Daftar Isi

DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan BAB II Pembahasan
A. Sejarah Munculnya Filsafat Hellenenisme

B. Para Filsuf di Masa Hellenisme C. Gelombang Hellenisme BAB III Penutup A. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA

dalam pikiran filsafat terdapat dua corak yang berbeda atau dua corak yang bercampur. . Akan tetapi. Oleh karena itu. Pada mula FilsafatYunai yang sampai kepada dunia Islam tidaklah seperti yang ditinggalkan oleh orang-orang Yunani sendiri. daik dalam teks-teks aslinya maupun ulasan-ulasannya. Oleh karena itu. sesuai dengan perbedaan alam pikiran pada dua masa yang di membicarakannya. 5. 4. Mengetahui sejarah Munculnya Filsafat Hellenisme. melaikan hasil dari dua fase yang berturut-turut. Tujuan Penulisan. yaitu “fase Hellenisme dan Hellenisme Romawi”. Latar Belakang. Filsafat sampai kepada mereka melalui Hellenisme Romawi yang mempunyai ciri khas dan corak tertentu yang mempengaruhi Filsafat itu sendiri. Mengetahui aliran-aliran Filsafat Hellenisme. baik melaluai orang-orang Masehi Nesotoria dan Jakobites maupun melalui golongan-golongan lainnya. B. 2. Sebagai tugas tersruktur mata kuliah Pengantar Filsafat semester 2. 3.Bab I Pendahuluan A. tidak semua pikiran-pikiran islam berasal dari Yunani. Mengetahui ciri-ciri dari Filsafat Helenisme. 1. Sejak kapan di mulainya masa Hellenisme? 2. Bagaimana Hellenisme bisa terjadi? C. Rumusan Masalah. Mengetahui tokoh-tokoh Hellenisme. 1. Apa yang terjdi pada masa Hellenisme? 3.

Dalam pengertian yang lebih luas. Sejarah munculnya Filsafat Hellenisme. Oleh karena itu. sebagimana amitos-mitos yang berkembang di Yunani adalah menentukan kelahiran Filsafat. dan meliputi semua pemikiran filsafat di masa kerajaan Romawi. Beberapa konteks yang terkait yaitu: . Syiria. Sebelum Filsafat Yunani muncul. kebudayaan Yunani setelah mencitrakan khas berfikir yang filosof. Filsafat makin lama makin menjadi suatu seni hidup. Helenisme adalah istilah yang menunjuk kebudayaan yang merupakan gabungan antara budaya Yunani dan budaya Asia Kecil. yang semuanya berusaha menentukan cita-cita hidup manusia. sedangkan dalam Filsafat disebut “akal benda-benda langit”. Filasafat muncul pada awalnya hanya semata-mata untuk melepaskan diri dari kekuasaan agama bersahaja yang menyebarkan agamanya dalam bentuk doktrin dan kekuasaan. yaitu dari filsafat yang teoretis menjadi filsafat yang praktis. Orang bijak adalah orang ang mengatur hidupnya menurut akal atau rasionya. Mesopotamia. Pada zaman ini ada perpindahan pemikiran filsafati. Ada aliranalirang yang bersifat etis. Adapun pada fase Hellenisme Romawi (Greko Romawi) ialah fase yang dating setelah fase Hellenisme. sebagaimana yang paham tentang “akal bulan” dengan “akal manusia”. tetapi merupakan kelanjutan dari kultur Yunani sebelum masa Filsafat. Gabungan itu terjadi selama tiga abad setelah meninggalnya Alexander Agung pada tahun 323 SM. yang menekankan kepada persoalan-persoalan tentang kebijaksanaan hidup yang praktis. Filsafat buka semata-mata bukan cipta kaum Filosof.Bab II Pembahasan A. namun berbentuk yang berbeda-beda dalam ajaran agama Yunani yang disebut sebagai “dewa-dewa”. Yaitu kepercayaan terhadap berbagi macam zat yang terdapat di alam dan menjadi sumber alamiah. Istilah Hellenisme adalah istilah modern yang diambil dari bahasa Yunani kuno hellenizein yang berarti berbicara atau berkelakuan seperti orang Yunani (to speak or make Greek). Sejak abad ke-6 atau ke-5 sebakum Masehi sampai abad ke-4 sebelum Masehi. dan aliran-aliran yang diwarnai oleh agama. Dalam Filsafat Yunani banyak sekali unsur-unsur yang mempengaruhinya. Ada banya aliran. dan Mesir yang lebih tua.

Sebaliknya. Filsafat Yunani bukanlah hasil ciptaan filosof-filosof Yunani semata-mata. Kota Alexandria memainkan peranan penting di sini sebagai tempat pertemuan antara Timur dan Barat. Apa yang dapat dibenarkan oleh akal pikiran dinamakan filsafat. Ciri umum pembentukan agama baru sepanjang periode Helenisme adalah muatan ajaran mengenai bagaimana umat manusia dapat terlepas dari kematian. Dalam Konteks Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan Helenistik pun terpengaruh oleh campuran pengetahuan dari berbagai kebudayaan. c. Filsafat juga harus membebaskan manusia dari pesimisme dan rasa takut akan kematian. Sementara Athena tetap merupakan pusat filsafat yang masih menjalankan ajaran-ajaran filsafat Plato dan Aristoteles. b. Tidak ada Plato baru atau Aristoteles baru yang muncul di panggung. astronomi. Secara umum.a. biologi. Dengan demikian batasan antara agama dan filsafat lambat laun hilang. Karena itu . Filsafat bergerak semakin dekat ke arah ‘keselamatan’ dan ketenangan. kota itu menjadi pusat matematika. dan ilmu pengobatan. Dalam Konteks Filsafat. Dengan perpustakaannya yang sangat besar. Suatu wawasan menyangkut hakikat sejati alam semesta dapat menjadi sama pentingnya dengan upacara agama untuk mendapatkan keselamatan. Ajaran ini sering kali merupakan rahasia. Alexandaria menjadi pusat ilmu pengetahuan. orang yang percaya dapat mengharapkan keabadian jiwa dan kehidupan yang kekal. dan apa yang tidak dapat diterima oleh akal pikiran dimasukkan dalam “cerita-cerita agama”. karena filsafat di Yunani mula-mula dimaksudkan untuk melepaskan diri dari kekuasaan golongan-golongan agama bersahaja dengan jalan menguji ajaran-ajarannya. ketiga filsuf besar itu menjadi sumber ilham bagi sejumlah aliran filsafat yang akan kita kemukakan secara ringkas setelah ini. filsafat Helenisme tidak begitu orisinal. tetapi lebih tepat dikatakan sebagai saingan (pilihan) dari kebudayaan Yunani sebelum masa berfilsafat. Dalam Konteks Agama. Dengan menerima ajaran dan menjalankan ritual-ritual tertentu.

antara lain kepercayaan tentang adanya banyak zat yang membekasi alam dan yang menjadi sumber segala peristiwanya.dalam filsafat Yunani terdapat unsur-unsur agama bersahaja (agama-agama berhala).Aliran yang tedapat didalamnya ialah: 1. manusia harus percaya dulu bahwa semua itu tidak benar. sedang dalam filsafat disebut ‘akal benda-benda langit’. a. tetapi juga ada kekuatan-kekuatan lain yang ikut serta mempengaruhinya yaitu akal-akal yang menggerakkan benda-benda langit. Ajaran lain ialah bahwa . Dimulai dari empat abad sebelum masehi sampai pertengahan abad pertama sebelum Masehi. dengan Epicurussebagi pendirinya. Aliran skeptic mengajarkan bahwa untuk sampai pada kebenarannya. 3. Aliran-aliran Pada Massa Hellenisme. Ia mengajarkan kepada manusia agar tidak bisa digerakkan oleh kegembiraan atau kesedihan (jadi tahan diri dalam menghadapinya) dan menyerang diri tanpa syarat kepada suau keharusan yang tidak bisa di tolak dan yang menguasai segala sesuatu. meskipun massa Hellenisme mempunyai corak yang sama. B. Menurut filsafat Yunani bukan hanya sebab yang pertama (first cause) yang mempengaruhi alam. kecuali sudah dibuktikan kebanarannya. Aliran Epicure (341 SM – 271 SM). apa bila mengingat perkembangannya. karena zat yang berbilang dalam agama itu dinamakan ‘dewa-dewa’. meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan apa yang ada pada agama Yunani sendiri. 2. sebagaimana yang kita lihat antara ‘akal bulan’ dengan ‘akal manusia’. Pada Fase Hellenisme-Romawi. Aliran ini mengajarkan bahwa kebhagiaan manusia merupakan tujuan utama. Masa pertama. maka dapat dibagi menjadi tiga masa dan tiap masa mempunyai corak tersendiri. Aliran Stoa (Ar-Riwaqiyyah) (300 SM – 200 SM) dengan Zeno sebgai pendirinya. Aliran Skeptis (ragu-ragu) yang meliputi “aliran Phyro” dan “aliran akademi baru”.

dengan berpatokan pada kenikmatan jangka panjang yang akan diraih dikemudian hari. EPIKUROS: “Kenikmatan adalah Awal dan Akhir Hidup yang Bahagia” Baginya. Karena segala macam keutamaan hanya akan mempunyai arti sejauh membawa orang pada rasa nikmat. tujuan hidup ini adalah untuk mencapai kebahagiaan. C.pengetahuan manusia tidak akan sampai pada kebenaran. Ada beberapa tokoh Filsuf yang terkenal di massa Hellenisme yang A. diartikan sebagai keadaan negatif. Corak pemikiran pada masa ini ialah seleksi dan penggabungan. atau menggabungkan pikiran-pikiran itu menjadi satu pihak dengan ketentuan agama dan tasawuf timur di lain pihak. Berkumpul dengan sahabat-sahabat karib dan membina hubungan dengannya jauh lebih menguntungkan dan membantu kita mencapai ketenangan jiwa. Masa ini dimulai sejak abad pertama sebelum Masehi sampai abad petengahan ke tiga sebelum Masehi. yaitu tidak adanya rasa sakit dan kegelisahan hidup. yaitu memilih berbagai pikiran filsafat kuno dan menggabungkan pikiran-pikiran itu satu sama lain. Untuk mencapai ketenangan jiwa ini. 2. 4. Kenikmatan ini tentunya mencakup kenikmatan indrawi dan batin/ketenangan jiwa (ataraxia). baginya. Dan epikuros memberikan prioritas pada kenikmatan yang terakhir. Apa yang dimaksud rasa nikmat oleh Epikuros? Kenikmatan. Epikuros menganjurkan: 1. Sesuatu dapat dianggap bahagia bila itu terkait dengan KENIKMATAN. b. . orang harus pandai melakukan kalkulasi kenikmatan. Masa ini terkenal dengan adanya ulasan ilmiah terhadap kerja filosof Yunani. Masa ke dua. atau dengan perkataan lain mengingkari kebenaran mutlak (objektif). Agar orang menjauhkan diri dari kesibukan ber polis karena kegiatan ini berisiko tinggi terhadap ketenangan jiwa. Alira Elektika-Pertama (aliran seleksi). Atau dengan kata lain. Mengusahakan sikap ugahari dan menahan diri dalam memuaskan kenikmatan indrawi yang sementara. Tokoh Filsuf Hellenisme. dan juga rasa sakit.

bukan demi perasaan atau selera subjektif orang perorang. tidak dapat dipikirkan. seluruh sistem filsafat Plotinus berpusat pada Yang Esa (to hen atau the one). (logos: dalam ajaran Stoa miliki arti tidak hanya rasio manusia tapi juga rasio dunia yang kreatif yang sejajar dengan Allah. C. mengenakkan atau menjengkelkan. ia akan mencapai harmoni dengan alam yang akan membawanya kepada kebahagiaan (eudaimonia). Pada pokoknya. yang terkadang juga ia sebut sebagai Yang Baik. dan tidak dapat diidentifikasikan. Dalam menjelaskan proses berasal dan menuju kepada Yang Esa ini. kebahagiaan terletak dalam tekad keras menjalankan kewajiban demi hukum alam yang objektif. YANG ESA dalam pandangan Plotinus adalah kenyataan atau realitas negatif. Yang Esa tidak dapat dibicarakan. Yaitu. hukum alam harus ditaati terlepas dari perasaan senang atau tidak. maka apa yang ditentukan oleh logos haruslah diusahakan dan diikuti oleh manusia. maka filsafatnya disebut NEO-PLATONISME. yakni pandangan bahwa Allah dan Alam merupakan kenyataan yang satu dan sama. Plotinus menggunakan konsep Emanasi pelimpahan). Yang Esa yang Yang Esa. Dalam keyakinannya. Soalnya bagi Zenon.) Ajaran ini selanjutnya disebut panteisme. PLOTINUS(204-270 SM): "Yang Esa" Plotinus adalah filsuf pada puncak jaman Yunani Kuno yang merangkum dan mensintesakan dari berbagai aliran filosofis pada masanya. “Manusia hendaknya mengikuti saja suratan takdir dan penentuan alam baginya. Dalam konsep etikanya. termasuk aliran pemikiran filsafat timur (persia dan India). Jadi. Ia adalah dan tujuan segala sesuatu. seluruh fondasi filsafatnya dibangun. Berdasarkan pandangan di atas. menguntungkan atau merugikan. Bermula dari rasa takjubnya pada segala keteraturan dan keindahan dunia. keteraturan dunia yang menakjubkan ini bukanlah suatu kebetulan belaka melainkan sesuai dengan rencana bijaksana dari logos. Menurut Plotinus. ZENON (333-262 SM) “Tujuan Terakhir Adalah Hidup Sesuai Dengan Alam” Zenon adalah pendiri madzhab Stoa (Stoisisme) yang berseberangan pahamnya dengan Epikuras. Semua yang ada berasal dari dan menuju kepada Yang Esa. Dengan demikian. Namun karena inspirasi utama filsafat Plotinus adalah pemikiran Plato.B. Tanpa atribut apapun. Ia bukan sesuatu dan bukan roh. . Zeus.

Di dalam Yang Esa itu yang banyak belum ada. Sementara yang berkaitan dengan konsep emanasinya Plotinus. Hatta menjelaskan lebih lanjut: F. Padanya alam ini terjadi dari Yang Melimpah. maka beremanasilah dari Dia yang banyak itu. Karena Yang Esa itu sempurna. 2. Di dalam filsafat klasik Yang Asal itu dikatakan sebagai Yang Bekerja atau sebagai Penggerak Pertama. idea dan benda. semakin kurang terangnya Meskipun Plato dan Aristoteles telah berhasil memadukan pikiran-pikiran filsafat yang sebelumnya. seperti yang bekerja dan yang dikerjakan. namun keduanya tidak dapat melarutkannya sama sekali. Aliran mistik dan Pythagoras sebagai tokohnya. Aliran tabii (natural philosophy) dengan Democritus sebagai tokohnya dan filosofi-filosoflonia. yang itu tetap menjadi bagian dari Yang Melimpah itu. tidak cukup. Hubungannya sama dengan hubungan benda dengan bayangannya. karena pikiran-pikiran filsafat tersebut adalah pemikiran bermacam-macam aliran yang boleh jadi berbeda-beda pandangannya terhadap hidup dan alam ini. tetapi yang banyak itu datang dari Dia. Karena itu menurut aliran ini alam itu abadi. dan oleh karena itu aliran ini menganjurkan ..Mengenai Emanasi ini. Tidak ada (dua hal) yang bertentangan. sebab di dalam-Nya yang banyak itu tidak ada. yang bermaksud memperkecil atau mengingkari nilai alam indrawi. E. yang menghargai alam dan wujud benda setinggi-tingginya. tetapi tidak sempurna. semakin jauh dari sumber cahaya. tidak memerlukan apa-apa. dasar yang banyak adalah Yang Esa. Di situ selalu dikemukakan dua hal yang berlawanan. Aliran-aliran ini adalah: 1.. melainkan alam berada di dalam Tuhan. 3. tetapi tidak mengandung di dalamnya satu pun dari barang yang banyak (makhluk). diwakili oleh aliran Elea dan Socrates. Alam ini bayangan Yang Asal. tidak sama dengan Yang Asal. . tidak memiliki apa-apa. Penggerak Pertama itu berada di luar alam nyata. Bukan Tuhan berada di dalam alam. Muhammad Hatta melukiskan demikian: D. sifatnya transendens. Aliran ketuhana yang mengakui zat-zat yang metafisik. yang mengatakan bahwa sumber alam indrawi adalah sesuatu yang berada diluarnya. Kesempurnaan bayangan itu bertingkat menurut jaraknya dari Yang Asal. Dasar yang banyak tidak mungkin yang banyak itu sendiri. Sama dengan cahaya. Yang Esa (The One) itu adalah sumber semuanya. Makin jauh yang mengalir itu dari Yang Asal. tidak lengkap. pencipta dan ciptaan. makin tidak sempurna ia.

Meskipun Aristoteles telah lebih mampu dalam mempertemukan aliran-aliran filsafat yang hidup sebelum dia. Aristoteles adalah seorang monoisme. Tetapi dalam pada itu ia membenarkan azali-nya alam keabadian jiwa. sesudah terikat oleh benda alam ini. sebagai benda langit yang terdekat dengan bumi.kepada manusia untuk meninggalkannya. kebahagiaan dan kebebasan mutlak. Aliran-aliran filsafat tersebut sudah barang tentu mempengaruhi hasil pemikiran filosof-filosof yang datang kemudian. bagaimanapun kuat dan besarnya filosof-filosof tersebut. serta menganggap manusia sebagai ukuran kebenaran. pada akal manusia. yaitu Zat yang wajibul-wujud. Ia lebih condong kepada tasawuf. . dan logika berdasarkan pikiran. namun hasil pemikirannya masih menunjukkan adanya ketidakselarasannya. namun ia terkenal sebagai pencipta “teori universalitas” (kulliyat) dan logika seperti yang terlihat dalam bukunya yang berjudul Euthydemus dan Gorgias. meskipun ada usaha-usaha dari al Faribi dalam bukunya al Jam’u baina Sa’jai al Hakimain (Pemanduan pikiran-pikiran kedua filosof) untuk menghapuskan perbedaan-perbedaan itu. 4. Ia mengarang buku Organon yang mengatur cara berpikir dan menciptakan adanya pengaruh akal bulan. Ketidakselarasan ini menyebabkan adanya perbedaan yang agak jauh antara Plato dengan Aristoteles sendiri. Plato meskipun mengakui adanya Tuhan. tetapi tidak jelas pendapatnya tentang alam. hal mana menyebabkan adanya pluralitas (bilangan) pada alam yang qadim. serta menuju kepada alam yang penuh kesempurnaan. qadim-kah atau hadis. Aliran kemanusiaan yang menghargai manusia setinggi-tingginya dan mengakui kesanggupannya untuk mencapai pengetahuan. yang mengakui keesaan sumber alam semesta. Aliran ini diwakili oleh Socrates dan golongan “sofis” meskipun ada perbedaan antara dia dengan mereka. sedang tasawuf berdasarkan mata hati”. atau dengan mengatakan bahwa sebagai pendapatnya dikeluarkan pada masa-masa tertentu dan pendapat-pendapat lain dikeluarkan pada masa sesudahnya atau sebelumnya.

sebagai pemikiran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor atau aliran filsafat yang tidak seirama satu sama lain.Akan tetapi bagi mereka yang mengetahui ciri-ciri khas pemikiran Yunani. maka tidak perlu mengadakan pemaduan tersebut. .

.Bab III Penutup A. Kesimpulan.

Daftar Pustaka .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful