You are on page 1of 4

Ilmu Sosial Budaya Dasar

A. Manusia, Kebutuhan & Etika 1. Manusia Mahluk Budaya Hakekat manusia itu adalah tercipta sebagai Makhluk, produk dari Allah. Setiap apa yang diciptakan oleh penciptanya haruslah tunduk dan taat kepada aturan yang ditetapkan oleh pembuatnya. Karena manusia adalah produk Allah maka fitrah yang harus ditaati adalah tunduk patuh dan taat terhadap setiap apa-apa yang diperintahkan dan menghindari setiap apa yang dilarang. Hakekat manusia adalah sebagai berikut : 1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. 2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. 3. Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. 4. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. 5. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati 6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas 7. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.

8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. Wujud sifat Manusia a. Kemampuan Menyadari diri Manusia dapat membuat jarak dengan manusia lain dan lingkungannya. Manusia memiliki arah pandangan kedalam dan keluar. b. Kemampuan Bereksistensi Kemampuan bereksistensi dimaksudkan manusia tidak hanya “ber-ada” (seperti hewan dan tumbuhan) tetapi juga “meng-ada” , dimana manusia tidak hanya bagian lingkungan seperti hewan dan tumbuhan tetapi manusia menjadi manajer lingkungan (mengolah, mengendalikan). c. Kata Hati (Consuence of Man) d. Kecerdasan Moral e. Tanggung Jawab f. Rasa Kebebasan g. Kewajiban dan Hak h. Kemampuan Menghayati Kebahagiaan Kebahagiaan milik manusia : kebahagiaan dapat dicapai apabila manusia dapat meningkatkan kualitas hubungannya sebagai mahluk dengan dirinya sendiri (memahami kelebihan dan kekurangannya); dengan alam (untuk eksploitasi dan dilestarikan); dan terhadap Tuhan Maha Pencipta. Manusia adalah makhluk alamiah yang terkait dengan lingkungan, memiliki sifat alamiah yang tunduk pada hukum alam, keterkaitannya dengan lingkungan terlihat

dalam kehidupan sosial dan tingkah laku etisnya, untuk memenuhi kebutuhannya manusia harus bekerja keras dan mencipta, hal ini merupakan proses penyempurnaan manusia, yang juga merupakan cermin kualitas dan martabat manusia. Soren Kierkegaard menyatakan manusia mempunyai 3 taraf: • Estetis – mampu menangkap lingkungan sekitar dengan kekaguman, dan mengungkap kembali dengan karya seni. • Etis – meningkatkan kebutuhan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. • Religius – menghayati pertemuan dengan Tuhan sehingga semakin dekat dengan kesempurnaan, dan semakin dibebaskan dari rasa khawatir. Semakin mendalam penhayatan terhadap manusia maka makin bermakna pula kehidupannya. 2. Daya Indera dan daya Rasa Panca indra adalah alat penghubung manusia dengan lingkungan sekitar/dunia luar. Semua gejala yang ada pada diri manusia merupakan hasil pengenalannya dengan lingkungan. Sedangkan untuk rasa dibedakan menjadi 2 (Supartono W): 1. Perasaan indrawi yang berkait dengan rangsangan yang diterima panca indra terdapat pada hewan & manusia, misl: panas, dingin, sakit, birahi dsb. 2. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya ada pada manusia. Ada 6 macam : a. Perasaan intelektual – berkenaan dengan pengetahuan, seseorang akan puas / senang apabila mengetahui sesuatu. b. Perasaan estetis– perasaan yang berkenaan dengan keindahan, seseorang akan senang melihat/mendengar yang indah. c. Perasaan etis– berkenaan dengan kebaikan, senang apabila diperlakukan baik. d. Perasaan diri – berkenaan dengan harga diri, kalau berlebihan jadi angkuh, sombong. e. Perasaan sosial – berkenaan dengan kelompok / bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. f. Perasaan religius – berkenaan dengan agama. B. Kebutuhan Manusia 1. Kebutuhan Jasmani Kebutuhan Jasmani merupakan kebutuhan yang lebih banyak dirasakan oleh jasmani atau badan manusia . Misalnya , seseorang yang sedang lapar membutuhkan makanan untuk membuat perutnya kenyang . Seseorang yang memakai baju , badannya akan merasa hangat . Dengan demikian , makanan dan pakaian termasuk kebutuhan jasmani karena memiliki pengaruh terhadap jasmani seseorang. 2. Kebutuhan Rohani