You are on page 1of 4

Journal Reading Psikiatri

Journal Reading

PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL SELAMA KEHAMILAN


DAN RESIKO DEFEK NEURAL TUBE PADA BAYI

Disusun untuk memenuhi sebagian syarat dalam mengikuti


Program Pendidikan Profesi Bagian Ilmu Penyakit Jiwa

Dosen Pembimbing:
Dr. Vista Nurasti P, M.Kes, Sp.KJ

Disusun oleh :
Dian Muntafiatul ‘Izzati
20050310002

BAGIAN ILMU PENYAKIT JIWA


RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2011
Journal Reading Psikiatri

Judul : Use of Atypical Antipsychotics During Pregnancy and the Risk of


Neural Tube Defects in Infants
Penulis : Gideon Koren, M.D., F.A.C.M.T., F.R.C.P.C.
Tony Cohn, M.B., Ch.B.
David Chitayat, M.D., F.R.C.P.C.
Bhushan Kapur, Ph.D.
Gary Remington, M.D., Ph.D.
Diane Myles Reid, M.Sc.
Robert B. Zipursky, M.D., F.R.C.P.C.
Tahun Penerbitan : 2002
Sumber : American Journal Psychiatry

A. Latar Belakang
Defisiensi folat di awal kehamilan dan maternal adiposity, independent intake folat,
memicu peningkatan resiko terjadinya neural tube defect pada bayi. Antipsikotik atipikal
menyebabkan kenaikan berat badan pada tingkat yang bervariasi. Penulis melakukan
penilaian status folat dan obesitas di antara pasien dengan schizophrenia yang menerima
terapi antipsikotik atipikal.
Obat antipsikotik atipikal merupakan obat yang efektif sebagai terapi schizophrenia.
Salah satu dari efek samping yang menonjol adalah penambahan berat badan pada tingkat
yang bervariasi. Adiposity pada kehamilan menunjukkan dapat meningkatkan resiko neural
tube defect pada bayi, dan faktor resiko ini hanya sebagian yang dilaporkan dibandingkan
dengan faktor rendahnya level asam folat. Penulis dalam studi ini mengevaluasi status folat
pasien dengan schizophrenia yang menerima terapi antipsikotik atipikal.

B. Metode
Dengan menggunakan sampel sebanyak 70 pasien rawat inap dan rawat jalan yang
menerima terapi antipsikotik diseleksi secara acak. Berat badan, body mass index (BMI),
asupan folat per hari, dan konsentrasi folat dalam serum sudah ditentukan.
Journal Reading Psikiatri

(18) Risperidone
70 pasien schizophrenia (17) Olanzapin
(rawat jalan dan rawat inap) (11) Clozapine
( 3 ) Quetiapine
(21) Antipsikotik
tipikal

21 pasien 49 pasien laki-laki


perempuan

38% obese 63% obese

C. Hasil
Mayoritas pasien termasuk overweight (berat badan berlebih). Hanya 8 dari 37
pasien mempunyai asupan folat di atas 400 µg/hari, level ini menunjukkan proteksi dalam
melawan neural tube defect. Rata-rata folat dalam serum lebih rendah secara signifikan
daripada rata-rata folat dalam serum pada grup general hospital (810 pasien).
Level folat dalam serum berkorelasi secara signifikan dengan asupan folat (r = 0,51,
p = 0,001). Sebaliknya, tidak terdapat korelasi antara BMI dengan level folat dalam serum,
dan tidak ada perbedaan level folat dalam serum ataupun asupan folat antara pasien dengan
terapi antipsikotik atipikal yang berbeda. Rata-rata intake folat 278µ/hari (SD=194,
range=39-1174) di antara 37 pasien pada subsample folat. Hanya 8 dari 37 pasien dengan
intake >400 µ/hari, dosis ini merupakan dosis protektif untuk menghindari terjadinya
neural tube defect pada bayi. Rata-rata level folat dalam serum (pasien dengan
schizophrenia) adalah 23,2 nmol/L (SD=12, range=5,7-58,4), lebih rendah secara
signifikan dibandingkan pada populasi umum di RS (mean=35,8 nmol/L, SD=30)
(Student’s t=3.5, df=886, p=0.0005). Pasien laki-laki dan perempuan dengan schizophrenia
cenderung mempunyai level folat serum yang lebih rendaj disbanding populais umum.

D. Pembahasan
Agen antipsikotik atipikal terbaru tidak menunjukkan efek teratogenik pada studi
hewan atau terhadap manusia pada laporan pendahuluan. Penambahan berat badan yang
Journal Reading Psikiatri

bervariasi, menunjukkan peningkatan resiko neural tube defect pada bayi. Efek
penambahan berat badan ini tidak tergantung dengan rendahnya status folat (efek yang
terpisah), di mana sudah diketahui jelas bahwa rendahnya status folat juga merupakan
faktor resiko neural tube defect. Yang penting, rendahnya asupan folat pada mayoritas
pasien menunjukkan rendahnya konsentrasi dalam serum. Sebagai tambahan, terdapat bukti
yang kuat terhadap prevalensi terjadinya diabetes yang lebih besar pada pasien
schizophrenia dan pasien yang mendapat terapi antipsikotik atipikal tertentu. Terbukti
bahwa pasien wanita pada penelitian ini lebih banyak yang memiliki BMI di atas 27 kg/m2
dibanding pada laki-laki. Ini memungkinkan terjadinya kenaikan resiko neural tube defect
pada wanita tersebut. Fung et al menyatakan bahwa asupan lemak yang tinggi berkaitan
dengan rendahnya level folat dalam plasma. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pasien wanita yang overweight dengan asupan asam folat rendah yang juga mengakibatkan
konsentrasi yang rendah dalam serum, mempunyai resiko tinggi terhadap terjadinya neural
tube defect.
Meskipun metode yang penulis gunakan untuk mengestimasi diet folat belum
tervalidasi yang digunakan untuk pasien schizophrenia, pasien pada penelitian ini sudah
dianalisis sesuai seting klinik yang terfokus pada kenaikan berat badan, dna mereka
dimotivasi untuk memberikan perhitungan diet yang akurat. Sebagai tambahan, pasien
tersebut diawasi dengan hati-hati dengan laporan asupan makan.

E. Kesimpulan
Dari hasil penelitian, direkomendasikan untuk memberikan suplemen folat dosis
tinggi (4 mg/hari) pada wanita dengan resiko tinggi (riwayat melahirkan bayi dengan
neural tube defect sebelumnya, dengan diabetes, atau dengan konsumsi antiepilepsi).
Karena kebanyakan kehamilan pada wanita dengan schizophrenia tidak diharapkan, maka
deteksi pertama kehamilan pada saat setelah bulan pertama post konsepsi, setelah neural
tube defect terbentuk. Oleh karena itu dilakukan tes diagnostik untuk mencegah terjadinya
neural tube defect yang mungkin terjadi pada pasien-pasien terutama yang memiliki resiko
tinggi, termasuk menggunakan detailed level-2 ultrasound dan tes alpha-fetoprotein
maternal. Pasien dengan schizophrenia, keluarga, dan caregiver perlu untuk diedukasi
mengenai resiko ini, pencegahan, dan deteksinya.