KASUS 3 Anda bekerja sebagai dokter di IGD sebuah rumah sakit.

Pada suatu sore hari datang seorang laki-laki berusia 45 tahun membawa anak perempuannya yang berusia 14 tahun menyatakan bahwa anaknya tersebut baru saja pulang “dibawa lari” oleh teman laki-laki yang berusia 18 tahun selama 3 hari keluar kota. Sang ayah takut apabila telah terjadi sesuatu pada diri sang putrinya. Ia juga bimbang apa akan diperbuatnya bila sang anak telah “disetubuhi” laki-laki tersebut dan akan merasa senang apabila anda dapat menjelaskan berbagai hal tentang aspek medikolegal dan hukum kasus anaknya. BAB I PENDAHULUAN Salah satu praktek seks yang dinilai menyimpang adalah bentuk kekerasan seksual. Artinya praktek hubungan seksual yang dilakukan dengan cara-cara kekerasan, bertentangan dengan ajaran dan nilai-nilai agama serta melanggar hukum yang berlaku. Kekerasan ditunjukkan untuk membuktikan bahwa pelakunya memiliki kekuatan, baik fisik maupun nonfisik. Dan kekuatannya dapat dijadikan alat untuk melakukan usahausaha jahatnya itu. Untuk mengenali bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak sesungguhnya tidaklah jauh dari sekitar kita. Realitas kekerasan seksual yang dialami anak–anak sampai saat ini masih menjadi masalah yang cukup besar di Indonesia. Lihat saja pemberitaan media cetak dan elektronik mengenai kekerasan seksual pada anak dapat dijumpai setiap hari. Bentuk dan modus operandinya pun juga cukup beragam. Berdasarkan ketentuan Konvensi Hak Anak (1989) dan protokol tambahannya KHA (option protocol Convention on the Rights of the Child) bentuk-bentuk kekerasan dibagi dalam empat bentuk. Kekerasan seksual meliputi eksploitasi seksual komersial termasuk penjualan anak (sale children) untuk tujuan prostitusi (child prostitution) dan pornografi (child phornografy). Kekerasan seksual terhadap atau dengan sebutan lain perlakuan salah secara seksual bisa berupa hubungan seks, baik melalui vagina, penis, oral, dengan menggunakan alat, sampai dengan memperlihatkan alat kelaminnya, pemaksaan seksual,

sodomi, oral seks, onani, pelecehan seksual, bahkan perbuatan incest. Bentuk lainnya, menyentuh alat kelamin korban atau memaksa korban untuk menyentuh alat kelaminnya; melibatkan anak-anak dalam pornografi, misalnya memperlihatkan gambar atau tulisan erotis dengan tujuan membangkitkan nafsu birahi, termasuk juga memperlihatkan kepada anak-anak alat-alat seperti kondom, gambar orang tanpa busana dan sebagainya. Menurut Resna dan Darmawan, tindakan penganiayaan seksual dapat dibagi atas tiga kategori yaitu perkosaan, incest, dan eksploitasi. Pada eksploitasi termasuk prostitusi dan pornografi. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut. (a) Perkosaan Pelaku tindakan perkosaan biasanya pria. Perkosaan biasanya terjadi pada suatu saat dimana pelaku (biasanya) lebih dulu mengancam dengan memperlihatkan kekuatannya kepada anak. Jika anak diperiksa dengan segera setelah perkosaan, maka bukti fisik dapat ditemukan seperti air mata, darah, dan luka memar yang merupakan penemuan yang mengejutkan dari penemuan suatu akibat penganiayaan. Apabila terdapat kasus pemerkosaan dengan kekerasan pada anak, akan merupakan suatu resiko terbesar karena penganiayaan sering berdampak emosi tidak stabil. Khusus untuk anak ini dilindungi dan tidak dikembalikan kepada situasi di mana terjadi tempat perkosaan, pemerkosa harus dijauhkan dari anak. (b) Incest, didefinisikan sebagai hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya antara individu yang mempunyai hubungan dekat, yang perkawinan di antara mereka dilarang oleh hukum maupun kultur. Incest biasnya terjadi dalam waktu yang lama dan sering menyangkut suatu proses terkondisi. (c)Eksploitasi, Eksploitasi seksual meliputi prostitusi dan pornografi, dan hal ini cukup unik karena sering meliputi suatu kelompok secara berpartisipasi. Hal ini dapat terjadi sebagai sebuah keluarga atau di luar rumah bersama beberapa orang dewasa dan tidak berhubungan dengan anak-anak dan merupakan suatu lingkungan seksual. Pada beberapa kasus ini meliputi keluargakeluarga, seluruh keluarga ibu, ayah, dan anak-anak dapat terlibat dan anak-anak harus dilindungi dan dipindahkan dari situasi rumah. Hal ini merupakan situasi patologi di mana kedua orangtua sering terlibat kegiatan seksual dengan anak-anaknya dan mempergunakan anak-anak untuk prostitusi atau untuk pornografi. Eksploitasi anak-anak membutuhkan intervensi dan penanganan yang banyak secara psikiatri.

BAB II 2.1 ASPEK HUKUM KUHP Pasal KUHP yang mengatur mengenai pencabulan ada dalam pasal 289-296. Pasal 289 KUHP Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun.

Pasal 290 KUHP Diancam dengan pidana paling lama tujuh tahun:

Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang padahal diketahui bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya; Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin

Barangsiapa membujuk seseorang yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau umurnya tidak ternyata, bahwa belum mampu dikawin, untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul atau bersetubuh diluar perkawinan dengan orang lain

Pasal 292 KUHP Orang yang cukup umur yang melakukan perbuatan cabul dengan ornag lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pasal 88 Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. memaksa. Pasal 82 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. • Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan orang yang terhadap dirinya dilakukan kejahatan itu. dipidana dengan penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak 300 juta rupiah dan paling sedikit 60 juta rupiah. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. dipindana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak 200 juta rupiah. melakukan tipu muslihat. untuk melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul dengan dia. padahal tentang belum cukup umurnya itu diketahui atau selayaknya harus diduga. • UU No. bagi pengaduan ini adalah masing-masing 9 bulan dan 12 bulan. . Tenggang tersebut dalam pasal 74. menyelahgunakan pembawa yang timbul dari hubungan keadaaan.Pasal 293 KUHP • Barangsiapa dengan memberi atau menjanjikan uang atau barang. atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pada UU Perlindungan Anak yang mengatur mengenai pencabulan terdapat pada pasal 82 dan 88. atau dengan menyesatkan sengaja menggerakkan seseorang belum cukup umur dan baik tingkah-lakunya. serangkaian kebohongan.

Padahal di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat kasus seperti ini dianggap sebagai sebuah kejahatan besar dimana pelakunya bisa mendapat vonis penjara di atas 15 . Misalnya. yaitu UU No 4 tentang Kesejahteraan Anak yang dengan tegas merumuskan.Terakhir. setiap anak berhak atas pemeliharaan dan perlindungan sejak dalam kandungan sampai dengan sesudah dilahirkan. terhadap anak tidak dibenarkan adanya perbuatan yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Sebenarnya sejak tahun 1979 pemerintah telah menetapkan sebuah peraturan untuk meletakkan anak-anak dalam sebuah lembaga proteksi yang cukup aman. Undang-undang Perlindungan Anak dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan KUHP.Dapat terlihat disini perbedaan antara hukuman yang diberikan oleh KUHP. ada sanksi cukup tinggi berupa hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun dengan denda maksimal Rp 300 juta dan minimal 60 juta tindakan yang berhubungan dengan perkosaan dan pencabulan terhadap anak yang diatur di dalam KUHP. Dalam koridor tersebut. pemerintah menetapkan pula UU No 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang secara tegas pula menggariskan bahwa anak adalah penerus generasi bangsa yang harus dijamin perlindungannya dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi Contoh lain kasus anak yang dapat menggambarkan bahwa betapa KUHP dinilai kurang adekuat dalam memberikan hukuman adalah dalam kasus perdagangan anak-anak. Seorang anak yang tidak dapat diasuh dengan baik oleh orang tuanya dapat mengakibatkan pembatalan hak asuh orang tua. yang tidak dianggap sebagai sebuah kejahatan besar di Indonesia. Pasal 297 KUHP yang mengatur masalah ini hanya mengancam dengan vonis maksimal 4 tahun. Langkah pemerintah selanjutnya adalah menetapkan UU Pengadilan Anak (UU No 3 Tahun 1997) yang diharapkan dapat membantu anak yang berada dalam proses hukum tetap untuk mendapatkan hak-haknya. UU Perlindungan anak dan UU anti KDRT.

Pengadaan visum et repertum Tentang pemeriksaan kedokteran terhadap tersangka Pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan pemberian Kaitan visum et repertum dengan rahasia kedokteran Tentang penerbitan Surat Keterangan Kematian dan Surat Keterangan keterangan ahli di dalam persidangan . Dasar pengadaan visum et repertum Pasal 133 KUHP (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka.tahun.2 PROSEDUR MEDIKOLEGAL Prosedur medikolegal adalah tatacara atau prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum. 2. 1. dan pada beberapa bidang juga mengacu kepada sumpah dokter dan etika kedokteran. keracunan atau mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. Lingkup prosedur medikolegal • • • • • Medik • Tentang fitness / kompetensi pasien untuk menghadapi pemeriksaan penyidik. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. Secara garis besar prosedur medikolegal mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Bahkan berfantasi seksual dengan anak-anak pun dianggap sebagai sebuah kejahatan. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainya. (2) Permintaan keterangan ahli seperti yang dimaksudkan dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis.

00. menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan. Permintaan Visum et Repertum Menurut Pasal 133 KUHP : . dilakukan dengan diberi cap jabatan yang diletakkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat.000. bukan tersangka .Wewenang penyidik .Tertulis (RESMI) . . demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah. Sangsi Bagi Pelanggar Kewajiban Dokter Pasal 216 KUHP (1) Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu.Ada dugaan akibt peristiwa pidana . Identitas pada label ii.Bila mayat: i. atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. Ditujukan kepada SpF dan Dokter RS 2. (2) Disamakan dengan pejabat tersebut di atas. diancam dengan pidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu atau denda paling banyak Rp 9. Jenis pemeriksaan yang diminta iii.(3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan pada mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat. setiap orang yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum.Terhadap korban.

Dalam perkara lain. ahli atau juru bahasa.500. dengan sengaja tidak melakukan suatu kewajiban yang menurut UU ia harus melakukannya: 1. Pasal 224 KUHAP Barang siapa dipanggil menurut undang-undang untuk menjadi saksi. Pemeriksaan Tersangka Pasal 66 KUHAP Tersangka atau terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian Pasal 37 KUHAP (2) Pada waktu menangkap tersangka atau dalam hal tersangka sebagaimana dimaksudkan dalam pasal (1) dibawa kepada penyidik.00. Permintaan sebagai Saksi Ahli (masa persidangan) Pasal 179 KUHAP Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 6 bulan.(3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga. diancam dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4. 4. menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat untuk pengadilan. penyidik berwenang menggeledah pakain dan atau menggeledah badan tersangka. Pasal 222 KUHP Barang siapa sengaja mencegah. . Dalam perkara pidana dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan 2. maka pidananya dapat ditambah sepertiga. 3.

untuk kepentingan pembuktian. dapat melakukan tindakan medis terhadap seseorang dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang bersangkutan 5. 6. Hakim ketua sidang dapat meminta keterangan ahli dan dapat pula minta agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan.Pasal 53 UU Kesehatan (3) Tenaga kesehatan. Pembuat Visum et Repertum bagi Tersangka (misal: VeR Psikis) Pasal 120 KUHAP (1) Dalam hal penyidik menganggap perlu. Keterangan saksi . Keterangan Ahli Pasal 1 Butir 28 KUHAP Keterangan Ahli adalah keterangan yang diberikan seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan agar dapat diajukan ke sidang pengadilan sebagai upaya pembuktian. harus dikemas dalam bentuk ‘ALAT BUKTI SAH’ 7. Alat Bukti Sah Pasal 183 KUHAP Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperolah keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. Pasal 184 KUHAP (1) Alat bukti sah adalah : a. ia dapat meminta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus Pasal 180 KUHAP (1) Dalam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya persoalan yang timbul di sidang pengadilan.

Pejabat PNS tertentu yang diberi wewenang khusus oleh UU Yang membutuhkan Visum et Repertum  kasus pidana Umum  penyidik harus Polisi . Keterangan Ahli Diberikan Secara Bertulis Pasal 187 KUHAP (1) Surat sebagaimana tersebut pada pasal 184 ayat (1) huruf c. adalah : c. Petunjuk e. 9.Pejabat POLRI . Keterangan terdakwa 8. Keterangan ahli c. dibuat atas smpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah.b. surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan keahliannya mengenai suatu hal atau suatu keadaan yang diminta secara resmi daripadanya  alat bukti sah surat 10. Penjelasan Pasal 186 KUHAP Keterangan ahli ini dapat juga diberikan pada waktu pemeriksaan oleh penyidik atau penuntut umum yang dituangkan dalam suatu bentuk laporan dan dibuat dengan mengingat sumpah di waktu ia menerima jabatan atau pekerjaan. Surat d. Pejabat Yang Berwewenang Meminta visum et Repertum Pasal 133 KUHAP  penyidik Pasal 6 (1) KUHAP  Penyidik : . Keterangan Ahli Diberikan secara Lisan Pasal 186 KUHAP Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan disidang pengadilan.

maka komandan kepolisian yang berpangkat bintara dibawah pembantu letnan dua polisi. .3 PROSEDUR HUKUM Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pemeriksaan 1. Korban harus diantar oleh polisi karena tubuh korban merupakan benda bukti. Apabila korban datang sendiri dengan membawa surat permintaan dari polisi. karena jabatannya adalah penyidik. Artinya : • • • Tidak semua polisi berpangkat pelda keatas adalah penyidik Tidak semua polisi berpangkat sersan adalah penyidik pembantu Setiap kapolsek adalah penyidik 1 2. dokter harus melakukannya berdasarkan permintaan tertulis dari penyidik yang berwenang. Memiliki permintaan tertulis dari penyidik Untuk dapat melakukan pemeriksaan yang berguna untuk peradilan.Penyidik PNS tidak berwenang meminta Visum et Repertum Pasal 2 PP No 27 Thn 1983 (2) Penyidik adalah pejabat polisi NKRI tertentu yang sekurang-kurangnya berpangkat pembantu letnan dua polisi (Ajun inspektur dua) Pasal 2 PP No 27 Thn 1983 Penyidik pembantu adalah • • Pejabat polisi NRI tertentu yang sekurang-kurangnya berpangkat sersan Pejabat PNS tertentu yang berpangkat pengatur muda (gol II/a) atau yang dua polisi disamakan dengan itu Pasal 2 (2) PP No 27 Thn 1983 Dalam hal disuatu sektor kepolisian tidak ada pejabat penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a.

maka persetujuan diberikan oleh orang tuanya atau saudara terdekatnya. karena meskipun sudah ada surat permintaan dari polisi. Informed Consent Sebelum memeriksa. Hasil pemeriksaan yang lalu tidak dicantumkan dalam Visum et Repertum. belum tentu korban menyetujui dilakukannya pemeriksaan ke atas dirinya. Pada saat memeriksa. tetapi dalam bentuk surat keterangan. Selain itu. atau di tempat praktek atas inisiatif korban sendiri tanpa permintaan polisi. maka hasil pemeriksaan sebelumnya tidak boleh dicantumkan dalam Visum et Repertum karena segala sesuatu yang diketahui dokter tentang diri korban sebelum ada permintaan untuk dibuatkan Visum et Repertum merupakan rahasia kedokteran yang wajib disimpannya (KUHP pasal 322). korban harus dibawa kembali untuk diperiksa dan Visum et Repertum dibuat berdasarkan keadaan yang ditemukan pada waktu permintaan diajukan. Sedangkan jika korban anak kecil dan jiwanya terganggu. lalu beberapa waktu kemudian polisi mengajukan permintaan untuk dibuatkan Visum et Repertum. Dalam hal demikian. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secepat mungkin Korban sebaiknya tidak dibiarkan menunggu dengan perasaan was-was dan cemas di kamar periksa. dokter harus mendapatkan surat ijin terlebih dahulu dari pihak korban. tempat yang digunakan sebaiknya tenang dan dapat memberikan rasa nyaman bagi korban.korban jangan diperiksa dahulu tetapi diminta untuk kembali kepada polisi dan datang bersama polisi. 2. Visum et repertum dibuat hanya berdasarkan atas keadaan yang didapatkan pada tubuh korban saat permintaan Visum et Repertum diterima oleh dokter. perawat. korban. Jika dokter telah memeriksa korban yang datang di rumah sakit. Pemeriksa harus menjelaskan terlebih dahulu tindakan tindakan . dan keluarga atau teman korban apabila korban menghendakinya. Oleh karena itu. perlu dibatasi jumlah orang yang berada dalam kamar pemeriksaan. hanya dokter. 3. atau walinya. maka dia berhak memberi persetujuan. dokter harus didampingi oleh seorang perawat atau bidan. Dalam melakukan pemeriksaan. Jika korban sudah dewasa dan tidak ada gangguan jiwa. bagian yang akan diperiksa meliputi daerah yang bersifat pribadi.

Katakana bahwa pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan permintaan polisi dan biasanya dilakukan di rumah sakit.4 PEMERIKSAAN MEDIK Pemeriksaan secara medis pada korban kejahatan seksual. Jika orang tua hanya sekedar ingin mengetahui saja maka dokter dapat melakukan pemeriksaan. Bila dimaksudkan akan melakukan penuntutan maka sebaiknya dokter jangan memeriksa anak itu. Tetapi jelaskan lebih dahulu bahwa hasil pemeriksaan tidak akan dibuat dalam bentuk surat keterangan. . 4. bahwa jika umur anaknya sudah 15 tahun. yaitu anamnesis. atau ada maksud untuk melakukan penuntutan. 2. apakah sekesar ingin mengetahui saja. Ambil data-data polisi. karena ia merasa sangsi apakah anaknya masih perawan. dan jika persetubuhan terjadi tidak dengan paksaan maka menurut undang-undang. Mungkin ada baiknya dokter memberikan penerangan pada ibu/ayah itu. pemeriksaan fisik. Dalam hal ini. dan pemeriksaan penunjang: 1. karena kita tidak mengetahui untuk apa surat keterangan itu. sebaliknya orang tua malah mendesaknya.yang akan dilakukan pada korban dan hasil pemeriksaan akan disampaikan ke pengadilan. baik pada anak-anak maupun dewasa pada dasarnya sama dengan pada pasien lain. Pengaduan mungkin hanya akan merugikan anaknya saja. atau karena ia merasa curiga kalau-kalau atas diri anaknya baru terjadi persetubuhan. sebaiknya ditanyakan dahulu maksud pemeriksaan. Mungkin untuk melakukan penuntutan atau untuk menuduh seseorang yang tidak bersalah. korban dokter dan perawat terkait. Visum et Repertum diselesaikan secepat mungkin agar perkara dapat cepat diselesaikan. Kadang-kadang dokter yang sedang berpraktek pribadi diminta oleh seorang ayah/ibu untuk memeriksa anak perempuannya. Dalam keadaan sedemikian umumnya anak tidak mau diperiksa. laki-laki yang bersangkutan tidak dapat dituntut. Lebih baik lagi jika orang tua itu dianjurkan untuk minta nasehat dari seorang pengacara. Sebaiknya dokter meminta ijin tertulis untuk memeriksa dan memberitahukan hasil pemeriksaan kepada orang tuanya.

paha Trace evidence yang menempel pada tubuh Perkembangan seks sekunder Tinggi dan berat badan bersetubuh? Waktu persetubuhan terakhir? Menggunakan . pergelangan tangan. Ambil contoh darah Tanda kekerasan: mulut. narkotik.2. Umum: • • • • • • • Anamnesis: Umur Status perkawinan Haid: haid. • • • • • • • • • • • • 3. leher. lengan. alkohol. Lumpur. dll Pakaian dalam rapih atau tidak Benda-benda yang menempel sebagai trace evidence Pemeriksaan badan: Rambut / wajah rapi atau kusut Emosi tenang atau gelisah Tanda bekas pingsan. terakhir Penyakit kelamin dan kandungan Penyakit lain seperti ayan dll Pernah kondom? Waktu kejadian Tempat kejadian Apakah korban melawan? Apakah korban pingsan? Apakah terjadi penetrasi? Apakah terjadi ejakulasi? Periksa pakaian: Robekan lama / baru / memanjang / melintang Kancing putus Bercak darah. sperma. • • • • • 4.

infeksi atau karena traksi labia mayor pada pemeriksaan) Penebalan selaput dara (mungkin akibat estrogen. maka dapat terjadi perlukaan pada . benda asing atau trauma yang eksidental 5. Pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan seperti: • • • • Pemeriksaan darah Pemeriksaan cairan mani (semen) Pemeriksaan kehamilan Pemeriksaan VDRL Deskripsikan mengenai adanya robekan. tergantung pada jarak saat pemeriksaan dan saat abuse. Apabila terjadi hubungan seksual secara anal. terlipatnya tepi selaput. tetapi mungkin juga akibat sebab lain atau merupakan varian yang normal. Genitalia: Pada pemeriksaan fisik anak. infeksi atau iritan) Adesi labia (mungkin terdapat iritasi atau rabaan) Friabilitas (retak) daerah posterior fourchette (akibat iritasi. • • • • • • • • • • Eritema (kemerahan) vestibulum atau jaringan sekitar anus (dapat akibat zat iritan. bengkak karena infeksi ataupun trauma) Kulit genital semu (mungkin jumbai kulit atau kulit bukan genital mungkin condyloma acuminata yang didapat bukan dari seksual) Fisura ani (biasanya akibat konstipasi atau iritasi perianal) Pendataran lipat anus (akibat relaksasi sfingter eksterna) Pelebaran anus dengan adanya tinja (refleks normal) Kongesti vena atau pooling vena (biasanya akibat posisi anak. juga ditemukan pada konstipasi) Perdarahan pervaginam (mungkin berasal dari sumber lain seperti uretra atau mungkin akibat infeksi vagina. temuan tidak spesifik yaitu temuan yang mungkin sebagai akibat seksual abuse.• Pemeriksaan rutin lainnya. anus. 6. iregularitas. keadaan fissura.

air liur. Dalam keadaan normal. sel-sel epitel dan sel-sel lain yang tersuspensi dalam cairan disebut plasma seminal yang mengandung spermin dan beberapa enzim seperti fosfatase asam. Cairan mani pada saat ejakulasi kental kemudian akibat enzim proteolitik menjadi cair dalam waktu yang singkat (10-20 menit). perlu diambil bahan dari forniks posterior vagina dan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium sebagai berikut:  Pemeriksaan spermatozoa (mikroskopis) Tanpa pewarnaan Pemeriksaan ini berguna untuk melihat apakah terdapat spermatozoa yang bergerak. Cairan mani mengandung spermatozoa. Spermatozoa mempunyai bentuk khas untuk spesies tertentu dengan jumlah yang bervariasi. volume cairan mani 3-5ml pada 1 kali ejakulasi dengan pH 7.• • • • Pemeriksaan serologis Hepatitis Pemeriksaan Gonorrhea Pemeriksaan HIV Pemeriksaan rambut. Untuk menentukan adanya cairan mani dalam vagina guna membuktikan adanya suatu persetubuhan. Pemeriksaan motilitas spermatozoa ini paling bermakna untuk memperkirakan saat terjadinya persetubuhan. keruh dan berbau khas. Setelah itu spermatozoa tidak bergerak lagi dan akhirnya ekornya akan menghilang (lisis). dilihat dengan pembesaran 500x serta kondensor diturunkan.5 PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan cairan mani (semen) Cairan mani merupakan cairan agak kental. Perhatikan pergerakan sperma. dan pemeriksaan pria tersangka 2. Cara pemeriksaan: satu tetes lender vagina diletakkan pada kaca obyek. . biasanya antara 60 sampai 120 juta per ml. Haid akan memperpanjang waktu ini menjadi 3-4 jam.6. sehingga harus dilakukan pemeriksaan dengan pewarnaan. Umumnya disepakati bahwa dalam 2-3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermatozoa yang bergerak dalam vagina.2 – 7. berwarna putih kekuningan.

dapat ditentukan apakah bercak tersebut adalah bercak mani atau bukan. Cara pewarnaan yang mudah dan baik untuk kepentingan forensik adalah dengan pulasan malachite green dengan prosedur sebagai berikut: Warnai dengan larutan Malachite green 1% selama 10-15 menit.A. belum tentu dalam vagina tidak ada ejakulat mengingat kemungkinan azoospermia atau pasca vasektomi sehingga perlu dilakukan penentuan cairan mani dalan cairan vagina. lalu cuci dengan air mengalir dan setelah itu lakukan counter stain dengan larutan Eosin Yellowish 1% selama 1 menit. Aktifitas 25 U. per 1 cc ekstrak yang diperoleh dari 1cm2 bercak dianggap spesifik sebagai bercak mani.A. Dengan menentukan secara kuantitatif aktifitas fosfatase asam per 2 cm2 bercak. perlu dideteksi adanya zatzat yang banyak terdapat dalam cairan mani dengan pemeriksaan laboratorium berikut: Reaksi fosfatase asam Dasar reaksi: adanya enzim fosfatase asam dalam kadar tinggi yang dihasilkan oleh kelenjar prostate. Methylene Blue atau Malachite green.K. Reagens untuk pemeriksaan ini adalah: Larutan A: Brentamin Fast Blue B Natrium acetat trihyrate 1 g (1) 20 g (2) . terakhir cuci lagi dengan air. Aktifitas enzim fosfatase asam rata-rata adalah sebesar 2500 U. (kaye). Dengan pewarnaan Dibuat sediaan apus dan difiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. Dalam sekret vagina setelah 3 hari abstinensi seksualis ditemukan aktifitas 0-6 Unit (Risfeld).K.Bila sperma tidak ditemukan. Pulas dengan HE.  Penentuan cairan mani (kimiawi) Untuk membuktikan adanya cairan mani dalam sekret vagina.

Cara pemeriksaan : Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan aquades selama beberapa menit. adanya bakteri-bakteri dan jamur. karena intensitas warna maksimal tercapai secara berangsur-angsur. Waktu reaksi 30 detik merupakan indikasi kuat adanya cairan mani. Larutan B : Natrium alfa naftil fosfat 800 mg + aquades 10 ml. kemudian (1) dilarutkan dalam larutan peyangga tersebut. lalu saring cepat ke dalam botol yang berwarna gelap. . Enzim fosfatase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata-rata 90 – 100 detik. sedangkan bercak yang mengandung enzim tersebut memberikan intensitas warna secara berangsur-angsur. masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektroforesis. Jika disimpan dilemari es. Kemudian kertas saring diangkat dan disemprotkan / diteteskan dengan reagen. Waktu reaksi > 65 detik. dapat mempercepat waktu reaksi. reagen ini dapat bertahan berminggu-minggu dan adanya endapan tidak akan mengganggu reaksi.Glacial acetat acid Aquadest 10 ml (3) 100 ml (4) (2) dan (3) dilarutkan dalam (4) untuk menghasilkan larutan penyangga dengan pH 5. 89 ml Larutan A ditambah 1 ml larutan B. Hasil : Bercak yang tidak mengandung enzim fosfatase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap. Ditentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu. Kehamilan. Bila 30 – 65 detik. belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat cairan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi > 65 detik tetapi spermatozoa positif.

Kadang-kadang terdapat garis refraksi yang terletak longitudinal. Penentuan Golongan Darah ABO Pada Cairan Mani Pada individu yang termasuk golongan sekretor (85% dari populasi). didapatkan kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. substansi golongan darah dapat dideteksi dalam cairan tubuhnya seperti air liur. Kristal mungkin pula berbentuk ovoid. dan lain-lain. Gambaran substansi golongan darah dalam bahan pemeriksaan yang berasal dari forniks posterior vagina. sekret vagina. Dasar reaksi :Menentukan adanya spermin dalam semen. Reagen dialirkan dengan pipet dibawah kaca penutup.Reaksi Berberio Reaksi ini dilakukan dan mempunyai arti bila mikroskopik tidak ditemukan spermatozoa. Ekstrak diletakkan pada kaca objek. Reagen : Larutan asam pikrat jenuh. tutup dengan kaca penutup. Substansi golongan darah dalam cairan mani jauh lebih banyak dari pada air liur (2 – 100 kali). Hanya golongan sekretor saja yang golongan darahnya dapat ditentukan dalam semen yaitu dilakukan dengan cara absorpsi inhibisi. cairan mani. Hasil : Hasil positif bila. Golongan Darah Wanita O A Substansi ”sendiri” dalam vagina Substansi “asing” A B A+B sekret H A A+H B H* B B+H A H* B A+B AB H* A+H berasal dari semen Hasil : . Tabel 1. Cara pemeriksaan (sama seperti pada reaksi Florence) : Bercak diekstraksi dengan sedikit akuades. biarkan mengering.

Pemeriksaan Bercak Mani Pada Pakaian a. Dibawah sinar ultraviolet. Pada tekstil yang tidak menyerap. Keringkan lalu semprotkan / teteskan dengan reagen. b. dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering berflouresensi juga. .Adanya substansi ‘asing’ menunjukkan di dalam vagina wanita tersebut terdapat cairan mani. kertas saring diletakkan kembali pada pakaian sesuai dengan letaknya semula untuk mengetahui letak bercak pada kain. bercak semen menunjukkan flouresensi putih. Flouresensi terlihat jelas pada bercak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. batas sering tidak jelas. bercak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. Bahan makanan. Dalam waktu kira-kira 1 bulan akan berwarna kuning sampai coklat. Secara visual Bercak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya. bila tidak teraba kaku. Bila terlihat bercak ungu. masih dapat dikenali dari permukaan bercak yang teraba kasar. sekret vagina. • • Pada tekstil yang menyerap. Secara taktil (perabaan) Bercak mani teraba kaku seperti kanji. Pada tekstil yang tidak menyerap. • • Pada bahan sutera / nilon. bercak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur-angsurmenguning sampai coklat dalam waktu 1 bulan. c. Skrining awal (dengan Reagen fosfatase asam) Cara pemeriksaan : Sehelai kertas saring yang telah dibasahi akuades ditempelkan pada bercak yang dicurigai selama 5 – 10 menit. Bercak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak berflouresensi. Bercak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. urin.

Hasil akan menunjukkan sel-sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna coklat karena mengandung banyak glikogen.6 INTERPRETASI HASIL 1. . maka pemeriksaan ini tidak akan berguna lagi. Pengumpulan barang bukti harus dilakukan jika hubungan seksual terjadi dalam 72 jam sebelum pemeriksaan fisik. perlu ditentukan adanya kromatin seks (barr bodies) pada inti.Pemeriksaan Pria Tersangka Untuk membuktikan bahwa seorang pria baru saja melakukan persetubuhan dengan seseorang wanita. yang membedakan adalah pendekatan terhadap korban. Dengan pembesaran besar. kemudian letakkan dengan spesimen menghadap kebawah diatas tempat yang berisi larutan ligol dengan tujuan agar uap yodium akan mewarnai sediaan tersebut. Jika tidak ada akte kelahiran maka umur korban yang pasti tidak diketahui. Dokter perlu menyimpulkan apakah wajah dan bentuk badan korban sesuai dengan umur yang dikatakannya. perhatikan inti sel epitel yang ditemukan dan cari barr bodies. Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita. Ciri-cirinya adalah menempel erat pada permukaan membran inti dengan diameter kira-kira 1 µ yang berbatas jelas dengan tepi tajam dan terletak pada satu dataran fokus dengan inti. Tanda-tanda seks sekunder Pada pemerikasaan akan diketahui umur korban. Pada dasarnya pemeriksaan laboratorium forensik pada korban wanita dewasa dan anakanak adalah sama. Kelemahan pemeriksaan ini adalah bila persetubuhan tersebut telah berlangsung lama atau telah dilakukan pencucian pada alat kelamin pria. Cara lugol Kaca objek ditempelkan dan ditekan pada glans penis. 2. terutama pada bagian kolum. korona serta frenulum.

pigmentasi labia Acne vulgaris. areola sedikit membesar berpigmentasi Payudara melebar Menjadi lebih melebihi batas kasar. Tanner menggolongkannya menjadi beberapa tahapan yang ditandai dengan dari T1 (Tanner 1) sampai T5. Tanner membagi tahapan yang terjadi selama pubertas. menarche.Keadaan perkembangan payudara dan pertumbuhan rambut kemaluan perlu dikemukakan. Penggolongan Oleh Tanner Tanner (T) Perkiraan usia Telarche Pubarche Kecepatan pertumbuhan tinggi badan/tahun 5-6 cm Lain-lain 1 2 10 tahun atau Elevasi puting Tidak ada kurang susu. Untuk mempermudah pemahaman mengenai perubahan fisik yang terjadi selama pubertas pada wanita. dan adrenarche. Tahapan ini dibagi menjadi dari T1 sampai T5. iv.5 Tunas payudara Rambut jarang. Tabel 2. di mana T1 identik dengan perkembangan masa anakanak dan T5 identik dengan maturitas penuh. dan areola keriting 13-15 tahun Putting susu berada Tipe dewasa. ii. atau ada sejajar dengan rambut namun permukaan dada bentuknya seperti vilus 10-11. yaitu menstruasi yang pertama kali terjadi. tahun bisa teraba. yaitu pembesaran payudara. iii. telarche. pubarche. yaitu tumbuhnya rambut pubis.5-13 tahun Adrenarche 7-8 cm 3 8 cm Pembesaran klitoris. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam tanda-tanda seks sekunder pada wanita antara lain : i. gelap. 11. rambut aksila Menarche 4 <7cm . areola masih rambut. yaitu tumbuhnya rambut aksila sebagai akibat peningkatan androgen dari adrenal.

Robekan yang lebih parah lagi terdapat pada perluasan laserasi hymen ke dinding vagina atau corpus penineum dan rektum dan disertai dengan perdarahan nyata. termasuk bagian bawah hymen dan fourchette posterior. Hymen dan introitus ditahan pada bagian anterior dimana daerah ini jarang terkena luka. . Trauma minor pada vagina biasanya disebabkan oleh koitus normal. tetapi pemeriksaan yang dilakukan secara hati-hati akan selalu memperlihatkan unsur-unsur dari hymen. Perlukaan vaginal bukanlah hal yang jarang. posterior . Trauma vaginal pada saat koitus biasanya terdapat pada bagian bawah. dengan posisi pasien supinasi). Trauma atau luka sering diharapkan terjadi pada bagian posterior dimana pada bagian ini terdapat daerah jaringan tanpa penyokong yang luas. Tanda-tanda persetubuhan  Robekan Hymen Variasi anatomi dari keadaan yang hymen imperforata sampai keadaan dimana hampir tidak terdapat hymen dapat ditemukan. bagian dari introitus. Laserasi vaginal biasa timbul pada coitus normal ataupaun pada perkosaan. Robekan hymen biasanya terdapat pada bagian posterior (63% antara posisi jam 5 dan jam 7. dan robekan dinding vagina.di atas bukit areola 5 15 tahun atau Integrasi puting lebih susu namun penyebarannya sebatas pubis Tipe dewasa dan Mencapai Organ genital penyebarannya tinggi dewasa hingga ke paha maksimal pada sebelah dalam usia 16 tahun 2. Biasanya laserasi vaginal disebabkan karena coitus namun dapat juga disebabkan oleh masturbasi. dengan memasukkan benda asing seperti tampon . dan derajatnya bervariasi dari perlukaan minor akibat koitus normal hingga introital mayor atau minor dan robekan vaginal. Hymen yang kresentik merupakan penampakan yang sering ditemukan pada wanita yang masih perawan.

dan menjatuhkan semuanya merupakan tindakan yang dilakukan pada saat terjadi perlawanan. Cairan semen Cairan seminal ditambahkan kedalam saluran vagina ketika ejakulasi terjadi selama koitus. menendang. maka saluran vagina akan meluas sejauh panjang vagina. Jika benturannya cukup berat. dan paha bagian atas dan tentu juga pada sprei atau pakaian dalam pada waktu kejadian. rahang mungkin akan mengalami fraktur. Tanda-tanda kekerasan Cedera Akibat Kekerasan Fisik atau Perlawanan • Menampar. memukul. hidung mungkin dapat patah. Apabila ditemukan spermatozoa dan cairan mani pada pemeriksaan ini. Maka pada korban dilakukan pemeriksaan cairan semen dari swab atau bilasan forniks posterior dan pada bercak pakaian. Bukti-bukti dari kekerasan ini sering kali terlihat sebagai kontusio disekitar mata. Ketika penis ditarik. bibir tetapi bukti ini juga ditemukan tersebar hampir di seluruh bagian tubuh. ini menunjukkan persetubuhan telah terjadi. . • Goresan berbentuk garis pada perut dan lengan bawah memberikan kesan bahwa korban terseret pada permukaan yang kasar. yang akan membuat cairan semen tertinggal dan menetap di rambut pubis. pipi. Kelemahan dari bagian-bagian atau perubahan dari postur lubang vagina perempuan akan menyebabkan kebocoran. 3. Partikel-partikel dari kotoran mungkin membantu dalam mengidentifikasi tempat penyerangan. • Bagian belakang dari kepala biasanya dibenturkan ke tanah. gigi-geligi tanggal. perineum. hentakan yang mengenai bagian tulang akan menyebabkan laserasi.

Bahan- bahan di bawah kuku seperti jaringan epitel dan darah dapat dikumpulkan dan sangat membantu dalam mengidentifikasi sang pelaku. infeksi atau traksi labia mayor pada pemeriksaan) Penebalan selaput dara (mungkin akibat estrogen. • Kuku jari korban terkadang patah jika ia mencakar penyerangnya. infeksi atau iritan) Adesi labia (mungkin akibat iritasi atau rabaan) Friabilitas (retak) daerah posterior fourchette (akibat iritasi. laserasi atau memar labia.• Luka-luka lainnya yang masih berhubungan dengan penyerangan termasuk memar pada daerah ruas jari. mencapai dekat dasar (sering merupakan artefak pada posisi pemeriksaan tertentu. bengkak karena infeksi atau trauma) . maka mungkin akibat kekerasan tumpul atau penetrasi sebelumnya) • • • • • • • • Lecet akut. jaringan sekitar selaput dara atau perineum Jejak gigitan atau hisapan di genitalia atau paha bagian dalam Jaringan parut atau laserasi baru daerah posterior fourchette tanpa mengenai selaput dara Jaringan parut perianal (jarang. terlipatnya tepi selaput. mungkin akibat keadaan medis lain seperti chron’s disease atau akibat tindakan medis sebelumnya) Eritema (kemerahan/memar) vestibulum atau jaringan sekitar anus (dapat akibat zat iritan. tetapi bila konsisten pada beberapa posisi. daerah perbatasan ulnar pada sikut atau pada daerah betis. Cedera pada Bagian Genital Ekxterna dan Anal Pelebaran anus (notch atau cleft) selaput dara di daerah posterior.

Cairan saliva yang ada dan imunologi mungkin dapat membantu untuk penyelidikan dari sang pelaku. keseluruhan dari lesi mencerminkan sebuah lengkungan dari gigigeligi. Tekanan dari gigi itu sendiri. Dokter harus mengingat bahwa swabdilakukan sebelum sang korban mencuci badannya. masing-masing dikelilingi oleh sebuah gambaran leher yang livid. petekie.• • • • • Kulit genital semu Fisura ani (biasanya iritasi perianal) Pendataran lipat anus (akibat relaksasi sfingter aksterna) Pelebaran anus dengan adanya tinja (refleks normal) Perdarahan pervaginam (mungkin berasal dari sumber lain. seperti uretra. atau ekimosis pada . akan meninggalkan sebuah area berbentuk bulan sabit yang berwarna pucat.. dengan temuan klinis meliputi eritema. Cedera Seksual Orogenital Sindroma Fellatio Cedera oral akibat fellatio diduga disebabkan oleh a. Lesi patologis yang terjadi biasanya berupa perdarahan submukosa. Goresan-goresan yang tertinggal sebagai goresan dari gigi disepanjang kulit yang tergigit memiliki bentuk yang beragam dengan bentuk dari ujung insisi. atau mungkin akibat infeksi vagina. biasanya jika dilakukan secara perlahan oleh gigi seri. Dimensi dan bentuknya akan menolong untuk mengindikasi apakah si penggigit itu adalah seorang manusia atau bukan. benda asing atau trauma yang aksidental Cedera akibat gigitan Gigitan agresif ini dapat menyebabkan kerusakan dari jaringan. kombinasi dari tekanan negatif intraoral dan dampak langsung dari penis pada daerah palatum. dan dapat memperkirakan usia dari sang penggigit. dan sekali lagi hal ini dapat berharga dalam proses identifikasi.

berisi temuan dan pendapat berdasarkan keilmuannya tentang hasil pemeriksaan medis terhadap manusia atau bagian dari tubuh manusia.7 VISUM ET REPERTUM Visum et repertum adalah keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter. 2. lidah terjulur jauh ke b. dan bergerak-gerak.sambungan antara palatum durum dan mole. secara tidak disadari akan menggesek frenulum lingual pada gigi insisivus mandibular. Bernomor. Pada aktivitas cunnilingus berulang dapat menyebabkan fibroma traumatik kecil. Lesi dapat unilateral atau bilateral. atas permintaan tertulis (resmi) dan penyidik yang berwenang (atau hakim untuk visum et repertum psikiatrik) yang dibuat atas sumpah atau dikuatkan dengan sumpah. baik hidup maupun mati. Diketik di atas kertas berkepala surat instansi pemeriksa. Lesi yang timbul tersebut biasanya tidak nyeri dan rata (datar). 2. dan biasanya tidak melibatkan uvula atau dinding faring. Temuan klinis menunjukkanlesi ulseratif kecil dengan eksudat fibrin berwarna keputihan dengan tepi eritem pada bagian tengah dari frenulum lingual. Sindroma Cunnilingus Saat melakukan cunnilingus. dapat terpisah atau membentuk gabungan. luar. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. bertanggal di bagian kiri atasnya dicantumkan kata “Pro Justitia” 3. tanpa singkatan dan tidak menggunakan istilah asing 4. Visum et repertum adalah bukti yang sah berupa surat (pasal 184 jo pasal 187 butir c KUHAP) Ketentuan umum pembuatan visum et repertum adalah: 1. Ditandatangani dan diberi nama jelas pembuatnya serta dibubuhi stempel instansi tersebut . untuk kepentingan peradilan. Gejala meliputi nyeri pada lidah dan tenggorokan.

selain adanya surat permintaan visum et repertum. agar dapat dilakukan pemeriksaan serta saksi atau pendamping perawat wanita dan pemeriksaan sebaiknya dilakukan dalam ruang tertutup yang tenang. dan ada tidaknya tanda kekerasan. Untuk kepentingan peradilan. menyebutkan kapan perkiraan terjadinya. dokter sebaiknya juga mempersiapkan si korban atau orang tuanya bila ia masih belum cukup umur. kehamilan dan kelainan psikiatrik/kejiwaan sebagai akibat dari tindak pidana tersebut. dengan memperhatikan ketentuan tentang rahsia jabatan bagi dokter serta ketentuan kearsipan. ada atau tidaknya tanda persetubuhan dan bila mungkin. VISUM ET REPERTUM KORBAN KEJAHATAN SUSILA Pada umumnya.Visum et repertum dibuat sesegera mungkin dan diberikan kepada (instansi) penyidik pemintanya. persetubuhan pada wanita yang tidak berdaya. Dalam kesimpulan visum et repertum korban kejahatan susila diharapkan tercantum perkiraan tentang usia korban. Untuk dapat memeriksa korban wanita tersebut. persetubuhan dengan wanita yang belum cukup umur.8 ASPEK PSIKOSOSIAL Pelaku merupakan pelaksana utama dalam hal terjadinya perkosaan tetapi bukan berarti terjadinya perkosaan tersebut semata-mata disebakan oleh perilaku menyimpang dari pelaku. Persetubuhan yang diancam pidana oleh KUHP meliputi pemerkosaan. Dokter tidak dibebani pembuktian adanya pemerkosaan. Selain itu dokter juga diharapkan memeriksa adanya penyakit hubungan seksual. adanya kekerasan (termasuk pemberian racun/obat/zat agar menjadi tidak berdaya) serta usia korban. korban kejahatan susila yang dimintakan visum et repertumnya kepada dokter adalah kasus dugaan adanya persetubuhan yang diancam hukum oleh KUHP. 2. dokter berkewajiban untuk membuktikan adanya persetubuhan. karena istilah pemerkosaan adalah istilah hukum yang harus dibuktikan di depan sidang pengadilan. . tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berada di luar diri si pelaku.

yakni kondisi kejiwaan atau keadaan diri yang tidak normal dari seseorang dapat juga mendorong seseorang melakukan kejahatan. Dalam keadaan sakit jiwa. Misalnya. yakni sakit jiwa. Dalam keadaan seperti ini sering dijumpai dalam perbuatan manusia itu terdapat kesilapan-kesilapan tanpa disadari. Sedangkan aspek psikologis sebagai salah satu aspek dari hubungan seksual adalah aspek yang mendasari puas atau tidak puasnya dalam melakukan hubungan seksual dengan segala eksesnya. nafsu seks yang abnormal. Jadi bukanlah berarti dalam mengadakan setiap hubungan seksual dapat memberikan kepuasan. si penderita memiliki kelainan mental yang didapat baik dari faktor keturunan maupun dari sikap kelebihan dalam pribadi orang tersebut. Hal ini dapat ditinjau dari: (a) Faktor Kejiwaan. Faktor ini khusus dilihat dari individu serta dicari hal-hal yang mempunyai hubungan dengan kejahatan perkosaan. FAKTOR INTERN Faktor intern adalah faktor-faktor yang terdapat pada diri individu. sehingga pada akhirnya ia sulit menetralisir rangsangan seksual yang tumbuh dalam dirinya dan rangsangan seksual sebagai energi psikis tersebut bila tidak diarahkan akan menimbulkan hubungan-hubungan yang menyimpang dan dapat menimbulkan korban pada pihak lain. sehingga melakukan perkosaan terhadap korban wanita yang tidak menyadari keadaan diri si penjahat. Jika terdapatnya perbuatan-perbuatan tidak sadar yang muncul dapat menimbulkan perbuatan yang menyimpang maupun cenderung pada perbuatan kejahatan. oleh karena itu pula kemungkinan ekses-ekses tertentu yang merupakan aspek psikologis tersebut akan muncul akibat ketidakpuasan dalam melakukan hubungan seks. Orang yang mengidap . Dan aspek inilah yang dapat merupakan penyimpangan hubungan seksual terhadap pihak lain yang menjadi korbannya. dan faktor ekstern. psycho patologi dan aspek psikologis dari instink-seksuil.Namun secara umum dapat disebutkan bahwa faktor-faktor penyebab timbulnya kejahatan dibagi dalam 2 bagian yaitu: faktor intern.

Pada kenyataannya. baik dalam diri individu maupun masyarakat. Salah satu hal yang mempengaruhi merosotnya moral seseorang dipengaruhi oleh kurangnya pendidikan agama. Moral merupakan faktor penting untuk menentukan timbulnya kejahatan. Di lain kasus melakukan perbuatan yang tidak manusiawi itu secara bersama-sama dan di hadapan temantemannya tanpa adanya rasa malu. Seseorang yang sudah mabuk akibat meminum minuman keras akan berani melakukan tindakan yang brutal. melainkan ada pasang surutnya. Dalam kondisi jiwanya yang tidak stabil ia akan mudah terangsang oleh hal-hal yang buruk termasuk kejahatan seksual. sadisme ini terkadang juga termasuk misalnya melakukan di hadapan orang lain atau melakukan bersama-sama dengan orang lain. Kasus-kasus tersebut memberi kesan kepada kita bahwa pelakunya adalah orang-orang yang tidak bermoral sehingga dengan teganya melakukan perbuatan yang terkutuk itu terhadap putri kandungnya sendiri. Sedangkan orang yang tidak bermoral cenderung untuk melakukan kejahatan. Timbulnya kasus-kasus perkosaan. Moral sering disebut sebagai filter terhadap munculnya perilaku yang menyimpang. zat-zat tertentu seperti alkohol dan penggunaan narkotika dapat juga membuat seseorang yang normal melakukan perbuatan yang tidak normal. (b) Faktor Moral. disebabkan moral pelakunya yang sangat rendah. korbannya bukanlah orang asing lagi baginya bahkan saudara dan anak kandung sendiri. Sebab norma-norma tersebut adalah norma-norma ketuhanan dan segala sesuatu yang digariskan oleh agama . Kemudian disamping itu. Agama merupakan unsur pokok dalam kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan spiritual yang sama.kelainan jiwa. Dari kasus-kasus tersebut banyak diantaranya terjadi. moral bukan sesuatu yang tidak bisa berubah. Norma-norma yang terdapat di dalamnya mempunyai nilai yang tertinggi dalam hidup manusia. Dengan bermoralnya seseorang maka dengan sendirinya dia akan terhindar dari segala perbuatan yang tercela. sebab moral itu adalah ajaran tingkah laku tentang kebaikan-kebaikan dan merupakan hal yang vital dalam menentukan tingkah laku. dalam hal melakukan perkosaan cenderung melakukan dengan sadis.

Salah satu contoh faktor sosial budaya yang dapat mendukung timbulnya perkosaan adalah remaja yang berpacaran sambil menonton film porno tanpa adanya rasa malu. sebagai akibat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi orang yang mempunyai moralitas tinggi atau iman yang kuat dapat mengatasi diri sehingga tidak diperbudak oleh hasil peradaban tersebut. Faktor ekstern ini berpangkal pokok pada individu. Sehingga dapat mendorongnya untuk menirukan adegan yang dilihatnya. sehingga bila manusia benar-benar mendalami dan mengerti isi agama. Akibat modernisasi tersebut. dan kadang-kadang dan berbagai perhiasan yang mahal. . Karena aspek sosial budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat itu sendiri sangat mempengaruhi naik turunnya moralitas seseorang. pastilah ia akan menjadi manusia yang baik dan tidak akan berbuat hal-hal yang merugikan atau kejahatan walaupun menghadapi banyak godaan. Aspek sosial budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dapat mempengaruhi tinggi rendahnya moralitas masyarakat. FAKTOR EKSTERN Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang berada di luar diri si pelaku. Hal ini dapat ditinjau dari: (a) Faktor Sosial Budaya. maka timbul kejahatan kesusilaan dengan berbagai bentuknya dan salah satu diantaranya adalah kejahatan perkosaan. Dicari hal-hal yang mempunyai hubungan dengan kejahatan kesusilaan. kebiasaan bepergian jauh sendirian. maka tidak dapat dihindarkan timbulnya dampak negatif terhadap kehidupan manusia. cara berpakaian kaum hawa yang semakin merangsang. adalah faktorfaktor dominan yang mempengaruhi tingginya frekuensi kasus perkosaan.adalah baik dan membimbing ke arah yang jalan yang baik dan benar. Kebiasaan yang demikian pada tahap selanjutnya akan mempengaruhi pikiran si pelaku. Suatu kenyataan yang terjadi dewasa ini. melainkan dapat menyaringnya dengan menyerap hal-hal yang positif. berkembanglah budaya yang semakin terbuka pergaulan yang semakin bebas. meningkatnya kasus-kasus kejahatan kesusilaan atau perkosaan terkait erat dengan aspek sosial budaya.

817 orang pada tahun 2007 dan pada akhir Juni 2008 jumlahnya mencapai 400. Di samping itu. Pengaruh lingkungan penjara akan banyak mempengaruhi jiwa anak. pelecehan seksual. pornografi. berdasarkan catatan Komnas Perlindungan Anak. Bentuk penghukuman terhadap narapidana anak juga harus dipertimbangkan dengan baik. Perlindungan terhadap hak anak perlu dilakukan sejak tahap penyelidikan.771 oreang meningkat menjadi 745. Sebagai contoh. perlindungan terhadap anak juga menjadi fokus penting karenaperlindungan terhadap anak yang terlibat dalam kasus hukum masih kurang mendapatkan penanganan yang semestinya. Anak masih dijadikan objek sasaran perlakuan yang tidak seharusnya atau menjurus ke bentuk kriminalitas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Bentuk kekerasan lain seperti perdagangan anak (trafficking). seperti pencabulan. hukuman dapat diganti. anak merupakan potensi strategis dari sebuah bangsa yang perlu diberikan perlindungan semestinya. penuntutan. dan lain-lain memicu kegiatan yang bersifat kriminal. Dalam bidang hukum. dan oleh oknum pelaku anak. penganiayaan sampai dengan pembunuhan. Oleh karena itu. . jumlah yang terperangkap dalam perdagangan anak pada tahun 2006 adalah 42.9 PERAN LSM Dalam bidang perlindungan anak adanya eskalasi kriminalis terhadap anak belum banyak menunjukkan perlindungan yang maksimal. sampai kekerasan yang dilakukan oleh guru sekolah. Di lingkungan pendidikan yang diharapkan sebagai wadah mendidik anak sebagai tunas bangsa pun tidak terlepas dari adanya bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak. misalnya dalam bentuk kerja sosial dan lain sebagainya. data dari Kejaksaan Agung selama tahun 2006 terdapat 600 kasus kekerasan terhadap anak yang telah diputus oleh peradilan. Di bidang kesehatan dan pendidikan. Mengingat jumlah anak Indonesia sebesar 30% dari 243 juta jiwa penduduk Indonesia. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan selama tahun 2007 terdapat 455 kasus kekerasan terhadap anak. masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan hak tersebut.2. perkosaan. persidangan bahkan sampai proses penghukuman.000 orang. perdagangan anak. Hal itu banyak dipengaruhi oleh lingkungan yang sarat dengan informasi dan teknologi. masih ada kekerasan di antara murid sekolah dalam bentuk bullying atau dengan dalih orientasi masa pendidikan sekolah.

dan masyarakat dalam penghapusan eksploitasi terhadap anak secara ekonomi dan/atau seksual (Pasal 66). (2) Diwajibkannya bagi pihak sekolah (lembaga pendidikan) untuk memberikan perlindungan terhadap anak di dalam dan di lingkungan sekolah dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru. (5) penyebarluasan dan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang melindungi anak korban tindak kekerasan (Pasal 69). lembaga swadaya masyarakat. . atau lembaga pendidikan lainnya (Pasal 54). yaitu mencakup: (1) Diwajibkannya ijin penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian kepada orang tua dan harus mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak (Pasal 47). kebijakan penangulangan kekerasan pada anak. perusahaan. (3) Diwajibkannya bagi pemerinyah untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar. baik dalam lembaga maupun di luar lembaga (Pasal 55). dapat diidentifaksi pada bagian upaya perlindungan anak. (4) penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual. serikat pekerja. dan pelibatan berbagai instansi pemerintah. pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan.Dalam UU Perlindungan Anak.

juga psikopatologinya.BAB III KESIMPULAN Forensik Klinik adalah bagian dari ilmu kedokteran forensik yang mencakup pemeriksaan forensik terhadap korban hidup dan investigasinya. Untuk menyelesaikan permasalahan kasus kejahatan seksual. kemudian aspek medikolegal. Tugas dokter tidak hanya menjalankan fungsi maksimal dalam bidang kesehatan. menuntut diambilnya langkah penanganan yang holistik dan komprehensif termasuk dukungan psikososial yang secara otomatis membutuhkan dukungan optimal dari keluarga dan masyarakat. dengan kata lain forensik klinik merupakan area praktek medis yang mengintegrasikan antara peranan medis dan hukum terutama dalam kasus-kasus berkaitan kejahatan susila. . namun dokter tersebut dituntut untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan kedokteran seoptimal mungkin dan mematuhi tuntutan undang-undang terhadapnya terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan proses hukum. Namun. tidak hanya membutuhkan intervensi medis semata-mata tapi.

blogspot.com/2009/12/peranan-forensikklinik-dalam-kasus. Diunduh dari http://pedophiliasexabuse.com/doc/40442614/01- Pengantar-medikolegal 2.html.pdf.ums.id/file/JURNAL%20-%20Dampak%20Sosial-Psikologis %20Perkosaan. Juni 2002 (dampak psikososial) 6. Diunduh dari http://reproduksiumj.id/337/1/6.pdf 4.usu. 25 Disember 2009 (pemeriksaan medik) 5.ac.pdf. 1 Maret 2007 (peran LSM) .wordpress. Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Bawah Umur.scribd.ugm. Kekerasan Pada Anak.undip. Peranan Forensik Klinik Dalam Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan.staff.id/bitstream/123456789/18417/1/equ-feb200813%20(2). Diunduh dari http://repository. http://eprints.pdf.DAFTAR PUSTAKA 1.id/17750/1/Ira_Dwiati_Tesis.com/2009/05/28/aspek-hukum-bagipedofilia-di-indonesia/. 28 Mei 2009 3. Aspek Hukum Bagi Pedofilia di Indonesia. Diunduh dari http://eprints. Diunduh dari http://www._SUDARYONO. Pengantar Medikolegal.ac. Dampak Sosial Psikologis Perkosaan. Diunduh dari http://fatur.ac.ac. 1 Ferbruari 2008 (faktor psikososial) 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful