De jure

De jure (dalam bahasa Latin Klasik : de iure) adalah ungkapan yang berarti "berdasarkan (atau menurut) hukum", yang dibedakan dengan de facto, yang berarti "pada kenyataannya". Istilah de jure dan de facto digunakan sebagai ganti "pada prinsipnya" dan "pada praktiknya", ketika orang menggambarkan situasi politik. Suatu praktik dapat terjadi de facto, apabila orang menaati suatu kontrak seolaholah ada hukum yang mengaturnya meskipun pada kenyataannya tidak ada. Suatu proses yang dikenal sebagai "desuetude" dapat memungkinkan praktik-praktik de facto menggantikan hukum-hukum yang sudah ketinggalan zaman. Di pihak lain, suatu praktik mungkin tercantum di dalam peraturan atau de jure, sementara pada kenyataannya tidak ditaati atau diikuti orang. Standar De jure dan de facto dapat berbeda-beda. Misalnya, Amerika Serikat tidak mempunyai bahasa de jure, sementara bahasa de facto adalah bahasa Inggris. Demikian pula standar untuk jarak de jure di AS adalah kilometer (karena AS ikut serta menandatangani Convention du Mètre), tetapi standar de facto-nya adalah mil.

De facto
De facto dalam bahasa Latin adalah ungkapan yang berarti "pada kenyataannya" atau "pada praktiknya". Istilah ini biasa digunakan sebagai kebalikan dari de jure (yang berarti "menurut hukum") ketika orang mengacu kepada hal-hal yang berkaitan dengan hukum, pemerintahan, atau hal-hal teknis (seperti misalnya standar), yang ditemukan dalam pengalaman sehari-hari yang diciptakan atau berkembang tanpa atau berlawanan dengan peraturan. Bila orang sedang berbicara tentang suatu situasi hukum, de jure merujuk kepada apa yang dikatakan hukum, sementara de facto merujuk kepada apa yang terjadi pada praktiknya. Istilah de facto dapat pula digunakan apabila tidak ada hukum atau standar yang relevan, tetapi sebuah praktik yang lazim sudah mapan dan diterima, meskipun mungkin tidak sepenuhnya bersifat universal. Standar Suatu standar de facto adalah suatu standar teknis atau lainnya yang sudah demikian lazim sehingga semua orang tampaknya mengikutinya seolah-olah itu adalah standar yang resmi. Standar de jure mungkin berbeda: contohnya adalah ngebut di jalan raya. Meskipun standar de jure menetapkan batas kecepatan tertentu atau yang lebih rendah, di banyak tempat standar de facto-nya adalah mengendarai pada batas kecepatan yang ditetapkan atau sedikit lebih cepat.

ketika orang menggambarkan situasi politik. sementara pada kenyataannya tidak ditaati atau diikuti orang. Pengertian Pengakuan De Jure (Ilmu Negara) De jure (dalam bahasa Latin Klasik : de iure) adalah ungkapan yang berarti "berdasarkan (atau menurut) hukum". 5. Suatu proses yang dikenal sebagai "desuetude" dapat memungkinkan praktik-praktik de facto menggantikan hukum-hukum yang sudah ketinggalan zaman. Di pihak lain. Amerika Serikat tidak mempunyai bahasa de jure. Demikian pula standar untuk jarak de jure di AS adalah kilometer (karena AS ikut serta menandatangani Convention du Mètre). Penambahan huruf seperti itu tidak praktis karena tak seorangpun akan mengenalinya. apabila orang menaati suatu kontrak seolaholah ada hukum yang mengaturnya meskipun pada kenyataannya tidak ada. Namun di masa kini hal itu tidak dimungkinkan karena akan menimbulkan berbagai kesulitan. yang dibedakan dengan de facto. sementara bahasa de facto adalah bahasa Inggris. Standar De jure dan de facto dapat berbeda-beda. ada batas de facto dalam memodifikasi abjad. Pengertian Pengakuan De Jure: pengakuan terhadap suatu pemerintahan secara hukum.Contoh lain: tidak ada hukum yang menghalangi penambahan dengan huruf ke-27 seperti misalnya Þ (ucapan th dalam kata thorn) ke dalam abjad. ditandai dengan adanya pertukaran wakil diplomatik di antara kedua negara. tetapi standar de facto-nya adalah mil. suatu praktik mungkin tercantum di dalam peraturan atau de jure. Jadi. yang berarti "pada kenyataannya". . Malah di abad-abad yang lampau orang menambahkan huruf tanpa banyak kesulitan. Misalnya. Suatu praktik dapat terjadi de facto. Istilah de jure dan de facto digunakan sebagai ganti "pada prinsipnya" dan "pada praktiknya".

Pengakuan de jure yang bersifat tetap. artinya bahwa pengakuan yang diberikan oleh negara lain tidak melihat jangka panjang apakah negara itu eksis atau tidak. Apabila ternyata negara tersebut tidak dapat bertahan maka pengakuan terhadap negara itu dapat ditarik kembali. Pengakuan de facto menurut sifatnya dapat dibedakan sebagai berikut. dan ada wilayahnya. yaitu diakuinya keberadaan suatu negara. Pengakuan dejure yang bersfat `penuh. Terdapat dua macam pengakuan secara de jure. Pengakuan Secara de Jure Pengakuan secara dejure artinya pengakuan terhadap sebuah negara secara resmi berdasarkan hukum dengan segala konsekwensinya. artinya bahwa pengakuan dan negara lain dapat menimbulkan hubungan bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi (konsul).Pengakuan negara terhadap negara lain dapat dibedakan menjadi dua. Pengakuan Secara de Facto Pengakuan de Facto diberikan oleh suatu negara kepada negara lain yang telah memenuhi unsur-unsur negara. Bersifat tetap. untuk tingkat diplomatik belum dapat dilaksanakan. Bersifat sementara. seperti negara tersebut telah ada pemimpinnya. yaitu pengakuan secara de Facto dan de Jure. dapat membuka hubungan bilateral dan multilateral. b. . mi berlaku untuk selama~lamanya sampai pada waktu yang tidak terbatas. yaitu sebagai berikut. mi mempunyai dampak dibukanya hubungan bilateral di tingkat diplomatik dan konsul sehingga masingmasing negara akan menempatkan perwakilannya di negara tersebut yang biasanya dipimpin oleh seorang duta besar yang berkuasa penuh. a. dapat menempatkan perwakilannya sebagai pengutusan tetap di lembaga-lembaga internasional dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. ada rakyatnya. Pengakuan tersebut mempunyai makna penting bagi suatu negara. a. b.