P. 1
Bahan_pkn

Bahan_pkn

|Views: 62,556|Likes:
Published by Zul Ciity Ilia

More info:

Published by: Zul Ciity Ilia on Apr 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn
  • 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn
  • 1.3 Visi dan Misi MPK PKn
  • 1.4 Kompetensi Dasar MPK PKn
  • 2.1 Pengertian dan Latar Belakang PKn
  • 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn
  • 2.3 Substansi Kajian PKn
  • 2.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn
  • 3.1Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila
  • 3.2Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
  • 3.3Susunan Isi Arti Pancasila
  • 3.4Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi
  • 3.5Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila
  • 3.6Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
  • 4.1 Pengertian Identitas Nasional
  • 4.2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional
  • 4.3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa
  • 4.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional
  • 4.5 Pemberdayaan Identitas Nasional
  • 5.1 Pengertian Warga Negara, Penduduk, dan Rakyat
  • 5.3 Hak-hak warga negara
  • 5.4 Kewajiban warga negara
  • 6.1 Pengertian negara, teori terjadi negara, sifat dan unsur-unsur negara
  • 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi
  • 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI
  • 7.1 Pengertian HAM
  • 7.2 Latar Belakang Munculnya HAM
  • 7.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM
  • 8.1 Pengertian Rule of Law
  • 8.2 Sistem Pemerintahan Negara
  • 8.3 Amandemen UUD 1945
  • 8.4 Otonomi Daerah
  • 8.5 Kesadaran hukum WNI
  • 9.1 Pengertian Wawasan Nusantara
  • 9.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa
  • 9.3 Konsepsi Wanus
  • 9.4 Perwujudan Wawasan Nusantara
  • 9.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara
  • 10.1 Pengertian Ketahanan Nasional
  • 10.2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas
  • 10.3 Konsepsi Tannas
  • 10.4 Hakikat dan Wujud Tannas
  • 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara
  • 11.1 Pengertian Politik Strategi Nasional
  • 11.2 Sistem Politik Indonesia
  • 11.3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi
  • 11.4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia

BAHAN PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn

)

Kata Pengantar Daftar Pustaka Bab I Pendahuluan 1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn 1.2 Landasan Yuridis MPK PKn 1.3 Visi dan misi MPK PKn 1.4 Kompetensi dasar MPK PKn Bab II Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan 2.1 Pengertian dan latar belakang PKn 2.2 Sejarah dan perkembangan PKn 2.3 Substansi kajian PKn 2.4 Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn Bab III Filsafat Pancasila 3.1 Pengertian Pancasila 3.2 Pancasila sebagai sistem filsafat 3.3 Susunan isi arti Pancasila 3.4 Asal mula Pancasila sebagai ideologi 3.5 Pancasila sebagai ideologi terbuka Bab IV Identitas Nasional 4.1 Pengertian identitas nasional 4.2 Lambang-lambang negara 4.3 Nilai-nilai budaya bangsa 4.4 Etika dan moral bangsa Bab V Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia 5.1 Pengertian warga negara, penduduk, dan rakyat 5.3 Hak-hak warga negara 5.4 Kewajiban warga negara

Bab VI Demokrasi Indonesia 6.1 Pengertian negara, teori, terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 6.2 Pengertian dan konsep demokrasi 6.3 Demokrasi dalam sistem NKRI Bab VII Hak Asasi Manusia 7.1 Pengertian HAM 7.2 Latar belakang munculnya HAM 7.3 Perkembangan konsep hukum internasional tentang HAM 7.4 Pelaksanaan HAM di Indonesia Bab VIII Penegakan, Peningkatan dan Kesadaran Hukum (Rule Of Law) 8.1 Pengertian Rule of Law 8.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.3 Amandemen UUD 1945 8.4 Kesadaran Hukum WNI Bab IX Geopolitik (Wawasan Nusantara) 9.1 Pengertian Wanus 9.2 Latar belakang terbentuknya Wanus 9.4 Konsepsi Wanus 9.4 Perwujudan Wanus 9.5 Unsur dasar Wanus Bab X Geostrategi (Ketahanan Nasional) 10.1 Pengertian Tannas 10.2 Latar belakang Tannas 10.3 Konsepsi Tannas 10.4 Hakikat dan wujud Tannas 10.5 Bela negara dan sistem pertahanan dan keamanan negara Bab XI Polstranas (Politik Strategi Nasional) 11.1 Pengertian Polstranas 11.2 Sistem politik Indonesia 11.3 Konsep strategi nasional dan implementasi 11.4 Wujud politik dan strategi nasional Indonesia

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Pemikiran MPK PKn Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME dan berbudi pekerti luhur,

berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. MPK bertujuan untuk pendayaan wawasan, pendalaman intensitas, pemahaman dan pengayaan bahan kajian agar mampu membangun kesadarannya sendiri guna membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Kesemua mata kuliah dalam kelompok MPK termasuk pendidikan afektif, yaitu untuk mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab

kemanusiaan.

1.2 Landasan Yuridis MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan khususnya pada lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia, berlandaskan pada : 1) Pembukaan UUD 1945 dalam alinea II dan IV, tersurat dalam cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia. 2) Batang Tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 tentang Pendidikan. 3) Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik IndonesiaNomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dan Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi, antara lain ditegaskan jenis kurikulum inti Program Diploma dan Sarjana, meliputi kelompok Mata Kuliah

Pengembangan Kurikulum (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB), Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. dan Bahasa Indonesia. 5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mewajibkan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi memuat mata kuliah Pendidikan Agama. dan negara. yaitu meliputi kompetensi Pendidikan Agama. dan bernegara. serta (5) Aktif memanfaatkan ipteks untuk kepentingan kemanusiaan. yaitu: . Pendidikan Kewarganegaraan. berdisiplin dalam masyarakat. 1. serta Bahasa Inggris. dinamis. (4) Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara sebagai warga negara. dan Bahasa Indonesia.3 Visi dan Misi MPK PKn Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan menumbuhkan dan membuahkan sikap mental yang cerdas. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan tinggi Program Diploma dan Sarjana wajib memuat mata kuliah yang bermuatan kepribadian. serta mata kuliah statistika dan atau matematika. bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan. berbangsa. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). kebudayaan. Pendidikan Kewarganegaraan. penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. sebagai berikut: (1) Beriman dan bertaqwa kepada TYME dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. 6) Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 menetapkan tentang visi dan misi kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian. (3) Rasional. (2) Berbudi pekerti luhur.4) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 37 ayat 2 menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. Sikap mental ini disertai dengan perilaku. dan Bahasa.

kompetensi dasar untuk mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan adalah membimbing mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. dan negara secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila. semangat kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. berdisiplin. Misi Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab. melalui Pendidikan Kewarganegaraan ini kompetensi yang diharapkan adalah mampu memahami. . 1. Selanjutnya. menjadi warga Negara yang memiliki daya saing. dan kewarganegaraan serta mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. meliputi pengetahuan tentang nilai-nilai agama. B.4 Kompetensi Dasar MPK PKn Standar kompetensi yang wajib dikuasai mahasiswa. bangsa. Visi Sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia yang berkarakter Indonesia seutuhnya.A. Sementara. demokratis yang berkeadaban. menerapkan. menganalisis dan menjawab masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat. dan mengembangkan ilmu pengetahuan. budaya.

2) Rech en Plicht yang disusun oleh J. Menurut Pasha (2002:12) pengertian Pendidikan Kewarganegaraan merupakan materi perkuliahan yang menyangkut pemahaman tentang . Terdapat dua buku pelajaran Civics yang digunakan. Kemudian penjabaran lebih tentang lanjut operasional diatur mata SK kuliah Dirjen Pendidikan Dikti No. Groningen tahun 1934. N. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa di Peguruan Tinggi. van Dorp dan Co. sedangkan kebanyakan sekolah lanjutan mendapat pelajaran Staats Inricting (Tata Negara). Dari kata Civic lahir kata Civic yaitu ilmu kewarganegaraan.B. Kewarganegaraan 38/Dikti/Kep/2002 dengan Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Tromps diterbitkan oleh penerbit J. Pengertian PKn Kata kewarganegaraan dalam bahasa Latin disebut Civicus. Vortman diterbitkan oleh G. Selanjutnya.C.T. Pelajaran Civics atau kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde.B.V. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi sekarang ini diwujudkan dengan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan tentang berdasarkan SK Dirjen Mata Dikti Kuliah No. Selanjutnya. dan Civic Education.267/Dikti/Kep/2000 Penyempurnaan Kurikulum Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi. Pelajaran ini pada hakikatnya untuk kepentingan penguasa kolonial. Wolters Maatschappij N. yaitu Pendidikan Kewarganegaraan.1 Pengertian dan Latar Belakang PKn A.BAB II PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2. kata Civicus diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata Civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. tahun 1940.V. yaitu : 1) Indische Burgerscapkunde yang disusun oleh P. yang pada saat itu diberikan di sekolah guru.

Azra (2001:7) Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang cakupannya lebih luas dari pendidikan demokasi dan pendidikan HAM. hak dan kewajiban warga negara dalam berbangsa dan bernegara. penegakan rule of law. kesadaran warga negara dalam bernegara. usia dan suku bangsa untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas. Berbeda dengan pendapat di atas. penguatan keterampilan partisipatif yang demokratis. tentang rule of law. sebelum. bahasa. Lalu. kewarganegaraan dalam hubungannya dengan negara. sosio-kultural. Dikemukakan oleh Puskur dalam Depdiknas (2003:2) bahwa Kewarganegaraan (Citizenship) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama. HAM. HAM. terampil dan berkarakter yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945. serta pendidikan bela negara. Sedangkan. Kemudian dilanjutkan dengan era . pengembangan budaya demokrasi dan perdamaian. menurut Civitas Internasional dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) bahwa Civic Education atau Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mencakup pemahaman dasar tentang cara kerja demokrasi dan lembaga-lembaganya. dan selama penjajahan. Soemantri dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:8) mengenai Pendidikan Kewarganegaraan sebagai kegiatan yang meliputi seluruh program sekolah yang meliputi berbagai macam kegiatan mengajar yang dapat menumbuhkan hidup dan perilaku yang lebih baik dalam masyarakat demokratis. pendidikan bela negara.persatuan dan kesatuan. Zamroni dalam Tim ICCE UIN Jakarta (2001:7) bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi yang berisi program pendidikan dan mencakup pemahaman tentang masalah kebangsaan. Latar Belakang PKn Perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai sejak. demokrasi. B. dan masyarakat madani.

Selain itu juga bagi mahasiswa sebagai calon cendekiawan pada khususnya yaitu melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). bertanggung jawab dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental dan spritual yang dapat melahirkan sikap dan . Dalam kaitannya dengan semangat perjuangan bangsa. tangguh. mempertebal cinta tanah air. kreatif. mandiri. maka perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing memerlukan sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara Indonesia pada umumnya. beretos kerja. dan perilaku sebagai pola tindak kecintaan pada tanah air berdasarkan Pancasila. kesetiakawanan sosial. Hal tersebut tentunya dipupuk melalui Pendidikan Kewarganegaraan. meningkatkan semangat kebangsaan. hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan dan memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir. yaitu manusia yang beriman dan bertawa terhadap TYME. negara. bangsa. cerdas. Jadi. 2. kepribadian. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik. sikap. maju. Generasi penerus tersebut diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya.2 Sejarah dan perkembangan PKn Semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tak kenal lelah menyerah telah terbukti pada perang kemerdekaan 17 Agustus 1945.perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Hal ini tentunya sesuai dengan kemampuan spiritual dan berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik. pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas Indonesia. Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna. profesional. Semangat perjuangan bangsa tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketaqwaan kepada TYME dan keikhlasan untuk berkorban. berbudi luhur. terampil. disiplin. dan hubungan internasional. kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi kepada masa depan. Selain itu.

pendidikan. Globalisasi yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mempertahankan dan mengisi kemerdekaan telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara. Akhlaq. Pelajaran tersebut tidak diberikan secara ilmu pengetahuan melainkan sebagai dasar yang berjiwa nasional serta kewarganegaraan yang baik (good citizenship). Materi buku ini meliputi. Inilah yang melatar belakangi adanya Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu struktur global. dan ilmu pengetahuan . Adapun kegiatan yang bisa dilakukan adalah mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat. negara-negara maju yang ikut mengatur percaturan perpolitikan. dan bernegara. khususnya dibidang informasi komunikasi dan transfortasi membuat dunia menjadi transparan seolah-olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal batas. keluarga. perekonomian. masyarakat. antara lain : a. Nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam perjuangan fisik merebut. pengajaran. berbangsa. serta pertahanan dan keamanan global. Globalisasi ditandai oleh adanya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional.perilaku heroik dan patriotik serta menumbuhkan kekuatan kesanggupan dan kemauan yang luar biasa. kedua buku teks tersebut di atas menjadi buku pegangan guru Civics di sekolah menengah atas. Kondisi ini menciptakan struktur baru. sedangkan dalam menghadapi globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan. Kemudian. dan diri sendiri. tetapi dalam mata pelajaran yang terurai pada SMA tahun 1950 iitu dikatakan bahwa kewarganegaraan yang diberikan disamping tata negara adalah tugas dan kewajiban warga negara terhadap pemerintah. Bangsa Indonesia memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan kapasitas masing-masing. semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Pada tahun 1950 dalam suasana Indonesia merdeka. Semangat perjuangan bangsa inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. sosial budaya.

peerburuhan. ditambah dengan orde baru. pertahanan rakyat. Dengan hasil yang memberikan ketegasan terhadap istilah civics. sejarah Indonesia dan ilmu bumi Indonesia. sejarah pergerakan. Keuangan Negara f. perwakilan. Pajak dan Perekonomian Pada tahun 1991 mata pelajaran civics digunakan untyuk memberi pengertian tentang pidato kenegaraan presiden ditambah dengan pancasila. Tujuan pelajaran tersebut adalah untuk membangkitkan dan memeliharakeinsyafan dan kesadaran bahwa warga negara Iindonesia memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Kesadaran dalam dan luar negeri. Sahardjo dengan alas an untuk menyesuaikan dengan pasal 26 ayat 2 UUD 1945 yang menekankan pada warga yang mengandung pengertian atas hak dan kewajiban terhadap Negara. Pada tahun 1966 buku di atas dilarang digunakan sebagai buku pegagan di sekolah-sekolah untuk mengatasi kekosongan materi civics . kesehatan. kemakmuran rakyat.b. masyarakat. Warga Negara Beserta Hak dan Kewajibannya d. Bendera dan Lambang Negara c. dan soal-soal internasional. Tanah airku Indonesia Raya b. Gusti Mayur. dan Sumintarjo. Pada tahun 1955 terbit buku tentang kewarganegaraan berbahasa Indonesia dengan judul Inti Pengetahuan Warga Negara disusun oleh J. Materi buku ini meliputi. Ketatanegaraan e. ketetapan MPR dan PBB. Pada tahun 1972 diselenggarakan seminar nasional pengajaran dan pendidikan civics di tawang mangu sukarata. Ditahun itu juga istilah kewarganegaraan diganti dengan istilah kewargaan Negara atas prakarsa Dr. UUD 1945. imigrasi. antara lain : a. hak dan kewajiban warga Negara. meliputi pancasila.T. sebagai berikut: . agraria. Simorangkir. perusahaan. dan negara (good citizen). pemerintah.C. kewanitaan. dan lain-lain c. Kehidupan rakyat.

dan (3) Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).1. Lalu. filsafat Pancasila. mental Pancasila dan filsafat pendidikan nasional serta menuju kedudukan para warga Negara yang diharapkan di masa depan (Supriatnoko dalam Kansil. pada tahun 1981 ditetapkan Pedoman Kurikulum Inti bagi Perguruan Tinggi sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0212/U/1981. yuridis. Istilah civics diganti dengan istilah ilmu kewargaan Negara. yaitu suatu disiplin yang objek studynya mengenai peranan warga Negara dalam bidang spiritual. (2) Pendidikan Pancasila. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan tinggi pada Pasal 39 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum setiap jenis. 2. Bahannya diambil dari ilmu kewargaan Negara termasuk kewiraan nasional. cultural sesuai dan sejauh yang diatur dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. criteria. Civics Education diganti dengan istilah Pendidikan Kewargaan Negara. ekonomi. dan ukuran ketentuan pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945. Pada tahun 1987 buku tersebut mengalami perubahan dan perbaikan. Pada tahun 1975 disusun buku pokok kewiraan bagi mahasiswa dan diterbitkan pertama kali sebagai buku kewiraan untuk mahasiswa pada tahun 1979 yang digunakan sebagai bahan perkuliahan Pendidikan Kewiraan di perguruan tinggi.No. yaitu suatu program pendidikan yang tujuan utamanya membina warga neagara menjadi lebih baik menurut syarat-syarat. dan jenjang pendidikan wajib memuat (1) Pendidikan Agama. dan disusul dengan Penerapan Kurikulum Inti Mata Kuliah Dasar Umum oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Kep. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Pertahanan dan Keamanan pada tanggal 1 Februari 1985 menggariskan Pola Pembinaan Pendidikan Kewiraan di lingkungan Perguruan Tinggi. jalur. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok . 2009:12).25/Dikti/Kep/1985). politik. social.

GBPP Pendidikan Kewiraan ditetapkan dalam Keputusan Dikti Nomor 151/Dikti/Kep/2000. Pendidikan Kewiraan bersifat intrakurikuler dan wajib. keterampilan. Berdasarkan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar . meningkatkan keyakinan terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi negara. yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. dan Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional. Pada tingkat lanjutan diberikan kepada mahasiswa di perguruan tinggi dalam bentuk Pendidikan Kewiraan. serta memberikan kemampuan awal bela negara. Selanjutnya. melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 267/Dikti/Kep/2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. dan sikap yang dapat diandalkan menjadi seorang warga negara yang bela Negara dan NKRI. Pelaksanaan PPBN melalui dua tahap. Pendidikan Pancasila. menetapkan status Pandidikan Agama. PPBN bertujuan meningkatkan kesadaran bermasyarakat. Pendidikan Kewiraan diintegrasikan dan menjadi bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan. berbangsa. Pembentukan MPK didasarkan atas pertimbangan: 1. Pendidikan Kewiraan sebagai pendidikan yang membekali mahasiswa berupa pengetahuan. menitikberatkan kepada kemampuan penalaran ilmiah yang sikap kognitif dan afektif tentang bela negara dalam rangka ketahanan nasional. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 38/Dikti/Kep/2002 dibentuk kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) di perguruan tinggi. meningkatkan kesadaran untuk rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia. dan bernegara. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 056/U/1994.Mata Kuliah Pembinaan Kepribadian sebagai bagian dari kurikulum inti yang berlaku secara nasional. Pada tahap awal diberikan kepada peserta didik di tingkat SD sampai SM dengan kegiatan kepramukaan. yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990.

2. dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah yang dihimpun dalam kelompok MPK. Di dalam operasionalnya ketiga mata kuliah wajib tersebut dihimpun ke dalam kelompok MPK. Pendidikan Kewarganegaraan. Pada tahun 2006 Dirjen Dikti mengeluarkan Keputusan Nomor 43/Dikti/Kep/2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Kelompok MPK di perguruan tinggi sebagai penyempurnaan dari Keputusan Nomor 38/Dikti/Kep/2002. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pola pikir pembahasan bahan ajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan general education untuk membangun karakter bangsa guna memperkuat bela negara. PENDAHULUAN Topik kajian Pendahuluan mencakup materi bahasan tentang : 1) Dasar pemikiran MPK PKn 2) Landasan yuridis MPK PKn 3) Visi dan misi MPK PKn 4) Kompetensi dasar MPK PKn a. 2. dan Bahasa. meliputi : I.Mahasiswa telah ditetapkan bahwa Pendidikan Agama. dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok MPK yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap prodi atau kelompok prodi. menetapkan Pendidikan Agama. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Pancasila. Sebagai pelaksana butir 1 di atas dipandang perlu menetapkan ramburambu pelaksanaan MPK di perguruan tinggi. Selanjuttnya. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 37 Ayat 2 menyebutkan bahwa isi kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan Agama. .3 Substansi Kajian PKn Substansi kajian mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 43/DIKTI/Kep/2006/ tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap sebagai warga negara yang

beriman, bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur serta mempertahankan sikap toleransi, semangat pluralisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara. II. PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Topik kajian Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian dan latar belakang PKn 2) Sejarah dan perkembangan PKn 3) Substansi Kajian PKn 4) Metodologi dan tujuan pembelajaran PKn

III. FILSAPAT PANCASILA Topik kajian Pancasila mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pancasila 2) Pancasila sebagai sistem filsafat 3) Susunan isi arti Pancasila 4) Asal mula Pancasila sebagai ideologi nasional 5) Pancasila sebagai ideologi terbuka a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dan nilai dasar pancasila sebagai kesatuan sistem fisafat dan ideologi bangsa sehingga mahasiswa mampu menganalisis dan ikut serta menyelesaikan persoaan bangsa dengan berlandaskan pada system nilai tersebut. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi Negara serta mampu mempraktikkan sifat dan keadaan yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, dan berkeadilan social dalam kehidupan pribadi dan sosial.

IV. IDENTITAS NASIONAL Topik kajian Identitas Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Identitas Nasional 2) Lambang-lambang negara 3) Nilai-nilai budaya bangsa 4) Etika dan moral bangsa a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, ciri khas yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia, serta kandungan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan kkesadaran mengenai Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia serta mempraktikkan prinsip, konsep, dan nilai dasar Pancasila sebagai pribadi yang berjiwa, berkarakter, dan berbudaya Indonesia. V. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA Topik kajian Warga Negara Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Warga Negara Indonesia 2) Hak Warga Negara Indonesia 3) Kewajiban Warga Negara Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan makna Negara dan isi konstitusi dalam mengisi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu mempertahankan system politik dan ketatanegaraan berdasarkan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 serta memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber hokum tertinggi daalm penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbagsa, dan bernegara.

VI. DEMOKRASI INDONESIA Topik kajian Demokrasi Indonesia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian negara, teori terjadinya negara, sifat dan unsur-unsur negara 2) Pengertian dan Konsep demokrasi 3) Demokrasi dalam sistem NKRI a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep demokrasi berdasarkan nilai dasar dalam pacaila sehingga mahasiswa terbiasa

mempraktikkannya bernegara. b. Indikator Sikap :

kehidupan

bermasyarakat,

berbangsa

Mahasiswa mampu menunjukkan sikap demokrasi yang berkeadaban berdasarkan landasan idil pancasila dan mampu mempraktikkan konsep demokrasi pancasila berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial VII.HAK ASASI MANUSIA Topik kajian Hak Asasi Manusia mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Hak Asasi Manusia 2) Latar belakang munculnya Hak Asasi Manusia 3) Perkembangan Hak Asasi Manusia 4) Pelaksanaan Hak Asasi Manusia di Indonesia a. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan hak asasi manusia dan rule of law sehingga keduanya dapat ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memperkasai pelaksanaan ham di Indonesia berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan mampu mempraktikkan prinsip rule of law berdasarkan falsafah dan ideologi pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.

dan mampu mendukung pelimpahan wewenang kepada daerah didalam merealisasikan geopolitik wawasan nusantara untuk menjamin tetap tegaknya NKRI. pendirian. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu IX. dan kesadarannya dalam mempersamakan persepsi guna mewujudkan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu memegang teguh wawasan nusantara sebagai landasan visional di dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. PENEGAKAN HUKUM (RULE OF LAW) Topik kajian Penegakan Hukum atau Rule of Law mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Penegakan Hukum atau Rule of Law 2) Sistem pemerintahan negara 3) Amandemen UUD 1945 4) Kesadaran hukum Warga Negara Indonesia a. GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) Topik kajian Wawasan Nusantara mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Wawasan Nusantara 2) Latar belakang terbentuknya wawasan nasional Indonesia 3) Konsepsi wawasan nusantara 4) Perwujudan wawasan nusantara 5) Unsur dasar wawasan nusantara a.VIII. . Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geopolitik di Indonesia sebagai wawasan kebangsaan sehingga mantap dalam sikap. b.

Indikator Sikap : Mahasiswa mampu . POLSTRANAS Topik kajian Politik dan Strategi Nasional mencakup bahasan tentang : 1) Pengertian Politik Strategi Nasional 2) Sistem politik Indonesia 3) Konsep strategi nasional dan implementasinya 4) Wujud Politik Startegi Nasional a. GEOSTRATEGIS (KETAHANAN NASIONAL) Topik kajian Ketahanan Nasional mencakup materi bahasan tentang : 1) Pengertian Pertahanan Nasional 2) Latar belakang pertahanan nasional 3) Hakikat dan perwujudan pertahaan nasional 4) Aspek ketahanan nasional 5) Bela negara serta Sistem pertahanan dan keamanan a. XI. daan tantangan yang akan melemahkan dan memakan ketahanan nasional. hambatan. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan cara menerapkan konsep dan bentuk geostrategik mahasiswa Indonesia berperan sebaggai dalam ketahanan nasional sehingga untuk melaksanakan pembangunan mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. gangguan. Indikator Kompetensi : Mahasiswa mampu b. dan mampu menunjukkan kemampuan dan kekuatan didalam menghadapi dan menggagalkan ancaman.X. Indikator Sikap : Mahasiswa mampu menunjukkan sikap ulet dan tangguh di dalam membagun ketahanan nasional. b.

Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. ceramah. tugas baca. inspiratif. 4) Motivasi menumbuhkan kesadaran bahwa pembelajaran pengembangan kepribadian merupakan kebutuhan hidup untuk dapat eksis di dalam masyarakat global. Metodologi Pembelajaran PKn 1) Proses Pembelajaran yang diselenggarakan. berkarya nyata dan untuk menumbuhkan motivasi belajar sepanjang hidup. menantang. b. masyarakat. . 2) Pembelajaran yang diselenggarakan merupakan proses yang mendidik. 3) Bentuk aktivitas pembelajaran. kegiatan kokurikuler. Tujuan Pembelajaran PKn Adapun tujuan mata kuliah PKn ini. Konsep good citizenship tentunya amat tergantung dari pandangan hidup dan sistem politik negara yang bersangkutan. dan warganegara. dan lain-lain. studi kasus. dan kemandirian dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek pendidikan mitra dalam proses pembelajaran dan sebagai anggota keluarga. didalamnya terjadi pembahasan kritis analitis. antara lain: 1) Secara Umum a.4 Metodologi dan Tujuan Pembelajaran PKn A. Membentuk warga negara yang baik dan cerdas yang mampu mendukung pembangunan dan juga kelangsungan bangsa dan negara. menyenangkan. induktif dan deduktif. memotivasi untuk berpartisifasi aktif serta memberikan kesempatan bagi prakarsa.2. seminar kecil. diskusi interaktif. kreatifitas. penugasan mandiri dalam bentuk mengerjakan soal-soal latihan dan penugasan kelompok dalam bentuk pembuatan makalah. B. dan reflektif melalui dialog kreatif pertisifatory untuk nencapai pemahaman tentang kebenaran substansi dasar kajian. secara interaktif. dengan cara kuliah tatap muka.

Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santuun. cinta tanah air. demokratis serta ikhlas sebagai warga negara Indonesia terdidik dan bertanggung jawab. c. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat. serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila. jujur. berbangsa dan bernegara. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilainilai kejuangan. .2) Secara Khusus a. b.

diakses tanggal 20 Juni 2010 bahwa istilah filsafat secara etimologis terbentuk dari kata bahasa Yunani. bahwa semua Nabi/Rasul berasal dari wilayah Timur Tengah (Yahudi. Belajar filsafat berarti mencari kebenaran sedalam-dalamnya. universal dan hakiki. love dan sophia berati learning. makna filsafat adalah orang yang bersahabat dan mencintai ilmu pengetahuan. Fenomena demikian merupakan data sejarah budaya sebagai peradaban monumental. di Mesir dan sekitar sungai Tigris dan Eufrat sekitar 5000-1000 SM. Cinta dalam arti yang luas sebagai keinginan sungguh-sungguh terhadap sesuatu.1 Pengertian Filsafat Pancasila dan Ideologi Pancasila Secara etimologis.ugm. pemikiran filsafat tertua bersumber dari wilayah Timur Tengah. Jadi.BAB III FILSAFAT PANCASILA 3.ac. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran sejati. Sementara menurut Mohammad Noor Syam dalam psp. serta bersikap arif bijaksana. Selain itu. Juga di India sekitar 3000-1000 SM serta Cina sekitar 3000-500 SM. Oleh karena itu. sinergis dengan ajaran nilai religious. Sesungguhnya nilai ajaran filsafat telah berkembang. kemudian menghasilkan sikap hidup arif bijaksana. revealation religions). Nilai filsafat berwujud kebenaran sedalam-dalamnya. Jadi. Jadi.doc ). sedangkan pemikiran filsafat yang dianggap tertua di Eropa (Yunani) baru berkembang sekitar 650 SM. terutama di wilayah Timur Tengah sejak sekitar 6000-600 SM. Filos berarti friend. karena Timur Tengah diakui sebagai pusat berkembangnya ajaran agama supranatural (agama wahyu. seperti para pemikir filsafat (filosof). wisdom. yaitu filos dan sophia. Oleh karenanya dijadikan filsafat hidup oleh pemikir dan penganutnya. filsafat menurut asal katanya berarti cinta pada kebijaksanaan. bersifat fundamental. di daerah Palestina/Israel sebagai doktrin Yahudi sekitar 4000-1000 SM. . secara sederhana pemahaman filsafat adalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran sejati.id/pancasila/FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20Noorsyam. Kita juga maklum. kata filsafat berasal dari bahasa Yunani philen yang berarti cinta dan sophos yang berarti kebijaksanaan.

Budaya dan peradaban modern mengakui bahwa perkembangan ipteks dan kebudayaan manusia bersumber dan dilandasi oleh ajaran nilai filsafat. dan atau Geistesswissenschaft (terutama filsafat hukum. manusia. yaitu Tuhan. Rumusan sila-sila Pancasila itu terdiri atas katakata pokok dan kata-kata sifat. 2009:17) pengertian filsafat Pancasila mempunyai sifat mewujudkan ilmu filsafat. Nilai ajaran filsafat Barat adalah nilai filsafat natural dan rasional (ipteks) yang dianggap sebagai sumur susu peradaban. yaitu ilmu yang memandang Pancasila dari sudut hakikat. Karena itu pula. Nilai filsafat menjangkau alam metafisika dan misteri alam semesta serta visi-misi penciptaan manusia. budaya dan peradaban yang luhur dan unggul akan berkembang berdasarkan nilai-nilai (moral) agama dan ipteks. filsafat politik. Sistem filsafat dan cabang-cabangnya termasuk sistem ideologi dalam kepustakaan modern diakui sebagai Kultuurwissenschaft. Kata-kata pokok terdiri atas kata-kata dasar. Hendaknya memadukan nilai theisme religious dengan ipteks. menurut . kami menyatakan bahwa nilai filsafat Timur Tengah dianggap sebagai sumur madu peradaban umat manusia karena kualitas dan integritas intrinsiknya yang fundamentaluniversal theisme religious. Menurut pendapat Notonagoro (dalam Supriatnoko. Kedua macam awalan dan akhiran itu. dan adil. Empat sila dibubuhi awalan kedan akhiran -an dan satu pe-an. Alam semesta dengan hukum alam memancarkan nilai supranatural dan suprarasional sebagaimana rohani manusia dan martabat budi nuraninya juga memancarkan integritas suprarasional. Berdasarkan data demikian kita percaya bahwa nilai filsafat sinergis dengan nilai-nilai theisme religious. rakyat. filsafat diakui sebagai induk ipteks atau philosophy as the queen and as the mother of knowledge as well). Makna uraian di atas adalah manusia atau bangsa yang ingin sehat dan jaya. Artinya. filsafat ilmu. satu. Oleh karena itu pula. filsafat ekonomi dan filsafat etika). Sebagaimana pribadi manusia yang ingin sehat minumlah susu dengan madu. Hakikat abstrak diartikan sebagai sifat tidak berubah akan terlepas dari perubahan keadaan. filsafat manusia.Kristen dan Islam). Pengertian hakikat abstrak dimungkinkan bahkan diharuskan pada rumusan sila-sila Pancasila. Pengertian hakikat adalah unsurunsur yang tetap dan tidak berubah pada suatu objek. dan waktu. tempat.

dan keyakinan bangsa Indonesia mengenai sejarah. dan budaya masyarakat Indonesia serta bersumber dari pandangan hidup bangsa. ideologi diartikan sebagai keseluruhan gagasan. maka ideologi Pancasila merupakan ideologi terbuka. moral. rakyat Indonesia berkewajiban untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. secara sederhana pemahaman ideologi adalah suatu gagasan atau cita-cita yang berdasarkan hasil pemikiran. Oleh karena itu. Pancasila sebagai ideologi diartikan sebagai keseluruhan pandangan. . Jadi. bersikap. budaya. dan nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi sebagai pedoman. Dengan demikian. Isinya sedikit tetapi luasnya tidak terbatas. dan bernegara. hukum dan negara Indonesia sebagai hasil kristalisasi nilai-nilai yang sudah ada di bumi Indonesia bersumber pada adat-istiadat. Ideologi yang dapat beradaptasi terhadap proses kehidupan baru dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain tetapi konsisten mempertahankan identitas dalam ikatan persatuan Indonesia. Oleh karena ideologi Pancasila bersumber pada manusia Indonesia. berbangsa. Selanjutnya. Dalam arti luas. ideologi diartikan sebagai ggagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang hendak menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus berpikir. artinya meliputi segala hal dan keadaan yang terdapat pada bangsa dan negara Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terbatas.bahasa menjadikan abstrak dari kata dasarnya. Pengertian yang demikian disebut pengertian yang abstrak umum universal. agama. dan bertindak. secara etimologis kata ideologi berasal dari bahasa Yunani idea yang berarti gagasan atau cita-cita dan logos yang berarti ilmu sebagai hasil pemikiran. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. dan kepercayaan TYME. cita-cita. Sementara dalam arti sempit. keyakinan-keyakinan. Pancasila sebagai ideologi digali dan ditemukan dari kekayaan rohani. ideologi Pancasila milik semua rakyat dan bangsa Indonesia. cita-cita. dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. masyarakat.

Untuk mengetahui secara mendalam tentang Pancasila diperlukan pendekatan filosofis. saat ini terutama di era reformasi dan globalisasi membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali orde baru. Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi tolok ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi. karena nilai-nilai luhur yang dimiliki tiap bangsa berbeda. baik untuk menata kehidupan pribadi maupun dalam interaksi manusia dengan komunitas dan alam sekitarnya. agama. para pendiri negara Indonesia merdeka sampai pada suatu pertanyaan yang mendasar di atas apakah negara Indonesia merdeka ini didirikan?. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan diperuntukkan sebagai dasar negara Indonesia. kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Namun.2 Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing. Nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia terdapat dalam adat istiadat. kajian Pancasila pada bab ini berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai filosofi bangsa.3. Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Indonesia sudah memiliki nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup. dan ideologi nasional. Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai Pancasila. Pertanyaan ini muncul untuk menjawab kenyataan bahwa bangsa Indonesia yang menegara tidak mungkin memiliki pandangan hidup atau falsafah hidup yang sa ma dengan bangsa lain. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur itu merupakan suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. . Ketika cita-cita menjadi bangsa yang bersatu sudah sangat bulat untuk hidup bersama atau living together dalam suatu negara merdeka. jiwa. dan kepribadian dalam pergaulan. 2003). seperti cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup manusia. Pandangan hidup atau weltanschauung berfungsi sebagai kerangka acuan. dasar. Oleh karena itu. budaya. Filsafat Pancasila secara ringkas dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Inndonesia (Syarbaini.

Nilai berasal dari bahasa Inggris value dan bahasa Latin valere artinya kuat. 3) Persatuan Indonesia. baik. Nilai-nilai luhur tersebut kemudian disepakati oleh para pendiri negara sebagai dasar filsafat negara Indonesia merdeka. dan berharga. nilai persatuan. yang oleh Ir. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ciri-ciri nilai adalah suatu yang abstrak bersifat normatif sebagai motivator/daya dorong manusia dalam bertindak. Ada hubungan antara nilai dengan norma. berikut ini. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat Indonesia sebelum menegara itulah yang kemudian oleh para pendiri negara digali kembali. Menurut PPKI. Nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup masyarakat Indonesia itu terdiri atas keimanan dan ketaqwaan. Jadi. Pancasila dalam pendekatan filsafat akan dibahas menjadi dua bagian. Soekarno diusulkan bernama Pancasila. dan nilai keadilan.Selanjutnya. nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap suatu hal yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku manusia. nilai kerakyatan. 2) Perwujudan nilai Pancasila sebagai norma bernegara. nilai kemanusiaan. 1) Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Norma atau kaidah adalah aturan atau pedoman bagi manusia dalam berperilaku sebagai perwujudan dari nilai. 1) Ketuhanan Yang Maha Esa. dan nilai kesejahteraan. nilai mufakat. Berdasarkan pemikiran filsafat Pancasila pada dasarnya merupakan suatu nilai. . dirumuskan. nilai persatuan dan kesatuan. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. yaitu nilai ketuhanan. nilai keadilan dan keberadaban. Nilai yang abstrak dan normatif dijabarkan dalam wujud norma. dan selanjutnya disepakati dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai dasar filsafat negara atau filosofische grondslag dari negara yang akan didirikan. rumusan nilai dasar Negara tersebut diformulasikan kembali sebagai lima sila Pancasila dengan urutan berikut ini. ditemukan.

Secara ontologis.4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. . sosial-budaya. maka sebelum masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang menegara. karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam. Dengan demikian bangsa Indonesia memiliki satu pedoman dan sumber nilai sebagai hasil karya besar bangsa Indonesia di dalam memecahkan berbagai persoalan politik. Setelah masyarakat Indonesia menjadi bangsa dalam NKRI. yaitu Pancasila. nilai-nilai Pancasila itu dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa dan juga dilembagakan sebagai pandangan hidup bangsa. Allah Yang Maha Kuasa. epistemologis dan axiologis sistem filsafat Pancasila mengandung ajaran tentang potensi dan martabat kepribadian manusia (SDM) yang dianugerahi martabat mulia sebagaimana terjabar dalam ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila ! Keunggulan dan kemuliaan ini merupakan anugerah dan amanat Tuhan Yang Maha Esa. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi padangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi ideologi negara dimaksudkan untuk memungkinkan bangsa Indonesia dalam mengelola bangsa dan negara memiliki satu kesatuan sistem filsafat yang jelas dan sama. dan 5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dikatakan sebagai filsafat. Maha Rahman dan Maha Rahim sebagai tersurat di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945 sebagai asas kerokhanian bangsa dan NKRI. dan pertahanan keamanan serta hukum dalam gerak kemajuan bangsa dan negara Indonesia. PPKI menetapkan Pancasila secara resmi sebagai pandangan hidup bangsa dan pandangan hidup negara. ekonomi. Pada tanggal 18 Agustus 1945. yang dilakukan oleh para pendiri negara Indonesia. Dengan demikian. Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai cita-cita bersama atau collective ideology dari seluruh bangsa Indonesia. nilai-nilai luhur Pancasila telah menjadi bagian dari kehidupan diri pribadi dan masyarakatnya. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa dan pandangan hidup negara dapat disebut ideologi negara. Dalam pengertian inilah.

Pancasila secara dasar filsafat negara Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Selanjutnya. dasar epistemologis. seperti theokratisme. Dalam dinamika peradaban modern. Secara ontologis-axiologis bangsa Indonesia belum secara signifikan melaksanakan visi-misi yang diamanatkan oleh sistem filsafat Pancasila. dan dasar aksiologis. Pancasila secara hierarkis sila-silanya saling menjiwai dan dijiwai satu sama lain.Sesungguhnya ajaran filsafat merupakan sumber. landasan dan identitas tatanan atau sistem nilai kehidupan umat manusia. dilandasi dan dipandu oleh sistem filsafat dan atau sistem ideologi. Agar lebih jelas mengenai Pancasila sebagai kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis. Dasar Ontologis Ontologi adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat segala sesuatu yang ada atau untuk menjawab pertanyaan “apakah kenyataan itu?”. Pancasila merupakan dasar filsafat negara. Sistem kenegaraan ini dijiwai. Nilai-nilai filsafat. 2. Aktualisasi nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia Raya. sifat kodrat. zionisme. termasuk filsafat Pancasila ditegakkan (dan dibudayakan) dalam peradaban manusia modern khususnya bangsa Indonesia. terutama : 1. sistem kenegaraan dan peradaban bangsa-bangsa modern. yaitu memiliki susunan kodrat. A. dan 3. hakikat dasar ontologis sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hakikat mutlak monopluralis. Jadi. semua bangsa berkembang dan menegakkan tatanan kehidupan nasionalnya dengan sistem kenegaraan. Secara filsafat. yaitu berupa sifat kodrat . sosialisme. sedangkan subjek pendukung pokok sila-sila Pancasila adalah manusia. sebagaimana terjabar dalam UUD Proklamasi 1945. Dengan demikian. terbukti dengan berbagai aliran (sistem) filsafat yang memberikan identitas berbagai sistem budaya. serta Pancasilaisme. Sedemikian berkembang. naziisme. Pancasila terdiri atas lima sila yang saling mengikat. maka khasanah ajaran nilai filsafat kuantitati-kualitatif terus meningkat. fascisme. dan kedudukan kodrat. liberalisme-kapitalisme. marxisme-komunisme-atheisme. Aktualisasi Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45.

seperti bentuk negara. bahwa hakikatnya sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri memang bernilai. Sebagai konsekuensinya. dasar aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa pembahasan tertuju pada filsafat nilai Pancasila. Oleh karena itu. . B. Dengan demikian. Adapun susunan isi arti sila-sila Pancasila. dan segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. yaitu : (1) Sumber pengetahuan manusia. moral negara. Upaya untuk mendapatkan jawaban tentang kebenaran dilakukan pembuktian melalui ilmu pengetahuan. dan (3) Watak pengetahuan manusia. Dasar Aksiologis Aksiologi adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan. sebagai berikut : (1) Menurut sudut pandang subjektif. (2) Menurut sudut pandang objektif. (2) Teori kebenaran pengetahuan manusia. kajian epistemilogisfilsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus berpedoman dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila. yaitu manusia. Ada tiga persoalan mendasar dalam kajian epistemologis. bahwa sesuatu bernilai karena berkaitan dengan subjek pemberi nilai. C. Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya mengkaji tentang nilai praktis atau manfaat suatu pengetahuan tentang Pancasila. tujuan negara.monodualis. Dasar Epistemologis Epistemologis adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji tentang apakah kebenaran atau apakah hakikat ilmu pengetahuan. tugas dan kewajiban negara dan warga negara. nilai-nilai Pancasila yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan sifat dasar mutlaknya berupa sifat kodrat manusia tersebut menjadi dasar dan jiwa bagi bangsa Indonesia. sifat negara. sistem hukum negara.3 Susunan Isi Arti Pancasila Pancasila sebagai suatu sistem susunan pengetahuan memiliki susunan bersifat formal logis dalam arti susunan sila-sila Pancasila sebagaimana telah dibahas pada bagian epistemologis. Dalam memandang tentang nilai. 3.

berbangsa. Nilai filsafat Pancasila baik sebagai pandangan hidup (filsafat hidup. diuraikan menjadi isi arti Pancasila yang umum kolektif dan khusus konkret sebagai sistem etika Pancasila yang bercorak normatif. berkeadilan sosial dalam praktik kehidupan bermasyarakat. dan (3) isi arti Pancasila yang khusus kongkrit. dan realisasi praktisnya dalam berbagai bidang kehidupan konkrit. berkerakyatan. yaitu : (1) isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. sekaligus sebagai jiwa bangsa (Volksgeist. tertib hukum Indonesia. satu. yaitu bahwa hakikat manusia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berketuhanan. Isi arti umum kolektif adalah realisasinya dalam bidang-bidang kehidupan. adil merupakan konsep filsafat Pancasila yang bercorak tematis. Realisasi pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan memerlukan pengkhususan isi rumusannya yang secara abstrak umum universal menjadi pengertian yang umum kolektif dan khusus konkret. berpersatuan. Pancasila sebagai pedoman dan sumber nilai kolektif bangsa dan negara Indonesia terutama dalam tertib hukum Indonesia. Selanjutnya.meliputi tiga hal. isi arti Pancasila yang abstrak umum universal merupakan inti dari atau esensi Pancasila sehingga menjadi pangkal tolak pelaksanaan pada bidang-bidang kenegaraan. jatidiri nasional) memberikan identitas dan integritas serta martabat (kepribadian) . berkemanusiaan.4 Asal Mula Pancasila Sebagai Ideologi Nilai Filsafat Pancasila berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia terutama sebagai jiwa dan asas kerokhanian bangsa dalam perjuangan kemerdekaan dari kolonialisme-imperialisme 1596-1945. (2) isi arti Pancasila yang umum kolektif. 3. rakyat. dan bernegara. Pertama. Weltanschauung) bangsa. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal yang bersumber dari hakikat Tuhan. manusia. Isi arti Pancasila yang abstrak umum universal sebagai prinsip dasar umum merupakan pengertian yang sama bagi bangsa Indonesia. sedangkan isi arti khusus konkrit dimaksudkan bagi realisasi praktis dalam suatu lapangan kehidupan tertentu sehingga memiliki sifat khusus konkrit.

bangsa dalam budaya dan peradaban dunia modern; sekaligus sumber motivasi dan spirit perjuangan bangsa Indonesia. Nilai filsafat Pancasila secara filosofis-ideologis dan konstitusional berkembang dalam sistem kenegaraan Indonesia yang dinamakan sebagai sistem kenegaraan Pancasila yang terjabar dalam UUD 1945. Jadi, tegaknya bangsa dan NKRI sebagai bangsa merdeka, berdaulat, bersatu dan bermartabat amat ditentukan oleh tegaknya integritas sistem kenegaraan Pancasila dan UUD 1945. Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis dan konstitusional, semua komponen bangsa wajib setia dan bangga (mengikat, memaksa) kepada sistem kenegaraan Pancasila sebagaimana terjabar dalam UUD 1945, termasuk kewajiban bela negara. Sebagai bangsa dan negara modern, kita mewarisi nilai-nilai fundamental filosofis-ideologis sebagai pandangan hidup bangsa (filsafat hidup, Weltanschauung) yang telah menjiwai dan sebagai identitas bangsa (jatidiri nasional, Volksgeist) Indonesia. Nilai-nilai fundamental warisan sosio-budaya Indonesia ditegakkan dan dikembangkan dalam sistem kenegaraan Pancasila, sebagai pembudayaan dan pewarisan bagi generasi penerus. Kehidupan nasional sebagai bangsa merdeka dan berdaulat sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 berwujud NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem NKRI ditegakan oleh kelembagaan negara (suprastruktur)

bersama semua komponen bangsa, yakni infrastruktur dan warganegara berkewajiban menegakkan asas normatif filosofis-ideologis secara

konstitusional, yakni UUD 1945 seutuhnya sebagai wujud kesetiaan dan kebanggaan nasional. Nilai-nilai fundamental dimaksud terutama filsafat hidup

(Weltanschauung) bangsa yang oleh pendiri negara (PPKI) dengan jiwa hikmat kebijaksanaan dan kenegarawanan, musyawarah mufakat menetapkan dan

mengesahkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Berdasarkan legalitas dan otoritas PPKI sebagai pendiri negara, maka UUD 1945 sesungguhnya mengikat (imperatif) seluruh komponen bangsa untuk setia menegakkan dan membudayakannya.

Selanjutnya, asal mula terbentuknya Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, dapat ditelusuri dari proses pembentukannya, berikut ini. 1) Kausa Materialis Pancasila yang sekarang menjadi ideologi negara bersumber pada bangsa Indonesia. Artinya bangsa Indonesia sebagai kausa materialis (asal mula bahan) dari adanya Pancasila. Nilai-nilai Pancasila digali dari kekayaan bangsa Indonesia, berupa adat istiadat, budaya, dan nilai religius yang terpelihara dan berkembang sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa. 2) Kausa Formalis Kausa formalis (asal mula bentuk) Pancasila sebagai ideologi negara merujuk kepada bagaimana proses Pancasila itu dirumuskan menjadi Pancasila yang terkandung pada Pembukaan UUD 1945, yaitu berasal mula bentuk pada pidato Ir. Soekarno yang selanjutnya dibahas dalam sidang BPUPKI khsususnya mengenai bentuk rumusan dan nama. 3) Kausa Efisien Kausa efisien adalah asal mula karya yang menjadikan Pancasila dari calon ideologi negara menjadi ideologi negara adalah PPKI yang berperan sebagai pembentuk negara. Sebagai pemegang kuasa pembentuk negara, PPKI mengesahkan Pancasila menjadi ideologi negara yang sah setelah melalui pembahasan mendalam pada sidang-sidang BPUPKI. 4) Kausa Finalis Pancasila dirumuskan dan dibahas pada sidang-sidang para pendiri negara untuk diwujudkan sebagai ideologi negara yang sah. Kausa finalis (asal mula tujuan) mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara yang sah adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan. Para anggota dari badan itulah yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila ditetapkan oleh PPKI sebagai ideologi negara yang sah. 3.5 Hakikat dan Fungsi Ideologi Pancasila A. Hakikat Ideologi Pancasila Pada hakikatnya ideologi Pancasila tidak lain adalah hasil refleksi bangsa Indonesia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia

kehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup bangsa terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realitas dan dilain pihak mendorong bangsa Indonesia untuk teruus berusaha mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir bangsa Indonesia, namun juga membentuk bangsa Indonesia menuju cita-cita. Dengan demikian ideologi bukanlah sebuah pengetahuan teoritis belaka tetapi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi sebuah keyakinan. Ideologi Pancasila adalah satu pilihan yang jelas membawa komitmen bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, semakin mendalam kesadaran ideologis setiap bangsa Indonesia akan berarti semakin tinggi pula rasa komitmennya untuk melaksanakannya. Komitmen itu tercermin dalam sikap setiap orang Indonesia yang meyakini ideologisnya sebagai ketentuan-ketentuan normatif yang harus ditaati dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. B. Fungsi Ideologi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Pancasila sebagai ideologi negara memberikan orientasi yang lebih eksplisit dan terarah kepada keseluruham sistem masyarakat dalam berbagai aspeknya dan dilakukan dengan cara dan penjelasan yang lebih logis dan sistematis. Pancasila sebagai ideologi negara berawal dalam fungsinya sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Kemudian oleh para pendiri negara prinsip-prinsip dasarnya dieksplisitasi lebih lanjut ke dalam kondisi hidup modern dan dibersihkan dari unsur-unsur magis atau mistik. Ideologi Pancasila bukanlah agama. Pedoman dan sumber nilai bermsyarakat yang diberikan oleh ideologi Pancasila ditujukan langsung untuk kehidupan dunia ini. Merujuk pada uraian di atas, maka fungsi ideologi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah untuk memberikan : (1) Struktur kognitif berupa keseluruhan pengetahuan yang dapat menjadi landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian alam sekitar; (2) Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia;

(4) Bekal dan jalan bagi orang perorangan untuk menemukan identitasnya sebagai bangsa Indonesia. Pada prinsipnya. Pancasila memiliki sifat hakikat sebagai ideologi terbuka. (5) Kekuatan yang mampu mengyemangati dan mendorong bangsa Indonesia untuk menjalankan aktivitas dan mencapai tujuan. Beberapa faktor yang mendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka. (2) Keterbukaan ideologi Pancasila menjamin tidak totaliter. serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalam ideologi Pancasila. dan bernegara. dan (6) Pendidikan bagi masyarakat untuk memahami. menghayati. Prinsip dan Faktor Pendorong Keterbukaan Pancasila Sejak ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai ideologi bangsa dan negara. antara lain : .6 Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka A.(3) Norma-norma yang menjadi pedoman dan sumber nilai bagi bangsa Indonesia untuk melangkah dan bertindak. 3. artinya nilai-nilai dasar Pancasila dapat menyaring unsur-unsur baru yang dapat memperkaya perkembangan dan pelaksanaan ideologi Pancasila secara positif ke arah kemajuan kehidupan bangsa dan negara. tetapi dalam prinsip untuk memperkaya wawasan dan orientasi dalam hidup bermasyarakat. (4) Keterbukaan mendorong Pancasila menjadi dinamis. (3) Keterbukaan menjadikan Pancasila tidak eksklusif. Oleh karena. setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk mengubah nilai dasar Pancasila menjadi operasional ke dalam sistem kehidupan kenegaraan secara nasional. berbangs. Maksudnya adalah warganegara sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. yaitu : (1) Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti membuka pintu lebar-lebar untuk menerima begitu saja hal-hal dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

dan fleksibilitas. idealitas. Dimensi Idealitas Ideologi Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. Cita-cita bangsa Indonesia telah dicantumkan dengan jelas pada Alinea II Pembukaan UUD 1945 yang juga berfungsi sebagai penuangan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan. dinamika masyarakat Indonesia berkembang dengan sangat cepat sehingga memerlukan kejelasan sikap secara ideologis. . seperti pada waktu besarnya pengaruh komunisme. c) Pengalaman sejarah politik bangsa Indonesia masa lalu. b) Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi tertutup. Tiga Dimensi Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi memiliki dimensi-dimensi realitas. B. budaya. berbangsa. 2. 1. d) Tekad untuk membangkitkan kembali kesadaran bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkannya secara kreatif-dinamis dalam rangka mewujudkan cita-cita tujuan nasional. seperti komunisme cenderung mengisolasi diri dari perkembangan lingkungan. dan bernegara. agama dan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap TYME. Dimensi Fleksibilitas Ideologi Pancasila bersifat terbuka dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebab memiliki kemampuan berinteraksi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemikiran baru yang relevan dengan perubahan dan kemajuan zaman.a) Kenyataan bahwa dalam proses pembangunan nasional. Ideologi Pancasila bersumber dari pandangan hidup yang terpelihara dalam adat istiadat. Pancasila pernah menjadi doktrin yang kaku. Dimensi Realitas Nilai yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai yang riil dan hidup di dalam masyarakat sehingga nilai-nilai dasar ideologi Pancasila hidup tertanam dan berakar dalam masyarakat. 3.

organisasi. c) Nilai Praksis Nilai praksis merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang khusus konkret.C. tujuan. tidak berubah. ada tiga tingkatan nilai dalam ideologi Pancasila. berbangsa. b) Nilai Instrumental Nilai instrumental menjadi sarana mewujudkan nilai dasar. Tingkatan Nilai Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung nilai dasar yang bersifat tetap. Untuk dapat diterapkan dalam bentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual. Nilai instrumental merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang umum kolektif. dan bernegara. atau program-program yang merupakan tindak lanjut dari nilai dasar. Nilai instrumental dapat berbentuk kebijakan. Nilai dasar ini berbentuk kaidah-kaidah hakiki menyangkut eksistensi negara. strategi. tidak terikat dengan tempat dan waktu. serta dapat dioperasionalkan. Nilai praksis sebagai wahana untuk menunjukkan bahwa nilai dasar berfungsi dalam kehidupan sekaligus sebagai sarana mengevaluasi atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan nilai dasar dalam sesuatu bidang kehidupan bermasyarakat. yaitu: a) Nilai Dasar Nilai atau norma dasar Pancasila merupakan wujud dari isi arti Pancasila yang abstrak umum universal. bersifat tidak berubah. penerapannya secara kontekstual disesuaikan dengan tuntutan zaman. akan terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu. rencana. Nilai praksis adalah wahana pelaksanaan nilai dasar dan instrumental secara nyata dan sesungguhnya. cita-cita. Oleh karena itu. sistem. tatanan dasar dan ciri-ciri khasnya. dan tidak langsung. . nilai dasar Pancasila harus diuraikan terlebih dahulu ke dalam nilai instrumental kemudian ke dalam nilai praksis.

d) Lambang negara. dan j) Kebudayaan nasional. meliputi seluruh wilayah nusantara. g) Konstitusi negara. tanda. sebagian Thailand. b) Dasar negara. yaitu: 1) Wilayah geografi Wilayah geografi Indonesia secara historis adalah wilayah yang semula menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan besar. i) Konsepsi. Oleh karena itu. identitas nasional merujuk pada identitas bangsa dalam pengertian politik atau politic unity. Identitas nasional Indonesia yang menunjukkan pada identitas-identitas yang sifatnya nasional. Secara etimologis. e) Semboyan negara. h) Bentuk negara.2 Unsur Pembentuk Identitas Nasional Adapun unsur pembentuk identitas nasional bangsa Indonesia. Singapura. yakni Sriwijaya dan Majapahit. f) Bendera negara. sampai ke Filipina. Ketika bangsa Indonesia . kelompok. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris yaitu identity yang berarti ciri. masayarakat bahkan bangsa.1 Pengertian Identitas Nasional Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. c) Lagu kebangsaan. identitas nasional berasal dari kata identitas dan nasional.BAB IV IDENTITAS NASIONAL 4. Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia. atau jati diri yang diimiliki oleh seseorang. 4. Malaysia. Sementara nasional berasal dari kata national yang diartikan sebagai kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar. sebagai berikut : a) Bahasa nasional.

Secara keseluruhan. Jerman. dan India). secara politik par pendiri negara menetapkan bahwa wilayah geografi yang menjadi identitas negara Indonesia adalah seluruh wilayah nusantara yang meliputi seluruh bekas jajahan Belanda. ideologi dan dasar negara. berdaulat. sebagian besar termasuk suku bangsa askriptif. sedangkan kelompok migran adalah mereka yang telah menyatakan diri menjadi warga negara dan setia terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Italia). Suku bangsa askriptif adalah suku bangsa yang sudah ada di wilayah geografi nusantara. Bagi bangsa Indonesia. di Indonesia terdapat lebih kurang 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda. 2) Suku bangsa Suku bangsa sebagai unsur pembentuk identitas nasional dibagi ke dalam dua kelompok. yaitu suku bangsa askriptif dan kelompok migran. Kelompok migran di Indonesia meliputi. migran dari Amerika (Kanada dan Amerika Serikat). 3) Agama Agama menjadi unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan realitas bahwa bangsa Indonesia tergolong sebagai rakyat agamis. bersatu. migran dari Afrika (Mesir dan Nigeria). kemajemukan dalam beragama merupakan anugerah dari TYME yang wajib disyukuri dan dikelola secara wajar. 4) Kebudayaan Kebudayaan menjadi unsur pembentuk identitas nasional karena realitas bahwa kebudayaan yang dipelihara dan berkembang di dalam lingkungan setiap suku bangsa berisi nilai-nilai dasar yang secara kolektif digunakan oleh para pendukungnya untuk menafsiirkan dan memahami lingkungan . migran dari Asia (Tionghoa.menyatakan diri menjadi bangsa yang merdeka. Sebagai upaya mencegah resiko konflik antar umat beragama diantaranya adalah saling mengakui secara positif keberadaan agama dan para pemeluk serta saling menghormati prinsip satu sama lain. yang secara sadar bersama-sama membangun hubungan yang rukun antar umat seagama dan antar umat beragama. bangsa Indonesia terbentuk dari ras dan suku bangsa yang majemuk. Arab. migran dari Eropa (Belanda. Oleh karena itu.

3 Perjuangan Menjadi Satu Bangsa Bangsa yang sekarang disebut bangsa Indonesia terbentuk dari kumpulan berbagai suku bangsa yang khususnya telah mendiami kepulauan nusantara. 5) Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia yang sekarang digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia berawal dari bahasa Melayu. Dalam fungsinya sebagai bahasa penghubung itulah bahasa melayu kemudian ditetapkan oleh para pemuda dari Sabang sampai Merauke sebagai bahasa persatuan dalam ikrar Sumpah Pemuda. Suradji. bersikap. kebodohan. Setiap kerajaan merupakan sebuah pemerintahan otonom yang saling menjaga hubungan baik satu sama lain. Perlawanan yang tersebar di setiap daerah ataupun peperangan melawan penjajah yang dilakukan oleh pemimpin keadaerahan. Dr. akan tetapi berjalan secara sendiri. dan bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. dan mengatur diri sendiri menurut kekuatan sendiri. Dalam interaksi antar suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara. dan Gunawan Mangunkusumo di Jakarta. Dampak langsung dari kejadian sebagai bangsa yang terjajah adalah rakyat Indonesia mengalami keterbelakangan. Bangsa Indonesia mengalami berbagai era pemerintahan kerajaan. 4. Mereka hidup berkelompok sebagai rakyat dalam wilayah kerajaankerajaan. bahkan raja sekalipun belum mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara secara keseluruhan. kepala suku.serta digunakan sebagai pedoman berpikir. . Wahidin Sudirohusodo merupakan orang yang berjasa membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk membangun jiwa kebangsaan. bahasa melayu telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) jauh sebelum kemerdekaan. berdaulat. dari kerajaan bbercorak Hindu dan Budha sampai pada kerajaan yang bercorak Islam. didirikan oleh Sutomo. Kesadaran bangsa Indonesia bangkit untuk berbangsa sejalan dengan terjadinya pergolakan kebangkitan bangsa-bangsa terjajah di dunia untuk membentuk negara merdeka. Atas semangat tersebutlah pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah organisasi pergerakan nasional pertama yang diberi nama “Boedi Oetomo”. dan kemiskinan akibat ditutupnya kesempatan belajar bagi rakyat pribumi.

Partai Indonesia. dan lain-lain. PNI. Organisasi pergerakan nasional dengan tokoh pemuda mencapai kata sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan dengan syarat adanya persatuan dan kesatuan nasional. Guna mendapatkan simpati rakyat Indonesia membantu Jepang melawan tentara Sekutu. Diantara para tokoh pergerakan dan pemuda itu adalah Ir. Kebulatan tekad untuk menjadi bangsa Indonesia ditindaklanjuti dengan mengadakan Kongres Pemuda II dan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.4 Konsep Pancasila Identitas Nasional Konsep yang terdapat di dalam Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia. serta berbagai organisasi pemuda lainnya. Perang Dunia II berperan dalam menghentikan penjajahan Belanda atas bangsa Indonesia.Sejak itu semangat kebangsaan bangsa Indonesia semakin berapi. baik secara politik maupun fisik. tetapi kemudian bangsa Indonesia jatuh ke dalam penjajahan Jepang. Soekarno yang mempunyai semangat nasionalisme. misalnya Jong Java. pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal 29 April 1945 membentuk BPUPKI yang diberi tugas untuk mempersiapkan Indonesia merdeka. Pada tahun 1928 tokoh-tokoh organisasi pergerakan nasional dan organisasi pemuda mengadakan Kongres Pemuda I dengan menghasilkan kesepakatan untuk menggalang persatuan dari seluruh organisasi pergerakan dan organisasi pemuda untuk melawan penjajah Belanda. 4. Sosok perjuangan semakin jelas. terbukti dengan lahirnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Indische Partij. meliputi: 1) Konsep tentang hakikat eksistensi manusia 2) Konsep pluralistik 3) Konsep harmoni dan keselarasan 4) Konsep kekeluargaan dan gotong royong 5) Konsep integralistik 6) Konsep kerakyatan 7) Konsep kebangsaan . Jong Sumatra. seperti Sarekat Islam.

Dalam bidang sosial-budaya. Globalisasi adalah masuk atau mewabahnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia. meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai hasil proses liberalisasi pendidikan dan pengaruh kemajuan ipteks untuk mampu bersaing dengan banggsa-bangsa lain dalam mengolah sumber daya alam. globalisasi harus dipandang sebagai instrumen yang pantas dipahami sebagai konsep pergaulan dan hubungan internasional dalam urusan ekonomi antarbangsa dan sebagai faktor yang memperkaya serta memajukan iptek bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. nilai individualistis yang dibawa gobalisasi bernilai positif untuk membangkitkan semangat kerja keras. Dalam bidang politik. bangsa Indonesia tidak dapat menghindar dari pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan. globalisasi menanamkan lliberalisasi perdagangan dalam kehidupan ekonomi. Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu suatu aktivitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional.5 Pemberdayaan Identitas Nasional A.4. namun secara bertahap dapat diterapkan di berbagai negara yang dianggap sebagai semboyan yang bernilai universal. terutama melalui bidang sosial-budaya. globalisasi menjadi instrumen efektif dalam melahirkan berbagai sikap perilaku yang bertentangan dengan nilai keimanan dan ketaqwaan sebagai nilai tertinggi dari Pancasila. politik. Upaya-upaya ke arah liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas mulai digerakkan pada tahun 1947 pada pertemuan dunia pertama di Jenewa yang melahirkan GATT (General Agreement on Tarrifs and Trade). Semboyan globalisasi bila dicermati secara kebangsaan Indonesia merupakan instrumen atau sarana untuk menyebarluaskan ideologi liberal atau liberaisme. Mendasarkan pada prinsip sekuler dalam kehidupan politik . Sementara di bidang ekonomi. Di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. globalisasi menanamkan liberalisasi politik dalam kehidupan politik. serta pertahanan dan keamanan negara. Bagi bangsa Indonesia. Keterkaitan Identitas Nasional dan Globalisasi Dalam konteks pergaulan dan hubungan antarbangsa di dunia. ekonomi.

Eksploitasi dan monopoli sistem persenjataan adalah pusat perhatiannya. menjadi alat untuk menghancurkan bangsa-bangsa terutama bangsa-bangsa yang tidak menganut ideologi liberal. Dalam bidang pertahanan dan keamanan. Globalisasi telah berhasil membuat bangsa Indonesia saat ini menjadi ragu-ragu terhadap nilainilai dasar Pancasila yang telah disepakati bersama sebagai identitas nasional. dan (d) Memperkuat semangat kebangsaan. Ideologi liberal kemudian dijadikan dasar filsafat bagi adanya kedaulatan manusia yang mewujud ke dalam kedaulatan rakyat. Kebebasan individu dijadikan dasar untuk mempengaruhi dan menguasai kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Untuk memberdayakan Pancasila kembali menjadi identitas nasional dalam konteks kehidupan kebangsaan Indonesia.adalah menjauhkan segala hal yang berbau agama. Sistem ini sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai identitas nasional bangsa dan negara Indonesia yang lebih mendasarkan pada nilai-nilai persatuan dan kesatuan di dalam pembangunan sistem pertahanan dan keamanan yang dikenal dengan nama Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau SISHANKAMRATA. Kedaulatan rakyat itu diterapkan dalam sistem demokrasi melalui pemilu dan proses-proses politik untuk mengatur kehidupan bernegara. globalisasi memunculkan sikap arogan dan ingin menang sendiri. Upaya-upaya pokok yang secara terus menerus dilakukan adalah : (a) Memperkuat kesadaran terhadap ideologi Pancasila. (b) Memperkuat daya tahan. . B. (c) Meningkatkan daya saing. Revitalisasi Ideologi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Globalisasi dalam konteks ekonomi merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi pasar yang luas dan sumber dana dan teknologi serta menjadi alternatif pilihan produk berkualitas dan murah.

Kewarganegaraan dalam arti material yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara. anggota atau warga dari suatu oorganisasi perkumpulan. sesama warga negara. Sementara menurut AS. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis tidak ditandai dengan ikatan hukum tetapi ikatan emosional. 2) Kewarganegaraan dalam arti formal dan material a. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua. penduduk adalah dalam arti formal menunjukkan pada tempat .BAB V HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA 5. warga negara sebagai terjemahan dari citizen yaitu anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara warga negara dengan negara. Selanjutnya. Dalam sosiologi. b. Hikam dalam Ghazali (2004). ikatan nasib. dan bawahan atau kawula. Jadi. dapat disimpulkan bahwa warga negara adalah anggota dari suatu negara. B. Warga mengandung arti peserta. kewarganegaraan atau citizenship artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara warga negara dengan warga negara. penduduk dari suatu kota. ikatan keturunan. sedangkan warga negara artinya warga atau anggota dari suatu negara. b.1 Pengertian Warga Negara. yaitu : 1) Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis a. Kewarganegaraan kewarganegaraan. Warga Negara Istilah warga negara berasal dari bahasa Inggris citizen yang berarti warga negara. sesama penduduk. Penduduk Penduduk adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu. Penduduk. seperti ikatan perasaan. ikatan sejarah tanah air. orang setanah air. dan Rakyat A.

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Misalkan bukti kewarganegaraan. seperti pengecer hingga pelanggan potensial. yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi. dan (7) Hak negara untuk memberi kebebasan beribadah. (3) Hak negara untuk menguasai sistem hukum yang adil. C. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi. (2) Hak negara untuk dibela. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Adapun ketentuan tersebut. dan (2) orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Adapun hak warga negara. Rakyat Rakyat adalah penduduk Indonesia yang telah setuju dengan berdirinya Negara Republik Indonesia dan memberikan mandat kepada sekelompok orang Indonesia yang rela melepaskan haknya sebagai rakyat untuk bersedia mengelola pemerintahan Negara Republik Indonesia yang dimandatkan atas kedaulatan rakyat dan hanya mengabdi kepada rakyat. Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua. ekonomi. sebagai berikut : (1) Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. (6) Hak negara untuk memberi jaminan sosial.3 Hak-hak warga negara Berikut ini adalah hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban warga negara terhadap negara. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran. yaitu (1) orang yang tinggal di daerah tersebut. tetapi memilih tinggal di daerah lain. antara lain : a) Pasal 27 b) Pasal 28 . (4) Hak negara untuk menjamin hak asasi warga negara. 5.kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. (5) Hak negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional. dan geografi.

2.c) Pasal 28 Ayat A-J d) Pasal 29 Ayat 1 dan 2 e) Pasal 30 Ayat 1 f) Pasal 31 Ayat 1 dan 2 g) Pasal 32 Ayat 1 h) Pasal 33 Ayat 1 i) Pasal 33 Ayat 1.4 Kewajiban warga negara Adapun kewajiban warga negara. 4. antara lain : a) Pasal 27 Ayat 1 b) Pasal 27 Ayat 3 c) Pasal 30 Ayat 1 . dan 5 j) Pasal 34 5. 3.

sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. Kata staat. tidak ditemukan rumusan tentang negara secara eksplisit. state. sifat dan unsur-unsur negara A. yakni state (bahasa Inggris). terutama biasanya merujuk pada masa Khulafa al Rasyidun. berbangsa dan bernegara. Selain itu. B. etate itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum. Tujuan Negara Tujuan negara adalah : a) Memperluas kekuasaan b) Menyelenggarakan ketertiban hukum c) Mencapai kesejahteraan umum Menurut Plato bahwa memajukan kesusilaan manusia. Menurut Roger H. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. b) Paradigma yang bersumber pada teori imamah dalam paham islam Syi’ah. teori terjadi negara. konsep islam tentang negara juga berasal dari 3 tahap paradigma. c) Paradigma yang bersumber dari teori imamah atau pemerintahan. staat (bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (bahasa Perancis). hanya saja dalam alQuran dan al-Sunnah terdapat prinsip-prinsip dasar dalam bermasyarakat. yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Soltau: Memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Dalam konsepsi Islam. dengan mengacu pada al-Quran dan al-Sunnah.” . Tujuan negara Republik Indonesia: “Memajukan kesejahteraan umum.BAB VI DEMOKRASI INDONESIA 6. perdamaian abadi dan keadilan sosial. yaitu: a) Paradigma tentang teori khilafah yang dipraktikan sesudah Rasulullah Saw.1 Pengertian negara. Pengertian Negara Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing.

Oleh karenanya. karena tidak mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritoral yang jelas. 3) Pemerintah Pemerintah adalah alat kelengkapan negara yang bertugas memimpin organisasi negara untuk mencapai tujuan negara. pada tahun 1860. Daratan (wilayah darat) Wilayah darat suatu negara dibatasi oleh wilayah darat dan atau laut (perairan) negara lain. a. karena menguasai sebagian wilayah Italia dari pantai barat sampai ke bagian timur jazirah Italia. Sejalan dengan itu. Unsur rakyat ini sangat penting dalam sebuah negara. Udara (wilayah udara) Udara yang berada di atas wilayah darat dan wilayah laut teritorial suatu negar merupakan bagian dari wilayah udara sebuah negara. 2) Wilayah Wilayah dalam sebuah negara merupakan unsur yang harus ada. 1) Rakyat Setiap negara tidak mungkin bisa ada tanpa adanya warga atau rakyatnya. Papacy) adalah sebuah negara. perairan (wilayah laut/perairan) dan udara (wilayah udara). Ketiga unsur ini oleh Mahfud MD disebut sebagai unsur konstitutif.C. Pembatasan wilayah suatu negara biasanya ditentukan berdasarkan perjanjian. rakyat dan wilayah tertentu. pemerintah seringkali menjadi personifikasi sebuah negara. Unsur-Unsur Negara Dalam rumusan Konveni Montevideo tahun1933 disebbutkan negara harus memiiki tiga unsur penting yaitu rakyat. . Sebagai contoh. wilayah dan pemerintah. c. Perairan (wilayah laut/perairan) Perairan atau laut yang menjadi bagian atau termasuk wilayah suatu negara disebut perairan atau laut teritorial dari negara bersangkutan. karena secara konkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar negara itu dapat berjalan baik. wilayah dalam sebuah negara biasanya mencangkup daratan (wilayah darat). b. Mac Iver merumuskan bahwa suatu negara harus memenuhi 3 unsur pokok yaitu pemerintahan. Kursi Suci (Holy See. Secara mendasar.

Kehidupan korporal dari negara dapat disamakan sebagai tulang belulang manusia. . Negara terbentuk dengan penakhlukan dan pendudukan. undang-undang sebagai urat syaraf. yakni keadaan selama belum ada negara. Teori Terbentuknya Negara 1. 3) Jean Jacques Rousseau (1712-1778) : Rousseau merupakan tokoh yang pertama kali menggunakan istilah kontrak sosial (social contract). 1) Thomas Hobbes (1588-1679) : Hobbes mengemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam 2 zaman. Raja dan pemimpin-pemimpin negara hanya bertanggung jawab pada tuhan dan tidak pada siapapun. Teori Kontrak Sosial (Social Contrac) Teori kontrak sosial atau teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa negara dibentuk berdasarkan perjanjian-perjajnjian masyarakat. menurut kehendak hatinya sendiri. keadaan alamiah ditafsirkan sebagai suatu keadaan dimana manusia hidup bebas dan sederajat. 3. Individu yang merupakan kompenen-kompenen negara dianggap sebagai sel-sel dari makhluk hidup itu. 2. Dengan penaklukan dan pendudukan dari sekelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah. 5. Teori Historis Lembaga-lembaga sosial tidak dibuat.D. raja (kaisar) sebagai kepala dan para individu sebagai daging makhluk hidup itu. Teori Kekuatan Negara yang pertama adalah hasil dominasi dari kelompok yan kuat terhadap kelompok yang lemah. 4. 2) John Locke (1632-1704) : Bagi Locke. Teori ini adalah salah satu teori yang terpenting mengenai asal-usul negara. tetapi tumbuh secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia. Teori Ketuhanan Negara dibentuk oleh tuhan dan pemimpin-pemimpin negara ditunjuk oleh tuhan. manusia atau binatang. Teori Organis Negara dianggap atau disamakan dengan makhluk hidup.

dimana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik diselenggararakan oleh warga negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan bertanggung jawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos berarti rakyat dan cratos atau cratein berarti pemerintahan atau kekuasaan. sebagai berikut : 1) Abraham Lincoln Demokrasi adalah pemerintahan dari. Pengertian Secara Etimologis Dari sudut bahasa. by the people. Demokrasi langsung artinya hak rakyat untuk membuat keputusankeputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara.6. Pengertian Secara Terminologis Dari sudut iistilah. . Demokrasi yang dipraktekkan pada waktu itu adalah demokrasi langsung atau direct democracy. 4) International Commision for Jurrist Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan.2 Pengertian dan konsep demokrasi Kata demokrasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Hal ini dapat dilakukan karena pada saat itu Yunani masih berbentuk negara kota atau polis yang penduduknya terbatas. oleh. pengertian demokrasi dikemukakan oleh beberapa ahli politik. Mayo Demokrasi adalah sistem politik yang menunjukkan bahwa kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan umum. dan untuk rakyat atau government of the people. yaitu : a. seiring dengan berjalannya waktu pada saat ini orang lebih mengenal pelaksanaan demokrasi secara tidak langsung atau demokrasi perwakilan. 3) Henry B. 2) Harris Soche Demokrasi adalah bentuk pemerintahan rakyat. and for the people. karena itu kekuasaan pemerintahan itu melekat pada diri rakyat. Konsep negara demokratis ini muncul dan dipraktekkan pada abad ke-4 sampai ke-6 SM. b. Namun.

Demokrasi pada Peiode 1959-1965 Ciri-ciri periode ini adalah dominasi dari presiden.6. Bebarapa perumusan tentang demokrasi Pancasila sebagai berikut: . Selain itu terjadi penyelewengan dibidang perundang-undangan dimana berbagai tindakan pemerintah dilaksanakan melalui penetapan presiden Yng memakai Dekrit 5 Juli sebagai sumber hukum.Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong yang mengganti Dewan Perwakilan Rakyat hasil pemilihan umum ditonjolkan peranannya sebagai pembantu pemerintah sedangkan fungsi kontrol ditiadakan. terbatasnya peranan partai politik. Demokrasi pada Periode 1965-1998 Landasan formil dari periode ini adalah Pacasila. Dekrit president 5 juli dapat dipandang sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat. padahal merupakan kekuatan yang paling penting. C. Demokrasi pada Periode 1945-1959 Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan demokrasi parlementer.3 Demokrasi dalam sistem NKRI A. Undang-Undang Dasar 1945 serta ketetapan-ketetapan MPRS. Sistem parlementer yang mulai berlaku sebulan sesudah kemerdekaan diproklamirkan dan kemudian diperkuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan 1950. ternyata kurang cocok untuk Indonesia. B. Undang-Undang Dasar 1950 menetapkan berrlakunya sistem parlementer dimana bbadan eksekutif terdiri dari Preiden sebagai kepala negara konstitusional (constitutional head) beserta menteri-menterinya yang mempunyai tanggung jawab politik. berkembangnya pengaruh komunis dan meluasnya peranan ABRI sebagai unsur sosial politik. Dalam pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif demokrasi terpimpin sebenarnya ingin menempatkan Soekarno sebagai ayah dalam famili besar yang bernama Indonesia dengan kekuasaan terpusat berada ditangannya. Disamping itu trenyata ada beberapa kekuatan sosial dan politik yang tidak memperoleh saluran dan tempat yang realistis dalam konstelasi politik.

2) Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan keputusan politik. Selain itu. c) Demokrasi dalam bidang hukum pada hakekatnya bahwa pengakuan dan perlindungan HAM. tahap konsolidasi (democratic phase). Sukses atau gagalnya transisi demokrasi sangat bergantung pada empat faktor kunci. (2) desain institusi politik. 4) Campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan publik. tahap penentuan (decision phase) dimana unsur-unsur penegak demokrasi dibangun dan dikembangkan. Kedua. demokrasi dalam sistem NKRI dimulai dengan adanya: . Menurut Sorensen transisi bentuk pemerintahan (rezim) non demokratis menjadi demokratis. yakni (1) komposisi elite politik. 5) Masa mengambang. 6) Monolitisasi ideologi negara. serta 7) Inkoorporasi lembaga non pemerintah D. b) Demokrasi dalam bidang ekonomi pada hakekatnya adalah kehidupan yang layak bagi semua warga negara. Menurut Rusli Karim rezim orde baru. Dalam kaitan dengan transisi menuju demokrasi. seperti yang tengah terjadi diIndonesia dalam tiga tahun terakhir merupakan proses yang sangat lama dan komplek karena melilbatkan beberapa tahap.a) Demokrasi dalam bidang politik pada hakekatnya adalah menegakkan kembali asas-asas hukum dan kepastian hukum. peradilan yang bebas dan tidak memihak. Demokrasi pada Periode 1998 sampai sekarang Runtuhnya rezim otoriter Orde Baru telah membawa harapan baru bagi tumbuhnya demokrasi Indonesia. ditandai oleh : 1) Dominannya peranan ABRI. Dimana demokrasi baru dikembangkan lebih lanjut sehingga praktik demokrasi menjadi bagian yang mapan dari budaya politik. 3) Pengebirian peran dan fungsi pertai politik. Ketiga. Pertama. (3) kultur politik atau perubahan sikap terhadap politik dikalangan ellite dan non ellite. Indonesia saat ini tengah berada dalam fase kedua dan ketiga. tahap persiapan ( preparatory phase) yang ditandai dengan pergulatan dan pergolakan politik yang berakhir dengan jatuhnya rezim non demokratis. dan (4) peran civil society.

misalnya dengan pemilihan Kepala Desa dan adanya rembug desa. Hal inilah yang dinamakan sebagai demokrasi desa. mufakat. dan (7) Prinsip ketuhanan. Pancasila adalah ideologi nasional yakni seperangkat nilai yang dianggap baik. 2. dan hak menyingkir dari kekuasaan raja absolut. gotong royong. hak mengadakan proses bersama. Demokrasi Pancasila Demokrasi yang berkembang di Indonesia dan bersumber dari ideologisnya adalah Demokrasi Pancasila. (5) Sistem perwakilan. (4) Pemerintahan yang konstitusional.1. Demokrasi Desa Menurut Moh. Masih menurut Moh. dan menguntungkan bangsa. yakni : (1) Demokrasi di bidang politik. Hatta. (3) Negara berdasar atas hukum. (2) Demokrasi di bidang ekonomi. Hatta dalam Padmo Wahyono (1990) desa-desa di Indonesia sudah menjalankan demokrasi. demokrasi di Indonesia dibedakan menjadi tiga bagian. Adapun nilai-nilai demokrasi yang terjabar dalam nilai-nilai luhur Pancasila. (3) Demokrasi di bidang sosial. sesuai. (2) Republik. Demokrasi desa memiliki lima unsur. (6) Prinsip musyawarah. yaitu rapat. sebagai berikut : (1) Kedaulatan rakyat. .

BAB VII HAK ASASI MANUSIA 7. Hak tersebut meliputi hak untuk hidup. mulai dari dimasukkannya masalah HAM ini ke dalam UUD 1945 yang di amandemen. hak milik.1 Pengertian HAM Hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat dan dimiliki setiap manusia sebagai anugerah TYME. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. hak kemerdekaan. Salah satu contohnya adalah masih belum jelasnya penyebab kematian aktivis HAM Munir. Sebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). terlebih lagi banyaknya peristiwa yang terjadi (baik di Indonesia maupun di luar negeri) yang melanggar HAM. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. yakni semua manusia merupakan makhluk dari pencipta yang sama yaitu TYME. yang pertama adalah kata “hak”. Pasha (2002) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan HAM ialah hak-hak dasar yang dibawa manusia sejak lahir dan melekat pada esensinya sebagai anugerah Allah SWT. Istilah natural right berasal dari konsep John Locke (1932-1704) mengenai hak-hak alamiah manusia. (2) Landasan yang lebih dalam dan kedua Adalah Tuhan menciptakan manusia. dan sebagainya. . kedua kata “asasi”. sebagai berikut : (1) Landasan yang langsung dan pertama Adalah kodrat manusia. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. bahkan jika di suatu negara terjadi pelanggaran HAM. dan ketiga adalah “manusia’. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada yang berpendapat sebenarnya HAM bermula dari yang dikenal dengan istilah right of man untuk menggantikan natural right. maka masalah ini akan menjadi “senjata yang ampuh bagi negara lain (dunia internasional) untuk menjatuhkan wibawa dari negara yang mengalami permasalahan HAM tersebut. Akhir-akhir ini masalah HAM (HAM) menjadi masalah yang sering dibicarakan. Sementara Ghazali (2004) menyatakan bahwa HAM merupakan hak-hak dasar yang dibawa sejak lahir dan melekat dengan potensinya sebagai makhluk dan wakil Tuhan. yakni sama derajat dan martabatnya.

pasal 30 ayat 1.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. Hak untuk memperoleh pendidikan. Hak untuk hidup bersama-sama seperti orang lain. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Mengingat sifatnya mendasar manusia. seperti pada pasal 27 ayat 1. cobalah Anda pahami pengertian HAM di bawah ini. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. pasal 28. sebuah pernyataan global tentang HAM. masalah HAM diatur secara khusus mulai pasal 28a-28j. Hak untuk mendapatkan pekerjaan. pada 10 Desember 1948. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. sehingga Anda dapat memastikan apakah sejumlah daftar yang saudara buat tadi adalah memang termasuk HAM ataukah bukan ? HAM dapat diartikan sesuatu yang benar. Contoh HAM : Hak untuk hidup. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. dan hak mendapat perlindungan. Winataputra (2003:6.Kata hak diartikan bermacam-macam. dan pasal 31 ayat 1 (UUD 1945 sebelum amandemen). kewenangan. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. . oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Baiklah. sedangkan di dalam UUD 1945. Dengan kata lain. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM. hak berbicara. pasal 29 ayat 2. seperti hak hidup. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. jika anda telah mendiskusikannya. HAM adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dari Tuhan.

negara. pendekatan dan orientasi prestasi. pendekatan dan orientasi status. martabat manusia tidak dapat dipertahankan apabila manusia berkinerja (mencapai prestasi) yang rendah atau buruk. yang menempatkan martabat manusia sebagai hadiah atau pemberian atau takdir Tuhan. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihoramati. atau hukum. Dalam pandangan prestasi. menyatakan bahwa martabat manusia tidak given tetapi harus dicapai setelah manusia berjuang dan berusaha meperoleh martabat mulai dengan jerih payah dan kegigihan. Tentang manusia bermartabat. Menurut definisi tersebut. perkembangan. baik dan mulia pada umumnya ditanggapi dari dua pendekata dan orientasi (pandangan). dan dilindungi oleh negara. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang ada di bawah ini. manusia mau tidak mau (given) menyandang martabat yang tinggi. dijunjung tinggi. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. pasal 1 angka 1). Pertama. Memang ada pengakuan bahwa ketika lahir manusia memiliki derajat yang mulia. bagaimanakah kaitannya dengan persoalan hak asasi manusia? Hak asasi manusia itu given atau prestasi. Hak-hak asasi manusia terkait dengan martabat manusia. Dengan begitu. tetapi sepanjang hidupnya martabat itu akan dipertaruhkan menurut amal perbuatannya. Pandekatan dan pandangan prestasi (achievement oriented). melainkan semata-mata bersumber dari Tuhan. hak asasi manusia tidak dapat . 39 Tahun 1999. perlu dipahami bahwa hak asasi manusia tidaklah bersumber dari penguasa. Kedua. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. 39 Tahun 1999. Prinsipnya. perhatikan definisi hak asasi manusia menurut Undang-Undang No. Dengan demikian. pemerintah.Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. Manusia dengan akan dan pikirannya telah menjadi makhuk yang paling sempurna diantara makhluk-mkhluk lainnya. atau kedua-duanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (UU No. bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik makhluk. hukum.

kedua kata “asasi”. kewenangan. Yang jati diri manusia pada tempat yang tinggi sebagai makhluk Tuhan. wewenang dan tanggung jawab negara sebagai suatu nation-state. seperti hak hidup. Dengan kata lain.3)) menyebutkan bahwa hak diartikan sebagai sesuatu yang benar. hak berbicara. Winataputra (2003:6. Mengingat sifatnya mendasar manusia. Visi filsafati sebagian besar berasal dari teologi agama-agama. Hak-hak asasi manusia terdiri atas tiga kata. kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. maka HAM dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan. dan hak mendapat perlindungan. tugas. oleh karenanya siapa saja yang melanggarnya harus mendapat sanksi yang tegas. Sedangkan visi politik memahami HAM dalam kenyataan hidup sehari-hari yang umumnya berwujud pelanggaran HAM baik oleh sesama warga masyarakat yang lebih kuat maupun oleh oknumoknum pejabat pemerintah . Selanjutnya manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna diantara mahluk-mahluk lain ciptaanNya. Sedangkan “asasi” berarti bersifat dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia. 1944:82). Pengertian HAM beraneka ragam antara lain dapat ditemukan dan penglihatan dimensi visi. ebelum kita memahami apa arti Hak-hak Asasi Manusia (HAM). Visi yuridis-konstitusional mengaitkan pemahaman HAM itu dengan. perkembangan. hak. yang pertama adalah kata “hak”. baiklah kita pahami dulu arti HAM ditinjau dari asal katanya. visi yuridis-konstitusional dan visi politik (Saafroedin Bahar. Deklarasi HAM Universal/ PBB (Universal Declaration of Human Right/UDHR) dan menurut UU No. 39 Tahun 1999.dikurangi (non derogable right). Konsep HAM dilihat dari dimensi visi mencakup visi filsafati. Tindakan yang diperlukan dari negara dan hukum adalah suatu pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia tersebut. HAM perlu mendapat jaminan oleh negara atau pemerintah. dan ketiga adalah “manusia’. Kata hak diartikan bermacam-macam.

praduga tak bersalah dan sebagainya. maka yang kita lakukan hanya memperbaiki gejala. hak akan fair trial (peradilan yang jujur). politik dan budaya. Generasi I konsep HAM sarat dengan hak-hak yuridis. Sebab jika konsep ini tidak dikembang-kan. generasi II I dan pendekatan struktural (T. sosial. politik dan budaya menjadi apa yang disebut hak akan pembangunan (the right to development). HAM mencakup generasi I. Dengan derniikian. berkembangnya sistem sosial yang memihak ke atas dan mernelaratkan mereka yang dibawah. Karena dalam real itas masalah-masalah pelanggaran HAM cenderung merupakan akibat kebijakan yang tidak berpihak pada HAM. keadilan dan perdamaian dunia (Maurice Cranston.Mulya Lubis. seperti tidak disiksa dan di-tahan. sehingga juga bidang social. Misalnya. suatu pola hubungan yang "repressive". generasi II. HAM diniia i sebagai totalitas yang tidak boleh dipisah-pisahkan. ekonomi.Dilihat dari perkembangan HAM maka konsep. ekonomi. Pendekatan struktural (melihat akibat kebijakan pemerintah yang diterapkan) dalam HAM seharusnya merupakan generasi IV dari konsep HAM. konsep HAM mencakup Generasi II merupakan terutama sebagai reaksi bagi negara dunia ketiga yang telah memperoleh kemerdekaan dalam rangka mengisi kemerdekaannva setelah Perang Dunia II Generasi III konsep HAM. HAM sekaligus menjadi satu antar d isip lin yang harus didekati secara interdisipliner. 1987: 3-6). masalah . Dan perjuangan HAM akan berhenti sebagai pelampiasan emosi (emotional outlet). hak akan equality before thelaw (persamaan di hadapan hukum). Pengertian HAM menurut UDHR dapat ditemukan dalam Mukaddimah yang pada prinsipnya dinyatakan bahwa HAM merupakan pengakuan akan martabat yang terpadu dalam diri setiap orang akan hak-hak yang sama dan takteralihkan dari semua anggota keluarga manusia ialah dasar dari kebebasan. Generasi 1 ini merupakan reaksi terhadap kehidupan kenegaraan yang totaliter dan fasistis yang mewarnai tahun-tahun sebelum Perang Dunia II. bukan penyakit. merupakan ramuan dari hak hukum. Generasi II konsep HAM merupakan perluasan secara horizontal generasi I. 1972:127).

Pengertian HAM menurut UDHR sering dinilai masih pada tahap' Generasi 1 Konsep HAM. Secara harfiah. Untuk itu. bukan pemberian negara pemerintah dan atau orang lain. hukum. istilah tersebut ditambahi dengan kata (hak) asasi yang merupakan terjemahan dari . Di Indonesia. tampak mengandung visi filsafati dan visi yuridis konstitusional. masyarakat) dengan alasan apapun (pembangunan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara.39 Tahun 1999 tentang HAM.lain.wikipedia. yaitu isinya sarat dengan hak-hak yuridik dan politik. mengartikan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati. bebas mengeluarkan pikirannya. Pemerintah.39 Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya HAM. UU No. hidup bahagia dan lain . Definisi memang penting untuk ditempatkan pada awal perbincangan suatu hal. bebas dari rasa takut. kewajiban dan vvajib dijunjung tinggi oleh negara. Kemudian pengertian HAM menurut visi politik dapat diidentikan dengan pendekatan struktural. tidak ingin dieksploitasi. istilah hak (asasi) manusia merupakan terjemahan dari human rights yang berarti hak manusia (tanpa asasi).org/wiki/Ideologi). Memperhatikan berbagai pengertian /konsep/definisi hak asasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa HAM merupakan hak yang melekat (inheren) pada setiap orang yang merupakan karunia Tuhan YME. kita akan sampai pada konsep suatu hal. karena keduanya lebih menonjolkan pengertian HAM dalam kehidupan sehari-hari yang cenderung banyak pelanggaran. pemerintah dan atau orang lain. dan atau keadaan darurat). sengketa bersenjata. Sedang kan jika memperhatikan pengertian HAM menurut UU No. Karena kebutuhan dasar manusia dimanapun pada hakekatnya sama seperti hak atas hidup. maka HAM merupakan sesuatu yang bersifat universal. kewajiban dan tidak boleh dihilangkan atau dihapus oleh siapapun Negara pemerintah dan atau orang lain. Ibnu Sina pernah berkomentar: “tanpa definisi kita tidak akan pernah sampai pada “ (http://id.UU No. 39 Tahun 1999. dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Karena melalui definisi yang tepat. perang.

Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal HAM.” Minto Rahayu (2007:146) mendefinisikan human right sebagai “perlindungan terhadap seseorang dari penindasan oleh siapupun. Hal ini rupanya dimaksudkan untuk menegaskan dan membedakan antara hak manusia yang asasi dan hak manusia yang tidak asasi. dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.T. Menurut Tilaar (dalam A. adanya tidak tergantung kepada adanya suatu Negara atau undang-undang dasar maupun kekuasaan pemerintah. karena hak asasi manusia itu dimiliki manusia bukan karena kemurahan atau pemberian Negara. Negara. dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. .” Dari beberapa definisi tersebut di atas dapatlah diambil suatu pengertian sebagai berikut. Artinya. hak asasi manusia adalah “hak-hak yang melekat pada diri manusia. atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat.basic rights. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Menurut Notonagoro (dalam Chaidir Basrie. Kedua. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan di bawanya bersamaan dengan kelahirannya. Hari HAM dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. pada 10 Desember 1948. 2004:3) “Hak ialah kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu atau yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu. Soegito. 2005:1). bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi. Agar kita dapat memperoleh suatu konsep yang tepat mengenai hak asasi manusia itu. Peringatan dimulai sejak 1950 ketika Majelis Umum mengundang semua negara dan organisasi yang peduli untuk merayakan. hak asasi manusia itu bersifat umum (universal). agama. atau bukan Negara”. sebuah pernyataan global tentang HAM. Artinya. di bawah ini disajikan beberapa definisi tentang hak asasi manusia. hak asasi manusia itu bersifat supralegal. Pertama. melainkan karena berasal dari sumber yang lebih tinggi. atau jenis kelamin. ras. beberapa hak yang dimiliki manusia tanpa berbedaan atas bangsa.

Tantangan dan persaingan yang terjadi tidak lagi bersumber dari dalam negeri. baik di bidang ekonomi. Pertama. Perilaku amoral. berbangsa. betapa pentingnya setiap warga negara untuk ikut terlibat dalam perikehidupan bersama yang lebih intensif. politik. Pada era globalisasi dan pasar bebas dunia. dan gejala-gejala buruk lainnya sudah menjadi hal yang dianggap biasa. tetapi juga berasal dari dunia internasional di luar negeri. maka bangsa Indonesia tidak dapat hanya berpegang kepada nilai-nilai luhur bangsa sendiri. kolusi. Sekurangkurangnya ada dua sindrom pembusukan yang dapat diidentifikasi. tetapi juga harus merujuk nilai-nilai universal. dan lamakelamaan berkembang menjadi saling curiga diantara sesama warga dan kelompok. asusila. Masalah hak asasi manusia tersebut menyangkut seluruh aspek kehidupan bangsa. . dan nepotisme telah dilakukan secara terbuka oleh aparatur pemerintah dari pusat sampai tingkat paling bawah. budaya. Akibatnya tidak ada lagi sikap percaya kepada pemimpin. dan bernegara akhirakhir ini menunjukkan. Misalnya.Realitas kehidupan bermasyarakat. Berkaitan dengan permasalahan hak asasi manusia. yang disadari atau tidak sedang melanda perikehidupan bangsa kita belakangan ini. serta pertahanan dan keamanan. masyarakat mengalami kondisi mental-spiritual yang sangat rapuh. Selanjutnya baca dengan cermat deskripsi tentang teori Erich From tentang “Syndrome of Decay” atau simdom pembusukan. Pada titik tertentu bahkan telah dipersepsi sebagai budaya dan kebiasaan yang melekat pada masyarakat. sosial. Sebagaimana kita ketahui saat ini kita telah berada dalam perikehidupan global yang penuh dengan tantangan dan persaingan. yang bersumber dari kesepakatan-kesepakatan (konvensi) internasional. maka tidak ada pilihan lain bahwa warga negara bersama pemerintah harus peka dan berkomitmen tinggi terhadap masalahmasalah yang terkait dengan hak asasi manusia. menyatakan bahwa perikehidupan bermasyarakat akan dihantui oleh munculnya gejala pembusukan. baik ditingkat elit maupun rakyat bawah yang sering disebut sebagai masyarakat akar rumput (grassroots). dimana bangsa Indonesia ikut terlibat di dalamnya. perilaku korupsi. Erich From dalam teori Syndrome of Decay.

Pemikiran HAM di Inggris lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran empirisme. Menurut empirisme. Manusia dipandang sebagai homo homini lupus yaitu naluri manusia itu bagaikan . Oleh karena itu pemikiran HAM di Inggris dipengaruhi oleh: (a) adat dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. toleran. Pengalaman kehidupan menunjukkan hal itu dengan berbagai tonggak sejarah perjuangan dan pengakuan hak asasi manusia. hilangnya perasaan akan nilai-nilai kemanusiaan. pengetahuan itu hanya dapat dibentuk melalui pengalaman sebagai sumbernya. ganas. dan tiba-tiba berubah menjadi sikap beringas. Akibatnya. bahkan mengalirkan darah sesamanya. Ajaran empirisme mengikuti jejak Francis Bacon pada abad 17 yang memulai menggunakan pendekatan induktif melalui pengamatan dan eksperimentasi di dalam memperoleh pengetahuan. antaretnis. Magna Charta di Inggris (15 Juni 1215). dan cinta akan kemerdekaan. masyarakat begitu mudah tersulut perilaku merusak. Adapun tonggak-tonggak sejarah hak asasi manusia dimaksud adalah: 1. rukun. Thomas Hobbes (1588-1679) mengajarkan bahwa semua manusia itu memiliki sifat yang sama. Fromm mendefinisikan sindrom pertumbuhan sebagai cinta kehidupan. kecuali melalui pembalikan dari itu semua. cinta antarsesama. tiap manusia ingin mempertahankan kebebasannya dan kebebasan orang lain. dan suka menolong. seperti memudarnya sikap ramah. (b) menghormati kekuasaan kerajaan (raja). dan antaragama. yakni sindrom pertumbuhan (syndrome of growth). melainkan dapat terjadi di mana saja di seluruh masyarakat manusia di dunia ini. Misalnya. Gejala-gejala tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Gejala-gejala seperti yang dideskripsikan di atas merupakan fakta kehidupan yang sarat dengan isu-isu hak asasi manusia. karena persoalan sepele. semisal perkelaian antarpemuda biasa didramatisir sebagai pertikaian atarras. menghancurkan. Di Inggris a. Dalam keadaan alamiah. Alternatif penyembuhan dari sindrom pembusukan tersebut tidak ada lain.Kedua. dan barbarian (suka bertikai).

(b) menaati undang-undang supaya dikatakan tidak salah.serigala untuk selalu ingin mempertahankan dirinya sendiri. Orang banyak yang dipersatukan dalam perjanjian sosial itu disebut commonwealth. manusia harus mengikuti akal sehat yaitu melepaskan hak untuk bebas berbuat sekehendak sendiri dengan bersatu melalui perjanjian sosial (du contract social). Supaya negara tidak sewenang-wenang. Hak negara hanya menghancurkan teori-teori atau ajaran yang membahayakan keberadaan negara. pengalaman menjadi sumber pengetahuan. Bagi Locke. Perjanjian itu bukan dibuat antara penguasa dan warga negara tetapi dibuat sendiri oleh warga negara tersebut. Warga negara tinggal menaati kekuasaan raja dan berbakti pada Tuhan. Negara tidak boleh meniadakan agama. Konflik dan pertikaian akan muncul manakala manusia mengikuti nalurinya itu. Mereka bersepakat untuk membuat perjanjian membentuk penguasa atau pemerintah. Menurut Hobbes. Warga negara bebas menganut kebebasan beragama. supaya tidak terjadi pertengkaran dan peperangan. Menurut pengalaman. (c) federatif yaitu kekuasaan untuk menentukan perang dan damai. dan saling menerkam sesamanya. maka kekuasaannya dipisahkan menjadi: (a) legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang. bersaing. Setelah pemerintahan terbentuk maka hak-hak warga negara menjadi hilang dan warga negara tidak dapat memberontak. Ajarannya tidak jauh berbeda dengan Thomas Hobbes. negara tidak boleh mencampuri agama. Menurutnya. kekuasaan pemerintahan itu ada pada raja dan gereja. Di dalam commonwealth yang diutamakan adalah perdamaian dan keamanan seluruh warga negara. Kewajiban pemerintah adalah mengusahakan perdamaian dan perlindungan warga negara sehingga merasa aman. Suatu perbuatan dikatakan etis apabila: (a) menaati perintah Tuhan. Hak asasi manusia dipahami dalam hubungan antara warga negara dan pemerintah yang diatur dalam hukum perjanjian dan hukum Tuhan (agama). Tokoh lain dari empirisme Inggris adalah John Locke (1632-1704). Ketiga kekuasaan tersebut tidak boleh mencampuri satu dengan . (b) eksekutif yaitu kekuasaan untuk melaksanakan pemerintahan negara. (c) sesuai dengan pendapat umum tentang kebajikan.

Kekuasaan untuk menetapkan undang-undang di dalam negara dibentuk melalui perjanjian antara penguasa dan rakyat. memberikan inspirasi untuk memperjuangkan HAM di Inggris. Habeas Corpus Act adalah suatu dokumen yang memuat pernyataan tentang perlindungan terhadap kebebasan yang dimiliki oleh setiap warga negara. Hukum alam berlaku dalam kehidupan masyarakat. disiksa. dan hak milik. Undang-undang mengatur bahwa masyarakat mempunyai kehendak umum melalui suara terbanyak. Hidup seseorang tergantung pada perlindungan undang-undang sebagai kehendak umum. b) Habeas Corpus Act ( 1679) Pada tahun 1679 dibuatlah suatu ketentuan di dalam Habeas Corpus Act yang menyatakan bahwa penangkapan terhadap seseorang hanya dapat dilakukan apabila disertai dengan surat-surat yang lengkap dan sah. Dalam keadaan alamiah itu manusia memiliki kebebasan. diasingkan. Di dalam perjanjian itu orang menyerahkan hak-haknya kepada masyarakat. Pemikiran Locke kemudian dilanjutkan oleh J.J. dirampas harta kekayaannya. Undang-undang ini menyatakan bahwa: “Sebuah . Hak asasi manusia diatur sesuai dengan ketiga jenis kekuasaan tersebut. Pemikiran beberapa tokoh tersebut di atas. Tidak seorang pun warga negara Inggris yang merdeka dapat ditahan. atau dengan cara apapun diperkosa hak-haknya kecuali dengan pertimbangan hukum. Perjanjian masyarakat sebagai kehendak umum itu melindungi agar hak-hak individu tidak dilanggar individu lainnya. Mereka tunduk pada pemerintahan yang adil. Rousseau yang memandang manusia itu sebagai makhluk alamiah. diperkosa. Pada tahun 1629 masyarakat mengajukan Petition of Right (petisi hak asasi manusia) yang berisi tentang pajak yang dipungut kerajaan harus mendapat persetujuan parlemen Inggris. Menurut Magna Charta (Al Hakim. Selain itu.lainnya. tidak seorang pun dapat ditangkap tanpa tuduhan dan bukti-bukti yang sah. 2002) kekuasaan Raja (John Lackland) harus dibatasi. hak hidup. Hak asasi manusia lebih penting daripada kekuasaan Raja. Ketentuan suara terbanyak itu diatur di dalam perjanjian masyarakat (contract social). HAM dan hukum yang membatasi kekuasaan Raja agar tidak melakukan kesewenang-wenangan.

masyarakat kolonial Inggris dari berbagai belahan bumi dibawa ke Amerika untuk bekerja dan mengabdi kepada pemerintah kerajaan Inggris Raya. Hak-hak asasi masyarakat harus dijamin dan dilindungi tanpa pengecualian. 2. Mereka mempunyai kebiasaan dan pengalaman sendiri yang dibawa dari negaranya. serta kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat. Sebelum merdeka. Afrika. Bill of Right (1689) Setelah Habeas Corpus Act ( 1679) dinyatakan. Asia. Kaum imigran tersebut semula berpikir secara sempit untuk kepentingannya sendiri. Untuk itu disusun suatu UUD yang menerima aspirasi seluruh rakyat. Keanekaragaman bangsa Amerika tersebut sebagai potensi negara harus diterima dan diberdayakan demi kejayaan Amerika. Rakyat Amerika yang bersifat heterogen harus dapat hidup berdampingan secara damai. Berbagai ketentuan HAM dan hukum tersebut bertujuan untuk membatasi kekuasaan Raja agar tidak sewenang-wenang dan melindungi warga negara sebagai manusia. Declaration of Independence (1776) Bangsa Amerika berasal dari kaum imigran berbagai negara Eropa. Di dalam deklarasi kemerdekaan tersebut . Amerika a. c). maka di lanjutkan dengan aturan baru yang dibuat pada tahun 1689 yaitu Bill of Right yang menyatakan bahwa pemungutan pajak harus mendapat persetujuan parlemen dan parlemen dapat mengubah keputusan Raja. Setiap orang yang ditahan dalam waktu tiga hari. dan Australia. Bill of Right adalah suatu piagam yang berisi pernyataan bahwa Raja William di Inggris harus mengakui hak-hak parlemen. maka harus segera dihadapkan kepada seorang hakim serta diberitahukan kepadanya atas tuduhan apa ia ditahan. masyarakat diperlakukan secara tidak adil.undang-undang harus melindungi kebebasan warga negara. Ketika Amerika masih di bawah pemerintahan kolonial Inggris. Pada tahun 1776 bangsa Amerika menyatakan kemerdekaan dari pemerintahan kerajaan Inggris melalui Declaration of Independence.” Undang-undang yang dibuat di Inggris ini bertujuan untuk mencegah pemenjaraan yang sewenang-wenang.

Keberadaanku ditentukan oleh cara berpikirku. Presiden Franklin Delano Roosevelt di hadapan konggres Amerika (1941) menyatakan ada empat kemerdekaan (The Four Freedoms) yaitu: (a) freedom of speech and expression (kebebasan berbicara dan berpendapat). Menurutnya hak asasi manusia terletak pada kebebasan untuk berpikir dan berkehendak. Semua orang memiliki hak untuk merdeka atau bebas. Prancis (Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen.Declaration of Independence merupakan Piagam Hak-hak Asasi Manusia karena memuat pernyataan: “bahwa sesungguhnya semua bangsa diciptakan sama sederajat oleh Maha Penciptannya. Rasionalisme tumbuh subur di Prancis dan dikembangkan lebih lanjut oleh Auguste Comte. Perjuangan rakyat Prancis berhasil dalam meraih hak-hak asasi yang dirampas oleh penguasa raja dimulai ketika mereka berhasil membatasi kekuasaan melalui revolusi Prancis. cogito ergo sum artinya aku berpikir maka aku ada. Kebebasan manusia mengambil bagian dari kebebasan Tuhan artinya dalam menjalankan kebebasan. (c) freedom from fear (bebas dari rasa takut) dan (d) freedom from want (bebas dari kekurangan dan kelaparan/kemiskinan). manusia tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan. (b) freedom of Religon ( kebebasan beragama). 3. Bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup. Menurutnya masyarakat itu berkembang melalui tiga tahap: . dan legality. Kebebasan adalah ciri khas kesadaran yang berpikir. Dengan metode keraguan metodis. Katanya. equality. rakyat Prancis mengumandangkan liberty. Artinya rasio dijadikan sumber dan ukuran untuk menentukan kebenaran. kemerdekaan dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan”. perlakuan yang sama dan adil serta perlindungan hukum. 1789) Pemikiran yang berkembang di Prancis lebih banyak bercorak rasionalisme. Rene Descates sebagai bapak rasionalisme modern menyatakan bahwa semua hal dapat diragukan kecuali aku yang sedang berpikir. Ditandai dengan hancurnya penjara Bastille sebagai simbol penindasan hak asasi manusia. b) The four Freedoms (1941) Ketika sedang berkecamuk perang dunia ke II.

Sejak itu. Perhatian HAM di Prancis memperoleh inspirasi dari revolusi kemerdekaan Amerika. 4) Universal Declaration Of Human Rights / UDHR ( PBB 1948) Pada tanggal 10 Desember 1948 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menyatakan mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang penuh teks yang muncul di halaman berikut ini. Kemerdekaan yang dimaksudkan dalam deklarasi tersebut adalah semua orang boleh bertindak sesukanya asal tidak merugikan orang lain. Berikut ini sejarah Majelis bertindak atas nama semua negara-negara Anggota untuk mempropagandakan teks Deklarasi dan "menyebabkan ia harus disebarluaskan. masyarakat modern memahami hak asasi secara ilmiah. Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi membuat arus informasi semakin cepat diterima masyarakat sehingga tumbuh kesadaran akan hak-haknya sebagai manusia. Robohnya penjara tersebut sebagai tonggak hancurnya kekuasaan yang represif dan melanggar HAM. sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Deklarasi tersebut berisi tentang pernyataan bahwa manusia itu dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai kedudukan yang sama. ditampilkan.  tahap metafisis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kekuatan berpikir rasional. dan egality (persaudaraan). Prancis merayakan kemerdekaan sebagai negara modern dengan semboyan liberty (kemerdekaan). equality (persamaan). dan membaca expounded . dan sesungguhnya tujuan dari segala persekutuan politik ialah memelihara hak-hak bawaan kodrat manusia yang tidak dapat dialihkan. Perjuangan bangsa Prancis dalam mewujudkan HAM secara rasional ditandai dengan dirobohkannya penjara Bastille. Pada tahap positif. Revolusi Prancis (1789) dimulai dengan dideklarasikan Declaration des droits de`lHomme et du Citoyen (deklarasi tentang hak asasi manusia dan penduduk). tahap teologis dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh kepercayaan pada kekuatan adi kodrati. Hak asasi manusia berkembang dan dipahami sesuai dengan perkembangan rasional positif. dan  tahap positif dimana kehidupan masyarakat ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Hak asasi diletakkan dalam perkembangan ipteks.

keselamatan. Sekarang. harus berusaha keras . keadilan dan perdamaian di dunia.”. jika manusia itu tidak akan memaksa untuk meminta bantuan. dan karena itu setiap manusia berhak akan kehidupan yang layak. di akhir bahwa setiap individu dan setiap organ masyarakat. dan telah bertekad untuk menggalakkan kemajuan sosial dan taraf hidup yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas.terutama di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Piagam PBB ini terdiri atas pembukaan dan 30 pasal. Sedangkan ia sangat penting. Adapun isi pembukaan tersebut adalah sebagai berikut : PREAMBUL Sedangkan pengakuan terhadap martabat dan melekat pada hakhak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan. promosi universal dan ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. Menimbang bahwa mengabaikan dan hak asasi manusia telah mengakibatkan perbuatan yang biadab outraged dengan hati nurani umat manusia. Sedangkan ia sangat penting untuk mendorong perkembangan hubungan antara bangsa-bangsa yang ramah. untuk pemberontakan menentang kezaliman dan penindasan. dan terbentuknya suatu dunia di mana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan beragama serta kebebasan dari ketakutan dan kekurangan telah dinyatakan sebagai cita-cita tertinggi dari masyarakat umum. akan martabat dan nilai seseorang manusia dan hak-hak yang sama laki-laki dan perempuan. Sedangkan yang umum memahami hak-hak dan kebebasankebebasan tersebut sangat penting untuk pelaksanaan realisasi dari janji ini. kebebasan. dengan mengingat Pernyataan ini selalu diingat. dan kebahagiaan pribadinya. hak asasi manusia yang harus dilindungi oleh supremasi hukum. sebagai jalan terakhir. " Alinea pertama Mukadimah Pernyataan Sedunia tentang Hak-hak Asasi Manusia tersebut menyatakan: ”Bahwa sesungguhnya hak-hak kodrati yang diperoleh setiap manusia berkat pemberian Tuhan Seru Sekalian Alam. Sedangkan bangsa dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ada dalam Piagam reaffirmed iman mereka di dasar hak asasi manusia. demikian Majelis Umum memperkenalkan Universal Declaration of Human Rights sebagai satu standar umum keberhasilan untuk semua bangsa dan semua negara. Negara-Negara Anggota telah berjanji untuk mencapai kemajuan dalam kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. tanpa berdasarkan status politik negara atau wilayah. tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya.

Pasal 2. baik oleh bangsa-bangsa dari Negara-Negara Anggota sendiri maupun oleh bangsa-bangsa dari wilayah di bawah kekuasaan hukum mereka. untuk memastikan mereka universal dan efektif pengakuan dan pemeliharaan. warna kulit. Setiap orang berhak untuk hidup. Selain itu. baik bersifat independen. kebebasan dan keselamatan individu. Pasal 9. Pasal 1. agama. tidak ada perbedaan harus dilakukan atas dasar politik. Setiap orang berhak atas pengakuan di mana-mana sebagai orang di depan hukum. nasional dan internasional.dengan mengajar dan pendidikan untuk meningkatkan rasa hormat terhadap hak-hak dan kebebasan dan dengan langkah-langkah progresif. ganas atau perlakuan atau hukuman menghinakan. Semua orang sama di depan hukum dan berhak tanpa diskriminasi sama untuk perlindungan hukum. berhubung dgn hukum atau status internasional negara atau wilayah yang dimiliki oleh seseorang. seperti ras. Pasal 3. Semua berhak atas itu. politik atau pendapat lain. bahasa. Setiap orang perlindungan yang sama terhadap setiap bentuk diskriminasi yang melanggar Deklarasi ini dan terhadap segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam berhak atas bantuan yang efektif dari pengadilan nasional yang kompeten untuk tindakan pelanggaran hak-hak dasar yang diberikan kepadanya oleh konstitusi atau oleh hukum. Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam. . Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun. hak milik. trust.Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan. Pasal 6. kelahiran atau status lainnya. Tidak seorang pun akan diselenggarakan di perbudakan atau diperhambakan. Pasal 7. Pasal 8. Pasal 5. perbudakan dan perdagangan budak harus dilarang dalam segala bentuk. asal nasional atau sosial. non-self-pemimpin yang lain atau di bawah batasan kedaulatan. Pasal 4. jenis kelamin. Semua orang dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan rights.

Pasal 13. Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang gangguan dengan pribadinya. dan berhak kembali ke negerinya. di bawah undang-undang nasional atau internasional. (2) Tidak seorang pun akan diselenggarakan bersalah atas pelanggaran hukuman pada setiap perbuatan atau kelalaian yang tidak merupakan suatu pelanggaran hukuman. atau serangan ke atas kehormatannya dan nama baiknya. sampai dibuktikan kesalahannya menurut hukum dalam suatu pengadilan di mana dia memiliki semua jaminan yang diperlukan untuk pembelaannya. Pasal 15. (1) Setiap orang yang dituntut dengan hukuman pelanggaran berhak untuk disangka bersalah. penahanan atau pembuangan. Pasal 16. (2) Ha ini tidak berlaku untuk kasus penuntutan yang benar-benar timbul karena kejahatan non-politik atau perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pasal 11. (2) Setiap orang berhak meninggalkan sesuatu negeri. rumah atau korespondensi. keluarganya. Setiap orang berhak penuh untuk kesetaraan yang adil dan terbuka oleh pengadilan yang independen dan imparsial hakim. Pasal 14. berhak untuk nikah dan untuk membentuk . termasuk negerinya sendiri. (1) Setiap orang berhak mencari dan menikmati suaka di negara-negara lain dari pengejaran.Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang penangkapan. Pasal 12. (1) Setiap orang berhak atas kewarganegaraan. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his negaraannya atau ditolak hak untuk mengubah kewarganegaraan itu. Juga tidak yang akan dikenakan hukuman berat dari salah satu yang telah berlaku pada saat hukuman pelanggaran tersebut dilakukan. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan bergerak dan berdiam di dalam batasbatas setiap negara. dalam menetapkan hak dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan kepadanya. (1) Pria dan wanita yang sudah dewasa. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum terhadap gangguan atau serangan seperti itu. kewarga-negaraan atau agama. dengan tidak dibatasi kebangsaan. ketika perbuatan tersebut dilakukan. Pasal 10.

. hati nurani dan agama. Pasal 17. secara langsung atau melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas. hak ini termasuk kebebasan untuk mengubah agamanya atau kepercayaan. untuk nyata nya agama atau kepercayaan dalam pengajaran. dari ekonomi. baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. Pasal 19. Pasal 21. Mereka berhak memperoleh hak yang sama seperti perkawinan. Pasal 23. Pasal 20. Pasal 22. berhak atas jaminan sosial dan berhak melaksanakan dengan perantaraan usaha-usaha nasional dan kerjasama internasional dan sesuai dengan organisasi serta sumber-sumber kekayaan dari setiap Negara. (2) Tidak seorang pun boleh sewenang-wenang deprived of his property. (3) Kehendak rakyat harus menjadi dasar kekuasaan pemerintah. (1) Setiap orang berhak memiliki harta. (2) Pernikahan akan memasuki hanya dengan bebas dan persetujuan penuh oleh kedua mempelai. praktek . baik sendiri maupun dengan orang lain dan masyarakat umum atau swasta.keluarga. dan kebebasan. ini harus dinyatakan dalam pemilihan berkala dan asli yang harus oleh universal dan kesetaraan hak dan harus dilaksanakan oleh rahasia suara atau setara gratis voting prosedur. hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan. (2) Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk memasuki sesuatu perkumpulan. sosial dan budaya sangat diperlukan untuk hak martabat dan pertumbuhan bebas pribadinya. (1) Setiap orang berhak atas kebebasan berkumpul dan berserikat secara damai. Setiap orang. sebagai anggota masyarakat. selama perkawinan dan pada saat perceraian. Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran. ibadah dan ketaatan. (3) Keluarga adalah kesatuan alamiah dan fundamental dari masyarakat dan berhak mendapat perlindungan dari masyarakat dan Negara. Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. (1) Setiap orang berhak turut serta dalam pemerintahan negerinya. menerima dan menyampaikan informasi dan ide melalui media apapun dan berapapun frontiers. (2) Setiap orang berhak atas kesempatan yang sama untuk diangkat dalam jabatan pemerintahan negerinya. Pasal 18. dan untuk mencari.

Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pasal 26. pakaian. termasuk jam kerja dan hari libur berkala. (1) Setiap orang berhak atas taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya. dengan menerima upah. dan hak untuk keamanan dalam hal pengangguran. dan hanya untuk kondisi baik. (2) ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan. cacat. untuk mengecap kenikmatan kesenian dan berbagi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan manfaatnya. menjadi janda.(1) Setiap orang berhak atas pekerjaan. serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memelihara perdamaian. toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa. berhak dengan bebas memilih pekerjaan. Setiap orang berhak atas istirahat dan liburan. Pendidikan harus gratis. Pasal 25. (1) Setiap orang berhak untuk berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan kebudayaan masyarakat. (3) Setiap orang yang melakukan pekerjaan berhak atas pengupahan yang adil dan baik yang menjamin kehidupannya dan keluarganya. dan berhak atas perlindungan dari pengangguran. kelompok ras maupun agama. harus mendapat perlindungan sosial yang sama. tanpa diskriminasi. (3) Orang tua mempunyai hak utama untuk memilih jenis pendidikan yang akan diberikan kepada anak-anak mereka. setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. berdasarkan kepantasan. termasuk pangan. Semua anak. . Pasal 27. Teknis dan profesional pendidikan harus dibuat tersedia secara umum dan pendidikan tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang. dan jika perlu. Pasal 24. (4) Setiap orang berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat pekerja untuk melindungi kepentingannya. sakit. mencapai usia lanjut atau mengalami kekurangan mata pencarian yang lain keadaan yang berada di luar kekuasaannya. baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan. (2) Setiap orang. (2) Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan penuh manusia dengan kepribadian dan memperkuat hak asasi manusia dan kebebasan fundamental. (1) Setiap orang berhak mendapat pendidikan. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian. perumahan dan perawatan kesehatannya serta pelayanan sosial yang diperlukan. berhak atas pengupahan yang sama untuk pekerjaan yang sama. suatu kehidupan yang pantas untuk manusia yang bermartabat. dengan cara lain dengan perlindungan sosial.

hak untuk terlibat di dalam kegiatan apa pun atau melakukan perbuatan yang bertujuan untuk pemusnahan atas hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di sini. Begitu juga upaya menghormati. pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara. kelompok ataupun seseorang.2 Latar Belakang Munculnya HAM HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat qodratidan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati.(2) Setiap orang berhak mendapat perlindungan atas kepentingan-kepentingan moril dan material yang diperoleh sebagai hasil dari ilmiah. dijaga dan dilindungi oleh setiap individu. menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu. dibeli ataupun diwarisi. masyarakat atau negara. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu: a) HAM tidak perlu diberikan. Setiap orang berhak atas suatu tatanan sosial dan internasional di mana hakhak dan kebebasan-kebebasan yang termaktub di dalam Pernyataan ini dapat dilaksanakan sepenuhnya. Pasal 30. (3) Hak-hak dan kebebasan Mei sama sekali tidak dapat dilaksanakan bertentangan dengan tujuan dan dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. 7. Hakekat HAM merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui sksi keseimbangan yaitu keseimbangan antara hak dan kewajiban. (1) Setiap orang mempunyai kewajiban terhadap masyarakat di mana saja yang kosong dan penuh pengembangan pribadinya adalah mungkin. setiap orang harus tunduk hanya seperti itu karena keterbatasan yang ditentukan oleh undang-undang semata-mata untuk tujuan pengamanan karena pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan kebebasan orang lain dan tentu saja memenuhi persyaratan moralitas . . ketertiban umum dan kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis. (2) Dalam menjalankan hak-hak dan kebebasan-kebebasannya. Pasal 28. Berdasarkan beberapa rumusan HAM diatas. Tidak satu pun di dalam Pernyataan ini boleh ditafsirkan memberikan sesuatu Negara. kesusasteraan atau artistik produksi yang dia adalah penulis. melindungi dan menjunjung tinggi HAM. Pasal 29.HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.

Tentang macam-macam hak asasi manusia ada berbagai pandangan. menimbulkan pemikiran untuk melindungi ketiga hak-hak fundamental di atas (hak hidup. 1988:6-7). Bagi John Locke dan Liberalisme klasik. Untuk itu kemudian berkumpul dan mengadakan perjanjian untuk ber-masyarakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak mereka kepada. pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.hak atas martabat dan integritas manusia. diantara orang . agama.orang itu sering terjadi percekcokan karena perbedaan pemilikan nana benda dan karena ada orang yang hidup di atas penderitaan orang lain.macam hak asasi manusia dapat dikelompokan ke dalam tiga bagian yaitu : a.seorang pemimpin yang bertugas untuk melindungi ketiga hak tersebut sebagai hak individu dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari dirinya dan diserahkan kepada pemimpin/ in casu negara dan diterima manusia sejak lahir dan bukan merupakan pemberian hukum manusia atau masyarakat (Baut S:Harman. b. kemerdekaan {the right to liberty) dan hak milik (the right to property) (Rodee & Anderson. Pendapat John Locke ini sahgat dipengaruhi oleh gagasan hukum alam (natural law) ketika dalam keadaan alamiah (state of nature).b) HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandag jenis kelamin. hak .hak sosial ekonomi dan budaya (Baut&Harman.apa-apa. c) HAM tidak bisa dilanggar. ras.hak politik dan yuridik. hak . Orang tetap mempunyai HAM walaupun negara membuat hukum yang tidak dilindungi melanggar HAM. 31 ayat apabila ditelaah lebih lanjut secara garis besar macam . Dan c. Tidak seorang pun yang mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. etnis. hak asasi meliputi hak hidup (the right to life). semua orang sama sekali bebas dan sama derajatnya. merdeka dan memiliki). . 1988 : 194). 1988:9). yaitu suatu keadaan di mana belum terdapat kekuasaan dan otorita. Thomas Hobbes berpendapat bahwa satu-satunya hak asasi adalah hak hidup. hak . Dalam UDHR yang memuat 30 pasal. Kondisi seperti itu telah menggeser keadaan alamiah ke keadaan perang (state war). Dalam perkembangan selanjutnya.

hak dipilih.Perbedaan hak politik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan sebagai seorang anggota di dalam lembaga politik.hak sipil dan politik antara lain: a. Yang termasuk hak .l983:l9). Hukum untuk berserikat martabat dan integritas manusia. Seperti : hak memilih. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. b. 1993:236). e. tata hukum. hak mcmegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang menjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan. beragama. hak memegang jabatan-jabatan umum dalam negara atau hak yang mcnjadikan seseorang ikut serta di dalam mengatur kepentingan negara atau pemerintahan (Abdul Karim Zaidan.hak sosial. Dalam Perjanjian tentang Hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian lentang hak hak Sosial. hak atas hidup. Perbedaan hak po lit ik dengan hak sipil dapat dikemukakan bahwa hak politik merupakan hak yang didapat oleh seseorang dalam hubungan seorang anggota di dalam lembaga politik. dan hak . dan tidak ada hubungannva dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan kegiatannya (Subhi. hak mempunyai keyakinan (conscience). Dengan kata lain lapangan hak-hak poiitik sangat luas sekali mencakup asas-asas masyarakat. hak atas kebebasan berpikir. seperti: hak memiiih. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan poiitik. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian yang luas. dasar-dasar negara. pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54). hak dipilih. partisipasi rakyat didalamnya.l983:l9).macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. g. h. Dengan kata lain lapangan hak-hak politik sangat luas sekali . hak atas kebebasan berkumpul secara damai. c. hak mencalonkan diri untuk menduduki jabatan-jabatan politik. Ekonomi dan Budaya. Macam. hak atas kebebasan dan keamanan diriina. f. mencakup hak-hak ekonomi sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia dalam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. 1988 : 9). ekonomi dan budaya (Baut&Harman. d.

hak atas pekerjaan.macam HAM menurut Perjanjian tentang hak-hak Ekonomi. mengemukaan pendapat. hak atas keamanan di muka badan-badan peradilan. mencakup hak-hak ekonomi.1993:236). hak atas kebebasan berpikir mempunyai keyakinan (conscience). 3. tata hukum. 1. dasar-dasar negara. 7. Hak asasi pribadi (personal rights) meliputi hak kemerdekaan memeluk agama. beribadah menurut agama masing-masing. hak atas pendidikan (Miriam Budiardjo. hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi diriina serta keluarganya. 2. Sedangkan macam . 5.mencakup asas-asas masyarakat. beragama. hak atas kebebasan berkumpul secara damai. 1922 : I 2 7 ). 2. Sosial dan Budaya mencakup antara lain : 1. sosial dan kebudayaan merupakan hak yang dinikmati oleh manusia daiam huburigannya dengan warga negara yang lainnya. Dalam Perjanjian tentang hak-hak Sipil dan Politik dan Perjanjian tentang Hak . 4. termasuk makanan. Sedangkan yang dimaksud hak-hak sipil dalam pengertian sang luas. macam . Pembagian hak asasi manusia sang agak mirip dengan kedua pendapat tersebut di atas adalah yang mengikuti pembedaan sebagai berikut : a. hak untuk berserikat. hak atas pensiun. 6. pakaian dan perumahan yang layak. 3. .hak sipil dan politik antara lain: hak atas hidup. dan tidak ada hubungannya dengan penyelenggaraan kekuasaan negara salah satu jabatan dan k e g i a t a n n y a ( Subhi. partisipasi rakyat didalamnya. hak atas kebebasan dan keamanan dirinya. Ekonomi dan Budaya. hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan.hak Sosial. 5 .macam HAM dapat dikemukakan sebagai berikut. dan kebebasan berorganisasi atau berpartai. 4. hak untuk membentuk serikat kerja. Yang termasuk hak . pembagaian kekuasaan dan batas-batas kewenangan penguasa terhadap warga negaranya (Subhi Mahmassan 1993:54).

macam hak asasi manusia dikemukakan Franz Magnis Suseno (1987: 125 . atau dapat disebut sebagai hak persamaan hukum (rights of lega lequality). oleh karena itu setiap warga negara wajar mendapat hak itu serta dalam mengolah dan menata serta menentukan warna politik dan kemajuan negara e. Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights) meliputi hak kebebasan mendapatkan pengajaran atau hak pendidikan serta hak pengembangan kebudayaan. Hak asasi politik (political rihts) meliputi hak untuk diakui sebagai warga negara yang sederajat. hak asasi aktif atau demokratis. d. hak asasi positif dan hak asasi sosial. Uraian masing . peradilan dan pembelaan hukum).130) yang mengelompokanya menjadi empat kelompok yaitu hak asasi negatif atau liberal. Hak asasi ekonomi (property rights) meliputi hak memiliki sesuatu. f. oleh sebab itu di mana pun dan kapan pun pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia harus ada. Semua manusia tanpa terkecuali mempunyai hak-hak tersebut di atas. hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak. Pendapat lain tentang macam .hak kebebasan (liberal). dan hak memilih pekerjaan c. penangkapan. Sedangkan dikatakan negatif.b. Hak asasi mendapatkan pengayoman dan perlakukan yang sama dalam keadilan dan pemerintahan. karena prinsip yang dianutnya bahwa kehidupan saya (pribadi) tidak boleh dicampuri . Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata peradilan dan perlindungan hukum (procedural rights) meliputi hak perlakukan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (rasia. Kelompok hak asasi pertama ini diperjuangkan oleh liberalisme dan pada hakekatnya mau melindungi kehidupan pribadi manusia terhadap campur tangan negara dan kekuatan-kekuatan sosial lain. Hak Asasi Negatif atau Liberal.masing sebagai berikut: 1. Hak asasi ini didasarkan pada kebebasan dan hak individu untuk mengurus diri sendiri dan oleh karena itu juga disebut hak . hak membeli dan menjual sesuatu.

Macam -macam hak asasi manusia negatif antara lain :             hak atas hidup. perlindungan terhadap hak milik. melainkan merupakan lembaga yang diciptakan dan dipelihara oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan-pelayanan . hak keutuhan jasmani. hak untuk memilih pekerjaan dan tempat tinggal. Hak ini disebut aktif karena merupakan hak atas suatu aktivitas manusia untuk ikut menentukan arah perkembangan masyarakat/ negaranya. b. . Hak Asasi Aktif atau Demokratis Kalau hak-hak negatif menghalau campur tangan negara dalam urusan pribadi manusia. e. Yang termasuk hak asasi aktif. Hak Asasi Positif Paham hak asasi positif berdasarkan anggapan bahwa negara bukan tujuan pada dirinya sendiri.hak positif justru menuntut prestasiprestasi tertentu dari negara. d. maka hak asasi negatif ini tetap merupakan inti hak asasi manusia. hak untuk tidak ditahan secara sewenang . hak untuk membentuk perkumpulan politik. maka sebaliknya hak .pihak luar. kebebasan bergerak. hak untuk mengurus kerumahtanggaan sendiri. Kehidupan pribadi merupakan otonomi setiap orang yang harus dihormati. kebebasan untuk memilih jodoh. kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. kebebasan berpikir.wenang. hak untuk memilih wakil dalarn badan pembuat undang-undang. 3. Dasar hak ini adalah keyakinan akan kedaulatan rakyat yang menuntut agar rakyat memerintah dirinya sendiri dan setiap pemerintah di bawah kekuasaan rakyat. kebebasan beragama. kebebasan untuk mengikuti suara hati sejauh tidak mengurangi kebebasan serupa orang lain. hak atas kebebasan pers. c. - 2. antara lain : a. Otonomi ini merupakan kedaulatan atasinya sendiri merupakan dasar segala usaha lain. hak untuk mengangkat dan mengontrol pemerintah: hak untuk menyatakan pendapat.

The American Declaration (berpandang bahwa manusia adalah merdeka sejak didalam perut ibunya. hak atas keadilan). dalam kaitan itu berlaku prinsip resumption of innocent. Hak asasi sosial mencerminkan kesadaran bahwa setiap anggota masyarakat berhak atas bagian yang adil dari harta benda material dan kultural bangsanya dan atas bagian yang wajar dari hasil nilai ekonomis.3 Perkembangan Konsep Hukum Internasional Tentang HAM Perkembangan pemikiran HAM dunia bermula dari adanya piagam Magna Charta. kemudian ditahan dan dituduh. perkembangan pemikiran HAM dalam empat generasi: . sehingga tidaklah logis bila sesudah lahir ia harus dibelenggu). 4. hak atas jaminan sosial. berhak dinyatakan tidak bersalah. e. 7. hak atas pendidikan. Oleh karena itu tidak boleh ada anggota masyarakat yang tidak mendapat pelayanan itu hanya karena ia terlaiu miskin untuk membayar biayanya. hak ikut serta dalam kehidupan kultural masyarakatnya. b. artinya orangorang yang ditangkap. hak warga masyarakat atas kewarganegaraan. Yang termasuk hak asasi sosial antara lain a. d. c. hak membentuk serikat kerja. Yang termasuk hak asasi positif antara lain :   hak atas perlindungan hukum (misalnya : hak atas perlakuan yang sama di depan hukum.tertentu (pelayanan publik). Hak Asasi Sosial Hak asasi sosial ini merupakan paham tentang kewajiban negara untuk menjamin hasil kerja kaum buruh yang wajar dan merupakan hasil kesadaran kaum borjuis melawan kaum buruh. sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap menyatakan bersalah). Selain itu. The French Declaration (tidak boleh ada penang-kapan dan penahanan yang semena-mena termasuk penangkapan tanpa alasan yng syah dan penahanan tanpa surat perintah yang dikeluarkan oleh pejabat yang syah. dan The Four Freedom. hak atas pekerjaan. Hak ini hars dijamin dengan tindakan negara.

politik.T.4 Perkembangan Wawasan Bangsa Indonesia Tentang HAM Menurut John Stuart Mills sebagaimana yang terdapat di dalam bukunya Tilaar (2001) yang berjudul Demensi-demensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia (A.ekonomi. dan budaya. 2005:5). khususnya pemerintah penguasa Negara yang bersangkutan. dalam pelaksanaan hak asasi manusia Negara tidak dibenarkan mencampuri hak asasi manusia setiap warga Negara. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia ll. Deklarasi ini lebih maju dari rumusan generasi ketiga.1) Generasi Pertama : Pengertian HAM hanya berpusat pada bidang hukum politik. Ini memberi suatu isyarat kepada penguasa agar memiliki kearifan dalam mengambil suatu kebijakan pembangunan yang biasanya memiliki implikasi dengan hak asasi manusia. Agaknya pepatah kuno “justice delayed.justice deny” tetap berlaku untuk kita semua. 2) Generasi Kedua : Pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial. pelaksanaan hak asasi manusia acapkali dipengaruhi oleh muatan local atau kepentingan subyektif bangsa tersebut. Sedangkan secara pragmatis. 6. Soegito. pelaksanaan hak asasi manusia dapat dibedakan dalam arti ideal dan pragmatis. 3) Generasi Ketiga : Keadilan dan pemenuhan hak asasi haruslah dimulai sejak pembangunan itu sendiri. Secara ideal. . totaliterisme dan adanya keinginan negara-negara baru yang merdeka untuk menciptakan suatu tertib hukum yang baru.karena tidak mencakup tuntutan struktural tetapi juga berpihak terciptanya tatanan sosial yang berkeadilan. 4) Generasi Keempat : Pemikiran ham generasi keempat dipelopori oleh negara-negara dikawasan asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut declaration of the basic duties of asia people and goverment. apalagi menindasnya atau menghilangkannya. bukan setelah pembangunan itu selesai.

tepat dan dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Penguatan pelaksanaan RAN Hak Asasi Manusia 2004-2009. RAN Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak.T. Pembenahan system manajemen penanganan perkara yang menjamin akses public. ekonomi. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia harus didasarkan kepada prinsip bahwa hak-hak sipil. Pelaksanaan RAN Hak asasi Manusia 2004-2009 sebagai gerakan nasional. cepat. 5. 7. sosial budaya dan hak pembangunan meupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. dan konsisten. Program penegakan hukum dan hak asasi manusia (PP No. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hokum yang lebih sederhanan. 3. . 6. 2. baik dalam penerapan. pengembangan system pengawasan yang transparan dan akuntabel. politik. pemantauan maupun pelaksanannya (Hasan Wirajuda. 1. Pengembangan transparan. RAN Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. 4. Soegito. dan Program nasional bagi anak Indonesia 2015. 2005:5). dan pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya harus dilakukan secara tegas. Beberapa kegiatan yang relevan meliputi halhal sebagai berikut ini. 2005 dalam A.7/2005) yang meliputi pemberantasan korupsi. Penyelenggaraan audit regular atas kekayaan seluruh pejabat pemerintah dan pejabat Negara.Sejalan dengan amanat konstitusi. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pemberantasan Korupsi 2004-2009. tidak diskriminatif. Penyelamatan bahan bukti akuntabilitas kinerja yang berupa system manajemen kelembagaan hokum yang dokumen/arsip lembaga Negara dan badan pemerintahan untuk mendukung penegakan hokum dan hak asasi manusia. anti terorisme.

2005: 6-7) Secara khusus untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dalam rangka perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: pembentukan kantor-kantor perwakilan Komisi Nasional di daerah. Soegito. 181 tahun 1988. meningkatkan pemahaman tentang hak asasi manusia kepada masyarakat dan luas termasuk hak aparatur asasi negara manusia dengan secara melaksanakan pendidikan pelatihan berkelanjutan (lihat A. 2005 dalam A. yaitu Lokakarya Nasional HAM ke-1 pada tanggal 21-22 Januari 1991. Departemen Luar Negeri Indonesia bekerjasama dengan pusat HAM PBB telah menyelenggarakan serangkaian lokakarya. Selanjutnya. semua instrumen hak asasi manusia dalam skop nasional dan local sebagaimana yang seudh diutarakan di atas . 77 tahun 2003. Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Nasional HAM ke2 tahun 1994. Soegito. yang akhirnya dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui Keppres No. Perlu ditegaskan di sini.T. dan Lokakarya Nasional HAM ke-1 telah merekomendasikan pembentukan Komisi Nasional HAM. yakni mulai dari tahun 1998-2003. Kelompok Kerja HAM tersebut berhasil menyusun seuatu RAN HAM Indonesia yang memuat langkah-langkah nyata pemajuan dan penghormatan HAM yang dilakukan pada tingkat nasional dalam kurun waktu 5 tahun. Sesuai dengan salah satu rekomendasi lokakarya tersebut. 50/1993. Pembaharuan materi hokum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Lokakarya Regional PBB ke-2 pada tanggal 26-28 Januari 1993. Soegito. dan masih banyak lagi yang serupa itu (lihat A. Pencapaian Indonesia sejak tahun 1991-2004 dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dapat diikuti dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia (Hasan Wirajuda. Departemen Luar Negeri membentuk Kelompok Kerja HAM yang terdiri dari berbagai unsur departemen dan lembaga terkait. 2005: 7-8) sebagai berikut ini.T.8.T. dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dibentuk pada tahun 2003 melalui Keppres No. Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan telah dibentuk pada tahun 1998 dengan Keppres No. 2005:7).

Pertama. Dengan demikian memahami pokok-pokok HAM dalam UUD 1945 referensinya yang akurat adalah pendapat Bung Hatta. Hatta) dalam UUD 1945. kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk di jamin oleh Negara (Pasal 29 ayat 2). Pemikiran bahwa HAM bersifat individualisme dan dipertentangkan dengan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial seperti yang dikemukakan Bung Karno yang sampai Jaminan HAM dalam UUD 1945 dan Undang . terdapat lima pokok mengenai HAM yang terdapat dalam batang tubuh UUD 1945.Undang No. Masuk-nya pasal-pasal di atas tidak lepas dari perdebatan yang mendahuluinya antara kelompok yang keberatan (terutama Soekarno dan Soepomo) dan yang meng-hendaki justru dimasukkan (terutama Moh.1.4. 39 Tahun . Bung Hatta tampak bersifat buruk sangka terhadap kekuasaan (negara). mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UU (Pasal 28). Dari keempat pasal tersebut. Ketiga. Keempat. Kedua.merupakan suatu bukti perhatian Negara Indonesia terhadap pengaturan hak asasi manusia yang implikasinya pada upaya-upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia. tentang kesamaan kedudukan dan kewajiban warganegara di dalam hukum dan di muka pemerintahan( Pasal 27 ayat 1). Dalam kenyataan empirik memang pelanggaran HAM terutama dilakukan oleh penguasa. bukan ber-arti kurang mendapat perhatian. 28. 29 dan 31. akan tetapi karena susunan pertarna UUD 1945 adalah merupakan inti-inti dasar kenegaraan. yang esensinya mencegah berkembangnya Negara Kekuasaan. hak atas pengajaran (Pasal 31 ayat 1). Meskipun demikian. Kelima. kemerdekaan berserikat dan berkumpul. meliputi : 2. hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2). yakni pasal 27. 1999 Tentang jaminan HAM dalam UUD1945 Kuntjoro Purbopranoto (1982:26-29) memberikan pandangan belum disusun secara sistematis dan hanya empat pasal memuat ketentuan-ketentuan tentang hak asasi. Untuk jelasnya bahwa implementasi HAM di Indonesia.

keluarga. 39 Tahun 1999. keluarga/ perkawinan). Hak atas rasa aman (misalnya hak : memperoleh suaka politik. 4. memilih status kewarganegaraam berpendapat dan menyebarluas kannya. bebas bergerak dan bertempat tinggal. melakukan hubungan komunikasi. kehidupan yang layak. memperoleh pekerjaan yang layak. mendirikan serikat kerja. kesejahteraan (misalnya hak : milik pribadi dan kolektif. secara garis besar meliputi : 1. perlakuan khusus bagi anak cacat. Dalam era reformasi sekarang ini. penghilangan dengan paksa dan penghilangan nyawa). Ratifikasi Jaminan HAM secara normatif . keyakinan politik. memperoleh informasi. dan jaminan sosial).saat ini masih tampak dianut terutama oleh penguasa. perlindungan terhadap ancaman ketakutan. psikotropika dan zat adiktif lainnya). melakukan pekerjaan sosial). ada titel Bab yang secara eksplisit menggunakan istilah HAM yaitu Bab XA yang berisikan pasal 28A s/d 28. partisipasi langsung dan tidak langsung. berekspresi. 7.J (perubahan pasal 28).perlindungan terhadap penyiksaan. masyarakat dan Negara. 6. Hak mengembangkan diri (misalnya hak pemenuhan kebutuhan dasar. Dalam UU No. memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat). bertempat tinggal yang layak. Hak memperoieh keadilan (misalnya hak kepastian hukum. per-dagangan Anak. mendirikan parpol. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Hak untuk hidup (misalnya hak mempertahankan hidup. memperoleh kesejahteraan lahir batin. status kewarganegaraan. 5. 10. mengajukan usulan kepada pemerintah). 3.2. LSM dan organisasi lain. Apabila dicermati jaminan HAM dalam UUD 1945 dan penjabarannya dalam UU No. diangkat daiam jabatan pemerintah. Dalam amandemen kedua tersebut. pekerjaan. 2.39 Tahun 1999 tampak jaminan HAM lebih terinci lagi. persamaan di depan hukum). Hak wanita (hak yang sama/tidak ada diskriminasi antara wanita dan pria daiam bidang politik. Hak turut serta daiam pemerintahan (misalnya hak : memilih dan dipilih dalam pemilu. memperoleh manfaat dari iptek. perlindungan dari eksploitasi ekonomi. 8. pelecehan sexual. Hak atas kebebasan pribadi (misalnya hak : memeluk agama. kiranya bukan rujukan yang akurat dalam rangka memahami jaminan HAM "dalam UUD 1945. pekerjaan. beribadah menurut agamanya. Hak atas. penyalahgunaan narkotika. Hak anak (misalnya hak perlindungan oleh orang tua. 4. upaya untuk menjabarkan ketentuan HAM telah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 ke dua (Tahun 2000) dan diundangkan-nya UU No. meningkatkan kuaiitas hidup. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. 9. Hal itu terlihat dari jumlah bab dan pasal-pasal yang dikandungnva relatif banyak yaitu terdiri atas XI bab dan 106 pasal.

hukum dan langkah-langkah efektif lain guna mencegah tindakan penyiksaan (tindak pidana) di dalam wilayah yuridiksinya. Liga Bangsa-Bangsapun telah menaruh perhatian yang serius" tentang masalah anak-anak ini. dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam. Ketentuan pokok konvensi ini mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental. 44/25 tanggal 5 Desember 1989 tentang Convention on the Rights (Wayan Parthiana. Deklarasi PBB mengenai Hak-hak Anak tahun 1959 (Declaration on the Rights of the Child of 1959) dan deklarasi PBB tentang Tahun anak-anak Internasional (Declaration on the International Year of the Child (1979). tidak manusiawi. yang terbukti dengan dikeluarkannya Deklarasi Jenewa 1924 (Geneve Declaration of 1924) tentang pembentukan Uni Internasional Dana dan Keselamatan Anak-Anak (Save the Children Fund International Union). Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia). 1990 :3-11). 2) UU No. juga dapat dilihat pada apa yang telah diratifikasi negara Rl terhadap konvensi internasional tentang HAM. administratif. Bahkan jauh sebelumnya. 8 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Fortune and Other Cruel In human or Degradi Treatment (konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam. disamping dapat dilihat pada konstitusi dan perundang-undangan yang ada. atau merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh atau atas hasutan dari atau dengan persetujuan/sepengetahuan pejabat publik dan orang lain yang bertindak dalam jabatannya. Ini berarti negara RI yang telah meratifikasi wajib mengambil langkah-langkah legeslatif. 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-hak Anak). Demikian puia PBB secara khusus memiliki salah satu organ khusus yang berkenaan dengan anak-anak yakni UNICEF( United Nations Children's Fund/Dari PBB untuk Anak-Anak). Misalnya langkah yang dilakukan dengan memperbaiki cara interograsi dan pelatihan bagi .Ratifikasi jaminan HAM secara normatif. Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke 44 pada bulan Desember 1989 telah berhasil menyepakati sebuah Resolusi PBB No. Beberapa konvensi internasional berkaitan dengan HAM yang telah diratifikasi antara lain sebagat berikut: 1) Keputusan Presiden No.

dalam bidang sosial berupa 1) perlakukan yang sama oleh hukum antara wong cilik dan priyayi dan 2) toleransi dalam masyarakat terhadap perbedaan atau latar belakang agama dan ras warga negara Indonesia. ras. Sedangkan di bidang ekonomi masih tarnpak dikuasai oleh segelintir orang (konglomerat) yang menunjukkan belum adanya kesempatan yang sama untuk berusaha. Kehidupan politik masih cenderung didominasi konflik antar elit politik sering berimbas pada konflik dalam masyarakat (konflik horizontal) dan elit politik lebih memperhatikan kepentingan diri/kelompoknya. dalam bidang politik berupa kemauan pemerintah dan masyarakat untuk mengakui pluralisme pendapat dan kepentingan dalam masyarakat. sementara kepentingan masyarakat sebagai konstiuennya diabaikan Di bidang hukum masih terlihat lemahnya penegakan hukum. sosial dan ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. konflik. Dalam masyarakat juga masih tampak kurang adanya toleransi terhadap perbedaan agama. dan Ketiga. . banyak pejabat yang melakukan pelanggaran hukum sulit dijamah oleh hukum. dalam bidang ekonomi dalam bentuk tidak adanya monopoli dalam sistem ekonomi yang berlaku. Berbagai konflik dalam masyarakat paling tidak di permukaan masih sering terdapat nuansa SARA. Lukman Soetrisno (Paul S. tetapi belum menjamin bahwa HAM di-laksanakan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari atau dalam pelaksanaan pembangunan.Baut.3 Indikator Pelaksanaan HAM di Indonesia Meskipun di Indonesia telah ada jaminan secara konstitusional maupun telah dibentuk lembaga untuk penegakanya. 1989:221) mengajukan indikator bahwa suatu pembangunan telah melaksanakan HAM apabila telah menunjukan adanya indikator-indikator. sebagai berikut : Pertama. sementara keiika pelanggaran itu dilakukan oleh wong cilik hukum tampak begitu kuat cengkramannya. 4. Kedua.setiap aparatur penegak hukum dan pejabat publik lain yang bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dirampas kemerdekaannya. Ketiga indikator tersebut jika dipakai untuk melihat pelaksanaan pembangunan di Indonesia dewasa ini di bidang politik.

main hakim sendiri. Pemerintahan totaliter. Akhir-akhir ini di dunia Internasional maupun di Indonesia. sabotase. ekonomi dan sosial. Richard Falk (Mulyana W. Rasialisme resmi. subversif. 1985: 79) mengartikan teror sebagai tindakan berasal dari suatu kekecewaan atau keputusasaan. dihadapkan banyak pelanggaran HAM dalam wujud teror Leiden & Schmit (Bayo Ala.4. Pelanggaran itu baik yang dilakukan oleh negara/pemerintah maupun oleh masyarakat.2 Kategori Pelanggaran HAM Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari kita temui pelanggaran HAM baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain. Kusunah. namun ada kecenderungan pihak penguasa lebih dominan. Hasilnya adalah disusunnya kategori-kategori pelanggaran HAM yang dianggap kejam. Terorisme resmi berskala besar. yaitu : a) b) c) d) e) Pembunuhan besar-besaran (genocide). penculikan. pembajakan dan penyanderaan. Teror dapat dilakukan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat (oposan). Ini berarti harus diakui bahwa dalam pelaksanaan HAM masih banyak terjadi pelanggaran dalam berbagai bidang kehidupan. .kebutuhan dasar manusia. penyebaran desas-desus. pelanggaran peraturan hukum.Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia begitu sulit untuk keluar dari krisis politik. biasanya disertai dengan ancaman-ancaman hak berkemanusiaan dan tak mengenal belas kasihan terhadap kehidupan dan barang-barang dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum. f) Perusakan kualitas lingkungan (esocide). 2. karena sebagai pemegang kekuasaan dapat secara leluasa untuk memenuhi kepentingan yang seringkali dilakukan dengan cara-cara manipulasi sehingga mengorbankan hak-hak pihak lain. 1981 : 71) mengembangkan suatu standar guna mengukur derajat keseriusan pelanggaran HAM. g) Kejahatan-kejahatan perang. 'Teror dapat dalam bentuk pembunuhan. Penolakan secara sadar untuk memenuhi kebutuhan . Pelanggaran baik dilakukan oleh penguasa maupun masyarakat.

karena menimbulkan ketakutan sehingga rasa aman sebagai hak setiap orang tidak lagi dapat dirasakan.CPS pada tanggal 3-4 Mei 1993. 2000 : 27). Dalam kondisi ketakutan maka seseorang/masyarakat sulit untuk melakukan hak/kebebasan yang lain. Contoh-contoh pelanggaran HAM oleh pemerintah dan atau aparat keamanan antara lain sebagai berikut : Pertama. kasus ini berawal dari unjuk rasa dan pemogokan yang dilakukan buruh PT. Awal dari kerusuhan tersebut bermula pada aksi unjuk rasa mahasiswa UM1 terhadap kenaikan tarif angkutan kota (Pete-pete) yang memberatkan kalangan pelajar dan mahasiswa yang dikenai aturan lebih dari yang ditetapkan Menteri Perhubungan sebesar Rp. dan akhirnya pada 9 Mei 1993.CPS di PHK oleh Kodim di markas Kodim (Prisma 4. aparat keamanan bersikap berlebihan dan represif dalam menghadapi pengunjuk rasa tersebut sehingga pecah insiden berdarah yang menimbulkan korban jiwa di pihak mahasiswa dengan cara menyerbu kampus UMI dan menembak dengan peluru tajam sehsngga jatuh korban (Surip Kadi. 2000: 24). kasus Marsinah. Marsinah menuntut dicabutnya PHK yang menimpa kawan-kawannya Pada 5 Mei 1993 Marsinah 'menghilang'. Perkembangan pengusutan kasus ini menghasilkan keterlibatan 6 anggota TNI-AD dari kesatuan Danintel Kodam. aparat keamanan maupun oleh masyarakat. 20 Polri serta 1 orang Kejaksaan. Namun perlakuan Kodim tidak berhenti pada PHK 13 orang dan matinya Marsinah. Kedua. sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam upaya mengembangkan kehidupan yang lebih maju dan bermartabat 4. karena pada tanggal 7 Mei 1993 masih ada 8 orang buruh PT. Kasus Universitas Muslim Indonesia (UMI). baik yang dilakukan pemerintah. Aksi ini berbuntut dengan di PHK-nya 13 buruh. April 1994 : 71-73. Saurip Kadi. Marsinah ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan di hutan Wilangan Nganjuk. Ujung Pandang. Namun sayangnya. 100. Kopassus. .Teror sebagai bentuk pelanggaran HAM yang kejam (berat).5 Contoh Pelanggaran HAM Banyak pelanggaran HAM di Indonesia. 26 April 1996.

sebanyak 24 anggota TNI dinyatakan sebagai tersangka. Apakah pembantaian itu merupakan kebijakan yang diambil dalam satu kerangka kebijakan mengatasi masalah Aceh ataukah semata-mata karena tindakan yang diambil atas pertimbangan kondisi lapangan Saurip Kadi. Berdasarkan penyelidikan. pembunuhan di Los Palos.4. Kasus Pasca jaja pendapat di Timtim sekarang mulai di sidangkan lewat Peradilan HAM. . maupun militer. karena motivasi pem-bantaian itu menjadi. 2000: 36). 23 Juii 1999. Operasi ini ternyata mengakibat-kan pengikut Tengku Bantaqiah ditembaki oleh aparat setempat.Ketiga. Danrem menugaskan Kasi Intelnya untuk melaksanakan penyelidikan. dan (4) pemahaman belum merata baik dikalangan sipil. 2. kabur. meskipun seperti telah dikemukakan di atas telah dijamin secara konstitusional dan telah dibentuknya lembaga penegakan HAM. pembunuhan massa di Suai.3 Faktor Penyebab Terjadinya Pelanggaran HAM Mengapa pelanggaran HAM sering terjadi di Indonesia. (3) kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum (polisi. Tengku Bantaqiah adalah seorang tokoh ulama terkemuka di Aceh. Kasus Pasca Jejak Pendapat di orang Timur yang ditandai dengan praktek bumi hangus. (2) adanya dikhotomi antara individualisme dan kolektivisme. termasuk di dalamnya Letkol Inf Sudjono. Kasus ini bermula dari informasi adanya sejumlah senjata di salah seorang tokoh Dayah Bale. Hilangnya Letkol Inf Sudjono (Kasi Intel Korem 011/Lilawangsa) tentu saja membuat penyelesaian kasus ini menjadi terhambat. Beberapa pelanggaran HAM yang lain yang sedang dituntut oleh masyarakat untuk diselesaikan melalui Pengadilan HAM antara lain. kasus pembunuhan Tengku Bantaqiah. jaksa dan pengadilan). Maliana. Sebanyak 51 orang termasuk Tengku Bantaqiah tewas. Liquisa dan Dili. Kasus Trisakti Mei 1998) yang menewaskan 4 mahasiswa. Faktor-faktor penyebabnya antara lain: (1) masih belum adanya kesepahaman pada tataran konsep HAM antara universalisme dan partikularisme. Untuk mendalami informasi tersebut pada tanggal 23 Juli 1999. Apabila dicermati secara seksama ternyata faktor penyebabnya kompleks.

7 Lembaga HAM Saat ini lembaga resmi oleh pemerintah seperti Komnas HAM Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. 26 Tahun 2000. Pengadilan HAM dibentuk berdasarkan UU No. Pengadilan HAM Pengadilan HAM sebagai peradilan khusus di lingkungan peradilan umum. Peradilan HAM dan lembaga . d.lembaga yang dibentuk oleh masyarakat terutama dalam bentuk LSM prodemokrasi dan HAM. masyarakatpun terutama melalui LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau . LSM Prodemokrasi dan HAM Disamping lembaga penegakan HAM yang dibentuk oleh pemerintah. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dibentuk berdasarkan Kepres No. Kemudian dengan lahirnya UU No. Dasar pertimbangan pembentukan Komisi Nasional ini sebagai upaya mencegah terjadinya dan menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. 99). Contoh Pengadilan HAM di daerah kabupaten atau daerah kota yang daerah hukumnya meliputi daerah hukum Pengadilan Negeri yang bersangkutan. 50 Tahun 1993 sebagai respon terhadap tuntutan masyarakat niaupun tekanan dunia intemasional perlunya penegakan HAM di Indonesia. Komisi Nasional HAM Komisi Nasional (Komnas) HAM pada awalnya dibentuk dengan Kcpres No.39 Tahun 1999. b.4. pasal 75 s/d. a. termasuk yang dilakukan di luar tentorial wilayah negara Rl oleh warga negara Indonesia. Komnas HAM yang terbentuk dengan Kepres tersebut harus menyesuaikan dengan UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. c. 181 Tahun 1998. Peradilan HAM memiliki wewenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM yang berat. yang didalamnya mengatur tentang Komnas HAM ( Bab VIII.

4. pembelajaran tentang HAM disamping menuntut materi yang luas. akibat-akibat apa yang timbul ketika terjadi pelanggaran HAM. Dalam pembelajaran tentang HAM misalnya dapat diberikan sebagai contoh-nya.NGO (Non Governmental Organization) yang programnya berfokus pada demokratisasi dan pengembangan HAM (LSM Prodemokrasi dan HAM ). Pembelajaran Pembelajaran tentang HAM. Oleh karena itu. Kemudian siswa secara individual atau kelompok diminia untuk membuat konsep tentang pelanggaran HAM. discovery.5 Indikator pelaksanaan HAM . mendalam dan jelas juga hams dikaitkan dengan kenyataan dafam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran topik tersebut Guru bisa berangkat dari cerita tentang pelanggaran HAM atau memperlihatkan ''gambar tentang pelanggaran hak asasi manusia". tetapi juga merangsang kreativitas dan kemampuan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial khususnya yang terkait dengan HAM. tetapi audio-visual seperti rekaman video berbagai peristiwa pelanggaran HAM di Indonesia maupun dunia internasional. pemecahan masaiah. Sedangkan media pembelajaran tidak sekedar visual. ketika mengajarkan topik tentang "Pelanggaran HAM". juga bias bertitik tolak dari "Rekaman video tentang pelanggaran HAM". Dengan cara pembelajaran yang demikian siswa tidak saja aktif. terutama bagaimana upaya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang pengertian HAM dan upayaupaya penegakannya. e. Dua masalali ini tampak mienjadi persoaian paling mendasar yang dihadapi sekarang ini. 2. Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekersan). Untuk itu pembelajarannya menghendaki metoda pembelajaran yang lebih mengedepankan observasi. Kemudian diminta memberikan alasan mengapa pelanggaran HAM perlu dicegah. juga bisa bermula dari "Apa yang dilihat/ kesan siswa tentang pelanggaran HAM". dan inkuiri. Yang termasuk LSM ini antara lain YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).

baik dalam konstitusinya maupun dalam peraturan peundang-undangan. c. misalkan nilai ketuhanan. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak terlepas dari isu hak asasi manusia yang melanda hampir semua negara di dunia. kerakyatan. masalah lingkungan. Pengakuan dan jaminan perlindungan HAM tercermin dalam nilai-nilai Pancasila. baik yang ditemukan dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. b. Untuk jelasnya dapat kita rinci sebagai berikut. karena hampir di semua negara. Undang-Undang Dasar 1945. disamping telah adanya bebrapa konvensi PBB tentang HAM. a. Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia b. serta peraturan perundang-undagan lainnya. a. Selain sebagai landasan konstitusional UUD 1945 setelah amandemen pada Bab XA memuat secara khusus dalam satu bab tersendiri tentang HAM yang diuraikan dalam 10 pasal mulai pasal 28A samapai dengan pasal 28J a.Semenjak berakhirnya perang dingin. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia c. Isu-isu mengenai hak asasi manusia dewasa ini bukan lagi berkisar seputar masalah pengakuan dan jaminan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Pengakuan dan jaminan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia telah cukup banyak diberikan. persatuan. dan keadilan sosial. telah diberikan pengakuan dan jaminan terhadap ahak asasi manusia. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia . Masalahnya sekarang tertuju pada isu-isu penegakan dan pemajuan hak asasi manusia itu. Undang-Undang Dasar 1945. kemanusiaan. Pancasila. maka isu global beralih dari komunisme dan pertentangan antara blok barat dan blok timur ke masalah baru yaitu masalah hak asasi manusia. dan masalah liberalisme perdagangan.

meningkatnya angka korban kriminalitas dan lain-lain. dan lain-lain. Konvensi tentang persamaan upah pekerja perempuan dan laki-laki. Konvensi mengenai Hak Politik perempuan Kita juga telah mendeklarasikan Rencana Aksi Nasional Hak-hak Asasi Manusia Indonesia 1998-2003 yang diantara programnya secara bertahap akan diratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM. Politik dan Budaya Kita juga telah mempunyai Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Konvensi tentang apartheid c. Maluku. International Convention on The Elimation of All Form Racial Discrimination (1965). Penegakan hak asasi manusia . UU tentang Pers. kemiskinan. International Convention on The Suppression and Punishment of The Crime of Aprtheid (1973). konvensi Penghapusan Segala bentuk Diskriminasi Rasial b. Convention on The Political Right of Women (1952). seperti di Aceh. kasus-kasus perburuhan. UU Pemilu. negara kita telah meratifikasi beberapa konvensi PBB tentang HAM kurang lebih 17 konvensi. Poso. UU tentang Partai Politik. Peraturan perundang-undangan lainnya (KUH Pidana. yaitu: a. UU Susunan dan Kedudukan MPR. diantaranya yaitu: a. ILO Convention Concering Equal Renumeration for Men and Women Workers for work of Equal Value (1951). Konvensi tentang Hak-hak Ekonomi. kebodohan. d. Tidak Manusiawi dan Meendahkan. DPR. UU Perlindungan Anak.) Disamping itu. Dengan rencana aksi tersebut sampai sekarang telah diratifikasi beberapa konvensi. b. yaitu suatu badan independen yang bertugas memantau pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia. Sehingga permasalahan utamanya adalah penegakan hak asasi manusia itu sendiri. Sampit. Semua itu bertujuan untuk pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia Indonesia. UU Perburuhan.d. Konvensi menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam. Walaupun demikian dimana-mana sekarang masih saja terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Hambatan yang sekaligus merupakan tantangan dalam penegakan hak asasi manusia adalah berikut : 1.merupakan upaya secara sadar untuk melindungi dan mewujudkan hak-hak asasi manusia dan memberikan tindakan atau sanksi yang tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia tanpa terkecuali. Demikian pula sebaliknya penegakan hak asasi manusia sebenarnya bukan hanya merupakan kewajiban negara akan tetapi merupakan kewajiban setiap individu manusia dan semua negara di dunia. ekonomi. Upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia bukan tidak pernah dilakukan bahkan sudah terlihat upaya-upaya serius untuk tegaknya hak asasi manusia di Indonesia. Akan tetapi HAM juga setidak-tidaknya di Indonesia masih barang yang dapat dikatakan relatif baru yang masih terasa asing dalam kebudayaan kita. Hak asasi adalah sebuah idealisme yang sudah bersifat mondial dan universal. perbedaan kehidupan sosial. Kenyataan masih membuktikan pengetahuan tentang HAM hanya dimiiliki dan mungkin diamalkan oleh sebagian kecil dari kalangan kita. politis dan ketidakpuasan lainnya yang bersifat umum tidak jarang mengundang meletupnya amarah sosial di kalangan masyarakat. Tragisnya. Pelanggaran dan pemerkosaan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan kenyataan negatif yang akan selalu diiringi dengan upaya untuk mengatasinya secara positif. ditengah situasi seperti itu justru hukum dan HAM menjadi terinjak-injak kembali. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia tidak selalu merupakan dominasi negara terhadap rakyatnya. tetapi pelanggaran hak asasi manusia juga dapat dilakukan oleh orang per orang atau individu terhadap orang atau individu yang lain atau bahkan negara kepada negara yang lain. permusuhan antar suku. Sehingga tantangan ke depan di Indonesia diantaranya . Sementara pertentangan kehidupan sosial agama dan etnis. dengan atau tanpa tekanan dari dunia internasional. Akan tetapi masih banyak hambatan dan dan tantangan menuju tegaknya HAM di Indonesia. bahkan sebagian besar masyarakat masyarakat hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali tentang hak-hak fundamental yang dimilikinya itu.

Kondisi dimana ada ketimpangan sosial ada yang sangat maju sekali ada yang masih sangat tertinggal.adalah bagaimana mensosialisikan HAM dan segala hal yang tekait ke seluruh lapisan masyarakat indonesia dimanapun mereka berada. maka penegakan hak asasi manusia hanya akanmenjadi slogan saja. 5. sehingga hukum akan sulit ditegakkan untuk kalangan mereka. Demikia pula pada saat kekuasaan melakukan pelanggaran-pelanggaran . 2. Kondisi ketimpangan dan ketidakadilan dalam berbagai bidang. Sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat situasi masyarakat yang sangat kondusif untuk penegakan HAM dengan menghilangkan ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. maka yang terjadi adalah tidak berdayanya hukum pada saat berhadapan dengan orang atau kelompok-kelompok yang punya kekuasaan. Kolusi dan Nepotisme yang masih dominan. Kalau kekuasaan masih mempengaruhi hukum. Pendidikan tentang HAM harus dilakukan sejak dini dalam masyarakat. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena kurangnya pengetahuan aparat penegak hukum itu sendiri tentang HAM atau HAM dipandang memperlambat atau mempersulit aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas. 3. Kondisi negara kita yang secara umum masih termasuk negara-negara miskin yang terlilit utang yang besar dengan Korupsi. ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya apalagi ketimpangan tersebut tercipta karena ketidakadilan. Sampai kapanpun HAM tidak akan dapat ditegakkan dalam kondisi masyarakat yang timpang dan tidak adil. Kondisi ekonomi yang sangat timpang. Sehingga tantangan ke depan adalah bagaimana menciptakan aparat-aparat penegak hukum yang tetap mau menghormati HAM dalam menjalankan tugasnya dengan memperbaiki sistem rekruitmen dan sistem pendidikannya. Masih kurangnya kesadaran aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip penegakan HAM. Kondisi seperti ini akan menghambat upaya penegakan hak asasi manusia 4. Masih terlihatnya dominasi kekuasaan terhadap hukum. Tegaknya hukum dapat dikatakan juga tegaknya pula HAM.

dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Indonesia. kelompok atau organisasi. Masih lemah dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengawasan terhadap penegakan HAM baik secara perorangan. 8. Contoh hak akan rasa aman untuk kondisi kependudukan dan wilayah Indonesia menuntut Kepolisian yang seimbang dengan jumlah penduduk dan merata di seluruh wilayah. 6. Besarnya jumlah penduduk dan kondisi geografis Indonesia juga masih merupakan hambatan dan tantangan dalam penegakan HAM. . Jumlah penduduk yang besar menuntut pula investasi dan modal yang sangat besar dalam pengakan hak asasi manusia dalam paradigma pemerataan. Masih lemahnya posisi lembaga-lembaga yang khusus dibentuk dalam penegakan HAM di Indonesia. Luasnya wilayah dan kondisi kepulauan yang ada menuntut pula investasi dan energi yang sangat besar untuk penegakan HAM.terhadap HAM maka akan sangat sulit untuk mengambil tindakan yang tegas dan adil. Sehingga lembaga-lembaga ini harus lebih diberdayakan dengan memberikan dukungan dan kewenangan yang lebih baik dalam penegakan HAM 7. seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat lembaga hukum yang independen (bebas) dari pengaruh kekuasaan dengan tatanan masyarakat yang demokratis. Pemberantasan Kemiskinan dan keterbelakangan masih menjadi pekerjaan yang tidak kunjung selesai karena kondisi kependudukan dan geografis.

Rule of Law dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia karena salah satu ciri dari Rule of Law (Negara Hukum) adalah terlindunginya Hak Asasi Manusia di Negara yang bersangkutan. Konsep Dasar / Definisi Rule of Law 1. dengan demikian masyarakat terhindar dari tindakan-tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa. bersamaan dengan kelahiran Negara konstitusi dan demokrasi. Dalam rangka membatasi kekuasaan yang absolute tersebut maka diperlukanlah pembatasan-pembatasan terhadap kekuasaan itu. Negara absolute (sebagai Negara modern) menyerap kekuasaan yang semula ada pada wilayah-wilayah ke dalam satu tangan yaitu tangan raja. Dalam kaitannya dengan materi kuliah pendidikan Kewarganegaraan maka pembahasan tentang Rule of Law dan Hak Asasi Manusia menjadi penting agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana konsep Rule of Law dan Hak Asasi Manusia serta keterkaitan antara Rule of Law dan Hak Asasi Manusia tersebut dalam pelaksanaannya khususnya di Indonesia. sehingga kekuasaan tersebut ditata agar tidak melanggar kepentingan Asasi dari masyarakat. .1 Pengertian Rule of Law Rule of Law (RoL) adalah sebuah konsep hukum yang sesungguhnya lahir dari sebuah bentuk protes terhadap sebuah kekuasaan yang absolute di sebuah Negara. PENINGKATAN DAN KESADARAN HUKUM (RULE OF LAW) 8.1 Asal Usul Rule of Law (RoL) RoL merupakan satu doktrin dalam hukum yang muncul pada abad ke 19. Rule of Law pada hakekatnya adalah memposisikan hukum sebagai landasan bertindak dari seluruh elemen bangsa dalam sebuah Negara.BAB VIII PENEGAKAN. Negara absolute sebagai perkembangan keadaan di Eropa yaitu Negara yang terdiri atas wilayah-wilayah otonom. Kehadirannya boleh disebut sebagai reaksi dan koreksi terhadap Negara absolute yang telah berkembang sebelumnya.

Disinilah kemudian Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idealism keadilan yang tinggi seperti supremasi hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum. Munculnya keinginan untuk melakukan pembatasan yuridis terhadap kekuasaan. prajurit dan kerajaan. artinya selain menjamin hak-hak individual. ningrat. konstitusi harus pula menentukan teknis procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin. Pendidikan kewarganegaraan. Lembaga kehakiman yang bebas dan tidak memihak. 5. terdapat tiga unsure yang pundamental dalam rule of law yaitu : . Dalam hubungan inilah maka kedudukan konstitusi sangat penting bagi kehidupan masyarakat. parlemen dan sebagainya. Pemerintahan yang demokratis di bawah RoL yang dinamis memiliki syarat-syarat yaitu : 1. 2. 3. Kebebasan menyatakan untuk menyatakan pendapat. Perlindungan konstitusional. Hal ini dikhawatirkan akan menjauhkan fungsi dan peran Negara bagi kehidupan individu dan masyarakat. Pemilihan umum yang bebas 4. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan berposisi. Menurut Dicey. inilah awal dari kelahiran Doktrin Egalitarian dalam hukum yang menjadi ciri utama Rule of Law. untuk menghindari kekuasaan yang dispotik. Oleh karena itu lahirlah Negara konstitusi yang melahirkan doktrin Rule of Law.2 Definisi Rule of Law Menurut Albert Venn Dicey dalam “Introduction to the Law of the Constitution” memperkenalkan istilah the rule of law yang secara sederhana diartikan suatu keteraturan hukum. 6. kemudian Rule of Law mengambil alih dominasi yang dimiliki ancient regime yang terdiri dari golongan-golongan gereja. Atas dasar pengertian tersebut maka terdapat keinginan yang sangat besar untuk melakukan pembatasan terhadap kekuasaan secara normative yuridis . 1.Rule of Law lahir dengan semangat yang tinggi bersama-sama dengan demokrasi. pada dasarnya disebabkan oleh politik kekuasaan yang cenderung korup.

Kedudukan yang sama di muka hukum. Dengan perkataan lain Negara tidak hanya sebagai penjaga malam. bahwa Negara harus bertanggungjawab terhadap kesejahteraan rakyatnya. Menurut Friedman. Terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh UU serta keputusan-keputusan UU Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa jika dalam suatu hubungan jika memperlakukan prinsip tersebut maka negara terbatas dalam pengertian hukum formal yaitu Negara tidak bersifat proaktif. Untuk itu Negara tidak hanya sebagai penjaga malam saja. Supremasi aturan-aturan hukum. Gagasan baru inilah yang kemudian dikenal dengan welfare state atau Negara hukum material. melainkan harus aktif melaksanakan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengatur kehidupan social ekonomi. tidak adanya kekuasaan yang sewenangwenang dalam arti seseorang Hanya boleh dihukum jikalau memang melanggar hukum 2. Berdasarkan pengertian tersebut maka . Hal itu tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang secara eksplisit menjelaskan bahwa “maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. Oleh karena itu. Oleh karena itu setiap organisasi atau persekutuan hidup dalam masyarakat termasuk Negara.1. berdasarkan bentuknya sebenarnya rule of law adalah kekuasaan public yang diatur secara legal. hal ini berlaku baik bagi masyarakat biasa maupun pejabat Negara 3. Bagi Negara Indonesia ditentukan secara yuridis formal bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan pada hukum. Dalam pengertian seperti ini seakan-akan Negara tidak berurusan dengan kesejahteraan rakyat. melainkan pasif. Hal ini mengandung arti bahwa suatu keharusan Negara Indonesia yang didirikan itu berdasarkan atas Undang-undang Dasar Negara. Setelah pertengahan abad ke-20 mulai bergeser. mendasarkan pada suatu rule of law. sebenarnya antara pengertian rule of law dan rechtsstaat saling mengisi. Sikap Negara yang seperti ini dikarenakan Negara hanya menjalankan dan taat pada apa yang tercantum dalam konstitusi semata.

meskipun Negara tersebut adalah negara otoriter. Artinya muncul dan berkembang dari suatu masyarakat tertentu. 1. inti dari pengertian rule of law.3 Perkembangan Rule di Dunia Rule of Law merupakan doktrin dengan semangat dan idialisme keadilan yang tinggi.pengertian Negara yang legal senantiasa menegakkan rule of law. dalam hubungan inilah maka rule of law dalam hal munculnya bersifat endogen. Meskipun demikian. Oleh Philipus M. Rule of Law juga terkait erat dengan “ keadilan”. seperti “Supremasi hukum” dan “Kesamaan setiap orang di depan hukum”. disebutkan rule of law memiliki ciri yang evolusioner dimana gerakan masyarakat menghendaki bahwa kekuasaan raja maupun penyelenggara Negara harus dibatasi dan diatur melalui suatu peraturan perundang-undangan yang dalam pelaksanaanya juga berhubungan dengan segala peraturan perundang-undangan itulah yang sering diistilahkan dengan rule of law. Sedangkan Rule of Law dalam pengertian “Hakiki” (materiil) adalah sangat erat hubungannya dengan menegakkan “the rule of law”. Dalam hubungan ini. setiap Negara akan mengatakan berdasarkan pada rule of law dalam kehidupan kenegaraan. sedang rasa keadilan tiap Negara berbeda satu dengan lainnya. Keberadaan ada atau tidaknya rule of law di suatu . Konsekuensinya. Atas dasar alasan tersebut maka diakui bahwa sulit menentukan pengertian rule of law secara universal karena setiap masyarakat melahirkan pengertian secara berbeda pula. Dalam pengertian formal Rule of law tidak lain adalah “organized public Power” atau kekuasaan umum yang terorganisasikan. pengertian rule of law berdasarkan subtansi atau isinya sangat berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam suatu Negara. khususnya keadilan sosial. karena dalam pengertian hakiki telah menyangkut ukuran-ukuran tentang hukum yang baik dan hukum yang buruk ( Just and unjust law ). tetap sama ialah bahwa rule of law harus menjamin apa yang oleh masyarakat/bangsa yang bersangkutan di pandang sebagai keadilan. Hardjon. Oleh Friedman Rule of Law dibagi dalam pengertian “formal” dan “ Hakiki”.

maupun dari pemerintahnya. atau pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara itu senantiasa mengandung suatu persyaratan (premis) bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan atau enforced itu merupakan hukum yang adil artinya kaidah hukum yang menjamin perlakukan yang adil (sesuai dengan faham masyarakat yang bersangkutan tentang keadilan sosial). Penelitian yang bersifat historis-komparatif tentang rule of law tersebut menyimpulkan bahwa : 1. di Amerika diletakkan pada hak-hak asasi manusia. Wieldon lebih tegas lagi menyebutkan bahwa rule of law tidak saja memiliki suatu system peradilan yang sempurna diatas kertas saja akan tetapi ada tidaknya rule of law di dalam suatu Negara ditentukan oleh kenyataan. 5. Sunarjati Hartono. Dr. apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan dalam arti perlakuan yang adil. 2. Bahkan penegakan the rule of law itu akan memungkinkan berdirinya suatu Negara kekuasaan. Amerika Serikat dan Belanda. Menarik untuk melihat penelitian tentang RoL yang dilakukan oleh Prof.SH di Negara Inggris. Hal ini mengakibatkan bahwa penegakan rule of law tidak dengan sendirinya mengakibatkan tegaknya Negara hukum. penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil). 4. Oleh karena itu supaya tercipta suatu Negara hukum yang membawa keadilan bagi seluruh rakyat yang bersangkutan. yaitu dalam arti “ pelaksanaan dari just law”. pemerintah sebagai “ untergeordnet “ pada hukumnya.Negara ditentukan oleh ada tidaknya keadilan yang dapat dinikmati oleh setiap anggota masyarakat. Setiap bangsa memiliki faham rule of law yang berbeda satu sama lain karena setiap bangsa/Negara memiliki rule of sendiri-sendiri. Faham the rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum dan keadilan. Pelaksanaan the rule of law dan terjaminnya Negara hukum (di Inggris) tidak saja warga negaranya tunduk dan harus tunduk pada hukum. Oleh karena itu “ the enforcement of the rules of law “ . baik dari sesama warganegaranya. 3. Terkait dengan perkembangan Rule of Law di beberapa Negara di dunia. tetapi juga pemerintahannya. dan di .

yaitu: pertama. melalui faham kedaulatan hukum. Aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan tuntutan masyaakat yang menghendaki adanya pembatasa masa jabatan presiden sehingga paal 7 tersebut di-amandemen . Menguraikan lembaga-lembaga di Indonesia 8. .3 Amandemen UUD 1945 Setiap UUD (konstitusi) yang tertulis selalu mencantumkan pasal tentang perubahan konstitusi tersebut. tidak ada ketentuan mengenai maksud perubahan yang dikehendaki UUD tersebut. Contohnya dalam pasal 7 UUD1945 tidak diatur berapa kali masa jabatan seorang presiden dapat dipilih kembali (sehingga presiden orde baru berkuasa 32 tahun). implementasi dan instrumen HAM di Indonesia. yaitu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dengan pertimbangan pertama. Perlu anda pahami bahwa mengubah UUD dapat berarti 2. Menjelaskan konsep. mengubah sesuatu yang sudah diatur dalam UUD itu. Namun. dan kedua. dengan memberi kewenangan yang tinggi kepada hakim untuk mengawasi pelaksanaan tugas kekuatan pemerintah. berdasarkan kenyataan setelah dilakukan dua kali perubahan (tahun 1999 dan 2000). 7. Artinya ada perubahan yang berarti menambahkan sesutau yang belum diatur ( misalnya tentang HAM pasal 28A-28J) dan ada pula yang berarti mengubah yang sudah diatur ( misalnya pasal 5 ayat 1 yang semula president memegang kekuasaan membentuk UU diubah menjadi presiden berhak mengajukan rancangan UU). jenis.Belanda faham rule of law lahir dari faham kedaulatan Negara. UUD/konstitusi itu bersifat statis sehingga akan ketinggalan zaman. Ternyata meliputi kedua pengertian tersebut. politik/masyarakat akan berkembang. 6. Mengapa perlu adanya pasal tentang perubahan? Hal ini disebabkan karena suatu UUD (konstitusi) walaupun dirancang untuk jangka waktu yang lama. 1979) termasuk pengertian yang mana yang dianut UUD 1945? Jika dikaji. selalu akan tertinggal dari peerkembangan masyarakat sehingga suatu saat UUD itu perlu diubah. dimana seorang presiden /wakil presiden hanya dapat dipilih kenbali untuk satu kali masa jabatan. dan kedua. menambahkan sesuatu yang belum Diatur dalam UUD (Sri Soemantri. Dengan kata lain.2 Sistem Pemerintahan Negara 8.

(c) sejumlah negara bagian (untuk negara serikat). C. anda buka pasal 37 UUD 1945 yang menegaskan bahwa untuk mengubah UUD sekurangkurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota MPR harus hadir (ayat 1). syarat kehadiran atau Quorum. Syarat kedua adalah syarat sah nya keputusan yaitu sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang hadir harus hadir menyetujui. ada baiknya kita lihat bagaimana cara perubahan konstitusi yang rigit menurut para ahli.STRONG. yaitu dengan cara perubahan resmi (diatur dalam pasal 37) melalui kekuasaan legislatif (dalam hal ini rakyat indonesia). Artinya penetapan dan pengubahan UUD 1945 dilakukan oleh suatu lembaga yang sama.F. (b) penafsiran hakim. Jika dihubungkan dengan pendapat ISMAIL SUNY dan C. dan pada ayat 2 disebutkan bahwa putusan diambil dengan persetujuan sekurangkurangnya 2/3 darripada jumlah anggota yang hadir.F. Jadi. Pertanyaan berikut yang perlu dijawab adalah bagian mana yang boleh diubah? Seperti telah anda pahami bahwa UUD 1945 terdiri dari pembukaan. cara yang ditempuh untuk mengubah UUD 1945. dan (d) dengan kebiasaan ketatanegaraan. batang tubuh dan penjelasannya merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan dalam ketetapan MPRS No. Berdasarkan pasal 37 tersebut maka terdapat 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mengubah UUD 1945 yaitu pertama. (c) kebiasaan ketatanegaraan. Untuk mengetahui cara mengubah UUD1945.STRONG (1960) mengemukakan bahwa konstitusi dapat diubah oleh (a) kekuasaan legislatif.Pertanyaan kita sekarang adalah ”bagaimana cara dan persyaratan untuk melakukan perubahan UUD 1945 “? Dan “ bagian mana saja yang dapat diubah”? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut. yitu sekurang-kurangnya 2/3 dari seluruh anggota MPR harus hadir. Sedangkan menurut Ismail Suny dapat dengan (a) perubahan resmi. dengan pembatasan tertentu. (b) rakyat melaluui refrendum.XX/MPRS/1966 (sekarang sudah diganti) ditegaskan bahwa pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur proklamasi 17 Agustus 1945 dan yang memuat Pancasila sebagai dasar negara tidak dapat . yang berwenang mengubah UUD 1945 yaitu MPR yang juga sebagai lembaga yang menetapkan UUD.

nyata. pasal 17 ayat 2 dan hal yang penting yang menunjukkan disatu pihak mengurangi dominasi keekuasaan presideen dan dilain pihak menambah kekuasaan DPR seebagai lembaga legislatif yang mewakili rakyat. Sebagaimana telah diungkapkan dimuka bahwa UUD 1945 telah mengalami dua kali perubahan. Hal-hak tersebut diantaranya adalah : a. Hal ini berarti yang dapat diubah oleh MPR bagian batang tubuh dan penjelasan UUD 1945. pasal 18A. pasal 36A-36C. pasal 18B. pasal 27 ayat 3. yang semula tidak ada ketentuan untuk melibatkan DPR.diubah oleh siapapun termasuk MPR hasil pemilihan umum karena mengubah pembukaan berarti pembubaran negara (negara proklamasi 17 Agustus 1945). yaitu tahun 1999 dan tahun 2000. antara lain: 1. Hal-hal yang diubah itu menyangkut. Bab XV. pasal 13 ayat2 ditambah ayat3. pasal 20 ayat 5. Bab IXA. pasal 28A-28J. pasal 22B. pasal 9. pasal 15. Bab X. pasal 25 E. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (pasal 14 ayat 2) Masalah apa yang diubah pada amandemen kedua UUD1945? Pada tanggal 18 Agustus tahun 2000 MPR menetapkan perubahan kedua UUDD 1945 dengan mengubah/menambah: pasal 18. Bab XII. perubahan (amandemen) pertama terhadap UUD 1945 meliputi pasal 5 ayat 1. berubah (dibatasi) menjadi maksimal dua kali masa jabatan (amandemen pasal 7) c. pasal 30. pasal 20A. pasal 22A. Pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang yang semula dipegang oleh presiden (pasal 5 ayat 1). Periode masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam jabatan yang sama yang semula tidak dibatasi. pasal 7. pengaturan tentang pemerintahan daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah yang luas. Dalam hal presiden mengangkat dan menerima duta. beralih ketangan DPR (amandemen pasal 20 ayat1) b. dan bertanggung jawab (mengubah pasal 18 dan menambah pasal 18A dan 18B) . pasal 19. Dalam hal presiden memberi amenestti dan rehabilitasi. pasal 26 ayat 2 dan 3. Bab XA. presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR (amandemen pasal 13 ayat 2 dan 3) d. pasal 14. berubah bahwa dalam mengangkat duta.

b) Ekonomi Terbukanya peluang bagi pemerintah daerah mengembangkan kebijakan regional dan lokal ekonomi didaerahnya c) Sosial Menciptakan kemampuan masyarakat untuk merespon dinamika untuk mengoptimalkan pendayagunaan potensi kehidupan disekitarnya. 6. Lalu. penegasan tentang pengisian keanggotaan DPR. . b. Pengertian Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kemandirian suatu daerah dalam kaitan pembuatan dan pengambilan keputusan mengenai kepentingan daerahnya sendiri. Visi Otonomi Daerah a) Politik Harus dipahami sebagai sebuah proses untuk membuka ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara demokratis. pengaturan secara tegas tentang hak asasi manusia (amandemen pasal 28A-28J) 5. desentralisasi yaitu pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. memungkinkan berlangsungnya penyelenggaraan pemerintahan yang responsif.2. penegasan tentang pertahanan dan keamanan negara (amandemen pasal 30 ayat 1-5). penegasan tentang lambang negara (pasal 36A) dan lagu kebangsaan (pasal 36B). 8. 4.4 Otonomi Daerah a. penegasan tentang fungsi DPR dan hak-hak DPR (pasal 20A ayat 1-4). yaituu melalui pemilihan umum (amandemen pasal 19) 3.

8. pemberian keleluasaan kepada daerah dan optimalisasi upaya pemberdayaan masyarakat. 4) Privatisasi Tindakan pemberian kewenangan dari pemerintah kepada badan-badan sukarela. Model Desentralisasi 1) Dekonsentralisasi Merupakan pembagian kewenangan dan tanggung jawab administratif antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan atau keleluasaan untuk membuat keputusan. Konsep Dasar Otonomi Daerah: 1) Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintahan dalam hubungan domestik kepada daerah. 2) Penguatan peran DPRD sebagai representasi rakyat lokal dalam pemilihan dan penetapan kepala daerah 3) Pembangunan tradisi politik yang lebih sesuai dengan kultur berkualitas tinggi tingkat akseptabilitas yang tinggi pula 4) Peningkatan efektifitas fungsi-fungsi pelayanan eksekutif 5) Peningkatan efesiensi administrasi keuangan daerah 6) Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah.5 Kesadaran hukum WNI . keuangan dan manajemen kepada unit otonomi pemerintah daerah. 2) Delegasi Pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan manajerial untuk melakukan tugas-tugas khusus kepada suatu organisasi yang tidak secara langsung berada dibawah pengawasan pemerintah pusat. d. dan swadaya masyarakat.c. 3) Devolusi Transfer kewenangan untuk pengambilan keputusan. swasta.

2.1 Pengertian Wawasan Nusantara Pengertian Wawasan Nusantara dapat diartikan secara etimologis dan terminologis. penglihatan tanggap indrawi. Wan Usman Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Dalam GBHN disebutkan bahwa hakikat Wawasan Nusantara diwujudkan dengan menyatakan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya dan kesatuan pertahanan dan keamanan. tinjauan. Wawasan berarti pula cara pandang dan cara melihat. hakikat Wawasan Nusantara adalah persatuan bangsa dan kesatuan wilayah. kita pandang merupakan satu kesatuan yang utuh. GBHN Tahun 1998 Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahnya dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Selain itu. meninjau atau melihat. berbangsa dan bernegara. Wawasan artinya pandangan.BAB IX GEOPOLITIK (WAWASAN NUSANTARA) 9. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan. tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang. Prof. Secara Etimologis Wawasan Nusantara berasal dari kata wawasan dan nusantara. Dengan kata lain. Bangsa Indonesia yang dari aspek sosial budaya adalah beragam serta dari segi kewilayahan bercorak nusantara. . Secara Termilogis. 1. Wawasan Nusantara menurut beberapa pendapat sebagai berikut: a. hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. b.

Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan tertentu yang diinginkan. Perkembangan semangat kebangsaan Indonesia dapat dikategorikan dalam kurun waktu sebagai berikut: 1) Zaman Perintis 1908 yaitu kemunculan Pergerakan Nasional Budi Oetomo 2) Zaman Penegas yaitu dengan Ikrar Sumpah Pemuda 3) Zaman Pendobrak 1945 yaitu dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Keluarnya deklarasi Juanda 1957 telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara. dan (2) kita pernah mengalami memiliki wilayah yang terpisah-pisah Bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa barat yaitu Spanyol. dimana laut tidak lagi sebagai pemisah tetap dipakai sebagai penghubung. keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa Indonesia antara lain: a) Indonesia bercirikan negara maritime/kepulauan. b) Luas wilayah Indonesia 5. . bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang.192 juta KM dengan rincian luas daratan adalah 2.027 juta KM dan luas laut adalah 3. dalam kurun waktu terakhir menjelang kemerdekaan.2 Latar Belakang Terbentunya Wawasan Nasional Bangsa A. Segi Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan sosial budaya. yaitu (1) kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep Wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsep ketatanegaraan RI dapat dilihat pada bagan berikut: 9. B. Wawasan Nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju konsep masa depan. Indonesia merupakan negara dan bangsa dengan wilayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen. bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang satu adalah karena dua hal. Portugis.166 juta KM. Segi Historis atau Sejarah Dari segi historis. Inggris dan Belanda.Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Selanjutnya.

2005). sedangkan istilah nusantara dipergunakan untuk mengggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia . C. geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geografi.3 Konsepsi Wanus Kata wawasan mengandung arti pandangan.110 KM. Soekarno. penglihatan. f) Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim. k) Memiliki etnik dan kebudayaan yang sangat banyak. d) Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudra (pos silang). Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik bangsa Indonesia (Sobana. e) Indonesia terletak pada garis Khatulistiwa.888 KM dan jarak timur barat 5. j) Kaya akan flora dan fauna serta sumber daya alam. Bangsa Indonesia memiliki pandangan sendiri mengenia wilayah yang dikaitkan dengan politik/kekuasaan. atau tanggap indrawi. Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah ini senantiasa satu dan utuh. h) Berada pada 6 derajat LU-11 derajat LS serta 95 derajat BT-141 derajat BT. Sebagai ilmu. 9. Sementra untuk Indonesia orang yang pertama kali mengaitkan geopolitk dengan bangsa Indonesia adalah Ir. dan l) Memiliki jumlah penduduk yang besar dengan jumlah diatas 220 juta. tinjauan. Segi Geopolitis dan Kepentingan Nasional Geopolitik adalah istilah pertama kali ditemukan oleh Freedich Ratzel sebagai Ilmu Bumi Politik. i) Wilayah yang subur dan dapat huni. Berdasarkan geopolitik wilayah Indinesia adalah satu kesatuan wilayah dari Sabang sampai Merauke yang terletak antara dua benua dan dua samudra.c) Jarak utara selatan 1. Konsepsi Wawasan Nusantara dibangun atas geopolitik bangsa Indonesia. g) Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu Mediterania dan Sirkum Pasifik. tujuan dan visi nasional. Kepentingan nasional itu merupakan tuntutan lanjut dari cita-cita nasional.

serta (6) TAP MPR No II/MPR/1998. sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan tercantum dalam GBHN. yaitu dalam ketetapan MPR mengenai GBHN secara berturut-turut ketentuan tersebut adalah: (1) TAP MPR No. (4) TAP MPR No. Berarti jelaslah bahwa Wawasan Nusantara sebagai geopolitik dan landasan visional bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan perwujudan ideologi Pancasila. (3) TAP MPR No. IV/MPR/1973. bangsa Indonesia merumuskan suatu landasan visional yang dapat membangkitkan kesadaran untuk menjamin persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang menjadi cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya. 9. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Politik Meliputi : . Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia yang diberi pengertian cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Landasan visional ini dikenal dengan istilah Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional yang kemudian diberi nama Wawasan Nusantara. ekonomi. II/MPR/1993. II/MPR/1983. sebagai berikut: a. II/MPR/1988. (5) TAP MPR No. Konsepsi Wawasan Nusantara dituangkan dalam peraturan perundangundangan. Untuk membina dan menyelenggarakan kehidupan nasional. Wawasan Nusantara mengarahkan visi bangsa Indonesia untuk mewujudkan kesatuan dan keserasian dalam berbagai bidang kehidupan nasional.serta diantara Benua Asia dan Benua Australia.4 Perwujudan Wawasan Nusantara Perwujudan Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. (2) TAP MPR No. IV/MPR/1978.

b. dan (3) Mempersatukan corak ragam budaya yang ada sebagai kekayaan nasional budaya bangsa.5 Unsur Dasar Wawasan Nusantara Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu: a.(1) Kewilayahan nasional. dan (2) Ancaman terhadap satu pulau atau daerah dianggap sebagai ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. c. . Wadah (contour) adalah wadah kehidupan masyarakat. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi Meliputi : (1) Kepemilikan nusantara. (2) Pemerataan hasil pemamfaatan kekayaan wilayah nusantara. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Sosial-Budaya Meliputi: (1) Pemerataan. (3) Kesatuan falsafah dan ideologi negara. (3) Keserasian dan keseimbangan tingkat pengembangan ekonomi seluruh daerah. (2) keselarasan kehidupan yang sesama dengan kemajuan bangsa. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Meliputi: (1) Persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara dalam rangka membela negara dan bangsa. 9. kesembangan dan persamaan dalam kemajuan bersama kekayaan efektif maupun potensi wilayah masyarakat serta adanya. b. Isi (content) adalah aspirasi yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD. bangsa dan negara yang meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta ragam busaya. (2) Persatuan dan kesatuan bangsa dalam mencapai cita-cita nasional. dan (4) Kesatuan hukum yang mengabdi kepada kepentingan nasional. d.

yang kedua tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan. . tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia. Sedangkan. Tata laku bathiniah mencerminkan jiwa. Tata Laku (conduct) adalah hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku bathiniah dan lahiriah.c.

b. Vietnam dan sebagainya yang meluas sampai ke Indonesia? . Berdasarkan ketiga pengertian ini. baik pada saat membangun pemecahan masalah kehidupan. Ketahanan Nasional sebagai metode. Masa itu addalah sedang meluasnya pengaruh komunisme seperti Laos. Integral dalam artian pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/isi. Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional Konsepsi Ketahanan Nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan.1 Pengertian Ketahanan Nasional Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsep ketahanan nasional. Ketahanan Nasional sebagai kondisi. Ketahanan Nasional sebagai doktrin. Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dalam penyelenggaraan bernegara. 10.BAB X GEOSTRATEGI (KETAHANAN NASIONAL) 10. 2002) sebagai berikut: a. 1997). kita mengenal tiga wujud atau wajah dari Ketahanan nasional (Chaidir Basrie. (3) Ketahanan Nasional sebagai doktrin. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Ketahanan Nasional menggambarkan pendekatan yang integral. Gagasan tentang ketahanan nasional bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angkatan darat dari SSKAD sekarang SESKOAD (Sunardi. (2) Ketahanan Nasional sebagai sebuah pendekatan. c.2 Latar Belakang dan Proses Kajian Tannas A. sebagai berikut: (1) Ketahanan Nasional sebagai kondisi.

e. dan budaya serta pertahanan dan keamanan. meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapat konsep kekuatan. rumusan konseptual ketahanan nasional dapat digambarkan sebagai berikut: Dari sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep ketahanan nasional Indonesia berawal dari konsepsi kekuatan nasional yang dikembangkan oleh kalangan militer. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif diletakkan dari hambatan.Dalam pemikiran Lembanas tahun 1968 tersebut telah ada kemajuan konsep tual berupa ditemukannya unsur-unsur dari tata kehidupan asional yang berupa ideologi politik. dari tinggalnya konsep kekuatan. politik. f. IV/MPR/1973. Rumusan ketahanan nasional dalam GBHN 1998 sebagai berikut: a. Ketahanan nasional meliputi ketahanan ideologi. sosial. d. ancaman dan gangguan yang timbul dari dalam maupun dari luar. kemampuan menangkal penetrasi ideologi asing serta nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Ketahanan Nasional dalam GBHN Konsepsi ketahanan nasional untuk pertama kalinya dimasukkan ke dalam GBHN 1973 yaitu ketetapan MPR No. Ketahanan politik adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang berlandaskan demokrasi politik berdasarkan pancasila dan UUD1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem politik yang sehat ddan dinamis serta kemampuan menerapkan politik luar negeri yang bebas aktif. Ketahanan ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang berlandaskan keyakinan dan kebenaran ideologi pancasila yang mengandung kemampuan untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasiona. B. Ketahanan ekonomi adalah kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang berlandaskan demokrasi ekonomi pancasila yang mengandung . Secara skematis. b. ekonomi. c. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. tantangan. pemikiran konseptual ketahanan nasional ini mulai menjadi doktrin dasar nasional setelah dimasukkan dalam GBHN.

(5) Kemampuan penduduk. Ketahanan sosial dan budaya adalah kondisi kehidupan sosial budaya yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial da budaya manusia dan masyarakat Indoesia yang beriman dan bertaqwa terhadap TYME. cinta tanah air. (6) Karakter bangsa yang berkualitas. Konsep Hans J. (3) Kapasitas industri. (2) Kekuatan sumber daya alam.3 Konsepsi Tannas 1. maju. h. (8) Kualitas diplomasi. Ketahanan pertahanan dan keamanan adalah kondisi daya tangkat bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan negara yang dinamis. 10. Mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. g. (7) Moril nasional yang kuat. rukun. dan (9) Kualitas pemerintahan. (4) Kesiapan militer.kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kamampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyatyang adil dan merata. berkualitas. bersatu. serasi. seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras. yaitu: (1) Stabilitas geografi. Morgenthau Morgenthau mengemukakan bahwa untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa diperlukan sembilan gatra. .

maka negara tersebut akan muncul sebagai negara yang memiliki kekuatan besar. (2) Bentuk wujud bumi. dan (6) Sifat pemerintahan. (4) Kemampuan ekonomi. Konsep Ray Cline Cline menyatakan bahwa suatu negara dilihat atas dasar persepsi negara lain termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalannya. (3) Kemampuan militer. c. Situasi geografi. Konfigurasi wilayah negara. (4) Jumlah penduduk. b. Kekayaan alam. . suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat mengaktualisasikan dirinya sebagai negara besar. Sehingga demikian ketahanan laut suatu negara dapat diciptakan atas empat faktor. Apabila suatu negara memiliki potensi geografi besar dan sumber kekayaan alam yang besar pula. Mahan juga menyatakan bahwa Ketahanan Nasional tidak hanya bergantung pada luas wilayah daratan tetapi juga bergantung pada faktor luas akses ke laut dan bentuk pantai dari wilayah negara. 3. yakni: (1) Perceived power atau kekuatan nasional dipersepsikan negara lain. yaitu: a. Cline menyusun enam gatra yang diperlukan untuk membangun Ketahanan Nasional suatu bangsa. Berdasarkan konsep itu.2. Sebaliknya. Konsep Alfred Thayer Mahan Mahan berpendapat bahwa Ketahanan Nasional suatu bangsa dapat dibangun atas dasar pemenuhan enam gatra. (3) Luas wilayah. (2) Critical mass atau strategi antara potensi penduduk dengan geografi. Jumlah penduduk. (5) Watak nasional/bangsa. dan d. yakni: (1) Letak geografi.

(5) Strategi nasional; dan (6) Tekad rakyat untuk mewujudkan strategi nasional. 4. Konsep Ketahanan Nasional Republik Indonesia Konsep Ketahanan Nasional Indonesia dikembangkan oleh Lemhannas dan berisi daya keuletan (tenacity) dan daya tahan alam (resistence/resilience). Konsep Ketahanan Nasional Indonesia melibatkan delapan gatra yang dikelompokkan ke dalam trigatra dan pancagatra. Oleh sebab itu, konsep Ketahanan Nasional Indonesia disebut sebagai konsep Astagatra. Trigatra berisi aspek alamiah, meliputi : (1) Letak geografi negara (Geografi); (2) Keadaan dan kekayaan alam (Sumber Daya Alam); (3) Keadaan dan kemampuan penduduk (Demografi). Pancagatra berisi aspek sosial, meliputi : (1) Ideologi; (2) Politik; (3) Ekonomi; (4) Sosial-Budaya; dan (5) Pertahanan dan Keamanan.

10.4 Hakikat dan Wujud Tannas 10.5 Pembelaan Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara A. Pembelaan Negara Terdapat hubungan antara Ketahanaa Nasional suatu negara dengan pembelaan negara. Kegiatan pembelaan negara pada dasarnya merupakan usaha dari warga negara untuk mewujudkan Ketahanan Nasional. Bela negara biasanya selalu dikaitkan dengan militer, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada TNI. Padahal berdasarkan Pasal 27 dan 30 UUD 1945, masalah bela negara dan pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap WNI. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Di masa demokrasi dan keterbukaan sekarang ini, tentu muncul pertanyaan apakah bela negara masih relevan?

1. Makna Bela Negara Membela negara merupakan kewajiban sebagai warga

negara.membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Membela negara Indonesia adalah hak dan kewajiban dari setiap WNI. Hal ini tercantum dalam Pasal 27 Ayat 3 UUD 1945 Amandemen ke-2. Selain itu, dalam UU No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Konsep Bela Negara dapat diuraikan secara fisik maupun non fisik. Secara fisik, yaitu dengan memanggul bedil menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Adapun bela negara secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. 2. Peraturan Perundang-Undangan tentang Bela Negara Ketentuan atau landasan hukum mengenai Bela Negara terdapat dalam bagian pasal atau tubuh UUD 1945 berikut ini. a. Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1-5; b. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI; c. UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara; dan d. UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 3. Keikutsertaan Warga Negara dalam Bela Negara 1) Bela negara secara fisik Menurut UU No.32 Tahun 2006 tentang pertahanan negara disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara daam bela negara secara fisik dapat dilakukan dengan menjadi anggota TNI dan pelatihan dasar militer, PDK ini terdiri dari berbagai unsur, seperti Menwa, Wanra, Hansip, Mitra Babinsa dan organisasi kemasyarakat pemuda atau OKP. 2) Bela Negara secara non-fisik Menurut UU No.3 Tahun 2002, disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara non-fisik dapat diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesi. Acaman dapat dikonsepsikan sebagai setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri

maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman inilah yang perlu kita atasi melalui keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara. Menurut UU No.20 Tahun 1982, ancaman mencangkup ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Sementara menurut UU No. 3 Tahun 2002 digunakan satu istilah yakni ancaman. Adapun bentuk-bentuk dari ancaman militer mencangkup: a) Agresi; b) Pelanggaran Wilayah; c) Spionase; d) Sabotase; e) Aksi Teror Bersenjata; f) Pemberontakan Negara; dan g) Perang Saudara. Selain yang telah disebutkan di atas, macam-macam ancaman yang di hadapi bangsa indonesia di masa depan antara teroris internasional, gerakan separatis, aksi radikalisme, konflik komunal, kejahatan lintas negara, kegiatan imigrasi gelap, gangguan keamanan laut, gangguan keamanan udara, perusakan lingkungan, bencana alam dan dampaknya terhadap keselamatan bangsa. B. Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Pertahanan dan keamanan adalah bidang kehidupan nasional

Indonesia yang diupayakan untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban warga negara dalam rangka pencapaian tujuan nasional. Pertahanan dan keamanan NKRI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi dengan TNI dan Polri sebagai kekuatan inti. Pertahanan dan keamanan negara bertujuan untuk menjamin tetap tegaknya NKRI berandaskan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala ancaman dari dalam maupun luar negeri demi tercapainya tujuan nasional. TNI

serta berlanjut dalam rangka mencapai Ketahanan Nasional. dan kewilayahan dengan menggunakan dua cara pendekatan. Defensif aktif dalam arti bahwa walaupun melakukan pertahanan. Berdasarkan doktrin pertahanan dan keamanan di atas. TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta oleh Polri atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat. serta saling bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan sosial berupa potensi ipoleksosbudhankam. Pertahanan dan keamanan NKRI diselenggarakan dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). Kekuatan fisik dan teknologi diartikan sebagai kekuatan fisik manusia dan perlengkapan teknologi termasuk keterampilan yang diperlukan untuk memelihara atau membuat alat-alat perlengkapan tersebut. yaitu suatu sistem pertahanan dan keamanan dengan komponen-komponen yang terdiri atas seluruh potensi. berdaya dan berhasil guna. dan militer di dalam negeri. baik dari luar maupun dalam negeri.merupakan komponen inti yang bertanggung jawab di bidang pertahanan untuk menghadapi ancaman dari luar negeri. ekonomi. kerakyatan. kemampuan. politik. yaitu pendekatan sistem senjata teknologi (sistek) dan sistem senjata sosial (sissos) secara serasi. Sissos adalah suatu keseluruhan yang teratur. dan kekuatan nasional yang bekerja secara total. integral. Senjata diartikan sebagai sarana untuk melaksanakan sesuatu. serta bersangkut paut dari pengintegrasian semua unsur kekuatan fisik dan teknologi diwujudkan dalam suatu pola yang merupakan kondisi serta alat untuk memenangkan perang. Konsep politik atau doktrin pertahanan dan keamanan NKRI defensif aktif di bidang pertahanan dan preventif aktif di bidang keamanan. Sistem tersebut bersifat total. sosialbudaya. Menyadari bentuk ancaman. Sistek adalah suatun keseluruhan yang teratur. berdaya dan berhasil guna. diwujudkan dalam suatu pola yang . konsep keamanan NKRI ditujukan untuk menggagalkan usaha-usaha dan kegiatankegiatan infiltrasi dan subversi di bidang ideologi. Polri merupakan komponen inti yang bertangggung jawab di bdang keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri.

Pendayagunaan potensi nasional dalam pertahanan dan keamanan negara dilakukan secara optimal dan terkoordinasi untuk mewudjudkan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang menyeimbangkan dan menyelaraskan kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Wadah ini dibangun dalam jati diri sebagai tentara rakyat. Sishankamrata diorganisasikan dalam satu wadah tunggal. . dan tentara nasional yang mengabdi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. yaitu TNI dan Polri.merupakan kondisi serta alat untuk mencapai tujuan. tentara pejuang.

Jadi. Sementara pengertian strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.1 Pengertian Politik Strategi Nasional Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani politeia dari kata asal polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan teia berarti urusan. Antara politics dan policy memberikan asas. jalan. prinsip. Kemudian. arah. dan arah itu sebaik-baiknya. menurut Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan.BAB XI POLSTRANAS (POLITIK STRATEGI NASIONAL) 11. cara. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau atau seorang panglima atau militer dalam peperangan. usaha. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Sementara dalam bahasa Indonesia. atau alokasi sumber-sumber yang ada. politik dalam arti poliitic mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. jalan. politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. pengertian politik secara umum adalah menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. serta kebijakan negara tentang pembinaan dan penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. sedangkan policy memberikan pertimbangan tanpa pelaksanaan asas. pembagian. dan medannya. haluan. Pelaksanaan tujuan tersebut memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. Jadi. . jalan. Selanjutnya. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas. sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam bidang ekonomi maupun olahraga. Politik merupakan suatu rangkaian asas. keadaan.

4 Wujud Politik dan Strategi Nasional Indonesia . Oleh karena itu. proses penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN. cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia. organisasi kemasyarakatan. Proses polstranas pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia.11. Mekanisme penyusunan polstranas di tingkat suprastruktur politik yang diatur oleh Presiden. penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Lembaga-lembaga itu adalah MPR. Politik strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945.3 Konsep Strategi Nasional dan Implementasi Penyusunan politik strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung terkadung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila. Sementara badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. media massa. 11. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. UUD 1945. kelompok kepentingan dan kelompok penekan. DPR. seperti partai politik. Presiden.2 Sistem Politik Indonesia 11. dan MA. BPK. Selain itu. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan suprastruktur politik.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Otonomi Daerah. Edisi Baru. Tim ICCE UIN Jakarta. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. 2007. Hak Asasi Manusia.pancasila/. . 2007.. ed. Jakarta : Bumi Aksara. 2008. 2009. Jakarta : Penabur Ilmu. Pendidikan Kewarganegaraan. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX. Yogyakarta : Cipta Karya Mandiri. Joko. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. dan Masyarakat Madani. Winarno. Yogyakarta : Paradigma. Edisi Reformasi. Pendidikan Kewargaan (Civic Education). 2006. Tegak Sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila dan UUD Proklamasi 1945 dalam psp. Wiyono. Refleksi Komprehensif Hal Ikhwal Pancasila.ugm. Siswanto. Supriatnoko. diakses tanggal 20 Juni 2010. Sistem Filsafat Pancasila. 2008. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Dwi. Tim Dosen UGM. Kaelan. Mustafa Kamal.DAFTAR PUSTAKA Pasha. Jakarta : Ganexa Exact. Penabur Ilmu. Demokrasi. 2001. 2002./FILSAFAT_PANCASILA_2009_pak%20No orsyam. Pendidikan Kewarganegaraan. Cetakan Kedua. dkk. Jakarta : ICCE UIN Jakarta.id/... 2002. Yogyakarta : Badan Penerbit Filsafat UGM. Sumarsono.doc). UUD Republik Indonesia 1945 dan Perubahannya. Jakarta : Penaku. Mohammad Noor. Syam. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Hadi dan Iswooro. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.. 2002.ac. ABC Pancasila.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->