TUGAS PANCASILA

FILSAFAT PANCASILA
LATAR BELAKANG SEJARAH NILAI DAN FUNGSI FILSAFAT

Budaya dan peradaban umat manusia berawal dan berpuncak dengan nilai-nilai filsafat yang dikembangkan dan ditegakkan sebagai sistem ideologi. Maknanya nilai filsafat sebagai jangkauan tertinggi pemikiran untuk menemukan hakekat kebenaran ( kebenaran hakiki; karenanya dijadikan filsafat hidup, pandangan hidup,

(Weltanschauung); sekaligus memancarkan jiwa bangsa, jatidiri bangsa (Volksgeist) dan martabat nasional !. Integritas filsafat Pancasila terjabar sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila dengan visi-misi sebagai diamanatkan dalam UUD Proklamasi 45. Menegakkan integritas sistem kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 adalah pembudayaan filsafat Pancasila dan ideologi nasional Indonesia Raya!

A. Makna, Sejarah, dan Fungsi Filsafat Istilah filsafat secara etymologis terbentuk dari kata bahasa Yunani: filos dan sophia. Filos = friend, love; sophia = learning, wisdom. Jadi, makna filsafat = (orang) yang bersahabat dan mencintai ilmu pengetahuan, serta bersikap arif bijaksana. Karena itulah diakui orang belajar filsafat berarti mencari kebenaran sedalamdalamnya, kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana. Demikian pula para pemikir filsafat (filosof) dianggap manusia berilmu dan bijaksana. Sesungguhnya nilai ajaran filsafat telah berkembang, terutama di wilayah Timur Tengah sejak sekitar 6000 ± 600 SM; juga di Mesir dan sekitar sungai Tigris dan Eufrat sekitar 5000 ± 1000 sM; daerah Palestina/Israel sebagai doktrine Yahudi sekitar 4000 ± 1000 SM (Radhakrishnan, et al. 1953: 11; Avey 1961: 3-7). Juga di India sekitar 3000 ± 1000 SM, sebagaimana juga di Cina sekitar 3000 ± 500 SM. Nilai filsafat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya, bersifat fundamental, universal dan hakiki; karenanya dijadikan filsafat hidup oleh pemikir dan penganutnya. Sedangkan pemikiran filsafat yang dianggap tertua di Eropa (Yunani) baru berkembang sekitar 650 SM. Jadi, pemikiran filsafat tertua bersumber dari wilayah Timur Tengah; sinergis dengan ajaran nilai religious. Fenomena demikian merupakan data sejarah budaya sebagai peradaban monumental, karena Timur Tengah diakui sebagai pusat berkembangnya ajaran agama supranatural (agama wahyu, revealation

1

TUGAS PANCASILA religions). Kita juga maklum, bahwa semua Nabi/Rasul berasal dari wilayah Timur Tengah (Yahudi, Kristen dan Islam). Berdasarkan data demikian kita percaya bahwa nilai filsafat sinergis dengan nilai-nilai theisme religious. Karena itu pula, kami menyatakan bahwa nilai filsafat Timur Tengah dianggap sebagai sumur madu peradaban umat manusia karena kualitas dan integritas intrinsiknya yang fundamental-universal theisme religious. Nilai ajaran filsafat Barat (Eropa, Yunani) adalah nilai filsafat natural dan rasional (ipteks); karenanya dianggap sebagai sumur susu peradaban. Makna uraian di atas: manusia atau bangsa yang ingin sehat dan jaya, hendaknya memadukan nilai theisme religious dengan ipteks; sebagaimana pribadi manusia yang ingin sehat minumlah susu dengan madu. Artinya, budaya dan peradaban yang luhur dan unggul akan berkembang berdasarkan nilai-nilai (moral) agama dan ipteks. Budaya dan peradaban modern mengakui bahwa perkembangan ipteks dan kebudayaan manusia bersumber dan dilandasi oleh ajaran nilai filsafat. Karena itu pula, filsafat diakui sebagai induk ipteks (= philosophy as the queen and as the mother of knowledge as well). Nilai filsafat menjangkau alam metafisika dan misteri alam semesta; visi-misi penciptaan manusia. Alam semesta dengan hukum alam memancarkan nilai supranatural dan suprarasional sebagaimana rokhani manusia dan martabat budinuraninya juga memancarkan integritas suprarasional! Sistem filsafat dan cabang-cabangnya --- termasuk sistem ideologi--- dalam kepustakaan modern diakui sebagai Kultuurwissenschaft, dan atau

Geistesswissenschaft (terutama filsafat hukum, filsafat politik, filsafat manusia, filsafat ilmu, filsafat ekonomi dan filsafat etika). Sedemikian besar dan dominan pengaruh ajaran sistem filsafat dan atau ideologi dimaksud terlukis dalam skema 1, dalam makna : lingkaran global menunjukkan supremasi nilai filsafat religious yang bersumber dari Timur Tengah yang memberikan martabat moral kepribadian manusia secara universal!

2

secularisme.terutama menampilkan nilai fundamental sebagai essensi dan integritas ajarannya. dynamisme. dan atheisme «. Integritas ini secara fundamental dan intrinsik memancarkan keunggulan sistem 3 .sering disamakan sebagai sistem filsafat : theisme-religious ---. Ajaran Sistem Filsafat sebagai Sistem Ideologi : tegak sebagai Sistem Kenegaraan. animisme.T INDIA INDONESIA AFRIKA AUSTRALIA skema 1 (MNS.sebelum berkembang sebagai sistem ideologi!-. pantheisme. Ajaran berbagai nilai filsafat --. Peradaban modern menyaksikan.AXIOLOGY RUANG dan WAK TU E R O P A AMERIKA A S I A TIMUR TENGAH CINA JEPANG PERADABAN & MORAL T -. berupa ajaran : materialisme. yang berpuncak sebagai ajaran monotheisme.EPISTEMOLOGY -------------. polytheisme. 1980) B.TUGAS PANCASILA SUMBER DAN PUSAT PERKEMBANGAN FILSAFAT Pusat Pengembangan Moral dan Ipteks dalam Wawasan Filsafat ONTOLOGY --------------. universalisme --. bahwa sistem filsafat Pancasila memancarkan identitas dan integritas martabatnya sebagai sistem filsafat monotheisme-religious!.

Sedemikian berkembang. 4 .sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI. 2. maka khasanah ajaran nilai filsafat kuantitati-kualitatif terus meningkat. termasuk filsafat Pancasila ditegakkan (dan dibudayakan) dalam peradaban manusia modern ---khususnya bangsa Indonesia. sosialisme.terutama : 1. Sesungguhnya ajaran filsafat merupakan sumber. Nilai-nilai filsafat. Maha Rahman dan Maha Rahim --sebagai tersurat di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 45 ! --. marxismekomunisme. termasuk sistem ideologi Pancasila (=sistem kenegaraan Pancasila sebagai terjabar dalam UUD Proklamasi 45). Ajaran dan nilai filsafat amat mempengaruhi pikiran. terbukti dengan berbagai aliran (sistem) filsafat yang memberikan identitas berbagai sistem budaya. Allah Yang Maha Kuasa. Berbagai negara modern menunjukkan keunggulan masing-masing. zionisme. landasan dan identitas tatanan atau sistem nilai kehidupan umat manusia. sebagai terlukis dalam skema 3 dan 4. Bangsa Indonesia menegakkan sistem kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 sebagai aktualisasi filsafat hidup (Weltsanschauung) yang diamanatkan oleh PPKI sebagai pendiri negara!. ideologi negara). Juga termasuk negara berdasarkan (nilai ajaran) agama: negara Islam «. Aktualisasi nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia Raya. theokratisme. dan terus memperjuangkan supremasi dan dominasi sistem kenegaraannya: liberalisme-kapitalisme. naziisme. Aktualisasi Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. fascisme. Secara ontologis. 3.. fundamentalisme. Semua sistem kenegaraan ditegakkan berdasarkan ajaran atau sistem filsafat yang mereka anut (sebagai dasar negara. epistemologis dan axiologis sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat kepribadian manusia (SDM) yang dianugerahi martabat mulia sebagaimana terjabar dalam ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila ! Keunggulan dan kemuliaan ini merupakan anugerah dan amanat Tuhan Yang Maha Esa. --. budaya dan peradaban umat manusia. Secara ontologis-axiologis bangsa Indonesia belum secara signifikan melaksanakan visi-misi yang diamanatkan oleh sistem filsafat Pancasila.TUGAS PANCASILA filsafat Pancasila sebagai bagian dari sistem filsafat Timur (yang berwatak : theismereligious). sistem kenegaraan dan peradaban bangsa-bangsa modern.

INTEGRITAS SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI SISTEM IDEOLOGI NASIONAL Dinamika politik modern antar negara berjuang merebut supremasi ideologi dalam makna secara fungsional adalah supremasi sistem kenegaraan masing-masing. naziisme. sistem liberalisme-kapitalisme. Dinamika (baca : perebutan politik supremasi!) bermuara sebagai wujud neoimperialisme! (metamorphose : kolonialisme-imperialisme!). seperti : theokratisme.TUGAS PANCASILA sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 45 ---terutama dalam era reformasi 1998 ± sekarang Dalam dinamika peradaban modern. sosialisme. fascisme. negara dan budaya (jatidiri nasional!). Sistem kenegaraan ini dijiwai. zionisme. marxisme-komunisme-atheisme. 5 . Artinya. semua bangsa berkembang dan menegakkan tatanan kehidupan nasionalnya dengan sistem kenegaraan. sistem kenegaraan Pancasila secara niscaya (a priori) terus bersaing demi eksistensi (kemerdekaan dan kedaulatan) bangsa. dilandasi dan dipandu oleh sistem filsafat dan atau sistem ideologi. fundamentalisme «. dan sistem ideologi Pancasila! I. Fenomena demikian menjadi tantangan nasional (baca : tantangan antar ideologi) bangsa-bangsa dan negara-negara modern.

Sebagai bangsa dan negara modern. berdaulat. termasuk kewajiban bela negara! . filsafat Pancasila) yang oleh pendiri negara (PPKI) dengan jiwa hikmat 6 . tegaknya bangsa dan NKRI sebagai bangsa merdeka. yakni UUD Proklamasi 1945 seutuhnya sebagai wujud kesetiaan dan kebanggaan nasional. Kehidupan nasional sebagai bangsa merdeka dan berdaulat ---sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 berwujud NKRI berdasarkan Pancasila-UUD 45. Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Sistem Ideologi Nasional Nilai Filsafat Pancasila berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia --terutama sebagai jiwa dan asas kerokhanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme-imperialisme 1596-1945 ---. semua komponen bangsa wajib setia dan bangga (imperatif : mengikat. yang dapat dinamakan : sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila yang terjabar dalam UUD Proklamasi 45. memaksa) kepada sistem kenegaraan Pancasila sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 45. Volksgeist) Indonesia. sebagai pembudayaan dan pewarisan bagi generasi penerus. Weltanschauung) bangsa.TUGAS PANCASILA A. jatidiri nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat (kepribadian) bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern. Nilai filsafat Pancasila baik sebagai pandangan hidup (filsafat hidup. Jadi. Nilai-nilai fundamental dimaksud terutama filsafat hidup (Weltanschauung) bangsa (i. penegak dan pewaris) berkewajiban menegakkan asas normatif filosofis-ideologis secara konstitusional. Nilai filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional berkembang dalam sistem kenegaraan Indonesia . Weltanschauung) yang telah menjiwai dan sebagai identitas bangsa (jatidiri nasional.c. sekaligus sebagai jiwa bangsa (Volksgeist. Sistem NKRI ditegakan oleh kelembagaan negara (suprastruktur) bersama semua komponen bangsa (=infrastruktur) dan warganegara (subyek SDM pemilik. kita mewarisi nilai-nilai fundamental filosofis-ideologis sebagai pandangan hidup bangsa (filsafat hidup. sekaligus sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia!. Nilai-nilai fundamental warisan sosio-budaya Indonesia ditegakkan dan dikembangkan dalam sistem kenegaraan Pancasila. bersatu dan bermartabat amat ditentukan oleh tegaknya integritas sistem kenegaraan Pancasila dan UUD Proklamasi 45 ! Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan konstitusional.

Secara filosofis-ideologis dan konstitusional sistem kenegaraan inilah yang ditegakkan dalam wujud kemerdekaan dan kedaulatan serta kepribadian (martabat) nasional bangsa-bangsa modern. yang dikutip di muka merupakan sari dan puncak nilai sosio budaya Indonesia. B. Identitas dan Integritas Sistem Filsafat dan Sistem Ideologi Nasional Totalitas sistem filsafat dan sistem ideologi nasional memberikan integritas dan martabat nasional. selanjutnya ditegakkan dalam integritas sistem kenegaraan --. Secara ontologis dan axiologis. Volkgeist) Indonesia Raya. bahkan seluruh generasi bangsa untuk setia menegakkan dan membudayakannya. Berdasarkan legalitas dan otoritas PPKI sebagai pendiri negara. sistem filsafat dan atau sistem ideologi ini menjadi asas dan landasan budaya dan moral nasional--. maka UUD Proklamasi sesungguhnya mengikat (imperatif) seluruh komponen bangsa. musyawarah mufakat menetapkan dan mengesahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka (dalam UUD Proklamasi 45 seutuhnya). Berdasarkan kepercayaan dan cita-cita bangsa Indonesia.yang kompetitif antar bangsa dalam rangka merebut supremasi ideologi! ---. 7 . negara dan budaya Indonesia Raya (Asas-asas Wawasan Nusantara). Bangsa Indonesia sepanjang sejarahnya dijiwai nilai-nilai budaya dan moral Pancasila. Asas demikian diakui dan berlaku secara universal sebagai aktualisasi nilai sosiobudaya dan martabat nasional dapat dilukiskan dengan ringkas dalam uraian berikut.fungsi dalam kehidupan bangsa. maka diakui nilai filsafat Pancasila mengandung multi . Nilai mendasar ini ialah filsafat hidup (Weltanschauung.yang dinamakan dengan predikat berdasarkan sistem filsafat dan atau sistem ideologi yang menjiwai dan melandasi sistem kenegaraan dimaksud.TUGAS PANCASILA kebijaksanaan dan kenegarawanan.

Pandangan hidup bangsa (Weltanschauung). INTEGRITAS SISTEM KENEGARAAN PANCASILA DAN UUD PROKLAMASI ¶45 8 . ideologi nasional. 4. Reformasi 1998 sampai sekarang. 1. basic norm. Atas nama globalisasi-liberalisasi dan postmodernisme negara-negara adidaya sekutu USA dan UE sebagai representasi neo-liberalisme terus memacu supremasi ideologi dalam sosial politik dan ekonomi global!. 3. jatidiri nasional (Volkgeist) Indonesia. Grundnorm. Ideologi Negara. II. dengan runtuhnya Uni Soviet 1990 ---. 1950 ± 1959 dan 1959 ± 1998). Warisan sosio-budaya bangsa sebagai bagian Filsafat Timur Nilai Dasar Filsafat Pancasila Skema 2 (MNS. sumber dari segala sumber hukum. dapat dilukiskan sebagai berikut : 7. Sistem Nasional (cermati skema 4) 6.lebih-lebih pasca perang dingin. Sistem Filsafat Pancasila. telah terjabar secara filosofis-ideologis dan konstitusional di dalam UUD Proklamasi (pra-amandemen) dan teruji dalam dinamika perjuangan bangsa dan sosial politik 1945 ± 1998 (1945 ± 1949. 5. mulai amandemen I ± IV: 1999 ± 2002 cukup mengandung distorsi dan kontroversial secara fundamental (filosofis-ideologis dan konstitusional) sehingga praktek kepemimpinan dan pengelolaan nasional cukup memprihatinkan. Pembukaan UUD 45): asas kerokhanian bangsa. 1980) Sesungguhnya nilai dasar filsafat Pancasila demikian. 2.TUGAS PANCASILA Kedudukan dan fungsi nilai dasar Pancasila. jiwa UUD 45. Bangsa-bangsa modern menyaksikan bagaimana supremasi ideologi neoliberalisme yang bermuara neo-imperialisme--. Jiwa dan kepribadian bangsa. 1949 ± 1950. Dasar Negara (Proklamasi. filsafat dan budaya Indonesia: asas budaya dan moral politik NKRI.

Manusia wajib berterima kasih dan berkhidmat kepada Maha Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa). Sebagai manusia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia wajib mengakui sumber (HAM: life. b. Bahwa HAM adalah karunia dan anugerah Maha Pencipta (sila I dan II: hidup. HAM akan tegak hanya berkat (umat) manusia menunaikan KAM sebagai amanat Maha Pencipta. Kewajiban asasi manusia (KAM) berdasarkan filsafat Pancasila.sebagai subyek budaya (termasuk subyek hukum) dan subyek moral. Artinya. termasuk atas nasib dan takdir manusia. 3. agung dan mulia manusia berkat anugerah kerokhaniannya ---sebagai terpancar dari akal-budinuraninya--.TUGAS PANCASILA Sebagai aktualisasi sistem filsafat Pancasila dan atau sistem ideologi (nasional) Pancasila secara ontologis dan axiologis dikembangkan dan ditegakkan sebagai integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 dengan asas-asas fundamental berikut : A. Bahwa menegakkan HAM senantiasa berdasarkan asas keseimbangan dengan kewajiban asasi manusia (KAM). property) adalah Tuhan Maha Pencipta (sila I). karenanya ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila yang bersumber asas normatif theisme-religious. Noor Syam 2007: 147-160) 9 . Manusia wajib mengakui dan menerima kedaulatan Maha Pencipta atas semesta. atas anugerah dan amanat yang dipercayakan kepada (kepribadian). Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Asas Kerokhanian Bangsa dan Negara Filsafat Pancasila memberikan kedudukan yang tinggi dan mulia atas martabat manusia. Manusia terikat dengan hukum alam dan hukum moral !. dan c. ialah: a. (M. sekaligus amanat untuk dinikmati dan disyukuri oleh umat manusia. kita juga bersyukur atas potensi jasmani-rokhani. sekaligus sebagai derajat (kualitas) moral dan martabat manusia. 2. Tegaknya ajaran HAM ditentukan oleh tegaknya asas keseimbangan HAM dan KAM. dan martabat unggul. secara fundamental sbb: 1. sebagai pancaran asas moral (sila I dan II). liberty. kemerdekaan dan hak milik/rezki).

bagaimana sistem kenegaraan bangsa itu. Dasar Negara Pancasila Sebagai Asas Kerokhanian Bangsa dan Sistem Ideologi Nasional dalam Integritas UUD Proklamasi 45 Secara ontologis-axiologis (filsafat Pancasila) terjabar dalam UUD Proklamasi 45 bersifat imperatif (filosofis-ideologis dan konstitusional) ontologi bangsa dan NKRI adalah integral (manunggal) dan bersifat t e t a p (integritas.yang orisinal. Jadi. ialah jabaran dan praktek dari ajaran sistem filsafat dan atau sistem ideologi nasionalnya masing-masing. Bagi bangsa Indonesia dapat dinyatakan sebagai: Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila ± UUD Proklamasi. integritas dan martabat nasional. 10 . maka wawasan manusia (termasuk wawasan nasional) atas martabat manusia. dan terjabar (pedoman penyelenggaraanya) dalam UUD Proklamasi 45 --. Tegaknya suatu bangsa dan negara ialah kemerdekaan dan kedaulatan sebagai wujud kemandirian. bahkan menjadi budaya neo-liberalisme ! Secara filosofis-ideologis dan konstitusional inilah amanat nasional dalam visi-misi Pendidikan dan Pembudayaan Filsafat Pancasila dan Ideologi Nasional! Visi-misi mendasar dan luhur ini menjamin integritas SDM dalam Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD 45 B. kami dengan mantap menyatakan NKRI sebagai sistem kenegaraan Pancasila. jatidiri / Volksgeist) atau kepribadian dan martabat nasional. Ajaran luhur filsafat Pancasila memancarkan identitas theisme-religious sebagai keunggulan sistem filsafat Pancasila dan filsafat Timur umumnya --. integritas dan keunggulan sistem kenegaraan RI (berdasarkan) Pancasila ± UUD 4. sebagaimana bangsa Indonesia menetapkan NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat (sistem demokrasi) dan negara hukum (Rechtsstaat). Asas-asas fundamental ini memancarkan identitas. bukan menyimpang sebagai ³ terjemahan ³ era reformasi yang menjadi UUD 2002 --.karena sesuai dengan potensi martabat dan integritas kepribadian manusia---.TUGAS PANCASILA Berdasarkan ajaran suatu sistem filsafat. menetapkan bagaimana sistem kenegaraan ditegakkan. sebagai sistem kenegaraan Pancasila. Berdasarkan asas demikian.yang kita rasakan amat sarat kontroversial.

sekaligus sebagai norma tertinggi. 155 ± 162. bermakna tidak loyal dan tidak membela dasar negara Pancasila. oleh siapapun dan lembaga apapun. tiada seorangpun warga negara. Soejadi 1999: 59 ± 81). dapat diuraikan asas dan landasan filosofi-ideologis dan konstitusional berikut : 1. Artinya. Artinya. Karena Pembukaan ditetapkan hanya 1x oleh pendiri negara (the founding fathers. semua warga negara. Baik menurut teori umum hukum ketatanegaraan dari Nawiasky. PPKI) yang memiliki legalitas dan otoritas pertama dan tertinggi (sebagai penyusun yang mengesahkan UUD negara dan lembaga-lembaga negara). berarti pula mengubah atau membubarkan negara Proklamasi (membentuk negara baru. Sebagai kaidah negara yang fundamental. 2. PPKI sebagai pendiri negara mengakui dan mengamanatkan bahwa atas nama bangsa Indonesia kita menegakkan sistem kenegaraan Pancasila ± UUD 45. Asas demikian terpancar dalam nilai-niai fundamental yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 45 sebagai kaidah filosofis-ideologis Pancasila seutuhnya. apalagi merubahnya. dan bagi negara Proklamasi 17 Agustus 1945 (baca: NKRI) ialah berwujud: Pembukaan UUD Proklamasi 45. 175 ± 230. maka sikap dan tindakan demikian dapat dianggap sebagai makar (tidak menerima 11 . sumber dari segala sumber hukum dalam negara. sekaligus sebagai asas kerokhanian negara dan jiwa konstitusi. Sebaliknya. karena kaidah ini ditetapkan hanya sekali oleh pendiri negara (Nawiasky1948: 31 ± 52. Dengan mengakui kedudukan dan fungsi kaidah negara yang fundamental. mengkhianati negara Proklamasi 17 Agustus 1945). kaidah ini tidak dapat diubah. oleh lembaga apapun tidak dapat diubah. Karenanya dengan jalan apapun. Karenanya. Maknanya. nilai-nilai dumaksud bersifat imperatif (mengikat. organisasi infrastruktur dan suprastruktur dalam negara imperatif untuk melaksanakan dan membudayakannya. Notonagoro 1984: 57 ± 70. maupun organisasi di dalam negara yang dapat menyimpang dan atau melanggar asas normatif ini. Siapapun dan organisasi apapun yang tidak mengamalkan dasar negara Pancasila ---beserta jabarannya di dalam UUD negara---. Kelsen 1973: 127 ± 135.TUGAS PANCASILA Dalam analisis kajian normatif-filosofis-ideologis dan konstitusional atas UUD Proklamasi 45 dalam hukum ketatanegaraan RI. maupun Hans Kelsen dan Notonagoro diakui kedudukan dan fungsi kaidah negara yang fundamental yang bersifat tetap. memaksa). mengubah Pembukaan dan atau dasar negara berarti mengubah negara.

kedudukan Pembukaan UUD 45 berfungsi sebagai perwujudan dasar negara Pancasila. Oleh karena itu.TUGAS PANCASILA ideologi negara dan UUD negara). Pokok pikiran yang keempat yang terkandung dalam "pembukaan" ialah negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemnusiaan yang adil dan beradab. Pokok-pokok pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara. III." Jadi. Undang-Undang Dasar menciptakan pokok-pokok pikiran ini dalam pasalpasalnya. mereka dapat dianggap melakukan separatisme ideologi dan atau mengkhianati negara. Penghayatan kita diperjelas oleh amanat pendiri negara (PPKI) di dalam Penjelasan UUD 45. 3. Sistem kenegaraan RI secara formal adalah kelembagaan nasional yang bertujuan menegakkan asas normatif filosofis-ideologis (in casu dasar negara Pancasila) sebagai kaidah fundamental dan asas kerokhanian negara di dalam kelembagaan negara bangsa (nation state) dengan membudayakannya. baik hukum yang tertulis (Undang-Undang Dasar) maupun hukum yang tidak tertulis. Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Secara filosofis-ideologis ajaran Filsafat Pancasila menjadi sumber dan landasan Metatheory dan Megatheory (Grandtheory) dari Sistem Kenegaraan 12 . Jadi. Undang-Undang Dasar menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan dalam pasal-pasalnya. terutama melalui uraian: keempat pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 45 (sebagai asas kerokhanian negara (geistlichen Hinterground dan Weltanschauung ) bangsa terutama: 4. Pokok-pokok pikiran tersebut meliputi suasana kebatinan dari UndangUndang Dasar Negara Indonesia. karenanya memiliki integritas filosofis-ideologis dan legalitas supremasi otoritas secara konstitusional (terjabar dalam Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 45).

karenanya dikategorikan sebagai : separatisme ideologi. kepemimpinan nasional. makar ! Sebaliknya. Menjamin ranah (in casu : HAM) privat dan publik berdasarkan asas keseimbangan HAM dan KAM sebagai diamanatkan bagian III A diatas. individualitas dan komunitas berkembang dalam asas keseimbangan dalam wujud asas kekeluargaan sebagai asas integralisme fungsional! 3. makar dan atau mengkhianati sistem kenegaraan Pancasila! --Waspadalah kepada berbagai sistem ideologi yang mengancam integritas ideologi Pancasila. terutama : 1. Secara filosofis-ideologis dan UUD Pasal 29 bangsa dan NKRI menganggap ideologi marxisme-komunisme-atheisme bertentangan dengan ideologi Pancasila yang beridentitas theisme-religious. Nilai-nilai ontologis-axiologis Pancasila terjabar dan diaktualisasi melalui Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 dan sebagai Sistem Ideologi Nasional Indonesia Raya masa depan! Asas-asas fundamental filosofis-ideologis dan konstitusional diatas. warganegara RI) berkewajiban membela NKRI dalam integritasnya sebagai sistem kenegaraan Pancasila ---antar 13 . bahkan warganegara dalam pergaulan nasional dan internasional senantiasa menegakkan integritas moral dan martabat nasional! 4. sekularisme. Menjiwai dan melandasi asas moral dan budaya politik nasional : politisi. dikategorikan sebagai melakukan tindakan : separatisme ideologi. golongan / parpol tetap setia (loyal. bermakna bahwa bangsa Indonesia (rakyat. adalah jabaran dan aktualisasi asas filsafat Pancasila (ontologis-axiologis). dan marxismekomunisme-atheisme!--Amanat menegakkan NKRI dalam integritas sebagai sistem kenegaraan Pancasila. seperti : ideologi liberalisme-kapitalisme. Asas HAM. bangga) kepada dasar negara (ideologi negara) Pancasila dan UUD Proklamasi 45. hak kemerdekaan (kebebasan) tetap dijamin selama warganegara. siapapun atas nama kebebasan (=liberalisme) dan demokrasi (=kedaulatan rakyat) mengembangkan / memperjuangkan nilai ideologi selain ideologi negara Pancasila (non-Pancasila). Asas filsafat Pancasila sebagai sistem ideologi secara ontologis-axiologis tegak dalam aktualisasi Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 2. 5. Tegasnya.TUGAS PANCASILA Pancasila-UUD Proklamasi 45 yang memancarkan integritas dan keunggulan sebagai diuraikan dalam Bagian IV !.

2. Negara kesatuan. menjiwai dan melandasi cita budaya dan moral politik nasional. Negara berkedaulatan rakyat (= negara demokrasi: sila IV= sistem demokrasi Pancasila). Ajaran Sistem Filsafat Pancasila dan Sistem Kenegaraan Pancasila Sesungguhnya secara filosofis-ideologis-konstitusional bangsa Indonesia menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan dalam tatanan negara Proklamasi. bangsa Indonesia senantiasa waspada dan siap bela negara atas tantangan dan ancaman bangsa dan negara yang mengancam integritas ideologi Pancasila: baik neoimperialisme Amerika maupun ideologi marxisme ± komunisme ± atheisme dari manapun datangnya. terjabar secara konstitusional: 1. bersifat imperatif. IV. karenanya fungsional sebagai asas kerokhanian-normatif-filosofis- ideologis dalam UUD 45. sebagai NKRI berdasarkan Pancasila-UUD 45. wawasan nasional dan wawasan nusantara: sila III). Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab (sila I-II) sebagai asas moral kebangsaan kenegaraan RI. A. ditegakkan sebagai NKRI. neo-PKI atau KGB. 14 .TUGAS PANCASILA sistem kenegaraan: kapitalisme ± liberalisme. 4. dan marxisme ± komunisme ± atheisme --. sebagai sistem negara hukum Pancasila. negara bangsa (nation state. maka aktualisasinya dalam sistem kenegaraan berdasarkan UUD Proklamasi 45 adalah sebagai berikut. Bahwa sesungguhnya UUD Negara adalah jabaran dari filsafat negara Pancasila sebagai ideologi nasional (Weltanschauung). sebagai dimaksud Bagian III A-B. Negara berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat): asas supremasi hukum demi keadilan dan keadilan sosial: oleh semua untuk semua (sila I -II-IV-V). Karenanya menjadi asas normatif-filosofis-ideologis-konstitusional bangsa. asas kerokhanian negara dan jatidiri bangsa. KEUNGGULAN NKRI SEBAGAI SISTEM KENEGARAAN (IDEOLOGI) PANCASILA Berdasarkan asas-asas ontologis-axiologis Pancasila (asas jatidiri dan asas kerokhanian bangsa). termasuk kebangkitan PKI. 3. Asas dan identitas fundamental. Jadi.yang dapat mengancam integritas bangsa dan NKRI.

TUGAS PANCASILA ditegakkan sebagai budaya dan moral manusia warga negara dan politik kenegaraan RI. 5. secara das Sein und das Sollen dasar negara Pancasila (ideologi nasional) sebagai terlukis dalam skema 2 dan 3. Negara berdasarkan asas kekeluargaan (paham persatuan: negara melindungai seluruh tumpah darah Indonesia. diuraikan secara ringkas sebagai berikut : Perwujudan dan Sistem NKRI (Berdasarkan) Pancasila . NKRI adalah negara bangsa (nation state) sebagai pengamalan sila III yakni nilai Wawasan Nasional yang ditegakkan dalam NKRI dan Wawasan Nusantara. dikembangkan.127). ditegakkan dan 15 . Negara mengatasi paham golongan dan paham perseorangan: sila III-IV-V). Sistem kenegaraan RI secara formal adalah kelembagaan nasional yang bertujuan mewujudkan asas normatif filosofis-ideologis (in casu dasar negara Pancasila) sebagai kaidah fundamental dan asas kerokhanian negara di dalam kelembagaan negara bangsa (nation state). Sistem Ideologi Pancasila ditegakkan dalam N-Sistem Nasional Maknanya.UUD 45* TAP MPR U U D 45 P A N C A S I L A (MNS. Jadi. aktualisasi asas ontologis-axiologis filsafat Pancasila ditegakkan dalam sistem kenegaraan Pancasila sebagai terjabar dalam UUD Proklamasi 45. ditegakkan dalam sistem ekonomi Pancasila (M Noor Syam. 1985: 2005) skema 3 *) = NKRI sebagai sistem kenegaraan Pancasila B. dan seluruh rakyat Indonesia. 2007: 108 .

Sistem politik Pancasila (= demokrasi Pancasila) 7. 1988) *) = N = sejumlah sistem nasional. Sistem hukum (berdasarkan) Pancasila 5. terlukis dalam skema berikut. 16 . N-SISTEM NASIONAL SISTEM HUKUM NASIONAL SISTEM POLITIK N E G A R A SISTEM EKONOMI H U K U M FILSAFAT HUKUM FILSAFAT NEGARA SOSIO-BUDAYA & FILSAFAT HIDUP NUSANTARA (ALH-SDA) & BANGSA (SDM) INDONESIA skema 4 MNS. Sistem ideologi Pancasila 3. terutama: 1. Hankamrata Skema ini melukiskan bagaimana sistem filsafat Pancasila dijabarkan secara normatif-konstitusional dan fungsional sebagai terlukis dalam struktur (nilai) kenegaraan yang dimaksud komponen-komponen dalam skema 3-4 dimaksud !.TUGAS PANCASILA dibudayakan dalam N-Sistem Nasional sebagai aktualisasi integritas sistem kenegaraan Pancasila (UUD Proklamasi 45). Sistem ekonomi Pancasila 6. Sistem budaya Pancasila 8. Secara skematis. Sistem filsafat Pancasila 2. Sistem Pendidikan Nasional (berdasarkan) Pancasila 4. Sistem Hankamnas.

terutama: sistem nasional dalam politik dengan asas kedaulatan rakyat atau demokrasi (= demokrasi berdasarkan Pancasila). sistem nasional dalam ekonomi ( = sistem ekonomi Pancasila).sinergis dengan System bildung (pembangunan dan pengembangan sistem. yakni sistem nasional). V. INTEGRITAS SISTEM KENEGARAAN PANCASILA DALAM TANTANGAN GLOBALISASI-LIBERALISASI DAN POSTMODERNISME Dinamika Globalisasi-Liberalisasi dan Postmodernisme sesungguhnya adalah gelombang negara adidaya untuk merebut supremasi ideologi liberalisme-kapitalisme. Integritas Filsafat Pancasila dalam Keunggulan Sistem Kenegaraan Pancasila Sebagai pelaksanaan asas kerokhanian bangsa dan negara sesungguhnya NKRI berdasarkan Pancasila UUD Proklamasi 45 memancarkan keunggulan sistem kenegaraan Indonesia. dalam era reformasi nilai dasar negara Pancasila dan UUD Proklamasi 45 mengalami distorsi. sebagai terjabar dalam asas normatif-filosofis-ideologis-konstitusional dengan membudayakan NSistem Nasional dimaksud.. dan sistem nasional dalam hukum (= sistem hukum Pancasila)«. dan sebagainya. dan ekonomi-liberal . menjiwai dan melandasi cita budaya dan moral politik nasional. berikut: Bahwa sesungguhnya UUD Negara adalah jabaran dari filsafat negara Pancasila sebagai ideologi nasional (Weltanschauung). asas kerokhanian negara dan jatidiri bangsa.TUGAS PANCASILA C. 17 . Asas-asas fundamental ini ditegakkan secara normatif-fungsional dalam Nsistem nasional (sejumlah sistem nasional): prioritas 1 ± 8 sistem nasional ! Sebaliknya. sehingga dalam praktek kita menyaksikan berkembangnya budaya neo-liberal (demokrasi-liberal. Karenanya menjadi asas normatif-filosofis-ideologis-konstitusional bangsa. Secara konstitusional NKRI ditegakkan (dan dibudayakan) sebagai sistem kenegaraan dalam integritas dan identitas fundamental dan asas kenegaraan. bahkan mengalami degradasi wawasan nasional! Sesungguhnya pendidikan nasional ---in casu pendidikan nilai dasar Pancasila adalah asas dan inti nation and character building--.

18 . ideologi nasional). Dinamika ini juga sinergis dengan gelombang Postmodernisme yang laksana badai menggoda dan melanda bangsa dan negara modern. bahkan mental dan moral bangsa--maka benteng terakhir yang diharapkan mampu bertahan ialah keyakinan nasional atas kebenaran dan kebaikan (baca: keunggulan) dasar negara Pancasila baik sebagai jatidiri bangsa dan filsafat hidup bangsa (Volksgeist. terutama bangsa negara berkembang. Kita menyaksikan bagaimana reformasi glasnost dan perestroika yang dicanangkan Michael Gorbachev di Unie Soviet kemudian r u n t u h menjadi negara tidak berdaya dan ³ m u r t a d ³ atheisme !.. Weltanschauung).TUGAS PANCASILA sebagai otoritas neo-imperialisme dunia. sekaligus sebagai dasar negara (ideologi negara. meskipun ternyata menjadi bencana yang dapat meruntuhkan integritas nasional dan integritas negara !. Theisme) sehingga negara Rusia sekarang amat sangat meningkat kemakmuran dan kejayaannya. Hanya dengan keyakinan nasional ini manusia Indonesia tegak-tegar dengan keyakinannya yang benar dan terpercaya: bahwa sistem filsafat Pancasila sebagai bagian dari filsafat Timur memancarkan identitas dan integritas martabatnya sebagai sistem filsafat theismereligious. Fenomena dimaksud nampak dalam karsa elite untuk mempelopori reformasi--. Catatan: Runtuhnya negara adidaya Unie Soviet menjadi negara tidak berdaya. Visi-misi demikian terutama meningkatkan wawasan nasional dan kepercayaan nasional (kepercayaan diri) agar SDM warganegara kita mampu mewaspadai tantangan: globalisasiliberalisasi dan postmodernisme dan neo-PKI/KGB! Kemampuan menghadapi tantangan yang amat mendasar dan akan melanda kehidupan nasional ---sosial-ekonomi dan politik. dari ideologi marxisme -komunisme- A. Tantangan Nasional : Globalisasi-Liberalisasi dan Postmodernisme Menyelamatkan bangsa dan NKRI dari tantangan demikian (baca: keruntuhan sebagaimana yang dialami Unie Soviet). namun rakyatnya bersyukur dapat kembali memuja Tuhan (Agama.karena merasa warisan nilai lama perlu di reformasi --. Sebagai jiwa UUD negara yang menjiwai dan melandasi budaya dan moral politik Indonesia dalam integritas sistem kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45. maka bangsa Indonesia wajib meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental-ideologi Pancasila.

Mengapa bangsa-bangsa beradab. 2. bermuara sebagai neoimperialisme! Sinergis dengan kondisi global maka dalam NKRI juga tantangan kebangkitan neo-PKI / KGB. seperti budaya demokrasi liberal dan HAM individualisme-egoisme--. Karena itulah. yang menjajah Irak awal abad XXI ---negara adidaya yang bergaya pembela HAM di panggung dunia!--. termasuk Indonesia. 1. Melalui berbagai organisasi dunia.ternyata HAM yang HAMPA!.TUGAS PANCASILA Bandingkan dengan ajaran filsafat kapitalisme-liberalisme yang beridentitas individualisme-materialisme-sekularisme-pragmatisme (neo-imperialisme) akan hampa spiritual religius sebagaimana juga identitas ideologi marxisme-komunismeatheisme! Kapitalisme-liberalisme memuja kebebasan dan HAM demi kapitalisme (baca: materi. Sejak itulah penganut ideologi kapitalisme-liberalisme menetapkan strategi politik neo-imperialisme untuk melestarikan penguasaan ekonomi dan sumber daya alam di negaranegara yang telah mereka tinggalkan (disusun strategi rekayasa global. kekayaan sumber daya alam yang dikuasai neoimperialisme): dalam praktek politik dan ekonomi liberal. World Bank dan IMF sampai APEC dipelopori Amerika Serikat mereka tetap sebagai kesatuan Sekutu dan Unie Eropa dalam perjuangan merebut supremasi politik dan ekonomi dunia (neo-imperialisme). Watak setiap ajaran filsafat dan ideologi dengan asas dogmatisme senantiasa merebut supremasi dan dominasi atas berbagai ajaran filsafat dan ideologi yang dipandangnya sebagai saingan. 1947). degradasi mental ideologi. ketika perang dunia II berakhir 1945. mulai PBB. namun mereka kehilangan banyak negara jajahan memproklamasikan kemerdekaan. Lebih-lebih dengan berakhirnya perang dingin (19501990) mereka makin menunjukkan supremasi politik neoimperialisme! 19 . Ideologi kapitalisme-liberalisme yang dianut negara-negara Barat sebenarnya telah merajai kehidupan berbagai bangsa dan negara: politik kolonialisme-imperialisme. bahkan PBB sebagai organisasi dunia yang beradab tetap bungkam ?! Tantangan globalisasi-liberalisasi dan postmodernisme dapat berwujud adanya degradasi wawasan nasional dan wawasan ideologi nasional Demikian pula adanya .bukan kesatuan dan kerukunan sebagai asas moral filsaafat dan ideologi bangsanya---. Perhatikan beberapa fenomena sosial politik dan ekonomi (neo-liberal) dalam era reformasi sebagai praktek budaya: kapitalisme-liberalisme dan neo-liberalisme dalam hampir semua bidang kehidupan Indonesia. meskipun mereka meraih kemenangan atas German dan Jepang.

.. Kepemimpina mereka belum membuktikan keunggulannya dalam mengatasi multi ± krisis nasional yang makin menghimpit rakyat warga bangsa tercinta. bahkan juga budaya negara federal! Ternyata kemudian. industri dan ekonomi amat tergantung kepada negara maju (G-8) maka melalui bantuan modal pembangunan baik bilateral maupun multilateral. Supremasi politik dan ideologi ini juga didukung oleh supremasi ipteks . Melalui kesepakatan APEC. Tercapailah politik supremasi ekonomi kapitalisme-liberalisme. Hampir semua negara berkembang yang kondisi ipteks. sebagai neo-imperialisme. tanpa daya saing yang memadai.TUGAS PANCASILA 3.sehingga banyak intelektual negara berkembang (baca: negara GNB) yang belajar ipteks ke negara-negara blok Barat. 5.... atas nama ekonomi pasar ---tidak boleh ada proteksi demi peningkatan kemampuan dan kemandirian---.. seperti melalui IMF dan World Bank. Sebagian intelektual kita itu telah tergoda dan terlanda wawasan politiknya. ekonomi liberal. namun juga dijadikan media propaganda bahwa otoritas supremasi politik dan ideologi dunia tetap dimiliki Blok Barat.. mereka telah dididik juga sebagai kader pengembang ideologi dan politik ekonomi kapitalisme-liberalisme ---termasuk dalam NKRI---.. 4. termasuk IGGI kemudian CGI semuanya mengandung strategi politik ekonomi negara Sekutu (USA dan UE). semuanya dilumpuhkan dan ditaklukkan.. Kondisi perang dingin yang amat panjang meskipun menguras dana dan biaya perang (angkatan perang dan persenjataan). sehingga sebagai elite reformasi mempraktekkan demokrasi liberal. Sementara potensi ekonomi berbagai negara berkembang tanpa proteksi. Kondisi buruk ini dapat menjadi lahan subur bangkinya neo-PKI/KGB yang berpropaganda menjadi ´penyelamat ´ kaum miskin dan buruh tani dalam NKRI! Inilah fenomena dan bukti sebagian elite dalam NKRI tergoda dan terlanda ideologi neo-liberalisme dan neo-komunisme! Perhatikan dan hayati skema 5 berikut ! 20 .. Sesungguhnya sejak dimulai perang dingin (sekitar 1950 ± 1985) Sekutu telah menampilkan watak untuk merebut dominasi dan supremasi politik internasional.. mereka mempropagandakan doktrin ekonomi liberal.

b. Negara kesatuan. ditegakkan sebagai budaya dan moral (manusia warga negara) politik Indonesia. ditegakkan sebagai NKRI. Ajaran filsafat Pancasila yang dikembangkan sebagai sistem ideologi nasional dikembangkan dan ditegakkan dalam integritas sistem kenegaraan Pancasila (sebagai terjabar dalam UUD Proklamasi 45).TUGAS PANCASILA PENUT UP Berdasarkan uraian ringkas makalah Sistem Filsafat Pancasila secara mendasar dapat dirumuskan pokok-pokok pikiran berikut : 1. Negara berdasarkan asas kekeluargaan (paham persatuan: negara melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. menjadi tantangan nasional yang mengancam integritas sistem kenegaraan Pancasila. negara bangsa (nation state. Filsafat Pancasila sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI memberikan integritas keunggulan sistem kenegaraan Indonesia Raya. Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab (sila I-II) sebagai asas moral kebangsaan dan kenegaraan RI. negara mengatasi paham golongan dan paham perseorangan: sila III-IV-V) dijiwai dan dilandasi sila I-II. menjiwai dan melandasi cita budaya dan moral politik nasional. Bahwa sesungguhnya UUD Negara adalah jabaran dari filsafat negara Pancasila sebagai ideologi nasional (Weltanschauung). Sistem filsafat Pancasila adalah bagian dari sistem filsafat Timur yang memancarka integritas n martabatnya sebagai sistem filsafat theisme-religious. d. 3. Dinamika globalisasi-liberalisasi dan postmodernisme bermuara supremasi (ideologi neoliberalisme) sebagai neo-imperialisme. sebagai demokrasi ekonomi dan pemberdayaan rakyat sebagai SDM subyek penegak integritas NKRI. dan seluruh rakyat Indonesia. wawasan nasional dan wawasan nusantara: sila III). Negara berkedaulatan rakyat (= negara demokrasi: asas normatif sila IV). c. e. Negara berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat): asas supremasi hukum demi keadilan dan keadilan sosial: oleh semua untuk semua (sila I-II-IV-V). sebagai terjabar dalam asas normatif-filosofis-ideologiskonstitusional: a. dan ditegakkan dalam sistem ekonomi Pancasila. sekaligus integritas mental-moral-SDM Indonesia masa depan!. sebagai negara hukum Pancasila. Tantangan ini makin mendesak karena sinergis dengan fenomena kebangkitan neo-PKI / KGB 21 . Karenanya menjadi asas normatif-filosofis-ideologis-konstitusional bangsa. asas kerokhanian negara dan jatidiri bangsa. 2.

terutama elite reformasi dan Pemerintah --..yang telah diubah menjadi UUD 2002 ---.. dan Afghanistan ! ). kita dihimpit dengan global crisis financial dari negara adidaya (USA dan UE) yang dapat memacu politik supremasi neoimperialisme dari ideologi neo-liberalisme ! 7.. 21 . bahkan degradasi mental dan moral (theisme-religious menjadi sekularisme. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa mengayomi dan memberkati bangsa Indonesia dalam integritas sistem kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45.bahkan memuja kebebasan (=liberalisme).sehingga kita ikut membudayakan demokrasi liberal dan ekonomi liberal (mungkin juga mental dan moral liberal). Fenomena demikian menunjukkan HAM mereka hanyalah propaganda H A M P A ! 5. Karenanya.. Multikrisis dimensional nasional dalam NKRI belum teratasi. bahkan materialisme-kapitalisme-individualisme dan atheisme!) Fenomena demikian bermuara sebagai bencana nasional. termasuk Indonesia ! Bilamana kita tidak tegak-tegar dengan integritas nilai filsafat Pancasila. bahkan kewajiban moral kita semua --. ataukah kita telah tergoda dan terlanda oleh ³kejayaan´ negara liberalisme-kapitalisme --. khususnya sebagai audit reformasi! Maknanya.. atas nama HAM (HAM yang individualistik. Secara ontologis-axiologis era reformasi jauh menyimpang dari kaidah fundamental filsafat Pancasila dan ideologi Pancasila sebagai diamanatkan UUD Proklamasi 45 --. Demikian sebagai bahan pertimbangan dan renungan.menggoda dan melanda bangsa-bangsa. yang dipropagandakan oleh USA sementara fenomena sosial politik global mereka menindas HAM.untuk merenung dan mawasdiri sebagai audit nasional.... Adalah kewajiban nasional. apakah kita sudah sungguh-sungguh setia dan bangga dengan sistem kenegaraan Pancasila sebagai diamanatkan PPKI dalam UUD Proklamasi 45.. rakyat kita mengalami degradasi nasional . dengan menjajah beberapa negara Timur Tengah : seperti Irak .. pemerintah dan elite reformasi mempraktekkan budaya dan moral demokrasi liberal. Dinamika neo-liberalisme dan neo-imperialisme dalam era postmodernisme ---termasuk era reformasi--. tragedi moral dan peradaban bangsa-bangsa masa depan! 6.TUGAS PANCASILA dalam NKRI yang ³cucitangan´ atas tanggung jawab G 30 S / PKI ---dengan dalih : pelurusan sejarah--4.. ekonomi liberal .. demokrasi liberal (bukan demokrasi berdasarkan moral Pancasila)..