You are on page 1of 80

cMASALAH

KEPENDUDUKAN
DAN FERTILITAS
MASALAH KEPENDUDUKAN DAN
FAKTOR PENENTU FERTILITAS

á 


 




  
  
 

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional


c MASALAHKEPENDUDUKAN
DAN FAKTOR PENENTU
FERTILITAS
LEDAKAN PENDUDUK:
MITOS ATAU
KENYATAAN?
Perkembangan Penduduk Dunia

m 
 


  
Perkembangan Penduduk Dunia


V th
V 
| m  V th
V
V th
V
 th
V
V  th
V 



  
TRANSISI DEMOGRAFI

FASE I FASE II FASE III FASE IV

  
mm |
  |
 m 
›  PAUL EH LICH

G     ! "#  


á $ #    %    &  '
( "#)#!)*


   | 

Gm    m     


m m   m     
  
 | 


  
 +,
 

++


,
+
+ 




 
+


+

-
G. . 
  '
(. *,
    

 
+  + 
/
00,


 !"
#!$#!!#%
 m!&'( '#
$!")&$'*$)+
, |-)!") ).!#)#)$+
/ m!!&$!*&$*+
0 ! ))('**$1
!.'*$!"-&
'( '))$!&*
&'.!"&! )+


 

+ 

 
+
 +
-
 
 

+
-
+
 +






 
,
 


,
 
 +  

.

+.0 +

.
+


m"(2 " 3(.
!##*(
+
-
 

4.*!25*!*2*5#6*&!"
"**&.(67

&





,
 
 
+


+
G3)'.)&*#*'! )*
&! !"1&)#.!'! *.*#1
#)$)##1)
'*$)

G*.")&#!&)).8
&)). !")1"
!") ).!#)#)$#
!"$!#'*$"!'!**
&)#.*#$)'*
!)!#)#)$'! *.
1$'*

Gm!") .*$'*$* 


!") ).!#)#)$1
&!& !"$*  )")$
*"(#)$&*&!.*
*'*"!#)#)$!"5
$!'"
|   

m 
 
m  
  |
m |


3 
 |
 
   
  


 
 

m m   
9 
|

|  m
  
m  
m |

m| 
m 
  |
4|  4  
m |
|
|
|: 

 
|m ;
m|   |m       
Ê ÊÊÊÊ
 
Ê  Ê  
 Ê
PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
1600 ± 2000





V

V

V

V



 
V
 V V


V V V V 

 x lipat  x lipat
m 
m    
" 
3

 " 

# ) 
# ) 
 !$ )
!$ )
V"
 " ,/<3
 ,<=3
V

V

V

V



 

 V V V 



V V V  V  


PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
1950 - 2005


 
 V
PENDUDUK LIPAT DUA 
 DALAM 30 ± 40 TAHUN
V
V

V V

V VV PDDK LIPAT DUA DLM:


V
 70

AHUN
 LPP





V VV VV V V   V V

P EK I
umber: Hasil ensus & upas, BP
rt Pt = e r t
Pt = Po e
Po

ln Pt = r t ln e ln  = r t
Po

, = r t t =
LPP
Pt = penduduk pada tahun t;
Po = penduduk pada tahun dasar;
t = tahun;
r = LPP (laju pertumbuhan penduduk);
e = bilangan Napier (,V )
BILA LPP STAGNAN PADA 1,3%
PENDUDUK LIPAT DUA SETIAP 50 TAHUN

JUTA


P
E 
N
V 
› 
U
›
V
U 
K
V

 


V  VV V V


AH U N

Tidak semata-mata Tetapi juga untuk
bertujuan mengenda- meningkatkan
likan jumlah dan kesejah-teraan
pertumbuhan keluarga ´ kesehatan
penduduk ibu, bayi, anak &
kualitas SDM

m  4 |
m |  
KB
MENGU ANGI

KEMATIAN
MATERNAL
MATERNAL
MATERNAL MORTALITY
MORTALITY RATIO
RATE (MMR/AKI)

    


3 |   |>     |
 | 

    


´ Mencegah pengguguran kandungan yang tidak


aman akibat terjadinya kehamilan yang tidak
diinginkan;

´ Jarak ideal melahirkan (  tahun) antara lain


mengurangi risiko:
Malnutrisi krn tumpang tindih antara menyusui dg
kehamilan berikutnya;

erkena anemia;

erjadinya perdarahan saat melahirkan
KUALITAS SDM DAN KEMAJUAN
BANGSA

PELAYANAN
SOSIAL KUALITAS KEMAJUAN
DASAR: SDM SUATU BANGSA
‡  +
 (80%?)
‡


‡
 "  $ 
   " á#) KEKAYAAN
KB " #   " á#) SDA
MEMPUNAI PE AN # )% 
(20%?)
PEN
ING ›ALAM PEMB
›M
]  
  
 

Investasi terlambat, hasil


Investasi tepat waktu tidak optimal

 

m
Pertumbuhan otak

 generatin´
|   

Aatg/2
umber:

lahir 2 th § th umur

 .0 .
$

KB
MEMPUNYAI PERAN
PENTING DALAM PENINGKATAN
KUALITAS SDM

MEMUTUS ³LINGKARAN SETAN´


KEMISKINAN (POVERTY TRAP)

MISKIN ´ ANAK BANYAK ´ MISKIN




 


+VV.

÷
m  ÷  | 
m9     
A A AN U
AMA P G AM KB
A›ALAH PENU UNAN FE
ILI
A
(ANGKA KELAHI AN)


F 
 
(

AL FE
ILI
 A
E) .


 +

PE E
A KB AK
IF 
 ,

(CN
ACEP
IVE P EVALENCE A
E)

PE E
A KB BA U
(NEW ACCEP
 )
PESERTA KB

BARU: AKTIF:
",
 
 

+
 ",
 




 
+
+.
  



 


+
 
+
  
+
+.

+.


+

1+ 


!.
2
80% 2

(!*3
2


$  & % $
 ")
(4"*

",
 
,

+  ,


+



  
+



++ ,


+







+
+

+.

|

+
+ 0+  
+

 

  m |
+

 
ANGKA KELAHIRAN TOTAL
(|÷  | ? >÷)



&

- 


+,
 
+
  +
5




+

+

  ,




 +
0 





  +
 


$ # ) á #


"" "& " " 6
|  |÷  | ? > ÷
REPLACEMENT LEVEL FERTILITY
4.
-



+.

 +

0 

.

,
+

 +

!!"(#)5*(! @

 3

- 
 43V


+
,

 +5






+

 ""
. +,
" ") $(*

""
  " ") (*1
7áá"# á$á6)
TREN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI MODERN DAN TFR
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA (SDKI)
N0. PROVINSI 1994 1997 2002 2007
KB TFR KB TFR KB TFR KB TFR
SUMATERA
1 NA Darussalam 30,1 3,30 36,3 3,00 - - 45,8 3,10
2 Sumatera Utara 40,2 3,88 42,0 3,72 43,2 3,00 42,6 3,80
3 Sumatera Barat 41,1 3,19 41,8 3,40 46,2 3,20 52,8 3,40
4 Riau 38,6 3,10 44,1 3,42 55,7 3,20 52,8 2,70
5 Jambi 54,1 2,97 60,3 2,89 57,9 2,70 62,4 2,80
6 Sumatera Selatan 50,1 2,87 54,8 2,64 58,6 2,30 62,5 2,70
7 Bengkulu 60,2 3,45 62,3 2,97 64,0 3,00 70,2 2,40
8 Lampung 57,9 3,45 64,7 2,91 58,9 2,70 66,0 2,50
9 Bangka Belitung - - - - 63,3 2,40 64,6 2,50
10 Kepulauan Riau - - - - - - 54,0 3,10
JAWA
11 DKI Jakarta 54,0 1,90 53,9 2,04 57,4 2,20 56,4 2,10
12 Jawa Barat 56,0 3,17 56,5 3,02 57,5 2,80 60,3 2,50
13 Jawa Tengah 59,6 2,77 61,4 2,63 62,2 2,10 59,9 2,30
14 DI Yogyakarta 59,7 1,79 63,7 1,85 63,2 1,90 54,9 1,80
15 Jawa Timur 53,5 2,22 58,0 2,33 63,2 2,10 62,2 2,10
16 Banten - - - - 57,3 2,60 55,2 2,70
SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA (SDKI)
N0. PROVINSI 1994 1997 2002 2007
KB TFR KB TFR KB TFR KB TFR
BALI DAN NUSA TENGGARA

17 Bali 66,5 2,14 66,2 2,12 58,9 2,10 65,3 2,10


18 Nusa Tenggara Barat 47,9 3,64 54,3 2,95 52,5 2,40 52,2 2,80
19 Nusa Tenggara Timur 32,6 3,87 35,2 3,45 27,5 4,10 30,2 4,20
KALIMANTAN

20 Kalimantan Barat 49,5 3,34 55,4 3,35 55,7 2,90 61,2 2,80
21 Kalimantan Tengah 41,1 2,31 57,0 2,72 62,9 3,20 65,2 3,00
22 Kalimantan Selatan 51,2 2,33 58,5 2,57 56,2 3,00 63,2 2,60
23 Kalimantan Timur 54,7 3,21 54,5 2,85 52,3 2,80 55,5 2,70

SULAWESI
24 Sulawesi Utara 69,1 2,62 63,5 2,60 66,4 2,60 66,6 2,80
25 Sulawesi Tengah 48,3 3,08 50,2 3,04 49,8 3,20 59,8 3,30
26 Sulawesi Selatan 35,2 2,92 36,7 2,88 42,4 2,60 42,9 2,80
27 Sulawesi Tenggara 41,8 3,50 46,7 2,92 40,9 3,60 44,4 3,30
28 Gorontalo - - - - 48,2 2,80 58,8 2,60
29 Sulawesi Barat - - - - - - 44,5 3,50
MALUKU DAN PAPUA
30 Maluku 33,4 3,70 36,1 3,31 - - 29,1 3,90
31 Maluku Utara - - - - - - 47,1 3,10
32 Papua 29,1 3,15 38,3 3,38 - - 25,6 2,80
33 Papua Barat - - - - - - 36,9 2,8
VARIABEL
PENENTU FERTILITAS

DEMOGRAFI:
> Usia;
> Paritas; dll.

SOSIAL EKON. FERTILITAS


> Pendidikan;
> Penghasilan; dll.

VAR. LAINNYA:
‡ Budaya;
‡ Agama; dll.

MODERNISASI
VARIABEL ANTARA
INTERMEDIATE VARIABLES
PROXIMATE DETERMINANTS

VARIABEL
DEMOGRAFI INTERCOURSE

SOSIAL VARIABEL
KONSEPSI
÷  |
EKONOMI


VARIABEL VARIABEL
LAINNYA GESTASI

A 
|
m9     
*&'!16*&B3)#*.
'$!=C

. 8

 
V " 
  
+

á$ 4   


 #

,

 +
5
  +


 
+

á #
 4+ 


÷ 
áá !..8

 
 0+  

-

 m!$*$("&!&*
 0+  

+ 
-

8  #
$
.8

 
# % V .

-

+ 
-

VV .

-
 
-


P IMA
E ›E
E MINAN

  m  ÷  | 
3(.
("&

A 
|
 4
‡..5

A 
|

 +
5  m
("

5 ‡ ,  (.&

 0 
 ,* A 
|


*
‡      
á 
‡ ( 
* ‡ á

m!").1
'! *.<D
› P U

MEN INGIN ANAK: ALA AN LAIN:


PAU E
´V Efek samping
V´ Kegagalan
> 
H
idak puas

idak ada akses
´ Alasan lain
›st
UNTUK MENURUNKAN TFR

TINGKATKAN

PESERTA USIA KAWIN LAMA


KB PERTAMA MENYUSUI

á9
MASALAH PESERTA KB

c Unmet Need tinggi;


c KB tradisional tinggi;
c Non MKJP tinggi dengan efektifitas/angka
kelangsungan rendah;
c m)#!"*&**+
c Banyak daerah miskin dengan CP rendah;
c Banyak daerah galciltas dengan CP rendah;
c Banyak ³kesalahan´ pelaporan PB/
c ›ll

‡ STRATEGY MAP ´ INISIATIF STRATEGIS ´ KEGIATAN PRIORITAS


MA ALAH BE KAI
AN
›ENGAN PB
c Konversi (ganti cara) dilaporkan PB;
c e insersi dilaporkan PB;
c eaktif dilaporkan PB;
c Pindah tempat pelayanan dilaporkan
PB;
c ›ouble reported ´ kegiatan
³momentum´, pelayanan MP;
c PA dilaporkan sebagai PB;
c PB fiktif;
Catatan: Temuan Uji Petik Lapangan;
Beberapa klinik KB sdh melaporkan PB dengan benar;
Apakah
ganti cara (konversi)
jelek?
KONVERSI PER JENIS KONTRASEPSI BERDASARKAN ANGKA
KELANGSUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI 12 BULAN
HASIL SDKI TAHUN 2002-2003

KONTRASEPSI KONTAP IMPLANT IUD SUNTIKAN PIL KONDOM

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

KONTAP 1.000 1.024 1.093 1.221 1.463 1.627

IMPLANT 977 1.000 1.068 1.192 1.429 1.590

IUD 915 936 1.000 1.116 1.338 1.489

SUNTIKAN 819 839 896 1.000 1.198 1.333

PIL 684 700 748 835 1.000 1.113

KONDOM 614 629 672 750 899 1.000


KESIMPULAN
Bagaimana menurunkan
F ?

ingkatkan pemakaian kontrasepsi:
> MKJP ´ efektif dengan kelangsungan tinggi;
> Muda;
> Paritas rendah;
 Upayakan usia kawin pertama meningkat:
´ mengurangi wanita dalam status kawin;
´ mengurangi lifespan (masa) reproduksi;
 Promosi menyusui bayi secara intens ´ post
partum infecundability;

ABORSI; ?
÷  
A m  

‡ PE E
A KB AK
IF (CP )
‡ UNME
NEE›
‡ U IA AK EP

‡ JUMLAH ANAK (PA I
A )
‡ PU HAMIL
MASALAH PELAPORAN PESERTA KB
BARU
c ebagian Klinik KB telah melaporkan kesertaan
KB Baru sesuai ketentuan;

c ebagian besar Klinik KB dengan ³magnitude´


yang berbeda melaporkan PB tidak sesuai
ketentuan, seperti:

± .2
+0 .  . 



,

0+0 

c Pengetahuan tentang / untuk petugas klinik


(bahkan untuk sebagian PKB) masih sangat
kurang;

c Petugas / di Klinik hampir tidak ada lagi;


IMPLIKASI KEBIJAKAN
c Pembenahan pelaporan Peserta KB Baru
sesuai ketentuan:

± efreshing/pelatihan petugas (klinik/PKB);


± Penyediaan sarana / yang memadai (APB›?)
± Juknis pelaporan sampai dengan tingkat Klinik KB
(APB›?);
± ekrutmen PKB baru dan fungsikan petugas
penghubung ›B ;
± ›ukungan dana operasional ´ dari APB› (?);
± Pembinaan dan pengawasan secara berjenjang
(PPM PB tercapai ´ CP tetap rendah/stagnan);
c PEMBENAHAN
A
EGI EK U
MEN
AK EP
 BA U

± evitalisasi peta sasaran (peta PU dan peserta KB):


c Petakan users (by method), non users, hamil, dsb
c Perhatian untuk non users dan PU sedang hamil ´
potensial jadi akseptor baru (post partum) ´ MW
dan MP;
c Perhatian untuk PU MUPA ´ efek terhadap
penurunan fertilitas lebih besar;

± Penataan pelayanan ³momentum´ ´ perkuat ›P (?);


± ekrutmen Petugas Lini Lapangan ´ dari APB› (?)
± ›ukungan dana operasional ´ dari APB› (?);