Tugas

CERPEN
³GURU´ ³PAHLAWAN TANPA TANDA JASA´

NAMA KLS

: NOPRA DWI SAPUTRA ANDA : X.2

SMA NEGERI 1 MASAMBA
TAHUN 2011

sehingga anak-anak mereka memiliki niai jeblok yaitu dibawah 10. dan akupun sudah menyiapkan senyumku untuk mereka. Banyak permasalahan yang ia hadapi dari siswa-siswa itu. akupun berdiri di depan kelas untuk menyambut siswa-siswa baruku. karena tidak ada guru yang mau mengajar di kelas itu. Akupun kemudian merapikan kembali kursi dan meja yang berserakan ini. Sekitar 10 menit kemudian beberapa siswa hadir ia menuju kelas ini. Aku adalah wali kelas dari siswa-siswa di kelas XII D. seperti tidak pandai membaca. aku terenyuh saat mendengar bahwa kelas itu memiliki siswa-siswa yang bermasalah. Faisal seorang guru yang berumur 30 tahun. ada yang memiliki masalah keluarga. matahari bersinar dengan indahnya. Aku seorang guru yang sudah lama mengajar di sekolah ini. Faisal sudah cukup lama bekerja sebagai guru di sekolah ini. tegas. Dari beberapa tahun ia mengajar sebagai guru. ada yang orang tuanya terlalu over protectif terhadap anaknya. Banyak guru yang tidak ingin mengajar di kelas ini. Kelas yang di huni 28 siswa ini adalah kelas yang dikenal dengan anak-anak yang badung. terdapat 18 siswa anak laki-laki dan 10 siswa perempuan. ketika aku masuk ke dalam kelas ini. Banyak guru yang angkat tangan dalam menghadapi mereka. Begitu juga dengan meja dan kursi yang tidak tersusun rapi. Kebanyakan siswa-siswa dari kelas lain yang selalu dibanggakan nilai mereka paling rendah sekitar 70 atau 80. Sehingga banyak guru yang angkat tangan untuk menghadapi kelas ini. setelah semuanya selesai. aku tidak ingin siswa-siswa itu diremehkan. Yah«bisa dikatakan kelas itu adalah kelas buangan. burung-burung berkicau dengan merdunya. Faisal adalah seorang guru yang dikenal sebagai guru yang penyabar. namun dari beberapa guru yang ada hanya 1 orang guru yang bersedia menjadi wali kelas mereka. Perkenalkan nama saya adalah Faisal. Guru itu bernama Faisal. tapi tidak dengan Faisal. Aku hanya bisa menghela napas ku. baru kali ini ia menghadapi siswa-siswa yang bermasalah. Hari ini adalah hari pertamaku mengajar di kelas ini. aku hanya bisa menggeleng-gelegkan kepalaku ketika melihat berbagai macam coretan terpampang di dinding kelas ini. dan sederhana.³TERIMA KASIH GURUKU´ Di sebuah sekolah. dan sebagai wali kelas mereka. Aku membersihkan kelas ini. Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat dari rumahku setelah mengantar anakku ke sekolahnya. . Aku melangkahkan kakiku menuju kelas XII D ini. ada yang tidak bisa menulis karena malas. Tapi menurutku pendidikan haruslah ditegakkan walau bagaimanapun rendahnya nilai mereka. Sekolah ini masih sepi. Oleh sebab itu aku memberanikan diriku untuk mengajar mereka. memiliki nilai di bawah rata-rata bisa dikatakan siswa yang sangat bermasalah.

Jika kalian memiliki nilai di bawah 5. ³kami tidak peduli jika kami harus tidak lulus. namun mereka hanya cuek pada ku ketika aku menyapa mereka.´ ³hadir pak´sahutnya ³Jimy´ ia hanya mengangkat tangan tanpa menjawabnya ³Rudi. ³1 bulan lagi adalah bulan dimana kalian semua akan menghadapi ujian nasional. pintu kelas ini didobrak oleh seorang siswa yang pakaian seragamnya tidak rapi. Aku terus mencoba untuk bertahan demi mereka. tapi kenapa mereka harus mendengar ini semua. kami selalu di ejek siswa-siswa lain karena kami tidak pandai´ sahut Amir ³tapi kalian tidak boleh . kalian pasti merasa kecewa dengan perkataan pak Syamsul tadi´ ujarku kepada mereka. ³bapak tahu. namun mereka tidak begitu menghiraukanku. aku mengusap dadaku agar aku dapat lebih bersabar dalam menghadapi mereka. hingga tibalah keputusan dari sekolah yang mengatakannya di kelas ini. ³terima kasih. ³tapi pak«kenapa harus seperti itu?´ tanyaku ³ini sudah keputusan sekolah«. jadi kamu juga tidak berhak membantah perintah ini. Aku merasa keputusan ini tidak adil buat mereka. Akupun kemudian memanggil kembali nama itu« ³Jacky. Aku menyapa mereka semua.. akupun berkata pada semua siswa-siswaku. Saat lonceng sekolah berbunyi akupun segera masuk ke dalam kelas..´ ujarku lagi. jika sampai semua siswa mu ini nilainya dibawah 5..³Selamat pagi«´ sapaku pada beberapa siswa yang baru masuk ³selamat pagi pak«.´ iapun sama dengan siswa tadi« aku terus mengabsen mereka hingga ku sebut nama salah satu dari mereka ³Jacky«´tidak ada sahutan sama sekali« hingga akupun mengulang kembali untuk memanggilnya. Aku takut mereka akan tambah bermalas-malasan dalam belajar karena mereka menganggap sia-sia mereka sekolah jika keputusannya seperti ini. tiba-tiba« BRAKKKK««. kalau kalian mendengar bapak«baiklah bapak akan mengabsen kalian. dan kamu juga Faisal. setelah wakil kepala sekolah itu keluar dari kelas ini. ³ternyata kamu yang namanya Jacky´ sahutku ³iya«kenapa?´ tantangnya ³tidak apa-apa«´ sahutku dan mencoba untuk tersenyum kepadanya. ³Jacky«´ujarku lagi. Sudah 5 bulan lamanya aku mengajar di kelas ini. ³Joni. Dan ia duduk paling belakang. tidak berapa lama siswa-siswa yang lainpun datang. tolong jawab jika nama kalian saya panggil´ ujarku kepada mereka. Mereka hanyalah anak-anak. karena kami juga tidak mampu mencapai nilai di atas 5´ ujar Jacky kepadaku ³iya pak«lagian juga kami sudah cape di sekolah ini. dengan baju seragam yang keluar.. hingga akupun beberapa kali menyapa mereka. hingga salah satu dari mereka celetuk dengan ketusnya«« ³kami sudah dengar pak«..´ sahut mereka. maka kalian akan mengulang kembali meskipun kalian mengulang kembali tapi kalian tetap tidak akan kami luluskan karena prilaku kalian itu´ ujar kepala sekolah kepada mereka. ³Selamat pagi anak-anak«««´ mereka masih saja ribut dengan obrolan mereka. kami tidak tuli´ sahutnya. dan dengan cueknya melewatiku begitu saja. iapun kemudian menyahutnya ³apa bapak tidak cape memanggil nama saya terus«´sahutnya ketus. maka kamupun akan kami pecat´ ujarnya dan menatapku tajam.

akupun berjalan dan berdiri ditengah-tengah mereka. dimana moral kalian?´ ujarku berteriak kepada guru-guru yang lain yang ada diruangan itu.mereka selalu dibedakan dengan siswa-siswa yang lain. ³Apa kalian tidak pernah tahu isi hati dari siswa-siswa yang kalian anggap adalah siswa buangan. kami tetap tidak akan berhasil untuk lulus ujian nasional itu. kami memang bermasalah. tapi kenapa guru-guru yang lain tidak pernah mengajarkan kami pelajaran seperti yang mereka ajarkan kepada siswa di kelas yang lain´ ujar Achoy. Aku masuk keruangan itu. ³pak«jujur. maka kalian tetap tidak akan pernah berhasil mencapai nilai baik seperti siswa yang lain´ ujarku kepada mereka. ³Meskipun kalian tidak mau mengajar mereka. ³Kami seperti dibedakan pak´ sahut Azis ³iya pak«´ sahut siswa yang lain. tapi kenapa mereka harus mendengar keputusan seperti ini?´ ujarku ³kalian semua«apakah kalian pantas dipanggil sebagai guru?. mereka hanya diam. dan aku berdiri di depan kepala sekolah Arifin. membuat malu sekolah. ketika melihat kalian lebih memilih mengajar siswa yang lain dari pada mereka´. kalian pasti bisa mencapai nilai yang terbaik´ sahutku semangat kepada mereka. apakah pantas kalian disebut sebagai guru´ ujarku lagi dengan emosi yang memuncak. Akupun kemudian keluar dari kelas ini. ³ada apa pak Faisal?´ tanyanya ³saya merasa keputusan yang sekolah ini berikan untuk siswa-siswa saya adalah keputusan yang tidak adil´ ujarku kepadanya ³tapi ini sudah kesepakatan bersama dengan dewan direksi sekolah lainnya´ sahutnya ³mereka memang bermasalah dalam nilai dan prilaku mereka. ketika mereka tahu kalian hanya terobsesi oleh siswa-siswa yang pandai?´ aku menangis di depan mereka dan mereka masih saja diam. Lalu dimana letak diri kalian sebagai guru. Memang benar mereka bermasalah. ³Apakah kalian tidak pernah menyadari bahwa kalian terlalu pilih kasih?´ ³apakah kalian tidak menyadari bagaimana perasaan para orang tua mereka. saya tidak yakin akan berhasil ujian ini´ ujar Iwan lesu ³kenapa Iwan?´ tanyaku ³saya kan belum terlalu pandai pak´ sahutnya ³tulisan saya juga tidak bisa dibaca pak´ sahut Sulpikar ³dan masih banyak pelajaran dari guru-guru lain yang tidak mereka ajarkan kepada kami´ sahut Junair ³Junair benar pak. hatiku terasa sakit ketika mendengar unek-unek dari mereka.´ ujar Hengky kepadaku ³ kenapa kalian semua mudah menyerah seperti itu?´ ujarku kepada mereka ³karena kami tidak seperti siswa-siswa yang lain´ sahut Tejo ³jika kalian belum mencobanya. tapi tidak harus sampai membedakan mereka seperti ini. kalian harus yakin bahwa kalian bisa´ sahutku kepada mereka ³hah«bapak akan rugi jika bapak berkata kami bisa´ ujar Boy ³bapak yakin kalian bisa.pesimis seperti itu. karena bapak yakin. apakah kalian tidak pernah tahu itu?´ mereka masih saja diam ³mereka iri«. ³bukankah sering dikatakan« guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. ³sudahlah pak«bagaimanapun bapak mencoba mengajari kami. dan aku mempercepat langkahku untuk menuju ruangan kepala sekolah yang menjadi satu dengan ruangan guru. biarlah aku yang akan mengajar mereka« aku tidak akan . Mereka putus asa. jika kalian ada keinginan untuk merubah nilai kalian´ sahutku kepada mereka ³memangnya bapak mau mengajari kami sampai kami bisa?´ tanya Maulana ³iya«bapak akan mengajari kalian. siswa yang selalu membuat onar.

karena Adi selalu menolak diajak menjadi pengemis di jalanan. jika saja dari dulu aku bercerai dari ayahnya. pantai. aku terharu ketika mereka mengatakan hal tersebut. Setelah mereka bergabung bersamaku. Setiap pulang sekolah aku selalu mencari Mery kemana-mana. ³benarkah?´ tanyaku tidak percaya ³benar« kami ingin mereka lulus pada ujian nanti´ sahut Ahmad ³terima kasih«. karena Hengky tidak mau mencuri. dan kemampuan mereka masih belum terlalu terlihat. ³maaf jika kedatangan kami mengganggu´ ujar Ahmad kepadaku ³tidak apa-apa´ sahutku dan beranjak bangun dari dudukku. bahkan aku sering sekali mengajak siswasiswa ku untuk rekreasi agar mereka tidak bosan. Ibunya selalu menangis melihat anaknya yang terbaring lemah tak berdaya. ³Baiklah« meskipun guru-guru yang lain tidak mau mengajar kalian. Aku juga menyempatkan diriku untuk menjenguk Hengky dirumah sakit yang sampai sekarang ia belum sadar juga. aku selalu mengajak siswa-siswa ku untuk belajar terkadang di ditaman. mereka hanya diam saja ³mulai besok«waktu belajar kalian akan bapak tambah. akhirnya kamipun dapat mengajar siswa-siswa ku seperti yang lainnya. Adi yang selalu menjadi bulan-bulanan preman di dekat rumahnya. tapi«bapak akan mengajarkan kalian sampai kalian berhasil ujian nanti´ ujarku kepada mereka. tapi belum ketemu juga. siswasiswaku tampak bersemangat dalam belajar. Saat kami belajar di ditepi danau. Hingga ketika 5 hari sebelum ujian ada masalah yang harus ku hadapi. karena kami ingin bergabung bersamamu untuk mengajar mereka´ ujar Ahmad kepadaku. Akupun kemudian berkata di depan mereka dengan semangat. Hengky yang masuk rumah sakit dan kritis karena ayahnya memukul nya dengan keras. Mereka diam ketika aku datang. Dan Amir yang tidak pernah ke sekolah karena bekerja mengangkat barang-barang untuk bangunan karena ingin mengobati ibunya yang terbaring lemah di rumah sakit. ³sebenarnya kami kemari. aku tahu mereka bingung. Sudah 2 minggu kami belajar. wajah mereka tampak lesu. akupun kemudian menyeka air mataku.membiarkan siswa-siswa ku tidak lulus dari sekolah ini´ ujarku tegas kepada mereka. mereka menghampiri kami. Ria yang tidak mau pulang ke rumah. Tapi tekadku sudah kuat untuk mengajar mereka. Hengky tidak akan mungkin disiksa seperti ini´ sahut ibunya Hengky ³ayahnya Hengky di mana sekarang?´ tanyaku ³entahlah«tapi aku bisa . Akupun kembali ke kelasku dan menemui murid-murid tercintaku. air mataku menetes karena terharu akan mereka. ³sabarlah bu«saya yakin Hengky pasti sembuh´ ujarku kepadanya ³ini semua adalah salahku. ³maksud bapak?´ tanya Haerul ³kita akan belajar di alam bebas´ sahutku. danau. setiap pulang dari sekolah. tiba-tiba saja beberapa guru yang mengajar di sekolahku. Beberapa siswaku memiliki masalah. Mery lari dari rumah karena ibunya yang membawa laki-laki ke rumahnya dan hampir memperkosa Mery. terima kasih«´ ujarku kepada mereka. karena kedua orang tuanya yang selalu bertengkar dan Ria selalu menjadi korban ketika orang tua mereka bertengkar. dan aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan keluar dari ruangan itu. Dan kita tidak akan belajar di kelas ini´ ujarku yang membuat mereka bingung.

ibumu selalu mencarimu Mery« pulanglah sayang«´ ujarku kepadanya µ¶tidak mau«karena ibu aku hampir diperkosa oleh laki-laki itu´ sahutnya sesenggukkan. dan saat itu aku melihat Adi dipukuli oleh beberapa orang preman. Akupun berlari dan menjauhkan preman-preman itu dari Adi. Ia duduk di pinggir jalan dengan memeluk kedua lututnya. dan anak kalian diperlakukan seperti Adi atau bahkan lebih parah. tapi mulai sekarang aku adalah ayahnya Adi. ³iya«Mery pulang ya« jangan buat ibunya Mery khawatir«´ ujarku kepadanya ³iya pak« Mery pulang´ sahutnya ³baiklah« bapak akan mengantar Mery pulang´ ujarku kepadanya.´ ³seorang ayah«adalah melindungi anak-anak mereka´ ³karena aku seorang ayah«aku akan melindungi Adi. anak seperti Adi harus mendapat kenyamanan´ ujarku tegas kepada mereka ³coba kalian bayangkan« anak kalian tidak memiliki ayah. ibunya Mery sekarang sakit karena terus-terusan memikirkan Mery´ ujarku kepadanya ³ibuku sakit?´ sahutnya dan melepaskan pelukanku darinya. karena aku telah bercerai darinya. mereka terdiam. Akupun kemudian menggenggam tangan Adi dan aku membawanya pergi dari para preman itu. Namun di jalan aku melihat siswiku Mery. wajahnya pucat. apakah kalian akan senang?´ tanyaku ³ya tidaklah« karena kami tidak suka jika anak kami dipukuli´ sahut salah satu dari mereka ³kalau begitu kenapa kalian melakukannya pada Adi. Apakah kalian tidak tahu. aku mengerti bagaimana perasaan ibunya. ³Mery«´ ujarku dan memegang pundaknya. Karena Adi tidak punya ayah«´ sahut salah satu dari mereka ³memang benar Adi tidak punya ayah. bahwa anak sekecil ini harus dilindungi. Apakah kalian akan merasa tenang?´ ujarku lagi. aku mengajak Adi untuk pergi ke rumahku. Akupun menghampirinya sambil menggandeng Adi. Ibunya Hengky menangis saat mengatakan hal itu. ³bapak sudah tahu Mery« ibumu menyesal karena perbuatannya itu. Karena ibunya Adi tidak ada di makassar saat ini. mereka hanya diam ³kalian tidak pantas dipanggil seorang ayah oleh anak kalian. ³Mery« apakah Mery tahu. Akupun mengantar Mery untuk pulang ke rumahnya. Istriku dan anakku yang sudah SMP kelas 3 sudah menungguku di rumah. dan Adipun dengan tenang dapat menginap di rumahku. ³pak guru«´ia menangis. dan tidak akan ada yang bisa menyiksa anakku lagi´ sahutnya. Syukurlah mereka mengerti. . Setelah Mery pulang. dan aku juga adalah gurunya Adi´ sahutku dan masih melindungi Adi di belakang punggungku ³apakah kalian tidak punya anak?´ tanyaku kepada mereka ³ada«kenapa?´ sahut mereka ³jika anak kalian mengalami seperti yang kalian lakukan pada Adi. Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan kekerasan padanya lagi´ ujarku kepada mereka. Matanya sembab. karena kalian bukanlah ayah yang baik untuk mereka. aku dan Adipun pulang ke rumahku. ³apa yang kalian lakukan pada anak sekecil dia´ ujarku membentak mereka ³hei«jangan jadi sok pahlawan ya. Adi hanya bisa menangis. dia itu tidak pernah mau mendengarkan kami makanya ia pantas kami hajar seperti ini´ sahutnya ³memangnya kau siapa nya Adi?´ tanyanya ketus kepadaku ³aku«aku adalah ayahnya Adi«kenapa?´ sahutku ³apa«««hah«tidak mungkin. akupun kemudian memeluknya. Setelah aku menjenguk Hengky aku pergi ke rumah Adi.tenang sekarang. iapun menoleh kearahku.

