P. 1
SNI 03-2847-2002_-Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung

SNI 03-2847-2002_-Tata Cara Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung

|Views: 2,265|Likes:
Published by Indra Kurniawan

More info:

Published by: Indra Kurniawan on Apr 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2015

pdf

text

original

1) Sistem pelat direncanakan dengan metode yang telah baku yang memenuhi ketentuan
keseimbangan dan kompatibilitas geometris, selama dapat ditunjukkan, dengan
memperhatikan 11.2 dan 11.3, bahwa kuat rencana dari setiap penampang paling sedikit
sama dengan kuat perlu dan bahwa persyaratan layan, termasuk lendutan, dipenuhi:
(1) Untuk beban gravitasi, suatu sistem pelat, termasuk pelat dan balok (bila ada) yang
membentang di antara tumpuan dan kolom atau dinding pendukung yang membentuk
rangka orthogonal, dapat direncanakan dengan cara perencanaan langsung pada 15.6 atau
dengan cara rangka ekuivalen pada 15.7.

(2) Untuk beban lateral, analisis rangka harus memperhatikan pengaruh retak dan tulangan
dalam perhitungan kekakuan komponen struktur rangka.

(3) Hasil analisis beban gravitasi dapat dikombinasikan dengan hasil analisis beban lateral.

2) Pelat dan balok (bila ada) yang membentang di antara tumpuan direncanakan terhadap
momen terfaktor yang bekerja pada setiap penampang.

3) Bila beban gravitasi, angin, gempa, atau gaya lateral lainnya menyebabkan terjadinya
penyaluran momen antara pelat dan kolom, maka sebagian dari momen tak-imbang harus
disalurkan melalui mekanisme lentur sesuai dengan ketentuan 15.5(3(2)) dan 15.5(3(3))
berikut ini:
(1) Bagian dari momen tak-imbang yang tidak disalurkan sebagai lentur harus disalurkan
sebagai eksentrisitas geser sesuai dengan 13.12(6).
(2) Bagian dari momen tak-imbang sebesar f Mu harus dianggap disalurkan sebagai lentur
melalui suatu lebar efektif pelat yang dibatasi oleh garis-garis yang dibuat pada jarak satu
setengah kali tebal pelat atau tebal panel setempat (1,5h) dari masing-masing muka kolom
atau kepala kolom yang berada pada sisi yang berlawanan, dimana Mu adalah momen yang
harus disalurkan, dan

2

1

)
3

2(

1

1

/b

b

/

f

(89)

(3) Untuk momen tak-imbang terhadap sumbu yang sejajar terhadap tepi tumpuan luar,
nilai f dari persamaan 89 dapat dinaikkan hingga 1,0 selama Vu pada tumpuan pinggir tidak
melebihi 0,75Vc atau pada tumpuan sudut tidak melebihi 0,5Vc. Untuk momen tak-imbang
pada tumpuan dalam dan untuk momen tak-imbang terhadap sumbu yang tegak lurus
terhadap tepi tumpuan luar, nilai f dari persamaan 89 dapat dinaikkan sebesar 25 % selama

SNI 03 – 2847– 2002

143dari 278

Vu pada tumpuan tersebut tidak melebihi 0,4Vc. Rasio tulangan, , pada daerah lebar efektif
pelat yang didefinisikan pada 15.5(3(2)) tidak boleh lebih besar daripada 0,375b. Nilai f
tidak boleh dimodifikasi pada sistem pelat prategang.

(4) Pemusatan tulangan di daerah kolom dengan memperkecil spasi tulangan atau
menambah tulangan dapat digunakan untuk memikul momen pada lebar efektif pelat yang
ditentukan pada 15.5(3(2)).

4) Perencanaan penyaluran beban dari pelat ke kolom dan dinding pemikul melalui geser
dan torsi harus memenuhi ketentuan pasal 13.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->