Laporan Praktikum Fisika Dasar

BAB I PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan ilmu yang sangat pesat dalam perkembangannya sehingga dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif dalam kehidupan manusia. Penemuan-penemuan baru bermunculan dalam upaya untuk mencari kesejahteraan hidup bagi kita yang melangkah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyangkut suatu teori dan praktik hendaknya mendapat dasar-dasar aplikasi yang nantinya dapat dikembangkan. Hal ini merupakan pengalaman yang berguna untuk melaksanakan praktikum fisika. Ilmu fisika merupakan suatu ilmu yang sangat penting karena sering memudahkan untuk mewakili suatu alat/sistem secara keseluruhan dengan suatu gejala fisis. Teknik perwakilan secara mendekati untuk suatu peralatan fisis yang rumit dengan suatu model yang relatif sederhana merupakan suatu bagian yang penting dalam teknik elektro. Salah satu kelebihan model semacam itu adalah dapat diterima untuk dianalisis dengan menggunakan metode matematika yang telah dikenal sebelumnya. Oleh karena itu, untuk lebih memahami suatu konsep fisika, maka dilaksanakan praktikum fisika yang bertujuan agar mahasiswa : 1. Dapat mengetahui sekaligus menggunakan secara langsung alat-alat tersebut dalam laboratorium fisika. 2. Dengan mengikuti percobaan dari beberapa peralatan fisika dapat membuktikan akan kebenaran teori yang didapat di bangku kuliah. 3. Dapat lebih mengerti dan mengetahui karakteristik dari beberapa permasalahan yang ada pada percobaan tersebut. 4. Karena dalam praktikum ini dibutuhkan ketelitian maka mahasiswa dituntut memberanikan diri agar lebih teliti dan berkonsentrasi penuh dalam percobaan.

Institut Teknologi Nasional Malang

Teknik Elektro – S1

1

Laporan Praktikum Fisika Dasar

BAB II
PEDOMAN DALAM MELAKSANAKAN PRAKTIKUM DAN CARA PENGOLAHAN DATA 2.1 Saat mengerjakan percobaan. 1.1 Hati-hati. Kebanyakan percobaan fisika tidak berbahaya, tetapi ada yang berbahaya. Anda juga harus bertanggungjawab atas alat yang mahal (misal : laser, osiloskop, dsb). Alat yang jatuh adalah suatu kecelakaan akibat kurang waspada. Salah sambung alat elektrik adalah penyebab lain. 1.2 Pahami tujuan percobaan. Ingat terus tujuan tersebut, jangan sampai banyak hal yang kecil membuat anda lupa hal yang besar. 1.3 Kalau mungkin, kerjakan seluruh percobaan secara kasar dulu. Hasil sementara ini berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan peralatan, dan akan memberikan jangkauan nilai yang akan anda peroleh saat mengerjakan secara sungguh-sungguh. 1.4 Rekam pengamatan anda dalam buku ini, bukan pada secarik buram. Data anda adalah bahan yang paling berharga yang anda miliki, dan harus disimpan dengan baik.

2.2 Laporan Urutan penulisan dalam pembuatan laporan  Lembar Persetujuan.  Lembar Asistensi.  Kata Pengantar  Daftar Isi  BAB I : Pendahuluan (latar belakang, maksud dan tujuan pratikum).

Institut Teknologi Nasional Malang

Teknik Elektro – S1

2

Laporan Praktikum Fisika Dasar

 BAB II  BAB III  BAB IV

: Kegiatan dalam melaksanakan praktikum (urutan kegiatan, analisa alat, ralat data, dsb). : Percobaan yang anda lakukan (konsultasi dengan pembimbing). : Penutup (kesimpulan dan saran).

 Lampiran-lampiran : • • 2.3 Ralat Dalam suatu pecobaan kita selalu melakukan pengukuran pada besaran (variable) yang berkaitan. Nilai hasil suatu pengukuran pada dasarnya merupakan pendekatan dari nilai sesungguhnya. Kita tidak akan pernah tahu besarnya nilai yang sesungguhnya, yang dapat kita ketahui apakah suatu nilai pendekatan. Sebagai contoh bila kita melakukan pengukuran diameter kawat dengan mikro meter, dari beberapa kali pengukuran akan kita dapatkan hasil pengukuran yang kadang-kadang sama dan kadang-kadang berbeda. Dengan kata lain yang variasi hasil pengukur, akibatnya kita tidak tahu nilai yang sebenarnya dari hasil pengukuran kita tersebut. Selisih antara nilai pengukuran dengan nilai sesungguhnya disebut sebagai ralat (ketidakpastian pengukuran). 2.3.1 Macam-macam ralat Berdasarkan A. faktor : pada faktor-faktor penyebab timbulnya, ralat dapat Kartu peserta praktikum (K.P.P). Data pengamatan praktikum.

digolongkan menjadi 3 macam : Ralat Sistematis. Ralat Sistematis merupakan ralat yang tetap, yang disebabkan oleh faktor-

Institut Teknologi Nasional Malang

Teknik Elektro – S1

3

Laporan Praktikum Fisika Dasar

Alat a) b) Kesalahan kalibrasi alat, seperti pembagian skala yang tepat Interaksi antara alat dengan yang diukur. Misalnya atau kesalahan posisi nol. pengukuran arus listrik dengan menggunakan amperemeter mempengaruhi hasil ukur dalam hal ini arus yang terukur bukan nilai sebenarnya. 1. Kesalahan Perseorangan. Kesalahan ini merupakan kesalahan-kesalahn yang disebaban oleh kebiasaan pengamat. Misalnya pembaca skala yang tidak tegak lurus (kesalahan paralaks). 2. Kondisi Percobaan. Ini merupakan kesalahan oleh kondisi percobaan yang tidak sama dengan kondisi ketika alat dikalibrasikan. Misalnya penimbangan benda di Malang dengan menggunakan timbangan pegas yang dikalibrasi di London, maka hasil penimbangan akan salah apabila tidak dilakukan koreksi terhadap percepatan gravitasi. 3. Teknik pengukuran yang kurang sempurna. Kesalahan ini dilakukan karena cara pengukuran yang salah. Misalnya dalam pengukuran kalor listrik, penetapan selisih suhu awal dengan suhu kamar tidak sama dengan selisih suhu akhir dengan suhu kamar. Ralat-ralat sistematis seperti diuraikan diatas dapat dihindari dengan koreksi-koreksi terhadap hasil pengukuran atau dilakukan dengan menghilangkan penyebab timbulnya ralat.

B. Ralat Kebetulan Ralat Kebetukan merupakan ralat yang ditimbulkan oleh faktor-faktor: 1. Kesalahan menaksir.

Institut Teknologi Nasional Malang

Teknik Elektro – S1

4

Definisi. Gangguan. Kondisi pengukuran yang berfluktuasi.Laporan Praktikum Fisika Dasar Pada setiap alat ukur. Gangguan ini merupakan faktor luar yang mempengaruhi pengukuran alat. penunjuk jarum amperemeter bergoyang. Misalnya dalam suatu pengukuran diameter pipa. atau mungkin perubahan suhu udara sekitar. sehingga tidak dapat dirasakan secara langsung oleh pengukur. Misalnya dalam mencatat waktu ayunan sebanyak 10 ayunan terjadi kesalahan menghitung hanya sebanyak 9 ayunan. Misalnya dalam pengukuran arus listrik karena ada getaran dari luar (kendaraan. selalu ada pembagian skala terkecil dan penafsiran terhadap pembagian skala terkecil dapat berlainan dari waktu ke waktu oleh bermacam-macam sebab dan pengamat. 2. Ralat jenis ini terjadi karena kesalahan yang dilakukan oleh pengukur. karena pipanya kurang sempurna mengakibatkan pengukuran diameter akan berbeda tergantung posisi pengukuran.). akibatnya pembacaan arus ikut berubah-ubah. 4. suara. dll. Ralat kebetulan ini akan selalu ada dalam suatu pengukuran (tidak dengan pengukuran yang berulang-ulang). C. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 5 . Dalam pengukuran sering kali kondisi sekitar (pengukuran) berubahubah tetapi dalam skala yang kecil. 3. Yang dimaksud ralat jenis ini adalah keadaan obyek ukur yang dianggap homogen. Ralat Kesalahan Tindakan Pengukuran. Misalnya perubahan tekanan udara oleh suatu pengukuran titik didih air. maupun obyek ukur.

Contoh 2 Pembacaan alat ukur amperemeter 8.7 dan 2 masih terbaca dengan tepat. 8 dan 9 maka ditulis satu angka saja. yang merupakan angka penting dalam percobaan. Termometer menunjukan angka 37. Adalah merupakan angka pengukuran yang diperoleh dari batas pengukuran pada batas angka perkiraan sampai desimal tertentu. sedangkan angka 5 adalah angka perkiraan atau angka penting. pengurangan dan perkalian ditulis dengan penulisan sebagai berikut: 13250 mA ditulis 1. 5. Jika bilangan itu salah satu dari : 1. 1. Pengoperasian Bilangan  Penulisan ilmiah Penulisan ilmiah dari hasil ukur suatu pengoperasian bilangan misalnya pembagian.33 . 2. jadi pembacaan termometer adalah 37. A. B. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 6 .325 . 104 atau bisa ditulis dengan pembulatan 1.4 Analisa Data. maka disebut angka pasti. Karena penting sekali dalam perhitungan. Catatan penulisan bilangan angka penting. dan 3 maka ditulis 2 angka.2537°C Maka angka 3. Contoh 1 Pada pembacaan skala termometer celcius ingin diperoleh data pada ketelitian sampai dua desimal. 7. 6.424 mA. Jika bilangan itu salah satu dari : 4.4246 mA (2 desimal). 2.25°C. 104 mA.Laporan Praktikum Fisika Dasar 2. Angka penting. maka pembacaan amperemeter adalah : 8.

Laporan Praktikum Fisika Dasar  Pembulatan Angka Penting. 3. ……. tekanan. Maka dapat dianalisa sebagai berikut : No 1. C. X1 X1 X X − X X − X X 1 −X ² ² X1 − X n ∑ =1X i n 2.X3. dan kelembaban) dapat diperhitungkan secara analisa data statistik. maka bilangannya ditulis tetap. X2 . kondisi alat maupun kondisi obyek atau situasi tempat (suhu. i=n X2 dst. Analisa Daya Statistik Penyimpangan yang terjadi karena pengamatan. Pembulatan angka penting dengan menentukan hasil ukur. Misal nilai pengukuran data hasil : X1. Jika di belakang angka penting adalah angka 5 ke atas. tetapi jika angka itu di bawah angka 5. Xi X 2 −X X 2 −X ² ∑ =1X i n n n n − ∑i = 1 Xi ∑x = 1 Xi − x i ² Dari data di atas diketahui : Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 7 . maka dengan menaikan satu angka atau bilangan itu atau tetap. Xn.

Kalau seandainya ada satu. sebab realisasi antara peubah akan langsung jelas.Laporan Praktikum Fisika Dasar n X 1) Harga rata-rata : X = ∑ i=1n 2) Penyimpangan (deviasi) ∆X = X − X (harga mutlak) 3) Rata-rata penyimpangan n X−X ∆X = ∑ i=1 n Kr = X −X x x100 % 4) Kesalahan relatif tiap percobaan n Kr 5) Kesalahan relatif rata-rata K r = ∑ i=1 n 6) Kesalahan mutlak pengukuran Km = ∆X x100 % X 7) Penyimpangan standart (deviasi standart) SD = ∑i=1 n X1 − x n ± SD 2 = ± 8) kesalahan yang diperbolehkan = Kd = 9) pengukuran terbaik : 2. dua Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 8 .5 GRAFIK p =x t SD x100 % x Grafik adalah cara terbaik untuk mempresentasikan data anda.

sedangkan yang tergantung (y) adalah peubah yang anda ukur. anda merubah gaya f dan menyelidiki pengaruhnya terhadap percepatan (a).Laporan Praktikum Fisika Dasar titik yang keliru akan langsung kelihatan juga. tetapi x² vs y atau lebih baik lagi x vs y Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 9 . Teori grafik terlalu banyak untuk diberikan di sini. untuk menyelidiki pengaruh akibat perubah x. misalnya kalau realisasi teoritis adalah y = x². sedangkan (a) adalah peubah tergantung. sebab memberi hasil yang aneh. data dengan garis zig-zag. dalam hal ini F adalah peubah mandiri. d) e) Tariklah garis mulus melalui titik data. b) Peubah mandiri harus diletakkan di sumbu horisontal. Perubah yang mandiri (x) adalah peubah yang anda ubah-ubah. Jangan sambungkan titik Usahakan data dalam bentuk sedemikian rupa. dihasilkan garis lurus. Beberapa petunjuk saja : a) Setiap grafik harus diberi judul. Grafik F melawan (a) mempunyai kemiringan 1/m. Skala tidak harus mulai dari nol. juga keterangan lengkap pada setiap sumbu yaitu peubah dan satuan. Ini tidak boleh terbalik. Buatlah skala sederhana (jangan 3 kotak untuk 5 unit misalnya). Sehingga akan . c) Pilih skala tepat. Isilah seluruh lembar dengan titik data. misalnya dalam membukti hukum Newton. jangan digrafikan x vs y. sedangkan peubah yang tegantung diberi pada sumbu vetikal.

3. 3.Laporan Praktikum Fisika Dasar BAB III HAMBATAN DALAM CEL 3.2 Teori Dasar Untuk menentukan besar hambatan dalam cel atau dapat dibuat rangkaian sebagai berikut: Di mana : A = Amperemeter V = Volt meter Rs= Hambatan geser r = Hambatan cel I = kuat arus Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 10 . Memahami hukum Kirchoff I dan II. Menentukan besarnya hamabatan dalam cel. Memahami Hukum Ohm. 2.1 Tujuan percobaan 1.

3. stop kontak dibuka. catat penunjukkan nilai R. Susun set alat seperti gambar di atas.4 Tata Laksana 1. stop kontak dibuka Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 11 .Laporan Praktikum Fisika Dasar Pada rangkaian di atas jika saklar S dibuka maka arus dari sumber tegangan baterai I akan mengalir ke ampere meter A dan tegangan terukur voltmeter V (volt). Voltmeter 3. 4. Maka rangkaian berlaku: r= V − Rs ohm I r = hambatan cel I = Kuat arus V = Voltmeter Rs = hambatan geser 3. Amperemeter 2. V dan I. 2. Geser hambatan untuk nilai agak besar ohm-nya. Hambatan geser 5.3 Alat Percobaan 1. Konsultasikan kepada pembimbing. Stop kontak 3. Baterai dan Kabel-kabel 4. Atur hambatan pada nilai paling kecil ohm-nya.

Menentukan besar hambatan suatu penghantar sistem jembatan dengan metode rangkaian Jembatan Weastone.2 Teori Dasar Salah satu cara yang paling sederhana untuk menentukan tahanan suatu penghantar pada suatu rangkaian jembatan adalah dengan sistem Jembatan Wheastone. 2. R s R G L 1 x L 2 + E Di mana : Rs _ = tahanan standart (ada harganya) L1 dan L2 = tahanan kawat Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 12 . 4.1 Tujuan Percobaan 1.Laporan Praktikum Fisika Dasar BAB IV JEMBATAN WHEASTONE 4. Memahami dasar pengukuran hambatan dengan metode arus nol.

Rool meter dan kabel secukupnya. Set tahanan kawat 6. Tahanan kawat 3. R s R G L 1 x L 2 + E _ Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 13 . Sumber tegangan DC (power supply 220/12 V) 5. Galvanometer atau digit meter 4. arus saling meniadakan sesuai dengan Hukum Kirchoff I (Σ I = 0). maka keadaan ini menunjukkan rangkaian dalam keadaan seimbang. Misal : panjang kawat seluruhnya 1 meter = 100 ohm maka jika L1 = 40 cm = (40/100) x 100 = 40 ohm dan panjang L2 = 100 cm – 40 cm = 60 cm. Tahanan standart 2. 4.3 Alat Percobaan 1. Dengan mengetahui harga tahanan variable dari L1 dan L2 sedemikian sehingga arus yang mengalir lewat Galvanometer (G) atau Digit tester menjadi nol. berarti = 60 ohm.Laporan Praktikum Fisika Dasar Rx = tahanan yang dicari harganya. Sehingga didapat hubungan : Rx = L2 × R s ohm L1 catatan : penentuan harga hambatan kawat L1 dan L2 dapat ditentukan atas perbandingannya.

Laporan Praktikum Fisika Dasar Gambar Percobaan Jembatan Wheastone 4. terangkan secara singkat. Tentukan harga Rx pada percobaan.5 Data Pengamatan No.18 180.00 4. 2. Atur hambatan kawat/geser kawat kiri sehingga angka Galvanometer/digit meter menunjukkan angka nol. 1 2 3 4 5 L1 (mm) 575 672 713 790 820 L2 (mm) 425 328 287 210 180 Rs (ohm) 270 390 470 680 820 Rx (ohm) 199. 3. 6. Ulangi untuk harga hambatan standart yang lain 4 kali lagi dan datakan.4 Langkah Kegiatan 1. Susunlah alat percobaan seperti gambar diatas Tentukan hambatan standart. Tentukan persamaan terpakai dalam menentukan Rx.56 190. konsultasikan pembimbing. 4. 5. 3.76 180. Hitung standart deviasinya dan kesalahan mutlaknya. 4. 4. Mengapa pada percobaan Galvanometer harus nol.35 189. Pada rangkaian di bawah ini jembatan v tentukan besar hambatan total system Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 14 . Hitung kesalahan relatif tiap percobaan 5.6 Tugas dan Pertanyaan 1. 2. Catat harga hambatan kawat L1 dan L2.

.. R Sesuai hukum kirchoff I I = I1 + I 2 . I= L L L . Kesimpulan percobaan 4.Laporan Praktikum Fisika Dasar 7... R AD = 1 ....7 Penyelesaian Tugas Jembatan Wheat stone 1..... jelaskan.. Apakah besar tegangan memepengaruhi Rx.. Penurunan persamaan terpakai dalam menentukan Rx Rs Rx L1 + _ L2 I= V Sesuai hukum Ohm .... R DC = 2 A A A i AB = i1 * R . 8... VAD = i 2 * R AD Maka perbandingannya adalah : R AD : R OC = L1 : L 2 VA − VB = i1 * R VA − VD = i1 * R _ VD − VB = i1 * R − i 2 * R AD i G = 0 → VB = VD 0 = i1 * R − i 2 * R AD i 2 * R AD = i1 * R ………………………………………(I) Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 15 ......

Penjelasan Galvanometer harus nol : Galvanometer harus nol disebabkan geometri medan tempat kumparannya bergerak maka defleksi galvanometer D Arsonval bukan berbanding lurus dengan arus dalam kumparan galvanometer.56 575 RX 2 = RX 3 = 328 × 390 = 190 . di mana ada elemen-elemen lainnya yang harus disetel sedemikian rupa sehingga arus galvanometer manjadi nol 3.18 713 RX 4 = 210 × 680 = 180 .Laporan Praktikum Fisika Dasar VB − VC = i1 * R X VD − VDC = i 2 * R DC _ 0 = i1 – i2 * RDC i2 * RDC = i1 * RX ………………………………………(II) (I ) i * RAD i *R = 2 = 1 ( II ) i2 * RDC i1 * RX .35 672 287 × 470 = 189 . Karena itu alat ini dipakai sebagai alat nol . maka L1 R = L2 RX Rx = R * L2 L1 (terbukti) 2. Perhitungan harga RX : RX = RX ! = L2 × RS L1 425 × 270 = 199 . artinya yang dipakai berhubungan dengan rangkaian seperti jembatan Wheatstone atau potensial potensio meter. kecuali untuk sudut defleksi yang relatif kecil.76 790 Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 16 .

97 K r rata −rata = 6.56 + 190 .97 ×100 % = 6.35 −187 .97 ×100 % =1.97 Kr2 = 190 .97 ×100 % = 4.56 −187 .24 ×100 % = 3. Perhitungan kesalahan relatif tiap percobaan RX = K r1 = R X − R Xraea −rata ×100 % 199 .97 K r3 = 189 .84 + 4.64 % 187 .97 K r5 = 180 −187 . Perhitungan standar deviasi (SD) No RX NR X RX −N R X RX −N R 2 X Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 17 .27 % 187 .76 −187 .64 + 3.97 ×100 % = 3.17 % 187 .Laporan Praktikum Fisika Dasar RX 5 = 180 × 820 = 180 .18 + 180 .23 % 5 5.35 + 189 .27 + 0.97 K e4 = 180 .00 820 R Xrata −rata = (199 .17 + 1.18 −187 .97 4.84 % 187 .24 % 187 .97 ×100 % = 0.76 + 180 ) 5 = 187 .

Kesimpulan percobaan a.00 187. 8. Besar tegangan tidak mempengaruhi harga Rx karena pada rangkaian Jembatan Wheatstonei ini arus yang mengaliri melalui Galvanometer harus menunjukan angka nol sehingga harga Rx disini ditentukan oleh nilai tahanan kawat dan tahanan standar.66 1.21 7.98 63.97 134.56 190.18 180.76 180.97 187. Nilai hambatan setiap komponen dapat dihitung dengan menggunakan cara Jembatan Wheatstone.38 1.46 51.Laporan Praktikum Fisika Dasar 1 2 3 4 5 199.97 187. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 18 .35 189.52 6.97 187.21 7.33 5. Perhitungan hambatan total rangkaian jembatan : ( R1 + R3) Ra = R1 + R3 + R6 ( R3 + R6) Rb = R1 + R3 + R6 Rc = (R 1 * R6) R1 + R3 + R6 R A = R! + R2 RB =R3 + R4 Maka Rtotal (Rt) = 1/RA + !/RB +R5 = (1/R1+R2) + (1/R3+R4) +R5 7.97 187.59 2.97 11.

2 Teori Dasar Bila sebuah pegas digantung vertikal dengan panjang (L0) kemudian pegas diberi beban dengan massa (m).1 Tujuan Percobaan 1. Maka besarnya konstanta pegas dapat ditentukan dengan persamaan : k= 4π 2 * m . 2. Jembatan Wheatstone adalah meerupakan metode pengukuran tahanan listrik dengan ketelitian yang tinggi.Laporan Praktikum Fisika Dasar b. BAB V KONSTANTA PEGAS 4. Menenyukan harga konstanta pegas dengan metode geraran selaras. 3. maka pegas mengalami getaran selaras yang dapat ditentukan oleh periode getaranya (T) Periode getar dapat dicari hubungannya dengan waktu : T = t . di mana t n adalah waktu untuk n kali getaran melalui titik setimbang. atau pegas mengalami pertambahan panjang : X = L − L 0 Maka harga konstanta pegas dapat di tentukan : k = m* g X Tetapi jika pegas digantung vertikan ke bawah kemudian pegas diberi beban dan digetarkan. Apabila harga Rs semakin besar maka besarnya nilai Rx yang kita cari akan semakin kecil. Menentukan harga konstanta pegas dengan metode pembebanan. Menentukan hubungan pegas dengan periode getar. c. T2 Di mana k = konstanta pegas m = massa beban T = periode Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 19 . maka pegas panjangnya menjadi (L). 4.

3. 5. 6.Laporan Praktikum Fisika Dasar g = konstanta gravitasi bumi (980 cm/det2) 4. titik setimbangnya. 4. Sistem getaran 20 Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 . Ambil massa beban (m) gantungkan massa pegas beri tanda letak Hitung banyaknya getaran (selama beban melewati titik setimbang) Ulangi untuk simpangan-simpangan yang berbeda 4 kali lagi. Ulangi untuk massa beban yang berbeda 4 kali lagi. 4. 5. Ukur panjang pegas setelah diberi beban (L).4 Langkah percobaan 1. Timbang massa beban (m) dan gantungkan pada pegas. Statip tegak Pegas atau pir Rool meter Neraca lengan Beban atau massa Stop watch 4.3 Alat percobaan 1. sebanyak n kali dalam waktu t detik. Sistem pembebanan b. kemudian datakan. kemudian datakan lo l t (detik) n (kali) a. pegas simpangkan supaya terjadi getaran. Gantungkan pegas dan ukur panjang mula-mula (L0). 3. 2. 2. 7. b.

7 19. 2. jelaskan. Turunkan persamaan untuk menghitung konstanta pegas berdasarkan teori pembebanan dan teori sistem getaran.06 T(detik) 0.8 11. Sistem pembebanan No 1 2 3 4 5 b.5 31.57 9.7 19.827 l0 (cm) 19.8 15.8 14. Nilai apa yang mempengaruhi harga konstanta pegas. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 21 .832 0.821 0.7 19.Laporan Praktikum Fisika Dasar 4.5 39.5 27. dilihat dari nilai renggangan dan tegangan (strains dan stress bahan).858 0.8 19. 3. Pada kedua metode yang digunakan. manakah hasil yang paling tepat digunakan untuk menentukan harga konstanta pegas. 4.6 Tugas dan Pertanyaan 1.5 Data pengamatan a.7 19.5 x(cm) 3. jelaskan arti keduanya.5 35. No 1 2 3 4 5 m (gr) 50 100 150 200 250 Sistem getaran m(gr) 200 200 200 200 200 n(kali) 5 8 11 14 17 s(detik) 4.7 l(cm) 23.8 4.842 0.16 11. Apa hubungan nilai konstanta pegas dengan nilai elastisitas.29 6.8 7.

..... Hitung standart deviasinya.. Tentukan harga konstanta pegas sistem pembebanan dan sistem getaran. x m d 2t = − .....Laporan Praktikum Fisika Dasar 5.....g x dimana : k = Konstanta pegas F = Gaya x = Selisih panjang (m) m = Massa beban (gr) g = Gravitasi bumi b. jelaskan. Sistem getaran x = A x = A cos (ωt + φ) ………………… . = k .. .. . Tentukan kesalahan relatifnya kedua sistem..x.... hitung juga rata-ratanya... 4.. Penurunan persamaan terpakai a.. 7.x Hukum Newton II : F = m .g k = m.. Bandingkan harga kedua sistem. k .. ... 9. = m. Sistem pembebanan F... x Sehingga . 6.... .(1) ……………………(2) Hukum Hooke : F = k .a =-k . 8. k dt 2 dx = Aω sin ( ωt + φ ) dt ( 4) v= Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 22 ..6 Penyelesaian 1...x = m.. Kesimpulan percobaan.......... a ……………………(3) Dari persamaan (1) dan (2) maka didapat : M . .g F........

. cos ( ωt + φ ) m.... ..ω2 = k k m 2π ω= T [ ] ω2 =  2π  T 4π 2 T2 k   = m  k = m 2 4π m k= T2 2 Jadi : k = 4π 2 m T2 Keterangan : k = Konstanta (N/m) m = Massa benda (kg) T = Priode (s) ω = Kecepatan anguler (rad/s) f = Frekwensi 2... Hubungan nilai konstanta pegas dengan nilai elastisitas adalah nilai konstanta pegas akan mempengaruhi nilai elastisitas..... Pada kedua metode di atas harga yang paling tepat untuk menentukan konstanta pegas adalah metode pembebanan. karena metode ini.... sedangkan kalau dengan 3... ..... begitu pula kalau nilainya turun.. kita dapat langsung tambahkan panjang......Laporan Praktikum Fisika Dasar a= d 2x = −Aω2 cos (ωt +φ). karena apabila nilai konstanta pegas naik maka nilai elastisitas naik pula. . metode getaran kita harus menghitung priode yang memungkinkan kesalahan besar. ( 5) dt 2 persamaan (1) dan (5) di substitusikan ke persamaan (4) m − Aω 2 cos ( ωt + φ ) = −k ...... Terbukti dengan persamaan seperti berikut : Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 23 ...

A ∆l l k . Nilai massa yang diperlukan ( m ) b.l E= = = A e ∆l.10 gr/ dt 2 7. Nilai elastisitas pegas yang diperlukan 5.x τ F F .8 2 Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 24 .06 gr/ dt 15 .8 200 ×980 =12405 .x.8 2 3 K 4 2 K 5 = 250 ×980 =12373 . Perhitungan harga konstanta pegas : a. sistem Pembebanan K = mg/x K 1 = = = = 50 ×980 =12894 . A Dimana : k = konstanta pegas (N/m) F = gaya (N) E = elastisitas (Nm-2) A = luas penampang (m2) 4.l E= ∆l.63 gr/ dt 11.Laporan Praktikum Fisika Dasar k= F x F = k .74 gr/ dt 3. Waktu periode yang terjadi ( T ) c.8 150 ×980 =12457 .8 2 K K 2 100 ×980 =12564 .74 gr/ dt 19 . Nilai yang mempengaruhi harga konstanta pegas terhadap nilai regangan dan tegangan : a.

821 ) 2 4(3.63 +12405 . Perbandingan kedua sistem • Harga konstanta pegas dalam metode pembebanan dipengaruhi oleh panjang mula-mula pegas.06 +12373 .57 gr/ dt 2 (0.74 +12564 .69 gr/ dt 2 (0.74 ) 5 dt 2 gr/ = 12539. • Harga konstanta pegas dengan metode getaran selaras dipengaruhi oleh banyak getaran dan waktu yang diperlukan getaran sebanyak n kali dan periode.14 ) 2 × 200 = 11532 .05 gr/ dt 2 b.89 gr/ dt 2 (0.89 ) 5 gr/ dt 2 = 11293.14 ) 2 × 200 = 11125 .14 ) 2 × 200 = 10714 . Sistem Getaran K = 4π 2 ⋅ m T 2 K1 = K2 = K3 = K4 = K5 = 4(3. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 25 .Laporan Praktikum Fisika Dasar K ratat −rata = (12894 .08 gr/ dt 2 (0.827 ) 2 K rata −rata = (10714 .08 + 11394 .14 ) 2 × 200 = 11702 . setelah diberi beban dan penambahan panjang.64 + 11532 .14 ) 2 × 200 = 11394 .842 ) 2 4(3.69 + 11125 .832 ) 2 4(3.57 + 11702 .858 ) 2 4(3.10 +12457 .97 gr/ dt 2 6.64 gr/ dt 2 (0.

6 − 1 9 .61 + 0.05 12539 .9 01 7 123 7 ×0 10 1 2 3 .05 12539 .Laporan Praktikum Fisika Dasar 7.10 −12539 .13 + 3.05 12539 .89 +1. Sistem Pembebanan Kr = kr −k k × 100 % Kr1 = Kr2 = Kr3 = Kr4 = Kr5 = 12894 .65 +1.9 19 7 1 1 5 .12 % Kr rata-rata = (5.65 % 5 Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 26 .05 12564 .22% 5 b. Sistem getaran Kr1 = Kr2 = Kr3 = Kr4 = Kr5 = 1 7 4 .20 ×100 % = 0.05 12539 .65 ×100 % = 1.9 10 8 123 7 ×0 10 1 2 3 .49 + 2.84 + 0.07 +1.13 % % = 3.05 ×100 % = 2.07 % % % % ×100 % =1.5 − 1 9 .9 19 7 % = 5.9 19 9 123 7 ×0 10 1 2 3 . Kesalahan relatif kedua sistem.12 ) % = 2.49 % % = 2.74 −12539 .9 19 7 1 7 2 .8 − 1 9 .20 + 0.05 12373 .32 = 1.9 19 7 1 3 4 .32% Kr rata-rata = 2.05 12405 . a.6 − 1 9 .9 19 7 1 5 2 .84 ×100 % = 0.06 −12539 .05 12457 .05 12539 .9 12 4 123 7 ×0 10 1 2 3 .9 13 9 123 7 ×0 10 1 2 3 .74 −12539 .63 −12539 .61 % % = 0.0 − 1 9 .89 % % = 1.

42 133..82 = 189.31 k | |K.77 593201. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 27 .24 5 b.06 12373.. waktu yang diperlukan semakin banyak sehingga periodenya semakin besar.57 11702.32 27327. 1.97 11293.Sistem getaran.38 627.77 10144. massa.64 11532. b. No.40 408.63 12405. Semakin banyak getaran yang dilakukan pad sistem getaran.33 238. Pada sistem pembebanan nilai k. 5.05 |K. ditentukan banyaknya getaran.21 = 344.05 12539.97 |K.k |2 126515.40 179052. d.89 k 11293. 2.dan periode.99 165. 3.92 |K. sistem pembebanan No.69 25.74 k 12539.74 12564.50 6629.21 SD = 593201 .97 11293. Pada sistem getaran nilai k.52 28334. c. 1 2 3 4 5 K 12894.72 168. K 10718.22 17953.05 12539.97 11293.97 11293.05 12539.355. Makin besar massa yang dipergunakan maka pertambahan panjang pada sistem pembebanan akan semakin besar.11 100.82 SD = 179052 . Kesimpulan percobaan a.05 12539.44 5 9. 4.k | 575.05 81..16 166553.k |2 331085.10 12457.99 57082. ditentukan oleh massa gravitasi dan pertambahan panjang.69 11125. Perhitungan standart Deviasi a.Laporan Praktikum Fisika Dasar 8.08 11394.

memahami proses difraksi cahaya oleh celah sempit dan menentukan lebar celah dan jarak antara celah dengan menggunakan laser He-Ne. R Y2 Y3 LAYAR S I N Institut Teknologi Nasional Malang A Teknik Elektro – S1 R 28 . menentukan panjang cahaya laser. 2. 5. P Jika seberkas sinar dilewatkan sebuah kisi maka perjalanan gelombang cahaya terganggu oleh bagian celah yang tak tembus cahaya. Q Y sebagian muka gelombang cahaya diteruskan (seperti1 gambar).2 Teori Dasar Salah satu alat menghasilkan garis spektrum adalah kisi atau celah sempit yang merupakan sebaris celah yang sangat berdekatan.1 Tujuan Percobaan 1.Laporan Praktikum Fisika Dasar BAB V DIFRAKSI CAHAYA 5.

Untuk daerah terang pertama ke gelap pertama dikatakan mempunyai orde pertama (n=1) dan seterusnya. Maka panjang gelombang cahaya laser dapat ditentukan dengan persmaaan sebagai berikut: Dimana : λ = panjang gelombang λ = d Sin α n d = panjang kisi atau celah α = sudut difraksi Catatan : untuk menentukan nilai sudut difraksi Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 29 . α2 dan seterusnya. Q. muka gelombang baru tersebut merupakan daerah terang dan tak terlihat merupakan daerah gelap.Laporan Praktikum Fisika Dasar Percobaan Difraksi Cahaya Pada gambar terlihat bahwa P. Daerah gelap atau terang kedua mempunyai orde kedua (n=2) dan seterusnya. dimana gelombang datang (dari laser) setelah lewat kisi didifraksikan membentuk muka gelombang baru dengan sudut α1 . R merupakan celah sempit.

Layar dan rool meter 4. Kisi difraksi 3.3 Alat Percobaan 1. Susunlah alat seperti pada gambar dibawah ini. Sumber tegangan 220 V 5. Sumber cahaya laser 2.4 Langkah Kegiatan 1.Laporan Praktikum Fisika Dasar sin α = Y Y 2 + A2 B = Y 2 + A2 = Y B 5. LAYAR KISI LASER Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 30 . laser jangan di hubungkan dengan sumber tegangan terlebih dahulu. Bangku optik 5.

5. 5. n 1 2 3 4 5 A (cm) 220 230 240 250 260 Y (cm) 15 31 48. maka akan terlihat terang nol ke titik terang pola difraksi .6 Tugas Dan Pertanyaan 1.198 0.262 0. Ukur jarak λ (cm) yang merupakan jarak titik terang nol ke titik terang pertama (n=1).068 0.08 244. 3.606.10-5 6. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 31 .10-5 6. tentukan dulu titik orde n=0 (titik tengah).Laporan Praktikum Fisika Dasar 2.330 220. 4.606.10-5 6.806.5 68 91 B= Y 2 + A 2 (cm) λ (cm) 6. Apa kegunaan kisi atau celah pada percobaan.656. 4.46 5. 1. 2. Turunkan persamaan terpakai untuk menghitung panjang gelombang cahaya laser.55610-5 6.51 232. kemudian ukur jarak Y (cm) Yang merupakan jarak titik pertama (n=1). Catatan : Jangan sekali-kali mengintip / melihat berkas celah laser secara langsung.85 259. 4. 3.5 Data Pengamatan No. 3 Apa yang dimaksud pola gelap terang yang menunjukan nilai orde (daerah) pada percobaan. karena dapat merusak retina mata. Hubungkan laser dengan sumber tegengan . Ulangi kegiatan diatas 4 kali lagi untuk jarak A yang beda dan Konsultasikan data pengamatan pada pembimbing . sebagai jarak A (cm).10-5 Sin λ 0. 5. datakan. jelaskan. 2. Ukur jarak kisi / celah ke layar .133 0. ukur pusat titik terang berikutnya.08 275.

Hitung standart deviasi (SD) dan kesalahan mutlaknya (Km). Pengertian pola gelap terang untuk daerah (orde) adalah Pola Terang Apabila dua buah gelombang cahaya bersama-sama sampai pada titik layar dengan fase yang sama. Kesimpulan percobaan.sin α . sin α 2. 7. maka kedua gelombang tersebut akan Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 32 . λ .maka: λ . sehingga perjalanan cahaya akan terganggu dan akan menghasilkan pola difraksi dari sinar tunggal ke sinar banyak. sin α n Q = n →n = d .7 Lembar Penyelesaian 1. 8. Oleh karena itu s = d. Karena membelokan arah perambatan cahaya. maka terbentuk sudut pembelokan α . Berapa harga pengukuran terbaik untuk panjang gelombang.Penurunan persamaan terpakai (λ ) Berkas sinar didatangkan tegak lurus pada bidang bercelah tunggal. 3.λ = d .Laporan Praktikum Fisika Dasar 5. 6. sin α s λ . Hitung kesalahan relatip tiap percobaan (Kr). maka kedua gelombang akan saling memperkuat dan menghasilkan gelombang cahaya baru yang terang pada layar.Kegunaan kisi difraksi adalah: Untuk menghasilkan garis spektrum orde dengan cara melewatkan seberkas cahaya pada celah sempit. Dua lintasan cahaya yang melalui A dan B mempunyai selisih jarak / panjang lintasan y dengan beda fase q = dan q = d . 5. Pola Gelap Apabila dua buah golombang cahaya bersama-sama sampai pada titik layar dengan fase yang berbeda.

262 5 λ4 = = 6. = 6.10 −5 cm 3 λ3 = 1.646 .001 . 4.10− 3.646 .0.198 .606 + 6.606 .0.068 = 6.001.806 . Perhitungan panjang gelombang pola Difraksi (λ ) : λ = λ1 = d .10 −3.001 .656 + 6.001 .806 + 6.Sin α n d = 1 = 1.606 )10 −5 5 = 6.10 −5 cm 5.10 −3 999 1. .10 −3.656 .Laporan Praktikum Fisika Dasar saling memperkuat dan menghasilakn gelombang cahaya baru yang gelap pada layar.15 % 6.40 % 6.10 −5 ×100 % = 2.646 .656 .001 .10 −5 − 6.330 = 6.0.10 −5 ×100 % = 0.10 −5 cm 2 1.001 .556⋅ 10 − cm 4 λ5 = 1.10 −5 cm 5 λrata − rata = ( 6.0.10 −5 − 6. = 6. Perhitungan kesalahan relatif tiap percobaan (Kr) Kr = λ −λ λ ×0 10 % Kr1 = Kr2 = 6.10 −5 cm 1 λ2 = 1.646 .606 .806 .133 .556 + 6.10 −5 6.0.10 −3.646 .10 −5 Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 33 .10 −3.

646.646 .10-5 6.10-5 0.15 + 0.646.04.16.04.10-7 7.646. 2.02 % 5 6.646 .10 −5 6.10-5 6.646 .10-5 6.65 .09.10-14 2.606 .646 10-5 6.10-5 0.65.Kesimpulan percobaan a.10 −14 5 = ±0.10 −5 ×100 % = 1.35 + 0. 3.10-5 6.10-5 6.646 .646 .556.10-5 λn −λ λn −λ 2 0.646..606.10-14 SD = 2.60 + 1.10 −5 ×100 % = 0.10 −5 6.81.Harga pengukuran terbaik Pt = λrata-rata ± SD Pt =6.10-7 = 6.1556. Perhitungan standart deviasi (SD) dan kesalahan mutlak (Km) SD = No.10 −5 ×100 % = 0.16.606 .10-5 0.40 + 0.10-14 0.10-14 1.01.10-5 0.10-5 0.10-14 0.806.646.60 % 6.606.10 −5 − 6.10-5 6. 6525.10-14 0.10 −5 − 6.10-5 λ rata-rata 6. 5. Untuk menentukan panjang gelombamg besar percobaan : Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 34 .0256.60 % 6.60 ).556 . ∑λn − λ n 2 λ 6.1556 .35 % 6.10 −5 % = 1.16.646 .10-5 6.10-5 8.10 −5 Kr rata-rata = ( 2. 4. 1.10-5 + 0.656.Laporan Praktikum Fisika Dasar Kr3 = Kr4 = Kr5 = 6.10 −5 − 6.

3. Memahami jalannya sinar pada lensa positif. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 35 . 2. Perhitungan λ dengan formulasi sebagai berikut λ= d sin α n b. Proses difraksi cahaya adalah pembiasan suatu sinar dari sumber sinar yang ditembakkan ke kisi/celah sehingga bayangan pada layer di mana bayangan tadi membentuk beberapa orde 1. Menentukan letak bayangan benda. Menentukan fokus darilensa positif. 3 dan seterusnya. di mana sinar laser dilewatkan pada sebuah kisi atau celah sempit maka sebagian diteruskan dan lainnya didifraksikan membentuk muka gelombang baru. 2.Laporan Praktikum Fisika Dasar Difraksi cahaya yaitu. BAB VII PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH LENSA POSITF 7.1 Tujuan Percobaan 1.

5.2 Teori Dasar Suatu benda diletakkan relatif agak jauh atau di depan lensa positif.3 Alat-alat percobaan 1. 3. yang berarti bayangan benda berada tepat pada jarak fokus benda.4 Langkah kegiatan 1.Laporan Praktikum Fisika Dasar 7. maju atau mundur sehingga diperoleh bayangan benda paling jelas. sehingga berlaku persamaan untuk lensa : 1 1 1 1 S + S' S ×S' = + ⇒ = ⇒f = f S S' f S ×S' S + S' Dimana : f = Jarak fokus lensa S = Jarak benda dengan lensa SI = Jarak bayangan dengan lensa 7. Maka cara menentukan bayangan adalah yaitu dengan jalan menggeser layar pada kedudukan tertentu. lampu Benda Lensa + Susun set percobaan seperti gambar di bawah ini : layar S S’ Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 36 . 4. lensa positif Bangku optik Layar Benda Sumber cahaya 7. 2. maka bayangan benda yang dibentuk oleh lensa dapat diamati atau dapat ditangkap pada layar yang di belakang lensa.

6 19 16 15 14 Fokus lensa (f) 9.5 Data percobaan No 1 2 3 4 5 Jarak benda (S) 15 20 25 30 35 Jarak bayangan (SI) 23. Tentukan jarak fokus lensa fositif. 7. Bentuk bayangan benda B oleh lensa L denagn menggeser letak Ubah kedudukan benda terhadap lensa dan tentukan lagi bayangan Datakan hasil percobaan di lembar data percobaan layar T. 6.6 Tugas dan Pertanyaan 1. 4.Laporan Praktikum Fisika Dasar 2. Jelaskan sifat-sifat dari lensa positif. Untuk mencari bayangan suatu benda digunakan 3 sinar istimewa gambarkan ketiga sinar istimewa itu. 3.74 9. 2. Kesimpulan dari percobaan. 3. 5.75 10 10 7. Tentukan kesalahan standartnya. benda 4 kali lagi 7. 4. Menentukan focus lensa (f) 1 1 1 1 S + S' SS ' = + ⇒ = ⇒f = f S S' f S * S' S + S' Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 37 .17 9. Hitung kesalahan relatif tiap percobaan.7 LembarPenyelesaian 1.

6 Cm f1 = 20 ×19 = 9.Laporan Praktikum Fisika Dasar f1 = 15 × 23 .6 = 9.73 cm 2. Sinar datang sejajar sumbu utama.17 15 + 23 .74 + 9. dibiskan sejajar sumbu utama 3.75 + 10 + 10 ) 5 = 9. dibiaskan melalui titik fokus (f) 2.75 Cm 25 + 16 30 ×15 = 10 Cm 30 +15 f5 = 35 ×14 = 10 Cm 35 + 14 f Rata −rata = ( 9. Menghitung kesalahan relatif Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 38 . Gambar 3 sinar istimewa pada lensa positif 1 2 3 Keterangan : 1. Sinar datang melalui titik fokus (f).17 + 9.74 Cm 20 +19 f3 = f4 = 25 ×16 = 9. Sinar datang melalui melalui pusat optis diteruskan 3.

73 (9.0729 0. 1 2 3 4 5 F 9.04599 Kesalahan standar : SD = 0.78 + 2. Sifat-sifat lensa positif − Dapat mengumpulkan sinar ( konvergen ) − Apabila benda terletak antara O dan F.21 % 9. diperbesar Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 39 .73 9.78 % 9.78 )% = 2.78 % 9.01 0.027 F− F 2 9.73 9.73 9.73 ×100 % = 0.Laporan Praktikum Fisika Dasar Kr = f − f Rata− rata × 100% f Rata− rata K r1 = K r2 = K r3 = K r4 = K r5 = (9.73 x100 % = 5.0729 0.3136 0.73 0. maya.73 10 − 9.73 ×100 % = 2.73 10 − 9.10 + 0.F 0.73 9.73 9. Menghitung Standard Deviasi (SD) No.0004 0.3032 5 5.027 0.02 0.56 0. sifat bayangan: tegak.75 − 9.21 + 2.73 5 K rata −rata = ( 5.17 − 9.74 9.74 − 9.76 + 0.10 % 9.73 100 % = 2.73 ×100 % = 0.04599 = 0.326 % 4.0001 0.75 10 10 F F.17 9.76 % 9.

bayangan terbentuk di tempat jauh. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 40 . Bayangan benda tidak dapat ditangkap layar dengan jelas bila benda tidak berada di titik fokus lensa c. diperbesar − Apabila benda terletak di 2F. Berdasarkan hasil percobaan kita dapat mengetahui sifat–sifat lensa positif. sifat bayangan: Terbalik.Laporan Praktikum Fisika Dasar − Apabila benda terletak tepat di F. nyata. d. b. Fokus lensa yang dipakai memiliki jarak fokus 9. sama besar 6. Kesimpulan a. Lensa adalah benda bening tembus cahaya yang permukaannya merupakan lensa lengkung bola. sebab sinar – sinar bias merupakan berkas sinar yang sejajar − Apabila benda terletak di antara F dan 2F.98 cm dari lensa ke benda. sifat bayangan: Terbalik. nyata. juga jarak fokus lensa dengan jalan menggerakkan benda.

dari praktikum tersebut yang akurat. antara lain: • • • • Penguasaan teori dasar Prosedur kerja Penguasaan alat yang tepat Pembuatan laporan yang selayaknya ada pedoman termasuk format pengetikan sehingga terwujud keberagaman dalam laporan. sehingga perlu perhatian khusus. Hasil-hasil yang diperoleh dalam praktikum tidak ada yang sama persis dengan perhitungan teori. Keadaan dan situasi praktikum. baik itu praktikum sendiri maupun alat yang dipakai. Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 41 . Hasil-hasil yang diperoleh sedikit banyak dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Ketelitian alat yang dipakai. 2. maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. maka kami sarankan untuk memahami apa yang diperoleh pada perkuliahan agar dapat memecahkan kesulitan dalam melaksanakan praktikum terutama dalam menghadapi alat-alat praktikum. secara garis besar dapat dikatakan berdasarkan beberapa praktek : • • • Ketelitian pengamatan praktikum. Hal-hal tersebut merupakan kendala bagi manusia.Laporan Praktikum Fisika Dasar BAB VIII PENUTUP 8.2 Saran-saran Untuk mendapatkan data yang akurat. 8. dari praktikum tersebut yang sesuai dengan yang diinginkan.1 Kesimpulan Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan: 1.

New York.Laporan Praktikum Fisika Dasar DAFTAR PUSTAKA 1. Kasdoen Samsuatmojo Search Zemansky. Malang. Yayasan Buku Dana Indonesia. Malang Institut Teknologi Nasional Malang Teknik Elektro – S1 42 . Nor Azmar dan Farid Madji. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Fisika Untuk Universitas. Jakarta. Fisika II Listrik. Search Zemansky. Yayasan Buku Dana Indonesia. Jakarta. Fisika Untuk Universitas. Jakarta. Jakarta . 1962 3.. 1962 2. 1991. New York.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful