Guru Efektif

LDK STAI Siliwangi Bandung | | 11 comments

Tidak Sedikit dalam melaksanakan tugasnya, para guru kerap menghadapi berbagai kendala yang menghambat proses pembelajaran. Terhadap kendala-kendala yang muncul ini, ada guru yang dapat mengatasinya dengan baik, tetapi tidak sedikit pula guru yang tidak mampu mengatasinya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor eksternal. Bahkan, mungkin kita sering menjumpai proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang tidak mencapai sasaran dan tujuan pembelajaran. Kenapa demikian??? Apapun alasan dan penyebab yang menimb ulkannya, proses pembelajaran yang tidak mencapai sasaran, dapat dikatakan sebagai pembelajaran yang tidak efektif. Dan salah satu penyebab hal tersebut adalah karena gurunya tidak efektif. Bagaimana seorang guru yang efektif itu???« Menurut Michael Marland, seorang guru dapat dikatakan efektif apabila ia memiliki sikap pebuh perhatian dan pantang menyerah, penjelasannya mudah dipahami, serta mampu mengelola kelas dengan baik. Sementara Clara R. Puji Jogyanti berpendapat bahwa guru efektif adalah guru yang dapat meningkatkan seluruh kemampuan siswa ke arah yang lebih positif melalui pengjarannya. Dan menurut Drs. Sukadi berpendapat bahwa guru efektif adalah guru yang mampu mendayagunakan (empowering) segala potensi yang ada dalam dirinya dan di luar diri nya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Melihat beberapa pandangan tersebut, maka untuk menjadi seorang guru efektif dituntut selalu mawas diri dan terus melakukan perbaikan perbaikan kompetensi. Oleh sebab itu, untuk menjadi guru efektif perlu waktu, usaha, dan kerja keras yang diiringi dengan tekad yang kuat dan semangat pembaruan. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah menjadi guru efektif. http://www.ldkstaisiliwangi.co.cc/2010 /03/guru-efektif.html

Guru Kreatif. Creative Teacher

Siswa sebagai subyek pembelajaran. Learning empowers students.
2 peran guru profesional saat ini http://gurukreatif.wordpress.com/2010/02/01/2 -peran-guru-profesionalsaat-ini/

omah kucink Minggu, 21 Maret 2010 PERANAN GURU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN DEWASA INI oleh joko hadi yantoko

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Guru adalah tokoh penting dalam pendidikan, jika dilihat dari beberapa segi bahasa ³guru´ mempunyai beberapa arti. Bahasa India yang dimana guru mempunyai arti orang yang mengajarkan tentang kelepasan dari sengsara. Dalam tradisi agama Hindu, guru dikenal sebagai µmaha resi guru¶, yakni para pengajar yang bertugas untuk menggembleng para calon biksu. Sedangkan dalam bahasa Arab, kata ³guru¶ mempunyai arti yang bertugas memberikan ilmu dalam majelis taklim. Namun pada umumnya orang tidaklah sulit untuk mengartikan guru, secara akademis guru adalah seseorang yang memiliki tugas sebagai fasilitator agar siswa dapat belajar dan atau mengembangkan potensi dasar dan kemampuannya secara optimal. Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Jika dikaitkan pembahasan tentang

kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Dalam menghadapi tanatangan zaman, guru juga harus mampu untuk menjawab tantangan tersebut. Maka guru harus punya cara untuk itu, tantangan yang muncul adalah bagaiamana menjadi seorang motivator, dan guru juga harus menguasai teknologi, dan guru juga harus punya masalah dalam kependidikan. Rumusan Masalah 1. Bagaimana peran guru dalam membangkitka n motivasi belajar siswa ? 2. Bagaimana guru meningkatkan pendidikan dengan bantuan tehknologi ? 3. Bagaimana guru dalam menghadapi Problematika sistem pendidikan ? BAB II PEMBAHASAN A. Usaha Guru Untuk Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberika n arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. ‡ Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. ‡ Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya

Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. 6.Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Membentuk kebiasaan belajar yang baik membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok . Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. 7. 5. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian.lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. 3. Di samping itu. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. 4. Tentunya pujian yang bersifat memba ngun. sebagai berikut: 1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. 2. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi.

Setelah mengambil training2 tersebut. hal yang pertama kali saya harus lakukan adalah mengambil training2 melalui materi2 rekaman Laser Disk. Media atau alat peraga pembelajaran. juga melalui sistem yang serba online. Biaya yang dikeluarkan perusahaan juga . Menggunakan metode yang bervariasi.Lembar kerja siswa. Lemba r obserfasi pembelajaran. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran Peran guru sebagai perncana (planner) pada tahap ini melakukan identifikasi masalah yang ada dikelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Meningkatkan pendidikan dengan bantuan tehknologi Pendidikan di Indonesia adalah salah satu yang termahal di dunia. Sehingga sangat masuk akal jika hal ini dilirik pelaku2 bisnis. Saya ingat. dan 10.9. Contohnya saja sewaktu saya bekerja di IBM tahun 1990-1995 dulu.selanjutnya disusun dan dikemas dalam suatu perangkat pembelajaran yang terdiri atas: Rencana pembelajaran. Laser Disk ini berisi rekaman2 video dari para pakar di IBM. belum tentu juga biaya yang makin mahal berarti pendidikan yang makin bagus. saya dipersilahkan mengambil ujian bersertifik at. Jadi sungguh kasihan anak-anak Indonesia saat ini yang orang tuanya tidak mampu.Parahnya lagi. Petunjuk pelaksanaan pambelajaran. Instrumen penilaian pross hasil pembelajaran. servernya terletak di Lexington. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak pihak yang mulai membisniskan pendidikan ini. angkanya tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada.Cara training dan ujian seperti itu sa ngat efektif. mutu pendidikan yang baik tidak selalu identik dengan harga yang mahal. sedangkan saya sendiri mengerjakan soal2 ujian tersebut di salah satu sudut di gedung Landmark A (ini gedung tempat IBM berdiri) . Memang jika dilihat dari jumlah anak2 di Indonesia. karena saya tidak perlu buang2 waktu untuk travelling. B. Padahal pendidikan yang baik adalah kunci kelak di saat mulai terjun ke dunia pekerjaan. Sebenarnya. Urusan pendidikan menggunakan media IT sebenarnya sudah jamak dilakukan di perusahaan2 maju. Salah satuny a adalah dengan mendayagunakan IT (Information Technology) untuk mendongkrak mutu sekolah2 di Indonesia.

ekonomi. jika diterapkan pada sekolah. pertahanan-keamanan. agama. Aspek politik. i.menjadi minimum. kecerdasan. g.19/2005 antara lain dalam pasal 6 yang menyebutkan:1) kurikulum untuk jenis pendidikan umum. C. dinamika perkembangan global. peningkatan iman dan takwa. keragaman potensi daerah dan lingkungan. ayat (2). . Gambaran pendidikan sebagai sebuah subsistem adalah kenyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang berjalan dengan dipengaruhi oleh berbagai aspek eksternal yang saling terkait satu sama lain. dan peserta didik. Apalagi jika materinya dikemas dengan baik dan menarik. sosial-budaya. h. Cara2 tersebut.20/2003 dalam Pasal 36 tentang Kurikulum menyebutkan: (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. sehingga dalam rangkaian input -prosesoutput pendidikan. peningkatan potensi. Sedangkan pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks menunjukan bahwa pendidikan di dalamnya terdiri dari ber bagai perangkat yang saling mempengaruhi secara internal. (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memp erhatikan: a. e. saya sangat yakin bahwa hasilnya juga akan sangat bagus. kewarganegaraan dan akhlak mulia. f. Struktur kurikulum yang ditetapkan berdasarkan UU No. begitupun sebaliknya. teknologi. c. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. b. tuntutan dunia kerja. potensi daerah. Menghadapi Problematika sistem pendidikan Dalam memetakan masalah pendidikan maka perlu diperhatikan realitas pendidikan itu sendiri yaitu pendidikan sebagai sebuah subsistem yang sekaligus juga merupakan suatu sistem yang kompleks. d. berbagai perangkat yang mempengaruhinya tersebut perlu mendapatkan jaminan kualitas yang layak oleh berbagai stakeholder yang terkait. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. bahkan ideologi sangat erat pengaruhnya terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. peningkatan akhlak mulia. perkemb angan ilmu pengetahuan. Dalam PP No. dan minat peserta didik. dan seni. kejuruan. dan j.

Sedangkan dalam pasal 54 disebutkan pula (1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. (2) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. serta kemampuan berkomunikasi. Berdasarkan pasal-pasal di atas.ilmu pengetahuan dan teknologi. 6). keluarga. sehingga jika salah satunya tidak berjalan dengan baik maka dapat mempengaruhi keberlangsungan pendidikan itu sendiri. atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis. Seperti halnya perusahaan. Pendidikan dijadikan sebagai jasa komoditas. kelompok. organisasi profesi. Kecakapan berhitung. (2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber. Kurikulum dan silabus SD/MI/SDLB/Paket A. pengusaha. yang dapat diakses oleh masyarakat (para pemilik modal) yang memiliki dana dalam jumlah besar saja. estetika. Masyarakat dan lingkungan tempat tinggal merupakan bagian yang terintegrasi dengan siswa sebagai peserta didik. terlihat bahwa tanggung jawab penyelenggaraan pe ndidikan nasional saat ini akan dialihkan dari negara kepada masyarakat dengan mekanisme BHP yaitu adanya mekasnisme Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada tingkat SD -SMA dan Otonomi Pendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi.20/2003 Pasal 53 tentang Badan Hukum Pendidikan bahwa (1) Penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masy arakat berbentuk badan hukum pendidikan. Berlangsungnya sistem ekonomi kapitalis di tengah -tengah kehidupan telah membentuk paradigma pemerintah terhada p penyelenggaraan pendidikan sebagai bentuk pelayanan negara kepada rakyatnya yang harus disertai dengan adanya sejumlah pengorbanan ekonomis (biaya) oleh rakyat kepada negara. jasmani. Proses pendidikan yang sebenarnya tentu melibatkan peranan keluarga. olahraga dan kesehatan. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. dan organisasi k emasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Hal ini dapat dilihat dalam UU Sisdiknas No. dan pengguna hasil pendidikan. (3) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berprinsip nirlaba dan da pat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). pelaksana. lingkunga n-masyarakat dan sekolah. Yanti Mukhtar menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan de ngan .

guru harus dipersiapkan benar-benar untuk menghadapi tantanagan dunia pendidikan yang semakin maju.35% -87. Kenyataan yang menunjukan bahwa penyelenggar aan pendidikan di Indonesia merupakan jasa komoditas adalah data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63. maka guru harus dapat menguasi tehknologi yang ada agar dapat mengembangkan kemajuan pendidikan. antara yang kaya dan miskin. Dengan dukungan kemajuan tekhnologi. BAB III KESIMPULAN Dalam peranannya seorang guru tentunya juga harus mempunyai bekal agar dapat melewati rintangan dalam dunia pendidikan.65% dari biaya pendidikan total . Indonesia hanya menyediakan 62. Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004.menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu.5 Juta.75% dari biaya pendidikan total. Selain itu. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Dengan begitu. yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung. persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah. Akibatnya. Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka. Dan dengan untuk menciptakan guru profesional pada masa kini pemerintah telah menyiapkan beberapa sistem dimana sistem ini juga mempunyai kelemahan dan kelebihan. Pada masa dahulu guru dipandang sebagai penyebar ilmu saja namun setelah berkembangnya tentang kegu ruan maka pada masa kini guru tidak hanya sebagai pemberi materi namun . Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se -Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1. misalnya saja sertifikasi.8% dari keperluan dana penyelenggaraan pend idikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%. Untuk menciptakan guru yang baik maka guru harus disiapkan secara matang. beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12.22% 36.

blogspot. dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga . maka tugas pertama berka itan dengar logika dan estetika. tugas manusiawi. PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN TUGAS GURU Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional. http://omahkucink. Maka dengan begitu citra guru secara konvensional akan hilang dengan sen dirinya. Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik -baiknya. Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup.juga aspek lain yaitu sebagai motivator.html V. yang akan memberi motivasi atau dukungan agar siswa lebih giat belajar. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan ked ua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu.com/2010/03/peranan -guru-dalammenghadapi-tantangan. Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT 4. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan sehar usnya diketahui oleh anak. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas.

apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. pilihan nilai hidup dan praktek -praktek komunikasi. oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator. oleh karena anak didik ini tidak akan hidup mengasingkan diri. Selanjutnya. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabatan. turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. bertitik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik. membuatnya menjadi terpelajar. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. nyanyian). Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. dan tugas kemasyarakatan. pembinaan prajabatan melalui pendi dikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. tugas manusiawi. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. aspek yang kedua mendidiknya . tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya.negara yang baik. tugas profesional. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. atau melalui simbul -simbul dan tanda tanda yang biasanya disebut rumus-rumus. Ketiga tugas ini jika dipandang dari segi anak didik maka guru harus memberikan nilai-nilai yang berisi pengetahuan masa lalu. Kita mengetahui cara manusia berkomunikasi dengan orang lain tidak hanya melalui bahasa tetapi dapat juga melalui gerak. yaitu melatih mahas iswa. artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. dapat melalui warna dan garis -garis (lukisan-lukisan). pilihan hidup dan praktek komunikasi. Pengetahuan yang kita berikan kepada anak didik harus mampu membuat anak didik itu pada akhimya mampu memilih nilai -nilai hidup yang semakin komplek dan harus mampu membuat anak didik berkomunikasi dengan sesamanya di dalam masyarakat. melalui bentuk berupa ukiran. melalui suara (lagu . namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama. berupa tari -tarian. masa sekarang dan masa yang akan datang. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas profesional.

Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya. Oleh karena mengajar dan pekerjaan dokter merupakan art (kiat). sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendininya menjadi manusia yang berbudaya. padahal ilmu yang diberikan sama. kiranya perlu dikemukakan mengapa guru itu harus menjadi rnanusia berbudaya. akan tetapi orang yang terdidik dan terpelajar tidak dengan sendirinya berbudaya. Untuk menyiapkan guru yang juga manusia berbudaya ini tergantung 3 elemen pokok yaitu : 1. Ini bukan berarti bahwa seseorang yang menguasai ilmu pengetahuan dengan baik dapat menjadi guru yang baik. 2. Mengapa perlu pemagangan. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendininya orang menjadi berbudaya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam. teknik untuk . Karena art tidak dapat diajarkan adalah te knik mengajar. Tetapi sebaliknya biar bagaimanapun mahirnya orang menguasai seni mengajar (art of teaching). Orang yang disiapkan menjadi guru ini melalui prajabatan (initial training) harus mampu menguasai satu atau beberapa disiplin ilmu yang akan diajarkannya di sekolah melalui jalur pendidikan. karena mengajar seperti juga pekerjaan dokter adalah seni. 3. Oleh kanena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. oleh karena biar bagaimanapun mengajar adalah seni. selama ia tidak punya sesuatu yang akan diajarkannya tentu ia tidak akan pantas dianggap menjadi guru. Tidak mungkin seseorang dapat dianggap sebagai guru atau tenaga kependidikan yang baik di satu bidang pengetahuan kalau dia tidak menguasai pengetahuan itu dengan baik. Maka mengingat pend idikan ini sebagai pembinaan pra jabatan yaitu di satu pihak mempersiapkan mereka untuk menjadi guru dan di lain pihak membuat mereka menjadi manusia dalam artian manusia berbudaya. juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Sehingga ada istilah yang populer di dalam masyarakat tentang dokter yang bertangan dingin dan dokter yang bertangan panas.menjadi manusia yang berbudaya. Pendidikan terhadap guru atau tenaga kependidikan dalam dirinya seharusnya merupakan satu pengantar intelektual dan praktis kearah karir pendidikan yang dalam dirinya (secara ideal kita harus mampu melaksanakannya) meliputi pemagangan. ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. paling tidak pendidikan formal. Jadi bagi guru -guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum. Memang lebih mudah membuat manusia itu berbudaya kalau ia terdidik atau terpelajar. maka diperlukan pemagangan. jadi pendidikan dapat berfungsi melaksanakan hakikat sebagai bagian dari kebudayaan kalau yang melaksanakannya juga berbudaya.

hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga . tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan -aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. bebas dari orang tua. (3) pengajar dan pembimbing.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Untuk ini orang harus aktif mempelajarinya dan mempelajari kiat ini harus melalui pemagangan dengan jalan memperhatikan orang itu berhasil dan mengapa orang lain tidak berhasil. hasil belajar yang b erkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritu al. (4) pelajar (learner). Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. PERAN GURU WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer). mengapa yang satu lebih berhasil. dan orang dewasa yang lain. (2) model. pemilihan jabatan.kedokteran. (6) pekerja administrasi. persiapan. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran -peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter). Setiap guru h arus memberikan pengetahuan. Akan tetapi kalau kiat ini tidak dapat diajarkan bukan berarti tidak dapat dipelajari. begitu dapat diajarkan diakalau menjadi teknik. moralitas tanggungjawab kemasyarakatan. orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. bangsa dan negara. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kese hatan jasmani. Segala sesuatu yang kita anggap kiat. mengapa yang lain kurang berhasil. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai . pengetahuan dan keterampilan dasar. (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma -norma yang ada. maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila.

h tml . Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_154. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. Peran guru sebagai pelajar (leamer). mempunyai pengetahuan dan keterampil an dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. http://pakguruonline. tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya.pendidikan. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru sebagai administrator. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional.

Dalam bahasa Indonesia. melatih.11. Pengertian Pengertian guru sangat banyak makna dan arti. (1989) berasumsi guru adalah seseorang yang pekerjaanya mengajar orang lain. tetapi artinya harafiahnya adalah ³berat´ adalah seorang pengajar suatu ilmu. menilai.engertian Peran Guru Dalam Pendidikan 25. membimbing.2009 by pengertian Category Makalah. dan mengevaluasi peserta didik. Kata mengajar dapat kita tapsirkan misalnya : . Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru. guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. ada yang bilang juga arti guru di gugu terus ditiru yang dalam bahas Indonesia artinya adalah dipercaya dan di contoh. McLeod. mengajar.

1.Secara konstitsiona l. Dalam hal ini kepribadian adalah karakter atau identitas. Menurut tinjauan psikologi. dan yang ketiga bertindak sebagai pengamat.Mengenai pentingnya kepribadian guru. 2. dan pendidikan menengah. guru juga berperan sebagai panutan.kepribadian berarti sipat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatanya yang membedakan dirinya dari yang lain. Breen dan Candlin dalam Nunan(1989:87) mengatakan bahwa peran guru adalah sebagai fasilitator dalam proses yang komunikatif. McLeod (1989) mengartikan kepribadian (personal ity) sebagai sipat yang khas yang dimiliki oleh seseorang. bertindak sebagai partisipan. faktor penting dalam proses belajar mengajar adalah guru.ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menngah) . pendidikan dasar.guru hendaknya berkepribadianh Pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan YME. Dalam definisi yang lebih luas. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal.disamping itu dia harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar. Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaanya utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3) Selain siswa. Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitip). Kepribadian Guru Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Dr Zakiah Dardjat ( 1982) menegaskan : Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pe ndidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Guru sangat berperan penting dalam menciptakan kelas yang komunikatif. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah .Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu.seorang psikolog terkemuka Prof. Menanamkan nilai dan keya kinan kepada orang lain (afektip) Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal. Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik) 3. setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan. . Kompetensi Profesionalisme Guru.Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain.Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas.1988). Fleksibilitas kognitif 2.Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis.yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain.Jadi kompetensi guru a dalah merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban ±kewajibanya secara bertanggung jawab dan layak.maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar.dan lingk ungan pendidikan tempatnya bekerja.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa.. Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.1990) Keterbukaan Psikologis pribadi guru.teman sejawat.Disamping itu ia juga memiliki empati. Selain kemampuan kompetensi juga berarti keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Kompetensi Pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Keterbukaan Psikologis pribadi guru.dan melakukan atau menghindari sesuatu (Heger & Kaye.1.Selain itu ia juga mempunyai resis tensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan. Keterbuksaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa. Contohnya jika seorang muridnya di ketahui se dang mengalami kemalangan. Hal lain yang menjadi paktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.Berpikir kritis adalah berpikir dengan p enuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu.(Reber.

Berinteraksi dan Berkomunikasi · Berinteraksi dengan rekan sejawat demi pengembangan kemampuan professional · Berinteraksi dengan masyarakat sebagai pengemban misi pendidikan c. Melaksanakan Administrasi Sekolah · Mengenal administrasi kegiatan sekolah · Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah e. Mengembangkan Kepribadian · Bertqwa kepada Allah SWT · Berperan akkif dalam masyarakat · Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru b. Jenis Kompetensi 1. Melaksanakan penelitian Sederhana Untuk Keperluan Pengajaran · Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah · Melaksanakan penelitian sederhana 2. Kompetensi Profesional 1. Kompentensi Pribadi a. Menguasai landasan kependidikan · Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional . Melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan · Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar · Membimbing murid yang berkelainan dan berbakat khusus d. Kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya.Intinya.

2. Melaksanakan program pengajaran · Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat · Mengatur ruangan belajar · Mengelola interaksi belajar mengajar 1. 3. Kemampuan guru dalam merencanakan program be lajar mengajar. Kemampuan guru dalam melaksanakan dan memimpin/mengelola proses belajar mengajar. 4. Profesionalsime . · Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Kemampuan guru dalam menguasai bahan pelajaran. Menyusun program pengajaran · Menetapkan tujuan pembelajaran · Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran · Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai · Memilih dan memanfaatkan sumber belajar. 1. 1.· Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat. Kompetensi guru yang diteliti meliputi empat kategori. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan · Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran · Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Menguasai bahan pengajaran · Menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dari menengah · Menguasai bahan pengajaran. 1. 1. Kemampuan dalam menilai kemajuan proses belajar mengajar.

Profesionalsime sendiri berasal dari kata profesus (bahasa latin). yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik. Profesionalisme guru yang dimaksud dalam skripsi ini adalah guru Fiqih yang profesional. Jadi. Adapun guru profesional itu sendiri adalah guru yang berkualitas. guru dituntut memiliki seperangkat kemampuan (kompetensi) yang beraneka ragam. Namun sebelum sampai pada pembahasan kompetensi ada beberapa syarat profesi yang harus dipahami terlebih dahulu. Disiplin 2. nilai. Rajin dan antusias 4. dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa. Berorientasi pada kualitas 3. seorang professional harus telah siap untuk menghadapi semua masalah dan menyelesaikannya dengan baik Ada yng mengatakan bahwa Profesional ad alah suatu bidang pekerjaan yang memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Rasional 7. Profesionalisme guru merupakan kondisi. Pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu. yang berarti siap tampil di depan publik. Dalam melakukan kewenangan profesionalismenya. arah. Dengan kata lain sebuah profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya. Seorang yang memiliki predikat professional memiliki ciri -ciri yang selalu melekat dalam pikirannya. Ciri-ciri professional tersebut adalah sebagai berikut: 1. Jadi untuk tampil di depan umum. dan tercermin dalam tingkah laku dari para professional. berkompetensi. Berpikir positif 5. Etis . guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi sebagai sumber kehidupan. Fleksibel 6. tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Yang dimaksud dengan terdidik dan terlatih bukan hanya memilki pendidikan formal tetapi juga harus menguasai berbagai strategi a tau teknik dalam KBM serta landasan-landasan kependidikan seperti tercantum dalam kompetensi guru dalarn uraian selanjutnya.

Kompetensi profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan Guru dalam penguasaa n materi pelajaran secara luas dan mendalam. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam 2. Ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru. 4. yaitu : 1. 3. maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus sebagai berikut: 1. dan lebih baik. Jadi untuk menjadi seorang yang professional. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya 5. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya. Kemampuan akademik tersebut antara lain. Mengingat tugas guru yang demikian kompleksnya. Menuntut tingkat pendidikan keguruan yang memadai. Kompeten 9. Sertifikasi sebagai sebuah sarana Tujuan sertifikasi guru adalah: · Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen . kita harus merubah secara terus-menerus kebiasaan kita. memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu. dinyatakan bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi professional. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupannya. jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai. Yang dimaksud dengan penguasaan materi secara luas dan mendalam dalam hal ini termasuk penguasaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai pendukung profesionalisme Guru. Strategis Semua ciri tersebut memiliki hubungan dengan kebiasaan kita sehari -hari. mencapai yang lebih baik.8. Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru adalah bisa didasarkan kepada P eraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru.

Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas. 3. Pelatihan dan sarana Kamudian Apa Peran Guru dalam Proses Pendidikan? Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. 4.· Pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional · Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan · Meningkatkan martabat guru · Meningkatkan profesionalitas guru Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut. · Melindungi profesi guru dari praktik -praktik yang tidak kompeten. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat . Peningkatan kesejahteraan yang nyata 5. Jenjang karir yang jelas 4. yang dapat merusak citra profesi guru. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik. 6. seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. Perlunya perubahan paradigma 3. · Meningkatkan kesejahteraan guru 2. Kurangi beban guru dari tugas -tugas administrasi yang sangat menyita waktu. dalam proses interaksi dengan sasaran didik. Transformator (penterjemah) sistem -sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya. 5. Gaji yang memadai. · Melindungi masyarakat dari praktik -praktik pendidikan yang tidak Berkualitas dan tidak prof esional. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. 2. 7.

Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah. 2. dalam konteks proses b elajar mengajar di Indonesia. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. memimpin. di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). yang harus dapat menciptakan situasi. Sementara itu di masyarakat. Di sekolah. diri pribadi ( self oriented). di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person). menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik. harus membantu pemecahannya (remedial teaching).. keluarga dan masyarakat. Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. menggerakkan. merangsang. Lebih jauh. prognosa. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre -teaching problems). dan agen masyarakat (social agent). guru berperan sebagai : . konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). pengelola pembelajaran. guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). Di lain pihak. menganalisa. baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. dan dari sudut pandang psikologis. melakukan diagnosa. penilai hasil pembelajaran peserta didik. 3. baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik. Guru sebagai pelaksana (organizer). pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. Sedangkan dalam keluarga. guru berperan sebagai perancang pembelajaran . Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel). Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. penemu masyarakat (social inovator). Selanjutnya. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. yang mencakup : 1. Moh.dipertanggungjawabkan. berdasarkan kriteria yang ditetapkan. serta Tuhan yang menciptakannya). dan kalau masih dalam batas kewenangannya. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana.

dan penilai pendidikan. Pekerja sosial (social worker). yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pakar psikologi pendidikan. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Pembentuk kelompok (group builder). artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan b agi membuat suatu hal yang baik. Pelajar dan ilmuwan. Wakil masyarakat di sekolah. 3. 4. Pengambil inisiatif. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. 4. dan . artinya guru b erperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan. Pelaksana administrasi pendidikan. 2. yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. dan 5. yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. 3. Penterjemah kepada masyarakat. Penegak disiplin. Orang tua. model keteladanan. guru berperan sebagai : 1. pengarah. 3. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. seorang guru berperan sebagai : 1. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidik an. Di pandang dari segi diri -pribadinya (self oriented). Dari sudut pandang secara psikologis. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Pemimpin generasi muda. 2. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations). artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. dan 7. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. Catalyc agent atau inovator. yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. Seorang pakar dalam bidangnya.1. 5. 4. yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. 6. 2.

guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yan g dilaksanakannya. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). dan lain-lain. namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Artinya. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. pengelolaan ba han belajar. orang tua maupun masyarakat. http://pengertian. Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran. jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran. Sementara itu. ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik. Begitu juga. Kalau hal ini terjadi. guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. interaksi peserta didik dengan sesamanya. prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran. disiplin peserta didik di kelas. sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif. berkembang. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik.baru2. seperti : tata letak tempat duduk. Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). dengan dukungan hasil pe nelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun. disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung. guru bukan satu -satunya orang yang lebih pandai di tengah tengah peserta didiknya. pengelolaan sumber belajar. berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut. Disamping itu. Sejalan dengan tantangan kehidupan global. ia akan terpuruk secara profesional. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.html . lingkungan belajar. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu -satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh.5. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat. Di masa depan. interaksi peserta didik dengan guru.net/pengertian -peran-guru-dalam-pendidikan.

kualitas guru berdasarkan jenjang pendidikannya atau kelulusannya (SPG/PGA. salah satu problem besar pendidikan adalah masalah moral dan akhlak sebagai diantara tujuan utama pendidikan. kelompok guru berdasarkan bidang studi yang diasuhnya (misalnya guru IPA. dewan sekolah bahkan oleh murid sendiri. Kedua. guru matematika. 2007 y y In: Ajaran Tentang Hubungan Guru dan Murid Comment! Dalam dunia pendidikan dan dalam buku -buku tentang pendidikan dan keguruan selama ini. Secara profesional.Jenis-jenis Kualitas Sikap Mental Guru Posted by: Moeflich on: November 20. 1. klasifikasika guru tidak hanya yang disebut di atas. D2. klasifikasi guru sejauh ini paling tidak baru dibuat baru di sekitar dua hal: Pertama. Misalnya. Jenis-jenis sikap berdasarkam karakter mental ini memiliki pengaruh penting terhadap keberhasilan guru dalam mengajar. akhirnya menjadi guru yang kesasar. Tipe ini adalah mereka yang tidak memiliki mental guru tapi terpaksa menjadi guru. guru IPS dst). Guru Sasar Guru sasar adalah guru yang tidak sesuai antara statusnya sebagai guru dengan perilakunya. guru mismatch (latar pendidikan dengan bidang studi) adalah termasuk guru sasar terutama bila dirasakan murid tidak membawa kemajuan dalam memahami pelajaran. guru agama. tidak punya pekerjaan lain dan seterusnya. antara seruan dan sikapnya sendiri. Disebut guru sasar karena tidak nyambung antara latar belakang pendidikan dengan . Tulisan ini menguraikan lima jenis guru berdasarkan kualitas sikap mentalnya dalam mengajar. Guru sasar terpaksa menjadi guru daripada menganggur. Sesungguhnya. Klasif ikasi jenis-jenis guru sepert ini dampaknya hanya pada penguasaan materi pendidikan. Padahal. Klasifikasi karakter mental guru ini bisa diawasi oleh pimpinan sekolah. D3. bukan membawa kemajuan terhadap murid -muridnya tapi malah memberikan da mpak buruk dan menyesatkan. pengawas. Guru yang tidak mencerminkan dirinya sebagai guru. akhlaknya kurang baik dan tidak memiliki sifat seorang pendidik. Hasilnya. Tidak sesuai juga antara kata -katanya dengan perbuatannya. Sarjana).

pekerjaannya sebagai guru. Namun demikian. Lebih buruk dari g uru makelar adalah guru yang kesukaannya mendiktekan pelajaran untuk dicatat secara pasif oleh murid-muridnya. atau mempunyai mental guru. Ia menjadi ³makelar´ ilmu orang lain. tidak punya refleksi. manfaat tidaknya. tetapi berbakat jadi guru. bukan pendapatnya sendiri yang . (2) Rajin dan tekun mengembangkan diri untuk menjadi guru yang baik sehingga ia mampu mengajar dengan baik. Dia senang kalau sudah berceri ta tentang pengalamannya. ujung ujungnya tidak punya pendirian. karena disebabkan beberapa hal: (1) Tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan. senang membimbing. kelebihankelebihannya di depan murid -muridnya. relevan tidaknya kesenangan menceritakan diri dengan pelajaran yang sedang dibahas di kelas. mengerjakan tugasnya dengan baik. sopan dan ramah karena dia merasa sebagai guru. Dia melakukan sikap-sikap keguruan dan kependidikan karena dia merasa dirinya sebagai guru. Guru Bayar Guru yang melakukan fungsi pendidikan karena dia dibayar oleh status. Dia berlayar dalam pengalamannya. pengalaman-pengalamannya. kehebatan -kehebatannya. tuntutan profesional tetap mengharuskan seorang guru harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan apa yang diajarkannya. jarang memiliki pendapat sendiri. Ada satu-dua kasus guru mismatch berdampak positif terhadap kemajuan murid dan sekolah. ³tujuannya´ adalah pengumuman bahwa dia hebat dst. bersikap manis. Status guru membentuknya seperti itu. Banyak mengutip pendapat orang lain tapi tidak kritis. 4. tanpa dia sendiri menyadarinya. Misalnya. pekerjaan atau lingkungannya sebagai guru. peranan. mengarahkan dsb. bertanggung jawab sebagai guru dsb. Sikap -sikap baik tersebut bukan lahir dari sikap mentalnya sendiri. Hal itu dilakukan tanpa berfikir penting tidaknya. 2. Ketika tidak menjadi guru sikapnya berubah. 3. menghapal dan menyebutkan pendapat -pendapat orang. Guru Makelar Guru yang kemampuannya lebih pada mengutip -ngutip pikiran orang. bertutur baik. Guru Layar Guru yang kesenangannya menceritakan kemampuan -kemampuannya. Kuat dalam hafalan tapi kurang memiliki fikiran dan pendapat sendiri. berpenampilan rapih.

Mental guru besar lah yang akan mel ahirkan murid-murid yang sukses dan generasi muda yang berakhlak mulia yang selama ini didambakan oleh orang tua dan masyarakat. guru sejati. Guru tipe ini sikapnya arif. Kelompok guru besarlah yang akan memiliki dampak positif terhadap anak didik dan dunia pendidikan secara umum. pengawas. Ciri guru bayar adalah melakukan fungsi -fungsi keguruan tetapi tidak dibarengi dengan penjiwaan. termotivasi dan terbangun jiwanya. perbanyaklah guru besar di sekolah. Guru bayar menjadi guru bila di sekolah. Guru Besar Guru besar disini maksudnya bukan doktor atau profesor karena itu menyangkut ilmu.com/2007/11/20/jenis -jenis-kualitas-sikapmental-guru/ .[] http://syaghafan. perluasan wawasan dan peningkatan jenjang pendidikan. 5. Guru besar yang lebih hebat adalah guru besar dalam hal sikap mental. Guru besar adalah guru yang baik. Guru besar disi ni maksudnya guru yang pandai membesarkan hati. Arahkanlah guru guru yang ada di sekolah untuk menjadi atau memiliki mental guru besa r melalui program-program pelatihan. Klasifikasi sikap mental guru ini bisa melibatkan evaluasi dari kepala sekolah. Guru besar selalu disukai murid -muridnya. Guru besar ilmu banyak yang tidak memiliki mental pendidik dan sikapnya tidak terpuji.kuat dan kukuh. masyarakat dan murid-murid secara tidak langsung demi kemajuan pendidikan. di luar sekolah lain lagi. Guru yang pandai membesarkan keinginan sehingga anak didiknya merasa terdorong. tidak memiliki eksp resi emosionalnya sebagai guru sehingga umumnya kurang kreatif sebagai guru. mentalnya dewasa dan matang. dan seorang motivator yang baik. Guru bayar umumnya adalah pengajar bukan pendidik. pendidik yang sebenarnya. Refleksi Yang terbaik dari kelima jen is itu tentu saja adalah guru besar. ucapannya sejuk dan enak didengar. Bila sekolah ingin maju. guru yang pandai menumbuhkan motivasi dan mendorong murid -muridnya untuk maju. harapan dan cita -cita murid-muridnya. pendidikan mental. tidak mudah menyalahkan.wordpress.

³Pak Munif tolong beri motivasi dan semangat para guru ya agar mereka lebih baik lagi dalam bekerja´. sebagai maqom manajemen yang tertinggi. Memang sekolah sebagai institusi yang didalamnya wajib membutuhkan sentuhan manajemen sumber daya manusia.DA 3 JENIS GURU. Hampir kebanyakan yang hadir adalah semua pengurus yayasan. guru adalah komponen yang maha penting. kepala sekolah dewan guru dan semua karyawan yang bekerja di sekolah tersebut. ANDA TERMASUK YANG MANA? By Munif Chatib Dalam minggu ini penulis banyak menerima undangan berbicara dalam acara halal bihalal beberapa sekolah. . Seorang kawan yang kebetulan menjadi direktur di sebuah sekolah membisikkan sesuatu yang penting sebelum saya naik panggung.

saya merancang sebuah sesi pendaftaran kepada guru-guru saya yang µMAU¶ ikut pelatihan dengan batasan waktu. Artinya roda komunitas yang bernama sekolah sangat diwarnai oleh kinerja para gurunya. Jika seperti itu maka sebagus apapun materi dan kemasan dalam pelatihan itu. Dari data statistik yang dianalisa oleh teman -teman asesor menyebutkan bahwa para guru penerima tunjangan profesi yang cukup besar. maka kita juga harus percaya bahwa µtidak ada guru yang tidak becus mengajar¶. Hal yang mendasar pada problem tersebut adalah µKEMAUAN¶ untuk maju. . Meskipun mereka sudah menerima tunjangan profesi sebagaimana yang diharapkan pemerintah untuk menjadi guru yang professional dengan berbagai kriteria yang s udah ditentukan dalam proses sertifikasi guru. Jadi menurut penulis ada hipotesa baru. bahwa guru yang professional dan berkualitas akan terwujud apabila kesejahteraannya mencukupi. Mereka tidak berubah. mengajar biasa-biasa saja. Hanya saja kenyataan yang terjadi adalah keengganan guru untuk terus belajar dan bekerja dengan baik disebabkan oleh tidak adanya µKEMAUAN¶ untuk belajar dan maju.Bahkan kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya. mana guru yang µtertarik¶ dan µtidak tertarik¶. Beberapa bulan yang lalu. jika kesejahteraannya tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. Guru adalah orang yang bertatap muka langsung dengan peserta didik. ternyata belum menunjukkan kemajuan kualitas dalam proses mengajarnya. Dilihat dari faktor µKEMAUAN¶ untuk maju. biasanya guru tidak akan berhasil mengambil manfaat dari pelatihan itu. Sebaliknya jangan harap seorang guru akan professional. ternyata hipotesa itu terjawab. Oleh sebab itu. maka ada 3 jenis guru . Pentingnya peranan dan kualitas seorang guru berdampingan d engan banyaknya problematika yang dihadapi oleh para guru. yaitu µbesarnya penghasilan guru belum tentu menjadi penyebab berkembangnya kualitas guru dalam bekerja¶. Apabila kita percaya tidak ada siswa yang bodoh dengan multiple intelligences nya masing-masing. Program ini sebenarnya diawali dari sebuah hipotesa. Saya sangat setuju dengan pernyataan seorang teman yang memimpin sebuah sekolah yang berkualitas. Dari situ saja saya sudah tahu. ³Pak Munif tidak semua guru lho mau diberikan pelatihan. Guru adalah µbos in the class¶. Dua tahun yang lalu pemerintah memulai melaksan akan program sertifikasi guru.

Sehingga tidak terlihat µbenefiditasnya¶ dalam bekerja. Guru yang . ³Kalau mengharapkan saya bekerja baik. µGURUNYA MANUSIA¶. Mereka yang peduli kepada beban materi yang harus disampaikan kepada siswa. µGURU ROBOT¶. namun akhirnya akan terjebak dalam µKESOMBONGAN¶ dalam bekerja. orang penghasilan yang diberikan kepada saya hanya cukup untuk biaya transport«´. yaitu guru yang mempunyai keikhlasan dalam hal mengajar dan belajar. Mereka tidak peduli dan mirip robot yang selalu menjalankan peritnah berdasarkan apa saja yang sudah di programkan. Mereka hanya masuk. mirip dengan aktivitas bisnis jual beli atau yang lainnya. yaitu guru yang selalu melakukan hitunghitungan. Parahnya yang dijadikan patokannya adalah µHAK¶ yang mereka terima. Mereka tidak mempunyai kepedulian terhadap kesulitan siswa dalam m enerima materi. yaitu guru yang bekerja persis seperti robot.´. ³Percuma mau kreatif.. Dan seterusnya « Ketiga. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswanya berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Barulah µKEWAJIBAN¶ mereka akan dilaksanakan sebesar tergantung dari HAK yang mereka terima. Kedua . Guru ini pada awalnya merasa professional. µGURU MATERIALIS¶. Guru jenis ini banyak sekali menggunakan ungkapan seperti ini. ya turuti dong permintaan gaji saya sebesar «.Pertama . mengajar. ³Wah «itu bukan masalahku«itu masalah kamu. Ungkapan ungkapan yang banyak kita dengan dari guru jenis ini antara lain: ³Cuma digaji sekian saja « kok mengharapkan saya total dalam mengajar« jangan harap ya «´. lalu pulang. Jadi selesaikan sendiri «. Apalagi kepedulian terhadap masalah sesame guru dan sekolah pada umumnya.´ Atau ³Maaf aku tidak dapat membantu « sebab hal ini bukan tugas saya«´.

ikhlas untuk introspeksi apabila ada siswanya ya ng tidak bisa memahami materi ajar. Ada teman guru yang menulis kisah -kisah yang unik yang dialami di kelas pada saat dia belajar. Walhasil.com/2009/10/05/ada -3-jenis-guru-andatermasuk-yang-mana/ . Guru yang keinginannya kuat dan serius ketika mengikuti pelatihan dan mengembang an. Ambil nafas « lakukan instropeksi. Anda termasuk guru jenis yang mana? Bagaimanapun anda. Maha melihat dan maha mengetahui apa yang dinginkan oleh hambanya yang bert awakkal. Allah tidak maha mendengar. Sebab mereka sadar.wordpress. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar. Sekarang anda sudah tahu harus bagaimana menjadi seorang guru yagn professional. Bedanya dengan GURU MATERIALIS. Yaitu Keikhlasan mengajar dan belajar. profesi guru adalah makhluk yang tidak boleh berhenti untuk belajar. juga manusia yang membutuhkan µpenghasilan¶ untuk memenuhi kebutuhan hidup. atau dari akibat guru tersebut terus menerus belajar. dan lain -lain. http://munifchatib. Ada teman guru yang sekarang menjadi µbintang¶ banyak sekali dibutuhkan pemikiran pemikirannya untuk banyak guru di Indonesia. GURUNYA MANUSIA . GURUNYA MANUSIA menempatkan penghasilan sebagai AKIBAT yang akan didapat dengan menjalankan kewajibannya. Ada teman guru yang mendapatkan kesempatan µbelajar¶ di luar negeri sebab mempunyai prestasi dalam membuat lessonplan. Ada teman guru mendapatkan rizki sebab dengan tekun menulis buku ajar untuk siswa di sekolah tempat dia bekerja. Sudah banyak contoh yang mana rizki seorang guru tiba -tiba diguyur oleh Allah SWT dari pintu yang tidak terduga. Sekarang « tundukkan wajah sejenak.

Itu masalah kamu. Parahnya yang dijadikan patokannya adalah hak yang mereka terima... Jadi selesaikan sendiri. Guru Robot Guru Robot yaitu guru yang bekerja persis seperti robot. Apalagi terhadap sesama guru dan sekolah pada umumnya.. lalu pulang. Mereka hanya masuk. Itu bukan masalahku. "Wah.3 ( TIGA ) MACAM JENIS GURU DILIHAT DARI FAKTOR KEMAUAN A. Mereka tidak perduli dan mirip robotyang selalu menjalankan perintah dan berdasarkan apa saja yang sudah di programkan. Guru Metrealis Guru matrealis yaitu guru yang selalu melakukan hitung -hitungan. Mereka tidak perduli dengan kesulitan siswa dalam menerima materi." B. mengajar. Guru jenis ini banyak sekali mengungkapkan hal seperti ini... Guru ini pada awalnya merasa bersikap Profesional.. mirip dengan aktifitas jual beli atau yang lainnya." Atau "Maaf aku tidak dapat membantu. namun akhirnya akan . Kewajiban yang mereka akan dilaksanakan sebesar tergantung dari hak yang mereka terima . Sebab hal i ni bukan tugas saya.

Ungkapan yang banyak dikeluarkan oleh guru seperti ini antara lain : "Cuma digaji sekian saja kok mengharapkan saya total dalam mengajar.terjebak dalam kesombongan dalam bekerja.html . Anda termasuk jenis guru yang mana? Bagaimanapun anda. Sehingga tidak terlihat benedifitasnya dalam bekerja. Profesi guru adalah mahluk yang tidak boleh berhenti untuk belajar. Guru manusia menempatkan penghasilan sebagai akibat yang akan didapat dengan menjalankan kewajibannya yaitu menjalankan belajar dan mengajar. Gurunya Manusia Gurunya Manusia yaitu guru yang mempunyai keiklasan dalam mengajar dan belajar.com/2010/05/3 -tiga-macam-jenis-gurudilihat-dari.blogspot." C. orang penghasilan saya hanya cukup untuk biaya transport. Bedanya dengan guru matrealis." "Percuma mau kreatif. Guru Manusia juga membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswanya berhasil memehami materi -materi yang diajarkan. http://delsajoesafira. sekarang anda sudah tahu bagaiman harus mennjadi seorang guru. Sekarang tundukan wajah sejenak mabil nafas lakukan introfeksi.

Saya banyak belajar dari Prof. Guru kreatif tidak pernah puas denga n apa yang ada pada dirinya. bapak sekaligus guru saya di sekolah Labschool. Bahkan mungkin anda akan mengalami sebuah penderitaan dahulu yang akan membawa anda kepada puncak kebahagiaan dan ketenaran.Menjadi Guru Kreatif OPINI | 27 May 2009 | 15:30 1661 4 Nihil Menjadi guru kreatif ternyata tidak mudah. Baginya. menemukan sesuatu yang baru dalam pembelajaran adalah sesuatu hal yang harus dicari dan kemudian dibagikan kepada teman -teman guru . Dia terus belajar dan belajar sampai ajal menjemputnya. Arief Rachman. Perlu perjuangan dan pengorbanan. Dr. Dari tangan beliaulah lahir tenaga -tenaga pendidik seperti saya yang berusaha keras untuk menjadi guru kreatif. Beliau adalah tokoh pendidkan dan contoh guru kreatif yang ada di Indonesia.

Saya teringat pesan pak Arif bila anda ingin menjadi guru yang kreatif. misalnya hasil wawancara. Penulisnya memberikan gambaran pendekatan yang mudah diikuti sehingga dapat membantu guru meningkatkan praktik profesional mereka dan mengevaluasi kebutuhan murid di sekolah. Setiap kegiatan yang anda lakukan harus dicatat dan diamati benar be rsama teman sejawat sehingga apa yang anda lakukan dalam PTK benar -benar solusi baru dalam pembelajaran di sekolah yang berujung kepada peningkatan mutu pendidikan. Di dalam PTK itulah akan anda dapatkan refleksi diri yang anda lakukan melalui siklus-siklus yang anda lakukan sendiri sampai anda merasa yakin bahwa yang anda lakukan telah berhasil. Berusaha terus-menerus memperbaiki kinerjanya sebagai guru dengan terus melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajarannya. Jangan biarkan diri anda menjadi guru pengeluh dan terus mengeluh karena anda tidak kreatif . Meneliti di kelasnya sendiri sehingga kualitas pembelajarannya semakin berkualitas. Menjadi guru kreatif harus mampu meneliti. Tak mudah memang. Bila kemudian anda menemukan alat bantu atau media pembelajaran yang membantu anda menyampaikan materi ke otak siswa dengan cepat. dkk . Anda dapat pelajari hal itu dengan membaca buku Action Research di ruang Kelas karya Vivienne Baumfield. Action Research di ruang kelas atau PTK merupakan panduan penting untuk semua guru kreatif yang tertarik melakukan riset di dalam ruang kelas. sedangkan penelitian kuantitatif cenderung berbasis angka misalnya skor uji. maka anda harus berhenti untuk menjadi guru pengeluh .lainnya. Melalui PTK anda akan mendapatkan rahasia -rahasia baru dalam khasanah ilmu pendidikan yang dapat anda kembangkan menjadi sesuatu yang berarti dalam kegiatan pembelajaran. maka harus anda buktikan media itu dengan terlebih dahulu dengan melakukan PTK. Buku ini dapat anda dapatkan dengan mudah di toko buku Gramedia atau bisa juga anda pesan langsung ke penerbit Indeks. Penelitian kualitatif cenderung berbasis kata. Mari ciptakan khasanah ilmu pengetahuan baru . Terdapat banyak kiat praktis dan contoh proyek riset tindakan nyata dari berbagai tipe sekolah yang menjadikan PTK sebagai buku wajib bagi guru dan mahasiswa keguruan. banyak masalah yang harus dicari s egera solusinya. Berusahalah semaksimal mungkin memberdayakan apa yang dimiliki sekolah untuk anda gunakan dalam menunjang pembelajaran anda. Dengan melakukan PTK anda akan menjadi guru yang kreatif. tapi disinilah tantangannya bila kita mau terus instropeksi diri dalam pembelajaran yang kita lakukan di sekolah. Banyak masalah yang bisa anda teliti.

Kalau bukan kita sendiri yang menjadi guru kreatif. lalu siapa lagi? Salam Blogger Kompasiana Omjay http://umum.kompasiana.com/2009/05/27/menjadi -guru-kreatif/ Ciri-ciri seorang Guru yang kreatif : Add comments .dengan menjadi guru kreatif.

dan dapat memahami kondisi anak didik. aktif. memahami cara belajar mereka. Optimistis Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik mel alui proses interaksi guru-murid yang fun akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.Fleksibel Dibutuhkan guru yang tidak kaku. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada. luwes. namun ju ga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya. eksploratif. dan penuh inisiatif. Cekatan Anak-anak berkarakter dinamis. Respek Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekadar memahami pelajaran. . serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing -masing anak.

kelembutan. tapi mencakup bebagai hal lain. Inspiratif Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan peserta didik mengikutnya. menyimpan barang. hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka. termasuk dibumbui dengan humor. kaku. Dengan dem ikian. dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul. dan sering tida k berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Secara tidak langsung. atau emosional. guru mampu menjadi teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris. guru yang bersikap kasar. sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang pengajar. Lembut Dimanapun. Karena pada umumnya. guru harus dapat menemukan banyak ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya. belajar dan sebagainya.Humoris Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar. Contoh. Disiplin Disiplin disini tidak hanya soal ketepatan waktu. biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya. anak -anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan. akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin. disiplin dalam waktu. . Sehingga. Pengaruh kesabaran.

budaya. sosial. Oleh karena itu. Nge -friend Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak d idik hanya karena posisi Anda sebagai guru. http://rakarai. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan guru murid.abatasa. Sehingga. baik pada anak didik.com/post/detail/10202/ciri -ciri-seorang-guru-yangkreatif- . dll. Empatik Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda -beda. ilmu pengetahuan maupun teknologi. cara belajar dan proses peneriamaan. serta pemahaman terhad ap pelajaran pun berbeda beda. anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi deng an lingkungannya. seorang guru dituntut mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.Responsif Ciri guru yang profesional antara lain cepat tanggap terhadap perubahan perubahan yang terjadi.

1. Punya hati nurani 19. Selalu punya suasana hati yang baik saat mengerjakan tugas 20. Punya kemauan yang kuat 13. Berpikiran terbuka 9. yang penting sebagai guru anda sudah di jalur yang benar. 3. Introspektif 17.Guru Kreatif. Learning empowers students. Tanggap 8. 22 ciri guru kreatif with one comment Siapa bilang menjadi guru ya ng kreatif susah? Silahkan melihat daftar dibawah ini anda akan menemukan bahwa beberapa dari ciri ini sudah anda lakukan. Bersimpati pada orang lain 12. 4. maka saya ucapkan selamat! Karena jalan untuk menjadi guru kreatif sudah membentang di depan anda. 2. Senang bermain 6. Silahkan telaah dan cermati. Suka mencoba melakukan pengembaraan atau petualangan ilmu baru 11. Terbuka untuk pengalaman 18. punya jiwa yang mau mencoba dan tidak takut salah 5. Percaya diri 7. Creative Teacher Siswa sebagai subyek pembelajaran. jika anda sudah melakukan satu saja dari sekian banyak ciri guru kreatif di bawah ini. Ekspresif 10. Tinggal tunggu waktu untuk melengkapi semua. Tertarik untuk hal baru 15. Fleksibel 16. Mandiri Selalu ingin tahu hal yang baru Spontan Seperti anak-anak. Reflektif 14. Menghargai keberagaman .

Tertantang untuk menemukan http://gurukreatif. dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. 2. rapat. sepanjang hal yang dilakukannya demi siswa 22. email dan sekarang. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi d ari siswa dan . 4. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. disiplin. 10 ciri guru profesional with 82 comments 1. 3. Tidak peduli dengan omongan orang lain. saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.wordpress. twitter. 6. 5. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas un tuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.21. Creative Teacher Siswa sebagai subyek pembelajaran. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kela s dalam hal kurikulum. Learning empowers students.com/2010/01/12/ciri -ciri-guru-kreatif/ Guru Kreatif.

bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar -standar itu. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. http://gurukreatif. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak anak. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang k uat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. 9.wordpress.mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.com/2009/11/06/10 -ciri-guru-profesional/ . tetapi kadang -kadang diabaikan. 8. 7. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam k ehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. 10. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan.

Itu semua akan terjadi manakala kit a mau belajar dan menganalisis berbagai sikap yang dimiliki oleh seorang guru yang mempunyai keteladanan yang patut dijadikan figur dan contoh anak didiknya demi kemajuan dunia pendidikan di masa yang akan datang. paling tidak kehadirannya mengingatkan kita betapa pentingnya peran guru dan betapa pentingnya sikap seorang guru yang professional serta berpengalama n yang tinggi sehingga saatnya nanti segala yang dicita -citakan bersama tercapai dimana guru mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan melalui wujud keprofesionalan dan pengalaman yang tidak diragukan lagi. BAB II PEMBAHASAN SIKAP PROFESSIONAL KEGURUAN .SIKAP PROFESSIONAL KEGURUAN 10:53 Diposkan oleh mifdamds. sekolah tercinta Label: Makalah BAB I PENDAHULUAN Guru merupakan ujung tombak keberhasilan proses pendidikan di sekolah maka pembinaan dan pengembangan profesi guru dipandang perlu diperhatikan sebagai wujud komitmen dalam melakukan pembenahan pola pendidikan agar mencapai mutu pendidikan ses uai harapan. Penyusunan makalah ini merupakan bentuk respon terhadap program kebijakan bidang pendidikan.

B. . PGR I sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan agar lebih berdaya guna dan berhasil sebagai wadah untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. menggunakan teknik -teknik ilmiah.A. personal dan sosial. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi profesional. serta dedikasi yang tinggi. pengertian Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). Sikap terhadap orgaisasi profesi Guru bersama ± sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Maka dari itu setiap orang harus memberikan waktu sebagiannya untuk kepentingan pembinaan profesinya da n semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional.denga mengeluarkan ketentuan ± ketentuan dan peraturan perauran yang merupakan kebijakan yang akan dilaksanakan oleh apratnya. namun sebenarnya lebih dari itu. sasaran sikap professional 1. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No.´ Kebijakan pendidikan di Negara kita dipegang oleh pemerintah. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperunt ukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini dimungkinka n karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru. sehingga pemanfaatannya mnjadi efektif dan efisien. dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 26/1989). 2. adanya organisasi profesi. Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Sikap terhadap peratuan perundang -undangan Pada butir 9 kode etik guru Indonesia disebutkan bahwa: Guru melakanakan segala kebijakan pemerintuah untuk bidang pendidikan.

Itu berarti guru hendaknya kerja dan hendanya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan didalam maupun diluar sekolah. Sikap terhadap pekerjaan Kode etik 6 dituntut guru baik secara pribadi maupun secara kelompok untuk meningkatkan mutu pribadi maupun kelompok untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. baik di sekolah maupun diluar sekolah. Sikap terhadap tempat kerja Suasana yang harmonis disekolah tidak akan terjadi bila personal yang terlibat didalamnya tidak menjalin hubungan yang baik diantara sesamanya. Profesi guru berhubungan denagn anak didik yang mempunyai persamaandan perbedaan yang melayaninya harus memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. semangat kekeluargaan. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode etik gutu disebutkan bahwa guru meme lihara hubungan seprofesi. dalam pengertian harus bekerja sama dalam mensukseskan program yang sudah disepakati. Pengembangan Sikap Profesional . 7. terutama bila berhubungan denagn peserta didik yang masih kecil. C. Ini dimaksudnya untuk membina peras serta rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.3. 6. 4. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. 5. Penciptaan suasana kerja menantang harus dilengkapi denagn terjalinnya hubungan yang baik denagn orang tua dan masyarakat sekitarnya. dan kesetiakawanan social. Sikap terhadap pemimpin Dalam kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut diberik an berupaya tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka. 2/2989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Sikap terhadap anak didik Telah dijelaskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Kerja sama jugadapat diberikan dalam bentuk usulan dan kritis yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bahwa sikap seorang guru terhadap pe mimpin harus positif.

2) Pengembangan sikap selama dalam jabatan Pengembanagn sikap professional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pedidikan prajabatan. supervisi pendidikan dan komitmen. guru harus meningkatkan sikap profesionalnya. atau keadaan emosional menyenangkan dan tidak menyenangkan para pegawai memandang pekerjaan mereka (Handoko. BAB III PENUTUP Kesimpulan Profesionalisme guru dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepuasan kerja. Tetapi sebaliknya dengan guru yang memiliki kepuasan kerja yang rendah akan sangat sulit mencapai hasil yang baik. Menurut Page & Thomas pendidikan prajabatan merupakan sebuah istilah yang paling lazim digunakan lembaga pendidikan keguruan. atau kegitan ilmiah lainnya. Kepuasan kerja diartikan sebagai cerminan sikap dan perasaan dari individu terhadap pekerjaannya. lokakarya. Etika profesional seorang guru sangat dibutuhkan dalam rangka . seminar. yaitu: 1) Pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan Calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan. sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti. Banyak usaha yang dapat dilakukan dengan cara formal mlalui kegiatan mengikuti penataran. Hal tersebut dapat dilakukan baik selagi dalam pendidikan prajabatan maupun setelah bertugas. Merupakan pendidikan persiapan mahasiswa ntuk meniti karir dalam bidang pendiikan dan pengajaran. Kepuasan kerja yang tinggi sangat diperlukan dalam setiap usaha kerjasama guru untuk mencapai tujuan sekolah. yang seperti kita ketahui bahwa pencapaian tujuan sekolah ini adalah sesuatu yang diidam-idamkan. yang merujuk pada pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh lembaga jenjang universiter pendidikan untuk menyiapkan mahasiswa yang hendak menii karir dalam bidang pengajaran. 2001).Dalam angka meningkatkan mutu baik mutu professional maupun layanannya.

Etika Keguruan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Guru Indonesia.blogspot.d 25 November 1973 dan Hut PGRI XXIII. http://dromigo. DAFTAR PUSTAKA Hermawan S. Margi Wahyu.meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. PGRI. 1979.html MAKALAH PROFESI KEGURUAN BAB I PENDAHULUAN Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Buku Kenang-Kenangan Kongres PGRI XIII 21 s. Jakarta: PT.com/2008/12/sikap -professional-keguruan. 1973. R. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak . Seorang guru baru dapat disebut profesional jika telah menaati Kode Etik Keguruan yang telah ditetapkan. Jakarta: PGRI.

Pengertian ini mengandung implikasi bahwa pro fesi hanya dapat dilakukan oleh orang orang secara khusus di persiapkan untuk itu. profecus. keahlian. guru-guru pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembinaan kepribadian peserta didik. Dan yang terakhir. Kata Profesi dalam Kamus Bes ar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan. kejuruan. Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugas nya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok.unsur pembentuk utama calon anggota masyarakat. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Dalam makalah ini akan dipaparkan pengertian profesi dan ciri -cirinya berikut syarat-syarat profesi secara umum. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain. [1] Profesi Keguruan. Di pihak lain setelah beberapa bul an pertama mengajar. Keahlian diperoleh dari lembaga . dan persiapan akademik. sebagian orang tua kadang -kadang merasa cemas ketika menyaksikan anak-anak mereka berangkat ke sekolah. profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental. Kemudian di bab selanjutnya diketengahkan profesi guru dan syarat -syarat dalam membangun profesionalisme guru. Namun. BAB II PENGERTIAN PROFESI DAN SYARATNYA 2. bukan pekerjaan manual (Danin. istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin. serta dedikasi yang tinggi. yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis. adanya pengakuan. yaitu pengetahuan. sementara yang lain masih menyangsikan besarnya tanggung jawab seorang guru. Sebagian mengakui pentingnya peranan guru itu dengan cara yang lebih konkrit. Sedangkan secara terminologi. yang artinya mengakui. termasuk masyarakat yang seri ng menggaji guru lebih rendah daripada yang sepantasnya. Demikian pula. menggunakan teknik -teknik ilmiah. kesimpulan pembahasan yang telah dipaparkan. Pengertian Profesi dan ciri-cirinya Secara estimologi. dsb) tertentu. wujud pengakuan itu berbeda-beda antara satu masyarakat dan masyarakat yang lain. karena masih ragu akan kemampuan guru mereka.1. 2002). menyatakan mampu.

Hal ini perlu ditekankan benar untuk mem bedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi Dua pendekatan untuk mejelaskan pengertian profesi: 1. Pelatihan akuntan. dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan. engineer.pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. tukang cukur. Pelatihan tukang batu. Pendekatan berdasarkan Definisi Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari Manus ia. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana. Adapun ciri itu ialah: Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum mema suki sebuah profesi. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. dokter gigi. pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya. Secara umum ada 3 ciri yang disetujui oleh banyak penulis sebagai ciri sebuah profesi. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. pengrajin meliputi ketrampilan fisik. apoteker. arsitektut untuk Indonesia. sert a adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup . Lembaga pendidikan tinggi ini merupakan lembaga yang mengembangkan dan meneruskan pengetahuan profesional. Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter. D i berbagai negara. dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. psikologi. Pendekatan Berdasarkan Ciri Definisi di atas secara tersirat mensyaratkan pengetahuan formal menunjukkan adanya hubungan antara profesi deng an dunia pendidikan tinggi. 2. [2] Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. mencakup sifat manusia. farmasi. Karena pandangan lain menganggap bahwa hingga sekarang tidak ada definisi yang yang memuaskan tentang profesi yang dipero leh dari buku maka digunakan pendekatan lain dengan menggunakan ciri profesi.

6. pustakawan. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu 7. Untuk dapat berfungsi maka masyarakat modern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup pada abad -abad lampau. 4. misalnya. arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakat dapat berfungsi. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai. Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan yang masuk. Menggunakan administrator untuk memudah kan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan 10. konsultan bisnis dan keuangan. Dokter. guru. engineer. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional pada abad 20 terjadi karena ciri tersebut. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri 11. ha l tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan catur. Komponen intelektual merupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam. Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa ya ng penting kepada masyarakat.¶[3] Menurut Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini: 1. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang gerhubungan denan layanan yang diberikan 8.ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok µelit¶ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya . analis se kuritas. Jadi memberikan konsultasi bukannya memberikan barang merupakan ciri profesi. pengacara. pengacara. 2. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenaga akuntan. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang 5. Menggunakan hasil penelitin dan aplikasi dari teori ke praktik. 3. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien 9. Melayani masyarakat merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat. Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihan intelektual yang ekstensif. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitas oleh banyak engineers.

pekerjaan yang bernilai tinggi. 3. 2000:195-196). Akademik yang bertanggung jawab. 4. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan dengan layanan yang diberikan m. upah. 1.2. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi Pada sisi lain profesi mempunyai pengertian seorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. mereka sama-sama mengartikan profesi sebagai spesialisasi dari jabatan intelektualyang diperoleh melalui study dan training. sehingga keterampilan dan pekerjaan itu diminat i. 2. Sistem imbalan. Profesi Keguruan .12. Organisasi profesi. disenangi oleh orang lain. Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran. dan Diana W. Pengakuan masyarakat. dan gaji (payment). Etika dan kode etik profesi. Kommer (dalam sagala. Mc Cully (1969). maka dapat ditarik beberapa hal yang menjadi syarat -syarat Profesi seperti. [4] 2. 5. teknik dan prosedur berdasarkan intelektual. BAB III PROFESI GURU DAN SYARAT-SYARATNYA 3. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari pablik dan kpercayaan diri setiap anggotanya 1. 6.1. Hal demikian dapat dibaca pula pendapat Volmer dan Mills (1966). kemampuan. Syarat-syarat Profesi Berdasarkan pengertian dan cirri -ciri profesi yang telah disebutkan di atas. Standar unjuk kerja. bertujuan menciptakan keterampilan. 7.

Guru adalah sebuah profesi, seb agaimana profesi lainnya merujuk pada pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Suatu profesi tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu. Suatu profesi umumnya berkembang dari pekerjaan (vocational), yang kemudian berkembang makin matang serta ditunjang oleh tiga hal: keahlian, komitmen, dan keterampilan, yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme. Senada dengan itu, secara implisit, d alam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan, bahwa guru adalah : tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (pasal 39 ayat 1). Menurut Dedi Supriadi (1999), profesi kependidikan dan/atau keguruan dapat disebut sebagai profesi yang sedang tumbuh (emerging pro fession) yang tingkat kematangannya belum sampai pada apa yang telah dicapai oleh profesi-profesi tua (old profession) seperti: kedokteran, hukum, notaris, farmakologi, dan arsitektur. Selama ini, di Indonesia, seorang sarjana pendidikan atau sarjana lainn ya yang bertugas di institusi pendidikan dapat mengajar mata pelajaran apa saja, sesuai kebutuhan/ kekosongan/ kekurangan guru mata pelajaran di sekolah itu, cukup dengan ³surat tugas´ dari kepala sekolah. [5] Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989). Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar -tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial. Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pen didikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu -satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan pe ningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang

semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).
3.2 syarat-syarat Profesi keguruan

Adapun syarat-syarat Profesi Keguruan adalah sebagai berikut; 1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang m emerlukan latihan umum belaka). 4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. 6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. 7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. 8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
BAB IV KESIMPULAN

Kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab seorang guru serta berbagai pandangan masyarakat terhadap perananny a telah mendorong para tokoh dan ahli pendidikan untuk merumuskan ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan kualifikasi yang seharusnya dipenuhi oleh guru, sebagai pengajar guru mempunyai tugas menyelenggarakan proses belajar-mengajar tugas yang mengisi porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya meliputi minimal empat pokok, yaitu : 1. menguasai bahan pengajaran 2. merencanakan program belajar-mengajar

3. melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar -mengajar serta, 4. menilai dan mengevaluasi kegiatan belajar -mengajar[6] Jabatan guru merupakan jabatan Profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tert entu. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen, menentukan baku perilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi profesional, dan mempunyai kode etik yang di taati oleh anggotanya. Jabatan guru belum dapat memenuhi secara maksimal persyaratan itu, namun perkembangannya di tanah air menunjukkan arah untuk terpenuhinya persyaratan tersebut. Usaha untuk ini sangat tergantung kepada niat, perilaku dan komitmen dari guru sendiri dan organisasi yang berhubungan dengan itu, selain juga, oleh kebijaksanaan pemerintah.

[1] http://qade.wordpress.com/2009/02/11/profesi -keguruan/ [2] http://one.indoskripsi.com/judul -skripsi-makalah-tentang/konsepprofesi-keguruan [3] http://erwadi.polinpdg.ac.id [4] http://qade.wordpress.com/2009/02/11/profesi -keguruan/ [5] http://one.indoskripsi.com/judul -skripsi-makalah-tentang/konsepprofesi-keguruan [6] http://ilmuwanmuda.wordpress.com/profesi -keguruan/

http://sopwanhadi.wordpress.com/2010/02/28/makalah -profesi-keguruan/

Cooper) Salah satu dari enam agenda seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu dari Departemen Pendidikan Nasional adalah ¶mencanangkan guru sebagai profesi´. Sementara beberapa peserta lainnya memberikan responyang netral-netral saya. sambil menaruh harapan yang besar agar agenda ini memiliki dampak yang amat positif bagi upaya peningkatan kompetensi. Secara umum. perlindungan dan kesejahteraanguru. banyak guru yang menaruh harapan . yakni ¶tunggu dan lihat¶ atau µwait and see¶.Guru Sebagai Profesi dan Standar Kompetensinya 3 Votes Suparlan *) The effective teacher is one who is able to bring about intended learning outcomes (James M. Seorang peserta diklat calon instruktur ma tematika sekolah dasar yang sedang mengikuti kegiatan diklat di Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika Yogyakarta memberikan komentar positif bahwa agenda itu amatfokus dan mendasar.

Guru. ¶Pendidik¶ dijelaskan padaayat 2. sebagaimana tertuang secara eksplisit dalamBab XI tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan. minimal sebagai salah satu wujud kepedulianterhadap nasib guru. apakah ia akan tetap disebut guru ataukah pendidik. dan pelayanan teknis untuk menunjangproses pendidikan pada satuan pendidikan¶. kedua -duanya mengemban tugas mulia sebagai . seharusnya pengertianguru lebih luas dibandingkan dengan pendidik. yakni mengajar. dan tenaga lainyang menunjang proses pembelajaran di sekolah. ciri -ciri guru sebagai profesi. lantaran dalam UU SPN itu hanya memuat dua patah kataguru. Selain itu. Bahkan dosen di perguruantinggi pun sebenarnya juga dis ebut guru. Bahkan perguruan tinggi jugamenggunakan istilah Guru Besar. pengawas. Pendidik.Sementara itu. istilah ¶tenaga kependidikan¶ dijelaskan dalam Pasal 39 ayat1 bahwa ¶Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi.yang besar terhadappelaksanaan agenda tersebut. dan standa rkompetensi yang harus dimilikinya. dan membimbing. yakni pada Pasal 39 ayat 3 dan 4. Yang menjadi persoalan terminologis dalam hal ini adalah karena gu ru dikenaldengan empat fungsi sekaligus dalam proses pembelajaran. terutama bagi pendidik padaperguruan tinggi¶. Lepas dari persoalan terminologis tersebut. Tulisan singkat ini akan menelaah makna yang tersurat dalam pengertian ¶gurusebagai profesi¶. yakni: ¶Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugasmerencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan. guru pada jenjang pendidikandasar dan menengah pun memiliki kompetensi untuk melakukan penelitiantindakan kelas (classroom action research) dan menjalin hubungan dan kerjasa ma dengan orangtua siswa dan masyarakat yang tergabung dalam KomiteSekolah. Hal tersebut terjadi karenapengertian guru diperluas menjadi ¶pendidik¶ yang dibedakan secara dikotomisdengan ¶tenaga kependidikan¶. Dengan demikian. melatih. danpendidik yang mengajar pada sat uan pendidikan tinggi disebut dosen¶.mendidik. Termasuk dalam kategori tenagakependidikan dalam hal ini adalah kepala sekolah. pengembangan. serta melakukanpenelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam ayat 3 dijelaskan lebih lanjut bahwa ¶Pendidik yangmengajar pada satuan pendidikan dasar dan menengah disebut guru.pengelolaan. pengawasan. menilai hasilpembelajaran. dan Tenaga Kependidikan Seorang widyaiswara senior di Pusdiklat Diknas secara terus terang menyatakan kekecewaannya terhadap UU Nomor 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional.

menunjuk pada penampilan atau performance atau kinerja seseorang yang sesuai dengan tuntutan profesinya. dokterdisebut profesi karena memiliki fungsi dan signifikasi sosial untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Kedua. yang memiliki kaidah -kaidah profesional sebagaimana profesi lainseperti dokter. Profesi menunjuk pda suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. akuntan. Sementara profesional menunjuk pada dua hal. dan Profesionalisme Dedi Supriadi (alm) dalam bukunya bertajuk ´Mengangkat Citra dan Martabat Guru´ telah menjelaskan secara sederhana ketiga istilah tersebut. menun juk pada orang yang melakukan pekerjaan itu. profesi itu memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat. Misalnya. Pertama. mendapatkanpelatihan yang memadai. dan sebagainya. profesimenuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan danpelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang akuntabelatau dapat dipertanggungj awabkan. Keempat. well paid¶ atau memperoleh pendidikan yang cukup. dan kesetiaan terhadap profesi. Kedua. profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a systematic body of knowledge). memberikanlayanan pendidikan bagi anak -anak generasi muda bangsa. dan ad a pula yang rendah. Ciri-ciri Profesi Dalam buku yang sama. dan menerima gaji yang memadai. Menurut DediSupriadi. dan akhirnya memperoleh bayaran atau gaji yangmemadai. Lebih lanjut dinyatakan bahwa suatuprofesi secara teori tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidakdilatih atau disiapkan untuk itu. hakim. yakni ¶well educated. Profesional. Pertama. kesempatan memperolehpelatihan yang cukup. Profesi.tenagaprofesi. Ketiga. sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yangdiberikan kepada masyarakat. ¶pekerjaan itu dilaksanakan secara profesional¶. Kelima. ada kodeetik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksiyang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut. Istilah profesionalisme menunjuk pada derajat penampilan atau performanceseseorang dalam melaksanakan pekerjaan atau profesi. misalnya ¶dia seorang profesional¶. Ada yangprofesionalismenya tinggi. tanggungjawab.well trained. jaksa. maka . Pengawasanterhadap penegakan kode etik dilakukan oleh organisasi profesi yangbersangkutan. sedang. Dengan kata lainp rofesionalisme menuntut pendidikan yang tinggi. profesionalisme menuntut tiga prinsip utama. Dedi Supriadi menjelaskan secara sederhana tentangciri-ciri atau karakteristik suatu profesi. Sebagai contoh. Demikian juga guru .

gambaran guru di Amerika Serikat tidaklah demikian lagi.jika tidak bisa lebih tinggi. maka gajiguru tidak boleh tidak memang haru s memadai. alangkahidealnya. meskipun ada beberapa karakteristik yang belum sepenuhnyaterpenuhi. media dan alat peraga.yang pada ketika itu gaji profesi dalam bidang keuangan menjadikan iri bagiprofesi lainnya. danhal -hal yang terkait dengan profesi guru IPS. Jika kelima cirri atau karakteristik profesi tersebut diterapkan kepada pekerjaan guru.Organisasi ini memang organisasi profesi murni yang bidang kegiatannyamemang menyangkut urusan profesi. guru di Illionis digambarkan dengan citra yangmemprihatinkan dilihat da ri kesejahterannya. PGRI di masa lalu terlalu dekat dengan politik. . Disiplin ilmu itu antara lain adalah pedagogi (membimbing anak). Untuk dapat memiliki kompetensi seperti itu maka guru harus memiliki disiplin ilmu yang diperoleh darilembaga pendidikan. Sebagai contoh. Penulis pernah mengikuti kegiatankonvensi NCSS (National Council for Social Studies) di Amerika Serikat. untuk dapat menjadi guru yang profesional. Karakteristik keempat memang kedodoran diIndonesia. dan para guru dapat memfokuskan diri dalam bidangprofesinya sebagaiguru ² bukan guru yang biasa di luar ². yakni ¶has little brain andless money¶ atau ¶punya otak kosong dan kantong melompong¶. guru jugaharus memiliki kompetensi yang tinggi. Dewasa ini. Organisasi ini punya peranan penting dalammemberikan masukan penyempurnaan kurikulum social studies (IPS). Dalam hal ini. karena kebanyakanguru di Amerika rata rata merupakan tamatan perguruan tinggi. maka tampak jelas bahwa guru memiliki kelima karakteristiktersebut. yakni kode etik dan penegakan kode etik.Inilah karakteristik yang ketiga .Pada tahun 1864. inovasitentang strategi dan metode pembelajaran IPS. Apabila PGRI dalam menjadiinduk bagi organisasi-organisasi guru mata pelajaran di Indonesia.aspek kesejahteraan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk penghargaan secara materi. di samping bentuk penghargaan nonmateri. setara dengan profesi lainnya. Ciri profesi yang kelima adalah adanya imbalan finansial danmaterial yang memadai. gur u memiliki karakteristik pertama yang demikianjelas. Dalam hal pemberian penghargaan kepada guru. PGRI memang telahmenyusun kode etik Guru Indonesia. seperti pem berian piagam penghargaan berdasarkan prestasi kerja guru yang dapat dibanggakan. Jikalauingin pendidikan maju. dan kurangbergerak sebagai organisasi profesi. yakni memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat.Karakteristik kedua.anggota profesi secara perorangan ataukelompok memperoleh imbalan finansial atau material. tetapi penegakannya memang belumberjalan. baik preservice education maupun inservice training yangakuntabel. gaji guru di Indonesia pada saat inimemang telah lebih baik jika dibandingkan dengan gaji g uru pada tahun 60-an. Gaji guru di Amerika Serikat pun pernah memprihatinkan. ya ng tidakhanya memilikikemampuan intelektual tetapi juga ekonomi dan sosial.

yang terdiri atas tiga komponen yang saling kait mengait. yakni: (1) memiliki kerpibadian sebagai guru. Pada tahun 70-an.meskipun ada orang yang berpendapat bahwa adanya hymne guru justru dipandang sebagai bentuk penghargaan semu. Direktorat Tenaga Teknis dan Pendidikan Guru (Dikgutentis) merumuskan sepuluhkompetensi guru. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perbuatan secara profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. Pada tahun 2003. sebagaimana dituntut oleh disiplin ilmu pendidikan (pedagogi) yang harus dikuasainya.Adanya hyme guru memang dapat menjadi model penghargaan terhadap guru. Direktorat Tenaga Kependidikan (nama baru Dikgutentis) telah mengeluarkan Standar Kompetensi Guru (SKG). (2) menguasai landasan kependidikan. (2)pengembangan potensi. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. guru harus memiliki kompetensi. (7) melaksanakan bimbingan. Direktorat Tenaga Kependidikan telah memberikan definisi kompetensi sebagai pengetahuan. (9) menjalin kerja sama dan interaksidengan guru se jawat dan masyarakat. (6) melaksanakan proses penilaian pendidikan. (3) menguasai bahan pelajaran. Dalam hal kompetensi ini.(8) melaksanakan administrasi sekolah. keterampilan. (4) Menyusun program pengajaran. dan . yaitu (1) pengelolaan pembelajaran. (5) melaksanakan proses belajar mengajar. Kompetensi Guru Salah satu ciri sebagai profesi. (10) melaksanakan penelitian sederhana.

(2) menilai hasil belajar siswa. (3) engaging in professional learning. (2) assessing studentlearning outcomes. dan (5) forming partnerships within the school community. Dengan kata lain. (1) facilitating student learning. (3. Kompetensi standar di Australia Barat ini meliputi lima dimensi. (1.3) peniliaianprestasi belajar peserta didik. Ketiga komponen kompetensi tersebut dijabarkan menjadi tujuh kompetensi dsasar. (1. Australia Barat dikenal memiliki ¶Competency Frameworkfor Teachers¶.4) pelaksanaan tindak lanjut hasilpenilaian prestasi belajar peserta didik.1)pemahaman wawasan kependidikan. (4) berperan serta untuk pengembangan program dankurikulum dalam lingkungan yang berfokus kepada hasil belajar. (1. yang dibungkus oleh aspek sikap dan kepribadian sebagai guru. (2) pengembangan profesi. dan (3.2) penguasaan bahan kajian akademik(sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan). yakni. (4) participatingto curriculum and program initiative s in outcome focused environment. . (3) melibatkan dalam pembelajaran profesional. limabidang kompetensi dasar guru di Australia Barat adalah (1) memfasilitasi pembelajaran siswa. Ketujuh kompetensi dasar guru tersebut dapat diukur dengan seperangkat indikator yang telah ditetapkan.2) pelaksanaan interaksi belajar mengajar. yaitu (1. Sebagai perbandingan.1) penyusunan rencanapembelaj aran.(3) penguasaan akademik.

(4) memiliki kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta sanksi yang jelas dan tegas terhadappelanggar kode etik tersebut. desainer interior. Jika dibandingkan dengan lima dimensi kompetensi di Australia Barat tersebut. hakim. akuntan. (5) sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat. Dalam hal ini. .phase 2 (level 2). maka anggota profesi secara perorangan atau kelompok berhak memperol eh imbalan finansial atau material. dirasakan manfaatnya bagi masyarakat (2) menuntut keterampilantertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang cukup yang dilakukan oleh lembaga pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan mencakup kemampuan mengadakan penelitian sederhana. yaitu. karena sudah mencakup kompetensi membangunkerjasama dengan sejawat dan masyarakat. dan phase 3 (level 3). Sebagai profesi. (3)memiliki kompetensi yang didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a systematic body of knowledge). guru memenuhi kelima ciri atau karakteristik yang melekat pada guru. tujuh kompetensi dasar menurut Dit Tendik belum mencakup kompetensi membangun kerja sama dengan sejawat dan masyarakat. Guru harus diakui sebagai profesi yang sejajar sama tinggi dan duduk sama rendah dengan profesi -profesi lainnya. arsitektur. yakni phase 1 (level 1). dan masih banyak yanglainnya. maka tampaklah bahwa sepuluh kompetensi dasar menurut Dikgutentis agaknya jauh lebih lengkap. misalnya mengadakan penelitian tindakankelas atau classroom action research. Lima dimensi tersebut memilikiindikator yang berbeda untuk ti ga jenjang guru.jaksa.(5) membangunkebersamaan dalam masyarakat sekolah. (1) memiliki fungsi dan signifikansi sosial bagi masyarakat. Simpulan Posisi guru sebagai salah satu profesi memang harus diakui dalam kehidupan masyarakat. seperti dokter.

yakni implikasi dan konsekuensi dari pencanangan itu yang memang sedang ditunggu -tunggu oleh masyarakat guru di Indonesia. Standar Kompetensi Guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Jika dibandingkan dengan competency framework for teachers di Australia Barat. Direktorat Tenaga Kependidikan. Dedi Supriadi. Jakata: Direktorat Tenaga Kependidikan. 1994. sertifikasi guru. 2003. Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika Yogyakarta. Hikayat: Yogyakarta. Standar Kompetensi Guru Sekolah Menengah Atas. 1998. 2003. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Texas . Alumni S2 University of Houston. 2003. serta mengadakan penelitian sederhana. misalnya lahirnya UU Guru. ²²²²²²² *) Kepala Bidang Pelayanan Teknis. Suparlan. 2003. Yang lebih dari hanya sekedar pencanangan adalah praktiknya. sepuluh kompetensi guru menurut Dikgutentis sebenarnya lebih lengkap. uji kompetensi guru. Insyaallah. Pendidikan. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Direktorat Tenaga Kependidikan. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Pencanangan guru sebagai profesi sebagai salah satu agenda seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu memang amat fokus dan mendasar. Education Department of Western Australia. Bahan Pustaka: Dedi Supriadi (Editor).karena terdapat kompetensi membangun kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. Guru Di Indonesia. dan last but not least adalah gaji guru. Pelatihan dan Perjuangan Sejak Zaman Kolonial Hingga Era Reformasi.Salah satu ciri guru sebagai profesi yang amat penting adalah guru harus memiliki kemampuan sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan. yang kedua kompetensi tersebut tidak ada dalam tujuh kompetensi dasar guru yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan. Competency Framework for Teachers. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Direktorat Tenaga Kependidikan.

Kurikulum dikembangkan sebagai acuan penyelenggaraan ke giatan pendidikan nasional yang sesuai dengan kondisi. Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.com/2008/05/09/guru -sebagai-profesi-danstandar-kompetensinya/ PENDAHULUAN A. C. kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan keutuhan dan potensi yang ada di setiap daerah. Im plementasi Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. yaitu : 1) Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT 2) Memahami dan menghayati 3) Mampu melaksanakan dan berbuat 4) Berguna bagi orang lain 5) Membangun serta menemukan jati.wordpress. Maksud dan Tujuan Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam tentang peran guru dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Oleh sebab itu. potensi peserta didik. kreatif. Perumusan Masalah Hal-hal yang di bahas dalam Makalah ini adalah berkisar tentang Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. efektif dan menyenangkan. diri melalu i proses pembelajaran yang aktif. Disini dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. untuk me ndukung pengetahuan . Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dan Peraturan pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan mengamanatkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah di susun oleh satuan pendi dikan mengacu kepada standar isi dan standar kompetensi serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh badan standar nasional. Kurikulum dilaksanakan dengan harapan peserta didik dapat menegakkan lima pilar belajar. B.http://kus1978.

Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan mencari bahan-bahan dari berbagai buku sumber dan sebagian juga dari internet. Dengan diberlakukannya KTSP yang katanya hanya untuk sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya dan untuk mengembangkan kualitas pendidikan kea rah yang lebih baik. Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sejak ditetapkannya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang menggantikan kurikulum sebelumnya.kita pada mata kuliah kurikulum dan pembelajaran akuntansi. karakteristik sekolah/darah. potensi daerah/ sekolah. Dalam hal ini KTSP juga dikembangkan sesuai dengan satu an pendidikan. baik dikalanagan pemerintah maupun oleh kalangan para guru sebagai pelaksanan kurikulum tersebut sangat resah dan bingung dalam melaksanaannya. Dengan munculnya KTSP yang konon katanya kurikulum tersebut dapat mempermudah para guru dalam menentukan tujuan akhir dari pembelajaran tersebut dan dapat digunakan atau dilaksanakan dimana saja. D. Untuk menjawab hal tersebut . Akan tet api pemerintah merespon pertanyan tersebut dari para guru agar tenang dan jangan resah dalam melaksanakannya dilapangan. Akankah hal itu dapat terwuju?. BAB II PEMBAHASAN A. Tapi anehnya semenjak ditetapkanya malah sebaliknya mengundang banyak pertanyaan dimana-mana. yaitu KBK yang pelaksanaannya belum memberikan hasil yang optimal sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. sosial budaya masyarakat setempat. dan karakteristik peserta didik setempat. baik itu di kota maupun di daerah -daerah terpencil. Karena kurikulum tersebut hanya modipikasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya.

sehuingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. yaitu Allah SWT. yang Maha Tahu. begitu seterusnya. Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Keberadaan guru di mayapada sudah ada sejak jaman dulu. sebagian besar para guru menggap perubahan tersebut bukan sebagai suatu langkah dalam meningkat kualitas pendidikan. adalah guru dari segala guru. nyaman dan tertib. Kedua. tetapi tutor atau pelatih. Bagi guru. Ada dua hal yang harus di perhatikan pemerintah dan para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharapkan. Guru Nabi Adam A. Istilah guru pada saat ini mengalami penciutan makna. Guru adalah orang yang mengajar di sekolah. Dalam Al Qur an diterangkan Allah SWT.S. Pertama. guru dari makhluk paling soleh. Padahal mereka itu tetap saja bertindak seperti guru. kepala sekolah dan dewan pen gawas dengan adanya KTSP ini agar menjadi iklim pembelajaran yang kondusip bagi terciptanya suasana yang aman . Sejak manusia paling awal diciptakan. akan tetapi senbagai masalah dan penghambat dalam pelaksanaannya dilapangan. bagaimana peran guru dalam menyikapi diberlakukannya KTSP. semua ini tergantung kepada pribadi kita dan sekolah dalam menyikapinya. Mengajarkan hal-hal baru pada peserta didik. karena kalau respon atau tanggapan guru te rhadap diberlakukannya KTSP itu bukan sebagai perubahan.S. Orang yang bertindak seperti guru seandainya di berada di suatu lembaga kursus atau pelatihan tidak disebut guru. Karena sebagaian besar guru kurang mengerti dalam penyusunan dan pelaksanannya. guru dari para penemu. B. Untuk meningkatkan kualitas peserta didik ban yak kebijakan yang harus di perhatikan oleh elemen atau lembaga -lembaga yang ada di daerah atau sekolah tersebut dalam melaksanakan otonomi sekolah an kepemimpinan sekolah dan partisipasi masyarakat serta kemandirian guru dalam menyikapi perkembangan pendidikan pada zaman sekarang ini. yaitu Nabi Adam A. . hal ini tidaklah mungkin akan terwujud kualitas pendidikan yang diharapkan. Selanjutnya Nabi Adam mengajarkannya pada Siti Hawa. Oleh karena bukan suatu yang mustahil tejadi kalau tujuan KTSP terseb dapat terwujud. untuk mengatasi hal tersebut sangat diharapkan peran dari kepada pemerintah dan para gurudalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharap kan dari kurikulum tersebu. yang mengajarkan pada Adam segala sesuatu tentang benda yang ada di dunia.mari kita lihat pakta dilapangan tentang pelaksanaannya.

Terlepas dari penciutan makna, peran guru dari dulu sampai sekarang tetap sangat diperlukan. Dialah yang membantu manusia untuk menemukan siapa dirinya, ke mana manusia akan pergi dan apa yang harus manusia lakukan di dunia. Manusia adalah makhluk lemah, ya ng dalam perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir sampai meninggal. Orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan harapan guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi -potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individu, karena antara satu perserta didik dengan yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Mungkin kita masih ingat ketika masih duduk di kelas I SD, gurulah yang pertama kali membantu memegang pensil untuk menulis, ia memegang satu persatu tangan siswanya dan membantu menulis secara benar. Guru pula yang memberi dorongan agar peserta didik berani berbuat benar, dan membiasakan mereka untuk bertanggungjawab terhadap setiap perbuatannya. Guru juga bertindak bagai pembantu ketika ada peserta didik yang buang air kecil, atau muntah di kelas, bahkan ketika ada yang buang air besar di celana. Guru -lah yang menggendong peserta didik ketika jatuh atau berkelahi dengan temannya, menjadi perawat, dan lain-lain yang sangat menuntut kesabaran, kreatifitas dan profesionalisme. Memahami uraian di atas, betapa besar jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkemba ngan para peserta didik. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan Negara dan bangsa. Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai : 1) Orang tua, yang penuh kasih saying pada peserta didiknya. 2) Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik. 3) Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya. 4) Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat

mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya. 5) Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab. 6) Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan dengan orang lain secara wajar. 7) Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain, dan lingkungannya. 8) Mengembangkan kreativitas. 9) Menjadi pembantu ketika diperlukan. Demikian beberapa peran yang harus dijalani seorang guru dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para siswanya. Saat ini permasalahan yang menimpa bidang pendidikan sangat beragam dan tergolong berat. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, tenaga pengajar yang kurang, serta tenaga pengajar yang belum kompeten. Kondisi sekolah yang memprihatinkan, ruang kelas bocor bila hujan dan sebagian sekolah ambruk. Maka tidaklah aneh kalau kondisi pendidikan kita jauh dari harapan. Salah satu permasalahan yang menimpa dunia pendidikan adalah kompetensi guru. Guru yang harusnya memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan kebutuhan, nyatanya hanya sedikit yang masuk kategori tersebut. Sisanya sungguh memprihatinkan. Program sertifikasi guru yang sekarang sedang digalakkan adalah salah satu bagian dari usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program sertifikasi guru merupakan program yang menyentuh langsung kompetensi guru. Salah satu kriterianya yaitu menilai kemampuan guru dari segi kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran. Diharapkan guru dapat melakukan pembelajaran yang dapat menghantarkan siswa ke arah sikap kreatif dan inovatif serta trampil. Kondisi tersebut harus dimulai dari gurunya sendiri. Sebagai contoh derasnya informasi serta cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memu nculkan pertanyaan terhadap tugas utama guru yang disebut ³mengajar´. Masih perlukah guru mengajar di kelas seorang diri, menginformasikan, menjelaskan dan menerangkan? Permasalahan lain akibat derasnya informasi dan munculnya teknologi baru adalah kesiapan guru untuk mengikuti perkembangan tersebut. Seorang guru dituntut harus serba tahu bila tidak tahu guru harus berkata jujur ³Saya tidak tahu´. Namun kalau terlalu sering guru berkata demikian alangkah naifnya guru tersebut. Seyogyanya dia terus mencari t ahu, belajar terus sepanjang hayat, memanfaatkan teknologi yang ada.

Di masyarakat, seorang guru diamati dan dinilai masyarakat, di sekolah dinilai oleh murid dan teman sejawatnya serta atasannya. Peran apakah yang harus dilakoni seorang guru supaya penila ian mereka positif? Suatu pertanyaan -yang menjadi salah satu permasalahan - yang sekarang muncul di masyarakat. Dalam proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat membentuk kompetensi dan kualitas pribadi anak didiknya. Untuk mencapai hal demikian timbul pertanyaan, sebenarnya peran apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru sehingga anak didik bisa berkembang optimal? Cukupkah peran guru seperti yang telah disampaikan di atas ataukah ada peran lain yang harus dilakoni seorang guru ? Beragam pertanyaan tadi dapat menyebabkan demotivasi bagi seorang calon guru ataupun guru yang sudah lama mengabdi. Apakah saya mampu menjadi guru yang ideal? Peran apa yang harus saya lakoni untuk menjadi guru yang ideal? Demikian pertanyaan yang timbul dalam hati seorang guru yang berniat mengabdikan sisa hidupnya di dunia pendidikan. Pertanyaan tersebut sebelumnya telah menggugah sejumlah pengamat dan akhli pendidikan. Mereka telah meneliti peran -peran apa yang harus dimiliki seorang guru supaya tergolong kompeten dalam pembelajaran maupun pergaulan di masyarakat. Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon d an Weinstein (1997). Adapun peran -peran tersebut adalah sebagai berikut : 1) Guru Sebagai Pendidik Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. 2) Guru Sebagai Pengajar Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam memecahkan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu : Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis,

Kedua. yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. guru harus melaksanakan penilaian. meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang. Menciptakan kepercayaan. guru harus memaknai kegiatan belajar. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Keempat. Dalam hal ini. 5) Guru Sebagai Penasehat Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang tua. Ketiga. ia harus memahami psikologi kepribadian dan ilmu kesehatan mental. tetapi mereka harus terlibat secara psikologis. terdapat jurang yang .Mensintesis. Aga r guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan penasihat secara lebih mendalam. Menyesuaikan metode pembelajaran. moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar. guru -guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar. Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal. 4) Guru Sebagai Pelatih Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan. Bertanya. Merespon. guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang hendak dicapai. Memberikan nada perasaan. Mendengarkan. baik intelektual maupun motorik. 6) Guru Sebagai Pembaharu (Inovator) Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam ke hidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini. kreatifitas. Memberikan pandangan yang b ervariasi. Tanpa latihan seorang peserta didik tidak akan mampu mengembangkan potensinya. guru memerlukan kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut. dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan belajar itu tidak hanya se cara jasmaniah. Sebagai pembimbing perjalanan. emosional. istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental. Pertama. 3) Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan.

7) Guru Sebagai Model dan Teladan Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. kemudian menyadari kesalahan ketika memang bersalah. apalagi ditolak.dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain. Kesehatan. dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan. Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak mudah untuk ditentang. Kesalahan harus diikuti dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya. secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus dipahami. Hubungan kemanusia an. Seorang peserta didik yang belajar sekarang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru : Sikap dasar. sebab . Guru yang baik adalah yang menyadar i kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya. guru harus menjadi pribadi yang terdidik. keagamaan dan kepemudaan. Keputusan. Selera. Kebiasaan bekerja. Guru perlu juga memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui kemampuannya. demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak daripada nenek kita. maka dengan cara yang tepat disikapi sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dan masyarakat yang berakibat terganggunya proses pendidikan bagi peserta didik. antara lain melalui kegiatan olah raga. yang juga penerjemah pengalaman. 8) Guru Sebagai Pribadi Guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. tetapi peserta didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri. Bicara dan gaya bicara. Pakaian. Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan diterima oleh peserta didik. Digugu maksudnya bahwa pesan -pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Ungkapan yang sering dikemukakan adalah bahwa ³guru bisa digugu dan ditiru´. Keluwesan bergaul harus dimiliki. Sebagai jembatan antara generasi tua dan genearasi muda. Proses berfikir. Sikap melalui pengalaman dan kesalahan. Perilaku neurotis. Jika ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya. tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik sert a orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya sebagai guru. Sebagai teladan. Gaya hidup secara umum Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik.

Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan dengan baik. yang didalamnya melibatkan guru. Dalam hal ini. 13) Guru Sebagai Pemindah Kemah Hidup ini selalu berubah dan guru adalah seorang pemindah kemah. yang . guru senantiasa berusaha untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik. Akibat dari fungsi ini. sehingga peserta didik akan menilaianya bahwa ia memang kreatif dan tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. mulai dari kisah nyata sampai yang direkayasa. yakni penelitian. Oleh karena itu guru adalah seorang pencari atau peneliti. maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua peranannya. Kreativitas menunjukkan bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari yang telah dikerjakan sebelumnya. 11) Guru Sebagai Pembangkit Pandangan Dunia ini panggung sandiwara. yang penuh dengan berbagai kisah dan peristiwa. Menyadari akan kekurangannya guru berusaha mencari apa yang belum diketahui untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. 12) Guru Sebagai Pekerja Rutin Guru bekerja dengan keterampilan dan kebiasaan tertentu. sehingga setiap langkah dar i proses pendidikan yang dikelolanya dilaksanakan untuk menunjang fungsi ini. Sebagai orang yang telah mengenal metodologi tentunya ia tahu pula ap a yang harus dikerjakan. yang dalam pelaksanaannya memerlukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi lingkungan. Mengembangkan fungsi ini guru harus terampil dalam berkomunikasi dengan peserta didik di segala umur. serta kegiatan rutin yang amat diperlukan dan seringkali memberatkan. 9) Guru Sebagai Peneliti Pembelajaran merupakan seni. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu. Kreatifitas merupakan sesuatu yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di sekitar kita.kalau tidak pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. guru dituntut untuk memberikan dan memelihara pandangan tentang keagungan kepada pesarta didiknya. 10) Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas Kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Untuk itu diperlukan berbagai penelitian.

guru beran gkat dengan jiwa pengabdian dan inspirasi yang dalam yang akan mengarahkan kegiatannya. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali menjadi pribadi . Tahun demi tahun sang actor berusaha mengurangi respon bosan dan berusaha meningkatkan minat para pendengar. 15) Guru Sebagai Aktor Sebagai seorang aktor. melainkan juga tentang kepribadian manusia sehingga mampu memahami respon-respon pendengarnya. guru mampu memahami potensi peserta didik. tanpa mengetahui asal usulnya. kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. 16) Guru Sebagai Emansipator Dengan kecerdikannya. Guru tidak takut menjadi alat untuk menyampaikan cerita -cerita tentang kehidupan. Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. 14) Guru Sebagai Pembawa Cerita Sudah menjadi sifat manusia untuk mengenal diri dan menanyakan keberadaannya serta bagaimana berhubungan de ngan keberadaannya itu. kepercayaan dan kebiasaan yang menghalangi kemajuan serta membantu menjauhi dan meninggalkannya untuk mendapatkan c ara-cara baru yang lebih sesuai. Guru berusaha keras untuk mengetahui masalah peserta didik. Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang dihadapinya. dan merencanakan kembali pekerjaannya sehingga dapat dikontrol. Guru harus memahami hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi peserta didiknya.suka memindah-mindahkan dan membantu peserta di dik dalam meninggalkan hal lama menuju sesuatu yang baru yang bisa mereka alami. pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan peserta didik dari ³self image´ yang tidak menyenangkan. Sebagai aktor. yang bisa disesuaikan dengan kehidupan mereka. Guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang. Semua itu diperoleh melalui cerita. karena ia tahu sepenuhnya bahwa cerita itu sangat bermanfaat bagi manusia. Tidak mungkin bagi manusia hanya muncul dalam lingkungannya dan berhubungan dengan lingkungan. Guru mengetahui bahwa pengalaman. guru me lakukan penelitian tidak terbatas pada materi yang harus ditransferkan. mene mukan gagasan dan kehidupan yang nampak diperlukan oleh manusia lain. menghormati setiap insane dan menyadari bahwa kebanyakan insan merupakan ³budak´ stagnasi kebudayaan.

Bila ti dak.yang percaya diri. Implementasi Peran Guru dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Seperti halnya dengan sejarah panjang Ujian Negara maka ini begitu juga terjadi dengan sejaraha kurikulum pada pendidikan di Indonesia. Dengan rancangannya peserta didik akan melewati tahap kulminasi. Dia harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran guru. Hal yang . pelaksanaan dan tindak lanjut. 17) Guru Sebagai Evaluator Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks. Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak menuju kehancuran. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai evaluator. serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian. yaitu persiapan. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan potensi anak didik. C. Penilaian harus adil dan objektif. suatu tahap yang memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan belajarnya. karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan. karena hasil karya manusia terdahulu masih banyak yang bermakna bagi kehidupan manusia sekarang maupun di masa depan. 18) Guru Sebagai Pengawet Salah satu tugas guru adalah mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. (Bahan dirangkum dari berbagai sumber). 19) Guru Sebagai Kulminator Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). dalam penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas. yang meliputi tiga tahap. Guru juga harus mempunyai sikap positif terhadap apa yang akan diawetkan. Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru. Peran -peran tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan utuh. Teknik apapun yang dipilih. Sarana pengawet terhadap apa yang telah dicapai manusia terdahulu adalah kurikulum. Guru sejatinya adalah seorang prib adi yang harus serba bisa dan serba tahu.

sehingga menimbukan sebuah kurikulum yang super padat. yang berupaya untuk mengkombinasikan antara kurikulum 1975 dan 1 984. Lantas tetap di era Orde Baru pada tahun 1975 keluarnya kurikulum Prosedur Pengembangan Sistem Indtruksional (PPSI) yang lebih dikenal dengan Kurikulum berbasis satuan pelajaran. Guru yang tidak lagi melakukan metode ceramah kepada siswanya.menarik adalah bahwa KTSP ini merupakan era baru. Lain lagi dengan kurikulum 1994 yang menggantikan kurikulum 1984 yang berupaya memadukan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Namun dalam perjalanannya kurikulum ini juga tidak dapat direa lisasikan seperti keinginan awalnya. Kurikulum ini juga merupakan salah satu hasil kurikulum lebih bai k dibanding pendahulunya yang pernah di keluarkan Depdiknas. Terlebih lagi pada permulaan masa orde baru pada tahun 1968 yang kurikulumnya berisikan bagaimana menjadi seorang manusia Pancasila sejati. Sehingga berujung kepada penolakkan dari model CBSA ini. seorang Guru harus mampu melakukan inovasi dalam membuat kurikulum sesuai dengan kebutuhan murid dan sekolahnya tersebut. karena seringkali terjadi banyak kesenjangan dan kurangnya pemahaman dari Sekolah. namun belum bisa menguasai para siswanya dalam pembelajaran siswa aktif t ersebut. Harapan dari KTSP ini adalah akan lahir kurikulum -kurikulum berbasis lokal yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan dihasilkan oleh orang orang lokal dengan mengacu kepada standar -standar nasional yang dibuat Pusat. pengelompokkan. karena semua aspek komponen baik lokal dan Pusat dimasukkan kedalam . diskusi hingga melaporkan atau sering disebut dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Namun hal ini ber impilikasi kembali dengan kemampuan seorang Guru untuk membuat KTSP. yang disebut dengan R encana Pembelajaran yang isinya lebih mementingkan kepentingan Belanda dibandingkan dengan kepentingan rakyat Indonesia. Sedikit berbeda pada tahun 1984 keluar kurikulum yang berba sis process skill approach. Sebagai contoh ketika kurikulum pertama kali dikeluarkan yaitu pada tahun 1947. Siswa ditempatkan sebagai subjek belajar dari mulai pengamatan. Kemudian pada tahun 1952 dan tahun 1964 pada masa orde lama yang masih belum sempurna kurikulumnya bahkan masih terkesan premature. namun ini mendapatkan banyhak kritikan karena Guru disibukkan menuliskan rincian apa yang dikerjakan dalam setiap kegiatan pembelajaran. dari kurikulum yang bersifat nasional menjadi kurikulum yang berbas iskan satuan pendidikan. sekaligus kembali bersifat prospectif bila dibandingkan dengan kurikulum -kurikulum yang lain.

Kembali hal ini terbentur pada kemampuan Gurunya yang tidak memahami masalah pengukuran ini. lingkungan dan peserta didik. Yang juga melahirkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada tahun 2004. menggunakan metode Master TOT. Sesungguhnya sosialisasi KTSP ini sudah dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional melalui Ditjen PMPTK dengan berbagai cara dan kesempatan. Berakhirnya KBK ditandai pula dengan dicabutnya penerapan kurikulum nasional. Jiwanya adalah setiap pelajaran diurai berdasarkan kompetensi apa yang mesti dicapai oleh siswa. Depdiknas dan Badan Standar Nasional Pendid ikan (BSNP). pemerintah menggulirka n kebijakan yang sama sekali berbeda di masa silam. Namun kerancuan muncu l ketika akan mengukur kompetensi siswa. melalui asosiasi Guru yang ada dan lain sebagainya. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan CD yang berisikan KTSP. Pemerintah hanya membuat standar-standar nasional sedangkan isi kurikulum dibuat oleh Sekolah. bila ini dilakukan maka tidak bisa lagi menggunakan alat ukur dengan menggunakan pilihan ganda akan tetapi tentunya menggunakan praktek yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.kurikulum tersebut. Yang kemudian dilanjutkan dengan KTSP tersebut. Dan sebenarnya sudah cukup dirasakan oleh Guru -guru . hanya memberikan kisi-kisi materi yang akan diujikan secara nasional. bukan sekedar Guru yang hanya mencari nafkah da ri pekerjaannya akan tetapi seorang Guru yang mengerti betul dengan filosofi pembelajaran dan menguasai betul secara mental untuk memberikan pengajaran kepada anak didiknya sebagai seorang manusia. berdasarkan Peraturan Menteri Pendidi kan Nasional (Permendiknas) Nomor 22/2006 tentang Standar Isi Pendidikan dan Permendiknas No 23/2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan. Guru diberikan kebebasan mengembangkan indikator penilaian dan materi pokok sesuai dengan karakteristik daerah. karena hasil yang tidak memuaskan program ini dihentikan pada tahun 2006. antara lain membuat kurikulum. Widya Iswara pada LPMP dan P4TK seringkali melakukan kunjungan ke daerah untuk mensosialisasikan nya. Di era otonomi pendidikan ini. lembaga yang tugasnya. KTSP menghendaki kurikulum disusun dan dikembangkan sendiri oleh sekolah. krisis ekonomi 1998 yang menjatuhkan Soeharto sekaligu s menandakan berakhirnya Orde Baru. Disini kembali dituntut peran Guru yang amat besar untuk mampu melaksanakan kurikulum ini. KTSP ditetapkan pada 23 mei 2006. Ketika kurikulum ini berjalan timbullah tragedi 1998. Inilah era Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

dimana ketika itu setelah ditulis kita harus langsung menghapusnya. belum lagi banyaknya Guru yang mengajar missmatch. Dan salah satu upaya yang sekarng ini amat dinantikan a dalah peran serta masyarakat melalui LSM-LSM untuk dapat mensosialisasikannya. 849 guru swasta. ketika zaman dahulu kita menulis dengan batu tulis.783. Seperti pepatah mengatakan µGuru Kencin g Berdiri Murid Kencing Berlari¶. Sedangkan sekarang ini begitu murah buku dan ala t tulis untuk dibeli namun tetap saja mutu pendidikan kita tidak menjadi lebih baik. Yang perlu menjadi catatan dengan KTSP ini adalah bukan hanya kepada sosialis asi akan tetapi kemampuan Guru untuk dapat mengembangkan kurikulum ini. mereka dianggap sebagai tokoh dalam komunitasnya. Sayangnya. Guru kita sekarang tidak mampu memberikan inspirasi kepada anak . Dahulu Guru begitu dihormati oleh masayarakat. Peran Guru Bila dilihat dari dat a guru kemungkinan profesi yang terbanyak dibanding profesi lain. minimal mereka mengetahuinya. namun bagaimana mengajar seorang anak didik itu dari hati.528. karena kurikulum ini betul betul membuthkan Guru yang capable dan mampu melakukan analisis analisis untuk menghasilkan kurikulum terbaik bagi siswanya. Sebuah film yang diangkat dari Novel spektakuler µLasyar Pelangi´ telah mencoba menunjukkan h al tersebut. bagaimana mengajar seorang anak didik itu sesuai dengan bakatnya dan melihatnya sebagai sebuah kepribadian yang unik yang diciptakan oleh Allah SWT. 1. akan tetapi yang paling penting itu selain kualitas dan kompetensi adalah Mental Guru. Bila seorang Guru mempunyai kemampuan dan mengerti metoda pendidikan ia akan dapat memberikan sebuah pengajaran yang luar biasa. kesemua ini tentunya hanya akan membuat anak d idik di Indonesia akan menjadi semakin mundur. Hal yang sering terlupakan adalah bahwa dalam pembelajaran itu sarana dan prasarana bukan merupakan sebuah factor yang paling penting. dengan perincian 1. Namun kini semuanya semakin sirna karena berbagai tingkah laku Guru yang membuat muridnya menjadi tertawa. Bahwa mengajarkan seseorang itu tidak perlu terikat dengan kurikulum atau lengkapnya sarana dan prasarana. sementara dari sisi kualitas baik dari kompetensi dan kualifikasi. tidak hanya bisa mengkritisi akan tetapi tidak memberikan solusi yang terbaik bagi anak bangsa ini. guru hanya unggul jumlah. Tercatat tak kurang dari 2.yang ada di seluruh Indonesia. masih menyisakan pekerjaan rumah besar.254.472 adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan sisanya.321 guru. Dari sisi kualifikasi ternyata hanya sebagian saja yang lulus S1. Sebagai contoh.

Lulusan PT tidak mempunyai keberanian untuk menantang untung dan rugi. lagi-lagi yang terjadi sungguh membuat mengerti kenapa pendidikan kita tidak maju.didiknya. Namun untuk mendapatkannya seorang Guru diharuskan mengikut uji sertifikasi d an fortopolio. BAB III PENUTUP A. sehingga menghilangkan jiwa kritis dari Guru tersebut. mulai mencari ijazah palsu. Bila seorang Guru seperti itu tentu dapat terbayangkan bagaimana muridnya. Kesimpulan . Inilah mental kebanyakan Guru kita sekarang ini. KKN itu akan terus terjadi. UU Guru dan Dosen telah jadi. yang akhir lebih pintar untuk menghapal bukan melakukan inovasi-inovasi pemikiran. Seperti halnya dengan KKN. Guru mulai bermain -main dengan fortopolio. Sehingga saat ini lulusan dari Perguruan Tinggi ternyata lebih banyak menjadi µPenyemir Sepatu¶ d ari lulusan SD yang mempunyai keberanian untuk terjun dalam dunia kewirausahaan. tidak mempunyai jiwa seorang pendidikan akan tetapi lebih kepada jiwa pedagang atau bahkan me njadi seorang birokrasi. menantang hidup yang tidak pasti. seorang Guru disinyalir akan mendapatkan pendapatan yang cukup untuk hidupnya. Hal ini mungkin terjadi karena dampak dari zaman sentralisasi di orde baru yang menyebabkan selama puluhan tahun Guru hanya dituntut untuk melaksanakan kurikulum yang telah dikeluarkan sesuai dengan kebijakan dan keinginan Pusat. menantang hidup yang tidak tetap. selama mental para Birokrasi tida berubah sebesar apapun gaji yang diberikan tidak akan pernah cukup. namun itu semua menjadi tidak berguna apabila Guru kita mentalnya masih belum berubah. Bukannya kurikulum atau sarana dan prasarana itu tidak penting. mulai membajak hasil diklat dan seminar temannya. walau ternyat dengan ketekunan dunia itu tidak pernah membuat orangnya kelaparan dengan sebenar-benarnya.

karena kurikulum berjalan. hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. sehingga hakekat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan benar -benar terwujud. Jakarta :Kencana Perdana Media Group.info/2010/04/peran -guru-dalam-implementasikurikulum. isi dan bahan pelajaran pada KTSP ada beberapa alasan yang menjadi pilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air. Hampir semua negara di dunia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dan utama dalam pembangunan bangsa dan negara. Begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utam a. budi pekerja seni dan olahraga serta life skill.rancahbetah.Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDA) jangka panjang yang mempunyai nilai yang tingg i bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia.html . Untuk mencapai ke arah itu. Kurikulum dan Pembelajaran. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. B. Selain itu kurikulum harus mempunyai tujuan yang ingin di capai baik yang bersifat kongkrit maupun abstrak dan berbagai konsepsinya seperti yang disebutkan di atas. Saran Penulis mengharapkan saran dan kritik yan g bersifat membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah yang akan datang. Wina. salah satunya adalah potensi siswa itu berbeda -beda dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat dan mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek -aspek moral. 2008 http://www. kurikulum dan peran guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan. sedangkan kurikulum adalah seperangkat renc ana dan pengaturan mengenai tujuan. Daftar Pustaka Sanjaya. akhlak.

budaya. DAN MORAL Menteri Pendidikan Nasional. Di kalangan mahasiswa. Isu in i menjadi sangat penting dengan adanya penjiplakan karya ilmiah yang semakin banyak terjadi bukan hanya di kalangan mahasiswa tetapi sudah masuk pada tataran guru besar di berbagai kota. 20 Februari 2010. telah memberikan pernyataannya di harian Kompas yang terbit di hari Sabtu. DAN MORAL PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. dan bahkan S3 sekarang banyak yang menggunakan . baik mahasiswa S1. dan moral menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi pendidikan nasional Indonesia. S2. Muhammad Nuh. BUDAYA.PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER. bahwa pendidikan karakter. BUDAYA.

Maka lingkungan sekolah (guru) menjadi garda terakhir yang terengah -engah memanggul kepercayaan tersebut. Jika kita mengajukan pertanyaan umum tentang siapakah yang berada di garis terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan karakter.jasa pembuatan skripsi atau disebut pabrik skripsi. dan disertasi di surat kabar dan juga di internet. dan disertasi? Pendidikan karakter. dan moral sudah lama didengungkan oleh para pendidik kita dan telah lama juga dirintis oleh Ki Hajar Dewantara dengan tri pusat pendidikannya yang menyebutkan bahwa wilayah pendidikan guna membangun konstruksi fisik. Para penyedia jasa ini sudah terang -terangan mempromosikan makalah. Jika kalangan akademisi saja sudah tidak peduli dengan adanya kejujuran dalam menulis karya ilmiah. (ii) lingkungan sekolah. Ketika pendidikan di lingkungan keluarga mulai sedikit diabaikan dan dipercayakan penuh kepada lingkungan sekolah. Mereka lebih menghargai teman yang menurutnya memberikan warna bagi kehidupannya. budaya. Kesejahteraan suatu bangsa yang ditopang oleh pilar kemajuan teknologi dan ekonomi sangat bergantung pada kemajuan pendidikan karena sistem yang dibangun suatu negara tidak akan berhasil tanpa . serta lingkungan sosial yang makin kehilangan kesadaran bahwa aksi mereka pada dasarnya memberikan pengaruh yang besar pada pendidikan seorang individu. skripsi. tesis. (i) lingkungan keluarga. tesis. Semua sepakat bahwa gurulah yang menjadi frontliner. dan spiritual yang handal dan tangguh dimulai dari. bagaimana dengan nasib bangsa ini yang akan semakin terpuruk dengan sikap yang sangat tidak terhormat dengan penjiplakan atau penjualan skripsi. budaya. tesis. dan moral. mental. dan disertasi. Orang tua semakin tid ak peduli dengan pendidikan anaknya yang semakin hari semakin tergerus oleh lingkungan sosial yang merusak dirinya dan hilangnya rasa hormat kepada guru yang selama ini membimbingnya di sekolah. dan (iii) lingkungan sosial.

bahwa negara kita berada pada puncak tragedi pendidikan dimana aneka ketidakjujuran sudah berlangsung lama. masyarakat. Itulah beberapa fakta yang terjadi di sekitar kita yang akhir -akhir ini menjadi suatu isu yang banyak terjadi. budaya. dan guru yang memiliki andil dalam kehancuran pendidikan ini tetapi juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional. guru. siswa semakin bingung akan dibawa kemana. Pernyataan ini memberikan bukti bahwa kebobrokan di bidang pendidikan bukan hanya terjadi hulu tetap i juga di hilir. dari kecurangan.dukungan SDM yang berkualitas. Para pengambil kebijakan mendapatkan untung sebesar-besarnya dan masyarakat. Bagaimana dengan guru yang lain? Guru bidang studi lain bersibuk ria dengan kurikulum dan nilai Ujian Nasional. . Pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur suatu keberhasilan suatu bangsa dalam mendidik tunas bangsa menjadi bahan olok-olokan dan dinomor sekiankan dari program pembangunan negara. Tanggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada guru agama dan guru PKN. Menurut Fritz R Tambunan. dan karakter bagi semua peserta didik Pendidikan moral disampaikan secara marjinal. Bangsa ini kehilangan suatu teladan dalam bidang pendidikan. dan moral bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas termasuk didalamnya adalah pendidikan moral. Sedangkan dua guru bidang studi ini sibuk dengan pencapaian kompetensi yang harus dicapai siswa. penjiplakan karya ilmiah.dan konversi nilai ujian akhir. Peran guru menjadi sangat esensial dalam perpektif pengembangan pendidikan karakter. Hal ini memiliki makna bahwa bukan hanya peserta didik. disibukkan Pendidikan dengan nasional berbagai yang proyek memiliki yang tujuan pada yang intinya mulia dapat menghasilkan uang bagi para penentu kebijakan. budaya.

mengajar. berbudaya. menghayati. (6) pekerja administrasi. (2) model. UU no 14 tahun 2005. keterampilan pengelolaan kelas. membimbing. (4) pelajar (learner). yaitu: guru harus menuntun murid-murid belajar. dan keramahan g uru terhadap siswa. melakukan diagnose atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar. keterampilan profesional dan keterampilan sosial. menilai. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. kepedulian. Di samping itu. Guru merupakan teladan bagi siswa dan memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter siswa. WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer). pendidi kan dasar. (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. melatih. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. antusiasme. Jika kita menengok kembali tugas guru yang luar biasa. guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. kemampuan penyampaian materi pelajaran. . Pernyataan diatas ditegaskan kembali oleh Oemar Hamalik. dan bermoral. mengenal masyarakat dan ikut aktif di dalamnya. (3) pengajar dan pembimbing. kedisiplinan. dan mengamankan pancasila .Guru atau pendidik memiliki tanggung j awab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter. turut serta membina kurikulum sekolah. watak. memberikan bimbingan kepada murid. Lebih jauh Slavin (1994) menjelaskan secara umum bahwa performa mengajar guru meliputi aspek kemampuan kognitif. tugas dan tanggung jawab guru meliputi 11 macam. mengarahkan. Dalam UU Guru dan Dosen. Borich (1990) menyebutkan bahwa perilaku mengajar guru yang baik dalam proses belajar -mengajar di kelas dapat ditandai dengan adanya kemampuan penguasaan materi pelajaran. mengamalkan. dan pendidikan menengah. dan jasmaniah) . menyelenggarakan penelitian . melakukan pembinaan terhadap diri anak ( kepribadian.

Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai . Usaha membantu kearah ini seharusnya diberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. semakin jelas bahwa peran g uru dalam dunia pendidikan modern sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. Sisi ini memberikan wacana bahwa guru bukan hanya pendidik akademis tetapi juga merupakan pendidik karakter.Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu peserta didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaikbaiknya. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat.turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia. budaya. Dengan demikian. tugas manusiawi. dan tanggung jawab meningkatkan professional guru. Guru seharusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendiri dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup. dan tugas kemasyarakatan. turut mensukseskan pembangunan . Konsekuensinya. dan moral bagi para peserta didiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui peserta didik dan seharusnya diketahui oleh peserta didik. Pendapat senada juga dinyatakan oleh Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.

h. peningkatan potensi. dan . dan moral bagi bangsa Indonesia. perkembangan ilmu pengetahuan. c. dan minat peserta didik. d. i. motivator dan dinamisator pembangu nan tempat di mana ia bertempat tinggal. dan seni. b. Berkaitan dengan tiga tugas guru tersebut dengan pendidikan karakter.warga negara yang baik. peningkatan akhlak mulia. teknologi. budaya. e. f. tuntutan dunia kerja. agama. kecerdasan. secara prinsip sudah ditetapkan baik dalam UUD 1945 maupun dalam Undang -Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan iman dan takwa. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 d an GBHN. dinamika perkembangan global. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. g.

pilihan hidup dan praktek komunikas i. sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendirinya menjadi manusia yang berbudaya. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik. yaitu melatih mahasiswa. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabat an. namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama. aspek yang kedua mendidiknya menjadi manusia yang berbudaya. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya.j. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendirinya orang menjadi berbudaya. apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. pembinaan prajabatan melalui pendidikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. tugas manusiawi. bertitik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. dan tugas kemasyarakatan. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. persatuan nasional dan nilai -nilai kebangsaan. . membuatnya menjadi terpelajar. tugas profesional. Selanjutnya. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas profesional.

maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila. orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. Bagaimana solusi yang . mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan peserta didiki menjadi manusia yang berkarakter.Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. Peran guru sebagai pelajar (leamer). budaya dan moral. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh at au model baginya. Guru sangat berperan dalam mendidik peserta didik dengan pendidikan karakter. dan berkarakter sesuai cita-cita UUD 1945 dan Pancasila. berbudaya . Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang di rnilikinya tidak ketinggalan jaman. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti pe rsiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. dan moral. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai -nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. budaya. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter.

dan yang terparah adalah membunuh peserta didiknya sendiri. Banyak calon guru yang tidak mengerti pendidikan karakter itu apa. pendidikan moral itu apa. pendidikan budaya. Terdapat beberapa solusi yang penulis tawarkan. Tambahan mata kuliah yaitu pendidikan karakter. dan pendidikan moral. menjadi guru yang memperkosa peserta didiknya sendiri. baik secara akademis dan secara sikap. Mengapa sebaiknya diberikan kepada mahasiswa calon guru? Beberapa alasannya adalah banyak sekali mahasiswa calon guru meskipun umurnya sudah diatas 18 tahun tetapi tetap saja sikapnya masih seperti orang yang tidak mengenyam pendidikan. budaya. dan sekolah menengah umum 17 mata pelajaran. Jika ditambah dengan pendidikan moral. sekolah menengah pertama ada 12 mata pelajaran. Se hingga yang terjadi adalah setelah lulus menjadi guru akan menjadi guru yang suka memukul peserta didiknya. Bukan bertambah pemahaman mengenai karakter.ditawarkan kepada peserta didik dengan jumlah pelajaran yang banyak? Sebagai gambaran saja. Solusi kedua. dan juga pendidikan budaya itu apa. Dikhawatirkan hal ini akan sangat kontra produktif. Inilah yang disebut kehancuran pendidikan secara menyeluruh. belajar dari negara tetangga. ataupun moral peserta didik tetapi sebaliknya. Misalnya menyeberang jalan dengan seenaknya padahal diatas jalan tersebut ada jembatan penyeberangan. un tuk sekolah umum sekolah dasar ada 9 mata pelajaran. Pertama. peserta akan bersikap masa bodoh atau tidak peduli. Pendidikan nilai ini wajib bagi sekolah . Di negara ini dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah diajarkan pendidikan nilai (values education). dan pendidikan moral maka masing-masing bertambah tiga pelajaran. Ketiga solusi ini bisa dilakukan secara individu ataupun dilaksanakan secara bersama sama. calon pendidik atau guru diberi tambahan mata kuliah pada saat belajar di perguruan tinggi. pendidikan budaya. yaitu Singapura.

Keenam hal tersebut adalah care (kasih sayang). integrity (integritas). harmony (keseimbangan). dan beratus bahasa berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. budaya. Pendidikan ini didasarkan pada enam hal yang disesuaikan dengan usia peserta didik. pendidikan karakter. dan moral. Materi ini akan ditambah dengan bagaimana siswa menghargai tumbuhan. Sebagai contoh adalah guru biologi mengajarkan tentang berbagai jenis tumbuhan. budaya. bagaimana menjaga lingkungan dan sebagainya. Meskipun di negara ini pelajaran agama ditiadakan tetapi diajarkan di keluarga masing masing. dan moral disampaikan secara terpadu dengan seluruh pelajaran yang diajarkan di sekolah. respect (saling menghormati). tetapi terlihat hasinya bahwa keenam hal yang diatas sangat mempengaruhi kehidupan di setiap aspek kehidupan. Solusi ketiga. Demikian juga berlaku bagi semua guru mata pelajaran yang a da di sekolah. Demikian juga guru bahasa. dan moral. budaya. Pendidikan karakter.negeri atau swasta. resilience (daya tahan atau tangguh). budaya yang beraneka ragam. beraneka suku. guru tersebut juga mengajarkan tentang pendidikan karakter. Contohnya peserta didik diajarkan untuk tidak melakukan penjiplakan dengan cara dididik untuk membuat kalimat sendiri sampai peserta didik paham benar bagaimana menulis dengan baik dan benar. Selain mengajar materi bahasa. terdiri dari ribuan pulau. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. responsible (bertanggung jawab). budaya. Semua guru mata pelajaran diberikan tugas tambahan untuk menganalisa semua aspek yang diajarkan dan dihubungkan dengan pendidikan karakter. peserta didik dididik untuk memiliki budaya datang tepat waktu. Washington . dan peserta didik dididik untuk selalu menghormati karya orang lain. dan moral merupakan priorita s dalam usaha memperbaiki dan menjaga negara Indonesia tercinta ini.

budaya. Kampanye pendidikan moral.Napitupulu (2001) menyatakan bahwa fundamental moralitas dan etika kemanusiaan diterapkan pada setiap profesi dan pada setiap bidang upaya manusia. Hal ini sudah . dan karakter ini akan lebih bermakna jika pemerintah menjadi lokomotif penggerak dengan memberikan contoh bagi masyarakatnya. budaya. budaya. malu menyontek. Sehingga diharapkan dengan adanya pendidikan karakter. Adanya curang. tetapi hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. malu untuk korupsi benar .P. perkelahian antar tetangga yang hanya dibatasi ole h jalan raya. memiliki budaya perdamaian dan juga moral yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhannya. Contoh dari karakter yang perlu diperbaiki adalah k edisiplinan. Tentu saja usaha ini akan menja di isapan jempol belaka jika pemerintah ataupun stakeholder suatu sekolah tidak ikut berperanserta dalam upaya kampanye besar-besaran perlunya pendidikan moral. Pernyataan ini memiliki arti yang mendalam bahwasanya sebagai guru bukan hanya mendidik peserta didiknya agar berhasil dalam bidang akademis melainkan guru juga merupakan teladan atau contoh dari suatu karakter manusia yang baik. budaya dan moral.benar tertanam di hati dan pikiran setiap manusia Indonesia. jika tidak terlambat maka dianggap bukan orang Indonesia. malu berbuat sesuatu kejahatan. dan karakter ataupun hanya dilakukan dalam hitungan jari saja. Bangsa Indonesia telah dikenal dengan bangsa dengan jam karetnya. budaya. diharapkan bahwa tidak ada perkelahian antar suku. perkelahian budaya malu untuk berbuat antar agama. dan karakter bangsa Indonesia perlu diadakan kampanye besar-besaran bagi para guru di seluruh Indonesia untuk dapat kembali mendidik para peserta didiknya dengan teladan yang berdasar pada pendidikankarakter. dan moral. Maka dalam rangka mempercepat usaha perbaikan moral.

yang sanitasi. pendidikan budaya. disiplin cara hidup sehat. melainkan akan menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat di sekitarnya. Di satu sisi.dengan adanya pendidikan karakter. budaya. dan pendidikan moral yang berkelanjutan dan sungguh-sungguh akan menghasilkan watak dan manusia Indonesia yang seutuhnya. dan orang dewasa yang ada di Indonesia dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. digugu dan ditiru. Disiplin nasional perlu digalakkan dengan sung guh-sungguh dalam upaya mewujudkan masyarakat. dan sebagainya. dan di sisi lain. . mendasar pelestarian lingkungan. Termasuk dalam pengertian disiplin adalah disiplin kerja. guru berusaha dengan gigih untuk memberikan teladan bagi peserta didiknya. bangsa. baik bagi kalangan akademisi dan juga para pelaku bisnis di Indonesia. pemerintah dan juga stakeholder membantu dalam meningkatkan moral. Guru.Hal-hal yang kita lakukan sehari-hari sebaiknya dijadikan dasar atau pijakan dalam mengembangkan konsep disiplin yang bersifat abstrak. budaya dan moral bukan hanya generasi yang telah menjadi guru.menjadi karakter yang seharusnya diperbaiki dengan segera. disiplin berlalu -lintas. Disiplin nasional akan berhasil jika di setiap individu manusia yang ada didalmnya melaksanakan disiplin tersebut dengan kesungguhan hati dan memahami bahw a disiplin diri merupakan cikal bakal dari disiplin diri yang akan berimbas pada disiplin nasional yang akan membawa bangsa ini ini menuju kemajuan yang dicita -citakan. bukan hanya menjadi slogan atau simbol semata. negara yang bercita -cita luhur. dan karakter peserta didik. Disiplin ini meliputi pelatihan dan pengajaran yang bertujuan memperbaiki tingkah laku dan moral bagi seluruh manusia yang tinggal di Indonesia. pemuda. tetapi juga setiap anak. Dengan demikian. Melalui pendidikan karakter. Dengan demikian akan terbina budaya kerja gotong royong dalam rangka kemajuan bersama.

com/2010/05/peranan -guru-dalam-pendidikankarakter. 20 Februari 2010 Napitupulu.DAFTAR PUSTAKA Borich. G.D. R.blogspot. Englewood Cliffs: Macmillan Publishing Company Kompas. Rich.2001.html . 2008. Ministry of Education. 1994. http://ide-guru. Englewood Cliffs. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Unesco. Universitas Yang Kudambakan.). Pendidikan Karakter Mendesak. Educational Psychology (3rd ed. E. Washington P. 1994. edisi Sabtu. Observation Skills for Effective Teaching. Singapore Slavin.

DAN MORAL Menteri Pendidikan Nasional. M. 20 Februari 2010. baik mahasiswa S1. bahwa pendidikan karakter. dan moral. me ntal. BUDAYA. Para penyedia jasa ini sudah terang -terangan mempromosikan makalah. skripsi. (ii) lingkungan sekolah. Semua sepakat bahwa gurulah yang menjadi frontliner. bagaimana dengan nasib bangsa ini yang akan semakin terpuruk dengan sikap yang sangat tidak terhormat dengan penjiplakan atau penjualan skripsi. Kesejahteraan suatu bangsa yang ditopang oleh pilar kemajuan teknologi dan ekonomi sangat bergantung pada kemajuan pendidikan karena sistem yang dibangun suatu negara tidak akan berhasil tanpa dukungan . tesis. Orang tua semakin tidak peduli dengan pendidikan anaknya yang semakin hari semakin tergerus oleh lingkungan sosial yang merusak dirinya dan hilangnya rasa hormat kepada guru yang selama ini membimbingnya di sekolah. tesis. dan spiritual yang handal dan tangguh dimulai dari. Maka lingkungan sekolah (guru) menjadi garda terakhir yang terengah -engah memanggul kepercayaan tersebut. Mereka lebih menghargai teman yang menurutnya memberikan warna bagi kehidupannya. tesis. dan disertasi. Ketika pendidikan di lingkungan keluarga mulai sedikit diabaikan dan dipercayakan penuh kepada lingkungan sekolah. budaya. budaya. telah memberikan pernyataannya di harian Kompas yang terbit di hari Sabtu. dan (iii) lingkungan sosial. sert a lingkungan sosial yang makin kehilangan kesadaran bahwa aksi mereka pada dasarnya memberikan pengaruh yang besar pada pendidikan seorang individu.Artikel Versi Cetak 23 Februari 2010 11:51 WIB Nur Arifah D. dan bahkan S3 sekarang banyak yang menggunakan jasa pembuatan skripsi atau disebut pabrik skripsi. Muhammad Nuh. Isu ini menjadi sangat penting dengan adanya penjiplakan karya ilmiah yang semakin banyak terjadi bukan hanya di kalangan mahasiswa tetapi sudah masuk pada tataran guru besar di berbagai kota. Jika kita mengajukan pertanyaan umum tentang siapakah yang berada di garis terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan karakter. S2. Di kalangan mahasiswa. budaya. dan moral sudah lama didengungkan oleh para pendidik kita dan telah lama juga dirintis oleh Ki Hajar Dewantara dengan tri pusat pendidikannya yang menyebutkan bahwa wilayah pendidikan guna membangun konstruksi fisik. dan disertas i? Pendidikan karakter. dan disertasi di surat kabar dan juga di internet. (i) lingkungan keluarga. Jika kalangan akademisi saja sudah tidak peduli dengan adanya kejujuran dalam menulis karya ilmiah. dan moral menjadi suatu kebutuhan mendesak bagi pendidikan nasional In donesia.Pd PERANAN GURU DALAM PENDIDIKAN KARAKTER.

mengajar. bahwa negara kita berada pada puncak tragedi pendidikan dimana aneka k etidakjujuran sudah berlangsung lama. dan moral bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas termasuk didalamnya adalah pendidikan moral. WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) . siswa semakin bingung akan dibawa kemana. penjiplakan karya ilmiah. antusiasme. berbudaya. Lebi h jauh Slavin (1994) menjelaskan secara umum bahwa performa mengajar guru meliputi aspek kemampuan kognitif. Pendidikan nasional yang memiliki tujuan yang mulia disibukkan dengan berbagai proyek yang pada intinya dapat menghasilkan uang bagi para penentu kebijakan. dan karakter bagi semua peserta didik Pendidikan moral disampaikan secara marjinal. dan pendidikan menengah. Dalam UU Guru dan Dosen. kedisiplinan. Pernyataan ini memberikan bukti bahwa kebobrokan di bidang pendidikan bukan hanya terjadi hulu tetapi juga di hilir. Guru merupakan teladan bagi siswa dan memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter siswa. guru.SDM yang berkualitas. Peran guru menjadi sangat esensial dalam perpektif pengembangan pendidikan karakter. budaya. budaya. dan guru yang memiliki andil dalam kehancuran pendidikan ini tetapi juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional. keterampilan pengelolaan kelas. Bangsa ini kehilangan suatu teladan dalam bidang pendidikan. kemampuan penyampaian materi pelajaran. guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. Borich (1990) menyebutkan bahwa perilaku mengajar guru yang baik dalam proses bel ajar-mengajar di kelas dapat ditandai dengan adanya kemampuan penguasaan materi pelajaran. Di samping itu. keterampilan profesional dan keterampilan sosial. pendidikan dasar. UU no 14 tahun 2005. dan keramahan guru terhadap siswa. menilai. Pendidikan yang seharusnya menjadi tolok ukur suatu keberhasilan suatu bangsa dalam mendidik tunas bangsa menjadi bahan olok-olokan dan dinomor sekiankan dari program pembangunan negara. kepedulian. melatih. Para pengambil kebijakan mendapatkan untung sebesar -besarnya dan masyarakat. Itulah beberapa fakta yang terjadi di sekitar kita yang akhir -akhir ini menjadi suatu isu yang banyak terjadi.dan konversi nilai ujian akhir. Menurut Fritz R Tambunan. masyarakat. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan bermoral. Jika kita menengok kembali tugas guru yang luar biasa. Hal ini memiliki makna bah wa bukan hanya peserta didik. Guru atau pendidik memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter. Ta nggung jawab pendidikan ini dibebankan kepada guru agama dan guru PKN. dari kecurangan. Bagaimana dengan guru yang lain? Guru bidang studi lain bersibuk ria dengan kurikulum d an nilai Ujian Nasional. membimbing. Sedangkan dua guru bidang studi ini sibuk dengan pencapaian kompetensi yang harus dicapai siswa.

tugas manusiawi. keterampilan dan nilai -nilai lain yang sejenis yang belum diketahui peserta didik dan seharusnya diketahui oleh peserta didik. melakukan pembinaan terhadap diri anak (kepribadian. Dengan demikian. dan tugas kemasyarakatan. menghayati. turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia. mengenal masyarakat dan ikut aktif di dalamnya. semakin jelas bahwa peran guru dalam dunia pendidikan modern sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat. Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi . tugas dan tanggung jawab guru meliputi 11 macam. Guru seha rusnya dengan melalui pendidikan mampu membantu anak didik untuk mengembangkan daya berpikir atau penalaran sedemikian rupa sehingga mampu untuk turut serta secara kreatif dalam proses transformasi kebudayaan ke arah keadaban demi perbaikan hidupnya sendir i dan kehidupan seluruh masyarakat di mana dia hidup. dan tanggung jawab meningkatkan professional guru. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri. budaya. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama -sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri. turut serta membina kurikulum sekolah. dan jasmaniah). Pendapat senada juga dinyatakan oleh Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional. turut mengemban dan melaksanakan apa -apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN. Konsekuensinya. yaitu:guru harus menuntun murid-murid belajar. (3) pengajar dan pembimbing. menyelenggarakan penelitian. (5) komunikator terhadap masyarakat setempat. Sisi ini memberikan wacana bahwa guru bukan hanya pendidik akademis tetapi juga merupakan pendidik karakter. Usaha membantu kearah ini seharusnya d iberikan dalam rangka pengertian bahwa manusia hidup dalam satu unit organik dalam keseluruhan integralitasnya seperti yang telah digambarkan di atas. Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan. melakukan diagnose atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar. (6) pekerja administrasi.pendidik (nurturer). (2) model. Hal ini berarti bahwa tugas pertama dan kedua harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. dan mengamankan pa ncasila. serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. dan moral bagi para peserta didiknya. (4) pelajar (learner). Pernyataan diatas ditegaskan kembali oleh Oemar Hamalik. mengamalkan.Tugas manusiawi adalah tugas -tugas membantu peserta didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik baiknya. memberikan bimbingan kepada murid. watak. turut mensukseskan pembangunan.

sebab seorang yang dididik dengan baik tidak dengan sendirinya menjadi manusia yang berbudaya.katalisator. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. h. dan seni. maka pendidikan tenaga kependidikan pada umumnya dan guru pada khususnya sebagai pembinaan prajabatan. peningkatan potensi. sebab sesudah terpelajar tidak dengan sendirinya orang menjadi berbudaya. motivator dan dinamisator pembangunan tempat di m ana ia bertempat tinggal. kecerdasan. apabila diutarakan sekaligus merupakan pengetahuan. d. tugas profesional. Berkaitan dengan tiga tugas guru tersebut dengan pendidikan karakter. dan orang ini kita didik untuk menjadi manusia dalam artian menjadi makhluk yang berbudaya. peningkatan iman dan takwa. oleh karena dipandang dari sudut guru dan dan sudut siswa. g. agama. pilihan hidup dan praktek komunikasi. Kurikul um disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. e. dan moral bagi bangsa Indonesia. teknologi. persatuan nasional dan nilai -nilai kebangsaan. . peningkatan akhlak mulia. khususnya dalam hal ini untuk mampu bagi yang bersangkutan untuk melaksan akan tugas profesional. Kita tidak dapat mengatakan bahwa hewan berbudaya. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. namun yang diberikan itu adalah nilai yang sama. Jadi nilai-nilai yang diteruskan oleh guru atau tenaga kependidikan dalam rangka melaksanakan tugasnya. membuatnya menjadi terpelajar. artinya di sini jelas kalau yang pertama yaitu training menyiapkan orang itu menjadi guru. keragaman potensi daerah dan lingkungan. i. dan j. person (pribadi) dan tidak hanya menjadi teachers (pengajar) atau (pendidik) educator. tuntutan dunia kerja. budaya. aspek yang kedua mendidiknya menjadi manusia yang berbudaya. c. pembinaan prajabatan melalui pendidikan guru ini harus mampu mendidik mahasiswa calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk menjadi manusia. tugas manusiawi. Sebab kebudayaanlah yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk hewan. secara prinsip sudah ditetapkan baik dalam UUD 1945 maupun dalam Undang -Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003. dan minat peserta didik. ber titik berat sekaligus dan sama beratnya pada tiga hal. perkembangan ilmu pengetahuan. b. dinamika perkembangan global. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. f. Jadi walaupun pengutaraannya berbeda namanya. yaitu melatih mahasiswa. Selanjutnya. dan tugas kemasyarakatan. tetapi kita dapat mengatakan bahwa makhluk manusia adalah berbudaya. calon guru atau calon tenaga kependidikan untuk mampu menjadi guru atau tenaga kependidikan yang baik.

orang tua atau tokoh tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma -norma yang dianut oleh masyarakat. budaya. calon pendidik atau guru diberi tambahan mata kuliah pada saat belajar di perguruan tinggi. keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah se perti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. Terdapat beberapa solusi yang penulis tawarkan. Bagaimana solusi yang ditawarkan kepada peserta didik dengan jumlah pelajaran yang banyak? Sebagai gambaran saja.Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru. maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai -nilai Pancasila. Mengapa sebaiknya diberikan kepada mahasiswa calon guru? Beberapa alasannya adalah banyak sekali mahasiswa calon guru meskipun umurnya sudah diatas 18 tahun tetapi tetap saja sikapnya masih seperti o rang yang tidak mengenyam pendidikan. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional. Bukan bertambah pemahaman mengenai karakter. dan berkarakter sesuai cita-cita UUD 1945 dan Pancasila. Setiap guru harus memberikan pengetahuan. Peran guru sebagai pelajar (leamer). Dikhawatirkan hal ini akan sangat kontra produktif. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Guru sangat berperan dalam mendidik peserta didik dengan pendidikan karakter. pendidikan budaya. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keteramp ilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Tambahan mata kuliah yaitu pendi dikan karakter. untuk sekolah umum sekolah dasar ada 9 mata pelajaran. bangsa dan negara. dan pendidikan moral maka masing-masing bertambah tiga pelajaran. pendidikan budaya. Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. dan pendidikan moral. Misalnya menyeberang jalan dengan seenaknya padahal diatas jalan tersebut ada jembatan penyeberangan. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Pertama. dan moral. peserta akan bersikap masa bodoh atau tidak peduli. sekolah menengah pertama ada 12 mata pelajaran. berbudaya . Jika ditambah dengan pendidikan moral. budaya dan moral. ataupun moral peserta didik tetapi sebaliknya. Banyak calon guru yang tidak mengerti pendidikan karakter itu apa. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasil a. Ketiga solusi ini bisa dilakukan secara individu ataupun dilaksanakan secara bersama sama. mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan peserta didiki menjadi manusia yang berkarakter. pendidikan moral . dan sekolah menengah umum 17 mata pelajaran. budaya. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya.

. integrity (integritas). Demikian juga guru bahasa. respect (saling menghormati). baik secara akademis dan secara sikap. Keenam hal tersebut adalah care (kasih sayang). Sehingga diharapkan dengan adanya pendidikan karakter. responsible (bertanggung jawab). budaya. Pendidikan nilai ini wajib bagi sekolah negeri atau swasta. budaya yang beraneka ragam. belajar dari negara tetangga. terdiri dari ribuan pulau.Napitupulu (2001) menyatakan bahwa fundamental moralitas dan etika kemanusiaan diterapkan pada setiap profesi dan pada setiap bidang upaya manusia. Demikian juga berlaku bagi semua guru mata pelajaran yang ada di sekolah. Selain mengajar materi bahasa. dan peserta didik dididik untuk selalu menghormati karya orang lain. Washington P. Pernyataan ini memiliki arti yang mendalam bahwasanya sebagai guru bukan hanya mendidik peserta didiknya agar berhasil dalam bidang akademis melainkan guru juga merupakan teladan atau contoh dari suatu karakter manusia yang baik. Solusi ketiga. dan moral. dan moral. Sehingga yang terjadi adalah setelah lulus menjadi guru akan menjadi guru yang suka memukul peserta didiknya. budaya. dan moral disampaikan secara terpadu dengan seluruh pelajaran yang diajarkan di sekolah. Pendidikan ini didasarkan pada enam hal yang disesuaikan dengan usia peserta didik. menjadi guru yang memperkosa peserta didiknya sendiri. dan juga pendidikan bu daya itu apa. Meskipun di negara ini pelajaran agama ditiadakan tetapi diajarkan di keluarga masing masing. tetapi terlihat hasinya bahwa keenam hal yang diatas sangat mempengaruhi kehidupan di setiap aspek kehidupan. guru tersebut juga mengajarkan tentang pendidikan karakter. Inilah yang disebut kehancuran pendidikan secara menyeluruh. Sebagai contoh adalah guru biologi mengajarkan tentang berbagai jenis tumbuhan. Di negara ini dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah diajarkan pendidikan nilai (values educati on). Semua guru mata pelajaran diberikan tugas tambahan untuk menganalisa semua aspek yang diajarkan dan dihubungkan dengan pendidikan karakter. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. dan moral merupakan prioritas dalam usaha memperbaiki dan menjaga negara Indonesia tercinta ini. Solusi kedua. yaitu Singapura. harmony (keseimbangan). peserta didik dididik untuk memiliki budaya datang tepat waktu. budaya. beraneka suku. budaya. resilience (daya tahan atau tangguh).itu apa. memiliki budaya perda maian dan juga moral yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhannya. dan beratus bahasa berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Contohnya peserta didik diajarkan untuk tidak melakukan penjiplakan dengan cara dididik untuk membuat kalimat sendiri sampai peserta didik paham benar bagaimana menulis dengan baik dan benar. Pendidikan karakter. dan yang terparah adalah membunuh peserta didiknya sendiri. bagaimana menjaga lingkungan dan sebagainya. pendidikan karakter. Materi ini akan ditambah dengan bagaimana siswa menghargai tumbuhan.

pelestarian lingkungan. Di satu sisi. dan karakter bangsa Indonesia perlu diadakan kampanye besar -besaran bagi para guru di seluruh Indonesia untuk dapat kembali mendidik para peserta didiknya dengan teladan yang berdasar pada pendidikankarakter. bangsa. pemuda. sanitasi. Contoh dari karakter yang perlu diperbaiki adalah kedisiplinan. dan karakter ataupun hanya dilakukan dalam hitunga n jari saja. Disiplin n asional perlu digalakkan dengan sungguh -sungguh dalam upaya mewujudkan masyarakat.budaya. budaya. malu untuk korupsi benar benar tertanam di hati dan pikiran setiap manusia Indonesia. Hal ini sudah menjadi karakter yang seharusnya diperbaiki dengan segera. dan pendidikan moral yang berkelanjutan dan sungguh -sungguh akan menghasilkan watak dan manusia Indonesia yang seutuhnya. malu berbuat sesuatu kejahatan. dan karakter ini akan lebih bermakna jika pemerintah menjadi lokomotif penggerak dengan memberikan contoh bagi masyarakatnya. Melalui pendidikan karakter. jika tidak terlambat maka dianggap bukan orang Indonesia. Maka dalam rangka mempercepat usaha perbaikan moral. perkelahian antar t etangga yang hanya dibatasi oleh jalan raya. Dengan demikian akan terbina budaya . Bangsa Indonesia telah dikenal dengan bangsa dengan jam karetnya. Tentu saja usaha ini akan menjadi isapan jempol belaka jika pemerintah ataupun stakeholder suatu sekolah tidak ikut berperanserta dalam upaya kampanye besar-besaran perlunya pendidikan moral. Disiplin nasional akan berhasil jika di setiap individu manusia yang ada didalmnya melaksanakan disiplin tersebut dengan kesungguhan hati dan memahami bahwa disiplin diri merupakan cikal bakal dari disiplin diri yang akan berimbas pada disiplin nasional yang akan membawa bangsa ini ini menuju kemajuan yang dicita-citakan.dengan adanya pendidikan karakter. dan moral. dan sebagainya. dan di sisi lain. budaya. budaya. disiplin berlalu-lintas. guru berusaha dengan gigih untuk memberikan teladan bagi peserta didiknya. tetapi hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. diharapkan bahwa tidak ada perkelahian antar suku. pendidikan budaya. malu menyontek. budaya dan moral bukan hanya generasi yang telah menjadi guru. pemerintah dan juga stakeholder membantu dalam m eningkatkan moral. disiplin cara hidup sehat. dan karakter peserta didik. Dengan demikian. dan orang dewasa yang ada di Indonesia dapat melaksanakannya dengan sebaik -baiknya. Termasuk dalam pengertian disiplin adalah disiplin kerja. tetapi juga setiap anak. budaya dan moral. perkelahian antar agama. baik bagi kalangan akademisi dan juga para pelaku bisnis di Indonesia. Kampanye pendidikan moral. budaya. Disiplin ini meliputi pelatihan dan pengajaran yang bertujuan memperbaiki tingkah laku dan moral bagi seluruh manusia yang tingg al di Indonesia. negara yang bercita -cita luhur. Adanya budaya malu untuk berbuat curang.Hal -hal yang mendasar yang kita lakukan sehari-hari sebaiknya dijadikan dasar atau pijakan dalam mengembangkan konsep disiplin yang bersifat abstrak.

G. Singapore Slavin.). digugu dan ditiru.Pd. Universitas Yang Kudambakan. 2008. sebutan mas atau pak guru masa itu merupakan s ebutan yang sangat . Englewood Cliffs. Guru.sch. 20 Februari 2010 Napitupulu. E.id/smpjkt/publikasi. Pendidikan Karakter Mendesak. 1994. bukan hanya menjadi slogan atau simbol semata. Rich.labschoolunj. Ini tercermin misalnya. edisi Sabtu. Washington P.2001. Miftah. 1994. Observation Skills for Effective Teaching. 03 February 2010 13:42 Oleh: M. DAFTAR PUSTAKA Borich.royong dalam rangka kemajuan bersama. Educational Psychology (3rd ed.D. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Unesco. http://www.php?action=artikel&id=997 Peranan Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Written by Syarif Hidayat Wednesday. Englewood Cliffs: Macmillan Publishing Company Kompas. karena posisi itu memiliki nilai lebih di mata masyarakat. Sebagian besar orang tua zaman dulu menjadikan profesi guru sebagi idaman bagi anak-anaknya. M. R.kerja gotong . pada kebanyakan orang Jawa. melainkan akan menjadi teladan bagi pese rta didik dan masyarakat di sekitarnya. Ministry of Education.

³pendidik´. upaya peningkatan profesionalisme guru dalam dunia pendidikan merupakan langkah awal yang tidak bias ditawar. Belakangan ini. tidak adil. Menhadapi keadaan demikian. banyk guru sekarang yasng malas untuk mempelajasi semua hal yang berkaitan dengan bidangnya masing -masing. krisis keteladanan. pilih kasih. Bahkan banyak orang tua yang ogah mendorong anaknya untuk menjadi guru. dan ini berdampak pada kemandekan kreativitas dan mutu dalam pembelajaran. Selain gajinya yang minim. sejak jaman penjajahan atu awal kemerdekan. ada guru yang memperkosa siswanya sendiri. Guru memiliki strata social yang begitu menjulan gsehingga mencucuk atap langit. moral.. tidak kompeten. banyak omong tapi otaknya ompong. wajh profesi ini sering kali tercoreng oleh sebagian oknum guru. Lihat saja. dan masih banyak kasus yang µmemilukan¶ lainnya. Seperti disinggung mantan Mendiknas Wardiman Djoyonegoro ketika diwawancarai sebah stasiuntelevisi. dan tidak professional. Tidak mengherankan kalau waktu itu setiap orng tua menginginkan anak anaknyamenjadi guru.istimewa sekaligus sebutan yang mengandung makna penghormatan. Memang. Hal itu mengingat peran guru daharapkan bias menciptakan pendidikan yang membebaskan masyarakat dari keterpurukan. kondisi lingkungan sekitar selama ini kurang kondusif bagi dunia pendidikan. tahunya Cuma obat-obatan telarang. Belum lagi profesionalisme guru di Indonesia umumnya tidak tampak. Buntutnya. profesi guru dipandang sebagai pelabuhan terakhir dari para lulusan sekolah guru yang serba pas -pasan. Tontonan acara-acara televise yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan usia anak -anak semakin memperburuk wajah pendidikan kita. y Peran dan Fungsi Guru Guru ataupun dikenali juga sebagai ³pengajar´. dan spiritual kian merebak dimana -mana. profesi guru disanjung-sanjung. pendid ikan kita kurang berpengaruh langsung pada kehidupan pribadi dan watak pesrta didik. menganiaya anak didik. Persoalannya. bahwa sebagian besar guru (57%) tidak atau belum memenuhi syarat. Sebagi contoh. kemiskinan. Bahkan. beberapa waktu lalu. yang kreativitsnya hanya melulu di dunia hiburan. sering kita saksikan (baik melalui media cetak maupun elektronik) berbagai kejahatan yang dilakukan anak anak yang masih berusia belasan than. dan berbagi krisis yang tengah melanda seluruh elemen bangsa ini. Diantara mereka telah menjadi generasi muda yang kerdil. Namun hal itu berbeda sekali dibandingakn dengan posisi guru zaman sekarang. sosok guru bias dikatakan setara dengan kaum priayi. dan . mengambang. Apalagi d i desa-desa.Keruan saja kualitas pendidikan kita jauh dari harapan dan kebutuhan. penuh wibawa dan cukup disegani. Dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak tanggung tanggung. 1989:44). mengajar. para siswa tidak canggung dalam menyelesaikan soal -soal yang diberikan dalam kompetisi olimpade. jika guru tersebut benar menguasai materi dan memiliki ilmu atau teknik mengajar yang baik dan sesuai dengan karakteristik pengajar yang professional. keteladanan dari seorang guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan. menilai dan mengevaluasi peserta didik. pendidik mempunyai peran utama dalam membangun fondamen-fondamen hari depan corak kemanusiaan. membimbing. Seorang pengajar akan lebih mudah mentransfer materi yang ia ajarkan kepada peserta didik. Guru sebagai pengajar Ialah orang yang memiliki kemampuan pedagogi sehingga mampu mengutarakan apa yang ia ketahui kepada peserta didik sehingga men jadikan kefahaman bagi peserta didik tentang materi yang ia ajarkan kepada peserta didik. mengarahkan. Sehingga dengan kefahaman dan kesiapan yang matang. Untuk mewujudkan hal itu. melatih. Sebagai komponen sentral dalam system pendidikan. percaya diri disiplin. Dapat dikatakan bahwa guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda. Sehinggga sebagai pendidik. ilmu yang dipelajari selama masa bimbingan dalam beberapa aspek setara dengan pengetahuan pascasarjana. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tugas mendidik adalah tugas yang amat mulia atas dasar ³panggilan´ yang teramat suci. . y Guru Sebagai Pendidik Pendidik adalah seiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi (Sutari Imam Barnado. Proses pembelajaran (learning proses) yang dilakukannya dalam membimbing tim olimpiade fisika menuju keberhasilan di tingkat internasional bias dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran bagi guru -guru lainnya. seorang guru harus memiliki kesadaran atau merasa mempunyai tugas dan kewajiban untuk mendidik. Sebagai contoh pengajar yang kompeten sehingga berhasil mencetak siswa -siswa yang pandai dan menguasai materi adalah Yohanes Surya. bermoral dan bertanggung jawab. Corak kemanusiaan yang dibangun dalam rangka pembangunan nasional kita adalah ³manusia Indonesia seutuhnya´. maka harus diakui bahwa kemajuan pendidikan di bidang pendidikan sebagian besar tergantung pada kewenangan dan kemampuan staff peng ajar (guru). Maka guru secara otomatis mempun yai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan.³pengasuh´ merupakan tenaga pengajar dalam institusi pendidikan seperti sekolah maupun tiusyen (kelas bimbinangan) yang t ugas utamanya mendidik. mesti para siswa itu hanya berpendidikan SMA dan satu diantaranya berpendidikan SMP. sebagai pengajar dan pendidik. Begitu besarnya peranan guru sebagi pengajar dan pendidik.

peningkatan kesejahteraaan bisa berdampak p ositif pada usaha pemberantasan korupsi di sekolah. padahal gaji hanya Rp 60 ri bu. masyarakat menempatkan mereka sebagai actor utama di balik mahalnya biaya sekolah. guru kerap dikerjai pejabat di atasnya. di sisi lain. Sebagai contoh. sangat menarik melihat posisi guru. bukan pada in training service) dan kesejahteraan mereka . Namun. Jika dihitung datang ke sekolah seminggu sekali. dua posisi tersebut tidak berdiri sendiri karena yang menjadi penyebab guru melakukan korupsi adalah korupsi atau perlaku an tidak adil pejabat di atasnya. Sedangkan bayaran mengajar Rp 10 ribu per jam. Namun. Untuk menyiasati kecilnya gaji. Setidaknya ada tiga kondisi yang bisa menjelaskan hal itu. Peningkatan kesejahteraan guru memiliki peran penting dalam usaha memperbaiki pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk. biaya yang dikeluarkan setiap kali datang dan membuat persiapan mengajar mencapai Rp 45 ribu. Selain itu. Yang pertama adalah kenyataan bahwa pendapatan yang diterima guru tidak lebih besar disbanding pengeluaran untuk mendudkung proses belajar -mengajar. seperti menjual soal ujian a tau mengadakan kegiatan ekstrakurikuler. Bank Dunia memberikan mutu guru guna memacu mutu pendidikan tidak akan berpengaruh maksimal jika kesejahteraan tidak terpecahkan (Suroso.Pendidikan Indonesia akan maju jika staff pengajar (guru) sebagai kemampuan sentral dalam system pendidikan memiliki kualitas yang baik pula. Sebab. manusiawi. Pendidikan Indonesia memerlukan guru yang memiliki kompetensi mengajar dan mendidik yang inovatif. kr eatif. korupsi yang dipraktekkan guru umumnya didorong factor kebutuhan (corruption by need). dua hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu pendidikan mereka (terutama pada pre-service training atau pemantapan program pendidikan guru. Jadi . Untuk mendapatkan guru yang demikian. cukup waktu untuk menekuni tugas profesionalnya. belum termasuk makan. Karena mengajar dalam semingu hanya enam jam. total pendapatan yang diterima Rp 60 ribu setiap bulan. total pengeluaran dalam satu bulan mencapai Rp 180 ribu (4 minggu dikali Rp 45 ribu). sewaktu penulis mengajar di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Jakarta. 2002). y Korban korupsi Berkaitan dengan korupsi. Pada satu sisi. Gambaran tersebut memberikan penjelasan bahwa sebenarnya guru merupakan pelaku sekaligus korban korupsi. dapat menjaga wibawanya di mata peserta didik dan masyarakat (menjaga ³profesionalitas conscience´) dan mampu meningkatkan mutu pendidikan. seperti gaji atau honor kegiatan d ipotong tanpa alas an. mereka mengutip berbagai biaya ekstra dari murid.

Walau undang -undang itu sudah disahkan. Alternatif menutup deficit dan kebutuhan hidup adalah mencari dana ekstra dari siswa atau ngobyek di tempat lain. apa yang mereka lakukan akan menjadi pembelajaran sangat efektif. tapi juga bagi masyarakat umum. Stigma biang keladi korupsi di sekolah membuat citra guru jatuh di hadapan orang tua dan murid. Selain guru men jadi korban obyekan atasan. tidak hanya bagi murid. bisa di sekolah. guru merupakan mata rantai terlemah di antara penyelenggara pendidikan lain sehingga selalu menjadi korban mata rantai yang lebih kuat. agar bisa melakukan korupsi. Bahkan banyak yang mengaku belum pernah melihat bentuk anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS) di sekolahnya. baik bersumber pada pemerintah. orang tua murid. guru sebenarnya memiliki ke pentingan ikut memberantas korupsi. Sebab. Karena itu. Usaha memberantas korupsi bisa diawali dengan perjuangan memperbaiki nasib guru sendiri. guru bukan penentu kebijakan di sekolah. tapi guru yang terkena getahnya. Dalam konteks . Karena itu. porsi anggaran atau pendapatan yang diperoleh pun biasanya kecil. Umumnya guru diposisikan sebagai pengajar yang bertugas mentransfer pengetahuan kepada murid. seperti kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan. baik yang tangible maupun yang intangible. kecil kemungkinan menjadi aktor di balik maraknya korupsi di sekolah. guru. yang umumnya tidak ikut merencanakan dan mengelola keuangan. maupun pihak lain. Ketiga. sedangkan dalam penentuan kebijakan akademis apalagi financial sering diabaikan. dicantumkan dalam APBS. bisa juga di pangkalan ojek. Padahal keuangan sekolah. Nasibnya seperti istilah orang lain yang makan nangka. penikmat hasil korupsi bukanlah guru. Dengan demikian. Padahal tuntutan profesinya bukan hanya kemahiran dalam menyampaikan materi pelajaran. Penelitian Indonesian Corruption Watch pada APBS beberapa sekolah di Jakarta dan Tangerang memperlihatkan bahwa alokasi anggaran untuk guru tidak mencapai setenga h porsi untuk kepala sekolah. y Mutu Pendidikan Dalam rangka umum.setiap bulan deficit Rp 120 ribu. Guru korup adalah guru buruk dan guru buruk tidak bisa dijadikan contoh. Kedua. terlebih dahulu mesti mengetahui APBS. peluang perbaikan bel um tertutup. Peluang tersebut sangat terbuka dengan mendorong Undang -Undang Guru sesuai dengan tujuan awal: mengangkat harkat dan derajat guru. tapi juga keterampilan untuk menjadi contoh. Secara ekonomi. mutu mengandung makna derajad (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa. khususnya di sector pendidikan. selain dapat mengembalikan citra. Hasil penelitian Indonesian Corruption Watch pada beberapa kota di Indonesia secara umum menunjukkan bahwa guru tidak mengetahui kebijakan apa saja yang digulirkan sekolah.

akhir semester. baik konteks kurikuler maupun ekstra -kurikuler. saling menghormati. Dan lain-lain. 2 tahun. tanggung jawab sekolah dlam school based quality improvent bukan hanya pada proses. ujian semester atau ujian nasional). dukungan kelas berfungsi mensinkronkan berbagai input tersebut. Mutu Pendidikan Indonesia Pembangunan Pendidikan Indonesia mendapat roh baru dalam pelaksanaanya sejak disahkannya Undang -Undang No 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. b). Beberapa input dan proses harus selalu mengacu pada mutu hasil (output) yang ingi n dicapai.pendidikan. Keberhasilan tim olimpiade di kancah internasio nal dalam meraih medali. pengertian mutu. Produktif. Karena keberhasilan tersebut hanya dicapai oleh beberapa siswa saja dari jutaan siswa Indonesia yang sebagian besar dapat dikatakan kualitasnya ma sih kurang. terlibat berbagai input. Antara lain mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belaja r mengajar. Dapat pula prestasi di bidang lain seperti prestasi di suatu cabang olahraga. atau 5 tahun bahkan 10 tahun). seni atau keterampilan tambahan tertentu. Selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasinal maka Visi Pembangunan Pendidikan Nasional adalah ³Terwujudnya Manusia Indonesia Yang Cerdas. Bahkan prestasi sekolah dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin. dan Berakhlak Mulia´. Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (studen t achievement) dapat berupa hasil tes kemampuan akademis (misal : ulangan harian. Manajemen sekolah. Pendidikan nasional yang merata dan bermutu. Akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah. belum cukup untuk dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan di tanah air. siswa dan sarana pendukung di kelas maupun di luar kelas. metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru). sarana sekolah. Dalam ³proses pendidikan´ yang bermutu. Sistem pendidikan yang efektif. dal am hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Beberapa indicator yang menjadi tolok ukur keberhasilan dalam pembangunan pendidikan nasional : a). afektif dan psikomotorik). Untuk mengetahui hasil/prestasi yang dicapai oleh sekolah terutama yang menyangkut aspek kemampuan akademik(kognitif) dapat dilakukan benchmarking (menggunakan titik acuan standar nilai). Peran serta masyarakat dalam pendidikan. Mutu dal am konteks ³hasil Pendidikan´ mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap akhir cawu. c). efisien. tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada hasil yang dicapai. keakraban. Dengan kata lain. Kenyataan ini terindikasi dari . seperti bahan ajar (kognitif. kebersihan dan lain-lain. Antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. maka mutu dalam artian hasil (output) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah. dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta menciptakan suasana yang kondusif. akhir tahun. baik antara guru. baik dalam lingkup subtansi yang akademis maupun non akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran. dan harus jelas target yang akan dicapai untuk setiap kurun waktu lainnya.

orang yang membina di sini peran guru dikebirikan. dan bertnggung jawab. percaya diri. berperilaku baik dan santun namun pada saat kelulusan ia dinyatakan tidak lulus. Di sisi lain ada seorang siswa yang kurang baik . (f) sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. rencana inovasi. (g) sebagai pemonitor praktek profesi. dan Matematika) nilai kelulusan yang ditetapkan minim al 4. tetapi cukup ditentukan dengan hasil UN selama 2 jam yang sudah ditentukan standar nilai minimumnya. SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain -lain. terutama menyangkut masalah standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP. Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah Benarkah guru sebagai penentu keberhasilan pendidikan Indonesia?. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar. sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yan g membmbing. Suatu hal yang tidak logis untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek saja yaitu aspek kognitif. (b) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan).25. (e) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler. dan gagasan pendidikan yang ditetapk an untuk mewujudkan perubahan system pendidikan. Beberapa kasus terjadi. ada seorang siswa yang sering menjuarai berbagai olimpiade sampai tingkat Nasional. Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memilki peran antara lain : (a) sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan. y Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda. disiplin. maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. (c) penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang ben ar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan YME.standar nilai kelulusan (dalam ujian nasional yang masih diperdebatkan keberadaannya) dari tiga mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia. (d) sebagai factor kunci. dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. timbullah suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional. Bahasa Inggris. sebagai pengajar dan pendidik. mengandung arti bahwa semua kebijakan. 17 Juli 2006). Sedangkan kita lihat negara -negara lain seperti Malaysia memakai standar nilai kelulusan 6 dan Singapura 8 dan posisi Indonesia hanya sebanding dengan Filipina (Koran Tempo. Mencermati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia.

Pengantar Ilmu Pendidikan . namun ia mendaat nilai tertinggi saat kelulusan. (g) sebagai pemonitor praktek profesi. dan bertnggung jawab. guru memiliki peran antara lain : (a) sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan. mengandung arti bahwa semua kebijakan.dalam berperilaku. Kesimpulan Dalam peningkatan Mutu Pendidikan. factor kesejahteraan. (b) sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan). dll. disiplin. Yogyakarta : FMIPA UNY Rozali Ritonga . Masalah sarana dan prasarana pendidikan. Menyongsong Kurikulum Pendidikan 2009/2010 . (f) sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. sedangkan materi lain dan keaktifan serta intelektual siswa lainnya yang menyangkut aspek afekti dan psikomotorik siswa tidak dinilai. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan professional. (c) penentu mutu h asil pendidikan dengn mencetak peseta didik yang benar -benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan YME. dll. sisitem pendidikan. r encana inovasi. dkk. . percaya diri. Jadi peran guru sebag ai pengajar sekaligus pendidik disini kurang menentukan hasil pendidikan jika tolok ukurnya masih demikian. kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen). 2006 . 2006 . sering bolos dan tidak sopan. dan gagasan pendidikan yang ditetapkan untuk mewujudkan perubahan system pendidikan. Pepatah ini dapat memberi kita pemahaman bahwa betapa besarnya peran guru dalam dunia pendidikan pada saat masyarakat mulai menggugat kualitas pendidikan yang dijalankan di Indonesia maka akan banyak hal terkait yang harus dibenahi. Sungguh ketidak adilan dalam hal ini sangat menonjol. Secara umum guru merupakan factor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA Sumitro. ³Guru kencing berdiri murid kencing berlari´. Di sinilah permasalahan pendidikan di Indonesia yang memunculkan suatu pertanyaan terhadap kelulusan siswa yang hanya ditentukan oleh 3 materi Ujian Nasional. kurikulum. (e) sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler. (d) sebagai factor kunci.

kompascom/ ± selasa.klik-m. 17 Oktober 2006.Jakarta : Tempo Interaktif Naniek Setijadi . Tantangan Profesionalisme Guru Masa Depan . 2004 . http://www.com/artikel/56-peranan-guru-terhadap . Jakarta : Tempo Interaktif http://www.