1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya. Sebanyak apapun harta yang dimiliki oleh seseorang, namun tidak ada artinya bila orang tersebut tidak mempunyai tubuh yang sehat, yaitu dengan memeriksakan diri ke sarana-sarana pelayanan kesehatan, diantaranya adalah puskesmas. Puskesmas adalah suatu persatuan kesehatan fungsional merupakan pusat pengembangan kesehatan kesehatan masyarakat disamping juga membina peran serta masyarakat, memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Oleh karena itu puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Puskesmas sebagai pelaksanaan pelayanan publik, melaksanakan pelayanan prima sesuai dengan Undang-undang republik Indonesia No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan untuk mengetahui hasil layanan yang diberikan tersebut berkualitas atau tidak, dengan indeks kepuasan masyarakat sesuai dengan Keputusan Menpan Nomor 25 Tahun 2005 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Pada saat ini Puskesmas telah didirikan di hampir seluruh pelosok tanah air. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya, Puskesmas diperkuat dengan Puskesmas pembantu serta Puskesmas keliling. Masalah yang dihadapi secara garis besar oleh suatu Puskesmas terdapat 2 jenis yaitu masalah internal dan eksternal. Masalah internal dapat berupa kurangnya tenaga kesehatan, biaya operasional untuk pelayanan masih cukup tinggi sedangkan dana yang dapat disediakan pemerintah masih kurang, kepuasan pengguna jasa Puskesmas belum optimal, kurangnya komunikasi, koordinasi antar bagian, bidang dan unit. Masalah eksternal berupa faktor sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar Puskesmas serta citra dan tingkat pelayanan yang mungkin kurang begitu baik sehingga mempengaruhi angka kunjungan secara signifikan. Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari usaha kesehatan wajib, upaya kesehatan pengembangan serta program inovasi. Upaya kesehatan wajib merupakan usaha kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di Indonesia.Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan,

2

melalui peningkatan indek pembangunan manusia (IPM), serta merupakan kesempatan global dan nasional. Yang termasuk dalam upaya kesehatan wajib adalah promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu, anak dan KB, serta perbaikan gizi dan masyarakat, serat pencegahan, pemberantasan dan penularan penyakit serta pengobatan. 1.2 Wilayah Kerja Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Tetapi bila satu kecamatan mempunyai satu lebih dari satu puskesmas, maka tanggungjawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas, dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan). Faktor kepadatan penduduk, luas daerah geografi dan keadaan istruktur serta lainnya merupakan bahan bertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. 1.3 Jenis Pelayanan Puskesmas merupakan perangkat Pemda Tingkat II sehingga wilayah keja puskesmas ditetapkan oleh Bupati/ Walikota kepada Daerah Tingkat II dengan saran Tekknis dari Kepala Dantor Departemen Kesehatan Provinsi. Pelayanan kesehatan yang diberikan di puskesmas ialah meliputi : preventif (pencegahan kesehatan), promotif (peningkatan kesehatan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Bentuk pelayanan di Puskesmas diarahkan kepada kemampuan pengenalan (diagnosa) penyakit dan pengobatan sederhana. Pelayanan yang diberikan adalah pengobatan rawat jalan, dengan pemberian obat-obatan selama 3 hari sedangkan penanganan dan pengobatan yang membutuhkan tindakan lebih lanjut akan dirujuk ke fasilitas yang memiliki sarana yang lebih lengkap. Pasien yang berkunjung ke Puskesmas adalah pasien umum, pasien ASKES, pasien ASKESKIN, dan pasien JKA.

1.4. Visi Puskesmas Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

3

Indikator Kecamatan Sehat yang ingin dicapai mencakup 4 indikator utama yakni (1) lingkungan sehat, (2) perilaku sehat, (3) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu serta (4) derajat kesehatan penduduk kecamatan. Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus mengacu pada visi pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni terwujudnya Kecamatan Sehat, yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi nasyarakat serta wilayah Kecamatan setempat. 1.5. Misi Puskesmas 1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. 2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya. 3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.

1.6 Fungsi Puskesmas Dalam mewujudkan peranan Puskesmas, maka fungsi Puskesmas adalah: a. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi: 1). Pelayanan kesehatan perorangan Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap. 2). Pelayanan kesehatan masyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan kepaniteraan klinik Family Medicine. dalam hal ini mahasiswa yang menjalani Kepaniteraan Klinik Senior pada laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas. 1. Fakultas Kedokteran dalam sistem pendidikannya berorientasi kepada masyarakat. Di samping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. kemauan. Khusus untuk pembangunan kesehatan. . dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. serta ikut menetapkan. Pusat pemberdayaan masyarakat. keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi.7. Tujuan Penulisan Kami sebagai dokter muda yang kelak bertugas di puskesmas maka sangat penting bagi kami untuk terjun secara langsung dan terlibat dalam kegiatan puskesmas. khususnya sosial budaya masyarakat setempat. Tujuan penulisan laporan ini adalah: 1. sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Melatih diri untuk mendapat pengalaman bila menjadi dokter yang bertugas sebagai calon pemimpin di tingkat kecamatan yaitu puskesmas. c.4 b. keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran. salah satu tugasnya adalah ditempatkan di puskesmas. Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya. berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaannya. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat. Pemberdayaan perorangan. kami mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk menimba ilmu di Puskesmas Meuraxa yang akan sangat berguna sebagai bekal kelak ketika bertugas di Puskesmas Daerah.

Merupakan pertanggungjawaban dan melengkapi tugas Kepaniteraan Klinik Senior pada Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas.1 Geografi dan Demografi .5 2. BAB II GAMBARAN UMUM PUSKESMAS MEURAXA 2. Mengetahui secara aktual dan jelas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di puskesmas. 3.

yang mempunyai jarak lebih kurang 5 km dari pusat kota dan lebih kurang 500 meter dari Pasar Ulee Lheu. .1: Puskesmas Meuraxa (foto diambil tanggal 21 Maret 2001) Secara geografis.6 Gambar 2. puskesmas Meuraxa terletak di Desa Lambung kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh.

meliputi 1 kelurahan.8 34. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh 3. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka.1 31 39. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh 4.494 jiwa. dan jumlah KK 5.072 jiwa. Bantuan induk 1 unit 2.5 1 1 0 2. 16 desa. Puskesmas Meuraxa merupoakan bantuan dari Bulan Sabit Merah Saudi Arabia Makkah Al-Mukaramah yang terdiri dari: 1. terdiri dari laki – laki 8. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Jaya Baro Kota Banda Aceh 2.826 jiwa. dan 63 dusun. dengan jumlah penduduk 16.3 16.2 53. Adapun desa-desa tersebut adalah: No 1.7 Gambar 2.8 44.8 32. perempuan 7. 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Desa Ulee Lheu Punge Jurong Deah Glumpang Aso Nangroe Gampong Pie Lambung Alu Deah Tengoh Deah Baro Cot Lamkuweah Luas Desa (Ha) 76.5 42.8 Jarak-dari Puskesmas (Km) 1 3 1.5 2 300 m Fasilitas Kesehatan Yang Ada 1 posyandu 3 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 2 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu . Perumahan dokter 1 unit 3.320 jiwa.2 Peta Wilayah Meuraxa Kota Banda Aceh Adapun batas-batas wilayahnya adalah : 1. Kecamatan Meuraxa terdiri dari beberapa desa. Perumahan paramedis 1 unit Wilayah kerja Puskesmas Meuraxa seluas 726 hektar.

2. Peningkatan dan Kesehatan keluarga  Kesehatan Kerja  KB  KIA  Gizi Unit III. Unsur pelaksana. Unsur pembantu pimpinan (Urusan Tata Usaha). terdiri dari :     Keuangan Kepegawaian SP2TP Urusan Umum 1.2 67. yang dilaksanakan oleh tujuh unit kegiatan pokok puskesmas.5 2. Pencegahan Penyakit Menular  ISPA  Diare  Imunisasi  Kusta/TBC Unit II. yaitu: Unit I.2 Struktur Organisasi Stuktur organisasi puskesmas meuraxa terdiri dari : 1. Unsur pimpinan (Kepala Puskesmas).3 16.5 4 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu 1 Posyandu Tabel 2.1 Kecamatan di sekitar Puskesmas Meuraxa 2.8 32. adalah penanggung jawab pembangunan kesehatan ditingkat kecamatan.5 53.8 10 11 12 13 14 15 16 Blang Oi Gampong Blang Lamjabat Punge Ujong Surien Gampong Baro Lampaseh Aceh 85 42. Pemulihan kesehatan dan rujukan  Pengobatan  Pelayanan darurat/P3K  Gigi dan mulut .1 59 500 m 2 3 1 3.

Keperawatan Unit VI. Penunjang  Laboratorium  Pengelolaan obat Unit VII. Kesehatan lingkungan dan penyuluhan  Kesehatan lingkungan  UKS  Olah raga  PKM (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat)  PHN (Public Health Nursing) Unit V.9  Usia lanjut Unit IV. No Pendidikan Puskesmas induk PNS I 1 2 II 1 2 3 4 5 6 III 1 2 3 4 5 6 7 IV V Medis Dokter Umum Dokter Gigi Paramedis Akper Bidan Perawat kesehatan Perawat gigi Penjenjang kesehatan AKG Paramedis non perawat AKZI AKL SAA/SMF Analis/SMAK SPAG SPPH Pekarya Kesehatan Sarjana SKM Cleaning Service Jumlah 2 0 1 2 0 0 1 1 0 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0/1 8/1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 2 0 1 2 0 0 1 1 1 40 2 1 1 7 1 3 0 1 PTT 0 0 0 8/0 0 0 0 0 Bakti 0 0 0 0 0 0 0 0 Pustu PNS 0 0 0 2 0 0 0 0 PTT 0 0 1 5 0 0 0 0 2 1 2 22 1 3 0 1 Jumlah . Pelaksana khusus  Jiwa  THT  Mata Jumlah tenaga di Puskesmas Meuraxa pada tahun 2011 sebanyak 40 orang.

12 kendaraan roda dua. luas wilayah sarana perhubungan dan pendapatan penduduk dalam wilayah puskesmas.Upaya kesehatan wajib : . Lima buah Pustu .10 Tabel 2.kesehatan lingkungan . yang pelaksanaannya dilakukan didalam dan di luar gedung Puskesmas.promosi kesehatan . tidak semua penduduk dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan dari puskesmas. Desa siaga sehat jiwa (16 desa). Tiga belas bides yang terletak di desa: 1. Enam polindes 2. 2 buah Pusling (Puskesmas keliling) dengan kendaraan bermotor roda empat. Agar jangkauan pelayanan Puskesmas Meuraxa tersebut lebih merata dan luas. 3. Puskesmas Meuraxa memiliki fasilitas penunjang sebagai berikut : 1. Puskesmas Meuraxa melaksanakan 18 kegiatan pokok puskesmas.2 Jumlah Tenaga Medis di Puskesmas Meuraxa Sesuai dengan keadaan geografis. yaitu: • • • • • • • • • • • • • • • • • • Pustu Blang Oi Pustu Lamjabat Pustu Deah Baro Pustu Lampaseh Aceh Pustu Surien Gampong pie Punge jurong Punge Ujong Gampong baro Cot Lamkuweh Lampaseh Aceh Alue Deah Tengoh Deah Baro Blang Oi Lambung Ulhee lheu Surien Lamjabat 1. 4. yaitu: 1.

Laboratorium sederhana .Upaya pengobatan 2. Upaya kesehatan pengembangan: .Upaya kesehatan kerja .pemberantasan penyakit menular .11 .Pencegahan infeksi .KIA dan KIB .Upaya kesehatan gigi dan mulut .Kesehatan mata .Upaya kesehatan sekolah .Upaya pelayanan penunjang: .Kesehatan jiwa .SP2TP .Pembinaan pengobatan tradisional .Kesehatan usia lanjut’ .Perawatan kesehatan masyarakat .Peran serta masyarakat 3.Usaha peningkatan gizi .

1 Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas 1. membagikan brosur-brosur atau selebaran tentang kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja. Penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada pasien-pasien di kamar periksa dokter dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di posyandu. Oleh karena itu program penanggulangan masalah kesehatan harus aspek edukatif yang menangani perilakunya dan aspek yang melakukan penanggulangan epidemiologi. kelompok PKK.1. tersedianya media penyuluhan seperti poster diruang tunggu.12 BAB III UPAYA PELAKSANAAN KESEHATAN PUSKESMAS MEURAXA Puskesmas Meuraxa melakukan kegiatan pokok sesuai dengan tenaga dan fasilitas yang ada. teknis serta dibidang penyuluhan.1 Promosi Kesehatan Masyarakat Berjangkitnya suatu penyakit bukan hanya disebabkan karena kuman. makan. dilaksanakan oleh Puskesmas Meuraxa selama tahun 2010 adalah : 1. atau secara tidak langsung dengan memberikan contoh yang positif dari pimpinan dan petugas kesehatan di puskesmas. cuci. tetapi juga karena kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai untuk buang air besar. gosok gigi. Setiap petugas puskesmas harus memilki pengetahuan dan ketrampilan dibidang medis. . dan pertemuan LKMD. dll.

dll). meunasah. Hal ini berakibat masih tingginya angka kesakitan dan kematian berbagai penyakit.1 Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan fisik dan biologis penduduk Indonesia boleh dikatakan belum membaik dan memadai. Tujuan dari program kesehatan lingkungan adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar. 1.1 Salah satu poster yang ada diruang tunggu Puskesmas Meuraxa Penyuluhan kesehatan masyrakat meliputi : ➢ Makanan ibu hamil / menyusui ➢ Keluarga berencana ➢ Gizi pada anak balita ➢ Kebersihan lingkungan dan personal higiene. Di luar gedung (posyandu.13 Gambar 3. . menanggulangi dan menghilangkan unsur fisik yang dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat. dengan harapan angka kesakitan terutama penyakit menular dapat diminimalkan atau dihilangkan. Kegiatan upaya penyehatan lingkungan ini bertujuan untuk merubah. hanya sebagian kecil penduduk menikmati air bersih dan fasilitas kesehatan lingkungan. Dalam pelaksannannya. Puskesmas Meuraxa melakukan kegiatan program penyuluhan kesehatan dibagi dalam 2 (dua) tempat : 1. Di dalam gedung (Puskesmas) 2.1. balai desa. sekolah.

Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan penjualan makanan dan minuman (TTU dan TPM).Blang 1 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 3 1 3 2 3 4 2 1 1 3 1 1 4 2 2 2 Nama Desa 1 1 2 2 1 3 1 1 3 4 1 3 1 3 1 1 2 3 4 Bulan Terjadi KLB 5 6 7 8 9 10 11 12 Jlh penderita 2 4 3 3 5 4 21 8 19 1 6 3 2 % .14 Kegiatan yang di lakukan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain : ➢ ➢ ➢ ➢ Penyehatan sarana air bersih. N O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ulee Lheue Deah Glumpang Deah Baru Alue Deah Tengoh Lampaseh Aceh Lambung Blang Oi Punge Ujong Punge Jurong Gampong Baru Surien Lamjabat Cot Lamkuweh Gp. pengawasan pengelolaan sampah. Demam Berdarah merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi Arbovirus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Kasus Kejadian luar biasa Demam Berdarah (DBD) yang dilayani Puskesmas Meuraxa Tahun 2010. Penyehatan pembuangan kotoran.

Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil. Grafik 3. Kegiatan-kegiatan yang tnelah dilakukan yaitu penyuluhan yang berhubungan dengan DBD untuk merubah tingkah laku masyarakat.15 15 16 Gp. bayi. ibu menyusui. Salah satu unsur yang penting untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan diantara ibu.1. Ibu dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti kesakitan dan gangguan gizi yang seringkali berakhir dengan kecacatan atau kematian. Di Puskesmas Meuraxa untuk menindak lanjuti angka KLB demam berdarah telah melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha promosi dan preventif. anak balita. pemberian bubuk abate dan pemeriksaan jentik pada tempat-tempat penampungan air yang mungkin menjadi tempat bersarangnya nyamuk dewasa dan jentikjentik nyamuk Aedes Agypty dan lain-lain. ibu bersalin. anak balita dan pra sekolah. Upaya kesehatan ibu dan anak merupakan upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil. serta anak pra sekolah. pelacakan kasus demam berdarah (PE Surveilens). bayi. Dalam pengertian ini cukup pula pendidikan kesehatan kepada masyarakat. ibu melahirkan.Pie Aso Nanggroe Jumlah 1 9 2 1 7 5 7 7 4 3 2 6 8 10 17 2 2 85 Tabel 3. pemuka masyarakat serta menambah ketrampilan para dukun bayi serta pembinaan .1 Kasus Kejadian luar biasa DBD yang dilayani Puskesmas Meuraxa Tahun 2010 3.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana Salah satu tujuan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan Ibu dan Anak. ibu menyusui. bayi dan anak sekolah adalah memberikan pemeliharaan yang cukup baik pada waktu hamil yang dimulai sedini mungkin.1 Kasus Kejadian luar biasa Demam Berdarah (DBD) yang dilayani Puskesmas Meuraxa Tahun 2010 Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa Puskesmas meuraxa angka kasus kejadian luar biasa (KLB) sebesar 85 kasus (100 %). Penurunan angka kematian ibu maternal dan anak balita serta penurunan angka kelahiran merupakan sasaran prioritas dalam pembangunan di bidang kesehatan.

Pengamatan perkembangan anak prasekolah. o. Menaikkan Kohort bulanan bayi dan ibu. i. m. Pemberian Vitamin A dilaksanakan pada bulan promosi vitamin A di puskesmas dan posyandu.16 kesehatan anak di taman kanak-kanak. bayi dan anak serta mencegah timbulnya penyakit akibat defisiensi gizi. Membuat laporan AMP (Audit maternal Perinatal). c. b. Mengirim kasus KIA yang tidak bisa ditangani di puskesmas. sehingga tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatkan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya. Pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI). bayi dan anak. h. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap kunjungan pasien ke Puskesmas dan kunjungan ke posyandu. Pemberian tablet besi (Fe) pada ibu hamil. k. Tujuan dari program ini adalah untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu. f. ibu menyusui. Kegiatan ini selain dilaksanakan di Puskesmas juga dilaksanakan di luar puskesmas. Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil. j. ibu bersalin dan ibu nifas di wilayah kerja. Pencatatan dan pelaporan. l. d. Pemeriksaan dan pelayanan ibu hamil. Memonitor kinerja peran bidan desa. Kegiatan di Puskesmas Meuraxa meliputi : a. ibu menyusui. Meningkatkan pengetahuan dan peran serta kader posyandu dalam menunjang program kesehatan ibu dan anak. bayi dan anak dilakukan untuk meningkatkan status gizi ibu. Kegiatan ini selain di Puskesmas juga dilaksanakan di luar Puskesmas yaitu di Posyandu dalam ruang lingkup Puskesmas Meuraxa. Penyuluhan gizi ibu hamil. ibu bersalin. n. Angka Kematian ibu dan anak pada tahun 2010 adalah 0%. e. Memantau ibu hamil yang beresiko tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan imunisasi anak ke puskesmas dan kunjungan ke posyandu melalui pemantauan kartu KMS dan pemantauan berat badan anak. . yaitu di Posyandu dalam ruang lingkup Puskesmas Meuraxa. anak balita dan anak prasekolah.

1 Seorang Pasien sedang berkonsultasi dengan bidan ( foto diambil 21 Maret 2011) Di luar Puskesmas. nifas dan menyusui – Pemberian tablet Besi (Fe) – Meningkatkan pengetahuan ibu dan peran serta kader posyandu dalam menunjang Program kesehatan ibu dan anak – Memberikan Konseling pada ibu hamil . ibu menyusui. ibu menyusui – Pemberian PMT pada ibu hamil – Pemberian imunisasi TT pada ibu hami – Pemeriksaan ibu hamil. kegiatan yang dillakukan adalah : – Pemeriksaan ibu hamil.17 Gambar 3. bayi dan balita – Penyuluhan tentang kesehatan ibu hamil. kegiatan yang dilakukan adalah Posyandu.

kegiatan yang dilakukan : – Pemantauan gizi Lansia melalui KMS Lansia – Pemeriksaan dan pemberian therapy – Pemantauan gizi Lansia melalui KMS Lansia – Penyuluhan kesehatan pada Lansia .2 Seorang bayi sedang diimunisasi di posyandu Deah Glumpang (foto diambil 18 Maret 2011) Puskesmas Meuraxa juga mengadakan kegiatan Posyandu Lansia.18 Gambar 3.

Pertambahan penduduk yang tinggi dapat menghambat hasil pembangunan.19 Gambar 3. . Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. terdapat 3. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. separuh dari kehamilan yang tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah kehamilan. baik pembangunan fisik maupun ekonomi pada hakikatnya tergantung pada unsure manusiana. Berdasarkan penelitian.6 juta kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat. Oleh karena itu pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk melalui program KB merupakan hal yang sangat penting. 3 Seorang pasien sedang berobat di Posyandu Lansia (foto diambil 21 Maret 2011 di Posyandu Desa Alue Tengoh) KB Keberhasilan pembangunan. termasuk pembangunan kesehatan. dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya.

Puskesmas meuraxa melaksanakan kegiatan usaha peningkatan gizi melalui : 1.1. Komunikasi. Pembinaan dan pengayoman medis kontrasepsi peserta KB 4.3 Seorang pasien sedang berkonsultasi masalah KB dengan Bidan (foto diambil 21 Maret 2011) 3. meliputi : a. posyandu dan pos KB desa 3. yaitu : 1. Kegiatan di dalam gedung (puskesmas).20 Program Keluarga Berencana di Puskesmas Meuraxa meliputi kegiatan dalam dan luar gedung.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat Program perbaikan gizi masyarakat bertujuan untuk menurunkan angka penyakit gizi kurang yang umumnya banyak diderita oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah (baik di desa maupun di kota) terutama pada anak balita dan ibu. Pembinaan konseling pada akseptor KB 5. Pelayanan kontrasepsi kepada akseptor dengan metode yang diinginkan melalui puskesmas. Melaksanakan penimbangan bayi dan balita . informasi dan edukasi (konseling akseptor) 2. Pencatatan dan pelaporan Gambar 3.

Pencatatan dan pelaporan h. Melakukan penimbangan bayi dan balita di posyandu b. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk bayi / balita setiap bulan Februari dan Agustus serta vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin f. Penyuluhan bagi ibu yang memiliki bayi/balita dan juga ibu hamil. baik secara perorangan maupun kelompok c. Penyuluhan dan konseling gizi bagi ibu yang memiliki bayi dan balita c. Pemberian tablet Fe untuk ibu hamil. meliputi : a. 2. Pemantauan status gizi bayi dan balita d. Membuat balok SKDN e. Monitoring terhadap keberhasilan program i . g. Kegiatan di luar gedung. Melaksanakan PMT Pemulihan bagi bayi / balita dan PMT bagi bumil f. Pemberian tablet Fe dan Kapsul yodium untuk ibu hamil e. Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi setiap 6 (enam) bulan sekali (FebruariAgustus) untuk bayi dan balita serta pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin d. Evaluasi terhadap pelaksanaan program. Penyegaran kader posyandu h.Pemantauan pemakaian garam beryodium pada keluarga Gambar 3.21 b.4 Seorang bayi sedang diukur tinggi badan di posyandu Deah Glumpang (foto diambil 18 Maret 2011 . Pemantauan Status Gizi bayi dan balita g.

Sasaran pelaksanaan program gizi. 3. Memberantas penyakit menular berarti menghilangkan taua mengubah cara perpindahan penyakit menular dan atau infeksi. melalui program gizi ini dilakukan beberapa usaha yang antara lain melalui perbaikan pada konsumsi pangan yang makin beraneka ragam. seimbang dan bermutu tinggi. Penurunan prevalensi KVA ( Kurang Vitamin A) di daerah rawan Penurunan prevalensi anemia gizi pada ibu hamil melalui usaha perbaikan gizi pada ibu hamil melalui usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) Pencegahan dan penurunan prevalensi GAKY(Gangguan Kekurangan Yodium) pada ibu hamil.1. 4. Filariasis Untuk mengantisipasi masalah diatas upaya pencegahan yang dilakukan meliputi: 1.Memberikan imunisasi terhadap bayi.6. anak. Rabies. 2.Memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit menular dan akibat-akibatnya 2. ibu hamil.1. penularan itu dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung. Penularan tidak langsung 2. Disentri 3. yaitu : 1. meliputi : – Pengobatan dan perawatan . Dengan perantaraan serangga atau gigitan binatang Contoh : Malaria.Memberikan pelayanan pengobatan bagi penderita penyakit menular 3. Penurunan prevalensi KKP ( Kurang Kalori Protein ) dan KEP (Kurang Energi Protein) pada bayi dan balita serta KEK (Kurang Energi Kronis) pada ibu hamil. Dengan perantaraan benda yang kotor Contoh : Kolera.Upaya Pelayanan dan Pengobatan Penyakit Upaya pengobatan di Puskesmas adalah segala bentuk kegiatan pengobatan yang diberikan kepada seseorang untuk menghilangkan penyakit/ gejala-gejala.22 Untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas. cara – cara tersebut melalui : 1. yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. dan calon pengantin 3.5 Pemberantasan Penyakit Menular Kegiatan dititikberatkan pada penyakit terutama yang banyak terdapat di daerah dengan sanitasi yang jelek. Adapun pemberantasan penyakit menular atau infeksi. 3. Demam Berdarah Dengue. penyakit kelamin 1. Penularan langsung dari manusia ke manusia Contoh : Tuberculosis.

pengikat 7 8 Diabetes mellitus Penyakit kulit alergi Jumlah Kasus 3175 2461 1070 718 707 689 Persentase (%) 23.35 % 5. Bentuk pelayanan di Puskesmas Meuraxa diarahkan kepada kemampuan pengenalan (diagnosa) penyakit dan pengobatan sederhana.98 % 5. JAMKESMAS. pasien ASKES. Bayi dan balita diberikan upaya pengobatan tersendiri yang pelayanannya dipisahkan dari pengobatan pasien umum lainnya. Di Puskesmas Meuraxa khusus pada Usila. Pelayanan yang diberikan pengobatan rawat jalan. Adapun yang termasuk 20 penyakit terbesar tahun 2010 pada Puskesmas Meuraxa adalah: No Nama Penyakit Infeksi 1 2 3 4 5 6 Common cold Infeksi akut lain pernafasan atas Hipertensi Diare Tukak lambung Penyakit lain pada sistem jaringan otot dan jar. sementara untuk trauma yang serius pasien dirujuk ke RSU Meuraxa Banda Aceh. dengan pemberian obat-obatan selama tiga hari sedangkan penanganan dan pengobatan yang membutuhkan spesialisasi dan tindakan lebih lanjut.36 % 7. akan dikirim atau dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki sarana kesehatan yang lebih lengkap.27 % 5. Puskesmas Meuraxa melayani pasien umum. MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) merupakan tindakan berupa perawatan dan pengobatan kepada bayi muda sakit umur 1 hari sampai 2 bulan dan anak sakit umur 2 bulan sampai 5 tahun.68 % 18. hal ini dimaksudkan agar pelayanan pengobatan kepada usila. bayi dan balita dapat lebih maksimal dan diharapkan tingkat kesehatannya dapat ditingkatkan. JKA dan semuanya mendapatkan pengobatan secara gratis Di bagian tindakan telah dilakukan pertolongan pertama pada kasus trauma.23 – Pemeriksaan laboratorium Program ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari kerja. Dimana dalam hal ini Puskesmas Meuraxa menyediakan ruang khusus Poli Lansia dan MTBS.14 % 623 598 4.46 % .64 % 4.

81 % 0.2 Dua Puluh penyakit terbesar Tahun 2010 di Puskesmas Meuraxa 3.58 % 2. Untuk mewujudkan program tersebut dilakukan upaya-upaya yang meliputi : ♦ Meningkatkan kesehatan siswa (promotif) ♦ Mencegah dan memberantas penyakit (preventif) ♦ Mendiagnosa dan pemulihan kesehatan (kuratif) .35 % 20 Bronchitis Total 13403 41 0. Upaya Kesehatan Pengembangan 3.24 9 10 11 Karies gigi Hipotensi Penyakit lain pada saluran pernafasan atas 572 501 475 4.73 % 3. Upaya Kesehatan Sekolah Upaya kesehatan sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan dalam rangka pembinaan anak usia sekolah sebagai sasaran utama untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membina dan mengembangkan nilai sikap dan tingkah laku menuju hidup sehat.05 % 2.30 % 100 % Tabel 3.26 % 3.2 Dua puluh penyakit terbesar di Puskesmas Meuraxa Tahun 2010 Grafik persentase dan jumlah kasus 20 penyakit terbesar tahun 2010 pada Puskesmas Meuraxa: Grafik 3.82% 0.1.1.53 % 0.54 % 12 13 14 15 16 17 18 19 Penyakit kelainan pada lambung Kecelakaan dan ruda paksa Penyakit kulit infeksi Vertigo Asma Penyakit mata lainnya Penyakit pada pulpa Skizofrenia dan gangguan psikotik kronik lain 409 347 316 228 206 110 109 48 3.35 % 1.2.70 % 1.

2. Hal ini dapat dilaksanakan dengan kegiatan berikut : 1. 3. telinga. 3. gigi dan mulut serta personal hygiene secara keseluruhan. Penyuluhan sanitasi lingkungan Pelatihan / Pembinaan dokter kecil bila perlu Kegiatan perbaikan gizi Rujukan Didalam pelaksanaan UKS Puskesmas Meuraxa juga melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). d. Menangani kelompok keluarga rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan. Meningkatkan kemampuan individu. 3. c. Perawatan Kesehatan Masyarakat Tujuan program ini antara lain : a. 4. e.Pelatihan kader. dimana yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah siswa / siswi SPM dan SMU diwilayah kerja Puskesmas Meuraxa. 2.2. Kegiatan perawatan masyarakat di Puskesmas meliputi : a.Penyuluhan di dalam dan di luar gedung Puskesmas. 7.Rujukan. b. d. Penimbangan berat badan Mengukur tinggi badan Melakukan pemeriksaan umum meliputi mata. c. masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar untuk mengatasi masalah kesehatan.3. Masyarakat memahami pengertian dan perbedaan antara sehat dengan sakit b. e. Melayani kasus-kasus tertentu yang memerlukan penanganan tindak lanjut dan asuhan keperawatan di Puskesmas dan di rumah.Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) setempat. Kesehatan Gigi dan Mulut .25 ♦ Rehabilitasi (rehabilitatif) Dengan demikian setiap anak diberi kesempatan untuk tumbuh kembang dan dapat belajar dengan sebaik – baiknya.2. 6.Pelayanan kesehatan. 5. Melayani kelompok khusus (panti) yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan dasar.

Nekrose pulpa 4. anak-anak dan usia lanjut. 2.2. 3. Usaha yang dilaksanakan meliputi : – – – – Penyuluhan di sekolah dan posyandu. khususnya masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut. Periodontitis. Dari program ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan tenaga kerja untuk menolong dirinya sendiri. Gangren Pulpa/gangren radiks 5. Meningkatkan kemampuan masarakat pekerja dalam upaya pencegahan dan pemberantasan kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Berikut ini beberapa penyakit gigi yang sering mendapat perawatan di Puskesmas Meuraxa : 1. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja informal dan keluarganya yang belum terjangkau selama ini. dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Pemeriksaan. . Pulpitis 3. menyusui.4 Upaya Kesehatan Kerja Program upaya kesehatan kerja. sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja. Karies gigi 2.26 Usaha kesehatan gigi dan mulut adalah usaha kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan kepada individu. Tujuan dari program ini: 1. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil. keluarga dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Batoh dengan prioritas masyarakat yang berpenghasilan rendah. Meningkatkan keselamatan kerja dengan mencegah penggunaan bahan – bahan yang dapat membahayakan lingkungan kerja dan masyarakat. Gingivitis 6. Rujukan. 3. Pemeriksaan dan pengobatan gigi anak sekolah (UKGS). perawatan dan pengobatan di poliklinik gigi. terutama ditujukan kepada masyarakat pekerja di sektor informal yang ada diwilayah kerja Puskesmas Meuraxa.

Pelayanan kesehatan 3.2. . 4. 3. Penyuluhan tentang kesehatan mata. Usaha Kesehatan Jiwa Kegiatan usaha Kesehatan Jiwa di Puskesmas Meuraxa meliputi : 1. Penyelenggaraan untuk puskesmas meliputi: 1. Rujukan 4.27 Sasaran dari program ini diutamakan pada sector informal yang merupakan lebih dari separuh angkatan kerja. Pengobatan penderita penyakit mata ringan.7. Memberikan upaya pertolongan pertama pada pasien gangguan jiwa. 3. maka dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia dilakukan pembinaan bagi usia lanjut yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut agar selama mungkin dapat aktif. Memberikan rujukan kepada RS Jiwa Banda Aceh bila diperlukan. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin dan ibu nifas. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk balita setiap bulan Februari dan Agustus.9 tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan setiap warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya. 3. mandiri dan berguna. 3.2. Upaya Kesehatan Usia lanjut Berdasarkan Undang-undang No. Kegiatan yang dilakukan di Puskesmas Batoh meliputi : 1. Pengenalan dini ganguan jiwa. 2. Pembentukan pos UKK setempat 3.2. Pencatatan dan pelaporan. 4.6. Usaha Kesehatan Mata Usaha kesehatan mata dilaksanakan sebagai suatu usaha untuk peningkatan fungsi puskesmas dalam bidang pelayanan kebutaan dasar dan produktivitas masyarakat. Pelatihan kader 5. Melayani/memberikan rujukan ke Poli Mata RSUZA Banda Aceh bila perlu. 5. Penyuluhan sebagai tindakan promotif dan preventif 2.5. 2.

d. Sasaran dari program ini: 1. c.28 Usia lanjut sebagai tahap akhir siklus kehidupan merupakan tahap perkembangan normal yang akan dialami oleh setiap individu yang mencapai usia lanjut dan merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari. Penyuluhan kesehatan/gizi. 2. penilaian hasil kegiatan kesehatan serta pengembangan upaya kesehatan selanjutnya. 4. b. penentu rencana pelaksaan kegiatan dengan upaya hidup sehat. Meningkatkan kemampuan pemimpin/tokoh masyarakat dalam merintis dan menggerakkan upaya kesehatan di masyarakat. Merangsang dan memotivasi masyarakat untuk dapat menggali potensi yang ada pada desa dan masyarakat setempat. Meningkatkan kemampuan masyakat dan organisasi masyarakat dalam mengenali. e. Deteksi dan diagnosa dini penyakit-penyakit pada usila. baik tokoh formal maupun informal 2. Organisasi masyarakat 3. 3. Kegiatan masyarakat tersebut dapat bersifat pengobatan. Keluarga 3.8 Pembinaan – Pengobatan Tradisional . Inidividu yang berpengaruh. Proteksi dan tindakan khusus usila.2.8 Peran Serta Masyarakat Dalam proses penyelenggaraan upaya kesehatan. Kegiatan yang dilakukan antara lain : a. Kelompok masyarakat (kelompok pendukung asi) 4.13 tahun 1998 pasal 1 ayat 2 tentang kesejahteraan usia lanjut menyatakan bahwa lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Menurut UU No. 3. Tujuan dari program PSM ini antara lain adalah : 1. menghimpun dan mengelola dana sarana masyarakat untuk upaya kesehatan. Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Konseling. Pemeriksaan berkala.2. peningkatan maupun pemulihan sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya. pencegahan. masyarakat dapat berperan dalam penelaahan masalah.

Pemeriksaan Asam urat. Melaksanakan kegiatan MFS (Mess Fever Survey) pada semua penderita berkaitan dengan gejala demam untuk penemuan penderita malaria di desa. banyaknya penyakit-penyakit menular termasuk infeksi menular seksual (IMS) yang terjadi dilingkungan kerja yang dihadapi sehari-hari secara potensial dapat membahayakan jiwa. pemanfaatan dan penyebaran tanaman obat keluarga (TOGA)/apotik hidup. Mengumpulkan dan memeriksa persediaan dipuskesmas 2. Petugas kesehatan 3. Pemeriksaan golongan darah c. 3.3. Pemeriksaan sputum BTA 3. . Pemeriksaan jemaah haji. e. Pengobatan tradisional 2. Sasaran program pembinaan upaya pengobatan tradisional yaitu pembinaan terhadap : 1. petugas kesehatan serta para kader dan tokoh masyarakat dalam peningkatan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di laboratorium Puskesmas Meuraxa selama tahun 2010 adalah : a.29 Pembinaan upaya pengobatan tradisional terutama ditujukan pada upaya peningkatan mutu pelayanan pengobatan tradisional. Kolesterol darah d. Mengirim persediaan untuk pemerikasan lebih lanjut ditingkat lebih tinggi dalam sistem pelayanan kesehatan. epidemiologi dan pembinaan kesehatan melalui kegiatan: 1. penyelidikan. Petugas pelayanan kesehatan yang bekerja difasilitas kesehatan mempunyai resiko terpapar pada infeksi.3. f. Masyarakat Juga dilaksanakan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Plano test b. Upaya Pelayanan Penunjang 3.3.1 Laboratorium Sederhana Pengadaan laboratorium bertujuan untuk memberikan pelayanan laboratorium secara cepat dan mudah. Semua itu menunjang pemberantasan penyakit menular. 3. Pemeriksaan Hematologi ( Darah Rutin) dan accu chek (KGD).2 Pencegahan Infeksi Pencegahan infeksi merupakan salah satu usaha dalam kewaspadaan un tuk mencegah terjadinya penularan infeksi.

Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya.30 Di Puskesmas Meuraxa pada awal tahun 2009 telah mengadakan dan melaksanakan usaha pencegahan infeksi. Laporan tahunan 4. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. dimana semua kegiatan yang dilakukan oleh puskesmas baik yang di dalam maupun luar gedung harus dicatat dan dilaporkan. Laporan triwulan 3.3 SP2TP (Usaha Pencatatan dan Pelaporan dalam Rangka Sistem Informasi Kesehatan) Untuk mengamati dan menilai status puskesmas. dimana puskesmas mempunyai ruangan khusus yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang digunakan untuk teknik anti septik. serta mempunyai petugas khusus yang melaksanakan kegiatan tersebut. pembersihan. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dalam upaya meningkatkan kesehatan seluruh kegiatan pokok di Puskesmas Meuraxa berjalan dengan baik secara rutin dan terorganisir. Pelaporan yang perlu secara terpadu meliputi data kegiatan yang diperlukan untuk monitoring perencanaan kegiatan selanjutnya. Laporan-laporan kegiatan yang dilakukan adalah: 1. 3. desinfektan tingkat tinggi (DTT) dan sterilisasi. dekontaminasi. anti sepsia. dilakukan suatu sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas. . Laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) Berdasarkan laporan-laporan tersebut maka melalui perhitungan yang ada dapat dilihat dan digolongkan dalam strata keberhasilan Puskesmas tersebut. Laporan bulanan 2.3. pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

➢ Perlu perhatian serta dukungan dari semua pihak baik dari Dinas Kesehatan dan Pemda Kota Banda Aceh serta masyarakat agar program-program kesehatan di Puskesmas Meuraxa dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagaimana mestinya sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas. pengertian dan kesadaran akan fungsinya sebagai seorang pelayan kesehatan masyarakat perlu terus diupayakan agar pengelolaan administrasi dan kepegawaian dapat berjalan dengan baik. namun masih dijumpai kendala-kendala yang memerlukan perbaikan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di masa yang akan datang. Peningkatan disiplin.31 Puskesmas merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. sehingga Puskesmas selain bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat juga bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kedokteran. . Program kerja tahunan Puskesmas Meuraxa secara operasional kegiatannya dilaksanakan oleh staf puskesmas yang terorganisir dalam struktur organisasi Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh. Terlepas dari keberhasilan dalam pelaksanaan program.2 Saran ➢ Perlunya sarana dan dana yang memadai serta mencukupi untuk menjaga kelangsungan kegiatan operasional kesehatan di wilayah kerja puskesmas. 4.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.