DUALISME GELOMBANG PARTIKEL

• • • •

Teori fisika klasik yang menganggap cahaya sebagai gelombang tidak dapat menerangkan spektrum radiasi benda hitam Max Planck untuk menjelaskan spektrum radiasi benda hitam cahaya dianggap sebagai partikel yang terdiri dari pa ket-paket energi yang disebut KUANTUM atau FOTON Teori Max Planck terbukti dengan adanya fenomena efek fotolistrik dan efek Compton Sifat dualisme gelombang partikel lebih meyakinkan lagi ketika de Broglie mengemukakan teorinya bahwa partikel yang bergerak dapat memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang tertentu.

RADIASI BENDA HITAM
• • Radiasi kalor yang dipancarkan oleh suatu benda bergantung pada suhunya, makin tinggi suhu suatu benda, makin besar pula energi kalor yang dipancarkan Joseph Stefan dan Ludwig Boltzman telah melakukan pengukuran laju energi kalor radiasi yang dipancarkan oleh suatu benda, kemudian dikenal dengan Hukum Stefan-Boltzman
P = Q T = e ⋅ σ ⋅ A ⋅T 4

Keterangan : P : daya radiasi (laju energi yang dipancarkan) Q : energi kalor (J) t : waktu (t) σ : konstanta Stefan-Boltzman (5,67 10−8 W/m 2 K4) A : luas permukaan benda (m 2) T : suhu mutlak permukaan benda (K) • • EMISIVITAS suatu benda menyatakan kemampuan benda untuk memancarkan radiasi kalor, semakin besar emisivitas maka semakin m udah benda tersebut memancarkan energi. Benda hitam sempurna memiliki emisivitas (e = 1) yaitu benda yang dapat menyerap semua energi kalor yang datang dan dapat memancarkan energi kalor dengan sempurna.

HUKUM PERGESERAN WIEN
• Wilhelm Wien seorang fisikawa n Jerman menemukan suatu hubungan yang empiris sederhana antara panjang gelombang yang dipancarkan untuk intensitas maksimum ( m ) λ dengan suhu mutlak (T) sebuah benda yang dikenal sebagai Hukum Pergeseran Wien
λmT = C = 2,898 ⋅ 10−3 mK

DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya, S.Pd.)

-1-

1.Intensitas radiasi (MW/m2 ) 15 10 5 λm1 T 1 = 4000 K T 2 = 3000 K T 3 = 3000 K λm2 λm3 0 1 2 3 panjang gelombang (µ m) TEORI KLASIK • Ada dua teori klasik yang mencoba menjelaskan spektrum radiasi benda hitam yaitu teori Wien dan teori Rayleigh Jeans. Teori Wien menyatakan hubungan antara intensitas radiasi dengan panjang gelombang menggunakan analogi antara radiasi dalam ruangan dan distribusi kelajuan molekul gas. 2. Teori Rayleigh-Jeans menyatakan hubungan antara intensitas dan panjang gelombang radiasi dengan menggunakan penurunan dari teori klasik murni yang secara 32πkbT  c    matematika dapat dituliskan : I =  2λ  c3   4 * Ternyata persamaan tersebut berhasil menjelaskan radiasi b enda hitam untuk λ yang panjang.) . yang besarnya : -2- DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. tetapi gagal untuk λ yang pendek TEORI PLANCK • Teori Planck dapat dituliskan secara matematik sebagai berikut :  2πhc 2  1   I = 5  hc / λk B T  λ e −1   • Max Planck menggunakan dasar teoritis untuk memperkuat rumus empirisnya dengan membuat asumsi bahwa : 1.  c  Secara matematis ditulis I = 8a  e −bc / λT  2λ    5 * Ternyata persamaan tersebut hanya mampu menjelaskan radiasi benda hitam untuk λ pendek. tetapi gagal untuk λ panjang. Energi radiasi yang dipancarkan oleh getaran molekul-molekul benda bersifat diskret. S.Pd.

.Pd. . Molekul-molekul menyerap atau memancarkan energi radiasi dalam paket diskret yang disebut kuantum atau foton • Menandai lahirnya teori kuantum DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. S. 2.626 .En = n ⋅ h ⋅ f → hipotesa kuantum Planck n : bilangan kuantum (n = 1. 10-34 Js) 2.) f : frekuensi getaran molekul h : konstanta Planck (6. 3.) -3- ..

Kenai kan frekuensi cahaya akan meningkatkan energi kinetik elektron foto : Ekmax = hf − Wo • Wo : fo fungsi kerja (energi ambang) Wo = h fo : frekuensi ambang DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.) -4- . Efek fotolistrik dapat terjadi pada setiap frekuensi asalkan intensitasnya memenuhi..6 . Kenaikan intensitas cahaya menyebabkan bertambahnya jumlah elektron yang terlepas dari permukaan logam. tetapi energi elektron foto tidak berubah selama frekuensinya tidak berubah sehingga energi kinetik maksimum elektron foto juga tidak berubah 2. dibutuhkan rentang waktu yang cukup lama agar elektron berhasil mengumpulkan energi untuk keluar dari permukaan logam. Jika intensitas cahaya diperbesar. 4. 1 ⋅ m ⋅V 2 = e ⋅V m o 2 • Vo : potensial henti e : muatan elektron (1.EFEK FOTOLISTRIK cahaya P e C A − + V • Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron-elektron dari permukaan logam (elektron foto) ketika logam tersebut disinari dengan cahaya. faktaya setiap permukaan membutuhkan frekuensi minimum (frekuensi ambang = fo ) untuk dapat menghasilkan elektron foto. maka energi kinetik elektron foto harus bertambah. Faktanya energi kinetik maksimum elektron foto tidak bergantung pada intensitas cahaya. Tidak dapat menjelaskan mengapa energi kinetik maksimum elektron foto bertambah jika frekuensi cahaya diperbesar Teori FOTON menjelaskan tentang efek fotolistrik sebagai berikut : 1. Nyatanya hampir tanpa selang waktu (kurang dari 10−9 s) setelah penyinaran. 2. 10−19c) Kegagalan teori gelombang dalam menerangkan sifat penting efek fotolistrik a ntara lain : 1. 3.Pd. S.

Jika frekuensi cahaya f lebih kecil dari frekuensi ambang (f < f ). S. 4.3. Elektron terlepas dari permukaan logam sesaat setelah penyinaran karena cahaya bersifat partikel (paket energi) sehingga terjadi transfer energi spontan dari foton ke elektron dengan interaksi satu-satu. maka tidak ada o ele ktron yang terlepas dari permukaan logam berapapun besarnya intensitas cahaya yang digunakan. DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.) -5- .Pd.

juga memiliki sifat partikel seperti dalam peristiwa efek fotolistrik dan hamburan Compton.626 . 10−31 kg) kecepatan cahaya (c = 3 . 10−34 Js) massa elektron (m e = 9.Pd.1 . 108 m/s) sudut hamburan (sudut penyimpangan arah foton setelah tumbukan terhadap arah mula-mula) disebut sebagai “panjang gelombang Compton” TEORI DE BROGLIE • • • Cahaya memiliki sifat gelombang seperti dalam peristiwa interferensi dan difraksi. -6- DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.) . Sifat gelombang dinyatakan oleh panjang gelombang ( ) dan sifat partikel dinyatakan oleh λ besaran momentum (p) Hubungan antara λ dan p sebuah foton adalah : λ= h p = h mv • Menurut de Broglie bahwa partikel (seperti elektron) yang bergerak ada kemungkinan memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang tertentu.EFEK COMPTON (HAMBURAN FOTON) hf’ hf foton datang elektron diam θ Ek elektron • • foton terhambur Arthur Holy Compton mempelajari gejala tumbukan antara foton dan elektron Setelah terjadi tumbukan antara foton dengan elektron. S. maka foton kehilangan energinya sebesar ∆E = hf − hf ' panjang gelombang setelah tumbukan bertambah besar (λ‘ > λ) • berdasarkan hukum kekekalan energi dan hukum kekekalan momentum diperoleh : λ'−λ = h mc (1 − cos θ) λ‘ λ h m c θ h mc : : : : : : panjang gelombang foton setelah tumbukan (m) panjang gelombang foton sebelum tumbukan (m) konstanta Planck (6.

S.) -7- .DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.Pd.

76 eV e.) -8- . jika h = 6. jika fungsi kerja kalium 2. 0.63 . . 2. Eplistrik = Ekelektron eV = 1 mv2 2 v = 2eV m h 2eVm m 2 Maka panjang gelombang adalah : λ= h mv = = h 2emV SOAL-SOAL LATIHAN 1. . 2 . Gambar di bawah adalah grafik hubungan Ek foto elektron terhadap f sinar yang digunakan pada efek fotolistrik. 2 . 0.3 eV b. selanjutnya Eplistrik diubah menjadi energi elektron. a..6 eV d.. 108 m/s. nilai P pada grafik tersebut adalah . dalam waktu 90 ms. c = 3 . S. 2 . Tegangan ini memberikan Eplistrik eV pada elektron. C = 3 . Suatu logam kalium disinari cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang 2500 Å. 10−22 W d. 2 . 10−17 W b. a.. 10−34 Js. 10−20 W e.6 ... DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. 2 .. 3.4 eV c.276 eV 3.. maka energi kinetik elektron yang dipancarkan adalah .DIFRAKSI ELEKTRON • Elektron dipercepat oleh tegangan pemercepat (V). 0.6 10−34 Js.Pd. 10−15 W −19 c. 108 m/s dan 1 eV = 1. 10−19 J. Seseorang mendeteksi 5 foton pada panjang gelombang 5500 Å. 10 W 2. h = 6.21 eV. maka daya yang diterima mata adalah .

44 6. 0. Sebuah logam tepat akan dilepaskan elektronnya (efek fotolistrik) apabila dikenai sinar dengan panjang gelombang λ.64 ..66 b. 1014 Hz. 3. 0. 2. c. 0. 3E 2 E 3 4 3 E Frekuensi ambang natrium adalah 4. .40 e. 5.. Katode pada tabung fotolistrik mempunyai frekuensi ambang f . 0. maka 2 energi kinetik maksimum foto elektron adalah E. 10−19 e.Pd.. 2. 10−20 d.) . maka elektron yang keluar katode berkecepatan maksimum vmaks dan potensial penghenti yang diperlukan agar arus listrik menjadi nol adalah Vo . hubungan antara besaranbesaran di atas adalah . b. 10−19 4.99 c. Vo = 1 mv2maks 2 besarnya perlambatan elektron v2maks/2d e f = Vo − fo h kuat medan listrik yang memperlambat V E= o d -9- DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. 2E e. 3. c. 1.3 . 10−30 6. 2. besarnya potensial penghenti bagi natrium saat disinari dengan cahaya yang frekuensinya 6 . 10−33 3. b.6 . bila sinar yang mengenai logam tersebut mempunyai panjang gelombang 1 λ. 4. E d. 1014 Hz adalah . jika katode disinari o dengan cahaya berfrekuensi f.3 . . volt.a..64 . 0. tentukan energi kinetik maksimum fotoelektron bila sinar yang digunakan mempunyai panjang gelombang 1 3 λ! 1 3 a. a. S.4 . jarak anode katode d. massa elektron m.34 d.

48 . 1014 14 . a. e = 1. b. Permukaan suatu lempeng logam tertentu disinari dengan cahaya monokromatik.. maka panjang gelombang sinar yang terjadi adalah . percobaan ini diulang dengan panjang gelombang yang berbeda. 8. ternyata tidak ada elektron yang keluar jika disinari dengan panjang gelombang di atas 500 nm.1 volt. 384 b. ternyata dibutuhkan tegangan 3. 0. 10−34 Js. 0. 1014 d. a.125 nm e.7. 104 V dihentikan seketika oleh anoda sehingga semua energi elektron berubah menjadi gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang yang berada di daerah sinar x.1 nm DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. 0.63 . panjang gelombang λ tersebut dalam nm adalah . 8. 1014 21 . Dalam tabung sinar x berkas elektron dipercepat oleh beda potensial 5 . untuk menghentikan arus listrik yang terpancar dari lempeng.025 nm c.. 1014 9.. 0. 1014 e. 223 d.5 . 332 Grafik di bawah menunjukkan hubungan antara energi kinetik maksimum elektron (Ek) terhadap frekuensi foton (f) pada efek fotolistrik. c = 3 . . 9. S.6 ..Pd. 0. 108 ms1. Dengan menggunakan panjang gelombang tertentu λ. maka besar f adalah .9 . 442 c. a. 1 eV = 1. 10−19 C.. 10−19 J. c. jika h = 6. .6 .05 nm b. 273 e.15 nm d. 10−34 Js.) -10- .6 . jika h = 6..

1 : 4 d. 90° 12. 3. a. 120° b. 4 : 3 b. 4 : 1 e. a.3 . 30° d. 10−11 m b. a.. bertambah 100% 13. kecepatan A 1 3 × kecepatan B..) -11- . berkurang 25% c.0 . .6 . 3. 60° e.. bertambah 25% b.. 10−11 m e. bertambah 75% d. 10−11 m c. 10−31 kg bergerak dengan laju 2. 10−11 m 11.Pd. Apabila beda potensial antara anoda dan katoda dikurangi 75%. panjang gelombang de Broglie sebuah elektron yang dipercepat pada beda potensial tersebut adalah . Massa partikel A 4× massa partikel B.0 .. maka besar sudut hamburan yang dialami foton tersebut adalah . 4. maka perbandingan panjang gelombang partikel A dan panjang gelombang pa rtikel B adalah . maka panjang gelombang tersebut adalah . 10−11 m d. jika h = 6.6 . 10−34 Js. S. Bila dari keadaan diamnya elektron dipercepat berturut-turut oleh beda potensial V = 100 volt dan V = 400 volt. yang menumbuk elektron mengalami perubahan panjang h gelombang sebesar dimana h : 2moc tetapan Planck. Elektron yang massanya 9 . 1 : 12 c.. 3 : 4 14. 180° c.2 . berkurang 75% e. mo : massa diam elektron dan c : kecepatan foton.6 .10. 107 m/s... 3. 1 2 DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. 2. a. Pada efek Compton..

sinar tampak 19. Pada peristiwa efek fotolistrik. intensitasnya e. 1 : 4 d.. sinar ultraviolet d. a. sinar gamma b. a. Energi foton suatu gelombang elektromagnetik bergantung pada . makin besar energi kinetik elektron yang terlepas b.) -12- . energi yang terserap oleh bahan makin besar 17. panjang gelombangnya 18. makin besar intensitas cahaya penyinarannya. kecepatan dan jumlah elektron yang terlepas e. a... 2 : 1 b. Besarnya panjang gelombang de Broglie dari DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.. ... S. makin banyak elektron yang terlepas d. a. makin besar kecepatan elektron yang terlepas c. kecepatannya d.Pd.maka perbandingan panjang gelombang de Broglie sebelum dan sesudah dipercepat adalah . sinar-r c. 4 : 1 c. 1 : 2 e. sinar infra merah e. Sinar yang memiliki foton dengan momentum terbesar dari gelombanggelombang elektromagnetik di bawah ini adalah.. maka tentukan daerah spektrum gelombang elektromagnetik di mana terjadi radiasi maksimum ! 16. suhunya c.... 3 : 3 15. maka.. Apabila suhu tubuh seseorang 37°C. amplitudonya b.

2eV b. b.04 A e. 4eV e. a. 2eV m 2eV 2m eV m d.3 c. Cahaya ultraviolet yang dipergunakan untuk menyinari permukaan logam memiliki panjang gelombang 2000 A.09 A c.. kelajuan elektron dapat dituliskan menjadi.sebuah elektron yang bergerak dengan kelajuan 0. 2 × 10−17 J d. 2 × 10−20 J −17 b. a. 0. c. 0. a. 0. 0.. 1 2 eV m eV m e. Fungsi kerja da ri logam tersebut adalah . 2 × 10−18 J DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.945 eV. Elektron yang terlepas dari permukaan logam mempunyai energi kinetik sebesar 5. 5 × 10−20 J c. 3eV 21.... energi satu fotonnya adalah . 2 22. dengan c = 3 × 108 m/s dan massa elektron 9.. 0.) -13- . muatannya e. 5eV d. Jika sebuah pemancar radio berdaya 1000 watt memancarkan foton tiap sekonnya sebanyak 5 × 1020 buah.08 A b. S.. 5 × 10 J e. Elektron menumbuk anoda dengan kelajuan v.Pd.02 A d. leV c.06 A 20..1 × 10−31 kg adalah a.. Jika massa elektron m. Dua keping logam diberikan beda potensial V.

9 × 10−20 J d.0 × 10−20 J −20 b. 8. kelajuan maksimum hanya bergantung pada . 9.68 × 10−20 J b... 7. Jika sinar ungu frekuensi 10 16 Hz dijatuhkan pada permukaan logam yang mempunyai energi ambang kali kuantum DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. S. 9 × 10−20 J −20 c.78 × 10−20 J d. dan fungsi kerja logam 24. frekuensi radiasi dan fungsi kerja logam e. dan h = 6. frekuensi. W/(hf) e. intensitas radiasi c. frekuensi radiasi b. Permukaan suatu logam memiliki fungsi kerja 3.6 × 10−19 joule). Cepat rambat cahaya 3 × 108 m/s. W + hf d. hf – W c. frekuensi dan intensitas radiasi d.9 × 10 J e. 6. Permukaan logam tertentu mempunyai fungsi kerja W joule. Ketika elektron foto dikeluarkan dari suatu permukaan logam oleh radiasi gelombang elektromagnetik. 6. Jika c = 3 × 108 m/s..87 × 10−20 J e. intensitas radiasi.. 6. Jika konstanta Planck h joule sekon..63 × 10−34 joule sekon. a.Pd.. 9.) -14- . Panjang gelombang suatu foton 5 x 103 A mengenai suatu permukaan logam yang energi ambangnya 2 eV. 8. a... ene rgi maksimum fotoelektron yang dihasilkan oleh cahaya berfrekuensi f Hz adalah (dalam joule).9 × 10−20 J c.23. besar energi kinetik elektron foto adalah (1 eV = 1. 7.90 × 10-19 Js. hf/W b.9 × 10−20 J 26. W – hf 25. Energi kinetik elektron foto maksimum yang dihasilkan adalah a. a.78 × 10 J 27..

3. 4.Pd.33V e. DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya..24 31. Panjang gelombang minimum yang dihasilkan oleh tabung tersebut dalam nm adalah . 0. maka potensial henti (stopping potensial) dari elektron (h = 6.6 × 10−34 joule sekon.40V e. 0.1 × 10−18 J d. 0.98V c.9 × 10−19 J. 1...14V e d. 4. energi kinetik elektron yang dilepas adalah..) -15- .energi sinar ungu dan tetapan Planck = 6. 0. 3.6 × 10−18 J −18 c.4 × 1014 Hz.2 × 10−18 J e... 0.. qe = 1...0 × 1014 Hz adalah a. S.3 × 10 J 28. 0..1 × 10−31 kg.6 × 10−34 Js.34V d. 4.124 e. Seberkas sinar dengan f = 1015 Hz jatuh pada logam. Elektron di dalam tabung sinar-X diberi beda potensial 10. 0. Besarnya potensial penghenti dalam volt bagi natrium saat disinari dengan cahaya yang frekuensinya 6..4 × 10−18 J b. adalah. 12. a.99V c.0124 d. 2. Frekuensi ambang natrium 4..66V b.44V 29. 124 c.4 b. a. 2. Pada gejala foto listrik diperoleh grafik hubungan I (kuat arus) yang timbul terhadap V (tegangan listrik) seperti pada gambar.6 × 10−19 C). 1. Upaya yang dilakukan agar grafik a menjadi grafik b adalah.73V b. 1. Fungsi kerja logam 2. Jika sebuah elektron menghasilkan satu foton pada saat elektron tersebut menumbuk target.81V 30.0 kilovolt. 6. mc = 9. a.

Pd. c. mengurangi intensitas sinarnya menambah intensitas sinarnya menaikkan frekuensi sinar menurunkan frekuensi sinar mengganti logam yang disinari 32. 66 Å a. c..60 × 10−34 Js. d. 6... 6. e. b. e. a.6 × 10−47 Å 6. panjang gelombang de Broglie suatu elektron yang bergerak dengan kelajuan 1 × 9.. d.6 Å e. Jika tetapan Planck = 6.1 108 ms−1 adalah.a.6 × 10−2 Å 6. Grafik yang menunjukkan hubungan antara energi kinetik elektron foto (Ek) dan intensitas (I) foton pada proses fotolistrik adalah. 33... b. S. d. b. c.) -16- .6 × 10−1 Å DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.

λ = 2meV 36. hf B 37. 1019 kg ms−1 −36 −1 c. 10−45 kg ms−1 d. 10−41 kg ms−1 e. Jika tetapan Planck = 6. panjang gelombang λ de Broglie elektron ini dapat dinyatakan dengan rumus . Cahaya kuning mempunyai panjang gelombang 6600 Å. c.5 hf A hf A d. λ = meV 2 meV 2h 3h b. m = massa elektron....Pd. 0. a. S. Hubungan energi kinetik elektron dan frekuensi penyinaran pada gejala fotolistrik terlihat pada grafik seperti gambar. 1027 kg ms−1 b. 0. momentum foton cahaya kuning adalah .5 hf B e. a. Sebuah elektron yang diperkecil pada beda potensial 18 kV pada tabung hampa udara DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.34.. besarnya fungsi kerja logam adalah.. λ = d. Sebuah elektron dipercepat oleh suatu beda potensial V. 10 kg ms 35..) -17- ..25 hf A 0. Jika e = muatan elektron.60 × 10−34 Js dan kelajuan cahaya dalam hampa adalah 3 × 108 ms−1. λ = e.. Apabila konstanta Planck = h. dan h = konstanta Planck. λ = meV 2meV h c.. h h a. b.

c. e.0 × 10−12 m −12 b. Jika dari keadaan diamnya elektron pertama dipercepat oleh benda potensial V1 dan elektron lain dengan beda potensial V2 perbandingan panjang gelombang de Broglienya untuk beda potensial berorde kV adalah . d.akan menimbulkan panjang gelombang minimum sebesar. (2V2 ) 39. Dari grafik berikut.... 4. c. 9. DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya.Pd. b... T1 T1 T1 T1 T1 > < > < = T2 T2 T2 T2 T2 > < > < = T3 T3 T3 T3 T3 dan f1 dan f1 dan f1 dan f1 dan f1 < > > > < f2 f2 f2 f2 f2 < > > > < f3 f3 f3 f3 f3 40. a.. 7. a.8 × 10−12 m d.1 × 10−12 m c. hubungan intensitas cahaya terhadap frekuensi yang dipancarkan oleh sebuah benda adalah a.2 × 10−12 m 38. V2 V1 V1 V2 V1 d. S.6 × 10 m e. ..) -18- . 8.. 6.  V1     V2     V2     V1    b. e. hubungan antara intensitas energi (f) yang dipancarkan oleh permukaan benda terhadap panjang gelombang (λ) yang dipancarkan adalah . Dari grafik berikut.

d. S. e.I a. c.) -19- .Pd. TA = TA < TA > TA < TA > TB TB TB TB TB dan λA < dan λA < dan λA < dan λA > dan λA > λB λB λB λB λB T -OoO- DUALISME GELOMBANG PARTIKEL (Heri Budi Prasetya. b.