Menjemput Kesetiaan Posted by pak cah on May 3, 2011 Oleh : Cahyadi Takariawan Engkau aktif dalam kegiatan dakwah

? Engkau telah bekerja melakukan berbagai upaya menebarkan kebaikan di daerah ? Jika ya, maka mungkin engkau pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa. Luar biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. Sayang sekali, senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Mereka telah mengejar harta, tahta dan wanita, dan melupakan tujuan perjuangan. Lalu, untuk apa anda tetap berpayah-payah di daerah? Sia-sia semua yang kalian kerjakan. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit di antara kalian. Apa kalian masih akan bertahan ? Lihatlah apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang, karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan melupakan akhirat . Semua kata-kata itu keluar begitu saja dari mereka yang tidak mengerti makna ucapannya sendiri. Seakan-akan semua yang diucapkannya adalah kebenaran. Seakan-akan yang disampaikan adalah data dan fakta yang telah teruji kebenarannya, lalu semua yang mendengarkan diharapkan segera beriman. Seakan-akan semua yang mereka ungkapkan adalah dalil pembenaran untuk meninggalkan gelanggang perjuangan. Alkisah, seorang kader dakwah merasa tengah mengalami titik kejenuhan. Banyak beban dakwah dan beban kehidupan harus dihadapi sendiri. Ia mulai merenung, berpikir, dan akhirnya merasa semakin lemah. Aktivitas dakwah yang semula menumpuk setiap hari, perlahan mulai dikurangi. Dikumpulkannya kata orang tentang pemimpinnya. Dia belanja isu tentang kehidupan para pimpinan dakwah. Cukup banyak sudah isu dikumpulkan, semua semakin melemahkan semangat dakwahnya. Ia mulai menghitung ulang keterlibatannya dalam aktivitas dakwah, dan mempertimbangkan langkah mundur ke belakang. Di hadapanku ia curahkan semua isi hatinya. Sesak, gumpalan beban menghimpit dada dan hatinya. Lelah, penat, jenuh, kecewa, sedih, bercampur aduk . Air matanya tumpah ruah saat bercerita tentang kepedihan hatinya. Aku merasakan bendungan perasaan itu ambrol, air bah kekecewaan mengalir sangat deras tidak terbendung. Dahsyat, luar biasa . Aku segera menceritakan makna ikhlas bagi kader yang berada di lapangan. Aku hanya kader lapangan, waktuku habis di jalan, bukan di kantoran. Aku tidak bisa menjelaskan dengan rangkaian teori yang tinggi-tinggi . Ilmuku adalah ilmu lapangan, ilmu aplikasi, berisi pengalaman dan akumulasi rekaman kejadian setiap hari. Teoriku adalah teori kehidupan, yang aku dapatkan langsung dari medan perjuangan. Merekam detail hikmah yang muncul dari perjalanan di sepanjang wilayah dakwah. Saudaraku, aku ajak engkau melihat benih-benih yang kita semai di ladang-ladang dakwah di berbagai wilayah. Subhanallah, benih itu tumbuh subur menghijau, membuat takjub siapapun yang melihat dan merasakan detak pertumbuhannya. Kita sirami benih itu, dan kita rawat dengan sepenuh cinta dan kasih sayang. Perasaan lelah dan jenuh

segera hilang sirna dengan sempurna. Di sebuah ruang sederhana di Gendeng. yang engkau temui adalah benih-benih tersemai dengan pupuk keimanan dan keutamaan. Dunia disempitkan oleh media. aku merasakan detak jantung penuh cinta. Yogyakarta. dengan mata kepalamu sendiri. jika yang engkau keluarkan untuk mereka . Sulawesi Tenggara. Bergeraklah di lapangan dakwah. lihat wajah-wajah cerah yang tampak di setiap pertemuan. Luwu Utara. lihat sendiri. yang muncul hanyalah optimisme menghadapi medan perjuangan. Di Maluku. Kemanapun engkau pergi. Bisakah engkau menanamkan bibit-bibit kebencian. bagaimana wajah-wajah penuh kecintaan akan selalu engkau dapatkan. Tulisan yang tak mampu menggambarkan betapa besar sesungguhnya ukuran cinta dan harapan yang ada pada dada para kader di sepanjang wilayah dakwah. Sulawesi Selatan. lalu menyuburkannya hanya dengan pupuk isu serta gosip sepanjang masa? Bisakah engkau menciptakan lahan-lahan yang akan tersuburkan dengan fitnah. Diam telah membuatmu merasakan kejenuhan. Rasa jenuh dan lelah bisa hinggap pada hati dan pikiran siapa saja. aku merasakan getar kesadaran akan kemenangan. bukan diluaskannya. apalagi jika yang dihadapi hanya koran. akan merasakan kesegaran udara yang sangat jernih. Jadi. Di sebuah gedung pertemuan di Masamba. bertemu kader-kader dakwah di setiap daerah. Dimanapun engkau berjalan. Maka bergeraklah. Tulisan yang saya khawatirkan justru menyempitkan makna kesetiaan dan keikhlasan setiap titik perjuangan kader di seluruh bumi Allah. dan semua wilayah ini adalah bumi dakwah. tempat kita menyemai cinta. Di Nusa Tenggara Barat. saudaraku ? Berjalanlah. dengarkan sendiri kata-kata mutiara yang muncul dari lapangan. telah menorehkan kasih. Di Papua. Baciro. Kota Jogja. Di berbagai belahan Kalimantan aku mendapatkan suasana gelegak kehangatan tak terkalahkan. dan semua daerah ini adalah bumi perjuangan. Tidak bergerak menyebabkan pikiranmu dipenuhi pesimisme dan kegalauan. Berjalan. Di sepanjang bumi Sumatera aku melihat dan merasakan pancaran semangat yang membara. Di sebuah mushalla kecil di kecamatan Piyungan. berita televisi. caci maki dan sumpah serapah ? Siapa yang akan bisa memberikan cinta. Lalu apa yang menyemangati kita ? Mari berjalan menikmati hijaunya lahan-lahan semaian dakwah yang telah kita rawat lebih dari dua puluh tahun lamanya. Bergeraklah. aku menjadi saksi kesetiaan tanpa jeda. yang engkau dapatkan adalah buah-buah yang terawat oleh cinta dan kasih sayang para pembina. apa yang melemahkanmu. telah memahatkan sayang di hati sanubari semua benih dakwah di sepanjang daerah. Rasakan sendiri. Kemanapun engkau melangkah. berjalanlah. Para pembina telah mencurahkan cinta. internet dan kata orang. aku merasakan optimisme dan membuncahnya harapan. dimanapun engkau bergerak. polusi itu justru ada di sini. Tidak berkegiatan membuat hatimu selalu dalam kebimbangan dan keputusasaan. Di sebuah ruangan di Baubau. Subhanallah.menghadapi berbagai kendala. saudaraku ? Lihat sendiri. Tak ada polusi di sana. Pekerjaan rutin sehari-hari membuat kita mudah mengalami kejenuhan. di tulisan ini. menyapa dan membersamai aktivitas mereka. saat menyaksikan hasil semaian di ladang-ladang dakwah kita. kemarahan. tempat kita menanamkan harapan. kepal tangan yang terangkat kuat menandakan tak akan menyerah menghadapi kendala dakwah. Lalu apa yang melemahkanmu. dendam dan kesumat. beraktivitaslah bersama kafilah dakwah. minoritas bukanlah alasan untuk merasa lemah dan kalah. engkau akan menemukan sangat banyak harapan dan untaian mutiara kesabaran. Bantul.

bersemi indah dan terawat dengan cermat. saudaraku ? Pernahkah engkau mendengar Polewali. semula kita membayangkan akan kesulitan menanam benih di lahan yang teramat kering kehitaman. Sumbawa. yang terasakan hanyalah semangat berkontribusi tanpa henti. Sekelompok kader telah bekerja melakukan apa yang mereka bisa. Pidie. hal apa lagi yang meresahkanmu. Hanya Allah yang menjadi tumpuan harapan kerja mereka. jika yang engkau taburkan adalah kebencian ? Jadi. padahal tidak ada yang memberi upah. seakan tak mau melepaskan. Aku juga mengunjungi dan menyapa kader-kader di Mataram. menemukan bongkahan semangat yang sangat potensial. Lhokseumawe. tak kalah semangat menjalani aktivitas perjuangan. Namun taburan benih tak ada yang sia-sia. Para kader . karena benih telah dirawat dan dipelihara dengan sepenuh jiwa. Sangat banyak luapan energi yang siap untuk mencerahkan wilayahnya. Papua. di sana tidak ada polusi? Karena polusi itu ada di sini. Irian Jaya Barat. Tak dinyana. Penajam. Yang sangat kami perlukan adalah kehadiran para Pembina. propinsi yang terbentuk setelah dimekarkan dari Sulawesi Selatan. Lombok. Demikian pula di Merauke. Siapa menyangka ternyata kecintaan dan kesetiaan yang tulus dimiliki oleh mereka yang tinggal jauh di ujung Indonesia. Tangan-tangan halus para pembina telah membentuk karakter yang kuat pada para aktivis dakwah. Papua. Di sebuah pojok ruang di Manokwari. Samarinda. Engkau tidak mengetahui bahwa di tempat yang sangat jauh dari keramaian kota itu ada banyak harapan untuk kebaikan. telah menanamkan benih-benih di berbagai wilayah. Beberapa gelintir generasi dakwah. Di sepanjang ruas jalan yang aku lalui di Balikpapan. Itu nama-nama kabupaten yang ada di Sulawesi Barat. Di sebuah ruang sederhana. Subhanallah. Insyaallah pahala berlipat telah Allah limpahkan untuk mereka. Kutai Kertanegara. Tulisan yang tak mampu merangkum kuatnya kecintaan dan tulusnya harapan dari kader-kader di daerah. menitipkan pesan penting saat aku kesana. Bahkan mereka menghantarkan aku hingga di depan tangga pesawat terbang. dan ternyata lahan-lahan kering itu sedemikian suburnya. Aku telah melawat berhari-hari lamanya. Kutai Timur. aku mendapatkan dan merasakan gelora semangat yang sedemikian membahana. Majene. apa yang menggelisahkanmu saudaraku ? Seorang kader dakwah di Paniai. di Wamena. di tulisan ini.adalah dendam membara ? Siapa yang akan memberikan kesetiaan. seperti terbawa mimpi. Luar biasa. Mereka menjemput kesetiaan dengan melakukan sangat banyak kegiatan. yang terhirup adalah udara jernih. Kami sangat optimis dengan medan dakwah di sini . Benar kan. Jadi. Semangat demikian tinggi mengharap kehadiran kita untuk menyaksikan pertumbuhan. Mamuju dan Mamasa ? Mungkin engkau belum pernah mencarinya di dalam peta. Demikian pula saat aku menapaki Banda Aceh. Di sudut-sudut ruangan. Dompu dan Bima. aku menemukan kenyataan cinta itu hidup segar. Berau. Meulaboh. jika yang engkau tanam adalah benih-benih permusuhan ? Siapa yang akan memberikan ketulusan. bukti kemurnian tujuan perjuangan. Kisah-kisah heroik aku dapatkan selama menemani mereka menyemai benih di bumi Irian Jaya Barat. Genggaman tangan sangat kuat dan hangat masih aku rasakan. Paniai bahkan tidak engkau kenal wilayahnya ada dimana. di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi. Langsa. sehingga mereka terus menerus bekerja tanpa mengenal lelah. Luar biasa semangat kader-kader dakwah di sana.

Aku selalu memohon kepada Allah. berlomba mencetak prestasi dan karya besar bagi bangsa dan negara. Waktu. Aku merasakan gairah pertumbuhan. beraktivitas di lapangan. berbuat. Berbagai kekurangan dan kelemahan mereka miliki. kata-kata itu ? Aku bukan seseorang yang berwenang menjelaskan.telah bertahan di medan perjuangan dengan segenap kecintaan dan harapan. Aku menjadi saksi hasrat dan kecintaan mereka yang sedemikian besar kepada perjuangan dakwah. atau melamunkan sesuatu. harta benda bahkan jiwa telah mereka sumbangkan dengan sepenuh kesadaran. namun tidak menyurutkan semangat dan memadamkan gairah yang menggelora di dada. kecuali upaya memberikan yang terbaik bagi perjuangan. Ya Allah. Mereka menjemput kesetiaan dengan selalu bergerak. aku melihat gurat keteguhan. yang tampak adalah dinamika berkegiatan. berlomba melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan. aku menikmati cita rasa kesetiaan. karena sama sekali tidak ada artinya bagiku. 3 Mei 2011 . aku mencium harum aroma kemenangan. Sepanjang mata memandang. saudaraku ? Suara-suara itu. Aku selalu memohon perlindungan dan kekuatan kepada Allah. tuduhan-tuduhan itu. Ya Allah sampaikan kepada para kader yang telah bekerja sepenuh jiwa. semoga Allah selalu melindungi dan menjaga dakwah dan para qiyadah. betapa besar cinta kami kepada mereka. karena polusi itu adanya di sini. bahwa kemenangan itu dekat waktunya. Selamanya ! Pancoran Barat. Aku hanyalah seorang kader lapangan. Bukan duduk diam menunggu sesuatu. pikiran. tuduhan-tuduhan itu. Mereka yakin akan janji-janji Ketuhanan. tenaga. Maka. bukan di kantoran. betapa hati kami selalu tertambat kepada mereka. Aku juga berharap. Tulisan yang tak mampu mengkabarkan dengan tepat betapa keutuhan dan ketulusan langkah perjuangan kader-kader dakwah di sepanjang wilayah. apakah masih ada artinya jika engkau telah menghirup nafas dari udara yang sangat jernih di wilayah dakwah ? Apakah masih membuatmu gelisah jika tubuhmu telah basah oleh keringat dari perjalanan panjang yang sangat menyenangkan di berbagai daerah ? Apakah masih membuatmu ragu jika matamu telah memandang kehijauan lahan-lahan yang kita semai di sepanjang bumi Allah ? Apakah masih membuatmu gundah jika hatimu telah bertaut dengan aktivitas kader-kader dakwah yang menjemput kesetiaan dengan berjaga dan bertahan di berbagai medan perjuangan ? Sungguh. aku menjadi saksi kesetiaan mereka di sepanjang jalan dakwah. Suara-suara itu. apa yang meragukanmu. Beritahukan ya Allah. beritahukan kepada kader-kader yang setia berjaga di garis kesadaran dan harapan. Tidak ada yang terbayang dalam benak mereka. kader-kader di daerah mengerti betapa besar cinta kami kepada lahan-lahan yang tumbuh bersemi. di sepanjang bumi Allah. agar semangat dan gairah dakwah tidak pernah melemah. Selamanya. Waktuku habis di jalan. Di tulisan ini. cinta kami sangat tulus untuk mereka. Aku menjadi saksi betapa suburnya cinta dan kesetiaan kader di sepanjang jalan dakwah. Maka aku tak mau mendengarkannya. caci maki itu. Tak ada polusi di sana. aku mendengarkan degup jantung penuh kecintaan.