You are on page 1of 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT berkat rahmat dan karunia-Nya penulis
bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Manusia Dan Lingkungan”

Adapun maksud penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
ISBD, selain itu penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kehidupan social budaya.

Dalam penulisan makalah ini penulis banyak sekali mendapatkan bantuan baik secara moril
maupun finansial, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih serta
penghormatan yang begitu mendalam, diantaranya kepada :

1. Bapak Edhy Sudarsono Dosen mata kuliah ISBD
2. Rekan-rekan yang tidak mungkin disebutkan satu persatu, semoga mendapatkan balasan dari
Tuhan YME.

Tak ada gading yang tak retak, oleh karena itu penulis menyadari banyak sekali kekurangan
dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan di masa mendatang.

Jakarta, April 2011

Penulis

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Membahas tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosial dan budayanya,
tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek yang
menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan , dan mati, dan seterusnya,
serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu
positif maupun negatif.

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk
manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Manusia juga sebagai makhluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya
sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil. Dan sebagai makhluk sosial yan saling berhubungan dan
keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

2
BAB II

PEMBAHASAN

MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN

1. Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan , dan mati, dan
seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan
timbal balik baik itu positif maupun negatif.
2. Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan
memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana teerkait secara timbal balik dengan keberadaan
makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks
dan riil.
B. KORELASI ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

1. Pengertian Ekologi

Ekologi berasal dari asal kata Yunani, yaitu Oikos yang berarti rumah tangga, dan logos yang berarti
ilmu atau firman. Secara harfiah dapat diartikan sebagai ilmu kerumah tanggaan. Dan ekologi juga berkaitan
dengan ekonomi secara harfiah karena memiliki dasar kata yang sama.

Beberapa definisi untuk ekologi, misalnya :

• Ekologi ialah cabang biologi yang mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan
lingkungannya.
• Ekologi ialah studi ilmiah tentang interaksi yang menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk
hidup.
• Ekologi adalah biologi lingkungan.

Jadi, Ekologi ialah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara antara manusia dengan
lingkungannya. Dengan sudut pandang ini dapat diambil pengertian Ekologi untuk membahas kajian
manusia dengan lingkungannya menggunakan pendekatan antroposentris.

3
2. Lingkungan Hidup Manusia.

Manusia hidup dan menjalankan aktivitas sosial budayanya dalam satu unit system yang disebut
ekosistem. Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik.

Unsur abiotik adalah unsur-unsur alam berupa benda mati yang dapat mendukung kehidupan makhluk
hidup. Komponen abiotik diantaranya ;
 Tanah, merupakan tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan dan juga tempat tinggal manusia dan
hewan-hewan.
 Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer, semisal oksigen, karbondioksida, dan lain
sebagainya.
 Air, sebagai tempat tinggal makhlukhidup air dan juga sebagai kebutuhan bagi makhluk hidup
lainnya.
 Cahaya, terutama matahari yang banyak mempengaruhi keadaan makhluk hidup.
 Suhu atau temperature, merupakan factor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap makhluk
hidup.

Unsur biotik adalah unsur-unsur makhluk hidup atau benda yang dapat menunjukkan ciri-ciri kehidupan,
seperti bernapas, memerlukan makanan, tumbuh, dan berkembang biak. Unsur biotik terdiri atas manusia,
hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Secara umum, Sedangkan komponen biotik diantaranya :
 Produsen, kelompok makhluk hidup yang dapat menghasilkan makananan dari zat anorganik,
umumnya yang dapat melakukan fotosintesis, yaitu yang memiliki klorofil.
 Konsumen, merupakan kelompok makhluk hidup yang menggunakan atau makan zat-zat organic
atau makanan yang dibuat oleh produsen.
 Pengurai, adalah organisme yang mengurai sisa-sisa atau makhluk hidup yang sudah mati yang
kemudian menjadi zat-zat anorganik.

Didalam ekosistem terdapat faktor-faktor berikut ini :

o Rantai makanan, yaitu siklus antara produsen, konsumen dan pengurai.
o Habitat, ialah temtap tinggal tertentuk makhluk hidup tertentu.
o Populasi, merupakan jumlah seluruh individu dari jenis spesies yang sama dalam habitat tertentu
o Komunitas, gabungan semua populasi dari semua jenis makhluk hidup yang saling berinteraksi
disuatu daerah tertentu.
o Biosfer, gabungan seluruh ekosistem dipermukaan bumi.

4
C. PENGARUH MANUSIA PADA ALAM LINGKUNGAN HIDUPNYA

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan
serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya, demi kelangsungan hidup sejenisnya.

Pada saat manusia belum mengenal cara bercocok tanam, manusia hidup dengan cara mengembara
dalam kelompok-kelompok kecil dan tinggal di goa, manusia pada jaman ini hidup dari hasil perburuan,
mencari buah-buahan serta umbi-umbian yang terdapat di dalam hutan. Bila binatang buruan mulai
berkurang mereka berpindah ketempat yang masih banyak terdapat binatang buruan yang dapat di jadikan
bahan makanan mereka.

Dengan makin pesatnya perkembangan populasi mereka maka cara hidup seperti ini tidaklah cocok
lagi untuk di gunakan. Mereka mulai beralih dengan pola hidup bercocok tanam yang masih sangat
sederhana, yaitu dengan cara membuka hutan untuk di buat ladang dan di tanami dengan umbi-umbian atau
tanaman lain yang sudah mereka kenal sebagai bahan makanan. Pada pola inipun mereka sudah mulai
membuat rumah-rumah sederhana yang terbuat dari kayu yang beratapkan daun-daunan.

Apabila kesuburan ladang tanah mereka telah berkurang, mereka berpindah ke tempat baru yang
lebih subur dan mereka kembali membuat tempat tinggal dan ladang di tempat baru itu. Dan dalam mencari
tempat tinggal mereka selalu memerhatikan sumber air, seperti di tepi sungai atau danau. Dan selain
bercocok tanam mereka juga sudah mulai memelihara binatang-binatang. Dengan pola seperti ini mereka
sudah mulai menemukan pola hidup yang lebih baik, sehingga mereka siudah mulai hidup menetap dari hasil
pengalamannya.

Tampaklah di sini manusia sedikit demi sedikit sudah mulai membiasakan diri pada alam lingkungan
hidupnya. Perubahan alam lingkungan hidup manusia memiliki dua dampak yaitu dampak negatif dan
dampak positif bagi manusia dan lingkungan.

D. SUMBER ALAM

Sumber alam dapat di golongkan menjadi dua bagian, yaitu sumber alam yang dapat di perbaharui
dan sumber alam yang tidak dapat diperbaharui.

o Sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) atau di sebut juga sumber-sumber
alam biotik. Makhluk hidup, hutan, hewan-hewan dan tumbuhan termasuk sumber biotik. Sumber
alam biotik mempunyai kemampuan untuk bertambah, maka dari itu sumber daya alam ini di
katakan sebagai sebagai sumber daya alam yang masih dapat di perbaharui.

5
o Sumber alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable resorches) atau di sebut juga sumber-
sumber alam abiotik. Tanah, air, bahan-bahan galian, mineral dan bahan-bahan tambang lainnya
tersebut termasuk sumber alam abiotik.

Cara-cara yang telah dilakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam yakni berupa
pertanian, tanah, hutan, air dan tambang.

Tanah permukaan (top soil) mengandung kadar unsur-unsur bahan makanan yang begitu tinggi
dan siap dipergunakan oleh tanaman. Dengan dimikian penggunaan tanah untuk pertanian dapat lebih maju
karena di gunakan secara efisien untuk meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan dalam intensifikasi
pertanian, untuk memperoleh hasil yang tinggi ditempuh dalam beberapa cara antara lain, mengusahakan
panen lebih dari satu kali pertahun, penggunaan pupuk, irigasi, penggunaan peptisida dan bibit unggul, serta
mekanisasi alat-alat pertanian. Dengan cara tersebutlah manusia selangkah demi selangkah memperbaiki
cara-cara bertani dan hasil panen yang selalu meningkat.

Hutan di bagi menjadi dua golongan yaitu hutan pelingung dan hutan pereduksi. Hitan pelindung
merupakan hutan yang sengaja di adakan untuk melindungi tanah dari erosi, kehilangan humus dan air
tanah. Hutan produksi (penghasil) merupakan hutan yang sengaja ditanami jenis-jenis kayu yang dapat di
pungut hasilnya. Misalnya: hutan pinus, dammar, dan sebagainya.

Salah satu sumber alam yang terdapat di mana-mana di bumi ini yaitu air, dan air pun merupakan
fungsi vital bagi kehidupan manusia.

Banyaknya kineral dan bahan tambang yang dapat di gali dan di temukan harus di pergunakan
secara seimbang, karena mengingat bahan tambang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui.

1. Penggunaan sumber-sumber Alam
Manusia memandang alam lingkungannya dengan bermacam-macam kebutuhan dan keinginan.Manusia
bergulat dan bersaing dengan species lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Dalam hal ini manusia
memiliki kemampuan lebih besar di bandingkan organisme lainnya,terutama pada penggunaan sumber-
sumber alamnya.
Berbagai cara telah di lakukan manusia dalam menggunakan sumber-sumber alam berupa
tanah,air,fauna,flora,bahan-bahan galian,dan sebagainya.

a. Pertanian dan tanah c. Air
b. Hutan d. Bahan tamban

6
E. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN YANG TIMBUL
Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan dan factor penyebabnya
Lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata
lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas
dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk
mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan
oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan
karena aktivitas manusia.

1. Kerusakan Lingkungan Akibat Proses Alam

a. Letusan Gunung Berapi
b. Gempa Bumi
c. Banjir
d. Tanah Longsor
e. Badai / Angin Topan
f. Kemarau Panjang

2. Kerusakan Lingkungan Hidpu karena aktivitas manusia
a. Pencemaran tanah
disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di
dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-
obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-
zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah
adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut
akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan
b. Pencemaran air
terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti deterjen,
pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh
tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan
dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk
c. Pencemaran udara
disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu
bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin
pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain,

7
berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa
dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air
d. Pencemaran suara
tingkat kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki
kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor,
mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik. Dampak
pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain,
meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced
hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stress
e. Degradasi Lahan
adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan. Degradasi lahan
merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan lingkungan oleh manusia yang
tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk degradasi lahan, misalnya lahan kritis,
kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan hutan

F. IPTEK DAN KELESTARIAN HIDUP
1. Pandangan baru terhadap lingkungan.
Masalah lingkungan hidup sebenarnya bukan permasalahan yang baru.kerusakan lingkungan oleh
aktivitas manusia yang makin meningkat,antara lain tercemarnya lingkungan oleh pestisida serta lembah
industri dan transportasi,rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka,serta menurunnya nilai estetika
alam,merupakan beberapa masalah lingkungan hidup.
Pada tahun 1970-an,masalah lingkungan hidup makin meluas.hal ini berkaitan dengan meningkatnya
atmosfer bumi sebagai akibat tidak terkendali nya efek rumah kaca.pemanasan gelobal pada tiga dekade
akhir abad ke-20 telah menimbulkan:
a. Peningkatan suhu,
b. Perubahan iklim terutama curah hujan,
c. Peningkatan intensitas dan kualitas badai,
d. Kenaikan suhu serta permukaan air laut.

Hal tersebut menyebabkan sebagian besar wilayah di dunia sering mengalami bencana.sementara
itu,air hujan semkain asam sehingga merusak lahan pertanian,hutan dan biota lainnya.
Pada saat yang sama,para ahli menemukan lapisan ozon di sekitar antatika.Lubang tersebut semakin
besar dari tahun ke tahun,sehingga sinar ultra violet yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi
semakin banyak masuk ke treposter.

8
2. Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan Teknologi,serta perubahan Sosial
Ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup

Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar hidupnya lebih mudah,praktis ,efisien dan tidak
banyak mengalami kesulitan .namun ,tidak jarang.Iptek justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan
manusia.para petani mungkin sangat terbantu dengan kemajuan teknologi seperti traktor,alat penyemprot
dan penyiram tanaman,dan berbagi jenis pastisida yang cukup ampuh untuk memberantas hama.namun di
sisi lain penggunaan pastisida yang berlebihan juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup suatu
ekosistem.jadi,jelas bahwa perkembangan dan penerapan Iptek tidak selalu membawa dampak
positif,namun juga dampak negative.

9
Bab III.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan
serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya, demi kelangsungan hidup sejenisnya. Pada saat manusia belum
mengenal cara bercocok tanam, manusia hidup dengan cara mengembara dalam kelompok-kelompok kecil
dan tinggal di goa, manusia pada jaman ini hidup dari hasil perburuan, mencari buah-buahan serta umbi-
umbian yang terdapat di dalam hutan. Bila binatang buruan mulai berkurang mereka berpindah ketempat
yang masih banyak terdapat binatang buruan yang dapat di jadikan bahan makanan mereka.

Manusia memiliki pengaruh penting dalam keberlangsungan ekosistem habitat manusia itu
sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan
lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Sumber-sumber alam pun harus dipahami sebagai sesuatu yang penting dalam kebijakan-
kebijakan atau tindakan-tindakan yang diambil, ini dikarenakan, cara-cara yang manusia gunakan
dalam proses tersebut akan berpengaruh signifikan dalam hubungan manusia dan lingkungan.

10
B. Saran

Manusia perlu mengambil kebijakan-kebijakan terhadap lingkungan sebagai usaha untuk
memperoleh efiiensi pemanfaatan sumber alam dan lingkungan. Kita sebagai manusia wajib
menyadari bahwa kita saling terkait dengan lingkungan yang mengitari kita, baik itu berupa biotik
mapun abiotik.

Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita
sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita
menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.

11