P. 1
LTM Neuroanatomi Sistem Saraf Pusat

LTM Neuroanatomi Sistem Saraf Pusat

|Views: 477|Likes:

More info:

Published by: Karina Maharani Pramudya on Apr 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Neuroanatomi Sistem Saraf Pusat Oleh Karina Maharani P.

(0906487865)

Pendahuluan Sistem saraf terdiri dari 2 subdivisi besar yaitu central nervous system (CNS) yang terdiri dari otak dan korda spinalis, dan peripheral nervous system yang terdiri dari jaringan saraf di luar CNS. Fungsi sistem saraf dapat dibagi menjadi tiga kelompok : a) Fungsi sensorik : Reseptor sensori mendeteksi stimulan internal seperti peningkatan keasaman darah, dan stimulan eksternal seperti nyeri dan panas. Informasi sensorik in i dibawa menuju otak dan korda spinalis melewati saraf spinal dan cranial. b) Fungsi integrasi : Sistem saraf memproses informasi sensorik dengan menganalisis dan menyimpannya atau menimbulkan respon terhadap stimulan. Proses ini disebut persepsi. Persepsi terjadi di otak. c) Fungsi motorik : Setelah informasi sensorik diintegrasi, sistem saraf menghasilkan respons motorik yang tepat dengan mengaktivasi efektor (otot dan kelenjar) melewati saraf kranial dan spinal. Stimulasi yang diterima efektor menyebabkan otot berkontraksi dan kelenjar mengeluarkan sekretnya. Anatomi Sistem Saraf Pusat y Cerebrum Cerebrum merupakan pusatnya kecerdasan manusia. Ini menyediakan kita kemampuan membaca, menulis, dan berbicara; mengkalkulasi angka dan mengarang musik; dan untuk mengingat memori, rencana untuk ke depannya, dan membayangkan hal hal yang belum pernah ada. Cerebrum terdiri dari korteks cerebri, substansi putih di bagian dalam, dan nuclei di antara substansi putih. a) Korteks serebri Korteks serebri merupakan suatu daerah yang berwarna abu abu yang membentuk pinggiran terluar dari cerebrum. Pada saat perkembangan embrio, ketika ukuran otak bertambah secara cepat, substansi abu abu dari korteks membesar lebih cepat dibandingkan substansi putih. Sebagai hasilnya, daerah korteks membentuk lipatan lipatan yang dikenal sebagai gyrus. Di antara dua gyrus terdapat suatu celah. Celah yang paling dalam di antara dua gyrus disebut fissura sedangkan celah yang dangkal di antara dua gyrus disebut sulcus. Fissura yang paling mencolok, fisura longitudinal, memisahkan cerebrum menjadi dua hemisfer yaitu kiri dan kanan. Hemisfer cerebral dihubungkan oleh korpus kallosum, sebuah pita luas dari substansi putih yang mengandung akson yang menghubungka kedua hemisfer. n b) Lobus Pada Cerebrum Setiap hemisfer serebri dibagi menjadi 4 lobus. Lobus ini dinamakan sesuai dengan tulang yang menutupinya: frontal, parietal, oksipital, dan temporal. Sulcus centralis rolandii memisahkan lobus frontal dengan lobus parietal. Sebuah gyrus besar, gyrus precentral merupakan area motorik primer dari korteks serebri. Gyrus besar lainnya, gyrus postcentral merupakan area somatosensory dari korteks serebri. Fissura lateral silvii memisahkan lobus frontal dengan lobus temporal. Sulcus Parietooccipitalis memisahkan lobus parietal dengan lobus oksipital. Bagian kelima dari cerebrum, insula, tidak bisa dilihat pada permukaan otak karena ini terletak di dalam sulcus lateral, bagian yang dalam dari parietal , frontal, dan lobus temporal. Lobus ini berfungsi sebagai pusat motorik dan sensorik organ viseral.

Lobus Frontal terdiri atas 4 gyrus yaitu 1 gyrus vertikal, gyrus precentralis dan 3 gyrus horizontal, gyrus frontalis superior, gyrus frontalis medial, gyrus frontalis inferior. Gyrsu frontalis inferior terbagi menjadi 3 bagian yaitu pars orbitalis, pars triangularis, dan pars opercularis. Lobus parietal terdiri atas 3 gyrus yaitu gyrus poscentralis, lobulus parietal superior, dan lobulus parietal inferior yang terdiri atas gyrus supramarginalis dan gyrus angularis. Lobus occipitalis terbagi menjadi dua bagian yaitu cuneus dan gyrus lingualis. Kedua bagian itu dipisahkan oleh sulkus yang disebut sulkus calcarinus. Lobus Temporal terdiri atas 3 gyrus yaitu gyrus temporal superior, gyrus temporal medial, dan gyrus temporal inferior. Gyrus temporal superior disebut juga gyrus transversal Heschi. c) Substansi Putih Cerebral Substansi putih terdiri dari tiga tipe akson yang bermielin : 1. Traktus assosiasi : mengandung akson yang menghantarkan impuls antar gyri pada hemisfer yang sama. 2. Traktus commisura : mengandung akson yang menghantarkan impuls antar gyrus pada hemisfer yang berbeda. Tiga grup penting dari traktus commisura adalah corpus call sum, o commisura anterior, dan commisura posterior. 3. Traktus proyeksi : mengandung akson yang menghantarkan impuls dari bagian yang rendah ke bagian yang tinggi ataupun sebaliknya. Sebagai contoh adalah kapsula interna, sebuah pita tebal dari substansi putih yang mengandung baik ascending mapun descending akson.

d) Ganglia Basal Di dalam tiap hemisfer terdapat tiga nuclei yang disebut basal ganglia. Mengingat bahwa ganglion adalah kumpulan badan sel di luar CNS, penamaan nuclei di sini adalah satu pengecualian dari aturan tersebut. Justru penamaan seperti basal nuclei jarang digunakan oleh para neuroscientist. Hal ini disebabkan kita dapat dibingungkan dengan nama region otak lainnya seperti nucleus basalis, yang memburuk pada penderita alzheimer. Ganglia basal dibagi menjadi dua jenis yaitu korpus claustrum dan korpus striatum. Korpus striatum terbagi menjadi dua jenis lagi yaitu nukleus kaudatus dan nukelus lentiformis. Nukleus lentiformis dibagi menjadi dua yaitu putamen dan globus pallidus. Fungsi utama dari ganglia basal adalah membantu menginisiasi dan menghentikan pergerakan dari tubuh. Basal ganglia juga berfungsi untuk menekan pergerakan yang tidak diinginkan dan meregulasi otot. Lebih jauh lagi ternyata ganglia basal mempengaruhi banyak

aspek dari fungsi cortical, termasuk sensorik, limbik, kognitif, dan linguistik. Kelainan pada basal ganglia dapat memunculkan penyakit parkinson dan skizofrenia. e) Sistem Limbik Sistem limbik adalah daerah melingkar yang dibatasi oleh bagian lebih atas dari batang otak dan korpus kallosum. Komponen komponen dari sistem limbik sebagai berikut : 1. Lobus limbik : terdiri atas region yang dibatasi gyrus cingulata, yang terletak di atas korpus kallosum dan gyrus parahippocampus termasuk dari lobus temporal. Hippocampus adalah sebuah bagian dari gyrus parahippocampus yang menghubungkan dengan lantai dari ventrikel lateral. 2. Gyrus dentate terletak di antara hippocampus dan gyrus parahippocampus. 3. Amygdala dibentuk dari sekumpulan neuron terletak di dekat bagian bawahdari nukleus kaudatus. 4. Korpus mammilare adalah dua masa lingkaran dekat dengan bagian infundibulum. 5. Thalamus yang terdiri atas dua nuclei. 6. Bulbus olfaktori 7. Fornix Sistem limbik berperan penting dalam pengaturan emosi seseorang, termasuk senang, sakit, takut, dll. Ini juga terlibat dalam penciuman dan memori. Amygdala ternyata berperan penting dalam pemunculan ekspresi agresif dan takut. Jadi, dapat disimpulkan seseorang yang mengalami kerusakan amygdala maka gagal untuk mengenali ekspresi ketakutan di situasi yang tepat. Hippocampus, bersama dengan bagian bagian lain dari cerebrum berperan penting dalam pembentukan memori. Orang orang dengan kerusakan sistem limbik mudah melupakan kegiatan yang baru saja berlalu dan tidak dapat memasukkan apapun ke dalam memori. f) Daerah Fungsional dari Korteks Serebri 1. Area Sensorik o Area somatosensorik primer (area 1, 2, dan 3) Terletak di gyrus postcentralis. Area somatosensori primer menerima impuls berupa sentuhan, tekanan, getaran, gatal, geli, suhu, nyeri, propriocepsi. o Area visual primer (area 17) Terletak di gyrus lingualis lobus oksipital. Area ini menerima informasi visual dan terlibat dalam persepsinya. o Area auditory primer (area 41 dan 42) Terletak di gyrus transversus Heschi. Area ini menerima informasi suara dan terlibat dalam persepsinya. o Area olfaktori primer (area 34 dan 28) Terletak di lobus temporal aspek medial atau disebut lobus pyriformis. Lobus ini tersusun atas gyrus parahippocampus, uncus, dan stria olfaktori lateral. Area ini menerima impuls berupa bau dan terlibat dalam persepsinya. 2. Area Motorik o Area motorik primer (area 4) Terletak di gyrus precentral dari lobus frontal. Setiap bagian dari area ini mengendalikan kontraksi sadar dari otot yang spesifik. o Area Broca (area 44 dan 45) Terletak di pars triangularis dan opercularis. Area ini mengendalikan pergerakan otot otot spesifik yang mengakibatkan kita dapat berbicara sesuai apa yang kita pikirkan.

3. Area Assosiasi o Area asosiasi auditory (area 22) Terletak di gyrus temporal medial dan inferior. Area ini memungkinkan kita untuk mengenali jenis suara tertentu. o Area asosiasi visual (area 18 dan 19) Terletak di lobus oksipital. Area ini menerima impuls dari area visual primer dan thalamus. o Area wernicke (area 40 dan 39) Terletak di gyrus supramarginalis dan angularis. Area ini memungkinkan kita menginterpretasikan makna dari hal yang kita baca atau dengar. Area ini aktif ketika kita menerjemahkan kata kata menjadi sebuah pikiran. g) Lateralisasi Hemisfer Walaupun otak bentuknya sangat simetris, perbedaan anatomis di antara kedua hemisfer masih dapat ditemukan. Contohnya adalah area wernicke ditemukan ternyata lebih besar pada hemisfer kiri dibandingkan hemisfer kanan. Selain itu, perbedaan fisiologis juga ditemukan. Tiap hemisfer ternyata terspesialisasi dalam melaksanakan fungsi tertentu. Sebagai contoh, pada kebanyakan orang ternyata hemisfer kiri lebih penting dalam kemampuan ilmiah dan numerik sedangkan hemisfer kanan terspesialisasi untuk kesadaran akan musik dan seni. Asimestris fungsional ini disebut lateralisasi hemisfer. y Meninges Otak dilindungi oleh beberapa lapisan : a. Scalp; terdiri dari kulit, jaringan ikat padat, aponeuretic aglea, jaringan ikat longgar, dan pericranium b. Meninges ; terdiri dari durameter, arachnoid mater, dan piamater. c. Cairan serebrospinal Lapisan lapisan meninges di beberapa tempat membentuk septa : a. Falx cerebri : terletak di fissura longitudinal b. Falx cerebelli : terletak di antara cerebelum kanan dan kiri c. Tentorium cerebelli : Terletak di fissura transversal yang memisahkan antara cerebrum dan cerebelum. d. Diapraghma sellae Duramater terdiri atas dua lapisan di beberapa tempat lapisan tersebut memisah dan membentuk sinus sinus duramateris : 1. Sinus sagitalis superior 2. Sinus sagitalis inferior 3. Sinus cavernosus 4. Sinus petrosus superior 5. Sinus petrosus inferior 6. Sinus sigmoid 7. Sinus transversus y Ventrikel Ventrikel adalah ruangan yang berisi cairan serebrospinal. Ventrikel di otak terdapat 4 jenis yaitu ventrikel 1 dan 2 (lateral), ventrikel 3, dan ventrikel 4. Ventrikel lateral terdapat di tiap hemisfer dan dipisahkan oleh septum pellucidum. Ventrikel tiga terletak di dekat thalamus dan hipothalamus. Terakhir, ventrikel 4 terletak di antara batang otak dan serebelum.