aku berharap mereka semua berhasil. aku menerima sebuah amplop dari pihak sekolah.nilai kalian««. semua berada dalam satu kelas untuk ujian saat ini. karena ayahnya ditahan di penjara selama beberapa tahun. ayah memukulku« ayah«juga memukul ibu« ayah jahat« ayah jahat«´ujarnya sambil menangis sesengukkan. ³ anak-anakku«. ia menangis sesenggukkan. Aku terenyuh saat mendengarnya. serahkan semuanya pada bapak´ sahutku. Akupun membukanya perlahan-lahan. semua siswaku terdiam dan berharap cemas.. karena ibunya Amir ingin melihat Amir berhasil´ ujarku sambil mengelus-elus kepalanya. Jantungku berdegup tak karuan. Ria dan ibunya kini bisa hidup dengan tenang. terkecuali Hengky yang mengerjakan soal ujiannya di rumah sakit. dan Amir tidak perlu memikirkan biayanya karena bapak dan guru-guru yang lain akan membayar uang operasi ibunya Amir´ Amir menangis mendengar perkataanku ³terima kasih pak« terima kasih«´ sahutnya. Demi ibunya Amir. .´aku sengaja diam di depan mereka. siapa yang melakukan ini pada Ria?´ tanyaku ³«´ia hanya diam. dan changmin pun sudah berada dirumah sakit itu. Akupun panik« dan menghampirinya ³Ria~ah«wajahmu kenapa?´ tanyaku ³tidak apa-apa pak´ sahutnya berbohong ³Ria«katakan pada bapak. Dan kebetulan« malam ini aku bertemu dengan Amir yang bekerja mengangkat barang-barang untuk dimasukkan kedalam truk. Akupun berlari dan menghampirinya ³Amir«´ panggilku.saat aku melihat hasilnya«akupun langsung membacanya«. lalu tangisannya pun pecah di kelas ini. ~ 3 Minggu Kemudian ~ Hari ujian telah usai. wakil kepala sekolah pak Syamsul. Dan keesokkan harinya Ria datang ke sekolah dengan wajah yang membiru. apakah mereka akan berhasil ujian nasional ini?. setibanya di rumah sakit. dan isi dari amplop itu adalah nilai-nilai mereka. iapun menoleh kepadaku ³pak guru«¶¶sahutnya terkejut ³iya ini bapak. merekapun tertunduk saat aku melihat mereka. Kenapa Amir tidak masuk sekolah?´ tanyaku ³Amir« Amir tidak bisa pak.di depan semua siswaku. ~ Ujian Nasional ~ Hari ini adalah hari dimana semua siswaku berjuang. Dan kini adalah saat-saat yang ditunggutunggu. karena aku memikirkan siswa-siswaku. Akupun mengadukan perbuatan ayah Ria pada pihak yang berwajib. ³nilai kalian semua di atas rata-rata«´ ujarku yang membuat mereka terkejut. akupun mengajak Amir ke rumah sakit untuk menemui dokter rumah sakit itu. Ibunya Amir sakit parah«dan Amir harus mencari uang untuk operasi kista nya ibu Amir´ ujarnya lesu ³ Amir tenang saja« Amir tidak perlu khawatir soal uang operasi ibunya Amir yang penting Amir harus fokus pada sekolah Amir. ³bapak«´ ujar Amir yang menatap mereka karena bingung ³hari ini ibunya Amir akan dioperasi. Beberapa masalah telah selesai.Malam harinya. ³Ria«´ujarku ³ayah«. akupun memeluknya ³mulai besok Amir kembali sekolah lagi ya. karena hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian mereka. aku sengaja keluar untuk mencari Amir. Ahmad. ³tapi pak«´sahutnya ³Amir tenang saja. karena pihak rumah sakit melarangnya keluar dari rumah sakit. dan belajar seperti yang lainnya´ ujarku kepadanya ³iya pak«´sahutnya.

. ³baiklah..³maksud bapak?´ ujar Nair ³kalian lulus semua«. mereka menangis karena merasa tidak percaya dengan yang kukatakan. Ada yang melakukan aksi band mereka. Amir sebagai ketua kelas mereka. ke 28 siswapun berkumpul dan berembuk untuk merencanakan sesuatu.. Aku tersenyum bahagia. Faisal duduk diantara guru-guru yang lain.´ sahutku dan tersenyum kepada mereka. ³horeeeee«««. malam ini kita berkumpul di taman untuk membuat lampion´ ujar Junair ³Ok.. kamu nanti melukis di kain polos itu ya´ ujar Hengky ³melukis gambar apa?´ tanya Nair ³ melukis gambar kegiatan kita di sekolah bersama pak Faisal´ sahut Junair ³Ok lah«´sahut Nair. ketika melihat mereka yang tersenyum lebar. ³apakah itu benar pak?« bapak tidak bohongkan?´ ujar Simon ³untuk apa bapak berbohong pada kalian«nih lihat saja nilai kalian´ ujarku sambil memberikan hasil nilai ujian mereka kepada mereka. ~ Saat Perpisahan ~ Hari ini adalah hari dimana sebuah acara perpisahan dilaksanakan. Setelah beberapa siswa itu selesai melakukan aksi mereka.kita lulus««. Amirpun mengatakan sesuatu yang membuat Faisal dan yang lain terharu. enaknya kita buat apa?´ tanya Hengky ³benar Junair. Amirpun maju beberapa langkah kedepan. tapi masih ada sesuatu yang akan mereka persembahkan untuk Faisal.´ sahut mereka serempak ³Nair~ah«´ujar Hengky ³iya. ada yang bermain drama. ³1 minggu lagi acara perpisahan«bagaimana jika kita memberikan sesuatu untuk pak Faisal´ ujar kibum kepada teman-temannya ³apa yang harus kita berikan pada pak guru?´ tanya Iwan ³iya« kita juga tidak tahu pak guru suka apa?´ sahut Jacky ³bagaimana jika kita patungan´ sahut Jimmy ³kita belikan apa?´ tanya Anhi ³mm««baju saja bagaimana?´ ujar Nhiar ³boleh juga tuh«´ sahut Ria ³tapi apakah tidak lebih baik. kita memberikan sesuatu dari buatan kita sendiri´ ujar Amir kepada yang lain ³memangnya kita bisa buat apa?´ tanya Rifky dan Putra bingung ³Junair kamu kan pandai membuat prakarya. tibalah ke 28 siswa itu berdiri di atas panggung. sebaiknya kita buat prakarya apa untuk pak Faisal?´ tanya Maulana ³ bagaimana jika kita buat lampion saja. ~ 28 Siswa ~ Ketika Faisal pulang. ³Guruku idolaku´ Ketika engkau pertama kali mengajar kami Kami hanyalah sekumpulan anak buangan yang tidak berarti . Bukan hanya sebuah lampion yang ingin mereka persembahkan untuk guru mereka.´ujar mereka kegirangan. Mereka mengenakan baju seragam sekolah mereka.ada apa?´ sahut Nair ³kamukan pandai melukis. ada yang bermain pantomime. merekapun berkumpul dan melihat hasil nilai mereka. Beberapa siswa memberikan persembahan mereka di atas panggung. tapi dari bahan bekas saja´ sahut Hengky µboleh juga tuh«´sahut mereka ³ apa kalian punya kain polos sisa berwarna putih?´ tanya Junair ³aku punya«´sahut Iwan.. Akupun mengajak mereka untuk merayakan keberhasilan mereka dengan mengajak mereka ketaman hiburan. ada yang menyanyi baik solo maupun grup.

Hari demi hari engkau mengajar kami dengan penuh kesabaran Engkau seperti seorang ayah yang selalu melindungi anak-anaknya Engkau tak pernah lelah untuk membuat kami optimis Engkau selalu adil pada kami Engkau tak pernah membedakan kami seperti guru-guru yang lainnya Engkau adalah pelita kami Engkau adalah idola kami Terima kasih«guruku Terima kasih«karena engkau kami bisa berhasil Kami sayang padamu pak Faisal« Faisal menangis. dan Faisal tidak bisa berhenti menangis saat siswa-siswanya menyanyikan sesuatu untuknya« ³Lagu ini kami persembahkan untuk guru kami tercinta´ ujar Amir di atas panggung. Musikpun mulai memainkan melodinya. guruku tersayang guru tercinta tanpamu apa jadinya aku tak bisa baca tulis mengerti banyak hal guruku terima kasihku . begitu juga guru yang lain yang merasa diri mereka tidak adil pada siswa-siswa itu. Merekapun mulai menyanyi« Pagiku cerahku Matahari bersinar Ku gendong tas merahku«dipundak Slamat pagi semua kunantikan dirimu Di depan kelasmu menantikan kami guruku tersayang guru tercinta tanpamu apa jadinya aku tak bisa baca tulis mengerti banyak hal guruku terima kasihku nyatanya diriku kadang buatmu marah namun segala maaf kau berikan«.

dan merekapun memberikan lampion itu kepada Faisal.´ujar Faisal sesenggukkan ³terima kasih guruku´ sahut ke 28 siswanya. Ketika lampion itu diputar. ketika Faisal berdiri.´ujar Faisal dengan suara yang bergetar. dan mereka menghampiri Faisal. Faisal lagilagi terharu« karena lampion itu bergerak dan bayangan dari gambar yang terdapat pada lampion memenuhi seisi kelas. ³terima kasih«. Faisal menangis karena terharu. ke 28 siswanya pun mengajak Faisal untuk pergi ke kelas mereka.. Ketika acara perpisahan usai. semua siswanya pun memeluk Faisal. * SELESAI * . ³bapak sayang kalian«.Setelah ke 28 siswa itu selesai menyanyi. ³kami juga sayang pada bapak«´ sahut siswa-siswanya yang menangis dalam pelukan Faisal. merekapun turun dari panggung. Lampion itu terlihat gambar-gambar aktifitas Faisal dan ke 28 siswanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful