You are on page 1of 5

ASM

Oracle 10g memiliki banyak fitur yang menguntungkan, merupakan revolusi dari versi
sebelumnya yaitu Oracle 9i dan 8i. Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh
Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan
menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database. Oracle 10g merupakan DBMS yang
mampu mengoptimalisasikan tugas-tugas dalam database, g di sini mengidentifikasikan dari
teknologi grid computing.

Fungsi dasar dari ASM adalah melakukan manajemen penyimpanan data pada storage
dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya
redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.

Real Aplication Cluster (RAC), merupakan komponen dari Oracle 10g yang senantiasa
membantu penyederhanaan dan pengoptimasisasian dalam menajemen file database yang
dilakukan oleh ASM. RAC dapat juga digunakan oleh sistem database untuk mendukung
implementasi across multiple server.

Dengan adanya ASM, kita tidak perlu lebih ekstra dalam menyediakan sumber penyimpanan
data dalam manajemen basisdata. Kecerdasan ASM’s memungkinkan pengunaan triple data
protection, suatu teknologi yang memberikan 3 pilihan konfigurasi ASM dalam
memanajemen basisdata, yaitu :

1. High
2. Normal
3. Eksternal

ASM berkerja di wilayah kluster sehingga memungkinkan penanganan instan ASM per klien
dalam instan database. Untuk mengoptimalisasikan kemampuan dan manajemen, instan ASM
dapat di installisasi diantara parameter ORACLE_HOME yaitu di ASM_HOME.

ASM juga meningkatkan performa I/O, file database dapat didistribusikan silang antara
device yang sedang aktif sehingga dapat mengembalikan keseimbangan dan menjaga kinerja
dari database. Kemampuan ASM dalam meningkatkan kemampuan dalam memanajemen

EXE) untuk membuat partisi dengan type primary dan size yang dibutuhkan Sebagai contoh : Redo logs Pengaturan Ulang Ukuran Redo Log File Redo Log File merupakan jenis berkas yang sangat penting. yaitu: 1. pada saatnya isi dari Redo Log Files akan dihapus agar tidak memenuhi harddisk.basisdata dapat terlihat dari adanya duplikasi data sebagaimana backup data yang dilakukan dalam recovery. Seperti contoh : . Gunakan fasilitas partisi disk (DISKPART. Untuk menyiapkan hardisk agar dapat dilakukannya konfigurasi ASM pada waktu instalisasi Oracle. setidaknya ada 2 point penting yang mesti diperhatikan. namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. jika tidak kita selamatkan di archieve redo logs. transaksi – transaksi bisa dipulihkan ke basis data secara benar. Fungsinya adalah agar jika terjadi kesalahan – kesalahan tertentu di sistem basis data. Redo Log Files ini pada umumnya memuat transaksi – transaksi. khsusnya melalui OS Windows NT. Seperti dapat kita bayangkan. Berkas Redo Log File yang rusak kadang membuat basis data sama sekali tidak bisa dibuka. Investigasi kondisi space yang ada dalam hardisk 2.

Setelah kelompok 3 penuh oleh data transaksi. yang berarti kelompok Redo Log Files yang bersangkutan tidak diperlukan lagi dalam pemulihan instance. mekanisme kerjanya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Untuk mengantisipasi keadaan ini.  Mengaktifkan Archieve Log File Mengantisipasi gerakan sirkular pengelolaan Redo Log Files oleh Oracle 10g yang akan menghapus isi suatu kelompok saat pengelolahan yang dilakukan oleh Oracle 10g bergerak ke kelompok yang bersangkutan. Setelah kelompok 1 penuh. Pertama kali transaksi – transaksi akan dicatat ke kelompok 1 2. Oracle 10g akan bergrak ke kelompok 3 4. kita dapat menambahkan anggota baru untuk setiap kelompok. Bagaimana jika terjadi suatu kerusakan pada kelompok yang hanya memiliki member berjumlah satu saja ? tentu saja pemulihan data ( data recovery ) kelak tidak akan berjalan dengan baik. Demikian seterusnya Selain hal – hal yang dibahas diatas. Ini merupakan status dimana checkpoint belum dieksekusi untuk menuliskan perubahan – perubahan yang direpresentasikan dalam Redo Log Files ke datafile • INACTIVE : Checkpoint yang dibicarakan dia atas sudah dieksekusi. Oracle 10g akan melakukan pencatatan transaksi dengan mengisi kelompok 2 3. Kelompok Redo LoG Files akan berada di status ini hingga terjadi perpindahan ke kelompok lain. yang berkaitan dengan Redo Log Files kita juga perlu mengingat status dari masing – masing kelompok Redo Log Files. • ACTIVE : Status ini berarti kelompok Redo Log Files masih memuat data – data redo yang diperlukan untuk pemulihan instance. oracle 10g akan kembali ke kelompok 1. ada mekanisme yang . dengan menghapus isi dari kelompok 1 yang telah ada sebelumnya 5. Adapun status dari Redo Log Files beserta keterangannya sebagai berikut : • CURRENT : status ini berarti kelompok redo log files sedang ditulis oleh LGWR ( Log Writer ) untuk merekan data – data redo untuk semua transaksi yang terjadi di basis data. dan dapat digunakan sebagai kelompok CURRENT  Penambanahan Anggota ( member ) Pada Kelompok – Kelompok Redo Log Files Setiap kelompok Redo Log Files memiliki anggota ( member ) – nya masing – masing. Setelah kelompok 2 penuh oleh pencatatan transkasi – transaksi . Jika kita memiliki 3 kelompok ( groups ) Redo Log Files.

semua transaksi di-record (disimpan) di dalam log file. Bila logfile penuh. Tablespace – Tablespace yang perlu ditambahkan bisanya adalah Tablespace temperorer yang diperlukan untuk melakukan pengurutan ( sorting ). seandainya full backup dilakukan sebulan yang lalu. kita akan kehilangan jejak transaksi yang ada di logfile tersebut. Jadi. Bila kita me-restore dari hasil offline backup. Oleh karena itu kita tidak kehilangan jejak transaksi yang disimpan di log yang ditulis ulang tersebut. maka transaksi disimpan di log berikutnya. atau sesaat sebelum terjadi bencana (kerusakan database). serta Undo Tablespace yang diperlukan untuk meningkatkan konsistensi pembacaan. minimal ada 2 group logfile.  Membuat Tablespace Tambahan Jika kita tidak menggunakan DBCA saat kita membuat suatu dtaabase. maka data yang bisa diambil adalah data ketika off line backup dilakukan. melakukan pengarsipan Redo Log Files sebelum isinya dihapus karena akan digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi yang baru. Archived log digunakan untuk recovery database. sebelum logfile ditulis ulang. Mekanisme ini akan melakukan pengarsipan di suatu berkas yang dinamakan Archieve Log Files. maka data yang bisa diselamatkan (diambil) adalah data sebulan yang lalu tersebut. Dalam 1 instance. maka kita perlu membuat database awal. Berbeda dengan jika kita me-restore dari hasil online backup. Setelah file backup di-restore. pemulihan ( recovery ) dan pernyataan – pernyataan pembatalan transaksi ( rollback ). content-nya dicopy (backup) dulu ke archived log. Untuk mengkonfigurasi basis data agar memiliki kemampuan pemulihan yang paling prima. Mekanisme kerjanya adalah sirkular. Untuk melihat apakah database sudah dalam mode archivelog atau tidak SQL> archive log list Database log mode No Archive Mode Automatic archival Disabled Archive destination /oradata/oracle/ts/arc Oldest online log sequence 56 . tentu saja dengan menghapus content (isi) sebelumnya. Tentu saja. kita dapat dengan mudah menginstruksikan sistem basis data Oracle 10g untuk membuat salinan Redo Log Files ke Archieve Log File sebelum akhirnya Redo Log Files yang bersangkutan ditimpa oleh transaksi – transaksi yang baru. kemudian archived log yang terbentuk setelah online backup (yang berisi rekaman transaksi itu) di-apply kembali (istilahnya recovery). Dalam database dengan mode archivelog. Archive log Men-setting database menjadi archivelog mode Di database Oracle. Setelah semua log terisi. maka log yang terlama akan ditulis ulang (rewrite). Sehingga kita bisa mendapatkan data sampai archived log terakhir.

tapi archive jalan otomatis. Semua database production selalu memilih yang otomatis. alias bernilai false. SQL> alter database open. . saya belum explore lebih jauh. Saya menggunakan database 10g release 2 (10. Manual 2.Next log sequence to archive 58 Current log sequence 58 Dalam contoh di atas. init parameter log_archive_start harus TRUE. Untuk mengotomatiskan pekerjaan archive. database 10g saya archive-nya jalan otomatis tanpa mensetting parameter log_archive_start. Lihat. Untuk meng-archive log file dilakukan dua cara: 1.2. misalnya belajar. Yang pasti. kecuali untuk tujuan tertentu. Jadi harus mengaktifkan parameter tersebut di file init. Untuk mengaktifkan mode archivelog. Parameter log_archive_start tidak perlu saya setting. mode database masih belum archivelog. jalankan command berikut: SQL> shutdown immediate SQL> startup mount SQL> alter database archivelog.0). sekarang mode database sudah archivelog SQL> archive log list Database log mode Archive Mode Automatic archival Enabled Archive destination /oradata/oracle/ts/arc Oldest online log sequence 56 Next log sequence to archive 58 Current log sequence 58 Catatan: Perintah “alter database archivelog” adalah untuk membuat mode database menjadi ARCHIVELOG. Kayaknya di versi 10g parameter ini dah gak dibutuhkan lagi. otomatis Pilihan manual adalah jarang terjadi.