Antara ventrikel lateral dan ventrikel 3 dihubungkan oleh suatu celah yang disebut foramen interventricularis. Antara ventrikel 3 dan ventrikel 4 terdapat saluran yang disbeut aquaductus silvii. Terakhir, ventrikel 4 memiliki dua tipe saluran keluar yaitu foramen luschka dan magendie Seperti dikatakan sebelumnya, ventrikel berisikan cairan serebrospinal. Cairan ini dihasilkan oleh plexus choroides. Cairan serebrospinal memiliki berbagai fungsi yaitu fungsi pelindung mekanik, fungsi pelindung kimiawi, dan fungsi sirkulasi. Sirkulasi dari CSF dimulai dari ventrikel lateral menuju ke ventrikel 3 melalui foramen interventricular. Lalu, dari ventrikel 3 terus mengalir ke ventrikel 4 melalui aquaductus silvii. Cairan serebrospinal di ventrikel 4 kemudian mengalir menuju ruang subarachnoid untuk menuju ke semua bagian otak dan korda spinalis. Setelah mengalir ke seluruh otak dan korda spinalis, cairan serebrospinal yang penuh dengan produk sisa metabolisme diserap kembali oleh villus arachnoid untuk dibuang ke sinus venosus. Dari sinus venosus, cairan serebrospinal pergi menuju jantung dan paru untuk mengambil nutrien dan oksigen. Setelah cairan ini telah penuh kembali dengan nutrisi dan oksigen maka cairan itu akan dikembalikan ke ventrikel otak melalui arteri. y Batang Otak Batang otak merupakan bagian dari otak yang terletak antara korda spinalis dan diensefalon. Batang otak terdiri atas tiga bagian yaitu mesensefalon, pons, dan medula oblongata. a) Mesensefalon Bagian anterior dari mesensefalon terdiri dari sekumpulan akson yang disebut pedunculus cerebrallis (crus cerebri). Pedunculus cerebrallis terdiri atas akson - akson dari traktus corticospinal, corticobulbar, dan corticopontine; yang menghantarkan impuls dari area motorik korteks cerebri ke korda spinalis, pons, dan batang otak. Bagian posterior dari mesensefalon disebut sebagai tectum. Tectum terdiri atas 2 superior colliculi dan 2 inferior colliculi yang merupakan pusat refleks seperti melihat gerakan kendaraan di jalan. Mesensefalon juga mengandung nuclei lainnya yaitu substansi nigra kiri dan kanan yang besar dan gelap. Neuron yang melepaskan dopamin, terletak sepanjang substansi nigra hingga ganglia basal, mengendalikan pergerakan otot setengah sada (subcortical). Kerusakan pada r neuron ini dapat menimbulkan penyakit parkinson. Nuclei yang terakhir disebut nuclei rubra yang berwarna kemerahan. Akson dari serebelum dan dan korteks serebri yang membentuk sinaps di nuclei rubra ini mengontrol beberapa pergerakan tak sadar dari anggota gerak. Pada bagian tengah mesensefalon terdapat aquaductus silvii yang membaginya menjadi dua bagian yaitu dorsal dan ventral. Pada bagian dorsal terdapat corpora quadrigemina, tectum, dan pedunculus cerebrallis superior (brachium conjunctivum) sedangkan pada bagian ventral terdiri atas pedunculus cerebrallis medial (crus cerebri). b) Pons Pons terletak di atas dari medula oblongata dan di depan cerebelum. Pons berfungsi sebagai sebuah jembatan yang menghubungkan bagian bagian yang berbeda dari otak. Kemampuan ini didukung oleh sekumpulan akson. Seperti medula oblongata, pons terdiri atas nuclei, traktus sensorik, dan traktus motorik. Sinyal pergerakan sadar dari korteks serebri diperkuat melalui nuclei pontine kemudian dibawa ke cerebelum. Pons juga terdiri atas nuclei vestibular yang merupakan komponen jalur organ keseimbangan dari telinga dalam menuju otak. Nuclei lain dari pons adalah pneumotoxic area, apneustic area, dan respiratory center. Ketiganya bersama dengan medula oblongota berfungsi dalam pengendalian pernapasan.

Pons juga terdiri atas nuclei dari beberapa saraf kranial seperti saraf trigeminal, fasial, abdusena, dan vestibulocochlear (V VIII). c) Medula Oblongata Medula oblongota merupakan bagian inferior dari batang otak. Substansi alba dari medula oblongata terdiri atas semua traktus sensorik maupun motorik yang memanjang antara korda spinalis dan otak. Sebagian substansi alba membentuk tonjolan di bagian anterio medula r oblongata yang disebut pyramid. Pyramid tersusun atas traktus corticospinal yang berasal dari cerebrum menuju korda spinalis. Traktus corticospinal mengendalikan pergerakan sadar dari anggota gerak dan batang tubuh. Sebagian besar traktus corticos inal menyeberang dan p sebagian kecil tidak. Bentukan ini disebut decussation of pyramid. Tepat di samping tiap pyramid terdapat sebuah tonjolan oval yang disebut olive. Di dalam olive terdapat inferior olivary nucleus, yang menerima impuls dari korteks ce rebri, nucleus rubra, dan korda spinalis. Neuron inferior olivary nucleus kemudian menjulur hingga cerebelum dan mempengaruhi neuron cerebelum untuk menstimulasi penyesuaian aktivitas otot. Medula oblongata banyak sekali mengandung nuclei. Pada bagian poserior terdapat t nucleus cuneatus dan gracilis yang bersinaps dengan fasiculus cuneatus dan gracilis. Selain itu, di medula juga terdapat nuclei yang merupakan komponen jalur sensorik dari pengecapan, pendengaran, dan keseimbangan. Terakhir, medula terdiri atas nuclei saraf kranial VII XII. d) Formasi retikular Sebagian dari batang otak terdiri atas kumpulan kecil badan sel neuron (substansi gelap) dan diantaranya terdapat sekumpulan akson bermielin (substansi putih). Bentukan ini disebut formasi retikular. Ini terletak sepanjang bagian atas korda spinalis, batang otak, dan bagian bawah diencephalon. Bagian dari formasi retikular disebut Reticular Activating System (RAS) terdiri atas akson sensorik yang menuju korteks serebri. RAS berfungsi mempertahankan kesadaran dan aktif selama kita bangun dari tidur. Sebagai contoh, kita bisa terbangun ketika mendengar suara alarm jam, terkena cahaya, dan diberi pukulan karena adanya RAS yang membangunkan korteks serebri. y Cerebelum Cerebelum terletak di fossa cranial posterior dan melekat di batang otak melalui pedunculus cerebralis. Cerebelum juga merupakan atap dari ventrikel 4 sehingga disebut velum medullaris. Cerebellum dibagi menjadi dua massa lateral yang disebut hemisfer cerebelli. Kedua hemisfer ini dihubungkan oleh vermis. Setiap hemisfer cerebelli dibagi menjadi tiga regio: 1. Regio vermis dengan nucleus fastigius 2. Regio paravermal dengan nucleus interpose (nucleus globosus dan emboliformis) 3. Regio lateral dengan nucleus dentatus. Tiap hemisfer juga terdiri atas lobus yang dipisahkan oleh fisura. Terdapat tiga lobus pada serebelum yaitu lobus anterior, posterior, dan flocculonodular. Lobus flocculonodularis (archicerebellum) terdiri atas sepasang flocculus (flocculi) yang merupakan suatu penonjolan kecil pada daerah postero-inferior dan nodulus yang berada pada bagian inferior vermis.. Fungsi lobus ini adalah menerima serabut-serabut proyeksi dari nukleus vestibularis. Kedua, Lobus anterior (paleocerebellum) berukuran sederhana dan letaknya di depan fissura prima. Fungsinya adalah menerima input dari traktus spinocerebellaris. Terakhir, Lobus posterior . (neocerebellum) merupakan lobus terbesar dan terletak antara dua lobus diatas Fungsinya adalah menerima serabut-serabut proyeksi dari hemisfer cerebri. Bagian terluar dari serebelum disebut dengan korteks serebelli yang terdiri atas substansi abu abu yang berlipat lipat. Ini disebut folia. Di bawah substansi abu abu terdapat subtansi putih

yang disebut arbor vitae. Di dalam arbor vitae terdapat sekumpulan nuclei yang disebut cerebellar nuclei. Cerebellar nuclei terdiri atas 4 pasang inti yang merupakan sumber utama aliran neuronal dari cerebellum, inti tersebut adalah (dari medial ke lateral): ± Nucleus fastigii, terletak di garis tengah lantai ventrikel 4 pada regio vermis ± Nucleus globosus, letaknya lateral dari nucleus fastigii dan merupakan kelompok sel kecil ± Nucleus emboliformis, merupakan massa sel yang memanjang dan letaknya antara nucleus globosus dan dentatus ± Nucleus dentatus, nucleus yang terbesar dan paling lateral dengan bentuk seperti dompet dengan hilum anteromedial (mirip dengan nucleus olivarius inferior) Ada 3 pasang pedunculus cerebelli yang tersusun dari serabut yang masuk dan keluar dari cerebellum, yaitu: 1. Pedunculus cerebellaris superior (brachium conjunctivum) yang terdiri atas akson dari cerebelum menuju ke nuclei rubra atau thalamus. 2. Pedunculus cerebellaris medius (brachium pontis) yang terdiri atas akson yang membawa impuls dari nuclei pontis ke cerebelum. 3. Pedunculus cerebellaris inferior (corpus restiformis) terdiri atas akson yang membawa informasi dari propioreseptor, vestibular, inferior olive nucleus, dan vestibular nuclei. Selain itu, pada pedunculus ini juga terdapat akson yang membawa impuls dari cerebelum menuju formasi retikular. y Korda Spinalis a) Anatomi External Korda spinalis pada orang dewasa memiliki panjang sekitar 42 sampai 45 cm. Korda spinalis terletak di dalam kanalis vertebralis. Korda spinalis berakhir setinggi L1 atau L2 dengan ujung yang berbentuk kerucut disebut conus medullaris. Hal ini disebabkan pada umur 4 atau 5 tahun, pemanjangan korda spinalis berhenti sedangkan pertumbuhan vertebral column terus berlanjut. Akibatnya, korda spinalis lebih pendek dibandingkan vertebral column. Korda spinalis dibagi menjadi 5 regio yaitu cervical, thoracal, lumbal, sacral, dan coccygeal. Pada tiap tiap regio itu terdapat saraf spinal yang berjumlah 31 pasang. Pembagiannya sebagai berikut : a. 8 pasang cervical b. 12 pasang thoracal c. 5 pasang lumbal d. 5 pasang sacral e. 1 pasang coccygeal. Karena korda spinalis lebih pendek dibandingkan vertebral column maka saraf saraf spinal yang berasal dari regio lumbal, sacral, dan coccygeal tidak keluar dari vertebral column sejajar dengan regio korda spinalisnya. Hal ini mengakibatkan terbentuknya kumpulan saraf yang menyerupai ikatan rambut yang disebut cauda equina. Korda spinalis juga dibungkus oleh lapisan meninges serta terapung dalam cairan serebrospinal. Lapisan meningesnya sama dengan otak yaitu tersusun atas tiga lapisan yang terdiri dari diamater, arachnoid mater, dan piamater. Pia mater melekat erat pada medulla

spinalis kemudian arachnoid mater dilekatkan ke dura mater melalui septa y ang berasal dari piamater yang disebut ligamentum denticulatum. Piamater terus ke arah kaudal menjadi filamen yang disebut filum terminalle. Filamen ini adalah piameter yang bergabung dengan arachnoid mater dan duramater yang berakhir di L5 selanjutnya melekat di os coccygeus. b) Anatomi Internal Pemotongan melintang korda spinalis akan tampak jelas adanya dua substansi yang terdiri dari substansi alba yang terletak di luar dan substansi grisea yang terletak di dalam. Susbstansi alba terdiri atas serabut serabut saraf yang bermielin sehingga nampak putih, disebut traktus. Pada substansi alba terdapat dua alur yang terdiri dari fisura median anterior dan sulcus median posterior. Substansi grisea nampak gelap karena terdiri atas kumpulan badan sel saraf, serat saraf tak bermielin, dan neuroglia. Pada korda spinalis substansi grisea berbentuk seperti huruf H. Commisura abu abu (gray commisure) adalah suatu daerah yang menghubungkan substansi grisea kanan dan kiri. Arah anterior dari gray commisure adalah anterior white commisure, yang menghubungkan substansi alba kiri dan kanan. Di tengah substansi grisea terdapat suatu celah kecil yang berisikan cairan serebrospinal, disebut kanalis sentralis. Substansi grisea tiap sisi dibagi menjadi region yang disebut kornu. Terdapat tiga macam kornu didasarkan pada letaknya yaitu kornu anterior yang terdiri atas badan sel somatomotorik, kornu posterior yang terdiri atas badan sel interneuron, dan kornu lateral yang terdiri atas badan sel autonom motorik.

Daftar Pustaka 1. Tortora, GJ, Derrickson HB. Principles of Anatomy And Physio logy volume 1. ed 12th. Hoboken : John Winley & Sons , 2009.hal 460 522.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->