You are on page 1of 23

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

Persoalan mengenai faktor-faktor apakah yang memungkinkan atau mempengaruhi


perkembangan, dijawab oleh para ahli dengan jawaban yang berbeda-beda.
Para ahli yang beraliran “Nativisme” berpendapat bahwa perkembangan individu
sematamata
ditentukan oleh unsur pembawaan. Jadi perkembangan individu semata-mata tergantung
kepada faktor dasar/pembawaan. Tokoh utama aliran ini yang terkenal adalah Scopenhauer.
Berbeda dengan aliran Nativisme, para ahli yag mengikuti aliran “Empirisme”
berpendapat bahwa perkembangan individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor
lingkungan/pendidikan, sedangkan faktor dasar/pembawaan tidak berpengaruh sama sekali.
Aliran empririsme ini menjadikan faktor lingkungan/pembawaan maha kuasa dalam
menentukan
perkembangan seseorang individu. Tokoh aliran ini adalah John Locke.
Aliran yang tampak menengahi kedua pendapat aliran yang ekstrim di atas adalah
aliran
“Konvergensi” dengan tokohnya yang terkenal adalah Willian Stern. Menurut aliran
Konvergensi, perkembangan individu itu sebenarnya ditentukan oleh kedua kekuatan
tersebut.
Baik faktor dasar/pebawaan maupun factor lingkungan/pendidikan keduanya secara
convergent
akan menentukan/mewujudkan perkembangan seseorang individu. Sejalan dengan pendapat
ini,
Ki Hajar Dewantoro, tokoh pendidikan nasional juga mengemukakan adanya dua faktor yang
mempengaruhi perkembangan individu yaitu faktor dasar/pembawaan (faktor internal) dan
faktor
ajar/lingkungan (faktor eksternal).
Manurut Elizabeth B. Hurlock, baik faktor kondisi internal maupun faktor kondisi
eksternal akan dapat mempengaruhi tempo/kecepatan dan sifat atau kualitas perkembangan
seseorang. Tetapi sejauh mana pengaruh kedua faktor tersebut sukar untuk ditentukan,
terlebih
lagi untuk dibedakan mana yang penting dan kurang penting. Tetapi bailklah beberapa
diantara
faktor faktor-faktor tersebut ditinjau:

1. Intelligensi

Intellegensi merupakan faktor yang terpenting. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh
perkembangan yang cepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang
dalam pertumbuhan dan perkembangan.
Berdasarkan penelitian Terman LM (Genetic studies of Genius) dan Mead TD (The age
of walking and talking in relation to general intelligence) telah dibuktikan adanya pengaruh
intellegensi terhadap tempo perkembangan anak terutama dalam perkembangan berjalan dan
berbicara
.
2. Seks
Perbedaan perkembangan antara kedua jenis seks tidak tampak jelas. Yang nyata
kelihatan adalah kecepatan dalam pertumbuhan jasmaniyah. Pada waktu lahir anak laki-laki
lebih besar dari perempuan, tetapi anak perempuan lebih cepat perkembangannya dan lebih
cepat pula dalam mencapai kedewasaannya dari pada anak laki-laki.
Anak perempuan pada umumnya lebih cepat mencapai kematangan seksnya kira-kira satu
atau dua tahun lebih awal dan pisiknya juga tampak lebih cepat besar dari pada anak lakilaki.
Hal ini jelasa pada anak umur 9 sampai 12 tahun.

3. Kelenjar-kelenjar
Hasil penelitian di lapangan indoktrinologi (kelenjar buntu) menunjukkan adanya
peranan
penting dari sementara kelenjar-kelenjar buntu ini dalam pertumbuhan jasmani dan rohani
dan jelas pengaruhnya terhadap perkembangan anak sebelum dan sesudah dilahirkan.

4. Kebangsaan (ras)
Anak-anak dari ras Meditarian (Lautan tengah) tumbuh lebih cepat dari anak-anak
eropa
sebelah timur. Amak-anak negro dan Indian pertumbuhannya tidak terlalu cepat
dibandingkan dengan ank-anak kulit putih dan kuning.

5. Posisi dalam keluarga


Kedudukan anak dalam keluarga merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi
perkembangan. Anak kedua, ketiga, dan sebagainya pada umumnya perkembangannya lebih
cepat dari anak yang pertama. Anak bungsu biasanya karena dimanja perkembangannya
lebih lambat.
Dalam hal ini anak tunggal biasanya perkembangan mentalitasnya cepat, karena pengaruh
pergaulan dengan orang-orang dewasa lebih besar.

6. Makanan
Pada tiap-tiap usia terutama pada usia yang sangat muda, makanan merupakan faktor
yang penting peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan. Bukan saja makanannya,
tetapi isinya yang cukup banyak mengandung gizi yang terdiri dari pelbagai vitamin.
Kekurangan gizi/vitamin dapat menyebabkan gigi runtuh, penyakit kulit dan lain-lain
penyakit.

7. Luka dan penyakit


Luka dan penyakit jelas pengaruhnya kepada perkembangan, meskipun terkadang
hanya
sedikit dan hanya menyangkut perkembangan fisik saja.

8. Hawa dan sinar


Hawa dan sinar pada tahun-tahun pertama merupakan faktor yang penting. Terdapat
perbedaan antara anak-anak yang kondisi lingkungannya baik dan yang buruk.

9. Kultur (budaya)
Penyelidikan Dennis di kalangan orang-orang Amerika dan Indiana menunjukan
bahwa
sifat pertumbuhan anak-anak bayi dari kedua macam kultur adalah sama. Ini menguatkan
pendapat bahwa sifat-sifat anak bayi itu adalah universal dan bahwa budayalah yang
kemudian merubah sejumlah dasar-dasar tingkah laku anak dalam proses perkembangannya.
Yang termasuk faktor budaya disini selain budaya masyarakat juga di dalamnya termasuk
pendidikan, agama, dsb.
Elizabeth B. Hurlock juga mengemukakan beberapa hal yang menjadi penyebab
terjadinya
perkembangan (Cause of Development) yaitu:

1. Kematangan (Maturation)
Perkembangan fisik dan mental adalah sebagian besar akibat dari pada kodrat yang
telah
menjadi bawaan dan juga dari pada latihan dan pengalaman si anak. Kodra ini diperoleh dari
turunan perkembangan (Heredity Endownment) dan menimbulkan pertumbuhan yang
terlihat, meskipun tanpa dipengaruhi oleh sebab-sebab nyata dari lingkungan.
Pertumbuhan karena kodrat terkadang timbulnya secara sekonyongkonyong. Rambut
tumbuh di muka, suara berubah dengan tiba-tiba. Sikapnya terpengaruh antara lain terhadap
seks lain, yang berkembang menjadi kegila-gilaan gadis atau kegila-gilaan pemuda sebagai
kebalikan dari kebencian yang ditujukan pada masa sebelumnya (Masa Pueral).
Pada anak-anak sering terlihat, tiba-tiba anak itu dapat berdiri, berbicara, dan sebagainya
yang terkadang setelah seseorang berpendapat bahwea anak-anak itu sangat terbelakang
dalam pekembangannya.

2. Belajar dan latihan (Learning)


Sebab terjadinya perkembangan yang kedua adalah dengan melalui proses belajar
atau
dengan latihan. Disini terutama termasuk usaha anak sendiri baik dengan atau tidak dengan
melalui bantuan orang dewasa.

3. Kombinasi kematangan dan belajar (Interaction of Maturation and Learning)


Kedua sebab kematangan dan belajar atau altihan itu tidak berlangsung sendiri-
sendiri,
tetapi bersama-sama, bantu membantu. Biasanya melalui suatu latihan yang tepat dan
terarah dapat menghasilkan perkembangan yang maksimum, tetapi terkadang meskipun
bentuan kuat dan usahanya efektif tidak berhasil seperti yang diharapkan, jika batas
perkembangannya lekas tercapai atau daya berkembangnya sangat terbatas.
Kematangan selain berfungsi sebagai pemberi bahan mentah yang berupa potensi-
potensi
yang siap untuk dilatih/dikembangkan juga sebagai penentu batas atau kualitas
perkembangan yang akan terjadi. Kematangan itu dalam periode perkembangan tidak hanya
dicapai setelah lahir, tetapi sebelum lahir juga ada kematangan; bedanya ialah bahwa
kematangan dalam masa sebelum lahir hanya dipengaruhi kodrat dan tidak memerlukan
latihan.
Kematangan suatu sifat sangat penting bagi seorang pengasuh atau pendidik untuk
mengetahuinya, karena pada tingkat itulah si anak akan memberikan reaksi yang
sebaikbaiknya
terhadap semua usaha bimbingan atau pendidikan yang sesuai bagi mereka.
Telah banyak percobaan-percobaan diadakan untuk mengetahui sampai dimana
seorang anak dapat berkembang hanya atas dasar kodrat dan sejauh mana atas dasar
pengajaran/pengalaman. Hasilnya antara lain:
a. Pada tahun-tahun pertama “kematangan” ini penting karena memungkinkan
pengajaran/pelatihan.
b. Dalam hal perkembangan phylogenetic tidak terdapat perbedaan di antaraanak
kembar
dan anak yang berbeda rasnya (Nego dan Amreika misalnya).
c. Berlangsungnya secara bersama-sama antara pertumbuhan kodrat (kematangan)
dengan

pengajaran/latihan adalah sangAt dibutuhkan.

A. FAKTOR EKSTERN

1. Air dan Mineral berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah
satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak
normal.
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara : Kadar air dalam udara dapat
mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab
menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih
mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan
sel yang lebih cepat.
3. Suhu di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk
pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap
jenis tumbuhan. Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan
tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu
yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37
derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut
dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
4. Faktor Cahaya Matahari. Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk
dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman
kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna
tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari
dapat menghambat proses pertumbuhan.

B. FAKTOR INTERN

1. Faktor Hormon

Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan
dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon
giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan
pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang. Mengenai
hormon tanaman:

a. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem
apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada
ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- Membantu perkecambahan

- Dominasi apikal

b. Giberelin : Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium
moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa. Fungsi giberelin :

- Pemanjangan tumbuhan

- Berperan dalam partenokarpi

c. Sitokinin : Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang


pembelahan sel.

d. Gas etilen : Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua.

e. Asam absiat

Asam absiat berfungsi untuk :

- Menghambat pembelahan dan pemanjangan sel.

- Menunda pertumbuhan atau dormansi.

- Merangsang penutupan mulut daun pada musim kering, sehingga mengurangi aktifitas
transpirasi.

f. Florigen : Hormon yang berfungsi untuk merangsang pembentukan bunga.

g. Kalin : Hormon yang berfungsi merangsang organ tumbuhan. Hormon pertumbuhan


organ, terdiri dari :

- Rhizokalin : Hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B

- Kaulokalin : Hormon yang merangsang pembentukan batang

- Filokalin : Hormon yang merangsang pembentukan daun

- Antokalin : Hormon yang merangsang pembentukan bunga

h. Asam traumalin atau kambium luka : Merangsang pembelahan sel di daerah luka
sebagai mekanisme untuk menutupi luka.

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:

1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel – sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada
embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Embrio memiliki 3
bagian penting :

a. Tunas embrionik yaitu calon batang dan daun

b. Akar embrionik yaitu calon akar

c. Kotiledon yaitu cadangan makanan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.

Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3
daerah, yaitu :

• Daerah pembelahan

Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)

• Daerah pemanjangan : Berada di belakang daerah pembelahan

• Daerah diferensiasi : Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel


mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.

2. Pertumbuhan Sekunder

Merupakan aktivitas sel – sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.
Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan
membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan. Mula-mula kambium hanya terdapat pada
ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya
adalah membentuk xilem dan floem primer. Selanjutnya parenkim akar/batang yang
terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung.
Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih
cepat dari pertumbuhan kulit.

Perkembangan seseorang kanak-kanak amat dipengaruhi oleh baka atau


keturunan dan faktor persekitaran. Baka atau keturunan merupakan ciri-ciri
perwarisan yang dibawa oleh ibu bapa kepada anak-anak. Ciri-ciri seperti warna
kulit, saiz fizikal, warna mata dan lain-lain. Baka diperturunkan melalui gen-gen
ibu bapa kepada anak-anak. Baka ini boleh menguasai penyuburan fizikal dan
mental. Baka juga menetapkan had keupayaan, kemampuan mental kita sama
ada pandai atau tidak pandai.

Sebagaimana yang telah dihuraikan dalam teori perkembangan manusia,


bahawa setiap individu menunjukkan ciri-ciri perkembangan yang serupa dalam
peringkat-peringkat pertumbuhan yang tertentu. Akan tetapi, kadar
perkembangan setiap individu, walaupun dalam peringkat pertumbuhan yang
sama, tetap berbeza dari segi fizikal, kognitif, emosi dan sosial. Kajian ahli-ahli
psikologi telah membuktikan bahawa tidak ada dua orang individu mempunyai
kadar perkembangan yang sama. Mereka berpendapat baka dan persekitaran
adalah faktor-faktor yang menyebabkan kadar perkembangan manusia dan
wujudnya perbezaan individu di antara satu sama lain.

Pengaruh genetik atau faktor baka kini dikenali sebagai gen yang terdiri
daripada nukleoprotein yang menentukan baka atau ciri keturunan. Ia terletak di
lokus tertentu pada kromosom, iaitu sejenis benda seni berbentuk panjang yang
didapati dalam nukleus sel sperma (jantan) dan juga sel ovum (betina). Mengikut
kajian, kromosom mengandungi bahan DNA dan RNA dan masing-masing
membawa gen-gen yang mengandungi sifat-sifat baka. Individu yang normal
biasanya mempunyai 23 pasangan kromosom. Semasa proses persenyawaan,
iaitu percantuman sel sperma (gamet jantan) dengan sel ovum (gamet betina)
dengan membentuk zigot yang mula mendapat 23 kromosom daripada ibu bapa
masing-masing. Seterusnya, proses pertukaran di antara kromosom daripada ibu
dan bapanya berlaku dan menjadi ciri-ciri baka tersendiri, kemudian diwarisi
oleh bayi yang akan dilahirkan pada masa kelak. Rajah berikut mengilustrasikan
bagaimana proses percantuman dan pertukaran kromosom berlaku dalam proses
persenyawaan di antara sel sperma dan sel ovum.

Berdasarkan huraian di atas, gen merupakan penentu utama dalam


perwarisan ciri-ciri perkembangan individu serta sesetengah penyakit ibu bapa.
Pengaruh genetik terhadap perkembangan manusia dapat diperhatikan ke atas
ciri-ciri perbezaan individu dari segi fizikal, mental dan emosi.
Setiap individu, kecuali sesetengah kanak-kanak berkembar, mempunyai
ciri fizikal, seperti saiz badan, tinggi-rendah, berat-ringan, bentuk dan warna
organ deria serta kemahiran fizikal yang unik. Kajian telah menunjukkan bahawa
ciri-ciri fizikal luaran, khasnya warna rambut dan organ deria adalah diwarisi
daripada gen-gen ibu bapa.

Kajian ahli-ahli psikologi Galton (1865), Goddard (1890), Newman (1937)


dan Shieldo (1962) telah membuktikan bahawa setiap individu mempunyai
kecerdasan dan kebolehan intelek yang berbeza dengan rakan sebayanya.
Perbezaan kecerdasan di antara individu boleh diperhatikan daripada prestasi
pelajar dalam sesuatu kelas.

Kajian ahli-ahli psikologi sering mengaitkan perbezaan kecerdasan individu


dengan kecerdasan ibu bapa mereka. Biasanya, ibu bapa yang cerdas pintar akan
melahirkan anak yang juga cerdas pintar.

Mengikut kajian ahli-ahli psikologi, emosi seseorang individu juga diwarisi


daripada baka ibu bapa. Misalnya, ibu bapa yang mempunyai emosi yang kurang
stabil dan bersifat pemarah akan melahirkan anak yang agresif dan autokratik.

Di samping faktor-faktor seperti keluarga, rakan sebaya, status sosio-


ekonomi, kebudayaan dan kepercayaan masyarakat, sumber teknologi, guru dan
sekolah pula mempengaruhi perkembangan individu dalam setiap peringkat
pertumbuhannya.

Institusi keluarga merupakan pengaruh utama terhadap perkembangan


manusia. Unsur-unsur institusi keluarga yang pengaruhi perkembangan individu
ialah suasana rumah, makanan, asuhan dan status sosio-ekonomi keluarga.
Adalah telah diketahui umum, perbezaan suasana rumah, makanan, asuhan dan
sosio-ekonomi keluarga melahirkan perbezaan individu mengikut perbezaan
kadar perkembangannya. Misalnya;
· Kanak-kanak dilahirkan dalam sebuah rumah yang mesra dan penuh
dengan kasih sayang akan mengalami perkembangan emosi yang sihat.

· Makanan berzat dan seimbang akan membantu kanak-kanak


memperkembangkan jasmaninya dengan sempurna.

· Kanak-kanak diasuh dan dididik dengan cara yang baik akan mengalami
perkembangan potensi, tingkah laku dan emosi dengan sempurna.

· Status sosio-ekonomi keluarga yang baik atau tinggi akan membantu


perkembangan intelek dan fizikal kanak-kanak ke tahap optimum
kerana keluarga ini berupaya memberi makanan yang cukup berzat
dan seimbang serta kemudahan pendidikan yang sempurna kepada
anak-anak mereka.

Pengaruh rakan sebaya adalah penting dalam perkembangan kanak-


kanak, khasnya dari perkembangan intelek, sahsiah, emosi dan sosial. Misalnya;
kanak-kanak bergaul dengan rakan sebaya yang rajin belajar akan mendorong
perkembangan intelek dan potensinya ke tahap optimum. Kanak-kanak yang
bersosialisasi dengan rakan sebaya yang bersopan santun akan menyerap nilai-
nilai murni yang positif daripada mereka.

Masyarakat merupakan alam kehidupan manusia. Kebudayaan dan


kepercayaan masyarakat yang berbeza mempengaruhi perkembangan kanak-
kanak dalam aspek sosio-emosi, personaliti dan mental. Misalnya:

· Perbezaan nilai hidup membentuk perbezaan falsafah hidup di


kalangan individu.

· Perbezaan kebudayaan dan agama melahirkan perbezaan cara hidup


serta tingkah laku manusia.
· Masyarakat yang sihat akan mempengaruhi anggotanya dengan
membentuk sikap yang sihat seperti bertanggungjawab, rajin
berusaha, bermoral, beretika serta kuat beragama dengan nilai
kerohanian yang sempurna.

· Masyarakat yang menitikberatkan kebendaan akan mempengaruhi


sikap manusia yang mementingkan diri sendiri dan bersikap
materialistik, serta mengabaikan nilai kerohanian dan nilai
kejiwaan.

· Kebudayaan masyarakat yang menitikberatkan kepada keagamaan


akan melahirkan individu yang beriman.

Perkembangan individu pula dipengaruhi oleh pendedahannya kepada


sumber teknologi yang terdapat di alam kehidupannya. Sumber teknologi ini
merujuk kepada maklumat-maklumat yang diperolehi daripada bahan-bahan
bacaan seperti suratkhabar, majalah, iklan, filem, radio, televisyen dan
komputer. Seperti yang kita ketahui bahawa pendedahan kanak-kanak kepada
sumber teknologi yang sihat akan meningkatkan kadar perkembangan kognitif,
emosi dan sosialnya. Sebaliknya, kanak-kanak yang didedahkan kepada sumber
teknologi yang berunsur keganasan, kuning atau kezaliman, akan membentuk
sikap yang negatif dan personaliti yang tidak diingini.

Guru dan sekolah merupakan pengaruh yang paling penting dalam


perkembangan pelajar dari segi fizikal, intelek, emosi dan sosialnya. Guru yang
bersifat penyayang dan cekap menguruskan aktiviti pengajaran-pembelajaran
dalam bilik darjah akan melahirkan pelajar yang berilmu, berketrampilan,
berakhlak mulia, bertanggungjawab dan berkeupayaan mencapai kesejahteraan
diri serta memberi sumbangan terhadap keharmonian dan kemakmuran negara.
Iklim sekolah yang kondusif serta dilengkapi dengan kemudahan-kemudahan
pengajaran-pembelajaran akan membantu perkembangan kognitif, afektif dan
psikomotor pelajar.
Guru dan sekolah merupakan agen perubahan dan bersama-sama diberi
tugas untuk memperkembangkan potensi individu secara menyeluruh dan
bersepadu, demi mewujudkan insan yang harmonis dan seimbang dari segi
intelek, rohani, emosi dan jasmani berdasarkan kepercayaan dan kepatuhan
kepada Tuhan. Tugas murni ini telah dimaktubkan dalam Falsafah Pendidikan
Kebangsaan yang diisytiharkan pada tahun 1988.

LANDASAN DAN TUJUAN PANCASILA

PENDIDIKAN PANCASILA

1.1. Landasan Historis

Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang

sejak zaman kerajaan kutai, Sriwijaya, Majapahit sampai datangnya bangsa lain yang

menjajah serta menguasai bangsa Indonesia. Beratus-ratus tahun bangsa Indonesia dalam

perjalanan hidupnya berjuang untuk menemukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang

merdeka, mandiri, serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup

serta falsafat hidup bangsa. Setelah melalui suatu proses yang cukup panjang dalam

perjalanan sejarah bangsa Indonesia menemukan jati dirinya, yang didalamnya tersimpul

ciri khas, sifat, dan karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain, yang oleh para
pendiri negara kita dirumuskan dalam suatu rumusan yang sederhana namun mendalam,

yang meliputi lima prinsip (lima sila) yang kemudian dinamakan Pancasila.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini terutama dalam masa reformasi,

bangsa Indonesia sebagai bangsa harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat

agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah masyarakat internasional. Dengan kata

lain perkataan bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang

kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui kekuasaan atau hegemoni ideologi

melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa.

Jadi secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila

sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara objektif historis

telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai-nilai Pancasila tersebut

tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia

sebagai kausa materialis Pancasila. Oleh karena itu berdasarkan fakta objektif secara

historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila.

Atas dasar pengertian dan alas an historis inilah maka sangat penting bagi p980ara

generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji,

memahami dan mengembangkan berdasarkan pengembangan ilmiah, yang pada

gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat

berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri. Konsekuensinya secara historis

Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar filsafat negara serta ideology bangsa dan

negara bukannya suatu ideology yang menguasai bangsa, namun justru nilai-nilai dari

sila-sila Pancasila itu melekat dan berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri.
1.2. Landasan Kultural

Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta pegangan hidup agar

tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan masyarakat internasional.

Setiap bangsa memiliki ciri khas serta pandangan hidup yang berbeda dengan

bangsa lain. Negara komunisme dan liberalism meletakkan dasar filsafat negaranya pada

suatu konsep ideology tertentu, misalnya komunisme mendasarkan ideologinya pada

konsep pemikiran Karl Marx.

Berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan

hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada suatu asas cultural yang

dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan

yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bukanlah hanya merupakan suatu hasil

konseptual seseorang saja. Melainkan merupakan suatu hasil karya besar bangsa

Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai-nilai cultural yang dimiliki oleh bangsa

Indonesia sendiri melalui proses refleksi filosofis paara pendiri negara seperti Soekarno,

M Yamin, M Hatta, Sepomo serta para tokoh pendiri negara lainnya.

Satu-satunya karya besar bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya besar

bangsa lain di dunia ini adalah hasil pemikiran tentang bangsa dan negara yang

mendasarkan pandangan hidup suatu prinsip nilai yang tertuang dalam sila-sila Pancasila.

Oleh karena itu para generasi penerus bangsa terutama dalam kalangan intelektual
kampus sudah seharusnya untuk mendalami secara dinamis dalam arti

mengembangkannya sesuai dengan tuntutan zaman.

1.3. Landasan Yuridis

Landasan yuridis perkuliahan Pendidikan Pancasila di pendidikan tinggi tertuang

dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 39

telah menetapkan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan, wajib

memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Demikian juga berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI No.232/U/2000,

tentang Pedoman Penyusun Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar

Mahasiswa, pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa kelompok Mata Kuliah Pendidikan

Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri

atas Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Sebagai realisasi dari SK tersebut Direktoral Jendral Pendidikan Tinggi, mengeluarkan

Surat Keputusan No.38/DIKTI/Kep?2002, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Mata

Kuliah Pengembangan Kepribadian. Pada pasal 3 dijelaskan bahwa kompetensi

kelompok mata kuliah MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional

dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Adapun rambu-rambu mata

kuliah MPK Pancasila tersebut adalah terdiri atas selain segi historis, filosofis,

ketatanegaraan, kehidupan berbangsa dan bernegara juga dikembangkan etika politik.

Pengembangan rambu-rambu kurikulum tersebur diharapkan agar mahasiswa mampu

mengambil sikap sesuai dengan hati nuraninya, mengenali masalah hidup terutama
kehidupan rakyat, mengenali perubahan serta mampu memaknai peristiwa sejarah, nilai-

nilai budaya demi persatuan bangsa.

1.4. Landasan Filosofis

Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan filosofis bangsa

Indonesian. Oleh karena itu sudah merupakan suatu keharusan moral untuk secara

konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara. Hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan secara filosofis dan objektif bahwa

bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara mendasarkan pada nilai-nilai

yang tertuang dalam sila-sila Pancasila yang secara filosofis merupakan filosofi bangsa

Indonesia sebelum mendirikan negara.

Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa

yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan objektif bahwa

manusia adalah makhluk Tuhan yang Maha Esa. Syarat mutlak suatu negara adalah

adanya persatuan yang terwujudkan sebagai rakyat (merupakan unsur pokok negara),

sehingga secara filosofis negara berpersatuan dan berkerakyatan konsekuensinya rakyat

adalah merupakan dasar ontologism demokrasi, karena rakyat merupakan asal mula

kekuasaan Negara

Atas dasar pengertian filosofis tersebut maka dalam hidup bernegara nilai-nilai

pancasila merupakan dasar filsafat negara. Konsekuensinya dalam setiap aspek

penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk system

peraturan perundang-undangan di Indonesia. Oleh karena itu dalam realisasi kenegaraan

termasuk dalam proses reformasi dewasa ini merupakan suatu keharusan bahwa pancasila
merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan baik dalam pembangunan

nasional, ekonomi, politik, hukum, social budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

fisika

GELOMBANG

Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh
berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya gelombang merupakan
rambatan energi (energi getaran)

Macam gelombang
Menurut arah getarnya :
- gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah
rambatannya. Contoh: gelombang pada tali , gelombang permukaan air, gelobang cahaya,
dll.
- gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit
dengan arah rambatannya. Contoh: gelombang bunyi dan gelombang pada pegas.

Menurut amplitudo dan fasenya :


- gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik
yang dilalui gelombng.
- gelombng diam (stasioner) adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah
(tidak sama) di setiap titik yang dilalui gelombang.

Menurut medium perantaranya :


- gelombang mekanik adalah gelombang yang didalam perambatannya memerlukan
medium perantara. Hampir semua gelombang merupakan gelombang mekanik.
- Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang didalam perambatannya tidak
memerlukan medium perantara. Contoh : sinar gamma (γ), sinar X, sinar ultra violet,
cahaya tampak, infra merah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio.

Persamaan Umum Gelombang


Besaran-besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran-besaran yang dimiliki
oleh getaran, antara lain, periode, frekuensi, kecepatan, fase, amplitudo. Ada satu besaran
yang dimiliki oleh gelombang tetapi tidak dimiliki oleh getaran, yaitu panjang
gelombang.
A
B
C
puncak gelombang
lembah gelombangUntuk memperjelas pengertian, perhatian keterangan dan gambar di
bawah ini :
Periode gelombang (T) adalah waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk menempuh
satu panjang gelombang penuh.
Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode (jarak
antara A dan C)
Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan waktu.
Cepat rambat gelombang (v) adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.
v = λ.fDituliskan dengan persamaan : v = , dalam hal ini jika t diambil nilai ekstrem yaitu
periode (T), maka S dapat digantikan dengan λ (panjang gelombang). Sehingga
persamaan di atas dapat ditulis menjadi :
v = , dan karena f = , maka persamaan tersebut juga dapat ditulis sbb:
Keterangn : T = periode ( s )
f = frekuensi ( Hz )
λ = panjang gelombang ( m )
v = cepat rambat gelombang ( m/s )
Contoh Soal 1 :
Sebuah gelombang pada permukaan air dihasilkan dari suatu getaran yang frekuensinya
30 Hz. Jika jarak antara puncak dan lembah gelombang yang berturutan adalah 50 cm,
hitunglah cepat rambat gelombang tersebut!
Penyelesaian :
Diketahui : f = 30 Hz , ½ λ = 50 cm à λ = 100 cm = 1 m
Ditanya : v = ..?
Jawab : v = λ.f = 1.30 = 30 m/s
Contoh Soal 2 :
Sebuah pemancar radio bekerja pada gelombang 1,5 m. Jika cepat rambat gelombang
radio 3.108 m/s, pada frekuensi berapakah stasion radio tersebut bekerja!
Penyelesaian :
Diketahui : λ = 1,5 m, v = 3.108 m/s
Ditanya : f = ..?
Jawab : f = = = 2. 108 Hz = 200 MHz

1. Gelombang Berjalan
A
P
xDari gambar di samping, jika tali yang sangat panjang dibentangkan dan salah satu
ujungnya digetarkan terus menerus, maka pada tali akan terjadi gelombang berjalan di
sepanjang tali. Jika titik P berjarak x dari A dan ujung A merupakan sumber getar titik A
telah bergetar selama t, maka titik P telah bergetar selama
, dimana v = kecepatan gelombang pad tali.
Dari keadaan di atas, maka kita dapat menentukan persamaan gelombang berjalan yaitu :
, karena , maka :
, karena Tv = λ, maka :
, dapat juga ditulis dengan persamaan :
atau
Faktor ( bilangan gelombang), dan persamaan di atas dapat juga ditulis sbb:
, dimana yp = simpangan getar di P ( m atau cm )
A = Amplitudo ( m atau cm )
ω = kecepatan sudut ( rad/ s )
t = waktu ( s )
k = bilangan gelombang ( /m )
x = jarak titik a terhadap titik P ( m atau cm )
λ (lambda) = panjang gelombang ( m atau cm )
Contoh Soal 3:
Gelombang berjalan mempunyai persmaan y = 0,2 sin (100π t – 2π x), dimana y dan x
dalam meter dan t dalam sekon. Tentukan amplitudo, periode, frekuensi, panjang
gelombang, dan cepat rambat gelombang tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : y = 0,2 sin (100π t – 2π x)
Ditanya : A = …?, T = …?, f = ..?, λ = ..?, v = ..?
Jawab : Kita dapat menjawab soal tersebut dengan cara membandingkan persamaan
gelombang dalam soal dengan persamaan umum gelombang berjalan yaitu sbb :
y = 0,2 sin (100π t – 2π x) ………( 1 )
………….( 2 )
Dari persamaan (1) dan (2), maka dpat diambil kesimpulan bahwa :
Amplitudonya adalah : A = 0,2 m
Periode dapat ditentukan sbb: 100π = , sehingga T = s
Dari T = s, maka dapat dicari frekuensinya , yaitu f = Hz
Panjang gelombang ditentukan sbb: 2π x = , sehingga 1 m
Dari hasil f dan λ, maka cepat rambat gelombangnya adalah : v = λ.f = 50.1 = 50 m/s
Cepat rambat gelombang dapat juga ditetnukan dengan : m/s

2. Gelombang stasioner (diam)


Gelombang stasioner ini dapat terjadi oleh karena interferensi (penggabungan dua
gelombang yaitu gelombang datang dan gelombang pantul.
Pantulan gelombang yang terjadi dapat berupa pantulan dengan ujung tetap dan dapat
juga pantulan dengan ujung bebas. Jika pantulan itu terjadi pada ujung bebas, maka
gelombang pantul merupakan kelanjutan dari gelombang datang (fasenya tetap), tetapi
jika pantulan itu terjadi pada ujung tetap, maka gelombang pantul mengalami pembalikan
fase (berbeda fase 180O) terhadap gelombang datang.
Bentuk gelombang stasioner dapat dilukiskan sebagai berikut:
Ujung pantul
Ujung pantul Untuk ujung pantul bebas: Untuk ujung pantul tetap:

Dari gambar di atas terdapat titik-titik yang memiliki amplitudo terbesar (maks) dan titik-
titik yang memiliki amplitudo terkecil (nol).
Titik yang memiliki amplitudo terbesar disebut perut gelombang dan titik yang memiliki
amplitudo terkecil disebut simpul gelombng.
Dari gambar di atas dapat disimpulkan juga bahwa pada pantulan ujung bebas, ujung
pantul merupakan perut gelombang sedangkan pada pantulan ujung tetap, ujung pantul
merupakan simpul gelombang.

Percobaan Melde
A
FJika tali yang panjangnya l, dibentangkan dan diberi beban lewat katrol seperti gambar
di samping serta ujung A digetarkan terus menerus, maka pada tali akan terbentuk
gelombang transversal yang stasioner (diam).
Percobaan ini pertama kali dilakukan oleh Melde untuk menentukan cepat rambat
gelombang transversal pada tali.
Dari hasil percobaannya Melde menemukan kesimpulan bahwa cepat rambat gelombang
pada tali adalah :
berbanding lurus dengan akar kwadrat tegangan tali (F)
berbanding terbalik dengan akar kwadrat massa per satuan panjang tali (μ)
Dari dua pernyataan di atas dapat dituliskan dengan persamaan :
, dimana F ( m.g) = gaya tegangan tali ( N )
μ = massa per satua panjang tali ( kg /m )
v = cepat rambat gelombang pada tali ( m/s )
karena , maka persamaan di atas dapat juga ditulis :
Contoh Soal 4:
Seutas tali yang panjangnya 5 m, massanya 4 gram ditegangkan dengan gaya 2 N dan
salah satu ujungnya digetarkan dengan frekuensi 50 Hz. Hitunglah:
cepat rambat gelombang pada tali tersebut !
panjang gelombang pada tali tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : l = 5 m, m = 4 gr = 4.10-3kg, F = 2 N, f = 50 Hz
Ditanya : a. v = ..?
b. λ = ..?
Jawab : a. = m/s
b. m
Contoh Soal 5:
Seutas tali yang ditegangkan dengan gaya 5 N dan salah satu ujungnya digetarkan dengan
frekuensi 40 Hz terbentuk gelombang dengan panjang gelombang 50 cm. Jika panjang
tali 4 m, hitunglah:
cepat rambat gelombang pada tali tersebut !
massa tali tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : l = 4 m, F = 5 N, f = 40 Hz, λ = 50 cm = 0,5 m
Ditanya : a. v = ..?
b. m = ..?
Jawab : a. v = λ.f = 0,5.40 = 20 m/s
b. ----à m = 0,05 kg

Soal Latihan
1. Sebuah gelombang pada tali dihasilkan dari suatu getaran dengan periode 0,25 s. Jika
jarak antara puncak dan lembah gelombang yang berturutan adalah 40 cm, hitunglah
panjang gelombang dan cepat rambat gelombang tersebut!
2. Sebuah pemancar radio bekerja pada frekuensi 300 MHz. Jika cepat rambat gelombang
radio 3.108 m/s, pada panjang gelombang berapakah stasion radio tersebut bekerja!
3. Gelombang berjalan mempunyai persmaan y = 0,2 sin 2π (100 t – 2x), dimana y dan x
dalam meter dan t dalam sekon. Tentukan amplitudo, periode, frekuensi, panjang
gelombang, dan cepat rambat gelombang tersebut !
4. Seutas tali yang panjangnya 2 m, massanya 40 gram ditegangkan dengan gaya 2 N dan
salah satu ujungnya digetarkan. Ternyata pada tali terbentuk gelombang dengan panjang
gelombang 50 cm. Hitunglah:
a. cepat rambat gelombang pada tali tersebut !
b. frekuensi sumber gelombang tersebut !
5. Seutas tali yang ditegangkan dengan gaya F dan salah satu ujungnya digetarkan dengan
frekuensi 40 Hz terbentuk gelombang dengan cepat rambat gelombang 50 m/s. Jika
panjang tali 4 m dan massanya 25 gram, hitunglah:
a. gaya tegangan pada tali tersebut !
b. panjang gelombang pada tali tersebut !
BUNYI
Gelombang bunyi merupakan gelombang mekanik yang bersifat longitudinal. Menurut
frekuensinya gelombang bunyi dibedakan menjadi 3 yaitu :
a. infrasonic ( f ≤ 20 Hz )
b. audio (audience ) ( 20 Hz < f < 20.000 Hz )
c. ultrasonic ( f > 20.000 Hz )
Dari ketiga jemis gelombang bunyi tersebut, hanyalah bunyi audio saja yang dapat
ditangkap oleh tilinga manusia.

Cepat rambat Bunyi


Bunyi dapat merambat padaa 3 jenis zat, yaitu zat padat, zat cair, dan gas. Cepat rambat
bunyi tersebut dapat ditentukan dengan persamaan:
a. pada zat padat
E = modulus Young (N/m2)
ρ = massa jenis zat (kg/m3)
v = cepat rambat bunyi ( m/s )
b. pada zat cair
B = modulus Bulk (N/m2)
ρ = massa jenis zat (kg/m3)
v = cepat rambat bunyi ( m/s )
c. pada zat gas
γ = konstante Laplce
R = konstante umum gas ( R = 8,31 j/molK)
T = suhu mutlak gas ( K )
M = massa molekul gas ( kg/mol)
Contoh Soal 1:
Suatu bunyi yang frekuensinya f = 250 Hz merambat pada zat padat yang memiliki
modulus Young E =108 N/m2 dan massa jenisnya ρ = 2500 kg/m3. Tentukan :
cepat rambat bunyi
panjang gelombang bunyi
Penyelesaian :
Diketahui : f = 250 Hz, E =1010 N/m2, ρ =5000 kg/m3
Ditanya : a. v = …?
b. λ = …?
Jawab : =200 m/s

2.Intensitas Bunyi
Energi bunyi biasa disebut dengan intensitas bunyi yang menyatakan energi bunyi tiap
satuan waktu yang menembus tiap satuan luas suatu bidang secara tegak lurus (Intensitas
bunyi adalah besarnya daya bunyi tiap satuan luas bidang). Dari definisi tersebut
intensitas bunyi dapat dinyatakan dengan persamaan :
Dimana : P = daya bunyi ( watt )
A = luas bidang ( m2 )
I = intensitas bunyi (waat/m2)
Apabila sumber bunyi berupa sebuah titik dan bersifat isotropis (menyebar ke segala
arah), maka bidang yang ditembus oleh daya bunyi merupakan bidang kulit bola ( A =
4πr2 ). Maka persamaan intensitas bunyi di atas dapat dituliskan sebagai berikut :
, dimana r = jarak sumber bunyi ke suatu titik.
Dari persaman di atas, maka dapat disimpulkan bahwa intensitas bunyi di sutu titik
berbanding terbalik dengan kuarat jarak titik tersebut ke sumber bunyi.
Sehingga jika sebuah titik yang berjarak r1 dari sumber bunyi memiliki intensitas I1 dan
titik yang berjarak r2 dari sumber bunyi memiliki intensitas I2, maka akan berlaku
persamaan:
, jadi
Dimana : I1 = intensitas bunyi di titik 1 (w/m2)
I2 = intensitas bunyi di titik 2 (w/m2)

Contoh Soal 2 :
Sebuah sumber bunyi mempunyai daya 200π watt. Tentukanlah intensitas bunyi di suatu
titik yang berjarak 10 m dari sumber bunyi tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : P = 200π watt, r = 10 m
Ditanya : I = …?
Jawab : w/m2

Contoh Soal 3 :
Intensitas bunyi di suatu tempat yang berjarak 9 m dari sumber bunyi adalah 8.10-5
w/m2. Tentukanlah intensitas bunyi di suatu tempat yang berjarak 18 m dari sumber
bunyi tersebut !
Penyelesaian :
Diketahui : r1 = 10 m, I1 = 8.10-5 w/m2
Ditanya : I2 = …?, apabila r2 = 18 m
Jawab :

w/m2
3.Taraf Intensitas Bunyi ( I )
Taraf Intensitas bunyi didefinisikan sebagai nilai logaritma dari perbandingan antara
intensitas suatu bunyi dengan intensitas standar ( intensitas ambang pendengaran ).
Besarnya Taraf Intensitas bunyi dinyatakan dengn persamaan :
, dimana : TI = Taraf intensitas bunyi (dB)
I = intensitas bunyi ( w/m2 )
I0 = intensitas ambang pendengaran.
I0 = 10-12 w/m2
Ambang pendengaran didefinisikan sebagai inensitas bunyi terkecil yang masih dapat
didengar oleh telinga normal. (I0 = 10-12 w/m2 )

Ambang peasaan didefinisikan sebagai inensitas bunyi terbesar yang masih dapat
didengar oleh telinga normal tanpa rsa sakit (I = 1 w/m2 )

Contoh Soal 4 :
Intensitas bunyi di suatu tempat adalah 10-5 w/m2. Tentukanlah Taraf intensitas bunyi di
tempat tersebut, jika diketahui intensitas ambang pendengaran I0= 10-12 w/m2 !
Penyelesaian :
Diketahui : I = 8.10-5 w/m2 I0= 10-12 w/m2
Ditanya : TI = …?
= 10 log ( ) = 10.log 10-7 = 10.7 = 70 dB
Contoh Soal 5 :
Taraf intensitas bunyi ssebuah mesin adalah 50 dB. Tentukanlah Taraf intensitas bunyi
dari sepuluh buah mesin sejenis jika dibunyikan bersama-sama. Diketahui intensitas
ambang pendengaran I0= 10-12 w/m2 !
Penyelesaian :
Diketahui : TI1 = 50 dB I0= 10-12 w/m2
Ditanya : TI10 = …?
Jawab : Dicari terlebih dahulu intensitas sebuah mesin.
50 = 10 log( )
5 = log
log 105 = log
105 =
I1 = 105.10-12

Kemudian dicari I10


I10 = 10. I1 = 10.10-7 = 10-6 w/m2
TI10 = 10 log = 10 log 10-6
TI10 = 10.6 = 60 dB
Soal tersebut di atas secara singkat dapat diselesaikan dengan persamaan sbb:
TIn = TI1 + 10 log n

Lihat penyelesaiannya !
TIn = TI1 + 10 log n
= 50 + 10.log 10
= 50 + 10 .1 = 50 + 10 = 60 dB

Latihan Soal.
1. Suatu bunyi yang panjang gelombangnya λ = 2,5 m merambat pada zat padat yang
memiliki modulus Young E =1010 N/m2 dan massa jenisnya ρ = 1000 kg/m3. Tentukan :
a. cepat rambat bunyi
b. panjang gelombang bunyi
2. Sebuah sumber bunyi mempunyai daya 200π watt. Tentukanlah jarak suatu tempat dari
sumber bunyi itu agar ntensitas bunyi tersebut !
3. Intensitas bunyi di suatu tempat yang berjarak 9 m dari sumber bunyi adalah 8.10-5
w/m2. Tentukanlah intensitas bunyi di suatu tempat yang berjarak 18 m dari sumber
bunyi tersebut !
4. Intensitas bunyi di suatu tempat adalah 10-5 w/m2. Tentukanlah Taraf intensitas bunyi
di tempat tersebut, jika diketahui intensitas ambang pendengaran I0= 10-12 w/m2 !
5. Taraf intensitas bunyi ssebuah mesin adalah 50 dB. Tentukanlah Taraf intensitas bunyi
dari seratus buah mesin sejenis jika dibunyikan bersama-sama. Diketahui intensitas
ambang pendengaran I0= 10-12 w/m2 !