Proses Pengeboran Pertanyaan : johandi.nur@id.panasonic.com Dear Rekan2 semua...

Saya masih awam dalam perminyakan sehingga ada beberapa hal yang ingin ditanyakan dan sekiranya rekan2 semua tidak keberatan untuk sedikit membagi ilmunya. 1. Aspek apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai proses pengeboran (Laut/darat) 2.Apakah ada penanganan khusus untuk setiap kondisi ladang minyak yang akan di bor, seperti kondisi tanah atau geografisnya dan lain2. Terima kasih atas perhatiannya Tanggapan 1 : diedro cahyadio Dear mas Johandi, salam kenal biasanya kalo suatu oil company mo ngelakukan drilling aspek yang paling utama dipertimbangkan adalah: profit baru pertimbangan berikutnya ke aspek teknis, etc nah kalo detail mengenai aspek teknis...pasti banyak rekan2 lain yang lebih berpengalaman... Tanggapan 2 : Anton ...setip... 1. Aspek apa saja pengeboran(Laut/darat) yang harus dipersiapkan dalam memulai proses

Dalam memulai suatu proses pengeboran, akan menyangkut banyak disiplin ilmu dan engineer. Dari Geologist, Geophysicist, Reservoir, Drilling (teknis) hingga Finance. Dari geologi kita dapat mengetahui batuan yang akan ditembus dan juga target di kedalaman berapa serta struktur yang berkembang. Dari Geophysicist dapat diketahui anomali-anomali seperti di lapangan2 gas (seperti di total, dan juga ada shallow gas), Dari reservoir tentunya berhubungan dengan layer mana saja target yang nantinya akan di-produksi, dari drilling tentunya menyangkut drilling/pengeboran supaya dapat berlangsung cepat dan aman serta sesuai target, bentuk sumur apakah 'S' shape, 'J' type, dll., serta bekerjasama dengan orang kimia menyangkut lumpur pemboran, apakah nantinya drilling overbalance/underbalance, lalu bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan, dll. Jadi sebenarnya kompleks sekali dari berbagai macam disiplin ilmu. 2.Apakah ada penanganan khusus untuk setiap kondisi ladang minyak yang akan di bor,seperti kondisi tanah atau geografisnya dan lain2.

Iya benar, ada penangan khusus dalam suatu wilayah, tidak semua bisa dilakukan. ambil contoh saya banyak mendengar LWD (Logging While Drilling) di sumur HPHT (Total) banyak yang failure karena besarnya temperatur dan tekanan, Penggunaan mata bor untuk batupasir dan batugamping pun berbeda dengan penanganan yang berbeda pula. Begitupula rig-nya, khususnya antara laut dangkal dan laut dalam (deep-water) dan sangat dalam (ultra deep-water), misal kenapa di deep water dan ultra deep water berbeda..?? karena saat nanti mau meproduksi minyak, dikarenakan dalamnya air laut maka minyak akan menjadi beku saat sudah di permukaan (akibat dinginnya air laut), sehingga diperlukan penanganan khusus, ini bisa ditanyakan dengan production engineer orang unocal sebagai 'indonesia first deep water development' mereka jago. Begitu pula di daerah dengan banyak struktur, misal patahan... apabila driller tidak concern maka sumur yang aturannya vertikal bisa berbelok mengikuti patahan (ini pernah terjadi). demikian sedikit penjelasan dari saya, mungkin ada yang bisa menambah dan atau mengkoreksi..?? Tanggapan 3 : johandi.nur@id.panasonic.com Dear Migas-Indonesia member Terimakasih sekali atas informasinya... Terus terang saya jadi bertambah wawasannya mengenai bidang perminyakan ini. Saya sangat tertarik dengan bidang ini, karena saya sendiri suka Ilmu Mekanika Fluida. Dan untuk rekan-rekan semua apabila ada yang punya copian tentang perencanaan atau perhitungan dalam mengalirkan minyak (Instalasi piping) bisa dikirim ke email saya. Terima kasih banyak atas bantuannyaa

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful