PENDAHULUAN

Latar Belakang Sistem teknologi akuaponik merupakan penggabungan antara sistem akuakultur dan sistem hidroponik. Dalam sistem akuakultur, sumber daya air merupakan hal yang sangat penting. Ketersediaan air secara kuantitatif maupun kualitatif merupakan prasyarat untuk dapat berlangsungnya kegiatan akuakultur. Berdasarkan kadar garamnya (salinitas), perairan di permukaan bumi dibagi menjadi 3 golongkan, yaitu air tawar, air payau, dan air laut. Air tawar memiliki salinitas 0-5 ppt (part per thousand), air payau 6-29 ppt, dan air laut 30-35 ppt. Seiring dengan makin pesatnya laju penbangunan maka salah satu konsekuensi yang harus kita hadapi adalah semakin menyusutnya sumber air, khususnya di daerah perkotaan. Padahal, air menjadi salah satu yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari manusia, di antaranya adalah untuk bidang perikanan. Sistem teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif pemecahan yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air tersebut. Di samping itu, sistem teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan. Sistem teknologi budidaya akuaponik pada prinsipnya adalah

menggabungkan antara budidaya perikanan dan tanaman dalam satu wadah. Budidaya ikan merupakan sektor utama usaha agribisnis, sedangkan hasil

1

tanaman merupakan produk sampingan yang dapat menambah keuntungan para peternak ikan.

Tujuan Penelitian Untuk mengkaji efektifitas teknologi akuaponik dalam mempertahankan kualitas air dan mengukur kemampuan teknologi akuaponik dalam mengurangi kadar amonia di perairan dan dapat dimanfaatkan oleh organisme lain.

Kegunaan Penelitian 1. Sebagai bahan bagi penulis untuk menyusun skripsi yang merupakan syarat untuk dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. 2. Sebagai bahan masukan dan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Batasan Penelitian Penelitian ini dibatasi untuk menganalisis kualitas air pada saat pembudidayaan ikan dan tanaman, serta untuk mengamati pertumbuhan panjang dan bobot pada ikan dan tanaman.

2

TINJAUAN PUSTAKA
Akuakultur Sistem teknologi akuakultur didefenisikan sebagai wadah produksi beserta komponen lainnya dan teknologi yang diterapkan pada wadah tersebut serta bekerja secara sinergis dalam mencapai tujuan akuakultur. Tujuan dari akuakultur adalah memproduksi ikan dan akhirnya mendapat keuntungan. Sistem akuakultur ini juga bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem akuakultur berbasiskan daratan (land-based aquaculture) dan sistem akuakultur berbasiskan air (water-based aquaculture). Pada sistem akuakultur berbasiskan air, interaksi antara ikan kultur dengan lingkungan luar sangat kuat dan hampir tidak ada pembatasan karena pada umumnya dilakukan di perairan multifungsi milik umum. Pemanfaatan air untuk banyak kepentingan lainnya tentu akan mempengaruhi ikan kultur, demikian sebaliknya. Keberadaan unit produksi akuakultur di perairan tersebut akan berdampak terhadap lingkungan. Kolam air tenang adalah wadah pemeliharaan ikan yang di dalamnya terdapat air bersifat menggenang (stagnant). Air yang masuk ke dalam kolam ini hanya untuk mengganti air yang hilang akibat penguapan (evaporasi) atau rembesan (infiltrasi) sehingga tinggi permukaan air kolam dipertahankan tetap. Untuk kolam seluas 1000 m2, debit air yang dibutuhkan untuk mempertahankan ketinggian air tetap konstan adalah sekitar 0,5 – 5 l/detik, tergantung pada kondisi pencahayaan matahari dari kolam. Kolam air tenang menggunakan perairan tawar sebagai sumber airnya, yaitu sungai, saluran irigasi, mata air, hujan, sumur, waduk, danau, dan situ (Effendi, 2004).

3

Secara otomatis. ambil dan tes 2-3 sampel air. lakukan 2-3 kali pengukuran pada tempat yang berbeda. Pengukuran pH tidak harus dilakukan di laboratorium. skala pada pH meter menunjukkan angka yang menggambarkan kondisi pH air yang sesungguhnya. Cara pengukurannya. Cocokkan warna kertas lakmus dengan indikator pH yang tertera dalam kemasan kertas lakmus. Supaya hasilnya lebih akurat. dicelupkan ujung detektor pH meter yang terbuat dari logam ke dalam air. a. angka 14 menunjukkan air bersifat sangat basa atau alkalis.Parameter Dalam budidaya ikan (khususnya ikan air tawar). diambil sampel air. Derajat keasaman diukur dengan skala 1-14. Sebaliknya. angka satu menunjukkan air bersifat asam. tetapi dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan kertas pH atau kertas lakmus (metode perbedaan warna). Angka tujuh pada derajat keasaman menandakan keasaman air bersifat netral. kualitas air dapat diukur dengan beberapa parameter sebagai berikut. Cara penggunaannya cukup gampang. 4 . kemudian dicelupkan kertas lakmus ke dalam air sampel selama beberapa detik hingga tidak terjadi perubahan warna. Sementara itu. Selain dengan kertas lakmus. Untuk keakuratan hasil. Bentuk kertas lakmus berupa potongan-potongan kertas berukuran kecil. pengukuran pH juga dapat dilakukan dengan menggunakan pH meter otomatis. Derajat Keasaman (pH) Keasaman atau pH air (pondus Hydrogenii) adalah indikasi dari bobot hidrogen yang berada dalam air.

Kandungan Kalsium/CaCO3 (ppm) 0 – 50 50-150 150-300 Lebih dari 300 Kesadahan (Derajat HD) 0 – 3. b. berupa kalsium (Ca). Karbondioksida adalah hasil respirasi atau pernapasan ikan yang menghasilkan kandungan CO2 berbeda di siang dan malam hari. dan seng (Zn) di dalam air. air dianggap bersifat softness atau lunak. pH air menjadi semakin rendah. Tabel 1: Kandungan Unsur Mineral dalam Kesadahan Air No Kesadahan . Untuk menetralkan pH di dalam kolam. Ketika malam hari. magnesium (Mg). kadar CO2 meningkat sehingga pH air juga naik. Akibatnya.5 10. Tinggi rendahnya kesadahan air sangat dipengaruhi oleh unsur mineral dalam tanah tempat air tersebut berada.5 – 21 Lebih dari 21 Kesadahan air dan pH merupakan unsur yang berbeda. 1 Lunak 2 Medium 3 Keras 4 Sangat keras Sumber : Effendi (2004).Besar-kecilnya angka pH sangat dipengaruhi oleh kandungan karbondioksida (CO2) di dalam air. tetapi memiliki keterkaitan yang erat. air dianggap bersifat hardness atau keras. kesadahan airnya tergolong 5 . Ketika pagi dan siang hari. Faktor lain yang mempengaruhi pH air adalah sisa pakan dan kotoran ikan. bekas pakan dan kotoran ikan akan semakin menumpuk. Jika air jarang diganti.5 3. Jika kandungan mineralnya rendah. Kesadahan (HD) Kesadahan air (hardness) menunjukkan kandungan mineral. kadar CO2 akan turun sehingga pH air pun ikut turun. Biasanya air yang ber-pH basa.5 – 10. air harus dikuras terlebih dahulu kemudian dibersihkan dan dikeringkan kolamnya. Jika kandungan unsur mineral tersebut tinggi.

selalu berenang di permukaan air. batas minimal kandungan oksigen terlarut untuk pertumbuhan ikan adalah 5 mg/l. ikan masih dapat hidup di bawah batas minimal tersebut. aerator berfungsi untuk meningkatkan intensitas pertukaran air sehingga kualitas air dapat terjaga. Oksigen Terlarut Sebagian besar ikan membutuhkan oksigen (O2) terlarut dalam air sebanyak 3 mg/l. c. Meskipun jarang digunakan. dan frekuensi pernapasan yang lebih cepat (insang dan mulut membuka dan menutup lebih cepat). kesadahannya rendah. Konsekuensinya nafsu makannya akan menurun dan pertumbuhannya juga terhambat. Kekurangan oksigen biasanya terjadi akibat beberapa faktor. Untuk mengatasi berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air perlu dilakukan cara-cara sebagai berikut. Cara ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan kandungan oksigen antara tumbuhan penghasil oksigen dan organisme pengguna oksigen. Mekanik. Biologi. pemberian superfosfat telah terbukti mampu merangsang pertumbuhan fitoplankton baru yang dapat membantu proses fotosintesis. Menurunkan kesadahan air dapat dilakukan dengan menambahkan aquades. Gejala kekurangan oksigen pada ikan tampak dari gerak-geriknya yang gelisah.tinggi. Menggunakan aerator atau alat sirkulasi air (pompa) yang mampu memutar oksigen dari udara ke dalam air secara cepat dan dalam jumlah besar. air yang ber-pH asam. Kimia. Meskipun demikian. 6 . antara lain kenaikan temperatur. Intinya. Sebaliknya. Idealnya.

sebagai hasil respirasi makhluk hidup dan proses penguraian bahan organik. sifatnya akan berubah menjadi sangat berbahaya.2). kandungan ammonium yang terbentuk lebih banyak dibandingkan dengan amoniak. lumut. jika tejadi sekresi dan pembusukan bahan organik. air yang ber-pH tinggi (di atas 7. Nitrit adalah unsur kimia yang tidak terlalu berbahaya. Namun. d. Amoniak akan berubah menjadi nitrit apabila ada kehadiran bakteri Nitrisomonas.2) lebih banyak mengandung amoniak yang kadarnya melebihi batas 1 mg/l. Tingginya kadar nitrit di dalam air dapat dilihat secara kasat 7 . dan pembusukan daun-daunan. Jumlah karbondioksida tergantung pada konsentrasi oksigen di dalam kolam.kandungan bahan-bahan organik. Hal ini sering terjadi pada pengiriman ikan. e. Karbondioksida Gas karbondioksida adalah komponen udara yang berada di alam bebas dan di alam air. kombinasi tanaman air. Meningkatnya konsentrasi CO2 pada wadah tertutup dapat menimbulkan masalah serius pada ikan. dan kepadatan yang terlalu tinggi. Bahan-bahan organik tersebut akan membentuk zat amoniak yang bersifat racun dan zat ammonium yang tidak bersifat racun. Pada air ber-pH rendah (dibawah 7. Karbondioksida juga sering disebut dengan gas asam arang. pengaruh karbondioksida dapat diabaikan. Kedua kadar zat tersebut dipengaruhi oleh pH air. Sebaliknya. kotoran ikan. Jika konsentrasi oksigennya berada pada tingkat maksimal. Kandungan Nitrit Pemberian pakan ikan secara berlebihan dapat memicu terjadinya penumpukan bahan organik yang dihasilkan dari sisa pakan.

Pada kondisi seperti ini. Pada temperatur yang terlalu tinggi. cara berenang ikan tidak terarah. ada kemungkinan ikan terkontaminasi oleh bahan beracun yang berasal dari insektisida atau pestisida. bau busuk disebabkan oleh konsentrasi senyawa asam sulfida yang berlebihan. Temperatur Kondisi temperatur harus dijaga agar tetap konstan. supaya sirkulasi udaranya lancar. Air diganti secepatnya jika tiba-tiba air menjadi keruh dan ikan mati secara serentak. Biasanya. Untuk mengatasinya perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut. dan penumpukan alga di dasar kolam. Jika di permukan kolam dan di dasar kolam dijumpai banyak ikan yang mati. Indikatornya. f. ikan akan mengalami kekurangan oksigen dan sistem enzim yang membantu metabolisme tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. kolam harus segera diganti airnya dan dibersihkan. Jangan dibiarkan kolam berbau busuk. Dipasang aerator atau dikurangi populasi ikan dan tanaman air jika sebagian besar ikan tampak berenang di permukaan air. penyakit dapat menyerang dengan cepat. Temperatur yang berubah-ubah dapat menyebabkan stres pada ikan.mata. Jika hal ini terjadi. dan pertumbuhan ikan menjadi terhambat. pakan yang diberikan tidak disantap karena nafsu makan hilang. pembusukan ikan mati. dilakukan penggantian air. warna air berubah menjadi keruh. Dalam kondisi kekurangan oksigen. 8 .

Pakan tersebut diberikan setiap 6 jam sekali dengan takaran 125-250 g setiap kali pemberian. parasit menyerang ikan yang terkena infeksi sekunder akibat luka gesek. seluruh ikan di dalam kolam tidak akan tertolong lagi. organisme penyakit yang ada di dalam kolam dan yang ada di tubuh ikan tidak akan berbahaya. dihasilkan bobot total ikan sebesar 10.000 ekor ikan dengan bobot rata-rata 2. 9 . Begitu juga dengan jumlah pakan. pada ikan hias black ghost. Secara umum.juga perlu diberikan.g. setiap hari rata-rata dibutuhkan pakan sebanyak 0. Sebagai contoh. porsi pakan yang diberikan adalah 5-10% dari bobot totalnya. Karena porsi makanan yang diberikan 5-10% dari bobot total. pemberian pakan harus diatur enam jam sekali. tetapi ketika kondisi ikan menurun akibat kualitas air yang menurun. Jika serangan parasit sudah terlampau parah. Pemberian Pakan Pakan yang harus diberikan berupa pelet. Selain pakan buatan. Jika kondisi kolam sehat. parasit akan mudah masuk dalam tubuh ikan.5-1 kg. Gangguan Parasit Parasit pada ikan dapat menyebabkan penyakit yang sering menimbulkan kerugian besar pada petani ikan. Takaran untuk setiap kali pemberian sebanyak 200-400 g.000 g. h. seperti cacing rambut dan jentik-jentik nyamuk. Jika di dalam kolam ditebar 4. harus disesuaikan dengan bobot ikan yang ditebar. pakan alami.5 g/ekor. Supaya pakan tidak tersisa. Faktor yang perlu diperhatikan saat pemberian pakan adalah waktu pemberian pakan dan jumlah pakan.

Secara umum. nutrisi. Air Sungai. bertanam secara hidroponik merupakan bercocok tanam yang menggunakan air. atau Perusahaan Air Minum (PAM). sungai. Salah satunya adalah bercocok tanam secara hidroponik. Hidroponik Di zaman modern sekarang ini.i. Biasanya untuk memelihara ikan dalam skala kecil di akuarium karena penggunaan air kolam secara ekonomis kurang menguntungkan. tetapi perlu diwaspadai adanya kandungan klorin (Cl) yang digunakan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) sewaktu proses penjernihan air. kualitas air PAM cukup baik. Air PAM. air sungai berpenampilan keruh sehingga sebelum digunakan harus dijernihkan terlebih dahulu. kandungan oksigen. Penjernihan air juga berfungsi untuk menyaring zat-zat berbahaya. diperiksa terlebih dahulu ke laboratorium. Air PAM banyak digunakan di kota-kota besar. dan kesadahannya. Sumber Air Air untuk memelihara ikan dapat bersumber dari dalam tanah (air sumur). terutama menyangkut derajat keasaman (pH). dan oksigen. Hidroponik berasal dari bahasa Yunani. Namun. Pada umumnya. Berbagai metode bercocok tanam bisa digunakan bagi yang ingin menekuninya. jika ingin mengetahui lebih jelas kualitasnya. yang artinya hydro berarti air dan ponous berarti kerja. bercocok tanam tidak lagi harus menggunakan media tanah. 10 . Hydroponic. Air Tanah. Air tanah atau air sumur relatif lebih aman. Sesuai dengan arti tersebut.

Tanaman yang dibudidayakan dengan hidroponik juga lebih mudah terhindar dari erosi dan kekeringan. Kehilangan setelah panen lebih kecil. yaitu teknik yang menggunakan larutan. Keuntungannya adalah sebagai berikut.Pada budidaya hidroponik. ketersediaan nutrisi untuk tanaman sangat bergantung pada kemampuan tanah menyediakan unsur-unsur hara dalam jumlah cukup dan lengkap. Produksi per tanaman lebih besar dan kualitas lebih baik 2. Panen dengan cara hidroponik lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional. semua kebutuhan nutrisi diupayakan tersedia dalam jumlah yang tepat dan mudah diserap oleh tanaman. Contoh cara dalam teknik larutan yang umum dipakai adalah teknik larutan statis dan teknik larutan alir. Pada budidaya konvensional. 4. 3. hanya cukup dengan larutan mineral bernutrisi. 1. Sementara harga lebih tinggi dan relatif konstan. Teknologi Hidroponik Terdapat dua teknik utama dalam bercocok tanam hidroponik. Metode yang menggunakan larutan tidak membutuhkan media yang keras untuk pertumbuhan akar. Perbedaan yang paling menonjol antara hidroponik dan budidaya konvensional adalah penyediaan nutrisi tanaman. Ada beberapa keuntungan yang diyakini bisa diperoleh dari bercocok tanam secara hidroponik dibandingkan bercocok tanam secara konvensional. serta tidak mengenal musim. Petani tidak memerlukan waktu yang lama untuk menunggu masa tanam atau masa panen. dan teknik yang menggunakan media. Sedangkan untuk teknik media adalah bergantung pada jenis media yang 11 .

atau apabila larutan turun di bawah ketingian tertentu bisa diisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru. Dalam teknik ini. Larutan bisa diganti secara teratur. tanaman disemai pada media tertentu bisa berupa ember plastik. Bak yang tembus pandang bisa ditutup dengan aluminium foil. 2. teknik ini 12 . Teknik Larutan Statis Pada teknik statis telah dikenal sejak pertengahan abad ke-15 oleh bangsa Aztec. Pada setiap tanaman terdapat lubang. maka ketinggian larutan dijaga serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan. misalnya setiap minggu. Teknik Larutan Alir Teknik Larutan alir adalah suatu cara bertanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman. bisa berupa sabut kelapa. serbuk kayu. serat mineral. plastik hitam atau bahan lainnya untuk menghindari cahaya sehingga dapat menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak. dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. dan dengan demikian tanaman akan cukup memperoleh oksigen. pasir. bak semen. pecahan batu bata. 1. Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan bernutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk ribuan tanaman. Tempat bak dapat disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman. kertas pembungkus makanan. bisa menggunakan pompa akuarium. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara teknik larutan ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film techniquel) atau dikenal sebagai NFT. Jika tidak dialirkan. atau tangki. Untuk menghasilkan gelembung oksigen dalam larutan.dipergunakan. baskom. Larutan biasanya dialirkan secara perlahan atau tidak perlu dialirkan.

Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.5 karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman.5 tetapi yang terbaik adalah 6. dan tanaman disemai di parit tersebut. Hara yang tersedia bagi tanaman pada pH 5. karena media hanya berfungsi sebagai penompang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan. batu bata. dan media lainnya yang disterilkan terlebih dahulu sebelum dipergunakan untuk mencegah adanya bakteri pada media tersebut. 3. Teknik Agregat Media Teknik ini menggunakan media tanam berupa kerikil.7. Larutan hara Pemberian larutan hara yang teratur sangatlah penting pada hidroponik. pasir.5 . Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman. Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Pemberian nutrisi dilakukan dengan teknik mengairi media tersebut dengan pipa dari air larutan bernutrisi yang ditampung dalam tangki atau tong besar. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan 13 . Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman. arang sekam.menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis antikarat. Faktor penting dalam teknik hidroponik 1.

kerikil. dan sebagainya. arang sekam. Media yang digunakan harus dapat menyediakan air. sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Media tanam Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. spons. Oksigen Keberadaan oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. 2.untuk larutan hara. pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain pasir. Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia. aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain. zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media. Tingkat suhu. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman akan layu pada kondisi tanah yang 14 . 4. Akibatnya tanaman akan kekurangan air. 3. Kualitas air Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm dan tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman. sehingga dinding sel semakin sukar ditembus. kelembaban terjamin dan drainase baik. pecahan batu bata. Rendahnya oksigen dapat menyebabkan permeabilitas membran sel menurun.

Irigasi tetes (Drip Irigation) untuk hidroponik substrat Irigasi tetes atau dikenal juga dengan nama irigasi mikro sangat cocok diterapkan untuk tanaman hidroponik. pasti tidak efisien bila harus menyiram tanaman satu per satu. mencuci akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat (Tim Karya Tani Mandiri. seperti memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air). 2010). 15 . tetapi hasil yang diperoleh dan manfaatnya jauh lebih besar serta dapat dipakai berulang kali. penggantian larutan hara yang berulang-ulang. perlu dibuat suatu sistem irigasi untuk memudahkan penyiraman. yaitu irigasi permukaan dan irigasi bawah tanah. Sistem Irigasi Hidroponik yang dilakukan di rumah tidak akan mengalami kesulitan dalam penyiraman karena jumlah tanaman yang sedikit. Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar. untuk tanaman hidroponik yang diusahakan di kebun dalam skala luas. Namun. Walaupun peralatan untuk sistem ini agak rumit dan mahal. Irigasi tetes ada dua jenis. Oleh karena itu.tergenang. Dalam sistem ini air diberikan tetes demi tetes sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga air yang terbuang sangat kecil. Irigasi ini memiliki konsep yang kontinu dan lamban sehingga mampu menghemat air.

keterbatasan suplai air. air tersedia. Berdasarkan laporan Norters Regional Agricultural Engineering Service (NRAES) tahun 1980. Sistem ini mulai diterima atau dijalankan setelah permasalahan mengenai emitter yang tersumbat terselesaikan. Untuk proyek hidroponik yang besar diperlukan seorang ahli mekanisasi pertanian. daun tidak basah sehingga mengurangi serangan cendawan. kapasitas emitter (pembahasan titik) lebih kecil dari 8 liter/jam untuk keluaran tunggal dan lebih kecil dari 12 liter/jam untuk line source emitter (pembahasan garis). biaya operasi dan pemeliharaan relatif rendah karena otomatisasi penuh. dalam skala luas dan di dalam rumah plastik. pengelolaan lahan atau tanaman dapat berlangsung 16 . sistem irigasi mempunyai beberapa keuntungan yaitu tanaman dapat memperoleh air sesuai kebutuhan. ahli pompa. dan dibersihkan. Penggunaan irigasi ini dapat dipertimbangkan bila air dan tenaga kerja mahal. tidak rata. topografi lahan yang ditanami sulit dijangkau. berbukit atau tandus. dan ahli tanaman. Membangun penggabungan sebuah sistem disiplin irigasi ilmu tidaklah untuk mudah. dibutuhkan dan beberapa memperhitungkan mempertimbangkan pengoperasiannya. pipa lateral terletak di permukaan tanah dan air diteteskan di permukaan tanah. dikontrol. Sistem ini sering diterapkan pada kebun tanaman buah kecil atau sayuran. tetapi yang bersifat asam atau payau. Irigasi permukaan (surface irrigation system) Pada irigasi tetes jenis ini. 2. Umumnya.1. Irigasi bawah tanah (subsurface irrigation) Pipa lateral dikubur di bawah tanah dan irigasinya diteteskan di dalam tanah pada zona perakaran. Keuntungan pada sistem ini mudah dipasang.

dapat diandalkan. Adapun sprayer dan bubler berdiameter di atas 5 mm. dan bangunan utama. distribusi pupuk berlangsung di sekitar zona tanaman saja sehingga penggunaannya efisien. Umumnya. Emitter Emitter berguna untuk menurunkan tekanan air dan menyalurkan air dalam jumlah tertentu. tahan cuaca. long path. single vortex. Emitter dapat dikelompokkan menjadi point source emitter. pressure compensating atau diapraghma. dan tidak terjadi kehilangan air akibat aliran permukaan maupun angin. kompak/kecil. dan tidak mudah tersumbat. spiral grouved. pipa lateral. 2. Selain itu. Pipa lateral umumnya diletakkan 1 – 2 jalur setiap tanaman dan jaraknya semakin lebar bila jumlah airnya semakin mengecil.2 – 2 mm. dan bubler. capillary atau spaghetti. 17 . yaitu antara 35 – 175 kPa. Diameter lubang pelepasan dari point source emitter berkisar 0. emitter harus murah. Sistem irigasi tetes ini memerlukan beberapa peralatan seperti emitter. pipa ini terbuat dari PE (polietilen) dan mengandung karbon untuk ketahanan cuaca. sprayer. pipa utama. line source emitter double chamber. Emitter harus memiliki keseragaman dan konstan menyalurkan air dalam jumlah terbatas. tekanan pada pipa lateral terhitung rendah. Pipa Lateral Pipa lateral merupakan komponen khas irigasi tetes. tetapi panjang pipa lateral jarang yang lebih dari 300 m. Diameternya bervariasi dari 8 – 20 mm.selama irigasi karena hanya sekitar tanaman yang memperoleh pembasmian. 1.

5. 4. 18 . alat pengukur jumlah aliran. dan perangkat injeksi kimiawi/nutrient. Dalam bangunan utama ini terdapat pompa. Air dari bangunan utama dialirkan ke areal tanaman melalui pipa primer. dan mengatur kandungan kimiawi air seta mengatur tekanan air dan waktu penggunaannya. pengendalian pada waktu operasi. Bangunan Utama Bangunan utama didirikan untuk tempat melakukan kegiatan mengukur.3. Jika tidak mencukupi. katup pengatur aliran. Filter Filter merupakan perangkat penting dalam sistem irigasi. Saringan filter yang dianjurkan untuk irigasi tetes adalah 200 mesh atau 175 mikro (Lingga. Pada umumnya. Cara membersihkan filter ialah dengan mengeluarkan screen (kassa) dan mencucinya atau menyemprotnya. lem PVC telah banyak beredar di pasaran. Penggunaan cara lekatan lebih mudah karena selain cepat kering. Pipa Utama Pipa utama membawa air dari bangunan utama ke pipa lateral. alat pengukur tekanan. pipa utama terbuat dari bahan PVC dan disambungkan dengan bagian saluran lainnya memakai sistem sambungan air maupun lekatan (slip). ditambah dengan pipa sekunder. katup pengatur tekanan debit. menyaring. Filter dibutuhkan sebagai pengendali agar yang terbawa air tidak lebih besar dari ukuran lubang emitter yang dipakai. Filter atau saringan harus dicuci jika terjadi penurunan tekanan 5 – 10 psi. 2002).

Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi.Ikan Nila (Oreochromis niloticus) 1. ikan nila tidak dapat hidup baik. Jenis Klasifikasi ikan nila adalah sebagai berikut: Kelas Sub-kelas Crdo Sub-ordo Famili Genus Spesies : Osteichthyes : Acanthoptherigii : Percomorphi : Percoidea : Cichlidae : Oreochromis : Oreochromis niloticus. 19 . Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin. Ikan nila berasal dari Sungal Nil dan danau-danau sekitarnya. barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani di seluruh Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan. Bibit ikan didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. 2. Sejarah Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman.

Ikan 20 .Terdapat tiga jenis ikan nila yang dikenal. Perkembangbiakan Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1.5 – 2 tahun. Kebiasaan makan Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. 4. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. yaitu: nila biasa. Ikan nila jantan menjadi agresif saat musim ini 5. 3. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Habitat Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. nila merah (nirah) dan nila albino. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800 gram dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 oC. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 300 oC . Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun.

Pengendaliannya dengan menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 m2. Ikan nila juga akan lebih cepat tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila.nila saat ia masih benih. Atau monoseks. Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas. Hama a. Bebeasan (Notonecta) Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. 6. karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya (Amri dan Khairuman. 2008). Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. 21 .

direndam dalam larutan PK (kalium permanganat) selama 30-60 menit dengan dosis 2 gram/10liter air. Ular Menyerang benih dan ikan kecil. e. 22 . f.b. Lingsang Memakan ikan pada malam hari. c. Penyakit a) Penyakit pada kulit Gejalanya pada bagian tertentu berwarna merah. berubah warna dan tubuh berlendir. d. Pengendaliannya dengan melakukan penangkapan dan pemagaran kolam. dan diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang. pengobatan dilakukan berulang tiga hari kemudian. Pengendaliannya dengan memasang jebakan berumpun. kuning. Kodok Makan telur telur ikan. Ucrit (Larva cyrbister) Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendaliannya dengan memberi penghalang bamboo supaya burung sulit menerkam. Burung Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah. menangkap dan membuangnya hidup-hidup. Pengendaliannya dengan cara harus menghindari penumpukan bahan organik di sekitar kolam. Pengendaliannya dengan sering membuang telur yang mengapung. Pengendalian: 1.

c) Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas. b) Penyakit pada insang Gejalanya terlihat pada tutup insang yang bengkak dan lembar insang pucat/keputihan. Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan nila: a) Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen. tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air. Pengendalian yang dilakukan sama dengan pengendalian di atas. f) Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar. ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman. 23 . Pengendalian yang dilakukan sama dengan pengendalian di atas. ikan tidak gesit. g) Binatang seperti burung. siput. e) Pemberian pakan cukup. d) Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel. baik kualitas maupun kuantitasnya. direndam dalam Negovon (kaliumpermanganat) selama 3 menit dengan dosis 2-3.2. c) Penyakit pada organ dalam Gejalanya terlihat pada perut ikan bengkak. sisik berdiri. Tanaman Sawi (Brassica juncea) Di Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia.5%. b) Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.

aspek teknis. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. dan sawi huma. Orang Jawa. chinese mustard. : Cruciferae (Brassicaceae). : Dicotyledonae. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard. halus. sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia. 24 . Ditinjau dari aspek klimatologis. aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung. : Angiospermae. Madura menyebutnya dengan sawi. indian mustard ataupun sarepta mustard. 1. 2.Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran. sawi hijau. dan tidak berkrop. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik. Klasifikasi botani Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Spermatophyta. Jenis-jenis sawi Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu sawi putih (sawi jabung). : Brassica Juncea Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang. Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Sebutan sawi orang asing adalah mustard. tidak berbulu. sedang orang Sunda menyebutnya dengan sasawi. : Brassica. : Rhoeadales (Brassicales).

Sawi ini berbulu dan rasanya tajam. atau pada sup bening. Biasanya sawi hijau banyak dijadikan asinan untuk konsumsi penduduk golongan Cina.a. Sawi hijau (Brassica juncca) Varietas berdaun besar dan hidup di tanah kering dari tanaman yang sama ini rasanya lebih tajam. Sawi putih (Brassica rugosa) Sawi putih (Brassica rapa convar. c. cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Sawi putih dapat dilihat penggunaannya pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam). Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim. Sawi putih beraroma khas namun netral. Sawi huma (Brassica juncea) Ini adalah suatu varietas berbatang panjang dan berdaun sempit. karena itu disebut juga sawi cina. suku sawi-sawian atau Brassicaceae ) dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa. Iklim Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. pekinensis. tak mudah diserang oleh ulat. b. Syarat-syarat tumbuh Sawi bukan tanaman asli Indonesia. menurut asalnya di Asia. pada capcay. Biasanya banyak ditemukan di sawah-sawah dan hanya dimakan di pedalaman. Tanaman ini tak tahan terhadap hujan. 3. sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran 25 . a.

penyiapan benih. Cuaca Tanaman sawi tahan terhadap air hujan. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhan tanaman sawi adalah antara pH 6 . Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. d. penyediaan pupuk dan 26 .tinggi. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. Dengan demikian. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan. serta memiliki pembuangan air yang baik. c. teknik penanaman. Bercocok tanam Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. 4.7.200 meter di atas permukaan laut. b. sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. banyak mengandung humus. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Tanah Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah yang gembur. subur. Daerah Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.

Tanaman yang dapat ditumpangsarikan antara lain : bawang. varietas. kecil-kecil. Pengolahan Tanah Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan. Warna kulit benih coklat kehitaman. Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. suhu dan tempat menyimpannya. serta pemeliharaan tanaman. b. Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. kangkung darat.pestisida. wortel. Benih sawi berbentuk bulat. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan. a. seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu. bayam. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki 27 . Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Benih. kadar air.

Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan. karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung. Dua minggu sebelum di tabur benih. Pembibitan Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan. 28 . Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. 10 gram TSP. rerumputan. pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih. yaitu kirakira 2 . Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. semak atau pepohonan yang tumbuh. tinggi bedengan 20 – 30 cm. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. dan 7. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2). Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah.5 gram KCl. Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Dan bebas dari daerah ternaungi.4 minggu sebelumnya.fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan. c.

kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm. TSP 100 kg/ha. seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha. d.Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur. pindahkan bibit dengan hati-hati. Penanaman Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. lalu disiram dengan sprayer. bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm . lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm. Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman. Pilihlah bibit yang baik. penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Tahap selanjutnya yaitu penjarangan. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman. tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. e. penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Pemeliharaan Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. KCl 75 kg/ha. penyiraman ini tergantung pada musim. Caranya sangat mudah 29 . Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari. lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm. 30 x 30 dan 20 x 20 cm.

Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam. disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. 30 . Panen dan Penanganan Pasca Panen Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell. 5.). pengemasan. sortasi. Dapat juga dengan satu sendok teh sekitar 25 gram dilarutkan dalam 25 liter air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan benih tidak lebih dari 3 tahun. b. bentuk dan ukuran daun. Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi. yaitu dengan urea 50 kg/ha. Ulat tritip (Plutella maculipennis). Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Paling pendek umur 40 hari. Siput (Agriolimas sp. Ulat Thepa javanica. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna. Umur panen sawi paling lama 70 hari. penympanan dan pengolahan. Hama dan Penyakit Hama pada tanaman sawi: a. c.yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru. d. f. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan. Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam. Pascapanen sawi yang perlu diperhatikan adalah pencucian dan pembuangan kotoran.).

Penyakit embun tepung (downy mildew). e. i. c.e. f. Bercak daun alternaria. Memperbaiki fungsi ginjal. Penyakit rebah semai (dumping off). Sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Cacing bulu (cut worm). Busuk basah (soft root). 31 . penyakit jantung. g. bahan pembersih darah. e. g. Virus mosaik. Bercak daun. f. Biasanya menjadi sayuran pendamping mie atau pangsit Penyakit akar pekuk. d. Penyembuh penyakit kepala. c. Manfaat Sawi a. Mampu menangkal hipertensi. Penyakit pada tanaman: a. Busuk Rhizoctonia (bottom root). d. b. h. b. serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Busuk daun. dan jantung koroner. 6. Dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke. Menghindarkan ibu hamil dari anemia. dan berbagai jenis kanker.

E. Sawi juga unggul dalam hal asam amino triptofan dan serat pangan (dietaryfiber). Vitamin K juga terkait dengan pengaturan protein tulang dan kalsium di dalam tulang dan darah. Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan. sel-sel membran akan kering dan mengeras. Kandungan Sawi Sawi banyak mengandung vitamin dan mineral. A. Kekurangan vitamin A membuat sel epitel akan mengeluarkan keratin. sehingga dapat menjaga tulang dari proses osteoporosis.7. Peran utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler. dan folat pada sawi tergolong dalam kategori unggul. Kadar vitamin K. sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Vitamin K mempunyai potensi dalam mencegah penyakit-penyakit serius. dan bila tidak segera diobati akan menyebabkan kebutaan. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus. Selain itu juga digunakan untuk menangani kanker karena dapat bertindak sebagai racun bagi sel-sel kanker. dentin. tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat. Kedua senyawa ini merupakan 32 . Mineral pada sawi yang tergolong dalam kategori unggul adalah mangan dan kalsium. karena efeknya mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor timbunan plak kalsium. C. yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa. Bila sel-sel epitel mengeluarkan keratin. yaitu protein yang tidak larut dalam air dan bukan mukus. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidraksiprolin dan hidroksilisin. kulit bagian dalam tulang. Vitamin A berperan menjaga kornea mata agar selalu sehat. dan vascular endothelium. seperti penyakit jantung dan stroke.

kesadaran.komponen kolagen penting. Usaha penanaman sayuran tersebut bukan merupakan hal yang utama dalam sistem teknologi akuaponik. teknologi akuaponik terbagi atas dua bagian. air yang telah terpakai digunakan sebagai media penyubur pada bagian lainnya yaitu berupa usaha penanaman sayuran. Asam folat juga terlibat dalam proses oksidasi fenilalanin menjadi tirosin. Peran Asam folat dalam proses sintesis nukleoprotein merupakan kunci pembentukan dan produksi butir-butir darah merah normal dalam sumsum tulang. Teknologi Akuaponik Pada dasarnya. persepsi atas rasa sakit. Kandungan Mangan pada sawi digunakan untuk proses metabolisme tubuh. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh rendahnya kadar kalsium di dalam darah. Pada teknologi tersebut. Kandungan Kalsium yang tinggi pada sawi dapat mengurangi hilangnya bobot tulang yang biasa terjadi pada usia lanjut. yaitu teknologi pemeliharaan ikan dan teknologi pemeliharaan tanaman. Hal ini mengingat bagian tanaman sayuran yang ternyata juga berfungsi sebagai filter/ penyaring air yang menyediakan media untuk pertumbuhan ikan yang baik. 33 . Selain itu.. vitamin C sangat berperan dalam penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Selain itu juga berperan baik untuk mencegah penuaan. dan pola tidur. sedangkan triptotan merupakan protein utama penghubung antarsaraf dan pengatur pola kebiasaan (neurobehaviour} yang berdampak kepada pola makan. Kandungan Vitamin E pada sawi dapat berfungsi sebagai antioksidan utama di dalam sel. tetapi bagian tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan budidaya pemeliharaan ikan.

Ternyata kandungan racun tersebut dapat direduksi oleh tanaman hingga 90% dari kadar yang ada sehingga air tersebut masih layak digunakan kembali sebagai media dalam pemeliharaan ikan.Kandungan racun yang sering kali dihasilkan dari suatu usaha budidaya ikan umumnya dalam bentuk ammonia. 34 .

Related Interests