Bahan Bakar dan Pembakaran

PRASWASTI PDK WULAN
Disampaikan pada Pelatihan Dasar-Dasar Pembakaran Depok, 7 Mei 2008

Definisi
Bahan bakar adalah bahan yang apabila dibakar dapat meneruskan proses pembakaran dengan sendirinya, disertai pengeluaran kalor. Bahan bakar dapat terbakar dengan sendirinya karena:
kalor dari sumber kalor < kalor yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Macam Bahan Bakar
Bahan bakar organik, terdiri dari: - Bahan bakar fosil, misal: batubara, minyak bumi, gas bumi. - Sisa tumbuhan, minyak nabati, minyak hewan. Bahan bakar nuklir, misal: Uranium, Plutonium. Kalor dihasilkan dari reaksi rantai penguraian atomatom melalui peristiwa radioaktif. Bahan bakar organik tersusun dari unsur-unsur C, H, O, N, S, P dan lain-lain dalam jumlah kecil, sedang yang berperan sebagai bahan bakar adalah: C, H, S.

) Berdasarkan wujudnya. dibagi: bahan bakar alamiah. bahan bakar cair. bahan bakar non-alamiah. . bahan bakar dibagi: bahan bakar padat. bahan bakar gas. Berdasarkan proses terbentuknya.Macam Bahan Bakar (lanjutan….

disertai keluarnya kalor. . diikuti cahaya dan timbul kalor. Udara terdiri dari: 79% N2 + 21% O2.Pembakaran Pembakaran ialah reaksi kimia yang cepat antara oksigen dan bahan bakar. yang dimaksud komposisi adalah komposisi berat. Catatan: Untuk komposisi gas. Proses pembakaran = reaksi antara bahan bakar dan oksigen. yang dimaksud adalah komposisi volum atau komposisi mol. Untuk bahan padat dan cair. Oksigen yang dipakai biasanya dari udara.

Pencampuran yang baik terjadi kalau berlangsung secara turbulen. disamping CO2 dan H2O. Pembakaran parsial dapat terjadi antara lain karena: pasokan oksidatornya terbatas atau kurang dari jumlah yang diperlukan. gas hasil pembakaran juga mengandung N2. nyala ditiup/diembus. H2O dan SO2. sehingga suhu bahan naik secara perlahan juga sampai suhu mencapai titik bakarnya (ignition point). yaitu “complete combustion” yang jumlah bahan bakar dan oksidatornya (oksigen atau udara) stoikiometris. Pembakaran sempurna dapat dicapai dengan: pencampuran antara bahan bakar dan oksidator tepat/baik. H2O dan SO2. nyala didinginkan dengan dikenai benda/permukaan dingin. dengan rasio tepat. . aldehid. maka bahan terbakar dan menyala. Kalau oksidatornya udara.Pembakaran (lanjutan…) Pembakaran sempurna = complete combustion terjadi kalau semua unsur C. H2. H dan S yang terkandung dalam bahan bakar bereaksi membentuk CO2. kalor yang dihasilkan tidak dilepas. Campuran stoikiometris: kalau jumlah oksigen dalam campuran tepat untuk bereaksi dengan C. Pembakaran parsial = incomplete combustion terjadi jika proses pembakaran bahan bakar menghasilkan “intermediate combustion product” seperti CO. Pembakaran spontan = spontaneous combustion terjadi jika zat/bahan mengalami oksidasi perlahan-lahan. H dan S membentuk CO2. Pembakaran sempurna = perfect combustion.

yaitu “karbon tetap” atau “KT” atau “FC” (fixed carbon). disebut sebagai “bahan dapat terbakar yang membentuk gas” atau “BTG” atau “VCM”. H. yaitu unsur-unsur yang bila terbakar membentuk gas. yaitu O. yaitu komponen yang mengandung: C. Komponen yang tidak dapat terbakar. . CO2 / CO Reaksinya: C + O2 H + O2 H 2O S + O2 SO2 / SO3 Komponen yang bila terbakar tidak membentuk gas. S. N. bahan mineral atau abu dan H2O.Komposisi Bahan bakar padat tersusun dari: Komponen yang dapat terbakar.

N.Analisis Bahan Bakar Padat ( khususnya batubara ) menurut analisis pendekatan (proximate analysis): air abu bahan yang dapat terbakar (combustible matter) = BDT. S. KT (karbon tetap) = fixed carbon = FC. H. abu dan air. .air senyawa (air yang dapat terbentuk jika unsur O dan H dalam bahan bakar mempunyai perbandingan stoikiometris) Bahan yang dapat terbakar (= BDT) terdiri dari: BTG (bahan yang bila terbakar menghasilkan gas dan uap air) = volatile combustible matter = VCM. Air yang terkandung: . hasil pembakarannya: gas dan fixed carbon fixed carbon menurut analisis tuntas (ultimate analysis): komposisi unsur-unsur C.air dari kelembaban (menempel secara mekanik) . O.

N. sedikit mengandung S. O dan N sebagai asosiasi dengan karbon dan hidrogen dari senyawa hidrokarbon tersebut. Minyak bumi: C5-C16 parafin. . O. membentuk senyawa ikatan dengan S. aromatik.Bahan bakar cair Bahan bakar cair = campuran beberapa macam senyawa hidrokarbon. olefin. naftena. Bahan bakar cair tersusun dari: Senyawa-senyawa hidrokarbon cair. serta abu.

C4H10. misal: CH4. . CO. C2H2. C3H8.Bahan bakar gas Bahan bakar gas = campuran atau tunggal senyawa yangmengandung C dan H. C2H4. Bahan bakar gas tersusun dari: Campuran senyawa-senyawa karbon dan hidrogen (yang mudah terbakar). dan gasgas yang tidak terbakar. C2H6. H2.

Spesifikasi Dasar .

Nilai kalor Nilai kalor = heating value = calorific value Higher heating value = HHV = gross heating value = GHV * semua air (yang terbentuk + yang sudah ada) berwujud cair Lower heating Value = LHV = net heating value = NHV semua air berwujud uap HHV – LHV = kalor untuk mencairkan (mengembunkan) uap air yang terbentuk dari pembakaran. HHV : bahan bakar + oksigen (pada 600C. 1 atm) air yang dihasilkan berwujud uap . 1 atm) produk (pada 600C. 1 atm) produk (pada 600C. 1 atm) air yang mengembun NHV : bahan bakar + oksigen (pada 600C.

Kalor Pembakaran: kalor yang dihasilkan dari pembakaran sempurna 1 satuan berat bahan bakar padat atau bahan bakar cair atau 1 satuan volume bahan bakar gas pada kondisi baku. Kondisi baku: tekanan 1 atm. tanpa timbul cahaya dan tanpa timbul kalor yang cepat. –untuk operasi batchKalor yang diperlukan = kalor guna. meskipun jumlah kalor yang dihasilkan seluruhnya cukup berarti. Available heat = kalor guna = (kalor pembakaran) – (kalor untuk mengubah suhu bahan bakar dan udara menjadi suhu baku T0) – (kalor untuk mengubah suhu hasil pembakaran ke T0) Kalor yang diperlukan = heat required = (kalor untuk mendapatkan kerja) + (kalor hilang dari dinding sistem pembakaran) + (kalor hilang karena radiasi dari lubang-lubang sistem pembakaran) + (kalor untuk pemanasan awal sistem pembakaran).) Oksidasi: reaksi antara oksigen dan bahan yang dapat terbakar. berlangsung relatif pelan.Nilai kalor (lanjutan …. . suhu 250C atau 600F atau 00C.

Tabel GHV dan NHV untuk Bahan Bakar Sederhana .

Ambil data LHV dari tabel di atas untuk masing-masing gas: LHV = (0.4)(321) = 423. CO = 40 %.2)(1477) + (0.8 BTU/cuft3 = 160620.6 BTU/cuft3 = 413. CO2 = 40 %.4)(321) = 413. 30 inHg = 379 cuft b.4 BTU/lbmol Catatan : 1 lbmol gas ideal pada 60 oF.6 x 379 BTU/lbmol = 156754. Berapakah HHV/GHV dan LHV/NHV pada 60 oF Jawab: a.2 BTU/lbmol . Ambil data HHV dari tabel sama untuk masing-masing gas : HHV = (0.2)(1426) + (0.Contoh 1: Campuran bahan bakar : C2H2 = 20 %.

4 BTU/lbmol Reaksi : C H + 5 O → 2CO + H O 2 2 2 2 2 2 CO + 1 2 O2 → CO2 Diketahui kalor penguapan air = ∆Hv.4 + (0.2) ∆Hv.CARA LAIN UNTUK HHV : Dari cara di atas diperoleh: LHV = (0.6 x 379 BTU/lbmol = 156754.2)(1426) + (0.4)(321) = 413.60 = 156754.2)(19080) = 160570.60 =1060 BTU/lb = 589 kal/gr = 19080 BTU/lbmol Maka HHV = LHV + (0.4 BTU/lbmol = 423.69 BTU/cuft3 .6 BTU/cuft3 = 413.

2 BTU/lbmol = 413.60 = 160620.(0.4)(321) = 423.CARA LAIN UNTUK LHV Pada cara di awal.73 BTU/cuft3 .2 BTU/lbmol Maka LHV = HHV – (0.2)(1477) + (0.8 BTU/cuft3 = 160620.2) ∆Hv. ambil data HHV dari tabel sama untuk masingmasing gas : HHV = (0.2)(19080) = 156804.2 .

akan tetapi jumlah mol dari produk dapat berbeda dengan jumlah mol reaktan .REAKSI PEMBAKARAN Reaksi-reaksi pembakaran yang ditangani dinyatakan melalui persamaan kimia dalam bentuk reak tan → produk atau bahan bakar + pengoksidasi → produk Ketika menangani reaksi kimia maka akan terjadi konservasi massa sehingga massa dari produk akan = massa dari reaktan.

Karena 1 mol H2 = 2 kg . maka massa total reaktan harus = massa total produk.CONTOH 2: Pembakaran tuntas antara hidrogen dengan oksigen 1 H2 + 1 2 O2 → 1 H 2O Yang menjadi reak tan adalah hidrogen dan oksigen . disebut sebagai koefisien stoikiometrik. Hidrogen adalah bahan bakar dan Oksigen adalah pengoksida si . Tetapi karena massa dikonservasi. ½ mol O2 =16 k dan 1 kmol H2O = 18 kg maka: 2 kg H 2 + 16 kg O2 → 18 kg H 2O atau 2 lb H 2 + 16 lb O2 → 18 lb H 2 O . 1 kmol H 2 + 1 kmol O2 → 1 kmol H 2O 2 atau 1 lbmol H 2 + 1 lbmol O2 → 1 lbmol H 2O 2 Jumlah mol total pada sisi sebelah kiri dan kanan tidak sama. yang terletak di depan simbol kimia untuk memberikan jumlah elemen kimia yang sama pada kedua sisi persamaan. Koefisien-koefisien numerik di dalam persamaan di atas.

Kebanyakan dalam aplikasi pembakaran udara menyediakan oksigen yang dibutuhkan dan untuk perhitungan pembakaran digunakan model sederhana sbb: • Semua komponen udara selain oksigen digabung bersama dengan nitrogen.76 mol N2.76. Jika berbeda dan dicapai temperatur cukup tinggi maka akan terbentuk nitrik oksida dan nitrogen dioksida yang merupakan sisa-sisa oksida nitrogen yang terbentuk di pembuangan mesin pembakaran dan menjadi sumber polusi udara . Udara yang dimaksud adalah udara kering (tidak mengandung uap air). Jika udara lembab yang dipakai maka uap air yang terkandung harus diperhitungkan. Jadi suplai pembakaran diberikan oleh udara. • Nitrogen yang terkandung di dalam udara untuk pembakaran diasumsikan tidak mengalami proses kimia (inert).MODEL UDARA PEMBAKARAN Oksigen dibutuhkan dalam setiap reaksi pembakaran.21 = 3. Dengan catatan nitrogen dalam produk pembakaran mempunyai temperatur yang sama dengan produk lainnya.79/0. setiap mol O2 disertai 3. Oleh sebab itu udara dianggap terdiri dari 21 % O2 dan 79 % N2 dengan basis molar. Oksigen murni dibutuhkan hanya dalam aplikasi khusus seperti pemotongan dan pengelasan. Idealisasi rasio molar N2/O2 = 0.

Komposisi Udara .

Contoh 3: .

RASIO UDARA-BAHAN BAKAR Dua parameter yang diperlukan untuk kuantifikasi bahan bakar udara dan udara di dalam sebuah proses pembakaran adalah: Rasio udara – bahan bakar : rasio jumlah udara di dalam sebuah reaksi terhadap jumlah bahan bakar = mol udara / mol bahan bakar atau massa udara / massa bahan bakar. mol udara x M udara massa udara = massa bahan bakar mol bahan bakar x M bahabbakar = atau ⎛ M udara AF = AF = ⎜ ⎜M ⎝ bahanbakar ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ ⎛ M udara mol udara ⎜ mol bahan bakar ⎜ M bahanbakar ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ AF = rasio udara − bahanbakar basis molar dan AF = rasio dengan basis massa Rasio bahan bakar – udara .

Produk yang dihasilkan untuk pembakaran tuntas dengan jumlah udara teoritis adalah : CO2. hidrogen dan sulfur yang terkandung di dalam bahan bakar. SO2 dan N yang menyertai O2 di dalam air. H2O.UDARA TEORITIS Jumlah udara teoritis adalah jumlah minimum udara yang memberikan oksigen yang cukup untuk pembakaran tuntas terhadap semua karbon. .

76 N 2 ) → CO2 + 2 H 2O + 7.c.76 a Dengan menyelesaikan persamaan-persamaan tersebut.76 mol N2 dianggap menyertai setiap mol oksigen. oksigen dan nitrogen akan diperoleh: C: b =1 H: 2c =4 O: 2b+c = 2a N: d = 3.CONTOH 4 Tentukanlah jumlah udara teoritis untuk pembakaran tuntas terhadap metana : CH 4 + a (O2 + 3. maka persamaan kimia setimbang adalah : CH 4 + 2 (O2 + 3. Dengan prinsip konservasi massa terhadap karbon. 3.52 N 2 .76 N 2 ) → b CO2 + c H 2O + d N 2 a.b. karbondioksida. air dan nitrogen.d merepresentasikan jumlah mol dari oksigen.hidrogen.

Untuk menghitung rasio udara-bahan bakar dengan basis massa = ⎛ M udara AF = AF ⎜ ⎜M ⎝ bahanbakar ⎞ ⎛ 28.19 ⎟ ⎝ 16.76) mol nitrogen = 9. Jumlah udara pembakaran adalah 2 mol oksigen + (2 x 3.07 ⎞ ⎟ = 9.52 ⎜ ⎟ = 17.04 ⎠ ⎠ .52 mol udara per mol bahan bakar.CONTOH 4 (lanjutan……) Koefisien 2 di depan suku (O2 + 3.76 N2) adalah jumlah mol osigen di dalam udara pembakaran per mol bahan bakar dan bukan jumlah udara.52. Jadi rasio udara-bahan bakar dengan basis molar adalah 9.

Jika udara teoritis 80 % berarti sebanding dengan kekurangan udara 20 %. Jumlah udara yang disuplai juga bisa dinyatakan sebagai persentase kelebihan atau persentase kekurangan udara. Jadi udara teoritis 150 % sebanding dengan kelebihan udara 50 %.5 x jumlah udara teoritis. Jumlah udara aktual yang disuplai biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase udara teoritis.JUMLAH UDARA DISUPLAI Jumlah udara yang disuplai biasanya lebih besar atau lebih kecil dari jumlah udara teoritis. . Contoh : udara teoritis 150 % berarti udara aktual yang disuplai adalah 1.

RASIO EKIVALENSI Rasio ekivalensi adalah rasio dari rasio aktual bahan bakar-udara terhadap rasio bahan bakar-udara untuk pembakaran dengan jumlah udara teoritis. Jika rasio ekivalensi < 1 : reaktan membentuk campuran encer (lean) dan jika rasio ekivalensi > 1 : reaktan membentuk campuran kental (rich). .

a = 12. c = 9. Konservasi massa terhadap C. b = 8. air.76 N 2 ) → bCO2 + cH 2 O + dN 2 b=8 2c = 18 2b + c = 2a d = 3. O2 dan N2 akan diperoleh : C8 H 18 + a(O2 + 3. & nitrogen saja. Untuk pembakaran tuntas terhadap C8H18 dengan jumlah udara teoritis. d = 47 .CONTOH 5 Tentukanlah rasio udara-bahan bakar dengan basis molar dan massa untuk pembakaran tuntas terhadap oktan C8H18 dengan (a) jumlah udara teoritis dan (b) udara teoritis 150 %.5. H2.76 a C: H: O: N: Jika diselesaikan. Jawab: (a). produk yang dihasilkan mengandung CO2.

97 ⎥ ⎡ kmol (udara) ⎤ ⎢ kmol (udara) kmol (udara) ⎥ = 15.76 ) = = 59.5 (O2 + 3.1 AF = ⎢59.5 + 12.5 ⎥⎢ kmol (bahanbakar ) ⎦ ⎢114.76 ) 12.22 kg (bahanbakar ) ⎥ kmol (bahanbakar ) ⎣ ⎢ kmol (bahanbakar ) ⎥ ⎣ ⎦ .5(3.5(4.76 N 2 ) → 8 CO2 + 9 H 2O + 47 N 2 Rasio udara-bahan bakar dengan basis molar adalah: AF = kmol (udara ) 12.Contoh 5 (lanjutan 1……) Persamaan kimia setimbangnya adalah : C8 H 18 + 12.5 kmol (bahanbakar ) 1 1 Rasio udara-bahan bakar dengan basis massa adalah : kg (udara) ⎡ ⎤ 28.

d = 70.75)(O2 + 3..25 O2 .76) Maka .5 N 2 + 6.5)(3. c = 9.5)(2) d = (1.5)(12.5.76 N 2 ) → b CO2 + c H 2O + d N 2 + e O2 Dengan menerapkan konservasi massa akan diperoleh : C: H: O: N: b=8 2c = 18 2b + c +2e = (1.25.CONTOH 5 (lanjutan 2…. e = 6. b = 8.5)(O2 + 3.5 (12.) (b) Untuk air teoritis 150 %.5)(12. persamaan kimia untuk pembakaran tuntas memiliki bentuk C8 H 18 + 1. persamaan setimbang : C8 H 18 + (18.76 N 2 ) → 8 CO2 + 9 H 2O + 70.

Contoh 5 (lanjutan 3…….) Rasio udara-bahan bakar dengan basis molar adalah : AF = kmol (udara ) 18..75(4. oksigen akan muncul sebagai salah satu produk di samping karbondioksida.76 ) = 89.6 kg (udara) / kg (bahan bakar).25 kmol (bahanbakar ) 1 Dengan cara yang sama (a). Catatan: jika pembakaran tuntas terjadi dengan kelebihan udara. basis massa. rasio udara-bahan bakar adalah 22. air dan nitrogen .