P. 1
Modul smk 2011

Modul smk 2011

|Views: 17,889|Likes:
Published by Maz Budi Setiawan

More info:

Published by: Maz Budi Setiawan on Apr 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.Pengertian Kabel Listrik
  • A.Jenis-jenis Kabel 1. Kabel NYA
  • 3.Kabel NYAF
  • 4.Kabel NYY
  • 5.Kabel NYFGbY
  • 6.Kabel ACSR (Aluminum Conduct Steel Reinforced)
  • Contoh :
  • 1.Identifikasi Kabel Dengan Warna
  • Untuk instalasi listrik
  • 1.Kemampuan Hantar Arus (KHA)
  • KHA = 125% X In
  • 2.Sifat Lingkungan
  • Tabel 2. Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC
  • A.Pengertian dan Prinsip Kerja
  • BAB III
  • B.Jenis-Jenis MCB
  • 1. Otomat-L (Untuk Hantaran)
  • 2. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah)
  • 3. Otomat-G
  • B.Ketentuan pemasangan MCB:
  • C.Cara kerja TOLR
  • A.Pengaman motor
  • Motor : 40 kW Voltage : 3 phase 380 VAC FLA : 79 Amp Freq : 50 Hz
  • Data motor :FLA = 79 Amp Setting ovr (Is) = 85 Amp
  • BAB VI
  • MOTOR 3 PHASE
  • A.Pendahuluan
  • A.Name Plate Motor Induksi
  • Data- data penting antara lain :
  • ELECTRIC MOTOR NAME PLATE
  • FRAME TYPE INS CLASS IDENT. NO
  • HP RPM VOLTS AMPS CYC S.F
  • Penjelasan singkat : 1. Data Pabrikan
  • Contoh:Model C145T34FB2C
  • 2. Data Elektrik *Phase
  • * HP/KW
  • * Hz/ Frequency
  • * RPM / Putaran per menit
  • * Amperage(F.L.A)
  • *StartingTorque:
  • * FullloadTorque
  • *Kenaikan/Temperature Rise
  • 3. Data Mekanis ·Frame
  • A.Starting Dengan Menggunakan System Sambungan Star / Delta
  • KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
  • A.PUIL K3
  • B.Proteksi dari arus kejut listrik
  • A.Jenis-jenis Perlengkapan Keselamatan Kerja
  • B.Cara Menggunakan Multimeter/Multitester
  • 1.Batas Ukur (Bu)
  • 1.Skala Maksimum
  • 2.Mengukur Arus Dan Tegangan Dc Dengan Multimeter
  • 1.Mengukur Tegangan Ac
  • A.Pengukuran Tahanan Isolasi
  • 1.Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test)
  • 2.Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test

BAB I PENGHANTAR LISTRIK

A. Pengertian Kabel Listrik Kabel listrik adalah media untuk mengantarkan arus listrik ataupun informasi. Bahan dari kabel ini beraneka ragam, khusus sebagai pengantar arus listrik, umumnya terbuat dari tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Selain tembaga, ada juga kabel yang terbuat dari serat optik, yang disebut dengan fiber optic cable. Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras (BCCH =Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm². Pemakaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak. Penghantar yang dibuat oleh pabrik yang dibuat oleh pabrik terdapat beraneka ragamnya. Berdasarkan konstruksinya, penghantar diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Penghantar pejal (solid); yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang

berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk memudahkan penggulungan maupun pemasangannya.

2. Penghantar berlilit (stranded); penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat yang

berlilit dengan ukuran 1 mm² – 500 mm².

3. Penghantar serabut (fleksibel); banyak digunakan untuk tempat-tempat yang sulit

dan sempit, alat-alat portabel, alat-alat ukur listrik dan pada kendaraan bermotor. Ukuran kabel ini antara 0,5 mm² - 400 mm².

4. Penghantar persegi (busbar); penampang penghantar ini berbentuk persegi empat

yang biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi) sebagai rel-rel pembagi atau rel penghubung. Penghantar ini tidak berisolasi.

1

Adapun bila ditinjau dari jumlah penghantar dalam satu kabel, penghantar dapat diklasifikasikan menjadi: a) Penghantar simplex ; ialah kabel yang dapat berfungsi untuk satu macam penghantar saja (misal: untuk fasa atau netral saja). Contoh penghantar simplex ini antara lain: NYA 1,5 mm²; NYAF 2,5 mm² dan sebagainya. b) Penghantar duplex ; ialah kabel yang dapat menghantarkan dua aliran (dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral). Setiap penghantarnya diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung. Penghantar jenis ini contohnya NYM 2x2,5 mm², NYY 2x2,5mm². c) Penghantar triplex ; yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat menghantarkan aliran 3 fasa (R, S dan T) atau fasa, netral dan arde. Contoh kabel jenis ini: NYM 3x2,5 mm², NYY 3x2,5 mm² dan sebagainya. d) Penghantar quadruplex ; kabel dengan empat penghantar untuk mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. Susunan hantarannya ada yang pejal, berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar quadruplex misalnya NYM 4x2,5 mm², NYMHY 4x2,5mm² dan sebagainya. A. Jenis-jenis Kabel 1. Kabel NYA Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar atau kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam sesuai dengan peraturan PUIL.. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

2. Kabel NYM

2

Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

3. Kabel NYAF Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

4. Kabel NYY Kabel NYY memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya berwarna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

5. Kabel NYFGbY Kabel NYFGbY ini digunakan untuk instalasi bawah tanah, di dalam ruangan di dalam saluran-saluran dan pada tempat-tempat yang terbuka dimana perlindungan
3

terhadap gangguan mekanis dibutuhkan, atau untuk tekanan rentangan yang tinggi selama dipasang dan dioperasikan.

6. Kabel ACSR (Aluminum Conduct Steel Reinforced)
Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara atau tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

7. Kabel AAAC ( All Aluminium Alloy Conductor) Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

Sumber : http://www.anekabel.com/product/2/5/NYA-Cable

Beberapa contoh jenis kabel:

4

2. Kabel NYA 3. Kabel NYM 4.1 2 3 4 5 6 7 Keterangan gambar: 1. Kabel NYAF 5. Kabel ACSR 8 9 5 . Kabel NYFGbY 7. Kabel NYY 6.

Contoh : • Kabel NYA 4 re 1000 V Menyatakan suatu kawat berisolasi untuk tegangan nominal 1000V. Hal tersebut di atas diperlukan untuk mendapatkan kesatuan pengertian mengenai penggunaan sesuatu warna atau warna 6 . Identifikasi Kabel Dengan Warna Peraturan warna selubung penghantar dan warna isolasi inti penghantar harus diperhatikan pada saat pemasangan. NA Kabel dengan aluminium sebagai penghantar.8. berisolasi dan berselubung PVC dan mempunyai penghantar tembaga bulat berkawat banyak dengan luas penampang nominal 2.5 rm 500 V Menyatakan suatu kabel berinti banyak untuk tegangan nominal 500 V. dengan sistim pengenal warna urat tanpa hijaukuning. Kabel ACAR tampak dari depan 1. • Kabel NYM – 0 4 x 2.5 mm ². Kabel ACAR tampak dari permukaan 10. 1. H Kabel untuk alat bergerak Rd Inti dipilih bentuk bulat Fe Inti pipih -1 Kabel dengan system pengenal warna urat dengan hijau – kuning -0 Kabel dengan system pengenal warna urat tanpa hijau –kuning. Kabel AAAC 9. Tabel 1 : Nomenklatur kode – kode kabel di Indonesia HURUF KETERANGAN N Kabel standard dengan penghantar/inti tembaga. berisolasi PVC dan mempunyai penghantar tembaga padat bulat dengan luas penampang nominal 4 mm ². Y Isolasi PVC G Isolasi Karet A Kawat Berisolasi Y Selubung PVC (polyvinyl chloride) untuk kabel luar M Selubung PVC untuk kabel luar R Kawat baja bulat (perisai) Gb Kawat pipa baja (perisai ) B Pipa baja I Untuk isolasi tetap diluar jangkauan tangan re Penghantar padat bulat rm Penghantar bulat berkawat banyak Se Penghantar bentuk pejal (padat) Sm Penghantar dipilin bentuk sektor f Penghantar halus dipintal bulat ff Penghantar sangat fleksibel Z Penghantar z D Penghantar 3 jalur yang di tengah sebagai pelindung.

Fasa R merah . Pemilihan Luas Penampang Penghantar Pemilihan luas penampang penghantar harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini: 1. b) Pengunaan warna biru Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau kawat tengah.Fasa S kuning .Kabel udara berisolasi PE.” .V. netral. Untuk menghindarkan kesalahan.5.Untuk Arus Bolak-balik Satu Fasa: In = P/(V. cross linked polyethylene disingkat dengan XLPE.netral biru Untuk pelengkapan listrik f) Warna selubung kabel Warna selubung kabel ditentukan sebagai berikut : .1 bahwa “penghantar sirkit akhir yang menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125% arus pengenal beban penuh.Untuk Arus Bolak-balik tiga Fasa: In = P/( .Kemampuan Hantar Arus (KHA) Menurut PUIL 2000 pasal 5.. e) Warna untuk kabel berselubung berinti tunggal Kabel berselubung berinti tunggal boleh digunakan untuk fase.loreng yang digunakan untuk mengenal penghantare guna keseragaman dan mempertingi keamanan.V / Y kuning . warna biru tersebut tidak boleh digunakan untuk menandai penghantar lainnya.Cos φ) (A) . d) Pengenal untuk inti atau rel Untuk kabel dengan isolasi dari bahan polyethylene disingkat dengan PE. a) Penggunaan warna loreng Hijau – kuning Warna hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk menandai penghantar pembumian. PVC.Arde loreng hijau – kuning .W / Z hitam . pengaman dan penghantar yang menghubungkan ikatan penyama tegangan ke bumi. khususnya warna hitam.Cos φ) (A) KHA = 125% X In Dimana: I = Arus Nominal Beban Penuh (A) 7 .Fasa T hitam .Kabel berisolasi tegangan pengenal (500 V) putih . c) Penggunaan warna kabel berinti tunggal Untuk pengawatan di dalam perlengkapan listrik disarankan hanya mengunakan kabel dengan satu warna.Kabel tanah berselubung PE. polyvinyl chloride disingkat dengan PVC.U / X merah .Kabel tanah berselubung PE dan PVC (600 – 1000 V) hitam . PVC > 1000 V merah A.Untuk Arus Searah : In = P/V (A) . kawat tengah atau penghantar pembumian asalkan isolasi kedua ujung kabel yang terlihat ( bagian yang dikupas selubungnya ) dibalut isolasi khusus yang berwarna Untuk instalasi listrik . XPLPE (600 – 1000 V) hitam . pada instalasi listrik dengan penghantar netral.3.

misalnya: pemasangan penghantar di jalan raya berbeda dengan di dalam ruangan atau tempat tinggal. Penghantar yang terkena beban mekanis.Suhu lingkungan seperti suhu kamar dan suhu tinggi. . harus dipasang di dalam pipa baja atau pipa beton sebagai pelindungnya.5 4 6 10 16 25 35 50 70 Kemampuan hantar arus maksimum A 19 25 34 44 61 82 108 134 167 207 Kemampuan hantar arus nominal maksimun pengaman A 20 25 35 50 63 80 100 125 160 224 8 .Sifat Lingkungan Sifat lingkungan merupakan kondisi dimana penghantar itu dipasang. Ini akan berhubungan dengan pertimbangan bahan isolasi penghantar yang digunakan. kering atau lembab. . Faktorfaktor berikut harus diperhatikan: .5 2. Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC Luas penampang nominal kabel mm² 1. 200 V = Tegangan (V) Cos φ = Faktor Daya 2.Penghantar dapat dipasang atau ditanam dalam tanah dengan memperhatikan kondisi tanah yang basah.Kekuatan mekanis. penghantar yang digunakan akan berbeda.P = Daya Aktif (W)tember 13. Tabel 2.

Arus kerja 9 . Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan. artinya lat ini bekerja bila ada gaya kemagnetan. yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.95 120 150 185 240 300 249 291 334 380 450 520 250 300 355 355 425 500 BAB II Magnetic Contactor ( MC ) A. Pengertian dan Prinsip Kerja Kontaktor magnet adalah gawai elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai penyambung dan pemutus rangkaian. Pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya gaya elektromagnet. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak.

sehingga kumparan menjadi panas. 21-22. Sebaliknya jika kontaktor yang dirancang untuk arus bolak-balik digunakan pada arus searah. 31-32 Untuk memilih kontaktor harus memperhatikan beberapa hal: a) Tegangan kerja b) Besarnya daya c) Kemampuan hantar arus (kontaknya) d) Jumlah kontak bantu yang dimiliki. bernomor ganda dan nomor terakhir adalah 3-4 Contoh : 11-12. Ukuran dari kontaktor magnet ditentukan oleh batas kemampuan arusnya. 33-34 ➢ Kontak NC: cirinya. maka kemagnetannya akan timbul dan hilang setiapa saat mengikuti bentuk gelombang arus bolakbalik. Kontak-kontak yang terdapat pada kontaktor magnet 1. 10 .normal adalah arus yang mengalir selama pemutaran tidak terjadi. Bila kontaktor untuk arus searah digunakan pada arus bolak-balik. maka pada kumparan itu tidak timbul induksi listrik. Kumparan atau belitan magnet (coil) suatu kontaktor magnet dirancang untuk arus searah (DC) saja atau arus bolakbalik (AC) saja. 23-24. bernomor ganda dan nomor terakhir adalah 3-4 Contoh : 13-14. Kontruksi Magnetik Kontaktor B. Input kontaktor utama bersimbol : 1 atau L1 atau R 3 atau L2 atau S Output kontaktor utama bersimbol : 2 atau T1 atau U 4 atau T2 atau V 5 atau L3 atau T 6 atau T2 atau W 2. Gambar 1. Kontak bantu : kontak ini hanya digunakan pada rangkaian control. Kontak utama : menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang menuju ke beban atau motor. Terdiri dari 2 jenis kontak yakni normally open (NO) dan normally close (NC) ➢ Kontak NO : cirinya.

Pengertian 11 .Gambar 3. Konstruksi Magnetic Contactor (MC) BAB III MINIATUR CIRCUIT BREAKER (MCB) A.

arus gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengan cepat. Misalnya adanya konsleting dan lainnya.MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan suatu rangkaian apabila ada arus yamg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik yang melebihi kemampuan. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah) Secara termis jenis ini sama dengan Otomat-L.5 In–3 In untuk arus bolakbalik atau sama dengan 4 In untuk arus searah. Gambar 1. elemen dwi logamnya akan memutuskan arusnya. Pemutus tenaga ini ada yang untuk satu phase dan ada yang untuk 3 phase. Sehingga jika terjadi gangguan tanah. Tetapi pengaman elektromagnetiknya memutuskan dalam waktu 0. Jenis Otomat ini digunakan untuk instalasi rumah.2 detik. saat menghubungkan maka antara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak. Jenis-Jenis MCB Berdasarkan waktu pemutusannya.2 sekon. arusnya diputuskan oleh pengaman elekromagnetiknya. Otomat-L (Untuk Hantaran) Pada Otomat jenis ini pengaman termisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhu hantaran. Apabila terjadi beban lebih dan suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu. Konstruksi MCB 3 phase dan MCB 1 phase B. bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan. Pada instalasi rumah. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phase yang disusun menjadi satu kesatuan. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4 In-6 In dan arus searah yang sama dengan 8 In pemutusan arusnya berlangsug dalam waktu 0. jika arusnya sama dengan 2. 2. Pemutus tenaga mempunyai 2 posisi. pengaman-pengaman otomatis dapat terbagi atas: 1. 12 . Kalau terjadi hubung singkat.

Otomat-G Jenis Otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau arus searah. Bimetal 6. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal) dan dihubungkan dengan kawat arus. Bagian-bagian MCB Keterangan gambar : 1. alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan. tempat busur api dipisahkan. Ruang busur api C. Karena itu jenis Otomat ini dapat memutuskan arus hubung singkat yang besar. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8 In-11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In untuk arus searah. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arus nominal yang diperkenankan maka bimetal tersebut akan melengkung dan memutuskan aliran listrik. Gambar 2.3. Terminal Bawah 5. Aktuator Mekanis 3. Thermis. Miniature Circuit Breaker (MCB) di desain dengan fungsi utama untuk : 13 . Magnetik. maka semakin besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehingga lebih cepat memutuskan rangkaian listrik dan gagang operasi akan kembali ke posisi off. Kontak Bergerak 4. Kontak-kontak sakelarnya dan ruang pemadam busur apinya memiliki konstruksi khusus. yaitu hingga 1500 ampere. Sekrup Kalibrasi 7. Kumparan magnetis 8. didinginkan dan dipadamkan dengan cepat. Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logam yang koefisien jenisnya berbeda. Semakin besar arus hubung singkat. Cara kerja MCB 1. 2. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis. misalnya penerangan pabrik. Tuas Operasi Strip 2. Busur api yang terjadi masuk ke dalam ruangan yang berbentuk pelat-pelat.

3. Ketentuan pemasangan MCB: MCB harus menyertakan fixed unadjustable time/current tripping characteristic yang dikalibrasi berdasarkan Standard Internasional/B. bila digunakan oleh pemakai umum (instalasi perumahan – kapasitas pemutusan rendah) .IEC 60947-2. Pada diagram garis suatu sistem. bila digunakan oleh ahlinya (aplikasi industri . B. Arus pengenal Arus pengenal pemutus tenaga harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan kabel dan lebih kecil dari arus yang diijinkan pada kabel. 14 . Kemampuan-kemampuan lainnya harus seperti yang ditentukan untuk MCCB.S 3871 Bagian 1 pada temperatur 40 derajat Celcius. Kapasitas pemutusan hubung singkat dari circuit breaker tidak boleh kurang dari tingkat kesalahan yang terjadi maksimum di titik dimana sirkuit tersebut bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberian jenis circuit breaker yang tepat untuk perlindungan jenis sirkuit yang berbeda. Standar .SPLN 108 / SLI 175. PEMILIHAN MINIATURE CIRCUIT BREAKER (MCB) Pemilihan pemutus tenaga ditentukan oleh beberapa hal : 1. disarankan untuk juga menyebutkan besar kapasitas pemutusan di samping arus pengenal pemutus tenaga yang digunakan. Kapasitas pemutusan Kapasitas pemutusan suatu pemutus tenaga harus lebih besar dari arus hubung singkat pada titik instalasi di mana pemutus tenaga tersebut dipasang. Tegangan Tegangan operasional pengenal pemutus tenaga harus lebih besar atau sama dengan tegangan sistem. Semua sirkuit MCB yang melindungi sirkuit luar harus yang otomatis dan dilengkapi dengan pelindung yang sesuai terhadap beban lebih dan hubung singkat. MCB masuk dari panel-panel distribusi dimana feeder dipasang dengan meteran listrik PLN harus dari jenis yang diizinkan oleh PLN.kapasitas pemutusan tinggi 2. membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal. melewatkan arus tanpa pemanasan lebih. • A.• • • mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat. 4.

Secara umum trafo ini digunakan untuk mengukur dan melindungi relay pada industri yang memakai tegangan tinggi di mana trafo ini mempunyai fasilitas pengukuran yang aman dalam mengukur jumlah arus yang besar begitu juga dengan tegangan yang tinggi. misalnya class 1. Cara kerja dari trafo arus ini adala jika pada kumparan primer mengalir arus I1. Pada CT tertulis class dan burden. berarti sekunder CT akan mengeluarkan output 5 ampere jika sisi primer dilalui arus 400 Ampere. Misal 100:1.5 VA (Volt Ampere). Burden menunjukkan kemampuan CT untuk menerima sampai batas impedansi tertentu. Gaya gerak magnet ini memproduksi fluks pada inti dimana fluks ini membangkitkan gaya gerak listrik pada kumparan sekunder. kWh meter Cos Phi meter dan lain sebagainya. ini ditunjukan dengan ratio yang dimiliki oleh CT tersebut. Class menunjukan tingkat akurasi CT. arus ini menimbulkan gaya gerak magnet N2 X I2 pada kumparan sekunder. Burden ini berhubungan dengan penentuan besar kabel dan jarak pengukuran Aplikasi CT selain disambungkan dengan alat meter seperti ampere meter.0 berarti CT tersebut mempunyai tingkat kesalahan 1%.5 ~ 5 Amp Ratio CT : 1000/5 : 200 Range dengan CT : (0. Yang perlu dipersiapkan adalah unit proteksi arus dengan range dibawah 5 ampere dan CT dengan ratio XXX: 5.5 X 200) ~ (5 X 200) Amp : 100 ~ 1000 Amp . maka pada kumparan primer akan timbul gaya gerak magnet sebesar N1 X I1. Dari kedua macam output tersebut yang paling banyak ditemui. maka pada kumparan sekunder mengalir arus I2. CT standart IEC menyebutkan burden 1.BAB IV Current Transformer (CT) Current Transformer atau yang biasa disebut trafo arus (CT) adalah tipe instrument trafo yang didesain untuk mendukung arus yang mengalir pada kumparan sekunder yang sebanding dengan arus bolak-balik yang mengalir pada sisi primer. Jika kumparan sekunder tertutup. sering juga dihubungkan dengan alat proteksi arus.5 ~ 5 Amp. Misal unit proteksi mempunyai range 0. dimana masing masing mewakili parameter yang dimiliki oleh CT tersebut. 15 . Output dari skunder biasanya adalah 1 atau 5 ampere. dipergunakan dan lebih murah adalah yang 5 ampere. Jika 400:5. dengan mempergunakan CT dengan ratio 1000:5 maka range proteksi arus yang bisa dijangkau adalah 100 ~ 1000 Amp. Dengan mempergunakan bermacam ratio CT didapatkan proteksi arus dengan beragam range ampere hanya dengan satu unit proteksi arus. 3 VA. berarti sekunder CT akan mengeluarkan output 1 ampere jika sisi primer dilalui arus 100 Ampere. 5 VA dst. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Range : 0. CT umumnya terdiri dari sebuah inti besi yang dililiti oleh konduktor beberapa ratus kali.

Pemasangan ini hanya melewatkan saja kabel dari fase-fase tersebut di tengah-tengah CT. Pemasangan CT dengan amperemeter b.9. Dapat dilihat pada trafo tersebut terdapat name plate. yaitu R. maka arus primernya dapat dicari dengan rumus P = V.000 = 220. yaitu : Ratio : 50/5A  setiap 50 A arus yang lewat pada kumparan primer akan dihasilkan arus 5 A pada kumparan sekunder (10% dari masukkan) VA :5 tersebut  daya yang diserap dari CT Type : MSQ-30 model dari trafo arus tersebut Trafo arus dipasang pada setiap phase.33 A Arus yang mengalir pada sisi sekunder 16 . frekuensi 50Hz.Untuk lebih jelasnya dapat diamati pada gambar berikut: Gambar di samping adalah gambar trafo arus. T. Untuk lebih jelas pemasangan CT adalah saperti gambar berikut: R a. cos θ=0. spesifikasi CT 150:5 A. S. Dipasang CT 150 : 5 ampere. Konstruksi CT .I cos θ 66. Contoh Soal : Diketahui : Sistem 3 phasa dengan spesifikasi tegangan 220/380 volt. Berapa arus yang mengalir pada sisi sekunder CT ? Penyelesaian : Dari soal di atas dapat diketahui bahwa Diketahui beban penuh 66 KVA.I.0. beban total 66 kVa.9. cos ø 0. tegangan sumber 220/380 V.9 I = 333.

posisinya akan berubah sendiri. Mengubah arah putaran motor secara otomatis 3. Time Delay Relay (TDR) Time Delay relay atau relai penunda waktu digunakan untuk memperoleh periode waktu yang dapat diatur atau di set menurut kebutuhan. Mengubah hubungan bintang segitiga secara otomatis pada motor 2. Kedudukanterminal 17 . 8 7 6 5 4 3 2 1 5 7 2 6 4 SOURCE 3 c. Relai ini dapat digunakan untuk instalasi otomatis seperti: 1.Is = 333. Mengubah kecepatan putaran motor secara otomatis dan sebagainya. Hubungan soket 8 b. Setelah di set ia tidak boleh dirubah sampai pada saat yang ditentukan.33/150 x 5 Is = 11.11 A BAB V Time Delay Relay (TDR) & Thermal Over Load Relay (TOLR) A. Simbol Time delay 1 a.

konstruksi TDR b. Cara kerja relai penunda waktu (lihat gambar diatas) Apabila arus listrik mengalir pada terminal 2 dan 7 (kumparan) dan waktu sudah diatus maka posisi semula titik 3–1 dan 6–8 terbuka sedangkan titik 4–1 dan titik 5-8 tertutup.multiply. Rangkaian kelistrikan Time Delay Relay (TDR) Gambar 2 a. Socket TDR Sumber : needly.Terminal Kontak 2-7 Source 1-3 6-8 NO 1-4 5-8 NC Gambar 1. Setelah waktunya sudah tercapai maka posisi sekarang menjadi: titik 3–1 dan 6-8 menutup dan titik 4–1 dan 5–8 membuka.com A. Posisi tersebut akan tidak berubah. 18 . kecuali aliran listriknya terputus posisinya kembali ke semula.

4. Pemilihan termorelai.Contoh speksifikasi sebuah TDR : Sumber : http://www. Cara kerja TOLR TOLR pada prinsipnya terdiri dari 2 buah macam logam yang berbeda serta tingkat pemuaian juga berbeda pula.1.com C. Thermal Over Load Relay (TOLR) Thermal Over Load Relay (TOLR) adalah suatu pengaman beban lebih.germes-online.html B. Sumber : www. terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tak dapat diasut.5. dengan demikian rangkaian beban atau motor akan terputus.com/products/indu. TOLR memiliki rating yang berbeda-beda tergantung dari kebutuhan. proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor. Besarnya arus yang diperlukan untuk mengerjakan bimetal sebanding dengan besarnya arus yang diperlukan untuk membuat alat pengaman terputus. Apabila bimetal tersebut dipanasi maka akan membengkak karena perbedaan tingkat pemuaian kedua logamnya. yang harus diperhatikan: 19 . Beban lebih atau arus lebih pada waktu motor berjalan bila bertahan cukup lama akan mengakibatkan kerusakan atau pemanasan yang berbahaya pada motor tersebut. biasanya tiap-tiap TOLR mempunyai batas rating yang dapat diatur. Bimetal tersebut diletakan didekat sebuah elemen pemanas yang dilalui oleh arus menuju beban ujung yang satu dipasang tetap sedangkan yang lainnya dipasang bebas bergerak dan membengkok dan dapat membukakan kontakkontaknya. Menurut PUIL 2000 bagian 5. Kedua logam tersebut dilekatkan menjadi satu yang disebut bimetal.omron.

Pengaman motor Sesuai dengan namanya. Diagram kontak kontaktor dan thermorelay A.a) Kemampuan hantar arus (KHA) b) Tegangan kerja nominal c) Nilai nominal arus beban lebih (seting arus beban lebih). Termorelai hanya mempunyai kontak bantu saja dan diagram kontak-kontak termorelai diberi penomoran seperti berikut: ✔ Kontak nomor 95− disebut kontak pembuka 96 (NC) ✔ Kontak nomor 97− disebut kontak penutup 98 (NO) ✔ Kontak nomor 95–96–98 disebut kontak tukar (NO/NC) Perhatikan diagram kontak dan konstruksi dari termorelai pada gambar berikut ini: 9 5 9 7 9 5 96 9 8 96 98 a. proteksi motor ini menggunakan panas sebagai pembatas arus pada motor. Diagram kontak-kontak A 1 A2 1 3 5 97 98 95 96 2 a. Konstruksi kontaktor termorelai 4 6 b.. Cara kerja alat ini adalah 20 . Konstruksi termorelay b. Biasanya disebut TORL. Thermis atau overload relay.

73 = 103 Amp Multiple of current setting = 103 A / 85A = 1.22 Dari titik pertemuan di grafik (garis merah).73 dari arus nominal.73 = 87 Amp Kecepatan trip overload dapat dihitung sbb : = 87 Amp/85 Amp = 1. Over Load atau saklar thermis selalu dipasang seri dengan beban yang berfungsi sebagai pengaman. Pembatasan dilakukan dengan mengatur besaran arus pada dial di alat tersebut. Aplikasi overload untuk stater motor • Berikut ini adalah contoh aplikasi overload untuk stater motor dengan data seperti berikut : Motor : 40 kW Voltage : 3 phase 380 VAC FLA : 79 Amp Freq : 50 Hz Penyelesaian : Pada saat terjadi phase loss ( salah satu fasa putus ) arus akan naik + 1. dan jika motor dalam kondisi cold start maka overload akan trip setelah 400 detik atau lebih dari 6 menit. Artinya.02 21 . hubung singkat atau gangguan lainnya yang mengakibatkan naik arus secara otomatis. Bimetal inilah yang menggerakkan tuas untuk menghentikan aliran listrik pada motor melalui suatu control motor starter. • Contoh berikutnya : Data motor :FLA = 79 Amp Setting ovr (Is) = 85 Amp Pada saat In motor 51 Amp kemudian terjadi phaseloss maka : Arus akan naik sehingga = 51 X 1. motor runing In dengan arus 60 Amp kemudian terjadi phaseloss maka : Arus naik sehingga = 60 X 1.2 Amp disetting 2. kita membatasi arus dengan TOR pada level 2. Sebagai contoh adalah seperti berikut: Jika setting overload pada 85 Amp. Apabila terjadi kelebihan beban. saklar termis akan bekerja memutuskan arus listrik dengan beban sehingga keamanan beban terjaga.dengan mengkonversi arus yang mengalir menjadi panas untuk mempengaruhi bimetal. B. Jadi alat tersebut memiliki range adjustment misal TOR dengan range 1 ~ 3.5 Amp saja. maka overload akan trip dalam waktu maksimal 90 detik jika pada kondisi hot start.5 Amp.

dimana tenaga gerak itu dihasilkan dari putaran pada rotor motor. biasanya berupa motor universal (motor DC). Motor 3 phasa 22 . Kedua jenis lilitan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga walaupun arus yang mengalir pada motor hanya 1 phasa tetapi akan menyebabkan perbedaan phasa. Motor induksi. Motor listrik yang digunakan di industri biasanya mengambil sumber listrik 3 phasa. Di setiap sendi kehidupan motor sering digunakan. yaitu 1.BAB VI MOTOR 3 PHASE A. banyak digunakan motormotor listrik. yaitu : 1. 2. motor yang sering digunakan adalah motor 1 phasa dengan lilitan 2 phasa. Di dalam praktek. Motor yang menerima tegangan secara langsung. rotor tidak langsung menerima tegangan atau arus dari luar. Ditinjau dari segi cara motor menerima tegangan atau arus. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor ini memiliki 2 jenis lilitan yaitu. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari motor listrik sudah tidak asing lagi di telinga kita. Motor 1 phasa Disebut motor 1 phasa karena untuk menghasilkan tenaga mekanik. 2. lilitan utama dan lilitan bantu. Motor listrik ini sering disebut dengan motor induksi. Motor listrik arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah tenaga listrik arus bolak-balik menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik. jadi pada motor induksi. Berdasarkan jumlah tegangan phasa yang digunakan. maka dapat di bagi 2 jenis motor. pada motor tersebut diberi suplai tegangan 1 phasa. Di dunia industri. disebut seperti ini karena dalam hal penerimaan tegangan dan arus pada rotor dilakukan dengan jalan induksi. motor listrik juga terbagi menjadi 2.

Data pabrikan • Nomor Katalog • Model motor • Type 2. kopeling langsung atau transmisi roda gigi yang harus ikut dikirim. Standard sangat penting untuk dipahami agar tidak mengakibatkan kesalahan fatal yang mengakitkan kerugian besar. Mengganti ini bertujuan untuk mencari merk berbeda yang lebih baik kualitasnya.F) Temperature Rise . Cara penggerakannya. Data Elektrik • • • • • Phase HP / KW Hz / Frequency RPM / putaran per menit Voltage / Tegangan • • • • 23 Amperage (F. tali bentuk V. misalnya dipengaruhi oleh uap bahan kimia. Name plat ini sangat penting sebagai informasi yang diperlukan jika kita akan mengganti motor yang sudah ada. Sebagai alat penggerak. Jika perlu ditambahkan dengan keterangan-keterangan khusus. motor. Salah satu keunggulannya adalah motor-motor listrik dapat dikonstruksi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penggerakan.A) full load motor current Power Factor Maximum ambient temperature in centigrade (+40. A. terminal-terminalnya. murah. Dalam mesinmesin listrik 3 phase di industri.data penting antara lain : 1. misalnya mengenai kumparan-kumparan. Keterangan disertakan seperti Jenis mesinnya (generator. uap minyak. tegangan. tetapi tidak merubah dan cocok dengan fondasi yang ada. bahan atau gas yang mudah terbakar atau dapat meledak dan sebagainya. motor-motor listrik lebih unggul jika dibandingkan dengan alat penggerak jenis lain.L. Name Plate Motor Induksi Plat Nama atau Name Plate memuat data-data spesifikasi mekanis dan elektris. jenis arus frekuensi dan kecepatan putarnya Akan digunakan untuk perusahaan Bentuk yang dikehendaki Keadaan yang menyimpang. Data. garam atau udara yang mengandung garam. titik-bintangnya. motor dengan rotor sangkar tupai dan motor kolektor.C = 104. misalnya dengan ban mesin. atau mengganti dengan merk lain atau spesifikasi lain. biasanya disertai dengan beberapa keterangan. Jika tidak disertai dengan keterangan apapun. kontak-kontak cabang khusus dan sebagainya. biasanya mesin akan dikirim dengan ujung poros bebas. power lebih kecil atau lebih besar dan lain sebagainya. effisien. jika ditinjau berdasarkan jenis rotor yang digunakan maka dikenal 3 jenis motor yaitu motor dengan rotor lilit.• • • • • • • Motor ini menghasilkan tenaga mekanik karena mendapat suplai tegangan 3 phasa. mesin pengubah dan sebagainya) Daya.

“Nomor” ini dibuat oleh pabrikan motor berdasarkan standard pabrik itu sendiri.F 75% DESIGN CODE DRIVE END BEARING OPP. Contoh: CAT. Biasanya di tulis terdiri dari kumpulan angka dan huruf. 2531234567 S. Nomor katalog sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain.indicate kVA / horsepower TOTALLY ENCLOED INS CLASS J AMPS 1. 40C NO THERMAL PROTECTION Sumber : http://soemarno.5/7. Data Pabrikan · Nomor Katalog.NO/PART.NO120086.END BEARING DUTY : CONTINUOUS AMB.org Penjelasan singkat : 1. Contoh Name Plate pada sebuah motor : ELECTRIC MOTOR NAME PLATE Model 500 FRAME 145 HP 1½ RPM 1725 TYPE KC VOLTS 115/230 B SKF 6163 SKF 6162 Single phase • • Insulation Class Code . NO.25 P. Nomor ini untuk memudahkan pencarian data di catatan. Pada prinsipnya nomor tersebut 24 . Pada prinsipnya nomor tersebut mewakili spesifikasi motor tersebut. Data mekanis • Frame Tabel 1. ·Model motor Contoh: Model C145T34FB2C.00 Nomor yang di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard penomoran pabrik itu sendiri yang berupa Katalog. Nomor ini untuk memudahkan komunikasi tehnik antara pabrikan dan pembeli.5 PHASE 1 CYC 60 EFF 62% IDENT. sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap.• Service Factor • Altitude • Duty Rating 3.F 1.

Motor-motor kecil dibawah I KW dibuat dengan 1 phase. Eropa. sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap. dan jika dihubungkan dengan 50 Hz putaranya 2850 Rpm. * RPM / Putaran per menit 3450 / 2850 Rpm: Artinya jika motor dihubungkan dengan 60 Hz menghasilkan putaran 3450 Rpm. jika di pasang di jaringan berbeda frekuensi putaran akan berbeda. Jumlah watt yang terpakai sebesar 746 watt dan yang 142 watt merupakan kerugian akibat panas. Frekuensi berhubungan langsung dengan jumlah putaran yang dihasilkan oleh motor tersebut. Phase harus jelas di sebutkan. dll. Sehingga motor tersebut memerlukan konsumsi 100/84 x 746 = 888 watt. Data Elektrik * Phase. Motor 746 watt memproduksi 1 Hp. atau kadang pabrikan menulis keduanya. karena masing-masing mempunyai cara penulisan atau sistem yang berbeda-beda.84 = 746 watt = 1 HP * Hz/ Frequency 50/60 Hz: artinya motor dapat dihubungkan dengan 50 Hz ataupun 60 Hz. friction. tetapi motor hanya dapat mencapai efisiensi ± 84%. Kutub VS Frekwensi Sumber : http://soemarno. Nomor model sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain. jika motor dapat mencapai efisiensi 100%. apakah 1 phase atau 3 phase.org * Voltage/ Tegangan 25 . Jepang dan negara lain memakai 50Hz. Di Amerika frekuensi tenaga jaringan listrik memakai 60Hz sedangkan di Indonesia. Tabel 2. Jadi meski yang tertulis di platnama 3600 Rpm. NEMA menyatakan dengan Hp sedang IEC menyatakan dengan KW. star atau delta ataupun gabungan (con : star/delta). 2. Out put Motor = 888 watt x 0.mewakili semua spesifikasi motor tersebut. * HP/KW Kapasitas keluaran tenaga mekanis pada putaran penuh motor. Kebanyakan motor dibuat 3 phase dan juga di tulis hubungan dalam windingnya. Putaran motor ditentukan oleh jumlah kutub dan frekwensi jaringan listrik yang ada. karena setiap angka atau huruf memiliki arti tersendiri.

maka tegangan terendah yang boleh adalah 230 . maka tegangan tertinggi yang boleh adalah 230 + 13 =253 V Table 3 : Nominal System Voltage Motor Name Plate Voltage Tabel 4.L. Ini perlu diketahui terutama untuk perencanaan besar kabel dan 26 .13 = 207 V +10% x 230 = 23 V.org * Amperage (F. Perkiraan Pengaruh Perbedaan Voltage Terhadap Performance Lain Sumber : http://soemarno. bagaimana menyambungnya.230 volt / 460 volt: artinya motor ini dapat dihubungkan pada tegangan 208 s/d 230 Volt. Kalau melihat angka voltage (yaitu 230 dan 460). maka terlihat bahwa didalam stator setiap phasenya terpasang 2 pasang winding yang harus dipasang seri dan parallel. Standard NEMA memperbolehkan motor dipasang pada tegangan 10% dibawah / diatas tegangan yang tertulis di motor.A) Besar arus FLA (full load motor current) yang diperlukan pada kondisi motor sedang mengeluarkan daya sesuai dengan rated Hp atau Kw pada supply tegangan voltage sesuai spesifikasinya. Jika di name plate tidak ada gambar skema diagram winding. atau 460 volt. sebaiknya sebelum menyambung ke sumber perlu membaca manual . Jika tertulis di name plate 230 Volt maka : -10% x 230 = 23 V.208 .

0/7. Jika lebih dari harga tersebut. artinya kapasitas/beban harus diturunkan. Force atau torsi yang di produksi operasi / running motor pada kondisi beban penuh. Pada umumnya pabrik memberikan angka aman atau toleransi sebesar 10ºC. Breakdown Torque Torsi maksimum motor yang dapat di produksi saat beban naik tanpa putaran dan tenaga jatuh turun. jika beban tidak penuh maka Pf operasi rendah. motor harus di derating. Karena akan berpengaruh pada panasan motor winding. filter kotor/buntu. jika diukur lebih dari 70ºC harus dicari penyebabnya. dsb. Misal : Voltage 115/230 maka FLA misal 15. biasa juga disebut locked rotor torque. kenaikan ini diakibatkan oleh arus listrik yang mengalir dalam winding. Oleh sebab itu temperature harus dimonitor. Power factor akan berubah sesuai dengan berapa persen beban yang dipikul motor. * Service Factor/SF Menurut NEMA definisi dari SF ialah : berapa persen beban Hp/Kw atau ampere /FLA motor dapat dioperasikan melebihi yang tertera di name-plate yang dapat ditanggung oleh 27 . atau inch-pounds. Sama dengan beban maksimum motor mampu akselerasi ke rated Rpm.F) NEMA memberikan panduan bahwa suhu ruang untuk ruang tertutup maupun terbuka pemakaian motor maksimum 40º C. kalau tidak diturunkan maka winding akan mengalami panasan yang berlebihan/overheating. * Power Factor/ Pf Power factor yang tertulis di nameplate adalah power factor dari test beban penuh/full load. Temperature winding = temperature ruang + kenaikan suhu. Artinya motor tersebut windingnya akan mengalami kenaikan temperature sebesar 70º C. Jika rated voltagenya dua macam.5A. * Maximum ambient temperature derajat celcius (+40.* * * * system proteksinya. dapat menggambarkan berapa kira-kira besar beban motor yang sedang di pikul. Sebab-sebab kenaikan antara lain: Sirkulasi ruang tidak baik. * Kenaikan/Temperature Rise Kenaikan Temperature atau sering ditulis di nameplate “Temperature Rise” misal 70º C. putaran penuh pada capasitas Hp rated. * Pull-Up Torque Torsi minimum yang dihasilkan motor antara diam (nol rpm) ke Rpm rated. misalignment. Starting Torque: Force atau torsi yang di hasilkan oleh motor untuk berputar dari keadaan diam dan akselerasi. maka FLA juga ada dua harga. beban berlebihan. Akibatnya umur motor akan berkurang.Jjika voltage yang tersedia lebih rendah/tinggi dari rated maka besar FLA juga berpengaruh (lihat tabel diatas) Dengan mengukur besar ampere.C = 104. Full load Torque. juga kadang disebut pull-out torque. Pada umumnya motor kecil mempunyai Pf yang lebih rendah dari motor besar. Torque/ torsi Force atau torsi adalah kekuatan putar atau gaya putar yang digunakan oleh poros. Satuan torsi adalah kgm.

Data Mekanis ·Frame Frame F145T Frame menggambarkan ukuran fisik motor. 60 menit.org Misal motor dengan servise factor 1.0 jika dipasang pada ketinggian lebih dari 1000 m. dengan melihat tabel standard 28 .0 . maka kapasitas harus diturunkan menjadi 93% *Duty Rating NEMA vs IEC Sifat pemakaian motor dirancang untuk dioperasikan sbb : NEMA hanya membagi duty cycles dalam dua macam yaitu : 1. 1. 1. Tabel 6.10 .4 dsb Motor dengan SF >1. 3. Misal: 5. kemudian distop dengan waktu tertentu untuk kesempatan pendinginan. Intermittent duty ( Intermittent / berkala dan special /khusus) : Berkala : motor dirancang untuk dioperasikan dengan waktu tertentu.0 memiliki isolasi yang lebih bagus dari Class B *Altitude Tinggi diatas permukaan laut selalu diperhatikan jika memasang motor. Motor dengan waktu operasi lebih dari 3 jam sudah termasuk kategori continue. lebih dari itu motor harus di derating atau diturunkan kapasitasnya.15 . 1. Misal: 10 Hp dengan 1. Contoh: Motor buka / tutup pintu. Sebagai panduan NEMA memberi panduan untuk operasi normal motor dipasang maksimal setinggi 3300 feet atau 1000 m. tanpa berpengaruh terhadap panas winding.25 SF maka motor dapat menanggung beban12.Duty continue (Continue / terus – menerus ): artinya motor dirancang dapat dan tahan dioperasikan secara terus-menerus.5Hp Menurut standard NEMA harga SF = 1. 30 . dan umur motor tidak akan berkurang. Special . 2.25 . pemakaian dengan mencantumkan waktu tertentu. kemudian dijalankan lagi.motor. Panduan Penurunan Hp Sehubungan Dengan Altitude : Sumber : http://soemarno. 15 . 1.

panjang shaft. Sebagian besar pabrikan membuat motor sesuai dengan standard yang diminta pembeli. Terdiri dari 2 digit/angka . diameter shaft. untuk motor kecil atau kurang dari 1 Hp · Terdiri dari 3 digit/angka . Contoh : Frame 145 berarti : • D= 14 : 4 = 3 ½” • Angka Ketiga menyatakan jarak lubang baut parallel dasar maka frame 145 angka 5 ” merupakan jarak ( E + E ) tetapi ini tidak mutlak. merupakan angka khusus dari pabrikan. Standard ini banyak diikuti pabrik-pabrik motor dari Amerika. misal frame IEC : 100L -> D = 100 mm. Angka-angka frame menyatakan jarak (D). Misal IEC 100L .kita bisa mengetahui ukuran fisik secara lengkap antara lain : tinggi shaft. dan 90L -> D = 90 mm dst. · Huruf dibelakang (suffix). untuk motor 1 Hp dan lebih besar · Huruf depan (prefix). Sebetulnya untuk frame ini dapat dikonversi satu terhadap yang lain. metode pemasangan standard NEMA. tinggi/panjang motor. D nya A. Standard IEC (International Electrotechnical Commission) standard ini banyak diikuti oleh pabrikan motor dari Eropa. • Antara Frame IEC maupun NEMA ada kesamaan . (National Electrical Manufacturing Association) yaitu standard yang dibuat oleh organisisi pembuat motor. Terminal Motor 3 Phase Dan Cara Penyambungan Segitiga ( Star / Delta ) Bintang / Gambar : Terminal Motor 3 Phase 29 . meski ada sedikit perbedaan. • Ukuran frame · Frame dengan Angka 2 digit. angka ini jika dibagi 16 merupakan (D) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar dalam inchi Contoh : Frame 56 berarti ukuran D = 56 : 16 = 3 ½” · Frame dengan Angka 3 digit. tetapi tidak persis sama.kedua jika dibagi 4 sebagai ( D ) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar motor dalam inchi. diatas mengikuti standard NEMA. makin besar motor makin besar beda ukuran. D=100 mm hampir sama dengan NEMA 145T. • Standard IEC. Frame. angka pertama . jarak baut. Beberapa pedoman praktis frame NEMA: • Umumnya terdiri: berupa” huruf – angka – huruf ” misal EF145T .

V2 / Y. • Terminal – terminal U2 / X. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan. 1. • Terminal – terminal : U2 / X dikopel dengan U1 / U V2 / Y dikopel dengan V1 / V W2 / Z dikopel dengan W1 / W Cara penyambungan dengan hubungan delta (Δ) dapat dilihat dari gambar 3 atau 4 dibawah 30 .Pada motor – motor induksi 3 phase mempunyai 6 terminal yang biasa ditandai dengan : U1 . Untuk kumparan-kumparan motor yang disambung dengan hubungan star/bintang (Y) : • Terminal – terminal U1 / U. W2 / Z dikopel. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan.W2 W–Z Untuk terminal – terminal U1 / U. W1 / W dihubungkan dengan sumber tegangan 3 phase. V1 / V. V1 / V. Cara penyambungan dengan hubungan star (Y) dapat dilihat dari gambar 1 atau 2 dibawah : 1.U2 U-X V1 .V2 ATAU V-Y W1 . Untuk kumparan-kumparan motor yang disambung dengan hubungan segitiga / delta (Δ) : • Terminal – terminal U1 / U. V1 / V.

31 . Cara Starting Motor Induksi Ada beberapa cara untuk melakukan starting motor listrik ac.A. bahwa antara rotor dan fluks magnet stator terdapat selisih perputaran (slip). Starting Dengan Menggunakan System Sambungan Star / Delta Motor induksi biasanya disebut dengan motor asinkron. dengan kata lain. Starting dengan menggunakan sambungan bintang segitiga Starting jenis ini banyak digunakan pada motor induksi rotor sangkar yang memiliki daya diatas 5kW (sekitar 7HP). Metode ini sering digunakan untuk starting motor-motor listrik yang berdaya kecil. Diagram starter DOL 1. Gambar 1 . Pengertian penyambungan langsung disini adalah motor langsung dihubungkan dengan tegangan jala-jala yang sesuai dengan spesifikasi motor. di antaranya yaitu a) Starting dengan menggunakan tegangan penuh dari jaringan Metode starting ini sering disebut dengan metode Direct Online (DOL). 1. Starting menggunakan metode ini tidak perlu melakukan mengatur atau menurunkan tegangan pada saat starting. Disebut motor asinkron karena terdapat slip atau perbedaan antara putaran motor dengan putaran fluks magnet stator .

Metode starting ini menggunakan prinsip tegangan jatuh. maka tegangan 127/220 V dihapus dan hanya tegangan 220/380 V yang didistribusikan ke pelanggan. Karakteristik Starting Motor Star-Delta Jaringan distribusi tegangan rendah PLN umumnya memiki tegangan 220/380 V atau 127/220 V. 32 . karena tahanan ini langsung dihubungkan pada sisi stator motor. Metode stating menggunakan tahanan primer 1. Starting motor bintang-segitiga 2. Starting dengan menggunakan tahanan primer (Primary Resistance Starting) Starting menggunakan tahanan primer adalah suatu cara untuk mengatur tegangan yang masuk ke motor melalui tahanan yang biasa dikenal dengan tahanan primer.Gambar 2. Karena berbagai masalah dan dianggap merepotkan. Metode ini digunakan untuk starting motor-motor kecil. Gambar 3. Disebut tahanan primer.

Gambar 6. Kontaktor magnet K3 ini dirangkai berdasarkan prinsip sambungan segitiga. maka motor ini harus digunakan dalam sambungan segitiga. 33 . biasanya dinyatakan didalam name plate-nya. maka motor itu hanya boleh dijalankan dalam hubungan bintang. Karakteristik yang pertama adalah penggunaan starter bintang segitiga ini dapat mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. Star Contactor dan Delta Contactor. Jadi jika dihubungkan dengan jaringan 220/380 Volt. yaitu tiap ujung rangkaian yang satu mendapat ujung rangkaian yang lain. starter terhubung secara bintang (star). Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor.Sebuah motor harus menggunakan hubungan bintang atau hubungan segitiga tergantung dari jenis jaringannya. Tetapi bila motor ini dilayani oleh sumber tegangan jala-jala 3 phasa 220 volt.578 (satu per akar tiga) dari tegangan jaringan (V line). Kemudian jika sebuah motor diberi tanda tegangan 380/660V misalnya. maka sistem starting segitiga dapat digunakan. Gulungan stator hanya akan menerima tegangan sekitar 0. kontaktor magnet yang bekerja adalah K1 dengan K3. yaitu tiap ujung dari kontaktor dikopel menjadi satu kesatuan. • Pada saat hubungan segitiga (∆). kumparan-kumparannya harus mendapat 380 Volt. kontaktor magnet yang bekerja adalah K1 dengan K2. Timer untuk pengalihan dari star ke Delta serta sebuah overload relay. Kontaktor magnet K2 dirangkai berdasarkan prinsip sambungan bintang. misalnya 220/380 V atau 380/660 V. Penggunaan sambungan star. Jika sebuah motor yang dirancang khusus pada tegangan 220/380 volt.delta juga meliputi cara pen-start-an motor tersebut. Tegangan yang harus dihubungkan dengan motor. sedangkan tegangan jala-jala sumber 3 fasa yang tersedia 380 volt. Starting star-delta Prinsip kerja rangkaian starting bintang-segitiga berdasarkan gambar diatas adalah • Pada saat hubungan bintang (Y). Pada saat start. Starting ini banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi motor sangkar yang mempunyai daya diatas 5 kW (sekitar 7 HP).

Jadi : Untuk perhitungan a. Untuk sistem tegangan jaring 220/380 Volt : In = 6600 VA = 10A 380√3 Arus ini adalah arus yang juga mengalir dalam kumparan-kumparan motor. untuk sebuah motor yang diberi tanda tegangan 220/380 Volt. untuk arus juga sama I jaringan = Iphasa √3. Karakteristik ketiga yang dimiliki oleh starting motor star-delta adalah pada rangkaian star (bintang) besarnya nilai tegangan tiap phasanya akan sama dengan 1/3 kali nilai tegangan jaringan.Sebagai contoh. V jaringan = Vphasa √3. maka besar arus asutnya akan sama sebesar 6 x arus nominalnya. Maka arus tiap phasanya adalah sebagai berikut Ip = 17. Arus tiap phasanya akan bernilai 1/3 dari nilai arus jaringan. maka motor ini harus digunakan dalam hubungan bintang. maka hubungan yang harus digunakan adalah sebagai berikut : a.2 A diatas adalah arus jaringan.3 = 10 A √3 Tegangan kumparannya sama dengan 220 volt. : 6 x 10 A = 60 A Untuk perhitungan b. Jika sistem tegangan jaringnya 220/380 Volt. Jika daya motor ini sebesar 6. : 6 x 17. Untuk sistem tegangan jaring 127/220 Volt : In = 6600 VA = 10√3A= 17. Begitu pula dengan arus yang mengalir.3 A. Jika motor langsung dihubungkan dengan jaringan. b. diantaranya karena tiap-tiap kumparan-kumparan didalam motor harus mendapat suplai tegangan sebesar 220 volt. Nilai arus phasa sambungan star sebesar 10 A sedangkan nilai arus phasa pada sambungan delta sebesar 17.2 A 220√3 Nilai arus sebesar 17.3 A = 103.6 kVA. pada beban penuh arusnya akan sama seperti perhitungan di bawah ini : a. Jika sistem tegangan jaringnya 127/220 Volt. b. Penggunaan hubungan bintang ini memiliki beberapa alasan. maka motor ini harus dirangkai dengan hubungan segitiga. 34 . maka didapat karakteristik yang kedua dari starting star-delta pada motor induksi 3 phasa yaitu arus saluran dalam hubungan bintang akan bernilai 1/3 dari nilai yang dimiliki oleh saluran yang menggunakan hubungan delta.8 A Berdasarkan perhitungan diatas.

I jaringan = Iphasa. Arus phasanya akan sama dengan arus jaringan. motor akan mendapat tegangan sebesar V volt. sedangkan lilitan motor mempunyai impedansi sebesar Z ohm. Untuk nilai arusnya juga akan sama seperti dengan tegangan. Gambar 9. Sambungan bintang (Y) Sedangkan pada rangkaian delta (segitiga) besarnya nilai tegangan tiap phasanya akan sama dengan besarnya nilai tegangan pada jaringan.Gambar 8. Sambungan segitiga (∆) ➢ Karakteristik Starting motor Karakteristik Arus-Kecepatan Starting Karakteristik Torsi-Kecepatan Starting ➢ Untuk sambungan bintang / star (Y) : Jika motor dihubung dalam sambungan bintang. maka besarnya arus start motor dalam hubungan bintang menjadi: 35 . V jaringan = Vphasa.

13 Dari hasil ini dapat diketahui bahwa besar arus yang mengalir jika dihubungkan bintang adalah 1/3 kali besarnya arus jika motor dihubungkan segitiga. motor akan mendapat tegangan sebesar V volt.Besarnya I start bintang (Y) sama dengan besarnya arus jala-jala / jaringan bintang atau sama dengan besarnya arus fase : I start (Y) = I jala-jala / jaringan (IL) = I fase (IP) ➢ Untuk sambungan segitiga / delta (Δ) : Jika motor dihubung dalam sambungan delta. maka besarnya arus start motor dalam hubungan delta menjadi: I start Δ = V faseZfase3 Besarnya I start delta (Δ) sama dengan besarnya arus jala-jalanya atau sama dengan besarnya arus fase. 36 . 3 : I start (Δ) = I jala-jala / jaringan (IL) = I fase (IP).3 = 13 x 3 = 13 Jadi : I start YI start Δ = 13 atau I start (Y) = I start Δ . sedangkan lilitan motor mempunyai impedansi sebesar Z ohm.3 x ZfaseV.3 ➢ Perbandingan untuk arus bintang / star (Y) dengan arus segitiga / delta (Δ) yaitu I start YI start Δ = V Zfase/3 V Zfase3 = V Zfase.

➢ membatasi arus yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut (atau aman untuk badan) 1. c) pemutusan suplai secara otomatis dalam waktu yang ditentukan pada saat terjadi gangguan yang sangat mungkin menyebabkan mengalirnya arus melalui badan yang bersentuhan dengan bagian konduktif terbuka. Proteksi dari sentuh langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian aktif instalasi (sentuh langsung) dengan salah satu cara di bawah ini: ➢ mencegah mengalirnya arus melalui badan manusia atau ternak. Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut. Proteksi dari arus kejut listrik. keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya. apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body 4. biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu perlu diperhatikan halhal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik. Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik Dalam pemasangan instalasi listrik. keamanan gedung serta isinya dari kebakaran akibat listrik. Penggantian kawat sekring yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran 37 . B. Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik diantaranya : 1. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi. Jaringan dengan hantaran telanjang 3. Adanya PUIL ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik. Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka 5. PUIL K3 Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) mempunyai peranan sangat penting dalam instalasi listrik. Proteksi dari sentuh tak langsung Manusia dan ternak harus dihindarkan/diselamatkan dari bahaya yang bisa timbul karena sentuhan dengan bagian konduktif terbuka dalam keadaan gangguan (sentuh tak langsung) dengan salah satu cara di bawah ini: a) mencegah mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia atau ternak. Proteksi dari arus kejut listrik terdiri dari : 1. 2.(misalnya ketika terjadi hubung singkat mcb secara otomatis trip yang akan menjaga keselamatan manusia/ternak) A. yang nilai arusnya sama dengan atau lebih besar dari arus kejut listrik. Kebocoran lsitrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam.BAB VII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) A. dan perlindungan lingkungan. b) membatasi arus gangguan yang dapat mengalir melalui badan sampai suatu nilai yang lebih kecil dari arus kejut listrik.

Adapun jenis-jenis perlengkapan kerja. h).6. Alat-alat pencegah tenggelam. Volt dan Ohm. Alat-alat pelindung badan. terminal. Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak (stop kontak) dengan kontak tusuk lebih dari satu (bertumpuk).1 Tahun 1970 adalah : a). Alat-alat pelindung pendengaran. 38 . b). Alat-alat Pencegah jantung. Dalam pasal 14 disebutkan bahwa perusahaan diwajibkan secara Cuma. seperti yang dimaksud pada pasal 13 dan pasal 14 Undang-undang Keselamatan Kerja N0. d). Alat-alat pelindung muka dan mata. 1Tahun 1970. e). Multimeter dari kata Multi (banyak) dan Meter (dikonotasikan sebagai alat ukur). Jenis-jenis Perlengkapan Keselamatan Kerja Berdasarkan Undang-undang Keselamatan Kerja N0. bahwa tenaga kerja diwajibkan : a). ada yang menyebut Avometer karena merujuk kegunaanya dari satuan yang digunakan Ampere. Multitester dari kata Multi (banyak) dan tester (alat untuk menguji). Alat-alat pelindung pernafasan. Dalam pasal 13 disebutkan juga bahwa barang siapa yang akan memasuki tempat kerja. dan fasilitas yang dimiliki alat ukur elktronika ini. b). f). B. g). Memenuhi atau mentaati semua syarat-syarat keselamatan kerja. diwajibkan untuk mentaati semua petunjuk keselamatan dan kesehatan kerja dan wajib menggunakan alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. A. pasal 12b dan pasal 12c. Alat-alat pelindung batok kepala.Cuma menyediakan semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada dibawah dan bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut. Sebelum kita menggunakanya alangkah baiknya bila kita mengenal panel. Memahami alat-alat perlindungan diri. Alat-alat pelindung anggota badan seperti lengan dan kaki. Cara Menggunakan Multimeter/Multitester Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menyebut alat ini. c).

Bila tidak diketahui perkiraan nilai tegangan gunakan batas ukur yang paling besar (bisa 1000 VoltDC atau 1000 VoltAC). Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan DC. 2. 5. 4.Paling kiri atas merupakan blok selektor DC Volt.Bawah kanan tertulis satuan Ohm untuk mengukur resistansi. Hanya akan berpengaruh pada ketelitian dan cara kita menghitung nilai resistansi terukur. 6. Contoh Bila akan mengukur tegangan Jala-jala PLN seperti kita ketahui nilai tegangan PLN berkisar antara 220 Volt AC maka harus dipilih batas ukur 250 volt AC. Sebagai contoh bila kita akan mengukur tegangan pada suatu rangkaian yang memiliki nilai tertera pada PCB tersebut 9 volt DC maka kita boleh menggunakan batas ukur 10 volt DC. Perlu diingat Ini merupakan Batas Ukur (BU) yang harus kita perhatikan saat akan melakukan pengukuran. Demikian juga untuk arus DC gunakan skala batas ukur tertinggi.1.Bila dalam pengukuran terjadi kesalahan batas ukur ataupun polaritas colokan terbalik sebaiknya cepat-cepat kita tarik colokan dari titik ukur yang kita lakukan.Paling kanan atas merupakan blok selektor AC Volt. Hal ini pada multimeter analog beresiko terhadap rusaknya alat ukur kita meskipun dalam multimeter terdapat sekring pengaman. penggunaan batasn ukur harus diatas nilai arus perkiraan yang ada pada rangkaian. Yang paling penting pada pengukuran arus dan tegangan DC polaritas colokan (probe) jangan terbalik. Batas Ukur (Bu) Batas Ukur merupakan Nilai maksimal yang bisa diukur oleh multimeter 1. Kutup (-) terhubung colokan hitam dan (+) terhubung colokan merah. ini tidak terlalu kritik atau beresiko bila salah memilih selektor. 39 . 3. Ini merupakan blok selektor yang harus kita pilih saat melakukan pengukuran tegangan AC.Kiri bawah tertulis DC mA yang digunakan untuk mengukur Arus DC. Arus yang terukur maksimal 250 milli Ampere DC.

Pada Skala Maksimum paling atas merupakan skala yang dibaca saat mengukur resistansi. Sedang pada simpangan paling kiri untuk atau jarum (bergerak sedikit) mengindikasikan nilai resistansi paling besar. Perlu diingat bahwa penunjukan jarum pada simpangan paling ujung kanan merupakan nilai resistansi paling kecil. Pada gambar di bawah ini diperjelas untuk Skala Maksimum pengukuran arus. Karena nilai skala resistansi (ohm) paling kiri memiliki angka paling besar. dan 250 1. b.1. Mengukur Resistansi 40 . Skala Maksimum Skala Maksimum (SM) merupakan batas nilai tertinggi pada panel meter. sedangkan paling kanan nilainya nol. a. Pada gambar diatas ada tiga nilai yang umumnya dipakai pada multimeter analog yaitu skala maksimum 10. tegangan AC ataupun DC. 50.

Letakan selektor atau batas ukur (BU) resistansi yang paling sesuai. Multimeter sangat mudah rusak oleh perlakuan sembrono mohon diperhatikan hal ini: ➢ Selalu melepas meter sebelum memindah jangkah ukur. yakinkan sambungan pada sisi yang benar. Meter Digital akan selamat pada penyambungan terbalik. ➢ Jangan membiarkan jangkah ukur pada pengukuran arus (kecuali saat pembacaan ukuran). Cara menghitung nilai resistansi yang terukur : R = BU x JP R = resistansi yang terukur (ohm) BU = Batas Ukur yang digunakan JP = Penunjukan Jarum pada skala sehingga pada contoh diatas dapat kita hitung resistansi yang terukur memiliki nilai : BU = x 1K JP = menunjuk pada angka 50 ohm terhitung : R = 1K x 50 R = 50K ohm 2. Sebagai contoh: dengan skala yang ditunjukkan dibawah dengan resistansi sekitar 50kohm pilih × 1kohm range. Mengukur Arus Dan Tegangan Dc Dengan Multimeter 1. jika tidak dapat diatur ke titik nol maka batteray didalam meter perlu diganti. ➢ Jangkah pengukur arus paling besar resiko kerusakannya karena berada pada resistansi rendah . tetapi meter analog mungkin menjadi rusak. 2. 2) Hubungkan kedua ujung probe (colokan) jadi satu.1). ➢ Selalu periksa letak jangkah sebelum dihubungkan kerangkaian. Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan. Sambungkan meter. 3. Bila jarum belum bisa menunjuk skala pada titik nol putar ohm ADJ sampai jarum menunjukan nol (ingat skala 0 bagian kanan!). Jika pembacaan melampaui skala : sesegera mungkin lepaskan dan pilih jangkah ukur yang lebih tinggi. 41 . Pilih batas ukur resistansi sehingga mendekati tengah skala.

diketahui jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan adalah 220 VAC. Pembacaan skala analog : Perhatikan penempatan sakelar jangkah ukur pilih skala yang sesuai. Ini perlu dilakukan bila dilakukan pengukuran tegangan AC yang dianggap besar. Jika tidak diketahui nilai tegangan yang akan diukur. pilih batas ukur tertinggi.4 VDC = (BU/SM)JP =(10/10)4.4 nilai terukur=4. Rumus : VDC= Tegangan DC BU = Batas Ukur SM = Skala maksimum yang dipakai JP = Jarum Penunjuk Cara menghitung : Misalnya Batas Ukur yang digunakan 10 VDC dengan Skala Maksimum 10 VDC dan jarum diatas menunjuk pada angka 4 lebih 2 kolom kecil masing-masing kolom kecil bernilai 0. Untuk jangkah ukur teganagn AC gunakan tanda merah sebab calibrasi skala sedikit geser. Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah bisa memperkirakan berapa besar tegangan yang akan diukur. merah ujung (positif +) titik dimana anda menginginkan mengukur tegangan. Mengukur Tegangan Ac Gunakan alas kaki kering terbuat dari bahan isolator sebagai pengaman minimal jika terjadi kejutan listrik. normalnya terminal negatif batteray atau catu daya.Cara mengukur tegangan : Hubungkan hitam ujung (negatif -) ke 0V. Untuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 10 atau 100 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. ini digunakan sebagai acuan menentukan Batas Ukur yang harus digunakan.2 karena antara angka 4 dan 5(tidak tertulis). sehingga batas ukur yang harus digunakan adalah 250 atau 1000. terbagi jadi (5 kolom kecil) Sehingga JP=4. 42 .4VDC 1. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur contoh : untuk pengukuran tegangan PLN.

➢ Perhatikan saat melakukan pengukuran. dan probe hitam pada terminal (-) pada multimeter. SM=250 dan JP=220. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). ➢ Hubungkan kedua ujung probe (colokan) multimeter masing-masing pada dua kutub jalur tegangan PLN misalnya stop kontak. ➢ Menentukan Batas Ukur pengukuran. Pada pengukuran kita di atas Batas Ukur yang digunakan adalah 250 Vc dan Skala Maksimum yang digunakan 250. Untuk pembahasan kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250. jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan. serta penunjukan jarum pada angka 200 lebih 4 kolom kecil yang mana masing kolom bernilai 5 sehingga bila kita jumlah menunjuk angka 220. ➢ Dari pengukuran tersebut diperoleh penunjukan jarum sebagai berikut. 43 . ➢ Dalam pengukuran tegangan AC posisi penempatan probe bisa bolak-balik. karena akan menyebabkan korsleting. dari data tersebut maka diketahui BU=250.➢ Colokan probe merah pada terminal (+).

b) Pengukuran Tegangan Menengah dan Tinggi : Mengunakan DC Test Rumus Risolator → Arus bocor 44 . Jika insulasi dibawah 1 Meg Ohm berarti motor dalam kondisi kritis.000.38 maka alat tersebut masih bisa dikatakan baik.sehingga tinggal kita masukan ke rumus diatas sbb: Vac = (250/250) 220 Vac = 220 A. Pengukuran Tahanan Isolasi Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi. Sebuah motor akan mengalami penurunan tingkat insulasi karena usia pakai. Besar tegangan tersebut pada umumnya adalah: 500.000 atau 5. Jika insulasi motor telah mencapai antara 10 ~ 1 Meg Ohm maka perlu dilakukan preventive maintenance. Kabel tegangan rendah 3. Kabel instalasi pada rumah-rumah/bangunan 2. 2. Metode pengetesan bisa dilakukan dengan tegangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. Transformator. Dengan demikian. Megger Test (Test Insulasi / Insulation Test) Mengapa kita melakukan pengetesan insulation/megger test ?? Test insulasi dipergunakan untuk mengetahui kondisi konduktor di jaringan.38 M Ω Bila hasil pengukuran lebih dari 0. 2.5 Meg Ohm sedangkan dengan tegangan 1000 VDC adalah 1 Meg Ohm. Insulasi menjadi salah satu penyebab utama terbakarnya sebuah motor selain masalah elektrik dan mekanik. OCB dan peralatan listrik lainnya 1. Rumus Perhitungan Pengukuran Insulation Test a) Pengukuran tegangan Rendah: Rumus ≥ 1000. Batas minimum insulasi yang bisa ditolerir untuk pengetesan dengan tegangan 500 VDC adalah 0. Pengetesan dilakukan dengan pengukuran tingkat kebocoran jaringan line/phase dengan netral dan line dengan ground.02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5.000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0. 1. Buruknya insulasi jaringan bisa mengakibatkan terjadinya arus bocor dan bisa membahayakan nyawa seseorang.000 Ω = 0. 380 = 380. E (minimal) Contoh : E =380 V Risolasi= 1000 . Sebelum melakukan pengetesan terlebih dahulu dilakukan pemutusan hubungan komponen elektronik dan pilot Lamp dengan jaringan. Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: 1. akan tetapi juga terhadap tegangan kerja (sistem tegangan) dari peralatan ataupun instansi yang akan diuji isolasinya. yang diputar oleh tangan. Kabel tegangan tinggi 4. output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah.000 meter ohm dan lain-lain sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut. maka sumber tegangan megger yang dipilih tidak hanya tergantung dari batas pengukur.

Max =………… μA 45 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->