PATOFISIOLOGI ISPA

PENDAHULUAN

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di negara berkembang masih merupakan masalah kesehatan yang menonjol, terutama pada anak. Penyakit ini pada anak merupakan penyebab kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) yang tinggi. Angka kematian ISPA di negara maju berkisar antara 10 -15 %, sedangkan di negara berkembang lebih besar lagi. Di Indonesia angka kematian ISPA diperkirakan mencapai 20 %.

ISPA mempunyai manifestasi klinik bermacam-macam tergantung pada beberapa hal : usia pasien, bagian saluran nafas mana yang terserang, ada atau tidaknya kelainan paru yang mendasarinya, penyakit lain yang menyertai, mikroorganisme yang menjadi penyebabnya, rute infeksinya (di komunitas / rumah sakit), daya tahan tubuh pasien yang terkena. Dengan adanya keanekaragaman manifestasi penyakitnya menimbulkan masalah terhadap pengenalan (diagnostik) dan pengelolaan penyakit tersebut.

DEFINISI

Secara definisi ISPA berarti timbulnya infeksi di saluran nafas yang bersifat akut (awitan mendadak) yang disebabkan masuknya mikroorganisme (virus, bakteri, parasit, jamur). Secara anatomis penyakit ini dibedakan ISPA bagian atas dan ISPA bagian bawah. Batas antara kedua kelainan ini terletak di laring. Infeksi yang mengenai laring ke atas disebut sebagai ISPA bagian atas, sedangkan bila mengenai dibawah laring disebut sebagai ISPA bagian bawah.

ETIOLOGI

Penyakit ISPA dapat disebabkan oleh berbagai penyebab (virus, bakteri, parasit, jamur). ISPA bagian atas umumnya disebabkan oleh karena virus, sedangkan ISPA bagian bawah dapat disebabkan oleh semuanya. ISPA bagian bawah yang disebabkan bakteri umumnya mempunyai manifestasi klinik berat sehingga menimbulkan banyak problem dalam penanganannya.

PATOGENESIS

Saluran pernafasan selama hidup selalu terpapar dengan dunia luar sehingga untuk mengatasinya dibutuhkan suatu sistem pertahanan yang efektif dan efisien. Ketahanan saluran pernafasan tehadap

Asap rokok dapat menurunkan kemampuan makrofag membunuh bakteri. Kekurangan antibodi ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran nafas. Sedangkan diagnosis ISPA oleh karena bakteri dilakukan dengan pemeriksaan sputum. Infeksi bakteri mudah terjadi pada saluran nafas yang sel-sel epitel mukosanya telah rusak akibat infeksi yang terdahulu. perkontinuitatum dan udara nafas. Antibodi setempat yang ada di saluran nafas ialah Ig A. Suhu badan meningkat antara 4-7 hari disertai malaise. serologis. mual.infeksi maupun partikel dan gas yang ada di udara amat tergantung pada tiga unsur alami yang selalu terdapat pada orang sehat yaitu keutuhan epitel mukosa dan gerak mukosilia. Bila peningkatan suhu berlangsung lama biasanya menunjukkan adanya penyulit. Antibodi ini banyak ditemukan di mukosa. nyeri kepala. Penyebaran infeksi pada ISPA dapat melalui jalan hematogen. dan antibodi. nyeri retrosternal dan konjungtivitis. batuk dengan dahak kuning/ putih kental. anoreksia. seperti yang terjadi pada anak. sindroma imotil. Selain hal itu. nyeri tenggorokan. biakan cairan pleura. mialgia. diagnostik virus secara langsung. Diagnosis ISPA oleh karena virus dapat ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap jasad renik itu sendiri. makrofag alveoli. biakan darah. sedangkan alkohol akan menurunkan mobilitas sel-sel ini. limfogen. MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS Gambaran klinis secara umum yang sering didapat adalah rinitis. Makrofag banyak terdapat di alveoli dan akan dimobilisasi ke tempat lain bila terjadi infeksi. hal-hal yang dapat mengganggu keutuhan lapisan mukosa dan gerak silia adalah asap rokok dan gas SO2 (polutan utama dalam pencemaran udara). Pemeriksaan yang dilakukan adalah biakan virus. muntah dan insomnia. pengobatan dengan O2 konsentrasi tinggi (25 % atau lebih). Penderita yang rentan (imunokompkromis) mudah terkena infeksi ini seperti pada pasien keganasan yang mendapat terapi sitostatika atau radiasi. PENUTUP .

Dahlan Z. Hauser SL (eds) Harrison¶s Principles of Internal Medicine. Kesulitan menentukan pengobatan secara rasional antara lain kesulitan memperoleh material pemeriksaan yang tepat. Surabaya. Pneumonia. Sampai saat ini belum ada oba t yang khusus antivirus. kemudian dilakukan pemeriksaan mikrobiologik . In : Kasper DL. Alsagaff H. Ilmu Penyaki Paru FK UNDIP. Dahlan Z.html . Idealnya pengobatan bagi ISPA bakterial adalah pengobatan secara rasional. Mukty A (ed) : Dasar -dasar Ilmu Penyakit Paru.2001:814-18. DI P OS K AN OL EH P UG UD S AM OD RO DI 1 4 : 17 http://pugud. baru setelah itu diberikan antimikroba yang sesuai. Pneumonia. Braunwald E. New York 2005 : 1528-40. Pengobatan yang rasional adalah apabila pasien mendapatkan antimikroba yang tepat sesuai dengan kuma penyebab. Dalam : Suyono S. Melihat berbagai alasan yang telah diuraikan diatas maka sebaiknya pendekatan yang digunakan adalah pengobatan secara empirik lebih dahulu. Fauci AS. Mc Graw-Hill. Balai Penerbit FKUI. Waspaji S (ed) Buku Ajar Il mu Penyakit Dalam II.com/2008/05/patofisiologi-ispa. Airlanggga Unversity Press.Jakarta. maka timbul persoalan pada pengenalan (diagnostik) dan pengelolaannya. tidak ditemukan kuman penyebab. kuman yang ditemukan adalah kuman komensal. Approch to the patient with disease of the respiratory system. Dalam : Suyono S. Terapi empirik Pneumonia. 6. Dalam : Alsagaff H. Drazen JM.2001:801-10. New York 2005 : 1495-7. 5.. sering kali mikroorganisme itu baru diketahui dalam waktu yang lama.1995 : 122-41. 4. 16th ed.Surabaya.Semarang.Seperti yang diuraikan diatas bahwa ISPA mempunyai variasi klinis yang bermacam-macam. Dalam : Alsagaff H. Rahmatullah P. Weinberger SE. kuman penyebab ISPA dideteksi terlebih dahulu dengan mengambil material pemeriksaan yang tepat. In : Kasper DL. terapi selanjutnya disesuaikan. 16th ed. Airlanggga Unversity Press. 1995 : 110-21. Mukty A. DAFTAR PUSTAKA 1.Jakarta.blogspot. Mukty A (ed) : Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Hauser SL (eds) Harrison¶s Principles of Internal Medicine. 1993 :1-19 2. Mc Graw-Hill. Braunwald E. Untuk dapat melakukan hal ini . Fauci AS. Balai Penerbit FKUI. 3. Mukty A. setelah diketahui kuman penyebab beserta antimikroba yang sesuai. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Waspaji S (ed) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam II. Pneumonia. Marrie TJ. Epidemiologi dan pengobatan infeksi saluran nafas akut bagian bawah. Alsagaff H. Campbell GD.

hemapholus. untuk virus influenza bukan penyebab terbesar terjadinya sindroma saluran pernafasan kecuali hanya epidemi ² epidemi saja. Pada anak usia sekolah : Mycoplasma pneumonia. ISPA atas : Rinovirus. staphylococus aureus.html . hokinebacterium. ( Fuad. 123 coronavirus. bawah : Parainfluenza. Bakteri utama : Steptococus. Pada neonotus dan bayi muda : Chalmedia tachomatis. bordetella. influenza. Virus penyebabnya antara lain golongan mikrovirus.com/2010/08/etiologi-ispa. Stafilococus. 2. Ahmad. yang disebabkan oleh berbagai etiologi. dan penyakit demam saluran nafas bagian atas. virus ²virus merupakan terjadinya lebih banyak penyakit saluran nafas bagian atas dari pada saluran nafas bagian bawah.adenovirus ( Virus Utama ). untuk golongan virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus ( termasuk di dalamnya virus para influenza ) merupakan penyebab terbesar dari sindroma batuk rejan. dan buruknya senetasi lingkungan. dan virus yang paling sering menjadi penyebab ISPA di influensa yang di udara bebas akan masuk dan me nempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Peralihan musim kemarau ke musim hujan juga menumbul an resiko k serangan ISPA. bronkiokitis. Bakteri penyebabnya antara lain genus streptococus.blogspot. Kebanyakan infeksi saluran pernafasan akut disebabkan oleh virus dan mikroplasma. enterovirus. pneumonia. virusdan jamur. coronavirus. 1. ( virus utama ).Etiologi ISPA Etiologi Menurut Vietha ( 2009 ). etiologi ISPA adalah lebih dari 200 jenis bakteri. adenovirus. Beberapa faktor lain yang diperkirakan berkontrubusi terhadap kejadian ISPA pada anak adalah rendahnya asupan antioksidan. 2008 ) http://denfirman. 3. adnovirus. Biasanya bakteri dan virus tersebut menyerang anak ² anak di bawah usia 2 tahun yang kecepatan tubuhnya lemah atau belum sempurna. status gizi kurang. hemafilus. Pada bayi dan anak. Infeksi saluran perafasan akut merupakan kelompok penyakit yang komplek dan heterogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful