Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No.

1, Januari 2010

ANALISIS STABILITAS LERENG PADA BADAN JALAN DAN PERENCANAAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH
(Studi Kasus Jalan Raya Selemadeg, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan). Tjokorda Gde Suwarsa Putra1), Made Dodiek Wirya Ardana1), dan Made Aryati2)
1

Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar 2 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar

Abstrak : Studi ini membahas tentang kemantapan lereng (permukaan tanah yang membentuk sudut terhadap bidang horizontal) pada badan jalan di desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Jalan yang menghubungkan kota Denpasar-Gilimanuk ini selalu dipadati oleh arus lalu lintas. Longsor yang terjadi saat musim hujan pada bulan Januari 2006, menyebabkan kemacetan yang panjang, mengakibatkan perubahan kontur pada lereng dan memungkinkan terjadinya longsoran susulan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan analisis terhadap kemantapan lereng pada saat lereng dalam kontur alami dan dengan pembebanan lalu lintas. Analisis ini menggunakan Methode Irisan Bishop yang disederhanakan dengan membagi lereng menjadi tiga bagian sesuai dengan jenis tanah dan letak koordinatnya. Berdasarkan hasil analisis kemantapan lereng pada jenis tanah 1 baik yang berada pada bagian bawah badan jalan maupun pada bagian atas badan jalan didapat bahwa angka keamanan terhadap longsor rata-rata lebih kecil dari 1. Untuk mencegah terjadinya longsor, maka direncanakan konstruksi alternatif berupa dinding penahan kantilever dengan beton bertulang pada bagian bawah badan jalan, dan dinding penahan gravitasi dengan pasangan batukali pada bagian atas badan jalan sampai mencapai angka kestabilan (Fs > 1,5). Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah lereng bagian atas badan jalan dibangun dinding penahan tipe gravitasi (dengan rusuk) setinggi 1,5 meter didapat angka stabilitas terhadap guling dan geser lebih besar dari 1,5 dan stabilitas terhadap daya dukungnya lebih kecil dari daya dukung tanah yang diijinkan. Demikian juga untuk lereng pada bagian bawah badan jalan setelah dibangun dinding kantilever setinggi 8 meter didapatkan hasil yang sesuai disyaratkan di atas. Kata kunci: stabilitas lereng, angka keamanan, dinding penahan tanah, longsor SLOPE STABILITY ANALYSIS ON ROAD AND REINFORCED RETAINING WALL DESIGN (Case Study Selemadeg Road, Bantas Village, East Selemadeg District, Tabanan Regency). Abstract : The stability of the slope, a soil surface that forms an angle to the horizontal plane, on the road in the Bantas village, East Selemadeg District, Tabanan Regency is discusses in this paper. The road which connects the city of Denpasar-Gilimanuk is always packed with traffic flow. Landslides that occurred during the rainy season in January 2006 caused long traffic jams, the changes in the contour slopes and the possibility for landslide aftershocks. Slope stability analysis is conduced on naturally slope contour and that with the traffic loading.

36

Based on the results conducted on slope stability analysis for type 1 soil both at the bottom and at the top of the road. sehingga mengganggu lalu lintas dan menyebabkan kemacetan yang panjang. Di desa Bantas kecamatan Selemadeg Timur. dan Aryati The analysis was carried out using the simplified Bishop’s Method by dividing the slope into three parts according to soil type and location of its coordinates. Sample tanah yang diambil merupakan tanah yang telah terganggu (disturb samples) dan contoh tanah yang tidak terganggu yang berupa bongkahan-bongkahan besar (undisturb samples) yang selanjutnya dipakai sebagai bahan penyelidikan di laboratorium.18 24 1.0m) 2. diperlukan suatu konstruksi yang mempunyai fungsi untuk menahan kelongsoran. MATERI DAN METODE Berdasarkan data tanah yang didapat dari hasil pengujian di laboratorium.(12. Pada saat musim hujan bulan Januari 2006 lereng ini longsor. landslide PENDAHULUAN Lereng adalah suatu permukaan tanah yang miring dan membentuk sudut tertentu terhadap suatu bidang horizontal.1 0.0m .Analisis Stabilitas Lereng Pada Badan Jalan …………………… Suwarsa.0m . To prevent the occurrence of landslides.5 and the actual bearing capacity which is smaller than its allowable bearing capacity. Untuk mendukung analisis dan perencanaan perkuatan diperlukan parameter – parameter tanah dengan penyelidikan tanah di lapangan secara langsung dengan mengambil sampel secara acak sesuai dengan beda ketinggian di lokasi. Data tanah hasil uji laboratorium No Jenis Pemeriksaan Tanah 3 Tanah 2 Tanah 1 (22.29 15 2.0m 0.0m) 8. dianggap bahwa tanah di lokasi tersebut merupakan tanah homogen dengan merataratakan data yang ada menjadi 3 jenis tanah seperti yang tertera pada Tabel 1 dibawah ini: Tabel 1.18 24 1 Berat isi γ (ton/m3) 2 Kohesi c (ton/m2) Sudut geser φ 3 (derajat) 37 . Kabupaten Tabanan terdapat daerah berlereng yang tingginya 22 meter dengan kondisi tanah secara visual adalah tanah lempung dan sangat rawan akan bahaya kelongsoran. Pada daerah ini dilalui oleh jalan raya yang menghubungkan kota Denpasar-Gilimanuk dengan arus lalu lintas yang tinggi.0m) 12. The results obtained for the upper slopes of the road built with 1. retaining wall. it was planned an alternative form of construction namely cantilever retaining walls with reinforced concrete at the bottom of the road and gravity retaining walls with stone at the top of the road until reaching a stable rate (Fs > 1. the average safety factor of slope stability was less than 1. Likewise for the slope at the bottom of the road after the 8 meters cantilever wall was built. Keywords: slope stability.5 meters retaining walls of gravity type (with ribs) are number of safety of overturning and shear stability which is greater than 1. Ardana. Untuk mencegah terjadinya kelongsoran susulan pada lereng tersebut dan menanggulangi lereng yang sudah longsor. Pada tempat dimana terdapat dua permukaan tanah yang berbeda ketinggian. Dalam hal ini akan dianalisis stabilitas lereng pada badan jalan dan perencanaan perkuatan dinding penahan tanah (Retai- ning Wall) yang digunakan untuk meningkatkan kestabilan lereng. safety factor. maka akan ada gaya-gaya yang bekerja mendorong sehingga tanah yang lebih tinggi kedudukannya cenderung bergerak kearah bawah yang disebut dengan gaya potensial gravitasi yang menyebabkan terjadinya longsor.1 0.(8.95 0. the results obtained meet the safety requirements.5).

Dimana pada pembahasan selanjutnya akan direncanakan perkuatan dinding penahan pada jenis tanah 1 untuk mengatasi kelongsoran pada bagian bawah badan jalan dan perkuatan dinding penahan pada jenis tanah 2 untuk badan jalan pada bagian atas. 1. Irisan lereng dengan Methode Irisan Bishop yang disederhanakan 38 . Sketsa Kondisi Lereng Perhitungan analisis stabilitas lereng kal. dan pengaruh gaya-gaya pada sisi tepi pada badan jalan ini menggunakan Meto. 8) (0 .5 . Analisis ini juga menggunakan 1 ∑1 ( c. Januari 2010 Pembagian jenis tanah pada kontur lereng dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah.18 Tanah 2 γ= 1. sin α n berapa bagian atau irisan pada arah vertin= 7 5 6 Wn 4 α W cos α W sin α 3 2 1 W αn Gambar 2. (35 . de Irisan Bishop yang disederhanakan. PeFs = n= p nampang bidang longsor dibagi dalam be∑1 W n . 8) Jalan (25 .5 kg/m2 untuk beban perkerasan jalan raya dan untuk beban roda kendaraan berupa beban sumbu tunggal beroda ganda (truk 3 as) seberat 18. No. Data pembebanan diperoleh dari data sekunder sebesar 482.18 (20 . 14. 10) (35 . 10) Badan (5 .1 t/m3 c= 0. tan φ ) m α lengkung longsor coba-coba (trial slip cirn= (n) cle) atau beberapa lengkung longsor. Persamaan faktor keamanan yang digunakarena penyelesaiannya lebih teliti dan kan (menggunakan Metode Irisan Bishop akan mendapatkan harga Fs dengan lebih yang disederhanakan) : n= p tepat.tiap irisan juga diperhitungkan. 0) Gambar 1.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol.16 ton). 10) (18. 22) Tanah 3 γ= 2.29 Tanah 1 γ= 2.1 t/m3 c= 0.000 pon (8. 8) (35 .b n + W n .95 t/m3 c= 0.

2. maka pada tanah lapisan 1 angka keamanannya lebih kecil dari 1. Sedangkan pada lapis 3 bisa dilaksanakan dengan mengurangi kecuraman lereng. diuraikan sebagai berikut : 39 .828 0. sehingga memerlukan dinding penahan sampai ketinggian 8 meter.5 m dicoba dengan DPT 4 m dicoba dengan DPT 5 m Kelongsoran sampai dasar lereng 0.5 m untuk menentukan angka keamanan lereng terhadap kemungkinan longsor dan hasil2. Ardana.738 0.738 0. Angka keamanan pada lereng yang ditinjau No.2 1 2 3 4 5 Lereng 1 dicoba dengan DPT 2 m dicoba dengan DPT 2.4 Lereng 3 nya dilihat pada Tabel 2 dibawah.906 1.779 0. dan pada lapis 2 cukup dibangun sampai ketinggian 1 meter atau 1. dan Aryati Gambar 3.Analisis Stabilitas Lereng Pada Badan Jalan …………………… Suwarsa. Pembebanan.5 meter.056 0.727 0. Untuk beban titik (P) diatas tanah urug.3 Lereng 2 Perhitungan kemantapan lereng dihi1 Kelongsoran sampai dasar lereng tung dengan membangun dinding penahan 2 Kelongsoran sampai dasar lereng tanah coba-coba pada beberapa ketinggian 3 dicoba dengan DPT 1 m tertentu pada masing-masing lapisan tanah 4 dicoba dengan DPT 1.5 m dicoba dengan DPT 4 m dicoba dengan DPT 5 m Kelongsoran sampai dasar lereng Lereng 1 dengan pembebanan dicoba dengan DPT 2 m dicoba dengan DPT 2. Gambar irisan lereng HASIL DAN PEMBAHASAN 2.687 0.863 Melihat Tabel 2 di atas.785 0.700 0.1 1 2 3 4 5 2. 1 Kelongsoran sampai dasar lereng Tabel 2. Perhitungan dinding penahan tanah lapis 1.709 Keterangan Fs 2 3 Kelongsoran sampai dasar lereng Kelongsoran sampai 6m 0.860 0.180 2.935 0.897 0.857 0.

7.700 4.687 3.18 = 1.903 < 11.636 t/m z = 3.5 kg/m2 Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah Kontrol terhadap daya dukung tanah σ maks = 19.guling zontal (V) Berat sendiri 104.H Kapasitas dukung pondasi memanjang : q ult = c.124 Fs = = = 4.tan δ + B. Kontrol Stabilitas : No Stabilitas gaya Keamagaya yang nan Keama-nan yang Mendoyang yang rong menahan terjadi disya-ratkan β β/2 z = n. 24 + 6.16 t z = n. 1.5.749.096 t/m2 q 298.289 -11.809 m Tabel 3.963 t/m2 > 0 Tabel 4.12 99.0.963 > 1.749 426.5 98.7135 Tek.N c + ( p o + q o ).400 4. diuraikan sebagai berikut : 1.365 t/m2 σ min = 11.713 t/m z = 5.096 = 99.025 109. Kombinasi gaya vertikal dan horizontal : Gaya Jarak Momen Gaya Momen vertikal mendatar tahan Hori.736 9m P z P = 0. tan 3.636 Pembebanan 0.809 m Untuk beban terbagi merata (q) diatas tanah urug.5 m 7m q = 482. No.5 m P = 8.903 t/m2 < 99.5 426.541 > 1.124 P = 1.084 7.353 37.124 20.339 > 1. 14.γ .5 20.541 > 1.700 (x) (MR) 415. Januari 2010 x = 2. Tanah Horizontal 16.365 0 20.278 < 19.843 327.N γ qult = 298.c ΣFd=Σ Pa h Fs =ΣFR/ΣFd Daya dukung 3 tanah Mnet = MR Mo ΣV e = B/2 (Mnet/ ΣV) σ max σ min 106.H α 9m 1 Fs guling MR Mo Fs(guling) = MR / Mo 2 Fs geser ΣFR=Σ V.736 98.365 t/m2 σ = ult = SF 3 Stabilitas Terhadap Penggulingan ∑ M R 426.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol.217 Stabilitas Terhadap Kekuatan Konstruksi Kekuatan konstruksi ditinjau pada setiap potongan : Mutu baja tulangan fy = 400 Mpa Mutu beton f′c = 25 Mpa 40 .736 1.749 0.N q + 0.907 Berat 1.339 > 1.871 (Ph) (Mo) 31.217 4.217 Stabilitas Terhadap Geser 2 Fs = 106.5 ∑ Mo 98.654 Σ 106.B.

50 0.921ton dan 54. 2. III.2 1 1 Sy (t) 6.125 16.616 41.427 ton = 64.000 N Vc > Vu (ok) Tabel Nilai gaya lintang (Sy) dan momen (My) pada potongan Tebal Potongan (m) I–I II – II III – III IV .592 ton .556 tm A = 3904.837 24.15 0. Pada lapis 2 dibangun dengan dinding tipe gravitasi dengan pasangan batu kali dengan bentuk dan ukuran sebagai berikut: B 19.921 54. Berdasarkan hasil analisa kemantapan lereng dengan menggunakan cara analitis.9 mm2 ( D19 – 70) A’ = 2037 mm2 ( D19 – 140) Tulangan bagi ( D13 – 160) Dinding penahan tanah lapis 2. Ardana.5 meter.67 I b1 I 2.5m 1. Sedangkan untuk mencapai nilai keamanan > 1 (lereng 3) diusahakan dengan mengurangi kecuraman lereng. untuk mencapai keamanan sebesar 2.427 21.67 M = 19.30 0.Analisis Stabilitas Lereng Pada Badan Jalan …………………… Suwarsa.2m V 4m Potongan I-I : Sy = 6.963 t/m2 IV 1.592 28. V dengan Sy = 21. maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1.75 × × 25 × 1000 × 1000 = 6 625.025 tm A = dipasang tulangan min ( D19 – 70) A’ = dipasang tulangan ( D19 – 140) Tulangan bagi ( D13 – 160) Potongan V-V : Tebal dinding = 1000 mm M = 114. sehingga memerlukan dinding penahan tanah setinggi lereng tersebut yaitu 8 meter.056 memerlukan dinding 1.m) 6.95 Demikian juga untuk potongan II .038 My (t. 24. Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah lereng bagian atas badan jalan 41 .270 N 1 Vc = 0. yaitu dengan Metode Irisan Bishop yang disederhanakan diketahui bahwa nilai rata-rata keamanan lereng pada kontur alami < 1 untuk lereng bagian bawah badan jalan (lereng 1). Penulangan Lentur pada masing-masing potongan Potongan III-III : Tebal dinding = 1200 mm M = 76.903 t/m2 18.038 ton masih memenuhi persyaratan.27 kN Vu = 64.15 0.703 11. Pada lereng bagian atas badan jalan (lereng 2).837 ton. dan Aryati Tebal selimut beton d = 75 mm 1m 2.931 76. IV.15 0.IV V-V 1 1.30 0.067 1.025 114.67 8 II b 2 II V III b 3 IV III 1 2.396 1. 28.25 0.396 tm A = 4073.25 mm2 ( D19 – 70) A’ = 1952 mm2 ( D19 – 140) Tulangan bagi ( D13 – 160) Potongan IV-IV : Tebal pondasi = 1000 mm Kesimpulan Dari hasil analisis dan perhitungan terhadap kestabilan lereng pada badan jalan di desa Bantas kecamatan Selemadeg-Tabanan.556 19.

903 < σ = 99. Principles of Foundation Engineering.918 > 1. No. 1994.372 t/m2 < σ = 7. Stabilitas terhadap geser = 1.5. Stabilitas terhadap daya dukung tanah. New Jersey. J.921 t/m2 > 0 dan untuk σmaks = 4. 42 .M. Prentice Hall.365 t/m2. Jakarta. McGraw Hill. Untuk lereng pada bagian bawah badan jalan yang menggunakan dinding penahan tanah tipe kantilever dengan beton bertulang.963 > 0 dan σmaks = 19. 1996. Erlangga.E.675 > 1. 1984. Das. Mekanika Tanah (Prinsipprinsip Rekayasa Geoteknis).5. Mochtar. B.5 m tipe gravitasi (dengan rusuk) dengan pasangan batu kali didapatkan angka stabilitas terhadap guling = 4. J.167 t/m2 .. Das. Foundation Design – Principles & Practice.5. Physical and Geotechnical Properties of soils.M. DAFTAR PUSTAKA Bowles. Foundation Analysis & Design.339 > 1. diperoleh hasil stabilitas terhadap guling = 4. Januari 2010 dibangun dinding penahan setinggi 1.E.5. NY. Terjemahan Jilid 1 & 2: Noor Endah & Indrasurya B.541 > 1. Bowles. Stabilitas terhadap geser = 1. Stabilitas terhadap daya dukung tanah. NY. 14. tulangan tekan D19-140. Boston.. McGraw Hill. Donald. dan tulangan memanjang D13-160. 1985.. B... P. 1. 1993. Coduto. PWS-Kent. σmin = 1. 1990.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. Tulangan pada badan dinding dan pondasi dinding dipasang tulangan tarik D19-70. σmin = 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful