Bandung Arry Sanjoyo, dkk.

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

MATEMATIKA BISNIS DAN MANAJEMEN
JILID 1
Untuk SMK
Penulis

Ilustrasi Cover Ukuran Buku SAN m

: Tim : 17,6 x 25 cm

SANJOYO, Bandung Arry Matematika Bisnis dan Manajemen Jilid 1 untuk SMK /oleh Bandung Arry, Sri Suprapti, Nur Asyiah, Dian Winda S ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. viii. 214 hlm Daftar Pustaka : A1-A2 Glosarium : B1-B6 ISBN : 978-602-8320-73-3 978-602-8320-74-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2009 Diperbanyak oleh:

CV. ARYA DUTA

Jl. Revolusi No. 29 Villa Pertiwi Sukamaju Depok Telp. (021) 8761630, 87906446 Fax. (021) 8757836 email: marketing@aryaduta.co.id ii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. , berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit didapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional, sehingga dapat digunakan secara luas oleh pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, kami tayangkan lewat internet agar dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khususnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

iii

iv

KATA PENGANTAR
Matematika merupakan suatu alat untuk berkomunikasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan matematika kita dapat mengungkapkan gejala-gejala alam, sosial, dan teknik dengan suatu ungkapan rumusan matematika yang tidak memuat makna ganda. Bahkan dengan berbantuan matematika kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial, ekonomi, manajemen, dan teknik dengan penyelesaian yang akurat dan optimal. Fakta menunjukkan bahwa beberapa pemenang nobel untuk bidang ekonomi atau teknik berasal dari matematikawan. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai matematika dari usia sekolah dasar maupun lanjut merupakan suatu kebutuhan. Buku ini disusun dengan memperhatikan konsep berfikir matematis dan selalu mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada permasalahan ekonomi, bisnis, dan manajemen. Pada setiap konsep kecil yang dituangkan dalam suatu sub-bab selalu dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari. Juga pada setiap bab diawali dengan kalimat motivasi, pembuka dan perangsang bagi pembaca untuk mengerti dari awal, kira-kira akan dipakai seperti apa dan dimana. Belajar matematika tidak cukup hanya dengan mengerti konsep saja. Harus disertai dengan banyak latihan olah pikir serupa dengan contoh-contoh yang diberikan. Untuk itu, pada setiap akhir sub bab diberikan banyak soal-soal sebagai latihan dalam menguasai konsep dan meningkatkan ketrampilan olah pikir dan penyelesaian permasalahan. Buku Matematika SMK Bisnis dan Manajemen ini terdiri dari 11 bab. Bab awal memuat materi dasar dalam matematika, yang akan dipakai untuk materi lain yang ada pada bab sesudahnya. Setiap bab berisi tentang topik kajian matematika yang disajikan lewat orientasi/ilustrasi, teori, beberapa contoh soal mulai dari yang mudah ke soal yang sulit. Sebelum mengerjakan latihan soalsoal pada setiap subbab, didahului dengan rangkuman, dengan tujuan siswa dapat mengingat hal-hal penting dari subbab yang telah dipelajari.

v

Dengan bekal matematika untuk SMK Bisnis dan Manajemen ini, diharapkan lulusan SMK mempunyai bekal yang cukup dalam berfikir secara logis dan sistematis dengan selalu berpijak pada kaidah-kaidah keilmuan matematika dalam menghadapi problema-problema pada dunia kerja. Penulis sangat menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan sangat diharapkan oleh penulis. Suatu penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan fasilitas dalam penyusunan buku ini. Terutama kepada beliaubeliau yang dengan ikhlas mengarahkan, mengoreksi, memberikan masukan terhadap isi buku ini. Sekali lagi kami menyampaikan perhargaan yang sangat tinggi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Penulis.

Penulis

vi

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... ii Kata Pengantar ....................................................................... iii Daftar Isi .................................................................................. vii 1. 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.4 1.4.1 1.4.2 1.5 1.6 1.6.1 1.6.2 1.6.3 1.6.4 2. 2.1 2.1.1 2.1.2 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3 2.2.4 2.3 2.3.1 2.3.2 Sistem Bilangan Real ............................................... Bilangan Real Dan Operasi Pada Real .................... Bilangan Real .............................................................. Operasi Pada Bilangan Real ....................................... Perbandingan, Skala Dan Persen ............................ Perbandingan .............................................................. Skala ........................................................................... Persen ......................................................................... Operasi Pada Bilangan Berpangkat Bulat .............. Pangkat Bilangan Positif ............................................. Pangkat Bilangan Negatif Dan Nol ............................. Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat .................. Bilangan Dalam Bentuk Akar (Irrasional) ............... Operasi Aljabar Pada Bilangan Berbentuk Akar ......... Merasionalkan Penyebut ............................................ Bilangan Berpangkat Rasional ................................ Logaritma ................................................................... Pengertian Logaritma .................................................. Menghitung Logaritma ................................................ Sifat-Sifat Logaritma ................................................... Contoh Pemakaian Logaritma .................................... 1 2 2 15 24 24 28 29 32 33 36 41 50 52 54 58 66 66 68 76 78

Persamaan Dan Pertidaksamaan ............................ 85 Persamaan Linear ..................................................... 86 Persamaan Linear Satu Peubah ................................. 87 Persamaan Linear Dua Peubah .................................. 92 Persamaan Kuadrat .................................................. 98 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat ........................... 100 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat ... 114 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya ....................................................................... 121 Menerapkan Persamaan Kuadrat ............................... 127 Sistem Persamaan Linear ........................................ 138 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah ........................................................................ 140 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah ........................................................................ 147

vii

2.4 2.5 2.5.1 2.5.2 2.5.3 2.5.4 3. 3.1 3.2 3.3 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.4 3.4.1 3.4.2

Sistem Persamaan Linear Dan Kuadrat Dua Peubah ....................................................................... 153 Pertidaksamaan ........................................................ 157 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah ......................... 160 Pertidaksamaan Kuadrat ............................................ 162 Pertidaksamaan Pecah Rasional ................................ 166 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat ....................... 169 Matriks ....................................................................... 175 Matriks Dan Operasinya ........................................... 175 Invers Matriks ............................................................ 186 Determinan ................................................................ 192 Determinan Tingkat Dua ............................................. 195 Determinan Tingkat Tiga ............................................. 196 Sifat-Sifat Dasar Determinan ...................................... 197 Mencari Invers Matriks 199 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Matriks ....................................................................... 206 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Invers Matrks .............................................................. 208 Metoda Cramer ........................................................... 210

viii

Sistem Bilangan Real 1 .000. maka 1 2 modal usaha Anton pada tahun 2007 bertambah sebesar × Rp 100.000 = Rp 50. Penambahan modal usaha Anton tersebut.000. Selain itu. Besarnya kerugian suatu usaha juga dapat dinyatakan dengan menggunakan bilangan real negatif. Jika keuntungan usaha Anton pada tahun 2007 adalah Rp 100. operasi pada logaritma. ilangan real mempunyai banyak pemakaian. menerapkan operasi pada bilangan irrasional (bentuk akar).000.000.000. misal setengah keuntungan usaha Anton tahun 2007 digunakan untuk menambah modal usaha. operasi pada bilangan berpangkat. Pada bab ini akan dipelajari tentang bilangan real dan operasi yang dapat dilakukan pada bilangan Operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real tersebut meliputi: operasi pada bilangan bulat dan pecahan. juga dibahas konversi bilanganbilangan bulat dan bilangan pecahan ke atau dari bentuk persen. juga dapat dinyatakan dalam bentuk persen (%). yaitu 50% dari keuntungan pada tahun 2007.Bab 1 SISTEM BILANGAN REAL B real.

. 4. 3. dan dilambangkan dengan H. Bilangan – bilangan ini dinamakan bilangan asli. 5. bulat. dan seterusnya. seperti dituliskan berikut ini.1 Bilangan Real dan Operasi pada Real 1. pecahan campuran.. N = {1. 1. yaitu: H = {0.1. 4. 4. 3. rasional. Pada bab ini juga dibahas masalah perbandingan. dan real. } ∎ Bilangan Cacah Jika bilangan 0 dimasukkan dalam himpunan bilangan asli. Dalam sub-bab ini akan dikenalkan mengenai dasar dan istilah yang berkaitan dengan bilangan asli. 2. maka himpunan tersebut dinamakan himpunan bilangan cacah. 2. 2.pecahan desimal. .1 Bilangan Real Sistem bilangan merupakan dasar matematika.. 3. biasanya orang membilang mulai dari 1.. 5. adalah suatu himpunan yang anggotanya bilangan asli. Himpunan bilangan asli (natural) biasa dilambangkan dengan N. dan persen. } 2 Sistem Bilangan Real . sangatlah penting untuk mengenal berbagai jenis bilangan dan perbedaan di antara bilangan-bilangan tersebut. Oleh karena itu. 1. 6. ∎ Bilangan Asli Dalam keseharian. irrasional. 5.. cacah. skala.

Jadi ada kekurangan buah apel sebanyak 3 buah.-4. Bilangan 4 adalah bilangan asli dan 4 juga merupakan bilangan cacah. Untuk menyatakan kekurangan 3 buah apel ini dapat dituliskan dengan symbol -3 buah apel. Bilangan 0 merupakan bilangan cacah akan tetapi 0 bukan merupakan bilangan asli.. akan tetapi bukan sebaliknya.. CONTOH 1.1. sering dijumpai adanya kekurangan objek. Dalam perhitungan banyaknya suatu objek. Himpunan bilangan yang dinotasikan dengan lambang Z dan mempunyai anggota seperti berikut ini dinamakan himpunan bilangan bulat (integer).. } Sistem Bilangan Real 3 . . ternyata setelah dilakukan penghitungan banyaknya apel ada 97 buah. 2. 3. -2. -3.Setiap bilangan asli juga merupakan bilangan cacah. Jadi bilangan 7 dan +7 adalah sama.1    Bilangan 7 adalah bilangan asli dan 7 juga merupakan bilangan cacah. Selanjutnya didefiniskan suatu bilangan negatif –n dengan n adalah bilangan asli. 1. 4. . Misal jumlah apel dalam suatu kardus seharusnya 100 buah apel.. Z = {. 0. -1. ∎ Bilangan Bulat Bilangan asli 7 dapat juga dituliskan dengan memberikan tanda + didepannya menjadi +7. Namun demikian. tanda + tidak biasa dituliskan.

CONTOH 1.Setiap bilangan cacah juga merupakan bilangan bulat.. himpunan bilangan rasional dapat dituliskan sebagai berikut. Karena itu. yaitu: 1. 𝑄 = 𝑝 𝑞 | 𝑝. dinotasikan dengan lambang Q. 2. Himpunan bilangan asli merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan cacah.  Bilangan bulat 0 (nol).2    Bilangan 7 adalah bilangan cacah dan 7 juga merupakan bilangan bulat. -2. Bilangan -7 merupakan bilangan bulat akan tetapi -7 bukan merupakan bilangan cacah. akan tetapi bukan sebaliknya.. 3.1. Bilangan 0 adalah bilangan cacah dan 0 juga merupakan bilangan bulat. -3.. begitu juga himpunan bilangan cacah merupakan himpunan bagian dari himpunan bilangan bulat. Bilangan rasional berbentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 𝑞 dengan p disebut pembilang (numerator) dan q≠0 disebut penyebut (denominator). dan  Bilangan bulat negatif. . 𝑞 ∈ 𝑍 𝑑𝑎𝑛 𝑞 ≠ 0 4 Sistem Bilangan Real . ∎ Bilangan Rasional Himpunan bilangan rasional. yaitu: -1.. . Jadi bilangan bulat terdiri dari:  Bilangan bulat positif.

bilangan rasional dituliskan dengan .3 Berikut ini merupakan contoh-contoh bilangan rasional:  1 1 2 4 2 3 3 7 . 16 atau yang lainnya. Bilangan rasional mempunyai tak berhingga banyak bentuk representasi bilangan. . atau Sifat bilangan rasional: Nilai dari suatu bilangan rasional 𝑝 𝑞 6 8 9 . atau . adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a < b. Perhatikan bahwa setiap bilangan bulat juga merupakan bilangan rasional karena setiap bilangan bulat p dapat ditulis sebagai pembagian 𝑝 1 . Sistem Bilangan Real 5 . . Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan murni. atau .CONTOH 1.1. atau yang lainnya. Bentuk bilangan rasional seperti ini disebut pecahan tak murni. 2 21 3 5 adalah bilangan rasional yang berbentuk 𝑎 𝑏 dengan a > b. 1 2 8 3 =2 .  15 2 =7 . jika pembilang p dan penyebut q keduanya dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat selain 0. Seperti bilangan rasional 1 dapat dituliskan dengan . tidak berubah. 12 2 2 3 3 4 4 3 4 dapat atau 12 .

 1 4 = 0. nilai 7. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 adalah d1(10n)+d2(10n-1)+…+dn(100)+dn+1(10-1)+dn+2(10-2)+…dn+m(10m) dengan :    101 = 10.1.5 . 1. n+m.4 Berikut ini merupakan contoh-contoh bentuk desimal dari bilangan rasional:  1 2 = 0. Sebagai gambaran bilangan 235. …. nilai 0. nilai 0. 3.  15 2 = 7. 102 = 100. 2. 6 Sistem Bilangan Real .5 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 2. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛 +𝑚 . 10−1 = 1 10 .5 didapat dari membagi bilangan 15 dengan bilangan 2.5 .25 .∎ Bilangan Desimal Bilangan rasional 𝑝 𝑞 dapat dituliskan dalam bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .47 mempunyai nilai 2 103 + 3 102 + 5 101 + 4 10−1 + 7 10−2 CONTOH 1. 10−2 = 1 100 . …. Untuk i = 1. 10−3 = 1 1000 . 2. 103 = 1000. atau 9. dan seterusnya Sedangkan 100 didefinisikan dengan 100 = 1. dan seterusnya. Nilai dari bilangan bentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . di merupakan angka / digit desimal 0.25 didapat dari membagi bilangan 1 dengan bilangan 4.

5 . b. 0. CONTOH 1. seperti: a. 1 3 = 0. 2.252525… ini sering disingkat dengan 0.125125125125… angka 125 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. seperti bilangan 0. dapat dikatakan bahwa: 1. Bentuk 0.3333 … . 2.5 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . 23.25 . tanda … menyatakan angka perulangan 25 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak. Bilangan 0. 0. Bilangan 0. Dengan memperhatikan contoh di atas.33333… ini sering disingkat dengan 0. tanda … menyatakan angka perulangan 3 diulang terus sampai dengan tak berhingga banyak.  25 99 = 0. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal tak terbatas.1. 25.125 dan lainnya.3 Penyelesaian: a.2525 … . Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x.45 𝑝 Sistem Bilangan Real 7 . 3. Ada bilangan rasional yang dapat dinyatakan dalam bentuk desimal terbatas.3 b.3333… angka 3 dibelakang tanda koma berulang tak terbatas. Bentuk 0. a. Jadi x = 2.

Jadi x = 1. 10 x = 23. didapat hasil berikut ini. didapat hasil berikut ini. Lanjutkan dengan operasi aljabar. b.123123123… 𝑝 8 Sistem Bilangan Real . atau x= 2345 100 CONTOH 1. 0. yaitu 3. 1. Lanjutkan dengan operasi aljabar. Jadi x = 23.33333… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. atau x= 23 10 b. Lanjutkan dengan operasi aljabar. a.1. 100 x = 2345. Kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma terbatas satu angka.6 Nyatakan bilangan rasional desimal berikut ini ke dalam bentuk pembagian dua bilangan bulat 𝑞 . didapat hasil berikut ini.45 Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 100. kita ambil pengali 10 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya satu angka yang berulang.33333… Penyelesaian: a.Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 10. Kita ambil pengali 100 karena angka dibelakang tanda koma terbatas dua angka.

Lakukan pemisalan bilangan rasional yang dicari adalah x=𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 .10 x = 13. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑚 . yaitu 123. kita ambil pengali 1000 karena angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan hanya tiga angka yang berulang. didapat hasil berikut ini. 𝑑𝑛+1 𝑑𝑛+2 … 𝑑𝑛+𝑚 .33333… 10 x = 12 + x 9 x = 12 x= 12 9 b. 𝑑𝑛 +1 𝑑𝑛 +2 … 𝑑𝑛 +𝑚 menjadi bilangan rasional berbentuk .123123123… Kalikan kedua ruas dari persamaan dengan 1000. dengan r 𝑝 𝑞 Sistem Bilangan Real 9 . Jika m tak berhingga / tak terbatas. Dimisalkan bilangan rasional yang dicari adalah x. 2. 1. maka kalikan kedua ruas persamaan pada langkah 1 dengan bilangan 10𝑟 . Lanjutkan dengan operasi aljabar.123123123… 1000 x = 123 + 0.123123123… 1000 x = 123 + x 999 x = 123 x= 123 999 Langkah-langkah berikut merubah bilangan rasional berbentuk desimal 𝑑1 𝑑2 … 𝑑𝑛 . 1000 x = 123. Jadi x = 0. Jika m berhingga / terbatas.33333… 10 x = 12 + 1.

1. CONTOH 1.010010001000010000010000001… tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat.adalah banyaknya digit yang berulang pada deretan digit dn+1dn+2…dn+m.   2 ≈ 1. atau x merupakan bilangan irrasional. ditampilkan dalam bentuk desimal yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. Akan tetapi. Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 2 tidak ada yang berulang. Lakukan operasi aljabar untuk membawa x kedalam bentuk dengan p dan q≠0 bilangan bulat.414213562373095048801688724210 .414213562373095048801688724209698078569 10 Sistem Bilangan Real . 𝑞 Seperti bilangan desimal x=3. namun tidak ditunjukkan disini. Ini dapat dibuktikan secara 2 akan analitis. 3. ∎ Bilangan Irrasional Bilangan irrasional atau bilangan bukan rasional yaitu bilanganbilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai pembagian bilangan bulat. Oleh karena itu bilangan x tersebut bukan bilangan rasional. 2 ≈ 1.7 Bilangan 2 adalah bilangan irrasional. 𝑝 𝑞 Bilangan desimal yang mempunyai angka dibelakang tanda koma tak terbatas dan tak berulang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan bulat 𝑝 . nilai desimal 2 yang dipotong sampai dengan 30 angka dibelakang tanda koma.

1. tidak ada sederetan angka yang berulang.141592653589793238462643383280 .8 Amatilah bahwa angka-angka dibelakang tanda koma pada bilangan 𝜋 yang diambil dengan menggunakan perangkat lunak Maple. yang disebut titik awal. ∎ Bilangan Real Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional membentuk suatu himpunan bilangan yang disebut himpunan bilangan real dan dinotasikan dengan R.14159265358979323846264338327950288419716 93993751058209749445923078164062 8620900. Dari titik acuan 0. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 20 angka dibelakang tanda koma. Bilangan real dapat dikaitkan dengan titik pada sebuah garis. Simbul ≈ adalah simbul “hampir sama CONTOH 1.67187537694807317667973799073247846210704 . garis arah ke kanan sebagai arah positif dan titik pada garis arah positif ini menyatakan sebuah bilangan real positif. Garis ini mempunyai arah ke kanan dan ke kiri. nilai desimal dengan”. nilai desimal 𝜋 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma.   𝜋 = 3. 2 yang dipotong sampai dengan 80 angka dibelakang tanda koma. Dipilih sebuah titik acuan 0 pada garis tersebut. Titik acuan awal ini yang berkaitan dengan bilangan real 0. Dari titik acuan 0 ke arah kiri sebagai arah Sistem Bilangan Real 11 . 𝜋 = 3.

setiap bilangan real positif x Dengan sembarang satuan pengukuran.1. CONTOH 1.9 Perhatikan Gambar 1.1. dan setiap bilangan real negatif –x dinyatakan dengan titik yang berjarak x satuan ke arah kiri dari titik awal. Garis Bilangan Real 1 Dengan sembarang satuan pengukuran.1.1. Lihat Gambar 1.1. setiap bilangan real positif x dinyatakan dengan suatu titik yang berjarak x satuan ke arah kanan dari titik awal. 2 -3 -2 -1 0 1 2 π 3 4 Gambar 1. 2. kurva geometrik dengan rumus aljabar.1 dibawah ini. Tempat dari 3 2 2 dan π merupakan hampiran yang diperoleh dari hampiran desimalnya yaitu 2 ≈ 1.negatif dan titik pada garis arah negatif ini menyatakan sebuah bilangan real negatif.2. Dalam geometri analitik. 12 Sistem Bilangan Real . yang merupakan kreasi baru dan disebut geometri analitik.1.14. Dalam lampiran tersebut Ren´e Descartes menghubungkan aljabar dengan geometri. pada garis bilangan real diberi tanda tempat titik-titik dengan koordinat − . suatu cara untuk menjelaskan rumus aljabar dengan kurva geometrik dan sebaliknya.2 Posisi beberapa bilangan real pada garis bilangan 1 Pada tahun 1637 Ren´e Descartes1 menerbitkan suatu karya filsafat yang berjudul Discourse on the Method of Rightly Conducting the Reason. dan 𝜋. bilangan real dinyatakan dengan titik pada sebuah garis.41 dan 𝜋 ≈ 3. Gambar 1.

Oleh karena itu. Bilangan real 2 lebih besar dari bilangan real 7 .5.4. ∎ Bilangan Kompleks Kuadrat suatu bilangan real selalu tak negatif. bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat berkorespondensi satu-satu. Definisi ini selanjutnya mengarah pada perkembangan bilangan kompleks. yang dinotasikan dengan 𝑖 dan didefinisikan sebagai 𝑖 2 = −1.42 > 7 5 =1. Bilangan real 2 lebih kecil dari bilangan real . Karena 2 ≈ 1. Setiap bilangan real akan dikawankan dengan satu titik tunggal dan setiap titik akan dikawankan dengan satu bilangan real. Bilangan – bilangan kompleks ini. Oleh karena itu persamaan 𝑥 2 = −1 tidak mempunyai penyelesaian dalam bentuk bilangan real. 𝑏 ∈ 𝑅 Sistem Bilangan Real 13 . Bilangan real dapat diurut berdasarkan nilai desimalnya. Pada abad XVIII para matematikawan memperbaiki permasalahan tersebut dengan memperkenalkan bilangan baru. yaitu bilangan-bilangan yang berbentuk a + bi dengan a dan b bilangan real.Berdasarkan cara di atas. jika dihimpun membentuk sebuah himpunan bilangan kompleks yang biasa dinotasikan dengan C dan dinyatakan sebagai: 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑖 | 𝑎. bilangan-bilangan real dan titik-titik pada garis koordinat adalah berhubungan. 5 Karena 3 2 2 ≈ 1.142 < 3 2 = 1.

himpunan bilangan real adalah himpunan bagian dari bilangan kompleks. 10i = 0 + 10i dengan a = 0 dan b = 10. sebagai berikut.1.1.3 Diagram Himpunan Bilangan 14 Sistem Bilangan Real . d. 1-2i = 1 − −1 dengan a = 1 dan b = -2. dengan 𝑏 ∈ 𝑅 Susunan bilangan-bilangan dapat diringkas dalam gambar berikut ini Gambar 1. c. Bilangan kompleks yang bukan bilangan real disebut bilangan imajiner. b. Jadi bilangan imajiner berbentuk bi. Perhatikan bahwa setiap bilangan real a juga merupakan bilangan kompleks karena dapat ditulis sebagai a = a + 0i.CONTOH 1.10 Beberapa contoh bilangan kompleks. Jadi. 2+i = 2 + −1 dengan a = 2 dan b = 1. e. a. -5 =-5 + 0i dengan a = -5 dan b = 0. -5+10i = −5 + 10 −1 dengan a = -5 dan b = 10.

1. Untuk selanjutnya.Pada buku ini. langkahkan ke kanan sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. bulat. Untuk b > 0.2 Operasi pada Bilangan Real Sebelum ini. pengurangan. Operasi Penjumlahan (+) Jika a. dan tidak akan dibahas lebih mendalam. Untuk b=0. Sistem Bilangan Real 15 . Pada sub bab ini akan diperkenalkan operator dan sifat-sifat operasi dasar pada bilangan real.b R maka hasil penjumlahan antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a + b. Cara mendapatkan hasil penjumlahan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. irrasional. dan kompleks. 1. real. perkalian. cacah. rasional. bilangan yang akan dibahas adalah bilangan real. bilangan kompleks hanya ditampilkan sebagai perkenalan. b merupakan bilangan real atau a. Untuk b < 0. Beberapa operator yang dapat dikenakan pada bilangan real adalah penjumlahan. yaitu bilangan asli. Langkah – langkah di atas. kita telah dikenalkan dengan jenis bilangan.1. langkahkan ke kiri sejauh bilangan -b. a+b=a.dan pembagian. untuk b positif dapat digambarkan sebagai berikut.

Penyelesaian: 16 Sistem Bilangan Real .b a c Gambar 1.11 Tentukan hasil 5 + 3 dan 3 + 5 + 2 dengan menggambarkan secara geometris. dan c.4 Representasi geometris dari c = a + b Sifat operasi penjumlahan Untuk bilangan real a. CONTOH 1. berlaku sifat-sifat operasi penjumlahan sebagai berikut. i. bilangan -a dikatakan invers penjumlahan dari a. v.1. Sifat komutatif a+b=b+a iii. Adanya elemen invers a + (-a) = 0 . ii. Sifat tertutup Penjumlahan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.1. Adanya elemen identitas/netral a+0=0+a =a Bilangan 0 dinamakan elemen identitas untuk penjumlahan. Sifat asosiatif (a + b) + c = a + (b + c) iv. b.

Hasil dari a + a + a = (a + a)+a = 2a + a = 3a Sistem Bilangan Real 17 . komutatif dan assosiatif terlihat pada contoh ini.1. Dengan a > 0. Penyelesaian: a 0 a a 2a 3a Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari a + a adalah 2a. Hasil dari 3 + 5 + 2 = (3+5)+2 = 8 + 2 = 10 Lakukan sendiri untuk menjumlahkan 3 + 5 dan 5 + (3 + 2).5 3 3 4 5 6 7 8 2 9 10 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 + 3 adalah 8. CONTOH 1. Perhatikan bahwa sifat-sifat tertutup.12 Tentukan hasil a + a dan a + a + a dengan menggambarkan secara geometris.

a-b=a. langkahkan ke kanan sejauh bilangan -b. maka a . b c a Gambar 1.2. Untuk b > 0. langkahkan ke kiri sejauh (sebanyak) bilangan kedua b. Sifat tidak komutatif Jika a ≠ b. berlaku sifat-sifat operasi pengurangan sebagai berikut.a 18 Sistem Bilangan Real .b ≠ b . Untuk b < 0. Langkah – langkah di atas (untuk nilai b > 0) dapat digambarkan sebagai berikut.5 Representasi geometris dari c = a – b = a + (-b) Sifat operasi pengurangan Untuk bilangan real a. dan c. Sifat tertutup Pengurangan dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga. Operasi Pengurangan (-) Jika a.1.b R maka hasil pengurangan / selisih antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a – b = a + (-b). Untuk b=0. ii. i. Cara mendapatkan hasil pengurangan secara geometris   Letakkan bilangan pertama a pada garis bilangan. b.

2). Operasi Perkalian (× atau ·) Jika a.c) CONTOH 1. i. Sifat tidak asosiatif Jika c≠ 0.3 adalah 2.13 Tentukan hasil 5 .(3 .2 = (5-3)-2 = 2 + 2 = 0 Lakukan sendiri untuk menghitung 3 . Jika a merupakan bilangan bulat maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 + 𝑏 + ⋯ + 𝑏 Banyaknya suku b adalah a suku Sistem Bilangan Real 19 . maka (a .c ≠ a .1.(b . 3.b) .3 dan 5 . Cara mendapatkan hasil perkalian a dan b. Hasil dari 5 .2 dengan menggambarkan secara geom etris.iii.3 . Penyelesaian: 2 -1 0 1 2 3 3 4 5 6 7 Berdasarkan gambar di atas:   Hasil dari 5 .3 .5 dan 5 .b R maka hasil perkalian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a × b = a·b = ab .

1 dengan menggunakan definisi di atas. b.ii.1. Penyelesaian: 5 × 3.1 = 3. maka 𝑎 × 𝑏 = 𝑝 𝑟 𝑝 ∙ 𝑟 × = 𝑞 𝑠 𝑞 ∙ 𝑠 Sifat operasi perkalian Untuk bilangan real a. Adanya elemen invers 𝑎 × = × 𝑎 = 1.1 = 15. i. bilangan dikatakan invers perkalian dari a. Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional. Sifat komutatif ab=ba iii. berlaku sifat-sifat operasi perkalian sebagai berikut.5 20 Sistem Bilangan Real .1 + 3. Sifat asosiatif (a b)c = a (b c) iv.1 + 3. v.1 + 3.1 + 3. Sifat tertutup Perkalian dua buah bilangan real menghasilkan bilangan real juga.14 Tentukan hasil 5 × 3. 1 𝑎 1 𝑎 1 𝑎 CONTOH 1. ii. Adanya elemen identitas/netral a×1=1×a =a bilangan 1 dinamakan elemen identitas untuk perkalian. dan c.

b.CONTOH 1.3 dengan menggunakan definisi di atas.5 × 2. dan c.15 Tentukan hasil 1.45 4. Karena itu.b R dan b≠0 maka hasil pembagian antara a dan b adalah bilangan real c dan ditulis c = a/ b = 𝑎 𝑏 Cara mendapatkan hasil pembagian a dan b. berlaku sifat-sifat operasi pembagian sebagai berikut. 𝑏 = . Jika 𝑎 = 𝑝 𝑞 dan 𝑏 = 𝑟 𝑠 keduanya rasional maka ab  p r p s /   q s q r 𝑝 𝑞 𝑟 𝑠 dengan 𝑎 = . 𝑟. 𝑞.5 × 2. 𝑠 adalah bilangan bulat Sifat operasi pembagian Untuk bilangan real a.1. 1. Penyelesaian: 1. dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional. dan 𝑝.3 = × 3 2 23 10 = 69 20 = 3. Sistem Bilangan Real 21 .5 dan 2.3 merupakan bilangan rasional. Operasi Pembagian (/ atau ) Jika a.

dan c≠1 maka (a/b)/c ≠ a/(b/c) CONTOH 1. 𝑝 𝑞 22 Sistem Bilangan Real . = 3 2 × 10 23 = 30 46  RANGKUMAN    Bilangan real terdiri dari bilangan rasional dan irrasional. dan q≠0 adalah bilangan bulat.5 dan 2.3 merupakan bilangan rasional.3 = / 3 2 23 10 1.5 2. Bentuk pecahan desimal dari bilangan rasional adalah berulang. dan a≠b maka a/b ≠ b/a iii. dengan p.i. Karena itu dapat kita gunakan rumusan pada perkalian untuk dua bilangan rasional.  Operasi yang bekerja pada bilangan real adalah operasi penjumlahan. perkalian. a≠b. Sifat tertutup Pembagian dua buah bilangan real dengan penyebut tidak nol menghasilkan bilangan real.16 Tentukan hasil Penyelesaian: 1. Bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. dan pembagian.b≠0. Bilangan rasional dapat dinyatakan bentuk .5 × 2. pengurangan. b. 1. Sifat tidak asosiatif Jika a. ii. c tidak nol.1.3 dengan menggunakan definisi di atas. Sifat tidak komutatif Jika a≠0.

+ 4. Nyatakan bilangan rasional berikut ini dalam bentuk pecahan desimal.7 c. − 5. × c.: a. − c. -5 + 9 2. tentukan nilai ekpresi berikut ini. × 6. Dengan menggunakan definisi operator pengurangan pada bilangan real. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 − b.25 3.: a. -2 × 3 c. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 3 : 6 4 ∶ b. Hitung dan sketsakan pada garis bilangan : a. a. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 7. c.: a. 3 + 6 b. 1 5 4 7 −2 6 b. ∶ c. 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 + b. tentukan nilai ekpresi berikut ini. + c. Sistem Bilangan Real 23 . 4 × 3. tentukan nilai ekpresi berikut ini. 3 × 4 b. 0 . 1 5 3 5 4 7 3 7 −1 6 3 4 × b. Dengan menggunakan definisi operator penjumlahan pada bilangan real.SOAL LATIHAN 1-1 1.: a.

mewakili beberapa km pada panjang jalan aslinya. biasanya dituliskan perbandingan ukuran panjang dipeta dan panjang aslinya. dan persen yang sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari. maka kita bisa membandingkan ukuran kedua objek tersebut. Ukuran panjang jalan 1 cm dalam sebuah peta. panjangnya. Pada subbab ini.1 Perbandingn Jika kita mengamati dua buah objek. 0. -15. skala. 1.2 Perbandingan Skala dan Persen Kita sering melihat kondisi suatu wilayah atau daerah melalui peta daerah tersebut. perhatikan beberapa ilustrasi berikut: 24 Sistem Bilangan Real .7777 … c.8. kita akan belajar tentang perbandingan.263 1. Agar lebih mudah dipahami. Untuk membandingkan dua ukuran dapat dinyatakan dengan hasil bagi dari kedua ukuran tersebut. 0. Satu Negara dapat kita gambarkan keadaan geografinya dalam sebuah peta kecil dalam selembar kertas. misalnya membandingkan tingginya. Dengan demikian perbandingan dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan sederhana. a.75 b. Nyatakan bilangan rasional bentuk pecahan desimal berikut ini dalam bentuk pembagian bilangan bulat. Perbandingan ini dituliskan dalam skala peta. Pada peta tersebut.2. beratnya dan sebagainya.

Dede mempunyai 10 buah buku. atau 𝐴 𝑦 𝐵 𝐵 𝑥 𝐴 ∎ Perbandingan Senilai Untuk memahami maksud perbandingan senilai. Jika membeli sebuah buku. Sistem Bilangan Real 25 . orang tersebut harus membayar sebanyak n x rupiah. Perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Kantor Pos dari rumah Chacha adalah 400 : 2000 atau 1 : 5. Jarak rumah Chacha ke Sekolah 400 m sedangkan jarak ke Kantor Pos 2 km. 3. Perbandingan banyaknya buku Dede dan banyaknya buku Zaza adalah 10 : 5 atau 2 : 1. maka untuk membeli n buah buku. atau 𝐴 . Berat badan Kiki 45 kg dan berat badan Boy 72 kg. sedangkan Zaza mempunyai 5 buah. 2. seseorang harus membayar x rupiah.1. Jika perbandingan dua besaran / ukuran sejenis A dan B adalah A : B = x : y atau 𝐴 𝐵 = 𝑥 𝑦 maka pernyataan perbandingan tersebut dapat diartikan sebagai berikut:     𝐴 = B= 𝑥 = 𝑦 = 𝑥 𝑦 𝑦 𝑥 𝐵 . Perbandingan berat badan Kiki dan Boy adalah 45 : 72 atau 5 : 8. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. atau .

maka waktu yang diperlukan sebanyak 50 hari. maka waktu yang diperlukan adalah 38. Jika dikerjakan oleh dua orang. Jika dikerjakan oleh empat orang. Dari gambaran diatas. ∎ Perbandingan Berbalik Nilai Untuk memahami maksud perbandingan berbalik nilai. maka bahan premium yang diperlukan adalah 6 liter. Begitu juga. Begitu juga. Jika dikerjakan oleh lima orang. makin jauh yang harus ditempuh makin banyak premium yang dibutuhkan. maka waktu yang diperlukan sebanyak 25 hari. Untuk menempuh jarak 50 km diperlukan bahan bakar sebanyak 1 liter premium. dengan menambah kecepatan rata-rata yang diperlukan. Suatu pabrik memproduksi sepatu dengan target sebanyak 100 pasang.57 menit. jika kecepatan rata-rata 70 km/jam. makin banyak buku yang akan dibeli. Begitu juga. Untuk menempuh jarak 45 km diperlukan waktu selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. maka waktu yang diperlukan sebanyak 20 hari. jika jarak yang harus ditempuh adalah 300 km. Jika kecepatan rata-rata 80 km/jam. Dari contoh di atas. maka waktu yang dibutuhkan 100 hari.2. maka waktu yang dibutuhkan sebanyak 33. perhatikan ilustrasi dibawah ini: 1. waktu yang dibutuhkan makin sedikit.75 menit. Jika dikerjakan oleh seorang saja. 26 Sistem Bilangan Real . 2. makin banyak pula uang yang harus dikeluarkan. bahwa makin banyak pegawai yang ikut mengerjakan makin sedikit hari yang dibutuhkan.

2 Seseorang mengatakan bahwa harga bahan bakar minyak premium pada awal tahun 2007 ini mencapai lima kali lipat dari harga premium tujuh tahun yang lalu.1 Lapangan sepak bola mempunyai ukuran panjang 110 m dan lebar 60 m lebar. Atau 𝑥 ∶ 𝑦 = 5 ∶ 1 yang berarti 𝑦 = 1 5 𝑥 = 1 5 × 𝑅𝑝 5. Penyelesaian: Panjang : Lebar = 110 m : 60 m = 110 : 60 = 11 : 6 CONTOH 1.000 = 𝑅𝑝 1. Perbandingan antara x dan y adalah 5 : 1. maka berapakah harga premium pada awal 2000?. Sistem Bilangan Real 27 . Jika pada awal tahun 2007 harga premium adalah Rp 5000.2. Carilah perbandingan antaran panjang dan lebar dari lapangan sepak bola.000. Penyelesaian: Misal harga premium awal tahun 2007 adalah x dan harga premium awal tahun 2000 adalah y.000 Jadi harga premium di awal 2000 adalah Rp 1.CONTOH 1.2.

dan gunung pada suatu wilayah tertentu.000. Misalnya gedung. blue print) dibandingkan dengan ukuran sebenarnya.000 = 20. Karena itu perlu penskalaan atau perbandingan yang dapat mewakili tempat-tempat tersebut.000 𝑐𝑚 = 200 𝑘𝑚. sungai.000. Untuk melukiskan keseluruhan area dalam tempat tertentu pasti tidak memungkinkan.2. skala antara gedung sebenarnya dengan miniaturnya adalah 1:100. maka jarak pada gedung aslinya adalah 1cm × 100 = 100cm = 1m. tentukan jarak sebenarnya? Penyelesaian: Diketahui skala = 1 : 2. Jika pada miniatur berjarak 1 cm.000 Jarak sebenarnya = 10 𝑐𝑚 1/2.000. kota.3 Suatu peta pulau Jawa mempunyai skala 1 : 2.000. 28 Sistem Bilangan Real . Gambaran yang dibuat sebanding dengan aslinya tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dinamakan penskalaan.1.000. Atau 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑚𝑏𝑎𝑟 ∶ 𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑜𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎 CONTOH 1. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature.2 Skala Dalam pelajaran Geografi sering diminta untuk menentukan letak suatu pulau. Pada peta tersebut jarak antara Jakarta Pusat ke Bandung terukur 10 cm.2.

025 × 100% = 2. 7 10 = 7 10 × 100% = 70 % atau 7 10 × 10 10 = 70 100 = 70% Sistem Bilangan Real 29 .4 Nyatakan pecahan berikut ini menjadi bentuk persen. ditulis dengan %.3 Persen Istilah persen sering kita jumpai dalam keseharian. bilangan 0. bilangan 800% dapat ditulis dalam bentuk desimal menjadi 800% = 800 100 = 8.2. Perbandingan antara 15 dengan 100 atau ditulis dalam bentuk pecahan adalah 15 100 = 0. Sebaliknya.025 dapat ditulis dalam bentuk persen 0. yaitu dengan cara mengalikan bilangan tersebut dengan 100 dan diikuti dengan tanda %. Apa itu maksud dari persen? Akan dibahas dalam subbab ini. Potongan harga barang – barang yang dijual oleh suatu toko. yaitu dengan cara membagi bilangan persen dengan 100. biasanya dinyatakan dalam persen (%). 30 70 Penyelesaian: a.1.2. setiap bilangan persen dapat dinyatakan dalam bentuk real desimal. 7 10 b. CONTOH 1.15 = 15%. 17 25 c. Kenaikan harga juga dapat dinyatakan dalam persen. Setiap bilangan real dalam bentuk desimal dapat dinyatakan dalam persen. a.025=0.5%. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Sebagai contoh. Dengan kata lain pecahan dengan penyebut 100. Sebagai contoh.

75.500/liter 30 Sistem Bilangan Real .000 per liter. 4 % = % = 9/2 100 = = 0. 50% = 50 100 b.5 Nyatakan bilangan persen berikut ini menjadi bentuk desimal atau pecahan.000 = Rp 5.045 CONTOH 1. 75. a.3 /liter = Rp 6.5% c.000 × 1 + 0.2.5% = 1 2 9 2 75.5 = 755 1000 1 2 b.5 100 = 0. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga premium sebesar 30% yang diberlakukan bulan depan.2. Berapakah harga premium bulan depan? Penyelesaian: Harga premium bulan depan = harga premium saat ini + 30% dari harga premium saat ini. 4 % 1 2 = = 0.000 /liter + 30 100 × Rp 5.857 100 = 42. 17 25 30 70 × 100% = 17 × 4% = 68% atau × 100/70 100/70 17 25 × = 4 4 68 100 = 68 % = 300/7 100 = 42.b.857 % CONTOH 1. 50% Penyelesaian: a. c. = Rp 5.6 Misal harga premium saat ini adalah Rp 5.75 9 200 c.

Kiki membeli 2 buah apel dan Dede membeli 8 buah apel. Berapa pekerjakah yang diperlukan bila pembangunan jembatan ingin dipercepat selesai menjadi 12 hari? Sistem Bilangan Real 31 . Berapakah perbandingan berat badan Eko dan Seno ? 3. RANGKUMAN    Perbandingan antara dua objek dapat dinyatakan dalam bentuk pembagian bilangan. Berapakah perbandingan jarak ke Sekolah dan jarak ke Warnet dari rumah Dede ? 4. Skala biasanya digunakan untuk perbandingan ukuran pada peta (miniature. Berapakah perbandingan banyaknya buku Wawan dan banyaknya buku Wati? 2. Wawan mempunyai buku sebanyak 9 buah. SOAL LATIHAN 1-2 1.000. Perbandingan suatu bilangan dengan bilangan 100 disebut dengan persen (%). Seorang pemborong dapat menyelesaikan pembangunan jembatan selama 64 hari dengan pekerja 48 orang. Berat badan Eko 65 kg dan berat badan Seno 73 kg. Jika harga seluruhnya Rp 12. blue print) dengan ukuran sebenarnya. sedangkan Wati mempunyai 6 buah. maka berapakah banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh Kiki dan Dede? 5. Jarak rumah Dede ke Sekolah adalah 400 m dan jarak rumah Dede ke Warnet adalah 2 km.

Pabrik A seluas 1. Tentukan luas tanah yang dimiliki oleh perusahaan tersbut. 10.6. tinggi gedung tersebut adalah 2 cm dan tinggi pintunya adalah 1cm. sedangkan pabrik B seluas 2. Untuk keperluan diversifikasi usaha. 9. semua sifat-sifat operasi aljabar dari bilangan berpangkat dan penerapannya. Jika Zaza naik sepeda motor Z dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Setelah dijual.3 O perasi pada Bilangan Berpangkat Bulat Pada bagian ini dibahas mengenai pengertian bilangan berpangkat dan sifat-sifatnya. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? 7. Tika membeli apel 10 kg seharga Rp 50. Jika lebar lahan tersebut 8 m kurang dari panjangnya. Bilangan berpangkat yaitu suatu bilangan yang dipangkatkan dengan bilangan lain. Sebuah perusahaan mempunyai dua lokasi pabrik. Pangkat dari suatu bilangan dapat berupa bilangan bulat atau pecahan.500 m2. Tentukan harga jual apel per kg? 8. Jarak kota A ke kota B adalah 100 km. maka tentukan tinggi gedung yang sebenarnya? 1. 32 Sistem Bilangan Real . Diuraikan pula. Tika mendapatkan laba 25%.000 m2. perusahaan tersebut menambah pabrik C seluas jumlahan dari luas pabrik A dan B.000. Pada gambar blue print dari sebuah gedung. maka berapa waktu yang diperlukan oleh Zaza sampai tujuan? Jika Zaza naik sepeda motor Y dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. maka tentukan luas lahan tersebut?. Jika tinggi pintu yang sebenarnya adalah 2 m. Sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan keliling 100 m.

3.1 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat. CONTOH 1. bilangan an (dibaca: a pangkat n) mempunyai arti: a × a × a … × a (sebanyak n faktor yang sama) Bilangan a disebut basis dan bilangan n disebut pangkat atau eksponen. artinya adalah bilangan -3 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 2 kali.9 4.1. artinya adalah bilangan 2 dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. DEFINISI 1.(3 × 3) = . 2. 1. 3.3.000. misalnya 2.3.000 dapat ditulis sebagai 2 × 106. 23 = 2 × 2 × 2 = 8 Bilangan 2 dipangkatkan 3. (-3)2 = (-3) × (-3) = 9 Bilangan -3 dipangkatkan 2. -32 = . ( )5 = 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2×2×2×2×2 1 1 32 × × × × = = 25 = Sistem Bilangan Real 33 .1 : Untuk bilangan bulat positif n dan sembarang bilangan real a.1 Pangkat Bilangan Positif Biasanya penulisan bilangan yang cukup besar akan menjadi sederhana apabila ditulis dalam bentuk perpangkatan.

24-3 = 24 23 = 16 8 =2 e. ii. CONTOH 1. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 .2 : Berikut ini adalah beberapa contoh bilangan berpangkat.3. (24)3 = 24×3 = 212 = 2048 2 3 24 34 16 81 g. (-3×4)5 = (-3)5 × 45 = (-243) × 1024 = -248. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = .832 h. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0.■ Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i. 24+3 = 24 × 23 = 16 × 8 = 128 b. maka berlaku: a. Jika n bilangan bulat positif dan a. ( )4 = = 34 Sistem Bilangan Real . b. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. maka iii. (-3)5-2 = (-3)5 : (-3)2 = (-243) : 9 = -27 f. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang. (-3)5+2 = (-3)5 × (-3)2 = (-243) × 9 = -2087 c. a. ( )3+2 = ( )3 × ( )2 = ( ) × = 3 3 3 27 9 2 2 2 8 4 32 261 d. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. untuk b≠0. b bilangan real sembarang. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 .

CONTOH 1. (a2-3b3) × (a2-b3) d. a. (a +b ) × (a +b ) = a2(a2+b2) + b2(a2+b2) = a4+a2b2 + {b2a2+b4} = a4+a2b2 + a2b2+b4 = a + 2a b + b c. (a2-b2) × (a2+b2) b.a b +b = a .3 : Hitunglah ekspresi berikut ini dan tuliskan hasilnya tanpa menggunakan tanda kurung.3.b3(a2-b3) = a4-a2b3 . (a2-b2) × (a2+b2) = a2(a2+b2) – b2(a2+b2) = a4+a2b2 – {b2a2+b4} = a4+a2b2 – a2b2–b4} = a -b 2 2 2 2 4 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) b.3b3(a2-b3) = a4-a2b3 .{b3a2-b6} = a -a b .3a2b3+3b6 = a .2a b + b 4 2 3 6 4 2 3 2 3 4 2 3 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) Sistem Bilangan Real 35 . (a -b ) 2 3 2 = (a -b ) × (a2-b3) = a2(a2-b3) .4a b + 3b 4 2 3 6 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) d.{3b3a2-3b6} = a4-a2b3 . (a -3b )×(a -b ) 2 3 2 3 4 2 2 4 (Sifat distributif) (Sifat distributif) (Sifat komutatif) = a2(a2-b3) . (a2-b3)2 Penyelesaian: a. (a2+b2) × (a2+b2) c.

Gagasan-gagasan yang muncul dari sifat-sifat perpangkatan dengan pangkat bilangan bulat positif dapat digunakan untuk mengungkapkan arti pangkat bilangan negatif ataupun pangkat nol. Bagaimana suatu bilangan berpangkat bilangan negatif atau berpangkat nol. agar kesamaan a0 × am = am dipenuhi. ( +7)0 = 1 d. Perhatikan definisi berikut ini. yaitu agar am ≠ 0 cukup dipilih a ≠ 0. perhatikan sifat perpangkatan a0 × am = a0+m = am Jika am ≠ 0 maka haruslah a0 = 1. DEFINISI 1.2 : Untuk bilangan real a≠0.4 : a.2 Pangkat Bilangan Negatif dan Nol Pada subbab sebelumnya. ■ Bilangan Berpangkat Nol Untuk memahami arti bilangan a0. a0 sebagai: a0 = 1 (dibaca: a pangkat 0) didefinisikan CONTOH 1. (-3)0 = 1 −2 c. Selanjutnya dengan tambahan syarat untuk bilangan a. telah dibahas mengenai perpangkatan dengan bilangan bulat positif.1. 20 = 1 b. (a + b)0 = 1.3. apabila a + b ≠ 0 5 36 Sistem Bilangan Real . yang artinya perkalian atas basis bilangan (sebagai faktor) sebanyak pangkat yang diketahui. seperti 10-2 atau 70 ?.3.3.

baik itu berpangkat bulat positif. 2−5 = 5 7 1 25 = 32 1 (−5/7)2 1 (−2𝑥)4 1 b. maupun berpangkat 0.■ Bilangan Berpangkat Negatif Bagaimana kita mendefinisikan bilangan pangkat negatif ?.3 : Untuk bilangan bulat n dan bilangan real a≠0. (− )−2 = c.3. bulat negatif.5 : a. DEFINISI 1. Sistem Bilangan Real 37 . sebagai: a-n = 1 𝑎 𝑛 a-n didefinisikan CONTOH 1.3. Mari kita lihat kembali sifat perpangkatan 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 Jika a ≠ 0 dan m = 0 maka didapat 𝑎 0 𝑎 𝑛 = 𝑎 𝑛 = 𝑎0−𝑛 = 𝑎−𝑛 1 Oleh karena itu dibuat definisi bilangan berpangkat negatif berikut ini. (−2𝑥)−4 = = (−5/7)(−5/7) = 25/49 = 25 1 (−2)4 𝑥 4 1 1 49 = = 1 16𝑥 4 Sekarang kita telah mengenal bilangan berpangkat bilangan bulat.

3. maka iii. Jika m dan n bilangan bulat dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛 𝑎 𝑎 𝑛 𝑏 𝑛 (𝑏 )𝑛 = CONTOH 1.Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Positif i.6 : Sederhanakanlah: a. maka 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 . 3−2 +3−2 2−5 −3−2 Penyelesaian: a. b. 𝑎 𝑚 𝑎 𝑛 = 𝑎𝑚 −𝑛 . b bilangan real sembarang dengan a≠0 dan dengan b≠0. Jika n bilangan bulat positif dan a. maka (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 iv. maka berlaku: a. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. ii. Jika m dan n bilangan bulat positif dan a bilangan real sembarang dengan a≠0. (4−3 × 2−5 )−1 5−2 × 25−1 −2 = = ((22 )−3 × 2−5 )−1 (5−2 × (52 )−1 )−2 = (2−6 × 2−5 )−1 5−2 × 5−2 = (2−11 )−1 5−4 = 211 × 58 −2 −2 38 Sistem Bilangan Real . (4−3 × 2−5 )−1 (5−2 × 25−1 )−2 b.

Penyelesaian: 𝑥 + 𝑦 −1 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 = −2 = = 𝑥 −2 − 𝑦 −1 (𝑥 − 𝑦 −1 ) × 𝑥 2 𝑦 𝑥 0 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 = = 𝑥 + 𝑦 −1 × 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 × 𝑥 2 𝑦 = 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 × 𝑥 + 𝑦 𝑦𝑥 + 𝑦 2 − 𝑥 3 𝑦 − 𝑥 2 𝑦 2 𝑥 2 𝑦 𝑥 2 = 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 𝑥 + 𝑦 − 𝑥 3 − 𝑥 2 𝑦 Sistem Bilangan Real 39 .3. 3−2 +3−2 2−5 −3−2 = 2 × 3−2 × 25 × 32 26 × 30 26 = 0 = 2 (2−5 − 3−2 ) × 25 × 32 2 × 32 − 25 30 3 − 25 64 64 = = −4 9 − 25 −16 = CONTOH 1.7 : Tuliskan bentuk (𝑥 + 𝑦)−1 𝑥 −2 − 𝑦 −1 ke dalam bentuk pangkat bilangan bulat positif.b.

Pergeseran (melompat) n angka/digit ke kiri berarti memunculkan perkalian dengan 10𝑛 .000.000. yaitu: i.6 × 10−7 .75 × 1011 . ii. Jarak bumi ke matahari sekitar 150. CONTOH 1.8 : Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. Jarak bumi ke matahari kira-kira 1.00002345 Penyelesaian: a. Sebagai contoh. 40 Sistem Bilangan Real .5 × 108 km.000 ditulis sebagai 3. bilangan 375. Pergeseran (melompat) n angka ke kanan berarti memunculkan perkalian dengan 10−𝑛 . b.3. a. bilangan 0.000.000 km.■ Notasi Ilmiah dari Bilangan Notasi ilmiah dari bilangan digunakan untuk menuliskan bilangan yang sangat besar ataupun bilangan yang sangat kecil. -0. Bentuk baku notasi ilmiah suatu bilangan adalah penulisan dalam bentuk 𝑎 × 10𝑛 dengan -10 < a < 10 dan n bilangan bulat Perlu diperhatikan pengertian perpindahan letak tanda koma (desimal).00000016 ditulis sebagai −1.

Biaya pembersihan Rp. memuat pangkat 2 atau kuadrat.3 Penerapan Operasi Bilangan Berpangkat Sebelum ini. Dalam hal ini diperlukan 8 kali lompatan. operasi bilangan berpangkat. dan sifat-sifatnya. kita akan memakai operasi bilangan berpangkat ini pada beberapa permasalahan matematika. Pertama kita awali dengan contoh yang sederhana. Jika diameter gedung adalah 200 m.345 × 10−5 .3. sehingga diperoleh 2. 1. b. CONTOH 1. dan kehidupan sehari-hari.00002345 apabila ditulis dalam notasi ilmiah diperlukan menggeser tanda koma hingga setelah angka tak nol pertama. 50. maka berapa perkiraan biaya pembersihan permukaan gedung tersebut ? Sistem Bilangan Real 41 . Pada subbab ini.000 per m2. Beberapa penerapan disajikan dalam bentuk contoh. permasalahan yang terkait dengan bisnis. kita telah mengenal bilangan berpangkat.9 Seorang pemborong pelayanan kebersihan gedung akan melakukan pekerjaan pembersihan gedung yang bentuknya hampir menyerupai setengah bola. Bilangan -0.Didapat dengan cara menggeser tanda koma ke kiri sampai setelah angka pertama. Jadi diperlukan pergeseran ke kanan sebanyak 5 lompatan.3.

Karena itu. Hasil dari penguraian bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 mempunyai suatu keteraturan koefisien dari setiap suku yang dinamakan Segitiga Pascal. Sekarang kita coba uraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 untuk k = 0. dan π didekati dengan 3. 4. sehingga perkiraan biaya pembersihan keseluruhan gedung adalah 𝑅𝑝 50.140.14.14 × 1002 = 62.800 𝑚2 Biaya pembersihan per m2 adalah Rp 50.000 × 62. 5 seperti berikut ini. luas permukaan gedung mendekati 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 dengan L adalah luas permukaan gedung.000. coba kita perhatikan segitiga Pascal berikut ini. 𝐿 = 2𝜋𝑟 2 = 2 × 3. Segitiga Pascal Salah satu pemakaian bilangan berpangkat adalah untuk menghitung / menguraikan bentuk (𝑥 + 𝑦)𝑘 . 42 Sistem Bilangan Real . 2. 3.000 𝑚2 Untuk contoh penerapan yang lainnya.000. r adalah jari-jari gedung = setengah dari diameter.800 𝑚2 = 𝑅𝑝 3. 1.Penyelesaian: Luas permukaan gedung didekati dengan setengah luas kulit bola.

bahwa:  Pada setiap suku dari (𝑥 + 𝑦)𝑘 . (i=0).i.. (𝑥 + 𝑦)5 = 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 𝑦 5 o Pada suku ke-1. mempunyai bentuk 𝑥 4 𝑦 1 = 𝑥 5−1 𝑦 1 o Pada suku ke-3. (i=1). iii. mempunyai bentuk 𝑦 5 = x 0 y 5 = 𝑥 5−5 𝑦 5 Sistem Bilangan Real 43 . mempunyai bentuk 𝑥 5 = 𝑥 5 𝑦 0 = 𝑥 5−0 𝑦 0 o Pada suku ke-2.. 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 0 1 2 =1 = 1 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 𝑥𝑦 + 𝑦𝑥 + 𝑦 2 = 1 𝑥 2 + 2 𝑥𝑦 + 1 𝑦 2 = 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 + 𝑦 2 iv.. 4 3 = 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 𝑦 3 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 1 𝑦 4 vi. (i=4). 𝑥 + 𝑦 5 = 𝑥 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 4 + 4𝑥 3 𝑦 + 6𝑥 2 𝑦 2 + 4𝑥𝑦 3 + 𝑦 4 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 5 + 5𝑥 4 𝑦 + 10𝑥 3 𝑦 2 + 10𝑥 2 𝑦 3 + 5𝑥𝑦 4 + 1 𝑦 5 Perhatikan pada uraian di atas. 2. ada bentuk 𝑥 𝑘−𝑖 𝑦 𝑖 dengan i = 0. (i=3). mempunyai bentuk x 3 y 2 = 𝑥 5−2 𝑦 2 o Pada suku ke-4. 1. (i=5). (i=2). . 3 𝑥 + 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥𝑦 + 𝑦 2 𝑥 + 𝑦 𝑥 + 𝑦 = 1 𝑥 3 + 3𝑥 2 𝑦 + 3𝑥𝑦 2 + 1 𝑦 3 v. perhatikan untuk k=5 berikut ini. ii. mempunyai bentuk x1 y 4 = 𝑥 5−4 𝑦 4 o Pada suku ke-6. k. Sebagai ilustrasi. mempunyai bentuk x 2 y 3 = 𝑥 5−3 𝑦 3 o Pada suku ke-5.

3.2 Segitiga Pascal Delapan Baris 44 Sistem Bilangan Real .3.3. Konstanta (koefisien) dari tiap-tiap suku pada (𝑥 + 𝑦)0 sampai dengan (𝑥 + 𝑦)5 mempunyai suatu bentuk keteraturan yang dinamakan segitiga Pascal seperti berikut ini. Gambar 1. Sehingga koefisien segitiga Pascal tersebut dapat kita lanjutkan lagi untuk k=6 dan k=7 seperti Gambar 1.1 Segitiga Pascal Enam Baris Kalau diperhatikan nilai-nilai pada suatu baris ke-k pada segitiga Pascal merupakan „jumlahan silang‟ dari baris ke k-1 (baris sebelumnya).2. Gambar 1.

C ONTOH 1.3.10 D engan m enggunakan segitiga Pascal, uraikan bentuk–bentuk perpangkatan dibawah ini. a. 𝑥 + 𝑦
6

b. (𝑥 − 𝑦)7

Penyelesaian:

a. Nilai-nilai pada baris k=6 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 + 𝑦 6 , diperoleh 𝑥 + 𝑦
6

=

= 1 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 1 𝑦 5 = 𝑥 6 + 6𝑥 5 𝑦 + 15𝑥 4 𝑦 2 + 20𝑥 3 𝑦 3 + 15𝑥 2 𝑦 4 + 6𝑥𝑦 5 + 𝑦 5

b. Nilai-nilai pada baris k=7 merupakan koefisien-koefisien dari 𝑥 − 𝑦 7 , diperoleh 𝑥 − 𝑦
7

= 𝑥 + (−𝑦)

7 2

= 𝑥 7 + 7𝑥 6 (−𝑦) + 21𝑥 5 −𝑦

+ 35𝑥 4 (−𝑦)3 +

35𝑥 3 (−𝑦)4 + 21𝑥 2 (−𝑦)5 + 7𝑥(−𝑦)6 + (−𝑦)7 = 𝑥 7 − 7𝑥 6 𝑦 + 21𝑥 5 𝑦 2 − 35𝑥 4 𝑦 3 + +35𝑥 3 𝑦 4 − 21𝑥 2 𝑦 5 + 7𝑥𝑦 6 − 𝑦 7

Sistem Bilangan Real

45

CONTOH 1.3.11 Persamaan untuk menghitung investasi dengan modal 𝑀𝑜 = 𝑅𝑝

1.000.000 dengan laju bunga i=10% per tahun selama n tahun adalah 𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah modal awal, sedangkan Mn adalah jumlah uang setelah n tahun. Berapakah total nilai uang setelah 2 tahun ?. 𝑀𝑛 = 1.000.000 × (1 + 0,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (1,1)2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11 × 10−1 )2 ⟹ 𝑀𝑛 = 1.0 × 106 × (11)2 × 10−2 ⟹ 𝑀𝑛 = 121 × 106−2 = 121 × 104 Jadi besarnya investasi setelah dua tahun adalah Rp 1.210.000. CONTOH 1.3.12 Pada tanggal 1 Januari 2004, bapaknya si A meminjam uang bank sebesar untuk pengembangan usaha. Pinjaman tersebut ditagihkan kepada si A pada tanggal 31 Desember 2007 sebesar $ 5208,33. Jika bunga pinjaman sebesar 4% per tahun ditambahkan pada tiap akhir tahun sebagai pinjaman, maka berapa besar yang dipinjam oleh bapaknya si A?

Penyelesaian: Karena bunga ditambahkan sebagai pinjaman di setiap akhir tahun, bank menerapkan bunga berbunga. Oleh karena itu, kita pakai rumus

46

Sistem Bilangan Real

𝑀𝑛 = 𝑀𝑜 × (1 + 𝑖)𝑛 Mo adalah pinjaman awal, sedangkan Mn adalah jumlah pinjaman setelah n tahun. Pinjaman dilakukan selama 4 tahun, dari 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Sedangkan i adalah besarnya bunga tiap tahun. 5208,33 = 𝑀𝑜 × (1 + 0,04)4 ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 (1 + 0,04)4

Kita hitung terlebih dahulu (1 + 0,04)4 sebagai berikut. (1 + 0,04)4 = 1 + 0,04 + 0,042 + 0,043 + 0,044 . = 1,04 + 0,0016 + 0,000064 + 0,00000256. = 1,04166656. Hasil ini dimasukkan ke ⟹ 𝑀𝑜 = 5208,33 5208,33 4 = 1,04166656 = 5000 (1 + 0,04)

Jadi besarnya pinjaman oleh bapaknya si A adalah $ 5000.

Sistem Bilangan Real

47

 RANGKUMAN
Bilangan real dapat di pangkatkan dengan bilangan bulat. Untuk bilangan real a≠0, a0 = 1. Untuk n bulat positif dan a real, bilangan an = a×a×a×…×a. Sifat operasi pangkat bulat pada bilangan real: 1. 𝑎𝑚 +𝑛 = 𝑎𝑚 × 𝑎𝑛 2. (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 3. 5. 𝑎
𝑚 𝑎 𝑛

= 𝑎𝑚 −𝑛
= 𝑎
𝑛 𝑏 𝑛

4. (𝑎 × 𝑏)𝑛 = 𝑎𝑛 × 𝑏 𝑛

(𝑏 )𝑛 𝑎

SOAL LATIHAN 1-3
1. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini dalam bentuk notasi pangkat (eksponen). a. 5 × 5 × 5 × 5 c. -2 × 4 × 2 × (-16) e. ab × ab × ab b. (-3) × (-3) × (-3) × (-3) d. 2a × 2a × 2a f. (-b) × (-b) × (-b)

2. Jika a dan b merupakan bilangan real, maka nyatakan ekspresi berikut ini menjadi bentuk bilangan yang lebih sederhana. a. 254 c. (-2ab2)4 e. ( 𝑎2 𝑏 3 )4
3 2

b. (-16)2 d. (2a)5 f. (2 𝑎
−𝑏 2

)4

48

Sistem Bilangan Real

000. Pada tahun 2010. 2+ 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 ) 𝑥 (1 − 4. 903 d. 24 62 32 15 𝑥 3 𝑦 3𝑥 2 𝑏 3 𝑥𝑦 𝑎𝑥 𝑏 2 𝑦 𝑏𝑦 8𝑎 4 𝑏 2 2 𝑎 2 𝑏 3𝑥 2 15 𝑥 3 𝑦 1 4𝑎𝑏 𝑥 2 𝑦 3𝑥 2 𝑦 𝑥 b. 75 73 8𝑥 2 𝑦 −3 2𝑥 −3 𝑦 −5 b. (25-16)3 c. f. Tentukan hasil perkalian berikut ini dan tuliskan dalam bentuk pangkat bilangan positif.012 f. Jika x dan y adalah bilangan real.000 c. b. d. -0. g. 0. e. Diameter atom Helium b. (-2x-y)2 e. 5-3 e. 10. 55. (2x)3(3y-2) f. 93 d. 3-5. a. (-2+16)(2+8)2 d. penduduk Indonesia berjumlah 300 juta. (4x2y-3)(2x-2y3)-2 6. a. 7−5 73 h.000000022 cm Sistem Bilangan Real 49 . a. 53 c.00000314 e. adalah 0. 3-5.3. Jika a. (2x+y)3 − 𝑦 2 𝑥 2 − 𝑥𝑦 2 f. × + - 2+ 𝑥 𝑦 (1 − ) 5. c. x dan y adalah bilangan real. Tuliskanlah bilangan – bilangan berikut ini dalam notasi ilmiah. maka sederhanakanlah ekspresi rasional berikut ini. 5-5. a. maka sederhanakanlah ekspresi berikut ini menjadi bentuk yang tidak memuat tanda kurung. 2 2 3 𝑥 𝑦 3 b.

2 : Tentukan hasil akar kuadrat berikut ini.1.4. 1296 b. DEFINISI 1.1 : Akar kuadrat suatu bilangan real a non negatif adalah bilangan non negatif b yang kalau dipangkatkan dua.4. dan b bilangan positif Tulisan 𝑎 dibaca “akar kuadrat dari a” atau “akar dari a”. karena 52 = 25 CONTOH 1. b.4. a. . karena 32 = 9 25 = 5 . Bentuk akar ditulis menggunakan tanda radikal dengan simbul Sedangkan kata akar merupakan terjemahan dari kata root dalam bahasa Inggris. misalnya 16 = 4. Jadi mencari akar suatu bilangan merupakan kebalikan dari pemangkatan.4 Bilangan dalam Bentuk Akar (Rasional) Pada bagian ini dibahas mengenai bentuk akar.1 : a. Secara notasi matematika: 𝑎 = 𝑏 jika b2 = a. menjadi bilangan semula a. 9 = 3 . 194481 50 Sistem Bilangan Real . CONTOH 1.

difaktorkan 1296.3 : a.Penyelesaian: a. Faktorkan bilangan 194481 menjadi 194481 = 34 × 74 = (32 × 72 )2 .4. ii. tentukan hasil dari 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 . berlaku bahwa: i. Pertama. 194481 = Jadi (32 × 72 )2 194481 = (3 × 7)2 = 441 karena 4412 = 194481 Kalau kita lihat definisi akar di atas. 1296 = 2 × 648 (648 difaktorkan) = 2 × 2 × 324 (324 difaktorkan) 2 × 2 × 162 = 2 (162 difaktorkan) = 23 × 2 × 81 (81 difaktorkan) = 24 × 34 = (2 × 3)4 = ((2 × 3)2 )2 Jadi 1296 = (2 × 3)2 = 62 = 36 karena 362 = 1296 b. 42 = 4 (−9)2 = − −9 = 9 CONTOH 1. maka 2 merupakan faktor. 𝑝 2 = 𝑝. untuk 𝑝 ≥ 0 𝑝 2 = −𝑝.4 : Untuk x bilangan real. untuk 𝑝 < 0 CONTOH 1. Sistem Bilangan Real 51 . Karena akhir bilangan tersebut adalah 2.4. b.

4. dan pembagian. ii. jika (x+1) ≥ 0 atau x ≥ -1 = -(x+1). 36 81 =3 = =3 =2 = 𝑎2 𝑐 4 = 𝑎𝑐 2 jika a > 0.5 : a.4. 𝑎𝑏 = 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 = 𝑎 𝑏 CONTOH 1. 42 × 3 = 42 × 3 = 4 3 5 = 4 3 × 5 = 4 15 36 81 b. pengurangan. Perkalian dan Pembagian Bilangan Bentuk Akar Jika a dan b merupakan bilangan real positif. perkalian. jika (x+1) < 0 atau x < -1 1. 6 9 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 𝑎 3 𝑏𝑐 5 𝑎𝑏𝑐 52 Sistem Bilangan Real . Karena pada dasarnya bilangan dalam bentuk akar adalah suatu bilangan real yang dapat dioperasikan. 4 3 × c. maka berlaku: i.Penyelesaian: 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 = 𝑥 + 1 2 = x + 1.1 Operasi Aljabar pada Bilangan Berbentuk Akar Bilangan dalam bentuk akar juga dapat dikenakan operasi aljabar seperti penjumlahan. 3 d.

6 : Tentukan hasil dari pengoperasian bilangan bentuk akar di bawah ini. b merupakan bilangan real dan c merupakan bilangan real positif. maka penjumlahan dan pengurangan bilangan dalam bentuk akar hanya dapat dilakukan pada dua bilangan yang sejenis (pada ekspresi i & ii di atas 𝑐 dikatakan bilangan sejenis). a. 5 − 2 5 Sistem Bilangan Real 53 . 5 + 5 9 . 12 − 5 3 = 4. 𝑎 𝑐 + 𝑏 𝑐 = (𝑎 + 𝑏) 𝑐 ii. 𝑎 𝑐 − 𝑏 𝑐 = (𝑎 − 𝑏) 𝑐 Jika kita lihat sifat di atas.3 − 5 3 = 2 3 − 5 3 = -3 3 c. 2 3 + 5 3 = (2 + 5) 3 = 7 3 b. 2 20 + 5 45 − 2 5 Penyelesaian: Jika bilangan dalam tanda akar belum sejenis. maka kita rubah sebisa mungkin untuk dapat sejenis. 2 3 + 5 3 b. sebenarnya operasi jumlah dan kurang di atas sama dengan yang telah lalu. CONTOH 1. Lihat kembali sifat distributif pada bilangan real. maka berlaku: i. a. 2 20 + 5 45 − 2 5 = 2 4 .■ Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bentuk Akar Jika a. 12 − 5 3 c.4.

𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 54 Sistem Bilangan Real .2 Merasionalkan Penyebut Pada pembagian yang memuat bentuk akar. Proses merasionalkan penyebut dapat dikerjakan dengan memanfaatkan bentuk perkalian: i. Bentuk akar pada penyebut itu dapat diubah sehingga penyebutnya tidak lagi memuat bentuk akar. 3 3 5 3− 12 = 15 3 3 − 3 3 12 = 15(3) – 3 36 = 45 – 18 = 27 12 .= 4 5 + 15 5 − 2 5 = (4 + 15) 5 − 2 5 = (19 − 2) 5 = 17 5 CONTOH 1. 𝑎 × 𝑎 = 𝑎2 ii. karena bilangan dalam bentuk akar juga merupakan bilangan real.4. 1.7 : Sederhanakanlah bentuk 3 3 5 3 − Penyelesaian: Sifat distributif pada bilangan real dapat dipakai. Proses demikian dinamakan merasionalkan penyebut. hasilnya dapat berupa pecahan dengan penyebut bentuk akar.4.

Pada kasus ini. Pada kasus ini.CONTOH 1.4. 5 2 = 5 2 × 2 2 = 5 2 2 2 = 10 4 = 10 2 b. kalikan penyebutnya dengan bilangan ( 5 + 2) dan kalikan pembilang dengan ( 5 + 2). yaitu 2. Agar tidak merubah nilai bilangan. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. gunakan bentuk 𝑎 − 𝑏 𝑎 + 𝑏 = 𝑎2 − 𝑏 2 . 2− 3 5 × 5 5 = 2 5− 15 25 = 2 5− 15 5 c. 2+ 3 5− 2 Penyelesaian: a. Oleh karena itu. 2− 3 5 c. Agar tidak merubah nilai bilangan. kalikan penyebutnya dengan bilangan yang sama dengan penyebut tersebut. Pada kasus ini. 2+ 3 5− 2 = = = = 2+ 3 5− 2 × 5+ 2 5+ 2 2 5+2 2+ 3 5+ 3 2 5 5− 2 2 2 5+2 2+ 15+ 6 5− 2 2 5+2 2+ 15+ 6 3 Sistem Bilangan Real 55 .8 : Rasionalkan penyebut pada bilangan: a. pembilang juga dikalikan 2 . pembilang juga dikalikan 5 . yaitu 5. 5 2 b.

Bentuk akar ini akan kita hilangkan satu per satu. penyebut memuat dua bilangan yang berbentuk akar. 3 (2+ 3)− 2 2+ 3 + 2 2+ 3 + 2 3 2+ 3 +3 2 (2+ 3)2 −2 × = = 6+3 3 +3 2 4+4 3+3 −2 6+3 3 +3 2 5+4 3 = .4.9 : Rasionalkan penyebut pada bilangan 3 2+ 3− 2 . Penyebut 2 + 3 − 2 = (2 + 3) − 2. Penyelesaian: Pada kasus ini. penyebut hanya memuat satu bentuk akar = 6+3 3 +3 2 5+4 3 × 5−4 3 5−4 3 = 6+3 3 5− 6+3 3 4 3+15 2−12 6 25+48 30+15 3 − 24 3+36 +15 2−12 6 73 −6−9 3+15 2−12 6 73 = = 56 Sistem Bilangan Real . sehingga kita buat seperti berikut ini.CONTOH 1.

Carilah nilai akar dari 14 × 18 × 105 × 625. d. 3. a. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. e. d. Dengan memfaktorkan bilangan dalam tanda akar. 4. 25𝑥 2 𝑥 2 − 5𝑥 + 6 tiga contoh b. a. Carilah contoh bilangan. c. c. f. 256 529 2304 b. Carilah dikuadratkan berakhir dengan angka 1 atau 9 ?. (𝑥 − 1)2 2𝑥 2 + 18𝑥 + 40 apabila bilangan tersebut 5. f. d. maka tentukan nilai akar berikut ini. bilangan. c. 1369 15129 18662400 b. e. 7.SOAL LATIHAN 1-4 1. carilah nilai akarnya. 243 441 1024 2. Sistem Bilangan Real 57 . 6. a. Jika x merupakan bilangan real positif. atau 8 ?. carilah nilai akarnya. 11449 1500625 57153600 3. apabila bilangan tersebut dikuadratkan berakhir dengan angka 2.

Tentukan hasil dari operasi aljabar pada bilangan bentuk akar di bawah ini. d. Rasionalkan bilangan bentuk akar dibawah ini. Jelaskan bahwa bilangan bulat yang berakhir dengan angka nol sebanyak ganjil bukan merupakan bilangan kuadrat. Pertanyaan selanjutnya adalah “apakah diperbolehkan bilangan real berpangkat dengan rasional ?”. 8. 4 5 − 75 − 250 e. 3 3 + 2 3 − 5 3 c. f. 58 Sistem Bilangan Real . 1−5 2 2 5 5+ 2 2−3 2 5 3− 2 1 2+ 𝑎− 𝑏 c. f. e. Pada subbab ini akan dibahas bilangan real dipangkatkan dengan bilangan rasional. 1 ( 3 b. 1. h. a.5 Bilangan Berpangkat Rasional Sebelum ini telah dikenalkan perpangkatan bilangan real dengan bilangan bulat. h.7. 2 7 5 2 2+3 2 1 𝑏+𝑎 𝑏 5− 2 2− 3− 2 b. 18 + 12 − 5 2 75 + 48 − 6 1 3 3 9 ×2 3 𝑎2 𝑏 −5 6 − 24) 𝑎3 𝑏 5 × 9. d. a. g. 3 3 × 2 3 g.

3 3 3 3 3 8=2 125 = 5 −27 = −3 1000 = 10 −1000 = −10 karena 23 = 8. kita lihat contoh numerik berikut ini. karena 103 = 1000. ditulis dengan 𝑛 𝑎 = 𝑏. jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 Jika n genap. e. karena (-10)3 = -1000. maka nilai a harus non negatif. karena 53 = 125.1 : a. jika 𝑎 ≥ 0 −𝑎. DEFINISI 1. ditulis dengan 3 𝑎 = 𝑏.5.2 : Akar pangkat n dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan n menjadi bilangan a.1 : Akar pangkat tiga dari suatu bilangan a adalah bilangan b yang apabila dipangkatkan 3 menjadi bilangan a. untuk sembarang nilai a. karena (-3)3 = -27. Dalam keadaan khusus:   Jika n genap maka Jika n ganjil maka 𝑛 𝑛 𝑎 . c. CONTOH 1.5. kita lihat contoh numerik berikut ini. 𝑎𝑛 = Untuk lebih jelasnya. Sistem Bilangan Real 59 . jika 𝑎 < 0 𝑎𝑛 = 𝑎 .5. d.DEFINISI 1. b. jika 𝑏 3 = 𝑎 Untuk lebih jelasnya.

-1024 difaktorkan. e. 5 5 32 = 25 = 2. Bilangan dalam tanda akar.5. karena 54 = 625.3 : Tentukan hasilnya (jika ada). kita akan menelaah arti dari 𝑎𝑛 . c. 81 = 3 × 27 = 3 × 3 × 9 = 3 × 3 × 3 × 3 = 34. c. sehingga 60 Sistem Bilangan Real . Bilangan dalam tanda akar.2 : a. 32 difaktorkan. b.5. 32 = 2 × 16 = 2 × 2 × 8 = 2 × 2 × 2 × 4 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25. karena 105 = 100000. 4 4 5 5 5 16 = 2 625 = 5 −243 = −3 100000 = 10 −100000 = −10 karena 24 = 16. a.CONTOH 1. 4 81 c. 5 −1024 Penyelesaian: a. karena (-3)5 = -243. 1 Selanjutnya. d. CONTOH 1. -1024 = -2 × 512 = … = −210 = (−22 )5 = (−4)5 5 5 −1024 = (−4)5 = −4. Bilangan dalam tanda akar. karena (-10)5 = -100000. b. 5 32 b. 81 difaktorkan. Berdasarkan rumusan sebelumnya bahwa (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑎𝑚 ×𝑛 . 4 4 81 = 34 = 3.

arti dari 𝑎𝑛 adalah 𝑎𝑛 = 1 1 𝑛 1 𝑛 𝑛 𝑛 1 1 𝑎 = 𝑏 yang mempunyai 𝑎 atau 𝑎 𝑎𝑛 akan mempunyai nilai apabila:   Untuk n genap. Untuk n ganjil. maka dapat diperoleh ( 𝑎)𝑛 = 𝑏 𝑛 = 𝑎 DEFINISI 1. DEFINISI 1. Sistem Bilangan Real 61 .5. kita lihat contoh berikut ini.5.(𝑎𝑛 )𝑛 = 𝑎𝑛 ×𝑛 = 𝑎1 = 𝑎 Dikaitkan dengan rumusan bahwa arti 𝑏 𝑛 = 𝑎.3 : Untuk n bilangan asli. arti dari 𝑎 𝑛 adalah 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 atau 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑚 )𝑛 = 𝑚 1 𝑛 𝑚 1 𝑛 𝑚 𝑎𝑚 Untuk memperjelas maksud dari definisi ini. nilai a harus positif. Pangkat bilangan rasional secara umum didefinisikan berikut ini.4 : Untuk bilangan bulat non negatif m dan bilangan asli n.

Dalam hal ini. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat dengan basis (bilangan yang dipangkatkan) 3.5. 62 Sistem Bilangan Real . 83 = (83 )2 = ( 8)2 = 22 = 4 b. yaitu 3x = 32 Dengan demikian. Menyelesaikan Persamaan Pangkat Sederhana Persamaan pangkat mempunyai bentuk seperti 3 x = 9 atau x2 = 9.CONTOH 1. Untuk persamaan ke-dua. (−27)3 = ((−27)3 )5 = ( −27)5 = (−3)5 = −243 2 1 3 3 1 4 2 1 3 2 b. ubahlah 9 menjadi bilangan berpangkat 2. Untuk mendapatkan jawab persamaan pertama. 83 Penyelesaian: a.4 : Tentukan hasil dari operasi perpangkatan berikut ini. yaitu x2 = 32 Sehingga didapat jawab untuk persamaan itu. 814 3 c. karena pangkatnya genap maka terdapat dua jawab yang mungkin yaitu x = 3 atau 𝑥 = −3. jawab dari persamaan tersebut adalah x = 2. 814 = (814 )3 = ( 81)3 = 33 = 27 c. (−27)3 5 Sifat – sifat perpangkatan bilangan rasional sama dengan sifat perpangkatan bilangan bulat. a.

a. 5 2 1 2 5 b.5 : Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. 4𝑥+1 = 2 8 1 22𝑥+2 = 2−3 22 22𝑥+2 = 2 5 − 2 5 2 9 4 Dari sini kita dapatkan bahwa 2𝑥 + 2 = − atau 𝑥 = − . Ruas kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 4𝑥+1 = 2 8 = 22 Dari sini kita dapatkan bahwa 𝑥 + 2 = atau 𝑥 = . Ruas kiri dan kanan dari persamaan ini dijadikan bentuk 2 pangkat sesuatu. 2𝑥+2 = 22 22 1 b.Langkah-langkah serupa gambaran di atas. CONTOH 1. Sistem Bilangan Real 63 .5. selanjutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan pangkat yang lain. 2𝑥+2 = 4 2 Penyelesaian: a.

jika 𝑏 𝑛 = 𝑎 𝑎 𝑛 = (𝑎𝑛 )𝑚 = ( 𝑎)𝑚 𝑛 SOAL LATIHAN 1-5 1. (−1024 × (−243))5 81 1 )4 256 8 × 27 4 )3 512 4 4 b. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 3 4 5 −64 −256 3125 3 4 2. 3 4 5 64 256 −1024 1 b. (−27)3 f. (−1024)5 1 4 4 b.00243)5 f. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. (−0.125)3 4 e. ( b. e. (64 × 256)4 d. a. (8 × 27 × 512)3 e.1253 5 64 Sistem Bilangan Real . Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. a. 𝑚 1 𝑛 3 𝑎 = 𝑏. a = b. Akar pangkat n. f. ( c. (0. (−27000)3 f. 125000 3 64 3 )4 256 4 5 4 4. RANGKUMAN    Akar pangkat. 1253 3 5 3. a. jika b3 = a. (81 × 256)4 c. 2564 c. 0. 273 e. a. ( d. c. d. 2564 d. Tentukan nilai akar berikut ini.

Dapatkan penyelesaian dari persamaan berikut ini. d. c.00243)6 7. 4 3 81 𝑥 12 𝑥−𝑦 (𝑥+𝑦) 𝑥 b. a. 𝑥 2 𝑥 4 = 3 4 3 243 Sistem Bilangan Real 65 .0.00243 × 0. ( 5 0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional yang sederhana. ( 81 256 × 16)4 4 1 b. a. Dapatkan semua nilai dari persamaan berikut ini. ( )2𝑥 = 16 c. a.5.125)4 3 3 c. (𝑥 2 )4 = 8 f.125)4 d.037037037037037 )3 e.111111111111111 )2 6. Tentukan nilai perpangkatan berikut ini. 22𝑥 4𝑥 −3 = 4 1 2 e. 3 216 × ( 512)4 3 (−0. 3 27𝑥 6 𝑦 9 𝑥𝑦 (𝑥+𝑦 3 5 8. 814 × c. 3−𝑥 = 81 d. 𝑥 3 = 4096 c. 42𝑥−1 = ( )2𝑥 f. 𝑥 5 = −1024 e. ( 64 256 × 0. Nyatakan dalam bentuk perpangkatan rasional. 642𝑥 = 1 4 1 2 b. 3 1 4 256 b. (0. a. 5𝑥−4 = 125 243 9. (𝑥 2 )2 = 64 3 b. (0. 𝑥 4 = 4096 d. ( 0.125)5 4 d. a.

1 : Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. (c) Karena b positif dan x real. nilai bx > 0. Permasalahan demikian yang merupakan permasalahan logaritma.6 Logaritma Pada modul ini dibahas mengenai kebalikan dari pemangkatan yang disebut logaritma. dan permasalahannya adalah mencari bilangan b jika a dan p diketahui. semua sifat-sifat operasi aljabar dari logaritma tersebut. Dengan logaritma. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. maka tidak selalu menghasilkan bilangan real. dan x disebut hasil logaritma.1 Pengertian Logaritma Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai arti bilangan berangkat. berarti a juga harus positif.6. Perkalian dapat dihitung dengan penjumlahan dan pembagian dapat dihitung menggunakan pengurangan. Diuraikan pula. Sekarang akan dibahas mengenai permasalahan menentukan bilangan p jika a dan b diketahui. 1. (a) Bilangan b disebut basis atau bilangan pokok logaritma. Jika b negatif dan dipangkatkan dengan bilangan rasional.6. Perhatikan definisi berikut ini.1. (b) Bilangan b dipilih positif. misalnya ap = b. perhitungan dengan bilangan yang sangat besar dapat disederhanakan. 66 Sistem Bilangan Real . arti dari blog a = x adalah bx = a Berkaitan dengan pengertian logaritma pada definisi di atas. Karena a = bx. DEFINISI 1.

000. sebab untuk sembarang x maka nilai 1x = 1. karena 161/4 = 2 4 1 d. log10 100 = 2. karena 102 = 100 b. Jawabannya adalah 4. Oleh karena itu.1 = −1.000 Penyelesaian: a. log 2 16 = 4. Untuk mencari nilai log10 10. log 2 = −3.2: Tentukan nilai logaritma berikut ini. (e) Gantilah x pada ekspresi bx = a dengan blog a = x akan diperoleh b. CONTOH 1. log10 10. log10 10. log16 2 = . karena 2-3 = 1/8 1 8 CONTOH 1. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “10 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 10.(d) Nilai b harus tidak sama dengan 1. log10 0.000. log 3 243 c. atau 10 4 = 10. 𝑏 𝑏 log 𝑎 = 𝑎 Penulisan 𝑏 log 𝑎 sering ditulis dalam bentuk logb a.1 e.1 a. b.000 = 4.25 Sistem Bilangan Real 67 . karena 24 = 16 c.6. log 2 0.000?”. maka blog 1 = 0. (f) Karena b0 = 1 untuk b > 0. karena 10-1 = 0. a.6.

25 = ¼ = 4-1 = 2-2. atau 3 5 = 243. log 3 243 = 5. c. Kita juga dapat mencari nilai log dari suatu bilangan dengan cara memfaktorkan bilangan tersebut menjadi perkalian basis dari logaritmanya. Oleh karena itu. Untuk mencari nilai log 3 243.2 Menghitung Logaritma Logaritma adalah kebalikan dari proses pemangkatan. Selain itu. Karena 243 = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 3 5. maka log 2 0. sama halnya kita mencari jawaban atas pertanyaan “3 dipangkatkan berapakah agar sama dengan 243?”.b.25 = −2 Tidak semua logaritma dapat dicari hasilnya dengan mudah seperti contoh di atas.6. berapapun nilai x akan menghasilkan bx yang selalu positif. Dengan demikian logaritma terdefinisi hanya untuk bilangan positif. maka log 3 243 = 5. perhatikan bahwa karena b > 0. dapat dihitung beberapa nilai y untuk nilai-nilai x seperti dalam tabel berikut ini: 68 Sistem Bilangan Real . Jawabannya adalah 5. Misalnya log10 2 tidak dapat dicari menggunakan cara seperti di atas. Nilai tersebut dapat dicari menggunakan tabel atau kalkulator. Untuk menggambarkan sketsa grafik y = 2x. Karena 0. untuk itu diawali bagian ini dengan mengulang singkat sifat-sifat perpangkatan. Misalkan akan digambarkan grafik pangkat dengan menghitung nilai-nilai pangkat sebanyak mungkin. 1.

nilai 2x juga makin besar dan 2x > x. Berdasarkan nilai-nilai pada tabel dan sifat di atas. Dari tabel di atas dapat diamati beberapa sifat berikut: (a) Untuk x makin besar. nilai 2x makin kecil menuju nol.Tentu saja dapat dihitung lebih banyak nilai y untuk mendapatkan sketsa grafik yang lebih tepat (halus). 𝑦 = 2𝑥 dapat disketsakan seperti Gambar 1. nilai 2x > 0.2. Gambar tersebut merupakan pola dari grafik y = ax dengan a > 1. Gambar 1.6.1 Grafik 𝑦 = 2 𝑥 Gambar 1.2 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 1 2 1 2 Dengan cara yang sama. (c) Untuk sembarang x. nilai 2𝑥 1 < 2𝑥 2 .1.6. (e) Jika x1 < x2. x Sistem Bilangan Real 69 .6. (d) Untuk x = 0. nilai 2x = 1. Sketsa grafik y = ( )𝑥 merupakan pola dari grafik 2 1 y = a dengan 0 < a < 1. sketsa grafik y = ( )𝑥 dapat digambarkan seperti Gambar 1.6. (b) Untuk x makin kecil (negatif).

Misal a > b.xSedangkan Gambar 1. menunjukkan perbedaan antara grafik y = ( )𝑥 dan y = ( )𝑥 . maka ax < bx. (a) untuk x > 0. Misalnya perbedaan grafik y = 2x dan y = 3x dapat dilihat pada Gambar 1. berlaku. (b) untuk x < 0.6.6.3. perhatikan sifat berikut ini. 1 2 1 3 70 Sistem Bilangan Real .6. Gambar 1. maka ax > bx.Untuk memberikan gambaran mengenai grafik y = ax untuk a yang lain.3 Grafik 𝑦 = 2𝑥 dan 𝑦 = 3𝑥 Berdasarkan informasi ini dapat digambarkan sketsa grafik y = ax. Perhatikan bahwa untuk x > 0 maka 2x < 3x dan untuk x < 0 maka 2x> 3.

6.6.6. 1.Gambar 1.).5 Grafik Logaritma Sistem Bilangan Real 71 . Secara terpisah 1 2 1 3 Gambar 1..4 Grafik 𝑦 = ( )𝑥 dan 𝑦 = ( )𝑥 Grafik logaritma dapat dicari dari gafik pangkat. untuk mendapatkan gafik y = log 2 𝑥 dapat diperoleh dari pencerminan grafik y = 2x terhadap garis y = x (lihat Gambar ditunjukkan grafik y = log 2 𝑥 pada Gambar 1.6. Misalnya.

 Untuk sembarang bilangan b > 1.Gambar 1.6.6 Sketsa Grafik Logaritma Dari grafik-grafik tersebut dapat dicari nilai logaritma dengan ketepatan terbatas. dan 0 < p < q. berlaku log 𝑏 𝑝 < log 𝑏 𝑞  Untuk 0 < b < 1 dan 0 < p < q. dari grafik pada Gambar 1. untuk mendapatkan nilai log 2 𝑎 dapat diikuti gambaran yang diberikan pada Gambar 1.6.6. Sifat yang lain dari logaritma diberikan berikut ini. jika ditarik garis y = 3 yang memotong grafik kira-kira di titik dengan x = 1. Sebagai contoh.6 (≈ dibaca „hampir sama dengan‟) Secara umum.6.6. Hal ini berarti log 2 3 ≈ 1.6. berlaku 72 Sistem Bilangan Real .

0.5 < 2 dan berdasarkan tabel perpangkatan dari 2 di atas diketahui bahwa 1. Diketahui bahwa 2 < 3 < 22 ...51 = 20....1 Selanjutnya..6. Tabel 1....4) dengan 2 dan diperoleh Sistem Bilangan Real 73 .6...log 𝑏 𝑝 > log 𝑏 𝑞 Uraian berikut ini memberikan gambaran menghitung log 2 3 berdasarkan sifat di atas.. (1..6.3) karena log 2 2 = 1 dan log 2 22 = 2..1 .......… Untuk mendapatkan angka ke-dua dari log 2 3 diperlukan nilai perpangkatan dari 2 oleh 0.6 .. kalikan pertidaksamaan (1..5 terletak di antara 20.. maka 1 < log 2 3 < 2.6. Jadi log 2 3 = 1.6.....5 < 1.4) Untuk mendapatkan kembali angka 3. (1.... dan seterusnya.2 .41 < 1...3) diperoleh 1 < 1.5 = 1. dengan membagi 2 pertidaksamaan(1.

5+0.6. maka pertidaksamaan (1.08 = 1. harus dihitung 20.0570 < 1.064 < 1.5+0. Karena 2x > 1 untuk setiap x > 0.09 Hal ini berarti bahwa 74 Sistem Bilangan Real .0644 = 20.41 dan diperoleh 1 < 1. dihitung nilai-nilai seperti dalam Tabel 1.09 dan untuk mendapatkan kembali angka 3.064 < 1.01.064 terletak di 20.08 < 3 < 21+0.21.6 Untuk mendapatkan ketepatan yang lebih tinggi.5 < log 2 3 < 1.2 Perhatikan bahwa 1. dikalikan ketaksamaan tersebut dengan 1.134351773 Seperti sebelumnya.6 dan ini berarti bahwa 1. Tabel 1.6.02.05 dan kemudian dengan 2 = 21 (angka yang digunakan untuk membagi) sehingga diperoleh 21+0. 20.6.5 < 3 < 21.41 = 20. dan seterusnya.4) dapat dibagi dengan 1.2.

1.3 Dengan menggunakan tabel pangkat yang telah dibuat di atas.3 < 5 < 22+0.25 < 1. Karena diketahui bahwa log 2 3 < 1. dan diperoleh 1 < 1. CONTOH 1.4 Ini berarti log 2 5 = 2. ketaksamaan 1. berati log 2 3 ≈ 1.25 terletak 20.1.32 = 20. Penyelesaian:   Karena 22 = 4 < 5 < 23.4 Dengan mengalikan ketaksamaan terakhir dengan 2 2 diperoleh 22+0.59.  Untuk memperoleh ketepatan yang lebih baik. berarti log 2 5 = 2.23 < 1.6.23 < 1.25 dibagi dengan 1.25 < 2 Selanjutnya menggunakan Tabel 1.23 dan diperoleh 1 < 1.58 < log 2 3 < 1.585 lebih baik dibandingkan dengan log 2 3 ≈ 1.6.58.0163 dan Sistem Bilangan Real 75 .… Ketaksamaan tersebut dibagi dengan 22 = 4. diketahui bahwa 1.3… .58… Tahapan ini dapat dilanjutkan untuk mendapatkan nilai hampiran dengan ketepatan sesuai yang diinginkan. hitunglah log 2 5.59 Dengan demikian log 2 3 = 1.3 = 1.

b≠1.0140 < 1. p real. Dengan pemahaman tersebut.0163 terletak 20. b≠1. Jika b > 0. dan q rasional. Jika b > 0. bahwa logaritma dapat diturunkan dari perpangkatan.6.03 Dengan mengalikan dengan 22+0. b≠1.03 dan ini berarti log 2 5 = 2.6. diketahui bahwa 1.2. Jika b > 0. Untuk ketepatan tiga angka di belakang koma.3 diperoleh 22+0.32…. maka log 𝑏 𝑝 × 𝑞 = log 𝑏 𝑝 + log 𝑏 𝑞 ii. b≠1. 1.02 < 5 < 22+0.3+0.02 = 1. p > 0 dan q > 0. Jika b > 0. p > 0 dan q > 0. berarti log 2 5 ≈ 2. p > 0 dan q > 0.325.3 Sifat-sifat Logaritma Sebagaimana telah diuraikan pada subbab sebelumnya. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = 𝑞 log 𝑏 𝑝 76 Sistem Bilangan Real . maka log 𝑏 𝑝 = log 𝑏 𝑝 log 𝑏 𝑞 iv.0163 < 1.0210 = 20.3+0. sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk mendapatkan sifat-sifat logaritma seperti berikut ini.selanjutnya berdasarkan Tabel 1. maka log 𝑏 𝑝 𝑞 = log 𝑏 𝑝 − log 𝑏 𝑞 iii. i.

5 Misal diketahui log10 2 = 0.0.4771 – 0. tentukan CONTOH 1.4771 = 0.3010 + 0.CONTOH 1.3010 log10 1.7781 dan log10 3 = 0.4771 = .3010 = 0.4771.1761 Sistem Bilangan Real 77 . Penyelesaian: log10 6 = log10 2 × 3 = log10 2 + log10 3 = 0.0.6666 … .1761 2 3  log10 0.3010 log10 6.6.6666 … = log10 = log10 2 − log10 3 = 0. Penyelesaian: 3 2 dan log10 3 = 0.5 = log10 = log10 3 − log10 2 = 0.3010 .5 dan log10 0. tentukan  log10 1.4771.4 Misal diketahui log10 2 = 0.6.

Penyelesaian:   log 2 3 = log 3 2 = log 10 3 log 10 2 log 10 2 log 10 3 dan log10 3 = 0.4 Contoh Pemakaian Logaritma Pada subbab ini. Penyelesaian: log10 16 = log10 24 = 4 log10 2 = 4 0. dapatkan log10 16.58505 = 0.7 Misal diketahui log10 2 = 0.3010 = 1. diantaranya: untuk mengalikan bilangan.6 Misal diketahui log10 2 = 0. dapatkan = = 0. menghitung pangkat suatu bilangan.6666 Penyelesaian: 78 Sistem Bilangan Real .6.3010.3010 log 2 3 dan log 3 2 .6.5 × 0. akan disajikan contoh-contoh pemakaian logaritma.6309 CONTOH 1.6.4771.4771 = 1. mebagi bilangan.3010 0.8 Dengan menggunakan logaritma.CONTOH 1.6.4771 0. CONTOH 1.3010 0. hitunglah pendekatan 1.2040 1.

Perhitungan 9 tahun kemudian menggunakan rumusan. log 2 3 = 1.5 × 0. Sistem Bilangan Real 79 .1)9 Tentukan besarnya dana pada akhir tahun ke 9.10 Dana Rp 100.6. Penyelesaian: 2𝑥 = 3 Sebelah kiri dan kanan tanda sama dengan dikenakan operasi log 2 log 2 2𝑥 = log 2 3 𝑥 log 2 2 = log 2 3 𝑥 = log 2 3 = 1.9 Dapatkan nilai x yang memenuhi 2𝑥 = 3.6666 log10 𝑥 = log10 1.Misal 𝑥 = 1.6.000.6666 = 0.000 dideposito dengan bunga 10 % per tahun.5 × 0.6. 𝑀9 = 𝑀0 (1 + 0.6.1761 − 0.1761 = 0 𝑥 = 100 = 1 CONTOH 1.5 + log10 0.58505 (berdasarkan contoh 1.58505) CONTOH 1.6666 log10 1.

80 Sistem Bilangan Real .372534 (disini log10 1.1)9 ⟹ 𝑀9 = 108 (1 + 0.041393 = 8. karena sebelumnya tidak ada contoh penghitungan untuk log10 1.11 Persamaan untuk menghitung nilai tunai (present value/PV) dari anuitas biasa adalah 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 𝑃𝑉 = 𝑅 × Dengan : R adalah pembayaran periodik dari anuitas.769 CONTOH 1.1 dihitung berbantuan kakulator.000.1 . maka tentukan rumusan berapa lama untuk mencapainya. atau dapat berbantuan tabel logaritma) ⟹ 𝑀9 = 108.Penyelesaian: 𝑀9 = 100.372534 = 235. i adalah laju bunga per periode bunga.6.1 = 8 + 9 ×0.1)9 ⟹ log10 𝑀9 = 8 + 9 × log10 1.794. n adalah jumlah interval pembayaran Jika diinginkan mencapai nilai tertentu di masa mendatang (Future value/ FV).000(1 + 0.

diperoleh 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 × 1 − 1 + 𝑖 𝑖 −𝑛 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 𝑅 + 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 𝑙𝑜𝑔10 ⟹ 1 + 𝑖 𝐹𝑉 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛 − 𝑙𝑜𝑔10 𝑖 −𝑛 𝐹𝑉 𝑖 = 𝑙𝑜𝑔10 1 − 1 + 𝑖 𝑅 −𝑛 =1− 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 ⟹ 𝑛 = 𝑙𝑜𝑔10 1 + 𝐹𝑉 𝑖 𝑅 𝑙𝑜𝑔10 (1 + 𝑖) Sistem Bilangan Real 81 . PV digantikan dengan FV menjadi 1 − (1 + 𝑖)−𝑛 𝐹𝑉 = 𝑅 × 𝑖 Kita akan mencari nilai n. Kenakan operasi log pada kedua sisi persamaan. berapa lama untuk mendapatkan nilai yang akan datang yang diinginkan.Penyelesaian: Persamaan pada contoh ini.

log 2 1 128 b.  Jika b > 0. log10 0. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini.4. log 2 10 e. log 2 15 f. log1/2 64 d. log b p × q = log b p + log b q 2. a. e.6. log b pq = q log b p SOAL LATIHAN 1-6 1. log 5 625 d. log 5 1 125 2. log 2 75 82 Sistem Bilangan Real . p > 0 dan q > 0. log 2 64 c. log 25 125 f. RANGKUMAN  Untuk b bilangan positif dan b ≠ 1. 2log 2 512 f. b≠1. log 2 7 d. log10 10. arti dari blog a = x adalah bx = a.0001 3. a. Tentukan nilai dari logaritma berikut ini. 10log 10 0.00001 b. maka berlaku : 1. log 2 25 b. log 2 64 c. log b p q = log b p − log b q log b p log b q 3. hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan dua angka di belakang koma. log1/2 1 64 e. Dengan mengikuti cara pada Contoh 1.000 a. log 2 6 c. log b p = 4.

log 8 150 e.4. log10 4 e. log10 12 b. log10 3 d.3010 dan log10 3 = 0. log10 5 f. Jika log10 16 = 1. log10 45 a. log10 1600 c. log10 32 f. log16 2 b. hitunglah Sistem Bilangan Real 83 . Jika dipunyai tabel seperti berikut ini Maka hitunglah logaritma di bawah ini sampai ketepatan satu angka di belakang koma. log 8 30 c.4771 . log 8 7. log10 256 e. Jika log 8 5 = 0. maka hitunglah 6. a. maka hitunglah a. log10 2 d. log 8 750 f. Dengan menyamakan basis logaritma. log 8 36 d. log 2 3 × log 3 4 × log 4 5 b.5 f. log10 2 c. log10 24 c. Jika log16 5 = 𝑥. log10 11 a. maka hitunglah 7. log16 10 a. maka hitunglah 9.7740 dan log 8 6 = 08616 .20412. log10 1. log 3 8 × log 5 9 × log 2 7 3 b.2 8. Jika log10 2 = 0. log10 15 e. log 8 1. log10 18 b.5 d. log10 4. log 2 25 c.2 5. log 4 5 d. log 5 16 a. log 25 64 b.

10. Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan berikut ini. log 2𝑥−1 3 − 4 log 3 2𝑥 − 1 + 3 = 0 84 Sistem Bilangan Real . log 8 𝑥 − log 𝑥 8 − 6 = 0 b. a.

Bab 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN Persamaan atau pertidaksamaan merupakan suatu bentuk model matematik yang dibangun dari dunia nyata sebagai bentuk hubungan perwujudan dari alam pikir terhadap suatu masalah. Persamaan dan Pertidaksamaan 85 . Akan tetapi. Pada kenyataannya persamaan atau pertidaksamaan yang muncul dari fenomena nyata dapat berbentuk linear atau tak linear. Setiap model persamaan atau pertidaksamaan harus memuat unsur-unsur yang merupakan abstraksi dari kenyataan masalah tersebut. Model yang berbentuk persamaan atau pertidaksamaan merupakan struktur dari suatu masalah yang mengandung peubah-peubah atau parameter yang dianalisis atau diselesaikan dengan menggunakan operasi matematika.

7x + 6y = 10 Selain banyaknya peubah pada persamaan linear juga dapat ditinjau dari banyaknya persamaan linear yang muncul secara serentak disebut sistem persamaan linear.000 per bus.y + 2z – u = 0 x + 2y – u =0 y -z+u =0 z -u =0 86 Persamaan dan Pertidaksamaan . 2x + 3y = -2 x + 2x = 3 2. 2x . maka berapakah banyaknya tiap-tiap jenis harus diproduksi agar memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya. Setiap roti keju diproduksi paling sedikit 50 bungkus. 2x + 5 = 8 2. Permasalahan ini dapat dimodelkan dalam bentuk pertidaksamaan. b. dan roti daging. misalnya: 1. a. dan roti daging paling sedikit 70 bungkus.1 Persamaan Linear Persamaan dikatakan linear jika pangkat dari peubah adalah 1. Jika keuntungan dari tiap-tiap jenis roti diketahui. Perusahaan roti memproduksi 500 bungkus roti setiap hari. biaya yang harus dikeluarkan untuk memasuki obyek wisata tersebut sebesar Rp 150. Roti terdiri dari tiga jenis. Satu rombongan bus wisata mengunjungi obyek wisata. x + 2y + z = -1 -x + y + 2z = 2 x+z = 1 3. 2. seperti: 1. Berikut ini beberapa ilustrasi permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari. yaitu: roti keju. roti cokelat paling sedikit 100 bungkus. maka berapa biaya masuk objek wisata per orang ?.pada buku ajar ini akan dibahas bentuk linear dan kuadrat. 5y = 20 3. roti cokelat. Jika dalam satu bus ada 30 orang.

yaitu mendapatkan nilainilai peubah yang memenuhi persamaan tersebut. b. 2. untuk x = 2 didapat 2(2) +3 = 7. dan c  R. Menggambar grafik dari persamaan. Berarti x = 2 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut.1. 2x + 3 = 5 . jika diberikan x = 1. a.1) adalah nilai x yang memenuhi persamaan tersebut. yang berarti x = 1 merupakan penyelesaian dari persamaan tersebut. khususnya untuk sistem persamaan dengan 2 peubah . (2.1 Persamaan Linear Satu Peubah Persamaan linear satu peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : ax + b =c dengan a≠0. 2. maka diperoleh 2(1) + 3 = 5. Mendapatkan penyelesaian persamaan.1. misalnya. Kedua ruas dikurangi dengan b. b.1) Penyelesaian dari persamaan (2.1. dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. ■ Mencari Penyelesaian Persamaan Linear Satu Peubah Perhatikan persamaan ax + b = c.Dari bentuk–bentuk persamaan linear tersebut. diperoleh Persamaan dan Pertidaksamaan 87 . 2x + 3 = 7.

ax + b – b = c – b ax + 0 = c – b atau ax = c – b..langkah dalam mencari penyelesaian persamaan linear 1 peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0 sebagai berikut..2) 𝑎.1.. 𝑏 ∈ 𝑅 dan 𝑎 ≠ 0} Himpunan penyelesaiannya adalah : Dari uraian tersebut diatas.... Langkah 1 : Kedua ruas dikurangi dengan b...1. 𝑐. Kemudian kedua ruas dikalikan dengan 1 𝑎𝑥 𝑎 1 𝑎 diperoleh = (𝑐 − 𝑏) . atau 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 1 𝑎 ...... Penyelesaian: 3x – 7 = 9 3x + (–7) = 9 kedua ruas dikurangi –7 3x +(– 7) – (–7) = 9 – (–7) diperoleh 3x = 16.1 Selesaikan persamaan 3x – 7 = 9 ?. CONTOH 2.. (2. terdapat langkah.. Langkah 2 : Kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari koefisien peubah x yang pada persamaan tersebut adalah a.. 88 Persamaan dan Pertidaksamaan .

kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 2 yaitu diperoleh 1 2 2 = (2𝑥) 1 2 1 2 atau 𝑥 = 1. − 7 = −6 kedua ruas ditambah 7 Persamaan dan Pertidaksamaan 89 .2 16 3 }.3 Dapatkan nilai peubah t yang memenuhi Penyelesaian : 2 𝑡 5 2 𝑡 5 − 7 = −6 ?. Jadi. CONTOH 2. himpunan penyelesaiannya adalah { 1 }.1.1.Kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan 3 yaitu diperoleh 3 1 3 1 3𝑥 = 16 3 1 (16) 3 atau 𝑥 = Himpunan penyelesaiannya adalah { CONTOH 2. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 7 = 5 + 2x ? Penyelesaian: 7 = 5 + 2x kedua ruas dikurangi 5 diperoleh -5 + 7 = -5 + 5 + 2x 2 = 2x.

diperoleh -2y = 9 + 8 atau -2y = 17 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari –2 yaitu 1 −2 1 −2 −2𝑦 = 17 2 1 −2 17 .4 Selesaikan persamaan 3y – 8 = 9 + 5y ? Penyelesaian: 3y – 8 = 9 + 5y kelompokkan y pada ruas kiri dan yang tidak mengandung y pada ruas kanan. 2 5 1 2/5 2 𝑡 5 kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari yaitu 5 2 2 5 = 5 2 ( 𝑡) = (1) atau 𝑡 = 2 5 2 5 5 2 Himpunan penyelesaiannya adalah { } CONTOH 2.2 5 𝑡 − 7 + 7 = −6 + 7 diperoleh = 1. diperoleh y=− 90 Persamaan dan Pertidaksamaan .1. Kurangi kedua ruas dengan –5y dan menambah kedua ruas dengan 8: -5y + 3y – 8 + 8 = 9 + 5y – 5y + 8 .

Persamaan dan Pertidaksamaan 91 . 11 − 4 11 − 11 𝑢 4 =− 4 (−1) 11 atau 𝑢 = 4 . 1 4 1 3 kelompokkan u pada ruas kiri dan yang tidak mengandung u pada ruas kanan yaitu dengan mengurangi kedua ruas dengan -3u dan menambah kedua ruas dengan − . + 𝑢 = 3𝑢 − . 11 4 11 Himpunan penyelesaiannya adalah { }.1.5 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan Penyelesaian: 2 3 2 3 + 𝑢 = 3𝑢 − 4 1 1 3 ?. −3𝑢 + + 𝑢 − = −3𝑢 + 3𝑢 − − − 11 𝑢 4 2 3 1 4 2 3 1 3 2 3 2 3 diperoleh = −1 11 4 kemudian kedua ruas dikalikan dengan kebalikan dari − 1 −11/4 yaitu = 4 − .Himpunan penyelesaiannya adalah {− 17 2 } CONTOH 2.

nilai x bisa diambil berapa saja. persamaan (2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 1 dan y = 4/3 memenuhi persamaan (2.1.4).4). himpunan penyelesaian dari (2.3) mempunyai tak berhingga banyak penyelesaian yang berbentuk (x. 𝑦 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} 92 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1.2) merupakan penyelesaian dari p ersam aan (2. akan didapat nilai untuk y. Jadi.4) berupa pasangan (x. Misal diambil lagi. Secara umum. suatu nilai x = 1 diperoleh y = 4/3.1.1.3) adalah 𝑥.4).4) mempunyai banyak penyelesaian. Oleh karena itu. (2.y).1. 4) atau dengan kata lain pasangan (0. Jadi pasangan (0.3) (2. Dari pengamatan di atas.1.1.1.1.2) m erupakan penyelesaian dari persam aan (2. Ini berarti bahwa pasangan nilai x = 0 dan y = 2 memenuhi persamaan (2.2.1.y) yang memenuhi persamaannya. Penyelesaian dari persamaan (2. b≠0. Misal diambil suatu nilai x = 0 diperoleh y = 2. c  R. Pandang persamaan linear dua peubah 2𝑥 + 3𝑦 = 6 Mari kita amati seperti berikut ini. persamaan (2.1.1.2 Persamaan Linear Dua Peubah Persamaan linear dua peubah secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut : 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0.4) 2.

himpunan penyelesaiannya adalah { (x .7 Dapatkan nilai u yang memenuhi persamaan diberikan v = 2 Penyelesaian: 4u – 2v = .1. 4u – 4 = -5 kedua ruas ditambah 4. untuk v = 2 diperoleh 4u – 2(2) = -5.5 jika 4u – 4 + 4 = -5 + 4 4u = -1 u = -1/4. y) | 3x + 4y = 2 . y ∈ R maka nilai x dan y yang memenuhi persamaan tersebut ada tak berhingga banyak.5 . Jadi. y ∈ R} CONTOH 2.6 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 4y = 2 ? Penyelesaian: Oleh karena x. 4u – 2v = . x. diperoleh kedua ruas dibagi 4 . Himpunan penyelesaiannya adalah : { -1/4 } Persamaan dan Pertidaksamaan 93 .CONTOH 2.1.

5t + 4t = -8 – 13 . kedua ruas dibagi – 2 Diperoleh x = -1/2 CONTOH 2.1. pengelompokkan pada kedua ruas. Penyelesaian: 2x + 3y = 4x – 8 .CONTOH 2. 2x – 4x = -8 + 9 atau -2x = 1 . untuk s = -1 diperoleh 5t – 3 (-1) + 10 = 3(-1 ) – 4t – 5 atau 5t + 3 + 10 = -3 – 4t – 5 atau 5t + 13 = -8 – 4t .9 Selesaikan persamaan berbentuk 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5 jika s = -1 ? Penyelesaian: 5t – 3s + 10 = 3s – 4t – 5.8 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x + 3y = 4x – 8 jika y = -3.1. untuk y = -3 diperoleh 2x + 3(-3) = 4x -8 2x – 9 = 4x – 8 pengelommpokkan pada kedua ruas. kedua ruas dibagi 9 t = -21/9 Himpunan penyelesaiannya adalah : {-21/9} 94 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau 9t = -21 .

b. dapat diperoleh nilai – nilai x dan y : Untuk x = 0 Untuk x = 1 Untuk x = 2 Untuk x = 3 maka y = 6 maka y = 4 maka y = 2 maka y = 0  RANGKUMAN  Persamaan linear satu peubah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 𝑐 dengan a ≠ 0. c  R. 𝑏 ∈ 𝑅} Persamaan linear dua peubah dinyatakan sebagai 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan a≠0. 𝑦)|𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐} Persamaan dan Pertidaksamaan 95 .10 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan linear 2x + y = 6 jika x. 𝑐.1. dan c  R mempunyai:    penyelesaian 𝑥 = 𝑐−𝑏 𝑎 𝑐−𝑏 𝑎 himpunan penyelesaian 𝑎 ≠ 0. b≠0. Dan mempunyai himpunan penyelesaian {(𝑥.CONTOH 2. y bilangan bulat positif ? Penyelesaian: Dari persamaan 2x + y = 6.

7 + 8h = -7-8h e. 3 6𝑡−4 4 2𝑡 b. 2 + 𝑡 = 7𝑡 − 8 c. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini. a. 2 3𝑥−4 3 4−3𝑦 b. a.7 = 7-7x e. 3 𝑢 −2 = 3 2−𝑢 = 6−4𝑡 4 f. 7x . Dapatkan himpunan semua penyelesaian dari persamaan berikut ini. 4𝑡+6 4 b. 7(4+5/p) = 8 2. 7 ( 4 – 5/p) = 8 h. 7x – 6 = 8 + 8x f. 4 ( 2t + 3s ) = 8 t + 8 96 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 2𝑏−4 1 3 − 2 = 𝑡 + 5 𝑑 4 − =6 7 𝑦 g. 3𝑠 − 7 = − 4𝑠 d. Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut untuk s = 1 a. 8 − d. 5y +3x = 7 d. e. 5(3x .SOAL LATIHAN 2-1 1. 4x + 5 = 5y -4 c. a. 𝑠 + 8 = e. 3 4𝑥+2 2 2𝑦 −3 = = 4.2) = 10 15y f. 2s + 4 = 4 – 5t. 6k – 4 = 4 – 6k d. c. 5𝑡 7 2𝑠 𝑡 = 4𝑠 + 4𝑠 5 4𝑠 5𝑡 −6 −6 = +5 = 2 4+4𝑠 f. 3y+2/3 =9y-2/3 3. 2 𝑑 4 𝑦 4 5 b. 3 – 2/x = 4 +3/x c. = 7 4+4𝑏 Selesaikan persamaan berikut ini.

e. a. Persamaan dan Pertidaksamaan 97 . d. y riil b. 4𝑚– 3𝑛 = 2 3𝑚 3 𝑣 3𝑢 2𝑣 + 8 untuk v = 1 dan u bilangan bulat + 5𝑛 − 6 untuk m bilangan ganjil dan n bilangan bulat positif.g. 2𝑦 𝑧 2 𝑥 3 𝑦 3𝑥+2𝑦 −7 𝑥𝑦 7 8 untuk x = 1 dan y bilangan cacah − = 2 𝑧 untuk y bilangan ganjil dan z bilangan genap. 2x + 4y – 6 = 5 untuk x=2. 4(2𝑛 + 3𝑚 ) = 8 𝑚 + 8 untuk n=x f. a. 2𝑕 𝑥 − = untuk h = y 𝑥 8 𝑕 7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini dengan grafik. 4 3𝑡 − 2 2𝑠 = 1 4𝑡 −5 h. 5. 4𝑡 − 5𝑠 = 2𝑠 3𝑡 + 4𝑠 untuk t real negatip dan s bilangan sembarang. 𝑢 − = 3𝑣 − c. + = f. 4𝑡 + 5𝑠 = 3 𝑣 2𝑠 3𝑡 + 4𝑡 untuk t = -2 3𝑢 4𝑣 c. 7𝑢 − = 4𝑣 + d. 5𝑝−𝑞 2𝑝 − 8 untuk v=-2 1 2 = 4𝑞 +4 6 untuk 𝑞 = e. 6. 5𝑡−2𝑠 3𝑡 = 4𝑠+4 6 Selesaikan persamaan berbentuk. 4x – 3y + 4 = 5 untuk semua bilangan x. b.

𝑥 2 − 2𝑥 + 1 = 0. 3y2+4y+5=1.2 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat seringkali dijumpai dari permasalahan yang muncul dari suatu fenomena nyata. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x). persamaan kuadrat dengan a=1. Bentuk umum persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0. dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A. Jika si A berhasil menjual x paket.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. (2.2. Pada permasalahan ini. c=1. persamaan kuadrat dengan a=3. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. b=-2. Sebagai ilustrasi: si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue. Salah satu pekerjanya bernama si A. c= 5–1= 4. Dalam penjualan.2. Dalam setiap harinya. kita lihat beberapa contoh persamaan kuadrat berikut ini. b=4.1 1. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi. b. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. dan besarnya adalah 0. c  R. CONTOH 2. 2.2𝑥 2 .1) Untuk lebih jelasnya.2. 98 Persamaan dan Pertidaksamaan .

2. c merupakan bilangan real maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Real. persamaan kuadrat dengan a=2. 5. c merupakan bilangan rasional maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Rasional. c= 1-1 = 0. 4. b . (2x – 4)2 – 6 = 2x. d. 3 𝑥−2 + 2 =7 𝑥+3 Persamaan dan Pertidaksamaan 99 . Jika c = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Tak Lengkap. a. b.2.5 = 0 . bukan persamaan kuadrat karena terdapat pangkat ½ dari peubah u. u2 + 2u1/2. persamaan kuadrat dengan a=4. c= -16. 4n2-16=0. 3. 2𝑡 2 + 2𝑡 + 1 = 1. b=0. c sehingga terdapat beberapa bentuk persamaan kuadrat : 1. 4. b=2. Jika nilai a. b. b.3. (x – 2)(x + 5) = 0 c. Jika b = 0 maka persamaan kuadrat yang terbentuk disebut Persamaan Kuadrat Sejati.2 Nyatakan persamaan berikut menjadi bentuk umum. Bentuk persamaan kuadrat bergantung pada koefisian dari peubah x yaitu a . 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3 ) Penyelesaian: Bentuk umum persamaan kuadrat yang diminta adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. CONTOH 2. Jika nilai a.

b. dijabarkan menjadi 3x+9+2x -4 = 7(x2 + 3x – 2x -6 ) atau 7x2 +2x – 47=0 2. b. c. c. dijabarkan menjadi 3x2 – 6x + 3 = x2 + 3x 3x2 – x2 – 6x –3x+3= 0 atau 2x2 – 9x+3 = 0. (x – 2)(x + 5) = 0.2. dijabarkan menjadi (2x)2 –2(2x)(4) + (4)2 -6 = 2x 4x2 – 16x + 16 -6 = 2x atau 4x2 – 18x +10 = 0. b. Oleh karena itu penyelesaian dari persamaan kuadrat tersebut juga bergantung pada nilai a.a. 3 𝑥−2 4x2 – 16x – 2x + 10 = 0 atau + 2 =7 𝑥+3 disamakan penyebutnya menjadi 3 𝑥 + 3 + 2(𝑥 − 2) =7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3) atau 3 𝑥 + 3 + 2 𝑥 − 2 = 7 𝑥 − 2 (𝑥 + 3). d.1 Menyelesaikan Persamaan Kuadrat Seperti halnya yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa persamaan kuadrat bergantung pada nilai-nilai a. (2x – 4)2 – 6 = 2x. 3x2 – 6x + 3 = x(x + 3) . dijabarkan menjadi x2 + 5x – 2x – 10 = 0 atau x2 + 3x – 10 = 0. c dan 100 Persamaan dan Pertidaksamaan .

2. Cara lain dalam memfaktorkan persamaan kuadrat untuk 𝑎 ≠ 1 dapat dilakukan sebagai berikut. Terdapat 3 cara untuk menyelesaikan persamaan kuadrat : 1. Perhatikan bentuk persamaan kuadrat : ax2 + bx + c = 0. Himpunan penyelesaian persamaan tersebut adalah { -p.2) maka persamaan (2.2.hasil penyelesaian tersebut berupa nilai peubah x yang disebut sebagai akar-akar persamaan kuadrat.2).2.2) dapat dan 𝑝 𝑞 = 𝑐 𝑎 difaktorkan menjadi (𝑥 + 𝑝)(𝑥 + 𝑞) = 0. Sehingga diperoleh: 𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑥 + 𝑞 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 101 . Dengan cara memfaktorkan Cara ini dilakukan berdasarkan pada definisi yang berlaku pada bentuk kesamaan kuadrat bahwa x2 + (a + b)x + ab = (x + a)(x + b). Jadi akar–akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1= -p dan x2=-q. 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 (2. dengan a≠0 kedua ruas dibagi a atau jadikan koefisien x2 menjadi 1 seperti persamaan (2.-q }.

3) dapat difaktorkan menjadi (𝑎𝑥 + 𝑝)(𝑎𝑥 + 𝑞) = 0. maka persamaan (2. 𝑎 −𝑝 𝑎 dan CONTOH 2.2 dan x2 = 5.2. 102 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.Perhatikan bentuk persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0. Penyelesaian: 2x2 – 6x – 20 = 0 . Sehingga diperoleh 𝑎𝑥 + 𝑝 = 0 atau 𝑎𝑥 + 𝑞 = 0 .3 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 2x2 – 6x – 20 = 0 ?.3) Jika 𝑝 + 𝑞 = 𝑏 dan 𝑝𝑞 = 𝑐. kedua ruas dibagi 2 diperoleh x2 – 3x – 10 = 0 dapat dirubah menjadi x2 + (2 – 5)x + (-5)(2) = 0 . Jadi akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah 𝑥1 = 𝑥2 = −𝑞 . terlihat bahwa p = 2 dan q = -5 maka persamaan kuadrat tersebut dapat ditulis (x + 2)(x – 5) = 0 dengan x +2 = 0 dan x – 5 = 0 diperoleh akar – akar x1 = .2. persamaan ini dapat ditulis dalam bentuk : 1 𝑎 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 atau 𝑎𝑥 2 + 𝑎 𝑏𝑥 + 𝑎𝑐 = 0 (2.

2 = 0 diperoleh persamaan berbentuk x2 + x – 12 = 0 atau dapat ditulis x2 + (4 – 3)x + 4(-3) = 0 dan terlihat bahwa p = 4 dan q = -3 x2 + x – 12 = (x + 4)(x – 3) = 0 sehingga diperoleh x + 4 =0 dan x – 3 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. CONTOH 2. 2 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 103 .4 Selesaikan persamaan kuadrat berbentuk 3x2 + 4x .5 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat 1 2 𝑥 3 + 𝑥 + 2 = 0. CONTOH 2. 5}.2.10 = 2x2 + 3x + 2 Penyelesaian: 3x2 + 4x .Jadi. Akar-akar persamaan adalah x1 = 3 dan x2 = -4 sehingga himpunan penyelesaian adalah {-4.2.3}.10 = 2x2 + 3x + 2 Jadikan persamaan berbentuk umum dengan membuat ruas kanan sama dengan 0 3x2-2x2 + 4x – 3x – 10 .

ruas kiri penyebutnya disamakan.6 Selesaikan persamaan berbentuk Penyelesaian: Pada persamaan 2 𝑥−1 2 𝑥−1 − = 1.-3} CONTOH 2. 2 𝑥 − = 1.2. Didapat hasil x2 + 5x + 6 = 0 atau dapat ditulis x2 + (2 + 3)x + 2(3) = 0 dan terlihat bahwa p = 2 dan q = 3 x2 + 5x + 6 = (x + 2)(x + 3 ) = 0. himpunan penyelesaiannya adalah : {-2. Jadi akar-akar persamaannya adalah x1= -2 dan x2= -3. Oleh karena itu. kedua ruas dari persamaan dikalikan dengan 3. Sehingga diperoleh x+2= 0 dan x+ 3 = 0. 2 𝑥 Sehingga diperoleh: 2𝑥 − 2(𝑥 − 1) =1 𝑥(𝑥 − 1) atau 2 =1 𝑥(𝑥 − 1) 104 Persamaan dan Pertidaksamaan . 3 3 1 2 Untuk itu. koefisien dari 𝑥 2 dijadikan 1.Dari persamaan 𝑥 2 + 𝑥 + 2 = 0.

2.5) merupakan bentuk kuadrat sempurna. Dengan Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna Cara lain untuk menyelesaikan persamaan kuadrat adalah dengan melengkapkan kuadrat sempurna.Selanjutnya kedua ruas dikalikan dengan x(x-1).4) dan (2. Jadi himpunan penyelesaian adalah {-1. 2}.4) 𝑥 + 𝑝 2 = 𝑞 (2. Persamaan dan Pertidaksamaan 105 . Perhatikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.2.2. Jadikan koefisien x2 menjadi 1 dengan membagi kedua ruas dengan a.2.5) Persamaan (2. diperoleh: 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 Atau 𝑥 2 + 2 𝑥 2 + 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑏 2 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 𝑥 + − + =0 𝑐 𝑎 𝑥 + = 𝑐 𝑎 − 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = − (2. Lakukan pemfaktoran sehingga didapat hasil: x2 + (1 – 2)x + (–2)(1) = 0 atau (x + 1)(x – 2) = 0 Dari sini diperoleh x + 1 = 0 atau x – 2 = 0 Sehingga akar–akar persamaan tersebut adalah x1 = -1 atau x2 = 2.2. didapat: 2 = x(x -1) atau x2 – x – 2 = 0.

2 . maka persamaan di atas 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0.8 Nyatakan persamaan kuadrat 3x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Himpunan penyelesaiannya adalah : {-2}.2.2. Penyelesaian: x2 + 4x + 4 = 0 dapat ditulis x2 + 2(2)x + 22 = (x + 2)2 = (x + 2)(x + 2 )= 0. x2 + 2x + 12 + 2 = 0 atau x2 + 2x + 12 = . kedua ruas dibagi 3 diperoleh x2 + 2x + 3 = 0. =0 (2. Penyelesaian: 3x2 + 6x + 9 = 0.2. CONTOH 2.2. melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna. 106 Persamaan dan Pertidaksamaan .7 𝑏 2𝑎 2 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 = 𝑐 𝑎 . Akar – akar persamaan tersebut adalah x1 = -2 dan x2 = -2.6) Dapatkan himpunan penyelesaian dari x2 + 4x + 4 = 0 ?.Jika pada persamaan (2.4) nilai menjadi 𝑥 2 + 2 Atau 𝑥 + CONTOH 2.

CONTOH 2. kedua ruas dibagi 4 diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. Melengkapkan dalam bentuk kuadrat sempurna dengan cara menyatakan persamaan kedalam bentuk 𝑥 2 + 2 Diperoleh hasil berikut ini.2. x2 + 2x + 12 = -2 atau (x + 1)2 = . 𝑥 2 + 2 𝑥 + 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 4 27 16 𝑏 2𝑎 6 4 9 4 𝑥 + 𝑏 2 2𝑎 = 0. atau =− Ini merupakan bentuk kuadrat sempurna.9 Nyatakan persamaan kuadrat 4x2 + 6x + 9 = 0 dalam bentuk kuadrat sempurna ?. Penyelesaian: 4x2 + 6x + 9 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 107 .Jadi 3x2 + 6x + 9 = x2 + 2x + 12 + 2 = 0 .2. atau 4 9 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 2 + 2 𝑥 + 𝑥 + 3 2 4 = 0. atau 27 16 = − . Didapat akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. − + 3 2 4 27 16 + = 0.

atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = (𝑥 + 𝑏 2 ) 2𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑏 2𝑎 𝑏 2𝑎 𝑐 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎 .  Pertama: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥1 = 108 Persamaan dan Pertidaksamaan . atau 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 = ( )2 − . Dengan Cara Menggunakan Rumus abc Akan ditunjukkan berikut ini bahwa persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a ≠ 0. kedua ruas dibagi dengan a diperoleh 𝑥 2 + 𝑥 + = 0. dari persamaan ini diperoleh dua persamaan berikut ini. 𝑥 2 + 𝑥 + ( )2 − ( )2 + = 0.3. mempunyai akar-akar 𝑥1 = dan 𝑥2 = −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 Pada ax2 + bx + c = 0. atau = 𝑏 2 −4𝑎𝑐 4𝑎 2 . lanjutkan dengan melengkapkan dalam bentuk persamaan kuadrat sempurna.

7) Persamaan (2. Penyelesaian: Pada persamaan 2x2 – 2x + 6 = 0. CONTOH 2. dan c = 6.2. b = .7) dinamakan rumus abc. mempunyai a = 2.2. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 − −2 ± −2 2 2 2 𝑥12 = −4 2 6 𝑥12 = 2 ± 4 − 48 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 109 .2.2. Oleh karena itu.10 Dengan menggunakan rumus abc. biasa dituliskan dalam bentuk: 𝑥12 = −𝑏± 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 (2. dapatkan akar-akar persamaan kuadrat 2x2 – 2x + 6 = 0 ?. Kedua: 𝑥 + 𝑏 2𝑎 =− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 Dari sini diperoleh 𝑥2 = Kedua akar x1 dan x2 di atas.

CONTOH 2.11 Selesaikan persamaan kuadrat 3x2 + 2x – 4 = 0 ?.2.𝑥12 = 2 ± −44 4 tanda negatif pada akar. 110 Persamaan dan Pertidaksamaan . b = 5 dan c = 4 Oleh karena itu. akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −5 ± 52 − 4 1 4 2 1 −5 ± 25 − 16 2 5±3 2 5+3 2 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 4 dan 𝑥2 = 5−3 2 = 1. persamaan kuadrat Oleh karena terdapat tersebut tidak mempunyai akar real. Penyelesaian: x2 + 5x + 4 = 0 yang mempunyai a = 1.

Jadi himpunan 𝑥12 = 𝑥12 = 𝑥12 = Dari penyelesaiannya adalah { −2 }.2. merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. Dengan menggunakan rumus abc. ruas sebelah kanan dibuat sama dengan 0 -x2 + 2x2 + 4x +4 = 0 atau dapat ditulis x2 + 4x + 4 = 0. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −4 ± 42 − 4 1 4 2 1 −4 ± 16 − 16 2 −4 = −2 2 sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = −2. kalikan kedua ruas dengan x diperoleh -x2 + 4x = -4 -2x2. Persamaan dan Pertidaksamaan 111 .CONTOH 2.12 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan – 𝑥 + 4 = Penyelesaian: – 𝑥 + 4 = −4 𝑥 −4 𝑥 − 2𝑥 ?. b = 4 dan c = 4. − 2𝑥.

𝑥+2 −𝑥 2 +3𝑥+4 𝑥+2 ?.CONTOH 2. diperoleh: (𝑥 2 + 𝑥) 𝑥 + 2 = −𝑥 2 + 3𝑥 + 4. atau −𝑥 2 − 2𝑥 = 𝑥 − 4. kedua ruas dikalikan dengan x + 2. kedua ruas dibagi 𝑥 + 1 −𝑥 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 .13 Selesaikan persamaan berbentuk 𝑥 2 + 𝑥 = Penyelesaian: 𝑥 2 + 𝑥 = −𝑥 2 +3𝑥+4 . atau −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 2 − 3𝑥 − 4. atau 𝑥 2 + 3𝑥 − 4 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. diperoleh: −𝑥 𝑥 + 1 𝑥 + 2 = 𝑥 − 4 (𝑥 + 1). Dengan menggunaakan rumus abc. b = 3 dan c = -4. ruas kanan difaktorkan. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −3 ± 32 − 4 1 −4 2 1 −3 ± 9 + 16 2 𝑥12 = 𝑥12 = 112 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.

CONTOH 2. -x dan -3 diperoleh x2 – 2x +1 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat dengan a = 1. diperoleh (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +(2+3)x + 2(3). Dengan menggunaakan rumus abc.2.14 Selesaikan persamaan (x2 – x)(x + 2 ) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6) ? Penyelesaian: (x2 – x)(x + 2) = -4(x + 2) + (x2 +5x + 6 ) . dengan memfaktorkan persamaan kuadrat pada ruas kanan. diperoleh (x2–x)(x+2) = -4(x+2)+(x + 2)(x + 3) kedua ruas dengan (x + 2) didapat (x2 – x) = -4 + (x + 3).𝑥12 = −3 ± 25 −3 ± 5 = 2 2 −3+5 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = = 1 dan 𝑥2 = −3−5 2 = −4. b = -2 dan c = 1. kedua ruas ditambah 4. diperoleh: 𝑥12 = −𝑏 ± 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −(−2) ± (−2)2 − 4 1 1 2 1 𝑥12 = Persamaan dan Pertidaksamaan 113 .

Jika 𝐷 < 0. terlihat bahwa nilai akar ada mempunyai dua akar real berbeda. ada yang dua akarnya kembar (sama nilainya). Akar dari persamaan kuadrat. Ketiga kondisi ini tergantung dari nilai 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. Jika 𝐷 > 0. 2. Ada tiga nilai diskriminan yaitu:    Jika 𝐷 = 0. Nilai ini dinamakan diskriminan dan sering disimbulkan dengan 𝐷 = 𝑏 2 − 4𝑎𝑐. menurut rumus abc dinyatakan sebagai: 114 Persamaan dan Pertidaksamaan . maka persamaan kuadrat mempunyai akar sama atau akar kembar x1 = x2. ada juga yang akarnya berupa bilangan imaginer. x1 ≠ x2. maka persamaan kuadrat mempunyai akar imaginer. Dari beberapa contoh penyelesaian persamaan kuadrat yang menggunakan rumus abc.2.2 Mencari Hubungan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Pada subbab ini akan dibahas beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar persamaan kuadrat x1 dan x2.𝑥12 = 𝑥12 = 2± 4−4 2 2± 0 =1 2 Dari sini diperoleh akar-akar 𝑥1 = 𝑥2 = 1. maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real berbeda.

10) Persamaan dan Pertidaksamaan 115 . Jika 𝑥1 ditambahkan dengan 𝑥2 .2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 + 2𝑎 2𝑎 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 (2.2.2.𝑥1 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 2𝑎 𝑥2 = Beberapa pernyataan yang berkaitan dengan akar-akar ini adalah: 1.9) Dengan persamaan (2.9).8) dan (2.2. maka dapat diperoleh: 𝑥1 𝑥2 = −𝑏 + 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 −𝑏 − 𝑏 2 − 4𝑎𝑐 × 2𝑎 2𝑎 𝑏 2 − (𝑏 2 − 4𝑎𝑐) 4𝑎2 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 𝑥1 𝑥2 = (2. persamaan kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dapat dinyatakan dalam bentuk: 𝑏 𝑐 𝑥 2 + 𝑥 + = 0 𝑎 𝑎 atau 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 (2. Jika 𝑥1 dikalikan dengan 𝑥2 .8) 2.2.

CONTOH 2. didapatkan persamaan kuadrat: x2 – (x1 + x2 )x + x1x2 = 0 atau x2 – 2x – 1 = 0. 𝑥1 + 𝑥2 = 1 + 2 + 1 − 2 = 2 b. atau 𝑥1 𝑥2 = 1. 116 Persamaan dan Pertidaksamaan .2. CONTOH 2.15 Carilah persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 + 2 dan 1 − 2. Salah satu bentuk persamaan kuadrat adalah 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Dari sini terlihat bahwa 𝑝 = 𝑥1 𝑥2 = 1.2.10). 𝑥1 𝑥2 = 1 + 2 × 1 − 2 = 1 − 2 = −1 Kita masukkan ke dalam persamaan (2.16 Jika 𝑥1 adalah salah satu akar persamaan kuadrat 𝑥 2 − 2𝑝𝑥 + 𝑝 = 0 dan akar lainnya adalah Penyelesaian: 𝑥2 = 1 𝑥 1 1 𝑥 1 maka dapatkan nilai dari p ?.2. Penyelesaian: 𝑥1 = 1 + 2 dan 𝑥2 = 1 − 2 a.

maka:  4𝑥2 + 𝑥2 = 2 atau 𝑥2 = 2 5 8 5 2 5 Dari ini. Jika salah satu akarnya merupakan 4 kali akar yang lain. Jadi akar-akarnya adalah 2 5 dan . maka dapatkan nilai p dan akar-akar tersebut ? Penyelesaian: Perhatikan kembali bentuk persamaan kuadrat: 𝑥 2 − 𝑥1 + 𝑥2 𝑥 + 𝑥1 𝑥2 = 0 Kalau kita padankan dengan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0. nilai 𝑥1 = 4𝑥2 = 4 = .17 Perhatikan persamaan kuadrat 2𝑝𝑥 2 − 4𝑝𝑥 + 8 = 0.2. 5 𝑐 𝑎 8 Selanjutnya nilai p dicari dari 𝑥1 𝑥2 = 28 55 = 8 2𝑝 atau = 8 2𝑝 atau nilai 𝑝 = 25 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 117 .CONTOH 2. didapat:  𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 4𝑝 2𝑝 = =2 Karena diketahui bahwa 𝑥1 = 4𝑥2 .

dapatkan nilai p dan bentuk persamaan kuadratnya.18 Salah satu akar dari persamaan kuadrat -4x2 + px – 16 = 0 adalah -2 kali terhadap akar yang lain.CONTOH 2. −4 diketahui x1 = -2x2 maka (-2x2)x2 = -4 diperoleh (x2)2 – 2 = 0 atau 𝑥2 = ± 2 dan 𝑥1 = −2𝑥2 = ±2 2 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 =2 2− 2 diperoleh 𝑝1 = 8 2 − 4 2 = 4 2 dan 𝑝2 = −8 2 + 4 2 = −4 2 . Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −𝑝 −4 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −16 . Untuk 𝑝1 = 4 2.2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 + 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = 2 2 dan 𝑥2 = − 2 Untuk 𝑝2 = −4 2. persamaan kuadratnya adalah −4𝑥 2 − 4 2𝑥 − 16 = 0 dengan akar-akar 𝑥1 = −2 2 dan 𝑥2 = 2 118 Persamaan dan Pertidaksamaan .

19 Dapatkan akar-akar dan nilai p jika persamaan kuadrat berbentuk x2– 2px + 12=0 dan selisih dari akar-akarnya adalah 4. Jika untuk x2 = 2. Penyelesaian: 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = 12 1 = 12 diketahui bahwa x1 – x2 = 4 atau x1 = 4 + x2 maka (4 + x2)x2 = 12 atau x2 + 4x – 12 = 0.CONTOH 2.2. dengan cara faktorisasi dapat diperoleh (x + 6)(x – 2) = 0 yang mempunyai akar-akar x2 = -6 dan x2 = 2. x1 = 6 maka diperoleh p = 8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0. 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = 𝑝 1 = 𝑝 jika untuk nilai x2 = -6 dan x1 = -2 maka diperoleh p = -8 dan persamaan kuadrat yang terbentuk adalah x2 +16x + 12 = 0 . Oleh karena x1 = 4 + x2 maka untuk x2 = -6 diperoleh x1 = -2 dan untuk x2 = 2 diperoleh x1 = 6. Persamaan dan Pertidaksamaan 119 .

dapatkan persamaan kuadrat tersebut. diperoleh 1 2 2 3 2 𝑥 3 2 𝑥2 = 1 2 atau dapat ditulis 𝑥 2 − = 0 dengan akar-akar 𝑥12 = ± Untuk akar 𝑥2 = 1 2 3 1 3 3 diperoleh 𝑥1 = 1 − 2 1 3 3 3.2. demikian pula untuk akar 𝑥2 = 3 diperoleh 𝑥1 = − Jadi jumlah kedua akar-akarnya persamaan kuadrat mempunyai 2 1 1 5 kemungkinan yaitu 𝑥1 + 𝑥2 = 3+ 3= 3 atau 3 2 6 𝑥1 + 𝑥2 = 1 3 3− 1 2 3=− 1 6 3 Dengan demikian persamaan kuadratnya adalah 𝑥 2 − atau 𝑥 2 + 1 1 3𝑥 + = 0 6 2 5 1 3𝑥 + = 0 6 2 120 Persamaan dan Pertidaksamaan . telah diketahui bahwa 𝑥1 𝑥2 = 3 4 1 2 dan 𝑥1 = 𝑥2 .CONTOH 2.20 Hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat adalah 2 3 1 2 dan salah satu akar dari akar yang lain. Penyelesaian: Misalkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut adalah x1 dan x2.

𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 Hubungan diantara akar-akar x1 dan x2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 seperti dapat dipakai untuk mempermudah pencarian bentuk-bentuk hubungan antar akar-akar yang lainnya seperti: 1.2.3 Hubungan Antara Akar-Akar Persamaan Kuadrat Lainnya Misalkan persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.2.2. 3 𝑥 1 e. maka dapatkan nilai – nilai dari hubungan akar-akar dibawah ini : a.x2)2 2. 2 2 𝑥1 − 𝑥2 + 𝑥 3 2 Penyelesaian: Dari persamaan kuadrat dapat diperoleh hubungan akar-akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 = −2 4 = −1 2 dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 = −1 4 Persamaan dan Pertidaksamaan 121 . x12x2+ x22x1+ x1x2 4. 1 𝑥 1 1 𝑥 2 + CONTOH 2. (x1 . (𝑥1 + 𝑥2 )2 f. 2 2 𝑥1 + 𝑥2 2 2 b. 𝑥1 + 𝑥2 d. a ≠ 0 dengan akar x1 dan x2. 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 3 3 c.21 Jika akar-akar persamaan kuadrat 4x2 + 2x – 1 = 0 adalah x1 dan x2. x12 + x22 3.

(𝑥1 − 𝑥2 )2 = 𝑥1 − 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = 𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥1 𝑥2 2 2 Telah dicari sebelumnya bahwa 𝑥1 + 𝑥2 = . dapat dicari x12 x2 + x22 x1 = x1 x2 ( x1 + x2 ) Sehingga diperoleh x12 x2 + x22 x1 = −1 −1 4 2 = 1 8 c. Seperti sebelumnya.2 2 a. x13 + x23 = ( x1 + x2 )( x12 – x1 x2 + x22 ) = ( x1 + x2 )( x12 + x22– x1 x2 ). 3 4 Dengan demikian (𝑥1 − 𝑥2 )2 = − 2 4 −1 2 3 −1 4 = 5 4 −1 4 2 2 e. Bentuk 𝑥1 + 𝑥2 dinyatakan dalam bentuk penjumlahan dan perkalian dari akar-akar persamaan kuadrat. 𝑥1 − 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 + 2𝑥1 𝑥2 = ( )2 + 2 = −1 4 122 Persamaan dan Pertidaksamaan . dari contoh diatas telah diperoleh x12 + x22 = sehingga diperoleh x13 + x23 = −1 3 2 4 3 4 −1 2 − −1 2 = 2 2 2 2 d. telah diketahui sebelumnya bahwa bentuk sempurna kesamaan kuadrat: 2 2 𝑥1 + 2𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 dengan demikian: 2 2 𝑥1 + 𝑥2 = (𝑥1 + 𝑥2 )2 − 2𝑥1 𝑥2 = ( −1 2 −1 3 ) −2 = 2 4 4 b.

Persamaan dan Pertidaksamaan 123 . Dengan menggunakan penggantian. maka didapat penjumlahan akar 𝑥1 + 𝑥2 = −𝑏 𝑎 dan perkalian akar 𝑥1 𝑥2 = .2.  Menggunakan Rumus Penjumlahan dan Perkalian Akar-akar Jika diketahui persamaan kuadrat berbentuk ax2 + bx + c = 0.f. 2. 3 𝑥 1 + 3 𝑥 2 = 3𝑥 2 +3𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = 3(𝑥 1 +𝑥 2 ) 𝑥 1 𝑥 2 = 3(−2 ) −1/4 1 =6 ■ Menyusun Persamaan Kuadrat Jika Akar-akarnya Mempunyai Hubungan Dengan Akar-akar Persamaan Kuadrat Lainnya. Dengan menggunakan rumus penjumlahan dan perkalian akarakar. Untuk menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya mempunyai hubungan dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui mempunyai 2 cara yaitu: 1. 𝑐 𝑎 Untuk menentukan persamaan kuadrat baru perlu untuk dicari akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut dan hubungannya dengan akar – akar persamaan kuadrat yang diketahui.22 Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah x1 + 3 dan x2 + 3 dimana x1 dan x2 akar-akar persamaan x2 + 4x + 4 = 0. CONTOH 2.

3 = x2 maka CONTOH 2. Jika dimisalkan persamaan kuadrat baru berbentuk au2 + bu + c = 0 dengan akar-akar u1 = x1 + 2 atau u1 . Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah u2 – (u1 + u2)u + u1u2 = 0 atau u2 – 2u + 1 = 0 dan u2 .23 Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 3 𝑥 1 dan 3 𝑥 2 jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat x2 + 2 x + 1 = 0 ? Penyelesaian: Penjumlahan akar-akar x1 + x2 = -2 dan Perkalian akar-akar x1 x2 = 1.Penyelesaian: Persamaan kuadrat x2 + 4x + 4 = 0 mempunyai jumlahan akar-akar x1 + x2 = -4 dan perkalian akar-akar x1x2 = 4 .3 = x1 dapat dicari akar-akar tersebut dari:  x1 + x2 = -4 atau u1 – 2 + u2 – 3 = -4 sehingga u1 – 3 + u2 – 3 = -4 atau u1 + u2 = 2  x1x2 = 4 atau (u1 – 3)(u2 – 3) = 4 atau diperoleh persamaan u1u2 – 3 (u1+ u2) = -5 atau u1u2 = -5 + 3(2) = 1. 124 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.

24 Jika x1dan x 2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat dari x 2 – 4 x + 4 = 0 maka dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya adalah : a. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – (y1 + y2) y + y1 y2 = 0 atau y2 + 6y + 9 = 0  Menggunakan penggantian Untuk mendapatkan persamaan kuadrat yang baru dengan cara penggantian dapat dilakukan jika akar-akar persamaan kuadrat yang baru simetri dengan akar-akar persamaan kuadrat yang diketahui. 2 2 2 2 b. CONTOH 2.6 . 1 𝑑 𝑥 1 dan 1 𝑑 𝑥 2 dengan d adalah konstanta yang tidak nol.Misalkan persamaan kuadrat baru berbentuk a y2 + b y + c = 0 dengan akar-akar 𝑦1 = 3 𝑥 1 atau 𝑥1 = 3 𝑦1  x1 + x2 = -2 atau 3(𝑦1 +𝑦2 ) 𝑦1 𝑦2 + 3 𝑦2 3 𝑦1 dan 𝑥2 = 3 𝑦2 .2 y1 y2 atau y1 + y2 = . 𝑥1 + 𝑥2 dan 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 𝑥1 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 125 . dapat dicari: = −2 atau = −2 atau 3(y1 + y2) = -2y1y2.2. 3 3 = 𝑦1 𝑦2  x1 x2 = 1 atau 1 atau y1 y2 = 9 sehingga dapat diperoleh 3(y1 + y2) = .

25 Dapatkan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 1 𝑥 1 𝑥 2 dan 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 dimana x1 dan x2 merupakan akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah 𝑦1 = 𝑦2 = 1 𝑑𝑥 2 1 𝑑𝑥 1 dan dimana penjumlahan dan perkalian dari akar-akar tersebut berbentuk simetri walaupun nilai dari x1 dan x2 dirubah. dapat dilakukan penggantian dari akar-akar tersebut yaitu 𝑦 = kuadrat x2– 4x +4 = 0 yaitu 1 2 𝑑𝑦 1 𝑑𝑥 1 𝑑𝑦 atau 𝑥 = pada persamaan −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0 atau 1 𝑑𝑦 2 −4 1 𝑑𝑦 + 4 = 0. Misalkan akar-akar persamaan baru adalah y1 = x12 + x22 atau y1 = ( x1 + x2 )2 – 2 x1 x2 = 16 – 32 = -16 dan y2 = x12 x2 + x22 x1 atau y2 = x1 x2 ( x1 + x2 ) = 16. kedua ruas dikalikan d2y2 diperoleh 1 – dy + 4d2y2 = 0 atau 4d2y2 – dy + 1 = 0 b. Dengan demikian persamaan kuadrat yang baru adalah y2 – ( y1 + y2 ) + y1 y2 = 0 atau y2 – 256 = 0 CONTOH 2.2. Oleh karena itu.Dari persamaan yang diketahui x2 – 4 x + 4 = 0 dapat diperoleh x1 + x2 = 4 dan x1 x2 = 4 a. Penyelesaian: 126 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Pada tahun pertama usaha tersebut mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10.26 Sekelompok orang melakukan usaha bersama membentuk suatu badan usaha.4 Menerapkan Persamaan Kuadrat Sebelum ini. diperoleh persamaan kuadrat 25 3 yang baru adalah v2 – (v1 + v2) + v1v2 = 0 atau 𝑣 2 − 𝑣 − 6 = 0. 2. kita akan menggunakan persamaan kuadrat untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.2. Jika ada 2 orang anggota tidak mau menerima keuntungan usaha tahun pertama.000. Misalkan akar-akar persamaan kuadrat yang baru adalah 𝑣1 = dan 𝑣2 = 1 𝑥 1 + 1 𝑥 2 = 𝑥 1 +𝑥 2 𝑥 1 𝑥 2 = −6 9 = −2 3 1 𝑥 1 𝑥 2 =9 .000 lebih banyak dari penerimaan yang dibagai pada semua anggotanya.000. Pada subbab ini. kita telah belajar banyak tentang persamaan kuadrat dan berbagai cara menyelesaikan persamaan kuadrat.Dari persamaan kuadrat yang diketahui diperoleh 𝑥1 + 𝑥2 = dan 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 = −6 = 9. CONTOH 2. Keuntungan tersebut dibagai rata pada setiap anggotanya. maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 250. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan persamaan kuadrat. Persamaan dan Pertidaksamaan 127 .2. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.

000 𝑥 10.000𝑥 ⟹ 𝑥 2 − 2𝑥 − 80 = 0 ⟹ 𝑥 − 10 (𝑥 + 8) = 0 128 Persamaan dan Pertidaksamaan .000𝑥 2 + 9.000 10.000𝑥 − 20.000 = 𝑥 𝑥 − 2 ⟹ (10. maka selisih yang diterima setiap anggota adalah Rp 250.000 = 10. Dari sini diperoleh 𝐴 + 250.000 + 250.000.500. maka setiap anggotanya menerima A rupiah.Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya anggota kelompok.000 𝑥 − 2  Jika ada 2 orang tidak mau menerima keuntungan.000 𝑥 Jika keuntungan tersebut dibagi (x-2) orang.000 = 1.000 + 250.000.000 = 𝑥 𝑥 − 2 10.000 + 250.000.  Jika keuntungan dibagi pada semua anggota kelompok.000.000𝑥)(𝑥 − 2) = 10.000.000.000𝑥 ⟹ 25𝑥 2 + 950𝑥 − 2. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  10.000.000. maka setiap anggotanya menerima B rupiah.000 = 𝐵 ⟹ ⟹ 10.000.000. Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 10.000.000𝑥 ⟹ 250.

Tentukan banyaknya peserta wisata tersebut. CONTOH 2. Besarnya nilai A adalah 𝐴 =  2.000 𝑥 − 8  Jika ada 8 peserta mengundurkan diri. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. nilai x harus lebih besar nol.000. maka setiap peserta membayar A rupiah.000.  Jika biaya sewa bus dibagi pada semua peserta. maka setiap peserta membayar B rupiah.500.2.500. Jika pada saat mau berangkat ada 8 orang yang mengundurkan diri. maka setiap peserta menambah Rp 12.500 = 𝐵 Persamaan dan Pertidaksamaan 129 . Besarnya nilai B adalah 𝐵 = 2.27 Panitia wisata menyewa sebuah bus seharga Rp 2.000 𝑥 Jika biaya sewa tersebut dibagi (x-8) orang. Akan tetapi. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang. Dari sini diperoleh 𝐴 + 12. Penyelesaian: Misal x merupakan banyaknya peserta wisata.000. Karena itu.Dari persamaan ini.000. maka setiap peserta harus menambah biaya sebesar Rp 12. Biaya sewa bus ditanggung secara merata oleh peserta wisata.

000. Akan tetapi.000 + 12.000𝑥 − 160.000.28 Si Pegy mempunyai usaha penjualan paket kue.⟹ ⟹ 2.000 2.1𝑥 10 + 2𝑥 = 𝑥 + 0. dengan x adalah banyaknya paket yang dijual oleh si A.000𝑥 ⟹ 12. Salah satu pekerjanya bernama si A.2.000.2𝑥 2 . Karena itu.000 + 12. Penyelesaian: 130 Persamaan dan Pertidaksamaan .500𝑥 2 + 1. Dalam setiap harinya. dan besarnya adalah 0.500 = 𝑥 𝑥 − 8 2.280 = 0 ⟹ 𝑥 − 40 (𝑥 + 8) = 0 Dari persamaan ini.900. diperoleh hasil banyaknya anggota ada sebanyak 10 orang.000 = 2.000𝑥 ⟹ 125𝑥 2 − 1.000.000 = 0 ⟹ 𝑥 2 − 8𝑥 − 1. maka si Pegy juga memperoleh pendapatan akibat dari penjualan oleh si A. diperoleh 𝑥 = 10 dan 𝑥 = −8. Pegy mempunyai banyak pekerja keliling. Dalam penjualan. Berapa paket kue yang harus di jual si A agar target pendapatan si Pegy terpenuhi.000 = 𝑥 𝑥 − 8 ⟹ (2. CONTOH 2. nilai x harus lebih besar nol. Pegy menginginkan pendapatan setiap hari yang berasal dari si A adalah Rp 10. Jika si A berhasil menjual x paket.500 𝑥 2.500𝑥)(𝑥 − 8) = 2.000.000.000 + 12.000.000𝑥 − 16.000. si A diberikan honorarium sebesar Rp (10+2x).

500 m2.1.2. si A harus menjual sebanyak 5 paket agar si Pegy memperoleh pendapatan Rp 10 dari penjualan si A. CONTOH 2. lihat Gambar 2.2. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola. Gambar 2. maka tentukan lebar jalur tersebut. Luas jalur dalam m2 adalah Persamaan dan Pertidaksamaan 131 . dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan kuadrat 𝑥 + 0.2.1 Jalur lari dengan lebar tetap.Pada permasalahan ini.2𝑥 2 = 10. Jika luas jalur tersebut adalah 2. Jadi diperoleh hasil x=5. Karena x adalah banyaknya paket barang yang dijual. x tidak boleh negatif. atau 0.2𝑥 2 + 𝑥 − 10 = 0 ⇒ 𝑥 2 + 5𝑥 − 50 = 0 ⇒ 𝑥 + 10 (𝑥 − 5) = 0 Diperoleh x=-10 dan x=5.29 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m.

c  R.  RANGKUMAN  Bentuk umum persamaan kuadrat adalah 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 0 dengan a≠0.L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 Karena luas jalur adalah 2. b.500 m2. maka   𝑥1 + 𝑥2 = 𝑥1 𝑥2 = 𝑐 𝑎 −𝑏 𝑎 132 Persamaan dan Pertidaksamaan .2.500 = 0 (x+100) (x -25)=0 Karena nilai x > 0. Mempunyai bentuk kuadrat sempurna 𝑥 + 𝑝 Mempunyai akar-akar 𝑥1 =  −𝑏+ 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 −𝑏− 𝑏 2 −4𝑎𝑐 2𝑎 = 𝑞 dan 𝑥2 = Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persamaan kuadrat. 2 maka penyelesaiannya adalah 𝑥1 = −𝑝 dan 𝑥1 = −𝑞.500 = 4x2 + 300x x2 + 75x . Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut adalah 25 m.    Jika dapat difaktorkan ke bentuk 𝑥 + 𝑝 𝑥 + 𝑞 = 0. maka diperoleh x = 25 m. maka : 2.

x2 + x – 12 = 0 c. a. (y – 2)(y – 2) = 9 e. 3x2 – 6x = 9 b. x2 + 2x = 3 2. e. x2 – 5x + 3 = 0 d. Tentukan kecepatan ia berlari ? 5. 3t2 + t – 2 = 0 f. x2 – 12x – 45 = 0 d. (2x + 3)2 = 25 b. x2 – 14x – 32 = 0 Carilah akar persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan bentuk sempurna. x2 + 5x = -6 f. dengan bantuan murid SMU kelas 1 dianjurkan agar ia berlari 1. x2 – 2x – 8 = 0. a.2 km perjam lebih cepat.SOAL LATIHAN 2-2 1. Peluru ditembakkan vertikal ke udara dengan kecepatan awal v0 dan pada saat Persamaan dan Pertidaksamaan 133 . Setiap sabtu. (x – 1)2 = 100 c. 6x2 – 7x + 2 = 0. x2 – 4x – 5 = 0 e. b. Carilah akar persamaan kuadrat dengan menggunakan rumus abc. tujuannya adalah mengurangi waktu tempuh sebesar setengah jam. f. 2x2 – 6x + 11 = 0. Amir pelari peserta PON berlatih lari 18 km. x2 + 4x – 8 = 0 4. u2 + 8u – 9 = 0. 2x2 -4x – 2 = 0 c. d. 3. Dapatkan akar persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan. a.

c. dapatkan persamaan kuadrat tersebut jika: a. tinggi =2? 7. Suatu tangga dengan panjang 10 bersandar pada tembok . 4 dan -4 c. u dan 2 – u d. sisi balok berbentu empat persegi panjang maka dapatkan luas sisi balok untuk volume = 100 . jarak ujung tangga dengan lantai adalah 6. b= 134 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1/t dan t yang berurutan 10. Jika a dan b akar-akar persamaan kuadrat maka bentuk faktor dari persamaan kuadrat dapat ditulis (x + a)(x + b) = 0 . Jumlah pangkat dua dari tiga bilangan ganjil adalah 515 . jika ketinggian maksimum 30 maka tentukan waktu sampai peluru mencapai tanah ? 6. a. jika alas dan tutup kotak berbentuk bujur sangkar .tertentu akan mencapai ketinggian sebesar v0t – 10t2 . tentukan bilangan –bilangan tersebut ? 8. b.5 ) a =( 3 − 5) dan b = ( 3 + 5) a= 1 ( 3− 5) 1 ( 3+ 5) . tentukan jarak geseran kaki tangga agar ujung atas tangga bergeser sama panjang dengan geseran bawah ? 9. a = ( 2 + 5 )( 2 . a = -3 dan b = 4. alas dan tutup diabaikan. Dapatkan persamaan kuadrat yang akar-akarnya. d. Suatu kotak berbentuk balok yang mempunyai volume = luas alas × tinggi. 2 dan 7 b.

dapatkan p dan akar. 14. jumlah akar-akarnya = -4 . dapatkan bentuk simetri dengan tanpa mencari akar persamaannya . hasil kali akar-akarnya = -1. hasil kali akar-akarnya = 2 d.akarnya jika 2x1 + x2 = 2 ? 18. 𝑎 Dapatkan persamaan kuadrat yang hubungan diantara akar- akarnya adalah a. dapatkan nilai p. jumlah akar-akarnya = 2 . 16. Susunlah suatu persamaan kuadrat yang akar-akarnya adalah 1 2 ± 1 . Persamaan kuadrat berbentuk 2x2 + (p + 3) x – 4p = 0 yang selisih akar-akarnya sama dengan 7 . hasil kali akar-akarnya = c. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2 – 3x = . Diketahui salah satu akar persamaan kuadrat x2 – 2qx + 4q = 0 tiga kali akar yang lain . Salah satu akar persamaan kuadrat 3x2 – (p – 3)x + p + 2 = 0 berlawanan 2 kali. jumlah akar-akarnya = 3 . dapatkan nilai p dan akar-akarnya.11. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 13. 12. Akar-akar persamaan (2p – 1)x2 – 15/2x – 3 = 0 saling 1 3 berkebalikan . dapatkan nilai p ? 17. Salah satu akar persamaan –2x2 + px – p + 2 = 0 sama dengan 0. b. p 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 135 . jumlah akar-akarnya = 1 . hasil kali akar-akarnya = 4. dapatkan nilai p dan akar-akarnya 15. Akar-akar persamaan kuadrat x2 – 2x – 4 = 0 adalah x1 dan x2 .

3x + a . 𝑥1 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥1 𝑥2 + 𝑥2 3 3 b. x14 + x24 d. Akar persamaan kuadrat x2 – (p + 1)x – 2p+4 = 0.2 2 a. x12 + x22 = x1 + x2 untuk persamaan kuadrat x12 + x22 = 10 berbentuk x2 – px – 4 = 0 ? 22. x12 + x22 c. 1 3 𝑥 1 + 1 3 𝑥 2 20.1= 0 adalah x1 dan x2. x13 + x12 x2 + x1 x22 + x23 b. Hitunglah p jika b . Bilangan x1 dan x2 adalah akar persamaan x2 – 2bx + b2 = 0 . dan 136 Persamaan dan Pertidaksamaan . 𝑥1 + 𝑥2 2 2 2 2 c. 𝑥 1 𝑥 2 dan 𝑥 2 𝑥 1 1 𝑥 2 −2 b. hitunglah p jika a. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya 2 kali lebih kecil dari akar persamaan kuadrat x2 + 6x + 9 = 0 ? 24. Akar-akar persamaan 9x2 – 15x + p = 0 adalah x1 dan x2. Akar persamaan kuadrat x2 . 𝑥1 + 𝑥2 d. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya a. x12 + x12 x2 + x1 x22 + x22 = 2 21. x12 dan x22 1 2 𝑥 1 1 2 𝑥 2 c. hitunglah bentuk berikut yang merupakan bentuk simetri dari x1 dan x2 a. 1 𝑥 1−3 + 1 𝑥 2−3 19. 1 𝑥 1 −2 dan d. dapatkan b jika x12 + x22= 2 ? 23.

maka tentukan ukuran pekarangan tersebut jika orang tersebut selesai mengelilingi pekarangannya dalam 100 langkah. Seseorang berjalan menyusuri sepetak pekarangan berbentuk persegi panjang yang luasnya 216 m2 tanpa berhenti. sebelum ada yang mengundurkan diri. Tentukan banyaknya anggota kelompok tersebut.12 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2. maka tentukan jumlah dari dua bilangan genap tersebut. tentukan a dan akarakarnya ? 27. Susunlah suatu persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya kebalikan dari akar-akar persamaan x2 – 6ax -6a = 0 ? 26. 29. Persamaan yang akar-akarnya 2 lebih kecil dari persamaan kuadrat x2 – 6ax -6a = 0 adalah 2x2 – 6x + 6 = 0 . 30.x22. Persamaan dan Pertidaksamaan 137 . Sekelompok orang menerima borongan pekerjaan penggalian selokan dengan imbalan sebesar Rp 2 juta yang dibagi rata pada setiap anggotanya.000 lebih banyak dari penerimaan semula. 28. tentukan persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x12 + x22 dan x12 . Andaikan langkah orang tersebut selalu tetap sebesar 60 cm.25. Jika 2 orang onggotanya mengundurkan diri. Persamaan kuadrat 6x2 – x . maka setiap anggota kelompok akan menerima Rp 50. Jika jumlah dari kebalikan dua bilangan genap yang berurutan adalah 9 40 .

2 meter untuk seragam pria dan 2 meter untuk seragam wanita. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 3 persamaan.5 meter per seragam pria dan 2.5𝑦 = 200.5𝑦 = 100. 3.5y = 200 138 Persamaan dan Pertidaksamaan .5y = 100 dan 2x + 2. dan banyaknya seragam wanita yang dapat dibuat adalah 2𝑥 + 2. maka banyaknya seragam yang dapat dibuat untuk ukuran sedang dan besar adalah. Sistem persamaan linear 2 peubah dengan 2 persamaan.2x + 1. Dalam buku ini dibahas system persamaan linear: 1. Peubah y menyatakan seragam dengan ukuran besar. Misalkan peubah x menyatakan seragam dengan ukuran sedang. 2.3 Sistem Persama a n Linear Sistem persamaan linear atau juga disebut sebagai sistem persamaan linear serentak merupakan kumpulan atau himpunan dari persamaan linear. Dan ini membentuk dua persamaan linear berikut ini.5 meter perseragam wanita. Ukuran sedang memerlukan 1.2 𝑥 + 1. 1. Jika bahan yang tersedia untuk pria sebanyak 100 meter dan wanita 200 meter. Sistem persamaan linear 3 peubah dengan 2 persamaan. Ukuran besar memerlukan 1. Sistem persamaan linear banyak sekali dijumpai dalam banyak aplikasi misalnya:  Seorang pengusaha busana seragam untuk pria dan wanita dengan bentuk yang berbeda dan terbagi dalam 2 ukuran sedang dan besar. Banyaknya seragam pria yang dapat dibuat adalah 1.2.

000.per anak dan Rp1.000.dengan harga karcis Rp2..per dew asa. maka banyaknya pengunjung kedua lokasi wisata tersebut adalah : 2500x + 1500 y + 1000 z = 10.per anak dan Rp1.000 3500 x + 2500 y + 1000 z = 12.... y menyatakan banyaknya pengunjung anak-anak dan z menyatakan banyaknya pengunjung mobil.500.per anak dan Rp1.per mobil.per m obil.. jika hanya terdapat 2 lokasi pada obyek wisata tersebut.000 3000 x + 2500 y + 1000 z = 12.000..000.. Rp2.500. Lokasi A sebesar Rp10. 3. Lokasi C sebesar Rp14.000.500.per dewasa.000 Persamaan dan Pertidaksamaan 139 .000. Rp2. Banyaknya pengunjung dari ketiga lokasi wisata tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut. Rp1.000.000. Misal x menyatakan banyaknya pengunjung dewasa.per dewasa. 2.000.000.000.000 3000 x + 2000 y + 1000 z = 14.per mobil.000.000  Pada ilustrasi nomor 2. Suatu obyek wisata yang mempunyai 3 lokasi dengan bentuk yang berbeda pada suatu tempat yang sama.000.dengan harga karcis Rp3..dengan harga karcis Rp 3...000.000. Lokasi B sebesar Rp 12.000. Permasalahan ini membentuk suatu sistem persamaan linear: 2500 x + 1500 y + 1000 z = 10.500. setiap lokasi pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah 1.

c2  R a1 . a2 . b1 .2. Metode Matriks.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Peubah Sistem persamaan linear dua peubah secara umum dapat ditulis : a1x + b1y = c1 dengan a1 . b2 . Metode gabungan eliminasi dan substitusi. Metode Substitusi. 4. Metode Eliminasi 3. Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear yaitu : 1 .3. Mencari penyelesaian dari sistem persamaan linear merupakan pasangan (x. Metode Grafik. 5. c1  R a2x + b2y = c2 dengan a2 . dibahas pada Bab 3. 140 Persamaan dan Pertidaksamaan . 1) Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dengan Metode Grafik Menyelesaikan sistem persamaan linear dengan metode grafik maka persamaan a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2 dapat dipandang sebagai garis lurus maka perpotongan dari kedua garis tersebut merupakan penyelesaian dari sistem persamaan linear . 2. b1 . b2 tidak boleh bersama – sama bernilai nol. y) yang memenuhi kedua persamaan linear tersebut sehingga memberikan pernyataan yang benar.

sehingga sistem persamaan linear tidak mempunyai penyelesaian. Terdapat satu titik potong jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . didapat: untuk x = 0 . sistem persamaan linear mempunyai satu penyelesaian/ jawab. tidak terdapat perpotongan atau singgunggan antara kedua garis tersebut. Garis u1 berimpit dengan garis u2 jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 . Garis u1 sejajar dengan u2 namun tidak berhimpit. 3. y = dan 2 3 untuk y =0 . 2. Penyelesaian: Dari persamaan x + 2y = 3. terdapat banyak titik yang memberikan jawaban yang benar dan dikatakan bahwa sistem persamaan linear mempunyai banyak penyelesaian. CONTOH 2.Misalkan garis u1 : a1x + b1y = c1 dan garis u2 : a2x + b2y = c2 maka akan terdapat beberapa kemungkinan diantara kedua garis tersebut yaitu: 1. 𝑏2 ≠ Pada kondisi ini. jika 𝑎 1 𝑎 2 𝑏1 𝑏2 𝑐1 . 𝑏2 ≠ Pada kondosi ini.3. x = 3 Persamaan dan Pertidaksamaan 141 .1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berbentuk x + 2y = 3 dan 2x + y = 3. 𝑐2 = ≠ Pada kondisi ini.

0). 2 3 Dari persamaan 2x + y = 3. 0).Jadi grafik melalui titik (0. x = 3 2 Jadi grafik melalui titik (0. 1).3) dan ( . ) dan (3. b1y = c1. 3 2 Dari grafik terlihat bahwa perpotongan garis terjadi disekitar (1. Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear ini adalah x=1. didapat: untuk x=0. 2) Menyelesaikan Dengan Metode Substitusi. dan y=1. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 .a1x atau 𝑦 = 𝑎 1 𝑥 disubstitusi 𝑏1 𝑐1 𝑎 1 b2( − 𝑥) = c2 atau 𝑏1 𝑏1 𝑐1 𝑏1 − pada persamaan a2x + b2y = c2 diperoleh a2x + 𝑏2 𝑎1 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑥 = 𝑐2 − 𝑏1 𝑏2 𝑏1 Jadi 142 Persamaan dan Pertidaksamaan . a2x + b2y = c2. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan substitusi dimaksud adalah melakukan substitusi terhadap salah satu peubah x atau y dari 1 persamaan ke persamaan yang lain. a1x + b1y = c1. y = 3 dan untuk y=0.

kedua ruas = -1.3.6 atau y = −16 16 5+2𝑦 . CONTOH 2.3.𝑏2 𝑐1 𝑏1 𝑥 = 𝑏2 𝑐1 𝑎2 − 𝑏1 𝑐2 − CONTOH 2. didapat: 3x – 2(-1) = 5 atau x = 1 Sehingga penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah x=1. 3 disubstitusikan 5+2𝑦 ) +4 3 y = -2 . Nilai y=-1 dimasukkan ke persamaan 3x – 2y = 5.2 Dapatkan penyelesaian dari sistem persamaan linear 3x – 2y = 5 2x + 4y = -2 Penyelesaian: Ambil salah satu persamaan 3x – 2y = 5 atau x = ke persamaan lainnya 2x + 4y = -2 atau 2 ( dikalikan 3 didapat 10 + 4y + 12y = . dan y=-1.3 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x = 6y + 4 3x + 4y = 3 Penyelesaian: Persamaan dan Pertidaksamaan 143 .

Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi dimaksudkan adalah menghilangkan salah satu peubah dari sistem persamaan dengan menyamakan koefisien dari peubah tersebut. 13 dan 3) Menyelesaikan Dengan Metode Eliminasi. didapat 3(3y + 2) + 4y = 3 atau 13y = -3 Diperoleh y = didapat x = 3 −3 13 −3 13 dan nilai y ini dimasukkan ke salah satu persamaan.Ambil persamaan 2x = 6y + 4 atau x = 3y + 2 disubstitusikan pada persamaan 3x + 4y = 3.c2a1 Jadi 𝑦 = 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 dan 144 Persamaan dan Pertidaksamaan . 17 13 +2= . 17 13 Jadi penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah 𝑥 = 𝑦 = −3 . a1x + b1y = c1 | x a2  diperoleh a2a1x + a2b1y = c1a2 a2x + b2y = c2 | x a1  diperoleh a2a1x + a1b2y = c2 a1 (a2b1 – a1b2)y = c1a2 .

38 atau u = −38 .3. 14 CONTOH 2.5 Dapatkan himpunan penyelesaian dengan eliminasi jika terdapat persamaan berbentuk 3s – 4t = 6 dan 2s + 5t = .𝑥 = CONTOH 2. Penyelesaian: 3s – 4t = 6 dikalikan 2 diperoleh 6s – 8t = 12 Persamaan dan Pertidaksamaan 145 .4 𝑐1− 𝑐1 𝑎2 − 𝑐2 𝑎1 𝑏 𝑎2 𝑏1 − 𝑎1 𝑏2 1 𝑎1 Selesaikan sistem persamaan linear dengan eliminasi berbentuk 2u + 8v = -2 -u + 3v = 4 Penyelesaian: 2u + 8v = -2 dikalikan 1 diperoleh -u + 3v = 4 dikalikan 2 diperoleh 2u + 8v = -2 -2u + 6v = 8 14v = 6 atau v = 3/7 2u + 8v = -2 dikalikan 3 diperoleh 6u + 24 v = .3.6 -u + 3v = 4 dikalikan 8 diperoleh -8u + 24 v = 32 14u = .3.

6 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 3x – 4y = 5 dan -2x + 2y = 4 Penyelesaian: 146 Persamaan dan Pertidaksamaan .2s + 5t = -3 dikalikan 3 diperoleh −21 . 18 −21 }. 23 6 s + 15 t = .3 dikalikan 4 diperoleh 18 23 atau s = Himpunan penyelesaiannya adalah { .9 -23t = 21 atau t = 3s – 4t = 6 dikalikan 5 diperoleh 15s – 20t = 30 8s + 20t = -12 + 23s = 18 2s + 5t = . CONTOH 2. Misalkan sistem persamaan linear berbentuk a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Penyelesaikan sistem persamaan linear dengan gabungan eliminasi dan subtitusi dimaksudkan adalah melakukan eliminasi terhadap salah satu peubah yang kemudian melakukan subtitusi pada salah satu persamaan atau sebaliknya.3. 23 23 4) Menyelesaikan Dengan Metode Gabungan Eliminasi dan Substitusi.

32 - dilakukan subtitusi pada persamaan 3u + 2v = 2 maka : 15 16 15 −13 }. dilakukan subtitusi pada persamaan -2x + 2y = 4 maka didapat -2x + 2(-11) = 4 atau x = .3.2 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Peubah Sistem persamaan linear tiga peubah dapat dinyatakan dalam bentuk Persamaan dan Pertidaksamaan 147 . 16 32 −13 32 ) = 2 atau u = Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { . Penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah {-13.13.3x – 4y = 5 dikalikan 2 diperoleh 6x – 8y = 10 + -2x + 2y = 4 dikalikan 3 diperoleh -6x + 6y = 12 -2y = 22 atau y = -11 . 2.7 Dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaan 4u – 8v = 7 dan 3u + 2v = 2 Penyelesaian: 4u – 8v = 7 dikalikan 3 diperoleh 12u – 24v = 21 3u + 2v = 2 dikalikan 4 diperoleh 12u + 8v = 8 -32v = 13 atau v = 3u + 2( −13 .3. -11}. CONTOH 2.

a3 . a2. b3 .3. c3.5y atau y = -3/5 x – 2y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh x – 2y + z = 2 =3 dilakukan 148 Persamaan dan Pertidaksamaan . b2 . c2 . x – 2y + z = 2 dikalikan 2 diperoleh 2x + y + 2z = 1 dikalikan 1 diperoleh 2x – 4y + 2z = 4 2x + y + 2z = 1 . b1 .a1 x  b1 y  c1 z  d1 a2 x  b2 y  c2 z  d 2 a3 x  b3 y  c3 z  d3 dengan a1.3. Menyelesaikan sistem persamaan linear 3 peubah dapat dilakukan seperti halnya pada sistem persamaan linear 2 peubah .1) bilangan real. d3 merupakan (2. CONTOH 2.8 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk x – 2y + z = 2 2x + y + 2z = 1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .c1 . d1 . d2 .

subtitusikan pada persamaan -x+ y + z = 2 2 atau x = −9 .9 Selesaikan sistem persamaan linear berbentuk 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan menggunakan metode eliminasi .y + 2z = 4 + dilakukan subtitusi nilai y pada persamaan tersebut diperoleh -(-3/5) + 2z = 4 atau z = didapat -x + ( ) + −3 5 23 = 10 23 10 . 10 CONTOH 2.-x + y + z = 2 dikalikan 1 diperoleh -x + y + z = 2 . 3 dilakukan + 2x + 2y + 4z = -2 -3z=5 atau 𝑧 = dilakukan subtitusi pada persamaan 2y + 3z = 1 Persamaan dan Pertidaksamaan 149 . x + y + 2z = -1 -x + y + z = 2 2y + 3z = 1 2x – 2y + z = 3 | x 1 diperoleh 2x – 2y + z = 3 x + y + 2z = -1 | x 2 diperoleh −5 .3.

2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 2x+y = 1 150 Persamaan dan Pertidaksamaan . kemudian disubtitusikan pada −5 3 −2 3 persamaan x + y + 2z = -1 diperoleh x + 3 + 2 ( ) = . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut dengan menggunakan metode grafik. yaitu : 1 . }.1 atau x = Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah { −2 −5 . 4. 3.  Ada beberapa cara dalam mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua peubah. 2. yang memenuhi kedua SOAL LATIHAN 2-3 1. Metode Substitusi. 3 3  RANGKUMAN  Penyelesaian dari sistem persamaan linear dua peubah merupakan pasangan (x. Metode Eliminasi 3. Metode Grafik. y) persamaan linear tersebut. a.diperoleh 2y + 3 ( −5 3 ) = 1 atau y = 3. Metode gabungan eliminasi dan substitusi. x – 2y = 3 b.

3 2𝑥−3 2 𝑦 +3 x + 2y = 5 c. 2x – 2y = -2 b. 3x +5y = 7 3x + 2y – 4 = 0 f. a. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 d. 2 𝑦+3 2x .y = 1 c.c. x – 4y = 6 =1 f. x + y -3 = 0 = =4 𝑦 − 2 = −2 𝑥 4. 2x + 3y = 4 x+y =4 = x + 2y – 1 = 0 3. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode subtitusi . 4x – 2y -4 = 0 x+y =3 e. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan metode eliminasi. 𝑥 2 −𝑥 𝑥𝑦 = 4 7 x + 2y 3 2𝑥−3 2x + 3y – 2 = 0 𝑦−2 𝑥 e. a. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut dengan menggunakan gabungan eliminasi dan subtitusi Persamaan dan Pertidaksamaan 151 . x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 1/2x + 1/3y = 1 -x + 2y = 3 d. 2𝑥 3𝑦 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 2. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. x + 2y = 3 -x + 2y = 3 d. 3x + 2y = 7 b.

Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Dua titik (2. x – y = 0 3x + y – 4 = 0 f. 3x – 4y -4 = 0 x + 2y =1 e. x – 3y = -5 2x + z = 10 y + 5z = 5 9. 3) dan (-1. 2x – 3y + z = 2 x + 2y – z = 4 xy +z =1 b. 5x – 2y -4 = 0 x + 2y – 1 = 0 =1 𝑦 − 2 =2 𝑥 5. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.000. 1) yang dilalui oleh garis lurus ax + by = 6 . a. 2𝑥 3𝑦 2x+y = 1 c. akan tetapi jumlah penduduk kota A sama dengan 1. 2x + 3y = -2 -x + 2y = 3 d.500. 152 Persamaan dan Pertidaksamaan .000.000. Jumlah penduduk dari suatu kota A dan B adalah 4. dapatkan harga jual setiap pakaian pria dan wanita ? 7.2y +3z = 12 x + 2y – z = 10 c.000 dari 120 pakaian wanita dan 100 pakaian pria .000 lebihnya dari 3 kali penduduk kota B dapatkan jumlah penduduk kedua kota tersebut ? 8. tentukan nilai a dan b ? 6. Sebuah industri pakaian jadi memproduksi 2 jenis pakian yaitu pria dan wanita.a. jika pada saat tertentu mendapatkan hasil penjualan sebesar Rp 250. demikaian pula dari 90 pakian pria dan 80 pakaian wanita mendapatkan sebesar Rp 200. x + 4y – z = 15 2x . x – 2y = 3 b.

(2. 1). (2. (2. 1).4.-1). 2. 4) c. (1. d. c2 merupakan bilangan real. (0. Diketahui persamaan kuadrat y = ax2 + bx + c . 4) dan (-2. (-4. 0).4 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat Dua Peubah Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 (2. a2≠0. b1. (-2. Metode subtitusi. (0. b2. Metode grafik. + − = 10 𝑥 𝑦 𝑧 2 𝑥 2 𝑥 1 1 3 b. 0) dan (2. b.a. 0) dan (4. b. a. 1) 2. − = 2 𝑥 𝑦 2 𝑦 2 𝑥 3 1 c. Persamaan dan Pertidaksamaan 153 . tentukan nilai a.1) dimana a1≠0. 0) dan (0. − + = 1 𝑧 𝑥 𝑦 1 𝑦 2 𝑥 2 1 3 − + =5 + − =8 3 𝑦 1 𝑧 1 𝑦 3 𝑧 + =3 − =1 3 𝑧 1 𝑧 + − = −1 − =2 1 𝑧 2 𝑥 3 𝑧 10.1). Untuk menyelesaiakan sistem persamaan tersebut dapat dilakukan dengan cara 1. c jika fungsi tersebut melalui titik berikut ini. 0).

Jadi himpunan penyelesaian dari sistem persamaan tersebut adalah {(0. 0)}. 𝑥 2 + 𝑥 = 0 atau 𝑥(𝑥 + 1) = 0 diperoleh x1 = 0 dan x2 = -1 Nilai-nilai x disubtitusikan pada 𝑦 = 𝑥 + 1. CONTOH 2. yaitu untuk x1 = 0 diperoleh y1 = 1 dan untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 0.4. akan diperoleh x + 2 = x2 atau x2 – x – 2 = 0 . (-1.2 Selesaikan sistem persamaan berbentuk y = x + 2 dan y = x2 Penyelesian: y=x+2 y = x2 Subtitusikan persamaan 𝑦 = 𝑥 + 2 pada persamaan 𝑦 = 𝑥 2 . 1). Penyelesaian: Untuk menyelesaikan sistem persamaan tersebut dilakukan dengan subsitusi persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 pada 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 diperoleh 𝑥 + 1 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1 atau 𝑥 2 + 2𝑥 + 1– 𝑥– 1 = 0.CONTOH 2.4.1 Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan 𝑦 = 𝑥 + 1 𝑦 = 𝑥 2 + 2𝑥 + 1. dilakukan faktorisasi diperoleh (x – 2)(x + 1) = 0 dan diperoleh hasil x1 = 2 dan x2 = -1 154 Persamaan dan Pertidaksamaan .

(-1. Metode Grafik.Nilai-nilai x disubtitusikan pada persamaan y = x + 2. b1. 1 )}. Metode Substitusi. seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping ini. Untuk x2 = -1 diperoleh y2 = 1 Sehingga himpunan penyelesaian adalah {(2. a2≠0. didapat: 1. 4) . b2. Persamaan dan Pertidaksamaan 155 . Untuk x1 = 2 diperoleh y1 = 4 2. 2.  RANGKUMAN  Sistem persamaan linear dan kuadrat untuk dua peubah dapat dinyatakan dalam bentuk y  a1 x  b y  a2 x 2  b2 x  c2 dimana a1≠0. Secara geometrik himpunan penyelesaian tersebut merupakan titik potong dari kedua persamaan. yaitu : 1 . c2 merupakan bilangan real  Ada beberapa cara penyelesaian yang dapat dipakai untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dan kuadrat dua peubah.

2 b.3x + 3 5. y =2x y = x + 2x .2 3. a. y = x -2 y = x2 + 2x .SOAL L ATIIHAN 2 --4 S O AL L AT H AN 2 4 1.3x + 2 2 b. y = x y = x + 2x .3x + 2 2 b.3x + 3 4. y – 2x = 5 y –x + 5x -5=0 2 c.1 2.2 + 5 x y = x2 .2 Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. y = . y – 2x -9 = 0 y –x2 + 5x -5=0 c. a.3x + 2 b.x = 10 y = x . y . y = x + 2 y = x2 + 2x . a.2 2 c. y = x – 1 y = x2 . y = 3x + 2 y = x2 + 2x . Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. Tentukan konstanta k agar agar sistem persamaan linear-kuadrat berikut 156 Persamaan dan Pertidaksamaan . a. a. Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y .1 b. Dapatkan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini. y + x = 5 y = x2 . y – 2x -9 = 0 y –x + 5x -5=0 2 c. y = x + 1 y = x2 + 2x .2 c.3x + 3 6. y + x – 1=0 y = x .2x + 5 = 0 y = x2 .

𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ≥ 𝑑𝑥 . Mempunyai satu penyelesaian dan kemudian tentukan penyelesaiannya. y) berada dibawah grafik y = x + 1. Daerah penyelesaian pada pertidaksamaan dengan satu peubah dapat dinyatakan pada garis bilangan. Tidak mempunyai penyelesaian. maka pasangan (x.𝑦 = 6𝑥 − 10 𝑦 = 2𝑥 2 − 2𝑥 − 𝑘 o o o Mempunyai dua penyelesaian. 2.5 Pertidaksamaan Suatu persamaan dinyatakan dengan tanda “=“. 3. jika (x. jika pasangan (x. Untuk hubungan dari peubah – peubah yang menyatakan pertidaksamaan digunakan tanda < (lebih kecil). atau ≥ (lebih besar sama dengan.1 Beberapa contoh pertidaksamaan. Persamaan dan Pertidaksamaan 157 . Pada persamaan yang memuat hubungan diantara 2 peubah x dan y. ≤ (lebih keci sama dengan). Ekspresi y < x + 1 merupakan suatu pertidaksamaan. pertidaksamaan linear dengan satu peubah. y) merupakan titik pada bidang koordinat yang terletak pada persamaan y = x + 1. > (lebih besar). 1. 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0. 2. y) memenuhi pertidaksamaan 𝑦 < 𝑥 + 1. 𝑎𝑥 − 𝑐 < 𝑑 + 𝑏𝑥. pertidaksamaan pecah rasional. y) merupakan pasangan dari titik yang memenuhi y = x + 1. Pada pertidaksamaan. CONTOH 2.5. pertidaksamaan kuadratik. maka (x.

4. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 𝑑 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑑. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 > 0 maka 𝑎𝑐 < 𝑏𝑐. d. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑏 < 𝑐 maka 𝑎 < 𝑐. ■ Sifat -Sifat pertidaksamaan Jika a. mempunyai sifat yang identik dengan pertidaksamaan dengan tanda <. f. Secara geometrik interval merupakan sepotong garis pada garis bilangan real. 158 Persamaan dan Pertidaksamaan . c. c. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 1 𝑎 1 𝑏 > . e. pertidaksamaan linear dengan dua peubah. Jika 𝑎 < 𝑏 maka 𝑎 + 𝑐 < 𝑏 + 𝑐.  Interval Himpunan tertentu yang menarik dan sering muncul dalam matematika adalah himpunan bilangan real yang dinamakan selang/interval. b. Jika 𝑎 < 𝑏 dan 𝑐 < 0 maka 𝑎𝑐 > 𝑏𝑐. kita bahas terlebih dahulu tentang selang/ interval. dan d merupakan bilangan real. 𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 ≤ 𝑐. b. untuk sembarang c. Untuk pertidaksamaan dengan tanda selain <. Karena itu. Penyelesaian pertidaksamaan sering terkait dengan selang atau interval. maka berlaku: a.

b] dan didefinisikan dengan: 𝑎. 𝑏) = {𝑥|𝑎 < 𝑥 < 𝑏} Kurung siku menunjukkan bahwa titik ujung termasuk dalam interval. Interval berhingga yang memuat satu titik ujung. sedangkan kurung biasa menunjukkan bahwa titik ujung tidak termasuk dalam interval. Simbul −∞ atau ∞ bukan merupakan suatu bilangan. Interval yang diperluas sampai tak terhingga dinamakan interval tak hingga. Persamaan dan Pertidaksamaan 159 . tetapi tidak memuat titik ujung yang lain disebut interval setengah terbuka atau interval setengah tertutup. Interval yang titik-titik ujungya berhingga disebut interval berhingga.5. maka interval tertutup dari a ke b ditulis dengan [a.1 : Jika a dan b bilangan real dengan a < b. Suatu interval dapat diperluas sampai tak hingga arah positif +∞ atau ∞ . arah negatif (−∞). 𝑏 = {𝑥|𝑎 ≤ 𝑥 ≤ 𝑏} Jika a dan b bilangan real dengan a < b.DEFINISI 2. hanya merupakan perluasan ke arah tak berhingga negatif atau tak berhingga positif. b) dan didefinisikan dengan: (𝑎. atau keduanya. maka interval terbuka dari a ke b ditulis dengan (a.

Untuk mendapatkan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut. dan d bilangan positif dan a-c≠0. Kemudian dinyatakan dalam garis bilangan.2. b. b. Langkah ini hanya untuk memperjelas gambaran penyelesaian.5.1 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan linear 160 Persamaan dan Pertidaksamaan . Jika dipunyai pertidaksamaan 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 dengan a. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. dan b dipindahkan ke ruas kanan. setiap peubah dipindahkan pada ruas kanan dan setiap bilangan dipindahkan keruas kiri. dan a dan c tidak keduanya nol. atau sebaliknya. c. c. sehingga setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan merupakan daerah penyelesaian. didapat 𝑎𝑥 − 𝑐𝑥 < 𝑑– 𝑏 atau 𝑥 <  𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 . dan d merupakan bilangan real. maka penyelesaian dari pertidaksamaan linear tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:  Pindahkan cx ke ruas kiri.5. nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. 𝑑−𝑏 𝑎−𝑐 Untuk memperjelas gambaran penyelesaian.1 Pertidaksamaan Linear Satu Peubah Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 (2.1) Dengan a.5. GAMBAR 2.

2 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi 4x – 2 < 2x + 1.5. Kedua ruas dikurangi 2x dan dikurangi 2.3 Dapatkan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan 4𝑥 + 2 ≤ 2𝑥 − 3 ? Penyelesaian: 4𝑥 + 2 ≥ 2𝑥 − 3. atau ⇒ 4x – 2x < 1 + 2 ⇒ 2x < 3 3 ⇒ 𝑥 < 2 3 Nyatakan 𝑥 < dalam garis bilangan. kedua ruas dikurangi 2x dan dilanjutkan dengan dikurangi -2. Dengan menggunakan sifat pertidaksamaan nomor 3. Penyelesaian: Untuk mendapatkan penyelesaian pindahkan 2x pada ruas kiri dan -2 pada ruas kanan. didapat: 4x – 2 < 2x + 1. didapat: 4𝑥 − 2𝑥 ≥ −3 − 2 ⇒ 2𝑥 ≥ −5 ⇒ 𝑥 ≥ − 2 5 Dalam garis bilangan: Persamaan dan Pertidaksamaan 161 . 2 Daerah Penyelesaian 3/2 CONTOH 2.5.CONTOH 2.

dipindahkan 3x keruas kiri dan 2 keruas kanan −4𝑥 − 3𝑥 > 6 − 2. Penyelesaian: 2 − 4𝑥 > 6 + 3𝑥 . dilakukan dengan cara:  Ubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. b. dan lakukan pemfaktoran bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).2 Pertidaksamaan Kuadrat Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 (2. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat. dan c adalah bilangan real.5.4 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2 – 4x > 6 + 3x . 162 Persamaan dan Pertidaksamaan . kedua ruas dikalikan dengan 𝑥 < − . 7 2. 4 7 −1 .CONTOH 2.2) dengan a≠0. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5.2).5. atau −7𝑥 > 4.5.

𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < 𝑞} 𝑝. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝.2 Daerah penyelesaian dari suatu pertidaksamaan kuadrat Interval yang terbentuk adalah:  −∞. yaitu 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞. Jika kita anggap p < q.5. 𝑞 = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < 𝑝} 𝑝. p q GAMBAR 2. 𝑝 = 𝑥 −∞ < 𝑥 < 𝑝 (−∞.5. ∞ = 𝑥 𝑝 < 𝑥 < ∞} 𝑝. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 < 0.2. 𝑝] = {𝑥| − ∞ < 𝑥 ≤ 𝑝} 𝑝. Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 > 0. maka selang-selang pada garis bilangan dapat digambarkan seperti pada Gambar 2. Gambarkan 𝑥 = 𝑝 dan 𝑥 = 𝑞 pada garis bilangan. 𝑞 = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 ≤ 𝑞} 𝑝. ∞ = 𝑥 𝑝 ≤ 𝑥 < ∞} Ambil titik uji x pada setiap selang/interval. Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 − 𝑝 𝑥 − 𝑞 = 0. Persamaan dan Pertidaksamaan 163 .

misal x = -4. diperoleh titik 𝑥 = −2.5 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 5x + 6 < 0. -2) . yaitu: (-∞. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan.5 dan x = 0. Atau. diperoleh titik 𝑥 = −3. -2). Ambil titik uji pada masing-masing interval. Penyelesaian dari pertidaksamaannya adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. CONTOH 2. 𝑥 2 + 5𝑥 + 6 < 0 ⇒ (𝑥 + 2)(𝑥 + 3) < 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 + 2 𝑥 + 3 = 0.-3). akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Untuk 𝑥 + 2 = 0. (-3. +++ -4 -3 ---2. dan (-2.∞). x = -2. yaitu (-3. Untuk 𝑥 + 3 = 0.5.5 -2 +++ 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil nol. Terdapat beberapa selang/interval yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅 dan − 3 < 𝑥 < −2} 164 Persamaan dan Pertidaksamaan .

Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. dan (2. Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. 2) . (− . x = 0. Untuk 𝑥 − 2 = 0. yaitu (−∞. Untuk 2𝑥 + 1 = 0. yaitu: (−∞. diperoleh titik 𝑥 = − . ∞). Atau. diperoleh titik 𝑥 = 2. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ─.CONTOH 2. ∞). akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini.5. dan x = 3. misal x = -1. Penyelesaian:  Faktorisasi bentuk kuadrat pada pertidaksamaan. 1 2 1 2 1 2 +++ -1 -1/2 --0 2 +++ 3 Karena yang diminta soal adalah nilai – nilai yang lebih besar atau sama dengan nol. 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2 ⇒ 2𝑥 2 − 𝑥 − 2 ≥ 0 ⇒ (2𝑥 + 1)(𝑥 − 2) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 2𝑥 + 1 𝑥 − 2 = 0. Ambil titik uji pada masing-masing interval. himpunan penyelesaiannya adalah 1 2 Persamaan dan Pertidaksamaan 165 . − ] atau [2. − ).6 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2𝑥 2 ≥ 𝑥 + 2.

𝑥 𝑥 ≤ − 1 dan 𝑥 ≥ 2.4). 2 2.  Ambil titik uji x pada setiap interval.5.5. lakukan pemfaktoran pada bentuk kuadrat 𝑎𝑥 2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 = 𝑥 − 𝑝 (𝑥 − 𝑞).4) dengan a≠0. Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 < 0 (2.3 PERTIDAKSAMAAN PECAH RASIONAL Bentuk pecah rasional yang akan dibahas disini adalah yang mempunyai pembilang linear dan penyebut berbentuk linear ataupun kuadratik. Untuk mendapatkan penyelesaian pertidaksamaan pecah rasional. Apabila ada bentuk kuadrat. c≠0.5. diperoleh titik yang membagi garis bilangan menjadi selang-selang yang merupakan daerah uji untuk setiap nilai x yang memenuhi pertidaksamaan. dilakukan dengan cara:  Rubahlah pertidaksamaan menjadi bentuk (2. dan d adalah bilangan real. b.3) atau 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥 +𝑐 < 0 (2.3) atau (2.5. Gambarkan titik-titik pembuat nol ini pada garis bilangan. 𝑥 ∈ 𝑅 .  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. 166 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.5.

Berikan tanda + di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai positif. Dari pembilang: 2x – 4 = 0 diperoleh x = 2 dan Dari Penyebut: x + 1 = 0 diperoleh x = -1. CONTOH 2. ∞). Ambil titik uji pada masing-masing interval antara lain 𝑥 = −2. dan (2. +++ -1 --2 +++ Karena yang diminta adalah yang lebih besar nol. yaitu (−∞. Berikan tanda ─ di setiap interval pada garis bilangan apabila ruas kiri bernilai negatif. maka terlihat pada gambar di atas bahwa daerah penyelesaian adalah daerah yang bertanda + yaitu (−∞. 𝑥 = 3. −1). 𝑥 = 0.  Daerah penyelesaian dari pertidaksamaan pecah rasional adalah interval yang memuat nilai-nilai x yang memenuhi pertidaksamaan tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan 167 . (−1. ∞). 2). 2𝑥−4 𝑥+1 > 0 ?. −1) dan (2.7 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol.5. Terdapat beberapa interval yang pada garis bilangan.

∞). −6). 168 Persamaan dan Pertidaksamaan . −1).5. yaitu (−6. Dari pembilang: –x – 6 = 0 diperoleh x = –6 dan Dari Penyebut: Terdapat (−1. misal 𝑥 = −7. 𝑥 = −2. (−6.5. Ambil titik uji pada masing-masing selang. 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 > 2 ?.5.8 Dapatkan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan Penyelesaian:  Pertidaksamaan dibawa kedalam bentuk (2. −1). x + 1 = 0 diperoleh x = –1. dan beberapa selang . ---7 -6 +++ -2 ---1 0 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar nol. yaitu (−∞.CONTOH 2. 𝑥 = 0 dan didapat hasil tanda seperti pada gambar di bawah ini. >2 −2>0 − 2(𝑥+1) 𝑥+1 ⇒ ⇒ ⇒ 𝑥−4 𝑥+1 𝑥−4 𝑥+1 >0 −𝑥−6 𝑥+1 >0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan pembilang nol dan penyebut nol. daerah penyelesaiannya adalah yang bertanda +.4) sebgai berikut.3) atau (2.

maka tentukan minimal lebar jalur tersebut.3. Jalur tersebut mengelilingi lapangan sepak bola.4 Menerapkan Pertidaksamaan Kuadrat Berikut ini akan diberikan beberapa contoh pemakaian pertidaksamaan kuadrat untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Penyelesaian: Misalkan lebar jalur yang harus dibuat adalah x m. GAMBAR 2. Jika luas jalur tersebut tidak boleh kurang dari 2.500 m2.3 Jalur lari mengelilingi lapangan sepak bola Luas jalur dalam m2 adalah L = 2(100x) + 2(50x) + 4x2 = 300x + 4x2 Karena luas jalur adalah 2.5.500 m2.2. CONTOH 2.9 Pada luar lapangan sepak bola yang berukuran 100 m × 50 m. Penerapan ini akan disajikan dalam bentuk contoh-contoh.5.5. akan dibuat jalur lari dengan lebar jalur tetap. maka : Persamaan dan Pertidaksamaan 169 . lihat Gambar 2.5.

diperoleh titik 𝑥 = −100. ∞). Terdapat beberapa selang yang menyatakan daerah penyelesaian yang memenuhi pertidaksamaan. 𝑥 ≤ −100 atau 𝑥 ≥ 25}.2. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda ++ yaitu (-∞. Atau. Jadi lebar jalur di sisi lapangan sepak bola tersebut minimal 25 m. x = 0 dan x = 100. 170 Persamaan dan Pertidaksamaan . dan (25. Untuk 𝑥 − 25 = 0. himpunan penyelesaiannya adalah {𝑥 |𝑥 ∈ 𝑅.500 ≤ 4x2 + 300x x2 + 75x . yaitu: (-∞. akan didapat hasil seperti gambar di bawah ini. Lakukanlah penghitungan tanda + dan -. -100] atau [25. Ambil titik uji pada masing-masing interval.2. misal x = -200. +++ -200 -100 --0 25 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih besar sama dengan nol. maka diperoleh x ≥ 25 m.-100). diperoleh titik 𝑥 = 25. Karena nilai x > 0. ∞). 25).500 ≥ 0 (x+100) (x -25) ≥ 0  Tentukan nilai-nilai x yang mengakibatkan 𝑥 +100 𝑥 −25 = 0 Untuk 𝑥 + 100 = 0. (-100.

10 Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. carilah titik-titik pembuat nol dan lakukan uji di beberapa titik. Persamaan dan Pertidaksamaan 171 . Oleh karena itu. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=188-2x. diperoleh:  Pendapatan = 𝑥 188 − 2𝑥 = 188𝑥 − 2𝑥 2  Biaya x unit = 200 + 4x  Keuntungan = Pendapatan – Biaya = 188𝑥 − 2𝑥 2 − 200 + 4𝑥 = −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 Dinyatakan bahwa laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+4x rupiah (dalam ribuan).CONTOH 2. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual untuk dapat memperoleh laba paling sedikit 4 juta rupiah per minggu ?. Penyelesaian: Banyaknya unit adalah x dan harga per unit adalah (188-2x). Akan didapat interval-interval pada garis real sebagai berikut. diperoleh −2𝑥 2 + 184𝑥 − 200 ≥ 4000 =≫ −2𝑥 2 + 184𝑥 − 4200 ≥ 0 =≫ 𝑥 2 − 92𝑥 + 2100 ≤ 0 =≫ 𝑥 − 50 (𝑥 − 42) ≤ 0 Mirip dengan langkah sebelumnya. atau 4000 dalam ribuan.5.

. dan d merupakan bilangan real. Jadi banyaknya barang yang diproduksi per minggu paling sedikit 42 dan paling banyak 50. b. b.  Pertidaksamaan pecah rasional berbentuk 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 +𝑑 𝑎𝑥 +𝑏 𝑐𝑥 2 +𝑑𝑥+𝑐 < 0 atau < 0 dengan a≠0. dan d adalah bilangan real. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya.  RANGKUMAN  Pertidaksamaan linear dengan satu peubah berbentuk 𝑎𝑥 + 𝑏 < 𝑐𝑥 + 𝑑 Dengan a. daerah penyelesaiannya adalah daerah yang bertanda – yaitu 42 ≤ 𝑥 ≤ 50.  Pertidaksamaan kuadrat berbentuk ax2+bx + c < 0 dengan a≠0. dan a dan c tidak keduanya nol. b.+++ 0 42 --45 50 +++ 100 Karena yang diminta soal adalah nilai-nilai yang lebih kecil sama dengan nol. 172 Persamaan dan Pertidaksamaan . Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. Tanda < dapat digantikan dengan tanda pertidaksamaan lainnya. c. c≠0. dan c adalah bilangan real.

Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. a. 6x + 6 < 12 – 24x 2. 2𝑥 2 −3𝑥+2 𝑥 2 −5𝑥+6 𝑥 2 +2 3𝑥 <0 b.SOAL LATIHAN 2-6 1. Sebuah perusahaan melakukan penjualan x unit barang per minggu. Berapa unit barang yang harus diproduksi dan laku terjual Persamaan dan Pertidaksamaan 173 . 6 2𝑥+4 4 𝑥−1 < 3𝑥 2𝑥−4 c. x-1 < 2x + 1 ≤ 3 + x 3. 3 ≤ 2x – 7 < 5 c. + < + 𝑥 3 1 2 𝑥 4 5 6 b . −5 𝑥−3 + 2𝑥 + 1 > 0 > 5 6 ≥ + 2 𝑥+2 ≥0 2𝑥+3 𝑥 4. f. 2 – 4x ≥ 6x -2 i. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 8 – 4x < 12 f. -4x > 4 e. x – 3 > 0 d. a. e. Harga p (dalam ribuan) rupiah per unit dinyatakan dalam p=250-x. d. 2 𝑥 c. d. 3x + 5 < 5x – 7 b. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 2 𝑥−2 >3 < 2 3 h. a. 2𝑥+4 3𝑥+2 2−𝑥 𝑥−2 >0 2−𝑥 𝑥−2 b. f. e. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut. 𝑥 2 −𝑥−6 𝑥 2 +2𝑥+1 ≤0 <0 > 𝑥 2 −𝑥 𝑥 > 𝑥−1 2 𝑥−2 (𝑥−1) 𝑥−3 (𝑥−4) 5. Biaya produksi x unit barang adalah c = 200+x rupiah (dalam ribuan). 2x + 1 < 3x + 5 < 2x + 6 d. a. 4x + 2 ≤12 g. 𝑥 2 −4𝑥+5 𝑥 2 −𝑥−2 𝑥 2 −1 𝑥 2 −2 >0 c.

000 buku. Sebuah penerbit menjual 5. 6. 174 Persamaan dan Pertidaksamaan . Berapa harga maksimum yang harus dikenakan agar penerimaan paling sedikit Rp 15.000.500. masing-masing dengan harga Rp 2. Jika harga dinaikkan Rp 500.000.untuk dapat memperoleh laba paling sedikit Rp 100.000 per minggu ?. maka penjualan berkurang 300 buku.

Dalam penerapannya di bidang grafika komputer matriks dipakai untuk merepresentasi struktur data dari suatu graf.1 Matriks Dan Operasinya Pada bagian ini akan dibahas tentang definisi matriks. 3. Namun Pada buku ini hanya mengenalkan matriks. operasi pada matriks. teori graf. dan sebagainya. tranformasi linear. Matriks 175 . dan sebagainya. menyatakan sebuah gambar (citra). Perhatikan definisi dibawah ini. operasi yang berlaku dan beberapa sifat matriks.Bab 3 MATRIKS Matriks banyak dipakai untuk pengembangan berbagai macam cabang matematika. seperti penyelesaian persamaan linear. menggerakkan gambar dalam suatu ruang. dan penggunaannya pada penyelesaian sistem persamaan linear. dalam hal ini elemen dari matriks dibatasi pada bilangan real saja.

sedangkan anggota dari matriks biasanya menggunakan huruf kecil. seperti pada Contoh 3. 3 −2 4 −2 2 0 . CONTOH 3. matriks yang ketiga juga dinamakan dengan matriks baris atau vektor baris karena hanya terdiri dari sebuah baris saja. vektor kolom dan vektor baris biasa dilambangkan dengan sebuah huruf kecil tebal atau huruf kecil diberi garis atasnya. karena matriks terdiri dari tiga baris dan dua kolom. Bilangan-bilangan dalam susunan itu dinamakan anggota/elemen matriks tersebut. 0 7 Ukuran matriks ditunjukan dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom.1. ukuran matriks pertama adalah 3 x 2. 176 Matriks .1 secara berurutan.1: Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang.1. Begitu juga matriks selanjutnya mempunyai ukuran 3 x 3. Keduanya.1 Beberapa contoh matriks: 1 −2 1 2 2 . Matriks yang terakhir adalah matriks kolom atau vektor kolom. Secara umum notasi untuk sebauh matriks menggunakan huruf besar.1.DEFINISI 3. −2 3 5 1 −1 1 2 3 . karena hanya terdiri dari sebuah kolom saja.

■ Beberapa istilah matriks Untuk matriks 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 . 0 . −2 kolom. Selanjutanya kita akan melihat operasi apa saja yang dapat dikenakan pada matriks.1. 4 2 5 0 ii. Jika banyaknya baris m = 1. i. Jika banyaknya baris n = 1. Beberapa contoh matriks baris adalah 2 −7 . maka matriks A dinamakan matriks baris.2 Matriks A mempunyai ukuran m × n. maka matriks A dinamakan matriks Matriks 177 . maka matriks tersebut dapat ditulis sebagai 𝑎11 𝑎21 ⋮ 𝑎𝑚1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑚2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑚3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑚𝑛 𝐴 = atau dapat ditulis 𝐴 = 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑖𝑗 𝑚 ×𝑛 Jika diinginkan untuk menyebut sebuah anggota matriks A pada baris ke-i dan kolom ke-j. 1 3 −1 3 6 2 2 1 . maka penyebutan itu menggunakan notasi (A)ij = aij.CONTOH 3. Beberapa contoh matriks baris adalah 3 2 .

Jika semua elemen A adalah 0. 1 𝐼3 = 1 0 0 1 0 0 0 0 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks nol adalah 0 0 0 0 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks identitas (satuan). Beberapa contoh matriks diagonal adalah 3 0 0 2 0 . 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 < 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛. 3 5 −2 3 −2 2 0 4 4 1 3 iv. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 = 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks diagonal. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≥ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga bawah. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 1. maka matriks A dinamakan matriks bujursangkar (square matriks). 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≠ 𝑗 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑜𝑙. maka matriks A dinamakan matriks nol (0).iii. Beberapa contoh matriks identitas adalah 1 𝐼2 = 0 0 . 2 −7 . Jika banyaknya baris m = banyaknya kolom n. 0 0 0 0 0 v. 178 Matriks . 0 −2 0 0 −3 0 0 9 vi. biasa disimbulkan dengan In. Beberapa contoh matriks bujursangkar adalah −2 . Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. 1 𝐼4 = 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 vii.

0 0 1 𝐼4 = 2 0 0 0 3 −1 0 0 4 5 0 0 0 3 5 1 ix. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 ≤ 𝑗 maka matriks A dinamakan matriks segitiga atas. 0 1 DEFINISI 3.3 Pandang beberapa matriks di bawah ini.Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 1 2 0 . Beberapa contoh matriks segitiga bawah adalah 3 2 . CONTOH 3. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 𝑎𝑗𝑖 maka matriks A dinamakan matriks simetri. 0 1 −3 6 −3 0 5 2 .2: Dua matriks dikatakan sama jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama dan anggota yang berpadanan juga sama. 7 1 0 3 14 −1 3 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 viii. 5 1 0 4 −2 3 −2 0 0 .1. Jika matriks A adalah bujursangkar dan 𝑎𝑖𝑗 = 0. Beberapa contoh matriks simetri bawah adalah 3 0 . maka berlaku aij = bij Perhatikan contoh dibawah ini. −3 6 6 5 −3 2 −3 2 1 Matriks 179 . Jika ada dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dikatakan sama.1. 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖 > 𝑗 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛.

Pengurangan matriks A dan B A-B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. Penjumlahan matriks A dan B A+B=C Dengan matriks C berukuran sama dengan matriks A dan B. maka: 1. Jika kedua matriks tersebut mempunyai ukuran yang sama. CONTOH 3.bij . DEFINISI 3. elemen cij = aij . 180 Matriks .4 Pandang beberapa matriks di bawah ini. Untuk menambahkan atau mengurangkan kedua matriks tersebut anggota yang berpadanan dijumlahkan atau dikurangkan. maka kedua matriks tersebut dapat dijumlahkan atau dikurangkan. 𝐵 = .1.3: Jika dua matriks A dan B mempunyai ukuran yang sama. Matriks yang tidak mempunyai ukuran yang sama tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan Dua matriks A = (aij) dan B = (bij) dapat dijumlahkan atau dikurangkan.1. elemen cij = aij + bij. 2. 𝐶 = 3 4 3 4 3 4 5 6 Jika matriks A = B.𝐴 = 1 𝑥 1 2 1 2 . maka nilai x pada A harus sama dengan 2. Matriks B tidak sama dengan matriks C karena kedua matriks tersebut tidak mempunyai ukuran yang sama.

4: Jika sembarang matriks A dikalikan dengan scalar c. apa bisa dilakukan?. 𝐵 = 3 4 1 2 1 2 . maka cA adalah sebuah matriks yang ukuranya sama dengan ukuran A dan elemennya adalah caij. CONTOH 3. 𝐶 = 4 3 4 5 6 Dapatkan A + B dan A-B.𝐴 = 1 −2 5 . Penyelesaian: A+B = 1 −2 5 + 3 4 1 1 3 1 + 5 −2 + 2 6 2 = = 3+1 4+4 4 4 0 8 𝐴 − 𝐵 = −2 5 2 1−5 − = 4 1 4 3−1 −4 −4 −2 − 2 = 2 0 4−4 Cobalah lakukan penjumlahan A dengan C. 𝐵 = 3 4 3 1 2 2 5 4 6 Dapatkan 2A dan − 𝐵.5 Pandang beberapa matriks di bawah ini.1.1. DEFINISI 3. 𝐴 = 1 −2 1 . Penyelesaian: 2𝐴 = 2 1 3 −2 2 −4 = 4 6 8 Matriks 181 .

1.6 Dapatkan perkalian matriks A dan B jika 𝐴 = Penyelesaian: C= A x B. 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = 1 3 −2 1 0 × 4 2 3 1 0 + −2 3 −3 = 3 0 + 4(3) 11 −6 12 1 −2 1 0 .1.7 Dapatkan perkalian matriks A dan B 182 Matriks . n dan j=1. jika matriks A mempunyai ukuran m × p.1 𝐵 2 = 1 2 1 2 3 2 1 2 5 2 3 DEFINISI 3. 2. dan matriks B harus mempunyai ukuran p × n maka hasil-kali A dan B adalah sebuah matriks C yang mempunyai ukuran m x n dan anggota cij berasal dari jumlahan perkalian antara baris ke-i dari matriks A dengan kolom ke-j dari matriks B. m CONTOH 3. matriks C berukuran 2x2 karena ukuran A adalah 2x2 dan ukuran B adalah 2x2. 𝐵 = 3 4 2 3 = 1 1 + −2 2 3 1 + 4(2) Selanjutnya cobalah untuk mengalikan A dengan C. …. …. 2. atau 𝑐𝑖𝑗 = 𝑛 𝑘=1 𝑎𝑖𝑘 × 𝑏𝑘𝑗 dengan i=1.1.5: Dua matriks A dan B dapat dikalikan. CONTOH 3.

1 3 1 2 −2 2 × 3 4 4 1 2 1 = −1 17 5 0 6 1 0 2 2 6 𝐶 = 𝐴 × 𝐵 = −4 −7 23 39 Selanjutnya kalau kita mencoba mengalikan A dengan C.6: Matriks transpose dari matriks A ditulis AT atau A‟ yang elemennya merupakan elemen A dengan mengubah baris i menjadi kolom i atau mengubah kolom ke i menjadi baris ke i.1. CONTOH 3. 1 Matriks 183 . tidak dapat dilakukan karena ukurannya tidak memungkinkan untuk dikalikan.1. matriks C berukuran 2x4 karena ukuran A adalah 2x3 dan ukuran B adalah 2x4.8 Dapatkan transpos dari matriks A dan B jika 𝐴 = 1 2 𝐵 = 3 4 2 1 Penyelesaian:  Tranpose matriks A 5 0 6 1 0 2 1 −2 3 4 2 .jika 𝐴 = 1 −2 3 4 1 2 . DEFINISI 3. 𝐵 = 3 1 2 2 5 4 6 1 0 0 1 2 Penyelesaian: C= A x B.

matriks identitas. 184 Matriks . pengurangan. dan matriks simetri. didefinisikan sebagai jumlah elemen pada diagonal utama matriks A. 1 0  RANGKUMAN   Matriks adalah susunan bilangan berbentuk persegi atau persegi panjang. matriks nol.1. matriks bujur sangkar.7: Jika A merupakan persegi.  Pada matriks berlaku operasi kesamaan. CONTOH 3. matriks segitiga atas. maka trace A dinyatakan dengan tr(A). matriks segitiga bawah.1. 1 3 2 2 4 1 𝐵𝑇 = 5 6 0 0 1 2 DEFINISI 3.  Untuk matriks bujur sangkar A. Tranpose matriks B. matriks kolom. matriks diagonal. trace A = tr(A) merupakan jumlahan elemen pada diagonal utama matriks A.9 Dapatkan trace dari matriks 𝐴 = Penyelesaian: tr(A) = 1 + 4 = 5 tr(B) = 1+4 + 0 = 5 1 3 1 −2 dan 𝐵 = 3 4 2 2 5 4 6 . dan perkalian asal memenuhi syarat operasi yang telah didefinisikan. penjumlahan.1 𝐴𝑇 = −2 2  3 4 1 . Berbagai macam matriks diantaranya: matriks baris.

(A+B)T f. Apakah A+AT simetri? c. a. 4. 0 −2 2 0 0 −3 2 0 0 0 0 0 0 0 4 0 3 0 c. AT+BT b. 1 3 𝑎 = 3 3 𝑐 𝑏 𝑑 b. d pada persamaan matriks berikut ini. 𝐵 = 2 3 2 . maka dapatkan: 1 3 1 a.SOAL LATIHAN 3-1 𝐴 = 1 4 −1 3 . dan 𝐶 = 1 2. b. d. A-AT 2 . a. 2A+3B e. Apakah (B+B)T simetri? 3. c. Jika diberikan matriks 1 −2 3 . (A-B)T 𝐴 = 2 4 c. A-B d. 𝐵 = 2 3 b. dan 𝐶 = 0 1. 1 2 3 2 2 2 3 2 3 1 0 0 2 1 0 1 0 1 b. Apakah B+BT dilakukan? dapat d. Apakah C+CT dapat dilakukan? −2 −3 . 𝑎 − 1 𝑎 + 𝑏 3 = 5 3 𝑐 𝑏 2 − 1 𝑑 3 Matriks 185 . maka: 2 3 1 a. Tentukan jenis matriks berikut ini. Tentukan nilai a. Jika diberikan matriks 2 −2 2 .

a. BTA e. b. ATB. 𝑎 + 1 𝑑 − 1 6. Sebaliknya matriks A adalah invers dari matriks B. AB. 186 Matriks . c. sedemikian hingga berlaku AB = BA = I. dan 𝐶 = 0 2 −2 2 . Jika 2𝑏 + 𝑎 0 −6 = 4𝑧 + 1 3 2𝑧 diberikan matriks 𝐴 = 1 4 −1 3 . matriks yang tidak mempunyai invers dikatakan matriks singular. A(BC). CT BT AT 3.5. Matriks yang mempunyai invers dikatakan matriks non singular.2. Sifat-sifat dasar dari suatu matriks yang mempunyai invers. A2.2 I nvers Matriks Pada bagian ini akan dibahas tentang invers dari suatu matriks dan cara mencari inversnya. maka periksalah mana diantara hasil perkalian 1 3 1 matriks berikut ini yang dapat dioperasikan dan dapatkan hasil perkaliannya. DEFINISI 3. Tentukan nilai a. C2 f. d pada persamaan matriks berikut ini. (AB)C b. ditulis B-1. BA d.1: Misal A merupakan matriks bujur sangkar dan misal ada matriks bujur sangkar B yang berukuran sama dengan ukuran A. matriks A disebut matriks yang dapat dibalik atau matriks yang punya invers dan matriks B disebut invers dari matriks A dan ditulis A-1. Sebelumnya perhatikan definisi invers dibawah ini. 𝐵 = 2 3 2 . B2. Sebaliknya. (ABC)T c.

Oleh karena (AB)(B-1A-1) = I. maka: 1. TEOREMA 4. AB juga mempunyai invers. Perlu diperhatikan bahwa tidak setiap matriks bujur sangkar mempunyai invers.1: Jika matriks A dan B adalah matriks yang mempunyai invers dan berukuran sama.2. Matriks 187 . 2. Dapat kita lihat bahwa: 2 −1 3 1 0 5 2 −5 = = 𝐼 0 1 2 −1 3 1 3 5 = 0 1 2 0 = 𝐼 1 2 −5 −1 3 Oleh karena AB=BA=I maka:   matriks A adalah invers dari matriks B. matriks AB mempunyai invers.1 Misal 𝐴 =   3 1 3 𝐴𝐵 = 1 𝐵𝐴 = 5 2 −5 dan 𝐵 = . (AB)-1 = B-1A-1 Bukti: Dengan mengalikan kedua sisi pada statemen nomor 2 dengan AB. maka invers dari matriks ini adalah tunggal (hanya ada satu). maka (AB)(B-1A-1) = ABB-1A-1 = AIA-1 = I. yaitu B-1A-1.CONTOH 3. atau B-1=A matriks B adalah invers dari matriks A. Secara simultan telah ditunjukan bukti untuk (1) dan (2). atau A-1=B. Jika suatu matriks mempunyai invers.2.

DEFINISI 3.2: Jika A merupakan matriks bujur sangkar.CONTOH 3. maka dapat didefinisikan 𝐴0 = 𝐼 dan 𝐴𝑛 = 𝐴𝐴𝑛−1 dengan n > 0.2 Misal 𝐴 =    1 1 1 𝐴𝐵 = 1 𝐴−1 = 𝐵−1 = 2 2 2 dan 𝐵 = . berikut ini akan ditampilkan beberapa definisi dan teorema yang tidak dibuktikan. Periksalah bahwa: 3 2 3 2 2 2 6 8 = 3 2 3 8 11 3 −2 −1 1 −1 −1 1 2 11 2 3  (𝐴𝐵)−1 = −4 3 2 −4 3 3 −1 −2 −4 = 2 = (𝐴𝐵)−1 1 −4 3 11  𝐵−1 𝐴−1 = −1 −1 1 Untuk menambahkan wawasan kedalaman tentang pembahasan matriks.2. Jika matriks A mempunyai invers. maka dapat didefinisikan 𝐴−𝑛 = (𝐴−1 )𝑛 = 𝐴−1 𝐴−1 𝐴−1 … 𝐴−1 188 Matriks .2.

3: Jika matriks A mempunyai invers. maka 𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚+𝑛 dan (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 . 3. Matriks 189 . n adalah bilangan bulat. maka AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 . untuk n bilangan bulat positif. 2.2. kA mempunyai invers dan (𝑘𝐴)−1 = 𝐴−1 .3 Misal 𝐴 =    𝐴−1 1 2 . TEOREMA 4.3: Jika matriks A mempunyai invers. 𝐴−1 mempunyai invers dan (𝐴−1 )−1 = 𝐴. 𝐴𝑛 mempunyai invers dan (𝐴𝑛 )−1 = (𝐴−1 )𝑛 .2.2.TEOREMA 4. Periksalah bahwa: 1 3 3 −2 = −1 1 1 2 1 3 1 2 1 3 1 2 11 = 1 3 15 3 −2 −1 1 30 41 3 −2 −1 1 𝐴3 = 𝐴−3 = (𝐴−1 )3 = = 41 −15 3 −2 −1 1 −30 11 TEOREMA 4.2: Jika matriks A merupakan matriks bujur sangkar dan m. maka 1. Untuk k scalar yang tak nol.2. 1 𝑘 CONTOH 3.

−1 1 Penyelesaian: Berdasarkan teorema 4. Dapatkan invers dari AT.  (AB)-1 = B-1A-1  Untuk matriks bujur sangkar A. matriks AT juga mempunyai invers dan (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 190 Matriks .  Untuk matriks A yang mempunyai invers.3.4 Misal 𝐴 = 1 2 dan dari contoh sebelumnya bahwa 1 3 𝐴−1 = 3 −2 . (𝐴𝑇 )−1 = (𝐴−1 )𝑇 = 3 −2 −1 1 𝑇 = 3 −1 −2 1  RANGKUMAN  Untuk matriks A dan B yang mempunyai invers.CONTOH 3.  AB juga mempunyai invers. maka:  Invers A disimbulkan dengan 𝐴−1 .2.2. n adalah bilangan bulat. berlaku:  𝐴𝑚 𝐴𝑛 = 𝐴𝑚 +𝑛  (𝐴𝑚 )𝑛 = 𝐴𝑚𝑛 dengan m. dan Invers B disimbulkan dengan 𝐵 −1 .

𝐴 = 1 2 3 2 1 −1 3 3 .SOAL LATIHAN 3-2 1. Carilah nilai x. 𝐵 = −2 0 1 1 0 6 1 −3 0 0 1 0 1 3 1 . 𝐴 = 0 2 1 b. Jika maka: diberikan matriks 𝐴 = 2 4 1 2 −4 −3 dan 𝐴−1 = 16 3 2 2 a. 𝐵 = 1 −1 1 4 −2 4 6 4 0 1 4 1 4 0 1 4 −3 4 5. 𝐴 = d. 𝐴 = b. 1 a. a. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐴 = 1 0 0 . 𝐴 = 0 2 0 0 1 0 0 3 1 . agar matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 0 1 0 0 1 −1 3 5 −3 . (𝐴𝐴−1 )−1 d. 𝐵 = 0 1 1 2 3 2 . 𝐵 = 1 2 −1 1 0 −3 2 b. Jika diberikan matriks maka: Matriks 191 . 𝐴 = c. (𝐴−1 )−1 c. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 1 −1 3 1 . (𝐴𝑇 )−1 b. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 𝐵 = 𝑥 2 1 −1 4. 𝐴 = 1 0 1 . 𝐵 = −2 5 −2 −1 2. 𝐵 = 4 −2 1 1 −1 6 1 0 1 −3 3. a. 𝐴−2 1 𝐴 = 0 2 0 0 3 1 .

𝐴−2 6.a. Elemen a11. 𝐴−2 d. (𝐴𝐴−1 )−1 d. dan unsur pada matriks berlaku juga untuk determinan. (𝐴𝑇 )−1 b. Tentukan x c. tetapi perlu diperhatikan bahwa determinan hanya didefinisikan untuk ukuran n x n (berorder n). Pendefinisian nilai dari suatu determinan akan dibahas setelah ini. (𝐴2 )−1 1 0 1 2 dan 𝐵 = 𝑥 11 1 −11 −3 −6 14 6 −7 16 b. kolom. ( 1 𝐴)−1 11 3. dengan 2 4 𝐴 = −3 2 4 1 a. Determinan untuk suatu matriks Anxn ditulis 𝑎11 𝑎21 det(A) = |A| = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 … 𝑎2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝑎𝑛𝑛 merupakan suatu nilai real tertentu yang terdefinisi. akan ditekankan bahasan pada pengertian determinan sebagai fungsi yang mengaitkan setiap matriks bujur sangkar A dengan suatu bilangan real yang disebut determinan dari A dan dinotasikan dengan det(A) atau |A|. …. (𝐴−1 )−1 c. ann disebut elemen diagonal utama dari determinan. 192 Matriks . Pengertian baris.3 Determinan Dalam subab ini. a22. Agar matriks B merupakan invers dari matriks A.

2. yaitu Krs = (-1)r+sMrs DEFINISI 3. Akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars.3.1: Jika matriks Anxn adalah matriks bujur sangkar dan Kij merupakan kofaktor dari elemen aij. maka: 𝐾11 𝐾21 ⋮ 𝐾𝑛1 𝐾12 𝐾22 ⋮ 𝐾𝑛2 𝐾13 𝐾23 ⋮ 𝐾𝑛3 … 𝐾1𝑛 … 𝐾2𝑛 ⋱ ⋮ … 𝐾𝑛𝑛 (3.3. Matriks KT dinamakan adjoint dari A.1) 1. Juga dapatkan matriks Kofaktor dan adj(A). Minor dan kofaktor −1 2 dari setiap elemen A. Pada suatu determinan dari matriks An×n. CONTOH 3.Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus (dihilangkan) dari matriks A. ditulis adj(A)=KT.1 3 −5 .3. Misal 𝐴 = Penyelesaian:   Determinan dari A = det(A)= Minor dari setiap elemen A: 3 −1 −5 2 Matriks 193 . diperoleh dengan mengalikan minor Mrs dengan (-1)r+s. Matriks 𝐾 = dinamakan matriks Kofaktor. tuliskan determinan dari A. Kofaktor dari unsur ars dinotasikan dengan Krs.

untuk suatu kolom j (3. atau det 𝐴 = Atau det 𝐴 = 𝑛 𝑗 =1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . 𝑛 𝑖=1 𝑎𝑖𝑗 𝐾𝑖𝑗 . bukan dihapus. 3 −5 o M12=|-1|=-1 baris 1 dan kolom 2 pada −1 2 3 −5 o M21=|-5|=-5 baris 2 dan kolom 1 pada −1 2 3 −5 o M22=|3|=3 baris 2 dan kolom 2 pada −1 2  Kofaktor dari setiap elemen A: o K11=(-1)1+1M11=2 o o o  K12=(-1)1+2M12=-(-1)=1 K21=(-1)2+1M21=-(-5)=5 K22=(-1)2+2M22=3 Matriks Kofaktor dari A. dihapus.o M11=|2|=2 baris 1 dan kolom 1 pada 3 −1 −5 dihapus.3. 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = 2 1 5 .3. 3  Matriks adj dari A. 3 DEFINISI 3. 194 Matriks . dihapus. Ingat bahwa |2| determinan tingkat nilai mutlak.2) untuk suatu baris i (3. 2 1. 𝐾 = 2 5 1 .3) Rumusan pada definisi di atas ini dinamakan expansi Laplace.3.2: (NILAI DETERMINAN) Nilai determinan dari matriks Anxn adalah jumlahan dari hasil kali elemen – elemen dalam satu baris (kolom) dengan kofaktornya.

2 Penyelesaian: det(A) = ad-bc 2 = 3(2) – (x-5)(-1) Matriks 195 .3. CONTOH 3. Jika matriks 𝐴 = 𝑎 𝑐 𝑏 . jika |A|=2. 3.2 3 −1 Penyelesaian: Misal 𝐴 = −5 . CONTOH 3. 2 det(A) = ad-bc = 3(2) – (-5)(-1) = 6-5 = 1.3.3 Misal 𝐴 = 3 −1 𝑥 − 5 . maka dapatkan nilai x.3) dengan memilih 𝑎11 𝑎12 i=1. determinan dari matriks 𝐴 = 𝑎 adalah: 21 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎22 − 𝑎12 𝑎21 Dari sini dapat dikatakan bahwa determinan dari matriks 2x2 adalah perkalian elemen diagonal utama dikurangi denga perkalian elemen diagonal kedua.Dari definisi di atas terlihat dengan jelas bahwa determinan matriks merupakan suatu skalar (nilai real) yang diperoleh dari elemen-elemen matriks dengan operasi tertentu.3. dapatkan determinan dari A.1 Determinan Tingkat Dua Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3. maka det(A) = ad -bc 𝑑 Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut.

2 = 6 +x-5 atau x = 1. determinan dari matriks 𝑎11 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 adalah: det 𝐴 = 𝑎11 𝐾11 + 𝑎12 𝐾12 + 𝑎13 𝐾13 det 𝐴 = 𝑎11 (−1)1+1 𝑀11 + 𝑎12 (−1)1+2 𝑀12 + 𝑎13 (−1)1+3 𝑀13 𝑎22 det 𝐴 = 𝑎11 𝑎 32 𝑎23 𝑎21 − 𝑎12 𝑎 𝑎33 31 𝑎23 𝑎21 +𝑎13 𝑎 𝑎33 31 𝑎22 𝑎32 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 𝑎33 = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎32 𝑎23 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 − 𝑎31 𝑎23 + 𝑎13 (𝑎21 𝑎32 − 𝑎31 𝑎22 ) = 𝑎11 𝑎22 𝑎33 − 𝑎12 𝑎23 𝑎31 + 𝑎13 𝑎21 𝑎32 −𝑎13 𝑎22 𝑎31 + 𝑎11 𝑎23 𝑎32 − 𝑎12 𝑎21 𝑎33 Untuk memudahkan pencarian nilai determinan tingkat 3 secara manual.2 Determinan Tingkat Tiga Berdasarkan ekspansi Laplace pada persamaan (3.3) dengan memilih i=1.3. 3.3. dari hasil rumusan di atas dapat ditata menjadi: + + + 𝑎11 𝑎12 𝑎13 𝑎11 𝑎12 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎22 𝑎23 𝑎21 𝑎22 𝑎31 𝑎32 𝑎33 𝑎31 𝑎32 196 Matriks .

3.5 Misal 𝐴 = −1 3 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −5 0 2 1 0 2 −5 0 2 1 . Dengan sifat-sifat ini penghitungan nilai determinan dapat lebih sederhana. 3.3. dapatkan determinan dari A.3 Sifat-Sifat Dasar Determinan Berikut ini diberikan beberapa sifat dasar determinan dalam bentuk teorema tanpa bukti. jika |A|=10. Untuk lebih jelasnya marilah kita tinjau contoh berikut. 2 3 −1 3 −𝑥 2 0 10 = 3(2)2 – (-x)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-x)(-1)2 10 = 12 +3x + 0 – 0 + 0 – 2x atau x =-2. maka dapatkan nilai x.Ini yang dinamakan dengan aturan Sarrus.4 3 Contoh 3. 0 2 3 −5 −1 2 3 0 = 3(2)2 – (-5)1(3) + 0(-1)0 – 0(2)3 + 3(1)0 – (-5)(-1)2 = 12 +15 + 0 – 0 + 0 – 10 = 17 3 −𝑥 Misal 𝐴 = −1 2 3 0 Penyelesaian: 3 det(A) = −1 3 −𝑥 2 0 0 1 2 0 1 . Matriks 197 .3. CONTOH 3.

Jika unsur-unsur yang bersesuaian dari dua baris (atau kolom) dari suatu determinan sebanding. merupakan sifat penting dan sering digunakan dalam penghitungan nilai suatu determinan dan invers matriks. iii. v. vii. 198 Matriks . Jika sembarang dua baris (atau kolom) dari determinan ditukar letaknya. Jika unsur-unsur suatu baris (atau kolom) determinan diganti dengan menambahkan pada unsur-unsur tersebut k kali unsurunsur yang bersesuaian pada baris (atau kolom) yang lain. Jika unsur-unsur dari satu baris atau kolom suatu determinan semuanya nol. Jika semua unsur dari satu baris (atau kolom) suatu determinan dapat ditulis sebagai jumlahan dua bilangan. maka nilainya menjadi -1 kali determinan semula. Invers dari matriks non-singular A yang berukuran n × n dapat dinyatakan 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎𝑑𝑗(𝐴) Sifat-sifat di atas. maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlahan dua determinan. vi. maka nilai determinan tersebut adalah nol. maka nilai determinan tersebut tetap tidak berubah. iv. Nilai suatu determinan tidak berubah jika baris-barisnya ditulis sebagai kolom-kolom dan sebaliknya.i. viii. Nilai suatu determinan menjadi kelipatan k nilai determinan semula jika elemen . ii.elemen sembarang baris atau kolom pada determinan tersebut dikalikan k. maka nilai determinan tersebut adalah nol.

maka: 𝑑 𝑑 −𝑐 Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾 = −𝑏 𝑎 Matriks adjoint dari A adalah 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 = Matriks invers dari A adalah 𝐴−1 = 1 det 𝐴 𝑎 𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 𝑎 adj 𝐴 = 1 𝑎𝑑 −𝑏𝑐 𝑑 −𝑐 −𝑏 . iii.  𝑎𝑑𝑗(𝐴) = 2 5 1 3 Matriks 199 . 𝑏 dan det(A) tidak nol. ii. Jika matriks 𝐴 = i.6 Misal 𝐴 = 3 −1 −5 .4 Mencari Invers Matriks Untuk mencari invers matriks yang berukuran n × n dapat rumusan 𝐴−1 =  1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 Invers matriks berukuran 2×2 Kita akan mencari invers matriks yang berukuran 2×2 dengan menggunakan determinan dan adjoint.3.3. 2 Penyelesaian:  Telah diperoleh dari contoh sebelumnya bahwa det 𝐴 = 3 2 − (−1)(−5) = 1. dapatkan invers dari A. 𝑎 CONTOH 3.3.

Matriks kofaktor dari A adalah 200 Matriks . Mencari matriks kofaktor dari A dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . Mencari nilai determinan dari A. 3 2 Penyelesaian: Kita selesaikan langsung menggunakan rumus untuk invers matriks berukuran 2×2. 𝑎11 det(A)=|A|= 𝑎21 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎11 𝑎23 𝑎21 𝑎33 𝑎31 𝑎12 𝑎22 𝑎32 ii.3. Invers dari 𝐴 adalah 𝐴−1 = 1 𝑎𝑑𝑗 𝑑𝑒𝑡 (𝐴) 𝐴 = 1 1 2 5 2 = 1 3 1 5 3 CONTOH 3. 𝑎33 𝑎11 Misal matriks 𝐴 = 𝑎21 𝑎31 Invers matriks A. i. diperoleh 𝐴−1 = = 1 𝑑 𝑎𝑑 − 𝑏𝑐 −𝑐 1 4 2 −2(3) −𝑏 𝑎 1 −1 2 −2 = −3/2 2 −3 4  Invers matriks berukuran 3×3 𝑎12 𝑎22 𝑎32 𝑎13 𝑎23 dan A non singular.7 Misal 𝐴 = 4 2 . dapatkan invers dari A. bisa menggunakan aturan sarrus. dapat dicari sebagai berikut.

dapatkan invers dari A. 1 1 Matriks 201 . 1 2 det(A)=1-0+2-(4+3+0)=-4. Mencari nilai determinan dari A.𝐾11 𝐾 = 𝐾21 𝐾31 𝐾12 𝐾22 𝐾32 𝐾13 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾33 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT iii. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 CONTOH 3.8 1 Misal matriks 𝐴 = 2 4 Penyelesaian: i.3. Mencari matriks kofaktor dari A. ii. matriks A non singular. Matriks kofaktor dari A adalah 𝐾11 𝐾12 𝐾13 𝐾 = 𝐾21 𝐾22 𝐾23 dengan Kij=(-1)i+jMij 𝐾31 𝐾32 𝐾33 𝐾11 = (−1)1+1 𝑀11 = 1 3 = 1 1 − 3 1 = −2. Dan 𝑎𝑑𝑗 𝐴 = 𝐾 𝑇 . 1 det(A)=|A|= 2 4 0 1 1 0 1 3 2 1 1 1 4 1 0 1 1 3 . bisa menggunakan aturan sarrus.

−1 2 2 = 1. 1 4 = −2.- 𝐾12 = (−1)1+2 𝑀12 = − 𝐾13 = (−1)1+3 𝑀13 = 𝐾21 = (−1)2+1 𝑀21 𝐾22 = (−1)2+2 𝑀22 𝐾23 = (−1)2+3 𝑀23 𝐾31 = (−1)3+1 𝑀31 𝐾32 = (−1)3+2 𝑀32 𝐾33 = (−1)3+3 𝑀33 −2 10 1 −3 −1 −1 2 4 3 = −{2 1 − 3 4 } = 10. = −1. Invers matriks dari A adalah 𝐴−1 = 1 adj 𝐴 det 𝐴 1 −4 = −2 10 −2 1 −1 −3 −1 −1 1 1/2 −1/4 1/4 1/4 = −10/4 3/4 1/2 1/4 −1/4 Silahkan dicoba untuk mengalikan A dengan 𝐴−1 . 2 1 =2 1 −1 4 1 0 1 =− = −{0 2 1 2 1 1 = = 1 1 −1 4 2 1 0 =− =− 1 1 4 1 0 1 = = 0 3 −1 1 3 1 1 =− =− 1 3 2 3 1 0 = = 1 1 −0 2 1 1 = −1. −0 4 = −1. − 1 1 } = 1. apa hasil yang didapat ? 202 Matriks . Jadi 𝐾 = −2 −1 1 −1 −1 1 −2 1 Adjoint dari A adalah adj(A)= KT= 10 −3 −2 −1 iii. 4 = −3.

akan diperoleh determinan berorder n – 1 yang dinotasikan dengan Mrs dan disebut minor dari elemen ars=Mrs. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2. apabila suatu baris ke-r dan kolom ke-s dihapus dari determinan. Dapatkan Kofaktor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. Matriks 203 . Krs adalah Kofaktor dari unsur ars. ditulis adj(A)=KT. dengan Krs = (-1)r+sMrs     Determinan untuk matriks A1x1=(a11) adalah |a11| = a11. 𝐴 = d. Matriks KT dinamakan adjoint dari A. maka det(A) = ad -bc 𝑑 1 𝑎𝑑𝑗(𝐴) det 𝐴 SOAL LATIHAN 3-3 1. 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = c. RANGKUMAN  Pada suatu determinan. Jika matriks 𝐴 = 𝐴−1 = 𝑎 𝑐 𝑏 . Dapatkan Minor dari setiap elemen dari matriks berikut ini. a.

𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. 𝐴 = 0 3 2 1 1 c . 𝐴 = 5 0 2 3 1 2 0 6 b. adjoint. 𝐴 = 5 0 0 6 b. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 2 3 1 2 4. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 3. matriks kofaktor. 𝐴 = d.a. 𝐴 = d. 𝐴 = 0 3 2 1 0 1 0 1 b. 𝐴 = −2 6 0 0 0 1 1 −3 5. Periksalah apakah matriks B merupakan invers dari matriks A. 1 0 a. dan invers dari matriks berikut ini. b = 1 −2 6 1 4 0 0 0 1 1 −3 0 1 −3 0 0 3 1 1 −1 d. Dapatkan nilai determinan. adjoint. 𝐴 = 1 0 −2 1 6 1 204 Matriks . daninvers dari matriks berikut ini. 𝐴 = c. a. 𝐴 = c. Dapatkan Matriks Kofaktor. 𝐴 = 0 2 0 1 0 d. 𝐴 = 1 −5 0 1 −1 3 −2 5 6. 1 0 a. 𝐴 = d. 𝐴 = c. adjoint. a. dan invers dari matriks berikut ini.

Buktikan bahwa: Matriks 205 . a. 1 = 0 3 1 2 1 𝑥 − 1 𝑥 b. 1 2 𝑥 − 5 =5 1 2 𝑥 − 1 𝑥 + 3 = 𝑥 −2 5 8. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. Tunjukkan bahwa: 11. d.7. Carilah nilai x pada persamaan berikut ini. Buktikan bahwa: 10. 0 2𝑥 0 3 1 0 1 =4 𝑥 − 1 9. 2 − 𝑥 1 5 2 − 𝑥 1 6 3 = 𝑥 𝑥 b. 1 0 𝑥 a. 1 = c.

1) dengan 𝑎11 𝑎21 𝐴 = ⋮ 𝑎𝑛1 𝑥1 𝑥2 ⋮ 𝑥𝑛 𝑎12 𝑎22 ⋮ 𝑎𝑛2 𝑎13 𝑎23 ⋮ 𝑎𝑛3 … … ⋱ … 𝑎1𝑛 𝑎2𝑛 ⋮ 𝑎𝑛𝑛 𝑋 = 206 Matriks . seperti berikut ini.4. yang diselesaikan dengan metoda grafis dan substitusi. Ingat kembali tentang sistem persamaan linear dengan n buah variabel dan n buah persamaan.4 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Matriks Pada bab 2. Sekarang kita coba selesaikan dengan menggunakan matriks.4.4.2) (3. 𝑎11 𝑥1 + 𝑎12 𝑥2 +𝑎13 𝑥13 + ⋯ + 𝑎1𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏1 𝑎21 𝑥1 + 𝑎22 𝑥2 +𝑎23 𝑥13 + ⋯ + 𝑎2𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏2 … 𝑎𝑛1 𝑥1 + 𝑎𝑛2 𝑥2 +𝑎𝑛3 𝑥13 + ⋯ + 𝑎𝑛𝑛 𝑥𝑛 = 𝑏𝑛 Persamaan (3. 𝐴𝑋 = 𝐵 (3.1) dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks seperti berikut ini.3. telah mengenalkan tentang sistem persamaan linear.

2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 CONTOH 3.𝐵 = 𝑏1 𝑏2 ⋮ 𝑏𝑛 CONTOH 3. apakah kembali ke bentuk seperti persamaan semula?.1 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.2 Tuliskan sistem persamaan linear berikut ini dalam bentuk perkalian matriks.4. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1 3 1 −2 𝑥 10 𝑦 = 3 𝑧 −1 Coba lakukan pengalian matriks terhadap persamaan di atas ini.4. Matriks 207 .

Selanjutnya kita akan membahas penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan matriks dan determinan.

3.4.1 Penyelesaian Sistem Persamaan Linear dengan Invers Matriks
Perhatikan kembali persamaan (3.4.2), jika kedua ruas kita kalikan dari kiri dengan invers A, didapat 𝐴−1 𝐴𝑋 = 𝐴−1 𝐵 I𝑋 = 𝐴−1 𝐵 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 (3.4.3)

Jadi persamaan (3.4.3) merupakan penyelesaian sistem persamaan linear persamaan (3.4.1). CONTOH 3.4.3 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 𝑥2 = 5 1 2 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Invers dari A:

208

Matriks

𝐴−1 =

1 1 2 𝐾 = 2 1 −1 𝐴 1 2 2/3 −1/3 = −1/3 2/3 2/3 −1/3 −1/3 2/3

1 −1 2 −1 = 2 −1 2 4−1

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 1/3 3 = 7/3 5 𝑥

1 = 1/3 dan 𝑥2 = 7/3

CONTOH 3.4.4 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 , 𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Invers dari A: 𝐴−1 = 1 𝐾 = 2 𝐴 −1 2 1 −1 3 1 1 −1 −2 −1 −5 0 −10 −1 0 −4 −5 −2

Matriks

209

= 

0
1 5

1 5

1

2 1 1 0 −
5

4 5

Penyelesaian untuk X adalah 𝑋 = 𝐴−1 𝐵 = 0
1 5 1 5

1

2 1 1 0 −
5 11 5

4 5

10 3 = −1

21 5 11 5

5 𝑥

=

21 5

, 𝑦 = 5 dan 𝑧 =

3.4.2 Metoda Cramer
Untuk menyelesaikan persamaan (3.4.1), dapat menggunakan

determinan dari matriksnya. Metoda ini dinamakan metoda Cramer, namun bukti dari metoda ini tidak dibahas di sini. Pembaca bisa mencari pada literatur lain. Ingat kembali sistem persamaan linear dalam bentuk persamaan matriks berikut ini. 𝐴𝑋 = 𝐵 Jika det(A)≠ 0, maka penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut adalah: 𝑥1 = 𝐷
1 , 𝑥2 𝐷

= 𝐷

2 , 𝐷 𝑥

3 = 𝐷

3 , … , 𝑥𝑛 𝐷

= 𝐷𝑛

𝐷

Dengan D=det(A), dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada determinan D dengan matriks kolom B. Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh-contoh berikut ini.

210

Matriks

CONTOH 3.4.5 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 3 2 1 𝑥1 = 1 2 𝑥2 5 3 2 1  𝐴 = , 𝐵 = 1 2 5  Determinan Dk: 2 1 𝟑 𝐷1 = 𝟓 2 𝐷2 = 1 𝐷 = 1 = 4−1= 3 2 1 =6−5= 1 2 𝟑 = 10 − 3 = 7 𝟓

Penyelesaian untuk X adalah 𝑥1 = 𝐷
1 𝐷

=

1 3

dan 𝑥2 = 𝐷

2 𝐷

=

7 3

CONTOH 3.4.6 Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini ddengan menggunakan metoda Cramer. 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10 −𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3 2𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = −1

Matriks

211

𝐵 = 3 2 −1 −2 −1 Determinan Dk: 2 𝐷 = −1 2 10 𝐷1 = 3 −1 2 𝐷2 = −1 2 2 𝐷3 = −1 2  𝑥 = 𝐷1 𝐷 −1 3 1 1 = −5 −1 −2 −1 3 1 1 = −21 −1 −2 10 3 3 1 = −25 −1 −2 −1 10 1 3 = −11 −1 −1 .Penyelesaian: Persamaan di atas dapat dinyatakan dalam bentuk: 2 −1 −1 1 2 −1   𝑥 3 10 𝑦 = 3 1 −2 𝑧 −1 2 −1 3 10 𝐴 = −1 1 1 . 𝑦 == 𝐷2 𝐷 Penyelesaian untuk X adalah = −21 −5 = −25 −5 = 5 dan 𝑧 = 𝐷3 𝐷 = −11 −5 212 Matriks .

−2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d. maka dengan metode Cramer sistem persamaan linear mempunyai penyelesaian 𝑥1 = 𝐷1 . 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 Matriks 213 . Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 = 15 2. dan Dk adalah determinan yang diperoleh dari mengganti kolom ke-k pada D dengan matriks kolom B. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥2 𝐷 𝐷2 . Jika det(A)≠ 0. a. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. 𝑥𝑛 𝐷 𝐷𝑛 𝐷 = 𝑥3 = = Dengan D=det(A). RANGKUMAN    Sistem persamaan linear dapat dituliskan dalam bentuk perkalian matriks 𝐴𝑋 = 𝐵 Penyelesaian sistem persamaan linear persamaan 𝐴𝑋 = 𝐵 mempunyai penyelesaian 𝑋 = 𝐴−1 𝐵. SOAL LATIHAN 3-4 1. 𝐷 𝐷3 . … . a. 2𝑥1 + 𝑥2 = 3 𝑥1 + 2𝑥2 = 5 c. 𝑥 + 𝑦 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 = 1 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. −2𝑥1 + 𝑥2 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = 3 d.

Gunakan soal nomor 3 dan 4. mana yang lebih cepat? 214 Matriks . 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan invers matriks. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 5. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. −2𝑥1 + 𝑥2 − 2𝑥3 = 4 −3𝑥1 + 3𝑥2 = −3 𝑥2 + 3𝑥3 = 7 d. 𝑢 − 3𝑣 = 10 −𝑢 + 2𝑣 + 𝑤 = 15 𝑢 + 2𝑣 − 𝑤 = −5 4. Bandingkan antara penyelesaian sistem persamaan linear dengan menggunakan invers matriks dan menggunakan metode Cramer. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. 2𝑥1 + 𝑥2 = 4 𝑥1 + 2𝑥2 − 2𝑥3 = −1 𝑥2 − 𝑥3 = −1 c. Selesaikan sistem persamaan linear berikut ini dengan menggunakan metode Cramer. a. 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5 −3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 11 3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 2 b.3. a.

2007. B. Herwati. Edi Suranto. 2006. 3. R. Firmansyah Noor. Benny Hendarman. 2005 12. Koko Martono. 2.DAFTAR PUSTAKA 1.K Noormandiri.. Matematika Interaktif. R. Penerbit Erlangga. Endang Riva‟I. Koko Martono. 2007. 9. Yance Lagu M. Daftar Pustaka A1 . Penerbit Yudistira. R. 2007. 2004. Matematika SMU. L. Endar Sucipto. 2003. 2007. Tri Dewilistia. Penerbit M2S Bandung. 4. 11. Matematika Keuangan. Matematika untuk SMK kelas XI. Penerbit Armico Bandung. Maman Abdurahman. Buku Ajar Kalkulus. Jurusan Matematika ITS. 2007. Endang Riva‟I. Rivai Wirasasmita. Yudistira. 10. Buku Ajar Kalkulus 2. Eryanto. 2007 8. HUP. Matmatika SMU. Yudhistira. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas X. Ganeca. Eryanto. Ganeca. R. Koko Martono. 2004. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XI Program IPA. Benny Hendarman. dkk. Firmansyah Noor. HUP. 13. Eryanto. Sembiring. Matematika untuk SMK kelas X. Marwanto.A. 5. Matematika dan Kecakapan Hidup untuk SMA kelas XII Program IPA. 7. Matematika 1 untuk SMK kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Program Keahlian Akuntansi. 6. Ganeca. Endang Jaiman. Firmansyah Noor. Yogia. Matematika Bisnis Manajemen. Jurusan Matematika FMIPA-ITS Surabaya. 2007. 2004.

Srikurnianingsing. PT. Erlangga 2003. Wila Adiyanto Sukoco. A2 Daftar Pustaka . Loedbi. 2002. 15. Penerbit. Matematika SMU. 16. J. Arman Delta Selaras.. Kuntarti. Stewart. Sembiring. Hendra Gunawan. 2004. 2004. 18. Sulasin. 17. Matematika Bilingual. Olimpiade Matematika SMU. 2004. Kalkulus. 19. 2003. Matematika SMU. Matematika SMA dan MA. Rama Widya. Sulistiono.14. Alih bahasa: I Nyoman Susila. Wono Setyo Budhi. Yohanes. Kastolan. Penerbit Erlangga. Yudistira.

INDEKS tunggal. 570 unggal eksak. See range daerah kawan. 391 bidang datar. 11 bunga. 210 D B barisan. See kodomain data. 539. 547 kontinu. 521 kelompok. 597. 380 geometri. 298 bijektif. 3 cacah. 2 irasional. 547 denominator. 360. 540. 319 bilangan asli. 405 biimplikasi. 4 derajad. 2 bulat. 569 C cramer. 410 derajat. 10 kompleks. 566 majemuk. 372 aritmatika. 551 anuitas. 521 kualitatif. 521 tunggal. 407 deret. 302 aturan hasil kali. 5 real. 13 rasional. 521 kuantitatif. 521 diskrit. 509 tunggal biasa. 405. 193. 384 geometri. 4. 578 daerah asal. 397 desimal. 361 aritmatika. 567 A adjoint. 199 angka baku. See domain daerah hasil. 578 periode. 10 tak terbatas. 7 Indeks B1 . 285. 601 argumentasi.

See nilai determinan interval. 331 matriks. 514 frekuensi penggabungan. 193. 159 F faktorial. 535 gabungan. 578 fungsi. 186. 303 histogram. 211. 575 domain. 192. 532 garis. 497 expansi Laplace. 197 tingkat dua. 238 invers. 7 determinan. 315 hipotesa.terbatas. 159 tak hingga. 159 terbuka. 194 sifat-sifat. 437. 215. 531 lingkaran. 552 B2 Indeks . 158 berhingga. 246 fungsi obyektif. 316 fungsi objektif. 503 garis. 20 J jajaran genjang. 262 G H I ingkaran. 297 fungsi. 530 batang. 533 dilatasi. 199.. 234. 406 garis selidik. 208 penjumlahan. 16 perkalian. 195 tingkat tiga. 193 nilai. 319 E equally likely. See negasi injektif. 475 frekuensi harapan. 188. 450 disjungsi. 281 diskonto. 212 1 x 1. 549. 418 jangkauan. 159 tertutup. 282 himpunan. 317 implikasi. 203. 196 diagram.

180.K kaidah penjumlahan. 542 minor. 506. 234 modus. 552 kofaktor. 178 simetri. 552. 177 nol. 418 model matematika. 183 ukuran. 176. 193 modal. 566 L layang-layang. 184. 272 M matriks. 176 baris. 447 adjoint. 554 lingkaran. 297 kuantor eksistensial. 175. 179 singular. 283 Kontradiksi. 466. 194. 502 komposisi. 426 logika penghubung. 454 konjungsi. 177 bujursangkar. 466 kodomain. 193 anggota. 193. 299 kontraposisi. 275 kejadian. 178 identitas. 206. 178 diagonal. 506 majemuk. 297 konveks. 505 sederhana. 186 transpose. 303 konklusi. 548. 473 perkalian. 203. 426 pusat. 176 mean. 542 Indeks B3 . 179 segitiga bawah. 246 konvers. 293 kuartil. predikat. 317 koefisien variasi. 293 universal. 273 kalimat terbuka. 509 saling lepas. 193 kombinasi. 426 jari-jari. 178 kofaktor. 541. 470 kalimat terbuka. 178 segitiga atas. 542 median. 466 saling bebas. 279. 199 kolom. 487 komplemen. 272 pernyataan. proposisi. 540.

273 primitive. 162 linear. 166 pecah rasional. 277 sistem persamaan linear. 167 sifat-sifat. 92 linear satu peubah. 539 pecahan murni. 100 O operator logika. daerah penyelesaian. 592 nilai tunai. 593 numerator. 86 linear dua peubah. 98 keliling. 417 P parameter. 99 linear. 428 pertidaksamaan. 305 tollens. 417 keliling. 534 B4 Indeks . 157. 160. 506 permutasi.ponens. 477 dengan pengulangan. 480 siklik. 295 nilai akhir. 99 N negasi. 582. 162. penyelesaian. 582. 5 peluang. 274 persamaan akar persamaan kuadrat. 121 kuadrat. 307 kuadrat rasional. 5 tak-murni. 138. 417 luas. dua peubah. 216 linear. 160 linear. 465. 590. 87 penyelesaian persamaan kuadrat. 476 pernyataan. 153 sistem persamaan linear dua peubah. 219 kuadrat. daerah daerah penyelesaian. 147. 498 bersyarat. 217 pecah rasional. 4 kuadrat tak lengkap. 484. 99 kuadrat sejati. 140. 158 piktogram. 140 persegi. 539 sampel. 429 persegi panjang. 160. 215. 99 kuadrat real. 166 himpunan penyelesaian. 278. 169 kuadrat. 485 Permutasi. 417 luas.

592 terbatas. 595 postnumerando. 283 probability. 526 frekuensi. 539 premis. 566 surjektif. 420 sama kaki. 366. 536 populasi. 524. 409 sisi akhir.. 216. 206. See interval sigma. 422 sama sisi. 406 lancip. 319 S saldo menurun. 409 siku-siku. 303 simpangan. 358 polygon frekuensi. 429 segitiga. 437. 409 suku bunga. 437. 520 sudut. 609 sampel. 423 siku-siku.pola bilangan. 315 rente kekal.rata. 539 sarrus. 419 jumlahan sudut dalam. 215. 554 statistik. 420 keliling. 590. 410 range. 442 ruang nol. 407 tumpul. 406 sistem persamaan linear. 466. 540 refleksi. 520 Sample. 225 statistika. 371 R radian. 407 sisi awal. 208 sistem pertidaksamaan linear. 508 silogisme. 234 proposisi. 317 rata. 587. 524 Indeks B5 . 587 rotasi. 549 sisi sudut. 466 ruang sampel. 587. 587 pranumerando. See pernyataan luas. 465 program linear. 520 Populasi. 421 selang. 197 segi tiga tabel T distribusi frekuensi. 273. 497 tereduksi. 446 relasi. 405.

433 kemiringan. 300 titik. 418 luas. 539 pemusatan.tabel kebenaran. 289 tautologi. 582 variansi. 571 B6 Indeks . 406 titik sampel. 550 W waktu eksak. 466 trace. 571 U ukuran waktu rata-rata. 184 transformasi geometri. 437 translasi. 539 keragaman. 539 V valuta. 437 trapesium. 299 tautology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful