BAB I PENGHANTAR LISTRIK

A. Pengertian Kabel Listrik Kabel listrik adalah media untuk mengantarkan arus listrik ataupun informasi. Bahan dari kabel ini beraneka ragam, khusus sebagai pengantar arus listrik, umumnya terbuat dari tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Selain tembaga, ada juga kabel yang terbuat dari serat optik, yang disebut dengan fiber optic cable. Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras (BCCH =Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm². Pemakaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak. Penghantar yang dibuat oleh pabrik yang dibuat oleh pabrik terdapat beraneka ragamnya. Berdasarkan konstruksinya, penghantar diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Penghantar pejal (solid); yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang

berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk memudahkan penggulungan maupun pemasangannya.

2. Penghantar berlilit (stranded); penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat yang

berlilit dengan ukuran 1 mm² – 500 mm².

3. Penghantar serabut (fleksibel); banyak digunakan untuk tempat-tempat yang sulit

dan sempit, alat-alat portabel, alat-alat ukur listrik dan pada kendaraan bermotor. Ukuran kabel ini antara 0,5 mm² - 400 mm².

4. Penghantar persegi (busbar); penampang penghantar ini berbentuk persegi empat

yang biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi) sebagai rel-rel pembagi atau rel penghubung. Penghantar ini tidak berisolasi.

1

Adapun bila ditinjau dari jumlah penghantar dalam satu kabel, penghantar dapat diklasifikasikan menjadi: a) Penghantar simplex ; ialah kabel yang dapat berfungsi untuk satu macam penghantar saja (misal: untuk fasa atau netral saja). Contoh penghantar simplex ini antara lain: NYA 1,5 mm²; NYAF 2,5 mm² dan sebagainya. b) Penghantar duplex ; ialah kabel yang dapat menghantarkan dua aliran (dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral). Setiap penghantarnya diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung. Penghantar jenis ini contohnya NYM 2x2,5 mm², NYY 2x2,5mm². c) Penghantar triplex ; yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat menghantarkan aliran 3 fasa (R, S dan T) atau fasa, netral dan arde. Contoh kabel jenis ini: NYM 3x2,5 mm², NYY 3x2,5 mm² dan sebagainya. d) Penghantar quadruplex ; kabel dengan empat penghantar untuk mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. Susunan hantarannya ada yang pejal, berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar quadruplex misalnya NYM 4x2,5 mm², NYMHY 4x2,5mm² dan sebagainya. A. Jenis-jenis Kabel 1. Kabel NYA Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar atau kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam sesuai dengan peraturan PUIL.. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

2. Kabel NYM

2

Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

3. Kabel NYAF Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

4. Kabel NYY Kabel NYY memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya berwarna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

5. Kabel NYFGbY Kabel NYFGbY ini digunakan untuk instalasi bawah tanah, di dalam ruangan di dalam saluran-saluran dan pada tempat-tempat yang terbuka dimana perlindungan
3

terhadap gangguan mekanis dibutuhkan, atau untuk tekanan rentangan yang tinggi selama dipasang dan dioperasikan.

6. Kabel ACSR (Aluminum Conduct Steel Reinforced)
Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara atau tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

7. Kabel AAAC ( All Aluminium Alloy Conductor) Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

Beberapa contoh jenis kabel:

4

1 2 3 4 5 6 7 Keterangan gambar: 1. Kabel NYY 6. Kabel NYFGbY 7. Kabel NYA 3. 2. Kabel ACSR 8 9 5 . Kabel NYAF 5. Kabel NYM 4.

5 mm ². Contoh : • Kabel NYA 4 re 1000 V Menyatakan suatu kawat berisolasi untuk tegangan nominal 1000V. NA Kabel dengan aluminium sebagai penghantar. Tabel 1 : Nomenklatur kode – kode kabel di Indonesia HURUF KETERANGAN N Kabel standard dengan penghantar/inti tembaga. Kabel AAAC 9.8. Kabel ACAR tampak dari permukaan 10. 1. dengan sistim pengenal warna urat tanpa hijaukuning. berisolasi dan berselubung PVC dan mempunyai penghantar tembaga bulat berkawat banyak dengan luas penampang nominal 2. • Kabel NYM – 0 4 x 2. Identifikasi Kabel Dengan Warna Peraturan warna selubung penghantar dan warna isolasi inti penghantar harus diperhatikan pada saat pemasangan. Hal tersebut di atas diperlukan untuk mendapatkan kesatuan pengertian mengenai penggunaan sesuatu warna atau warna 6 .5 rm 500 V Menyatakan suatu kabel berinti banyak untuk tegangan nominal 500 V. H Kabel untuk alat bergerak Rd Inti dipilih bentuk bulat Fe Inti pipih -1 Kabel dengan system pengenal warna urat dengan hijau – kuning -0 Kabel dengan system pengenal warna urat tanpa hijau –kuning. Y Isolasi PVC G Isolasi Karet A Kawat Berisolasi Y Selubung PVC (polyvinyl chloride) untuk kabel luar M Selubung PVC untuk kabel luar R Kawat baja bulat (perisai) Gb Kawat pipa baja (perisai ) B Pipa baja I Untuk isolasi tetap diluar jangkauan tangan re Penghantar padat bulat rm Penghantar bulat berkawat banyak Se Penghantar bentuk pejal (padat) Sm Penghantar dipilin bentuk sektor f Penghantar halus dipintal bulat ff Penghantar sangat fleksibel Z Penghantar z D Penghantar 3 jalur yang di tengah sebagai pelindung. Kabel ACAR tampak dari depan 1. berisolasi PVC dan mempunyai penghantar tembaga padat bulat dengan luas penampang nominal 4 mm ².

Kemampuan Hantar Arus (KHA) Menurut PUIL 2000 pasal 5. a) Penggunaan warna loreng Hijau – kuning Warna hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk menandai penghantar pembumian. kawat tengah atau penghantar pembumian asalkan isolasi kedua ujung kabel yang terlihat ( bagian yang dikupas selubungnya ) dibalut isolasi khusus yang berwarna Untuk instalasi listrik .Fasa T hitam .V.Untuk Arus Bolak-balik tiga Fasa: In = P/( .Kabel berisolasi tegangan pengenal (500 V) putih .1 bahwa “penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125% arus pengenal beban penuh.3.Cos φ) (A) KHA = 125% X In Dimana: I = Arus Nominal Beban Penuh (A) 7 .loreng yang digunakan untuk mengenal penghantare guna keseragaman dan mempertingi keamanan. Untuk menghindarkan kesalahan.5. cross linked polyethylene disingkat dengan XLPE.W / Z hitam . warna biru tersebut tidak boleh digunakan untuk menandai penghantar lainnya. XPLPE (600 – 1000 V) hitam . pengaman dan penghantar yang menghubungkan ikatan penyama tegangan ke bumi.Fasa S kuning . Pemilihan Luas Penampang Penghantar Pemilihan luas penampang penghantar harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini: 1. netral. c) Penggunaan warna kabel berinti tunggal Untuk pengawatan di dalam perlengkapan listrik disarankan hanya mengunakan kabel dengan satu warna.Kabel tanah berselubung PE dan PVC (600 – 1000 V) hitam . d) Pengenal untuk inti atau rel Untuk kabel dengan isolasi dari bahan polyethylene disingkat dengan PE.Untuk Arus Searah : In = P/V (A) .Untuk Arus Bolak-balik Satu Fasa: In = P/(V.netral biru Untuk pelengkapan listrik f) Warna selubung kabel Warna selubung kabel ditentukan sebagai berikut : .” .Kabel tanah berselubung PE.Kabel udara berisolasi PE. PVC > 1000 V merah A. pada instalasi listrik dengan penghantar netral. PVC.V / Y kuning . b) Pengunaan warna biru Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau kawat tengah.Cos φ) (A) . polyvinyl chloride disingkat dengan PVC. khususnya warna hitam.Fasa R merah .Arde loreng hijau – kuning .U / X merah . e) Warna untuk kabel berselubung berinti tunggal Kabel berselubung berinti tunggal boleh digunakan untuk fase..

.Suhu lingkungan seperti suhu kamar dan suhu tinggi. Penghantar yang terkena beban mekanis. penghantar yang digunakan akan berbeda.5 2.Kekuatan mekanis. misalnya: pemasangan penghantar di jalan raya berbeda dengan di dalam ruangan atau tempat tinggal.P = Daya Aktif (W)tember 13.5 4 6 10 16 25 35 50 70 Kemampuan hantar arus maksimum A 19 25 34 44 61 82 108 134 167 207 Kemampuan hantar arus nominal maksimun pengaman A 20 25 35 50 63 80 100 125 160 224 8 .Sifat Lingkungan Sifat lingkungan merupakan kondisi dimana penghantar itu dipasang. Ini akan berhubungan dengan pertimbangan bahan isolasi penghantar yang digunakan. Tabel 2. . Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC Luas penampang nominal kabel mm² 1. harus dipasang di dalam pipa baja atau pipa beton sebagai pelindungnya.Penghantar dapat dipasang atau ditanam dalam tanah dengan memperhatikan kondisi tanah yang basah. kering atau lembab. Faktorfaktor berikut harus diperhatikan: . 200 V = Tegangan (V) Cos φ = Faktor Daya 2.

Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan. Pengertian dan Prinsip Kerja Kontaktor magnet adalah gawai elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai penyambung dan pemutus rangkaian. Arus kerja 9 . artinya lat ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak.95 120 150 185 240 300 249 291 334 380 450 520 250 300 355 355 425 500 BAB II Magnetic Contactor ( MC ) A. Pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya gaya elektromagnet. yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Input kontaktor utama bersimbol : 1 atau L1 atau R 3 atau L2 atau S Output kontaktor utama bersimbol : 2 atau T1 atau U 4 atau T2 atau V 5 atau L3 atau T 6 atau T2 atau W 2. 33-34 ➢ Kontak NC: cirinya. bernomor ganda dan nomor terakhir adalah 3-4 Contoh : 11-12. 21-22. Gambar 1. maka kemagnetannya akan timbul dan hilang setiapa saat mengikuti bentuk gelombang arus bolakbalik. Kontak-kontak yang terdapat pada kontaktor magnet 1. bernomor ganda dan nomor terakhir adalah 3-4 Contoh : 13-14. Kontak bantu : kontak ini hanya digunakan pada rangkaian control. Kumparan atau belitan magnet (coil) suatu kontaktor magnet dirancang untuk arus searah (DC) saja atau arus bolakbalik (AC) saja. Terdiri dari 2 jenis kontak yakni normally open (NO) dan normally close (NC) ➢ Kontak NO : cirinya. maka pada kumparan itu tidak timbul induksi listrik. Sebaliknya jika kontaktor yang dirancang untuk arus bolak-balik digunakan pada arus searah. Kontak utama : menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang menuju ke beban atau motor. 23-24. Kontruksi Magnetik Kontaktor B. sehingga kumparan menjadi panas. 31-32 Untuk memilih kontaktor harus memperhatikan beberapa hal: a) Tegangan kerja b) Besarnya daya c) Kemampuan hantar arus (kontaknya) d) Jumlah kontak bantu yang dimiliki. 10 .normal adalah arus yang mengalir selama pemutaran tidak terjadi. Ukuran dari kontaktor magnet ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus bolak-balik.

Pengertian 11 .Gambar 3. Konstruksi Magnetic Contactor (MC) BAB III MINIATUR CIRCUIT BREAKER (MCB) A.

Tetapi pengaman elektromagnetiknya memutuskan dalam waktu 0. Misalnya adanya konsleting dan lainnya. Otomat-L (Untuk Hantaran) Pada Otomat jenis ini pengaman termisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantaran. saat menghubungkan maka antara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phase yang disusun menjadi satu kesatuan. Jenis-Jenis MCB Berdasarkan waktu pemutusannya.5 In–3 In untuk arus bolakbalik atau sama dengan 4 In untuk arus searah. Pada instalasi rumah. Pemutus tenaga mempunyai 2 posisi. elemen dwi logamnya akan memutuskan arusnya.MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan suatu rangkaian apabila ada arus yamg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik yang melebihi kemampuan. Sehingga jika terjadi gangguan tanah.2 sekon. Jenis Otomat ini digunakan untuk instalasi rumah. bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan. jika arusnya sama dengan 2.2 detik. Pemutus tenaga ini ada yang untuk satu phase dan ada yang untuk 3 phase. Apabila terjadi beban lebih dan suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu. Konstruksi MCB 3 phase dan MCB 1 phase B. pengaman-pengaman otomatis dapat terbagi atas: 1. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4 In-6 In dan arus searah yang sama dengan 8 In pemutusan arusnya berlangsug dalam waktu 0. arus gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengan cepat. 2. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah) Secara termis jenis ini sama dengan Otomat-L. arusnya diputuskan oleh pengaman elekromagnetiknya. Kalau terjadi hubung singkat. Gambar 1. 12 .

tempat busur api dipisahkan. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8 In-11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In untuk arus searah.3. misalnya penerangan pabrik. Gambar 2. Busur api yang terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat. Miniature Circuit Breaker (MCB) di desain dengan fungsi utama untuk : 13 . Ruang busur api C. Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logam yang koefisien jenisnya berbeda. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arus nominal yang diperkenankan maka bimetal tersebut akan melengkung dan memutuskan aliran listrik. Kontak Bergerak 4. didinginkan dan dipadamkan dengan cepat. Otomat-G Jenis Otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau arus searah. yaitu hingga 1500 ampere. Bimetal 6. Aktuator Mekanis 3. Bagian-bagian MCB Keterangan gambar : 1. Cara kerja MCB 1. Magnetik. Semakin besar arus hubung singkat. Tuas Operasi Strip 2. Kontak-kontak sakelarnya dan ruang pemadam busur apinya memiliki konstruksi khusus. Kumparan magnetis 8. Terminal Bawah 5. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal) dan dihubungkan dengan kawat arus. Sekrup Kalibrasi 7. Karena itu jenis Otomat ini dapat memutuskan arus hubung singkat yang besar. alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan. 2. Thermis. maka semakin besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehingga lebih cepat memutuskan rangkaian listrik dan gagang operasi akan kembali ke posisi off.

Kemampuan-kemampuan lainnya harus seperti yang ditentukan untuk MCCB. Pada diagram garis suatu sistem. Kapasitas pemutusan Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubung singkat pada titik instalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang.• • • mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat. bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan – kapasitas pemutusan rendah) . 3. B. MCB masuk dari panel-panel distribusi dimana feeder dipasang dengan meteran listrik PLN harus dari jenis yang diizinkan oleh PLN. Standar . membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal. 14 .IEC 60947-2.SPLN 108 / SLI 175. • A. Semua sirkuit MCB yang melindungi sirkuit luar harus yang otomatis dan dilengkapi dengan pelindung yang sesuai terhadap beban lebih dan hubung singkat. disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di samping arus pengenal pemutus tenaga yang digunakan. Arus pengenal Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel. melewatkan arus tanpa pemanasan lebih. Tegangan Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama dengan tegangan sistem.S 3871 Bagian 1 pada temperatur 40 derajat Celcius.kapasitas pemutusan tinggi 2. Kapasitas pemutusan hubung singkat dari circuit breaker tidak boleh kurang dari tingkat kesalahan yang terjadi maksimum di titik dimana sirkuit tersebut bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberian jenis circuit breaker yang tepat untuk perlindungan jenis sirkuit yang berbeda. 4. Ketentuan pemasangan MCB: MCB harus menyertakan fixed unadjustable time/current tripping characteristic yang dikalibrasi berdasarkan Standard Internasional/B. bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri . PEMILIHAN MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal : 1.

3 VA. Gaya gerak magnet ini memproduksi fluks pada inti dimana fluks ini membangkitkan gaya gerak listrik pada kumparan sekunder. dipergunakan dan lebih murah adalah yang 5 ampere. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Range : 0. Burden menunjukkan kemampuan CT untuk menerima sampai batas impedansi tertentu. berarti sekunder CT akan mengeluarkan output 5 ampere jika sisi primer dilalui arus 400 Ampere. Burden ini berhubungan dengan penentuan besar kabel dan jarak pengukuran Aplikasi CT selain disambungkan dengan alat meter seperti ampere meter.5 ~ 5 Amp. CT standart IEC menyebutkan burden 1. Dengan mempergunakan bermacam ratio CT didapatkan proteksi arus dengan beragam range ampere hanya dengan satu unit proteksi arus. Misal 100:1. Class menunjukan tingkat akurasi CT. 5 VA dst. maka pada kumparan primer akan timbul gaya gerak magnet sebesar N1 X I1. Output dari skunder biasanya adalah 1 atau 5 ampere.0 berarti CT tersebut mempunyai tingkat kesalahan 1%. maka pada kumparan sekunder mengalir arus I2. berarti sekunder CT akan mengeluarkan output 1 ampere jika sisi primer dilalui arus 100 Ampere. Cara kerja dari trafo arus ini adala jika pada kumparan primer mengalir arus I1.5 ~ 5 Amp Ratio CT : 1000/5 : 200 Range dengan CT : (0. dimana masing masing mewakili parameter yang dimiliki oleh CT tersebut.5 VA (Volt Ampere). sering juga dihubungkan dengan alat proteksi arus. Jika kumparan sekunder tertutup. CT umumnya terdiri dari sebuah inti besi yang dililiti oleh konduktor beberapa ratus kali. Dari kedua macam output tersebut yang paling banyak ditemui. Jika 400:5. ini ditunjukan dengan ratio yang dimiliki oleh CT tersebut. kWh meter Cos Phi meter dan lain sebagainya. dengan mempergunakan CT dengan ratio 1000:5 maka range proteksi arus yang bisa dijangkau adalah 100 ~ 1000 Amp.5 X 200) ~ (5 X 200) Amp : 100 ~ 1000 Amp . Yang perlu dipersiapkan adalah unit proteksi arus dengan range dibawah 5 ampere dan CT dengan ratio XXX: 5. Misal unit proteksi mempunyai range 0. Pada CT tertulis class dan burden. arus ini menimbulkan gaya gerak magnet N2 X I2 pada kumparan sekunder.BAB IV Current Transformer (CT) Current Transformer atau yang biasa disebut trafo arus (CT) adalah tipe instrument trafo yang didesain untuk mendukung arus yang mengalir pada kumparan sekunder yang sebanding dengan arus bolak-balik yang mengalir pada sisi primer. 15 . misalnya class 1. Secara umum trafo ini digunakan untuk mengukur dan melindungi relay pada industri yang memakai tegangan tinggi di mana trafo ini mempunyai fasilitas pengukuran yang aman dalam mengukur jumlah arus yang besar begitu juga dengan tegangan yang tinggi.

9.33 A Arus yang mengalir pada sisi sekunder 16 . spesifikasi CT 150:5 A. cos θ=0.I.0. Berapa arus yang mengalir pada sisi sekunder CT ? Penyelesaian : Dari soal di atas dapat diketahui bahwa Diketahui beban penuh 66 KVA. T. S.9. beban total 66 kVa. Konstruksi CT . tegangan sumber 220/380 V. Pemasangan CT dengan amperemeter b.000 = 220. Dapat dilihat pada trafo tersebut terdapat name plate.9 I = 333. cos ø 0.Untuk lebih jelasnya dapat diamati pada gambar berikut: Gambar di samping adalah gambar trafo arus.I cos θ 66. frekuensi 50Hz. yaitu R. maka arus primernya dapat dicari dengan rumus P = V. yaitu : Ratio : 50/5A  setiap 50 A arus yang lewat pada kumparan primer akan dihasilkan arus 5 A pada kumparan sekunder (10% dari masukkan) VA :5 tersebut  daya yang diserap dari CT Type : MSQ-30 model dari trafo arus tersebut Trafo arus dipasang pada setiap phase. Dipasang CT 150 : 5 ampere. Untuk lebih jelas pemasangan CT adalah saperti gambar berikut: R a. Contoh Soal : Diketahui : Sistem 3 phasa dengan spesifikasi tegangan 220/380 volt. Pemasangan ini hanya melewatkan saja kabel dari fase-fase tersebut di tengah-tengah CT.

Kedudukanterminal 17 . Setelah di set ia tidak boleh dirubah sampai pada saat yang ditentukan.33/150 x 5 Is = 11. Mengubah arah putaran motor secara otomatis 3. Hubungan soket 8 b. Simbol Time delay 1 a.11 A BAB V Time Delay Relay (TDR) & Thermal Over Load Relay (TOLR) A. posisinya akan berubah sendiri. 8 7 6 5 4 3 2 1 5 7 2 6 4 SOURCE 3 c. Mengubah hubungan bintang segitiga secara otomatis pada motor 2.Is = 333. Mengubah kecepatan putaran motor secara otomatis dan sebagainya. Relai ini dapat digunakan untuk instalasi otomatis seperti: 1. Time Delay Relay (TDR) Time Delay relay atau relai penunda waktu digunakan untuk memperoleh periode waktu yang dapat diatur atau di set menurut kebutuhan.

Setelah waktunya sudah tercapai maka posisi sekarang menjadi: titik 3–1 dan 6-8 menutup dan titik 4–1 dan 5–8 membuka. Socket TDR Sumber : needly. konstruksi TDR b. Posisi tersebut akan tidak berubah. kecuali aliran listriknya terputus posisinya kembali ke semula. Cara kerja relai penunda waktu (lihat gambar diatas) Apabila arus listrik mengalir pada terminal 2 dan 7 (kumparan) dan waktu sudah diatus maka posisi semula titik 3–1 dan 6–8 terbuka sedangkan titik 4–1 dan titik 5-8 tertutup. 18 . Rangkaian kelistrikan Time Delay Relay (TDR) Gambar 2 a.multiply.com A.Terminal Kontak 2-7 Source 1-3 6-8 NO 1-4 5-8 NC Gambar 1.

terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tak dapat diasut. dengan demikian rangkaian beban atau motor akan terputus. TOLR memiliki rating yang berbeda-beda tergantung dari kebutuhan.Contoh speksifikasi sebuah TDR : Sumber : http://www.html B. Pemilihan termorelai.com C.4. Cara kerja TOLR TOLR pada prinsipnya terdiri dari 2 buah macam logam yang berbeda serta tingkat pemuaian juga berbeda pula. Thermal Over Load Relay (TOLR) Thermal Over Load Relay (TOLR) adalah suatu pengaman beban lebih. Sumber : www.omron.5. Apabila bimetal tersebut dipanasi maka akan membengkak karena perbedaan tingkat pemuaian kedua logamnya.germes-online.com/products/indu. proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor.1. biasanya tiap-tiap TOLR mempunyai batas rating yang dapat diatur. Kedua logam tersebut dilekatkan menjadi satu yang disebut bimetal. Beban lebih atau arus lebih pada waktu motor berjalan bila bertahan cukup lama akan mengakibatkan kerusakan atau pemanasan yang berbahaya pada motor tersebut. Menurut PUIL 2000 bagian 5. Bimetal tersebut diletakan didekat sebuah elemen pemanas yang dilalui oleh arus menuju beban ujung yang satu dipasang tetap sedangkan yang lainnya dipasang bebas bergerak dan membengkok dan dapat membukakan kontakkontaknya. Besarnya arus yang diperlukan untuk mengerjakan bimetal sebanding dengan besarnya arus yang diperlukan untuk membuat alat pengaman terputus. yang harus diperhatikan: 19 .

Konstruksi termorelay b. Diagram kontak-kontak A 1 A2 1 3 5 97 98 95 96 2 a. Konstruksi kontaktor termorelai 4 6 b.. Termorelai hanya mempunyai kontak bantu saja dan diagram kontak-kontak termorelai diberi penomoran seperti berikut: ✔ Kontak nomor 95− disebut kontak pembuka 96 (NC) ✔ Kontak nomor 97− disebut kontak penutup 98 (NO) ✔ Kontak nomor 95–96–98 disebut kontak tukar (NO/NC) Perhatikan diagram kontak dan konstruksi dari termorelai pada gambar berikut ini: 9 5 9 7 9 5 96 9 8 96 98 a.a) Kemampuan hantar arus (KHA) b) Tegangan kerja nominal c) Nilai nominal arus beban lebih (seting arus beban lebih). Biasanya disebut TORL. Pengaman motor Sesuai dengan namanya. Thermis atau overload relay. proteksi motor ini menggunakan panas sebagai pembatas arus pada motor. Diagram kontak kontaktor dan thermorelay A. Cara kerja alat ini adalah 20 .

maka overload akan trip dalam waktu maksimal 90 detik jika pada kondisi hot start. B. dan jika motor dalam kondisi cold start maka overload akan trip setelah 400 detik atau lebih dari 6 menit.5 Amp saja.02 21 . Pembatasan dilakukan dengan mengatur besaran arus pada dial di alat tersebut. motor runing In dengan arus 60 Amp kemudian terjadi phaseloss maka : Arus naik sehingga = 60 X 1.73 = 87 Amp Kecepatan trip overload dapat dihitung sbb : = 87 Amp/85 Amp = 1. hubung singkat atau gangguan lainnya yang mengakibatkan naik arus secara otomatis. • Contoh berikutnya : Data motor :FLA = 79 Amp Setting ovr (Is) = 85 Amp Pada saat In motor 51 Amp kemudian terjadi phaseloss maka : Arus akan naik sehingga = 51 X 1. Jadi alat tersebut memiliki range adjustment misal TOR dengan range 1 ~ 3. kita membatasi arus dengan TOR pada level 2. Artinya. Apabila terjadi kelebihan beban.dengan mengkonversi arus yang mengalir menjadi panas untuk mempengaruhi bimetal.73 = 103 Amp Multiple of current setting = 103 A / 85A = 1.22 Dari titik pertemuan di grafik (garis merah).2 Amp disetting 2. Over Load atau saklar thermis selalu dipasang seri dengan beban yang berfungsi sebagai pengaman. Bimetal inilah yang menggerakkan tuas untuk menghentikan aliran listrik pada motor melalui suatu control motor starter. Aplikasi overload untuk stater motor • Berikut ini adalah contoh aplikasi overload untuk stater motor dengan data seperti berikut : Motor : 40 kW Voltage : 3 phase 380 VAC FLA : 79 Amp Freq : 50 Hz Penyelesaian : Pada saat terjadi phase loss ( salah satu fasa putus ) arus akan naik + 1.5 Amp. Sebagai contoh adalah seperti berikut: Jika setting overload pada 85 Amp.73 dari arus nominal. saklar termis akan bekerja memutuskan arus listrik dengan beban sehingga keamanan beban terjaga.

biasanya berupa motor universal (motor DC). motor yang sering digunakan adalah motor 1 phasa dengan lilitan 2 phasa. Kedua jenis lilitan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga walaupun arus yang mengalir pada motor hanya 1 phasa tetapi akan menyebabkan perbedaan phasa. Motor listrik yang digunakan di industri biasanya mengambil sumber listrik 3 phasa. Motor 1 phasa Disebut motor 1 phasa karena untuk menghasilkan tenaga mekanik. Di dunia industri. disebut seperti ini karena dalam hal penerimaan tegangan dan arus pada rotor dilakukan dengan jalan induksi. maka dapat di bagi 2 jenis motor. Berdasarkan jumlah tegangan phasa yang digunakan. yaitu 1. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari motor listrik sudah tidak asing lagi di telinga kita.BAB VI MOTOR 3 PHASE A. Di setiap sendi kehidupan motor sering digunakan. 2. Motor induksi. Ditinjau dari segi cara motor menerima tegangan atau arus. lilitan utama dan lilitan bantu. Motor 3 phasa 22 . Motor listrik arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik arus bolak-balik menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik. banyak digunakan motormotor listrik. yaitu : 1. Motor listrik ini sering disebut dengan motor induksi. 2. Di dalam praktek. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. jadi pada motor induksi. dimana tenaga gerak itu dihasilkan dari putaran pada rotor motor. motor listrik juga terbagi menjadi 2. pada motor tersebut diberi suplai tegangan 1 phasa. rotor tidak langsung menerima tegangan atau arus dari luar. Motor yang menerima tegangan secara langsung. Motor ini memiliki 2 jenis lilitan yaitu.

Cara penggerakannya. Jika perlu ditambahkan dengan keterangan-keterangan khusus. tegangan. Mengganti ini bertujuan untuk mencari merk berbeda yang lebih baik kualitasnya. tetapi tidak merubah dan cocok dengan fondasi yang ada.F) Temperature Rise .A) full load motor current Power Factor Maximum ambient temperature in centigrade (+40. misalnya mengenai kumparan-kumparan. jika ditinjau berdasarkan jenis rotor yang digunakan maka dikenal 3 jenis motor yaitu motor dengan rotor lilit. motor. jenis arus frekuensi dan kecepatan putarnya Akan digunakan untuk perusahaan Bentuk yang dikehendaki Keadaan yang menyimpang. misalnya dengan ban mesin.data penting antara lain : 1. motor dengan rotor sangkar tupai dan motor kolektor. misalnya dipengaruhi oleh uap bahan kimia. motor-motor listrik lebih unggul jika dibandingkan dengan alat penggerak jenis lain. Sebagai alat penggerak. murah. terminal-terminalnya. power lebih kecil atau lebih besar dan lain sebagainya. Standard sangat penting untuk dipahami agar tidak mengakibatkan kesalahan fatal yang mengakitkan kerugian besar.L. Data. Keterangan disertakan seperti Jenis mesinnya (generator. Name Plate Motor Induksi Plat Nama atau Name Plate memuat data-data spesifikasi mekanis dan elektris. biasanya disertai dengan beberapa keterangan.• • • • • • • Motor ini menghasilkan tenaga mekanik karena mendapat suplai tegangan 3 phasa. kopeling langsung atau transmisi roda gigi yang harus ikut dikirim. garam atau udara yang mengandung garam. atau mengganti dengan merk lain atau spesifikasi lain. titik-bintangnya.C = 104. Name plat ini sangat penting sebagai informasi yang diperlukan jika kita akan mengganti motor yang sudah ada. mesin pengubah dan sebagainya) Daya. Jika tidak disertai dengan keterangan apapun. bahan atau gas yang mudah terbakar atau dapat meledak dan sebagainya. tali bentuk V. Data Elektrik • • • • • Phase HP / KW Hz / Frequency RPM / putaran per menit Voltage / Tegangan • • • • 23 Amperage (F. effisien. Dalam mesinmesin listrik 3 phase di industri. uap minyak. biasanya mesin akan dikirim dengan ujung poros bebas. kontak-kontak cabang khusus dan sebagainya. Salah satu keunggulannya adalah motor-motor listrik dapat dikonstruksi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penggerakan. A. Data pabrikan • Nomor Katalog • Model motor • Type 2.

F 1. Nomor ini untuk memudahkan komunikasi tehnik antara pabrikan dan pembeli. ·Model motor Contoh: Model C145T34FB2C. Pada prinsipnya nomor tersebut mewakili spesifikasi motor tersebut. “Nomor” ini dibuat oleh pabrikan motor berdasarkan standard pabrik itu sendiri.NO/PART. 2531234567 S.5/7. Contoh Name Plate pada sebuah motor : ELECTRIC MOTOR NAME PLATE Model 500 FRAME 145 HP 1½ RPM 1725 TYPE KC VOLTS 115/230 B SKF 6163 SKF 6162 Single phase • • Insulation Class Code . Contoh: CAT.00 Nomor yang di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard penomoran pabrik itu sendiri yang berupa Katalog.F 75% DESIGN CODE DRIVE END BEARING OPP. NO.• Service Factor • Altitude • Duty Rating 3. Biasanya di tulis terdiri dari kumpulan angka dan huruf. sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap. 40C NO THERMAL PROTECTION Sumber : http://soemarno.indicate kVA / horsepower TOTALLY ENCLOED INS CLASS J AMPS 1. Data Pabrikan · Nomor Katalog. Nomor katalog sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain.org Penjelasan singkat : 1.END BEARING DUTY : CONTINUOUS AMB.25 P. Nomor ini untuk memudahkan pencarian data di catatan.5 PHASE 1 CYC 60 EFF 62% IDENT. Pada prinsipnya nomor tersebut 24 . Data mekanis • Frame Tabel 1.NO120086.

karena setiap angka atau huruf memiliki arti tersendiri. Nomor model sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain. tetapi motor hanya dapat mencapai efisiensi ± 84%. Jepang dan negara lain memakai 50Hz. Data Elektrik * Phase. Sehingga motor tersebut memerlukan konsumsi 100/84 x 746 = 888 watt. Out put Motor = 888 watt x 0. 2. * RPM / Putaran per menit 3450 / 2850 Rpm: Artinya jika motor dihubungkan dengan 60 Hz menghasilkan putaran 3450 Rpm. Motor 746 watt memproduksi 1 Hp. NEMA menyatakan dengan Hp sedang IEC menyatakan dengan KW.mewakili semua spesifikasi motor tersebut. friction. Frekuensi berhubungan langsung dengan jumlah putaran yang dihasilkan oleh motor tersebut. jika di pasang di jaringan berbeda frekuensi putaran akan berbeda. atau kadang pabrikan menulis keduanya. apakah 1 phase atau 3 phase. dan jika dihubungkan dengan 50 Hz putaranya 2850 Rpm. Di Amerika frekuensi tenaga jaringan listrik memakai 60Hz sedangkan di Indonesia. Phase harus jelas di sebutkan. Putaran motor ditentukan oleh jumlah kutub dan frekwensi jaringan listrik yang ada. star atau delta ataupun gabungan (con : star/delta). Tabel 2. karena masing-masing mempunyai cara penulisan atau sistem yang berbeda-beda. dll. Eropa.org * Voltage/ Tegangan 25 . Kebanyakan motor dibuat 3 phase dan juga di tulis hubungan dalam windingnya. Motor-motor kecil dibawah I KW dibuat dengan 1 phase.84 = 746 watt = 1 HP * Hz/ Frequency 50/60 Hz: artinya motor dapat dihubungkan dengan 50 Hz ataupun 60 Hz. jika motor dapat mencapai efisiensi 100%. Jumlah watt yang terpakai sebesar 746 watt dan yang 142 watt merupakan kerugian akibat panas. sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap. * HP/KW Kapasitas keluaran tenaga mekanis pada putaran penuh motor. Kutub VS Frekwensi Sumber : http://soemarno. Jadi meski yang tertulis di platnama 3600 Rpm.

sebaiknya sebelum menyambung ke sumber perlu membaca manual .208 . bagaimana menyambungnya.13 = 207 V +10% x 230 = 23 V.L. atau 460 volt. Jika di name plate tidak ada gambar skema diagram winding. Kalau melihat angka voltage (yaitu 230 dan 460).org * Amperage (F. maka terlihat bahwa didalam stator setiap phasenya terpasang 2 pasang winding yang harus dipasang seri dan parallel. Perkiraan Pengaruh Perbedaan Voltage Terhadap Performance Lain Sumber : http://soemarno. maka tegangan tertinggi yang boleh adalah 230 + 13 =253 V Table 3 : Nominal System Voltage Motor Name Plate Voltage Tabel 4.230 volt / 460 volt: artinya motor ini dapat dihubungkan pada tegangan 208 s/d 230 Volt. maka tegangan terendah yang boleh adalah 230 .A) Besar arus FLA (full load motor current) yang diperlukan pada kondisi motor sedang mengeluarkan daya sesuai dengan rated Hp atau Kw pada supply tegangan voltage sesuai spesifikasinya. Standard NEMA memperbolehkan motor dipasang pada tegangan 10% dibawah / diatas tegangan yang tertulis di motor. Jika tertulis di name plate 230 Volt maka : -10% x 230 = 23 V. Ini perlu diketahui terutama untuk perencanaan besar kabel dan 26 .

artinya kapasitas/beban harus diturunkan.C = 104. Pada umumnya pabrik memberikan angka aman atau toleransi sebesar 10ºC.* * * * system proteksinya. Misal : Voltage 115/230 maka FLA misal 15. Akibatnya umur motor akan berkurang. Jika lebih dari harga tersebut. kenaikan ini diakibatkan oleh arus listrik yang mengalir dalam winding. Sama dengan beban maksimum motor mampu akselerasi ke rated Rpm.0/7. kalau tidak diturunkan maka winding akan mengalami panasan yang berlebihan/overheating. Pada umumnya motor kecil mempunyai Pf yang lebih rendah dari motor besar. beban berlebihan. * Service Factor/SF Menurut NEMA definisi dari SF ialah : berapa persen beban Hp/Kw atau ampere /FLA motor dapat dioperasikan melebihi yang tertera di name-plate yang dapat ditanggung oleh 27 . dsb. Full load Torque. jika diukur lebih dari 70ºC harus dicari penyebabnya. Torque/ torsi Force atau torsi adalah kekuatan putar atau gaya putar yang digunakan oleh poros.Jjika voltage yang tersedia lebih rendah/tinggi dari rated maka besar FLA juga berpengaruh (lihat tabel diatas) Dengan mengukur besar ampere. filter kotor/buntu.5A. dapat menggambarkan berapa kira-kira besar beban motor yang sedang di pikul. biasa juga disebut locked rotor torque. * Maximum ambient temperature derajat celcius (+40. Breakdown Torque Torsi maksimum motor yang dapat di produksi saat beban naik tanpa putaran dan tenaga jatuh turun. Oleh sebab itu temperature harus dimonitor. Starting Torque: Force atau torsi yang di hasilkan oleh motor untuk berputar dari keadaan diam dan akselerasi. misalignment. motor harus di derating. Sebab-sebab kenaikan antara lain: Sirkulasi ruang tidak baik. Temperature winding = temperature ruang + kenaikan suhu. Force atau torsi yang di produksi operasi / running motor pada kondisi beban penuh. * Pull-Up Torque Torsi minimum yang dihasilkan motor antara diam (nol rpm) ke Rpm rated. Power factor akan berubah sesuai dengan berapa persen beban yang dipikul motor. Artinya motor tersebut windingnya akan mengalami kenaikan temperature sebesar 70º C. Karena akan berpengaruh pada panasan motor winding. Jika rated voltagenya dua macam. * Kenaikan/Temperature Rise Kenaikan Temperature atau sering ditulis di nameplate “Temperature Rise” misal 70º C. Satuan torsi adalah kgm.F) NEMA memberikan panduan bahwa suhu ruang untuk ruang tertutup maupun terbuka pemakaian motor maksimum 40º C. * Power Factor/ Pf Power factor yang tertulis di nameplate adalah power factor dari test beban penuh/full load. juga kadang disebut pull-out torque. jika beban tidak penuh maka Pf operasi rendah. atau inch-pounds. putaran penuh pada capasitas Hp rated. maka FLA juga ada dua harga.

Contoh: Motor buka / tutup pintu. Intermittent duty ( Intermittent / berkala dan special /khusus) : Berkala : motor dirancang untuk dioperasikan dengan waktu tertentu.25 . maka kapasitas harus diturunkan menjadi 93% *Duty Rating NEMA vs IEC Sifat pemakaian motor dirancang untuk dioperasikan sbb : NEMA hanya membagi duty cycles dalam dua macam yaitu : 1. tanpa berpengaruh terhadap panas winding. 1. 15 .25 SF maka motor dapat menanggung beban12.15 . Special . Sebagai panduan NEMA memberi panduan untuk operasi normal motor dipasang maksimal setinggi 3300 feet atau 1000 m. 2. 3.4 dsb Motor dengan SF >1. kemudian distop dengan waktu tertentu untuk kesempatan pendinginan. Panduan Penurunan Hp Sehubungan Dengan Altitude : Sumber : http://soemarno.0 .0 jika dipasang pada ketinggian lebih dari 1000 m. Motor dengan waktu operasi lebih dari 3 jam sudah termasuk kategori continue. 1. 30 . Misal: 10 Hp dengan 1.0 memiliki isolasi yang lebih bagus dari Class B *Altitude Tinggi diatas permukaan laut selalu diperhatikan jika memasang motor. 1.Duty continue (Continue / terus – menerus ): artinya motor dirancang dapat dan tahan dioperasikan secara terus-menerus. lebih dari itu motor harus di derating atau diturunkan kapasitasnya.motor. Data Mekanis ·Frame Frame F145T Frame menggambarkan ukuran fisik motor. kemudian dijalankan lagi. pemakaian dengan mencantumkan waktu tertentu. Misal: 5. dengan melihat tabel standard 28 . Tabel 6.org Misal motor dengan servise factor 1.10 . 1. 60 menit.5Hp Menurut standard NEMA harga SF = 1. dan umur motor tidak akan berkurang.

dan 90L -> D = 90 mm dst. misal frame IEC : 100L -> D = 100 mm. makin besar motor makin besar beda ukuran. Terminal Motor 3 Phase Dan Cara Penyambungan Segitiga ( Star / Delta ) Bintang / Gambar : Terminal Motor 3 Phase 29 . meski ada sedikit perbedaan.kita bisa mengetahui ukuran fisik secara lengkap antara lain : tinggi shaft. Standard ini banyak diikuti pabrik-pabrik motor dari Amerika. Angka-angka frame menyatakan jarak (D). untuk motor kecil atau kurang dari 1 Hp · Terdiri dari 3 digit/angka . angka pertama . • Antara Frame IEC maupun NEMA ada kesamaan . panjang shaft. metode pemasangan standard NEMA. • Ukuran frame · Frame dengan Angka 2 digit. merupakan angka khusus dari pabrikan. · Huruf dibelakang (suffix). Sebetulnya untuk frame ini dapat dikonversi satu terhadap yang lain. tetapi tidak persis sama. diameter shaft. Sebagian besar pabrikan membuat motor sesuai dengan standard yang diminta pembeli. diatas mengikuti standard NEMA. Contoh : Frame 145 berarti : • D= 14 : 4 = 3 ½” • Angka Ketiga menyatakan jarak lubang baut parallel dasar maka frame 145 angka 5 ” merupakan jarak ( E + E ) tetapi ini tidak mutlak. • Standard IEC. Terdiri dari 2 digit/angka . Frame. (National Electrical Manufacturing Association) yaitu standard yang dibuat oleh organisisi pembuat motor.kedua jika dibagi 4 sebagai ( D ) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar motor dalam inchi. jarak baut. D nya A. untuk motor 1 Hp dan lebih besar · Huruf depan (prefix). D=100 mm hampir sama dengan NEMA 145T. Misal IEC 100L . angka ini jika dibagi 16 merupakan (D) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar dalam inchi Contoh : Frame 56 berarti ukuran D = 56 : 16 = 3 ½” · Frame dengan Angka 3 digit. Standard IEC (International Electrotechnical Commission) standard ini banyak diikuti oleh pabrikan motor dari Eropa. tinggi/panjang motor. Beberapa pedoman praktis frame NEMA: • Umumnya terdiri: berupa” huruf – angka – huruf ” misal EF145T .

• Terminal – terminal U2 / X. V2 / Y.U2 U-X V1 .W2 W–Z Untuk terminal – terminal U1 / U. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan.Pada motor – motor induksi 3 phase mempunyai 6 terminal yang biasa ditandai dengan : U1 . Cara penyambungan dengan hubungan star (Y) dapat dilihat dari gambar 1 atau 2 dibawah : 1. V1 / V. Untuk kumparan-kumparan motor yang disambung dengan hubungan star/bintang (Y) : • Terminal – terminal U1 / U. V1 / V. 1.V2 ATAU V-Y W1 . Untuk kumparan-kumparan motor yang disambung dengan hubungan segitiga / delta (Δ) : • Terminal – terminal U1 / U. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan 3 phase. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan. V1 / V. W2 / Z dikopel. • Terminal – terminal : U2 / X dikopel dengan U1 / U V2 / Y dikopel dengan V1 / V W2 / Z dikopel dengan W1 / W Cara penyambungan dengan hubungan delta (Δ) dapat dilihat dari gambar 3 atau 4 dibawah 30 .

dengan kata lain.A. Disebut motor asinkron karena terdapat slip atau perbedaan antara putaran motor dengan putaran fluks magnet stator . Starting Dengan Menggunakan System Sambungan Star / Delta Motor induksi biasanya disebut dengan motor asinkron. Starting menggunakan metode ini tidak perlu melakukan mengatur atau menurunkan tegangan pada saat starting. Gambar 1 . 1. Cara Starting Motor Induksi Ada beberapa cara untuk melakukan starting motor listrik ac. bahwa antara rotor dan fluks magnet stator terdapat selisih perputaran (slip). Pengertian penyambungan langsung disini adalah motor langsung dihubungkan dengan tegangan jala-jala yang sesuai dengan spesifikasi motor. Metode ini sering digunakan untuk starting motor-motor listrik yang berdaya kecil. Starting dengan menggunakan sambungan bintang segitiga Starting jenis ini banyak digunakan pada motor induksi rotor sangkar yang memiliki daya diatas 5kW (sekitar 7HP). Diagram starter DOL 1. 31 . di antaranya yaitu a) Starting dengan menggunakan tegangan penuh dari jaringan Metode starting ini sering disebut dengan metode Direct Online (DOL).

Metode ini digunakan untuk starting motor-motor kecil. maka tegangan 127/220 V dihapus dan hanya tegangan 220/380 V yang didistribusikan ke pelanggan. Gambar 3. Starting dengan menggunakan tahanan primer (Primary Resistance Starting) Starting menggunakan tahanan primer adalah suatu cara untuk mengatur tegangan yang masuk ke motor melalui tahanan yang biasa dikenal dengan tahanan primer. Disebut tahanan primer. Metode stating menggunakan tahanan primer 1. Metode starting ini menggunakan prinsip tegangan jatuh. Karena berbagai masalah dan dianggap merepotkan. Karakteristik Starting Motor Star-Delta Jaringan distribusi tegangan rendah PLN umumnya memiki tegangan 220/380 V atau 127/220 V.Gambar 2. 32 . karena tahanan ini langsung dihubungkan pada sisi stator motor. Starting motor bintang-segitiga 2.

kontaktor magnet yang bekerja adalah K1 dengan K2. Gambar 6. Gulungan stator hanya akan menerima tegangan sekitar 0. kumparan-kumparannya harus mendapat 380 Volt. biasanya dinyatakan didalam name plate-nya. maka motor itu hanya boleh dijalankan dalam hubungan bintang. yaitu tiap ujung rangkaian yang satu mendapat ujung rangkaian yang lain. Jika sebuah motor yang dirancang khusus pada tegangan 220/380 volt. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor. Tegangan yang harus dihubungkan dengan motor. Penggunaan sambungan star. Kontaktor magnet K2 dirangkai berdasarkan prinsip sambungan bintang. Tetapi bila motor ini dilayani oleh sumber tegangan jala-jala 3 phasa 220 volt. sedangkan tegangan jala-jala sumber 3 fasa yang tersedia 380 volt.578 (satu per akar tiga) dari tegangan jaringan (V line). Kemudian jika sebuah motor diberi tanda tegangan 380/660V misalnya. misalnya 220/380 V atau 380/660 V. Starting star-delta Prinsip kerja rangkaian starting bintang-segitiga berdasarkan gambar diatas adalah • Pada saat hubungan bintang (Y). 33 . Star Contactor dan Delta Contactor.Sebuah motor harus menggunakan hubungan bintang atau hubungan segitiga tergantung dari jenis jaringannya. Pada saat start. Timer untuk pengalihan dari star ke Delta serta sebuah overload relay.delta juga meliputi cara pen-start-an motor tersebut. starter terhubung secara bintang (star). • Pada saat hubungan segitiga (∆). Jadi jika dihubungkan dengan jaringan 220/380 Volt. Karakteristik yang pertama adalah penggunaan starter bintang segitiga ini dapat mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. kontaktor magnet yang bekerja adalah K1 dengan K3. Starting ini banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi motor sangkar yang mempunyai daya diatas 5 kW (sekitar 7 HP). maka motor ini harus digunakan dalam sambungan segitiga. maka sistem starting segitiga dapat digunakan. Kontaktor magnet K3 ini dirangkai berdasarkan prinsip sambungan segitiga. yaitu tiap ujung dari kontaktor dikopel menjadi satu kesatuan.

34 . Jika sistem tegangan jaringnya 127/220 Volt.8 A Berdasarkan perhitungan diatas.3 A = 103. Karakteristik ketiga yang dimiliki oleh starting motor star-delta adalah pada rangkaian star (bintang) besarnya nilai tegangan tiap phasanya akan sama dengan 1/3 kali nilai tegangan jaringan. b. untuk sebuah motor yang diberi tanda tegangan 220/380 Volt. untuk arus juga sama I jaringan = Iphasa √3. Untuk sistem tegangan jaring 127/220 Volt : In = 6600 VA = 10√3A= 17. Jika daya motor ini sebesar 6. Jika motor langsung dihubungkan dengan jaringan. maka besar arus asutnya akan sama sebesar 6 x arus nominalnya. : 6 x 10 A = 60 A Untuk perhitungan b. Jadi : Untuk perhitungan a. Begitu pula dengan arus yang mengalir. V jaringan = Vphasa √3. : 6 x 17. Untuk sistem tegangan jaring 220/380 Volt : In = 6600 VA = 10A 380√3 Arus ini adalah arus yang juga mengalir dalam kumparan-kumparan motor. Jika sistem tegangan jaringnya 220/380 Volt. maka motor ini harus digunakan dalam hubungan bintang. b. Penggunaan hubungan bintang ini memiliki beberapa alasan. Arus tiap phasanya akan bernilai 1/3 dari nilai arus jaringan.3 A. Nilai arus phasa sambungan star sebesar 10 A sedangkan nilai arus phasa pada sambungan delta sebesar 17. pada beban penuh arusnya akan sama seperti perhitungan di bawah ini : a.2 A 220√3 Nilai arus sebesar 17.3 = 10 A √3 Tegangan kumparannya sama dengan 220 volt. maka hubungan yang harus digunakan adalah sebagai berikut : a. diantaranya karena tiap-tiap kumparan-kumparan didalam motor harus mendapat suplai tegangan sebesar 220 volt.6 kVA.Sebagai contoh.2 A diatas adalah arus jaringan. maka motor ini harus dirangkai dengan hubungan segitiga. maka didapat karakteristik yang kedua dari starting star-delta pada motor induksi 3 phasa yaitu arus saluran dalam hubungan bintang akan bernilai 1/3 dari nilai yang dimiliki oleh saluran yang menggunakan hubungan delta. Maka arus tiap phasanya adalah sebagai berikut Ip = 17.

maka besarnya arus start motor dalam hubungan bintang menjadi: 35 . I jaringan = Iphasa. Arus phasanya akan sama dengan arus jaringan. V jaringan = Vphasa. Untuk nilai arusnya juga akan sama seperti dengan tegangan. sedangkan lilitan motor mempunyai impedansi sebesar Z ohm. Gambar 9.Gambar 8. motor akan mendapat tegangan sebesar V volt. Sambungan segitiga (∆) ➢ Karakteristik Starting motor Karakteristik Arus-Kecepatan Starting Karakteristik Torsi-Kecepatan Starting ➢ Untuk sambungan bintang / star (Y) : Jika motor dihubung dalam sambungan bintang. Sambungan bintang (Y) Sedangkan pada rangkaian delta (segitiga) besarnya nilai tegangan tiap phasanya akan sama dengan besarnya nilai tegangan pada jaringan.

maka besarnya arus start motor dalam hubungan delta menjadi: I start Δ = V faseZfase3 Besarnya I start delta (Δ) sama dengan besarnya arus jala-jalanya atau sama dengan besarnya arus fase.Besarnya I start bintang (Y) sama dengan besarnya arus jala-jala / jaringan bintang atau sama dengan besarnya arus fase : I start (Y) = I jala-jala / jaringan (IL) = I fase (IP) ➢ Untuk sambungan segitiga / delta (Δ) : Jika motor dihubung dalam sambungan delta.3 = 13 x 3 = 13 Jadi : I start YI start Δ = 13 atau I start (Y) = I start Δ .3 ➢ Perbandingan untuk arus bintang / star (Y) dengan arus segitiga / delta (Δ) yaitu I start YI start Δ = V Zfase/3 V Zfase3 = V Zfase. sedangkan lilitan motor mempunyai impedansi sebesar Z ohm. 36 .3 x ZfaseV. 13 Dari hasil ini dapat diketahui bahwa besar arus yang mengalir jika dihubungkan bintang adalah 1/3 kali besarnya arus jika motor dihubungkan segitiga. 3 : I start (Δ) = I jala-jala / jaringan (IL) = I fase (IP). motor akan mendapat tegangan sebesar V volt.

keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik. Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka 5.(misalnya ketika terjadi hubung singkat mcb secara otomatis trip yang akan menjaga keselamatan manusia/ternak) A. ➢ membatasi arus yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut (atau aman untuk badan) 1. b) membatasi arus gangguan yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut listrik.BAB VII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) A. yang nilai arusnya sama dengan atau lebih besar dari arus kejut listrik. keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya. B. 2. Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik Dalam pemasangan instalasi listrik. Proteksi dari sentuh tak langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian konduktif terbuka dalam keadaan gangguan (sentuh tak langsung) dengan salah satu cara di bawah ini: a) mencegah mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia atau ternak. untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik. Proteksi dari sentuh langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian aktif instalasi (sentuh langsung) dengan salah satu cara di bawah ini: ➢ mencegah mengalirnya arus melalui badan manusia atau ternak. biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan. apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body 4. Kebocoran lsitrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam. Oleh karena itu perlu diperhatikan halhal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Penggantian kawat sekring yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran 37 . c) pemutusan suplai secara otomatis dalam waktu yang ditentukan pada saat terjadi gangguan yang sangat mungkin menyebabkan mengalirnya arus melalui badan yang bersentuhan dengan bagian konduktif terbuka. Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik diantaranya : 1. Proteksi dari arus kejut listrik terdiri dari : 1. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi. Adanya PUIL ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik. PUIL K3 Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) mempunyai peranan sangat penting dalam instalasi listrik. Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut. Jaringan dengan hantaran telanjang 3. Proteksi dari arus kejut listrik. dan perlindungan lingkungan.

Volt dan Ohm. Sebelum kita menggunakanya alangkah baiknya bila kita mengenal panel. Alat-alat pelindung pernafasan. Alat-alat pencegah tenggelam. 38 . Cara Menggunakan Multimeter/Multitester Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menyebut alat ini. diwajibkan untuk mentaati semua petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja dan wajib menggunakan alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.Cuma menyediakan semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada dibawah dan bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut. seperti yang dimaksud pada pasal 13 dan pasal 14 Undang-undang Keselamatan Kerja N0. d). terminal. Alat-alat pelindung badan. Alat-alat pelindung pendengaran. 1Tahun 1970. f). Adapun jenis-jenis perlengkapan kerja. Multimeter dari kata Multi (banyak) dan Meter (dikonotasikan sebagai alat ukur). Memahami alat-alat perlindungan diri.6. c). B. Multitester dari kata Multi (banyak) dan tester (alat untuk menguji). b). b). Dalam pasal 13 disebutkan juga bahwa barang siapa yang akan memasuki tempat kerja. Alat-alat pelindung batok kepala. Jenis-jenis Perlengkapan Keselamatan Kerja Berdasarkan Undang-undang Keselamatan Kerja N0. h). Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak (stop kontak) dengan kontak tusuk lebih dari satu (bertumpuk). dan fasilitas yang dimiliki alat ukur elktronika ini. g). ada yang menyebut Avometer karena merujuk kegunaanya dari satuan yang digunakan Ampere. bahwa tenaga kerja diwajibkan : a). Alat-alat pelindung anggota badan seperti lengan dan kaki. pasal 12b dan pasal 12c. Alat-alat Pencegah jantung. A.1 Tahun 1970 adalah : a). e). Dalam pasal 14 disebutkan bahwa perusahaan diwajibkan secara Cuma. Alat-alat pelindung muka dan mata. Memenuhi atau mentaati semua syarat-syarat keselamatan kerja.

Hanya akan berpengaruh pada ketelitian dan cara kita menghitung nilai resistansi terukur.Paling kanan atas merupakan blok selektor AC Volt. Arus yang terukur maksimal 250 milli Ampere DC. Demikian juga untuk arus DC gunakan skala batas ukur tertinggi. Batas Ukur (Bu) Batas Ukur merupakan Nilai maksimal yang bisa diukur oleh multimeter 1. Kutup (-) terhubung colokan hitam dan (+) terhubung colokan merah. Perlu diingat Ini merupakan Batas Ukur (BU) yang harus kita perhatikan saat akan melakukan pengukuran.Bila dalam pengukuran terjadi kesalahan batas ukur ataupun polaritas colokan terbalik sebaiknya cepat-cepat kita tarik colokan dari titik ukur yang kita lakukan.Kiri bawah tertulis DC mA yang digunakan untuk mengukur Arus DC. ini tidak terlalu kritik atau beresiko bila salah memilih selektor. Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan DC. 5. Contoh Bila akan mengukur tegangan Jala-jala PLN seperti kita ketahui nilai tegangan PLN berkisar antara 220 Volt AC maka harus dipilih batas ukur 250 volt AC. 6. Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan AC. Hal ini pada multimeter analog beresiko terhadap rusaknya alat ukur kita meskipun dalam multimeter terdapat sekring pengaman. penggunaan batasn ukur harus diatas nilai arus perkiraan yang ada pada rangkaian.Paling kiri atas merupakan blok selektor DC Volt. 3. 39 . Sebagai contoh bila kita akan mengukur tegangan pada suatu rangkaian yang memiliki nilai tertera pada PCB tersebut 9 volt DC maka kita boleh menggunakan batas ukur 10 volt DC. 4.Bila tidak diketahui perkiraan nilai tegangan gunakan batas ukur yang paling besar (bisa 1000 VoltDC atau 1000 VoltAC).Bawah kanan tertulis satuan Ohm untuk mengukur resistansi.1. Yang paling penting pada pengukuran arus dan tegangan DC polaritas colokan (probe) jangan terbalik. 2.

Pada Skala Maksimum paling atas merupakan skala yang dibaca saat mengukur resistansi. sedangkan paling kanan nilainya nol. Pada gambar di bawah ini diperjelas untuk Skala Maksimum pengukuran arus. Karena nilai skala resistansi (ohm) paling kiri memiliki angka paling besar. tegangan AC ataupun DC. Sedang pada simpangan paling kiri untuk atau jarum (bergerak sedikit) mengindikasikan nilai resistansi paling besar. Perlu diingat bahwa penunjukan jarum pada simpangan paling ujung kanan merupakan nilai resistansi paling kecil.1. b. Mengukur Resistansi 40 . Pada gambar diatas ada tiga nilai yang umumnya dipakai pada multimeter analog yaitu skala maksimum 10. Skala Maksimum Skala Maksimum (SM) merupakan batas nilai tertinggi pada panel meter. 50. a. dan 250 1.

Multimeter sangat mudah rusak oleh perlakuan sembrono mohon diperhatikan hal ini: ➢ Selalu melepas meter sebelum memindah jangkah ukur. ➢ Jangan membiarkan jangkah ukur pada pengukuran arus (kecuali saat pembacaan ukuran). Jika pembacaan melampaui skala : sesegera mungkin lepaskan dan pilih jangkah ukur yang lebih tinggi. Mengukur Arus Dan Tegangan Dc Dengan Multimeter 1. 2) Hubungkan kedua ujung probe (colokan) jadi satu. Letakan selektor atau batas ukur (BU) resistansi yang paling sesuai. Pilih batas ukur resistansi sehingga mendekati tengah skala.1). Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan. 41 . Sebagai contoh: dengan skala yang ditunjukkan dibawah dengan resistansi sekitar 50kohm pilih × 1kohm range. Bila jarum belum bisa menunjuk skala pada titik nol putar ohm ADJ sampai jarum menunjukan nol (ingat skala 0 bagian kanan!). yakinkan sambungan pada sisi yang benar. Cara menghitung nilai resistansi yang terukur : R = BU x JP R = resistansi yang terukur (ohm) BU = Batas Ukur yang digunakan JP = Penunjukan Jarum pada skala sehingga pada contoh diatas dapat kita hitung resistansi yang terukur memiliki nilai : BU = x 1K JP = menunjuk pada angka 50 ohm terhitung : R = 1K x 50 R = 50K ohm 2. tetapi meter analog mungkin menjadi rusak. 3. jika tidak dapat diatur ke titik nol maka batteray didalam meter perlu diganti. Meter Digital akan selamat pada penyambungan terbalik. 2. Sambungkan meter. ➢ Selalu periksa letak jangkah sebelum dihubungkan kerangkaian. ➢ Jangkah pengukur arus paling besar resiko kerusakannya karena berada pada resistansi rendah .

42 .4 nilai terukur=4.Cara mengukur tegangan : Hubungkan hitam ujung (negatif -) ke 0V. Untuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 10 atau 100 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. sehingga batas ukur yang harus digunakan adalah 250 atau 1000.4VDC 1. terbagi jadi (5 kolom kecil) Sehingga JP=4. Pembacaan skala analog : Perhatikan penempatan sakelar jangkah ukur pilih skala yang sesuai. Rumus : VDC= Tegangan DC BU = Batas Ukur SM = Skala maksimum yang dipakai JP = Jarum Penunjuk Cara menghitung : Misalnya Batas Ukur yang digunakan 10 VDC dengan Skala Maksimum 10 VDC dan jarum diatas menunjuk pada angka 4 lebih 2 kolom kecil masing-masing kolom kecil bernilai 0.2 karena antara angka 4 dan 5(tidak tertulis). normalnya terminal negatif batteray atau catu daya.4 VDC = (BU/SM)JP =(10/10)4. diketahui jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan adalah 220 VAC. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur contoh : untuk pengukuran tegangan PLN. Jika tidak diketahui nilai tegangan yang akan diukur. merah ujung (positif +) titik dimana anda menginginkan mengukur tegangan. Untuk jangkah ukur teganagn AC gunakan tanda merah sebab calibrasi skala sedikit geser. Ini perlu dilakukan bila dilakukan pengukuran tegangan AC yang dianggap besar. ini digunakan sebagai acuan menentukan Batas Ukur yang harus digunakan. Mengukur Tegangan Ac Gunakan alas kaki kering terbuat dari bahan isolator sebagai pengaman minimal jika terjadi kejutan listrik. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah bisa memperkirakan berapa besar tegangan yang akan diukur. pilih batas ukur tertinggi.

43 . Pada pengukuran kita di atas Batas Ukur yang digunakan adalah 250 Vc dan Skala Maksimum yang digunakan 250. karena akan menyebabkan korsleting. jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan. ➢ Dalam pengukuran tegangan AC posisi penempatan probe bisa bolak-balik. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). serta penunjukan jarum pada angka 200 lebih 4 kolom kecil yang mana masing kolom bernilai 5 sehingga bila kita jumlah menunjuk angka 220. Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250.➢ Colokan probe merah pada terminal (+). ➢ Hubungkan kedua ujung probe (colokan) multimeter masing-masing pada dua kutub jalur tegangan PLN misalnya stop kontak. ➢ Perhatikan saat melakukan pengukuran. ➢ Menentukan Batas Ukur pengukuran. dan probe hitam pada terminal (-) pada multimeter. dari data tersebut maka diketahui BU=250. SM=250 dan JP=220. ➢ Dari pengukuran tersebut diperoleh penunjukan jarum sebagai berikut.

1.sehingga tinggal kita masukan ke rumus diatas sbb: Vac = (250/250) 220 Vac = 220 A.000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0. Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/phase dengan netral dan line dengan ground. yang diputar oleh tangan. Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Pengukuran Tahanan Isolasi Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi.38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik.000 meter ohm dan lain-lain sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut. output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah. Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) Mengapa kita melakukan pengetesan insulation/megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan. maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung dari batas pengukur.000 Ω = 0. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang. Dengan demikian. 2. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai. Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik dan pilot Lamp dengan jaringan. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah: 500. Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test a) Pengukuran tegangan Rendah: Rumus ≥ 1000. 2. Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis. Kabel tegangan tinggi 4.5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm. b) Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi : Mengunakan DC Test Rumus Risolator → Arus bocor 44 . Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0. 380 = 380. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. Kabel tegangan rendah 3. Transformator.02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5. Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik.38 M Ω Bila hasil pengukuran lebih dari 0.000. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (sistem tegangan) dari peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya. E (minimal) Contoh : E =380 V Risolasi= 1000 . OCB dan peralatan listrik lainnya 1.000 atau 5.

Max =………… μA 45 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful