadakan yang lama. variasi. Substitusi dapat berupa mengganti buku pelajaran. Perubahan itu dapat berupa : I .. sedangkan di pihak lain dikurangi waktunya. Dengan variasi dimaksud menerima metode yang berhasil di sekolah lain untuk dijalankan di sekolah sendiri. misalnya menjalankan team teaching. karena perlu diyakini apa sebab perlu jam pelajaran ditambah. misalnya IPS dengan buku karangan orang lain yang dianggap lebih baik. 4. dalam hal ini misalnya menambah atau mengurangi jam pelajaran untuk bidang studi tertentu. yang "subject-centered" menjadi "unit approach". alterasi. dapat pula luas dan mendasar. Orlosky mempelajari berbagai perubahan dan pembaruan kurikulum dalam 80 tahun akhir-akhir ini di Amerika Serikat. Jadi di sini perubahan itu sangat kecil hanya mengganti atau menukar buku pelajaran.guru lebih banyak diberi peluang untuk mencari cara-cara baru atau lebih menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan murid dan lingkungan. 3. Perubahan serupa ini memerlukan perubahan pada guru yang harus mempelajari dan menguasai cara baru itu. atau kurikulum yang berpusat pada pengetahuan akademis menjadi kurikulum yang berpusat pada anak atau macam-macam pendekatan lain dalam kurikulum. Perubahan ini lebih sulit diadakan dibanding dengan substitusi. Pengawasan yang terlampau ketat dari atasan akan menghambat berkembangnya inisiatif dan kreativitas guru dan merendahkannya menjadi sekadar tukang yang banyak bekerja secara otomatis dan rutin.

Perubahan tidak akan diterima atau bertahan lama. atau mendapat tantangan dari pihak guru. perubahan kurikulum hendaknya menyesuaikan diri dengan "kebudayaan" guru. Vocational and technical education dapat diterima dengan mudah. Creative education atau Core curriculum. Juga Activitiy Curriculum. Nilai 3 artinya perubahan dan nilai 4 menunjukkan bahwa perubahan itu telah berhasil memasuki semua sekolah. Selain itu. Community school. Merombak kurikulum mengandung banyak risiko tanpa jaminan akan berhasil baik. Nilai 1 berarti bahwa ide pembaruan itu tidak dilaksanakan di sekolah dan sukar dicari realisasinya di sekolah. atau mengubah peranannya. pikiran. Sebaliknya Driver education. bahwa perubahan itu tidak diterima secara meluas. bila kurang dukungan dari masyarakat. jadi telah membudaya. Environmental education.atau menghilangkan kekuasaan guru. bila terlampau banyak tuntutan. Apa sebab ada yang diterima sedangkan ada pula yang kebanyakan ditolak? Ternyata menambah atau mengurangi mata pelajaran lebih mudah diterima daripada reorganisasi seluruh kurikulum. seperti halnya dengan Sex education. hanya berupa ide akan tetapi tidak ada perwujudannya di sekolah.yang terjadi sebelum dan sesudah 1950. karena mengurangi . selain dengan kebudayaan masyarakat. sedangkan Thirty school experiment yang mengharuskan perombakan kurikulum secara menyeluruh hanya tinggal cita-cita yang tak berwujud. Environmental education. waktu dan pengorbanan dari pihak guru. Sex education dan Unit method kurang mendapat "pasaran". Thirty school experiment. Safety education dan Vocational and technical education pada umumnya diterima baik oleh kebanyakan sekolah. Penelitian dan perkembangan ternyata tidak . yaitu cara mereka lazimnya berpikir dan berbuat. seperti Activity curriculum. Keberhasilan perubahan atau pembaruan mereka beda penilaian 1 sampai 4. Elective System. Atau. Nilai 2 artinya. Ternyata bahwa kurikulum seperti Core curriculum. Creative education. Misalnya Driver education. namun mempunyai pengaruh terhadap pendidikan. tenaga. Community school.

Tentukan kegiatan yang sesuai. kelompok studi. PETUNJUK TENTANG PROSES PERUBAHAN . melanjutkan. misalnya ada yang lebih serasi bila dilakukan oleh panitia. dapat memberi bantuan masing-masing dalam perubahan kurikulum. dan memantapkan perubahan. konperensi. misalnya perbaikan pengajaran bahasa. demikian juga inservice education dan pengembangan staf. observasi. Mereka harus diikutsertakan dalam merumuskan dan memecahkan masalah yang dihadapi bersama.efektif dalam perubahan kurikulum. Keberhasilan perubahan bergantung pada kualitas dan kuantitas para peserta. Juga bahan pelajaran seperti paket pelajaran. misalnya dari Kanwil atau Perguruan Tinggi Perlu disediakan sumber dan bahan yang diperlukan. Pelaksanaan perubahan memerlukan waktu. TV. atau menggunakan alat-alat seperti tape-recorder. Ada kalanya diperlukan bantuan dari orang lain. Selain itu penataran atau mengikuti kuliah di perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan pengetahuan dalam disiplin tertentu. Dalam perubahan kurikulum kepala sekolah memainkan peranan yang sangat penting. demonstrasi. jangan pula terlampau lambat. Suasana kerja harus memberi kesempatan bagi peserta untuk mengeluarkan buah pikirannya secara bebas. karena dialah yang mempunyai kekuasaan dan kewibawaan dan kepemimpinan untuk melancarkan. Saran-saran mereka harus diperhatikan. Hen daknya dijauhi hal-hal yang dapat mengganggu. Mendesak agar cepat bekerja akan cepat menghasilkan pekerjaan yang tergesa-gesa dan tidak cermat. BEBERAPA KURIKULUM Di bawah ini diberi sejumlah saran-saran singkat tentang Iangkah-langkah dalam proses mengubah kurikulum : 1. jangan terlampau cepat. diperlukan waktu 3-4 tahun. Pupuklah suasana dan kondisi kerja yang serasi. dapat pula mengadakan wawancara. Ada kalanya untuk suatu program. Berikan waktu yang cukup. Perubahan harus responsif terhadap kebu tuhan dan kemampuan guru. 3. workshop. pusat alat instruksional dapat memberi sumbangan dalam perubahan kurikulum. 2. dan lain-lain. seminar.

mustahil meliputi kegiatan guru-siswa sampai hal yang sekecil-kecilnya. Demikian pula. menentukan hanya sampai tujuan instruksional umum. Baru kemudian ditentukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan itu. Tentukan prosedur penilaian dalam tiap usaha perubahan. PROSES PERBAIKAN KURIKULUM Seperti telah dikemukakan. Dalam arti terakhir ini. Kurikulum sekolah kita. Dalam posisi itu boleh dikatakan ialah pengembang kurikulum. sepenuhnya dalam tangan guru. Penilaian formatif dan sumatif untuk pelajaran yang diajarkan guru. Tak semua guru sadar akan peranannya sebagai pengembang kurikulum. yang berusaha jangan menyimpang sedikit pun dari ketentuan dari atasan. Yang diberikan terutama garis-garis besarnya. dan ada tidaknya perbaikan pengajaran dalam kelasnya bergantung pada ada tidaknya usaha guru. Bahan pelajaran juga hanya pokok-pokoknya. metode yang dianjurkan sangat terbatas dan tidak spesifik. karena ia memandang dirinya sekadar sebagai pelaksana kurikulum. Di pihak lain. Apa yang ditentukan oleh atasanya sebenarnya masih jauh dari lengkap. perbaikan kurikulum terutama tergantung pada guru. Yang merumuskan TIK-nya ialah guru. Dialah menentukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam kelasnya. akan tetapi dapat men- . Ia tidak terikat pada test tertulis. masih banyak yang harus dilengkapi guru. kurikulum dapat ditafsirkan sebagai segala sesuatu yang terjadi dalam kelas dan sekolah yang mempengaruhi perubahan kelakuan para siswa dengan berpedoman pada kurikulum yang ditentukan oleh Pemerintah. harus segera ditentukan cara menilai hingga mana tercapainya tujuan itu. Pada satu pihak. dan kalaupun dirincikan. Yang dihasilkan ialah suatu kurikulum nasional yang menentukan garis-garis besar apa yang harus diajarkan kepada murid-murid. kurikulum dipandang sebagai buku pedoman dan wewenang untuk mengembangkannya ialah pusat. Banyak lagi kesempatan bagi guru untuk secara kreatif memilih dari sejumlah besar metode. Setelah dirumuskan tujuan perubahan. Evaluasi dimaksud untuk memperoleh gambaran tentang taraf tercapainya tujuan. atau model mengajar yang tersedia.4. strategi. TIU. kurikulum bermacam-macam tafsirannya. kementerian Depdikbud.

Ia dapat menilai kemampuan kognitif pada tingkat mental yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat diukur dengan Ebtanas. dan lain-lain. Dan tiap guru berbeda pribadinya dengan guru lain. sikap dan aspek afektif lainnya. yang memerlukan pemikiran. walaupun berada di kota yang sama. Dalam hal inilah ia harus sadar akan fungsinya sebagai pengembang kurikulum. Pelajaran itu dapat berupa modul atau pelajaran berprograma. guru yang berjiwa dinamis dan terbuka bagi pembaruan.jalankan penilaian yang lebih komprehensif yang meliputi aspek emosional. Pendekatan kedua ialah meningkatkan mutu guru sehingga mampu menjalankan bahkan memperbaikinya bila ada kelemahannya. Sebaliknya . estetis. sosial. Antara kurikulum nasional yang dijadikan pedoman sampai perubahan kelakuan anak. Pendekatan pertama sangat mahal selain banyak kekurangannya. menyusun paket pelajaran sedemikian rupa. Ialah yang berada dalam posisi strategis untuk mengenal perkembangan anak. Fungsi ini tentu harus lebih disadari kepala sekolah yang bertanggung-jawab atas pendidikan di seluruh sekolahnya dan seyogianya berusaha sedapat mungkin mengadakan perbaikan kurikulum sekolahnya Tiap sekolah berbeda dengan sekolah lain. fisik. kreativitas. etis. sehingga guru hanya berperan untuk mengatur distribusi bahan itu menurut kecepatan anak. Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan dua macam pendekatan.apalagi sekolah di daerah lain yang berbeda sifat geografi dan sosialekonominya. berkompetensi tinggi. moral. masih terdapat jarak yang cukup luas. mental. Pada umumnya guru kita masih belum menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. Pendekatan kedua memerlukan guru yang profesional. Pendekatan ini pun tak mudah dijalankan karena menuntut kualitas guru yang tinggi yang masih belum terpenuhi pada saat ini. sosilal. Juga muridnya menunjukkan ciri-ciri khas yang mungkin bertukar dari tahun ke tahun. Kurikulum yang uniform dapat menjadi alasan bagi guru untuk menjauhi inisiatif perbaikan dan hanya menunggu instruksi dari pihak atasan. Dialah yang dapat menilai aspek-aspek kepribadian anak. Kurikulum kita uniform di samping usaha untuk sedapat mungkin mengatur apa yang harus dilakukan oleh guru sampai yang sekecilkecilnya. dan kegiatan guru. Pertama.

tidak mengenal sejarah perkembangan sekolah atau memahami kurikulum sekolah . bagaimana memanfaatkan balikannya. misalnya kurang mengenal potensi guru. pelajaran harus memperhatikan perbedaan individu dan mencari relevansi dengan kebutuhan setempat. Ada kemungkinan. cenderung mematikan kreativitas guru. Kurikulum bukan benda mati akan tetapi sesuatu yang hidup mengikuti perkembangan zaman. apakah perlu dicari proses belajar-mengajar baru. bagaimana menilainya. tujuannya harus diperjelas atau diubah. Bahan segera usang karena kemajuan zaman. demikian pula desain perbaikan atau implementasinya dan metode penilaiannya. Jadi perbaikan kurikulum tak kunjung berakhir dan bergerak terus.atasan yang tidak merangsang guru untuk bersifat dinamis dan memberi kesempatan serta dorongan untuk mencobakan perbaikan atas pemikiran sendiri dan tidak turut serta dalam usaha perbaikan dan penyesuaian dengan keadaan setempat. kurang mengenal keadaan masyarakat lingkungan. Sering guru-guru tidak mengenal betul situasi sekolah yang sebenarnya. dan sebagainya. bagaimana melaksanakannya. Langkah pertama ialah mengetahui dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai. Bila kita ingin memperbaiki kurikulum sekolah. bagaimana mengorganisasi bahan itu. sumber belajar yang tersedia di sekolah atau lingkungan. bagaimana cara mencapainya. agar usaha itu berhasil baik. sumber belajar apa yang diperlukan. Mengetahui Tujuan Perbaikan. Kurikulum tak kunjung sempurna dan senantiasa dapat diperbaiki. Mengenal Keadaan Sekolah. antara lain : y y y y y y y Mengetahui tujuan perbaikan Mengenal situasi sekolah Mengetahui kebutuhan siswa dan guru Mengenal masalah yang dihadapi sekolah Mengenal kompetensi guru Mengetahui gejala sosial Mengetahui perkembangan dan aliran dalam kurikulum. kita harus memperhatikan sejumlah dasar-dasar pertimbangan.

observasi. Mengetahui kebutuhan itu merupakan titik tolak bagi usaha perbaikan. Agar ada dorongan untuk memperbaiki kurikulum harus disadari adanya kesenjangan antara keadaan yang nyata dengan apa yang diharapkan oleh kurikulum resmi atau apa yang diinginkan siswa dan guru. dan sebagainya. Dalam semua hal itu mungkin terdapat kekurangankekurangan yang perlu mendapat perhatian. moral. atau bantuan yang dapat diperoleh. Mengenal Masalah Yang Dihadapi Sekolah. apakah perbaikan itu sungguh-sungguh mengenai inti persoalan ataukah hanya menyinggung gejalanya. hasil belajar. memperhatikan perbedaan individual. dapat diminta guru mengadakan ranking untuk kemudian didiskusikan selanjutnya dan memilih yang dirasa paling urgen. kebudayaan masyarakat anak. proses belajar-mengajar. macammacam golongan etnis. konsep-diri anak. misalnya dari staf perguruan tinggi. memilih bahan pelajaran . bahan pelajaran. Mempelajari Kebutuhan Murid Dan Guru. Sebaliknya yang dijadikan fokus perbaikan ialah masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari-hari. relevansi kurikulum. termasuk IKIP. analisis pekerjaan murid. Untuk mengetahui kebutuhan mana yang dirasa paling penting untuk diatasi. wawancara. Data tentang siswa. apakah guru -guru memang ingin mengadakan perbaikan yang dianjurkan. dan lain-lain. keadaan siswa secara keseluruhan. Juga dapat diadakan brainstorming dengan guru. sosial. bagaimanakah menyisipkan perbaikan itu kedalam kurikulum resmi. Suatu masalah ialah. cara murid belajar. Untuk melaksanakan perbaikan itu perlu diadakan studi yang lebih luas guna memperoleh data lain yang dirasa perlu. angket. sosiometri. keadaan rumah tangga. jumlah penerimaan. nilai-nilai dan harapan masa depan. intelektual. lulusan dan putus sekolah. Tujuan pendidikan seperti diharapkan Pemerintah dapat memberi dorongan untuk mengadakan peruba han dalam keadaan sekarang yang dirasa tidak memuaskan. yang sering berkenaan dengan metode mengajar. perkembangan fisik. orangtua atau murid untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam pendidikan di sekolah. Untuk memperoleh data dapat digunakan test tertutup dan terbuka.sebagai keseluruhan serta hubungannya dengan instansi lain.

kepala sekolah. dan sebagainya. dapat juga dari . serta menggunakan alat. seperti komputer. organisasi kelas. mengambil kesimpulan. psikologi anak. yakni merumuskan masalahnya. maupun dari luarnya. kemampuan untuk mengarahkan dan mengkoordinasi. Perbaikan kurikulum dapat berasal dari desakan dari dalam dunia pendidikan. masyarakat atau pemerintah. kemampuan mempertemukan pandangan yang bertentangan. mengadakan perubahan. Untuk memperbaiki kurikulum perlu diketahui kompetensi guru sebagai partisipan dalam pengembangannya. Mengenal Gejala Sosial. mencobakannya apakah benar hipotesis itu. proses mengajar-belajar. kemampuan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan. kemampuan bekerja-sama untuk menghasilkan pekerjaan yang bermutu. mengumpulkan data. kemampuan memilih dari sejumlah alternatif. sosiologi. dan lain-lain. mengimplementasikannya. Masalah juga dapat berasal dari murid. kemampuan untuk mencetuskan ide-ide baru. tidak prakis oleh guru dan tidak akan mendapat dukungan. cara meningkatkan motivasi siswa belajar. masalah itu dapat diperlukan sebagai cara pemecahan masalah pada umumnya. bahan pelajaran. orangtua. Sebaliknya jangan pula terlampau sempit sehingga tak bermakna. Jika telah ditentukan dan disetujui masalah perbaikan yang akan dikerjakan. kemampuan menyatakan pikiran secara lisan dan tulisan. mungkin tidak dirasa relevan. murid. Mengenal Kompetensi Guru. Masalah yang dipilih hendaknya jangan terlampau luas sehingga sukar dikendalikan. dan seterusnya sampai tercapai hasil yang memuaskan. Dari dalam pendidikan dorongan ke arah perbaikan dapat bersumber dari guru.yang lebih serasi. menentukan hipotesis. menilai untuk mcmperoleh balikan. fasilitas yang membantu proses belajar-mengajar. kemampuan mengadakaan eksperimen dan penelitian. selain kompetensi umum. serta memupuk suasana yang menyenangkan. seperti kemampuan membuat perencanaan. pengetahuan mereka tentang seluk-beluk kurikulum. kemampuan menganalisis situasi dan menafsirkan perbuatan. Masalah yang dianjurkan oleh pihak luar.

Juga dari pihak luar datang usul-usul perbaikan sekolah. Demikian juga suatu sekolah yang "favorit" karena mutunya. Pemilik sekolah dalam kunjungannya tentu akan memberi sejumlah saran ke arah perbaikan kurikulum. Murid-murid pun mempunyai sejumlah keluhan tentang kekurangan yang dirasakannya tentang sekolah. yang mungkin tidak dilakukan guru bidang studi lainnya. karena tiap orangtua mengharapkan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi anaknya. Kurikulum yang baik tidak diperoleh sekaligus dengan adanya kurikulum yang baru sama sekali. Misalnya. Hingga kini. tak perlu diambil risiko besar untuk mengadakan pembaruan total yang dapat menimbulkan goncangan besar di kalangan guruguru. Tiap guru mengalami hal-hal yang tidak memuaskan yang perlu diperbaikinya. dapat lebih meningkatkannya lagi. Orangtua pada umumnya belum menyadari sepenuhnya peran mereka dalam perbaikan sekolah. Masing-masing sekolah dapat berusaha mencapai . Bila kurikulum diperbaiki secara kontinu. lalu membiarkan keadaan berlangsung. Tak dapat kurikulum serentak diperbaiki dalam segala "front". Namun adanya keluhan itu seharusnya mendorong para pendidik untuk menilai diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. tanpa menunggu kemajuan sekolah lain yang ketinggalan. Namun suara masyarakat tentang pendidikan sering dicetuskan melalui koran dan mass media lainnya.penilik sekolah atau dari kementerian. Kepala sekolah sudah sewajarnya mencita-citakan sekolah yang baik. yang belum tentu memberi perbaikan. guru suatu bidang studi yang dinamis dapat memperbaiki pengajaran hidang studinya. Lagi pula keluhan itu perlu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh sebab tidak tiap keluhan mempunyai dasar yang kuat yang didukung oleh fakta. pada umumnya para pendidik. sedikit demi sedikit yang lazim disebut sebagai "broken front". Kurikulum harus dibangun terus menerus. Perguruan tinggi juga dapat menunjukkan keluhannya tentang mutu lulusan SMA dan konsumer para lulusan lembaga pendidikan merasakan kekurangan dalam tenaga kerja. Kurikulum yang barn sama sekali cenderung melenyapkan segala kebaikan kurikulum yang lampau. Tak semua keluhan itu dapat dipenuhi. khususnya guruguru belum berani mengambil inisiatif mengadakan perbaikan sendiri. sampai pada suatu saat lahir kurikulum baru.

Namun ada saja kemungkinan mengambil aspek-aspek tertentu yang dapat memberikan perbaikan dalam rangka kurikulum yang berlaku. sumber-sumber yang tersedia atau tidak tersedia. keunggulan dan tiap guru dapat mengusahakan tercapainya mutu yang senantiasa meningkat. Mengetahui Aliran-aliran Dalam Pengembangan Kurikulum. Biasanya ia bersifat eklektik. Berbagai aliran timbul untuk mencari alternatif baru sebagai reaksi terhadap praktik kurikulum yang berlaku sekarang. Maka karena itu guru dapat membukakan diri terhadap berbagai aliran dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum adalah bidang yang subur bagi penelitian. Ide-ide baru dapat menjadi pokok diskusi di kalangan guru. Kurikulum yang uniform mengenal standard minimal tidak menghambat mencapai mutu yang setinggi-tingginya. Sekolah yang ketinggalan dalam hal tertentu dapat belajar dari sekolah yang telah maju. Tiap aliran mengandung hal-hal yang positif yang dapat memperluas pandangan guru tentang kurikulum yang dapat mendorongnya untuk menerapkannya sejauh itu mungkin. dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SEKOLAH Agar usaha perbaikan kurikulum di sekolah dapat berhasil baik hendaknya diperhatikan langkah-langkah yang berikut :  Adakan penilaian umum tentang sekolah. Tak semua aliran baru dalam kurikulum dapat diterapkan. Perlombaan sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu hendaknya jangan dihalangi. Biasanya guru tidak berpegang secara ketat pada satu pola kurikulum tertentu. memilih apa yang dirasanya bermanfaat bagi tujuan tertentu."excellence". adanya diskrepansi antara kenyataan dengan apa yang diharapkan berbagai pihak. . Ia dapat pada suatu saat menggunakan teori belajar S-R mematuhi PPSI dan sesaat lagi menerapkan pendekatan proses yang berdasarkan teori belajar Gestalt. dan lain-lain. asal diadakan waktu khusus oleh kepala sekolah untuk membicarakan kurikulum sekolah secara berkala. Banyak buku dan karangan terbit berkenaan dengan studi tentang kurikulum. Banyak di antaranya yang hanya berupa ide saja tanpa direalisasikan.

Pada taraf permulaan hendaknya diambil suatu proyek yang sederhana. bergantung pada luas perbaikan yang akan diadakan. yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut di atas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak. yang besar harapannya dapat dilaksanakan dengan baik. menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna serta implikasinya.  Menyiapkan desain perencanaannya yang mencakup tujuan.  Memilih anggota panitia. sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masingmasing. penilaian. apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan. Perbaikan kurikulum memerlukan waktu lama sebelum membudaya. Selidiki berbagai kebutuhan. belum tentu dapat diwujudkan. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah.  Mengajukan saran perbaikan. Jadi jangan didesak melakukannya dengan tergesa-gesa. dan seterusnya. Perlu pula ditentukan batas waktu perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. percobaan.  Memantapkan perbaikan.  Menerapkan cara-cara evaluasi. Perlu pula memilih orang-orang yang benar-benar bermotivasi untuk mengadakan perbaikan dan mempunyai kompetensi yang memadai. bila ternyata usaha itu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya. Sering kurikulum yang dijalankan . metode penyampaiannya. Ketidakberhasilan akan menimbulkan kekecewaan dan keengganan untuk mengadakan perbaikan di masa mendatang. Ada perbaikan kurikulum yang fundamental yang makan waktu puluhan tahun. kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini. balikan. apakah sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. biasanya oleh kepala sekolah. yang dapat didiskusikan bersama. sebaiknya dalam bentuk tertulis. pelaksanaan. kadang-kadang 2 sampai 5 tahun. Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas.   Mengawasi pekerjaan panitia. perbaikan. cara mengevaluasi. menentukan bahan pelajaran. dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan. antara lain kebutuhan siswa.  Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya. kebutuhan guru. Apa yang indah di atas kertas.

Bila pendidikan mendapat sorotan dan kritik. bukan hanya sekumpulan halaman cetakan belaka. para ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya. khususnya IKIP. Dalam garis besarnya kita dapat membaginya dalam dua golongan. dan lain-lain. PESERTA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Siapakah yang diikut-sertakan dalam pengembangan kurikulum merupakan suatu masalah. Di belakangnya terkandung asumsi bahwa kurikulum menyusun suatu dokumen yang menjadi pegangan apa yang harus dip elajari siswa. Perubahan kurikulum senantiasa melibatkan perubahan manusia yang melaksanakannya. Dalam kelas. Dalam proses perbaikan kurikulum seperti ini diperlukan partisipasi dari semua yang tiap hari terlibat dalam kurikulum yakni guru. Yang memegang peranan dalam . banyak lagi yang turut terlibat dalam mutu kurikulum. yaitu daya-daya dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Kritik dan saran dari pihak luar biasanya bersifat umum. sedangkan sekolah harus menerjemahkannya dalam kegiatan yang lebih spesifik dan operasional. orangtua. Agar kurikulum berubah demi perbaikan. Dalam arti yang luas. Untuk melaksanakan kurikulum itu dan juga dalam usaha untuk mengubahnya agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dalam masyarakat tertentu diperlukan peserta lain. para ahli disiplin ilmu dari universitas banyak dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. guru sendiri harus berubah atau diizinkan.masih mirip dengan yang terdapat puluhan bahkan ratusan tahun yang silam. seperti golongan agama. seperti Pemerintah. oleh dianggap kurikulum adalah terutama menyampaikan ilmu pengetahuan. Apakah hanya pejabat Depdikbud ataukah masih diperlukan peserta lain? Setelah Jeomr Bruner yang mengutamakan struktur disiplin ilmu. Akan tetapi kurikulum yang sesungguhnya ialah apa yang terjadi dalam kelas dalam interaksi siswa dengan guru dan siswa lainnya dan dengan lingkungan. perguruan tinggi. Dalam kelas kurikulum resmi itu memperoleh bentuk yang tersendiri bila diterjemahkan dalam interaksi hidup antara guru dan siswa. kurikulum adalah benda hidup yang dinamis. industri. politik. kepala sekolah dan pemilik sekolah dari Kanwil. murid. bahkan didorong untuk berubah. merekalah yang pertama-tama yang harus berusaha mengadakan perbaikan.

tanpa memikirkan dan merenungkan apa yang dilakukannya. mengulangi caranya mengajar dari tahun ke tahun sampai akhir jabatannya. Sebagian dari waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk membicarakan kekurangan-kekurangan dalam penyelenggaraan kurikulum dan secara bersama mencari usaha perbaikan. Ia hanya dapat berkembang. la menganggap dirinya hanya sebagai pelaksana. sehingga ia tidak memperoleh input tentang proses belajar-mengajar dalam kelasnya. bila ia membiasakan diri (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa. Ia cenderung masuk cengkeraman rutin. Hasil pembicaraan akan diterapkan dalam kelas masing-masing lalu didiskusikan kemudian untuk menilai pengalaman guru masing-masing. Apa yang dikerjakan dalam kelasnya tertutup bagi dunia luar. bila sekolah secara berkala mengadakan rapat khusus untuk membicarakan hal-hal berkenaan dengan kurikulum serta perbaikannya. Jarang sekali pelajarannya dihadiri oleh orang luar. bila direnungkan apa yang . (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah. Jadi ia hanya terlibat dalam praktik. Dengan demikian guru-guru lebih memahami seluk-beluk kurikulum dan menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. bahkan yang mempunyai keahlian dalam bidang kurikulum. Mereka akan lebih memahami bahwa gurulah unsur utama dalam kurikulum. Pengalamannya selama puluhan tahun dapat merupakan pengalaman yang sama diulangi puluhan kali dan tidak tumbuh dalam profesinya. Sikap keterbukaan ini memungkinkannya belajar dari murid. Berbuat hanya menghasilkan pelajaran. atau pelaksana kurikulum yang kreatif evaluatif. (2) belajar terus dengan membaca literatur profesional. khususnya dalam hal kurikulum kelas atau bidang studinya. Pada saat ini guru belum menganggap dirinya seorang yang boleh bicara. ibarat tukang yang harus melaksanakan pekerjaan menurut instruksi. dari buku dan dari orang lain. Orang tidak belajar dengan sekadar berbuat. oleh sebab pada hakikatnya ia bekerja dalam dunia terisolisasi.proses perbaikan kurikulum ialah guru oleh sebab dialah yang paling bertanggung-jawab atas mutu pendidikan anak-didiknya. melakukan pekerjaan berkali-kali tidak memberi pelajaran. terbuka bagi pendapat mereka. Pertumbuhannya ini dapat dibantu. Semboyan "learning by doing" mempunyai satu syarat. Guru menghadapi kesulitan tersendiri.

dan teoritis. Namun pada tingkat kegiatan kelas. pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum. maka perbaikan itu tidak akan lama bertahan. Dalam usaha untuk mengadakan perubahan kurikulum. hendaknya diselidiki sikap dan reaksi guru terhadap perubahan itu dan mempertimbangkannya. maka ia akan lebih mudah menerimanyl karena instruksi atau paksaan. atau mengalami sendiri kegunaannya. konse ptual. PARTISIPASI MURID Pada umumnya kita belum mempertimbangkan peranan siswa dalam pengembangan kurikulum dan mereka memang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang itu. atau menganggap bahwa cara yang lama lebih bermanfaat dan yang baru terlampau banyak menuntut waktu dan tenaga. atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar. Di sekolah progresif kepada murid diberikan peranan yang lebih besar lagi tentang apa yang mereka harapkan dari pelajaran. Partisipasi murid sama sekali tidak . Perubahan harus diterima dengan rasa komitmen agar berhasil baik. bagaimana pendapatnya tentang . apakah dapat dilakukan dalam kelasnya. Perkembangan profesional guru juga terhambat karena tidak adanya perkumpulan profesional hagi berbagai golongan guru.. PARTISIPASI GURU Tiap guru mempunyai reaksi individual terhadap perbaikan kurikulum. apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik. SMP. Jika ia menyaksikan pelaksanaan. SMA. Pada umumnya guru akan bersifat kritis dan menilainya. bila guru bertanya. juga perkumpulan guru dalam bidang studi tertentu yang tidak terbatas pada tingkatan sekolah. apakah perbaikan itu hanya bersifat teori. seperti guru SD.dilakukan dan meningkatkannya pada taraf yang lebih abstrak. Guru mempunyai pandangan sendiri tentang kurikulum dan keberhasilan perubahan bergantung pada kesesuaiannya dengan nilai-nilai guru dan taraf partisipasinya dalam perubahan itu. pelajaran. dan lain-lain. Adanya perkumpulan profesional dengan terbitannya dapat merangsang guru untuk senantiasa melihat profesinya sebagai masalah yang secara kontinu mendorongnya untuk berpikir tentang kurikulum dan dengan demikian mempercepat perbaikan dan modernisasi pendidikan kita.

sekalipun keputusan selalu di tangan guru. Memaksakan kurikulum yang tidak mereka sukai. Sebagai pemimpin profesional ia menerjemahkan perubahan masyarakat dan kebudayaan ke dalam kurikulum. Pemimpin dianggap sebagai orang yang jauh lebih ban yak . dan memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. namun tidak ada yang dapat memberi jawaban yang memuaskan. Masih ada lagi golongan lain yang dapat membantu perbaikan kurikulum antara lain para inspeksi di Kanwil dan juga para orangtua dan tokoh-tokoh masyarakat. Ialah tokoh utama yang mendorong guru agar senantiasa mencari perbaikan dan mengembangkan diri. sekalipun tersembunyi terhadap pelajaran dan sekolah yang mereka nyatakan dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Ada kalanya dianggap bahwa seorang lahir sebagai pemimpin jadi bukan karena pengalaman. Perubahan dalam sikap pemuda-pemudi akibat dinamika masyarakat tidak dapat diabaikannya.berarti bahwa keinginan mereka harus diperturut akan tetapi pandangan mereka dapat dimanfaatkan. Walaupun banyak orang yang dapat memberi sumbangan kepada perbaikan kurikulum. Perubahan kurikulum hanya akan berjalan dengan dukungan dan dorongan kepala sekolah. mempertimbangkan. PARTISIPASI KEPALA SEKOLAH Kepala sekolah mempunyai kedudukan strategis dalam perbaikan kurikulum dan berbeda di garis depan perubahan kurikulum. yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka. la sendiri harus mempunyai latar belakang yang mendalarn tentang teori dan praktik kurikulum. akan menimbulkan rasa benci bahkan protes. Kepala sekolah dan stafnya tak dapat tiada harus bekerja dalam kerangka patokan yang ditetapkan oleh Depdikbud. hendaknya kepala sekolah dan guru-guru selalu rnemegang peranan utama untuk menerima. Rupanya kepemimpinan itu lebih kompleks daripada yang diduga semula dan timbul beberapa teori tentang hakikat kepemimpinan ini. KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN Telah banyak diadakan penelitian untuk mengetahui apakah sebenarnya kepemimpinan itu. ia dapat membangkitkan atau mematikan perubahan kurikulum di sekolahnya.

Apa yang dilakukan pemimpin sama pentingnya dengan bagaimana caranya melakukannya. inteligensi tinggi : sosial. Sebagai pembantu. kepemimpinan dianggap sebagai layanan kepada kelompok. Daftar ini rasanya masih dapat diperluas. Ada pula yang memandang kepemimpinan sebagai sesuatu yang dibagi bersama antara anggota kelompok guna mencapai tujuan-tujuan yang ditentukan bersama. Dalam segala situasi tertentu tampil pemimpin tertentu. Jadi pemimpin yang cocok untuk suatu situasi tidak akan cocok untuk situasi lain. verbal maupun akademis. karena dialah yang dianggap paling kompeten untuk tu gas itu. berminat untuk memimpin. kemampuan menyesuaikan diri dengan norma kelompok. bersemangat. Situasi itu membutuhkan seorang pemimpin yang dianggap mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan situasi itu secara efektif. akan tetapi tak ada yang dapat menjelaskan semua gejala kepemimpinan itu dengan memuaskan. Berbagai teori telah dipikirkan untuk menjelaskan hakikat kepemimpinan. menurut pengalaman dan pendapat seseorang. dan seorang tidak akan menjadi pemimpin yang efektif dalam segala situasi. Anggapan demikian menganut konsep yang otokratis tentang kepemimpinan. Teori ketiga ialah memandang kepemimpinan sebagai fungsi suatu situasi. Pemimpin ialah orang yang menentukan sedangkan yang lain harus mematuhinya. .tahu dan lebih kompeten daripada pengikutnya. antara lain empat yaitu identifikasi dengan kebutuhan orang lain. Jadi kepemimpinan bergantung pada tugas yang dihadapi. Kita tidak tahu yang mana di antara sifat-sifat itu yang paling penting. Salah satu teori memandang kepemimpinan sebagai orang yang memiliki sejumlah sifat yang membuatnya seorang pemimpin. pengendalian emosi. kesediaan memberi bantuan. Dalam organisasi yang demokratis pemimpin dianggap sebagai orang yang dapat membantu anggota lain untuk mengidentifikasi tujuan yang bermakna bagi kelompok dan membantu dalam mencapai tujuan itu. Pemimpin ditunjuk oleh kelompok untuk tujuan tertentu untuk jangka waktu yang tertentu.

pemanfatan buah pikiran anggota. dalam berbagai situasi pada waktu-waktu tertentu. adanya saling percaya. mengeritik pekerjaan yang tak bermutu. memupuk rasa hormat-menghormati. kekompakan. Pemimpin tidak memiliki sejumlah ciri yang sama. mengutamakan hasil dengan menentukan standar. Masalahnya ialah bagaimana mempertemukan kedua pendekatan itu. . Dalam kepemimpinan dapat dibedakan dua corak. Yang berorientasi pada tugas ingin agar pekerjaan selesai. Kepemimpinan mungkin fungsi interaksi antara berbagai variabel itu yang membuka kesempatan timbulnya pemimpin yang sentral tanpa menghalangi orang lain untuk menjalankan kepemimpinan bersama. yaitu menjadi pemimpin yang disukai dan mencapai hasil yang diinginkan. Kepemimpinan berbeda menurut sifat lingkungan. namun tidak dapat berlaku dalam segala situasi kepemimpinan. mendorong anggota bekerja dengan tenaga penuh agar mencapai kemajuan. sikap dan kebutuhan "pengikut" atau anggota kelompok pada saat tertentu. dan yang berorientasi pada hubungan manusiawi. Di lain pihak. kepemimpinan yang mengutamakan hubungan manusiawi. timbul dalam situasi tertentu. yaitu yang berorientasi pada tugas. saling menghormati. dan prioritas tujuan.Ketiga teori itu ada kebenarannya. namun tidak memberi hasil seperti kepemimpinan yang berorientasi pada tugas. Mungkin kepemimpinan bertalian dengan faktor-faktor pribadi. memelihara hubungan antar manusia yang baik. menetapkan waktu penyelesaian pekerjaan. namun selalu menunjukkan kualitas tinggi dalam hal tertentu. sifat tugas. Efektivitas kepemimpian antara lain bergantung pada kualitas hubungan antara pemimpin dan anggota kelompok. bersedia mendengarkan buah pikiran orang. bangkit dalam struktur suatu kelompok. percaya-mempercayai. distribusi kekuasaan. berusaha agar pekerjaan menyenangkan. semangat atau moral tinggi. atau menjadi pemimpin yang tidak hanya disenangi akan tetapi juga berhasil dan efektif. berusaha agar ia disenangi.

Kepemimpinan juga ditentukan oleh pandangan pemimpin terhadap manusia. Dalam perubahan kurikulum pemilik sekolah. Ia dapat memandang manusia sebagai makhluk yang pada hakikatnya baik dan dapat diberi kepercayaan akan berkembang dan melakukan tugasnya dengan baik. petunjuk-petunjuk pelaksanaan dan hukum pedoman. Sebaliknya ia dapat memandang manusia yang pada hakikatnya buruk. kepala sekolah atau guru harus diberi kekuasaan atau wewenang agar dapat menjalankan tanggung jawabnya untuk membuat rencana guna perbaikan. Perubahan ini menyeluruh dan dijalankan secara uniform di seluruh negara. menggunakan ancaman atau rasa takut. demokratis semu. Mengubah seluruh sistem pendidikan yang hanya dapat dilakukan oleh pusat yakni Depdikbud karena mempunyai wewenang penuh untuk mengadakan perubahan kurikulum secara total. STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Dengan strategi dimaksud rencana serangkaian usaha untuk mencapai tujuan. Tanggung jawab tanpa diberi kekuasaan tertentu cenderung tidak memberi hasil. dalam hal ini perubahan atau perbaikan kurikulum. . Dapat pula manusia dipandang netral. diorientasi kearah perbaikan. egoistis dan kerena itu perlu dididik. Untuk mengubah kurikulum dapat diikuti strategi yang berikut : 1. Usaha besar-hesaran ini hanya dapat dikordinasi oleh pusat dengan memberikan pernyataan kebijaksanaan. Kepemimpinan sering memerlukan otoritas atau kekuasaan. Strategi ini sangat ekonomis mengenai waktu dan tenaga bila mengadakan perubahan kurikulum secara uniform dan menyeluruh.Kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dapat menyeleweng menjadi kepemimpinan yang otokratis yang dapat bersifat paternalistik. tidak baik atau buruk akan tetapi mempunyai kebebasan untuk memilih dan memerlukan kesempatan dan hantuan menggunakan kehebasannya untuk memilih yang baik.

dalam jangka panjang ini dapat mengekang dan membatasi perbaikan kurikulum secara kreatif oleh guru-guru di seluruh negara. ada kalanya atas pemikirannya sendiri. Pedoman kurikulum hanya dapat dijiwai oleh guru dan pribadi guru terjalin erat dengan cara ia melaksanakan kurikulum itu. Cara ini cenderung bersifat birokratis yang dikatakan menyusun kurikulum "di belakang meja tulis" oleh tokoh-tokoh yang tidak atau kurang menceburkan diri dalam praktik sekolah yang sebenarnya. Bagaimanapun ketatnya perincian kurikulum. Kelaslah yang menjadi garis depan perubahan dan perbaikan kurikulum. Rapat-rapat mengenai perbaikan kurikulum sebaiknya dilakukan secara kontinu oleh sebab tujuannya tidak diperoleh sekaligus. yakni di sekolah dan dalam kelas. Bila semua perubahan kurikulum hanya datang dari pusat. Perbaikan yang sesungguhnya akan terjadi bila guru sendiri menyadari kekurangannya. Dalam kelas kurikulum menjadi hidup. Dalam pelaksanaan kurikulum dalam kelas terhadap murid yang berbeda-beda. Dalam menghadapi anak. yang riil. bukan hanya secarik kertas. Kurikulum yang nyata. Memusatkan perubahan kurikulum di kantor pusat tidak cukup melibatkan semua pakar kurikulum profesional yang tersebar di seluruh negara. hanya terdapat di mana guru dan murid berada. guru selalu mendapat kesempatan untuk mencobakan pikirannya sendiri. Mengubah kurikulum tingkat lokal.Dianggap bahwa di kantor pusat telah dihimpun personalia profesional yang paling unggul yang diberi fasilitas yang seluas-luasnya untuk merencanakan perubahan kurikulum itu sebaik-baiknya. atau interaksinya dengan . atau setiap tingkatan atau bidang studi. Memperbaiki kurikulum berarti hanya menerima kebijaksanaan orang-orang yang secara resmi diberi status sebagai pemimpin urusan kurikulum. 2. Ada sejumlah kelemahan yang terdapat dalam pendekatan ini. Di bawah pimpinan kepala sekolah dapat diadakan rapat seluruh staf. Di sinilah dihadapi masalah kurikulum yang sesungguhnya. mau tak mau setiap guru akan menghadapi masalah yang harus diatasinya. tak dapat tiada guru harus mengadakan penyesuaian.

Kini pengertian supervisi sudah berubah. Supervisi adalah memberi pelayanan kepada guru untuk memperoleh proses belajar-mengajar yang lebih efektif. sedangkan isinya secara detail tidak esensial. Apa yang dipelajari dalam inservice dan pengembangan staf hendaknya dipraktikkan. Supervisi. Ada menyebutnya "kurikulum plus". Bila dirasa perlu penilik sekolah dapat memberikan demonstrasi bagaimana melaksanakan suatu metode baru. Tujuannya ialah membantu guru mengadakan perbaikan dalam pengajaran. Perubahan kurikulum di sekolah tidak berarti bahwa sekolah itu menyendiri dan melepaskan diri dari kurikulum resmi. Sama sekali tidak dilarang memberi bahan yang lebih mendalam dan luas bagi anak-anak yang berbakat. Pengembangan staf atau staff development lebih tak-formaal.siswa dan dalam diskusi dengan teman guru lainnya. 4. Kedatangannya dipandang sebagai hari mendung penuh rasa takut yang dihadapi guru dengan segala macam tipu muslihat. Usaha perbaikan yang dijalankan oleh guru-guru memerlukan kordinasi kepala sekolah. lebih bebas disesuaikan dengan kebutuhan guru. Kurikulum resmi hanya memberikan kurikulum minimal yang diharapkan harus dicapai oleh segenap siswa di seluruh Indonesia. In-service training dianggap lebih formal. dengan rencana yang lebih ketat dan diselenggarakan atas instruksi pihak atasan. Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf. Sekolah itu tetap bergerak dalam rangka kurikulum resmi yang berlaku akan tetapi berusaha un tuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan lingkungannya serta berusaha untuk meningkatkannya. Dahulu pemilik sekolah mengunjungi sekolah untuk mengadakan inspeksi dan memberi penilaian terhadap guru dan sekolah. Dianggap bahwa kurikulum sekolah akan mengalami perbaikan jika mutu guru ditingkatkan. 3. Seorang pemilik sekolah harus . Adanya perbedaan antara apa yang diajarkan di suatu sekolah tidak perlu mempersulit anak pindah sekolah. selama sekolah itu mengajarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip atau struktur ilmu. Guru misalnya dapat disuruh mengobservasi dan menilai dirinya mengajar yang telah divideo-tape.

dan sebagainya. Ialah sebenarnya menjadi hulubalang dalam modernisasi pendidikan. fasilitas. Biasanya penelitian tidak langsung dapat ditetapkan dan melalui fase yang lama sebelum diterima secara umum. non-grading. 5. sayang tidak berbekas selanjutnya. Percobaan metode baru dilakukan secara berkala. metode unit. Demikian pula CBSA dan "muatan lokal" diujicobakan selain percobaan lainnya. penjadwalan. dapat menghamburkan biaya dan tenaga yang banyak.senantiasa mempelajari perkembangan kurikulum dan metode mengajar modern dan dapat pula menerapkannya. juga dalam bidang pendidikan di sekolah. open school. . tugas guru. Risiko pembaruan kurikulum tanpa ujicoba sangat besar. Reorganisasi sekolah. Reorganisasi diadakan bila sekolah itu ingin merombak seluruh cara mendidik di sekolah itu dengan menerima cara yang baru sama sekali. tanpa jaminan bahwa pembaruan itu akan membawa perbaikan. Hal serupa ini akan jarang terdapat di negara kita dewasa ini. Negara kita tidak tertutup bagi macam-macam pembaruan dalam pendidikan. Hal ini antara lain dapat terjadi bila sekolah itu akan menjalankan misalnya team teaching. administrasi. Ciri kemajuan ialah perubahan dan perbaikan. 6. antara lain sekolah pembangunan yang kemudian menjadi PPSI cukup dikenal. Yang lebih mungkin dilaksanakan ialah eksperimentasi. misalnya pengajaran modul. seperti bentuk ruangan. yakni mencobak an metode atau bahan baru. Penelitian atau research pendidikan belum cukup dilakukan di negara kita ini. kegiatan siswa. kecuali bila diadakan eksperimen dengan metode baru. Kemajuan komunikasi dan transpor membuka pendidikan kita bagi berbagai pengaruh di bagian lain dunia ini. dan lain-lain yang memerlukan perubahan dalam semua aspek pengajaran. Pada dasarnya setiap kurikulum baru harus diujicobakan lebih dahulu sebelum disebarkan di semua sekolah. Eksperimentasi dan penelitian.

Bila misalnya ada murid yang suka ribut dalam kelas. Penelitian adalah cara yang secara sistematis mengikuti langkah-langkah tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Ada guru yang menganjurkan anak yang ketinggalan agar belajar bersama dengan murid yang pandai. Maka guru harus lebih menyadari peranannya sebagai pengembang kurikulum. dan umum nya bila merasa kurang puas dengan apa yang dilakukannya. Masalah akan timbul.Secara kecil-kecilan yang tidak sistematis. dengan hipotesis. bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat murid itu akan berubah kelakuannya. guru menempatkannya di bangku paling depan. sebenarnya tiap guru pernah mengadakan eksperimentasi. Biasanya guru jarang melakukannya. Yang banyak dilakukan guru ialah percobaan kecil-kecilan yang kurang sistematis bila is menyadari adanya masalah yang dihadapinya dan berniat untuk mengatasinya. Perbaikan kurikulum pada hakikatnya terjadi dalam kelas dan dalam hal ini guru memegang peranan yang paling utama. melihat kekurangan pendidikan berdasarkan Ebtanas atau evaluasi lainnya. Bila diselidiki boleh dikatakan bahwa tiap guru pernah melakukan percobaan kecil-kecilan seperti ini. . atau guru memberi tanggungiawab kepada murid yang nakal. bila ia menghadapi suatu kesulitan dan mencari jalan untuk mengatasinya. bila guru itu mengadakan evaluasi tentang pekerjaannya sendiri. dan selain itu peka terhadap kritik dari dunia luar.

terutama akhir-akhir ini sangat cepatnya. Anak-anak meniru dan mengikuti kelakuan dan pekerjaan orang dewasa. pendidikan anak-anak untuk kehidupannya dalam masyarakat itu diselenggarakan di luar sekolah. yang menuntut syarat-syarat yang lebih tinggi dan lebih berat dari tiap warga negara. tradisional. Orang tua pada umumnya tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang layak untuk mempersiapkan anak-anak untuk memenuhi syarat-syarat yang dituntut oleh masyarakat. makin banyak yang harus diperoleh anak-anak. sehingga mereka pandai mengolah tanah. sehingga sering sekolah tidak sanggup mengikuti jejak kemajuan masyarakat. tanpa sekolah. Anak-anak harus memiliki bermacam-macam ketrampilan dan sejumlah besar pengetahuan agar hidupnya terjamin. sehingga ia dapat mengatur kelakuannya sesuai dengan norma-norma yang berlaku di lingkungannya itu. Dengan jalan demikian mereka dapat mengurus diri sendiri dan mencari nafkahnya dalam masyarakat itu. Akan tetapi pendidikan itu tidak serasi lagi apabila terjadi perubahanperubahan dalam masyarakat. Yang mendidik anak-anak ialah orang-orang yang mendapat latihan khusus untuk tugas itu. Perubahan dalam masyarakat. Sekolah tidak dapat bergerak secepat masyarakat. menanam padi. Demikianlah anak-anak memperoleh pendidikan yang lengkap serta fungsional dalam masyarakat yang statis itu. dan . Akibatnya: sekolah bertambah lama bertambah jauh ketinggalan dan dicap konservatif. diperoleh anak dari orang-orang di lingkungannya tanpa pendidikan formal di sekolah. Makin maju masyarakat. terpencil dan sederhana. memancing ikan atau berburu. Segala sesuatu yang perlu bagi pendidikannya. waktu manusia masih hidup dalam rombonganrombongan masyarakat kecil.BAB 6 KURIKULUM DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN Pada zaman dahulu. Di samping itu ia mempelajari adat istiadat yang turun temurun dari nenek moyangnya. makin banyak mata pelajaran yang harus dikuasai oleh anakanak dan karena itu bertambah lamalah mereka harus bersekolah.

mobilitas. dan aspirasi masyarakat. yang hanya menoleh ke belakang pasti tidak dapat memberikan pendidikan yang relevan. Sekolah yang tradisional. perkembangan. akan tetapi dalam masa modern ini sudah tidak lagi memenuhi tuntutan zaman. Karena itu setiap pembina kurikulum harus senantiasa mempelajari keadaan. kejahatan. karena cepatnya segala sesuatu berubah. mengasingkan diri dari masyarakat dan karena itu tidak mampu dan serasi lagi untuk mempersiapkan anak-anak bagi kehidupan mereka dalam dunia modem ini. Perkembangan ini menyebabkan lenyapnya jenis pekerjaan tertentu dan timbulnya berbagai macam pekerjaan lain. ekonomi. Pekerjaan kasar semakin lama semakin .sering sekolah berpegang teguh pada mata pelajaran yang dahulu memang fungsional. MASYARAKAT KITA DEWASA INI Mendidik anak dengan baik hanya mungkin jika kita memahami masyarakat tempat ia hidup. Bagaimana menghadapi perubahan ini bukan sesuatu yang gampang. Timbullah kecaman bahwa sekolah itu kolot. Perubahan-perubahan yang hebat dan cepat dalam masyarakat memberikan tugas yang lebih luas dan lebih berat kepada sekolah. politik. Salah satu ciri masyarakat ialah perubahannya yang cepat akibat perkembangan ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam teknologi. Anak-anak yang kini memasuki SD akan menghadapi dunia yang sangat berbeda dengan masyarakat 15 atau 20 tahun lagi bila ia menyelesaikan studinya di universitas. Seorang pengarang bernama Norman Cousins menulis buku "Modern Man is Obsolete" untuk memberi peringatan bahwa kita akan segera terbelakang bila kita tidak senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial. Produksi mobil yang berjumlah ratusan juta menimbulkan masalah jalan raya. kecelakaan. yang sering tidak dapat kita ramalkan akibatnya. Segala sesuatu mudah menjadi usang. keamanan. kegiatan. dan sebagainya yang banyak merepotkan karena kita tidak sanggup mengatasinya pada waktunya. Kritik serupa ini akan selalu timbul dan mengharuskan sekolah untuk meninjau kurikulumnya kembali agar lebih relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

pegawai pos. lapangan olah raga atau pusat rekreasi lainnya. Keluarga masih merupakan lembaga yang paling besar pengaruhnya terhadap Permusuhan dan peperangan dapat menimbulkan bahaya kemusnahan umat manusia karena tidak berhasil memupuk kerja sama antar perkembangan pribadi anak. rekreasi. Maka pentinglah anak-anak juga dididik dalam hubungan manusia dengan dunia internasional. dan sebagainya akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat Maka perlulah anak-anak dididik untuk menghargai jasa orang lain dan memberikan jasanya kepada masyarakat. Anak tidak lagi mempelajari suatu pekerjaan dari ayahnya. sudah tidak lagi sesuai dalam keadaan yang berubah. minuman. pembuangan sampah.berkurang. pengangkut sampah. Rekreasi yang dulu berpusat dalam keluarga kini sudah berpindah ke hioskop. Makanan. Akan tetapi keluarga sudah banyak melepaskan fungsinya yang dahulu. Tidak ada lagi zaman sekarang yang dapat memenuhi keperluan keluarganya. Kurikulum yang baik pada suatu saat. pakaian. Perubahan masyarakat mengharuskan kurikulum senantiasa ditinjau kembali. Pemogokan buruh lapangan terbang. Juga negara makin lama makin bergantung pada negara-negara lain. dan seribu satu macam kebutuhan lainya hanya diperolehnya berkat jasa orang lain. Kurangnya rasa kasih sayang orang tua dapat menimbulkan sikap agresif atau kelainan lain dalam watak seseorang. . Seorang gadis tidak lagi belajar menjahit dan ibunya. akan tetapi ia memperolehnya dari sekolah kejuruan. bangsa-bangsa. Di kota manusia menjadi semata-mata konsumtif. ia mengikuti suatu kursus. Peranan keluarga berubah bila dibandingkan dengan dahulu. Anak-anak harus belajar berpikir sendiri untuk menghadapi berbagai persoalan baru dan jangan hanya disuruh menghafal jawaban atas pertanyaan yang telah usang. sedangkan pekerjaan baru memerlukan pendidikan yang lebih lama. Fleksibilitas untuk mempelajari pekerjaan barn perlu dalam zaman modem ini. Kemajuan teknologi memperbesar kebergantungan manusia pada manusia yang lainnya.

Masalah lain yang dihadapi dalam masyarakat ialah pertambahan penduduk yang cepat. Anak-anak berusia 13-18 tahun jumlahnya sekitar 17 juta pada tahun 1974 hanya 4 juta yang bersekolah sedangkan yang belajar di universitas hanya sekitar seperempat juta atau 2. rumah sakit. termasuk pendidikan. air bersih. Maka karena itu di sekolah-sekolah yang maju juga disediakan fasilitas untuk kesehatan. Dalam zaman modern dengan teknologi yang maju masyarakat kita memerlukan rakyat yang terdidik. Kalau negara yang maju sudah sekurang -kurangnya memberikan pendidikan menengah atas. pemeriksaan gigi. Jumlah anak yang putus sekolah juga sangat mengkhawatirkan. Sekalipun dengan giat diusahakan keluarga berencana. Ada pendidik yang mengeluh bahwa kurikulum sekolah terlampau berat bebannya. apalagi menjalankan kewajiban belajar bagi semua anak berusia 7-12 tahun yang berjumlah sekitar 25 juta orang. transport. pendeknya semua aspek kehidupan. . Eksplosi penduduk itu dengan sendirinya mempengaruhi soal persediaan makanan. Maka perlulah kurikulum sekolah ditinjau kembali dengan tujuan agar hendaknya kurikulum itu jangan menjadi sebab maka demikian banyaknya anak yang putus sekolah. dan sebagainya. dan bahkan berusaha memberikan pedidikan tinggi kepada semua warga-negaranya. sedangkan kesehatan misalnya diserahkan kepada dokter. dan menginginkan agar tugas sekolah dibatasi pada pendidikan akadeinis. perumahan.5% dari pemuda berusia 18-28 tahun. makan siang. Sekitar 63% dan anak-anak yang memasuki SD tidak dapat menyelesaikannya. . maka dalam perjuangan hidup. keamanan. bimbingan penyuluhan.Hanya menambah fasilitas pendidikan serta tenaga pengajar untuk pertambahan penduduk 3 juta tiap tahun ia sudah merupakan pekerjaan raksasa.Banyak fungsi keluarga sudah harus dibebankan kepada sekolah. bangsa yang rendah pendidikannya pasti akan menderita kerugian. Namun anak itu merupakan suatu keseluruhan dan mau tak mau sekolah haru pula memperhatikan segala aspek s perkembangan anak. namun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta tiap tahun atau satu orang tiap 7.5 detik.

Maka perlu pulalah anak-anak diajak menilai secara kritis perubahan-perubahan dalam masyarakat sekitarnya dan dalam dunia umumnya. Pada satu pihak kita lihat sekolah itu sebagai lembaga yang harus mengawetkan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang dengan menyampaikan kepada generasi muda. dan pembina kurikulum. pendidik. dari desa ke kota. bahkan sering justru membawa masalah-masalah yang lebih pelik lagi. adat istiadat. Di atas telah dikemukakan beberapa masalah bertalian dengan masyarakat. Urbanisasi merupakan gejala yang umum di seluruh dunia dengan segala problema yang berkaitan dengan itu. dan tiap masalah menimbulkan masalah-masalah baru. Hanya sering kita terlambat mengenal akibatakibat perkembangan itu. Sekolah tak dapat tiada hams memperhatikannya bila kita ingin mendidik anak yang serasi untuk masyarakat sekarang. Tidak mudah memperoleh pendapat yang sama mengenai tugas sekolah. Apakah kebudayaan daerah. Akan tetapi tidak ada kepastian apakah dari kebudayaan itu yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Masih banyak lagi masalah lain. Pendidikan untuk memupuk saling pengertian antar suku bangsa yang beraneka ragam dengan menghilangkan prasangka atau buruk sangka perlu mendapat perhatian untuk memperkuat rasa kesatuan bangsa kita. kesenian daerah harus disampaikan kepada . Perpindahan penduduk melenyapkan isolasi suku-bangsa. Demikian pula tidak tiap perubahan atau pembaharuan berarti kemajuan. Bagaimana mempertimbangkannya dalam kurikulum adalah tugas yang terusmenerus akan dihadapi oleh guru. FUNGSI SEKOLAH DAN KURIKULUM Kurikulum sekolah banyak ditentukan oleh tanggapan orang tentang apakah sebenarnya fungsi sekolah bagi masyarakat.Kemajuan teknolologi dalam bentuk alat transpor memungkinkan manusia bepindah tempat dari pulau ke pulau. Tidak setiap kemajuan dalam ilmu pengetahuan teknologi membawa keuntungan dan kebahagiaan bagi umat manusia.

Ia tidak hanya mengharapkan bahwa pendidikan harus membawa perubahan dalam masyarakat akan tetapi mengubah tata-sosial. G. Othanel Smith bicara tentang pendidikan sebagai management and control of social change and as social engineering. agar kebudayaan yang diwariskan harus senantiasa ditinjau secara kritis dari segi keadaan dan problema zaman sekarang. Ada masanya dengan pengajaran dapat dilenyapkan kemiskinan. Para ahli sosiologi . Juga B. dan mengatur perubahan sosial. Counts mempunyai pendirian yang lebih jauh lagi. Ia menganjurkan. kemelaratan. Kalau kita tidak rnengendalikannya. apalagi dalam masyarakat yang kompleks sekarang ini. namun bahan apa yang harus di ilih masih dapat p menjadi persoalan.semua anak di daerah itu. Sekolah percobaan yang didirikannya merupakan masyarakat kecil tempat anakanak belajar dengan melakukan berbagai kegiatan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Tak semua orang akan dapat menerima fungsi sekolah yang demikian.S. kejahatan dan macam-macam penyakit masyarakat lainnya. John Dewey memandang sekolah sebagai alat yang paling efektif untuk merekonstruksi dan memperbaiki masyarakat melalui pendidikan individu. Banyak yang pernah diharapkan dari sekolah. Di lain pihak ada anggapan bahwa fungsi sekolah adalah memajukan masyarakat dan bertindak sebagai "agent of change". Ia mengatakan bahwa kita telah cukup memiliki pengetahuan tentang "social engineering" dan dapat memanfaatkannya untuk menguasai dan mengatur perkembangan masyarakat. and of educators as statesmen. bahkan kepada anak-anak di luar daerah itu? Apakah kebudayaan lama itu masih sesuai dengan keadaan sekarang? Apakah kebudayaan itu tak dapat menghalangi kemajuan dan perkembangan rasa nasional yang kuat? Haruskah kepada anak-anak diajarkan apa yang dipelajari orang tua mereka dahulu? Bahwa sekolah hams menyampaikan unsur-unsur yang baik dan berfaedah tak dapat disangkal. maka perkembangan masyarakat karena kemajuan teknik dan ilmu pengetahuan akan menghancurkan umat manusia sendiri.

Demikian pula perkembangan dan kemajuan individu juga berarti kemajuan bagi masyarakat. Dari warisan itu dipilih hal-hal yang dianggap perlu bagi pendidikan anak-anak yang di sajikan dalam bentuk mata pelajaran. hanya dapat mencapai tujuan menurut norma-norma ynag ada dalam masyarakat itu. bahwa tugas sekolah ialah menyampaikan kultur atau kebudayaan kepada anak-anak. Fungsi lain yang telah dikemukakan oleh John Dewey ialah fungsi sekolah untuk mengembangkan individu. Dalam undang-undang dasar kita juga dikemukakan agar setiap anak dapat dikembangkan sesuai dengan bakat masingmasing. sekolah yang ekstrim dalam hal ini adalah sekolah yang child-centered. akan tetapi hanya dapat mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.berpendapat bahwa sekolah sebagai lembaga yang didirikan oleh masyarakat. Kita jangan membuat kesalahan memandang sekolah masyarakat sebagai lawan sekolah yang berpusat pada anak. Akan tetapi tidak ada sekolah yang mengabaikan fungsi ini dengan berusaha merealisasikan potensi-potensi yang ada pada anak secara optimal. Kebudayaan ialah hasil pengalaman manusia pada masa yang lampau. Namun kita jangan meremehkan peranan sekolah dalam perubahan masyarakat. Pada hakekatnya sekolah itu tak dapat tiada hares bersifat konservatif. atau kebutuhan masyarakat sebagai lawan kebutuhan individu. Dengan mengemukakan berhagai fungsi sekolah itu jangan kita anggap bahwa fungsi yang satu bertentangan dengan yang lain. . Maka dalam pembinaan kurikulum tak mungkin kebutuhan individu dipisahkan dari kebutuhan masyarakat. Maka tidaklah rnungkin sekolah itu mendahului peruhahan dalam masyarakat. KONSERVATISME SEKOLAH. Kurikulum sekolah selalu ditentukan oleh rnasyarakat dan kebudayaannya tempat sekolah itu berada. jadi fungsi sekolah selalu konservatif. bila kita berpendirian. Mengembangkan masyarakat hanya mungkin dengan mengembangkan individu. sekalipun tidak pula terlampau membesar-besarkannya.

Sekolah didirikan oleh masyarakat untuk anak-anak agar mereka mempertahankan. bahwa anak-anak tidak hanya menerima begitu saja apa yang mereka peroleh dari generasi yang lama. Itu sebabnya maka pada suatu pihak sekolah itu harus konservatif. bahwa murid akan menciptakannya selama bersekolah. Akan teta kalau yang pi lama itu ternyata tidak sesuai lagi. akan tetapi sekolah jangan mematikan inisiatif dan kreati . Mereka hendaknya diberi kesempatan untuk menilainya secara kritis berhubung dengan dinamika masyarakat. Inilah peranan kreatif dari sekolah. maka mungkin sekalilah sekolah itu ketinggalan zaman. Kadang-kadang perlu meninjau kembali kesesuaian nilainilai yang lama dalam keadaan yang baru. Di sinilah hendaknya sekolah memberi kesempatan kepada murid-murid yang berbakat untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kepentingan masyarakat seluruhnya. memelihara.itas muridmurid. atau segala yang baru itu baik. Ini tidak berarti. Kalau sekolah hanya berpegang pada tugas ini saja. Faktor lain yang menyebabkan sekolah itu konservatif terletak dalam diri manusia sendiri. Manusia tidak hidup dalam suatu vocuum.Kebudayaan. Ini tidak berarti bahwa segala yang lama itu tidak berguna. Kebudayaan disampaikan kepada anak-anak karena dianggap betul-betul berfaedah dan mengandung arti bagi masa kini dan masa depan. ia hasil masa lampau dan menuju kemasa yang akan datang. maka haruslah dicari jalan-jalan baru. Sekolah ialah alas utama yang digunakan masyarakat agar generasi muda menerima cara-cara hidup yang dianggap baik oleh masyarakat itu. dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat itu. Di samping peranan konservatif sekolah mempunyai juga peranan evaluatif dan kreatif Dengan peranan evaluatif dimaksud. suatu kekosongan. Manusia mempunyai sifat konservatif dalam arti cenderung . Akan tetapi ini hanya salah satu aspek dari tugasnya. hasil pengalaman manusia yang lampau. sikap. Dengan me nyampaikan kebudayaan itu tercapailah kesamaan norma. nilai nilai pada semua warga negara. Sekolah ialah suatu lembaga sosial untuk mewujudkan tujuantujuan sosial. memang sangat banyak mengandung hal-hal yang sangat berguna bagi kehidupan sekarang.

karena perubahan dan pembaruan meminta tenaga dan pikiran. Ia lebih senang mengikuti jejakjejak tradisi. bahwa desakan untuk pembaruan pendidikan kebanyakan datang dari tokoh-tokoh yang asalnya bekerja di luar lapangan persekolahan seperti Rousseau. Bahwa sifat inertia atau kelambanan itu banyak terdapat justru di kalangan guru. Itulah salah satu sebab. kalau yang lama itu memuaskannya. Pembaruan yang tergesagesa dicegah dengan adanya sifat konservatisme ini sebagai faktor pengontrol. Montessori. KURIKULUM DAN MASYARAKAT YANG DINAMIS Masyarakat senantiasa berubah dan terus-menerus akan berubah. sehingga pintu sekolah tertutup rapi untuk segala sesuatu yang berbau pembaruan pendidikan. Karena itu pembaruan pengajaran harus dimulai dalam diri guru sendiri. Manusia sukar menyimpang dari kebiasaan atau adat istiadat. Sekali suatu mata pelajaran dimasukkan ke sekolah. Karena sifat ini. maka kurikulum yang baru sukar meng gantikan kurikulum yang tradisional yang telah berpuluh-puluh tahun lamanya diikuti oleh guru-guru. segala usaha ke arah pembaruan akan menemui kegagalan. Herbert Spencer. malahan sering menentang perubahan. dan lain.lain. Decroly. Tanpa perubahan pada diri guru. Ilmu pengetahuan dan teknologi ialah daya-daya yang sangat mempercepat perubahan dalam masyarakat. Perubahan teknologi dalam beberapa tahun akhir-akhir ini saja lebih hebat dan lebih banyak daripada yang pernah dialami nenek kita sepanjang . Masyarakat kita sekarang jauh berlainan daripada masyarakat nenek moyang kita dan berlainan pula dengan masyarakat yang akan dihadapi oleh anak cucu kita pada masa mendatang. Ia lamban dan enggan berubah. Demikian pula halnya di sekolah.untuk mempertahankan yang ada. terbukti dari kenyataan. sukar mengubah atau mengeluarkannya walaupun tidak cocok lagi dengan perkembangan masyarakat. Dan guru sulit melepaskan diri dari cara-cara ia dahulu diajar dan dari jenis-jenis mata pelajaran yang diperolehnya waktu ia masih murid. Hanya saja sifat ini hendaknya jangan terlalu berkuasa. Sifat konservatisme ini ada juga faedahnya. maka orang berhati-hati menerima pembaharuan-pembaharuan yang belum diuji dan dicobakan lebih dahulu dengan hasil yang memuaskan. sehingga merupakan suatu revolusi.

kolot. Dunia ini rasanya bertambah kecil. maka kurikulum seharusnya disesuaikan dengan gerak-gerik dan perubahanperubahan masyarakat itu. untuk bekerjasama agar dapat hidup damai berdampingan di dunia ini. sehingga senantiasa terbuka untuk memberikan hahan pelajaran yang penting dan perlu bagi muridmurid pada saat dan tempat tertentu. Karena kurikulum harus dinamis dan ini hanya mungkin dengan bentuk kurikulum yang fleksibel. Ketegangan di suatu negara. dan sebagainya. makanan kaleng. . radio. Isi kurikulum harus senantiasa dapat berubah sesuai dengan perubahan masyarakat. Bahaya kehancuran dengan born atom memberi tugas baru kepada umat manusia. TV. eksplosi penduduk. an Berdasarkan kenyataan ini. telepon. kemajuan ilmu pengetahun dan teknik banyak juga mengandung bahaya apabila disalah gunakan. dan membatu? Misalnya rencana pelajaran yang bercorak kolonial tidak dapat dipertahankan dalam negara yang telah merdeka. Bila diterima sebagai prinsip. dapatkah dipertahankan kurikulum yang statis.hidupnya. Dengan demikian kurikulum itu cukup elastis. dan sebagainya yang juga mengenai diri setiap orang. apakah itu Zaire. Tak ada lagi daerah atau negara yang terpencil. Karena kurikulum tidak dapat ditentukan secara mutlak dan uniform untuk semua sekolah dalam bentuk suatu rencana pelajaran terurai yang harus diikuti oleh guru hingga detail yang sekecil-kecilnya. Di samping membawa kebahagiaan. bahwa sekolah harus mendidik untuk kehidupan. Masyarakat kita sekarang ini sangat dinamis dan senantiasa ak berubah. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak-anak untuk masyarakat. Laos atau Timur Tengah. Segala sesuatu yang penting yang terjadi di suatu daerah. dunia ini telah menjadi suatu kesatuan. Pendapatan-pendapatan baru segera tersebar di seluruh dunia dan mempengaruhi hidup manusia seperti listrik. Sekolah tidak dapat menutup mata untuk masalah-masalah internasional seperti polusi. segera diketahui di semua pelosok di dunia. kapal terbang. Segala perubahan itu sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan cara berpikir manusia: Karena kemajuan clalam lapangan pengangkutan dan perhubungan. menimbulkan ketegangan pula di seluruh dunia. Sekolah hendaknya turut serta memberi sumbangan ke arah terciptanya dunia yang bahagia dan aman bagi seluruh umat manusia. yakni yang dapat diubah menurut kebutuhan dan keadaan.

sedangkan kebutuhan mereka sebagai orang dewasa dalam masyarakat sering diabaikan. 2. sehingga keperluan-keperluan masyarakat itu dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. sehingga anak-anak benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat is hidup. prinsip-prinsip aliran ini sangat berharga bagi perbaikan pengajaran. anak-anak diberi lebih banyak kebebasan. Sekolah progresif Sekolah ini bersifat child-centered. mengekang kebebasannya dan menutup kemungkinan untuk menyesuaikan kurikulum dengan keadaan masyarakat dan kebutuhan murid-murid setempat. Pendidikan ini kurang memperhatikan perbedaan individual. minat dan kebutuhan anak-anak. Keadaan dan kebutuhan yang serba ragam di berbagai daerah di Tanah Air kita memerlukan kurikulum yang fleksibel. Walaupun sekolah yang semata-mata child-centered boleh dikatakan tidak ada lagi. Anak-anak dalam kelas kebanyakan duduk di bangku sambil menghafal. rundingan antara guru dengan murid sangat diutamakan dalam merencanakan apa yang akan dipelajari di sekolah. Di sekolah ini disiplin lebih lunak. SEKOLAII MASYARAKAT Menurut Olsen*) perkembangan persekolahan di Amerika Serikat melalui tiga fase. Sekolah akademis atau Sekolah Tradisional. Hanya dengan jalan demikian sekolah dapat memberikan pendidikan yang fungsional. 1. Hubungan dengan lingkungan sangat sedikit. sistem ini masih sangat umum terdapat di sekolah-sekolah kita.Kurikulum yang uniform mematikan inisiatif guru. Sekolah ini bersifat "book-centered" atau berpusat pada buku pelajaran. Kurikulum yang uniform juga bertentangan dengan prinsip untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan inidividual. Walaupun disebut tradisional. mendengarkan atau melamun. Kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan anak-anak dan pemuda. Kurikulum bersifat subject-sentered yang memberikan pengetahuan yang logic sistematis. . Pelajaran-pelajaran terlepas dari kehidupan masyarakat.

Dengan jalan demikian terbukalah pintu antara sekolah dengan masyarakat. minat. Hubungan antar-suku bertambah erat. Sekolah ini bersifat life-centered. upacara-upacara dan usaha-usaha lain. emosional. sehingga sekolah dapat memasuki masyarakat dan masyarakat dapat memasuki sekolah. sosial. Buku-buku dan bacaan-bacaan lain memang penting juga. dan ketrampilan yang penting guna perbaikan kehidupan masyarakat. Belajar tidak hanya terbatas antara empat dinding kelas. Sekolah ini menurut sertakan orang banyak dalam proses pendidikan untuk mempelajari problema-problema sosial. Sekolah membuka pintu untuk mengadakan hubungan .3. 2. CIRI-CIRI SEKOLAH MASYARAKAT *) Menurut Olsen ciri-ciri Community School ialah sebagai berikut: 1. material. akan tetapi tidak memadai. Sekolah ini merupakan pusat masyarakat untuk melakukan pertemuanpertemuan. jasmaniah. kejahatan pemuda. Yang menjadi pokok pelajaran ialah kebutuhan manusia. Sekolah ini mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik dalam dunia yang lebih baik. talc dapat tiada anak-anak harus diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mempelajari masyarakat berkat pengalaman langsung. Sekolah itu menggunakan masyarakat sebagai laboratorium tempat belajar. masalah-masalah dan proses-proses sosial dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan dalam masyarakat. Kalau kita ingin memupuk pengertian. Sekolah itu memperbaiki mutu kehidupan setempat pada saat sekarang Berkat sekolah maka orang dalam masyarakat menjadi manusia yang lebih baik. penyakit menular berkurang dengan adanya usaha sekolah kearah itu. Masyarakat dipandang sebagai laboratorium tempat anak belajar. menyelidiki dan turut serta dalam usaha-usaha masyarakat yang mengandung unsur pendidikan. Sekolah masyarakat atau community school.

memperbaiki kehidupan kekeluargaan. Gedung sekolah itu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Murid-murid pergi ke luar melakukan karyawisata untuk menyelidiki usaha pertanian. pertandingan-pertandingan olahraga dan lain-lain dapat dilakukan di sekolah. Mengenai hal-hal tertentu sering diadakan perundingan antara guru dengan orang tua dan pemimpin-pemimpin dalam masyarakat guna perbaikan sekolah. 4. dan sebagainya. seperti soal mencari nafkah. 5. Dengan jalan demikian terdapat hubungan erat antara pelajaran di sekolah dengan tuntutan-tuntutan kehidupan masyarakat yang mengandung arti bagi murid dan karena itu lebih merangsang kegiatan anak anak untuk belajar. . sekolah masyarakat menggunakan lingkungan sebagai sumber pelajaran yang sangat penting. perumahan. Sekolah bukan hanya urusan guru. Sekolah itu menurut sertakan orang tua dalam urusan-urusan sekolah. Orang tua. bergaul dengan orang-orang lain. Gedung sekolah dapat digunakan untuk pertemuan dan rapatrapat. dan sebagainya. menjaga kesehatan. Inti kurikulum terdiri atas kebutuhan manusia dalam masyarakat sekarang dan masa depan. Sekolah itu tidak hanya untuk kepentingan anak-anak melainkan juga untuk orang dewasa. kursus-kursus untuk wanita. Pemberantasan buta huruf. akan tetapi juga termasuk tanggung jawab seluruh masyarakat. perindustrian. Sekolah itu mendasarkan kurikulum pada proses-proses dan problemaproblema kehidupan dalam masyarakat. tetapi juga dalam lapangan pendidikan. bukan hanya dalam bidang material.timbal balik dengan masyarakat. kewajiban warganegara. 6. dalam bentuk POMG atau sejenis turut membantu sekolah. Sekolah itu turut mengkoordinasikan masyarakat. karena sekolah itu ke punyaan bersama seluruh masyarakat. 3. Orang-orang diundang ke sekolah untuk memberi keterangan-keterangan mengenai bidang keahliannya. Di samping bukubuku. untuk perayaanperayaan dalam lingkungan itu.

yang mengikuti . maka ia lebih paham akan masalah-masalah itu dan lebih sanggup mengatasinya. dan lain-lain. apabila didasarkan atas interaksi antara murid-murid dengan sekitarnya. melainkan juga mempraktekkannya di sekolah itu sendiri dan dalam hubungannya dengan masyarakat. perbedaan agama. Oleh sebab masyarakat di berbagai tempat di Tanah Air kita berbeda-beda. Sekolah itu dapat melaksanakan dan menyebarkan filsafat negara dalam segala hubungan antar-manusia. Hal yang demikian boleh dikatakan tidak mungkin. terhadap adat.Untuk memperbaiki taraf kehidupan dalam suatu masyarakat segala lembagalembaga dan badan-badan dalam masyarakat itu harus bekerjasama. bacaan cabul. MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PELAJARAN Pengajaran mencapai hasil sebaik-baiknya. Karena itu kurikulum tidak boleh lepas dari masyarakat. propaganda. Bila masalah-masalah yang dihadapinya dalam hidupnya di luar sekolah dijadikan pokok-pokok untuk dipelajari di sekolah. maka sekolah-sekolah setempat . Apa yang dipelajari anak hendaknya halhal yang juga terdapat dalam masyarakat dan karena itu berguna bagi hidup anak sehari-hari. dan suku bangsa? Apakah yang harus dilakukan dalam waktu senggang ? Bagaimanakah pemuda-pemudi harus menjaga diri dalam masa modern ini? Bagaimanakah harus menghadapi pengaruh kebudayaan asing? Apakah kekurangan-kekurangan di kampung atau kota yang perlu diperbaiki? Banyak lagi masalah-masalah lain yang dapat dijadikan bahan pelajaran selama kurikulum itu bersifat fleksibel.dan bila mungkin . Sekolah itu suatu lembaga yang tidak hanya memberi penjelasan saja tentang filsafat negara. seperti: Bagaimanakah cara-cara bergaul yang baik? Bagaimanakah sikap pemuda terhadap orang tua. Dalam hal ini sekolah dapat menjalankan peranan yang penting dengan bekerjasama atau menggembleng semua tenaga yang terdapat di lingkungan itu.turut menentukan atau membimbing perkembangan masyarakat di lingkungan sekolah itu. kalau kurikulum itu uniform dan statis. bioskop. memberantas prasangka dan takhayul. 7. yang dinamis. seperti dalam hal pemeliharaan kebersihan dan kesehatan. penyelenggaraan rekreasi. Kurikulum ialah sesuatu yang hidup.

diselidiki: 1. Penduduk. e) Kekayaan alam. SL dan Perguruan Tinggi? Berapa banyakkah yang tidak melanjutkan pelajarannya? Banyakkah anak-anak yang tidak bersekolah? . Apakah yang dilakukan orang untuk mencari nafkahnya. harus juga dipelajari hal-hal tentang manusia yang menghuninya. Bagaimanakah tingkat kehidupan orang di lingkungan itu? Usaha apakah yang dapat dijalankan untuk mempertinggi taraf kehidupan itu? Siapasiapakah yang kaya dan siapakah yang lemah ekonominya. Apakah daerah itu letak di pegunungan atau dekat pantai. dan sebagainya. untuk menentukan kurikulum sendiri dengan menyesuaikannya dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu. Untuk itu harus diselidiki keadaan masyaraka Antara lain dapat t. d) Keadaan tanah. Topografi turut menentukan matapencarian. c) Susunan penduduk. tanah gersang atau subur berpengaruh sekali terhadap kehidupan masyarakat. adat istiadat dan lain-lain. Kehidupan kampung kecil berlainan dengan kota besar. apakah pulau terpencil atau jauh di pedalaman ataukah daerah itu banyak hubungannya dengan dunia luar. Kampung kecil berbeda masyarakatnya dengan kota besar.hendaknya diberikan kebebasan hingga batas-batas tertentu. danau-danau. c) Topografi daerah. yang mempengaruhi corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat itu. Kota menjadi besar karena faktor-faktor tertentu. demikian pula suasana kekeluargaannya. Kehidupan dan corak masyarakat turut ditentukan oleh kekayaan alam berupa hutan. Antara lain dapat dipelajari: a) Jumlahnya. Tanah kering atau banyak air. b) Mata pencarian. tetapi juga aspek-aspek lain daripada kehidupan atau masyarakat. Selain dan kekayaan geografis daerah. Bagaimanakah perbandingan jumlah penduduk dari berbagai golongan? Bagaimanakah kedudukan tiap golongan? d) Pendidikan. 2. b) Luas daerah. yaitu: a) Iklim suatu daerah. Mata pencaharian ditentukan oleh suhu. Keadaan fisis lingkungan. tamatan SD. hujan dan angin. barang tambang. Berapa banyakkah yang buta huruf.

Selain dari rumah tangga juga dari badan-badan lain diperlukan bantuan. Di situlah anak itu mula-mula mempelajari bahasa. mereka semua tidak luput dari tanggung jawab itu. melainkan membentuk kelompok. Pendidikan di sekolah tak mungkin dilakukan dengan baik. Toko buku yang dengan diam -diam menjual bacaan cabul. pemerintahan kota yang tidak menyediakan lapangan olah raga tetapi menggunakannya untuk mendirikan gedung-gedung. tanpa kerjasama yang erat dengan orang tua. Itu sebabnya harus ada kerjasama yang erat antara badan-badan masyarakat. kepolisian. olah raga. Organisasi-organisasi masyarakat. kepanduan. buruh. Lembaga-lembaga seperti keluarga. Pengaruh rumah tangga tidak terhenti. Di situlah ia mempelajari hubungan-hubungan sosial serta menerima norma-norma tentang yang buruk dan yang baik. Antara lain dapat dipelajari: Organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan seperti perkumpulan dagang. dan sebagainya. anak-anak senantiasa mendapat pengaruh yang sebaik-baiknya. organisasi keagamaan. pemerintah. Itu pula sebabnya maka ada sekolah yang turut . dan lain-lain. organisasi wanita. Setiap anak telah memperoleh sejumlah pendidikan dan pengalamanpengalaman tertentu sebelum ia menduduki bangku sekolah. seperti dari badan-badan pemerintahan.3. politik. badan-badan atau organisasi yang mempunyai tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan dan problema-problema tiap-tiap kelompok. Badan yang terpenting dalam pendidikan anak ialah rumah tangga. bioskop yang membolehkan anak-anak di bawah umur menonton film yang tak sesuai dengan usianya. perkumpulan-perkumpulan pemuda. walaupun anak itu telah bersekolah. Manusia dalam masyarakat tidak hidup sendiri-sendiri. pemimpin-pemimpin perusahaan. sekolah. supaya di luar sekolah dan rumah tangga. Yang bertanggung jawab atas pendidikan anak bukan hanya guru-guru dan orang tua. jawatan pertanian. pemuda. melainkan seluruh masyarakat. badan-badan rekreasi.

gedung arca. pabrik. Yang dapat diselidiki ialah hal-hal mengenai pertanian. bahwa masyarakat atau lingkungan sungguh-sungguh merupakan sumber bahan pelajaran yang sangat kaya dan luas. kebaikan dan kekurangan-kekurangan. Seperti telah kita bicarakan di atas. tumbuhtumbuhan. gedung-gedung perumahan. lembaga-lembaga pendidikan. kehidupan keluarga. Murid-murid dapat kita bawa ke luar kelas untuk mempelajari berbagaibagai hal. binatang. pemerintahan. takhyul. Karyawisata selalu . sejarah. norma-norma. banyak yang dapat dipelajari anak-anak dengan karyawisata seperti ke sawah. perniagaan. kantor pos. kalau anak anak pergi ke luar kelas untuk melihat burung yang hinggap di atap sekolah atau memakan beberapa jam atau beberapa minggu kalau harus pergi ke tempat yang jauh. taman bunga. industri. jadi berbeda dengan piknik atau bertamasya untuk menikmati keindahan alam atau untuk gerak badan. saja sekeliling sekolahnya. andaikan ada uang untuk itu. malahan juga beberapa bulan. kalau murid membuat perjalanan keliling dunia. rekreasi. jalan raya. Karyawisata mungkin hanya memakan waktu beberapa menit saja. kesenian. lalu berpegang saja pada suatu buku pelajaran. Agar lingkungan dapat menjadi sumber dan laboratorium pelajaran. Kalau guru itu betulbetul melakukannya.mencampuri perkumpulanperkumpulan dan usaha-usaha pemuda dan anak-anak di luar sekolah dan memandangnya sebagat bagian daripada kurikulum. kebun. wanita. CARA-CARA MENGGUNAKAN MASYARAKAT DALAM PELAJARAN a. dan sebagainya. guru sendiri harus lebih dahulu menyelidiki lingkungan sekolah. . ia akan terperanjat.mempunyai tujuan belajar. kegiatan pemuda. peraturan-peraturan. Karyawisata atau field trip. betapa banyaknya yang dapat dijadikan pelajaran dalam radius 1 km. juga kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Sungguh banyak bahan dari masyarakat yang dapat dijadikan pelajaran bagi murid-murid. lapangan terbang. Garis-garis besar yang diberikan di atas memberikan gambaran sepintas lalu. dan lain-lain. kepolisian. lalu lintas. yang tidak dapat diabaikan begitu saja. transport. kesehatan. adat istiadat.

akan tetapi dalam pelbagai hal mereka dapat turut serta . Yang empunya pabrik. Pengabdian masyarakat. sumber ini masih belum cukup dimanfaatkan untuk memperkaya kurikulum di sekolah. seorang Arab atau India memberikan penjelasan tentang negaranya masingmasing dan seterusnya. direktur rumah sakit. agar mereka tidak hanya memperhatikan dan mempelajari apa yang ada dan yang terjadi dalam masyarakat. Dengan demikian mereka turut serta menjadikan masyarakat suatu laboratorium tempat anak-anak mengadakan penyelidikan dan belajar. bidan. inspektur polisi. dan lain-lain masing-masing dapat mempunyai pengetahuan dan keahlian yang khusus yang dapat digunakan oleh sekolah. Seorang pengurus PMI berbicara tentang usaha-usaha yang dijalankan untuk meringankan penderitaan umat manusia. Dari murid diharapkan. tukang becak dapat menceritakan pahit getir dan kegembiraan penghidupannya. Menggunakan orang sebagai sumber. Di sini tidak dibicarakan lebih lanjut cara-cara menyelenggarakan karyawisata agar berhasil baik. seorang camat dapat menjelaskan hal berhubungan dengan urusan kampung. c. Mereka tidak boleh menjadi penonton saja. pemain bola. pembesar dalam pemerintahan. wartawan. Dalam tiap masyarakat betapapun kecilnya. saudagar. dan sebagainya harus mempunyai pengertian tentang makna karyawisata hagi pendidikan dan memberikan bantuan dan kesempatan sepenuhnya kepada murid-murid untuk meninjau tempat-tempat itu. Demikian pula dokter. pendeta. kecakapan. Petani banyak pengetahuannya tentang menanam dan memelihara padi. Contoh-contoh dapat kita tambah lagi. b. polisi. terdapat orang-orang yang mempunyai pengalaman. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberi keteranganketerangan mengenai suatu pokok yang sedang dipelajari oleh anak-anak. atau pengetahuan yang khusus mengenai satu lapangan. sumber ini sangat luas dan kaya.Sering karyawisata hanya dapat dilakukan dengan bantuan masyarakat. tukang becak. haji. Akan tetapi sayang ssekali. seorang inspektur polisi memberi penerangan betapa perlunya orang taat kepada peraturan-peraturan lintas. tentara. tukang kayu dapat berbicara tentang pembuatan rumah.

Pengalaman serupa ini memberi pelajaran kepada murid-murid. Pengalaman kerja dalam masyarakat. Pekerjaan yang dipelajari anak hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. dan kantor-kantor. Di samping buku-buku pelajaran. Masyarakat itu dibagi atas beberapa aspek seperti: keadaan alam. kehidupan kekeluargaan. transpor dan perhubungan. Misalnya murid-murid dapat turut membersihkan dan memperindah kampung. pendidikan. menanam buah-buahan. agama. Tujuannya ialah menambah pengertian pemuda-pemuda tentang pekerjaan dan memupuk sikap yang sehat terhadap dunia pekerjaan. sejarah. penduduk. memberantas tikus dan nyamuk. Malahan ada kalanya sekolah menjadi pendorong dan turut aktif memperbaiki keadaan masyarakat. Cara lain untuk memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan pendidikan para pemuda ialah memberi kepada mereka pengalaman-pengalaman bekerja di samping pelajaran di sekolah. sayur-sayuran atau bunga-bungaan yang baru. tak dapat tiada harus diselidiki sumber-sumber pelajaran apakah yang terdapat dalam masyarakat itu. pabrikpabrik. bahwa mereka dapat membantu masyarakat dan dapat mengubah dan memperbaiki keadaan sekitarnya. industri dan jabatan-jabatan. kalau pemuda-pemuda diberi kesempatan untuk mengenal pekerjaan di berbagai perusahaan. Besar faedahnya. Guru-guru bersama-sama berusaha menyelidiki masyarakat itu dan mengumpulkan hal-hal yang kiranya dapat memperkaya kurikulum sekolah itu. di bawah pimpinan orang yang kompeten. kesehatan. membuat kakus. apakah yang dapat disumbangkan oleh masyarakat itu untuk pendidikan an akanak. d. rekreasi. Bagaimanakah cara-cara mengumpulkan bahan-bahan itu? a. Pada suatu masa setiap orang harus menjabat suatu pekerjaan untuk mencari nafkahnya.dalam usaha-usaha masyarakat. Dengan turut serta dalam usaha-usaha perbaikan masyarakat anakanak mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang masyarakat itu. dan se ba- . Terutama di daerah-daerah yang terbelakang. sekolah dapat memelopori masyarakat ke arah perbaikan dan pembaharuan. pemerintahan. CARA MEMANFAATKAN MASYARAKAT Untuk menjadikan suatu sekolah life-centered. masyarakat memberi bahan pelajaran yang penting sekali.

. supaya misalnya suatu perusahaan tidak terlampau sering dikunjungi. berapa jumlah murid yang dapat datang. Guru maupun masyarakat harus menyadari. sebaiknya dengan menggunakan sistem kartu. Bahan-bahan mengenai tiap kategori dimasukkan ke dalam map tersendiri dan dapat senantiasa diperlengkap. sedangkan perusahaan-perusahaan lain hampir tak pernah dijadikan obyek pelajaran. pada hari-hari apa dan pukul berapa. Kepada orang tua murid dan kepada orang-orang lain dapat dikirimkan daftar pertanyaan dalam bidang manakah mereka dapat bertindak sebagai manusia sumber. Diminta pula keterangan waktu mana ia dapat datang ke sekolah. atau apabila ia dapat menerima murid. Segala keterangan mengenai masyarakat yang dapat memberi bahan untuk pelajaran hendaknya disusun secara sistematis. Dapat juga ditanyakan hal-hal apa yang diketahuinya yang dapat membantu memperkaya pendidikan anak-anak. Orang tua dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah sebagai anggota POMG. sehingga mengganggu pekerjaan mereka. misalnya setelah mengadakan field. Untuk itu harus ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat demi kepentingan sang anak.gainya. Diminta keterangan anak-anak berusia berapakah mereka bersedia menerimanya. Juga harus diadakan administrasi yang cermat.trip atau setelah mengundang seorang manusia sumber ke sekolah. b. Dapat juga dikirim daftar pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan. atau mempunyai barang-barang atau alat-alat yang kiranya dapat dipergunakan untuk pendidikan anak-anak. Guru-guru masing-masing menyelidiki hal-hal manakah dalam masyarakat itu yang dapat dipelajari berkenaan dengan tiap kategori. apakah mereka bersedia menerima murid-murid berkunjung ke sana dengan tujuan pendidikan. berapa jumlah murid yang baik berkunjung ke sana. dan sebagainya. bahwa pengalaman-pengalaman yang terpimpin yang diperoleh murid-murid dalam masyarakat merupakan bagian yang hakiki dan pendidikan modern yang efektif. Bahan ini senantiasa dapat diperluas. Pada kartu itu harus pula dicatat keterangan-keterangan mengenai pokok itu. c.

atau badan sejenis. Masyarakat modern cepat berubah. Sekolah itu konservatif. dibebankan kepada sekolah. sebagai anggota panitia. Masalah-masalah pokok apakah yang dihadapi umat manusia pada saat ini? Hingga manakah masalah-masalah itu dimasukkan ke dalam kurikulum? 3. 7. mengubah masyarakat. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Akan tetapi bukan hanya masyarakat dapat membantu sekolah. Namun selalu akan ada perbedaan tekanan. 4. Sekolah dapat menyediakan perpustakaan dan alat-alat sekolah untuk digunakan oleh masyarakat. untuk pertunjukan-pertunjukan. yakni apakah untuk mengawetkan kehudayaan dengan menyampaikannya kepada generasi muda. Apa sebab sekolah harus konservatif? masyarakat dalam . Kurikulum bergantung pada fungsi sekolah dalam masyarakat. Sekolah dapat dijadikan tempat untuk mengadakan rapat-rapat. akan tetapi dapat dipertemukan. Dengan jalan demikian sekolah menjadi pusat masyarakat. 6. antara lain dalam pembinaan kurikulum. Pembaharuan kurikulum harus dilakukan secara kontinu. Bandingkan pendidikan anak di desa dan di kota. 2. RANGKUMAN 1. sekolah pun dapat berjasa kepada masyarakat. Dalam masa modern tugas pendidikan untuk mempersiapkan anak agar dapat berdiri sendiri. sehingga banyak hal segera menjadi usang. sebagai manusia sumber. Ketiga fungsi itu sebenarnya tak perlu dipertentangkan. pameran. Sekolah tak boleh berdiri terpisah dari masyarakat. Dalam masyarakat yang sederhana anak-anak banyak mempelajari hal-hal yang diperlukannya sebagai orang dewasa dalam masyarakat itu sendiri secara informal. 3. Masyarakat merupakan sumber yang kaya bagi pengajaran di sekolah. 5. 2. Sekolah masyarakat sangat mengutamakan faktor kurikulumnya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk membawa sekolah ke masyarakat dan scbaliknya. ataukah mengembangkan individu. kursus-kursus.

11. Dapatkah saudara menunjukkan contoh-contoh berdasarkan observasi dan pengalaman sendiri? Apakah implikasinya bagi kurikulum? 7. Menurut penilaian saudara. Apa sebab ide sekolah masyarakat demikian tidak dijadikan pola sekolah kita sekarang? Adakah keberatan keberatannya? 12. Bandingkan kurikulum SD pada zaman penjajahan Belanda dengan kurikulum sekarang. dapatkah sekolah mengubah masyarakat? Dapatkah sekolah mendahului perkembangan masyarakat atau hanya mengikuti perkembangan masyarakat? 5. Apa dimaksud dengan "social engineering"? 10. 15.4. Menurut pendapat saudara. Peranan keluarga modern sudah berlainan dengan zaman dahulu. Dikatakan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan masyarakat. Peranan apakah yang tak dapat dilakukan lagi oleh keluarga yang dibebankan kepada sekolah? 8. sumber-sumber pelajaran apa yang terdapat di situ? 13. Relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat harus senantiasa ditinjau kembali. apakah sekolah kita telah cukup disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sebutkan ciri-ciri sekolah masyarakat. Perbedaan apakah yang tampak bagi saudara dalam pendidikan sewaktu saudara masih kecil dengan pendidikan dewasa ini? Dapatkah saudara sebutkan sebab-sebab perubahan itu? 6. satu-dua generasi yang lalu. Bagaimana pandangan John Dewey tentang fungsi sekolah? 9. Can perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh perubahan masyarakat. Bagaimanakah cara-cara memanfaatkan masyarakat dan lingkungan untuk kepentingan masyarakat? Apa sebab sumber yang kaya ini kurang digarap oleh sekolah-sekolah kita? 14. Apa sebabnya? . atau dengan kata lain apakah kurikulum telah relevan dengan kebutuhan masyarakat? Jelaskan dengan contoh-contoh. Coba selidiki lingkungan sekolah dengan radius 1 km.

Diskusikan apakah orang tua baik diturut sertakan dalam urusan sekolah termasuk kurikulumnya. 17.16. Diskusikan apakah di daerah pertanian pelajaran bertani selalu relevan bagi semua murid. .

JENIS-JENIS KURIKULUM Kurikulum bermacam-macam bentuknya. Jadi subject curriculum berarti kurikulum yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Subject jangan dikacaukan dengan subject matter. yang berarti bahan pelajaran. akan tetapi organisasi kurikulum tertentu sangat mempengaruhi bentuk-bentuk pengalaman apakah yang akan disajikan kepada anak-anak. mengadakan karyawisata. Tentu saja subject-curriculum dapat juga membentuk segi-segi lain dari pribadi anak. Kurikulum berdasarkan proyek atau unit dengan sendirinya misalnya menyuruh anak-anak menyelidiki sendiri. Tujuan-tujuan pendidikan yang mengenai seluruh pribadi anak dihalang-halangi oleh kurikulum yang disusun untuk memupuk segi intelektual. yaitu mempunyai bahan pelajaran tertentu. Bentuk yang paling dikenal dan sangat meluas pemakaiannya ialah subject curriculum. dan sebagainya dan tidak terikat pada satu buku pelajaran tertentu. Karena mata pelajaran itu pada umumnya diajarkan secara terpisah-pisah. menggunakan berbagai-bagai sumber. Subject berarti mata pelajaran. karena bentuk kurikulum turut menentukan bahan pelajaran. urutannya dan cara menyajikan kepada murid-murid. juga integrated curriculum mempunyai subject matter. Setiap kurikulum. Selain itu organisasi kurikulum menentukan juga peranan guru dan murid dalam pembinaan kurikulum. . merupakan suatu dasar yang penting sekali dalam pembinaan kurikulum dan bertalian erat dengan tujuan program pendidikan yang hendak dicapai. Demikian pula berlainan cara penyampaiannya dan isi pelajarannya.BAB 7 ORGANISASI KURIKULUM Organisasi kurikulum yaknii pola atau bentuk bahan pelajaran disusun dan dismapaikan kepada murid-murid. disebut juga subjectcentered curriculum yang artinya kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. maka disebut juga separate subject-curriculum. mengadakan interview. Tujuan-tujuan yang dicapai dengan kurikulum berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah.

sehingga pengetahuan anak menjadi verbalistis. Ada pula yang menganggap bahwa subject curriculum terlampau mengutamakan pengalaman umat manusia yang lampau. . Mereka ini menginginkan kurikulum yang didasarkan atas pengalaman langsung agar pelajaran lebih bermanfaat. Ada pula yang berusaha mencakup segala kebaikan bentuk kurikulum yang mengadakan reaksi terhadap subject curriculum. Perlu kami berikan peringatan yang berikut. atomistis. Karena kelemahan itu banyak timbul kritik dari para ahli kurikulum yang menganjurkan bentuk kurikulum lain. Kita harus meninjau kecaman itu secara kritis. Setiap kurikulum mempunyai ciri-ciri yang baik. menganjurkan suatu bentuk kurikulum yang lebih mengaktifkan anak-anak dalam proses belajar. Kita akan bicarakan berbagai bentuk kurikulum itu.Kurikulum ini banyak mempunyai ciri-ciri yang menguntungkan. yakni kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. yang tidak mengenal batas-batas antara mata pelajaran. Mereka yang menganggap bahwa subject curriculum memberi pengetahuan yang lepas-lepas. Mereka ini menganjurkan life curriculum. Demikian pula subject curriculum dikecam karena kurang memberi pelajaran yang bertalian dengan kehidupan anak seharihari dalam lingkungan masyarakatnya. akan tetapi kadang-kadang agak dilebih-lebihkan. namun juga banyak mempunyai kelemahan. Kurikulum yang mereka anjurkan disebut experience curriculum. atau fragmentaris menganjurkan kurikulum yang integrated atau dipadukan. biasanya berusaha memberi kecaman yang tajam untuk mendiskreditkannya. Kritikkritik terhadap bentuk kurikulum tertentu adalah kritik-kritik yang diajukan oleh orang-orang yang tidak menyetujui bentuk kurikulum tersebut. Ada kalanya kecaman itu obyektif. Maka timbullah berbagai bentuk kurikulum lain yang dianggap sebagai reaksi terhadap subject curriculum itu. yakni core curriculum. Orang yang menganjurkan sesuatu yang baru. yang dituangkan dalam bentuk mata pelajaran. ditinjau dari segi tertentu. Para ahli yang mengecam subject curriculum karena dalam proses belajar anak itu hanya pasif. yang mereka sebut activity curriculum. akan tetapi juga mempunyai kelemahan-kelemahan.

dan logika) dan quadrivium (arithmetika. yang satu lepas dari yang lain. dan sebagainya. astronomi. bahwa pertentangan yang tajam itu biasanya terdapat pada taraf teoretis. dan musik). Tidak jelas apa yang terjadi dengan " the seven liberal arts " itu. Ada kalanya bentuk kurikulum itu hanya terdapat dalam teori raja. bahasa asing. Kurikulum ini dapat dimodifikasi. kedokteran. biologi. yakni teologi.Selanjutnya perlu kita perhatikan. oleh sebab segala bahan pelajaran disajikan dalam subject atau mata pelajaran yang terpisah-pisah. diperkaya. Juga timbul berbagai matapelajaran yang dianggap . Namun berbagai bentuk kurikulum ada pengaruhnya terhadap pemikiran tentang kurikulum dan sering pula dalam pelaksanaannya. matematika. Baru pada abad ke-19 mulai berkembang matapelajaran-matapelajaran dengan pesatnya. Juga harus kita ketahui bahwa berbagai bentuk kurikulum yang `baru' itu jarang terdapat dalam kenyataan dalam bentuknya yang murni. dan disesuaikan dengan pemikiran-pemikiran baru tentang kurikulum. yang kemudian dikenel sebagai " the seven liberal arts " yang memberikan pendidikan umum. retorika. filsafat dan ilmu pengetahuan ditambah dengan musik dan atletik. Yang diketahui ialah bahwa bahasa Latin menjadi matapelajaran yang sangat penting. Di universitas misalnya dipelajari tiga bidang utama. Dalam praktik tidak tampak pertentangan serupa itu. fisika. Organisasi subject curriculum dianggap berasal dari zaman Yunani kuno. Pada abad pertengahan tujuan pendidikan menjadi praktis dan vokasional. Selanjutnya akan kita bicarakan berbagai bentuk atau organisasi kurikulum. Orang Romawi menerimanya dari orang Yunani sambil mengadakan perobahan. dan hukum. I. SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM Kurikulum ini disebut demikian. geometri. Orang Yunani telah mengajarkan berbagai bidang studi seperti kesusasteraan. Setiap mata pelajaran harus lebih (lulu berjuang sebelum diakaui dan diterima sebagai mata pelajaran di sekolah seperti bahasa ibu. Mereka mengadakan dua kategori utama yakni trivium (gramatika. Demikian pula subject curriculum tidak selalu tampil dalam bentuknya yang buruk.

telah banyak sekali ia belajar dan pengalaman dalam . Sebelum anak bersekolah. Batas-batas terdapat pula antar mata pelajaran yang satu dengan yang satu lagi. Tentu ini juga disebabkan oleh metode mengajarnya. Tiap mata pelajaran diberikan tersendiri lepas dari mata pelajaran lain pada jam pelajaran tertentu. Jadi dalam mata pelajaran itu sendiri terdapat batas-batas yang memisahkan bahan pelajaran untuk tiap kelas. Dengan demikian sukarlah terdapat suatu kebulatan dalam pengetahuan anak-anak. seakan-akan terbagi atas petak-petak. atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh umat manusia sejak dulu kala. Dengan suatu kurikulum. sekolah memberikan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan pribadinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Jelaslah bahwa pada pokoknya kurikulum serupa ini berdasarkan ilmu jiwa assosiasi yang mengharapkan timbulnya pribadi yang bulat sebagai hasil jumlah pengetahuan yang diperoleh anak. pendidikan jasmani. juga di Indonesia. pertanian. Kalau ia menghadapi soal-soal di atas 20.nonakademis seperti tata buku. disederhanakan dan disajikan kepada anak -anak di sekolah sebagai mata pelajaran setelah disesuaikan dengan usia dan kematangan murid-murid. baik di SD maupun di Sekolah Menengah sampai Universitas. Untuk itu bahan pelajaran dibagi-bagi untuk tiap-tiap kelas. Inilah jenis kurikulum yang umumnya terdapat di kebanyakan negara. pekerjaan tangan. Dikelas I SD dahulu anak-anak berhitung dengan bilangan 1 sampai 20. dan sebagainya. Kini terdapat ratusan mata pelajaran di sekolah maupun universitas. pendidikan kesejahteraan keluarga. Biasanya sejarah diberikan terpisah dari ilmu bumi. Bahan ini lalu disusun secara logis dan sistematis. Anak-anak (dan manusia umumnya) belajar berkat pengalaman. Batasbatas bahan pelajaran itu dihormati benar dan biasanya tidak dilampaui. Mereka sering hanya menumpukkan bermacam-macam pengetahuan. walaupun kedua mata pelajaran itu erat hubungannya. Apakah sebenarnya subject atau mata pelajaran itu? Subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia sepanjang masa. biasanya ia harus menunggu pemecahannya sampai ia naik kelas 2.

Oleh sebab bahan pelajaran itu biasanya telah ditetapkan oleh buku. Mereka inilah menetapkan apakah diperlukan anak-anak kelak dalam kehidupannya dalam masyarakat. Jadi dalam kurikulum ini sudah lebih dahulu ditentukan pengalaman-pengalaman apakah yang akan diterima anak selama ia bersekolah.kehidupannya sehari-hari. Yang dipelajari ialah hal-hal yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak. Bahkan sering kurikulum itu semata-mata ditentukan oleh buku pelajaran itu. Biasanya yang menentukannya ialah suatu panitia yang terdiri atas tokoh-tokoh dan ahli-ahli pendidikan lain dan para ahli dalam disiplin tertentu. Keseragaman . yang tidak selalu bertalian erat dengan pengalaman anak itu sendiri. Kurikulum serupa ini biasanya ditentukan terlebih dahulu oleh ahli-ahli atau para pembina pendidikan. lalu dihafal untuk diingat dan kemudian dilupakan. dengan maksud agar pendidikan di mana saja sama tarafnya. maka kurikulum ini mudah dijadikan uniform atau seragam di seluruh negara. sehingga tujuan pendidikan menyempit menjadi menguasai sejumlah pengetahuan yang tercantum dalam buku. Pada akhir sekolah dapat diadakan ujian negara yang uniform pula. Kurikulum yang seragam ini memudahkan anak-anak pindah sekolah. Dalam subject curriculum anakanak dipaksakan mempelajari pengalaman umat manusia yang lampau. setiap jam. Kurikulum yang subject-centered ini terutama ditujukan kepada pembentukan intelektual dan kurang mengutamakan pembentukan pribadi anak sebagai keseluruhan. oleh sebab luas atau scope bahan pelajaran dapat ditentukan. Hasil pelajaran serupa itu dianggap permanen dan tidak dilupakan. Karena itu sekolah modern menggunakan pengalaman-pengalaman anak itu sendiri sebagai bahan pelajaran. maka besarlah pengaruh buku pelajaran. Hal ini mungkin. Tentu saja guru yang baik tidak akan sudi diperhamba oleh buku dan mencari berbagai jalan untuk memperkaya kurikulum itu dan menyesuaikan sedapat mungkin dengan kebutuhan anak-anak setempat. Oleh karena pengetahuan yang harus dikuasai anak tertentu banyaknya. Oleh sebab itu banyak yang tidak dapat diselami oleh anak itu sendiri. Untuk memperkuat keseragaman itu diberikan pula rencana pelajaran terurai yang menentukan dalam garis-garis kecil apa yang harus disajikan kepada murid-murid setiap minggu.

maupun yang kurang pandai. Menurut pengertiannya subject itu ialah hasil pengalaman umat manusia pada masa yang lampau yang tersusun logis sistematis. pelajaran itu terlampau cepat dan ia makin lama makin jauh ketinggalan. Berhitung dimulai dengan bilangan-bilangan kecil dan kemudian meningkat kepada bilangan-bilangan besar. Kurikulum yang berpusatkan mata pelajaran ini masih sangat banyak dipakai. Sejarah disusun dari masa purba sampai kepada zaman sekarang.bahan pelajaran yang diberikan kepada semua anak dalam suatu kelas menimbulkan kesalahan didaktis untuk menyamaratakan semua murid. dan pengalaman anak secara individual merupakan suatu hal yang sukar dan karena itu tidak sering dilakukan dalam kurikulum yang berdasarkan susunan mata pelajaran yang terpisah-pisah ini. Logika dan sistematik setiap cabang pengetahuan ini tidak akan dapat ditemukan anak itu sendiri. Sebaliknya bagi anak yang kurang pandai. Logika dan sistematik setiap cabang berpikir secara matematis. karena banyak mengandung hal yang menguntungkan. dan sebagainya. Oleh sebab itu jalan yang efisien ialah memberi an k saja kepada anak-anak ilmu pengetahuan itu dalam susunan yang logis seperti telah dipikirkan oleh ahli-ahli. anak dapat berpikir secara matematis. Geografi dimulai dengan daerah yang dekat. Dengan mengikuti sistematik itu anak-anak juga terlatih berpikir menurut struktur disiplin. kemudian dibicarakan daerah-daerah yang makin jauh. Bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sciternuas. Tiap mata pelajaran mengandung sistematik tertentu. Menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan minat. Demikian dapat kita lihat. yang pandai. dan sebagainya. bahwa setiap mata pelajaran atau disiplin mempunyai sistematik tertentu. . misalnya dengan mempelajari matematik. kesanggupan. kemudian diberikan bentuk-bentuk yang lebih kompleks. Ilmu pasti mulai dengan pengertian-pengertian dasar. MANFAAT SEPARATE-SUBJECT CURRICULUM 1. Tentu saja cara ini tidak memuaskan bagi anak-anak yang pandai karena pelajaran itu dianggapnya terlampau mudah dan tidak merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaga dan pikirannya. Untuk mencari jalan tengah biasanya guru menyesuaikan pelajaran dengan anak-anak yang " sedang " kepandaiannya.

Sequence adalah soal menentukan urutan mata pelajaran yang harus diberikan dalam tiap kelas. malahan untuk seluruh negara. Boleh dikatakan. yang diajarkannya bab demi bab. Dari segala macam kurikulum. kecakapan-kecakapan yang diperoleh anak-anak dalam mata pelajaran itu dapat juga digunakannya dalam kehidupannya sehari-hari. 3. SD masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai persiapan untuk SM dan SM sebagai sekolah persiapan untuk Pendidikan Tinggi. sehingga guru dapat menyesuaikan jumlah waktu dengan jumlah bahan pelajaran yang harus diberikan setiap kali. Apa yang akan diajarkan sudah ditentukan lebih dahulu. atau dikurangi. Ada kalanya bahan pelajaran ditentukan dengan menetapkan buku-buku pelajaran yang harus dikuasai untuk suatu daerah. kurikulum inilah yang paling mudah disusun. Guru-guru pada umumnya dapat berpegang pada buku pelajaran yang telah ditentukan. pada saat ini setiap perguruan tinggi menggunakan organisasi kurikulum yang bersifat mata pelajaran yang terpisah-pisah. . sehingga dapat diadakan ujian umum yang uniform di seluruh negara. sehingga lebih memudahkan luas (scope) dan urutan (sequence) bahan pelajaran di tiap kelas. mudah direncanakan dan dilaksanakan.Diharapkan pula agar pengetahuan. 4. Organisasi kurikulum ini sederhana. Lagi pula guru-guru terutama di SM telah terlatih dalam matapelajaran-matapelajaran tertentu. Oleh sebab itu maka SM pun cenderung mempunyai organisasi kurikulum yang sama. Kurikulum ini mudah dinilai. Melaksanakan kurikulum ini pun tidak menimbulkan kesulitan. 2. pengertian. Scope terutama soal menentukan jumlah dan jenis mata pelajaran yang harus disajikan oleh sekolah. ditambah. dan kecakapan-kecakapan tertentu yang mudah dinilai dengan ujian atau tes. Kurikulum ini juga dipakai di pendidikan tinggi. Masalah scope dan sequence tidak berapa menimbulkan kesulitan. Dalam menentukan kurikulum ini banyak pula bantuan diperoleh dan bukubuku pelajaran yang telah diakui baik. Kurikulum ini terutama bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan. demikian pula SD. direorganisasi. pengertian.

Kebanyakan guru SL mendapat didikan untuk mengajarkan mata pelajaran tertentu di SMP dan SMA. pendidikan kependudukan. isi atau jenis mata pelajaran sesuai dengan permintaan zaman. Mereka merasa aman dan tenteram dalam organisasi kurikulum yang subjectcentered ini. bahwa anak itu mempelajari bermacam-macam mata pelajaran seperti yang mereka pelajari. Kurikulum ini lebih memudahkan guru. Lagi pula. kalau mereka telah mengajar selama beberapa tahun dan telah menguasai bahan pelajaran (atau buku pelajaran) sepenuhnya. Orang tua yang mengitimkan anak-anaknya ke sekolah menganggap sewajarnya. dan lain-lain. mengetik. maka kurikulum ini sesuai benar dengan kemampuan guru. Kalau dirasa perlu anak -anak mengetahui tentang lalu lintas. Sukar orang menerima perubahan dalam organisasi kurikulum yang telah bertahan begitu lama. Terlebih-lebih apabila guru itu harus mengajar pagi sore. maka mata pelajaran itu mudah ditambahkan. . 7. pekerjaan selanjutnya merupakan rutin yang tidak lagi meminta usaha dan jerih payah. Dengan sendirinya mereka lebih senang bekerja di sekolah yang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan pendidikannya di IKIP. Kurikulum ini mudah diubah. Tiap tahun ia mengulang-ulangi pelajaran tanpa membutuhkan banyak pikiran dan kreativitas seperti halnya dalam pengajaran proyek atau unit. Segala perubahan atau perbaikan kurikulum kita hingga saat ini senantiasa didasarkan pada organisasi berbentuk subject. sehingga mendapat dukungan dari orang tua dan para pengajar. Demikian pula mata pelajaran yang dirasa tidak sesuai lagi. Perubahan atau perbaikan kurikulum dicapai dengan menambah atau mengurangi jumlah. Kurikulum ini telah digunakan dan diterima baik oleh generasi-generasi yang lalu. Karena itu kurikulum yang berbentuk subject diterima baik dan dipertahankan di SD dan SM. 6.Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya kelak melanjutkan pelajarannya di fakultas. dapat ditiadakan. kewargaan negara. 5. Kurikulum ini telah dipakai berabad-ubad lamanya dan sudah menjadi tradisi.

Hal ini diperkuat lagi apabila tiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan seperti halnya di Sekolah Menengah tanpa mengetahui apa yang diberikan pada pelajaran lain. BERATAN-KEBERATAN IRRICULUM TERHADAP SEPARATE-SUBJECT Walaupun kurikulum ini masih sangat umum dipakai di mana-mana karena banyak mengandung kebaikan-kebaikan. Organisasi serupa ini sangat menghemat waktu dan tenaga dan memberi kemungkinan mempelajari sesuatu dalam waktu singkat apa yang ditemukan dengan susah payah oleh para sarjana pada masa lampau.8. Organisasi kurikulum yang sistematis seperti yang dimiliki oleh subject- curriculum esensial untuk menafsirkan pengalaman. yang tidak berhubungan satu dengan yang lain. Kurikulum ini memberikan matapelajaran yang lepas-lepas. Matapelajaranmatapelajaran memberikan kepada anak-anak pengetahuan yang lepas-lepas. ia mencoba mengatasinya dengan menggunakan segala pengalaman dan pengetahuannya yang ada padanya berkenaan dengan situasi itu. Keberatan-keberatan yang sering diajukan tentu saja bertalian erat dengan pandangan seseorang mengenai pendidikan dan pengajaran. Kurikulum berbentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah tidak mendidik anak-anak menghadapi situasi-situasi dalam kehidupannya. Kelemahan-kelemahan kurikulum ini ialah: 1. Mata pelajaran yang terpisah-pisah yang dijadikan pengalaman anak bertentangan dengan dunia kenyataan. secara fragmentaris yang sebenarnya tak ada dalam dunia kenyataan. namun banyak pula kelemahankelemahannya dititik dari sudut pendidikan modern. . Apabila seorang menghadapi suatu situasi kehidupan. Salah satu keberatan yang paling serius ialah bahwa kurikulum ini membagi pengalaman dan pelajaran anak atas bagian-bagian yang lepas-lepas. tanpa mengindahkan batas-batas pengetahuan seperti diadakan oleh kurikulum ini.

makanan. dan sebagainya. kelelawar. Inilah salah satu kelemahan yang paling besar dari kurikulum yang subject-centered ini. lidah.Kesehatan boleh dikatakan tidak ada hubungannya. kupu-kupu. urat saraf. daging. cengkeh. Sebagai contoh di sini kami kutip bahan pelajaran Ilmu Hayat untuk kelas V. b. hidung. Integrasi telah dicapai dalam matapelajaran yang saling berkaitan. Setiap mata pelajaran berdiri sendiri. c. dan anak-anak disuruh mengumpulkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. kodok. Padahal sudah sewajarnya ada hubungan antara matapelajaran-matapelajaran itu. bunga matahari. bahwa ketiga pokok itu tidak ada pertaliannya. bernafas. telinga. ikan. nyatalah.Kesehatan: Dari hal rangka. Ilmu Tumbuh-tumbuhan dan Tubuh Manusia . tebu. puspaindra (bunga tasbih). a. Jelaslah. rusa. peredaran darah. kulit. vinka. lipan (kelabang). beberapa penyakit. teh. badak. mata. dan sebagainya. "Cecak" dalam Ilmu Hewan dan "Dari hal rangka" dalam pelajaran Tubuh Manusia. . petai. ubi jalar. labahlabah. cosmea. pengeluaran kotoran. maka pada minggu pertama anak-anak akan mempelajari "Cempaka Kuning" dalam pelajaran Ilmu Tumbuh-tumbuhan.Organisasi kurikulum ini tidak mendorong guru-guru mengadakan integrasi dalam berbagai mata pelajaran. padi. Dalam kurikulum 1975 yang menggunakan broadfield atau bidang studi seperti IPA. Yogyakarta 1950 misalnya untuk Ilmu Hayat di kelas V. dan sebagainya. Bila kita perhatikan Rencana Pelajaran untuk Sekolah Rakyat yang diterbitkan oleh KPPK. kumbang. keong. babi. turi. matematika. buaya. mangga. Ilmu Hewan: Cecak. Tubuh Manusia . ketela pohon (singkong). bahwa Ilmu Hewan. Kalau guru (dan pengarang buku pelajaran) berpegang pada daftar yang di atas. Ilmu Tumbuh-tumbuhan: Cempaka kuning. ular. IPS. jagung. burung hantu.

tentang jabatan-jabatan dalam masyarakat. guru yang merasakan kekurangan kurikulum ini. Berhubung dengan apa yang diketahui mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengenai psikologi belajar. tentang memahami dirt sendiri terutama bagi pemuda. Sering kali bahan pelajaran itu tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya. Untuk itu ia harus diberi kesempatan di sekolah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalarn kehidupan sehari-hari. Dalam praktik.2. Dengan demikian pelajaran di sekolah dihubungkan dengan pengalaman langsung anak-anak itu. dan sebagainya. Akan tetapi anak-anak juga harus diberi pengalaman untuk menggunakan pengetahuan itu secara fungsional dalam kehidupannya. atau anak anak lebih mengetahui tentang susunan urat saraf cacing tanah daripada tentang cara menjaga kesehatannya sendiri. dapat menutupi kekurangan ini sedapat mungkin. Oleh sebab bahan pelajaran terutama didasarkan atas buku pelajaran. Kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau dalam bentuk yang sistematis dan logis. Tak jarang anak-anak lebih tahu tentang perang Napoleon daripada tentang perkembangan daerahnya sendiri. Tentu saja. maka kurikulum ini banyak . Sesuatu yang logis tidak selalu psikologis ditinjau dari segi minat dan perkembangan anak. dan karena itu dapat juga memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupanya. 3. Anggapan. Tentu saja perlu sekali bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan. ialah bahwa anak-anak telah terlatih dalarn memecahkan masalah-masalah pelajaran di sekolah. Pelajaran serupa itu lebih mengandung arti bagi anak-anak dan karena itu lebih menarik dan berrnanfaat. Kurikulum ini tidak memperhatikan masalah-masalah sosial yang dihadapi anak-anak dalam kehidupannya sehari -hari. maka banyak masalah yang dihadapi anak dalam hidupnya tidak mendapat tempat dalam kurikulum. kurikulum ini bertujuan menyampaikan sejumlah pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku pelajaran yang ditentukan. tentang kehidupan keluarga. Kepada anak-anak jarang diajarkan tentang cara bergaul cara menggunakan waktu senggang.

Malahan ada ahli-ahli mental hygiene yang mengemukakan bahwa kurikulum ini dapat merusak pribadi anak-anak karena mereka dihadapkan kepada situasi-situasi yang tidak mengandung arti baginya sehingga mereka menghadapi frustrasi yang mengganggu kesejahteraan rohaninya. perkembangan sosial dan emosional. 4. Mereka mempelajarinya atau pada umumnya menghafalnya untuk mendapat angka yang baik. Mereka tahu bahwa mata pelajaran itu berguna baginya. karena terutama memusatkan tujuannya pada perkembangan intelektual. atau menghindarkan kecaman dan hukuman dari guru dan orang tua. kalau ia melanjutkan pelajarannya di universitas dan ada pula kemungkinan mempunyai minat yang khusus untuk memperdalam pengetahuannya dalam suatu mata pelajaran tertentu. Verbalisme ini juga timbul oleh sebab mata pelajaran itu tidak berurat berakar dalam pengalaman anak itu sendiri. karena pelajaran tak sesuai dengan mentalnya dengan kemungkinan besar anakanak itu menjadi nakal. Hal ini lebih-lebih berlaku bagi anak-anak di SD oleh sebab mereka terutama menambah pêngetahuannya berdasarkan pengalaman-pengalaman langsung yang mengandung arti baginya. Dalam hal ini pun guru yang baik dapat berusaha untuk menghubungkan mata pelajaran dengan pengalaman anak. akan tetapi konsepsi modern tentang pendidikan juga menekankan perkembangan aspek-aspek lain dari pribadi anak. jadi dengan motivasi yang ekstrinsik. Tentu saja perkembangan intelektual tujuan yang penting bagi sekolah.mengandung kekurangan ditinjau dari sudut psikologis. hasil pelajaran itu dangkal dan verbalistic dan sebagian besar segera pula dilupakan. Kurikulum ini mengabaikan atau kurang memperhatikan pertumbuhan jasmaniah. Atau mereka meninggalkan sekolah. Murid-murid SM lebih sanggup melihat tujuan mata pelajaran. Anak-anak kecil sukar melihat tujuan mata pelajaran yang terpisah-pisah itu. Tujuan kurikulum ini terlampau terbatas. . Oleh sebab mereka tidak melihat makna pelajaran. karena bertalian erat dengan kehidupannya dan kebutuhannya sehari-hari.

bahwa setiap pengajaran harus bersifat mendidik. Anak-anak tidak diturut sertakan dalam merencanakan dan membicarakan apa yang akan dipelajari sep halnya dalam erti pengajaran unit. maupun secara kelompok. emosional.Tentu saja guru yang baik dapat juga memperhatikan perkembangan segi segi pribadi anak sebagai keseluruhan dan tidak hanya mementingkan segi intelektual saja. akan tetapi memikirkannya secara kritis.centered. bekerja sendiri. maka dalam praktik banyak guru terutama mementingkan aspek intelektual saja. berbuat. Anak-anak biasanya menerima segala sesuatu atas otoritas guru atau buku pelajaran. dan kurang mengajak anak-anak berpikir sendiri. Guru yang baik mengetahui. Akan tetapi karena organisasi kurikulum bersifat subject. Selain dari itu bahan pelajaran biasanya lebih dahulu ditetapkan secara "otoktratis" oleh pihak atasan. Pertanyaan-pertanyaan dan soal-soal yang mereka hadapi telah mempunyai jawab-jawab tertentu. Demokrasi dalam rangka Pancasila sebaiknya dipupuk dengan memberi kesempatan kepada murid-murid untuk menyelidik. Kurikulum ini mengutamakan penguasaan pengetahuan dengan jalan ulangan dan hafalan. Ia mengumpulkan keterangan-keterangan dan fakta-fakta untuk memecahkan masalah-masalah. Guru yang mengajarkan geografi dapat menyampaikan nilai-nilai sosial. Demokrasi menginginkan warganegara-warganegara yang dapat mengambil keputusan atas tanggungjawab sendiri. 5. baik secara perorangan. sehingga tidak ada kebebasan menemukan jawaban sendiri. Ia tidak begitu saja menerima baik apa yang dikatakan orang lain. . Kurikulum ini kurang mengembangkan kemampuan berpikir. berpikir. estetis dan sebagainya kepada anak-anak. Perbuatannya tidak ditentukan semata-mata oleh orang lain.

Akan tetapi sekalipun tidak ada tokoh atau aliran tertentu yang mempertahankannya. Pada zaman atom dan satelit ini muridmurid masih mempelajari pemadam api yang tidak terpakai lagi. Tak semua keberatan terhadap subject curriculum dapat diterima begitu saja.Walaupun dalam kurikulum ini ada juga yang merangsang anak-anak berpikir sendiri secara kritis dan dalam batas-batas yang sangat terbatas turut merencanakan bahan. dan makin banyak pengetahuan anak tentang suatu mata pelajaran makin besar pula minatnya untuk mempelajarinya lebih lanjut.date. Kalaupun anak disuruh menghafal dan menumpukkan sejumlah pengetahuan yang lepas-lepas. Separate subject curriculum banyak diserang dari berbagai pihak. . tetapi organisasi kurikulum ini pada hakekatny a tidak merangsang kegiatan-kegiatan serupa itu. pengajaran sedikit demi sedikit tak dapat dielakkan karena tak mungkin dipelajari segala sesuatu sekaligus. Bahkan diharapkan agar anak dapat berpikir menurut struktur suatu disiplin. Dalam pengajaran proyek anak-anak menghadapi masalah-masalah yang aktual dengan menggunakan bahan dari sumber-sumber yang up-to. Juga tak perlu kurikulum yang subject centered menjadi terbelakang asal guru senantiasa memperluas ilmunya sesuai dengan perkembangan disiplin itu. al menurut cara berpikir sarjana dalam bidang ilmu tertentu. pelajaran. Kurikulum ini cenderung menjadi stasis dan ketinggalan zaman. Apa yang benar pada suatu saat mungkin tidak sesuai lagi pada zaman yang berikutnya. Fragmentasi. Juga untuk mata pelajaran dapat dipupuk minat. Bahan pelajaran dalam kurikulum ini terutama didasarkan pada pengetahuan yang telah tercantum dalam buku. maka itu bukan salah bentuk organisasi kurikulum. melainkan salah metode mengajarnya. Itu sebabnya maka pelajaran di sekolah sering ketinggalan zaman. karena berpegang pada kurikulum yang subject-centered. 6. Walaupun mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah integrasi akan terjadi juga dalam diri setiap orang. Juga tak dapat diterima bahwa subject curriculum tidak mendidik anak-anak berpikir. Adakalanya suatu buku digunakan dari tahun ke tahun tanpa peruhahan dan penyesuaian dengan keadaan masyarakat yang dinamis yang terus-menerus berkembang dengan pesatnya.

Kita harus mencoba melihatnya dalam proporsi yang sebenarnya. Sikap yang ekstrem menyebabkan kritik yang sering berlebih-lebihan. seperti misalnya integrated curriculum sangat banyak menimbulkan kesulitan dalam penerapannya oleh guru dalam kelas. sehingga dalam pelajaran sejarah ia belajar berpikir seperti ahli sejarah. Para ahli giat mempelajari stuktur setiap disiplin. Tak ada kurikulum yang hanya mengutamakan masyarakat dengan mengabaikan sama sekali kepentingan anak. maka memilih suatu bentuk yang ekstrim dengan sendirinya mengabaikan kebaikan kurikulum yang ditentang itu . Hal ini tak perlu mengherankan.namun bentuk kurikulum ini masih hidup dengan subur di mana-mana di dunia. CORRELATED CURRICULUM Para pendidik yang melihat kelemahan-kelemahan separate-subject curriculum dan merasa tidak puas dengan kurikulum itu berikhtiar mencari jalan untuk memberikan kepada murid pengalaman-pengalaman yang ada . yang ingin saling menghancurkan. Demikian pula kurikulum yang semata-mata memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Jutaan dollar dikeluarkan kepada sarjana-sarjana dalam ilmu pengetahuan alam dan ilmu pendidik untuk menghasilkan buku pelajaran menurut disiplin ilmu itu. Setelah diluncurkannya Sputnik oleh Rusia. Akan tetapi dalam bidang kurikulum tak akan kunjung tercapai sesuatu yang sempurna. Karena setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kelemahan. sedangkan alternatif yang diberikan. II. Maka karena itu hams kita elakkan cara berpikir ekstrim dan sepihak mengenai aliran-aliran dalam kurikulum. karena kebaikannya. Senantiasa kita lihat pendapat-pendapat yang bertentangan. Setiap guru yang baik dengan sendirinya akan mengadakan korelasi dengan mata pelajaran lain yang dianggapnya perlu untuk memperdalam pengertian anak. maka timbul kritik yang pedas dan tajam terhadap integrated curriculum sambil menonjolkan pengajaran mata pelajaran atau disiplin-disiplin ilmu. Diinginkan agar anak didik menurut struktur disiplin itu. dalam pelajaran matematika is belajar berpikir secara matematis.

misalnya soal sawah dibicarakan dalam pelajaran geografi. hanya jumlah pelajaran sangat dikurangi. Misalnya pada pelajaran geografi dapat disinggung soal sejarah. misalnya sejarah. biologi. Antara dua mata pelajaran diadakan hubungan secara insidental. ada pula yang menyatu padukan mata pelajaran dengan menghilangkan identitas mata pelajaran dalam bidang studi tertentu. Dalam pelajaran bahasa dimasukkan bagian -bagian seperti membaca. dan berhitung. Dapat pula beberapa mata pelajaran disatukan. dasarnya sebenamya masih bersifat subject curriculum. seni pahat. Kesenian melingkapi seni suara. seni lukis.hubungannya. dan sebagainya. tata bahasa. sosiologi. aljabar. geografi. ekonomi. bernyanyi. menggambar. kesusasteraan. yakni kalau kebetulan ada pertaliannya dengan mata pelajaran lain. apabila suatu pokok atau masalah tertentu diperbincangkan dalam berbagai-bagai mata pelajaran. jadi berdiri sendiri. antropologi. Walaupun telah tercapai perpaduan yang erat antara beberapa mata pelajaran. seni tari. di-fusi-kan dengan menghilangkan batas masing-masing. pekerjaan tangan. Broad -field itu sendiri merupakan kesatuan yang tidak terbagi-bagi atas bagian-bagian. dan sebagainya. . b. akan tetapi memberi sumbangan masing-masing untuk menyoroti masalah yang dihadapi. Paduan atau fusi antara beberapa mata pelajaran itu disebut "broad-field". kewargaan negara menjadi IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial. ilmu hewan. Jadi broad-field dapat dianggap sebagai modifikasi subject curriculum yang tradisional. Hubungan yang Iebih erat terdapat. kimia. Setiap mata pelajaran diberikan pada jam-jam tertentu. Broad-field lain ialah matematika yang menyatukan ilmu ukur. ilmu tumbuh-tumbuhan. drama dan sebagian dari pendidikan jasmani. bercakapcakap dan lain-lain. Ada yang menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain dengan memelihara identitas mata pelajaran. disatukan menjadi IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam. mengarang. Demikian pula ilmu alam. Korelasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara : a. ejaan. c.

Buku ilmu pengetahuan sosial yang dikarang oleh Lavone A.Biasanya pokok yang dibicarakan berupa problema-problema. Part III.a Wise Consumer Using Our Resources Wisely Understanding Our Economic Relations. berisi 1. Becoming Economically Independent Choosing an Occupation Becoming . Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD kelas IV yang diterbitkan oleh Departemen P dan K.Solving Part I. Tata Pemerintahan Daerah . Part II. Assuming Citizenship Responsiblities Participating in Local Community Affairs Understanding the Functions of Government Maintaining Our Civil Liberties. Making the Most of Our Lives Understanding Ourselves Making and Keeping Friends Establishing a Sucessful Marriage Getting Along with People Who Differ Acquiring an Education Using Our Leisure Time Developing a Philosophy of Life. Understanding Our World Democrary Challenges Totalitarianism Our World Is Interdependent War Is Not Inevitable. Hanna berjudul: "Facing Life's Problems" isinya : Problem . Part IV. Lingkungan Alamiah  Mengendalikan banjir 2.

melainkan bertautan. Peninggalan Sejarah   Mengunjungi Candi Borobudur Berziarah ke makam Ibu Kartini 6. Pendidikan   Semua orang belajar Pengalaman sekolah dr. Herman 4. ekonomi. Pengertian murid-murid tentang sesuatu lebih mendalam. BEBERAPA KEUNTUNGAN BROAD FIELD CURRICULUM 1.  Bapak Gubernur meninjau desa Pemilihan umum 3. pengangkutan penumpang dan barang Jarak yang kian pendek 5. geografi. 2. Hidup bermasyarakat   Bermain sepak bola Pramuka berkemah Dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial ini masalah yang di atas dibicarakan dengan menggunakan bahan dari sejarah. akan tetapi dalam satu pelajaran. berpadu. . Mereka mendapat informasi mengenai suatu pokok tertentu tidak secara terpisah-pisah dalam berbagai matapelajaran pada waktu yang berbeda-beda. dan lainlain. Korelasi memajukan Integrasi pengetahuan pada murid-murid. Perhubungan   Kendaraan dulu dan sekarang. di mana pokok itu disoroti dari berbagai disiplin mata pelajaran terentu. Dengan demikian pengetahuan mereka tidak lepas-lepas. bila didapat penjelasan dari berbagai matapelajaran. 3. Korelasi memberikan pengertian yang lebih luas karena diperoleh pandangan dari berbagai-bagai sudut dan tidak hanya dari satu mata pelajaran saja. Minat murid bertambah apabila ia melihat hubungan antara matapelajaranmatapelajaran. 4.

Dengan integrasi dimaksud perpaduan. Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai-bagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. koordinasi. III. Mereka mendapat kesempatan menggunakan pengetahuan dari berbagai matapelajaran guna memecahkan suatu masalah. Pengetahuan yang diperoleh tentang suatu disiplin sewaktu membicarakan bermacam-macam pokok. sehingga tidak merupakan suatu keseluruhan yang tersusun logic dan sistematis. 1. 3. ia akan mengutamakan geografi dan menjadikan sejarah. 2. 6.centered dan tidak menggunakan bahan yang Iangsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak-anak serta dengan masalah-masalah yang hangat yang dihadapi murid-murid dalam kehidupannya sehari-hari. harmoni. Akan tetapi orang-orang yang progresif maupun yang tradisional mempunyai keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. kebulatan keseluruhan. Korelasi memungkinkan murid-murid menggunakan pengetahuannya lebih fungsional. Jika spesialisasinya geografi. Pengetahuan anak tentang mata pelajaran itu bersifat umum dan dangkal dan hanya dapat dipandang sebagai pengantar ke dalam berbagai mata pelajaran. correlated curriculum ialah suatu modifikasi subject curriculum dan karena itu juga hingga batasbatas tertentu mempunyai kelemahankelemahannya. Kurikulum ini pada hakikatnya kurikulum yang subject. Guru sering tidak menguasai pendekatan inter-disipliner. KEKURANGAN-KEKURANGAN KURIKULUM INI Seperti telah dikatakan.5. Kurikulum ia memang memberikan pengetahuan yang lebih bulat daripada separate-subject curriculum. tidak berhubungan erat satu sama "dengan" lain. Korelasi antara mata pelajaran lebih mengutamakan pengertian dan prinsipprinsip daripada pengetahuan dan penguasaan fakta-fakta. akan tetapi tidak mencukupi sebagai persiapan untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi. Broad-field tidak memberi pengetahuan yang sistematis serta mendalam mengenai berbagai mata pelajaran. . INTEGRATED CURRICULUM Integrasi berasal dari kata "integer" yang berarti unit. kewarganegaraan atau ekonomi sebagai pelajaran pembantu.

Untuk memecahkan masalah itu anak -anak melakukan serangkaian kegiatan yang saling herkaitan. yakni manusia yang sesuai atau selaras hidupnya dengan sekitarnya. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkan kita membentuk anak-anak menjadi pribadi yang integrated. . yaitu cara-cara yang mungkin memberi jawaban atau penyelesaian masalah itu. akan tetapi juga tujuannya. Masalah itu harus dirumuskan setajam-tajamnya dan sering pula menganalisanya dalam sejumlah submasalah. Menghadapkan anak kepada masalah berarti merangsangnya untuk berpikir dan ia merasa tidak akan merasa puas dan tenang sebelum memecahkan masalah itu.Yang penting bukan hanya bentuk kurikulum ini." (1) Seorang berpikir bila ia menghadapi masalah. Dalam pengajaran unit dengan sengaja anak-anak dididik untuk berpikir secara ilmiah menurut langkah-langkah yang disebut Dewey "the method of intelligence. Orang yang "integrated" hidup dan harmoni dengan lingkungannya. Apa yang diajarkan sekolah disesuaikan dengan kehidupan anak di luar sekolah. Suatu unit mempunyai tujuan yang bermakna bagi anak yang biasnaya dituangkan dalam bentuk masalah. Kelakuannya harmonis dan ia tidak senantiasa terbentur pada situasi-situasi yang dihadapinya dalam hidupnya. Menurut Caswell unit ialah 'a series of related activities engaged in by children in the process of realizing a dominating purpose which is compatible with the aims of education". Di sekolah ia belajar bekerja sama dan bergaul dengan murid-murid lain dengan tujuan agar ia pandai bergaul dan bekerjasama dengan orang-orang lain di luar sekolah. karena bermaksud untuk mengintegrasikan pribadi anak. Menilik tujuannya kurikulum ini juga dapat disebut "integrating" curriculum. Integrated curiculum dilaksanakan melalui pengajaran unit. Pelajaran membantu anak dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan di luar sekolah. Integrasi sosial ini lebih diutamakan dalam integrated curriculum daripada dalam curriculum yang subject centered. (2) Ia memikirkan hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis itu harus lagi dicobakan untuk membuktikan benar tidaknya.

Unit merupakan suatu keseluruhan yang bulat. Faktor yang menyatukan ialah masalah atau problema yang terkandung dalam . (5) Jika diperoleh jawaban berdasarkan pemikiran yang dibenarkan oleh bukti bukti yang faktual. atau mungkin tidak cukup keterangan yang diperlukan untuk memecahkan masalah itu. maka kesempatan itu dapat dijadikan pegangan bagi perbuatan atau tindakan kita. Maka harus dicari di mana kekurangannya. Setiap hipotesa dianggap scbagai suatu kemungkinan jawaban yang harus disangsikan. sampai kebenarannya dibuktikan berdasarkan data. Maka kita bertindak secara rasional. Menurut definisinya unit itu merupakan suatu keseluruhan bahan pelajaran. Ciri-ciri unit: 1. Unit ini mengandung suatu soal atau masalah yang dipelajari anak selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Unit dan ciri-cirinya. karena dianggap tidak menghasilkan pribadi yang harmonis. dan masalah itu tetap tidak terpecahkan. bergantung pada sifat masalahnya. (4) Dengan keterangan-keterangan yang diperoleh itu ia menguji kebenaran hipotesis-hipotesis. Ada kalanya langkah ini meminta waktu dan tenaga yang banyak.(3) Untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis itu ia perlu mengumpulkan keterangan atau data sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber sesuai dengan sifat masalah itu. Sekolah-sekolah yang " progresif " berangsur-angsur meninggalkan kurikulum yang subject-centered. Karena itu pelajaran disusun sebagai keseluruhan yang luas yang disebut "broad unit". atau masih harus dicari hipotesis-hipotesis lain. jelaslah bahwa yang diutamakan ialah berpikir sendiri atas fakta-fakta yang dicari sendiri dan bukan menghafal fakta-fakta belaka. Mungkin masalah itu kurang tepat rumusannya. Akan tetapi mungkin juga tak satupun yang ternyata benar. Ada kemungkinan di antara hipotesa itu ada yang benar. atau hingga sekarang masih belum terpecahkan. Mungkin suatu masalah baru dapat dipecahkan setelah puluhan tahun. Maka masalah itu terpecahkan. Kalau kita menjalankan integrated curriculum.

Bila murid melihat faedah dan tujuan . dan sebagainya. Bahan-bahan dicari dari pelbagai sumber seperti: a. radio. ilmu alam. kebun binatang. Unit didasarkan atas kebutuhan anak. Kebutuhan itu bersifat pribadi dan social. tukang becak. sawah. daftar-daftar. Unit tidak terbatas pada suatu atau beberapa mata pelajaran. Guru harus menjaga agar pelajaran tidak menyimpang dari pokok itu. stasion. Segala sesuatu yang dilakukan oleh murid murid harus senantiasa bertalian erat dengan pokok tersebut dan merupakan sumbangan guna mencapai tujuan unit itu. musik. lapangan terbang. arca. menggambar. saudagar. bahasa. surat kabar. ensiklopedi. Dalam kehidupan sehari-hari tak terdapat batas-batas itu. guru harus mengenal keadaan sosial ekonomi anak-anak. dan sebagainya. 2. geografi. taman-taman. gambar. sejarah. b. Ia hendaknya menganalisis kebutuhan mereka sebagai perorangan dan sebagai kelompok. peta. jika mungkin film.pokok yang akan diselidiki oleh murid-murid. dari orang-orang yang dapat memberikan keterangan: tukang kayu. dan sebagainya. d. kepala kantor. dari lingkungan sekitar: toko. Unit menerobos batas-batas mata pelajaran. dan sebagainya. Jadi masalah itu dipecahkan secara interdisipliner. c. Oleh karena itu dalam suatu unit murid-murid menggunakan berhitung. Dengan demikian guru lebih mengetahui dalam hal manakah mereka perlu dibantu agar lebih sanggup menghadapi masalahmasalah dalam kehidupan sehari-hari. majalah. dari bacaan: buku. kantor pos. Dalam merancang unit. Ada kebutuhan anak yang timbul berkenaan dengan pertumbuhan jasmaniah dan perkembangan rohaniah. melainkan menggunakan segala macam bahan untuk memecahkan soal-soal yang terkandung dalam unit itu. Di samping itu ada pula kebutuhan yang ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan tempat ia hidup. dari alat-alat peraga: globe. dan sebagainya. pendek kata apa saja asal memberikan bahan dan keterangan untuk memahami pokok yang dipelajari itu. 3. Batas-batas antara mata pelajaran sebenarnya diadakan oleh sarjana-sarjana dalam usaha mereka untuk menyusun ilmu pengetahuan.

kalau perlu malahan sepanjang hari. dan tujuan pelajaran bagi di inya. mencari sendiri jawaban atas masalah-masalah lalu mengambil kesimpulan yang dijadikannya dasar perbuatannya. mengadakan penyelidikan dan percobaan. Masalahmasalah yang terkandung dalam unit itu mempunyai arti baginya dan karena itu mereka dirangsang untuk menelaah dan memecahkan soal itu. kematangan. angkaangka atau ancaman. pujian. Dalam organisasi kurikulum yang tradisional anak-anak menerima bermacam-macam pelajaran yang tak berhubungan satu dengan yang lain masingmasing pada jam-jam tertentu. merumuskan dan menganalisis problema-problems. dan sebagainya. yakni berdasarkan minat dan kebutuhan anak. Unit memerlukan waktu yang panjang. 5. Bila murid -murid yakin akan kebaikan. Apa yang dipelajari dalam unit merupakan keseluruhan. maka tidaklah r perlu dipakai paksaan dan desakan dari luar berupakan hukuman. minat. Anakanak diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk menghayati.pekerjaan dan pelajaran. . dan kesanggupan anak prinsip individualistis lebih mudah dilaksanakan dalam pengajaran unit. bekerja sama dalam kelompok. mengadakan percobaan-percobaan. maka minat akan bertambah dan pelajaran akan lebih besar hasilnya. Unit senantiasa dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman anak. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber. Mengenai kebutuhan. membuat gambar atau konstruksi. Kegiatan-kegiatan dalam unit banyak memerlukan waktu seperti untuk berkaryawisata. faedah. Untuk suatu unit diperlukan beberapa jam sehari. Dengan sendirinya verbalisme dicegah. Unit didasarkan pada pendapat-pendapat modern mengenai cara belajar. yang saling bertalian erat dan karena itu lebih dipahami. Belajar menurut cara unit sesuai dengan teori-teori yang pada saatnya modern tentang belajar. 4. mengumpulkan bahan dari berbagai-bagai sumber.

Kelas yang diselenggarakan secara ini. 8. sehingga mereka belajar dengan gembira dan penuh minat. mencari hipotesis-hipotesis kemudian mengumpulkan keterangan dari buku-buku. menganalisisnya. Dalam unit anak-anak diberi kesempatan untuk berbuat. bahwa lebih baik diberikan waktu secukupnya untuk mempelajari suatu hal secara mendalam dari pada mempelajari bermacam-macam hal secara mendangkal yang segera dilupakan pula. berlainan sekali suasananya dengan kelas yang pasif. Dalam unit digunakan setiap kesempatan untuk menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. di mana anak-anak duduk diam sambil mendengarkan saja. menyatakan perasaan dan pikirannya dengan bebas dengan perantaraan bahasa. menyelidiki hal-hal yang sesuai dengan dorongan yang wajar. 6. bila kita ingin memperdalam pengertian dalam suatu hal. membentuk. musik. Dalam unit anak-anak harus memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode ilmiah seperti telah diuraikan di atas. mengambil kesimpulan dan akhirnya bertindak atau berbuat atas . 7. Unit itu life-centered. Pendirian ialah. yakni merumuskan masalah. dengan pengalaman-pengalaman anak. bergerak. Tentu saja masalah-masalah itu disesuaikan dengan kematangan anak dan kesanggupannya untuk memahaminya. pengamatan sendiri atau dari percobaan-percobaan. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak mengadakan penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan yang tak dapat diperoleh dari buku-buku pelajaran.Waktu yang cukup banyak diperlukan benar. bekerja dalam kelompok. Dalam unit anak-anak dihadapkan kepada situasi-situasi yang mengandung problema. tanpa kegairahan. Unit menggunakan dorongan-dorongan yang sewajarnya pada anak -anak. dan bila perlu beberapa bulan. Itu sebabnya maka suatu unit memakan waktu beberapa minggu. mengujui hipotesis-hipotesis dengan menggunakan bahan-bahan yang diperolehnya. lukisan.

Problem solving menurut scientific method merupakan suatu unsur yang utama dalam pengajaran unit. berdramatisasi. Mereka belajar menerima dan memberi kecaman dalam suasan hormat-menghormati. dan harga-menghargai sumbangan masing-masing. 10. melainkan membantu anak-anak untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya secara ilmiah. . t Murid hanya menerima apa yang telah ditentukan oleh guru. Unit dengan sengaja memajukan perkembangan sosial pada anak-anak. Mereka berunding untuk menentukan rencana pekerjaan berhubung dengan unit itu. dan sebagainya. Tentu saja pokok untuk itu senantiasa harus sesuai dengan tujuan pendidikan.hasil yang diperolehnya. 9. memikul tanggung jawab. bahwa anak-anak sendiri kerap kali tidak tahu apa yang sebenarnya perlu bagi mereka. Salah satu tugas sekolah yang penting sekali bukanlah menyampaikan sejumlah pengetahuan yang harus dihafalnya. bahwa guru sendirilah yang harus menetapkan segala sesuatu yang akan diajarkan dalam unit itu. Guru-guru yang terlalu progresid berpendapat. bahwa di sekolah modern seharusnya anak-anaklah yang menentukan apa yang harus dipelajari. Sering pula orang tua diminta bantuannya dalam menentukan pokok-pokok yang dipandang penting bagi anak-anak dan bantuan mereka diharapkan pula dalam melaksa nakan unit itu. Guru yang tradisional berpendapat. Dalam unit anak-anak mendapat banyak kesempatan untuk bekerjasama dalam kelompok. membuat rencana. Bukankah mereka lebih tahu apa yang menarik minat mereka dan apa yang mereka butuhkan? Akan tetapi kita jangan lupa. misalnya dalam diskusi. Dalam pengajaran unit biasanya terdapat kerja sama antara guru dengan murid dalam menentukan pokok untuk unit itu. Unit direncanakan bersama oleh guru dengan murid. mengumpulkan bahan. Dalam kelompok anak itu merasa dirinya sebagai anggota yang dihargai dan disukai. Mereka harus mendapat bimbingan dari guru yang lebih berpengalaman daripada mereka. Guru merencanakan dan menyodorkan rencana i u kepada murid-muridnya.

2. malahan sedapat mungkin menyesuaikan pelajaran dengan bakat dan kesanggupan tiap anak dengan keadaan lingkungan anak itu.KEBERATAN TERHADAP INTEGRATED CURRICULUM 1. Kurikulum ini memberatkan tugas guru. sesuai dengan kurikulum yang terdapat pada SD dan SM. . maka pengetahuan anak-anak pada waktu tamat tidak sama pula. Kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logissistematis. Tiap tahun guru itu boleh dikatakan menghadapi bahan yang barn. Kurikulum ini tidak memungkinkan ujian umum. maka tidak akan terdapat di dalamnya susunan yang logis sistematis. Bahan pelajaran mungkin sekali tiap tahun berlainan dengan tahun yang sudah-sudah. Karena bahan pelajaran tidak ditetapkan lebih dahulu. Kurikulum sekolah guru dewasa ini kebanyakan didasarkan atas mata pelajaraan yang terpisah-pisah. maupun mengenai isinya. 3. Memasukkan kurikulum yang baru akan menimbulkan kesukaran bagi murid-murid dan guru. IPA. Bahasa Indonesia). jadi bercorak separate subject atau berdasarkan broad field (IPS. baik mengenai pokok-pokok yang dibicarakan. Kurikulum ini tidak mengharapkan pengetahuan yang sama untuk semua murid. akan tetapi direncanakan dengan mengadakan rundingan dengan murid-murid. dan tentu pula berbeda sekali di berbagai sekolah. Guru-guru tidak dididik untuk menjalankan kurikulum seperti ini. Malahan besar bahayanya anak-anak mendapat bahan yang sama pada kelas lain. Hal ini merupakan suatu keberatan bagi guru yang lebih suka bekerja menurut rutin dengan mengikuti buku pelajaran tertentu untuk tiap matapelajaran. Karena itu kurikulum ini tidak menginginkan ujian yang uniform di seluruh negara atau daerah. dan karena itu memerlukan lebih banyak inisiatif dan usaha dari guru. 4. Matematika. Perbedaan bahan pelajaran di berbagai sekolah di berbagai tempat dianggap pula suatu keberatan bagi anak-anak yang pindah ke sekolah lain. Oleh sebab bahan pelajaran boleh dikatakan berlainan setiap tahun.

orang dewasalah yang selayaknya menetapkan sepenuhnya apa yang harus diajarkan. Gedung-gedung sekolah kita sekarang masih terikat pada filsafat pendidikan yang tradisional. akan tetapi menggunakan segala macam sumber. Alat-alat sangat kurang untuk menjalankan kurikulum Untuk melaksanakan kurikulum ini diperlukan ruangan-ruangan dan alatalat yang khusus. oleh sebab guru itu cenderung mengajar seperti ia sendiri dahulu diajar. JAWABAN INTEGRATED CURRICULUM ATAS KEBERATAN- KEBERATAN YANG DIAJUKAN Semua keberatan yang di atas ada mengandung kebenaran. Oleh sebab itu pihak atasan. Semua pembaruan harus mulai pada diri guru. Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa organisasi . Itu sebabnya maka pendidikan guru merupakan faktor yang penting dalam pembaruan pendidikan. I. dan ini harus dimulai pada pendidikan guru. Lagi pula tiap kelas penuh sesak dengan muridmurid. Anak-anak dianggap tidak sanggup menentukan kurikulum. 6. ad. Dalam organisasi kurikulum ini anak-anak turut serta diajak berunding untuk menentukan hal-hal yang akan dipelajari. Setidak-tidaknya harus ada perpustakaan yang agak lengkap sebagai suatu sumber yang penting guna mengadakan penyelidikan-penyelidikan oleh anak-anak. apalagi kalau yang lama itu didukung oleh tradisi yang berabad-abad. Memang dalam kurikulum ini bahan pelajaran tidak tersusun secara logissistematis seperti yang lazim terdapat dalam suatu buku pelajaran. Menjalankan sesuatu yang baru tidak mudah. pada diri sang pendidik. ad.2. Mengenai keberatan-keberatan itu kami ingin mengajukan beberapa catatan. Syarat pertama bagi pembaruan ialah. Kurikulum ini tidak berpegang pada satu buku. bahwa guru itu harus mengubah dirinya. Orang beranggapan. bahwa murid-murid terlampau muda dan karena itu tak sanggup dan tak cukup berpengalaman untuk menentukan apa yang perlu bagi pendidikan mereka. sehingga kurikulum modern tak dapat dijalankan dengan efektif.5.

dengan maksud agar anak -anak menerima dan memahami makna serta tujuan pokok itu. ad. Biasanya sekolah telah mempunyai suatu kerangka yang berisi bidang-bidang yang kirangnya dapat dijadikan pokok pelajaran. Dalam kerangka itu banyak kebebasan bergerak bagi guru dan murid untuk memilih pokok-pokok yang sesuai dengan kebutuhan mereka. . anak-anaklah yang menentukannya. guru harus mencatat apa-apa yang telah dibicarakan untuk diketahui oleh guru. ad. yaitu yang berpusat pada anak. Banyak orang di kalangan pendidikan yang mengakui. bahwa ujian itu merupakan suatu "penyakit" yang sering menghalang-halangi pembaharuan dalam pendidikan.5. agar ia jangan dikuasai oleh pekerjaan rutin yang membosankan.3.centered". Ada tidaknya ujian. justru akan berikhtiar. Dalam kurikulum yang "child.guru lain. Guru yang dinamis. maka anak-anak dilatih menghafal sejumlah pengetahuan yang diharapkan akan "keluar" dalam ujian. Penentuan bahan pelajaran tidak semata-mata diserahkan kepada kehendak murid-murid. Untuk memenuhi tuntutan ujian. Dialah yang tahu tujuan pendidikan dan nilai suatu pelajaran untuk mencapai tujuan itu.4.sama sekali tidak ada. yang ingin terus berkembang dan turut mengikuti aliran zaman. Ujian yang uniform ini memang merupakan suatu halangan ke arah pembaruan. ad. Jadi kurikulum ini lebih fleksibel. yang ingin menyesuaikan pelajaran dengan keadaan masyarakat anak. Untuk mencegah berulangnya suatu pokok. anak-anak diturut-sertakan memilih dan merencanakan. Akan tetapi janganlah ujian itu dipakai sebagai alasan untuk membenarkan din tidak menjal nkan inisiatif ke arah a perbaikan pendidikan. bagi guru yang dinamis tetap ada kesempatan untuk mengadakan pembaruan. Dalam menentukan bahan pelajaran peranan guru tetap penting. Dalam rangka tujuan pendidikan itu. akan tetapi praktik serupa ini sudah ditinggalkan. Ujian yang uniform ini seakan-akan tidak memungkinkan guru menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan individu serta keadaan masyarakat setempat.

yang benarbenar berarti bagi kehidupan mereka. jadi bertalian erat dengan pengalaman mereka. Masyarakat dijadikan laboratorium tempat anak-anak . Gedung sekolah kita belum memenuhi syarat-syarat pendidikan modem Akan tetapi kekurangan-kekurangan itu tak perlu menghalangi pembaruan. Anak-anak tidak lagi mempelajari fakta-fakta lepas yang segera dilupakan. Tanpa alat-alat tak dapat dijalankan kurikulum apa pun dengan efektif. Banyak alat pelajaran yang dapat dibuat sendiri tanpa menelan biaya yang banyak antara lain garnbar-gambar dun rnajalah. karena tidak digunakan secara fungsional untuk memecahkan masalah-masalah yang mengandung arti bagi murid. Sebenarnya tidak mungkin diajarkan sejarah dengan baik tanpa ilmu bumi. Kita tahu manfaat alat-alat pelajaran modem seperti film. Segala sesuatu yang dipelajari dalam unit bertalian erat. Lingkungan merupakan sumber pelajaran yang tak ternilai harganya.6. MANFAAT KURIKULUM UNIT 1. Mereka memecahkannya dengan pikiran dan penyelidikan sendiri. dan sebagainya. peta timbul. Untuk memecahkan suatu pokok digunakan bahan dan semua mata pelajaran. Kurikulum ini sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar. ilmu hayat. jadi anak-anak aktif dengan bermacammacam cara dan tidak pasif menerima apa yang disajikan oleh guru untuk dihafal. dan mata pelajaran lain. Kurikulum ini memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat.ad. televisi. dengan sendirinya akan tampil pengarang-pengarang buku yang sesuai dengan keperluan pengajaran unit. tape recorder. 3. Kalau kurikulum ini dijalankan. alat-alat pengukur dan botol. Perpustakaan dapat dibentuk lambat laun. Alatalat itu belum dimiliki oleh sekolah-sekolah kita. Mengadakan batas-batas yang tegas antara berbagai mata pelajaran sering merugikan pembentukan pengertian yang luas serta mendalam. Murid-murid dihadapkan kepada masalah. Dalam ilmu bumi sering diperlukan ilmu alam. radio. sehingga perpustakaan anak-anak bertambah lengkap. 2.

pokok manakah yang hendaknya dipilih untuk suatu unit senantiasa harus dipikirkan. bekerja sendiri. sebagai kelompok maupun sebagai individu. Apakah pokok itu dibangkitkan oleh minat. Mereka tidak hanya menerima saja apa yang dikatakan guru atau yang tercantum dalam buku. Masyarakat dapat diturut sertakan dalam usaha-usaha sekolah. bahwa kita harus bekerja dalam rangka tujuan sekolah. Apakah bahan pelajaran itu sesuai dengan taraf kematangan murid? a. Untuk menentukan. Kurikulum ini sesuai dengan paham demokrasi. memikul tanggung jawab. Mereka diajak turut serta berunding dan merancangkan pelajaran. Dalam menentukan. kita dapat memajukan pertanyaan-pertanyaan yang berikut: 1. ia dapat berikhtiar untuk membangkitkan minat itu. Malahan di suatu sekolah pun mungkin pokok untuk unit berbeda dan tahun ke tahun. Inikah saat yang sebaik-baiknya bagi murid-murid untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pokok yang akan dipelajari itu. 2. sedangkan guru merasa pentingnya pokok itu bagi perkembangan murid-murid. Murid-murid dirangsang untuk berpikir sendiri. ataukah lebih baik pelajaran itu diundurkan saja dulu? . kesanggupan dan kematangan murid. Pokok-pokok untuk unit mungkin sekali berlainan di berbagai sekolah. Kurikulum ini mudah disesuaikan dengan minat. pokok-pokok manakah yang sebaiknya dijadikan unit yang akan dipelajari anak-anak.mengumpulkan bahan untuk menyelidiki suatu problema. Menentukan pokok untuk un it. kebutuhan dan. 4. 5. pengalaman murid-murid dalam kelas itu? Bila ternyata tidak atau kurang ada minat yang khusus untuk pokok itu. bekerja sama dalam kelompok. Di samping itu kita harus memperhatikan kebutuhan anak dalam lingkungan itu. melainkan dengan kritis membandingkan keterangan-keterangan dari berbagai sumber.

Yang pertama ialah . Dua pendapat. gambar. merumuskan masalah. berdiskusi. Pokok-pokok apakah yang harus dipilih untuk dipelajari anak-anak dalam bentuk unit? Dalam hal ini terdapat dua pendapat yang utama. Apakah bahan pelajaran itu mengandung masalah-masalah sosial yang penting artinya bagi kehidupan anak-anak sehari-hari? c. Cukupkah kesempatan dalam pelajaran ini untuk merangsang murid-murid berpikir dan berbuat sebanyak mungkin? a.b. Apakah bahan pelajaran itu cukup memberi kesempatan untuk mengeluarkan dan menyatakan perasaan dalam berbagai-hagai bentuk? 4. Apakah bahan pelajaran itu akan menimbulkan situasi-situasi di mana murid-murid harus merencanakan. kesempatan berkaryawisata c. Apakah bahan pelajaran itu herisi buah pikiran dan soal-soal yang dapat menimbulkan diskusi yang akan memperluas alam pikiran dan pandangan anak? e. majalah. namun tidak kurang nilainya bagi perkembangan anak? d. mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Apakah bahan pelajaran itu menjamin bertambah luasnya pengetahuan murid-murid yang berguna untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hidup yang kian hari kian meningkat? d. bahan-bahan untuk bermacam-macam bentuk ekspresi. buku-buku. dan alat-alat pelajaran b. Telah adakah pengalaman-pengalaman pada murid yang dapat digunakan sebagai landasan bagi pelajaran baru ini? 3. pengalaman-pengalamaan langsung berhubung dengan unit d. Apakah bahan pelajaran itu tidak melampaui batas kesanggupan anak dan lagi pula cukup merangsang mereka untuk mempelajarinya dengan segenap tenaga? c. menganalisnya. bekerja sama berpikir untuk memecahkan problema? b. Apakah pokok lain pada saat ini barangkali lebih berfaedah dan mengandung arti bagi murid-murid. Dapatkah disediakan hal-hal yang berikut untuk melaksanakan unit itu: a.

Stratemeyer menyebutnya "persistent life situations". yang mempunyai arti dan nilai kehidupannya sehari-hari sehingga ia kelak dapat menyesuaikan diri dengan efektif sebagai orang dewasa. A. . Securing necessaries of life. Pendapat kedua ialah mengambil pokok-pokok unit dari kebutuhan anakanak. 2. bahwa pelajaran harus berdasarkan aktivitas dalam masyarakat dan kebudayaannya. UNIT BERDASARKAN "SOCIAL FUNCTIONS" Dasar pikiran di sini ialah. 3. yakni situasi-situasi atau masalah-masalah hidup yang terus menerus dihadapi manusia. Rearing and disciplining of offspring. 5. yakni lapangan-lapangan hidup sebagai pusat perhuatan-perbuatan manusia. social functions apakah yang terdapat dalam hidup manusia. Tujuan pendidikan yang utama ialah membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang baik dalam lingkungan sosialnya. Karena kurikulum harus memberikan pelajaran. Miscellaneous activities which make up the leasure part of life. Self-preservation. Untuk mengetahui. Sebenarnya jalan pikiran itu bukan sesuatu yang baru. devoted to the gratification of the tastes and feelings. Maintenance of proper social and political relations. Herbert Spencer pada tahun 1859 telah mengemukakannya sebagai tujuan pendidikan.berdasarkan kurikulum itu pada "social functions". yakni aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan: 1. jadi yang bersifat universal bagi semua kebudayaan di dunia ini pada yang lampau maupun masa sekarang maupun masa mendatang. banyak digunakan sosiologi dan antropologi kebudayaan. Baik kelompok yang primitif maupun yang modern dianalisis untuk menyelidiki social functions apakah kiranya yang terdapat dalam kehidupan manusia. 4. dari problema-problema yang dihadapi anakanak dalam hidupnya.

7. Making ideas clear. Mereka menyebutnya "persistent life situations". property. c.Orang yang pertama-tama menjadikan social functions sebagai dasar kurikulum ialah H. Understanding the ideas others. Dealing with quantitive relationships. Intellectual power. 4. Caswell. 2. 2. Using effective methods of work. . Satisfying physiological needs. 5. Dalam garis besarnya mereka memperoleh lapangan-lapangan sebagai berikut: I. Recreation. Responsibility for moral choices 1. Expression of religious impulses. 9. Productions of goods and services and distribution of the returns of production. 6. 2. Communication and transportation of goods and people. 10. 3. 3. Satisfying emotional and social needs.L. Kim. Exploration. Determining responsibility to self and others. 8. a. 4. 11. 2. Salah satu usaha lain untuk menggolongkan lapangan-lapangan hidup ini ialah Stratemeyer. and natural resources. la mengemukakan social functions yang berikut: 1. Integration of the individual. Determining the nature and extent of individual freedom. Education. Extension of freedom. Situations calling for growth in individual capacities. b. 1. 1. Comsumption of goods and services. 3. Avoiding and caring for illness and injury. Protection and conservation of life. Health. Forkner dan Mc. Expression of aesthetic impulses.

Finding sources of aesthetic satisfactions in oneself.*) Keuntungan kurikulum berdasarkan lapangan hidup. Working with socio-economic groups. Situations calling for growth in social participation. Working with racial and religious groups. II. Dealing with groups organized for specific action III. Establishing effective working relations with others. Deciding when to join a group. Establishing effective social relations with others. 2. 1. animal. Securing goods and services. 2. 4. Using physical and chemical forces. 2. Situations calling for growth in ability to deal with environmentaal factors and forces. b. 3. 1. Participating as a group member. Dealing with plant. 1.d. a. 3. Providing for social welfare. Taking leadership responsibilities. 2. b. Person to person relationships. Technological resources. 3. . Participating in local and national government. Group membership. Using technological resources. Earning a living. 2. Intergroup relationships. Contributing to technological advance. Natural phenomena. 3. 1. c. and insect life. Achieving aesthetic satisfactions through the environment. 1. Dealing with physical phenomena. Molding public opinion. 2. 5. 1. c. Economic-social-political structures and forces. Aesthetic expression and appreciation. a. 2. 1.

tidak lepas-lepas seperti halnya dalam separate-subject curriculum. 2.1. Pelajaran di sekolah yang diberikan herpusatkan unit ini bertalian erat. Tujuan kurikulum ini lebih mudah dipahami oleh murid-murid. 3. yakni mempersiapkan murid untuk kehidupan dalam masyarakat. Dalam subject curriculum anak-anak sukar melihat hubungan itu. Ada bahayanya. 2. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bulat. Dengan mempelajari lapangan-lapangan hidup diharapkan anak-anak juga lebih sanggup menyesuaikan diri dengan situasi-situasi hidup. Mereka mereka banyak mengumpulkan keterangan-keterangan dari masyarakat serta lingkungan sendiri dengan mengadakan karyawisata dan penyelidikan -penyelidikan lain. 4. Sebenarnya ini telah tersimpul dalam nomor 1. lapangan-lapangan hidup menjadi matapelajaran-matapelajaran tersendiri sehingga menjadi semacam subject curriculum yang justru hendak diberantas oleh kurikulum ini. karena untuk melaksanakannya menggunakan pengalaman-pengalaman langsung. 1. Juga buku-buku dan alat-alat pelajaran lain menimbulkan kesukaran-kesukaran. Kurikulum ini dengan sengaja berusaha mengatasi jurang antara pelajaran sekolah dengan apa yang diperlukan dalam kehidupan. Keberatan-keberatan terhadap kurikulum ini. Kurikulum ini sesuai dengan tugas sekolah. . Batas-batas itu tidak ada dalam kehidupan. Kurikulum ini sulit dijalankan. Guru-guru tidak mendapat latihan untuk menjalankan kurikulum serupa ini. Kurikulum ini lebih bermanfaat dan mengandung arti bagi murid-murid. Kehidupan sebenarnya merupakan suatu keseluruhan dan tidak merupakan sepuluh atau sebelas lapangan kehidupan. Dalam kurikulum ini terdapat hubungan erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian mereka lebih mudah melihat manfaat dan makna pelajaran itu bagi dirinya. Kurikulum ini membagi kehidupan dalam bagian-bagian. akan tetapi perlu juga disebut. Kurikulum berdasarkan social functions atau lapangan hidup memberikan kepada anak hal-hal yang diperlukannya untuk menghadapi situasi-situasi hidupnya sebagai warga negara.

Kebutuhan akan harga-diri. Kebutuhan-kebutuhan anak dapat dibagi sebagai berikut: 1. yakni selalu terdapat di dalam lapangan-lapangan hidup itu. UNIT BERDASARKAN KEBUTUHAN MURID Dasar pikiran kurikulum ini ialah memberikan pelajaran kepada anak-anak yang timbul dari kebutuhan anak-anak. Kebutuhan anak pada setiap saat tidak lepas dari social functions atau lapangan-lapangan hidup.3. Sesuatu dipelajari sebaik-baiknya kalau hal itu memuaskan kebutuhan kita. Apa yang penting bagi waktu sekarang mungkin sekali berharga juga untuk masa depan. a. Kurikulum ini terutama memberikan bahan yang sesuai dengan keadaan masyarakat pada masa sekarang dan kurang menyampaikan pengetahuan yang sistematis seperti yang diperoleh dengan mempelajari subjects atau mata pelajaran. b. B. Kehidupan pribadi. sedangkan kurikulum yang berpusat pada kebutuhan murid mementingkan masalah-masalah yang dihadapi anak pada saat ini. 2. . Kebutuhan akan kesehatan pribadi. Tujuannya ialah agar anak-anak belajar memecahkan masalah-masalah yang bertalian dengan kebutuhannya dalam kehidupannya sehari-hari. c. Kebutuhan akan pandangan dunia dan filsafat hidup. Tentu saja sukar diadakan batas yang tegas. e. yang tersusun logis sistematis. a. Lagi pula boleh dikatakan tidak ada lagi sekolah yang semata-mata mendasarkan kurikulum pada kebutuhan anak tanpa memperhatikan manfaatnya bagi kehidupan anak di dalam masyarakat. Hubungan sosial yang dekat. bahwa dalam social functions diutamakan pendidikan anak-anak untuk menghadapi situasi-situasi hidup dengan efektif sebagai warga negara yang dewasa. Kebutuhan akan pelbagai minat pribadi. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan. Bedanya dengan kurikulum berdasarkan social functions ialah. d. Kebutuhan akan hubungan yang lebih matang dengan anggota rumah tangga dan dengan orang dewasa di luar keluarga. Kebutuhan akan kepuasan estetis.

c. Kebutuhan untuk merasa kemajuan ke arah status orang dewasa. karena itu ia rela mengeluarkan segenap tenaga kepada pelajaran ini. 3. Yang diutamakan bukan hanya pembentukan intelektual. dan sebagainya. Kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran yang bertalian erat dengan pengalaman anak dalam hidupnya. Selain pengetahuan. a. 4. makna dan manfaat pelajaran itu.b. Hubungan ekonomi. Apa yang dipelajari dapat digunakan secara fungsional dalam menghadapi situasi dan masalah-masalah hidup anak itu. Kebutuhan untuk turut serta bertanggung jawab dalam aktivitas-aktivitas yang penting. Anak-anak tahu akan tujuan. Karena program sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka didorong oleh motivasi intrinsik untuk mempelajarinya. . Kebutuhan akan hubungan baik yang lebih matang dengan teman jenis kelamin yang sama dan yang berlainan. norma. melainkan seluruh pribadi anak. Kebutuhan untuk dapat bertindak efektif guna memecahkan masalahmasalah ekonomi. Kurikulum ini menjamin integrasi bahan pelajaran. b.*) Apakah kebaikan kurikulum ini? Kurikulum ini mengandung kebaikan-kebaikan seperti terdapat pada pengajaran unit umumnya. 4. Kurikulum ini membentuk pribadi anak. kurikulum ini juga memupuk sikap. jadi tidak terdiri atas mata pelajaran yang lepas-lepas. 3. Kebutuhan untuk mendapat penghargaan sosial. a. 2. Kurikulum ini dapat dipertanggungjawabkan secara psikologis. Kebutuhan untuk memilih dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa dengan bijaksana. Kebutuhan untuk mendapat bimbingan dalam memilih jabatan dan mendapat persiapan untuk suatu pekerjaan. Walaupun demikian baik kami sebut beberapa buah: 1. Hubungan sosial-kewarganegaraan. yang tidak saling berhubungan. d. b. penghargaan.

Kurikulum ini berdasarkan pendirian "mental hygiene" atau kesejahteraan rohani. KEBERATAN-KEBERATAN TERHADAP KURIKULUM INI 1. karena membantu anak-anak mengatasi problema-problema yang dihadapinya dalam kehidupan. Sekolah-sekolah yang child-centered yang terlampau progresif sangat mengutamakan anak itu sendiri. 4. Dalam kurikul m ini diberi perhatian u sepenuhnya kepada perkembangan anak sebagai keseluruhan. bahwa . Dalam kurikulum tidak dipaksakan anak -anak mempelajari yang tidak dipahaminya maknanya. Lagi pula masyarakat pun rasanya tak akan mudah menerima kurikulum ini. 5. karena guru-guru tidak dipersiapkan untuk kurikulum serupa ini. 3. Kurikulum ini sukar untuk dijalankan. Kurikulum yang terlampau mengutamakan kebutuhan anak. Yang diutamakan ialah justru hal-hal yang membantu perkembangan anak. 2. Dengan kurikulum ini tak dapat ditentukan lebih dahulu bahan pelajaran untuk tiap kelas karena kebutuhan dan problema anak tak sama dan tahun ke tahun. sehingga dapat dicegah frustrasi dan kegagalan. mengabaikan tugas sosialnya. dengan melupakan. yakni jasmaniah. karena terutama membicarakan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak pada masa sekarang.5. Dalam kurikulum ini diperlukan administrasi yang teliti yang mencatat apaapa yang telah dipelajari oleh anak-anak. Kurikulum ini kurang mementingkan masa lampau dan masa depan. Kesukaran juga dialami anak-anak yang pindah sekolah. dan juga intelektual. emosional. Titik berat diletakkan pada anak dan bukan pada bahan pelajaran. sosial. Kurikulum ini tertuju kepada perkembangan anak. Kurikulum ini tidak memberikan pengetahuan yang logis sistematis seperti yang diperoleh murid-murid dengan mempelajari berbagai mata pelajaran yang terpisah-pisah. 6.

akan tetapi belum tentu pilihan guru itu betul-betul dirasakan anak-anak sebagai kebutuhannya. apakah sebenarnya kebutuhan anak-anak. Dalam fase ini murid menganalisis pokok itu lebih lanjut. Merencanakannya. b. Guru dapat menentukan kebutuhan itu dengan mempelajari buku-buku tentang pertumbuhan dan kebutuhan anak. Diusahakan agar semua anak akhirnya menerima baik hasil pilihan kelas itu. Kemudian pokok-pokok itu disusun menurut kategori-kategori tertentu. Sukar untuk menentukan. Memilih suatu pokok. Sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang anak belum tentu merupakan kebutuhan bagi seluruh kelas. Pokok untuk suatu unit mungkin timbul atas anjuran guru kepada muridmurid untuk memilih salah satu dari beberapa pokok yang dianggap penting oleh guru dan juga dipandang murid-murid sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi mereka. sehingga diperoleh beberapa pokok yang meliputi seluruh problema-problema yang dikemukakaan oleh murid-murid. Anakanak sering tidak mengetahui apa yang perlu bagi mereka dalam hidupnya. Di sini pun anak-anak diberi kesempatan memilih pokok apakah yang paling berharga bagi mereka dan pokok-pokok yang mereka usulkan. sehingga diperoleh problema-problema yang lebih spesifik. LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN SUATU UNIT Biasanya suatu unit dilakukan menurut fase-fase yang berikut: a. Kemudian diadakan kriteria-kriteria untuk unit yang dipakai sebagai pegangan agar dapat dilakukan pilihan yang bijaksana. Mereka menentukan tujuan- . Selanjutnya suatu pokok dapat juga diperoleh berhubung dengan suatu peristiwa yang aktual dan penting. Pokok untuk unit dapat juga diperoleh dengan menyuruh anak-anak menuliskan masalah-masalah yang mereka anggap sangat penting baginya.anak-anak harus juga mengenal masyarakat dan harus hidup dalam hubungan sosial dalam masyarakat itu. 6.

maka kelompok-kelompok mulai mengumpulkan bahan dari perpustakaan. misalnya dengan memberi laporan lisan. atau mencapai meliputi juga segi-segi lain dari pada pribadi anak-anak. surat kabar. sandiwara. yakni puncak unit. Selanjutnya murid-murid mengemukakan kekurangan-kekurangan dan kesulitan-kesulitan dalam pelaksanaan unit untuk dipertimbangkan dalam melakukan unit yang lain pada hari kemudian. Dan unit ini mungkin sekali timbul problema-problema baru yang dapat dijadikan pokok untuk unit-unit baru yang akan dikerjakan oleh anak-anak selanjutnya. yakni mengalami perubahan kelakuan berkat unit itu. . laporan tertulis. Fase ini juga disebut fase kulminasi. apakah mereka betul-betul belajar. Menilai unit. Setiap kelompok menentukan ketua dan penulis. f. majalah.tujuan dan faedah apakah yang dapat diberikan oleh unit itu. Kadang-kadang perlu diadakan wawancara. Dalam fase ini diselidiki apakah unit itu benar-benar memberi manfaat kepada setiap peserta. dann lain-lain. Unit itu diakhiri dengan berbagai cara. Mengerjakan unit. maka murid-murid dibagi atas kelompok-kelompok. Setelah diperoleh sejumlah topik. Menuju unit-unit baru. panel disscussion. dimana murid-murid memperlihatkan hasil-hasil yang mereka capai selama mengerjakan unit. pameran. Mengakhiri unit. Apakah tujuan-tujuan semula betul-betul tercapai dalam unit. Tujuan-tujuan itu tidak hanya berupa pengetahuan yang bertambah. Sedapat mungkin setiap murid menerima suatu topik yang sesuai dengan kesanggupan dan minatnya. bila diperlukan untuk memecahkan masalah kelompok masing-masing. c. penyelidikan atau percobaan-percohaan. e. d. Setelah diketahui dengan jelas problema yang mereka hadapi dan tujuan tujuan apa yang dapat dicapai dengan unit itu.

Ketiga macam kurikulum dapat berjalan berdampingan dan bantu-membantu. Bahasa. Untuk permulaan. Pengajaran unit dapat dan perlu pula dibantu oleh subjects. Sebaliknya mata pelajaran biasa juga mungkin sekali memperoleh manfaat dari pengajaran unit. Mereka lebih fasih berbicara. malahan sangat menguntungkan mata pelajaran biasa. lebih lancar mengarang laporan. lebih sanggup menggunakan pengetahuan dari geografi. ilmu hayat secara fungsional. Matematika. Yang satu dapat membantu yang lain. oleh sebab dalam unit itu murid-murid banyak mendapat halhal yang bertalian dengan berbagai mata pelajaran dalam situasi yang bermakna. Sebaiknya kita masih mengajarkan subjects dan disamping itu memberikan dua atau tiga kali seminggu pelajaran dalam bentuk unit. Kita dapat memberikan unit dan di samping itu matapelajaran-matapelajaran yang khusus yang tradisional. tidak perlu semua mata pelajaran dihapuskan.HUBUNGAN ANTAR KETIGA JENIS KURIKULUM Ketiga macam kurikulum itu tak usah dipandang bertentangan yang satu dengan yang lain. tidak diharapkan seluruh kurikulum diberikan dalam bentuk unit. Jadi pengajaran unit tidak merugikan. Untuk memperlihatkan hubungan antara ketiga jenis kurikulum itu kami berikan bagan berikut. dan Kesenian. Apa yang dikatakan mengenai separate subjects juga berlaku bagi broadfields yakni paduan antara beberapa matapelajaran seperti IPS. Dengan menerima pengajaran unit. sejarah. Gambar panah dalam bagan itu menunjukkan inter-relasi antara jenis-jenis . Apabila dalam unit itu timbul soal-soal yang bersifat matematis. Dalam pada itu tentu sangat menguntungkan apabila untuk mata pelajaran biasa diambil bahan yang berhubungan dengan unit itu. Dalam bagan ini dirangkumkan ketiga jenis organisasi kurikulum itu. IPA. Hal ini malahan akan merugikan. Demikianlah setiap matapelajaran dapat mem berikan sumbangannya untuk menyelesaikan suatu unit. lebih jelas menyadari arti ilmu pasti dalam kehidupan sehari-hari. sudah sewajarnya mata pelajaran ilmu pasti digunakan untuk memecahkan problema.

Kilpatrick dengan brosurnya "The Project Method". Pelajaran dasar seperti membaca. . 1904 dan oleh Ellsworth Colling yang mengadakan percobaan dengan "project curriculum" sebagai penerapan buah pikiran W. Broad fields kita lihat sebagai paduan antara beberapa mata pelajaran. Pada bagan ini kita lihat pula bahwa subjects maupun broad-fields dapat membantu pengajaran unit. dan pakaian serta norma-norma hidup. Kegiatan mereka berpusat pada pekerjaan memasak. Dewey anak-anak tidak mempelajari mata pelajaran yang konvensional. menjahit dan bertukang kayu. Pada unit kita lihat kebulatan bahan pelajaran tanpa batas-batas antara macam-macam mata pelajaran. tetapi sehaliknya pengajaran unit juga menambah penguasaan anak mengenai subjects ataupun broad-fields. menulis. Dalam pada itu mereka belajar merencanakan dan mengadakan percobaan. Bentuk kurikulum ini terkenal oleh Laboratory School yang didirikan oleh John Dewey di University of Chicago. atau proyek.kurikulum itu. ACTIVITY CURRICULUM "Activity curriculum" juga disebut "experience curriculum".H. 1896. Di sekolah percobaan J. dan berhitung timbul karena kebutuhan akibat kegiatan-kegiatan itu. Melalui kegiatan ini mereka mengenal hubungan manusia yang fundamental dengan dunia seperti kegiatan manusia memperoleh makanan. Meriam's Laboratory School di University of Missouri. Mereka mengadakan kegiatan intelektual maupun manual. 1918. perlindungan.

Kegiatan-kegiatan di sekolahnya banyak mirip dengan Meriam yakni (1) proyek mainan yang terdiri atas kegiatan kelompok seperti permainan. tekstil. Dasar pikiran activity curriculum adalah sebagai berikut : Orang hanya belajar berkat pengalaman. Kegiatan utama dalam activity curriculum ialah kegiatan yang digunakan dalam metode problem-solving. menanam buah-buahan. Activity curriculum baru mulai diterapkan secara lebih luas setelah buku W. Bercerita antara lain meliputi membaca. Collings pada tahun 1917. bercerita. Permainan terdiri atas permainan dengan alam. (3) proyek cerita yang bertujuan menikmati cerita dalam berbagai bentuk-lisan. tali. atau memecahkan suatu kesulitan. (2) proyek ekskursi atau karyawisata yang mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan dan kehidupan manusia. mesin. langit. bumi. logam dan sebagainya. Activity curriculum tidak pernah mendapat popularitas seperti subjects curriculum dan di sekolah menengah tidak pernah mendapat kedudukan yang kokoh. piringan hitam. benang. yaitu masalah-masalah yang ditentukan sendiri oleh anak-anak. kayu. Pekerjaan tangan menggunakan bahan kertas. Dalam memecahkan masalah itu . " The Project Method".Di sekolah percobaan Meriam juga tidak diajarkan mata pelajaran yang konvensional. dramatisasi. rafia. dan kumpulan social. dan pekerjaan tangan. permainan. 1918. bila bertalian dengan suatu tujuan yang bermakna bagi individu. dengan kebutuhan atau minatnya. binatang. dramatisasi. Berpikir hanya dapat dikembangakan dengan berpikir untuk memecahkan suatu masalah. air. dan sebagainya. dan sebagainya. Belajar atau perubahan kelakuan hanya terjadi.bernyanyi. listrik. manusia. Belajar hanya terjadi dalam proses interaksi yang aktif. jadi sebelum buku itu diterbitkan. Observasi misalnya meliputi pengamatan kehidupan tanaman. Kegiatan dibagi dalam empat golongan yakni : observasi. nyanyian. pabrik dan berbagai pekerjaan.H Kilpatrick. tarian rakyat. udara dan sebagainya. Ide itu telah mulai diterapkan oleh E. gambar. atau piano (4) proyek tangan yang bertujuan menyatakan buah pikiran dalam bentuk yang kongkrit seperti menyiapkan minuman. Meriam berusaha agar sekolah merupakan bagian dan kehidupan masyarakat.

Selanjutnya harus ada alat-alat dan bahan yang diperlukan oleh anak sesuai dengan minatnya. Dalam activity curriculum juga menonjol kegiatan lahiriah seperti menggambar. dan distribusinya transpor dan komunikasi kehidupan orang dahulu kala kehidupan orang di negara lain kehidupan sosial Kurikulum ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. yang mendapat latihan yang mendalam tentang perkembangan anak serta bimbingan dan penyuluhan. produksi. maka tidak dapat diadakan perencanaan terlebih dahulu. Juga diperlukan gedung. Sebagai kesimpulan kami cantumkan beberapa ciri activity curriculum: . membangun. dan menguasai metode pengajaran proyek. Minat anak lebih banyak ditentukan berdasarkan studi. Kegiatan anak didorong oleh motivasi intristik. bersandiwara. dan sebagainya. Karena kurikulum ini diutamakan situasi yang riil serta minat yang spontan. lapangan bermain dan ruang kelas yang besar serta fleksibel yang memungkinkan berbagai ragam kegiatan. Dalam perkembangan kurikulum ini selanjutnya pengalaman langsung dan minat yang spontan lebih-lebih digunakan sebagai bantuan dalam proses belajar dan bukan sebagai pokok untuk menyusun unit. Rencana timbul dengan berkembangnya minat dan buah pikiran anak. Dalam bentuk yang ekstrem disiplin diserahkan kepada kemampuan anak untuk mengatur diri sendiri dan campur tangan orang dewasa hendaknya dihindarkan.diperoleh pengetahuan dari berbagai disiplin dalam bentuk yang terintegrasi. Jam pelajaran yang ketat tidak ada. Yang dianggap menarik minat anak kelas rendah ialah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan: kehidupan dalam rumah tangga alam sekitar lingkungan masyarakat yang dekat makanan. pengalaman atau penelitian.

Metode utama yang digunakan ialah metode pemecahan masalah. Jadi dapat dikatakan bahwa setiap core curriculum termasuk pendidikan umum. 2. Jadi setiap program pendidikan umum. core program ini merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah untuk memperoleh lebih banyak integrasi dalam pelajaran. ataupun dalam bentuk broad unit atau unifield courses. Jadi core curriculum mempunyai arti yang sama dengan pendidikan umum. 4. Menurut B. dikorelasikan. akan tetapi tidak setiap program pendidikan umum berbentuk core curriculum. Smith dkk.O. Kurikulum ini tidak direncanakan lebih dahulu. Yang dipentingkan bukan hanya hasilnya. Core Curriculum. Mereka memandang core curriculum sebagai kurikulum yang mempunyai cara atau metode tertentu dalam penyajiannya. Perencanaan dilakukan bersama oleh murid dan guru. memberikan aktivitas yang lebih banyak dalam proses belajar dan mengadakan hubungan yang lebih erat . Akan tetapi di samping itu kurikulum ini juga bermaksud untuk memenuhi kebutuhan siswa. Kurikulum ini ditentukan programnya oleh minat dan tujuan anak. fundamental dan esensial yang hams diberikan kepada setiap murid agar ia menjadi warganegara yang berharga. serta efektif. Alberty berpendirian bahwa setiap bentuk pendidikan umum dapat dipandang sebagai core curriculum atau kurikulum inti. sekalipun berupakan daftar matapelajaran wajib menurut pandangan ini harus dianggap sebagai core curriculum. Dengan core curriculum dimaksud bagian dari seluruh program pendidikan yang dianggap penting. berguna. apakah disajikan sebagai matapelajaran yang terpisah-pisah. sekalipun core curriculum itu juga mengenai pendidikan umum. melainkan juga proses untuk memecahkan masalah itu. 3.1. Sambil melakukan kegiatan-kegiatan untuk memecahkan suatu masalah anakanak memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan. Atas dasar itu maka H. Rencana itu berkembang sambil menjalankan kegiatan. Namun banyak ahli kurikulum lain yang merasa perlu untuk membedakan 'core' dengan pendidikan umum.

atau masalah-masalah yang berkenaan dengan kehidupan atau yang bertalian dengan minat dan kebutuhan pemuda. Maka kurikulum ini mempunyai tujuan yang agak luas yang meliputi ide-ide yang terdapat dalam berbagai bentuk kurikulum lainnya yang menyimpang dari subject curriculum.antara pelajaran di sekolah dengan kehidupan dalam masyarakat. sering antara IPS dan Bahasa Inggris. Ciri-ciri Core Curriculum. Pokokpokok yang dapat dibicarakan antara lain:     Negara kita Negara-negara lain Dunia lama dan dunia barn Masa kolonial Atau dalam bentuk masalah atau pertanyaan:   Bagaimanakah suatu bangsa dapat meningkatkan mutu penghidupan? Bagaimanakah dapat kita hadapi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi? (2) Mengambil pokok-pokok dari "Social functions" atau "major areas of living". Sebagai pokok untuk unit dapat digunakan topik-topik dad social functions. seperti:       Pengawetan sumber alarn Matapencarian Pandangan kita terhadap dunia Mencegah kecelakaan dan penyakit Dunia kita yang kian menciut Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan kita. Akan tetapi banyak pula disajikan dalam bentuk broad unit. yakni: (1) paduan heberapa mata pelajaran. Ini dilakukan dengan menggabungkan atau mengkorelasikan beberapa matapelajaran seperti ilmu pengetahuan sosial dan bahasa. Dengan demikian maka diperoleh beberapa macam program untuk core curriculum. . Kurikulum itu mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran.

Metode yang diutamakan ialah problem solving. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum. Kegiatan belajar lebih banyak ragamnya jika dibandingkan dengan subject curriculum. Perbedaan individual diperhatikan dan bimbingan merupakan unsur yang esensial dalam kurikulum inti ini. seperti juga dikemukakan terhadap tiap bentuk kurikulum yang menyimpang dari bentuk subject curriculum. Murid-murid didorong untuk berpikir kritis dan menggunakan ketrampilan intelektual lainnya menghadapi masalah-masalah yang bermakna bagi mereka. Metode mengajar lebih fleksibel. Merencanakan bersama dan kerja kelompok dalam kegiatan belajar banyak dilakukan. Keberatan-keberatan terhadap core curriculum.(3) Mengambil pokok dari Masalah-masalah kehidupan seperti :     masalah pekerjaan masalah kewargaan negara masalah kehidupan rumah tangga masalah waktu senggang (4) Memilih topik berhubungan dengan minat murid:    masalah pergaulan masalah hubungan dengan anggota jenis kelamin lain masalah agama dan kepercayaan. Seperti unit lainnya dalam memecahkan pelajaran dimanfaatkan bahan dari semua mata pelajaran yang diperlukan. Salah satu keberatan yang paling dirasakan ialah bahwa kurikulum tidak berhasil memberikan pengetahuan yang sistematis. Core curriculum ini mendapat kritik seperti yang diajukan terhadap pengajaran unit pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh kegagalan menyusun suatu disain . karena suatu unit menerobos batas-batas mata pelajaran. Kurikulum inti ini mengadakan hubungan yang lebih erat antara pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta dengan minat dan kebutuhan pemuda.

misalnya dua jam pelajaran berturut-turut akan tetapi bahan pelajaran sendiri dalam praktik sering tidak memberikan bahan yang diintegrasikan akan tetapi bahan dari sejumlah mata pelajaran secara terpisah. Tentu saja kurikulum yang berbeda dengan subject curriculum akan mengalami kesulitan dalam lanjutannya ke perguruan tinggi yang dalam persyaratan masuk dan kurikulumnya masih berpegang pada kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Organisasi kurikulum menentukan bahan pelajaran. Untuk itu diperlukan orientasi barn.yang menjamin bahan pelajaran yang sistematis. RANGKUMAN 1. Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum ini ialah soal guru yang tidak kompeten. urutannya. Sebelum ini tercapai maka pelaksanaan core curriculum biasanya hanya berbentuk kombinasi beberapa mata pelajaran yang seharusnya harus dipadukan oleh "integrating ideas". dan cara menyajikannya. Dan memang pendekatan secara inter-disipliner belum cukup berkembang untuk diterapkan di sekolah. Kurikulum ini hanya memberikan kesatuan waktu belajar yang lebih panjang. jika guru-guru masih berpegang pada disiplin masing-masing. Karena guru-guru pada SM pada umumnya mengadakan spesialisasi tertentu. Itu sebabnya mengajarkan program yang integrated sangat sukar. biasanya yang paling dikuasai oleh guru. Sekalipun digunakan team teaching masih belum terjamin tercapainya integrasi bahan pelajaran. . Kerap kali satu di antaranya yang paling menonjol. Kesulitan juga timbul karena kurikulum inti ini belum mempunyai buku pedoman yang memuaskan. sehingga masih banyak yang diserahkan kepada pemikiran guru masing-masing. maka mereka tidak menguasai cara mengajar secara inter-disipliner. Kurikulum serupa ini memerlukan guru yang mempunyai pendidikan umum yang luas. sedangkan guru-guru SM mengkhususkan studinya pada bidang tertentu.

life curriculum. Sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap kekurangan-kekurangan kurikulum ini timbul organisasi kurikulum yang lain seperti correlated curriculum dan integrated curriculum. Pada abad pertengahan timbul mata pelajaran yang vokasional (teologi.2. 9. atau core curriculum. 10. Subject sebenarnya pengalaman umat manusia yang disusun secara logis sistematis. termasuk yang dianggap non-akademis. dan musik). yang juga banyak keuntungannya dan mempunyai ciri-ciri yang dapat mengatasi kelemahan subject curriculum. 3. Bentuk kurikulum yang lebih "tua" dari yang lain ialah subject curriculum yang berpusat pada mata pelajaran yang tersendiri-sendiri. kedokteran. Walaupun subject curriculum banyak dikecam. 4. project curriculum atau experience curriculum. Subject curriculum telah ada sejak zaman Yunani yang dilanjutkan oleh orang Rumawi dalam bentuk trivium (gramatika. retorikam dan logika) dan quadrivium (arithmatika. 8. Bentuk kurikulum yang lebih baru. 6. astronomi. terutama di Perguruan Tinggi. 5. 7. karena tidak dapat memberikan pengetahuan yang sistematis yang masih merupakan syarat bagi universitas dan karena guru tidak dipersiapkan untuk itu. . keduanya dikenal sebagai "the Seven Liberal Arts". namun tidak mendapat popularitas yang luas. Metode yang diutamakan dalam integrated curriculum ialah metode "problem solving" atau metode ilmiah dengan menghadapkan siswa kepada masalah masalah yang bermakna baginya. namun bentuk kurikulum masih sangat populer di mana-mana di dunia. antara lain. Setiap bentuk kurikulum mempunyai kebaikan dan kekurangan. Kekurangankekurangan suatu kurikulum sering ditonjolkan oleh para penentangnya ditinjau dari segi pendirian masing-masing. hukum) dan kini telah terdapat ratusan macam mata pelajaran. geometri. dan boleh dikatakan hampir tak ada yang memperjuangkannya. Integrated curriculum dapat berbentuk activity curriculum.

PERTANYAAN DAN TUGAS 1. melainkan memanfaatkannya secara fungsional dalam pemecahan masalah. Core curriculum selalu mengenai pendidikan umum. Apa sebab subject curriculum tetap bertahan dan terus populer. Apa dimaksud dengan "persistent life situations". Banyak timbul reaksi terhadap subject curriculum karena kelemahankelemahannya. 10. Apakah beda subject curriculum dengan integrated curriculum? 2. 12. Ada mengatakan bahwa trivium mirip dengan jurusan Sosial. Hingga manakah ada persamaan antara tujuan pendidikan me nurut Herbert Spencer dengan "social functions"? . Sebutkan. 12.11. sekalipun banyak mengandung kebaikan? 8. Budaya. Sebutkan kekurangan-kekurangan subject curriculum. Apakah beda subject dan subject matter? Adakah subject matter pada integrated curriculum? 5. walaupun tidak setiap bentuk pendidikan umum dapat diterima sebagai core curriculum. 13. Bagaimana pendapat saudara? 6. Core curriculum lebih mirip kepada kurikulum yang mengusahakan integrasi serta menyesuaikan bahan pelajaran dengan kebutuhan murid atau masyarakat. Bagaimanakah langkah-langkah menjalankan suatu broad unit atau pengajaran unit? 9. 11. Apa dimaksud dengan "social functions" atau pusat-pusat kegiatan manusia? Sebutkan social functions itu. sedangkan quadrivium dengan Pasti-Alam. 4. Subject curriculum dapat mengatasi kelemahannya dengan memanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk kurikulum lainnya. 3. Apakah prinsip-prinsip integrated curriculum? Apa sebab kurikulum ini tidak meluas. Menjalankan integrated curriculum tidak berarti menyampingkan subject sama sekali. Dapatkah saudara menerima semua kecaman itu? Tinjau kecaman itu secara kritis. Pilih suatu topik dan coba kembangkan menjadi suatu resource unit. sekalipun banyak dikecam? 7.

dan proyek (E. Apakah persamaan dan perbedaan antara Kurikulum Laboratory School (Dewey). Meriam's Laboratory School. Jelaskan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Sebutkan ciri-cirinya. Apakah kekurangan-kekurangan correlated curriculum? Bagaimana saran saudara untuk mengatasinya 15. 20. 17. 16. 14. Sebutkan beberapa tokoh memelopori activity. Bagaimanakah saudara dapat memanfaatkan bentuk kurikulum yang integrated untuk memperbaiki subject curriculum? . curriculum atau experience curriculum. Correlated curriculum menjadi lebih populer dan juga telah menjadi kenyataan dalam Kurikulum SD dan SM 1975. Adakah persamaan antara core curriculum dan activity curriculum? 19. Adakah diskusi antara orang yang menyetujui subject curriculum dengan orang yang pro integrated curriculum. Apakah dimaksud dengan core curriculum. Collings). Apa sebab pendapat H. Alberty tentang core curriculum tidak dapat diterima pihak tertentu? 18.13.

Spesialisasi dalam pendidikan makin meluas dan tiap spesialisasi memerlukan bahan pelajaran tambahan. sehingga beban belajar bagi anak bertambah berat. Tak ada lagi manusia yang mungkin menguasai seluruh pengetahuan yang ada sekarang. Di samping itu waktu belajar terbatas. Juga belum ada cara tentang mengorganisasi kurikulum yang dapat diterima ole h semua. dan ketrampilan. BAHAN PELAJARAN Bahan pelajaran atau subject matter terdiri atas pengetahuan. Timbul pula tujuan-tujuan yang baru seperti berpikir kritis dan kreatif. memahami dunia internasional dan sebagainya yang dianggap perlu dimasukkan dalam kurikulum. yakni apa yang harus diajarkan merupakan suatu masalah yang makin lama makin bertambah sulit. nilai-nilai. 3) Mata pelajaran yang tradisional tidak lagi memadai. 2) belum ada kriteria yang pasti tentang bahan apa yang perlu diajarkan. Sebabnya ialah: 1) bahan pelajaran cepat bertambah luas karena eksplosi ilmu pengetahun. bukan atas pertimbangan rasional yang obyektif. Sering mata pelajaran baru ditambahkan sedangkan mata pelajaran lama bercokol terus. Maka perlulah diadakan pilihan tentang apa yang perlu diajarkan. Mata pelajaran yang sebenarnya telah usang dipertahankan karena "vested interest" golongan-golongan tertentu. memahami lingkungan sosial. demikian pula kemampuan anak untuk menguasai bahan pelajaran. Menambah mata pelajaran dalam masa belajar yang sama sering berarti makin dangkalnya pengetahuan anak tentang aneka ragam bidang. Sawah bukan bahan pelajaran akan tetapi yang menjadi bahan . Demikian pula penambahan mata pelajaran sering terjadi oleh tekanan golongan tertentu.BAB 8 MENENTUKAN SCOPE DAN SEQUENCE DALAM PEMBINAAN KURIKULUM PELAJARAN Menentukan scope.

konsep. maka mereka dapat mempelajari disiplin ilmu itu sebagai mata pelajaran. Bahan pelajaran adalah sebagian dari kebudayaan. Disiplin ilmu banyak digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum yang berbentuk mata pelajaran seperti fisika. dan sebagainya. akan tetapi juga cara berpikir atau disiplin berpikir tertentu.pelajaran ialah pengetahuan tentang sawah itu. Kurikulum yang dianggap lebih bermakna ialah bila bahan pelajaran dihubungkan atau didasarkan atas pengalaman anak dalam kehidupannya seharihari. biologi. . Bahan pelajaran disajikan dalam urutan yang logis. Misalnya cara berpikir matematis berbeda dengan cara berpikir historis atau ekonomis. dan prinsip. matematika. Setelah anak mencapai tingkat perkembangan tertentu. yakni cara mengajukan pertanyaan dalam mengadakan penelitian untuk menghasilkan pengetehuan baru. Tiap disiplin mempunyai bahan atau isi tertentu berupa fakta. data. Karena ilmu itu digunakan secara bermakna. Penyusunan ini dilakukan secara rasional. misalnya bila dibicarakan masalah yang nyata seperti soal kesehatan. bahwa organisasi yang psikologis tidak dengan sendirinya bersifat tak-logis. Topik ini dapat diajarkan dengan menggunakan bahan dari berbagai disiplin ilmu seperti biologi. sehingga apa yang dipelajari anak sering hanya hafalan kata-kata tanpa makna dan karena itu tidak memperkaya pribadinya. Organisasi bahan serupa ini disebut psikologis. kecelakaan lalu-lintas. sejarah dan sebagainya. dan sebagainya. Dalam hal ini pengetahuan dan disiplin ilmu itu dipakai secara fungsional untuk memahami suatu masalah. karena memperhitungkan minat dan tingkat perkembangan jiwa anak. lebih banyak harapan bahan itu akan dipaham i dan diingat. kemudian bersel banyak dan selanjutnya meningkat kepada binatang yang berangsur-angsur lebih kompleks strukturnya. geografi. logis. Perlu dikemukakan. sistematis sehingga menjadi suatu sistem yang bulat. Kurikulum serupa ini dikatakan mempunyai organisasi yang logis. misalnya dalam biologi dimulai dengan binatang yang bersel satu. kimia. Kurikulum yang logis ini sering tidak ada kaitannya dengan pengalaman anak dalam hidupnya. Pengetahuan manusia disusun oleh para ahli dalam sejumlah kategori yang disebut disiplin ilmu. fisika.

dan sebagainya. proses penemuan. Selain pendidikan yang bersifat umum kurikulum juga menyediakan pelajaran yang membarikan pendidikan khusus yang tidak diharuskan bagi semua pelajar akan tetapi hanya diikuti siswa yang memilihnya. yaitu . Tujuannya ialah agar semua warga negara mempunyai dasar pemikiran yang sama untuk menjamin keutuhan negara. pendidikan kewarganegaraan.Yang dijadikan bahan kurikulum bukan hanya isi disiplin ilmu berupa pengetahuan. Pengetahuan umum juga diartikan sebagai pendidikan yang luas. Selanjutnya masih ada mata pelajaran yang diwajibkan bagi semua siswa seperti bahasa nasional. dapat bertukar pikiran dengan "the worldwide community of civilized human beings". dan sebagainya. yang sudah dapat dilakukan pada tingkat SD. yang memberitahukan pengetahuan yang banyak tentang segala macam hal. yakni hal-hal yang hams dimiliki oleh semua warga negara. Bahan pelajaran yang dituangkan dalam sejumlah besar mata pelajaran demikian banyaknya sehingga tak mungkin seseorang dapat mempelajari keseluruhannya selama hidupnya. Ada pula bahan pelajaran yang khusus. Pendidikan khusus ini dapat misalnya mengenai pendidikan kejuruan atau vokasional. proses pemecahan masalah. sejarah nasional. sehingga ia dapat berkomunikasi dengan manusia di mana saja di dunia. dapat pula memberi pendalaman dalam bidang studi tertentu. menulis dan berhitung. dan lain-lain. Menyusun kurikulum untuk pendidikan umum serupa ini jauh lebih sulit karena sukarnya mengadakan pilihan dari bahan yang terhingga banyaknya. Mata pelajaran ini termasuk pendidikan umum. Ada mata pelajaran yang dianggap perlu dipelajari oleh semua warga negara seperti membaca. Biasanya makin luas bahan pelajaran makin kurang mendalam pengetahuan yang diperoleh dalam jangka waktu yang sama. Ada bahan pelajaran yang umum. misalnya yang mengenai pemerintahan. Anak-anak harus dengan sengaja diajarkan proses berpikir kritis. melainkan juga prosesnya. Dalam menyusun kurikulum harus pula dipertimbangkan soal luas dan kedalaman bahan mata pelajaran. norma-norma dalam kelakuan yang baik. Aspek proses ini masih kurang mendapat perhatian.

Namun belum tentu apa yang berguna pada masa yang lampau masih berguna pada zaman sekarang atau untuk masa mendatang. yang umum sampai yang khusus. Pilihan itu harus dilakukan karena luasnya bahan yang ada. Untuk tujuan-tujuan yang khusus lebih mudah ditentukan bahan pelajarannya dan dapat segera dinilai keserasiannya. . Kriteria itu ialah : 1. 2. dan nilai-nilai. dipilih dari persediaan yang sangat luas yang dapat disajikan kepada anak-anak untuk dipelajari. Dapat pula bahan pelajaran itu dibagi dalam bagian yang deskriptif. yakni yang mengenai fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Kesulitannya ialah bahwa setiap kriterium mempunyai kelemahannya. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan perubahan yang cepat dalam segala aspek hidup sehingga pengetahuan. Banyak di antaranya yang sangat bernilai. Untuk tujuan-tujuan yang umum keadaannya lebih sukar. Lagi pula belum ada alai yang dapat mengukur hasil-hasil pendidikan.diperlukan untuk kepentingan tertentu. Subject matter atau bahan mata pelajaran. apalagi yang mengenai kepribadian seseorang. Setiap penyusunaan kurikulum dimulai dengan merumuskan tujuan. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga sebagai wa risan generasi yang lampau. peraturan. Salah satu fungsi pendidikan ialah menyampaikan kebudayaan bangsa kepada generasi muda. norma-norma. yaitu bertalian dengan norma-norma. misalnya bersipat vokasional. secara ilmiah. Maka perlulah diadakan kriteria agar memilih bahan itu dapat dilakukan secara lebih rasional. dan yang normatif. KRITERIA PENENTUAN BAHAN PELAJARAN Ada sejumlah kriteria yang digunakan untuk memilih bahan pelajaran. dan keterampilan masa lalu harus senantiasa disesuaikan dengan keadaan baru agar jangan menjadi usang. sedangkan apa yang dapat dipelajari dalam jangka waktu tertentu yang sangat terbatas. estetika. Bahan pelajaran harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. moral. Setelah itu baru ditentukan bahan pelajaran yang dianggap paling serasi untuk mencapai tujuan-tujuan itu. yang hanya diperlukan oleh orang-orang tertentu.

yang paling berguna bagi manusia dalam kehidupannya sehari-hari? Dasar pikiran di sini ialah. Bahan pelajaran dipilih karena dianggap berharga bagi manusia dalam hidupnya. Karena kebanyakan anak demikian pula orang tua mengharapkan. sedangkan keadaan senantiasa berubah. Pengetahuan apa yang paling besar manfaatnya. harus memberikan pendidikan dalam bidang-bidang yang diperlukan oleh anak-anak dalam kehidupan mereka dalam masyarakat. 4. Jadi pendidikan harus relevan dengan kebutuhaan masyarakat. Herbert Spencer pada tahun 1859 mengajukan pertanyaan: '"What knowledge is of most worth". Keberatan yang diajukan terhadap pendirian itu ialah. Akhirnya apa yang dilakukan orang dewasa belum tentu sesuai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. karena dianggap kurang sesuai dengan syarat-syarat masuk ke perguruan tinggi. Penguasaan disiplin diperlukan sebagai prasyarat untuk melanjutkan pelajaran sampai perguruan tinggi.SM merupakan perguruan tinggi dalam embrio. Lagi pula. . karena yang dipakai sebagai ukuran kelakuan orang dewasa. Usaha-usaha perubahan dan pembaharuan kurikulum ke arah penyesuaiannya dengan kebutuhan anak pemuda sering mengalami kesulitan atau kegagalan. Kurikulum yang terlampau mementingkan bahan pelajaran disiplin tertentu dianggap kurang memenuhi kebutuhan pemuda dan kurang memperhatikan kebutuhan sosial dalam masyarakat modern yang dinamis. bahwa apa yang baik dilakukan untuk zaman sekarang belum tentu baik pula untuk masa depan. agar anak itu memasuki perguruan tinggi maka pengaruh perguruan tinggi terhadap SM bahkan SD sangat besar. Ada yang mengatakan bahwa pada hakikatnya perguruan tinggi menguasai seluruh sistem pendidikan dan SD . maka kebutuhan dan sifat perkembangan anak kurang mendapat perhatian utama. berarti mempertahankan keadaan sekarang. Mengharuskan anak-anak meniru perbuatan generasi tua. Bahan pelajaran dipilih karena berguna untuk menguasai suatu disiplin.3. bahwa sekolah yang didirikan oleh masyarakat. Franklin Bobhitt menganalisis kegiatan-kegiatan orang dewasa dalam masyarakat dengan maksud agar kegiatan-kegiatan itulah diajarkan kepada anak-anak agar menjadi warga masyarakat yang serasi.

bila kebutuhan dan minat anak diabaikan. Ia berpendirian bahwa bahan pelajaran tidak boleh dipisahkan dari pengalaman belajar. maka kita menyalahi prinsip-prinsip proses belajar. atau (b) kebutuhan berdasarkan perkembangan anak. Juga dianjurkannya ialah agar bahan pelajaran hendaknya fundamental yang dapat mengembangkan kesanggupan berpikir secara konsepsional. demikian pula sikap dan norma-norma hanya dapat dipelajari melalui pengalaman-pengalaman untuk menerapkannya. akan tetapi keterampilan mental seperti berpikir kritis. Dalam memilih bahan pelajaran perlu kita perhatikan pendapat Hilda Taba yakni bahwa untuk mencapai suatu tujuan pendidikan kita tidak cukup hanya memperhatikan isi atau bahan pelajaran akan tetapi juga proses pelajaran atau pengalaman belajar. sehingga perlu dipilih berdasarkan antara lain kepentingannya ditinjau dan segi sosial. dan sebagainya. . sejarah. Seperti telah pernah kami kemukakan dengan kebutuhan anak dapat dimaksud (a) kebutuhan menurut tafsiran. Apa yang dibutuhkan oleh anak menurut pendapatnya tidak selalu baik. Di lain pihak. Tentu saja kebutuhan dan minat anak dapat diperluas. apa yang benar-benar dirasakan perlu. Lagi pula banyak hal-hal yang penting sekali bagi anak. Karena itu lebih baik pelajaran dipusatkan pada sejumlah pokok yang terbatas yang dapat mengembangkan keterampilan mental. Memperturutkan salah satu di antaranya rnembawa kepincangan. membaca. daripada berusaha meliputi sejumlah bahan yang luas yang hanya dihafal secara mendangkal. tetapi tidak mengembangkan kesanggupan mental itu. sehingga meliputi hal-hal yang semula tidak menarik minatnya. Tujuan pendidikan merupakan pengetahuan dapat dicapai dengan menentukan bahan pelajaran. misalnya bahwa setiap anak harus belajar menulis.5. orang dewasa. Bahan pelajaran dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Ketrampilan mental itu dapat ditransfer dalam situasi-situasi lain yang memerlukan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode penemuan (discovery). yang tidak dengan sendirinya dirasakannya sebagai kebutuhan.

Seperti telah pernah kami utarakan. Jika mereka berpendirian bahwa sekolah harus menyampaikan kebudayaan masa lampau yang diwariskan oleh nenek moyang.Dalam penentuan bahan pelajaran para penyusun kurikulum dipengaruhi oleh aliran yang dianutnya. Mereka yang mengutamakan fungsi sosial sekolah mengambil aspek-aspek kehidupan sosial sebagai dasar untuk menentukan bahan pelajaran. maka bahan yang penting ialah kegiatan -kegiatan yang dilakukan orang dewasa dalam kehidupannya. Bahan pelajaran akan berbeda pula bila yang diutamakan ialah perkembangan mental atau intelek. Mereka yang yakin pada kebaikan "activity curriculum" tentu akan bertolak dari prinsip-prinsip yang berbeda dengan penganut "subject curriculum". Prosedur menerima otoritas para ahli. Dalam kenyataan hal ini tidak mudah melakukannya. Jika mereka menganggap. sekalipun kedua pendirian itu dapat dipertemukan hingga batas-batas tertentu. . Dalam pembinaan kurikulum hendaknya kita perhatikan semua faktor yang turut mempengaruhinya. atau pembangunan masyarakat barn. setiap pendirian yang ekstrim mempunyai kelemahan. PROSEDUR MENENTUKAN BAHAN PELAJARAN Berbagai cara dapat diikuti untuk menentukan bahan pelajaran. Mereka yang mengutamakan subject curriculum akan mementingkan bahan yang terkandung dalam disiplin. Cara yang dipilih banyak bergantung pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh mereka yang menentukan kurikulum. maupun disiplin ilmu pengetahuan. Prosedur penentuan bahan pelajaran. maka mereka akan mencari unsur-unsur dari kebudayaan itu yang dianggap penting bagi perkembangan anak-anak. masyarakat. oleh sebab manusia senantiasa berpijak pada dasar-dasar tertentu. Penganut aliran "progresif ' akan menentukan bahan pelajaran terutama berdasarkan minat anak atau pemuda. agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam masyarakat. Di bawah ini kami berikan beberapa prosedur yang diikuti dalam penentuan bahan pelajaran. yaitu faktor anak. bahwa sekolah harus mempersiapkan anak. Jadi serasi tidaknya bahan pelajaran bergantung pada tujuan yang ingin dicapai. 1.

kemampuan. perbendaharaan kata anak. Ini memberikan rasa tenteram kepada guru karena ia tak perlu lagi mencari-cari. prasangka atau keinginan pribadi. Buku ini dapat disebarluaskan secara nasional. Kalau percobaan ini . Kemudian diadakan diskusi untuk merumuskan dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan itu. sejarah dan sebagainya. Prosedur eksperimental. agar keilmiahannya dapat dipertahankan. Buku pelajaran mempunyai scope dan sequence tertentu. Ia akan mempelajari kurikulum yang diakui. Akan tetapi prosedur ini juga tidak membangkitkan kreativitas guru. dapat juga berdasarkan studi tentang sosiologi. Ada kalanya buku pelajaran disusun oleh panitia penulisan buku. metode mengajar. politik. Lebih dahulu dirumuskan tujuan pendidikan agar dapat ditentukan bahan pelajaran yang kirangnya paling serasi untuk mencapainya. karena tidak ada jaminan apakah dan hinggga manakah bahan itu sungguh-sungguh membawa anak kepada tujuan itu. jadi telah jelas apa yang hams diajarkan dan bagaimana urutannya. Suing para penyusun kurikulum itu dipengaruhi oleh tradisi. dan sebagainya. yang dianggap mempunyai otoritas. Menentukan bahan pelajaran yang serasi berhubung dengan tujuan itu tidak mudah. karena banyak keuntungannya. hasil penelitian tentang perkembangan anak. Tujuan pendidikan dapat diselidiki berdasarkan undang-undang dan dokumen-dokumen resmi. Prosedur ini banyak diikuti. dan keahlian. Tentu saja pengarang itu menggunakan berbagai sumber dalam penulisan itu. sering diikutsertkan para ahli dalam cahang ilmu pengetahuan tertentu dan ahli pendidikan. Misalnya dapat diselidiki cerita-cerita apakah yang paling disukai anak-anak pada usia tertentu. 2. psikologi belajar. Biasanya metode ini digunakan untuk menyelidiki keserasian bahan yang khusus untuk tujuan yang spesifik. Bahan pelajaran dapat ditentukan secara eksperimental dengan mengadakan penelitian hingga manakah bahan itu memang serasi untuk mencapai sasarannya. agar dapat dikuasai faktor-faktor yang mempengaruhi. hasil-hasil lokakarya atau konferensi.Bahan pelajaran ditentukan berdasarkan pendapat seseorang atau suatu kelompok. Dalam praktik sering yang menentukan bahan pelajaran ialah pengarang buku pelajaran. Untuk menjamin mutu buku itu.

Prosedur konsensus. dapat pula dianalisis berbagai jabatan. Yang dianalisis ialah keadaan sekarang yang tidak menunjukkan keadaan seharusnya. maka ada pegangan yang lebih kokoh dalam pemilihan cerita yang sesuai dengan keinginan anak. antara lain mengadakan wawancara tentang segala macam tugas seorang pekerja. Juga perlu dipikirkan.dilakukan pada sejumlah besar anak. Dengan mengetahui kegiatan. sikap. Cara keempat ialah memperoleh konsensus dengan meminta pendapat orang-orang yang dianggap berwewenang. misalnya jabatan jururawat. Prosedur ilmiah atau analitis. dan sebagainya seperti yang mula-mula dilakukan oleh Charters. hingga manakah hasil penelitian sekarang berlaku untuk masa datang. ketrampilan. sehingga identitas keseluruhan lenyap. metode ini kurang sesuai. pengetahuan dan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Bahan pelajaran dapat ditentukan dengan menganalisis situasi-situasi di mana bahan pelajaran itu diperlukan. karena sulitnya menguasai semua faktor. Analisis pekerjaan atau kegiatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. dapat pula ditentukan bahan pelajaran yang serasi untuk itu. atau mengobservasi pekerja melakukan tugasnya. melakukan pekerjaan itu sendiri. antara lain ahli-ahli dalam bidang studi . termasuk pribadi guru dan pengalaman anak. 3. sekretaresse. Namun metode analisis ini sangat berfaedah untuk menentukan bahan pelajaran bagi tugas dan jabatan yang jelas dan terbatas unsur-unsurnya. Analisis ini akan menghasilkan daftar sejumlah kegiatan yang dapat disusun menurut pentingnyaa dan frekuensinya. Dapat dianalisis kegiatan manusia dewasa dalam kehidupannya sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Franklin Bobbitt. daripada hanya bergantung pada pendapat guru atau pengarang. 4. Analisis memecahkan keseluruhan tugas dalam kegiatan-kegiatan yang lebih terinci. guru penerbang. Untuk tujuan-tujuan yang lebih umum. karena misalnya selera anak terhadap cerita-cerita tertentu dapat berubah karena perkembangan zaman.

Prosedur-prosedur lain yakni (a) social functions procedure. tradisi. . agar pelajaran itu sesuai dengan keadaan setempat. sekalipun tidak mengabaikannya. Kurikulum ini mengutamakan aspek sosial dan tidak begitu me nonjolkan soal kebutuhan dan minat pelajar. keinginan pribadi atau faktor-faktor subyektif lainnya. dan sebagainya adalah pokokpokok sebagai pegangan untuk menentukan kegiatan-kegiatan belajar. Seperti telah dibicarakan sebelumnya dengan "social functions" atau "major areas of living": dimaksud pusat-pusat kegiatan manusia dalam masyarakat. dan suber alam.tertentu. perusahaan. Metode ini mudah dilaksanakan. Dengan mempelajari pusat-pusat kegiatan manusia ini anak-anak diharapkan mengenal kehidupan dan masalah-masalah masyarakat dewasa ini. Prosedur-prosedur lainnya. tokoh-tokoh masyarakat. komonikasi dan transpor. Program ini fleksibel dan mungkin sekali mengalami perubahan dari tahun ke tahun apalagi karena dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan bersama dengan murid seperti lazimnya dilakukan dalam pengajaran broad unit. dan sebagainya. Pendapat-pendapat itu dapat dikumpulkan dengan daftar pertanyaan yang kemudian ditabulasi dan diinterpretasi. Ada pula kemungkinan bahwa pendapat orang yang ditanyai itu dipengaruhi oleh prasangka. menentukan bahan pelajaran menurut prinsip-prinsip utama yang mendasari kurikulum itu. namun konsensus berdasarkan tabulasi dan suara terbanyak belum menjamin keserasian bahan pelajaran. konsumsi. (b) persistent life situation procedure dan (c) adolescent needs or problems procedure. (a) Prosedur fungsi-fungsi sosial. produksi. Sesudah ditabulasi tidak lagi diadakan diskusi antara mereka yang mengisi daftar pertanyaan itu dan interpretasinya terserah pada para pengolahnya. milik. 5. Pokokpokok ini sangat umum dan masih perlu diuraikan lebih lanjut oleh para pendidik secara lokal. Fungsi-fungsi sosial itu seperti: perlindungan dan pengawetan hidup.

. Masalah-masalah pokok yang dihadapi itu "persistent" yakni senantiasa pada hakikatnya sama. masalah. akan tetapi situasinya berbeda-beda dan berubah-ubah. Ada kemungkinan pengetahuan murid tentang berbagai subject atau mata pelajaran bahkan lebih luas lagi daripada yang diperoleh melalui kurikulum yang subjectcentered hanya tidak dalam susunan logis sistematis yang lazim. Oleh sebab kebutuhan atau masalah itu selalu timbul dalam lingkungan masyarakat tempat mereka hidup maka dengan sendirinya masalahmasalah masyarakat juga mendapat perhatian. Dengan mengikuti kurikulum ini murid-murid dipersiapkan untuk menghadapi masalahmasalah itu dalam hidupnya di masyarakat. sejauh bahan itu diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Waktu itu ide ini sangat progresif. Prosedur ini bertitik tolak dan kebutuhan pemuda atau masalah-masalah yang mereka hadapi. (c) Prosedur kebutuhan atau masalah pemuda. Tentu saja kurikulum serupa ini fleksibel dan bahan pelajaran harus disesuaikan setiap kali dengan perubahan perubahan yang terjadi di dunia maupun setempat. Stratemeyer cs menganalisis situasi-situasi itu sejauh mungkin. sekarang maupun di masa mendatang di mana saja di dunia ini. Jadi cara menentukan scope atau ruang lingkup pelajaran banyak persamaannya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial. Seperti halnya dengan kurikulum fungsi-fungsi sosial kurikulum ini pun dapat memanfaatkan bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. Percobaan ini merupakan suatu sukses. namun para pendidik masih harus mengadakan perencanaan yang lebih terperinci dan kongkret untuk dilaksanakan dalam kelas. dulu. dan minat anak dan pemuda menurut taraf perkembangan dalam dunia yang kompleks dan dinamis ini. Prosedur ini memperhatikan kebutuhan. akan tetapi karena pecahnya Perang Dunia II hasilnya tidak mendanqt cambutan selayaknya.(b) Prosedur "persisten life situations". Prosedur ini diterapkan dalam "the Eight Year Study" (1932-40) yang mengadakan percobaan dengan kurikulum ini di 30 sekolah menengah di Amerika Serikat.

berbagai-bagai saran tentang kegiatan-kegiatan mengajar-belajar. resource unit. untuk menyesuaikan kurikulum itu dengan kebutuhan dan masalah pemuda di sekolah itu. yaitu ruang lingkup atau luas bahan pelajaran. kondisi hidup dan pekerjaan. (7) Moral dan agama. Perubahan senantiasa ada dari tahun ke tahun seperti halnya dengan kurikulum yang fleksibel lainnya yang berusaha menyesuaikannya dengan tuntutan murid dan masyarakat. (3) Kegiatan sosial dan rekreasi. (4) Berpacaran. (5) Hubungan sosial-psikologis (6) Hubungan pribadi-psikologis. Resource unit ini merupakan suatu sumber yang dapat membantu guru untuk merencanakan. (2) Keuangan. observasi dan sebagainya. Untuk membantu guru-guru dalam perencanaan broad unit maka dapat disusun suatu. dan sebagainya. checklist. Ini bergantung pada bahan yang diterima dari orang-orang yang diminta pendapatnya dan cara menggolongkannya. (9) Masa depan: Pekerjaan dan pendidikan.Untuk menentukan bahan pelajaran diselidiki buku-buku psikologi. Di samping klasifikasi Ross Mooney ini ada lagi cara penggolongan lain. diadakan questionnaires. (10) Penyesuaian dengan pelajaran sekolah. Ross Mooney mengumpulkan 132 masalah pemuda yang digolongkannya dalam 11 bidang. dan menilai suatu unit. dan alat-alat pengajaran serta cara-cara mengevaluasi unit itu. seks dan perkawinan. ruang lingkup bahan pelajaran berupa konsep-konsep. (8) Rumah tangga dan keluarga. yakni: (1) Kesehatan dan perkembangan jasmani. . MENENTUKAN SEQUENCE DALAM KURIKULUM "Scope" mengenai apa yang akan diajarkan. Dan seperti halnya dengan prosedur fungsi-fungsi sosial dan "persistent life situation" guru-guru setempat harus lagi merencanakan bersama. mengembangkan. Setiap bidang dapat lagi diuraikan lebih lanjut. daftar buku. masalah-masalah. juga dengan orang tua. (11) Kurikulum dan pengajaran. sering dengan murid. pada berbagai tingkat perkembangan anak guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan. pokok-pokok. Resource unit menguraikan secara komprehensif dan sistematis tujuan. jenis dan bentuk pengalaman-pengalaman belajar.

100 di kelas II.Dengan "sequence" (baca: si-kuens) dimaksud urutan pengalaman belajar itu diberikan. Itu sebab mereka disuruh menghafal. Scope dan sequence erat hubungannya dalam penyusunan kurikulum. sedangkan pecahan baru boleh dibicarakan di kelas III. ilmu alam baru diajarkan di kelas V. Urutan itu rupanya tidak seketat yang diduga dan mengalami perubahan total akhir-akhir ini. kini dalam bentuk ilmu pengetahuan alam sudah diberikan sejak kelas I SD. Ilmu alam atau fisika. Menurut J. bahkan tidak ada keberatan untuk mengajarkan di Taman Kanak-kanak.20 di kelas SD. Juga J. J. Matematika modern yang diajarkan di kelas I SD sudah memberikan aljabar dan ilmu ukur. 1. Akan tetapi waktu yang tepat itu tidak selalu mudah ditentukan. Aljabar dan ilmu ukur baru boleh diajarkan di kelas I SMA. Bruner mengatakan bahwa prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap orang pada setiap usaha dalam suatu bentuk tertentu oleh sebab ide-ide pokok yang mendasari setiap ilmu sebenarnya sederhana. Berpikir dengan konsep-konsep dianggap baru dapat dilakukan pada usia yang lebih lanjut yaitu pada tingkat sekolah lanjutan. Sering ini diartikan sebagai kapan pengalaman belajar atau bahan pelajaran itu harus diberikan. Dahulu orang menyangka bahwa anak-anak belum dapat berpikir logis. Ilmu Bumi dunia diberikan di kelas VI. oleh sebab tiap bahan harus diberikan pada waktu yang setepat-tepatnya. Pembanian pendidikan dapat mengubah kebiasaan lama dan masalah urutan atau sequence turut mengalami perubahan. membicarakannya sebelumnya dianggap melanggar peraturan dan dirasa terlampau sulit bagi anak karena tidak sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya. Piaget membuktikan bahwa anak-anak lebih cepat dapat berpikir secara formal daripada yang diduga semula. padahal matematika dianggap suatu disiplin yang tersusun paling logis dan sistematis mengenai urutannya. Ilmu Bumi dimulai di kelas III. Pada zaman sebelum perang dunia II dirasakan sudah tepat mengajarkan hitungan dari 1 . Piaget anak umur . Sering ini dilakukan berdasarkan tradisi. atau disempitkan menjadi di kelas berapa bahan pelajaran tertentu harus diajarkan.

Struktur disiplin itulah yang menentukan urutan bahan pelajaran dan demikian pula langkah-langkah dalam proses belajar. Dianggap bahwa bahan pelajaran mempunyai struktur tertentu yang harus diikuti untuk mempelajarinya. Tidak mengembangkan kemampuan berpikir ini akan berarti merugikan anak. Diselidiki kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak. Pendekatan kedua ialah menyesuaikan bahan pelajaran dengan taraf perkembangan anak.tujuh tahun sudah dapat berpikir formal dan logis. jadi dapat dikembangkan dengan bahan pelajaran yang sesuai. Beberapa kesulitan yang dihadapi ialah bahwa kemampuan anak-anak sangat berbeda walaupun usia mereka sama. Ternyata bahwa bahan disiplin dapat disusun dengan berbagai cara. dalam segala ciri-ciri yang dapat diukur. jadi mempunyai tidak hanya satu macam struktur. Kemudian diusahakan dengan berbagai cara agar anak dapat mencernakan bahan pelajaran itu. Dalam penentuan urutan bahan pelajaran dapat diikuti dua macam pendekatan. Faktor-faktor dalam penempatan bahan pelajaran. Untuk itu perlu diselidiki tingkat pengetahuan dan kemampuan anak agar dapat ditentukan bahan yang sesuai. Jadi dalam pendekatan ini yang dipentingkan ialah bahan pelajaran dan anak haru s menyesuaikan diri dengan bahan pelajaran untuk kelasnya. Pendapat Bruner dan Piaget yang makin banyak diakui oleh para pendidik dan pembina kurikulum tak dapat tiada akan mempengaruhi sequence atau urutan bahan pelajaran. Dua pendekatan. Yang pertama ialah lebih dahulu menentukan bahan pelajaran untuk kelas-kelas tertentu. . Dengan demikian urutan bahan pelajaran tidak semantap yang diduga semula. diciptakan alat-alat peraga dan diterapkan metode mengajar-belajar yang serasi untuk membantu anak mempelajari bahan pelajaran itu.

Dalam sejarah salah satu cara ialah memberikannya mulai dan zaman purba kala dan berangsur-angsur maju sampai zaman sekarang. Namun bahan pelajaran memang mempunyai tingkat-tingkat kesukaran. Apersepsi atau pengalaman lampau. Anak-anak mulai diajarkan bilangan kecil sebelum angka-angka yang besar. Lagu kanak-kanak jauh lebih sederhana daripada lagu-lagu untuk orang yang lebih lanjut usianya.Dalam menentukan kapan atau di kelas berapa bahan pelajaran sebaiknya diajarkan biasanya orang berpegang pada sejumlah faktor. namun dalam penyusunan kurikulum tak dapat tiada harus kita putuskan kapan sesuatu harus diajarkan. Mereka lebih dahulu mempelajari lingkungan dekat yang dikenalnya secara langsung baru kemudian daerah yang jauh letaknya. Makin banyak unsur yang terlibat dalam suatu masalah. Seperti telah dikemukakan tidak ada patokan yang pasti mengenai sequence ini. 2. Hal ini juga kita dapat dalam pelajaran lain. Pada suatu ketika kemampuan berhitung dianggap syarat . Kalimat panjang lebih sukar daripada kalimat pendek. Faktor-faktor itu ialah antara lain: 1. makin kompleks problema itu makin tinggi taraf kesulitannya. Membaca permulaan dengan huruf ternyata lebih sukar daripada memulainya dengan kata-kata. Tak selalu mudah menentukan yang manakah yang mudah dan yang sukar. Karena kenyataan itu maka dalam penempatan bahan pelajaran perlu dipertimbangkan taraf kesulitannya. Pada umumnya bahan yang mudah dan sederhana lebih dahulu diberikan daripada yang sukar dan kompleks. Karena itu diusahakan adanya kontinuitas dalam bahan pelajaran. Menghitung sejumlah benda lebih mudah daripada menghitung daya tahan suatu jembatan. Sesuatu yang baru hanya dapat dipahami berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki. Pelajaran yang lampau menjadi syarat untuk memahami pelajaran yang baru. Taraf kesulitan bahan pelajaran.

Berbagai usaha dijalankan untuk memenuhi tuntutan perbedaan individual ini. Ada minat yang . Kematangan diakibatkan oleh perkembangan intern. Minat anak dapat berubah-ubah. tanpa sebenarnya mengetahuinya dengan jelas. fisika. Pada suatu ketika anak mulai belajar berbicara atau berjalan.untuk aljabar. Dianggap bahwa kontinuitas akan tercapai bila kita mulai dengan yang dianggap mudah untuk kemudian meningkat kepada yang lebih sulit. Sebelum waktu itu usaha mempercepatnya akan gagal. Akan tetapi setelah masa kematangan itu anak mulai belajar. Memberikan bahan yang sama kepada anak yang tinggi dan rendah inteligensinya pasti merugikan anak. Usia mental anak. Bagian-bagian ini merupakan langkah-langkah menuju kepada penguasaan pelajaran. Prinsip apersepsi atau 'entry behavior" ini bertahan erat dengan prinsip kesukaran. ilmu ukur ruang. biologi dianggap prasyarat untuk fakultas kedokteran. Kematangan anak. dan sebagainya tak banyak yang kita ketahui. 4. Dalam pengajaran berprograma suatu pelajaran dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dipelajari. Mengenai kematangan anak untuk mempelajari kewargaan negara. sehingga bahan pelajaran diberikan menurut sequence yang sesuai dengan kesanggupan anak. Kita ketahui bahwa anak-anak berlainan kemampuan mentalnya. Matematika. 3. pertumbuhan syarat atau fisiologis dan dianggap tak dapat dipengaruhi banyak oleh faktor-faktor luar. Proses belajar dapat banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Minat anak menjadi faktor utama dalam pcnentuan bahan dan urutannya di sekolah yang "child centered". Demikian pula kita menginginkan agar bahan pelajaran harus sesuai dengan usia mental anak. Pada umumnya soal kematangan ini hanya diketahui berkenaan dengan anak-anak kecil. Dalam teori sering kita katakan bahwa bahan pelajaran harus disesuaikan dengan kematangan anak. psikologi. 5. filsafaat. Minat anak.

motor. misalnya minat untuk alam sekitar. "Pemuaian logam" dapat diberikan konsepnya .timbul karena perkembangan anak. yakni menentukan kapan bahan itu harus diajarkan. apalagi minat yang timbul sebagai akibat perkembangan anak. yang dekat kepada yang jauh yang sederhana kepada yang kompleks. Juga belum cukup pengetahuan kita bagaimana langkah-langkah atau urutan untuk memahami suatu konsep atau berpikir kritis dan kreatif. Ini banyak sedikit dapat diperhitungkan lebih dahulu. seperti minat untuk radio. untuk agama dan ide-ide filosofis atau untuk pergaulan dengan anggota jenis kelamin lain. Kita tahu bahwa cara-cara membentuk konsep berbeda-beda. Misalnya konsep "perang kemerdekaan" dan "pemuaian logam" tidak sama cara mengembangkannya. Petunjuk "dari kongkret kepada yang abstrak" kurang memadai. sikap dan kesanggupan berpikir. naik gunung dan sebagainya. Urutan proses belajar antara lain mengenai langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep. Kita tak tahu misalnya berapa hal yang kongkrit harus diberikan agar anak dapat menangkap pengertian yang abstrak. SEQUENCE PROSES BELAJAR Masalah urutan atau sequence sering hanya dihubungkan dengan soal penempatan bahan pelajaran. tergantung pada konsep yang akan diajarkan. Kurikulum biasanya hanya menentukan urutan bahan pelajaran. dari bagian kepada keseluruhan atau sebaliknya. Maka diberilah pedoman seperti dari yang mudah kepada yang sulit. sedangkan soal urutan proses belajar diserahkan kepada guru. Dalam penempatan bahan pelajaran minat anak sudah sewajarnya perlu diperhatikan. Akan tetapi menurut Hilda Taba kita jangan lupakan urutan dalam proses belajar. Minat dapat timbul berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran-pelajaran lampau. Untuk hal-hal lain selalu dapat diusahakan dengan metode mengajar yang baik untuk membangkitkan minat anak. untuk keadaan sosial. Ada pula minat yang dipengaruhi oleh lingkungan.

dengan metode demonstrasi. Pengertian perang kemerdekaan memerlukan cara yang berbeda sekali. Menurut Hilda Taba, bukan hanya urutan mengenai bahan pelajaran saja yang penting, melainkan juga urutan dalam proses belajar atau pengalamanpengalamaan belajar. RANGKUMAN 1. Dengan scope dimaksud luas atau ruang lingkup bahan pelajaran. 2. Kesulitan dalam menentukan scope ialah (1) sangat cepat bertambahnya pengetahuan, (2) tidak adanya kriteria yang pasti tentang bahan pelajaran yang harus diberikan, (3) tidak memadainya mata pelajaran tradisional. 3. Sering matapelajaraan baru, sedangkan matapelajaran yang ada bercokol terus. 4. Dalam menentukan bahan pelajaran harus diadakan pilihan, atau seleksi, karena luasnya bahan yang tersedia dan terbatasnya waktu belajar serta kemampuan anak. 5. Kriteria dalam penentuan bahan ialah (1) tujuan, (2) nilai sebagai warisan, (3) penguasaan disiplin, (4) nilainya bagi kehidupan dalam masyarakat (5) kebutuhan dan minat anak. 6. Bahan pelajaran hendaknya jangan hanya meliputi pengetahuan melainkan juga keterampilan mental. 7. Aliran yang dianut oleh pembina kurikulum merupakan suatu faktor dalam penentuan bahan pelajaran. Beberapa prosedur penentuan bahan pelajaran ialah (1) menerima otoritas para ahli, (2) eksperimen (3) analisis kegiatan, (4) konsensus, (5) fungsi social, (6) persistent life situations, (7) kebutuhan pemuda. 8. Menentukan scope kurikulum yang subject centered lebih mudah daripada yang integrated. Yang terakhir ini lebih fleksibel. 9. Dengan "sequence" dalam pembinaan kurikulum dimaksud urutan

pengalaman belajar, yakni apabila bahan itu harus diajarkan. 10. Penempatan bahan pelajaran berupa matapelajaran sudah jauh berbeda dengan sebelum Perang Dunia II. Matematika yang dulu diajarkan di SMP, kini sudah mulai diberikan di kelas I SD.

11. Menurut J. Bruner prinsip-prinsip tiap mata pelajaran dapat diajarkan kepada setiap anak pada setiap usia dalam suatu bentuk tertentu. Pendapat ini dapat menimbulkan perobahan besar mengenai penempatan mata pelajaran. 12. J. Piaget berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa anak berusia tujuh tahun telah dapat berpikir logis dan formal. 13. Dalam penentuan sequence dapat diikuti dua pendekatan yaitu (1) menyesuaikan bahan dengan anak, atau (2) menyesuaikan anak dengan bahan. 14. Faktor-faktor dalam penentuan "sequence" ialah (1) taraf kesulitan bahan pelajaran (2) apersepsi atau pengalaman yang telah ada, (3) kematangan anak, (4) usia mental anak (5) minat anak. 15. Sequence tidak hanya mengenai bahan pelajaran tetapi juga dalam proses belajar, yaitu langkah-langkah untuk mengembangkan konsep-konsep, sikap, kesanggupan berpikir. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. Apa yang dimaksud dengan scope dan sequence? 2. Kesulitan apakah dihadapi dalam menentukan scope? 3. Apa sebab lebih mudah menambahkan matapelajaran baru daripada mengurangi yang ada? 4. Apakah yang termasuk subject matter atau bahan pelajaran? 5. Sebutkan berapa kriteria untuk menentukan bahan pelajaran. 6. Sekalipun telah diketahui tujuan pelajaran, apa sebab masih sulit untuk menentukan bahan pelajaran yang serasi? 7. Coba sebutkan suatu tujuan. Tentukan bahan yang saudara anggap serasi untuk mencapai tujuan itu. 8. Apakah kelemahan bahan pelajaran yang merupakan warisan dari generasi lampau? 9. Pada hakekatnya perguruan tinggilah yang menentukan kurikulum SMA bahkan SD. Berikan komentar saudara. 10. Apakah dasar Herbert Spencer menentukan bahan pelajaran? 11. Bagaimanakah cara Franklin Bobbitt menentukan scope kurikulum? 12. Kelemahan apakah terdapat dalam prosedur yang diikuti oleh Franklin Bobbitt?

13. Apakah kelemahan scope kurikulum yang ditentukan herdasarkan minat dan kebutuhan anak? 14. Scope tidak hanya meliputi materi tetapi juga proses belajar. Apa maksudnya? Yang manakah yang lebih penting menurut pendapat saudara? 15. Dalam penentuan bahan pelajaran aliran yang dianut sangat berpengaruh. Berikan penjelasan dan contoh-contoh. 16. Sebutkan prosedur-prosedur untuk menentukan scope kurikulum. Beri penjelasan tentang tiap prosedur. 17. Tinjau setiap prosedur. Cari segi kebaikan dan kekurangannya. 18. Apakah keberatan jika buku pelajaran menentukan scope kurikulum? Adakah keuntungan dan kebaikannya? 19. Apakah kurikulum 1975 disusun berdasarkan eksperimen? Prosedur apakah yang digunakan? 20. Dari berbagai macam prosedur itu, yang manakah paling menarik bagi saudara? Berikan alasan. 21. Berikaan contoh-contoh bahwa sequence mengalami perubahan besar. 22. Bagaimanakah pendapat Bruner dan Piaget, yang mempengaruhi soal sequence dalam kurikulum. 23. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sequence bahan pelajaran. Jelaskan setiap faktor dan bicarakan baik buruknya. 24. Apa yang dimaksud dengan sequence proses belajar, yang perlu diperhatikan di samping sequence bahan pelajaran sendiri?

BAB 9 MENGUBAH KURIKULUM
SEBAB-SEBAB KURIKULUM DIUBAH Kurikulum itu selalu dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahanperubahan dalam faktor-faktor yang mendasarinya. Tujuan pendidikan dapat berubah secara fundamental, bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga diubah bila tekanan dalam tujuan mengalami pergeseran. Misalnya pada tahun 30-an sebagai pengaruh golongan progresif di USA tekanan kurikulum adalah pada anak, sehingga kurikulum mengarah kepada child-centered curriculum sebagai reaksi terhadap subject-centered curriculum yang dianggap terlalu bersifat adult dan society-centered. Pada tahun 40-an, sebagai akibat perang, asas masyarakatlah yang diutamakan dan kurikulum menjadi lebih society-centered. Pada tahun 50-an dan 60-an, sebagai akibat Sputnik yang menyadarkan Amerika Serikat akan ketinggalan dalam ilmu pengetahuan, para pendidik lebih cenderung kepada kurikulum yang discipline-centered, yang mirip kepada subject-centered curriculum. Tampaknya seakan-akan orang kembali lagi kepada titik tolak semula. Akan tetapi lebih tepat, bila kita katakan, bahwa perkembangan kurikulum seperti spiral, tidak sebagai lingkaran, jadi kita tidak kembali kepada yang lama, tetapi pada suatu titik di atas yang lama. Kurikulum dapat pula mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar, sehingga timbul bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul, dan sebagainya. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan, dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu

menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman serupa ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum, betapapun relevannya pada suatu saat.

Maka karena itu perubahan kurikulum merupakan hal biasa. Malahan mempertahankan kurikulum yang ada akan merugikar anak-anak dan dengan demikian fungsi kurikulum itu sendiri. Biasanya perubahan satu asas akan memerlukan perubahan keseluruhan kurikulum itu. PERUBAHAN ATAU PERBAIKAN KURIKULUM Perbaikan kurikulum biasanya hanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum, misalnya metode mengajar, alat peraga, buku pelajaran dengan tetap menggunakan kurikulum yang berlaku. Perubahan kurikulum mengenai perubahan dasar-dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan dan merek-mereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum, juga disebut pembaruan atau inovasi kurikulum, tentu saja dimaksud untuk mencapai perbaikan, sekalipun perubahan itu tidak dengan sendirinya membawa perbaikan. Perbaikan yang diperoleh mungkin membawa hasil sampingan yang kurang baik menurut penilaian pihak tertentu. PENILAIAN KURIKULUM Sebelum mengubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang dijalankan. Penilaian juga perlu untuk mengetahui hingga manakah kurikulum mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan seperti yang tercantum dalam kurikulum itu. Penilaian kurikulum tidak mudah. Baik tidaknya suatu kurikulum pada hakekatnya dapat dinilai dan hasilnya, yakni dari kedudukan, kehidupan, atau prestasi pada lulusannya. Bila lulusannya menduduki tempat yang penting dalam pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, maka lembaga pendidikan itu mendapat nama baik dan kurikulumnya dianggap efektif. Namun kita dapat menyangsikan kebenaran anggapan itu, karena yang diandalkan hanya mereka yang sangat menonjol prestasinya, sedangkan mereka yang tidak menduduki tempat yang berarti dalam masyarakat, bahkan yang gagal, tidak mendapat perhatian. Penilaian itu terlampau kasar dan tidak didasarkan atas penelitian yang sistematis. Dan kita dapat bertanya, apakah masalah itu dapat di-

Namun apakah dengan taksonomi Bloom itu dapat misalnya dihasilkan manusia Pancasila yang sejati. (3) organisasi pengalaman belajar itu. kita harus menilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan kurikulum. Akan tetapi tanpa pendidikan sekolah. perubahan-perubahan tertentu yang diinginkan tidak akan terjadi. setiap anak akan menjalani perubahan menuju ke kedewasaan. apakah dapat mencapai tujuan seperti yang dirumuskan dalam kurikulum itu. Kurikulum adalah alat untuk mengubah kelakuan anak-didik. Kita belum memiliki suatu teori belajar yang menjamin akan tercapainya tujuan yang ditentukan dengan kegiatan mengajar belajar tertentu. Kalau kita menilai kurikulum. Untuk menilai suatu kurikulurn perlu tujuan itu jelas dirumuskan. Bloom memberikan suatu pegangan tentang cara melakukannya. Dengan adanya kurikulum juga kita belum dapat meramalkan. Hasil angka-angka ujian akhir. apakah akan tercapai hasil yang diharapkan. urutan pengalaman itu.selidiki sepenuhnya. (4) caracara mengevaluasi hasil belajar murid. dan ketrampilan murid. karena banyaknya faktor lain di luar mata pelajaran yang turut mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang. misalnya tidak dapat dijadikan patokan untuk meramalkan masa depan seorang lulusan. Dengan rumusan tujuan yang spesifik. Ada yang menginginkan. dalam bentuk kelakuan yang dapat dilihat dan diukur. sikap. masih dapat diragukan. Demikian pula dapat diragukan hasil semua mata pelajaran. Dengan psikologi sosial juga tidak dapat kita ramalkan kelakuan dan prestasi seseorang dalam jangka panjang kelak dalam masyarakat. (2) pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan. tanpa pendidikan formal. Efektivitas kurikulum berwujud dalam perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan murid. penilaian dapat dilakukan dengan lebih cermat. hubungannya dengan pengalaman lain. agar tujuan itu spesifik. Jadi penilaian kurikulum harus dimulai dengan hakikat dan tujuan kurikulum. Tentu saja. Kurikulum sekolah bukan satu-satunya alat untuk mengubah kelakuan manusia. Apakah dengan pelajaran civics atau IPS terbentuk warga negara yang taat kepada undang-undang .

suatu yang sebenarnya di luar kesanggupan. Misalnya biologi dianggap dapat menimbulkan keharuan akan kebesaran Tuhan. dan sebagainya? Sanggupkah kurikulum mencapai tujuan-tujuan menurut apa yang tercantum dalam kurikulum itu? Ataukah tujuan itu hanya muluk-muluk tampaknya dan hanya merupakan impian yang tak akan dapat diwujudkan? Apakah kurikulum hanya mempunyai pengaruh yang terbatas dengan mengakui bahwa watak atau pribadi seseorang banyak ditentukan oleh faktor-faktor di luar kurikulum? Berdasarkan penelitian. atau tidak termasuk tujuannya yang utama. akan tetapi atas pengaruh berbagai hal lain. persaudaraan bangsa-bangsa dan sebagainya. Penelitian tentang hasil kurikulum atau suatu mata pelajaran sangat sulit. Banyak kesulitan yang dihadapi untuk menilai suatu kurikulum secara ilmiah. Biasanya tertampau banyak yang diharapkan dan kurikulum itu yang tidak dapat dipenuhi. Hasil kurikulum diperoleh melalui interaksi antara anak dengan kurikulum. . Tidak selalu jelas. bukan berdasarkan penilaian atas hasil kurikulum itu. maka hasilnya pun akan berlainan pula. Havighurst menemukan. Alat-alat untuk menilainya pun tak tersedia.dan peraturan negara serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat? Apakah matematika menghasilkan manusia yang lebih sanggup herpikir logic sistematis. Soal keTuhanan sebenarnya lebih merupakan tugas pelajaran agama. Maka kita dapat bertanya apakah mata pelajaran sejarah atau IPS sanggup mernupuk norma-norma yang berkenan dengan toleransi. apakah sebenarnya tujuan kurikulum suatu lembaga pendidikan. Tiap murid memperoleh hal yang berbeda dari kurikulum yang sama. khususnya dari ibunya. Namun soal keTuhanan tak dapat dipakai sebagai alat untuk menilai keberhasilan pelajaran biologi. Maka sering suatu kurikulum diubah. pelajaran agama membentuk manusia yang lebih taat kepada perintah Tuhan. perdamaian dunia. bahwa nilai-nilai atau norma-norma seseorang kebanyakan diperolehnya dari keluarga. Olch sebab tiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda.

Kurikulum baru biasanya dimasukkan sambil mengeritik kurikulum lama. yang tidak selalu dapat dipenuhi. yang dengan sendirinya akan turut terbuang. Dengan meninggalnya tokoh itu lenyap pula pembaruan yang telah dimulainya itu. Guru itu hanya diharapkan mengikuti instruksi atasan. Pembaharuan kurikulum sering pula memerlukan biaya yang lebih banyak untuk fasilitas dan alat-alat pendidikan haru. Mengadakan pembaharuan memerlukan pemikiran dan tenaga yang lebih banyak. Akan tetapi ada pula kalanya. Ide yang baru tentang pendidikan memerlukan waktu sekitar sekitar 75 tahun sebelum dipraktikan secara umum di sekolah-sekolah. Guru-guru lebih senang mengikuti jejak-jejak yang lama secara rutin. Ada kalanya karena cara yang demikianlah yang paling mudah dilakukan. Manusia itu pada umumnya bersifat konservatif dan guru termasuk golongan itu juga. Pembaharuan kurikulum kadang-kadang terikat pada tokoh yang mencetuskannya. masih banyak mengalami rintangan dalam penyebarluasannya.Sering suatu kurikulum sudah diubah sebelum dinilai hasilnya. Tak jarang pula pembaharuan ditentang oleh mereka yang ingin berpegang pada yang sudah lazim dilakukan atau yang kurang percaya akan yang baru . seakan-akan yang lama itu tidak mengandung kebaikan-kebaikan. oleh sebab harus melibatkan banyak orang dan mungkin memerlukan perubahan struktur organisasi dan administrasi sistem pendidikan. KESULITAN-KESULITAN DALAM PERUBAHAN KURIKULUM Sejarah menunjukkan bahwa sekolah itu sangat sukar menerima pembaruan. Dan sekalipun telah dilaksanakan sebagai percobaan. Tak semua orang suka bekerja lebih banyak daripada yang diperlukan. Maka sebaiknya setiap perubahan kurikulum sekaligus juga merupakan perbaikan kurikulum secara menyeluruh. Dalam pembaruan kurikulum ternyata bahwa mencetuskan ide-ide baru lebih "mudah" daripada menerapkannya dalam praktik. bahwa guru-guru tidak mendapat kesempatan atau wewenang untuk mengadakan perubahan karena peraturan-peraturan administratif.

Prosedur manakah yang dilaksanakan banyak bergantung pada sistem pendidikan serta organisasi dan struktur organisasinya. menyusun buku pelajaran. Penataran merupakan syarat mutlak untuk . Partisipasi diusahakan seluas mungkin agar tercapai konsensus dan keterlibatan pribadi dan instansi dalam usaha pembaruan kurikulum. Yang kedua ialah "grass roots approach". yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain. termasuk Indonesia. Dalam hal ini pembaharuan kurikulum diadakan atas inisiatif kepala sekolah dan guru-gurunya. PROSEDUR PEMBARUAN KURIKULUM Pada pokoknya ada dua prosedur utama untuk mengubah kurikulum yaitu apa yang disebut "administrative approach" yaitu yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. yang diikuti biasanya pendekatan administratif. Bersifat kritis terhadap pembaharuan kurikulum adalah sifat yang sehat. atas inisiatif para administrator. Lokakarya. Setiap pendekatan mempunyai kebaikan dan kekurangannya. yaitu yang dimulai dari "akar" "from the bottom up" atau dari bawah. Ada juga negara. Berbagai konsultan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang diperlukan. antara lain Inggris yang memberikan wewenang penuh kepada kepala sekolah beserta stafnya untuk menentukan kurikulum sekolah. dari atas ke bawah. Di negara-negara yang mempunyai pemerintah pusat yang memegang kekuasaan yang kuat. dan sebagainya.sebelum terbukti kelebihannya. kelompok studi banyak dilakukan untuk membicarakan dan menghasilkan kurikulum barn itu. menyebarluaskannya. Di kebanyakan negara cara inilah yang dilakukan. jadi 'from the top down". Pendekatan administratif banyak menggunakan panitia-panitia untuk merencanakan kurikulum baru. Peranan konsultan hukanlah sebagai "agent of change" akan tetapi sebagai manusia sumber. Para ahli pendidikan dan ahli dalam berbagai bidang studi atau disiplin dari perguruan tinggi diminta bantuannya untuk menghasilkan kurikulurn yang sebaik-baiknya. karena pembaharuan itu jangan hanya sekedar mode yang timbul pada suatu saat untuk lenyap lagi dalam waktu yang tidak lama.

Kerja kelompok sangat esensial dalam pengembangan kurikulum. Jadi dalam pendekatan administratif ini dapat dikerahkan sejumlah besar ahli dan tenaga edukatif maupun administratif. melahirkan ide-ide baru. Walaupun pendekatan administratif mempunyai banyak kebaikan. dan membicarakan setiap buah pikiran secara kritis. namun ditinjau dari segi tertentu mempunyai juga kelemahan. dengan cara yang terkoordinasi dan terorganisasi. Untuk usaha yang luas ini dapat disediakan biaya yang diperlukan. Antara lain dikemukakan bahwa cara ini otoriter dan kurang demokratis dan merupakan keputusan atasan yang hams dilaksanakan oleh guru-guru. Akan tetapi kerja kelompok dapat juga merupakan penghamburan waktu jika komponen-komponennya tidak dipilih dengan rasional. Seluruh aparat administrasi pendidikan dikerahkan untuk mengkomunikasikan pembaruan ini kepada guru-guru dan segenap lapisan masyarakat. Kerja kelompok memperluas keterlibatan dan komitmen dalam kurikulum baru. bukan berdasarkan kedudukan atau pangkat.memberikan ketrampilan kepada guru dalam pelaksanaannya. Kerja kelompok merupakan tempat yang subur untuk berpikir. Anggota kelompok hendaknya dipilih berdasarkan kompetensi. Kerja kelompok memerlukan kepemimpinan yang paham akan proses dinamika kelompok dan mampu mendorong kelompok ke arah produktivitas dengan memadukan segala keahlian dalam kelompok itu. Kerjasama dan partisipasi semua unsur diperlukan untuk mencapai produktivitas dan efektivitas optimal. Pembaruan kurikulum serupa ini dapat dilakukan serentak dan uniform di seluruh negara dengan melibatkan seluruh aparat kementerian pendidikan. yang biasanya cukup besar jumlahnya. Usaha pemerintah ini biasanya tidak menemukan tentangan dari pihak guru yang sudah biaya menerima dan melaksanakan instruksi dan perintah dari atasannya. Setiap peserta dapat melengkapi buah pikiran peserta lainnya menurut keahlian masing-masing. Guru sendiri kurang dilibatkan dalam . Peraturan-peraturan resmi di keluarkan untuk menjamin terlaksananya kurikulum baru itu.

dinilai untuk diperbaiki. Tanpa perubahan pada guru tak akan terjadi perubahan dalam kurikulum. kadangkadang juga pengusaha dan para konsumen lulusan sekolah. Mereka bersama menyusun satuan-satuan pelajaran. Kepala sekolah serta guru menginginkan suatu perubahan. karena melihat kekurangan-kekurangan dalam kurikulum yang berlaku. Tentu saja guru setempat juga mempertimbangkan berbagai faktor . Dengan demikian mereka terlibat secara pribadi. akan gagal dan lenyap jika pengawasan tidak senantiasa diperketat. konsultan. Karena itu guru-guru kurang berusaha untuk mendalaminya dan karena kurang memahaminya akan mudah kembali kepada praktik-praktik yang lama. Ke tempat itu juga datang para pembina pendidikan. Dalam usaha itu mereka dapat meminta bantuan orang tua. bimbingan dan mungkin juga biaya. Semua gum turut berpartisipasi dalam segala aspek pembinaan kurikulum baru. Mereka berusaha mengatasi kesulitan sendiri. kemudian dicobakan sendiri. usaha ini didukung oleh "Teachers' Centres" yang dihentuk secara lokal sebagai tempat guru-guru bertemu dan berdiskusi tentang pembaharuan pendidikan. jadi tidak dibuat "di belakang meja tulis" seperti sering terjadi dalam pendekatan administratif.permulaan dan perencanaannya. Pembaharuan yang tidak tumbuh dan berakar dalam pribadi guru dan hanya melaksanakannya atas dasar kepatuhan akan perintah. to koh-tokoh di sekitar. Inisiatif dan kepemimpinan pembaharuan kurikulum terletak dalam tangan guru setempat. Maka pembaruan itu menjadi semu belaka dan akan mengalami kegagalan. Di Inggris. Perubahan kurikulum dengan pendekatan "grass roots approach" mulai dari sekolah secara sendiri-sendiri. staf pengajar perguruan tinggi. akan tetapi juga dari pihak atasan merupakan bahan. Kurikulum yang mereka susun relevan dengan keadaan riil yang mereka hadapi. Mereka tertarik oleh ide-ide barn mengenai kurikulum dan bersedia untuk menerapkannya di sekolah mereka untuk meningkatkan mutu pelajaran.

Pembaruan kurikulum oleh guru untuk kepentingan anak di sekolah dalam lingkungan tertentu yang mempunyai kebutuhan tersendiri akan lebih mantap. Dalam pendekatan administratif dapat diusahakan partisipasi guruguru. Mungkin pula pembaruan kurikulum menyangkut peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah yang hanya dapat diuhah bila usaha pembaruan bersifat nasional. Kelemahan pendekatan ini ialah bahwa usaha-usaha ini bersifat lokal.lainnya seperti peraturan yang berlaku. keinginan pemerintah dan sebagainya. Kita tak perlu memandangnya sebagai dua cara yang bertentangan. Perencanaan perubahan kurikulum harus me- . Namun menggunakan kekuasaan untuk memaksakan perubahan hanya melahirkan kepatuhan semu akan tetapi menimbulkan penentangan batin yang akhirnya menggagalkan usaha perubahan itu. Jadi kedua pendekatan itu masing-masing mempunyai kebaikan dan kekurangannya. Mungkin juga perubahan hanya mengenai aspekaspek tertentu dari kurikulum dan tidak menyeluruh. meminta pendapat dan penilaian mereka sebagai umpan balik serta memberikan kebebasan untuk menyesuaikannya dengan keadaan setempat. tidak mempunyai koordinasi dan organisasi sehingga tidak dapat disebarkan secara nasional. Menentang perubahan adalah sesuatu yang normal. syarat masuk perguruan tinggi. Pembaruan kurikulum adalah usaha yang luas dan kompleks yang memerlukan pemikiran dan partisipasi dari semua pihak. Guru-guru mendapat tanggungjawab penuh atas mutu pendidikan yang merupakan dorongan untuk menjadi kreatif. tetapi juga pada kemampuan dan kesediaan guru. yang mungkin otoriter dan kurang terbuka bagi pembaruan. Perubahan kurikulum pada hakekatnya berarti mengubah manusia dan lembaga-lembaga. Sekolah tidak mampu untuk memperoleh bantuan ini dengan tenaga sendiri. misalnya dengan menurut sertakan mereka dalam mencobakan kurikulum baru. Pembaruan bergantung kebanyakan kepada kepala sekolah. Perubahan sektoral akhirnya akan mengalami kesukaran yang tak dapat diatasi oleh sekolah itu sendiri. untuk senantiasa memperhatikan perkembangan mengenai pembinaan kurikulum.

karena menghadapi situasi yang berbeda dan mendapat hambatan dari ketentuan-ketentuan yang berlaku. Berbagai jalan kurikulum. dan penilaiannya relatif mudah diatur. masih banyak kesukaran untuk menyebarluaskannya. Demikian pula pendekatan perubahan dari bawah dapat dibantu oleh pemerintah dengan mempublikasikan usaha-usaha pembaharuan di sekolahsekolah agar secara umum dapat dikenal dan ditiru.rupakan dialog antara "atasan" dan "bawahan" dalam suasana sa ting menghargai pendapat. Beberapa cara praktis. Kader ini merupakan agen-agen pembaharuan. sehingga pembaruan itu lebih terarah dan menyeluruh. maka kader ini akan mengalami banyak kesukaran. 3. Membina kader. Perubahan kurikulum adalah sesuatu yang wajar karena perubahan yang terus-menerus dalam masyarakat dan kehidupan. . Andaikan pilot project ini berhasil. Memanfaatkan guru. bahkan memaksakan perubahan tanpa meminta keinginan guru-guru di sekolah itu. Pilot project. 2. Kelemahannya ialah bahwa ada kemungkinan mereka dianggap sebagai orang luar yang diberi bayaran khusus untuk mengadakan. Dapat dididik sejumlah kader yang menguasai seluk-beluk pembaharuan kurikulum yang ditempatkan di berbagai sekolah untuk mengadakan praktis ditempuh untuk mengadakan pembaharuan pembaharuan-pembaharuan. Jika timbul reaksi yang negatif dari pihak guru. Karena percobaan ini terbatas. 1. pengawasan. penyelenggaraan. pemimpin-pemimpin yang kompeten dan mereka dapat memberi hasil yang baik. Dalam rangka suatu pilot project seorang guru dapat mengadakan percobaan dengan suatu kurikulum baru dalam suatu bidang studi tertentu.

Memberikan laboratorium fisika atau laboratorium bahasa akan mendorong guru untuk menggunakan metode-metode dan bahan pelajaran baru. Memperbarui buku pelajaran. Universitas yang senantiasa berada di garis depan kemajuan dalam penelitian dan ilmu pengetahuan dapat membantu sekolah-sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan ide-ide baru tentang pendidikan dan perkembangan baru dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. bahkan sebenarnya harus mendahuluinya. sedangkan sekolah atau guru dapat memberikan bahan tentang keadaan yang riil mengenai murid. sehingga kurikulum tidak merupakan hasil "di belakang meja tulis". Akan tetapi ada kalanya tenaga pengajar tidak sanggup memanfaatkannya. 4. Universitas dapat pula menyediakan ahli dalam berbagai aspek kurikulum yang bertindak sebagai konsultan. . Buku pelajaran memegang peranan yang penting dalam setiap kurikulum. dapat diminta bekerja pada sekolah yang belum melakukannya. 5. sehingga dapat disaksikan bagaimana pelaksanaan pembaharuan itu. juga dalam melancarkan kurikulum yang baru. 7. Akan tetapi guru-guru sendiri harus mempunyai kesanggupan untuk menggunakannya. Sekolah yang terpencil akan mengalami kesukaran khusus dalam hal ini. Dapat diusahakan secara teratur pertemuan-pertemuan antara dosen perguruan tinggi dengan guruguru bidang studi di SM untuk keperluan itu. Menyediakan alat pengajaran. Pelaksanaan ini akan menghadapi kesulitan administratif dalam penempatan guru di sekolah lain untuk beberapa waktu. Kerjasama antara sekolah dan universitas.Guru dan sekolah yang telah menjalankan kurikulum baru. 6. Buku pelajaran baru dapat memberikan bahan baru dan juga metode mengajar serta proses belajar yang baru. Kurikulum pendidikan guru tak dapat tiada harus disesuaikan dengan perubahan kurikulum di SD . dan sekolah.SM. Pembaruan kurikulum pendidikan guru.

Namun penataran akan tetap diperlukan. sikap orang tua. Demikian pula hams dikembangkan administrasi yang sesuai dengan perubahan kurikulum itu. 8. Umpan balik digunakan untuk menyempurnakan satuan pelajaran itu. Hilda Taba menganjurkan agar pembaruan dimulai dengan satuan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kelas. administrasi sekolah. Harapan ialah agar pembaruan ini diterima baik dan disebarluaskan.Pendidikan guru dalam pembaruan akan lebih efektif daripada penataran. karena pada suatu ketika setiap kurikulum akan memerlukan pembaruan. cara menentukan bahan. Kelompok kecil itu dapat memperoleh bantuan dan kepala sekolah atau atasan. Pelaksanaan satuan pelajaran merupakan pelajaran dan latihan bagi guru. Mendemonstrasikan suatu pembaruan. sering timbul tentangan dan guru -guru yang tidak terlibat dalam usaha ini. Suatu kelompok kecil. Namun. Perubahan kurikulum mengharuskan guru berubah pula. mengevaluasi. dengan persetujuan kepala sekolah. cara belajar murid. mendemonstrasikannya kepada guru-guru lain. dan sebagainya. Lamanya latihan itu bergantung pada bcsarnya perbedaan antara cara lama dan baru. Perubahan tak mungkin dilakukan dalam seluruh program sekolah. Perubahan kurikulum yang berarti mengubah guru. Memulai dari satuan pelajaran. jadi harus mulai dengan bagian yang kecil dan terbatas. sering bertahun-tahun. berdasarkan prinsip-prinsip. dan sebagainya memakan waktu yang lama. dasar-dasar teoretis. Pada permulaan ini merupakan percobaan. mengadakan pembaruan satu mata pelajaran atau lebih dalam satu dua kelas. 9. Dari satuan pelajaran yang eksperimenal ini kemudian dikembangkan suatu kerangka yang lebih luas. Guru guru yang sejak mulanya terdidik dalam pelaksanaan kurikulum baru akan lebih menjamin keherhasilan pembaruan itu. . Mereka mencobakan suatu unit pelajaran dan setelah ternyata berhasil.

Jika tujuan tidak tcrcapai. Suatu pola yang sederhana adalah sebagai berikut: gambar Bagan 1. Acap kali dalam pembinaan kurikulum lebih dahulu ditentukan bahan pelajaran yang disusun menurut buku pelajaran tertentu. . (4) penilaian atau evaluasi hasil belajar. Jadi lebih dahulu harus dirumuskan tujuan. barulah kemudian bahan pelajaran dan kegiatan belajar.POLA KURIKULUM Dalam perubahan kurikulum. Tujuan juga menentukan penilaian. barulah dirumuskan tujuan sesuai dengan bahan itu. atau pada tujuan itu sendiri. Yang dinilai bukan hanya tujuan. untuk mengetahui hingga mana tujuan itu tercapai. mungkin kesalahannya terletak pada komponen pengetahuan. Tujuan menentukan pengalaman belajar apa yang diperlukan dan pengetahuan yang harus dipilih yang dapat membawa pelajar kepada tujuan yang ditentukan. apa yang dinilai dan bagaimana cara menilainya. yaitu isi atau bahan pelajaran yang diperoleh dan digunakan dalam proses belajar. Bahan pelajaran ditentukan oleh tujuan. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen utama itu yakni: (1) tujuan. melainkan juga pengetahuan dan kegiatan atau proses belajar. seperti tampak pada diagram itu. proses belajar. bukan sebaliknya. (3) pengetahuan. demikian pula dalam pembinaan setiap kurikulum. kita hendaknya bekerja dalam suatu kerangka atau pola yang terdiri atas komponen-komponen kurikulum itu. (2) kegiatan atau pengalaman belajar untuk mencapai tujuan itu. Menilai sikap tak sama caranya dengan menilai keterampilan atau pengetahuan. Keempat komponen itu saling berhubungan.

Demikian pula tujuannya harus mengandung aspek kognitif. atau subject-centered. Ketiga sumber itu harus dipertimbangkan dalam kurikulum.Pola kurikulum yang jelas menunjukkan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. agar kurikulum itu tidak berat sebelah. gambar Bagan 2 Selanjutnya komponen pengetahuan dapat diperlengkapi sebagai berikut . sedangkan subject curriculum mengutamakan aspek pengetahuan dan kurang mementingkan kegiatan atau pengalaman belajar. society-centered. yang diuraikan lebih lanjut). 4. bahwa bagan 2. Experience atau activity curriculum misalnya terlampau mengutamakan kegiatan atau pengalaman belajar dan kurang mementingkan unsur pengetahuan. Dalam bagan 2 kita lihat sumber-sumber tujuan. Setiap komponen dapat diolah lebih lanjut misalnya: (Perhatikan. afektif. dan 5 adalah komponen-komponen yang tampak pada bagan 1. Di sini pun dapat kita usahakan adanya keseimbangan. 3. yakni child-centered atau pupil-centered. Banyak kurikulum kurang menaruh perhatian kepada tujuan dan penilaian. Dengan adanya pola itu dapat dijaga keseimbangan antara unsurunsurnya. dan psikomotor untuk memberikan pendidikan yang harmonis.

Agar bahan itu jangan lepas-lepas. pembina kurikulum hendaknya juga berusaha mengadakan integrasi dalam bahan pelajaran yang disajikan. Informasi atau fakta-fakta yang . dengan korelasi. Selanjutnya harus ditentukan scope dan sequence bahan pela jaran. bergantung pada bentuk kurikulum yang dijalankan. . dan sebagainya. haruslah diadakan seleksi atau pilihan yang akan disajikan dalam bentuk atau organisasi tertentu. sekali dipahami. Pada saat sekarang diutamakan konsep-konsep dan prinsip-prinsip daripada hanya faktorfaktor. untuk mencegah 'gaps" dan "overlappings". dan dapat dilihat hubungan antara faktafakta. dan dapat digunakan untuk mentafsirkan informasi baru. broad field.gambar Bagan 3 Pengetahuan atau bahan pelajaran diambil dan berbagai disiplin. Karena banyaknya ilmu yang telah terkumpul yang tak mungkin diajarkan seluruhnya.lepas-lepas mudah dilupakan. Konsep-konsep bersifat abstrak dan karena itu memungkinkan pemahaman akan sejumlah besar informasi atau fakta yang spesifik. pengajaran unit. diusahakan adanya integrasi.lebih mantap. the structure of knowledge. Dengan memahami struktur atau konsep dapat dipahami gejala-gejala spesifik lainnya. tidak lekas out-dated. Konsep-konsep inilah yang dianggap memberikan struktur pengetahuan. Sekalipun pelajar itu sendiri akan selalu berusaha mengadakan integrasi dalam pengetahuan yang diperolehnya. Lagi pula pengetahuan serupa itu lekas menjadi usang sedangkan prinsip dan konsep.

gambar Bagan 4 Pengalaman atau kegiatan belajar adalah usaha yang dijalankan. hubungan antara guru dan murid. Proses belajar tak kurang pentingnya daripada hasil belajar. maka perlu dicari di mana letak kekurangannya melalui evaluasi. Tak ada kurikulum nasional yang sesuai bagi semua daerah. dan karena itu perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. penggunaan berbagai sumber dan alat pelajaran di dalam maupun di luar sekolah. Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan dalam kurikulum. kesanggupan dan perkembangan anak. dan sebagainya. Penilaian kurikulum harus berjalan terus. taraf kematangan. Proses belajar yang baik memungkinkan tercapainya hasil belajar lebih tinggi. Jika tujuan tidak tercapai. agar tujuan yang ditentukan dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang sangat kompleks. yang dipengaruhi oleh berbagai-bagai faktor seperti metode mengajar. Evaluasi bergantung pada tujuan yang hendak dicapai. kesulitan isi pelajaran. perbedaan individual. Mengumpulkan informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki kurikulum gambar .

seperti biasa dilakukan untuk memenangkan perjuangan. Pentingnya integrasi pengetahuan dan pengalaman anak menjadi dasar untuk menjalankan kurikulum yang dipadukan atau yang diintegrasikan dengan melancarkan kecaman yang tajam terhadap subject atau dicipline-oriented curriculum. sehingga tampaknya kurikulum baru seakan-akan kembali kepada bentuk yang lama.   menyusun kurikulum yang diselidiki kebaikannya melalui eksperimen. yang normal. dan disiplin. Jadi pertentangan antara berbagai bentuk kurikulum tak setajam yang digambarkan oleh para penganutnya. Kurikulum yang integrated sangat memerlukan bahan dari subjects dan bahan pelajaran subject curri ulum dapat c diintegrasikan. . Hal serupa ini akan terjadi bila kurikulum baru hanya melihat kelemahan dan kekurangan kurikulum yang lama ditinjau dari pandangannya sendiri. maupun yang berbakat tinggi dan rendah.SM sampai Perguruan Tinggi.   menyusun kurikulum yang menggairahlcan anak untuk belajar.Bagan 5 ARAH PERKEMBANGAN PEMBARUAN KURIKULUM Perubahan kurikulum sering merupakan reaksi terhadap kurikulum yang berlaku. akan tetapi menghilangkan batas-batas antara kelas. menyusun kurikulum yang tidak membagi-bagi sekolah dalam kelas-kelas.  menyusun kurikulum yang lebih mengutamakan inguiry approach daripada hafalan dan penguasaan sejumlah pengetahuan.  memperbaharui kurikulum secara integral dari SD . tanpa secara obyektif mengakui kebaikan-kebaikannya. menyusun kurikulum yang memperhatikan semua anak. masyarakat. jadi yang memungkinkan setiap anak maju menurut kecepatan masing-masing. Kritikkritik yang dikemukakan biasanya terlampau dilebih-lebihkan. Dalam pembaruan kurikulum di masa mendatang diharapkan:  pembinaan kurikulum yang berdasarkan pandangan yang menyeluruh yang meliputi asas-asas kurikulum yang berfokus pada anak.

(4) menyelialcan alat pengajaran. menyusun kurikulum yang tidak terikat pada jadwal pelajaran yang ketat. (6) kerjasama antara sekolah dan universitas. 5. Untuk menilai kurikulum harus dinilai komponen-komponennya yaitu (1) tujuan. 7. Beberapa cara yang khusus dalam perubahan kurikulum secara praktis ialah. 3. (1) pilot project. (3) pengalaman dan kegiatan belajar. 9. Pada umumnya ada dua prosedur utama dalam perubahan kurikulum. Mengubah kurikulum banyak menemui rintangan karena melibatkan banyak manusia yang terikat oleh tradisi dan juga mempunyai "vested interest". Administrative approach didukung oleh seluruh aparatur pendidikan. akan tetapi lebih mendorong murid-murid untuk belajar sendiri berdasarkan tugastugas. dan sebagainya. 8. 4. dan pengembang kurikulum. Tidak ada satu cara yang pasti untuk menjamin keserasian ba han pelajaran guna mencapai tujuan tertentu. Tujuan mata pelajaran yang terlampau luas sukar dinilai. Dalam "grass roots approach" tidak ada koordinasi. biaya yang cukup. Perubahan salah satu asas dapat membawa perubahan dalam keseluruhannya. peneliti. (5) memperbarui buku pelajaran. RANGKUMAN 1. mengerahkan setiap tenaga ahli yang diperlukan. 2. Menilai kurikulum dalam keseluruhannya sangat kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi anak. (4) organisasi kurikulum. (2) bahan pelajaran. (7) pembaharuan kuri- . yaitu apa yang disebut ''administrative approach" dan "grass roots approach". menyusun kurikulum yang mengubah peranan guru dari pengajar selama jam sekolah menjadi pembimbing dalam proses belajar. Dikatakan bahwa perubahaan kurikulum berarti perubahan sosial. (5) cara-cara evaluasi hasil belajar. Kurikulum berubah jika satu atau beberapa asas kurikulum berubah. karena bersifat tersendiri tersendiri. perencana. Tiap pendekatan mempunyai kebaikan clan kekurangannya. 6. (2) mernbina kader (3) memanfaatkan guru yang telah menguasai cara baru.

SD. Bandingkan prosedur administratif dan "grass roots approach" dalam pembaruan kurikulum. Perubahan kurikulum sering merupakan suatu reaksi terhadap kurikulum yang ada. (2) pengetahuan. Tinjau tujuan-tujuan kurikulum 1975. 12. Bagaimanakah prosedur pembaruan kurikulum di Indonesia? . Apakah perbedaan antara perubahan. Sebutkan alasan-alasan pada umumnya maka suatu kurikulum perlu diperbarui. Dalam pembaharuan kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya dimanfaatkan kebaikan-kebaikan bentuk-bentuk kurikulum lainnya. 10. Sebutkan berapa bentuk kurikulum yang dapat dipandang sebagai reaksi terhadap subject curriculum? 4.kulum pendidikan guru. Dapatkah Saudara sebut alasan-alasan untuk menggantikan kurikulum 1968 dengan kurikulum SD 1975? 3. Setiap kurikulum mempunyai keempat komponen yang berikut: (1) tujuan. inovasi. Apa sebab demikian halnya? 11. (8) mendemonstrasikan suatu pembaharuan. pembaruan. Tinjau tujuan-tujuan beberapa mata pelajaran. Adakah di antaranya yang saudara anggap kurang relevan dengan tujuan matapelajaran yang sebenarnya? 9. (4) penilaian. dan perbaikan kurikulum? 6. (9) memulai pembaruan dengan satuan pelajaran. 11. Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi dengan perubahan kurikulum? Kesulitan manakah menurut pendapat saudara yang sulit diatasi? Usaha apakah saudara sarankan untuk mengatasinya? 10. SMP maupun SMA. Adakah titik-titik pertemuan antara berbagai bentuk kurikulum itu? 5. Berikan contoh-contoh tentang usaha pembaharuan yang lenyap karena pencetusnya meninggal dunia. Keempat komponen itu saling berhubungan. (3) kegiatan atau pengalaman belajar. PERTANYAAN DAN TUGAS 1. 2. 12. Adakah di antaranya yang saudara anggap terlampau idealistic yang tidak akan tercapai? 8. Bagaimanakah cara menilai kurikulum? Kesulitan apakah yang dihadapi? 7.

Usaha-usaha praktis apakah yang dapat dijalankan untuk memasukkan pembaruan dalam kurikulum? Usaha manakah yang rasanya paling efektif di Indonesia. . 18. apakah Universitas mendukung atau menghambat usaha pembaruan kurikulum? Jelaskan alasan saudara. Menurut pendapat saudara. menurut pendapat saudara? 16. Susun suatu pola kurikulum yang lengkap dengan gunakan bagan 1 sampai dengan 5. Jelaskan bahwa semua komponen kurikulum saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Hingga manakah saudara dapat menerimanya. Peranan apakah yang dapat dipegang IKIP dalam usaha pembaruan kurikulum? 17. Apa dimaksud dengan "curriculum change is social change?" 15. 14. Bagaimanakah saran saudara agar dapat memanfaatkan kedua macam pendekatan itu. 20.13. 19. Dalam buku ini tercantum arah perkembangan kurikulum.

. Kita tidak mengharapkan perubahan yang revolusioner. kita dapat memilih pelajaran tentang malaria dari buku ilmu hayat. atau tentang buaya. sehingga ada pertalian yang erat antara matapelajaran-matapelajaran.BAB 10 PENUTUP Dalam bab-bab yang lalu telah kita perbincangkan beberapa asas dalam pembinaan kurikulum. kita dapat mengadakan perbaikan dalam berbagai aspek. asal saja kita tidak berpegang dengan gigih kepada tradisi dan rutin yang kolot. Perbaikan kurikulum dengan sendirinya akan diperoleh. Oleh sebab kurikulum itu sangat banyak aspek-aspeknya. Sebenarnya teori-teori itu telah dilaksanakan pada sekolah-sekolah modern di luar negeri. Inilah beherapa saran: 1. Kalau kita mengajar di SD misalnya. janganlah kita ikuti setiap buku menurut urutan bab di dalam buku itu. Kurikulum itu hendaknya disusun sedemikian. dan untuk ilmu tumbuh-tumbuhan pohon bakau atau nipah. Dalam bab penutup ini kami ingin mengemukakan beherapa aspek kurikulum. Seperti kita ketahui perubahan kurikulum mulai dengan perubahan guru itu sendiri. supaya kita dapat mengadakan perbaikan. Sebenarnya kita tidak perlu menunggu perintah dari atasan. Juga di Indonesia perubahanperubahan telah dijalankan. walaupun jalannya lambat dan berangsur-angsur seperti yang lazim terdapat dalam setiap perkembangan kurikulum. akan tetapi yang berangsur-angsur. jikalau guru mempunyai konsepsi Baru tentang kurikulum. Kita lihat bahwa kurikulum dalam praktik pengajaran di sekolah-sekolah sering masih jauh ketinggalan jikalau dibandingkan dengan teoriteori yang ada mengenai kurikulum. Kalau kita mengajarkan ilmu bumi misalnya dan di situ dibicarakan hal-hal tentang rawarawa. melalui eksperimentasi dengan metode-metode modern pada sekolah-sekolah percobaan. Kami percaya saudara juga dapat mencari aspek-aspek lain jikalau saudara telaah buku ini dengan teliti.

bila keadaan memerlukan. tetapi tidak terdapat di suatu daerah. hendaknya diberi kebebasan kepada guru-guru untuk menelaahnya. Kalau kita akui bahwa anak-anak di suatu kelas setiap tahun berbeda. menurut kemampuan anak-anak rundingan tentang apa yang akan dipelajari memang dapat dilakukan bukan hanya . Tentu saja anak-anak tidak diberikan kebebasan sepenuhnya. Dalam pelajaran ilmu hayat misalnya. Di sekolah modern anak-anak juga diajak turut serta menentukan apa yang ingiri mereka pelajari. Dalam hal ini guru-gum hendaknya bebas mengubah rencana pelajaran itu. artinya dapat diubah. agar kita jangan ketinggalan zaman. Dalam tujuan dan garis-garis besarnya. sedangkan binatang yang penting di daerah itu tidak disebutkan. bahwa setiap sekolah bebas sepenuhnya melakukan sekehendak hatinya. Wewenang itu akan mendorong para guru untuk lebih banyak memikirkan soal kurikulum sebagai keseluruhan dan bukan hanya tentang pelajarannya sendiri. harus ada persamaan dalam kurikulum. Sebaiknya dicoba pula memberikan pelajaran "unit" secara okasional dengan kerja sama antara beberapa orang guru. 3. bahwa senantiasa harus ada curriculum planning di sekolah itu. karena setiap mata pelajaran diberikan oleh guru yang berlainan. ada binatang-binatang yang tercantum dalam rencana pelajaran. ini berarti. Ini tidak berarti. Akan tetapi hingga batas-batas tertentu. mengubahnya dan menyesuaikannya dengan keperluan anak kelas itu. Akan tetapi apabila ada rundingan antara guru-guru yang mempunyai pengertian akan prinsip korelasi. Kurikulum untuk tiap sekolah hendaknya disusun bersama oleh para guru.Di sekolah menengah cara ini lebih sulit diadakan. akan tetapi dalam pelaksanaan dan bahannya harus diberi kebebasan untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan anak dan masyarakat. maka untuk beberapa pelajaran hal ini dapat dilakukan. tak dapat tiada kurikulum itu harus fleksibel. Kurikulum itu harus "fleksibel". dan keadaan masyarakat pun senantiasa berubah. Dengan jalan demikian dapat dicapai kebulatan yang lebih besar antara berbagai-bagai mata pelajaran seperti di SM. karena mereka kurang atau tidak mengetahui tujuan pendidikan. 4. Walaupun rencana pelajaran ditetapkan oleh pihak atasan. 2.

7. malahan memasukkan ke dalam kurikulum. Itu sebabnya kegiatan-kegiatan itu harus dicampuri oleh guru-guru. Dalam rundingan itu anak-anak mengemukakan hal-hal yang ingin dipelajarinya. perkumpulan sekolah. mereka lebih memahami dan menginsafi makna pelajaran itu baginya. minat dan kesanggupan anak. dan sebagainya. sandiwara. Menurut pendapat modern. Lagi pula rundingan itu mempererat hubungan antara guru dengan murid. kita mengajak anak turut berpikir dan memupuk keberanian untuk mengeluarkan buah pikirannya. Anak-anak mempelajari prosedur-prosedur demokratis. melainkan juga segala kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur pendidikan seperti kepanduan. Sekolah berkewajiban membantu anak. 6.dalam "unit" akan tetapi dalam tiap pelajaran. Sekolah berdiri di tengah-tengah masyarakat dan sudah selayaknya sekolah mendidik anak-anak mengenal masyarakat dan menunjukkan baktinya kepada masyarakat itu. Kurikulum harus dipakai untuk mewujudkan cita-cita nasional sesuai dengan filsafat negara. Kurikulum hendaknya sedapat-dapatnya meliputi segala pengalaman anak di bawah pimpinan sekolah. olahraga. macam-macam bentuk rekreasi. kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran yang diberikan di dalam kelas. serta antara murid dengan murid. Mengajak anak turut serta dalam menentukan bahan pelajaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang berikut: Pertama: Bahan pelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan. agar ia lebih mampu menghadapi situasi-situasi dalam hidupnya. Sekolah turut bertanggung jawab untuk membentuk masyarakat . 5. artinya menggunakannya sebagai alat pendidikan. hobby. Kurikulum hendaknya dipusatkan pada masalah-masalah sosial dan pribadi yang penting artinya bagi anak dalam kehidupannya sehari-hari. Kedua: Karena pertukaran pikiran maka anak-anak mendapat gambaran yang lebih jelas tentang masalah yang dihadapi.

yang memberi pendidikan yang ditujukan kepada kepentingan anak-anak yang sedang. akan tetapi di samping itu harus diberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan bakat-bakatnya istimewa. Bakat anakanak adalah harta negara yang paling berharga. 10. membentuk. Kurikulum harus memberikan pengalaman kepada anak-anak berupa pokok- pokok yang luas dan berarti bagi mereka dan karena itu mendorong mereka melakukan bermacam-macam akti vitasaktivitas seperti berbagai bentuk ekspresi. dalam kesibukan sekolah mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi ujian. Mengabaikan kepentingan anak -anak yang berbakat di sekolah-sekolah kita. cara kerja yang efektif dan cara-cara menyelidiki dan memecahkan masalah-masalah. merupakan kerugian bagi . dalam membentuk manusia Indonesia.Indonesia yang bersatu yang sanggup menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan diri sendiri. mengadakan percobaan-percobaan. Tugas ini jangan hanya dilaksanakan sambil lalu saja. sehingga anakanak mempelajari teknik belajar. 8. bahwa suku-suku bangsa lain pun termasuk bangsanya sendiri. golongan atau daerah. penyelidikan. Mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh semua anak sebagai warga negara dapat diusahakan semacam uniformitas. karyawisata. mengarang. bertukang dan sebagainya. Kurikulum harus diorganisasikan sedemikian. Kurikulum hendaknya membuka kesempatan kepada setiap anak untuk memperluas minatnya dan mengembangkan bakatnya masing-masing. Mereka harus mengenal dan menghormati suku bangsa lain serta adat istiadatnya dan menginsyafi. Sekolah ialah tempat utama untuk mewujudkan Pancasila sebagai "way of life" bangsa dan dengan demikian turut serta dalam "nation building". Untuk pelajaran serupa ini tidak diadakan batas-batas antara matapelajaran-matapelajaran. Di sekolah anak-anak mendapat kesempatan untuk bergaul dengan anak-anak lain yang berbeda agama dan suku bangsanya. 9. Banyak prasangka hams diatasi untuk menghargai orang-orang lain yang berbeda dari kita.

pendidikan guru. Apakah modernisasi kurikulum sebaiknya dilakukan serempak di seluruh negara atau dimulai pada sekolah-sekolah tertentu sebagai percobaan dengan pimpinan ahli-ahli didik? 4. Tabel PERTANYAAN DAN TUGAS 1. d. Untuk menegaskan dalam bidang-bidang mana antara lain dapat diadakan perubahan. tentu akan saudara lihat banyak kekurangan ditinjau dan sudut asas-asas kurikulum modern. nasib guru. maka di bawah ini kami membandingkannya dalam bentuk bagan. 2. kurikulum kita banyak mengandung unsur-unsur yang tradisional yang tidak sesuai lagi dengan asas-asas kurikulum modern. f. e.negara. c. Perbaikan-perbaikan apakah saudara anjurkan mengenai: a. peranan orang tua. Apakah ujian merupakan penghalang utama dalam pembaruan pendidikan? . Oleh sebab zaman cepat berubah. hubungan gum dengan murid 3. maka setiap kurikulum mengalami bahaya untuk menjadi kolo Juga t. Kalau saudara renungkan kurikulum yang berlaku sekarang di sekolah kita. metode mengajar. Kekurangan-kekurangan apakah yang menurut saudara memerlukan perbaikan?. gedung sekolah. Perbedaan individual ialah suatu prinsip yang masih belum dilaksanakan dengan serius dalam kurikulum kita.UM YANG KOLOT DAN MODERN Pembinaan kurikulum ialah usaha yang dinamis yang tak boleh berhenti jikalau kita ingin mengikuti perkembangan zaman. b. KURIKUI.

5. . Nilai-nilai pendidikan apakah yang terkandung bagi murid-murid dalam menyelenggarakan sandiwara sekolah? 7. Tinjau perbandingan antara sekolah "kolot" dengan yang "modern" dan berikan pendapat saudara mengenai tiap hal. Apakah ada kemungkinan dalam vak saudara untuk turut mengajak anak merundingkan bahan yang akan dipelajari? 6.

Doll. Briggs. Glen.. 1950. John. McCutchen Publishing Corporation. New York. American Book Company. The Macmillan Company. Readings in Curriculum.1947. The Macmillan Co. Boston. Routledge and Kegan Paul. Curriculum Evaluation. New York... 1970... Unit Teaching in the Elementary School. Open Books. 1974. Appelton-Century Company. Gladys L. Resource-based Learning. 1960.. Education in the Elementary School. Inc. 1950. Reorganizing the High.School Curriculum. and James M. Curriculum Improvement. Elliot W. Lowry W. The Sociology of the School Curriculum. Beswick. Linley. The Child and the Curriculum and The School and Society. Ronald C. The Conditions of Learning. 1960. dan Elsie J. Appleton-Century-Crofts. Holt. Lavone A. Allyn and Bacon. Harvard University Press. Burr. Harding and Leland Jacobs. David. Minor. Wellesley Foshay. and Leslie J. Curriculum Principles and Social Trends. New York. Robert M. 1977. J. Jerome The Process of Education. Dewey. John. Hanna. Hollis L.. Boston. Kimball Wiles and Joseph Bondi. Harold B. Cagne. Rinehart and Winston. Holt. 1977. London. Hamilton. 1965.DAFTAR BUKU Alberty. London. Principles of Instructional Design. Eisner. Student Teaching in the Elementary School. Caswell. 1974. James B. New York. . Chicago. Gwynn. Conflicting Conceptions of Curriculum. New York. New York. Bruner. 1976. Inc. The University of Chicago Press. The University of Chicago Press. Heinemann Educational Book Ltd. Allyn and Bacon Inc. World Book Company. Hass.. Issues in Curriculum Development. 1970. 1963. Marvin D. 1959. London. and A. 1974 . and Elizabeth Vallance.. Norman. Alberty.. New York. Alcorn. Eggleston... Phoenix Books. Potter and Neva Hagaman. Rinehart and Winston. Inc.

Morrish. Appleton-Century Company. . PN Balai Pustaka. Washington. Ivor. Audrey and S. 1947. National Education Association.. New York. Kelly. New York. Harper and Row Ltd. London.. Jakarta. New York. Lewy. The Purposes of Education in American Democracy. Arieh (ed). Pancasila Pusaka Lama.Hilderth. Howard Nichols. Olson. Inc. Theories of Learning. Developing a Curriculum.. 1960. New York. Inc. Handbook of Curriculum Evaluation. George Allen and Unwin Ltd. Albert V. 1977. Educational Policies Commission. Aspects of Curriculum Change.. Curriculum Planning. NV Harian Masa. Harper and Row.. 1953. Miel.G School and Community. Inc. 1948. Hilgard. John U. Longman. 1957. Ernest R. Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan. Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) 1975.. 1977.E. MacDonald.A. New York. Leonard. 1976. Jakarta 1954. N. 1976. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Michaelis. The Roland press Company. . Rinehart and Company. George Allen and Unwin Ltd. Dasar Pendidikan dan Pengajaran. London. J. Nicholls.. The Secondary School Curriculum. Paul. New York. Social Studies for Children in a Democracy. a Practical Guide.. AppletonCentury Company. 1946. Changing the Curriculum: a Sosial Process. 1954.C. Developing the Secondary School Curriculum. Nasroen M. Child Growth Through Education.. London. 1938. Penerbit Endang. D. 1956. Prentice Hall... The Curriculum. Harper and Brothers. Alice.. New York. Edward A. New York. Appelton-Century-Crofts. Barry and Rob Walker. Gertrude. D. D. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Krug. Jakarta 1945. New York. 1972. 1975. Open Books. Changing the Curriculum. Unesco. E.

Middlesex.. Henry J. Science in General Education. Modern Elementary Curriculum. New York. Rinehart and Company. Principles of Elementary Education. Ragan William. The Dryden . Penguin University Books. Progressive Education Association. Crofts. 1955. Piaget.Otto. 1970.. B. Towards a Theory of Knowledge. Appelton-Century. Psychology and Epistemology. 1938. Jean. New York. Commission on Secondary School Curriculum.. Inc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->