Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

DRS. ALI MASHAR, MM SEMINAR MSDM

Kedala dalam penerapan Hubungan Industrial Pancasila E. Pemutusan Hubungan Kerja dalam Hubungan Industrial Pancasila Rasional dan Sejarah Singkat Hubungan Industrial Pancasila Dalam mempertahankan keberadaannya. Karakteristik Hubungan Industrial Pancasila D. baik individual maupun kolektif. pengaruh paham liberalisme ataupun ideologi lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan ini manusia bekerja dengan segala cara dan bentuk. Rindu Makmur akan tetapi menimpa pula perusahaan-perusahaan lainnya di mana-mana baik besar maupun kecil. Perselisihan perburuhan semacam ini ternyata tidak hanya menimpa PT. Dalam bahasa yang kompleks manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya yang dilandasi faham-faham ideologi agar tujuan tercapai. Landasan Hubungan Industrial Pancasila C. yaitu : A. berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah idelogi kerja masyarakat modern terdapat dua faham yang sangat berpengaruh yaitu faham liberalisme dan faham komunisme. Rasional dan sejarah singkat Hubungan Industrial Pancasila B. MM SEMINAR MSDM . manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Di dalam perselisihan perburuhan terdapat kasus-kasus yang sifatnya perselisihan antara pengusaha dengan organisasi buruh. maupun pengusaha serta organisasi buruh melawan pemerintah. ALI MASHAR.UMB DRS.HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA Kejadian semacam ini tipikal terjadi dimana-mana dan berlarut-larut karena masingmasing pihak bersikukuh pada interesnya masing-masing. Depresi ekonomi. dan kondisi politik adalah penyebab utama keadaan konflik perburuhan tersebut. Bab ini akan membahas beberapa topik penting.

Majikan dan pekerja masing-masing mendahulukan atau memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Mufakaat diselesaikannya melalui konflik bargainning. Hal ini terbukti dengan apa yang terjadi dalam sejarah perjuangan ketenagakerjaan di Indonesia. apakah suatu ideologi sebagai landasan kerja dalam aplikasinya benar-benar dapat ataupun tidak dapat memenuhi tuntutan para pemegan peran tersebut. Baik fihak pengusaha/majikan. Pada lapisan inilah suatu ideologi sebagai landasan falsafah kerja dapat diperdebatkan. Pihak majikan dan pekerja masing-masing membentuk kekuatan sosial untuk memelihara perselisihan. pekerja maupun masyarakat secara langsung ataupun tidak memiliki kepentingan bersama untuk mencapai tujuan. Faham ini banyak dianut oleh negara-negara industri Eropa Timur termasuk Uni Sovyet (sebelum bubar). ALI MASHAR. Sebagai pengetahuan tambahan di bawah ini diketengahkan beberapa prinsip dari dua ideologi yang berpengaruh itu dalam dunia ketenagakerjaan. maupun organisasi pekerja. b. Lock out (majikan) dan mogok (pekerja) merupakan senjata masing-masing pihak untuk mendikte lawan. e.Pada bentuk yang lebih konkrit faham-faham ini muncul dalam sosok negara/pemeritah. dan melindungi kepentingan mereka masing-masing dalam setiap Faham Komunisme Paham komunisme ini pada garis besarnya berazaskan sistem perjuangan kelas. Adapun ciri-ciri khusus faham liberalisme di dunia kerja ini adalah : a. Faham ini banyak dianut oleh negara-negara industri terutama Amerika Serikat dan Eropa Barat. artinya. Faham Liberalisme Faham liberalisme sangat bersifat indivualistik dan liberal atau bebas. dan voting. pengusaha. Pemahaman terhadap dua ideologi ini penting untuk memahami posisi Hubungan Industrial Pancasila. Ciri-ciri khususnya adalah : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . c. Setiap individu baik majikan atau pun pekerja akan dijamin haknya untuk berusaha atau berpartisipasi aktif dalam menentukan jalannya perusahaan. masyarakat/bangsa.UMB DRS. MM SEMINAR MSDM . d.

Majikan maupun pekerja melakukan pekerjaan atas dasar tekanan dan paksaan kelas mayoritas (negara). maupun bangsa.UMB DRS. Perjuangan bangsa di sektor perburuhan atau yang lebih lazim disebut ketenagakerjaan tersebut melibatkan tiga unsur yang saling berkepentingan dalam mencapai cita-cita. HIP pengganti istilah lama yaitu Hubungan Perburuhan Pancasila melalui suatu kesepakatan bersama dalam Lembaga Kerja Sama Tripartite Nasional No. sehingga mereka bekerja atas dasar konflik antara individu dengan mayoritas. MM SEMINAR MSDM . juga terdapat beberapa faham lain di dunia ini seperti faham yang dianut masyarakat kerja Jepang (yang terkenal dengan azas Life Long Employement). Pengembangan hubungan perburuhan/ketenagakerjaan menjadi suatu sistem hubungan peruburuhan Pancasila Indonesia yang kemudian menjadi Hubungan Industrial Pancasila Indonesia. Ketiga unsur pokok ketenagakerjaan itu terdiri dari para pekerja. Acapkali terjadi dalam sejarah perjuangan ketenagakerjaan di Indonesia. tiga unsur dalam ketenagakerjaan itu dalam memperjuangkan cita-cita masing-masing saling berbenturan. b. khususnya pada sektor perburuhan. Ini merupakan upaya bangsa Indonesia menciptakan suatu kehidupan yang harmonis di bidang kehidupan ketenagakerjaan sesuai dengan pandangan hidup bangsa. Benturan kepentingan tersebut menyebabkan retaknya hubungan antara majika dengan pekerja dan macetnya hubungan antara majikan dan pekerja dalam skala besar mempengaruhi misimisi pemerintah dalam pembangunan ekonomi. ALI MASHAR. Rasional HIP tidak dapa terlepas dari sejarah politik perjuangan bangsa Indonesia. maupun Indonesia yang memiliki azas Pancasila atau lebih spesifik disebut Hubungan Industrial Pancasila (HIP).a. 9 Tahun 1985 tentang Pedoman Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila (KepMen RI No : Kep-645 Men/1985 tentang pedoman pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Majikan dan pekerja tidak dibatasi kepentingan masing-masing akan tetapi kepentingan kelas mayoritas (negara) mengambil keuntungan segalanya. pengusaha. apakah itu bersifat pribadi. Hak majikan maupun pekerja sebagai individu tidak ada. dan pemerintah. Faham-Faham Lain Selain dua faham yang berpengaruh di dunia tersebut. c. golongan.

MM SEMINAR MSDM . HIP merupakan hal yang sangat strategis dalam pemerintah orde baru. konsultasi. baik yang berlandaskan faham demokrasi liberal maupun yang berdasarkan ajaran komunis. maka di sana selalu terdapat adu kekuatan dalam menyelesaikan perselisihan. Bahwa karena pembangunan ekonomi itu memerlukan suatu suasana yang stabil. wakil-wakil serikat pekerja. agar proses produksi pun juga menjadi stabil. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Ini berarti tata kehidupan dan pergaulan di tempat kerja harus ditata sesuai dengan isi dan jiwa Pancasila dan UUD 1945. Hal itu terbukti dari gerak serikat pekerja yang banyak terlibat dalam berbagai kegiatan politk negara. baik politik maupun keamanan. Disini dari segi historis sebaga tindak lanjut dari pengembangan HIP ini maka pada bulan Desember 1974 dilakukan pertemuan dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh para pengusaha. organisasi pekerja.Lembaga kerja sama Tripartite ini adalah suatu lembaga kerja sama yang anggotaanggotanya terdiri dari unsur-unsur pemerintah. harmonis dan dinamis. dan musyawarah dalam penerapan HIP dalam praktek kehidupan sehari-hari pada tingkat badan usaha yang dibentuk oleh para pekerja dan pengusaha. Tidak jarang pada masa itu banyak dijumpai pemogokan sebagai senjata para pekerja dan lock out sebagai senjata para pengusaha. maka adanya ketenangan kerja dan usaha itu perlu dijamin dan dikembangkan. ALI MASHAR. Di samping itu. pemerintah. Karena masing-masing pihak saling menonjolkan kepentingannya masingmasing.UMB DRS. Bahwa dalam sejarah sebelum pemerintahan orde baru telah diterapkan sebagai sistem hubungan perburuhan. Maka ketenangan kerja dan usaha itu baru akan terjadi apabila di setiap tempat kerja ada suatu tata kehidupan dan pergaulan yang baik. dan organisasi pengusaha. Atas dasar hal-hal tersebut di ataslah maka pemerintah orde baru mengembangkan suatu Hubungan Industrial Pancasila. pada masa-masa pergerakan kemerdekaan praktek-praktek hubungan perburuhan di Indonesia banyak berhubungan dengan kegiatan politik dari pada ekonomi. azas-azas perburuhan pada masa orde lama selalu berusaha mempertahankan dan mementingkan masing-masing pihak (pekerja dan pengusaha). Alasan pentingnya pengembangan HIP bagi pemerintah orde baru sekarang ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Bahwa pemerintah Orde Baru secara jelas bertekad menerapkan Pancasila dan UUD 1945 di setiap aspek kehidupan bangsa. Ruang lingkup lebih kecil dari Lembaga Kerja Sama Tripartite adalah lembaga kerja sama biparte yang merupakan forum komunikasi.

diskusi. MM SEMINAR MSDM .UMB DRS. Dalam perjalanan pelaksanaan konsep HIP. Melalui berbagai kegiatan pertemuan. dengan misi bersama organisasi pengusaha dan pemerintah untuk menyusun konsep HIP. seminar. 11 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau disebut P4. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . lokakarya maka dilanjutkan terus pengembangan konsep HIP tersebut hingga sampai pada tahun 1978 keluar TAP MPR No. Sedangkan sebelumnya (tahun 1973) dibentuk Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI). dijumpai disana sini berbagai hambatan dan kekurangan baik itu mengenai istilahistilah maupun perbedaan penafsiran konsep HIP. ALI MASHAR. Sehingga pada tahun 1985 dilakukan penyempurnaan baik itu mengenai peristilahan maupun sistem diklat penyuluhannya. Salah satu hasil penyempurnaan yang penting untuk diketahui bersama adalah dikeluarkannya pedoman pelaksanaan HIP untuk memberi tuntutan praktek hubungan industrial sehari-hari. Konsep HIP yang telah dirintis mendapat dukungan kuat dari bangsa.cendikawan-cendikiawan kalangan universitas dengan membuat konsensus yaitu menetapkan pokok-pokok HIP dan bersepakat melaksanakan HIP.

pemerintah tripartite) yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. yaitu : Pertama adalah Dasar dan Jiwa : HIP secara keseluruhan dijiwai oleh Kelima Sila Pancasila. Kedua adalah Tujuan : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sebagai sumber hukum atau hukum dasar ini berarti bahwa segala hukum. Landasan hukum (konstitusional) yaitu UUD 1945. Karakteristik Hubungan Industrial Pancasila Karakteristik unik HIP pada garis besarnya dapat dilihat dari adanya sinergi simbolis mutualisme dari tiga unsur pokok bidang ketenagakerjaan (pengusaha. II tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Dengan demikian karaktersitik HIP ada 5. sekaligus sumber hukum HIP. ALI MASHAR. HIP harus disesuaikan dengan setiap kebijakan negara yang dituangkan dalam GBHN. Jiwa masing-masing sila Pancasila tidak dapat dipisah-pisahkan (utuh bulat). Landasan operasional adalah Garus Besar Haluan Negara (GBHN). HIP dalam pola struktur pelaksanaannya berlandaskan pada TAP MPR No. Landasan struktural dan operasional adalah TAP MPR No. Lebih rinci karakteristik HIP tersebut dapat dijelaskan di bawah ini. dan pemerintah) wajib berpedoman pda nilai-nilai Pacasila yang merupakan pandangan hidup bangsa itu. UUD 1945 merupakan landasan hukum. dan lain-lain yang sifatnya mengatur kehidupan HIP haruslah berpedoman pada hukum dasar tersebut.UMB DRS. MM SEMINAR MSDM . Jadi artinya. HIP merupakan hubungan antara pelaku dalam proses produksi barang ataupun jasa yang melibatkan tidak hanya buruh dan pengusaha akan tetapi juga pemerintah yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 yang tumbuh dan berkembang di atas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional. Ini berarti HIP harus pula mengacu pada setiap kebijakan pemerintah baik pusat mapun daerah dalam upayanya menciptakan stabilitas nasional dan pertumbuhan ekonomi yang sehat. perundang-undangan. pengusaha. Ini berarti bahwa sila-sila dari Pancasila harus ditafsirkan dan diterapkan secara terkait satu sama lain secara bulat dan utuh. buruh. 11 tahun 1978. bahwa semua pelaku yang terlibat dalam hubungan industrial (buruh.Landasan Hubungan Industrial Pancasila Landasan yang digunakan dalam HIP adalah : Landasan ideal yaitu Pancasila. peraturan-peraturan.

ketentraman. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Azas keseimbangan 5. peningkatan produksi. Azas kepercayaan diri 7. Azas manfaat 2. UUD 1945 sebagai landasan hukum. Ketiga adalah Landasan : Seperti yang telah disinggung sebelumnya pada landasan ini karakteristik landasan yang dipakai dalam HIP adalah Pancasila sebagai landasan ideal. tenggang rasa. Selain itu semua pihak yang terlibat dalam HIP seperti .Tujuan dari HIP adalah upaya merealisasikan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 yaitu berperan serta dalam pembangunan nasional melalui penciptaan ketenangan. hargamengharga. Kelima adalah Sikap Sosial dan Sikap Mental Sikap sosial yang mencerminkan persatuan nasional. Azas demokrasi 3. dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha.UMB DRS. MM SEMINAR MSDM . ALI MASHAR. Azas usaha bersama 4. GBHN sebagai landasan operasional dalam menciptakan stabilitas nasional dan kontinuitas pembangunan nasional. dan pengendalian diri merupakan ciri landasan HIP. HIP menganut azas-azas : 1. sifat gotong royong. karena yang dituju dalam HIP adalah keadilan sosial dalam suasana harmonis. peningkatan kesejahteraan dan derajat kehidupan buruh sesuai dengan kelayakan. Pelaksanaan azas-azas dalam HIP itu haruslah diartikan secara utuh saling terkait. buruh dan pengusaha merupakan rekan seperjuangan di dalam proses produksi dan mengusahakan pendapatan baik untuk perusahaan maupun para buruh sehingga semua pihak memikul tanggung jawab terhadap : Tuhan Yang Maha Esa Bangsa dan negara Lingkungan dan masyarakat Seluruh keluarga Perusahaan dimana mereka menjalin hubungan kerja. Kempat adalah Azas : Dalam upaya mencapai tujuan. Azas kesadaran hukum. Azas adil dan merata 6.

Buruh bukan hanya sekedar faktor produksi belaka. 4. sesama manusia. pengupahan. akan tetapi memiliki kepentingan bersama mencapai kemakmuran melalui pengembangan perusahaan. sampai pada cara memecahkan persoalan-persoalan dalam bidang pekerjaan. bangsa dan negara. 3. masalah organisasi pekerja dan pengusaha. perilaku sesama pekerja dan pengusaha. pada masyarakat. MM SEMINAR MSDM . keselamatan kerja. Bekerja itu bukan hanya bertujuan untuk sekedar mencari nafkah semata. Setiap perselisihan atau perbedaan pendapat antara buruh dan pengusaha wajib diselesaikan melalui musyawarah mufakat. Hak dan kewajiban antara buruh dan pengusaha diatur berdasarkan atas azas keseimbangan rasa keadilan. Sebagai contoh azas musyawarah mufakat yang wajib dianut dalam setiap menyelesaikan perselisihan tidak selalu dapat menjawab persoalan yang bersifat mendasar Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Di dalamnya termasuk syarat-syarat kerja. Kendalam dalam Penerapan Hubungan Industrial Pancasil Kendala-kendalan yang muncul di tengah-tengah penerapan HIP ini pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat. jaminan sosial. jam kerja. ALI MASHAR. tetapi sebagai manusia seutuhnya termasuk harkat dan martabatnya. penyelesaian perselisihan. 2. sehingga penafsiran-penafsiran yang dilakukan sebagai penerjemahan suatu azas HIP bisa saja tetap tidak dapat menjawab tantangan ataupun perselisihan hubungan industrial yang muncul. 5. Dari pengertian karakteristik HIP di atas maka berarti bahwa : 1. pengusaha dan pemerintah.UMB DRS. yaitu : Cakupan masalah Ruang lingkup HIP adalah seluruh permasalahan yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung antara pihak pekerja. Buruh dan pengusaha tidak mempunyai kepentingan yang bertentangan. tetapi juga sebagai pengabdian manusia kepada Tuhan.Sedangkan ciri-ciri sikap mental dalam HIP itu dicerminkan dengan adanya saling menghormati dan memahami hak dan kewajiban dalam keseluruhan proses produksi. Luasnya cakupan HIP dalam segi kehidupan menyebabkan tidak terfokusnya makna dan arti HIP pada segi-segi kehidupan hubungan perburuhan yang sangat kompleks dan detil.

Risiko lebih banyak mendominasi keadaan perselisihan. harga diri atas kesemenaan hubungan antar-manusia. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . buruh.  Rendahnya latar belakang pendidikan sebagian besar kelas bawah merupakan kendala penerapan HIP. Pengusaha. Akan tetapi tidak seimbangnya aparat pengawasan dengan jumlah perusahaan dan aktivitas yang ada menyebabkan praktekpraktek HIP yang menyimpang dari inti-inti Pancasila tidak dapat diawasi dengan baik.UMB DRS. Hal ini menyebabkan tidak dapat terciptanya HIP sebagaimana yang dimaksudkan dalam konsep-konsepnya. Adanya pemanfaatan keadaan untuk memetik keuntungan. maupun oknum pemerintah. pengusaha. Penyelesaian perselisihan Kendalan penyelesian perselisihan HIP banyak disebabkan oleh antara lain hal-hal sebagai berikut :  Belum dihanyati benar nilai-nilai Pancasila oleh setiap pihak yang terlibat baik itu pekerja. bahkan oknum pemerintah masih memperjuangkan atau mempertahankan interesnya masing-masing sehingga setiap perselisihan yang timbul tidak dapat diselesaikan dengan baik bahkan menimbulkan frustasi bagi yang lemah. ALI MASHAR. yakni masalah perselisihan yang sebenarnya dapat diselesaikan akan tetapi lebih suka diselesaikan melalui pemutusan hubungan kerja.seperti masalah diskriminasi atas ras/suku bangsa. MM SEMINAR MSDM . Pada kasus-kasus perselisihan perburuhan yang timbul. ataupun masalah-masalah pribadi. Pengawasan HIP sebagai suatu konsep tidak akan bermanfaat tanpa adanya pengawasan agar azas dan makna nilai-nilai dalam konsep HIP ditaati. Pemberian contoh-contoh tersebut di atas berangkat dari satu kenyataan yang terjadi seperti : o o Adanya penyelesaian perselisihan yang dilakukan di luar prosedur. pekerja berlatarbelakang pendidikan rendah cenderung mudah dipengaruhi pihakpihak lain dan sulit diajak musyawarah mufakat. Dalam keadaan seperti ini posisi pemerintah melalui petugasnya yang pandai dan penuh pengalaman memegang peranan penting selain juga harus didukung oleh pengusaha yang koorporatif dan beritikad baik. o Adanya kecenderungan memilih pemutusan hubungan kerja dengan tuntutan pesangon.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa baik pekerja/buruh maupun pengusaha berhak memutuskan hubungan kerja yang telah diadakan pada saat yang dikehendaki. Pada dasarnya PHK menurut konsep HIP itu harus dicegah karena dapat merugikan semua pihak.UMB DRS. itu harus diasumsikan merupakan langkah terakhir dari seluruh upaya pencegahannya. dengan ketentuan bahwa kehendak PHK itu harus diberitahukan kepada yang bersangkutan sebulan sampai empat bulan sebelum PHK dilakukan. Bila memang PHK tidak terelakan lagi. dan pemerintah). Pemutusan Hubungan Kerja Dalam Hubungan Industrial Pancasila Pemutusan hubungan kerja atau lebih dikenal dengan istilah PHK adalah berakhirnya hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerjanya. baik pekerja pengusaha. maupun pemerintah. sistem hukum perburuhan. Sistem peradilan/perundang-undangan Sangat banyaknya undang-undang. pekerja. dan pengadilan negeri memberi kendala terhadap pencari keadilan secara cepat. juga kegiatan penyuluhan baik pada para peserta. PHK berarti kehilangan pekerja yang telah dilatih dan berpengalaman di perusahaan. pemerintah maupun masyarakat. Juru pemisah/Dewan pemisah (Arbitrase). Rumit dan banyaknya undang-undang dan peraturan yang mengatur hubungan industrial memperburuk lamanya proses peradilan. 13 tahun 2003. Pemutusan hubungan kerja di perusahaan swasta telah diatur dalam Undang-undang No. Bila dilihat dari pihak pengusaha sendiri. Panita Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P). dan sistem hukum tata pemerintah dilibatkan dalam satu permasalahan besar yaitu hubungan industrial (pengusaha.Pengawasan ini mencakup pelaksanaan peraturan perundang-undangan. murah dan adil. pengusaha. MM SEMINAR MSDM . Banyaknya tingkat peradilan penyelesaian perselisihan mulai dari Panita Penyelesaian Perselisihan Peruburuhan Daerah (P4D). peraturan dan ketentuan sistem peradilan hubungan industrial merupakan kedala bagi penerapan HIP. Proses penyelesaian perselisihan perburuhan industrial dapat merugikan dan menyiksa pencari keadilan. Banyaknya lingkup lapangan hukum seperti sistem hukum perdata. ALI MASHAR. PHK bagi pekerja yang pada umumnya merupakan bencana karena pekerja tersebut tidak berpenghasilan lagi untuk menunjang kehidupan sendiri atau keluarga. sistem hukum pidana. Artinya bahwa sebelum PHK dilakukan. maka upaya efisiensi pun harus sudah dilakukan seperti : Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Pada suatu saat PT Rindu Makmur mengalami goncangan perselisihan perburuhan. maka musyawarah mufakat harus dilakukan agar semua pihak puas (Bab XII UU 13/2003). pekerja.- Membatasi atau menghapus kerja lebur Mengurangi jam/hari kerja Meliburkan pekerja secara bergilir Mempercepat pensiun Merumahkan pekerja untuk sementara waktu Apabila PHK itu dilakukan karena perbuatan atau sikap tidak baik pekerja. Apabila PHK tak dapat dihindarkan lagi maka langkah utama yang harus dilakukan adalah pihak perusahaan atau majikan harus merundingkan lebih dahulu tentang maksud PHK tersebut ke organisasi pekerja (serikat pekerja) – bagi mereka yang masuk dalam anggota serikat pekerja – atau pun ke pekerja sendiri – bagi mereka yang tidak menjadi anggota serikat pekerja (pasal 151 undang-undang nomor : 13 tahun 2003). Dalam HIP nampak jelas bahwa musyawarah mufakat adalah syarat utama bagi penyelesaian perselisihan dan perbedaan-perbedaan pendapat di antara pekerja dengan pengusaha. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sepeti telah diketengahkan pada bagian muka bahwa PHK tersebut dapat merugikan dapat merugikan semua pihak baik pengusaha. Rindu Makmur memiliki jumlah pekerja yang besar. maupun musyawarah mufakat itu haruslah diperhatikan dan ditafsirkan secara positif/baik oleh pihak-pihak yang sedang dalam perselisihan. dan sanksi kepada pekerja itu untuk mendidik. oleh sebab itu apabila memang PHK itu tak terelakan. seluruhnya 1.200 orang baik laki-laki dan perempuan dewasa. pemerintah. MM SEMINAR MSDM . maka pintu pengendalian sekaligus pengawas sudah/belumnya nilai-nilai HIP itu diterapkan adlaah P4D/P4P. ALI MASHAR. - Bila memang PHK harus ditempuh. Perselisihan perburuhan itu menyangkut pemutusan hubungan kerja. maupun anak-anak berusia 14 s/d 18 tahun. peringatan. maka sedapat mungkin dilakukan perbaikan berupa nasihat. Setelah itu barulah kemudian PHK yang dimaksudkan dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin dari P4D bagi penyelesaian PHK perseorangan (kurang dari 10 orang) dan P4P bagi penyelesaian PHK besar-besaran (lebih dari 10 orang).UMB DRS. KASUS Sebuah perusahaan tekstile besar bernama PT.

Berikan saran dan jelaskan pendapat anda ! Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB DRS. dan lain-lain. upah. ALI MASHAR. sehingga perusahaan berhenti berproduksi. MM SEMINAR MSDM .jaminan keselamatan kerja. Perselisihan berkepanjangan sampai seluruh pekerja PT Rindu Makmur melakukan mogok masal dan majikan tetap pada pendiriannya tidak memenuhi tuntutan buruh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful