P. 1
SKRIPSI 2004-2008

SKRIPSI 2004-2008

|Views: 5,198|Likes:

More info:

Published by: Anindita Purwaningrum on Apr 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

Sections

  • 1.2 RUMUSAN MASALAH
  • 1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
  • 1.3.1 Tujuan Penelitian
  • 1.3.2 Kegunaan Penelitian
  • 1.4 Sistematika Penulisan
  • 2.1 Landasan Teori
  • 2.1.1 Bank
  • 2.1.2 Peran dan Fungsi Bank
  • 2.1.3 Jenis-Jenis Bank di Indonesia
  • 2.2 Pengukur Kinerja Bank
  • 2.2.1 Analisis Rasio Keuangan
  • 2.2.1.5 Penghapusan Penyisihan Aktiva produktif(PPAP)
  • 4.1. Statistik Deskriptif
  • 4.2. Analisis Data
  • 4.2.1. Deteksi terhadap Asumsi Klasik
  • Gambar 4.1 Grafik Uji Heteroskedatisitas
  • Tabel 4.3 Hasil Pengujian Autokorelasi
  • 4.2.2. Analisis Regresi Berganda
  • 4.2.2.1. Bank Devisa
  • 4.2.2.2.Bank Non Devisa
  • Tabel 4.8 Hasil Regresi – Bank Non Devisa

i

PENGARUH CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR dan PPAP TERHADAP KINERJA RENTABILITAS BANK
(Studi Kasus pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa tahun 2004-2008)

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Disusun oleh: LAILA SUCI AMALIA NIM C2A308012

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

ii

iii

Laila Suci Amalia. Semarang. NPL. (Laila Suci Amalia) NIM C2A308012 . tiru atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya.iv PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini saya. LDR dan PPAP Terhadap Kinerja Rentabilitas Bank (Studi Kasus pada Bank Devisa dan Non Devisa tahun 2004-2008) adalah hasil tulisan saya sendiri. menyatakan bahwa skripsi dengan judul Pengaruh CAR. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin. berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. NIM. BOPO. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri. Agustus 2010 Yang membuat pernyataan. baik disengaja maupun tidak. dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas.

ROA. NIM. This research use secondary data from every Currency Exchange Bank and Non. The matter is that there was an inconsistence the last observer. From Chow test explain that there is different influence from variabel of research. by companies management in companies administration or by investors in decide strategis investment. NIM has a positive significant influence. The author use purposive random sampling method. BOPO. To analyze data.Currency Exchange Bank. since 2004. BOPO. . an author use multiple. NIM. LDR has a negative nonsignificant influence. BOPO has a negative significant influence. with a ROA.regression linear model. NPL. PPAP. The research is created as guidance. Key word: CAR. PPAP. NPL has a positive and significant influence. NPL. The variables are CAR. and the aim is to analyze the variables which are influence the profit of the bank. LDR.Currency Exchange Bank. The sample of this study is 10 Currency Exchange Bank and 10 Non.v ABSTRACT This observation is to observe the profit working on Currency Exchange Bank and Non. The result of the research shows that CAR.Currency Exchange Bank. LDR. PPAP.2008.

Kata kunci: CAR. Sampling yang digunakan adah 10 Bank Devisa dan 10 Bank Non Devisa. adapun tujuannya adalah ingin menganalisis variabel-variabel yang mempengarui rentabilitas bank. NPL. PPAP. NIM berpengaruh positif signifikan. BOPO. PPAP. berpengaruh positif tidak signifikan. Pengambilan sample dilakukan secara purposive random sampling.variabelnya adalah CAR. Permasalahannya adalah adanya ketidakkonsistenan penelitian terdahulu. Variabel. Jenis data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari setiap perusahaan Bank Devisa dan Bank Non Devisa. NIM. . ROA. penelitian dapat dijadikan pedoman. terhadap ROA.vi ABSTRAK Penelitian ini meneliti kinerja rentabilitas bank pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa . PPAP. NIM. maupun oleh para investor dalam menentukan strategi investasi. Model penelitian yang digunakan adalah model regresi liner berganda. BOPO berpengaruh negatife signifikan. BOPO. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CAR. NPL. LDR. NPL. LDR. baik oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan perusahaan. Dan uji chow test menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh dari variabel penelitian. LDR berpengaruh negatife tidak signifikan. selama 5 tahun.

Msi. HM. Akt.vii KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Drs. yang senantiasa memberi bantuan dalam melaksanakan studi. Keluargaku Bapak. Mulyo Haryanto. Chabachib. LDR dan PPAP. Allah SWT. 3. NPL. Seluruh dosen dan staf pengajar dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. A. Dalam menyusun skripsi ini penulis menyadari banyak hambatan-hambatan yang ada. Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan karunia-Nya serta memberikan petunjuk sehingga penulis dapat menyusun skripsi dengan judul Pengaruh CAR. selaku dosen pembimbing penulis.Si. Terimaksih atas Doa dan Semangatnya. NIM. SU. Ibu dan Adik. . Dr. 2. Baik secara langsung maupun tidak langsung. BOPO. Penulisan skripsi ini sebagai salah syarat kelulusan program strata satu pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro 4. yang terutama penulis ucapkan kepada: 1. Mudji Raharjo. Drs. yang telah memberi kesempatan penulis untuk menyelesaikan skripsi. administrasi sampai penyusunan skripsi 6. H. Wb. selaku dosen wali yang telah banyak membantu penulis dalam perkuliahan. 5. M. terhadap Kinerja Rentabilitas Bank (Studi Kasus pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa tahun 20042008). untuk itu penulis mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu terciptanya skripsi ini.

atas canda tawa dan kebersamaan kita. Nia. Farida. Eshar Wiwit Febrianto. Wassalamualaikum Wr. Laksmi. 8. 10. Mas Irwan.viii 7. Namun. terimakasih semangat. 9. kalian mau menjadi keluarga keduaku.teman KKN Pakopen terimakasih atas kebersamaan dan persahatan ini. Sahabat. Kalian berkesan dihati (Sinaring makasih bantuannya) 11. Lely. Agustus 2010 Penulis Laila Suci Amalia . Semarang. Teman-teman Manajemen Transfer Reguler 2 angkatan 2008 untuk tahun-tahun terbaik di Undip 13. Sistri.sahabatku tersayang: Dewi. Kang Narwi Terima kasih atas semangatnya. doa. Anak-anak Ayu”C club terimakasih adik-adik ku tersayang. dukungan dan motivasinya. Wb. Tera atas sharing penelitian kepada penulis 12. Penulis menyadari skripsi ini penuh kekurangan segala kritik dan saran yang membantu sangat diharapkan untuk kesempurnaan penelitian di masa datang. Segala pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini baik secara secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Teman. Nuning. penulis berharap agar skripsi ini dapat member manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

.........x DAFTAR GAMBAR ................1 Landasan Teori........15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................... vii KATA PENGANTAR ............... i HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI.................................................................................................................2 Rumusan Masalah ..................................................................................................................................v ABSTRAK ..............................................................................1 Analisis Rasio Keuangan ................ vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....................3.......................................................................25 .......................2...... iv ABSTRACT.......................................1 Bank ............................ xii BAB I PENDAHULUAN ....................................ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ...............................................................................1................................... xi DAFTAR LAMPIRAN............... ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN ................................................................................................................................................................................................................1 1.............4 Sistematika Penulisan ..........................1 1.............................................17 2............................18 2.....2 Pengukur Kinerja Bank ....................................3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ...............................................................................1.........................1......15 1....................21 2.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... viii DAFTAR TABEL.......................................2 Kegunaan Penelitian .................3 Jenis-Jenis Bank di Indonesia .......................................1 Tujuan Penelitian .............................................................17 2.................................................................................................12 1....................................2 Peran dan Fungsi Bank ...3.............................................................17 2.............................................................................................24 2..........................................13 1..............................13 1............................. iii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ...............

.........2 Capital Adequancy Ratio (CAR) ..................2...........1...................................49 3...........4 Kerangka Pemikiran Teoritis ....47 3........x 2............41 BAB III METODE PENELITIAN.........7 PPAP ....................................48 3..................42 3.................................1........4.......4 BOPO .....................................................1.........................1..................1 Variabel Penelitian ..........1..................................2..................2...1........................1...................2 Aspek Manajemen ..........................35 2..3 Penelitian Terdahulu ................45 3.......................................................1...............1 Multikolinieritas .....................................................................................1......2.............29 2...........42 3...........44 3..........5 Loan to Deposit Ratio (LDR) ..........1.....1 Aspek Permodalan .........46 3......... 30 2..2.........1..............1......................................2 Uji Asumsi Klasik ....33 2...............................4.......................46 3............................................4...........31 2.........1......................................4....................................37 2.............2 Devinisi Operasional Variabel .....50 3...................44 3.......................................3 Jenis dan Sumber Data ........5 Hipotesis ...................................................................28 2..............2 Penentuan Sampel ............1 Analisis Regresi Berganda....49 3.......................43 3...................................1 Return On Asset ..............2................2.42 3.2 Heteroskedastisitas ....50 ...........2.............43 3..................2.1...............2......................1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ..6 Net Performing Loan (NPL) ........5 Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif ....2.42 3......................................................................................................2....3 Aspek Rentabilitas ...........................35 2......3 Autokorelasi .....42 3.....48 3..................................2..........................6 Non Performance Loan ...........................1.3 Net Interest Margin (NIM) ..2.................4......................................2.....4 Metode Analisis .....................2........4 Aspek likuk\iditas..................

.................xi 3............2...............3 Koefisien Determinasi.......................83 5..................................................................2 Analisis Regresi Berganda .........................2..........................2...............53 3......66 4.....................66 4.....4...................2............................................54 3.............54 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...1 Kesimpulan ...................1 Uji T ............................................4................................................2.................................................4 Uji Chowtest .52 3..........3 Pengujian Hipotesis ................2...................4.............................3................................................................................4 Normalitas ..........1 Bank Devisa .......................57 4......3............................4...........1 Deteksi Terhadap Asumsi Klasik..................52 3.................4...83 5...4................................3............2 Bank Non Devisa ........................................................................................................................84 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .........................................83 5...2 Keterbatasan......................60 4.............3...2......60 4............................57 4....................................51 3......................................................................................................3 Saran .........1 Statistik Deskriptif .....2 Analisis Data ..............2 Uji F ............72 BAB V PENUTUP..............................

......72 Tabel 4.............................................1 Statistik Deskriptif ..................................5 Uji F ......................................................................7 Koefsien Determinasi.……………………………………………………………74 Tabel 4..78 Tabel 4........................................9 Uji F…….................................................64 Tabel 4.................1 Daftar Perusahaan Sampel ...........6 Uji T ............................58 Tabel 4......66 Tabel 4............61 Tabel 4...67 Tabel 4........................................................3 Hasil Pengujian Autokorelasi .....................5 Tabel 3.....................................................................................68 Tabel 4....10 Uji T ........................................73 Tabel 4..74 Tabel 4.......8 Hasil Regresi Bank Non Devisa ..................................................................xii DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1..................................................2 Hasil Pengujian Multikolinearitas.........................................................................11 Koefisien Determinasi .........1 Indikator Kinerja Bank Umum ........................47 Tabel 4................................................12 Uji Chow……………………………………………………………...........................................4 Hasil Regresi Bank Devisa ............................................................79 .......

.......62 Gambar 4....................................................6 ........................................1Kerangka Pemikiran Teoritis ...39 Gambar 4.........2Grafik Uji Normalitas P-Plot .......1Grafik Uji Heteroskedastisitas .........................................xiii DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2...............................

xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D Lampiran E Lampiran F Lampiran G Lampiran H Lampiran I Lampiran J Lampiran K Lampiran L Lampiran M Lampiran N Lampiran O Daftar Perusahaan Sample ROA pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 CAR pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 NPL pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 BOPO pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 LDR pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 NIM pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 PPAP pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 ROA pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 CAR pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 NPL pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 BOPO pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 LDR pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 PPAP pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 NIM pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 .

krisis perbankan. yaitu krisis nilai tukar.BAB I PENDAHULUAN 1. maka dalam hal ini faktor “kepercayaan “ dari masyarakat merupakan faktor utama dalam menjalankan bisnis perbankkan (kasmir.1 LATAR BELAKANG Salah satu perusahaan yang menjual jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan atau lebih dikenal dengan nama Bank. Selain cakupan yang sangat luas. Peristiwa yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya bank berfungsi sebagai perantara keuangan. disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya. mulai pertengahan tahun 1997 hingga 1998. Bank merupakan perusahaan yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. krisis ekonomi.2000). dan dampak buruknya masih berlangsung bertahun tahun kemudian. Fungsi bank merupakan perantara diantara masyarakat yang membutuhkan dana . puluhan bank dilikuidasi alias 1 .2008) Selanjutnya awal tahun 1997 sampai tahun 2000 merupakan kehancuran dunia perbankkan di Indonesia. Setelah satu dekade berlalu. memenuhi hampir semua kriteria krisis yang dikenal dalam wacana ekonomi. krisis itu tetap menyisakan perbedaan pandangan mengenai penyebab utamanya (Rizky dan Majidi. krisis melanda hampir semua sector ekonomi.

2

dibubarkan dan puluhan lagi di merger akibat terus menerus menderita kerugian baik bank pemerintah maupun bank milik Swasta Nasional. Hancurnya dunia perbankan tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga ( kasmir,2000). Industri perbankkan merupakan industri yang sarat dengan resiko, terutama melibatkan pengelolaan uang masyarakat dan diputar dalam bentuk berbagai investasi seperti pemberian kredit, pembelian surat berharga dan penanaman dana lainnya (Imam Ghozali,2007). Selain itu perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagi penunjang kelancaran system pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas system keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan (Booklet Perbankan Indonesia 2009). Sistem perbankan yang sehat dibangun dengan permodalan yang kuat sehingga akan mendorong kepercayaan nasabah(stakeholder)yang selanjutnya akan membantu bank untuk mampu memperkuat permodalan melalui pemupukan perubahan laba ditahan. Sehingga diharapkan perbankan nasional yang beroperasi secara efisien akan mampu meningkatkan daya saingnya sehingga tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik tetapi justru diharapkan produk dan jasa perbankan yang ditawaran bank nasional mampu bersaing dipasar internasional. Oleh karenanya, dari 10 sampai 15 tahun kedepan, API(Arsitektur Perbankkan Indonesia) menginginkan akan terdapat 2 sampai 3 bank dengan skala internasional, 3 sampai 5 bank nasional, 30 sampai 50 bank yang kegiatannya terfokus pada segmen usaha

3

tertentu dan BPR serta bank dengan kegiatan usaha terbatas. Saat ini terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Ban Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Selain itu, laba merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan. Laba pada umumnya dipakai sebagai suatu dasar pengambilan keputusan investasi, dan prediksi untuk meramalkan perubahan laba yang akan dating. Investor mengharapkan dana

diinvestasikan kedalam perusahaan akan memperoleh tingakt pengembalian yang tinggi sehingga laba yang diperoleh dapat menjadi lebih tinggi. Salah satu rasio bisa dijadikan indikator tingkat ukuran profitabilitas yang digunakan adalah rate of return equity (ROE) untuk perusahaan pada umumnya dan return on asset (ROA) pada industry perbankan. Return on Asset (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan, sedangkan Return on Equity(ROE) hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis tersebut(siamat,2002). Sehingga dalam penelitian ini digunakan ROA sebagai ukuran kinerja perbankan. Tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari bagaimana kinerja suatu bank. Dalam upaya meningkatkan tingkat kesehatan bank yang ada di Indonesia maka sektor perbankkan diharapkan pula dapat terus meningkatkan kinerjanya. Menurut Luciana dan Winny(2000), tingkat kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa

4

indikator. Salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank. Berdasarkan laporan keuangan akan dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank. Dasar- dasar dan tata cara penilaian tingkat kesehatan bank telah mengalami perubahan-perubahan sejak ketentuan deregulasi perbankkan 1988,maka pada tanggal 30 April 1997, Bank Indonesia telah menerbitkan surat direksi BI no.30/11/KEP/DIR tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan Bank Umum. CAMEL juga telah ditetapkan kembali sebagai indikator pengukur tingkat kinerja bank sejak Juni 1997, yang selanjutnya akan mempengarui perkembangan kinerja bank tersebut . Untuk menilai kinerja perusahaan perbankan umumnya digunakan lima aspek penilaian, yaitu : 1) Capital, 2) Assets, 3) Management, 4) Earnings, 5) Liquidity, yang biasa disebut CAMEL. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan dapat digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank. berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia dapat diketahui “ Indikator Kinerja Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008” seperti terlihat pada tabel di bawah ini :

9 88.3 7.9 1.2 193.8 175.2 86.46 5 2.1 Indikator Kinerja Bank Umum Tahun 2004 – 2008 TAHUN (Desem ber) CAR (%) NLP gross 5.5 19.5 PPAP (%) 4 ROA (%) Sumber: www.5 5.2 2004 2005 2006 2007 2008 .8 (%) NPL (%) BOPO (%) NIM (%) LDR (%) 76.78 2 2.6 1.1 net 1.8 64.05 5.33 89.2 168. semakin besar ROA semakin baik kinerja perusahaan karena tingkat 3.5 Tabel 1.64 5.98 5.66 77.id Return on Asset (ROA) merupakan rasio antara laba sesudah pajak terhadap total aset.5 20.8 3.0 4.59 5.7 126.8 84.7 69. bi.88 61.56 8 2.2 16.4 19.go.7 4.7 127.8 19.5 8.63 64.6 3.64 5 2.

tetapi ternyata nilai rasio ROA Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0. Return on Asset (ROA) dipilih sebagai variabel dependent dikarenakan rasio tersebut menggambarkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba.9%. Hubungan antara CAR dengan ROA suatu bank adalah positif. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. dimana jika CAR suatu bank meningkat maka ROA akan meningkat pula.6 pengembalian atau return semakin besar. ROA ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menggunakan asset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba kotor. Pada tahun 2004 sampai dengan 2005 CAR Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0. Dengan kata lain.1% sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia turun sebesar 0. penilaian kinerja bank dilihat dari rasio modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) atau yang dikenal dengan CAR (Capital Adequacy Ratio). sesuai dengan Surat Edaran BI No. Berdasarkan aspek penilaian kenerja suatu bank berdasarkan rasio CAMEL yang pertama yaitu aspek permodalan (capital).14%. semakin tinggi nilai ROA maka akan semakin baik pula kemampuan atau kinerja bank tersebut.1 diketahui bahwa perkembangan CAR Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008 mengalami kecenderungan yang menurun. . Demikian pula pada tahun 2006 sampai dengan 2007 dimana rasio CAR Bank Umum di Indonesia turun sebesar 1. dimana secara teori seharusnya nilai ROA Bank Umum di Indonesia juga meningkat.3% dimana secara teori seharusnya nilai rasio ROA juga turun. Dalam tabel 1.

2005).7 Variabel yang kedua yang digunakan dalam penilaian kinerja perbankan dalam penelitian ini adalah NPL (Non Performing Loan). terlihat bahwa rasio NPL gross dan rasio NPL net Bank Umum di Indonesia tahun 2007 sampai dengan 2008 mengalami penurunan sebesar 0. Non Performing Loan (NPL) bertujuan untuk mengetahui kinerja manajemen dalam menggunakan semua aktiva secara efisien. NPL ini merupakan kredit yang telah disalurkan.8% dan 0. Rasio BOPO ini mencerminkan tingkat efisiensi perbankan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.45%. dimana rasio yang digunakan adalah BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Sementara itu aspek penilaian yang ketiga adalah aspek manajemen. Semakin besar NPL maka mengindikasikan bahwa semakin buruk kinerja suatu bank (Fitri dan Doddy.4%. diragukan dan macet. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia diketahui bahwa perkembangan rasio NPL Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 sampai dengan 2008 mengalami kecenderungan yang menurun. . Padahal secara teori apabila rasio NPL suatu bank menurun maka rasio ROA bank tersebut akan meningkat dan begitu juga sebaliknya. sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia untuk tahun 2007 sampai dengan 2008 juga mengalami penurunan sebesar 0. namun kurang lancar. Jika dilihat berdasarkan data yang telah diperoleh dari Bank Indonesia.

45%. padahal secara teori seharusnya rasio ROA akan meningkat tapi pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 terjadi penurunan rasio ROA sebesar 0.86%. Rasio LDR dihitung dari perbandingan antara kredit dengan DPK yang dinyatakan dalam persentase. pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 menunjukkan bahwa rasio LDR meningkat sebesar 8%.52% pada tahun 2006.8 Mengacu pada tabel 1. tetapi pada tahun 2006 sampai dengan 2007 rasio ROA naik sebesar 0. kemudian turun sebesar 2.54% pada tahun 2008. rasio BOPO Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 . Variabel yang digunakan dalam penilaian aspek likuiditas adalah rasio LDR (Loan to Deposit Ratio).93% pada tahun 2007 dan naik lagi sebesar 4. Variabel yang selanjutnya dalam penilaian kinerja bank sesuai dengan rasio CAMEL yaitu aspek manajemen adalah NIM (Net Inetrest Margin) yang menilai bagaimana kemampuan suatu bank dalam menghasilkan laba. Pada tahun 2005 BOPO naik sebesar 12. Jika dilihat dari rasio NIM tahun 2006 sampai dengan 2007 mengalami penurunan sebesar 0. . Pertumbuhan kredit yang belum optimal tercermin dari angka angka LDR (Loan to Deposit Ratio).1. naik sebesar 2.14%.2008 mengalami kecenderungan menurun. Berdasar hal tersebut berarti kondisi efiensi Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008 kurang baik. Jika dilihat dari tabel Indikator Kinerja Bank Umum di Indonesia tahun 2004 – 2008.1% dimana secara teori seharusnya rasio ROA akan turun.

NPL yang diteliti oleh Amilia (2005). menunjukan bahwa NPL berpengaruh signifikan positif terhadap ROA.14%. Hasil penelitian dari Almilia (2005) bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri .9 Hubungan antara PPAP dengan ROA suatu bank adalah negatif. BOPO. Alasan digunakannya variabel independent dalam penelitian ini yaitu: CAR. karena dengan modal yang besar.08% sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0. 2. dimana secara teori seharusnya nilai ROA Bank Umum di Indonesia juga menurun. LDR. CAR yang diteliti oleh Almilia (2005) menunjukan adanya pengaruh negative dan tidak signifikan CAR terhadap ROA. manajemen bank sangat leluasa dalam menempatkan dananya kedalam aktivitas yang menuntungkan. Pada tahun 2006 sampai dengan 2007 PPAP Bank Umum di Indonesia naik sebesar 67. Hasil penelitian Almilia(2005) bertentangan dengan penelitian yang dilakukan Fitri (2007) dan wisnu (2004) signifikan positif antara CAR dengan ROA. Semakin tinggi NPL maka ROA akan semakin kecil yang diakibatkan oleh pendapatan bunga macet. PPAPdan NPL didasarkan adanya ketidakkonsistenan dari hasil penelitian terdahulu yang menguji variabel independen tersebut terhadap ROA yaitu 1. Dimana jika PPAP suatu bank meningkat maka ROA akan menurun . CAR mencerminkan modal bank. semakin besar CAR makan semakin besar ROA. NIM.

10 (2007) yang menunjukan adanya pengaruh yang signifikan negative NPL terhadap ROA. PPAP yang diteliti oleh Mabruroh(2004) menunjukan pengaruh signifikan negatif PPAP terhadap ROA. namun Almilia (2005) menunjukan adanya pengaruh positif tidak signifikan antara BOPO dengan ROA . Hesti Werdaningtyas (2002) melakukan penelitian tentang factor yang mempengaruhi profitabilitas bank yang menunjukkan bahwa variabel LDR signifikan negatif terhadap profitabilitas. NIM yang diteliti oleh wisnu mawardi(2004) menunjukan positif dan signifikan terhadap ROA. 6. Penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani (2007) dimana LDR berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Sehingga diharapkan perbankan nasional yang beroperasi secara efisien akan mampu meningkatkan daya saingnya sehingga tidak hanya mampu bersaing di pasar domestic tetapi . 4. Sistem perbankan yang sehat dibangun dengan permodalan yang kuat sehingga akan mendorong kepercayaan nasabah(stakeholder)yang selanjutnya akan membantu bank untuk mampu memperkuat permodalan melalui pemupukan perubahan laba ditahan. yang diteliti oleh Wisnu Mawardi (2004) menunjukan hasil yang signifikan negatif terhadap BOPO. 5. BOPO. sedangkan NIM yang diteliti oleh Bahtiar Usman (2003) menunjukan hasil negative tidak signifikan terhadap perubahan laba. 3.

11

justru diharapkan produk dan jasa perbankan yang ditawaran bank nasional mampu bersaing dipasar internasional. Oleh karenanya, dari 10 sampai 15 tahun kedepan, API(Arsitektur Perbankkan Indonesia) menginginkan akan terdapat 2 sampai 3 bank dengan skala internasional, 3 sampai 5 bank nasional, 30 sampai 50 bank yang kegiatannya terfokus pada segmen usaha tertentu dan BPR serta bank dengan kegiatan usaha terbatas. Saat ini terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Bank Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Menyadari arti pentingnya kesehatan suatu bank bagi pemerintah, perekonomian Negara, sektor usaha dan nasabah, maka perlu untuk melakukan pemeliharaan kesehatan bank. Pada umumnya tingkat kesehatan perbankan mengacu pada beberapa variabel yang diproksikan dalam berbagai rasio keuangan perbankan. Rasio –rasio ini seperti CAR, NIM, LDR,NPL, BOPO, PPAP membantu para stakeholder industry perbankan untuk ikut mengevaluasi dan menilai tingkat kesehatan bank, sehingga bisa

mengunakan opsi pilih dalam menentukan jasa perbankan yang akan digunakan, dan di Indonesia terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Bank Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan

12

Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Penelitian ini mengambil objek penelitian Bank Devisa dan Bank non Devisa. Dari latar belakang di atas, maka penelitian ini mengambil judul ”Pengaruh CAR, LDR, NPL, NIM, BOPO, dan PPAP terhadap Kinerja Rentabilitas Bank” (Studi kasus Bank Devisa dan non Devisa diIndonesia tahun 2004 -2008)”. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan penelitian –penelitian sebelumnya, ternyata ditemukan adanya fenomena gap, research gap. Berlandaskan permasalahan di atas maka dapat disimpulkan pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank non devisa? 2. Bagaimanakah pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank devisa? 3. Bagaimanakah pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) berpengaruh terhadap Return On Assets(ROA)pada bank non devisa? 4. Bagaimanakah pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank devisa? 5. Bagaimanakah pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank non devisa?

13

6. Bagaimanakah pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank devisa? 7. Bagaimanakah pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank non devisa? 8. Bagaimanakah pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank devisa? 9. Bagaimanakah pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank non devisa? 10. Bagaimanakah pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank devisa? 11. Bagaimanakah pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank non devisa? 12. Bagaimanakah pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank devisa? 13. Apakah terdapat perbedaan pengaruh CAR, BOPO,NIM, LDR, PPAP, NPL terhadap Rentabilitas Bank Devisa dan Bank Non Devisa? 1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN 1.3.1 Tujuan Penelitian Secara terperinci tujuan yang akan dicapai adalah: 1. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Return On Assets(ROA) bank non devisa terhadap

Menganalisis pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank non devisa 4.14 2. Menganalisis pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank non devisa . Menganalisis pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank devisa 5. Menganalisis pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank non devisa 10. Menganalisis pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank devisa 9. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank non devisa 6. Menganalisis pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank devisa 11. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank devisa 7. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank devisa 3. Menganalisis pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank non devisa 8.

PPAP. pembatasan masalah. NPL terhadap Rentabilitas Bank Devisa dan Bank Non Devisa. Bagi masyarakat dapat memberikan pengetahuan sebagai bukti empiris di bidang perbankan. Bagi Manajemen bank.15 12. 4. Menganalisis perbedaan pengaruh CAR.4 Sistematika Penulisan Bab 1 : Pendahuluan Dalam hal ini berisi latar belakang masalah. LDR. Mengukur efisiensi perbankan di Indonesia sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan guna meningkatkan kinerja bank. membantu menentukan faktor yang dapat dijakan pedoman untuk memproyeksi perkembangan ROA. tujuan dan kegunaan penelitian. perumusan masalah. 2. 1.NIM.3. Bab II : Tinjauan Pustaka . 3. Menganalisis pengaruh pada bank devisa PPAP terhadap Return On Asset(ROA) 13. Bagi pihak lainnya diharapkan menjadi bahan masukkan untuk penelitian selanjutnya dan bahan referensi tambahan dalam penelitian di bidang lainnya. 1. dan metode penelitian. BOPO.2 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

16

Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang meliputi pengertian Bank, kinerja bank, CAR, PPAP, NPL,LDR, NIM, BOPO,dan ROA. Selain itu juga dijelaskan mengenai kerangka pemikiran teori penelitian ini. Bab III : Metode Penelitian Dalam bab ini berisi variable operasional dan definisi operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data dan analisis data. Bab IV: Analisis dan Pembahasan Dalam bab ini menjelaskan mengenai deskripsi obyek penelitian, seluruh proses dan tehnik analisis data hingga hasil dari pengujian seluruh hipotesis penelitian sesuai dengan metode yang digunakan. Bab V: Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan dari keseluruhan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini. Selain itu juga menjelaskan apa saja keterbatasan dan saran untuk penelitian- penelitian selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan penelitiannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.1.1

Landasan Teori Bank Keberadaan lembaga perantara keuangan (financial intermediary institution) sangat penting dalam suatu sistem perekonomian modern. Lembaga perantara keuangan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lembaga perantara keuangan bank dan bukan bank. Dalam UU no.10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU no.7 tahun 1992 tentang perbankan, dijelaskan bahwa bank merupakan Badan Usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk – bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank juga harus terus menjaga kinerjanya dan memelihara kepercayaan masyarakat mengingat tugasnya bahwa bank bekerja dengan dana masyarakat yang disimpan pada bank atas dasar kepercayaan. Untuk dapat meningkatkan taraf hidup rakyat tentu diperlukan modal kepercayaan masyarakat dan kepercayaan ini akan diberikan hanya kepada bank yang sehat, oleh karena pihak manajemen bank harus berupaya untuk dapat menjaga dan meningkatkan kinerja. Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa usaha bank selalu

berkaitan dengan masalah keuangan, yaitu : menghimpun dana, menyalurkan dana, 17

18

dan memberikan jasa bank lainnya. Dengan demikian bank sebagai suatu badan berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) dari dua pihak, yaitu pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dan pihak yang kekurangan dana (defisit unit). Hal ini juga yang menyebabkan lembaga bank disebut sebagai lembaga kepercayaan, artinya pihak yang kelebihan dana mempercayakan sepenuhnya kepada bank untuk mengelola dananya termasuk menyalurkannya kepada pihak yang kekurangan atau memerlukan dana berupa kredit. Wujud kepercayaan tersebut dalam bentuk tidak ikut campurnya pihak surplus ini dalam menentukan pihak defisit mana yang layak dipercaya (Kasmir, 2002). 2.1.2 Peran dan Fungsi Bank Dari berbagai definisi bank yang ada, timbul pendapat bahwa bank dapat dikelompokkan menurut fungsinya yaitu (Kuncoro dan Suhardjono, 2002): 1. Fungsi Menghimpun Dana Dalam melakukan kegiatan usahanya sehari-hari, bank harus mempunyai dana agar memberikan kredit kepada masyarakat. Dana tersebut dapat diperoleh dari pemilik bank (pemegang saham), pemerintah, Bank Indonesia, pihak-pihak diluar negeri, dan masyarakat dalam negeri. Dana masyarakat dihimpun oleh bank menggunakan instrumen produk simpanan yang terdiri dari : Giro, Deposito, dan Tabungan. 2. Fungsi Menyalurkan Dana (Kredit) Dana yang dihimpun oleh bank harus disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Hal ini dilakukan karena fungsi bank adalah

dimana . artinya setiap transaksi perdagangan selalu diikuti pula dengan penyerahan barang dan pembayaran.19 sebagai lembaga perantara antara pihak-pihak yang kelebihan dana dan pihakpihak yang kekurangan dana. Hal ini terjadi karena adanya kendala seperti kendala geografis. Jasa-jasa tersebut dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang berkepentingan yaitu nasabah saja atau nasabah dan bank. Dalam fungsi melancarkan pembayaran perdagangan. Fungsi Melancarkan Pembayaran Perdagangan dan Peredaran Uang Fungsi bank dalam melancarkan pembayaran transaksi perdagangan dapat terlaksana karena bank mempunyai jasa-jasa bank. mata uang. 3. hukum dan politik. 2. bank membedakan transaksi menjadi dua yaitu : 1. Kewajiban tersebut berupa call money yang harus dipenuhi pasa saat adanya kewajiban kliring. artinya setiap transaksi perdagangan tidak selalu diikuti dengan pengiriman atau penyerahan barang dan pembayarannya. dan kendala resiko suatu negara. Transaksi perdagangan dalam negeri. yaitu menunjukan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi. bahasa. Prinsip Likuiditas. Transaksi perdagangan luar negeri. dan keuntungan bank diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli dana tersebut dikurangi dengan biaya operasional. Pada dasarnya ada tiga prinsip yang harus diperhatikan oleh bank yaitu Robert Ang(1997) : 1.

Perusahaan yang mempunyai rasio solvabilitas rendah berarti perusahaan tersebut mempunyai resiko kerugian lebih kecil ketika keadaan ekonomi merosot dan juga mempunyai kesempataan memperolah laba yang rendah ketika ekonomi melonjak dengan baik. 2. Suatu perusahaan yang memiliki alat-alat likuid pada suatu saat tertentu dengan jumlah yang sedemikian besar sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi maka perusahaan tersebut dikatakan likuid. Apabila dana yang disediakan oleh pemilik kecil dibandingkan dana yang diserahkan pada kreditur sehingga kreditur mempunyai peran yang lebih besar untuk mengandalikan perusahaan. Prinsip Solvabilitas Yaitu perbandingan antara dana yang berasal dari pemilik dengan dana yang berasal dari kreditur. 3. karena . begitu pula sebaliknya. Bank dituntut untuk memenuhi kewajiban likuiditasnya dengan membayar semua kewajiban jangka pendeknya dengan alat likuid yang dimilikinya. Prinsip Profitabilitas Menunjukan seberapa efektifnya suatu perusahaan. masyarakat.20 pemenuhannya dilakukan dari aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Masalah rentabilitas atau profitabilitas bagi perusahaan lebih penting dari pada masalah laba. dan pemerintah sehingga dana yang dihimpun dari masyarakat akan semakin besar dari waktu ke waktu. Jika sebuah bank dalam keadaan likuid maka semakin meningkatkan kepercayaan nasabah.

Bank Pemerintah Bank dimana pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah. .3 Jenis-Jenis Bank di Indonesia Jenis-jenis perbankan di Indonesia dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain (Kasmir. sehingga keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula. Bank Umum Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dilihat dari segi kepemilikannya: Jenis bank dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari : 1. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba tersebut. Rasio Aktivitas Aktifitas yaitu untuk mengukur seberapa efektifnya paerusahaan dalam mengunakan sumber-sumber dana yang ada. Dan laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi adalah laba yang berasal dari operasi perusahaan yang biasa disebut laba usaha. 2.1. 2001) 1. Efektifitas ini diasumsikan adanya saldo yang tepat untuk disediakan atas pemanfaatan aktiva perusahaan. 4.21 laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan tersebut telah bekerja secara efisien.

Bank terdiri dari : a. Bank Milik Asing. 2. merupakan bank cabang dari bank yang ada di luar negeri yang kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Bank milik swasta nasional terdiri dari: 1. . Pernyataan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia. Contohnya adalah Bank Umum Koperasi Indonesia. Kepemilikan saham mayoritas di pegang oleh warga negara Indonesia. 3. Bank Milik Campuran.22 2. Jenis Bank Dilihat dari segi statusnya. Bank Milik Koperasi. pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional. bank dimana kepemilikan saham-sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Bank Devisa Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. merupakan bank yang dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Bank Milik Swasta Nasional Bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendirianpun didirikan oleh swasta.

23 b. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.13 Tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang. Sedang penentuan biaya jasa bank lainnya juga sesuai dengan Syariah Islam dan sebagai dasar hukumnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rosul. 2. Bank Sentral Bank yang didirikan berdasarkan Undang .Undang No. yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah). prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). mengatur perkreditan. Bank Non Devisa Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa. menjaga stabilitas mata uang.dan pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). mengajukan pencetakan atau penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya.dana. Bank syariah Dalam mencari keuntungan dan menetapkan harga berdasarkan prinsip syariah. sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa. mengatur perbankan . pembiayaan berdasar pada prinsip penyertaan modal (musyarakah). mengatur pengerahan dana. . 3.

Kinerja dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasi laporan keuangan. Pengukuran kinerja perbankan yang paling tepat adalah dengan mengukur kemampuan perbankan dalam menghasilkan laba atau profit dari berbagai kegiatan yang dilakukan. 2000). karena kinerja merupakan cerminan oleh perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dananya (Mulyadi. di samping tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin tingkat likuiditas juga beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tingkat rentabilitas yang memadai. Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dapat mematuhi standar perilaku yang ditetapkan sebelumnya agar membuahkan hasil dan tindakan yang diharapkan. Kunci dari keberhasilan manajemen bank adalah bagaimana bank tersebut bisa merebut hati masyarakat sehingga peranannya sebagai financial intermediary berjalan dengan baik (Sinungan. Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu sering kali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan. 1999). Standar perilaku ini berupa tinjauan formal yang dituangkan di dalam anggaran.24 2. Sebagaimana umumnya tujuan perusahaan . Kinerja yang baik merupakan hal penting yang harus dicapai oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.2 Pengukur Kinerja Bank Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan.

1993). maka semakin besar posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. 2. Berdasar ketentuan bank Indonesia. Semakin besar ROA suatu bank. maka sangat penting untuk memahami kondisi keuangan perusahaan tersebut. Selain itu juga bisa untuk menilai efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya.2. dimana untuk mencapai nilai tersebut perusahaan harus dapat secara efisien dan efektif mengelola berbagai kegiatannya. nilai profitabilitas bank ini diukur dengan asset yang dananya sebagian besar berasal dari dana simpanan masyarakat. Kondisi keuangan perusahaan disajikan dalam laporan keuangan perusahaan. maka Standar ROA yang baik adalah sekitar 1.1 Analisis Rasio Keuangan Sebelum manajer keuangan mengambil keputusan keuangan. Untuk pengukuran kinerja bank. ROA merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan investasi (Riyanto.5 persen. maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut.25 adalah untuk mencapai nilai yang tinggi. Ukuran dapat diukur dengan rasio : Return on Asset (ROA) dan rasio ini dapat digunakan untuk mengukur kinerja perbankan. Meskipun laporan keuangan tersebut disajikan. Dimana semakin besar Return on Asset (ROA) suatu perusahaan. Pengukuran kinerja tersebut paling penting untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan pengukuran kinerja ini dapat diketahui melalui Return on Asset (ROA) suatu perusahaan. umumnya pada harga .

rasio keuangan untuk mencapai aspek. Dalam melakukan analisis rasio keuangan diperlukan rasio. Rasio. Oleh karena itu analisis keuangan dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan. Selain pihak internal banyak pula pihak eksternal yang memerlukan informasi laporan keuangan tersebut termasuk calon ivestor dan kreditur. banyak manfaat yang dapat diperoleh dari analisis laporan keuangan.rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka – angka yang ada dalam neraca saja. Secara keseluruhan. dalam laporan laba rugi saja atau dalam neraca dan laporan laba rugi. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu. Pihak yang memerlukan informasi keuangan bukan hanya manajer keuangan saja.aspek tertentu. Untuk memahami laporan keuangan maka dapat dilakukan analisis rasio keuangan untuk mempermudah hal itu.26 perolehan (historis). tujuan yang ingin dicapai dari analisis terhadap laporan keuangan mungkin bermacam– macam. aspek – aspek yang dinlai biasanya . Bagi manajer keuangan. Kepentingan mereka pun terhadap informasi laporan keuangan pun berbeda. Hanya saja kita perlu memahami bahwa laporan keuangan yang dipergunakan sebagai dasar analisis keuangan hanyalah merupakan rekaman dari apa yang telah terjadi selama beberapa tertentu. Untuk itu laporan keuangan perlu diolah dan dianalisis untuk dapat dipergunakan sesuai dengan maksud pemakai laporan keuangan tersebut.

Rasio adalah ekspresi dari hubungan matematika antar elemen dalam laporan keuangan. baik kepada pemilik. Analisis laporan keuangan yang dihitung dan diinterprestasikan secara tepat akan mampu menunjukkan aspek – aspek dimana penilaian dan evaluasi lebih lanjut harus dilakukan. dan 3. Ukuran yang biasa digunakan ini disebut sebagai rasio. Menurut Kasmir (2002) terdapat beberapa rasio keuangan yang dianggap penting dalam menganalisis laporan keuangan suatu bank : 1.rasio nilai pasar. Rasio Rentabilitas.Rasio Likuiditas. 2.27 diklasifikasikan menjadi aspek leverage. Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan merupakan suatu teknik analisis yang di dalam banyak hal mampu memberikan petunjuk atau indikator dari gejalagejala yang timbul di sekitar kondisi yang melingkupinya. manajemen maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut. Dalam melakukan interprestasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analis memerlukan adanya suatu ukuran tertentu untuk menganalisis laporan tersebut. dan rasio. Setiap perusahaan baik bank maupun non bank pada suatu waktu (periode) akan melaporkan semua kegiatan keuangannya. atau efisiensi.6/10/PBI/2004 dikatakan bahwa penilaian kinerja keuangan : . Menurut peraturan BI No. Rasio Solvabilitas. aspek likuiditas. aspek profitabilitas.

Penilaian tersebut didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI. Aspek Rentabilitas (Earnings) 5.2. bersama modal inti.1 Aspek Permodalan (Capital) Penilaian pertama adalah aspek permodalan. Aspek Likuiditas (Liquidity) 2. Di dalam besaran KPMM sebesar 8% dari ATMR. Aspek Permodalan (Capital ) 2. kini diperhitungkan unsur pengurangan terhadap angka.28 1. yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi BI no. Aspek Kualitas Aset (Assets) 3.26/20/KEP/DIR tentang kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) dan Surat Edaran BI No.1. Aspek Manajemen (Mangement ) 4. Dalam penelitian ini dari sisi permodalan digunakan rasio CAR. dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. dimana bank yang memiliki kinerja yang baik harus memiliki kriteria CAR .26/2/BPPD tentang kewajiban penyediaan modal minimum (CAR). Bila bank tidak berhasil membentuk penyisihan pembentukan aktiva produktiv (PPAP) sebesar jumlah PPAP yang wajib dibentuk (PPAPWP) maka kekurangannya diperhitungkan sebagai faktor pengurang atas modal inti tersebut.

dana dan sumber . Rasio ini merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dan kerugian . disamping memperoleh dana . Dan berdasarkan uraian dapat diketahui bahwa hubungan CAR (Capital Adequacy Ratio) terhadap kinerja suatu bank yang diukur dari rasio ROA (Return on Asset) adalah positif. dimana ketika Capital Adequacy Ratio . dan lain . pinjaman.kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko.sumber di luar bank. seperti dana masyarakat. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah Rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko (kredit. Bank yang mampu memenuhi kecukupan modal akan memberikan rasa aman dan merangsang kepercayaan masyarakat sebagai pemilik dana. penyertaan. tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dan dana modal sendiri bank.. sehingga masyarakat akan memiliki keinginan yang lebih untuk menghimpun dananya di bank yang pada akhirnya bank akan memiliki cukup dana untuk menjalankan kegiatan operasionalnya seperti pemberian kredit kepada masyarakat yang memungkinkan bank untuk dapat memperoleh laba lebih dari kenaikan pendapatan bunga kredit yang dikucurkannya. surat berharga. Perhitungan Capital Adequacy Ratio didasarkan atas prinsip bahwa setiap penanaman yang mengandung risiko harus disediakan jumlah modal sebesar presentase tertentu terhadap jumlah penanamannya.lain.29 yang lebih dari yang dipersyaratkan atau di atas 8%.

Pendapatan bunga bersih ini diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Aktiva produktif yang diperhitungkan adalah aktiva produktif yang memiliki kemampuan untuk . Aspek manajemen ini dinilai dengan cara mengkuantifikasikan pelaksanaan manajemen. 2.2 Aspek Manajemen (Management ) Kemampuan pihak manajemen dalam menjalankan bisnis perbankan menjadi salah satu kebutuhan yang sangat menonjol. dan manajemen likuiditas (Siamat. Semakin besar rasio ini maka akan meningkatkan pendapatn bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank. 1993). manajemen yang handal diharapkan akan dapat mencerahkan kembali sektor perbankan nasional yang sempat terpuruk. manajemen umum.30 (CAR) mengalami kenaikan akan diikuti oleh kenaikan Return on Asset (ROA). manajemen kualitas aktiva produktif. dalam hal ini kinerja perbankan semakin meningkat atau membaik. sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan kinerja bank tersebut akan semakin baik (Almilia & Herdiningtyas. NIM (Net Interest Margin) Rasio ini digunakan untuk mengetahui pendapatan bunga bersih dalam 12 bulan yang mampu diperoleh bank apabila dibandingkan dengan rata-rata aktiva produktif bank. Rasio NIM digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.2.1. Apalagi dalam kondisi krisis seperti ini. Pendapatan bunga bersih ini diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi dengan beban bunga. 2005). meliputi beberapa komponen yaitu manajemen permodalan. manajemen rentabilitas.

31 menghasilkan bunga. Semakin besar BOPO. juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. maka akan semakin kecil/menurun kinerja keuangan perbankan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset. Sedangkan bila perubahan NIM semakin kecil.3 Aspek Rentabilitas (Earnings) Keuntungan. BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui tingkat perbandingan antara biaya operasional yang ditanggung bank apabila dibandingkan dengan pendapatan operasional yang mampu dihasilkan.1.1. Rasio ini diharapkan kecil karena biaya yang terjadi diharapkan dapat tertutupi dengan pendapatan operasional yang dihasilkan pihak bank . sebaliknya bila semakin kecil BOPO maka kinerja keuangan suatu bank menjadi semkin meningkat.2. 1993). Suatu bank dikatakan likuid. salah satunya adalah rasio BOPO. Sehingga semakin besar perubahan NIM suatu bank maka semakin besar ROA yang diperoleh yang berarti kinerja bank tersebut semakin baik. dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (Siamat. 2.4 Aspek Likuiditas (Liquidity) Aspek kelima adalah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Bank Indonesia menilai kondisi rentabilitas perbankan di Indonesia didasarkan pada dua indikator.2. apabila bank yang bersangkutan mampu membayar . maka ROA juga semakin kecil dengan kata lain kinerja perusahaan semakin menurun. 2.

32 semua hutangnya. Dengan kata lain. 2007): a. seberapa jauh pemberian kredit kepada nasabah dapat mengimbangi kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan bank untuk memberikan kredit. terutama hutang-hutang jangka pendek. Giro. Rasio ini mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan (Kasmir. Loan to Deposit Ratio (LDR) tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebgai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini memberikan indikasi semakin baik kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan. 2002). LDR (Loan to Deposit Ratio) merupakan perbandingan antara kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga. Hal ini disebabkan karena . termasuk pinjaman yang diterima. Tabungan. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai. Penilaian dalam aspek ini meliputi (Fitri dan Doddy.P Simorangkir (2004). Rasio kewajiban bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar b. deposito dan lain-lain. Rasio kredit terhadap dana yang diterima oelh bank seperti KLBI. tidak termasuk pinjaman subordinasi. LDR ini merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar pnjaman yang diberikan atau didanai oleh pihak ketiga (Dendawijaya. 2003). Menurut O.

Penilaian tingkat kesehatan aktiiva produktif suatu . maka dapat disimpulkan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap laba bank. 2. Dari uraian di atas dapat diketahui kaitan antara LDR dengan bank yang terletak pada hal penghimpunan dana dan penyaluran dan kepada sektor riil. Besarnya LDR mengikuti perkembangan kondisi ekonomi Indonesia .1. Setiap penanaman dana bank dalam aktiva produktif dinilai kualitasnya dengan menentukan tingkat kolektibilitasnya yaitu apakah lancar. Bank dapat mengelola tingkat likuiditasnya yang diukur dengan LDR. diragukan atau macet.2. bank dianggap sehat apabila besarnya LDR antara 85% sampai dengan 110%.33 bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya secara optimal. kurang lancar. Semakin tinggi LDR maka laba perusahaan mempunyai kemungkinan untuk meningkat dengan catatan bahwa bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan optimal. dalam perhatian khusus.5 Penghapusan Penyisihan Aktiva produktif(PPAP) Dalam kriteria penilaian kesehatan perbankan muncul aturan CAMEL Menyatakan bahwa kualitas aktiva produktif menunjukan kualitas aset sehubungan dengan risiko kredit yang dihadapi bank akibat pemberian kredit dan investasi dana pada portofolio yang berbeda. Hubungan antara Loan to Deposit Ratio terhadap kinerja bank adalah bahwa LDR menunjukkan tingkat kinerja bank apabila bank memiliki kinerja yang baik maka kemampuan bank dalam menciptakan laba akan bertambah.

1996). Aktiva produktif memang berfungsi untuk memperoleh pendapatan utama bank. . Sebagai sumber utama. yaitu perbandingan aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap jumlah seluruh aktiva produktif dan perbandingan cadangan penghapusan aktiva produktif (PPAP) terhadap aktiva yang diklasifikasikan(Muljono. pada asset ini juga terdapat risiko besar. 2.34 bank didasarkan pada penilaian terhadap kualitas aktiva produktif yang diklasifikasikan dan didasarkan pada dua rasio. Cadangan khusus PPAP yang ditetapkan sekurang-kurang sebesar: a. Cadangan umum PPAP ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar 1% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar. Menurut Taswan (2003) bank wajib membentuk PPAP berupa cadangan umum dan cadangan khusus guna menutup risiko kemungkinan kerugian. Potensi kerugian yang diakibatkan oleh buruknya tingkat kolektibilitas asset ini dapat membawa kebangkrutan bank oleh karena itu bank wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) berupa cadangan umum dan cadangan khusus guna menutupi risiko kemungkinan kerugian tersebut. b. Cadangan yang dibentuk dari aktiva produktif ini terdiri dari: 1. 5% dari aktiva produktif yang digolongkan dalam perhatian khusus. 15% dari aktiva produktif yang digolongkan kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan. tidak termasuk SBI dan surat utang pemerintah.

1. Semakin besar rasio ini maka kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil karena semakin besar PPAP yang telah dibentuk dari PPAP yang wajib dibentuk. 100% dari aktiva produktif yang digolongkan macet setelah dikurangi dengan nilai agunan Rasio pemenuhan PPAP menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam menentukan besarnya PPAP yang telah dibentuk terhadap PPAP yang wajib dibentuk. d.35 c. 2. Semakin besar PPAP menunjukkan kinerja dari aktiva produktif semakin menurun sehingga berpengaruh negatif terhadap ROA. Perhitungan PPAP yang telah dibentuk sesuai dengan ketentuan Kualitas Aktiva Produktif yang berlaku. Risiko kredit ini dapat terjadi akibat kegagalan dan ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan sejumlah pinjaman yang diterima dari bank .2. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana/ kredit sehingga PPAP merupakan beban bagi bank. 50% dari aktiva produktif yang digolongkan diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan.6 Non Perforrmance loan(NPL) Pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur sering disebut dengan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

NPL menggunakan model analisis Logit Regression Model dan diperoleh hasil penelitian yang dilakukan pada 56 Bank Umum dengan total asset kurang dari 1 triliun.36 beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan atau dijadwalkan(Siamat.rasio keuangan sebagai indikator dalam memprediksi potensi kebangkrutan perbankan di . Penelitian yang dilakukan olehTarmizi Achmad dan Willyanto Kartiko Kusuno (2003). penurunan kualitas kredit yang diberikan (kredit bermasalah). yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. atau dengan kata lain. Pengaruh positif dan signifikan NIM terhadap ROA serta berpengaruh negatif dan signifkan BOPO terhadap ROA dan tidak berpengaruh modal CAR terhadap ROA. NPL ini memperlihatkan seberapa besar kredit yang diberikan bank mengalami kemungkinan atau resiko yang tak terbayarkan. 1993). menunjukkan ada pengaruh negatif dan signifikan NPL terhadap ROA. keuangan Bank Umum di Indonesia. dengan judul penelitian Analisis faktor-faktor yang mempengarui CAR. dengan variabel penelitian : NIM. akan mengakibatkan menurunnya ROA. macet. sehingga kinerja keuangan bank dapat dikatakan baik. maka ROA akan semakin meningkat. Semakin besar NPL. kinerja ROA. 2. Begitu pula sebaliknya bila NPL turun. dengan judul penelitian analisis rasio.2 Penelitian Terdahulu Pada penelitian yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005). BOPO.

NIM. ROE. variabel penelitiannya adalah CAR.RORA. Dengan variabel penelitian CAR. ROA. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio CAR. NPL. diperoleh hasil penelitian CAR. RORA. dan COM (-) tidak memilki pengaruh terhadap prediksi kebangkrutan bank untuk dua tahun yang akan datang. LDR. menggunakan model analisis Logistic Regression Model. Dengan variabel penelitian CAR. dan inflasi memilki pengaruh yang negatif terhadap kinerja.kelompok tersebut terhadap kebangkrutan suatu bank. ROE dan firm size berpengaruh positih terhadap kinerja. CMR. NPL. .37 Indonesia. inflasi model analisis Multiple Regression Model. COM. ROA. firm size. Penelitian yang di teliti oleh Luciana Spica Almilia dan Winny Herdiningtyas (2002) dengan judul penelitian analisis rasio CAMEL terhadap prediksi kondisi bermasalah pada lembaga perbankan periode 2000 – 2002. BOPO. CMR. NPM. tingkat inflasi. NPM. PPAP. Sedangkan komponen rentabilitas (ROA) dan likuiditas (LDR) mampu menunjukkan pengaruh rasio . APB.rasio keuangan yang masuk ke dalam kelompok . dengan judul pengaruh rasio keuangan CAMEL. GWM. Penelitian yang dilakukan oleh Fitri Nugraheni dan Doddy Hapsoro(2005). model analisis Logistic Regression Model. GWM. Sedangkan variabel NPL. dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan di bursa efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio keuangan CAMEL memiliki daya kualifikasi atau daya prediksi untuk kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan dan bank yang mengalami kebangkrutan.

Penelitian yang dilakukan Mabruroh (2004) dengan judul peneltian manfaat pengaruh rasio keuangan dalam analisis kinerja keuangan perbankan. Variabel penelitian ROA.LDR. NIM. Secara parsial variabel ROA. Sumber: berbagai jurnal 2.GWM.GPM. dengan variabel penelitian perubahan Laba. CAR. Quick Ratio.ROE. dengan Judul Penelitian analisis ratio keuangan dalam memprediksi perubahan laba bank-bank di indonesia. Pertumbuhan kredit.38 Penelitian Bahtiar Usman (2003). dan BOPO tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA sedangkan NPL danNIM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ROA. NPL. BOPO.BOPO NIM. Hasil Penelitian Semua variabel indipenden menunjukan pengaruh yang sigifikan terhadap perubahan laba satu tahun mendatang. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara simultan variabel permodalan(CAR) likuiditas (LDR dan GWM) rentabilitas(ROA danROE) kualitas Aktiva (NPL) efisiensi (BOPO dan NIM) berpengaruh terhadap ROA.NPM. LDR.CAR.3 Kerangka Pemikiran Teoristis Penilaian kinerja merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan. Model Analisis : Multiple Regression Model.NPLDRR. salah satunya adalah dengan menganalisis laporan keuangan.CAR. Analisis rasio keuangan bank merupakan salah satu alat atau cara yang paling umum digunakan dalam membuat analisis laporan keuangan. model analisis : Multiple Regression Model. Dari analisis tersebut .

NPL. dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik maka pertumbuhan laba perusahaan juga baik. Salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur tingakt rentabilitas adalah ROA sebagai proxy untuk pengukuran kinerja dalam penelitian ini. Berdasarkan tinjauan dari landasan teori. dan PPAP sebagai variabel independen (bebas).BOPO. sehingga aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti yang disajikan dalam gambar di bawah ini : .NIM.39 dapat menggambarkan bagaimana kinerja dari suatu bank. LDR. sehingga aset yang dimilikinya mempunyai kontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan laba. Dalam mencapai pertumbuhan tersebut perusahaan dituntut untuk dapat memaksimalkan laba. maka yang menjadi variabel adalah CAR. Pertumbuhan Laba yang terus meningkat dari tahun ketahun akan memberikan informasi yang positif terhadap perusahaan.

40 Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoristis Bank Devisa Bank Non Devisa .

41 Gambar 2.1 Bank Devisa Bank Non Devisa CAR H1 ( + ) 2 H 7 CAR NPL H BOPO H 3 ( ) ROA (+)H (+ H7 7 ( + H8 (-) ) H9 (-) NPL BOP O LDR H ( -4 ) H5 (-) ( + H10 (+) H11 (-) LDR PPAP 9 =) NIM H6(+ ) ) PPA P H12(+) NIM Uji Be da Sumber: Dari berbagai jurnal. H13 Diolah dan dikembangkan untuk penelitian .

H = NPL (Non Performing Loan) memiliki pengaruh negatif 8 terhadap kinerja suatu bank non devisa. H = LDR (Loan to Deposit Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 4 bank devisa. H = NPL (Non Performing Loan) memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu 2 bank devisa. H = LDR (Loan to Deposit Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 10 bank non devisa. H = PPAP memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu bank devisa 5 H = NIM (Net Interest Margin) memiliki pengaruh positif 6 terhadap kinerja suatu bankdevisa.4 Hipotesis Dalam penelitian ini dikemukakan hipotesis sebagai berikut: H = CAR (Capital Adequacy Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 1 bank devisa. H = BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) memiliki pengaruh 3 negatif terhadap kinerja suatu bankdevisa. .42 2. H = CAR (Capital Adequacy Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 7 bank non devisa. H = BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) memiliki pengaruh 9 negatif terhadap kinerja suatu bank non devisa.

BOPO. LDR. H13 = Uji beda pengaruh CAR.43 H = PPAP memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu bank non devisa. 11 H = NIM (Net Interest Margin) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu bank 12 non devisa. PPAP. NPL terhadap rentabilitas bank devisa dan bank non devisa. NIM. .

1. Variable Dependen Dalam penelitian ini membahas tentang kinerja Bank Devisa dan Bank non Devisa di Indonesia tahun 2004 – 2008.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Penelitian 1.2.BOPO. semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik 44 .2 Definisi Operasional Variabel yang terdiri dari lima aspek yaitu :CAR. 2. Variabel Independen Variabel independen dari penelitian ini adalah rasio – rasio keuangan Bank yang dibuat oleh bank serta dilaporkan secara berkala ke Bank Indonesia dan dipublikasikan.NIM.1. 3. Adapun rasio – rasio keuangan yang menjadi variable independen dalam penelitian ini adalah rasio keuangan NPL. Adapun untuk mengukur tingkat kinerja Bank Devisa dan bank non Deviasi digunakan pengukuran tingkat keuntungan yang diproksikan dengan rasio rentabilitas yaitu Return on Assets (ROA) yang dalam penelitian ini merupakan variabel yang terikat oleh variabel bebas.1 Return on Asset (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh keuntungan atau laba secara keseluruhan.LDR. Semakin besar ROA suatu bank. 3.1.ROA.BAB III METODE PENELITIAN 3.PPAP.1 3.

1.1. maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank x 100% . Secara matematis maka rasio ROA (Return on Asset) dapat dirumuskan sebagai berikut : ROA = Laba Bersih Jumlah Aktiva x 100% 3.2003).3 NIM (Net Interest Margin) Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Semakin besar rasio ini.2003). penyertaan. tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari sumber – sumber di luar bank.45 pula posisi bank tersebut dari sisi penggunaan aset (Dendawijaya. seperti dana masyarakat. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. 3.2. surat berharga.2. Secara matematis rasio CAR dapat dirumuskan sebagai berikut : Modal Sendiri CAR = ATMR Dengan kata lain CAR merupakan rasio permodalan yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha dan menampung risiko kerugian dana yang dilibatkan guna untuk kegiatan operasi bank.2 Capital Adequacy Ratio (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit. pinjaman (utang) dan lain – lain (Dandawijaya.

Semakin tinggi rasio tersebut memberikan indikasi semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut : Pendapatan bunga bersih NIM = Aktiva produktif 3. Semakin kecil angka rasio BOPO.4 BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Biaya operasional adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan Bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya. 3.2.1.1. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut : .46 sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Rasio ini diharapkan kecil karena biaya yang terjadi diharapkan dapat tertutupi dengan pendapatan operasional yang dihasilkan pihak bank. 2002). Besarnya LDR menurut peraturan pemerintah maksimum adalah 110% (Kasmir.2. x 100% Beban operasional BOPO = x 100 % Pendapatan operasional Rasio ini menggambarkan perbandingan antara biaya operasional yang ditanggung bank apabila dibandingkan dengan pendapatan operasional yang mampu dihasilkan.5 LDR (Loan to Deposit Ratio) Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang mengukur kemampuan jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri digunakan. maka semakin baik kondisi bank tersebut.

& macet Jumlah kredit yang diberikan x 100% NPL ini memperlihatkan seberapa besar kredit yang diberikan bank mengalami kemungkinan atau resiko yang tak terbayarkan. penurunan kualitas kredit yang diberikan (kredit bermasalah). 1993): NPL= Kredit dalam kualitas kurang lancar. Credit risk adalah resiko yang dihadapi bank karena menyalurkan dananya dalam bentuk pinjaman kepada masyarakat. Risiko kredit ini dapat terjadi akibat kegagalan dan ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan sejumlah pinjaman yang diterima dari bank beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan atau dijadwalkan.2. .6 NPL (Net Performing Loan) NPL merupakan proxy dari risiko kredit. atau dengan kata lain. Kondisi non performing loan (NPL) yang tinggi akan memperbesar biaya baik biaya pencadangan aktiva produktif ataupun biaya yang lain sehingga menimbulkan potensi kerugian pada bank atau dengan kata lain NPL tersebut menentukan kinerja suatu bank.47 Jumlah kredit LDR = DPK x 100% 3. yang menunjukan perbandingan antara kredit bermasalah terhadap kredit yang disalurkan (outstanding Credit). diragukan.1. macet. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus (Siamat. Pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur sering disebut dengan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

Laporan keuangan harus memiliki tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI No.2. Rasio ini. 3/30DPNP tgl 14 Desember 2001): PPAP yang Telah Dibentuk PPAP Wajib Dibentuk 3.48 3. 2. Pemenuhan PPAP = x 100% . Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Random Sampling.63 ).7 PPAP( Penyisihan Penghapusan Aktiva Priduktif) PPAP menunjukan perbandingan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.1. yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan pada kelompok terpilih betul menurut ciriciri khusus yang dimiliki oleh sampel tersebut ( Soeratno & Arsyad 1999. hal ini untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan proksi dari variabel independen maupun dependen.turut dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 yang dilaporkan ke Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter. Bank yang menerbitkan laporan keuangan selama 5 tahun berturut.2 Penentuan Sampel Populasi yang digunakan sebagai sampel frame penelitian ini adalah seluruh Bank Devisa dan Bank Non Devisa yang menyajikan laporan keuangan per 31 Desember selama kurun waktu tahun 2004 – 2008 serta dilaporkan ke Bank Indonesia dan dipublikasikan. dimana ciri-ciri kriteria bank yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah : 1.

dan kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel – variabel dependen. 3. yaitu laporan keuangan yang dibuat oleh Bank Umum yang memiliki tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 sampai dengan 2008 secara berturut – turut dilaporkan ke Bank Indonesia dan dipublikasikan. guna mengetahui arah.49 Dari kriteria di atas maka bank yang memenuhi persyaratan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 10 Bank Devisa dan 10 Bank non Devisa Tabel 3. pengaruh.1 Analisis Regresi Berganda Metode yang dipakai untuk menganalisis variabel – variabel dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. 3. Adapun model dasar dari regresi linier berganda dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : .4 Metode Analisis 3.1 Daftar Perusahaan Sampel No Bank Devisa Bank Non Devisa Bank Tabungan Pensiunan Nasional Bank Jasa Jakarta Bank Victoria Internasional Bank Eksekutif Internasional Bank Ina Perdana Bank Yudha Bhakti Bank Mayora Bank Artos Indonesia Bank Kesejagteraan Ekonomi Bank Harda Internasional 1 Bank Central Asia 2 Bank Danamon Indonesia 3 Bank Internasional Indonesia 4 Bank Mega Indonesia 5 Bank NISP 6 Bank Buana Indonesia 7 Bank Bukopin 8 Bank Ekonomi Raharja 9 Bank Arta Graha 10 Bank Mayapada Internasional Sumber :Bank Indonesia data diolah.4.3 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Y a b1 – b7 = Return on Asset (ROA) = intercept = koefisien regresi. heterokedastisitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas . yaitu tidak terjadi gejala multikolinieritas.1 Multikolinieritas Multikolinieritas adalah adanya suatu hubungan linier yang sempurna antara beberapa atau semua variabel independen.2. X1 X2 X3 X4 = Capital Adequacy Ratio (CAR) = Non Performing Loan (NPL) = Net Interest margin (NIM) = Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) X5 X6 e = Loan to Deposit Ratio (LDR) = Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) = variabel residual Suatu penelitian harus memenuhi asumsi regresi linier klasik atau asumsi klasik.4. 3. merupakan besarnya perubahan variabel akibat perubahan tiap – tiap unit variabel bebas.2 Uji Asumsi Klasik 3.4. Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).50 Y = a + b1X1+b2X2 + b3X3+b4X4+b5X5 + b6X6+b7X7+e dengan. sehingga didapatkan hasil penelitian yang Best Linier Unbased Estimation (BLUE). autokorelasi dan memiliki distribusi yang normal maupun mendekati normal.

Batas dari VIF adalah 10 dan nilai dari TOLERANCE adalah 0.2001). Jika R2 dan F hitung tinggi sedangkan T hitung banyak yang tidak signifikan. maka penanggulangannya adalah salah satu variabel tersebut dikeluarkan (Ghozali. Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Dasar analisis : . ada beberapa metode yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinieritas.2 Heterokedastisitas Uji keterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. dan T hitung. 2001).2001). maka pada model regresi tersebut diindikasikan ada multikolinieritas (Kuncoro. Mengamati nilai R2. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y’ adalah Y yang diprediksi. maka disebut homoskedositas atau tidak terjadi heterokedastisitas. F hitung.51 (Ghozali. 3.1. 2001) Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokesdastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik plot. Bila ada variabel independen yang terkena multikolinieritas. Jika nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai TOLERANCE kurang dari 0. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali.2. dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized (Ghozali.1 maka terjadi multikolinieritas.2001).4. Mengamati nilai VIF dan TOLERANCE. Pada program SPSS. b. antara lain : a.

Jika pengujian diperoleh DW statistik diantara -2 sampai 2 maka diindikasikan tidak terdapat autokorelasi. kemudian mengindikasikan telah terjadi heteroskeditas. seperti titik yang membentuk pola tertentu (bergelombang. 3.2. jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi.52 a. maka tidak terjadi heteroskeditas. Jika pengujian diperoleh DW statistik di atas 2 maka diindikasikan terdapat autokorelasi negatif. Untuk mendeteksi adanya suatu autokorelasi peda model regresi pada program SPSS dapat diamati melalui uji Durbin – Watson. melebar kemudian menyempit). Dasar yang digunakan untuk pengambilan keputusan secara umum adalah sebagai berikut (Kuncoro. b. variabel dependen.4.2001) : a.4. Jika tidak ada pola yang jelas secara titik – titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.3 Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya).2. Jika pengujian diperoleh nilai DW statistik di bawah -2 maka diindikasikan ada autokorelasi positif. c.4 Normalitas Tujuan dari pengukuran uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi. variabel independen keduanya memiliki . b. Jika ada pola tertentu. 3.

3. maka hipotesisnya diterima yang artinya variable independent tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependennya. Sebaliknya bila tingkat signifikansinya (Sig t) lebih besar daripada α = 0. maka regresi memenuhi asumsi normalitas.Statistik Pengujian hipotesis dilakukan melalui regresi yang menggunakan program SPSS dengan membandingkan tingkat signifikasinya (Sig t) masing – masing variabel independen dengan taraf sig  = 0.05.3 Pengujian Hipotesis 3. maka hipotesisnya tidak diterima yang artinya variable independent tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependennya. Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati normal. b. Caranya adalah dengan normal probability plot yang membandingkan distribusi komulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi komulatif dari distribusi normal.4.3. Jika data penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik maka dasar pengambilan keputusan adalah : a.53 distribusi normal ataukah tidak.05. Jika dinyatakan secara statistik adalah sebagai berikut : Ho = i = 0 Hi = i = 0 T hitung dicari dengan persamaan sebagai berikut : .1 Uji t.4. Apabila tingkat signifikansinya (Sig t) lebih kecil daripada  = 0. Jika data menyebar dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal.05.

54 Koefisien Regresi (bi) t. dengan variabel terikat (Y). df) maka Ho diterima.tabel (.4. langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Membuat formula hipotesis 1) Ho : βi = 0 (hipotesis nihil) Yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antar variabel bebas (Xi) secara simultan. Uji signifikansi bersama – sama menggunakan uji F dapat ditulis dengan rumus : F= R2 /k 1. dan Jika t. 2) Ho : βi ≠ 0 (hipotesis alternatif) Yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (Xi) secara simultan.2 Uji F.tabel (.R2 / nk-1 Keterangan : R2 = koefisien determinasi .hitung < dari t.Statistik F-test untuk menguji apabila variabel bebas secara simulatan mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak signifikan dengan variabel terikat (Y). 3.hitung = Standar Deviasi (bi) Jika t. b) Menentukan nilai F-tabel yang menggunakan level of significant sebesar 5%. dengan variabel terikat (Y).3. df) maka Ho ditolak.hitung > dari t.

3.4. maka H0 ditolak dan H1 diterima. . 3.05.dan bank non devisa. Nilai koefisien determinasi adalah antar nol sampai satu (0<R²<1).4. maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel terikat. 2) Jika P-value > α = 0.4 Uji Chow Test Untuk menguji perbedaan pengaruh bank devisa dan bank non devisa digunakan uji chow test.3.55 K = jumlah variabel N = banyaknya data c) Pengambilan keputusan 1) Jika P-value < α = 0.05. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. dimana chow test adalah alat untuk menguji test for equality of coefficient atau uji kesamaan koefisien dan test ini ditemukan oleh gregory chow. 3.3 Koefisien Determinan (R2) Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai yang mendekati satu berarti variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Hal ini berarti variabel bebas secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel terikat. oleh karena itu untuk membedakan hasil regresi pada bank devisa.

2k) sebagai df untuk penyebut maupun pembilang. jika ada beda variabel independen antara bank devisa dan bank non devisa dalam mempengarui basarnya kinerja bank.56 selanjutnya digunakan model regresi chow test(alat untuk menguji kesamaan koefisien). maka hipotesis nol dapat di tolak. jika F hitung > F tabel. 2004): RSSur / (n1=n2-2k) RSSr : Sum Of Squares Redidual untuk regresi dengan total observasi RSSur : penjumlahan Sum Of Squares Residual dari masing-masing regresi menurut kelompok. jika F hitung < F tabel maka yang terjadi sebaliknya. 6. r : Jumlah parameter yang diestimasi unrestricted regresion. . langkah melakukan chow test (ghozali. Selanjutnya hasil F hitung ini akan dibandingkan dengan F tabel. n : Jumlah Observasi k : Jumlah parameter yang diestimasi pada restricted regresion. Nilai rasio F mengikuti distribusi k dan (n1 + n2 .

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. yaitu dari rasio keuangan yang di buat oleh masing-masing bank yang memiliki tahun buku 31 desember 2004 sampai dengan 31 desember 2008 secara berturut turut dilaporkan ke Bank Indonesia. Prediktor yang digunakan adalah CAR. LDR. Data yang digunakan adalah data sekunder. terlebih dahulu akan disajikan mengenai deskripsi atau kondisi distribusi dari masing-masing variabel penelitian. Dengan demikian diperoleh sebanyak 50 data observasi bank devisa dan 50 observasi bank non devisa. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis. Deskripsi ini akan memperlihatkan kecenderungan yang terjadi pada sebaran masing-masing variabel penelitian 57 . NIM untuk memprediksikan ROA. Statistik Deskriptif Penelitian dilakukan pada perusahaan perbankan yang tergolong dalam kelompok bank devisa dan non devisa. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEJ pada tahun 2004 hingga 2008 yang terdiri dari 10 bank umum devisa dan 10 bank umum non devisa. PPAP.NPL. Pengujian signifikansi variabel prediktor pada model ROA akan diestimasi dengan menggunakan model regresi linier berganda.1. BOPO. .

89325 1.00 Mean 18.47 28.2512 7.6104 2.02169 20.89 112.84 Mean 21.66873 Bank Non Devisa Descriptive Statistics Maxim N CAR NPL ROA BOPO LDR PPAP NIM Valid N (listwise) 50 50 50 50 50 50 50 50 Minimum 9.40 144.50 519.47 211.29657 1.26 .9508 158.1062 121.03584 27.50581 2.6368 1.56 -4.1646 3.60 8.41 83.1 Statistik deskriptif Bank Devisa Descriptive Statistics Maxim N car NPL BOPO LDR NIM ROA PPAP Valid N (listwise) 50 50 50 50 50 50 50 50 Minimum 10.46 .89513 98.72 96.47 4.41 .29913 3.38530 14.7430 79.15 um 33.59092 18.9642 87.1208 2.47096 Sumber: Data diolah .3078 Std.56 um 45.01 8.10 21.32157 3.50 3.53663 1.3450 Std.7202 78. Deviation 8.53 4.85 92.41 21.18400 23.27 2.58 Tabel 4. Deviation 5.77 7.8454 71.89 34.55 130.31 58.6918 5.

Bank non devisa cenderung memiliki hutang bermasalah yang lebih besar dibanding dengan bank devisa.72 dengan standard deviasi 1. .50581 . Bahwa bank non devisa memiliki beban operasional yang lebih besar daripada bank non Devisa. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai BOPO nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 96.77 dengan standard deviasi 5.89 dan Bank Non Devisa 130.01 dengan standard deviasi 3.40. Dengan melihat angka rata-rata BOPO tersebut menunjukkan adanya beban operasional yang masih tinggi yang menjadi tanggungan bank dalam operasionalnya. Bank Non devisa memiliki nilai maksimum yang lebih tinggi daripada bank Devisa. Sehingga bank memenuhi kecukupan modal dan memberi rasa aman dan merangsan kepercayaan masyarakat sebagai pemilik dana.4 dengan standard deviasi 8. Bank non devisa memiliki pemberian kredit lebih besar dibanding bank devisa jika dibandingkan dengan simpanan yang masuk. Dengan melihat angka rata-rata LDR yang lebih dari 100% tersebut menunjukkan adanya pemberian kredit yang besar dibanding simpanan yang diberikan pihak bank. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai LDR nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 112.89325 dan Bank Non Devisa 45.50.60 dan Bank Non Devisa144.59 Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 33.29913. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa NPL mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 7.59092dan Bank Non Devisa 21. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CAR pada semua bank sudah berada lebih besar dari syarat 8% CAR minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Bank Non devisa memiliki nilai maksimum yang lebih tinggi daripada bank Devisa.

29657 dan Bank Non Devisa 21.47096.1.84 dengan standard deviasi 3. sehingga dalam penelitian ini menggunakan model regresi yaitu model regresi untuk bank devisa dan bank non devisa. Semakin tinggi rasio NIM maka semakin baik kinerja bank tersebut.2. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa NIM mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 8. 4. Jika masih terdapat penyimpangan asumsi klasik selanjutnya akan dilakukan perbaikan terhadap data penelitian maupun model regresi .32157. 4. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa ROA mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 4. Bank non devisa memiliki ROA yang lebih besar dibanding bank devisa. Deteksi terhadap Asumsi Klasik Sebelum pengujian dengan analisis regresi terlebih dahulu dilakukan pengujian kemungkinan adanya penyimpangan terhadap asumsi klasik.2. Bank non devisa memiliki laba bunga (NIM) yang lebih besar dibanding bank devisa. Dengan melihat angka rata-rata PPAP yang lebih dari 100% tersebut menunjukkan adanya pemenuhan penyisihan aktiva produktif kredit yang baik dari pihak bank .38530. Analisis Data Analisis pada penelitian ini menggunakan pengujian data untuk setiap tahun.00 dengan standard deviasi 27.47 dengan standard deviasi 1.60 Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa PPAP mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 211.Bank non devisa memiliki penyisihan aktiva produktif yang lebih besar dibanding bank devisa.66873 dan Bank Non Devisa 519.47 dengan standard deviasi 1.55 dengan standard deviasi 2.03584 dan Bank Non Devisa 8.10 dengan standard deviasi 98.

2 Hasil Pengujian Multikolinearitas pada Bank Non Devisa dan Devisa Variabel CAR BOPO LDR NIM PPAP NPL Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 4.834 1. dan tolerance mendekati nilai 1. Hasil nilai VIF dan tolerance untuk masing-masing variabel dapat dilihat pada Tabel 4.524 1.618 1.611 1.263 0.641 1.742 0.199 Bank Non Devisa Tolerance VIF 0. heteroskedatisitas. Bank Devisa Tolerance VIF 0.2001).780 0.686 1.203 0.910 0.636 0.560 0. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independent.792 1.679 1.472 0. Deteksi adanya multikolinear dapat diketahui dengan nilai VIF atau Variance Inflation Factor dari masing-masing variabel.562 1. Pengujian-pengujian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Pengujian penyimpangan asumsi klasik meliputi pengujian atas gejala normalitas.2 tersebut diatas terlihat bahwa keenam variabel bebas memiliki angka VIF atau Variance Inflation Factor lebih kecil dari 10. Nilai VIF yang lebih kecil dari 10 dan tolerance mendekati nilai 1 mengindikasikan tidak adanya multikolinear dalam pengujian model regresi(Ghozali.574 1.458 .61 berupa transformasi atau pengurangan data penelitian. dan autokorelasi.676 1.479 0.619 0.2001). Pengujian Multikolinearitas Uji ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ditemukan korelasi antara variabel independent dalam model regresi yang disusun. multikolinearitas.831 1. Jika suatu model regresi mengandung multikolinearitas maka kesalahan standar estimasi akan cenderung meningkat dengan bertambahnya variabel dependent (Ghozali.2 sebagai berikut : Tabel 4.

Gambar scatterplot ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 4. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi linear berganda adalah dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual error yaitu ZPRED. 2. Pengujian Heteroskedastisitas Pengujian ini bertujuan untuk melihat penyebaran data. Grafik Uji Heteroskedatisitas Bank Non Devisa .1. Jika tidak ada pola tertentu dan titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak terjadi heteroskedastisitas.62 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model yang disusun tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas.

1. Berdasarkan Gambar 4. tersebut diatas terlihat bahwa titik-titik tersebut sudah tidak membentuk pola tertentu yang jelas. serta titik-titik menyebar keatas dan dibawah 0 pada sumbu Y.du (Ghozali. Autokorelasi dapat dideteksi bila nilai DW diluar du dan 4 . . Kemudian jika ada pola yang jelas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali. 2005). 3. 2001). Pengujian Autokorelasi Pengujian ini digunakan untuk menguji asumsi klasik regresi berkaitan dengan adanya autokorelasi. Pengujian menggunakan Durbin Watson (DW – Test) . Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. maka disebut homoskedositas atau tidak terjadi heterokedastisitas. Dan berdasarkan keterangan tersebut maka seluruh variabel tidak terdapat heterokedastisitas.63 Bank Devisa Sumber : Data diolah Uji heterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah model yang tidak mengandung autokorelasi. maka tidak terjadi heterokedastisitas.

dengan jumlah sampel 50dengan 6 variabel independent.639 1.863 1.639. 2001).863.123 dU 1. jika data menyebar dari garis DW 1. Pengujian Normalitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah terdistribusi normal. dan k = 6.361 2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model terbebas dari autokorelasi.361. Data dapat dikatakan normal bila data atau titik – titik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonalnya (Ghozali .855 dL 1. Sedangkan berdasarkan tabel DW dengan tingkat kepercayaan 95% (  = 5% ) dan n = 50. Namun.123 1.123 dan nilai du 1. Jika data penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Nilai DW akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan derajat kepercayaan 5%. 4. dapat dilihat pada grafik probability plot. Untuk menguji normalitas data.3 menunjukkan nilai DW sebesar 1. Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati normal.863 < 2.64 Untuk menguji adanya autokorelasi dalam regresi linier berganda digunakan uji Durbin-Watson.du 2. Karena nilai DW hitung terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (4-du) atau du < dw < 4-du yaitu 1.3 Hasil Pengujian Autokorelasi Model Bank Devisa Bank Non Devisa Sumber : data diolah Hasil uji DW dalam tabel 4. Tabel 4.361 . Maka dari tabel Durbin Watson akan didapatkan nilai dl 1.639 < 1.639 4 . maka regresi memenuhi asumsi normalitas.

maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Grafik Uji Normalitas. hal itu terlihat dari titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal.65 diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal. .2 dapat disimpulkan bahwa pola grafik normal.2.P-plot Bank Devisa Sumber : data diolah Bank Non Devisa Berdasarkan tampilan gambar 4. Hal ini menunjukan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi normal. Gambar 4.

204 .077 .611 . .032 -.073 NPL – 0.129 Coefficients Beta t 3.2001).618 .000 .199 1.511 .NIM.169 -.019 .383 2. kemudian CAR. LDR.005 .619 1.041 -. Adapun hasil pengolahan data adalah sebagai berikut : Tabel 4.212 -. NPL yang mempengarui ROA.111 .208 -4. Dependent Variable: ROA B 5.809 -1.562 .161 -1.234 -.834 .636 1. Error 1.041CAR .216 .554 -.780 1.073 -.895 -1.112 -.1.169 0. PPAP.2.094 .115 Std.256 Sig.010 LDR +0. NIM - .066 .2. Bank Devisa Analisis regresi linier digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variable bebas (Ghozali.472 Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber : Data diolah Dari model regresi diatas diperoleh model sebagai berikut : ROA = 5.0.679 1.032 BOPO – 0.010 .910 1.002 .890 1.036 .2.060 .115PPAP + e Berdasarkan hasil olah data persamaan diatas maka: BOPO merupakan variabel yang paling dominan mempengarui ROA. Analisis Regresi Berganda 4.2.006 .66 4.234 .091 .524 .111+ 0.4 Hasil Regresi – Bank Devisa Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP a.

Berikut ini adalah hasil dari uji regresi secara simultan.6 didapat nilai F hitung sebesar 16.576 df b Mean Square 6 43 49 6. LDR.5 Uji Simultan ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 36.05. . BOPO.333 16. Uji Hipotesis a.000.032 dengan probabilitas 0.000 a a. Tabel 4. Karena probabilitas lebih kecil dari 0. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi profitabilitas bank atau dapat dikatakan bahwa CAR.032 Sig. NPL. . Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Berdasarkan hasil uji F pada table 4. LDR. BOPO b. NIM.056 . Predictors: (Constant).242 52.67 1. Hasil Uji F Pengujian hipotesis uji F digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang bermakna terhadapl variabel terikat. dan PPAP mempunyai pengaruh terhadap ROA. NPL. car. NIM. sqPPAP.378 F 16.

091 . Dari hasil penelitian diperoleh koefisien transformasi regresi untuk variabel CAR sebesar 2.618 .05 Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.208 -4.094 .256 Sig.000 . Hal ini berarti bahwa Hipotesis 1 diterima.562 .204 .129 Coefficients Beta t 3.212 -.002 .68 b.006 .554 -.073 -.679 1.060 .6 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP a.619 1.115 Std. Variabel CAR Hipotesis pertama yang diajukan menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.809 -1.895 -1.199 1.234 .066 .161 dengan nilai signifikasi sebesar 0.036 dimana nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0. maka ROA yang diperoleh bank akan semakin besar karena semakin besar CAR maka semakin baik kemampuan permodalan bank dalam menjaga kemungkinan .524 .041 -. Dari hasil estimasi regresi pada lampiran diketahui nilai t hitung sebagai berikut : 1. Error 1.032 -. . Dependent Variable: ROA B 5.472 Collinearity Statistics Tolerance VIF Atas dasar hasil uji T maka menunjukkan bahwa variabel X1 sampai X6 berpengaruh pada Y.780 1.169 -.890 1.111 .834 .611 .636 1.112 -. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar CAR.005 .910 1.161 -1. Hasil Uji t ( Secara Parsial) Tabel 4.234 -.216 .383 2.036 .019 .010 .077 .511 .

Semakin besar NPL.05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Fitri(2007).. Nilai signifikansi uji diperoleh lebih kecil dari 0.69 timbulnya resiko kerugian usahanya sehingga kinerja bank juga meningkat. NPL merupakan perbandingan dari kredit bermasalah dengan jumlah kredit yang dikucurkan pada masyarakat. Dengan arah koefisien positif. Variabel NIM Hipotesis ketiga yang diajukan menyatakan bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 2 ditolak .234 dimana nilai signifikan pada tingkat signifikansi 0. Pengaruh positif . Hasil estimasi regresi variabel NIM diperoleh nilai t sebesar 1. akan mengakibatkan menurunnya ROA. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien variabel NPL diperoleh nilai t sebesar -1. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari wisnu mawardi(2004) dan Fitri (2007) yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA. yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. NPL terus meningkat menunjukan tingkat resiko kredit bank yang semakin buruk.077. maka perputaran keuantungan bank akan mengalami penurunan. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0.208 dengan probabilitas sebesar 0. NPL digunakan oleh perbankan untuk mengukur kemampuan bank tersebut menyanggah resiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. 3. 2. Variabel NPL Hipotesis kedua yang diajukan menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Dengan meningkatnya NPL.05 maka NPL tidak signifikan terhadap ROA.809 dengan probabilitas sebesar 0. maka hal ini berarti bahwa NIM berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA.05 maka pengaruh NIM terhadap ROA tidak signifikan.

maka hal ini berarti bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA.895 dengan probabilitas sebesar 0.000.70 tidak signifikan. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Wisnu Mawardi (2004) menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA. kredit dan investasi. apabila NIM naik maka ROA akan naik. 5. Variabel BOPO Hipotesis keempat yang diajukan menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. namun pengaruh kenaikan NIM tidak signifikan terhadap kenaikan ROA. Nilai BOPO yang lebih tinggi akan memberikan ROA yang lebih kecil Hal ini berarti bahwa Hipotesis 4 diterima. Variabel LDR . Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0. Contohnya pada Bank Central Asia pada tahun 2005-2006 NIM mengalami kenaikan sebesar 17.05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel BOPO terhadap ROA.95. sedangkan ROA mengalami kenaikan hanya 0. Hal ini menunjukan bahwa manajemen bank belum mampu mengelola akiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan terutama dari spread bunga tabungan. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisnu mawardi (2004) yang menunjukan hubungan NIM dan ROA adalah positif. Dengan arah kofisien negatif. 4. Spread yang kecil yang disebabkan naiknya BI rate dan tekanan inflasi membuat besarnya biaya bunga meningkat menyebabkan bank kehilangan kesempatan memperoleh laba dari aktiva produktif.49 Hal ini berarti bahwa Hipotesis 3 ditolak. Hasil estimasi regresi variabel BOPO diperoleh nilai t sebesar -4.

Variabel PPAP Hipotesis keenam yang diajukan menyatakan bahwa PPAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. sehingga PPAP merupakan beban bagi bank semakin besar PPAP menunjukan kinerja aktiva produktif yang semakin turun sehingga menurunkan .05.71 Hipotesis keempat yang diajukan menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. LDR merupakan rasio yang menunjukan kemampuan dalam menjalankan fungsi intermediasinya dalam menyalurkan dana pihak ketiga ke kredit. Hasil penemuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hesti(2002).05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel LDR terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien regresi Hasil estimasi regresi variabel LDR diperoleh nilai t sebesar -1.216. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana / kredit. Dengan arah koefisien negatif. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 4 ditolak. maka hal ini berarti bahwa PPAP berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. Jika rasio ini menunjukan angka rendah maka bank dalam kondisi idle money atau kelebihan likuiditas yang akan menyebabkan bank kehilangan kesempatan untuk memperoleh laba lebih besar. 6. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien regresi variabel PPAP diperoleh nilai t sebesar -1.890 dengan probabilitas sebesar 0.066 yang menunjukkan lebih besar dari 0.256 dengan probabilitas sebesar 0. tidak signifikan artinya semakin rendah LDR maka laba perusahaan mempunyai kemungkinan untuk turun. Dengan demikian maka tidak diperoleh adanya pengaruh yang signifikan dari variabel PPAP terhadap ROA. LDR berpengaruh negatif.

2.2% disebabkan oleh faktor lain.8%. NIM. LDR. Hasil ini sesuai dengan Mabruroh (2004). car. Sedangkan sisanya sebesar 35. sqPPAP.Bank Non Devisa Analisis regresi linier digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variable bebas (Ghozali.2. F Change . Nilai koefisien adalah antara nol sampai dengan satu. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 yang diperoleh seagai berikut : Model Summary Std. BOPO. 4.863 R Square .691 F Change 16. PPAP secara simultan terhadap ROA sebesar 64.000 DurbinWatson 1. NIM.61459 a.8%.2001).691 Adjusted R Square .Hal ini berarti bahwa Hipotesis 5 ditolak. 3. Koefisien determinasi menunjukkan mengenai besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.648 atau 64. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perbankan dipengaruhi oleh variabel CAR. Nilai koefisien determinasi ditunjukkan dengan nilai adjusted R². BOPO b.72 ROA. NPL. Predictors: (Constant).2. Adapun hasil pengolahan data adalah sebagai berikut : . Dan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0.032 df1 6 df2 43 Sig. Error Mode l 1 R . Dependent Variable: ROA Sumber : Data diolah Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.648 of the Estimate .831 a b Change Statistics R Square Change . LDR. NPL.

649 .116 PPAP + 0. Sumber :Data Diolah Dari model regresi diatas diperoleh model sebagai berikut : ROA = 13. PPAP .792 .831 .035 .465 .006 .097 Std.263 1.676 . . 1.249 .977 .014 .598 Sig.003 .135 NIM + e Berdasarkan hasil olah data persamaan diatas maka: BOPO merupakan variabel yang paling dominan mempengarui ROA. kemudian NIM.264 -17.641 .026 .458 Collinearity Statistics Tolerance VIF a.742 1. Uji Hipotesis a. Error .153 .737 .560 1.000 .250 .097 NPL – 0.977+ 0. LDR.73 Tabel 4. Dependent Variable: ROA b.917 .000 . NPL. sqNPL( transformasi NPL) .813 .163 .031 Coefficients Beta T 15. NIM.793 . sinPPAP(trasformasi PPAP).553 .910 .009 .158 .003 LDR + 0. Hasil Uji F Pengujian hipotesis uji F digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat. Independent Variabel : CAR. Berikut ini adalah hasil dari uji regresi secara simultan.135 .153 BOPO – 0.196 . .034 .000 .203 1. dan CARyang mempengarui ROA.116 .004 -.004 CAR + 0.8 Hasil Regresi – Bank Non Devisa Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR BOPO LDR NIM sinppap sqnpl B 13.574 .013 -. LDR.479 1.459 3.686 1.0.BOPO.

898 F 86.9 Uji Simultan ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21. CAR. BOPO. Predictors: (Constant).408 278. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Berdasarkan hasil uji F pada table 4. LDR. NIM.05.74 Tabel 4.16 4 Sig. BOPO b.794 43 49 . NIM.000 a a. LDR. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi profitabilitas bank atau dapat dikatakan bahwa CAR. sqnpl. Karena probabilitas lebih kecil dari 0. NPL.164 dengan probabilitas 0.9 didapat nilai F hitung sebesar 86. . sinppap.386 Df 6 b Mean Squar e 42.000. dan PPAP mempunyai pengaruh terhadap ROA. .498 s 257.

003 .813 .097 Std. Error .163 .013 -.598 Sig.10 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR BOPO LDR NIM Sinppap Sqnpl a.263 1.004 -.75 b. dimana peningkatan modal sendiri yang dimiliki oleh bank akan menurunkan biaya dana karena bank dapat menggunakan modalnya sendiri ntuk dialokasikan kepada kativa produktif yang kemudian dapat meningkatkan .793.264 -17.676 .009 . Hasil Uji t ( Secara Parsial) Tabel 4.250 . CAR adalah perbandingan antara modal sendiri dan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko(ATMR).686 1. .203 1.831 .000 .031 Coefficients Beta t 15.135 .574 .910 .553 . Dependent Variable: ROA B 13.264 dengan probabilitas sebesar 0. Hasil estimasi regresi variabel CAR diperoleh nilai t sebesar 0.737 .000 . Hal ini berarti bahwa Hipotesis 7 ditolak.196 .458 Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data diolah Dari hasil estimasi regresi pada lampiran diketahui nilai t hitung sebagai berikut : 1.249 .459 3.641 .742 1.000 .006 .465 .034 .479 1.116 .153 .014 . Variabel CAR Hipotesis ketujuh yang diajukan menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.035 . Dengan demikian diperoleh tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel CAR terhadap ROA.026 .917 .158 .793 .560 1.792 .649 .977 .

yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. Begitu pula sebaliknya bila NPL turun. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Almilia (2005) menunjukkan bahwa NPL berpengaruh positif terhadap ROA. akan mengakibatkan menurunnya ROA.553.598 dengan probabilitas sebesar 0. 2. maka perputaran keuntungan mengalami penurunan. NPL yang terus meningakt menunjukan tingkat resiko kredit bank yang semakin buruk. NPL digunakan oleh perbankan untuk mengukur kemampuan bank tersebut untuk menyanggah resiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. sehingga kinerja keuangan bank dapat dikatakan baik Hal ini berarti bahwa Hipotesis 8 ditolak. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0.76 profitabilitas. Semakin besar NPL. Dengan meningaktnya NPL. Namun bila modal ban rendah akan memerlukan dana yang berasal dari dana pihak ketiga yang mengandung biaya dana sehingga akan menjadi mahal dan biaya bungan menjadi tinggi dan mengurangi margin bersih yang diperoleh bank melalui aktiva produktifnya sehingga profitabilitas bank akan rendah. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari wisnu mawardi(2004) dan Fitri (2007) yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA. NPL merupakan perbandingan dari kredit bermasalah dengan jumlah kredit yang dikucurkan pada masyarakat. maka ROA akan semakin meningkat. Variabel NIM .05 maka diperoleh tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel NPL terhadap ROA. Variabel NPL Hipotesis kedelapan yang diajukan menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan Hasil estimasi regresi variabel NPL diperoleh nilai t sebesar 0. 3.

250 dengan probabilitas sebesar 0.649 karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 10 diterima. Nilai signifikansi uji diperoleh lebih kecil dari 0. 4. Dengan arah kofisien positif. . Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisnu mawardi (2004) yang menunjukan hubungan NIM dan ROA adalah positif. Hasil estimasi regresi variabel LDR diperoleh nilai t sebesar 0. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Wisnu Mawardi (2004) menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA. Variabel BOPO Hipotesis kesepuluh yang diajukan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan. 5. Hasil estimasi regresi variabel BOPO diperoleh nilai t sebesar -17.05.459 dengan probabilitas sebesar 0. Nilai NIM yang lebih tinggi akan memberikan ROA yang lebih besar.05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel NIM terhadap ROA. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 9 diterima.77 Hipotesis kesembilan yang diajukan bahwa NIM berpengaruh signifikan positif. BOPO naik maka ROA turun. Variabel LDR Hipotesis kesebelas yang diajukan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan. Hasil regresi variabel NIM diperoleh nilai t sebesar 3.813 dengan probabilitas sebesar 0.05 maka diperoleh tidak . Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0.05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel BOPO terhadap ROA. maka hal ini berarti bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.000. Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0.000.

Nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. 6. Namun nilai positif yang ditunjukan LDR menunjukan bahwa semakin tinggi LDR menunjukan likuiditas perbankan semakin rendah karena banyak dana pihak ketiga yang disalurkan dalan bentuk loan sehingga mampu meningkatkan pendapatan bank dari bunga pinjaman yang dibayarkan. Dengan demikian maka diperoleh tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel PPAP terhadap ROA. Hasil estimasi regresi variabel PPAP diperoleh nilai t sebesar 0.78 adanya pengaruh yang signifikan dari variabel LDR terhadap ROA. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 12 ditolak.05 . hal ini akan memberikan potensi kenaikan ROA. PPAP positif menunjukan banyaknya cadangan yang dipersiapkan bank untuk penempatan kredit yang menyebabkan menurunkan ROA. sehingga PPAP merupakan beban bagi bank semakin besar PPAP menunjukan kinerja aktiva produktif yang semakin turun sehingga menurunkan ROA. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana / kredit. Semakin tinggi LDR maka semakin besar dana yang disalurkan dan akan meningkatkan pendapatan yang akan meningkatkan kinerja bank. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 yang diperoleh sebagai berikut : .465. Sehingga akan mengurangi ROA.737 dengan probabilitas sebesar 0. maka PPAP harus ditambah. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 11 ditolak. Apabila kredit macet macet naik/ diragukan naik. 3. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian Yuliani (2007). Variabel PPAP Hipotesis keduabelas yang diajukan adalah negatif dan signifikan. Jadi apabila PPAP naik hal itu menandakan kredit macet naik.

NIM.164 df1 6 df2 43 Sig. CAR. NIM.961 a b Change Statistics R Square Change .923 Adjusted R Square . 4. Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut : . Error of Mode l 1 R . LDR. sqnpl. NPL. Koefisien determinasi menunjukkan mengenai besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Uji Chow Uji Chow dilakukan untuk menguji ada tidaknya perbedaan pengaruh dari keenam variable bebas terhadap ROA pada bank umum devisa dan bank umum non devisa.2%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perbankan dipengaruhi oleh variabel CAR. sinppap.912 atau 91. BOPO b. F Change . LDR . BOPO. Nilai koefisien adalah antara nol sampai dengan satu.79 Tabel 4.9%.70559 a. PPAP terhadap variabel dependen sebesar 91. Nilai koefisien determinasi ditunjukkan dengan nilai adjusted R².11 Koefisien Determinasi Model Summary Std.923 F Change 86.000 DurbinWatson 1. Dan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0.855 R Square .912 the Estimate . Predictors: (Constant). Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.8% disebabkan oleh faktor lain. Sedangkan sisanya sebesar 8.

794 43 49 .898 F 86.16 4 Sig.333 Df 6 b Mean Squar e 6. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Bank Non Devisa: ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21.378 s 36. . LDR. BOPO b. sinppap. .03 2 Sig. NPL.80 Tabel 4.576 43 49 . car.000 a a. NIM.12 Uji Chow Bank Devisa : ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 16. sqnpl. CAR.408 278. Predictors: (Constant).000 a a. NIM. BOPO b.242 52. sqPPAP. LDR. Predictors: (Constant).498 s 257.386 df 6 b Mean Squar e 42.056 F 16. Dependent Variable: ROA Sumber : data diolah .

309 Model 1 df F 32.874 93 99 1. npl.408 .854 Mean Squa re 6 37.81 Bank Devisa dan Bank Non Devisa: N ANOVAb Sum of Squar es Regress ion Residua l Total 223.162 a. car. ldr. ppap b. dan jumlah parameter yang diestimasi pada restricted regression (k) sebesar 6 maka didapatkan perhitungan chow test sebagai berikut: RSSur =RSSur1 + = 16.1 2 1 Sig. Dependent Variable: roa Nilai F tabel taraf 5% dengan df 1= 44 dan df 2 44 diperoleh sebesar 3.650 F= (RSSr (RSSur / RSSur) / k (n1+n2-2k) + RSSur2 21. Predictors: (Constant).000a 108. dimana n1 merupakan jumlah observasi residual pada bank devisa sebesar 50 dan n2 merupakan jumlah observasi residula pada bank non devisa sebesar 50 sehingga 50+50= 100. nim.020 331. . bopo.49 dengan jumlah n1 dan n2 sebanyak 100.242 = 37.

9.9 > F tabel( 3.65)/6 Hasil pengujian menghasilkan nilai Chow test F sebesar 27.72 0.49 Dengan demikian diperoleh Chow test (27.82 = (108. . Nilai F tabel diperoleh sebesar 3.65 / = 11.49) hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari 6 variabel bebas.020 (37.9 (100-12) 37.42 f= 27.

1. Variabel PPAP negatif tidak signifikan terhadap ROA Bank Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Non Devisa.BAB V PENUTUP 5. Variabel CAR berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ROA Bank Devisa namun tidak pada Bank Non Devisa. 2. 5. 6. Variabel LDR negatif tidak signifikan pada Bank Devisa dan positif tidak terhadap ROA pada Bank Non Devisa. Variabel NPL negative tidak signifikan pada Bank Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Non Devisa.2.Keterbatasan signifikan 83 . Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis regresi yang telah dilakukan terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi ROA pada perusahaan perbankan pada tahun 2004 hingga 2008 dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikan 5%. 3. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Variabel NIM berpengaruh signifikan positif terhadap ROA Bank Non Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Devisa. Variabel BOPO berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap ROA Bank devisa maupun Bank Non Devisa. 4. 5.

NPL. Data CAR. . Bagi manajemen/ Pengelola perbankkan Manajemen harus bisa mengelola BOPO dengan baik. Bagi Peneliti Untuk penelitian NIM. karena terbukti stabil. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diperoleh maka dapat diajukan saran sebagai berikut : 1. 2. 5. PPAP. dan BOPO karena berlaku untuk Bank Devisa dan Bank Non Devisa maka untuk dijadikan variabel penelitian.84 Pada penelitian ini terdapat kondisi yang tidak sejalan dengan hipotesis. yang fluktuatif sehingga menyebabkan distorsi sehingga di masa yang akan datang perlu teknik ysng bersifat smooting(penghalusan) sebaiknya digunakan data triwulan.LDR. bank harus berhati hati bila terjadi peningkatan PPAP.3.

Jakarta. Jakarta: PT. Ghozali. 2007. Malayu. Laporan Pengawasan Perbankan 2008. 2001. Edisi Kedua. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kasmir. No. Jakarta.1. 2005. Luciana dan Winny Herdaningtyas. Mudrajat. Kuncoro. Media Ekonomi dan Bisnis”. Wisnu. Laporan Pengawasan Perbankan 2006.”Analisis Rasio CAMEL terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan periode 2000-2002”. Laporan Pengawasan Perbankan 2004.DAFTAR PUSTAKA Almilia. Hasibuan. Jakarta. 2008.131-147. Jakarta. Bank Indonesia. Laporan Pengawasan Perbankan 2005. Dendawijaya. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. 2005. Yogyakarta: BPFE. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. 2004. Manajemen Perbankan. 2006.7. 2001.XV.14. No. Robert. “Buku Pintar Pasar Modal Indonesia”. Lukman. pp. Drs. H.Bumi Aksara. Tarmizi dan Willyanto Kartiko Kusuno. Bank Indonesia. Jurnal Akutansi dan Keuangan. Achmad.1. Jakarta. 1997. Dasar. Jakarta: PT.Dasar Perbankan. 85 . 2001. Mawardi. Imam. “Analisis Faktor-Faktor yang mempengarui Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum dengan Total Asset Kurang dari 1 Triliun)”. Bank Indonesia. Ang. Manajemen Perbankan. Raja Grafindo. Mediasoft Indonesia Bank Indonesia. “ Analisis Rasio-Rasio Keuangan sebagai Indikator dalam Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perbankan Indonesia”. Vol. 2003. Vol. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Vol. no. Laporan Pengawasan Perbankan 2007. 2001.2005.2. 2002. Jurnal Bisnis Strategi. Bank Indonesia.

Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya. Vol 1 no. No.2.5 no. Siamat. 2007. Manajemen Dana Bank.2000.10 . hesty.Aryati. Sinungan. Jurnal Akutansi Auditing Informasi. Vol. 2002. Fitri dan Dody Hapsoro.4 No.2.Vol 10. Riyanto. Bambang. Manajemen Bank Umum. Edisi kedua. Dahlan. Edisi Keempat. Vol. Werdaningtyas. Tingkat Inflasi. Titik 2000.”Pengaruh Rasio CAMEL. Jakarta: Intermedia. Wahana .”Model Analisis CAMEL untuk memprediksi Finansial Distress pada Sektor Perbankan yang Go Public”. Jurnal Manajemen Indonesia. 1993. Yogyakarta:BPFE. dan Ukuran Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Jakarta”. Hubungan Efisiensi Operasional dengan Kinerja Profitabilitas pada SektorPerbankan yang Go Public di BEJ. Jakarta: Bumi Aksara Nasser. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan.2 Nugraheni.86 Muchdarsyah. 2007. Faktor yang Mempengarui Profitabilitas Bank Take Over Pramerger di Indonesia. 1993. Etty M. Yuliani.

87 LAMPIRAN .

88 Lampiran A Daftar Perusahaan Sampel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bank Devisa Bank Central Asia Bank Danamon Indonesia Bank Internasional Indonesia Bank Mega Indonesia Bank NISP Bank Buana Indonesia Bank bukopin Bank Ekonomi Raharja Bank Arta Graha Bank Mayapada Internasional Bank Non Devisa Bank Tabungan Pensiunan Nasional Bank Jasa Jakarta Bank Victoria Internasional Bank Eksekutif Internasional Bank Ina Perdana Bank Yudha Bhakti Bank Mayora Bank Artos Indonesia Bank Kesejagteraan Ekonomi Bank Harda Internasional .

84 31.99 22. Bank Internasional Indonesia PT.65 10.64 13.11 11.68 14.21 25.95 33.77 2008 15.18 18.45 11.67 2007 20. Bank Arta Graha PT.42 18.08 2005 22.81 10.Bank Mayapada Internasional 2004 25.48 .Bank Buana Indonesia PT. Bank Ekonomi Raharja PT.53 13.9 13.05 16.34 14.61 11.77 13.42 20.44 17. Bank Bukopin PT.65 11.61 29 13.Bank Mega Indonesia PT.87 21. Bank NISP PT.12 14.43 tahun 2006 23.32 12.86 23.89 Lampiran C CAR Bank Devisa 2004-2008 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.79 15.26 25.06 13.28 17.93 13.34 11. Bank Central Asia PT.33 30.59 17 18.47 16. Bank Danamon Indonesia PT.41 24.95 14.11 12.37 23.08 19.85 22.24 17.13 15.

27 2.73 3.31 4.1 2.90 Lampiran D NPL Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 No.08 2007 1.51 3.55 3.2 2.21 2.2 6.37 2005 1.32 4.13 2.72 1.63 0.77 3.87 2.75 1. Bank Bukopin PT. Bank Ekonomi Raharja PT.08 2.43 2.57 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.08 6.67 .92 2.53 2008 0.26 1.Bank Buana Indonesia PT.Bank Mayapada Internasional 2004 0.95 2.8 2.6 2.82 2.34 1. Bank Central Asia PT.85 1.53 0. Bank NISP PT.13 0. Bank Danamon Indonesia PT.Bank Mega Indonesia PT.67 5.85 1.26 3.65 3.66 2. Bank Internasional Indonesia PT.68 0.5 4.86 4.84 3.26 2.51 3. Bank Arta Graha PT.53 7.78 1.96 tahun 2006 1.95 1.77 1.

34 2.59 2008 3.54 0.52 0.97 tahun 2006 3.43 3.54 3.17 1.09 1.66 2.87 0.94 1.41 1.08 1.63 0.85 3.Bank Mega Indonesia PT. Bank Bukopin PT.44 1.55 1.61 1.75 1.64 1.96 1.46 1.08 1.47 2.98 2.25 2005 3.84 2.81 1. Bank Internasional Indonesia PT.53 1.8 0.2 4. Bank NISP PT.67 2.91 Lampiran B ROA Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.42 1.45 3.25 2.36 2.35 4.Bank Mayapada Internasional 2004 3.43 3.16 2007 3.Bank Buana Indonesia PT. Bank Danamon Indonesia PT.26 1.96 0.4 2.68 0. Bank Arta Graha PT. Bank Ekonomi Raharja PT.66 1. Bank Central Asia PT.38 3.17 .27 1.52 0.92 1.

8 93.3 1 83.2 5 85. Bank NISP PT.4 8 87.7 3 83. Bank Internasional Indonesia PT.1 1 76.8 9 91. Bank Ekonomi Raharja PT.3 5 96.8 6 82.4 3 92.1 7 81.4 7 93.1 81.6 75.4 4 83.2 1 78.6 7 86.7 6 95.2 8 66.3 4 51.3 2 79.Bank Mayapada Internasional 2004 65. Bank Central Asia PT.9 8 .3 8 2005 66.4 7 79.7 5 96.6 9 83.5 4 90. Bank Danamon Indonesia PT.4 8 87.7 2008 65.3 9 81.6 1 94.Bank Mega Indonesia PT.0 9 67.3 93. Bank Arta Graha PT.92 Lampiran E BOPO Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.6 4 2007 66.6 8 72.3 tahun 2006 69.2 6 74.0 5 70.7 2 85.9 7 79.1 7 87.7 1 74.1 82.7 9 64.2 7 89.5 3 85.1 8 82.4 8 87.Bank Buana Indonesia PT.4 1 77. Bank Bukopin PT.0 6 95.

Bank Mega Indonesia PT.9 5 82.76 63.5 4 tahun 2006 38.2 2 2005 39.3 69. Bank Central Asia PT.4 5 43.0 4 94.65 90.4 3 45.5 71. Bank Danamon Indonesia PT.8 61. Bank Arta Graha PT.3 7 44.67 87.1 8 98.0 4 52.7 2 69.2 2 2008 54. Bank Internasional Indonesia PT.6 .73 80.2 92.6 1 79.8 5 78.1 7 51.64 67.6 3 98.6 82.1 3 95.6 6 52. Bank NISP PT.9 3 42.1 5 80.4 94.7 1 85 72. Bank Bukopin PT.0 1 47.0 8 68.82 112.3 1 77.9 8 54.8 4 86.3 1 85.93 Lampiran F LDR Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.6 8 91.2 1 78.8 9 86.3 4 81.0 8 48.87 101.4 2 96.9 4 82. Bank Ekonomi Raharja PT.Bank Mayapada Internasional 2004 28.Bank Buana Indonesia PT.6 4 2007 40.3 5 54.

9 1 100.9 3 2007 129.2 5 100 100.4 8 101.6 5 107.0 1 100.0 1 100.9 6 100.1 189.0 4 127.3 4 115. Bank Danamon Indonesia PT. Bank Ekonomi Raharja PT.15 102.1 8 136.2 4 tahun 2006 141.8 8 100.0 9 83. Bank NISP PT.0 2 113.5 5 100.8 1 106.94 Lampiran G NIM Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 Nama Bank PT.9 2 2005 123.3 194.7 3 124.6 5 117.6 108. Bank Arta Graha PT.2 5 135.Bank Mayapada Internasional 2004 180.9 8 190.2 8 107.0 7 103.4 9 133.2 2 119.4 8 107.3 2 112.0 4 100. Bank Central Asia PT.2 1 117.0 3 110.4 1 211.0 1 113. Bank Bukopin PT.8 4 112.Bank Buana Indonesia PT.7 2 114.0 8 129.1 7 123. Bank Internasional Indonesia PT.7 3 103.4 4 5 6 7 8 9 1 0 .2 3 111.8 3 2008 134.7 7 123.4 1 100.1 7 100.Bank Mega Indonesia PT.5 4 141.

1 7 100.9 2 2005 123.95 Lampiran H PPAP Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 Nama Bank PT.8 3 2008 134.0 8 129. Bank Danamon Indonesia PT.8 8 100.8 4 112.9 1 100.0 9 83.0 4 100.0 1 100.2 5 100 100.0 1 100.4 8 101.6 5 107.9 6 100.2 1 117. Bank NISP PT.0 4 127. Bank Bukopin PT.1 8 136.1 189.3 194.4 1 100. Bank Internasional Indonesia PT.5 5 100. Bank Ekonomi Raharja PT.0 7 103.Bank Buana Indonesia PT.7 3 103.4 1 211.0 2 113.Bank Mayapada Internasional 2004 180.2 2 119.9 8 190.5 4 141.6 5 117.9 3 2007 129.0 1 113.2 8 107. Bank Arta Graha PT.7 7 123.0 3 110.7 2 114.6 108.Bank Mega Indonesia PT.4 9 133.8 1 106.1 7 123.4 8 107.2 5 135. Bank Central Asia PT.4 4 5 6 7 8 9 1 0 .15 102.3 2 112.3 4 115.2 3 111.2 4 tahun 2006 141.7 3 124.

Bank Ina Perdana PT.81 Nama Bank PT.37 6.12 2007 5.55 3.46 6.04 1.57 3.37 1.51 0. Bank Artos Indonesia PT.46 0.29 3.34 1.82 3.95 2005 5.09 2.76 0.66 1. Bank Kesejahteraan Ekonomi 2004 8.28 0.05 0.51 1.78 2.Harda Internasional 1.15 2. Bank Victoria Internasional PT.08 2.4 -0.31 1.15 2.57 0.4 0.58 Tahun 2006 3.16 4.93 2008 5.64 -4.13 -2. Bank Jasa Jakarta PT.51 2.07 2.43 -0.Bank Eksekutif Internasional PT.Bank Yudha Bhakti PT.85 0.16 4.38 1.09 .04 0.96 Lampiran i ROA Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 PT.28 0.45 1.82 1.62 0.22 -1.95 1.58 3. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT. Bank Mayora PT.23 0.02 4.

2 31.Bank Eksekutif Internasional PT. Bank Jasa Jakarta PT.03 23.07 45.97 15. Bank Artos Indonesia PT.43 21.44 23.Harda Internasional 2004 2005 tahun 2006 2007 2008 19.85 21.41 21.79 19.96 40.01 24.97 Lampiran J CAR Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 Nama Bank PT.52 13.08 13.83 14.32 19.38 9.67 24.49 20.88 .87 23.93 14.09 30.8 29.26 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.33 13.31 32.64 34.04 16.8 33.76 14.25 22. Bank Victoria Internasional PT.97 18.59 17.2 14.50 24.09 16.21 32.49 35.28 11. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT. Bank Mayora PT.56 17.99 12.Bank Yudha Bhakti PT.68 19.26 18. Bank Ina Perdana PT.46 15.67 12.08 10.26 18.83 20.5 9.2 32.

52 2.Bank Yudha Bhakti PT.45 0.77 0.09 1.4 21.74 tahun 2006 2.36 2.93 1.Bank Harda Internasional 2004 3.82 3.62 2.66 3. Bank Victoria Internasional PT.71 5.48 7.57 2.97 0.63 10.15 2.88 5.23 1.65 7.76 .63 2.5 1.62 2.89 3.75 2.59 6.13 4.63 1.08 0.98 Lampiran K NPL Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.76 2.03 6. Bank Artos Indonesia PT.94 0.08 10.66 2.24 0. Bank Ina Perdana PT.77 2008 0.Bank Eksekutif Internasional PT. Bank Jasa Jakarta PT.96 3. Bank Mayora PT.18 2005 1.26 1.26 3.51 3.94 4.28 2007 1. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.01 1.56 5.95 6. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.9 1.27 2.07 4.

83 74.99 Lampiran L BOPO Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 Nama Bank PT.18 10 . Bank Victoria Internasional PT.69 103.73 74.16 95.25 93.08 91.67 74.91 90.Bank Ina Perdana PT.73 98.31 88.47 102.68 76.21 92.32 72.Bank Eksekutif Internasional PT.16 100.98 87.03 76. Bank Artos Indonesia PT.7 101.84 80.49 96.16 65.85 85.69 100.05 84.33 75.49 71.85 89.89 87. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.Harda Internasional 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 65.Bank Yudha Bhakti PT.31 78.12 99.66 96.96 93.77 78.05 69.39 78.59 97.32 82.17 94. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.54 130. Bank Mayora PT. Bank Jasa Jakarta PT.01 82.51 99.82 83.4 86.09 74.05 91.49 108.56 88.57 2 3 4 5 6 7 8 9 58.49 126.

33 Nama Bank PT.46 73.Bank Eksekutif Internasional Tahun 2006 96.22 2004 95.76 80. Bank Artos Indonesia PT.97 50. Bank Kesejahteraan Ekonomi 0 PT.09 44.Harda Internasional 66.Bank Yudha Bhakti PT.11 84.9 75.01 51.8 82.85 78.28 56.88 2007 98.59 2005 92.7 7 74.57 88.02 34.99 135.71 44. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.6 57.5 7 70.63 90.36 76.13 79.02 95.24 82.5 7 67.77 105.73 144.15 117.5 9 82.6 9 104.09 67.73 92.100 Lampiran M LDR Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PT.48 59.87 82.69 72.08 91.3 1 50.42 56.98 137.75 83.44 101.98 40.61 71. Bank Jasa Jakarta PT. Bank Mayora PT.78 52.37 1 . Bank Ina Persada PT.31 92.85 78. Bank Victoria Internasional PT.84 2008 85.

9 8 212.0 4 239.Bank Eksekutif Internasional PT.9 8 311.8 9 6 PT.79 113. Bank Kesejahteraan Ekonomi 0 PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.9 9 100.4 9 152.27 348.4 6 104.5 1 111. Bank Artos Indonesia PT.7 1 105.3 8 101.9 8 519.8 8 161.8 5 100.6 7 101.8 3 198.4 3 102. Bank Mayora PT.4 2 155.4 4 100.1 8 100 107.Bank Yudha Bhakti 7 8 9 PT.6 1 102.0 3 113.6 3 106.7 8 145.3 4 102. Ina Perdana 2004 140.5 7 100.4 9 100 104.4 9 100.3 7 100.5 9 276.9 7 1 .0 5 105.Harda Internasional tahun 2006 105.2 2 2005 92.3 7 2008 210.101 Lampiran N PPAP Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 Nama Bank PT.2 1 483.5 8 224.0 3 198.3 94.2 4 105. Bank Jasa Jakarta PT.4 5 101.6 1 2007 154 132.6 5 100.1 1 135.3 4 138.5 3 100.1 6 388. Bank Victoria Internasional PT.

9 4 8. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.15 5.48 6.52 7.61 7.86 200 8 11.64 5.Harda Internasional 2004 10. Bank Victoria Internasional PT.68 7. Bank Artos Indonesia PT.56 tahun 2006 13.08 2007 11.2 5 11.3 1 6.Bank Eksekutif Internasional PT.43 5.8 4 4.102 Lampiran O NIM Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.8 4 6.83 5.79 3.23 8.14 10.23 5.25 6.27 2.71 9.58 .05 8.8 5. Bank Mayora PT.97 4.13 7.55 4.85 4. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.95 2. Ina Perdana PT.38 7.0 3 4.4 4.44 6.69 4.88 10.82 6.Bank Yudha Bhakti PT.64 6.54 2. Bank Jasa Jakarta PT.56 8.7 8 6.17 12.21 5.6 3 3.63 6.71 4.63 2005 21.9 4 11.79 9.

178 1.610 .117 -.691 8 50 18.084 .893 2 5 1.108 -.178 . . Sig.536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.095 .968 .103 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a.085 .12 0 8 Mean Std.125 -.413 .108 .845 4 LDR 50 71.760 18.b NPL 50 2. Deviation 5.158 -. b.021 69 20..125 .720 2 BOPO 50 78.590 9 2 .137 .256 . (2tailed) . Calculated from data.306 a.885 .137 . Test distribution is Normal.

737 .106 2 1.510 a. Calculated from data.116 .036 .070 .035 8 4 .668 73 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.200 .416 . Sig.296 5 7 ROA 50 2. Deviation 27.116 -.200 1.610 4 1.821 50 121.649 . b.. .104 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PPAP N Normal Parameters a.187 -.b NIM 50 5.104 -. Test distribution is Normal. (2tailed) .115 .104 .34 50 Mean Std.

968 .125 -.137 .178 .691 8 50 18.720 2 BOPO 50 78.256 .178 1.108 -.095 .306 a.536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.b NPL 50 2.893 2 5 1. .158 -.760 18. Sig.885 .085 .137 .413 .117 -. Deviation 5.610 .590 9 2 . (2tailed) .108 .084 ..105 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a.12 0 8 Mean Std.021 69 20.845 4 LDR 50 71.125 . Test distribution is Normal.

610 .413 .084 .590 9 2 . . b.085 .536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.021 69 20.125 .137 . Sig.178 .106 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a. Deviation 5.845 4 LDR 50 71.178 1.760 18.125 -.306 a.256 .108 .095 .12 0 8 Mean Std.691 8 50 18.720 2 BOPO 50 78.137 .968 .. Test distribution is Normal.893 2 5 1.158 -.108 -.885 .b NPL 50 2. Calculated from data.117 -. (2tailed) .

510 .116 .107 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test sqPP A NIM N Normal Parameters a.b ROA 50 2.161 -.106 2 P 50 10.070 . . Test distribution is Normal. Deviation 1. b.166 8 6 . Sig.187 1.737 .95 4 9 50 5.821 1. (2tailed) .062 a.115 .104 .104 -.187 .610 4 Mean Std.649 . Calculated from data..319 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. DESCRIPTIVES VARIABLES=car NPL BOPO LDR NIM ROA PPAP /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX.296 5 7 1.035 8 4 .116 -.

.05) POUT(.15 8.120 8 NPL BOPO 50 50 .845 4 LDR 50 28.60 71.02169 Std.47 211.34 50 Valid N (listwise) 50 1.10) /NOORIGIN /DEPENDENT ROA /METHOD=ENTER car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP /SCATTERPLOT=(*SRESID .29657 1.89325 REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL CHANGE /CRITERIA=PIN(.66873 20.691 8 NIM ROA PPAP 50 50 50 3.1062 121.46 .03584 27.41 Maxim u m 33.6104 2.50 112.41 83.47 4.00 5. Deviati on 5.77 Mean 18.7202 78.53 4.59092 18.108 Descriptives Descriptive Statistics Minim u N car 50 m 10.*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN HIST(ZRESID) NORM(ZRESID) /CASEWISE PLOT(ZRESID) OUTLIERS(3) /SAVE PRED ZPRED ADJPRED RESID SRESID.89 2.53663 1.72 96.47 7.

Predictors: (Constant). car.648 Std. NIM. BOPO b.109 Regression Variables Entered/Removed M o d e l 1 Variables Entere d SqPPAP. LDR. NPL. NPL. sqPPAP.61459 a. BOPO a Variables Remov ed .831 a b R Sq ua re . LDR. Dependent Variable: ROA . car. All requested variables entered. Metho d Enter a. Error of the Estimat e .691 Adjusted R Square . Model Summary M o d e l 1 R . NIM.

LDR.110 b Model Summary Change Statistics R Square Cha Model 1 nge .863 b.000 Watson 1.576 43 49 s 36.378 Sig. NIM. F Change . BOPO b.000 a a. Dependent Variable: ROA ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 16.03 2 .242 52.056 F 16. NPL. car. . Predictors: (Constant).333 df 6 b Mean Squar e 6. Dependent Variable: ROA .691 F Change 16.032 df1 6 Durbindf2 43 Sig. sqPPAP.

809 -1.562 VIF 1.511 .208 -4.006 .005 .073 -.115 .032 -.111 Std.000 .383 Sig.077 .910 1.212 -. .619 1.161 -1. Error 1.234 .472 ce .199 1.216 Collinearity Statistics Toleran Model 1 Car NPL BOP O LDR NIM sqPP A P .036 .679 1.066 .890 1.618 .256 .524 .234 -.091 .010 .094 .169 -.780 . Dependent Variable: ROA Coefficients a Coeffici ents Beta t 3.111 Coefficients a Standardize d Unstandardized Coefficients Model 1 (Consta nt) car NPL BOPO LDR NIM sqPPA P a.204 .554 -.611 .041 -.019 .112 -.834 .895 -1.060 .129 2.002 B 5.636 1.

679 1.618 .472 ce .619 1. Dependent Variable: ROA .562 VIF 1.780 .910 1.199 1.636 1.112 a Coefficients Collinearity Statistics Toleran Model 1 Car NPL BOP O LDR NIM sqPP A P a.834 .524 .611 .

22 .01 .00 .00 .09 .00 .00 .04 .00 .09 .00 .07 Variance Proportions sqPP BOP O .26 .22 .39 LDR .10 .03 .24 .01 .113 a Collinearity Diagnostics Di m e M o d e l 1 1 2 3 4 5 6 7 n s i o n (Consta nt) .00 .99 car .69 .00 .49 .85 a.00 .02 NIM .00 .00 .03 .00 .02 NPL .01 .00 .00 .02 .47 .00 .04 .00 .02 .73 .03 .04 .00 .70 .03 .00 .05 A P . Dependent Variable: ROA .

887 1.074 50 50 .046 5.937 1.000 .01341 50 1.110 50 50 50 50 .120 1.579 2. 73 44 4 1.77918 50 50 50 Stud. Deviati Mean 2.0000 0 .822 -3.1457 7 .112 .880 .106 2 on .132 .469 . 39 46 6 1.302 .114 Residuals Statistics Minim u m Predicted Value . Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a.158 5.000 -.7740 6. Dependent Variable: ROA -4.0 4 3 2 0 .689 1.029 .000 .8247 2. Residual Deleted Residual -2.623 . Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual -1.751 1.000 .023 1.1644 a Std.064 .149 4 1. Deleted Residual Mahal.86110 N 50 Std.127 3.073 .795 27.57574 50 Std.948 3.563 -. Residual Stud.0382 2 .218 1.552 .380 .7087 Maxim u m 5.

115 Charts .

505 8 1 .818 .760 14.108 .076 .540 .116 Bank Non Devisa NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a. Calculated from data.076 . Test distribution is Normal. (2tailed) .217 -.190 1.537 2.116 -.16 4 6 Mean Std.108 .. Sig.217 .053 . .116 .076 -.098 -.515 .610 . Deviation 8.299 1 3 3.385 3 0 .636 8 ROA 50 1.018 .184 00 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.933 a.743 0 50 21.964 2 BOPO 50 87. b.b NPL 50 3.

321 57 NIM 50 7. Test distribution is Normal.051 .b PPAP 50 158. Deviation 23.307 8 3.895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.251 1.594 .25 12 98.950 8 Mean Std.084 .084 -.436 a.097 .123 .872 . . Calculated from data.799 .003 .870 .254 .470 9 6 50 79. (2tailed) .117 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test LDR N Normal Parameters a.123 -.. b. Sig.254 -.

16 4 6 Mean Std. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test .108 .299 1 3 2. Deviation 8.964 2 BOPO 50 87.053 .116 -.051 .610 .076 -.076 .818 .760 14.108 .084 -. Sig.184 00 23. (2tailed) .950 8 50 21. b.118 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a. Calculated from data.933 .540 .385 3 0 ..872 a.084 .116 .743 0 LDR 50 79.076 .515 .b ROA 50 1.098 -.594 . Test distribution is Normal.895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.

b sqnpl 50 1.257 -.. (2tailed) . b.137 -.436 .216 1. NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=CAR ROA BOPO LDR NIM sqnpl lnppap /MISSING ANALYSIS.972 .307 8 Mean Std.123 -.870 . Sig. Deviation 3. Calculated from data.757 2 p 50 12. EXECUTE.818 .257 . Test distribution is Normal. COMPUTE lnppap=LN(PPAP).7485 3 3.16 1 6 50 7. NPar Tests .003 a.119 sqppa NIM N Normal Parameters a.249 3 1 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.123 .137 .301 .097 .470 9 6 .089 .

301 .123 -.7485 3 p 50 4.307 8 Mean Std.4561 7 50 7. (2tailed) .108 .870 .b ROA 50 1.076 -. Deviation 8.757 2 .385 3 0 . Deviation 3.116 -.089 .299 1 3 2. b.972 .003 .116 .076 . One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test lnppa NIM N Normal Parameters a.950 8 50 21.933 ..b sqnpl 50 1. Sig..818 .436 .137 . Sig. Test distribution is Normal. (2tailed) .097 .076 .254 -.254 .796 .120 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a. Calculated from data.743 0 LDR 50 79.964 2 BOPO 50 87.137 -.610 .760 14.895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.084 .540 .051 .16 4 6 Mean Std.470 9 6 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.084 -.123 .940 1 .053 .872 a.108 .098 -.184 00 23.191 1.594 .515 .

950 8 50 21.b ROA 50 1. Sig. Test distribution is Normal.098 -.084 .076 .184 00 23.515 ..116 .895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.108 . Calculated from data. Calculated from data.076 -.051 .084 -.16 4 6 Mean Std.872 a.964 2 BOPO 50 87.760 14.610 . NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a. b.743 0 LDR 50 79. (2tailed) .108 . One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test .594 .540 .076 .121 a.116 -.053 . Test distribution is Normal.385 3 0 .818 . Deviation 8. b.933 .299 1 3 2.

7008 9 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.307 8 Mean Std.034 .137 . b.972 .b sqnpl 50 1.436 .116 1.122 sinpp a NIM N Normal Parameters a. Test distribution is Normal.870 .146 .123 -. .757 2 . (2tailed) .089 .146 -.1263 50 7.236 a.097 .. Deviation 3.7485 3 p 50 -.123 .301 . Sig.137 -.470 9 6 . Calculated from data.

Deviati on 8.89513 3.29913 Regression Variables Entered/Removed M o d e l Variables Entere d Variables Remov ed Metho d .31 58.9642 87.25 12 NIM Valid N (listwise) 50 50 2.38530 14.18400 Std.84 7.950 8 PPAP 50 92.6368 1.01 8.26 Maxim u m 45.50 79.743 0 LDR 50 34.27 519.164 6 NPL ROA BOPO 50 50 50 .56 -4.55 130.3078 3.56 21.85 144.123 Descriptives Descriptive Statistics Minim u N CAR 50 m 9.41 Mean 21.40 3.32157 23.47096 98.89 21.50581 2.10 158.

Dependent Variable: ROA . sqnpl. Enter a. sinppa p.923 Adjusted R Square . Dependent Variable: ROA Model Summary M o d e l 1 R Square Chang e . CAR.912 Std.000 DurbinWatso n 1. LDR. NIM. sinppap. Predictors: (Constant).961 a b R Sq ua re . BOPO b.164 df1 6 df2 43 Sig.855 Change Statistics b b. F Chang e . LDR. All requested variables entered.70559 a. Error of the Estimat e . BOPO a .923 F Ch an ge 86. CAR.124 1 sqnpl. NIM. Model Summary M o d e l 1 R .

.553 .013 -.649 .498 Sig.459 3.977 Std.793 .196 .910 B 13.898 F 86. CAR.24 9 .000 .386 df 6 Mean Squar e 42.465 . BOPO b. .009 .000 a a. LDR.097 .125 b ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21. Dependent Variable: ROA Coefficients a Sig.917 Coeffici ents Beta t 15.004 -.135 .035 . sqnpl.006 .264 1 7. 2 5 0 LDR NIM sinppap sqnpl a.813 .408 278. Predictors: (Constant).153 . Dependent Variable: ROA Coefficients a Standardize d Unstandardized Coefficients Model 1 (Consta nt) CAR BOPO .000 .163 . NIM.116 .158 .000 .034 .031 . Error .003 .026 .794 43 49 s 257.014 .16 4 .737 .598 . sinppap.

676 .686 1.574 .263 1.479 1.458 .641 VIF 1.126 Collinearity Statistics Toleran Model 1 CAR BOP O LDR NIM sinpp a p sqnpl .831 1.742 1.560 a. Dependent Variable: ROA .203 ce .792 .

127 Charts .

128 a \ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->