P. 1
Penyusunan RKA DPA

Penyusunan RKA DPA

|Views: 3,560|Likes:
Published by sigit sumarsono

More info:

Published by: sigit sumarsono on May 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2015

pdf

text

original

Sections

  • Kriteria belanja Modal
  • Belanja SKPD
  • Tunjangan Kesejahteraan
  • Rencana Kerja DPRD
  • Rincian Belanja DPRD

11

TEKNIK PENYUSUNAN

-

RKA SKPD

/

/

BERDASAR PP 58 2005 DAN PERMENDAGRI 13 2006

TEKNIK PENYUSUNAN

-

RKA SKPD

/

/

BERDASAR PP 58 2005 DAN PERMENDAGRI 13 2006

22

Alur Perencanaan Program &
Penganggaran

RPJM
NASIONAL

RKP

RAPBN

APBN

RPJP
DAERAH

RPJM
DAERAH

RKPD

RAPBD

APBD

RENSTRA
SKPD

RENJA
SKPD

RKA –
SKPD

PENJABARAN
APBD

RENSTRA
KL

RENJA
KL

RKA - KL

RINCIAN
APBN

dijabarkan

Pedoman

Pedoman

Pedoman

dijabarkan

diacu

Pedoman

Pedoman

Pedoman

Pedoman

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h

P
u
s
a
t

P
e
m
e
r
i
n
t
a
h

D
a
e
r
a
h

PERENCANAAN

PENGANGGARAN

diacu

diperhatikan

Diserasikan melalui MUSRENBANGDA

Pedoman

Pedoman

KUA

Pedoman

RPJP
NASIONAL
Pedoman

PPAS

diacu

bahan

bahan

33

NO

NOJENIS KEGIATAN
JENIS KEGIATAN

WAKTU

WAKTU

11

Penyusunan RKPD

Penyusunan RKPD

Akhir BULAN MEI

Akhir BULAN MEI

22

Penyusunan Kebijakan Umum APBD

Penyusunan Kebijakan Umum APBD

Awal Juni

Awal Juni

33

Penyampaian Kebijakan Umum APBD kpd DPRD

Penyampaian Kebijakan Umum APBD kpd DPRD

Medio Juni

Medio Juni

44

Pembahasan PPAS dgn DPRD

Pembahasan PPAS dgn DPRD

Minggu Kedua JULI

Minggu Kedua JULI

55

Penyusunan RKA SKPD

Penyusunan RKA SKPD

/

Akhir Juli s d Mg IV

/

Akhir Juli s d Mg IV
Agustus

Agustus

66

Evaluasi RKA SKPD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah

Evaluasi RKA SKPD oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah

Mg I September

Mg I September

77

&

Penyusunan Raperda APBD Raper KDH ttg Penjabaran APBD

&

Penyusunan Raperda APBD Raper KDH ttg Penjabaran APBD

-

Mg II III

-

Mg II III
September

September

88

Pembahasan Pra RAPBD Tim Anggaran Pemda dg Panggar DPRD

Pembahasan Pra RAPBD Tim Anggaran Pemda dg Panggar DPRD

(

)

Tentative

(

)

Tentative

Mg IV September

Mg IV September

99

Pengajuan Raperda tentang APBD kpd DPRD

Pengajuan Raperda tentang APBD kpd DPRD

Minggu I Oktober

Minggu I Oktober

10

10

&

&

Pembahasan Raperda APBD persetujuan bersama DPRD KDH

&

&

Pembahasan Raperda APBD persetujuan bersama DPRD KDH

Minggu III OktI

Minggu III OktI
M IV November

M IV November

11

11

&

Penyampaian Raperda APBD Raper KDH ttg Penjabaran APBD

&

Penyampaian Raperda APBD Raper KDH ttg Penjabaran APBD

/

u dievaluasi

/

u dievaluasi

(

)

3 hari Desember

(

)

3 hari Desember

12

12

Evaluasi Raperda APBD dan Raper KDH tentang Penjabaran

Evaluasi Raperda APBD dan Raper KDH tentang Penjabaran
APBD

APBD

(

)

15 hari Desember

(

)

15 hari Desember

13

13

Penyempurnaan hasil evaluasi

Penyempurnaan hasil evaluasi

(

)

7 hari Desember

(

)

7 hari Desember

14

14

/

,

Pengesahan Penetapan APBD Penetapan Per

/

,

Pengesahan Penetapan APBD Penetapan Per

,

/

/

-

KDH PengundanganLD BD dan Penyusunan Pengesahan DPA SKPD

,

/

/

-

KDH PengundanganLD BD dan Penyusunan Pengesahan DPA SKPD

Minggu IV Desember

Minggu IV Desember

JADWAL PERENCANAAN PROGRAM DAN PENGANGGARAN DAERAH

44

PENYUSUNAN RANCANGAN APBD

PENYUSUNAN RANCANGAN APBD

( /

, /

/

, /

)

UU 17 2003 UU 25 2004 UU 32 2004 UU 33 2004

( /

, /

/

, /

)

UU 17 2003 UU 25 2004 UU 32 2004 UU 33 2004

PENYUSUNAN RANCANGAN APBD

PENYUSUNAN RANCANGAN APBD

( /

, /

/

, /

)

UU 17 2003 UU 25 2004 UU 32 2004 UU 33 2004

( /

, /

/

, /

)

UU 17 2003 UU 25 2004 UU 32 2004 UU 33 2004

RPJMD

Renstra
SKPD

Renja
SKPD

RKPD

KUA

PPAS

PEDOMAN
PENYUSUNAN
RKA-SKPD

RAPERDA
APBD

TAPD

RKA-SKPD

Dibahas bersama DPRD

5 tahun

5 tahun

1 tahun

1 tahun

RKP

RPJM

NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN DPRD DGN KDH

1 tahun

1 tahun

5 tahun

1 tahun

55

SURAT EDARAN KEPALA DAERAH

Tentang

-

Pedoman Penyusunan RKA SKPD

.

1

PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKPD berikut rencana
pendapatan dan pembiayaan

.

2

Sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan kinerja SKPD
berkenaan sesuai standar pelayanan minimal yang ditetapkan

.

3

-

Batas waktu penyampaian RKA SKPD kepada PPKD

.

4

-

Hal hal lainnya yang perlu mendapat perhatian SKPD terkait dengan

-

,

,

,

prinsip prinsip peningkatan efisiensi efektifitas transparansi
dan akuntabilitas penyusunan anggaran dalam rangka pencapaian
prestasi kerja

.

5

,

,

,

Dokumen sebagai lampiran meliputi KUA PPA kode rekening APBD

-

,

format RKA SKPD analisis standar belanja dan standar satuan harga

Diterbitkan

Paling lambat awal bulan Agustus tahun berjalan

66

Karakteristik

Karakteristik
Penganggaran

Penganggaran

-

RKA SKPD

disusun dengan menggunakan:

pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah

berisi
perkiraan kebutuhan anggaran untuk program dan kegiatan
dalam tahun anggaran berikutnya

pendekatan penganggaran terpadu

mengintegrasikan seluruh

.

proses perencanaan dan penganggaran

pendekatan prestasi kerja

memperhatikan keterkaitan
antara pendanaan dengan keluaran yang diharapkan
termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran

.

tersebut

Pasal 36 Ayat (2) PP 58 dan pasal 90 ayat (2) Permendagri 13:

77

KERANGKA PENGELUARAN JANGKA

KERANGKA PENGELUARAN JANGKA
MENENGAH

MENENGAH (K

(KPJM)
PJM)

Back

KPJM adalah pendekatan penganggaran berdasarkan

KPJM adalah pendekatan penganggaran berdasarkan
kebijakan yang dilakukan dalam perspektif waktu lebih

kebijakan yang dilakukan dalam perspektif waktu lebih
dari satu tahun anggaran dengan mempertimbangkan

dari satu tahun anggaran dengan mempertimbangkan
implikasi biaya pada tahun berikutnya yang dinyatakan

implikasi biaya pada tahun berikutnya yang dinyatakan
sebagai

sebagai

prakiraan maju

prakiraan maju/

forward estimate

/

forward estimate..

Prakiraan maju

Prakiraan maju

merupakan perhitungan kebutuhan dana

merupakan perhitungan kebutuhan dana
untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun anggaran

untuk tahun anggaran berikutnya dari tahun anggaran
yang direncanakan guna memastikan kesinambungan

yang direncanakan guna memastikan kesinambungan
program dan kegiatan yang telah disetujui dan menjadi

program dan kegiatan yang telah disetujui dan menjadi

.

dasar penyusunan anggaran berikutnya

.

dasar penyusunan anggaran berikutnya

88

&
KPJM &

KPJM

Prakiraan Maju

Prakiraan Maju (

)

Forward estimate

(

)

Forward estimate

20
08

20
07

20
06

2005

Saat
kebijakan
diputuskan

()

R APBD

Prakiraan
Maju

KPJM

CONTOH:
JIKA BIAYA MURID BERTAMBAH 100% MAKA UNTUK MENYEDIAKAN PELAYANAN YANG SAMA
PADA TAHUN DEPAN PERLU BIAYA PENAMBAHAN GURU 100%,
JIKA JUMLAH TRANSMIGRAN BERTAMBAH 100% MAKA UNTUK MENYEDIAKAN FASILITAS
YANG SAMA DIPERLUKAN BIAYA PEMBANGUNAN

&

RUMAH TRANSMIGRAN FASILITAS UMUM

%

100

SEBALIKNYA PENYEDIAAN DANA UNTUK TUNJANGAN VETERAN DARI TAHUN KE TAHUN
SECARA ALAMIAH MENURUN

99

n

KPJM merupakan suatu proses
bergulir yang berulang setiap

.

tahunnya

n

Setelah tahun pertama dari
suatu KPJM menjadi tahun

,

anggaran berjalan maka
satu tahun baru
ditambahkan pada akhir
periode KPJM

Hakekat KPJM

Hakekat KPJM

10

10

ILUSTRASI

ILUSTRASI

Tahun anggaran

&

berjalan 2005

-

KPJM 2006 2008

Tahun anggaran

&

berjalan 2006

-

KPJM 2007 2009

Tahun anggaran

&

berjalan 2007

-

KPJM 2008 2010

2007

Prakiraan
Maju

t o

+

t 1

+

t 2

+

t 3

2005
APBN

2006
RAPBN

2008
Prakiraan
Maju

2008
Prakiraan
Maju

t 0

+

t 1

+

t 2

+

t 3

2006
APBN

2007
RAPBN

-

t 1

to

+

t 1

+

t 2

+

t 3

2006

Realisasi

2007

APBN

2008

RAPBN

2009
Prakiraan
Maju

2009
Prakiraan
Maju

2010
Prakiraan
Maju

11

11

Manfaat KPJM

Manfaat KPJM

/

:

Penjelasan PP 21 2004

n

,

Mengembangkan disiplin fiskal dalam rangka menjaga

(

kesinambungan fiskal

fiscal sustainability)

n

,

Meningkatkan keterkaitan antara kebijakan

,

perencanaan dan penganggaran

n

Mengarahkan alokasi sumberdaya agar lebih rasional
dan strategis

n

Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah
dengan pemberian pelayanan yang optimal dan lebih
efisien

n
n

12

12

ANGGARAN BERBASIS KINERJA

ANGGARAN BERBASIS KINERJA

Back

ABK

ABK

adalah pendekatan penganggaran

adalah pendekatan penganggaran

yang

yang

memperhatikan keterkaitan antara

memperhatikan keterkaitan antara
pendanaan dengan keluaran yang

pendanaan dengan keluaran yang
diharapkan termasuk efisiensi dalam

diharapkan termasuk efisiensi dalam

.

pencapaian hasil dan keluaran tersebut

.

pencapaian hasil dan keluaran tersebut

Pasal 39 Ayat (2) PP 58 dan pasal 93 ayat (1) Permendagri 13:
“Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja dilakukan
berdasarkan capaian kinerja, indikator kinerja, analisis standar belanja,
standar satuan harga, dan standar pelayanan minimal.”

13

13

PENDEKATAN KINERJA

PENDEKATAN KINERJA

(

)

Prestasi Kerja

(

)

Prestasi Kerja

PENDEKATAN KINERJA

PENDEKATAN KINERJA

(

)

Prestasi Kerja

(

)

Prestasi Kerja

SUATU SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN UPAYA PENCAPAIAN

SUATU SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN UPAYA PENCAPAIAN

(
HASIL KERJA (

HASIL KERJA OUTPUT
OUTPUT)

(

DARI PERENCANAAN ALOKASI BIAYA

)

(

DARI PERENCANAAN ALOKASI BIAYA INPUT

INPUT)
)

YANG DITETAPKAN

YANG DITETAPKAN

SUATU SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN UPAYA PENCAPAIAN

SUATU SISTEM ANGGARAN YANG MENGUTAMAKAN UPAYA PENCAPAIAN

(
HASIL KERJA (

HASIL KERJA OUTPUT
OUTPUT)

(

DARI PERENCANAAN ALOKASI BIAYA

)

(

DARI PERENCANAAN ALOKASI BIAYA INPUT

INPUT)
)

YANG DITETAPKAN

YANG DITETAPKAN

OUTPUT

OUTPUT (

)

(

)

KELUARAN MENUNJUKKAN PRODUK BARANG ATAU JASA YANG

(

)

(

)

KELUARAN MENUNJUKKAN PRODUK BARANG ATAU JASA YANG

(

DIHASILKAN DARI PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

(

DIHASILKAN DARI PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN INPUT

INPUT)
)

YANG DIGUNAKAN

YANG DIGUNAKAN

OUTPUT

OUTPUT (

)

(

)

KELUARAN MENUNJUKKAN PRODUK BARANG ATAU JASA YANG

(

)

(

)

KELUARAN MENUNJUKKAN PRODUK BARANG ATAU JASA YANG

(

DIHASILKAN DARI PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

(

DIHASILKAN DARI PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN INPUT

INPUT)
)

YANG DIGUNAKAN

YANG DIGUNAKAN

INPUT

INPUT (

)

-

:

,

MASUKAN ADALAH BESARNYA SUMBER SUMBER DANA SUMBER

(

)

-

:

,

MASUKAN ADALAH BESARNYA SUMBER SUMBER DANA SUMBER

,

,

DAYA MANUSIA MATERIAL WAKTU DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN

,

,

DAYA MANUSIA MATERIAL WAKTU DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN
UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

((INPUT

INPUT)

YANG DIGUNAKAN

)

YANG DIGUNAKAN

INPUT

INPUT (

)

-

:

,

MASUKAN ADALAH BESARNYA SUMBER SUMBER DANA SUMBER

(

)

-

:

,

MASUKAN ADALAH BESARNYA SUMBER SUMBER DANA SUMBER

,

,

DAYA MANUSIA MATERIAL WAKTU DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN

,

,

DAYA MANUSIA MATERIAL WAKTU DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN
UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

UNTUK MELAKSANAKAN PROGRAM ATAU KEGIATAN SESUAI DENGAN

((INPUT

INPUT)

YANG DIGUNAKAN

)

YANG DIGUNAKAN

/

KINERJA PRESTASI KERJA DITUNJUKKAN OLEH HUBUNGAN ANTARA

/

KINERJA PRESTASI KERJA DITUNJUKKAN OLEH HUBUNGAN ANTARA

(

)

(

) &

(

)

INPUT MASUKAN DENGAN OUTPUT KELUARAN OUTCOME HASIL

(

)

(

) &

(

)

INPUT MASUKAN DENGAN OUTPUT KELUARAN OUTCOME HASIL

/

KINERJA PRESTASI KERJA DITUNJUKKAN OLEH HUBUNGAN ANTARA

/

KINERJA PRESTASI KERJA DITUNJUKKAN OLEH HUBUNGAN ANTARA

(

)

(

) &

(

)

INPUT MASUKAN DENGAN OUTPUT KELUARAN OUTCOME HASIL

(

)

(

) &

(

)

INPUT MASUKAN DENGAN OUTPUT KELUARAN OUTCOME HASIL

14

14

ANALISIS STANDAR

ANALISIS STANDAR BELANJA
BELANJA

(

)

ASB

(

)

ASB

ANALISIS STANDAR

ANALISIS STANDAR BELANJA
BELANJA

(

)

ASB

(

)

ASB

Dalam sistem anggaran kinerja setiap usulan

Dalam sistem anggaran kinerja setiap usulan

,

program kegiatan dan anggaran dinilai

,

program kegiatan dan anggaran dinilai
kewajarannya

kewajarannya

Dalam sistem anggaran kinerja setiap usulan

Dalam sistem anggaran kinerja setiap usulan

,

program kegiatan dan anggaran dinilai

,

program kegiatan dan anggaran dinilai
kewajarannya

kewajarannya

standar analisa belanja adalah standar atau

standar analisa belanja adalah standar atau
pedoman yang digunakan untuk menganalisis

pedoman yang digunakan untuk menganalisis
kewajaran beban kerja

kewajaran beban kerja atau

atau biaya
biaya

setiap program

setiap program
atau kegiatan yang dilaksanakan dalam satu

atau kegiatan yang dilaksanakan dalam satu
tahun anggaran

tahun anggaran

standar analisa belanja adalah standar atau

standar analisa belanja adalah standar atau
pedoman yang digunakan untuk menganalisis

pedoman yang digunakan untuk menganalisis
kewajaran beban kerja

kewajaran beban kerja atau

atau biaya
biaya

setiap program

setiap program
atau kegiatan yang dilaksanakan dalam satu

atau kegiatan yang dilaksanakan dalam satu
tahun anggaran

tahun anggaran

penilaian kewajaran dalam

penilaian kewajaran dalam ASB
ASB

:

mencakup dua hal

:

mencakup dua hal

kewajaran beban kerja

kewajaran beban kerja

dan

dan

kewajaran biaya

kewajaran biaya

penilaian kewajaran dalam

penilaian kewajaran dalam ASB
ASB

:

mencakup dua hal

:

mencakup dua hal

kewajaran beban kerja

kewajaran beban kerja

dan

dan

kewajaran biaya

kewajaran biaya

15

15

Analisis Standar

Analisis Standar

Belanja

Belanja

(

)

ASB

(

)

ASB

Analisis Standar

Analisis Standar

Belanja

Belanja

(

)

ASB

(

)

ASB

Mendorong unit kerja untuk selektif

Mendorong unit kerja untuk selektif

Menghindari belanja yang kurang efektif dan

Menghindari belanja yang kurang efektif dan
efisien

efisien

Menghindari tumpang tindih belanja

Menghindari tumpang tindih belanja

Mendorong unit kerja untuk selektif

Mendorong unit kerja untuk selektif

Menghindari belanja yang kurang efektif dan

Menghindari belanja yang kurang efektif dan
efisien

efisien

Menghindari tumpang tindih belanja

Menghindari tumpang tindih belanja

manfaat

manfaat

16

16

PENILAIAN KEWAJARAN

PENILAIAN KEWAJARAN
BEBAN KERJA

BEBAN KERJA

PENILAIAN KEWAJARAN

PENILAIAN KEWAJARAN
BEBAN KERJA

BEBAN KERJA

/

KAITAN LOGIS ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG

/

KAITAN LOGIS ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG
DIUSULKAN DENGAN STRATEGI DAN PRIORITAS APBD

DIUSULKAN DENGAN STRATEGI DAN PRIORITAS APBD


/

KESESUAIAN ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG

/

KESESUAIAN ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG
DIUSULKAN DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN

DIUSULKAN DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN
KERJA YANG BERSANGKUTAN

KERJA YANG BERSANGKUTAN


KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK MELAKSANAKAN

KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK MELAKSANAKAN

/

PROGRAM KEGIATAN PADA TINGKAT PENCAPAIAN YANG

/

PROGRAM KEGIATAN PADA TINGKAT PENCAPAIAN YANG
DIINGINKAN DAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN

DIINGINKAN DAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN
ANGGARAN

ANGGARAN

/

KAITAN LOGIS ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG

/

KAITAN LOGIS ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG
DIUSULKAN DENGAN STRATEGI DAN PRIORITAS APBD

DIUSULKAN DENGAN STRATEGI DAN PRIORITAS APBD


/

KESESUAIAN ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG

/

KESESUAIAN ANTARA PROGRAM KEGIATAN YANG
DIUSULKAN DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN

DIUSULKAN DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN
KERJA YANG BERSANGKUTAN

KERJA YANG BERSANGKUTAN


KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK MELAKSANAKAN

KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK MELAKSANAKAN

/

PROGRAM KEGIATAN PADA TINGKAT PENCAPAIAN YANG

/

PROGRAM KEGIATAN PADA TINGKAT PENCAPAIAN YANG
DIINGINKAN DAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN

DIINGINKAN DAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN
ANGGARAN

ANGGARAN

17

17

PENILAIAN KEWAJARAN

PENILAIAN KEWAJARAN
BIAYA

BIAYA

KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN DENGAN

KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN DENGAN
TARGET PENCAPAIAN KINERJA (STANDAR BIAYA)

TARGET PENCAPAIAN KINERJA (STANDAR BIAYA)


KAITAN ANTARA STANDAR BIAYA DENGAN HARGA YANG

KAITAN ANTARA STANDAR BIAYA DENGAN HARGA YANG
BERLAKU

BERLAKU

KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN, TARGET

KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN, TARGET
PENCAPAIAN KINERJA DENGAN SUMBER DANA

PENCAPAIAN KINERJA DENGAN SUMBER DANA

18

18

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA

PENILAIAN KEWAJARAN BIAYA

PROGRAM

PROGRAM

KEGIATAN

KEGIATAN

TARGET KINERJA

TARGET KINERJA

ANGGARAN BELANJA

ANGGARAN BELANJA

STANDAR BIAYA

STANDAR BIAYA

HARGA YANG BERLAKU

HARGA YANG BERLAKU

19

19

CONTOH

CONTOH

KEGIATAN

KEGIATAN

TARGET KINERJA

TARGET KINERJA

ANGGARAN

ANGGARAN BELANJA
BELANJA

STANDAR BIAYA

STANDAR BIAYA

HARGA YANG BERLAKU

HARGA YANG BERLAKU

TOT BINTEK PENYUSUNAN
PROGRAM DAN ANGGARAN
DAERAH

100 PESERTA TERLATIH

BELANJA PEGAWAI
BELANJA BARANG/JASA

BELANJA RATA-RATA PER
PESERTA

HONOR FASILITATOR
BIAYA MAKAN & MINUM
BIAYA PENGGANDAAN
BIAYA TRANSPOT

20

20

HARGA SATUAN UNIT BIAYA YANG BERLAKU
BAGI MASING-MASING DAERAH

STANDAR BIAYA

STANDAR BIAYA

ALOKASI ANGGARAN BELANJA

ALOKASI ANGGARAN BELANJA
SETIAP PROGRAM/KEGIATAN

SETIAP PROGRAM/KEGIATAN

pengertian

tujuan

21

21

DASAR PENILAIAN KINERJA

DASAR PENILAIAN KINERJA

MASUKAN

MASUKAN

TINGKAT ATAU BESARAN SUMBER UNTUK MELAKSANAKAN

TINGKAT ATAU BESARAN SUMBER UNTUK MELAKSANAKAN
PROGRAM/KEGIATAN

PROGRAM/KEGIATAN

KELUARAN

KELUARAN

PRODUK YANG DIHASILKAN PROGRAM/KEGIATAN

PRODUK YANG DIHASILKAN PROGRAM/KEGIATAN

HASIL

HASIL

TINGKAT KEBERHASILAN KELUARAN ROGRAM/KEGIATAN

TINGKAT KEBERHASILAN KELUARAN ROGRAM/KEGIATAN

MANFAAT

MANFAAT

TINGKAT KEMANFAATAN YANG DAPAT DIRASAKAN SEBAGAI

TINGKAT KEMANFAATAN YANG DAPAT DIRASAKAN SEBAGAI
NILAI TAMBAH BAGI MASYARAKAT DAN PEMDA

NILAI TAMBAH BAGI MASYARAKAT DAN PEMDA

DAMPAK

DAMPAK

DAMPAK MANFAAT TERHADAP KONDISI MAKRO

DAMPAK MANFAAT TERHADAP KONDISI MAKRO

22

22

Pendapatan
Kegiatan 1

S.3.A.1

•Bidang Kewenangan
•Visi
•Misi
•Tujuan
•Sasaran
•Tugas pokok
•Fungsi

S.1

Program :

•Program 1
•Program 2
•Program 3
•Program 4
•dst

S.2

Program 1:

•Kegiatan 1
•Kegiatan 2

S.2.A

Program 2:

•Kegiatan 1
•Kegiatan 2

S.2.A

Program 3:

•Kegiatan 1
•Kegiatan 2

S.2.A

Program 4:

•Kegiatan 1
•Kegiatan 2

S.2.A

Pendapatan
Kegiatan 2

S.3.A.1

Belanja Langsung
Kegiatan 1

S.3.B.1.1

Belanja Langsung
Kegiatan 2

S.3.B.1.1

Bel Tdk Langsung

S.3.B.2.1

Rekap Bel. Langsung
Kegiatan-Kegiatan

S.3.B.1

Rek Bel. Tdk Langsung

S.3.B.2

Rekap Pendapatan
Kegiatan-Kegiatan

S.3.A

Rekap Belanja

S.3.B

Ringkasan Anggaran

S.3

PERDA APBD

PERDA APBD

PENJABARAN APBD

PENJABARAN APBD

Lamp I

Lamp I
PERDA

PERDA

ALUR PENYUSUNAN RASK

ALUR PENYUSUNAN RASK

23

23

RKA-SKPD
2.1

RKA-SKPD
2.2

RKA-SKPD
3.1

RKA-SKPD
1

RKA-SKPD
3.2

RKA-SKPD

RKA-SKPD
2.2.1

Kode

Kode

Nama Formulir

Nama Formulir

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

,

Ringkasan Anggaran Pendapatan Belanja

,

Ringkasan Anggaran Pendapatan Belanja
dan

dan
Pembiayaan SKPD

Pembiayaan SKPD

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD
11

Rincian Anggaran Pendapatan

Rincian Anggaran Pendapatan SKPD
SKPD

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

.
2 1.

2 1

Rincian Anggaran Belanja Tidak

Rincian Anggaran Belanja Tidak
Langsung SKPD

Langsung SKPD

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

.
2 2.

2 2

Rekapitulasi Rincian Anggaran Belanja

Rekapitulasi Rincian Anggaran Belanja
Langsung menurut

Langsung menurut
Program dan Kegiatan SKPD

Program dan Kegiatan SKPD

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

..

2 2 1

..

2 2 1

Rincian Anggaran Belanja Langsung

Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Program

menurut Program
dan Per Kegiatan SKPD

dan Per Kegiatan SKPD

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

.
3 1.

3 1

Rincian Penerimaan Pembiayaan Daerah

Rincian Penerimaan Pembiayaan Daerah

-

RKA SKPD

-

RKA SKPD

.
3 2.

3 2

Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah

Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah

ALUR PENGERJAAN RKA SKPD

ALUR PENGERJAAN RKA SKPD

24

24

-

FORMULIR RKA SKPD

-

FORMULIR RKA SKPD

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA - SKPD

RKA - SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota …….

Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran ……

Tahun Anggaran ……
Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x.xx. ……………………………………………………...............................

: x.xx. ……………………………………………………...............................

Organisasi

Organisasi

: x.xx.xx. ……………………………………………………………………….

: x.xx.xx. ……………………………………………………………………….

Ringkasan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan

Ringkasan Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan
Satuan Kerja Perangkat Daerah

Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kode

Kode
Rekening

Rekening

Uraian

Uraian

Jumlah

Jumlah
(Rp)

(Rp)

11

22

33

Surplus/ (Defisit)

Surplus/ (Defisit)

Pembiayaan neto

Pembiayaan neto

……

……..,tanggal………..
..,tanggal………..

Kepala SKPD

Kepala SKPD

((tanda tangan)

tanda tangan)

(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …

25

25

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA-SKPD 1

RKA-SKPD 1

Provinsi/Kabupaten/Kota …….

Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran …

Tahun Anggaran …
Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x.xx. ……………………………………………………………………………………………………………………

: x.xx. ……………………………………………………………………………………………………………………

Organisasi

Organisasi

: x.xx.xx. …………………………………………………………………………………………………………………

: x.xx.xx. …………………………………………………………………………………………………………………

Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kode

Kode
Rekening

Rekening

Uraian

Uraian

Rincian Penghitungan

Rincian Penghitungan

Jumlah

Jumlah
(Rp)

(Rp)

volume

volume

satuan

satuan

Tarif/

Tarif/
Harga

Harga

11

22

33

44

55

6 = (3 x 5)

6 = (3 x 5)

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

Jumlah

Jumlah

……

……..,tanggal………
..,tanggal………

Kepala SKPD

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(tanda tangan)

(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …

Keterangan

Keterangan

::

Tanggal Pembahasan

Tanggal Pembahasan::
Catatan Hasil Pembahasan

Catatan Hasil Pembahasan

::

1.

1.
2.

2.
Dst.

Dst.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

No

Nama

Nama

NIP

NIP

Jabatan

Jabatan

Tandatangan

Tandatangan

11
22
dst

dst

26

26

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA-SKPD 2.1

RKA-SKPD 2.1

Provinsi/Kabupaten/Kota ……

Provinsi/Kabupaten/Kota ……
Tahun Anggaran …

Tahun Anggaran …
Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x.xx. ……………………………………………………………………………………………………………………………………

: x.xx. ……………………………………………………………………………………………………………………………………

Organisasi

Organisasi

: x.xx.xx. …………………………………………………………………………………………………………………………………

: x.xx.xx. …………………………………………………………………………………………………………………………………

Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah

Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kode

Kode
Rekening

Rekening

Uraian

Uraian

Tahun n

Tahun n

Tahun n+1

Tahun n+1

volume

volume

satuan

satuan

Harga satuan

Harga satuan

Jumlah

Jumlah
(Rp)

(Rp)

11

22

33

44

55

6=(3x5)

6=(3x5)

77

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

Jumlah

Jumlah

……

……..,tanggal………..
..,tanggal………..
Kepala SKPD

Kepala SKPD
(tanda tangan)

(tanda tangan)
(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …

Keterangan

Keterangan

::

Tanggal Pembahasan

Tanggal Pembahasan

::

Catatan Hasil Pembahasan

Catatan Hasil Pembahasan

::

1.

1.
2.

2.
Dst

Dst

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

No

Nama

Nama

NIP

NIP

Jabatan

Jabatan

Tanda Tangan

Tanda Tangan

11
22
dst

dst

27

27

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA-SKPD 2.2

RKA-SKPD 2.2

Provinsi/Kabupaten/Kota ……

Provinsi/Kabupaten/Kota ……
Tahun Anggaran ...........

Tahun Anggaran ...........

Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x. xx. …………………………………………………………………………………………………………………………

: x. xx. …………………………………………………………………………………………………………………………

Organisasi

Organisasi

: x. xx. xx. ……………………………………………………………………………………………………………………

: x. xx. xx. ……………………………………………………………………………………………………………………

Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan

Kode

Kode

Uraian

Uraian

Lokasi

Lokasi
Kegiatan

Kegiatan

Target Kinerja

Target Kinerja
(Kuantitatif)

(Kuantitatif)

Jumlah

Jumlah

Program

Program

Kegiatan

Kegiatan

Tahun n

Tahun n

Tahun

Tahun
n+1

n+1

Belanja

Belanja
Pegawai

Pegawai

Barang & Jasa

Barang & JasaModal
Modal

Jumlah

Jumlah

11

22

33

44

55

66

77

88

9=6+7+8

9=6+7+8

1010

xx

xx

Program ….

Program ….

xx

xx

Kegiatan ….

Kegiatan ….

xx

xx

Kegiatan ….

Kegiatan ….

xx

xx

dst ….

dst ….

xx

xx

dst ….

dst ….

xx

xx

dst ….

dst ….

Jumlah

Jumlah

……

……..,tanggal………..
..,tanggal………..
Kepala SKPD

Kepala SKPD
((tanda tangan)

tanda tangan)
(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …

28

28

1.
Dst.

Tanda Tangan

Jabatan

NIP

Nama

No

TimAnggaran Pemerintah Daerah:

Dst

1.

:

Catatan Hasil Pembahasan

:

Tanggal Pembahasan

:

Keterangan

……..,tanggal………..
Kepala SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)
NIP. ………

Jumlah

xx

xx

x

x

x

xx

xx

x

x

x

6=(3 x 5)

5

4

3

2

1

Harga
satuan

satuan

volume

Jumlah
(Rp)

Rincian Penghitungan

Uraian

Kode
Rekening

Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Programdan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kelompok Sasaran Kegiatan :

……………

Hasil

Keluaran

Masukan

Capaian Program

Target Kinerja

Tolok Ukur Kinerja

Indikator

Indikator &Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n+1

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n

-1

: …………………

.

Lokasi kegiatan

: x. xx. xx. xx. xx.

…………………………………………

..

Kegiatan

: x. xx. xx. xx.

…………………………………………

..

Program

: x. xx. xx.

…………………………………………

..

Organisasi

: x. xx.

……………………………………………

Urusan Pemerintahan

Provinsi/Kabupaten/Kota

…….

Tahun Anggaran

…...

Formulir
RKA-SKPD
2.2.1

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

1.
Dst.

Tanda Tangan

Jabatan

NIP

Nama

No

TimAnggaran Pemerintah Daerah:

Dst

1.

:

Catatan Hasil Pembahasan

:

Tanggal Pembahasan

:

Keterangan

……..,tanggal………..
Kepala SKPD
(tanda tangan)
(nama lengkap)
NIP. ………

Jumlah

xx

xx

x

x

x

xx

xx

x

x

x

6=(3 x 5)

5

4

3

2

1

Harga
satuan

satuan

volume

Jumlah
(Rp)

Rincian Penghitungan

Uraian

Kode
Rekening

Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Programdan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah

Kelompok Sasaran Kegiatan :

……………

Hasil

Keluaran

Masukan

Capaian Program

Target Kinerja

Tolok Ukur Kinerja

Indikator

Indikator &Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n+1

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n

: Rp .................. (.......................................

..........................................)

Jumlah Tahun n

-1

: …………………

.

Lokasi kegiatan

: x. xx. xx. xx. xx.

…………………………………………

..

Kegiatan

: x. xx. xx. xx.

…………………………………………

..

Program

: x. xx. xx.

…………………………………………

..

Organisasi

: x. xx.

……………………………………………

Urusan Pemerintahan

Provinsi/Kabupaten/Kota

…….

Tahun Anggaran

…...

Formulir
RKA-SKPD
2.2.1

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

29

29

Contoh Pengisian Indikator Kinerja

Contoh Pengisian Indikator Kinerja

Program : Program Pendidikan Anak Usia Dini

Kegiatan : Pembangunan sarana dan prasarana Gedung Sekolah (TK)

Tolok ukur

Tolok ukur

Target kinerja

Target kinerja

Capaian program

Capaian program

Rasio Anak Usia Dini yang bersekolah dengan

Rasio Anak Usia Dini yang bersekolah dengan
Jumlah Anak Usia Dini

Jumlah Anak Usia Dini

1:3

1:3

Masukan

Masukan

Dana

Dana

754.000.000

754.000.000

Keluaran

Keluaran

Gedung sekolah baru (TK) dengan standar 3

Gedung sekolah baru (TK) dengan standar 3
kelas setiap sekolah

kelas setiap sekolah

5 unit

5 unit

Hasil

Hasil

Jumlah kelas dibanding anak didik
Jumlah kelas dibanding anak didik
Jumlah anak yang terlayani
Jumlah anak yang terlayani

1:40
1:40
500 anak
500 anak

30

30

nProgram

Penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya
yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan
menggunakan sumber daya yang disediakan untuk
mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD.

nKegiatan

Bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu
atau lebih unit kerja pada SKPD sebagai bagian dari
pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan
terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber
daya baik yang berupa personil (sumber daya
manusia), barang modal termasuk peralatan dan
teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau
kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan
(input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam
bentuk barang/jasa.

31

31

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA-SKPD 3.1

RKA-SKPD 3.1

Provinsi/Kabupaten/Kota …….

Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran …...

Tahun Anggaran …...
Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x. xx.

: x. xx. …………………
…………………

Organisasi

Organisasi

: x. xx. xx.

: x. xx. xx.

…………………

…………………

Rincian Penerimaan Pembiayaan

Rincian Penerimaan Pembiayaan
Kode

Kode
Rekening

Rekening

Uraian

Uraian

Jumlah

Jumlah
(Rp)

(Rp)

11

22

33

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

Jumlah Penerimaan

Jumlah Penerimaan

………

……… tanggal ………
tanggal ………

Kepala SKPD

Kepala SKPD
(tanda tangan)

(tanda tangan)
(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …
Keterangan

Keterangan

::

Tanggal Pembahasan

Tanggal Pembahasan

::

Catatan Hasil Pembahasan

Catatan Hasil Pembahasan

::

1.

1.
2.

2.
Dst

Dst

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

No

Nama

Nama

NIP

NIP

Jabatan

Jabatan

Tanda Tangan

Tanda Tangan

11
22
dst

dst

32

32

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

Formulir

Formulir
RKA-SKPD 3.2

RKA-SKPD 3.2

Provinsi/Kabupaten/Kota …….

Provinsi/Kabupaten/Kota …….
Tahun Anggaran …...

Tahun Anggaran …...
Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan

: x. xx.

: x. xx. …………………
…………………

Organisasi

Organisasi

: x. xx. xx.

: x. xx. xx.

…………………

…………………

Rincian Pengeluaran Pembiayaan

Rincian Pengeluaran Pembiayaan
Kode

Kode
Rekening

Rekening

Uraian

Uraian

Jumlah

Jumlah
(Rp)

(Rp)

11

22

33

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

xx

Jumlah Penerimaan

Jumlah Penerimaan

………

……… tanggal ………
tanggal ………

Kepala SKPD

Kepala SKPD
(tanda tangan)

(tanda tangan)
(nama lengkap)

(nama lengkap)
NIP. … … …

NIP. … … …
Keterangan

Keterangan

::

Tanggal Pembahasan

Tanggal Pembahasan

::

Catatan Hasil Pembahasan

Catatan Hasil Pembahasan

::

1.

1.
2.

2.
Dst

Dst

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:

Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No

No

Nama

Nama

NIP

NIP

Jabatan

Jabatan

Tanda Tangan

Tanda Tangan

11
22
dst

dst

33

33

33

33

. Pasal 27 PP 58 / 2005
Pasal 27 PP 58 / 2005

Klasifikasi Belanja Daerah

Klasifikasi Belanja Daerah

ORGANISASI

FUNGSI

PROGRAM &KEGIATAN

JENIS BELANJA

disesuaikan
dengan susunan

organisasi
pemerintahan
daerah

Klasifikasi berdasarkan
urusan pemerintahan

Klasifikasi fungsi
pengelolaan keuangan
negara

diklasifikasikan menurut
kewenangan
pemerintahan provinsi
dan kabupaten/kota

untuk keselarasan dan
keterpaduan pengelolaan
keuangan negara

a.pelayanan umum
b.Ketertiban & keamanan
c.

ekonomi

d.

lingkungan

hidup

e.

perumahan
dan fasilitas umum;

f.

kesehatan

g.

pariwisata &

budaya

h.

agama

i.

pendidikan

j.

perlindungan sosial

disesuaikan
dengan urusan
pemerintahan
yang menjadi
kewenangan
daerah

a.belanja pegawai;
b.belanja barang & jasa
c.belanja modal;
d.bunga
e.subsidi
f.hibah
g.bantuan sosial
h.belanja bagi hasil &
bantuan keuangan
i.belanja tdk terduga

Penganggaran dalam
APBD untuk setiap jenis
belanja berdasarkan
ketentuan perundang-
undangan

DPRD, kepala daerah dan
wakil kepala daerah,
sekretariat daerah,
sekretariat DPRD, dinas,
kecamatan, lembaga
teknis daerah, dan
kelurahan

urusan yang bersifat
wajib dan urusan
bersifat pilihan yang
menjadi
kewenangan
pemerintahan
provinsi dan
pemerintahan
kabupaten/kota

34

34

Struktur Belanja

Struktur Belanja

KEPMENDAGRI 29/2002

PERMENDAGRI 13/2006

APARATUR & PELAYANAN PUBLIK

APARATUR & PELAYANAN PUBLIK

Belanja Administrasi Umum
Belanja Administrasi Umum

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

Belanja Barang & Jasa

Belanja Barang & Jasa

Belanja Perjalanan Dinas

Belanja Perjalanan Dinas

Belanja Pemeliharaan

Belanja Pemeliharaan

Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

Belanja Bunga

Belanja Bunga

Belanja Subsidi

Belanja Subsidi

Belanja Hibah

Belanja Hibah

Belanja Bantuan Sosial

Belanja Bantuan Sosial

Belanja Bagi Hasil & Bantuan Keu

Belanja Bagi Hasil & Bantuan Keu

Belanja Tak Terduga

Belanja Tak Terduga

Belanja Operasi & Pemeliharaan
Belanja Operasi & Pemeliharaan

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

Belanja Barang & Jasa

Belanja Barang & Jasa

Belanja Perjalanan Dinas

Belanja Perjalanan Dinas

Belanja Pemeliharaan

Belanja Pemeliharaan

Belanja Langsung
Belanja Langsung
Program …

Program …
Kegiatan …

Kegiatan …

Belanja Pegawai

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Barang

Belanja Modal

Belanja Modal

Belanja Modal
Belanja Modal

Belanja Modal

Belanja Modal

BELANJA BAGI HASIL & BANTUAN KEU

BELANJA BAGI HASIL & BANTUAN KEU
BELANJA TIDAK TERSANGKA

BELANJA TIDAK TERSANGKA

35

35

Dasar pertimbangan

Dasar pertimbangan
Pengelompokan 9 Jenis Belanja

Pengelompokan 9 Jenis Belanja

/

Pasal 39 PP 58 2004

menyatakan bahwa setiap jenis belanja yang dianggarkan
harus memperhatikan keterkaitan pendanaan dengan keluaran dan hasil yang

,

diharapkan dari program dan kegiatan yang dianggarkan termasuk efisiensi

.

dalam pencapaian keluaran dan hasil tersebut

,

Mempertimbangkan ketentuan tersebut diatas maka Belanja Daerah yang
diklasifikasikan menurut jenis belanja dibagi kedalam kelompok

Belanja

Tidak Langsung

dan

.

Belanja Langsung

Jenis belanja yg tidak langsung dapat diukur dengan keluaran dan hasil yang

diharapkan

dari suatu program dan kegiatan

seperti

belanja pegawai

,

,

untuk membayar gaji dan tunjangan PNS belanja bunga belanja

,

,

subsidi belanja hibah belanja bantuan sosial belanja bagi

,

.

hasil bantuan keuangan dan belanja tak terduga

Jenis belanja yang langsung dapat diukur dengan hasil dari suatu program dan

,

kegaitan yang dianggarkan

termasuk efisiensi dalam pencapaian keluaran

/

dan hasil tersebut yaitu belanja pegawai untuk membayar honorarium upah

,

.

kerja belanja barang dan jasa dan belanja modal

36

36

Pengertian Belanja Langsung

Pengertian Belanja Langsung
dan Tidak Langsung

dan Tidak Langsung

nKelompok belanja langsung merupakan belanja yang
terkait secara langsung dengan pelaksanaan
program dan kegiatan satuan kerja perangkat
daerah yang pengaruh kontribusinya terhadap
prestasi kerja sukar diukur.

n
n
Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja
yang tidak terkait secara langsung dengan
pelaksanaan program dan kegiatan satuan kerja
perangkat daerah yang kontribusinya terhadap
pencapaian prestasi kerja dapat diukur.

37

37

Belanja Langsung

Belanja Langsung

nKelompok belanja langsung dibagi menurut
jenis belanja yang terdiri dari:

nbelanja pegawai;
nbelanja barang dan jasa; dan
nbelanja modal.
n

nBelanja pegawai langsung adalah untuk
pengeluaran honorarium/upah dalam
melaksanakan kegiatan pemerintahan baik
yang diterima PNS ataupun Non-PNS

38

38

Belanja Barang

Belanja Barang

nBelanja barang dan jasa digunakan untuk
pembelian/pengadaan barang dan/atau
pemakaian jasa dalam melaksanakan kegiatan
pemerintahan.

n
n
Pembelian/pengadaan barang dan/atau pemakaian
jasa mencakup belanja :

n
n
barang pakai habis, bahan/material, jasa
kantor, cetak/penggandaan, sewa
keperluan kantor, makanan dan
minuman, pakaian dinas, pakaian
kerja, pakaian pada hari-hari tertentu,
perjalanan dinas, perjalanan pindah
tugas dan pemulangan pegawai.

39

39

Kebijakan Belanja Barang &

Kebijakan Belanja Barang &
Jasa

Jasa

nDisesuaikan dg kebutuhan nyata dalam
pelaksanaan TUPOKSI SKPD.

n

mempertimbangkan jml pegawai &
volume

n

didahului evaluasi persediaan barang
& barang dalam pemakaian

nMengoptimalkan produksi dalam negeri
nMengacu pada standar sarana &
prasarana (PMD 7/2006 dan PMK
96/PMK.02/2006
)
nPerjadin selektif & nilai manfaat

40

40

Belanja Modal

Belanja Modal

nBelanja modal merupakan pengeluaran
yang dilakukan dalam rangka
pembelian/pengadaan atau
pembangunan aset berwujud yang
mempunyai masa manfaat lebih dari
12 (duabelas) bulan untuk digunakan
dalam kegiatan pemerintahan, seperti
dalam bentuk tanah, peralatan dan
mesin, gedung dan bangunan, jalan,
irigasi dan jaringan dan aset tetap
lainnya

41

41

Kriteria belanja Modal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->