You are on page 1of 227

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saluran pencernaan makanan menerima makanan dari luar dan
mempersiapkan bahan makanan untuk diserap oleh tubuh dengan jalan
proses pencernaan (mengunyah, menelan, dan penyerapan) dengan bantuan
1
zat cair yang terdapat mulai dari mulut sampai ke anus. Setiap set dalam
tubuh memerlukan suplai makanan yang terus-menerus untuk bertahan
hidup. Makanan tersebut memberikan energi, menambah jaringan baru,
mengganti jaringan yang rusak, dan untuk pertumbuhan.
Fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrisi yang
sudah dicerna secara berkesinambungan untuk didistribusikan ke dalam sel
melalui sirkulasi dengan unsur-unsur air, elektrolit, dan zat gizi. Sebelum
2
zat ini diserap oleh tubuh, makanan harus bergerak sepanjang saluran
pencernaan.
Makanan yang kita makan harus diubah terlebih dahulu menjadi benda
cair agar dapat diserap (diabsorpsi). Zat makanan tersebut mengalami
perubahan kimiawi dan fisik sepanjang saluran pencernaan. Zat makanan
merupakan sumber energi dari sel yang membentuk adenosin trifosfat
(ATP) untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam tubuh, untuk
3
mempertahankan suhu tubuh, dan energi untuk bekerja dan bergerak.
Pembuangan sisa makanan dari metabolisme akan diekskresikan melalui
saluran akhir sistem dalam bentuk feses. Selain itu juga melalui paru-paru
dan ginjal dalam bentuk karbondiaoksida dan urine.

Proses pencernaan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

4
1. Pencernaan mekanik, adalah proses pengubahan makanan dari bentuk
kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan
menggunakan gigi di dalam mulut.
2. Pencernaan kimiawi, adalah proses perubahan makanan dari zat yang
kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim, yang terjadi
mulai dari mulut, lambung, dan usus. Enzim adalah zat kimia yang

5
dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia
dalam tubuh.

Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan


makanan. Alat-alat pencernaan makanan pada manusia adalah organ-organ
tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan
makanan dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
6
Saluran pencernaan merupakan semua organ tubuh yang terkait secara
langsung dalam proses pencernaan. Organ-organ tersebut ada di sepanjang
alur mulut hingga ke anus. Fungsinya untuk mencerna makanan yang awalnya
berupa molekul-molekul besar menjadi sari-sari makanan siap pakai, seperti
glukosa, asam amino, dan juga asam lemak. Saluran pencernaan terdiri dari
mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar,

7
rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak
diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana anatomi sistem pencernaan?


2. Apa saja alat-alat pada sistem pencernaan ?

8
3. Kelenjar apa yang mempengaruhi sistem pencernaan ?

1.3. Tujuan

1. Untuk mengetahui bagaimana anatomi sistem pencernaan


2. Untuk mengetahui apa saja alat-alat pada sistem pencernaan
3. Untuk mengetahui Kelenjar apa yang mempengaruhi sistem pencernaan
9
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

10
Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan
mempersiapkannya untuk diasimilasikan oleh tubuh. Sistem pencernaan atau
sistem gastroinstestin, adalah sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta
mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan
dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem
pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu
11
proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.
Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di
dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.

Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh, makanan perlu
dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan makanan dibedakan menjadi
pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Sistem pencernaan
12
makanan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran
pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongann, lambung usus, dan anus.
Makanan diserap di usus kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa
makanan di keluarkan melalui anus.

Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat


sederhana yang dapat diserap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai
13
perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagi enzim yang terkandung
dalam berbagai cairan pencerna. Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus
menyaring dan bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai
pengaruh terhadap jenis lainnya.
Ptialin (amilasi ludah) misalnya bekerja hanya atas gula dan tepung,
sedangkan pepsin hanya atas protein. Satu jenis cairan pecerna, misalnya

14
cairan pankreas, dapat mengandung beberapa enzim dan setiap enzin bekerja
hanya atas satu jenis makanan.
Enzim ialah zat kimia yang menimbulkan perubahan susunan kimia terhadap
zat lain, tanpa enzim itu sendiri mengalami suatu perubahan. Untuk dapat
bekerja secara baik, berbagai enzim tergantung adanya garam mineral dan
kadar asam atau kadar alkali yang tepat.

15
Fungsi sistem pencernaan:

a. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.


b. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik
oleh gigi. Makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan
(menelan).

16
c. Peristalsis adalah gelombang kontaksi otot polos involunter yang
menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
d. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi
molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung.
e. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernan dari lumen
saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat
digunakan oleh sel tubuh.
17
f. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak
tercerna, juga bakteri, dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.
g. Menerima makanan
h. Memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut
pencernaan)
i. Menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
j. Membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh
18
2.2 Diagram sistem pencernaan :

1. Kelenjar ludah
2. Parotis
3. Submandibularis (bawah rahang)
4. Sublingualis (bawah lidah)
5. Rongga mulut
19
6. Tekak / Faring
7. Lidah
8. Kerongkongan / Esofagus
9. Pankreas
10. Lambung
11. Saluran pankreas
12. Hati
20
13. Kantung empedu
14. Usus dua belas jari (duodenum)
15. Saluran empedu
16. Usus tebal / Kolon
17. Kolon datar (tranverse)
18. Kolon naik (ascending)
19. Kolon turun (descending)
21
20. Usus penyerapan (ileum)
21. Sekum
22. Umbai cacing
23. Poros usus / Rektum

2.3. Alat-Alat Pencernaan Manusia (Tractus Digestivus)

22
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ,
berturut-turut dimulai dari 1. Rongga Mulut, 2. Faring 3. Esofagus, 4.
Lambung, 5. Usus Halus, 6. Usus Besar, 7. Anus.

1. Mulut (oris)

23
24
Oris atau mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas dua
bagian yaitu :

• Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi, gigi,
bibir (bibir tersusun dari otot rangka (Orbikularis mulut) dan jaringan ikat.
Organ ini berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara), dan
pipi (mengandung otot buksinator mastikasi. Lapisan epitelial pipi
25
merupakan subjek abrasi dan sel secara konstan terlepas untuk kemudian
diganti dengan sel-sel baru yang membelah dengan cepat).
• Bagian rongga mulut bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi
sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis, di sebelah
belakang bersambung dengan faring.

26
Selaput lendir mulut ditutupi epitelium yang berlapis-lapis, di bawahnya
terletak kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lendir. Selaput ini kaya
akan pembuluh darah dan juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris. Di
sebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam ditutupi oleh
selaput lendir (mukosa).

Palatum terdiri atas dua bagian yaitu :


27
• Palatum durum (palatum keras), tersusun atas tajuk-tajuk palatum dan
sebelah depan tulang maksilaris , dan lebih ke belakang terdiri dari 2
tulang palatum.
• Palatum mole (palatum lunak), terletak di belakang yang merupakan
lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan
selaput lendir.

28
Bagian tengah membentuk sebuah prosesus seperti kerucut yang disebut
uvula. Pada bagian belakang lengkungan (fauces) memuat tonsil.

29
30
31
32
33
Proses pencernaan pertama kali terjadi di dalam rongga mulut. Rongga mulut
dibatasi oleh beberapa bagian, yaitusebelah atas oleh tulang rahang dan langit-

34
langit (palatum), sebelah kiri dan kanan oleh otot-otot pipi, serta sebelah
bawah oleh rahang bawah.

Rongga Mulut(Cavum Oris)

35
Rongga mulut merupakan awal dari saluran pencernaan makanan. Pada
rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk
membantu pencernaan makanan, yaitu:

a. Gigi(dentis)

36
Gigi tersusun dalam kantong-kantong (elveoli) pada mandibula dan maksila.
Setiap lengkung barisan gigi pada rahang membentuk lengkung gigi.
Lengkung bagian atas lebih besar dari bagian bawah sehingga gigi-gigi atas
secara normal akan menutup (overlap) gigi bawah. Gigi berfungsi dalam
proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam mulut dipotong
menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk
bolus makanan yang dapat ditelan.
37
Gigi ada dua macam yaitu :

• Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6-7 bulan. Pada umur 2,5
tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu
• Gigi tetap (gigi permanen), tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32
buah

38
Dari kiri-kanan = insisivus, kaninus, premolare, dan molare

• gigi seri (insisivus) untuk memotong makanan,


• gigi taring (kaninus) untuk memutuskan makanan yang keras dan liat,
• gigi geraham (premolare dan molare) berfungsi untuk mengunyah
makanan yang sudah dipotong-potong.

39
40
41
Selain itu, Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan
menjadi partikel yang kecil-kecil. Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat

42
43
44
• Mahkota Gigi

Bagian ini dilapisi oleh email dan di dlamnya terdapat dentin (tulang gigi).
Lapisan email mengandung zat yang sangat keras, berwarna putih kekuningan,
dan mengilap. Email mengandung banyak garam kalsium.

45
• Tulang Gigi

Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi meliputi dua bagian,
yaitu leher gigi dan akar gigi. Bagian tulang gigi yang dikelilingi gusi disebut
leher gigi, sedangkan tulang gigi yang tertanam dalam tulang rahang disebut
akar gigi. Akar gigi melekat pada dinding tulang rahang dengan perantara
semen.
46
• Rongga gigi

Rongga gigi berada di bagian dalam gigi. Di dalam rongga gigi terdapat
pembuluh darah, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Oleh karena itu, rongga gigi
sangat peka terhadap rangsangan panas dan dingin. Menurut bentuknya, gigi
dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

47
- Gigi seri (incisivus/I), berfungsi untuk memotong-motong makanan.
- Gigi taring (caninus/ C), berfungsi untuk merobek-robek makanan.
- Gigi geraham depan (Premolare/ P), berfungsi untuk menghaluskan
makanan.
- Gigi geraham belakang (Molare/ M), berfungsi untuk menghaluskan
makanan.

48
Pada manusia, ada dua generasi gigi sehingga dinamakan bersifat diphydont.
Generasi gigi tersebut adalah gigi susu dan gigi permanen.gigi susu adalah
gigi yang dimiliki oleh anak berusia 1 – 6 tahun. Jumlahnya 20 buah.
Sedangkan gigi permanen dimiliki oleh anak di atas 6 tahun, jumlahnya 32
buah.

b. Lidah (lingua)
49
50
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot
lidah ini dapat digerakkan ke seluruh arah. Lidah mempunyai beberapa fungsi
seperti berikut : Mengatur letak makanan saat dikunyah, membantu menelan
makanan, mengecap rasa makanan

51
52
Lidah membentuk lantai dari rongga mulut. Bagian belakang otot-otot lidah
melekat pada tulang hyoid. Lidah tersiri dari 2 jenis otot, yaitu:

- Otot ekstrinsik yang berorigo di luar lidah, insersi di lidah.


- Otot instrinsik yang berorigo dan insersi di dalam lidah.

53
Kerja otot lidah ini dapat digerakkan atas 3 bagian, yaitu: radiks lingua
(pangkal lidah), dorsum lingua (punggung lidah), apeks lingua (ujung lidah).
Lidah berfungsi untuk membantu mengunyah makanan yakni dalam hal
membolak-balikkan makanan dalam rongga mulut, membantu dalam menelan
makanan, sebagai indera pengecap, dan membantu dalam berbicara.
Sebagai indera pengecap,pada permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa
(papila). ada tiga bentuk papila, yaitu:
54
- Papila fungiformis, berbentuk seperti jamur, terletak di bagian sisi
lidah dan ujung lidah.
- Papila filiformis, berbentuk benang-benang halus, terletak di 2/3
bagian depan lidah.
- Papila serkumvalata, berbentuk bundar, terletak menyusun seperti
huruf V terbalik di bagian belakang lidah. Lidah memiliki 10.000 saraf

55
perasa, tapi hanya dapat mendeteksi 4 sensasi rasa: manis, asam, pahit,
dan asin.

56
57

-
c. Kelenjar Ludah

Sekresi Saliva

Dikendalikan melalui refleks lidah. Refleks tersebut tidak diatur oleh lidah,
esofagus, lambung. dan usus halus, melainkan diatur di daerah korteks
58
serebri dengan rangsangan melihat, menghirup. mendengar, dan memikirkan
makanan. Dengan perangsangan saraf simpatis, sekresi saliva menjadi
encer, volume menjadi besar, dan kandungan bahan organik sedikit
vasodilatasi pada kelenjar ludah.

Komposisi saliva:
1) air 97-99%,
59
2) glukoprotein, yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa sublingualis,
3) ptialin (amylase), adalah enzim untuk mencerna tepung,
4) garam-garam alkali,
5) sel-sel epitel,
6) sel kelenjar,
7) leukosit, gas (O,) dan bakteri
Fungsi saliva
60
1. Fungsi mekanis: mencampur saliva dengan makanan agar menjadi
lunak atau setengah cair yang disebut bolus agar mudah ditelan dan
mendinginkan makanan.

2. Fungsi kimia: melarutkan makanan yang kering agar dapat dirasakan


misalnya butiran gula/garam dalam mulut akan larut dengan perantaraan
saliva. Di samping itu, saliva juga dapat berfungsi untuk memantau gigi
61
yang menjadi busuk dengan cara mengubah suasana asam yang
ditimbulkan bakteri pembusuk menjadi suasana alkalis.

Makanan dicerna secara mekanis dengan bantuan gigi, secara kimiawi dengan
bantuan enzim yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar ludah. Kelenjar ludah
(kelenjar saliva) merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama
duktus wartoni dan duktus stensoni dan mengandung serta menghasilkan
62
saliva. Saliva mengandung enzim ptyalin atu amylase yang berfungsi
mengubah zat tepung atau amilum menjadi zat gula atau maltosa. Kelenjar
ludah terdiri atas tiga pasang sebagai berikut:

• Kelenjar parotis merupakan kelenjar terbesar bermuara di pipi sebelah


dalam berhadapan dengan geraham kedua. Kelenjar parotis, letaknya di
bawah depan telinga di antara prosesus mastoid kiri dan kanan os
63
mandibular, duktusnya bernama duktus stensoni. Duktus ini keluar dari
glandula parotis menuju ke rongga mulut melalui pipi. Kelenjar ini
menghasilkan saliva berbentuk cair yang disebut serosa.
• Kelenjar submandibularis / submaksilaris, terletak di bawah rahang bawah,
(dibawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya bernama duktus
wartoni).

64
• Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah (di bawah selaput lendir
dasar rongga mulut, bermuara di dasar rongga mulut). Kelenjar
submandibularis dan sublingualis menghasilkan air dan lender yang
disebut Iseromucus. Kedua kelenjar tersebut bermuara di tepi lidah.

65
66
67
68
2. Faring

69
70
Adalah organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan,
panjangnya ±12 cm. Letaknya terbentang tegak lurus antara basis kranii
setinggi vertebra servikalis IV ke bawah setinggi tulang rawan krikoidea.
Faring dibentuk oleh jaringan yang kuat dan jaringan otot melingkar.
Organ yang terpenting di dalam faring adalah tonsil yaitu kumpulan
kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit untuk mempertahankan
tubuh terhadap infeksi, menyaring, dan mematikan bakteri/mikroorganisme
71
yang masuk melalui jalan pencernaan dan pernapasan. Faring berlanjut ke
esofagus untuk pencernaan makanan.

Faring terdiri atas 3 bagian yaitu nasofaring, orofaring, dan laringo faring.

1. Nasofaring (pars nasalis): nasofaring


merupakan bagian superior yang
72
menghubungkan hidung dengan faring.
Bagian sampingnya terdapat muara
apartura tuba auditorius eustakii yang
menghubungkan nasofaring dengan
telinga tengah. Bagian belakang atap
dibentuk oleh lengkung tulang basis
oksipitalis dan pada lapisan mulmsa
73
dinding belakang yang berlipat-lipat
banyak ditemukan limfoid yang disebut
tonsila faringeal.
2. Orofaring (pars oralis): orofaring
merupakan bagian media yang
menghubungkan rongga mulut dengan
faring. Pada bagian samping ditemukan
74
jaringan limfoid (tonsila palatina) yang
tersembunyi dalam lekuk fossa tonsilaris.
Tonsila palatine adalah jaringan limfoid
berbentuk gepeng yang dapat dilihat
dengan mudah melalui mulut terbuka
pada dinding samping. Dilapisi oleh
kapsul dan melekat secara longgar pada
75
otot konstruktor superior faring. Tonsila
palatina, tonsila faringeal, dan tonsila
lingualis membentuk lingkaran jaringan
limfoid yang disebut cincin waldeyer
yang berfimgsi untuk mekanisme
pertahanan tubuh terhadap infeksi
kuman dari luar dengan cara membunuh
76
kuman.
3. Laringo faring (pars laringis): laringo
faring merupakan bagian interior yang
menghubungkan laying dengan faring.
Bagian paling bawah berhubungan
dengan laring dan terbentang antara
hyoid dengan esofagus.
77
Lapisan dinding faring
1. Tunika mukosa, sifatnya kuat dan elastis, berhubungan longgar
dengan tunika muskularis dan letaknya melebar ke arah bawah.
2. Tunika muskularis: terdiri dari otot berlapis muskulus
konstriktor laringis (superior. medius, dan inferior).
3. Tunika adventisia.

78
Faring pada Proses Menelan

Proses menelan (deglutition) merupakan mekanisme kompleks. Pada


saat terjadi proses menelan. faring melakukan gerakan untuk mencegah
masuknya makanan ke jalan pernapasan dengan cara menutup sementara
selama beberapa detik dan mendorong makanan masuk ke dalam esofagus
agar tidak membahayakan pernapasan. Dalam hal ini terjadi penyilangan

79
antara jalan makanan dengan jalan pernapasan, jalan makanan masuk ke
belakang jalan pernapasan melewati epiglotis lateral melalui filiformis
masuk ke esofagus. Proses menelan dibagi dalam 3 tahap yaitu stadium
volunter, stadium faringeal, dan stadium esofageal.
1. Stadium volunter: bolus melalui tiang depan istmus fausium,
makanan siap untuk ditelan dan secara sadar makanan didorong ke
belakang mulut oleh tekanan lidah ke atas dan ke belakang terhadap
80
palatum. Lidah memaksa bolus masuk ke dalam faring dan berjalan
secara otornatis dan tidak dapat dihentikan.
2. Stadium faringeal: apabila bolus telah didorong ke belakang
mulut, bolus akan merangsang reseptor menelan yang terletak di sekitar
pintu faring melalui serangkaian kontraksi otot faring otomatis. Palatum
molle didorong ke atas menutup faring posterior guna mencegah refleks
makanan ke dalam rongga hidung. Arkus palatofaringeal tertarik ke
81
tengah dan saling berdekatan dengan arkus-arkus untuk membentuk
celah lewat faring posterior. Epiglotis mengayun ke belakang dan ke atas
pintu superior laring untuk mencegah masuknya makanan ke dalam
trakea. Saluran laring ditarik ke atas dan ke depan oleh otot lidah dengan
meregangkan pintu esofagus sehingga makanan masuk dengan mudah.
Kontraksi ini mencegah udara masuk ke dalam esofagus ketika bernapas.
Pada saat laring terangkat sfingter esofagus relaksasi, muskulus
82
konstruktor faring superior berkontraksi sehingga menimbulkan
gelombang makanan ke dalam esofagus. Proses ini berlangsung 1-2
detik.
3. Stadium esofageal: pada stadium ini faring menghantarkan
makanan yang sudah ditelan dari faring ke lambung dengan pergerakan
khusus yang disesuaikan dengan peristaltik dengan dua jenis pergerakan
(gelombang).
83
a. Gelombang peristaltik primer: lanjutan gelombang peristaltik
faring dan menyebar ke esofagus, selama stadium taringeal bila gagal
timbul gelombang peristaltik sekunder
b. Gelombang peristaltik sekunder: terjadi akibat rangsangan
esofagus oleh makanan yang tertinggal. Gelombang ini terus
terbentuk sampai semua makanan masuk ke dalam lambung.
Gelombang ini dikontrol oleh refleks esofagus dihantarkan melalui
84
saraf aferens vagus dari esofagus ke medula oblongata kembali ke
esofagus melalui serat eferens vagus.

85
86
87
3. Esofagus (Kerongkongan)

Esofagus (kerongkongan) merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan


faring, panjangnya kira-kira 25 cm dengan posisi mulai dari tengah leher
sampai ujung bawah rongga dada di belakang trakea. Pada bagian dalam di
belakang jantung menembus diafragma sampai ke rongga dada dan ke
fundus lambung melewati persimpangan sebelah kiri diafragma. Dan
88
Esofagus merupakan saluran semit berbentuk pipa yang menghubungkan
faring dengan lambung (gaster). Makanan yang telah dicerna dalam mulut
akan masuk ke dalam kerongkongan melalui proses penelanan (deglitasi).
Sekresi esofagus bersifat mukoid yaitu memberi pelumas untuk pergerakan
makanan melalui esofagus. Pada permulaan esofagus terdapat kelenjar
mukosa komposita. Bagian badan utamanya dibatasi oleh banyak kelenjar
mukosa simplek yang berfungsi untuk mencegah sekresi mukosa oleh
89
makanan yang baru masuk. Kelenjar komposita yang terletak pada
perbatasan esofagus dengan lambung berfungsi untuk melindungi dinding
esofagus dari pencernaan getah lambung.
Pada peralihan esofagus ke lambung terdapat sfingter kardiak yang
dibentuk oleh lapisan otot sirkuler esofagus. Sfingter ini terbuka secara
refleks pada akhir proses menelan. Tunika mukosa esofagus mempunyai
epitel gepeng berlapis yang mengandung kelenjar-kelenjar (landula
90
esofagus).

Lapisan dinding esofagus dari dalam ke luar:


1) lapisan selaput (mukosa),
2) lapisan submukosa,
3) lapisan otot melingkar (muskular sirkuler),
4) lapisan otot memanjang (muskular longitudinal)
91
Fungsi Sfingter Esofagus

Pada bagian bawah, 2,5 cm di atas lambung terdapat otot sirkuler


esofagus yang berfungsi sebagai sfingter esofagus bawah yang secara
otomatis menutup apabila gelombang menelan berjalan menuruni esofagus.
Relaksasi reseptif merupakan isyarat rangsangan dari nervus mesenterikus
untuk merelaksasi sfingter esofagus ke bawah, sebelum gelombang

92
peristaltik dilakukan agar makanan yang ditelan mudah masuk lambung.
Fungsi utama sfingter esofagus bawah adalah mencegah isi lambung naik
lagi ke dalam esofagus. Isi Lambung sangat asam dan banyak
mengandung enzim proteolitik. Esofagus tidak mampu menahan kerja
pencernaan lambung dalain waktu lama.

93
Tunika mukosa menghasilkan mucus.pada tunika ubmukosa, terdapat jaringan
ikat kolagen dan elastis, ujung kalpiler darah dan saraf. Tunika muskularis
mengandung otot polos dan jaringan ikat.

Esophagus memiliki cincin tulang rawan, zat makanan dapat melewati


esophagus karena adanya gerak peristaltic. Gerak peristaltic adalah gerak
mermas-remas dan bergelombang yang tidak disadari sehingga makanan
94
tedorong ke bagian lambung. Pada batas antara esogagus dengan lambung
tedpat sfinger esophagi (sphincter esophagi) yang befungsi mengatur agar
makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.

Gambar Arteri, Vena dan Nerves.

95
96
97
98
99
100
4. Lambung (gaster)

101
102
103
Lambung merupakan kantong besar yang terletak di bawah rusuk terakh
r sebelah kiri. Lambung tediri atas tiga bagian, yaitu kardiak (berdekat
n dengan hati) berhubungan dengan esophagus, fundus (tengah), dan pylor
s (berhubungan langsung dengan usus halus

104
Pada saat ada makanan mendekati lambung, otot sphincter kardia bekerja
membuka lambung bagian atas sehingga makanan masuk dan segera menutup
kembali agar makanan tidak kembali ke esofagus. Sementara itu, otot
sphincter pilorusberperan dalam proses pengaturan makanan agar keluar dari
lambung dan masuk ke usus dua belas jari (deudenum)

105
Otot dinding lambung tersusun memanjang, melingkar, dan menyerong.
Dengan bantuan otot seperti ini menyebabkan makanan tercampur merata
membentuk bubur yang disebut chime apabila otot tersebut berkontraksi.
Dinding lambung secara anatomis terdiri atas 5 lapisan, yakni tunika mukosa,
tunika muskularis mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika
adventisia. Pada lapisan itu terdpat kelenjar-kelenjar yang menghasilkan getah
lambung. Getah lambung mengandung:
106
a. Asam klorida (HCl). Befungsi sebagai desinfektan, yaitu untuk membunuh
kuman-kuman yang masuk bersama makanan atau menjadikan kuman
tidak berbahaya. Selain itu, asam klorida juga befungsi untuk
mengasamkan makanan dan membantu pembenukan pepsin.
b. Rennin, merupakan enzim yang berfungsi mengendapkan kasein (protein
susu) dari air susu. Kasein akan diubah oleh pepsin menjadi peptone.renin
hanya dihasilkan oleh lambung mamalia.
107
c. Pepsinogendalam lingkungan asam klorida, pepsinogen akan diubah
menjadi enzim yang aktif yaitu pepsin. Pepsin berfungsi mencerna protein
menjadi zat yang molekulnya lebih kecil dan mudah larut yang disebut
peptone.
d. Lipase, berfungsi untuk mencerna lemak. Di lambung, lipase terdpat
dalam jumlah yang kecil.

108
Setelah makanan dicerna di dalam lambung, sedikit demi sedikit makanan
masuk ked lam deudenum. Otot yang bekerja di sini adalah otot pylorus.
Caranya otot pylorus yang mengarah ke lambung akan mengendur jika
tersentuh cyme yang besifat asam. Sebaliknya otot pylorus yang mengarah ke
usus halus akan mengerut jika tersentuh cyme. Jadi cyme yang bersifat asam
tiba di pylorus depan, maka pylorus akan membuka, sehingga makanan lewat.
Dan makanan yang mengenai pylorus belakang maka pylorus menutup.
109
Sehingga makanan masuk ke usus halus sedikit demi sedikit dan dapat dicerna
dan diserap secara efektif. Adapun fungsi lambung menurut Price, Sylvia, A,
et al, 1995, yaitu

Fungsi motorik yang terdiri dari :

110
1. Fungsi reservoir. Menyimpan makanan sampai makanan tersebut
sedikit demi sedikit dicerna dan bergerak pada saluran cerna.
2. Fungsi mencampur. Memecah makanan menjadi partikel-partikel
kecil dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot
yang meliputinya.
3. Fungsi pengosongan lambung. Diatur oleh pembukaan sfingter
pilorus, yang diatur oleh viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmosis,
111
keadaan fisik, serta oleh emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan
lambung diatur oleh factor syaraf dan hormonal.

Fungsi pencernaan dan sekresi

1. Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl, pati oleh amilase dan
lemak oleh lipase.

112
2. Sintesis dan pelepasan gastrin.
3. Sekresi factor intrinsic memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari
usus halus bagian distal.
4. Sekresi mucus., sebagai pelindung lambung dan pelumasan
makanan agar mudah ditranspor

Struktur Lambung
113
1. Fundus ventrikuli: bagian ini menonjol ke atas, terletak di sebelah kiri
jantung, biasanya berisi gas. Pada perbatasan dengan esofagus terdapat
katup sfingter kardiak.

2. Korpus ventrikuli: bagian ini merupakan segitiga osteum kardiakum.


Suatu lekukan padat pada bagian bawah kurvatura minor merupakan
bagian utama dari lambung.

114
3. Antrum pilorus: bagian ini merupakan bagian lambung yang berbentuk
tabung dan mempunyai otot yang tebal membentuk sfingter pilorus.
Antrum pilorus merupakan muara bagian distal dan berlanjut ke
duodenum.

4. Kurvatura minor: kurvatura minor ada di sebelah kanan lambung,


terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus. Kurvatura minor

115
dihubungkan ke hati oieh osteum minor, suatu lipatan ganda dari
peritoneum.

5. Kurvatura mayor: bagian ini terbentang pada sisi kiri osteum kardiakum
melalui fundus ventrikuli menuju ke kanan sampai ke pilorus inferior.
Kurvatura mayor lebih panjang dari kurvatura minor dan dihubungkan
dengan kolon transversum oleh omentum mayor, lipatan ganda dari

116
peritoneum.

6. Osteum kardiakum: osteum ini merupakan tempat esofagus bagian


abdomen masuk ke lambung. Pada bagian ini terdapat orifisium pilorus
yang tidak mempunyai sfmgter khusus, tetapi hanya berbentuk cincin
yang membuka dan menutup osteum dengan cara kontraksi dan relaksasi.
Osteum dapat tertutup oleh lipatan membran mukosa dan serat otot pada

117
dasar esophagus.

Lapisan Lambung

1. Lapisan selaput lendir (mukosa). Bila lambung dikosongkan


lapisan ini berlipat-lipat yang disebut rugae.

2. Lipatan otot melingkar (muskular aurikularis). Lapisan ini

118
merupakan jaringan otot yang kuat.

3. Lapisan otot miring (muskulus obligue), mempunyai otot


bergaris miring.

4. Lapisan otot memanjang (muskulus longitudinal). Lapisan


ini merupakan susunan lapisan otot lambung yang panjang.

5. Jaringan ikat (peritoneum/serosa). Jaringan melapisi


119
lambung bagian luar.

120
121
122
123
Otot Lambung

124
125
5. Usus halus (Intestinum tenue)

126
127
128
Usus halus atau intestinum minor adalah suatu tabung yang
kompleks,berlipat-lipat, dan membentang dari pilorus hinggakatup ileosekal
(sekum), merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan
absorpsi hasil pencernaan. Panjang usus halus pada orang hidup sekitar 12
kaki (3,6 m) dan hampir 22 kaki (6,6 m) pada kadaver (akibat relaksasi). Usus
halus terletak di antara lambung dan usus besar. Usus ini merupakan saluran
panjang dengan dinding-dinding berotot. Dinding usus halus terdiri atas tiga
129
lapis, yaitu tunica mucosa, tunica muscularis, dan tunika serosa. Tunica
muscularis merupakan bagia yang menyebabkan geraka usus halus.

Usus halus dibedakan menjadi tiga bagian,yaitu:

a. Deudenum (usus dua belas jari). Deudenum panjangnya sekiar 25 – 30 cm,


berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri. Pada lengkungan ini terdapat

130
pancreas yang menghasilkan amylase yang berfungsi mencerna hidrat
arang menjadi disakarida. Di sini terjadi pencernaan secara kimiawi.
Deudenum merupakan muara saluran yang berasal dari hepar, yakni
duktus keleodokus dan yang berasal dari pancreas, yakni pankreatikus.
Pada bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lendir yang membukit
disebut papila vateri. Pada papila vateri ini bermuara saluran empedu
(duktus koledokus) dan saluran pankreas (duktus pankreatikus). Dinding
131
duodenum mempunyai lapisan mukosa yang banyak mengandung
kelenjar. Kelenjar-kelenjar ini Brunner yang berfungsi untuk
memproduksi getah intestinum.
b. Jejunum (usus kosong). Panjangnya sekitar 7 meter. Di dalam jejunum,
makanan masih mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim
yang dihailka oleh dinding usus, sehingga menjadi bubur yang sangat

132
lembut dn encer. Merupakan tempat berlangsungnya pencernaan makanan
terakhir sebelum sari makanan diserap di ileum.
c. Ileum (usus belit/ usus penyerapan). Ileum merupakan tempat terjaina
penyerapan sari-sari makanan dengan panjang sekitar 1 meter. Di sinilah
sari-sari makanan hasil proses pencernaan diserap oleh jonjot-jonjot usus
(vili). Dinding jonjot usus halus tertutup oleh sel tiang.kira-kira terdpat
500 sel tiang pada setiap jonjot. Setiap sel memuat sekitar 1.000 mikrovili.
133
Villi tersebut juga memperluas permukaan dinding usus sehinga absorpsi
sari makanan menajdi leih efektif. Enzim pada mikrovili akan
menghancurkan makanan menjadi parikel yang cukup kecil untuk diserap.

Di dalam setiap jonjot terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa
(pembuluh kil) yang menyerap zat makanan dari permukaan jonjot. Vena

134
mengambil glukosa, asam amino dan mineral, sementara asam lemak dan
gliserol masuk ke pembuluh kil.

Dinding usus halus menghasilkan getah usus yang mengandung beberapa


enzim, anatar lain enterokinase, erepsin, lactase, intertase, dan maltase.
Enterokinase berfungsi untuk mengubah enzim tripsinogen yang dihasilkan
pancreas menjadi tripsin. Erepsin berfungsi untuk menyempurnakan
135
pencernaan protein dengan mengubah pelipeptida menjadi berbagai asam
amino. Lactase, intertase, dan maltase yang tergolong dlam disakarase
berfungsi menyempurnakan pencernaan pati (ailum) dengan cara mengubah
guladisakarida menjadi gula monosakarida.

Fungsi usus halus meliputi :

136
1. Menerima zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui
kapiler-kapiler darah dan saluran limfe,
2. Menyerap protein dalam bentuk asam amino,
3. Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida.

Di dalam usus halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang
menyempurnakan makanan :
137
1. Enterokinase, mengaktifkan enzim proteolitik,
2. Eripsin, menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino,
1. Laktase mengubah laktosa menjadi monosakarida,
2. Maltose mengubahmaltosa menjadi monosakarida,
3. Sukrose mengubah sukrosa menjadi monosakarida.

6. Usus Besar (colon)


138
139
140
141
142
143
144
Usus besar bersambung dengan usus halus di rongga perut bagian anan bawah.
Makanan yang sampai ke usus besar pada umumnya berupa bahan sisa yang
terdiri atas sejumlah bear air dan bahan makanan yang tidk dapat dicerna
dengan baik seperti selulosa. Fungsi utama dari usus besar adalah mengatur
kadar air sisa makanan sebelum dibuang. Jika sisa makanan terlalu lama
145
berada didalam usus besar, penyerapan air semakin banyak sehingga sisa
makanan (feses) menjai padat dan keras. Usus besar dibedakan menjadi tiga
bagian, yaitu :

a. Coecum. Merupakan pembatas antara ileum dengan kolon.


b. Kolon. Pada kolon terjadi gerakan mencampur isi kolon dengangerakan
mendorong. Di dalam kolon terdapat banyak bakteri. Slah sat bakteri yang
146
berguna adalah Escherichia coli. Kegunaan bakteri itu adalah:
- Membusukkan sisa makanan sehingga mudah untuk dikeluarkan.
- Membentuk vitamnin K dan vitamin B kompleks.
c. rectum. Merupakan tempat penampungan sementara feses sebelum
dibuang melalui anus.

147
Usus besar atau kolon berbentuk tabung muskular berongga dengan panjang
sekitar 1,5 m (5 kaki) yang terbentang dari sekum hingga kanalis ani.
Diameter usus besar sudah pasti lebih besar daripada usus kecil, yaitu sekitar
6,5cm (2,5 inci), tetapi makin dekat anus diameternya semakin kecil. Usus
besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum,
dan Kolon desenden.

148
Fungsi kolon adalah :

1. Menyerap air selama proses pencernaan.


2. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil
simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
3. Membentuk massa feses

149
4. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh.
Pengeluaran feses dari tubuh didefekasi.

150
151
Sekum

Di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing


sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya 6 cm. Seluruhnya ditutupi
oleh peritoneum, mudah bergerak walaupun tidak mempunyai mesentrium dan
dapat diraba melalui dinding abdomen pada orang yang masih hidup.

152
Kolon Asendens

Panjangnya 13 cm, terletak di bawah abdomen sebelah kanan, membujur ke


atas dari ileum ke bawah hati. Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan
ini disebut fleksura hepatika, dilanjutkan sebagai kolon transversum.

Apendiks (Usus Buntu)

153
Bagian dari usus besar yang mucul seperti corong dari ujung sekum,
mempunyai pintu keluar yang sempit tetapi masih memungkinkan dapat
dilewati oleh beberapa isi usus. Apendiks tergantung menyilang pada linea
terminalis masuk ke dalam rongga pelvis minor, terletak horizontal di
belakang sekum. Sebagai suatu organ pertahanan terhadap infeksi, kadang
apendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan
perforasi dindingnya ke dalam rongga abdomen.
154
Kolon Transversum

Panjangnya + 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon


desendens berada di bawah abdomen, sebelah kanan terdapat fleksura
hepatika dan sebelah kiri terdapat fleksura lienalis.

Kolon Desendens

155
Panjangnya + 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri membujur dari
atas ke bawah dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri, bersambung
dengan kolon sigmoid.

Kolon Sigmoid

156
Kolom sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens, terletak miring
dalam rongga pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai huruf S, ujung
bawahnya berhubungan dengan rektum.

Gambar Anatomi Rektum

157
158
159
160
161
7. Anus

Anus merupakan lubang pada ujung saluran pencernaan. Dari lubang ini, sisa-
sisa makanan yang tidak dicerna dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses
pengeluaran feses disebut defekasi. Setelah retum terenggang karena terisi
penuh, timbul keinginan untuk defekasi. Dengan kontraksi otot sphincterani
eksternus, defekasi dapat ditahan tetapi dlam waktu yang tidak terlalu lama.
162
Terletak di dasar pelvis, dindingnya diperkuat oleh 3 sfingter :

o Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak,


o Sfingter levator ani, bekerja juga ti dak menurut kehendak,
o Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja menurut kehendak.

163
Defekasi (buang air besar) didahului oleh transpor feses ke dalam rektum yang
mengakibatkan ketegangan dinding rektum yang mengakibatkan rangsangan
untuk refleks defekasi, sedangkan otot usus lainnya berkontraksi. M. Levator
ani relaksasi secara volunter dan tekanan ditimbulkan oleh otot-otot abdomen.

164
165
166
167
168
169
170
Arteri dan Vena pada Anus

171
172
173
174
3.4. Kelenjar Pencernaan (Glandula Digestivus)

Pencernaan makanan berlangsung dalam alat pencernaan. Berlangsungnya


proses ini juga dibantu oleh kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan itu
adalah;

175
176
a. Hepar (hati)

Kelenjar aksesoris terbesar dalam tubuh berwarna coklat dengan berat

177
1000-1800 gram. Hati terletak dalam rongga perut sebelah kanan atas di
bawah diafragma. Sebagian besar terletak pada regio hipokondria dengan
region epigastrium. Pada orang dewasa yang kurus tepi bawah hati mungkin
teraba satu jari di bawah kosta.

Struktur Hati
1. Pembagian Hati

178
Dengan pars pilorika, ventrikula, dan duodenum superior.
a. Lobus sinistra: lobus ini terletak di sebelah kiri bidang median.
b. Lobus dekstra: terletak sebelah kanan bidang median.
c. Lobus kaudatus: terletak di belakang berbatasan dengan pars
pilorika, ventrikula, dan duodenum superior.
2. Permukaan Hati
a. Fasies superior: permukaan yang menghadap ke atas dan ke depan
179
berbentuk cembung dan terletak di bawah diafragma.
b. Fasies inferior: permukaan yang menghadap ke bawah dan ke
belakang, mempunyai permukaan tidak rata karena terdapat lekukan
fisura transverses.
c. Fasies posterior: permukaan bagian belakangnya terlihat beberapa
alur berbentuk garis melintang yang disebut porta hepatis. Kedua
garis tengah alur di sebelah kiri fossa sagitalis sinistra terdapat
180
ligamentum teres hepatis menuju porta hepatis ke arah kaudatus.
Ligamentum venosus arantii berjalan dari porta hepatis ke arah
kranialis belakang. Alur sebelah kanan fossa sagitalis dekstra
memiliki dua lekukan yaitu:
• lekukan depan fossa vesika fellea di belakang empedu,
• lekukan belakang fossa vena kava inferior yang terdapat pada

181
vena kava inferior.
d. Fasies lobus sinistra: berhubungan dengan esofagus dekat lobus
kaudatus dan berhubungan dengan permukaan depan gaster. Fasies
inferior lobus sinistra membentuk impressio yang sesuai dengan
kurvatura mayor yang terletak di depan omentum. Fasies inferior
lobus dektra berbatasan dengan ginjal, glandula suprarenalis kanan
atas, dan fleksura koli dekstra kanan bawah. Fasies superior
182
merupakan bagian anterior yang diliputi oleh peritoneum
sedangkan bagian medialnya berbatasan dengan diafragma, diliputi
oleh bagian medialnya yang berbatasan dengan dinding depan
perut. Fasies posterior tidak ditutup oleh peritoneum, berhubungan
dengan diafragma, terdapat sebuah Lekuk di sebelah kanan vena
kava inferior di atas infresio renalis yang disebut infresio
suprarenalis.
183
3. Pembuluh darah hati
Suplai darah berasal dari arteri seliaka, menuju ke kanan membentuk
lipatan peritoneum di depan vena porta bercabang menjadi:
a) arteri hepatika propia: berjalan ke dalam ligamentum hepato
duodelae bersama dengan vena porta dan duktus koledokus menjadi
arteri gastrika.
b) arteri gastrika: menuju ke kurvatura minor gaster beranastomosis
184
dengan arteri gastrika sinistra. Arteri hepatika propia bercabang
menjadi arteri hepatika dekstra yang cabangnya masuk kandung
empedu, arteri sistika, dan arteri hepatika sinistra yang masuk ke
dalam hati. Aliran pembuluh balik berkumpul pada vena hepatika
keluar dari permukaan belakang sebelah kranial hepar dan bermuara
ke vena kava inferior.
4. Pembuluh limfe hati: hati menghasilkan cairan limfe sekitar ⅓-
185
½ cairan limfe. Pembuluh limfe meninggalkan hati masuk ke dalam
kelenjar limfe. Dalam porta hepatis pembuluh aferen berjalan ke nodi
limpatisi seliaka dan beberapa pembuiuh berjalan ke area hati melalui
diafi-agma menuju ke nodi limpatisi mediastinalis posterior.
5. Persarafan hati: persarafan hati berasal dari saraf simpatis
dan parasimpatis yang melewati koliakus. Trunkus vagus anterior
mempunyai cabang yang banyak berjalan langsung ke hati.
186
Duktus Hepatikus Dekstra dan Sinistra

Duktus ini keluar dari hati. Pada porta hepatis bersatu membentuk duktus
hepatikus kommunis, berjalan turun ke tepi omentum minus panjangnya
±4 cm kemudian berjalan turun ke tepi omentum minus. Tepi kanannya
bersatu dengan duktus sistikus yang berasal dari kandung empedu untuk
membentuk duktus koledokus.

187
Duktus Koledokus

Duktus ini panjangnya 8 cm. Bagian pertama, berjalan dari tepi kanan
omentum minus, di depan tepi kanan vena porta, sebelah kanan arteri
hepatika. Bagian kedua berjalan ke belakang bagian pertama duodenum
sebelah kanan arteri duodenalis. Bagian ketiga terletak dalam alur

188
permukaan posterior kaput pankreatikus mayor dan bermuara pada ampula
kecil dinding duodenum melalui satu papila kecil disebut papila vateri.
Pembentukan dan Penghancuran Sel Darah

Selama 6 bulan kehidupan fetus, hepar memproduksi sel-sel darah merah


dan fungsi tersebut diambil alih oleh sumsum tulang. Sepanjang masa
kehidupannya, sel-sel darah merah dihancurkan dalam sel-sel sistem

189
retikuloendotel termasuk yang melapisi sinusoid dari hepar.

Arteri dan Vena pada Hati

190
191
192
b. Pankreas

193
194
Pankreas merupakan organ lunak yang berjalan miring dan menyilang
dinding posterior abdomen pada regio epigastrium, terletak di belakang
lambung dan terbentang dari duodenum sampai ke limpa. Pankreas
merupakan kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin
menghasilkan sekret yang mengandung enzim yang dapat
menghidrolisis protein, lemak, dan karbohidrat, bersifat ekokrin karena
195
menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari pancreas karena
dipengaruhi oleh enzim pankreozimin. Sedangkan, kelenjar endokrin
menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang memegang peranan
penting pada metabolisme karbohidrat, bersifat endokrin karena dari
pulau Langerhans dihasilkan hormone inulin dan hormone glukagn yang
dimasukkan ke darah.. Saluran keluar pankreas duktus pankreatikus
mayus (Wirsungianus) dan duktus pankreatikus minus (sartorini)
196
bermuara pada papilla vateri yang terletak pada dinding duodenum
bersama duktus koledokus.

Struktur Pankreas
1. Kaput pankreas: kaput pankreas merupakan bagian yang terletak
pada bagian cekung duodenum. Permukaan depan kaput pankreas
berbatasan dengan kolon transversum dan jejunum, sedangkan
197
permukaan belakang berbatasan dengan vena kava inferior, duktus
koledokus, dan vena renalis.

2. Kollun pankreas: merupakan bagian yang mcngecil, menghubungkan


kaput pankreas dengan korpus pankreas. Terletak di depan pangkal
vena porta dan arteri mesenterika superior dari aorta.

3. Korpus pankreas: berjalan menuju ligamentum lienorenalis dan


198
mengadakan hubungan dengan hilus limpa. Di depan kauda
berbatasan dengan fleksura koli sinistra di kiri, sedangkan belakang
berbatasan dengan ginjal dan glandula suprarenalis kiri.

Pembuluh Darah Pankreas


1. Arteri pankreatika duodenalis superior: berasal dari arteri
gastro-duodenalis mengurus pankreas dan duodenum beranastomosis

199
dengan arteri pankreatika duodenalis inferior.
2. Arteri pankreatika duodenalis: mengurus duodenalis dan kaput
pankretika beranastomosis dengan arteri pankreatiko duodenalis.
3. Arteri pankreatika mayus dan kaudalis: berasal dari arteri
renalis beranstomosis dengan arteri pankreatika duodenalis.
4. Vena pankreatika duodenalis superior: bermuara ke dalam vena
porta.
200
5. Vena pankreatika duodenalis inferior: bermuara ke dalam vena
mesenterika inferior.
6. Vena pankreatika mayus dan vena pankreatika kaudalis:
bermuara ke dalam vena lienalis.

Pancreas menghailkan enzim-enzim pencernaan sebagai berikut:

201
- Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi tripsin.
Senyawa protein diubah oleh tripsin menjadi dipeptida.
- Kimotripsinogen, diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang
berfungsi membantu tripsin.
- Peptidase, berperan mengubah senyawa peptide menjadi asam
amino .

202
- Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol.
- Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltosa.
- Nuklease, berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida.
- NaHCO3atau KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi
menetralkan suasana asam yang berasal dari lambung.

203
204
Kandung Empedu

Kandung empedu (vesika fellea) adalah kantong berbentuk buah pir yang
terletak pada permukaan viseral diliputi oleh peritoneum kecuali bagian
yang melekat pada hati dan terletak pada permukaan bawah hati di antara
lobus dekstra dan kaudatus hati.

Struktur Kandung Empedu


205
1. Fundus vesika fellea: berbentuk bulat biasanya menonjol ke
bawah tepi inferior hati dan berhubungan dengan dinding anterior
abdomen setinggi rawan ujung kosta ke-9 kanan

2. Korpus vesika fellea: bersentuhan dengan permukaan viseral


dan mengarah ke atas, belakang dan kiri.

3. Kollum vesika fellea: berlanjut dari duktus sistikus, berjalan


206
ke omentum minus dan bersatu dengan sisi kanan duktus hepatikus
kommunis membentuk duktus koledokus.

Cairan Empedu

Cairan empedu merupakan cairan yang kental yang berwarna kuning


keemasan kehijauan yang dihasilkan secara terus-menerus oleh sel hepar
±500-1000 ml sehari. Empedu merupakan zat esensial yang diperlukan
207
dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Cairan empedu merupakan suatu
media untuk menyekresi zat tertentu yang tidak dapat disekresi oleh ginjal.

Unsur-unsur Cairan Empedu

1. Garam-garam empedu: disintesis oleh hepar, berasal dari


kolesterol, suatu alkohol steroid yang banyak dihasilkan hati. Garam
empedu berfungsi membantu pencernaan lemak clan mengemulsi lemak
208
dengan kelenjar lipase dari pankreas.
2. Sirkulasi entero hepatik: garam empedu (pigmen) diabsorpsi
oleh usus halus masuk ke dalam vena porta dialirkan ke hati untuk
digunakan ulang.
3. Pigmen empedu: pigmen empedu merupakan hasil utama dari
pemecahan haemoglobin. Sel hati mengangkut hemoglobin dari plasma
clan menyekresinya ke dalam empedu. Pigmen empedu tidak
209
mempunyai fungsi dalam proses pencernaan.
4. Bakteri dalam usus halus: bakteri dalam usus halus mengubah
bilirubin menjadi urobilin yaitu salah satu zat yang direabsorpsi dari
usus dan diubah menjadi sterkobilin yang disekresi dalam feses sehingga
feses berwarna kuning.

210
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

211
Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan
makanan. Alat-alat pencernaan makanan pada manusia adalah organ-organ
tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan
makanan dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sistem
pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut
dimulai dari 1. Rongga Mulut, 2. Faring 3. Esofagus, 4. Lambung, 5. Usus

212
Halus, 6. Usus Besar, 7. Anus. Kelenjar Pencernaan (Glandula Digestivus)
melipiti Hepar (hati), Pankreas dan Kandung Empedu.

3.2. Saran

213
214
215
LAMPIRAN

Anatomi sistem Pencernaan

216
217
218
219
Gambar anatomi sistem pencernaan ( arteri, vena )

220
221
222
223
224
225
226
227