Geliat anarkisme Oleh: sigit aryo Akhir akhir ini ditengah masyarakat Indonesia geliat demokrasi semakin menampakan

taringnya, isu demontrasi dan gerakan anarkisme sosial masyarakat semakin menjadi jadi, tak pandang bulu, rakyat dan pemimpin pun menjadi bahan pembicaraan public. Berawal dari kericuhan antargolongan suku yang terjadi di nusa tenggara barat (Lombok) hingga tragedy peringatan 1 tahun masa pemerintahan SBY. Wajah Indonesia seakan tak surut lagi dengan isu anarkisme sosial, demonstrasi terjadi dimana mana, kegaduhan dan kerusuhan selalu menjadi boomerang bagi masyarakat bahkan dengan kekerasan. Belum lagi ketidakberdayaan yang masih menyelimuti hampir 7 juta jiwa di Indonesia yang selalu berpolemik dengan pemerintahan. Kemajuan dalam bidang ekonomi, politik dan sosial budaya belum menjadi cerminan terciptanya ketentraman dan kesejahteraan bagi masyarakat apalagi yang tergolong menengah kebawah Masih hangat opini public terhadap peringatan 1 tahun pemerintahan SBY yang dinilai kurang produktif untuk menuntaskan permasalahan rakyat, khususnya dalam bidang perekonomian , menurut jend. (purn) endriartono sutarto dalam bincang interaktif di media televisi tgl 20 oktober kemaren ; hingga saat ini perekonomian selalu mengalami siklus penurunan , yang disebabkan para penguasa tidak melihat realita masyarakat bahkan lebih berkutat dengan angka penelitian hasil survey saja. Dilain sisi unjuk rasa terhadap janji dan penuntukan hak yang seharusnya didapatkan rakyat belum menemukan titik terang dan bahkan terkesan tidak dihiraukan. Keresahan inilah yang diangkat oleh berbagai golongan dan aktivis sebagai bentuk dari kekecewaan yang selama ini dipendam. Unjuk rasa menekan pemimpin dan pemerintahan digulirkan, bahkan tuntutan penggulingan pemimpin dikumandangkan dengan harapan perubahan kepada yang lebih baik. Namun terlepas dari itu semua perlu diingat Indonesia adalah

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful