Bab

2

Proses dan Thread
Tujuan Pelajaran
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan : Memahami konsep dasar dan definisi dari proses Menjelaskan keadaan/status proses Memahami Process Control Block Memahami operasi-operasi Proses Memahami Hubungan antar Proses Memahami konsep Thread Memahami konsep dasar Penjadualan CPU Memahami algoritma-algoritma Penjadualan CPU, meliputi FCFS, SJF, Prioritas, Round Robin, Multiprocessor

Bab 2 Proses dan Thread

1

2.1. Proses
Satu diskusi mengenai sistem operasi yaitu bahwa ada sebuah pertanyaan mengenai untuk apa menyebut semua aktivitas CPU. Sistem batch mengeksekusi jobs, sebagaimana suatu sistem time-shared telah menggunakan program pengguna, atau tugas-tugas/pekerjaan-pekerjaan. Bahkan pada sistem tunggal, seperti Microsoft Windows dan Macintosh OS, seorang pengguna mampu untuk menjalankan beberapa program pada saat yang sama: sebuah Word Processor, Web Browser, dan paket e-mail. Bahkan jika pengguna dapat melakukan hanya satu program pada satu waktu, sistem operasi perlu untuk mendukung aktivitas program internalnya sendiri, seperti managemen memori. Dalam banyak hal, seluruh aktivitas ini adalah serupa, maka kita menyebut seluruh program itu proses-proses (processes). Istilah job dan proses digunakan hampir dapat dipertukarkan pada tulisan ini. Walau kami pribadi lebih menyukai istilah proses, banyak teori dan terminologi sistem-operasi dikembangkan selama suatu waktu ketika aktivitas utama sistem operasi adalah job processing. Akan menyesatkan untuk menghindari penggunaan istilah umum yang telah diterima bahwa memasukkn kata job (seperti penjadualan job) hanya karena proses memiliki job pengganti/ pendahulu.

2.1.1. Konsep Dasar dan Definisi Proses
Secara informal; proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikanvariabel global. Kami tekankan bahwa program itu sendiri bukanlah sebuah proses; suatu program adalah satu entitas pasif; seperti isi dari sebuah berkas yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif, dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkat sumber daya/ resource yang berkenaan dengannya. Walau dua proses dapat dihubungkan dengan program yang sama, program tersebut dianggap dua urutan eksekusi yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa pengguna dapat menjalankan copy yang berbeda pada mail program, atau pengguna yang sama dapat meminta banyak copy dari program editor. Tiap-tiap proses ini adakah proses yang berbeda dan walau bagian tulisan-text adalah sama, data section bervariasi. Juga adalah umum untuk memiliki proses yang menghasilkan banyak proses begitu ia bekerja. Kami mendiskusikan masalah tersebut pada Bagian 2.4.

2.1.2. Keadaan Proses
Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin adalah satu dari keadaan berikut ini: • New: Proses sedang dikerjakan/ dibuat. • Running: Instruksi sedang dikerjakan. • Waiting: Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/Oatau penerimaan sebuah tanda/ signal). • Ready: Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.

2

Sistem Operasi

Terminated: Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.

Nama-nama tersebut adalah arbitrer/ berdasar opini, istilah tersebut bervariasi disepanjang sistem operasi. Keadaan yang mereka gambarkan ditemukan pada seluruh sistem. Namun, sistem operasi tertentu juga lebih baik menggambarkan keadaan/ status proses. Adalah penting untuk menyadari bahwa hanya satu proses dapat berjalan pada prosesor mana pun pada waktu kapan pun. Namun, banyak proses yang dapat ready atau waiting. Keadaan diagram yang berkaitan dangan keadaan tersebut dijelaskan pada Gambar 2-1.

Gambar 2-1. Keadaan Proses

2.1.3. Process Control Block
Tiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block (PCB) - juga disebut sebuah control block. Sebuah PCB ditunjukkan dalam Gambar 2-2. PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk ini: • Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak lagi. • Program counter: Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini. • CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada rancangan komputer. • Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, generalpuposes register, ditambah code information pada kondisi apa pun. Besertaan dengan program counter, keadaan/ status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar setelahnya (lihat Gambar 2-3). • Informasi managemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register, tabel page/ halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yangdigunakan oleh sistem operasi (lihat Bab 4). • Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan, batas waktu, jumlah akun, jumlah job atau proses, dan banyak lagi. • Informasi status I/O: Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang di gunakan pada proses ini, suatu daftar open berkas dan banyak lagi.

Bab 2 Proses dan Thread

3

PCB hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan/ gudang untuk informasi apa pun yang dapat bervariasi dari prose ke proses.

Gambar 2-2. Process Control Block.

Gambar 2-3. CPU Register.

2.1.4. Threads
Model proses yang didiskusikan sejauh ini telah menunjukkan bahwa suatu proses adalah sebuah program yang menjalankan eksekusi thread tunggal. Sebagai contoh, jika sebuah proses menjalankan sebuah program Word Processor, ada sebuah thread tunggal dari instruksi-instruksi yang sedang dilaksanakan.

4

Sistem Operasi

permintaan seperti itu mungkin untuk sebuah tape drive yang telah diperuntukkan. Antrian ini terdiri dari seluruh proses dalam sistem. Bab 2 Proses dan Thread 5 . 2. Untuk sistem uniprosesor. agar dapat dapat secara terus menerus mengetik dalam karakter dan menjalankan pengecek ejaan didalam proses yang sama. Tiap peralatan memiliki device queuenya sendiri (Lihat Gambar 2-4). yang lainnya akan harus menunggu sampai CPU bebas dan dapat dijadualkan kembali. atau menunggu suatu kejadian tertentu. Setiap PCB memiliki pointer field yang menunjukkan proses selanjutnya dalam ready queue. seperti disket. Juga ada antrian lain dalam sistem. Karena ada banyak proses dalam sistem. Maka sistem operasi tersebut memungkinkan proses untuk menjalankan lebih dari satu tugas pada satu waktu. proses tersebut berjalan/bekerja sebentar lalu berhenti.2. 2. mereka diletakkan dalam antrian job. untuk memaksimalkan penggunaan CPU. seperti penyelesaian suatu permintaan I/O. Ketika sebuah proses mengalokasikan CPU. Penjadualan Proses Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang waktu. Banyak sistem operasi modern telah memiliki konsep yang dikembangkan agar memungkinkan sebuah proses untuk memiliki eksekusi multithreads. Proses yang hidup pada memori utama dan siap dan menunggu/ wait untuk mengeksekusi disimpan pada sebuah daftar bernama ready queue. Penjadualan Antrian Ketika proses memasuki sistem. Sebuah header ready queue berisikan penunjuk kepada PCB-PCB awal dan akhir.Kontrol thread tunggal ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu tugas pada satu waktu. atau alat yang berbagi. disket bisa jadi sibuk dengan permintaan I/O untuk proses lainnya. di interupsi. Daftar dari proses yang menunggu untuk peralatan I/O tertentu disebut sebuah device queue.1. Antrian ini biasanya disimpan sebagai daftar penghubung. Maka proses tersebut mungkin harus menunggu untuk disket tersebut.2.5 akan dibahas proses multithreaded. Pada Bagian 2. tidak akan ada lebih dari satu proses berjalan. Pada kasus ini sebuah permintaan I/O. Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU diantara proses-proses yang begitu sering sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan setiap program sambil CPU bekerja. Jika ada proses yang lebih dari itu.

• Proses tersebut dapat digantikan secara paksa dari CPU. satu dari beberapa kejadian dapat terjadi. seperti pada Gambar 2-5. Device Queue. Begitu proses tersebut mengalokasikan CPU dan menjalankan/ mengeksekusi. • Proses tersebut dapat membuat subproses yang baru dan menunggu terminasinya sendiri. Setiap kotak segi empat menunjukkan sebuah antrian. Lingkaran menunjukkan sumber-sumber yang melayani sistem. • Proses tersebut dapat mengeluarkan sebuah permintaan I/O. lalu di tempatkan dalam sebuah antrian I/O. 6 Sistem Operasi . Gambar 2-5. Diagram Anrian. Dua tipe antrian menunjukan antrian yang siap dan suatu perangkat device queues. Sebuah proses baru pertama-tama ditaruh dalam ready queue.Gambar 2-4. Lalu menunggu dalam ready queue sampai proses tersebut dipilih untuk dikerjakan/lakukan atau di dispatched. dan diletakkan kembali dalam ready queue. sebagai hasil dari suatu interupsi. Reprensentasi umum untuk suatu diskusi mengenai penjadualan proses adalah diagram antrian.

proses akhirnya berganti dari waiting state menjadi ready state. penjadualan shorterm haruslah cepat. 2. I/O waiting queue akan hampir selalu kosong. Sistem dengan kinerja yang terbaik akan memiliki kombinasi proses CPU bound dan I/O bound. dan sistem akan menjadi tidak imbang. menggunakan lebih banyak waktunya melakukan banyak komputasi daripada yang digunakan oleh proses I/O bound. Penjadualan longterm pada sisi lain. Karena interval yang lebih panjang antara eksekusi. Bab 2 Proses dan Thread 7 . Karena durasi waktu yang pendek antara eksekusi. Penjadualan long term. lalu tingkat rata-rata dari penciptaan proses harus sama dengan tingkat kepergian rata rata dari proses yang meninggalkan sistem. Penjadual / Scheduler Sebuah proses berpindah antara berbagai penjadualan antrian selama umur hidupnya. adalah salah satu yang jarang menghasilkan permintaan I/O. Proses ini dipitakan/ disimpan pada suatu alat penyimpan masal (biasanya disket). Dalam sistem batch. Sebuah proses meneruskan siklus ini sampai berakhir. dan penjadualan short term akan memiliki sedikit tugas. penjadualan shorterm mengeksekusi paling sedikit sekali setiap 100 milidetik. Sistem operasi harus memilih. Mungkin ada beberapa menit antara pembuatan proses baru dalam sistem. Seringkali. Suatu proses CPU-bound. Sebuah proses dapat mengeksekusi untuk hanya beberapa milidetik sebelum menunggu permintaan I/O. Jika memerlukan 10 mili detik untuk menentukan suatu proses eksekusi selama 100 mili detik. Secara umum. mengeksekusi jauh lebih sedikit. memilih proses dari pool ini dan mengisinya kedalam memori eksekusi. penjadualan longterm dapat memakai waktu yang lebih lama untuk menentukan proses mana yang harus dipilih untuk dieksekusi. Penting untuk penjadualan longterm memilih campuran proses yang baik antara proses I/O bound dan CPU bound.2. Pemilihan proses dilaksanakan oleh penjadual yang tepat/ cocok. atau penjadual job. Maka penjadualan longterm mungkin diperlukan untuk dipanggil hanya ketika suatu proses meninggalkan sistem. Jika seluruh proses adalah CPU bound. dimana proses tersebut disimpan untuk eksekusi dilain waktu. Penjadualan longterm mengkontrol derajat multiprogramming (jumlah proses dalam memori). lalu diletakkan kembali dalam ready queue. untuk keperluan penjadualan. kebanyakan proses dapat dijelaskan sebagai I/O bound atau CPU bound. maka 10/(100 + 10) = 9 persen CPU sedang digunakan (terbuang) hanya untuk pekerjaan penjadualan. Jika seluruh proses adalah I/O bound.2. Sebuah proses I/O bound adalah salah satu yang membuang waktunya untuk mengerjakan I/O dari pada melakukan perhitungan. ready queue akan hampir selalu kosong.Dalam dua kasus pertama. sering ada lebih banyak proses yang diserahkan daripada yang dapat dilaksanakan segera. peralatan akan tidak terpakai. disaat dimana proses tersebut diganti dari seluruh queue dan memiliki PCB nya dan sumber-sumber/ resources dialokasikan kembali. Jika derajat multiprogramming stabil. pada sisi lain. memproses antrian-antrian ini dalam cara tertentu. Adalah penting bagi penjadualan longterm membuat seleksi yang hati-hati.

atau karena suatu perubahan dalam persyaratan memori untuk dibebaskan. penjadualan tingkat menengah. Penjadual medium-term ini digambarkan pada Gambar 2-5. Alih konteks sebuah proses digambarkan dalam PCB suatu proses. dan lalu di swapped in. Kecepatannya bervariasi dari mesin ke mesin. Pergantian waktu konteks adalah murni overhead. sistem time-sharing seperti UNIX sering kali tidak memiliki penjadual long term. Jika kinerja menurun pada tingkat yang tidak dapat diterima. kernel menyimpan konteks dari proses lama kedalam PCB nya dan mengisi konteks yang telah disimpan dari process baru yang telah terjadual untuk berjalan. Swapping dibahas dalam Bagian 4.2. Proses di swapped out.3. termasuk nilai dari CPU register. proses dapat diperkenalkan kedalam memori dan eksekusinya dapat dilanjutkan dimana proses itu di tinggalkan/ diangkat. oleh penjadual jangka menengah. karena sistem melakukan pekerjaan yang tidak perlu. Sebagian sistem operasi. Stabilitas sistem-sistem ini bergantung pada keterbatasan fisik (seperti jumlah terminal yang ada) atau pada penyesuaian sendiri secara alamiah oleh manusia sebagai pengguna. status proses (lihat Gambar 2-7). Ide utama/kunci dibelakang sebuah penjadual medium term adalah kadang kala akan menguntungkan untuk memindahkan proses dari memori (dan dari pengisian aktif dari CPU). Alih Konteks / Switch Context Mengganti CPU ke proses lain memerlukan penyimpanan suatu keadaan proses lama (state of old process) dan kemudian beralih ke proses yang baru. Pada sebagian sistem. penjadual long term dapat tidak turut serta atau minimal. sebagian pengguna akan berhenti. Skema ini disebut swapping. Tingkat kecepatan umumnya berkisar antara 1 sampai 1000 mikro detik 8 Sistem Operasi . dan keberadaan instruksi khusus (seperti instruksi tunggal untuk mengisi atau menyimpan seluruh register). dapat memperkenalkan sebuah tambahan. Swapping mungkin perlu untuk meningkatkan pencampuran proses. dan maka untuk mengurangi derajat dari multiprogramming. Tugas tersebut diketahui sebagai alih konteks (context switch). dan informasi managemen memori. 2. Penjadual Medium-term.Gambar 2-6. bergantung pada kecepatan memori. Dikemudian waktu. seperti sistem time sharing. Ketika alih konteks terjadi. Sebagai contoh.2. jumlah register yang harus di copy.

ruang alamat dari proses yang ada harus dijaga sebagai ruang pada pekerjaan berikutnya untuk digunakan. sistem menggunakan bantuan untuk meng-copy data register pada dan dari memori. berapa banyak pekerjaan dibutuhkan untuk menjaganya. Pohon Proses. Sebagai contoh. prosesor seperti UltraSPARC menyediakan dua rangkap register. Semakin sistem operasi kompleks. Bab 2 Proses dan Thread 9 . Bagaimana ruang alamat di jaga. Sebuah alih konteks hanya memasukkan perubahan pointer ke perangkat register yang ada. Sebagaimana dilihat pada Bab 4.Gambar 2-7. Alih Konteks. tergantung pada metoda managemen memori dari sistem operasi. Gambar 2-8. Sebagai contoh. jika ada lebih proses-proses aktif yang ada dari pada yang ada di perangkat register. makin banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama alih konteks. sebagaimana sebelumnya. Sebagaimana akan kita lihat pada Bab 4. alih konteks telah menjadi suatu keharusan. Waktu alih konteks sangat begantung pada dukungan perangkat keras. bahwa programmer menggunakan struktur (threads) untuk menghindarinya kapan pun memungkinkan. teknik managemen memori tingkat lanjut dapat mensyaratkan data tambahan untuk diganti dengan tiap konteks. Tentu saja.

1. Pada 10 Sistem Operasi . proses tersebut harus dibuat dan dihapus secara dinamis. Sebagian sistem operasi melewati sumber-sumber ke anak proses. sehingga subproses dapat mampu untuk memperoleh sumbernya secara langsung dari sistem operasi. membentuk suatu pohon proses (lihat Gambar 2-7). Induk mungkin harus membatasi sumber diantara anaknya. Membatasi suatu anak proses menjadi subset sumber daya induknya mencegah proses apa pun dari pengisian sistem yang telalu banyak dengan menciptakan terlalu banyak subproses. suatu proses akan memerlukan sumber tertentu (waktu CPU. Sebagai tambahan pada berbagai sumber fisik dan logis bahwa suatu proses diperoleh ketika telah dibuat. Pembuatan Proses Suatu proses dapat membuat beberapa proses baru. sistem operasi harus menyediakan suatu mekanisme umtuk pembuatan proses dan terminasi proses. memori. berkas. Operasi pada Proses. Ketika dibuat. Proses tersebut juga mendapat nama dari perangkat luar. pada layar terminal. akan menjadi sebagai sebuah masukan dari proses induknya. melalui sistem pemanggilan pembuatan proses. data pemula (masukan) dapat turut lewat oleh induk proses sampai anak proses. Tiap proses baru tersebut dapat membuat proses lainnya.3. Pembuatan proses dinamakan induk proses. Operasi-Operasi Pada Proses Proses dalam sistem dapat dieksekusi secara bersama-sama.3. nama dari berkas F1. katakan F1.2. Secara umum. atau induk dapat berbagi sebagian sumber (seperti memori berkas) diantara beberapa dari anaknya. dan akan mengeksekusi menggunakan kumpulan data tersebut untuk memperoleh informasi yang diinginkan. selama jalur eksekusi. perangkat I/O) untuk menyelesaikan tugasnya. Sebagai contoh. anggap suatu proses yang fungsinya untuk menunjukkan status sebuah berkas. Maka. Ketika suatu proses membuat sebuah subproses. 2. Gambar 2-9. sebagaimana proses baru disebut anak dari proses tersbut.

2. Anak proses meletakkan ruang alamatnya dengan UNIX command/bin/ls (digunakan untuk mendapatkan pendaftaran directory) menggunakan sistem pemanggilan execlp(). proses baru bisa mendapat dua berkas terbuka yang baru. Juga ada dua kemungkinan dalam term dari address space pada proses baru: 1. Proses baru dibuat oleh sistem pemanggilan fork system call.sistem tersebut. Anak proses adalah duplikat dari induk proses. Induk menunggu sampai sebagian dari anaknya telah diakhiri/terminasi. Sistem operasi Microsoft Windows NT mendukung kedua model: Ruang alamat induk proses dapat di duplikasi. mari kita mempelajari sistem operasi UNIX.3. Anak proses memiliki program yang terisikan didalamnya. Program C ditunjukkan pada Gambar 2-10 mengilustrasikan sistem pemanggilan pada UNIX yang sebelumnya dijelaskan. Ketika suatu proses membuat proses baru. Untuk mengilustrasikan implementasi yang berbeda ini. Dengan cara ini. atau induk dapat menspesifikasi nama dari sebuah program untuk sistem operasi untuk diisikan kedalam ruang alamat pada proses baru. yang merupakan integer yang unik. Sistem pemanggilan execlp mengisi suatu berkas binary kedalam memori (menghancurkan gambar memori pada program yang berisikan sistem pemanggilan execlp) dan memulai eksekusinya. Umumnya. kedua proses mampu untuk berkomunikasi. Proses baru tersebut terdiri dari sebuah copy ruang alamat dari proses aslinya (original). proses tersebut dapat mengembalikan data (keluaran) pada induk prosesnya (melalui sistem pemanggilan wait). sebagaimana proses pengidentifikasi non nol (non zero) dari anak dikembalikan kepada induk. Induk terus menerus untuk mengeksekusi secara bersama-sama dengan anaknya. Induk lalu dapat membuat anak yang lebh banyak atau jika induk tidak punya hal lain untuk dilakukan ketika anak bekerja. dan lalu untuk pergi ke arah yang berbeda. F1 dan perangkat terminal dan hanya perlu untuk mentransfer data antara kedua berkas tersebut. Seluruh sumber- Bab 2 Proses dan Thread 11 . dua kemungkinan ada dalam term eksekusi: 1. Mekanisme tersebut memungkinkan induk proses untuk berkomunikasi dengan mudah dengan anak proses. Induk membuat anak proses menggunakan sistem pemanggilan fork(). sistem operasi DEC VMS membuat sebuah proses baru dengan mengisi program tertentu kedalam proses tersebut. Kini kita mempunyai dua proses yang berbeda yang menjalankan sebuah copy pada program yang sama. induk dapat mengeluarkan sistem pemanggilan wait untuk tidak menggerakkan dirinya sendiri pada suatu antrian yang siap sampai anak berhenti. 2. dan memulai pekerjaannya. Dalam UNIX. 2. Ketika anak proses selesai. Kedua proses (induk dan anak) meneruskan eksekusi pada instruksi setelah fork dengan satu perbedaan: Kode kembali untuk fork adalah nol untuk proses baru (anak). Oleh satu dari dua proses untuk menggantikan proses ruang memori dengan program baru. Nilai dari pid untuk anak proses adalah nol (zero): maka untuk induk adalah nilai integer yang lebih besar dari nol. 2. sistem pemanggilan execlp digunakan setelah sistem pemanggilan fork. induk proses menyimpulkan dari pemanggilan untuk wait() dimana induk proses menyelesaikannya dengan menggunakan sistem pemanggilan exit(). Pada titik itu. tiap proses diidentifikasi oleh pengidentifikasi proses. Secara kontras. Terminasi Proses Sebuah proses berakhir ketika proses tersebut selesai mengeksekusi pernyataan akhirnya dan meminta sistem operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan sistem pemanggilan exit.

Banyak sistem. dan sistem operasi tidak memeperbolehkan sebuah anak untuk meneruskan jika induknya berakhir. kami dapat mengakhiri suatu proses dengan sistem pemanggilan exit. Dalam sistem seperti ini. Maka. termasuk VMS. Suatu proses dikatakan independen apabila proses tersebut tidak dapat terpengaruh atau dipengaruhi oleh proses lain yang sedang dijalankan pada sistem. Maka. Ada empat alasan untuk penyediaan sebuah lingkungan yang memperbolehkan terjadinya proses kooperatif: 12 Sistem Operasi . Catat bahwa induk perlu tahu identitas dari anaknya. Hubungan Antara Proses Sebelumnya kita telah ketahui seluk beluk dari suatu proses mulai dari pengertiannya. Ada situasi tambahan tertentu ketika terminasi terjadi. maka seluruh anaknya juga harus diterminasi. semua proses yang tidak membagi data apa pun (baik sementara/ tetap) dengan proses lain adalah independent. misal bagaimana beberapa proses dapat saling berkomunikasi dan bekerja-sama.4. mengacu pada terminasi secara cascading. Berarti. Biasanya. dan penyimpanan I/O di tempatkan kembali oleh sistem operasi. ketika satu proses membuat proses baru. maka induk dapat memberitahu kemungkinanan anak mana yang telah diterminasi. kita menganggap bahwa. 2. Sebuah proses dapat menyebabkan terminasi dari proses lain melalui sistem pemanggilan yang tepat (contoh abort). Untuk menentukan kasus pertama. Induk dapat menterminasi/ mengakhiri satu dari anaknya untuk beberapa alasan. Sistem pemanggilan wait kembali ke pengidentifikasi proses dari anak yang telah diterminasi. 2. Untuk mengilustrasikan proses eksekusi dan proses terminasi. sistem seperti itu dapat dipanggil hanya oleh induk proses tersebut yang akan diterminasi. membuka berkas.4. Kali ini kita akan mengulas bagaimana hubungan antar proses dapat berlangsung. jika suatu proses berakhir (walau secara normal atau tidak normal). identitas dari proses yang baru diberikan kepada induknya. pengguna dapat secara sewenang-wenang membunuh job antara satu sama lain. dalam UNIX. Bila tidak. Proses yang Kooperatif Proses yang bersifat simultan (concurrent) dijalankan pada sistem operasi dapat dibedakaan menjadi yaitu proses independent dan proses kooperatif. induk harus memiliki mekanisme untuk memeriksa status anaknya. Sedangkan proses kooperatif adalah proses yang dapat dipengaruhi atau pun terpengaruhi oleh proses lain yang sedang dijalankan dalam sistem. anaknya masih punya sebuah induk untuk mengumpulkan status mereka dan mengumpulkan statistik eksekusinya. Dengan kata lain.1. cara kerjanya. yang normalnya dimulai oleh sistem operasi. sampai operasi-operasinya seperti proses pembentukannya dan proses pemberhentiannya setelah selesai melakukan eksekusi. • Pekerjaan yang ditugaskan kepada anak telah keluar. tidak memperbolehkan sebuah anak untuk ada jika induknya telah berakhir. proses dikatakan kooperatif bila proses dapat membagi datanya dengan proses lain. Fenomena ini. seperti: • Anak telah melampaui kegunaannya atas sebagaian sumber yang telah diperuntukkan untuknya.sumber dari proses-termasuk memori fisik dan virtual. proses induknya dapat menunggu untuk terminasi anak proses dengan menggunakan sistem pemanggilan wait. Jika induk menterminasi.

public class BoundedBuffer { public BoundedBuffer() { // buffer diinisialisasikan kosong count = 0. Kecepatan penghitungan/ komputasi: jika kita menginginkan sebuah tugas khusus untuk menjalankan lebih cepat. memcetak. import java.out. kita harus menyediakan sebuah lingkungan yang mengizinkan akses secara terus menerus ke tipe dari sumber-sumber tersebut. out = ( out + 1 ) % BUFFER_SIZE. item = buffer[out].out. in = ( in + 1 ) % BUFFER_SIZE. Pembagian informasi: apabila beberapa pengguna dapat tertarik pada bagian informasi yang sama (sebagai contoh. Sebagai contoh.util. seorang pengguna dapat mengedit. buffer[in] = item. else System. // do nothing // menyingkirkan suatu item dari buffer --count. if ( count == BUFFER_SIZE ) System. Peningkatan kecepatan dapat dilakukan hanya jika komputer tersebut memiliki elemen-elemen pemrosesan ganda (seperti CPU atau jalur I/O).*.println( "Producer Entered " + item + " Buffer FULL" ). Kenyamanan: bahkan seorang pengguna individu mungkin memiliki banyak tugas untuk dikerjakan secara bersamaan pada satu waktu. 3. } // produser memanggil method ini public void enter( Object item ) { while ( count == BUFFER_SIZE ) . while ( count == 0 ) . sebuah berkas bersama). 2. setiap bagian dari subtask akan dijalankan secara parallel dengan yang lainnya. Bab 2 Proses dan Thread 13 . in = 0. out = 0. } // consumer memanggil method ini public Object remove() { Object item . Modularitas: kita mungkin ingin untuk membangun sebuah sistem pada sebuah model modular-modular.println( "Producer Entered " + item + " Buffer Size = " + count ). buffer = new Object[BUFFER_SIZE].1. membagi fungsi sistem menjadi beberapa proses atau threads. dan meng-compile secara paralel. 4. kita harus membagi hal tersebut ke dalam subtask. // do nothing // menambahkan suatu item ke dalam buffer ++count.

Jika hanya pesan dengan ukuran pasti dapat dikirimkan.out. // arahkan ke posisi kosong selanjutnya private int out. 2. Sebuah proses produser membentuk informasi yang dapat digunakan oleh konsumen proses. private int in. Untuk memperbolehkan produser dan konsumer proses agar dapat berjalan secara terus menerus. Komunikasi Proses Dalam Sistem Cara lain untuk meningkatkan efek yang sama adalah untuk sistem operasi yaitu untuk menyediakan alat-alat proses kooperatif untuk berkomunikasi dengan yang lain lewat sebuah komunikasi dalam proses (IPC = Inter-Process Communication). Produser dan konsumer harus dapat selaras. private volatile int count.1. Pesan dikirim dengan sebuah proses yang dapat dilakukan pada ukuran pasti atau variabel. // arahkan ke posisi penuh selanjutnya private Object[] buffer. Sebuah fasilitas IPC menyediakan paling sedikit dua operasi yaitu kirim (pesan) dan terima (pesan). Program Produser Konsumer. Berikut ini ada beberapa metode untuk mengimplementasikan sebuah jaringan dan operasi pengiriman/penerimaan secara logika: • Komunikasi langsung atau tidak langsung. • Komunikasi secara simetris/ asimetris.out.4. dan sistem-sistem pesan dapat diberikan dalam banyak cara. } public static final int NAP_TIME = 5. 14 Sistem Operasi . Proses produser dapat memproduksi sebuah item ketika konsumer sedang mengkonsumsi item yang lain. level sistem implementasi adalah sistem yang sederhana. kita harus menyediakan sebuah item buffer yang dapat diisi dengan proses produser dan dikosongkan oleh proses konsumer. else System. IPC adalah khusus digunakan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi dimana proses komunikasi tersebut mungkin saja tetap ada dalam komputer-komputer yang berbeda yang tersambung dalam sebuah jaringan.if ( count == 0 ) System. private static final int BUFFER_SIZE = 5. Sistem Penyampaian Pesan Fungsi dari sebuah sistem pesan adalah untuk memperbolehkan komunikasi satu dengan yang lain tanpa perlu menggunakan pembagian data. Sebagai contoh sebuah cetakan program yang membuat banyak karakter yang diterima oleh driver pencetak. 2. } Gambar 2-10.2.println( "Consumer consumed " + item + " Buffer Size = " +count ). Konsumer harus menunggu hingga sebuah item diproduksi. IPC menyediakan sebuah mekanisme untuk mengizinkan proses-proses untuk berkomunikasi dan menyelaraskan aksi-aksi mereka tanpa berbagi ruang alamat yang sama.println( "Consumer consumed " + item + " Buffer EMPTY" ). return item. Pesan berukuran variabel menyediakan sistem implementasi level yang lebih kompleks. IPC adalah penyedia layanan terbaik dengan menggnakan sebuah sistem penyampaian pesan.2.4.

Dua proses dapat saling berkomunikasi apabila kedua proses tersebut sharing mailbox. ketika P2 dan P3 masing-masing mengeksekusi sebuah kiriman Bab 2 Proses dan Thread 15 . Pesan berukuran pasti dan variabel. • Sebuah link mungkin dapat berasosiasi dengan lebih dari dua proses.mengirim sebuah pesan ke proses P. baik keduanya yaitu pengirim dan penerima proses harus memberi nama bagi yang lain untuk berkomunikasi. Proses P1 mengirim pesan ke A. message) . engiriman berdasarkan salinan atau referensi. Setiap kotak surat memiliki sebuah identifikasi (identitas) yang unik. • Receive (id. 2. pengiriman dan penerimaan pesan secara primitive dapat dijabarkan sebagai: • Send (P. yaitu: • Sebuah jaringan yang didirikan secara otomatis diantara setiap pasang dari proses yang ingin dikomunikasikan.4. link komunikasi mempunyai sifat sebagai berikut: • Sebuah link dibangun diantara sepasang proses dimana kedua proses tersebut membagi mailbox.menerima pesan dari mailbox A. hanya pengirim yang memberikan nama bagi penerima sedangkan penerima tidak menyediakan nama bagi pengirim. Sebuah jaringan komunikasi pada bahasan ini memiliki beberapa sifat. message) . message) . sebuah proses dapat berkomunikasi dengan beberapa proses lain melalui sebuah nomor dari mailbox yang berbeda. • Diantara setiap pasang proses komunikasi.3. message) . dimana setiap link berhubungan pada satu mailbox. Pembahasan ini memperlihatkan sebuah cara simetris dalam pemberian alamat. Proses tersebut harus mengetahui identitas dari semua yang ingin dikomunikasikan.2. Oleh karena itu. Dalam masalah ini. mungkin terdapat link yang berbeda-beda.• • • Buffer otomatis atau eksplisit.4.menerima sebuah pesan dari semua proses.2. • Receive (A. sebuah mailbox dapat dilihat secara abstrak sebagai sebuah objek didalam setiap pesan yang dapat ditempatkan dari proses dan dari setiap pesan yang bias dipindahkan. message) .2. Misalkan terdapat proses P1. Setiap proses yang ingin berkomunikasi harus memiliki nama yang bersifat eksplisit baik penerimaan atau pengirim dari komunikasi tersebut. • Receive (Q. Variabel id diatur sebagai nama dari proses dengan komunikasi. Pengirim dan penerima dapat dijabarkan sebagai: • Send (A. Komunikasi Langsung Proses-proses yang ingin dikomunikasikan harus memiliki sebuah cara untuk memilih satu dengan yang lain. Dalam konteks ini.mengirim sebuah pesan kepada proses P. • Sebuah jaringan adalah terdiri dari penggabungan dua proses. pengirim dan penerima secara sederhana dapat dijabarkan sebagai: • Send (P. 2. pesan akan dikirimkan pada dan diterima dari/ melalui mailbox(kotak surat) atau terminal-terminal. Komunikasi Tidak Langsung Dengan komunikasi tidak langsung. • Diantara setiap pesan dari proses terdapat tepat sebuah jaringan. message) . P2 dan P3 yang semuanya share mailbox. Mereka dapat menggunakan komunikasi langsung/ tidak langsung. Dalam konteks ini.mengirim pesan ke mailbox A.menerima sebuah pesan dari proses Q.

Sistem mungkin mengidentifikasi penerima kepada pengirim.4. Jika antrian tidak penuh ketika pesan 16 Sistem Operasi . penukaran pesan oleh proses memerlukan antrian sementara. terdapat tiga jalan dimana antrian tersebut diimplementasikan: • Kapasitas nol: antrian mempunyai panjang maksimum 0. • Pengiriman yang tidak diblok: Proses pengiriman pesan dan mengkalkulasi operasi. Dalam kasus ini. Untuk pertama kali. Buffering Baik komunikasi itu langsung atau tak langsung. mailbox akan hilang.2.4. paling banyak n pesan dapat dimasukkan. dan tidak melibatkan proses yang lain. 2. pengirim harus memblok sampai penerima menerima pesan.2. • Penerimaan yang tidak diblok: Penerima mengembalikan pesan valid atau null. Dengan kata lain. mempunyai mailbox sendiri yang independent. Pengiriman pesan mungkin dapat diblok (blocking) atau tidak dapat dibloking (nonblocking) . Proses mana yang akan menerima pesan yang dikirim P1? Jawabannya tergantung dari jalur yang kita pilih: • Mengizinkan sebuah link berasosiasi dengan paling banyak 2 proses. • Menghapus mailbox.5. tidak akan menerima pesan). Mailbox mungkin dapat dimiliki oleh sebuah proses atau sistem operasi. Maka sistem operasi harus memiliki mekanisme yang mengizinkan proses untuk melakukan hal-hal dibawah ini: • Membuat mailbox baru. Bagaimana pun. • Penerimaan yang diblok: Penerima mem blok samapai pesan tersedia. maka link tidak dapat mempunyai penungguan pesan (message waiting). Pada dasarnya. • Pengiriman yang diblok: Proses pengiriman di blok sampai pesan diterima oleh proses penerima (receiving process) atau oleh mailbox.juga dikenal dengan nama sinkron atau asinkron. kepemilikan dan hak menerima pesan mungkin dapat dialihkan ke proses lain melalui sistem pemanggilan. Sinkronisasi Komunikasi antara proses membutuhkan place by calls untuk mengirim dan menerima data primitive. Semua proses yang mengirim pesan ke mailbox ini diberi pesan bahwa mailbox tersebut tidak lagi ada. Jika mailbox dimiliki oleh proses. • Mengizinkan paling banyak satu proses pada suatu waktu untuk mengeksekusi hasil kiriman (receive operation). Proses yang membuat mailbox pertama kali secara default akan memiliki mailbox tersebut. pemilik adalah satu-satunya proses yang dapat menerima pesan melalui mailbox ini. • Mengirim dan menerima pesan melalui mailbox. maka tidak akan ada kebingungan tentang siapa yang harus menerima pesan dari mailbox.4. 2. Ketika proses yang memiliki mailbox tersebut diterminasi. Selama setiap mailbox mempunyai kepemilikan yang unik.dari A. maka kita mendefinisikan antara pemilik (yang hanya dapat menerima pesan melalui mailbox) dan pengguna dari mailbox (yang hanya dapat mengirim pesan ke mailbox). • Mengizinkan sistem untuk memilih secara mutlak proses mana yang akan menerima pesan (apakah itu P2 atau P3 tetapi tidak keduanya. • Kapasitas terbatas: antrian mempunyai panjang yang telah ditentukan. Terdapat rancangan yang berbeda-beda dalam implementasi setiap primitive.

consumer harus mengevaluasi nilai dari Object yang di-return dari receive().println( "Producer sleeping for " + sleeptime + " seconds" ). } public void run() { Date message. System. dan pengirim pengirim dapat melanjutkan eksekusi tanpa menunggu. Jika link penuh.out. Karena receive() nonblocking.random() ).2. Kapasitas tak terbatas: antrian mempunyai panjang yang tak terhingga.Vector class sehingga buffer mempunyai kapasitas tak terhingga.NAP_TIME * Math. item tersebut diletakkan ke mailbox melalui send() method.*. Dan send() dan read() method adalah nonblocking. } public void run() { Date message.println("Consumer sleeping for " + sleeptime + " seconds" ). mailbox kosong. while ( true ) { int sleeptime = (int) (Server. Contoh Produser-Konsumer Sekarang kita mempunyai solusi problem produser-konsumer yang menggunakan penyampaian pesan. Ketika produser memproduksi suatu item. Link mempunyai kapasitas terbatas. public Producer( MessageQueueueue m ) { mbox = m.out.util.NAP_TIME * Math.out. public Consumer( MessageQueueueue m ) { mbox = m.sleep(sleeptime*1000). System.4. public class Producer extends Thread { private MessageQueueueue mbox.6. pengirim harus memblok sampai terdapat ruang pada antrian.println( "Producer produced " + message ).• • dikirimkan. System. Produser dan konsumer akan berkomunikasi secara tidak langsung menggunakan mailbox yang dibagi. pesan yang baru akan menimpa. maka.util.send( message ). while ( true ) { int sleeptime = ( int ) ( Server. } } } import java. Konsumer menerima item dari mailbox menggunakan receive() method.*. Buffer menggunakan java. semua pesan dapat menunggu disini. try { Thread. mbox. Jika null. Pengirim tidak akan pernah di blok. import java.random()). try { Bab 2 Proses dan Thread 17 . 2. public class Consumer extends Thread { private MessageQueueueue mbox. } catch( InterruptedException e ) {} message = new Date().util.

Gambar 2-13. Consumer consume Wed May 07 14:11:11 ICT 2003 Consumer sleeping for 0 seconds Producer sleeping for 0 seconds Producer produced Wed May 07 14:11:12 ICT 2003 . Proses tersebut akan didiskusikan pada Bagian 3. Consumer consume Wed May 07 14:11:12 ICT 2003 Consumer sleeping for 3 seconds Producer produced Wed May 07 14:11:16 ICT 2003 Producer sleeping for 4 seconds // p1 sudah mengupdate isi mailbox waktu dari Wed May 07 // 14:11:16 ICT 2003 ke Wed May 07 14:11:17 ICT 2003... Konsumer adalah thread yang akan mengakses antrian pesan untuk mendapatkan waktu (date) itu dan tak lupa mencetaknya di layer.. Kita akan menghadapi salah satu dari dua kemungkinan situasi di bawah ini: • Bila p1 lebih cepat dari c1. c1 mendapatkan // waktu Wed May 07 14:11:11 ICT 2003 dua kali. if ( message != null ) System. 18 Sistem Operasi .2. Produser juga mencetak waktu tersebut di layer (sebagai umpan balik bagi kita).println("Consumer consume " + message ). padahal p1 belum // lagi megupdate isi dari mailbox dari May 07 14:11:11 // ICT 2003 ke May 07 14:11:12 ICT 2003. Program Produser Konsumer Alternatif..Thread. Kita dapat menghindari situasi itu dengan mensinkronisasikan aktivitas p1 dan c1 (sehubungan dengan akses mereka ke mailbox).out. Keluaran Program Produser Konsumer. yaitu Produser dan Konsumer.. • Bila p1 lebih lambat dari c1. Producer produced Wed May 07 14:11:11 ICT 2003 Producer sleeping for 1 seconds Consumer consume Wed May 07 14:11:11 ICT 2003 Consumer sleeping for 0 seconds // c1 sudah mengambil isi dari mailbox. Situasi di atas dikenal dengan race conditions. } } } Gambar 2-11. kita akan memperoleh keluaran seperti berikut: . Produser adalah thread yang menghasilkan waktu (Date) kemudian menyimpannya ke dalam antrian pesan. Kita memiliki dua aktor di sini.receive(). Gambar 2-12.sleep( sleeptime * 1000 ). kita akan memperoleh output sebagai berikut: ………. // padahal c1 belum lagi mengambil waktu Wed May 07 14:11:16 Producer produced Wed May 07 14:11:17 ICT 2003 Producer sleeping for 4 seconds Consumer consume Wed May 07 14:11:17 ICT 2003 Consumer sleeping for 4 seconds // Konsumer melewatkan waktu Wed May 07 14:11:16 .. Keluaran Program Produser Konsumer. Kita menginginkan supaya konsumer itu mendapatkan waktu sesuatu dengan urutan sebagaimana produser menyimpan waktu tersebut. } catch( InterruptedException e ) {} message = ( Date ) mbox.

q. 3.2. else { item = q.removeElementAt(0).5. program counter. dan stack. 2. Bab 2 Proses dan Thread 19 . atau kadang-kadang disebut proses ringan (lightweight). walau pun mailbox yang dituju penuh. if ( q. Dan saling berbagi dengan thread lain dalam proses yang sama. Menunggu paling banyak n milidetik. } // Mengimplementasikan penerimaan nonblocking public Object receive() { Object item. public class MessageQueue { private Vector q. Di dalamnya terdapat ID thread.2. 1. pesan akan dikembalikan kepada pengirim (sender). 2. Thread Thread. Menunggu sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan sampai terdapat ruang kosong pada mailbox. adalah unit dasar dari utilisasi CPU.util. return item.7. Program Send/ Receive. 4. Ketika pesan dapat disimpan pada mailbox.firstElement(). Satu pesan dapat diberikan kepada sistem operasi untuk disimpan. public MessageQueue() { q = new Vector().4.addElement( item ). Tidak menunggu. register.*. tetapi kembali (return) secepatnya. Thread. Mailbox import java. } // Mengimplementasikan pengiriman nonblocking public void send( Object item ) { q. Hanya satu pesan kepada mailbox yang penuh yang dapat diundur (pending) pada suatu waktu untuk diberikan kepada thread pengirim. } } } Gambar 2-14.size() == 0 ) return null. Gambar 2-15.

2. User thread didukung oleh kernel dan diimplementasikan oleh thread library ditingkat pengguna. Ada dua jenis proses. User dan Kernel Thread. 2. 20 Sistem Operasi . karena thread membagi sumber daya dari proses. 3. Sebagai contoh. Pemberdayaan arsitektur multiprosesor: Keuntungann dari multithreading dapat ditingkatkan dengan arsitektur multiprosesor.3. ini lebih ekonomis untuk membuat threads. Tanggap: Multithreading mengizinkan program untuk berjalan terus walau pun pada bagian program tersebut di block atau sedang dalam keadaan menjalankan operasi yang lama/ panjang.2. 4. Alternatifnya. tetapi pada kenyataannya hanya satu thread yang berjalan di setiap waktu. proses adalah program yang sedang dieksekusi. program counter. Pada arsitektur prosesor tunggal. himpunan register. User Threads Gambar 2-16. penjadualan. dan managemen yang tidak didukung oleh kernel. dimana setiap thread dapat jalan secara parallel pada prosesor yang berbeda.2.5. CPU biasanya berpindah-pindah antara setiap thread dengan cepat.5. proses berat (heavyweight) atau biasa dikenal dengan proses tradisional. Keuntungan dari pembagian kode adalah aplikasi mempunyai perbedaan aktifitas thread dengan alokasi memori yang sama. Ekonomis: Mengalokasikan memori dan sumber daya untuk membuat proses adalah sangat mahal.1. thread membagi memori dan sumber daya dari proses. multithread web browser dapat mengizinkan pengguna berinteraksi dengan suatu thread ketika suatu gambar sedang diload oleh thread yang lain. dan proses ringan atau kadang disebut thread. sehingga terdapat ilusi paralelisme. Pembagian sumber daya: Secara default. Keuntungan 1. bagian data dan sumber daya sistem operasi dengan thread lain yang mengacu pada proses yang sama. Thread terdiri atas ID thread. dan stack. Konsep Dasar Secara informal. 2. Thread saling berbagi bagian program. Library mendukung untuk pembentukan thread. Dengan banyak kontrol thread proses dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada waktu yang sama.5.

Windows NT. maka seluruh proses akan berhenti (blocked).4. sehingga menjadi efisien. dan managemen dilakukan oleh kernel dalam ruang kernel.5. dan many-to-many. Model Many to One Model many-to-one ini memetakan beberapa tingkatan pengguna thread hanya ke satu buah kernel thread.6. di dalam lingkungan multiprosesor. kernel dapat menjadualkan thread dalam prosesor yang berbeda. Kernel Threads Kernel thread didukung secara langsung oleh sistem operasi: pembentukan thread. dan Digital UNIX adalah sistem operasi yang mendukung kernel thread. Sistem-sistem yang ada sekarang sudah banyak yang bisa mendukung untuk kedua pengguna dan kernel thread. Karena managemen thread telah dilakukan oleh sistem operasi. Bagaimana pun. jika suatu thread di block tehadap sistem pemanggilan. kernel dapat menjadualkan thread yang lain dalam aplikasi untuk dieksekusi. Kelemahan dari model ini adalah multihreads tidak dapat berjalan atau bekerja secara paralel di dalam multiprosesor dikarenakan hanya satu thread saja yang bisa mengakses kernel dalam suatu waktu. Implementasi multithreading yang umum akan kita bahas ada tiga. yaitu model many-to-one.1. Bab 2 Proses dan Thread 21 . Solaris. keuntungannya. Maka dalam sub-bab ini pembahasan akan dilanjutkan dengan jenis-jenis thread tersebut dan contohnya baik pada Solaris mau pun Java. Model Multithreading. kernel thread biasanya lebih lambat untuk membuat dan mengelola daripada pengguna thread. Juga.2. one-to-one. sehingga model-model multithreading-nya pun menjadi beragam. 2. Gambar 2-17. tetapi apabila sebuah thread melakukan sebuah pemblokingan terhadap sistem pemanggilan. Model Multithreading Dalam sub bab sebelumnya telah dibahas pengertian dari thread. penjadualan. 2. tingkatan atau levelnya seperti pengguna dan kernel.6. Managemen proses thread dilakukan oleh (di ruang) pengguna. selama kernel mengelola thread.

konkurensi tidak dapat tercapai karena hanya satu thread yang dapat dijadualkan oleh kernel dalam satu waktu. Gambar 2-19. Jumlah dari kernel thread dapat dispesifikasikan untuk beberapa aplikasi dan beberapa mesin (suatu aplikasi dapat dialokasikan lebih dari beberapa kernel thread dalam multiprosesor daripada dalam uniprosesor) dimana model many-to-one mengizinkan pengembang untuk membuat thread pengguna sebanyak mungkin. Karena dalam proses pembuatan kernel thread dapat mempengaruhi kinerja dari aplikasi maka kebanyakan dari implementasi model ini membatasi jumlah thread yang didukung oleh sistem. 2. tetapi pengembang harus hati-hati untuk tidak membuat terlalu banyak thread tanpa aplikasi dan dalam kasus tertentu mungkin jumlah thread yang dapat dibuat dibatasi.2.6. 2. Kelemahan model ini adalah dalam pembuatan thread pengguna dibutuhkan pembuatan korespondensi thread pengguna. Model One to One. Hal ini membuat model one-to-one lebih sinkron daripada model many-to-one dengan mengizinkan thread lain untuk berjalan ketika suatu thread membuat pemblokingan terhadap sistem pemanggilan. Model one-to-one mempunyai konkurensi yang lebih tinggi. hal ini juga mengizinkan multiple thread untuk berjalan secara parallel dalam multiprosesor. Model one-to-one diimplementasikan oleh Windows NT dan OS/2. 22 Sistem Operasi . Model One to One Model one-to-one memetakan setiap thread pengguna ke dalam satu kernel thread. Model Many to Many Beberapa tingkatan thread pengguna dapat menggunakan jumlah kernel thread yang lebih kecil atau sama dengan jumlah thread pengguna.Gambar 2-18.3. Model Many to One.6.

Jadi hanya thread tersebut yang bekerja di LWP. Secara default thread-thread yang ada adalah unbound. Suatu proses mungkin mempunyai banyak Bab 2 Proses dan Thread 23 . Dalam beberapa situasi yang membutuhkan waktu respon yang cepat (seperti aplikasi real-time).7 mengenai scheduling). Suatu thread yang unbound tidak secara permanen terpasang ke suatu LWP. 2. User-user level thread ini bisa dijadual dan diganti di antara LWP-LWP-nya oleh thread library tanpa intervensi dari kernel. Sisanya bisa diblok mau pun menunggu untuk LWP yang bisa dijalankan. LWP tersebut bisa diteruskan ke suatu prosesor. User-level threads sangatlah efisien karena tidak dibutuhkan bantuan kerja kernel oleh thread library untuk menukar dari satu user-level thread ke yang lain. Semua threads unbound dipasangkan (secara multiplex) ke dalam suatu ruang yang berisi LWP-LWP yang tersedia untuk aplikasi. Setiap proses yang ada setidaknya mengandung minimal satu buah LWP. Di dalam Solaris 2 terdapat juga level tengah thread. Library thread memasangkan beberapa thread level pengguna ke ruang LWP-LWP untuk diproses.6. Misalnya sistem sedang beroperasi.Gambar 2-20. Operasi-operasi di kernel seluruhnya dieksekusi oleh kernel-level threads yang standar. Thread Dalam Solaris 2 Solaris 2 merupakan salah satu versi dari UNIX yang sampai dengan tahun 1992 hanya masih mendukung proses berat (heavyweight) dengan kontrol oleh satu buah thread. Thread level pengguna dalam Solaris bisa berjenis bound mau pun unbound. Terdapat satu kernel-level thread untuk tiap LWP. dimana setiap userlevel thread tidak tergantung dari kernel. multiprosesor simetrik (SMP). Tetapi sekarang Solaris 2 sudah berubah menjadi sistem operasi yang modern yang mendukung threads di dalam level kernel dan pengguna. Di antara level pengguna dan level kernel thread terdapat proses ringan/ lightweight (LWP). dan hanya satu user-level thread yang sedang terpasang ke suatu LWP yang bisa berjalan. Solaris menggunakan model many-to-many.4. Setiap LWP terpasang dengan tepat satu kernel-level thread. dan penjadualan real-time. setiap proses bisa mempunyai threads level pengguna yang banyak. Threads di dalam Solaris 2 sudah dilengkapi dengan library mengenai API-API untuk pembuatan dan managemen thread. Suatu bound thread level pengguna secara permanen terpasang ke suatu LWP. Model Many to Many. mengikat suatu thread sangatlah berguna. Thread kernel-level merupakan satusatunya objek yang dijadualkan ke dalam sistem (lihat Bagian 2. tetapi ada juga beberapa kernel-level threads yang berjalan di bagian kernel tanpa diasosiasikan dengan suatu LWP (misalnya thread untuk pengalokasian disk). dan dengan suatu permintaan.

Suatu kernel thread hanya mempunyai struktur data yang kecil dan sebuah stack. prioritas. himpunan register (mencakup suatu PC dan stack pointer). Di tingkat yang lebih atas lagi. stack dan prioritas (digunakan oleh library untuk penjadualan). Semua struktur data tersebut berasal dari ruang user. juga memori dan informasi pencatatan. tetapi mereka hanya dibutuhkan ketika thread harus berkomunikasi dengan kernel.LWP. 24 Sistem Operasi . dan informasi tentang prioritas dan penjadualan. maka permintaan yang kelima harus menunggu unuk salah satu LWP kembali dari kernel. maka LWP lain bisa dijadual oleh kernel. Jadi dibutuhkan lima LWP. dan bertempat pada ruang kernel. LWP merupakan suatu struktur data dari kernel. Para pengembang menggunakan struktur-struktur data sebagai berikut untuk mengimplementasikan thread-thread dalam Solaris 2: • Suatu user-level thread mempunyai thread ID. Jika suatu proses mempunyai lebih dari satu LWP. suatu LWP akan dibutuhkan untuk setiap thread yang bloknya konkuren di sistem pemanggilan. Anggap ada lima buah pembacaan berkas yang muncul. Setiap proses dalam Solaris 2 mempunyai banyak informasi yang terdapat di process control block (PCB). • • Suatu LWP mempunyai suatu himpunan register untuk user-level thread yang ia jalankan. Gambar 2-21. Secara umum. Kernel-kernel threads dijadual oleh penjadual kernel dan dieksekusi di CPU atau CPU-CPU dalam sistemnya. Misalnya. prosesor akan bebas untuk menjalankan kernel thread yang lain. Jika suatu proses hanya mempunyai empat LWP. Struktur datanya melingkupi copy dari kernel-kernel registers. Menambah LWP yang keenam akan sia-sia jika hanya terdapat tempat untuk lima proses. user-level thread yang sedang terpasang ke LWP tersebut akan terblok juga. suatu pointer yang menunjuk ke LWP yang terpasang dengannya. Thread Solaris dan Java. Jika thread yang sedang terblok sedang menjalankan suatu bagian dari LWP. suatu proses di Solaris mempunyai suatu proses id (PID). karena semuanya mungkin mengunggu untuk penyelesaian proses I/O di kernel. Jika suatu kernel thread memblok (misalnya karena menunggu penyelesaian suatu proses I/O). daftar dari berkas yang terbuka. dan pointer yang menunjuk ke daftar LWP yang terasosiasi kedalam proses. maka LWP tersebut akan ikut terblok. peta memori.

Java adalah unik dalam mendukung tingkatan bahasa untuk membuat dan managemen thread. Bahkan program java yang sederhana mempunyai hanya satu main() method yang berjalan dalam thread tunggal dalam JVM. thread didukung selain oleh sistem operasi juga oleh paket library thread. dua thread akan dibuat oleh JVM. } Gambar 2-22. Java menyediakan perintah-perintah yang mendukung pengembang untuk membuat dan memanipulasi kontrol thread pada program. Satu cara untuk membuat thread secara eksplisit adalah dengan membuat kelas baru yang diturunkan dari kelas thread. Memanggil start() method untuk objek baru mengalokasikan memori dan menginisialisasikan thread baru dalam JVM dan memanggil run() method membuat thread pantas untuk dijalankan oleh JVM. Panggil start() method dan ini secara langsung akan memanggil run() method). Yang pertama dibuat adalah thread yang berasosiasi dengan aplikasi-thread tersebut mulai dieksekusi pada main() method.6. (Catatan: jangan pernah memanggil run() method secara langsung. Kelas thread yang berfungsi untuk mendefinisikan static dan instance method. Runner thread memulai eksekusinya dengan run() method. dan Pthreads mempunyai fungsi manajmen thread untuk sistem POSIX-compliant. Semua program java mempunyai paling sedikit satu kontrol thread. Bagaimana pun. Thread kedua adalah runner thread secara ekspilisit dibuat dengan start() method. juga mengimplementasikan runnable interface.5.2. Bab 2 Proses dan Thread 25 . ketika sebuah kelas diimplementasikan dengan runnable. tetapi start() method lah yang sebenarnya membuat thread baru. membuat suatu objek yang diturunkan dari kelas Thread tidak secara spesifik membuat thread baru. Implementasi dari runnable interface sama dengan mengekstend kelas thread. Itu menerangkan bahwa mengapa sebuah kelas diturunkan dari thread harus mendefinisikan run() method. Object yang diturunkan dari kelas tersebut akan menjalankan sebagian thread control dalam JVM. Ketika program ini dijalankan. Win32 library mempunyai API untuk multithreading aplikasi Windows. Runnable interface tersebut didefinisikan sebagai berikut: Public interface Runnable { Public abstract void run(). satusatunya kemungkinan untuk mengganti "extends thread" dengan "implements runnable". Sebagai contoh. Runnable. Thread Java Seperti yang telah kita lihat. dan menimpa run() method dari kelas Thread tersebut. Pilihan lain untuk membuat sebuah thread yang terpisah adalah dengan mendefinisikan suatu kelas yang mengimplementasikan runnable interface. kelas tersebut harus mendefinisikan run() method. Sehingga.

Ini memungkinkan untuk mencegah sebuah applet berjalan ketika applet tersebut sedang tidak ditampilkan pada sebuah web browser dengan menggunakan stop() method dari applet yang ditunda dan melaporkan eksekusi tersebut pada thread di applet start() method. thread baru mulai dieksekusi pada run() method dari runnable objek. • Resume(): hasil eksekusi dari thread yang sedang ditunda. maka method stop() pada applet dipanggil (ini merupakan suatu keuntungan karena start() dan stop() keduanya terasosiasi dengan thread dan applet). Kedua method dari pembuatan thread tersebut adalah cara yang paling sering digunakan. jika applet sedang menjalankan CPU secara intensif. } } Gambar 2-23. menunda thread ketika applet sedang tidak ditampilkan dan melaporkannya ketika applet ditampilkan kembali. • Stop(): menghentikan eksekusi dari sebuah thread. kemudian start() method dipanggil kembali. Bagaimana pun. 2. dan audio—semuanya sangat baik untuk mengatur berbagai thread yang terpisah. Di kelas kedua. dia tidak mempunyai akses ke objek static atau instance method —seperti start() method— dari kelas thread. Out. 26 Sistem Operasi . Anda dapat melakukannya dengan mencatat bahwa start() method dari sebuah applet dipanggil ketika applet tersebut pertama kali ditampilkan. Ketika thread dibuat oleh start() method. "). Println ("I am a worker thread. Apabila user meninggalkan halaman web atau applet keluar dari tampilan.Class worker2 implements Runnable { Public void run() { System. Bagaimana pun. Jika user kembali ke halaman web applet. diantaranya adalah: • Suspend(): berfungsi untuk menunda eksekusi dari thread yang sedang berjalan. ClassWorker2. sekali thread telah dihentikan dia tidak akan memulainya lagi.6. sebuah objek dari kelas thread adalah tetap dibutuhkan. Destroy() method dari sebuah applet dipanggil ketika applet tersebut dipindahkan dari cache-nya browser. Managemen Thread Java menyediakan beberapa fasilitas API untuk mengatur thread — thread. sebuah objek thread baru dibuat melalui runnable objek dalam konstruktornya. Sebuah cara untuk menangani situasi ini adalah dengan menjalankan applet sebagai thread terpisah dari kontrol. animasi. karena yang membuat sebuah thread baru dari kontrol adalah start() method. Sebagai contoh: Applets adalah contoh alami untuk multithreading karena mereka biasanya memiliki grafik. Selama kelas baru tersebut tidak mengekstend thread.6. itu tidak akan mungkin bagi sebuah applet untuk berjalan ketika dia sedang tidak ditampilkan. Membuat sebuah thread dari kelas yang diimplementasikan oleh runnable berbeda dengan membuat thread dari kelas yang mengekstend thread. Setiap method yang berbeda untuk mengontrol keadaan dari thread mungkin akan berguna dalam situasi tertentu. • Sleep(): berfungsi untuk menempatkan thread yang sedang berjalan untuk tidur dalam beberapa waktu.

disini ada beberapa thead yang sedang berjalan secara tidak sinkron untuk kepentingan dari penanganan sistem tingkatan JVM seperti managemen memori dan grafik kontrol. runnable: memanggil start() method untuk mengalokasikan memori bagi thread baru dalam JVM dan memanggil run() method untuk membuat objek. 4. Garbage Collector mengevaluasi objek ketika JVM untuk dilihat ketika mereka sedang digunakan. Jika tidak. Contohnya: sleep() atau suspend(). new: sebuah thread pada keadaan ini ada ketika objek dari thread tersebut dibuat. Gambar 2-24.6. 2. Kelas server pertama kali membuat sebuah mailbox untuk mengumpulkan pesan.6. pengaturan ini mengizinkan JVM untuk menyembunyikan detail implementasi dari sistem operasi dan menyediakan sebuah kekonsistenan. Contoh Solusi Multithreaded Pada bagian ini.8. dead: sebuah thread dipindahkan ke keadaan dead ketika run() method berhenti atau ketika stop() method dipanggil. block: sebuah thread akan diblok jika menampilkan sebuah kalimat pengeblokan. Thread dan JVM Pada penambahannya ke java program mengandung beberapa thread yang berbeda dari kontrol. 3.10. dengan Bab 2 Proses dan Thread 27 . JVM dan Sistem Operasi Secara tipikal implementasi dari JVM adalah pada bagian atas terdapat host sistem operasi. 2.9.6. 2. 2. Keadaan Thread. lingkungan yang abstrak tersebut mengizinkan program-program java untuk beroprasi pada berbagai sistem operasi yang mendukung sebuah JVM. maka itu akan kembali ke memori dalam sistem. Spesifikasi bagi JVM tidak mengidentifikasi bagaimana java thread dipetakan ke dalam sistem operasi. kita memperkenalkan sebuah solusi multithreaded secara lengkap kepada masalah produser konsumer yang menggunakan penyampaian pesan.2.7.6. Keadaan Thread Sebuah thread java dapat menjadi satu dari 4 kemungkinan keadaan: 1.

Semua waktu ini sangat terbuang. Dalam bab ini kami akan mengenalkan tentang dasar dari konsep penjadual dan beberapa algoritma penjadual. Hampir semua sumber komputer dijadual sebelum digunakan. CPU salah satu sumber dari komputer yang penting yang menjadi sentral dari sentral penjadual di sistem operasi.1. Di sistem komputer yang sederhana CPU akan banyak dalam posisi idle. Ide dari multi porgamming sangat sederhana.1. Mereka mempunyai frekeunsi kurva yang sama seperti yang diperlihatkan gambar dibawah ini. setelah itu diikuti oleh I/O burst. memproduksi item. Siklus Burst CPU-I/O Keberhasilan dari penjadual CPU tergantung dari beberapa properti prosesor. Penjadual CPU Penjadual CPU adalah basis dari multi programming sistem operasi. Bila ada proses yang lebih dari satu maka yang lain harus mengantri sampai CPU bebas.7. dan memasukkan item ke dalam mailbox. Dengan menswitch CPU diantara proses. Konsep Dasar Tujuan dari multi programming adalah untuk mempunyai proses berjalan secara bersamaan. Proses hanya akan bolak-balik dari dua state ini. 2. Untuk sistem uniprosesor. Dan kita juga memaparkan masalah dalam memilih algoritma dalam suatu sistem. 28 Sistem Operasi . Beberapa proses di simpan dalam memori dalam satu waktu. Durasi dari CPU bust ini ditelah diukur secara ekstensif. Ketika sebuah proses dieksekusi yang lain harus menunggu sampai selesai. tidak pernah ada proses yang berjalan lebih dari satu.7. Akibatnya sistem operasi bisa membuat komputer produktif. walau pun mereka sangat berbeda dari proses ke proses. 2. Proses eksekusi mengandung siklus CPU ekskusi dan I/o Wait. Sistem operasi mengmbil CPU untuk memproses proses tersebut dan meninggalkan proses yang sedang dieksekusi. Dengan multiprogamming kita mencoba menggunakan waktu secara produktif. Thread produser secara bergantian antara tidur untuk sementara. dan dilakukan secara bergiliran. Karena receive() method dari kelas message queue adalah tanpa pengeblokan. 2.1. Penjadual adalah fungsi dasar dari suatu sistem operasi. konsumer harus mencek apakah pesan yang diambilnya tersebut adalah nol. Ketika proses harus menuggu. Poses eksekusi dimulai dengan CPU Burst.7. Konsumer bergantian antara tidur dan mengambil suatu item dari mailbox dan mengkonsumsinya.menggunakan kelas message queue kemudian dibuat produser dan konsumer threads secara terpisah dan setiap thread mereferensi ke dalam mailbox bersama. untuk memaksimalkan kinerja dari CPU.

Kriteria Penjadual Algoritma penjadual CPU yang berbeda mempunyai property yang berbeda. Banyak kriteria yang dianjurkan utnuk membandingkan penjadual CPU algoritma. CPU Burst. den mengalokasikan CPU untuk mengeksekusinya Penjadual CPU mungkin akan dijalankan ketika proses: 1. 3. Dispatcher adalah modul yang memberikan kontrol CPU kepada proses yang fungsinya adalah: 1. kita harus memikirkan properti yang berbeda untuk algoritma yang berbeda. Berubah dari waiting ke ready.4.7. Windows 95 telah menggunakan penjadual preemptive.1. Penjadual CPU Kapan pun CPU menjadi idle.1. sistem opersai harus memilih salah satu proses untuk masuk kedalam antrian ready (siap) untuk dieksekusi. Switching to user mode. 2. 4. Pemilihan tersebut dilakukan oleh penjadual short term. Dalam memilih algoritma yang digunakan untuk situasi tertentu. Dispatcher Komponen yang lain yang terlibat dalam penjadual CPU adalan dispatcher.x. maka tidak bisa di ganggu. Berubah dari running ke waiting state. Penjadual dari no 1 sampai 4 non premptive sedangkan yang lain premptive. Alih Konteks 2. penjadual model seperti ini digunakan oleh Windows 3. 2. Terminates.3. Berubah dari running ke ready state. Penjadual memilih dari sekian proses yang ada di memori yang sudah siap dieksekusi.7. 2. 3. 2.2. Dalam penjadualnonpreemptive sekali CPU telah dialokasikan untuk sebuah proses.1.Gambar 2-25. Dispatcher seharusnya secepat mungkin. Kritria yang biasanya digunakan dalam memilih adalah: Bab 2 Proses dan Thread 29 .7. Lompat dari suatu bagian di progam user untuk mengulang progam.

Response time: di sistem yang interaktif. Sering sebuah proses bisa memproduksi output diawal. Waiting time adalah jumlah periode menghabiskan di antrian ready. untuk proses yang sebentar mungkin 10 proses perdetik. Contoh: Gambar 2-26. disebut througput. CPU utilization akan mempunyai range dari 0 ke 100 persen. turnaround time mungkin bukan waktu yang terbaik untukkriteria. 4. kriteria yang penting adalah berapa lama untuk mengeksekusi proses tersebut. 2. 5. Di sistem yang sebenarnya seharusnya ia mempunyai range dari 40 persen samapi 90 persen. jika begitu kerja telah dilaksanakan. First Served Penjadual CPU berurusan dengan permasalahan memutuskan proses mana yang akan dillaksanakan.1. Turnaround time: dari sudur pandang proses tertentu. Kedatangan Proses. Trun around time adalah jumlah periode untuk menunggu untuk bisa ke memori. P3 Gantt Chart untuk ini adalah: Gambar 2-27. Salah satu ukuran kerja adalah banyak proses yang diselesaikan per unit waktu.7. Ini disebut response time. P2. di seksi ini kita akan mendiskripsikan beberapa algoritma. CPU utilization: kita ingin menjaga CPU sesibuk mungkin. dan response time dalam kasus tertentu kita 2. Interval dari waktu yang diizinkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah prose disebut turnaround time. Untuk proses yang lama mungkin 1 proses per jam. 30 Sistem Operasi . misal urutan kedatangan adalah P1. menunggu di ready queue. Biasanya yang dilakukan adalah memaksimalkan CPU utilization dan throughput. yaitu waktu untuk memulai memberikan respon. Ukuran yang lain adalah waktu dari pengiriamn permintaan sampai respon yang pertama di berikan. Ini merupakan algoritma yang paling sederhana. Waiting time: algoritma penjadual CPU tidak mempengaruhi waktu untuk melaksanakan proses tersebut atau I/O. itu hanya mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready. 3. Implementasi dari FCFS mudah diatasi dengan FIFO queue. Gannt Chart Kedatangan Proses I.2. waiting time. dengan skema proses yang meminta CPU mendapat prioritas. dan bisa meneruskan hasil yang baru sementara hasil yang sebelumnya telah diberikan ke user. Algoritma Penjadual First Come. oleh karena itu banyak bermacam algoritma penjadual. Throughput: jika CPU sibuk mengeksekusi proses. dan minimalkan turnaround time. eksekusi di CPU. dan melakukan I/O. tetapi bukan waktu yang dipakai output untu respon tersebut.

Algoritma ini berkaitan dengan waktu setiap proses. P1. Dari dua contoh diatas bahwa kasus kedua lebih baik dari kasus pertama. dimana sangat penting untuk user mendapatkan pembagian CPU pada regular interval.Gambar 2-28. Itu akan menjadi bencana untuk megizinkan satu proses pada CPU untuk waktu yang tidak terbatas 2. Skema ini disebut juga Short Remaining Time First (SRTF). nonpremptive— ketika CPU memberikan kepada proses itu tidak bisa ditunda hingga selesai. P2. Ketika CPU bebas proses yang mempunyai waktu terpendek untuk menyelesaikannya mendapat prioritas. misal proses dibalik sehingga urutan kedatangan adalah P3. Ada dua skema dalam SJFS ini yaitu: 1. premptive— bila sebuah proses datang dengan waktu prose lebih rendah dibandingkan dengan waktu proses yang sedang dieksekusi oleh CPU maka proses yang waktunya lebih rendah mendapatkan prioritas. Penjadual Shortest Job First Salah satu algoritma yang lain adalah Shortest Job First. proses tetap menahan CPU sampai selssai. Gantt chartnya adalah: Gambar 2-29. Gannt Chart Kedatangan Proses III. FCFS algortima jelas merupakan masalah bagi sistem time-sharing. Penjadual FCFS algoritma adalah nonpremptive. Gannt Chart Kedatangan Proses IV. 2.3. Bab 2 Proses dan Thread 31 . Gannt Chart Kedatangan Proses II. karena pengaruh kedatangan disamping itu FCFS mempunyai kelemahan yaitu convoy effect dimana seandainya ada sebuah proses yang kecil tetapi dia mengantri dengan proses yang membutuhkan waktu yang lama mengakibatkan proses tersebut akan lama dieksekusi. Ketika CPU telah dialokasikan untuk sebuah proses.7. Seandainya dua proses atau lebih mempunyai waktu yang sama maka FCFS algoritma digunakan untuk menyelsaikan masalah tersebut. Gambar 2-30.

Gambar 2-32. Rata-rata Menunggu SJF algoritma mungkin adalah yang paling optimal. Tidak ada jalan untuk mengetahui panjang dari CPU burst berikutnya. Gannt Chart SJF Preemtive. Kedatangan Proses.Contoh: Gambar 2-31. karena ia memberikan rata-rata minimum waiting untuk kumpulan dari proses yang mengantri. karena ia memberikan rata-rata minimum waiting untuk kumpulan dari proses yang mengantri. Gambar 2-35. Hal yang sulit dengan SJF algoritma adalah mengethaui waku dari proses berikutnya. Salah satu cara untuk mengimplementasikannya adalah dengan memprediksikan CPU burst berikutnya. Gambar 2-34. Walau pun SJF optimal tetapi ia tidak bisa digunakan untuk penjadual CPU short term. Kedatangan Proses. Gambar 2-33. kita bisa menggunakan panjang batas waktu proses yang user sebutkan ketika dia mengirim pekerjaan. Untuk penjadual long term (lama) di sistem batch. 32 Sistem Operasi . Dengan mengeksekusi waktu yang paling pendek baru yang paling lama. Contoh SJF premptive: SJF algoritma mungkin adalah yang paling optimal. Oleh karena itu sjf sering digunakan di penjadual long term. Gannt Chart SJF Non-Preemtive. Akibatnya rata-rata waktu mnenuggu menurun.

dan sistem lain juga bisa menggunakan integer urutan kecil untuk proses dengan prioritas tinggi. Kita lihat bahwa dengan premptive lebih baik hasilnya daripada non preemptive. Prioritas dapat diasosiasikan masing-masing proses dan CPU dialokasikan untuk proses dengan prioritas tertinggi. Beberapa sistem menggunakan integer dengan urutan kecil untuk proses dengan prioritas rendah. namun preemption ditambahkan untuk switch antara proses. Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain time-slice habis. Dalam algoritma ini ada dua skema yaitu: 1. Algoritma ini mirip dengan penjadual FCFS. 2.5. Proses ini adil dan sangat sederhana. Penjadual Round Robin Algoritma Round Robin (RR) dirancang untuk sistem time sharing. Tetapi dalam teks ini diasumsikan bahwa integer kecil merupakan prioritas tertinggi. CPU menglilingi antrian ready dan mengalokasikan masing-masing proses untuk interval waktu tertentu sampai satu time slice/ quantum. 2. • • CPU diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi (integer kecil adalah prioritas tertinggi). 1. • • • 2. 2.7. Permasalahan yang muncul dalam penjadualan prioritas adalah indefinite blocking atau starvation.7. Kadang-kadang untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi. Preemptive: proses dapat di interupsi jika terdapat prioritas lebih tinggi yang memerlukan CPU. SJF adalah contoh penjadual prioritas dimana prioritas ditentukan oleh waktu pemakaian CPU berikutnya. Untuk proritas yang sama dilakukan dengan FCFS.100 milidetik. Setelah time slice/ quantum maka proses akan di-preempt dan dipindahkan ke antrian ready. Rata-rata Menunggu. Solusi untuk algoritma penjadual prioritas adalah aging Prioritas akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU. Berikut algritma untuk penjadual Round Robin: • Setiap proses mendapat jatah waktu CPU (time slice/ quantum) tertentu Time slice/quantum umumnyaantara 10 .4. Ada pun algoritma penjadual prioritas adalah sebagai berikut: • Setiap proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer). Penjadual Prioritas Penjadualan SJF (Shortest Job First) adalah kasus khusus untuk algoritma penjadual Prioritas. Bab 2 Proses dan Thread 33 .Gambar 2-36. Antrian ready diperlakukan atau dianggap sebagai antrian sirkular.

34 Sistem Operasi .8. • Gambar 2-37. Kinerja dari algoritma ini tergantung dari ukuran time quantum 1. Penjadualan Multiprocessor Multiprocessor membutuhkan penjadualan yang lebih rumit karena mempunyai banyak kemungkinan yang dicoba tidak seperti pada processor tunngal. tapi mempunyai response terhadap user lebih cepat. Dan juga kita dapat menggunakan processor yang tersedia untuk menjalankan proses didalam antrian. Time Quantum dengan ukuran yang besar maka akan sama dengan FCFS 2. Proses tidak akan menunggu lebih lama dari: (n-1)q time units. Maka setiap proses akan mendapatkan 1/n dari waktu CPU. Tipikal: lebih lama waktu rata-rata turnaround dibandingkan SJF. Round Robin. Tapi saat ini kita hanya fokus pada processor yang homogen (sama) sesuai dengan fungsi masingmasing dari processor tersebut.• Jika terdapat n proses di "antrian ready" dan waktu quantum q (milidetik). maka: 1. Time Quantum dengan ukuran yang kecil maka time quantum harus diubah ukurannya lebih besar dengan respek pada alih konteks sebaliknya akan memerlukan ongkos yang besar. Time Quantum Vs Alih Konteks Gambar 2-38. Time Quantum dan Alih Konteks. 2. 2.

walau pun prioritas non real time bisa terjadi. Itu membutuhkan bahwa proses yang kritis menerima prioritas dari yang lain. Soft real time computing lebih tidak ketat. Walau pun menambah fungsi soft real time ke sistem time sharing mungkin akan mengakibatkan pembagian sumber yang tidak adildan mengakibatkan delay yang lebih lama. dengan membawa semua keputusan penjadualan. dan proses real time harus tidak melampaui waktu.1. Penjadualan menjadi lebih kompleks banyak kemungkinan telah dicoba dan telah kita lihat dengan penjadualan satu prosesor. dispatch latency harus lebih kecil. Kedua. Penjadualan Multiple Processor Diskusi kita sampai saat ini di permasalahan menjadualkan CPU di single prosesor. Beberapa sistem membawa struktur satu langkah kedepan. Penjadualan Real Time Dalam bab ini. kita akan mendeskripsikan fasilitas penjadualan yang dibutuhkan untuk mendukung real time computing dengan bantuan sistem komputer. sebuah proses di kirim dengan sebuah pernyataan jumlah waktu dimana dibutuhkan untuk menyelesaikan atau menjalankan I/O. graphic berkecepatan tinggi. Secara umum. Jika multiple prosesor ada. I/O prosesing. Karena itu setiap operasi harus dijamin dengan waktu maksimum. Semua proses pergi ke satu queue dan dijadualkan untuk prosesor yang bisa dipakai. Prosesor yang lain mengeksekusi hanya user code yang disebut asymmetric multiprosessing jauh lebih mudah. Dalam kasus ini. Terdapat dua jenis real time computing: sistem hard real time dibutuhkan untuk menyelesaikan critical task dengan jaminan waktu tertentu. Pertama. Dimana setiap prosesor menjadualkan diri sendiri. Untuk menjaga dispatch tetap rendah. salah satu penjadualan akan digunakan.2. Kemudian penjadual bisa menjamin proses untuk selesai atau menolak permintaan karena tidak mungkin dilakukan. atau mungkin pembatalan bagi proses tertentu. semakin cepat real time proses mengeksekusi. Semakin kecil latency. dan variasi tugas yang tidak bisa diterima di lingkungan yang tidak mendukunng soft real time computing Mengimplementasikan fungsi soft real time membutuhkan design yang hati-hati dan aspek yang berkaitan dengan sistem operasi. Kita butuh agar system call untuk preemptible. sistem harus punya prioritas penjadualan. Dalam skema tersebut. Pada kali ini kita hanya membahas secara sekilas tentang panjadualan di multiprosesor dengan syarat prosesornya identik.8. satu prosesor bisa menjadi idle dengan antrian yang kosong sedangkan yang lain sangat sibuk. Jika ada beberapa prosesor yang identik tersedia maka load sharing akan terjadi. tidak ada solusi yang terbaik. Salah satu cara menggunakan symmetric multiprocessing (SMP).8. Satu untuk memasukkan preemption Bab 2 Proses dan Thread 35 . bagaimana pun.2. Setiap prosesor memeriksa raedy queue dan memilih proses yang akan dieksekusi. Untuk mengantisipasi hal ini kita menggunakan ready queue yang biasa. 2. Hasilnya adalah tujuan secara umum sistem yang bisa mendukung multimedia. dan aktivitas sistem yang lain ditangani oleh satu prosesor yang bertugas sebagai master prosesor. Kita bisa menyediakan queue yang terpisah untuk setiap prosesor. Ada beberapa cara untuk mencapai tujuan ini.

hal itu mengizinkan sebuah proses untuk mempunyai kontrol terhadap multiple threads.5.9. 2. 2. Jika satu sudah. dispatch latency bisa besar. Karena operasi yang benar bisa dijamin. Penjadualan Java Thread Java Virtual Machine menjadualkan thread menggunakan preemptive. 36 Sistem Operasi .points di durasi yang lama system call. Java Thread dan Algoritmanya Penjadualan thread yang Runnable oleh Java Virtual Machine dilakukan dengan konsep preemptive dan mempunyai prioritas tertinggi. walau pun mapping ini mungkin bisa indirect dan menggunakan lightweight. 2.1.1.1. Lepas prioritas yang rendah untuk prioritas yang tinggi. Dalam algoritma evaluasi ditentukan terlebih dahulu kriteria-kriterianya seperti utilisasinya dilihat dari segi waktu tunggu yang digunakan dan throughput yang disesuaikan dengan waktu turnaroundnya. ketika high priority proses selesai. maka alih konteks mengambil alih. 2. user level threads di mapping dengan asosiasi kernel level thread.9. Untuk menjalankan di CPU. Dengan metode ini.3.9. 2. Metoda yang lain untuk berurusan dengan preemption untuk membuat semua kernel preemptible. Semua thread Java mempunyai prioritas dan thread dengan proritas tertinggi dijadualkan untuk dieksekusi oleh Java Virtual Machine. yang mana memeriksa apakah prioritas yang utama butuh untuk dieksekusi. Preemption semua proses yang berjalan di kernel. Jika ada dua atau lebih thread yang Runnable yang mempunyai prioritas tertinggi. kita mengenalkan threads untuk model proses. Lebih lanjut kita membedakan antara user-level dan kernel level threads. Penjadualan Thread Di Bagian 2. karena semua kernel bisa diupdate di proteksi. karena pada prakteknya untuk menambah beberapa preemption points untuk kernel. Apa yang bisa diproteksi jika prioritas yang utama butuh untuk dibaca atau dimodifisikasi yang bisa dibutuhkan oleh yang lain. Points premption bisa diganti hanya di lokasi yang aman di kernel — hanya kernel struktur tidak bisa dimodifikasi walau pun dengan preemption points. 2. User level threads diatur oleh thread library. prioritas yang rendah? Prioritas yang tinggi harus menunggu menunggu untuk menyelesaikan prioritas yang rendah. semua data kernel struktur dengan di proteksi. Keunggulan Penjadualan Java Thread 1. Fase konflik dari dispatch latency mempunyai dua komponen: 1. Java Virtual Machine akan menjadualkan thread tersebut menggunakan sebuah antrian secara FIFO. Java Virtual Machine menggunakan prioritas preemtive berdasarkan algoritma penjadualan. Semua Java Thread diberikan sebuah prioritas dan Java Virtual Machine menjadualkan thread yang Runnable dengan menggunakan prioritas tertinggi saat eksekusi. proses yang diinterupsi meneruskan dengan system call. berdasarkan prioritas algoritma penjadualan. kernel bisa selalu di preemptible.8.

MIN_PRIORITY = thread dengan prioritas terendah.setPriority(2). Sebuah thread dapat memberi kontrol pada yield() method. Prioritas Thread Java Virtual Machine memilih thread yang runnable dengan prioritas tertinggi.setpriority(6). Thread lain dijalankan bila terjadi hal-hal berikut ini: • Thread yang sedang dieksekusi keluar dari status runnable misalnya diblok atau berakhir • Thread dengan prioritas yang lebih tinggi dari thread yang sedang dieksekusi memasuki statusrunnable. 2. queue.2. Penjadualan Round-Robin dengan Java public class Scheduler extends Thread { public Scheduler() { timeSlice = DEFAULT_TIME_SLICE.9. } public Scheduler(int quantum) { timeSlice = quantum. Sedangkan prioritas normal adalah 5.MAX_PRIORITY = thread dengan prioritas tertinggi. Thread yang memberi kontrol pada CPU disebut Cooperative Multitasking. queue = new Circularlist(). while (true) { // get the next thread Bab 2 Proses dan Thread 37 . } catch (InterruptedException e){}.3. queue = new Circularlist(). 2. Prioritas tertinggi 10 dan berakhir dengan 1 sebagai prioritas terendah.NORM_PRIORITY = thread dengan prioritas normal. Maka thread dengan prioritas yang lebih rendah ditunda eksekusinya dan digantikan oleh thread dengan prioritas lebih tinggi. } public addThread(Thread t) { t. Jika terjadi dua thread dengan prioritas sama maka digunakan algoritma First In First Out.additem(t). • Thread. Prioritas thread dapat diubah dengan menggunakan setpriority() method. Saat thread memberi sinyal pada CPU untuk mengontrol thread yang lain dengan prioritas yang sama maka thread tersebut dijadualkan untuk dieksekusi. • Thread. Semua thread java mempunyai prioritas dari 1 sampai 10. Saat thread baru dibuat ia mempunyai prioritas yang sama dengan thread yang menciptakannya. } private void schedulerSleep() { try{ Thread.9.3. Time slicing tergantung pada implementasinya. } public void run(){ Thread current. This. • Thread.sleep(timeSlice ).1.1.

addThread(t3). Evaluasi Algoritma Bagaimana kita memilih sebuah algoritma penjadualan CPU untuk sistem-sistem tertentu. Thread.9.setpriority(Thread.getnext(). 38 Sistem Operasi .currentThread().yeild(). pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan ukuran dari suatu kriteria berdasarkan: Memaksimalkan penggunaan CPU dibawah maksimum waktu responnya yaitu 1 • detik.2.start() CpuSchedular. • Memaksimalkan throughput karena waktu turnaroundnya bergerak secara linier pada saat eksekusi proses. Saat method dinyatakan sinkron. t3. Round Robin. TestThread t3 = new TestThread("Thread 1").isAlive())) { current. t2.setPriority(2) } } } private CircularList queue.start() CpuSchedular.setPriority(4). buffer[in] = item. maka method dipanggil untuk mendapatkan kunci untuk objek tersebut.1. } } Gambar 2-39. Yang menjadipokok masalah adalah kriteria seperti apa yang digunakan untuk memilih sebuah algoritma. private static final int DEFAULT_TIME_SLICE = 1000. Schedular CPUSchedular = new Scheduler (). schedulerSleep(). 2. Untuk memilih suatu algoritma.start() TestThread t1 = new TestThread("Thread 1").2. in = (in+1) % BUFFER_SIZE. Sinkronisasi dalam Java Setiap objek dalam java mempunyai kunci yang unik yang tidak digunakan biasanya.start() CpuSchedular.addThread(t1). misalnya: public synchronized void enter(Object item) { while (count == BUFFER_SIZE) .Max_Priority).9. current. private int timeSlice. 2. TestThread t2 = new TestThread("Thread 2"). Saat kunci tersebut dipunyai thread yang lain maka thread tersebut diblok dan dimasukkan kedalam kumpulan kunci objek. CPUSchedular. t1.addThread(t2). ++count. if ( current != null) && (current.current = (Thread)qeue. } public class TesScheduler{ public static void main()String args[]) { Thread.

Bab 2 Proses dan Thread 39 . Thread. while (count == 0) .yeild(). return item. Thread akan memanggil method notify() saat: Thread yang dipilih diambil dari thread yang ada pada himpunan wait.} public synchronized void remove (){ Object item. in = (in+1) % BUFFER_SIZE. Atur status dari thread yang dipilih dari blocked menjadi runnable. Thread melepaskan kunci untuk objek. Status thread diblok. notify(). 2.3. Contoh Wait() dan Notify(). Thread yang berada dalam status wait menunggu objek. --count. notify().9.2. Metoda Wait() dan Notify() Thread akan memanggil method wait() saat: 1. } Gambar 2-41. buffer[in] = item.2.2. Contoh Metoda Wait() dan Notify() public synchronized void enter(Object item){ while (count == BUFFER_SIZE) { try{ wait(). 2. Dengan cara: 1.9. out = (out+1) % BUFFER_SIZE. } catch (InterruptedException e) {} } // add an item to the buffer ++count. } public synchronized void remove(Object item){ while (count == 0) { try { wait(). 2. item = buffer[out]. return item } Gambar 2-40. Pindahkan thread yang dipilih dari wait set ke entry set. } catch (InterruptedException e) {} } // remove an item to the buffer --count. item = buffer[out] out = (out+1) % BUFFER_SIZE. 2. 3. Sinkronisasi.

Eksekusi secara berkelanjutan menyediakan sebuah mekanisme bagi proses pembuatan dan penghapusan. Setiap proses mungkin menjadi satu dari beberapa state berikut.10. Thread Thread adalah sebuah alur kontrol dari sebuah proses. 2. Keadaan dari sebuah proses dapat didefinisikan oleh aktivitas proses tertentu tersebut. atau terminated. Proses-proses pada sistem dapat dieksekusi secara berkelanjutan. ekonomis. Ada tiga perbedaan tipe dari model yang berhubungan dengan user dan kernel thread. Secara umum. dan PCB tersebut dapat digabungkan secara bersamaan untuk mencatat sebuah ready queue. Disini ada beberapa alasan mengapa proses tersebut dapat dieksekusi secara berkelanjutan: pembagian informasi. Penjadualan Long-term adalah pilihan dari proses-proses untuk diberi izin menjalankan CPU.1. Disini ada 2 kelas besar dari antrian dalam sebuah sistem operasi: permintaan antrian I/O dan ready queue. User level thread secara tipikal dikelola oleh sebuah library thread di ruang user. Pada sistem pembagian memori. Proses Sebuah proses adalah sebuah peristiwa adanya sebuah proses yang dapat dieksekusi. Normalnya. Pengeksekusian proses-proses pada operating system mungkin dapat digolongkan menjadi proses independent dan kooperasi.10.2. ready. Prinsipnya adalah ada dua rencana komplementer komunikasi: pembagian memori dan sistem pesan. Sebagai sebuah eksekusi proses. Proses kooperasi harus memiliki beberapa alat untuk mendukung komunikasi antara satu dengan yang lainnya. tanggung jawab bagi penyedia komunikasi terjadi dengan programmer aplikasi.2. terutama managemen memori. Proses-proses tersebut diharapkan dapat saling melakukan tukar-menukar informasi seputar pengguna variabel yang terbagi ini. penambahan kecepatan komputasi. maka hal tersebut membutuhkan perubahan keadaan. Keuntungan dari multithreaded meliputi peningkatan respon dari user. User level thread adalah thread yang tampak oleh programmer dan tidak diketahui oleh kernel. Tanggung jawab bagi penyedia komunikasi ini terjadi dengan sistem operasi tersebut. user level thread lebih cepat dalam pembuatan dan pengelolaan dari pada kernel thread. running. Sebuah proses. waiting. Penjadualan Short-term adalah pilihan dari satu proses dari ready queue. Setiap proses direpresentasikan ada sistem operasi berdasarkan proses-control-block (PCB)-nya. sistem operasi harus menyediakan hanya pembagian memori saja. Kernel level thread didukung dan dikelola oleh kernel sistem operasi. Metode pembagian memori menyediakan proses komunikasi untuk berbagi beberapa variabel. Ready queue memuat semua proses yang siap untuk dieksekusi dan yang sedang menunggu untuk dijalankan pada CPU. Metode sistem pesan mengizinkan proses-proses untuk tukar-menukar pesan. Ringkasan 2. ditempatkan pada antrian yang sama. Suatu proses yang multithreaded mengandung beberapa perbedaan alur kontrol dengan ruang alamat yang sama. Setiap proses direpresentasikan oleh sebuah PCB. modularitas. 40 Sistem Operasi . pembagian sumber daya proses.10. dan kemampuan untuk mengambil keuntungan dari arsitektur multiprosesor. antara lain: new. dan kenyamanan atau kemudahan. ketika sedang tidak dieksekusi. penjadualan longterm memiliki pengaruh yang sangat besar bagi penempatan sumber.

Penjadualan FCFS adalah non-preemptive yaitu tidak dapat diinterupsi sebelum proses dieksekusi seluruhnya. 2. 4. termasuk method untuk suspend dan resume suatu thread.• • • Model many to one: memetakan beberapa user level thread hanya ke satu buah kernel thread. medium term dan long term. Sedang bila waktu quantum kecil maka akan memakan waktu saat alih konteks. Sebutkan lima aktivitas sistem operasi yang merupakan contoh dari suatu managemen proses. Algoritma yang digunakan dalam penjadulan CPU ada bermacam-macam. Untuk itu diciptakan algoritma Round Robin (RR). diantaranya: New. Proses 1. agar thread tidur untuk jangka waktu tertentu dan menghentikan thread yang berjalan. berakhir. 2. Java adalah unik karena telah mendukung thread didalam tingkatan bahasanya. Runnable. Perbedaan API untuk mengelola thread seringkali mengganti keadaan thread itu sendiri. Informasi apa saja yang disimpan pada tabel proses saat alih konteks dari satu proses ke proses lain. Penjadualan CPU Penjadualan CPU adalah pemilihan proses dari antrian ready untuk dapat dieksekusi. Soal-soal Latihan 2. Sedangkan penjadualan SJF dapat berupa nonpreemptive dan preemptive. Blocked dan Dead. Penjadualan RR adalah preemtive yaitu dapat dieksekusi saat prosesnya masih dieksekusi. merupakan algoritma sederhana dimana proses yang datang duluan maka dia yang dieksekusi pertama kalinya. 3. Sebuah java thread juga mempunyai empat kemungkinan keadaan.1. Penjadulan CPU dengan Round Robin adalah membagi proses berdasarkan waktu tertentu yaitu waktu quantum q. Bab 2 Proses dan Thread 41 . Algoritma lainnya adalah Sorthest Job First (SJF). Semua program Java sedikitnya terdiri dari kontrol sebuah thread tunggal dan mempermudah membuat kontrol untuk multiple thread dengan program yang sama. JAVA juga menyediakan library berupa API untuk membuat thread. Jelaskan tindakan yang diambil oleh sebuah kernel ketika alih konteks antar proses. Model one to one: memetakan setiap user thread ke dalam satu kernel thread.11. ! 2. Model many to many: mengizinkan pengembang untuk membuat user thread sebanyak mungkin. konkurensi tidak dapat tercapai karena hanya satu thread yang dapat dijadualkan oleh kernel dalam satu waktu. Definisikan perbedaan antara penjadualan short term. Kelemahan algoritma SJF adalah tidak dapat menghindari starvation. Diantaranya adalah First Come First Serve (FCFS).11. Permasalahannya adalah bila waktu quantumnya besar sedang proses hanya membutuhkan waktu sedikit maka akan membuang waktu. Setelah proses menjalankan eksekusi selama q satuan waktu maka akan digantikan oleh proses yang lain.3. yaitu penjadualan CPU dimana proses yang paling pendek dieksekusi terlebih dahulu.10.

Sebutkan! 6. Sebutkan dua perbedaan antara user level thread dan kernel thread. Jelaskan tindakan yang diambil oleh sebuah kernel saat alih konteks antara kernel level thread. 2. Definisikan perbedaan antara penjadualan secara preemptive dan nonpreemptive! 2. Jelaskan mengapa penjadualan strict nonpreemptive tidak seperti yang digunakan di sebuah komputer pusat. dan gambarkan diagram transisi keadaan yang menjelaskan bagaimana proses bergerak diantara state. Apakah keuntungan menggunakan time quantum size di level yang berbeda dari sebuah antrian sistem multilevel? Pertanyaan nomor 4 sampai dengan 5 dibawah menggunakan soal berikut: Misal diberikan beberapa proses dibawah ini dengan panjang CPU burst ( dalam milidetik) Semua proses diasumsikan datang pada saat t=0 Proses 42 Burst Time Prioritas Sistem Operasi . 6. Jelaskan perbedaan short-term. medium-term dan long-term? 8. Kernel menjaga suatu rekaman untuk setiap proses. Apakah suatu proses memberikan ’issue’ ke suatu disk I/O ketika.2. Ketika suatu proses sedang tidak berjalan. Thread 1. Penjadualan CPU 1. Tunjukkan tindakan yang diambil oleh sebuah thread library saat alih konteks antara user level thread. Jelaskan apa yang akan dilakukan oleh kernel kepada alih konteks ketika proses sedang berlangsung? 9. 2. 3. 5.5. Tunjukkan dua contoh pemrograman dari multithreading yang tidak dapat meningkatkan sebuah solusi thread tunggal. 3. Perlihatkan semua kemungkinan keadaan dimana suatu proses dapat sedang berjalan. Beberapa single-user mikrokomputer sistem operasi seperti MS-DOS menyediakan sedikit atau tidak sama sekali arti dari pemrosesan yang konkuren.11. Transisi state apa sajakah yang dapat ditimbulkan oleh proses itu sendiri. Di sistem UNIX terdapat banyak status proses yang dapat timbul (transisi) akibat event (eksternal) OS dan proses tersebut itu sendiri. proses tersebut dalam ’ready’ state. disebut Proses Control Blocks (PCB). jelaskan? 12. PCB berisi informasi tentang perlunya melakukan restart suatu proses dalam CPU. Saat kondisi bagaimana salah satu dari thread tersebut lebih baik 4.3. Tunjukkan dua contoh pemrograman dari multithreading yang dapat meningkatkan sebuah solusi thread tunggal. Sumber daya apa sajakah yang digunakan ketika sebuah thread dibuat? Apa yang membedakannya dengan pembentukan sebuah proses. Apa keuntungan dan kekurangan dari: • • Komunikasi Simetrik dan asimetrik • • Automatic dan explicit buffering • • Send by copy dan send by reference • • Fixed-size dan variable sized messages 7. Diskusikan dampak yang paling mungkin ketika pemrosesan yang konkuren dimasukkan ke dalam suatu sistem operasi? 10. 11. 2.11. Jelaskan dua informasi yang harus dipunyai PCB.

http://www. .ac.P1 P2 P3 P4 P5 10 1 2 1 5 3 1 3 4 2 Tabel 2-1. Peter Galvin.at/people/schreine/papers/idimt97/multithread.com/Support/docs/rel5/html/cli_guide/procs_n_threads5.crackinguniversity2000.Fourth Edition.htm (http://www. http://www.uni-linz.PDF (http://www.etnus.htm (http://www. 2001 3.ac. 8.unet. Gambarkan 4 diagram Chart yang mengilustrasikan eksekusi dari proses-proses tersebut menggunakan FCFS. prioritas nonpreemptive dan round robin. Tabel untuk soal 4—5 4.ac. http://www. berapa banyak kemungkinan penjadualan yang berbeda? berikan formula dari n.cs.gif (http://www.at/aix/aixprggd/genprogc/understanding_threads.edu/courses/spring02/v22.ac. 2.htm) 12.ui. Prentice Hall.gif) 7.cs.cs.com/Support/docs/rel5/html/cli_guide/images/procs_n_threads8a.risc. Hitung waktu tunggu dari setiap proses untuk setiap algoritma penjadualan.cs. 2002 2.umass..univie.etnus.it/boooks/1575211025/ch6. SJF.umass. Penjadualan CPU mendefinisikan suatu urutan eksekusi dari proses terjadual.uni-linz.ac. http://www.html (http://lass.ui. http://www.uk/courses/5nm1/Exercises/2. Avi Silberschatz.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/CPU-Scheduler.html (http://www.nyu.nyu.isbiel. Di sistem komputer nonpreemptive.html) 13.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/CPU-Scheduler.cs.com/Support/docs/rel5/html/cli_guide/procs_n_threads5.it/boooks/1575211025/ch6.htm 9.12.html) 6. http://www. Applied Operationg System Concepts.unet. 6. http://www. Nyatakan kenapa nonpreemptive scheduling tidak dapat digunakan pada suatu komputer center.gif) 10.jpg (http://www. http://www.ac.at/people/schreine/papers/idimt97/multithread.uk/courses/5nm1/Exercises/2.cs.PDF (http://www. .edu/~shenoy/courses/fall01/labs/talab2.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/Proses. John Wiley & Sons.ac. Rujukan 1.etnus.gif (http://www.at/aix/aixprggd/genprogc/figures/genpr68. http://www.cs. 5.html (http://www.cee.ac. Operating Systems -.ac. 1stEd. Diberikan n buah proses yang akan dijadualkan dalam satu prosesor. Jelaskan perbedaan algoritma penjadualan berikut: • • FCFS • • Round Robin • • Antrian Multilevel feedback 7.0202-002/lecture-03.isbiel.0202-002/lecture-03.cee.PDF) 5. penjadualan yang lebih baik digunakan.at/aix/aixprggd/genprogc/figures/genpr68.ui.ch/~myf/opsys1/Exercises/Chap4/Problems1.ac. Tentukan perbedaan antara penjadualan preemptive dan nonpreemptive (cooperative).jpg) 8.cs. William Stallings. http://www. http://lass. dan Greg Gagne.ac.edu/~shenoy/courses/fall01/labs/talab2.htm ) Bab 2 Proses dan Thread 43 . Inc.hw.html (http://www.unet.univie.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/Proses.risc. http://www.PDF) 4.html) 11.ui.etnus.html) 14.edu/courses/spring02/v22.hw.com/Support/docs/rel5/html/cli_guide/images/procs_n_threads8a.ch/~myf/opsys1/Exercises/Chap4/Problems1.univie.crackinguniversity2000.

wisc.edu/~cao/cs537/midterm-answers1.cs.txt) 44 Sistem Operasi .txt (http://www.wisc. http://www.15.cs.edu/~cao/cs537/midterm-answers1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful