P. 1
Gem Ari 8151

Gem Ari 8151

|Views: 1|Likes:
Published by Nora Kurnia Anwar

More info:

Published by: Nora Kurnia Anwar on May 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2012

pdf

text

original

Dan Kelima, berpikirlah positif dan tidak memiliki pandangan yang negatif terhadap orang-orang yang ada

di sekeliling Anda, dan yang lebih penting adalah menanamkan trust (kepercayaan) terhadap orang lain dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, supaya tanggung jawab kita sebagai pimpinan lebih ringan dan mempunyai banyak waktu untuk mengembangkan hal-hal yang lebih besar. Dari ke lima tip di atas, bila diterapkan dengan sungguh-sungguh dan yakin bisa, maka kita akan bisa menentukan bagaimana kita memandang orang lain. Perspektif Orang lain Bila kita ingin melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, maka sikap merupakan hal yang luar biasa pentingnya. Tidak terlalu sulit melihat persoalan yang bukan kepentingan diri sendiri secara langsung dari kedua sudut pandang, tetapi hal ini bisa menjadi sulit ketika kita memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan itu. Setiap kita dihadapkan pada situasi sulit, maka biasanya kita kerap kali menjadi berkepentingan untuk memenangkan sudut pandang kita sendiri dari pada berhubungan dengan orang lain. Jadi di sini yang paling penting untuk kita adalah, apakah kita ini bersedia untuk berubah atau tidak. Kalau kita tetap ngotot pada pendirian dan sudut pandang sendiri serta tidak ingin berubah, maka kita akan mencaricari perbedaan-perbedaan dalam perseptif orang lain, tetapi bila kita bersedia untuk berubah, itu artinya kita berusaha untuk menemukan adanya persamaan-persamaan dan menghindari perbedaan. Di sini kuncinya adalah empati, ketika kita memiliki empati dengan sudut pandang orang lain, maka kita akan jauh lebih baik dan mudah untuk mengadakan hubungan dengan orang lain. Ini bisa terjadi dikarenakan kita dianggap mempunyai hati dan menghargai mereka. Pada dasarnya setiap orang itu suka untuk dihargai dan menginginkan adanya suatu pujian, sehingga dapat menimbulkan gairah dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Saya yakin di antara para pembaca juga menginginkan hal yang sama, tetapi bila di antara kita dicaki-maki dan dihina, maka dapat dipastikan akan jatuh rasa percaya dirinya dan akan meningkat rasa bencinya, untuk itu cara yang paling mudah adalah dengan bertanya kepada mereka. Perlu Terus Belajar Banyak di antara kita termasuk para pejabat tinggi, orang-orang yang amat terpelajar dan bergelar doktor ataupun professor bisa menjadi

orang yang sulit untuk menerima informasi dan Bila kita ingin saran dari orang lain, apa lagi pandangan itu melihat sesuatu dari sudut datangnya dari bawahan pandang orang lain, maka (staf) atau mahasiswanya, karena mereka telah sikap merupakan hal yang menganggap dirinya luar biasa pentingnya. seorang pakar dan telah berpengalaman yang tidak Tidak terlalu sulit melihat ingin mendengar saran atau persoalan yang bukan pendapat orang lain, dan biasanya mereka ini berpikir kepentingan diri sendiri bahwa mereka sudah secara langsung dari kedua merasa tahu segalanya. Padahal sebenarnya sudut pandang, tetapi hal belum tentu mereka itu tahu ini bisa menjadi sulit dan memahami ilmu baru yang sedang berkembang, ketika kita memiliki karena memang tidak mengikutinya. Pengalaman kepentingan pribadi dalam dan ilmu lama kadangpersoalan itu. kadang dipaksakan untuk diterapkan di masa kini, sehingga kadang-kadang terkesan janggal dan tidak cocok lagi dengan situasi saat ini, karena apa yang mereka punyai itu boleh dikatakan sudah usang dan perlu disegarkan. Informasi-informasi baru banyak bermunculan, terutama dalam bidang tehnologi dan informasi, sehingga bila tidak diikuti, dapat dipastikan kita akan ketinggalan zaman. Kalau boleh disebut orang-orang semacam ini adalah memiliki jaringan dan membuat kelompok tersendiri dan sulit untuk berbaur dengan masyarakat umum, sehingga terkesan exclusive. Mungkin mereka ini lupa, bahwa hubungan baik dengan orang lain itu merupakan kunci sukses keberhasilan seseorang. Menurut John C. Maxwell dalam buku terbarunya berjudul Winning with People, mengatakan bahwa orang-orang semacam ini adalah orang-orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka ini telah menutup diri, melukai dan menghancurkan dirinya sendiri. Kenyataannya adalah bahwa sampai kapan pun selalu ada saja sesuatu yang baru, sehingga kalau tidak mengikuti perkembangan, baik itu melalui media massa, membaca buku-buku baru, buka internet dan berinteraksi dengan orang lain, dapat dipastikan bahwa mereka ini tidak tahu. Sarannya adalah, tidak seorangpun terlalu tua, terlalu pandai, ataupun terlalu sukses berapapun umurnya, apapun kedudukannya untuk terus belajar sesuatu yang baru. Penulis adalah kandidat doktor Universitas Satyagama, Jakarta. Gemari Edisi 81/Tahun VIII/Oktober 2007
51

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->