i

PENGARUH CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR dan PPAP TERHADAP KINERJA RENTABILITAS BANK
(Studi Kasus pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa tahun 2004-2008)

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro

Disusun oleh: LAILA SUCI AMALIA NIM C2A308012

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

ii

iii

Semarang.iv PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini saya. NIM. LDR dan PPAP Terhadap Kinerja Rentabilitas Bank (Studi Kasus pada Bank Devisa dan Non Devisa tahun 2004-2008) adalah hasil tulisan saya sendiri. menyatakan bahwa skripsi dengan judul Pengaruh CAR. NPL. berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya terima. BOPO. tiru atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan penulis aslinya. baik disengaja maupun tidak. (Laila Suci Amalia) NIM C2A308012 . Agustus 2010 Yang membuat pernyataan. dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Laila Suci Amalia. Apabila saya melakukan tindakan yang bertentangan dengan hal tersebut di atas. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat dan/atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin. Bila kemudian terbukti bahwa saya melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri.

To analyze data. BOPO has a negative significant influence. NIM has a positive significant influence. . and the aim is to analyze the variables which are influence the profit of the bank. This research use secondary data from every Currency Exchange Bank and Non. NIM.regression linear model. with a ROA. LDR. BOPO. The research is created as guidance. LDR. Key word: CAR. The variables are CAR.2008. From Chow test explain that there is different influence from variabel of research.Currency Exchange Bank.v ABSTRACT This observation is to observe the profit working on Currency Exchange Bank and Non. PPAP. BOPO. an author use multiple. The author use purposive random sampling method. since 2004. NPL has a positive and significant influence. ROA. NPL. PPAP.Currency Exchange Bank. by companies management in companies administration or by investors in decide strategis investment.Currency Exchange Bank. The sample of this study is 10 Currency Exchange Bank and 10 Non. PPAP. LDR has a negative nonsignificant influence. NPL. The result of the research shows that CAR. The matter is that there was an inconsistence the last observer. NIM.

Model penelitian yang digunakan adalah model regresi liner berganda. berpengaruh positif tidak signifikan. NIM berpengaruh positif signifikan. PPAP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CAR. Sampling yang digunakan adah 10 Bank Devisa dan 10 Bank Non Devisa.vi ABSTRAK Penelitian ini meneliti kinerja rentabilitas bank pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa . terhadap ROA. LDR.variabelnya adalah CAR. adapun tujuannya adalah ingin menganalisis variabel-variabel yang mempengarui rentabilitas bank. LDR. LDR berpengaruh negatife tidak signifikan. Permasalahannya adalah adanya ketidakkonsistenan penelitian terdahulu. NIM. penelitian dapat dijadikan pedoman. NIM. BOPO berpengaruh negatife signifikan. Jenis data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari setiap perusahaan Bank Devisa dan Bank Non Devisa. BOPO. PPAP. Dan uji chow test menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh dari variabel penelitian. Kata kunci: CAR. Variabel. Pengambilan sample dilakukan secara purposive random sampling. maupun oleh para investor dalam menentukan strategi investasi. baik oleh pihak manajemen perusahaan dalam pengelolaan perusahaan. BOPO. . PPAP. NPL. NPL. selama 5 tahun. NPL. ROA.

yang senantiasa memberi bantuan dalam melaksanakan studi. Chabachib. untuk itu penulis mengucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu terciptanya skripsi ini. M. Mulyo Haryanto. Dalam menyusun skripsi ini penulis menyadari banyak hambatan-hambatan yang ada. Drs. Dr. Drs. Msi. administrasi sampai penyusunan skripsi 6. Allah SWT. 3. Wb. H. A. 2. Penulisan skripsi ini sebagai salah syarat kelulusan program strata satu pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. yang terutama penulis ucapkan kepada: 1. yang telah memberi kesempatan penulis untuk menyelesaikan skripsi. BOPO. Seluruh dosen dan staf pengajar dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Ibu dan Adik. terhadap Kinerja Rentabilitas Bank (Studi Kasus pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa tahun 20042008). LDR dan PPAP. Keluargaku Bapak. . selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro 4. NIM. Baik secara langsung maupun tidak langsung. selaku dosen wali yang telah banyak membantu penulis dalam perkuliahan. Akt. 5. SU. NPL. Terimaksih atas Doa dan Semangatnya. Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan karunia-Nya serta memberikan petunjuk sehingga penulis dapat menyusun skripsi dengan judul Pengaruh CAR. HM.Si. Mudji Raharjo. selaku dosen pembimbing penulis.vii KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.

Sahabat. Laksmi. Teman-teman Manajemen Transfer Reguler 2 angkatan 2008 untuk tahun-tahun terbaik di Undip 13. Kang Narwi Terima kasih atas semangatnya. 8. Wb. Eshar Wiwit Febrianto.sahabatku tersayang: Dewi. Tera atas sharing penelitian kepada penulis 12. Kalian berkesan dihati (Sinaring makasih bantuannya) 11. Lely. Nuning.teman KKN Pakopen terimakasih atas kebersamaan dan persahatan ini. atas canda tawa dan kebersamaan kita. penulis berharap agar skripsi ini dapat member manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 10. Segala pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini baik secara secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. Wassalamualaikum Wr. doa. Penulis menyadari skripsi ini penuh kekurangan segala kritik dan saran yang membantu sangat diharapkan untuk kesempurnaan penelitian di masa datang. Anak-anak Ayu”C club terimakasih adik-adik ku tersayang. Sistri. Namun. kalian mau menjadi keluarga keduaku. Mas Irwan. Semarang. Nia. 9. terimakasih semangat. Agustus 2010 Penulis Laila Suci Amalia . Farida. Teman.viii 7. dukungan dan motivasinya.

............................................................15 1....................1...............................................................................................................................................................4 Sistematika Penulisan .............................................................17 2.......................... xi DAFTAR LAMPIRAN.................................................................... viii DAFTAR TABEL............. iv ABSTRACT...................................................................................................................................1 Latar Belakang Masalah .........2 Rumusan Masalah ....................1 1.....................................................................x DAFTAR GAMBAR .........v ABSTRAK .............3.................................................................................................................................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN .......................................................2 Kegunaan Penelitian .....................................12 1............................. iii PERNYATAAN ORISINALITAS SKRIPSI ............ vii KATA PENGANTAR .................................................................................................................1..........3 Jenis-Jenis Bank di Indonesia .........3.............24 2................................................................................1 1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ......................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI.........................................2 Pengukur Kinerja Bank ...............13 1......1 Analisis Rasio Keuangan ....2............ vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...........1 Tujuan Penelitian ..............................21 2.............................1 Landasan Teori...17 2......................................1 Bank ..2 Peran dan Fungsi Bank .................................................................15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................1..........................................18 2..........................................................................13 1....................................................ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ........................................................................................... xii BAB I PENDAHULUAN .........25 .........................17 2..................

.......1...3 Penelitian Terdahulu ........5 Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif .............1....43 3............2...........4.....................1............................46 3........4 Metode Analisis .....45 3..........................................1 Variabel Penelitian .............4 Aspek likuk\iditas.............2........................47 3......................................................48 3.......35 2....4............41 BAB III METODE PENELITIAN......................28 2..............................50 .33 2....................................1 Multikolinieritas ..................................2 Capital Adequancy Ratio (CAR) .1..37 2...............48 3.........................1........................2...........................................1...2...4.........................1 Analisis Regresi Berganda............................................2...................................................................7 PPAP ............................46 3....1...............................................2 Uji Asumsi Klasik .......1..............2.........................1.2...35 2...............49 3...........44 3..........................................2................................1 Return On Asset ...................................................50 3...4........................................................2 Heteroskedastisitas ..1...x 2.2 Devinisi Operasional Variabel ............2........................................2.........42 3..........3 Jenis dan Sumber Data ....................49 3.........2........3 Net Interest Margin (NIM) ....42 3..........29 2............2..43 3......................1......................................................4 Kerangka Pemikiran Teoritis ...........1.5 Hipotesis .....4 BOPO ...1...................... 30 2.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional .........2...........................................................42 3......1................42 3......................................5 Loan to Deposit Ratio (LDR) .............1 Aspek Permodalan .2........31 2...................3 Aspek Rentabilitas ...6 Net Performing Loan (NPL) ............................4.........42 3......................2.............3 Autokorelasi ...............6 Non Performance Loan .............................2......................................................................2 Aspek Manajemen ...........................44 3...................1.........2 Penentuan Sampel ....

.4.....2.......2 Keterbatasan.................................................................................3 Pengujian Hipotesis ....3......................66 4....xi 3.......................60 4...2...........................................3 Saran .2 Bank Non Devisa ..........2 Analisis Regresi Berganda ............................52 3.....3.......83 5......................................2........................57 4.................3 Koefisien Determinasi........................1 Bank Devisa ................................54 3.............4....3..................72 BAB V PENUTUP..................4 Uji Chowtest .......................83 5......................................84 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN .........................................................................................................83 5........................................................1 Deteksi Terhadap Asumsi Klasik.57 4.......2 Analisis Data .........................1 Kesimpulan .............................................................1 Statistik Deskriptif ....................4...............................51 3.......................2.......................2 Uji F ............66 4.............60 4........2..............................................................4 Normalitas .......................................4........4.........4....2.................53 3.........................2..........................................................................................1 Uji T ..............................54 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .........................3..........................................52 3...

...........78 Tabel 4..........................................68 Tabel 4......11 Koefisien Determinasi ...............................................................1 Daftar Perusahaan Sampel .........................67 Tabel 4........74 Tabel 4....................................................................................8 Hasil Regresi Bank Non Devisa .........................................................5 Tabel 3..……………………………………………………………74 Tabel 4..................................4 Hasil Regresi Bank Devisa ....1 Statistik Deskriptif ...........79 ...1 Indikator Kinerja Bank Umum ........6 Uji T ..................7 Koefsien Determinasi............................................xii DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1..........................................58 Tabel 4.....................66 Tabel 4..............................................9 Uji F…….........................................5 Uji F .....................................................................................64 Tabel 4................................................................................................................................................12 Uji Chow……………………………………………………………..........3 Hasil Pengujian Autokorelasi ......................2 Hasil Pengujian Multikolinearitas...................47 Tabel 4.........10 Uji T .72 Tabel 4...............................................61 Tabel 4...........73 Tabel 4.

....6 .....xiii DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2..............................1Kerangka Pemikiran Teoritis ............................39 Gambar 4.............................1Grafik Uji Heteroskedastisitas ...............2Grafik Uji Normalitas P-Plot ...........................62 Gambar 4....................................................

xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Lampiran B Lampiran C Lampiran D Lampiran E Lampiran F Lampiran G Lampiran H Lampiran I Lampiran J Lampiran K Lampiran L Lampiran M Lampiran N Lampiran O Daftar Perusahaan Sample ROA pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 CAR pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 NPL pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 BOPO pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 LDR pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 NIM pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 PPAP pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 ROA pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 CAR pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 NPL pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 BOPO pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 LDR pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 PPAP pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 NIM pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 .

yaitu krisis nilai tukar. krisis ekonomi. krisis itu tetap menyisakan perbedaan pandangan mengenai penyebab utamanya (Rizky dan Majidi. Oleh karenanya bank berfungsi sebagai perantara keuangan.2008) Selanjutnya awal tahun 1997 sampai tahun 2000 merupakan kehancuran dunia perbankkan di Indonesia. mulai pertengahan tahun 1997 hingga 1998. disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya.1 LATAR BELAKANG Salah satu perusahaan yang menjual jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan atau lebih dikenal dengan nama Bank.2000). Bank merupakan perusahaan yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. dan dampak buruknya masih berlangsung bertahun tahun kemudian. Setelah satu dekade berlalu. krisis melanda hampir semua sector ekonomi. memenuhi hampir semua kriteria krisis yang dikenal dalam wacana ekonomi. Selain cakupan yang sangat luas.BAB I PENDAHULUAN 1. Peristiwa yang terjadi di Indonesia. puluhan bank dilikuidasi alias 1 . maka dalam hal ini faktor “kepercayaan “ dari masyarakat merupakan faktor utama dalam menjalankan bisnis perbankkan (kasmir.krisis perbankan. Fungsi bank merupakan perantara diantara masyarakat yang membutuhkan dana .

2

dibubarkan dan puluhan lagi di merger akibat terus menerus menderita kerugian baik bank pemerintah maupun bank milik Swasta Nasional. Hancurnya dunia perbankan tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga ( kasmir,2000). Industri perbankkan merupakan industri yang sarat dengan resiko, terutama melibatkan pengelolaan uang masyarakat dan diputar dalam bentuk berbagai investasi seperti pemberian kredit, pembelian surat berharga dan penanaman dana lainnya (Imam Ghozali,2007). Selain itu perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagi penunjang kelancaran system pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas system keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan (Booklet Perbankan Indonesia 2009). Sistem perbankan yang sehat dibangun dengan permodalan yang kuat sehingga akan mendorong kepercayaan nasabah(stakeholder)yang selanjutnya akan membantu bank untuk mampu memperkuat permodalan melalui pemupukan perubahan laba ditahan. Sehingga diharapkan perbankan nasional yang beroperasi secara efisien akan mampu meningkatkan daya saingnya sehingga tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik tetapi justru diharapkan produk dan jasa perbankan yang ditawaran bank nasional mampu bersaing dipasar internasional. Oleh karenanya, dari 10 sampai 15 tahun kedepan, API(Arsitektur Perbankkan Indonesia) menginginkan akan terdapat 2 sampai 3 bank dengan skala internasional, 3 sampai 5 bank nasional, 30 sampai 50 bank yang kegiatannya terfokus pada segmen usaha

3

tertentu dan BPR serta bank dengan kegiatan usaha terbatas. Saat ini terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Ban Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Selain itu, laba merupakan indikator penting dari laporan keuangan yang memiliki berbagai kegunaan. Laba pada umumnya dipakai sebagai suatu dasar pengambilan keputusan investasi, dan prediksi untuk meramalkan perubahan laba yang akan dating. Investor mengharapkan dana

diinvestasikan kedalam perusahaan akan memperoleh tingakt pengembalian yang tinggi sehingga laba yang diperoleh dapat menjadi lebih tinggi. Salah satu rasio bisa dijadikan indikator tingkat ukuran profitabilitas yang digunakan adalah rate of return equity (ROE) untuk perusahaan pada umumnya dan return on asset (ROA) pada industry perbankan. Return on Asset (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaaan untuk memperoleh earning dalam operasi perusahaan, sedangkan Return on Equity(ROE) hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis tersebut(siamat,2002). Sehingga dalam penelitian ini digunakan ROA sebagai ukuran kinerja perbankan. Tingkat kesehatan bank dapat dilihat dari bagaimana kinerja suatu bank. Dalam upaya meningkatkan tingkat kesehatan bank yang ada di Indonesia maka sektor perbankkan diharapkan pula dapat terus meningkatkan kinerjanya. Menurut Luciana dan Winny(2000), tingkat kesehatan bank dapat dinilai dari beberapa

4

indikator. Salah satu indikator utama yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan bank. Berdasarkan laporan keuangan akan dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kesehatan bank. Dasar- dasar dan tata cara penilaian tingkat kesehatan bank telah mengalami perubahan-perubahan sejak ketentuan deregulasi perbankkan 1988,maka pada tanggal 30 April 1997, Bank Indonesia telah menerbitkan surat direksi BI no.30/11/KEP/DIR tentang tata cara penilaian tingkat kesehatan Bank Umum. CAMEL juga telah ditetapkan kembali sebagai indikator pengukur tingkat kinerja bank sejak Juni 1997, yang selanjutnya akan mempengarui perkembangan kinerja bank tersebut . Untuk menilai kinerja perusahaan perbankan umumnya digunakan lima aspek penilaian, yaitu : 1) Capital, 2) Assets, 3) Management, 4) Earnings, 5) Liquidity, yang biasa disebut CAMEL. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan dapat digunakan untuk menilai tingkat kesehatan bank. berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia dapat diketahui “ Indikator Kinerja Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008” seperti terlihat pada tabel di bawah ini :

semakin besar ROA semakin baik kinerja perusahaan karena tingkat 3. bi.66 77.3 7.8 175.59 5.7 126.8 19.9 88.5 20.7 4.8 (%) NPL (%) BOPO (%) NIM (%) LDR (%) 76.9 1.4 19.56 8 2.5 PPAP (%) 4 ROA (%) Sumber: www.5 Tabel 1.id Return on Asset (ROA) merupakan rasio antara laba sesudah pajak terhadap total aset.7 127.6 1.63 64.5 19.7 69.0 4.88 61.33 89.64 5.5 5.2 2004 2005 2006 2007 2008 .1 Indikator Kinerja Bank Umum Tahun 2004 – 2008 TAHUN (Desem ber) CAR (%) NLP gross 5.2 193.2 168.5 8.78 2 2.1 net 1.8 84.go.98 5.8 64.8 3.6 3.2 86.46 5 2.64 5 2.05 5.2 16.

Dengan kata lain. Dalam tabel 1. Hubungan antara CAR dengan ROA suatu bank adalah positif. penilaian kinerja bank dilihat dari rasio modal terhadap aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) atau yang dikenal dengan CAR (Capital Adequacy Ratio). . dimana secara teori seharusnya nilai ROA Bank Umum di Indonesia juga meningkat. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004. ROA ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menggunakan asset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba kotor. Berdasarkan aspek penilaian kenerja suatu bank berdasarkan rasio CAMEL yang pertama yaitu aspek permodalan (capital). tetapi ternyata nilai rasio ROA Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0. dimana jika CAR suatu bank meningkat maka ROA akan meningkat pula.14%. Demikian pula pada tahun 2006 sampai dengan 2007 dimana rasio CAR Bank Umum di Indonesia turun sebesar 1. Pada tahun 2004 sampai dengan 2005 CAR Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0. semakin tinggi nilai ROA maka akan semakin baik pula kemampuan atau kinerja bank tersebut. sesuai dengan Surat Edaran BI No.1 diketahui bahwa perkembangan CAR Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008 mengalami kecenderungan yang menurun.3% dimana secara teori seharusnya nilai rasio ROA juga turun. Return on Asset (ROA) dipilih sebagai variabel dependent dikarenakan rasio tersebut menggambarkan kemampuan bank dalam menghasilkan laba.9%.1% sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia turun sebesar 0.6 pengembalian atau return semakin besar.

7 Variabel yang kedua yang digunakan dalam penilaian kinerja perbankan dalam penelitian ini adalah NPL (Non Performing Loan). . Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia diketahui bahwa perkembangan rasio NPL Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 sampai dengan 2008 mengalami kecenderungan yang menurun.4%. namun kurang lancar. Non Performing Loan (NPL) bertujuan untuk mengetahui kinerja manajemen dalam menggunakan semua aktiva secara efisien. sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia untuk tahun 2007 sampai dengan 2008 juga mengalami penurunan sebesar 0. Padahal secara teori apabila rasio NPL suatu bank menurun maka rasio ROA bank tersebut akan meningkat dan begitu juga sebaliknya. 2005). dimana rasio yang digunakan adalah BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional). Sementara itu aspek penilaian yang ketiga adalah aspek manajemen. Semakin besar NPL maka mengindikasikan bahwa semakin buruk kinerja suatu bank (Fitri dan Doddy. NPL ini merupakan kredit yang telah disalurkan. diragukan dan macet. Jika dilihat berdasarkan data yang telah diperoleh dari Bank Indonesia.45%. Rasio BOPO ini mencerminkan tingkat efisiensi perbankan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. terlihat bahwa rasio NPL gross dan rasio NPL net Bank Umum di Indonesia tahun 2007 sampai dengan 2008 mengalami penurunan sebesar 0.8% dan 0.

Jika dilihat dari tabel Indikator Kinerja Bank Umum di Indonesia tahun 2004 – 2008.54% pada tahun 2008. Berdasar hal tersebut berarti kondisi efiensi Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 – 2008 kurang baik. Jika dilihat dari rasio NIM tahun 2006 sampai dengan 2007 mengalami penurunan sebesar 0.8 Mengacu pada tabel 1. Pada tahun 2005 BOPO naik sebesar 12. pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 menunjukkan bahwa rasio LDR meningkat sebesar 8%.93% pada tahun 2007 dan naik lagi sebesar 4. padahal secara teori seharusnya rasio ROA akan meningkat tapi pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 terjadi penurunan rasio ROA sebesar 0. tetapi pada tahun 2006 sampai dengan 2007 rasio ROA naik sebesar 0.1.86%. rasio BOPO Bank Umum di Indonesia selama tahun 2004 .1% dimana secara teori seharusnya rasio ROA akan turun. . kemudian turun sebesar 2.45%.2008 mengalami kecenderungan menurun. Variabel yang selanjutnya dalam penilaian kinerja bank sesuai dengan rasio CAMEL yaitu aspek manajemen adalah NIM (Net Inetrest Margin) yang menilai bagaimana kemampuan suatu bank dalam menghasilkan laba.14%. naik sebesar 2.52% pada tahun 2006. Pertumbuhan kredit yang belum optimal tercermin dari angka angka LDR (Loan to Deposit Ratio). Variabel yang digunakan dalam penilaian aspek likuiditas adalah rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). Rasio LDR dihitung dari perbandingan antara kredit dengan DPK yang dinyatakan dalam persentase.

Alasan digunakannya variabel independent dalam penelitian ini yaitu: CAR. Dimana jika PPAP suatu bank meningkat maka ROA akan menurun . manajemen bank sangat leluasa dalam menempatkan dananya kedalam aktivitas yang menuntungkan.14%. Hasil penelitian Almilia(2005) bertentangan dengan penelitian yang dilakukan Fitri (2007) dan wisnu (2004) signifikan positif antara CAR dengan ROA. CAR mencerminkan modal bank. Semakin tinggi NPL maka ROA akan semakin kecil yang diakibatkan oleh pendapatan bunga macet. semakin besar CAR makan semakin besar ROA. 2.08% sedangkan rasio ROA Bank Umum di Indonesia naik sebesar 0.9 Hubungan antara PPAP dengan ROA suatu bank adalah negatif. karena dengan modal yang besar. PPAPdan NPL didasarkan adanya ketidakkonsistenan dari hasil penelitian terdahulu yang menguji variabel independen tersebut terhadap ROA yaitu 1. BOPO. Pada tahun 2006 sampai dengan 2007 PPAP Bank Umum di Indonesia naik sebesar 67. LDR. NIM. NPL yang diteliti oleh Amilia (2005). CAR yang diteliti oleh Almilia (2005) menunjukan adanya pengaruh negative dan tidak signifikan CAR terhadap ROA. dimana secara teori seharusnya nilai ROA Bank Umum di Indonesia juga menurun. menunjukan bahwa NPL berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. Hasil penelitian dari Almilia (2005) bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri .

NIM yang diteliti oleh wisnu mawardi(2004) menunjukan positif dan signifikan terhadap ROA. 4.10 (2007) yang menunjukan adanya pengaruh yang signifikan negative NPL terhadap ROA. BOPO. yang diteliti oleh Wisnu Mawardi (2004) menunjukan hasil yang signifikan negatif terhadap BOPO. Hesti Werdaningtyas (2002) melakukan penelitian tentang factor yang mempengaruhi profitabilitas bank yang menunjukkan bahwa variabel LDR signifikan negatif terhadap profitabilitas. sedangkan NIM yang diteliti oleh Bahtiar Usman (2003) menunjukan hasil negative tidak signifikan terhadap perubahan laba. 6. Sehingga diharapkan perbankan nasional yang beroperasi secara efisien akan mampu meningkatkan daya saingnya sehingga tidak hanya mampu bersaing di pasar domestic tetapi . PPAP yang diteliti oleh Mabruroh(2004) menunjukan pengaruh signifikan negatif PPAP terhadap ROA. 5. Penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliani (2007) dimana LDR berpengaruh positif terhadap profitabilitas. 3. Sistem perbankan yang sehat dibangun dengan permodalan yang kuat sehingga akan mendorong kepercayaan nasabah(stakeholder)yang selanjutnya akan membantu bank untuk mampu memperkuat permodalan melalui pemupukan perubahan laba ditahan. namun Almilia (2005) menunjukan adanya pengaruh positif tidak signifikan antara BOPO dengan ROA .

11

justru diharapkan produk dan jasa perbankan yang ditawaran bank nasional mampu bersaing dipasar internasional. Oleh karenanya, dari 10 sampai 15 tahun kedepan, API(Arsitektur Perbankkan Indonesia) menginginkan akan terdapat 2 sampai 3 bank dengan skala internasional, 3 sampai 5 bank nasional, 30 sampai 50 bank yang kegiatannya terfokus pada segmen usaha tertentu dan BPR serta bank dengan kegiatan usaha terbatas. Saat ini terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Bank Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Menyadari arti pentingnya kesehatan suatu bank bagi pemerintah, perekonomian Negara, sektor usaha dan nasabah, maka perlu untuk melakukan pemeliharaan kesehatan bank. Pada umumnya tingkat kesehatan perbankan mengacu pada beberapa variabel yang diproksikan dalam berbagai rasio keuangan perbankan. Rasio –rasio ini seperti CAR, NIM, LDR,NPL, BOPO, PPAP membantu para stakeholder industry perbankan untuk ikut mengevaluasi dan menilai tingkat kesehatan bank, sehingga bisa

mengunakan opsi pilih dalam menentukan jasa perbankan yang akan digunakan, dan di Indonesia terdapat lebih dari 100 bank yang beroperasi di Indonesia yang terbagi dalam 6 kategori yaitu Bank Persero, Bank Umum Swasta Devisa, Bank Umum Swasta Non Devisa, Bank Pembangunan

12

Daerah, Bank Campuran dan Bank Asing. Penelitian ini mengambil objek penelitian Bank Devisa dan Bank non Devisa. Dari latar belakang di atas, maka penelitian ini mengambil judul ”Pengaruh CAR, LDR, NPL, NIM, BOPO, dan PPAP terhadap Kinerja Rentabilitas Bank” (Studi kasus Bank Devisa dan non Devisa diIndonesia tahun 2004 -2008)”. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan penelitian –penelitian sebelumnya, ternyata ditemukan adanya fenomena gap, research gap. Berlandaskan permasalahan di atas maka dapat disimpulkan pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank non devisa? 2. Bagaimanakah pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank devisa? 3. Bagaimanakah pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) berpengaruh terhadap Return On Assets(ROA)pada bank non devisa? 4. Bagaimanakah pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank devisa? 5. Bagaimanakah pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank non devisa?

13

6. Bagaimanakah pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank devisa? 7. Bagaimanakah pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank non devisa? 8. Bagaimanakah pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank devisa? 9. Bagaimanakah pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank non devisa? 10. Bagaimanakah pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank devisa? 11. Bagaimanakah pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank non devisa? 12. Bagaimanakah pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank devisa? 13. Apakah terdapat perbedaan pengaruh CAR, BOPO,NIM, LDR, PPAP, NPL terhadap Rentabilitas Bank Devisa dan Bank Non Devisa? 1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN 1.3.1 Tujuan Penelitian Secara terperinci tujuan yang akan dicapai adalah: 1. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Return On Assets(ROA) bank non devisa terhadap

Menganalisis pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank devisa 11. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank non devisa 6. Menganalisis pengaruh Net Interest Margin(NIM) terhadap Return On assets(ROA)berpengaruh pada bank devisa 7. Menganalisis pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank non devisa 4. Menganalisis pengaruh PPAP terhadap Return On Asset(ROA) pada bank non devisa . Menganalisis pengaruh Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) terhadap Return On Assets(ROA)pada bank devisa 5. Menganalisis pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank devisa 9. Menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Assets(ROA) bank devisa 3.14 2. Menganalisis pengaruh Loan toDeposit Ratio(LDR) terhadap Return On assets(ROA) pada bank non devisa 8. Menganalisis pengaruh Non Performing Loan(NPL) terhadap Return On Assets(ROA) pada bank non devisa 10.

Bagi pihak lainnya diharapkan menjadi bahan masukkan untuk penelitian selanjutnya dan bahan referensi tambahan dalam penelitian di bidang lainnya. perumusan masalah. 3. tujuan dan kegunaan penelitian. Bagi masyarakat dapat memberikan pengetahuan sebagai bukti empiris di bidang perbankan. Mengukur efisiensi perbankan di Indonesia sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan guna meningkatkan kinerja bank. 1. PPAP. 1. Menganalisis pengaruh pada bank devisa PPAP terhadap Return On Asset(ROA) 13. membantu menentukan faktor yang dapat dijakan pedoman untuk memproyeksi perkembangan ROA.3. 4.15 12.4 Sistematika Penulisan Bab 1 : Pendahuluan Dalam hal ini berisi latar belakang masalah. Menganalisis perbedaan pengaruh CAR. Bab II : Tinjauan Pustaka . BOPO.2 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. LDR. Bagi Manajemen bank.NIM. NPL terhadap Rentabilitas Bank Devisa dan Bank Non Devisa. 2. dan metode penelitian. pembatasan masalah.

16

Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang meliputi pengertian Bank, kinerja bank, CAR, PPAP, NPL,LDR, NIM, BOPO,dan ROA. Selain itu juga dijelaskan mengenai kerangka pemikiran teori penelitian ini. Bab III : Metode Penelitian Dalam bab ini berisi variable operasional dan definisi operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data dan analisis data. Bab IV: Analisis dan Pembahasan Dalam bab ini menjelaskan mengenai deskripsi obyek penelitian, seluruh proses dan tehnik analisis data hingga hasil dari pengujian seluruh hipotesis penelitian sesuai dengan metode yang digunakan. Bab V: Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan dari keseluruhan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini. Selain itu juga menjelaskan apa saja keterbatasan dan saran untuk penelitian- penelitian selanjutnya agar dapat lebih mengembangkan penelitiannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.1.1

Landasan Teori Bank Keberadaan lembaga perantara keuangan (financial intermediary institution) sangat penting dalam suatu sistem perekonomian modern. Lembaga perantara keuangan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lembaga perantara keuangan bank dan bukan bank. Dalam UU no.10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU no.7 tahun 1992 tentang perbankan, dijelaskan bahwa bank merupakan Badan Usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk – bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank juga harus terus menjaga kinerjanya dan memelihara kepercayaan masyarakat mengingat tugasnya bahwa bank bekerja dengan dana masyarakat yang disimpan pada bank atas dasar kepercayaan. Untuk dapat meningkatkan taraf hidup rakyat tentu diperlukan modal kepercayaan masyarakat dan kepercayaan ini akan diberikan hanya kepada bank yang sehat, oleh karena pihak manajemen bank harus berupaya untuk dapat menjaga dan meningkatkan kinerja. Dari pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa usaha bank selalu

berkaitan dengan masalah keuangan, yaitu : menghimpun dana, menyalurkan dana, 17

18

dan memberikan jasa bank lainnya. Dengan demikian bank sebagai suatu badan berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) dari dua pihak, yaitu pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dan pihak yang kekurangan dana (defisit unit). Hal ini juga yang menyebabkan lembaga bank disebut sebagai lembaga kepercayaan, artinya pihak yang kelebihan dana mempercayakan sepenuhnya kepada bank untuk mengelola dananya termasuk menyalurkannya kepada pihak yang kekurangan atau memerlukan dana berupa kredit. Wujud kepercayaan tersebut dalam bentuk tidak ikut campurnya pihak surplus ini dalam menentukan pihak defisit mana yang layak dipercaya (Kasmir, 2002). 2.1.2 Peran dan Fungsi Bank Dari berbagai definisi bank yang ada, timbul pendapat bahwa bank dapat dikelompokkan menurut fungsinya yaitu (Kuncoro dan Suhardjono, 2002): 1. Fungsi Menghimpun Dana Dalam melakukan kegiatan usahanya sehari-hari, bank harus mempunyai dana agar memberikan kredit kepada masyarakat. Dana tersebut dapat diperoleh dari pemilik bank (pemegang saham), pemerintah, Bank Indonesia, pihak-pihak diluar negeri, dan masyarakat dalam negeri. Dana masyarakat dihimpun oleh bank menggunakan instrumen produk simpanan yang terdiri dari : Giro, Deposito, dan Tabungan. 2. Fungsi Menyalurkan Dana (Kredit) Dana yang dihimpun oleh bank harus disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Hal ini dilakukan karena fungsi bank adalah

Fungsi Melancarkan Pembayaran Perdagangan dan Peredaran Uang Fungsi bank dalam melancarkan pembayaran transaksi perdagangan dapat terlaksana karena bank mempunyai jasa-jasa bank. artinya setiap transaksi perdagangan selalu diikuti pula dengan penyerahan barang dan pembayaran. Kewajiban tersebut berupa call money yang harus dipenuhi pasa saat adanya kewajiban kliring. mata uang. artinya setiap transaksi perdagangan tidak selalu diikuti dengan pengiriman atau penyerahan barang dan pembayarannya. Jasa-jasa tersebut dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang berkepentingan yaitu nasabah saja atau nasabah dan bank. Hal ini terjadi karena adanya kendala seperti kendala geografis. bank membedakan transaksi menjadi dua yaitu : 1. Dalam fungsi melancarkan pembayaran perdagangan. Pada dasarnya ada tiga prinsip yang harus diperhatikan oleh bank yaitu Robert Ang(1997) : 1. bahasa. dan keuntungan bank diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli dana tersebut dikurangi dengan biaya operasional. 3. yaitu menunjukan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi.19 sebagai lembaga perantara antara pihak-pihak yang kelebihan dana dan pihakpihak yang kekurangan dana. hukum dan politik. Transaksi perdagangan luar negeri. dan kendala resiko suatu negara. Transaksi perdagangan dalam negeri. dimana . 2. Prinsip Likuiditas.

Perusahaan yang mempunyai rasio solvabilitas rendah berarti perusahaan tersebut mempunyai resiko kerugian lebih kecil ketika keadaan ekonomi merosot dan juga mempunyai kesempataan memperolah laba yang rendah ketika ekonomi melonjak dengan baik. dan pemerintah sehingga dana yang dihimpun dari masyarakat akan semakin besar dari waktu ke waktu. Jika sebuah bank dalam keadaan likuid maka semakin meningkatkan kepercayaan nasabah. begitu pula sebaliknya. masyarakat. Bank dituntut untuk memenuhi kewajiban likuiditasnya dengan membayar semua kewajiban jangka pendeknya dengan alat likuid yang dimilikinya. Prinsip Profitabilitas Menunjukan seberapa efektifnya suatu perusahaan.20 pemenuhannya dilakukan dari aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Apabila dana yang disediakan oleh pemilik kecil dibandingkan dana yang diserahkan pada kreditur sehingga kreditur mempunyai peran yang lebih besar untuk mengandalikan perusahaan. 2. karena . Suatu perusahaan yang memiliki alat-alat likuid pada suatu saat tertentu dengan jumlah yang sedemikian besar sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi maka perusahaan tersebut dikatakan likuid. 3. Prinsip Solvabilitas Yaitu perbandingan antara dana yang berasal dari pemilik dengan dana yang berasal dari kreditur. Masalah rentabilitas atau profitabilitas bagi perusahaan lebih penting dari pada masalah laba.

Rasio Aktivitas Aktifitas yaitu untuk mengukur seberapa efektifnya paerusahaan dalam mengunakan sumber-sumber dana yang ada. . Dan laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi adalah laba yang berasal dari operasi perusahaan yang biasa disebut laba usaha. 2. 4. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba tersebut. Dilihat dari segi kepemilikannya: Jenis bank dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari : 1.3 Jenis-Jenis Bank di Indonesia Jenis-jenis perbankan di Indonesia dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain (Kasmir.21 laba yang besar saja belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan tersebut telah bekerja secara efisien.1. Bank Umum Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Efektifitas ini diasumsikan adanya saldo yang tepat untuk disediakan atas pemanfaatan aktiva perusahaan. Bank Pemerintah Bank dimana pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah. 2001) 1. sehingga keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula.

Contohnya adalah Bank Umum Koperasi Indonesia. bank dimana kepemilikan saham-sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Bank Milik Asing. Bank milik swasta nasional terdiri dari: 1. merupakan bank yang dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Bank terdiri dari : a. Jenis Bank Dilihat dari segi statusnya. merupakan bank cabang dari bank yang ada di luar negeri yang kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Bank Milik Campuran. Bank Devisa Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan. pembagian keuntungannya juga untuk swasta nasional. Bank Milik Swasta Nasional Bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendirianpun didirikan oleh swasta. 3.22 2. 2. Kepemilikan saham mayoritas di pegang oleh warga negara Indonesia. . Pernyataan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia. Bank Milik Koperasi.

menjaga stabilitas mata uang. Bank syariah Dalam mencari keuntungan dan menetapkan harga berdasarkan prinsip syariah. sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.23 b.Undang No.dana. Bank Non Devisa Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa. . yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).13 Tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang. pembiayaan berdasar pada prinsip penyertaan modal (musyarakah). mengatur perkreditan. prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah). Sedang penentuan biaya jasa bank lainnya juga sesuai dengan Syariah Islam dan sebagai dasar hukumnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rosul. 2. mengajukan pencetakan atau penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya.dan pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah). mengatur pengerahan dana. Bank Sentral Bank yang didirikan berdasarkan Undang . 3. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia. mengatur perbankan .

di samping tetap menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjamin tingkat likuiditas juga beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tingkat rentabilitas yang memadai. 1999). Informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan di masa lalu sering kali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja di masa depan. Pengukuran kinerja perbankan yang paling tepat adalah dengan mengukur kemampuan perbankan dalam menghasilkan laba atau profit dari berbagai kegiatan yang dilakukan. karena kinerja merupakan cerminan oleh perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dananya (Mulyadi. Kunci dari keberhasilan manajemen bank adalah bagaimana bank tersebut bisa merebut hati masyarakat sehingga peranannya sebagai financial intermediary berjalan dengan baik (Sinungan.2 Pengukur Kinerja Bank Bank sebagai lembaga intermediasi keuangan. 2000). Kinerja dapat diukur dengan menganalisa dan mengevaluasi laporan keuangan. Kinerja yang baik merupakan hal penting yang harus dicapai oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Sebagaimana umumnya tujuan perusahaan . Standar perilaku ini berupa tinjauan formal yang dituangkan di dalam anggaran. Selain itu tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan dapat mematuhi standar perilaku yang ditetapkan sebelumnya agar membuahkan hasil dan tindakan yang diharapkan.24 2.

Kondisi keuangan perusahaan disajikan dalam laporan keuangan perusahaan. Berdasar ketentuan bank Indonesia. Meskipun laporan keuangan tersebut disajikan. dimana untuk mencapai nilai tersebut perusahaan harus dapat secara efisien dan efektif mengelola berbagai kegiatannya. Selain itu juga bisa untuk menilai efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya.25 adalah untuk mencapai nilai yang tinggi.1993). maka sangat penting untuk memahami kondisi keuangan perusahaan tersebut. ROA merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan investasi (Riyanto. umumnya pada harga .2. Ukuran dapat diukur dengan rasio : Return on Asset (ROA) dan rasio ini dapat digunakan untuk mengukur kinerja perbankan. nilai profitabilitas bank ini diukur dengan asset yang dananya sebagian besar berasal dari dana simpanan masyarakat. Pengukuran kinerja tersebut paling penting untuk mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan pengukuran kinerja ini dapat diketahui melalui Return on Asset (ROA) suatu perusahaan. maka semakin besar posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset.1 Analisis Rasio Keuangan Sebelum manajer keuangan mengambil keputusan keuangan.5 persen. Dimana semakin besar Return on Asset (ROA) suatu perusahaan. maka semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut. Semakin besar ROA suatu bank. 2. Untuk pengukuran kinerja bank. maka Standar ROA yang baik adalah sekitar 1.

rasio keuangan untuk mencapai aspek. Secara keseluruhan. tujuan yang ingin dicapai dari analisis terhadap laporan keuangan mungkin bermacam– macam. Hanya saja kita perlu memahami bahwa laporan keuangan yang dipergunakan sebagai dasar analisis keuangan hanyalah merupakan rekaman dari apa yang telah terjadi selama beberapa tertentu.26 perolehan (historis).rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka – angka yang ada dalam neraca saja. Selain pihak internal banyak pula pihak eksternal yang memerlukan informasi laporan keuangan tersebut termasuk calon ivestor dan kreditur. Dalam melakukan analisis rasio keuangan diperlukan rasio. Untuk itu laporan keuangan perlu diolah dan dianalisis untuk dapat dipergunakan sesuai dengan maksud pemakai laporan keuangan tersebut. aspek – aspek yang dinlai biasanya . Oleh karena itu analisis keuangan dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan. Pihak yang memerlukan informasi keuangan bukan hanya manajer keuangan saja. Rasio. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu. dalam laporan laba rugi saja atau dalam neraca dan laporan laba rugi.aspek tertentu. Bagi manajer keuangan. Kepentingan mereka pun terhadap informasi laporan keuangan pun berbeda. Untuk memahami laporan keuangan maka dapat dilakukan analisis rasio keuangan untuk mempermudah hal itu. banyak manfaat yang dapat diperoleh dari analisis laporan keuangan.

manajemen maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut. dan rasio. Analisis laporan keuangan yang dihitung dan diinterprestasikan secara tepat akan mampu menunjukkan aspek – aspek dimana penilaian dan evaluasi lebih lanjut harus dilakukan. aspek profitabilitas. Dalam melakukan interprestasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analis memerlukan adanya suatu ukuran tertentu untuk menganalisis laporan tersebut. aspek likuiditas. Rasio Rentabilitas.rasio nilai pasar. Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan perusahaan.6/10/PBI/2004 dikatakan bahwa penilaian kinerja keuangan : .Rasio Likuiditas. Menurut Kasmir (2002) terdapat beberapa rasio keuangan yang dianggap penting dalam menganalisis laporan keuangan suatu bank : 1. 2. dan 3. Ukuran yang biasa digunakan ini disebut sebagai rasio. atau efisiensi.27 diklasifikasikan menjadi aspek leverage. Rasio adalah ekspresi dari hubungan matematika antar elemen dalam laporan keuangan. Rasio Solvabilitas. Menurut peraturan BI No. Setiap perusahaan baik bank maupun non bank pada suatu waktu (periode) akan melaporkan semua kegiatan keuangannya. baik kepada pemilik. Analisis laporan keuangan merupakan suatu teknik analisis yang di dalam banyak hal mampu memberikan petunjuk atau indikator dari gejalagejala yang timbul di sekitar kondisi yang melingkupinya.

28 1. dimana bank yang memiliki kinerja yang baik harus memiliki kriteria CAR .1 Aspek Permodalan (Capital) Penilaian pertama adalah aspek permodalan. Di dalam besaran KPMM sebesar 8% dari ATMR. Aspek Kualitas Aset (Assets) 3. dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank.1. bersama modal inti. Aspek Likuiditas (Liquidity) 2. kini diperhitungkan unsur pengurangan terhadap angka. Aspek Permodalan (Capital ) 2. yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi BI no.26/2/BPPD tentang kewajiban penyediaan modal minimum (CAR).2. Dalam penelitian ini dari sisi permodalan digunakan rasio CAR. Penilaian tersebut didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI. Aspek Manajemen (Mangement ) 4.26/20/KEP/DIR tentang kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) dan Surat Edaran BI No. Aspek Rentabilitas (Earnings) 5. Bila bank tidak berhasil membentuk penyisihan pembentukan aktiva produktiv (PPAP) sebesar jumlah PPAP yang wajib dibentuk (PPAPWP) maka kekurangannya diperhitungkan sebagai faktor pengurang atas modal inti tersebut.

Perhitungan Capital Adequacy Ratio didasarkan atas prinsip bahwa setiap penanaman yang mengandung risiko harus disediakan jumlah modal sebesar presentase tertentu terhadap jumlah penanamannya. tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dan dana modal sendiri bank.sumber di luar bank. Dan berdasarkan uraian dapat diketahui bahwa hubungan CAR (Capital Adequacy Ratio) terhadap kinerja suatu bank yang diukur dari rasio ROA (Return on Asset) adalah positif.lain. pinjaman.29 yang lebih dari yang dipersyaratkan atau di atas 8%. disamping memperoleh dana .. Bank yang mampu memenuhi kecukupan modal akan memberikan rasa aman dan merangsang kepercayaan masyarakat sebagai pemilik dana.kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko. Rasio ini merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dan kerugian . dimana ketika Capital Adequacy Ratio . Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah Rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko (kredit. penyertaan. seperti dana masyarakat. dan lain .dana dan sumber . sehingga masyarakat akan memiliki keinginan yang lebih untuk menghimpun dananya di bank yang pada akhirnya bank akan memiliki cukup dana untuk menjalankan kegiatan operasionalnya seperti pemberian kredit kepada masyarakat yang memungkinkan bank untuk dapat memperoleh laba lebih dari kenaikan pendapatan bunga kredit yang dikucurkannya. surat berharga.

1993). Apalagi dalam kondisi krisis seperti ini. Aspek manajemen ini dinilai dengan cara mengkuantifikasikan pelaksanaan manajemen. Aktiva produktif yang diperhitungkan adalah aktiva produktif yang memiliki kemampuan untuk . manajemen kualitas aktiva produktif. manajemen yang handal diharapkan akan dapat mencerahkan kembali sektor perbankan nasional yang sempat terpuruk. Rasio NIM digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. manajemen umum.30 (CAR) mengalami kenaikan akan diikuti oleh kenaikan Return on Asset (ROA).1. manajemen rentabilitas. dan manajemen likuiditas (Siamat. NIM (Net Interest Margin) Rasio ini digunakan untuk mengetahui pendapatan bunga bersih dalam 12 bulan yang mampu diperoleh bank apabila dibandingkan dengan rata-rata aktiva produktif bank. Pendapatan bunga bersih ini diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan kinerja bank tersebut akan semakin baik (Almilia & Herdiningtyas. 2005).2 Aspek Manajemen (Management ) Kemampuan pihak manajemen dalam menjalankan bisnis perbankan menjadi salah satu kebutuhan yang sangat menonjol. meliputi beberapa komponen yaitu manajemen permodalan.2. Pendapatan bunga bersih ini diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi dengan beban bunga. 2. Semakin besar rasio ini maka akan meningkatkan pendapatn bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank. dalam hal ini kinerja perbankan semakin meningkat atau membaik.

1993). Rasio ini diharapkan kecil karena biaya yang terjadi diharapkan dapat tertutupi dengan pendapatan operasional yang dihasilkan pihak bank . Semakin besar BOPO.4 Aspek Likuiditas (Liquidity) Aspek kelima adalah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Sedangkan bila perubahan NIM semakin kecil. maka akan semakin kecil/menurun kinerja keuangan perbankan. Bank Indonesia menilai kondisi rentabilitas perbankan di Indonesia didasarkan pada dua indikator. sebaliknya bila semakin kecil BOPO maka kinerja keuangan suatu bank menjadi semkin meningkat. dan Perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional (Siamat. 2. maka ROA juga semakin kecil dengan kata lain kinerja perusahaan semakin menurun. juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Sehingga semakin besar perubahan NIM suatu bank maka semakin besar ROA yang diperoleh yang berarti kinerja bank tersebut semakin baik. BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui tingkat perbandingan antara biaya operasional yang ditanggung bank apabila dibandingkan dengan pendapatan operasional yang mampu dihasilkan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset.3 Aspek Rentabilitas (Earnings) Keuntungan.2.31 menghasilkan bunga.1. Suatu bank dikatakan likuid.2. apabila bank yang bersangkutan mampu membayar .1. 2. salah satunya adalah rasio BOPO.

2007): a. Hal ini disebabkan karena . Loan to Deposit Ratio (LDR) tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebgai sumber likuiditasnya.32 semua hutangnya. Dengan kata lain. Giro. tidak termasuk pinjaman subordinasi. Rasio kewajiban bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar b. Rasio kredit terhadap dana yang diterima oelh bank seperti KLBI. Menurut O. Semakin tinggi rasio ini memberikan indikasi semakin baik kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan. terutama hutang-hutang jangka pendek. termasuk pinjaman yang diterima. LDR (Loan to Deposit Ratio) merupakan perbandingan antara kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga. Tabungan. Penilaian dalam aspek ini meliputi (Fitri dan Doddy. seberapa jauh pemberian kredit kepada nasabah dapat mengimbangi kewajiban bank untuk segera memenuhi permintaan deposan yang ingin menarik kembali uangnya yang telah digunakan bank untuk memberikan kredit. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai. 2003). deposito dan lain-lain. Rasio ini mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan (Kasmir.P Simorangkir (2004). 2002). LDR ini merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar pnjaman yang diberikan atau didanai oleh pihak ketiga (Dendawijaya.

Setiap penanaman dana bank dalam aktiva produktif dinilai kualitasnya dengan menentukan tingkat kolektibilitasnya yaitu apakah lancar. 2. Bank dapat mengelola tingkat likuiditasnya yang diukur dengan LDR. kurang lancar.2.5 Penghapusan Penyisihan Aktiva produktif(PPAP) Dalam kriteria penilaian kesehatan perbankan muncul aturan CAMEL Menyatakan bahwa kualitas aktiva produktif menunjukan kualitas aset sehubungan dengan risiko kredit yang dihadapi bank akibat pemberian kredit dan investasi dana pada portofolio yang berbeda. maka dapat disimpulkan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap laba bank. Hubungan antara Loan to Deposit Ratio terhadap kinerja bank adalah bahwa LDR menunjukkan tingkat kinerja bank apabila bank memiliki kinerja yang baik maka kemampuan bank dalam menciptakan laba akan bertambah. diragukan atau macet. Penilaian tingkat kesehatan aktiiva produktif suatu . Besarnya LDR mengikuti perkembangan kondisi ekonomi Indonesia . dalam perhatian khusus.33 bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya secara optimal. bank dianggap sehat apabila besarnya LDR antara 85% sampai dengan 110%. Dari uraian di atas dapat diketahui kaitan antara LDR dengan bank yang terletak pada hal penghimpunan dana dan penyaluran dan kepada sektor riil. Semakin tinggi LDR maka laba perusahaan mempunyai kemungkinan untuk meningkat dengan catatan bahwa bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan optimal.1.

5% dari aktiva produktif yang digolongkan dalam perhatian khusus. 15% dari aktiva produktif yang digolongkan kurang lancar setelah dikurangi dengan nilai agunan. Potensi kerugian yang diakibatkan oleh buruknya tingkat kolektibilitas asset ini dapat membawa kebangkrutan bank oleh karena itu bank wajib membentuk Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) berupa cadangan umum dan cadangan khusus guna menutupi risiko kemungkinan kerugian tersebut. Cadangan khusus PPAP yang ditetapkan sekurang-kurang sebesar: a. . Sebagai sumber utama. Cadangan umum PPAP ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar 1% dari aktiva produktif yang digolongkan lancar. tidak termasuk SBI dan surat utang pemerintah. b. Menurut Taswan (2003) bank wajib membentuk PPAP berupa cadangan umum dan cadangan khusus guna menutup risiko kemungkinan kerugian. Cadangan yang dibentuk dari aktiva produktif ini terdiri dari: 1. yaitu perbandingan aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap jumlah seluruh aktiva produktif dan perbandingan cadangan penghapusan aktiva produktif (PPAP) terhadap aktiva yang diklasifikasikan(Muljono.1996). pada asset ini juga terdapat risiko besar. Aktiva produktif memang berfungsi untuk memperoleh pendapatan utama bank. 2.34 bank didasarkan pada penilaian terhadap kualitas aktiva produktif yang diklasifikasikan dan didasarkan pada dua rasio.

100% dari aktiva produktif yang digolongkan macet setelah dikurangi dengan nilai agunan Rasio pemenuhan PPAP menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam menentukan besarnya PPAP yang telah dibentuk terhadap PPAP yang wajib dibentuk. d.6 Non Perforrmance loan(NPL) Pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur sering disebut dengan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Semakin besar rasio ini maka kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil karena semakin besar PPAP yang telah dibentuk dari PPAP yang wajib dibentuk. 2. Risiko kredit ini dapat terjadi akibat kegagalan dan ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan sejumlah pinjaman yang diterima dari bank . Perhitungan PPAP yang telah dibentuk sesuai dengan ketentuan Kualitas Aktiva Produktif yang berlaku. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana/ kredit sehingga PPAP merupakan beban bagi bank.35 c.2. Semakin besar PPAP menunjukkan kinerja dari aktiva produktif semakin menurun sehingga berpengaruh negatif terhadap ROA. 50% dari aktiva produktif yang digolongkan diragukan setelah dikurangi dengan nilai agunan.1.

maka ROA akan semakin meningkat. macet. sehingga kinerja keuangan bank dapat dikatakan baik. dengan judul penelitian Analisis faktor-faktor yang mempengarui CAR. yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. Pengaruh positif dan signifikan NIM terhadap ROA serta berpengaruh negatif dan signifkan BOPO terhadap ROA dan tidak berpengaruh modal CAR terhadap ROA. 2. 1993). atau dengan kata lain.rasio keuangan sebagai indikator dalam memprediksi potensi kebangkrutan perbankan di . akan mengakibatkan menurunnya ROA. keuangan Bank Umum di Indonesia. NPL ini memperlihatkan seberapa besar kredit yang diberikan bank mengalami kemungkinan atau resiko yang tak terbayarkan. menunjukkan ada pengaruh negatif dan signifikan NPL terhadap ROA. Semakin besar NPL. kinerja ROA. dengan judul penelitian analisis rasio. dengan variabel penelitian : NIM. Begitu pula sebaliknya bila NPL turun. Penelitian yang dilakukan olehTarmizi Achmad dan Willyanto Kartiko Kusuno (2003). NPL menggunakan model analisis Logit Regression Model dan diperoleh hasil penelitian yang dilakukan pada 56 Bank Umum dengan total asset kurang dari 1 triliun.36 beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan atau dijadwalkan(Siamat.2 Penelitian Terdahulu Pada penelitian yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005). penurunan kualitas kredit yang diberikan (kredit bermasalah). BOPO.

RORA. NIM. ROA. firm size. Sedangkan variabel NPL. Penelitian yang dilakukan oleh Fitri Nugraheni dan Doddy Hapsoro(2005). variabel penelitiannya adalah CAR. Dengan variabel penelitian CAR. GWM. inflasi model analisis Multiple Regression Model. NPM. ROA. Penelitian yang di teliti oleh Luciana Spica Almilia dan Winny Herdiningtyas (2002) dengan judul penelitian analisis rasio CAMEL terhadap prediksi kondisi bermasalah pada lembaga perbankan periode 2000 – 2002. Dengan variabel penelitian CAR. menggunakan model analisis Logistic Regression Model. ROE. CMR. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio keuangan CAMEL memiliki daya kualifikasi atau daya prediksi untuk kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan dan bank yang mengalami kebangkrutan. GWM. dan inflasi memilki pengaruh yang negatif terhadap kinerja.rasio keuangan yang masuk ke dalam kelompok . NPM. diperoleh hasil penelitian CAR. NPL. tingkat inflasi. dan COM (-) tidak memilki pengaruh terhadap prediksi kebangkrutan bank untuk dua tahun yang akan datang. PPAP. BOPO. CMR. APB. NPL. LDR. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio CAR. . ROE dan firm size berpengaruh positih terhadap kinerja. dengan judul pengaruh rasio keuangan CAMEL. model analisis Logistic Regression Model. dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan di bursa efek Jakarta.RORA.kelompok tersebut terhadap kebangkrutan suatu bank. COM. Sedangkan komponen rentabilitas (ROA) dan likuiditas (LDR) mampu menunjukkan pengaruh rasio .37 Indonesia.

Sumber: berbagai jurnal 2. Dari analisis tersebut .GPM.NPLDRR. NPL. CAR. dengan variabel penelitian perubahan Laba.LDR.3 Kerangka Pemikiran Teoristis Penilaian kinerja merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan.CAR.GWM.38 Penelitian Bahtiar Usman (2003). Analisis rasio keuangan bank merupakan salah satu alat atau cara yang paling umum digunakan dalam membuat analisis laporan keuangan. NIM. Hasil Penelitian Semua variabel indipenden menunjukan pengaruh yang sigifikan terhadap perubahan laba satu tahun mendatang. Secara parsial variabel ROA. dan BOPO tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA sedangkan NPL danNIM secara parsial berpengaruh signifikan terhadap ROA. salah satunya adalah dengan menganalisis laporan keuangan. Pertumbuhan kredit. Penelitian yang dilakukan Mabruroh (2004) dengan judul peneltian manfaat pengaruh rasio keuangan dalam analisis kinerja keuangan perbankan. BOPO.CAR. model analisis : Multiple Regression Model.BOPO NIM. Model Analisis : Multiple Regression Model. dengan Judul Penelitian analisis ratio keuangan dalam memprediksi perubahan laba bank-bank di indonesia. Quick Ratio. Variabel penelitian ROA. LDR.ROE. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara simultan variabel permodalan(CAR) likuiditas (LDR dan GWM) rentabilitas(ROA danROE) kualitas Aktiva (NPL) efisiensi (BOPO dan NIM) berpengaruh terhadap ROA.NPM.

Dalam mencapai pertumbuhan tersebut perusahaan dituntut untuk dapat memaksimalkan laba. NPL. sehingga aset yang dimilikinya mempunyai kontribusi secara maksimal terhadap pertumbuhan laba.39 dapat menggambarkan bagaimana kinerja dari suatu bank. maka yang menjadi variabel adalah CAR. maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti yang disajikan dalam gambar di bawah ini : .NIM. dan PPAP sebagai variabel independen (bebas).BOPO. Salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur tingakt rentabilitas adalah ROA sebagai proxy untuk pengukuran kinerja dalam penelitian ini. Pertumbuhan Laba yang terus meningkat dari tahun ketahun akan memberikan informasi yang positif terhadap perusahaan. dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik maka pertumbuhan laba perusahaan juga baik. Berdasarkan tinjauan dari landasan teori. LDR. sehingga aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba.

1 Kerangka Pemikiran Teoristis Bank Devisa Bank Non Devisa .40 Gambar 2.

1 Bank Devisa Bank Non Devisa CAR H1 ( + ) 2 H 7 CAR NPL H BOPO H 3 ( ) ROA (+)H (+ H7 7 ( + H8 (-) ) H9 (-) NPL BOP O LDR H ( -4 ) H5 (-) ( + H10 (+) H11 (-) LDR PPAP 9 =) NIM H6(+ ) ) PPA P H12(+) NIM Uji Be da Sumber: Dari berbagai jurnal. H13 Diolah dan dikembangkan untuk penelitian .41 Gambar 2.

4 Hipotesis Dalam penelitian ini dikemukakan hipotesis sebagai berikut: H = CAR (Capital Adequacy Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 1 bank devisa. H = LDR (Loan to Deposit Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 10 bank non devisa. H = NPL (Non Performing Loan) memiliki pengaruh negatif 8 terhadap kinerja suatu bank non devisa. . H = CAR (Capital Adequacy Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 7 bank non devisa. H = PPAP memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu bank devisa 5 H = NIM (Net Interest Margin) memiliki pengaruh positif 6 terhadap kinerja suatu bankdevisa. H = LDR (Loan to Deposit Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu 4 bank devisa. H = BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) memiliki pengaruh 9 negatif terhadap kinerja suatu bank non devisa. H = BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) memiliki pengaruh 3 negatif terhadap kinerja suatu bankdevisa.42 2. H = NPL (Non Performing Loan) memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu 2 bank devisa.

11 H = NIM (Net Interest Margin) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja suatu bank 12 non devisa. PPAP. NIM. LDR.43 H = PPAP memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja suatu bank non devisa. NPL terhadap rentabilitas bank devisa dan bank non devisa. BOPO. . H13 = Uji beda pengaruh CAR.

2. Adapun rasio – rasio keuangan yang menjadi variable independen dalam penelitian ini adalah rasio keuangan NPL.2 Definisi Operasional Variabel yang terdiri dari lima aspek yaitu :CAR. Semakin besar ROA suatu bank. Adapun untuk mengukur tingkat kinerja Bank Devisa dan bank non Deviasi digunakan pengukuran tingkat keuntungan yang diproksikan dengan rasio rentabilitas yaitu Return on Assets (ROA) yang dalam penelitian ini merupakan variabel yang terikat oleh variabel bebas. 2.PPAP.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. 3. Variabel Independen Variabel independen dari penelitian ini adalah rasio – rasio keuangan Bank yang dibuat oleh bank serta dilaporkan secara berkala ke Bank Indonesia dan dipublikasikan.1.BAB III METODE PENELITIAN 3. Variable Dependen Dalam penelitian ini membahas tentang kinerja Bank Devisa dan Bank non Devisa di Indonesia tahun 2004 – 2008.1.1 Return on Asset (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh keuntungan atau laba secara keseluruhan.1 3.BOPO.ROA. 3.NIM.LDR. semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik 44 .1.

1. Semakin besar rasio ini. maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank x 100% . surat berharga. 3.2 Capital Adequacy Ratio (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit. seperti dana masyarakat.2003). pinjaman (utang) dan lain – lain (Dandawijaya.45 pula posisi bank tersebut dari sisi penggunaan aset (Dendawijaya.1. penyertaan.2. Secara matematis maka rasio ROA (Return on Asset) dapat dirumuskan sebagai berikut : ROA = Laba Bersih Jumlah Aktiva x 100% 3.2.3 NIM (Net Interest Margin) Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Secara matematis rasio CAR dapat dirumuskan sebagai berikut : Modal Sendiri CAR = ATMR Dengan kata lain CAR merupakan rasio permodalan yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha dan menampung risiko kerugian dana yang dilibatkan guna untuk kegiatan operasi bank. tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari sumber – sumber di luar bank.2003). Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga.

3.5 LDR (Loan to Deposit Ratio) Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio yang mengukur kemampuan jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri digunakan. Rasio ini diharapkan kecil karena biaya yang terjadi diharapkan dapat tertutupi dengan pendapatan operasional yang dihasilkan pihak bank. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut : . x 100% Beban operasional BOPO = x 100 % Pendapatan operasional Rasio ini menggambarkan perbandingan antara biaya operasional yang ditanggung bank apabila dibandingkan dengan pendapatan operasional yang mampu dihasilkan. Besarnya LDR menurut peraturan pemerintah maksimum adalah 110% (Kasmir.1.4 BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) Biaya operasional adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan Bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya. Semakin tinggi rasio tersebut memberikan indikasi semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar.1.46 sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Semakin kecil angka rasio BOPO.2. maka semakin baik kondisi bank tersebut.2. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut : Pendapatan bunga bersih NIM = Aktiva produktif 3. 2002).

penurunan kualitas kredit yang diberikan (kredit bermasalah).47 Jumlah kredit LDR = DPK x 100% 3. Kondisi non performing loan (NPL) yang tinggi akan memperbesar biaya baik biaya pencadangan aktiva produktif ataupun biaya yang lain sehingga menimbulkan potensi kerugian pada bank atau dengan kata lain NPL tersebut menentukan kinerja suatu bank. yang menunjukan perbandingan antara kredit bermasalah terhadap kredit yang disalurkan (outstanding Credit). Risiko kredit ini dapat terjadi akibat kegagalan dan ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan sejumlah pinjaman yang diterima dari bank beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan atau dijadwalkan.6 NPL (Net Performing Loan) NPL merupakan proxy dari risiko kredit.2. & macet Jumlah kredit yang diberikan x 100% NPL ini memperlihatkan seberapa besar kredit yang diberikan bank mengalami kemungkinan atau resiko yang tak terbayarkan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus (Siamat.1. diragukan. atau dengan kata lain. macet. 1993): NPL= Kredit dalam kualitas kurang lancar. Pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur sering disebut dengan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). . Credit risk adalah resiko yang dihadapi bank karena menyalurkan dananya dalam bentuk pinjaman kepada masyarakat.

2. dimana ciri-ciri kriteria bank yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah : 1. Bank yang menerbitkan laporan keuangan selama 5 tahun berturut. 3/30DPNP tgl 14 Desember 2001): PPAP yang Telah Dibentuk PPAP Wajib Dibentuk 3. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pemenuhan PPAP = x 100% .48 3. yaitu teknik pengambilan sampel yang berdasarkan pada kelompok terpilih betul menurut ciriciri khusus yang dimiliki oleh sampel tersebut ( Soeratno & Arsyad 1999.2 Penentuan Sampel Populasi yang digunakan sebagai sampel frame penelitian ini adalah seluruh Bank Devisa dan Bank Non Devisa yang menyajikan laporan keuangan per 31 Desember selama kurun waktu tahun 2004 – 2008 serta dilaporkan ke Bank Indonesia dan dipublikasikan.7 PPAP( Penyisihan Penghapusan Aktiva Priduktif) PPAP menunjukan perbandingan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.turut dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 yang dilaporkan ke Bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter. Rasio ini. Laporan keuangan harus memiliki tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember.63 ).2.1. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI No. hal ini untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan proksi dari variabel independen maupun dependen.

1 Daftar Perusahaan Sampel No Bank Devisa Bank Non Devisa Bank Tabungan Pensiunan Nasional Bank Jasa Jakarta Bank Victoria Internasional Bank Eksekutif Internasional Bank Ina Perdana Bank Yudha Bhakti Bank Mayora Bank Artos Indonesia Bank Kesejagteraan Ekonomi Bank Harda Internasional 1 Bank Central Asia 2 Bank Danamon Indonesia 3 Bank Internasional Indonesia 4 Bank Mega Indonesia 5 Bank NISP 6 Bank Buana Indonesia 7 Bank Bukopin 8 Bank Ekonomi Raharja 9 Bank Arta Graha 10 Bank Mayapada Internasional Sumber :Bank Indonesia data diolah.3 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. yaitu laporan keuangan yang dibuat oleh Bank Umum yang memiliki tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 sampai dengan 2008 secara berturut – turut dilaporkan ke Bank Indonesia dan dipublikasikan.1 Analisis Regresi Berganda Metode yang dipakai untuk menganalisis variabel – variabel dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda.4. 3. Adapun model dasar dari regresi linier berganda dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : . dan kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel – variabel dependen. guna mengetahui arah.4 Metode Analisis 3.49 Dari kriteria di atas maka bank yang memenuhi persyaratan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah 10 Bank Devisa dan 10 Bank non Devisa Tabel 3. pengaruh. 3.

sehingga didapatkan hasil penelitian yang Best Linier Unbased Estimation (BLUE). X1 X2 X3 X4 = Capital Adequacy Ratio (CAR) = Non Performing Loan (NPL) = Net Interest margin (NIM) = Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) X5 X6 e = Loan to Deposit Ratio (LDR) = Penghapusan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) = variabel residual Suatu penelitian harus memenuhi asumsi regresi linier klasik atau asumsi klasik.4.2.1 Multikolinieritas Multikolinieritas adalah adanya suatu hubungan linier yang sempurna antara beberapa atau semua variabel independen. 3. Y a b1 – b7 = Return on Asset (ROA) = intercept = koefisien regresi. yaitu tidak terjadi gejala multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas .4. merupakan besarnya perubahan variabel akibat perubahan tiap – tiap unit variabel bebas. heterokedastisitas.2 Uji Asumsi Klasik 3.50 Y = a + b1X1+b2X2 + b3X3+b4X4+b5X5 + b6X6+b7X7+e dengan. Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). autokorelasi dan memiliki distribusi yang normal maupun mendekati normal.

3. maka disebut homoskedositas atau tidak terjadi heterokedastisitas.2001).1. Jika nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai TOLERANCE kurang dari 0.1 maka terjadi multikolinieritas.4.2. Bila ada variabel independen yang terkena multikolinieritas. b.51 (Ghozali. Mengamati nilai R2. F hitung. maka pada model regresi tersebut diindikasikan ada multikolinieritas (Kuncoro. Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. 2001) Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokesdastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik plot. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali. dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized (Ghozali. Jika R2 dan F hitung tinggi sedangkan T hitung banyak yang tidak signifikan. Mengamati nilai VIF dan TOLERANCE.2001). Pada program SPSS. 2001).2 Heterokedastisitas Uji keterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dasar analisis : . Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y’ adalah Y yang diprediksi. ada beberapa metode yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinieritas.2001). dan T hitung. Batas dari VIF adalah 10 dan nilai dari TOLERANCE adalah 0. maka penanggulangannya adalah salah satu variabel tersebut dikeluarkan (Ghozali. antara lain : a.

b. Jika pengujian diperoleh DW statistik di atas 2 maka diindikasikan terdapat autokorelasi negatif. Untuk mendeteksi adanya suatu autokorelasi peda model regresi pada program SPSS dapat diamati melalui uji Durbin – Watson.3 Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). 3.2.2. Jika pengujian diperoleh DW statistik diantara -2 sampai 2 maka diindikasikan tidak terdapat autokorelasi.52 a. c. b. Jika tidak ada pola yang jelas secara titik – titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jika ada pola tertentu. seperti titik yang membentuk pola tertentu (bergelombang. melebar kemudian menyempit). variabel dependen.4.4. jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. kemudian mengindikasikan telah terjadi heteroskeditas. variabel independen keduanya memiliki .4 Normalitas Tujuan dari pengukuran uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi. 3. Jika pengujian diperoleh nilai DW statistik di bawah -2 maka diindikasikan ada autokorelasi positif. Dasar yang digunakan untuk pengambilan keputusan secara umum adalah sebagai berikut (Kuncoro.2001) : a. maka tidak terjadi heteroskeditas.

3.3.Statistik Pengujian hipotesis dilakukan melalui regresi yang menggunakan program SPSS dengan membandingkan tingkat signifikasinya (Sig t) masing – masing variabel independen dengan taraf sig  = 0. maka hipotesisnya diterima yang artinya variable independent tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variable dependennya.4. Jika data menyebar dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal. Dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik maka dasar pengambilan keputusan adalah : a.4. Sebaliknya bila tingkat signifikansinya (Sig t) lebih besar daripada α = 0. Jika data penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Caranya adalah dengan normal probability plot yang membandingkan distribusi komulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi komulatif dari distribusi normal.05. maka regresi memenuhi asumsi normalitas. Apabila tingkat signifikansinya (Sig t) lebih kecil daripada  = 0. maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati normal. Jika dinyatakan secara statistik adalah sebagai berikut : Ho = i = 0 Hi = i = 0 T hitung dicari dengan persamaan sebagai berikut : .3 Pengujian Hipotesis 3. b.1 Uji t.53 distribusi normal ataukah tidak.05. maka hipotesisnya tidak diterima yang artinya variable independent tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependennya.05.

langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Membuat formula hipotesis 1) Ho : βi = 0 (hipotesis nihil) Yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antar variabel bebas (Xi) secara simultan. Uji signifikansi bersama – sama menggunakan uji F dapat ditulis dengan rumus : F= R2 /k 1. dan Jika t.hitung = Standar Deviasi (bi) Jika t.R2 / nk-1 Keterangan : R2 = koefisien determinasi .tabel (.hitung > dari t.54 Koefisien Regresi (bi) t. 2) Ho : βi ≠ 0 (hipotesis alternatif) Yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (Xi) secara simultan. df) maka Ho diterima.4.Statistik F-test untuk menguji apabila variabel bebas secara simulatan mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak signifikan dengan variabel terikat (Y).3. df) maka Ho ditolak.2 Uji F. b) Menentukan nilai F-tabel yang menggunakan level of significant sebesar 5%. dengan variabel terikat (Y).hitung < dari t. dengan variabel terikat (Y).tabel (. 3.

Hal ini berarti variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel terikat.4 Uji Chow Test Untuk menguji perbedaan pengaruh bank devisa dan bank non devisa digunakan uji chow test. dimana chow test adalah alat untuk menguji test for equality of coefficient atau uji kesamaan koefisien dan test ini ditemukan oleh gregory chow. 3.4. . Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel – variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. 3. maka H0 ditolak dan H1 diterima.3.05. 2) Jika P-value > α = 0. Nilai koefisien determinasi adalah antar nol sampai satu (0<R²<1).3.dan bank non devisa.05.4. maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti variabel bebas secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel terikat.3 Koefisien Determinan (R2) Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.55 K = jumlah variabel N = banyaknya data c) Pengambilan keputusan 1) Jika P-value < α = 0. Nilai yang mendekati satu berarti variabel – variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. oleh karena itu untuk membedakan hasil regresi pada bank devisa.

langkah melakukan chow test (ghozali. r : Jumlah parameter yang diestimasi unrestricted regresion. jika ada beda variabel independen antara bank devisa dan bank non devisa dalam mempengarui basarnya kinerja bank. Selanjutnya hasil F hitung ini akan dibandingkan dengan F tabel. . maka hipotesis nol dapat di tolak. jika F hitung > F tabel.2k) sebagai df untuk penyebut maupun pembilang. Nilai rasio F mengikuti distribusi k dan (n1 + n2 .56 selanjutnya digunakan model regresi chow test(alat untuk menguji kesamaan koefisien). jika F hitung < F tabel maka yang terjadi sebaliknya. n : Jumlah Observasi k : Jumlah parameter yang diestimasi pada restricted regresion. 2004): RSSur / (n1=n2-2k) RSSr : Sum Of Squares Redidual untuk regresi dengan total observasi RSSur : penjumlahan Sum Of Squares Residual dari masing-masing regresi menurut kelompok. 6.

NPL. Statistik Deskriptif Penelitian dilakukan pada perusahaan perbankan yang tergolong dalam kelompok bank devisa dan non devisa. PPAP. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEJ pada tahun 2004 hingga 2008 yang terdiri dari 10 bank umum devisa dan 10 bank umum non devisa. Dengan demikian diperoleh sebanyak 50 data observasi bank devisa dan 50 observasi bank non devisa. terlebih dahulu akan disajikan mengenai deskripsi atau kondisi distribusi dari masing-masing variabel penelitian. Pengujian signifikansi variabel prediktor pada model ROA akan diestimasi dengan menggunakan model regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder.BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4. Prediktor yang digunakan adalah CAR. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis. BOPO. yaitu dari rasio keuangan yang di buat oleh masing-masing bank yang memiliki tahun buku 31 desember 2004 sampai dengan 31 desember 2008 secara berturut turut dilaporkan ke Bank Indonesia. NIM untuk memprediksikan ROA. .1. Deskripsi ini akan memperlihatkan kecenderungan yang terjadi pada sebaran masing-masing variabel penelitian 57 . LDR.

55 130.66873 Bank Non Devisa Descriptive Statistics Maxim N CAR NPL ROA BOPO LDR PPAP NIM Valid N (listwise) 50 50 50 50 50 50 50 50 Minimum 9.27 2.53663 1.50 3.72 96.3078 Std.1062 121.41 21.41 .03584 27.6104 2.1208 2.29657 1.46 .15 um 33.1 Statistik deskriptif Bank Devisa Descriptive Statistics Maxim N car NPL BOPO LDR NIM ROA PPAP Valid N (listwise) 50 50 50 50 50 50 50 50 Minimum 10.89513 98.29913 3.47 211.18400 23.3450 Std.47 4. Deviation 5.40 144.58 Tabel 4.01 8.7430 79.6918 5.59092 18.56 um 45.89325 1.00 Mean 18. Deviation 8.77 7.89 112.1646 3.6368 1.50581 2.9508 158.31 58.2512 7.53 4.9642 87.38530 14.26 .89 34.56 -4.47096 Sumber: Data diolah .10 21.60 8.84 Mean 21.32157 3.8454 71.7202 78.47 28.02169 20.41 83.85 92.50 519.

59092dan Bank Non Devisa 21. .89 dan Bank Non Devisa 130. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai LDR nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 112. Bank Non devisa memiliki nilai maksimum yang lebih tinggi daripada bank Devisa.29913.77 dengan standard deviasi 5.50581 . Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai BOPO nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 96. Bank non devisa memiliki pemberian kredit lebih besar dibanding bank devisa jika dibandingkan dengan simpanan yang masuk.72 dengan standard deviasi 1. Bahwa bank non devisa memiliki beban operasional yang lebih besar daripada bank non Devisa.40. Dengan melihat angka rata-rata LDR yang lebih dari 100% tersebut menunjukkan adanya pemberian kredit yang besar dibanding simpanan yang diberikan pihak bank. Dengan melihat angka rata-rata BOPO tersebut menunjukkan adanya beban operasional yang masih tinggi yang menjadi tanggungan bank dalam operasionalnya.60 dan Bank Non Devisa144.89325 dan Bank Non Devisa 45. Sehingga bank memenuhi kecukupan modal dan memberi rasa aman dan merangsan kepercayaan masyarakat sebagai pemilik dana. Bank non devisa cenderung memiliki hutang bermasalah yang lebih besar dibanding dengan bank devisa.59 Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 33. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa NPL mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 7. Bank Non devisa memiliki nilai maksimum yang lebih tinggi daripada bank Devisa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CAR pada semua bank sudah berada lebih besar dari syarat 8% CAR minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.50.4 dengan standard deviasi 8.01 dengan standard deviasi 3.

03584 dan Bank Non Devisa 8.47 dengan standard deviasi 1.00 dengan standard deviasi 27.66873 dan Bank Non Devisa 519. Deteksi terhadap Asumsi Klasik Sebelum pengujian dengan analisis regresi terlebih dahulu dilakukan pengujian kemungkinan adanya penyimpangan terhadap asumsi klasik. Bank non devisa memiliki laba bunga (NIM) yang lebih besar dibanding bank devisa. Analisis Data Analisis pada penelitian ini menggunakan pengujian data untuk setiap tahun. Dengan melihat angka rata-rata PPAP yang lebih dari 100% tersebut menunjukkan adanya pemenuhan penyisihan aktiva produktif kredit yang baik dari pihak bank . Jika masih terdapat penyimpangan asumsi klasik selanjutnya akan dilakukan perbaikan terhadap data penelitian maupun model regresi .1.47096. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa NIM mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 8.55 dengan standard deviasi 2.10 dengan standard deviasi 98. sehingga dalam penelitian ini menggunakan model regresi yaitu model regresi untuk bank devisa dan bank non devisa.84 dengan standard deviasi 3.29657 dan Bank Non Devisa 21. 4.2.38530.32157.2. Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa ROA mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 4.47 dengan standard deviasi 1. Semakin tinggi rasio NIM maka semakin baik kinerja bank tersebut. Bank non devisa memiliki ROA yang lebih besar dibanding bank devisa. 4.Bank non devisa memiliki penyisihan aktiva produktif yang lebih besar dibanding bank devisa.60 Dari analisis descriptive pada Bank Devisa dan Bank Non Devisa PPAP mempunyai nilai maksimun pada Bank Devisa sebesar 211.

2 sebagai berikut : Tabel 4. Deteksi adanya multikolinear dapat diketahui dengan nilai VIF atau Variance Inflation Factor dari masing-masing variabel.2 tersebut diatas terlihat bahwa keenam variabel bebas memiliki angka VIF atau Variance Inflation Factor lebih kecil dari 10.831 1.2001). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independent.742 0.2 Hasil Pengujian Multikolinearitas pada Bank Non Devisa dan Devisa Variabel CAR BOPO LDR NIM PPAP NPL Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 4.676 1.562 1. Pengujian penyimpangan asumsi klasik meliputi pengujian atas gejala normalitas. Pengujian Multikolinearitas Uji ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ditemukan korelasi antara variabel independent dalam model regresi yang disusun. Jika suatu model regresi mengandung multikolinearitas maka kesalahan standar estimasi akan cenderung meningkat dengan bertambahnya variabel dependent (Ghozali.780 0.524 1. dan tolerance mendekati nilai 1. Pengujian-pengujian tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1.2001).560 0.458 . heteroskedatisitas.61 berupa transformasi atau pengurangan data penelitian.472 0.910 0.641 1. multikolinearitas.479 0.619 0.686 1.618 1.792 1.203 0. Bank Devisa Tolerance VIF 0.679 1.574 1.636 0. Hasil nilai VIF dan tolerance untuk masing-masing variabel dapat dilihat pada Tabel 4.263 0.834 1. dan autokorelasi. Nilai VIF yang lebih kecil dari 10 dan tolerance mendekati nilai 1 mengindikasikan tidak adanya multikolinear dalam pengujian model regresi(Ghozali.611 1.199 Bank Non Devisa Tolerance VIF 0.

Grafik Uji Heteroskedatisitas Bank Non Devisa . Jika tidak ada pola tertentu dan titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian Heteroskedastisitas Pengujian ini bertujuan untuk melihat penyebaran data.62 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model yang disusun tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas.1. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi linear berganda adalah dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual error yaitu ZPRED. 2. Gambar scatterplot ditunjukkan pada gambar berikut : Gambar 4.

1. Pengujian menggunakan Durbin Watson (DW – Test) . 2001). serta titik-titik menyebar keatas dan dibawah 0 pada sumbu Y. Model regresi yang baik adalah model yang tidak mengandung autokorelasi. Berdasarkan Gambar 4.63 Bank Devisa Sumber : Data diolah Uji heterokesdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. maka disebut homoskedositas atau tidak terjadi heterokedastisitas. 3. 2005). Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. . Dan berdasarkan keterangan tersebut maka seluruh variabel tidak terdapat heterokedastisitas.du (Ghozali. tersebut diatas terlihat bahwa titik-titik tersebut sudah tidak membentuk pola tertentu yang jelas. Kemudian jika ada pola yang jelas. Autokorelasi dapat dideteksi bila nilai DW diluar du dan 4 . Pengujian Autokorelasi Pengujian ini digunakan untuk menguji asumsi klasik regresi berkaitan dengan adanya autokorelasi. maka tidak terjadi heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali.

dengan jumlah sampel 50dengan 6 variabel independent.639.855 dL 1.639 4 .639 1. Data dapat dikatakan normal bila data atau titik – titik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonalnya (Ghozali . Namun. maka regresi memenuhi asumsi normalitas.863. dapat dilihat pada grafik probability plot. Jika data penyebaran disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.361.123 dan nilai du 1.du 2.361 . 4. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model terbebas dari autokorelasi.639 < 1.123 1. Model regresi yang baik adalah data normal atau mendekati normal.64 Untuk menguji adanya autokorelasi dalam regresi linier berganda digunakan uji Durbin-Watson.863 1. Untuk menguji normalitas data.863 < 2.3 menunjukkan nilai DW sebesar 1. Nilai DW akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan derajat kepercayaan 5%. 2001). Maka dari tabel Durbin Watson akan didapatkan nilai dl 1. dan k = 6. Tabel 4. Sedangkan berdasarkan tabel DW dengan tingkat kepercayaan 95% (  = 5% ) dan n = 50.361 2.3 Hasil Pengujian Autokorelasi Model Bank Devisa Bank Non Devisa Sumber : data diolah Hasil uji DW dalam tabel 4. Karena nilai DW hitung terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (4-du) atau du < dw < 4-du yaitu 1. Pengujian Normalitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah terdistribusi normal.123 dU 1. jika data menyebar dari garis DW 1.

Grafik Uji Normalitas. . Gambar 4.2. maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. hal itu terlihat dari titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal.65 diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal.P-plot Bank Devisa Sumber : data diolah Bank Non Devisa Berdasarkan tampilan gambar 4.2 dapat disimpulkan bahwa pola grafik normal. Hal ini menunjukan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini terdistribusi normal.

073 -. kemudian CAR.161 -1.041 -.032 -.036 . Dependent Variable: ROA B 5.2.636 1.002 .562 .066 .679 1.2001).010 LDR +0.112 -. PPAP.000 .094 .212 -.115 Std. Analisis Regresi Berganda 4.524 .005 .199 1.111+ 0.032 BOPO – 0.208 -4.060 .204 .169 0.0.006 . Adapun hasil pengolahan data adalah sebagai berikut : Tabel 4.111 .890 1.256 Sig.041CAR .019 .077 .073 NPL – 0.129 Coefficients Beta t 3.115PPAP + e Berdasarkan hasil olah data persamaan diatas maka: BOPO merupakan variabel yang paling dominan mempengarui ROA. .780 1.511 .2.169 -.472 Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber : Data diolah Dari model regresi diatas diperoleh model sebagai berikut : ROA = 5.383 2.1.010 .611 .618 .4 Hasil Regresi – Bank Devisa Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP a.619 1.895 -1. NPL yang mempengarui ROA.234 -.66 4.NIM.2. Error 1. NIM - .091 . Bank Devisa Analisis regresi linier digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variable bebas (Ghozali.834 .554 -. LDR.216 .2.910 1.234 .809 -1.

576 df b Mean Square 6 43 49 6. Karena probabilitas lebih kecil dari 0.6 didapat nilai F hitung sebesar 16. LDR. Tabel 4. Hasil Uji F Pengujian hipotesis uji F digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang bermakna terhadapl variabel terikat.032 dengan probabilitas 0.67 1. BOPO. NPL. Predictors: (Constant). .333 16.000. LDR. NIM. . sqPPAP. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Berdasarkan hasil uji F pada table 4. NPL.032 Sig. Uji Hipotesis a. NIM.05.056 . dan PPAP mempunyai pengaruh terhadap ROA.242 52. BOPO b. car.000 a a. Berikut ini adalah hasil dari uji regresi secara simultan.5 Uji Simultan ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 36.378 F 16. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi profitabilitas bank atau dapat dikatakan bahwa CAR.

Dependent Variable: ROA B 5.910 1.562 .05 Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.161 -1.129 Coefficients Beta t 3.032 -.161 dengan nilai signifikasi sebesar 0.041 -.256 Sig.216 .834 .234 .890 1.112 -.073 -.636 1.212 -.611 .111 .234 -.000 .472 Collinearity Statistics Tolerance VIF Atas dasar hasil uji T maka menunjukkan bahwa variabel X1 sampai X6 berpengaruh pada Y.199 1.511 .036 . Hasil Uji t ( Secara Parsial) Tabel 4.6 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP a. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien transformasi regresi untuk variabel CAR sebesar 2. Error 1.077 .019 .091 .809 -1.036 dimana nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0. .005 . Variabel CAR Hipotesis pertama yang diajukan menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.895 -1.094 .002 .68 b.524 .204 . Dari hasil estimasi regresi pada lampiran diketahui nilai t hitung sebagai berikut : 1.010 .066 . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar CAR.679 1.169 -.619 1.208 -4.618 .554 -.780 1. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 1 diterima.060 .006 .383 2.115 Std. maka ROA yang diperoleh bank akan semakin besar karena semakin besar CAR maka semakin baik kemampuan permodalan bank dalam menjaga kemungkinan .

NPL terus meningkat menunjukan tingkat resiko kredit bank yang semakin buruk. NPL digunakan oleh perbankan untuk mengukur kemampuan bank tersebut menyanggah resiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. Nilai signifikansi uji diperoleh lebih kecil dari 0. Dengan meningkatnya NPL. 3. maka perputaran keuantungan bank akan mengalami penurunan.809 dengan probabilitas sebesar 0. NPL merupakan perbandingan dari kredit bermasalah dengan jumlah kredit yang dikucurkan pada masyarakat.077. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien variabel NPL diperoleh nilai t sebesar -1. maka hal ini berarti bahwa NIM berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA. Dengan arah koefisien positif. akan mengakibatkan menurunnya ROA. Pengaruh positif . Variabel NIM Hipotesis ketiga yang diajukan menyatakan bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. Hasil estimasi regresi variabel NIM diperoleh nilai t sebesar 1.05 maka pengaruh NIM terhadap ROA tidak signifikan. yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. Variabel NPL Hipotesis kedua yang diajukan menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Fitri(2007). Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari wisnu mawardi(2004) dan Fitri (2007) yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA.05 maka NPL tidak signifikan terhadap ROA. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 2 ditolak .05.234 dimana nilai signifikan pada tingkat signifikansi 0. Semakin besar NPL..208 dengan probabilitas sebesar 0.69 timbulnya resiko kerugian usahanya sehingga kinerja bank juga meningkat. 2.

05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel BOPO terhadap ROA. kredit dan investasi.70 tidak signifikan. Dengan arah kofisien negatif. Spread yang kecil yang disebabkan naiknya BI rate dan tekanan inflasi membuat besarnya biaya bunga meningkat menyebabkan bank kehilangan kesempatan memperoleh laba dari aktiva produktif. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisnu mawardi (2004) yang menunjukan hubungan NIM dan ROA adalah positif.000. sedangkan ROA mengalami kenaikan hanya 0. namun pengaruh kenaikan NIM tidak signifikan terhadap kenaikan ROA.95. Variabel LDR . Variabel BOPO Hipotesis keempat yang diajukan menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Nilai BOPO yang lebih tinggi akan memberikan ROA yang lebih kecil Hal ini berarti bahwa Hipotesis 4 diterima. maka hal ini berarti bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0. Contohnya pada Bank Central Asia pada tahun 2005-2006 NIM mengalami kenaikan sebesar 17. apabila NIM naik maka ROA akan naik. Hasil estimasi regresi variabel BOPO diperoleh nilai t sebesar -4. 4. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Wisnu Mawardi (2004) menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA. Hal ini menunjukan bahwa manajemen bank belum mampu mengelola akiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan terutama dari spread bunga tabungan.49 Hal ini berarti bahwa Hipotesis 3 ditolak. 5.895 dengan probabilitas sebesar 0.

066 yang menunjukkan lebih besar dari 0. Hasil penemuan ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Hesti(2002).05 maka tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel LDR terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien regresi Hasil estimasi regresi variabel LDR diperoleh nilai t sebesar -1. maka hal ini berarti bahwa PPAP berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0.256 dengan probabilitas sebesar 0. Dengan demikian maka tidak diperoleh adanya pengaruh yang signifikan dari variabel PPAP terhadap ROA. Variabel PPAP Hipotesis keenam yang diajukan menyatakan bahwa PPAP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. sehingga PPAP merupakan beban bagi bank semakin besar PPAP menunjukan kinerja aktiva produktif yang semakin turun sehingga menurunkan .71 Hipotesis keempat yang diajukan menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.890 dengan probabilitas sebesar 0. 6. Dari hasil penelitian diperoleh koefisien regresi variabel PPAP diperoleh nilai t sebesar -1. LDR merupakan rasio yang menunjukan kemampuan dalam menjalankan fungsi intermediasinya dalam menyalurkan dana pihak ketiga ke kredit. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 4 ditolak. tidak signifikan artinya semakin rendah LDR maka laba perusahaan mempunyai kemungkinan untuk turun. Jika rasio ini menunjukan angka rendah maka bank dalam kondisi idle money atau kelebihan likuiditas yang akan menyebabkan bank kehilangan kesempatan untuk memperoleh laba lebih besar. LDR berpengaruh negatif.05.216. Dengan arah koefisien negatif. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana / kredit.

2. Dan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0. LDR. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 yang diperoleh seagai berikut : Model Summary Std. Nilai koefisien adalah antara nol sampai dengan satu.691 F Change 16. 3.2.2. BOPO b. Error Mode l 1 R . Hasil ini sesuai dengan Mabruroh (2004). Koefisien determinasi menunjukkan mengenai besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. sqPPAP.8%. Adapun hasil pengolahan data adalah sebagai berikut : .72 ROA. NIM. F Change . Nilai koefisien determinasi ditunjukkan dengan nilai adjusted R².Bank Non Devisa Analisis regresi linier digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variable bebas (Ghozali. LDR.8%.863 R Square . NPL.2% disebabkan oleh faktor lain. Predictors: (Constant).831 a b Change Statistics R Square Change . NIM. PPAP secara simultan terhadap ROA sebesar 64. BOPO.000 DurbinWatson 1.032 df1 6 df2 43 Sig. car.648 atau 64. NPL. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perbankan dipengaruhi oleh variabel CAR. 4.Hal ini berarti bahwa Hipotesis 5 ditolak. Dependent Variable: ROA Sumber : Data diolah Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.648 of the Estimate .2001). Sedangkan sisanya sebesar 35.61459 a.691 Adjusted R Square .

910 . Berikut ini adalah hasil dari uji regresi secara simultan. NPL.249 .000 . .158 . kemudian NIM.813 .977 .003 LDR + 0.0.917 . Dependent Variable: ROA b.153 BOPO – 0.742 1.031 Coefficients Beta T 15.793 .598 Sig.737 .263 1.116 PPAP + 0. sinPPAP(trasformasi PPAP).000 .553 .686 1.135 NIM + e Berdasarkan hasil olah data persamaan diatas maka: BOPO merupakan variabel yang paling dominan mempengarui ROA.035 .196 .013 -.203 1. .459 3.004 -. dan CARyang mempengarui ROA.250 .560 1.003 .574 . Uji Hipotesis a.014 . Independent Variabel : CAR.479 1.8 Hasil Regresi – Bank Non Devisa Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR BOPO LDR NIM sinppap sqnpl B 13.73 Tabel 4.641 .034 .649 . Error .026 . Hasil Uji F Pengujian hipotesis uji F digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat.977+ 0.116 .153 . sqNPL( transformasi NPL) .676 . PPAP .000 .465 .006 .135 . 1.458 Collinearity Statistics Tolerance VIF a.264 -17. Sumber :Data Diolah Dari model regresi diatas diperoleh model sebagai berikut : ROA = 13.009 . NIM. LDR.097 NPL – 0.831 .792 .004 CAR + 0.163 .097 Std. LDR.BOPO.

dan PPAP mempunyai pengaruh terhadap ROA. Predictors: (Constant).9 didapat nilai F hitung sebesar 86. .386 Df 6 b Mean Squar e 42. .408 278.164 dengan probabilitas 0. maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi profitabilitas bank atau dapat dikatakan bahwa CAR. Karena probabilitas lebih kecil dari 0.898 F 86. BOPO b. sinppap. LDR.16 4 Sig. NPL.74 Tabel 4. NIM. sqnpl.05.794 43 49 . BOPO. NIM.498 s 257.9 Uji Simultan ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Berdasarkan hasil uji F pada table 4. LDR.000. CAR.000 a a.

203 1.793.158 .641 . Variabel CAR Hipotesis ketujuh yang diajukan menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.004 -.686 1.75 b.792 .250 .465 .035 .831 .034 .813 .742 1. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 7 ditolak.917 .135 .013 -.598 Sig.000 . CAR adalah perbandingan antara modal sendiri dan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko(ATMR).560 1.116 .003 .097 Std. Dengan demikian diperoleh tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel CAR terhadap ROA.196 .264 dengan probabilitas sebesar 0.000 .910 .006 . Hasil Uji t ( Secara Parsial) Tabel 4.977 . .009 .458 Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data diolah Dari hasil estimasi regresi pada lampiran diketahui nilai t hitung sebagai berikut : 1.793 .264 -17.737 .649 .031 Coefficients Beta t 15. Dependent Variable: ROA B 13.574 .153 . Error . Hasil estimasi regresi variabel CAR diperoleh nilai t sebesar 0.026 . dimana peningkatan modal sendiri yang dimiliki oleh bank akan menurunkan biaya dana karena bank dapat menggunakan modalnya sendiri ntuk dialokasikan kepada kativa produktif yang kemudian dapat meningkatkan .263 1.10 Coefficients a Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) CAR BOPO LDR NIM Sinppap Sqnpl a.000 .014 .553 .676 .249 .459 3.479 1.163 .

553. Semakin besar NPL. 2.76 profitabilitas. Dengan meningaktnya NPL. Variabel NPL Hipotesis kedelapan yang diajukan menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan Hasil estimasi regresi variabel NPL diperoleh nilai t sebesar 0. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari wisnu mawardi(2004) dan Fitri (2007) yang menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA. Namun bila modal ban rendah akan memerlukan dana yang berasal dari dana pihak ketiga yang mengandung biaya dana sehingga akan menjadi mahal dan biaya bungan menjadi tinggi dan mengurangi margin bersih yang diperoleh bank melalui aktiva produktifnya sehingga profitabilitas bank akan rendah.05 maka diperoleh tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel NPL terhadap ROA. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Almilia (2005) menunjukkan bahwa NPL berpengaruh positif terhadap ROA. 3. maka ROA akan semakin meningkat. NPL merupakan perbandingan dari kredit bermasalah dengan jumlah kredit yang dikucurkan pada masyarakat. sehingga kinerja keuangan bank dapat dikatakan baik Hal ini berarti bahwa Hipotesis 8 ditolak.598 dengan probabilitas sebesar 0. maka perputaran keuntungan mengalami penurunan. Karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. NPL digunakan oleh perbankan untuk mengukur kemampuan bank tersebut untuk menyanggah resiko kegagalan pengembalian kredit oleh debitur. yang juga berarti kinerja keuangan bank menurun. akan mengakibatkan menurunnya ROA. Variabel NIM . Begitu pula sebaliknya bila NPL turun. NPL yang terus meningakt menunjukan tingkat resiko kredit bank yang semakin buruk.

Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisnu mawardi (2004) yang menunjukan hubungan NIM dan ROA adalah positif.77 Hipotesis kesembilan yang diajukan bahwa NIM berpengaruh signifikan positif. maka hal ini berarti bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel BOPO terhadap ROA. Variabel BOPO Hipotesis kesepuluh yang diajukan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan. Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0.000. Hasil estimasi regresi variabel BOPO diperoleh nilai t sebesar -17.05 maka diperoleh ada pengaruh yang signifikan dari variabel NIM terhadap ROA. 5.000.05 maka diperoleh tidak .250 dengan probabilitas sebesar 0. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 10 diterima. 4. Variabel LDR Hipotesis kesebelas yang diajukan bahwa LDR berpengaruh positif dan signifikan. BOPO naik maka ROA turun. Karena nilai signifikansi pengujian lebih kecil dari 0. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian dari Wisnu Mawardi (2004) menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA.05. Nilai signifikansi uji diperoleh lebih kecil dari 0. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 9 diterima. Hasil estimasi regresi variabel LDR diperoleh nilai t sebesar 0.813 dengan probabilitas sebesar 0.649 karena nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. Dengan arah kofisien positif. . Nilai NIM yang lebih tinggi akan memberikan ROA yang lebih besar. Hasil regresi variabel NIM diperoleh nilai t sebesar 3.459 dengan probabilitas sebesar 0.

Variabel PPAP Hipotesis keduabelas yang diajukan adalah negatif dan signifikan. Sehingga akan mengurangi ROA. Apabila kredit macet macet naik/ diragukan naik. sehingga PPAP merupakan beban bagi bank semakin besar PPAP menunjukan kinerja aktiva produktif yang semakin turun sehingga menurunkan ROA. 6.05 .465. maka PPAP harus ditambah. Hasil temuan ini mendukung hasil penelitian Yuliani (2007).737 dengan probabilitas sebesar 0. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 11 ditolak. Semakin tinggi LDR maka semakin besar dana yang disalurkan dan akan meningkatkan pendapatan yang akan meningkatkan kinerja bank. Pembentukan PPAP merupakan salah satu upaya untuk membentuk cadangan dari kemungkinan tidak tertagihnya penempatan dana / kredit. Hal ini berarti bahwa Hipotesis 12 ditolak. Nilai signifikansi pengujian lebih besar dari 0. Namun nilai positif yang ditunjukan LDR menunjukan bahwa semakin tinggi LDR menunjukan likuiditas perbankan semakin rendah karena banyak dana pihak ketiga yang disalurkan dalan bentuk loan sehingga mampu meningkatkan pendapatan bank dari bunga pinjaman yang dibayarkan. PPAP positif menunjukan banyaknya cadangan yang dipersiapkan bank untuk penempatan kredit yang menyebabkan menurunkan ROA. Hasil estimasi regresi variabel PPAP diperoleh nilai t sebesar 0. 3. Dengan demikian maka diperoleh tidak adanya pengaruh yang signifikan dari variabel PPAP terhadap ROA.78 adanya pengaruh yang signifikan dari variabel LDR terhadap ROA. Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R2 yang diperoleh sebagai berikut : . Jadi apabila PPAP naik hal itu menandakan kredit macet naik. hal ini akan memberikan potensi kenaikan ROA.

sinppap. Nilai koefisien determinasi ditunjukkan dengan nilai adjusted R². Koefisien determinasi menunjukkan mengenai besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.9%.79 Tabel 4. NIM. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.8% disebabkan oleh faktor lain. F Change . BOPO. Nilai koefisien adalah antara nol sampai dengan satu. Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut : . Uji Chow Uji Chow dilakukan untuk menguji ada tidaknya perbedaan pengaruh dari keenam variable bebas terhadap ROA pada bank umum devisa dan bank umum non devisa.912 the Estimate .923 Adjusted R Square . Sedangkan sisanya sebesar 8. NIM.923 F Change 86.000 DurbinWatson 1.961 a b Change Statistics R Square Change .855 R Square . Error of Mode l 1 R .11 Koefisien Determinasi Model Summary Std. Predictors: (Constant). sqnpl. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan perbankan dipengaruhi oleh variabel CAR. PPAP terhadap variabel dependen sebesar 91. Dan berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) diperoleh sebesar 0. LDR. BOPO b.70559 a. LDR . CAR.912 atau 91.164 df1 6 df2 43 Sig.2%. NPL. 4.

. sinppap.333 Df 6 b Mean Squar e 6.000 a a. NIM. . LDR. LDR.03 2 Sig.000 a a. car. Predictors: (Constant). BOPO b.056 F 16.386 df 6 b Mean Squar e 42.498 s 257. BOPO b.16 4 Sig. sqnpl. sqPPAP.576 43 49 .80 Tabel 4.378 s 36.12 Uji Chow Bank Devisa : ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 16. Dependent Variable: ROA Sumber: data diolah Bank Non Devisa: ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21.794 43 49 .242 52. NPL.408 278. Dependent Variable: ROA Sumber : data diolah .898 F 86. CAR. Predictors: (Constant). NIM.

1 2 1 Sig.242 = 37.162 a.49 dengan jumlah n1 dan n2 sebanyak 100. car. bopo. .408 .020 331.309 Model 1 df F 32. Dependent Variable: roa Nilai F tabel taraf 5% dengan df 1= 44 dan df 2 44 diperoleh sebesar 3.650 F= (RSSr (RSSur / RSSur) / k (n1+n2-2k) + RSSur2 21. npl. dan jumlah parameter yang diestimasi pada restricted regression (k) sebesar 6 maka didapatkan perhitungan chow test sebagai berikut: RSSur =RSSur1 + = 16.854 Mean Squa re 6 37.874 93 99 1. ppap b. ldr.000a 108.81 Bank Devisa dan Bank Non Devisa: N ANOVAb Sum of Squar es Regress ion Residua l Total 223. dimana n1 merupakan jumlah observasi residual pada bank devisa sebesar 50 dan n2 merupakan jumlah observasi residula pada bank non devisa sebesar 50 sehingga 50+50= 100. nim. Predictors: (Constant).

.020 (37.82 = (108.9 (100-12) 37.65 / = 11.49) hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari 6 variabel bebas.9 > F tabel( 3.72 0.42 f= 27.49 Dengan demikian diperoleh Chow test (27.9.65)/6 Hasil pengujian menghasilkan nilai Chow test F sebesar 27. Nilai F tabel diperoleh sebesar 3.

Keterbatasan signifikan 83 . Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis regresi yang telah dilakukan terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi ROA pada perusahaan perbankan pada tahun 2004 hingga 2008 dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikan 5%. 5. 3. 2. 6. Variabel PPAP negatif tidak signifikan terhadap ROA Bank Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Non Devisa. Variabel NIM berpengaruh signifikan positif terhadap ROA Bank Non Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Devisa.2.BAB V PENUTUP 5. Variabel CAR berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ROA Bank Devisa namun tidak pada Bank Non Devisa. 5. Variabel NPL negative tidak signifikan pada Bank Devisa dan positif tidak signifikan pada Bank Non Devisa. 4. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.1. Variabel BOPO berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap ROA Bank devisa maupun Bank Non Devisa. Variabel LDR negatif tidak signifikan pada Bank Devisa dan positif tidak terhadap ROA pada Bank Non Devisa.

NPL. 5. karena terbukti stabil.LDR. . yang fluktuatif sehingga menyebabkan distorsi sehingga di masa yang akan datang perlu teknik ysng bersifat smooting(penghalusan) sebaiknya digunakan data triwulan.3. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan yang telah diperoleh maka dapat diajukan saran sebagai berikut : 1.84 Pada penelitian ini terdapat kondisi yang tidak sejalan dengan hipotesis. PPAP. Bagi Peneliti Untuk penelitian NIM. Data CAR. dan BOPO karena berlaku untuk Bank Devisa dan Bank Non Devisa maka untuk dijadikan variabel penelitian. Bagi manajemen/ Pengelola perbankkan Manajemen harus bisa mengelola BOPO dengan baik. 2. bank harus berhati hati bila terjadi peningkatan PPAP.

Drs. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.”Analisis Rasio CAMEL terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan periode 2000-2002”. Tarmizi dan Willyanto Kartiko Kusuno. Jakarta: Ghalia Indonesia. “ Analisis Rasio-Rasio Keuangan sebagai Indikator dalam Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perbankan Indonesia”. Media Ekonomi dan Bisnis”. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. 2004.1. Wisnu. 2002. 2001. 2001. Laporan Pengawasan Perbankan 2008. Vol. Jakarta. Dasar. Vol. Yogyakarta: BPFE. Bank Indonesia. Vol. Bank Indonesia. Jakarta. pp.Bumi Aksara. Jakarta: PT.1. Jakarta. Robert. no.14. No. Bank Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Almilia. 2003. 2006. “Analisis Faktor-Faktor yang mempengarui Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum dengan Total Asset Kurang dari 1 Triliun)”. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. No. 2007. Hasibuan. Kasmir. Mudrajat. Malayu. Lukman. Jurnal Akutansi dan Keuangan. Mediasoft Indonesia Bank Indonesia. 85 . 2008. Laporan Pengawasan Perbankan 2007. Mawardi. Achmad.2. Laporan Pengawasan Perbankan 2004. Luciana dan Winny Herdaningtyas.Dasar Perbankan. Laporan Pengawasan Perbankan 2005. Bank Indonesia. 2005. “Buku Pintar Pasar Modal Indonesia”. Jurnal Bisnis Strategi. 2001.2005. Dendawijaya. Manajemen Perbankan. 2001. 1997.7. Imam. Laporan Pengawasan Perbankan 2006. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. Kuncoro. Jakarta.XV. 2005. Edisi Kedua. Jakarta. Raja Grafindo.131-147. Ang. H.

Sinungan. No.Aryati.”Model Analisis CAMEL untuk memprediksi Finansial Distress pada Sektor Perbankan yang Go Public”. hesty.4 No. Tingkat Inflasi. Manajemen Bank Umum. Jakarta: Intermedia. Vol. Edisi kedua. Werdaningtyas. 2007. Jurnal Akutansi Auditing Informasi. Edisi Keempat. Bambang.2 Nugraheni. Riyanto. Yuliani. Jurnal Manajemen Indonesia. Dahlan. 1993.Vol 10. 2007. 2002.”Pengaruh Rasio CAMEL. Fitri dan Dody Hapsoro. Hubungan Efisiensi Operasional dengan Kinerja Profitabilitas pada SektorPerbankan yang Go Public di BEJ.2. Wahana . Vol.2.5 no. Faktor yang Mempengarui Profitabilitas Bank Take Over Pramerger di Indonesia.86 Muchdarsyah. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Siamat. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya. Yogyakarta:BPFE. Jakarta: Bumi Aksara Nasser. Etty M. dan Ukuran Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Jakarta”. Manajemen Dana Bank.2000. Titik 2000. Vol 1 no.10 . 1993.

87 LAMPIRAN .

88 Lampiran A Daftar Perusahaan Sampel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bank Devisa Bank Central Asia Bank Danamon Indonesia Bank Internasional Indonesia Bank Mega Indonesia Bank NISP Bank Buana Indonesia Bank bukopin Bank Ekonomi Raharja Bank Arta Graha Bank Mayapada Internasional Bank Non Devisa Bank Tabungan Pensiunan Nasional Bank Jasa Jakarta Bank Victoria Internasional Bank Eksekutif Internasional Bank Ina Perdana Bank Yudha Bhakti Bank Mayora Bank Artos Indonesia Bank Kesejagteraan Ekonomi Bank Harda Internasional .

34 11.77 13.24 17.48 .37 23.64 13.9 13.87 21.08 19. Bank Internasional Indonesia PT.41 24.11 12.12 14.95 14.65 10.43 tahun 2006 23.79 15.95 33.34 14. Bank Arta Graha PT.53 13. Bank Central Asia PT.86 23.84 31.93 13.33 30. Bank Bukopin PT.61 29 13.28 17.67 2007 20.18 18.26 25.32 12.45 11.68 14.Bank Mayapada Internasional 2004 25.08 2005 22. Bank Ekonomi Raharja PT.Bank Buana Indonesia PT.05 16.42 20.44 17.85 22.59 17 18.Bank Mega Indonesia PT.11 11. Bank Danamon Indonesia PT.06 13.13 15.99 22.65 11.81 10.42 18.21 25.77 2008 15. Bank NISP PT.47 16.61 11.89 Lampiran C CAR Bank Devisa 2004-2008 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.

Bank Buana Indonesia PT.92 2.34 1.1 2.13 2.85 1.31 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.21 2.95 2.86 4.90 Lampiran D NPL Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 No.67 .Bank Mayapada Internasional 2004 0.51 3.72 1.85 1. Bank Ekonomi Raharja PT.63 0.53 7.53 2008 0.51 3.77 3.67 5.82 2.55 3.96 tahun 2006 1. Bank NISP PT.77 1.43 2.26 1.2 2.13 0.6 2. Bank Arta Graha PT.08 6. Bank Bukopin PT.53 0.95 1.57 3.68 0. Bank Danamon Indonesia PT.84 3.Bank Mega Indonesia PT.87 2.27 2.08 2007 1.65 3.2 6. Bank Central Asia PT.75 1.78 1.8 2.08 2.26 2.32 4.26 3.37 2005 1.66 2.73 3. Bank Internasional Indonesia PT.5 4.

25 2.8 0.09 1.45 3.84 2.66 2.42 1.44 1.54 3.34 2.16 2007 3.98 2.64 1.17 1.67 2.Bank Mega Indonesia PT.66 1.87 0.27 1.53 1.35 4. Bank NISP PT.47 2.Bank Buana Indonesia PT.26 1.52 0.2 4.08 1.96 1.43 3. Bank Ekonomi Raharja PT.59 2008 3.92 1.4 2. Bank Danamon Indonesia PT.85 3.97 tahun 2006 3.81 1.94 1.75 1.43 3.36 2. Bank Bukopin PT.68 0. Bank Arta Graha PT.55 1.52 0.17 .54 0.96 0.61 1. Bank Central Asia PT.41 1.25 2005 3.46 1.91 Lampiran B ROA Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT. Bank Internasional Indonesia PT.Bank Mayapada Internasional 2004 3.08 1.38 3.63 0.

Bank Ekonomi Raharja PT.7 9 64.4 8 87.Bank Mayapada Internasional 2004 65.7 3 83.Bank Buana Indonesia PT.3 5 96. Bank Bukopin PT.1 1 76.4 3 92. Bank Internasional Indonesia PT. Bank Danamon Indonesia PT.4 1 77.6 75.92 Lampiran E BOPO Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.5 3 85.3 8 2005 66.3 tahun 2006 69.3 9 81.6 1 94.6 4 2007 66.3 2 79.6 8 72.4 4 83.8 93.2 7 89.1 81.0 5 70.7 5 96.3 1 83.Bank Mega Indonesia PT. Bank Arta Graha PT.2 5 85.9 8 .1 82.7 1 74.1 7 87.4 8 87.9 7 79.2 1 78.5 4 90.0 9 67.1 7 81. Bank Central Asia PT.0 6 95.6 7 86.8 9 91.3 4 51.7 6 95. Bank NISP PT.1 8 82.8 6 82.7 2 85.4 8 87.2 6 74.4 7 79.7 2008 65.3 93.4 7 93.2 8 66.6 9 83.

5 71.3 7 44.3 1 77.6 4 2007 40.5 4 tahun 2006 38.8 9 86.9 8 54.3 5 54.6 6 52.3 69.Bank Buana Indonesia PT. Bank Internasional Indonesia PT.9 5 82.7 2 69.4 5 43.6 1 79.8 4 86.0 1 47.8 5 78.4 3 45.65 90.Bank Mayapada Internasional 2004 28.1 7 51.2 2 2005 39.67 87.1 3 95.3 1 85.9 4 82.4 2 96.2 1 78.82 112.Bank Mega Indonesia PT.64 67.6 8 91.6 82.87 101.7 1 85 72.6 .3 4 81.0 4 52. Bank Arta Graha PT. Bank Central Asia PT.4 94.0 8 68.0 4 94. Bank NISP PT.9 3 42.73 80.1 8 98.1 5 80.2 92.93 Lampiran F LDR Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT. Bank Bukopin PT. Bank Ekonomi Raharja PT. Bank Danamon Indonesia PT.0 8 48.8 61.2 2 2008 54.76 63.6 3 98.

3 4 115.0 7 103.0 4 100.0 1 113.1 8 136.0 8 129.9 8 190.9 6 100.8 3 2008 134.4 9 133.6 108.1 7 123.4 8 107. Bank Central Asia PT.0 2 113. Bank Danamon Indonesia PT.3 2 112.7 7 123.9 2 2005 123. Bank Bukopin PT.0 1 100. Bank NISP PT.2 5 135.7 2 114.6 5 117. Bank Ekonomi Raharja PT.2 1 117.4 1 211.0 3 110.0 9 83.8 4 112.2 3 111.0 1 100.8 1 106.0 4 127.2 2 119. Bank Internasional Indonesia PT.9 3 2007 129.94 Lampiran G NIM Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 Nama Bank PT.6 5 107. Bank Arta Graha PT.2 8 107.1 7 100.Bank Buana Indonesia PT.1 189.3 194.4 8 101.4 1 100.2 5 100 100.8 8 100.4 4 5 6 7 8 9 1 0 .7 3 103.Bank Mega Indonesia PT.7 3 124.9 1 100.5 4 141.2 4 tahun 2006 141.5 5 100.15 102.Bank Mayapada Internasional 2004 180.

0 2 113.1 7 123.0 1 100.2 1 117.3 2 112.6 5 117.4 8 101.2 4 tahun 2006 141.9 1 100.Bank Buana Indonesia PT.2 8 107.9 3 2007 129.0 1 113.8 3 2008 134.0 4 100.0 9 83.7 3 124.9 6 100.2 2 119.1 7 100.8 8 100. Bank Arta Graha PT.4 9 133.1 8 136.6 108.6 5 107.95 Lampiran H PPAP Pada Bank Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 Nama Bank PT.8 4 112.3 194.1 189.3 4 115. Bank Danamon Indonesia PT.0 3 110.4 4 5 6 7 8 9 1 0 .5 4 141.8 1 106.0 7 103.2 5 100 100.0 1 100.15 102.4 8 107. Bank Bukopin PT.2 3 111.7 7 123.5 5 100.7 2 114. Bank Ekonomi Raharja PT. Bank Internasional Indonesia PT.4 1 100.Bank Mayapada Internasional 2004 180. Bank NISP PT.7 3 103.Bank Mega Indonesia PT.9 8 190. Bank Central Asia PT.9 2 2005 123.2 5 135.4 1 211.0 8 129.0 4 127.

95 2005 5.12 2007 5.04 0.05 0.45 1.31 1.51 1.82 1.58 3.29 3.82 3.37 6.78 2.Harda Internasional 1.58 Tahun 2006 3. Bank Artos Indonesia PT.Bank Yudha Bhakti PT.76 0.15 2.Bank Ina Perdana PT.08 2.34 1.15 2.85 0.4 0.96 Lampiran i ROA Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 PT.13 -2.51 2.66 1.62 0. Bank Victoria Internasional PT.16 4.23 0.46 0.95 1.81 Nama Bank PT.28 0.93 2008 5.02 4. Bank Jasa Jakarta PT.57 3.37 1.43 -0.04 1.09 2.64 -4.55 3. Bank Mayora PT.28 0.38 1.57 0.09 . Bank Kesejahteraan Ekonomi 2004 8.22 -1. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.07 2.51 0.16 4.4 -0.Bank Eksekutif Internasional PT.46 6.

59 17. Bank Mayora PT.99 12. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.31 32.50 24.07 45.67 24.32 19.Bank Eksekutif Internasional PT.25 22.43 21. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.41 21.87 23.76 14.08 10.Bank Yudha Bhakti PT. Bank Artos Indonesia PT.38 9.52 13.88 .49 35.2 31.03 23.21 32.56 17.09 16.44 23.01 24.04 16.2 32.85 21.8 33.97 18.46 15.26 18.5 9.96 40.Harda Internasional 2004 2005 tahun 2006 2007 2008 19.79 19.33 13.26 18.64 34. Bank Victoria Internasional PT.67 12. Bank Jasa Jakarta PT.83 20. Bank Ina Perdana PT.26 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11.93 14.83 14.28 11.2 14.09 30.97 15.49 20.8 29.68 19.97 Lampiran J CAR Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 Nama Bank PT.08 13.

98 Lampiran K NPL Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.94 0.94 4.66 3.63 10. Bank Jasa Jakarta PT.77 0.52 2.4 21.13 4.27 2.01 1.08 0.03 6.26 1.15 2.71 5.95 6.65 7. Bank Victoria Internasional PT.66 2.56 5. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.Bank Eksekutif Internasional PT.82 3.77 2008 0.51 3.57 2.62 2.24 0.63 1.5 1.36 2.23 1.59 6.08 10.18 2005 1.88 5. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.09 1.Bank Harda Internasional 2004 3.9 1.75 2.89 3.76 . Bank Ina Perdana PT.97 0.63 2.28 2007 1.07 4.96 3.62 2. Bank Mayora PT.45 0.Bank Yudha Bhakti PT. Bank Artos Indonesia PT.74 tahun 2006 2.26 3.76 2.93 1.48 7.

69 100.84 80.32 72.99 Lampiran L BOPO Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 No 1 Nama Bank PT.7 101.31 88.Bank Yudha Bhakti PT.67 74.85 85.08 91.Bank Eksekutif Internasional PT.21 92. Bank Artos Indonesia PT.68 76.33 75.69 103. Bank Victoria Internasional PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.Harda Internasional 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 65.85 89.59 97.98 87.51 99.96 93.03 76.12 99.16 65.54 130.47 102. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.57 2 3 4 5 6 7 8 9 58.25 93.83 74.16 95.31 78.73 74.32 82.Bank Ina Perdana PT.56 88.49 96.82 83.73 98. Bank Jasa Jakarta PT.16 100.77 78.4 86.05 69.49 126.66 96.05 91.01 82.18 10 .91 90.17 94.49 108.05 84.39 78.09 74. Bank Mayora PT.49 71.89 87.

Bank Mayora PT.85 78.87 82.8 82. Bank Ina Persada PT.33 Nama Bank PT.85 78.02 34. Bank Jasa Jakarta PT.71 44.Harda Internasional 66.15 117.98 137.22 2004 95.61 71.73 144.5 7 67.76 80.63 90.44 101.78 52.11 84.69 72.Bank Eksekutif Internasional Tahun 2006 96.37 1 . Bank Victoria Internasional PT.100 Lampiran M LDR Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PT.5 7 70.75 83.88 2007 98.9 75.24 82.59 2005 92.28 56.99 135.31 92.02 95.97 50.13 79.01 51. Bank Artos Indonesia PT.7 7 74.48 59.5 9 82.08 91.3 1 50.09 67.6 9 104. Bank Kesejahteraan Ekonomi 0 PT.57 88.77 105.09 44.73 92.84 2008 85.46 73.6 57.98 40. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.Bank Yudha Bhakti PT.42 56.36 76.

9 8 311.2 4 105.5 7 100.79 113.101 Lampiran N PPAP Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 Nama Bank PT.1 6 388.2 1 483.4 9 100 104.3 7 2008 210.6 5 100. Bank Artos Indonesia PT.3 94.1 8 100 107.Bank Yudha Bhakti 7 8 9 PT.6 1 102.8 9 6 PT.0 5 105.5 9 276.4 4 100.9 8 519.6 1 2007 154 132.9 7 1 .4 5 101.3 4 102.6 7 101.3 8 101.2 2 2005 92. Ina Perdana 2004 140.3 4 138.5 1 111.1 1 135.6 3 106.8 5 100.4 3 102.Bank Eksekutif Internasional PT.7 8 145.4 2 155.4 9 100.8 3 198.7 1 105.9 9 100.4 6 104. Bank Mayora PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.Harda Internasional tahun 2006 105.3 7 100. Bank Victoria Internasional PT.0 3 113.27 348.5 3 100.0 4 239. Bank Kesejahteraan Ekonomi 0 PT.0 3 198.9 8 212.4 9 152.8 8 161.5 8 224. Bank Jasa Jakarta PT.

52 7.15 5.71 9.8 5.71 4.27 2.7 8 6.97 4.Harda Internasional 2004 10.82 6.95 2.54 2.43 5.6 3 3.8 4 6.83 5.2 5 11.48 6.05 8.3 1 6. Bank Tabungan Pensiunan Nasional PT.63 2005 21.58 .9 4 11.44 6.55 4.13 7. Bank Artos Indonesia PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi PT.79 9.69 4.56 tahun 2006 13.102 Lampiran O NIM Pada Bank Non Devisa Tahun 2004-2008 N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Bank PT.08 2007 11.68 7.79 3.0 3 4.Bank Eksekutif Internasional PT.85 4.17 12. Ina Perdana PT.25 6.88 10.21 5.64 5.38 7.64 6.9 4 8. Bank Victoria Internasional PT.8 4 4.23 8.14 10.Bank Yudha Bhakti PT.63 6.23 5. Bank Mayora PT. Bank Jasa Jakarta PT.4 4.56 8.61 7.86 200 8 11.

306 a.691 8 50 18.178 1.095 . . Deviation 5.590 9 2 . (2tailed) .845 4 LDR 50 71.256 .125 -.108 .103 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a.610 .720 2 BOPO 50 78.885 .137 .117 -..085 .968 .158 -.b NPL 50 2.125 .084 .108 -.760 18. b.137 .021 69 20. Test distribution is Normal.893 2 5 1.12 0 8 Mean Std.536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.178 . Calculated from data. Sig.413 .

Deviation 27. Calculated from data.106 2 1.821 50 121.b NIM 50 5. Test distribution is Normal.116 -.668 73 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.649 . Sig.070 .200 .296 5 7 ROA 50 2.115 .610 4 1. . b.510 a. (2tailed) .416 .200 1..737 .104 .104 -.036 .104 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PPAP N Normal Parameters a.035 8 4 .116 .187 -.34 50 Mean Std.

137 .590 9 2 .137 .085 .021 69 20. Deviation 5. .178 1.720 2 BOPO 50 78.125 .105 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a.095 .845 4 LDR 50 71.158 -.691 8 50 18.12 0 8 Mean Std.610 .536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.117 -.108 -.968 . Sig.760 18.178 . (2tailed) .108 .256 .413 .885 .b NPL 50 2.893 2 5 1. Test distribution is Normal.306 a..125 -.084 .

536 63 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.137 .178 .845 4 LDR 50 71.084 .12 0 8 Mean Std.095 .108 .885 .125 -..085 .590 9 2 .760 18.137 . Sig.720 2 BOPO 50 78.106 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test car N Normal Parameters a.413 .306 a.178 1.158 -. (2tailed) .968 . b. Calculated from data. .893 2 5 1.691 8 50 18.021 69 20. Deviation 5.b NPL 50 2. Test distribution is Normal.256 .610 .117 -.108 -.125 .

070 .649 .b ROA 50 2. .062 a.319 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. DESCRIPTIVES VARIABLES=car NPL BOPO LDR NIM ROA PPAP /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX.104 -. (2tailed) .166 8 6 .187 .737 .296 5 7 1.106 2 P 50 10.95 4 9 50 5.116 .510 .115 . Calculated from data. Sig.610 4 Mean Std.821 1.107 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test sqPP A NIM N Normal Parameters a.161 -.116 -.104 .035 8 4 .. Test distribution is Normal. Deviation 1. b.187 1.

53663 1.10) /NOORIGIN /DEPENDENT ROA /METHOD=ENTER car NPL BOPO LDR NIM sqPPAP /SCATTERPLOT=(*SRESID .15 8.34 50 Valid N (listwise) 50 1.1062 121.6104 2.845 4 LDR 50 28.05) POUT(.89 2.77 Mean 18.41 83.46 .50 112.72 96. Deviati on 5.691 8 NIM ROA PPAP 50 50 50 3.00 5.53 4.89325 REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL CHANGE /CRITERIA=PIN(.47 211.120 8 NPL BOPO 50 50 .47 7.47 4.108 Descriptives Descriptive Statistics Minim u N car 50 m 10.66873 20.59092 18.7202 78.02169 Std.60 71.29657 1.41 Maxim u m 33.03584 27.*ZPRED) /RESIDUALS DURBIN HIST(ZRESID) NORM(ZRESID) /CASEWISE PLOT(ZRESID) OUTLIERS(3) /SAVE PRED ZPRED ADJPRED RESID SRESID. .

61459 a. Predictors: (Constant). car.648 Std.691 Adjusted R Square . NIM. Dependent Variable: ROA . NPL.831 a b R Sq ua re . BOPO a Variables Remov ed . Error of the Estimat e . sqPPAP.109 Regression Variables Entered/Removed M o d e l 1 Variables Entere d SqPPAP. car. NIM. LDR. Metho d Enter a. BOPO b. NPL. Model Summary M o d e l 1 R . LDR. All requested variables entered.

378 Sig. NPL.333 df 6 b Mean Squar e 6.056 F 16.242 52. LDR. NIM. F Change .000 Watson 1.110 b Model Summary Change Statistics R Square Cha Model 1 nge . car.000 a a.576 43 49 s 36.032 df1 6 Durbindf2 43 Sig. . BOPO b. Dependent Variable: ROA ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 16. Predictors: (Constant).863 b. Dependent Variable: ROA .03 2 . sqPPAP.691 F Change 16.

010 .006 .256 .611 .234 .809 -1.472 ce . .073 -.383 Sig.890 1.161 -1.094 .208 -4.041 -. Dependent Variable: ROA Coefficients a Coeffici ents Beta t 3.511 .834 .032 -.618 .780 . Error 1.169 -.036 .234 -.636 1.002 B 5.129 2.111 Std.554 -.679 1.060 .000 .562 VIF 1.005 .199 1.204 .091 .066 .216 Collinearity Statistics Toleran Model 1 Car NPL BOP O LDR NIM sqPP A P .895 -1.112 -.019 .115 .077 .910 1.212 -.619 1.524 .111 Coefficients a Standardize d Unstandardized Coefficients Model 1 (Consta nt) car NPL BOPO LDR NIM sqPPA P a.

834 .112 a Coefficients Collinearity Statistics Toleran Model 1 Car NPL BOP O LDR NIM sqPP A P a.611 .472 ce .619 1.199 1. Dependent Variable: ROA .679 1.618 .780 .636 1.524 .910 1.562 VIF 1.

99 car .02 .05 A P .24 .49 .00 .04 .00 .00 .10 .00 .01 .09 .26 .00 .00 .00 .00 .85 a.01 .03 .73 .22 .00 . Dependent Variable: ROA .113 a Collinearity Diagnostics Di m e M o d e l 1 1 2 3 4 5 6 7 n s i o n (Consta nt) .02 .70 .04 .03 .00 .00 .00 .03 .00 .07 Variance Proportions sqPP BOP O .39 LDR .22 .02 NIM .00 .00 .09 .03 .69 .00 .01 .00 .47 .02 NPL .00 .04 .

Residual Stud.689 1.074 50 50 .380 .469 .149 4 1. Deleted Residual Mahal.000 .110 50 50 50 50 .302 .7087 Maxim u m 5.218 1.0 4 3 2 0 .000 .751 1.1644 a Std.887 1.552 .1457 7 .000 -. Predicted Value Standard Error of Predicted Value Adjusted Predicted Value Residual -1.120 1.57574 50 Std.158 5.029 . Residual Deleted Residual -2.112 .046 5.579 2.795 27.064 . Dependent Variable: ROA -4.073 .023 1.000 .8247 2. 73 44 4 1.01341 50 1.563 -.106 2 on .948 3.880 . 39 46 6 1.7740 6.623 .77918 50 50 50 Stud.822 -3.0000 0 . Deviati Mean 2.127 3.937 1.0382 2 .114 Residuals Statistics Minim u m Predicted Value .86110 N 50 Std.132 . Distance Cook's Distance Centered Leverage Value a.

115 Charts .

098 -.385 3 0 .818 .610 .053 .076 -.184 00 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. (2tailed) .. Calculated from data.16 4 6 Mean Std. Test distribution is Normal. Sig.076 .116 Bank Non Devisa NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a.743 0 50 21.108 .108 .217 . Deviation 8. b. .505 8 1 .933 a.760 14.636 8 ROA 50 1.018 .299 1 3 3.b NPL 50 3.537 2.076 .116 -.116 .540 .515 .217 -.190 1.964 2 BOPO 50 87.

097 .251 1.003 . Test distribution is Normal. Sig.470 9 6 50 79.307 8 3. Deviation 23.117 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test LDR N Normal Parameters a.051 ..594 .321 57 NIM 50 7.254 .254 -.084 -.25 12 98. Calculated from data.084 .b PPAP 50 158.436 a.123 .870 . (2tailed) . b.872 . .895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.950 8 Mean Std.123 -.799 .

299 1 3 2.108 .594 .872 a.818 . (2tailed) .076 -.051 .116 -.053 . Sig.076 .076 .118 NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a. Deviation 8.950 8 50 21.084 -.933 .540 .16 4 6 Mean Std.098 -. Calculated from data.385 3 0 . Test distribution is Normal..108 .610 .964 2 BOPO 50 87.184 00 23.515 . b.084 .743 0 LDR 50 79.895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.b ROA 50 1. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test .116 .760 14.

137 -.257 -. COMPUTE lnppap=LN(PPAP).307 8 Mean Std.097 .470 9 6 .972 . Deviation 3.137 .870 .7485 3 3.123 -.757 2 p 50 12.. NPAR TESTS /K-S(NORMAL)=CAR ROA BOPO LDR NIM sqnpl lnppap /MISSING ANALYSIS.16 1 6 50 7.216 1.301 . Calculated from data.249 3 1 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.119 sqppa NIM N Normal Parameters a.436 . EXECUTE.257 .b sqnpl 50 1. b. Sig. NPar Tests .089 .818 .003 a. Test distribution is Normal. (2tailed) .123 .

191 1.940 1 .743 0 LDR 50 79.053 .594 .b ROA 50 1.818 . Calculated from data..120 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a.872 a.089 .051 .084 .964 2 BOPO 50 87.123 . Deviation 3. Test distribution is Normal.097 .470 9 6 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.076 .933 .076 -. (2tailed) .436 .254 -.076 .950 8 50 21.108 .7485 3 p 50 4.540 .972 .108 .515 .184 00 23.123 -.003 . b.299 1 3 2.116 -.098 -.870 .610 . One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test lnppa NIM N Normal Parameters a.137 -.796 .116 . Sig.084 -.307 8 Mean Std.760 14.4561 7 50 7..b sqnpl 50 1.137 .895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. (2tailed) .254 .16 4 6 Mean Std.385 3 0 .757 2 .301 . Deviation 8. Sig.

076 .053 .116 -. (2tailed) .540 . Calculated from data.743 0 LDR 50 79. Calculated from data.610 .950 8 50 21.515 .895 13 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.098 -.872 a. Test distribution is Normal.16 4 6 Mean Std.084 -.b ROA 50 1.760 14.108 .594 . b.. Sig.385 3 0 . One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test . NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test CAR N Normal Parameters a.184 00 23.076 .084 .116 . b. Deviation 8.818 .933 . Test distribution is Normal.299 1 3 2.964 2 BOPO 50 87.108 .121 a.051 .076 -.

b sqnpl 50 1.137 -.097 .307 8 Mean Std.116 1. Calculated from data.1263 50 7.236 a. Deviation 3. Test distribution is Normal.123 .436 . (2tailed) .122 sinpp a NIM N Normal Parameters a..146 -.972 .123 -.470 9 6 . b.757 2 .089 .034 . Sig.146 .7485 3 p 50 -.870 .137 .7008 9 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. .301 .

89 21.84 7.55 130.6368 1.3078 3.123 Descriptives Descriptive Statistics Minim u N CAR 50 m 9.56 21.31 58.47096 98.50 79.9642 87. Deviati on 8.10 158.41 Mean 21.29913 Regression Variables Entered/Removed M o d e l Variables Entere d Variables Remov ed Metho d .27 519.164 6 NPL ROA BOPO 50 50 50 .743 0 LDR 50 34.89513 3.32157 23.50581 2.40 3.56 -4.01 8.18400 Std.950 8 PPAP 50 92.38530 14.85 144.26 Maxim u m 45.25 12 NIM Valid N (listwise) 50 50 2.

CAR. All requested variables entered.70559 a. Model Summary M o d e l 1 R . sqnpl. Dependent Variable: ROA .912 Std. sinppap. Error of the Estimat e . Predictors: (Constant). LDR.923 Adjusted R Square .164 df1 6 df2 43 Sig. sinppa p. CAR. BOPO a . Dependent Variable: ROA Model Summary M o d e l 1 R Square Chang e . NIM. Enter a. BOPO b. LDR. F Chang e .961 a b R Sq ua re .923 F Ch an ge 86.855 Change Statistics b b. NIM.124 1 sqnpl.000 DurbinWatso n 1.

163 .035 .097 .006 .000 .598 .898 F 86. Error .408 278. 2 5 0 LDR NIM sinppap sqnpl a.813 . BOPO b.000 .034 . NIM.031 .794 43 49 s 257.013 -.004 -.135 .977 Std.386 df 6 Mean Squar e 42. Predictors: (Constant).125 b ANOVA Sum of Square Model 1 Regressi on Residual Total 21.553 . Dependent Variable: ROA Coefficients a Standardize d Unstandardized Coefficients Model 1 (Consta nt) CAR BOPO .003 .264 1 7.000 .158 .793 . sqnpl.465 .737 .16 4 . LDR.196 .116 . .459 3. Dependent Variable: ROA Coefficients a Sig.000 a a. sinppap.498 Sig.014 .24 9 .910 B 13. .026 .917 Coeffici ents Beta t 15.009 . CAR.649 .153 .

686 1.203 ce .458 .641 VIF 1.560 a.831 1.263 1.792 .479 1.574 .126 Collinearity Statistics Toleran Model 1 CAR BOP O LDR NIM sinpp a p sqnpl .676 . Dependent Variable: ROA .742 1.

127 Charts .

128 a \ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful