Guru Efektif

LDK STAI Siliwangi Bandung | | 11 comments

Tidak Sedikit dalam melaksanakan tugasnya, para guru kerap menghadapi berbagai kendala yang menghambat proses pembelajaran. Terhadap kendala-kendala yang muncul ini, ada guru yang dapat mengatasinya dengan baik, tetapi tidak sedikit pula guru yang tidak mampu mengatasinya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor eksternal. Bahkan, mungkin kita sering menjumpai proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang tidak mencapai sasaran dan tujuan pembelajaran. Kenapa demikian??? Apapun alasan dan penyebab yang menimb ulkannya, proses pembelajaran yang tidak mencapai sasaran, dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang tidak efektif. Dan salah satu penyebab hal tersebut adalah karena gurunya tidak efektif. Bagaimana seorang guru yang efektif itu???« Menurut Michael Marland, seorang guru dapat dikatakan efektif apabila ia memiliki sikap pebuh perhatian dan pantang menyerah, penjelasannya mudah dipahami, serta mampu mengelola kelas dengan baik. Sementara Clara R. Puji Jogyanti berpendapat bahwa guru efektif adalah guru yang dapat meningkatkan seluruh kemampuan siswa ke arah yang lebih positif melalui pengjarannya. Dan menurut Drs. Sukadi berpendapat bahwa guru efektif adalah guru yang mampu mendayagunakan (empowering) segala potensi yang ada dalam dirinya dan di luar diri nya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Melihat beberapa pandangan tersebut, maka untuk menjadi seorang guru efektif dituntut selalu mawas diri dan terus melakukan perbaikan perbaikan kompetensi. Oleh sebab itu, untuk menjadi guru efektif perlu waktu, usaha, dan kerja keras yang diiringi dengan tekad yang kuat dan semangat pembaruan. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah menjadi guru efektif. http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010 /03/guru-efektif.html

Guru Kreatif. Creative Teacher

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.
2 peran guru profesional saat ini http://gurukreatif.wordpress.com/2010/02/01/2 -peran-guru-profesionalsaat-ini/

omah kucink Minggu, 21 Maret 2010 PERANAN GURU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN DEWASA INI oleh joko hadi yantoko

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Guru adalah tokoh penting dalam pendidikan, jika dilihat dari beberapa segi bahasa ³guru´ mempunyai beberapa arti. Bahasa India yang dimana guru mempunyai arti orang yang mengajarkan tentang kelepasan dari sengsara. Dalam tradisi agama Hindu, guru dikenal sebagai µmaha resi guru¶, yakni para pengajar yang bertugas untuk menggembleng para calon biksu. Sedangkan dalam bahasa Arab, kata ³guru¶ mempunyai arti yang bertugas memberikan ilmu dalam majelis taklim. Namun pada umumnya orang tidaklah sulit untuk mengartikan guru, secara akademis guru adalah seseorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar siswa dapat belajar dan atau mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal. Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Jika dikaitkan pembahasan tentang

kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Dalam menghadapi tanatangan zaman, guru juga harus mampu untuk menjawab tantangan tersebut. Maka guru harus punya cara untuk itu, tantangan yang muncul adalah bagaiamana menjadi seorang motivator, dan guru juga harus menguasai teknologi, dan guru juga harus punya masalah dalam kependidikan. Rumusan Masalah 1. Bagaimana peran guru dalam membangkitka n motivasi belajar siswa ? 2. Bagaimana guru meningkatkan pendidikan dengan bantuan tehknologi ? 3. Bagaimana guru dalam menghadapi Problematika sistem pendidikan ? BAB II PEMBAHASAN A. Usaha Guru Untuk Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberika n arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. ‡ Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. ‡ Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya

5. 7. Di samping itu. 6. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya.Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Membentuk kebiasaan belajar yang baik membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok . Tentunya pujian yang bersifat memba ngun. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. 4. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi.lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. 3.Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. sebagai berikut: 1. 2.

Salah satuny a adalah dengan mendayagunakan IT (Information Technology) untuk mendongkrak mutu sekolah2 di Indonesia. Memang jika dilihat dari jumlah anak2 di Indonesia. belum tentu juga biaya yang makin mahal berarti pendidikan yang makin bagus. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Peran guru sebagai perncana (planner) pada tahap ini melakukan identifikasi masalah yang ada dikelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. B. Media atau alat peraga pembelajaran. servernya terletak di Lexington. Saya ingat. Lemba r obserfasi pembelajaran. angkanya tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada. Sehingga sangat masuk akal jika hal ini dilirik pelaku2 bisnis. Urusan pendidikan menggunakan media IT sebenarnya sudah jamak dilakukan di perusahaan2 maju. Petunjuk pelaksanaan pambelajaran. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak pihak yang mulai membisniskan pendidikan ini. dan 10. Laser Disk ini berisi rekaman2 video dari para pakar di IBM.Lembar kerja siswa.Cara training dan ujian seperti itu sa ngat efektif. Menggunakan metode yang bervariasi. Setelah mengambil training2 tersebut. mutu pendidikan yang baik tidak selalu identik dengan harga yang mahal. juga melalui sistem yang serba online. Contohnya saja sewaktu saya bekerja di IBM tahun 1990-1995 dulu. Instrumen penilaian pross hasil pembelajaran. hal yang pertama kali saya harus lakukan adalah mengambil training2 melalui materi2 rekaman Laser Disk. sedangkan saya sendiri mengerjakan soal2 ujian tersebut di salah satu sudut di gedung Landmark A (ini gedung tempat IBM berdiri) . saya dipersilahkan mengambil ujian bersertifik at. Sebenarnya. Padahal pendidikan yang baik adalah kunci kelak di saat mulai terjun ke dunia pekerjaan.Parahnya lagi. Biaya yang dikeluarkan perusahaan juga . Meningkatkan pendidikan dengan bantuan tehknologi Pendidikan di Indonesia adalah salah satu yang termahal di dunia. karena saya tidak perlu buang2 waktu untuk travelling.selanjutnya disusun dan dikemas dalam suatu perangkat pembelajaran yang terdiri atas: Rencana pembelajaran. Jadi sungguh kasihan anak-anak Indonesia saat ini yang orang tuanya tidak mampu.9.

tuntutan pembangunan daerah dan nasional. ayat (2). b. ekonomi. dinamika perkembangan global. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan iman dan takwa. Cara2 tersebut. perkemb angan ilmu pengetahuan. g. . begitupun sebaliknya. dan peserta didik. potensi daerah. jika diterapkan pada sekolah. dan seni. Sedangkan pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks menunjukan bahwa pendidikan di dalamnya terdiri dari ber bagai perangkat yang saling mempengaruhi secara internal. Dalam PP No. dan minat peserta didik. pertahanan-keamanan. c. Menghadapi Problematika sistem pendidikan Dalam memetakan masalah pendidikan maka perlu diperhatikan realitas pendidikan itu sendiri yaitu pendidikan sebagai sebuah subsistem yang sekaligus juga merupakan suatu sistem yang kompleks. e. teknologi.19/2005 antara lain dalam pasal 6 yang menyebutkan:1) kurikulum untuk jenis pendidikan umum. Aspek politik. kecerdasan. sosial-budaya. berbagai perangkat yang mempengaruhinya tersebut perlu mendapatkan jaminan kualitas yang layak oleh berbagai stakeholder yang terkait. saya sangat yakin bahwa hasilnya juga akan sangat bagus. f. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.menjadi minimum. Apalagi jika materinya dikemas dengan baik dan menarik. C. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Struktur kurikulum yang ditetapkan berdasarkan UU No. dan j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. tuntutan dunia kerja. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. bahkan ideologi sangat erat pengaruhnya terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. d. kewarganegaraan dan akhlak mulia.20/2003 dalam Pasal 36 tentang Kurikulum menyebutkan: (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. i. peningkatan potensi. Gambaran pendidikan sebagai sebuah subsistem adalah kenyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang berjalan dengan dipengaruhi oleh berbagai aspek eksternal yang saling terkait satu sama lain. sehingga dalam rangkaian input -prosesoutput pendidikan. (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memp erhatikan: a. h. peningkatan akhlak mulia. kejuruan. agama. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Proses pendidikan yang sebenarnya tentu melibatkan peranan keluarga. Seperti halnya perusahaan. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. lingkunga n-masyarakat dan sekolah. (2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Berdasarkan pasal-pasal di atas.20/2003 Pasal 53 tentang Badan Hukum Pendidikan bahwa (1) Penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masy arakat berbentuk badan hukum pendidikan. yang dapat diakses oleh masyarakat (para pemilik modal) yang memiliki dana dalam jumlah besar saja. Masyarakat dan lingkungan tempat tinggal merupakan bagian yang terintegrasi dengan siswa sebagai peserta didik. kelompok. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). sehingga jika salah satunya tidak berjalan dengan baik maka dapat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan itu sendiri. jasmani. pelaksana. serta kemampuan berkomunikasi. olahraga dan kesehatan. Yanti Mukhtar menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan de ngan . terlihat bahwa tanggung jawab penyelenggaraan pe ndidikan nasional saat ini akan dialihkan dari negara kepada masyarakat dengan mekanisme BHP yaitu adanya mekasnisme Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada tingkat SD -SMA dan Otonomi Pendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi. Hal ini dapat dilihat dalam UU Sisdiknas No. Pendidikan dijadikan sebagai jasa komoditas. organisasi profesi. dan organisasi k emasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. (2) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. dan pengguna hasil pendidikan. Berlangsungnya sistem ekonomi kapitalis di tengah -tengah kehidupan telah membentuk paradigma pemerintah terhada p penyelenggaraan pendidikan sebagai bentuk pelayanan negara kepada rakyatnya yang harus disertai dengan adanya sejumlah pengorbanan ekonomis (biaya) oleh rakyat kepada negara. Kecakapan berhitung. keluarga. (3) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berprinsip nirlaba dan da pat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. 6). Sedangkan dalam pasal 54 disebutkan pula (1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. pengusaha. estetika.ilmu pengetahuan dan teknologi.

75% dari biaya pendidikan total. Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se -Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Dengan dukungan kemajuan tekhnologi. Pada masa dahulu guru dipandang sebagai penyebar ilmu saja namun setelah berkembangnya tentang kegu ruan maka pada masa kini guru tidak hanya sebagai pemberi materi namun . Indonesia hanya menyediakan 62. Kenyataan yang menunjukan bahwa penyelenggar aan pendidikan di Indonesia merupakan jasa komoditas adalah data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63.35% -87.22% 36. Akibatnya. Untuk menciptakan guru yang baik maka guru harus disiapkan secara matang. yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung.menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. BAB III KESIMPULAN Dalam peranannya seorang guru tentunya juga harus mempunyai bekal agar dapat melewati rintangan dalam dunia pendidikan. Dengan begitu. misalnya saja sertifikasi. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. guru harus dipersiapkan benar-benar untuk menghadapi tantanagan dunia pendidikan yang semakin maju. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka. Dan dengan untuk menciptakan guru profesional pada masa kini pemerintah telah menyiapkan beberapa sistem dimana sistem ini juga mempunyai kelemahan dan kelebihan. beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12.5 Juta. maka guru harus dapat menguasi tehknologi yang ada agar dapat mengembangkan kemajuan pendidikan.8% dari keperluan dana penyelenggaraan pend idikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%. Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004. antara yang kaya dan miskin. Selain itu. persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah.65% dari biaya pendidikan total .

identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik -baiknya. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan sehar usnya diketahui oleh anak. tugas manusiawi. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan. dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). maka tugas pertama berka itan dengar logika dan estetika. tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Maka dengan begitu citra guru secara konvensional akan hilang dengan sen dirinya. Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN TUGAS GURU Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional.blogspot. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan ked ua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu.html V. PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT 4. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan.com/2010/03/peranan -guru-dalammenghadapi-tantangan. http://omahkucink. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga . Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup. yang akan memberi motivasi atau dukungan agar siswa lebih giat belajar.juga aspek lain yaitu sebagai motivator.

melalui suara (lagu . turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. berupa tari -tarian. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. pilihan hidup dan praktek komunikasi. atau melalui simbul -simbul dan tanda tanda yang biasanya disebut rumus-rumus. pembinaan prajabatan melalui pendi dikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabatan. dan tugas kemasyarakatan. tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya.negara yang baik. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas profesional. yaitu melatih mahas iswa. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. nyanyian). tugas profesional. pilihan nilai hidup dan praktek -praktek komunikasi. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. tugas manusiawi. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator. oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. dapat melalui warna dan garis -garis (lukisan-lukisan). oleh karena anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. melalui bentuk berupa ukiran. bertitik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama. masa sekarang dan masa yang akan datang. Selanjutnya. motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai -nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat. apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. aspek yang kedua mendidiknya . artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik. membuatnya menjadi terpelajar.

Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakat tentang dokter yang bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas. Maka mengingat pend idikan ini sebagai pembinaan pra jabatan yaitu di satu pihak mempersiapkan mereka untuk menjadi guru dan di lain pihak membuat mereka menjadi manusia dalam artian manusia berbudaya. 2. selama ia tidak punya sesuatu yang akan diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru. jadi pendidikan dapat berfungsi melaksanakan hakikat sebagai bagian dari kebudayaan kalau yang melaksanakannya juga berbudaya. Jadi bagi guru -guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum. teknik untuk . Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam. kiranya perlu dikemukakan mengapa guru itu harus menjadi rnanusia berbudaya. maka diperlukan pemagangan.menjadi manusia yang berbudaya. paling tidak pendidikan formal. oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah seni. Oleh kanena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. padahal ilmu yang diberikan sama. akan tetapi orang yang terdidik dan terpelajar tidak dengan sendirinya berbudaya. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan art (kiat). Tetapi sebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni mengajar (art of teaching). juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendininya menjadi manusia yang berbudaya. Untuk menyiapkan guru yang juga manusia berbudaya ini tergantung 3 elemen pokok yaitu : 1. Karena art tidak dapat diajarkan adalah te knik mengajar. Tidak mungkin seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenaga kependidikan yang baik di satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itu dengan baik. Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baik dapat menjadi guru yang baik. ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. Memang lebih mudah membuat manusia itu berbudaya kalau ia terdidik atau terpelajar. Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya. Mengapa perlu pemagangan. Pendidikan terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satu pengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya (secara ideal kita harus mampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. Orang yang disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan (initial training) harus mampu menguasai satu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di sekolah melalui jalur pendidikan. 3. karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendininya orang menjadi berbudaya.

hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. moralitas tanggungjawab kemasyarakatan.kedokteran. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kese hatan jasmani. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. PERAN GURU WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer). begitu dapat diajarkan diakalau menjadi teknik. orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritu al. Segala sesuatu yang kita anggap kiat. hasil belajar yang b erkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Akan tetapi kalau kiat ini tidak dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. (4) pelajar (learner). maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila. persiapan. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran -peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter). bebas dari orang tua.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga. pengetahuan dan keterampilan dasar. mengapa yang lain kurang berhasil. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru h arus memberikan pengetahuan. (3) pengajar dan pembimbing. mengapa yang satu lebih berhasil. bangsa dan negara. Untuk ini orang harus aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan jalan memperhatikan orang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil. dan orang dewasa yang lain. (6) pekerja administrasi. (2) model. (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga . Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai . tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan -aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. pemilihan jabatan. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma -norma yang ada.

mempunyai pengetahuan dan keterampil an dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.h tml . Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar. Peran guru sebagai pelajar (leamer). Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.pendidikan. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_154. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. http://pakguruonline. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan.

2009 by pengertian Category Makalah. ada yang bilang juga arti guru di gugu terus ditiru yang dalam bahas Indonesia artinya adalah dipercaya dan di contoh. melatih. dan mengevaluasi peserta didik. tetapi artinya harafiahnya adalah ³berat´ adalah seorang pengajar suatu ilmu. Pengertian Pengertian guru sangat banyak makna dan arti. Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru. guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. McLeod.11.engertian Peran Guru Dalam Pendidikan 25. Dalam bahasa Indonesia. (1989) berasumsi guru adalah seseorang yang pekerjaanya mengajar orang lain. menilai. mengajar. membimbing. Kata mengajar dapat kita tapsirkan misalnya : .

bertindak sebagai partisipan. Dalam definisi yang lebih luas. Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaanya utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3) Selain siswa.seorang psikolog terkemuka Prof. Breen dan Candlin dalam Nunan(1989:87) mengatakan bahwa peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses yang komunikatif. McLeod (1989) mengartikan kepribadian (personal ity) sebagai sipat yang khas yang dimiliki oleh seseorang.disamping itu dia harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar.Mengenai pentingnya kepribadian guru. Menurut tinjauan psikologi. setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru. faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru.guru hendaknya berkepribadianh Pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan YME. guru juga berperan sebagai panutan. Kepribadian Guru Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Dr Zakiah Dardjat ( 1982) menegaskan : Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pe ndidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Dalam hal ini kepribadian adalah karakter atau identitas.Secara konstitsiona l. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah . Menanamkan nilai dan keya kinan kepada orang lain (afektip) Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal.1. pendidikan dasar. dan pendidikan menengah.ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menngah) . Guru sangat berperan penting dalam menciptakan kelas yang komunikatif. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. 2. Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitip).kepribadian berarti sipat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatanya yang membedakan dirinya dari yang lain. dan yang ketiga bertindak sebagai pengamat. Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik) 3.Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu.

Contohnya jika seorang muridnya di ketahui se dang mengalami kemalangan.teman sejawat. Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.1988).sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan.yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain.Selain itu ia juga mempunyai resis tensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.Jadi kompetensi guru a dalah merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban ±kewajibanya secara bertanggung jawab dan layak.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.dan lingk ungan pendidikan tempatnya bekerja. .1990) Keterbukaan Psikologis pribadi guru.dan melakukan atau menghindari sesuatu (Heger & Kaye.1.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa. Keterbuksaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa.maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar.Disamping itu ia juga memiliki empati..Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Selain kemampuan kompetensi juga berarti keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas. Kompetensi Profesionalisme Guru. Hal lain yang menjadi paktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri. Kompetensi Pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Keterbukaan Psikologis pribadi guru.(Reber. Fleksibilitas kognitif 2.Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis.Berpikir kritis adalah berpikir dengan p enuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.

Melaksanakan Administrasi Sekolah · Mengenal administrasi kegiatan sekolah · Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah e. Menguasai landasan kependidikan · Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional . Jenis Kompetensi 1. Mengembangkan Kepribadian · Bertqwa kepada Allah SWT · Berperan akkif dalam masyarakat · Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru b.Intinya. Kompentensi Pribadi a. Berinteraksi dan Berkomunikasi · Berinteraksi dengan rekan sejawat demi pengembangan kemampuan professional · Berinteraksi dengan masyarakat sebagai pengemban misi pendidikan c. Melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan · Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar · Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus d. Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Melaksanakan penelitian Sederhana Untuk Keperluan Pengajaran · Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah · Melaksanakan penelitian sederhana 2. Kompetensi Profesional 1.

3. Kemampuan dalam menilai kemajuan proses belajar mengajar. Melaksanakan program pengajaran · Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat · Mengatur ruangan belajar · Mengelola interaksi belajar mengajar 1. · Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. 1.· Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat. 1. 1. Kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran. Menguasai bahan pengajaran · Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dari menengah · Menguasai bahan pengajaran. 1. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan · Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran · Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Kompetensi guru yang diteliti meliputi empat kategori. Menyusun program pengajaran · Menetapkan tujuan pembelajaran · Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran · Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai · Memilih dan memanfaatkan sumber belajar. 4. 2. Profesionalsime . Kemampuan guru dalam melaksanakan dan memimpin/mengelola proses belajar mengajar. Kemampuan guru dalam merencanakan program be lajar mengajar.

Dengan kata lain sebuah profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya. Fleksibel 6. yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik. guru dituntut memiliki seperangkat kemampuan (kompetensi) yang beraneka ragam. Jadi. Seorang yang memiliki predikat professional memiliki ciri -ciri yang selalu melekat dalam pikirannya. yang berarti siap tampil di depan publik. dan tercermin dalam tingkah laku dari para professional. Rasional 7. Ciri-ciri professional tersebut adalah sebagai berikut: 1. Profesionalisme guru merupakan kondisi.Profesionalsime sendiri berasal dari kata profesus (bahasa latin). nilai. Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya memilki pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi a tau teknik dalam KBM serta landasan-landasan kependidikan seperti tercantum dalam kompetensi guru dalarn uraian selanjutnya. arah. tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Profesionalisme guru yang dimaksud dalam skripsi ini adalah guru Fiqih yang profesional. Disiplin 2. Etis . Berpikir positif 5. Jadi untuk tampil di depan umum. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu. Adapun guru profesional itu sendiri adalah guru yang berkualitas. dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa. Rajin dan antusias 4. berkompetensi. seorang professional harus telah siap untuk menghadapi semua masalah dan menyelesaikannya dengan baik Ada yng mengatakan bahwa Profesional ad alah suatu bidang pekerjaan yang memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi sebagai sumber kehidupan. Namun sebelum sampai pada pembahasan kompetensi ada beberapa syarat profesi yang harus dipahami terlebih dahulu. Berorientasi pada kualitas 3. Dalam melakukan kewenangan profesionalismenya.

dan lebih baik. Sertifikasi sebagai sebuah sarana Tujuan sertifikasi guru adalah: · Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen . Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupannya. dinyatakan bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi professional. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya. Jadi untuk menjadi seorang yang professional. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya 5. kita harus merubah secara terus-menerus kebiasaan kita. Kemampuan akademik tersebut antara lain. Kompeten 9. Menuntut tingkat pendidikan keguruan yang memadai. yaitu : 1. maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus sebagai berikut: 1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam 2. Yang dimaksud dengan penguasaan materi secara luas dan mendalam dalam hal ini termasuk penguasaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai pendukung profesionalisme Guru. memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu. 4. mencapai yang lebih baik. Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru adalah bisa didasarkan kepada P eraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru.8. Strategis Semua ciri tersebut memiliki hubungan dengan kebiasaan kita sehari -hari. jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai. Kompetensi profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan Guru dalam penguasaa n materi pelajaran secara luas dan mendalam. 3. Ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru. Mengingat tugas guru yang demikian kompleksnya.

yang dapat merusak citra profesi guru. · Melindungi profesi guru dari praktik -praktik yang tidak kompeten. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat . 5.· Pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional · Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan · Meningkatkan martabat guru · Meningkatkan profesionalitas guru Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut. Perlunya perubahan paradigma 3. 2. Gaji yang memadai. 4. Transformator (penterjemah) sistem -sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya. 3. dalam proses interaksi dengan sasaran didik. Kurangi beban guru dari tugas -tugas administrasi yang sangat menyita waktu. Jenjang karir yang jelas 4. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. 6. · Melindungi masyarakat dari praktik -praktik pendidikan yang tidak Berkualitas dan tidak prof esional. 7. Pelatihan dan sarana Kamudian Apa Peran Guru dalam Proses Pendidikan? Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. · Meningkatkan kesejahteraan guru 2. Peningkatan kesejahteraan yang nyata 5. seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1.

dalam konteks proses b elajar mengajar di Indonesia. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). penilai hasil pembelajaran peserta didik.dipertanggungjawabkan. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Sementara itu di masyarakat. melakukan diagnosa. konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). yang mencakup : 1.. Guru sebagai pelaksana (organizer). dan kalau masih dalam batas kewenangannya. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. dan agen masyarakat (social agent). 2. dan dari sudut pandang psikologis. Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. Sedangkan dalam keluarga. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre -teaching problems). baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. 3. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. guru berperan sebagai perancang pembelajaran . penemu masyarakat (social inovator). Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah. diri pribadi ( self oriented). guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). berdasarkan kriteria yang ditetapkan. menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). Di sekolah. menggerakkan. keluarga dan masyarakat. Moh. memimpin. guru berperan sebagai : . dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. yang harus dapat menciptakan situasi. Di lain pihak. prognosa. pengelola pembelajaran. serta Tuhan yang menciptakannya). Lebih jauh. Selanjutnya. di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. merangsang. pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. menganalisa. mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik. di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person). baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik. Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel).

Pengambil inisiatif. Catalyc agent atau inovator. dan penilai pendidikan. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. Pelaksana administrasi pendidikan. 6. yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. 2. Di pandang dari segi diri -pribadinya (self oriented). yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. 4. Penterjemah kepada masyarakat. yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan b agi membuat suatu hal yang baik. Penegak disiplin. 3. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. dan 5. 2. 2. guru berperan sebagai : 1. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations).1. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. Pelajar dan ilmuwan. dan . yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. Pakar psikologi pendidikan. Pekerja sosial (social worker). artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. 5. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. Orang tua. artinya guru b erperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan. Wakil masyarakat di sekolah. Seorang pakar dalam bidangnya. 3. 3. yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. Dari sudut pandang secara psikologis. pengarah. 4. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidik an. Pembentuk kelompok (group builder). Pemimpin generasi muda. yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. dan 7. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. model keteladanan. seorang guru berperan sebagai : 1. 4.

ia akan terpuruk secara profesional.net/pengertian -peran-guru-dalam-pendidikan. berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Kalau hal ini terjadi. guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Di masa depan. pengelolaan sumber belajar. Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat. sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif. dengan dukungan hasil pe nelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun. berkembang. lingkungan belajar. prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran. interaksi peserta didik dengan guru. orang tua maupun masyarakat. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik. Disamping itu. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. Sementara itu.html . guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran.5. http://pengertian. disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). seperti : tata letak tempat duduk. Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran.baru2. dan lain-lain. guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yan g dilaksanakannya. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut. pengelolaan ba han belajar. Begitu juga. Sejalan dengan tantangan kehidupan global. disiplin peserta didik di kelas. guru bukan satu -satunya orang yang lebih pandai di tengah tengah peserta didiknya. Artinya. interaksi peserta didik dengan sesamanya. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu -satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh.

2007 y y In: Ajaran Tentang Hubungan Guru dan Murid Comment! Dalam dunia pendidikan dan dalam buku -buku tentang pendidikan dan keguruan selama ini. guru matematika. kelompok guru berdasarkan bidang studi yang diasuhnya (misalnya guru IPA. Klasif ikasi jenis-jenis guru sepert ini dampaknya hanya pada penguasaan materi pendidikan. Sarjana). Klasifikasi karakter mental guru ini bisa diawasi oleh pimpinan sekolah. Guru Sasar Guru sasar adalah guru yang tidak sesuai antara statusnya sebagai guru dengan perilakunya.Jenis-jenis Kualitas Sikap Mental Guru Posted by: Moeflich on: November 20. Padahal. tidak punya pekerjaan lain dan seterusnya. pengawas. Tipe ini adalah mereka yang tidak memiliki mental guru tapi terpaksa menjadi guru. klasifikasi guru sejauh ini paling tidak baru dibuat baru di sekitar dua hal: Pertama. Tidak sesuai juga antara kata -katanya dengan perbuatannya. guru agama. Guru yang tidak mencerminkan dirinya sebagai guru. Jenis-jenis sikap berdasarkam karakter mental ini memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan guru dalam mengajar. Misalnya. guru mismatch (latar pendidikan dengan bidang studi) adalah termasuk guru sasar terutama bila dirasakan murid tidak membawa kemajuan dalam memahami pelajaran. antara seruan dan sikapnya sendiri. dewan sekolah bahkan oleh murid sendiri. salah satu problem besar pendidikan adalah masalah moral dan akhlak sebagai diantara tujuan utama pendidikan. Hasilnya. guru IPS dst). Secara profesional. 1. bukan membawa kemajuan terhadap murid -muridnya tapi malah memberikan da mpak buruk dan menyesatkan. Kedua. Sesungguhnya. D3. D2. akhirnya menjadi guru yang kesasar. klasifikasika guru tidak hanya yang disebut di atas. Tulisan ini menguraikan lima jenis guru berdasarkan kualitas sikap mentalnya dalam mengajar. Disebut guru sasar karena tidak nyambung antara latar belakang pendidikan dengan . Guru sasar terpaksa menjadi guru daripada menganggur. kualitas guru berdasarkan jenjang pendidikannya atau kelulusannya (SPG/PGA. akhlaknya kurang baik dan tidak memiliki sifat seorang pendidik.

relevan tidaknya kesenangan menceritakan diri dengan pelajaran yang sedang dibahas di kelas. Guru Bayar Guru yang melakukan fungsi pendidikan karena dia dibayar oleh status. Dia senang kalau sudah berceri ta tentang pengalamannya. tuntutan profesional tetap mengharuskan seorang guru harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan apa yang diajarkannya. menghapal dan menyebutkan pendapat -pendapat orang. ³tujuannya´ adalah pengumuman bahwa dia hebat dst. Sikap -sikap baik tersebut bukan lahir dari sikap mentalnya sendiri. bertanggung jawab sebagai guru dsb.pekerjaannya sebagai guru. senang membimbing. mengerjakan tugasnya dengan baik. manfaat tidaknya. tanpa dia sendiri menyadarinya. Ketika tidak menjadi guru sikapnya berubah. kehebatan -kehebatannya. atau mempunyai mental guru. 2. Misalnya. Status guru membentuknya seperti itu. bukan pendapatnya sendiri yang . tetapi berbakat jadi guru. jarang memiliki pendapat sendiri. tidak punya refleksi. sopan dan ramah karena dia merasa sebagai guru. pekerjaan atau lingkungannya sebagai guru. Banyak mengutip pendapat orang lain tapi tidak kritis. bersikap manis. mengarahkan dsb. Ada satu-dua kasus guru mismatch berdampak positif terhadap kemajuan murid dan sekolah. (2) Rajin dan tekun mengembangkan diri untuk menjadi guru yang baik sehingga ia mampu mengajar dengan baik. peranan. Dia melakukan sikap-sikap keguruan dan kependidikan karena dia merasa dirinya sebagai guru. kelebihankelebihannya di depan murid -muridnya. Hal itu dilakukan tanpa berfikir penting tidaknya. karena disebabkan beberapa hal: (1) Tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan. Dia berlayar dalam pengalamannya. pengalaman-pengalamannya. bertutur baik. ujung ujungnya tidak punya pendirian. Kuat dalam hafalan tapi kurang memiliki fikiran dan pendapat sendiri. Ia menjadi ³makelar´ ilmu orang lain. berpenampilan rapih. 3. Guru Makelar Guru yang kemampuannya lebih pada mengutip -ngutip pikiran orang. Lebih buruk dari g uru makelar adalah guru yang kesukaannya mendiktekan pelajaran untuk dicatat secara pasif oleh murid-muridnya. Namun demikian. Guru Layar Guru yang kesenangannya menceritakan kemampuan -kemampuannya. 4.

perbanyaklah guru besar di sekolah. Guru besar yang lebih hebat adalah guru besar dalam hal sikap mental. Guru besar selalu disukai murid -muridnya. Kelompok guru besarlah yang akan memiliki dampak positif terhadap anak didik dan dunia pendidikan secara umum. Bila sekolah ingin maju. ucapannya sejuk dan enak didengar. termotivasi dan terbangun jiwanya. Ciri guru bayar adalah melakukan fungsi -fungsi keguruan tetapi tidak dibarengi dengan penjiwaan. guru yang pandai menumbuhkan motivasi dan mendorong murid -muridnya untuk maju. tidak mudah menyalahkan.wordpress.kuat dan kukuh. Mental guru besar lah yang akan mel ahirkan murid-murid yang sukses dan generasi muda yang berakhlak mulia yang selama ini didambakan oleh orang tua dan masyarakat. Guru Besar Guru besar disini maksudnya bukan doktor atau profesor karena itu menyangkut ilmu. pengawas. dan seorang motivator yang baik. Klasifikasi sikap mental guru ini bisa melibatkan evaluasi dari kepala sekolah. mentalnya dewasa dan matang.com/2007/11/20/jenis -jenis-kualitas-sikapmental-guru/ . Guru besar ilmu banyak yang tidak memiliki mental pendidik dan sikapnya tidak terpuji. di luar sekolah lain lagi. Guru yang pandai membesarkan keinginan sehingga anak didiknya merasa terdorong. Refleksi Yang terbaik dari kelima jen is itu tentu saja adalah guru besar. perluasan wawasan dan peningkatan jenjang pendidikan. harapan dan cita -cita murid-muridnya. Guru tipe ini sikapnya arif. guru sejati. tidak memiliki eksp resi emosionalnya sebagai guru sehingga umumnya kurang kreatif sebagai guru. Guru besar adalah guru yang baik. Arahkanlah guru guru yang ada di sekolah untuk menjadi atau memiliki mental guru besa r melalui program-program pelatihan. Guru besar disi ni maksudnya guru yang pandai membesarkan hati. masyarakat dan murid-murid secara tidak langsung demi kemajuan pendidikan. pendidikan mental. Guru bayar umumnya adalah pengajar bukan pendidik. Guru bayar menjadi guru bila di sekolah. 5. pendidik yang sebenarnya.[] http://syaghafan.

Seorang kawan yang kebetulan menjadi direktur di sebuah sekolah membisikkan sesuatu yang penting sebelum saya naik panggung.DA 3 JENIS GURU. . Hampir kebanyakan yang hadir adalah semua pengurus yayasan. kepala sekolah dewan guru dan semua karyawan yang bekerja di sekolah tersebut. ³Pak Munif tolong beri motivasi dan semangat para guru ya agar mereka lebih baik lagi dalam bekerja´. ANDA TERMASUK YANG MANA? By Munif Chatib Dalam minggu ini penulis banyak menerima undangan berbicara dalam acara halal bihalal beberapa sekolah. guru adalah komponen yang maha penting. Memang sekolah sebagai institusi yang didalamnya wajib membutuhkan sentuhan manajemen sumber daya manusia. sebagai maqom manajemen yang tertinggi.

Jika seperti itu maka sebagus apapun materi dan kemasan dalam pelatihan itu. jika kesejahteraannya tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. Hanya saja kenyataan yang terjadi adalah keengganan guru untuk terus belajar dan bekerja dengan baik disebabkan oleh tidak adanya µKEMAUAN¶ untuk belajar dan maju. Dua tahun yang lalu pemerintah memulai melaksan akan program sertifikasi guru. maka kita juga harus percaya bahwa µtidak ada guru yang tidak becus mengajar¶. Mereka tidak berubah. yaitu µbesarnya penghasilan guru belum tentu menjadi penyebab berkembangnya kualitas guru dalam bekerja¶. . Pentingnya peranan dan kualitas seorang guru berdampingan d engan banyaknya problematika yang dihadapi oleh para guru. Guru adalah orang yang bertatap muka langsung dengan peserta didik. ternyata belum menunjukkan kemajuan kualitas dalam proses mengajarnya. Dari situ saja saya sudah tahu. Dilihat dari faktor µKEMAUAN¶ untuk maju. saya merancang sebuah sesi pendaftaran kepada guru-guru saya yang µMAU¶ ikut pelatihan dengan batasan waktu. ³Pak Munif tidak semua guru lho mau diberikan pelatihan. maka ada 3 jenis guru . mana guru yang µtertarik¶ dan µtidak tertarik¶. Guru adalah µbos in the class¶. Meskipun mereka sudah menerima tunjangan profesi sebagaimana yang diharapkan pemerintah untuk menjadi guru yang professional dengan berbagai kriteria yang s udah ditentukan dalam proses sertifikasi guru. biasanya guru tidak akan berhasil mengambil manfaat dari pelatihan itu. Hal yang mendasar pada problem tersebut adalah µKEMAUAN¶ untuk maju. Sebaliknya jangan harap seorang guru akan professional. bahwa guru yang professional dan berkualitas akan terwujud apabila kesejahteraannya mencukupi. Saya sangat setuju dengan pernyataan seorang teman yang memimpin sebuah sekolah yang berkualitas. Jadi menurut penulis ada hipotesa baru. Beberapa bulan yang lalu. Artinya roda komunitas yang bernama sekolah sangat diwarnai oleh kinerja para gurunya. Oleh sebab itu. Dari data statistik yang dianalisa oleh teman -teman asesor menyebutkan bahwa para guru penerima tunjangan profesi yang cukup besar. ternyata hipotesa itu terjawab.Bahkan kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya. mengajar biasa-biasa saja. Program ini sebenarnya diawali dari sebuah hipotesa. Apabila kita percaya tidak ada siswa yang bodoh dengan multiple intelligences nya masing-masing.

namun akhirnya akan terjebak dalam µKESOMBONGAN¶ dalam bekerja.. ³Wah «itu bukan masalahku«itu masalah kamu. orang penghasilan yang diberikan kepada saya hanya cukup untuk biaya transport«´. µGURUNYA MANUSIA¶. Parahnya yang dijadikan patokannya adalah µHAK¶ yang mereka terima. Mereka hanya masuk. Mereka yang peduli kepada beban materi yang harus disampaikan kepada siswa. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswanya berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. yaitu guru yang bekerja persis seperti robot. ³Percuma mau kreatif. µGURU MATERIALIS¶. Barulah µKEWAJIBAN¶ mereka akan dilaksanakan sebesar tergantung dari HAK yang mereka terima. ya turuti dong permintaan gaji saya sebesar «. Mereka tidak peduli dan mirip robot yang selalu menjalankan peritnah berdasarkan apa saja yang sudah di programkan. Guru ini pada awalnya merasa professional. mirip dengan aktivitas bisnis jual beli atau yang lainnya.Pertama .´. µGURU ROBOT¶. Jadi selesaikan sendiri «. yaitu guru yang selalu melakukan hitunghitungan.´ Atau ³Maaf aku tidak dapat membantu « sebab hal ini bukan tugas saya«´. Ungkapan ungkapan yang banyak kita dengan dari guru jenis ini antara lain: ³Cuma digaji sekian saja « kok mengharapkan saya total dalam mengajar« jangan harap ya «´. Guru jenis ini banyak sekali menggunakan ungkapan seperti ini. Apalagi kepedulian terhadap masalah sesame guru dan sekolah pada umumnya. Sehingga tidak terlihat µbenefiditasnya¶ dalam bekerja. Guru yang . mengajar. yaitu guru yang mempunyai keikhlasan dalam hal mengajar dan belajar. lalu pulang. Dan seterusnya « Ketiga. Mereka tidak mempunyai kepedulian terhadap kesulitan siswa dalam m enerima materi. ³Kalau mengharapkan saya bekerja baik. Kedua .

Ada teman guru yang mendapatkan kesempatan µbelajar¶ di luar negeri sebab mempunyai prestasi dalam membuat lessonplan. GURUNYA MANUSIA . Maha melihat dan maha mengetahui apa yang dinginkan oleh hambanya yang bert awakkal. juga manusia yang membutuhkan µpenghasilan¶ untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada teman guru yang sekarang menjadi µbintang¶ banyak sekali dibutuhkan pemikiran pemikirannya untuk banyak guru di Indonesia.ikhlas untuk introspeksi apabila ada siswanya ya ng tidak bisa memahami materi ajar. Ada teman guru mendapatkan rizki sebab dengan tekun menulis buku ajar untuk siswa di sekolah tempat dia bekerja. Ambil nafas « lakukan instropeksi. atau dari akibat guru tersebut terus menerus belajar. Sudah banyak contoh yang mana rizki seorang guru tiba -tiba diguyur oleh Allah SWT dari pintu yang tidak terduga. Anda termasuk guru jenis yang mana? Bagaimanapun anda. Yaitu Keikhlasan mengajar dan belajar. Sekarang anda sudah tahu harus bagaimana menjadi seorang guru yagn professional. profesi guru adalah makhluk yang tidak boleh berhenti untuk belajar. http://munifchatib. Allah tidak maha mendengar. Walhasil. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar. Sebab mereka sadar.wordpress. dan lain -lain. Sekarang « tundukkan wajah sejenak. Guru yang keinginannya kuat dan serius ketika mengikuti pelatihan dan mengembang an. GURUNYA MANUSIA menempatkan penghasilan sebagai AKIBAT yang akan didapat dengan menjalankan kewajibannya. Ada teman guru yang menulis kisah -kisah yang unik yang dialami di kelas pada saat dia belajar.com/2009/10/05/ada -3-jenis-guru-andatermasuk-yang-mana/ . Bedanya dengan GURU MATERIALIS.

mirip dengan aktifitas jual beli atau yang lainnya. Guru Robot Guru Robot yaitu guru yang bekerja persis seperti robot. Apalagi terhadap sesama guru dan sekolah pada umumnya. Mereka tidak perduli dengan kesulitan siswa dalam menerima materi. Itu bukan masalahku.3 ( TIGA ) MACAM JENIS GURU DILIHAT DARI FAKTOR KEMAUAN A. "Wah.. Itu masalah kamu. Mereka hanya masuk. Guru jenis ini banyak sekali mengungkapkan hal seperti ini. lalu pulang.. Parahnya yang dijadikan patokannya adalah hak yang mereka terima. Jadi selesaikan sendiri. Guru ini pada awalnya merasa bersikap Profesional. mengajar. Sebab hal i ni bukan tugas saya. Guru Metrealis Guru matrealis yaitu guru yang selalu melakukan hitung -hitungan. Kewajiban yang mereka akan dilaksanakan sebesar tergantung dari hak yang mereka terima .. namun akhirnya akan . Mereka tidak perduli dan mirip robotyang selalu menjalankan perintah dan berdasarkan apa saja yang sudah di programkan..." B.." Atau "Maaf aku tidak dapat membantu.

Profesi guru adalah mahluk yang tidak boleh berhenti untuk belajar." C." "Percuma mau kreatif. Guru Manusia juga membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ungkapan yang banyak dikeluarkan oleh guru seperti ini antara lain : "Cuma digaji sekian saja kok mengharapkan saya total dalam mengajar. http://delsajoesafira. orang penghasilan saya hanya cukup untuk biaya transport. Guru manusia menempatkan penghasilan sebagai akibat yang akan didapat dengan menjalankan kewajibannya yaitu menjalankan belajar dan mengajar. Gurunya Manusia Gurunya Manusia yaitu guru yang mempunyai keiklasan dalam mengajar dan belajar.terjebak dalam kesombongan dalam bekerja. Anda termasuk jenis guru yang mana? Bagaimanapun anda. Sehingga tidak terlihat benedifitasnya dalam bekerja. Sekarang tundukan wajah sejenak mabil nafas lakukan introfeksi.com/2010/05/3 -tiga-macam-jenis-gurudilihat-dari. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswanya berhasil memehami materi -materi yang diajarkan.html .blogspot. sekarang anda sudah tahu bagaiman harus mennjadi seorang guru. Bedanya dengan guru matrealis.

Arief Rachman. Dari tangan beliaulah lahir tenaga -tenaga pendidik seperti saya yang berusaha keras untuk menjadi guru kreatif. Dia terus belajar dan belajar sampai ajal menjemputnya. Bahkan mungkin anda akan mengalami sebuah penderitaan dahulu yang akan membawa anda kepada puncak kebahagiaan dan ketenaran. Beliau adalah tokoh pendidkan dan contoh guru kreatif yang ada di Indonesia. Saya banyak belajar dari Prof. menemukan sesuatu yang baru dalam pembelajaran adalah sesuatu hal yang harus dicari dan kemudian dibagikan kepada teman -teman guru . Guru kreatif tidak pernah puas denga n apa yang ada pada dirinya. Perlu perjuangan dan pengorbanan. Dr. Baginya.Menjadi Guru Kreatif OPINI | 27 May 2009 | 15:30 1661 4 Nihil Menjadi guru kreatif ternyata tidak mudah. bapak sekaligus guru saya di sekolah Labschool.

Tak mudah memang. Meneliti di kelasnya sendiri sehingga kualitas pembelajarannya semakin berkualitas. Terdapat banyak kiat praktis dan contoh proyek riset tindakan nyata dari berbagai tipe sekolah yang menjadikan PTK sebagai buku wajib bagi guru dan mahasiswa keguruan. banyak masalah yang harus dicari s egera solusinya. Mari ciptakan khasanah ilmu pengetahuan baru . Jangan biarkan diri anda menjadi guru pengeluh dan terus mengeluh karena anda tidak kreatif . Action Research di ruang kelas atau PTK merupakan panduan penting untuk semua guru kreatif yang tertarik melakukan riset di dalam ruang kelas. Melalui PTK anda akan mendapatkan rahasia -rahasia baru dalam khasanah ilmu pendidikan yang dapat anda kembangkan menjadi sesuatu yang berarti dalam kegiatan pembelajaran. Di dalam PTK itulah akan anda dapatkan refleksi diri yang anda lakukan melalui siklus-siklus yang anda lakukan sendiri sampai anda merasa yakin bahwa yang anda lakukan telah berhasil. misalnya hasil wawancara. Penelitian kualitatif cenderung berbasis kata. Penulisnya memberikan gambaran pendekatan yang mudah diikuti sehingga dapat membantu guru meningkatkan praktik profesional mereka dan mengevaluasi kebutuhan murid di sekolah. Banyak masalah yang bisa anda teliti. maka harus anda buktikan media itu dengan terlebih dahulu dengan melakukan PTK. Setiap kegiatan yang anda lakukan harus dicatat dan diamati benar be rsama teman sejawat sehingga apa yang anda lakukan dalam PTK benar -benar solusi baru dalam pembelajaran di sekolah yang berujung kepada peningkatan mutu pendidikan. Menjadi guru kreatif harus mampu meneliti. Bila kemudian anda menemukan alat bantu atau media pembelajaran yang membantu anda menyampaikan materi ke otak siswa dengan cepat. dkk . Buku ini dapat anda dapatkan dengan mudah di toko buku Gramedia atau bisa juga anda pesan langsung ke penerbit Indeks. Berusaha terus-menerus memperbaiki kinerjanya sebagai guru dengan terus melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajarannya. Anda dapat pelajari hal itu dengan membaca buku Action Research di ruang Kelas karya Vivienne Baumfield.Saya teringat pesan pak Arif bila anda ingin menjadi guru yang kreatif. tapi disinilah tantangannya bila kita mau terus instropeksi diri dalam pembelajaran yang kita lakukan di sekolah. Dengan melakukan PTK anda akan menjadi guru yang kreatif.lainnya. sedangkan penelitian kuantitatif cenderung berbasis angka misalnya skor uji. maka anda harus berhenti untuk menjadi guru pengeluh . Berusahalah semaksimal mungkin memberdayakan apa yang dimiliki sekolah untuk anda gunakan dalam menunjang pembelajaran anda.

lalu siapa lagi? Salam Blogger Kompasiana Omjay http://umum.kompasiana. Kalau bukan kita sendiri yang menjadi guru kreatif.com/2009/05/27/menjadi -guru-kreatif/ Ciri-ciri seorang Guru yang kreatif : Add comments .dengan menjadi guru kreatif.

aktif. . luwes. eksploratif. dan penuh inisiatif. serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing -masing anak.Fleksibel Dibutuhkan guru yang tidak kaku. namun ju ga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada. Optimistis Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik mel alui proses interaksi guru-murid yang fun akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut. dan dapat memahami kondisi anak didik. Cekatan Anak-anak berkarakter dinamis. Respek Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekadar memahami pelajaran. memahami cara belajar mereka.

dan sering tida k berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. guru yang bersikap kasar. menyimpan barang. . belajar dan sebagainya. guru harus dapat menemukan banyak ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya. kaku. anak -anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan. guru mampu menjadi teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. atau emosional. disiplin dalam waktu.Humoris Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar. Pengaruh kesabaran. Lembut Dimanapun. Karena pada umumnya. tapi mencakup bebagai hal lain. biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya. Contoh. termasuk dibumbui dengan humor. Dengan dem ikian. Secara tidak langsung. kelembutan. akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin. Inspiratif Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan peserta didik mengikutnya. hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka. sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang pengajar. Sehingga. dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul. Disiplin Disiplin disini tidak hanya soal ketepatan waktu. Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris.

seorang guru dituntut mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.abatasa. anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi deng an lingkungannya. cara belajar dan proses peneriamaan. Nge -friend Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak d idik hanya karena posisi Anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan guru murid. dll.Responsif Ciri guru yang profesional antara lain cepat tanggap terhadap perubahan perubahan yang terjadi. baik pada anak didik. Empatik Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda -beda. sosial. serta pemahaman terhad ap pelajaran pun berbeda beda.com/post/detail/10202/ciri -ciri-seorang-guru-yangkreatif- . Sehingga. http://rakarai. budaya. ilmu pengetahuan maupun teknologi. Oleh karena itu.

punya jiwa yang mau mencoba dan tidak takut salah 5.Guru Kreatif. yang penting sebagai guru anda sudah di jalur yang benar. jika anda sudah melakukan satu saja dari sekian banyak ciri guru kreatif di bawah ini. Berpikiran terbuka 9. Tanggap 8. Tertarik untuk hal baru 15. Suka mencoba melakukan pengembaraan atau petualangan ilmu baru 11. Menghargai keberagaman . Terbuka untuk pengalaman 18. 2. 1. Ekspresif 10. Percaya diri 7. 22 ciri guru kreatif with one comment Siapa bilang menjadi guru ya ng kreatif susah? Silahkan melihat daftar dibawah ini anda akan menemukan bahwa beberapa dari ciri ini sudah anda lakukan. 4. Tinggal tunggu waktu untuk melengkapi semua. Fleksibel 16. Creative Teacher Siswa sebagai subyek pembelajaran. Bersimpati pada orang lain 12. Mandiri Selalu ingin tahu hal yang baru Spontan Seperti anak-anak. Selalu punya suasana hati yang baik saat mengerjakan tugas 20. Punya hati nurani 19. maka saya ucapkan selamat! Karena jalan untuk menjadi guru kreatif sudah membentang di depan anda. Punya kemauan yang kuat 13. Senang bermain 6. Learning empowers students. Introspektif 17. 3. Silahkan telaah dan cermati. Reflektif 14.

email dan sekarang. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas un tuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas. dan isu lainnya. Creative Teacher Siswa sebagai subyek pembelajaran. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi d ari siswa dan . 3. Tertantang untuk menemukan http://gurukreatif. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. 10 ciri guru profesional with 82 comments 1.21. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.com/2010/01/12/ciri -ciri-guru-kreatif/ Guru Kreatif. 5. saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif. 6. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. 4. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kela s dalam hal kurikulum. disiplin. Learning empowers students. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. rapat. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. 2. twitter. sepanjang hal yang dilakukannya demi siswa 22.wordpress. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Tidak peduli dengan omongan orang lain.

tetapi kadang -kadang diabaikan. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang k uat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak anak.wordpress.com/2009/11/06/10 -ciri-guru-profesional/ . 8.mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar -standar itu. 10. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. http://gurukreatif. 7. 9. bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam k ehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya.

SIKAP PROFESSIONAL KEGURUAN 10:53 Diposkan oleh mifdamds. Penyusunan makalah ini merupakan bentuk respon terhadap program kebijakan bidang pendidikan. paling tidak kehadirannya mengingatkan kita betapa pentingnya peran guru dan betapa pentingnya sikap seorang guru yang professional serta berpengalama n yang tinggi sehingga saatnya nanti segala yang dicita -citakan bersama tercapai dimana guru mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan melalui wujud keprofesionalan dan pengalaman yang tidak diragukan lagi. Itu semua akan terjadi manakala kit a mau belajar dan menganalisis berbagai sikap yang dimiliki oleh seorang guru yang mempunyai keteladanan yang patut dijadikan figur dan contoh anak didiknya demi kemajuan dunia pendidikan di masa yang akan datang. BAB II PEMBAHASAN SIKAP PROFESSIONAL KEGURUAN . sekolah tercinta Label: Makalah BAB I PENDAHULUAN Guru merupakan ujung tombak keberhasilan proses pendidikan di sekolah maka pembinaan dan pengembangan profesi guru dipandang perlu diperhatikan sebagai wujud komitmen dalam melakukan pembenahan pola pendidikan agar mencapai mutu pendidikan ses uai harapan.

dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. Sikap terhadap orgaisasi profesi Guru bersama ± sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. pengertian Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). 26/1989). adanya organisasi profesi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperunt ukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. sehingga pemanfaatannya mnjadi efektif dan efisien.denga mengeluarkan ketentuan ± ketentuan dan peraturan perauran yang merupakan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh apratnya. Sikap terhadap peratuan perundang -undangan Pada butir 9 kode etik guru Indonesia disebutkan bahwa: Guru melakanakan segala kebijakan pemerintuah untuk bidang pendidikan. . Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional. serta dedikasi yang tinggi. B. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi profesional. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. PGR I sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan agar lebih berdaya guna dan berhasil sebagai wadah untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. personal dan sosial. Hal ini dimungkinka n karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru. menggunakan teknik -teknik ilmiah. sasaran sikap professional 1. Maka dari itu setiap orang harus memberikan waktu sebagiannya untuk kepentingan pembinaan profesinya da n semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut.A. 2.´ Kebijakan pendidikan di Negara kita dipegang oleh pemerintah. namun sebenarnya lebih dari itu.

dalam pengertian harus bekerja sama dalam mensukseskan program yang sudah disepakati. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. terutama bila berhubungan denagn peserta didik yang masih kecil. 4. 5. 6. semangat kekeluargaan. Itu berarti guru hendaknya kerja dan hendanya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan didalam maupun diluar sekolah. Sikap terhadap tempat kerja Suasana yang harmonis disekolah tidak akan terjadi bila personal yang terlibat didalamnya tidak menjalin hubungan yang baik diantara sesamanya. Profesi guru berhubungan denagn anak didik yang mempunyai persamaandan perbedaan yang melayaninya harus memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Sikap terhadap pemimpin Dalam kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut diberik an berupaya tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. Kerja sama jugadapat diberikan dalam bentuk usulan dan kritis yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bahwa sikap seorang guru terhadap pe mimpin harus positif. Pengembangan Sikap Profesional .3. C. dan kesetiakawanan social. 7. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode etik gutu disebutkan bahwa guru meme lihara hubungan seprofesi. Sikap terhadap anak didik Telah dijelaskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Sikap terhadap pekerjaan Kode etik 6 dituntut guru baik secara pribadi maupun secara kelompok untuk meningkatkan mutu pribadi maupun kelompok untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. 2/2989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Penciptaan suasana kerja menantang harus dilengkapi denagn terjalinnya hubungan yang baik denagn orang tua dan masyarakat sekitarnya. baik di sekolah maupun diluar sekolah. Ini dimaksudnya untuk membina peras serta rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.

lokakarya. Merupakan pendidikan persiapan mahasiswa ntuk meniti karir dalam bidang pendiikan dan pengajaran. Menurut Page & Thomas pendidikan prajabatan merupakan sebuah istilah yang paling lazim digunakan lembaga pendidikan keguruan. yaitu: 1) Pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan Calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan. guru harus meningkatkan sikap profesionalnya. 2001). Kepuasan kerja diartikan sebagai cerminan sikap dan perasaan dari individu terhadap pekerjaannya.Dalam angka meningkatkan mutu baik mutu professional maupun layanannya. BAB III PENUTUP Kesimpulan Profesionalisme guru dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepuasan kerja. Banyak usaha yang dapat dilakukan dengan cara formal mlalui kegiatan mengikuti penataran. 2) Pengembangan sikap selama dalam jabatan Pengembanagn sikap professional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pedidikan prajabatan. yang merujuk pada pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh lembaga jenjang universiter pendidikan untuk menyiapkan mahasiswa yang hendak menii karir dalam bidang pengajaran. Etika profesional seorang guru sangat dibutuhkan dalam rangka . Kepuasan kerja yang tinggi sangat diperlukan dalam setiap usaha kerjasama guru untuk mencapai tujuan sekolah. sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti. supervisi pendidikan dan komitmen. Tetapi sebaliknya dengan guru yang memiliki kepuasan kerja yang rendah akan sangat sulit mencapai hasil yang baik. seminar. atau keadaan emosional menyenangkan dan tidak menyenangkan para pegawai memandang pekerjaan mereka (Handoko. Hal tersebut dapat dilakukan baik selagi dalam pendidikan prajabatan maupun setelah bertugas. atau kegitan ilmiah lainnya. yang seperti kita ketahui bahwa pencapaian tujuan sekolah ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan.

Jakarta: PGRI. http://dromigo. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak . PGRI. Margi Wahyu.html MAKALAH PROFESI KEGURUAN BAB I PENDAHULUAN Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia.com/2008/12/sikap -professional-keguruan. Jakarta: PT.blogspot. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. DAFTAR PUSTAKA Hermawan S. Buku Kenang-Kenangan Kongres PGRI XIII 21 s.d 25 November 1973 dan Hut PGRI XXIII. 1979.meningkatkan mutu pendidikan nasional. Etika Keguruan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Guru Indonesia. Seorang guru baru dapat disebut profesional jika telah menaati Kode Etik Keguruan yang telah ditetapkan. R. 1973.

dsb) tertentu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. guru-guru pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembinaan kepribadian peserta didik. kesimpulan pembahasan yang telah dipaparkan. atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. termasuk masyarakat yang seri ng menggaji guru lebih rendah daripada yang sepantasnya. menyatakan mampu. bukan pekerjaan manual (Danin. profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa pro fesi hanya dapat dilakukan oleh orang orang secara khusus di persiapkan untuk itu. yang artinya mengakui. BAB II PENGERTIAN PROFESI DAN SYARATNYA 2. Dalam makalah ini akan dipaparkan pengertian profesi dan ciri -cirinya berikut syarat-syarat profesi secara umum. istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin. Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugas nya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). dan persiapan akademik. sementara yang lain masih menyangsikan besarnya tanggung jawab seorang guru. Dan yang terakhir. [1] Profesi Keguruan. keahlian. yaitu pengetahuan.1. Demikian pula. Namun. kejuruan. Keahlian diperoleh dari lembaga . wujud pengakuan itu berbeda-beda antara satu masyarakat dan masyarakat yang lain. Kata Profesi dalam Kamus Bes ar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan. adanya pengakuan. Sedangkan secara terminologi. yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis. Sebagian mengakui pentingnya peranan guru itu dengan cara yang lebih konkrit. 2002). Di pihak lain setelah beberapa bul an pertama mengajar.unsur pembentuk utama calon anggota masyarakat. serta dedikasi yang tinggi. sebagian orang tua kadang -kadang merasa cemas ketika menyaksikan anak-anak mereka berangkat ke sekolah. profecus. Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok. menggunakan teknik -teknik ilmiah. Kemudian di bab selanjutnya diketengahkan profesi guru dan syarat -syarat dalam membangun profesionalisme guru. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian Profesi dan ciri-cirinya Secara estimologi. karena masih ragu akan kemampuan guru mereka.

arsitektut untuk Indonesia.pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. [2] Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. sert a adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Lembaga pendidikan tinggi ini merupakan lembaga yang mengembangkan dan meneruskan pengetahuan profesional. mencakup sifat manusia. Secara umum ada 3 ciri yang disetujui oleh banyak penulis sebagai ciri sebuah profesi. Karena pandangan lain menganggap bahwa hingga sekarang tidak ada definisi yang yang memuaskan tentang profesi yang dipero leh dari buku maka digunakan pendekatan lain dengan menggunakan ciri profesi. Pendekatan Berdasarkan Ciri Definisi di atas secara tersirat mensyaratkan pengetahuan formal menunjukkan adanya hubungan antara profesi deng an dunia pendidikan tinggi. dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan. psikologi. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya. Pelatihan akuntan. dokter gigi. engineer. 2. Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter. tukang cukur. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Pendekatan berdasarkan Definisi Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari Manus ia. apoteker. Hal ini perlu ditekankan benar untuk mem bedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi Dua pendekatan untuk mejelaskan pengertian profesi: 1. pengrajin meliputi ketrampilan fisik. Pelatihan tukang batu. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. D i berbagai negara. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana. pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi. farmasi. Adapun ciri itu ialah: Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum mema suki sebuah profesi. Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup .

konsultan bisnis dan keuangan. misalnya. engineer. 6. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok µelit¶ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya . Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa ya ng penting kepada masyarakat. guru. Komponen intelektual merupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam. 4. analis se kuritas. ha l tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan catur. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenaga akuntan. 2. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitas oleh banyak engineers. pengacara. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri 11. pengacara. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang gerhubungan denan layanan yang diberikan 8. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai. arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakat dapat berfungsi. Menggunakan administrator untuk memudah kan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan 10.¶[3] Menurut Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini: 1. Menggunakan hasil penelitin dan aplikasi dari teori ke praktik. 3. Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihan intelektual yang ekstensif. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu 7. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang 5.ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional pada abad 20 terjadi karena ciri tersebut. Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan yang masuk. Untuk dapat berfungsi maka masyarakat modern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup pada abad -abad lampau. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien 9. Dokter. Melayani masyarakat merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat. pustakawan. Jadi memberikan konsultasi bukannya memberikan barang merupakan ciri profesi.

dan gaji (payment). Mc Cully (1969). dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran. teknik dan prosedur berdasarkan intelektual. pekerjaan yang bernilai tinggi. 4. Akademik yang bertanggung jawab. Organisasi profesi. Profesi Keguruan . Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari pablik dan kpercayaan diri setiap anggotanya 1. kemampuan. Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas. bertujuan menciptakan keterampilan.2. 6. disenangi oleh orang lain. Syarat-syarat Profesi Berdasarkan pengertian dan cirri -ciri profesi yang telah disebutkan di atas. maka dapat ditarik beberapa hal yang menjadi syarat -syarat Profesi seperti. Hal demikian dapat dibaca pula pendapat Volmer dan Mills (1966). 2.12. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan m. BAB III PROFESI GURU DAN SYARAT-SYARATNYA 3. sehingga keterampilan dan pekerjaan itu diminat i. Pengakuan masyarakat. Kommer (dalam sagala. Etika dan kode etik profesi. 5. mereka sama-sama mengartikan profesi sebagai spesialisasi dari jabatan intelektualyang diperoleh melalui study dan training. 2000:195-196). 3.1. upah. [4] 2. Standar unjuk kerja. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi Pada sisi lain profesi mempunyai pengertian seorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. 1. Sistem imbalan. dan Diana W. 7.

Guru adalah sebuah profesi, seb agaimana profesi lainnya merujuk pada pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Suatu profesi tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu. Suatu profesi umumnya berkembang dari pekerjaan (vocational), yang kemudian berkembang makin matang serta ditunjang oleh tiga hal: keahlian, komitmen, dan keterampilan, yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme. Senada dengan itu, secara implisit, d alam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan, bahwa guru adalah : tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (pasal 39 ayat 1). Menurut Dedi Supriadi (1999), profesi kependidikan dan/atau keguruan dapat disebut sebagai profesi yang sedang tumbuh (emerging pro fession) yang tingkat kematangannya belum sampai pada apa yang telah dicapai oleh profesi-profesi tua (old profession) seperti: kedokteran, hukum, notaris, farmakologi, dan arsitektur. Selama ini, di Indonesia, seorang sarjana pendidikan atau sarjana lainn ya yang bertugas di institusi pendidikan dapat mengajar mata pelajaran apa saja, sesuai kebutuhan/ kekosongan/ kekurangan guru mata pelajaran di sekolah itu, cukup dengan ³surat tugas´ dari kepala sekolah. [5] Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989). Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar -tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial. Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pen didikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu -satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan pe ningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang

semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).
3.2 syarat-syarat Profesi keguruan

Adapun syarat-syarat Profesi Keguruan adalah sebagai berikut; 1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang m emerlukan latihan umum belaka). 4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. 6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. 7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
BAB IV KESIMPULAN

Kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab seorang guru serta berbagai pandangan masyarakat terhadap perananny a telah mendorong para tokoh dan ahli pendidikan untuk merumuskan ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan kualifikasi yang seharusnya dipenuhi oleh guru, sebagai pengajar guru mempunyai tugas menyelenggarakan proses belajar-mengajar tugas yang mengisi porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya meliputi minimal empat pokok, yaitu : 1. menguasai bahan pengajaran 2. merencanakan program belajar-mengajar

3. melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar -mengajar serta, 4. menilai dan mengevaluasi kegiatan belajar -mengajar[6] Jabatan guru merupakan jabatan Profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tert entu. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan baku perilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi profesional, dan mempunyai kode etik yang di taati oleh anggotanya. Jabatan guru belum dapat memenuhi secara maksimal persyaratan itu, namun perkembangannya di tanah air menunjukkan arah untuk terpenuhinya persyaratan tersebut. Usaha untuk ini sangat tergantung kepada niat, perilaku dan komitmen dari guru sendiri dan organisasi yang berhubungan dengan itu, selain juga, oleh kebijaksanaan pemerintah.

[1] http://qade.wordpress.com/2009/02/11/profesi -keguruan/ [2] http://one.indoskripsi.com/judul -skripsi-makalah-tentang/konsepprofesi-keguruan [3] http://erwadi.polinpdg.ac.id [4] http://qade.wordpress.com/2009/02/11/profesi -keguruan/ [5] http://one.indoskripsi.com/judul -skripsi-makalah-tentang/konsepprofesi-keguruan [6] http://ilmuwanmuda.wordpress.com/profesi -keguruan/

http://sopwanhadi.wordpress.com/2010/02/28/makalah -profesi-keguruan/

Guru Sebagai Profesi dan Standar Kompetensinya 3 Votes Suparlan *) The effective teacher is one who is able to bring about intended learning outcomes (James M. perlindungan dan kesejahteraanguru. Seorang peserta diklat calon instruktur ma tematika sekolah dasar yang sedang mengikuti kegiatan diklat di Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika Yogyakarta memberikan komentar positif bahwa agenda itu amatfokus dan mendasar. banyak guru yang menaruh harapan . Cooper) Salah satu dari enam agenda seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu dari Departemen Pendidikan Nasional adalah ¶mencanangkan guru sebagai profesi´. Sementara beberapa peserta lainnya memberikan responyang netral-netral saya. Secara umum. sambil menaruh harapan yang besar agar agenda ini memiliki dampak yang amat positif bagi upaya peningkatan kompetensi. yakni ¶tunggu dan lihat¶ atau µwait and see¶.

¶Pendidik¶ dijelaskan padaayat 2. sebagaimana tertuang secara eksplisit dalamBab XI tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Guru. dan Tenaga Kependidikan Seorang widyaiswara senior di Pusdiklat Diknas secara terus terang menyatakan kekecewaannya terhadap UU Nomor 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional. Dalam ayat 3 dijelaskan lebih lanjut bahwa ¶Pendidik yangmengajar pada satuan pendidikan dasar dan menengah disebut guru. menilai hasilpembelajaran. Lepas dari persoalan terminologis tersebut.Sementara itu. istilah ¶tenaga kependidikan¶ dijelaskan dalam Pasal 39 ayat1 bahwa ¶Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. lantaran dalam UU SPN itu hanya memuat dua patah kataguru. terutama bagi pendidik padaperguruan tinggi¶. dan pelayanan teknis untuk menunjangproses pendidikan pada satuan pendidikan¶. Dengan demikian. melatih. ciri -ciri guru sebagai profesi. seharusnya pengertianguru lebih luas dibandingkan dengan pendidik. Termasuk dalam kategori tenagakependidikan dalam hal ini adalah kepala sekolah. pengembangan. yakni mengajar. dan membimbing. dan standa rkompetensi yang harus dimilikinya. melakukan pembimbingan dan pelatihan. serta melakukanpenelitian dan pengabdian kepada masyarakat. pengawasan. Pendidik.pengelolaan. yakni pada Pasal 39 ayat 3 dan 4. Selain itu. Yang menjadi persoalan terminologis dalam hal ini adalah karena gu ru dikenaldengan empat fungsi sekaligus dalam proses pembelajaran. kedua -duanya mengemban tugas mulia sebagai . yakni: ¶Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugasmerencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. apakah ia akan tetap disebut guru ataukah pendidik. dan tenaga lainyang menunjang proses pembelajaran di sekolah. minimal sebagai salah satu wujud kepedulianterhadap nasib guru. guru pada jenjang pendidikandasar dan menengah pun memiliki kompetensi untuk melakukan penelitiantindakan kelas (classroom action research) dan menjalin hubungan dan kerjasa ma dengan orangtua siswa dan masyarakat yang tergabung dalam KomiteSekolah. Tulisan singkat ini akan menelaah makna yang tersurat dalam pengertian ¶gurusebagai profesi¶. Hal tersebut terjadi karenapengertian guru diperluas menjadi ¶pendidik¶ yang dibedakan secara dikotomisdengan ¶tenaga kependidikan¶. Bahkan perguruan tinggi jugamenggunakan istilah Guru Besar. danpendidik yang mengajar pada sat uan pendidikan tinggi disebut dosen¶.mendidik. Bahkan dosen di perguruantinggi pun sebenarnya juga dis ebut guru. pengawas.yang besar terhadappelaksanaan agenda tersebut.

dan akhirnya memperoleh bayaran atau gaji yangmemadai. Sebagai contoh. Profesional. Dengan kata lainp rofesionalisme menuntut pendidikan yang tinggi. menunjuk pada penampilan atau performance atau kinerja seseorang yang sesuai dengan tuntutan profesinya.well trained. dan kesetiaan terhadap profesi. hakim. profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a systematic body of knowledge). Pertama. Menurut DediSupriadi. Kedua. Ada yangprofesionalismenya tinggi. Profesi menunjuk pda suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. Pertama.tenagaprofesi. memberikanlayanan pendidikan bagi anak -anak generasi muda bangsa. dan menerima gaji yang memadai. ¶pekerjaan itu dilaksanakan secara profesional¶. sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yangdiberikan kepada masyarakat. dan sebagainya. tanggungjawab. Pengawasanterhadap penegakan kode etik dilakukan oleh organisasi profesi yangbersangkutan. maka . profesi itu memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat. misalnya ¶dia seorang profesional¶. Lebih lanjut dinyatakan bahwa suatuprofesi secara teori tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidakdilatih atau disiapkan untuk itu. dokterdisebut profesi karena memiliki fungsi dan signifikasi sosial untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. yang memiliki kaidah -kaidah profesional sebagaimana profesi lainseperti dokter. Sementara profesional menunjuk pada dua hal. dan Profesionalisme Dedi Supriadi (alm) dalam bukunya bertajuk ´Mengangkat Citra dan Martabat Guru´ telah menjelaskan secara sederhana ketiga istilah tersebut. akuntan. mendapatkanpelatihan yang memadai. yakni ¶well educated. well paid¶ atau memperoleh pendidikan yang cukup. Kelima. sedang. menun juk pada orang yang melakukan pekerjaan itu. Keempat. Ciri-ciri Profesi Dalam buku yang sama. Demikian juga guru . kesempatan memperolehpelatihan yang cukup. dan ad a pula yang rendah. profesionalisme menuntut tiga prinsip utama. Ketiga. profesimenuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan danpelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang akuntabelatau dapat dipertanggungj awabkan. jaksa. Profesi. Dedi Supriadi menjelaskan secara sederhana tentangciri-ciri atau karakteristik suatu profesi. ada kodeetik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksiyang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut. Kedua. Istilah profesionalisme menunjuk pada derajat penampilan atau performanceseseorang dalam melaksanakan pekerjaan atau profesi. Misalnya.

Inilah karakteristik yang ketiga . danhal -hal yang terkait dengan profesi guru IPS. inovasitentang strategi dan metode pembelajaran IPS. dan para guru dapat memfokuskan diri dalam bidangprofesinya sebagaiguru ² bukan guru yang biasa di luar ². setara dengan profesi lainnya. seperti pem berian piagam penghargaan berdasarkan prestasi kerja guru yang dapat dibanggakan.aspek kesejahteraan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk penghargaan secara materi.anggota profesi secara perorangan ataukelompok memperoleh imbalan finansial atau material. Untuk dapat memiliki kompetensi seperti itu maka guru harus memiliki disiplin ilmu yang diperoleh darilembaga pendidikan. Karakteristik keempat memang kedodoran diIndonesia. yakni kode etik dan penegakan kode etik. Sebagai contoh. Gaji guru di Amerika Serikat pun pernah memprihatinkan. PGRI di masa lalu terlalu dekat dengan politik. guru di Illionis digambarkan dengan citra yangmemprihatinkan dilihat da ri kesejahterannya. Jikalauingin pendidikan maju. alangkahidealnya. media dan alat peraga. di samping bentuk penghargaan nonmateri. Disiplin ilmu itu antara lain adalah pedagogi (membimbing anak). Apabila PGRI dalam menjadiinduk bagi organisasi-organisasi guru mata pelajaran di Indonesia. Ciri profesi yang kelima adalah adanya imbalan finansial danmaterial yang memadai.jika tidak bisa lebih tinggi.Organisasi ini memang organisasi profesi murni yang bidang kegiatannyamemang menyangkut urusan profesi. Dalam hal pemberian penghargaan kepada guru. baik preservice education maupun inservice training yangakuntabel. Dalam hal ini. ya ng tidakhanya memilikikemampuan intelektual tetapi juga ekonomi dan sosial. . dan kurangbergerak sebagai organisasi profesi. Penulis pernah mengikuti kegiatankonvensi NCSS (National Council for Social Studies) di Amerika Serikat. maka tampak jelas bahwa guru memiliki kelima karakteristiktersebut. yakni memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat. PGRI memang telahmenyusun kode etik Guru Indonesia. gur u memiliki karakteristik pertama yang demikianjelas. Jika kelima cirri atau karakteristik profesi tersebut diterapkan kepada pekerjaan guru.gambaran guru di Amerika Serikat tidaklah demikian lagi. guru jugaharus memiliki kompetensi yang tinggi. maka gajiguru tidak boleh tidak memang haru s memadai. untuk dapat menjadi guru yang profesional. tetapi penegakannya memang belumberjalan.Karakteristik kedua. karena kebanyakanguru di Amerika rata rata merupakan tamatan perguruan tinggi. Dewasa ini. gaji guru di Indonesia pada saat inimemang telah lebih baik jika dibandingkan dengan gaji g uru pada tahun 60-an.Pada tahun 1864. meskipun ada beberapa karakteristik yang belum sepenuhnyaterpenuhi.yang pada ketika itu gaji profesi dalam bidang keuangan menjadikan iri bagiprofesi lainnya. yakni ¶has little brain andless money¶ atau ¶punya otak kosong dan kantong melompong¶. Organisasi ini punya peranan penting dalammemberikan masukan penyempurnaan kurikulum social studies (IPS).

(2) menguasai landasan kependidikan. yaitu (1) pengelolaan pembelajaran.(8) melaksanakan administrasi sekolah. yang terdiri atas tiga komponen yang saling kait mengait. Direktorat Tenaga Teknis dan Pendidikan Guru (Dikgutentis) merumuskan sepuluhkompetensi guru. keterampilan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.meskipun ada orang yang berpendapat bahwa adanya hymne guru justru dipandang sebagai bentuk penghargaan semu. yakni: (1) memiliki kerpibadian sebagai guru. (4) Menyusun program pengajaran. dan . Direktorat Tenaga Kependidikan (nama baru Dikgutentis) telah mengeluarkan Standar Kompetensi Guru (SKG). (9) menjalin kerja sama dan interaksidengan guru se jawat dan masyarakat. (6) melaksanakan proses penilaian pendidikan. (7) melaksanakan bimbingan. Direktorat Tenaga Kependidikan telah memberikan definisi kompetensi sebagai pengetahuan. guru harus memiliki kompetensi. sebagaimana dituntut oleh disiplin ilmu pendidikan (pedagogi) yang harus dikuasainya. Pada tahun 2003.Adanya hyme guru memang dapat menjadi model penghargaan terhadap guru. (3) menguasai bahan pelajaran. Kompetensi Guru Salah satu ciri sebagai profesi. Dalam hal kompetensi ini. (10) melaksanakan penelitian sederhana. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perbuatan secara profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. (5) melaksanakan proses belajar mengajar. Pada tahun 70-an. (2)pengembangan potensi.

(1. dan (5) forming partnerships within the school community. (1. Ketujuh kompetensi dasar guru tersebut dapat diukur dengan seperangkat indikator yang telah ditetapkan.1)pemahaman wawasan kependidikan. yakni. (1) facilitating student learning. Kompetensi standar di Australia Barat ini meliputi lima dimensi. yaitu (1. Sebagai perbandingan. dan (3.3) peniliaianprestasi belajar peserta didik.(3) penguasaan akademik. (2) assessing studentlearning outcomes. limabidang kompetensi dasar guru di Australia Barat adalah (1) memfasilitasi pembelajaran siswa.2) penguasaan bahan kajian akademik(sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan). Dengan kata lain. (2) menilai hasil belajar siswa. (2) pengembangan profesi. Australia Barat dikenal memiliki ¶Competency Frameworkfor Teachers¶. yang dibungkus oleh aspek sikap dan kepribadian sebagai guru. (1. (4) participatingto curriculum and program initiative s in outcome focused environment. (3) melibatkan dalam pembelajaran profesional.2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. (3) engaging in professional learning. Ketiga komponen kompetensi tersebut dijabarkan menjadi tujuh kompetensi dsasar. (4) berperan serta untuk pengembangan program dankurikulum dalam lingkungan yang berfokus kepada hasil belajar. (3.1) penyusunan rencanapembelaj aran. .4) pelaksanaan tindak lanjut hasilpenilaian prestasi belajar peserta didik.

akuntan. Simpulan Posisi guru sebagai salah satu profesi memang harus diakui dalam kehidupan masyarakat. Dalam hal ini. maka tampaklah bahwa sepuluh kompetensi dasar menurut Dikgutentis agaknya jauh lebih lengkap. desainer interior. dan masih banyak yanglainnya. Lima dimensi tersebut memilikiindikator yang berbeda untuk ti ga jenjang guru. hakim. guru memenuhi kelima ciri atau karakteristik yang melekat pada guru. misalnya mengadakan penelitian tindakankelas atau classroom action research. (3)memiliki kompetensi yang didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a systematic body of knowledge). tujuh kompetensi dasar menurut Dit Tendik belum mencakup kompetensi membangun kerja sama dengan sejawat dan masyarakat. arsitektur. Guru harus diakui sebagai profesi yang sejajar sama tinggi dan duduk sama rendah dengan profesi -profesi lainnya. karena sudah mencakup kompetensi membangunkerjasama dengan sejawat dan masyarakat. .jaksa. Sebagai profesi. Jika dibandingkan dengan lima dimensi kompetensi di Australia Barat tersebut. seperti dokter. yakni phase 1 (level 1). (1) memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat.phase 2 (level 2). Bahkan mencakup kemampuan mengadakan penelitian sederhana. (5) sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat. yaitu. maka anggota profesi secara perorangan atau kelompok berhak memperol eh imbalan finansial atau material. dirasakan manfaatnya bagi masyarakat (2) menuntut keterampilantertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.(5) membangunkebersamaan dalam masyarakat sekolah. dan phase 3 (level 3). (4) memiliki kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadappelanggar kode etik tersebut.

Insyaallah. Standar Kompetensi Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. sepuluh kompetensi guru menurut Dikgutentis sebenarnya lebih lengkap. 2003. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Pelatihan dan Perjuangan Sejak Zaman Kolonial Hingga Era Reformasi. Standar Kompetensi Guru Sekolah Menengah Atas. Pendidikan.Salah satu ciri guru sebagai profesi yang amat penting adalah guru harus memiliki kemampuan sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Guru Di Indonesia. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. yakni implikasi dan konsekuensi dari pencanangan itu yang memang sedang ditunggu -tunggu oleh masyarakat guru di Indonesia. 1994. Direktorat Tenaga Kependidikan. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Direktorat Tenaga Kependidikan. 1998. Jika dibandingkan dengan competency framework for teachers di Australia Barat. 2003. uji kompetensi guru. Suparlan. Dedi Supriadi. dan last but not least adalah gaji guru. Yang lebih dari hanya sekedar pencanangan adalah praktiknya. 2003. misalnya lahirnya UU Guru. 2003. serta mengadakan penelitian sederhana. Direktorat Tenaga Kependidikan. Competency Framework for Teachers. Pencanangan guru sebagai profesi sebagai salah satu agenda seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu memang amat fokus dan mendasar. Jakata: Direktorat Tenaga Kependidikan. yang kedua kompetensi tersebut tidak ada dalam tujuh kompetensi dasar guru yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan. sertifikasi guru. Education Department of Western Australia. Hikayat: Yogyakarta. Bahan Pustaka: Dedi Supriadi (Editor). ²²²²²²² *) Kepala Bidang Pelayanan Teknis.karena terdapat kompetensi membangun kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika Yogyakarta. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Alumni S2 University of Houston. Texas .

Disini dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu. Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang peran guru dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. B. yaitu : 1) Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT 2) Memahami dan menghayati 3) Mampu melaksanakan dan berbuat 4) Berguna bagi orang lain 5) Membangun serta menemukan jati. diri melalu i proses pembelajaran yang aktif.wordpress. Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. kreatif. C. efektif dan menyenangkan. Kurikulum dikembangkan sebagai acuan penyelenggaraan ke giatan pendidikan nasional yang sesuai dengan kondisi. potensi peserta didik. Perumusan Masalah Hal-hal yang di bahas dalam Makalah ini adalah berkisar tentang Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan.com/2008/05/09/guru -sebagai-profesi-danstandar-kompetensinya/ PENDAHULUAN A.http://kus1978. Im plementasi Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. untuk me ndukung pengetahuan . kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan keutuhan dan potensi yang ada di setiap daerah. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan mengamanatkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah di susun oleh satuan pendi dikan mengacu kepada standar isi dan standar kompetensi serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh badan standar nasional. Kurikulum dilaksanakan dengan harapan peserta didik dapat menegakkan lima pilar belajar.

kita pada mata kuliah kurikulum dan pembelajaran akuntansi. baik dikalanagan pemerintah maupun oleh kalangan para guru sebagai pelaksanan kurikulum tersebut sangat resah dan bingung dalam melaksanaannya. Tapi anehnya semenjak ditetapkanya malah sebaliknya mengundang banyak pertanyaan dimana-mana. BAB II PEMBAHASAN A. Karena kurikulum tersebut hanya modipikasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan diberlakukannya KTSP yang katanya hanya untuk sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya dan untuk mengembangkan kualitas pendidikan kea rah yang lebih baik. Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sejak ditetapkannya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang menggantikan kurikulum sebelumnya. yaitu KBK yang pelaksanaannya belum memberikan hasil yang optimal sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. dan karakteristik peserta didik setempat. Dengan munculnya KTSP yang konon katanya kurikulum tersebut dapat mempermudah para guru dalam menentukan tujuan akhir dari pembelajaran tersebut dan dapat digunakan atau dilaksanakan dimana saja. Untuk menjawab hal tersebut . Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan mencari bahan-bahan dari berbagai buku sumber dan sebagian juga dari internet. sosial budaya masyarakat setempat. karakteristik sekolah/darah. potensi daerah/ sekolah. D. Akan tet api pemerintah merespon pertanyan tersebut dari para guru agar tenang dan jangan resah dalam melaksanakannya dilapangan. Dalam hal ini KTSP juga dikembangkan sesuai dengan satu an pendidikan. baik itu di kota maupun di daerah -daerah terpencil. Akankah hal itu dapat terwuju?.

Oleh karena bukan suatu yang mustahil tejadi kalau tujuan KTSP terseb dapat terwujud. kepala sekolah dan dewan pen gawas dengan adanya KTSP ini agar menjadi iklim pembelajaran yang kondusip bagi terciptanya suasana yang aman . guru dari para penemu. yang mengajarkan pada Adam segala sesuatu tentang benda yang ada di dunia.S. Padahal mereka itu tetap saja bertindak seperti guru. adalah guru dari segala guru. hal ini tidaklah mungkin akan terwujud kualitas pendidikan yang diharapkan. B. nyaman dan tertib. tetapi tutor atau pelatih. Guru adalah orang yang mengajar di sekolah. Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Keberadaan guru di mayapada sudah ada sejak jaman dulu. Guru Nabi Adam A. untuk mengatasi hal tersebut sangat diharapkan peran dari kepada pemerintah dan para gurudalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharap kan dari kurikulum tersebu. semua ini tergantung kepada pribadi kita dan sekolah dalam menyikapinya. Sejak manusia paling awal diciptakan. begitu seterusnya.S. Bagi guru. bagaimana peran guru dalam menyikapi diberlakukannya KTSP. yaitu Nabi Adam A. sehuingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. yaitu Allah SWT. Istilah guru pada saat ini mengalami penciutan makna. Karena sebagaian besar guru kurang mengerti dalam penyusunan dan pelaksanannya. akan tetapi senbagai masalah dan penghambat dalam pelaksanaannya dilapangan. Dalam Al Qur an diterangkan Allah SWT. Ada dua hal yang harus di perhatikan pemerintah dan para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharapkan.mari kita lihat pakta dilapangan tentang pelaksanaannya. . karena kalau respon atau tanggapan guru te rhadap diberlakukannya KTSP itu bukan sebagai perubahan. sebagian besar para guru menggap perubahan tersebut bukan sebagai suatu langkah dalam meningkat kualitas pendidikan. Selanjutnya Nabi Adam mengajarkannya pada Siti Hawa. Mengajarkan hal-hal baru pada peserta didik. guru dari makhluk paling soleh. yang Maha Tahu. Kedua. Untuk meningkatkan kualitas peserta didik ban yak kebijakan yang harus di perhatikan oleh elemen atau lembaga -lembaga yang ada di daerah atau sekolah tersebut dalam melaksanakan otonomi sekolah an kepemimpinan sekolah dan partisipasi masyarakat serta kemandirian guru dalam menyikapi perkembangan pendidikan pada zaman sekarang ini. Orang yang bertindak seperti guru seandainya di berada di suatu lembaga kursus atau pelatihan tidak disebut guru. Pertama.

Terlepas dari penciutan makna, peran guru dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan. Dialah yang membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya, ke mana manusia akan pergi dan apa yang harus manusia lakukan di dunia. Manusia adalah makhluk lemah, ya ng dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir sampai meninggal. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi -potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individu, karena antara satu perserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Mungkin kita masih ingat ketika masih duduk di kelas I SD, gurulah yang pertama kali membantu memegang pensil untuk menulis, ia memegang satu persatu tangan siswanya dan membantu menulis secara benar. Guru pula yang memberi dorongan agar peserta didik berani berbuat benar, dan membiasakan mereka untuk bertanggungjawab terhadap setiap perbuatannya. Guru juga bertindak bagai pembantu ketika ada peserta didik yang buang air kecil, atau muntah di kelas, bahkan ketika ada yang buang air besar di celana. Guru -lah yang menggendong peserta didik ketika jatuh atau berkelahi dengan temannya, menjadi perawat, dan lain-lain yang sangat menuntut kesabaran, kreatifitas dan profesionalisme. Memahami uraian di atas, betapa besar jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkemba ngan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan Negara dan bangsa. Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai : 1) Orang tua, yang penuh kasih saying pada peserta didiknya. 2) Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik. 3) Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya. 4) Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat

mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya. 5) Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab. 6) Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan dengan orang lain secara wajar. 7) Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain, dan lingkungannya. 8) Mengembangkan kreativitas. 9) Menjadi pembantu ketika diperlukan. Demikian beberapa peran yang harus dijalani seorang guru dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para siswanya. Saat ini permasalahan yang menimpa bidang pendidikan sangat beragam dan tergolong berat. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, tenaga pengajar yang kurang, serta tenaga pengajar yang belum kompeten. Kondisi sekolah yang memprihatinkan, ruang kelas bocor bila hujan dan sebagian sekolah ambruk. Maka tidaklah aneh kalau kondisi pendidikan kita jauh dari harapan. Salah satu permasalahan yang menimpa dunia pendidikan adalah kompetensi guru. Guru yang harusnya memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan kebutuhan, nyatanya hanya sedikit yang masuk kategori tersebut. Sisanya sungguh memprihatinkan. Program sertifikasi guru yang sekarang sedang digalakkan adalah salah satu bagian dari usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program sertifikasi guru merupakan program yang menyentuh langsung kompetensi guru. Salah satu kriterianya yaitu menilai kemampuan guru dari segi kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan guru dapat melakukan pembelajaran yang dapat menghantarkan siswa ke arah sikap kreatif dan inovatif serta trampil. Kondisi tersebut harus dimulai dari gurunya sendiri. Sebagai contoh derasnya informasi serta cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memu nculkan pertanyaan terhadap tugas utama guru yang disebut ³mengajar´. Masih perlukah guru mengajar di kelas seorang diri, menginformasikan, menjelaskan dan menerangkan? Permasalahan lain akibat derasnya informasi dan munculnya teknologi baru adalah kesiapan guru untuk mengikuti perkembangan tersebut. Seorang guru dituntut harus serba tahu bila tidak tahu guru harus berkata jujur ³Saya tidak tahu´. Namun kalau terlalu sering guru berkata demikian alangkah naifnya guru tersebut. Seyogyanya dia terus mencari t ahu, belajar terus sepanjang hayat, memanfaatkan teknologi yang ada.

Di masyarakat, seorang guru diamati dan dinilai masyarakat, di sekolah dinilai oleh murid dan teman sejawatnya serta atasannya. Peran apakah yang harus dilakoni seorang guru supaya penila ian mereka positif? Suatu pertanyaan -yang menjadi salah satu permasalahan - yang sekarang muncul di masyarakat. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat membentuk kompetensi dan kualitas pribadi anak didiknya. Untuk mencapai hal demikian timbul pertanyaan, sebenarnya peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru sehingga anak didik bisa berkembang optimal? Cukupkah peran guru seperti yang telah disampaikan di atas ataukah ada peran lain yang harus dilakoni seorang guru ? Beragam pertanyaan tadi dapat menyebabkan demotivasi bagi seorang calon guru ataupun guru yang sudah lama mengabdi. Apakah saya mampu menjadi guru yang ideal? Peran apa yang harus saya lakoni untuk menjadi guru yang ideal? Demikian pertanyaan yang timbul dalam hati seorang guru yang berniat mengabdikan sisa hidupnya di dunia pendidikan. Pertanyaan tersebut sebelumnya telah menggugah sejumlah pengamat dan akhli pendidikan. Mereka telah meneliti peran -peran apa yang harus dimiliki seorang guru supaya tergolong kompeten dalam pembelajaran maupun pergaulan di masyarakat. Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon d an Weinstein (1997). Adapun peran -peran tersebut adalah sebagai berikut : 1) Guru Sebagai Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. 2) Guru Sebagai Pengajar Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis,

Dalam hal ini. Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal. moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Ketiga. Mendengarkan. Tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu mengembangkan potensinya. ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental. guru harus memaknai kegiatan belajar. Aga r guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam. 5) Guru Sebagai Penasehat Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua. kreatifitas. Pertama. 6) Guru Sebagai Pembaharu (Inovator) Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam ke hidupan yang bermakna bagi peserta didik. meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. 3) Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan. Menciptakan kepercayaan. dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya se cara jasmaniah. Keempat. guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. emosional. Dalam hal ini. Memberikan pandangan yang b ervariasi. guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut. tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. Merespon. baik intelektual maupun motorik. sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. 4) Guru Sebagai Pelatih Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan. guru harus melaksanakan penilaian. terdapat jurang yang . Bertanya. istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental. Menyesuaikan metode pembelajaran. yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Memberikan nada perasaan. guru -guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.Mensintesis. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Sebagai pembimbing perjalanan. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar. Kedua.

Guru yang baik adalah yang menyadar i kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya. Keluwesan bergaul harus dimiliki. guru harus menjadi pribadi yang terdidik. antara lain melalui kegiatan olah raga. yang juga penerjemah pengalaman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru : Sikap dasar. Hubungan kemanusia an. keagamaan dan kepemudaan. sebab . kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Bicara dan gaya bicara. Pakaian. Proses berfikir. apalagi ditolak. Seorang peserta didik yang belajar sekarang.dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. 7) Guru Sebagai Model dan Teladan Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat terganggunya proses pendidikan bagi peserta didik. 8) Guru Sebagai Pribadi Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang. demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. Gaya hidup secara umum Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik. Digugu maksudnya bahwa pesan -pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Kesehatan. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya. Sebagai teladan. Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda. Selera. Keputusan. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa ³guru bisa digugu dan ditiru´. secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami. Perilaku neurotis. dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Kebiasaan bekerja. Sikap melalui pengalaman dan kesalahan. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya. tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik sert a orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri.

Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. sehingga peserta didik akan menilaianya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Mengembangkan fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari atau peneliti. yakni penelitian. 13) Guru Sebagai Pemindah Kemah Hidup ini selalu berubah dan guru adalah seorang pemindah kemah.kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik. 9) Guru Sebagai Peneliti Pembelajaran merupakan seni. yang . guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada pesarta didiknya. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita. Dalam hal ini. 10) Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. yang didalamnya melibatkan guru. yang dalam pelaksanaannya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Untuk itu diperlukan berbagai penelitian. serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. 12) Guru Sebagai Pekerja Rutin Guru bekerja dengan keterampilan dan kebiasaan tertentu. guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik. Sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu pula ap a yang harus dikerjakan. Menyadari akan kekurangannya guru berusaha mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya. 11) Guru Sebagai Pembangkit Pandangan Dunia ini panggung sandiwara. Akibat dari fungsi ini. yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa. sehingga setiap langkah dar i proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini.

pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari ³self image´ yang tidak menyenangkan. 15) Guru Sebagai Aktor Sebagai seorang aktor. guru me lakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang harus ditransferkan. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi . Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang dihadapinya. guru beran gkat dengan jiwa pengabdian dan inspirasi yang dalam yang akan mengarahkan kegiatannya. Guru mengetahui bahwa pengalaman. Guru tidak takut menjadi alat untuk menyampaikan cerita -cerita tentang kehidupan.suka memindah-mindahkan dan membantu peserta di dik dalam meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. Guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang. Tidak mungkin bagi manusia hanya muncul dalam lingkungannya dan berhubungan dengan lingkungan. melainkan juga tentang kepribadian manusia sehingga mampu memahami respon-respon pendengarnya. dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol. menghormati setiap insane dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan ³budak´ stagnasi kebudayaan. Semua itu diperoleh melalui cerita. Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. karena ia tahu sepenuhnya bahwa cerita itu sangat bermanfaat bagi manusia. Sebagai aktor. kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. 14) Guru Sebagai Pembawa Cerita Sudah menjadi sifat manusia untuk mengenal diri dan menanyakan keberadaannya serta bagaimana berhubungan de ngan keberadaannya itu. Guru harus memahami hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi peserta didiknya. Tahun demi tahun sang actor berusaha mengurangi respon bosan dan berusaha meningkatkan minat para pendengar. kepercayaan dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk mendapatkan c ara-cara baru yang lebih sesuai. guru mampu memahami potensi peserta didik. 16) Guru Sebagai Emansipator Dengan kecerdikannya. Guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik. tanpa mengetahui asal usulnya. yang bisa disesuaikan dengan kehidupan mereka. mene mukan gagasan dan kehidupan yang nampak diperlukan oleh manusia lain.

18) Guru Sebagai Pengawet Salah satu tugas guru adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran -peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. Bila ti dak. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik. pelaksanaan dan tindak lanjut. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator. maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh. 19) Guru Sebagai Kulminator Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan. Guru juga harus mempunyai sikap positif terhadap apa yang akan diawetkan. (Bahan dirangkum dari berbagai sumber). Dia harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran guru. serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran. Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi. 17) Guru Sebagai Evaluator Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks. Hal yang . karena hasil karya manusia terdahulu masih banyak yang bermakna bagi kehidupan manusia sekarang maupun di masa depan. Guru sejatinya adalah seorang prib adi yang harus serba bisa dan serba tahu. yang meliputi tiga tahap. Penilaian harus adil dan objektif. dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. yaitu persiapan. Implementasi Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Seperti halnya dengan sejarah panjang Ujian Negara maka ini begitu juga terjadi dengan sejaraha kurikulum pada pendidikan di Indonesia. Sarana pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu adalah kurikulum.yang percaya diri. C. Teknik apapun yang dipilih.

Lantas tetap di era Orde Baru pada tahun 1975 keluarnya kurikulum Prosedur Pengembangan Sistem Indtruksional (PPSI) yang lebih dikenal dengan Kurikulum berbasis satuan pelajaran. diskusi hingga melaporkan atau sering disebut dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Sebagai contoh ketika kurikulum pertama kali dikeluarkan yaitu pada tahun 1947. Lain lagi dengan kurikulum 1994 yang menggantikan kurikulum 1984 yang berupaya memadukan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. namun ini mendapatkan banyhak kritikan karena Guru disibukkan menuliskan rincian apa yang dikerjakan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Siswa ditempatkan sebagai subjek belajar dari mulai pengamatan. yang berupaya untuk mengkombinasikan antara kurikulum 1975 dan 1 984. namun belum bisa menguasai para siswanya dalam pembelajaran siswa aktif t ersebut. sehingga menimbukan sebuah kurikulum yang super padat. Sehingga berujung kepada penolakkan dari model CBSA ini. Sedikit berbeda pada tahun 1984 keluar kurikulum yang berba sis process skill approach. dari kurikulum yang bersifat nasional menjadi kurikulum yang berbas iskan satuan pendidikan. Guru yang tidak lagi melakukan metode ceramah kepada siswanya.menarik adalah bahwa KTSP ini merupakan era baru. karena seringkali terjadi banyak kesenjangan dan kurangnya pemahaman dari Sekolah. pengelompokkan. yang disebut dengan R encana Pembelajaran yang isinya lebih mementingkan kepentingan Belanda dibandingkan dengan kepentingan rakyat Indonesia. Namun dalam perjalanannya kurikulum ini juga tidak dapat direa lisasikan seperti keinginan awalnya. Terlebih lagi pada permulaan masa orde baru pada tahun 1968 yang kurikulumnya berisikan bagaimana menjadi seorang manusia Pancasila sejati. Kurikulum ini juga merupakan salah satu hasil kurikulum lebih bai k dibanding pendahulunya yang pernah di keluarkan Depdiknas. sekaligus kembali bersifat prospectif bila dibandingkan dengan kurikulum -kurikulum yang lain. Harapan dari KTSP ini adalah akan lahir kurikulum -kurikulum berbasis lokal yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan dihasilkan oleh orang orang lokal dengan mengacu kepada standar -standar nasional yang dibuat Pusat. Kemudian pada tahun 1952 dan tahun 1964 pada masa orde lama yang masih belum sempurna kurikulumnya bahkan masih terkesan premature. karena semua aspek komponen baik lokal dan Pusat dimasukkan kedalam . seorang Guru harus mampu melakukan inovasi dalam membuat kurikulum sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolahnya tersebut. Namun hal ini ber impilikasi kembali dengan kemampuan seorang Guru untuk membuat KTSP.

Guru diberikan kebebasan mengembangkan indikator penilaian dan materi pokok sesuai dengan karakteristik daerah. Disini kembali dituntut peran Guru yang amat besar untuk mampu melaksanakan kurikulum ini. Inilah era Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Widya Iswara pada LPMP dan P4TK seringkali melakukan kunjungan ke daerah untuk mensosialisasikan nya.kurikulum tersebut. Pemerintah hanya membuat standar-standar nasional sedangkan isi kurikulum dibuat oleh Sekolah. hanya memberikan kisi-kisi materi yang akan diujikan secara nasional. menggunakan metode Master TOT. KTSP ditetapkan pada 23 mei 2006. antara lain membuat kurikulum. Sesungguhnya sosialisasi KTSP ini sudah dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Ditjen PMPTK dengan berbagai cara dan kesempatan. Berakhirnya KBK ditandai pula dengan dicabutnya penerapan kurikulum nasional. melalui asosiasi Guru yang ada dan lain sebagainya. bukan sekedar Guru yang hanya mencari nafkah da ri pekerjaannya akan tetapi seorang Guru yang mengerti betul dengan filosofi pembelajaran dan menguasai betul secara mental untuk memberikan pengajaran kepada anak didiknya sebagai seorang manusia. lingkungan dan peserta didik. Yang juga melahirkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004. karena hasil yang tidak memuaskan program ini dihentikan pada tahun 2006. Jiwanya adalah setiap pelajaran diurai berdasarkan kompetensi apa yang mesti dicapai oleh siswa. Yang kemudian dilanjutkan dengan KTSP tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan CD yang berisikan KTSP. Ketika kurikulum ini berjalan timbullah tragedi 1998. Dan sebenarnya sudah cukup dirasakan oleh Guru -guru . pemerintah menggulirka n kebijakan yang sama sekali berbeda di masa silam. KTSP menghendaki kurikulum disusun dan dikembangkan sendiri oleh sekolah. krisis ekonomi 1998 yang menjatuhkan Soeharto sekaligu s menandakan berakhirnya Orde Baru. Namun kerancuan muncu l ketika akan mengukur kompetensi siswa. Kembali hal ini terbentur pada kemampuan Gurunya yang tidak memahami masalah pengukuran ini. Depdiknas dan Badan Standar Nasional Pendid ikan (BSNP). berdasarkan Peraturan Menteri Pendidi kan Nasional (Permendiknas) Nomor 22/2006 tentang Standar Isi Pendidikan dan Permendiknas No 23/2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan. lembaga yang tugasnya. Di era otonomi pendidikan ini. bila ini dilakukan maka tidak bisa lagi menggunakan alat ukur dengan menggunakan pilihan ganda akan tetapi tentunya menggunakan praktek yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.

Bila seorang Guru mempunyai kemampuan dan mengerti metoda pendidikan ia akan dapat memberikan sebuah pengajaran yang luar biasa. Namun kini semuanya semakin sirna karena berbagai tingkah laku Guru yang membuat muridnya menjadi tertawa. masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Sedangkan sekarang ini begitu murah buku dan ala t tulis untuk dibeli namun tetap saja mutu pendidikan kita tidak menjadi lebih baik. Dari sisi kualifikasi ternyata hanya sebagian saja yang lulus S1. Dahulu Guru begitu dihormati oleh masayarakat. Sayangnya. Sebuah film yang diangkat dari Novel spektakuler µLasyar Pelangi´ telah mencoba menunjukkan h al tersebut. Bahwa mengajarkan seseorang itu tidak perlu terikat dengan kurikulum atau lengkapnya sarana dan prasarana.321 guru. Dan salah satu upaya yang sekarng ini amat dinantikan a dalah peran serta masyarakat melalui LSM-LSM untuk dapat mensosialisasikannya. belum lagi banyaknya Guru yang mengajar missmatch. minimal mereka mengetahuinya. dengan perincian 1. 849 guru swasta. Sebagai contoh. Seperti pepatah mengatakan µGuru Kencin g Berdiri Murid Kencing Berlari¶. Guru kita sekarang tidak mampu memberikan inspirasi kepada anak .254. tidak hanya bisa mengkritisi akan tetapi tidak memberikan solusi yang terbaik bagi anak bangsa ini. mereka dianggap sebagai tokoh dalam komunitasnya. guru hanya unggul jumlah. sementara dari sisi kualitas baik dari kompetensi dan kualifikasi.783.yang ada di seluruh Indonesia. akan tetapi yang paling penting itu selain kualitas dan kompetensi adalah Mental Guru. dimana ketika itu setelah ditulis kita harus langsung menghapusnya. 1. bagaimana mengajar seorang anak didik itu sesuai dengan bakatnya dan melihatnya sebagai sebuah kepribadian yang unik yang diciptakan oleh Allah SWT. karena kurikulum ini betul betul membuthkan Guru yang capable dan mampu melakukan analisis analisis untuk menghasilkan kurikulum terbaik bagi siswanya. kesemua ini tentunya hanya akan membuat anak d idik di Indonesia akan menjadi semakin mundur. Tercatat tak kurang dari 2. namun bagaimana mengajar seorang anak didik itu dari hati. Peran Guru Bila dilihat dari dat a guru kemungkinan profesi yang terbanyak dibanding profesi lain. Yang perlu menjadi catatan dengan KTSP ini adalah bukan hanya kepada sosialis asi akan tetapi kemampuan Guru untuk dapat mengembangkan kurikulum ini.472 adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya. Hal yang sering terlupakan adalah bahwa dalam pembelajaran itu sarana dan prasarana bukan merupakan sebuah factor yang paling penting. ketika zaman dahulu kita menulis dengan batu tulis.528.

BAB III PENUTUP A. sehingga menghilangkan jiwa kritis dari Guru tersebut. Sehingga saat ini lulusan dari Perguruan Tinggi ternyata lebih banyak menjadi µPenyemir Sepatu¶ d ari lulusan SD yang mempunyai keberanian untuk terjun dalam dunia kewirausahaan. menantang hidup yang tidak pasti. namun itu semua menjadi tidak berguna apabila Guru kita mentalnya masih belum berubah. menantang hidup yang tidak tetap. Inilah mental kebanyakan Guru kita sekarang ini. UU Guru dan Dosen telah jadi. KKN itu akan terus terjadi. mulai mencari ijazah palsu. yang akhir lebih pintar untuk menghapal bukan melakukan inovasi-inovasi pemikiran. walau ternyat dengan ketekunan dunia itu tidak pernah membuat orangnya kelaparan dengan sebenar-benarnya. Kesimpulan .didiknya. lagi-lagi yang terjadi sungguh membuat mengerti kenapa pendidikan kita tidak maju. Bukannya kurikulum atau sarana dan prasarana itu tidak penting. Guru mulai bermain -main dengan fortopolio. selama mental para Birokrasi tida berubah sebesar apapun gaji yang diberikan tidak akan pernah cukup. mulai membajak hasil diklat dan seminar temannya. Hal ini mungkin terjadi karena dampak dari zaman sentralisasi di orde baru yang menyebabkan selama puluhan tahun Guru hanya dituntut untuk melaksanakan kurikulum yang telah dikeluarkan sesuai dengan kebijakan dan keinginan Pusat. tidak mempunyai jiwa seorang pendidikan akan tetapi lebih kepada jiwa pedagang atau bahkan me njadi seorang birokrasi. Lulusan PT tidak mempunyai keberanian untuk menantang untung dan rugi. Namun untuk mendapatkannya seorang Guru diharuskan mengikut uji sertifikasi d an fortopolio. Seperti halnya dengan KKN. seorang Guru disinyalir akan mendapatkan pendapatan yang cukup untuk hidupnya. Bila seorang Guru seperti itu tentu dapat terbayangkan bagaimana muridnya.

rancahbetah.html . akhlak. Jakarta :Kencana Perdana Media Group. Kurikulum dan Pembelajaran. Hampir semua negara di dunia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dan utama dalam pembangunan bangsa dan negara. Untuk mencapai ke arah itu. kurikulum dan peran guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Daftar Pustaka Sanjaya. salah satunya adalah potensi siswa itu berbeda -beda dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat dan mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek -aspek moral. Begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utam a. isi dan bahan pelajaran pada KTSP ada beberapa alasan yang menjadi pilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air. budi pekerja seni dan olahraga serta life skill. B. hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Wina.info/2010/04/peran -guru-dalam-implementasikurikulum. Saran Penulis mengharapkan saran dan kritik yan g bersifat membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah yang akan datang. karena kurikulum berjalan. Selain itu kurikulum harus mempunyai tujuan yang ingin di capai baik yang bersifat kongkrit maupun abstrak dan berbagai konsepsinya seperti yang disebutkan di atas. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDA) jangka panjang yang mempunyai nilai yang tingg i bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. 2008 http://www. sedangkan kurikulum adalah seperangkat renc ana dan pengaturan mengenai tujuan. sehingga hakekat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan benar -benar terwujud.

baik mahasiswa S1. Muhammad Nuh. S2. Di kalangan mahasiswa. dan bahkan S3 sekarang banyak yang menggunakan . 20 Februari 2010.PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. DAN MORAL PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. bahwa pendidikan karakter. BUDAYA. telah memberikan pernyataannya di harian Kompas yang terbit di hari Sabtu. DAN MORAL Menteri Pendidikan Nasional. BUDAYA. budaya. dan moral menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi pendidikan nasional Indonesia. Isu in i menjadi sangat penting dengan adanya penjiplakan karya ilmiah yang semakin banyak terjadi bukan hanya di kalangan mahasiswa tetapi sudah masuk pada tataran guru besar di berbagai kota.

Ketika pendidikan di lingkungan keluarga mulai sedikit diabaikan dan dipercayakan penuh kepada lingkungan sekolah. Jika kita mengajukan pertanyaan umum tentang siapakah yang berada di garis terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan karakter. tesis. Para penyedia jasa ini sudah terang -terangan mempromosikan makalah. dan moral sudah lama didengungkan oleh para pendidik kita dan telah lama juga dirintis oleh Ki Hajar Dewantara dengan tri pusat pendidikannya yang menyebutkan bahwa wilayah pendidikan guna membangun konstruksi fisik. serta lingkungan sosial yang makin kehilangan kesadaran bahwa aksi mereka pada dasarnya memberikan pengaruh yang besar pada pendidikan seorang individu. dan disertasi? Pendidikan karakter. Jika kalangan akademisi saja sudah tidak peduli dengan adanya kejujuran dalam menulis karya ilmiah. budaya. Maka lingkungan sekolah (guru) menjadi garda terakhir yang terengah -engah memanggul kepercayaan tersebut. dan spiritual yang handal dan tangguh dimulai dari. (ii) lingkungan sekolah. tesis. dan (iii) lingkungan sosial. Semua sepakat bahwa gurulah yang menjadi frontliner. Orang tua semakin tid ak peduli dengan pendidikan anaknya yang semakin hari semakin tergerus oleh lingkungan sosial yang merusak dirinya dan hilangnya rasa hormat kepada guru yang selama ini membimbingnya di sekolah. tesis. Mereka lebih menghargai teman yang menurutnya memberikan warna bagi kehidupannya. dan disertasi di surat kabar dan juga di internet. dan disertasi. budaya. skripsi. bagaimana dengan nasib bangsa ini yang akan semakin terpuruk dengan sikap yang sangat tidak terhormat dengan penjiplakan atau penjualan skripsi. (i) lingkungan keluarga.jasa pembuatan skripsi atau disebut pabrik skripsi. mental. Kesejahteraan suatu bangsa yang ditopang oleh pilar kemajuan teknologi dan ekonomi sangat bergantung pada kemajuan pendidikan karena sistem yang dibangun suatu negara tidak akan berhasil tanpa . dan moral.

Hal ini memiliki makna bahwa bukan hanya peserta didik. dan moral bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas termasuk didalamnya adalah pendidikan moral.dan konversi nilai ujian akhir. Pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur suatu keberhasilan suatu bangsa dalam mendidik tunas bangsa menjadi bahan olok-olokan dan dinomor sekiankan dari program pembangunan negara. Bagaimana dengan guru yang lain? Guru bidang studi lain bersibuk ria dengan kurikulum dan nilai Ujian Nasional. dan karakter bagi semua peserta didik Pendidikan moral disampaikan secara marjinal. disibukkan Pendidikan dengan nasional berbagai yang proyek memiliki yang tujuan pada yang intinya mulia dapat menghasilkan uang bagi para penentu kebijakan. Peran guru menjadi sangat esensial dalam perpektif pengembangan pendidikan karakter. Bangsa ini kehilangan suatu teladan dalam bidang pendidikan. budaya. Sedangkan dua guru bidang studi ini sibuk dengan pencapaian kompetensi yang harus dicapai siswa. budaya. Tanggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada guru agama dan guru PKN. Menurut Fritz R Tambunan. penjiplakan karya ilmiah. . Pernyataan ini memberikan bukti bahwa kebobrokan di bidang pendidikan bukan hanya terjadi hulu tetap i juga di hilir. bahwa negara kita berada pada puncak tragedi pendidikan dimana aneka ketidakjujuran sudah berlangsung lama. Itulah beberapa fakta yang terjadi di sekitar kita yang akhir -akhir ini menjadi suatu isu yang banyak terjadi. siswa semakin bingung akan dibawa kemana.dukungan SDM yang berkualitas. masyarakat. Para pengambil kebijakan mendapatkan untung sebesar-besarnya dan masyarakat. dan guru yang memiliki andil dalam kehancuran pendidikan ini tetapi juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional. dari kecurangan. guru.

watak. mengarahkan. kedisiplinan. kemampuan penyampaian materi pelajaran. pendidi kan dasar.Guru atau pendidik memiliki tanggung j awab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter. melakukan pembinaan terhadap diri anak ( kepribadian. Pernyataan diatas ditegaskan kembali oleh Oemar Hamalik. mengajar. membimbing. Lebih jauh Slavin (1994) menjelaskan secara umum bahwa performa mengajar guru meliputi aspek kemampuan kognitif. menilai. keterampilan pengelolaan kelas. turut serta membina kurikulum sekolah. keterampilan profesional dan keterampilan sosial. memberikan bimbingan kepada murid. yaitu: guru harus menuntun murid-murid belajar. (6) pekerja administrasi. tugas dan tanggung jawab guru meliputi 11 macam. kepedulian. Dalam UU Guru dan Dosen. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. (2) model. Borich (1990) menyebutkan bahwa perilaku mengajar guru yang baik dalam proses belajar -mengajar di kelas dapat ditandai dengan adanya kemampuan penguasaan materi pelajaran. melakukan diagnose atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar. mengamalkan. dan keramahan g uru terhadap siswa. (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. dan mengamankan pancasila . mengenal masyarakat dan ikut aktif di dalamnya. Guru merupakan teladan bagi siswa dan memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter siswa. menyelenggarakan penelitian . guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. dan pendidikan menengah. menghayati. dan bermoral. Jika kita menengok kembali tugas guru yang luar biasa. berbudaya. WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer). dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan jasmaniah) . . melatih. antusiasme. Di samping itu. UU no 14 tahun 2005. (3) pengajar dan pembimbing. (4) pelajar (learner).

Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai . semakin jelas bahwa peran g uru dalam dunia pendidikan modern sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat. dan tanggung jawab meningkatkan professional guru. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui peserta didik dan seharusnya diketahui oleh peserta didik. tugas manusiawi. Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. dan tugas kemasyarakatan. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. Sisi ini memberikan wacana bahwa guru bukan hanya pendidik akademis tetapi juga merupakan pendidik karakter. Konsekuensinya.Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu peserta didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaikbaiknya. Pendapat senada juga dinyatakan oleh Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional. Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. dan moral bagi para peserta didiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. Dengan demikian.turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia. turut mensukseskan pembangunan . budaya.

kecerdasan. agama. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. h. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. perkembangan ilmu pengetahuan. peningkatan akhlak mulia. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan seni. i. c. e. motivator dan dinamisator pembangu nan tempat di mana ia bertempat tinggal. g. peningkatan potensi. teknologi. b. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator.warga negara yang baik. f. keragaman potensi daerah dan lingkungan. dan . d. peningkatan iman dan takwa. tuntutan dunia kerja. dinamika perkembangan global. dan minat peserta didik. turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 d an GBHN. secara prinsip sudah ditetapkan baik dalam UUD 1945 maupun dalam Undang -Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003. Berkaitan dengan tiga tugas guru tersebut dengan pendidikan karakter. budaya. dan moral bagi bangsa Indonesia.

Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. pembinaan prajabatan melalui pendidikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. membuatnya menjadi terpelajar. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. Selanjutnya. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas profesional. tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya. sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendirinya menjadi manusia yang berbudaya. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendirinya orang menjadi berbudaya. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. . tugas manusiawi. bertitik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. persatuan nasional dan nilai -nilai kebangsaan. apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. tugas profesional. pilihan hidup dan praktek komunikas i. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. aspek yang kedua mendidiknya menjadi manusia yang berbudaya.j. dan tugas kemasyarakatan. yaitu melatih mahasiswa. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabat an. namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama.

Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. berbudaya . maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang di rnilikinya tidak ketinggalan jaman. budaya. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. budaya dan moral. Bagaimana solusi yang . Guru sangat berperan dalam mendidik peserta didik dengan pendidikan karakter. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. Peran guru sebagai pelajar (leamer). hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai -nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan peserta didiki menjadi manusia yang berkarakter. bangsa dan negara. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti pe rsiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. dan berkarakter sesuai cita-cita UUD 1945 dan Pancasila. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. dan moral. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh at au model baginya.

Di negara ini dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah diajarkan pendidikan nilai (values education). peserta akan bersikap masa bodoh atau tidak peduli. Banyak calon guru yang tidak mengerti pendidikan karakter itu apa. Tambahan mata kuliah yaitu pendidikan karakter. baik secara akademis dan secara sikap. Solusi kedua. Pendidikan nilai ini wajib bagi sekolah . sekolah menengah pertama ada 12 mata pelajaran. ataupun moral peserta didik tetapi sebaliknya. yaitu Singapura.ditawarkan kepada peserta didik dengan jumlah pelajaran yang banyak? Sebagai gambaran saja. un tuk sekolah umum sekolah dasar ada 9 mata pelajaran. Misalnya menyeberang jalan dengan seenaknya padahal diatas jalan tersebut ada jembatan penyeberangan. pendidikan budaya. Jika ditambah dengan pendidikan moral. dan pendidikan moral maka masing-masing bertambah tiga pelajaran. Bukan bertambah pemahaman mengenai karakter. Dikhawatirkan hal ini akan sangat kontra produktif. menjadi guru yang memperkosa peserta didiknya sendiri. Mengapa sebaiknya diberikan kepada mahasiswa calon guru? Beberapa alasannya adalah banyak sekali mahasiswa calon guru meskipun umurnya sudah diatas 18 tahun tetapi tetap saja sikapnya masih seperti orang yang tidak mengenyam pendidikan. Inilah yang disebut kehancuran pendidikan secara menyeluruh. dan pendidikan moral. Pertama. belajar dari negara tetangga. Ketiga solusi ini bisa dilakukan secara individu ataupun dilaksanakan secara bersama sama. budaya. Terdapat beberapa solusi yang penulis tawarkan. pendidikan moral itu apa. pendidikan budaya. Se hingga yang terjadi adalah setelah lulus menjadi guru akan menjadi guru yang suka memukul peserta didiknya. calon pendidik atau guru diberi tambahan mata kuliah pada saat belajar di perguruan tinggi. dan juga pendidikan budaya itu apa. dan yang terparah adalah membunuh peserta didiknya sendiri. dan sekolah menengah umum 17 mata pelajaran.

budaya. budaya. budaya. budaya yang beraneka ragam. Selain mengajar materi bahasa. Materi ini akan ditambah dengan bagaimana siswa menghargai tumbuhan. Demikian juga berlaku bagi semua guru mata pelajaran yang a da di sekolah. Solusi ketiga. dan peserta didik dididik untuk selalu menghormati karya orang lain. guru tersebut juga mengajarkan tentang pendidikan karakter. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. terdiri dari ribuan pulau. beraneka suku. Semua guru mata pelajaran diberikan tugas tambahan untuk menganalisa semua aspek yang diajarkan dan dihubungkan dengan pendidikan karakter. tetapi terlihat hasinya bahwa keenam hal yang diatas sangat mempengaruhi kehidupan di setiap aspek kehidupan. budaya. Pendidikan karakter. integrity (integritas). Washington . respect (saling menghormati). dan moral merupakan priorita s dalam usaha memperbaiki dan menjaga negara Indonesia tercinta ini. bagaimana menjaga lingkungan dan sebagainya. responsible (bertanggung jawab). dan moral. resilience (daya tahan atau tangguh). harmony (keseimbangan). pendidikan karakter. dan beratus bahasa berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian juga guru bahasa. Pendidikan ini didasarkan pada enam hal yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Keenam hal tersebut adalah care (kasih sayang). peserta didik dididik untuk memiliki budaya datang tepat waktu.negeri atau swasta. Contohnya peserta didik diajarkan untuk tidak melakukan penjiplakan dengan cara dididik untuk membuat kalimat sendiri sampai peserta didik paham benar bagaimana menulis dengan baik dan benar. Sebagai contoh adalah guru biologi mengajarkan tentang berbagai jenis tumbuhan. Meskipun di negara ini pelajaran agama ditiadakan tetapi diajarkan di keluarga masing masing. dan moral disampaikan secara terpadu dengan seluruh pelajaran yang diajarkan di sekolah. dan moral.

dan karakter ataupun hanya dilakukan dalam hitungan jari saja. budaya. Pernyataan ini memiliki arti yang mendalam bahwasanya sebagai guru bukan hanya mendidik peserta didiknya agar berhasil dalam bidang akademis melainkan guru juga merupakan teladan atau contoh dari suatu karakter manusia yang baik. budaya dan moral. Tentu saja usaha ini akan menja di isapan jempol belaka jika pemerintah ataupun stakeholder suatu sekolah tidak ikut berperanserta dalam upaya kampanye besar-besaran perlunya pendidikan moral. Maka dalam rangka mempercepat usaha perbaikan moral. dan moral.benar tertanam di hati dan pikiran setiap manusia Indonesia. memiliki budaya perdamaian dan juga moral yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhannya. dan karakter ini akan lebih bermakna jika pemerintah menjadi lokomotif penggerak dengan memberikan contoh bagi masyarakatnya. Kampanye pendidikan moral. diharapkan bahwa tidak ada perkelahian antar suku.Napitupulu (2001) menyatakan bahwa fundamental moralitas dan etika kemanusiaan diterapkan pada setiap profesi dan pada setiap bidang upaya manusia. budaya. malu menyontek. jika tidak terlambat maka dianggap bukan orang Indonesia. perkelahian antar tetangga yang hanya dibatasi ole h jalan raya. dan karakter bangsa Indonesia perlu diadakan kampanye besar-besaran bagi para guru di seluruh Indonesia untuk dapat kembali mendidik para peserta didiknya dengan teladan yang berdasar pada pendidikankarakter. Sehingga diharapkan dengan adanya pendidikan karakter. malu untuk korupsi benar . Bangsa Indonesia telah dikenal dengan bangsa dengan jam karetnya. budaya. Contoh dari karakter yang perlu diperbaiki adalah k edisiplinan. Hal ini sudah .P. budaya. Adanya curang. tetapi hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. perkelahian budaya malu untuk berbuat antar agama. malu berbuat sesuatu kejahatan.

yang sanitasi. digugu dan ditiru. Melalui pendidikan karakter. melainkan akan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat di sekitarnya. Disiplin nasional akan berhasil jika di setiap individu manusia yang ada didalmnya melaksanakan disiplin tersebut dengan kesungguhan hati dan memahami bahw a disiplin diri merupakan cikal bakal dari disiplin diri yang akan berimbas pada disiplin nasional yang akan membawa bangsa ini ini menuju kemajuan yang dicita -citakan. guru berusaha dengan gigih untuk memberikan teladan bagi peserta didiknya. dan di sisi lain. dan orang dewasa yang ada di Indonesia dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. pemuda.dengan adanya pendidikan karakter. dan karakter peserta didik. Dengan demikian akan terbina budaya kerja gotong royong dalam rangka kemajuan bersama. budaya dan moral bukan hanya generasi yang telah menjadi guru.menjadi karakter yang seharusnya diperbaiki dengan segera. dan sebagainya. tetapi juga setiap anak.Hal-hal yang kita lakukan sehari-hari sebaiknya dijadikan dasar atau pijakan dalam mengembangkan konsep disiplin yang bersifat abstrak. disiplin berlalu -lintas. baik bagi kalangan akademisi dan juga para pelaku bisnis di Indonesia. mendasar pelestarian lingkungan. Disiplin nasional perlu digalakkan dengan sung guh-sungguh dalam upaya mewujudkan masyarakat. pemerintah dan juga stakeholder membantu dalam meningkatkan moral. budaya. bukan hanya menjadi slogan atau simbol semata. Guru. Di satu sisi. disiplin cara hidup sehat. bangsa. negara yang bercita -cita luhur. Dengan demikian. pendidikan budaya. dan pendidikan moral yang berkelanjutan dan sungguh-sungguh akan menghasilkan watak dan manusia Indonesia yang seutuhnya. Termasuk dalam pengertian disiplin adalah disiplin kerja. . Disiplin ini meliputi pelatihan dan pengajaran yang bertujuan memperbaiki tingkah laku dan moral bagi seluruh manusia yang tinggal di Indonesia.

Educational Psychology (3rd ed. edisi Sabtu. 1994.com/2010/05/peranan -guru-dalam-pendidikankarakter. 2008. G.D.html . R. 1994. 20 Februari 2010 Napitupulu. Englewood Cliffs: Macmillan Publishing Company Kompas.DAFTAR PUSTAKA Borich. Observation Skills for Effective Teaching. Rich. E.). Washington P. Singapore Slavin. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Unesco. Ministry of Education.blogspot. http://ide-guru.2001. Pendidikan Karakter Mendesak. Englewood Cliffs. Universitas Yang Kudambakan.

dan spiritual yang handal dan tangguh dimulai dari. telah memberikan pernyataannya di harian Kompas yang terbit di hari Sabtu. (ii) lingkungan sekolah. Jika kita mengajukan pertanyaan umum tentang siapakah yang berada di garis terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan karakter. Semua sepakat bahwa gurulah yang menjadi frontliner. budaya. me ntal. budaya. dan moral menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi pendidikan nasional In donesia. (i) lingkungan keluarga. bahwa pendidikan karakter. dan disertas i? Pendidikan karakter. S2. Muhammad Nuh. Mereka lebih menghargai teman yang menurutnya memberikan warna bagi kehidupannya. tesis. Isu ini menjadi sangat penting dengan adanya penjiplakan karya ilmiah yang semakin banyak terjadi bukan hanya di kalangan mahasiswa tetapi sudah masuk pada tataran guru besar di berbagai kota. Jika kalangan akademisi saja sudah tidak peduli dengan adanya kejujuran dalam menulis karya ilmiah. Ketika pendidikan di lingkungan keluarga mulai sedikit diabaikan dan dipercayakan penuh kepada lingkungan sekolah. M. Maka lingkungan sekolah (guru) menjadi garda terakhir yang terengah -engah memanggul kepercayaan tersebut. tesis. Orang tua semakin tidak peduli dengan pendidikan anaknya yang semakin hari semakin tergerus oleh lingkungan sosial yang merusak dirinya dan hilangnya rasa hormat kepada guru yang selama ini membimbingnya di sekolah. baik mahasiswa S1. Di kalangan mahasiswa. dan moral sudah lama didengungkan oleh para pendidik kita dan telah lama juga dirintis oleh Ki Hajar Dewantara dengan tri pusat pendidikannya yang menyebutkan bahwa wilayah pendidikan guna membangun konstruksi fisik. budaya. sert a lingkungan sosial yang makin kehilangan kesadaran bahwa aksi mereka pada dasarnya memberikan pengaruh yang besar pada pendidikan seorang individu. skripsi. Para penyedia jasa ini sudah terang -terangan mempromosikan makalah. dan (iii) lingkungan sosial. bagaimana dengan nasib bangsa ini yang akan semakin terpuruk dengan sikap yang sangat tidak terhormat dengan penjiplakan atau penjualan skripsi. Kesejahteraan suatu bangsa yang ditopang oleh pilar kemajuan teknologi dan ekonomi sangat bergantung pada kemajuan pendidikan karena sistem yang dibangun suatu negara tidak akan berhasil tanpa dukungan . dan disertasi. dan moral. dan bahkan S3 sekarang banyak yang menggunakan jasa pembuatan skripsi atau disebut pabrik skripsi. dan disertasi di surat kabar dan juga di internet.Artikel Versi Cetak 23 Februari 2010 11:51 WIB Nur Arifah D. tesis. DAN MORAL Menteri Pendidikan Nasional. 20 Februari 2010.Pd PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. BUDAYA.

Guru atau pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter. menilai. Para pengambil kebijakan mendapatkan untung sebesar -besarnya dan masyarakat.SDM yang berkualitas. melatih. kepedulian. Guru merupakan teladan bagi siswa dan memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan nasional yang memiliki tujuan yang mulia disibukkan dengan berbagai proyek yang pada intinya dapat menghasilkan uang bagi para penentu kebijakan.dan konversi nilai ujian akhir. kemampuan penyampaian materi pelajaran. dan pendidikan menengah. guru. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur suatu keberhasilan suatu bangsa dalam mendidik tunas bangsa menjadi bahan olok-olokan dan dinomor sekiankan dari program pembangunan negara. Jika kita menengok kembali tugas guru yang luar biasa. mengajar. dari kecurangan. Pernyataan ini memberikan bukti bahwa kebobrokan di bidang pendidikan bukan hanya terjadi hulu tetapi juga di hilir. keterampilan pengelolaan kelas. Peran guru menjadi sangat esensial dalam perpektif pengembangan pendidikan karakter. pendidikan dasar. UU no 14 tahun 2005. antusiasme. berbudaya. Ta nggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada guru agama dan guru PKN. Hal ini memiliki makna bah wa bukan hanya peserta didik. masyarakat. dan bermoral. penjiplakan karya ilmiah. keterampilan profesional dan keterampilan sosial. budaya. dan moral bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas termasuk didalamnya adalah pendidikan moral. Bangsa ini kehilangan suatu teladan dalam bidang pendidikan. mengarahkan. dan guru yang memiliki andil dalam kehancuran pendidikan ini tetapi juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional. WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) . Sedangkan dua guru bidang studi ini sibuk dengan pencapaian kompetensi yang harus dicapai siswa. dan karakter bagi semua peserta didik Pendidikan moral disampaikan secara marjinal. kedisiplinan. Itulah beberapa fakta yang terjadi di sekitar kita yang akhir -akhir ini menjadi suatu isu yang banyak terjadi. Lebi h jauh Slavin (1994) menjelaskan secara umum bahwa performa mengajar guru meliputi aspek kemampuan kognitif. guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Bagaimana dengan guru yang lain? Guru bidang studi lain bersibuk ria dengan kurikulum d an nilai Ujian Nasional. Menurut Fritz R Tambunan. dan keramahan guru terhadap siswa. Borich (1990) menyebutkan bahwa perilaku mengajar guru yang baik dalam proses bel ajar-mengajar di kelas dapat ditandai dengan adanya kemampuan penguasaan materi pelajaran. Dalam UU Guru dan Dosen. siswa semakin bingung akan dibawa kemana. bahwa negara kita berada pada puncak tragedi pendidikan dimana aneka k etidakjujuran sudah berlangsung lama. budaya. membimbing. Di samping itu.

(3) pengajar dan pembimbing. Pernyataan diatas ditegaskan kembali oleh Oemar Hamalik. watak. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. semakin jelas bahwa peran guru dalam dunia pendidikan modern sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. Usaha membantu kearah ini seharusnya d iberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas.Tugas manusiawi adalah tugas -tugas membantu peserta didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik baiknya. Guru seha rusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendir i dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup. tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat. menyelenggarakan penelitian. Konsekuensinya. Pendapat senada juga dinyatakan oleh Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional. dan tugas kemasyarakatan. menghayati. Sisi ini memberikan wacana bahwa guru bukan hanya pendidik akademis tetapi juga merupakan pendidik karakter. mengenal masyarakat dan ikut aktif di dalamnya. melakukan diagnose atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui peserta didik dan seharusnya diketahui oleh peserta didik. memberikan bimbingan kepada murid. (2) model. dan tanggung jawab meningkatkan professional guru. dan moral bagi para peserta didiknya. dan mengamankan pa ncasila. tugas dan tanggung jawab guru meliputi 11 macam. dan jasmaniah). mengamalkan. turut serta membina kurikulum sekolah. turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. (6) pekerja administrasi. budaya. Dengan demikian.pendidik (nurturer). Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi . (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia. tugas manusiawi. (4) pelajar (learner). Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. melakukan pembinaan terhadap diri anak (kepribadian. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. yaitu:guru harus menuntun murid-murid belajar. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. turut mensukseskan pembangunan. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik.

c. Berkaitan dengan tiga tugas guru tersebut dengan pendidikan karakter. teknologi. pembinaan prajabatan melalui pendidikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya. dan minat peserta didik. dinamika perkembangan global. peningkatan iman dan takwa. peningkatan potensi. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. tugas manusiawi. dan seni. tuntutan dunia kerja. yaitu melatih mahasiswa. kecerdasan. perkembangan ilmu pengetahuan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. budaya. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. ber titik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksan akan tugas profesional. Kurikul um disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a.katalisator. peningkatan akhlak mulia. secara prinsip sudah ditetapkan baik dalam UUD 1945 maupun dalam Undang -Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003. apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. b. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. dan j. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabatan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendirinya menjadi manusia yang berbudaya. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Selanjutnya. g. f. pilihan hidup dan praktek komunikasi. e. aspek yang kedua mendidiknya menjadi manusia yang berbudaya. agama. d. membuatnya menjadi terpelajar. artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik. motivator dan dinamisator pembangunan tempat di m ana ia bertempat tinggal. dan moral bagi bangsa Indonesia. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendirinya orang menjadi berbudaya. . oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. persatuan nasional dan nilai -nilai kebangsaan. tugas profesional. i. dan tugas kemasyarakatan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. h.

sekolah menengah pertama ada 12 mata pelajaran. dan pendidikan moral maka masing-masing bertambah tiga pelajaran. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. calon pendidik atau guru diberi tambahan mata kuliah pada saat belajar di perguruan tinggi. Ketiga solusi ini bisa dilakukan secara individu ataupun dilaksanakan secara bersama sama. untuk sekolah umum sekolah dasar ada 9 mata pelajaran. dan moral. mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan peserta didiki menjadi manusia yang berkarakter. budaya. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. dan pendidikan moral. pendidikan moral . Tambahan mata kuliah yaitu pendi dikan karakter. maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila. Jika ditambah dengan pendidikan moral. bangsa dan negara. orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. budaya. pendidikan budaya. ataupun moral peserta didik tetapi sebaliknya. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Mengapa sebaiknya diberikan kepada mahasiswa calon guru? Beberapa alasannya adalah banyak sekali mahasiswa calon guru meskipun umurnya sudah diatas 18 tahun tetapi tetap saja sikapnya masih seperti o rang yang tidak mengenyam pendidikan. dan sekolah menengah umum 17 mata pelajaran. Dikhawatirkan hal ini akan sangat kontra produktif. Guru sangat berperan dalam mendidik peserta didik dengan pendidikan karakter. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. Pertama. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keteramp ilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Misalnya menyeberang jalan dengan seenaknya padahal diatas jalan tersebut ada jembatan penyeberangan. Bukan bertambah pemahaman mengenai karakter. pendidikan budaya. budaya dan moral. Banyak calon guru yang tidak mengerti pendidikan karakter itu apa. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah se perti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. berbudaya . Terdapat beberapa solusi yang penulis tawarkan. Bagaimana solusi yang ditawarkan kepada peserta didik dengan jumlah pelajaran yang banyak? Sebagai gambaran saja. peserta akan bersikap masa bodoh atau tidak peduli.Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Peran guru sebagai pelajar (leamer). Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. dan berkarakter sesuai cita-cita UUD 1945 dan Pancasila. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasil a.

dan moral. budaya. resilience (daya tahan atau tangguh). budaya.itu apa. guru tersebut juga mengajarkan tentang pendidikan karakter. . yaitu Singapura. Sebagai contoh adalah guru biologi mengajarkan tentang berbagai jenis tumbuhan. budaya. budaya yang beraneka ragam. Semua guru mata pelajaran diberikan tugas tambahan untuk menganalisa semua aspek yang diajarkan dan dihubungkan dengan pendidikan karakter. terdiri dari ribuan pulau. Materi ini akan ditambah dengan bagaimana siswa menghargai tumbuhan. dan juga pendidikan bu daya itu apa. Pendidikan ini didasarkan pada enam hal yang disesuaikan dengan usia peserta didik. pendidikan karakter. harmony (keseimbangan). Selain mengajar materi bahasa. budaya. Solusi kedua. menjadi guru yang memperkosa peserta didiknya sendiri. belajar dari negara tetangga. dan moral. integrity (integritas). respect (saling menghormati). dan moral merupakan prioritas dalam usaha memperbaiki dan menjaga negara Indonesia tercinta ini. responsible (bertanggung jawab). memiliki budaya perda maian dan juga moral yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhannya. Contohnya peserta didik diajarkan untuk tidak melakukan penjiplakan dengan cara dididik untuk membuat kalimat sendiri sampai peserta didik paham benar bagaimana menulis dengan baik dan benar. peserta didik dididik untuk memiliki budaya datang tepat waktu. Di negara ini dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah diajarkan pendidikan nilai (values educati on). Washington P. Pendidikan karakter. bagaimana menjaga lingkungan dan sebagainya. Demikian juga berlaku bagi semua guru mata pelajaran yang ada di sekolah. Demikian juga guru bahasa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Pendidikan nilai ini wajib bagi sekolah negeri atau swasta. tetapi terlihat hasinya bahwa keenam hal yang diatas sangat mempengaruhi kehidupan di setiap aspek kehidupan. Sehingga yang terjadi adalah setelah lulus menjadi guru akan menjadi guru yang suka memukul peserta didiknya. beraneka suku. Sehingga diharapkan dengan adanya pendidikan karakter. Pernyataan ini memiliki arti yang mendalam bahwasanya sebagai guru bukan hanya mendidik peserta didiknya agar berhasil dalam bidang akademis melainkan guru juga merupakan teladan atau contoh dari suatu karakter manusia yang baik. Meskipun di negara ini pelajaran agama ditiadakan tetapi diajarkan di keluarga masing masing. dan peserta didik dididik untuk selalu menghormati karya orang lain. dan moral disampaikan secara terpadu dengan seluruh pelajaran yang diajarkan di sekolah. dan beratus bahasa berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan yang terparah adalah membunuh peserta didiknya sendiri. Keenam hal tersebut adalah care (kasih sayang). Solusi ketiga.Napitupulu (2001) menyatakan bahwa fundamental moralitas dan etika kemanusiaan diterapkan pada setiap profesi dan pada setiap bidang upaya manusia. baik secara akademis dan secara sikap. Inilah yang disebut kehancuran pendidikan secara menyeluruh.

Adanya budaya malu untuk berbuat curang. Contoh dari karakter yang perlu diperbaiki adalah kedisiplinan. negara yang bercita -cita luhur. pemuda. Disiplin ini meliputi pelatihan dan pengajaran yang bertujuan memperbaiki tingkah laku dan moral bagi seluruh manusia yang tingg al di Indonesia. budaya. budaya. malu untuk korupsi benar benar tertanam di hati dan pikiran setiap manusia Indonesia. Bangsa Indonesia telah dikenal dengan bangsa dengan jam karetnya.dengan adanya pendidikan karakter. dan sebagainya. budaya dan moral bukan hanya generasi yang telah menjadi guru. dan di sisi lain. Tentu saja usaha ini akan menjadi isapan jempol belaka jika pemerintah ataupun stakeholder suatu sekolah tidak ikut berperanserta dalam upaya kampanye besar-besaran perlunya pendidikan moral. pemerintah dan juga stakeholder membantu dalam m eningkatkan moral. guru berusaha dengan gigih untuk memberikan teladan bagi peserta didiknya. dan karakter ataupun hanya dilakukan dalam hitunga n jari saja. dan karakter ini akan lebih bermakna jika pemerintah menjadi lokomotif penggerak dengan memberikan contoh bagi masyarakatnya. baik bagi kalangan akademisi dan juga para pelaku bisnis di Indonesia. sanitasi. dan orang dewasa yang ada di Indonesia dapat melaksanakannya dengan sebaik -baiknya. diharapkan bahwa tidak ada perkelahian antar suku. budaya. bangsa.Hal -hal yang mendasar yang kita lakukan sehari-hari sebaiknya dijadikan dasar atau pijakan dalam mengembangkan konsep disiplin yang bersifat abstrak. dan karakter bangsa Indonesia perlu diadakan kampanye besar -besaran bagi para guru di seluruh Indonesia untuk dapat kembali mendidik para peserta didiknya dengan teladan yang berdasar pada pendidikankarakter. disiplin cara hidup sehat. perkelahian antar t etangga yang hanya dibatasi oleh jalan raya. Hal ini sudah menjadi karakter yang seharusnya diperbaiki dengan segera. pelestarian lingkungan.budaya. Di satu sisi. pendidikan budaya. perkelahian antar agama. Termasuk dalam pengertian disiplin adalah disiplin kerja. Dengan demikian. tetapi hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. budaya. Disiplin nasional akan berhasil jika di setiap individu manusia yang ada didalmnya melaksanakan disiplin tersebut dengan kesungguhan hati dan memahami bahwa disiplin diri merupakan cikal bakal dari disiplin diri yang akan berimbas pada disiplin nasional yang akan membawa bangsa ini ini menuju kemajuan yang dicita-citakan. Kampanye pendidikan moral. Maka dalam rangka mempercepat usaha perbaikan moral. malu berbuat sesuatu kejahatan. malu menyontek. Melalui pendidikan karakter. Dengan demikian akan terbina budaya . tetapi juga setiap anak. dan karakter peserta didik. budaya dan moral. disiplin berlalu-lintas. Disiplin n asional perlu digalakkan dengan sungguh -sungguh dalam upaya mewujudkan masyarakat. dan moral. dan pendidikan moral yang berkelanjutan dan sungguh -sungguh akan menghasilkan watak dan manusia Indonesia yang seutuhnya. jika tidak terlambat maka dianggap bukan orang Indonesia.

Educational Psychology (3rd ed.php?action=artikel&id=997 Peranan Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Written by Syarif Hidayat Wednesday. 20 Februari 2010 Napitupulu.2001. digugu dan ditiru. Observation Skills for Effective Teaching.labschoolunj. Universitas Yang Kudambakan. Ini tercermin misalnya.). DAFTAR PUSTAKA Borich.kerja gotong . melainkan akan menjadi teladan bagi pese rta didik dan masyarakat di sekitarnya.royong dalam rangka kemajuan bersama. Washington P. Guru. bukan hanya menjadi slogan atau simbol semata. http://www. M. R. Ministry of Education. E. 1994.id/smpjkt/publikasi. karena posisi itu memiliki nilai lebih di mata masyarakat. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs: Macmillan Publishing Company Kompas.D. Unesco. Miftah. Sebagian besar orang tua zaman dulu menjadikan profesi guru sebagi idaman bagi anak-anaknya. edisi Sabtu. pada kebanyakan orang Jawa. Rich. sebutan mas atau pak guru masa itu merupakan s ebutan yang sangat .Pd. Englewood Cliffs. 2008.sch. 03 February 2010 13:42 Oleh: M. Singapore Slavin. G. Pendidikan Karakter Mendesak. 1994.

bahwa sebagian besar guru (57%) tidak atau belum memenuhi syarat. Seperti disinggung mantan Mendiknas Wardiman Djoyonegoro ketika diwawancarai sebah stasiuntelevisi. menganiaya anak didik. tahunya Cuma obat-obatan telarang. Apalagi d i desa-desa. Guru memiliki strata social yang begitu menjulan gsehingga mencucuk atap langit. dan berbagi krisis yang tengah melanda seluruh elemen bangsa ini. Tidak mengherankan kalau waktu itu setiap orng tua menginginkan anak anaknyamenjadi guru. Buntutnya. dan masih banyak kasus yang µmemilukan¶ lainnya. pendid ikan kita kurang berpengaruh langsung pada kehidupan pribadi dan watak pesrta didik. dan ini berdampak pada kemandekan kreativitas dan mutu dalam pembelajaran. wajh profesi ini sering kali tercoreng oleh sebagian oknum guru. tidak kompeten. Lihat saja. Menhadapi keadaan demikian.Keruan saja kualitas pendidikan kita jauh dari harapan dan kebutuhan. Bahkan. Dalam kehidupan sehari-hari. mengambang. kondisi lingkungan sekitar selama ini kurang kondusif bagi dunia pendidikan. profesi guru disanjung-sanjung. Sebagi contoh. Belakangan ini. krisis keteladanan. sering kita saksikan (baik melalui media cetak maupun elektronik) berbagai kejahatan yang dilakukan anak anak yang masih berusia belasan than. beberapa waktu lalu. ada guru yang memperkosa siswanya sendiri. sosok guru bias dikatakan setara dengan kaum priayi. Selain gajinya yang minim.. Persoalannya. dan tidak professional. Bahkan banyak orang tua yang ogah mendorong anaknya untuk menjadi guru. Tontonan acara-acara televise yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan usia anak -anak semakin memperburuk wajah pendidikan kita. y Peran dan Fungsi Guru Guru ataupun dikenali juga sebagai ³pengajar´. upaya peningkatan profesionalisme guru dalam dunia pendidikan merupakan langkah awal yang tidak bias ditawar. penuh wibawa dan cukup disegani. banyk guru sekarang yasng malas untuk mempelajasi semua hal yang berkaitan dengan bidangnya masing -masing. Hal itu mengingat peran guru daharapkan bias menciptakan pendidikan yang membebaskan masyarakat dari keterpurukan. banyak omong tapi otaknya ompong. tidak adil. kemiskinan. yang kreativitsnya hanya melulu di dunia hiburan. moral. ³pendidik´. sejak jaman penjajahan atu awal kemerdekan. Belum lagi profesionalisme guru di Indonesia umumnya tidak tampak. profesi guru dipandang sebagai pelabuhan terakhir dari para lulusan sekolah guru yang serba pas -pasan. dan spiritual kian merebak dimana -mana. Memang. pilih kasih. Namun hal itu berbeda sekali dibandingakn dengan posisi guru zaman sekarang.istimewa sekaligus sebutan yang mengandung makna penghormatan. dan . Diantara mereka telah menjadi generasi muda yang kerdil.

Sehinggga sebagai pendidik. sebagai pengajar dan pendidik. Proses pembelajaran (learning proses) yang dilakukannya dalam membimbing tim olimpiade fisika menuju keberhasilan di tingkat internasional bias dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran bagi guru -guru lainnya. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai contoh pengajar yang kompeten sehingga berhasil mencetak siswa -siswa yang pandai dan menguasai materi adalah Yohanes Surya. Tidak tanggung tanggung. menilai dan mengevaluasi peserta didik. percaya diri disiplin. maka harus diakui bahwa kemajuan pendidikan di bidang pendidikan sebagian besar tergantung pada kewenangan dan kemampuan staff peng ajar (guru). bermoral dan bertanggung jawab. Corak kemanusiaan yang dibangun dalam rangka pembangunan nasional kita adalah ³manusia Indonesia seutuhnya´. Guru sebagai pengajar Ialah orang yang memiliki kemampuan pedagogi sehingga mampu mengutarakan apa yang ia ketahui kepada peserta didik sehingga men jadikan kefahaman bagi peserta didik tentang materi yang ia ajarkan kepada peserta didik.³pengasuh´ merupakan tenaga pengajar dalam institusi pendidikan seperti sekolah maupun tiusyen (kelas bimbinangan) yang t ugas utamanya mendidik. Sebagai komponen sentral dalam system pendidikan. melatih. Untuk mewujudkan hal itu. jika guru tersebut benar menguasai materi dan memiliki ilmu atau teknik mengajar yang baik dan sesuai dengan karakteristik pengajar yang professional. mengajar. mengarahkan. pendidik mempunyai peran utama dalam membangun fondamen-fondamen hari depan corak kemanusiaan. Tugas mendidik adalah tugas yang amat mulia atas dasar ³panggilan´ yang teramat suci. Dapat dikatakan bahwa guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda. para siswa tidak canggung dalam menyelesaikan soal -soal yang diberikan dalam kompetisi olimpade. membimbing. . Sehingga dengan kefahaman dan kesiapan yang matang. mesti para siswa itu hanya berpendidikan SMA dan satu diantaranya berpendidikan SMP. Seorang pengajar akan lebih mudah mentransfer materi yang ia ajarkan kepada peserta didik. keteladanan dari seorang guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan. ilmu yang dipelajari selama masa bimbingan dalam beberapa aspek setara dengan pengetahuan pascasarjana. 1989:44). seorang guru harus memiliki kesadaran atau merasa mempunyai tugas dan kewajiban untuk mendidik. y Guru Sebagai Pendidik Pendidik adalah seiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi (Sutari Imam Barnado. Maka guru secara otomatis mempun yai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Begitu besarnya peranan guru sebagi pengajar dan pendidik.

biaya yang dikeluarkan setiap kali datang dan membuat persiapan mengajar mencapai Rp 45 ribu. peningkatan kesejahteraaan bisa berdampak p ositif pada usaha pemberantasan korupsi di sekolah. korupsi yang dipraktekkan guru umumnya didorong factor kebutuhan (corruption by need). sewaktu penulis mengajar di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Jakarta. dua hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu pendidikan mereka (terutama pada pre-service training atau pemantapan program pendidikan guru. Sedangkan bayaran mengajar Rp 10 ribu per jam. kr eatif. Sebagai contoh. bukan pada in training service) dan kesejahteraan mereka . cukup waktu untuk menekuni tugas profesionalnya. Gambaran tersebut memberikan penjelasan bahwa sebenarnya guru merupakan pelaku sekaligus korban korupsi. Pada satu sisi. Bank Dunia memberikan mutu guru guna memacu mutu pendidikan tidak akan berpengaruh maksimal jika kesejahteraan tidak terpecahkan (Suroso. Pendidikan Indonesia memerlukan guru yang memiliki kompetensi mengajar dan mendidik yang inovatif. Yang pertama adalah kenyataan bahwa pendapatan yang diterima guru tidak lebih besar disbanding pengeluaran untuk mendudkung proses belajar -mengajar. di sisi lain. dua posisi tersebut tidak berdiri sendiri karena yang menjadi penyebab guru melakukan korupsi adalah korupsi atau perlaku an tidak adil pejabat di atasnya. seperti menjual soal ujian a tau mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. 2002). y Korban korupsi Berkaitan dengan korupsi. total pengeluaran dalam satu bulan mencapai Rp 180 ribu (4 minggu dikali Rp 45 ribu). belum termasuk makan. padahal gaji hanya Rp 60 ri bu. Jika dihitung datang ke sekolah seminggu sekali. Setidaknya ada tiga kondisi yang bisa menjelaskan hal itu. mereka mengutip berbagai biaya ekstra dari murid. Selain itu.Pendidikan Indonesia akan maju jika staff pengajar (guru) sebagai kemampuan sentral dalam system pendidikan memiliki kualitas yang baik pula. Untuk menyiasati kecilnya gaji. Namun. Untuk mendapatkan guru yang demikian. Karena mengajar dalam semingu hanya enam jam. manusiawi. sangat menarik melihat posisi guru. seperti gaji atau honor kegiatan d ipotong tanpa alas an. Peningkatan kesejahteraan guru memiliki peran penting dalam usaha memperbaiki pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk. masyarakat menempatkan mereka sebagai actor utama di balik mahalnya biaya sekolah. total pendapatan yang diterima Rp 60 ribu setiap bulan. guru kerap dikerjai pejabat di atasnya. Sebab. dapat menjaga wibawanya di mata peserta didik dan masyarakat (menjaga ³profesionalitas conscience´) dan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Namun. Jadi .

peluang perbaikan bel um tertutup. penikmat hasil korupsi bukanlah guru. yang umumnya tidak ikut merencanakan dan mengelola keuangan. y Mutu Pendidikan Dalam rangka umum. tapi guru yang terkena getahnya. Karena itu. Stigma biang keladi korupsi di sekolah membuat citra guru jatuh di hadapan orang tua dan murid. Secara ekonomi. tapi juga bagi masyarakat umum. maupun pihak lain. Peluang tersebut sangat terbuka dengan mendorong Undang -Undang Guru sesuai dengan tujuan awal: mengangkat harkat dan derajat guru. Sebab. agar bisa melakukan korupsi. dicantumkan dalam APBS. Alternatif menutup deficit dan kebutuhan hidup adalah mencari dana ekstra dari siswa atau ngobyek di tempat lain. Penelitian Indonesian Corruption Watch pada APBS beberapa sekolah di Jakarta dan Tangerang memperlihatkan bahwa alokasi anggaran untuk guru tidak mencapai setenga h porsi untuk kepala sekolah. Hasil penelitian Indonesian Corruption Watch pada beberapa kota di Indonesia secara umum menunjukkan bahwa guru tidak mengetahui kebijakan apa saja yang digulirkan sekolah. bisa juga di pangkalan ojek. Kedua.setiap bulan deficit Rp 120 ribu. seperti kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan. baik bersumber pada pemerintah. khususnya di sector pendidikan. tapi juga keterampilan untuk menjadi contoh. bisa di sekolah. Karena itu. kecil kemungkinan menjadi aktor di balik maraknya korupsi di sekolah. Dalam konteks . guru merupakan mata rantai terlemah di antara penyelenggara pendidikan lain sehingga selalu menjadi korban mata rantai yang lebih kuat. guru sebenarnya memiliki ke pentingan ikut memberantas korupsi. Padahal keuangan sekolah. Nasibnya seperti istilah orang lain yang makan nangka. Walau undang -undang itu sudah disahkan. Dengan demikian. Padahal tuntutan profesinya bukan hanya kemahiran dalam menyampaikan materi pelajaran. apa yang mereka lakukan akan menjadi pembelajaran sangat efektif. Umumnya guru diposisikan sebagai pengajar yang bertugas mentransfer pengetahuan kepada murid. guru. baik yang tangible maupun yang intangible. guru bukan penentu kebijakan di sekolah. orang tua murid. terlebih dahulu mesti mengetahui APBS. Bahkan banyak yang mengaku belum pernah melihat bentuk anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS) di sekolahnya. sedangkan dalam penentuan kebijakan akademis apalagi financial sering diabaikan. mutu mengandung makna derajad (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa. porsi anggaran atau pendapatan yang diperoleh pun biasanya kecil. Ketiga. Usaha memberantas korupsi bisa diawali dengan perjuangan memperbaiki nasib guru sendiri. Selain guru men jadi korban obyekan atasan. tidak hanya bagi murid. Guru korup adalah guru buruk dan guru buruk tidak bisa dijadikan contoh. selain dapat mengembalikan citra.

Selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasinal maka Visi Pembangunan Pendidikan Nasional adalah ³Terwujudnya Manusia Indonesia Yang Cerdas. Sistem pendidikan yang efektif. siswa dan sarana pendukung di kelas maupun di luar kelas. Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin. Kenyataan ini terindikasi dari . akhir tahun. Beberapa indicator yang menjadi tolok ukur keberhasilan dalam pembangunan pendidikan nasional : a). efisien. Antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada hasil yang dicapai. maka mutu dalam artian hasil (output) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah. terlibat berbagai input. dan Berakhlak Mulia´. Pendidikan nasional yang merata dan bermutu. Beberapa input dan proses harus selalu mengacu pada mutu hasil (output) yang ingi n dicapai. Karena keberhasilan tersebut hanya dicapai oleh beberapa siswa saja dari jutaan siswa Indonesia yang sebagian besar dapat dikatakan kualitasnya ma sih kurang. afektif dan psikomotorik). Antara lain mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belaja r mengajar. dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta menciptakan suasana yang kondusif. c). sarana sekolah. Mutu dal am konteks ³hasil Pendidikan´ mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap akhir cawu. 2 tahun. seperti bahan ajar (kognitif. pengertian mutu. Manajemen sekolah. metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru). Produktif. ujian semester atau ujian nasional). baik konteks kurikuler maupun ekstra -kurikuler. Untuk mengetahui hasil/prestasi yang dicapai oleh sekolah terutama yang menyangkut aspek kemampuan akademik(kognitif) dapat dilakukan benchmarking (menggunakan titik acuan standar nilai). belum cukup untuk dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan di tanah air. seni atau keterampilan tambahan tertentu. dal am hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dengan kata lain. atau 5 tahun bahkan 10 tahun). baik antara guru. dan harus jelas target yang akan dicapai untuk setiap kurun waktu lainnya. Dan lain-lain. dukungan kelas berfungsi mensinkronkan berbagai input tersebut. keakraban. b). Peran serta masyarakat dalam pendidikan. Keberhasilan tim olimpiade di kancah internasio nal dalam meraih medali.pendidikan. saling menghormati. akhir semester. Dalam ³proses pendidikan´ yang bermutu. Mutu Pendidikan Indonesia Pembangunan Pendidikan Indonesia mendapat roh baru dalam pelaksanaanya sejak disahkannya Undang -Undang No 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. baik dalam lingkup subtansi yang akademis maupun non akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran. kebersihan dan lain-lain. tanggung jawab sekolah dlam school based quality improvent bukan hanya pada proses. Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (studen t achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis (misal : ulangan harian. Dapat pula prestasi di bidang lain seperti prestasi di suatu cabang olahraga. Akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah.

Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memilki peran antara lain : (a) sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan. dan bertnggung jawab. Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah Benarkah guru sebagai penentu keberhasilan pendidikan Indonesia?. y Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda. rencana inovasi. Sedangkan kita lihat negara -negara lain seperti Malaysia memakai standar nilai kelulusan 6 dan Singapura 8 dan posisi Indonesia hanya sebanding dengan Filipina (Koran Tempo. ada seorang siswa yang sering menjuarai berbagai olimpiade sampai tingkat Nasional. Di sisi lain ada seorang siswa yang kurang baik . (d) sebagai factor kunci. maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. dan gagasan pendidikan yang ditetapk an untuk mewujudkan perubahan system pendidikan.25. SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain -lain. disiplin. dan Matematika) nilai kelulusan yang ditetapkan minim al 4. orang yang membina di sini peran guru dikebirikan. sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yan g membmbing. (f) sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. mengandung arti bahwa semua kebijakan.standar nilai kelulusan (dalam ujian nasional yang masih diperdebatkan keberadaannya) dari tiga mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia. tetapi cukup ditentukan dengan hasil UN selama 2 jam yang sudah ditentukan standar nilai minimumnya. percaya diri. (c) penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang ben ar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan YME. timbullah suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional. Mencermati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia. Beberapa kasus terjadi. Suatu hal yang tidak logis untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek saja yaitu aspek kognitif. (b) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan). (e) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler. terutama menyangkut masalah standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP. dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Bahasa Inggris. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar. 17 Juli 2006). sebagai pengajar dan pendidik. (g) sebagai pemonitor praktek profesi. berperilaku baik dan santun namun pada saat kelulusan ia dinyatakan tidak lulus.

namun ia mendaat nilai tertinggi saat kelulusan. dkk. disiplin. Sungguh ketidak adilan dalam hal ini sangat menonjol. r encana inovasi. factor kesejahteraan. (c) penentu mutu h asil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang benar -benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan YME. dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. dll. sedangkan materi lain dan keaktifan serta intelektual siswa lainnya yang menyangkut aspek afekti dan psikomotorik siswa tidak dinilai. mengandung arti bahwa semua kebijakan. kurikulum. Pengantar Ilmu Pendidikan . dan bertnggung jawab.dalam berperilaku. (e) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler. (f) sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. guru memiliki peran antara lain : (a) sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan. Pepatah ini dapat memberi kita pemahaman bahwa betapa besarnya peran guru dalam dunia pendidikan pada saat masyarakat mulai menggugat kualitas pendidikan yang dijalankan di Indonesia maka akan banyak hal terkait yang harus dibenahi. Yogyakarta : FMIPA UNY Rozali Ritonga . (g) sebagai pemonitor praktek profesi. ³Guru kencing berdiri murid kencing berlari´. 2006 . dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan system pendidikan. Menyongsong Kurikulum Pendidikan 2009/2010 . Secara umum guru merupakan factor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. sisitem pendidikan. Jadi peran guru sebag ai pengajar sekaligus pendidik disini kurang menentukan hasil pendidikan jika tolok ukurnya masih demikian. sering bolos dan tidak sopan. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan professional. kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen). Di sinilah permasalahan pendidikan di Indonesia yang memunculkan suatu pertanyaan terhadap kelulusan siswa yang hanya ditentukan oleh 3 materi Ujian Nasional. Masalah sarana dan prasarana pendidikan. (d) sebagai factor kunci. DAFTAR PUSTAKA Sumitro. . dll. Kesimpulan Dalam peningkatan Mutu Pendidikan. (b) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan). percaya diri. 2006 .

2004 .kompascom/ ± selasa. Tantangan Profesionalisme Guru Masa Depan . http://www.com/artikel/56-peranan-guru-terhadap . Jakarta : Tempo Interaktif http://www. 17 Oktober 2006.klik-m.Jakarta : Tempo Interaktif Naniek Setijadi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful