ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

MODUL KE - 14
POKOK-POKOK PERASURANSIAN

UDJIANI HATININGRUM

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA
Materi Kuliah :

1. Pengertian Umum Asuransi, 2. Unsur-Unsur Asuransi, 3. Tujuan Asuransi, 4. Polis, 5. Macam-Macam Asuransi, 6. Syarat Batalnya Asuransi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

UDJIANI HATININGRUM

ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

2

Pengertian Asuransi. Kerusakan atau kehilangan yang terjadi karena cacatnya barang yang dipertanggungkan itu sendiri atau oleh karena pembusukan sendirinya. dengan menerima premi asuransi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 3 . yang dimaksud asuransi adalah : perjanjian antara dua pihak atau lebih. untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian. atau tanggung jawab hukum kepada pihak ke tiga (3) yang mungkin akan pasti. tidak termasuk dalam tanggungan si penanggung. atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang ditanggungkan. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. kecuali kalau hal itu ditegaskan dalam perjanjian bahwa yang demikian itu termasuk di dalam pertanggungan. Menurut UU No. Menurut Pasal 246 KUHD. dengan menerima suatu premi. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung.1. Asuransi (Pertanggungan) adalah : Suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang (tertanggung). kerusakakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tak tertentu. atau karena sifatnya sendiri.

Pencurian adalah suatu kemungkinan. merupakan jumlah yang dapat dinilai dengan uang. peristiwa itu tidak dapat dipastikan. karena sifat bensin demikian. untuk itu haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Misalnya barang hilang. Misalnya tabrakan mobil. adalah merupakan hal yang sudah pasti terjadi.Untuk menentukan kerugian-kerugian mana yang dapat diasuransikan. Sebaliknya barang berkurang karena menguap. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 4 . d. bukan merupakan akibat dari kesengajaan. b. bukan merupakan hal yang mustahil. Tidak sengaja : Peristiwa itu bukan merupakan perbuatan yang dibuat dengan sengaja oleh tertanggung dan terjadi di luar pengetahuannya. karena kecurian. c. Tabrakan mungkin terjadi. bukan merupakan hal yang sudah pasti. Peristiwa yang tidak pasti : Peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian itu bukanlah merupakan peristiwa yang mesti akan terjadi. misalnya bensin. tetapi harus merupakan suatu kemungkinan. Bukan hal yang mustahil : Peristiwa yang menimbulkan kerugian itu haruslah merupakan suatu kemungkinan yang dapat terjadi. tetapi tidak mesti itu terjadi dan tidak dapat dipastikan kapan tabrakan itu terjadi.

peristiwa adanya peristiwa yang belum tentu terjadi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 5 . Misalnya mobil terbakar. Premi adalah : kewajiban utama yang wajib dipenuhi oleh tertanggung kepada penanggung. Berupa uang : ganti kerugian dititikberatkan pada sejumlah uang (Asuransi Sejumlah Uang). maka berapa harga mobil tersebut dapat dinilai kerugiannya dengan jumlah uang. Premi harus dibayar lebih dahulu oleh tertanggung karena tertanggunglah pihak yang berkepentingan. Berupa barang : ganti rugi dititikberatkan pada wujud berupa barang (Asuransi Kerugian). Premi . b. c. Ada 3 unsur asuransi. 2. Unsur-Unsur Asuransi. Kerugian-kerugian yang diderita oleh tertanggung dapat diganti. dan diganti ruginya dapat berupa barang dan uang. antara lain : a.Dapat dinilai dengan uang : Kerugian tersebut haruslah dapat ditaksir dinilai dengan uang. ganti rugi atau adanya ganti rugi .

Dalam praktiknya penetapan besarnya jumlah premi itu diperjanjikan oleh tertanggung dan penanggung secara layak dan dicantumkan dalam polis. dihitung berdasarkan persentase terhadap nilai risiko yang dialihkan. asuransi tidak berjalan. Jika premi tidak dibayar pada waktu yang telah ditentukan. d. Dalam praktik asuransi. Penetapan tingkat premi asuransi harus didasarkan pada perhitungan analisis risiko yang sehat. Kriteria premi asuransi antara lain : a.Untuk mencegah terjadi pembatalan asuransi karena premi tidak dibayar biasanya pihak-pihak mencantumkan klausula dalam polis yang menyatakan “Premi harus dibayar di muka (pada waktu yang telah ditentukan)”. Pemi asuransi merupakan syarat mutlak untuk menentukan perjanjian asuransi dilaksanakan atau tidak. Jika terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian. dibayar lebih dahulu oleh tertanggung . penanggung biasanya sudah menentukan syarat umum pembayaran premi seperti yang ditetapkan dalam polis. sebagai imbalan pengalihan risiko . Besarnya jumlah premi yang harus dibayar oleh tertanggung ditentukan berdasarkan penilaian risiko yang dipikul oleh penanggung. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 6 . penanggung tidak berkewajiban membayar kalim tertanggung. c. dalam bentuk sejumlah uang . b.

Pada premi restorno harus dipenuhi syarat bahwa penanggung tidak menghadapi bahaya. bukan karena itikad jahat tertanggung. baik untuk seluruhnya maupun untuk sebagian jika asuransi gugur atau batal. Tujuan Asuransi. 3. Mengalihkan segala resiko yang timbulkan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat diharapkan terjadi kepada orang lain yang mengambil resiko untuk mengganti kerugian. Mengganti kerugian pada tertanggung. Sudah selayaknya premi yang sudah dibayar oleh tertanggung itu dikembalikan oleh penanggung. sedangkan tertanggung telah bertindak dengan itikad baik. Tujuan Asuransi adalah : a. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 7 .Premi Restorno : Premi yang telah dibayar oleh tertanggung kepada penanggung dapat dituntut pengembaliannya. melainkan karena penanggung tidak menghadapi bahaya. Pasal 281 KUHD menekankan pada syarat bahwa asuransi gugur atau batal bukan karena kesalahan tertanggung. Premi yang harus dibayar kembali penanggung disebut premi restorno. b.

yang menjadi objek asuransi adalah : Benda dan jasa. serta semua kepentingan lain yang dapat hilang. berarti punya harga. Objek Asuransi adalah : Kepentingan yang diasuransikan dapat dinilai dengan uang. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 8 . tidak bertentangan dengan ketertiban umum/kesusilaan. tidak dikecualikan oleh undang-undang. Menurut Pasal 268 KUHD Objek Asuransi adalah semua kepentingan yang : a. tanggung jawab hukum. dapat terkena bahaya . jiwa dan raga. premi asuransi dan ganti rugi (bila ada) dinyatakan dalam nilai uang. 2 tahun 1992 tentang perasuransi. dapat dinilai dengan jumlah uang . Dimana harga pertanggungan. dalam hal ini dimana dalam asuransi kerugian yang ditanggung oleh penanggung adalah bahaya yang tidak diketahui lebih dahulu apakah akan terjadi. c. rusak rugi. dan atau berkurangnya nilai. b. kesehatan manusia. artinya tidak dilarang undang-undang. Objek Asuransi adalah : Kepentingan yang diasuransikan dapat terkena bahaya. Objek Asuransi adalah : Kepentingan yang diasuransikan tidak dikecualikan oleh undang-undang.Objek Asuransi : Menurut UU No.

Menurut Pasal 256 KUHD setiap polis (kecuali polis asuransi jiwa yang diatur tersebut dalam Pasal 304 KUHD) harus memuat hal-hal sebagai berikut : a. e. b. b. uraian mengenai suatu kerugian yang cukup jelas mengenai barang yang dipertanggungkan . Dalam asuransi. d. nama orang yang menutup pertanggungan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 9 . sebagai lembaga pelimpahan resiko. pengertian resiko diartikan sebagai ketidakpastian mengenai kerugian. tanggal diadakannya pertanggungan (waktu adanya kata sepakat) .Fungsi Lembaga Asuransi adalah : a. c. 4. Polis adalah : surat yang dikeluarkan oleh penanggung sebagai bukti bahwa seseorang/suatu perusahaan/suatu Badan Hukum telah menutup pertanggungan dengan perusahaan asuransi (pertanggungan). bahaya apa yang ditanggung oleh si penanggung . sebagai lembaga penyerap dana dari masyarakat. atas tanggungan sendiri atau tanggungan seorang ketiga . Ketidak pastian maksudnya adalah Ketidakpastian akan terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang menciptakan kerugian. jumlah uang pertanggungan . Polis.

jenis usaha perasuransian meliputi : a. 5. b. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 10 . usaha asuransi kerugian yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian. usaha reasuransi yang memberikan jasa dan pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan atau Perusahaan Asuransi Jiwa. premi pertanggungan tersebut . pada umumnya semua keadaan yang kiranya bagi si penanggung untuk diketahuinya dan segala syarat-syarat yang diperjanjikan anatara para pihak. kehilangan manfaat. dan tanggungjawab hukum kepada pihak ketiga yang tibul dari peristiwa yang tidak pasti . usaha asuransi jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan . h.f. Jenis Usaha Perasuransian. g. c. saat pada mana bahaya mulai berlaku untuk tanggungan si penanggung dan saat berakhirnya . Menurut Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.

Asuransi terhadap kebakaran. Asuransi terhadap bahaya dalam pengangkutan di darat dan di sungaisungai. Asuransi terhadap bahaya di laut dan perbudakan. Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen).Jenis-jenis asuransi menurut Pasal 247 KUHD ada 5 macam. b. b. Asuransi Wajib terdiri dari : a. Asuransi Wajib : Yaitu jenis asuransi yang wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang berkepentingan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Asuransi Wajib (Compulsory Insurance). maka kita dapat menggolongkan atas : a. Asuransi Kerugian. yaitu: a. e. d. c. Macam -Macam Asuransi. Asuransi Sejumlah Uang. b. Asuransi terhadap kematian orang (asuransi Jiwa). c. c. Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas “Jasa Raharja”. Melihat sifat asuransi. Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri Perum Husada Bhakti. Asuransi Sukarela (Volutary Insurance). PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 11 . Asuransi terhadap bahaya-bahaya pertanian. d.

c. Asuransi Bea Siswa. Asuransi Kendaraan Bermotor. Asuransi Kecelakaan. Asuransi Peternakan. Asuransi Hasil Pertanian. Mereka yang berkepentingan dapat mengadakan atau dapat pula tidak mengadakan persetujuan asuransi. d. misalnya Asuransi Pengangkutan Laut. Asuransi Jiwa. berupa asuransi pengangkutan laut. misalnya kerugian atas pengiriman barang melalui laut. Asuransi Sejumlah Uang : Yaitu jumlah pertanggungannya semata-mata didasarkan kepada jumlah uang yang disetujui oleh kedua belah pihak. c. Asuransi Kerugian : Yaitu asuransi yang ditutup atas dasar kemungkinan kerugian setinggitingginya yang mungkin akan diderita. b. d. Asuransi Sejumlah Uang terdiri dari : a. Asuransi Sakit. Asuransi Kerugian terdiri dari : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 12 . Asuransi Kecelakaan Pribadi.Asuransi Sukarela : Yaitu asuransi yang penutupannya terserah kepada mereka yang berkepentingan. Asuransi Modal. Asuransi Sukarela terdiri dari : a. misalnya Asuransi Jiwa. b.

e. b. Asuransi Kebakaran. Bentuk-bentuk Hukum Usaha Asuransi. Perusahaan Perseroan (Persero). d. Koperasi. Asuransi Kredit. Asuransi Pengangkutan. 6. d. Syarat-syarat Asuransi adalah meliputi : a. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 13 . Kejadian harus tidak pasti akan terjadi. Usaha Bersama (Mutual). Perseroan Terbatas (PT) d. Isi perjanjian asuransi tidak boleh bertentangan atau dilarang oleh Undang-undang.a. c. Asuransi Perusahaan. Harus mengenai causa yang halal. c. b. c. Harus dibuat secara tertulis dalam suatu akta yang dinamakan polis. Asuransi Bongkaran. b. Perusahaan Perasuransian hanya dapat didirikan oleh warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia yang sepenuhnya di miliki WNI dan atau badan hukum Indonesia. Syarat-syarat Asuransi. Usaha perasuransian hanya dapat dilakukan oleh badan hukum yang berbentuk : a.

Asas-Asas Perjanjian Asuransi . karena merupakan asas yang mendasari mekanisme kerja dan memberi arah tujuan dari perjanjian asuransi itu sendiri (khusus untuk asuransi kerugian). d. Asas subrogasi pada penanggung. Yang ingin dicapai oleh asas Indemnitas adalah keseimbangan antara risiko yang dialihkan kepada penanggung dengan kerugian yang diderita oleh tertanggung sebagai akibat dari terjadinya peristiwa yang secara wajar tidak diharapkan terjadi. Asas Indemnitas (principle oleh indemnity). b. Asas kepentingan yang dapat diasuransikan : Merupakan asas kedua dalam perjanjian asuransi. Asas kejujuran yang sempurna (ut most good faith). Maksudnya adalah bahwa pihak tertanggung mempunyai keterlibatan sedemikian rupa dengan akibat dari suatu peristiwa yang belum pasti terjadinya dan yang bersankutan menjadi menerita kerugian. harus mempunyai kepentingan yang dapat diasuransikan. Asas kepentingan yang dapat diasuransikan (principle of insurable interest). c. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 14 . Asas Indemnitas adalah : Satu asas utama dalam perjanjian asuransi. dimana setiap pihak yang mengadakan perjanjian asuransi. Asas-Asas Perjanjian Asuransi adalah : a.

dan si tertanggung bertanggung jawab untuk setiap perbuatan yang dapat merugikan hak si penanggung terhadap orang-orang ketiga itu”. setiap kepentingan itu dapat diasuransikan baik kepentingan yang bersifat kebendaan atau bersifat hak sepanjang memenuhi syarat yang diminta oleh Pasal 268 KUHD yakni bahwa kepentingan itu dapat dinilai dengan uang. Asas Subrogasi bagi penanggung : Terdapat dalam Pasal 284 KUHD yakni : “Seorang penanggung yang telah membayar kerugian sesuatu barang yang dipertanggungkan. dapat diancam bahaya dan tidak dikecualikan oleh undang-undang. menggantikan si tertanggung dalam segala hak yang diperolehnya terhadap orang-orang ke tiga berhubung dengan menerbitkan kerugian tersebut. Asas kejujuran yang sempurna.Jadi pada hakikatnya. Itikad baik yang sempurna dapat diartikan bahwa masing-masing pihak dalam suatu perjanjian yang akan disepakati. Jadi kesimpulannya adalah : kepentingan yang dapat diasuransikan. sehingga harus dipenuhi oleh para pihak yang mengadakan perjanjian. tetapi sudah dapat dideteksi oleh awal tentang adanya kemungkinan keterlibatan seseorang terhadap kerugian ekonomi yang dideritanya karena suatu peristiwa yang belum pasti. : Merupakan asas bagi setiap perjanjian. secara yuridis dan secara riil belum ada atau melekat pada tertanggung. pada saat ditutupnya perjanjian asuransi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 15 . menurut hukum mempunyai kewajiban untuk memberikan keterangan atau informasi yang lengkap yang akan mempengaruhi keputusan pihak yang lain untuk memasuki perjanjian atau tidak.

b. perjalanan berakhir .Asas sobrogasi hanya dapat ditegakkan apabila memenuhi 2 syarat : a. Asuransi berdasarkan perjalanan ini umumnya diadakan untuk asuransi pengangkutan. Jangka waktu ini biasanya terdapat pada asuransi kebakaran dan asuransi kendaraan bermotor. Jangka waktu berlakunya sudah habis : Asuransi biasanya diadakan untuk jangka waktu tertentu. Misalnya asuransi diadakan untuk perjalanan kapal dari pelabuhan panjang ke pelabuhan Tanjung Priok. maka asuransi berkahir. Perjalanan berakhir . asuransi gugur. baik pengangkutan barang maupun penumpang tempat pemberangkatan (embarkasi) ke tempat tujuan (disembarkasi). asuransi berhenti atau dibatalkan . Hak tersebut timbul. c. Berakhirnya Asuransi : a. dari PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 16 . Apabila perjalanan berakhir atau kapal tiba di pelabuhan tujuan. Apabila tertanggung disamping mempunyai hak terhadap penanggung masih mempunyai hak-hak terhadap pihak ketiga. b. d. e. terjadi evenemen diikuti klaim . karena terjadinya suatu kerugian. Jangka waktu berlakunya sudah habis .

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 17 . Misalnya karena premi tidak dibayar dan ini biasanya diperjanjikan dalam polis. penanggung akan menyelidiki apakah benar tertanggung mempunyai kepentingan atas benda yang diasuransikan. Disamping itu. apakah evenemen yang terjadi itu benar bukan karena kesalahan tertanggng dan sesuai dengan evenemen yang telah ditetapkan dalam polis. Pembayaran ganti kerugian dipenuhi oleh penanggung. Dengan pemenuhan ganti kerugian berdasarkan klaim tertanggung maka asuransi berakir. Walaupun peristiwa sudah pasti terjadi. Apabila sementara asuransi berjalan terjadi evenemen yang ditanggung dan menimbulkan kerugian. Jika jawabannya benar. tidak dapat dipastikan terjadi dan tidak diharapkan akan terjadi. Asuransi berhenti atau dibatalkan : Berhentinya asuransi dapat terjadi karena kesepakatan antara tertanggung dan penanggung.Terjadi evenemen diikuti klaim : Evenemen atau peristiwa tidak pasti adalah : peristiwa terhadap mana asuransi diadakan. maka dilakukan pemberesan berdasarkan klaim tertanggung.

Untuk mengetahui apakah ada asuransi rangkap atau tidak. evenemen yang sama dan waktu yang sama diadakan beberapa asuransi. Disini penanggung belum menjalani bahaya sama sekali (Pasal 635 KUHD). melainkan gugur (aborted). bahaya sedang atau sudah dijalani. Ada asuransi rangkap apabila atas benda yang sama. Dalam hal ini asuransi bukan dibatalkan atau batal. tetapi dihentikan. Pengertian Reasuransi adalah : suatu perjanjian yang diadakan antara dua pihak. Asuransi Rangkap & Reasuransi. Jika barang yang akan diangkut diasuransikan kemudian tidak jadi diangkut.Asuransi Gugur : Asuransi gugur biasanya terdapat dalam asuransi pengangkutan. Tidak jadi diangkut dapat terjadi karena kapal tidak jagi berangkat atau baru akan melakukan perjalanan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 18 . sedangkan pada asuransi gugur. harus dilihat pada waktu terjadi evenemen yang menimbulkan kerugian. Pada asuransi dibatalkan atau batal. yaitu antara perusahaan asuransi sebagai penanggung pertama sebagai pihak pertama dengan perusahaan reasuransi sebagai penanggung ulang (pihak ke dua). Asuransi rangkap itu dilarang. bahaya belum dijalani sama sekali. maka asuransi gugur.

Meskipun demikian di dalam perjanjian tertanggung secara langsung tidak mempunyai kedudukan hukum apapun. Perjanjian Reasuransi ada setelah adanya perjanjian asuransi antara tertanggung dengan penanggung pertama. sehingga mempunyai hak berdasarkan kepentingan terhadap penanggung. yakni pihak yang telah bersedia menerima sebagian atau seluruh risiko dari penanggung pertama. Penanggung ulang. b. yaitu perusahaan reasuransi. asuransi telah yang berposisi sebagai polis penanggung pihak yang mengeluarkan kepada tertanggung. Pihak-pihak yang terikat pada perjanjian reasuransi adalah : a.Pihak pertama menyetujui untuk memindahkan dan pihak kedua menyetujui untuk menerima suatu bagian yang diperjanjikan dalam perjanjian. jadi tanpa asuransi tidak mungkin ada reasuransi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 19 . sehingga tertanggung juga tidak mempunyai hak apapun di dalam perjanjian reasuransi. Perusahaan pertama. Tertanggung adalah sebagai pihak di dalam perjanjian asuransi. tetapi tidak demikian di dalam perjanjian reasuransi. atas dasar pemberianjaminan untuk mengganti kerugian atas suatu risiko tertentu berdasarkan perjanjian asuransi .

Perusahaan asuransi sebagai penanggung pertama dengan b. Antara Perjanjian asuransi dan perjanjian reasuransi merupakan perjanjian yang berbeda. Sedangkan persamaan perjajian asuransi dengan perjanjian reasuransi adalah : “merupakan suatu perjanjian yang digantungkan pada suatu faktor peristiwa yang belum terjadi”. Perusahaan reasuransi sebagai Penanggung ulang. yaitu kewajiban dan tanggung jawabnya untuk membayar ganti rugi kepada tertanggung. Perjanjian reasuransi. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 20 .Jadi perjanjian reasuransi hanya ditutup dan melibatkan pihak-pihak tertentu saja yaitu antara perusahaan-perusahaan asuransi dengan perusahaan reasuransi. yaitu kerugian yang diderita oleh tertanggung. secara formal hanya melibatkan dua pihak saja. perbedaan tersebut antara lain adalah : Perjanjian asuransi : Hubungan hukum terjadi antara penanggung dengan tertanggung atas kepentingan tertanggung. yaitu : a. Perjanian reasuransi : Hubungan hukum terjadi antara penanggung pertama dengan penanggung ulang atas kepentingan penanggung pertama.

00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) .00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) .000. Barangsiapa menggelapkan premi asuransi diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. dan atau menggunakan tanpa hak kekayaan perusahaan asuransi jiwa atau perusahaan asuransi kerugian atau perusahaan reasuransi.500. diancam dengan pidana pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda palingbanyak Rp.000. membeli aau mengagunkan. menjaminkan. • Barangsiapa menggelapkan dengan cara mengalihkan.500. atau menjual kembali kekayaan perusahaan yang diketahuinya atau patut diketahuinya bahwa barang-barang tersebut adalah kekayaan perusahaan asuransi kerugian atau perusahaan asuransi jiwa atau perusahaan reasuransi..000.250.500. diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 2. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB UDJIANI HATININGRUM ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI 21 .000.Ketentuan Pidana : • Barangsiapa menjalankan atau menyuruh menjalankan kegiatan usaha perasuransian tanpa izin usaha.00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) .000. diancam dengan pidana penjara paling lama • 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.000.2.00 (dua ratus lima puluh juta rupiah). menadah.000.000. • Barangsiapa menerima.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful