AUTOMATION INDUSTRI

Oleh Arief wahyu P

MATERI
• PENDAHULUAN • PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLED • SCADA

DIRECT DIGITAL CONTROL
MONITOR KEYBOARD

PROCESS CONTROLLER : - Microcontroller - Microcomputer - PLC

SERIAL / PARALEL INTERFACE I/O BUS

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

PROCESS / PLANT

1] Karl J. Astrom : Computer Controlled Systems, 2nd Ed., Prentice-Hall, NJ, 1990

DISTRIBUTED CONTROL SYSTEM
MAIN CONTROL ROOM PROCESS ENGINEERS WORKSTATION PROCESS CONTROL LAB

MIS

OS

OS

LOCAL AREA NETWORK

PROCESS CONTROLLER

PROCESS CONTROLLER

LOCAL OPERATOR STATION

PROCESS BUS

PROCESS BUS

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

I/O INTERFACE

PROCESS

1] Karl J. Astrom : Computer Controlled Systems, 2nd Ed., Prentice-Hall, NJ, 1990

SEJARAH PLC
• PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. Alasan utama perancangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan dan penggantian system control mesin berbasis relay. Bedford Associates (Bedford,MA) mengajukan usulan yang diberi nama MEDICON • (Modular Digital Controller) untuk perusahaan mobil di Amerika. Sedangkan perusahaan lain mengajukan system berbasiskomputer (PDP-8). MEDICON 084 merupakan PLC pertama di dunia yang digunakan pada produk komersil.

• Pada tahun 1980-an dilakukan usaha untuk menstandarisasikan komunikasi dengan protokol otomasi pabrik milik General Motor (General Motor Manufacturing Automation Protocol (MAP)). Juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan pembuatan perangkat lunak pemograman melalui pemograman simbolik dengan komputer PC dari pada terminal pemograman atau penggunaan pemograman genggam (handheld programer). Tahun 1990-an dilakukan reduksi protokol baru dan modernisasi lapisan fisik dari protokol – protokol populer yang bertahan pada tahun 1980-an. • Standart terakhir (IEC 1131-3) berusaha untuk menggabungkan bahasa pemograman PLC di bawah satu standart Internasional. Sekarang biasa dijumpai PLC-PLC yang dapat diprogram dalam diagram fungsi blok, daftar instruksi, C dan teks struktur pada saat bersamaan.

JENIS PENGENDALIAN • Pengendalian terprogram dengan pengawatan Elemen Input dan output tergantung dengan pengawatan
Komponen : kontak, relay,magnetik kontaktor, dan rangkaian elektronik

JENIS PENGENDALIAN
Fungsi pengendali tidak tergantung dari pengawatannya. Elemen input ( tombol tekan, sensor ) dan elemen output dihubungkan ke peralatan PLC.
Hubungan elemen input dan output tidak dilakukan dengan pengawatan tetapi melalui pemrograman dengan peralatan pemrogram ( Personal Komputer atau peralatan khusus

PENGENDALI DENGAN PENGAWATAN
• Elemen Input tekan S1, S2, S3, S4 • Elemen Proses :Tombol
S1 S2 K1 K1

: Relai K1

Elemen Input
S3

• Elemen Output :Lampu H1Sambungan antara elemenelemen tersebut melalui pengawatan.Gambar disamping adalah Pengendali Dengan Pengawatan

S4

Elemen Output

Elemen Proses

K1

H1

PENGENDALI DENGAN PLC
• Elemen Input : Tombol tekan S1, S2, S3, S4 • Elemen Proses : PLC • Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemenelemen input dan output tidak melalui pengawatan, tetapi melalui program.
Elemen Input
S1 S2 S3 S4

Elemen Proses

Elemen Output

H1

Communicator

INPUTS

OUTPUTS

CPU
CR

Sumber Tegangan

PLC
Communications

Rangkaian Input

Processor

Rangkaian Output

Isolation Barrier

MEMORY
program
Low Voltage
AC Power Supply 85-264 VAC, 50/60Hz

Isolation Barrier data

or

DC Power Supply

Perangkat Input
• Pushbuttons • Level Switches • Photoelectric Sensors • Proximity Sensors • Motor Starter Contacts • Relay Contacts • Thumb/Pushwheel Switches • Selector Switches • Limit Switches

Input Wiring
Terminal Block Input Devices Isolation Barrier Terminal Block Isolation Barrier

1 2

+

L+

1 2 3

L1

3 4 +

Input Devices

2

L1

5 6

4 5

CPU
+ 4

CPU

L1 L2

7 8 9 10

6 7

+

6

8 9

L2

COM

-

M

10

COM
Input Devices

Terminal Block

COM 10 9

8

7

6

5

4

3

2

1

Driver

PENGAWATAN INPUT
+ 6 + + +

M 10 9

Input Devices

Terminal Block

L+

2

4 7 6

3

1

8

CPU

5

4

2

Isolation Barrier

Perangkat Output
• Valves • Motor Starters • Solenoids • Control Relays • Alarms • Lights • Fans • Horns MOSFET : • 24 VDC Triac : • 120 VAC • 240 VAC Relays : • 24 VAC/VDC • 120 VAC/VDC • 240 VAC/VDC

Output Wiring - Relay Output
Isolation Barrier Terminal Block

1
CR

L1 Output 1 L2

2 3 4 5

CPU

6 7 8 9 10 11 12

Output 2

L1 L2

Output Devices

Output Wiring - DC Output
Isolation Barrier Terminal Block Isolation Barrier Terminal Block

1 2 3 4 5 L2 L2

1 2 3 4
Output Devices

L+

L1

1

L2

CPU

6 7 8 9 10 COM

CPU

5 6 7 8 9

3

L2

Output Devices

L1

10

M

L2

Interaction of Hard- and Software

Operator Panel (OP)
Alat ini dipasang agar operator dapat dengan mudah mengerti cara kerja sistem yang dioperasikan, daripada harus membaca program yang dibuat oleh para engineer pada komputer.

Visualization with ProTool

Graphics display

Programming and visualization

Text based display

Format Program
Skema lintasan arus

STL

A I 1.2 A I 1.4 = Q 4.2

I 1.2 I 1.2 I 1.4 Q 4.2

LAD
I 1.4

( )

Q 4.2

FBD

I 1.2

&
I 1.4

= Q 4.2

SCADA
• SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control And Data Acquisition S : Supervisory – Mengawasi C : Control - Pengendalian ADA : And Data Acquisition - Akuisisi data

FUNGSI
• SCADA yaitu pengawasan,pengontrolan dan pengumpulan data

DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN?
• Penghasil, transmisi dan distribusi listrik: SCADA digunakan untuk mendeteksi besarnya arus dan tegangan, pemantauan operasional circuit breaker, dan untuk mematikan/menghidupkan the power grid

• Penampungan dan distribusi air: SCADA digunakan untuk pemantauan dan pengaturan laju aliran air, tinggi reservoir, tekanan pipa dan berbagai macam faktor lainnya

DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN? • Bangunan, fasilitas dan lingkungan: Manajer fasilitas menggunakan SCADA untuk mengontrol HVAC, unit-unit pendingin, penerangan, dan sistem keamanan • Produksi: Sistem SCADA mengatur inventori komponen-komponen, mengatur otomasi alat atau robot, memantau proses dan kontrol kualitas

DIMANAKAH SCADA DIGUNAKAN? • Transportasi KA listrik: pemantauan dan pengontrolan distribusi listrik, otomasi sinyal trafik KA, melacak dan menemukan lokasi KA, mengontrol palang KA dan lain sebagainya. • Lampu lalu-lintas: SCADA memantau lampu lalu-lintas, mengontrol laju trafik, dan mendeteksi sinyal-sinyal yang salah

Kenapa menggunakan Scada?

• PEMANTAUAN DAN PENGONTROLAN SECARA REAL-TIME MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN

Masalah
• Peralatan apa saja yang perlu Anda kontrol - secara real time - dari jarak jauh? • Apakah kita harus tahu dimanakah terjadinya kesalahan/kerusakan dalam sistem sehingga mempengaruhi proses

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan Sistem SCADA
• Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan secara cepat. • Menemukan dan menghilangkan kemacetan (bottleneck) dan pemborosan (inefisiensi). • Mengontrol proses-proses yang lebih besar dan kompleks dengan staf-staf terlatih yang lebih sedikit. • Mengakses pengukuran kuantitatif dari prosesproses yang penting, secara langsung saat itu maupun sepanjang waktu

INTINYA..
• Semakin banyak hal yang bisa dipantau, semakin detil operasi yang bisa Anda lihat, dan semuanya bekerja secara real-time. • Dengan SCADA bisa melakukan banyak hal, dengan ongkos lebih murah dan, tentunya, akan meningkatkan keuntungan!

BAGIAN BAGIAN SCADA

• Sensoric and Actuator • RTU (Remote Terminal Unit), • Master Station/ RCC (Region Control Center), • Networking data antara RTU dan Master Station

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful