LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN HISTOLOGI HEWAN Histology of Integument, Muscular and Skeleton

Oleh : Herlin Aprilia Kartini 0910913002

LABORATORIUM FISIOLOGI, KULTUR SEL DAN JARINGAN HEWAN JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

Malang.Lembar Pernyataan ³ Saya yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa laporan yang berjudul µHistology of Integument.19 April 2010 Herlin Aprilia Kartini 0910913002 . Muscular and Skeleton¶ ini adalah hasil kerja Saya sendiri dan tidak mengandung unsur plagiarism. Pernyataan ini dibuat dengan sebenar ± benarnya dan tanpa paksaan´.

otot. sel otot polos. . sel otot dan tulang. Tulang merupakan jaringan ikat yang khusus. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui struktur sel dan jaringan pada jaringan-jaringan penyusun kulit. Salah satu contoh dari sistem integumen yaitu kulit.Histology of Integument. Kulit terdiri atas lapisan epidermis yang merupakan lapisan epitel yang berasal dari ektoderm dan dermis yang terdiri dari selapis jaringan ikat yang berasal dari mesoderm. melindungi. Muscular and Skeleton Herlin Aprilia K. dan sel otot jantung. Sel-sel otot dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu sel otot lurik. otot dan tulang serta untuk mengetahui perbedaan antara jaringan penyusun kulit. Jaringan otot adalah jaringan yang berperan dalam pergerakan tubuh hewan. sel. Kata kunci : Kulit. dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya ABSTRAK Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan. tulang. memisahkan. Berdasarkan matris penyusunya tulang dibedakan menjadi dua yaitu tulang keras dan tulang rawan.

Bahan yang digunakan ialah preparat jaringan kulit. Muscular and Skeleton antara lain adalah tulang adalah mikroskop. METODE PRAKTIKUM 1. 19 April 2010 di Laboratorium Fisiologi. dan Jaringan Hewan gedung Biologi. Muscular and Skeleton ini dilakukan pada hari Senin. Hasil pengamatan disusun dalam format laporan hasil pengamatan . alat tulis.1 Waktu dan Tempat Praktikum yang berjudul Histology of Integument. 1. 1.3 Langkah kerja Preparat awetan jaringan integumentyang telah disediakan kemudian diletakan pada mikroskop Preparat awetan pada mikroskop dibandingkan dengan gambar pada literature yang ditayangkan Hasil image yang terlihat kemudian diamati bagianbagiannya Bagian ±bagian yang telah diamati kemudian digambar dan diberi keterangan. FMIPA.I. otot. dan kertas. Universitas Brawijaya. dan skeleton. Kultur Sel. alat warna.2 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktiku Histology of Integument.

2 Gambar Literatur Stratum corneum Stratum luciidum Stratum ganulosum Stratum spirosum Stratum basale dermis Gambar 3. Papilary Layer 1. papilary layer Dermis. 5.II. 6.uwa.jpg .1 Gambar Hasil Pengamatan Epidermis Blood vesels Dermis. 5. 2009) (http://www. 2.edu. 4. 7. Lapisan jaringan kulit (Anonymous. Reticulare layer Hypodermis Jaringan Adiposa Denseiregular connective tissue 8.1 Integument 2.1.1.au/mb140/CorePages/Integumentary /Images/skthick0021he.anhb. 3. 3. Hasil dan Pembahasan 2. 2. Gambar 1. Lapisan epidermis kulit 2. 6. Gambar 2.lab. Lapisan jaringan kulit 1. 4.

Pada temperatur yang menurun.9 meter persegi. Struktur Jaringan Penyusun Kulit ( Anonymous.Gambar 4. Epidermis merupakan bagian terluar dari lapisan kulit. kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit.anhb.5 ± 1. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. 2009) 2. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Kulit berfungsi sebagai organ reseptor yang selalu berhubungan . Tebalnya kulit bervariasi mulai 0.3 Deskripsi Pengamatan Pengamatan terhadap gambar jaringan kulit terlihat bahwa kulit tersususn atas 3 lapisan kulit utama yaitu epidermis. dense irregular connective tissue dan banyak terdapat blood vesel.lab.edu. 2009). pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.1. Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berperan dalam pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Lapisan luar kulit relatif kedap air yang mencegah penguapan air secara berlebihan. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh.4 Deskripsi Literatur Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh.au. 2. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat.1. umur dan jenis kelamin (Pearce. paru-paru dan mukosa bukal. dermis dan hypodermis. merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. dimana tersusun atas jaringan epitel pipih.6 kg dan luasnya sekitar 1. lapisan ini sebagian besar terdiri dari jaringan adipose. Dermis merupakan lapisan di bawah epidermis. Lapisan paling bawah pada kulit yaitu hypodermis.uwa. (http://www.5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah.2006). insessible loss dari kulit. pada orang dewasa sekitar 2. pada bagian ini terdapat dermal papillae atau papillae layer.7 ± 3.

bersifat translusen dan terdiri atas selapis tipis sel eosinofilik sangat gepeng. atau agak gepeng dengan inti di tengah dan sioplasma dengan cabang-cabang yang terisi berkas filamen. yaitu: Stratum Basale ( stratum germinativum ) : terdiri atas selapis sel kuboid atau silindris basofilik yang terletak di atas lamina basalis pada batas epidermis-dermis dan memisahkan dermis dari epidermis. poligonal. sel Langerhans. Struktur yang terlihat dengan mikroskop elektron dalam sel-sel stratum granulosum epidermis ialah granula berlamel. Epidermis terutama terdiri atas epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk. sehingga memberikan permukaan ini corak berduri. Berkas ini berkonvergensi ke dalam banyak juluran selular halus. epidermis terdiri atas lima lapis sel penghasil keratinosit. Sel-sel lapisan ini saling mengikat dengan erat melalui duri sitoplasma terisi-filamen dan desmosom. Filamen ini berperan penting mempertahankan kohesi antar sel dan dalam melawan akibat abrasi. Desmosom masih tampak di antara sel-sel bersebelahan. Sumbu panjangnya tegak lurus terhadap lamina basalis. Sel epidermis yang mempunyai lapisan tanduk itu disebut keratinosit. Stratum basale ditandai banyak aktivitas mitosis dan bertanggung jawab atas pembaruan sel-sel epidermis secara bersinambungan. dan sel Merkel. Semua mitosis hanya terbatas pada yang disebut stratum malpighi. Jaringan penyusun kulit tersusun atas tiga lapisan utama yaitu lapisan epidermis. dan sitoplasma terutama terdiri atas filamen padat yang berhimpitan dalam matriks kedap-elektron. Dari dermis keatas. Stratum Korneum : Lapisan ini terdiri atas 15-20 lapis sel berkeratin tanpa inti gepeng yang . dan berakhir pada desmosom yang terletak pada ujung juluran-juluran halus ini. Organel dan inti tidak tampak lagi. tetapi juga mengandung tiga jenis sel yang tidak begitu banyak : melanosit. 1998). Stratum Spinosum : Lapisan ini terdiri atas sel-sel kuboid.dengan lingkungan dan melindungi organisme dari cedera benturan dan gesekan (Junqueira. yaitu sebuah struktur lonjong atau mirip-batang kecil ( 0. Stratum Lusidum : Tampak lebih jelas pada kulit tebal. Setiap lapisan terdapat spesifikasi dan lapisan-lapisan tertentu yang memiliki fungsional tertentu. yang terdiri atas stratum basale dan stratum spinosum.3 m ) yang mengandung cakram-cakram berlamel yang dibentuk oleh lapis-ganda lipid.1-0. dermis dan hipodermis. Stratum Granulosum : Lapisan ini ditandai oleh tiga sampai lima lapis sel poligonal gepeng dengan sitoplasma yang berisi granula basofilik kasar yang disebut granula keratohialin.

