P. 1
metabolisme kapsel

metabolisme kapsel

|Views: 23,023|Likes:
Published by Diah Permasih

More info:

Published by: Diah Permasih on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • ENZIM
  • Komponen Enzim
  • Cara Kerja Enzim
  • Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory)
  • Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced fit Theory)
  • Sifat-Sifat Enzim sebagai Biokatalisator
  • Konsep Penting
  • Faktor – 6ubtra yang Mempengaruhi Kerja Enzim
  • FAKTA BIO
  • ( molekul )
  • Kegiatan 2.1
  • Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim
  • Tujuan
  • Alat dan Bahan
  • Pertanyaan
  • METABOLISME
  • Katabolisme Karbohidrat
  • Keterangan Gambar 2.17:
  • Anabolisme Karbohidrat
  • Stroma
  • Tilakoid
  • Grana
  • Jalannya Reaksi Fotosintesis
  • Kegiatan 2.2
  • Pengaruh Cahaya terhadap Sintesis Amilum pada Geranium
  • Cara Kerja
  • Kegiatan 2.3
  • Bagan Proses Metabolisme
  • Kemosintesis
  • KILAS BALIK
  • TEKNOLOGI PENGOLAHAN MAKANAN
  • Teknologi Makanan Berkadar Gula Rendah
  • Kegiatan 2.4
  • Makanan Berkadar Gula Rendah
  • Teknologi Pengawetan Makanan Berkualitas Tinggi
  • Teknologi Substitusi Energi dan Produk Pengolahan Makanan
  • Ikhtisar
  • KATA KUNCI

PENDAHULUAN

Coba kita perhatikan. Sewaktu 1apar pasti tubuh kita akan merasa lemas. Namun, setelah makan tubuh kembali segar. Kesegaran itu disebabkan tubuh mendapatkan energi yang dihasilkan dan pembakaran bahan makanan yang kita makan. Energi dalam tubuh disimpan dan dilepaskan dalam bentuk energi kimia dan ditambah sedikit energi panas. Energi tersebut diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan, baik tingkat seluler seperti pembelahan sel dan transpor molekul ke luar dan ke dalam sel, maupun tingkat individu misalnya membaca, berlari, berjalan, atau berolah raga (Gambar 2.1).

Energi dihasilkan dan proses kimia yang terjadi di dalam sel. Selain proses kimia yang menghasilkan energi, di dalam sel juga terjadi beriburibu proses kimia. Proses tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan satu sama lain dalam suatu rangkaian yang disebut metabolisme. Kumpulan reaksi kimia yang terjadi dalam metabolisme memerlukan enzim untuk mempercepat laju reaksi. Oleh karena itu, sebelum lebih jauh kita membahas metabolisme terlebih dahulu kita membahas enzim. ENZIM Apakah enzim itu? Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Karena bekerja sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup, enzim disebut juga biokatalisator. Enzim dapat bertindak sebagai katalis, yaitu dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia tetapi tidak berubah dalam reaksi kimia tersebut. Molekul yang bereaksi di dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh enzim disebut substrat, dan molekul yang dihasilkan disebut produk. Enzim dibuat di dalam sel-sel yang hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel, disebut enzim intraseluler. Contoh enzim intraseluler adalah katalase. Katalase memecah senyawa berbahaya, seperti H202 (hidrogen peroksida) di dalam sel-sel hati. Beberapa enzim dibuat di dalam sel kemudian dikeluarkan dan dalam sel untuk

melakukan fungsinya, disebut enzim ekstraseluler. Contoh enzim ekstraseluler adalah enzim-enzim pencernaan, misalnya arnilase. Amilase memecah amilum menjadi maltosa. Amilase dihasilkan oleh kelenjar saliva (ludah) dan dikeluarkan ke rongga mulut untuk melakukan fungsinya. Komponen Enzim Enzim tersusun dan komponen protein yang disebut apoenzim. Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein untuk membantu aktivitas enzim, yang disebut kofaktor. Kofaktor beberapa enzim berupa ion anorganik. FAKTA BIO Makanan menjadi cepat basi disebabkan oleh aktivitas enzim. Bakteri di udara hinggap di makanan dan berkembang biak secara cepat sambil mengeluarkan enzim-enzim pencernaan di media makanan. Enzim-enzim pencernaan dan bakteri inilah yang menyebabkan makanan berubah menjadi basi. Aktivitas enzim dapat dihambat dengan cara pemanasan atau pendinginan.

Kofaktor yang berupa ion organik disebut koenzim. Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. Enzim yang terikat dengan kofaktor disebut holoenzim. Berikut beherapa jenis kofaktor yang membantu aktivitas enzim. Ion-ion Anorganik

Ion-ion anorganik sederhana merupakan salah satu kofaktor. Ionion ini terikat dengan enzim atau substrat kompleks dan dapat membuat fungsi enzirn lebih efektif. Sehagai contoh, amilase dalam saliva akan bekerja lebih baik dengan adanya ion kiorida dan kalsium. Gugus Prostetik Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang lain. Gugus prostetik berperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Gugus prostetik terdiri dan molekulmolekul organik yang terikat rapat dengan enzim (Gambar 2.2a). Contohnya adalah heme, yaitu suatu molekul berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah enzim, di antaranya katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase (terlibat dalam respirasi seluler). Koenzim Koenzim merupakan kofaktor yang terdiri dan molekul organik nonprotein kompleks yang terikat renggang dengan enzim. Koenzim berfungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dan satu enzim ke enzim yang lain. Beberapa koenzim adalah vitamin atau turunan vitamin. Contohnya, NAD (Nicotinamide Aden inc Din ucico tide) merupakan koenzim yang sangat penting dalam respirasi seluler. Lihat Gambar 2.2b. Cara Kerja Enzim Enzim merupakan protein yang memiliki struktur tiga dimensi. Sisi aktif, yaitu bagian yang berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. Meningkatkan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk reaksi), yaitu dan EA1 menjadi EA2. Lihat Gambar 2.3. Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Secara sederhana kerja enzim digambarkan sebagai berikut. Substrat + Enzim → Kompleks Enzim-Substrat ↓ Enzim + Produk

Setelah produk dihasilkan dan reaksi, enzim kernudian dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain. Kerja enzim dapat diterangkan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan kunci serta teori kecocokan yang terinduksi. Kedua teori mi menjelaskan spesifitas enzim dengan substratnya. Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory) Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang tersusun dan sejumlah kecil asam amino. Bentuk sisi aktif sangat spesifik, sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Enzim dan substrat akan bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk ke dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Lihat Gambar 2.4.

Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced fit Theory) Berdasarkan bukti dan kristalografi sinar X, analisis kimia sisi aktif enzim, serta teknik yang lain, diduga bahwa sisi aktif enzim bukan merupakan bentuk yang kaku.

Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut.Menurut teori kecocokan yang terinduksi. namun tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi. pH. suatu enzim hanya dapat bekerja untuk substratnya yang cocok. Tiap enzim hanya dapat bekerja untuk mengkatalis reaksi yang spesifik. sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Lihat Gambar 2. hingga substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. kerja enzim seperti sifat protein. Enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. dan sebagainya) yang sesuai. Enzim Bekerja secara Spesifik/Khusus Di dalam sel terdapat ribuan jenis enzim yang fungsinya masingmasing sangat spesifik.5. enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. konsentrasi ion. Enzim adalah Protein Karena enzim adalah protein. bentuk sisi aktif termoditikasi melingkupinya membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dan kompleks. Lingkungan enzim yang tidak cocok menyebabkan enzim rusak sehingga tidak mampu bekerja dengan baik. enzirn kembali tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim. Sejumlah kecil enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi secara hebat. sehingga dapat bekerja bolak-balik. Enzim dapat Bekerja secara Bolak-balik Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi. yaitu membutuhkan kondisi lingkungan (suhu. E + S → ES → E + P . Sifat-Sifat Enzim sebagai Biokatalisator Sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah sebagai berikut. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawasenyawa lain. Dengan kata lain. Enzim Berfungsi sebagai Katalis Katalis mengubah kecepatan reaksi. Enzim Hanya Diperlukan dalam Jumlah Sedikit Sesuai dengan fungsinya sebagai katalis.

S = substrat dan P = produk ) Konsep Penting Sitat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah enzim merupakan protein. yaitu sebagai berikut. Faktor – 6ubtra yang Mempengaruhi Kerja Enzim Kerja enzim dipengaruhi oleh factor lingkungan. dan dipengaruhi oleh 6ubtra lingkungan. kecepatan molekul substrat meningkat. dapat bekerja secara bolak-balik. sehingga pada saat bertumbukan dengan enzim. hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Bekerja secara spesifik. Suhu Pada suhu yang lebih tinggi. energi molekul substrat berkurang.( E = enzim. berfungsi sebagai katalis. Hal ini memudahkan terikatnya molekul .

Sebagian besar enzim manusia memiliki suhu optimum sekitar 370 C. Peningkatan suhu di atas suhu optimum menyebabkan putusnya ikatan 7ubtract dan ikatan lain yang merangkai molekul enzirn. Setiap enzim memiliki pH optimum. Q10= Kecepatan reaksi pada suhu 30° C Koefisien suhu (Q10 = 2) di atas menunjukkan bahwa kecepatan reaksi enzim meningkat dua kalinya setiap peningkatan suhu 10°C. pH.6b). Pengaruh suhu (T) pada kecepatan reaksi dapat dijelaskan melalui suatu koefisien suhu (Q10). Sebagai contoh. Suhu ini disebut suhu optimum suatu reaksi. Sebagian besar enzim tumbuhan memiliki suhu optimum sekitar 25° C. Aktivitas enzim meningkat dengan meningkatnya suhu sampai pada titik tertentu. sehingga enzim mengalami denaturasi. Pada grafik dapat dilihat bahwa suhu optimum reaksi yang dikatalis enzim adalah 40° C. peningkatan suhu sampai 400o C diiringi dengan peningkatan kecepatan reaksi.6(a) menunjukkan hubungan suhu dan kecepatan reaksi enzim. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya (Gambar 2. Namun. Q10=Kecepatan reaksi pada suhu T + 10° C Kecepatan reaksi pada suhu T Grafik pada Gambar 2. pH Derajat keasaman (pH) juga mempengaruhi aktivitas enzim. Namun. Konsep Penting Faktor-faktor yang mompengaruhi kerja enzim adalah suhu. enzim-enzim yang langka seperti RNAase dapat mengalami renaturasi setelah mengalami denaturasi. produk yang dihasilkan menurun. FAKTA BIO Setap enzim memi(iki suhu optimum. serta konsentrasi enzim dan substrat. Q10 adalah sebagai berikut. 7ubtract7 dan inhibitor. Denaturasi umumnya bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Di atas suhu tersebut. Renaturasi adalah kembalinya bentuk enzim yang rusak ke bentuk sebelum rusak. Pada beberapa enzim. kecepatan enzim mengkatalis reaksi mencapai suatu puncaknya pada suhu tertentu. Berdasarkan grafik tersebut. Seperti terlihat pada grafik. tidak berarti bahwa peningkatan kecepatan reaksi berlangsung tidak terbatas.substrat pada sisi aktif enzim. jika dipilih sembarang suhu (T) misalnya sebesar 20° C pada suatu kecepatan reaksi enzim tertentu. Perubahan kondisi asam dan basa di sekitar molekul enzim mempengaruhi bentuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkan denaturasi enzim. pepsin (enzim yang bekerja di dalam lambung) memiliki pH optimum . Denaturasi menyebabkan aktivitas enzim menurun atau hilang. Hal mi berhubungan dengan meningkatnya energi 7ubtrac pada molekul substrat dan enzim.

8a. Lihat Gambar 2. Sebaliknya. Contohnya. Ion sianida menutupi sisi aktif enzim yang terlibat dalam respirasi. Inhibitor kompetitif Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang cara kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan 8ubtract8in dalarn rantai respirasi terakhir. Lihat Gambar 2.sekitar 2 (sangat asam). Contoh inhibitor adalah ion sianida. inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor kompetitif dapat diatasi dengan cara penambahan konsentrasi substrat. yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif.5 (agak basa). Aktivator dan Inhibitor Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya. . Contoh 8ubtract8 adalah ion klorida yang berperan dalam aktivitas 8ubtrac dalam saliva.7. Ada dua macam inhibitor enzim. sedangkan 8ubtrac (enzim yang bekerja di mulut dan usus halus) memiliki pH optimum sekitar 7.

Konsentrasi Enzirn Konsentrasi enzim juga mempengaruhi kecepatan reaksi.Inhibitor non-kompetitif Inhibitor non-kompetitif adalah molekul penghambat enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif. Semakin besar konsentrasi enzim semakin cepat pula reaksi yang berlangsung. dan sisi aktif tidak dapat berfungsi. Inhibitor mi tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.9. konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. sehingga bentuk enzim berubah. Lihat Gambar 2. . Lihat Gambar 2. Dengan kata lain.8b.

Konsentrasi Substrat Bila jumlah enzim dalam keadaan tetap. Oleh karenanya hanya dibutuhkan sejumlah kecil enzim untuk mengkatalis sejumlah besar substrat. Tabel 2. pada saat sisi aktif semua enzim bekerja. Jumlah pergantian substrat adalah banyaknya molekul substrat yang dapat diubah menjadi produk oleh satu molekul enzim selama satu menit.Sisi aktif suatu enzim dapat digunakan berulang kali oleh banyak substrat.10. Banyaknya molekul substrat yang diubah menjadi produk oleh enzim sangat bervariasi.1 Jumlah pergantian substrat pada enzim Enzim Jumlah Pergantian 10ubtract . Substrat yang berikatan dengan sisi aktif enzim akan membentuk produk. Namun. kecepatan reaksi akan meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi substrat. Pelepasan produk menyebabkan sisi aktif enzim bebas untuk berikatan dengan substrat Iainnya.1. Kondisi ini disebut konsentrasi substrat pada titik jenuh atau disebut dengan kecepatan reaksi telah mencapai maksimum (Vmax) Lihat gambar 2. Lihat Tabel 2. penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim lebih lanjut.

konsentrasi substratnya tidak ebih besar dan pada konsentrasi substrat pada Vmax hanya mendekati konsentrasi substrat pada Vmax.1 Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim Tujuan Mengetahui dan memahami pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim katalase. Hidrogen peroksida merupakan senyawa yang sangat reaktif dan dapat merusak sel. Hati sapi ( segar ) 8.1. Oleh karenanya hidrogen peroksida dikumpulkan di dalam peroksisom.000 Kimotripsin 6.000 Lisosim 60 Sumber:Biochemical Society Guidance Notes 3. Substrat yang digunakan berupa hidrogen peroksida (H202).( molekul ) Karbohidrat anhidrase 36. Alat dan Bahan 1. Skalpel atau cutter 6.600.000 β-Galaktosidase 12. Enzymes and their role in biotechnology Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim dapat diketahui langsung dengan nielakukan Kegiatan 2. Pena marker atau label 5. Tabung reaksi dan rak tabung reaksi 2. Mistar 3. 2H202 → 2H20 + O2 FAKTA BIO Reaksi pada makhluk hidup umumnya berlangsung pada keadaan konsentrasi substrat lebih besar dibandingkan konsentrasi enzim.000 Katalase 5. Pipet ukur 10 ml dengan penyedotnya 4. Akuades 7. Namun. kemudian didegradasi oleh katalase. misalnya pemecahan asam amino dan asam lemak.000. Hidrogen peroksida ( H2O2) Cara Kerja . Hidrogen peroksida alami merupakan produk sampingan yang tidak diinginkari dan metabolisme aerob. Kegiatan 2. Katalase mendegradasi hidrogen peroksida menjadi air (H20) dan oksigen (O2) dengan reaksi sebagai berikut.

ukur ketinggian gelembung oksigen yang terbentuk di dalam tabung reaksi. Buatlah suatu grafik sebagai hubungan aktivitas enzim menggunakan ketinggian gelembung oksigen dengan konsentrasi hidrogen peroksida.5 5. 2. 7.5 cm. Lihat Gambar di bawah. (Ketinggian gelembung oksigen diukur mulai dan batas awal tanda marker sampai batas teratas gelembung oksigen). Dan manakah sumber katalase pada percobaan mi? .5 2.5 cm dan tiriggi 0. praktikan yang lain menyiapkan 5 potong hati sapi berbentuk balok dengan panjang 6 cm. lebar 0.1. Setelah 5 menit. Ambil hidrogen peroksida dan akuades ke dalam tabung reaksi dengan volume sebagai berikut. 8.0 7. Jika gelembung oksigen pada salah satu tabung reaksi sudah mencapai salah satu mulut tabung sebelum 5 menit. Catat data yang kamu peroleh dalam bentuk tabel. ukur ketinggian gelembung pada semua tabung reaksi. 5.5 10 0 3.0 5. Sementara ada beberapa praktikan yang menyiapkan tabung reaksi. Masukkan masing-masing potongan hati sapi ke dalam tabung reaksi. Aduk larutan pada tiap-tiap tabung reaksi. Lihat Gambar di samping. Tabung reaksi 1 2 3 4 5 Volume (ml) H2O2 Akuades 0 10 2.Siapkan lima tabung reaksi yang diberi 1abe 1 sampai 5.5 7. Tandai ketinggian awal permukaan larutan dengan menggunakan pena marker. Pertanyaan 1. 6. 4.

reaksi kimia yang terjadi di dalam sel tidak bersifat bolak-balik. Katabolisme memiliki dua fungsi. Dalam jalur ini A adalah substrat atau reaktan awal dan E adalah produk akhir.11). Biasanya katabolisme bersifat eksergonik (menghasilkan energi). Lihat Gambar 2. melainkan berjalan satu arah. anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis molekul. Berbeda dengan reaksi kimia pada umumnya. metabolisme dibedakan menj adi katabolismedan anabolisme. 2. . Reaksi 1 Reaksi 2 Reaksi 3 Reaksi 4 A→B B→C C→D D→E Gambar 2. Konsep Penting Katabolisme memiliki dua fungsi. dan 4 dalam suatu jalur metabolisme. Arah reaksi ditentukan oleh keseimbangan jumlah reaktan dengan produk. FAKTA BIO Reaksi kimia merupakan peristiwa reaksi untuk mengubah reaktan menjadi produk dengan bantuan biokatalis enzim. Dengan kata lain. sampai produk akhir dan suatu jalur metabolisme terbentuk (Gambar 2. yaitu menyediakan bahan baku untuk sintesis molekul lain dan menyediakan energi kimia yang dibutuhkan untuk melakukan berhagai aktivitas kehidupan baik tingkat seluler maupun tingkat individu.12. METABOLISME Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir. katabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk pembongkaran atau penguraian suatu molekul. Dengan kata lain.2. Katabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul besar dan produk akhirnya adalah molekul kecil. Setiap produk suatu reaksi akan menjadi reaktan bagi reaksi berikutnya.13. Analisa data yang kamu peroleh dan percobaan dan buatlah suatu kesimpulan. 3.11 Rangkaian reaksi 1. Lihat Gambar 2. yaitu mènyediakan bahan baku untuk sintesis molekul lain dan menyediakan energi kimia yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas. Suatu reaksi kimia biasanya bersifat bolak-balik. Berdasarkan tujuannya. yang terjadi di dalam sel. Sedangkan anabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul kecil dan produk akhirnya adalah molekul besar.

14. Lihat bagan pada Gambar 2. Walaupun makanan tidak cukup lama berada dalam mulut. yaitu laktase. Selanjutnya. Katabolisme karhohidrat meliputi proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dan pemakaian glukosa (monosakarida) dalam proses respirasi untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). lebih dan 80% hasil katabolisme pati adalah glukosa. Sukrosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. kerja ptialin akan dihambat oleh asam yang dikeluarkan oleh lambung karena ptialin merupakan enzirn yang tidak aktif saat pH medium turun di bawah 4. Selanjutnya disakarida (laktosa. maltase. Makanan berada di dalam mulut dalam waktu yang relatif singkat. sehingga hanya 3-5% pati yang telah terhidrolisis pada saat makanan ditelan. Ketika makanan dikunyah. serta keterkaitan antara kedua proses tersebut. sukrase. Katabolisme Karbohidrat Katabolisme karbohidrat adalah pemecahan molekul karhobidrat menjadi unit-unit yang lebih kecil. Laktosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. Dalarn makanan yang kita konsumsi. sedangkan galaktosa dan fruktosa . makanan akan bercampur dengan saliva yang mengandung enzim ptialin. Maltosa dan polimer glukosa akan dipecah menjadi molekul-molekul glukosa. galaktosa. karbohidrat (polisakarida) harus diubah dahulu menjadi monosakarida (glukosa) dalam proses pencernaan. ATP inilah yang digunakan oleh seluruh makhluk hidup untuk melakukan seluruh aktivitas kehidupan. dan fruktosa terjadi di sepanjang saluran pencernaan dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan.Salah satu contoh proses metabolisme adalah katabolisme dan anabolisme karbohidrat. Berikut mi akan diuraikan proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat. makanan bercampur dengan getah pankreas yang mengandung c-amilase. Enzim mi memiliki fungsi yang sama dengan enzirn ptialin. Pemecahan Polisakarida Menjadi Monosakarida Proses pemecahan polisakarida (pati) maupun disakarida menjadi monosakarida (gula sederhana) seperti glukosa. Oleh karena itu. Di lambung. Enzim ini menghidrolisis pati menjadi maltosa yang merupakan disakarida dan glukosa. dan maltosa) dan polimer glukosa akan dipecah menjadi monosakarida oleh empat enzim. sukrosa. Di duodenum (usus dua belas jari). dan dekstrinase yang disekresikan oleh sel epitel yang melapisi usus. Karbohidrat akan masuk dalam reaksi respirasi dalam bentuk glukosa. sekitar 3040% pati dihidrolisis menjadi maltosa. kerja ptialin dapat terus berlangsung selama satu jam setelah makanan memasuki lambung.

Respirasi pada tingkat organisme berupa pertukaran oksigen dengan karbon dioksida di dalam alveolus paru-paru. yaitu suatu disakarida yang terdapat dalam susu. Setelah penyerapan oleh usus halus. Pemakaian Glukosa (Monosakarida) pada Respirasi dalam Sel Glukosa (monosakarida) yang telah dipecah dalam saluran pencernaan. . selanjutnya digunakan sebagai substrat dalam proses respirasi. Oksigen akan digunakan sebagai penerima elektron terakhir dalam pembentukan ATP. Respirasi aerob Respirasi aerob merupakan peristiwa pembakaran zat yang melihatkan oksigen dan pernapasan. dan transpor elektron serta tempat terjadinya di dalam sel dapat dilihat pada Gambar 2. FAKTA BIO Dalam makanan yang dikonsumsi manusia hanya ada tiga sumber karbohidrat. siklus Krebs. yaitu respirasi aerob dan anaerob. Respirasi merupakan cara sel untuk mendapatkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat) dan energi elektron tinggi (NADH2-Nicotinamide Adenine Dinucleotide H2 dan FADH2 = Flavin Adenine Dinucleotide H2). Hubungan antara glikolisis. Dengan demikian sangat sedikit galaktosa dan fruktosa yang terdapat dalam sirkulasi darah. dan sistem transpor elektron. yaitu glikolisis. laktosa. sebagian fruktosa dan hampir semua galaktosa dengan segera diubah menjadi glukosa. terutama pada padi-padian.hanya mewakili 20% dan makanan tersebut. Secara singkat reaksi yang terjadi pada respirasi aerob adalah sebagai berikut: C6H12O6 + 6O2 → → → 6C02 + 6H20 + 36 ATP Glukosa Oksigen Karbon Air Energi dioksida Respirasi aerob terjadi dalam tiga tahap. Terdapat dua jenis respirasi.15. dan pati (kanji) yang merupakan polisakarida pada semua bahan makanan nabati. Sedangkan respirasi pada tingkat sel terjadi di dalam mitokondria. yaitu sukrosa yang merupakan disakarida yang dikenal sebagai gula tebu. sikius Krehs.

Jadi. yaitu langkah memerlukan energi dan langkah melepaskan energi. 2 molekul ATP diperlukan untuk mentransfer gugus fosfat ke glukosa sehingga glukosa memiliki simpanan energi yang lebih tinggi.Glikolisis Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel. terjadi dua langkah reaksi. Pada tahap glikolisis. . yaitu reaksi pelepasan energi. Saat langkah memerlukan energi. 2 NADH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide H). dan 2 ATP.16. dapat disimpulkan bahwa glikolisis adalah reaksi pelepasan energi yang memecah 1 molekul glukosa (terdiri dan 6 atom karbon) atau monosakarida yang lain menjadi 2 molekul asam piruvat (terdiri dan 3 atom karbon). Energi mi diperlukan untuk reaksi selanjutnya. Lihat Gambar 2.

(C) Penggunaan ATP kembali menambah fosfat anorganik menjadi fruktosa-1.3-difosfogliserat menjadi 3-fosfogliserat.Keterangan Gambar 2. (d) Fruktosa-1. dan 1.16: (a) Penggunaan ATP menjadikan glukosa berikatan dengan tosfat anorganik menjadi glukosa-6-fosfat.3-difosfogliserat. (e) Setiap PGAL member) 2 elektron dan 1 atom hidrogen kepada NAD untuk membentuk NADH. (f) Masing-masing PGAL kembali berikatan dengan fosfat anorganik membentuk 1.6-difosfat dipecah menjadi 2 molekul fosfogliseraldehid (PGAL).3-difosfogliserat ditransfer ke ADP untuk membentuk ATP. (b) Glukosa-6-fosfat mengalami perubahan strukiur menjadi fruktosa-6fosfat. .6-difosfat. (g) Fosfat anorganik pada 1.

siklus Krebs merupakan reaksi tahap kedua dalam respirasi aerob yang menghasilkan 8 NADH. Siklus Krebs Siklus Krebs merupakan tahap kedua respirasi aerob. 4 NADH. Reaksi ini terjadi dua kali karena pada glikolisis. glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Selarna reaksi tersebut dilepaskan 3 molekul karbon dioksida. sehingga PEP berubah menjadi asam piruvat. . 1 FADH 2 (Flavin Adenine Dinucleotide H2). dan 2 ATP. Siklus Krebs terjadi di dalam mitokondria. (i) Setiap PEP mentranster fosfat anorganiknya kepada ADP untuk menghasilkan ATP. dan 1 ATP. Lihat Gambar 2.17. lalu diikuti pelepasan H20 menyebabkan 2-fosfogliserat berubah menjadi 3-fosfoenol piruvat (PEP). Tahap awal siklus Krebs adalah 2 molekul asam piruvat yang dibentuk pada glikolisis meninggalkan sitoplasma dan memasuki mitokondria. 2 FADH2. Narna siklus ini berasal dari orang yang menemukan secara rinci tahap kedua respirasi aerob in yaitu Hans Krebs (tahun 1930-an). Jadi. Siklus ini disebut juga siklus asam sitrat.(h) Kemudian 3-fosfogliserat memindahkan gugus fosfat ke karbon kedua membentuk 2-fosfogliserat.

Asam piruvat juga memberikan hidrogen dan elektron kepada NAD+. (e) Asam α-ketoglutarat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2. (b) Asam piruvat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2. Selanjutnya koenzim bergabung dengan sisa 2 atom karbon dan asam piruvat membentuk asetil-KoA.17: (a) Asam piruvat hasil glikolisis memasuki mitokondria. membentuk NADH. . (d) Asam isositrat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2 dan terbentuk asam α-ketoglutarat. Koenzim A dilepaskan dari Asetil KoA. membentuk suksinil-KoA. (c) Asetil Ko-A mentranster 2 atom karbonnya ke oksaloasetat membentuk sitrat. Asam α-ketoglutarat berikatan dengan molekul koenzim A. membentuk NADH.Keterangan Gambar 2. Penambahan dan pelepasan H2O mengubah sitrat menjadi asam ositrat. Hidrogen dan elektron ditransfer kepada NAD. dan NADH terbentuk.

yaitu dengan menerima elektron yang dilepaskan pada akhir sistem transpor elektron. ATP sintase merupakan protein yang menempel di membran dalam mitokondria. Konsentrasi H+ di luar membran dalam mitokondria menimbulkan gradien elektron antara bagian luar dan bagian dalam membran dalam mitokondria.18. Aliran H+ melalui protein transpor ini memacu pembentukan ATP dan ADP dan fosfat (Pi). Sistem transpor elektron Transpor elektron terjadi di bagian membran dalam mitokondria. Fosfat terikat pada ADP membentuk ATP. H+ dipompa ke luar dan membran dalam mitokondria. Suksinil-KoA berubah menjadi asam suksinat. 1 molekul FHDH2. ATP yang dihasilkan pada tahap mi adalah 32 ATP. Lihat Gambar 2. NADH dan FADH2 yang dihasilkan dan siklus Krebs dan glikolisis memberikan elektron dan H ke sistem transpor elektron. Oksigen akan bergabung dengan H+ membentuk air. Asam malat berubah menjadi asam oksaloasetat yang akan digunakan dalam siklus Krebs selanjutnya. Oleh karena elektron bergerak rnelalui sistern transpor. Akibatnya. 1 molekul asam piruvat akan menghasilkan 4 molekul NADH. Asam suksinat berubah menjadi asam fumarat. dan 1 molekul ATP. Oksigen bebas menjaga pembentukan ATP terus berjalan. ion H+ kembali menuju bagian dalam membran dalam mitokondria melalui ATP sintase.(f) Koenzim A dilepaskan dan digantikan oleh fosfat (berasal dari GTP). (g) Elektron dan hidrogen dan asam suksinat ditransfer ke FAD membentuk FADH2. Asam malat mentransfer hidrogen dan elektron ke NAD+ membentuk NADH. Konsep Penting Dalam siklus krebs. . (h) Asam fumarat menggunakan H2O membentuk asam malat.

dan asam oksaloasetat (pada hasil antara siklus Krebs) merupakan bahan dasar lain untuk asam amino yang berbeda. dari 1 molekul glukosa yang dipecah menghasilkan 32 molekul ATP. Asetil koenzim A juga merupakan bahan dasar untuk sintesis asam lemak dan kolesterol. Misalnya. serta senyawa lain yang diperlukan tubuh. dan rnenyebabkan terjadinya gradien elektron yang mendorong sintesis ATP. Konsep Penting Dalam sistem transpor elektron. Lihat Gambar 2. dapat disimpulkan hahwa sistem transpor elektron adalah tahapan terakhir dari respirasi aerob ketika elektron dan reaksi intermediet (siklus Krebs) dialirkan berturut-turut pada enzirn dan kofaktor membran dalam mitokondria. Sintesis asam amino dilakukan dengan cara penambahan gugus amina (aminasi) terhadap bahan yang telah disebutkan di atas. ATP yang dihasilkan dari pemecahan glukosa menjadi karbon dioksida dan air dalam respirasi aerob adalah 2 ATP basil dari glikolisis + 2 ATP dari siklus Krebs + 32 ATP dari sistem transpor elektron (total 36 ATP). FAKTA BIO Karbon monoksida (CO) merupakan racun yang menghalangi transfer elektron pada oksigen.19.Jadi. Demikian juga asetil koenzim A. asam piruvat yang merupakan basil akhir glikolisis merupakan hasil antara untuk bahan sintesis asam amino. Pada glikolisis dan siklus Krebs terdapat senyawa-senyawa antara yang berguna untuk bahan baku sintesis asam amino dan asam lemak. asam αketog1utarat. Karbon monoksida juga .

reaksi fermentasi tidak secara sempurna memecah glukosa menjadi karbon dioksida dan air. Pada fermentasi alkohol mi dihasilkan 2 ATP. Lihat Gambar 2. Contoh fermentasi adalah fermentasi alkohol dan fermentasi asam Iaktat. Fermentasi alkohol dilakukan oleh jamur ragi (yeast) secara anaerob. 2 NADH. Konsep Penting Sistem transpor elektron memperlihatkan bagaimana elektron bergabung dengan enzim dan kofaktor membran dalam mitokondria. Sebagai substrat fermentasi adalah asam piruvat. NADH memberikan elektron dan hidrogen kepada asetaldehid.20. . glukosa merupakan substrat pada tahap awal fermentasi. sehingga ATP yang dihasilkan lebih sedikit dan jumlah ATP yang dihasilkan oleh glikolisis. atau tempat-tempat lain yang tidak mengandung oksigen.21. Glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Karbon monoksida dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor. Respirasi anaerob juga menggunakan glukosa sebagai substrat. dan terbentuk 2 ATP. yaitu etanol. Molekul piruvat (hasil glikolisis) difermentasi menjadi asetaldehid. Akan tetapi. Lihat Gambar 2. Sel-sel otot juga dapat melakukan fermentasi jika sel-sel otot kekurangan oksigen. Respirasi anaerob merupakan proses fermentasi. Beberapa organisme dapat menggunakan oksigen untuk respirasi. makanan yang diawetkan. • Fermentasi Beberapa organisme yang melakukan fermentasi di antaranya adalah bakteri dan protista yang hidup di rawa. asam piruvat diubah menjadi asam laktat menghasilkan 2 ATP. Organisme seperti mi melakukan fermentasi jika lingkungannya miskin oksigen. Fermentasi asam laktat terjadi pada otot manusia saat melakukan kerja keras dan persediaan oksigen kurang mencukupi. lumpur. Kerja otot terus-menerus akan menimbulkan asam laktat dalam jumlah besar. Transfer elektron dan hidrogen menghasilkan NAD+ kembali. Seperti pada respirasi aerob. Penimbunan asam laktat pada otot menyebabkan elastisitas otot menjadi berkurang dan menimbulkan gejala kram serta kelelahan. Pada fermentasi asam laktat molekul asam piruvat hasil glikolisis menerirna elektron dan hidrogen dan NADH. tetapi dapat juga melakukan fermentasi. Respirasi anaerob Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak menggunakan oksigen sebagai penerima elektron akhir pada saat pembentukan ATP. sehingga terbentuk produk akhir alkohol. Keracunan karbon monoksida dapat menimbulkan kematian akibat kekurangan oksigen.menghalangi pengangkutan oksigen oleh hemoglobin pada sel darah merah. Pada saat yang sama.

.

. Sebaliknya. hasil fermentasi adalah karbon yang masih reduktif. etanol masih menyisakan energi terikat di dalamnya. memasak). Salah satu alasan mengapa hal tersebut terjadi. misalnya etanol dan asam laktat. Dengan kata lain anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis suatu molekul.Gambar 2. ATP yang dihasilkan respirasi aerob adalah 36 ATP untuk oksidasi satu molekul glukosa. Anabolisme Karbohidrat Anabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul kecil. dengan fermentasi hanya akan diperoleh total energi sebesar 2 ATP Jadi energi respirasi aerob adalah 18 kali lipat lebih tinggi dibandingkan energi fermentasi. Contoh anabolisme karbohidrat adalah fotosintesis atau sintesis karbohidrat dengan bantuan energi cahaya matahari. respirasi aerob menghasilkan energi yang lebih besar. Perbandingan Energi antara Respirasi Aerob dan Fermentasi Jika dibandingkan energi yang diperoleh dan respirasi aerob dengan energi dan fermentasi. sin tesis = membuat bahan kimia. Oleh karena itu. Jadi. dan produk akhirnya adalah molekul besar. yang sesungguhnya masih dapat dibakar untuk menghasilkan energi lanjutan. pembakaran yang dihasilkan optimum. Sebaliknya.21 Tahapan fermentasi asam aktat. Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energi cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air. karena respirasi aerob merupakan katabolisme sempurna yang menghasilkan CO2 dan H2O. Fotosintesis Fotosintesis merupakan sintesis yang memerlukan cahaya (fotos = cahaya.

Tempat Terjadinya fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalarn kloroplas.22. Grana Grana merupakan satu tumpuk tilakoid. Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Tilakoid Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dan pelipatan membran dalam kloroplas. Stroma Stroma merupakan struktur kosong di dalam kloroplas. Di dalarn kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membran tilakoid. . Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman. Kloroplas merupakan organel plastida yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Kloroplas tersusun dan hagian-bagian sebagai berikut. Lihat Gambar 2. Stroma juga merupakan tempat glukosa terbentuk dan karbon dioksida dan air.

Karotenoid memantulkan cahaya merah. hanya tumbuhan saja yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung kloroplas pada daunnya. Antosianin dan fikobilin merupakan pigmen merah dan biru. Antosianin banyak ditemukan pada bunga. Dalarn reaksi terang terjadi tiga proses yang berlangsung di dalam kloroplas.green pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. 1. Kiorofil b merupakan pigmen hijau kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Karotenoid mampu rnenyerap cahaya biru kehijauan dan biru keunguan.Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat pada tumbuhan.23. Jadi. 2. Pigmen fotosintesis yang melepaskan elektron menerima kembali elektron sebagai gantinya. dan savuran. Energi cahaya 12H2O + 6CO2 →→ C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Air Karbon Klorofil Glukosa Oksigen Air dioksida Jalannya Reaksi Fotosintesis Jalannva reaksi-reaksi fotosintesis terdiri dan reaksi terang dan reaksi gelap. yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri. trophic = makanan). khususnya di membran tilakoid. antosianin. Klorofil a merupakan pigmen hijau rumput (grass. Reaksi fotosintesis dapat disingkat sebagai berikut. Molekul air pecah. Kiorofil b banyak terdapat pada tumbuhan. dan kuning. Tumbuhan disebut juga organisme autotrof (auto = sendiri. di dalam kloroplas juga terdapat pigmen karotenoid. Selain klorofil. Oleh karena itu. . Reaksi terang (reaksi yang bergantung cahaya) Tahap awal fotosintesis adalah reaksi terang atau reaksi yang bergantung pada cahaya. dan fikobilin. Kiorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis yang akan dijelaskan kernudian. Lihat Gambar 2. tumbuhan berperan sebagai organisme produsen makanan (karena dapat menghasilkan makanan dengan bantuan cahaya). ganggang hijau. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. 3. Fikobilin banyak ditemukan pada kelompok ganggang merah dan Cyanobacteria. dan beberapa bakteri fotoautotrof. jingga. Karotenoid mi banyak ditemukan pada bunga. dan oksigen dilepaskan. buah. ATP dan NADPH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide phospate H) terbentuk. Pigmen fotosintesis menyerap energi cahava dan melepaskan elektron yang akan masuk ke sistern transpor elektron.

Penyerapan energi cahaya Beratus-ratus molekul pigmen fotosintesis terkumpul dalam suatu fotosistem yang melekat pada membran tilakoid. Aliran elektron melalui sistem transpor menghasilkan ATP dan NADPH. . yaitu elektron mengalir dan molekul air kemudian melalui fotosistem II dan fotosistem I. ATP dan NADPH dapat terbentuk mealui jalur non siklik. Pusat reaksi menerima energi eksitasi. tetapi tidak mernbawanya ke pigmen lain. energi cahaya memacu pelepasan elektron dan fotosistem di dalam membran tilakoid. Klorofil a hanya dapat menangkap panjang gelombang cahaya tertentu. Klorofil a merupakan pusat reaksi bagi fotosistem (Gambar 2.Konsep Penting Pada reaksi terang. Sebagian besar pigmen tersebut memperoleh energi dan energi cahaya (foton) yang diserap. Oksigen yang dibebaskan berguna untuk respirasi aerob.24). Elektron dan ion hidrogen akan membentuk NADPH dan ATP. Energi eksitasi akan dibawa oleh pigmen penerima energi cahaya ke molekul-molekul pigmen yang lain secara acak sarnpai ke klorofil a. Energi cahaya yang diserap ini akan mendorong elektron dan pigmen fotosintesis sambil melepaskan energi eksitasi. Pusat reaksi yang telah teraktivasi ini memberikan elektron ke molekul penerima elektron dalam sistem transpor elektron.

yaitu fotosistem I dan fotosistem II. . Sedangkan fotosistem II memiliki pusat reaksi yang ditandai dengan P680.Sistem transpor elektron tersusun dan enzim. Aliran elektron siklik dan non siklik Ada dua jalur aliran elektron dalam sistern transpor elektron. Energi tersebut sebagian besar digunakan untuk pembentukan ATP dan NADPH. dan protein yang terikat pada membran sel. koenzim. Ada dua tipe fotosistem. Fotosistem I memiliki pusat reaksi yang ditandai dengan P700. dan energi dilepaskan pada setiap tahap. Baik jalur siklik maupun non siklik akan melewati suatu fotosistem. Lihat Gambar 2. Elektron dipindahkan tahap demi tahap melalui sistem transpor elektron. yaitu siklik dan non siklik.25.

Bergeraknya ion . ion-ion hidrogen (H+). Jalur siklik terjadi pada beberapa bakteri. dalarn sistem transpor yang kedua. Kemudian. elektron akan diberikan ke NADP+. melalui suatu sistem transpor. Pada jalur siklik memerlukan fotosistem I. dan elektron-elektron. Energi cahaya digunakan untuk membawa elektron dan fotosistem I. Proses ini terjadi ketika fotosistem II yang ditandai dengan P680 sebagai pusat reaksi menverap cukup energi foton untuk melepaskan elektron. Fotolisis adalah reaksi pecahnva molekul air menjadi oksigen. menuju sistem transpor. NADP+ akan menerima 2 elektron dan 1 ion hidrogen membentuk NADPH. Pada jalur non-siklik terjadi aliran elektron dan air ke fotosistem II melalui sistem transpor. Pada saat masuknva energi ke dalam fotosistem II rnemacu terjadinya fotolisis. Elektron yang dilepaskan oleh P680 digantikan oleh elektron yang dilepaskan oleh air. dan juga terjadi pada semua organisme fotoautotrof. Pusat reaksi pada fotosistem II mengandung klorofil a yang disebut P680 karena dapat menyerap foton terbaik pada panjang getombang 680 nm. menuju ke fotosistem I.Konsep Penting Pusat reaksi pada fotosistem I mengandung klorofil a yang disebut sebagai P700 karena dapat menyerap foton terbaik pada panjang gelombang 700 nm. Jadi. kemudian kembali ke fotosistem I.

Sedangkan oksigen dilepaskan ke atmosfer. hidrogen. Reaksi gelap (reaksi yang tidak bergantung cahaya) Reaksi gelap disehut juga sikius Calvin-Benson. dan RuBP (ribulosa bifosfat). Oksigen ini akan berperan dalam respirasi aerob. Reaksi mi menghasilkan PGAL (fosfogliseraldehida). > Untuk tiap 6 molekul karbon dioksida yang diikat akan dihasilkan 12 PGAL.Sukrosa merupakan karbohidrat untuk pengangkutan menuju ke tempat penimbunan. Molekul mi merupakan prekursor (bahan baku) untuk produk akhir menjadi molekul berikut. lihat Gambar 2. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung secara langsung dengan cahaya. Bagairnana terjadinya reaksi gelap? Reaksi gelap terjadi melalui tahapan berikut mi. dan elektron dan NADPH. RuBP merupakan suatu senvawa yang memiliki 5 atom karbon. • Dua PGAL lainnya akan berkondensasi menjadi glukosa 6 fosfat. . Pembentukan ATP terjadi pada protein yang disehut ATP sintase. > Karbon dioksida diikat oleh RuBP (Ribulosa hifosfat yang terdiri dan 5 atom karbon) menjadi senyawa 6 karhon yang labil.Tepung pati merupakan karbohidrat yang tersimpan sebagai cadangan makanan pada tempat penimbunan. 10 molekul kembali ke tahap awal menjadi RuBP. > Dari 12 PGAL. Reaksi gelap memerlukan ATP. .hidrogen berperan dalarn pembentukan ATP. ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang. karbon dan oksigen dan karbon dioksida. Reaksi gelap berlangsung dalam gelap dan hanya dapat berlngsung jika ada ATP dan NADPH.26. enzim yang mengakatalisis setiap reaksi. dan seterusnya RuBP akan mengikat CO2 yang baru. > Masing-masing PGA menerima gugus fosfat dan ATP dan menerima hidrogen serta elektron dan NADPH. . Senyawa 6 karbon kemudian memecah menjadi 2 fosfogliserat (PGA).

27. .Hubungan antara reaksi terang dan reaksi gelap pada fotosintesis dapat dilihat pada Gambar 2.

sedangkan pati adalah sebagai cadangan atau penimbunan makanan. Pembakar bunsen 6. Kertas hitam atau alluminium 12. sel-sel fotosintesis mengubah pati menjadi sukrosa untuk diangkut ke sel-sel tumbuhan di daun. sukrosa paling mudah ditransportasikan. Satu jenis tanaman Geranium atau tanaman hias lain (dengan daun yang bercorak) di dalam pot disimpan selama 2 . Kegiatan 2. Pinset 8.3 hari di tempat . Klip kertas 7. Cawan petri 5. dan akar. Gelas beker 4. Penjepit tabung reaksi 2. Air 11.2 Pengaruh Cahaya terhadap Sintesis Amilum pada Geranium Tujuan Mengetahui dan memahami pengaruh cahaya terhadap sintesis amilum pada Geranium. Alat dan Bahan 1. Satu pot tanaman Geranium atau tanaman hias lain (dengan daun yang bercorak dan tidak berdaging tebal) 9. Dan semua karbohidrat pada tumbuhan. Larutan iod 10.Sel-sel fotosintesis mengubah glukosa terfosforilasi menjadi sukrosa atau pati pada siang hari (ada cahaya). batang. Etanol Cara Kerja 1. Pada saat malam hari atau tidak ada cahaya. Kaki tiga dan kasa pembakar 3.

3. Pembilasan herfungsi untuk melarutkan etanol. Air dididihkan di dalarn gelas beker dengan menggunakan pembakar bunsen. Bila daun yang diuji tidak berwarna hitam berarti tidak terjadi sintesis amilum.2 hari). Tabung reaksi beserta daun tersebut dimasukkan ke dalarn gelas beker yang berisi air mendidih selama 10 menit. Letakkan tanaman Geranium tersebut di tempat terang. Etanol merupakan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan dan meluruhkan klorofil daun. Petik satu helai daun dan rendam dalam air mendidih selama 10 detik. Uji daun tersebut dengan tes amilum seperti cara kerja nomor 2 sampai 5. Pemastian tidak terjadinya fotosintesis dapat dilakukan dengan menguji salah satu daun pada tanarnan tersebut dengan tes amilum dengan iod sebagai berikut. 4. Letakkan daun pada cawan petri lalu beri larutan iod. Setelah beberapa hari (1 . gelap agar tidak terjadi fotosintesis. atau nama sebutan lainnya. 5. 6. petik daun yang ditutupi dengan kertas hitam. Buatlah bagan sejelas mungkin. Setelah itu diuji lagi dengan tes amilum. Adanya warna hitam menunjukkan keberadaan amilum di dalam daun. Presentasikan . Lihat gambar. 8. Daun direndarn dalam air mendidih dengan tujuan mematikan sel-sel tanaman dan rnelunakkan jaringan daun. Cuci atau bilas daun dengan menggoyangkan daun dengan pinset di dalam gelas beker yang berisi air panas tadi. Pertanyaan Apa perbedaan hasil fotosintesis di tempat gelap dan di tempat terang? Kegiatan 2. Bila daun berwarna hitam sebaiknya tanaman disimpan di tempat gelap beberapa hari lagi. yang dilekatkan pada dua kaca ohjek dan dikaret. Lalu pembakar bunsen dimatikan.3 Bagan Proses Metabolisme Buatlah sebuah bagan yang menjelaskan rangkuman proses respirasi dan fotosintesis. Kemudian tutup sebagian daun Geranium dengan kertas hitam yang bersimbol huruf V. Kemudian daun tersebut digulung dan diletakkan di dalam tabung reaksi yang berisi etanol. 7.2.

Kemosintesis dapat dilakukan oleh beherapa bakteri kemosintetik. Kalaupun terjadi pemisahan jalur metabolisme. Contoh katabolisme karbohidrat yaitu proses respirasi sel. dan Protein Di dalam sel. atau belerang (S). reaksi-reaksi metabolisme tidak terpisah satu sama lain.29. Sedangkan contoh anabolisme karbohidrat yaitu pembentukan glikogen dan glukosa. Kemosintesis Kemosintesis adalah sintesis (anabolisme) dengan menggunakan sumber energi berasal dan reaksi kimia eksergonik. Di dalarn tubuh manusia terjadi metabolisme karbohidrat. yang kemudian dapat digunakan oleh tanaman untuk sintesis protein.di depan kelas secara berkelompok. Perhatikan bagan pada Gambar 2. Selain terjadi metabolisme karbohidrat. Misalnya bakteri belerang mengubah belerang menjadi sulfat. Bagaimana hubungan atau keterkaitan antara metabolisme karbohidrat. hal tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan lokasi terjadinya reaksi metabolisme. yaitu katabolisme karbohidrat dan anabolisme karbohidrat. Reaksi kimia eksergonik adalah oksidasi senyawa anorganik. di dalam tubuh manusia juga terjadi metabolisme lemak dan protein. dan protein? Perhatikan Gambar 2. Lemak. lemak. misalnya ion amonium. ion besi (Fe3+). Hubungan antara Metabolisme Karbohidrat.28. Bakteri kemosintetik berperan penting pada daur biogeokimia. . Kegiatan pembuatan bagan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian mengenai konsep katabolisme dan anabolisme. melainkan membentuk jejaring yang saling berkaitan.

dan Protein Dibandingkan protein dan karbohidrat. Lemak adalah senyawa karbon yang paling tereduksi. sedangkan karbohidrat dan protein adalah senyawa yang lebih teroksidasi. Rasa kenyang tersebut disebabkan oleh kemampuan metabolisme lemak untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan metabolisme karbohidrat dan protein.Perbandingan Jumlah Energi yang Dihasilkan oleh Katabolisme Karbohidrat. mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak lebih memberikan rasa kenyang. Lemak. Hal itu . Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan energi dan jika dibakar sempurna akan membebaskan energi lebih banyak.

Titik temu berbagai jalur metabolisme ini berguna untuk saling menggantikan ‘bahan bakar’ dalam sel.disebabkan oleh pembebasan elektron yang Iebih hanyak. (a) Glukosa (karbohidrat) lebih banyak mengandung oksigen dan lebih sedikit hidrogen terikat ( lebih teroksidasi ) disbanding lemak. (b) Asam heksanoat ( lemak ) lebih banyak mengandung hidrogen terikat ( lebih tereduksi dibanding karbohidrat dan protein ) (c) Asam glutamat ( protein ) lebih banyak mengandung oksigen ( lebih teroksidasi ) disbanding lemak. glukosa dan asam glutamat menghasilkan jumlah ATP yang sama. Dengan demikian. asam heksanoat mewakili lemak. komponen hemoglobin. dan lemak berguna rnenghasilkan senyawasenyawa antara yang dapat membentuk ATP. dan lemak bertemu pada jalur siklus Krebs dengan masukan asetil koenzim A.30. hasil katabolisme karbohidrat. (a) (b) (c) Gambar 2. protein. Sedangkan katabolisme asam heksanoat dengan jumlah karbon yang sama. dan (c) asam glutamat mewakili protein. (b) asam heksanoat mewakili lemak. hormon. dapat disimpulkan bahwa jurnlah energi yang dihasilkan lemak lebih besar dihandingkan dengan jumlah energi yang dihasilkan karhohidrat atau protein dalam berat yang sama. Di dalam sel. protein. protein. bahan bakar sel dapat berasal dan karhohidrat. Glukosa mewakili karbohidrat. Jumlah elektron yang dibebaskan menyatakan jumlah energi yang dihasilkan.30 (a) Glukosa mewakili karbohidrat. maupun lemak tergantung dan makanan yang dikonsumsi. Sedangkan jumlah energi yang . Lihat Gambar 2. maupun lemak. Asetil KoA yang menjadi bahan baku siklus Krebs untuk rnenghasilkan energi dapat berasal dan katabolisme karbohidrat. Katabolisme karbohidrat. maupun komponen sel lainnya. Mari kita lihat pembandingan jalannya metabolisme senyawa karbon yang sama-sama memiliki 6 karbon. dan asam glutamat mewakili protein. Kita lihat bahwa dengan jalur katabolisme yang berbeda. Selain itu. glukosa (6 karbon) menghasilkan 44 ATP. yaitu 36 ATP. protein.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim? 3. TEKNOLOGI PENGOLAHAN MAKANAN Metabolisme dalam tubuh memerlukan makanan sebagai sumber energi dan materi.31). jantung. Tuliskan dan jelaskan satu contoh anabolisme karbohidrat. . dan protein pada Gambar 2. jaringan penghubung di antara alat pencernaan. Kelebihan energi dan materi akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak. Tuliskan tahapan pada respirasi tingkat sel. 5. Teknologi Makanan Berkadar Gula Rendah Makanan berisi materi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam sistem peredaran darah. Apa yang kamu ketahui tentang enzim? 2.29 menjelaskan mengapa hal itu terjadi. jumlah energi yang dihasilkan KILAS BALIK 1. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi proses pengolahan makanan. lemak yang tertimbun di jaringan kapiler darah menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang dapat diikuti dengan tekanan darah tinggi dan stroke. lemak juga mengalami kesulitan pengangkutan karena sifat lemak yang hidrofobik memerlukan lebih banyak protein pengangkut. Dari hasil percobaan aktivitas katalase pada hati sapi. Lemak tersimpan dalam jaringan lemak pada lapisan di bawah kulit. Orang yang kelebihan makanan tetapi tidak diimbangi dengan gerak dan olah raga yang cukup seringkali menunjukkan gejala kelebihan herat badan (Gambar 2. bagaimana pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim? 4.dihasilkan protein setara dengan karhohidrat dalam berat yang sama. Di samping itu. Keterkaitan antara metabolisme karhohidrat. dan paru-paru. lemak.

dan stroke.3 kkal/gram. sedangkan nilai kalori asam emak adalah 9. baik dan buku. dan ban). warna. manusia rnenghadapi permasalahan melimpahnya hasil produksi panen. yaitu makanan kaya lemak dan berkadar gula tinggi.32. FAKTA BIO Perlu diketahui bahwa tidak semua energi (kalori) yang dibebaskan dan oksidasi diikat menjadi ATP. Oleh karena itu. dan daya tank produk pengawetan makanan (rasa. . Teknologi Pengawetan Makanan Berkualitas Tinggi Sejak manusia dapat melakukan budidaya tanaman dan hewan.Di negara yang maju.4 Makanan Berkadar Gula Rendah Cari satu jenis makanan yang berkadar gula rendah. Untuk menangani hal tersebut. Penyakit-penyakit tersebut ditimbulkan oleh meningkatnya konsumsi makanan berenergi tinggi. cara pengawetan. Lihat Gambar 2. Bahan-bahan tersebut ada yang lekas busuk (seperti daging dan buahbuahan) dan terpaksa harus dibuang. Makanan yang mengandung energi rendah dicari orang-orang gemuk atau orang yang tidak ingin gemuk. manusia melakukan pengawetan pangan. maupun internet. teknologi pengawetan dan pengemasan makanan yang dikembangkan dalam skala industri pada dasarnya tetap berbasis pada cara-cara tradisional yang lazim digunakan untuk memperpanjang masa konsumsi bahan makanan. tekanan darah tinggi. majalah. cara efektif menjaga kesehatan adalah mengatur menu makanan yang sesuai dengan kebutuhan. pengawetan makanan harus memperhatikan jenis bahan makanan yang diawetkan. kemakmuran menyebabkan meningkatnya orang yang merniliki obesitas dan penyakit kelebihan gizi berupa penyakit jantung. citra. Kumpulkan artikel serta informasi yang menjelaskan: • komposisi makanan tersebut • proses pembuatan makanan tersebut • keuntungan mengkonsumsi makanan tersebut. Saah satu cara yang lebih akurat dalam mengukur kalori tiap senyawa adalah dengan kalorimeter. Dewasa mi. keadaan bahan makanan. Dengan alat mi diketahui bahwa nilai kalori karbohidrat dan protein adalah kirakira 4 kkal/gram. Dengan demikian dapat dipahami bila dalam kegiatan ekonomi orang mencari produk teknologi makanan yang berkadar gula rendah. Kegiatan 2.

Bahan Makanan yang Diawetkan Cara mengawetkan bahan protein tentu berheda dengan cara mengawetkan minyak atau karbohidrat. Bahan-bahan mengandung zat organik seperti vitamin dan senyawa dengan gugus fungsional yang labil tidak dapat diawetkan dengan pemanasan. Karena itu dalam industri makanan modern. Karbohidrat diawetkan dengan cara pembuatan tepung. Adapun bahan padat dan kering lebih mudah ditangani dengan pengeringan dan pemanasan. Pengawetan bahan cair biasanya dilakukan dengan pengentalan (seperti sirup) dan pemberian bahan pengawet. beberapa bahan makanan seperti susu dan buah diawetkan dengan pengeringan dingin (freezed drying) agar komponen organik yang labil dapat lebih awet. pemasakan kering.Gambar 2. Bahan yang cair tentu lebih sulit ditangani dibanding bahan padat. Adakalanya pihak produsen memberi bahan pengawet ke dalam makanan sehingga keawetan makanan dapat berlangsung hingga periode waktu yang dikehendaki. beberapa bersifat racun dan bahkan karsinogenik. FAKTA BIO Preservasi susu dengan teknik UHT (Ultra High Temperature) bertujuan untuk memanaskan susu pada suhu tinggi tanpa merusak . dan pemanasan. Minyak diawetkan dengan melakukan teknik pembuatan yang bersih dan pemberian hahan pengawet. Bahan Pengawet dan Pewarna Secara sederhana dapat dimengerti bahwa tujuan mengkonsumsi makanan adalah untuk mencukupi kebutuhan gizi. pemanasan. Bahan pengawet tradisional yang tidak berbahaya adalah gararn (untuk ikan asin. pengeringan.32 Bahan pangan diawetkan dengan berbagai cara. dan sebagainya. telur asin) dan sirup (larutan gula kental yang mencegah pertumbuhan mikroba). Demikian pula zat warna ditujukan agar produknya menjadi Iebih menarik konsumen. Di antara bahan pengawet dan pewarna tersebut. Keadaan Bahan Makanan Keadaan bahan makanan yang berbeda tentu juga mempengaruhi cara pengawetan. Pengawetan protein dapat dilakukan dengan cara pengeringan.

Panas yang tinggi akan membunuh bakteri sehingga susu menjadi ebih tahan ama. pengawetan secara urnurn dilakukan dengan pemanasan. sehingga makanan tersebut memiliki aroma dan citarasa buah-buahan. Demi kepentingan konsumen. Bau yang mendekati asli dicukupi dengan pemberian zat-zat esen (pemberi citarasa bau tertentu). Tujuan pengawetan bahan makanan adalah sebagai berikut. Cara Pengawetan Cara pengawetan bahan pangan disesuaikan dengan keadaan hahan makanan.33) . masakan tertentu. Daya Tarik Produk Pengawetan Makanan Makanan yang diawetkan kadangkala berubah dan rasa aslinya. Padahal belum tentu bahan itu disarikan dan makanan aslinya. Susu dilewatkan dalam pipa panas yang sangat kecil diameternya. Makanan awetan tersebut diberi bumbu untuk meningkatkan rasa lezat. Untuk itu perlu diberi tambahan zat warna. dan permanisan. • Supaya hahan-bahan yang tidak dikehendaki dalam bahan makanan (seperti racun alami dan lain sebagainya) dapat dinetralkan atau disingkirkan dan bahan makanan. serta daya tarik produk pengawetan makanan tersebut. kering dingin. cara pengawetan. • Supaya kandungan kimia dan bahan makanan dapat dipertahankan.protein dan vitamin di dalam susu. produsen hahan makanan diharuskan mencantumkan informasi berkaitan dengan produk yang dipasarkannya (Gambar 2. Produk makanan yang diawetkan seringkali juga kehilangan warna aslinya. dan tujuan. dan sebagainya. komposisi bahan pangan. pendinginan. Ada batas kadaluwarsa bahan makanan yang harus diperhatikan. Berdasarkan caranva. Hal ini tidak dapat sepenuhnya terpenuhi. • Supaya bahan makanan dapat dikonsumsi kapan saja dan dimana saja berdasarkan cara pengawetan dan aspek lainnya. pengasinan. Konsep Penting Pengawetan bahan makänan perlu memperhatikan jenis dan keadaan makanan yang akan diawetkan.

dan ada tidaknya bahan kimia tambahan seperti zat warna dan zat pengawet memberi intormasi mengenai kehati-hatian yang Layak di pertimbangkan saat rnengkonsumsi produk itu. Dalam membeli makanan kemasan. Makanan yang melewati batas waktu boleh dikonsumsi dinamakan makanan kadaluwarsa. atau konsumen. • Isi (ingredients) bahan makanan yang terdapat pada makanan kemasan memberi informasi apa saja yang terdapat pada bahan yang dikemas. memberi informasi batas waktu makanan itu dikonsumsi. Pihak toko dilarang menjual bahan makanan kadaluwarsa. • Cara pengawetan yang dilakukan.. konsumen perlu mempertimbangkan pencegahan bahan yang tidak diinginkan dan penambahan bahan makanan yang diinginkannya sesuai kebutuhan. . Beberapa informasi yang perlu diperhatikan oleh konsumen sebagai berikut. Tetapi adakalanya terdapat kelalaian pihak penjual. produsen. • Tanggal masa berlakunya makanan.

Makanan tambahan adalah hahan makanan yang ditambahkan dalam makanan sehari-hari agar memenuhi gizi Iengkap yang diperlukan tubuh. • Infus. dikonsumsi untuk melengkapi unsur mineral mikro (dihutuhkan sedikit tetapi penting) dalam tubuh. setelah operasi. asarn amino esensial dan non-esensial. yaitu karhohidrat. Apa yang kamu ketahui tentang fermentasi? 2. Infus berisi karbohidrat (glukosa dan fruktosa). Apa keuntungan mengkonsumsi makanan berkadar gula rendah? 4. Untuk itu kita perlu mengkombinasikan berhagai makanan sehingga diperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan. Perkembangan teknologi pengolahan makanan juga membantu kita dalam memenuhi kebutuhan gizi secara mudah. Makanan tersebut haruslah siap beredar dalam serum darah. dan vitamin. • Kehalalan bahan pangan merupakan informasi yang berhak diketahui oleh konsumen agar konsumen aman rnengkonsumsi makanan kemasan tersebut berdasarkan keyakinan yang dianutnya. dan mereka yang memerlukan pemulihan gizi yang cepat. Pasien yang memerlukan bahan infus biasanya adalah mereka yang mengalami gangguan pencernaan. protein. Teknologi Substitusi Energi dan Produk Pengolahan Makanan Makanan sehari-hari harus mengandung gizi yang lengkap. Apa yang pertu kita perhatikan saat membeli suatu makanan kemasan? Ikhtisar • Metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia yang diawali dengan substrat awal dan diakhiri dengan menghasilkan produk akhir. Komposisi hahan infus juga disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang memerlukannya. • Garam ber-yodium. • Minyak ikan. Adakalanva kita menemukan hahwa makanan yang kita konsumsi mengandung gizi yang tidak lengkap. serta mineral. mineral. Apa saja yang perlu diperhatikan datam pengawetan makanan? 5. Mengapa lemak memberikan energi yang lebih besar bagi tubuh dibandingkan karbohidrat dan protein? 3.• Alamat pabrik/produsen merupakan pertanggungjawahan produsen akan produk yang dihasilkannya jika mengalami masalah. serta beberapa mineral tambahan. yaitu melalui makanan tambahan. • Makanan tambahan yang bertujuan untuk menambah energi dan daya tahan tuhuh. vitamin. yaitu bahan makanan yang diberikan khusus rnelalui pembuluh vena. . asam nukleat. diperlukan untuk melengkapi kebutuhan akan vitamin A dan D. Iemak. KILAS BALIK 1. Beberapa macam makanan tambahan antara lain sebagai berikut.

Jadi. enzim juga disebut biokatalisator. • Enzim adalah protein yang hertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. serta konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. Dalam tahap siklus Krebs. dibentuk molekul air serta dihasilkan 32 molekul ATP. • Katabolisme karbohidrat meliputi proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dan pemakaian glukosa (monosakarida) dalarn proses respirasi tingkat sel untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. aktivator dan inhibitor. Dalam tahap sistem transpor elektron. 1. enzim bersifat katalis 4. Sedangkan anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis suatu molekul. pH. Substrat + enzim → kompleks enzim dengan substrat → enzim + produk • Enzim mengkatalisis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. 3. Katabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk pembongkaran atau penguraian suatu molekul. • Secara sederhana kerja enzim dapat digambarkan sehagai berikut. gugus prostetik. dan 2 molekul ATP. dan sistem transpor elektron. Bagian protein disebut apoenzim.• Metabolisme dapat dibedakan menjadi katabolisme dan anabolisme. Karena bekerja di dalarn tubuh makhluk hidup. Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria. Dan sikius Krebs dihasilkan 8 molekul NADH. enzim dapat bekerja secara bolak-balik 6. • Respirasi aerob adalah peristiwa pembakaran zat makanan yang memerlukan oksigen. 2 molekul FADH2. • Enzim tersusun dan bagian protein dan bagian non-protein. sikius Krebs. Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma. enzim bekerja secara spesifik 3. yaitu glikolisis. total ATP yang dihasilkan adalah 2 ATP dan glikolisis + 2 ATP dan siklus Krebs + 32 ATP dan sistem . Kofaktor dapat berupa ion-ion anorganik. Dalam tahap glikolisis. • Sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator yaitu: 1. • Respirasi aerob terjadi dalam tiga tahap. • Kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. enzim adalah protein 2. serta dilepaskannya 4 molekul CO2. 2. enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit 5. Siklus Krebs terjadi di mitokondria. Meningkatkan kecepatan dilakukan enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi. reaksi antara asetil KoA dan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat dan kembali terbentuk asam oksaloasetat. enzim dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 1 molekul glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat dan dihasilkan 2 molekul NADH serta 2 molekul ATP. Bagian non-protein disebut kofaktor. dan koenzirn. • Cara kerja enzim dapat diterangkan dengan teori gembok dan kunci (lock and key theory) serta teori kecocokan yang terinduksi (induced fit theory).

• Anabolisme karhohidrat contohnya adalah proses fotosintesis. lemak. metode pengawetan. keadaan bahan makanan. sedangkan metabolisme protein menghasilkan energi yang setara dengan karbohidrat untuk berat yang sama. • Dalam fermentasi. • Pengawetan bahan makanan dipengaruhi oleh jenis makanan.transpor elektron = 36 ATP. serta daya tarik produk pengawetan makanan. baik fermentasi alkohol maupun fermentasi asam laktat hanya dihasilkan masing-masing 2 ATP. Pada fotosintesis terjadi dua tahap reaksi. dan protein saling berkaitan satu sama lain. • Makanan tambahan adalah hahan makanan yang ditambahkan dalam makanan sehari-hari agar memenuhi gizi Iengkap yang diperlukan tubuh. Metabolisme lemak rnenghasilkan energi lebih besar dibanding karbohidrat untuk berat yang sama. yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Di antara glikolisis dan sikius Krebs dihasilkan senyawa-senyawa antara yang berguna untuk bahan baku sintetis senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh. • Metabolisme karbohidrat. KATA • • • • • • • • • • • • • KUNCI anabolisme energi aktivasi enzim fermentasi fotolisis fotosintesis glikolisis kofaktor katabolisme kemosintesis metabolisme transpor elektron siklus Krebs .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->