AKUNTANSI MANAJEMEN

(buku Mulyadi) Akuntansi manajemen dipandang dari dua sudut: 1. Akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi Ak men merupakan suatu sistem pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan intern organisasi 2. Akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi Ak men merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanakan pengelolaan perusahaan. Akuntansi manajemen adalah informasi keuangan yang merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen yang dimanfaatkan terutama oleh pemakai intern organisasi. Akuntansi Biaya mengidentifikasi, mendefinisikan, mengukur, melaporkan, dan menganalisis berbagai unsur biaya langsung dan tidak langsung yg berkaitan dgn produksi serta pemasaran barang & jasa. Akuntansi biaya juga jg mengukur kinerja, kualitas produk, dan produktivitas. Tujuan akuntansi biaya adlh mengkomunikasilan informasi keuangan maupun non keuangan kepada manajemen untuk memudahkan kegiatan perencanaan, pengendalian dan evaluasi sumber daya. Dgn demikian akuntansi biaya modern sering disebut akuntansi manajemenn karena manajer sering menggunakan data akuntansi sbg penuntun keputusan mereka. Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen No Perbedaan Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen 1 Pengguna laporanDitujukan untuk pihak eksternalDitujukan untuk pihak internal organisasi organisasi spt: kreditur, investor. spt: perencanaan, pengarahan, motivasi, evaluasi kinerja. 2 Dsr pencatatan Sesuai dengan PABU Tidak terikat PABU 3 Fokus Informasi Mengolah informasi keuangan masa laluMenghasilkan informasi keuangan masa untuk pertanggungjawaban manajemenlalu & masa datang sbg salah satu dsr perusahaan bagi manajemen dlm mengambil kptusn 4 Lingkup informasi Mengolah & menyajikan informasiMengolah & menyajikan informasi keuangan prshaan scr keseluruhan keuangan bagian2 prshaan untuk memenuhi keperluan manajer tertentu 5 Sifat Laporan yg- Ringkasan & informasi yg teliti Lebih rinci dan unsur taksiran lebih dihasilkan - menekankan pd obyektivitas dan dptdominan diverifikasi data2 nya. - menekankan pd relevansi & fleksibilitas - Bersifat mandatory - Tidak bersifat mandatory 6 Keterlibatan dlmLebih mementingkan pengukuranLbh banyak bersangkutan dgn perilaku manusia kejadian2 ekonomi pengukuran kinerja manajemen berbagai jenjang organisasi 7 Disiplin sumber ygIlmu ekonomi llmu ekonomi dan psikologi sosial melandasi Persamaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen 1. Prinsip akuntansi yang lazim diterima baik dlm akuntansi keuangan kemungkinan besar juga mrpkn prinsip pengukuran yg relevan dlm akuntansi manajemen. Contoh: akuntansi keu menganut prinsip penandingan pendapatan dgn biaya yg bersagkutan dgn pendapatan tersebut dlm menghitung laba yg diperoleh perusahaan dlm periode akuntansi tertentu. Demikian pula akuntansi men menganut prinsip yg sama dlm mengukur laba yg diperoleh pusat laba tertentu untuk mengukur kinerja manajer pusat laba yg bersangkutan. 2. Keduanya menggunakan informasi operasi yg sama sbg bahan baku untuk menghasilkan informasi yg disajikan kepada pemakainya. Trend yang mempengaruhi Akuntansi Manajemen 1. Kemajuan Teknologi Informasi Dgn teknologi informasi pada saat sekarang ini manajemen mampu memproduksi dgn cara yg tdk terbayangkan sblmnya, dan dgn mudah dpt memperoleh informasi yg diperlukan untuk menjalankan bisnisnya. 2. Implementasi JIT Manufacturing

Contoh: Biaya sewa. bukannya mengganggu inspeksi produk pada akhir lini produksi atau tetap mempertahankan kualitas produk dlm batas toleransi yg dpt diterima. Biaya sewa 50 juta per bulan selalu tetap tanpa dipengaruhi berapa banyak pengujian yg dilakukan selama satu bulan. Meningkatkan diversifikasi dan Kompleksitas Produk serta semakin pendeknya Daur Hidup Produk Pemanfaatan komputer untuk memudahkan desain dan pengetesan hasil desain produk menyebabkan inovasi prosuk sangat pesat sehingga daur hidup produk mjd semakin pendek. Perilaku biaya variabel: Produksi meja bahan baku kayu per Jumlah Biaya variabel kayu unit meja (1 meter = Rp 1000) 1 buah 2m Rp 2000 5 buah 2m Rp 10.000 Dari tabel jelas bahwa jumlah biaya variabel naik atau turun sesuai dan proporsional dengan perubahan tingkat aktivitas. Contoh: Biaya bahan langsung yg digunakan selama satu periode akan bervariasi sesuai dgn tingkat unit yg dihasilkan. Teknologi informasi maju yg diterapkan dlm proses pengolahan produk menjadikan perusahaan manufaktur fleksibel dlm memberikan respon thd kebutuhan pasar. Setiap jam membutuhkan satu baterai. jika akan memproduksi 5 buah meja maka membutuhkan 10 meter bahan baku kayu. . makanan. jumlah baterai yang digunakan juga akan menyesuaikan dgn naik atau turun secara proporsional. Sedangkan biaya variabel per unit adalah konstan. komisi penjualan. Jika produksi jam naik 10%. Diperkenalkannya Computer Integrated Manufacturing. maka jumlah baterai yg digunakan jg akan naik 10%. Tujuan TQM adalah mengeliminasi semua pemborosan. Jenis2 perilaku biaya: • Biaya Variabel : biaya yang jumlahnya berubah secar proporsional terhadap perubahan tingkat aktivitas. biaya penagihan Cth biaya variabel dlm perusahaan manufaktur: biaya bahan langsung. Sebagaimana produksi jam naik dan turun. • Biaya tetap: biaya yang selalu konstan atau tidak berpengaruh terhadap perubahan tingkat aktivitas. Salah satu dampak JIT manufacturing adalah berkurangnua persediaan ke tingkat yang sangat rendah dibandingkan dengan sistem produsi tradisional. komisi penjualan Cth biaya variabel dlm perusahaan manufaktur: biaya perawatan kesehatan spt obat2an. sampai produk mencapai pembeli. Cth biaya variabel dlm perusahaan dagang: harga pokok penjualan. biaya tenaga kerja.JIT adalah sistem dimana perusahaan hanya memproduksi atas dasar permintaan. 5. klinik kesehatan menyewa sebuah alat untuk mendeteksi sel leukimia dengan biaya per bulan 50 juta. Contoh : biaya bahan baku. biaya overhead 1 Produk furniture untuk meja membutuhkan bahan baku kayu 2 meter. 3.000 10 buah 2m Rp 20. Meningkatnya Tuntutan Mutu Total Quality Management (TQM): mrpkn pendekatan untuk perbaikan yg berkelanjutan yg memfokuskan pada konsumen dan penggunaan tim untuk mengidentifikasi secara sistematis dan penyelesaian masalah. 4. tanpa memanfaatkan tersedianya persediaan dan tanpa menanggung biaya persediaan. JIT tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan yang permintaan atas produknya sangat sulit diperkirakan. TQM menyediakan alat dan teknik untuk melakukan perbaikan yg berkelanjutan berdasar pada fakta dan analisis. agar investasi yg dilakukan perusahaan untuk desain dan penembangan produk dpt dapat tertutup dr kas masuk bersih selama daur hidup produk yg diperkirakan. Total Quality Control (TQC): mrpkn konsep pengendalian yg meletakkan tg jwb dipundak setiap karyawan yg terlibat dlm proses pembuatan produk sejak desain sampai proses produksi. Semakin pendeknya daur hidup produk semakin memerlukan perancangan yg matang keseluruhan pendapatan dan biaya yg diproyeksikan selama daur hidup. JIT merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan yang merupakan salah satu dari aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen.

Hal ini akan mjd mslh dlm absorption costing karena biaya produksi per unit adah kombinasi dari biaya variabel dan biaya tetap. • Laba periodik tidak dipengaruhi oleh tingkat persediaan. sebaliknya.000 Rp 10. • variabel costing berkaitan dgn metode pengendalian biaya seperti biaya standar dan anggaran fleksibel. Contoh : Jumlah unit yang diproduksi per tahun 6000 Biaya Variabel Per unit Bahan baku $ 2 Tenaga kerja langsung 4 Overhead pabrik variabel 1 Biaya penjualan dan administrasi variabel 3 Biaya tetap per tahun Overhead pabrik tetap $ 30. biaya tenaga kerja langsung. Unsur biaya yg tetap mrpkn jmlh biaya minimun untuk menyediakan jasa sedangkan unsur variabel merupakan bagian dari biaya semivariabel yg dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan. • Laba bersih dgn menggunakan variabel costing lebih dekat dgn aliran kas bersih dibandingkan dgn absorption costing.000 10 Rp 1.000 • Biaya semivariabel: biaya yang terdiri dari elemen biaya variabel maupun biaya tetap. Laba rugi yg disusun dgn format kontribusi.000 Absorbtion Costing Bahan baku $ 2 Tenaga kerja langsung 4 Overhead pabrik variabel 1 Total biaya produksi variabel $ 7 Overhead pabrik tetap ($ 30. BOP baik yg berperilaku variabel maupun tetap.Biaya tetap per unit naik jika tingkat aktivitas turun. yg terdiri dari biaya bahan baku.000 : 6. Metode penentuan Harga Pokok Produksi Yaitu metode cara memperhitungkan unsur2 biaya ke dalam harga pokok produksi.000 Rp 10. Biaya bahan tidak langsung. a. Keuntungan variabel costing: • Data yg akan digunakan untuk melakukan analisis biaya-volume-laba dpt diambil langsung dari lap. biaya TKL dan BOP variabel.000 Biaya penjualan dan administrasi tetap 10.000 5 Rp 2. • Data variabel costing memudahkan estimasi tingkat profitabilitas produk. Contoh : biaya sewa peralatan untuk pengujian produk Perilaku biaya tetap: Jumlah Jumlah Biaya tetap biaya sewa produksi Per unit Rp 10. b. konsumen dan segmen bisnis yg lain. Variabel costing (direct costing): memperhitungkan biaya produksi yg berperilaku variabel kedalam harga pokok produksi yg terdiri dari biaya bahan baku. Misal. Full Costing (Absorption costing): memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi. Biasanya digunakan untuk kepentingan eksternal. tenaga kerja tidak langsung dan prasarana dpt mjd biaya semivariabel. biaya tetap per unit turun jika tingkat aktivitas naik. tdpt biaya listrik bulanan tetap ditambah beban per kilowatt-jam.000 2 Rp 5. • Manajer selalu mengasumsikan bahwa biaya produksi per unit adlh biaya variabel. Biasanya untuk pembuatan keputusan internal perusahaan. Dgn absorption costing profitabilitas tampak samar karena alokasi biaya tetap yg arbriter.000) 5 Harga pokok produksi per unit $ 12 Variabel Costing .

dilakukan setiap batch diproses.informasi ABC mendorong perusahaan mengevaluasi kegiatan untuk mengetahui mana yg tdk bernilai dan dpt dieliminasi.Untuk memungkinkan manajemen melakukan pelaporan biaya & pndptn dilakukan sesuai dgn pengelolaan aktivitas. sistem akuntansi pusat pertanggungjwbn dgn organisasi dgn tujuan pertanggungjwbn hrs memisahkan biaya penambah agar dpt ditunjuk org yg bertanggungjwb atas nilai & biaya bkn penambah nilai. Mrpkn keluaran system akuntansi yg (ABRAS) disusun sedemikian rupa shg pengumpulan & . Kelemahan ABC . Aktivitas unit-level. Aktivitas organization-susteining.Bahan baku $ 2 Tenaga Kerja Langsung 4 Overhead pabrik variabel 1 Harga pokok produksi per unit $ 7 Activity Based Costing (ABC) Adlh metode penentuan biaya produk yg mendasarkan pada aktivitas dan digunakan manajer sbg informasi biaya dlm pengambilan keputusan strategik dan keputusan lain yg mempengaruhi kapasitas dan biaya tetap. berkaitan dgn produk spesifik dan biasanya dikerjakan tanpa memperhatikan berapa batch atau unit yg diproduksi atau dijual. . 2.perbaikan berkesinambungan Sistem akuntansi Pertanggungjwbn Tradisional Activity Based Responsibility Accounting System . . Aktivitas customer-level. berapa batch yg dijalankan / brp unit yg dijual. ABC juga diartikan sbg pendekatan penentuan biaya produk yg membebankan biaya produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yg disebabkan krn adanya suatu aktivitas. .ABC tdk mendorong identifikasi & penghapusan kendala yg menyebabkan keterlambatan & kelebihan Perbedaan ABC dgn Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional Akuntansi Pertanggungjawaban Tradisional ABC Melakukan pengelolaan berdasar biaya: Melakukan pengelolaan berdasar aktivitas: . . dilakukan tanpa memperhatikan konsumen mana yg dilayani.ABC tdk berhasil mendorong para manajer berpikir tentang perubahan proses kerja untuk membuat usaha menjadi lebih kompetitif. 5.fokus pd pengendalian biaya dgn cara . Perlakuan dlm ABC: .fokus pd pengendalian brdsr aktivitas yg menghubungkan biaya dgn manajer yg memiliki menyebabkan tjdnya biaya dgn cara menghubungkan wewenang. 3.basis alokasi biasanya berbeda dgn basis alokasi dlm sistem akuntansi biaya tradisional Aktivitas dlm ABC 1. penyimpangan biaya & pndptn yg dianggarkan.biaya produksi dan non produksi dibebankan ke produk .fokus pd penyebab tjdnya biaya . Aktivitas batch-level.pengelolaan biaya meningkatkan efisiensi biaya . dilakukan untuk setiap unit produksi.Landasan penting untuk mengidentifikasikan & .sistem ABC menyediakan data yg relevan hanya jika biaya setiap kegiatan adlh sejenis dan benar2 profesional thd penggerak biaya. tanpa memperhatikan berapa unit yg ada dlm batch tsb.tarif overhead atau tingkat aktivitas disesuaikan dgn kapasitas aktivitas dan bukannya dgn kapasitas yg dianggarkan. .difokuskan pd biaya. berkaitan dgn konsumen khusus. .menghasilkan banyak informasi mengenai kegiatan dan sumber daya yg diperlukan untuk melaksanakan kegiatan.beberapa biaya produksi dimasukkan ke biaya produk . brg apa yg diproduksi. Aktivitas product-level. Rekayasa Informasi Akuntansi Pertanggungjwbn Rekayasa Informasi Akuntansi pertanggungjwbn dlm Tradisional. 4. . Keunggulan ABC .ABC mungkin dpt mengakibatkan kesalahan konsepsi mengenai penurunan biaya penaganan pesanan penjualandgn mengeliminasi pesanan kecil yg menghasilkan margin lebih rendah. biaya dgn aktivitas penambah nilai.

Cth: fabrikasi mobil: yang memproduksi bodi mobil. Process Costing: mengakumulasikan biaya dari operasi atau departemen tertentu selama satu periode penuh dan kemudian membaginya dgn jumlah unit yg diproduksi selama satu periode. yang merupakan ekspektasi perkiraan biaya • Standar costing: Suatu system penentuan biaya. Cth: pabrik semen. tenaga kerja dan overhadke produk dan memberikan mekanisme perhitungan biaya per unit. job memiliki karakteristik yg berbeda 2 Biaya diakumulasikan per departemen Biaya dikumpulkan untuk setiap pekerjaan. • Asumsi: Asumsi adanya varian dapat dilihat dari jumlah produksi (lebih kecil atau sama dengan) dari kapasitas normal operasi produksi. pupuk. Standard Cost • biaya standar: jumlah yang diperlukan untuk memproduksi suaut unit produk. sebagai indikasi adanya pemborosan/inefisiensi yang harus dievaluasi manajemen.menghitung biaya penambah nilai & bkn penambah nilai adlh identifikasi cost driver untuk setiap aktivitas. • Fungsi : * biaya-biaya Perencanaan dan pengendalian * penilaian kinerja * penyiapan anggaran * penilaian persediaan • Varian: Perbedaan antara biaya standar dengan biaya actual yang terjadi. Biasanya digunakan untuk perusahaan yg memproduksi bermacam produksi selama periode tersebut. BB&TKL dibebankan langsung ke HP Produksi BB&TKL dibebankan langsung ke HP Produksi sedangkan BOP dibebankan dgn tarif yg ditentukan di departemen 3 Laporan produksi per departemen mjd dokumenKartu biaya adlh dokumen sumber yg digunakan sumber yg menunjukkan pengumpulan biayaperuntuk mengendalikan pekerjaan berdasarkan kartu departemen. • Biaya standar “management by exception” . Biaya operasi yang telah ditentukan sebelumnya dan menjadi biaya target yang harus dicapai. 2. ABM menggunakan kalkulasi biaya berdasarkan kegiatan (ABC) untuk mengukur dan mengendalikan hubungan tersebut. Biaya ini berbeda dengan biaya yang dianggarkan. pertambangan. biaya. ban. kimia. Activity Based Management (ABM) – Manajemen Berdasarkan Kegiatan menghubungkan konsumsi sumber daya pd kegiatan yg dilakukan perusahaan dan biaya kegiatan itu pada produk atau pelanggan. Metode Pengumpulan Biaya Produksi (system costing dalm perush manufaktur) 1. rakitan & onderdil lain. Job order Costing: biaya ditelusuri dan diakumulasikan ke pekerjaan dan biaya untuk menyelesaikan pekerjaan tsb dibagi dgn jmlh unit yg dihasilkan untuk menghasilkan harga rata-rata per unit. TKL ke setiap job. Setiap continyu dan dlm jangka panjang. berdasarkan kartu biaya. dll. dimana biaya produk yang ditetapkan sebelumnya (biaya standar) dibandingkan dengan biaya actual sesungguhnya untuk mendapatkan varian dan kemudian diteliti penyebabnya. Biasanya digunakan dalam perusahaan yg memproduksi satu jenis produk dlm jumlah besar dan jangka panjang. Perbedaan Job order costing dan proses costing No Proses costing Job order costing 1 Hanya ada satu jenis produk yg diproduksi scrDapat memisahkan BB. Perusahaan mebel Persamaan proses costing dan job order costing adlh tujuan utama kedua sistem tsb membebankan biayabhn baku. 4 Biaya per unit dihitung per departemenBiaya per unit dihitung untuk setiap pekerjaan berdasarkan laporan produksi per departemen. tekstil.

biaya penggudangan. Maka dibutuhkan instrumen system pendukung keputusan. Biaya produk meliputi : • Bahan langsung bahan-bahan yang nilainya relatif besar daripada bahan lain dalam proses produksi barang/jasa. pajak PBB fasilitas pabrik. seperti . Biaya Periodik : Biaya yang dibebankan dan diakui saat periode terjadinya. biaya asuransi kantor. biaya depresiasi & pemeliharaan peralatan kantor. biaya depresiasi & asuransi pabrik B. yang berkaitan langsung dengan produksi. Biaya ini dilaporkan (masuk) dalam laporan laba-rugi pada saat periode terjadinya. system pakar (expert system). Biasa dikenal sebagai biaya bersama (common cost) Contoh: biaya gaji manajer pabrik Biaya ini sama sekali tidak disebabkan oleh proses pembuatan produk. tukang jahit sebagai fungsi langsung usaha taylor • Biaya Overhead Pabrik Biaya produksi selain kedua item biaya di atas. Biaya diferensial mencakup biaya variabel dan biaya tetap. keamanan. biaya pengiriman barang. kebersihan. cat. Biaya produk : biaya yang dibebankan atas produk (masuk HPP) ditangguhkan/hingga produk tsb terjual.Konsep/kebijakan. decision support system (DSS) Penggolongan biaya atas tujuan penyusunan laporan keuangan A. Perbedaan alternative itulah yang menyebabkan terjadinya perbedaan cost (differential cost) dan perbedaan pendapatan (differential revenue). melainkan karena manajer menjalankan proses organisasi usaha pabrik Klasifikasi biaya untuk pembuatan keputusan 1. Biaya Langsung: biaya yang dapat dengan mudah dan meyakinkan ditelusur ke obyek biaya tertentu. • Biaya administratif dan umum Semua biaya yang berkaitan dengan pengoperasian perusahaan secara umum Contoh: biaya gaji manajer. dll pada produksi meja/furniture biaya tenaga kerja tak langsung: petugas pengawas. besi. biaya kesekretariatan. laporan kinerja. . Contoh. bisa terdiri atas 1 atau lebih bahan baku. biaya listrik & air kantor. dll biaya lain: pemeliharaan dan reparasi peralatan pabrik. biaya petugas penjualan Klasifikasi biaya untuk membebankan biaya ke obyek biaya 1. MBE lebih fokus pada strategi perusahaan di masa datang. Biaya tdk lansung: biaya yang tidak dapat dengan mudah dan meyakinkan ditelusur ke obyek biaya tertentu. yang masingmasing memiliki cost-benefit. Biaya diferensial dan pendapatan diferensial Pembuatan keputusan pada dasarnya adalah proses pemilihan berbagai alternative. dimana tanpa fungsi ini produksi tidak akan berjalan dan selesai. Contoh: biaya bahan baku tak langsung: paku. Contoh: product cost 2. mulai dari proses pengiklanan hingga penjualan ke tangan akhir konsumen Contoh: biaya iklan. biaya umum kantor • Biaya marketing Semua biaya yang berkaitan dengan marketing & penjualan. Contoh. biaya komisi penjualan. kayu sebagai bahan baku produksi meja/furniture lainnya • Tenaga kerja langsung fungsi (pekerjaan) yang terkait dengan produksi barang/jasa__dikenal sebagai touch labor. Biaya ini tidak dibebankan dan tidak diakui saat periode terjadinya. biaya listrik & air pabrik. dimana manajemen menghabiskan waktunya untuk melakukan penyelidikan mengapa ada perbedaan (varian) material antara standar yang direncanakan dengan hasil akutal sesungguhnya. yang mencakup semua biaya produksi barang/jasa tidak langsung.

Dengan kata lain. rini meminta ijin cuti 1 bulan. yang harus diabaikan dalam membuat keputusan di masa depan. namun hanya sebagai pertimbangan dalam proses pembuatan keputusan oleh manajer. Karena pengeluaran kas telah terjadi. Oleh karena bukanlah suatu biaya diferensial. . Pocket cost berkebalikan dengan sunk cost karena dalam pembuatan keputusan biaya ini dapat diperhitungkan dalam analisis. Contoh: Tahun lalu Perusahaan membeli mesin produksi Rp 20 juta. maka pengeluaran (investasi) ini adalah sunk cost. dan masuk dalam kategori relevant cost. 3. Biaya tunai (out of-pocket cost) Pocket cost adalah biaya tunai yang memerlukan kas pada periode berjalan. Flexible budget: anggaran yg dibuat untuk suatu rentangan aktivitas. biaya penggunaan mesin dan biaya depresiasi merupakan sunk cost.2. bukan hanya suatu tingkatan aktivitas saja. 4. Contoh: Rini memiliki pekerjaan sambilan yang menghasilkan pendapatan Rp 500. Efisien: melakukan hal2 dgn tepat Efektif: melakukan hal2 yg tepat. Atau suatu seri anggaran yg dapt disesuaikanpd berbagai tingkat kebutuhan yg berbeda atau berbagai volume produksi. Biaya kesempatan (opportunity cost) Biaya kesempatan adalah manfaat potensial yang hilang ketika sebuah alternative dipilih. Sang majikan mengijinkan rini cuti dan tidak memberikan gaji selama rini cuti. yg mencakup jangka waktu satu tahun.000 per bulan. Biaya masa lalu (sunk cost) Sunk cost adalah biaya yang sudah terjadi di masa lalu dan tidak dapat diubah oleh keputusan sekarang atau masa depan. maka biaya ini harus diabaikan dalam membuat suatu analisis atau keputusan saat ini dan masa depan.000 karena memilih untuk cuti liburan. Maka dapat disimpulkan bahwa rini kehilangan pendapatan sebesar Rp 500. Opportunity cost tidak selalu masuk catatan akuntansi. Anggaran Anggaran mrpkn suatu rencana kerja yg dinyatakan scr kuantitatif yg diukur dlm satuan moneter standar dan satuan ukuran lain. Ketika libur semester.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful