PENGGUNAAN METODE KARYA WISATA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI AGAMA ISLAM

(Studi Kasus di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat)

Disusun Oleh: TEGUH SUPARDIYANTO NIM: 101011020698

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1427 H / 2006 M

KATA PENGANTAR

ϢϴΣήϟ΍ϦϤΣήϟ΍Ϳ΍ϢδΑ
Alhamdulillah, akhirnya dengan karunia dan hidayah-Nya penulis berhasil menyelesaikan skripsi dengan judul: “Penggunaan Metode Karya Wisata Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam (Studi Kasus di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat)” dan dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, yang telah membawa manusia ke jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Skripsi ini diajukan kepada fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan S1 (Strata 1). Penyelesaian skripsi ini semata-mata bukanlah hasil usaha penulis sendiri, melainkan banyak pihak yang memberikan bantuan baik moril maupun materil, sekiranya patutlah bagi penulis untuk berterima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan beserta stafnya, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat belajar dan menambah wawasan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 2. Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam beserta stafnya, yang telah banyak membantu penulis saat menjalani kuliah dan ketika penyusunan skripsi ini.

i

ii

3. Drs. H. M. Alisuf Sabri, dosen pembimbing skripsi, yang telah banyak meluangkan waktu dan mencurahkan pikiran untuk membimbing penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 4. Prof. Dr. H. Moh. Ardani, MA, dosen penasehat akademik, yang dengan kesabarannya selalu meluangkan waktu untuk penulis berkonsultasi dan memberikan nasehat kepada penulis. 5. Pimpinan Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta beserta stafnya dan perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan beserta stafnya, yang telah berkenan meminjamkan buku-buku perpustakaan kepada penulis. 6. Kepada para dosen yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada penulis dengan penuh kesungguhan serta penuh kesabaran. 7. Kepada Ayahanda Drs.H. Sudirman dan Ibunda Hj. Hasnah tercinta yang telah memberikan kesempatan penulis menikmati dan mengenyam pendidikan mulai sejak kecil sampai sekarang. 8. Kepada seluruh keluargaku yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan kesempatan dan selalu mendoakan serta ikut serta membantu membiayai penulis dalam mengenyam pendidikan mulai sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi. 9. Teman-temanku M. Yudi, M. Rusdi, Basty, Syukri, Ahwan Yanuar, A. Syai Furqani, Awank, Q-Noy, Ilham Surya, Nurul Qomar, Elis Sunarti, Chakur, Iqbal, juga kepada teman-teman di kosan yang telah menerima penulis untuk menginap serta seluruh kawan-kawan PAI Kelas D Angkatan 2001 yang

iii

sudah menerima penulis sebagai teman belajar di kampus. Dan lain-lain yang tidak dapat penulis sebutkan semuanya. 10. Adik-adikku terkasih Yenni, Nina, Rizka, yang telah memberikan motivasi kepada penulis. Akhirnya kepada Allah SWT jualah penulis serahkan segalanya serta panjatkan doa semoga amal kebajikan mereka diterima disisi-Nya, serta diberikan pahala yang berlipat ganda sesuai dengan amal perbuatannya. Penulis berharap semoga skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, serta bagi para pembaca pada umumnya, terutama bagi para pendidik (guru) saat ini dan di masa yang akan datang.

Jakarta, 6 November 2006

Penulis

.................. Tujuan Pendidikan Agama Islam ......................................................................................14 B...........................1 B.......................11 A....... Metode Karya Wisata................................................................................................................... Pembatasan dan Perumusan Masalah......10 2.............................................................DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR ................ Pengertian Metode Karya Wisata........... Sistematika Penulisan .iv DAFTAR TABEL...........................................................................................................................................................................................17 1..................... Latar Belakang Masalah.................................................................................................... Metode Pembahasan........ Indikator Metode Karya Wisata ............................................................................................................. Tujuan Penelitian ..............................1 A................................ Pelaksanaan Metode Karya Wisata dalam PAI................................... Pengertian Pendidikan Agama Islam ........................i DAFTAR ISI...................... Pendidikan Agama Islam ...............................8 D..25 iv ...........................9 E................................17 2.........................................................11 1.............................................8 C....vii BAB I PENDAHULUAN..... Kelebihan dan Kekurangan Karya Wisata ...................................................................................23 4.....................9 BAB II LANDASAN TEORI .........22 3............................................

..............40 A..................................................... Gambaran Umum SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat ................... Instrumen penelitian..... Struktur Organisasi SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat ......... Sarana dan Prasarana SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat .........................................59 ... Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data..... Analisa Data dan Interpretasi Data …………………………………….................................................45 BAB IV HASIL PENELITIAN ........................................51 3....... Variabel Penelitian ............................... Indikator Motivasi Belajar .40 C......... Motivasi Belajar ..50 2..............................44 F............................26 2....50 A.......35 4.................................................. Sejarah dan Tujuan Berdirinya SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat .......50 1.......................................30 3...................40 B................................................................. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar ....................38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................53 4................................................42 E.......................v C... ..........54 B. Tempat dan waktu Penelitian ...............41 D..26 1.................... 55 C............................ Macam-macam Motivasi Belajar .......................................... Pengertian Motivasi Belajar.................................................................... Populasi dan Sampel .................................................................................................................................................. Keadaan Guru dan Siswa SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat.......... Teknik Pengumpulan Data........... Deskripsi data…………………………………………………………................

................................................78 B. ..................78 A.79 DAFTAR PUSTAKA ..................................... Kesimpulan ...80 LAMPIRAN-LAMPIRAN ....................vi BAB V PENUTUP………………………………………………………………................................................................................................ Saran........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan: 1 . latar Belakang Masalah Pendidikan senantiasa menjadi sorotan bagi masyarakat khususnya di Indonesia yang ditandai dengan adanya pembaharuan maupun eksperimen guna terus mencari kurikulum. Semakin baik kualitas manusianya. Nilai suatu bangsa terletak dari kualitas sumber daya manusia yang menjadi warga Negara. guna memenuhi kebutuhan pembangunan dewasa ini dan masa yang akan datang. Sebagaimana ditegaskan dalam pasal 4 UU No. Motivasi yang tumbuh baik secara internal maupun eksternal. Berbicara tentang pendidikan berarti berbicara tentang manusia dengan segala aspeknya. dan metode pengajaran yang efektif dan efisien. bangsa tersebut semakin memiliki peluang besar menuju kemajuan dan kemakmuran. Dalam rangka mencapai tujuan nasional. Untuk mencapai hal tersebut di atas. Dengan motivasi yang kuat diharapkan dapat memacu meningkatkan kualitas dan potensi sumber daya manusia. khususnya prestasi dalam bidang pendidikan. perlu ditumbuhkan motivasi yang kuat untuk meraih sesuatu yang dicita-citakan. khususnya dalam bidang pendidikan. sistem pendidikan. perlu adanya usaha untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. yang berupaya mencapai masyarakat adil dan makmur baik jasmani maupun rohani.

20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. terutama motivasi para siswa yang merupakan harapan bangsa untuk memacu prestasi dalam segala bidang. cakap.2 Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. yang ditunjang oleh adanya sikap dan prilaku yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. serta budi pekerti yang luhur. Adapun langkah yang harus ditempuh dalam upaya membantu mewujudkan tujuan di atas adalah dengan menumbuhkan dan membina motivasi kepada para pelaku pendidikan. (Jakarta: Kloang Klede. pengetahuan dan keterampilan. Di sisi lain adanya. 2003) h. juga dapat membantu tercapainya tujuan nasional yaitu membentuk manusia-manusia bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa.1 Sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan tinggi. sehat. serta pola kepribadian yang mantap dan dinamis. berilmu. mandiri. serta berakhlak mulia. Masih banyak siswa yang memiliki prestasi belajar yang rendah dan mengecewakan. agar menjadi generasi-generasi yang siap dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa yang akan datang. sangat diharapkan dalam rangka mencapai tujuan nasional. kreatif. dan menjadi warga negara yang demoktratis serta bertanggung jawab. 1 1 . hal tersebut diduga karena salah satu faktor penyebabnya adalah motivasi belajar mereka yang lemah dan tidak adanya rasa tanggung jawab Undang-undang RI No.

mengemukakan bahwa faktor-faktor pendidik itu ada lima macam. perlu adanya motivasi yang kuat yang ditumbuhkan oleh peserta didik. h. Di dalam buku Metodik Khusus Pendidikan Agama. Cet ke-8. Dengan demikian. Alat-alat pendidikan 5. Metodik Khusus Pendidikan Agama. dkk. terutama oleh guru yang sebagai pengajar. dkk. Zuhairini. Kesemuanya menentukan berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan agama yang dilaksanakan. Hj. Milleu/lingkungan.3 terhadap pendidikan yang sedang mereka tempuh. maka proses belajar mengajar tidak akan Zuhairini. 28 2 . jika salah satu faktor tersebut tidak saling melengkapi. Adapun kelima faktor tersebut yaitu: 1. Karena tidak adanya visi ke depan sebagai motivasi belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. di mana faktor yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan yang erat. Anak didik 2.2 Dari kelima faktor-faktor tersebut antara yang satu dengan yang lain sangat erat hubungannya. 1991). (Surabaya: Usaha Nasional. Tujuan pendidikan 4. Untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. agar para siswa selalu terdorong untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Pendidik 3. Dra.

Mengembangkan Kemampuan Otak Kanan Anak-Anak (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. maka manusia perlu dimanusiakan lagi agar pendidikan menjadi sebuah kualitas. Dengan berpikir seperti itu maka sesungguhnya mereka telah memanusiakan manusia. “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana Am. dijelaskan bahwa. XIX 3 . kelima faktor pendidikan tersebut dalam proses belajar harus ada. Oleh sebab itu. ungkapan ini menggambarkan bahwa sesungguhnya banyak orang yang belum memperlakukan manusia secara manusiawi. Di sisi lain dalam diri para peserta didik terdapat kepribadian-kepribadian yang unik dan pasti berbeda satu sama lainnya yang semestinya dapat lebih dikembangkan berubah menjadi ”robotnisasi” ketika peserta didik dijadikan obyek pendidikan dan hanya diharuskan tiga D (duduk. diam. dengar) di dalam kelas. Rukky Santoso.4 berjalan secara efektif. Padahal sesungguhnya mereka adalah makhluk unik yang termulia yang Allah ciptakan dengan berbekalkan akal pikiran. 20 tahun 2003 pada pasal 1ayat 1. 2002) h.3 Sedangkan kebanyakan pendidikan yang ada di Indonesia belum menyentuh tatanan praktis yang dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi sasarannya. Seyogyanya proses belajar mengajar jadi lebih hidup sebab ketika manusia berpikir maka merupakan cerminan jiwa dan gambaran kehidupan serta eksistensi kehidupan itu sendiri. Dan jika merujuk kepada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.

Op Cit.6 Keberhasilan siswa belajar itu tidak hanya sekedar berhasil belajar. Cet. salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru adalah menguasai materi yang diajarkannya dan mampu mengajarkannya. 20 Tahun 2003. h.4 Bila tuntunan yang termaktub dalam Undang-undang Sisdiknas tersebut dapat direalisasikan maka out put yang dihasilkan lebih optimal bila didukung dengan diberikannya ruang untuk berekspresi. Pengajran Matematika Modern Untuk Orang Tua Murid. pengajaran tidak akan memberikan hasil yang baik”. Guru dan SPG. dan Negara”. Keaktifan siswa belajar sangat diperlukan baik di dalam maupun di luar kelas. Makin tinggi kegiatan belajar siswa makin tinggi pula peluang berhasilnya pengajaran. (Bandung: Pustaka Setia. Strategi Belajar Mengajar. Oleh karena itu kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien tidak akan lepas dari cara atau metode mengajar yang diterapkan oleh seorang guru. “tanpa aktivitas belajar. 13 6 5 . h. bangsa. tetapi keberhasilan yang ditempuhnya 4 Undang-undang RI No. akhlak mulia. 19 Abu Ahmadi dan Djoko Triprastya. Ke-1. kecerdasan. Ciri pengajaran yang berhasil salah satu diantaranya dilihat dari kadar kegiatan siswa belajar.5 Ini berarti selain menguasai materi guru juga harus mampu menyampaikan materi tersebut secara baik sehingga siswa dapat menyerap materi yang akan disampaikan dengan baik pula. 1997). serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 3 Russeffendi.5 belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. menurut Alipandie. masyarakat. seri 5( Bandung: Tarsito. h. 1980).

6 dengan belajar aktif. Metode ini dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar untuk memberikan suasana baru bagi anak didik. Sesuai dengan firman Allah ˳ ˸ϭ˵ ˸Ϯ͉  ˳ ˴  ˷ ˵  ˸Ϧ˶  Ύ˴ ˸ϴ˶  Ύ˴ ˸Θ˴ ˸ϧ˴˴  ˴ ˶ ΍˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˶  Ύ˴ ˸ϴ˴ ˸ϟ˴˴  Ύ˴ ϧ˸Ω˴ ˴  ˴ ˸έ˴˸ϟ΍˴ ϥ ί ϣ Ίη ˶ ϛ ϣ Ϭ ϓ Ϩ Β ΍ϭ ϲγ ϭέ Ϭ ϓ Ϩ Ϙ ΍ϭ Ϭ Ϊϣ ν Ύ ϭ Ϟ ˴ ˸ϴ˶ ˶ ΍˴ ˶ Ϫ˴˸Ϣ˵ ˸δ͉˸Ϧ˴ ˴ ˴ ˶ Ύ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϴ˶ ˸Ϣ˵ ˴Ύ˴ ˸Ϡ˴ ˴ ˴ Ϧ ϗί ήΑ ϟ Θ ϟ ϣϭ ζϳ όϣ Ϭ ϓ Ϝϟ Ϩ όΟϭ Artinya: “Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.S Hijr:19-20)” Dari ayat di atas menjelaskan bahwa alam atau lingkungan di sekitar kita merupakan sumber-sumber untuk belajar yang dapat dirasakan secara langsung. Belajar dengan aktif dapat menyebabkan ingatan kita mengenai yang kita pelajari itu lebih lama dan pengetahuan kita menjadi lebih luas dibandingkan dengan belajar pasif. . Kegiatan belajar siswa melalui metode ini akan mendorong siswa agar lebih mencintai alam semesta yang ia pijak serta menemukan konsep-konsep pokok dari suatu materi pembelajaran dan mencoba memikirkan hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Guru yang profesional akan mampu memberikan motivasi bagi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Hal ini diterapkan karena untuk mengaplikasikan pelajaran yang didapat oleh siswa dalam kelas ke alam bebas terbuka. dan makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya. (Depag RI. Peningkatan motivasi belajar tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui metode karya wisata. Dan kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. Q.

7 Jadi dengan adanya sikap yang positif dari siswa terhadap pengajaran dengan metode karyawisata diharapkan dapat menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan sehingga akan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. h. Pembatasan Masalah Muhibbin Syah. Sikap adalah cenderung relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Dengan melihat uraian di atas. Remaja Rosdakarya. 2002). dan bagi siswa harus memiliki sikap yang positif terhadap pemberlakuan kebijaksanaan tersebut.7 Keberhasilan metode karya wisata harus didukung adanya kerjasama antara guru dan siswa.14 7 . pentingnya metode karya wisata yang diterapkan oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Maksudnya guru harus mampu memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan metode karya wisata ini. Pembatasan Dan Perumusan Masalah 1. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengakaji lebih luas lagi dalam sebuah karya ilmiah dalam bentuk skripsi dengan judul ” PENGGUNAAN METODE KARYA WISATA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI AGAMA ISLAM" (Studi Kasus di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat) B. (Bandung: PT.

akan tetapi juga di tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi sesuai dengan materi pembelajaran. Perumusan Masalah Untuk menfokuskan pembahasan masalah dalam skripsi ini. Perlu dipahami metode karyawisata ini tidak hanya berada di tempat rekreasi saja. Penelitian kepustakaan (Library Reseach).8 Agar skripsi ini tidak menimbulkan banyak persepsi. adalah dengan menggunakan dua jenis metode yaitu: 1. maka pembahasan yang menjadi pokok masalah adalah apakah pengajaran Pendidikan Agama Islam melalui metode karya wisata dapat menimbulkan motivasi belajar siswa? khususnya yang sesuai dengan materi. khususnya pada bidang studi agama Islam. tempat-tempat bersejarah Islam. . bagaimana penggunaan metode karyawisata ini dapat menimbulkan motivasi belajar siswa. seperti Sejarah Kebudayaan Islam. 2. sawah. Metode Pembahasan Upaya pengumpulan data yang penulis tempuh dalam penulisan skripsi ini. panti asuhan. maka penulis merumuskan masalah. kebun dan lain-lain. Fiqih. C. Akidah Akhlak. pabrik. yaitu penulis berusaha menghimpun/mengumpulkan data dan fakta melalui literatur atau buku-buku bacaan yang ada hubungannya dengan masalah yang sedang dibahas dalam skripsi ini. seperti museum.

pengertian motivasi belajar. F. yaitu penulis menghimpun/mengumpulkan data-data dan informasi/fakta yang terjadi di lapangan. dan sejauh mana efektifitas penggunaan metode karya wisata dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam. h.9 2.8 D. dan pelaksanaan metode karya wisata. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan terdiri dari : latar belakang masalah. metode pembahasan. tujuan penelitian. pembatasan dan perumusan masalah. tujuan pendidikan agama Islam. dan sistematika penulisan. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. metode karya wisata. pengertian pendidikan agama Islam. pendidikan agama Islam. pengertian metode karyawisata. macam- Herawan Warsito. motivasi belajar. 10 8 . indikator metode karya wisata. kelebihan dan kekurangan metode karya wisata. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konstribusi metode karyawisata dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian lapangan (Field Reseach).dalam pendidikan agama Islam. 1993). BAB II Landasan Teori terdiri dari:. Pengantar Metodologi Penelitian.

deskripsi data. dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. teknik pengumpulan data. instrumen penelitian.10 macam motivasi belajar. BAB V Penutup terdiri dari: kesimpulan dan saran-saran . BAB III Metodologi Penelitian terdiri dari: waktu dan tempat penelitian populasi dan sampel. BAB IV Hasil Penelitian terdiri dari: gambaran umum tempat penelitian. analisa data dan interpretasi data. indikator motivasi belajar. teknik pengolahan data dan analisa data. . variabel penelitian.

(Jakarta: Balai Pustaka. yaitu pendidikan yang didasarkan kepada ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.BAB II LANDASAN TEORI A. dikatakan bahwa Pendidikan adalah “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. dan sebagainya). Ketika kata Agama Islam dimasukkan dalam pendidikan (Pendidikan Agama Islam). cara. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. Pengertian Pendidikan Agama Islam Pendidikan menurut bahasa berasal dari kata didik dengan memberi awalan pe dan akhiran kan mengandung arti perbuatan (hal. II 11 .1 Pendidikan dalam bahasa Yunani disebut paedagogis yang berarti bimbingan yang diberikan pada anak. bangsa dan negara”. cet. kepribadian. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2002). 20 Tahun 2003 Bab I pasal I. istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti pengembangan atau bimbingan. Pendidikan Agama Islam 1. Kata Islam berasal _____________ 1 Depdikbud. kecerdasan. akhlak mulia. masyarakat. ia memiliki arti pendidikan tertentu. Kamus Besar Bahasa Indonesia. pengendalian diri.

2 Beberapa para ahli merumuskan Pendidikan Agama Islam sebagai berikut: Menurut Zuhairini.3 Sedangkan dalam buku lainnya Zakiyah Daradjat menyebutkan: “Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik. cet.152 Zakiyah Daradjat. dalam bukunya dikatakan bahwa pendidikan Islam adalah usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Islam atau suatu upaya dengan ajaran Islam. 1996). memutuskan dan berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam serta bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam. agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami. h.). (Jakarta: PT. Bumi Aksara. (Pekalongan: PT Raja Murah. patuh dan tunduk. menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah diyakini secara menyeluruh serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam itu suatu pandangan hidupnya demi keselamatan hidup dunia dan akhirat kelak”. menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan.4 Alisuf Sabri memberikan pengertian bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu: “Usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini. memahami. (Jakarta: Bumi Aksara. 86 4 . aslama. Ilmu Pendidikan Islam. pengajaran dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati _____________ 2 Zaid Huein Al-Hamid Kamus Al-Muyassar. Filsafat Pendidikan Islam. tth. 44 3 Zuhairini. h.12 dari bahasa Arab. islaman. yuslimu. cet II. memikirkan. h. I. 1992). yang berarti berserah diri.

1999). I. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Tetapi di dalam mata pelajaran agama pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) semua bidang studi agama tersebut dirangkum menjadi satu pada mata pelajaran Pendidikan Agama (Islam). Ilmu Pendidikan. mengerti tentang zakat. cet. beriman kepada Allah. h. dan hari akhir (Keimanan).5 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwasanya Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Islam agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami. dan memahami tentang ibadah haji (fiqih). terbiasa berfikir kritis. dan terbiasa berprilaku toleransi (Akhlak). 74 . Adapun tujuan dalam mempelajari mata pelajaran tersebut antara lain mampu membaca al-Qur’an dengan fasih (alQur’an). Rasul Allah.13 agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam mewujudkan persatuan nasional. kitab Allah. mengetahui hukum Islam tentang shalat wajib. menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang telah diyakini secara menyeluruh serta menjadikan ajaran-ajaran agama Islam itu suatu pandangan hidupnya demi keselamatan hidup dunia dan akhirat kelak. bekerja keras. dapat melakukan thaharah/bersuci. dan memahami keadaan masyarakat Mekkah pra dan pasca datangnya _____________ 5 Alisuf Sabri.

khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. penampilan.6 Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya meyempurnakan iman. pembiasaan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. memahami tentang kehidupan agama dan kabilah. Adapun tujuan pendidikan Islam di SMP/MTs yaitu: 1. nasional. pemupukan. Cit. Op. dan mengerti tentang perkembangan Islam pada masa Khulafatur Rasyidin (Tarikh). Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam. Tujuan Pendidikan Agama (Islam) Tujuan pendidikan agama (Islam) mempunyai tujuan yang luas dan dalam. 2. Dan pengembangan pengetahuan. Tujuan itu meliputi seluruh aspek yaitu meliputi aspek tingkah laku. seluas dan sedalam kebutuhan hidup manusia sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial. hambatan Dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal. h. 48 . pengalaman. regional maupun global. takwa. _____________ 6 Departemen Agama RI. serta aktif membangun peradaban Dan keharmonisan kehidupan. penghayatan. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian.14 agama Islam. kebiasaan. dan akhlak. dan pandangan. Manusia sepserti itu diharapkan tangguh dalam mengahadapi tantangan.

cerdas. 8 Alisuf Sabri. rajin beribadah. antara lain: Menurut Alisuf Sabri Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan. 1999). h. Zakiyah Daradjat. menjelaskan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah terbentuknya insan kamil dengan pola taqwa. Pencapain seluruh kompetensi dasar perilaku terpuji dapat dilakukan tidak beraturan.8 Prof. berbangsa dan bernegara. dan SMPLB. Sedangkan tujuan pendidikan Islam menurut beberapa ahli dikemukakan dibawah ini. etis berdisiplin. I. bermasyarakat. penghayatan dan pengamalan siswa tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. Peran semua unsur sekolah. menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. adil. produktif. pemahaman. bertoleransi (tasamuh).7 Oleh karena itu pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. cet. Insan kamil _____________ 7 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.15 2. MTs. 74 . Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama Dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan. Ilmu Pendidikan. Dr. dkk. orang tua siswa dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam. jujur. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

h. Cet. serta aktivitas untuk dunia dan akhirat yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi manusia itu sendiri. Pedoman Ilmu Jaya. Alisuf Sabri. h. sehingga insan kamil yang bertaqwa tersebut akhirnya dapat menghadapi Tuhan-Nya (mati) dalam keadaan menjadi muslim paripurna.9 Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan pendidikan agama (Islam) adalah untuk menjadikan hidup manusia seimbang antara jasmani dan rohani. Al-Qur’an dan Terjemahannya. wahai Tuhan jika kami anugerahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari api neraka”. paling tidak untuk pemeliharaan. dan masyarakat (sebagai makhluk individu dan makhluk sosial). 1971). Hal ini juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 201: Ώ ˴ άϋ Ϩϗϭ ΔϨδΣ ΓήΧϷ ϓϭ ΔϨδΣ ϴ Ϊ ϓ ϨΗ ˯ ϨΑέ ϝ Ϙϳ ϣ Ϭ ϣϭ  ΍˴ ˴ Ύ˴ ˶ ˴ ˱ ˴ ˴ ˴ ˶ ˴ ˶ ˴ ˸΍ϲ˶ ˴ ˱ ˴ ˴ ˴ Ύ˴ ˸ϧ͊ ϟ΍ϲ˶ Ύ˴ ˶ ΍˴ ΂˴ ͉˴ ˵ Ϯ˵ ˴ Ϧ͉ Ϣ˵ ˸Ϩ˶ ˴ ˶ Ύ͉ ϟ΍ έϨ Artinya: “Dan diantara mereka ada yang berdo’a.16 dengan pola taqwa yang terbentuk dapat mengalami perubahan bertambah dan berkurang. 1999). Ilmu Pendidikan. pribadi. 911 . orang yang sudah bertaqwa dalam bentuk insan kamil masih perlu pendidikan sepanjang hayatnya guna membangun serta meningkatkan. 109 10 Departemen Agama RI. Dengan demikian.10 _____________ 9 H. Ke-1. (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Oleh karena itu.M. tujuan pendidikan agama seirama dengan tujuan hidup setiap manusia (muslim) yaitu mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. (Jakarta: CV.

17

Fungsi utama pendidikan di sekolah adalah memberikan landasan yang mampu menggugah kesadaran dan mendorong peserta didik melakukan perbuatan yang mendukung pembentukan pribadi muslim yang kuat.

B. Metode Karya Wisata 1. Pengertian Metode Karya Wisata Pengertian metode tercantum di dalam kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.11 sedangkan karya wisata adalah berpergian atau mengunjungi suatu objek dalam rangka memperluas pengetahuan.12 Menurut Mahfudh Salahudin, metode adalah suatu cara yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan bahan pelajaran, sehingga tujuan dapat dicapai.13 sedangkan menurut Zuhairini metode dalam mengajar adalah a. “Merupakan salah satu komponen dari proses pendidikan b. Merupakan alat mencapai tujuan yang didukung oleh alat bantu mengajar, c. Merupakan kebulatan dalam satu sistem pendidikan”.14
_____________ 11 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), Cet, Ke-2, h. 530
12

Ibid, h.393 Mahfudh Salahudin, Metodologi Pendidikan Agama, (Surabaya: Bina Ilmu 1981), h. 29 Zuharini, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya: Usaha Nasional 1983 ), Cet, Ke-

13

14

8, h. 79

18

Metode mengajar sebagai upaya mencapai tujuan, dengan demikian diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Perumusan tujuan yang sejelasjelasnya merupakan persyaratan terpenting sebelum seseorang menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat, karena kekaburan dalam tujuan yang hendak dicapai akan menyebabkan kesulitan dalam menentukan dan memilih metode yang tepat. Apa yang ingin dituju oleh suatu program bidang studi melalui unit pengajaran, semua termasuk dalam ruang lingkup dari metodologi. Menurut Mahfudh Salahudin dalam pelajaran agama, kita harus berusaha agar siswa dapat mengalami maksud dan makna agama oleh karena itu seorang pendidik harus mampu memiliki dan melaksanakan metode yang tepat dan bervariasi.15 Metode yang tepat dan bervariasi dalam mengajarkan mata pelajaran dalam bidang studi agama (Islam) salah satunya dengan cara mengajak para siswa ke suatu tempat, seperti daerah pegunungan, perkebunan, pesawahan, ataupun museum, yang salah satunya bertujuan untuk menjelaskan kepada para siswa bahwa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa itu harus kita syukuri keberadaannya karena di alam semesta ini terdapat berbagai macam ilmu pengetahuan oleh karenanya harus kita lestarikan agar tidak cepat rusak atau punah. Dengan hal ini Allah berfirman dalam surat al-Ghaasyiah ayat 17,18,19:

Ζόϓέ ϒ ϛ ˯ Ϥδ ϰ ·ϭ  ˴ ˶ ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˶ ΂˴ ͉ ϟ΍˴ ϟ˶˴ ͼ˺̀ͽ˸Ζ˴ ˶˵ ˴ ˸ϴ˴ ˶ ˶ ˶ ˸΍˴ ϟ˶˴ ϭ˵ ˵ Ϩ˴ ˴ ˴ ˴ ϘϠΧ ϒ ϛ ϞΑϹ ϰ · ϥ ήψ ϳ ϼϓ΃ ͼ˺̂ͽ˸Ζ˴ ˶ ˵ ˴ ˸ϴ˴ ˶ Ύ˴ ˶ ˸ϟ΍˴ ϟ˶˴ ͼ˺́ͽ Βμϧ ϒ ϛ ϝ ΒΠ ϰ ·ϭ
_____________ 15 Mahfudh Salahudin, Loc. Cit

19

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan”16

Dengan metode karya wisata tersebut di atas akan membuat para siswa tertarik dalam mempelajari mata pelajaran tersebut, khususnya mata pelajaran bidang studi agama (Islam). Dari beberapa pengertian di atas, jelaslah bahwa metode adalah suatu teknik penyampaian bahan pelajaran kepada para siswa, agar siswa dapat menangkap pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna oleh siswa dengan baik. Dalam memilih metode mengajar yang harus diperhatikan oleh seoarang pendidik adalah filsafat pendidikan, tujuan pelajaran yang hendak dicapai, anak didik yang kondusif, dan bahan pelajaran yang akan disampaikan. Jadi metode menentukan prosedur yang hendak ditempuh dalam mencapai tujuan. Metode bukan suatu tujuan, melainkan suatu cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya. dapat dipahami bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam setiap kegiatan belajar mengajar adalah bagaimana perubahan yang diharapkan itu terjadi, metode mana yang dianggap paling tepat untuk menimbulkan perubahan itu. Penelitian-penelitian ilmiah belum berhasil menemukan dan menunjukkan adanya metode mengajar yang lebih lengkap dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tingkah laku yang diharapkan. hal ini disebabkan karena
_____________ 16 Universitas Islam Indonesia, Al-Qur’an dan Tafsirnya, ( PT. Verisia Yogya Grafika 1995), h.687-688

20

para Sarjana dan pendidik belum berhasil mengontrol variabel-variabel yang menentukan efektifitas salah satu metode dibandingkan dengan metode lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran. Variasi-variasi yang terdapat dalam tujuan pengajaran menimbulkan pula adanya variasi-variasi dalam metode mengajar, tidaklah dapat dipisahkan dari tujuan yang hendak dicapai. Apakah tujuan itu berhubungan dengan perubahan tingkah laku dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Metode yang digunakan adalah metode yang direncanakan berdasarkan pertimbangan perbedaan individu diantara siswa, memberi kesempatan terjadinya feed back, menstimulur kegiatan-kegiatan dan inisiatif siswa untuk menemukan dan memecahkan problem-problem dan sebagainya. Suatu hal yang dapat disangkal lagi, bahwa kebutuhan terhadap metode adalah mutlak dalam pendidikan dan pengajaran, kerena metode merupakan sarana dari segala macam agar tercapai hasil yang memuaskan. Tanpa metode, maka hasil kerja tidak akan teratur dan berjalan dengan baik. Jadi dalam memberikan pelajaran (Agama) dan perubahan-perubahan yang diinginkan harus memperhatikan faktor usia, lingkungan, sifat bahan pelajaran, minat, dan kemampuan anak didik. Maka salah satu cara untuk mengefektifkan dan menghidupkan proses belajar mengajar adalah dengan metode karya wisata. Terkadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak untuk ke luar kelas (sekolah), hal ini bertujuan untuk meninjau tempat-tempat tertentu atau

Fakhrudin Al-Raziy (1149-1209). Selain itu. hal ini diharapkan bukan hanya sekedar untuk rekreasi saja. Rineka Cipta. 105-106 . Ke-2. akan tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat realitanya. dengan perjalanan itu ia mungkin memperoleh kesulitan dan kesukaran dan ketika itu ia mendidik jiwanya untuk bersabar. Mufasir terkenal. pabrik. Walhasil. ia juga dapat menyaksikan aneka ragam perbedaan ciptaan Allah SWT. tempat-tempat ibadah. perjalanan wisata mempunyai dampak yang kuat dalam kehidupan beragama seseorang yaitu dengan bertambah imannya. sehingga ia dapat memperoleh dari mereka hal-hal yang tidak dimilikinya. Strategi Belajar Mengajar. Mungkin juga ia menemui orang-orang terkemuka. Jadi penggunaan teknik atau metode karya wisata adalah “cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu yang relevan dengan pelajaran”. museum. menulis: “perjalanan wisata mempunyai dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia”. (Jakarta: PT. Metode karya wisata mempunyai sinonim kata.17 Tujuan dari karya wisata antara lain adalah untuk memperluas wawasan. dan lain sebagainya. Objek dari karya wisata ini dapat dilakukan di perkebunan. 2002). Cet. bengkel. Karena. h. hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat al-Anfaal ayat 2: _____________ 17 Syaiful Bahri Djamarah.21 objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran. antara lain widya wisata dan study tour.

22 Ϫ ˵ Η ϳ ˯ Ϭ Ϡϋ ϴϠΗ Ϋ·ϭ ϬΑ Ϡϗ ϠΟϭ Ϳ ήϛΫ Ϋ· Ϧ άϟ ϥ Ϩϣ Ϥ Ϥϧ·  ˵ Ύ˴ ΍˴ ˸Ϣ˶ ˸ϴ˴˴ ˸Ζ˴ ˶˵ ΍˴ ˶˴ ˸Ϣ˵ ˵ Ϯ˵˵ ˸Ζ˴˶ ˴ ˵ ΍˴ ˶ ˵ ΍˴ ˶˴ ϳ˶ ͉΍˴ Ϯ˵ ˶ ˸Ά˵ ˸ϟ΍Ύ˴ ͉ ˶ ϥ ϠϛϮΘϳ ϬΑέ Ϡϋϭ ϧ Ϥ · Ϭ Ω ί ˴ Ϯ˵͉ ˴ ˴ ˴ ˸Ϣ˶ ͋˴ ϰ˴˴ ˴ Ύ˱ Ύ˴ ϳ˶˸Ϣ˵ ˸Η˴ ΍˴ Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Ke-6. h. Kelebihan Metode Karya Wisata 1) Karya Wisata mempunyai prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam proses belajar mengajar. Cet. al-Qur’an juga mengharapkan agar manusia memperoleh manfaat dari sejarah pribadi atau bangsa-bangsa (QS. _____________ 18 Op Cit. 702-703 19 M. maka perlihatkanlah sebagaimana Allah SWT memulai penciptaan”. h. serta mengenal alam ini dengan segala keindahan dan seninya sebagaimana diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Ankabut ayat 20 yang artinya: Katakanlah hai Muhammad! Berjalanlah di muka Bumi. 40:21). dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya. Membumikan Al-Quran. 351- 352 . (Bandung: Mizan. 3) Pengajaran dengan metode karya wisata dapat lebih merangsang kreatifitas siswa. 2) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat. dari wisata.19 2. 1994). bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal”18 Selain itu. Quraish Shihab. Kelebihan dan Kekurangan Metode Karya Wisata a.

sedangkan unsur studinya menjadi terabaikan. b. mendalam dan aktual. Kekurangan Metode Karya Wisata 1) Fasilitas yang diperlukan sulit untuk disediakan siswa di sekolah. Pelaksanaan Metode Karya Wisata Dalam Pendidikan Agama Islam Karya wisata sebagai metode mengajar memerlukan langkah-langkah yang baik. 6) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan ini dan mengarahkan permasalahan. a. Hal-hal yang perlu dibicarakan bersama. Cit. Persiapan dan Perencanaan Mempersiapkan dan merencanakan karya wisata hendaknya bersamasama dengan anak-anak sekalipun guru sudah mempunyainya. 2) Biaya yang digunakan untuk acara ini lebih banyak. 4) Memerlukan koordinasi dengan guru yang lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata.20 3. 3) Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. pelaksanaan dan tindak lanjut. persiapan dan perencanaan. diantaranya: _____________ 20 Syaiful Bahri Djamarah. 5) Dalam karya wisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. di antaranya. Op. h. 106-107 mereka kepada kegiatan studi yang menjadi .23 4) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas.

Ada baiknya apabila dirumuskan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan materi pelajaran PAI dan aspek-aspek atau masalah yang akan dicapai. 6) Waktu karya wisata supaya ditetapkan. . b. Pelaksanaan Karya Wisata Karya wisata hendaknya dilakukan dengan tertib. mengumpulkan. Mengerjakan tugas dapat dilakukan perorangan ataupun kelompok kecil. bahan-bahan. Setiap orang supaya melakukan tugasnya. misalnya untuk menghubungi pengurus yang akan dikunjungi. baik mengumpulkan bahan maupun mencatat yang kemudian akan di laporkan kepada kelompok atau kelas. 4) Terbentuknya kelompok-kelompok yang akan membahas atau menyelidiki aspek-aspek yang telah dirumuskan. Setiap kelompokpun hendaknya membagi-bagi tugas lagi sehingga setiap orang mempunyai tugas yang jelas. Setiap orang hendaknya mengecek tugasnya yang telah disiapkan sebelumnya apakah telah dilakukan atau belum. 2) Aspek-aspek atau permasalahan yang akan diselidiki. ketua rombongan atau pemimpin kelompok baik untuk diskusi kelak.24 1) Tujuan dan sasaran yang akan dituju. 3) Membaca atau mengumpulkan informasi berkenaan dengan karya wisata. dan lain-lain. Misalnya ada yang harus mengamati. 5) Membentuk petugas khusus bila perlu. bertanya. mencatat.

Sedangkan tujuan karya wisata supaya semua orang mengetahui semua aspek yang diselidiki. Hal ini penting karena apa yang diamati seseorang atau kelompok tertentu belum tentu diamati yang lain. Tindakan Lanjut Karya wisata tidak berakhir pada waktu meneliti kemudian membuat kesimpulan-kesimpulan tertulis.kelompok yang diikuti dengan tanya jawab dan diskusi. apakah karya wisata itu berjalan lancar. tertib dan bermanfaat? Kekurangankekurangan apa yang dirasakan dan bagaimana kemungkinannya untuk memperbaikinya. Indikator Metode Karya Wisata Berdasarkan uraian di atas maka penulis melampirkan indikator metode karya wisata adalah sebagai berikut: a. melainkan perlu diikuti dengan suatu tindak lanjut. Bahkan ada kalanya seseorang mendemonstrasikan hasil penelitiannya. Juga di dalam tindak lanjut ini diadakan penilaian tentang kegiatan mereka. Metode pengajaran karya wisata 1) Menerapkan metode karya wisata b. Karena itu dalam tindak lanjut ini perlu ada presentasi atau laporan. 4.25 c. Alasan penggunaan metode karya wisata 1) Keuntungan metode karya wisata 2) Menumbuhkan minat belajar siswa .

21 Belajar adalah perkara yang terpuji dan merupakan jalan menuju kemuliaan. kreativitas. potensi. Motivasi Belajar 1. dinamis. dan ketakjuban mengisi tempat tersebut. Tujuan dan sasaran metode karya wisata 1) Memperdalam pengetahuan yang dipelajari di dalam kelas 2) Mengkonkritkan materi ajar di kelas C. dan aku berada di sisi Hafsah. penuh resiko.26 3) Mengembangkan kreatifitas siswa 4) Memudahkan siswa memahami materi PAI c. Dari Syifa’ binti Abdillah berkata: “Telah masuk kepada Nabi Muhammad SAW. maka Rasulullah bersabda padaku: ΪϤΣ΍ϩ΍ϭέ. dan menggairahkan. Pengertian Motivasi Belajar Belajar adalah tempat yang mengalir. Kesalahan.

Pelajarilah jalannya semut sebagaimana kamu belajar tulis menulis”. Ke-12. Cet. hal. Hadits ke 27163. 29 22 Al-Musnad Lil Imam Ahmad bin Hambal. dan Srah Seinger-Nourie. h.˴ ˴ Ύ˴ ˶ ϟ˸΍Ύ˴ ˴ ˸Ϥ͉˴ Ύ˴ ˴ ˵ ˴˸Ϥ͉ ϟ˸΍˵ ˴ ˶ έ˴ ˬΔ˴ ˸ϔ˴ ϰ˶ ˸ό˴ ˶ ˶ ϫ˴ ˸ϴ˶ ˷˴ ˵ Ύ˴˴ ΔΑ ΘϜ ϬΘ Ϡϋ Ϥϛ ΔϠ Ϩ Δϴϗ  μ Σ Ϩ ϳ ϩά Ϧ Ϥ˶όΗ ϟ΃ Ϡ Artinya: “Maukah kamu belajar bersama Hafsah?. Quantum Teaching. 2003). (Bandung: Kaifa. 312 .22 _____________ 21 Bobbi De Porter. Mark Reoardon.

dorongan. 28 24 Ibid. 50 Bunga Nasihat buat Ukhti Muslimah. Motivasi itu sesungguhnya merupakan seluruh proses gerakan yang mencakup berbagai rangsangan. h.24 Pengertian belajar merupakan suatu diantara beberapa faktor psikologis yang turut berpengaruh dan berkaitan erat. martabat. h. Motivasi-motivasi yang timbul pada diri individu mempunyai peranan dan fungsi ganda yaitu sebagai pembangkit aktivitas individu dan sebagai penyeleksi setiap aktivitas yang dilakukan.25 Dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. dalam rangka mencapai suatu tujuan. fungsi dan peranan motivasi memiliki kecenderungan yang sangat dominan dalam membentuk kepribadian individu secara optimal. Ke-2. 1989). dan kekuasaan. Echol dan Hasan Sadily. motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu _____________ 23 Abdul Aziz Al-Miqbal. kedudukan. atau daya pembangkit bagi terjadinya suatu prilaku. Dorongan dalam proses gerakan itu pada dasarnya adalah rangsangan pembangkit bagi terjadinya prilaku. Motivasi terdiri dari beberapa pengertian antara lain dalam bahasa Inggris yakni motive yang artinya penggerak. 593 25 . (Solo: Hijr. 1993).27 Tujuan belajar bukanlah mencari ijazah. h. Kamus Inggris-Indonesia. Cet. (Jakarta: Balai Pustaka. Ke-2. 29 Jhon M.23 tetapi tujuan belajar itu sendiri untuk mengetahui metode pendidikan yang baik. Cet.

sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.26 Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.27 Motif adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku atau perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. 60 28 27 . atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah laku untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. 28 M. Atau seperti dikatakan oleh Sertain dalan bukunya Psychology Understanding of Human Behaviour. Remaja Rosdakarya. h. Cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 593 Moh.28 WS. Menjadi Guru Profesional. 2000). (Bandung: PT. 1989). Winkel membedakan motif dan motivasi sebagai berikut: “Motif merupakan daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan _____________ 26 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Remaja Rosdakarya. 1996). (Bandung: PT.28 bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. (Jakarta: Balai Pustaka. Cet. h. Uzer Usman. Cet. Ke-11. Ke-2. Ke-11. Psikologi Pendidikan. h. Ngalim Purwanto. atau keadaan seseorang atau organisasi yang meyebabkan kesiapannya untuk memenuhi serangkaian tingkah laku atau perbuatan.

1996). h. Pengantar Ilmu Pendidikan.29 aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan dan motivasi merupakan daya penggerak yang telah menjadi aktif. Gramedia. Cet. (Jakarta: Cerdas Pustaka. 162 Raymond J. 12 31 30 . serta didahului adanya reaksi-reaksi yang ingin dicapai. 1973). Ke-2. Jadi motivasi belajar sebagai sistem bimbingan internal yang berusaha untuk menetapkan fokus anak dalam hal belajar. namun harus berdiri pada dirinya sendiri dan berkompetisi melawan semua hal menarik lain pada eksistensi keseharian. Adapun yang dimaksud dengan motivasi belajar adalah kekuatankekuatan atau tenaga-tenaga yang dapat memberikan dorongan kepada kegiatan belajar siswa. h.30 Tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi sangat dipengaruhi oleh seberapa besarnya motivasi yang ditimbulkan pada diri individu berarti pula perubahan energi yang dimanfaatkanpun akan semakin besar. (Jakarta: PT.31 _____________ 29 WS.29 Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai motif dan motivasi dapat diambil kesimpulan bahwa Motif adalah “Suatu tenaga yang mendorong atau menggerakkan individu untuk bertindak melakukan sesuatu sedangkan motivasi adalah suatu kondisi yang tercipta atau diciptakan untuk membangkitkan dalam diri individu agar mencapai tujuan tertentu. Motivasi Belajar. Jaynes. Winkel. (Surabaya: Usaha Nasional. 2004). h. Psikologi Pengajaran. Wlodkowski dan Judith H. 27 Amier Daien Indra Kusuma.

Raja Grafindo Persada. Pengantar Psikologi Umum Dan Perkembangan.34 _____________ 32 A.33 Berdasarkan pendapat-pendapat diatas. 8 H. Sardiman. M. Alisuf Sabri dalam bukunya mengemukakan bahwa motivasi dibedakan menjadi dua. 131 34 . V. 2004). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.M. Cet. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai”.30 Sardiman mengemukakan bahwa “Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. h. Macam-Macam Motivasi Belajar M. 1997 ). cet. 75 33 Elida Prayitno. h. yaitu: Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik.32 Prayitno mengatakan bahwa: “Motivasi belajar tidak saja merupakan suatu energi yang menggerakkan siswa untuk belajar tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa kepada tujuan belajar. 2. h. Alisuf Sabri. dapat ditarik kesimpulan bahwa Motivasi Belajar adalah “Dorongan atau kekuatan dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan serta arah belajar untuk mencapai tujuan yang dikehendaki siswa. (Jakarta: PPLPTK DepDikBud. 1989). Ke-2. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Motivasi dalam Belajar. (Jakarta: PT.

35 Dorongan-dorongan dari dalam diri anak timbul secara sadar dan terarah untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. tumbuh dari kebutuhan yang hendak dipenuhi yang menyebabkan seseorang itu melakukan sesuatu. Jika motivasi itu tumbuh dan bangkit dari orang yang belajar itu sendiri. maka hal ini menjadi pendorong bagi anak untuk berbuat dan berusaha. 2) Adanya Pengetahuan Pengetahuan atau pengenalan terhadap diri sendiri sangat penting. Cit . _____________ 35 Amir Daien Indrakusumah. Hal ini pula yang mendorong anak untuk belajar lebih giat.31 a. karena dia mengetahui kekurangan Dan kelebihan atau kemajuan yang terjadi pada dirinya. Loc. Adapun hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah: 1) Adanya kebutuhan Disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan. Motivasi yang berasal dari dalam diri anak sendiri. Seorang anak yang mengetahui hasil-hasil dan prestasinya sendiri akan merasa senang dan bangga. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri seorang anak atau siswa itu sendiri. oleh sebab itu keberadaan motivasi dalam diri anak mempunyai andil dan peran yang besar. maka kegiatan belajar itu baik (hasil belajarnya efektif dan tahan lama).

hal ini diperlukan untuk menentukan status manusia sebagaimana mestinya b. guru dapat menggunakan metode yang tepat dan relevan. . Di samping itu cita-cita dari seorang anak sangat dipengaruhi oleh kemampuannya. citacita itulah yang mendorong anak untuk terus berusaha dan belajar demi mencapai tujuannya. seperti menjadi dokter atau insinyur. Sehingga anak didik terangsang untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar. jika dibandingkan dengan anak yang tingkat kemampuannya rendah.32 3) Adanya Aspirasi atau Cita-cita Mungkin bagi anak kecil belum mempunyai cita-cita. Anak ingin menjadi sesuatu. mungkin cita-cita itu hanya sederhana saja tetapi semakin berkembang maka anak akan semakin memahami tentang citacita itu. bahwa dasar kebutuhan anak adalah memperoleh pendidikan dan bimbingan. sekalipun mempunyai cita-cita. umumnya mempunyai cita-cita yang realistik. Dari ketiga macam motivasi di atas dapat diambil satu kesimpulan sebagai bentuk. sehingga gambaran mengenai cita-cita semakin jelas dan tegas. Seorang guru atau pendidik dapat memberikan motivasi terhadap anak didiknya dengan beberapa cara diantaranya dalam proses belajar mengajar. anak yang mempunyai kemampuan baik. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah tenaga-tenaga pendorong yang berasal dari luar anak.

dalam arti anak yang mendapat prestasi diumumkan atau ditampilkan di depan kelas. Penghormatan ada dua macam yang harus diberikan yaitu: Pertama. h. atau disebut juga ganjaran materil. hadiah adalah ganjaran yang berbentuk pemberian yang berupa barang.33 Hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah: 1) Ganjaran (disesuaikan dengan situasi dan kondisi) Ganjaran merupakan alat pendidikan represif yang bersifat positif.36 Pada garis besarnya. yaitu alat yang bisa menimbulkan motivasi ekstrinsik. Pujian. Hadiah. ganjaran dibedakan kedalam empat macam.163-164 . Ganjaran dapat menjadikan pendorong bagi anak untuk belajar lebih baik dan lebih giat lagi. _____________ 36 Ibid. Penghormatan. Seorang guru atau pendidik dapat memilih macam-macam ganjaran sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. yaitu: a. ganjaran juga merupakan alat motivasi. c. berupa penobatan. pujian adalah ganjaran yang paling mudah dilaksanakan b. Di samping itu fungsinya sebagai alat pendidikan represif positif. Kedua berupa penghormatan berbentuk pemberian kekuasaan atau kesempatan untuk melakukan sesuatu.

(Jakarta: Bulan Bintang.38 Maksud hukuman menurut pendidikan Islam adalah sebagai tuntunan dan perbuatan. Sedangkan menurut Muhammad ‘Athijah Al-Abrasjy. tetapi dalam bentuk surat atau sertifikat sebagai simbol atau tanda penghargaan yang diberikan atas prestasi yang dicapai oleh anak. 165 38 Ibid. yaitu: (1) Sebelum berumur 10 tahun anak-anak tidak boleh dipukul. Cet.39 _____________ 37 Ibid. 2) Hukuman Hukuman merupakan alat pendidikan yang tidak menyenangkan. h. alat pendidikan yang bersifat negatif. 155 39 . Tanda Penghargaaan adalah bentuk ganjaran yang bukan dalam bentuk barang. sehingga menimbulkan nestapa. (3) Diberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertaubat dari apa yang ia lakukan dan memperbaiki kesalahannya tanpa perlu menggunakan pukulan atau merusak nama baiknya (menjadikan ia malu). Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. namun demikian dapat juga menjadi alat motivasi dan alat pendorong untuk mempergiat belajar siswa. dan bukan sebagai hardikan atau balas dendam. h. Ke-1. 167 Muhammad ‘Athijah Al-Albrasy. ada tiga syarat jika ingin menghukum anak dengan hukuman badan (jasmaniah).34 d. h.37Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anak secara sadar dan sengaja. 1970). Yang dimaksud dengan pukulan disini adalah lidi atau tongkat kecil dan bukanlah tongkat besar. Dan dengan adanya nestapa itu akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengulanginya. (2) Pukulan tidak boleh lebih dari tiga kali.

b. Hukuman diadakan oleh karena adanya pelanggaran dan adanya kesalahan yang diperbuat oleh anak didik.41 4. Kompetisi dapat terjadi secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Kebutuhan anak akan penghargaan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhannya. dan motivasi ekstirnsik artinya dapat dibentuk dari luar individu. Motivasi ini bisa kuat dan lemah karena ada beberapa hal yang mempengaruhinya. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Belajar dapat dipengaruhi oleh motivasi intrinsik. Dalam hal ini ada dua macam prinsip mengadakan hukuman yaitu: a. tetapi kompetisi dapat pula diadakan secara sengaja oleh pendidik/guru.35 Dan apakah sebenarnya yang menjadikan hakikat dari megadakan hukuman itu. artinya dapat dibentuk di dalam diri individu.40 3) Persaingan/kompetisi Persaingan sebenarnya adalah dorongan untuk memperoleh kedudukan dan penghargaan. Hukuman diadakan dengan tujuan agar tidak terjadi pelanggaran lagi. Adapun hal tersebut adalah: “kematangan anak. 147 41 Ibid. h. Op. usaha yang _____________ 40 Amir Daien Indrakusumah. 165 . Oleh karena itu kompetisi menjadi pendorong bagi seorang anak . Cit. h.

36 bertujuan atau goal. Pekerjaan yang tidak _____________ 42 Mustaqim. h. pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi. usaha yang bertujuan dapat dicapai dengan motivasi yang tidak banyak. Ke-1. 2) Usaha yang bertujuan atau goal Apabila mata pelajaran telah disesuaikan dengan kebijaksanaan pada kapasitas anak dan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. penghargaan dan hukuman. Cet. Oleh karena itu hasil pekerjaan harus diberitahukan supaya dapat memperkuat motivasi seseorang. Tidak bijaksana untuk merangsang aktifitas-aktifitas sebelum individu matang secara fisik. dan Abdul Wahib. 75-77 . Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan. Karena apabila tidak memperhatikan kematangan ini akan mengakibatkan frustasi dan ini dapat mengurangi kapasitas belajar. 3) Pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi Setiap usaha harus ada tujuan yang jelas dan usaha tersebut harus segera diberitahukan hasilnya karena hal tersebut akan membawa pengaruh yang besar bagi orang yang mengerjakannya.42 1) Kematangan anak Untuk dapat mempengaruhi motivasi anak harus diperhatikan kematangan anak. psikis dan sosial. 1991). (Jakarta: PT. Semakin jelas tujuannya maka makin kuat perbuatan itu didorong. partisipasi dan perhatian”.

Cet. ke-1. Sedangkan hukuman merupakan motivasi yang negatif yang didasari dengan rasa takut. Sesuai dengan pendapat Zakiah Daradjat bahwa “Seseorang yang ditakut-takuti mungkin akan memperbaiki prestasinya. 144 . 4) Penghargaan dan hukuman Untuk meningkatkan motivasi belajar. Orang yang patuh karena takut akan lekas tidak penuh apabila takutnya hilang dan telah berani menghadapi konsekuensinya. guru dapat memberikan penghargaan dan hukuman penghargaan adalah motif yang bersifat positif. (Jakarta: Bumi Aksara. Penghargaan ini dapat berupa material dan spiritual.43 5) Partisipasi Partisipasi dapat mempengaruhi motivasi belajar karena salah satu dinamika anak ialah keinginan berstatus. h. tetapi akan gagal lagi apabila tekanan itu sudah hilang”.37 diketahui hasilnya merupakan pekerjaan yang sia-sia dan akibatnya akan melemahkan usaha selanjutnya. 1995). Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. keinginan untuk ambil aktifitas-aktifitas untuk berpartisipasi. Oleh karena itu seorang guru harus memberikan kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi pada setiap kegiatan. _____________ 43 Zakiyah Daradjat.

ketekunan dalam belajar PAI. motivasi belajar yang terdapat pada diri anak dapat berubah.38 6) Perhatian Faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah perhatian. Bila orang sedang dikuasai motif tertentu. Motivasi berkembang sesuai dengan taraf kesadaran seseorang akan tujuan yang hendak dicapainya. meliputi: 1) Mengikuti mata pelajaran PAI di kelas 2) Belajar mata pelajaran PAI dirumah b. Karena perhatian merupakan intregitas antara motif dan sikap. maka perhatiannya pun akan tertuju pada hal-hal yang sesuai dengan motif yang menguasainya. Berdasarkan uraian diatas. Ulet dalam menghadapi kesulitan mata pelajaran PAI. Semakin luas dan semakin sadar seorang akan tujuan yang hendak dicapai akan semakin kuat pula motivasi untuk mencapainya. Indikator Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan uraian di atas maka penulis melampirkan indikator motivasi siswa belajar Pendidikan Agama Islam adalah sebagi berikut: a. dan tergantung dari rangsangan yang diberikan. 5. meliputi: 1) Sikap terhadap kesulitan mata pelajaran PAI 2) Usaha mengatasi kesulitan mata pelajaran PAI .

Prestasi dalam mata pelajaran PAI. meliputi: 1) Penyelesaian tugas-tugas atau PR 2) Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran d. meliputi: 1) Keinginan untuk berprestasi 2) Kualifikasi hasil . Mandiri dalam belajar PAI.39 c.

1 Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SMP Padindi Kalideres-Jakarta Barat Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama sehingga betul-betul mewakili populasi. h. Ke-4. populasi disebut juga universe.2 Adapun besarnya sampel yang penulis ambil sebanyak 50% dari jumlah siswa-siswi kelas III SMP Padindi Kalideres-Jakarta Barat. Populasi dan Sampel Menurut terminologi riset. 84 40 . Aminuddin Rasyad. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Padindi yang berlokasi di KalideresJakarta Barat. Jilid 1. dan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2006. B.2002). Cet. Ada juga yang mengatakan bahwa populasi (population) adalah as that portion of the universe to which researcher has acces.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah sejumlah massa (manusia atau bukan) yang terdapat satu kawasan tertentu aau berada dalam satu unit kesatuan. (Jakarta: Fakultas Tarbiyah. 1989). . Dari definisi terakhir ini. Metode Riset Pendidikan. h. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. 62 2 1 Nana Sunjaya. (Bandung: Sinar Baru.

33 3 . Variabel dapat didefinisikan sebagai objek penelitian yang mempunyai variasi. C. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu: 1. Variabel ini menduduki sebagai variabel dependent (terikat). h. VIII. 1977). 2. Variabel ini sebagai variabel independent (bebas). Variabel Penelitian Kata “Variabel” berasal dari bahasa Inggris “Variable” dengan arti “ubahan”. Penulis menggunakan cara random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak tanpa dipilih-pilih berdasarkan atas prinsip-prinsip matematis yang telah diuji dalam prakteknya. Variabel meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam. yakni variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (variabel independent) yang diberi simbol dengan huruf Y. Anas Sudjiono. yakni variabel yang memberi pengaruh terhadap variabel terikat (variabel dependent) yang diberi simbol dengan huruf X.41 Jadi sampelnya adalah 50 % X 87 orang = 43 orang. Variabel penggunaan metode karya wisata dalam upaya. “Faktor tidak tetap”. cet. (Jakarta : Raja Grafindo persada. atau “gejala yang dapat diubah-ubah3”. Pengantar Statistik Pendidikan.

8. Item 1 Pengajaran  Menerapkan wisata Karya Wisata 2. Instrumen Penelitian Tabel. Alasan Penggunaan 2  Keuntungan wisata  Menumbuhkan minat belajar siswa  Mengembangkan siswa  Memudahkan siswa memahami kreatifitas 5 4 metode karya 3 Metode Karya Wisata 3.42 D. Tujuan dan Sasaran Metode Karya Wisata materi PAI  Memperdalam 6 pengetahuan 7. Metode Indikator-indikator metode karya No. 9. 10 yang dipelajari di dalam kelas  Mengkonkritkan materi ajar di kelas Jumlah 10 . 1 Kisi-kisi Alat Pengumpul Data Penggunaan Metode Karya Wisata Aspek 1.

2 Kisi-kisi Alat Pengumpul Data Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam Aspek 1.43 Tabel. Ulet Dalam Menghadapi Kesulitan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam 14. Ketekunan Dalam Belajar Pendidikan Agama Islam Indikator-indikator  Mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas  Belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di rumah  Sikap terhadap kesulitan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  Usaha mengatasi kesulitan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  Penyelesaian tugas atau PR mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran untuk belajar Pendidikan Agama Islam  Keinginan untuk berprestasi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam  Kualifikasi hasil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Jumlah No. 13 2. Mandiri Dalam Belajar Pendidikan Agama Islam 17 18 4. 15 16 3. Item 11 12. Prestasi dalam belajar pendidikan agama islam 19 20 10 .

Teknik Pengumpulan Data Dalam rangka mendapatkan data yang akurat dalam penyusunan skripsi ini. Dalam wawancara selalu ada dua pihak yaitu pihak pencari informasi dan pihak pemberi informasi. Observasi ini diperoleh untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi objek yang sedang diteliti. h. h. 4 5 Ibid. 129 Ibid.4 Dalam penelitian ini penulis mengunjungi dan mengadakan pengamatan langsung di SMP Padindi KalideresJakarta Barat. 135 .5 Pada penelitian ini penulis melakukan wawancara kepada guru bidang studi agama Islam untuk megetahui sejauh mana penggunaan metode karya wisata dalam upaya meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari mata pelajaran agama Islam di SMP Padindi Kalideres-Jakarta Barat. 2. Wawancara Wawancara merupakan alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.44 E. Observasi Obeservasi adalah pengalaman dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1.

15.10 untuk memperoleh data tentang efektifitas dan efesiensi pelaksanaan metode karya wisata dalam bidang studi agama Islam.2.17. Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data 1.5.45 3. yang terbagi dalam dua bagian. kemudian dianalisis dan dipaparkan dalam bentuk deskripsi.13. 1.12. Teknik Analisa Data Setelah mendapat data yang diperlukan terkumpul. untuk mengukur motivasi belajar siswa pada F.8. langkah selanjutnya adalah menganalisis data.16.19.7. Menganalisis data merupakan suatu cara yang digunakan untuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami bukan . yang menjadi objek penelitian. Maka disebarkan angket kepada siswa/siswi SMP Padindi KalideresJakarta Barat. 2.20 bidang studi agama Islam. Angket Untuk memperoleh sejumlah data tertulis dalam waktu yang relatif singkat.4. Bagian pertama berisi 10 pertanyaan yakni no. maka teknik pengolahan data yang dipandang tepat untuk mencapai tujuan penelitian adalah teknik deskriptif analisis yaitu data yang terkait dengan topik dihimpun. Bagian kedua berisi 10 pertanyaan yakni no.3. Teknik Pengolahan Data Untuk memperoleh data dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus menjawab permasalahan di atas. 11. Angket yang disebarkan kepada responden terdiri dari 20 item pertanyaan.9.14.18.6.

Untuk menganalisis data dalam penelitian ini. dan kebenaran pengisian angket tersebut agar terhindar dari kekeliruan. 2. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. Editing Dalam menganalisis data yang pertama kali harus dilakukan adalah editing. Setiap angket harus diteliti satu persatu mengenai kelengkapan.46 hanya oleh orang yang meneliti. kejelasan. Kriteria penyekoran butir pertanyaan untuk data Penggunaan Metode Karya Wisata Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam. sehingga dapat diperoleh data yang akurat. Pada tahap ini dilakukan pengecekan terhadap pengisian angket. Setiap pertanyaan dalam angket terdapat empat alternatif jawaban. penulis melakukan langkahlangkah sebagai berikut: 1. kesalahan dalam mendapatkan informasi. dan D yang harus dipilih oleh responden. 3 Kriteria Penyekoran Instrumen Data Penggunaan Metode Karya Wisata No Item Pertanyaan A Alternatif Jawaban B C D . C. tapi juga oleh orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian. B. Skoring Skoring merupakan tahap pemberian skor terhadap butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam angket. A.

47 1 4 3 2 1 Tabel. Tabulating Langkah selanjutnya adalah penghitungan terhadap data yang sudah diskoring dengan menggunakan analisis data statistik (prosentase) dengan rumus: F P = --.x 100 % N Keterangan: P = Prosentase F = Frekuensi jawaban N = Jumlah responden 100 = Bilangan Tetap Kemudian untuk mengetahui korelasi antara variabel X (Penggunaan Metode Karya Wisata Dalam Upaya ) dengan variabel Y (Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam). 4 Kriteria Penyekoran Instrumen Data Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam No Item Pertanyaan 1 A 4 Alternatif Jawaban B 3 C 2 D 1 3. Maka dalam penelitian ini .

akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap .00 – 0. Yaitu : N  xy – (x) (y) r xy = [Nx2 – (x)2 ] [ Ny2 – (y)2 Keterangan: Rxy N xy X y : Angka indeks korelasi “r” product moment : Number of cases : Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y : Jumlah seluruh skor X : Jumlah seluruh skor y Setelah melakukan teknik analisa data. serta menarik kesimpulan yang dapat dilakukan secara sederhana. 5 Interpretasi rxy Besarnya “ r ” Product Moment (rxy) 0. peneliti kemudian memberikan interpretsi dengan memasukkan kepada analisa data berdasarkan korelasi product moment.20 Interpretasi Antara Variabel X dan Variabel Y memang terdapat korelasi. Yaitu memberi interpretasi terhadap rxy atau ro. Adapun rumus dari korelasi product moment tersebut.48 penulis menggunakan teknik analisa data berdasarkan korelasi product moment dari pearson. Pada umumnya dipergunakan pedoman atau ancar-ancar sebagai berikut : Tabel.

90 – 1.70 – 0.40 0.00 tidak ada korelasi antara Variabel X dan Variabel Y Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi variabel X terhadap variabel Y yaitu menggunakan rumus Perhitungan Koefisien Determinasi (KD).90 0. yang penulis manfaatkan. sebagai berikut: KD = r2 x 100 .70 0.49 0.40 – 0.20 – 0.

Tujuan Pendidikan di SMP 5. UU Sistem Pendidikan Nasional No. Suatu lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan hal-hal pokok yang telah ditetapkan oleh pemerintah. a. Kurikulum SMP tahun 1994 dan Kurikulum SMP tahun 2004 50 . masyarakat. bahkan para guru dan karyawan. GBHN khususnya tentang pendidikan 3. Dalam hal ini suatu lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi harapan dan keinginan banyak pihak antara lain pemerintah. Tujuan Pendidikan Nasional 4. orang tua. sehingga tidak akan diombangambingkan oleh keadaan yang cepat berubah. Sejarah dan tujuan berdirinya SMP Padindi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Padindi Kalideres Jakarta Barat didirikan pada tahun 2001 sedangkan penggunaan gedung tersebut dimulai pada tahun 2002. Dalam rangka mengantisipasi masa depan yang belum menentu kita harus menyiapkan diri apa yang terjadi. 2 tahun 1989 2.BAB IV HASIL PENELITIAN A. siswa. Gambaran Umum SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat 1. Landasan Program sekolah SMP Padindi Jakarta berlandaskan: 1.

Keadaan Guru dan Siswa SMP Padindi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Padindi memiliki guru dan tenaga kependidikan yang bervariatif baik dari jenis kelamin. Memberi arah pada kegiatan pendidikan di SMP Padindi jakarta 2. dicintai dan menjadi kebanggaan masyarakat luas dan dapat bersaing dengan sekolah lain”. “Menjadikan sekolah yang dikenal. Sehat jasmani dan rohani 4. Mencintai ilmu pengetahun. jabatan maupun pendidikan seperti pada tabel berikut: Tabel. Sedangkan Misi SMP Padindi adalah : 1. cerdas dan terampil 3. Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlakul karimah 2. Hj. Visi dan Misi SMP Padindi Jakarta b. Menetapkan acuan pemantapan terhadap kegiatan pendidikan di sekolah 3. 6 Keadaan Guru SMP Padindi Ijazah Terakhir S2 N0 1. Mempersiapkan untuk menghadapi perubahan kemajuan di masa depan Adapun visi SMP Padindi yaitu.51 6. Maksud dan Tujuan 1. Laheni L/P L Jabatan/Bidang Studi Kepsek/Matematika . Nama guru Dra.

12. S. S. S.Pd Ida Farida. Agama Islam Guru/ B. 24. S. 23. 19.Pdi Drs. 22.Pd Nur Alfi Syahriyah. 7. Amd Sulis Hanafi.Psi Anniza. S. S. S. 6. Inggris Guru/ IPS Sejarah Guru/ IPS Ekonomi Guru/ Penjaskes Guru/ Pend.Pd Nirmalasari. S. S.Pd Lisnawati. S. Inggris Guru/ PLKJ Guru/ PPKN Guru/ Tata Busana Staf Kurikulum/ Biologi Guru/ B. 5. 17. Amd Nur Namah. 15. 14.Pd Mulyanah. Pd Tri Rahayoe Santoso.S Ainun Nihlah. Tekad Susilo Tri Indarti. S. S. 18. 25. Inggris Guru/ IPA Biologi Guru/ B. 3. Tuhu Eman Susilo.pd Yuniati.Pd Ahwan Yanuar R. S. 4. 16. S. 9. 10.Pd Bakhjah. SE L P L L L P L P P L P P L P P P L L P P L P P P Staf Kesiswaan/Komputer Guru/ IPA Fisika Guru/ BK Guru/ B.Pd Siti Asnah. Amd Wiyatno.Pd Ida Jubaidah.52 2.Pd Bahrudin Amd Jainudin. Indonesia Guru/ Komputer Guru/ Matematika Guru/ KTK Seni Musik Guru/ IPS Geografi Guru/ Matematika Guru/ Matematika Guru/ PLKJ S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 . 21. 20.Pd Kholilulloh. S.Pd Munif Syafe’I. S.Pd Ali Ikrom. 11. Indonesia Guru/ B. S. 13. 8. S.

53 Keadaan siswa-siswi yang ada di SMP Padindi sangat bervariatif artinya sekolah tersebut memiliki beberapa kelas yang cukup dari kelas I-1 s/d I-3. Sarana dan Prasarana SMP Padindi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Padindi Kalideres memiliki sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar mulai dari ruang sekolah yang memadai maupun sarana yang lain seperti pada tabel berikut ini: Tabel. Kelas II-1 s/d II-3. seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel.dan kelas III hanya 2 kelas. 8 Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Padindi No 1 2 3 4 5 7 8 9 Sarana/prasarana Ruang Guru dan Kepala Sekolah Ruang TU Ruang Belajar Kamar mandi Guru Kamar mandi siswa Ruang Komputer Laboratorium IPA Ruang Perpustakaan Jumlah 1 1 8 2 2 1 1 1 Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik . 7 Keadaan Siswa SMP Padindi No 1 2 3 Kelas I II III Jumlah Banyaknya kelas 3 3 2 8 Jumlah Siswa L P 56 77 50 53 45 27 151 157 Jumlah 133 103 72 308 3.

Humas Wiyatno BP/ BK Nurnamah Pembina OSIS Munif Syafi’i Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas Guru-guru Siswa-siswi SMP Padindi . S Wakil Bid. S Tata Usaha Lisnawati Wakil Bid. Padindi Komite H. Struktur Organisasi Yayasan Moh. Kesiswaan Tuhu Eman. Sarpras Tuhu Eman. Lahmid Wardana Kepala Sekolah Dra. Hj.54 10 11 14 15 16 17 Ruang BP Ruang Keterampilan Musholla Lapangan Upacara Ruang Dinas Petugas Lapangan Olah Raga 1 1 1 1 1 1 Baik Baik Baik Baik Baik Baik 5. Kurikulum Wiyatno Wakil Bid. Laheni Wakil Bid.

Selain itu penulis juga memperoleh data melalui wawancara studi dokumentasi. Sedangkan studi dokumentasi penulis lakukan untuk memperoleh data mengenai gambaran umum SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat. 1 2 3 4 5 Minat (X) 17 29 27 13 29 Kelas III III III III III Nama Responden Agung R Achmad Romi Achmad Fauzi Eka Riswati Eki Rahmad Dani .55 B. 9 Skor Variabel Penggunaan Metode Karya Wisata (X) No. Wawancara penulis lakukan kepada Guru Agama SMP Padindi Kalideres untuk mendapatkan data mengenai upayaupaya yang dilakukan guru Agama dalam menggunakan metode karya wisata di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat. penulis dapatkan melalui angket yang diberikan kepada sampel yaitu siswa kelas III SMP Padindi Kaliders Jakarta Barat yang berjumlah empat puluh tiga responden. Sedangkan untuk data variabel X (Penggunaan Metode Karya Wisata) peneliti menggunakan jawaban hasil angket yang telah disebarkan kepada siswa kelas III seperti pada tabel berikut: Tabel. Deskripsi Data Data penelitian tentang penggunaan metode karya wisata dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat.

Qurtubi Meli Saropah Mika Arsella M. F Rizwan Hamdi Sri Maryati Siti Umayyah Sukmadi Firdaus Sri Ulfathul M Tarti Tiwi Tika Tuti Wirayanti Yunadi Ilmiah Yanti Zaenal Abidin 21 25 19 18 29 33 20 30 29 20 19 21 18 25 25 32 21 11 20 13 24 31 35 23 22 24 19 19 20 27 17 21 21 20 31 17 18 28 981 III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III . S Rendi Retno Permatasari Reni Dias Tuti Rina Anggraeni Rendi.Mursada M.Apriyanto Milawati Malik Jamaludin Nuraini Novia Angraini Novia Novianti Rudi.56 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Total Hendra Jaya Heru Asep Inah Kurniati Fahmi Fitriah Lusi Yulitha Latifah Linda Suryani M.

57 Untuk mengetahui nilai rata-rata skor tentang Penggunaan Metode Karya Wisata berdasarkan angket. yaitu dengan menggunakan rumus: Mx = X N Keterangan: Mx : Mean x : Jumlah Variabel N : Number of Cases Mx = 981 43 = 22.Mursada . 10 Skor Variabel Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam (Y) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Minat (X) 20 33 29 29 34 20 21 28 32 27 31 30 30 24 20 Kelas III III III III III III III III III III III III III III III Nama Responden Agung R Achmad Romi Achmad Fauzi Eka Riswati Eki Rahmad Dani Hendra Jaya Heru Asep Inah Kurniati Fahmi Fitriah Lusi Yulitha Latifah Linda Suryani M.81 Sedangkan untuk data Variabel Y (Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam) peneliti menggunakan jawaban hasil angket yang telah disebarkan kepada siswa kelas III seperti pada tabel berikut: Tabel.

58 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Total M. F Rizwan Hamdi Sri Maryati Siti Umayyah Sukmadi Firdaus Sri Ulfathul M Tarti Tiwi Tika Tuti Wirayanti Yunadi Ilmiah Yanti Zaenal Abidin 25 24 28 31 27 32 27 30 25 29 30 30 32 24 26 22 33 30 24 26 32 27 27 31 32 22 27 28 1189 III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III III Untuk mengetahui nilai rata-rata skor Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam. S Rendi Retno Permatasari Reni Dias Tuti Rina Anggraeni Rendi.Qurtubi Meli Saropah Mika Arsella M. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Mx = x N Keterangan: Mx : Mean x : Jumlah Variabel N : Number of Cases .Apriyanto Milawati Malik Jamaludin Nuraini Novia Angraini Novia Novianti Rudi.

kemudian data tersebut diolah dalam bentuk tabel-tabel prosentase yang dapat diuraikan sebagai berikut: a. Analisis Data dan Interpretasi data 1.59 Mx = 1189 43 = 27. 11 Guru menggunakan study tour dalam setiap pengajaran PAI Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak Pernah Jumlah total Frekuensi Keterangan 12 2 9 20 43 28% 5% 21% 46% 100% .65 Adapun hasil melalui prosentase. yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut: P = F x 100 % N Keterangan : P F N : Angka Persen (Prosentase) : Frekwensi Jawaban : Banyaknya Responden C. Penggunaan Metode Karya Wisata Tabel. Analisis Data Data statistik yang akan dianalisa adalah skor-skor dari penyebaran angket siswa yang ditemukan di lapangan.

60 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar guru yaitu sebanyak 67% di SMP Padindi tidak pernah menggunakan media study tour dalam pengajaran PAI. 12 Keuntungan dari study tour yang dilaksanakan oleh sekolah Alternatif jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 22 5 10 6 43 51% 12% 23% 14% 100% Berdasarkan tabel di atas sebagian besar siswa sebanyak 63% mendapat keuntungan dari metode study tour. Tabel. dan hanya 33% yang menggunakan metode study tour.13 Pembelajaran dengan study tour membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar materi Pendidikan Agama Islam Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 10 5 8 20 43 23% 12% 19% 46% 100% . dan selebihnya 37% hanya menjawab kadang-kadang mendapat keuntungan metode ini. Tabel.

Hal ini ditunjukkan 65% siswa menjawab selalu dan hanya 35% yang menjawab kadang-kadang. 15 Pembelajaran dengan study tour lebih memudahkan siswa memahami pelajaran materi Pendidikan Agama Islam Alternatif jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi 13 3 18 9 43 Keterangan 30% 7% 42% 21% 100% . Tabel.61 Berasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak merasa lebih termotivasi dengan metode study tour yaitu sebanyak 65%. Tabel. dan hanya sebanyak 35% yang merasa lebih termotivasi. 14 Dengan study tour dapat menambah kreatifitas siswa dalam belajar Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 23 5 13 2 43 53% 12% 30% 5% 100% Berdasarkan tabel di atas bahwa dengan study tour dapat menambah kreatiftas siswa.

yaitu sebanyak 42%. 17 Dalam menerangkan materi fiqih yang berkenaan dengan pembahasan jual beli. Tabel. Tabel. yaitu 58%” dan sebagian lainnya merasa terbantu. guru mengajak siswa pergi ke pasar (tempat perniagaan) Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 5 15 23 43 12% 35% 53% 100% . 16 Pembelajaran dengan metodologi study tour yang digunakan guru PAI dapat memperluas pengetahuan siswa Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 15 3 17 8 43 35% 7% 39% 19% 100% Tabel di atas menunjukkan metode study tour tidak terlalu banyak membantu memperluas pengetahuan siswa.62 Berdasarkan tabel ini dengan metode study tour sebanyak 42% siswa merasa terbantu dalam memahami pelajaran PAI dan 21% lainnya menjawab kadang-kadang terbantu.

dan 44% lainnya pernah mengunjungi tempat-tempat bersejarah (museum). Hal tersebut dapat ditunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 88% siswa tidak pernah diajak. Hal ini ditunjukkan sebagian besar siswa. Tabel. 19 Guru memperaktekkan cara manasik haji ketika menerangkan tentang pembahasan ibadah haji Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 4 4 16 19 43 9% 9% 38% 44% 100% .18 Dalam menjelaskan materi Sejarah Kebudayaan Islam. dan hanya 12% lainnya mengiyakan.63 Berdasarkan tabel di atas guru tidak pernah mengajak ke pasar dalam materi jual beli. guru PAI mengajak siswa mengunjungi tempat-tempat bersejarah (museum) Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 15 4 6 18 43 35% 9% 14% 42% 100% Berdasarkan tabel tersebut guru tidak pernah mengajak siswa ke tempat-tempat bersejarah (museum) pada materi Sejarah Kebudayaan Islam. yaitu 56% meniadakan. Tabel.

b. 21 Memperhatikan penjelasan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diberikan guru Agama dengan baik Alternatif Jawban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak Pernah Jumlah total Frekuensi Keterangan 28 4 11 43 65 9 26 100% . Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam Tabel. 20 Dalam menerangkan materi Aqidah Akhlak yang berkenaan dengan pelestarian alam. Tabel. guru mengajak siswa ke perkebunan Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 3 1 10 29 43 7% 2% 23% 68% 100% Berdasarkan tabel tersebut sebagian besar guru sebanyak 91% tidak pernah mengajak siswa ke perkebunan dalam pembahasan pelestarian alam. dan hanya 9% guru yang mengaujak siswa ke perkebunan. dan hanya 18% yang mempraktekkannya.64 Berdasarkan tabel di atas sebagian besar guru yaitu 82% tidak pernah mempraktekan cara manasik haji kepada siswa.

22 Untuk lebih memahami pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa belajar kembali di rumah Alternatif jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 5 5 33 43 12% 12% 76% 100% Berdasarkan tabel tersebut sebagian besar siswa yaitu 76% tidak pernah mengulang belajar PAI di rumah untuk lebih memahaminya. Tabel. dan selebihnya 26% hanya menjawab kadang-kadang. Tabel. 23 Belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di rumah dengan jadwal yang teratur Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 7 2 33 1 43 17% 5% 76% 2% 100% Berdasarkan tabel di atas sebagian besar siswa 78% hanya kadangkadang saja mempelajari PAI di rumah dengan jadwal teratur. sedang 22% lainnya selalu mempelajarinya di rumah dengan jadwal teratur.65 Tabel di atas menunjukkan sebagian besar siswa yaitu 74% selalu memperhatikan penjelasan pendidikan agama islam dari guru. . dan hanya 24% yang selalu mengulangnya lagi di rumah.

. dan 54% menjawab hanya terkadang saja merasa tertantang. rata-rata siswa yaitu 46% merasa tertantang dengan mata pelajaran PAI. 25 Merasa tertantang untuk mampu mengerjakan tugas pelajaran Pendidikan Agama Islam yang sulit Alternatif jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi 10 10 23 43 Keterangan 23% 23% 54% 100% Berdasarkan tabel di atas. 24 Sikap tidak cepat putus asa ketika mengalami kesulitan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 12 5 23 3 43 28% 12% 53% 7% 100% Berdasarkan tabel ini 60% siswa hanya kadang-kadang saja yang merasa tidak cepat putus asa ketika mengalami kesulitan dalam mempelajari PAI sedang 40% lainnya masih selalu cepat putus asa. Tabel.66 Tabel.

Tabel. dan sisanya hanya 26% yang . dan sebagian lainnya 49% kadang-kadang saja mengajak temannya berdiskusi jika menemukan kesulitan dalam belajar PAI. 27 Dapat menyelesaikan tugas/PR mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 9 2 30 2 43 21% 5% 69% 5% 100% Berdasarkan tabel di atas sebanyak 74% sebagian besar siswa menjawab kadang-kadang dapat menyelesaikan tugas/PR mata pelajaran PAI dengan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. 26 mengajak teman untuk berdiskusi jika menemukan kesulitan dalam belajar Pendidikan Agama Islam Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 15 7 21 43 35% 16% 49% 100% Berdasarkan tabel di atas sebagian besar siswa yaitu 51% mengajak temannya berdiskusi jika menemukan kesulitan dalam belajar PAI.67 Tabel.

68 merasa selalu menyelesaikan tugas/PR mata pelajaran PAI dengan usaha sendiri. 29 Ingin Mencapai Prestasi Yang Tinggi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 29 6 8 43 68% 14% 18% 100% Berdasarkan tabel di atas sebagian besar siswa yaitu 82% ingin mencapai prestasi yang tinggi pada mata pelajaran PAI. 28 Jika mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kosong maka siswa mempelajari kembali materi sebelumnya Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 2 6 23 12 43 5% 14% 53% 28% 100% Berdasarkan tabel di atas sebanyak 81% sebagian besar siswa kadang-kadang mempelajari kembali materi sebelumnya jika mata pelajaran PAI kosong. dan hanya 18% saja . Tabel. Tabel. dan lainnya hanya 19% sering mempelajari kembali materi sebelumnya jika mata pelajaran PAI kosong.

dan sisanya hanya 18% yang menjawab kadang-kadang merasa senang. biaya. terutama pada mata pembelajaran Pendidikan Agama Islam.. Selanjutnya dari hasil pengolahan prosentase di atas. serta waktu yang cukup banyak untuk melaksanakannya. Hal ini disebabkan metode karya wisata membutuhkan perencanaan. Tabel. persiapan. . baik secara kognitif lebihlebih secara psikomotorik. 30 Senang jika hasil prestasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam lebih baik dari sebelumnya Alternatif Jawaban A Selalu B Sering C Kadang-kadang D Tidak pernah Jumlah Total Frekuensi Keterangan 32 3 7 1 43 75% 7% 16% 2% 100% Berdasarkan tabel diatas sebagian besar siswa yaitu 72% merasa senang jika hasil prestasi mata pelajaran PAI lebih baik dari sebelumnya.69 yang kurang semangat dalam meraih prestasi yang tinggi pada mata pelajaran PAI. dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan metode karya wisata masih sangat lemah diterapkan di sekolah Padindi Kalideres Jakarta Barat. Demikian juga metode karya wisata relevansinya dengan motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam secara umum dapat menambah dan memperluas pengetahuan siswa.

F Rizwan Hamdi Sri Maryati Siti Umayyah 1 2 4 3 1 4 4 1 1 1 3 4 1 2 2 2 2 4 1 4 1 2 1 1 1 1 2 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 4 4 2 4 2 3 4 4 4 4 2 4 4 2 1 1 4 4 4 4 4 1 2 2 3 4 4 4 4 3 1 4 2 3 1 4 3 1 4 2 2 1 1 3 3 1 4 4 2 1 1 1 2 4 4 1 1 1 1 2 2 3 4 2 1 4 1 1 4 1 3 2 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 4 4 2 4 1 4 2 3 2 4 2 4 3 2 4 4 7 1 2 2 1 2 2 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 1 4 1 1 1 1 1 4 4 2 2 4 1 1 1 8 2 1 1 1 1 2 4 4 1 3 4 1 4 4 2 3 4 1 1 1 4 1 2 1 1 1 4 4 4 1 4 2 4 1 9 2 3 4 1 3 2 2 1 1 2 3 1 4 2 2 2 2 1 2 1 4 2 1 1 1 3 1 4 1 1 2 2 1 1 10 2 1 3 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 4 1 1 1 1 4 4 1 1 2 1 1 1 .Apriyanto Milawati Malik Jamaludin Nuraini Novia Angraini Novia Novianti Rudi.Mursada M. 31 Perhitungan untuk Mencari Data Variabel X dari Hasil Penyebaran Angket NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 NAMA Butir Soal 5 6 2 2 4 3 3 2 1 2 4 3 1 2 2 2 1 1 2 2 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 2 2 2 2 1 1 2 2 3 2 4 4 2 4 2 1 1 1 4 4 1 2 4 4 2 4 2 2 2 2 2 4 2 2 2 3 1 1 4 4 JML 17 29 27 13 29 21 25 19 18 29 33 20 30 29 20 19 21 18 25 25 32 21 11 20 13 24 31 35 23 22 24 19 19 20 Agung R Achmad Romi Achmad Fauzi Eka Riswati Eki Rahmad Dani Hendra Jaya Heru Asep Inah Kurniati Fahmi Fitriah Lusi Yulitha Latifah Linda Suryani M.70 Kemudian dari data di atas akan diolah lagi untuk mencari korelasi antar 2 variabel dengan tabel kerja yang diuraikan pada tabel di bawah ini: Tabel. S Rendi Retno Permatasari Reni Dias Tuti Rina Anggraeni Rendi.Qurtubi Meli Saropah Mika Arsella M.

Apriyanto Milawati Malik Jamaludin Nuraini Novia Angraini Novia Novianti Rudi.Qurtubi Meli Saropah Mika Arsella M. S Rendi 1 2 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 2 2 2 4 4 4 2 2 4 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 3 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 2 4 2 2 4 2 1 2 4 3 3 2 4 2 2 2 2 3 4 2 4 2 4 2 2 4 2 7 2 4 2 4 4 2 1 2 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 2 4 2 3 2 4 2 2 8 2 2 4 2 2 2 1 3 1 2 3 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 9 2 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 10 2 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 1 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 Jml 20 33 29 29 34 20 21 28 32 27 31 30 30 24 20 25 24 28 31 27 32 27 30 25 29 30 30 .Mursada M. 32 Perhitungan untuk Mencari Data Variabel Y Dari Penyebaran Angket No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nama Butir Soal 5 6 2 2 2 4 3 2 3 2 4 4 2 2 2 2 3 2 2 4 2 2 2 2 2 4 2 4 2 2 2 2 4 3 2 3 2 4 3 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 4 3 2 4 4 4 2 Agung R Achmad Romi Achmad Fauzi Eka Riswati Eki Rahmad Dani Hendra Jaya Heru Asep Inah Kurniati Fahmi Fitriah Lusi Yulitha Latifah Linda Suryani M.71 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Sukmadi Firdaus Sri Ulfathul M Tarti Tiwi Tika Tuti Wirayanti Yunadi Ilmiah Yanti Zaenal Abidin Jumlah 2 1 4 4 1 4 2 1 4 92 3 2 1 1 4 4 2 4 3 129 4 2 1 1 1 4 1 1 3 91 2 2 4 4 2 4 4 4 3 134 4 4 1 1 2 4 3 2 4 106 4 2 1 1 2 4 1 2 4 111 2 1 2 2 2 2 1 1 1 73 2 1 4 4 4 3 1 1 3 102 2 1 2 2 1 1 1 1 2 79 2 1 1 1 1 1 1 1 1 64 27 17 21 21 20 31 17 18 28 981 Tabel.

33 Perhitungan untuk Memperoleh Angka Indeks Korelasi Antara Variabel X (Penggunaan Metode Karya Wisata) dan Variabel Y (Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 X 17 29 27 13 29 21 25 19 18 29 33 20 30 Y 20 33 29 29 34 20 21 28 32 27 31 30 30 XY 340 957 783 377 986 420 525 532 576 783 1023 600 900 X² 400 1089 841 841 1156 400 441 784 1024 729 961 900 900 Y² 400 1089 841 841 1156 400 441 784 1024 729 961 900 900 .72 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Retno Permatasari Reni Dias Tuti Rina Anggraeni Rendi. F Rizwan Hamdi Sri Maryati Siti Umayyah Sukmadi Firdaus Sri Ulfathul M Tarti Tiwi Tika Tuti Wirayanti Yunadi Ilmiah Yanti Zaenal Abidin Jumlah 4 2 4 3 4 4 4 2 4 3 4 2 4 2 4 4 146 4 2 2 3 3 2 2 4 3 2 2 2 2 2 2 4 101 2 2 2 2 2 2 2 2 4 1 4 3 4 2 2 2 101 3 2 2 1 4 2 2 4 2 2 2 4 4 2 3 1 112 2 2 2 2 3 4 2 3 2 4 2 3 3 4 2 2 116 3 2 2 2 2 4 3 2 4 4 3 3 4 2 3 4 123 2 2 2 1 4 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 104 4 2 2 2 3 2 1 1 3 1 2 2 1 1 1 3 84 4 4 4 3 4 4 2 3 4 4 2 4 4 3 4 2 150 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 152 32 24 26 22 33 30 24 26 32 27 27 31 32 22 27 28 1189 Tabel.

73 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 N 29 20 19 21 18 25 25 32 21 11 20 13 24 31 35 23 22 24 19 19 20 27 17 21 21 20 31 17 18 28 ÓX981 24 20 25 24 28 31 27 32 27 30 25 29 30 30 32 24 26 22 33 30 24 26 32 27 27 31 32 22 27 28 ÓY1189 696 400 475 504 504 775 675 1024 567 330 500 377 720 930 1120 552 572 528 627 570 480 702 544 567 567 620 992 374 486 784 576 400 625 576 784 961 729 1024 729 900 625 841 900 900 1024 576 676 484 1089 900 576 676 1024 729 729 961 1024 484 729 784 576 400 625 576 784 961 729 1024 729 900 625 841 900 900 1024 576 676 484 1089 900 576 676 1024 729 729 961 1024 484 729 784 ÓXY27364 ÓX²23753 ÓY²33501 Setelah keseluruhan data dihitung dan diletakkan dalam tabel koefisien korelasi. selanjutnya hasil perhitungan di atas akan diuji keabsahannya dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut: .

Interpretasi terhadap rxy dari perhitungan di atas ternyata angka korelasi antara variabel X dan .9812] [ 43 x 33501 – 11892] = 1176652 .962361 ) ( 1440543 .981 x 1189 [ 43 x 23753 . Interpretasi Data Berdasarkan hasil perhitungan dari nilai “rxy”.74 Dik: X Y XY Dit? : r xy = 981 = 1189 = 27364 X2 Y N 2 = 23753 = 33501 = 43 r xy = = NXY – (X) (Y) [NX2 – (X)2 ] [ NY2 – (Y)]2 43 x 27364 .1413721) = 10243 59018 x 26822 = 10243 1582980796 = 10243 39786. Interpretasi dengan cara sederhana atau secara kasar.69 = 0.257 2. maka penulis memberikan interpretasi terhadap Angka Indeks Korelasi r Product Moment melalui 2 cara yakni: a.1166409 ( 1021379 .

Rumusan Hipotesa Kerja/Alternatif (Ha) dan Hipotesa Nihil (Ho). yang berkisar antara 0. Sebaliknya. rumusannya sebagai berikut : df = N – nr = 43 – 2 = 41 hitung hitung  r tabel maka Ha r tabel maka Ha ditolak dan Ho . Dengan memperhatikan besarnya rxy (yaitu = 0. Adapun kriteria pengajuannya adalah: Jika r diterima dan Ho ditolak. Ho : Tidak Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode karya wisata dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam. yang penulis ajukan diawal adalah : Ha : Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode karya wisata dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam . Interpretasi dengan menggunakan Tabel Nilai “r” Product Moment. jika r diterima. Kemudian penulis mencari derajat bebasnya (df atau db). b.257).20 – 0.240 berarti terdapat korelasi positif antara variabel X dan variabel Y itu termasuk korelasi yang lemah atau rendah. berarti di antara ke dua variabel tersebut terdapat korelasi positif (korelasi yang berjalan searah).75 variabel Y tidak bertanda negatif.

76 Dengan memeriksa Tabel “r” Product Moment ternyata dengan df sebesar 41 dan taraf signifikansi 5 %. sedang Hipotesa Alternatif (Ha) ditolak.308. yang penulis manfaatkan untuk mengetahui kontribusi variabel X dan variabel Y. sedangkan pada taraf signifikansi 1% diperoleh rtabel = 0. berarti bahwa pada taraf signifikansi 5 % itu memang tidak terdapat korelasi positif (searah) yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.398  0. Karena rxy atau ro pada taraf signifikansi 5 % lebih kecil dari rtabel atau rt. Selanjutnya.398. pada taraf signifikansi 1 % rxy atau ro adalah lebih kecil daripada rtabel (0. ini berarti bahwa untuk taraf signifikansi 1% juga terdapat korelasi korelasi positif (searah) yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. hal tersebut dapat dilihat karena tidak ada korelasi positif antara variabel X (Penggunaan Metode Karya Wisata Dalam Upaya) dan variabel Y (Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam) dan masuk pada kategori korelasi yang lemah atau rendah. diperoleh rtabel = 0. Maka kesimpulan yang dapat ditarik ialah.257). Adapun Perhitungan Koefisien Determinasi (KD). maka pada taraf signifikansi 1% itu Hipotesa Nol (Ho) diterima. tinggi-rendahnya motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam tidak dapat dipengaruhi oleh penggunaan metode karya wisata. sebagai berikut: . maka pada taraf signifikansi 5 % Hipotesa Nol (Ho) ditolak. sedang Hipotesa Alternatif (Ha) ditolak.

2572 x 100 (nilai r berasal dari hasil perhitungan rxy) = 0.066x 100 = 6.6%. variabel Penggunaan Metode Karya Wisata Dalam Upaya Meningkatkan memberikan kontribusi terhadap variabel Motivasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Agama Islam sebesar 6. .6 Jadi.77 KD = r2 x 100 = 0.

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di SMP Padindi Kalideres Jakarta Barat yang mengkaji tentang “ PENGGUNAAN METODE KARYA WISATA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI AGAMA ISLAM” dapat disimpulkan sebagai berikut 1.257 sedangkan kontribusi variabel X terhadap Y sebesar 6. 3.BAB V PENUTUP A. Informasi ini memberikan keterangan bahwa variabel penggunaan metode karya wisata mempunyai hubungan yang lemah atau rendah terhadap motivasi belajar siswa pada bidang studi Agama Islam. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa penggunaan metode karya wisata dalam tingkat atau kategori cukup. 2. dan akan lebih mewujudkan hasil yang optimal apabila penggunaannya sangat variatif sehingga diharapkan 78 . Besarnya hubungan variabel penggunaan metode karya wisata adalah 0.4% ditentukan oleh variabel lain. Motivasi siswa belajar pada bidang studi Agama Islam tidak ditentukan oleh variabel penggunaan metode karya wisata .6% kemudian sisanya 93.

2. .79 dapat memberikan motivasi lebih bagi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam. Guru sebagai pendidik hendaknya meguasai materi yang diajarkannya dan mampu meningkatkan cara pembelajarannya dengan metode yang lebih variatif. B. Dalam hal ini guru diharapkan lebih intensif menggunakan metode karya wisata sebagai salah salah satu metode pembelajaran. Metode karya wisata juga hendaknya dimaknai sebagai metode pembelajaran yang efektif dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru hendaknya bisa memanfaatkan lingkungan sekolah atau tempat-tempat lain yang represantatif sebagai tempat atau sumber belajar. Saran 1.

Al-Qur’an dan Terjemahannya. Psikologi Pendidikan. 1995 _____________. 1988 Hamid. dan Abdul Wahib. Jakarta: Bina Aksara. Abu dan Triprastya. Zakiyah. 50 Bunga Nasihat buat Ukhti Muslimah. Rineka Cipta. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Balai Pustaka.DAFTAR PUSTAKA Abrasy. Zaid Huein Al. 1971 _____________________. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur’an. Pekalongan: PT Raja Murah. Jakarta: PT. Bandung: Kaifa. 1970 Ahmadi. Quantum Teaching. Jhon dan Sadily. Jakarta: Bulan Bintang. Surabaya: Usaha Nasional. Jakarta: Bumi Aksara. 2002 Enkoswara. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam. Kamus Al-Muyassar. Bobbi. Hadits ke 27163 Daradjat. 1993 80 . 1996 Departemen Agama RI. 1997 Al-Musnad Lil Imam Ahmad bin Hambal. 1991 Miqbal. Jakarta: PT. Strategi Belajar Mengajar. Kamus Inggris-Indonesia. tth Kusuma. Jakarta: Balai Pustaka. Abdul Aziz Al. Bumi Aksara. Djoko. Pengantar Ilmu Pendidikan. Hasan. Rineka Cipta. Kendali Mutu Pendidikan Agama Islam. Amier Daien Indra. 1973 M. Ilmu Pendidikan Islam. 1989 Depdikbud. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Srah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Solo: Hijr. Echol. Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PT. Mark Reoardon dan Seinger-Nourie. 2002 De Porter. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Syaiful Bahri. Bandung: Pustaka Setia. Strategi Belajar Mengajar. 2003 Djamarah. 1989 Mustaqim. Muhammad ‘Athijah Al.

Verisia Yogya Grafika 1995 Usman. 2002 Sardiman. Universitas Islam Indonesia. Mengembangkan Kemampuan Otak Kanan Anak-Anak Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Nana. Anas. dan SMPLB. 2003 Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Sinar Baru. PT. 1999 _________. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Quraish. Bandung: PT. 1989 Syah. Remaja Rosdakarya. 1977 Sunjaya. Metodologi Pendidikan Agama. Remaja Rosdakarya. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. MTs. 1980 Sabri. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 20 Tahun 2003 Tentang Jakarta: Kloang Klede. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Jakarta: Fakultas Tarbiyah. Remaja Rosdakarya. Rukky. 1994 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP. Ngalim. Raja Grafindo Persada. Ilmu Pendidikan. Sudjiono. Alisuf. 2002 Undang-undang RI No. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Aminuddin. Uzer. Bandung: PT. 2000 . M. Moh. Motivasi dalam Belajar. A. Elida. Pengantar Psikologi Umum Dan Perkembangan. Pengantar Statistik Pendidikan. 1989 Purwanto. Bandung: Tarsito. Guru dan SPG. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PPLPTK DepDikBud. Am.M. Membumikan Al-Quran. Pengajran Matematika Modern Untuk Orang Tua Murid. seri 5. 1996 Rasyad. Muhibbin. Mahfudh. Bandung: PT. Jakarta : Raja Grafindo persada. Menjadi Guru Profesional. Surabaya: Bina Ilmu 1981 Santoso. M. Bandung: Mizan.81 Prayitno. 2004 Shihab. Al-Qur’an dan Tafsirnya. Metode Riset Pendidikan. 1997 Salahudin. 2002 Russeffendi. Jakarta: PT.

Judith H. 1991 _______.Jaynes. Raymond J dan. Filsafat Pendidikan Islam. Pengantar Metodologi Penelitian. Metodik Khusus Pendidikan Agama. 2004 Zuhairini. WS. Jakarta: PT. dkk. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Herawan. 1992 . 1993 Winkel. Motivasi Belajar.82 Warsito. Jakarta: Cerdas Pustaka. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Gramedia. 1996 Wlodkowski. Surabaya: Usaha Nasional.