Enzim hidrolitik lisosom berperan dalam menghilangnya organel sitoplasma. Epitel selapis hanya terdiri atas satu lapis sel. yang tetap mempunyai inti. Sel-selnya tersusun atas banyak lapisan. Keratin sekurang-kurangnya mengandung enam polipeptida yang berbeda dengan berat molekul antara 40. bukan gepeng atau silindris. atau silindris. Epitel berlapis gepeng dengan lapis tanduk biasanya di jumpai pada kulit. dan transisional. Lapisan dermis dibagi atas dua bagian. esophagus. sel-sel hanya terdiri atas protein amorf dan fibrilar dan membran plasma yang menebal. yaitu keratin. Sel-sel yang berdekatan dengan jaringan di bawahnya biasanya berbentuk kuboid atau silindris. ureter. Epitel berlapis silindris jarang di dapat. Lapisan ini mempunyai jaringan ikat longgar. Lapisan ini sebagian besar disusun oleh serat kolagen (Kerr. Lapisan papila mengandung lekuk papila. Epitel berlapis gepeng tanpa lapis tanduk melapisi rongga-rongga basah (misalnya mulut. vagina). Kulit berfungsi sebagai organ reseptor yang selalu berhubungan dengan lingkungan dan melindungi organisme dari cedera benturan dan gesekan (Junqueira.000.sitoplasmanya dipenuhi skleroprotein filamentosa birefringen. pada tubuh manusia hanya dijumpai sedikit seperti pada konjungtiva okuli dan beberapa duktus kelenjar yang besar. di tandai dengan adanya sel-sel berbentuk kubah pada permukannya. Lapisan retikulosa mengandung jaringan pengikat rapat. Epitel ini ditandai dengan adanya lapisan sel gepeng yang hidup di permukaan. Epitel transisional. 2000). 1995) . Epitel berlapis digolongkan berdasarkan bentuk sel lapisan superfisialnya: gepeng kuboid. yaitu epitel penutup dan epitel kelenjar. Lapisan luar kulit relatif kedap air yang mencegah penguapan air secara berlebihan. Sel-sel secara terus menerus dilepaskan pada permukaan stratum korneum (Junqueira. yang melapisi kandung kemih.000-70. 1998). 1998). yaitu lapisan papila dan lapisan retikulosa. dan eitel berlapis terdiri atas lebih dari satu lapis. Jaringan epitel kelenjar meliputi sel-sel dengan fungsi khusus menghasilkan cairan sekresi yang komposisinya berbeda dari darah atau cairan intersel (Junqueira. Contoh epitel silindris yaitu pelapis usus kecil. Epitel biasanya digolongkan berdasarkan struktur dan fungsinya menjadi dua kelompok utama. sel-sel tersebut disebut sel tanduk. dan bagian atas uretra. kuboid. Setelah keratinisasi. silindris. Contoh epitel selapis yaitu gepeng.

Interkalated disc (duktus interkalaris) 2. Otot polos .2.2 Muscular 2. Endothelial cell nucleus 4. 2009) Gambar 7.2. Inti sel 3.1 Otot Jantung Keterangan : 1. Struktur Histologi Otot Jantung Gambar 6. Otot jantung (Anonymous. capillary Gambar 5.

Otot polos (Marrieb. 2004) Gambar 9.Gambar 8.2 Deskripsi Pengamatan Berdasarkan pengamatan preparat jaringan otot diketahui bahwa jaringan otot jantung tersusun atas kumpulan serabut otot-otot jantung. Otot lurik 2.2. dan setiap . memiliki nukleus ditengahnya. Ototnya panjang.

Otot jantung berfungsi untuk sirkulasi darah dan juga menjaga tekanan darah.1 Otot jantung Otot jantung berukuran pendek.otot lurik tersususn atas serabut ± serabut otot. Otot jantung ini hanya ditemukan di jantung sesuai dengan namanya. Otot ini berbentuk lurik seperti otot rangka. Terlihat juga adanya nucleus. tetapi bekerja seperti otot polos (tanpa kesadaran).otot dipisahkan serabut merah yang disebut dengan diskus interkalar.2. berkontraksi secara ritmis dan automatis. otot lurik memiliki bentuk lurik memanjang berbentuk silindris. Pengamatan terhadap bentuk dan struktur otot lurik. Pengamatan terhadap lapisan otot polos menunjukan otot polos memiliki bentuk bergelendong dengan satu inti pada setiap sel. 2. Terdapat ruang diantara satu serat otot dengan lainnya yang ditunjukkan dengan warna putih. Otot jantung mirip dangan oto lurik namun memiliki cabang dengan satu inti di tengah. Otot jantung dapat berkontraksi seperti otot rangka. memiliki bentuk seperti otot rangka (berserabut otot lurik). 2000). Otot jantung membentuk dinding jantung yang berkontraksi. Ujung-ujung sel ini digabung oleh struktur yang disebut intercalated disc (piringan interkalat) yang menghubungkan sinyal dari sel ke sel pada saat otot jantung berdenyut (Barlian. Tiap sel ini dibatasi oleh intercalated disc. Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jantung) dan pada dinding pembuluh darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung (Jasrin.3 Deskripsi Literatur 2. Otot jantung memiliki serat yang lebih tebal bila dibandingkan dengan otot polos (Bevelander. otot jantung hanya memiliki satu inti yang terletak pada bagian tengah. Selain itu otot . bercabang serta berwarna merah tua. Otot jantung bersifat lurik dan involunteer. Otot jantung bercabang-cabang dan percabangan itulah yang disebut dengan syncitium.3. Sambungan antara otot lurik yang satu dengan otot lurik lainnya disebut intercalated disc. Otot jantung mampu bekerja lama tanpa lelah (Farndon. 1988). Rangsangan saraf hanya menyebabkan kontraksi otot jantung menjadi cepat atau lambat. tanpa rangsangan dari saraf.2. Otot jantung termasuk otot istimewa. 2000). tetapi sel-sel otot ini bercabang. 2006). myenteric flexus ganglion cell yang diamati secara transversely cut dan longitudinal cut. Tidak seperti otot rangka yang berinti banyak.

2. misalnya gerakan zat sepanjang saluran pencernaan. glikogen serta sejumlah retikulum endoplasma kasar dalam jumlah kecil (Camark. sel Paneth. Kontraksinya lambat namun tidak mudah lelah. Serabut-serabut miofibril polos atau tidak berwarna. kandung kencing dan kelamin. Sel-sel otot jantung sering kali bercabang dua dan satu sel dengan lainnya dapat bersatu melalui discus interkalar (cakram sisipan) (Walker. Bekerja tidak dibawah kehendak sehingga disebut otot involunter dan ototnya dilengkapi saraf otonom.jantung melindungi sistem kerja jantung sebagai pemompa darah. Epitel vili bersambung langsung dengan yang dari kelenjar. Otot ini tak sanggup mempertahankan tonus dalam kurun waktu yang tak terhingga dan dalam mengatur garis tengah lumen. 1995). 1995).3. sirkular.2 Otot polos Otot polos tersusun atas sel-sel yang berbentuk bulatan. . beberapa sel absortif dan sel goblet. 1994). yaitu plika sirkularis. Fungsi otot polos ini antara lain memberi gerakan diluar kehendak. 1995). Otot polos dapat ditemukan pada pembuluh darah dan limfe. Pada duodenum. saluran pernafasan serta alat-alat dalam tubuh lainnya. berbentuk semilunar. pelapis usus kecil tampak melipatmelipat tetap. masing-masing terdiri satu nukleus yang terletak di tengah yang inti selnya berbentuk oval. Sel-sel tersebut tersusun dalam lapisan yang diikat dengan jaringan pengikat fibrosa. 2004). Pada kelenjar usus terdapat sel prakembang. memiliki kantung golgi. Otot jantung terletak pada dinding jantung dan dasar dari pembuluh darah yang dekat dengan jantung (Brum. Otot ini berkontraksi dan kemudian menciptakan tenaga yang sangat penting dan kuat untuk menyuplai darah keluar dari jantung (Junqueira. dan sel enteroendokrin (Junqueira. mitokondria. vili intestinal berbentuk daun dan secara berangsur mengambil bentuk jari sesampainya di ileum. terdiri atas mukosa dan submukosa. Sel-sel otot jantung diperkirakan memiliki diameter 15 um dan panjang 85 hingga 100 um. saluran pencernaan. serta mengontrol diameter pembuluh darah dan gerakan pupil (Marrieb.2. 2001). atau spiral. Di lihat dengan mata.

dan ujung esophagus.3 Otot Lurik Serabut otot masing-masing dilapisi sarkolema berkelompok membentuk 15-30 serabut otot dan dilapisi fasikulus. Lacuna 4.1. Jaringan penyusun tulang keras 2. Periosteum 7.2.1 Tulang Keras 2.3. Curcumferential lamellae 2. otot lidah. Masing-masing endomisium dilapisi oleh epimisium. Valcanaliculi canal 6. langit-langit (palatinum). Canaliculi 5.Masing-masing fasikulus dilapisi oleh jaringan ikat perimisium. 2. Jaringan ikat yang meliputi serabut otot rangka disebut endomisium (terdiri atas lamina basalis dan serabut retikulin). Otot lurik biasa dijumpai pada semua otot yang melekat pada tulang.3.1 Gambar Pengamatan Keterangan: 1. pharing.1.3 Skeleton 2.2.3.2 Gambar Literatur . Harvesian system 3. Gambar 11.3.

anhb. Pada lamella tersebut terdapa lakuna yang berserabut-serabut dan disebut kanalikuli. Kanalikuli berfungsi sebagai penghubung antar lakuna.3. Sel-sel tulang yang berdekatan dapat berhubungan satu sama lainnya melalui saluran kecil yang disebut dengan kanalikuli. 2. dengan serabut kolagen di dalam matriks.au. . serta berfungsi untuk membentuk persendian dan sebagai tempat melekatnya ligamen-ligamen (Syaifuddin. Sel-sel tulang (osteoblast) tetap hidup dan menghasilkan matriks tulang.lab. Jaringan tulang berfungsi untuk menjaga berdirinya tubuh. Jaringan penyusun tulang keras (Anonymous.3 Deskripsi pengamatan Pengamatan terhadap spesimen awetan dari tulang keras pada perbesaran 400X memperlihatkan bagian-bagian dari tulang keras dengan cukup jelas.4 Deskripsi literatur Jaringan tulang keras (compact bone) merupakan jaringan tulang yang memiliki matriks tersusun rapat dan padat.1. 1994). 1994). Tulang keras terdapat pada sumbu utama tubuh dari anterior hingga posterior (Fawcet. 1998). dan jaringan ikat longgar.edu. Matriks padat tersebut terbuat dari protein terutama dari kolagen dan garam kalsium yang identik dengn mineral hidrosiapatik. 2009) (http://www. 1999).1. Di dalam kanal Havers terdapat pembuluh darah. pembuluh saraf. Tulang keras merupakan jaringan ikat yang kaku. Satu kanal Havers dengan lingkaran lamelanya disebut sistem Havers atau osteon (Johnson. Jaringan tulang kompak terdiri atas sejumlah lingkaran-lingkaran konsentris tipis yang disebut lamela. Tulang keras berfungsi sebagai penunjang struktur tubuh yang berdaging dan melindungi organ tubuh vital (Fawcet. keras.Gambar 12. membentuk rongga untuk menyimpan (melindungi) organ-organ yang halus. 1996). Kanalikuli merupakan penjuluran seluler dari lakuna di antara satu lamela dengan lamela berikutnya biasanya diselingi oleh sejumlah lakuna yang mengandung sel-sel tulang (Sandeman. 2000). Bagian tengah yang merupakan inti dari sel tulang keras terdapat saluran havers berwarna kuning yang di kelilingi oleh beberapa lapis lamella. garam-garam protein dan kalsium (Radiopoetro. Masing-masing lamela mengelilingi suatu pusat kanal (saluran) yang dikenal dengan kanal havers.uwa.3. 2009) 2.

uwa.3 Deskripsi pengamatan Hasil pengamatan terhadap spesimen awetan dari tulang rawan hyalin terlihat bahwa lapisan terluar dari tulang rawan hyalin yaitu perikondrium yang di dalamnya terdapat banyak kondroblas.tulang rawan Hyalin 2009) (http://www.au.edu.2 Gambar Literatur Gambar 14. sedangkan matrix yang jauh dari lakuna disebut dengan matrix territorial. Kemudian pada lapisan matrix terdapat kondrosit yang dikelilingi lakuna.3.2.3.anhb. . 4. Tulang rawan hyalin 4.2. Matrix yang dekat dengan lakuna disebut dengan matrix interteritorial.3.lab.2.2 Tulang Rawan Hyalin 2.1 Gambar Pengamatan Gambar 13.2.3.

menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dan nasofaring.3 Tulang Rawan Fibrosa 2. 1995). hidung dan annulus trachealis (Radiopoetro. Sel ini berada dalam lakuna.3. laring. Kaya dengan serat kolagen.4 Deskripsi literatur Jaringan tulang rawan memiliki matriks yang keras tetapi elastis yang disebut dengan chondrin. dalam bagian yang menebal yang disebut kapsul. melicinkan permukaan tulang pada sendi. Kartilago hyalin berwarna putih kebirubiruan. 1996) Tulang rawan hyalin merupakan tulang yang liat dan lentur. sebagian besar tulang pada embrio. terdiri dari jaringan pengikat rapat.3. jernih dan homogen. Sel-selnya disebut dengan khondrosit. dan pada lempeng epifisis (Junquiera. 2002). Pada tulang rawan hyalin memiliki struktur yang disebut dengan perichondrium. trakea. 1994).2. Khondrosit di pinggiran berbentuk elips. bronchio.4. Sel-selnya mirip fibroblast. menunjang jaringan lunak serta alat dalam. tempat artikulasi sternum. yang akan berdiferensiasi menjadi khondroblast (sel induk tulang rawan) yang kemudian akan tumbuh menjadi kdondrosit (Watson. yang dihasilkan oleh sekelompok kecil sel-sel kartilago berbentuk bulat yang terdapat didalamnya. Struktur ini merupakan selaput tulang rawan.1 Gambar Pengamatan . makin ke dalam semakin bulat dan berkelompok. Jaringan tulang rawan ini diselubungi oleh selaput perichondrium yang tipis. merupakan kartilago skelet pada embrio dan sebagai rangka tubuh pada embrio. Tulang rawan ini terdapat banyak pada permukaaan sendi tulang. ujung-ujung tulang rusuk.3. Kartilago ini berada pada permulaan persendian. 2. dan mengadakan pertumbuhan tulang (Camark.3. hidung. ujung vebtral iga. Tulang rawan hyalin berfungsi untuk mencegah dinding trakea tidak kolaps ketika menghirup udara.

2. 2004) 4.3 Deskripsi pengamatan Pengamatan terhadap tulang rawan fibrosa menunjukan bentuk tulang rawan yang berupa serabut atau serat.Gambar 15. (Radiopoetro.3. Dapat ditemukan pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis.3. 1996) .2. Banyak terdapat chondrocyte pada serat ± seratnya 4.tulang rawan fibrosa (Marieb.2. Tulang rawan fibrosa 4.3.2 Gambar Literatur Gambar 16. Tuleng rawan fibrosa atau fibrous cartilage tersusun atas matriks yang berupa serabut.4 Deskripsi literatur Mengandung banyak serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku.

Otot lurik mempunyai banyak inti dan terdapat garis-garis melintang berlurik-lurik. Jaringan penyusun kulit tersusun atas 3 lapisan utama yaitu lapisan epidermis. elastis.1 Kesimpulan Jaringan merupakan sejumlah sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. otot lurik dan otot jantung.III.tengah. Jaringan penyusun antara tulang rawan dengan tulang keras berbeda. Tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak pasif pada tubuh yang dapat dibedakan menjadi otot polos. dan fibroblas. otot polos berbentuk lancip di kedua ujungnua dengan satu inti di tengah. agar pengerjaan tidak tergesah ± gesah dapat diperoleh hasil yang lebih baik. dermis dan hipodermis. 3. Masing .masing jaringan otot tesebut mempunyai ciri khas masingmasing. . Bentuk dan struktur yang berbeda itulah sehingga menyebabkan fungsinya berbeda. Tulang rawan di bedakan menjadi tulang rawan hyalin. otot jantung bentuknya bercabang dan terdapat satu atau dua inti yang terletak di pinggir.2 Saran Waktu pengamatan dan pengerjaan lembar pengamatan hendaknya disesuaikan dengan banyaknya specimen yang akan diamati. PENUTUP 3.

1994. Gerry. Diakses tanggal 05 Mei 2009 Barlian.anhb. Elaine N. Ham Histologi. Raven. Junqueira. Brum. 2001. Champan & Hall. Jakarta. Inc. Zoologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta Websters. 2003. 1998. Sandeman. Carlos. California. Grolier Danbury Connecticut. 2006. PT. Mosby International Ltd : London Liem. Tubuhmu: Tulang.jpg.edu. Pearce. Biology. John Willey and Sons. Websters Dictionary. Gramedia. Integumen.2005. London. Jose Carneiro. 2008. Erlangga. Jakarta. Robert O. A Text Book of Hystology. Jaringan dasar. Fawcet. Gerard J dan Bryan Derrickson. Grande. Mc Graw Hill companies. 1998. Cartilago. 2000. Pearson Education. Marrieb. Muscle. Biology Fundamentals. Radiopoetro. Mandira Jaya Abadi. Camark. Jeffrey. McKane.F. NewYork Johnson. 2006.E. Human Anatomy and Physiology 6th Edition. Evelyn C. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. 1994.uwa.DAFTAR PUSTAKA Anonimous. K. W. Inc: Danvers Watson. Jakarta. NewYork .). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Inc : San Francisco. George dan Peter H. 1996. 2002. Principles of Anatomy and Physiology 11th Edition. Bemis.F. Walker dan L. Functional Anatomy of the Vertebrates. 2000. New York . Anatomi dan Fisiologi untuk Preparat Edisi 10. 1999. Jakarta Farndon. Penerbit Buku Kedokteran EGC . Erlangga. Anatomi dan Fisiologi Hewan. (3rd ed. Human Body. B. John Willey & Sons. Terjemahan Titin. EGC. Harcourt. 2000. Atlas of Functional Histology. http://www. Semarang Syaifuddin.lab. Histologi Dasar edisi ke-8. CV. A. J. 1995.au/mb140/CorePages/Cartilage/I mages/fic22he. Tortora. Jakarta Kerr. Canada. Anggraini. R. L. W. Philadelphia. Kelley. Binarupa Aksara. Jakarta. 2000.