Disusun Oleh

SUHARTINI

DEPARTEMEN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM JURUSAN KEPERAWATAN JALUR KHUSUS RSUD PRAYA 2004/2005

LANDASAN TEORI A. Mobilisasi. Pengertian. Mobilisasi adalah kemapuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehat  hal penting untuk kemandirian Status mobilisasi mempunyai kesehatan mental dan efektifitas tubuh fisik tubuh : Harga diri dan body image System tubuh : aktifitas yang teratur Meningkatkan kesehatan Mencegah ketidakmampuan Memperlambat serangan penyakit degeneratif.

Factor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi. 1) Gaya Hidup. Belajar tentang nilai dari aktifitas lingkungan, keluarga, lingkungan Pengaruh factor budaya terhadap aktifitas. Kelemahan Fisik dan mental yang menghalangi seseorang untuk Ketidakmampuan sekunder Dampak akibat ketidakmampuan primer ex : kelemahan otot diluar rumah. 2) Ketidakmampuan. melaksanakan aktifitas kehidupan Ketidakmampuan primer Disebabkan langsung karena Penyakit /truma ex : paralysis o/k injuri spinal cord 3) Tingkatan energi : Bervariasi diantara individu.

. Mempengaruhi tingkat aktifitas Dikaitkan dengan tingkat perkembangan dari sejak lahir sampai dengan usila-lanjut B. Keuntungan bedrest : Mengurangi kebutuhan sel tubuh terhadap O2. Immobilisasi. Pembatasan aktifitas karena alas an kesehatan : klien sesak napas pada Tingkat immobilisasi  Bervariasi : decom tidak boleh jalan atau naik tangga. Bedrest : Bedrest  klien istirahat ditempat tidur kecuali ia pergi kekamar mandi Bedrest total  klien tidak boleh bergerak dari tempat tidur dan tidak boleh pergi kekamar mandi atau duduk dikursi. Menyalurkan sumber energi untuk proses penyembuhan Mengurangi nyeri. Immobilisasi secara komplit : pada pasien yang tidak sadar Immobilisasi secara parsial : pada pasien fraktur kaki. Terdapat 3 alasan dari immobilisasi yaitu : 1) 2) Pembatasan Gerak yang sifatnya terapeutik pada : Injury pada tungkai dan lengan Pembedahan Pembatasan yang tidak dapat dihindari karena ketidakmampuan primer  Paralisis 3) Pembatasan secara otomatis sampai dengan gaya hidup. - Seseorang menghindar dari stress untuk mempertahankan kesehatan fisik dan psikologis.4) Usia.

Mobilisasi pada lanjut usia Menurut sensitivitas klien terhadap ukuran nyeri dan tekanan. cardiac out put dan stroke volume naik. Klien tidak dapat belajar bagaimana Klien tidak dapat belajar bagaiimana cara mencegah infeksi. Respon fisiologis terhadap immobilisasi Perubahan : 1) Muskuloskletal  kekuatan otot tidak berkontraksi Penurunan masa otot/atropi : jika otot tidak berkontraksi Desuse osteoporosis : akibat menurunnya aktifitas otot dan gangguan Contracture endokrin yang menetap. Atropi otot. menurunnya kekuatan dan keterbatasan daya tahan Mengganggu koordinasi pada ekstremitas dan bawah Membatasi kemampuan klien melaksanakan aktifitas sehari-hari Mengganggu keseimbangan dan kemampuan berdiri dan berjalan.Factor yang meningkatkan resiko terhadap masalah sehubungan dengan immobillisasi : Immobilisasi pada area tubuh yang luas Riwayat immobilisasi yang lama Klien mengalami nyeri atau spasme otot. . 2) Cardiovaskuler Beban kerja jantung naik : heart rate. Klien immobilisasi pada satu sisi tubuh dalam waktu yang lama.

ventilasi paru terganggu. motilitas gastrointestinal Ketidak seimbangan proses anabolisme dan katabolisme  nitrogen dan sekresi kelenjar digestive turun diekskresikan secara berlebihan  negative nitrogen balance. Lemahnya oksigenasi dan retensi CO2 dalam darah  asidosis respiratory. pergerakan dada dan expansi paru terbatas  pernapasan dangkal aliran darah keparu-paru terganggu  pertukaran gas menurun. Kelemahan otot thorax. gerakan cillary menurun  mekanisme batuk terganggu Mucus menjadi statis Media berkembangnya bakteri : infeksi traktus respiratory bagian bawah 4) Metabolic dan nutrisi BMR Turun : Kebutuhan energi dari tubuh. Sekresi mucus lebih kental dan menempael sepanjang tracirespiratory.- Resiko pembentukan thrombus naik. 3) Respiratory. ketidakmampuan inhalasi maksimal. 5) Urinary . Anoreksi : Intake Kalori – protein rendah  malnutrisi. Hipotensi orthostate (postural) refleks neurovascular turun  vasokontraksi  darah terkumpul pada vena bagian bawah tubuh  aliran darah kesistem sirkulasi pusat terlambat.

persepsi tidak realitik. 6) Eliminasi fekal Motilitas kolon dan pridtaltik turun spinkter kontriksi  konstipasi. distensi kandung kemih. infeksi tract urinary Retensi urinary. Kelemahan otot skeletal akan mempengaruhi otot abdomen dan Penggunaan bedpan tidak memfasilitasi eliminasi perineal yang digunakan untuk defekasi 7) Integunen Elastisitas kulit turun Ischemia dan nekrosis jaringan superficial  luka dekubitus. 8) Neurosensory Ketidakmampuan merubah posisi. incontinence Resiko terjadinya “renal calculi” karena kenaikan tingkat kalsium dalam urin. kesepian diekspresi dan mencemaskan menyadari ketergantungan.- Pengaruh gaya gravitasi kecil  menghalangi pengosongan urin diginjal dan kandung kemih secara komplit  urinary statis  media perkembangan bakter. tidak berdaya. . intelektual : Menurut input sensory dan lingkungan baru. 9) Respon psikososial terhadap immobilitas. pengalaman menakutkan Perubahan dalam konsep diri dan persepsi peran terjadi jika individu Perasaan tidak berharga. Perubahan social. hambatan dalam input sensory  perasaan lelah. bingung. irritable. emosional.

- Kemampuan mengambil keputusan dan memecahkan masalah menurun. .

eliminasi. mandi. keluar masuk kamar mandi dan keluar masuk kendaraan. napas tersengalmerasa capek sengal. Latihan (exercise) Latihan apa saja yang klien sering lakukan untuk menjaga fitalitas Berapa lama dan berapa klien melaksanakan latihan tersebut tubuh? Apakah klien ketergantungan secara parsial ataukah secara . Aktifitas apasaja yang sering klien kerjakan sehari-hari Apakah klien dapat memenuhi aktifitas sehari-sehari secara bebas Tingkat aktifitas sehari-hari seperti (makan. tanda-tanda peningkatan frekuensi pernapasan.ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN IMMOBILISASI I. atau perawat atau langsung menggunakan peralatan yang dikhusukan untuk memenuhi kebutuhan klien Toleransi aktifitas Kaji berapa banyak dan berapa tipe aktifitas yang membuat klien Apakah klien pernah merasakan pusing-pusing. atau permasalahan lain ketika melaksanakan aktifitas ringan ataupun berat. pindah dari kasur ke kursi. minum. ambulasi. berpakaian. menggunakan kursi roda. A. berkomunikasi) Kaji ketidakmampuan klien dalam mengerjakan aktifitas sehari-hari: ∗ total ∗ Apakah kebuthan sehari-hari dipenuhi oleh keluarga. teman. PENGKAJIAN Aktifitas/exercise.

kerusakan visual atau mental. C. Masalah kesehatan : apakah sering mengalami masalah kesehatan fisik atau mental. Riwayat keperawatan. trauma atau nyeri? Factor-faktor keuangan : apakah pemenuhan keuangan klien adequate guna memenuhi kebutuhan peralatan atau pertolongan yang dibutuhkan saat mobiliitas klien? B. Didalam riwayat keperawatan seringkali tingkat aktifitas. masalah-masalah muskuluskletal. toleransi aktifitas. . bagaimana masalah tersebut dapat mempengaruhi aktifitas sehari-hari klien. penyakit paru-paru. Pemeriksaan fisik. penyebab jika diketahui. Body alignment. tipe dan frekuensi dari latihan dan factor-faktor yang mempengaruhi mobilitas dimasukkan sebagai bagian dari riwayat keperawatan yang komperhensif.- Kaji apakah klien yakin dengan latihan tersebut dapat menambah kesehatan klien? Dan suruh klien menjelaskan. masalah-masalah neuromuscular. Termasuk didalamnya sifat spesifik dari permasalahan. akan lebih banyak lagi riwayat keperawatan yang dibutuhhkan. apa yang klien lakukan untuk mengatasi hal tersebut dan sejauh mana kefektifan cara klien mengatasi maslah tersebut. Jikalau klien memperlihatkan hadirnya tanda-tanda perubahan atau kesulitan dalam bergerak atau mobilisasi. kanker. stroke. Factor-faktor yang mempengaruhi mobilitas. yang lama atau yang sedang dialami yang dapat menyebabkan berkurangnya kekuaatan otot atau daya tahan tubuh seperti : penyakit jantung. Factor lingkungan : limgkungan sekitar yang tidk aman untuk aktifitas sehari-hari ataupun tata cara latihan yang berbahaya.

kekuatan. Intoleransi Aktifitas berhubungan dengan bed rest. ketidak seimbangan antara suplai oksigen dengan penggunaan ditandai dengan ungkapan rasa fatigue dan lemah. Factor-faktor yang mempengaruhi perubahan postur yang kurang baik Kelemahan otot atau kerusakan alat-alat gerak lainnya. immobilitas. gaya hidup yang menetap (jarang beraktifitas berat). kerusakan/kelainan kemunduran kognitif. perubahan kondisi Factor resiko antara lain: kesehatan Status bed rest Permasalahan-permasalahan nyeri. Adapun tujuan pengkajian body alignment adalah untuk mengidentifikasi hal-hal sebagai berikut : II. ketidakmampuan untuk . DIAGNOSA KEPERAWATAN. kelemahan tubuh secara umum.Pengkajian body alignment termasuk insfeksi klien baik saat duduk ataupun saat berdiri. kerusakan/kelainan Riwayat Resiko tinggi terhadap intoleransi aktifitas intolerancy yang berulang-ulang. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan berkurangnya neuromuscular. respon abnormal terhadap aktifitas seperti ketidaknyamanan dan dyspnoe 2) 3) intoleransi aktifitas. nyeri/ketidaknyamanan. muskuluskletal. sepeti fatigue dan harga diri rendah. depresi atau anxietas ditandai dengan ketidakmampuan berpindah dari tempat tidur atau lingkungan. 1) Perubahan Postur normal yang dihasilkan dari pertumbuhan kebutuhan dan dalam perkembangan yang buruk dan mempelajari mempertahankan postur yang baik.

ambulasi. keterbatasan aktifitas gerak persendian. Mempertahankan pola eliminasi normal. atau tanda-tanda pernapasan lain indicator dari pda kerusakan paru.distensi vena. . yang dapat dilihat secara jelas melalui pengeluaran urin paling sedikit 1500 ml perhari. berkurangnya control atau kekuatan otot 4) lagi/lumpuh) Factor resiko antara lain : III. Paralysis Vere pain. masa dan kekuatan otot dapat dipertahankan Meminimalkan kejadian cardiovascular yang diperlihatkan dengan vital sign masih dalam batas-batas normal dan tanda-tanda aliran darah vena adequate (ketidakadaan edema. fever. Resiko tinggi syndrome disuse (tidak dipergunakan RENCANA KEPERAWATAN keseimbangan pemasukan dan pengeluaran cairan. Tujuan : Klien dapat mempertahankan fungsi normal muskuluskeletal diperlihatkan ooleh jarak pergerakan sendi pada seluruh persendian tubuh dalam batas-batas normal. dan nilai proein serum dalam batas-batas normal. perubahan kulit Fungsi pernapasan dalam keadaan normal yang ditandai dengan suara napas normal pada saat auskultasi. embioli atau atelektasis dapat Mempertahankan pola pemberian nutrisi dan cairan yang tepat yang diperlihatkan melalui berat badan. Dx I. inflamasi. ketiadaan tandatanda dari retensi urin infeksi saluran urinaria. ekspansi dada normal dan ketidakadaan nyeri dada. turgor jaringan adekuat.

Rasional : dengan memposisikan klien sesuai dengan body alignmentnya dapat mencegah terjadinya kontraktur dan mempertahankan struktur integritas otot dan persendian Bantu klien bergerak sedapat mungkin atau Bantu klien berdiri disamping tempat tidur. dan leher seperti yang diindikasikan Rasional : latihan isotonic mencegah terjadinya kontrakturdan atropi otot. utuh hidrasi kulit baik ketiadaan tanda penekanan pada kulit. yang bersih.- Mempertahankan keutuhan kulit yang dapat dilihat melalui kulit Mempertahankan kestabilan emosional. mampu memelihara hubungan yang baik dengan orang lain. bermusyawarah dalam menentukan tindakan. isometric mempertahankan kekuatan otot. latihan active atau pasif) paling sedikit 4 jam sekali pada tangan. . Intevensi keperawatan Lakukan secara tepat program latihan (isotonic. latihan pasif mempertahankan pergerakan sendi Motivasi patisipasi aktif dalam perawatan diri klien Rasional : perawatan diri dapat menggerakkan sendi dan otot-otot tubuh secara aktif Bandingkan ukuran dan kekuatan otot sebagai baseline data pada setiap sisi tubuh setiap hari. kaki. Rasional : deteksi dini atrofi otot dan menurunnya kekuatan otot dapat memfasilitasi intervensi yang dini pula Posisikan klien sesuai dengan body alignment. social dan intelektual. dapat dilihat dari partisiipasi aktif klien.

dan ortostatik hypotensi Pada beberapa waktu kaki diangkat untuk setiap hari sekitar 20 menit Kaji keadaan kulit anggota badan bagian bawah dan ukur lingkar betis Rasional : dengan adanya elevasi menambah sirkulasi perifer seperti yang diindikasikan.Rasional : dengan bergerak dapat mencegah disuse osteoporosis Monitor tanda-tanda vital menurut kebutuhan klien atau atau badan kesehatan lainnya. edema. dan mempertahankan jalan napas yang paten . memperlancar pergantian gas. Rasional : valsalva menauver dpat menambah tekanan pada jantung Rasional : penggunaan stocking anti emboli dapat mencegah terjadinya pembentukan thrombus. Rasional : inspeksi dan pengukuran secara rutin dapat memungkinkan perawat mendeteksi perubahan secara dini Lihat juga intervensi untuk fungsi musculuskletal Rasional : semua tindakan ini juga menstimulasi sirkulasi darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular Kaji suara napas dan expansi dada minimal 8 jam perhari Rasional : tindakan ini dilakukan perawat untuk mengetahui adanya kelainan suara napas dan ketidak adekuatan expansi dada Ajarkan klien untuk menarik napas dalam dan membantukkan setiap jam bangun. mencegah stasis sekresi. vena engorgement. Rasional : memonitor yang rutin memungkinkan perawat untuk mendeteksi alterasi secara dini Ajarkan pada klien bagai mana cara menjauhi valsalva maneuver Gunakan pada klien stocking anti emboli seperti yang diindikasikan. Rasional : naps dalam dan batuk efektif dapat menambah expansi alveolar.

Rasional : kenormalan pada data-data yang ditemukan menunjukkan adekuatnya pemasukan hidrasi dan nutrisi. Monitor warna. untuk menggunakan pakaian Rasional : pembuatan keputusan oleh klien sendiri dapat menambah harga diri klien Rencanakan waktu luang yang tepat untuk klien. Rasional : berkurangnya keluaran urin. warna dan karakteristik feses. Bantu klien untuk bergerak jika memungkinkan atau dudukkan klien pada kursi. konstipasi dapat dihubungkan dengan terjadinya immobilisasi Ajarkan klien untuk memilih makanan yang menngandung tinggi serat Rasional : makanan tinggi serat dapat meningkatkan peristaltic usus dan defekasi. Rasional : membina rasa saling percaya dengan klien sangat baik dilakukan karena dapat memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya Kaji aktifitas yang membuat klien senang.- Buat jadwal perubahan posisi. jumlah keasaman. kesuraman/ketidak jernihan urine dan rasa nyeri saat buang air kecil merupakan indikasi infeksi dan retensi urine. perencanaan aktifitas sehari-hari. frekuensi defekasi. seperti : memindahkan bagian milik pribadi. kejernihan. dan berat spesifik urine. Rasional : perubahan posisi menyediakan secara bebas area paru untuk ekspansi. dan klien dianjurkan untuk mengubah posisi setiap 2 jam. pemasukan dan pengeluaran cairan dan nilai serum protein. turgor jaringan. Anjrkan pada klien untuk membuat keputusan sebanyak mungkin. Tanyakan apakah klien merasa nyeri saat buang air kecil. dan merencanakan secara bebas kegiatan sehari-hari . dan membantu memindahkan dan kemidian dikeluarkan melalui skret pada saat batuk. Monitor berat klien.

.Rasional : aktifitas sehari-hari yang menyenangkan klien dapat mencegah kebosanan pada diri klien dan memotivasi klien untuk melihat dan berfikir kedepan Dx II Tujuan : Identifikasi aktifitas dan factor-faktor yang menyebabkan intelaransi Mempertahankan nadi. Mau menerima pertolongan. menambah tingkatan aktifitas dan atau efek terhadap intoleransi aktifitas atas fungsi dan responnya sebagai individu. memilih dan menggunakan sumber yang tersedia dengan tepat. Menambah tingkatan toleransi klien terhadap aktifitas yang dibutuhkan Mengutarakan kecemasan terhadap aktifitas. Mengkaji pengetahuan klien terhadap aktifitas sehingga menyebabkan intoleransi terhadap aktifitas Rasional : tindakan-tindakan ini dapat membantu perawat dan klien dalam menemukan data dasar dan memudahkan perawat untuk memilih tingkatan aktifitas yang cocok untuk klien Batasi factor-faktor yang menyebabkan intoleransi klien. pernapasandan tekanan dalam batas normal Membebaskan klien dalam pola aktifitas dan istirahat sehingga dapat terhadap aktifitas selama aktifitas direncanakan mengoptimalkan peran klien terhadap dirinya sendiri dan meminimalkan tingkat kejadian fatigue. Intervensi.

Rasional : dengan mengidentifikasi aktifitas dapat membantu klien memudahkan untuk berpartisipasi sebanyak mungkin dalam kebutuhan aktifitas dan menjaga derajat harga diri. menyediakan bantuan berjalan seperti yang diindikasikandan atur pemberian oksigen jika terdapat order. seperti mengatur pengobatan rasa nyeri sebelum beraktifitas.) Rasional : menjadwalkan kegiatan kesaharian klien dapat membantu penghematan energi klien dan energi tersebut dapat digunakan jika ada pemeriksaan yang memerlukan energi yang besar Ukur kegiatan untuk menjaga energi klien selama beraktifitas. Selingi aktifitas klien dengan waktu istirahat (berbaring atau duduk secara rileks diaatas kursi) Rasional : dengan aktifitas yang adekuat dapat menambah persediaan energi klien Bantu dan atur jadwal keseharian klien seperti yang diindikasikan (seperti menunda jadwal mandi klien jika klien dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan diagnostic.Rasional : mengidentifikasi factor-faktor penyebab memdahkan perawat dan klien untuk memfokuskan intervensi secara tepat. Rasional : dengan mengukur kegiatan klien dalam menghemat energi dapat memungkinkan klien untuk meningkatkan toleransi terhadap aktifitas . Monitor respon klien terhadap aktifitas yang dilakukan Rasional : dengan memonitoring memungkinkan perawat dank lien dapat membatasi aktifitas tertentu dan dapat pula menambah atau mengurangi aktifitas yang ada Bantu klien untuk menidentifikasi aktifitas yang dapat dilakukan tanpa merugikan klien dan yang dapat mendorong klien untuk melakukan aktifitas tersebut.

Masukkan keluarga atau support/bantuan seseorang dalam membantu : memberikan/mensupport klien dengan bantuan dapat klien melakukan aktifitas sehari-hari Rasional mempertahankan gaya hidup yang diinginkan klien Rencanakan waktu luang bagi klien dan dengarkan dengan empaty terhadap apa yang klien keluhkan. lebih sering beristirahat. lebih sering dapat mengoptimalkan pelaksanaan dan hasil. dan lebih banyak menggunakan bantuan sebagaimana diindikasikan. Rasional : penggunaan sumber yang tersedia dimasyarakat dapat mengurangi anxietas dan perasaan frustrasi dalam melengkapi kebutuhan aktifitas Dx III Tujuan : Menggambarkan factor-faktor yang mana dapat merusak mobilitas fisik klien. Pertolongan yang tepat memastikan .- Pastikan klien dalam melaksanakan aktifitas lebih santai dan dalam jangka waktu yang singkat. Berikan reinforcement positif untuk meningkatkan aktifitas Rasional : reinforcement yang positif dapat memberikan dorongan tujuan yang memuaskan. Rasional : anxietas dan takut dapat menghabiskan persediaan energi dan mengurangiklien untuk melakukan aktifitas yang diinginkan Berikan informasi yang tepat mengenai sumber yang cocok untuk membantu klien melakukan aktifitas sehari-harinya dan mempertahankan home management. Rasional : memperpendek waktu klien dalam beraktifitas dapat membuat klien lebih santai dan waktu istirahat yang klien aman dan mencegah klien jatuh.

kulit dan eliminasi yang disebabkan oleh immobilisasi. Dx IV Tujuan. . sirkulasi. penyakit yang Intervensi. Lakukan latihan ROM passive jika latihan ROM aktif tidak dapat dilakukakan Rasional : latihan ROM passive mempertahankan mobilitas sendi dan mencegah kontraktur. memperbaiki kekuatan otot. tergantung intensitas dan durasinya. meelemahkan klien. nyeri dan lain-lain Rasional : mengidentifikasi factor-faktor penyebab dapat memungkinkan perawat dan klien untuk memfokuskan intervensi yang tepat.- Mempertahankan secara optimal fungsi muskuloskletal Kaji factor-faktor penyebab seperti trauma. Rasional : latihan ROM aktif mempertahankan mobilitas sendi. mempertahankan dan memperbaiki fungsi cardiovakular. Anjurkan klien untuk berpartisipasi secara aktif dalam aktifitas perawatan dirinya sebanyak mungkin Rasional : melakukan aktifitas perawatan diri dengan mempergunakan otot dan persendian dapat membantu mempertahankan fungsi mereka (otot dan persendian) Anjurkan ambulasi secara optimal tidak lebih dari batasan gerakan fisik Rasional : ambulasi dapat memberikan tekanan pada tulang dan mencegah komplikasi pernapasani. Instruksikan klien dan monitor latihan ROM aktif untuk semua persendian paling sedikit 2 kali sehari.

atau Bantu klien untuk bergerak dengan nyaman seperti yang dindikasikan Rasional : reinforcement yang positive mendorong klien untuk beraktifitas sebebas mungkin Ajarkan klien menggunakan metode berpindah yang aman atau membantu klien untuk untuk pindah secara aman sesuai permintaan Rasional : penggunaan metode memindahkan pasien dengan aman mencegah jatuh dan injuri Informasikan pada klien tindakan pencegahan yang aman (menggunakan sepatu atau selop dengan alas anti selip. dan ke posisi berdiri cidera Intervensi. atau Menggunakan alat ukur yang nyaman untuk memperkecil resiko Diskusikan kemampuan klien memanage dirumah. konci kusi roda sebelum memindahkan klien. antara kursi roda dan toilet. dll) Rasional : pengetahuan tentang tindakan pencegahan yang aman membuat klien waspada terhadap bahaya injuri. Awasi semua mobilisasi yang dilakukan sesuai permintaan Rasional : pengawasan yang tepat memastikan klien aman melakukan aktifitasnya Berikan reinforcement positif terhadap setiap kegiatan yang dilakukan. tongkat.) pastikan karet pada ujung tongkat atau kruck dalam keadaan utuh. kamar kecil. trapeze.- Menggunakan alat Bantu secara benar dan bebas (dengan pengawasan) Pindah secara aman diantara tempat tidur dan kursi. crutches) Rasional : mengetahui bagiamana mempergunakan fasilitas/alat-alat mobilisasi secara tepat tanpa menyebabkan injuri pada tubuh. walker. bergerak (seperti. . Indtruksikan klien untuk menggunakan secara benar alat Bantu untuk pindah dan bergerak secara aman kursi roda.

- Kaji kebtuhan untuk membantu perawatan dirumah dan kebuthan untuk peralatan berobat konsultasi dengan bagian fisioterapi seperti yang diindikasikan Rasional : bantuan dan peralatan yang tepat memungkinkan pasien untuk menjaga dan mengoptimalkan derajat kebebasan dan harga diri. .

1995. California . Fundamental Of Nursing.DAFTAR PUSTAKA. Addison Wesley. Kozier. Barbara.

Related Interests