You are on page 1of 6

Teknik-Teknik Pembuatan Minyak Kelapa Minyak kelapa merupakan minyak yang dihasilkan dari daging buah kelapa

. Secara umum pembuatan minyak kelapa terbagi menjadi 3 macam yaitu: 1. Cara kering. 2. Cara basah yang terbagi atas beberapa metode diantaranya adalah pemancingan, pengasaman, mekanik, enzimatk dan penggaraman. 3. Cara ekstraksi Pelarut Cara kering Metode pembuatan minyak kelapa dengan cara kering, terlebih dahulu daging buah kelapa dibuat dalam bentuk kopra. Untuk dibuat dalam bentuk kopra, maka daging buah kelapa dibuat menjadi kering dengan jalan menjemur pada terik matahari atau dikeringkan melalui oven. Pengeringan daging kelapa dengan penjemuran sangat tergantung pada kondisi cuaca, sehingga pengeringan akan lebih baik ketika berada pada musim panas. Dan apabila pengeringan dilakukan pada musim penghujan, proses pengeringan dapat memakan waktu yang lebih lama. Waktu yang lama dalam proses pengeringan akan sangat mengganggu kualitas kopra yang dihasilkan yang disebabkan karena adanya proses biologis. Untuk proses pengeringan dengan menggunakan oven akan lebih cepat dibandingankan dengan cara pengeringan melalui penjemuran pada sinar matahari. Pengeringan dengan menggunakan oven akan memakan biaya operasional yang lebih besar. Adapun langkah-langkah pembuatan minyak kelapa dengan cara kering adalah sebagai berikut 1. Kopra dicacah, kemudian dihaluskan menjadi serbuk kasar. 2. Serbuk kopra dipanaskan, kemudian dipres sehingga mengeluarkan minyak. Ampas yang dihasilkan masih mengandung minyak. Ampas digiling sampai halus, kemudian dipanaskan dan dipres untuk mengeluarkan minyaknya. 3. Minyak yang terkumpul diendapkan dan disaring. 4. Minyak hasil penyaringan diberi perlakuan berikut: ‡ Penambahan senyawa alkali (KOH atau NaOH) untuk netralisasi (menghilangkan asam lemak bebas). ‡ Penambahan bahan penyerap (absorben) warna, biasanya menggunakan arang aktif agar dihasilkan minyak yang jernih dan bening. ‡ Pengaliran uap air panas ke dalam minyak untuk menguapkan dan menghilangkan senyawasenyawa yang menyebabkan bau yang tidak dikehendaki. 5 Minyak yang telah bersih, jernih, dan tidak berbau dikemas di dalam kotak kaleng, botol plastik atau botol kaca. Cara Basah Langkah awal pembuatan minyak kelapa dengan cara basah yaitu daging buah kelapa dibentuk menjadi santan. Proses pembuatan santan merupakan tahap yang paling penting dalam pembuatan minyak. Untuk dapat membuat minyak yang lebih banyak maka jenis buah kelapa yang dipilih yaitu kelapa yang setengah tua dan kelapa tua. Santan itu sendiri merupakan jenis emulsi minyak dalam air (M/A), dimana yang berperan sebagai media pendispersi adalah air dan fasa terdispersinya adalah minyak. Globula-globula minyak dalam santan dikelilingi oleh lapisan tipis protein dan fosfolida. Lapisan protein menyelubungi tetes-tetes minyak yang terdispersi di dalam air. Untuk dapat menghasilkan minyak maka lapisan protein itu perlu dipecah sehingga tetes-tetes minyak akan bergabung

sedangkan blondo disentrifugasi untuk mengeluarkan minyak yang masih terikat blondo. Pada prinsipnya teknik pengasaman ini adalah metode denaturasi protein dikarenakan terbentuknya ion zwitter pada kondisi iso elektronik. yaitu hanya melakukan pemanasan terhadap santan yang telah dibuat. akan tetapi pada kondisi tertentu kelarutan garam akan turun seiring dengan peningkatan konsentrasi garam. Blondo yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak kelapa dengan cara pemanasan memiliki warna coklat kehitaman. Untuk membuat minyak kelapa dengan cara pemanasan cukup sederhana. Zwiter ion terbentuk karena molekul memiliki adanya muatan yang berlawanan dimasing-masing ujungnya. biologis / enzimatik Teknik pembuatan minyak kelapa secara thermal biasa disebut juga dengan teknik pemanasan. Untuk dapat mencapai kondisi iso elektronik ini. 3. Dengan penurunan tingkat kelarutan protein diikuti dengan pengikatan molekul-molekul air oleh garam tersebut. Garam digunakan sebagai perusak kestabilan emulsi. Metode pembuatan minyak kelapa dengan cara penggaraman dilakukan dengan menambahkan larutan garam bervalensi 2 contohnya adalah garam CaCl2. Cara basah ini dapat dilakukan secara kimiawi. Protein yang terdapat di dalam santan akan larut dengan adanya penambahan garam (salting in). blondo yang ada di tengah dan minyak yang berada pada lapisan paling atas. 2. Biasanya pengaturan pH untuk mendapat kondisi iso elektrik yaitu pada pH 4. thermal. Adapun minyak yang diperoleh dari cara pengasaman warna akan jernih. Umumnya minyak yang dihasilkan dengan cara pemanasan ini berwarna kekuning kuningan. mekanik. Campuran antara garam dengan santan kemudian didiamkan kurang lebih 12 jam untuk mendapatkan 3 lapisan yaitu air yang berada paling bawah.menjadi minyak. kemudian lapisan tengah protein dan lapisan bawah adalah air. Metode Penggaraman Metode penggaraman dilakukan dengan tujuan untuk pemecahan system emulsi santan dengan pengaturan kelarutan protein di dalam garam.5 yang dilakukan dengan penambahan asam asetat (CH3COOH) atau yang sering dikenal dengan cuka makanan. Dengan cara pengasaman ini akan terbentuk tiga lapisan juga. Garam Ca ditambahkan kedalam santan dan diaduk dengan menggunakan pengaduk magnet agar campuran antara garam dan santan menjadi homogen. Jadi pada prinsipnya pembuatan minyak kelapa cara basah atau melalui santan adalah pemecahan system emulsi santan melalui denaturasi protein.2H2O pada krim santan yang telah diperoleh dari tahap awal pembuatan minyak.2H2O). . dimana lapisan minyak berada paling atas. 1. Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan minyak kelapa dengan metode penggaraman (garam yang dipakai misalnya CaCl2. maka santan dibuat dalam kondisi asam. Tujuan dari pemanasan adalah untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam santan tersebut. Minyak yang dihasilkan dipisahkan. Metode pengasaman Perusakan protein atau denaturasi protein untuk dapat mendapatkan minyak kelapa dapat dilakukan dengan cara pengasaman. yang selanjutnya juga terjadi pemisahan antara cairan minyak dengan air (salting out). Teknik semacam ini biasanya dimiliki oleh industry olahan dalam skala rumah tangga. Di dalam protein sendiri sebenarnya mengandung gugus NH2 yang lebih memiliki muatan posotif dan gugus karboksilat yang bermuatan negative.

Santan selanjutnya ditambah dengan enzim yang akan digunakan untuk proses fermentasi dengan jalan didiamkan selama satu malam. Karena kerusakan tersebut maka komponen minyak akan keluar dari system emulsi. alfa amylase. Adapun karakteristik pelarut yang digunakan untuk ekstraksi minyak kelapa diantaranya bertitik didih rendah. poligalakturonase. Uap pelarut akan naik ke ruang kondensasi. Atau dengan kaya lain minyak akan menggumpal lebih awal dan selanjutnya dapat dipisahkan dengan komponen air. bromelain. Apabila umpan yang digunakan adalah minyak dengan kualitas yang bagus. Teknik gelombang mikro Penggunaan gelombang mikro pada pembuatan minyak kelapa dimaksudkan untuk merusak susunan protein karena adanya kombinasi orientasi molekul polar (protein dan air) penyusun emulsi thermal. oleh karena itu pemakaian teknik pendinginan ini minyak akan membeku terlebih dahulu dibandingkan air. kemudian dihaluskan menjadi serbuk. 2. maka akan diperoleh minyak yang berkualitas bagus pula. Untuk dapat memancing minyak keluar dari system emulsi digunakan umpan yang berupa minyak juga. tidak berinteraksi secara kimia dengan minyak dan residunya tidak beracun. mudah menguap. atau pektinase. Cara Ekstraksi Pelarut Untuk membuat minyak dengan cara ekstraksi pelarut. Urutan dari proses ekstraksi minyak kelapa dengan menggunakan bahan pelarut yaitu: 1. Kemudian pelarut dipanaskan sampai menguap. protease. Titik beku minyak berada pada kisaran 15 oC sedangkan air memiliki titik beku pada 0 oC. Prinsip dari cara ini yaitu menggunakan pelarut yang dapat melarutkan minyak. Teknik enzimatik Teknik enzimatik merupakan metode untuk denaturasi protein dengan bantuan enzim. Penggunaan umpan akan sangat mempengaruhi hasil dari kualitas minyak. Keesokan harinya dilakukan pemisahan antara minyak kelapa dengan protein atau blondo. Dengan adanya pengadukan terus-menerus molekul air dan molekul protein dapat rusak yang akhirnya tetes-tetes minyak dapat keluar. daging buah kelapa juga dibuat dalam bentuk kopra. Caranya yaitu dengan memasukkan santan kedalam mixer atau terjadi pengadukan. Teknik mekanik Teknik mekanik dilakukan dengan maksud merusak protein dan air yang menyelubungi tetestetes minyak. Kopra dicacah. Teknik pendinginan Metode pendinginan didasarkan pada perbedaan antara titik beku air dan titik beku minyak. sedangkan pelarut pada ruang penguapan. Adapun tujuan penggunaan air kelapa adalah untuk mempercepat proses penggumpalan. Beberapa jenis enzim yang dapat digunakan pada proses ini misalnya papain. akan tetapi sebaliknya apabila minyak yang dijadikan umpan secara kualitas kurang bagus maka hasil minyak yang didapat juga kualitasnya kurang bagus.Metode pemancingan Cara pemancingan pada pembuatan minyak kelapa merupakan pemecahan system emulsi santan dengan mengatur memperbesar tegangan permukaan. Kondensat (uap pelarut yang mencair) akan mengalir ke ruang ekstraksi dan melarutkan lemak . Serbuk kopra ditempatkan pada ruang ekstraksi. Tahapan pembuatan minyak kelapa dengan cara enzimatik ini adalah dengan pembuatan santan yang dihasilkan dari pemerasan menggunakan air kelapa.

penguapan ini dilakukan sampai diperkirakan tidak ada lagi residu pelarut pada minyak. proses pengelasan (welding). Melihat faktor-faktor diatas maka faktor membuat suatu bentuk tertentu merupakan faktor utama. 3. Uap yang terkondensasi pada kondensat tidak dikembalikan lagi ke ruang penguapan. minyak dapat diberi perlakuan netralisasi. Proses pembentukan logam (metal forming) Proses metal forming adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis. . Pelarut yang mengandung minyak diuapkan. tapi jarang digunakan karena biayanya relatif mahal. proses pemesinan (machining). Pelarut ini dapat digunakan lagi untuk ekstraksi. pelarut yang mengandung minyak akan mengalir (jatuh) dengan sendirinya menuju ruang penguapan semula. dan proses perlakuan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam (surface treatment). Di ruang penguapan. Proses pengelasan (welding) Proses penyambungan dua bagian logam dengan jalan pencairan sebagian dari daerah yang akan disambung. Ada beberapa metoda atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan yang dikelompokan menjadi enam kelompok dasar proses pembuatan ( manufacturing proces) yaitu : proses pengecoran ( casting). ukuran. 4. Selanjutnya. Teknik Pembentukan: Dasar-dasar Pembentukan Logam Tujuan utama Proses Manufacturing adalah untuk membuat komponen dengan mempergunakan material tertentu yang memenuhi persyaratan bentuk dan ukuran. 4. 3. Jika ruang ekstraksi telah penuh dengan pelarut. dan surface finish yang diinginkan. tapi dialirkan ke tempat penampungan pelarut. Adanya pencairan dan pembekuan didaerah tersebut akan menyebabkan terjadinya ikatan sambungan. Meskipun cara ini cukup sederhana. Proses pemesinan (machining) Proses pemotongan logam disebut sebagai proses pemesinan adalah proses pembuatan dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh produk akhir dengan bentuk. proses pembentukan logam (metal forming). 2. perlakuan panas (heat treatment). pelarut yang mengandung minyak akan menguap. Proses berlangsung terus menerus sampai 3 jam. 5. 1. Proses pengecoran (casting) Suatu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat.serbuk kopra. sedangkan minyak tetap berada di ruang penguapan. pemutihan dan penghilangan bau. serta struktur yang mampu melayani kondisi lingkungan tertentu.

strand dan slabs direduksi ukurannya dan diubah ke dalam bentuk-bentuk dasar seperti plates. Di samping itu. Dengan menggerakkan material secara sederhana ke bentuk yang kita inginkan ( sebagai lawan dari membuang bagian yang tidak diperlukan ). Ingat dalam proses pengecoran. tekuk sederhana atau gabungan (simple or compound bending) atau kombinasi dari beberapa jenis proses tersebut. Deformasi yang diberikan dapat berupa aliran curah (bulk flow) dalam 3 dimensi. Namun demikian proses ini cenderung menghasilkan sampah dari proses pembuangan material tersebut secara sia-sia. 6. Proses pemesinan atau lebih spesifik lagi proses pembuangan material (material removal proces). sheet. memberikan ketelitian yang sangat tinggi dan fleksibilitas (keluwesan) yang besar. Proses perlakuan panas (heat treatment) Heat treatment adalah proses untuk meningkatkan kekuatan material dengan cara perlakuan panas. Hampir semua logam mengalami deformasi sampai pada tingkat tertentu selama proses pembuatannya menjadi produk akhir. Bentuk-bentuk dasar ini kemudian mengalami proses deformasi lebih lanjut sehingga diperoleh kawat (wire) dan myriad ( berjenis ² jenis) produk akhir yang dihasilkan melalui tempa (forging). toleransi. Pada dasarnya. Kegunaan material logam dalam masyarakat modern ditentukan oleh mudah tidaknya material tersebut dibentuk (forming) kedalam bentuk yang bermanfaat. Peralihan dari proses pembentukan dengan tangan ke metode produksi besar ² besaran menjadi faktor penting dalam meningkatan standar kehidupan selama periode tersebut. Namun demikian biasanya gaya yang diperlukan cukup tinggi. ekstrusi. Surface treatment Proses surface treatment adalah proses perlakuan yang diterapkan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam dengan cara proses thermokimia. geseran (shear) atau kombinasi dari beberapa jenis tegangan tersebut. temperature. sheet metal forming dan sebagainya. Kemampuan untuk menghasilkan berbagai bentuk dari lembaran logam datar dengan laju produksi yang tinggi merupakan merupakan kemajuan teknologi yang nyata. metal spraying. Proses deformasi memanfaatkan sifat beberapa material ( biasanya logam ) yaitu kemampuannya ´mengalir secara plastis ´ pada keadaan padat tanpa merusak sifat-sifatnya. mesin-mesin dan perkakas yang diperlukan harganya mahal sehingga jumlah produksi yang besar merupakan alasan pokok untuk membenarkan pemilihan proses ini. suatu bentuk dihasilkan dari bahan lembaran datar dengan cara peregangan . Tegangan yang diperlukan untuk mendapatkan deformasi tersebut dapat berupa tarikan (tension).5. dan rod. maka sedikit atau bahkan tidak ada material yang terbuang sia-sia. Kecepatan. surface finish. geser sederhana (simple shearing). tekan (compression).

Cara lain untuk menggolongkan proses pembentukan lembaran logam adalah dengan menggunakan operasi khusus seperti pelengkungan. galur (beaded). Bagian lengkung 4. tergantung pada kontur produk ² produk. 1. . Usaha telah dilakukan untuk menggolongkan berbagai macam bentuk yang mungkin pada pembentukan logam menjadi beberapa kelompok tertentu. Gaya tekan pada bidang lembaran hendaknya dihindari karena ini akan menyebabkan terjadinya pelengkungan.dan penyusutan dimensi elemen volume pada tiga arah utama yang tegak lurus sesamanya. komponen ceruk dangkal ² termasuk bentuk pinggan. bentuk ² bentuk timbul dan bentuk ² bentuk berkerut. penarikan dalam. pelurusan. pembentukan lembaran biasanya dilakukan dalam bidang lembaran itu sendiri oleh tegangan tarik. Pada proses pembentukan lembaran. Bentuk yang diperoleh merupakan hasil penggabungan dari penyusutan dan peregangan lokal elemen volume tersebut. Perlu dicatat berbeda dengan proses deformasi pembentukan benda secara keseluruhan. pelipatan dan keriput pada lembaran tadi. Komponen ceruk dalam ² termasuk cawan. Komponen flens yang diberi kontur. Sachs membagi komponen ² komponen lembaran logam menjadi 5 katagori.termasuk komponen dengan flens rentang dan flens susut. kotak ² kotak dengan dinding tegak atau miring 5. pengguntingan. Komponen lengkungan tunggal. susut tebal hendaknya dihindarkan karena dapat terjadi penciutan dan akan kegagalan mengakibatkan kegagalan dalam proses pembuatan produk. perentangan. 2. 3.