GAGASAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEREDAM GEJOLAK SOCIAL MASYARAKAT LOKAL MASYARAKAT INDONESIA TIMUR

Ekologi Politik Kajian ekologi politik sebelumnya merupakan hasil dari perkembangan dari ilmu pengetahuan ecology manusia, dan sosiologi lingkungan. ekologi manusia untuk pertama kalinya di perkenalkan oleh Haeckel pada tahun 1866. adalah suatu ilmu yang memiliki konsep tentang hubungan manusia (human system) dengan alam (non human system) di biosfer. ekologi manusia melakukan pengkajian-pengkajian pada isu-isu kehancuran alam dari perspektif konflik-social dan mengkaji lembaga-kelembaga fungsional dalam tata hubungan manusia dengan alam (Dunlap and Catton Jr, 1979). sehingga pengkajian mereka banyak di pengeruhi oleh ekologi-biologi maupun sosiologi. sedangkan untuk menjelaskan keterkaitan hubungan manusia dengan alam, mereka melakukan pendekatan-pendekatan pendekatan antropologi. Pada perkembangan lebih lanjut ekologi manusia berevolusi secara struktur menjadi sosiologi lingkungan yang berkembang kembali menjadi bidang baru yaitu ekologi politik. hal itu di sebabkan berhasilnya riset-riset secara ilmiah, sehingga perkembangan tersebut dapat memberikan banyak alternative terhadap berbagai persoalan-persoalan ekologis yang di hadapi manusia dan alam. Permasalaan manusia dengan alam pada saat ini sangat terasa dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia, hal ini dapat di jumpai di Indonesia baru-baru ini. seperti terjadinya kelangkaan miyak fosil dan banyaknya ancaman-ancaman alam terhadap manusia seperti banjir, longsor dll. hal itu membawa pengaruh terhadap ekosistem biosper dalam kehancuran bersama (manusia dan alam) fenomena ini dapat berimplikasi baik secara social, ekonomi dan politik. hal inilah yang menjadi agenda riset ekologi manusia di abab 20.

seperti pandangan Bryant mengenai ekologi politik menurutnya adalah suatu ilmu dinamika politik material melingkupi dan lebih perjuangan seperti bersambungan lingkungan di dunia ketiga. dihubungkan dengan lingkungan yang pada akhirnya melahirkan suatu konflik. Jika keadaan lingkungan adalah produk dari proses proses politik. sebagai ruang dimana proses produksi dan reproduksi kebijakan dan keputusan politik yang melibatkan beragam kepen tingan. dilangsungkan) Yang kedua adalah ³Ruang kekuasaan´ (sebagai ruang dimana para pemegang otoritas kebijakan menjalankan keputusan/kebijakan yang telah ditetapkan di ruang konflik). baik itu pada tahap produksi. perhatian tertentu di fokuskan pada konflik yang di timbulkan karena adanya akses lingkungan yang dihubungkan ke sistem politik dan hubungannya dengan ekonomi. pertama. sehingga tidak mengherankan jika mereka selalu melakukan pengkalkulasian dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atas praktek opperasional ekonomi mereka. Sehingga memunculkan suatu persepsi tentang permasalahan lingkungan.Di dasari ketidak pedulian partai politik di negara-negara berkembang termasuk Indonesia untuk mengangkat isyu-isyu lingkungan dan pelestrarian sumberdaya alam maka para pemikir ekologi manusia memperluas kajiannya untuk memasuki wilayah politik yang pada nantinya menjadi ekologi politik. Sebagai tema yang terpenting adalah peran hubungan kekuasaan tak sama di konstitusi lingkungan meningkatkan kesadaran politik. . distribusi maupun pada tahap konsumsi. Ekologi politik memfokuskan pada ditingkat masyarakat lemah/miskin. menurut Arya Hadi Dharmawan ada dua flatfom yang menjadi dasar. proses yang berkenaan dengan kota yang di hubungkan dengan organ tubuh manusia para actor atau pelaku-pelaku ekonomi di dasarkan pada profit-maximizing economy. mutu air. maka tidak terlepas pula dalam hal ini adalah keterlibatan proses proses dialektik dalam politik ekonomi. Beberapa definisi tentang ekologi politik yang asumsinya adalah sama yaitu: ³environmental change and ecological conditions are (to some extent) the product of political processes´. ³Ruang konflik´. Sedangkan isu masa depan di hubungkan untuk mengubah udara. di sisi lainnya adanya suatu intervensi pengetahuan ilmiah barat terhadap local.

yang mereka anggap sebagai orang-orang yang tidak mampu dalam membela akan hak-haknya. tentunya di samping pembangngunan system kemasyarakatan dan adanya suatu system hokum yang dapat mendukung pengaturan prilaku yang akrap terhadap lingkungan untuk itu diperlukan perjuangan politik ekologis yang terus menerus tanpa lelah guna memperjuangkan cita cita kelestarian lingkungan. mereka dalam posisi sepeti ini membawa agenda politik yang memiliki tujuan utama untuk menyelamatkan kesejahteraan socialekonomi rakyat.sedangkan di banyak negara-negara dunia ketiga terjadi suatu kerjasama antara para politisi. menurut Arya Hadi Dharmawan fenomena ini dapat di jelaskan kegagalan dalam sistem tata pengaturan pemanfaatan sumberdaya alam dan ketidakseimbangan dalam proses proses pertukaran dalam sistem ekologi. dapat di pastikan para pemerhati kepentingan ekologis akan berhadapan dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan berbeda sebagaimana dalam suatu masyarakat yang di dasari oleh kepentingan kepentingan yang berbeda. di balik perlawanan itu mereka berusaha untuk mempertahankan sumber daya alam untuk tetap dalam control mereka. Penanaman prinsip kesederajatan hak hidup antara manusia (human society) dan mahluk non manusia (non human society) di alam (mereplace antroposentrisme dengan ekosentrisme) sepantasnya terus diupayakan. maka Keseluruhan sistem akan mengalami gangguan yang mengakibatkan ketidak seimbangan alam. penggabungan ketiga elemen dapat menjadi satu kekuatan besar yang tak dapat tertandingngi hal itu tentunya dapat mengalahkan kekuatan lainnya. gerakan-gerakan eko-populisme (aktifis environmental movementor organization serta green political parties) adalah sangat menentang kekuatan-kekuatan kapitalis global yang mereka anggap sebagai penggerak pembangunan yang melahirkan kehancuran alam. Bryant menggambarkan tipologi kerusakan sumber daya alam dan lingkungan serta dampaknya pada kehidupan sosio ekonomi ekologi suatu sistem kemasyarakatan serta bagaimana pendekatan penanganan secara sosiopolitis yang harus ditempuh adalah sebagai berikut . birokrat dan pengusaha yang telah memperburuk kondisi ekologi bumi. sehingga mereka bekerja sesuai dengan kepentingannya tampa mengindahkan segala sesiko yang pada nantinya melahirkan krisis ekologi.

ketiga aspek itu adalah 1. kerentanan secara sosial ekonomi ekologi dan fisikal akibat berlangsungnya kehancuran secara terus menerus. marjinalitas atau peminggiran secara sosial ekologikal sebuah kelompok mahluk hidup.Dimensi Dimensi Ekologi Politik atas Kehancuran Alam dan Lingkungan Dengan adanya table di atas Bryant harapan adanya suatu gambaran untuk melihat bentuk bentuk serta derajat kehancuran alam dan masyarakat dengan berlangsungnya krisis ekologi. . kehidupan yang penuh dengan resiko kehancuran taraf lanjut. menurutnya system social masyarakat akan menghadapi 3 aspek penting atas kerusakan lingkungan di lihat dari perspektif ekonomi-politik. hal ini di maksutkan dengan tujuan agar mendapatkan suatu gambaran untuk dapat di tetapkan baik strategi dan aplikasi terhadap kebijakan lingkungan sebagai bentuk intervensi aksi dan pengaruh politik. 2. dan 3.

catatan mempertimbangkan bagaimana pengaruh kuasa human-environmental interaksi.ttg] sesama ini mungkin berperan untuk suatu pemecahan tentang Permasalahan lingkungan negara dunia ketiga Ideologi dalam Ekologi Politik vs. Karena suatu pemahaman tentang hubungan kuasa berbeda adalah pusat ke ekologi politis. sebagaimana di unkapkan dalam bukunya Bryant ia mengemukakan pentingnya perjuangan lingkungan melalui jalur politik sebagai berikut Riset lingkungan Dunia Ketiga mengalami suatu jalan buntu. bahwa paham pembangunan dan modermisasi di bawa oleh negara negara maju ke dalam negara -negara dunia ketiga pasca berkembangnya industrialisasi di amerika di tahun 1960-1970an. Untuk itu di perlukan suatu perjuangan politik untuk mengupayakan masa hidup bumi yang mengalami ³proses penuaan dan penghancuran sangat cepat´ akibat melemahnya daya dukung lingkungan bumi karena excessive forces yang datang dari berbagai aktivitas kehidupan di atasnya. catatan ini menyatakan bahwa peneliti perlu mengadopsi suatu Perspektif Ekologi politis untuk memastikan bahwa riset menunjuk yang politis dan masalah ekonomi yang mendasari Permasalahan dunia lingkungan yang ketiga.Dengan table di atas Bryant ingin menyampaikan akan pentingnya ekologi poitik. hal itu untuk pertama kalinya di tentang oleh suatu gerakan sosial berhaluan struturalismekeras pro lingkungan. . Ideologi Pembangunanisme seperti halnya yang telah diterangkan pada pembahasan sebelumnya. yang menurutnya masyarakat dunia memiliki tiga pilihan atas kehancuran alam yang tak dapat terelakkan dan menjadi suatu realitas (the incovenient truth). destruktif dan eksploitatif. untuk itu gambaran table diatas di maksudkan untuk mengantisipasi pilihan ketiga sebagai upaya meminimalisir derajat kehancuran alam dan system social di bumi. dalam pemikiran gerakan tersebut ide dari pembangunanisme modernisme mereka anggap gagal dalam memelihara kelestarian alam karena pendekatan yang diambilnya sangat mengabaikan eksistensi lokal. sebelum menaksir dengan singkat bagaimana riset [dari.

Pertama. dengan pertentangan tersebut. persamaan (equatity).Menurut mereka modernisme developmentalisme yang diintroduksikan melalui ³logika rasionalisme kapitalisme Barat´ dipandang sebagai proses transplantasi ide ide modernitas Euro Amerikanisme yang telah terbukti membawa kegagalan pemihakan pada lingkungan di kawasan sedang berkembang. analisis ekologi politik di butuhkan dan pada saat itu ekologis politik memasukkan dua domain penting dalam analisisnya. paham ini menginginkan tercibtanya suatu system global yang memiliki cirri keadilan dan kesejahteraan tampa mengindahkan prinsip-prinsip kesejajaran. kesetaraan jaminan ekssistensi bagi nilainilai budaya local. Kecaman keras yang datang secara diametral terhadap pendekatan pembangunan yang berorientasi pada tradisi modernisme terutama datang dari penganut mazhab ekologisme radikal yang sangat ketat dengan ideologi marxismenya. . dan pola pikir manusia mengikuti pola logika teknologi yang kaku. sehingga gagasan inilah yang di terima sebagai gagasan tunggal dan pada saat itu masyarakat pun (melalui exercise of power dari Negara ke segenap elemen sistem sosial). keadilan (justice).pemikiran kapitalis sebagaimana gagasan adam smih di abab 18 pada intinya untuk mencapa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat menurutnya butuhkan produksi haruslah berbasiskan atas dominasi superioritas kapital dimana peran tenaga kerja menjadi ³ternomor kapitalistik (yang bergandengan tangan dengan mazhab ekonomi neoklasikal yang dianut oleh para teknokrat melalui pendekatan development duakan´ (playing a secondary role). pada dasarnya mereka memperjuangkan suatu tatanan kehidupan masyarakat secara system sosiol-ekomoni dan dan system ekologi yang lebih adil. kecendrungan gerakan kiri amerika adalah anti teknologo modern menurut mereka menyebabkan manusia malas. sehingga mereka pun menentang budaya-budaya kemapanan. menurut Yearley. mereka pada dasarnya menghendaki suatu perubahan terhadap tatanan politik karena gerakan mereka di dasari oleh nilai nilai kebebasan (liberty). tetapi menolak kepemilikan pribadi jikalau mencibtakan suatu ketimpangan social. disamping itu industrialisasi mencibtakan permasalahan bagi mahluk hidup. relasi kekuasaan politik dan analisis konflik ekologi. menurut Irvin Home perkembangan gerakan kiri di amerika kecondongan untuk mengadopsi pemikiran Marx. dan demokrasi (demosracy). dalam hal pergerakannya mereka menginginkan peniadaan peran pemerintahan dalam mengurus rakyat yang menurut mereka individu memiliki otonomi sendiri. mereka merindukan kehidupan yang alamiah tampaadanya mekanisme teknologi. dan alam sebagai sumber untuk mendapatkan kesejahteraan.

maka sesungguhnya Negara sebagai system regulator. 4. sehingga membentuk struktur produksi yang bercirikan exploitative social relations dan membentuk pola pembangunan bertipe ketergantungan yang sangat kuat. telah memonopoli (baca: membiarkan) violence dan ketidakadilan (rationalized inequality). Pembagian kembali surplus value dari pengusaha (pemilik kapital) kepada alam berlangsung sangat timpang. Hasilnya. 3. Dengan mengadopsi kapitalisme sebagai satu satunya azas (ideologi) dalam system produksi. . karena menurut mereka pendekatan yang berideologikan kapitalis tersebut di rasa hanya menguntungkan pihak negara-negara maju (elit ekonomi dan politik glonal) adalah sebagai berikut : 1. Pembagian kembali surplus value (redistribution mechanism) dari kapitalis kepada tenaga kerja berlangsung secara kurang adil. dan mereproduksi terus menerus sistem tersebut untuk berjalan secara lestari. Ada relasi kekuasaan modal yang timpang.sehingga terjadilah suatu mekanisme produksi eksploitatif besar-besaran terhadap alam. Pembangian kembali surplus value dari foreign owned capitalistic industries kepada negara sedang berkembang pemilik sumberdaya alam. dimana prosentase modal yang direinvestasikan kembali ke alam terlalu sedikit dibandingkan apa yang telah diambilnya. sementara fenomena kemelaratan malah menguat di kalangan buruh. Fakta ini selanjutnya menghasilkan keterbelakangan dan struktur ketergantungan di negara sedang berkembang. alam tak mampu meregenerasi daya dukungnya terhadap proses produksi lebih lanjut. 2. dan justru mengalami kerusakan yang serius. dimana pertukaran ekonomi lebih menguntungkan pemilik modal. berlangsung timpang. yang pada kenyataannya penerapan gagasan tersebut memberikan kontribusi pada masyarakat dan merubah ternyata pandangan tersebut mendapatkan banyak kritikan dari pada scholars dan negarawan.

sebagai berikut: Ideologi dalam Pembangunan dan Pemanfaatan Sumberdaya Alam .Secara umum beberapa sistem ideologi pembangunan yang eksis selama ini dapat diperbandingkan satu sama lain dalam Tabel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful