P. 1
METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

|Views: 26|Likes:

More info:

Published by: Lucia Shinta Ratnaningtyas on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2011

pdf

text

original

METODOLOGI PENELITIAN Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek berbagai ekstrak gingseng terhadap

aktivitas fagositosis sel Kupffer di hepar dan terhadap organ limfoid sekunder yaitu lien. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan jika didanai dalam kegiatan “Pekan Kreativitas Mahasiswa 2011”. Perlakuan terhadap hewan percobaan selama 1 bulan di Laboratorium Imunitas Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sedangkan preparat histologi dibuat di Laboratorium Histologi Fakultas Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma. Subyek Penelitian Dalam penelitian ini, digunakan mencit jantan galur Balb/ C yang berumur 2 bulan dan diberi makan BR 2 dan air dalam jumlah yang tidak terbatas. Sebelum perlakuan, hewan coba tersebut diadaptasikan dengan lingkungan kandang selama 7 hari. Metode Penelitian Bahan -

Aquadest Ekstrak gingseng cina atau korea yang disebut gingseng asia (Panax gingseng) Ekstrak gingseng amerika (Panax quinquefolius) Ekstrak gingseng siberia (E. senicosus) Formalin 10 %, Xylol, Parafin Hematosiklin, Eosin, asam (HCL) Etanol 80, 95, dan 100 %

-

- Kanada Balsem Meyers egg album Gelas untuk tempat zat warna xylene Cawan petri untuk tempat aquadest Stoples kecil Pipet tetes Mikrotom geser Mikroskop cahaya Gelas obyek dan gelas penutup Perlakuan hewan coba selama 21 hari : - Kelompok 1 : pemberian aquadest Kelompok 2 : pemberian aquadest + SDMD 1 % Kelompok 3 : pemberian Ekstrak gingseng cina dosis 50 mg/BB + SDMD 1 % Kelompok 4 : pemberian Ekstrak gingseng cina dosis 100 mg/BB + SDMD 1 % Kelompok 5 : pemberian Ekstrak gingseng cina dosis 200 mg/BB + SDMD 1 % Kelompok6:pemberian 50mg/BB + SDMD 1 % Ekstrak gingseng amerika (Panax quinquefolius) dosis - Kelompok 7:pemberian Ekstrak gingseng amerika (Panax quinquefolius) dosis 100 mg/BB + SDMD 1 % - Kelompok 8:pemberian Ekstrak gingseng amerika (Panax quinquefolius) dosis 200 mg/BB + SDMD 1 % .

lien. sehinggan diperoleh 10 ml suspensi antigen (SDMD 1%) Pembuatan preparat histologi Setelah perlakuan. Pisahkan darah merah domba (SDMD) dari plasmanya dengan pemusingan pada 1500 ppm.8 ml PBS . sehingga diperoleh suspensi SDMD 50%. hewan coba dibedah dan diambil organ hepar. Lakukan pencucian paling sedikit 3 kali.- Kelompok 9:pemberian Ekstrak gingseng siberia (E. Kemudian pada SDMD 100% tadi +PBS dengan volume sama. senicosus) dosis 50mg/BB + SDMD 1 % - Kelompok 11 : pemberian Ekstrak gingseng siberia (E. dan kempeng peyer. Siapkan antigen yng digunakan dengan mengencerkan 0. lalu pusingkan kembali. senicosus) dosis 50mg/BB + SDMD 1 % - Kelompok 10: pemberian Ekstrak gingseng siberia (E.2 ml suspensi SDMD 50% dengan 9. Pisahkan plasma dan cuci dengan penambahan PBS dalam jumah besar. Pemeriksaan dilakukan setelah ketigany diwarnai dengan metode hematoksilineosin dengn prosedur : . Kemudian buang PBS dan diperoleh SDMD 100%. senicosus) dosis 50mg/BB + SDMD 1 % Pembuatan Antigen SDMD Tampung darah domba dalam tabung bersih (1 ml darah domba diperlukan 1 mg EDTA).

celupkan lagi dalam air sebanyak 4 kali. o Tahap 2 : Pemotongan Jaringan Setelah preparat dicetak dengan parafin dalam blok. Potong dengan mikrotom geser setebal 4-5 mikron dan tempatkan pada gelas obyek yang diolesi Meyer egg albumin. Kemdian preparat dimasukkan dalam larutan hematosiklin selama 6 menit lalu dicuci dengan air sebanyak 4 kali celupan. Lalu preparat dimasukkan dalam xylol dua kali. o Tahap 3 : Pewarnaan jaringan Preparat dimasukkan dlam larutan xylol sebanyak 2 kali @ 2 menit lalu pindhkan ke dalam larutan ethanol 100% dan 95 % masing-masing 2 kali. clearing dan embedding Preparat dimasukkan ke dalam etanol secara bertingkat yakni berturutturut etanol 80% satu kali. dan cairan parafin sebanyak tiga kali. .- Ketiga organ tersebut yang telah difiksasi dengan formalin 10% setelah 24 jam kemudian dipotong lagi dalam ukuran kecil setebal 3 mm lalu difikasasi lagi dalam larutan yang sama selama 24 jam. dinginkan dengan cepat. yaitu : o Tahap 1 : Dehidrasi. selama 1 menit pada setiap larutan. Kemudian dicelupkan dalam larutan asam ethanol 1 % (ethanol-HCL ! %) sebanyak 6 kali. Pada setiap larutan preparat direndam selama 60 menit dan dikerjakan secara otomatis oleh tissue processor. etanol 95% dan 100% masingmasing dua kali. Biarkan preparat selama 24 jam untuk diwarnai denan metode heatoksilin-eosin. lalu pindahkan ke bawah air mengalir selama 5 menit. selanjutnya diproses potongan preparat tersebut dalam beberapa tahap.

preparat dimasukkan kedalam ethanol berturut-turut pada konsentrasi 95% dan 100% masing-masing 2 kali selama 1 menit pada setiap larutan. Selanjutnya preaprat dipindahkan ke dalam xylol sebanyak 3 kali masing-masing selama 2menit lalu dibersihkan dan ditetesi Balsem Kanada secukupnya serta ditutup dengan gelas penutup.Dari air mengalir. jumlah makrofag yang aktif memfagositosis Trypan blue di hepar. Teknik Analisis Data Hasil penelitian diukur secara klualitatif dengan pengamatan secara histolgis. Pengamatan terhadap preaprat histologis dikalukan dengan mikroskop cahaya. Preparat yang telah diwarnai dibiarkan dalam suhu kamar sampai kering. Kemudian hasil masing-masing kelompok dibandingkan. . Parameter yang diamati adalah kepadatan pulpa alba pada lie.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->