P. 1
mtk_bisnis_dan_manajemen_jilid_1

mtk_bisnis_dan_manajemen_jilid_1

5.0

|Views: 4,661|Likes:

More info:

Published by: Mohammad Farhan Qudratullah on Apr 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

Sections

  • SISTEM BILANGAN REAL
  • Bilangan Real dan Operasi pada Real
  • 1.2 Perbandingan Skala dan Persen
  • enerapan Operasi Bilangan Berpangkat
  • Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional)
  • Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar
  • Bilangan Berpangkat Rasional
  • 1.6 Logaritma
  • 1.6.2 Menghitung Logaritma
  • Contoh Pemakaian Logaritma
  • Persamaan Linear Satu Peubah
  • Pandang persamaan linear dua peubah
  • Persamaan Linear Dua Peubah
  • Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
  • 2.2.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan
  • Pertidaksamaan Linear Satu Peubah
  • 2.5.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL
  • Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat
  • Matriks Dan Operasinya
  • ifat-Sifat Dasar Determinan

Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha.000.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real.000.000.000. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100. yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007. Sistem Bilangan Real 1 . Selain itu. juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen.000. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). ilangan real mempunyai banyak pemakaian. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. operasi pada logaritma. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar). Penambahan modal usaha Anton tersebut.000 = Rp 50. operasi pada bilangan berpangkat. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100.

adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. N = {1. pecahan campuran. 1. 3.1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika. 5. 4. rasional. . yaitu: H = {0. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1.1. cacah. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. 1. 2. dan persen. 5. 2. seperti dituliskan berikut ini. 3.pecahan desimal. 5. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. skala. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. 4. dan dilambangkan dengan H. Oleh karena itu. bulat.. 4. dan seterusnya.. } 2 Sistem Bilangan Real .. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. irrasional. 3. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. 2. 6. dan real. . biasanya orang membilang mulai dari 1.. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli.

Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. Z = {. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. -2..Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer). -1. ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. sering dijumpai adanya kekurangan objek. 0. akan tetapi bukan sebaliknya. 4. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli. . 2. Namun demikian. Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel. 3. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. -3. .1. CONTOH 1.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. 1...-4.. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. tanda + tidak biasa dituliskan. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. } Sistem Bilangan Real 3 . Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah.

 Bilangan bulat 0 (nol).. 3. dan  Bilangan bulat negatif. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. 2. dinotasikan dengan lambang Q.1. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. Karena itu.. 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut. yaitu: -1. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat.. Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif.2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. . Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. yaitu: 1. akan tetapi bukan sebaliknya. CONTOH 1.. .Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat. -3. ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. -2.

2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 .3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 .CONTOH 1. . Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. 16 atau yang lainnya.  15 2 =7 . atau . Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . . atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. bilangan rasional dituliskan dengan . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. tidak berubah. atau . Sistem Bilangan Real 5 . atau yang lainnya. 1 2 8 3 =2 .1.

di merupakan angka / digit desimal 0. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 .5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10. 6 Sistem Bilangan Real .∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .  15 2 = 7. 10−2 = 1 100 . nilai 7.47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. 2. …. 103 = 1000.5 . dan seterusnya. 1. 102 = 100. ….25 . 10−1 = 1 10 . 3.5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2. Sebagai gambaran bilangan 235. nilai 0. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. atau 9. Untuk i = 1. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 2.1. 10−3 = 1 1000 .25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4. n+m.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0.5 .  1 4 = 0. nilai 0.

25 . Bentuk 0. Bilangan 0.1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 .3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas.5 . tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. 0.3 Penyelesaian: a. Jadi x = 2. CONTOH 1. Bilangan 0. 0.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. 1 3 = 0. seperti: a.3 b. Dengan memperhatikan contoh di atas.2525 … . Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas.252525… ini sering disingkat dengan 0.125 dan lainnya. 25. 23. b. 2.33333… ini sering disingkat dengan 0. 3.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 . 2. dapat dikatakan bahwa: 1.3333 … . a.  25 99 = 0. seperti bilangan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. Bentuk 0.

didapat hasil berikut ini. 1. yaitu 3. atau x= 2345 100 CONTOH 1. atau x= 23 10 b.33333… Penyelesaian: a.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. a. 10 x = 23. Jadi x = 23. 0.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 .1. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka. b. didapat hasil berikut ini. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. Jadi x = 1. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Lanjutkan dengan operasi aljabar. 100 x = 2345. didapat hasil berikut ini.

10 x = 13.123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000. Jadi x = 0. 1000 x = 123. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. yaitu 123. Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .123123123… 1000 x = 123 + 0.33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 .123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 . didapat hasil berikut ini. 1. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk . 2. Jika m tak berhingga / tak terbatas. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang. Lanjutkan dengan operasi aljabar. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . Jika m berhingga / terbatas.33333… 10 x = 12 + 1.

ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. CONTOH 1.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 .7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma. 3. namun tidak ditunjukkan disini. atau x merupakan bilangan irrasional. 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3.   2 ≈ 1.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat.414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . Akan tetapi. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis.1. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. 2 ≈ 1.414213562373095048801688724210 .

Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.1. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . yang disebut titik awal. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. 𝜋 = 3. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1. Dari titik acuan 0.   𝜋 = 3.141592653589793238462643383280 . Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R.67187537694807317667973799073247846210704 .8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. nilai desimal dengan”.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. tidak ada sederetan angka yang berulang. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut.

CONTOH 1. Dalam geometri analitik. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1. suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya.9 Perhatikan Gambar 1.14.1. 12 Sistem Bilangan Real .1 dibawah ini. 2.1. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal. kurva geometrik dengan rumus aljabar. Gambar 1.1.1. dan 𝜋. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.1.41 dan 𝜋 ≈ 3. setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran.1. Lihat Gambar 1.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.2. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal.

Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya.4. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru. Oleh karena itu. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 . Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real. Karena 2 ≈ 1. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Bilangan – bilangan kompleks ini. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎.42 > 7 5 =1.5. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.Berdasarkan cara di atas. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real .142 < 3 2 = 1.

Jadi. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. sebagai berikut. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0. b. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i. a. c.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. d.CONTOH 1.1. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. e.1. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1.

dan kompleks. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. cacah. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. bulat.1. real. irrasional. pengurangan.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. b merupakan bilangan real atau a. 1. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan. Untuk selanjutnya.dan pembagian. Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real. Sistem Bilangan Real 15 . bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. Untuk b=0. a+b=a. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut. yaitu bilangan asli.Pada buku ini. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. rasional. Untuk b > 0. perkalian. Untuk b < 0. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. Langkah – langkah di atas. 1.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b.

dan c.b a c Gambar 1. ii. Sifat komutatif a+b=b+a iii. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. v. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. CONTOH 1. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan.1.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. i.1. b.

Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Dengan a > 0.5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2). CONTOH 1. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris. Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 .1. komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini.

ii.b ≠ b . Untuk b > 0.1. Untuk b=0. a-b=a. dan c.2. maka a .b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. i. b c a Gambar 1.a 18 Sistem Bilangan Real . b. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. Untuk b < 0. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Operasi Pengurangan (-) Jika a. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut.

c) CONTOH 1. Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.13 Tentukan hasil 5 .3 dan 5 . 3.2 dengan menggambarkan secara geom etris.3 .iii.b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab . Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0. Hasil dari 5 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 .(b . i.3 adalah 2.(3 .1.2).b) .5 dan 5 .3 . maka (a .2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b.c ≠ a .

1 + 3.1 + 3. Penyelesaian: 5 × 3.1 + 3. i. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut.1 = 3.1 = 15. ii.1.14 Tentukan hasil 5 × 3. b. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv. bilangan dikatakan invers perkalian dari a.1 + 3. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional.5 20 Sistem Bilangan Real . maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a. v. Sifat komutatif ab=ba iii. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. dan c.1 dengan menggunakan definisi di atas.ii.

dan c. 𝑟. dan 𝑝. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b. 1. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. b.45 4.5 × 2. Karena itu.CONTOH 1. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = . 𝑏 = .3 dengan menggunakan definisi di atas.5 dan 2.5 × 2. Penyelesaian: 1.1.3 merupakan bilangan rasional. 𝑞.15 Tentukan hasil 1. Sistem Bilangan Real 21 .

i. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional.5 dan 2. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional. dengan p. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang.3 merupakan bilangan rasional. 1. a≠b. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii.5 2.b≠0. dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1.5 × 2. dan pembagian.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. perkalian. dan q≠0 adalah bilangan bulat. = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. pengurangan. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan.3 dengan menggunakan definisi di atas.1. c tidak nol. b. Sifat tidak asosiatif Jika a. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk . Sifat tidak komutatif Jika a≠0. ii.3 = / 3 2 23 10 1.

7. ∶ c. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Sistem Bilangan Real 23 . × 6. + c. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a.SOAL LATIHAN 1-1 1. − 5.: a. 3 × 4 b. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b. a.7 c.: a.: a. 0 .25 3. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. -5 + 9 2. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. 3 + 6 b. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. + 4. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 4 × 3. × c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. 1 5 4 7 −2 6 b. tentukan nilai ekpresi berikut ini.: a. -2 × 3 c. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. c. − c. tentukan nilai ekpresi berikut ini. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real.

Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut.263 1. kita akan belajar tentang perbandingan.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. -15. a. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real . Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta.7777 … c.75 b. 0.2. panjangnya. skala. mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya.8. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari. Pada subbab ini. 1. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. misalnya membandingkan tingginya. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. 0. Agar lebih mudah dipahami. beratnya dan sebagainya. Pada peta tersebut. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta.

Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . atau . 2. atau 𝐴 . Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. Sistem Bilangan Real 25 . 3. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah.1. Jika membeli sebuah buku. orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. maka untuk membeli n buah buku. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. Dede mempunyai 10 buah buku. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. seseorang harus membayar x rupiah. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5.

Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan. Jika dikerjakan oleh empat orang.2. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km.57 menit. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. 2. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh lima orang. 26 Sistem Bilangan Real . Dari gambaran diatas. Begitu juga. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari. maka waktu yang diperlukan adalah 38. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. makin banyak buku yang akan dibeli. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. Begitu juga. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. waktu yang dibutuhkan makin sedikit. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. Dari contoh di atas.75 menit. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari. Jika dikerjakan oleh dua orang. Jika dikerjakan oleh seorang saja.

Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1.000. Sistem Bilangan Real 27 . Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1.2.2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.000 = 𝑅𝑝 1. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1. maka berapakah harga premium pada awal 2000?.CONTOH 1. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar. Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000.2.

000.000. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan. dan gunung pada suatu wilayah tertentu.000 = 20.2. Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau.1. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.2. 28 Sistem Bilangan Real . kota. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. Misalnya gedung.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2.000. Jika pada miniatur berjarak 1 cm.000. sungai.000.

Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. Sebagai contoh. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. Sebaliknya. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. bilangan 0. Sebagai contoh. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0.2.025=0. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. biasanya dinyatakan dalam persen (%). 17 25 c.025 × 100% = 2. ditulis dengan %. 7 10 b. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal.1. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0.5%. a. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%).15 = 15%.2. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. CONTOH 1.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8. 30 70 Penyelesaian: a.4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen.

857 % CONTOH 1.b. 50% Penyelesaian: a. c.2.000 × 1 + 0.000 per liter. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini.045 CONTOH 1.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .5% c.5 100 = 0. 4 % = % = 9/2 100 = = 0.5 = 755 1000 1 2 b.2. 75.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42.3 /liter = Rp 6.000 = Rp 5.75 9 200 c.857 100 = 42.000 /liter + 30 100 × Rp 5. 4 % 1 2 = = 0. 50% = 50 100 b. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan. = Rp 5. a.5% = 1 2 9 2 75. 75.

Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Jika harga seluruhnya Rp 12. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. blue print) dengan ukuran sebenarnya. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. SOAL LATIHAN 1-2 1. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5.000. Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan.

500 m2. sedangkan pabrik B seluas 2. Tentukan harga jual apel per kg? 8. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. 9. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. Diuraikan pula. 32 Sistem Bilangan Real .000. maka tentukan luas lahan tersebut?. 10. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. Tika mendapatkan laba 25%. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan.6. Pabrik A seluas 1. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. Untuk keperluan diversifikasi usaha.000 m2. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. Setelah dijual. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya.

1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.3. CONTOH 1.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. -32 = .9 4. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.000.1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a.(3 × 3) = . 1. misalnya 2.3. ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 . (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3.1.3.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan. 3. DEFINISI 1. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen. 2.

b.2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. untuk b≠0. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang.832 h. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. maka berlaku: a. b bilangan real sembarang. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. CONTOH 1. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real .3. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = . maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. maka iii.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . a. 24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . Jika n bilangan bulat positif dan a. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. ii.

(a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) .3.a b +b = a . a. (a2-3b3) × (a2-b3) d.2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 .3a2b3+3b6 = a . (a2+b2) × (a2+b2) c.3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d. (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b. (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) . (a2-b3)2 Penyelesaian: a.CONTOH 1.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c.{b3a2-b6} = a -a b . (a2-b2) × (a2+b2) b.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .b3(a2-b3) = a4-a2b3 .

20 = 1 b.4 : a. Perhatikan definisi berikut ini.1. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. (a + b)0 = 1. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. (-3)0 = 1 −2 c. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real .2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya. yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. seperti 10-2 atau 70 ?. Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol.3. DEFINISI 1.2 : Untuk bilangan real a≠0. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. ( +7)0 = 1 d. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0.3.3. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi.

DEFINISI 1.5 : a.3. baik itu berpangkat bulat positif.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. bulat negatif.3. sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1. maupun berpangkat 0. Sistem Bilangan Real 37 .3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat. (− )−2 = c. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini.

maka iii. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. b. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 .3. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1. (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b. Jika n bilangan bulat positif dan a. b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. ii. maka berlaku: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i.6 : Sederhanakanlah: a.

Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .3.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif.b. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.

000. Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 . Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal). bilangan 0.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Sebagai contoh. CONTOH 1.3. Jarak bumi ke matahari kira-kira 1. ii. a. bilangan 375. 40 Sistem Bilangan Real .000. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 .5 × 108 km.000 km.000.75 × 1011 . b.00002345 Penyelesaian: a. yaitu: i.6 × 10−7 .00000016 ditulis sebagai −1. Jarak bumi ke matahari sekitar 150.000 ditulis sebagai 3. -0.

Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan. 1. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana.3. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 . kita telah mengenal bilangan berpangkat. dan sifat-sifatnya. Pada subbab ini.345 × 10−5 . Bilangan -0. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan. Jika diameter gedung adalah 200 m.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. CONTOH 1. Biaya pembersihan Rp.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama.000 per m2. operasi bilangan berpangkat. sehingga diperoleh 2. dan kehidupan sehari-hari. permasalahan yang terkait dengan bisnis. 50. memuat pangkat 2 atau kuadrat.3. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. b.

800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3.14. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung. 2. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50.000 × 62. 3. dan π didekati dengan 3. 4. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 .14 × 1002 = 62.000. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3.140.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter.000.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya. Karena itu. 5 seperti berikut ini. 1.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50. 42 Sistem Bilangan Real . Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0.

perhatikan untuk k=5 berikut ini. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. Sebagai ilustrasi. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv.. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. ii.i. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5. mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. (i=2). 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. 1.. mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2. (i=0). 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. iii. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. . 2.. (i=5). k. (i=3). (i=1). mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. (i=4). bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 .

 Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini.3.3.2.3. Gambar 1.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real . Gambar 1. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

000. b. -0. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. e.012 f. 903 d. a. 5-5. 53 c. a. 10. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. d. (-2x-y)2 e. 7−5 73 h. c. (2x)3(3y-2) f. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. 3-5. x dan y adalah bilangan real. (-2+16)(2+8)2 d.00000314 e. Jika x dan y adalah bilangan real. (25-16)3 c. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. g. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif. a. 0. a. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b. Jika a.3. 5-3 e. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. 55. Diameter atom Helium b. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. Pada tahun 2010.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. 3-5.000 c. 93 d. adalah 0. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. f.

karena 32 = 9 25 = 5 .4. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan. CONTOH 1.1 : a.4.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar. misalnya 16 = 4. b. 9 = 3 . a. Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. menjadi bilangan semula a.2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.4.1. 194481 50 Sistem Bilangan Real . 1296 b. . DEFINISI 1. karena 52 = 25 CONTOH 1. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua.

4. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. Pertama. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 . ii.3 : a.Penyelesaian: a. b.4.4 : Untuk x bilangan real. Sistem Bilangan Real 51 . berlaku bahwa: i. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b. 𝑝 2 = 𝑝. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝. maka 2 merupakan faktor. Karena akhir bilangan tersebut adalah 2. difaktorkan 1296.

Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan. 4 3 × c. 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0.4. maka berlaku: i. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif.5 : a.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1. pengurangan. 3 d. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1).4.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. dan pembagian. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. ii. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real . perkalian. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b.

CONTOH 1. a.3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 2 3 + 5 3 b. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif.■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 .4. 12 − 5 3 = 4. maka berlaku: i. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. 12 − 5 3 c. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real.6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. a. 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. 5 + 5 9 . 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 .

𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real .4.= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i.4. 1. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar.

Agar tidak merubah nilai bilangan. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a.CONTOH 1. Pada kasus ini. yaitu 2.8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. pembilang juga dikalikan 2 . kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). Oleh karena itu.4. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 . Pada kasus ini. Pada kasus ini. yaitu 5. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. 5 2 b. Agar tidak merubah nilai bilangan. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. 2− 3 5 c. pembilang juga dikalikan 5 . 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c.

penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar. Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. sehingga kita buat seperti berikut ini. Penyelesaian: Pada kasus ini. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 .4.CONTOH 1. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = .

6. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. a. maka tentukan nilai akar berikut ini. d. a. 243 441 1024 2. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. c. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. e. a. 3. e. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. Carilah contoh bilangan. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2. d. c. carilah nilai akarnya. 11449 1500625 57153600 3. carilah nilai akarnya. c. f. 1369 15129 18662400 b. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. atau 8 ?. Jika x merupakan bilangan real positif. Sistem Bilangan Real 57 . 256 529 2304 b. bilangan. f. 7.SOAL LATIHAN 1-4 1. d. 4. Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625.

3 3 × 2 3 g. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. 4 5 − 75 − 250 e. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. 8. h. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. 1 ( 3 b. g.7. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. e. 1. f. 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. a. a. Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. d.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. f. h. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. d. 58 Sistem Bilangan Real . Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional.

karena 53 = 125. untuk sembarang nilai a.5. c. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 . karena 103 = 1000. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 . jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya. kita lihat contoh numerik berikut ini.5. DEFINISI 1. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. karena (-10)3 = -1000.5. 3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8.DEFINISI 1.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏.1 : a. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap. kita lihat contoh numerik berikut ini. b. maka nilai a harus non negatif. karena (-3)3 = -27. CONTOH 1. e. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. Sistem Bilangan Real 59 .2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a. d.

3 : Tentukan hasilnya (jika ada). Bilangan dalam tanda akar. Bilangan dalam tanda akar. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. a. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . 5 32 b. 4 81 c. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25.5. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. karena (-3)5 = -243. 81 difaktorkan. e. c. b. 32 difaktorkan.5. d. 5 5 32 = 25 = 2. kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . c. CONTOH 1. karena (-10)5 = -100000. Bilangan dalam tanda akar. -1024 difaktorkan. 4 4 81 = 34 = 3.CONTOH 1. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. 5 −1024 Penyelesaian: a.2 : a. b. karena 105 = 100000. karena 54 = 625. 1 Selanjutnya.

kita lihat contoh berikut ini.3 : Untuk n bilangan asli. arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap. nilai a harus positif. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini. Untuk n ganjil.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1.5. Sistem Bilangan Real 61 . DEFINISI 1.5.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎.

(−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. Dalam hal ini. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9. Untuk persamaan ke-dua. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. a. 62 Sistem Bilangan Real .CONTOH 1. 814 3 c. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3. 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b.5. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. 83 Penyelesaian: a. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu.

5 2 1 2 5 b.5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . a. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = .5. Sistem Bilangan Real 63 . CONTOH 1. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain. 2𝑥+2 = 22 22 1 b. Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu.

(81 × 256)4 c.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . 1253 3 5 3. a. (8 × 27 × 512)3 e. (−1024)5 1 4 4 b. jika b3 = a. 2564 c. Tentukan nilai akar berikut ini. (64 × 256)4 d. c. 273 e. a. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4.00243)5 f. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (−0. d. e. Akar pangkat n. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 0. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. a. (−27)3 f. ( d. RANGKUMAN    Akar pangkat. f. (0. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. a. ( b.125)3 4 e. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. (−27000)3 f. 2564 d. a = b. ( c.

𝑥 4 = 4096 d. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. d. 5𝑥−4 = 125 243 9. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana.125)4 3 3 c. a. a. Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. 3 1 4 256 b. a. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 .00243 × 0. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (𝑥 2 )4 = 8 f. ( 5 0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional.125)5 4 d. 3−𝑥 = 81 d. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b.125)4 d. ( )2𝑥 = 16 c. 𝑥 5 = −1024 e. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. ( 0. (0. (𝑥 2 )2 = 64 3 b.0. 814 × c. a.00243)6 7. (0. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. a. 𝑥 3 = 4096 c. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. c. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. ( 64 256 × 0.111111111111111 )2 6.037037037037037 )3 e.5.

DEFINISI 1. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional. nilai bx > 0. berarti a juga harus positif. (b) Bilangan b dipilih positif. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma.1.6. Perhatikan definisi berikut ini. dan x disebut hasil logaritma. misalnya ap = b. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real.1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. (c) Karena b positif dan x real. arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. Dengan logaritma. 66 Sistem Bilangan Real . Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. Karena a = bx. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui.6. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. 1. Diuraikan pula.

a.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini.000. karena 10-1 = 0.6. log 3 243 c. karena 161/4 = 2 4 1 d. karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. log 2 16 = 4. Untuk mencari nilai log10 10. log10 100 = 2. log 2 = −3.6. karena 24 = 16 c.1 e. maka blog 1 = 0. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1.1 a. log10 10. log10 0. b.000?”.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1.25 Sistem Bilangan Real 67 . log 2 0. karena 102 = 100 b. log16 2 = . Oleh karena itu. Jawabannya adalah 4. CONTOH 1. log10 10.000. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a.000 = 4.000 Penyelesaian: a. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. atau 10 4 = 10. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10.1 = −1.

Jawabannya adalah 5.6. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”. perhatikan bahwa karena b > 0. c. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. Oleh karena itu.b. atau 3 5 = 243. log 3 243 = 5.25 = ¼ = 4-1 = 2-2. maka log 2 0. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. Selain itu. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . Untuk mencari nilai log 3 243. Karena 0.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. 1. maka log 3 243 = 5.

6.6. (b) Untuk x makin kecil (negatif).Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 . (e) Jika x1 < x2.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1. nilai 2x juga makin besar dan 2x > x.1. (d) Untuk x = 0. nilai 2x makin kecil menuju nol. Gambar 1. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1. nilai 2x = 1. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1.6. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1.6.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama. x Sistem Bilangan Real 69 .2. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. nilai 2x > 0. 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar. (c) Untuk sembarang x.

3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. maka ax < bx.6.6. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain. berlaku. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real . perhatikan sifat berikut ini. (a) untuk x > 0. maka ax > bx. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1.3.xSedangkan Gambar 1. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 .6. Gambar 1. Misal a > b. (b) untuk x < 0.

4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat.Gambar 1.5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 .6.).6. 1.6. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6.. Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1. Misalnya.

6. berlaku 72 Sistem Bilangan Real . dan 0 < p < q.Gambar 1.6.6. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1.6.6.  Untuk sembarang bilangan b > 1. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. Sebagai contoh.6. dari grafik pada Gambar 1.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.

..5 terletak di antara 20.51 = 20. (1..4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 .. 0.. Tabel 1. dan seterusnya. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 ..... dengan membagi 2 pertidaksamaan(1.6..5 < 1.… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.6.6.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3.... (1....5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1.41 < 1.log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas...1 . maka 1 < log 2 3 < 2.3) diperoleh 1 < 1. Jadi log 2 3 = 1.5 = 1.....3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2...2 .6...... kalikan pertidaksamaan (1..6...1 Selanjutnya.6 .

2.5+0.5 < 3 < 21.01.08 < 3 < 21+0.0570 < 1.5 < log 2 3 < 1.4) dapat dibagi dengan 1.2 Perhatikan bahwa 1. Tabel 1.6. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.064 < 1.08 = 1. dan seterusnya.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.064 < 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real .05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0. 20.41 dan diperoleh 1 < 1.02.134351773 Seperti sebelumnya. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1. maka pertidaksamaan (1.6 dan ini berarti bahwa 1.6. harus dihitung 20.41 = 20.6.21.0644 = 20.064 terletak di 20. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.5+0.

… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0. hitunglah log 2 5.3 = 1.58.58 < log 2 3 < 1.3… .32 = 20.25 < 1. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .25 terletak 20. ketaksamaan 1.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik.23 dan diperoleh 1 < 1.6.1.4 Ini berarti log 2 5 = 2.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan. berati log 2 3 ≈ 1.25 dibagi dengan 1.23 < 1. dan diperoleh 1 < 1. berarti log 2 5 = 2.3 < 5 < 22+0. diketahui bahwa 1. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.23 < 1.6.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.59. CONTOH 1.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.1.

6. maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma. b≠1. p > 0 dan q > 0. Jika b > 0.0163 terletak 20.3+0.6.03 dan ini berarti log 2 5 = 2. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. b≠1.0140 < 1. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini. b≠1.325. p real.32…. b≠1.0210 = 20.0163 < 1. p > 0 dan q > 0. i.3 diperoleh 22+0. 1.03 Dengan mengalikan dengan 22+0.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. Dengan pemahaman tersebut. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . p > 0 dan q > 0.2. Jika b > 0. dan q rasional. Jika b > 0.02 = 1.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii.3+0.02 < 5 < 22+0. Jika b > 0. berarti log 2 5 ≈ 2. diketahui bahwa 1.

Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.CONTOH 1.6.4771 = 0.3010 . tentukan  log10 1.1761 2 3  log10 0.0.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0.6. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.4771.5 dan log10 0.5 Misal diketahui log10 2 = 0. tentukan CONTOH 1.4 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 = 0.4771 – 0.4771.3010 + 0.1761 Sistem Bilangan Real 77 .6666 … .4771 = .7781 dan log10 3 = 0.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.3010 log10 6.3010 log10 1.0.

CONTOH 1. mebagi bilangan.3010 0. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0. dapatkan = = 0.3010 = 1.58505 = 0. CONTOH 1. dapatkan log10 16.7 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 log 2 3 dan log 3 2 .3010 0.8 Dengan menggunakan logaritma.6 Misal diketahui log10 2 = 0.4771 0.6.5 × 0. hitunglah pendekatan 1. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real .3010.6309 CONTOH 1.6. Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.6.4771 = 1. menghitung pangkat suatu bilangan.4771.6.2040 1.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini.

1761 − 0.6666 = 0.6.6666 log10 𝑥 = log10 1.6.5 × 0. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1. Sistem Bilangan Real 79 .5 + log10 0.5 × 0.6.1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.58505) CONTOH 1.Misal 𝑥 = 1.10 Dana Rp 100.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.58505 (berdasarkan contoh 1. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.6.000. Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun. log 2 3 = 1.6666 log10 1.

Penyelesaian: 𝑀9 = 100.794. i adalah laju bunga per periode bunga. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.1 = 8 + 9 ×0.000.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0. 80 Sistem Bilangan Real .6.1 dihitung berbantuan kakulator.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.769 CONTOH 1. maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).000(1 + 0.041393 = 8.1 .372534 (disini log10 1. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.372534 = 235.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1.

Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 . PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n.

log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1.  Jika b > 0. maka berlaku : 1. 2log 2 512 f. log 25 125 f. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma.6. log 2 10 e. log 2 15 f. b≠1. p > 0 dan q > 0. arti dari blog a = x adalah bx = a. log10 10. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. 10log 10 0. a. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. log 2 64 c. log1/2 64 d. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. log 2 64 c. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. a. log b p = 4. e. log 2 1 128 b.4. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1. log1/2 1 64 e. log10 0.00001 b. log 2 7 d. log 5 625 d.000 a. log 2 25 b. log 5 1 125 2. log b p × q = log b p + log b q 2.0001 3. log 2 6 c.

log10 32 f. log10 1.2 5. log 25 64 b. maka hitunglah 9.4771 .3010 dan log10 3 = 0. log 5 16 a. log10 256 e. log 8 36 d.5 f. log10 24 c. Dengan menyamakan basis logaritma. log 2 25 c. log 8 750 f. log 4 5 d.7740 dan log 8 6 = 08616 . log10 15 e. log10 5 f.4. log10 3 d. Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b.20412. log10 18 b. log 8 30 c. log10 4 e.2 8. log10 1600 c. log16 2 b. log10 2 d. maka hitunglah 6. log10 2 c. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . log10 4. maka hitunglah a. log10 12 b.5 d. log16 10 a. log10 45 a. Jika log16 5 = 𝑥. log10 11 a. log 8 7. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b. log 8 150 e. Jika log 8 5 = 0. log 8 1. a. Jika log10 16 = 1. Jika log10 2 = 0. maka hitunglah 7.

10. log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. a. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini.

Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Akan tetapi. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 .Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear.

Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. b. 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus. 5y = 20 3. Roti terdiri dari tiga jenis. 7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. seperti: 1. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. yaitu: roti keju.000 per bus.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika dalam satu bus ada 30 orang. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. 2x .1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. 2. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. 2x + 5 = 8 2. maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. misalnya: 1. dan roti daging. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?. roti cokelat.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. a.

1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. Mendapatkan penyelesaian persamaan.1. Menggambar grafik dari persamaan. 2x + 3 = 5 . Kedua ruas dikurangi dengan b.1) Penyelesaian dari persamaan (2.1. 2. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. b.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. 2. misalnya. b. jika diberikan x = 1.1. a. dan c  R. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. 2x + 3 = 7. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. (2.

Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16. atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 .ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b...... Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b... Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a.langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut. 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas... CONTOH 2... Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) ...2) 𝑎. 𝑐.1... terdapat langkah. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan .1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?.. (2.1.

Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2. CONTOH 2. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .2 16 3 }.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x.1. kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1.1. Jadi. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.

4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan.1. diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 . 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2. 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − . + 𝑢 = 3𝑢 − . Persamaan dan Pertidaksamaan 91 . 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 .1.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?.

1.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x.4) berupa pasangan (x. 4) atau dengan kata lain pasangan (0.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2.1.4). Secara umum. Misal diambil lagi. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2. Jadi.1. himpunan penyelesaian dari (2.y). persamaan (2.4) 2.3) adalah 𝑥.1.4).1. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . Penyelesaian dari persamaan (2.1. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2.4) mempunyai banyak penyelesaian. (2.1.4).1. c  R.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. Jadi pasangan (0.3) (2. akan didapat nilai untuk y.1.y) yang memenuhi persamaannya. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini.1.1.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. b≠0. Oleh karena itu. Dari pengamatan di atas. nilai x bisa diambil berapa saja. persamaan (2.2. 1.

Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 .6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. y ∈ R} CONTOH 2. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. diperoleh kedua ruas dibagi 4 . y) | 3x + 4y = 2 . 4u – 2v = . himpunan penyelesaiannya adalah { (x .5 .1. Jadi.5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4.CONTOH 2. x.7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = . untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5. y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.1.

Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 . kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . pengelompokkan pada kedua ruas.8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.1. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2. atau 9t = -21 .9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5. 5t + 4t = -8 – 13 .CONTOH 2. 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t .1.

𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 .CONTOH 2. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. 𝑐. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. b. c  R.1. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. b≠0.10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x.

4𝑡+6 4 b. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. c. 6k – 4 = 4 – 6k d. 4x + 5 = 5y -4 c. 7x . 5(3x . 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. a.SOAL LATIHAN 2-1 1. 3 – 2/x = 4 +3/x c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4. 7x – 6 = 8 + 8x f.7 = 7-7x e. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. a.2) = 10 15y f. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. e. 2s + 4 = 4 – 5t. 𝑠 + 8 = e. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 7(4+5/p) = 8 2. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 7 + 8h = -7-8h e. 8 − d. a. 5y +3x = 7 d.

7𝑢 − = 4𝑣 + d. 5. 𝑢 − = 3𝑣 − c. y riil b. e. b. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c.g. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. d. a. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. + = f. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . 6. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif. a.

Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Jika si A berhasil menjual x paket. 3y2+4y+5=1. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. b=-2. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. 𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. b. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. persamaan kuadrat dengan a=3. dan besarnya adalah 0.1 1. Dalam setiap harinya. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. persamaan kuadrat dengan a=1.1) Untuk lebih jelasnya.2. Salah satu pekerjanya bernama si A.2. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. (2. Pada permasalahan ini. Dalam penjualan. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. 2. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. c  R. c= 5–1= 4. CONTOH 2. c=1.2𝑥 2 . b=4.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0.

Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati. persamaan kuadrat dengan a=2. b. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. b. 4. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . b=0. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . u2 + 2u1/2.2. b. bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. CONTOH 2. (x – 2)(x + 5) = 0 c. Jika nilai a. (2x – 4)2 – 6 = 2x. Jika nilai a. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. persamaan kuadrat dengan a=4. c= 1-1 = 0. b=2. d.3. 3. 4. 4n2-16=0.5 = 0 . a. b . c= -16. 5. 2.

(x – 2)(x + 5) = 0. b. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) . Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. (2x – 4)2 – 6 = 2x. b. dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a.2. b. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan . dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. c. d. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). c.a.

2) maka persamaan (2. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0.2.-q }. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0. Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p.2. Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b).2. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 . Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2.2).hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat. Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q.

3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 . Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 .2 dan x2 = 5. maka persamaan (2.3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 . terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = . Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 .2.Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0.2.2.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐.

2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0.2.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 .2. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4. 5}.Jadi. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 . CONTOH 2.3}. CONTOH 2. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .

Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1.-3} CONTOH 2. 3 3 1 2 Untuk itu.2. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. ruas kiri penyebutnya disamakan. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . Oleh karena itu. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. 2 𝑥 − = 1. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0.

didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.2.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2.4) dan (2. 2.2. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a. Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1. 2}. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 .2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).2.5) Persamaan (2. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.

6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?. =0 (2. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0. CONTOH 2. maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2.2.Jika pada persamaan (2.7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 .2. Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.2. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = .2 .

2.Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 . atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna. CONTOH 2.2. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 . − + 3 2 4 27 16 + = 0.9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini. Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . atau 27 16 = − . 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0.

kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 .3.  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0. atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 . dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0.

2. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2. dan c = 6. Oleh karena itu. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 . mempunyai a = 2.7) dinamakan rumus abc.10 Dengan menggunakan rumus abc.2. CONTOH 2. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?.2. b = .2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.7) Persamaan (2.

b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1. CONTOH 2. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan .11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar.2. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real.

merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Dengan menggunakan rumus abc. − 2𝑥. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 . ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?. b = 4 dan c = 4. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }.2.CONTOH 2.

kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 .CONTOH 2. atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. Dengan menggunaakan rumus abc. kedua ruas dikalikan dengan x + 2.2. 𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. b = 3 dan c = -4. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. ruas kanan difaktorkan. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4.13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .

kedua ruas ditambah 4. dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . b = -2 dan c = 1.𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4.2. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3). diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3). Dengan menggunaakan rumus abc. CONTOH 2. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 .

Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika 𝐷 > 0. maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2. x1 ≠ x2. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc. 2. Jika 𝐷 < 0. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer.2.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. Akar dari persamaan kuadrat. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer.

maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.2.2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2.9).2.8) 2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 . maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2.2.8) dan (2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1. Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .9) Dengan persamaan (2.2.10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 .

𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.2. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0. CONTOH 2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a. atau 𝑥1 𝑥2 = 1.2.2.16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2.10).CONTOH 2. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.

17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan .CONTOH 2. maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 .2. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = .

CONTOH 2. dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 .18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain. Untuk 𝑝1 = 4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan . persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 .

Jika untuk x2 = 2. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 . dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2.CONTOH 2.19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0.2.

diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3.2. telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .CONTOH 2.20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . dapatkan persamaan kuadrat tersebut.

x2)2 2. a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.2. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 . 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. (x1 . (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. x12x2+ x22x1+ x1x2 4. x12 + x22 3.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2.2. 3 𝑥 1 e. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.2. 𝑥1 + 𝑥2 d.

3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . Seperti sebelumnya. dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ).2 2 a. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. (𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = .

22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0.f. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. Dengan menggunakan penggantian. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . 2. CONTOH 2. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya.2. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = .  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.

23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .3 = x2 maka CONTOH 2.2. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 .Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .

dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol. 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = . 2 2 2 2 b.24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a.2 y1 y2 atau y1 + y2 = .6 . CONTOH 2. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 .2.

kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. Oleh karena itu. dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16.2.25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 . Persamaan dan Pertidaksamaan 127 . kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.000.2.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. CONTOH 2. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Pada subbab ini.000. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. 2. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya.000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat.2.

000.000.000𝑥 ⟹ 250.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2.000 + 250.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000 = 10.000. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000𝑥 − 20.000 𝑥 10. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.000 + 250.000𝑥 2 + 9.000.000.000.000 10.000 = 1.000 + 250.000.000.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.500.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000.

27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri. maka setiap peserta membayar A rupiah.500.000.000. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut.000. CONTOH 2. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata. nilai x harus lebih besar nol.500. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2. maka setiap peserta membayar B rupiah.2. Karena itu.Dari persamaan ini. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta. Akan tetapi. maka setiap peserta menambah Rp 12.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 .

Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan . Salah satu pekerjanya bernama si A. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000. dan besarnya adalah 0.000 2.2𝑥 2 . maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A.000.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2.900. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.500 𝑥 2.000. Dalam penjualan. Akan tetapi. Dalam setiap harinya.000𝑥 ⟹ 12.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10.000 + 12.000𝑥 − 160.000. CONTOH 2.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.000 = 2. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. nilai x harus lebih besar nol.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.⟹ ⟹ 2.000𝑥 − 16.000 + 12. Jika si A berhasil menjual x paket. Karena itu.2.000 + 12.000.000.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1.500𝑥 2 + 1.000.000. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).

2. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.2. Jika luas jalur tersebut adalah 2.Pada permasalahan ini. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . maka tentukan lebar jalur tersebut. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola.1 Jalur lari dengan lebar tetap. Gambar 2. CONTOH 2. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0. atau 0. x tidak boleh negatif.500 m2. lihat Gambar 2.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5.2𝑥 2 = 10. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Jadi diperoleh hasil x=5.1.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.2.

500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m. maka diperoleh x = 25 m.2. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. b. c  R.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan .500 m2. maka : 2.

x2 – 2x – 8 = 0. f. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan.2 km perjam lebih cepat. d. u2 + 8u – 9 = 0. a. 2x2 -4x – 2 = 0 c. x2 + 2x = 3 2. a. x2 – 12x – 45 = 0 d. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. (y – 2)(y – 2) = 9 e. (2x + 3)2 = 25 b. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . x2 – 4x – 5 = 0 e. 6x2 – 7x + 2 = 0. x2 + 4x – 8 = 0 4. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. b. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. Setiap sabtu. 3x2 – 6x = 9 b. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. x2 + 5x = -6 f. 3t2 + t – 2 = 0 f.SOAL LATIHAN 2-2 1. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. 2x2 – 6x + 11 = 0. x2 – 5x + 3 = 0 d. (x – 1)2 = 100 c. e. 3. a. x2 + x – 12 = 0 c.

d. jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar . sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . a. a = -3 dan b = 4. b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan .tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. tinggi =2? 7. alas dan tutup diabaikan. Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . c.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. a = ( 2 + 5 )( 2 . Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . u dan 2 – u d. 1/t dan t yang berurutan 10. 2 dan 7 b. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. b. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . 4 dan -4 c. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya.

dapatkan nilai p dan akar-akarnya. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 . jumlah akar-akarnya = 3 . b. Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . hasil kali akar-akarnya = 2 d. hasil kali akar-akarnya = 4. Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain .akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. jumlah akar-akarnya = 1 . 14. jumlah akar-akarnya = -4 . 16. dapatkan nilai p. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. hasil kali akar-akarnya = c. dapatkan p dan akar. jumlah akar-akarnya = 2 . dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya .11. hasil kali akar-akarnya = -1. dapatkan nilai p ? 17. 12. Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a.

x14 + x24 d. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. hitunglah p jika a. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . x12 + x22 c. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23. dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. Akar persamaan kuadrat x2 .3x + a . 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. Hitunglah p jika b . tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20.1= 0 adalah x1 dan x2. 𝑥1 + 𝑥2 d. 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c.2 2 a. 1 𝑥 1 −2 dan d. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0.

maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya. tentukan a dan akarakarnya ? 27. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 .x22. Persamaan kuadrat 6x2 – x .12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2.25. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. 29. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm. 30. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. sebelum ada yang mengundurkan diri. 28. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .000 lebih banyak dari penerimaan semula. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 .

5y = 100 dan 2x + 2.5𝑦 = 100. 2.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan .2x + 1. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini.5𝑦 = 200. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan. Ukuran sedang memerlukan 1. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar.2. 1. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang.2 𝑥 + 1.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1.5 meter perseragam wanita. 3. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan.2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Ukuran besar memerlukan 1. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah.5 meter per seragam pria dan 2.

500.. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.per dew asa. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa. 3.000  Pada ilustrasi nomor 2.000.dengan harga karcis Rp 3.per mobil.per mobil...000. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.500. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama.per m obil.000.000.dengan harga karcis Rp3.per dewasa. Rp2.000.000.000.000.500.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .. Lokasi B sebesar Rp 12. 2. Lokasi C sebesar Rp14.000.500.per anak dan Rp1.000.000.dengan harga karcis Rp2.. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut.per dewasa. Rp2..000..000.000.000. Lokasi A sebesar Rp10.. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1. Rp1.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.000.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12..per anak dan Rp1. y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil..per anak dan Rp1.

c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 . a2 . Metode Substitusi. 5. Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x.3. b1 . c2  R a1 . Metode Matriks. 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . Metode Eliminasi 3. 2.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 .2. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. 4. 140 Persamaan dan Pertidaksamaan . y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar. b1 . Metode Grafik. b2 . dibahas pada Bab 3.

x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 .1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3.3. didapat: untuk x = 0 .Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. CONTOH 2. sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . 2. Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini. 3. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. y = dan 2 3 untuk y =0 . terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian.

a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan .Jadi grafik melalui titik (0. 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. didapat: untuk x=0. 0). dan y=1. y = 3 dan untuk y=0. 1). Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 . 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1.3) dan ( . a2x + b2y = c2. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. b1y = c1. ) dan (3. a1x + b1y = c1.0).

3.𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2.3. kedua ruas = -1. CONTOH 2.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = . Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5. dan y=-1.3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .6 atau y = −16 16 5+2𝑦 . 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1.

didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 .Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3. 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. 17 13 +2= .

𝑥 = CONTOH 2.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .3.3.38 atau u = −38 .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = . 14 CONTOH 2. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .3.

6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2.3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { . 23 6 s + 15 t = .3. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya. 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi. 18 −21 }.9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 .

16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { . dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = . -11}.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 . Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 . CONTOH 2. 2. 32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }.3.3.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 .13.

d2 . x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 .3.5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . a2. d1 . d3 merupakan (2. c3.a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1.c1 . b3 . a3 . b2 .8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi . b1 .3. CONTOH 2. Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah . c2 .1) bilangan real.

9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .3. 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . 10 CONTOH 2. x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .

Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. yaitu : 1 .  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan .diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. 2. a. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. 4. Metode Grafik. kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . x – 2y = 3 b. 3.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . Metode Substitusi. y) persamaan linear tersebut. Metode Eliminasi 3. }.

1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. 3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 2 𝑦+3 2x . x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. 3x + 2y = 7 b.y = 1 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. x – 4y = 6 =1 f. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. a.c. a. 2x – 2y = -2 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d.

tentukan nilai a dan b ? 6. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c.000. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d.500. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. Dua titik (2.000.000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 . x + 4y – z = 15 2x . dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7. x – 2y = 3 b. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria . Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.a.000. a. 3) dan (-1.

2. Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. b2. 4) dan (-2. 4) c. (-2. (0. a2≠0. (2. a. 0).4. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. (-4. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10. 0) dan (4. (2.a. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini.1).4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. 1). Metode subtitusi. b. tentukan nilai a. b1. 1) 2. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . 0) dan (0. (0.-1). 0) dan (2. 0). Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . c2 merupakan bilangan real. d. (1. (2. Metode grafik. b.1) dimana a1≠0. 1). − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c.

akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0.4. Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0.CONTOH 2.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. 1). Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0.4. (-1. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan . CONTOH 2. 0)}. 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 .

2. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. (-1. 1 )}. Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. 4) . Metode Grafik. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah. b1. didapat: 1. yaitu : 1 . b2. Metode Substitusi. a2≠0. Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2.

y = 3x + 2 y = x2 + 2x .3x + 3 4. y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. y = x -2 y = x2 + 2x . Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan . y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c. 2 b. a. y = x y = x + 2x . y = x – 1 y = x2 .2 2 c.SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1.3x + 3 6. y = .3x + 2 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut.2 + 5 x y = x2 .x = 10 y = x . y = x + 2 y = x2 + 2x . a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.1 2. y =2x y = x + 2x .3x + 2 2 b.1 b. y . y . a. a.2 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini.2x + 5 = 0 y = x2 . y = x + 1 y = x2 + 2x . y + x – 1=0 y = x .2 3.3x + 2 2 b. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c.3x + 3 5. a. y + x = 5 y = x2 .

jika pasangan (x.5. pertidaksamaan linear dengan satu peubah. 2. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1. pertidaksamaan pecah rasional. Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. atau ≥ (lebih besar sama dengan.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. Pada pertidaksamaan. Tidak mempunyai penyelesaian. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 .1 Beberapa contoh pertidaksamaan. > (lebih besar). y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. 1. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. maka (x. CONTOH 2. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. 2. ≤ (lebih keci sama dengan). Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. pertidaksamaan kuadratik. maka pasangan (x. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. jika (x. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). 3. y) berada dibawah grafik y = x + 1.

dan d merupakan bilangan real.4. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. e. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . b. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. c. b. d. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. untuk sembarang c. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. maka berlaku: a. pertidaksamaan linear dengan dua peubah. c. f. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . Karena itu. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <.

Persamaan dan Pertidaksamaan 159 .DEFINISI 2. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga.5. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga. tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a. arah negatif (−∞). maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . atau keduanya. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval.

maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan a dan c tidak keduanya nol. Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. c. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 .5. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri.1) Dengan a.2. dan d bilangan positif dan a-c≠0. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan. b. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian. GAMBAR 2. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan.5. c. Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut.5.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2. dan d merupakan bilangan real. atau sebaliknya. b. dan b dipindahkan ke ruas kanan. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan .

5.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.5.2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2.CONTOH 2. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3. didapat: 4x – 2 < 2x + 1. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 .

dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. 4 7 −1 .5.5.2). Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 .2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. atau −7𝑥 > 4. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. 7 2. b.5. kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − .CONTOH 2. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan c adalah bilangan real.2) dengan a≠0.5.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x . dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).

𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝.2. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. p q GAMBAR 2. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval.5. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.5. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞. Jika kita anggap p < q. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 .

Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. CONTOH 2. Ambil titik uji pada masing-masing interval. x = -2. Untuk 𝑥 + 2 = 0. Untuk 𝑥 + 3 = 0. diperoleh titik 𝑥 = −3.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. (-3. dan (-2. +++ -4 -3 ---2. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.-3). Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0. -2). yaitu (-3. Atau.∞). misal x = -4.5.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan . akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. -2) . yaitu: (-∞. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. diperoleh titik 𝑥 = −2.5 dan x = 0.

diperoleh titik 𝑥 = 2. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. ∞). dan x = 3. misal x = -1. x = 0. yaitu (−∞.5. − ). Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. Ambil titik uji pada masing-masing interval. diperoleh titik 𝑥 = − . himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . Untuk 𝑥 − 2 = 0. Untuk 2𝑥 + 1 = 0. Atau.6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2. yaitu: (−∞. − ] atau [2. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.CONTOH 2. 2) . (− . 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. ∞). dan (2.

3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2.  Ambil titik uji x pada setiap interval.5.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. b.5. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . c≠0. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.5.𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2. 𝑥 ∈ 𝑅 .3) atau (2. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan. dan d adalah bilangan real.5. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Apabila ada bentuk kuadrat. 2 2.4).4) dengan a≠0. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.5.

maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. −1) dan (2. ∞). 2).5. yaitu (−∞. (−1.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol.Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. −1). Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . 𝑥 = 3. 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. ∞). Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan. CONTOH 2. dan (2. 𝑥 = 0.

168 Persamaan dan Pertidaksamaan . ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. Ambil titik uji pada masing-masing selang.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. dan beberapa selang . −6). yaitu (−∞.5. misal 𝑥 = −7. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?. (−6. yaitu (−6.5. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini.CONTOH 2.5. −1). ∞).3) atau (2. 𝑥 = −2. >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.4) sebgai berikut. −1). x + 1 = 0 diperoleh x = –1.

3.5.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.5. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap.5. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. CONTOH 2.500 m2. GAMBAR 2. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 . maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.500 m2.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2.5. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m.2. lihat Gambar 2.

2. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. -100] atau [25. misal x = -200. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . dan (25. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. maka diperoleh x ≥ 25 m. (-100. yaitu: (-∞. Atau. Untuk 𝑥 − 25 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m.-100). +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}. x = 0 dan x = 100.2. diperoleh titik 𝑥 = −100. diperoleh titik 𝑥 = 25. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan.500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. Karena nilai x > 0. ∞). ∞). 25). Ambil titik uji pada masing-masing interval.

carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya.5. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan). Oleh karena itu.10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. atau 4000 dalam ribuan. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Persamaan dan Pertidaksamaan 171 . Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut.CONTOH 2.

Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50. dan d adalah bilangan real. dan d merupakan bilangan real.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. b. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan c adalah bilangan real. b. dan a dan c tidak keduanya nol. c≠0. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan .  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. c. . b.

2 – 4x ≥ 6x -2 i. 3x + 5 < 5x – 7 b. a. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. e. a. a. a. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. f. d. 4x + 2 ≤12 g. 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. 2 𝑥 c. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). 6x + 6 < 12 – 24x 2. f.SOAL LATIHAN 2-6 1. -4x > 4 e. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c. −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. e. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. 8 – 4x < 12 f. d. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. x – 3 > 0 d.

untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100.500. maka penjualan berkurang 300 buku. 6. Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15. Jika harga dinaikkan Rp 500. masing-masing dengan harga Rp 2.000 per minggu ?.000. Sebuah penerbit menjual 5.000 buku. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.

Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf. dan sebagainya. menyatakan sebuah gambar (citra). teori graf. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. seperti penyelesaian persamaan linear. tranformasi linear.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. dan sebagainya. 3. Perhatikan definisi dibawah ini. Matriks 175 . menggerakkan gambar dalam suatu ruang. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks. operasi pada matriks. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja.

1. Keduanya. 3 −2 4 −2 2 0 .1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 .DEFINISI 3. CONTOH 3. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar.1. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja.1. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. seperti pada Contoh 3. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. 176 Matriks . −2 3 5 1 −1 1 2 3 .1 secara berurutan. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom. sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3.

Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 . maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij.2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. −2 kolom. Jika banyaknya baris n = 1. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks.1. maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . 1 3 −1 3 6 2 2 1 . maka matriks A dinamakan matriks baris. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . i. ■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 .CONTOH 3. Jika banyaknya baris m = 1. 0 . 4 2 5 0 ii.

𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0.iii. 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 178 Matriks . maka matriks A dinamakan matriks nol (0). Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. biasa disimbulkan dengan In. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 0 0 0 0 0 v. Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. Jika semua elemen A adalah 0. Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. 2 −7 .

1. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛.3 Pandang beberapa matriks di bawah ini. 0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 . 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 . 0 1 DEFINISI 3.2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. CONTOH 3. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0.1. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri. Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama.

Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan. 180 Matriks . Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan.1. 𝐵 = . Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B.bij . maka nilai x pada A harus sama dengan 2.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. elemen cij = aij . elemen cij = aij + bij. 2. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. maka: 1. CONTOH 3.4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. DEFINISI 3.1. Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B.

5 Pandang beberapa matriks di bawah ini. DEFINISI 3. 𝐴 = 1 −2 1 . 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B.1.𝐴 = 1 −2 5 . 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 . CONTOH 3. apa bisa dilakukan?. Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C.1. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c.

2. jika matriks A mempunyai ukuran m × p.1. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 . m CONTOH 3. CONTOH 3. 2. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C.1.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan. …. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. n dan j=1.1. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . ….1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B.

8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .1. 1 Matriks 183 . tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.1. CONTOH 3.jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 .6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B. 1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C. DEFINISI 3.

maka trace A dinyatakan dengan tr(A). trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A. dan matriks simetri. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. CONTOH 3. matriks kolom. dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. Tranpose matriks B.1. matriks bujur sangkar. Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris. 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3.7: Jika A merupakan persegi. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. pengurangan.  Untuk matriks bujur sangkar A.1. matriks segitiga atas. penjumlahan. matriks nol. matriks segitiga bawah.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. matriks diagonal. 184 Matriks . matriks identitas.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 .9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 .

0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. a. 4. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. Tentukan nilai a. (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. (A+B)T f. b. 𝐵 = 2 3 b. c. a. Tentukan jenis matriks berikut ini. A-B d. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. 𝐵 = 2 3 2 . Jika diberikan matriks 2 −2 2 . Jika diberikan matriks 1 −2 3 . 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. d pada persamaan matriks berikut ini. Apakah A+AT simetri? c. 2A+3B e. maka: 2 3 1 a. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . maka dapatkan: 1 3 1 a. A-AT 2 . Apakah (B+B)T simetri? 3. d. AT+BT b. dan 𝐶 = 0 1. 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . dan 𝐶 = 1 2.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 .

(ABC)T c. 𝐵 = 2 3 2 . Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. ATB. Tentukan nilai a. DEFINISI 3. (AB)C b. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular. BTA e. a. C2 f. Sebaliknya. AB. matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. B2. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers.2. Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. ditulis B-1. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . BA d. c. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. A2. b. 186 Matriks .1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. CT BT AT 3.5. A(BC). d pada persamaan matriks berikut ini.

atau A-1=B.CONTOH 3. Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers.2. 2. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). Jika suatu matriks mempunyai invers. maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. Matriks 187 .1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . AB juga mempunyai invers. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu).2. (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB.1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama. maka: 1. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. matriks AB mempunyai invers. yaitu B-1A-1. TEOREMA 4.

CONTOH 3. Jika matriks A mempunyai invers. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = .2. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks . berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan. DEFINISI 3.2.2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar.

𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 . Untuk k scalar yang tak nol.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m.TEOREMA 4. 2.3: Jika matriks A mempunyai invers.3: Jika matriks A mempunyai invers.2. 1 𝑘 CONTOH 3. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 .2. 3.2. maka 1. TEOREMA 4.3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. Matriks 189 . untuk n bilangan bulat positif.2. n adalah bilangan bulat.

dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 . n adalah bilangan bulat. maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 . (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers.CONTOH 3.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . −1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4.2. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m. Dapatkan invers dari AT.  Untuk matriks A yang mempunyai invers.  AB juga mempunyai invers.2. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A.3.

(𝐴𝑇 )−1 b. 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . a. 𝐴 = d. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . (𝐴−1 )−1 c. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐴 = 1 0 0 . 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. Carilah nilai x. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . a. 𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 . 𝐴 = 0 2 1 b. (𝐴𝐴−1 )−1 d. 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. 1 a. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4.SOAL LATIHAN 3-2 1. 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 . 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . 𝐴 = b. 𝐴 = 1 0 1 . 𝐴 = c. agar matriks B merupakan invers dari matriks A.

dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). ann disebut elemen diagonal utama dari determinan. Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. 192 Matriks . …. 𝐴−2 6. a22. Tentukan x c. Elemen a11. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. 𝐴−2 d.a.3 Determinan Dalam subab ini. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. (𝐴𝐴−1 )−1 d. kolom. ( 1 𝐴)−1 11 3. Pengertian baris. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. (𝐴𝑇 )−1 b. (𝐴−1 )−1 c.

Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor.3. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars. Pada suatu determinan dari matriks An×n. ditulis adj(A)=KT. CONTOH 3. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs.1) 1.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A.1 3 −5 . 2. tuliskan determinan dari A. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 . maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.3.3.

bukan dihapus.3. untuk suatu kolom j (3. dihapus.3.2) untuk suatu baris i (3.3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace. 3 DEFINISI 3. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 . 3  Matriks adj dari A. dihapus. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A. 2 1. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus. 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 194 Matriks . 𝐾 = 2 5 1 .3.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya.

Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 . 3.3. jika |A|=2.3. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. CONTOH 3. CONTOH 3.3.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1.3. dapatkan determinan dari A. maka dapatkan nilai x. 2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 .2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 .Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.

2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.3) dengan memilih i=1.2 = 6 +x-5 atau x = 1. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks . 3.3.

CONTOH 3. dapatkan determinan dari A. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 .3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2.3.3. Matriks 197 .5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana.3. 3. maka dapatkan nilai x.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. jika |A|=10.4 3 Contoh 3.

ii. viii. Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . iv. 198 Matriks . v. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan.i. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. vi. maka nilai determinan tersebut adalah nol. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. maka nilai determinan tersebut adalah nol. iii. vii.

𝑏 dan det(A) tidak nol. Jika matriks 𝐴 = i.3.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 .3.4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint. 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . 𝑎 CONTOH 3. dapatkan invers dari A.3. ii. iii.

dapat dicari sebagai berikut. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular. dapatkan invers dari A. Mencari nilai determinan dari A. bisa menggunakan aturan sarrus.3. 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii. Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3.7 Misal 𝐴 = 4 2 . i. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A.

8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. dapatkan invers dari A. bisa menggunakan aturan sarrus. 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. Mencari matriks kofaktor dari A. 1 1 Matriks 201 . Mencari nilai determinan dari A.3. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. matriks A non singular. 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . ii. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 .

= −1. 1 4 = −2. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . −0 4 = −1. − 1 1 } = 1. 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. −1 2 2 = 1. 4 = −3.

ditulis adj(A)=KT. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. a. akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. Matriks 203 . 𝐴 = d. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. 𝐴 = c. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Matriks KT dinamakan adjoint dari A.

adjoint. daninvers dari matriks berikut ini.a. matriks kofaktor. 𝐴 = c. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. a. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = d. Dapatkan Matriks Kofaktor. 1 0 a. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 1 0 a. a. Dapatkan nilai determinan. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. adjoint. 𝐴 = c. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. dan invers dari matriks berikut ini. dan invers dari matriks berikut ini. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . 𝐴 = c. 𝐴 = d. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. adjoint. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = d. 𝐴 = 5 0 0 6 b.

Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. Buktikan bahwa: 10. 1 = c. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. a. 1 0 𝑥 a. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. Tunjukkan bahwa: 11.7. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9.Buktikan bahwa: Matriks 205 . 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. d.

4. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.4.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. seperti berikut ini. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.2) (3. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks . 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.4.3.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini.

2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3. Matriks 207 . apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4.4.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 . 𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 .

𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. a. Jika det(A)≠ 0. SOAL LATIHAN 3-4 1. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . … . 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. 𝐷 𝐷3 . 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. a.

a. Gunakan soal nomor 3 dan 4. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. a. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4.3. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. mana yang lebih cepat? 214 Matriks .

Matematika SMU. Buku Ajar Kalkulus 2. Yudistira. 2006. Jurusan Matematika ITS. Matematika untuk SMK kelas XI. Endang Jaiman.K Noormandiri. 5. Ganeca. Penerbit M2S Bandung. Marwanto. Benny Hendarman. Benny Hendarman. 13.A. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. dkk. 10. Matematika untuk SMK kelas X. Edi Suranto. 2007. Penerbit Armico Bandung. HUP. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. Koko Martono. Matematika Bisnis Manajemen. L. 9. R. Sembiring. Eryanto. Endar Sucipto. Eryanto. Yance Lagu M. HUP. 4. Matmatika SMU. Penerbit Erlangga. 6. 2007 8. Daftar Pustaka A1 . 3. 2007. Rivai Wirasasmita. Herwati. R. Penerbit Yudistira. Firmansyah Noor. Eryanto. Maman Abdurahman. Ganeca. 2007. Firmansyah Noor. 2004. Ganeca. Firmansyah Noor. 2007. Endang Riva‟I. 2007.. 2003. 7. Endang Riva‟I. Koko Martono. 2007. 2004. R. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. R. 2. Koko Martono. 2004.DAFTAR PUSTAKA 1. Tri Dewilistia. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Buku Ajar Kalkulus. Matematika Interaktif. 2005 12. Yudhistira. B. Matematika Keuangan. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. Yogia. 11.

Yudistira. 2003. Penerbit. PT. Yohanes. 15. Matematika SMU. Srikurnianingsing. 2004. A2 Daftar Pustaka . 18. 2004. 2002. Sulistiono. 19. 2004. Kuntarti. Matematika SMA dan MA. Matematika Bilingual. Rama Widya. Sulasin.14. Matematika SMU. Kalkulus. Olimpiade Matematika SMU. Wono Setyo Budhi. Stewart. Erlangga 2003. Hendra Gunawan. Arman Delta Selaras. Kastolan. Loedbi. 16.. Penerbit Erlangga. Sembiring. Wila Adiyanto Sukoco. Alih bahasa: I Nyoman Susila. J. 17.

410 derajat. See domain daerah hasil. 360. 551 anuitas. 361 aritmatika. 4 derajad. 547 kontinu. 302 aturan hasil kali. 372 aritmatika. 380 geometri. 210 D B barisan. 578 periode. 2 irasional. 391 bidang datar. 4. 521 tunggal. 405. 521 kualitatif. 5 real. 521 kuantitatif. 384 geometri. 569 C cramer. 540. 298 bijektif. 509 tunggal biasa. 193. 521 diskrit. 397 desimal. 407 deret. See kodomain data.INDEKS tunggal. 601 argumentasi. 566 majemuk. 10 kompleks. 570 unggal eksak. 521 kelompok. See range daerah kawan. 199 angka baku. 2 bulat. 10 tak terbatas. 578 daerah asal. 3 cacah. 13 rasional. 319 bilangan asli. 405 biimplikasi. 285. 597. 567 A adjoint. 547 denominator. 539. 7 Indeks B1 . 11 bunga.

192. 212 1 x 1.terbatas. 530 batang. 437. 514 frekuensi penggabungan. 188. 297 fungsi. See negasi injektif. 195 tingkat tiga. 193 nilai. 575 domain. 203. 211. 215. 197 tingkat dua. 475 frekuensi harapan. 208 penjumlahan. 262 G H I ingkaran. 406 garis selidik. 317 implikasi. 319 E equally likely. 549. 418 jangkauan. 7 determinan.. 535 gabungan. 282 himpunan. 552 B2 Indeks . 186. 238 invers. 497 expansi Laplace. 450 disjungsi. 199. 503 garis. 159 F faktorial. 159 tertutup. See nilai determinan interval. 246 fungsi obyektif. 194 sifat-sifat. 234. 193. 578 fungsi. 20 J jajaran genjang. 316 fungsi objektif. 158 berhingga. 196 diagram. 533 dilatasi. 159 tak hingga. 303 histogram. 159 terbuka. 16 perkalian. 281 diskonto. 315 hipotesa. 532 garis. 331 matriks. 531 lingkaran.

275 kejadian. 178 diagonal. 199 kolom. 175. 566 L layang-layang. 299 kontraposisi. 317 koefisien variasi. 540. 454 konjungsi. 541. 193 modal. 548. 470 kalimat terbuka. 293 kuartil. 186 transpose. 466. 176 mean. 293 universal. 426 jari-jari. 297 kuantor eksistensial. 542 Indeks B3 . 273 kalimat terbuka. 180. 272 M matriks. 542 minor. 466 kodomain. 193 anggota. proposisi. 176. 178 segitiga atas. 178 identitas. 184.K kaidah penjumlahan. 426 pusat. 283 Kontradiksi. 418 model matematika. 279. 194. 234 modus. 473 perkalian. 552. 297 konveks. 542 median. 246 konvers. 178 kofaktor. 179 singular. 303 konklusi. 177 nol. 506. 466 saling bebas. 554 lingkaran. 177 bujursangkar. 203. 502 komposisi. 426 logika penghubung. 183 ukuran. 179 segitiga bawah. 193 kombinasi. 193. 206. 509 saling lepas. 447 adjoint. 272 pernyataan. 506 majemuk. 178 simetri. 505 sederhana. predikat. 552 kofaktor. 176 baris. 487 komplemen.

dua peubah. 166 himpunan penyelesaian. 273 primitive. 582. 147. 140. 277 sistem persamaan linear. 4 kuadrat tak lengkap. 498 bersyarat. 216 linear. 169 kuadrat. 121 kuadrat. 480 siklik. 417 luas. 160 linear. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 295 nilai akhir. 100 O operator logika. 417 keliling. daerah daerah penyelesaian. 5 tak-murni. 219 kuadrat. 484. 166 pecah rasional. 99 kuadrat real. 534 B4 Indeks . 429 persegi panjang. 99 kuadrat sejati. 590. 305 tollens. 593 numerator. 417 luas. 138. 92 linear satu peubah. 160. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 582. 140 persegi. 158 piktogram. 417 P parameter. 539 pecahan murni. 307 kuadrat rasional. 5 peluang. 465. 99 N negasi. 485 Permutasi. 506 permutasi. 167 sifat-sifat. 428 pertidaksamaan. 476 pernyataan. 87 penyelesaian persamaan kuadrat.ponens. 217 pecah rasional. 592 nilai tunai. 162 linear. 99 linear. 162. daerah penyelesaian. 98 keliling. 477 dengan pengulangan. 215. penyelesaian. 86 linear dua peubah. 157. 539 sampel. 278. 160.

371 R radian. 587. 234 proposisi. 587 rotasi. 315 rente kekal. 283 probability. 409 sisi akhir. 225 statistika.pola bilangan. 466. 206. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 216. 410 range. 539 sarrus. 429 segitiga. 366. 409 suku bunga. 442 ruang nol. See interval sigma. 566 surjektif. 554 statistik. 520 Populasi. 526 frekuensi. 592 terbatas. 524. 549 sisi sudut. 407 tumpul. 405. 536 populasi. 422 sama sisi. 587. 423 siku-siku. 508 silogisme.rata. 420 sama kaki. 466 ruang sampel. 595 postnumerando. 420 keliling. 446 relasi. 319 S saldo menurun. 303 simpangan. 406 lancip. 540 refleksi. 539 premis. 421 selang. 409 siku-siku. 406 sistem persamaan linear.. 609 sampel. 215. 317 rata. 273. 497 tereduksi. 465 program linear. 407 sisi awal. 520 Sample. 520 sudut. 524 Indeks B5 . 437. See pernyataan luas. 587 pranumerando. 358 polygon frekuensi. 590. 419 jumlahan sudut dalam. 437. 208 sistem pertidaksamaan linear.

571 B6 Indeks . 418 luas. 539 keragaman. 539 V valuta. 437 translasi. 539 pemusatan.tabel kebenaran. 582 variansi. 289 tautologi. 300 titik. 299 tautology. 433 kemiringan. 184 transformasi geometri. 406 titik sampel. 437 trapesium. 550 W waktu eksak. 571 U ukuran waktu rata-rata. 466 trace.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->