RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 1

BAB XII

SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan : Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan: 1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri; 2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional; 3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan; 4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan; 5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; 6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan; 7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk; 8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan; 9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

BAB XII

PETUNJUK UNTUK PESERTA Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerja dan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumen tersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akan dipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 2
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
DAFTAR ISI 1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS 2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS 3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 4. IZIN BANGUNAN 5. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 6. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 8. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 9. KEAMANAN PROYEK 10. KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 3
BAB XII

A. KETENTUAN UMUM
1. PERATURAN-PERATURAN TEKNIS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini maka akan berlaku dan tambahannya, yaitu: a. Peraturan Umum tentang pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941. b. Keputusan-keputusan dari Majelis Indonesia, untuk Arbitrasi Teknis dari Dewan Teknik Bangunan Indonesia (DTPI). c. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970/NI – 18. d. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja. e. Peraturan yang dikeluarkan oleh jabatan/instansi pemerintah setempat, yang berkaitan dangan pelaksanaan bangunan.

2. PENJELASAN GAMBAR BESTEK DAN RKS
Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu: a. Gambar Bestek, Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). b. Berita Acara Penjelasan (Anwijing). c. Berita Acara Penunjukan. d. Surat Keputusan Pimpinan Unit tentang Penunjukkan Pelaksanaan Pekerjaan. e. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). f. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiranya. g. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar Bestek dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), termasuk penambahan/ pengurangan atau perubahan yang tercantum dalam berita acara Anwijing. a. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar Bestek dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syaratsyarat. b. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar Bestek yang satu dengan rencana gambar Bestek yang lain, maka diambil rencana gambar Bestek yang ukuran skalanya lebih besar. c. Bila perbedaan-perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu-keraguan, sehingga menimbulkan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan Perencana dan keputusan-keputusannya harus dilaksanakan.

3. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Jalan Brigjen H. Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. Pekerjaan Laboratorium Dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kawasan Trisakti Kota Banjarmasin.

5. bangsal dan perlengkapannya menjadi pemilik Pemberi Tugas. sebelum pekerjaan dimulai atau 10 hari sesudah SPMK diterima. namun pelaksanaan dan pembiayaannya di tanggung oleh Kontraktor. maka kontraktor tidak diperkenankan memasang papan reklame dalam bentuk apapun disekitar lingkungan proyek. Bangsal Konsultan Pengawas dan perlengkapannya.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 4 BAB XII 4. 4.3. .2. Satu buah meja besar yang berukuran 120 cm x 240 cm. IZIN BANGUNAN 4. Kontraktor harus membuat bangsal Konsultan Pengawas yang berukuran 4 m x 9 m. Dua buah kursi sebagai perlengkapan meja tulis. harus sudah siap dilokasi Bangunan.6. Kontraktor diharuskan membuat papan nama Proyek sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada daerah setempat dan harus dipasang paling lambat 7 hari setelah dimulai pekerjaan. g. Pembongkaran Bangsal Konsultan Pengawas. Tempat mendirikan bangsal Konsultan Pengawas. Setelah selesai pekerjaan tersebut. c. f. e. Satu buah papan tulis yang berukuran 120 cm x 240 cm. b. bangsal kerja dan gudang. satu set meja kursi tamu. Setelah Surat Pemerintah Mulai Kerja (SPMK) di keluarkan.4. dinding papan/plywood. 4. Dua buah meja tulis ukuran 120 cm x 240 cm.5.4. 4.2. maka izin bangunan dan izin lainnya akan di urus oleh Pemberi Tugas. lantai papan. Bangsal Konsultan Pengawas tersebut harus dilengkapi dengan: a. 5.3. Kontraktor harus membuat bangsal kerja untuk pekerjaan dan gudang untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan pekerjaan dan pintunya harus mempunyai kunci yang kuat/baik untuk keamanan bahan/perlengkapan. Sebuah ruangan toilet dan dapur kecil sederhana dengan cukup persediaan air bersih. bangsal kerja dan gudang adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bahan bongkaran menjadi milik Pemberi Tugas. dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti tongkat. 5.1. Tanpa ada izin bangunan dari Instalasi yang berwenang. 5. maka Kontraktor harus dapat menunjukan kepada Konsultan Pengawas surat izin bangunan atau minimal tanda bukti bahwa izin bangunan tersebut sedang diproses. BANGSAL KONSULTAN PENGAWAS DAN BANGSAL KERJA/GUDANG 5. 5. 5. untuk keperluan pertemuan/rapat di lapangan. d. Kantor tersebut tidak bersatu dengan gudang atau bangsal Kontraktor. Untuk memulai pekerjaan. atap seng dan pintu harus dilengkapi dengan kunci yang baik serta cukup jendela dan ventilasi/penerangan. Pada meja besar harus dilengkapi denga kursi panjang yang sesuai dengan kebutuhan rapat/pertemuan di lapangan. akan ditentukan kemudian dan dikonsultasikan dengan Pemberi Tugas.

menurut penilaian Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. untuk pegangan/pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan. Rencana Kerja (Time Schedule). 7. maka kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. Bila dikemudian hari. . yang mempunyai pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan.4. 6. 6. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai. JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE) 6. maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang membuat uraian pekerjaan. c. setelah SPKM diterima.1. harus membuat rencana kerja harian. paling lambat 7 (tujuh) hari kalender. mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana).2. 7.3.3. 7. TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR 7. tentang susunan organisasi pelaksana dilapangan dengan nama dan jabatan masingmasing. Pelaksana harus berpendidikan minimum Sarjana (S1) Jurusan Teknik Sipil dan mempunyai pengalaman kerja lapangan minimum 3 tahun. waktu pekerjaan. harus membuat gambar kerja. maka Kontraktor diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang Pelaksana yang baru. 7. harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan. bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 5 BAB XII 6. sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci pelaksanaan Kontraktor: a. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan. Penunjukan ini harus dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas. 6.5. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawasan dan Pemberi Tugas 6.6. demi kelancaran pekerjaan. harus selesai dibuat oleh Kontraktor. cakap. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule). b. 6. Selain Petugas Pelaksana. gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang dipimpinnya dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pekerjaan.2. bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.1.4.

instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya. tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek. Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar upaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan.4.1. maka akan menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan. Kontraktor diharuskan menjaga terhadap barang-barang milik Proyek. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan proyek. 9. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi proyek.6. 8. Untuk maksud diatas maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan. 8. Alat-alat yang disediakan oleh Kontraktor. 9.8. maka harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. 8. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas. paling lambat 24 jam sesuai surat pernyataan penolakan dikeluarkan.1. TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN 8. 8. 9. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya masing-masing.2. Bahan bangunan yang berada di lokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan.3. harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai. tukang besi.10. seperti tukang pancang. 8. . Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 6 BAB XII 8. dan hasil pekerjaan. tukang kayu. 8. 8. tukang cat. tukang atap. Konsultan Pengawas dan Pihak ketiga yang ada di lapangan. alat-alat. harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas.2.9. harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek. baik terhadap pencurian maupun pengrusakan. Untuk bahan-bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan toleransi ukuran maksimal 10% kecuali ditentukan lain dalam Bestek. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lalu lintas/kecelakaan.3. atau menurut petunjuk direksi. KEAMANAN PROYEK 9. tukang pasang ubin/keramik. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang. maka Pelaksana harus memberikan contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengwas Lapangan dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek. 8.7.5. 8.

3. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja. 10. maka Kontraktor/Pelaksana harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas. 10. maka Kontraktor bertanggungjawab atas akibatnya. . KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN 10.4. 10. maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih.4. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan perawatan yang serius. 10. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Apabila terjadi kebakaran. Untuk mencegah bahaya kebakaran yang siap dipakai dan ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai.1. Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. 10.5.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 7 BAB XII 9. baik yang berada di bawah tanggung jawabnya maupun yang berada di pihak ketiga. Oleh karena itu Kontraktor harus pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku. cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas.2. maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut.

ELEKTRIKAL DAN PLUMBING PEKERJAAN PENUTUP . SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN DAFTAR ISI PASAL 1 PASAL 2 PASAL 3 PASAL 4 PASAL 5 PASAL 6 PASAL 7 PASAL 8 PASAL 9 PASAL 10 PASAL 11 PASAL 12 PASAL 13 KEADAAN LAPANGAN PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN PEKERJAAN TANAH. PINTU. JENDELA DAN HARDWARE (PENGGANTUNG) PEKERJAAN ALUMINIUM PEKERJAAN LANTAI PEKERJAAN LANGIT-LANGIT PEKERJAAN KACA DAN PENGECATAN DAN FINISHING LAIN PEKERJAAN PENUTUP ATAP PEKERJAAN MEKANIKAL.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 8 BAB XII B. PANCANGAN GALAM PEKERJAAN BETON BERTULANG PEKERJAAN PASANGAN PEKERJAAN KUSEN.

dan juga tempat penyimpanan barang-barang Penggunaan bangunan yang ada di lapangan untuk maksud-maksud ini hanya diizinkan setelah Pemborong memperoleh persetujuan tertulis dari Lembaga yang bersangkutan. PASAL 2 2. steger.2. lokasi tempat pekerjaan harus ditinjau lebih dahulu oleh direksi pekerjaan bersama-sama dengan Kontraktor Pelaksana. instalasi. alat-alat penarik. Apabila tidak ada kesamaan antara keadaan lapangan dengan keadaan seperti yang ditunjuk dalam gambar. dan untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya.1 Peralatan Pendukung Pekerjaan dan Lain Sebagainya Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efesien dengan urutan yang teratur.1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN LINGKUP PEKERJAAN Meliputi seluruh persiapan untuk pelaksanaan Pekerjaan Renovasi Kantor Bangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di Kota Banjarmasin Lokasi Di Jalan Brigjen H.2 PEKERJAAN PERSIAPAN 2. bahan-bahan dan lain sebagaimananya. pekerjapekerja. Hasan Basri dan Pembangunan Laboratorium dan Workshop Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin di daerah trisakti kota Banjarmasin. 2. Pada waktu penyelesaiaan harus dibongkar. Semua boukeet/perlengkapan pemborong dan sebagainya tetap menjadi milik pemborong dihitung sebagai biaya sewa selama pelaksanaan proyek. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 9 BAB XII B. termasuk semua alat-alat yang dipergunakan seperti: katrol (keretan). yang diperlukan oleh Pemborong dan untuk menyingkirkan semua alat-alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi.2 Direksi Keet Pemborong harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara direksi keet untuk keperluan kegiatan kantor lapangan lengkap dengan perabot dan peralatan masing-masing seluas 50 m2. alat pengangkat mesin-mesin. SYARAT–SYARAT TEKNIS PEKERJAAN PASAL 1 KEADAAN LAPANGAN Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai. 2. maka Kontraktor segera menyampaikan secara tertulis kepada Direksi untuk mendapatkan penyelesaian lebih lanjut.2.

2. baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki. upah dan tagihan serta pemberesannya kembali waktu pekerjaan selesai. Pemborong harus membuat sambungan-sambungan sementara yang diperlukan atau cara lain untuk mengalirkan air dan mencabutnya kembali pada waktu pekerjaan selesai dan membetulkan segala pekerjaan yang tertanggu. bersih dari alat-alat mesin. Pemberi Tugas dalam hal ini tidak bertanggung jawab atau mengganti biaya yang dikeluarkan oleh Pemborong untuk keperluan itu. termasuk pemasangan semetara dari kabel-kabel.7 Perlindungan Terhadap Milik Umum Pemborong harus menjaga agar jalanan umum. pemborong harus membayar segala ongkos penyambungan. dan sebagainya. listrik. jalan kecil dan pemakaian jalan. Apabila air didapat dari sumber lain. selama kontrak berlangsung. serta memelihara kelancaran lalu lintas.2. lobang penyedot (tap point). 2.2. reservoir dan sebagainya. tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. yang disebabkan oleh operasi-operasi pemborong. adalah beban pemborong. Ia akan diminta membayar segala ongkos dan biaya untuk yang berhubungan dengan pemasangannya kembali serta perbaikanperbaikannya. telepon.2. dan pembongkaran kembali.3 Pembangkit Tenaga Listrik Sementara Setiap pembangkit tenaga listrik sementara atau penerangan buatan yang dipergunakan untuk pekerjaan. bahan-bahan bangunan dan sebagainya. harus disediakan oleh Pemborong. air yang dipakai. 2. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (kapan umum) seperti aluran air. . Tidak diperbolehkan menyambung dan mengambil air dari saluran induk. meteran.5 Pencegahan Pelanggaran Wilayah Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tempat pekerjaan dan harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang berdekatan.2.2. 2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 10 BAB XII 2.6 Orang-Orang yang Tidak Berkepentingan Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas tetapi sopan memberikan perintah sedemikian rupa kepada ahli tekniknya yang bertugas dan para penjaga.4 Penyediaan Air Kerja Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan apabila mungkin dapat dari sumber yang sudah ada.

penerangan. memompa. dengan jalan melindunginya memakai tutup yang layak. dan perlindungan terhadap pekerjaan yang yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak. Itu semua harus diperbaiki oleh Pemborong hingga dapat diterima Pemberi Tugas. sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama. .9 Penjagaan. di tempat pekerjaan dan kerusakan-kerusakan sejenis yang disebabkan karena operasi-operasi pemborong dalam arti kata yang seluas-luasnya. Dipekerjaan Pemborong wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama. juga membayar segala upah dan biaya yang resmi untuk keperluan tersebut.2.2. mendirikan dan memelihara pagar sementara (pagar proyek) yang diperlukan untuk keamanan dan perlindungan terhadap pekerjaan dan umum. dan juga pembuatan papan nama proyek. Pembuatan Pagar dan Papan Nama Proyek Pemborong bertanggung jawab atas penjagaan. Pemberi Tugas tidak bertanggung jawab terhadap pemborong dan sub pemborong atas kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan Pemborong wajib mengadakan. pemborong bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan bangunan yang ada. Pagar proyek tersebut dari seng gelombang dicat sebelah luarnya. Ia harus mengingat perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan untuk seluruh pekerjaan. 2. utilitas jalanjalan. yang mudah dicapai. 2.2.10 Perlindungan Pekerjaan Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan. siang dan malam hari. saluran-saluran pembuangan dan sebagainya. menimba atau seperti apa yang dikehendaki atau diintruksikan. hingga kontrak selesai dan diterima Pemberi Tugas.11 Kesejahteraan. juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang berlaku pada waktu ini. Keamanan dan Pertolongan Pertama Pemborong harus mengadakan dan memelihara fasilitas kesejahteraan dan tindakan pengamanan yang untuk melindungi para pekerja dan tamu pekerjaan. termasuk bagian-bagian yang dilaksanakan oleh sub pemborong dan mengingat agar pekerjaan bebas dari air hujan lebat dan banjir.8 Perlindungan Terhadap Bangunan-Bangunan yang Ada Selama masa-masa pelaksanaan kontrak.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 11 BAB XII 2. Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini selain untuk memuaskan Pemberi Tugas. 2.2. termasuk bahan bangunan dan perlengkapan instalasi di tempat pekerjaan.

Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan atau bahan yang dapat menimbulkan pelapukan di kemudian hari. alat-alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua “Pekerjaan Tanah” seperti tertera pada gambar dan spesifikasi ini. b. Pembersihan harus dilakukan terhadap semua belukar. semuanya harus dihilangkan. 3. d. Semua material galian termasuk batu-batuan harus dibuang keluar lapangan dan semua biaya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana . c.1 PEKERJAAN TANAH. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Pelaksana Pekerjaan dan harus dibuat dari kayu Meranti atau setaraf setebal 3 cm dengan tiang kaso-kaso 5/7 atau dolken berdiameter 8 sampai 10 cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. Semua daerah urugan harus dipadatkan. e. maka elevasi akan ditentukan bersama dengan Manajemen Konstruksi sebelum pekerjaan dimulai. Pemasangan harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpas). PANCANGAN GALAM LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan persiapan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Elevasi Lapangan/kontur harus diasumsikan sesuai dengan gambar topografi yang ditentukan. tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 12 BAB XII PASAL 3 3. Kontraktor berkewajiban melaksanakan seluruh pekerjaan penggalian sesuai dengan ketentuan. Jika timbul keragu-raguan tentang ketepatan elevasi tersebut. dan urugan untuk bangunan seperti yang ditentukan Konsultan Pengawas.30 meter di bawah tanah dasar/permukaan. bahan. peraturan hukum yang berlaku.2 UMUM Persiapan dan pembersihan daerah yang dikerjakan: a. ditimbun dan kemudian dibakar atau dibuang. baik urugan yang telah ada maupun terhadap urugan baru. h. Pada umumnya. rumput-rumput. Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk tanggungan Pelaksana Pekerjaan f. Semua persiapan. Semua sisasisa tanaman seperti akar-akar. tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut. g. i. Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. harus dihilangkan sampai kedalaman 0. sampah yang tertanam dan material/ benda-benda lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang akan dikerjakan. dengan cara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. pembersihan galian. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang menyatakan as-as dan atau level peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak hilang terkena air/hujan. dan sebagainya.

Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau kemiringan lereng yang cukup dan plester seperti gambar. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan disiram air serta . Bagian-bagian yang diurug kembali harus diurug dengan tanah yang bersih bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah urug. maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi kembali dengan pasir. f.3 PEKERJAAN GALIAN 3. bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian gembur. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga supaya tanah di bawah dasar elevasi seperti pada gambar rencana tidak terganggu. setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Konsultan Pengawas. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian. untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.3. d. b. g.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 13 BAB XII Pekerjaan. Jika terganggu Pelaksana Pekerjaan harus menggalinya dan mengurug kembali lalu dipadatkan sesuai syarat-syarat yang tertera dalam spesifikasi di bawah ini. Dasar dari semua galian harus waterpas. Tempat penampungan material galian akan ditentukan oleh Pemberi Pekerjaan dan semua biaya yang timbul adalah menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.2 Syarat-syarat Pelaksanaan a. e. Juga kepada Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengambil langkahlangkah pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan lobang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan galian harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam gambar. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian. baik pada waktu penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air dengan jumlah dan kapasitas yang cukup atau pompa lumpur yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syaratsyarat yang ditentukan menurut keperluan.3. c. 3. disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpas. 3.

h. Inspeksi pekerjaan galian Seluruh pekerjaan galian harus diinspeksi oleh Manajemen Konstruksi. Apabila diperlukan dewatering harus dilaksanakan untuk menjaga agar galian bebas dari genangan air tanah dan air hujan selama pekerjaan galian dan sesudahnya sesuai ketentuan. Apabila diperlukan. pengecoran beton. maka Manajemen Konstruksi harus segera diberitahu sebelum penggalian dilanjutkan. kemiringan dinding galian. Pengamanan terhadap pondasi yang bersebelahan. Kestabilan dinding galian selama pekerjaan seluruhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. d. Saluran di dalam dan di sekeliling site harus disediakan sesuai dengan gambar. Segala kerusakan pada saluran atau jaringan kabel. 3. Sistem Pengamanan Galian j. Semua biaya yang timbul sehubungan dengan pekerjaan tersebut di atas menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. maka pengamanan dinding galian harus diberikan pada bagian tersebut dengan perkuatan batu kali atau beton atau sheet pile sperti yang ditunjukkan pada gambar. penggalian tambahan dan timbunan kembali akibat langkah-langkah pencegahan tersebut harus menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Kebersihan jalan lingkungan .3 a. atau pekerjaan lain dilanjutkan. b. kabel dan lain-lain. pipa air. Selama pekerjaan Pelaksana Pekerjaan harus memperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak saluran drainase. Apabila level galian lebih rendah daripada level pondasi bangunan yang bersebelahan. pipa dan lain-lain harus segera diberitahukan kepada Konsultan Pengawas dan sebagai biaya sehubungan dengan hal tersebut termasuk biaya perbaikan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan harus menjaga dan memelihara kestabilan seluruh dinding. Pelaksana Pekerjaan diharuskan melakukan semua langkah-langkah pencegahan kelongsoran yang mungkin diperlukan antara lain seperti stritting dan shoring selama waktu yang ditentukan dalam kontrak. i.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 14 BAB XII dipadatkan sampai mencapai 90% kepadatan kering maksimum yang dibuktikan dengan test laboratorium. sebelum pemasangan tulangan.3. Muka air tanah harus selalu berada 100 cm di bawah elevasi dasar pondasi terendah. Semua air genangan di dalam proyek selama pekerjaan galian harus dipompa keluar dan semua konstruki sistem drainase serta sistem dewatering yang diperlukan menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. c. pipa gas. membuang tanah longsoran dan memperbaiki kerusakan yang timbul selama jangka waktu kontrak dan masa pemeliharaan selanjutnya.

4 PEKERJAAN URUGAN DAN PEMADATAN Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan digunakan sebagai pemikul beban. b. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali. c. diratakan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang dibutuhkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Material untuk timbunan dapat menggunakan material hasil galian yang dipilih/ditentukan oleh Konsultan Pengawas atau dengan mendatangkan material timbunan dari luar yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. beton rabat dan pondasi dangkal harus terdiri dari urugan pasir padat.2 Bahan-Bahan a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 15 BAB XII Selama pekerjaan galian semua alat berat. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail. puing-puing. peralatan. Timbunan Apabila diperlukan penimbunan. dan alat-alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik. Timbunan harus dikerjakan sampai level.4. 3. akibat kelalaian atau kesalahan galian dan lain-lain. Seluruh area yang akan ditimbun harus dibersihkan dari segala kotoran dan sampah sebelum penimbunan. 3.4. Material timbunan harus dipadatkan secara berlapis-lapis (max 250 mm) dengan alat-alat kompaksi sehingga mencapai kepadatan tanah yang ditentukan dibawah ini. Penggunaan alat-alat berat tidak boleh dipergunakan apabila menurut Konsultan Pengawas hal tersebut dapat membahayakan pekerjaan lain atau saluran. dimensi dan kemiringan yang ditentukan dalam gambar. Seluruh biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan 3. juga seluruh sisa-sisa. Di bawah lapisan pasir tersebut urugan yang dipakai adalah dari jenis tanah silty clay yang bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan . e. b. maka pekerjaan timbunan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut ini. bahan-bahan.1 Lingkup Pekerjaan a. sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Pekerjaan timbunan hanya dapat dilaksanakan setelah diinspeksi dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. dan dipadatkan) di bagian atas dari urugan bawah plat-plat beton bertulang. truk dan kendaraan angkut lain harus dibersihkan pada saat akan meninggalkan pada saat akan meninggalkan proyek dan Pelaksana Pekerjaan harus mengupayakan agar kendaraan angkut tidak mengotori jalan. pipa dan lain-lain. maka minimum 10 cm padat (setelah disirami.

h.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan c. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat/Compactor “Vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Pelaksana Pekerjaan ke tempat pembuangan yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali setiap jenis tanah yang dijumpai di lapangan. f. tanpa biaya tambahan. i. g.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 16 BAB XII yang bisa lapuk serta bahan batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut tidak boleh lebih besar dari 15 cm. Sarana Darurat Selama pelaksanaan pekerjaan.4. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor contoh. dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil yang dipadatkan. Tiap lapisan harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya diurug. kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum.4. . Pengeringan atau pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian rupa sehingga dicapai suatu lapisan setebal 15 cm dalam keadaan padat. 3. Pelaksana Pekerjaan harus membuat drainase sementara ataupun menyediakan pompa sehingga pada lokasi proyek tidak terjadi pengurangan air.4 a. material tambahan harus didatangkan dari tempat lain. 3. Pembuatan drainase tersebut sudah harus diperhitungkan dalam penawaran dan dalam pelaksanaannya harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas. d. Jika material galian tidak cukup. tidak dibenarkan batubatu besar bersarang menjadi satu.5 Pengujian Mutu Pekerjaan 3. Apabila material urugan mengandung batu-batu. Manajemen konstruksi harus memberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk menentukan kepadatan sebenarnya di lapangan.4. Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95% dari kepadatan kering maksimum hasil laboratorium. e.

12 cm.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 17 BAB XII b. b. balok lantai dan kolom sesuai gambar dan pembongkaran-pembongkaran beton eksisting yang diperlukan. tampuk bawah Ø 10 . plat. c.205 atau dengan cara lain harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. Bahan yang tidak memenuhi syarat harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan.. d.8 m. Ujung atas pancangan galam harus rata dengan elevasi permukaan tanah setelah digali sesuai ukuran pada gambar rencana.T.12 cm .T. PASAL 4 4. Spesifikasi bahan : a. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70 atau perosedur lainnya yang disetujui Manajemen Konstruksi dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban Pelaksana Pekerjaan.204 • “Density of soil inplace by the rubber ballon method” AASHTO. b. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Penentuan kepadatan di lapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara/prosedur dibawah ini: • “Density of soil inplace by sand-cone method” AASHTO. Pancangan Galam : Uraian pekerjaan antara lain : a. yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum laboratorium.191 • “Density of soil inplace by driven cylinder method” AASHTO. Ujung atas galam harus berdiameter besar dan tidak boleh pecah serta harus diratakan satu dengan lainnya.1 PEKERJAAN BETON BERTULANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan meliputi antara lain pembuatan atap beton. Kayu galam harus lurus. . dan panjang minimal 7 – 8 m. Jika kepadatan di lapangan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum maka Pelaksana Pekerjaan harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan. Pelaksanaan : a. Pengawas / Direksi berhak menolak dan tidak menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan karena kontraktor tidak mengindahkan pasal tersebut diatas.T. Pancangan galam Ø10 .P=7 .

3. Petunjuk Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang untuk Rumah dan Gedung SKBI-2. ASTM C-150 “Spesification for Fortland Cement” h.3. “American Society for Testingand Material” (ASTM) l. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (NI-2) d. “American Concrete Institute” (AC) m. ASTM C-33 “Standard Spesification for Concrete Aggregates”. 4. i. Peraturan-peraturan yang lain supaya disediakan Pelaksana Pekerjaan di site. Jenis semen dari merek Tiga Roda. pada umumnya harus sesuai dengan waktu dan urutan pelaksanaan. Semen masih harus dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas tanpa alat dan jumlah tidak lebih dari 10% berat.3.1987 e. 4.3. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI-8) g. PUBI-1982 NI-3 : Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia b. maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5% berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 18 BAB XII 4.3.3 PENYIMPANAN 4. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961 (NI-5) f. berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang dimunta harus tetap terjamin. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah/utuh. Tata Cara Perhitungan struktur beton untuk Bangunan Gedung SK SNI T-151991-03 c.2 STANDARD a. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan bantalan-bantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya misalnya minyak dan lain-lain). tidak dapat kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak segera setelah diturunkan dan disimpan dalam gudang yang kering.4 .2 Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan.1 4.3 4. serta harus beralaskan lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnya dengan tanah. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat j. terlindung dari pengaruh cuaca. Jika ada bagian yang tidak dapat ditekan hancur dengan tangan bebas. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan oleh Konsultan Pengawas n. Gresik atau Cibinong dan jenis merek semen yang digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan. Aggregates harus ditempatkan dalam bak-bak yang cukup terpisah menurut jenis dan gradasinya. Peraturan Bangunan Nasional 1978 k.53.

4. juga harus ada/dimintakan sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun secara periodik minimum masing-masing dua (dua) contoh percobaan (stres . 4. dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat mengurangi mutu pekerjaan. tanah lempung dan sebagainya. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak.2 Aggregates a.4 Besi Beton a. tajam. b. Untuk permukaan beton expose. sisik dan lain-lain lapisan yang dapat mengurangi lekatnya pada beton. Kualitas agregate harus memenuhi syarat PBI-71. Perlengkapan besi beton. lumpur. Agregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik.4.4 PERSYARATAN BAHAN/PRODUK 4.1 Portland Cement a. 4. menurut NI-8 atau type I.400.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 19 BAB XII 4. Apabila dipandang perlu. c. cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). asam alkali. digunakan besi mutu BJTP 24 ø < 13 mm dan BJTD 40 D ≥ 13 mm b. dan bebas dari bahan-bahan organis. meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk mengatur jarak tulangan/besi beton dan mengikat tulangantulangan pada tempatnya. Pasar harus terdiri dari butir-butir yang bersih. Kandungan chlorida tidak boleh melebihi 500 ppm dan komposisi sulfat (SO3) tidak boleh melebihi 1000 ppm. c. Konsultan Pengawas dapat minta kepada Pelaksana Pekerjaan supaya air yang dipakai diperiksa di Laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya Pelaksana Pekerjaan. menurut Standard Portland Cement yang ditentukan Asosiasi Semen Indonesia. menurut ASTM dan memenuhi S. c. Dimensi maksimum dari agregate kasar tidak lebih dari 3. b.3 Air a. Kekuatan tes kubus semen minimal 350 kg cm persegi 4. maka disamping adanya sertifikat dari pabrik. harus dipakai 1 merk semen saja. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Portland cement jenis II.0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan.4.4. Besi beton harus bebas dari karat. Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berta kering b.

Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Untuk itu Pelaksana Pekerjaan diharapkan memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan.5 SYARAT PELAKSANAAN 4. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Pengetesan dilakukan pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan Pengawas 4. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalm satu lapisan yang dibawahnya. Laporan tertulis tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium.1 Kualitas Beton a. minimum 10±2 cm. resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu.5 Admixture a. maka . Cara pengujian slump adalah sebagai berikut: Contoh: beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan beton atau plat baja.4. cara mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture b. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu. Pelaksana Pekerjaan harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan di lain tempat atau dengan mengadakan trial-mixed di laboratorium yang ditunjuk. data-data bahan. Pelaksana Pekerjaan diminta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari KONSULTAN PERENCANA mengenai hal tersebut. jenis bahan mentah utamanya. Evaluasi penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PBI 1971 Mutu beton K-175 digunakan pada umumnya untuk kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang tidak memikul beban. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar. Pelaksana Pekerjaan harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawas dan laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. c. Setelah atasnya diratakan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 20 BAB XII strain) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump. kecuali ditentukan lain. nama pabrik produksi. b. Test selama pekerjaan d. cara-cara pemakaiannya. 4. kualitas beton adalah K-225 (tegangan tekan hancur karakteristik untuk kubus beton ukuran 15 x 15 x 15 cm pada usia 28 hari). Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama. cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya.5. e.

5. i.5. Acuan harus rapat (tidak bocor). maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh kurang dari 65% kekuatan yang diminta 28 hari.3. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan.2.5. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman. Jika dianggap perlu. k. sehingga tidak terjadi penguapan cepat. Jika hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang diminta.5.5. 4. 4. untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan ditentukan. bebas dari kotoran (tahi gergaji). permukaan licin.7. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen adukan masuk dalam mixer.1. 4. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dengan ditutup karung basah tapi tidah tergenang air.2 Pekerjaan Acuan/Bekisting Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah di tetapkan/yang diperlukan dalam gambar. f. sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah di bongkar tanpa merusak permukaan beton.5.40mm.5.2.2. 4. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. 4. Kawat pengikat bevel beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang di tentukan dalam Nl-2 (PBI tahun 1971). dengan catatan tampa adanya bahan tambahan admixture. 4.6. .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 21 BAB XII dibiarkan ½ menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunnya (nilai slump).4. sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan. maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-cara seperti yang ditetapkan dalam PBI’71 dengan tidak menambah beban biaya bagi Pemberi Tugas. harus diperhatikan. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui Konsultan Pengawas. 4. diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan. j.2.5. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya komponenkomponen beton.2. koral/split pasir dan semen portland) kepada Perencana/MK.5. h. 4.2. Kawat pengikat bevel beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka. Pelaksana Kerja harus memberikan contoh-contoh material (besi. tanah/lumpur dan sebagainya. g.2.2. sehingga mutu dan bahan terjamin sesuai persyaratan. potongan kayu.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 22
BAB XII 4.5.2.8. 4.5.3 Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran. Penggantian Besi a. Pelaksana Pekerjaan harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan apa yang tertera pada gambar. b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pelaksana Pekerjaan atau pendapatnya terdapat kekeliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada maka: • Pelaksana Pekerjaan dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar, secepatnya hal ini diberitahukan pada Perencana untuk sekadar informasi. • Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pelaksana Pekerjaan sebagai pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana. • Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Mengajukan usul dalm rangka tersebut diatas adalah merupakan juga keharusan dari Pelaksana Pekerjaan. c. Jika Pelaksana Pekerjaan tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan: • Harus persetujuan Konsultan Pengawas dan Perencana. • Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempatkan tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah jumlah luas). • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang berkurang. • Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. Toleransi Besi Diameter, ukuran sisi (atau jarak antara dua  permukaan yang berlawanan)    Dibawah 10 mm    10 mm sampai 16 mm (tapi tidak termasuk  diameter 16 mm)    16 mm sampai 32 mm (tapi tidak termasuk  diameter 28 mm)    ± 7%    ± 5%      ± 4%  Variasi dalam berat  yang diperbolehkan  Toleransi  diameter    ± 0,4 mm    ± 0,4 mm      ± 0,5 mm 

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 23
BAB XII

4.5.4

Perawatan Beton

a. Beton harus dilindungi dari pengarus panas, sehingga tidak terjadi penguapan cepat. b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus diperhatikan. c. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran. d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing coumpound. 4.5.5 Tanggung Jawab Pelaksana Pekerjaan Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab penuh atas kualitas sesuai dengan ketentuan-ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar yang diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas Atau perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

4.5.6

Perbaikan Permukaan Beton Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, kropos dengan campuran adukan semen (cement mortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dan sepengatahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Konsultan Pengawas, maka harus dibongkar dan diganti dengan pembetonan kembali atas beban biaya Pelaksana Pekerjaan. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah/retak, ada gelombang udara, kropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan/diinginkan.

4.5.7

Bagian-bagian yang tertanam dalam beton

a. Pasang angkur dan lain-lain yang akan menjadi satu dengan beton bertulang. b. Diperhatikan juga tempat kelos-kelos untuk kosen atau instalasi. 4.5.8 Hal-hal Lain (“Miscellaneous item”)

a. Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 24
BAB XII Digunakan mutu beton seperti penghalusan permukaannya. yang ditentukan dan dengan

b. Pegangan plafond dari besi beton diameter 6 mm dengan jarak x dan y : 150cm. Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantungan harus dikaitkan pada tulangan pelat atau balok. 4.5.9 Pembersihan Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan secara baik dan teratur. 4.5.10 Contoh yang harus disediakan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus memberikan contoh material: split, pasir, besi beton, PC untuk mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas. b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas akan dipakai sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana Pekerjaan ke lapangan. c. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-contoh yang telah disetujui dibangsal Konsultan Pengawas. 4.5.11 Sparing Conduit dan pipa-pipa a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan Perencana. c. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat pengecoran beton. d. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu pengecoran. e. Sekeliling sparing harus diperkuat dengan tulangan-tulangan silang yang ditentukan dalam gambar detail standart. 4.5.12 Penghentian Pengecoran Sementara Dapat dilakukan pada waktu pengecoran pelat/balok dengan jarak minimal 2h (h = tinggi balok) dihitung dari tepi kolom/balok yang bersilangan. Pengecoran dihentikan dengan kemiringan 60˚ terhadap dasar balok/plat. 4.5.13 Pengecoran Sambungan Beton Harus dilakukan dengan rambahan bahan addictive seperti larutan CALBOND atau setara.

4 JENIS ADUKAN 5. 5.c.2 PASIR Pasir untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya dengan pasir yang ditentukan untuk pekerjaan beton.1 Komposisi Jenis adukan berikut harus dipakai sesuai dengan yang diinstruksikan dalam gambar-gambar atau dalam uraian dan syarat-syarat ini: Jenis M1 M2 Adukan 1 p. lihat pasal 4. termasuk kekuatan. 5.6 KEAHLIAN DAN PERTUKANGAN Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan.3 AIR Air yang dipakai untuk pekerjaan menembok harus sesuai dengan syarat-syarat dalam pasal 2. toleransi dan penyelesaiannya. Pasir laut yang dicuci bersih kualitasnya sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh sesuai hanya boleh dipakai bila pasir biasa yang sesuai tidak dapat diperoleh dan hanya setelah disetujui oleh Pemberi Tugas.2 Mencampur Adukan harus dicampur dalam alat tempat mencampur yang telah disetujui atau dicampur dengan tangan. Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang yang berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya. : 4 pasir 5. : 2 pasir 1 p. 5. Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan standart yang berlaku. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak langsung diatas tanah. diatas permukaan yang keras.c.4. PASAL 5 5. . harus dibuat lantai kerja dari beton ringan dengan campuran (semen : pasir : koral = 1:3:5).RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 25 BAB XII 4.1 SEMEN PEKERJAAN PASANGAN Semen untuk pekerjaan menembok harus sama kualitasnya seperti semen yang ditentukan untuk pekerjaan beton.4.

RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 26 BAB XII Sangat dilarang memakai adukan yang sudah mulai mengeras atau membukukannya untuk dipakai lagi. 5. e. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).5. f. g. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur. dipakai untuk plesteran rapat air. Penggunaan adukan plesteran : e. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagisn dalam gambar dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.2 Persyaratan Bahan a. 5. bahan-bahan.5 PEKERJAAN PLESTERAN 5. c.5. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 c. b. Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scratch) terlebih dahulu dan semua lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester. b. d. . terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk profilnya.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Plesteran dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini. Seluruh permukaan plesteran difinish acian dari bahan PC. 5. Adukan 1 pc : 2 ps. Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. Adukan 1 pc : 4 ps. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 d.1 Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja. peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik.5.

Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaanya diberi alur-alur garis horizontal diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishingnya. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Pelaksana Pekerjaan harus selalu menyiram dengan air.5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Konsultan Pengawas. k.7 dan didalamnya 0. Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar. plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dapat dinyatakan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. Selama pemasangan dinding batu bata/beton bertulang belum difinish. m. g. Untuk permukaan yang datar. j. harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 meter. Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik. Pelaksana Pekerjaan wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan pengotoran bahan lain. n. kecuali untuk yang menerima cat. Pasangan kepala plesteran dibuat jarak 1 meter.5 cm kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar. i. harus diberi naat tali air dengan ukuran lebar 0. Jika melebihi Pelaksana Pekerjaan berkewajiban memperbaiki dengan biaya atas tanggungan Pelaksana Pekerjaan. . Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan dan wajib diperbaiki. Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih 2 minggu. dipasang tegak dan menggunakan keping-keping setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang. l. sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari. Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diberapen dengan memakai spesi air. o.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 27 BAB XII f. p. h. dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik matahari lansung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air secara cepat. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. jika ketebalan melebihi 2. Tebal plesteran minimum 2.5 cm. Plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesterannya).

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. b. Sesuai dengan pasal 81 dari A. Untuk semua dinding luar. c. serta semua dinding yang ada pada gambar menggunakan simbol aduk transraam/kedap air digunakan aduk rapat air (1pc : 2pasir pasang). setiap tahap terdiri maximum 24 lapis setiap harinya. g. dinding didaerah basah setinggi 160 cm dari permukaan lantai. dengan menggunakan adukan campuran 1 pc : 4 pasir pasang.6. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan. nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm. dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. minimum daya tekan ultimate harus 30 kg/cm2. b.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 28 BAB XII 5. bahan-bahan. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut diatas. 5. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm. tanpa cacat atau mengandung kotoran. d. 1041. harus diusahakan supaya tidak menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut.6. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh. hasil produksi lokal dengan ukuran nominal kira-kira 6 cm x 12 cm x 24 cm. e. yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam . diikuti dengan cor kolom praktis. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak diperkenankan. Setelah bata terpasang dengan aduk. Bidang dinding ½ bata yang luasnya lebih besar dari 12 m² ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) h. f.V.1 Lingkup Pekerjaan a.6 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA 5.2 Persyaratan Bahan Bata harus bata biasa dari tanah liat. peraltan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksanakannya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pasangan batu bata/bata merah. Standart: • Batu bata harus memenuhi NI-10 • Semen portland harus memenuhi NI-8 • Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 • Air harus memenuhi PVBI-1982 pasal 9 5. yang dibakar dengan baik dan bersudut runcing dan rata. i.6.3 Syarat-syarat Pelaksanaan a. semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai ketinggian 30 cm diatas permukaan lantai dasar.

b. j.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 29 BAB XII dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain. Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan. harus dihasilkan dari pabrik-pabrik yang terkenal dan disetujui. dijadikan satu dan diikat dengan kawat dan masingmasing diberi merk nomor pintu. Untuk Hardware yang menggunakan paku ulir besar.1. JENDELA.1 Lingkup Pekerjaan Hardware untuk jendela/pintu 6.1 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENUTUP DAR LOGAM (HARDWARE) 6.4 Syarat-syarat Pelaksanaan Semua pemasangan Hardware untuk jendela/pintu. Pemborong harus mengajukan contoh untuk disetujui Konsultan Pengawas.1. k.3 Persyaratan Bahan Kunci-kunci mengikuti spesifikasi jenis dan tipe yang telah diberikan oleh Perencana.1. Pegangan dan engsel-engsel Pegangan dan engsel-engsel terbuat dari logam yang digalvanisir dengan type dan finish yang sesuai. PASAL 6 PEKERJAAN KUSEN. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5%. dipilih atau yang selaras dengan yang dikehendaki oleh Konsultan Pengawas/Pemberi Tugas. dipasangkan dengan sistem putar (tidak digetok/dipukul). menggunakan paku ulir. DAN PEKERJAAN HARDWARE (PENGGANTUNG) 6. Tiap kunci harus mempunyai 2 anak kunci yang berselimut nikel. PINTU. Pelaksanaan pasangan harus cermat.2 Syarat-Syarat Umum Semua pekerjaan besi halus sesuai dengan yang tertera dalam gambar. harus dilobangi terlebih dahulu atau dibor sesuai ukuran yang dibutuhkan. a. Pasangan baru bata untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm. Produk Supaya digunakan merk-merk yang cukup terkenal setara Sess Kwalitas 1.1. 6. c. rapi dan benar-benar tegak lurus. 6. Kunci-kunci .

7.2. Persyaratan Bahan 7. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela.2 Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhu ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. ketebalan.5 Ketahanan terhadap udara dan tidak kuarang dari 15 m²/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m²yang harus disertai hasil test. perealatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. dengan mesin harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela. Untuk tinggi dan lebar 1 mm Untuk diagonal 2 mm 7.2. Warna Profil :Ditentukan kemudian (contoh warna Hitam diajukan Pelaksana Kerja) Pewarna :Colour Anodized 18 micron.7 Untuk keseragaman warna disyaratkan sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. b) Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu.2. tebal minimum 1.2.8. Produk yang dipakai adalah Alexindo atau yang setara 7. punch dan drill.4 Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil tes. Sekrup dan stainless steel galvanized kepala tertanam.3 Konstruksi alumunium yang dikerjakan seperti yang ditunjuk dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukuran. 7.2. bahan-bahan. pintu partisi dan lain-lain. Pekerjaan memotong.6 Bahan yang akan diperoses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran. kesikuan. 7. Lingkup Pekerjaan a) Menyediakan tenaga kerja. pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan .2.2. 7.2. kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 30 BAB XII PASAL 7 PEKERJAAN ALUMINUM HITAM 7. 7.8 mm Nilai Deformasi :Diijinkan maksimal 2 mm. kusen bovenlicht seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari kerja. Accessories. 7. dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut. minimum 100 kg/m².1 Kosen Alumunium yang digunakan : Bahan :Dari bahan Alumuniaum flaming system Bentuk Profil :Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat system framless.1. profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama.2. weather strip vinyl.

Syarat-syarat Pelaksanaan 7. Angkur-angkur untuk rangka/kosen alumunium terbuat dari stel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.3.3. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa mrnyebabkan kerusakan pada permukaannya.1.5. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel. lokasi.9.9. c) Sistem kosen dapat menampung kaca frameless. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar sambungan tidak tampak oleh mata. . Semua frame/kosen baik untuk dinding.3. Potongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu pada permukaannya. Sebelum memulai pelaksanaan Pelaksanan Kerja diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi dilapangan. 7. b) Dapat cocok dengan jendela geser. jendela putar. bentuk dan ukuran. 7. Disyaratkan bahan kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinankemungkinan sebagai berikut : a) Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati. 7. harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimaikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.3.3. d) Untuk system partisi.dll.000 kg/cm².3.6.7. dan cocok. 7.sedemikian rupa sehingga hair line dan tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1. merk.2. 7. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup. rivet. 7. 7.3.3. kualitas.3.8.celah antara kaca system kusen alumunium harus ditutup oleh sealant.3. 7.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 31 BAB XII alumunium harus ditutup caulking dan sealant.4. 7. angkur-angkur untuk rangkai kusen alumunium terbuat dari steel tebal 2-3 mm. dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikro sehingga dapat bergeser. stap. 7. jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Prioritas proses fabrikasi harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk perencana/MK meliputi gambar denah. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersangkutan dengan bahan alkaline seperti beton. 3.ukuran dan peil lubang dalam membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil alumunium yang berhubungan dengan system konstruksi bahan lain. aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari aquer yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insutating varnish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya.2.

Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada lubang bawah dan atas harus dengan waterpass.15.3.14.2.3. 7.3.2 8. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2 8.2. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas.3.1. PASAL 8 PEKERJAAN LANTAI 8. bahan-bahan peralatan dan alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.2. 7.3. Khususnya untukpenahan jendela gerak alumunium agar diperhatikan sebelum rangka kosen terpasang. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruangan yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic ribber atau bahan synthetic resin.3.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 32 BAB XII e) 7.1. 7. 7.2.1. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan. dipakai untuk plesteran rapat air. LINGKUP PEKERJAAN 8. tembaga atau lainnya maka permukaan material yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium menghindari kontak korosi. 8.2. dipakai untuk seluruh lantai lainnya.11. • Produk : setara Granito (Lantai Utama) • setara Roman (Lantai + Dinding Toilet) . 8. Air harus memenuhi NI-3 pasal 10 Penggunaan adukan plesteran : • Adukan 1 pc : 2 ps. Untuk fitting hardware dan reinforcing material yang mana kosen alumunium akan kontak dengan besi. Pekerjaan lantai terdiri dari urugan pasir dan pasangan screeding/ lapisan dasar pemasangan keramik/granit.12. PERSYARATAN BAHAN 8. Sekeliling tepi yang terlihat berbatasan dengan dinding agar sealent supaya kedap air dan kedap suara.10.13. Penggunaan ini pada swing door dan double door.1 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 7. Semen portland harus memenuhi NI-8 (dipilih dari satuan pabrik/produk untuk satu pekerjaan).1. • Adukan 1 pc : 4 ps. Toleransi pemasangan kosen alumunium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.3.

Pada lantai satu dipakai furing metal dengan mengacu persyaratan pemasangan yang disetujui konsultan pengawas b. Dalam melaksanakan pekerjaan ini harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur.1.4 8.2 a.3. Lubang-lubang saluran air dipersiapkan terlebih dahulu   kotor yang melewati lantai sudah 8. 9. terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/peil dan bentuk propilnya. yang menjadikan kesempurnaan pekerjaan rangka itu sendiri. diwajibkan membuat shop drawing.1.3. Pekerjaan pembuatan dan pemasangan rangka langit-langit serta semua perlengkapan lainnya.1 Rangka langit-langit/plafond a. LINGKUP PEKERJAAN 9. Pekerjaan lantai dilaksanakan sesuai standart spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan Pengawas dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan ini.3. Pekerjaan lantai dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding batu bata telah disetujui oleh Konsultan Pengawas sesuai Uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini. PERSYARATAN BAHAN 9.4 9.3. Pemasangan penutup rangka pada Pemasangan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit dalam ruang desain dan persyaratannya dari desain interior.1 9.2. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 8.1.2 Sebelum dimulai pekerjaan.3. c.3 9.3. Pekerjaan lantai hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalsi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan. Aluminium rangka plafond lantai dua bertumpu pada aluminium sesuai dengan gambar kerja.1.3. 9.2. Pada lantai dua dipakai aluminium dengan ukuran yang mengacu pada gambar kerja. Penutup langit-langit Jenis : Kalsiboard Tebal : 5 mm Ukuran : 122 x 244 cm .3 8.1 8.2.5 8. c.2 Pekerjaan pembuatan dan pemasangan penggantung langit-langit. b.6 PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT 9.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 33 BAB XII 8. serta sehubungan dengan kolom-kolom dan dinding-dinding sesuai gambar kerja.

b.2 Pada pemasangan rangka-rangka penggantung dan pekerjaan baja lainnya harus memenuhi persyaratan baja. PERSYARATAN PELAKSANAAN 9.3.3 9.3.4 9. Detail dan sambungan dari bagian-bagian kontruksi yang tidak tercantum dalam gambar tetapi ada dalam pelaksanaanya.1 9. f. Produk e. Persyaratan pelaksanaan pemasangan penutup langit-langit 9.3.3. Kebenaran pemasangan dalam kaitannya terhadap pekerjaan lainnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. d. Pemasangan penutup langit-langit harus memenuhi syarat teknis yang dikeluarkan pabrik dimana bahan-bahan langit-langit tersebut digunakan. maka Kontraktor/Pelaksana wajib melengkapi gambar tersebut berupa shop drawing dan harus disetujui oleh Pengawas. Pada pemasangan garis-garis alur harus rapi dan lurus serta mempunyai bidang yang rata.3. Pemborong wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. Semua perubahan yang disetujui ini dapat dilaksanakan tanpa ada biaya perubahan yang mempengaruhi kontrak. 9.3. c.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 34 BAB XII d. class O fire resistance 9. Pola pelaksanaan pemasangan rangka plafond harus sudah memperhatikan pola pemasangan lampu dan pekerjaan lainnya serta modul penutup langit-langit. Semua peraturan-peraturan/normalisasi-nomalisasi yang dipakai harus yang berlaku di Indonesia misalnya SKSNI dan lain-lain. . Perubahan bahan atau detail berhubungan alasan tertentu yang kuat dapat diterima harus diajukan dan diusulkan kepada Pengawas harian utuk mendapatkan persetujuan dari pengawas dan Perencana.5 a. Pemborong wajib meneliti seluruh pekerjaan lain yang terkait erat dengan pekerjaan ini. Persyaratan Pelaksanaan Pemasangan Penggantung Langit-langit. b. Sebelum dilaksanakan pemasangan daun penutup langit-langit Pelaksana Pekerjaan Wajib memeriksa seluruh pekerjaan lain yang berada di dalam ruang plafond (instalasi mekanikal dan Elektrikal). kecuali untuk perubahan yang mengakibatkan pekerjaan kurang akan diperhitungkan sebagai pekerjaan kurang. c. e. Pekerjaan perubahan dan pekerjaan tambahan di lapangan pada waktu pemasangan yang diakibatkan oleh kurang teliti atau kelalaian Pelaksana harus dilaksanakan pemborong tanpa diajukan sebagai tambahan pekerjaan/biaya.6 a. Standart : Eternit atau setara : Interior lathing dan Furring.3.

PASAL 10 PEKERJAAN KACA 10. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Kaca harus bebas dari gumpalan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/masuk). Persyaratan bahan Kaca adalah benda yang terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mencapai ketebalan yang sama.1. Pelaksananaan pekerjaan baru boleh dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan tersebut telah selesai dilaksanakan. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar. dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya.1. Penutup langit-langit GRC tebal 6 mm dipakai di daerah basah dan luar sesuai dengan gambar kerja. 10. Rangka plafond harus sudah pada satu elevasi yang sama. bahan-bahan. Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan. Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA. e. . Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok). Lingkup pekerjaan Menyediakan tenaga kerja. Sebelum pemasangan gypsum board harus dilaksanakan pengukuran elevasi permukaan bawah rangka plafond. PEKERJAAN KACA 10. awan (cloud) dan goresan (scratch).1. Harus bebas dari benang (String) dan gelombang (Wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus pandangan. gelombang adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan. Cacat-cacat Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai dengan ketentuan dari pabrik. Untuk keperluan inspeksi / control pemeriksaan diatas plafond maka dibuatkan lubang untuk orang/petugas masuk ( disarankan pada areal ruangan km/wc ). f.5 mm per meter. Kaca harus bebas dari keretakan ( garis-garis pecah pada pada kaca baik sebagian atau seluruh tebal kaca). Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca). g. toleransi kesikuan maksimum yang diperkenankan adalah 1.1. Kesikuan Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta potongan yang rata dan lurus. mempunyai sifat tembus cahaya. Harus bebas dari bintik-bintik (Spots). gilas pengambangan (Float Glass) Toleransi lebar dan panjang Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 35 BAB XII d.

hingga membentuk tembereng. dari benturan dan diberi tanda untuk mudah diketahui. Semua bahan yang telah dipasang harus disetujui oleh MK. tebal minimal 6mm..warna transparan cara pemasangan dan persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik. Pemasangan cermin Cermin ditempel dengan dasar kayu lapis jenis MR yang disekrupkan pada klose-klose dinding. Syarat-syarat pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar. harus sesuai SII 0189/79 dan PBVI 1982. Disatu permukaannnya dilapisi (chaemics deposited silver).. • Bahan untuk cermin menggunakan : Clear float glass. refleksi glass 40%) tebal sesuai gambar untuk itu.. bebas dari segala noda dan goresan. kemudian dilapis dengan plastik busa tebal 1cm. bebas sulfida maupun bercak-bercak lainnya. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci..3. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. tebal 5 mm. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen. 297-1-1975 Safety Material Used In Build • Bahan untuk kaca interior : Colour (tinted fload glass. Sisi kaca yang tampak maupun tidak tampak akibat pemotongan garis digurinda/dihaluskan.. siku sudut-sudutnya (toleransi 1. harus diisi dengan lem silikon merk. 10.. Bahan Kaca • Bahan kaca dan cermin. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca merk. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kosen. Untuk ketebalan kaca 5mm kira-kira 0... Bahan yang telah terpasang harus dilindungi dari kerusakan.ANSI : American Nat Standard Inst. . • ASTM : E6-P3 • PBVI 1982 • Ketebalan kaca harus merata. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus. diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus. tidak diperkenankan retak dan pecah pada setelan/tepinya. tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Permukaan harus bebas noda dan cacat. sisi tepi harus lurus dan rata..1.3mm. jenis cermin sesuai dengan yang telah disebutkan dalam syarat pemakaian bahan material dalam uraian dan syarat pekerjaan tertulis ini type VVV polished.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 36 BAB XII Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Pemotongan cermin harus rapi dan lurus..5 mm per m’) potongannya harus lurus Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan perencana/MK. diharuskan menggunakan alat potong kaca khusus. uraian dan syaratpekerjaan dalam buku ini. Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua terpasang harus disetujui MK.produk. digunakan produk Standard : . Cermin dan kaca harus terpasang rapi.

Untuk dinding luar bagunan dipakai cat khusus exterior. pemborong harus secepatnya. produk ICI Weathershield atau yang setara. e. mengajukan daftar dari semua bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 10. Setelah terpasang. Semua cat harus dipergunakan dan dipulaskan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya.2 a. Untuk finishing interior kayu (lambresering.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 37 BAB XII Pemasangan cermin menggunakan penjepit aluminium siku/skrup-skrup kaca yang mempunyai dop penutup steinless steel. d. langit-langit dan sebagainya. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. c.2. d. cermin harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang mengandung amoniak merk setara Cling produk Wings 10. b. Semua warna dipilih oleh Konsultan Pengawas dan pemborong harus memasukkan dalam penawaran biaya untuk mengadakan contoh warna-warna untuk disetujui. Setelah kontrak ditandatangani. 10. Pengecatan semua permukaan sesuai spec/gambar dengan warna dan bahan yang telah ditentukan sesuai yamh dipilih oleh Konsultan Pengawas. Juga plamur dan cat dasarnya harus yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan permukaan.1 Lingkup Pekerjaan a. PEKERJAAN PENGECATAN (Bagian Luar dan Bagian Dalam) 10. c.4 Daftar Bahan-bahan a. harus memakai cat emulsi/acrylic berdasarkan alkyd resins. N. plafond dsb) digunakan melamik. b. Tidak boleh mencampurkan bahan pengering atau bahan- . Pekerjaan cat kayu harus mengandung bahan sintetis d. c.I :4 ASTM : D – 361 BS : 3900-1970 AS : K-41 10.58 1982.2. kolom. Untuk dinding interior digunakan: • Plamir digunakan ICI atau yang setara • Cat untuk dinding luar dan dalam. produk : Niponpaint atau yang setara. Persiapan permukaan yang akan cat.2.3 Ketentuan Bahan a. Persyaratan Bahan Standard : .2. b. b.PVBI : 54. Semua bahan cat harus diperoleh dari levalinsir yang telah disetujui.2.

• Setelah pekerjaan plamur selesai maka diberikan kembali 1 (satu) lapis alkali resistance sealer. • Untuk warna-warna yang sejenis. b.2. • Pemborong diharuskan membuat contoh (mock up) cat dengan ukuran 1. tidak retak-retak dan Pelaksana Pekerjaan meminta persetujuan Konsultan Perencana. • Setelah pekerjaan cat selesai.5 Syarat-syarat Pelaksanaan a. • Untuk dinding luar bangunan digunakan cat khusus luar jenis ICI Weathershiled atau yang setara. jika tidak disarankan oleh pabrik cat dan sebagainya. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. rata. Pekerjaan Pengecatan Besi • Persiapan Umum Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan. 10.00 x 2. Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar dan Dalam • Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh bangunan dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar. • Lapisan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis acrylic emulsion dengan kekentalan cat sesuai persyaratan pabrik. tidak ada bagian yang belang dan bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-pengotoran. Dalam pelaksanaan pekerjaan itu harus disediakan banyak lap-lap bersih. bidang dinding merupakan bidang yang utuh. • Dinding yang akan dicat diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer • Setelah diberi 1 (satu) lapis alkali resistance sealer masih terdapat retak rambut maka segera diberi plamur yang satu merk. warna ditentukan perencana. . • Sebelum dinding dicat. ditentukan Konsultan Pengawas. terutama (untuk bidang-bidang yang luas) untuk disetujui Konsultan Pengawas. licin.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 38 BAB XII bahan lain kedalam cat. Pelaksana Pekerjaan diharuskan menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor pencampuran (batch number) yang sama. • Untuk dinding-dinding dalam bangunan digunakan cat jenis Emulsi Acrylic merk ICI Dulux atau yang setara. plesteran dan acian sudah harus benarbenar kering da bersih.00 m untuk disetujui. Melakukan percobaan pengecatan. ruangan area pengecatan harus bersih dan dijaga agar tidak ada debu berterbangan.

• Plamur yang digunakan adalah plamur kayu yang satu merek dengan cat yang akan digunakan.1. pelat beton atau bagian-bagian yang ditentukan gambar. dan siku terhadap batangnya dengan kepala dan mur yang berbentuk horizontal. Semua material yang digunakan harus baru dengan kualitas terbaik dan disetujui oleh pengawas. Ketentuan Umum Persyaratan-persyaratan kontruksi baja dan istilah teknik secara umum menjadi satu kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu untuk pelaksanaan kontruksi baja secara lengkap dengan gambar dan persyaratan teknis ini. tepat. Dengan kualitas ST 37.569. Lubang diameter ring yang digunakan adalah lebih besar 1.1. Penjelasan dengan “Aech Welding Electrodes” sesuai AWS A5. Pengawas berhak untuk minta diadakan pengujian atas bahan-bahan tersebut dan pelaksanaan harus bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan untuk ini. • Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding dalam pasal ini.3. . Las yang digunakan adalah las listrik dengan mutu FE 360 atau E 60.5 mm dari diameter baut. Pekerjaan Pengecatan Langit-langit • Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit gysum board. Baja struktur harus mempunyai mutu sesuai Sdengan ASTM A36 dengan E=200. b. Material a. Kecuali ditentukan lain dalam buku persyaratan teknis maka semua pekerjaan baja harus sesuai standart di bawah ini : a.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 39 BAB XII c.000 Mpa. jenis Vinyl Acrylic warna ditentukan Konsultan Pengawas setelah melakukan percobaan pengecatan. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI) 1983 b. gambar rencana dan intruksi-intruksi yang diperlukan oleh pengawas. Steel Structural Painting Council (SSPC) f. Peraturan Pembebenan Untuk Gedung Indonesia ((PPUGI) c.2 11. mur dan ring dari jenis “High Stregth” ASTM A35 baja hitam atau sekurang-kurangnya dari standart FE360 (ST37). Standart Industri Indonesia (SII) Pelaksanaan harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketetapan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini.1. PEKERJAAN BAJA 11. Semua baut dan mur harus mempunyai kepala yang ditempa. • Cat yang digunakan merk ICI Dulux atau setara.1. PASAL 11 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP 11. sentries. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI) d.1. c. Baut. 11. American Societyfor Testing & Material (ASTM) e. kecuali tidak digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit.

Apabila fabrikasi dilakukan diluar lokasi. 3. 11. • Lingkup Pekerjaan Penutup Atap Untuk di Bangunan Balai di Lokasi Jl.1. 11. Rangka kap ini disubkan kepada produsen rangka atap baja ringan yang ditentukan kemudian dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. e.2.3. Batang yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kualitas baik. Jika dianggap perlu. • .1. menurut Direksi / Pengawas lapangan tidak sesuai dan tidak lebih baik dari gambar rencana. fabrikasi harus dilaksanakan dalam bengkel/workshop. Pengelasan harus dilakukan dalam tempat yang beratap dan dilaksanakan dengan menggunakan las bujur listrik. ukuran dan ketebalan serta bebas dari karat. b. Pelaksanaan Disesuaikan dengan prosedur dan spesifikasi yang ditetapkan oleh merk dagang dan/atau produsen. Semua material baja harus supplier yang dapat dipertanggung jawabkan dengan disertai sertifikat dari pabrik. pengecatan struktur atap. dengan berat sesuai rancana. Syarat Bahan / Material.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 40 BAB XII Semua baja yang digunakan harus sesuai dengan bentuk.2. Uraian. retak.2.4 Fabrikasi a. pelaksaan harus menyerahkan hasil pengujian yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kontruksi baja ini disertai faktur pengiriman. minyak cat dan yang disambung harus rata satu sama lainnya. Brigjen H. cacat karena tumbukan. Perencanaan harus membuat workshop dilapangan dan disetujui oleh pengawas. Baja yang akan dilas harus bebas dari cat. Pengecatan dasar dilakukan di workshop sebelum pengiriman kelokasi atau penyimpanan.3. maka Direksi / Pengawas Lapangan berhak meminta kepada kontraktor untuk memperbaikinya atas biaya kontraktor sendiri. 11. Apabila ternyata konstruksi rangka kap. 11. 11. pengadaan dan pemasangan Penutup atap lengkap dengan accessories d.2.2. yang memenuhi persyaratan terlindung dari pengaruh cuaca. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 11. pelaksanaan mharus menanggung biaya yang dikeluarkan oleh pengawas dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut. RANGKA KAP BAJA RINGAN. tekuk atau putir. 11. Pekerjaan perubahan jarak gording. Sesuai dengan spesifikasi oleh merk dengan setara J-Steel Kwalitas 1. Hasan Basri untuk penutup atap nya Genteng Keramik dan Bangunan Laboratorium dan Workshop penutup atap Genteng Metal.

Pelaksanaan harus dilaksanakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam pemasangan penutup atap. 12 1.3. Sebelum konstruksi atap yang telah dipasang dilakukan pengecatan terlebih dahulu dilakukan pengamplasan. peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik. 11. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. bahan-bahan yang diperlukan.2 Persyaratan Pelaksanaan Penutup Atap a. Bahan/material yang digunakan untuk pekerjaan pengecatan struktur atap adalah cat zincromate produk setara ICI b. Bahan/material yang digunakan untuk penutup atap merupakan genteng keramik. Pekerjaan handrail tangga pada tangga menggunakan pipa kotak hollow stainless stell.2. Apabila sudah dianggap bersih oleh Konsultan Pengawas maka Pelaksana diperbolehkan melakukan pengecatan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 41 BAB XII 11. Dan Genteng Metal 11. b. Sebelum memulai pelaksanaan.1.1. c. Untuk bahan stainless steell setara “Indah Maspion”. Persyaratan Bahan 12. Bangunan Pekerjaan Railing Tangga 12.3 PERSYARATAN PELAKSANAAN 11. .1.1 Persyaratan Pelaksanaan Pengecatan Konstruksi Atap yang Baja WF. anak tangga dipakai baja cor lengkap dengan motif bunga dan kaca gravier. Pemasangan penutup atap harus memperhatikan jarak tumpang tindih (Overlap) yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat PASAL 12 12.3.2. Pembersihan konstruksi atap existing dari karat dilakukan dengan menggunakan sikat kawat/wire brush sampai komponen konstrukssi atap benar-benar bersih dari karat.3. Rangka pipa GIV ukuran 2 Inch. Pelaksana wajib membuat Shop Drawing b.1.3. PEKERJAAN LAIN-LAIN Lingkup Pekerjaan 12 1.2.1.2 PERSYARATAN BAHAN a. Bahan: a.

3. Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif sebagai informasi bagi perencana . Bila dianggap perlu. Syarat-syarat Pelaksanaan 12 3. 12 3. • Untuk stainless steel yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless steel. tebal 1.6.3. Digunakan stainless steel dengan mutu SS 306 finish mirror dan baja cor dengan pengelasan sambungan harus kuat dan permukaan halus.2 mm. Bahan yang dipakai. bekas laslasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya.4.7. 12 1.2 Jenis Bahan: Pipa-pipa kotak. kemudian digosok dengan compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap Pekerjaan Kloset Dan Wastafel 12. • Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik. bahanbahan yang diperlukan. 12 3. 12 3. permukaan yang dilas harus sama rata dan alur lasnya kelihatan teratur. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site. • Pekerjaan stainless steel seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu. • Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan keahlian yang tinggi. Lingkup Pekerjaan Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja. halus dan tidak cacat-cacat bekas pukulan . Pekerjaan baja tahan karat. 12 3. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan . Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 42 BAB XII 12. peralatan termasuk alat-alat bantu dan .3. Setelah pekerjaan las-lasan. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi.2.8 . Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor. Las-lasan yang cacat harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong . 12 3. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor.5.2. batang-batang bulat dari bahan baja cor dan stain steel.1. 12.1. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. pengelasan harus dengan las listrik dengan electrode stainless steel. penghalusan dan pemasangan selesai stainless steel dipoles dengan mesin poles. baik pada pembuatan. 12 3.

Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas yang dibutuhkan.3.2 Pekerjaan Elektrikal.1.1 SYARAT-SYARAT UMUM Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan.2. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Penyalur Petir. Persyaratan Bahan 12.1. terdiri dari: a. 12. dan pengetesan seluruh peralatan (material) dan instalasi yang ditunjukkan pada gambar perencanaan untuk pelaksanaan pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada Pekerjaan Renovasi Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) VII Banjarmasin.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing. terdiri dari: a. b. 12. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Kelistrikan.3. pemasangan. pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan. 12. Bila dianggap perlu. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13. . Bahan yang dipakai. untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalh menjadi tanggung jawab kontraktor.3. 12 1. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Plumbing. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan supaya disediakan kontraktor di site. Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor.2.5. b.3. PASAL 13 PEKERJAAN MEKANIKAL. Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji.4.3. baik pada pembuatan. Pekerjaan pemasangan kloset jongkok. 12. 12. kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana / pengawas baik mengenai komposisi. kloset duduk dan Wastafel pada Bangunan didalam kamar mandi atau wc. sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana / pengawas. Syarat-syarat teknis Pekerjaan Pemadam Kebakaran.3. 12. Bahan: Untuk bahan Kloset dan Wastefel setara “American Standart”.1.1.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 43 BAB XII pengangkutan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik.4. Syarat-syarat Pelaksanaan 12. 13.3.2. Spesifikasi teknis ini meliputi uraian untuk pelaksanaan antara lain: 13.

catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap gambar (kalkir) dan 3 (tiga) set lengkap gambar blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). pemborong harus segera mengajukan pertanyaan tertulis kepada Direksi Pengawas Lapangan. Gambar Perencanaan dan Bill Of Quantity ini merupakan dokumen penawaran yang tidak dapat dipisah-pisahkan atau satu kesatuan. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar pekerjaan yang satu tidak menghalangi atau menghambat pekerjaan lainnya. B. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan instalasi yang pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi lapangan. sehingga sistem dapat bekerja dengan baik. Koordinasi Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan ini. Daftar Bahan dan Contoh . maka Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard dan peraturan yang berlaku. As built drawings harus diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner) setelah selesai pekerjaan. Setiap shop drawing yang diajukan pemborong dan telah disetujui Direksi Pengawas Lapangan dianggap bahwa Pemborong telah memahami situasi serta telah berkonsultasi dengan pekerjaan instalasi lainnya. Pemborong harus mengajukan gambar-gambar kerja dan detail (shop drawing) sebanyak 3 (tiga) set yang harus diajukan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan. A. Dalam hal ada keraguan yang ditimbulkan karena kemungkinan kesalahan penggambaran atau ketidak sesuaian lainnya. pemasangan maupun pengujian atau pengetesan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 44 BAB XII Spesifikasi Teknis. dan Perencana untuk mendapatkan penjelasan masalah tersebut dalam pelaksanaan baik berupa jenis barang. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan. benar dan sesuai standar yang berlaku. danapabila ada sesuatu bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukanagar instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi teknis atau bill of quantity saja. Gambar-Gambar Gambar-gambar perencanan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci. Pemberi Tugas. harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin lainnya. C. Sebelum pekerjaan dimulai. Semua bagian tersebut walaupun tidak digambarkan atau disebutkan secara detail harus disediakan dan dipasang oleh Pemborong. Gambar-gambar arsitektur dan struktur/sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail "finishing" dari proyek. Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Dan jika sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan standar yang berlaku dan ketentuan dari kontrak. katalog dan keterangan lain yang dianggap perlu oleh Direksi Pengawas Lapangan. sistem dan lain-lain oleh Pemborong. Daftar ini harus dibuat rangkap 3 (tiga) yang didalamnya tercantum nama dan alamat. Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga ahli. Pemberi Tugas (Pemilik) dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya. Persetujuan oleh Direksi Pengawas Lapangan akan diberikan atas dasar diatas. merupakan tanggung jawab Pemborong. E. harus disediakan oleh Pemborong. Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari bahan dan material yang akan digunakan. D. Pemberi Tugas dan Perencana. yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. selanjutnya pemborong harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang. Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik pembuat. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan dan material yang akan dipasang kepada Direksi Pengawas Lapangan. maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan kepada Direksi Pengawas Lapangan untuk disetujui. harus memenuhi standar dan ketentuan pengetesan dengan benar. Pengetesan dan Persetujuan Pemborong harus melakukan semua pengetesan yang dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap sistem. bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut. Pemberi Tugas dan perencana. Semua peralatan-peralatan yang sudah dikirim dan dipasang. berstandar mutu dan keadaan baru. . Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan dan material. Bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimaksud didalam spesifikasi teknis ini. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pemborong. Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan. kecuali apabila ditunjuk lain oleh Direksi Pengawas Lapangan. disaksikan oleh team Pemberi Tugas. Hal ini Harus menjadi Perhatian dan tanggung jawab Pemborong. Penggantian merk bahan dan material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Semua tenaga. Pemborong harus segera menghubungi Direksi Pengawas Lapangan dan Perencana untuk berkonsultasi. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pengawas Lapangan. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang dan apabila terdapat keraguan. apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemborong.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 45 BAB XII Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan.

Pemborong pekerjaan instalasi ini masih harus menyediakan tenaga ahli yang dapat dihubungi setiap saat. Pemborong harus mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode tersebut kepada Tenaga calon-calon operator untuk setiap pekerjaan yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas (Owner). Selama masa garansi.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 46 BAB XII F. Laporan ini harus ditandatangani oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas untuk diketahui/disetujui. Selama masa garansi tersebut. Masa Garansi dan Serah Terima Pekerjaan Peralatan utama harus digaransikan selama 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun terhitung dari penyerahan kedua. dengan pernyataan benar dan baik yang ditandatangani bersama oleh instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut. G. sehingga para petugas atau operator dapat mengoperasikan dan melaksanakan pemeliharaan. . Direksi Pengawas Lapangan dan melampirkan sertifikat pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang berwenang. 2. maka Direksi Pengawas Lapangan berhak menyerahkan pekerjaan perbaikan atau kekurangan tersebut pada pihak lain atas biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi tersebut. dibuat laporan mingguan dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan prestasi atas pekerjaan minggu lalu sehingga menjadi laporan selama 1 (satu) bulan dan rencana pekerjaan minggu depan dan satu bulan ke depan. Pemborong tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas perbaikan. Kegiatan Fisik Catatan dan perintah Direksi Pengawas Lapangan yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis. Jika pada masa garansi tersebut. Hal-hal yang menyangkut masalah: • Material (masuk atau ditolak) • Jumlah tenaga kerja • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah/kurang Berdasarkan laporan harian. Pemborong diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan-kerusakan dari pada peralatan utama yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan. Laporan Pemborong wajib membuat "Laporan Harian. Training tentang pengoperasian dan perawatan tersebut harus lengkap dengan 3 (tiga) set operating maintenance and repair manual books. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah dilengkapi dengan bukti dari hasil pemeriksaan atas instalasi. kekurangan selama masa garansi. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance). penggantian. Laporan tersebut dibuat dalam rangka 3 (tiga) meliputi: 1. Mingguan dan Bulanan" yang memberikan gambaran dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapangan secara jelas.

Pengelasan dan Pengeboran Pemborong tembok. pembongkaran. harus diselenggarakan kegiatan pemeliharaan berjangka dan pemeriksaan rutin. J. Gudang dan Los Kerja . Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut. Perubahan. harus dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali. Hasil pengetesan tahanan isolasi kabel dan pemberian tegangan. Pembobokan. Penanggung Jawab Pelaksana Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman serta harus selalu berada di lapangan/site. Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus disaksikan oleh Direksi Pengawas Lapangan pekerjaan ini.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 47 BAB XII Pemborong harus menyerahkan Laporan Pengetesan kepada Direksi dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagi berikut: 1. gambar rencana dan lain sebagainya. lantai. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain. Dalam merubah gambar rencana tersebut. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi. atau pada saat yang dikehendaki oleh Direksi Pengawas Lapangan di dalam pelaksanaan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng melalui penanggung jawab Pemborong. Pengajuan perubahan material. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan. Penambahan dan Pengurangan Pekerjaan Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar-gambar rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi Pengawas Lapangan. I. yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis. Pemborong harus menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Direksi Pengawas Lapangan dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. harus diajukan oleh Pemborong kepada Direksi Pengawas Lapangan secara tertulis. pengeboran dan sebagainya hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin tertulis dari Direksi Pengawas Lapangan. 2. Pembobokan. Perubahan-perubahan material dan gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang harus disetujui secara tertulis oleh Direksi Pengawas Lapangan. L. Kantor Pemborong. K. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan Pemborong instalasi ini. 3. Masa Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan. H. bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi-instruksi dari Direksi Pengawas Lapangan.

Bagan Penyelenggara dari Pemborong Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong harus diserahkan kepada penyelenggara dengan kualifikasi ahli. Q. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga Kerja) dan mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerangan dan Sumber Daya Pada kantor. Pemborong wajib menyediakan peralatan pemadam kebakaran (pemadam api ringan) yang diletakkan dalam kantor lapangan dan gudang. menjadi tanggung jawab Pemborong. peralatan. P. Penjagaan dan Kebakaran Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Kecelakaan dan Peti PPPK Terjadinya kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. bahan dan peralatan baik di dalam gudang maupun diluar (halaman). Kebersihan dan Ketertiban Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. harus diberi penerangan yang cukup. penyimpanan barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar) dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang lapangan). untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. maka Pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga/daya kerja harus disediakan oleh Pemborong. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan di keluarkan oleh Direksi Pengawas Lapangan pada waktu pelaksanaan. dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan M. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. los kerja. Penimbunan/penyimpanan barang. berpengalaman dan .RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 48 BAB XII Pemborong diperbolehkan membuat ruang kantor. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. kantor. gudang. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. O. harus selalu dalam keadaan bersih. N.

memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan. Direksi Pengawas Lapangan menempatkan petugaspetugas pengawasan yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan. maka akan dikenakan tindakan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal denda. e. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari PDAM daerah setempat.1 Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) a. sebagai penanggung jawab di lapangan. harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian. Petunjuk dan perintah Direksi Pengawas Lapangan didalam pelaksanaan. Site Manager mewakili Pemborong ditempat pekerja dapat bertindak penuh kepada Direksi Pengawas Lapangan. Pengadaan dan pemasangan sistem penyaluran dan penampungan air hujan dengan sumur resapan dan saluran/drainase bangunan. sistem pengolahan air bekas (buangan) dari ruang cuci dengan Neutralizing Tank dan dari ruang dapur kotor dengan Grease Trap. Bagianbagian pekerjaan yang telah dilaksanakan. Pengadaan dan pemasangan peralatan sistem pengolahan air kotor (Septic Tank) dengan Biotech System. Bila Pemborong lalai. R. 13. b. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya. Pengawasan Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Staff-nya. pemasangan dan pengujian seluruh lingkup pekerjaan instalasi Mekanikal. Pada setiap saat Direksi Pengawas Lapangan atau petugas-petugas/staff harus dapat mengawasi. tetapi luput dari pengamatan Direksi Pengawas Lapangan dan stafnya adalah menjadi tanggung jawab Pemborong. melakukan perbuatan yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan. c. . Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat yang diperlukan Pemberi Tugas dan Direksi Pengawas Lapangan. Pengadaan dan pemasangan pompa sumur dangkal (Jet Pump) dan Submersible Deep Well Pump air bersih serta pengeboran sumur dalam dan dangkal untuk sumber air bersih. kepada mereka yang melanggar terhadap peraturan umum mengganggu ataupun merusak ketertiban. d.2 LINGKUP PEKERJAAN Spesifikasi teknis ini menjelaskan tentang uraian syarat-syarat teknis dalam hal penyediaan. berlaku tidak wajar. Di tempat pekerjaan.2. disampaikan langsung kepada Site Manager wakil Pemborong. Pengurusan ijin dan penyambungan sumber air bersih dari sumur dalam maupun dangkal kepada pihak Badan yang berwenang pada daerah setempat. Elektrikal dan Plumbing yang terdiri dari: 13.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 49 BAB XII mempunyai wewenang penuh untuk mengambil keputusan. bahan dan peralatan serta Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan.

j. junction box. c. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi kelistrikan yang terpasang. Pengadaan dan pemasangan tiang penyanggah air terminal penyalur petir. air bekas. d. pipa pelindung kabel.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 50 BAB XII f. Pengadaan dan pemasangan sistem pembumian pengaman lengkap dengan bak kontrol dan elektroda pembumian. Pengadaan dan pemasangan panel utama tegangan menengah (TM) lengkap dengan komponen-komponen panelnya.2. g. k. reduser. . Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plumbing yang terpasang. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan menengah 20 kV. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dalam dan luar serta stop kontak lengkap dengan kabel instalasi. g. saklar. f. e. dan accessories lainnya. klem. Pengadaan dan pemasangan seluruh panel-panel tegangan rendah lengkap dengan komponen-komponen panelnya. isolasi penyambungan kabel. dan accessories lainnya. pipa vent dan air hujan lengkap dengan elbow. Pengadaan dan pemasangan seluruh type dan ukuran kabel tegangan rendah 400/230 V. Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis lampu penerangan. b. Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi seluruh peralatan plumbing. dan stop kontak. Pengadaan dan pemasangan Transformator Stap-Up 20 kV/400 V. alat ukur dan elektroda pentanahan. tee.3 Pekerjaan Penyalur Petir a. b. h. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi air bersih. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TM/TM. l. kotak saklar dan stop kontak. Pengadaan dan pemasangan Unit Splizen (Air Terminal) penyalur petir sistem elektrostatis. Pengadaan dan pemasangan instalasi listrik untuk AC dan Fan. 50 Hz lengkap dengan komponen pengamanannya. 13. Pengurusan dan penyambungan daya listrik PLN Sistem TR/TR 400/230 Volt ke pihak PLN daerah setempat. 20 kVolt ke pihak PLN daerah setempat.2.2 Pekerjaan Elektrikal (Kelistrikan) a. Pengadaan dan pemasangan instalasi penyalur petir dan system pentanahan penangkal petir lengkap dengan bak kontrol. h. air kotor. i. c. 13.

Pemborong pekerjaan MEP dalam bangunan ini harus mempertanggung jawabkan pekerjaan secara teknis dan instalasi kepada pimpinan proyek. Berdomisili di wilayah setempat dan sekitarnya. e. Elektrikal dan Plumbing yang dinyatakan dengan referensi dan mampu berperan sebagai patner dari pemborong utama (pekerjaan Sipil). Membuat Time Schedule pelaksanaan pekerjaan MEP. Mempunyai Pas Kerja PLN (Sikka Golongan A) dan Pas PAM-wilayah yang masih berlaku. b. c. Pemborong harus dapat menerima dan menyetujui gambar instalasi yang diberikan oleh perencana. f. adapun persyaratan lainnya adalah: a. . agar setiap waktu dapat memberikan penjelasan dengan pimpinan proyek. c. Pengetesan dan pengujian seluruh instalasi penyalur petir system elektrostatis dan sistem conventional (sangkar faraday). e. 13. b. • Telah mendapatkan surat keterangan dari pimpinan proyek. d. d.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 51 BAB XII d. Mempunyai tenaga pelaksana yang berpengalaman. Mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. Pemborong harus mengadakan pengujian seluruh pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal yang disaksikan oleh pemberi tugas.102 menyatakan: • Surat hasil pengetesan dan pengujian instalasi. • Menyerahkan gambar As Buil Drawing sebanyak 3 (tiga) set yang telah diketahui Perencana.3 PESERTA PELELANGAN Peserta pelelangan adalah badan hukum yang bergerak di bidang pemborong bangunan rumah tinggal serta terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu Provinsi dan memiliki Tanda Daftar Rekanan yang masih berlaku serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. Pemberi Tugas dan disahkan Direksi Pengawas Lapangan. 13. f. yang menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai 100%.4 PROSEDUR PELAKSANAAN Syarat-syarat pelaksanaan antara lain: a. instalasi Pekerjaan instalasi MEP dinyatakan selesai bila pihak pemborong telah . Pemborong harus menempatkan tenaga ahli di lapangan. • Seluruh material pada Pekerjaan MEP harus mempunyai purna jual yang terjamin dan garansi minimal 9 (sembilan) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun. Mempunyai pengalaman dalam pekerjaan Mekanikal. Pemborong harus membuat gambar kerja yang mengacu pada gambar perencanaan dan disetujui pemberi tugas serta disahkan pimpinan proyek.

13.5. Pemborong harus menyerahkan daftar dan contoh material kepada pemberi tugas dan pimpinan proyek untuk mendapatkan persetujuan. Kerusakan material sebelum penyerahan kedua menjadi tanggung jawab pemborong. h. 4.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 52 BAB XII g. Selanjutnya dari Water Reservoir Tank. 2. water level control) dan ditambah check valve. Pengontrolan penggunaan air bersih dari SDWP atau jet pump maupun PDAM dengan gate valve + pelampung (WLC. Air Bersih Sumber air bersih untuk proyek ini berasal dari sumber air tanah atau Sumur dalam sebagai sumber air utama dan cadangan. Air bersih yang berasal dari sumur dalam dan sumur dangkal di sambungkan langsung ke Ground Water Reservoir Tank (GWR).2 Uraian Teknis Pekerjaan Mekanikal (Plumbing) A. tekanan air pada seluruh unit fixture harus memenuhi syarat-syarat tekanan air yang ada dalam buku PPI Tahun 1979. 13.5 SYARAT-SYARAT TEKNIS 13. Air Kotor dan Air Bekas Buangan air dari wastafel atau lavatory dan floor drain disebut dengan air bekas dan buangan air dari water closed dan urinal disebut dengan . Pemborong harus melaksanakan masa pemeliharaan selama 3 s/d 6 bulan. pemborong harus mengganti dengan yang baru. Penggantian merk dari material dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan dari pemberi tugas dan pimpinan proyek.1 Uraian Umum 1. air bersih dengan pompa penguat (Booster Pump) secara sistem tangki tekanan (Hydrophor) otomatis disalurkan ke seluruh Toilet yang ada pada lantai bangunan hingga siram taman. Supply air bersih dari pompa penguat (Booster Pump) sebelum dialirkan akan difilterisasi terlebih dahulu dengan Sand Filter dan Carbon Filter. 2. 3. Semua material harus baru dan bila terjadi kerusakan pada material tersebut pada saat pelaksanaan pekerjaan.5. Untuk menentukan kenyamanan bagi pemakainya.Sucofindo atau yang tunjuk oleh Direksi Pengawas Lapangan dan Pemberi Tugas (Owner). Sistem 1. Pengajuan gambar kerja dari pemborong harus dilakukan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Untuk sumber air tanah telah terjamin kualitas/mutu airnya yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorim PT. Supply air bersih dari sumur dalam menggunakan Submersible Deep Well Pump (SDWP) dan dari sumur dangkal menggunakan Jet Pump.

. toleransi diameter luar ± 1% dan harus sesuai dengan standar BS 1387/67. untuk itu digunakan 2 (dua) pipa tegak dan mendatar untuk melayani dan mengalirkan kedua jenis air buangan tersebut. Seluruh sambungan pipa GIP harus dilas metal dengan penguat yang berupa pelana kuda (Saddle). harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. Air Hujan dan Vent Dinyatakan dalam gambar perencanaan. KHI. sedangkan buangan air dari kitchen (dapur kotor) dan ruang cuci pakaian akan dialirkan masingmasing ke bak penampungan yaitu Grease Trap dan Neutralizing Tank untuk disaring atau difilter (jika diperlukan) yang selanjunya dialirkan ke drainage/saluran bangunan. Selanjutnya air buangan yang berada pada seluruh saluran bangunan sebelum dialirkan ke drainage/saluran kota terdekat. bahwa pipa air bersih yang digunakan untuk pemipaan pompa utama air bersih dan pemipaan distribusi air bersih yaitu pipa baja galvanizer (Galvanized Steel pipe/GIP) medium yang tahan terhadap tekanan maksimum 50 Kg/Cm2. Air Bekas. Air Kotor. yakni untuk mengurangi limpahan yang sangat berlebihan atau banjir sekaligus untuk menambah potensi air tanah. Air Hujan Air hujan yang berasal dari atap bangunan disalurkan melalui beberapa pipa tegak sampai dibawah lantai satu langsung disalurkan ke drainage bangunan dan sedangkan untuk atap bangunan lainnya. Air bekas yang berasal dari wastafel dan floor drain akan dialirkan langsung ke drainage bangunan. bahwa pipa air bersih pada pemipaan dari Water Reservoir Tank (WRT) ke toilet bangunan menuju unit fixture toilet dan dari Flow Meter PDAM. Pemanfaatan air hujan dapat dilakukan. Pipa Air Bersih.87. harus dialirkan ke sumur resapan. toleransi tebal (sedang) ± 10%. air hujan jatuh bebas langsung dialirkan ke drainage/saluran bangunan. 3.81. 2. Bakrie. Pipa Air Bersih Dinyatakan dalam gambar perencanaan. SNI 0161.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 53 BAB XII air kotor. Bumi Kaya. Air kotor yang berasal dari water closed & urinal pada seluruh lantai bangunan akan dialirkan ke septic tank dengan pengolahan limbah Biotech System dan selanjutnya dapat dialirkan ke drainage bangunan. Persyaratan Bahan 1. Air buangan dari wastafel dan floor drain dipisah dengan buangan air dari water closed. B. Spindo. SNI 07 0039. yaitu sebagian air hujan ditampung dalam tanki air hujan yang selanjutnya akan difilterisasi (disaring) dengan menggunakan pompa transfer melalui sand filter tank dan karbon filter untuk disalurkan ke Water Reservoir Tank (WRT). Sedangkan limpahan dari tanki air hujan akan dialirkan ke drainage bangunan terdekat. Produksi : Setara PPI.

IEC 502-1983. harus mengikuti desain dari interior ruang toilet. yang mana sambungan pipa PVC AW berdiameter dibawah 4 cm digunakan perekat (lem) sedangkan yang berdiameter diatas 4 cm digunakan rubber ring joint. PAR yang harus digunakan dari bahan serbuk kimia multipurpose dry chemical (ABC Fire) yakni NH4H2PO4. harus menggunakan pipa PVC D yang tahan terhadap tekanan 8 Kg/cm. clean out. PUIL-2000. Produksi : Setara Rucika. Sesuai dengan standard SNI-06-0084-1987 dan SII 0344-82. Super Intilon.24 kVolt untuk pemasangan didalam tanah dan N2XSY .5. Produksi : Setara Supreme. SNI06-0084-1987. 13. 3. PLN. saluran/drainage bangunan. Fire Extinguiser System (Pemadam Api Ringan/PAR) Fire extinguiser system (PAR) adalah jenis portable dalam mengatasi kebakaran yang harus disediakan pada areal atau ruang tertentu.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 54 BAB XII Dinyatakan dalam gambar perencanaan.3 Uraian Teknis Pekerjaan Elektrikal Instalasi Kelistrikan A. elbow 45.24 kVolt untuk pemasangan di pit trench cable dan di rak kabel (udara) harus telah memenuhi persyaratan. water closed. Produksi : Setara Yamato. bahwa pipa vent pada pemipaan dari seluruh water closed. Chuub. harus menggunakan pipa PVC AW yang tahan terhadap tekanan 10 Kg/cm. tee 45 (Tee Y) dan lainnya harus dari bahan yang sama dengan pipa yang digunakan. Sistem Sumber daya listrik berasal dari penyambungan sumber daya listrik utama PLN dengan sistem tegangan TR 380V. Kabelindo. Semua peralatan bantu pipa PVC-AW dan PVC-D seperti fitting. male adapter. bahwa Kabel distribusi tegangan menengah 20 kV adalah jenis N2XSEFGbY . 50 Hz. Kabel Tegangan Menengah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. SPLN 43-5. B. Appindo. Dinyatakan dalam gambar perencanaan. LMK. bahwa pipa air kotor. Bahan dan Material 1. Bentuk dan bahan untuk peralatan unit fixture seperti: kran air dinding. roof drain. Sesuai dengan standard JIS K 6741. urinal. tabung dari bahan iron stell. Kabelmetal. floor drain. reduser (type Concentric). wastafel/Lavatory dan kitchen seluruh bangunan. wastafel dan lain-lain. air bekas dan air hujan pada pemipaan dari seluruh toilet dan atap bangunan menuju septic tank (STP-Biotech System). Pralon. .1986. memiliki pressure 20 Kg/Cm2 dan ditempatkan dalam kotak panel terpasang didinding. Wavin.

6/1 kVolt untuk pemasangan di-dalam tanah dan NYY . Voksel. 50 kA) dilengkapi mekanisme motor yang sama sehingga bisa beroperasi secara otomatis dan system interlok mekanis dan elektris mencegah kedua pemutus tenaga menutup secara serentak walaupun hanya sesaat. PUIL. PLN. Kabel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. Kabelmetal. IEC 32 B. Hansel. Kabelindo. Automatic Tranfer Switch (ATS) atau sistem tukar (Interloc). Fuse Links dari jenis HRC Fuse/phasa. 3 phasa. jenis pemasangan dilantai (standing mounted enclosed) yang kontruksinya dari plat baja dengan tebal plat 2 mm dan dicat oven. Produksi : Setara Supreme.6/1 kVolt untuk pemasangan di atas plafon (udara) harus telah memenuhi persyaratan SNI 04-2701-1992. ABB. b. Produksi : Setara Simetri. Merlin. Satu pelat dudukan sehingga lebih menjamin aspek keamanan dan lebih mudah dalam pemasangan. Panel Tegangan Rendah Dinyatakan dalam gambar perencanaan. AEG. PLN. antara lain: a. Komponen Panel Dinyatakan dalam gambar perencanaan. dan 8 kA. dan 18 kA. AEG. Produksi : Setara Terasaki. 15 kA. LMK. bahwa Box panel listrik ada 3 jenis. Produksi : Setara Terasaki. IP 54 serta memenuhi persyaratan PUIL-2000. PLN.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 55 BAB XII 2. LMK. bahwa komponen panel utama banyak ragamnya. 4 pole. Merlin Gerin. yaitu jenis kering (Metallized Polypropylene Film) yang bisa . yaitu jenis pemasangan didinding (wall mounted enclosure). LMK. IP 55 dan jenis inbow waterproof (PVC High Impact) dengan pintu transparan. Hager. bahwa Kabel distribusi tegangan rendah adalah jenis NYFGbY . 4. Produksi : Setara Stomberg. SPLN 43-1 198. Kapasitor Bank Kapasitor harus dari jenis Self Healing Dry Type. OniPanel. SIER. 25 kA. 3. dan memenuhi standar LMK. 45 kA. ABB.2000. 10 kA. Pemutus tenaga MCCB. Kedua pemutus tenaga (MCCB. pemutus tenaga mini MCB. PUIL.0. ABB c. AEG. 3 phasa. Littelfuse.0. LMK. dimana semuanya sesuai dengan standar IEC 269-1. d. JapaPanel. 8 kA dan 5 kA yang telah memenuhi persyaratan SPLN 108/SLI 175/IEC 989. 100 kA dengan rating voltage 500/660 Volt lengkap dengan solid links (dudukan HRC fuse) dengan rating current 1 step diatas rating current HRC Fuse serta harus memeliki alat pencabut HRC Fuse (Fuse Handle) standard SFS 2371. 36 kA. MCB 1 phasa. dan IEC 947-2.2000.

Losses at + 20 C : < 0. Tingkat Insulasi : 3 kV (power frequency) & 15 kV(Impulse). Produksi : Setara Nokian. LMK. PUIL-2000. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • . Protection class : IP 23. Temperatur category : -40 C s/d 50 C. e. Discharge time to 50 V : < 60 detik. Sistem Koneksi : 3 phasa. Blocking Reactor (Detuned Filter) Blocking reactor harus dari material kumparan tembaga jenis Polyeter Resin yang pencetakannya dalam keadaan Vakum dan tekanan tinggi dengan thermal resistance 150 C. koneksi (penyambungan) antar phasa atau phasa – netral yang memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut . antara lain: Rating Voltage : 400 Volt.3 x In).5 % s/d + 10 %. LMK. Continuous over current : 30 % (1. Insulation class : T 40. pada sistem 400 (NO Load). Harus memenuhi standar IEC 76/3. Continuous over Voltage : 10 % (1. Automatic Power Factor Regulator (APFR) APFR untuk mengatur step kapasitor secara otomatis yang menggunakan teknologi digital (Microprocessor) yang dipasang langsung pada panel atau rel DIN. Produksi : Setara Nokian. Toleransi kapasitas : . Detuning factor : 7 %. f.1 x Un). IEC 831-2 (1996). PUIL-2000.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 56 BAB XII memperbaiki kerusakan sendiri dan memiliki ketentuan-ketentuan. Inductance of the reactor : 3 % tuning accuracy.5 & UH5 = UH7 = 5 % Based on Un. antara lain: Rating Voltage : 525 Volt. VDE 0532831-2.5 W/kVar. Protection class : IP 42. Rating Frequency : 50 Hz. Harmonic load : UH3 = 0. Delta. Separate source test : 3 kV – 1 min. Rating Frequency : 50 Hz. Ketentuanketentuan lainnya yang harus dipenuhi. Ambient temperature : 40 C. Harus memenuhi standar IEC 831-1. digunakan untuk melindungi kapasitor bank dari kerusakan akibat kelebihan tegangan atau gelombang arus Harmonic yang terlalu tinggi dan dalam menghindari resonansi serta menurunkan presentasi harmonic pada jaringan listrik.

proteksi terhadap arus hubungan singkat atau akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya.3 A. 50 Hz. 50 Hz. • Relay Kontrol Tegangan. g. 50 Hz.3 detik. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 • Short Circuit Relay (Rele arus hubung singkat). proteksi terhadap kontak langsung. • Fase Fault Relay (rele kesalahan phasa). Protection class : IP 40 (pada panel) & IP 20 (pada rel DIN). Current transformer (CT) : 5A. • Under and Over Voltage Relay (Rele turun dan naiknya tegangan). suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. tunda waktu selama 0. Produksi : Setara Nokian. 50 Hz.7 VA. 50Hz. tunda waktu selama 0 s/d 1 detik. pengamanan peralatan pada instalasi listrik akibat adanya variasi terhadap arus yang semestinya. waktu tanggapan selama 200 mili detik. . suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. tegangan kerja 220 V.2 detik. dan sebagainya. kelebihan atau kekurangan tegangan.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 57 BAB XII • • • • • • • • Rating Voltage : 230/400 Volt. Ambient temperature : 0 C s/d 40 C. kesalahan urutan phasa dan ketidakseimbangan beban antar ketiga phasa terlalu besar. sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. sensitivitas arus sebesar 0. factor daya terlalu kapasitif atau induktif. Accuracy class : 1. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). 50 Hz. proteksi terhadap kehilangan salah satu phasa. • Operational sequence : 4 Program regulasi • Harus memenuhi standar EN 50082-2 & EN 50081-2 EMC. yaitu factor daya rendah. PUIL2000. • Relay Kontrol Arus. kelebihan arus. pengamanan peralatan pada instalasi terhadap tegangan yang semestinya pada system tak stabil. 0.5 %. dipasang sebagai tambahan terhadap system control dengan kontak keluaran 8 A (Cos fi= 1) 250 V. temperature terlalu tinggi. tegangan kerja 220 V. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. suhu operasi sebesar -10 s/d 50 C. tegangan kerja 220 V. mengaktifkan pengisian batere bila tegangan jatuh di bawah ambang batas. LMK. tunda waktu 1 detik. tunda waktu selama 0. kontak keluaran 10 A (power faktor = 1). Jumlah step automatic : 6 Step. Relay Pengaman yang digunakan antara lain: • Earth Fault Relay (Rele arus bocor bumi).003 s/d 0. tidak langsung dan api. sensitivitas tegangan sebesar 15% dari tegangan kerja. tegangan kerja 220 V. tegangan kerja 220 V. proteksi terhadap turunnya dan naiknya tegangan yang semestinya pada sistem tak stabil. Kontrol & Proteksi : 6 jenis alarm. tegangan kerja 220 V. Rating Frequency : 50 Hz 2 % automatic selection.

phase & Netral. Unit Lightning Arrester R. lampu tanda untuk start. OBO Bettermann. kuning dan biru. suhu operasi sebesar -5 s/d 55 C. 50 Hz. • Change Over Cam Switch (Saklar Alih) 3 (tiga) posisi (Manual. Contactor. 50 Hz. Merah.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 58 BAB XII sensitivitas tegangan sebesar 10% dari tegangan kerja. LMK dan IEC. Omron.000 Watt harus menggunakan sistem Direct On Line (DOL) yang terdiri dari tiga komponen. • Reverse Power Relay (Rele daya balik). 100 kA. 400 V untuk tegangan rendah. • Voltmeter Cam Switch (Saklar Voltmeter) 7 (tujuh) posisi dengan arus thermal 12 A. untuk kapasitas dibawah 5. berwarna merah. tegangan kerja 230 V.2000. Relay-relay pengaman harus sesuai dengan standar PUIL. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V. AEG.000 Watt harus menggunakan sistem Star Delta yang terdiri dari tiga komponen. yakni Breaker. ABB. Produksi : Setara Merlin Gerin. Siemens. • Pushbutton (Tombol Tekan) dengan bentuk bundar sring return. 50 Hz. PLN.S. OFF. • Peralatan kontrol harus sesuai dengan standar PUIL-2000. h.40 mm dengan posisi NC. dengan penutup plastic berwarna putih. i. 40kA dan 15kA. type flush dengan posisi NO. Peralatan Kontrol • Kontrol Stater Motor. Produksi : Setara Merlin Gerin. . waktu tanggapan selama 200 mili detik. • Lampu Tanda lengkap dengan lampu type protected Led. stop dan fault/kesalahan. Merlin Gerin. AEG. teganga kerja 230 V.T . • Kontrol Stater Motor. Hijau. untuk kapasitas diatas 5. tegangan kerja 230 V. tegangan kerja 230 V. stop dan fault/kesalahan. yakni Breaker. Line Contaktor lengkap dengan kontak blok tunda waktu. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. Star Contactor. 50 Hz dan dilengkapi dengan tombol tekan ON-OFF. harus memenuhi persyaratan DIN VDE 0675 part6 LMK. Produksi : Setara Phoenix Contect. proteksi terhadap adanya daya balik baik dari sumber utama (PLN) maupun sumber cadangan diesel genset sehingga kedua sumber tidak boleh terinterkoneksi walaupun sesaat. Delta Contactor. berwarna merah untu stop dan berwarna hijau untuk start. lampu tanda untuk start. • Ammeter Cam Switch (Saklar Ammeter) 4 (empat) posisi dengan arus thermal 12 A. Meter Pengukur j. Outo) dengan arus thermal 20 A. • Emergency Pushbutton dengan bentuk bundar latching key release dia. LMK dan IEC. 50 Hz. Thermal Overload dengan sirkit kontrol tegangan 230 V.

. 5. netral dan pembumian sesuai persyaratan BS 1977.5.5%. b. Produksi : Setara Supreme. ukuran 144x144 atau 96x96. Produksi : Setara EGA. kelas 1. kapasitas 1. double gang maupun multiple gang.5%. 6. Saklar memiliki rating voltage 250 V. Unibell. Produksi : Setara Catu. b. 10 A type rocker dengan jenis single gang. Stop Kontak. Kabelindo. DIN 46235. Marshall Tuplex. • Amper Meter (Pengukur arus listrik). • Frekwensi Meter. ketelitian 1. ketelitian 1. ketelitian 1. dan lain-lain) a.2 x In continue. LMK. BS 4607. Voksel. 16 A dan stop kontak 1 phasa khusus dilengkapi saklar dan lampu tanda memiliki rating voltage 250 V.2 x In continue. IEC 51. VDE 0250. PLN. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian adalah dari bahan tembaga pejal dengan konduktifitasnya sebesar 99. Cos Phi Meter. PLN. Waler. Voksel. Instalasi Listrik (Penerangan. Unit AC. Kabelmetal.5. kelas 1. Saklar dan Stop Kontak a. LMK dan harus dilengkapi dengan box dari bahan metal anti karat atau mouled plastic.99% yang dilengkapi dengan warna phasa. LMK. Unibell. suhu operasi -10 s/d 50 C. PLN. kapasitas 1. Kabel instalasi listrik adalah jenis NYM 3 core 500 Volt untuk 1 phasa yang telah memenuhi persyaratan SII 0209-78. 7. • Kilo Watt Meter (kWh-Meter) dari jenis 1 phase dan 3 phase harus sesuai dengan data teknis PLN dan LMK. SPLN. Meter-meter pengukur sesuai dengan standar LMK. AEG. 13 A. suhu operasi -10 s/d 50 C. LMK. DIN 46235. Produksi : Setara Schlumberge. skala 0-500A. Stop kontak 1 phasa normal memiliki rating voltage 250 V.99% yang telah memenuhi standard BS 1977. suhu operasi -10 s/d 50 C.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 59 BAB XII • Volt Meter (Pengukur tegangan listrik). PLN. Saklar dan stop kontak tersebut diatas harus memenuhi persyaratan IEC. k. dan lainnya harus berukuran 144x144 atau 96x96.5. kelas 1.5%. Pipa dan fleksibel conduite pelindung kabel instalasi listrik dan accessories lainnya adalah jenis PVC high impac yang telah memenuhi persyaratan BS 6099. ukuran 144x144 atau 96x96. LMK. Busbar dan sepatu kabel serta perekatnya (Mur dan Baut) adalah jenis tembaga dengan konduktifitasnya sebesar 99. Produksi : Setara Catu. skala 0-500V.

Armatur lampu memiliki plate minimum 0. Air Terminal (Splizen) Air terminal atau splizen untuk sistem elektrostatis adalah jenis Non Radio Aktif dan harus sesuai dengan standard IEC 1024-1.7 mm dicat dasar anti karat dan dicat oven warna putih untuk jenis recessed mounted TL 1 x 36 W atau 2 x 36 W type TKI maupun type balok. PLN. down light dengan lampu PLC 18 W. 8. Armatus Lampu dan Komponen Lampu a. Zeus. Sistem Sistem penangkal petir menggunakan sistem elektrostatis non radio aktif yang prinsip kerjanya adalah menarik energi medan listrik di atmosfir yang meningkat dengan cepat pada saat terjadi petir. dan Down light halogen 50 W/12 V. yaitu Ballast dari type Low loss dan digunakan untuk satu lampu floerescent (Neon) yang terpasang kokoh pada armatur. Komponen lampu. Bahan dan Material 1. Kurn. Capasitor harus dari jenis metalized paper dengan maksimum temperatir 85 C. Produksi : Setara Phillips. Produksi : Setara Prevectron. toleransi 10% serta dilengkapi dengan Stater socket dari jenis polycarbonate dan Staternya dari jenis ES Porceliain lamp holders. LMK. Phillips. Apollo. 50 Hz. c. Ese Tech. OniLigt. dimana harus mempunyai terminal pembumian. 250 V. BJB. pengumpulan energi ini terlebih dahulu diakumulasikan dan kemudian dibebaskan pada waktu yang telah ditentukan untuk menciptakan ionisasi dengan loncatan muatan disekitar batang penerima (Ait Terminal/Splizen) penangkal petir. ventilasi didalammnya cukup baik dan reflector terbuat dari bahan alumunium silicon alloy dengan derajat pemantulan yang sangat baik. Atco. Legrand.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 60 BAB XII Produksi : Setara MK. b. Pelepasan medan ionisasi keawan akan dapat (mampu) menimbulkan perbedaan potensial antara awan dan permukaan tanah (bumi). Instalasi Penangkal Petir A. . B. Produksi : Setara Artolite. Hal tersebut akan memungkinkan terjadinya sambaran petir berkurang dan daya tarik muatan terhadap muatan awan terkonsentrasi pada titik sambaran air terminal saja. sehingga arus muatan pada tingkat yang paling rendah akan dapat mengalir secara terus menerus ke tanah melalui penghantar menuju elektroda pembumian yang tersendiri.

Voksel. PLN. Produksi : Setara Supreme. 3. Kabelmetal. JapaPanel. • Unit Instrument : Schlumberge. ABB. LMK. Hansel. Nobi. Produksi : Setara Catu. • Kabel 1 kVolt : Supreme.1 Pekerjaan Mekanikal dan Plumbing A. • Relay Pengaman : Merlin Gerin. EQual. KHI. Pralon. • Lightning arrester : OBO B.6. Merlin Gerin. Astam. Spindo. B. Kabel Penghantar Kabel penghantar untuk instalasi penangkal petir adalah jenis NYY 0. Kabelindo. Elektroda Pembumian Elektroda pembumian dari bahan tembaga pejal yang telah memenuhi standard BS 1977. Instalasi Plumbing – (Produk/Merek harus Setara) • Pengolahan limbah air kotor : Bio-Master. . Batang Peninggi (Penyanggah Air Terminal) Batang peninggi untuk air terminal adalah tiang tembaga pejal berdiameter 100 mm dengan tinggi 24 meter telah memenuhi standard BS 1977. Unibell. DIN 46235.6/1 kV yang telah memenuhi persyaratan LMK. 4. Hager. Metosu. Instalasi Listrik (Arus Kuat) – (Produk/Merek harus Setara) • Panel tegangan rendah : Simetri. Appindo. LMK. PLN. ELEKTRIKAL DAN PLUMBING 13.6. Kitz.2 Pekerjaan Elektrikal A. OniPanel. PLN. Bombas Ideal. • Pipa utama di ruang pompa : PPI. Mizu. Produksi : Setara PPI. Instalasi Pemadam Kebakaran – (Produk/Merek harus Setara) • Pemadam api ringan (PAR) : Yamato. Phonic Contec. Bumi Kaya. • Pipa Plumbing : Rucika. • Komponen Panel TR : Terasaki. • Pompa air bersih : Grundfos. AEG. Super Intilon. Circutor. 13. Wavin. Jembo Cable.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 61 BAB XII 2. Landini. Kabelindo. Omron. Bio-Primatec. Kabelmetal. • Peralatan pengaturan air bersih (10 bar) : Toyo. 13. unibell. Voksel. • Rak kabel : OniRack. Chuub. Fuji Electric. Crompton. Bakrie.Super Swallow. Matra. MG. AEG..6 OUTLINE SPECK PEKERJAAN MEKANIKAL. Bakrie. AEG.

Waler. Waler. Unibell. Metosu. untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna menurut pertimbangan Direksi. OBO Bettermann. Apollo. Kabelmetal. Ese Tech. Marshall Tuplex. Kabel kontrol : BICC Brand-Rex. PASAL 14 : PERATURAN PENUTUP. Unit saklar dan stop kontak : MK. Marshall Tuplex. harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Bestek ini. Merlin Gerin. Pekerjaan Instalasi Penyalur Petir – (Produk/Merek harus Setara) • Air terminal system elektrostatis : Prevectron. Avaya. Unibell. tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Bestek ini. Phillips. Zeus. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini. Armatur lampu : OniLight. maka pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Bestek ini.1. Legrand. Unit alat lampu : Phillips. Kabelindo. 14. tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Pemborong. Atco. BJB. 14. B. • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Kabel 1 kVolt : Supreme.2.RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) 62 BAB XII • • • • • • • Peralatan pembumian pengaman : Catu. Phonic Contec. . Voksel. • Lightning counter : Prevectron. Kapasitor bank : Nokian. Pipa pelindung kabel : EGA. • Pipa pelindung kabel : EGA. Kurn. Jembo Cable. Meskipun dalam Bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh Pemborong dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful