BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Sekolah merupakan lembaga formal yang secara khusus dibentuk untuk menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat. Arah pembentukan lembaga ini yaitu memberikan kemudahan pencapaian perkembangan yang optimal terhadap peserta didik. Untuk mencapai perkembangan diri yang optimal, dalam kelembagaan sekolah diwujudkan dengan adanya bidang pelayanan pendidikan, salah satunya adalah pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Menurut Peraturan Pemerintah No. 28/1990 Tentang Pendidikan Dasar Bab X Bimbingan pasal 25 ayat (1) Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan, ayat (2) Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing, ayat (3) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (2) di atas oleh menteri. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan pada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan, kalimat tersebut telah secara langsung memuat pengertian dan tujuan pokok bimbingan dan konseling di sekolah. Atas dasar tersebut, bimbingan dan konseling di SMP Islam Raden Patah diarahkan agar siswa dapat berhasil dalam 3 hal. Pertama, keberhasilan dalam bidang akademik, yakni memperoleh hasil belajar yang optimal. Keberhasilan dalam hubungan sosial kemasyarakatan, yakni dalam membina hubungan yang baik dan sesuai dengan siapapun yang berada di lingkungan sekitarnya, dan yang ketiga adalah keberhasilan dalam persiapan karir, yakni pemahaman tentang diri dan menentukan karir/pekerjaan yang sesuai bagi dirinya nanti. Mengingat adanya keberagaman individu siswa di sekolah, maka perlu ditegaskan bahwa pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah harus menyusun program guna mengakomodasi Undang-undang nomor 20 tahun 2003 dan

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

1

Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 beserta peraturan-peraturan yang menyertainya. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnya memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya program pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Selain itu, dengan mengingat guru pembimbing memiliki tugas pokok dalam hal pengumpulan data siswa, memberikan layanan informasi, konseling perorangan, konseling kelompok, bimbingan karir, layanan penempatan, konsultasi dan tindak lanjutnya, maka diperlukan suatu program pelayanan bimbingan dan konseling yang di susun dalam program kegiatan layanan bimbingan dan konseling SMP Islam Raden Patah. 1.2. Visi dan Misi a) Visi dan Misi SMA Negeri 1 Kembang • Visi ” UNGGUL DALAM PRESTASI, RAMAH DALAM PELAYANAN, DAN BERBUDAYA ISLAMI ” Kami memilih visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga sekolah kami untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah. Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang: a. berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian b. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat c. ingin mencapai keunggulan d. mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah/madrasah e. mendorong adanya perubahan yang lebih baik f. mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah/madrasah

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

2

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas. • Misi a. Membentuk generasi bangsa yang unggul dalam prestasi dan kreatif b. Mengoptimalkan kemampuan peserta didik c. Memberikan kenyamanan dalam pelayanan d. Membudayakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari Di setiap kerja komunitas pendidikan, kami selalu menumbuhkan disiplin sesuai aturan bidang kerja masing-masing, saling menghormati dan saling percaya dan tetap menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan berdasarkan pelayanan prima, kerjasama, dan silaturahmi. Penjabaran misi di atas meliputi: 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki. 2. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah. 3. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal. b) Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling • Visi Visi bimbingan dan konseling adalah “terwujudnya kehidupan

kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah individu berkembang optimal, mandiri, dan bahagia”. • Misi Misi Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah untuk menunjang pengembangan siswa dan memandirikan siswa agar dapat menyelenggarakan kehidupan sehari-hari secara efektif melalui penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Agar siswa memiliki kompetensi dalam: beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemahaman diri dan lingkungan, pengambilan
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

3

keputusan, pengarahan diri, antisipasi dan pemenuhan tuntutan masa depan, dan pengaktualisasikan diri secara optimal. 1.3. Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Fungsifungsi tersebut adalah: a. Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik pemahaman meliputi : 1) Pemahaman tentang diri sendiri peserta didik terutama oleh pesert didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing. 2) Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk didalamnya lingkungan keluarga dan sekolah) terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumnya dan guru pembimbing. 3) Pemahaman lingkungan yang lebih luas (termasuk didalamnya informasi jabatan/pekerjaan, informasi social dan budaya/nilai-nilai) terutama oleh peserta didik. b. Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat, ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya. c. Fungsi penuntasan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling untuk mencapai hasil
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

4

sebagaimana terkandung didalam masing-masing fungsi itu. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil yang dicapainya secara jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi. 1.4. Tugas Guru Pembimbing/Konselor Konselor sekolah adalah guru pembimbing yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya, penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan “konselor adalah pendidik” dan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2005 mengemukakan “konselor adalah pelaksana pelayanan konseling di sekolah”. Dalam Pasal 39 Ayat 2 Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan: “Pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”. Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa seorang konselor juga merupakan pendidik, yaitu tenaga profesional yang bertugas: (1) merencanakan dan menyelenggarakan proses pembelajaran, (2) melakukan penilaian hasil pembelajaraan, (3) melakukan pembimbingan dan pelatihan. Arah pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran yang dimaksud adalah melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling yaitu berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling dan berbagai keterkaitannya serta penilaianya, sehingga guru pembimbing memiliki tugas pokok, yaitu :
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

5

1. mengumpulkan data siswa, 2. memberikan layanan informasi, 3. memberikan konseling perorangan, 4. memberikan bimbingan kelompok, 5. memberikan konseling kelompok, 6. memberikan layana penempatan dan penyaluran, 7. memberikan bimbingan karier, 8. melakukan layanan konsultasi, baik dengan siswa, orang tua atau dengan pihak-pihak lain yang terakait, 9. melakukan tindak lanjut dari hasil konferensi kasus, 10. mereferal kasus kepada pihak lain yang lebih berkompeten. Dalam melakukan tugasnya, seorang guru pembimbing harus memperhatikan asas-asas pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Asasasas tersebut adalah: 1. Asas kerahasiaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya sejumlah data dan keterangan peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan yaitu data atau keterangannya yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memiliki dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaannya benar-benar tejamin. 2. Asas kesukarelaan yaitu asas bimbingan dan konseling yang didasarkan akan adanya kesukarelaaan peserta didik (klien) untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperuntukan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan seperti itu. 3. Asas keterbukaan Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam keterangan tentang dirinya sendiri maupun berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini Guru Pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (klien). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran/layanan kegiatan. Agar peserta didik
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

6

dapat terbuka, Guru Pembimbing terlabih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpurapura. 4. Asas kegiatan, yatiu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran berpatrisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini Guru Pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 5. Asas kemandirian, yaitu bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yaitu : peserta didik (klien) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri sebagaimana telah diutarakan terdahulu. Guru Pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. 6. Asas kekinian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar obyek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (klien) dalam kondisinya sekarang. 7. Asas kedinamisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (klien) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. 8. Asas keterpaduan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh Guru Pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Untuk ini kerjasama antara Guru Pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

7

9. Asas kenormatifan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada, yaitu norma-norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan kebiasaan yang berlaku. 10. Asas keahlian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah professional. Dalam hal ini, para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. 11. Asas alih tangan kasus, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Guru Pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua, guru-guru lain, atau ahli lain dan demikian pula Guru Pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada Guru Mata Pelajaran dan ahli-ahli lain. 12. Asas tut wuri handayani, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, memberikan rangsangan dan dorongan serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju. Demikian juga segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan hendaknya disertai dan sekaligus dapat membangun suasana pengayoman, keteladanan dan dorongan seperti itu. Selain asas-asas tersebut saling terkait satu sama lain, segenap asas itu perlu diselenggarakan secara terpadu dan tepat waktu, yang satu tidak perlu dikedepankan atau dikemudiankan dari yang lain. Begitu pentingnya asas-asas tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa asasasas itu merupakan jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan pelayanan bimbingan dan konseling. Apabila asas-asas itu tidak dijalankan dengan baik

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

8

penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling akan tersendat-sendat atau bahkan berhenti sama sekali. 1.5. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling SMP Islam Raden Patah Tujuan dari pelayanan bimbingan dan konseling di SMP Islam Raden Patah mengacu pada tujuan umum dari pelayanan Bimbingan dan Konseling dan disesuaikan dengan visi dan misi, serta tujuan SMP Islam Raden Patah secara khusus. a) Tujuan Umum Tujuan umum bimbingan dan konseling di sekolah ialah memandirikan peserta didik dan mengembangkan kompetensi mereka secara optimal. Tujuan Umum ini diarahkan kepada pengenalan diri sendiri dan lingkungan, pengembangan diri, dan pengembangan arah karir yang dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan yang mengarah kepada keefektifan hidup sehari-hari, baik kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kehidupan yang terkait dengan pekerjaan dan karir. Arah yang dimaksudkan itu secara langsung dikaitkan kepada potensi peserta didik. Pengembangan potensi meliputi tiga tahapan, yaitu: pemahaman dan kesadaran (awareness), sikap dan penerimaan (accommodation), dan keterampilan atau tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan. b) Tujuan Khusus Dirumuskan dalam bentuk kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan peserta didik yang merujuk pada visi dan misi SMP Islam Raden Patah, yaitu unggul dalam prestasi, ramah dalam pelayanan, dan berbudaya islami, melalui kegiatan belajar mengajar, pengembangan diri (kegiatan ekstra kurikuler), dan layanan BK 17 plus. 1.5. Sasaran Sasaran kegiatan layanan bimbingan konseling SMA Negeri 1 Kembang adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Kembang selama mereka menjadi siswa di SMA Negeri 1 Kembang.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

9

BAB II LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH 2.1. Pengertian Bimbingan dan Konseling Sesuai dengan istilahnya, maka bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan atau tuntunan. Sedangkan definisi yang lebih mengarah kepada pelaksanaan bimbingan di sekolah dapat diartikan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara optimal terhadap sekolah, keluarga, serta masyarakat (Djumhur dan Surya, 1975). Dari definisi tersebut, terlihat bahwa bimbingan merupakan: 1. Suatu proses yang berkelanjutan, bahwa bimbingan bukan merupakan kegiatan yang diadakan secara kebetulan, insidental, tidak disengaja, dan sebagainya, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis, disengaja, berencana, berkelanjutan, dan terarah pada suatu tujuan. 2. Suatu proses yang ditujukan untuk membantu individu ke arah suatu tujuan yang positif sesuai dengan potensi yang dimilikinya. 3. Bantuan yang diberikan kepada individu yang memerlukan, mencakup seluruh siswa di SMP Islam Raden Patah. 4. Bantuan yang diberikan agar individu dapat menyesuaiakan diri dengan lingkungan di mana ia tinggal. Sedangkan pengertian dari konseling adalah suatu proses yang intensif untuk membantu individu agar dapat mencapai sasaran yang lebih efektif dalam perasaan, dan pikiran, serta kemampuan untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya. Perasaan positif misalnya : individu lebih terbuka pada pengalamannya, dapat mengenali perasaan dan sadar akan apa yang diinginkannya. Yang dimaksud dengan pikiran positif, yaitu individu mampu meregulasi perasaan-perasaan yang dialami, menghindari sikap defensif, mampu mengatasi persoalan yang sesuai dengan kapasitasnya, dan mampu membuat perencanaan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Sedangkan kemampuan memilih/menentukan sikap yang terbaik misalnya dapat mengambil keputusan tentang cara yang dapat memuaskan/memenuhi kebutuhannya dengan tidak
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

10

melanggar niai/norma yang berlaku, serta mampu meningkatkan kualitas relasi dengan ingkungan sehingga dapat beradaptasi secara optimal dengan lingkungan dengan memperhatikan tingkat perkembangannya. Dengan memperhatikan uraian di atas, maka bimbingan dan konseling dapat diartikan sebagai suatu proses untuk membantu siswa untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal bagi individu sesuai dengan kemampuannya, agar dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungannya. 2.2. Landasan Bimbingan dan Konseling Landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan, seperti landasan dalam pengembangan kurikulum, landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum. Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktorfaktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh Pembimbing selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Ibarat sebuah bangunan, untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh, maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. Demikian pula, dengan layanan bimbingan dan konseling, apabila tidak didasari oleh fundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi terkena dampak paling besar adalah individu yang dilayaninya (siswa). Secara teoritik, secara umum terdapat tiga aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling, yaitu landasan psikologis, landasan sosial-budaya, dan landasan ilmu pengetahuan (ilmiah) dan teknologi. Selanjutnya, di bawah ini akan dideskripsikan dari masing-masing landasan bimbingan dan konseling tersebut : 1. Landasan Psikologis Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

11

perlu dikuasai oleh konselor adalah tentang : (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan dan lingkungan, (c) perkembangan individu; (d) belajar; dan (e) kepribadian. a. Motif dan Motivasi Motif dan motivasi berkenaan dengan dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir, seperti : rasa lapar, bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar, seperti rekreasi, memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya. Selanjutnya motif-motif tersebut tersebut diaktifkan dan digerakkan,– baik dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik)–, menjadi bentuk perilaku instrumental atau aktivitas tertentu yang mengarah pada suatu tujuan. b. Pembawaan dan Lingkungan Pembawaan dan lingkungan berkenaan dengan faktor-faktor yang membentuk dan mempengaruhi perilaku individu. Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil dari keturunan, yang mencakup aspek psiko-fisik, seperti struktur otot, warna kulit, golongan darah, bakat, kecerdasan, atau ciri-ciri-kepribadian tertentu. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan dan untuk mengoptimalkan dan mewujudkannya bergantung pada lingkungan dimana individu itu berada. Pembawaan dan lingkungan setiap individu akan berbeda-beda. Ada individu yang memiliki pembawaan yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. Misalnya dalam kecerdasan, ada yang sangat tinggi (jenius), normal atau bahkan sangat kurang (debil, embisil atau ideot). Demikian pula dengan lingkungan, ada individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik.dan menjadi tersia-siakan.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

12

c. Perkembangan Individu Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pra natal) hingga akhir hayatnya, diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik, bahasa dan kognitif/kecerdasan, moral dan sosial. Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan, diantaranya : (1) Teori dari McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu; (2) Teori dari Freud tentang dorongan seksual; (3) Teori dari Erickson tentang perkembangan psiko-sosial; (4) Teori dari Piaget tentang perkembangan kognitif; (5) teori dari Kohlberg tentang perkembangan moral; (6) teori dari Zunker tentang perkembangan karier; (7) Teori dari Buhler tentang perkembangan sosial; dan (8) Teori dari Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa. Dalam menjalankan tugas-tugasnya, konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan, serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan. d. Belajar Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Manusia belajar untuk hidup. Tanpa belajar, seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya, dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu. Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tanda-tanda perkembangan, baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor/keterampilan. Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar, baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya. Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya adalah : (1)
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

13

Teori Belajar Behaviorisme; (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi; dan (3) Teori Belajar Gestalt. Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternatif konstruktivisme. e. Kepribadian Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 1978) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. Berangkat dari studi yang dilakukannya, akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian yang dianggap lebih lengkap. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1963) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat tingkah laku maupun psikologis dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. Sehingga terdapat kaitan erat antara predisposisi individu dengan tuntutan yang ada dalam lingkungannya. Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya, misalnya konstitusi dan kondisi fisik, tampang, hormon, segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh, sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Untuk memahami siswa sebagai individu, dipergunakan teori psikologi individual dari Allport (dalam Hall & Gardner, 1978). Definisi kepribadian dari Allport mengemukakan bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu atas sistem-sistem psikofisis yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya. Aspek-aspek tertentu dari definisi
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

14

ini patut mendapat tekanan khusus. Organisasi dinamis menekankan fakta bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah, meskipun sekaligus terdapat pengorganisasian atau sistem yang mengikat dan menghubungkan berbagai komponen dari kepribadian. Istilah “psikofisis” merujuk pada kepribadian bukanlah semata-mata mental dan juga tidak hanya neural melainkan merupakan gabungan keduanya. Organisasi mengisyaratkan beropersinya badan dan jiwa secara terpadu dan tak terpisahkan menjadi kesatuan pribadi. Allport mengungkapkan perbedaan kepribadian dengan watak (karakter). Watak merupakan suatu kepribadian yang dievaluasi/dinilai, sedangkan kepribadian adalah watak yang didevaluasi. Sedangkan temperamen merujuk pada disposisi-disposisi yang sangat erat kaitannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sangat sedikit sekali mengalami perubahan dalam perkembangan. Temperamen adalah bahan mentah yang bersama dengan inteligensi dan fisik membentuk kepribadian. Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien) maka konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien). Selain itu, seorang konselor juga harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya. Begitu pula, konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan kliennya. Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien, konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien, konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian kliennya. Oleh karena itu, agar konselor benar-benar dapat menguasai landasan psikologis, setidaknya terdapat empat bidang psikologi yang harus dikuasai dengan baik, yaitu bidang psikologi umum, psikologi perkembangan,

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

15

psikologi belajar, psikologi pendidikan, atau psikologi kognitif, dan psikologi kepribadian. 2. Landasan Sosial-Budaya Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya, ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan polapola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial-budaya yang ada di sekitarnya. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial-budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya. Lingkungan sosial-budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. Apabila perbedaan dalam sosial-budaya ini tidak “dijembatani”, maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal, yang pada akhirnya dapat menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang besangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dengan klien, yang mungkin antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda. Pederson dalam Prayitno (2003) mengemukakan lima macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuaian diri antar budaya, yaitu : (a) perbedaan bahasa; (b) komunikasi nonverbal; (c) stereotipe; (d) kecenderungan menilai; dan (e) kecemasan. Kurangnya penguasaan bahasa yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbeda-beda, dan bahkan mungkin bertolak belakang. Stereotipe cenderung menyamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (social prejudice) yang biasanya tidak tepat. Penilaian terhadap orang lain disamping dapat menghasilkan penilaian positif tetapi tidak sedikit pula menimbulkan reaksi-reaksi negatif. Kecemasan muncul ketika seorang individu memasuki lingkungan budaya lain yang unsur-unsurnya
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

16

dirasakan asing. Kecemasan yanmg berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya dapat menuju ke culture shock, yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa, dimana dan kapan harus berbuat sesuatu. Agar komuniskasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis, maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi. 3. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode, seperti: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, prosedur tes, inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling, seperti : psikologi, ilmu pendidikan, statistik, evaluasi, biologi, filsafat, sosiologi, antroplogi, ilmu ekonomi, manajemen, ilmu hukum dan agama. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling, baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli, juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian. Sejalan dengan perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi berbasis komputer, sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. Menurut Gausel (Prayitno, 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan. Dikemukakan pula, bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Berkenaan dengan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia, Prayitno (2003) memperluas landasan bimbingan dan konseling

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

17

dengan menambahkan landasan paedagogis, landasan religius dan landasan yuridis-formal. 4. Landasan paedagogis Landasan paedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi, yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan; (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling; dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling. 5. Landasan religius Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling ditekankan pada tiga hal pokok, yaitu : (a) manusia sebagai makhluk Tuhan; (b) sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama; dan (c) upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah. Ditegaskan pula oleh Moh. Surya (2006) bahwa salah satu tren bimbingan dan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spiritual. Berangkat dari kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami bangsa-bangsa Barat yang ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. Dewasa ini sedang berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya bimbingan dan konseling yang berlandaskan spiritual atau religi. 6. Landasan yuridis-formal Landasan yuridis-formal berkenaan dengan berbagai peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling, yang bersumber dari Undang-Undang Dasar, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri serta berbagai aturan dan pedoman

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

18

lainnya yang mengatur tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Indonesia, sehingga acuan dari program ini adalah : 1. UUD 1945, Perubahan Ke – 4; Dalam BAB XIII; Mengenai Pendidikan dan Kebudayaan. 2. U.U. REPUBLIK INDONESIA Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. P.P. REPUBLIK INDONESIA Nomor 29 Tahun 1990, Tentang Pendidikan Menengah. 4. Permendiknas REPUBLIK INDONESIA Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. 5. Permendiknas REPUBLIK INDONESIA Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan. 6. Permendiknas REPUBLIK INDONESIA Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. 2.3. Materi Bimbingan dan Konseling Adapun sasaran materi kegiatan bimbingan konseling adalah bertitik tolak pada pola Bimbingan Konseling, yaitu : 1. Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling, meliputi : a) Bidang bimbingan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi yang sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya agar selaras dengan visi dan misi SMP Islam Raden Patah dan norma masyarakat. b) Bidang bimbingan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. Bidang pelayanan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi, berargumentasi, bertingkah laku sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di sekolah, rumah, atau masyarakat.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

19

c) Bidang bimbingan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan di sekolah dan mengembangkan kebiasaan belajar secara mandiri. Bidang pelayanan ini meliputi pemantapan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif, penguasaan materi, program belajar di sekolah sesuai dengan kondisi individu dan lingkungan. d) Bidang bimbingan karier, bertujuan untuk membantu siswa dalam merencanakan masa depan seperti memilih sekolah lanjutan, mengenal jenis pekerjaan dan jenis-jenis pekerjaan yang sesuai dengan potensi dirinya. 2. Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling, meliputi : a) Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. b) Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. c) Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. d) Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. e) Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. 3. Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling, meliputi : a) Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, aturan yang berlaku di sekolah dan mampu beradaptasi secara baik dengan warga sekolah. b) Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, gambaran mengenai karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

20

c) Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat sesuai potensi yang dimiliki di dalam kelas, kelompok belajar, dan kegiatan ekstra kurikuler. d) Pembelajaran, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai keahlian tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. e) Bimbingan dan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya yang memungkinkan siswa memperoleh layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing di ruang BP/BK. f) Bimbingan Kelompok, yaitu layanan untuk membantu peserta didik yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama memperoleh materi yang berguna bagi kehidupannya serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. g) Bimbingan dan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi yang dilakukan secara berkelompok atau klasikal. h) Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. i) Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan atau memperbaiki hubungan antar sesama siswa atau dengan warga sekolah yang lain, sehingga terhindar dari pertentangan lebih lanjut. 4. Satuan layanan (Satlan) merupakan salah satu bagian dari program bimbingan yang memuat satuan topik bahasan yang akan disampaikan kepada siswa dalam satu pertemuan atau beberapa waktu pertemuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Satuan layanan (Satlan) ini berfungsi sebagai acuan bagi guru pembimbing/konselor untuk dapat melaksanan layanan bimbingan dan konseling agar lebih efektif dan terarah. Komponen-komponen utama dalam satuan layanan (satlan) tersebut adalah:
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

21

a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.

Topik permasalahan Jenis layanan Bidang bimbingan Fungsi layanan Tujuan layanan Sasaran layanan Metode penyampaian Waktu pelaksanaan Pihak-pihak terkait, dan Catatan khusus selama pelaksanaan bimbingan konseling

5. Kegiatan Pendukung, meliputi : a) Instrumentasi BK, yaitu kegiatan pengumpulan data peserta didik, keterangan tentang lingkungan peserta didik atau lingkungan yang lebih luas melalui instrumen tes maupun bukan alat tes. b) Penyelenggaraan Himpunan Data, yaitu kegiatan melakukan inventaris data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. c) Konferensi Kasus, yaitu kegiatan pembahasan masalah perserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang terkait bagi terselesaikannya masalah peserta didik yang bersifat terbatas dan tertutup. d) Home Visit/kunjungan rumah, yaitu kegiatan untuk memperoleh data dan gambaran secara lengkap mengenai peserta didik yang sedang memiliki masalah, untuk pembahasan dan pemecahan masalah yang dilakukan di rumah/tempat tinggal peserta didik. e) Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. f) Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik ke pihak lain sesuai dengan keahlian dan wewenangnya.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

22

Kompetensi yang akan dikembangkan dalam layanan bimbingan dan konseling di SMP Islam Raden Patah dapat digambarkan melalui langkah-langkah sebagaimana tergambar dalam diagram berikut:

Tugas Perkembangan

Bimbingan Pribadi

Bimbingan Belajar

Bimbingan Sosial

Bimbingan Karir

Kompetensi

Materi Bimbingan dan Konseling

Materi Bimbingan dan Konseling - Layanan - Pendukung - Penilaian Gambar 1. Diagram Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Kembang
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

23

2.4.

Metode Bimbingan dan Konseling Metode yang dapat digunanakan dalam menyampaikan layanan bimbingan dan konseling meliputi bermacam-macam metode yang meliputi: a. Metode ceramah, b. Metode tanya jawab, c. Metode diskusi dan demontrasi, d. Metode curah pendapat (brain stroming) e. Metode kelompok kecil (buzz group) terdiri dari 3-4 orang f. Metode rembug sejoli (2 orang) g. Metode merespon media h. Metode karya wisata i. Metode surat menyurat, j. Metode studi kasus, dll.

2.5. Format Kegiatan dan Tempat Pelaksanaan 1. Format Kegiatan : a) Individual, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. b) Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas untuk memberikan layanan secara perorangan sesuai dengan kondisi/keadaan masalah siswa. c) Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui kelompok. d) Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. e) Melakukan koordinasi dengan guru bidang studi lain serta wali kelas dalam rangka pengentasan masalah siswa f) Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

24

Adapun tekhnik penyampaian yang digunakan antara lain melalui konseling, wawancara, diskusi kelompok, bermain peran, kuiz, ceramah dan tanya jawab. 2. Tempat Pelaksanaan : Kegiatan layanan bimbingan konseling dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang pengaturan tempatnya : • • • • Layanan bimbingan secara klasikal dilaksanakan di dalam kelas. Layanan bimbingan secara kelompok dilaksanakan di dalam kelas, Layanan secara individual dilaksanakan di ruang BK atau tempat Layanan Home visit dilakukan di rumah/tempat tinggal peserta

lapangan, atau ruangan lain yang diseusaikan dengan kebutuhan. lain yang telah disepakati bersama. didik.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

25

BAB III PENGORGANISASIAN 3.1. Bimbingan dan Konseling dalam Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Kembang Organisasi layanan bimbingan konseling meliputi segenap unsur dengan struktur organisasi sebagai berikut : Kepala Sekolah Komite Sekolah Kesiswaan Guru Pembimbing Pembina OSIS

Guru Bidang Studi

S

I

S

W

A

Wali Kelas

Keterangan :

: Garis Komando : Garis Koordinasi

Bagan 1. Organigram layanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang Personil pelaksana layanan bimbingan konseling adalah segenap unsur yang terkait dalam organigram layanan BK, dengan guru pembimbing sebagai pelaksana utamanya. Adapun uraian tugas masing-masing personil adalah sebagai berikut : 1. Kepala Sekolah

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

26

Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh mempunyai tugas:  Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran dan bimbingan merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.  Menyediakan prasarana, tenaga, sarana dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya layanan bimbingan,  Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan & pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut layanan bimbingan.  Mempertanggungjawabkan pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah pada Kanwil/Kepala Dinas. 2. Bagian Kesiswaan Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan-kegiatan OSIS dalam rangka menegakan disiplin dan tata tertib sekolah. 3. Pembina OSIS Melakukan pembinaan siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler dan OSIS . 4. Guru Pembimbing Guru pembimbing bertugas untuk : 1. Memasyarakatkan layanan bimbingan konseling kepada segenap warga sekolah dan orang tua siswa 2. Menyusun program bimbingan konseling 3. Melaksanakan program bimbingan konseling 4. Mengadministrasikan layanan bimbingan konseling 5. Mengumpulkan data tentang siswa 6. Meneliti kemajuan dan perkembangan siswa 7. Menilai proses dan hasil layanan bimbingan konseling, dan melaksanakan tindak lanjut 8. Menilai program dan pelaksanaan bimbingan konseling 9. Memberikan tindak lanjut terhadap hasil penilaian BK dan melaporkan secara tertulis pada Kepala Sekolah 5. Guru Bidang Studi
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

27

Sebagai personil sekolah yang sehari-hari langsung berhubungan dengan siswa maka guru memiliki peran dalam layanan konseling, sebagai berikut: 1. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa 2. Membantu guru pembimbing mengidentifikasi dan mengumpulkan data tentang siswa yang memerlukan layanan konseling. 3. Membantu mengembangkan suasana kelas yang menunjang pelaksanaan pelayanan konseling. 4. Menangani dan mengalihtangankan kasus yang tidak dapat ditangani oleh guru mata pelajaran kepada guru pembimbing. 5. Menerima siswa yang dialih tangankan dari guru pembimbing untuk menangani kesulitan belajar (perbaikan/pengayaan). 6. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan konseling. 7. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus. 8. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan bimbingan konseling. 9. Membantu mengumpulkan informasi dalam rangka penilaian pelayanan konseling dan upaya tindak lanjutnya. 10. Memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa yang memerlukan layanan bimbingan konseling. 11. Berpartisipasi aktif dalam menangani permasalahan siswa. 6. Wali Kelas Sebagai pengelola kelas tertentu maka bertugas sebagai berikut : 1. Membantu guru pembimbing dalam melaksanakan tugas-tugas khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya 2. Menangani siswa bermasalah yang menjadi tanggung jawabnya sebelum dilimpahkan pada guru pembimbing 3. Membantu guru bidang studi melaksanakan peranannya dalam layanan bimbingan, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

28

4. Mengkoordinasi informasi dan kelengkapan data untuk membantu layanan bimbingan seperti : daftar nilai, absensi, angket siswa, angket orang tua, laporan observasi siswa, catatan khusus mengenai siswa, catatan home visit dll. 3.2. Mekanisme Penanganan Peserta Didik Pembinaan siswa dilaksanakan oleh seluruh unsur pendidikan di sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Penanganan siswa bermasalah di sekolah adalah sebagai berikut : 1. Seorang siswa yang melanggar tata tertib dapat ditindak oleh semua guru/petugas lain, guru piket, wali kelas bahkan langsung oleh Kepala Sekolah 2. Tindakan tersebut diinformasikan kepada wali kelas yang bersangkutan untuk ditindak lanjuti 3. Sementara guru pembimbing berperan dalam mengetahui sebab-sebab yang melatarbelakangi sikap dan tindakan siswa tersebut. Dalam hal ini guru pembimbing bertugas membantu menangani masalah siswa tersebut dengan meneliti latar belakang tindakan siswa melalui serangkaian wawancara dan informasi dari sejumlah sumber data, setelah wali kelas merekomendasikannya. Mekanisme penanganan siswa bermasalah di SMP Islam Raden Patah dapat dilihat secara jelas melalui bagan di bawah ini :

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

29

Tenaga Ahli/ Instansi Lain

KEPALA SEKOLAH

Komite Sekola h

Guru Piket Guru Bidang Studi Petugas Lain

Koordinator dan Guru Pembimbing

Wali Kelas dan Kesiswaan/ Pembina OSIS

S

i

s

w

a

Bagan 2. Alur penangan siswa 3.3. Kategori Permasalahan Siswa dan Penanganannya • Masalah (kasus) ringan: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, bertengkar, berpacaran, mencuri kelas ringan. Kasus ringan dibimbing oleh wali kelas dan guru dengan berkonsultasi kepada guru pembimbing dan mengadakan kunjungan rumah. • Masalah (kasus) sedang: gangguan emosional, berpacaran, dengan perbuatan menyimpang, berkelahi antar sekolah, kesulitan belajar karena gangguan di keluarga, berkelahi dengan teman sekolah, mencoba minum minuman keras, mencuri kelas sedang, melakukan gangguan sosial dan asusila yang masih dapat diperbaiki. Kasus sedang dibimbing oleh guru pembimbing (konselor), dengan berkonsultasi dengan kepala sekolah, ahli/profesional, polisi, guru dan sebagainya. Dapat pula mengadakan konferensi kasus. • Masalah (kasus) berat:
30

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

gangguan emosional berat, kecanduan alkohol dan narkotika,

pelaku

kriminalitas, peserta didik hamil/menggugurkan kandungan, percobaan bunuh diri, perkelahian dengan alat (misalnya ikat pinggang, senjata tajam atau senjata api). Kasus berat dilakukan referal (alih tangan kasus) kepada ahli psikologi, psikiater, dokter, polisi, ahli hukum yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kegiatan konferensi kasus. Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling. Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan yang berlakuyang disebut dengan kode etik siswa SMA Negeri 1 Kembang. Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah, aturan (tata tertib) siswa beserta sanksinya perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. Namun sekolah di sini bukan merupakan lembaga pengobatan atau rehabilitasi sehingga penanganan siswa yang mengalami gangguan psikologi yang termasuk abnormal, siswa mentally retarded, siswa yang membutuhkan perawatan khusus dalam hal kesehatan atau siswa dengan kecenderungan perbuatan mengarah kriminalitas akan di alihkasuskan ke pihak yang secara khusus menangani masalah tersebut. Perlu diingat bahwa pengalihan kasus bukan berarti pihak sekolah berkeinginan untuk memindahkan tanggung jawab, namun harus dilihat bahwa SMA Negeri 1 Kembang merupakan sekolah negeri yang tidak mengkhususkan diri dalam penanganan kasus-kasus yang demikian. Untuk membentuk siswa SMA Negeri 1 Kembang agar sesuai dengan visi dan misi sekolah, selain menggunakan pendekatan pertama juga menggunakan pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

31

mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. 3.4. Daftar Petugas/Staf Bimbingan dan Konseling Untuk kelancaran dalam melaksanakan pelayanan bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Kembang, maka Kepala Sekolah menetapkan personalia BK sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah 3. Pembina OSIS 4. Koordinator BP/ BK 5. Guru BP/BK : Drs. Nur Kholiq : Santi Indriyastuti, S.Sos : Doso Prasetyo,S.Pd : Reko Wibowo,SH,S.Pd. 2. Pembantu Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan : Drs. Sholikhul Hadi

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

32

BAB IV PROGRAM KEGIATAN 1.1. Program Tahunan Program tahunan yang didalamnya meliputi program semesteran dan bulanan yaitu program yang akan dilaksanakan selama satu tahun pelajaran dalam unit semesteran dan bulanan. Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas. Program tahunan dipecah menjadi program semesteran dan program semesteran dipecah menjadi program bulanan. Program ini dibuat sesuai dengan alokasi waktu untuk setiap 4 bidang bimbingan dan 7 layanan dalam satu tahun pelajaran. (Lihat dalam lampiran) 1.2. Program Bulanan Program bulanan didalamnya meliputi program mingguan dan harian, yatiu program yang akan dilaksanakan selama satu bulan dalam unit mingguan dan harian. Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan selama satu bulan untuk kurun bulan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya dengan modifikasi sesuai dengan kebutuhan siswa. Program bulanan merupakan jabaran dari program semesteran, sedangkan program mingguan merupakan jabaran dari program bulanan. (Lihat dalam lampiran) 1.3. Program Harian Program harian yaitu program yang akan dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan untuk kelas tertentu. Program ini dibuat secara teretulis pada satuan layanan (satlan) dan atau kegiatan pendukung (satkung) bimbingan dan konseling. (Lihat dalam Lampiran) 1.4. Program Pengembangan Diri
33

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

Program pengembangan diri SMA Negeri 1 Kembang dilaksanakan melalui koordinasi guru pembimbing dengan bagian kesiswaan dan pembina OSIS dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang bertugas untuk memberikan masukan dan menyalurkan siswa sesuai dengan bakat/potensi yang dimiliki. Sedangkan pada tataran pelaksanaan, dilakukan sepenuhnya oleh bagian kesiswaan dan Pembina OSIS. Jenis kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kembang Patah adalah sebagai berikut : 1. Krida, meliputi Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) SMA Negeri 1 Kembang, Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS dan DKM, Latihan BarisBerbaris untuk semua siswa SMA Negeri 1 Kembang. 2. Karya Ilmiah, melalui Kelompok Pencinta Mata Pelajaran yang meliputi English Club (kelompok pecinta mata pelajaran bahasa inggris), Science Club (Kelompok pecinta mata pelajaran IPA), Math Club (kelompok pecinta mata pelajaran Matematika), dan IT Club (kelompok pengembangan mata pelajaran TIK). 3. Latihan keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga (melalui kegiatan ekskul sepakbola dan merpati putih), seni dan budaya (ekskul teater, seni degung dan band), dan pengembangan keagamaan melalui ekskul ROHIS yang membawahi DKM dan seni membaca Al-qur’an (Tilawah). 1.5. Pelaksanaan Program tatap muka secara klasikal dengan peserta dan didik untuk

a. Di dalam jam pembelajaran sekolah : 1) Kegiatan menyelenggarakan layanan informasi, penempatan penyaluran,

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

34

penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. 2) Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 1 (satu) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal 3) Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan selama jam kerja guru pembimbing maksimal setara dengan dua jam pembelajaran untuk setiap peserta didik. b. Di luar jam pembelajaran sekolah : 1) Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan,, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. 2) Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. 3) Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Program pelayanan konseling di SMA Negeri 1 Kembang dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas, dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. 1.6. Jadwal Kegiatan Dalam kegiatan belajar mengajar, mengacu pada jadwal yang diberikan oleh bagian kurikulum SMA Negeri 1 Kembang dimana guru pembimbing diberikan waktu untuk memberikan materi di dalam kelas selama 1 jam pembelajaran di masing-masing kelas. (Jadwal terlampir) b. Kegiatan Layanan Bimibingan dan Konseling
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

a. Kegiatan Belajar Mengajar

35

Untuk layanan konseling individu atau kelompok atau layanan lainnya, dilakukan baik di ruang bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang maupun ruangan lain yang dapat dipergunakan dengan persetujuan bagian kurikulum, sarana dan prasarana, dan kepala sekolah. Adapun jadwal layanan tersebut dijadwalkan sesuai dengan jam kerja guru pembimbing, yaitu: Setiap hari Senin s/d Sabtu, pukul 07.00 – 13.30, dikurangi dengan waktu mengajar di dalam kelas. 1.7. Sarana dan Prasarana Sarana yang diperlukan, untuk menunjang kegiatan layanan bimbingan dan konseling adalah : 1. Alat pengumpul data, baik test maupun non test, seperti :
-

a. Sarana

Angket (siswa, orang tua dan guru). Blangko (observasi, wawancara, anekdot dsb). Blangko home visit (pemberitahuan dan laporan). Format-format layanan (satuan layanan, satuan kegiatan, laporan). Data-data lain (buku daftar hadir, buku catatan pelanggaran, buku

surat, daftar siswa asuh, absensi siswa, prestasi belajar Siswa dan sosiogram siswa).
2.

Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu buku himpunan data, buku kode etik siswa, dan buku catatan pelanggaran siswa.

3.

Perlengkapan administrasi, seperti alat tulis menulis, format rencana satuan layanan dan kegiatan pendukung, buku tamu, dan buku administrasi surat.

b. Prasarana Prasarana bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang yang telah tersedia adalah:
a. b.

Ruang BK merangkap ruang konseling. Dua set meja kursi guru pembimbing.
36

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

c. Satu set komputer dan printer. d. Satu buah jam dinding
e.

Satu set papan tulis untuk keperluan program kegiatan, organigram, dan rekapitulasi permasalahan siswa.

f.

Sebuah tempat penyimpanan dan locker.

c. Denah Ruang Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Kembang Ruang bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang terletak di lantai dua, dengan denah ruangan sebagai berikut:
Meja Pembimbing

Pintu

Tempat Penyimpanan Berkas

Locker

Meja Pembimbing

Kursi

1.8.

Penyusunan Anggaran Anggaran disusun berdasarkan analisis kebutuhan program bimbingan dan

konseling SMA Negeri 1 Kembang dengan melihat pengeluaran yang secara rutin dilakukan setiap tahun ajaran dan kebutuhan yang muncul pada tahun ajaran baru

Kursi

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

37

baik untuk sarana maupun prasarana. Rencana anggaran bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang dapat dilihat pada lampiran. BAB V EVALUASI DAN TINDAK LANJUT 5.1. Evaluasi Kegiatan

Evaluasi kegiatan bimbingan konseling SMA Negeri 1 Kembang berfungsi untuk melihat hasil layanan bimbingan dan konseling dalam bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar dan bimbingan karir. Selain itu juga kegiatan penilaian ini dimaksudkan untuk menilai sejauh mana kegiatan bimbingan dan konseling yang sudah dapat dilaksanakan sudah sesuai dengan yang telah diprogramkan baik melalui program satuan layanan, program kegiatan pendukung, program semester maupun program tahunan. Kegiatan penilaian ini dilakukan pada setiap akhir pelaksanaan kegiatan satuan layanan maupun pada setiap akhir kegiatan pendukung, sehingga dapat dengan segera diketahui program/kegiatan mana yang dapat dikembangkan atau program/kegiatan mana yang tidak mungkin dikembangkan atau mungkin saja ada kegiatan yang harus diperbaiki/direvisi. Sedangkan untuk pelaporan pelaksanaan kegiatan dilaporkan pada setiap akhir tahun ajaran ke kepala sekolah. Penilaian hasil kegiatan layanan bimbingan dan konseling SMA Negeri 1 Kembang dilakukan dengan tujuan untuk: mengentaskan masalah siswa dan pengembangan aspek-aspek kepribadian siswa seperti kedisiplinan, motivasi, kebiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta apresiasi terhadap nilai dan moral. Secara garis besar, penilaian dilakukan dengan mengacu pada: 1. Untuk mengetahui keberhasilan layanan dilakukan penilaian, dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan tersebut efektif dan dapat membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan. 2. Penilaian ditunjukan oleh perolehan siswa yang menjalani layanan. Perolehan diorientasikan pada: a) Pengentasan masalah siswa, sejauh manakan perolehan siswa menunjang
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

38

bagi pengentasan masalahnya. Perolehan itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah laku positif, khususnya berkenaan dengan masalah dan perkembangan diri siswa. b) Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, motivasi, kebiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep dirinyapun berkomunikasi, kreatifitas, apresiasi terhadap nilai dan moral. 3. Secara khusus fokus penilaian diarahkan kepada berkembangnya : a) b) c) Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan, dalam kaitannya Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah dengan masalah yang dibahas. dibawakan melalui layanan. pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang dialaminya. 4. Penilaian dapat dilakukan melalui : a) Format individual, kelompok dan atau klasikal. b) c) Media lisan dan atau tulisan. Penggunaan panduan dan atau instrument baku dan atau yang

disusun sendiri oleh guru pembimbing. 5. Tahap-tahap penilaian meliputi : a) Penilaian segera (laiseg), merupakan penilaian tahap awal yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirnya layanan yang dimaksud. b) Penilaian jangka pendek (laijapen), merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah satu (atau lebih) jenis layanan dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan. c) Penilaian jangka panjang (laijapang), merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu, seperti satu semester. Penilaian dalam kegiatan bimbingan dan konseling dapat dilakukan juga terhadap proses kegiatan dan pengolahannya, yaitu terhadap : a) Kegiatan layanan bimbingan dan konseling. b) Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

39

c) Mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam kegiatan. d) Pengelolaan dan administrasi kegiatan. Hasil penilaian proses digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh. (Format penilaian dapat dilihat pada lampiran) 5.2. Tindak Lanjut

Tindak lanjut pelaksanaan progam layanan bimbingan dan konseling didasarkan pada hasil analisis, yang dapat dilakukan dengan cara: 1. Tindak lanjut bersifat singkat dan segera, misalnya pemberian penguatan (reinforcement), penugasan kecil yang berguna bagi siswa (seperti mencari artikel tentang remaja) 2. Menempatkan atau mengikutsertakan siswa yang bersangkutan dalam jenis layanan tertentu (misalnya dalam layanan bimbingan kelompok atau konseling kelompok) 3. Membentuk program satuan layanan atau pendukung yang baru sebagai kelanjutan atau pelengkap layanan/ pendukung yang terdahulu. Kegiatan tindak lanjut ini dilaksanakan dengan mengacu kepada hasil evaluasi atau kegiatan penilaian yang dituangkan dalam program tahunan. Kegiatan penilaian dilakukan setiap akhir kegiatan, maka begitupun halnya dengan kegiatan tindak lanjut ini.

KTSP SMAN 1 Kembang 2010 - 2011

40

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times