RANGKUMAN MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS DAN MEDIA KOMUNIKASI: KONSEP DAN APLIKASINYA (Rosady Ruslan, SH, MM

)

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat kelulusan Strata 1 (S1) Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Disusun oleh : WENDI MAULANA AKHIRUDIN NRP. 012050115

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2008

1

BAB I Manjemen dan Public Relations

A.

Pengertian dan Fungsi Manajemen Umumnya, aktivitas manajemen pada setiap lembaga atau organisasi

berkaitan dengan usaha mengembangkan potensial dan memimpin suatu tim dan kelompok orang dalam satu kesatuan, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu dalam organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya (pre determine objective). Manajemen berasal dari kata manage (bahasa latinnya;manus) yang berarti: memimpin, menangani, mengatur, atau membimbing. Goerge R. Terry (19972), mendefinisikan manajemen sebagai, “…sebuah proses yang khas dan terdiri dari tindakan-tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya”. Dari definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa fungsi pokok atau tahapan-tahapan dalam manajemen merupakan suatu proses yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Perencanaan (planning) Meliputi; penerapan tujuan dan syandar, penentuan atauran dan procedure, pembuatan rencana serta eamalan (prediksi) apa yang akan terjadi.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi

2

2.

Pengorganisasian (organizing) Meliputi: pemberian tugas terpisah kepada masing-masing pihak,

membentuk bagian, mendelegasikan dan menetapkan jalur wewenang, mendelegasikan dan menetapkan system komunikasi, serta mengkoordinir kerja setiap karyawan dalam satu tim yang solid dan terorganisir. 3. Penyusunan Formasi (staffing) Meliputi; menetukan persyaratan personnel yang akan dipekerjakan, merekrut calon karyawan, menentukan job description dan persyaratan teknis suatu pekerjaan, melakukan penilaian dan pelatihan termasuk di dalamnya pengembangan kualitas dan kuantitas karyawan sebagai acuan untuk penyusunan setiap fungsi dalam manajemen organisasi. 4. Memimpin (leading) Meliputi: membuat orang lain melaksanakan tugasnya, medorong dan memotivasi bawahan, serta menciptakan iklim atau suasana pekerjaan yang kondusif – khususnya dalam metode komunikasi dari atas ke bawah atau sebalinya – sehingga timbul saling pengertian dan kepercayaan yang baik. Menumbuhkan disiplin kerja dan sense of belonging (rasa memiliki) pada setiap karyawan dan jajaran manajemen (public internal). 5. Pengawasan (controlling) Fungsi terakhir manajemen ini mencakup; persiapan suatu standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, baik berbentuk produk maupun jasa yang diberikan perusahaan/organisasi dalam upaya pencapaian tujuan, produktivitas dan

Manajemen dan Public Relations

Peran :PR?Humas dalam konteks komunikasi sebagai suatu metode dan tknik komunikasi atau lembaga – yang berperan sebagai penunjang manajmen dan kativitas organisasi – serta demi tercapainya tujuan berasama dalam suatu organisasi. Yaitu memerlukan kemampuan: 1. serta kemungkinan risiko tertentu yang mungkin dihadapinya. yaitu pertama. (Basu Swasta DH. • Lebih banyak menggunakan komunikasi bahasa lisan sebagai media penyampaian pesan dan informasi sehingga terdapat arus instruksi dari atas ke bawah (top and down). 1996) Adapun segi komunikasi dalam sebuah organisasi dapat dilihat 2 bentuk yaitu komunikasi antar manajemen dan komunikasi antar karyawan. atau dari bawah ke atas (bottom up) Manajemen dan Public Relations . Karakteristik Manajer Pada umumnya karakteristik manajer yang menjadi tolok ukur kredibilitas manajer dalam memimpin adalah sebagai berikut: • Manajer mampu berkeja di bawah tekanan terus-menerus dalam berbagai tantangan situasi atau kondisi tugas dan tanggung jawab. Asas-asas Manajemen Modern. Yogyakarta. Liberty. unsure komunikasi manajemen (manajemen communication) atau sering disebut juga komunikasi organisasional (organizational communication) dan uncur kedua adalah kokmunikasi antar manusia (human relations communication). Dengan kata lain terdapat dua unsure peranan komunikasi dalam suatu organisasi.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 3 terciptannya citra yang positif.

semangat dan dorongan kepada pihak lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang direncanakan (pre determine objective). katakata pujian. Ada sutau ungkapan. • Menyeleksi dan mengembangkan bawahannya melalui system pelatihan dan pendidikan yang terarah dan terencana serta rasional. • Dalam praktiknya. Manajemen dan Public Relations . namun jika diterapkan secara serius dan periodic akan membangkitkan komitmen total para anggotanya untuk memotivasi dan memacu prestasinya masing-masing demi kemajuan bersama.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 4 demi terpeliharanya saling pengertian dan kepercayaan bagi kedua belah pihak dalam menjalankan fungsinya masing-masing. baik bawahan maupun atasan. Begitu pula dengan pimpinan dan bawahan dalam organisasi. dan keintiman antara para anggotanya. mereka harus memiliki komitmen yang penuh terhadap kemajuan dan citra perusahaan. • Memberikan motivasi. namun tetap memperhatikan segi profesionalismenya dalam melaksanakan fungsi dan perananya masing-masing. pemberian piagam. menumbuhkan inspirasi. Sebagai contoh ekspresi komitmen pimpinan dalam menghargai suatu keberhasilan yang telah dicapai oleh anak buahnya itu adalah tepukan bahu. sisi seni dalam manajemen lebih menonjol daripada sisi ilmiahnya. sebuah organisasi itu tak ubahnya seperti makhluk sosial yang hidupnya tergantung pada rasa saling percaya. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tampak sepele. imbalan materi hingga promosi ke posisi jabatan/pangkat yang lebih tinggi.

Semua itu dilakukan untuk mendapatkan dukungan public dan memperoleh citra positif bagi lembaga bersangkutan. menghargai mempercayai serta toleran. Komunikasi dan Persuasi Sehubungan dengan definisi karakteristik kepemimpinan di atas. mendefinisikan kepemimpinan sebagai berikut: “Leadership is relationship in which one person. Aktivitas public relations dalam melakukan komunikasi tersebut mengandung unsure-unsur pendekatan persuasive (bujukan). Asrtinya apabila tugas yang seharusnya dilaksanakan itu ternyata di abaikan. Terry dalam bukunya Principles of Management (1972). Dalam strategi komunikasi Humas/PR perlu dipahami bahwa aktivitas penyelenggaraan penyampaian pesan melalui komunikasi dua arah timbale balik (two way communications reciprocal) anytara lembaga atau organisasi yang diwakilinya dengan public sasarannya dan bertujuan untuk menciptakan saling pengertian. or the leader influence other to work together willingly on related task to attain that which the leader desire”.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 5 a. goerge R. (Kepemimpinan merupakan hubungan dimana seseorang atau pimpinan dapatmemperngaruhi pihak lain untuk mau bekerja sama guna mencapai tujuan yang diingkinan oleh pimpinan yang bersangkutan). yaitu antara lain: • Pemaksaan dan hukuman (Coercive and punishment) yakni berupa otoritas pemimpin untuk memberikan instruksi pelaksanaan tugas kepada pihak lain dengan ancaman snaksi-sanksi tertentu. maka pelaksana tugas Manajemen dan Public Relations .

dan sebagainya. jika tidak maka ketidakberhasilan tersebut berarti ketidakmampuan pelaksana mencapai standar kerja yang telah disepakati atau dianggap tidak memiliki prestasi optimal. Dalam pendekatan ini pihak-pihak yang menerima instruksi diharuskan atau ditekankan sedemikian rupa untuk mencapai suatu target prestasi tertentu. • Referensi (referent approach) yaitu pelaksanaan tugas oleh pihak bawahan atau yang dipimpin berdasarkan kekaguman atau karisma dari pihak pimpinannya (suri teladan). Sebaliknya. informasi. • Penekanan (pressure approach).putusan tertentu yang dilakukan oleh pihak lain secara sah dan dalam sebuah organisasi yang resmi/legal. Kalau berhasil maka dia akan memperoleh Sesutu penghargaan. dia dianggap sebagai pakar dalam metode penyampaian pesan. sebagai perangsang. Misalnya sebagai instruktur atau komunikator. dari yang paling ringan dan hingga bentuk hukuman lebih berat. Manajemen dan Public Relations . bagi mereka yang mencapai prestasi atau produktivitas pada level tertentu. materi kuliah. Hal ini akan mebawa pengaruh positif terhadap bawahannya. Berupa perintah. Dalam hal ini keahlian pimpinan terebut merupakan daya tariknya. • Legitimasi (legitimate approach).Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 6 tersebut mendapatkan ancaman sansi hukuman. tugas atau intruksi dank e. Dalam pendekatan ini memberikan janji unttuk memberikan imbalan atau penghargaan. tetapi lebih lunak. • Keahlian (expert approach). sehingga menimbulkan rasa hormat serta kekaguman. • Penghargaan (reward apptoach). hamper sama dengan unsure pemaksaan.

Boston) menerangkan empat macam hambatan yang dapat menggangu dalam system komunikasi tersebut. Houghton Mifflin Company. Hambatan ini bias juga berasal dari penerima pesan tersebut (receiver bariier) karena sulitnya komunikan dalam memahami pesan itu dengan baik. Kegagalan komunikasi dapat pula terjadi dikarenakan factor-faktor. Hamabatan secara fisik (physical barriers) Sarana fisik dapat menghambat komunikasi yang efektif. medium barrier (media atau alat dipergunakan kurang tepat) dan decoding barrier (hambatan untuk memahami pesan secara tepat).Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 7 b. tidak menguasai materi pesan dan belum memiliki kemamp[uan sebagai komunikator yang handal. b. Hambatan Komunikasi R. pendidikan. inteletual dan sebagainya yang terdapat dalam diri komunikan. Hambatan dalam proses penyampaian (process barriers) Hambatan di sisni bias dating dari pihak komunikatornya (sender barrier) yang mendapat kesulitan dalam menyampaikan pesanpesannya. yakni: a. dalam bukunya berjudul Manajemen. Kreitner. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat penguasaan bahasa. seorang pakar manajmen Amerika Serikat. 4th Edition. (1989. misalnya pendengran kurang tajam dan gangguan pada system pengeras suara (sound system) – yang sering terjadi dalam suatu reangan Manajemen dan Public Relations . feed back-nya (hasilnya tidak tercapai).

yaitu adanya perbedaan pengertian dan pemahaman antara pemberi pesan dan penerima tentang satu bahasa atau lambing.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 8 kuliah/seminar/pertemuan. d. tingkat pengetahuan dan pemahaman bahasa teknis komunikator yang kurang. Nyatanya kata terebut dalam Bahasa Sunda berkonotasi kurang baik. seorang komunikator (pembicara) menyampaikan kata “momok” yang dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti hal yang menakutkan _ dan tentunya secara semantic bahasa Indonesia sudah benar. c. Atau sebaliknya. Hambatan sremantik (semantic barriers) Hambatan segi semantic (bahasa dan arti perkataan). Hal ini dapat membuat pesan-pesan itu tidak efektif sampai dengan tepat kepada komunikannya. Misalnya. Manajemen dan Public Relations . kebutuhan serta harapan-harapan dari kedua belah pihak yang berkomunikasi juga berbeda. Mungkin saja bahasa yang disampaikan terlalu teknis dan formal. Ham. maka citra yang bersangkutan (komunikator) dapat menjadi turun karena adanya salah pengertian bahasa. Jika kata terebut diucapkan pada pidato/kata sambutan dalam sebuah acara formal yang dihadiri para pejabat.batan psiko-sosial (psychosocial barriers) Hambatan adanya perbedaan yang cukup lebar dan nilai-nilai yang dianut sehingga kecendrungan. tokoh dan sesepuh masyarakat sunda. sehingga menyulitkan pihak komunikasi yang tingkat pengetahuan dan pemahaman bahasa teknisnya kurang.

Principles of Management. Georgetown) menjelaskan bahwa secara garis besar terdapat 5 (lima) bentuk komunikasi dalam manajemen yaitu. b. Komunikasi non-formal. Komunikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba atau sepontanitas dalam konsidi yang tidak diharapkan terjadi komunikasi formal seperyti hubungan antar pribadi untuk menjelaskan atau memberikan saran yang berkaitan dengan tugas dan kewajiban. George R. (6th edition. yaitu bentuk komunikasi yang secara fungskional berada di luar komunikasi formal. serta tidak terlalu teknis. biasanya adalah bentuk komunikasi dalam jalur organisasi formal. Biasanya komunikasi non formal cukup efektif dilakukan pada perusahaan bersifat padat karya dengan jumlah pekerja cukup banyak. Terry dalam bukunya. Richard D Irving Inc. memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu melalui instruksi-instruksi bentuk lisan dan tertulis sesuai dengan prosedur secara fungsional yang berlaku. Komunikasi formal. 1972.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 9 2. Manajemen dan Public Relations . Juga memiliki arus komunikasi atasan kebawah atau sebaliknya. a. cara bekerja permanent dan terusmenerus/kontinu. Komikasi Dalam Manajemen Sebelumnya telah dijelaskan di dalam sebuah organisasi/perusahaan terdapat dua unsure komunikasi yang saling berkaitan erat satu sama lain yaitu komunikasi manajeman (management communication) dan komunikasi antar manusia (human relations communication).

d. internet serta Elektronik-mail (E-mail) dan alain sebagainya. Contohnya adalah pedoman teknis pekerjaan (petunjuk manual). arsitek. rancang bangun/konstruksi dan program komputerisasi.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 10 c. laporan berkala bulanan/tahunan. Bentuk komunikasi ini mungkin lebih dekat kepada komunikasi non-formal. Komunikasi informasl tersebut banyak dipergunakan oleh divisi personalia dalam upaya menggali atau mengetahui lebih mendalam mengenai kaitan aspek psikologis karyawan setelah sebelumnya menunjukan prestasi yang memuaskan – dengan kehidupan sehari-hari di luar pekerjaannya. peraturan perusahaan atau kebijaksanaan pimpinan. tata cara proses dan penyelesaian suatu pekerjaan. memo. hubungan komunikasi di sini lebih bersifat dan hanya dapat dipahami atau dimengerti oleh para ahli ata pekerja khusus yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu. Komunikasi informal. Komunikasi procedural. berkaitan dengan aspek-aspken kejiwaan. Komunikasi teknis. e. instruksi tertulis. Termasuk pula dalam bentuk komunikasi ini adalah hubungan pekerjaan antara pimpinan dan bawahan yang ditetapkan dalam bentuk peraturan tertulis dan rinci mengenai suatu deskripsi jabatan (penjelasan) dan spesifikasi Manajemen dan Public Relations . bentuk komunikasi ini lebih dekat kepada komunikasi formal. bersifat lebih sensitive dan sentimental karena didominasi oleh kontak hubungan antara manusia. Misalnya komunikasi bidang pekerjaan teknik mesin industri.

maupun tanggung jawab masing-masing peronel/karyawan. Manajemen dan Public Relations . 3. alat atau perkakas mesin produksi yang dimilki (Machine). (Pakar Manajmen dari Arizona State University). hal tersebut merupakan konsekuensi dari: a) b) Kemampuan sebagai fungsi manajmen teknis (technical management). Fungsi dasar manajmen tersebut merupakan suatu proses kegiatan atau8 pencapaian sumber-sumber (sumber daya) yang dimilliki oleh organisasi/lembaga tersebut. seorang manajer dituntut kemampuannya untuk mengkoordinasikan seluruh unsure sumber daya yang ada (6-M). baik yang berkenaan dengan fungsi. yaitu: Sumber daya Manusia (Men). metode yang di pergunakan (Methode). wewenang. dan perluasan atau pemasaran yang hendak dicapai/dituju (Market).an peran public relations dalam menunjang fungsi-fungsi manajmen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama tergantung kepada kemampuan memanfaatkan unsure-unsur sumber daya (6-M sources) yang dimiliki pada sebuah organisasi/lembaga tersebut. Artinya sebagai Public Relations Manager (Pejabat Humas). dan Kemampuan berperan sebagai manajer profesional (managerial skill) Pengertian tersebut di atas sesuai dengan definisi yang dinyatakan oleh Robert kreitener (1978).Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 11 (persyaratan). Keberhasil. bahwa. sumber material/barang yang dikuasai (Material). Unsure-unsur sumber daya tersebut dinamakan dengan 6-M. Dasar-dasar majemen Humas Peranan public relations dalam sebuah organisasi berkaitan dengan tujuan utama dan fungsi-fungsi manajemen perusahaan. kemampuan keuangan (Money).

inovatif.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 12 “Manajmen ialah proses kerjasama dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yang mengalami perubahan. • Problem Solver: mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya. merupakan bentuk kegiatan two way communication adalah cirri khas dari fungsi dan peranan Public Relation. • Conceptor: Mempunyai kemampuan (skill) sebagai konseptor dalam penyusunan program kerja kehumasan. dan rencana program lainnya. antisipatif. baik secara proaktif. dinamis dan solutif. Dalam menunjang keberhasilan mencapai tujuan utama manajemen perusahaan/organisasi – bekerja sama dengan berbagai pihak terkait – seorang praktisi Humas (Public Relations Practioner) harus memiliki beberapa keterampilan khusus. diantaranya: • sebagai creator: Memiliki kreativitas dalam penciptaan suatu gagasan. • Mediator: kemampuan menguasai teknik komunikasi baik melalui media secara lisan maupun tertulis dalam penyampaian pesan atau menyalurkan informasi dari lembaga organisasi yang diwakilinya kepada public. Kegiatan utama dari Humas/PR dalam mewakili top manajemen suatu lembaga atau organisasi tersebut. ide-ide atau buah pemikiran yang cemerlang. Proses manajemen tersebut terpusat pada pemanfaatan atau penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien”. Hal tersebut dikarenakan salah satu tugas PR ialah bertindak sebagai nara sumber Manajemen dan Public Relations .

planned and sustain effort to establish and maintain mutual understanding between an organization and its public”. Bernay. yaitu: 1. Memberikan penerangan kepada masyarakat. B. Pengertian Humas (Public Relations) Berbagai definisi kehumasan memiliki redaksi yang saling berbedakan tetapi prinsip dan pengertiannya sama. “Public Relations practice is deliberate. berbunyi: a. terdapat 3 fungsi utama Humas. (Aktivitas Public Relations adalah mengelola komunikasi antara organisasi dan publiknya) b. yang di ambil dari The British Institute of Public Relations. dalam bukunya Public Relations (1952. 2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung. (Praktik Public Relations adalah memikirkan. University of Oklahoma Press). merencanakan dan mencurahlkan daya untuk membangun dan menjaga saling pengertian antara organisasi dan publiknya) Menurut Edward L. Manajemen dan Public Relations . “Public Relations activity is management of communications between an organization and its public”. salah satu definisi Humas/PR. Sebagai acuan.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 13 informasi (source of informations) dan merupakan saluran informasi (chanel of informations).

Artinya. Manajemen dan Public Relations . ruang Lingkup Tugas dan Sasaran kegiatan Humas Peranan public relations dalam suatu organisasi dapat di bagi empat kategori (Dozier&Broom. dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa cirri khas proses dan fungsi manajemen Humas (Public Relations Managemen) adalah sebagai berikut: Menunjukan kegiatan tertentu (action) Kegiatan yang jelas (activities) Adanya perbedaan khas dengan kegiatan lain (different) Terdapat suatu kepentingan tertentu (important) Adanya kepentingan bersama (common interst) Terdapat komunikasi dua arah timbale balik (reciprocal two ways traffic communication) C. berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan masyarakta atau sebaliknya dari pemaparan definisi dan fungsi Public Relations tersebut di atas.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 14 3. Penasehat Ahli (Expert prescriber) Seorang praktisi pakar public relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (public relationship). pihak manajemen bertindak pasif untuk menerima atau mempercayai apa yang telah disarankan atau usulan dari pakar PR (expert prescriber) tersebut dalam memecahkan dan mengatasi persoalan public relations yang tengah dihadapi oleh organisasi bersangkutan. 1. 1995). Peranan.

Fasilitator Proses pemecahan Masalah (Problem solving process fasilitator) Peranan praktisi PR dalam proses pemecahan persoalan public relations ini merupakan bagian dari tim manajmen. Secara teknis komunikasi. Ruang lingkup tugas PR dalam sebuah organisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas: a. praktisi PR bertindak sebagai komunikaotr atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal untuk mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya. Membina hubungan ke dalam (Public internal) Manajemen dan Public Relations . Teknisi Komunikasi (Communication technician) Peranan communication technician ini menjadikan praktisi PR sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan methode of communication in organization. baik arus maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan bawahan akan berbeda dbawahan ke tingkat atasan. Fasilitator Komunikasi (Communication fasilitator) Dalam hal ini.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 15 2. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat (aviser) hingga mengambil tindak kesekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan professional. misalnya komunikasi antar karyawan satu departemen dengan lainnya (employee relations and communication media model). 3. Hal yang sama juga berlaku pada arus dan media komunikasi antara satu level. 4.

Fayol beberapa kegiatan dan sasaran PR. Membina hubungan keluar (public eksternal) Public eksternal adalah public umum (masyarakat). Dengan demikian. peran Humas?PR tersebut bersifat dua arah yaitu berorientasi ke dalam (inward looking). sebeluim kebijakan itu dijalankan oleh organisasi. adalah: • Membangun Identitas dan Citra Perusahaan (Building copporate identity and image) Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang postif Mendukung kegiatan komunikasi timbale balik dua arah dengan berbagai pihak • Menghadapi krisis (Facing of Crisis) Menangani keluhan (complaint) dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajmen krisi dan PR Recovery of image yang bertugas memperbaiki lost of image and dmage • Mempromosikan Aspek kemasyarakatan (Promotion public couses) Manajemen dan Public Relations . b. seperti yang dijelaskan di atas. dan keluar (outward looking). Menurut H. yang menjadi PR bagian harus dai unit/badan/perusahaan Seorang mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negative di dalam masyarakat. Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran public yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 16 Public internal adalah atau public organisasi.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 17 - Mempromosikan yang menyangkut kepentingan public Mendukung kegiatan kampanye social anti merokok serta menghindari obat-obatan terlarang. perencanaan (Planing) 2. Pengkomunikasian (Communicating) 4. Pengorganisasian (Organizing) 3. visi dan tujuan bersama dari organisasi/lembaga tersebut. Pengawasan (Controlling) 5. Dikaitkan dengan pemahaman manajemen Jumas (magement of Public Relations). Artinya PR/Humas bukanlah merupakan fungsi terpisah dari fungsi kelembagaan atau organisasi tersebut menjadikan Humas/PR dapat menyelenggarakan komunikasi dua arah timbale balik antara organisasi/lembaga yang diwakilinya dengan publiknya. D. apabila di tinjau dari segi selain fungsi manajmen dan proses dalam kegiatan komunikasi (yang merupakan factor utama yang dapat menentukan kelancaran proses manajemen dalam fungsi Kehumasan dari lembaga yang diwakilinya) maka pada umumnya manajemen humas melalui fungsi atau bebberapa tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Peranan ini turut menentukan sukses atau tidaknya misi. dan sebagainya. Manajemen dan Public Relations . dan Penilaian (Evaluating). Humas sebagai Alat Manajemen Public Relations sesungguhnya sebagai alat manajemen modern secara structural merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan atau organisasi.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 18 Peranan komunikasi tersebut di suatu aktivitas manajemen organisasi/lembaga masa kini atau perusahaan besar biasanya diserahkan atau dilaksanakan oleh pihak Public Relations /Humas. Back up management Melaksanakan dukungan manajemen atau menunjang kegiatan lain. 2. 3. Good Image Maker Manajemen dan Public Relations . secara garis besar aktivitas utamanya berperan sebagai: 1. Communicator Artinya kemampuan sebagai komunikator baik secara langsung maupun tidak langsung. seperti manajemen promosi. dukungan. pemasaran. Juga. Dari peranan yang dilaksanakan tersebut. melalui media cetak/elektronik dan lisan (spoken person) atau tatap muka sebagainya. operasional. Relationship Kemampuan peran PR/Humas membangun hubungan yang positif antara lembaga yang diwakilinya dengan public internal dan eksternal. personalia dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu kerangka tujuan pokok perusahaan/organisasi. kepercayaan. 4. kerjasama dan toleransi antara kedua belah pihak tersebut. Disamping itu juga bertindak sebagai mediator dan sekaligus persuader. berupaya menciptakan saling pengertian. pejabat Humas (PRO magaer) akan melakukan fungsifungsi manajemen perusahaan.

maupun pihak pers. Sejarah Majaemen Humas Suatu konsepsi prinsip-prinsip dasar dalam peranan PR/Humas untuk mengatasi masalah menurut ivy lee. E. Bekerja sama dengan pihak pers. reputasi dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas public relations dalam melaksanakan manajemen kehumasan membangun citra atau nama baik lembaga/organisasi dan produk yang diwakilinya. Ketiga: Manajemen Humas. Dan mengacu pada declaration of principles atau prinsip-prinsip dasar. harus bersifat informasi terbuka (open communication). pekerja.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 19 Menciptakan citra atau publikasi yang positif merupakan prestasi. Manajemen dan Public Relations . yaitu: Pertama: Membentuk manajemen Humas untuk mengatur arus informasi/berita secara terbuka. Kedua: Memeiliki wewenang penuh dalam melaksanakan fungsi dan peranan sebagai pejabat Hunmas untuk mengelola manajemen Humas/PR. dan langsung sebagai pengambil keputusan tertinggi (decision maker) dan (policy maker). baik kepada khalayak/public. yang nota bene terkait dengan manajmen perusahaan industri pertambangan batu bara tersebut. Deduk sebagai top pimpinan perusahaan.

2. Bagaimana peranan untuk melaksanakannya. 3. public relations dapat dibedakan kepada fungsi manajmen melalui konsep kegiatan administrasi (operationg concept of administration) dan fungsi staf khusus dalam pelayanan administrasi (specialized staff function serving administrator). dan menilai program kerja PR.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 20 Factor yang cukup penting dalam berhasil atau tidaknya pelaksanaan program acara atau aktivitas kerja Humas/PR yang telah disusun tersebut. adalah: 1. edisi Kelima (1982). dalam bukunya Effective Public relations. Semua dinamakan keterampilan aspek teknis operasional dan manajerial dari PRO/pejabat Humas bersangkutan. F. Bagaimana menyelenggarakan komunikasi dua arah timbale balik dalam. yaitu sebagai berikut: a. Manajemen dan Public Relations . Dapat pula disebut sebagai proses pelaksanaan fungsi-fungsi dan konsepsi dari manajemen Humas suatu perusahaan saat sedang mengantisipasi dan menghadapi suatu krisis yang akan terjadi. mengolah dan menyalurkan arus informasi (communication channel) kepada publiknya (komunikan dengan tujuan untuk mencapai citra positif (effect) bagi organisasi yang diwakilinya itu”. Bagaimana perencanaan kerja dan komunikasi dari Humas/PR untuk mencapai tujuan utama. penyampaian pesa (message). Pengertian Manajemen Humas Menurut cutlip and center. b.

Public Relations berfungsi melaksanakan: a. saling mempercayai (mutual confidence) menciptakan good will. Itu berarti bagaimana humas dapat berperan dalam melakukan komunikasi timbal balik (two ways communication) dengan tujuan menciptakan saling pengertian (mutual understanding). yaitu sebagai berikut: 1. G. pelaksanaan dan pengevaluasian suatu kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Artinya public relations merupakan salah satu fungsi manajmen modern yang bersifat melekat pada manajemen perusahaan (corporate management function). Manajemen dan Public Relations . maupun penelitian bersifat opinion research. memperoleh dukungan public (public support) dan sebagainya demi terciptanya citra positif bagi suatu lembaga/perusahaan (corporate image). dari menyelenggarakan acara open house hingga kampanye politik. baik dalam memperoleh data primer dan sekunder. dari pengumuman pelayanan public hingga menangani kasus manajmen krisis. Penelitian (Research) Tahap penelitian dalam PR.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 21 Manajemen Humas berarti penelitian. 200: 5) tersebut maka secara operasional teknisnya. perencanaan. dari pembuatan brosur hingga kampanye nasional melalui multimedia. secara kualitatif dan kuantitatif. public relations merupakan bagian dari integral dari suatu lembaga/organisasi. Kegiatan ini bersifat motivation research. mulai dari pertemuan kelompok kecil hingga berkaitan dengan konferensi pers internasional via satelit. Metode Komunikasi dan Kelembagaan Humas Secara structural. Al. Fungsi Public Relations dalam manajemen Humas (Cutlip et. saling mengharagai (mutual appreciation).

Pengkoordinasian (Coordinating) Maksudnya adalah mengkoordinir satu tim kerja dengan menentukan kerja sama dan keterlibatan dari instansi atau personil lainnya ke dalam satu koordinasi tim yang solid sebagai upaya pencapaian tujuan lembaga/organisasi. publication – publicity. d. Manajemen dan Public Relations . c. e. Produksi (Production) Hal ini merupakan bentuk produk publikasi dan promosi yang dikelola oleh Humas. tema dan kemampuan dana serta dukungan dari pihak terkait. procedure. Administrasi (Administration) Menyangkut masalah administrasi perencanaan. dan sekaligus merupakan suatu bukti tertulis/tercatat dalam system administrasi yang baik. dokumentasi. kebijakan. b. Perencanaan (Planning) Penyusunan suatu program acara (event) atau agenda setting dan program kerja Humas. Merencanakan media plan. audio visual. dalam upaya mendukung perluasan/pemasaran produk atau nama dan pengaruh pada sebuah organisasi dan lain sebagainya. special event&regulars events untuk tujuan berkampanye. evaluasi. pelaksanaan. system pengarsipan dan pencatatan keluar atau yang masukanya uang.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 22 yaitu penelitian yang tertuju pada jiwa manusia yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan (needs & wants) yang paling mendasar. Penyusunan tersebut berdasarkan dta dan fakta di lapangan.

Nasehat (Advisory) Memberikan sumbang saran kepada manajemen dan pimpinan perusahaan penyesuaian berkenaan berdasarkan dengan kebijakan public organisasi tentang kepentingan eksternal/internal.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 23 f. d. maupun berdasarkan hasil pengidentifikasian keinginan dan reaksi opini public terhadap tujuan perusahaan. Misalnya. Partisipasi Komunitas (Commjunity Participation) Maksudnya adalah partisipasi Humas dalam melakukan suatu komunikasi timbale balik dengan komunitas masyarakat/public lingkungan tertentu untuk mencapai saling pengertian dan citra positif terhadap lembaga yang diwakilinya. 2. yaitu antara lain upaya Humas untuk mencapai: a. 3. Pencarian fakta/permasalahan (Fact Finding) Perencanaan (Planning) Komunikasi (Communication) Evaluasi (Evaluating) “the right man and the right place or the right man behind the gun”. b. seraya untuk memuaskan semua pihak yang terkait. Aktivitas Humas (PR Activities): a. g. Manajemen dan Public Relations . kegiatan peduli bidang social marketing dan social care (kepedulian PR terhadap aspek kepentingan social). Efektivitas Berhasil untuk mencapai tujuan. c.

Manajemen dan Public Relations . Efisiensi Ketepatan mengelola keuangan/dana secara tepat.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 24 b.

tetapi fungsi kehumasan sudah dikenal secara formal dan terorganisasi dengan baik. Organisasi ini berfungsi secara terbatas untuk hubungan masyarkat dengan pihak perusahaanrekanan.25 BAB II Public Relations/Humas: Periodisasi Kristalisasi Opini Publik dan Citra Positif A. Pada decade 1970-an peranan Humas telah diterapkan di berbagai instansi pemerintah serta lembaga perusahaan swasta sebagai upaya menjembatani. pemasok. penyalur dan pengguna/pemakai jasa produknya (konsumen). serta mulai diterapkan pada tahun 1950-an. Berikut adalah Periode perkembangannya: . Dalam fungsi kedinasan maupun upaya pembentukan suatu wadah organisasi profesi Humas. berkomunikasi dan menyampaikan informasi atau pesan-pesan dari lembaga organisasi yang diwakilinya itu kepada pihak public/masyarakatnya. Periodisasi Public Relations Public Relatios (Humas) Perkembangan Humas/PR Indonesia Di Indonesia masih tergolong baru jika dibandingkan dengan Negara-negara maju lainnya. secara resmi humas diterapkan pada jajaran kepolisian. Kemudian pada tahun 1954. Sejarahn mencatat organisasi humas pertama beridiri di perusahaan perminyakan Negara (Pertamina). dengan nama hubungan masyarakat(Humas).

disebut dengan periode kedinasan pemerointah. pelaksanaan komunikasi timbale balik dua arah. Secara garis besar tugas kehumasan pemerintah adalah: • Tugas strategis:ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaannya. Kemudian tahun 1970-1971. Public Relations/Humas . Pada tahun 1967 didirikan koordinasi antar Humas Departemen/Lembaga Negara yang disingkat Bakor yang secara ex offcio di pimpin pada setiap departemen. cikal bakal pembentukan Humas di Indonesia secara resmi lahir melalui presidium Kabinet PM Juanda. hingga mampu menciptakan citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya. • Tugas taktis: Upaya memberikan informasi. khususnya di bidang penerangan dan kehu8masan. - Periode II: Tahun 1967 – 1971.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 26 - Periode I: Tahun 1962. bakor diubah menjadi Bako-humas (badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah). lahirlah pedoman Tata Kerja Bakohumas yang berisi antara lain: • Ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dan pembangunan. yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/devisi Humas. Hal tersebut dimulai dengan terbentuknya suatu wadah/organisasi berbentuk “Badan Koordinasi Kehumasan (bako-humas) pemerintah” di Indonesia. motivasi. maka melalui SK Menpen tersebut.

Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association (IPRA) dan ASEAN Public Relations Organizatio (FABRO). Nana Sutresna (Deplu). Pertama: didirikannya suatu wadah profesi Humas yaitu Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) pada 15 Desember 1972 oleh kalangan praktisi swasta.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 27 • • Melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan. dan termasuk pemerintah. periode ini ditandai dengan munculnya public Relations (Purel) kalangan professional pada lembaga swasta umum. Marah Joenoes (sebelumnya Kahupmas Pertamina. • Memelihara hubungan kerja sama yang baik dan menciptakan hubungan yang efektif dan harmonis dengan organisasi dan lembaga resmi serta masyarakat - Periode III: Tahun 1972 dan 1993. dalam rangka menunjang kebijaksanaan pemerintah. Pendirinya. Kemudian dalam acara konvensi Nasional Humas di Bandung pada akhir 1993. Iman sajono (Konsultan PR) dan lain sebagainya. Alwi Dahlan (mantan Menpen RI dan Ketua BP7). Wisaksono Noerhadi (Matahari). M. Public Relations/Humas . Feisal Tamin (Depdagri). Menyempurnakan fungsi dan kedudukan Humas dalam perilaku menuju pada suatu kepribadian yang sama di Indonesia. telah ditetapkan Kode etik Kehumasan Indonesia (KEKI). antara lain yaitu wardiman djojonegoro (mantan Mendikbud).

pengatur arus informasi abtara perusahaan/Emiten dan investor/nasabahnya Public Relations/Humas . baik bank pemerintah (Himbara). Beberapa indikatornya adalah sebagai berikut: Pertama. disusul dengan berdirinya Forum Kokmunikasi Antar Humas Perbankan (Forkamas). tentang perlunya pihak Emitmen (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. 63/1996.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 28 - Periode IV: Tahun 1995 sampai sekarang. Himpunan tersebut yang diperuntukan sebagai wadah organisasi profesi Humas bidang professional Jasa Perhotelan. dalam sebuah perusahaan public yang bersifat terbuka (Emiten telah go public di pasar bursa) berfungsi sebgai communicator atau mediator. Corporate Secretary Kelembagaan Corporate Secretary. swasta (perbanas). PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia). ditandai dengan terbentuknya Himpuan Humas Hotel berbintang (H-3) tanggal 27 November 1995. Kedua. sesuai dengan SK BAPEPAM Bo. Ketiga. B. yang merupakan forum resmi bagi para pejabat Humas (Public relations Officer) bidang jasa perbankan di Indonesia. berkatan sangat erat dengan organisasi yang sudah dikenal sebelumnya bidang perhotelan. public Relations (PR) berkembang di kalanan swasta bidang professional khusus (spesialisasi PR/Humas bidang industri pelayanan jasa). asing dan campuran yang beroperasi di Indonesia.

b.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 29 a. relasi bisnis dan lain sebagainya. mempublikasikan laporan keuangan dan mengeluarkan publikasi dalam bentuk Prospektus perusahaan yang ingin go public dalam upaya menarik calon investor. menyebarkan profil perusahaan (company profile) di majalah. serta memahami laporan keuangan secara periodic dan manajemen perusahaan/keuangan lain sebagainya. Termasuk melakukan hubungan baik dengan pihak kreditor. c. Pada perkembangan berikutnya lembaga/divisi Corporate Secretary. merupakan tugas pemenuhan atau ketaatan dalam aturan main. notariat dan hukum bisnis). Membina hubungan dengan calon investor dan investor (investor relations). Dalam bidang ekonomi berupa marketing dan audit/analisi laporan keuangan/akuntansi. seperti peraturan perundang-undangan Pasar Modal. d. Di beberapa perusahaan lembaga tersebut pula dengan Corporate Communication yang apabila disandingkan dengan Corporate Public Relations/Humas . buletoin. banyak dipakai oleh perusahaan besar (holding company) yang tidak berbentuk perusahaan public (terbuka) atau telah go public. jurnal dan media massa lainnya. e. dan sebagainya. Dalam bidang legal (aspek hokum keperdataan. lembaga keuangan. Sedangkan fungsi Compliance Officer. perjanjian. Dalam bidang public relations fungsinya diwujudkan dalam bentuk melakukan publikasi melalui Annual report (laporan berkala). perbankan.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 30 Secretary maka aktivitas keduanya pada sebuah institusi/organisasi berkaitan dengan fungsi-fungsi kehumasan (PublicRelations Function). menurut NRI. yaitu merupakan kegiatan pemasaran korporat yang menggabungkan disiplin lintas komunikasi dan pemasaran untuk memberikan gambaran yang tepat mengenai kinerja dan prospek perusahaan kepada investor dan calon investor. Center & Broom. Investor Relations is a specialized part of corporate public relations that build and maintains Public Relations/Humas . Fungsi Investor Relations Kemampuan khusus praktisi humas (PR Practioner) yang harus dimi.liki oleh pihak perusahaan yang bergerak pada jasa Investor Relations Company – serupa dengan peranan Corporate Secretary yang mewakili direksi perusahaan public (emiten) terhadap kepentingan para investor – Pengertian Investor Relations Profesi Investor Relations (Penghubung investor) di Negara-negara yang aktivitas pasar modal sangat tinggi. strategis dan maju sudah berbentuk professional. dan jasa konsultan (perusahaan). pengertian investor relation adalah. Definisi Investor Relations. Menurut Cutlip. Standards of Practice for Investor Relations. spesialisasi.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 31 mutually beneficial relationship with shareholders and others in the financial community to maximize market value. penjamin serta para pengamat perbankan/pasar modal. Maksud dan Tujuan Investor Relations • Menyediakan informasi bagi pasar modal. Public Relations/Humas . citra dan likuiditas sham perusahaan (Emiten) yang diperdagangkan di pasar bursa/modal • Memelihara komunikasi yang positif antara perusahaan emiten dengan para investor melalui media financial report publication cera periodic dan kontinyu. para pedagang perantara. rekan bisnis (business relations). • Menjaga hubungan baik atau akses dengan pasar modal (BEK&BES) dan Bapepam (regulator). sehingga harga/nilai saham perusahaan dapat mencerminkan nilai dan harapan (prospek) lebih baik atas pendapatan di masa mendatang. • Memelihara kepercayaan. kreditor (pihak perbankan). Secara garis besarnya bahwa nvestor relations (hubungan investor) merupakan bagian khusus dari public relations perusahaan yang menciptakan dan memelihara hubungan yang saling bermanfaat (menguntungkan) dengan pihak pemegang saham dan investor lainnmya bergerak di bidang pasar modal/saham untuk meningkatkan nilai pasar.

pertanggungjawaban agar pihak manajmen perusahan emiten yang m. • Predictability. para investor. • Participation. upaya pengecekan serta proses pengambil keputusan bersama dalam perusahaan public. kemampuan dalam memprediksi prospek usaha mendatang secara tepat dan rasional. efisien dalam operasi dan teknis pengembangan bisnis sesuai peraturan bisnis hokum yang berlaku. sebagai upaya rencana penyusunan strategi perusahaan. • Transparency. keterbukaan saluran informasi yang dapat dipercaya dan terbuka kepada pihak stake holder.emiliki kemampuan untuk mengatisipasi pertanyaan stake holder atas berbagai kebijakan yang telah dilaksanakan oleh emiten. diperlukankeikutsertaan stake holder dan para investor dalam meperoleh informasi dan data. baik jangka pendek maupun janka panjang.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 32 • Memberikan sumbang saran bagi pihak manajemen mengenai penilaian dari perkembangan pasar modal. pengamat. public yang terkait serta media pers. antara lain: • Accountability. Public Relations/Humas . Menciptakan good Corporate Governance (GCG) • Peranan Investor Relations Practitioner secara praktisi adalah melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Government yaitu terwujud dalam 4 prinsip. yang terkait dengan kebijakan yang efektif.

baik regular (rutin) maupun khusus (special events). • Menyelanggarakan seminar. diskusi dan road show ke berbagai kalangan kampus. Asosiasi Emiten Indonesia dan profesi terkait lainnya di pasar modal.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 33 Kegiatan Corporate Secretary (Investor Relations) Program kegiatan dari Investor Relations. pengamat dan pelaku bisnis (business relations) • Membina hubungan baik dengan pedagang perantara (broker). internal public offering (IPO) dan paparan Publik (public expose). Termasuk rapat rutin untuk menganalisa perkembangan saham/usaha dengan para analis pasar modal dan fund manger. • Menyelenggarakan presentasi bisnis. adalah sebagai berikut: • Menjaga dan mempertahankan hubungan baik dengan pihak bursa efek (BEJ & BES) dan Bapepam. • Melaksanakan RUPAS (Rapat Umum Pemegang Saham) secara periodic dan dalam kondisi-kondisi luar biasa. media pers dan pengamat serta dunia kampus. • Membentuk media komunikasi (publication media) sebagai saluran informasi dan data mengenai kegiatan perusahaan emiten melalui laporan keuangan tahunan (annual report publication) yang di tujukan kepada stake holder. yang umum di laksanakan oleh skretariat perusahaan (Corporate Secretary). peminat (calon investor). investor.termasuk Public Relations/Humas . investor.

prospectus. Model asimetris dua arang (two way asymmetrical model) Public Relations/Humas . 2. Model informasi public PR/humas bertindak sebagai journalist in residence. 3. yaitu dalam bentuk aktivitas hubungan pelaporan (compliance officer). press briefing dan mengeluarkan news release. gruning ada 4 model. iklan promosi dan sponsorship. khusunya ketika berhadapan media massa. • Mempertahankan hubungan positif yang saling menguntungkan (mutually symbiosis).Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 34 penyelenggaraan press conference. Model agensi pers atau model propaganda Secara praktik PR/Humas pada tahap ini melakukan propaganda melalui komunikasi searah untuk tujuan memberikan publisitas yang menguntungkan. artinya bertindak sebagai wartawan dalam menyebarluaskan informasi kepada public dan mengembalikan berita atau informasinya kepada media massa. hubungan dengar pendapat (hearing). hubungan paparan public (public exposure) dan hingga dalam rangka sosialisasi (corporate promotion&compaign) kepada public yang menjadi target sasaran. dalam manajemen komunikasi baik secara konseptual maupun praktis: 1. C. Praktik Humas Menurut James E. news finance report.

agar mau kerja sama. Untuk memahami opini seorang dan public tersebut menurut R. Merupakan sintesa atau kesatuan dari banyak pendapat Mempunyai pendukung dalam jumlah besar. Abelson mempunyai kaitan erat dengan: 1. Sunarjo. Kepercayaan mengenai sesuatu (belief) apa yang sbenarnya dirasakan atau menjadi sikapnya 9attitude) Persepsi (perception). kebiasaan dan adapt-istiadat yang dianut seseorang atau masyarakat. Opini Publik Pengertian Opini Publik Menurut Dra.P. yang berakar dari berbagai factor: a. 2. 4. D. Model simetris sua arah (two way symmetrical model) Melakukan kegiatan berdasarkan penelitian dan menggunakan teknik komunikasi untuk mengelola konflik dan memperbaiki pemahaman public secara strategic. 3.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 35 PR dalam praktiknya melalui penyampaian pesannya berdasarkan dhasil riset dan strategi ilmiah (scientific strategy) untuk berupaya membujuk public. Public Relations/Humas . bersikap dan berpikir seusai dengan harapan organisasi. yaitu suatu proses memberikan makna. Djoenasih S. Latar belakang budaya. SU dalam bukunya Opini Publik ciri-ciri Opini itu adalah: Selalu diketahui dari pernyataan-pernyataannya.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 36 b. dan keagamaan yang dianut atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat). sebagai the feeling one has for self atau sikap yang dapat bersifat laten (latent opinion). d. Kristalisasi Opini Publik Untuk memahami opini seseorang atau public tersebut maka seorang PR (pejabat humas) harus mengevaluasi secara berkala tentang opini yang sedang beredar dalam segmen-segmen publiknya. nilai-nilai yang dianut dan berita yang sedang berkembang. dan terkristalisasi jika masyarkat dalam kelompok tertentu mempunyai Public Relations/Humas . Pengalaman masa lalu seseorang/kelompok tertentu menjadi landasan atas pendapat atau pandanganya c. Opini dari perorangan tersebut kemudian secara akumulatif dapat berkembang menjadi suatu consensus (kesepakatan). Dalam bagan proses pembentukan opini digamabarkan bagaimana persepsi seseorang yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. Nilai-nilai yang dianut (moral. pengalaman-pengalaman masa lalu. Sebagaimana yang diuraikan apa yang dirasakan oleh seseorang (what the individual really feels). yang pada akhirnya membentuk opini publik. dan kemudian timbul attitude. Bias diartikan beroita-berita yang dipublikasikan itu dapat sebagai pembentukan opini masyarakat E. dan pendapat-pendapat yang berkembang yang kemudian mempunyai pengaruh terhadap pendangan seseorang. etika. Berita-berita.

Komponen A: Affect (Perasaan atau emosi) 2. latar belakang dan hingga tujuan yang hendak di kemudian hari akan terbentuk menjadi opini public. Komponen C: Cognition (pengertian atau nalar) PROSES PEMBENTUKAN FAKTOR PENENTU • • • • Latar belakan budaya Pengalaman masa lalu Nilai-nilai yang dianut Berita yang bercabang PERSEPSI OPINI KONSENSUS OPINI PUBLIK AFFECT SIKAP BEHAVIOR COGNITION Proses pembentukan opini publik Yang menurut Emory S. nilai-nilai yang dianut.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 37 kesamaan dalam visi. rejecki. 4. Opini personal (perspnal opinion) Opini peribadi (Private opinion) Opini kelompok (Group opininon) Opini koalisi (Coalition opinion) Public Relations/Humas . ide. Bogardus dalam praktiknya terdapat beberapa macam pengertian opini. Komponen B: Behavior (tingkah laku) 3. Faktor Penilaian Sikap (Attitude) Factor-faktor yang dapat membentuk opini menurut D. yaitu: 1. 3.W. F.: 1. 2.

sehingga untuk hal-hal kompeten yang menimpa masyarakat. Pencapaian Citra Positif Public Relations/Humas . artinya opini tersebut akan “menjadi milik suatu segmen public/masyarakat”. 2. G. sebagai akibat pengkristalisasi opini (crstalyzing of public opininon) setelah melalui proses pembentukan opini public yang berakar dari masingmasing opini individu. kebijkasanaan tergantung dari penilaian dan seleksi public terhadap fakta dan penilainnya. Faktor Konsensus (consensus) Pada kenyataannya bahwa opini masing-msing dapat berkembang luas di masyarakat. 6.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 38 5. maka opini public terdiri dari banyak orang (public) dan sulit untuk diambil keputusan sebagai acuannya. Opini consensus (Concensus opininon) Opini umum (Generla opinion) Dan batas-batas tolok ukur opini public tergantung. kenyataan bahwa setiap persoalan berkaitan dengan berbagai aspek. H. apalagi menyangkut masalah-masalyh social yang mempunyai cirri kehasannya masing-masing. 3. 4. Tergantung pada pengetahuan dan tingkat pendidikan masing-masing pihak (public). dari beberapa hal yaitu: 1. tidak ada standar atau ukuran tertentu untuk menyelesaikan suatu persoalan.

dan dapat dibedakan satu dengan yang lain sebagai berikut: a. Secara logikanya. kalau suatu organisasi/perusahaan tengah mengalami “krisis kepercayaan” dari public atau masyarakat umum. b. f. Menurut frank Jefkins ada beberapa jenis citra (image) yang dikenal di dunia aktivitas hubunhgan masyarakat. e. dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai bagi dunia hubungan masyarakat (kehumasan) atau public relations. Bahkan akan terjadi penurunan citra sampai pada titik yang paling rendah (lost of image). maka akan membawa dampak negative terhadap citranya. c. dan merupakan pendangan atau persepsi. d.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 39 Citra adalah tujuan utama. Citra cermin (mirror image) Citra kini (current image) Citra keinginan (wish image) Citra perusahaan (corporate image) Citra serbaneka (multiple image) Citra penampilan (performance image) Public Relations/Humas . Biasanya landasan citra itu berakar dari nilai-nilai kepercayaan” yang kongkretnya diberikan secara individual.

Tujuan dari proses komunikasi tersebut adalah tercapainya saling pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak. • Message. suatu gagasan. yaitu individu atau pejabat Humas yang berinisiatif sebagai sumber atau untuk menyampaikan pesan-pesannya. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesanpesan (messages) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan. informasi. atau unsure-unsur pokok dalam proses berkomunikasi. pengetahuan. emosi dan lain . Arti dan peran Komunikasi Kata komunikasi menurut Onong Uchjana Effendi yaitu berasal dari perkataan bahasa latin: communicatioi yang berarti “pemberritahuan” atau “pertukaran pikiran”. ajakan. dan ide berupa pesan. Dengan demikian maka secara garis besar dalam proses komunikasi harus terdapat unsure-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran atau pengertian. yaitu: • Source.40 BAB III Manajemen Komunikasi dan Organisasi A. bujukan atau ungkapan bersifat pendidikan. antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikasi (penerima pesan). Bahwa praktisi Humas/PR mutlak mempunyai keterampilan dalam menguasai aspke dan teknis komunikasi.

dengan kata lain membangun identitas dan citra korporat (building corporate identity and image). yang menyangkut hubungan manusiawi. Khusunya dalam usaha untuk mencapai citra positif. dan komunikasi bisnis. Manajemen Komunikasi Aktivitas utama humas. B. berupa media. Human relations `Hubungan antara manusia (human relations) dalam praktek manajemn dapat dilihat dalam arti luas dan pengertian yang lebih sempit. Sebagaimana berikut: 1. atau saluran yang dipergunakan oleh komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan-pesan kepada khalayak. ialah interaksi antara seseorang dengan orang atau kelompok lain. • Channel. • Effect.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 41 sebagainya yang akan disampaikan komunikator kepada perorangan atau kelompok tertentu (komunikan). sarana. dan membina hubungan baik dengan stake holder. yakni yang berkaitan erat dengan beberpa kegiatan utamanya: human relatioins. menciptakan kepercayaan. dengan methode of communication and state of being (kelembagaan). persepsi dan opini dari hasil komunikasi tersebut. Manajemen Komunikasi dan Organisasi . salah satunya adalah melakukan fungsi-fungsi “manajemen komunikasi” antara organisasi/lembaga yang diwakilinya dengan public sebagai khalayak sasarnanya. atau audiencenya. Dapat berakibat positif maupun negative dari tanggapan. suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan tersebut. human relations dalam arti luas. a. Manajemen komunikasi yang dilakukan dalam suatu aktivitas public relations. komunikasi manajemen.

b. dan bukan berdasarkan kepentingan per individu/per kelompok. Kepentingan bersama (mutual interst) Setiap pimpinan dengan yang dipimpin. dan memotivasi semangat kerja (etos kerja) dalam melaksankan suatu pekerjaan. falsafah human relations. Yaitu hal ini lebih menyangkut aspek komunikasi social kemasyarkatan yang berlandaskan etika dan moral dalam beriteraksi sesamanya.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 42 etika/moral. misalnya situasi dalam hubungan pekerjaan dan organisasi kekaryaan (wrok organization). Menurut Keith Davis. Tapi dalam suatu organisasi/lembaga mereka harus mempunyai kepentingan bersama (mutual interst) untuk mencapai tujuan dan sasaran demi kepentingan utama organisasi yang bersangkutan. mencakup: a. untuk menciptakan kepuasan bekerja. aktivitas sehari-hari pada umunya bertujuan untuk memperoleh kepuasan bagi kedua belah pihak. mempunyai kepentingan atau tujuan yang berbeda satu dengan lainnya. Human relations dalam artia sempit. Harga diri (Human dignity) Manajemen Komunikasi dan Organisasi . Hanya saja interaksi yang terjadi di sini berada dalam pengertian yang sempit. Sedangkan tujuannya adalah untuk penggiatan. yaitu terjadinya suatu interaksi antara seseorang dan orang/kelompok lainnya. sense or belonging (rasa memiliki) yang dikaitkan dengan peningkatan produktivitas perusahaan. b.

antara pimpinan dan bawahan dalam melakukan tugas-tugas dan fungsinya. pekerja dan lain sebagainya. Prinsip-prinsip dalam human relations pada suatu lembaga atau pada sebuah perusahaan. c. Menurut Keith Davis harga diri atau martabat manusia merupakan etika utama dan moral (mores) dalam human relations. sebagai pegawai. Keterbukaan komunikasi (Open communications) Manajemen Komunikasi dan Organisasi . Saling menerima (Mutual acceptance) Saling pengertian menerima dan memahami. pimpinan dan pekerja Kepentingan bersama (Common interest) Demi terciptanya tujuan dan kepentingan bersama. dihormati atau diperhatikan. Standard moral yang tinggi (High moral standard) Memperhatikan standar moral yang tinggi pada setiap sikap tindak dan perilaku sebagai professional. Perbedaan-perbedaan pada individu Setiap perbedaan tersebut ditentukan oleh field of experience (berdasarkan pengalaman).Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 43 Pada dasarnya manusia itu ingin dihargai. pengertian atau pemahaman dari perorangan. yaitu: Importance of individual Memperhatikan kepentingan atau perasaan bagi setiap masing-masing individu. Itu dikarenakan perbedaan yang ada pada individu merupakan dinamika dan falsafah dalam human relations yang dimulai dari apa dan bagaimana mengenai pandangan.

2. wewenang dan tanggung jawab yang jelas antara pimpinan dan bawahan dalam suatu system manajmen modern. untuk menciptakan saling pengertian. yaitu komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawah ke atas (upward communicatoion). Komunikasi vertical Yakni arus komunikasi dua arah timbale balik. Komunikasi horizontal Manajemen Komunikasi dan Organisasi . komunikasi ini memegang peranan cukup vital dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Dalam sebuah organisasi. ada orang yang kemampuanya diklasifikasikan sebagai pimpinan dan ada pula yang diklasifikasikan sebagai bawahan. yaitu: a. Manajeman Komunikasi Organisasi yang merupakan keranglka kerja (frame of work) dari suatu manajemn adalah sesuatu yang menunjukkan adanya pembagian tugas. Pertisipasi Melibatkan partisipan. Menurut Onong. dan pemahaman mengenai instruksi. perusahaan/organisasi bersifat tiga dimensi. ide dan sumbang saran bagi semua tingkatan manajemen untuk mencapai tujuan bersama (management by participation). b.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 44 Maksud dari keterbukaan komunikasi adalah prinsip melakukan suatu komunikasi yang sifatnya terbuka. menyampaikan pendapat. pelaksanaan tugas yang efektif dan lain sebagainya.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi

45

Merupakan komunikasi satu level yang terjadi antara para karyawan dengan karyawan lainnya, antara pimpinan satu departemen dengan pimpinan departemen lainnya dalam satu tingkatan dan lain sebagainya. Bisa juga terjadi komunikasi silang (cross communicating), artinya bias melebar kesamping atau juga diagonal antar para karyawan kepala seksi dan departemen dalam sebuah system komunikasi yang dipergunakan oleh organisasi/lembaga. c. Komunikasi eksternal Komunikasi eksternal berlangsung atau terjadi dua arah antara pihak organisasi/lembaga dengan pihak luar. Misalnya komunikasi dengan pihak kreditur (perbankan), rekan bisnis/usaha, pelanggan, community relations (hubungan komunitas), supplier, pemasok, kalangan pers dan pejabat pemerintah dan lain sebagainya.

C.

Komunikasi dalam Organisasi Berkaitan dengan komunikasi yang menurut suatu teori umum komunikasi

mengandung proses transaksional tersebut di atas, maka ada beberapa hal sebagai berikut: a. Mempertukarkan symbol Dalam berkomunikasi antara komunikator dan komunikan akan terjadi suatu pertukaran symbol atau bentuk lambing dengan pengertian yang sama, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis. b. Membentuk makna tertentu

Manajemen Komunikasi dan Organisasi

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi

46

Komunikasi itu bersifat transaksional dalam artian orang akan saling belajar satu dengan yang lain, tukar pengalaman atau pengetahuan melalui symbolsimbol yang dimengerti dan membentuk suatu makna tertentu, yang hanya dapat dipahami oleh kedua belah pihak. c. Mengembangkan harapan-harapan Maksudnya adalah mempelajari symbol-simbol tersebut dan kemudian menghubungkannya dengan pengalaman yang diperoleh, serta mengamati dan menganalisis apa yang dilakukan pihak lain ketika menggunakan symbol-simbol tertentu. Disamping itu hasil dari pengamatan symbol-simbol tersebut, seseorang bukan saja belajar untuk membentuk suatu makna, tetapi juga akan dapat mengembangkan suatu harapan atau ramalan yang akan dilakukan dan dipikirkan orang tersebut selanjutnya. D. Determinasi masyarakat Informasi Alvin Tofler, seorang futurology menyatakan bahwa abad ke-21 milenium ketiga akan menjadi abad informasi yang mengglobal dan melanda setiap Negara. Tidak ada lagi batasan territorial suatu Negara, serta tidak ada lagi sesuatu kejadian yang dapat disembunyikan atau ditutup-tutpi oleh setiap Negara bersangkutan. Oleh karena itu tidak mengherankan bila Marsal Mc Lucan dalam bukunya understanding Media, telah meramalkan bahwa dunia akan menjadi sebuah perkampungan besar (global village). Suatu tempat dimana umat manusia akan hidup dalam satu perkampungan yang tidak lagi terkotak-kotak oleh batas wilayah territorial suatu Negara, tempat dan waktu. Dimana gejala atau fenomena global

Manajemen Komunikasi dan Organisasi

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi

47

village tersebut akan mengubah wajah dunia menjadi “masyarakat informasi” di dalam era globalisasi dengan informasi serba terbuka, cepat dan akurat melalui system informasi serba terkomputerisasi E. Konsep dan Fungsi Manajemen Komunikasi Organisasi .untuk mempelajari hakikat komunikasi tersebut diperlukan berbagai pendekatan atau asumsi yang tepat dan relevan, maka sehubungan itu menurut Gary Cronkhite ada empat pendekatan atau asumsi pokok untuk memahami tentang komunikasi, yaitu: a. Komunikasi merupakan suatu proses (communication is a process). b. Komunikasi adalah suatu pertukaran pesan (communication is

transperence of message) c. Komunikasi merupakan interaksi yang bersifat multidimensional

(communication is multi dimensional). Yaitu berkaitan dengan dimensi dan karakter komunikator (source), pesan (message) yang akan disampaikan, media (channels or as tools) yang dipergunakan, komunikan (audiences) menjadi sasarannya, dan dampak (effect) yang ditimbulkan. d. Komunikasi merupakan interaksi yang mempunyai tujuan-tujuan tertentu atau maksud ganda (communication is multi purposefull). 1. Konsepsi Komunikasi

Menurut H. Anwar Arifin, komunikasi merupakan suatu konsep yang multi makna, dan oleh karena komunikasi dapat dibedakan berdasarkan: a. Komunikasi sebagai proses sosial

Manajemen Komunikasi dan Organisasi

lokasi atau kawasan. Hal sama juga terjadi pada komuniksi yang berkaitan dengan peristiwa dunia bisnis. Sebagai ilmu komunikasi harus memenuhi unsure-unsur. komunikasi politik dan lain sebagainya. dan lintas budaya yang artinya komunikasi yang terjadi antara masyarkat yang mempunyai kebudayaannya masing-masing. informasi dan teknologi baru. misalnya komuniaski pemasaran. menggunakan penalaran dapat dikontrol secara kritis. perilaku. Termasuk komunikasi yang berkaitan denganaplikasinya. komunikasi bisnis. misalnya berkaitan dengan eytnografi (bahasa) komunikasi. d. Dan karena itu maka komunikasi dapat dibedakan berdasarkan waktu. Komuniakasi sebagai peristiwa Komunikasi merupakan suatu gejala atau berkaitan denan suatu peristiwa. terutama dalam menerima ide. Komunikasi sebagai kiat-kiat dan keterampilan khusus Manajemen Komunikasi dan Organisasi . Komunikasi sebagai ilmu Komunikasi sebagai ilmu. gagasan. b. misalnya mampu mempengaruhi atau mengubah sikap tindak. dan pola piker masyarkat. c. dan obyektif. pengetahuan (knowledge). psikologi komunikasi dan teknologi komunikasi.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 48 Peranan komunikasi dalam proses social banyak dikaitkandengan terjadinya perubahan social (social change). Misalnya komunikasi internasional akan berbeda dengan system komunikasi nasional atau regional. tersusun secara sistematis. sosiologi (kemasyarakatan) komunikasi.

misalnya untuk meminta persetujuan atasan dalam pelaksanaanya. baik secara individual maupun untuk pencapaian sasaran dan tujaun utama perusahaan/organisasi. Untuk menetapkan sasaran dan tujuan: yaitu perlunya kesatuan pendapat atau consensus bersama. Memegang peranan penting dalam proses kepengawasan sebab kalau informasi yang diterimanya tidak akurat maka fungsi pengawasan tidak dapat dilaksanakan secara tepat dan realistis. Suatu jaringan komunikasi Manajemen Komunikasi dan Organisasi . Jaringan Komunikasi Organisasi terdiri dari orang-orang yang menduduki suatu posisi atau peran tertentu.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 49 Pengertian komunikasi di sini adalah dipandang sebagai skill atau keterampilan tertentu dalam dunia public relations/humas. Jadi keterampilan tersebut terlebih dahulu harus menguasai teknik komunikasinya (technical knowhow of communication) 2. 3. publikasi dan hingga untuk tujuan propaganda lain sebagainya. Kita berkampanye. Manajemen Komunikasi Organisasi Artinya komunikasi merupakan basis untuk mengadakan kerja sama. misalnya dalam hal: Pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang di terima dengan akurat serta jelas sumber-sumbernya. Menyampaikan informasi yang diperlukan untuk pengambil keputusan. berpromosi. interaksi dan menebarkan pengaruh dalam manajmen organisasi. Diantara orang-orang tersebut terjadi pertukaran pesan/informasi melalui jaringan komunikasi (communication networking).

Begitu juga peranan individu dalam system komunikasi ditentukan oleh hubungan struktur antara satu individu dengan individu lainnya. Bridge e. Strategi Komunikasi PR Pelaksanaan strategi PR dalam berkomunikasi dikenal dengan istilah “7-Cs PR Communications”. Jaringan komunikasi memiliki enam peranan. Liaison f. Manajemen Komunikasi dan Organisasi . pesan yang harus disampaikan dengan jelas serta sikap partisipatif. untuk melayani publiknya yang memiliki keyakinan dan respek. Credibility (Kredibilitas) Komunikasi itu dimulai dari suasana saling percaya yang diciptakan oleh pihak komunikastor secara sunggguh-sungguh. adalah: a. Cosmopolities d.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 50 akan berbeda dalam system dan struktur anatara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Gate keepers c.yaitu: a. maka hubungan tersebut akan ditentukan oleh pola hubungan interaksi individu dengan arus informasi dalam jaringan system komunikasinya. Opinion Leader b. Contex (Konteks) Menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan kehidupan social. b. isolate 4.

Capability of the Audience (kapabilitas Khalayak) Memperhitungkan kemampuan yang dimiliki oleh khalayak.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 51 c. Continuity and Consistency (Kontinuitas dan Konsistensi) Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir oleh karena itu dilakukan secara berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan. serta memilki pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan dalam hal m. f. Komunikasi dapat menjadi efektif bagi masyarkat bila berkaitan dengan factor-faktor yang bermanfaat seperti kebiasaan dan peningkatan kemampuan membaca dan pengembangan pengetahuan. Dengan demikian seorang PR harus dapat memahami perbedaan dan proses penyebaran informasi secara efektif. d. e. Channels (Saluran) Mempergunakan saluran media informasi yang tepat dan terpercaya serta dipilih oleh khalayak sebagai target sasaran. g. Content (Isi) Pesannya menyangkut kepentingan orang banyak/public sehingga informasi dapat diterima sebagai sesuatu yang bermanfaat secara umum bagi masyarakat. mebujuk dan tema dari pesanpesan tersebut harus konsisten. Pemakaian saluran media yang berbeda akan berbeda pula efeknya. mudah dimengerti.aksud. tema dan tujuan semua pihak. Manajemen Komunikasi dan Organisasi . Dengan cara demikian untuk mempermudah proses belajar. Clarity (Kejelasan) Pesan harus disusun dengan kat-kata yang jelas.

Kusmartono memberikan definisi tentang data dan informasi: “data adalah factor kadar yang berdiri sendiri-sendiri (kata-kata. akan menghasilkan informasi yang tidak benar. dan sebagainya) mjika dikumpulkan serta diolah akan menghasilkan suatu pengertian. baik untuk kalangan prkatisi dan professional. yaitu data yang sudah tersedia dan di peroleh berdasarkan catatan. yaitu data yang diperoleh dari penelitian lapangan. maupun kalangan teoritis atau akademisi dan lain sebagainya. symbol. Input adalah peroleh data. referensi atau kepustakaan dan lain sebagainya. Kalau ditarik kesimpulan. • Penyajian informasi tidak konsisten akan dapat menimbulkan salah penafsiran Manajemen Komunikasi dan Organisasi . data bias bersifat primer. maka output berbentuk informasi yang dapat dimanfaatkan menurut kebutuhan atau keperluan. antara lain: • Data atau informasi yang terlalu banyak masuk ditambah dengan keterbatasan waktu akan membuat pimpinan manajemen tidak mungkin untuk mempelajari.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 52 5. statistic. • Data yang dikumpulkan secara tidakbenar. angka-angka. angka-angka. yang dimanfaatkan penerimanya guna menambah pengetahuan. Pengolahan Data dan Informasi Ir. gambar. Pengertian itu disebut informasi. Data juga dapat bersifat sekunder. Prinsip-prinsip pengolah data dan informasi. pengertian dan inteligensinya”.

Manajemen Komunikasi dan Organisasi .Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 53 • Informasi yang dihasilkan tidak tepat waktu (up to date) biasanya kurang bermanfaat hasilnya. karena secara aktualisasi dan faktualisasi sudah ketinggalan.

inovatif. b. Memiliki kemampuan mengamati dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan. c. melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif. perencanaan kerja komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya. serta kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. . dinamis dan menarik bagi publiknya sebagai target sasarannya. Kemampuan untuk menarik perhatian. merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu dalam posisi yang saling mnguntungkan.BAB IV Kedudukan dan Strategi Public Relations A. yaitu: a. Kedudukan Humas dalam Organisasi Bahwa kedudukan humas/PR adalah menilai sikap masyarkat (public) agar tercipta keserasian antara masyarkat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Kemampuan untuk mempengaruhi pendapat umum. sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat kemampuan. Dalam menjalankan fungsinya seorang PR/Humas. program Humas. tujuan (goal) dan hingga sasaran (target) yang hendak dicapai oleh organisasi/instansi tersebut tidak terlpas dari dukungan. Karena mulai dari aktivitas.

mengatakan bahwa arti stratgei adalah bagian terpadu dari suatu rencana (plan). sehingga pesan-pesan akan menjadi sulit untuk diterima oleh public. Jangan sampai pesan atau informasi tersebut membingungkan atau menghasilkan sesuatu yang kadang-kadang tidak jelas arahnya. apabila PR/Humas bersangkutan lebih memahami atau meyakini pesan/informasi yang akan disampaikan itu. Pihak PR/Humas harus memiliki kemampuan untuk melihat ke depan atau memprediksi sesuatu secara tepat yang didasarkan kepada pengetahuan akan data atau sumber informasi actual dan factual. Dan peraqn idela yang harus dimiliki oleh praktisi Humas (public relations practitioner) dalam suatu organisasi/instansi. good will dan lain sebagainya dengan berbagai pihak. saling menghargai. Strategi Public Relations Menurut Ahmad S. Bertindak sebagai radar. B. sedangkan rencana merupakan produk Kedudukan dan Strategi Public Relations . tetapi juga harus mampu memperlancar pelaksanaan public policynya. antara lain: Menjelaskan tujuan-tujuan (clarifying goals) organisasi kepada pihak publiknya. Adnanputra. baik public internal maupun eksternal. Tugas tersebut akan terpenuhi dengan baik.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 55 d. yang menyangkut kepentingan organisasi maupun publiknya. Kemampuan PR/Humas menjalin suasana saling percaya toleransi.

yaitu: 1. yang pada akhirnya perencanaan adalah salah satu fungsi dasar dari proses manajemen. 2. Identifikasi unit-unit sasarannya. 3. Mengidentifikasi permasalahan yang muncul. 4. Kedudukan dan Strategi Public Relations . menurut Ahmad yang berkaitan dengan fungsi-fungsi PR/Humas secara integral melekat pada manajmen suatu perusahaan/lembaga. 5. batasan pengertian tentang strategi Public Relations adalah: “alternative optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka suatu rencana public relations (public relations plan). walaupun jumlahnya kecil tetapi dengan “kevokalannya” untuk menyuarakan tuntutan secara lantang itu merka mampu secara efektif mempengaruhi kelompok karyawan lainnya yang bersifat pasif (uncommitted). Mengevaluasi mengenai pola dan kadar sikap tindak unit sebagai sasaran. Program Strategi Landasan umum dalam proses penyusunan strategi public relations. Mengidentifikasi dan evaluasi terhadap perubahan kebijaksanaan atau peraturan pemerintahan dan lain sebagainya. Pemilihan opsi atau unsure taktikal stratgei public relations.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 56 dari suatu perencanaan (planning). Hal yang paling sulit adalah mengubah atau mengkristaslisasi sikap tindak atau opinin dari kelompok karyawan yang aktif contra (oponen). Mengacu kepada pola strategi Public Relations.

Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 57 6. visi atau arah. dan rencana atau program dalam jangka pendek atau jangka panjang. system perekonomian dan teknologi yang dikuasai oleh organisasi bersangkutan. kondisi. C. mengkomunikasikan. dan taktik atau cara menerapkan langkah-langkah program yang telah direncanakan. tujuan dan sasaran dari suatu pola yang menjadi dasar budaya perusahaan bersangkutan (corporate culture) yaitu: a. serta tujuan dan sasarannya yang hendak dicapai. budaya (culture) yang dianut. Komponen Pembentukan Strategi Dalam pembentukan strategi korporat. dan penilaian/evaluasi hsil kerja. Secara mikro. sumber-sumber dimiliki (sumber daya manusia dan sumber dya guna lainnya yang dikuasai). b. tergantung dari misi perusahaan. dilaksanakan. system pengorganisasin. lingkungan perusahaan/lembaga tersebut akan dipengaruhi oleh unsur-unsur: kebijakan umum (public policy). Strategi Operasional Humas Berkaitan dengan penjelasan langkah-langkah pokok dari berbagai aspek pendekatan dan strategi komunikasi public relations dalam upaya untuk menjalin berbagai hubungan positif dengan public internal dan public eksternal tersebut di Kedudukan dan Strategi Public Relations . Langkah terakhir adalah menjabarkan stratgei public relations. Secara makro. suatu strategi di pengaruhi oleh unsure-unsur tertentu yang berkaitan dengan lingkungan.

menyarankan (to suggest) 4. mengundang (to invite) 6. meyakinkan (to convince) PUBLIC POLICY KULTUR MISI PERUSAHAAN CRISTALLIZATION PERENCANAA N PROGRAM SUMBERSUMBER TARGET PUBLIC PENGORGANISASIAN TEKNOLOGI PEREKONOMIAN (sumber : “PR Strategi”. oleh Ahmad S. Adnanputra.Manajemen Public Relations Dan Media Komunikasi 58 atas.. MS) Kedudukan dan Strategi Public Relations . MA. menerangkan (to explain) 3. yaitu: 1. dapat ditarik suatu pengertian yang mencakupi peranan Humas di berbagai kegiatan di lapangan. membujuk (to persuade) 5. menginformasikan (to inform) 2.

2. kemauan baik (good will).59 BAB V Program Kerja Dan Aktivitas Humas A. tolenransi (tolerance) antara kedua belah pihak. Tujuan dari proses perencanaan program kerja untuk mengelola berbagai aktivitas PR/Humas tersebut dapat diwujudkan jika terorganisasi dengan baik melalui manajeman Humas yang dikelola secara professional dan dapat dipertanggungjawabkan hasil atau sasarannya. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya citra positif (good image). saling timbul pengertian (mutual understanding). Proses perencanaan program kerja melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yang menjadi landasanacuan untuk pelaksanaan program kerja kehumasan adalah: 1. Penelitian dan Mendengarkan (Research-Listening). saling menghargai (mutual appreciation). Hal tersebut jug dapat dipertanggungjawabkan hasil atau sasarannya. Perencanaan dan mengambil Keputusan (Planning-Decision) Mengkomunikasikan dan pelaksanaan (Communication-Action) . Proses Perencanaan Program Kerja Pada dasarnya tujuan dari program kerja dan brebgai aktivitas Public relations atau humas di lapangan adalah cara menciptakan hubungan harmonis antara organisasi/perusahaan yang diwakilinya dengan publiknya atau stake holder sasaran yang khalayak yang terkait. 3.

Merencankan alat atau cara yang sesuai untuk meningkatkan atau mengubah perilaku kelompok masyarkat sasaran. Menganalisis tingkat opini public. Mengevaluasi (Evaluation) Tiap tahapan dari kempat tahapan yang dkisebutkan di atas saling berkaitan erat satu samalainnya. 2. Artinya tahapan satu dengan tahapan yang lainnya saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisah-pisahkan.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 60 4. Melalui observasi yang pernah dilakukan. Kalau diuraikan dan digambarkan. maka lingkaran dan langkah-langkah kegiatan PR adalah sebagai berikut: 1. Program Kerja dan Aktivitas Humas . 6. Menganalisis perilaku umum dan hubunagn organisasi terhadap lingkungan. Dalam proses 4 tahapan tersebut tergambar “plan your work. and work your plan” rencanakan kerja anda dan kerjakanlah rencana anda. baik yang inter maupun uyang ekstern. Menjalankan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas sesuai dengan program yang telah direncanakan. Menentukan dan memahami secara benar perilaku tiap-tiap kelompok terhadap organisasi. masalah-masalah yang potensial. Proses kerja PR merupakan satu kesatuan perencanaan yang secara sirkuler terus-menerus berlangsung. Mengantisipasi kecendrungan-kecendrungan. 4. 7. diketahui bahwa proses analisis-sintesis-komunikasi-interpretasi dari kerja PR. kebutuhan-kebutuhan dan kempatan-kesempatan. merupakan proses yang berkesinambunagn dalam bentuk spiral seringkali tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya. 3. Menentukan formulasi dan merumuskan kebijkan-kebijakan. 5.

wujud rencana kerja dan alas an dilakukannya perencanaan kerja PR/humas. perencana. Perencanaan kerja PR/Humas. kemudian mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. Perencanaan Kerja PR/Humas Perencanaan kerja public relations berkaitan dengan: • Fungsi dan teknis Manajemen Humas yang professional. Maka penjelasannya sebagai berikut: 1. dinamis serta proaktif. diseleksi dan diproses sebagai bahan perencanaan kerja yang akan dating. 2. Perencana. b. Hasil yang akan diperoleh relevan dengan hal-hal yang berkaitan dengan peran dan fungsi kegiatan kehumasan dalam sutau organisasi. yaitu terdiri dari: a. Menerima umpan balik untuk dievaluasi. Program Kerja dan Aktivitas Humas .Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 61 8. • Merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan pihak organisasi dalam menghadapi perubahan yang sering terjadi. seseorang yang memanfaatkan atau menginterpretasikan segala informasi. perencanaan. Perencanaan Program Public Relations Perencanaan kerja Public relations (Public relations work planning program) tersebut berkaitan dengan pengertian. termasuk manfaat dan klasifikasi perencanaan kerja tersebut. materi dan data yang tersedia baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk dianalisis. B.

Perencanaan kerja PR/Humas dan alas an-alasan untuk dilakukan kegiatan PR: a. Program Kerja dan Aktivitas Humas . preventif. Alasan dalam kegiatan perencanaan (action plan). 3. seperti perubahan teknologi. baik jangka pendek maupun panjang.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 62 • Penilaian (evaluasi) atau me-review hasil perkembangan kegiatan masa lalu. sekarang dan masa yang akan dating. reaktif. yaitu dapat bersifat proaktif. politik. protektif dan hingga profitable. dan how to get there? (stretegi). 4. seorang PR bertindak sedia paying sebelum hujan (proaktif) atau mencari paying ketika hujan (reaktif) b. defensive. Alasan mengapa (why): • Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan lebih luas. Rencana perancangan konsep dasar dari perencanaan kerja PR/Humas yang dirancang. Misalnya. where do we want to go? (tujuan). • Mengantisipasi dan mengahadapi tantangan atau resiko yang akan terjadi melalui suatu proses untuk menentukan tujuan dan sasaran jangka pendek dan panjang secara periodic dan strategis. Wujud rencana kerja PR/Humas Bentuk rencana kerja PR/Humas tersebut dapat diimplementasikan: Rencana yang berkaitan dengan hasil atau produk (result) dari perencanaan yang telah dilaksanakan. Rencana untuk membuat pernyataan berdasarkan dari target yang ingin dicapai. ekonomi. hokum dan teknologi.

peluang dan ancaman). pelaksanaan komunikasi (communicating activities) dan hingga penilaian kerja (PR work evaluation). kelemahan.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 63 • Menghadapi perubahan lebih sempit (operasional). perubahan selera pelanggan. Program Kerja dan Aktivitas Humas . • Mengefektifkan dan mengefisiensikan koordinasi atau kerja sama antar departemen dan pihak terkait lainnya. sasarna dan target yang ingin dicapai secara jelas dan rinci. life cycle product. media massa. Mampu mendefinisikan suatu permasalahan eksternal dan internal organisasi. system komunikasi. yaitu: • Membantu pihak manajemen organisasi untuk mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang sering berubah-ubah. tenaga kerja dan relasi bisnis. merancang rencana kerja yang akan dating (action planning). SWOT Analysis (penentuan factor kekuatan. • Mengefisienkan waktu kegagalan dengan tidak melakukan perkiraan atau perencanaan tanpa arah yang jelas dan konkret. Manfaat perencanaan kerja PR/Humas Manfaat yang diperoleh dari pembentukan perencanaan kerja PR atau Humas. menemukan fakta 9fact finding). 5. • Menciptakan tujuan yang objektif. Seperti menghadapi persaingan.

pelaksanaan. rencana tetap (regular. Hubungan pers tersebut tidak terbatas hanya untuk mengadakan pendekatanpendekatan baik secara fungsional maupun antar hubungan pribadi atau kontak dengan pihak pers (press contact). yaitu rencana strategis (sesuai dengan kebijakan tujuan jangka panjang).Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 64 • Mampu melihat secara keseluruhan kemampuan operasional organisasi. Definisi hubungan pers (press relations) menurut frank jefkins adalah: “suatu kegiatan untuk mencapai publikasi atau penyiaran berita semakasimal mungkin. • Menetapkan klasifikasi rencana kerja PR/humas. target dan sasaran yang hendak dicapai di masa mendatang. yang dapat dilakukan berulang-ulang0 dan rencana tertentu (rencana jangka pendek. Karena peranan hubungan media dan pers dalam kehumasan tersebut dapat sebagai saluran (channel) dalam penyampaian pesan maka upaya peningkatan pengenalan (awareness) dan informasi atau pemebritaan dari pihak publikasi Humas merupakan prioritas utama. C. Membina Hubungan Media dan Pers Hubungan media dan pers (Media & Press relations) merupakan sebagai alat. redaktur dan Program Kerja dan Aktivitas Humas . pendukung atau media kerja sama untuk kepentingan proses publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program kerja atau untuk kelandaran ekativitas komunikasi humas dengan pihak public. sedangkan informasi yang disebarkan melalui hubungan masyarakat adalah untuk menciptakan pengenalan dan pengertian”. komunikasi. khusus dan terbatas). melalui pimpinan redaksi.

perusahaan/instansi. informasi dan berita dalam bentuk press release. b. c. atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang bersifat kelembagaan.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 65 wartawan dalam arti subyektif. Photo Press. adalah: “Suatu kegiatan khusus dari pihak public relations untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan. Kesimpulannya definisi press release tersebut menurut pendapat penulis. News Letter. Selain itu aktivitas PR/humas dan korelasinya dengan Media & Oress Relations dalam hal teknik pembuatan produk-produk publikasi. Kontak Pribadi (personal contact) Pelayanan informasi atau Berita (News Services) Mengantisipasi kemungkinan hal darurat (Contingency plan) Di lapangan hubungan media dan pers yang baik tersebut dapat dicapai dengan menerapkan beberapa prinsip-prinsip sebagai landasan pihak Humas/PR. tetapi juga mencakup media massa dalam arti lebih luas. diantaranya: Mutlak adanya kejujuran. produk dan hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu di publikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers atau media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif”. menimbulkan konsekkuensi keharusan praktisi humas menguasai teknik penulisan jurnalistik dan presentasi. dan keteruterangan. yaitu: a. Bentuk dan hubungan pers. Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pers/media Program Kerja dan Aktivitas Humas .

agar saling mengenal dengan baik antar kedua belah pihak dalam upaya membangun “good press relationship” tersebut.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 66 Tidak meminta-minta atau mengemis kepada pers/wartawan. no comment. tetapi beritanya tidak dapat lagi terkontrol oleh pihak Humasnya. tugas peliputannya. misalnya agar press release bias dimuat padahal nilai beritanya tidak ada sama sekali. misalnya pihak Humas mengucapkan. tidak ytahu dan tolong jangan dimuat. Tidak menutup saluran informasi. Selalu meng-up date setiap daftar nama repoeter. Kalsifikasi media massa adalah: a. misalnya surat kabar harian. merupakan prioritas utama sebaga media atau alat untuk tujuan publikasi dan sebagai upaya penyampaian pesan-pesan atau informasi secara luas mengenai aktivitas PR/Humas Kepada pihak Publik sasarannya (target audience). Media cetak yang bersifat komersial. baik milik pemerintah maupun station TV swasta komersial. alamat dan telepon redaksi dan sebagainya. hingga off record kepada pihak pers akan mencari informasi tidak resmi. b. Tidak terlalu membanjiri berbagai publisitas di media massa yang tidak jelas tujuannya atau sasaran yang hendak dicapai. majalah berita atau hiburan yang terbitannya secara berkala mingguan dan bulanan tersebar luas dan dibaca oleh masyarakat umum. Media elektronik (broadcast media).dan radio swasta niaga Program Kerja dan Aktivitas Humas . tabloid. seperti station radio dan TV. Jenis dan Media Public Relations Media MASSA Jenis media massa ini.

The Wall Newspaper. merupakan media informasi atau siaran berita yang singlkat. artikel popular yang pendek dan dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi yang menarik pembaca. dan biasanya diterbitkan secara mingguan. b. c. The Newsletter. The magazine. bulanan atau dwibulanan. The tabloid Newspaper. Media Internal Perusahaan a. artikel. The sales bulletin. e. d. yaitu media yang mirip dengan surat kabar popular dan berisikan berita-berita pokok. ditujuakn kepada para pembaca yang sibuk atau tidak memiliki waktu yang banyak untuk membaca berita terlalu panjang dan rinci.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 67 lainnya yang mempunyai pendengar atau pemirsa dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh Indonesia. gambar-gambar dan biasanya diterbitkan berkala secara bulanan atau triwulanan. House Journal dan PR Writing Teknik Menulis naskah humas/PR Program Kerja dan Aktivitas Humas . suatu bentuk majalah yang berisikan tulisan feature. pabrik. D. merupakan bentuk media yang sering dipergunakan sebagai media komunikasi internal antar karyawan di sebuah perusahaan besar. Biasanya diterbitkan berkala secara mingguan. 1. pusat pertokoan dan hingga rumah sakit. merupakan bentuk media komunikasi regular antara manajer penjualan dengan salesmen yang berada dilapangan .

presentasi dan naskah sambutan. serta strategi pesan yang hendak dicapai pada sebuah tulisan tersebut. yaitu gabuangan advertisement and editorial. publikasi. Profile (Profile) : Profile perusahaan dan produk (company profile and product) dalam bentuk majalah. brosur. Promosi (promosi (promotion): Naskah tulisan promosi dalam bentuk artikel sposnsor (advertorial). b. yaitu sebagai berikut: Naskah (Script) : naskah pidato (speech writing). teknik dan tujuan Penulisan Naskah kehumasan Praktisi PR memerlukan persiapan yang cukup ketika memulai menggarap suatu tulisan. Kiat. Segi akurasi: apakah keakuratan suatu berita. Siaran (Release) : siaran pers (press releases). siaran berita (new release/letter) dan journal magazine (majalah internal). dan informasi dapat dipercaya? Program Kerja dan Aktivitas Humas . Laporan (report) : laporan tahunan. a. suatu topic atau isu. laporan bulanan dan semesteran. gaya bahasa. dan hingga merancang tujuan publikasi. 2.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 68 Bentuk-bentuk penulisan naskah kehumasan (PR Writing) yang masingmasing memiliki karakter dan gaya penulisan (style) yang berbeda. dan korporatorial (Corporate profile and editorial) atau dikenal dengan istilah pariwara dan suplemen sisipan. leaflet dan katalog.

Misalnya menampilkan data-data teknik. daftar isi dan angel berita yang dipaparkan dalam bentuk straight news. retailer. grafik statistic. para karyawan atau eksternal. gaya penulisan yang enak dibaca. pesaing atau para pengamat. Latar belakang penulisan (backhground): Sebagai pelengkap atau bermanfaat untuk menunjang pada suatu berita. rekan bisnis. rinciannya sebagai berikut: • Audience. e. angka-angka. pelanggan. Bahasa: apakah kalimat-kalimat aktif. ASSETO formula. • Structure. jargon-jargon informal. public internal. padat dan singkat.Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi 69 c. gaya bahasa formal. artikel popular. Program Kerja dan Aktivitas Humas . kosakata yang terpilih. artikel dan informasi yang lebih berbobot dan mendalam. sipa yang menjadi pembacanya. f. jumlah kantor atau produk lain sebagainya sebagai pendukung suatu bobot tulisan. rubric foto/ilustrasi dari suatu bentuk media komunikasi publikasi humas/PR. yaitu merupakan unsure-unsur pokok dari tujuan dan rencana pembentukan media publikasi PR (Humas). nilai keuangan (monetry value). feature. tetapi cukup menarik untuk dibaca telah dipergunakan? d. Ekslusivitas dan relevansi: produk-produk publikasi yang direlease oleh PRO/Pjebat Humast tersebut mutlak mengandung hal yang paling penting (eksklusif) dan memiliki misi hubungan tertentu bagi kepentingan perusahaan. bagaimana bentuk struktur dan teknis sistematika dari isi atau materi pesan. pembaca/public dan media massa lainnya.

Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi

70

Editing, apakah model tata bahasa atau kaidah bahasa yang sudah tepat dan benar, tanda baca serta gaya bahasanya sesuai dengan format yang baku.

Topic, apa yang menjadi pokok bahasan dan materi pesan yang ingin diinformasikan?. Termasuk didalamnya tema, berita dan artikel/feature sebagai laporan utama yang akan diangkat dari media publikasi PR bersangkutan.

Objective, apa tujuan dari media komunikasi PR bersangkutan?. Apakah untuk perkenalan, informasi publikasi, promosi dari suatu kegiatan atau aktivitas perusahaan yang ingin disampaiakan kepada publiknya?. Penyebarluasannya baik bertujuan komersil, maupun non komersil, dan hingga untuk hiburan, pengetahuan, memotivasi, mebujuk atau ingin mendidik publiknya.

g.

Dalam siaran berbentuk news release dan press release tidak terlepas dari ketujuh unsure penting (SOLAADS), yaitu: • • • • • • • Subject (what is the story about?) Organization (what is the name of the organization?) Location (what is the location of the organization?) Advantage (what is specific, beneficial about the product or service?) Application (how or by whom can the product or service be used or enjoyed?) Details (what are the specification or detail of colours, prices, sizes and so on?) Sources (if yhis different from location, e.g. an air lines fly in an airport, or the office may be located in the city center).

3.

Tulisan yang menarik

Program Kerja dan Aktivitas Humas

Manajeman Public Relations dan Media Komunikasi

71

Beberapa hal yang diperlukan teknik tertentu untuk menjadikan sebuah tulisan menarik: a. Narasi Yaitu sesuatu yang menggambarkan aksi atau movement pada sebuah artikel atau tulisan yang menarik. Artinya, narasi tersebut akan membawa pembacanya untuk melihat suatu imajinasi yang telah disampaikan ndalam sebuah tulisan yang menarik, baik segi gaya bahasa, penguraian cerita yang hidup dan simple hingga sistematis dan teratur. b. Deskripsi Bagaiman membuat si pembaca ikut merasakan, menikmati, dan mendengar melalui penuturan dalam gaya bahasa tulisan. Tidak hanya membangkitkan segi nalar (intelektual) tetapi segi emosional pembaca pun ikut tergugah ketika mem baca sebuah deskripsi tulisan tersebut. c. Kalimat Aktif dan Langsung Menggunakan kalimat-kalimat aktif dan langsung terfokus ke masalah (one track) yang ingin ditampilkan, dengan gaya bahasa yang singkat, padat, sistematis serta mudah dimengerti. d. Eksposisi Penjelasan yang dibuat oleh penulis atas suatu kejadian sperti “apa yang dilihat atau didengar”. Tidak hanya menunjukan tetapi kemampuan katakata yang bercerita (how to tell), penuh imajinasi, kreatif, hidup dan colour full serta humanity interest lainnya sebagai pendukung daya tarik.

Program Kerja dan Aktivitas Humas

72

BAB VI Marketing Public Relations dan Social Marketing

A. 1.

Marketing Public Relations Konsepsi Marketing Marketing public relations adalah sebuah proses perencanaan dan

pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dpat menghubungkan perusahaan, produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan. Secara umum pengertian marketing public relations merupakan suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang dpat merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui pengkomunikasian informasi yang dapat dipercaya dan melalui perngkomunikasian informasi ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau profduknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan bagi para konsumennya. Konsep MPR (marketing PR) dari Thomas L. harris tersebut di atas tidak jauh berbeda dari pengertian yang didekasikan oleh Philip kotler, yaotu: “Marketing Public relations works because it adds value to product throught its uniqe ability to lend credibility to product message” pengertian konsep MPR tersebut secara garis besarnya terdapat tiga taktik (Three Ways Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (goals), yaitu pertma bahwa Public Relations merupakan potensi untuk

Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 73 menyandang suatu taktik pull strategy (menarik). Peranan Marketing Public Relations Marketing Public Relations (MPR). push strategy (untuk mendorong) dalam hal pemasaran. Fungsi pemasaran tersebut sebagaimana dijabarkan dalam bauran pemasaran (marketing mix). untuk mendapatkan informasi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya. Menentukan harga produk yang rasional dan kompetitif. Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . • • • Menciptakan produk yang sesuai dari hasil riset pasar tersebut. placement and promotion. maupun kualitas produk yang ditawarkan terhadap konsumennya. 2. price. yaitu: product. merupakan perpaduan (sinergi) antara pelaksanaan program dan strategi pemasaran (marketing strategy implementation) dengan aktivitas program kerja Humas (work program of PR) dalam upaya meluaskan pemasaran dan demi mencapai kepuasan konsumennya (customer satisfaction). sedangkan kedua adalah power (kekuatan) sebagai penyandang. • Komitmen terhadap pelayanan purna jual. Menentukan dan melaksanakan kampanye promosi produk (pre-project selling) yang akan diluncurkan. serta mampu bersaing di marketplace dan cukup menarik (eyes catching) baik segi kemasan. pass strategy sebagai upaya mempengaruhi atau menciptakan opini public yang menguntungkan. yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan pemasaran (marketing objective). Dan taktik ketiga. yaitu: • Mengadakan riset pasar. sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Dapat meningkatkan kredibilitas (kepercayaan) dari pesan-pesan yang disampaikan melalui jalur public relations. Meningkatkannya biaya promosi periklanan yang tidak seimbang dengan hasil keuntungan yang diperoleh dan keterbatasan tempat. Pesan-pesan atau informasi PR tersebut diolah dan dikemas sedemikain rupas ke dalam bentuk suatu berita (news) artikel sponsor (advertorial) atau feature sehingga mampu menarik perhatian bagi pembaca atau pemirsa. oleh karena itu penggunaan promosi iklan tersebut harus membeli ruang dan waktu siarnya agar pesan/informasi dapat dimuat atau ditayangkan oleh media bersangkutan. Sedangkan kampanye melalui public relations tidak membeli space media agar dapat dimuat/ditayangkan. 3. sehingga dapat menembus situasi yang rlatif sulit dijangkau oleh iklan atau memiliki kemampuan menjembatani kesenjangan informasi jika disampaikan melalui teknik periklanan serba terbatas itu. • Dapat lebih efektif dan efisien dlam penggunaan pembiayaan publikasi mengingat semakin tingginya biaya promosi di media massa (komersial). Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . Faktor-faktor Penyebab Dibutuhkannya Stratgei MPR Menurut kotler factor penyebab dibutuhkannya strategi MPR adalah: a. • • Saling melengkapi (komplementer) dengan promosi periklanan.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 74 Manfaat marketing public relations adalah. • Kampanye melalui iklan mempunyai keterbatasan pada ruang (space) dan waktu (timely) yang tersedia di media elektronik dan media cetak.

Maksudnya total yang menggantikan unsure pricenya. karena pesan dalam iklan. c. serta tenaga yang dibutuhkan untuk memperoleh produk tersebut. Pada akhirnya pihak perusahaan yang akan berorientasi kepada kepentingan konsumen (customer oriented) sebelumnya harus memperoleh nilai kepercayaan pihak konsumennya (customer trust). Makin menurunya perhatian atau minat konsumen terhadap tayangan iklan. Selera konsumen yang cepat mengalami perubahan dalam waktu relative pendek (tidak loyal). d. karena pesan dalam iklan yang kini cenderung berlebihan dan membosankan perhatian konsumennya. • Cost to customer Yakni biaya yang ditanggung oelh konsumen berupa harga dan waktu. baik melalui media elektronik maupun media cetak sebagainya. Sebagai upaya memberikan pelayanannya secar prima (service of excellent). karena banyaknya pilihan atau substitusi atas produk yang ditawarkan di pasaran. Persaingan yang ketat dalam promosi dan publikasi. yaitu: • Customer value (Customer Needs and Wants) Nilai-nilai konsumen termasuk kebutuhan dan keinginannya untuk diperhatikan selain menggantikan nilai atas unsure produknya.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 75 b. Melalui keempat Cs. • Convenient for the customer Yaitu kemudahan memperoleh produk bagi konsumennya sebagi pengganti unsure dari placenya. • Communication Marketing Public Relatoions dan Social Marketing .

dan berkaitan erat dengan kepentingan masyarkat luas.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 76 Komponen komunikasi dua arah timbale balik yang merupakan suatu dialog. Target ini dapat dicapai melalui kiat. bahwa target dan tujuan yang hedak dicapai dalam strategi marketing PR harus sejalan dengan bagian pemasaran (marketing). :untuk mengubah perlaku public”. dan tujuan pemasaran (marketing objective). Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . Kesimpulanya. B. taktik dan strategi marketing PR. Seperti dalam program perbaikan hgizi masyarkat mengenai bergunya suatu pemahaman dan pengetahuan mengenai peningkatan gizi makanan yang baik dan sehat tapi juga mengupayakan strategi untuk mengubah pola kehidupan dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari. dan akan menggantikan unsure promosinya (merupakan sebuah monolog dari pihak produsennya). Pengertian Social Marketing Adalah suatu konsep dan upaya stratgei pihak public relations. misalnya melalui upaya untuk memuaskan bagi pihak pelanggannya (customer satifaction). yaitu sebagaoi berikut: • • Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rangcangan program kerjanya Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya • Proaktif dalam partisipasinya terhadap program yang diselenggarakan oleh pihak lembaga pemerintah.

seperti: anti merokok. seperti: kampanye kesadaran hokum 9kadarkum) di dalam kehidupan masyarkat. Termasuk program peningkatan kesehatan. seperti kebebasan mengekspresikan pendapat 9opini) dan kebebasan pers di alam pemerintah yang demokrasi dan terbuka. Perlindungan hutan lestari dan bebas pencemaran serta menghindari kerusakan dikawasan laut. perlindungan alam dan satwa dilingkungan hutan lindung.” Masa kini di berbagai Negara maju dan berkembang kampanye perubahan social yang dilakukan lebih difokuskan kepada perubahan-perubahan: • System kesehatan. seperti: kampanye penghematan air bersih. • System politik. gizi dan fisik dalam jangka panjang. pencegahan penyalahgunaan obatobatan terlarang dan alcohol. Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . seta anti HIV/AIDS. • System pendidikan. udara bersih (kampanye langit biru). • System hukum. seperti: pemberantasan buta huruf dan wajib belajar. yaitu: “Pemasarna Sosial adalah strategi untuk mngubah perlikau yang mengkobinasikan elemen-elemen terbaik pendekatan tradisional dan perubahan social dalam sebuah kerangka karya perencanaan dan pelaksanaan terintegrasi serta memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan keterampilan pemasaran. • System lingkungan hidup dan kehidupan social.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 77 Kotler dan Roberto menyatakan. serta pendidikan berdasarkan kompensi sekolah yang ada di masyarakat sekitarnya.

pelaksanaan kegiatan dan control serta evaluasi dari program peningkatan penerimaan satu atau lebih praktik social dalam satu kelompok atau lebih target adopter (khalayak penerima). suatu strategi. sikap (attitude) dan nilai-nilai (value) yang berlaku di masyarakat. sasaran social yang dipercaya oleh agen perubahan (change agent) akan dapat memberikan jawaban terhadap suatu masalah social atau kehidupan kemasyarakatan. Channels. c. pandangan dan nilai-nilai dari kelompok sasaran (target adopters). petunjuk atau program yang digunakan pihak agen perubahan social (social marketer) dalam menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku dari target sasaran tersebut. d. Cause.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 78 Pada perkembangan selanjutnya. Ada beberapa elemen yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan pemasaran social dalam kampanye Public Relations: a. Change agent. yaitu individu atau kelompok yang mencoba mengadakan suatu perubahan social dengan melancarkan suatu kampanye perubahan social. b. Target adopters. Change strategy. yaitu suatu kelompok masyarkat yang menjadi sasaran dari target social marketing. e. bentuk kepercayaan (belief) yang dianut. pemasaran social (social marketing) kini menjadi teknologi manajemen perubahan social yang terkait dengan disain (rancangan). saluran komunikasi sebagai media atau saluran yang digunakan untuk mempengaruhi opini. yang terkait dengan produk-produk social seperti gagasan social (social idea). Marketing Public Relatoions dan Social Marketing .

1. yaitu: a. Sistem manajemen yang sifatnya terbuka (open management) Kesadaran pihak manajemn terhadap nilai dan pentingnya memelihara komunikasi timbale balik dengan para karyawan c. c. b. b. Hubungan masyarkat internal (internal public relations) dalam suatu perusahaan. Artinya secara fungsional. media dan teknis komunikasinya yang dipergunakan. terdiri dari beberapa tingkatan. Pengertian Employee relatuions Pengertian public internal atau employee relatiosn.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 79 C. Hubungan dengan pihak jajaran pimpinan dalam manajemen perusahaan (Management relations). beserta keluarga karyawan khususnya. tugas dan teknis pekerjaan diatur oleh pihak manajemen perusahaan. Hubungan dengan pekerja ata karyawan (Employee relatoions) pada umumnya. Pihak manajmen pula yang menentuka siapa yang Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . Hubungan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham (stock holder relations). Publik Internal Employee Relations) Dengan kata lain. yaitu sekelompok orang bekerja (karyawan atau pegawai) didalam suatu organisasi/lembaga/perusahaan. yang memiliki keterampilan manajerial (managerial skill) serta berpengalaman atau mendapat dukungan kualitas pada “sumber daya” manusia. efektivitas hubungan masyarkat internal tersebut memerlukan suatu kombinasi anatara lain: a. baik di level korporat atau level sebagai pelaksana. Kemampuan majaer Humas. pengetahuan (knowledge).

Misalnya berupa perintah pimpinan. intruksi. Kemudian ditetapkan pula persyaratan-persyaratan dan spesifikasi teknis pekerjaan yang ditentukan secara jelas. Media yang dipergunakan dalam bentuk keomunikasi lisan (perintah dan instruksi). karena setiap karyawan sudah ditentukan atau akan mengetahui tentang “apa. c. komunikasi internal komuniaksi internal dilaksakan atau dapat dilakukan melelui beberapa jalur komunikasi timbale balik: a. Misalnya informasi mengenai pekerjaan atau masyarkat kegiatan Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . dan tulisan (nota dinas. yaitu dari pihak karyawan kepada perusahaan. b. teratur.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 80 ditunjuk sebagai pimpinan dan ada pihak lain yang bertindak sebagai bawahan. Misalnya berbentuk pelaksanaan perintah berbentuk tulisan dan lisan. atau laporan hasil pekerjaan. dan informasi spesifikasi teknis suatu pekerjaan yang akan diberikan kepada bawahannya. 2. yakni dari pihak perusahaan kepada karyawannya. surat edaran dan lain-lain). Komunikasi arus ke atas (upward communication). Komunikasi sejajar (sideways communications) yang berlangsung antar karyawan. tertib dan rici dalam organisasi. Komunikasi arus ke bawah (downward communication). mengapa dan bagaimana” dalam menjalankan pekerjaannya sesuai dengan bidang dan tanggung jawabnya msing-masing. peraturan. serta sumbang saran dari pihak pekerja kepada pimpinan perusahaan. Sehingga ketika sedang berfungsi maka diharapkan tidak akan terjadi kekacauan atau tumpang tindih antara tugas pekerjaan yang satu dengan yang lainnya.

Program penghargaan 4. keagamaan. Biasanya yang dipakai sebagai media komunikasi adalah berupa pemberitahuan. dapat menyangkut kegiatan pendidikan dan pelatihan lainnya.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 81 pendidikan dan pelatihan lainnya. Program motivasi kerja berprestasi 3. Program acara khusus (special events) 5. dan news letter. Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . dapat juga mengenai kegiatan di luar oekerjaan (kedinasan) dalam bentuk olahraga. yaitu seperti bulletin. pengumuman. 3. Kiat Pelayanan Prima (service of Excellence) Pengertian service of excellence berkaitan dengan jasa pelayanan yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam upaya untuk memberikan rasa kepusan dan menumbuhkan kepercayaan pihak [elanggannya (konsumen). kesejahteraan dan aktivitas social kepegawaian lain sebagainya. kekeluargaan. Program pendidikan dan pelatihan 2. Program media komunikasi internal) D. sampai kepada penggunaan media humas (media of public relations). Kegiatan Employee Relations Kegiatan employe dalam suatu organisasi atau perusahaan dapat dilaksanakan dlam bentuk berbagai mascam aktivitas dan program. Pelayanan tersebut juga membuat pihak konsumen merasa dirinya dipentingkan aatau diperhatikan dengan baik dan wajar. majalah internal. antara lain: 1.

Selalu bersikap bijaksana. yaitu: a. dan bekerja secara profesiaonal. Tujuan Pelayanan Prima Tujuan dari pelayanan prima yang telah diberikan oleh perusahaan bersangkutan. b. diandalkan dan dipercaya. d. c. kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan. cepat dan efisien. Marketing Public Relatoions dan Social Marketing . pelayan prima (service excellence) factor-faktor yang harus menjadi perhatian bagi seornag MPR dalam hal memberikan pelayan demi tercapainya customer satisfaction. Tetap menjaga agar konsumen merasa diperhatikan dan dipentingkan segala kebutuhannya atau keinginanya. 2. antara lain: a. sikap tindak dan perilaku dalam hal melayani kepentingan/kebutuhan konsumen. Menghargai kepentingan dan kebutuhan konsumen.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 82 1. c. Upaya mempertahankan konsumen agar tetap loyal untuk menggunakan produk barang atau jasa yang ditawarkan tersebut. Tetap menjaga rahasia pribadi pihak konsumen. serta saling menguntungka bagi kedua belah pihak. Dapat memberikan rasa puas dan kepercayaan pada konsumennya. b. Menjaga sopan santun dalam berkomunikasi. 3.

recording and analyzing relevant fact about any problem in any branch of human activity. a proposed course of action. Riset tersebut mengacu kepada studi yang mengupas secaraq kritis dan penyelidikan serta investigasi sebuah masalah.83 BAB VII Riset dalam Public Relations dan Kegiatan Penunjang Humas Lainnya A. baik bagi perusahaan maupun pekerjaannya. berbagai fakta yang relevan dengan berbagai permasalahan dalam aktivitas manusia. pikiran dan upaya yang cukup lama untuk menerapkan arti dari peranan budaya perusahaan atau budaya korporat (corporate culture) untuk mebangun prestasi dan produktivitas tinggi. pengertia riset dalam public relations. Pengertian Riset Public Relations Menurut pakar ilmu komunikasi dan prkatisi kehumasan. . pencatatan dan penganalisaan. It refers to a critical and searching study and investigation of a problem. adalah: “public relations research is the process of gathering. B. pembahasan dan pengujian teoritis atas pemecahan suatu permasalahan. Sifat dari riset (penelitian) adalah pencarian teori baru. a hypothesis of or theory” (riset public relations adalah sebuah proses pengumpulan. Peranan Budaya Perusahaan Suatu perusahaan akan memerlukan proses waktu. suatu usulan tindakan hipotesis suatu teori).

Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 84 Keberhasilan atau tidaknya penerapan budya korporat di dalam organisasi atau perushaan tersebut tergantung darin kemampuan praktisi PR/Pejabat Humas yang bertindak sebagai komunikator. atau sumbang saran. budaya perusahaan merupakan perpaduan antara kepercayaan. 1993:34) Jadi pada hakikatnya. Corporate culture shapes the behaviour of people in the corporation”. These create norms or rules of conduct thet define acceptable behavior of people from top management to the operative employee. dan gagasan mengenai penerpan budaya korporat dari pihak pimpinan manajemen puncak (top management). Jan-Feb. 1. expectations and values shared by the corporation’s member and transmitted from one generation of employee to another. dan ditularkan dari satu generasi karyawan ke karyawan lainnya secara berkesinambungan. sebagai berikut: “The collection of beliefs. harapan-harapan. (majalah Manajemen. mediator dan dukungan dengan tingkat penguasaan pengetahuan tentang manajemen teknis serta managerial skill. seorang praktisi Humas?PR yang tugas sehari-harinya terlibat di dalam manajemen organisasi selalu siap kalau diminta pendapatnya. Selain itu. dan nilai-nilai yang ditampilkan oleh para anggotanya. Pengertian Budayan Perusahaan Beberpa pakar manajemen mendefinisikan “budaya perusahaan”. Artinya dari definisi budaya korporat tersebut di atas secara jelas mengandung sifat-sifat hal yang positif dan terpuji – sikap tindak dan perilaku – Riset dalam Public Relations .

Adalah: a. budaya perusahaan yang ada pada dasarnya bersumber dari: Keyakinan dan kepercayaan para anggotanya Nilai-nilai yang dianut oleh organisasi bersangkutan Asumsi-asumsi para pendiri dan proses penerapan bagi para anggotanya dalam perusahaan. menghadapi bisnis penuh risiko. seperti: Lebih memperhatikan umpan balik serba cepat dari investasi yang ditanamkan (spekulatif) yang diharapkan memberikan keuntungan dalam waktu pendek. keras. tantangan yang kuat. Tipe budaya ini memiliki kelemahan. Penerpan Budaya Perusahaan Menurut Schin. termasuk kelebihan dan kekurangannya setiap tipe budaya perusahaan tersebut. dinamis dan kompetisi yang tajam. Tipe Budaya Perusahaan Tipe utama budaya perusahaan yang banyak di anut oleh perusahaanperusahan besar. Oleh karena itu. Budaya MACHO Budaya perusahaan bertipe macho ini. budaya perusahaan disini akan memerlukan energi seperti seorang muda yang berotot dan perkasa. 2.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 85 sebagaimana dikehendaki oleh para anggota organisasi dari dan sekaligus merupakan “identitas” (trademark) bagi perusahaan yang bersangkutan. 3. serta umpan balik serba cepat. Riset dalam Public Relations . jantan atau bertemperamen kuat dan kasar untuk siap bertarung dengan pihak lawannya (perusahaan competitor).

kontes promosi. hamper sama dengan budaya perusahaan yang menganut tipe macho. Perspektif hanya bersifat jangka pendek. - Secara internal lebih mengarah pada persiapan per individual. mobile. daripada semangat kebersamaan. daripada melihat segi kualitas produk atau pelayannya. dan berorientasi kerja keras.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 86 - Daya tahan lama hamper tidak ada. b. Riset dalam Public Relations . Budaya KERJA KERAS budaya yang dianut oleh perusahaan ini lebih bersifat atau mengarah kepada pola kerja yang hiperaktif dan agresif. usaha untuk belajar dari suatu kesalahan akan terabaikan. misalnya bidang marketing dengan penjualannya yang gencar melakukan berbagai macam gebyar promosi serta publikasi sangat agresif dalam menawarkan produk barang dan jasanya kepada masyarkat sebagai khalayak sasarannya (konsumen). enerjik. Kelemehannya-kelemahanya: Lebih mengutamakan prestasi kuantitas dalam volume penjualan. serta mampu melakukan berbagai macam teknik. agresif. Dan mengutamakan prestasi individual. karena perusahaan ini berorientasi jangka pendek (product oriented and profit making). padahal sukses terseubt adalah apa yang dicapai hari ini (sesaat). Terlena akan sukses sesaat (jangka pendek). Bahkan mungkin dapat menjadi awal dari kegagalan pada hari yang akan dating (kurang mawas diri). dinamis. eksebisi dan presentasi bisnis dalam upaya meraih penjualan produk sebanyak-banyaknya atau demi memperoleh keuntungan lebih besar.

Biasanya apabila kemampuannya dalam menjual atau sudah tidak produktif lagi maka yang berrsangkutan harus mengundurkan diri dari perusahaan yang menganut tipe budaya kerja keras ini. melalui persiapan-persiapan teknis atau mekanis yang rinci. Sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi jangka pendek. Kelemahan-kelemahannya: Mengambil atau ingin menmgadakan perubahan sekecil apa pun atas sesuatu kepeutusan tersebut harus melalui proses penilaian tim terlebih dahulu dan memakan waktu lama sehingga terkesan birokratis. dan jelas hasil yang akan diraihnya (Budaya petaruh ini.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 87 - Turn over atau tingkat keluar-masuknya karyawan dan stafnya cukup tinggi. Manajemen proses produkasi. maka untuk mengantisipasi dalam budaya petaruh ini akan terasa sulit dan kurang fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang sering terjadi di lapangan. c. Budaya PETARUH Pada budaya perusahaan ini risiko akan ditekan agar jangan terlalu tinggi. tetapi umpan baliknya yang lamban karena system pengelola investasi perusahaan bersangkutan lebih bersifat jangka panjang. bisa mengandung risiko untung rugi). dan pola konsumsi dalam jangka pendek sering terjadi secara mendadak di luar perhitungan. matang. pelaksanaan dan hingga ke pemasarannya dalam jangka panjang akan menghadapi risiko perubahan fluktuasi ekonomi. mengahdapi problem cash flow karena pola investasinya berorientasi jangka panjang. perencanaan. Riset dalam Public Relations .

Sensitive terhadap isu negative. Hasil kerja secara Team work yang solid. bahkan cenderung artificial. sikap hati-hati (prudential) lebih diutamakan baik dalam keputusan maupun segi operasional dan pengelolaan bisnis perusahaan.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 88 d. C. tepat waktu. sangat rinci serta detail pada setiap langkahlangkah atau keputusan yang akan diambil. dari pada penonjolan prestasi secara per individual. professional dan berintegritas tinggi yang lebih di utamakan. Budaya perusahaan ini lebih menyukai serba ”keteraturan” dalam hal sisdur (system dan procedural). Humas Riset dalam Public Relations . promosi dan periklanan. dan berita negative (news negative) baik berasal internal maupun eksternal akan langsung menggangu nilai-nilai kepercayaan dan citra perusahaan. hamper sama dengan atau merupakan pelengkap dari tepi perusahaan budaya petaruh di atas. Humas Pemerintah dan BUMN Perbedaan pook antara fungsi dan tugas Hubungan Masyarakat (Humas) yang terdapat di instansi pemerintah dengan non pemerintah (lembaga komersial) adalah tidak adanya unsur komersial walaupun humas Pemerintah juga melakukan hal yang sama delam kegiatan publikasi. Kelemahanya-kelemahanya: Mengutamakan kehati-hatian menyebabkan proses kerja cenderung sangat birokratis dalam menjalankan system manajmen dan operasional. Budaya PROSES Budaya yang dianut oleh perusahaan ini.

Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 89 pemerintah lebih menekankan pada public services atau demi meningkatkan pelayanan umum. Humas dalam Organisasi dan Lembaga Non-komersial Public relations padamseubah lembaga atau organisasi non-komersial dan instansi pemerintah. 1. Memberikan pelayanan. b. 2. b. Mengamankan kebijaksanaan pemerintah. serta memperhatikan keinginan-keinginan publiknya di lain pihak. baik jangka pendek maupun jangka panjang. profesi pengacara. media dan pelayanan kesehatan masyarakat umum. Berperan serta dalam menciptakan iklim yang konusif dan dinamis mengamankan stabilitas dan kemanan politik pembangunan nasional. Profesi kedokteran. d. Riset dalam Public Relations . c. Ahli Hukum. Lembaga Rumah sakit. Keberadaan Humas Pemerintah Fungsi pokok humas pemerintah Indonesia pada dasarnya antara lain: a. yaitu terdapat pada bidang-bidang atau profesi tertentu antara lain sebagai berikut: a. klinik perawatan medis dan kegiatan social masyarakat lain sebagainya. dan menyebarluaskan pesan atau informasi mengenai kebijaksanaan dan hingga program-program kerja secara nasiional kepada masyarakat. advocate dan penasihat hokum lembaga pengabdian masyarakat lain sebagainya. Menjadi komunikaatordan sekaligus sebagai mediator yang proaktif dalam menjebatani kepentingan instansi pemerintah di satu pihak. dan menampung aspirsi.

penerangan dan dakwah agama dan lain-lain. serta mempunyai tugas. dan sifatnya terbatas (seseorang yang memilkiki kemampuan. Konsultan PR (PR Consultan) Dalam praktiknya. Riset dalam Public Relations . D. Bidang keagamaan. f. keahlian khusus dan dapat dipercaya) dan hingga berbentuk badan hokum resmi. 2. Bidang seni dan budaya popular serta tradisional Yayasan pendidikan dan pelatihan profesi. fungsi dan tanggungjawab bidang pengorganisasian dan kegiatan kehumasan yang telah ditentukan oleh atau mewakili lembaga/perusahaan bersangkutan terhadap public internal maupun kepada public eksternal. seperti perusahaan dan yayasan yang sifat pelayanan jasa kehumasannya lebih luas cakupannya. pengalaman. e. Humas lembaga BUMN (badan Usaha Miliki Negara). 1. termasuk departemen instansi pemerintah dan TNI/Polri lain sebagainya. Pelaksanaan profesi konsultan PR/Humas tersebut dapat berbentuk jasa konsultan secara individual yang tidak resmi.Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 90 c. perguruan tinggi baik milik pemerintah maupun swasta. profesi ini hanya memberikan jasa keahlian khusus bidang konsultan kehumasan kepada pihak lain yang membutuhkan pelayanan jasa profesiaonalnya. d. Konsultan Humas (PR Consultant) PR Organik (Organizer PR) Profesi public relations (praktisi PR/Humas) yang terlibat atauntermasuk ke dalam perusahaan yang statusnya sama dengan karyawan bagian lainnya seperti menerima imbalan gaji tetap. baik bergerak bidang produksi strategis maupun jasa pelayanan umum (public services).

Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi 91 Riset dalam Public Relations .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful