Semikonduktor adalah unsur yang susunan atomnya memiliki elektron valensi lebih dari 1 dan kurang dari 8.

Semikonduktor adalah unsur yang atomnya memiliki 4 elektron valensi. Semikonduktor merupakan elemen dasar dari komponen elektronika seperti dioda, transistor dan sebuah IC (integrated circuit).Bahan semikonduktor contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Struktur atom kristal silikon, satu inti atom (nucleus) masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya. Pada suhu yang sangat rendah (0oK), struktur atom silikon divisualisasikan (Struktur dua dimensi kristal Silikon), (Doping Atom Trivalen), (Doping Atom Pentavalen)

Doping Tipe-N : (Kelebihan electron) Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan elektron. Tipe-P : silikon diberi doping Boron, Gallium atau Indium,(bahan dopingnya adalah bahan trivalen : ion yang memiliki 3 elektron pada pita valensi. ion silikon memiliki 4 elektron, ada ikatan kovalen yang bolong (hole) Model elektron hampir bebas : Struktur pita energy dapat dijelaskan oleh model electron hampir bebas dimana pita electron hanya dipengaruhi sedikit oleh potensial periodic dari ion inti. Refleksi Bragg dari gelombang electron dalam Kristal adalah penyebab dari energy gap. Persamaan Bloch : Fungsi Bloch membuktikan perlunya teorema bahwa solusi dari persamaan Schroedinger untuk potensial periodic harus dalam bentuk Khusus. k(r) = uk (r) exp (ik.r). Fungsi eigen dari persamaan gelombang untuk potensial periodic adalah produk dari gelombang bidang exp (ik.r) kali suatu fungsi uk(r) dengan keperiodakan dari kisi Kristal.Fungsi gelombang dari sebuah electron dari bentuk persamaan diatas dapat diuraikan dalam jumlah gelombang berjalan. Fungsi Bloch dapat diassembli menjadi paket gelombang terelokalisasi yang mewakili electron yang merambat dengan bebas melalui medan potensial dari ion inti.Theorem bloch valid jika k adalah nondegenerasi (tidak ada fungsi gelombang lain yang mempunyai energy vector gelombang seperti k Model Kronig-Penney Model Kronig-Penney menelaah perilaku electron dalam Kristal linear sederhana, memberikan ciri-ciri pokok tentang perilaku electron dalam potensial yang periodic. Meskipun modelnya sederhana esensinya tentang gerak electron dalam potensial berkala dapat ditampilakanModel Kronig-Penney menelaah gerak electron dalam suatu potensial berkala seperti gambar diatas mempunyai perioda (a+b), dengan perincian potensial sebagai berikut: a. V = 0 didaerah 0<x<a, b.V = V0 didaerah b<x<0

Gerakan elektron dalam zat padat sangat berbeda dari gerakan atom-atom dalam kristal. Secara umum setiap jenis bahan padat yang disusun oleh atom-atom selalu mengandung elektron-elektron. Namun demikian, elektron-elektron tersebut ada yang terikat erat pada ikatan atom-atom dan ada juga yang bebas. Elektron dikatakan bebas bilamana elektron tersebut dapat bergerak oleh karena suatu hal (misalnya medan listrik) secara bebas dari satu titik ke titik lain di seluruh kristal. Elektron yang bersifat demikian disebut elektron bebas. Sedangkan elektron yang tidak dapat bergerak bebas, yaitu elektron yang terikat dalam atom maupun ikatan antar atom, disebut elektron terikat. Struktur ikatan pada bahan loham memungkinkan zat padat jenis ini mengandung elektron bebas. Sedangkan bahan bukan logam lainnya, yaitu bahan-bahan yang mempunyai ikatan ionik atau kovalen, tidak memiliki elektron bebas. Dengan adanya elektron bebas ini logam mempunyai sifat-sifat yang khas, antara lain merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik sertapermukaannya mengkilat (sifat pantulnya baik) Struktur Kristal Susunan atom dalam kristal menentukan sifat dan perilaku zat padat. Susunan atom dalam kristal ternyata tidak sama, ada berbagai macam cara susunannya atau ada beberapa macam struktur kristalnya. Struktur kristal yang berbeda mempunyai susunan geometrik yang lain. Pengetahuan tentang susunan struktur geometrik sangat penting karena ternyata bahwa struktur kristal menentukan sifat-sifat zat padat.Suatu benda padat dikatakan kristal apabila atom-atom di dalamnya tersusun secara periodik di dalam ruang. Ciri-ciri Kristal 1. Ukurannya terbatas (tidak tak berhingga). 2. Tak mungkin dibuat kristal tanpa cacat geometric. 3.Tak mungkin dibuat kristal tanpa adanya adanya ketak-mumian zat.. 4.Pada suhu T> 0 kelvin, atom-atom dalam kristal bergetar di sekitar posisi kesetimbangannya Dalam ideasinya kita gambarkan bahwa keperiodikan ini adalah eksak. Kristal dengan keberkalaan yang eksak dan ukurannya yang tak berhingga dalam ruang dinamakan kristal sempuma Kristal itu memiliki kesetangkupan translasi, artinya apabila selur uh kristal itu digeser sejauh vektor diatas (yang menghubungi dua buah atomnya) maka keadaanya tetap sama. Kisi kristal Dalam kristalografi (telaah mengenai geometri kristal) setiap atom dalam kristal dianggap sebagai suatu titik, tepat pada kedudukan setimbang tiap atom itu di dalam ruang. Pola geometrik yang diperoleh dinamakan kisi kristal , atau secara singkat Kisi. Kisi Bravais Dalam suatu kisi kristal yang khusus, yaitu kisi Bravais, semua titik kisi itu ekivalen, artinya : semua titik itu mempunyai lingkungan geometrik yang tepat sama. Pada kisi bukan Bravais ada titik kisi yang tak ekivalen Basis Pada setiap titik kisi ada suatu basis atom-atom; setiap basis adalah identik dalam komposisinya, susunanya dan orientasinya. Suatu struktur kristal terjadi dengan menempatkan suatu basis pada setiap titik kisi. Struktur kristal = kisi + bravais [titik-titik bukan atom tetapi titik geometrik]

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful